Proyek individu Tema : Sopan santun dan etika daerah (Sunda) Judul : Kampanye dalam Rangka Mengajarkan Sopan

Santun Adat Sunda Zaman sekarang, identitas orang Sunda sudah semakin menghilang. Banyak keluarga yang tidak lagi mengajarkan sopan santun daerah kepada anak-anaknya, sehingga anaknya pun tidak mengenal sopan santun daerah kita. Kita cenderung lebih menganut sopan santun Barat dalam hidup sehari-hari. Tujuan saya memilih judul ini adalah untuk melestarikan dan mempertahankan sopan santun dan etika yang berlaku di tanah Sunda, sehingga masyarakat kita tidak kehilangan identitas diri sebagai orang Sunda.

falsafah (etika) dan sosio (masyarakat).umum). Perubahan perilaku masyarakat ini adalah alami. Sehubungan dengan ini. norma orang Sunda yang mana? Saya cenderung mengacu kepada norma “urang Sunda nu ilahar” (biasa. yaitu sopan-santun. Tetapi hal ini perlu untuk menyamakan sudut pandang penulis dan pemerhati. umur (tua-muda). Demikian pula homoginitas suatu etnis mengalami perubahan yang menjadi sedemikian cairnya. . waktu (masa lalu-kini). Tatakrama atau sopan-santun adalah hasil proses pengadaptasian seseorang dalam bersosialisasi. Keseluruhan pengelompokan inipun dapat pula dikaji berdasarkan tatakrama religi (agama). Dalam wacana ini saya menitik-beratkan pembahasan tatakrama berdasarkan sosio-kultural. sopan-santun) cukup luas jangkauannya. sebab tatakrama melingkupi seluruh perilaku kehidupan manusia. Dapat dikaitkan dengan: jenis kelamin (pria-wanita). “Ilahar” dalam arti “kelompok besar yang cenderung seragam dalam perilaku sopan-santunnya”. Jadi tatakrama Sunda berarti “sopan-santun menurut norma orang Sunda”. khususnya Sunda dalam situasi masyarakat yang berubah dan majemuk Masyarakat selalu berubah. Oleh karena itu tatakrama seseorang sangat erat kaitannya dengan kebiasaan “sopan-santun” yang diadaptasi dari lingkungan keluarga. sehingga lama-kelamaan berubah menjadi masyarakat heteroginitas (majemuk). Parahyangan). Bagaimana tidak. maka akan terdapat pergeseran yang menuju arah positif tetapi tidak sedikit yang membawa ke arah perkembangan negatif bagi peradaban bangsanya. tatakrama dapat dikaji pula dengan hubungan peran dan manfaat tatakrama Sunda dalam kaitannya dengan pergaulan regional Tatar Sunda (khususnya Parahiangan). fisafat ataukah sosio. nasional dan internasional. ini mengacu kepada sosio-kultural secara geografis (Tatar Sunda. Bila dipertajam lagi. Termasuk pula norma-norma tatakrama Sunda apa saja/mana saja yang dapat/perlu tetap dipertahankan keberadaannya dalam budaya globalisasi dan majemuk ini. kesempatan (resmi-tidak resmi) dan sebagainya. apakah religi. Tatakrama Sunda dan Peranannya dalam Kualitas Bangsa Sinonim kata “tatakrama”. Jadi tatakrama dapat dipelajari. meskipun pada kenyataannya ketiga unsur tersebut tetap merupakan kesatuan. situasi (gembira-sedih). sebaiknya diperjelas landasan pijakannya.Pembahasan mengenai tatakrama (etiket. Persinggungan budaya dari bermacam etnis ini menimbulkan kompleksitas permasalahan budaya. lingkungan hidupnya dan tidak terlepas dari kemampuan seseorang dalam menyerap nilai-nilai sopan-santun yang ada di lingkungan sekitarnya. sehingga norma atau ukuran dari perilaku kehidupan masyarakat pun ikut pula berubah. Setiap pembahasan tatakrama.

tidak pernah berbohong. Dengan aspeknya yaitu aspek index. Variannya: Ragam Halus (B. berkemungkinan besar untuk membentuk anggota keluarganya bertatakrama baik. terlebih lagi bila menutup diri. Sumber Tatakrama Tatakrama adalah produk dari pembelajaran manusia dalama bermasyarakat. Keluarga yang sakinah. Ragam Akrab (B. Dalam kaidah tatakrama Urang Sunda ada beberapa unsur yang sangat mengikat. mawaddah wa rohmah. Alangkah sepi dan sunyinya manusia yang menyendiri di tengah keramaian manusia lainnya. Peran tatakrama bagi masyarakat sesuatu etnis seperti yang dikatakan oleh orang bijak bahwa: Kehormatan suatu masyarakat di antaranya tergantung pada tatakrama yang berlaku dalam masyarakat itu. Lemes).  Keluarga. pada akhirnya akan menjadi sumber tatakrama.l bersumber dari:  Agama. Loma. Tentang peran keluarga kita telah faham. Seandainya masyarakat Sunda menghadapi kekacauan dalam tatakramanya atau bahkan kehilangan tatakrama sama sekali.Seseorang yang kurang peka dalam bermasyarakat. maka dia akan kehilangan kesempatan untuk mampu bertatakrama sesuai dengan masyarakatnya.  Lingkungan. yudex dan vindex. Dengan demikian keterpeliharanya tatakrama (a. Lingkungan alam maupun lingkungan pergaulan akan membentuk pola tatakrama tertentu bagi seseorang. yaitu kemampuan dalam:  Bahasa.  Adat istiadat. Sedeng). Kasar).  Kebiasaan.  Peradaban Bangsa (civilasasi). Ragam Sedang (B. Agama merupakan sumber pengetahuan tatakrama yang sangat berperan dalam membentuk karakter manusia. ia akan tercabut dari akar budayanya dan pada gilirannya akan merasa asing di tengah masyarakat budayanya sendiri. Kebiasan yang dijalankan terus menerus. Peradaban bangsa yang telah maju akan menjadi sumber acuan peradaban bangsa yang masih dalam taraf berkembang. a. Sekarang pembicaraan akan saya fokuskan sekitar Tatakrama Urang Sunda. Jadi betapa pentingnya “peran” tatakrama bagi terbentuknya harga diri manusia dan masyarakatnya. Maka bila ada orang yang tidak menyesuaikan diri dengan norma tatakrama masyarakatnya akan dikatakan “mahiwal”.  Nurani. . Setiap bangsa/etnis mempunyai adat istiadat masing-masing. akan mempunyai tatakrama tertentu hasil kesepakatan masyarakatnya. Nurani adalah fakultas dalam diri manusia yang selalu mempertahankan kebenaran. niscaya akan merosotlah kehormatan masyarakat tsb dalam pandangan bangsa lain. Ragam bahasa untuk anak-anak (B. Lemes.l Sunda) pada akhirnya menjadi daya dorong dalam mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.

S rengkuh). Maka digunakan pula kata sandang (honorifik): Aki. Ua Rahmat. prioritas untuk mendapat pelayanan tatakrama secara umum tersusun seperti di bawah ini: 1. Emang. Resag. kagok) dan ragam bahasa Kasar Sekali (B.  Kualitas pengetahuan dan wawasan. Siapapun bila kehidupannya lebih sejahtera. dari tingkat ketua RT sampai pimpinan negara. Setelah kita ketahui manfaatnya. 5.  Tata busana. B. Akang. ragam ba. lalu dikaitkan dengan situasi kehidupan masyarakat yang tengah dialami sekarang.S.  Itikad. 4. Tingkat kesejahteraan/kekayaan. misalnya Aki Jhonny. maka harus mendapat prioritas tatakrama. harus disopan-santuni sessuai dengan statusnya. diprioritaskan pula untuk disopansantuni. B. itu mendapat penghoramtan tatakrama pula. Bibi. Penutup Dalam wacana ini sengaja saya susun dan paparkan secara rinci dimulai dengan Peran Tatakrama. Susunan Tingkat Sosial menurut Tatakrama Sunda Di masyarakat Sunda. Ragam Basa tanggung (B. Nyai. sesama atau strata lebih muda. Generasi lebih tua. yaitu masyarakat yang heterogin (majemuk) dan terus berubah. Siapapun yang mempunyai kedudukan tertentu. Ujang.  Tata cara pergaulan (etiket lokal. Ceuceu. Lemes Kampung. meskipun orang itu seorang pelayan/pramuwisma. Bibi Nelly. Bila kita simak strata bertatakrama di masyarakat Sunda seperti tertera di atas. Ada yang bersifat teoritis/wawasan sebagain pula yang bersifat aplikatif. irama.S lentong).  Sikap tubuh (body leanguage: kinesik. Emang Wahyu. nasional. Siapapun orangnya asal berpendidikan/berpengetahuan lebih tinggi baik formal maupun non formal. agar kita tahu benar kemanfaatan dari yang kita ketahui. Ua. strata yang paling tingi adalah kekerabatan dan yang terakhir adalah kesejahteraan lahir/kekayaan duniawi.Budak). Teh Imas dsb. serta Manfaat Tatakrama. Siapapun bila umurnya lebih tua dari kita. 3. Garihal). Asep. internasional).L.  Roman muka (B. Tingkat Umur. gesturd. .  Lagam berbicara (lagu bicara. Tingkat kedudukan sosialnya (status sosial). Ceu Euis. dsb. Tingkat pengetahuan. pasemon). 2. dari petugas terbawah sampai tertinggi. Nini Sisca. Kang Bobby. Tingkat kekerabatan (pancakaki). Maka digunakanlah kata sandang (Honorifik) sebagai penghormatan. Nini. Kedua intisari masalah ini perlu dipertegas lebih awal.

Semoga. akan dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang berakhlakul karimah. Sebab kemampuan bertatakrama pada dasarnya adalah kebiasaan yang dipakai sehari-hari. lokal.Langkah pertama yaitu meyakini peran dan kemanfaatan tatakrama Sunda.R.2003 H. Selanjutnya tularkanlah ke lingkungan sekeliling. pengetahuan tentang tatakrama Sunda itu harus secara sadar dilatih dan digunakan dalam hidup keseharian. Bandung. mulai dari keluarga sampai masyarakat sekitarnya. unsur-unsur tatakrama Sunda yang telah dipelajari. Langkah terakhir. hasil proses belajar yang terus menerus. Semoga ayunan langkah kita. 1997. Langkah berikutnya. Setelah itu mulailah mempelajari segala sesuatu tentang unsur-unsur Tatakrama Sunda. nasional maupun internasional. Hidayat Suryalaga . baik dalam pergaulan keluarga. dipilih dan carilah mana saja yang bisa dan harus tetap dipakai dalam perilaku keseharian. Tentu saja dengan catatan bahwa unsur tatakrama Sunda itu harus berkemungkinan/dapat diterima oleh lingkungan yang dimasukinya.

hormat. lemes Artinya aturan seutuhnya dari perilaku kebiasaan manusia yang sopan di lingkungannya. Tatakrama seseorang atau suatu bangsa dipengaruhi oleh etika yang dianutnya. Pada garis besarnya ada etika yang mempengaruhi tatakramanya.TATAKRAMA Tata = Bahasa Kawi: aturan. yaitu: Etika Teologis Etika Filosofis Etika Sosial . adat Krama = Bahasa Sansekerta : sopan. norma.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful