1

PENERAPAN NILAI-NILAI MANAJEMEN QOLBU DALAM
MENINGKATKAN KUALITAS AKHLAK SANTRI MUKIM
(PROGRAM PESANTREN MAHASISWA)
DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG


SKRIPSI

Oleh:
Rini Noviantini
04110161










JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Agustus, 2009
2
PENERAPAN NILAI-NILAI MANAJEMEN QOLBU DALAM
MENINGKATKAN KUALITAS AKHLAK SANTRI MUKIM
(PROGRAM PESANTREN MAHASISWA)
DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN)
Maulana Malik Ibrahim Malang
untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu
Sarjana Pendidikan Islam (S Pd.I)


Oleh:
Rini Noviantini
04110161





JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Agustus, 2009
3
HALAMAN PERSETUJUAN

PENERAPAN NILAI-NILAI MANAJEMEN QOLBU DALAM
MENINGKATKAN KUALITAS AKHLAK SANTRI MUKIM
(PROGRAM PESANTREN MAHASISWA)
DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG

SKRIPSI

Oleh:
Rini Noviantini
04110161


Telah disetujui pada tanggal 27 Juli 2009
Dosen Pembimbing,




Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I
NIP. 150215385



Mengetahui,
Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam



Drs. Moh. Padil, M.Pd.I
NIP. 150267235

4
HALAMAN PENGESAHAN


PENERAPAN NILAI-NILAI MANAJEMEN QOLBU DALAM
MENINGKATKAN KUALITAS AKHLAK SANTRI MUKIM
(PROGRAM PESANTREN MAHASISWA)
DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG
SKRIPSI
Dipersiapkan dan disusun oleh
Rini Noviantini (04110161)
Telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 8 Agustus 2009
dan talah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh
gelar strata satu Sarjana Pandidikan Islam (S.Pd.I)


Panitia Ujian Tanda Tangan

Ketua Sidang
Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I : _____________________
NIP. 150215385

Sekretaris Sidang
Dr. Abdul Bashith, M.Si : ______________________
NIP. 150327264

Pembimbing
Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I : ______________________
NIP. 150215385

Penguji Utama
Prof. Dr. H. Muhaimin, MA : ______________________
NIP. 150215375


Mengesahkan,
Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang



Dr. M. Zainuddin, M.A
NIP. 150275502
5
MOTTO

نِ ا َ Vَ ا ِ - ْ -ا _ َ = َ ~ ِ - ُ - ْ ~ َ · ً ª ِ ا َ ذ َ ~ َ - َ = ْ~ َ ~ َ - َ _ ْ -ا َ = َ ~ ُ - ُ آ ُ - ُ ª
َ و ِ ا َ ذ َ - َ ~ َ - ْت َ - َ ~ َ - ِ ت ْ -ا َ = َ ~ ُ - ُ آ - ُ ª َ ا َ V َ و ِ ه َ ¸ ْ -ا َ - ْ - ُ ~

”ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal
daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, tetapi bila rusak, niscaya akan
rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama hati”
(HR. Imam Bukhari dan Muslim)
1


























1
Al-Lu’lu wa al-Marjan Fima Ittafaqa ‘Alaihi asy- syaikal, Muhammad Fuad Abdul
Baqi, dari hadits Nu’man bin Basyir, hadits no. 1020
6
PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN

U UU Un nn ntuk s tuk s tuk s tuk sepasang mutiara hati Babeh dan Mamah epasang mutiara hati Babeh dan Mamah epasang mutiara hati Babeh dan Mamah epasang mutiara hati Babeh dan Mamah
yang mema yang mema yang mema yang memancarkan sinar kasih sayang yang ncarkan sinar kasih sayang yang ncarkan sinar kasih sayang yang ncarkan sinar kasih sayang yang tidak pernah usa tidak pernah usa tidak pernah usa tidak pernah usai dalam mendo’akan dan i dalam mendo’akan dan i dalam mendo’akan dan i dalam mendo’akan dan
mendidik mendidik mendidik mendidikku sehingga aku mam ku sehingga aku mam ku sehingga aku mam ku sehingga aku mampu menghadapi tajamnya krikil pu menghadapi tajamnya krikil pu menghadapi tajamnya krikil pu menghadapi tajamnya krikil- -- -krikil kehidupan. krikil kehidupan. krikil kehidupan. krikil kehidupan.
Senandung kasih sayang mereka tiada tara hingga tak dapat ku ungkapkan dengan kata Senandung kasih sayang mereka tiada tara hingga tak dapat ku ungkapkan dengan kata Senandung kasih sayang mereka tiada tara hingga tak dapat ku ungkapkan dengan kata Senandung kasih sayang mereka tiada tara hingga tak dapat ku ungkapkan dengan kata- -- -
kata namun akan kata namun akan kata namun akan kata namun akan selalu ku rangkai dalam do’a, selalu ku rangkai dalam do’a, selalu ku rangkai dalam do’a, selalu ku rangkai dalam do’a,
Semoga amal mereka diridhoi oleh Allah Semoga amal mereka diridhoi oleh Allah Semoga amal mereka diridhoi oleh Allah Semoga amal mereka diridhoi oleh Allah SWT SWT SWT SWT. .. .

Yang tersayang adik Yang tersayang adik Yang tersayang adik Yang tersayang adikku Rena Novita ku Rena Novita ku Rena Novita ku Rena Novita serat Silvia Fauziah serat Silvia Fauziah serat Silvia Fauziah serat Silvia Fauziah
yang selalu mendo’akan dan memberikan dukungan pada Teh Orin dalam menuntut ilmu, yang selalu mendo’akan dan memberikan dukungan pada Teh Orin dalam menuntut ilmu, yang selalu mendo’akan dan memberikan dukungan pada Teh Orin dalam menuntut ilmu, yang selalu mendo’akan dan memberikan dukungan pada Teh Orin dalam menuntut ilmu,
dan kalianlah yang membuat Teh Orin bisa ce dan kalianlah yang membuat Teh Orin bisa ce dan kalianlah yang membuat Teh Orin bisa ce dan kalianlah yang membuat Teh Orin bisa ceria di saat pulang ke rumah, ria di saat pulang ke rumah, ria di saat pulang ke rumah, ria di saat pulang ke rumah,
Semoga Allah selalu melindungi kalian Semoga Allah selalu melindungi kalian Semoga Allah selalu melindungi kalian Semoga Allah selalu melindungi kalian. .. .

Calon suami Calon suami Calon suami Calon suamiku tercinta Ichwan Ismail A ku tercinta Ichwan Ismail A ku tercinta Ichwan Ismail A ku tercinta Ichwan Ismail Al ll l- -- -Faruqi Faruqi Faruqi Faruqi
yang selalu memberi ketenangan hati, kasih sayang, keceriaan yang selalu memberi ketenangan hati, kasih sayang, keceriaan yang selalu memberi ketenangan hati, kasih sayang, keceriaan yang selalu memberi ketenangan hati, kasih sayang, keceriaan
serta serta serta serta dukungan dalam setiap aktifitas dukungan dalam setiap aktifitas dukungan dalam setiap aktifitas dukungan dalam setiap aktifitasku, ku, ku, ku,
Engkau adalah penerang jiwa Engkau adalah penerang jiwa Engkau adalah penerang jiwa Engkau adalah penerang jiwaku, dengan mu aku bisa me ku, dengan mu aku bisa me ku, dengan mu aku bisa me ku, dengan mu aku bisa memahami mahami mahami mahami arti kehidupan, arti kehidupan, arti kehidupan, arti kehidupan,
jangan jangan jangan jangan pernah lelah menemani hari pernah lelah menemani hari pernah lelah menemani hari pernah lelah menemani hari- -- -hari hari hari hariku. ku. ku. ku.

Semua Pahlawan Semua Pahlawan Semua Pahlawan Semua Pahlawanku yang t ku yang t ku yang t ku yang telah sudi mendidik dan memberikan elah sudi mendidik dan memberikan elah sudi mendidik dan memberikan elah sudi mendidik dan memberikan bimbingan kepada bimbingan kepada bimbingan kepada bimbingan kepadaku tanpa ku tanpa ku tanpa ku tanpa
tanda jasa, Guru SD Bayabang II tanda jasa, Guru SD Bayabang II tanda jasa, Guru SD Bayabang II tanda jasa, Guru SD Bayabang II Bandung Bandung Bandung Bandung, Guru MTs Cipeundeuy , Guru MTs Cipeundeuy , Guru MTs Cipeundeuy , Guru MTs Cipeundeuy Bandung Bandung Bandung Bandung, , , , Guru Guru Guru Guru PP. PP. PP. PP.
Sabilunnajah Bandung, Sabilunnajah Bandung, Sabilunnajah Bandung, Sabilunnajah Bandung, Guru Guru Guru Guru PPP. Wali Songo Jombang, PPP. Wali Songo Jombang, PPP. Wali Songo Jombang, PPP. Wali Songo Jombang, Guru Guru Guru Guru PP. Luhur Malang, PP. Luhur Malang, PP. Luhur Malang, PP. Luhur Malang, Guru Guru Guru Guru
PPP. PPP. PPP. PPP. Al Al Al Al- -- -Hikmah Al Hikmah Al Hikmah Al Hikmah Al- -- -Fathimiyyah Malang Fathimiyyah Malang Fathimiyyah Malang Fathimiyyah Malang d dd dan semua an semua an semua an semua Dosen UIN Malang, Dosen UIN Malang, Dosen UIN Malang, Dosen UIN Malang,
Dengan ilmu yang engkau berikan, aku mampu menyibak tirai kelam dunia Dengan ilmu yang engkau berikan, aku mampu menyibak tirai kelam dunia Dengan ilmu yang engkau berikan, aku mampu menyibak tirai kelam dunia Dengan ilmu yang engkau berikan, aku mampu menyibak tirai kelam dunia. .. .

Semua teman Semua teman Semua teman Semua teman- -- -teman terbaikku, yang selalu mendukung dan membantu dalam setiap teman terbaikku, yang selalu mendukung dan membantu dalam setiap teman terbaikku, yang selalu mendukung dan membantu dalam setiap teman terbaikku, yang selalu mendukung dan membantu dalam setiap
aktifitasku aktifitasku aktifitasku aktifitasku, ,, ,
Terima kasih semuanya Terima kasih semuanya Terima kasih semuanya Terima kasih semuanya… …… …


7
Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I
Dosen Fakultas Tarbiyah
Universitas Islam Negeri Malang

NOTA DINAS PEMBIMBING

Hal : Skripsi Rini Noviantini Malang, 27 Juli 2009
Lamp : 4 (Empat) Eksemplar


Kepada Yth.
Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang
di
Malang

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan, baik dari segi isi, bahasa
maupun teknik penulisan dan setelah membaca skripsi mahasiswa yang tersebut di
bawah ini:

Nama
NIM
Jurusan
Judul Skripsi
:
:
:
:
Rini Noviantini
04110161
Pendidikan Agama Islam
Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam
Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim
(Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung

maka selaku pembimbing, kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak
diajukan untuk diujikan.
Demikian, mohon dimaklumi adanya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Pembimbing,






Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I
NIP. 150215385


8
SURAT PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan, bahwa tulisan dalam skripsi ini adalah murni
dari karya penulis dan tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk
memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu Perguruan Tinggi dan bukan jiplakan
dari karya orang lain. Jika terdapat pendapat dari orang lain, maka telah diacu
dalam naskah ini dan terdapat dalam daftar pustaka yang dicantumkan.


Malang, 27 Juli 2009


Rini Noviantini



























9
KATA PENGANTAR



Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan
ridho dan ma’unah-Nya akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan.
Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjunan umat Islam,
Nabi besar Muhammad SAW, yang dengan jiwa sucinya penuh pengorbanan dan
keikhlasan telah membimbing dan menuntun umatnya ke jalan yang penuh
dengan cahaya ilmu yang di Ridhoi oleh Allah SWT.
Tentunya skripsi ini tidak dapat terselesaikan tanpa bantuan, dukungan dan
kerjasama dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis menyampaikan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada:
1. Orang tuaku tercinta yang dengan penuh kesabaran dan keikhlasan telah
mengasuh, membimbing, membesarkan dan membiayai baik materil maupun
spiritual serta mengalirkan do’a-do’anya untuk kebahagiaan anaknya di dunia
maupun di akhirat.
2. Bapak Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, selaku Rektor Universitas Islam Negeri
(UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
3. Bapak Dr. M. Zainuddin, M.A selaku Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas
Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
10
4. Bapak Drs. Moh. Padil, M.Pd.I selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam
(PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
5. Bapak Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I selaku dosen pembimbing yang
dengan kesabaran membimbing dan memberi arahan serta masukan yang amat
berguna hingga terselesaikan skripsi ini.
6. Seluruh jajaran Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Malang yang telah banyak
memberikan ilmu kepada penulis selama di bangku kuliah.
7. KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) selaku pengasuh Pondok Pesantren
Daarut Tauhiid Bandung yang selalu memberikan ketenangan dengan
dakwahnya.
8. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah
membantu terselesaikannya skripsi ini.
Penulis menyampaikan terima kasih, semoga bantuan yang telah diberikan
mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Penulis menyadari skripsi ini masih
jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu perlu adanya koreksi, saran dan kritikan
yang konstuktif dan sifatnya membangun dari seluruh pembaca yang budiman
senantiasa penulis selalu mengharapkan demi perbaikan skripsi ini. Semoga
skripsi ini dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi semua pihak.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Penulis

11
DAFTAR GAMBAR DAN TABEL

Gambar 2.1
Gambar 4.2
Gambar 4.3
Gambar 4.4
Gambar 4.5
Gambar 4.6
Tabel 4.1

Tabel 4.2
Tabel 4.3
:
:
:
:
:
:
:

:
:
Pembagian kecerdasan ....................................................
Langkah Praktis Pengenalan diri .....................................
Proses Lisan Berkualitas .................................................
Mengelola Waktu ............................................................
Proses Komukasi Berkualitas ..........................................
Santri Harapan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid ……..
Jadwal Aktivitas Program Pesantren Mahasiswa (PPM)
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung 2008-2009
Format Muhasabah Harian ..............................................
Karakter Santri Daarut Tauhiid .......................................
26
92
103
111
115
136

132
135
137











12
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I
Lampiran II
Lampiran III
Lampiran IV
Lampiran V


Lampiran VI
Lampiran VII
:
:
:
:
:


:
:

Struktur Organisasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Struktur Organisasi Yayasan Daarut Tauhid
Struktur Organisasi Direktorat Pendidikan
Aturan Pokok Santri Pesantren Mahasiswa
Data santri Mukim Akhwat dan Ikhwan Program Pesantren
Mahasiswa Angkatan 2 Periode September 2008-Agustus
2009
Peta Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Kegiatan Santri Daarut Tauhiid











13
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................
HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................
HALAMAN PENGESAHAN .....................................................................
HALAMAN MOTTO .................................................................................
HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................
HALAMAN NOTA DINAS PEMBIMBING ...........................................
HALAMAN PERNYATAAN ....................................................................
KATA PENGANTAR .................................................................................
DAFTAR GAMBAR DAN TABEL ..........................................................
DAFTAR LAMPIRAN ...............................................................................
DAFTAR ISI ...............................................................................................
ABSTRAK ...................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .............................................................
B. Rumusan Masalah .......................................................................
C. Tujuan Penelitian ........................................................................
D. Kegunaan Penelitian ...................................................................
E. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian ..............................
F. Definisi Operasional ...................................................................
G. Sistem Pembahasan .....................................................................

i
ii
iii
iv
v
vi
vii
viii
x
xi
xii
xvi


1
9
9
9
10
11
11

14
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Manajemen Qolbu ......................................................................
1. Pengertian Manajemen Qolbu ...............................................
2. Konsep Manajemen Qolbu ...................................................
3. Pembagian Hati .....................................................................
4. Qolbu Pusat Kecerdasan Ruhani ...........................................
5. Al-Qur’an sebagai Obat Hati dari Berbagai Penyakit ...........
B. Pensucian Jiwa (Tazkiyah An-Nafs) dalam Tasawuf ………......
1. Pengertian An-Nafs Menurut Bahasa …………...…………
2. An-Nafs dalam Al-Qur’an …………………………………
3. An-Nafs dalam Tasawuf …………………………………...
4. Metode Tazkiyah An-Nafs …………………………………
C. Akhlak dan Pondok Pesantren ...................................................
1. Pengertian Akhlak dan Ruang Lingkup Akhlak ...................
2. Akhlak Terhadap Allah, Manusia dan Lingkungan Hidup.....
3. Pendidikan Akhlak Islam .......................................................
4. Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam ........
5. Materi Pelajaran dan Metode Pengajaran Pondok Pesantren..
6. Pertumbuhan Kelembagaan Pondok Pesantren ......................
BAB III METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ..............................................
B. Kehadiran Peneliti ....................................................................
C. Lokasi Penelitian ......................................................................

13
13
17
20
23
28
30
30
31
34
38
47
47
53
58
59
64
68

71
72
73
15
D. Sumber Data .............................................................................
E. Prosedur Pengumpulan Data ....................................................
F. Analisis Data ............................................................................
G. Pengecekan Keabsahan Temuan Data .....................................
H. Tahap-Tahap Penelitian ...........................................................
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Latar Belakang Objek ..............................................................
1. Sejarah Pondok Pesantren Daarut Tauhiid .........................
2. Letak Geografis ..................................................................
3. Struktur Organisasi ............................................................
4. Visi, Misi, Tujuan, Target dan Strategi ..............................
5. Pola Kepemimpinan ...........................................................
B. Penyajian Data .........................................................................
1. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam
Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program
Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut
Tauhiid Bandung ................................................................
2. Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan
Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan
Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren
Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung .............................................................................

73
74
77
78
78

80
80
83
83
85
87
89



89




141

16
BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
A. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu Dalam Meningkatkan
Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren
Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung .......
B. Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Nilai-
Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas
Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung ...............................
BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan ..............................................................................
B. Saran .........................................................................................
DAFTAR RUJUKAN
LAMPIRAN-LAMPIRAN



146



150

152
155















17
ABSTRAK

Noviantini, Rini, Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan
Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam,
Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim
Malang, Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I

Manajemen berasal dari bahasa Inggris yaitu to manage yang sinonimnya
antara lain to hand berati mengurus, to control berarti mengawasi dan to guide
berarti memimpin. Qolbu adalah hati nurani yang menerima limpahan cahaya
kebenaran ilahiyah yaitu ruh. Manajemen Qolbu artinya bagaimana mengelola
hati supaya potensi positifnya bisa berkembang maksimal mengiringi kemampuan
berpikir dan bertindak, sehingga sekujur sikapnya menjadi positif dan potensi
negatifnya segera terdeteksi dan dikendalikan sehingga tidak berbuah menjadi
tindakan yang negatif.
Dengan adanya Manajemen Qolbu maka akan melahirkan akhlak yang
baik. Akhlak ialah bentuk jamak dari khuluq (khuluqun) yang berarti budi pekerti,
perangai, tingkah laku atau tabi’at. Pondok Pesantren tidak hanya berfungsi
sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga berfungsi sebagai lembaga sosial dan
penyiaran agama, sehingga mudah mempraktekan nilai-nilai Manajemen Qolbu
supaya kualitas akhlak menjadi lebih baik.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan nilai-
nilai Manajemen Qolbu dan apa faktor-faktor pendukung dan penghambat
penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak
santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut
Tauhiid Bandung. Tujuannya mendeskripsikan penerapan nilai-nilai Manajemen
Qolbu dan faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai
Manajemen Qolbu.
Jenis penelitian ini adalah Kualitatif. Teknik pengumpulan data
menggunakan metode Observasi, Interview, Dokumentasi dan pembahasan
menggunakan metode deskriptif kualitatif yang sebagian besar berasal dari catatan
pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Kemudian catatan tersebut di analisis
untuk memperoleh tema dan pola-pola yang dideskripsikan dan diilustrasikan
dengan contoh-contoh, termasuk kutipan-kutipan dan rangkuman dari dokumen.
Hasil dari penelitian ini adalah Program Pesantren Mahasiswa (PPM)
sebagai sebuah program pendidikan yang berorientasi pada penanaman aqidah,
pengembangan potensi dan pembentukan sikap, dengan harapan menjadi solusi
alternatif bagi bangsa. Manajemen Qolbu Aa Gym merupakan upaya pengelolaan
atau penataan hati dengan berbagai kiat-kiatnya yakni agar hati selalu bersih,
karena hati merupakan pusat dari segala perbuatan manusia. Faktor pendukung
internal yakni pengasuh, pengurus dan santri, faktor eksternal yakni wali santri
dan lingkungan. Faktor penghambat yakni masih membutuhkan dana yang lebih,
rasa malas karena kelelahan dan kurang kesadaran dari santri dalam mengikuti
program.
Kata Kunci: Manajemen Qolbu, Kualitas Akhlak
18
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sampai saat ini ada satu bagian dari dalam tubuh manusia yang banyak
menyita perhatian para ahli, utamanya ahli di bidang biologi, kedokteran dan
psikolagi yakni otak. Otak menjadi pusat perhatian yang paling tinggi, tidak
seperti perhatian mereka terhadap organ-organ tubuh yang lain. Sedikit demi
sedikit para pemerhati masalah ini telah menyimpulkan penelitian-penelitian
mereka. Misteri tentang otak manusia mulai terpecahkan dan teori-teori baru
tentang otak mulai dikembangkan, Neurologi menjadi ilmu yang paling maju
yang bisa dicapai dalam masalah yang satu ini.
2

Sementara itu, ada satu bagian lagi dari dalam tubuh manusia yang juga
menyita perhatian, bahkan sudah sangat lama, hanya saja tidak seperti perhatian
para ahli terhadap otak. Perhatian terhadap satu organ ini datang kebanyakan
bukan dari para ahli bidang biologi, kedokteran atau psikologi melainkan para
pemikir di bidang filsafat, sosial dan utamanya agama. Organ tersebut adalah hati,
jika gagasan-gagasan, konsep-konsep dan teori-teori tentang otak manusia sudah
banyak bermunculan maka tidak demikian dengan gagasan, konsep, teori tentang
hati. Misteri-misteri tentang hati masih tersembunyi rapat-rapat, serapat letaknya
di dalam tubuh manusia.

2
Muhammad Muhyidin, The True Power of Heart (Jogjakarta: Diva Press, 2007), hlm.
31
19
Walaupun demikian, tampaknya perhatian terhadap kedua organ dalam
tersebut sudah sama-sama tua. Di jaman Yunani kuno, pembicaraan otak dengan
hati sudah dimulai, hanya saja pembicaraan keduanya berangkat lebih banyak dari
pemikiran yang sifatnya spekulatif belaka. Dalam perkembangannya kemajuan
sains dan teknologi meniscayakan kita untuk melakukan penelitian terhadap otak,
tetapi sekaligus melokalisasi fokus perhatian tersebut pada organ yang satu ini.
3

Terdapat banyak alasan mengapa perhatian terhadap hati tidak setinggi
perhatian terhadap otak. Diantaranya karena persoalan letak, dari sisi ini
penelitian terhadap otak lebih dimungkinkan dari pada penelitian terhadap hati.
Alasan lain sudah diyakini bahwa otak merupakan pusat segala kecerdasan yang
niscaya dimiliki oleh manusia, padahal kecerdasan merupakan satu tema sentral
dalam kehidupan manusia sendiri, yang darinya manusia berbeda dan
membedakan diri dengan makhluk hidup yang lain.
Alasan yang lain sampai saat ini tampaknya sains dan teknologi belum
berhasil menemukan alat-alat tertentu yang sanggup digunakan untuk meneliti hati
sebagaimana alat-alat tertentu yang sudah ditemukan dan dapat digunkan untuk
meneliti otak. Hati atau jantung selama ini lebih banyak dibicarakan dan dibahas
dari sudut kedokteran saja, dari sisi sehat dan sakitnya secara fisik saja, yang
memang hal tersebut sangat penting bagi kehidupan manusia. Penyakit jantung
atau penyakit liver merupakan jenis penyakit yang berbahaya dan mematikan,
penyakit seperti ini tidak sama dengan penyakit stres atau pusing kepala.

3
Ibid., hlm. 32
20
Dari kenyataan yang demikian itu, dorongan terhadap sains dan teknologi
agar bisa menghasilkan alat-alat penelitian yang khusus untuk membuka tabir
misteri hati tampaknya perlu terus-menuerus dilakukan. Para ilmuan bidang ini
tampaknya harus membuka diri untuk menerima asumsi-asumsi agama terhadap
organ yang satu ini. Mereka tidak bisa menutup mata terhadap kebenaran agama
yang menyatakan bahwa hati merupakan organ tubuh yang sangat vital dan sangat
penting.
Pembahasan tentang rahasia-rahasia hati ini lebih banyak bertolak dari
sudut pandang agama, logika dan falsafat bukan dari sudut pandang sains positif.
Alasannya sangat sulit untuk menemukan referensi atau rujukan ilmiah tentang
masalah ini. Walaupun demikian, tidak ada satu pun manusia yang berakal sehat
yang hidup di dunia ini meragukan fakta bahwa hati demikian kuat pengaruhnya
dalam kehidupan manusia sendiri.
Sifat-sifat seperti kebaikan, keluhuran, kelembutan, cinta-kasih, keadilan
dan kebenaran yang telah ditunjukan oleh manusia merupakan kenyataan yang
tidak mungkin dipungkiri. Demikian halnya sifat-sifat seperti tamak, rakus,
sombong, khianat, benci, dendam, amarah dan lain sebagianya, yang juga turut
meramaikan jiwa manusia merupakan fakta-fakta yang juga tidak bisa dipungkiri.
Para ilmuan atau para ahli di bidang otak sendiri mengakui keberadaan
sumber atau pusat keberadaan sifat-sifat yang seperti ini bukan berada di otak.
Berkhayal, berfantasi, berimajinas dan berpikir merupakan fungsi otak sedangkan
benar, adil, jujur, marah, benci, dendam dan seterusnya ini tidak termasuk dalam
kategori khayalan, fantasi, imajinasi dan pikiran. Sebagainya masuk ke dalam
21
kategori rasa dan sumber atau pusat rasa juga tidak terdapat di otak, kecuali otak
hanya mampu berpikir tentang rasa yang kemudian dapat disebut sebagai
”Kecerdasan Emosional”. Otak juga mampu berpikir tentang benar, adil, jujur,
cinta-kasih, kelembutan dan keyakinan terhadap kekuatan yang bersifat
Suprarasional, yang kemudian disebut sebagai ”Kecerdasan Spiritual”, tetapi
sumber atau pusat dari sifat-sifat ini lagi-lagi bukan berada di otak.
4

Hati tidak mempunyai batas atau ukuran-ukuran permanen, sebagaimana
makna hati itu sendiri yang bersifat kondisional (ahwal) dan tidak memiliki
pengertian yang statis (maqamah), hati tidak mungkin diukur dengan batasan-
batasan atau dibatasi dengan ukuran-ukuran yang pasti. Ungkapan Pascal yang
dikutip Tasmara Toto yaitu ”Le coeur a ses raisons que la raisons ne connait
pas” hati mempunyai akalnya sendiri yang tidak bisa dimengerti oleh akal
budinya. Pascal melanjutkan bahwa kebenaran hanya dapat diketahui jika kita
mau mendengar suara hati (logique de coeur), walaupun seharusnya lebih
ditegaskan bahwa kebenaran hanya mungkin diketahui dan dirasakan nyata
apabila kita mau melaksanakan kata hati bukan hanya mendengar.
5

Agama sebagimana juga logika dan falsafah menyebutkan sumber atau
pusat sifat-sifat adalah hati bukan otak. Oleh karena itu membahas rahasi-rahasia
hati adalah sebagia dasar kita untuk mengerti dan memahami kekuatan-kekuatan
yang dimilikinya, dan bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan kita sendiri.
Memahami dan menangkap hati secara utuh adalah kemustahilan. Kita hanya

4
Ibid., hlm. 36
5
Toto Tasmara, Kecerdasan Ruhaniah (Transcendental Intelligence) (Jakarta: Gema
Insani,, 2001), hlm. 45
22
dapat memahami melalui asumsi-asumsi dari proses perenungan yang sangat
personal karena di dalam hati terdapat barbagai hayalan dan filsafat agama, tema
yang berkaitan dengan hati menjadi masalah yang selalu menarik untuk
memahaminya secara lebih mendalam.
Langkah awal untuk membuka dan memahami rahasia-rahasia hati maka
memerlukan pijakan yakni dasar-dasar rujukan yang paling diyakini benar dan
sangat bisa untuk dipertanggungjawabkan tentang informasi-informasi mengenai
hati. Ayat-ayat Al-Qur’an al-Karim adalah pilihan yang paling tepat untuk
menjadi dasar dan pijaka memasuki rahasia-rahasia hati.
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung menerapkan konsep
Manajemen Qolbu dalam dakwahnya. Pesantren ini mulanya adalah sebuah
majelis dzikir yang dipimpin langsung oleh KH. Abdullah Gymnastiar atau yang
lebih dikenal Aa Gym. Lambat laun majelis ini merangkak menjadi sebuah
pengajian rutin dan terus berkembang sampai akhirnya jadilah Daarut Tauhiid
dengan berbagai lembaga pendukungnya.
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid adalah Pesantren Alternatif karena
aktivitas dakwah di Daarut Tauhiid berbeda dengan umumnya Pesantren, biasanya
yang disebut Pesantren adalah lembaga pendidikan keislaman yang di dalamnya
terdapat kiai, santri, masjid, pondok dan pengkajian kitab Islam klasik (kitab
kuning) dan biasanya Pesantren seperti ini disebut Pesantren tradisional atau
Pesantren salaf. Di Daarut Tauhiid kriteria seperti di atas tidak terpenuhi. Di
Daarut Tauhiid tidak ada pengkajian khusus secara mendalam mengkaji kitab
Islam klasik seperti di Pesantren tradisional, kalaupun ada porsinya sangat sedikit.
23
Santri Daarut Tauhiid tidak hanya mempelajari agama yang behubungan dengan
ibadah tetapi juga mempelajari ilmu yang berhubungan dengan alam semesta.
6

Pondok Pesantren Daarut Tauhiid memiliki keunikan tersendiri
dibandingkan dengan umumnya Pesantren yang terdapat di negeri ini, baik yang
tergolong tradisional maupun modern. Pertama, kiai atau ustad yang memimpin
dan mengajar di Daarut Tauhiid telah dididik dalam dua kultur yaitu modern dan
tradisional. Kultur modern maksudnya adalah para ustad tersebut telah dididik
atau bersentuhan baik secara akademis maupun kultural dengan sistem pendidikan
modern. Namun, di sisi lain para ustad tersebut selain berpendidikan modern juga
bersentuhan dengan sistem pendidikan tradisional Pesantren, seperti umumnya
figur kiai di Indonesia.
Kedua, kiai atau ustad tampaknya bukanlah figur segala-galanya dan
bukan juga pemegang kebijaksanaan tunggal Pesantren. Akibatnya, gaya
kepemimpinan Daarut Tauhiid tidak lagi bersifat sentralistis, melainkan
demokratis. Bahkan gaya seperti ini tampaknya mulai mempengaruhi sistem
pengajaran Pesantren, santri atau jamaah pengajian diberi kebebasan seluas-
luasnya untuk mengekspresikan pendapat, bertanya dan menjalankan agamanya,
serta bersikap kritis terhadap apa yang disampaikan oleh kiai atau ustad. Mungkin
sesuai dengan karekter Pesantren dan figur Aa Gym di dalamnya, ”khidmat”
berlebihan kepada kiai atau ustad yang cenderung melahirkan ”kultus” tidak
dikenal di Pesantren ini. Di Daarut Tauhiid justru yang terlihat aroma

6
Hernowo dan M. Deden Ridwan, Aa Gym dan Fenomena Daarut Tauhiid (Bandung:
PT. Mizan Pustaka, 2003), hlm. 28-30
24
kebersamaan dan sikap egaliter, kendati prinsip disiplin tetap dipraktikkan secara
ketat.
7

Pondok Pesantren Daarut Tauhiid sengaja didesain menjadi pesantren
yang benar-benar berbaur dengan masyarakat atau dikenal dengan konsep tanpa
batas (virtual). Santrinya menyewa rumah di masyarakat sehingga diharapkan
selain akan mewarnai masyarakat sekitarnya juga menghidupkan ekonomi
masyarakat dengan makan dan belanja di warung sekitarnya. Adapun yang
menjadi santri adalah dari semua lapisan masyarakat yang terdiri dari para
mahasiswa, tetangga, pedagang, tukang beca, supir, anak jalanan, polisi dan
aparat pemerintah sehingga menjadi satu kesatuan.
8
Sebagai Pesantren yang
berada di tengah kota, Daarut Tauhid memang dimaksudkan untuk mengincar
segmen masyarakat perkotaan yang ingin memperdalam ilmu agama.
Aktivitas keislaman di Daarut Tauhiid terfokus pada kegiatan dakwah, di
sini lebih bermakna pendidikan bukan dakwah dalam pengertian konvensional.
Pola dakwahnya meliputi ceramah umum yang rutin diselenggarakan, ada lagi
yang disebut kategori pendidikan khusus seperti salah satunya objek yang penulis
teliti yaitu santri mukim Program Pesantren Mahasiwa (PPM) dan waktunya
relatif ada yang 3 bulan, 1 tahun dan sebagainya, tetapi dengan kurikulum yang
jelas.


7
Ibid., hlm. 29-30
8
Abdullah Gymnastiar, Aa Gym Apa Adanya Sebuah Qolbugrafi (Bandung: Khas MQ,
2006), hlm. 98
25
Model pendidikan yang dikedepankan oleh Daarut Tauhid dikenal dengan
sebutan "Manajemen Qalbu", konsep yang digelontorkan oleh KH. Abdullah
Gymnastiar. Sebuah metode yang mengajak pesertanya untuk mampu
menseleraskan olah pikir, olah hati dan olah tindakan (dzikir). Intinya adalah
memenej dan memelihara kebeningan hati dengan cara mengenal Allah lebih
mendalam (dengan amalan/dzikir), untuk kemudian mengisinya dengan nilai-nilai
ruhani Islam seperti sabar, ridho, tawakkal, ikhlas, jujur, disertai dengan ikhtiar.
Aa Gym telah bertahun-tahun berusaha untuk menemukan konsep praktis
Manajemen Qolbu ini, berusaha menggali konsep ini bukan dari kekuatan orang
lain, melainkan dari kedalaman dirinya sendiri. Proses introspeksi diri yang
dilakukannya baik bersama seluruh keluarga, santri dan para sahabat maupun
dirinya sendiri terutama ketika berada sendirian di keheningan malam atau saat
terpojok oleh masalah-masalah duniawi terasa cukup efektif untuk merumuskan
konsep Manajemen Qolbu ini. Ternyata Manajemen Qolbu menunjukkan bahwa
manusia mampu mengendalikan dirinya.
9

Tujuan Manajemen Qolbu yang penting lagi adalah mengajak kita untuk
mengembangkan dan mengedepankan hati yang terberkahi, tersucikan dan
tercerahkan, sehingga hati ini dapat memandu kehidupan kita menuju kepada
tujuan kehidupan yang hakiki. Tujuan yang hakiki menghendaki pemahaman yang
baik dalam proses mencapai tujuan, sedangkan pemahaman yang baik hanya akan
kita dapatkan manakala kita telah berhasil memahami rahasia-rahasia hati itu
sendiri.

9
Hernowo dan M. Deden Ridwan, op cit., hlm. 227
26
B. Rumusan Masalah
Penelitian ini memiliki rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan
kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung?
2. Apa faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai
Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim
(Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Mendeskripsikan penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam
meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren
Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung
2. Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai
Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim
(Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung
D. Kegunaan Penelitian
1. Secara teoritis, diharapkan dapat memeberikan pengetahuan dan
memperkaya khazanah kepustakaan di Perguruan Tinggi serta dapat
dijadikan bahan pijakan untuk penelitian berikutnya dan sebagai
27
pengalaman dalam mengembangkan dan membina kemampuan peneliti
dalam menyusun mukim ilmiah.
2. Secara praktis, dapat memberikan informasi dan untuk mengetahui serta
memberikan gambaran yang jelas tentang penerapan nilai-nilai
Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim
(Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung.
E. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
Untuk menghindari perluasan masalah dalam pembahasan skripsi ini
sekaligus untuk mempermudah pemahaman, maka dalam penulisan skripsi ini
dibatasi hanya akan membahas tentang penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu
dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren
Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung dan faktor-faktor
pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam
meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Apabila ada permasalahan diluar
pembahasan tersebut maka sifatnya hanyalah sebagai penyempurna sehingga
pembahasan ini sampai pada sasaran yang dituju.





28
F. Definisi Operasional
1. Manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk
mencapai sasaran
10

2. Qolbu adalah hati nurani yang menerima limpahan cahaya kebenaran
ilahiyah yaitu ruh
11

3. Kualitas adalah mutu; baik buruknya barang
12

4. Akhlak adalah budi pekerti, adat kebiasaan, perangai, muru’ah atau segala
sesuatu yang sudah menjadi tabi’at
13

G. Sistematika Pembahasan
Untuk memperoleh suatu gambaran secara garis besar dari penelitian
ini, maka penelitian menguraikan dalam enam bab sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bagian ini bertujuan sebagai pengantar kepada pembaca yang meliputi: latar
belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, ruang
lingkup dan keterbatasan penelitian, definisi operasional, dan sistematika
pembahasan.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Bagian ini merupakan kajian teori yang berkaitan dengan penelitian yang
dilakukan dan menjadi dasar dalam penelaahan, yang meliputi: Manajemen

10
Dessy Anwar, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Surabaya: Mukim Abditama, 2001),
hlm. 274

11
Toto Tasmara, op. cit., hlm. 45
12
Pius A Partanto dan M Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Populer (Surabaya: Arbola,
1994), hlm. 384
13
Abuddin Nata, Akhlak Tasawuf (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2003), hlm. 2
29
Qolbu, Pensucian Jiwa (Tazkiyah An-Nafs) dalam Tasawuf , Akhlak dan
Pondok Pesantren.
BAB III METODE PENELITIAN
Bagian ini meliputi: pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti, lokasi
penelitian, sumber data, proses pengumpulan data, analisis data, pengecekan
keabsahan temuan data dan tahap-tahap penelitian.
BAB IV HASIL PENELITIAN
Bagian ini meliputi latar belakang objek: sejarah Pondok Pesantren Daarut
Tauhiid, letal geografis, struktur organisasi, visi dan misi dan pola
kepemimpinan. Penyajian data: penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam
meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa)
di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, faktor-faktor pendukung dan
penghambat penerapan Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas
akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren
Daarut Tauhiid Bandung
BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Bagian ini merupakan pembahasan hasil peneitian dan pembahasan terhadap
temuan-temuan
BAB VI PENUTUP
Bagian ini merupakan bab terakhir dari skripsi ini, oleh karena itu penulis
akan memberikan kesimpulan dari pembahasan yang bersifat empiris,
kemudian dilanjutkan dengan pemberian saran.


30
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Manajemen Qolbu
1. Pengertian Manajemen Qolbu
Manajemen Qolbu berasal dari kata manajemen dan qolbu. Kata
manajemen berasal dari bahasa Inggris yaitu to manage yang sinonimnya
antara lain to hand berati mengurus, to control berarti mengawasi dan to guide
berarti memimpin. Jadi, apabila dilihat dari asal katanya manajemen berarti
pengurusan, pengendalian, memimpin, membimbing, kepemimpinan,
ketatalaksanan, pembinaan dan ketatapengurusan pengelolaan.
14
Manajemen
adalah proses pembimbingan dan pemberian fasilitas terhadap pekerjaan
orang-orang yang terorganisir dalam kelompok formil untuk mencapai suatu
tujuan yang dikehendaki.
15

Secara sederhana manajemen berarti pengelolaan atau pentadbiran,
artinya sekecil apa pun potensi yang ada apabila dikelola dengan tepat, akan
dapat terbaca, tergali, tertata dan berkembang secara optimal.
16

Qolbu adalah hati nurani yang menerima limpahan cahaya kebenaran
ilahiyah yaitu ruh.
17
Sebagaimana sejak di alam ruh, manusia telah melakukan
kesaksian kebenaran,

14
M. Yatimin Abdullah, Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an (Jakarta: Amzah,
2007), hlm. 159
15
John D. Millet, Management in the public service (http: www.google.com, diakses 10
Agustus 2009)
16
Abdullah Gymnastiar, Jagalah Hati Step by Step Manajemen Qolbu (Bandung: Khas
MQ, 2006), hlm. xvi
31
øŒÎ)´ρ ‹{& 7•/´‘ ÏΒ ûÍ_/ ΠŠ#´ ÏΒ óΟÏδÍ‘θßγàß öΝåκJ−ƒÍh‘èŒ öΝèδ‰κô−&´ρ ´’?ã öΝÍκŦàΡ&
àMó¡9& öΝä3În/Î/ ( #θä9$% ’?/ $Ρô‰Îγ© χ& #θä9θà)? Πöθƒ Ïπϑ≈´ŠÉ)ø9# $‾ΡÎ) $¨Ζà2
ôã #‹≈δ ,Î#Ï≈î ∩⊇∠⊄∪

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak
Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap
jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku Ini Tuhanmu?"
mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi
saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu
tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-
orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)"
(QS. Al-A’raaf: 172)
Qolbu adalah bentuk masdar dari qalaba yang artinya berubah-ubah,
berbolak-balik, tidak konsisten, berganti-ganti. Qolbu merupakan lokus atau
tempat di dalam jiwa manusia yang merupakan titik sentral atau awal segala
awal yang menggerakkan perbuatan manusia yang cenderung kepada kebaikan
dan keburukan. Qolbu juga merupakan sagfana atau hamparan yang menerima
suara hati (conscience) yang berasal dari ruh dan disebut dengan nurani, yang
menerangi atau memberikan arah pada manusia untuk bertindak dan bersikap
berdasarkan keyakinan atau prinsip yang dimiliki.

17
Toto Tasmara, Kecerdasan Ruhaniah (Transcendental Intelligence) (Jakarta: Gema
Insani,, 2001), hlm. 45
32
Dengan qolbu itulah, Allah memuliakan manusia dari segala makhluk
yang diciptakan-Nya. Sebaliknya, karena qolbu itu pula manusia merusak
dirinya sendiri. Hal ini bisa terjadi dikarenakan qolbu merupkan titik sentral
kecerdasan dan sekaligus kebodohan ruhaniah bagi manusia. Itulah sebabnya,
Allah menempatkan qolbu sebagai sentral kesadaran manusia sehingga Allah
tidak mempedulikan tindakan yang tampak kasat mata, bahkan Allah
memafkan kasalahan yang tidak dengan sengaja disuarakan oleh hati nurani
manusia.
Allah tidak memandang apa yang tampak, tetapi melihat yang lebih
esensial yaitu qolbu manusia, karena dari sinilah berangkat segala tindakan
yang autentik. Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya Allah tidak memandang bentuk wajahmu, tidak
memandang badanmu, melainkan Dia memandang qolbumu”
Di dalam qolbu terhimpun perasaan moral, mengalami dan menghayati
tentang salah-benar, baik-buruk, serta berbagai keputusan yang harus
dipertanggungjawabkannya secara sadar, sehingga kualitas qolbu akan
menentukan apakah dirinya bisa tampil sebagai subjek, bahkan sebagai wakil
Tuhan di muka bumi ataukah terpuruk dalam kebinatangan yang hina, bahkan
lebih hina dari binatang yang melata.
Qolbu merupakan awal dari sikap sejati manusia yang paling autentik
yaitu kejujuran, keyakinan dan prinsip-prinsip kebenaran. Perasaan moral
tersebut akan ditampilkan dalam bentuk tindakan yang berorientasi pada
prestasi (achievemnents orientation) amal saleh. Dengan pemahaman ini,
33
tumbuhlah kecerdasan ruhaniah yang paling awal yaitu kesadaran untuk
bertanggung jawab.
Salah satu fungsi qolbu adalah merasakan dan mengalami, yang
artinya qolbu mampu menangkap fungsi indrawi yang dirangkum dan
dipantulkan kembali ke dunia luar, dan proses ini disebut menghayati. Dalam
proses mengalami dan menghayati itu, manusia sadar akan dirinya dalam
konteksnya dengan dunia luar. Sedangkan, di dalam proses menghayati
manusia sadar akan seluruh tanggungjawab perbuatannya. Pengalaman
bersifat kualitatif physical (badani, nafsiah), sedangkan penghayatan bersifat
kualitatif psychical spiritual (ruhiah).
18

Pada tubuh manusia terdapat tiga rasa yang melekat. Pertama, rasa
indrawi (badaniah) misalnya: pahit, manis dan asin. Kedua, rasa vital
(nafsiyah) misalnya: segar, bugar. Ketiga, rasa qolbiyah misalnya: cinta,
benci, bahagia dan derita, termasuk di dalam rasa qolbiyah ini adalah rasa
yang paling luhur yaitu rasa ruhiyah yang mencakup kearifan dan kebenaran
Ilahiah atau yang dikenal dengan istilah ma’rifah.
19

Qolbu adalah hati nurani atau lubuk hati yang paling dalam, yang
merupakan sarana terpenting yang telah dikaruniakan Allah kepada manusia.
Hati adalah tempat bersemayamnya niat, yakni yang menentukan nilai
perbuatan seseorang. Niat ini selanjutnya diproses oleh akal pikiran agar bisa

18
Ibid., hlm. 48
19
Ibid..
34
direalisasikan dengan efektif dan efisien oleh jasad kita dalam bentuk amal
perbuatan.
20

Menurut Dr. Ali Abdul Halim Mahmud,
Al-qalbu atau hati yang dimaksud dengannya bisa berupa anggota khusus
yang berada dalam tubuh manusia yang menopang aliran darah. Namun,
bukan ini yang kami maksud .... Qalbu dengan makna ini adalah hakikat
manusia. Dialah bagian yang menyerap, menangkap, dan memiliki
pemahaman dalam diri manusia. Dialah yang diberi tugas hukum, yang
akan diperhitungkan, yang akan diberi ganjaran, dan yang akan mendapat
kecaman
21


2. Konsep Manajemen Qolbu
Konsep Manajemen Qolbu (MQ) kali pertama dikembangkan oleh
KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) pada tahun 1990, untuk kalangan intern
Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung. Setelah terbukti ada manfaatnya,
sejak tahun 1998 mulai dikembangkan ke beberapa lembaga di luar
pesantren.
22

Manajemen Qolbu bukanlah hal baru dalam Islam. Konsep ini
hanyalah sebuah format dakwah yang bersumber dari Al-Qur’an Surat Asy-
Syam: 9-10
ô‰% x=øù& Β $γ8©.— ∩∪ ô‰%´ρ ´>%{ Β $γ9¢™Š ∩⊇⊃∪
Artinya: Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.


20
Abdullah Gymnastiar, loc.cit.
21
Ali Abdul Halim Mahmud, Pendidikan Ruhani (Jakarta: Gema Insani Press, 2000),
hlm. 62
22
Ibid., hlm. xvi
35
dan Al-Hadits Riwayat Muslim:
ُ ªُ ´ 'ُ آ ُ -َ -َ =ْ 'ا َ _َ 'َ - ْ-َ =َ 'َ - َ ذِ ا ً ªَ ·ْ -ُ - ِ -َ-َ =ْ 'ا _ِ · ´ نِ ا َ `َ ا

ُ -ْ 'َ -ْ 'ا َ ¸ِ هَ و َ `َ ا ُ ª´ 'ُ آ ُ -َ -َ =ْ 'ا ِ تَ -َ -َ · ْتَ-َ -َ · َ ذِ اَ و

Artinya: Ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau
segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, tetapi
bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal
daging itu bernama hati.
Menyimak dari itu dikemaslah dalam bahasa yang lebih aktual yaitu
Manajemen Qolbu, artinya bagaimana mengelola hati supaya potensi
positifnya bisa berkembang maksimal mengiringi kemampuan berpikir dan
bertindak, sehingga sekujur sikapnya menjadi positif dan potensi negatifnya
segera terdeteksi dan dikendalikan sehingga tidak berbuah menjadi tindakan
yang negatif.
23

Dalam konsep Manajemen Qolbu setiap keinginan, perasaan atau
dorongan apa pun yang keluar dari dalam diri seseorang akan tersaring niatnya
sehingga melahirkan suatu kebaikan dan kemuliaan serta penuh dengan
manfaat, tidak hanya bagi kehidupan dunia tetapi juga untuk kehidupan
akhirat. Dengan pengelolaan hati yang baik, maka seorang juga dapat
merespon segala bentuk aksi atau tindakan dari luar dirinya baik itu positif
maupun negatif secara proporsional.


23
Abdullah Gymnastiar, Aa Gym Apa Adanya (Bandung: Khas MQ, 2006), hlm. 150
36
Respon yang terkelola dengan sangat baik akan membuat reaksi yang
dikeluarkannya menjadi positif dan jauh dari hal-hal mudharat. Dengan kata
lain, setiap aktifitas lahir dan batinnya telah tersaring sedemikian rupa oleh
proses Manajemen Qolbu. Karena itu, yang muncul hanyalah satu yaitu sikap
yang penuh kemuliaan dengan pertimbangan nurani yang tulus.
Peran hati dalam mengendalikan anggota-anggota badan sebagaimana
peran seorang raja dalam mengendalikan tentara-tentaranya, di mana
semuanya harus atas perintahnya, dan dia menggunkannya sebagaimana dia
kehendaki, maka semua anggota badan itu seharusnya berada di bawah
penghambaan dan kekuasaannya. Dari hatilah anggota-anggoat memperoleh
bekal untuk beerlaku istiqamah atau ragu-ragu. Jadi hati adalah raja bagi
seluruh anggota badan, sedangkan anggota tubuh yang melaksanakan segala
perintah hati dan menerima segala hadiah yang diberikan kepadanya. Segala
amal anggota badan tidak mungkin pernah lurus hingga bersumber dari tujuan
dan niatnya. Hatilah yang bertanggung jawab atas segala tindakan anggota
badan, karena setiap pemimpin harus bertanggung jawab atas seluruh
rakyatnya.
24

Dengan demikian, melalui konsep Manajemen Qolbu seseorang bisa
diarahkan agar menjadi sangat peka dalam mengelola sekecil apa pun potensi
yang ada dalam dirinya menjadi sesuatu yang bernilai kemuliaan serta
memberi manfaat besar, baik bagi dirinya sendiri maupun makhluk Allah

24
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Obat Hati Antara Terapi Ibnul Qayyim & Ilusi Kaum Sufi;
Karya dan Pemikirannya, terj., Tajudin. (Jakarta: Darul Haq, 2007), hlm. 211
37
lainnya. Lebih dari itu, dapat memberi kemaslahatan di dunia juga di akhirat
kelak.
25

3. Pembagian Hati
a. Hati yang sehat
Hati yang sehat yaitu hati yang bersih yang seorang pun tidak akan
bisa selamat pada hari kiamat kecuali jika dia datang kepada Allah dengan
hati yang bersih. Sebagaimana firman Allah,
Πöθƒ Ÿω ßìΖƒ ×Α$Β Ÿω´ρ βθãΖ/ ∩∇∇∪ āωÎ) ôΒ ’A& ´!# 5=ù=)Î/ 5ΟŠÎ=™ ∩∇∪
Artinya: (Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati
yang bersih.
(QS. Asy-Syu’ara: 88-89)
Disebut qalbun salim (hati yang bersih, sehat) karena sifat bersih dan sehat
telah menyatu dengan hati, sebagaiman kata Al-Alim, Al-Qadir (Yang
Maha Mengetahui, Maha kuasa) dan merupakan lawan dari sakit dan aib.
Qalbun salim yaitu hati yang bersih yang selamat dari berbagai
syahwat yang menyalahi perintah dan larangan Allah, hati yang selamat
dari menjadikan sekutu untuk Allah dengan alasan apapun. Hati yang
mengikhlaskan penghambaan dan ibadah kepada Allah semata, baik dalam
kehendak, cinta, tawakal, inabah (kembali), merendahkan diri, khasyyah

25
Abdullah Gymnastiar, Jagalah Hati Step by Step Manajemen Qolbu (Bandung: Khas
MQ, 2006), hlm. xvi-xviii
38
(takut), raja’ (pengharapan) dan hati yang mengikhlaskan amalnya untuk
Allah.
26

Kesehatan ruhani dalam pandangan Islam adalah selamatnya qolbu
(hati nurani) dari penyakit-penyakit ruhani, karena telah hadirnya cahaya
hidayah atau petunjuk Ilahiah di dalamnya. Cahaya itu mengandung energi
dan power Ilahiah yang senantiasa mendorong dan eksistensi diri selalu
tetap dalam keyakinan dan persaksian tauhid yakni tiada sesembahan
malainkan Maha Zat yang bernama Allah. Dalam bahasa orang agama,
orang yang memiliki kesehatan ruhani yang baik dan benar lebih masyhur
disebut orang yang hidup dan meraih kehidupan dalam keimanan dan
ketakwaan.
27

Seseorang yang memiliki hati sehat, tidak ubahnya seperti
seseorang yang memiliki tubuh sehat yang akan bugar dan berfungsi
optimal dan juga akan mampu mamilih dan memilah setiap rencana atau
suatu tindakan. Dengan begitu, setiap yang akan diperbuat benar-benar
sudah melewati perhitungan yang jitu berdasarkan hati nurani yang
bersih.
28





26
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Manajemen Qalbu Melumpuhkan Senjata Syetan; Karya
dan Pemikirannya, terj., Ainul Haris Umar Arifin. (Jakarta: Darul Falah, 2005 ), hlm. 1-2
27
Hamdani Bakran Adz-Dzakiey, Prophetic Intelligence (Yogyakarta: Islamika, 2005),
hlm. 6
28
Abdullah Gymnastiar, Inilah Indahnya Islam dengan Manajemen Qolbu (Bandung:
Khas MQ, 2005), hlm. 11
39
b. Hati yang mati
Hati yang mati yaitu hati yang tidak mengetahui Tuhannya, tidak
menyembah-Nya sesuai dengan perintah yang dicintai dan diridhai-Nya.
Hati yang selalu menuruti keinginan nafsu dan kelezatan dirinya,
meskipun begitu, tidak mempedulikan akan dimurkai dan dibenci Allah
asalkan mendapat bagian dan keinginannya. Hati yang mati tidak
menerima dan taat pada kebenaran.
Hawa nafsu membuat hati tuli dan buta selain dari kebatilan, hati
yang mati tidak mempedulikan orang yang memberi nasehat, sebaliknya
mengikuti setiap langkah dan keinginan syetan. Maka membaur dengan
orang yang hatinya mati adalah penyakit, bergaul dengan orang yang
hatinya mati adalah racun dan menemani orang yang hatinya mati adalah
kehancuran.
29

c. Hati yang sakit
Hati yang sakit yaitu hati yang hidup tetapi cacat, memiliki dua
materi yang saling tarik menarik. Ketika hati memenangkan pertarungan
maka di dalamnya terdapat kecintaan kepada Allah, keimanan, keikhlasan
dan tawakal kepada-Nya, itulah materi kehidupan. Di dalam hati itu juga
terdapat kecintaan kepada nafsu, keinginan dan usaha keras untuk
mendapatkannya, dengki, takabur, bangga diri, kecintaan kekuasaa dan
membuat kerusakan di bumi, itulah materi yang menghancurkan dan
membinasakan.

29
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Ibid., hlm. 3
40
Hati yang sakit diuji oleh dua penyeru, yang satu menyeru kepada
Allah dan Rasul-Nya serta hari kiamat, sedang yang lain menyeru kepada
kenikmatan sesaat. Hati yang sakit akan memenuhi salah satu di antara
yang paling dekat pada keselamatan dan bisa pula lebih dekat pada
kehancuran. Hati yang sakit jika penyakitnya sedang kambuh maka
hatinya menjadi keras dan mati, dan jika mengalahkan penyakit hatinya
maka hati menjadi sehat dan selamat.
30

Sakit ruhani yaitu kotor dan najis qolbu, karena telah dipenuhi oleh
virus-virus ruhani seperti syirik (menyekutukan Alla), kufur (mendustakan
Alla), nifaq (bermuka dua di hadapan Allah) dan fasik (menganggap
enteng Allah). Indikasi sakit ruhani itu akan terlihat pada perilaku tindakan
dan aktivitas kehidupan yang menyimpang atau keluar dari bimbingan dan
pimpinan agama, ketuhanan, Al-Qur’an dan ketauladanan Rasul-Nya
seperti dengki, dendam, dusta, korupsi, zina dan fitnah.
31

4. Qolbu Pusat Kecerdasan Ruhani
Kecerdasan ruhaniah ialah kemampuan seseorang untuk
mendengarkan hati nuraninya atau bisikan kebenaran yang meng-Ilahi dalam
cara dirinya mengambil keputusan atau melakukan pilihan-pilihan, berempati
dan beradaptasi. Untuk itu, kecerdasan ruhaniah sangat ditentukan oleh upaya
untuk membersihkan dan memberikan pencerahan qolbu (tazkiyah, tarbiyatul
qullub) sehingga mampu memberikan nasihat dan arah tindakan serta caranya

30
Ibid., hlm. 4-5
31
Hamdani Bakran Adz-Dzakiey, op.cit., hlm. 7
41
mengambil keputusan. Qolbu harus senantiasa berada pada posisi menerima
curahan cahaya ruh yang bermuatan kebenaran dan kecintaan kepada Ilahi.
32

Rasa ruhaniah merupakan rasa yang paling fitrah, sebuah potensi yang
secara hakiki ditiupkan ke dalam tubuh manusia ruh kebenaran, yang selalu
mengajak kepada kebenaran. Pada ruh tersebut terdapat potensi bertuhan.
Nilai kehidupan yang hakiki tidak lain berada pada nilai yang sangat luhur
tersebut, apakah seseorang tetap setia pada hati nuraninya untuk
mendengarkan kebenaran atau menjadi orang yang hina karena seluruh
potensinya telah terkubur dalam kegelapan.
¢ΟèO çµ1§θ™ ‡Ρ´ρ ϵŠÏù ÏΒ ϵÏmρ•‘ ( Ÿ≅è_´ρ ãΝä39 ìôϑ¡¡9# ≈Áö/{#´ρ ο‰Ï↔øù{#´ρ 4
Wξ‹Î=% $¨Β šχρãà6ô±@ ∩∪

Artinya: Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh
(ciptaan)-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran,
penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.
(QS. As-Sajdah: 9)
Ayat ini memberikan isyarat bahwa manusia terlahir dengan dibekali
kecerdasan yang terdiri dari lima bagian utama kecerdasan, yaitu sebagai
berikut:
a. Kecerdasan ruhaniah (spiritual intelligence) yaitu kemampuan
seseorang untuk mendengarkan hati nuraninya, baik buruk dan rasa
moral dalam carannya menempatkan diri dalam pergaulan.

32
Toto Tasmara, op.cit., hlm. 47
42
b. Kecerdasan intelektual yaitu kemampuan seseorang dalam
memainkan potensi logika, kemampuan berhitung, menganalisa dan
matematika (logical mathematical intelligence).
c. Kecerdasan emosional (emotional intelligence) yaitu kemampuan
seseorang dalam mengendalikan diri (sabar) dan kemampuan dirinya
untuk memahami irama, nada, musik serta nilai-nilai estetika.
d. Kecerdasan sosial yaitu kemampuan seseorang dalam menjalin
hubungan dengan orang lain, baik individu maupun kelompok. Dalam
kecerdasan ini termasuk pula interpersonal, intrapersonal skill dan
kemampuan berkomunikasi (linguistic intelligence).
e. Kecerdasan fisik (bodily-kinesthetic intelligence) yaitu kemampuan
seseorang dalam mengkoordinasikan dan memainkan isyarat-isyarat
tubuhnya.
33

Seluruh kecerdasan tersebut, harus berdiri di atas kecerdasan ruhaniah
sehingga potensi yang dimilikinya menghantarkan diri kepada kemuliaan
akhlak. Empat kecerdasan yang dikendalikan oleh hati nurani akan
memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan dan perdamaian manusia.
Dengan demikian, di dalam qolbu selain memiliki fungsi indrawi, di dalamnya
ada ruhani yaitu moral dan nilai-nilai etika, artinya hati yang menentukan
tentang rasa bersalah, baik-buruk, serta mengambil keputusan berdasarkan
tanggung jawab moralnya tersebut.

33
Ibid., hlm. 49
43
Penilaian akhir dari sebuah perbuatan sangat ditentukan oleh fungsi
qolbu. Kecerdasan ruhani tidak hanya mampu mengetahui nilai-nilai, tata
susila dan adat istiadat saja, malainkan kesetiaannya pada suara hati yang
paling sejati dari lubuk hatinya sendiri. Apabila ukurannya hanya etika tata
susila, seorang koruptor pun mampu menunjukkan sikap yang sopan dan
manis tutur katanya, mamikat dan simpatik. Seorang koruptor tidak ada
kekuatan spiritual lemah dan bodoh qolbu, sehingga seluruh kecerdasannya
terlepas dari bisikan nuraninya yang memenuhi qolbunya. Tindakannya
terlepas dari nilai hanifiyah yaitu kecerdasannya kepada kebenaran.


Gambar 2.1 Pembagian kecerdasan
Kecerdasan ruhaniah adalah kecerdasan yang paling sejati tentang
kearifan dan kebenaran serta pengetahuan Ilahi. Kecerdasan ini membutuhkan
rasa cinta yang sangat mendalam terhadap kebenaran, sehingga seluruh
Kecerdasan
Emosional




Qalbu
Kecerdasan
Ruhani
Kecerdasan
Physical
Kecerdasan
Intelektual
Kecerdasan
Sosial
44
tindakannya akan dibimbing oleh ilmu Ilahiah yang mengantarkannya kepada
ma’rifatullah. Sedangkan, kecerdasan lainnya lebih bersifat pada kemampuan
untuk mengolah segala hal yang berkaitan dengan bentuk lahiriah (duniawi).
Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa setiap niat yang terlepas dari nilai-nilai
kebenaran Ilahiah merupakan kecerdasan duniawi dan fana (temporer),
sedangkan kecerdasan ruhaniah qalbiah bersifat autentik, universal dan abadi.
Manusia adalah makhluk yang sangat kreatif, penuh dengan daya
imajinasi. Apabila potensi yang dimilikinya itu terlepas dari cahaya Ilahi,
maka masuklah ke dalam qolbu kekuasaan syetan sehingga seluruh
kreativitasnya, imajinasinya dapat menyesatkan pandangan lahir manusia
lainnya. Qolbu marupakan padang pertempuran yang paling dahsyat di mana
kebenaran akan selalu bertempur dengan kebatilan, cahaya berhadapan dengan
kegelapan.
Sesuai dengan hakikatnya yang sering berbolak-balik dan tidak
konsisten, maka di dalam hati manusia terdapat pertemputan abadi (jihadun
nafs), dan setiap pribadi yang beriman dan bertaqwa wajib memenangkannya.
Potensi kecerdasan ruhaniah akan terus cemerlang selama kita mau
mengasahnya dengan kewaspadaan yang penuh, tentunya dibutuhkan
pembebasan diri dari segala belenggu nafsu yang selalu ingin menyimpangkan
qolbu dari cahaya Ilahi agar qolbu menampakkan wajah Ilahi yang
sebenarnya.
34



34
Ibid., hlm. 53
45
5. Al-Qur’an sebagai Obat dan Penawar Hati dari Berbagai Penyakit
Al-Qur’an adalah Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad Saw melalui malaikat Jibril As secara bertahap selama lebih
kurang 23 tahun. Isi dari Al-Qur’an terdiri dari dua permasalahan utama, yaitu
persoalan ketuhanan dengan seluk-beluknya dan persoalan kealaman atau
kemakhlukan dengan seluk-beluknya. Dengan harapan manusia dapat
berpedoman pada Al-Qur’an dengan utuh dan sempurna, tanpa ada keraguan
sedikit pun akan kebenaran dan kemukjizatannya.
Melalui Al-Qur’an manusia akan dapat menemukan hakikat
kebahagiaannya yang hakiki di dunia hingga akhirat. Melalui Al-Qur’an
manusia dapat membangun dan mengembangkan manajemen interaktif antara
diri dengan Tuhannya dan antara diri dengan lingkungannya. Al-Qur’an
sebagai kalam Allah Yang Maha Suci dan Maha Benar memiliki fungsi dan
tujuan yang sangat agung dan mulia bagi kepentingan dan kebutuhan manusia.
Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an itu sendiri, bahwa
kalam Allah itu mempunyai beberapa fungsi dan tujuan utama. Diantara
fungsi-fungsinya adalah sebagai penyembuh atau obat, dengan mempelajari,
memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dengan baik dan benar, manusia
akan menjadi sehat secara mental, spiritual, moral, sosial dan fisik. Karena,
pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an aka selalu membimbing
siapa saja yang beriman, percaya, yakin dan mengenal Allah Swt.
35


35
Hamdani Bakran Adz-Dzakiey, op.cit., hlm. 139
46
Dengan mengamal Al-Qur’an akan menjadikan ruhani sehat serta
muncul dalam diri rasa takut dan patuh kepada-Nya. Mental dan jiwa pun akan
selalu bergerak dalam moral atau akhlak ketuhanan, sehingga fisik dan
lingkungan hidup dan kehidupan turut merasakan aura kesehatan dan
kesejahteraan itu. Fungsi Al-Qur’an juga sebagai rahmat bagi orang-orang
yang beriman artinya, dengan mempelajari, memahami dan mengamalkannya
dengan baik, benar, penuh keimanan dan keyakinan, maka rahmat Allah akan
datang menghiasi diri dan kehidupan. Kasih, sayang dan cinta-Nya akan
menghiasi hidup dan kehidupan diri baik dalam kehidupan vertikal maupun
horizontal.
Inti dari tujuan Al-Qur’an adalah mendidik dan mengarahkan manusia
kepada hidup dan kehidupan yang baik, benar dan menyelamatkan secara
mental, spiritual, moral, fisik, sosial, ekonomi, politik, budaya dan sebagainya.
Jika tujuan minimal ini dapat tercapai, maka tujuan kerahmatan bagi seluruh
alam semesta akan terwujud pula adanya.
36

Inbu Qayyum Al –Jauziyah menjelaskan,
.... Al-Qur’an seluruhnya merupakan terapi bagi setiap penyakit khususnya
penyakit hati. Ia merupakan terapi bagi setiap penyakit-penyakit hati dari
kebodohan, keraguan, kebimbangan dan lain-lain. Allah Swt sama sekali
tidak pernah menurunkan terapi lain dari langit yang lebih umum, lebih
bermanfaat, lebih agung dan lebih mujarab dalam menghilangkan penyakit
dari terapi Al-Qur’an
37







36
Ibid., hlm. 142
37
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Obat Hati Antara Terapi Ibnul Qayyim & Ilusi Kaum Sufi;
Karya dan Pemikirannya, terj., Tajudin. (Jakarta: Darul Haq, 2007), hlm.234
47
B. Pensucian Jiwa (Tazkiyah An-Nafs) dalam Tasawuf
1. Pengertian An-Nafs Menurut Bahasa
Salah satu misteri yang tersimpan dalam diri manusia adalah “Nafs”
yang lebih sering diucapkan sebagai nafsu. Penggunaan kata ini sangat
beragam, sehingga menimbulkan interpretasi yang beragam pula. Terkadang
dihubungkan dengan makan dan minum, kadangkala dengan emosi dan paling
sering dikaitkan dengan seksualitas. Dalam bahasa harian, nafsu kerap
diartikan sebagai “tenaga” atau “daya” yang ada pada setiap diri orang.
38

Sebagai “daya” maka ia tidak terlihat namun dapat dirasakan
kehadirannya, terutama katika seseorang berkeinginan untuk berbuat sesuatu
yang dianggap dapat memuaskan keinginannya. Nafsu itu bersifat ego
sentries, bersifat bagi kesenangan dan kepuasan sendiri, baik kepuasan
badaniyah maupun kepuasan rohaniyah. Biasanya sikap dan tindakan
“bernafsu” mengacu kepada perbuatan yang jelek, walupun tidak selalu.
Sebab, adalah suatu hal yang lazim suatu tindakan yang mengandung “nafsu”
apalagi “bernafsu” biasanya cenderung merugikan diri sendiri.
Namun demikian, bagaimanapun “nafsu” itu adalah salah satu ciri
manusia yang manusiawi, sehingga menjadi bagian dari manusia. Jika ada
orang “kurang nafsu”, maka orang itu dinyatakan ada kelemahannya bahkan
dapat disebut sebagai tidak normal. “nafsu” ini pula yang menjadi mesin
penggerak kemajuan dunia, bahakan karena manusia “bernafsu” itulah ia

38
A. Rivay Siregar. Tasawuf dari Sufisme Klasik ke Neo-Sufisme (Jakarta: PT.
RajaGrafindo Persada, 2002), hlm. 229
48
diberi kehormatan sebagai “khalifah” Tuhan di bumi, bukan malaikat yang
diberi tugas itu, kerena malaikat tidak “bernafsu”.
Dalam hal ini Sigmund Freud mengatakan, peradaban akan
berkembang hanya apabila prinsip realita dapat mengalahkan prinsip
kesenangan. Oleh karena itu, setiap orang harus mampu mengendalikan diri,
dan inilah katanya salah satu fungsi kebudayaan. Menurut Freud, manusia
pada dasarnya dikendalikan oleh nalurinya yang bertujuan untuk mencapai
kepuasan. Apabila naluri-naluri ini tidak dikendalikan, dampaknya akan
bersifat anti sosial, anarkis, serakah dan kejam. Akan tetapi, kenyataannya
menunjukkan bahwa manusia tidak bisa sepenuhnya menguasai apabila
mematikan nalurinya terhadap kesenangan. Akibatnya manusia akan dihadapi
pada pilihan antara hasrat untuk melepas bebaskan “nafsu” (pleasure
principle) dan kenyataannya bahwa tanpa pengendalian “nafsu”, maka
manusia akan jatuh menjadi bersifat destruktif (realita principle). Inilah yang
disebut “ketenangan abadi” dalam diri manusia.
39

2. An-Nafs dalam Al-Qur’an
Dalam Al-Qur’an kata “nafsu” nampaknya berasal dari “nafs” yang
kata jamaknya “anfus” dan “nufus” yang diartikan sebagai jiwa, diri, pribadi,
hidup, pikiran atau hati yang dalam bahasa Inggris disebut soul, Psyche dan
nous. Apabila secara khusus dibaca Surat Yusuf ayat 53 kata “Nafs”
kelihatannya bermakna ganda, yakni cenderung untuk berbuat jahat (nafsu

39
Ibid., hlm. 230
49
ammarah) tetapi juga bisa berbuat kebaikan (nafsu al-marhamah), “nafsu
yang diberi rahmat” yakni kepribadian yang didominasi sifat kasih sayang.
40

Selain kata “nafsu” dalam Al-Qur’an juga ditemukan istilah hawa atau
ahwa yang pengertiannya sama dengan “nafsu”, kecenderungan diri atau
hasrat manusia untuk bersifat tertentu, kecenderungan untuk berbuat sesuatu
“Al-Ahwal” muncul ketika orang ingin keluar dari jalur kebenaran, dan
bahkan banyak manusia yang menempatkan “hawa” pada posisi yang tinggi.
Dalam posisi yang demikian, “hawa” atau “nafsu” berfungsi sebagai pengarah
dan sekaligus menjadu tujuan hidup seseorang, yang disebut Al-Quran
“mempertuhankan ahwa”.
41
Al-Qur’an menegaskan secara tuntas, bahwa
“hawa” yang juga disebut sebagai keinginan yang rendah, yang ditempatkan
sebagai acuan sikap dan perbuatan, maka orang seperti itu dipersamakan
dengan binatang, bahkan lebih rendah dari binatang.
42
Sebab, binatang yang
normal memang bersemboyan “hidup untuk memuaskan nafsu”.
Dari penegasan Al-Qur’an ini dapat dicatat bahwa “nafsu” itu adalah
hasrat dan “keinginan rendah”, yakni naluri yang bersifat biologis, hasrat yang
cenderung kepada pemenuhan kesenangan badani yang dalam sufisme disebut
“nafs al hayawaniyah”. Orang yang kualitas dirinya seperti ini dinyatakan Al-
Qur’an sebagai orang yang telah tertutup hati nuraninya karena tidak tergetar
lagi oleh peringatan atau teguran dari luar dan dari dalam dirinya. Sebaliknya,
orang yang dapat menguasai dan mengendalikan “hawa-nafsu”-nya maka

40
Ibid., hlm. 231
41
Al-Qur’an dan Terjemahnya (Bandung: CV. Penerbit J-Art, 2004), Surat Al-Furqan
ayat 43, hlm. 360
42
Ibid., ayat 44
50
orang seperti itu akan cenderung kepada kebaikan dan bahkan berkeinginan
untuk menjadi insan muttaqin.
43

Menurut Al-Quran pada tahap peradaban manusia yang paling rendah
(sederhana), kehidupannya dikuasai oleh “nafs al ammarah”. Dorongan ini
bekerja secara tidak rasional, impulsive, mendorong ekspresi seseorang tanpa
mempedulikan hal-hal yang bersifat moral, agama dan akibat-akibat sosial
lainnya. Apabila dilihat dari aspek naluriah, manusia seperti ini sama dengan
hewan yang mengutamakan instinknya.
Berdasarkan isarat-isarat Al-Qur’an ini, kelihatannya kata “nafsu”
harus dibedakan kepada dua pengertian dasar, yaitu “hawa nafsu” sebagai
dorongan hasrat yang rendah yang digerakkan oleh naluri hayawaniyah, dan
juga bersifat yangbaik. Kesimpulan ini dapat dilihat dalam banyak ayat Al-
Qur’an yang menunjukkan pengertian “jiwa” yakni jiwa yang memiliki
jasmani, bahwa yang diusahakannya akan mempengaruhi jiwa orang
tersebut.
44
Kata “nafs” dalam pengertian “jiwa yang tenang” dan sangat
popular dikalanga sufi, karena kualitas jiwa yang seperti itulah yang menjadi
dambaan dalam dunia sufisme. Sebab, nafs al muthmainnah adalah tingkat
perkembangan jiwa yang paling tinggi dan kearah inilah sebenarnya apa yang
ingin dicapai dari proses pensucian kejiwaan, yang disebut sebagai Tazkiyah
an-Nafs.



43
Ibid., Surat. Muhammad ayat 16-17, hlm. 509
44
Ibid., Surat. Al-Mudatsir ayat 38, hlm. 577
51
3. An-Nafs dalam Tasawuf
Manusia diciptakan dalam suatu proses, baik badaninya maupun
rohaniahnya. Oleh karena itu, disamping pertumbuhan badani yang
berlangsung secara alamiyah, manusia juga mengembangkan dan membangun
diri pribadinya sesuai dengan fitrah kejadiannya. Perlunya penyempurnaan diri
pribadi bagi setiap orang yaitu di mana manusia berupaya mengadakan
peningkatan kualitas dirinya, yang menurut Al-Qur’an adalah menjadi
tanggung jawab masing-masing orang. Peletakan tanggung jawab pada
manusia dalam proses penyempurnaan “nafs” itu, ada dalam pilihan jalan
hidupnya, apakah memilih jalan kebaikan ataukah jalan kejahatan.
Esensi dari Tazkiyah An-Nafs dalam pandangan tasawuf adalah
pembinaan dan pengembangan akhlak al-karimah dalam diri manusia. Hal ini
bearti, bahwa akhlak adalah kualitas moral yang khas manusia dan merupakan
esensi kemanusiaan itu sendiri, sehingga ia disebut sebagai makhluk yang
paling sempurna kejadiannya. Tanpa akhlak manusia akan kehilangan
atributnya yang terbaik, bahkan bisa merosot menjadi makhluk yang paling
rendah mertabatnya, sehingga ia hidup tanpa atribut kemanusiaannya.
45

Dari sisi ini tasawuf melihat, bahwa perkembangan kualitas moral
manusia bukanlah sesuatu yang akan berjalan dengan sendirinya, tetapi ia
akan tumbuh subur atau layu dalam dinamika kehidupan kesadaran moral
manusia. Kesadaran moral adalah semacam kepahaman dan keinsafan
manusia tentang nilai, nilai yang baik dan yang buruk, tentang hak dan

45
A. Rivay Siregar, op,cit., hlm. 236
52
kewajiban. Oleh karena itu, kesadaran moral pada hakikatnya adalah
perwujudan dari kemampuan maknawi manusia yang bersifat intelektual dan
spiritual.
Dalam kehidupan paktis, kesadaran moral menampakkan diri dalam
wujud hati nurani, yang dalam Al-Qur’an disebut sebagai nafs al-lawwamah,
suatu potensi kesadaran moral manusia. Dilihat dari segi bahasa kata
“lawwamah” merupakan bentuk penekanan dari “laima” yang berarti
menyesali diri. Oleh karena itu, “nafs al-lawwamah” bukan hanya sekedar
kesadaran moral yang dirinya bisa memahami dan menghayati tentang
kebaikan dan kekurangan, mengerti apa yang menjadi tugas dan tanggung
jawabnya, tetapi juga bisa dianggap sebagai “hati nurani” yakni daya batin
manusia yang dapat mencegah dan menyesali perilakunya yang tidak baik.
Nafs al-lauwwamah atau ego berperan sebagai mediator dan
pengendali konflik antara nafs al-lauwwamah dan nilai-nilai luhur sehingga
dapat disebut sebagai sentran manajemen, pengendalian konflik dan krisis.
Dengan demikian esensi ibadah dalam Islam adalah sebagai proses
peningkatan kualitas jiwa, adalah rasional. Peningkatan kualitas jiwa ini
berjalan secara gradual dari tahap “ammarah” (instink) ketahap “lawwamah”
(ego) dan menaik ke “muthmainnah” (super ego).
Berdasarkan telaah esoteris sufisme tentang “an-nafs” maka dalam
pandangan tasawuf “an-nafs” juga dimaknai sebagai kelembutan (latifah)
yang bersifat ke-Tuhan-an, karena ia terdiri dari non materi yang berasal dari
Allah. Sebagai latifah, sesungguhnya “an-nafs” adalah “ruh” yang merupakan
53
wujudnya yang asli sebelum bergabung dengan jasmani manusia. Artinya,
menurut pandangan tasawuf “an-nafs” dan “ruh” adalah serupa tapi tidak
sama. Ruh ibarat lilin dalam kamar, cahayanya memancarkan sinar kehidupan
bagi sekujur badan. Ruh adalah sebagai faktor pemberi hidup bagi tubuh dan
penggerak bagi berbagai perasaan dan daya inderawi tubuh manusia.
46

Ruh yang semula berupa substansi yang non individual setelah
ditiupkan ke dalam tubuh yang sudah siap “sawwa” menampung daya baru,
maka daya-daya yang telah berintegrasi itu disebut “an-nafs” yang bersifat
individual. Ruh yang bersifat non individual itu, berkedudukan sebagai kutub
aktif dari wujud being yang dalam dunia filsafat disebut “intellect” atau “al
aql”. Unsur inilah yang merupakan faktor pembeda antara manusia dengan
hewan. Ruh yang bersifat Rabbani memiliki hubungan interaksi timbal balik
dengan tubuh dan dengan daya-daya lainnya seperti hati (qalb), jiwa (nafs),
inteligensia (aql), hawa nafsu (ahwa) dan daya inderawi lainnya. Dengan
demikian, menurut analisis tasawuf terlihat bahwa “an-nafs” atau jiwa adalah
perkembangan dari ruh setelah mempribadi dalam proses perkembangannya.
Menurut psiko-analis tasawuf yang diawali al-Gazali, secara anatomis
jiwa atau an-nafs dibedakan kepada tujuh lapisan, yang bisa disebut dalam
tradisi tarekat sebagai “lathifah tujuh”. Selanjutnya menurut pandangan ini
“an-nafs muthmainnah” belum merupakan kualitas tertinggi dari jiwa, tetapi
masih ada tiga lapisan lagi di atasnya. Berdasarkan pendapat ini, maka formasi
dari “lathifah an-nafs” adalah sebagai berikut:

46
Ibid., Surat As- Sajdah ayat 7-9, hlm. 416
54
a. An-Nafs Al-Ammarah, impeling self, ID jiwa rendah
b. An-Nafs Al-Lawwamah, critical self, ego, jiwa kritis
c. An-Nafs Al-Mulhimmah, inspired self, jiwa yang sadar
d. An-Nafs Al-Muthmainnah, serene self, seper ego, tawazun, harmonis,
stabil dan tenang
e. An-Nafs ar-radhian, pleased self, tanpa pamrih, ikhlas dan rela,
qanaah, puas
f. An-Nafs al-mardiah, blessing self, jiwa yang direstui, selalu mencari
ridha Allah
g. An-Nafs al-kamilah, perfection self¸ jiwa paripurna
47

Apabila ditelaah lebih lanjut, tiga lapisan sesudah “an-nafs
muthmainnah” itu adalah semacam spesipikasi dari fungsi dan kedudukan “an-
nafs muthmainnah”. Dilihat dari sisi yang berbeda “an-nafs muthmainnah”
adalah jiwa yang cenderung berbuat tanpa pamrih, ikhlas dan merasa puas.
Jika diteliti dari sisi penilaian Tuhan, maka “an-nafs muthmainnah” adalah
jiwa yang mendapat restu dari-Nya, karena selalu condong mengikuti petunjuk
guna meraih ridha Allah. Apabila dihitung berdasarkan jarak perjalanan maka
sudah tiba di ujung jalan yaitu kesucian jiwa.
Dari serangkaian uraian ini, apa yang dimaksud dengan “an-nafs”
dalam tasawuf kelihatannya adalah “jati diri” manusia itu sendiri, yakni daya-
daya yang memiliki khas manusiawi yang berasal dari alam Ilahiyat dan alam

47
A. Rivay Siregar, op.cit., hlm. 241
55
kainat. Kemasan dari keseluruhan daya-daya itu mewujud dalam bentuk
individu disebut “an-nafs” atau jiwa.
4. Metode Tazkiyah An-Nafs
Menurut bahasa al-zakah berarti “tumbuh dan bertambah”. Sesuatu
dukatakan tumbuh apabila berkembang lebih baik. Supaya dapat tumbuh,
berkembang dan sempurna hati membutuhkan perawatan. Seperti halnya tubuh
yang perlu dipelihara dengan memberi gizi yang cukup juga dijauhkan dari
segala yang merusak. Maka hati juga demikian, hati tidak akan tumbuh
berkembang dan menjadi semakin baik kecuali jika diberi sesuatu yang
bermanfaat dan dijauhkan dari segala yang merusak.
48

Meninggalkan perbuatan keji (fawahisy) dapat menjadikan hati bersih.
Begitu pula menjauhkan diri dari maksiat. Sebab, kedudukan maksiat seperti
cairan kotor dalam tubuh. Hati juga demikian, apabila hati bertobat atas dosa-
dosa yang diperbuat yaitu dengan membersihkan bercampurnya amal saleh
dengan kemaksiatan yang ada di dalamnya, maka kekuatan hati akan kembali
pulih. Keinginan untuk beramal saleh akan bangkit dan selanjutnya hati akan
terbebas dari hal-hal buruk yang menggerogotinya. Allah berfirman,
ô‰% x=øù& Β $γ8©.— ∩∪ ô‰%´ρ ´>%{ Β $γ9¢™Š ∩⊇⊃∪

Artinya : Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
(QS. Asy-Syam:9-10)

48
Ibn Taymiyyah, Terapi Penyakit Hati, terj., Mohammad Rois dan Luqman Junaidi
(Jakarta: PT. SUN 2006), hlm. 23
56
Al-Tazkiyah berarti membersihkan atau mensucikan sesuatu, baik zat
maupun keyakinannya. Jadi, pensucian hati ditandai dengan tumbuh
berkembangnya. Meskipun asal tazkiyah (pensucian) adalah tumbuh dan
semakin baik, tetapi semua itu baru dapat tercapai dengan menghilangkan
keburukan.
Manusia dilengkapi oleh Allah dua hal pokok, yaitu jasmani dan
rohani. Dua hal ini memiliki keperluan masing-masing, jasmani membutuhkan
makan, minum, pelampiasan syahwat, keindahan, pakaian, perhiasan-
perhiasan dan kemasyhuran dan rohani membutuhkan kedamaian,
ketenteraman, kasih-sayang dan cinta.
Para sufi menegaskan bahwa hakekat sesungguhnya manusia adalah
rohaninya, rohani adalah muara segala kebajikan. Kebahagiaan badani sangat
tergantung pada kebahagiaan rohani. Sedang, kebahagiaan rohani tidak terikat
pada wujud luar jasmani manusia. Sebagai inti hidup, rohani harus
ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi. Semakin tinggi rohani diletakkan,
kedudukan manusia akan semakin agung. Jika rohani berada pada tempat
rendah, hina pulalah hidup manusia. Fitrah rohani adalah kemuliaan, jasmani
pada kerendahan. Badan yang tidak memiliki rohani tinggi, akan selalu
menuntut pemenuhan kebutuhan-kebutuhan rendah hewani. Rohani hendaknya
dibebaskan dari ikatan keinginan hewani, yaitu kecintaan pada pemenuhan
syahwat dan keduniaan.

57
Hati manusia yang terpenuhi dengan cinta pada dunia, akan melahirkan
kegelisahan dan kebimbangan yang tidak berujung. Hati adalah cerminan ruh.
Kebutuhan ruh akan cinta bukan untuk dipenuhi dengan kesibukan pada dunia.
Dalam rangkaian metode pembersihan hati, para sufi menetapkan dengan tiga
tahap yaitu:
a. Takhalli
Dalam proses pensucian jiwa, secara psikologis ada dua macam
ketidaksadaran, yang pertama berasal dari qalb dan yang kedua bersumber
dari hawa nafsu atau nafsu ammarah. Ketidaksadaran dalam hati manusia,
menurut sufisme adalah cerminan Ilahi yang didalamnya termuat rahmat.
Cermin tersebut harus terus dibersihkan dari godaan alamiyah dan dunia
materi, sehingga benar-benar bersih dan dapat memancarkan cahaya
kebenaran. Sedangkan yang berasal dari nafs al-ammarah yang berisi
segala macam naluri agresifitas dan destruktifitas manusia, harus
ditransformasikan menjadi nafs al-lawwamah yang pada gilirannya
meningkat menjadi nafs muthmainnah. Proses transformasi “nafs” yang
rendah ke tingkat yang lebih tinggi inilah yang disebut takhalli. Langkah
awal yang harus dilakukan adalah mengosongkan diri atau membebaskan
diri dari rasa ketergantungan terhadap kenikmatan materi dan keasikan
kehidupan duniawi, yang disebut sebagai zuhud duniawi. Untuk dapat
tercipta sikap zuhud, menurut sufisme adalah dengan cara menekan dan
bila mungkin mengunci mati nafs al-ammarah. Sebab, nafs al-ammarah
adalah sumber dari ketidakbaikan, merupakan daya pendorong kerusakan,
58
sehingga menjadi penghalang utama bagi kedekatan (taqarrub) dengan
Allah.
49
Para ulama dan orang-orang bijak telah bersepakat bahwa tidak
ada jalan menuju kebahagiaan di akhirat kecuali dengan cara menghalangi
jiwa dari hawa nafsu.
50

Dunia dan isinya, oleh para sufi, dipandang rendah, karena bukan
hakekat tujuan manusia. Manakala manusia meninggalkan dunia ini, harta
akan sirna dan lenyap. Hati yang sibuk pada dunia pada saat
ditinggalkannya, akan dihinggapi kesedihan, kekecewaan, kepedihan dan
penderitaan. Untuk melepaskan diri dari segala bentuk kesedihan, lanjut
para saleh sufi, seorang manusia harus terlebih dulu melepaskan hatinya
dari kecintaan pada dunia.
51

Menguasai dan mengendalikan hawa nafsu bukanlah pekerjaan
yang mudah. Oleh karena itu, perlu didukung oleh berbagai sikap mental
yang disebut sebagai al-maqomat seperti: al-faqr, al-shabr, al-wara’, al-
ridha dan lain-lain. Al-faqr adalah satu sikap yang paling mendukung
dalam upaya mengendalikan hawa nafsu, karena dendan sikap ini orang
akan merasa tidak memiliki harta kekayaan. Artinya, walaupun memiliki
sesuatu yang bersifat benda tetapi dianggapnya sebagai titipan dari Allah,
bukan sebagai alat kenikmatan atau alat pemuas hawa nafsu yang
cenderung merusak. Untuk itu manusia harus memiliki kekuatan dan
kemantapan batin (al-shabr) dalam menapaki hidup dan kehidupan,

49
A. Rivay Siregar, op,cit., hlm. 242-243
50
Al –Ghazali, Ihya Ulumuddin “Pensucian Jiwa”, terj., Muhammad Ereska (Depok:
Iqra Kurnia Gemilang, 2005), hlm. 105
51
Nur Muhammad, Antara Makhluk dan Sang Khaliq (http:www.yahoo.com, diakses 10
Agustus 2009)
59
manusia juga harus bersifat hati-hati (al-wara’) dalam menjalani hidup dan
kehidupan duniawi dalam memanfaatkan karunia Allah dan rela menerima
segala resiko dan kemungkinan cobaan dari pilihannya itu (al-ridha).
b. Tahalli
Tahap berikutnya adalah pengisian kembali jiwa yang bersih itu
dengan saifat-sifat terpuji. Salah satu cara yang paling disukai para sufi
dalam rangga tahalli ini adalah melalui dzikir. Dzikir adalah gerbang
utama menuju perjumpaan dengan Allah. Teknik pelaksanaan dzikir itu
bervariasi sesuai dengan aliran sufisme dan lafaznya ada yang terikat
(muqaiyyad) pada waktu dan tempat tertentu, tetapi ada yang bebas
(muthlak) dari waktu dan tempat. Menurut Athaillah, dzikir dapat
dibedakan kepada tiga macam yaitu:
1) Dzikir lisan atau dzikir jali, yaitu yang diucapkan secara lisan dan
terdengar dengan jelas sesuai dengan lafaz yang disukai seperti
naïf-isbat, atau tahlil tasbih, tahmid dan lain-lain
2) Dzikir qalbi atau dzikir khafi, yaitu yang dilakukan dalam hati saja,
tanpa lisan dan tanpa suara
3) Dzikir haqiqi, yaitu dzikir yang dilakukan oleh seluruh jiwa dan
raga, dzikir yang disatukan melalui segenap ekspresi manusia
sehingga seluruhnya terpusat hanya kepada Allah semata.
52



52
A. Rivay Siregar, op.cit., hlm. 146
60
Dikatakan bahwa berdzikir dengan lidah mendatangkan banyak
kebaikan (khairat), sedangkan berdzikir dengan hati mendapatkan
kedekatan dengan Allah dengan darajat yang tinggi. Ayat yang sering
digunakan oleh para sufi yaitu Q.S. Al-Ahzab ayat 41, menegaskan bahwa
perintah berdzikir itu termakna perintah mencintai Allah. Dengan
demikian berdzikir dalam pemahamn kaum sufi adalah “cintailah Allah
setulus-tulusnya dan sebanyak-banyaknya”.
53

Apabila dikaitkan dengan orang yang bedzikir, maka dzikir
dibedakan kepada tiga kualitas, yaitu:
1) Dzikir mubtadi, dzikir pemula atau yang baru mulai berlatih.
Secara teknis pelaksanaannya adalah pada saat pengucapan lafadz
dzikir secara lisan, maka hati mengiringinya (membaca dalam hati)
dengan kalimat “la ma’bud illallah”
2) Dzikir mutawassith, dzikir tingkat menengah, yakni dzikir lisan
dengan iringan dzikir qalb dengan bacaan “la maksud illallah”,
artinya tiada yang ku cari kecuali Allah semata
3) Dzikir Muntah, dzikir pemuncak yaitu dzikir yang dilakukan secara
simultan oleh seluruh daya dan ekspresi manusia. Tiada detik tanpa
dzikir, tiada denyut nadi dan desah nafas tanpa dzikir. Seluruh
gerak hidupnya sudah terkondisi hanya utuk dzikrullah, tiada yang
dirasakan kecuali kebersamaan dengan Allah. Situasi yang
demikian dalam bahasa sufime disebut fana fillah, sehingga

53
Abd Al-‘Aziz Al-Darini, Terapi Menyucikan HatiKunci-Kunci Mendekatkan Diri
Kepada Allah, terj., Ida Nursida dan Tiar Anwar Bachtiar (Bandung: PT. Mizan Pustaka, 2008),
hlm. 59
61
kualitas kepahamannya mengenai Tuhan disebut ma’rifat yakni
pengetahuan yang diperoleh melalui “mata hati” (ainul bashirah).
54

Pada saat tahalli, karena kesibukannya mengingat dan berdzikir
kepada Allah dalam hatinya, anggota tubuh lainnya tergerak dengan
sendirinya ikut bersenandung dzikir. Lidahnya basah dengan lafadz
kebesaran Allah yang tidak henti-hentinya didengungkan setiap saat.
Tangannya berdzikir untuk kebesaran Tuhannya dalam berbuat. Begitu
pula, mata, kaki, dan anggota tubuh yang lain.
Pada tahap ini, hati akan merasa ketenangan. Kegelisahannya
bukan lagi pada dunia yang menipu. Kesedihannya bukan pada anak dan
istri yang tidak akan menyertai kita saat maut menjemput. Kepedihannya
bukan pada syahwat badani yang seringkali memperosokkan pada
kebinatangan. Tapi hanya kepada Allah, hatinya sedih jika tidak
mengingat Allah dalam setiap detik.
Dzikir memiliki dua fungsi utama, yaitu memperdalam dan
memperluas penghayatan keimanan, dan merupakan perisai diri dari
pengaruh nasf al-ammarah. Dengan membudayakan dzikir dalam
kepribadian seseorang, maka akan tercipta rasa keakraban dan
kebersamaan dengan Allah.




54
Ibid.,
62
c. Tajalli
Dari serangkaian latihan yang dilakukan secara sungguh-sungguh
pada dua tahap terdahulu, diharapkan jiwa seseorang telah terbebas dari
pengaruh nasf al-ammarah dan telah mengisi nafs al-lawwamah dengan
sifat-sifat kesempurnaan, sehingga orang itu telah berada setidaknya di
ambang gerbang nafs al-muthmainnah. Jika tahap takhalli dan tahalli
dapat disebut sebagai tahap penciptaan suasana yang kondusif bagi
pengembangan spiritual ketingkat sempurna, maka tahap tajalli adalah
tahap penghalusan dan penyuburan rasua ke Tuhanan melalui pendalaman
spiritual dengan pendekatan esoteris. Untuk tujuan itu diperlukan
pemeliharaan kontak langsung dengan Allah secara terus-menerus,
sehingga segala perhatian dan aktivitas diorientasikan untuk mencapai
tujuan dasar tadi, yakni “dzikrullah ‘ala ddawam” selali bersama Allah
semasa di dunia dan akhirat nanti.
55

Salah satu yang sangat dianjurkan sufisme dalam rangkaian tajalli
ini adalah dzikrul maut atau selalu ingat kematian, niscaya tidak mudah
tergeser dari prinsip hidup yang diyakininya. Dibalik kematian adalah
pertanggungjawaban atas semua yang dilakukan selama hidup, maka
dengan mengingat akan datanganya kematian, seseorang akan sangat hati-
hati dalam setiap sikap dan perilakunya. Di sisi lain, dzikrul mautakan
menjadi pendorong untuk berbuat kebaikan sebanyak mungkin dan dalam

55
A. Rivay Siregar, op,cit., hlm.251-252
63
setiap kesempatan menjadi orang yang tidak pernah puas dalam berbuat
kebaikan.
Munajat adalah metode lain dalam rangka tajalli, mengisi diri
dengan sifat-sifat kesempurnaan Ilahi. Munajat paling baik dilakukan pada
keheningan malam seusai shalat tahajjud. Inti dari munajat adalah
pelaporan diri kehadirat Allah atas segala perbuatan, baik yang diyakini
sebagai amal shaleh apalagi yang dirasakan sebagai kealpaan. Dengan
demikian munajat pada hakikatnya adalah pengakuan dan penyerahan diri
seraya mohon hidayah dan taufi-Nya, diiringi doa dan tasybih, tahmid
kepada Allah.
Apabila hati sudah bersih dari noda dan sifat tercela, berarti
manusia telah kembali kepada kemanusiaannya yang hakiki sehingga akan
merefleksikan kebenaran sebagaimana adanya.Pada tahap ini, para sufi
menyebutnya sebagai ma’rifah, orang yang sempurna sebagai manusia
luhur.
Syekh Abdul Qadir Jaelani menyebutnya sebagai insan kamil,
manusia sempurna. Ia bukan lagi hewan, tapi seorang malaikat yang
berbadan manusia. Rohaninya telah mencapai ketinggian kebahagiaan.
Tradisi sufi menyebut orang yang telah masuk pada tahap ketiga ini
sebagai kekasih Allah (waliyullah). Orang-orang yang telah memasuki
tahapan Tajalli ini, telah mencapai derajat tertinggi kerohanian manusia.
Derajat ini pernah dilalui oleh Hasan Basri, Imam Junaidi al-Baghdadi,
Sirri Singkiti, Imam Ghazali, Rabiah al-Adawiyyah, Ma’ruf al-Karkhi,
64
Imam Qusyairi, Ibrahim Ad-ham, Abu Nasr Sarraj, Abu Bakar Kalabadhi,
Abu Talib Makki, Sayyid Ali Hujweri, Syekh Abdul Qadir Jaelani, dan
lain sebagainya. Tahap inilah hakekat hidup dapat ditemui, yaitu
kebahagiaan sejati.
56

C. Akhlak dan Pondok Pesantren
1. Pengertian dan Ruang Lingkup Akhlak
Menurut bahasa (etimologi) kata akhlak ialah bentuk jamak dari khuluq
(khuluqun) yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabi’at.
Akhlak disamakan dengan kesusilaan, sopan santun. Khuluq merupakan
gambaran sifat batin manusia, gambaran bentuk lahiriah manusia, seperti raut
wajah, gerak anggota badan dan seluruh tubuh. Dalam bahasa Yunani
pengertian khuluq ini disamakan dengan kata ethicos atau ethos, artinya adab
kebiasaan, perasaan batin, kecenderungan hati untuk melakukan perbuatan.
Ethicos kemudian berubah menjadi etika.
57

Dilihat dari sudut istilah (terminologi), para ahli berbeda pendapat,
namun intinya sama yaitu tentang perilaku manusia. Pendapat-pendapat ahli
tersebut dihimpun sebagai berikut:
a. Abdul Hamid mengatakan akhlak ialah ilmu tetang keutamaan yang
harus dilakukan dengan cara mengikutinya sehingga jiwanya terisi
dengan kebaikan dan tentang keburukan yang harus dihindarinya
sehingga jiwanya kosong (bersih) dari segala bentuk keburukan.

56
Nur Muhammad, Loc. Cit.
57
M. Yatimin Abdullah, Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an, (Jakarta: Amzah,
2007), hlm. 2

65
b. Ibrahim Anis mengatakan akhlak ialah ilmu yang objeknya membahas
nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatan manusia, dapat disifatkan
dengan baik dan buruknya.
c. Ahmad Amin mengatakan bahwa akhlak ialah kebiasaan baik dan
buruk. Contohnya apabila kebiasaan memberi sesuatu yang baik, maka
disebut akhlaqul karimah dan bila perbuatan itu tidak baik disebut
akhlaqul madzmumah.
d. Soegarda Poerbakawatja mengatakan akhlak ialah budi pekerti, watak,
kesusilaan dan kelakuan baik yang merupakan akibat dari sikap jiwa
yang benar terhadap khaliknya dan terhadap sesama manusia.
e. Hamzah Ya’qub mengemukakan pengertian akhlak sebagai berikut:
1) Akhlak ialah ilmu yang menentukan batas antara baik dan buruk,
antara terpuji dan tercela, tentang perkataan atau perbuatan
manusia lahir dan batin.
2) Akhlak ialah ilmu pengetahuan yang memberikan pengertian
tentang baik dan buruk, ilmu yang mengajarkan pergaulan manusia
dan menyatakan tujuan mereka yang terakhir dari seluruh usaha
dan pekerjaan mereka.
f. Imam Al-Ghazali mengatakan akhlak ialah sifat yang tertanam dalam
jiwa yang menimbulkan bermacam-macam perbuatan dengan gampang
dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
66
g. Farid Ma’ruf mendefinisikan akhlak sebagai kehendak jiwa manusia
yang menimbulkan perbuatan dengan mudah karena kebiasaan, tanpa
memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu.
h. M. Abdullah Daraz, mendefinisikan akhlak sebagai suatu kekuatan
dalam kehendak yang mantap, kekuatan berkombinasi membawa
kecenderungan pada pemilihan pihak yang benar (akhlak baik) atau
pihak yang jahat (akhlak buruk).
i. Ibnu Miskawaih mendefinisikan akhlak sebagai suatu keadaan yang
melekat pada jiwa manusia, yang berbuat dengan mudah, tanpa
melalui prosses pemikiran atau pertimbangan (kebiasaan sehari-hari).
58

Jadi, pada hakikatnya khuluq (budi pekerti) atau akhlak sebagai suatu
kondisi atau sifat yang telah meresap dalam jiwa dan menjadi kepribadian.
Dari sini timbulah berbagai macam perbuatan dengan cara spontan tanpa
dibuat-buat dan tanpa memerlukan pikiran. Dapat dirumuskan bahwa akhlak
ialah ilmu yang mengajarkan manusia berbuat baik dan mencegah perbuatan
jahat dalam pergaulannya dengan Tuhan, manusia dan makhluk sekelilingnya.
Akhlak atau moral adalah sebuah sistem yang lengkap yang terdiri dari
karekteristik-karakteristik akal atau tingkah laku yang membuat seseorang
menjadi istimewa. Karakteristik-karakteristik ini membentuk kerangka
psikologi seseorang dan membuatnya berperilaku sesuai dengan dirinya dan
nilai yang cocok dengan dirinya dalam kondisi yang berbeda-beda.
59


58
Ibid., hlm. 3
59
Ali Abdul Halim Mahmud, Akhlak Mulia (Jakarta: Gema Insani, 2004), hlm. 26
67
Akhlak Islami adalah keadaan melekat pada jiwa manusia. Karena itu
suatu perbuatan, baru dapat disebut pencerminan akhlak jika memenuhi
beberapa syarat yaitu:
a. Dilakukan berulang-ulang. Jika dilakukan sekali saja atau jarang-
jarang, tidak dapat dikatakan akhlak. Jika seseorang tiba-tiba misalnya,
memberi uang kapada orang lain karena alasan tertentu, orang itu tidak
dapat dikatakan berakhlak dermawan.
b. Timbul dengan sendirinya, tanpa dipikir-pikir atau ditimbang
berulang-ulang karena perbuatan itu telah menjadi kebiasaan baginya.
Jika suatu perbuatan dilakukan setelah dipikir-pikir dan ditimbang-
timbang, apalagi karena terpaksa, perbuatan itu bukanlah pencerminan
akhlak.
60

Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam Islam. Akhlak
merupakan buah dari pohon Islam yang berakarkan akidah, bercabang dan
berdaun syari’ah. Pentingnya kedudukan akhlak dapat dilihat dari berbagai
sunnah qauliyah (sunnah dalam bentuk perkataan) Rasulullah diantaranya,
”Sesungguhnya aku diutus menyempurnakan akhlak” (HR. Ahmad); ”Mukmin
yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya”
(HR. Tarmizi). Akhlak Nabi Muhammad yang diutus menyempurnakan
akhlak manusia itu disebut akhlak Islam atau akhlak Islami, karena bersumber
dari wahyu Allah yang kini terdapat dalam Al-Qur’an yang menjadi sumber
utama agama dan ajaran Islam.

60
Mohammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada,
2006), hlm. 348
68
Akhlak adalah sikap yang melahirkan perbuatan dan tingkah laku
manusia. Karena itu, selain dengan akidah, akhlak tidak dapat dipisahkan
dengan syari’ah. Syari’ah mempunyai lima ketegori penilaian tentang
perbuatan dan tingkah laku manusia yang disebut al-ahkam al-khamsah yaitu
wajib, haram, sunnah, makruh dan mubah atau ja’iz. Wajib dan haram
termasuk dalam kategori hukum (duniawi) terutama, sedang sunnah, makruh
dan mubah termasuk dalam ketegori kesusilaan atau akhlak.
Sunnah dan makruh termasuk ke dalam kategori kesusilaan umum atau
kesusilaan masyarakat, sedang mudah atau ja’iz termasuk dalam kategori
kesusilaan atau akhlak pribadi. Jelaslah jika dihubungkan dengan ihsan dalam
melakukan ibadah dalam shalat misalnya, dengan baik dan khusuk (sungguh-
sungguh, penuh penyerahan dan kebulatan hati dengan kerendahan hati)
seolah-olah yang melakukan shalat itu sedang melihat atau berhadapan
langsung dengan Allah. Jika tidak dapat membayangkan melihat Allah, kata
Hadits Nabi yang berasal dari Umar bin Khattab itu, sekurang-kurangnya yang
bersangkutan marasakan Allah melihat dia. Karena syari’ah atau hukum Islam
mencakup segenap aktivitas manusia, maka ruang lingkup akhlak pun dalam
Islam meliputi semua aktivitas manusia dalam segala bidang hidup dan
kehidupan.
Ilmu akhlak dilihat dari sudut etimologi ialah upaya untuk mengenal
budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabi’at seseorang sesuai dengan
esensinya. Dipandang dari terminologi ilmu akhlak adalah ilmu yang
69
menentukan batas antara baik dan buruk, antara yang terpuji dengan yang
tercela tentang perkataan atau perbuatan manusia lahir dan batin.
61

Dalam garis besarnya akhlak di bagi dua, pertama adalah akhlak
terhadap Allah atau Khalik (Pencipta), dan kedua adalah akhlak terhadap
makhluk (semua ciptaan Allah). Akhlak terhadap Allah dijelaskan dan
dikembangkan oleh ilmu tasawuf dan tarikat-tarikat, sedang akhlak terhadap
makhluk dijelaskan oleh ilmu akhlak (dalam bahasa asing disebut ethics).
Akhlak terhadap makhluk dapat dibagi dua yaitu:
a. Akhlak terhadap manusia
1) Akhlak terhadap diri sendiri
2) Akhlak terhadap orang lain
a) Akhlak terhadap Rasulullah
b) Akhlak terhadap orang tua
c) Akhlak terhadap karib kerabat
d) Akhlak terhadap tetangga
e) Akhlak terhadap masyarakat
b. Akhlak terhadap bukan manusia
1) Akhlak terhadap makhluk hidup bukan manusia
a) Tumbuh-tubuhan (flora)
b) Hewan (fauna)
2) Akhlak terhadap makhluk (mati) bukan manusia
a) Tanah
b) Air
c) Udara dan sebagainya


61
Mohammad Daud Ali, Ibid., hlm. 352
70
2. Akhlak Terhadap Allah, Manusia dan Lingkungan Hidup
a. Akhlak terhadap Allah
Perilaku manusia yang berhubungan dengan Allah adalah ucapan
dan perbuatan manusia. Oleh karena itu, akhlak manusia yang baik kepada
Allah adalah manusia yang mengucapkan dan bertingkah laku yang terpuji
kepada Allah SWT, baik ucapan melalui ibadah langsung kepada Allah
sepert shalat, zakat, haji dan sebagainnya maupun melalui perilaku tertentu
yang mencerminkan hubungan manusia dengan Allah di luar ibadah
tersebut.
Perilaku manusia dimaksud diuraikan sebagai berikut:
1) Bersyukur, yaitu manusia mengungkapkan rasa syukur kepada
Allah atas nikmat yang telah diperolehnya. Ungkapan syukur
dimaksud tampak melalui perkataan dan perbuatan, ungkapan
syukur dalam bentuk kata-kata adalah al-hamdulillah (segala puji
bagi Allah) pada setiap saat, sedangkan bersyukur malalui
perbuatan adalah menggunakan nikmat Allah sesuai dengan
keridhaan-Nya.
2) Bertasbih, yaitu manusia mensucikan Allah dengan ucapan. Oleh
karena itu, manusia akan selalu mengucapkan subhanallah (Maha
Suci Allah) dan menjauhkan perilakunya dari perbuatan yang
dapat mengotori kemahasucian Allah.
3) Beristigfar, yaitu manusia meminta ampun kepada Allah atas
segala dosa yang pernah dibuatnya, baik sengaja maupun tidak.
71
Oleh karena itu, manusia yang beristigfar adalah manusia yang
selalu mengucapkan astagfirullah al’adhim innahu kan ghaffar
(aku mohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung,
sesungguhnya hanya Engkau Maha Pengampun). Selain itu,
beristigfar melalui perbuatan, yaitu manusia yang pernah
melakukan dosa tidak akan mengulangi lagi perbuatannya itu.
62

Selain itu manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan mempunyai
kewajiban berprilaku yaitu:
1) Mencintai terhadap Allah melebihi cinta kepada apa dan siapa pun
juga dengan mempergunakan firman-Nya dalam Al-Qur’an
sebagai pedoman hidup dan ehidupan;
2) Melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya;
3) Mengharapkan dan berusaha memperoleh keridhaan Allah;
4) Menerima dengan ikhlas semua qada dan qadar Ilahi setelah
berikhtiar maksimal;
5) Bertaubat hanya kepada Allah. Taubat yang paling tinggi adalah
taubat nasuha, yaitu taubat benar-benar taubat, tidak lagi
melakukan perbuatan sama yang dilarang Allah, dan dengan tertib
melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya;
6) Tawakkal (berserah diri) kepada Allah.



62
Zainuddin Ali, Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), hlm. 33-34
72
b. Akhlak terhadap Manusia
Akhlak terhadap manusia, dapat dirinci menjadi:
1) Akhlak terhadap Rasulullah (Nabi Muhammad), antara lain:
a) Mencintai Rasulullah secara tulus dengan mengikuti semua
sunnahnya;
b) Menjadikan Rasulullah sebagai idola, suri teladan dalam hidup
dan kehidupan;
c) Menjalankan apa yang disuruhnya, tidak melakukan apa yang
dilarangnya;
2) Akhlak terhadap orang tua, antara lain:
a) Mencintai mereka melebihi cinta kepada kerabat lainnya;
b) Merendahkan diri kepada keduanya diiringi perasaan kasih
sayang;
c) Berkomunikasi dengan khidmat, mempergunakan kata-kata
lemah lembut;
d) Berbuat baik dengan sebaik-baiknya;
e) Mendo’akan keselamatan dan keampunan bagi orang tua
kendati seorang atau kedua-duanya telah meninggal dunia.
3) Akhlak terhadap diri sendiri, antara lain:
a) Memelihara kesucian diri;
b) Menutup aurat (bagian tubuh yang tidak boleh keliatan,
menurut hukum dan akhlak Islam);
c) Jujur dalam perkataan dan perbuatan;
73
d) Ikhlas;
e) Sabar;
f) Rendah hati;
g) Malu melakukan perbuatan jahat;
h) Menjauhi dengki;
i) Menjauhi dendam;
j) Berlaku adil terhadap diri sendiri dan orang lain;
k) Menjauhi segala perkataan dan perbuatan sia-sia.
4) Akhlak terhadap keluarga, karib kerabat, antara lain:
a) Saling membina rasa cinta dan kasih sayang dalam kehidupan
keluarga;
b) Saling menunaikan kewajiban untuk mendapatkan hak;
c) Berbakti kepada orang tua;
d) Mendidik anak-anak dengan kasih sayang;
e) Memelihara hubungan silaturrahim dan melanjutkan
silaturrahim yang dibina orang tua yang telah meninggal dunia;
5) Akhlak terhadap tetangga, antara lain:
a) Saling mengunjungi;
b) Saling bantu di waktu senang lebih-lebih tatkala susah;
c) Saling beri-memberi;
d) Saling hormat-menghormati;
e) Saling menghindari pertengkaran dan permusuhan.

74
6) Akhlak terhadap masyarakat, antara lain:
a) Memuliakan tamu;
b) Menghormati nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat;
c) Saling menolong dalam kebajikan dan takwa;
d) Menganjurkan anggota masyarakat termasuk diri sendiri dan
orang lain melakukan perbuatan jahat (mungkar);
e) Memberi makan fakir miskin dan berusaha melapangkan hidup
dan kehidupannya;
f) Bermusyawarah dalam segala urusan mengenai kepentingan
bersama;
g) Mentaati putusan yang telah diambil bersama;
h) Menunaikan amanah dengan jalan melaksanakan kepercayaan
yang diberikan seseorang atau masyarakat;
i) Menepati janji.
c. Akhlak terhadap Lingkungan Hidup
1) Sadar dan memelihara kelestarian lingkungan hidup;
2) Menjaga dan memanfaatkan alam terutama hewani dan nabati,
fauna dan flora yang sengaja diciptakan Tuhan untuk kepentingan
manusia dan makhluk lainnya;
3) Sayang pada sesam makhluk.



75
3. Pendidikan Akhlak Islam
Pendidikan akhlak Islam diartikan sebagai latihan mental dan fisik
yang menghasilkan manusia berbudaya tinggi untuk melaksanakan tugas
kewajiban dan tanggung jawab dalam masyarakat selaku hamba Allah.
Pendidikan akhlak Islami berarti juga menumbuhkan personalitas
(kepribadian) dan menanamkan tanggung jawab.
63

Pendidikan akhlak dalam Islam adalah pendidikan yang mengakui
bahwa dalam kehidupan manusia menghadapi hal baik dan hal buruk,
kebenaran dan kebatilan, keadilan dan kezaliman, serta perdamain dan
peperangan. Untuk menghadapi hal-hal yang serba kontra tersebut, Islam telah
menetapkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang membuat manusia mampu
hidup di dunia. Dengan demikian, manusia mampu mewujudkan kebaikan di
dunia dan akhirat, serta mampu berinteraksi dengan orang-orang baik dan
jahat.
64

Tujuan utama pendidikan akhlak Islam adalah agar manusia berada
dalam kebenaran dan senantiasa berada di jalan yang lurus, jalan yang telah
digariskan oleh Allah Swt. Inilah yang akan mengantarkan manusia kepada
kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karen itu, jika berpredikat muslim benar-
benar menjadi penganut agama yang baik harus mentaati ajaran Islam dan
menjaga agar rahmat Allah tetap berada pada dirinya.


63
M. Yatimin Abdullah, Ibid., hlm. 22
64
Ali Abdul Halim Mahmud, Ibid., hlm. 121
76
Jadi, pendidikan akhlak Islami merupakan suatu proses mendidik,
memelihara, membentuk dan memberikan latihan mengenai akhlak dan
kecerdasan berpikir baik yang bersifat formal maupun informal yang
didasarkan pada ajaran-ajaran Islam. Pada sistem pendidikan Islam ini khusus
memberikan pendidikan tentang akhlaqul karimah agar dapat mencerminkan
kepribadian seorang muslim.
4. Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam
a. Sejarah Pondok Pesantren
Pesantren atau pondok adalah lembaga yang dapat dikatakan
merupakan wujud proses wajar perkembangan sistem pendidikan,
pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di tanah air dan
merupakan bapak dari pendidikan Islam.
65
Apabila ditilik dari namanya
merupakan perpaduan (sinkretisena atau sinthesa) dari dua kata, yaitu
pesantren yang berasal dari kata santri yang mengandung pergeseran
kebahasaan (lingustik change) dari asal kata santri yaitu nama yang
diberikan kepada penuntut ilmu agama Hindu-Buddha, dan kata pondok
yang berasal dari kata bahasa Arab ”fundug” yang datang ke tanah air
bersamaan datangnya Islam yang berarti ”Hotel atau Asrama”.
66

Menurut asal katanya pesantren berasal dari kata santri yang
mendapat imbuhan awalan pe dan akhiran an yang menunjukkan tempat.
Dengan demikian pesantren artinya ”tempat para santri”. Selain itu, asal

65
Abuddin Nata, Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga-Lembaga
Pendidikan Islam di Indonesia, (Jakarta: PT. Grasindo, 2001), hlm. 89
66
A. Sadali, Islam untuk Disiplin Ilmu Pendidikan, (Jakarta: CV. Kuning Mas, 1984),
hlm. 195.
77
kata pesantren dianggap gabungan dari kata sant (manusia baik) dengan
suku kata tra (suka menolong) sehingga kata pesantren dapat berarti
”tempat pendidikan manusia baik-baik”.
67

Nurcholis Madjid berpendapat tentang asal usul perkataan santri
dan juga kiai karena kedua perkataan tersebut tidak dapat dipisahkan
ketika dibicarakan tentang pesantren,
Santri asal kata santri (sanskerta) yang berati melek huruf,
dikonotasikan santri adalah kelas literary, pengetahuan agama dibaca
dari kitab berbahasa Arab dan diasumsikan bahwa santri berarti juga
orang yang tahu tentang agama (melalui kitab-kitab) dan paling tidak
santri dapat membaca Al-Qur’an, sehingga membawa kepada sikap
lebih serius dalam memandang agama. Perkataan santri juga berasal
dari bahasa Jawa (cantrik) yang berarti orang yang selalu mengikuti
seorang guru ke mana guru pergi menetap (ingat pada pewayangan),
tentu dengan tujuan dapat belajar dari guru mengenai sesuatu
keahlian
68


Pondok pesantren ini tumbuh sebagai perwujudan dari strategi
umat Islam untuk mempertahankan eksistensinya terhadap pengaruh
penjajahan Barat atau akibat surau atau masji tempat diselenggarkannya
pendidikan agama Islam tidak lagi dapat menampung jumlah anak-anak
yang ingin mengaji. Disamping itu juga didorong oleh keinginan untuk
lebih mengintensifkan pendidikan agama pada anak-anak, maka sang guru
atau kiai dengan bantuan masyarakat memperluas bangunan di sekitar
surau atau masjid untuk tempat mengaji dan sekaligus sebagai asrama bagi

67
Ibid., hlm. 91
68
Nurcholish Madjid, Bilik-Bilik Pesantren, Sebuah Potret Perjalanan (Jakarta:
Paramadina,1997), hlm. 20
78
anak-anak. Dengan begitu anak-anak tidak perlu bolak-balik pulang ke
rumah orang tua mereka.
69

Peran kiai sabagai filter budaya, meredam akibat perubahan yang
dibawa arus informasi, juga mempelopori terjadinya perubahan
masyarakat menurut caranya sendiri. Jadi di sini kiai tidak lagi menunggu
datangnya informasi lantas menyaringnya, melainkan kiai sepenuhnya
berperan mengadakan perubahan karena ia mengetahui bahwa
perkembangan harus terjadi sebagai hal yang tak terelakan.
70

Persoalan-persoalan historis tentang asal usul pondok pesantren
berhubungan erat antara Islam Indonesia dengan pusat-pusat Islam,
terutama Mekkah yang terjadi selama ini pada garis besarnya merupakan
usaha penyesuaian diri dengan pendidikan Islam yang diberikan di
Mekkah. Hal ini dapat dilihat dari asal semua kitab kuning yang tebal
maupun yang tipis, dan semua guru atau kiai mendapat pendidikan dari
Mekkah.
b. Fungsi Pondok Pesantren
Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan,
tetapi juga berfungsi sebagai lembaga sosial dan penyiaran agama.
Pesantren berfungsi sebagai lembaga pendidikan menyelenggarakan
pendidikan formal (madarasah, sekolah umum dan perguruan tinggi) dan
pendidikan nonformal yang secara khusus mengajarkan agama yang

69
Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 1997), hlm. 212
70
Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2005), hlm. 197
79
sangat kuat dipengaruhi oleh pikiran-pikiran ulama fiqh, hadits, tafsir,
tauhid dan tasawuf.
Sebagai lembaga sosial, pesantren menampung anak-anak dari
segala lapisan masyarakat muslim tanpa membedakan tingkat sosial
ekonomi mereka. Sementara itu, setiap hari menerima tamu yang datang
dari masyarakat jauh, mereka datang bertamu mempunyai motif yang
berbeda-beda; ada yang ingin bersilaturahmi; ada yang berkonsultasi;
meminta nasihat; memohon do’a; berobat dan ada pula yang meminta
jimat untuk penangkal gangguan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai lembaga penyiaran agama Islam, masjid pesantren juga
berfungsi sebagai masjid umum yakni sebagai tempat belajar agama dan
ibadah bagi para jamaah. Masjid pesantren sering dipakai untuk majelis
taklim (pengajian), diskusi-diskusi keagamaan dan sebagainya. Selain itu,
kiai dan santri-santri senior disamping mengajar juga berdakwah baik di
dalam kota maupun di luarnya, bahkan sampai ke daerah-daerah
pedalaman.
Sehubungan dengan fungsi tersebut, pesantren memiliki tingkat
integritas yang tinggi dengan masyarakat sekitarnya dan menjadi rujukan
moral bagi kehidupan masyarakat umum. Masyarakat umum memandang
pesantren sebagai komunitas khusus yang ideal terutama dalam bidang
kehidupan moral keagamaan. Karekteristik pesantren dilihat dari segi
fungsinya sangat berperan di tengah-tengah masyarakat, menjadikannya
semakin eksis dan dapat diterima oleh semua kalangan.
80
c. Sarana dan Tujuan Pondok Pesantren
Dalam bidang sarana, pesantren tradisional ditanda oleh ciri khas
kesederhanaan. Secara fisik kini sudah berubah total, banyak pesantren
tradisional yang memiliki gedung yang megah. Namun, kesederhanaan
dapat dilihat dari sikap dan perilaku kiai dan santri serta sikap mereka
dalam pergaulan sehari-hari. Sarana belajar misalnya, masih tetap
dipertahankan seperti sediakala, dengan duduk di atas lantai dan di tempat
terbuka dan kiai menyampaikan pelajaran.
Demikian juga tempat kediaman kiai yang tidak begitu mewah,
tentu saja ada pengecualian. Kiai sekarang berbeda dengan kiai dulu, kalau
dulu para kiai sering berjalan kaki atau bersepeda tetapi kiai sekarang
sudah terbiasa mengendarai mobil, bahkan mempunyai mobil dan sopir
pribadi. Begitu pula tempat kediaman santri yang masih sederhana.
Tujuan pendidikan pesantren adalah menciptakan dan
mengembangkan kepribadian muslim, yaitu kepribadian yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, bermanfaat bagi masyarakat
dengan jalan menjadi kawula atau abdi masyarakat, mampu berdiri sendiri,
bebas dan teguh dalam kepribadian, menyebarkan agama atau menegakkan
Islam dan kejayaan umat Islam di tengah-tengah masyarakat, dan
mencintai ilmu dalam rangka mengembangkan kepribadian Indonesia.


81
H.A. Sadali menjelaskan “tujuan pendidikan pesantren tidak hanya
duniawi (mondial) dan sementara (temporer), akan tetapi sampai kepada
alam ukhrawi untuk mencapai keridhaan Allah, baik di dunia maupun
akhirat”
71

Rumusan tujuan pendidikan pesantren menggambarkan bahwa
pembinaan akhlak dan kepribadian serta semangat pengabdian menjadi
target utama yang ingin dicapai pesantren. Oleh karen itu, pemimpinan
pesantren memandang bahwa kunci sukses dalam hidup bersama adalah
moral agama, yang dalam hal ini adalah perilaku keagamaan. Semua
aktivitas sehari-hari difokuskan pada pencarian nilai-nilai ilahiah.
5. Materi Pelajaran dan Metode Pengajaran Pondok Pesantren
Sebagai lembaga pendidikan Islam, pesantren pada dasarnya hanya
mengajarkan agama, sedangkan sumber kajian atau mata pelajarannya ialah
kitab-kitab dalam bahasa Arab. Pelajaran agama yang dikaji di pesantren ialah
Al-Qur’an dengan tajwid dan tafsirnya, aqa’id dan ilmu kalam, fiqih dan ushul
fiqih, hadits dengan mushthalah hadits, bahasa Arab dengan ilmu alatnya
seperti nahwu, sharaf, bayan, ma’ani, badi’ dan ’arudh, tarikh, mantiq dan
tasawuf. Kitab yang dikaji di pesantren umumnya kitab-kitab yang ditulis
pada abad pertengahan, yaitu antara abad ke-12 sampai dengan abad ke-15
atau lazim disebut dengan ”Kitab Kuning”.


71
H.A. Sadali, Ibid., hlm. 198
82
Adapun metode yang lazim dipergunakan dalam pendidikan pesantren
ialah wetonan, sorogan dan hafalan. Metode wetonan adalah metode kuliah,
para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kiai yang
menerangkan pelajaran. Santri menyimak kitab masing-masing dan mencatat
jika perlu. Istilah weton berasal dari bahasa Jawa yang berarti waktu, karena
pengajian tersebut diberikan pada waktu-waktu tertentu yaitu sebelum dan
sesudah melakukan shalat lima waktu. Di Jawa Barat metode ini disebut
bandongan, sedangkan di Sumatra disebut halaqah. Biasanya kiai
menggunakan bahasa daerah setempat dan langsung menerjemahkan kalimat
demi kalimat dari kitab yang dipelajarinya.
Metode sorogan adalah suatu metode santri menghadap guru atau kiai
seorang demi seorang dengan membawa kitab yang akan dipelajarinya. Kiai
membacakan dan menerjemahkannya kalimat demi kalimat, kemudian
menerangkan maksudnya. Santri menyimak bacaan kiai mengesahkan, jika
santri sudah benar-benar mengerti, dengan memberikan catatan pada kitabnya
untuk mensahkan bahwa ilmu itu telah diberikan oleh kiai kepadanya. Istilah
sorogan berasal dari bahasa Jawa sorog yang berarti menyodorkan kitab ke
depan kiai atau asistennya. Pengajian dengan metode ini merupakan
pelimpahan nilai-nilai sebagai proses delivery of culture di pesantren dengan
istilah tutorship atau mentorship.
Metode hafalan adalah suatu metode santri menghafal teks atau
kalimat tertentu dari kitab yang dipelajarinya. Biasanya cara menghafal ini
diajarkan dalam bentuk syair atau nazham. Kebiasaan menghafall dalam
83
sistem pendidikan pesantren, merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak
awal berdirinya. Hafalan tidak saja terbatas pada ayat-ayat Al-Qur’an dan
hadits ataupun nazham, tetapi juga isi atau teks kitab tertentu. Karena itu, oleh
sebagian kiai diajarkan kitab kepada santrinya tidak sekaligus tetapi secara
berangsur-angsur (gradual), kalimat demi kalimat sehingga santrinya mengerti
benar apa yang diajarkannya.
Jenjang pendidikan dalam pesantren tidak dibatasi seperti dalam
lembaga-lembaga pendidikan yang memakai sistem klasikal. Umumnya,
kenaikan tingkat seorang santri ditandai dengan tamat dan bergantinya kitab
yang dipelajarinya. Apabila seorang santri telah menguasai satu kitab atau
beberapa kitab dan telah lulus imtihan (ujian) yang diujikan oleh kiainya,
maka berpindah ke kitab lain. Jadi, jenjang pendidikan tidak ditandai dengan
naiknya kelas seperti dalam pendidikan formal, tetapi pada penguasaan kitab-
kitab yang telah ditetapkan dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi.
Sebagai gambaran lebih lanjut, berikut ini disebutkan pesantren-
pesantren terkemuka di Jawa yang sudah terkenal dengan spesialisasinya atau
fan-fan (cabang ilmu) tertentu yang menjadi fokus kajiannya dan kiai yang
mengajarkannya:
a. Pesantren Tebuireng (Kiai Hasyim Asy’ari), Tambak Beras (Kiai
Wahab Hasbullah), Denanyar (Kiai Bisri Syamsuri), Termas (Kiai
Dimyathi dan Hamid Dimyathi), Lasem (Kiai Kholil), Pesantren
PERSIS (Persatuan Islam) Bangil, terkenal dengan fiqh dan ilmu
hadits.
84
b. Pesantren Lasem (kiai Ma’sum), Nglirap Banyumas, Pesantren
Lirboyo (Kiai Mahrus) Kediri, Bendo, Jampes, terkenal dengan ilmu
alat nahwu, sharaf, bayan, badi’, dan lain-lain.
c. Pesantren Krapyak (Kiai Munawwir dan Ali Ma’sum), Cintapada
Tasikmalaya (Kiai Dimyathi), Wonokromo (Kiai Abdul Aziz dan
Hasbullah), terkenal dengan qira’at al-Qur’an.
d. Pesantren Rejoso (Kiai Musa’in Romli), Tegal Rejo (Kiai Khudari), al-
Falak Pegentongan (Kiai Falak), Watu Congol (Kiai Dahlan), terkenal
dengan bidang tasawuf.
e. Pesantren Kiai Haji Badhawi Lasem, Jamsaren (Kiai Abu Amar),
terkenal dengan spesialisasi tafsir al-Qur’an.
f. Pesantren Inabah (Kiai Abah Anom) terkenal dengan pengobatan
korban narkotika, Pesantren Gontor (Kiai Ahmad Sahal, Zainuddin
Fananie dan Imam Zarkasyi) terkenal dengan bahasa Arab dan
Inggris, Pesantren Pabelan di Magelang yang menekankan pada
keterampilan santri, Pesantren Darul Falah Bogor yang berkecimpung
di bidang pertanian.
72

Ada bidang-bidang khusus yang merupakan fokus masing-masing
pesantren dapat menarik minat para santri untuk memilih bidang-bidang yang
diminati. Hal ini menunjukkan keanekaragaman bidang kajian di pesantren-
pesantren antara satu dengan yang lainnya tidak ada kesamaan. Secara umum
dapat dipahami bahwa setiap pesantren memberikan porsi yang lebih besar

72
Abuddin Nata, Ibid., hlm. 110-111
85
pada bidang-bidang tertentu sebagai kekhasan pendidikan yang dimilikinya
dan sekaligus dikenal karena kekhususannya itu.
6. Pertumbuhan Kelembagaan Pondok Pesantren
Pembangunan suatu pesantren didorong oleh kebutuhan masyarakat
akan adanya lemabaga pendidikan, namun faktor guru yang memenuhi
persyaratan keilmuan yang diperlukan akan sangat menentukan bagi
timbulnya suatu pesantren. Pada umumnya, berdirinya suatu pesantren diawali
dari pengakuan masyarakat akan akan keunggulan dan ketinggian ilmu
seorang kiai atau guru. Masyarakat sekitar atau dari luar daerah datang untuk
mengaji atau belajar karena keinginan menuntut dan memperoleh ilmu dari
kiai atau guru.
Santri yang telah menyelesaikan dan diakui telah tamat biasanya diberi
izin atau ijazah oleh kiai untuk membuka dan mendirikan pesantren baru di
daerah asalnya. Dengan cara demikian pesantren-pesantren berkembang di
daerah-daerah, terutama pedesadan dan pesantren asal dianggap sebagai
pesantren induk. Perkembangan kelembagaan pesantren seperti ini oleh
Zamakhsyari Dhofier disebut Pesantren Salafi, yang tetap mempertahankan
kitab-kitab kuning/ klasik.
Dengan demikian, jelaslah bahwa pesantren bukan hanya mampu
bertahan, melainkan pada gilirannya mampu mengembangkan diri dan
menempati posisi penting dalam pendidikan. Pesantren dalam sejarah
perjalanannya mengalami perubahan dan pertumbuhan sekaligus merupakan
perkembangan, baik dilihat dari sisi isi maupun dari segi bentuk. Apabila
86
dilihat dari pola perubahan dan pertumbuhan pesantren, ditemukan bermacam-
macam pola perubahan, antara lain:
a. Pesantren yang terdiri hanya masjid dan rumah kiai. Pesantren ini
masih sangat sederhana, kiai menggunakan masjid atau rumahnya
sendiri untuk tempat mengajar dan santrinya berasal dari daerah
sekitar pesantren tersebut.
b. Pesantren yang terdiri dari masjid, rumah kiai, pondok atau asrama.
Pola ini telah dilengkapi pondok yang disediakan bagi para santri
yang datang dari daerah lain.
c. Pesantren yang terdiri dari masjid, rumah kiai, pondok atau asrama
dan madrasah. Pola ini telah memakai sistem klasial, santri mendapat
pengajaran di madrasah. Di samping itu, belajar mangaji mengikuti
pengajaran yang diberikan oleh kiai di pondok.
d. Pesantren yang telah berubah kelembagaannya yang terdiri dari
masjid, rumah kiai, pondok atau asrama, madrasah dan tempat
keterampilan. Pola ini dilengkapi dengan tempat-tempat keterampilan
agar santri terampil dengan pekerjaan yang sesuai dengan sosial
kemasyarakatannya, seperti pertanian, peternakan, menjahit dan
sebagainnya.
e. Pesantren yang terdiri dari masjid, rumah kiai, pondok atau asrama,
madrasah, tempat keterampilan dan ditambah adanya universitas,
gedung pertemuan, tempat olah raga, sekolah umum. Pada pola ini
87
pesantren merupakan lembaga pendidikan yang telah berkembang
dan bisa dikatakan sebagai pesantren modern.
73

Azyumardi Azra menjelaskan,
.... Pesantren bukan hanya mempu bertahan. Tetapi lebih dari itu, dengan
penyesuaian, akomodasi dan konsesi yang diberikannya, pesantren pada
gilirannya juga mampu mengembangkan diri, dan bahkan kembali
menempatkan diri pada posisi yang penting dalam sistem pendidikan
nasional indonesia secara keseluruhan
74


Wacana yang berkembang dalam dinamika pemikiran dan pengalaman
praktis alumni pesantren tampaknya menegaskan bahwa pesantren merupakan
bagian dari infrastruktur masyarakat yang secara makro telah berperan
menyadarkan komunitas masyarakat untuk mempunyai idealisme, kemampuan
intelektual dan perilaku mulia (al-akhlaq al-Karim) guna menata dan
membengun karakter bangsa yang paripurna.
75











73
Ibid., hlm. 96-97
74
Azyumardi Azra, Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru
(Jakarta: PT Logos, 1999), hlm. 106
75
Suwendi, Sejarah & Pemikiran Pendidikan Islam (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada,
2004), hlm. 117
88
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif, Bogdan dan Taylor
yang dikutip oleh Lexi, J Moleong mendefinisikan Metodologi Kualitatif
sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-
kata tulisan atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
Menurut mereka, pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut
secara holistic (utuh). Jadi, dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu
atau organisasi ke dalam variable atau hipotesis, tetapi perlu memandangnya
sebagai bagian dari suatu keutuhan.
76

Sejalan dengan definisi tersebut, Krik dan Miller yang dikutip oleh
Lexy, J, Moleong mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi
tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung
dengan orang-orang tersebut dalam behasannya dan dalam peristilahannya.
77

Deskriptif Kualitatif adalah penelitian yang data-datanya berupa kata-
kata (bukan angka-angka, yang berasal dari wawancara, catatan laporan,
dokumen dan lain-lain) atau penelitian yang di dalamnya mengutamakan
untuk pendiskripsian sacara analisis sesuatu peristiwa atau proses

76
Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosda Karya,
2000), hlm. 3
77
Ibid., hlm. 3
89
sebagaimana adanya dalam lingkungan yang alami untuk memperoleh makna
yang mendalam dari hakekat proses tersebut.
78

Penelitian ini digunakan dengan beberapa alasan, pertama
menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan
kenyataan ganda, kedua metode ini menyajikan secara langsung hakikat
hubungan antara peneliti dan responden, ketiga metode ini lebih peka dan
lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama
dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi dan bertujuan untuk
menggambarkan realitas empiris sesuai fenomena secara rinci dan tuntas, serta
untuk mengungkapkan gejala secara holistic kontekstual melalui pengumpulan
data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen
kunci.
B. Kehadiran Peneliti
Sesuai dengan pendekatan yang digunakan, maka instrumen yang
dipakai untuk mengumpulkan data adalah penelitian sendiri. Lexi J. Meloeng
menyebutkan bahwa penelitian dalam penelitian kualitatif cukup rumit. Ia
sekaligus merupakan perencana, pelaksana, pengumpul data, analisis, penafsir
data dan pada akhirnya ia jadi pelopor hasil penelitiannya.
79
Karena penelitian
merupakan instrument penelitian dalam penelitian ini, maka kehadiran peneliti
di lokasi penelitian mutlak diperlukan sesuai dengan prinsip-prinsip penelitian
kualitatif, yaitu peneliti harus menciptakan hubungan yang baik dengan
subyek penelitian.

78
Nana Sudjana, Metode Statistik (Bandung: Tarsito, 1989), hlm. 203
79
Lexy J. Moleong, op. cit., hal. 121
90

C. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
yang beralamat di Jalan Gegerkalong Girang 38 Bandung 40153, tepatnya
sebelah barat kampus Universitas Pendidikan Indonesia.
D. Sumber Data
Menurut Lofland (1984), yang dikutip oleh Moleong, “sumber data
utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata atau tindakan, selebihnya
adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain”
80
, Suharsimi Arikunto
menjelaskan “yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah
subjek dari mana data dapat diperoleh”
81

Pengambilan data yang dilakukan pada beberapa sumber data/subyek
dalam penelitian antara lain: pengasuh, ustadz/ustadza dan santri Pondok
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Untuk mempermudah mengidentifikasi
sumber data penulis mengklasifikasikannya menjadi 3 dengan huruf depan p
tingkatan dari bahasa Inggris, yaitu:
P = person, sumber data berupa orang yaitu sumber data yang bisa
memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban
tertulis melalui angket.
P = place, sumber data berupa tempat yaitu sumber data yang menyajikan
tampilan berupa keadaan diam dan bergerak.

80
Ibid., hlm. 112
81
Suharsimi Arikunto, Prosedur Pendidikan Suatu Pendekatan PrakteK (Jakarta: Rineka
Cipta, 2002), hlm. 114
91
Diam, misalnya ruangan, kelengkapan alat, wujud benda, warna dan
lain-lain.
Bergerak, misalnya aktivitas, kinerja, laju kendaraan, ritme nyanyian,
gerak tari, sajian sinetron, kegiatan belajar-mengajar dan lain
sebagainya.
P = paper, sumber data berupa simbol yaitu sumber data yang menyajikan
tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar, atau simbol-simbol lain.
Dengan pengertiannya ini maka “paper” bukan terbatas hanya pada
kertas sebagiamana terjemahan dari kata “paper” dalam bahasa Inggris,
tetapi dapat berwujud batu, kayu, tulang, daun lontar dan sebagianya
yang cocok untuk penggunaan metode dokumentasi.
82

E. Prosedur Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang akurat, peneliti menggunakan beberapa
metode pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian di lapangan,
adapun metode-metode tersebut adalah sebagi berikut:
1. Observasi (Pengamatan)
Metode observasi digunakan apabila seorang peneliti ingin mengetahui
secara empirik tentang fenomena obyek yang diamati. Dalam hal ini peeneliti
menggunakan teknik Observasi sistematik, karena di dalamnya memuat
faktor-faktor yang telah diatur kategorisasinya lebih dulu dan ciri khusus dari
tiap-tiap faktor dalam kategori-kategori itu.

82
Ibid., hlm. 107
92
Dalam kasus ini pengamatan memungkinkan pengamat untuk melihat
dunia sebagaimana dilihat oleh subjek pada keadaan waktu itu, merasakan apa
yang dirasakan dan dihayati oleh subjek sehingga memungkinkan pula peneliti
menjadi sumber data, pembentukan pengetahuan yang diketahui bersama baik
dari pihaknya maupun dari pihak subjek.
83

Metode observasi digunakan dalam penelitian untuk memperoleh data
tentang situasi umum dari objek yang diteliti, meliputi: letak geografis, nuansa
kehidupan, sarana dan prasarana di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung.
2. Interview (Wawancara)
Interview atau wawancara dipergunakna sebagai cara untuk
memperoleh data dengan jalan mengadakan wawancara dengan nara sumber
atau responden. Pelaksanaannya dapat dilakuka secara langsung berhadapan
dengan yang diwawancarai tetapi dapat pula secara tidak dapat pula secara
tidak langsung seperti memberikan daftar pertanyaan untuk dijawab pada
kesempatan lain.
84

Menurut Suharsimi Arikunto “metode interview adalah sebuah dialog
yang dilakukan oleh pewawancara (Interviewer) untuk memperoleh informasi
dari terwawancara (interviewwee)”
85
, sedang menurut Lexy J. Moleong,
“Interview atau wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yaitu
percakapan yang dilakukan oleh kedua belah pihak yakni pewawancara yang

83
Lexy J Moleong, op. cit., hlm. 175
84
Hariwijaya, M dan Djaelani, Bisri M, Teknik Menulis Skripsi & Thesis (Jogjakarta:
Zenith Publisher, 2006), hlm. 45
85
Suharsimi Arikunto, op. cit., hlm. 132
93
mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas
petanyaan itu”
86

Peneliti disini menggunakan Wawancara Bebas Terpimpin, yaitu
kombinasi antara interview bebas dan interview terpimpin. Dimana dalam
pelaksanaannya pewawancara membawa buku pedoman yang merupakan
garis besarnya saja, selain itu pewawancara juga harus dapat menciptakan
suasana santai tapi serius. Dalam hal ini peneliti mewawancarai Pengasuh,
Pengurus, Ustadz/Ustadzah, santri di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung, serta informan lain yang terkait dengan masalah yang dibahas.
3. Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah metode penelitian untuk memperoleh
keterangan dengan cara memeriksa dan mencatat laporan. Menurut Suharsimi
Arikunto, “metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau
variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti,
notulen, rapat dan sebagainya”
87

Dalam metode dokumentasi, data yang diperuntukan adalah:
a. Sejarah berdirinya Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung.
b. Struktur organisasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung.
c. Data-data tentang penerapan Manajemen Qolbu di Pondok Pesantren
Daarut Tauhid Bandung.
d. Dan lain-lain yang berkenaan dengan penelitian ini.


86
Lexy J Moleong, op. cit., hlm. 186
87
Suharsimi Arikunto, op. cit., hlm. 206
94
F. Analisis Data
Setelah data yang diperoleh sudah terkumpul maka langkah
selanjutnya adalah melakukan analisis atau pengolahan data. Menurut
Moleong, bahwa analisis data adalah proses mengorganisasikan dan
mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga
dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang
disarankan oleh data.
88

Dalam hal ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif yang
sebagian besar berasal dari catatan pengamatan, wawancara dan dokumentasi.
Kemudian catatan tersebut di analisis untuk memperoleh tema dan pola-pola
yang dideskripsikan dan diilustrasikan dengan contoh-contoh, termasuk
kutipan-kutipan dan rangkuman dari dokumen.
Menurut Meleong, dalam Metodologi Penelitian Kualitatif menyatakan
bahwa proses analisis data penelitian kualitatif adalah:
1. Mencatat yang menghasilkan catatan lapangan, dengan hal itu, diberi kode
agar sumber datanya tetap dapat ditelusuri.
2. Mengumpulkan, memilah-milah, mengklasifikasikan, mensintesiskan,
membuat ikhtisar dan membuat indeksnya.
3. Berpikir, dengan jalan membuat agar kategori data itu mempunyai makna,
mencari dan menemukan pola dan hubungan-hubungan dan membuat
temuan-temuan umum.
89



88
Lexy J Moleong, op .cit., hlm. 208
89
Ibid,. hlm. 248
95
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif eksploratif.
Penelitian deskriptif eksploratif bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau
status fenomena.
90
Dalam hal ini peneliti hanya ingin mengetahui hal-hal yang
berhubungan dengan keadaan sesuatu. Teknik ini penulis gunakan untuk
menggambarkan, menuturkan, menafsirkan serta menguraikan data yang
bersifat kualitatif yang penulis peroleh dari metode pengumpulan data.
G. Pengecekan Keabsahan Data
Untuk menguji validitas data atau keabsahan data, disini peneliti
menggunakan metode Triangulasi. Menurut Moleong bahwa metode ini
adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang
lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding
terhadap data itu.
91

Adapun teknik yang digunakan oleh peneliti adalah Triangulasi dengan
Metode, menurut Patton (1987) yang dikutip oleh Lexy, J Moleong terdapat
dua strategi yaitu pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian
beberapa teknik pengumpulan data, pengecekan derajat kepercayaan beberapa
sumber data dengan metode yang sama.
92

H. Tahap-Tahap Penelitian
Penelitian ini dilakukan melalui 3 tahapan, yaitu:
1. Tahap Pra Lapangan terdiri dari:
a. Menyusun rancangan penelitian
b. Memilih lapangan penelitian

90
Suharsimi Arikunto, op. cit., hlm. 183
91
Lexy J Moleong, op. cit., hlm. 330
92
Ibid., .hlm. 127-148
96
c. Mengurus perizinan
d. Menjajaki dan menilai lapangan
e. Memilih dan memanfaatkan informan
f. Menyiapkan perlengkapan penelitian
g. Persoalan etika penelitian
2. Tahap pekerjaan lapangan terdiri dari:
a. Memahami latar penelitian dan persiapan diri
b. Mamasuki lapangan
c. Berperan serta sambil mengumpulkan data
3. Tahap akhir penelitian terdiri dari:
a. Menyajikan data dalam bentuk deskripsi
b. Menganalisis data sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
93






















93
Lexy J Moleong, op. cit., hlm. 27-148
97
BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Latar Belakang Objek
1. Sejarah Daarut Tauhiid
Sejarah Daarut Tauhiid (DT) berawal pada tahun 1987, ketika seorang
pemuda bernama Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) merintis usaha wiraswasta
dalam wadah KMIW (Kelompok Mahasiswa Islam Wiraswasta) yang
sebagian hasil usahanya digunakan untuk menopang kegiatan pengajian rutin
yang dipimpinnya. Setelah selanjutnya menyadari akan keterbatasan
pengetahuan, akhirnya Aa Gym memutuskan untuk menambah ilmu
khususnya ilmu agama Islam di berbagai pesantren diantaranya K.H. Djunaedi
di Garut dan K.H. Khoer Affandi di Tasikmalaya. Diawali dengan perjuangan
yang cukup berat, Alhamdulillah Aa Gym dengan ketekunan sedikit demi
sedikit hasilnya dapat dilihat.
Pada tahun 1988, Aa Gym pertama kali melaksanakan ibadah haji.
Setelah itu, hampir pada setiap tahun berikutnya Aa Gym mendampingi
jama’ah berangkat haji. Sejak tahun 1989, wirausaha yang dirintis Aa Gym ini
semakin hari semakin berkembang seiring dengan semakin banyaknya
jama’ah yang datang ke pengajian rutin asuhannya, sehingga tempat yang ada
yaitu di rumah Aa Gym sendiri tidak memungkinkan lagi. Untuk
memfasilitasinya, maka pada tanggal 4 September 1990 berdirilah secara
98
resmi Yayasan Daarut Tauhiid (DT) yang beralamat di Jalan Gegerkalong
Girang No. 38 Bandung.
Saat-saat penuh tantangan bagi Daarut Tauhiid (DT) dalam merintis
da’wah adalah ketika menempati lokasi baru tersebut. Lokasi Baru ini semula
adalah sebuah rumah kontrakan sederhana dengan 20 kamar yang sebelumnya
dipakai sebagai tempat pondokan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di
Kota Bandung. Bagai musafir kehausan di tengah padang, hari demi hari
pengajian di lokasi baru ini semakin banyak dihadiri khalayak yang rindu akan
siraman penyejuk qolbu.
Di tahun 1993 Daarut Tauhiid (DT) terus berupaya mengembangkan
organisasinya dengan melakukan pembebasan tanah dan bangunan yang
diikuti dengan pembangunan sebuah masjid permanen berlantai tiga. Masjid
DT sering disebut masjid seribu tangan, sebab dibangun secara gotong royong
oleh ribuan masyarakat sekitar dan jama’ah Daarut Tauhiid (DT). Untuk
menopang laju dan gerak dakwah Islamiyah di Daarut Tauhiid (DT), tahun
selanjutnya (1994) berdiri Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN-DT).
Aa Gym dapat membebaskan tanah gedung pesantren atas bantuan
Bapak Palgunadi T Setyawan dari Astra Mitra Ventura. Ketika itu Aa Gym
berkesempatan untuk memberikan ceramah di PT. Astra Mitra Ventura, saat
itu pula Pak Palgunadi T Setyawan merasa tertarik untuk ikut andil dalam
pengembangan Pesantren Daarut Tauhiid.


99
Menjelang akhir 1997, sarana dakwah dan perekonomian menjadi
semakin lengkap dengan didirikannya gedung KOPONTREN-DT berlantai
empat persis diseberang masjid. Gedung yang cukup representatif ini
dipergunakan untuk kantor beberapa unit usaha seperti BMT (Baitul Mal Wat
Tamwil), Super Mini Market, Warung Telekomunikasi dan lain-lain.
Bersamaan dengan berkembangnya aktivitas perekonomian, aktivitas
pendidikan pun ikut aktif dengan berbagai programnya, diantaranya adalah
dengan dimulainya program Pendidikan Santri Beasiswa tahun 1995,
dibukanya lembaga Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT) DT pada
tanggal 7 Desember 1997. Diantara programnya adalah kerjasama pendidikan
dan pelatihan Manajemen Qolbu (MQ) untuk para eksekutif, staff dan
karyawan berbagai perusahaan swasta. Diantara perusahaan yang pernah
mengikuti pelatihan MQ ini adalah Bank Muamalat Indonesia Cabang
Bandung, PT. Telkom Divre III Jabar, PT. Telkom Corporate Office, PT.
Kereta Api Indonesia (KAI), Bank Indonesia, Bank Bukopin, PLN. Persero
dan perusahaan lainnya.
Di tahun 1998 pula, seakan tidak henti-hentinya karunia Allah yang
harus disyukuri. Menjelang detik-detik akhir penghujung tahun diresmikanlah
sebuah Pondokan atau Cottage yang asri Daarul Jannah. Sebuah sarana
dakwah lain kembali hadir di Pesantren Daarut Tauhiid, ialah Stasiun Radio
1026 AM (sekarang 102,7 FM), Radio Ummat yang dibangun dari hasil
Kencleng Ummat pendengar siaran Manajemen Qolbu (MQ) pagi yang
disiarkan tahun 1999 atas kerja sama dengan Stasiun Radio Paramuda 93,9
100
FM. Radio Ummat pertama kali mengudara (On Air) pada bulan Ramadhan
1420 H, tepatnya tanggal 9 Desember 1999. Dan kemudian dibekukan pada
awal April 2003 dikarenakan permasalahan kualitas radio yang berfrekuensi
AM, disamping masalah aspek legal yang belum terselesaikan dan
mengalihkan aktivitasnya ke Radio MQ FM. Berdasarkan data, perkembangan
Daarut Tauhiid (DT) Bandung dapat digambarkan sebagai berikut: luas tanah
22.202 M2 dan luas bangunan masjid (587,50 M2).
94

2. Letak Geografis
Letak geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah berdasarkan
kenyataan permukaan bumi. Menurut letak geografisnya Pondok Pesantren
Daarut Tauhiid berada di bagian selatan kota Bandung tepatnya di jalan
Gegerkalong Girang No. 38 Bandung 40154, sebelah utara Pondok Pesantren
Daarut Tauhiid adalah kampus UPI (Universitas Pendidikan Indonesia).
3. Stuktur Organisasi
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid adalah milik umat sehingga tidak
boleh terikat pada figur seseorang. Operasional organisasi Pondok Pesantren
Daarut Tauhiid dijalankan bersama yaitu Aa Gym hanya sabagai pendiri
sekaligus pembina dan dibawah itu Aa Gym menyerahkan kepada santri atau
pengurus sehingga memungkinkan santri untuk kreatif mengelola pesantren
secara mandiri.

94
Buku Panduan Santri Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, hlm.
13-14
101
Aktifitas di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid ini tidak hanya
mengelola Pondok Pesantren saja, akan tetapi terdapat lembaga-lembaga yang
ada di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid antara lain:
a. Yayasan Eco-Pesantren Daarut Tauhiid
Pendidikan formal yaitu TK Khas Daarut Tauhiid
b. MQ Corporation yaitu PT Pesantren Daarut Tauhiid
Bisnis yang disertai dengan dakwah diantaranya:
1) MQTV
2) MQ FM
3) MQS (Mutiara Qolbun Saliim)
4) MQ Guest House
5) MQ Consumer Goods
6) MQ Cafe
7) MQ Tours & Travel
8) MQ Multimedia
c. Yayasan Pesantren Daarut Tauhiid
Pesantren atau badan wakaf dengan dakwah dan pendidikan non
formal atau kesantrian, diantaranya:
1) Santri Mukim:
a) Akhlak Plus Wirausaha (APW)
b) Dauroh Qolbiyah
c) Dauroh Quraniyah
d) Pesantren Kilat
e) Program Pesantren Mahasiswa (PPM)
f) Pesantren Muslimah Teladan (PMT)
g) Pesantren Karya
102
2) Santri Non Mukim:
a) Santri Siap Guna (SSG)
d. Kopontren Daarut Tauhiid
Badan usaha koperasi atau ekonomi kerakyatan, devisi usahanya antara
lain:
1) Super Mini Market (SMM)
2) Lembaga Keuangan Syariah BMT (Baitul Maal wa Tamwil)
3) Cottage & Cafétaria Daarul Jannah
4) Handycraft
5) Lembaga Pendidikan & Pelatihan Ekonomi Syariah (LP2ES)
6) Global Service Provider
e. Gemanusa yaitu perhimpunan atau perkumpulan gerakan moral
Pengurus berperan penting dan merupakan tangan kanan pendiri
karena pendiri tidak terjun sendiri dan tidak mengetahui keadaan
santri dari sekian banyak santrinya. Penguruslah dengan berbagai job
deskripsinya mereka memahami keadaan santri lebih mendalam.
Dalam pengembangannya Pondok Pesantren Daarut Tauhiid juga
didukung oleh para santri sendiri dan para wali santri
95


4. Visi, Misi, Tujuan dan Strategi
a. Visi
1) Ahli Dzikir
Menjadikan Allah sebagai tumpuan kerinduan, harapan, pertolongan
dan tujuan dalam beramal shaleh, sehingga apapun yang terjadi tidak
akan mengurangi keyakinan dan selalu ridha pada ketentuan-Nya.



95
Wawancara dengan Fredy Rizaldi, Kepala Bagian Kelembagaan & Litbang Pesantren
Daarut Tauhiid Bandung, tanggal 28 November 2008
103
2) Ahli Fikir
Mengoptimalkan kemampuan berfikir, bertafakur dan bertadabbur
dalam menggali hakekat kebenaran, mengungkap hikmah yang
tersembunyi, potensi diri dan lingkungan sehingga diharapkan muncul
sikap yang arif, efektif dan tepat dalam mengatasi berbagai tantangan
dan masalah.
3) Ahli Ikhtiar
Mengoptimalkan daya upaya dan ikhtiar yang diridhai Allah, sehingga
diharapkan akan muncul manusia-manusia unggul yang selalu
berkarya dengan diiringi sikap amar ma’ruf nahi mungkar.
b. Misi
1) Menjadikan konsep manajemen qolbu sebagai konsep perubahan
sikap, penyejuk hati, penggelora semangat, pendidikan dan
pelatihan serta pembinaan
2) Mengarahkan aktifitas organisasi menuju pesantren kota,
lingkungan barokah, Bandung bermartabat
3) Memajukan perekonomian DT dengan menumbuhkembangkan
jiwa entrepreneurship, produk dan jasa
4) Mencetak SDM yang siap berkarya dengan etos kerja yang
optimal, pendidikan dan pelatihan serta pembinaan
c. Tujuan
1) Bidang Dakwah:
a) Mengembangkan metoda dakwah yang segar, solutif dan
aplikatif
b) Mengutamakan nilai-nilai Islam yang rahmatan lilalamiin
2) Bidang Pendidikan:
a) Menyelenggarakan pendidikan yang berbasis ma’rifatullah,
leadership dan entrepreneurship
104
b) Menyelenggarakan pelatihan pengembangan diri yang
berbasiskan Manajemen Qolbu
c) Menyelenggarakan pendidikan formal berjenjang dari TK
sampai Perguruan Tinggi yang berorientasi pada kemandirian
3) Bidang Sosial:
Memberdayakan potensi masyarakat dengan mendirikan Lembaga
Pengelola Zakat nasional yang mensucikan dan memberdayakan.
4) Bidang Ekonomi Syariah:
Membangun model pengembangan ekonomi syariah yang
mengutamakan kemaslahatan bagi masyarakat.

d. Strategi
Strategi yang dikedepankan oleh Daarut Tauhid dikenal dengan
sebutan "Manajemen Qalbu", konsep yang digelontorkan oleh KH.
Abdullah Gymnastiar. Sebuah metode yang mengajak jamaahnya untuk
mampu menseleraskan olah pikir, olah hati dan olah tindakan (dzikir).
Intinya adalah memenej dan memelihara kebeningan hati dengan cara
mengenal Allah lebih mendalam (dengan amalan/dzikir). Untuk kemudian
mengisinya dengan nilai-nilai ruhani Islam seperti sabar, ridho, tawakal,
ikhlas, jujur, disertai dengan ikhtiar. Sebagai pesantren yang berada di
tengah kota, Daarut Tauhid memang dimaksudkan untuk mengincar
segmen masyarakat perkotaan yang ingin memperdalam ilmu agama.
5. Pola Kepemimpinan
Pola kepamimpinan yang diterapkan oleh Aa Gym adalah dengan
mencontoh kepemimpinan Nabi Muhammad yang sangat siddiq (benar dalam
tekad dan sikap), sangat amanah (penuh tanggung jawab), fathonah (sangat
105
cerdas dan profesional), serta tabligh (memiliki kemampuan komunikasi yang
andal) akan mengantarkan seorang pemimpin efektif menjadi kemuliaan dunia
akhirat.
Sabda Nabi Muhammad saw “Setiap di antaramu adalah pemimpin,
dan akan ditayangkan tentang kepemimpinannya” (al-hadits). Artinya
kesadaran untuk memiliki keterampilan adalah satu hal yang standar harus
dimiliki oleh setiap manusia, disebut keterampila memimpin karena manusia
akan berkembang dan tumbuh kemampuan memimpinnya jika yang
bersangkutan secara konsisten terus menerus belajar dan berlatih untuk bias
memimpin dengan baik. Dengan kata lain, walaupun berkata apabila tidak
disertai ilmu dan pelatihan yang benar serta konsisten, hasilnya akan menjadi
pemimpin yang buruk bahkan berbahaya.
Kepemimpinan yang baik harus memiliki keterampilan membangun
visi kedepan, mengatur strategi dengan baik membaca dan mensinergikan
aneka potensi serta memotivasi diri maupun yang dipimpinnya untuk
mencapai hasil yang dicita-citakan. Pemimpin sejati jelajahnya ada di hati
yang dipimpin. Dengan demikian, yang mengikuti akan dengan tulus berjuang
dan berkorban untuk menggapai tujuan mulia yang diharapkan bersama.
Pemimpin sejati harus diawali dengan kegigihan memimpin dirinya
sendiri. Mengendalikan pandangan, pendengaran, tuturkata, keinginan, hawa
nafsu, amarah dan syahwat, sesudah itu memimpin keluarga merupakan
prioritas pula agar menjadi suri teladan bagi masyarakat yang dipimpinnya.
106
Kegagalan membangun keluarga yang baik akan melemahkan wibawa
kepemimpinannya.
Kunci memimpin orang lain adalah dengan meposisikan diri sebagai
teladan dan sebelum menyuruh orang lain, serta menjadi “pelayan bagi
masyarakat”. Posisi yang lebih banyak berbuat, berkorban waktu, tenaga,
biaya dan pikiran dengan tulus, maka inilah yang akan kena di hati orang-
orang yang dipimpin bukannya diposisikan sebagai “raja”.
96

B. Penyajian Data
1. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan
Kaulitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung
Penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu yang diterapkan di Pondok
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung adalah sebagai berikut:
a. Pengenalan Diri
Sungguh betapa indah hidup dengan bening hati. Kebeningan hati
menciptakan kedamaian dan kebersamaan. Kebeningan hati diawali
dengan pembersihan hati. Lalu bagaimana kiat menuju kebeningan hati
itu? Ikhtiar pembersihan hati harus dimulai dengan upaya memahami diri
dan orang lain. Tanpa pemahaman dan pengenalan yang mendalam
mustahil bisa terhindar dari kotoran hati. Dengan demikian bisa dikatakan
bahwa sumber dari kiat mengelola qolbu (manajemen qolbu) adalah
pengenalan diri.

96
Abdullah Gymnastiar, Aa Gym Apa Adanya Sebuah Qolbugrafi (Bandung: Khas MQ,
2006), hlm. 144-145
107
Seseorang yang mampu mengendalikan perasaan (emosinya)
adalah orang yang bisa memahami siapa dirinya. Jadi, tentunya akan bisa
mengendalikan diri begitu mengenalnya secara mendalam. Orang-orang
yang terkadang tidak mampu mengendalikan dirinya, itu karena mereka
merasa asing dengan dirinya sendiri. Lalu, bisa terjadi pada suatu masa
mereka melakukan perbuatan maksiat dan keji sementara mereka merasa
melakukannya tanpa sandar.
Kunci pemahaman diri terletak pada hati. Hati bisa
memperlihatkan secara jelas siapa diri seseorang dan bagaimana watak
seseorang. Hati yang bersih, bening dan jernih isnya Allah bisa
memperlihatkan kebersihan, kebeningan dan kejernihan pada diri
seseorang. Untuk mengenal diri, tentu memulainya dari kedalaman diri
sandiri, dari kedalaman qolbu atau apa yang disebut nurani. Inilah yang
sering dikenal dengan upaya introspeksi diri (muhasabah).
1) Cermati Potensi Diri
Anda adalah apa yang Anda pikirkan, demikianlah sebuah
ungkapan tentang pengenalan dan potensi diri. Artinya jika kita
memikirkan diri kita ini tidaklah berguna, ketidakbergunaan itulah
yang akan tetap menjadi cap diri kita. Dengan demikian, kita pun
memadamkan potensi-potensi positif yang ada pada diri kita karena
kita sudah menata hati dan pikiran ke arah negatif.
97



97
Abdullah Gymnastiar, Jagalah Hati Step by Step Manajemen Qolbu (Bandung: Khas
MQ, 2006), hlm. 2-3
108
Utamanya bisa mengenali potensi diri melalui hubungan
dengan orang lain. Hubungan dengan orang lain akan memungkinkan
munculnya kritik. Untuk itu, kita pun mengembangkan sikap terbuka
terhadap kritik yang datang dari luar diri kita. Artinya, kita harus
berprasangka baik (husnudzan) tentang apa yang orang lain katakan
terhadap diri kita karena merekalah yang mungkin lebih objektif
melihat potensi-potensi dalam diri kita.
Cara paling praktis dalam upaya pengenalan diri ini adalah
melalui hubungan yang harmonis dengan lingkungan terdekat, yaitu
keluarga, setelah keluarga, mulailah berhubungan secara harmonis
dengan saudara, teman, tetangga atau orang di dalam lingkungan
pekerjaan. Mungkin di sini akan terasa lebih berat karena keterbukaan
kita akan mengalirkan kritik yang lebih hebat lagi. Namun, yakinlah
bahwa proses ini akan lebih membuat perkembangan emosi semakin
baik dari hari ke hari.








109






Potensi Negatif:

• Sombong
• Pelit senyum
• Cuek
• Kurang pergaulan
• Kikir
• Mau menang sendiri
• Tidak percaya diri
• Penaku


Potensi Positif:

• Rendah hati
• Murah senyum
• Empatik
• Banyak teman
• Dermawan
• Mau mengalah
• Percaya diri
• Pemberani


Gambar 4.2 Langkah Praktis Pengenalan diri
Interaksi
Harmonis dengan keluarga
(Lingkungan Terkecil)
Mengembangkan Sikap
Terbuka
Besar Hati Menuai Kritik
Kuat Hati Menenrima
Pujian
110
Kritik adalah senjata ampuh untuk mengenal lebih jauh
kelemahan diri. Alergi terhadap kritik berarti akan membuat tumbuh
suburnya potensi negatif pada diri. Upaya-upaya memperbaiki diri
akan lebih efektif jika menngerakkan segenap potensi positif dalam
diri. Tentu dengan syarat bahwa telah mengetahui adanya kelmahan-
kelemahan pada diri. Potensi untuk memperbaiki diri hanya bisa
digerakkan dengan niat yang tulus.
98

Kebaikan pada diri bisa dilihat secara kasat mata melalui jasad
dan akal. Potensi jasad dan akal yang tampak lahiriah sebenarnya
digerakkan oleh potensi hati atau qolbu. Jadi, qolbu yang bersih akan
menampakkan fisik dan pikiran yang bersih pula. Jasad dan akal hanya
akan menuju pada suatu kebaikan jika dikendalikan oleh qolbu yang
bersih yang membuat perbuatan diri menjadi bernilai dan berkualitas.
2) Fokuskan pada Diri Sendiri
Kebaikan bisa dicontohkan atau ditularkan dari atau kepada
orang lain. Namun, kebaikan akan menjadi efektif marasuk pada diri
mankala berpangkal pada diri kita sendiri. Ungkapan yang cocok
dengan ini bahwa ”Uruslah diri sendiri sebelum mengurus orang lain.
Perbaikilah diri sendiri sebelum memperbaiki orang lain.
Bersihkanlah diri sendiri sebelum membersihkan orang lain”.
99



98
Ibid., hlm. 4-6
99
Ibid., hlm. 10
111
Jika ingin melihat kebaikan pada diri orang lain, harus
memulainya dari diri pribadi. Seperti halnya jika ingin efektif
mendidik anak sendiri, harus menunjukan sikap yang baik. Bagaimana
mungkin kita melarang anak untuk merokok, padahal sehari-hari kita
merokok di depan mereka? Hal demikianlah yang justru membuat
hidup kita menjadi lebih hina karena perbuatan tidak sesuai dengan
ucapan dan hati kita. Kita akan menjadi bahan cemoohan.
Keinginan kuat atau kerinduan melihat sebuah kebaikan agar
terjadi dilingkungan kita akan memotivasi diri untuk menebarkan
kebaikan dari dalam diri kita. Kita tidak akan sungkan melakukan
pembersihan jika melihat kekotoran di sekeliling. Kita dengan senang
hati menciptakan suasana yang membuat orang lain berbahagia,
apakah itu tersenyum, menolong dan berupaya memberikan solusi.
Pada akhirnya, akan terkondisikan keadaan yang dalam hal ini diri kita
menjadi pusat kebaikan dan solusi bagi orang-orang di sekeliling kita.
Kehadiran diri kita menjadi buah kerinduan bagi orang-orang yang
mendambakan kedamaian dan motivasi, seperti yang dicontohkan oleh
Rasulullah SAW.
3) Ubahlah Persepsi
Persepsi adalah cara pandang terhadap potensi-potensi diri kita.
Karena itu, jika kita mempersepsikan diri kita selalu gagal dan tidak
bisa diperbaiki, sampai kapan pun kita tidak akan pernah sukses.
112
Perubahan persepsi ini memang teramat penting. Dalam konsep
manajemen qolbu pengubahan persepsi harus dimulai dengan
mengukurnya pada kedalamn hati (nurani). Dengan kata lain,
seseorang akan efektif mengubah persepsinya jika dapat menggunakan
sarana qolbunya.
Qolbu akan menuju kepada Allah Swt, akan berbicara bahwa
pada dasarnya manusia memiliki sisi baik. Manusia bisa mengubah
dirinya menuju kebaikan jika ia menghidupkan sisi baik dan
mematikan sisi buruknya. Jadi, harus ada persepsi bahwa kita bisa
menjadi lebih baik, kita bisa menjadi sukses dan Allah Swt senantiasa
akan menolong hamba-Nya yang tulus bermunajat kepada-Nya.
b. Pembersihan Hati
Sebenarnya sukses itu tidak berjuang. Sukses adalah sesuatu yang
tidak hakiki. Manakala seseorang disebut telah meraih sukses, sebenarnya
seseorang itu telah ditawari untuk maraih sukses berikutnya lewat upaya
lebih keras dan lebih tinggi dari pada sebelumnya. Upaya keras ini
memerrlukan tekad.
Upaya keras kita mengenali dan mengendalikan diri juga
memerlukan tekad yang kuat. Tekad ini harus dijaga agar terus berkorban
dan tidak padam. Tekad inilah yang nantinya menjadi jala bagi kita untuk
mulai membersihkan hati karena masa antara mengenali dan
mengendalikan diri adalah membersihkan hati dulu.
113
Kesuksesan dalam konsep manajemen qolbu adalah bagaimana kita
secara istiqomah dapat terus melakukan pembersihan hati sepanjang
kehidupan. Kita harus ingat bahwa kunci keberhasilan agar kita bisa
bertemu dengan Allah Saw adalah kebersihan hati atau qolbun saliim. Jadi,
puncak kesuksesan bermuara pada kebersihan hati dan wahana
pembersihan hati adalah tekad (niat) yang kuat. Tekad menjadi kunci
untuk menggerakkan sesuatu dan tekad juga menjadi kunci terciptanya
sikap istiqomah dalam perilaku.
1) Kunci kedua ”Ilmu” memahami diri
Seseorang bisa membersihkan hati apabila dia terus-menurus
memperbaiki keadaan dirinya yang dirasakan memiliki banyak
kekurangan. Ilmu memahi diri ini berbanding lurus dengan tekad.
Semakin keras upaya-upaya yang dilakukan seseorang untuk
menelusuri siapa dirinya, tentulah tekad untuk memperbaiki diri
semakin besar pula kadar ilmu pemahaman diri yang dimiliki. Dari
sinilah kemudian lahir apa yang menjadi tahapan ketiga upaya
membersihkan hati.
2) Kunci ketiga rajin mengevaluasi diri
Dalam konsep manajemen waktu ada istilah pemetaan dan
pembagian waktu. Jika kita hidup dalam 24 jam sehari, tentu kita bisa
memetakan waktu tiap jam, tiap menit, bahkan tiap detiknya. Dari
pemetaan tersebut, apakah selama ini kita sudah menyediakan waktu
untuk mengevaluasi diri?
114
Sehari-hari kita menghadapi berbagai sifat dan watak orang,
termasuk merasakan watak diri kita sendiri. Jika orang lain menghujat
ataupun menegur kita yang sombong, otak kita akan merespon apa itu
sombong dan apa yang menyebabkan saya sombong. Lalu hati kita pun
diajak berdialog: “Benarkah saya sombong?” proses itu terjadi karena
kita sudah mengenal kriteria (ilmu) kesombongan. Dengan kriteria
itulah kita mengetahui hakikat sombong dan apa akibatnya, dari situ
kita lalu berpikir: “Wah, bener saya ini sombong” atau “Ah, rasanya
saya biasa saja, tidak sombong”. Proses berpikir ini biasa disebut
tafakur. Jika kita sombong, apakah bisa kita menahan kesombongan
itu? Jika kita merasa tidak sombong, benarkah apa yang kita lakukan
bukan merupakan kesombongan?
100

Jadi, sama halnya dengan upaya memahami diri kita dapat
menjelma menjadi upaya pengendalian diri. Kita bisa terus
membersihkan hati jika tahu ilmunya. Kita akan bisa mengukur diri
kita sombong atau tidak dengan ciri-ciri yang kita kenali.
3) Kunci keempat biarkan orang lain menilai kita
Tahapan keempat pembersihan hati adalah upaya membuka diri
terhadap kritik yang datang dari luar diri kita. Di sinilah seseorang bisa
mempraktikan kebesara hati yang dimilikinya. Seseorang akan dengan
lapang dada menerima ketidak senengan dan keraguan orang lain
terhadap dirinya.

100
Ibid., hlm. 16-17
115
Cara efektif untuk menjadi besar hati dan melapangkan dada
adalah dengan menerima atau mencari tahu kelemahan diri dari orang-
orang terdekat kita, misalnya orang tua, kakak, adik, serta istri atau
suami, bahkan bisa pula meminta penilaian dari anak-anak kita.
Apabila di dalam keluarga ini kemudian berhasil dalam evaluasi diri
itu berlangsung secara nyata perkembangan diri kita. Alhasil, akan
tercipta suatu pengondisian agar kita selalu menjaga perilaku karena
ada yang mengawasi. Bukankah hal ini sangat menguntungkan bagi
pengembangan diri kita? ”Upayakan membicarakan perilaku di tengah
keluarga hendaknya dilakukan secara akrab, terbuka dan jujur agar
proses pembersihan hati berlanjut dengan efektif”.
101

4) Kunci kelima bercermin pada prilaku orang lain
Dalam kehidupan dan perilaku sehari-hari, cermin adalah
orang-orang di sekitar kita, baik yang kenal akrab maupun yang belum
kita kenal. Allah menciptakan berbagai orang dengan berbagai sifat
sebagai cermin bagi kita. Sifat orang akan bermanfaat sebagai cermin
jika kita mengenakan ukuran-ukuran sifat itu kepada diri kita sendiri.
Misalnya, jika kita melihat seseorang menunjukkan kesombongannya,
lantas diri kita hanya bisa berkata ”Ah, sombong betul orang itu”, atau
kemudian apakah keadaan sombong itu kita kembalikan kepada diri
kita? Tentulah tidak ada gunanya apabila kita hanya mengatakan
bahwa, ”orang itu sombong”, yang akan bermanfaat bagi kita adalah

101
Ibid., hlm. 19
116
jika kesombongan yang terjadi di dalam diri kita adalah jika
kesombongan yang terjadi di dalam diri orang lain itu kita kendalikan
agar kita tidak menjadi sombong.
Sebenarnya perilaku orang-orang di sekitar kita bisa menjadi
percepatan pembelajaran bagi kita untuk membersihkan hati. Kita
menjadikan hidup ini lebih efektif dengan mempelajari perilaku orang-
orang di sekitar kita untuk memperbaiki diri, bahkan hal ini lebih
efektif dari pada sekedar membaca buku tentang pengembangan diri
yang lebih banyak dimuat teori. Misalnya, ada orang yang kata-
katanya gampang menyakiti orang lain. Hidup kita akan menjadi
efektif jika kita tidak memberikan komentar atas orang itu dan kita
berupaya saja terhindar agar tidak menjadi orang seperti itu.
c. Pengendalian Diri
Siapa sebenarnya yang paling diwaspadai dalam kehidupan kita?
Bukan orang lain, bukan musuh kita, melainkan diri kita sendiri.
Syariatnya, kita tidak akan celaka, kecuali karena diri kita sendiri. Karena
itu, pengendalian diri adalah fardhu a’in sifatnya jihadun nafs adalah
prioritas utama. Bahkan hal ini ditegaskan oleh Rasulullah saw bahwa
jihad akbar adalah jihad melawan diri sendiri.
Pengendalian diri memang memerlukan keterampilan prima.
Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa sumber pengendalian
diri adalah kita harus mengenal diri kita dahulu dan berupaya
membersihkan hati terlebih dahulu. Ibaratnya jika seorang supir, kemudian
117
ditugasi menyetir mobil ber-cc tinggi, kita bisa mengendarainya jika kita
sudah mengenal sangat baik dan kondisinya prima. Namun, sebaliknya
jika tidak akrab dengan mobil tersebut, bukannya bisa mengendarainya
dengan enak, melainkan malah tersiksa olehnya.
1) Mengelola perasaan
Perasaan atau diri itu ibarat kuda liar. Jika kita tidak bisa
menaklukannya, kita pun akan terpelanting dibuatnya. Ada berbagai
perasaan yang berhubungan dengan hawa nafsu yang perlu kita
kendalikan agar kita tidak dirugikan olehnya. Perasaan ini jika tidak
dikendalikan akan menggumpal menjadi amratul qulub (penyakit hati).
Berikut ini perasaan-perasaan yang memerlukan pengendalian diri oleh
kita:
a) Amarah
Allah Swt menganugrahkan rasa marah bagi kita guna
mengekspresikan perasaan hati. Namun, amarah bisa menjadi
media efektif bagi setan untuk menunggangi kita sehingga kita
tunduk kepadanya dengan meledakan amarah. Padahal, jika saja
nafsu amarah tidak ada, setan tentu tidak bisa berbuat apa-apa.
Karena itu, setan begitu membenci orang yang sebenarnya bisa
marah, tetapi tidak mau marah.
Rasa marah bisa terkontrol jika kita meyakini bahwa hal
itu tiada berguna sama sekali. Amarah itu memang suasana hati
yang paling sulit dikendalikan. Karena itu, Allah Swt dan rasul-
118
Nya sudah memperingatkan kita tentang dampak negatif dari
amarah. Rasulullah saw memberikan cara praktis untuk
mengendalikan amarah, dalam haditsnya yaitu ”Jika seorang di
antaramu marah ketika sedang berdiri, segeralah ia duduk, jika
kemarahan belum mereda, hendaklah ia berbaring ” (HR. Abu
Dzar).
Damapak negatif dari marah salah satunya menghasilkan
kata dan perilaku yang keji, yang bisa melukai orang lain. Tentu
saja perbuatan ini akan menghancurkan hubungan baik di
lingkungan mana pun. Namun, memang ada kalanya kita tidak bisa
menahan amarah. Jika harus terjadi, pilihlah kata-kata yang tidak
menyakitkan hati, sederhanakan persoalannya jangan diperuncing
dan persingkat kemarahannya, yang terpenting juga jangan
sungkan meminta maaf setelah marah.
b) Ucapan
Mulutmu adalah harimaumu yang akan menerkam
kepalamu. Inilah pepatah lama yang maksudnya betapa bahaya
ucapan atau lisan kita. Banyak sekali yang termasuk bahaya lisan
itu, di antaranya berbohong, menggunjing (ghibah), mengumpat
dan mengobrol yang tiada guna.
Kebersihan lisan harus disertai oleh kebersihan hati.
Tanpa adanya kebersihan hati, kita tidak akan bisa menghasilkan
kata-kata ataupun kalimat-kalimat yang berisi dan berkualitas.
119
Syeikh Ibnu Atha’illah mengatakan, ”bahwa tiap lisan yang
dikeluarkan pastilah membawa corak bentuk hati yang
mengeluarkannya”.
Tersemburnya caci maki, penghinaan, kebohongan,
sumpah serapah, yang rata-rata menyakitkan hati, pastilah
bersumber dari hati yang kotor. Di hati yang kotor selalu terselip
keinginan untuk mengucapkan lisan yang menyakitkan, tidak
bermakna atau sekedar berkomentar yang tidak perlu. Apa saja
yang terlihat di depan matanya ataupun terlintas di pikirannya,
selalu membuatnya gatal ingin bicara. Oleh karena itu, kita perlu
berhati-hati dalam hal lisan, kita perlu kemampuan menahan lisan
dengan mempertimbangkan akibat-akibat yang menyertainya.
Lisan memang tidak melukai sacara fisik, namun bisa melukai
perasaan yang mampu membawa perkelahian fisik, terputusnya
silaturahmi dan hancurnya sebuah sistem.
102









102
Ibid., hlm. 43
120
Tidak penting Penting
Diam
Apa manfaatnya?
Siapa lawan bicara?
Adakah unsur ghibah?
Bagaimana etikanya?
Bagaimana pilihan kayanya?
















Gambar 4.3 Proses Lisan Berkualitas

Keinginan atau niat berbicara
Pikirkan secara matang
Tanyakan pada hati nurani
Lisan yang berkualitas
121
c) Pandangan
Mata atau pandangan kita ibarat kamera yang bisa merekam
setiap objek dan disimpan dalam memori otak. Karena itu,
pandangan lewat mata merupakan virus yang bisa membuta kita
terpengaruh untuk kembali mengotori hati. Barang siapa yang
ketika di dunia ini tidak mahir menahan pandangan, gemar melihat
hal-hal yang diharamkan oleh Allah, maka jangan terlalu berharap
memiliki hati yang bersih. Umar bin Khattab pernah berkata, ”lebih
baik aku berjalan di belakang singa dari pada berjalan di belakang
wanita”. Ini memperlihatkan betapa bahayanya pandangan,
terutama bagi para ikhwan jika terlarut memandang akhwat.
Pandangan berbahaya tidak terbatas pada soal lawan jenis.
Akan tetapi, termasuk juga pandangan kita terhadap hal-hal yang
kerapkali menggiurkan hati kita. Karena itu salah satu kekuatan
yang diperlukan oleh orang-orang yang istiqomah menjaga hati
adalah menundukan pandangan. Tundukkan pandangan terhadap
hal-hal yang menimbulkan nafsu syahwat dan terhadap hal-hal
yang menimbulkan keinginan hampa.
Bahagialah orang yang sangat senang melihat kebaikan
orang lain. Namun, tatkala mendapati seseorang tidak baik
kelakukannya, segera mengerti bahwa manusia itu bukan malaikat.
Di balik segala kekurangan yang dimiliki orang tersebut pasti ada
122
kebaikannya. Jadi, fokuskan perhatian kita kepada kebaikannya
sehingga bisa tumbuh rasa kasih sayang di hati.
Tabiat nafsu selalu tidak sebanding antara kesenangan yang
didapat dan akibat atau resiko yang diterimanya
103


d) Pendengaran
Hampir setara fungsi dan dampaknya dengan pandangan
dalam memebersihkan dan mengotori hati adalah pendengaran.
Jika kita mendengar hal-hal yang tidak sepantasnya didengar, itu
membuat hati kita tidak tenang dan penasaran untuk
melontarkannya. Jika kita mendengar hal-hal yang tidak
menyenangkan atau menyakitkan, itu dapat menimbulkan dendam
dan amarah yang mengotori hati.
Sebaliknya, jika kita mendengar hal-hal yang baik, tentu
itu akan menentramkan hati. Coba saja kita dengarkan lantunan
ayat-ayat Al-Qur’an, hati kita menjadi teduh dan tentram rasanya.
Makanya beberapa pakar psikologi menganjurkan pada saat bayi di
dalam kandungan sebaiknya diperdengarkan kepadanya musik-
musik klasik yang berirama lembut dan intelek. Ini merupakan kiat
pertama menanamkan kecerdasan ruhani pada sang bayi. Dalam
Islam tetulah lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang lebih bermakna
dari pada musik klasik.



103
Ibid., hlm. 42
123
e) Selera makan
Kegiatan makan termasuk jalan bagi seseorang untuk bisa
lebih dekat kapada Allah Swt dan sebaliknya, bisa pula menjadi
media pertuturan nafsu. Hakikat makan bagi seorang hamba Allah
adalah demi menjaga kesehatan tubuhnya dan makanan termasuk
rezeki yang dilimpahkan Allah sehingga seseorang bisa menikmati
dengan penuh syukur. Namun, ada kalanya makanan dijadikan
sebagai alat kesombongan untuk pamer, kekikiran, pelampiasan
nafsu dan alat untuk menzalimi orang lain. Di sinilah makanan
tersebut akan menjadi pupuk bagi pertumbuhan hati yang semakin
kotor.
Barang siapa yang ingin memiliki hati yang sehat dan
memlihara kebeningannya, hendaknya senantiasa berhati-hati
dalam soal makan. Hal-hal yang dapat menurunkan kualitas iman,
seperti tidak sanggup bertahujud, tidak khusuk dalam beribadah,
tumpulnya otak dan tidak terkabulnya do’a terkadang disebabkan
perkara makan. Karena itu, perkuatlah kemampuan atau ketahanan
diri terhadap makanan dan Allah serta Rasulullah saw telah
menganjurkan senta mencontohkan perilakunya yaitu berpuasa.
2) Mengelola stres
Kegelisahan dan kecemasan adalah keadaan tidak
mengenakkan yang bisa dialami oleh semua orang. Namun, ada orang
yang bisa tawakal menerimanya sehingga bisa semakin dekat kapada
124
Allah Awt dan bisa menjaga hatinya dari sifat buruk sangka kepada
Allah maupun orang lain. Adapula yang benar-benar tersiksa olehnya
sehingga kerapkali menyalahkan lingkungan, orang lain, bahkan Allah
swt.
Stres berhubungan dengan suasana fisik. Adapun yang
berhubungan dengan kejiwaan biasa disebut depresi. Keduanya timbul
karena banyak hal seperti:
a) Keluarga
Keluarga bisa menjadi sumber stres manakala tidak
memberikan suasana yang kondusif. Misalnya, keluarga yang
mengalami perpecahan, baik perceraian orang tua maupun
pertengkaran orang tua dan anak. Bisa pula karena perilaku-
perilaku buruk yang ditunjukkan oleh orang tua seperti selingkuh,
berbuat tidak adil, menipu orang dan menzalimi orang. Bisa juga
karena perilaku buruk anak seperti terlibat narkoba, melawan orang
tua atau perbuatan-perbuatan melawan hukum.
Stres dari keluarga ini bisa juga timbul dari hubungan
antara suami dan istri. Istri akan merasa cemas manakala melihat
perubahan perilaku suaminya yang kasar, egois dan mau menang
sendiri atau sebaliknya suami merasa cemas manakala melihat
istrinya seorang yang pemboros, suka berkata kasar dan
menyakitkan. Suasana stres dalam keluarga ini berpeluang pula
125
ditimbulkan oleh orang lain di luar keluarga inti, seperti mertua,
menantu, besan, ipar, keponakan dan saudara-saudar lainnya.
b) Hubungan antar personal
Stres bisa diakibatkan hubungan antarpersonal. Sesorang
yang kita cintai biasanya begitu memikat hati, namun manakal
ikatan itu putus karena sang pujaan hati memutuskannya ataupun
menikah dengan orang lain, saat itulah hal yang paling mungkin
menimbulkan stres. Kemudian, bisa pula terjadi manakala kita
dicintai begitu banyak orang, padahal kita tidak mencintai satu pun
dari mereka. Semua ini berpotensi memunculkan ketegangan,
kecemasan dan ketakutan akan masa depan kita.
c) Pekerjaan
Kata-kata stres kerapkali dikenalkan kepada pekerja,
terutama eksekutif di perusahaan. Pekerjaan dan karier menjadi
peluang bagi mereka untuk mendatangkan stres. Misalnya, beban
pekerjaan yang mereka terima tidak sesuai dengan kemampuan
ataupun imbalan yang didapatkan. Bisa juga karena karier mereka
dihambat oleh orang lain atau reputasi hancur karena kesalahan
sepele. Selain itu, soal gaji, penghargaan dan hukuman (reward
and punishment), jenjang karier, serta turunnya omzet atau
kerugian bisa membuat stres. Di pihak lain, orang-orang yang
mendambakan pekerjaan dan masih terus menganggur lama-
126
kelamaan bisa mengalami stres, orang-orang yang kehilangan
pekerjaan juga bisa stres.
d) Tetangga
Orang terdekat di lingkungan rumah kita adalah tetangga.
Tetangga yang baik dan ramah bisa mendatangkan kedamaian bagi
kita. Namun, jika tetangga menjadi sumber keributan, tentulah bisa
mendatangkan stres.
e) Persoalan hukum
Orang-orang yang bersentuhan dengan hukum karena
melanggarnya tidak pelak lagi bisa mengalami stres. Polisi,
pengadilan dan penjara menjadi sesuatu yang menakutkan karena
bisa mencuri kebebasan dan menghancurkan nama baik kita serta
keluarga, belum lagi kita bisa kehilangan pekerjaan karena
persoalan hukum ini.
f) Kondisi fisik
Ketegangan dan kecemasan bisa datang dari perubahan atau
perkembangan fisik. Penyakit atau cacat tubuh bisa menjadi
sumber stres. Seorang yang cacat mungkin saja merasa tersiksa,
kemudian mati-matian menyembunyikan kecacatannya. Seorang
wanita yang menjelang tua, merasa ketakutan dengan kulitnya yang
mulai keriput atau menjadi panik karena memasuki masa
menopause.

127
Kunci menghilangkan stres adalah mendekatkan diri kepada
Allah Swt. Artinya, kita tidak justru larut pada permasalahan yang
mengguncang, tetapi mencari pemecahannya dengan memohon kepada
Allah Swt.
Alangkah ruginya seseorang yang hidup sekali, namun dipenuhi
dengan pikiran tegang
104


3) Mengelola waktu

Waktu adalah amanah bagi manusia untuk digunakan sebaik-
baiknya atau dengan kata lain, efektif dan efisien. Allah memberikan
waktu bagi manusia untuk berkiprah di dunia ini. Ada manusia
memanfaatkan masa itu dengan baik hingga bisa melakukan
percepatan dan memanfaatkannya. Namun, ada pula manusia yang
sebaliknya hingga menunda-nunda dan menggunakan jalan memutar.
Kelakukan, pikiran, sikap, tutur kata dan apa pun yang kita
lakukan, semuanya pasti memakan waktu. Maka, tidak boleh kita
melakukannya kecuali jika dipandang berharga dan bermanfaat
105


Brikut ini kiat praktis mengelola waktu:
a) Biasakan tertib dan teratur
b) Selalu terencana
c) Biasa dengan data dan informasi akurat
d) Sedia perangkat yang memadai
e) Jangan menunda dan mengulur waktu
f) Selalu tepat waktu
g) Biar cepat dan ringkas asal selamat
h) Biasakan cek dan ricek
i) Waspadai pencuri waktu
106



104
Ibid., hlm. 50
105
Ibid., hlm. 58
106
Ibid., hlm. 59-62
128
الل-


Memberi amanah waktu


Tingkatkan keyakinan kita kepada Allah. Allah Swt
adalah sebaik-baik becking (pelindung) hidup kita.
Keyakinan kepada Allah akan meningkatkan
efektivitas dan efesiensi penggunaan waktu




sudahkan mulut digunakan untuk membicarakan yang
baik dan bermanfaat?

Sudahkah telinga digunakan untuk mendengarkan yang
baik dan bermanfaat?

Sudahkah mata digunakan untuk melihat dan membaca
hal-hal baik serta bermanfaat?

Sudahkah hati dan pikiran kita digunakan untuk
merasakan dan memikirkan hal-hal yang baik dan bermanfaat?

Jadi, upayakan input dan output yang kita terima dan
hasilkan benar-benar berkualitas dan bermanfaat. Jika
demikian, tidak ada alasan bagi kita untuk menunda-
nunda berbuat kebaikan.

Gambar 4.4 Mengelola Waktu



129
4) Berempati
Empati merupakan kemampuan dan keinginan untuk
merasakan apa yang orang lain rasakan. Berempati termasuk bagian
dari kemampuan mengolah hati. Berempati memungkinkan sikap kita
sebagai manusia bermanfaat buat yang lainnya. Bukankah orang yang
paling mulia itu adalah orang yang paling bermanfaat buat yang
lainnya? Sungguh tiada berguna orang justru merugikan orang lainnya.
Keberuntungan kita bukan diukur dari apa yang kita dapatkan,
melainkan dari nilai manfaat yang ada dari kehadiram kita. Dari sinilah
bermula rasa suka dan sayang orang terhadap kita karena kehadiran
kita bisa menyejukkan, menolong dan memberikan solusi-solusi yang
berguna. Munculnya kesejukan, sifat menolong dan kejernihan pikiran
mencari solusi karena kita bisa merasakan apa yang orang lain rasakan.
5) Berkomunikasi dan bergaul
Komunikasi dalam pergaulan yang hakiki adalah komunikasi
dan pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan. Insya Allah
seperti ini akan terasa sangat indah dan mengesankan. Pergaulan yang
penuh rekayasa, topeng dan tipu daya demi kepentingan yang bernilai
rendah tidak pernah abadi dan cenderung menjadi masalah, baik
jangka pendek maupun jangka panjang.
Gambaran suasana hati bisa menjadi gambaran nyata dan eksplisit
fisik kita. Untuk itu, orang yang ingin berhasil dalam bergaul harus menata
hatinya sehingga menunjukkan tiga gambar fisik yang baik:
130
1) Aku bukan ancaman bagimu
Harus ada keyakinan dalam hati bahwa kita tidak menjadi ancaman
bagi orang lain. Istilahnya kita bukanlah si biang kerok yang selalu
menimbulkan kesusahan dan kerugian pada pihak orang lain. Andaikan
kita bertemu dengan orang yang sering menyakiti, baik dengan kata
maupun sikapnya, niscaya kita pun tidak akan nyaman berjumpa
dengannya. Bahkan, kalau bisa sangat ingin menghindar darinya. Lalu apa
yang bisa kita lakukan?
a) Hindari penghinaan
b) Hindari ikut campur urusan pribadi
c) Hindari memotong pembicaraan
d) Hindari membanding-bandingkan
e) Hindari membela musuh, mencaci teman
f) Hindari merusak kebahagiaan
g) Hindari mengungkit masa lalu
h) Hindari mengambil hak
i) Hindari kemarahan
j) Hindari menertawakan orang lain
k) Hindari penampilan buruk
107

2) Aku menyenangkan bagimu
Harus ada keinginan dalam hati bahwa kita bisa menyenangkan
orang lain. Alhasil, kehadiran kita bisa menjadi pelipur lara bagi orang-
orang yang sedang bermasalah.
a) Wajah yang selalu cerah ceria
b) Senyum yang tulus
c) Kata-kata yang santun dan lembut

107
Ibid., hlm. 84
131
d) Senang menyapa dan megucapkan salam
e) Sopan bersikap dan penuh rasa hormat
f) Senangkan perasaan orang lain
g) Penampilan yang menyenangkan
h) Memaafkan kesalahan
108

3) Aku bermanfaat bagimu
Telah diungkapkan oleh Rasulullah saw bahwa orang paling mulia
di antara kita adlah yang paling bermanfaat untuk orang lain. Karena itu,
harus menjadi tekad yang menggebu untuk meraih kedudukan mulia di sisi
Allah dengan cara meningkatkan kemampuan kita agar bermanfaat bagi
orang lain.
Keuntungan lain dari pemberi manfaat ini tentulah menjadi sangat
dibutuhkan, disayangi dan dicintai sebagaimana kita pun menncintai orang
yang berbuat banyak kebaikan kepada kita. Bagaimana kita bisa
meningkatkan manfaat untuk orang lain?
a) Rajin bersilaturahmi
b) Saling berkirim hadiah
c) Menolong dengan apa pun
d) Sumbangan ilmu dan pengalaman
109






108
Ibid., hlm. 89
109
Ibid., hlm. 94
132

komunikator








Mengukurnya dengan hati












komunikasikan




Umpan balik yang menyiratkan
gambar fisik komunikator:

aku bukan ancaman bagimu

aku menyenangkan bagimu

aku bermanfaat bagimu

Gambar 4.5 Proses Komukasi Berkualitas

Lisan Tulisan Gerak tubuh
133
d. Pengembangan Diri
Sering niat dan tekad menggebu di dalam hati untuk mengubah
diri. Lalu, kita tumbuh menjadi pribadi yang kita idamkan. Namun, setelah
tumbuh sering kita justru tidak bisa berkembang. Hal ini karena
kekonsistenan tekad dan niat kita terganggu oleh hal-hal yang berasal dari
dalam diri kita sendiri. Tidak ada kata terlambat untuk mengembangkan
diri karena pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat
baik dan ingin lebih baik, yang mungkin terlambat hanya kesadaran kita
memahami bahwa kita ini sebenarnya bukanlah pribadi yang
menyenangkan atau mungkin pribadi yang rendah diri karena tidak bisa
mengembagkan potensi-potensi positif yang ada.
Berikut ini upaya-upaya mengembangkan diri setelah melewati
proses pengenalan diri dan pembersihan hati. Keberhasilan pengembangan
diri adalah sebuah prestasi yang membuat hidup ini akan lebih berarti.
1) Membina kepercayaan diri
Perasaan rendah diri akan menjadi sesuatu yang berharga
manakala khusus dihadapkan kepada Allah Swt. Apalah artinya
manusia kecil jika dibandingkan dengan ke-Maha perkasa-an Allah
Swt. Allah Mahatahu meliputi segenap yang ada, sedangkan kita tidak
punya pengetahuan apa pun, kecuali sedikit saja. Karena itu, sangatlah
wajar jika kita merasa rendah diri di hadapan Allah Swt, yang tidak
wajar justru kalau kita merasa rendah di hadapan orang lain. Di
134
hadapan sesama manusia yang sama-sama diciptakan Allah dari tanah,
inilah yang menjadi masalah.
Tanda kita rendah diri, misalnya ketika kita harus berkumpul
dengan orang banyak, kita dilanda kegalauan luar biasa. Hati terasa
sempit, peluh pun bercucuran. Jika kita diminta untuk melakukan
sesuatu, kita segera menghindar, bukan karena sebab buruknya yang
diminta, melainkan karena adanya perasaan diri tidak mampu.
Ternyata penolakan ini tidak menolong kita. Kita semakin
merana dan merasa diri ini betul-betul hina tanpa guna. Kita pun lebih
sering menyendiri sehingga hidup ini menjadi sunyi senyap tanpa arti.
Tidak jarang perilaku ini melahirkan beban yang amat berat. Bahkan,
apabila semakin melekat pada diri pribadi, melahirkan keinginan fatal
menuju mati.
Minder memang menjadi berbahaya. Karena itu, mari kita
evaluasi diri sebelum penyakit ini menyerang dan membuat usaha kita
berkembang menjadi sia-sia. Waspadai hal-hal berikut ini:
a) Karena keaadaan Tubuh
b) Karena keadaan keluarga
c) Karena status sosial
d) Karena pekerjaan
e) Karena pendidikan
2) Membangun kredibilitas dan kapabilitas
Nabi Muhammad saw sebelum diangkat menjadi Rasul Allah
merupakan sosok yang sudah memiliki kredibilitas tinggti,
mendapatkan gelar al-Amin (terpercaya) dari masyarakat kota Mekkah
135
sejak usia remaja dan menjadi orang terpercaya (kredibel) karena
akhlak dan perilakunya. Kepercayaan adalah inti dari hubungan
antarsesama manusia. Seseorang yang telah memperolah kepercayaan
dari banyak orang sangat dimungkinkan memperoleh kesuksesan
dalam karier kehidupannya. Kekuatan hati, memang menjadi salah satu
pilar penting dalam membangun kredibilitas. Berikut upaya-upaya
untuk memperkuat hati dan menjaga kredibilitas:
a) Menebar kejujuran yang terbukti dan teruji
b) Menggalang kecakapan
c) Mengembangkan kreasi dan inovasi
Membangun kapabilitas termasuk sebuah proses yang juga
bersifat try and error. Jika suatu saat kita melakukan kesalahan yang
sengaja ataupun tidak disengaja karena di luar kemampuan kita, jangan
perbah rontok seakan-akan habislah segal-galanya. Kata-kata “jatuh
bangun”nbagi seseorang yang ingin meraih sukses adalah biasa dan
bukan suatu keburukan. Hal itu akan menimbulkan satu kecerdasan
yaitu apa yang disebut kecerdasan kegetiran sehingga sebagai pribadi
kita siap menjadi berhasil dan siap pula untuk gagal, dan tetap bertahan
dalam kondisi apa pun.
3) Menjadi pribadi unggul
Kata-kata “unggul” sering didengarkan sebagai kata yang
memiliki makna prestatif. Istilah bibit unggul, sekolah unggu, siswa
dan mahasiswa unngul, pesantren unngul dan lain-lain. Masalahnya
keunggulan hanya akan jadi wacana dan buah bibir jika kita
136
sebenarnya tidak bisa memaknai kata unggul tersebut dengan aktivitas
dan perilaku yang benar-benar menunjukkan keunggulan. Kita telah
mengetahui sebagi seorang muslim bahwa ukuran-ukuran kualitas
pribadi unggul telah ada pada diri Rasulullah saw. Dalam hal ini sesuai
dengan konsep manajemen qolbu, tetaplah tekad kita menjadi pribadi
unggul bermula dari ”rumah hati”. Bermula dari hati ini ada tiga
prasyarat:
a) Kita harus mempunyai kemampuan mengoreksi sikap mental
b) Kita harus berada pada lingkungan dan sistem yang kondusif
c) Kita harus sering bersilaturahmi
110


e. Makrifatullah
Langkah akhir dari upaya mengelola hati (manajemen qolbu)
adalah kecondongan diri kita kepada Allah. Qolbu yang bersih dan terjaga
harus senantiasa fokus kepada Allah demi menghidupkan dan
membinarkan terus-menerus pusat kepemimpinan di dalam diri kita yaitu
Allah Azza wa jalla.
1) Jalan menuju Allah
Dalam upaya pengenalan diri pada langkah pertama
manajemen qolbu, kita mengiringi dengan upaya mengenal Allah. Bisa
mengenal Allah adalah mutiara paling berharga dalam hidup ini,
apalagi jika kita tergolong orang-orang yang dikasihi Allah.

110
Ibid., hlm. 99-126
137
Oleh karena itu, tahapan paling tinggi bagi kita dalam
pengenalan diri, pembersihan hati, pengendalian diri dan
pengembangan diri adalah jalan menuju ridha Allah Swt. Segala
aktivitas kita di dunia ini harus menuju pada apa yang diridhai oleh
Allah. Insya Allah istiqomah pengelolaan hati akan terjaga dengan
senantiasa kita berpikir dan berikhtiar semata-mata demi Allah serta
kita melakukan dzikrullah semata-mata untuk mendekatkan diri dan
mengingat Allah Swt.
2) Kecerdasan ruhaniah
Kecerdasan ruhani merupakan anugerah Ilahi kepada hamba-
Nya yang selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Dalam hati orang-
orang yang dianugerahi kecerdasan seperti ini, cahaya Ilahi akan selalu
berbinar. Inilah ciri-ciri orang yang teranugerahi puncak kecerdasan
yaitu kecerdasan ruhaniah.
a) Mengalami perubahan yang dahsyat
Kekuatan keyakinan itu begitu dahsyat mengubah apa pun
bukan dengan bilangan tahun, melainkan bisa dengan bilangan
bulan, minggu, hari, bahkan detik. Jadi, jika menginginkan
perubahan yang drastis dan dramatis, tidak bisa dengan ancaman
dan paksaan, tetapi dengan kekuatan keyakinan kepada Allah-lah
semuanya bisa berubah. Dengan keimanan kita bisa berharap
terjadinya perubahan hakiki pada diri kita, yang semula pemalas
berubah menjadi sarat semangat berkarya.
138
b) Menjadi orang yang merdeka
Berbahagialah orang yang membina hubungan baiknya
tidak saja secara horizontal, tetapi yang lebih penting adalah secara
vertikal dengan Allah Swt. Manakala kita telah mengenal Allah
Swt kita pun akan menjadi merdeka. Dipuji tidak dipuji kita tetap
giat berbakti, diberi balasan atau tidak kita tetap senang berbuat
baik, diawasi atau tidak kita tetap istiqomah bekerja dengan tertib
dan optimal.
Siapa pun yang mengenal Allah, tidak akan pernah kecewa
dengan perbuatan Allah sebab meyakini semuanya telah diatur.
Maka semua puncak kebahagiaan, ketenangan, seluruhnya
berbanding lurus dengan tingkat keyakinan kita kepada Allah.
c) Merasakan pengiring
Orang yang mendekatkan dirinya kepada Allah tentu tidak
akan merasakan kesendirian karena dapat meraskan iringan Allah
dalam hidupnya. Kita pun tidak akan pernah merasa sepi sebab ada
Allah yang memperhatikan kita, memenuhi kebutuhan-kebutukan
kita, siang malam baik dalam keadaan sepi maupun ramai.
d) Menjadi optimis
Sebagian besar di antara kita sering merasa kecil dan kecut
hati mengahadapi hidup ini. Hari esok dihadapi dengan
kekhawatiran dan bermuram durja. Padahal andai sudah bulat
139
keyakianannya kepada Allah maka semua kecemasan itu tidak
berarti apa-apa.
e) Memiliki akhlak yang baik
Alangkah tentramnya orang yang berada di samping orang
yang berhati bersih. Kejernihan hati yang berasal dari keyakinan
bahwa Allah mengawasi segala gerak-geriknya, mengetahui
segenap lintasan hatinya. Keadaan seperti ini akan membuat
hidupnya damai. Sekalipun tinggal di tempat yang sempit, dunia
akan terasa luas baginya, hal ini kerana banyak tempat yang
merindukan kehadirannya.
111

f. Ikhlas
Kesungguhan kita untuk meniti kelima langkah yakni pengenalan,
pembersihan, pengendalian dan pengembangan diri serta makrifatullah
atau kecondongan diri kepada Allah, tampaknya tidak akan ada artinya
jika tidak serius untuk menjaga keikhlasan. Ikhlas adalah bersih dari segala
maksud-maksud pribadi, bersih dari segala pamrih dan riya, bersih dari hal
yang tidak disukai Allah Swt. Ikhlas dalam menjadikan Allah sebagai
Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa alam raya. Ikhlas dalam
menjadikan Allah sebagai satu-satunya Zat yang kita harapkan, taati, cintai
dan kita takuti. Ikhlas menerima Muhammad saw sebagai penjelas dan
penyampai wahyu Ilahi. Ikhlas menerima Al-Qur’an sebagai pedoman
dalam segala gerak kehidupan kita.

111
Ibid., hlm. 130-138
140
Manusia yang ikhlas adalah manusia yang berkarakter kuat dan
tidak pernah mengenal lelah. Setiap perilakunya sama sekali tidak
dipengaruhi oleh ada atau tidaknya kedudukan maupun penghargaan.
Baginya yang paling penting adalah Allah ridha kepadanya. Orientasi
hidupnya jelas dan tegas, langkahnya pasti dan penuh harapan, tidak ada
kata frustasi dalam hidupnya, tidak ada kata putus asa dalam usahanya,
jiwanya merdeka karena hanya Allah yang menjadi tujuan hidupnya.
Sungguh beruntung bagi siapa pun yang dikaruniakan oleh Allah
menjadi seorang hamba ahli ikhlas. Secara sederhana ada sebelas tanda
keikhlasan yaitu:
1) Tidak mencari popularitas dan tidak menonjolkan diri
2) Tidak rindu dan tidak terkecoh pujian
3) Tidak silau dan cinta kepada jabatan
4) Tidak diperbudak imbalan dan balas budi
5) Tidak mudah kecewa
6) Tidak membedakan amal besar dan amal kecil
7) Tidak fanatis golongan
8) Menyalurkan emosi secara objektif
9) Ringan, lahap dan nikmat dalam beramal
10) Tidak egois karena selalu mementingkan kepentingan bersama
11) Tidak membeda-bedakan pergaulan
112

g. Kiat-Kiat Manajemen Qolbu
1) 3 S Manajemen Konflik
a) Semangat Bersaudara
b) Semangat Mencari Solusi
c) Selamat Maslahat Bersama

112
Ibid., hlm. 143-154
141
2) 3 M Kiat Mengubah Bangsa
a) Mulai dari Diri Sendiri
b) Mulai dari Hal yang Kecil
c) Mulai Saat Ini
3) 5 Pantangan
a) Pantang Sia-Sia
b) Pantang Mengeluh
c) Pantang Menjadi Beban
d) Pantang Berkhianat
e) Pantang Kotor Hati
4) Membangun Kredibilitas
a) Kejujuran yang Terbukti dan Teruji
b) Cakap
c) Inovatif
5) TSP
a) Tahan dari buang sampah sembarangan
b) Simpan sampah pada tempatnya
c) Pungut sampah insya Allah sedekah
6) 7 T Kiat Membentuk Pribadi Sukses
a) Tenang
b) Terencana
c) Terampil
d) Tertib
e) Tekun
f) Tegar
g) Tawadhu
7) Prinsip Kerja Sama
a) Adil
b) Saling menguntungkan
c) Transparan

142
8) 5 S Kiat Membentuk Pribadi Simpatik
a) Senyum
b) Salam
c) Sapa
d) Sopan
e) Santun
9) 5 Kiat Praktis Mengatasi Persoalan Hidup
a) Siap
b) Ridha
c) Jangan Mempersulit Diri
d) Evaluasi Diri
e) Hanya Allah Satu-satunya Penolong
10) 3 B + RS (Budaya Kepemilikan)
a) Berkah
b) Bersahaja
c) Bersih
d) Rapi
e) Serasi
11) B + 2 L
a) Berani mengakui jasa dan kelebihan orang lain
b) Bijak terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain
c) Lihat kekurangan dan kesalahan diri sendiri
d) Lupakan jasa dan kebaikan diri sendiri
12) Konsep Produk
a) Mutu Terjamin Halal
b) Murah Harganya
c) Mudah Didapat
d) Mutakhir
e) Multi Manfaat Dunia dan Akhirat


143
13) Konsep Untung
a) Bila Menjadi Amal Shaleh
b) Bila Menjadi Ilmu
c) Bila Bermanfaat
d) Bila Menambag Silaturahmi
e) Bila Menguntungkan Orang Lain
14) DEWASA
a) Diam Aktif
b) Empati
c) Wara’
d) Adil
e) Suri Teladan
f) Amanah
15) Rahasia Sosialisasi
a) Suri Tauladan
b) Media yang Aman
c) Pendidikan yang Unggul
d) Lingkungan yang Kondusif
16) 7 B Kiat Meraih Hidup Sukses
a) Baribadah dengan Benar dan Istiqomah
b) Berakhlak Baik
c) Belajar Tiada Henti
d) Bekerja Keras, Cerdas dan Ikhlas
e) Bersahaja dalam Hidup
f) Bantu Sesama
g) Bersihkan Hati Selalu




144
Berikut adalah pemaparan tentang santri Program Pesantren
Mahasiswa (PPM) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung:
a. Latar Belakang Program Pesantren Mahasiswa (PPM)
Dewasa ini tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan memiliki
pengaruh yang sangat besar terhadap perubahan akhlak, karakter,
pemikiran, bahkan keyakinan seseorang, tidak sedikit orang yang berubah
menjadi tidak baik dan menyimpang ketika salah dalam mengambil
lingkungan yang ditempati. Sudah menjadi kebutuhan bagi para
mahasiswa untuk memilih tempat tinggal yang sesuai, bukan hanya karena
jaraknya yang dekat dengan kampus, tapi juga tempat yang kondusif untuk
belajar dan menambah pengetahuan, dalam mengembangkan kemampuan
diri dengan penguasaan wawasan, pengalaman, dan pergaulan yang Islami
sebagai bekal untuk masa depan.
Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Daarut Tauhiid Bandung,
sebagai wadah bagi mahasiswa untuk beraktivitas dengan kreatif dan
inovatif, sekaligus sebagai tempat belajar dan menimba ilmu pengetahuan
keagamaan. Program ini diharapkan dapat membantu menumbuhkan
idealisme para mahasiswa dalam mencetak kader-kader baru generasi
muda yang memiliki komitmen dan bertata nilai Islam yang kuat, dengan
penguasaan pengetahuan dan kemampuan pemahaman yang utuh serta
ruhiyah yang mantap (baik dan kuat).

145
Program Pesantren Mahasiswa (PPM) pada prinsipnya hadir
sebagai sebuah jawaban alternatif, dengan didasari oleh adanya tanggung
jawab dan kepedulian terhadap kondisi generasi bangsa yang saat ini
cenderung mengarah pada terjadinya degradasi moral. Program Peasntren
Mahasiswa (PPM) sebagai sebuah program pendidikan yang berorientasi
pada penanaman aqidah, pengembangan potensi dan pembentukan sikap,
dengan harapan menjadi solusi alternatif bagi bangsa.
Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Daarut Tauhiid adalah
program santri mukim 1 (satu) tahun, program ini menggunakan pola
pembelajaran lepas kuliah (PLK), dengan tidak mengganggu aktivitas
kuliah. Waktu pembelajaran yang digunakan yaitu ba’da sholat subuh dan
ba’da sholat ashar (waktu belajar pada prinsipnya fleksibel dan
kondisional).
b. Tujuan Program
1) Umum
Membentuk pribadi muslim yang memiliki aqidah yang bersih,
ibadah yang benar dan akhlak yang mulia (akhlaqul karimah)
2) Khusus
Menghasilkan sosok santri yang memiliki:
a) Pemahaman keIslaman yang baik dan benar
b) Ruhiyah yang bagus
c) Kebeningan Hati
d) Kemandirian dan bertanggung jawa
e) Berjiwa kepemimpinan
f) Mampu mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan
sehari-hari
146
c. Pendekatan Program:
1) Menampilkan contoh/ suriteladan
2) Pendidikan, latihan dan pembinaan yang berkesinambungan
3) Lingkungan kondusif
4) Kekuatan do’a (kekuatan spiritual)
d. Tahapan Kegiatan
1) Masa pendaftaran
2) Proses seleksi
3) Tes pengetahuan dasar agama Islam
4) Tes kesemaptaan
5) Wawancara
6) Orientasi santri dan diklatsar
7) Proses Kegiatan Belajar (KBM)
8) Ujian Tengah Semester (UTS)
9) Ujian Akhir Semester (UAS)
10) Aktivitas unggulan
11) Camping ruhiyah dan tafakur alam
12) Malam bina iman dan takwa
13) Praktek Khidmat Masjid (PKM)
14) Pembinaan Anak Muslim Kreatif (AMK)
15) Sidang (Laporan akhir)
16) Wisuda dan kenaikan tingkat (untuk yang melanjutkan)
e. Materi Pembelajaran:
1) Aqidah Islam,
2) Akhlak (MQ)
3) Fiqih,
4) Tahsin Al Qur'an
5) Tafsir Al Qur'an
6) Tahfiz Al Qur'an
7) Hadits
8) Bahasa Arab
147
9) Bahasa Inggris
10) Leadership
11) Entrepreneurship (kemandirian)
f. Fasilitas:
1) Asrama
2) Seragam kebersamaan
3) Syal KBM
4) Keanggotaan perpustakaan
5) Name Tag
6) Serifikat
g. Materi Seleksi:
1) Tes Tertulis kemampuan dasar keislaman (Al Qur'an, Aqidah,
Fiqih, Akhlak & wawasan umum)
2) Kesemapatan
3) Wawancara
h. Pengembangan SDM Program
1) PJ. Program
2) Administrasi umum
3) Mudabbir dan Mudabbirroh
4) Logistik
i. Sarana dan Prasarana
1) Ruang Tidur
2) Dapur
3) Kamar mandi
4) Aula
5) Lemari (loker kecil)
6) Kasur
7) Bantal
8) Selimut


148
j. Syarat-Syarat Pendaftaran
1) Mengisi formulir
2) Foto copy KTP (Kartu Identitas)
3) Foto copy ijazah terakhir
4) Surat keterangan sehat dari dokter
5) Surat Keterangan berkelakukan baik
6) Pas foto 2x3 = 2 lbr dan 3x4 = 2 lbr
7) Surat izin orang tua dan surat keterangan dari kampus

Untuk mencapai target kegiatan belajar Program Pesantren
Mahasiswa (PPM) Daarut Tauhiid Bandung diatur dalam jam pelajaran
terjadwal yang waktunya ditetapkan sesuai dengan kebutuhan santri.
Kegiatan penyampaian materinya dilakukan secara learning by doing,
pembelajaran sesudah memahami sehingga materi yang dipelajari sesegera
mungkin diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.











122
Tabel 4.1 Jadwal Aktivitas Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung 2008-2009


WAKTU SENIN Tp SELASA Tp RABU Tp KAMIS Tp JUMAT Tp SABTU Tp AHAD Tp
03.00 -
03.30
Sahur A Persiapan Shalat Tahajjud A Sahur A Persiapan Shalat Tahajjud
03.30 -
04.30
Shalat Tahajjud + Shalat Subuh
A

AKHLAK
(MQ)
AL QUR'AN
IHKWAN
AL QUR'AN
AKHWAT
04.30-
06.00
MQ ON AIR

Ust.
Mulyadi A.
F.
DI
Ust. Suherman Ar
Rozi
M MQ ON AIR M
Usth. Siti Sumarni
M MQ ON AIR M
06.00 -
07.00
O p s I h / O l a h R a g a + K P S A
07.00 -
07.30
08.00 -
08.30
TAUSHIYAH
08.30 -
09.00
Aa Gym +
Asaatidz
M
09.00 -
09.30
Shalat Dhuha M
09.30 -
10.00
L I B U R T
10.00 -
10.30
AKTIVITAS
KULIAH
A K T I V I T A S K U L I A H CAMPUS
KEBERSAMAAN/
Bersih-bersih
perlengkapan
pribadi
A
PENGAJIAN
AHAD SIANG
M
123
11.00 -
11.30
Aa Gym)
12.00 -
12.30
S h o l a t D h u h u r B e r j a m a a h M
12.30 -
13.00
AKTIVITAS KULIAH / KPS T
14.45 -
15.00
Persiapan Shalat Ashar, Tilawah Al-Qur'an M
15.00-
16.00
S h o l a t A s h a r, D z i k i r A l - M a t s u r o t & P e r s I a p a n K B M M
15.30 -
16.00
16.00 -
16.30
AL-HIKAM
BREAFING
SANTRI
16.30 -
17.30
A K T I V I T A S K U L I A H T
Aa Gym /
Asaatidz
M A K T I V I T A S K U L I A H T
PJ. Program
C7
17.30 -
18.00
KPS + Persiapan Shalat A
KPS/Persiapan
Buka
A KPS + Pers. Shalat A KPS + Pers. Shalat
18.00 -
18.15
TAFSIR JUZ
'AMMA
18.30 -
19.15
Sholat Magrib + Makan Malam M
Ust. Sholahuddin
DH
Sholat Magrib +
Makan Malam
M/T
Sholat Magrib +
Makan Malam
A
19.15 -
19.45
S h a l a t I s y a B e r j a m a a h M
Shalat +
Makan +
Persiapan
Khidmat
pengajian
M
Shalat Isya M
LIBUR T
Shalat Isya M
BHS. ARAB TAUHIID Muthola'ah
PENGAJIAN
MALAM
JUM'AT
KAJIAN FIQIH Muthola'ah MUHADHOROH
19.45 -
21.15
Ust. Nur Stalis
Alamin
A
Ust. Rizal
Zulkarnaen
DI
Mudabbir
A
Aa Gym
M
Ust. Roni A.
Fattah
DI
Mudabbir
A
Mudabbir
A
21.30 -
03.30
I s t i r a h a t / T i d u r A

Tabel 4.2 Format Muhasabah Harian
Bulan : ................
Isilah dengan tanda checklist () pada kolom yang telah disediakan, kecuali untuk poin yang bertanda *
(poin 4, 8 dan 12) diisi dengan angka sejumlah frekuensi sahabat melakukan aktivitas tersebut.
Hari/ Tanggal Hari/ Tanggal
No Aktivitas
Jml

Jml

Jml

Jml

Jumlah
Total
perbulan
Cinta Shalat Cinta Shalat
Shalat Shubuh Berjama’ah di Masjid
Shalat Dzuhur Berjama’ah di Masjid
Shalat Ashar Berjama’ah di Masjid
Shalat Maghrib Berjama’ah di Masjid
1
Shalat Isya’ Berjama’ah di Masjid









Shalat Shubuh di Shaf Utama Masjid
Shalat Dzuhur di Shaf Utama Masjid
Shalat Ashar di Shaf Utama Masjid
Shalat Maghrib di Shaf Utama Masjid
2
Shalat Isya’ di Shaf Utama Masjid









Shalat Sunnah Qobla Shubuh
Shalat Sunnah Qobla Dzuhur
Shalat Sunnah Ba’da Dzuhur
Shalat Sunnah Ba’da Maghrib
3
Shalat Sunnah Ba’da Isya’









4 Shalat Sunnah Tahiyyatul Masjid*
5 Shalat Sunnah Dhuha
6 Shalat Sunnah Tarawih Berjama’ah/ Qiyamullail/ Tahajjud
Cinta Masjid Cinta Masjid
Datang ke Masjid sebelum Adzan Shubuh (Min. 5 menit sebelum adzan)
Datang ke Masjid sebelum Adzan Dzuhur (Min. 5 menit sebelum adzan)
Datang ke Masjid sebelum Adzan Ashar (Min. 5 menit sebelum adzan)
Datang ke Masjid sebelum Adzan Maghrib (Min. 5 menit sebelum adzan)
7
Datang ke Masjid sebelum Adzan Isya’ (Min. 5 menit sebelum adzan)









8 Pengamalan TSP dan Bebaskomiba di Masjid*
Cinta Al-Qur’an Cinta Al-Qur’an
9 Tilawah/ membaca Al-Qur’an Min. 2,5 lembar sehari
10 Menghafak ayat Al-Qur’an

Cinta Shoum Cinta Shoum
11 Shoum Ramadhan/ Sunnah
Cinta Shodaqoh Cinta Shodaqoh
12 Shadaqoh Maal (Harta)*
Cinta Dzikir Cinta Dzikir
Berdzikir Al-Ma’tsurat ba’da shalat Shubuh
13
Berdzikir Al-Ma’tsurat ba’da shalat Ashar











1
3
5

124



149























150






















151
Dari data diatas dapat dilihat aktivitas sehari-hari santri yang full day
dengan berbagai macam kegiatan dan pelatihan, diharapkan santri bisa belajar
untuk disiplin waktu supaya tidak banyak waktu yang terbuang begitu saja.
Penyampaian pembelajaran di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok
Pesantren Daarut Tauhid Bandung telah menggunakan metode yang
bervariatif.
Jadwal belajar di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) ini disesuaikan
dengan kegiatan formal santri yakni menyesuaikan dengan jadwal kampus.
Kegiatan dimulai setelah kegiatan formal santri
113


Untuk menunjang kegiatan Program Pesantren Mahasiswa (PPM)
Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung ini ada buku panduan yang
diberikan kepada santri, di dalamnya terdapat tabel format muhasabah harian
yang harus diisi setiap harinya dengan tanda checklist pada kolom yang telah
disediakan, disesuaikan dengan aktivitas yang telah dilakukan. Dua halaman
disediakan untuk setiap bulannya dan diakhir bulan santri akan menjumlah
total point sesuai dengan aktivitas yang sudah dikerjakan.
Tujuannya dari adanya format muhasabah harian ini adalah supaya santri
mampu mengkoreksi dan memperbaiki diri menuju Ridho Allah SWT
114








113
Wawancara dengan Halimah, Murabbiyah Program Pesantren Mahasiswa Pesantren
Daarut Tauhiid Bandung, tanggal 29 November 2008
114
Ibid., Pukul 16.10
152























153
Dari tabel diatas adalah salah satu cara untuk mendukung tercapainya
target yang diharapkan dari Program Pasantren Mahasiswa (PPM) ini,
kegiatan belajar Program Pasantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren
Daarut Tauhid Bandung diatur dalam jam pelajaran terjadwal yang waktunya
ditetapkan sesuai dengan kebutuhan dalam pencapain target.


4.6 Santri Harapan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
154
Tabel 4.3 Karakter Santri Daarut Tauhiid
• Pembawaan Tenang, kalem dan mantap
• Penampilan Bersih, rapi dan wajar
• Raut Muka Cerah, jernih, dan murah senyum
• Tutur Kata Jelas, santun dan tidak banyak bicara
• Sikap Ramah, sopan, peka dan peduli
• Gerak-gerik Gesit, tangkas dan cekatan
• Mental (karakter kuat)
Penyabar, tangguh, ulet/gigih, pantang
mengeluh, dan pantang menyerah
• Sifat (karakter baik)
Jujur, berani, pemaaf, tawadhu, dan tulus
(ikhlash)
1. Kepala
b. Rambut
Selalu dicukur pendek dan tersisir rapih, tidak menutupi daun telinga dan tidak
menutupi kerah. senantiasa terpelihara kebersihannya, dicuci secara berkala,
tidak berkutu, tidak menghalangi kening sewaktu sholat. Tidak ada riwayat
santri DT berambut gondrong, atau kumal tidak terurus. Tidak diperbudak
oleh model rambut yang membuat ujub dan riya, ataupun genit menjadi
korban mode yang tak Islami.
b. Kopiah
Sangat senang berkopiah putih agar selalu bersih, dan kopiahnya dipastikan
secara berkala dicuci serta memiliki cadangan sehingga selalu bersih tidak ada
daki atau warna kumal dan lusuh. Namun tetap bukan merupakan kewajiban.
Harapannya dapat menjadi da’wah, bangga menjadi muslim, selain dapat
menjadi sarana penjagaan sikap diri
c. Kening
Ciri khas santri Daarut Tauhiid sangat senang dan betah bersujud, utama
sekali dalam shalat-shalat sunnah, atau sujud syukur, apalagi dikala tahajjud.
Namun demikian, tidak pernah ada upaya untuk menjadi riya dengan sengaja
membuat bekas sujud di keningnya, kalaupun ada dengan sendirinya maka
semua ini dianggap cobaan keikhlasan.
d. Pikiran
Ciri santri DT adalah selalu berpikir positif, senang berpikir keras, berpikir
cepat dan efektif, tajam dan kritis serta terlatih untuk menemukan masalah dan
potensi serta sanggup berpikir keras untuk merencanakan, memecahkan dan
melaksanakan penyelesaian masalah dengan baik dan benar.
Tidak pernah mau berpikir jahat, keji, berpikir mesum, kotor, angan-angan
kosong, lamunan hampa makna atau pikiran negatif lainnya, termasuk tidak
pernah mau berpikir yang sia-sia tiada arti. Berusaha berpikir penuh inisiatif
dan berpikir kreatif, senang dengan ide-ide baru. Senantiasa mengasah
pikirannya dengan bertukar pikiran, merenung atau tafakkur, membaca, atau
aneka cara lainnya yang dapat semakin membuka dan memperluas wawasan
berpikirnya.

155
e. Wajah
Ciri khas santri DT adalah tampak dari wajahnya yang selalu jernih ceria. Full
senyum ikhlas, yang akan menyenangkan siapapun yang menatapnya,
kecerahan tulus yang keluar dari lubuk hati terdalam buah dari sifat yang
selalu ingin membahagiakan orang lain. Wajah segar bercahaya yang
merupakan bekas dari istiqomahnya berwudhu. Merupakan suatu kehinaan
andaikata menampilkan wajah selalu bermuram durja, bengis, suram, ketus,
sinis, dan lain-lain.
f. Mata
Ciri santri DT adalah kemampuan menjaga pandangannya dari apapun yang
dilarang Allah SWT, tidak akan membiarkan matanya jelalatan melihat yang
diharamkan Allah sehingga akan mengeraskan dan menghancurkan hatinya
sendiri juga akan kedudukannya di sisi Allah.
Matanya sangat senang membaca Al Qur’an, tiada hari tanpa membaca Al-
Qur’an.
Matanya sangat hobi membaca untuk menuntut ilmu, akrab dengan bahan
bacaan bermanfaat, tahu serta dapat membaca dengan efektif dan efisien.
Matanya dapat ‘menemukan Allah’ dari kesenangannya mengagumi ayat-ayat
Allah, alam dan segala bentuk kebesaran Allah lainnnya. Matanya hanya
senang melihat yag bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya.
g. Telinga
Ciri santri DT adalah kesungguhannya untuk mensucikan pendengarannya
dari segala kemaksiatan dan kesia-siaan, sangat tidak suka mendengar aib
orang lain tanpa niat yang benar untuk kebaikan, tidak mau mendengar musik
atau lagu maksiat dan sia-sia. Tidak mau mendengarkan obrolan tanpa guna,
semua yang didengar dipastikan harus bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya.
h. Mulut
Tidak banyak bicara, tapi setiap pembicaraannya terjamin kebenarannya
terucap dengan fasih dan bahasa yang baik juga penuh makna, tutur kata yang
halus penuh etika, jujur dan terbuka, tidak mengenal berdusta, tidak pernah
mengingkari janji, tidak mengada-ada atau menambah-nambah omongan, atau
sebaliknya tidak menghilangkan apa yang harus disampaikan, pendek kata,
perkataannya adalah jaminan mutu.
Tidak pernah mau berkata kasar dan kotor, tidak berkata porno atau apapun
yang merupakan pembicaraan berselera rendah yang akan membuat malu
pendengarnya. Kemarahan tidak menjadikan kata-katanya meganiaya
siapapun dan tidak beranjak dari kebenaran dan keadilan. Tidak pernah mau
berghibah menceritakan aib dan kejelekan orang lain, atau menjatuhkan
kemuliaan orang lain, kecuali demi kebaikan dan dengan cara terbaik.
Gurauannya menyenangkan namun tetap dalam kebenaran, tidak berlebihan
dan melampaui batas, bersih dari kemaksiatan, orang akan aman dari kata-kata
yang akan melukai hatinya.
Tidak pernah mau memasukkan ke dalam mulutnya segala yang haram
maupun yang makruh, maka tidak pernah boleh ada santri yang merokok atau
yang sejenisnya

156
i. Gigi
Selalu tergosok dan terbersihkan dengan baik. Usahakan selalu putih
bercahaya, tidak boleh terjadi ada santri yang bergigi kuning kotor karena
jarang digosok, atau banyak kotoran di sela-sela giginya. Setiap karang gigi
dan gigi yang berlubang harus segera diobati sebelum menimbulkan masalah
yang lebih besar.
Bau mulut harus diperhatikan, tidak boleh membiarkan bermulut bau, ingat
walaupun rajin shaum tidak berarti harus bermulut bau, kita pun tidak pernah
senang dan nyaman berdekatan dengan orang yang bermulut bau, maka orang
lainpun demikian adanya. Milikilah selalu sikat gigi yang baik dan memenuhi
syarat serta pasta gigi yang terjamin kehalalannya. Dan gosoklah minimal 2
kali sehari (Rasul menggosok gigi setiap kali berwudhu dan seusai makan),
dan perhatikan pula caranya dengan benar. Miliki pula tusuk gigi, yang selalu
tersedia setiap saat, sehingga selalu dapat mengontrol kebersihan gigi, apalagi
bagi yang memiliki gigi yang sering bermasalah. Juga sangat baik bila
memiliki obat kumur agar mulut senantiasa sehat dan harum.
j. Kumis dan Janggut
Kumis dianjurkan untuk dipangkas habis, atau kalupun tumbuh harus dicukur
rata dan rapih selalu, tidak melebihi bibir atas. Janggut dan jambang (godeg),
dianjurkan dipelihara agar tumbuh, namun harus selalu dirawat dan dirapihkan
secara berkala sehingga tampak selalu rapih, bila tumbuhnya sedikit dan tidak
merata, maka bisa juga dibiarkan tetap ada namun dicukur sangat pendek atau
kalau perlu dicukur habispun tak menjadi masalah sekiranya bila dibiarkan
menjadi masalah. Dianjurkan selalu memiliki gunting kecil dan pisau cukur,
dan selalu mengontrol kerapihannya setiap hari.
1. Badan
Kondisi badan selalu terjaga kebersihan, kesegaran, dan vitalitasnya
dijaga, tidak berbau keringat utamanya bau ketiak, bahkan senantiasa harum tentu
saja bukan harum yang riya.
a. Otot
Tiada hari tanpa senam atau olah raga. Senantiasa berolahraga dengan baik,
benar dan istiqomah, sehingga ototnya terbentuk dengan serasi dan dapat
berfungsi optimal. Memiliki kekuatan dan daya tahan tubuh yang prima dan
terkondisi dengan baik dan mantap, selau segar dan siap sedia bertugas.
b. Gerakan Tubuh
Ciri santri DT memiliki gerakan tubuh yang gesit, tangkas, terampil, lentur,
mampu bereaksi cepat hasil dari sikap yang selalu dilatih. Sama sekali tidak
berkebiasaan lamban, malas atau lesu, loyo dan lemah.
c. Mental
Ciri santri DT adalah bermental baja, pantang menyerah dalam menghadapi
kesulitan apapun, pantang berkeluh kesah, gigih, ulet, tangguh, tahan uji,
tabah, berani mengambil risiko. Juga sangat pantang menjadi beban bagi
orang lain dengan sengaja. Kalaupun menjadi beban niscaya akan berjuang
untuk balas meringankan beban dalam bentuk yang dia mampu. Sangat
menjaga harga diri dan kehormatannya sebagai seorang muslim.

157
d. Pakaian atau Penampilan
Ciri santri DT senantiasa berpenampilan selalu menutup auratnya dengan
benar. Pakaiannya senantiasa tampil rapih, tersetrika dengan baik, bersih,
serasi, dan disesuaikan dengan keadaan, tidak mengenal penampilan seronok
dan bermewah-mewahan, juga tidak pernah mau berpakaian kumal, kotor,
kusut, bau yang akan membuat orang lain merasa jijik serta merendahkan
umat Islam. Setiap santri diharuskan sangat mejaga penampilannya sehingga
selain akan menyenangkan siapapun yang melihatnya juga turut mengangkat
wibawa dan kehormatan agama serta ummat Islam, namun demikian tetap
harus sangat menjaga niat agar terpelihara dari perasaan pamer, riya, ujub, dan
takabbur.
e. Perut
Dijamin terpelihara dari makanan yang haram atau bahkan yang meragukan
sekalipun, seluruh santri harus istiqomah shaum sunnah senin kamis atau
shaum Daud. Tidak pernah makan berlebihan. Tidak dikenal santri yang
terlalu gembul, rakus dan pemakan sembarang makanan.
f. Tangan
Kuku selalu tergunting dengan baik setidaknya setiap hari jum’at, tidak boleh
ada kuku panjang, kusam dan hitam kotor tak terurus. Selalu memakai arloji
yang akurasinya bagus, syukur kalau di tangan kanan (walaupun tidak wajib)
karena yang baik memang dianjurkan di kanan, bukan arloji mewah. Tangan
selalu ringan untuk menafkahkan rizkinya yang halal, tidak mengenal kikir.
Tangannya sangat senang, ringan dan mudah menolong orang lain. Tangannya
sangat terjaga dari menyentuh apapun yang diharamkan Allah, baik harta,
barang maupun lawan jenis yang tak halal baginya.
g. Kaki
Keadaan kaki bersih terpelihara, dengan kuku yang terpotong pendek dan
rapih. Ciri kaki santri DT sangat ringan bergerak ke tempat yang disukai
Allah, ke Masjid, ke Majelis Ilmu, ke tempat orang yang membutuhkan
pertolongan. Memiliki kemampuan dan kekuatan dalam berjalan maupun
berlari hasil dari latihan yang istiqomah. Ciri khas Rasulullah dalam berjalan
adalah langkah yang mantap, cepat bagai jalan di jalanan yang menurun, tidak
mungkin santri DT berjalan santai berleha-leha sia-sia. Senang dan
membiasakan diri untuk selalu bersepatu, sehingga selalu ready to combat.
Bila bersepatu modelnya disesuaikan dengan keadaan dan tidak untuk riya.
Tidak boleh membiasakan hanya bersandal biasa atau sandal jepit karet bila
berada di lingkungan kantor, sekolah, kampus, atau pesantren, apalagi bila
menerima tamu, kecuali untuk ke WC. Bila berkaus kaki maka selalu
warnanya serasi, tak akan dibiarkan berlubang-lubang dan bau, apalagi bila
shalat berjamaah, atau bertamu dengan membuka sepatu.
h. Sikap
Sikap ramah, santun, rendah hati, pemaaf, pemberani, sopan, menjaga
perasaan orang lain, memudahkan dan membantu kepentingan orang lain.
115


115
Buku Panduan Santri Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, hlm. 4-
10
158
2. Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Nilai-Nilai
Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kaulitas Akhlak Santri
Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut
Tauhiid Bandung
Agar kita dapat memahami tentang perlunya perubahan-perubahan
pendidikan pesantren atau faktor-faktor yang mendukung adanya penerapan
nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kaulitas akhlak yang sangat
besar pengaruhnya terhadap kegiatan-kegiatan Program Pesantren Mahasiswa
(PPM), maka perlu diketahui beberapa faktor tersebut antara lain:
a. Faktor Pendukung
1) Faktor kegigihan usaha tenaga pendidik Program Pesantren
Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung
Kegigihan tenaga pendidik adalah merupakan faktor yang
sangat mendukung terhadap pelaksanaan Program Pesantren
Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, karena
tanpa adanya kegigihan kerja yang tinggi dari para tenaga pendidik
mustahil Program Pesantren Mahasiswa (PPM) dapat terlaksana
dengan baik. Untuk itu, mengenai kegigihan usaha para tenaga
pendidik di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren
Daarut Tauhiid Bandung sudah tidak diragukan lagi.



159
2) Faktor internal dan eksternal
Faktor internal dalam melaksanakan penerapan nilai-nilai
Manajemen Qolbu di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung adalah pengasuh, pengurus dan
santri. Dari pengasuh terkait dalam pola kepemimpinan yang
demokratis sebagai figur untuk dicontoh baik itu dari sikap, perilaku
maupun keilmuannya yang turut andil adanya penerapan nilai-nilai
Manajemen Qolbu sesuai dengan harapan yang diinginkan. Pengurus
sebagai fasilitator dalam pengembangan adanya penerapan nilai-nilai
Manajemen Qolbu sesuai akan tuntutan dari luar. Santri sendiri sangat
besar pengaruhnya terhadap proses penerapan nilai-nilai Manajemen
Qolbu, karena tujuan utama diadakannya program ini adalah untuk
merubah dan meningkatkan keilmuan santri untuk menghadapi
tantangan di masa yang akan datang.
Dalam meningkatkan keilmuan santri, ustadz atau ustadzah
mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk dan
membangun kepribadian menjadi seseorang yang berguna bagi nusa
dan bangsa. Oleh karena itu, ustadz atau ustadzah dituntut untuk
mengembangkan profesionalitas diri sesuai perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Sedangkan faktor eksternalnya adalah wali santri dan
lingkungan. Dalam hal ini praktek yang telah dilakukan oleh Program
Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
160
Bandung dalam menata atau menciptakan lingkungan yang kondusif
diperlukan upaya sesering mungkin dalam mengadakan komunikasi
sebaik mungkin dengan wali santri dan masyarakat guna terciptanya
penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu, baik itu melalaui pertemuan-
pertemuan di saat hari-hari besar Islam maupun di saat acara yang
memungkinkan kehadiran wali santri.
Faktor pendukung disini adalah lingkungan yang sangat
mendukung terlaksananya Program Pesantren Mahasiswa sehingga
bisa langsung mengaplikasikan pelajaran yang sudah didapat di
program ini
116


Dilihat dari data diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa untuk
mencapai suatu proses belajar mengajar yang diharapkan harus saling
berinteraksi antara santri dan ustadz atau ustadzah. Terlihat dari santri dalam
menelaah pelajaran dan pelatihan serta didukung oleh ustadz atau ustadzah
yang mengajar dengan menggunakan metode yang berbeda supaya santri tidak
merasa jenuh dengan kegiatan belajar mengajar.
Kurikulum dalam waktu satu tahun dengan mempelajari pelajaran
agama yang terdapat nilai-nilai yang mendukung penerapan nilai-nilai
Manajemen Qolbu ditambah dengan motivasi dari semua pihak akan
membantu tercapainya target dalam Program Pesantren Mahasiswa (PPM)
sebagai contoh dalam mempelajari ilmu agama disertai juga pelatihan yang
akan menjadikan suasana belajar dan berinteraksi dengan orang lain manjadi
kondusif.

116
Wawancara dengan Rosita Septia Tirtani, Santri Program Pesantren Mahasiswa
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, tanggal 29 November 2008
161
b. Faktor Penghambat
Dalam perjalanan mencapai tujuannya, Program Pesantren
Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung tidak
banyak dihadapkan pada berbagai permasalahan, karena nialai-nialai
Manajemen Qolbu yang diterapkan di Daarut Tauhiid mempengaruhi
kinerja dari setiap individunya. Meskipun demikian ada faktor penghambat
di Program Pesantren Mahasiswa (PPM), permasalahan tersebut salah
satunnya mempengaruhi kualitas kurikulum dari pendidikan yang ada di
Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung itu sendiri. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti di lapangan,
hambatan-hambatan yang dialami Program Pesantren Mahasiswa (PPM)
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung adalah sebagai berikut:
1) Program Pesantren Mahasiswa (PPM) khususnya masih
membutuhkan dana yang lebih demi tercapainya harapan-harapan
yang diinginkan, seperti untuk fasilitas dan sarana-sarana lain yang
mendukung program ini.
Hambatannya di Program Pesantren Mahasiswa ini mungkin
dari segi dana yang masih kekurangan untuk mendukung
program ini baik dari segi sarana ataupun yang lainnya
117


2) Hambatan yang dialami santri dalam menjalankan program ini
adalah rasa malas yang sering muncul ketika jadwal kegiatan
dimulai, kerena faktor kecapekan setelah program formal mereka.

117
Wawancara dengan Hamdani, Ketua Program Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren
Daarut Tauhiid Bandung, tanggal 28 November 2008
162
3) Santri kurang mempunyai kesadaran sendiri dalam hal menimba
ilmu apapun yang merupakan kewajibannya.
Faktor penghambatnya adalah rasa malas yang sering muncul
disaat program dimulai, karena kelelahan setelah kegiatan
formal atau kegiatan lainnya
118






































118
Wawancara dengan Rindra Kurniawati, Santri Program Pesantren Mahasiswa
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, tanggal 29 November 2008
163
2. Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Nilai-Nilai
Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kaulitas Akhlak Santri
Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut
Tauhiid Bandung
Dalam rangka memahami dan mewujudkan proses belajar mengajar
yang efektif dan efisien guna adanya perubahan-perubahan pendidikan
pesantren dibutuhkan kerjasama yang baik antara pengasuh, pengurus, asatidz
dan santri, kerena tanpa adanya kerjasama yang baik maka mustahil Program
Pesantren Mahasiswa (PPM) dapat terlaksana dengan baik.
Selain itu juga wali santri dan lingkungan ikut andil dalam
mewujudkan pendidikan yang baik. Seperti yang telah telah dilakukan oleh
Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung dalam menata atau menciptakan lingkungan yang kondusif
diperlukan upaya sesering mungkin dalam mengadakan komunikasi sebaik
mungkin dengan wali santri dan masyarakat guna terciptanya peningkatan
kualitas akhlak, baik itu melalui pertemuan-pertemuan di saat hari-hari besar
Islam maupun di saat acara yang memungkinkan kehadiran wali santri.
Wali santri harus selalu memberi dukungan baik moril maupun
materiil. Dukungan moril diberikan melalui pemantauan kegiatan anak sehari-
hari baik mendatangi ke Pondok Pesantren atau melalui media telekomunikasi,
pemberian perhatian, nasehat dan semangat kepada anaknya. Dukungan
materiil diberikan melalui pemberian financial dan pendukung lainnya guna
kelancaran kegiatan pembelajaran. Pihak yayasan juga harus memberikan
164
pelayanan sebaik-baiknya kepada santri. Selain itu juga harus bisa bekerja
sama dengan lingkungan demi kelancaran pelaksanaan pembelajaran yang
ditempuh.
Pada kenyataannya walaupun semua program telah tersusun dengan
baik, tetapi kendala tetap ada saja yang akan muncul. Oleh karena itu, semua
pihak baik wali santri, yayasan maupun santri harus selalu mewaspadai setiap
kendala yang akan muncul. Jika permasalahan telah datang maka harus cepat
diselesaikan agar tidak berlarut-larut dan merugikan banyak pihak.




























165
BAB V
ANALISIS HASIL PENELITIAN

B. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kaulitas
Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung
Penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas
akhlak yang ada di Daarut Tauhiid ini ada beberapa tahapan yang semua itu
harus dilatih supaya bisa menjadi kebiasaan dalam menata hati dan bertindak.
Tahapan itu adalah sebagai berikut:
1) Pengenalan Diri
Sebagai langkah awal dalam Manajeman Qolbu, seseorang yang
mampu mengendalikan perasaan (emosinya) adalah orang yang bisa
memahami siapa dirinya. Kunci pemahaman diri terletak pada hati. Hati bisa
memperlihatkan secara jelas siapa diri seseorang dan bagaimana watak
seseorang. Hati yang bersih, bening dan jernih isnya Allah bisa
memperlihatkan kebersihan, kebeningan dan kejernihan pada diri seseorang.
Untuk mengenal diri, tentu memulainya dari kedalaman diri sandiri, dari
kedalaman qolbu atau apa yang disebut nurani.
2) Pembersihan Hati
Upaya keras mengenali dan mengendalikan diri memerlukan tekad
yang kuat. Tekad ini harus dijaga agar terus berkorban dan tidak padam.
Tekad inilah yang nantinya menjadi jala bagi kita untuk mulai membersihkan
hati karena masa antara mengenali dan mengendalikan diri adalah
166
membersihkan hati dulu. Kesuksesan dalam konsep Manajemen Qolbu adalah
bagaimana kita secara istiqomah dapat terus melakukan pembersihan hati
sepanjang kehidupan.
3) Pengendalian Diri
Pengendalian diri memerlukan keterampilan prima. Seperti yang telah
dipaparkan sebelumnya bahwa sumber pengendalian diri adalah kita harus
mengenal diri kita dahulu dan berupaya membersihkan hati terlebih dahulu.
Ibaratnya jika seorang supir, kemudian ditugasi menyetir mobil ber-cc tinggi,
kita bisa mengendarainya jika kita sudah mengenal sangat baik dan kondisinya
prima. Namun, sebaliknya jika tidak akrab dengan mobil tersebut, bukannya
bisa mengendarainya dengan enak, melainkan malah tersiksa olehnya.
4) Pengembangan Diri
Niat dan tekad sering menggebu di dalam hati untuk mengubah diri.
Lalu, kita tumbuh menjadi pribadi yang kita idamkan. Namun, setelah tumbuh
sering kita justru tidak bisa berkembang. Hal ini karena kekonsistenan tekad
dan niat kita terganggu oleh hal-hal yang berasal dari dalam diri kita sendiri.
Tidak ada kata terlambat untuk mengembangkan diri karena pada dasarnya
manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat baik dan ingin lebih baik,
yang mungkin terlambat hanya kesadaran kita memahami bahwa kita ini
sebenarnya bukanlah pribadi yang menyenangkan atau mungkin pribadi yang
rendah diri karena tidak bisa mengembagkan potensi-potensi positif yang ada.


167
5) Makrifatullah
Langkah akhir dari upaya mengelola hati (manajemen qolbu) adalah
kecondongan diri kita kepada Allah. Qolbu yang bersih dan terjaga harus
senantiasa fokus kepada Allah demi menghidupkan dan membinarkan terus-
menerus pusat kepemimpinan di dalam diri kita yaitu Allah Azza wa jalla.
Tahapan paling tinggi bagi kita dalam pengenalan diri, pembersihan
hati, pengendalian diri dan pengembangan diri adalah jalan menuju ridha
Allah Swt. Segala aktivitas kita di dunia ini harus menuju pada apa yang
diridhai oleh Allah. Insya Allah istiqomah pengelolaan hati akan terjaga
dengan senantiasa kita berpikir dan berikhtiar semata-mata demi Allah serta
kita melakukan dzikrullah semata-mata untuk mendekatkan diri dan
mengingat Allah Swt.
6) Ikhlas
Ikhlas adalah bersih dari segala maksud-maksud pribadi, bersih dari
segala pamrih dan riya, bersih dari hal yang tidak disukai Allah Swt. Ikhlas
dalam menjadikan Allah sebagai Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa
alam raya. Ikhlas dalam menjadikan Allah sebagai satu-satunya Zat yang kita
harapkan, taati, cintai dan kita takuti. Ikhlas menerima Muhammad saw
sebagai penjelas dan penyampai wahyu Ilahi. Ikhlas menerima Al-Qur’an
sebagai pedoman dalam segala gerak kehidupan kita.
Manusia yang ikhlas adalah manusia yang berkarakter kuat dan tidak
pernah mengenal lelah. Setiap perilakunya sama sekali tidak dipengaruhi oleh
ada atau tidaknya kedudukan maupun penghargaan. Baginya yang paling
penting adalah Allah ridha kepadanya. Orientasi hidupnya jelas dan tegas,
168
langkahnya pasti dan penuh harapan, tidak ada kata frustasi dalam hidupnya,
tidak ada kata putus asa dalam usahanya, jiwanya merdeka karena hanya Allah
yang menjadi tujuan hidupnya.
Dari hasil penelitian yang telah dipaparkan dapat penulis deskripsikan
bahwa fenomena dakwah Manajemen Qolbu Aa Gym bukanlah hal yang asing
bagi kebanyakan santri Daarut Tauhiid khususnya mahasiswa yang mengikuti
Program Pesantren Mahasiswa (PPM). Dalam hal ini peneliti mengambil
sampel 10 orang dari santri Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, dan setelah melakukan interview dengan
mereka maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa mereka adalah mahasisiwa
yang memang benar-benar paham mengenai dakwah Manajeman Qolbu Aa
Gym.
Hampir seluruh responden menyatakan bahwa Manajemen Qolbu Aa
Gym merupakan upaya pengelolaan atau penataan hati dengan berbagai kiat-
kiatnya yakni agar hati selalu bersih, karena hati merupakan pusat atau sumber
dari segala perbuata manusia. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang
menjelaskan bahwa dalam diri manusia ada segumpal darah, bila segumpal
darah itu baik maka seluruh tubuh akan menjadi baik dan sebaliknya,
segumpal darah itu tidak lain adalah hati. Maka dari itu kebersihan hati
haruslah selalu diupayakan semaksiamal mungkin.
Salah satu tujuan dari pendidikan agama Islam adalah kesempurnaan
akhlak dan hal itu tidak bisa terwujud apabila hati kita masih kotor, penuh
dengan penyakit-penyakit hati. Pengajaran akhlak di sekolah maupun
169
lingkungan keluarga memang hal yang sangat penting namun salain hal
tersebut kebersihan hati juga harus selalu diupayakan dan salah satunya bisa
dengan cara terapi Manajemen Qolbu, seperti yang telah di contohkan oleh Aa
Gym ini. Dalam menyampaikan dakwah MQ-nya Aa Gym menggunakan cara
yang santun dan bahasa yang mudah dipahami sehingga banyak kalangan
bahkan mahasiswa yang suka mendengarkan ceramah-ceramah beliau. Hampir
seluruh responden menyatakan bahwa mereka tertarik mengikuti MQ Aa Gym
ini salah satunya ialah karena retorika dakwahnya.















170
BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan pada hasil penelitian baik berupa dokumen dalam bentuk
tulisan-tulisan ataupun data yang dihasilkan dari lapangan maka dapat penulis
simpulkan sebagai berikut:
1. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan
Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung
Manajemen Qolbu merupakan upaya penataan hati dengan berbagai
kiat-kiatnya yakni agar hati selalu bersih, karena hati merupakan pusat atau
sumber dari segala perbuata manusia. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW
yang menjelaskan bahwa dalam diri manusia ada segumpal darah, bila
segumpal darah itu baik maka seluruh tubuh akan menjadi baik dan
sebaliknya, segumpal darah itu tidak lain adalah hati. Maka dari itu kebersihan
hati haruslah selalu diupayakan semaksiamal mungkin.
Sebagai langkah pertama dalam Manajeman Qolbu adalah Pengenalan
Diri seseorang yang mampu mengendalikan perasaan (emosinya) adalah orang
yang bisa memahami siapa dirinya. Langkah kedua adalah Pembersihan Hati,
kesuksesan dalam konsep Manajemen Qolbu adalah bagaimana kita secara
istiqomah dapat terus melakukan pembersihan hati sepanjang kehidupan.
Langkah ketiga adalah Pengendalian Diri, memerlukan keterampilan prima.
171
seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa sumber pengendalian diri
adalah kita harus mengenal diri kita dahulu dan berupaya membersihkan hati
terlebih dahulu.
Langkah keempat adalah Pengembangan Diri, tidak ada kata terlambat
untuk mengembangkan diri karena pada dasarnya manusia memiliki
kecenderungan untuk berbuat baik dan ingin lebih baik, yang mungkin
terlambat hanya kesadaran kita memahami bahwa kita ini sebenarnya
bukanlah pribadi yang menyenangkan atau mungkin pribadi yang rendah diri
karena tidak bisa mengembagkan potensi-potensi positif yang ada. Langkah
kelima adalah Makrifatullah, tahap akhir dari upaya mengelola hati
(Manajemen Qolbu) adalah kecondongan diri kita kepada Allah. Qolbu yang
bersih dan terjaga harus senantiasa fokus kepada Allah demi menghidupkan
dan membinarkan terus-menerus pusat kepemimpinan di dalam diri kita yaitu
Allah Azza wa jalla. Langkah keenam Ikhlas, bersih dari segala maksud-
maksud pribadi, bersih dari segala pamrih dan riya, bersih dari hal yang tidak
disukai Allah Swt.
Program Pesantren Mahasiswa (PPM) prinsipnya hadir sebagai sebuah
jawaban alternatif, dengan didasari oleh adanya tanggung jawab dan
kepedulian terhadap kondisi generasi bangsa yang saat ini cenderung
mengarah pada terjadinya degradasi moral. Program Pesantren Mahasiswa
(PPM) sebagai sebuah program pendidikan yang berorientasi pada penanaman
aqidah, pengembangan potensi dan pembentukan sikap, dengan harapan
menjadi solusi alternatif bagi bangsa.
172
2. Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Nilai-Nilai
Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri
Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut
Tauhiid Bandung
Dalam pencapaian Penerapan Nilai-Nilai Manajeman Qolbu dalam
Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren
Mahasiswa) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung dipengaruhi beberapa
faktor pendukung antara lain: faktor kegigihan usaha tenaga pendidik Program
Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung dan
dipengaruhi dari faktor internal yakni pengasuh, pengurus dan santri serta
faktor eksternalnya yakni wali santri dan lingkungan. pengurus sangat
berperan penting sebagai penggerak dan pelaksana pendidikan Pesantren
terhadap perkembangan pendidikan Pesantren.
Faktor penghambat antara lain:
a. Program Pesantren Mahasiswa (PPM) khususnya masih membutuhkan
dana yang lebih demi tercapainya harapan yang diinginkan
b. Hambatan yang dialami santri dalam menjalankan program ini adalah
rasa malas yang sering muncul ketika jadwal kegiatan dimulai, kerena
faktor kecapekan setelah program formal santri
c. Santri kurang mempunyai kesadaran sendiri dalam hal menimba ilmu
apapun yang merupakan kewajibannya


173
B. Saran-Saran
Dari hasil penelitian yang dilakukan penelitian di Pondok Pesantren
Daarut tauhiid, maka saran-saran yang diberikan penulis berkaitan dengan
Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatka Kualitas Akhlak
Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) yakni:
1. Prospek Pesantren dalam mengembangkan dinamika keilmuan Islam
dituntut mampu mengaktualisakan diri ditengah-tengah masyarakat.
Dengan pengembangan dinamika keilmuan tersebut harus mampu menjadi
sarana transformasi sosial dan kontekstualisasi ajaran Islam dalam tata
kehidupan masyarakat. Pesantren harus dinamika, artinya tanggap
terhadap perubahan sosialkultural dan tuntutan-tuntutan yang
menyertainya. Harus bermutu, terutama dalam pelayanan program-
program yang ditawarkan. Harus relevan, yakni cocok dengan kebutuhan
masyarakat dan nilai-nilai idealisme yang diembannya
2. Bagi pengurus dan asatidz, hendaklah lebih aktif dan telaten dalam
membimbing dan mendidik santri guna menghasilkan out put yang benar-
benar matang dan tentunya akan berguna bagi masyarakat, nusa dan
bangsa. Bagi santri hendaknya menyadari terlebih dahulu bahwasannya
dalam hal menimba ilmu merupakan suatu kewajiban dan akan berguna
baik untuk diri sendiri maupun orang lain, sehingga secara tidak langsung
santri akan bisa menanggapi dengan positif pelajaran maupun peraturan-
peraturan yang diterapkan untuk mencapai kualitas dan menghasilkan out
put yang baik sesuai dengan harapan
174
DAFTAR RUJUKAN

Anwar, Dessy. 2001. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Karya
Abditama

Adz-Dzakiey, Madani Barran. 2004. Prophetic Intelligence (Kecerdasan
Kenabian). Jogjakarta: Islamika

Abdullah. M. Yatimin. 2007. Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an.
Jakarta: Amzah

Al-Jauziyah. Ibnu Qayyim. 2007. Obat Hati. Jakarta: Darul Haq

______. 2005. Manajemen Qalbu. Jakarta: Darul Falah

Al –Ghazali. 2005. Ihya Ulumuddin “Pensucian Jiwa”, terj., Muhammad
Ereska. Depok: Iqra Kurnia Gemilang

Azra. Azyumzrdi. 1999. Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi
Menuju Milenium Baru. Jakarta: PT. Logos

Al-Qur’an dan Terjemahnya. 2004. Bandung: CV. Penerbit J-Art

Al-Darini, Abd Al-‘Aziz. 2008. Terapi Menyucikan HatiKunci-Kunci
Mendekatkan Diri Kepada Allah, terj., Ida Nursida dan Tiar Anwar
Bachtiar. Bandung: PT. Mizan Pustaka

Buku Panduan Santri Mukim Program Pesantren Mahasiswa Pondok
Pesantren Daarut Tauhid Bandung

Gymnastiar, Abdullah. 2006. Jagalah Hati Step by Step Manajemen
Qolbu. Bandung: Khas MQ

_______. 2006. Aa Gym Apa Adanya Sebuah Qolbugrafi. Bandung: Khas
MQ

_______. 2005. Inilah Indahnya Islam dengan Manajemen Qolbu.
Bandung: Khas MQ

Hariwijaya, M dan Djaelani, Bisri M. 2006. Teknik Menulis Skripsi &
Thesis. Jogjakarta: Zenith Publisher

Hafidhuddin. Didin. 2002. Membentuk Pribadi Qurani. Jakarta: Harakah

175
Hernowo dan M. Deden Ridwan. 2003. Aa Gym dan Fenomena Daarut
Tauhiid . Bandung: PT. Mizan Pustaka

Moleong, L. J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja
Rosda Karya

Muhyidin, Muhammad. 2007. The True Power of Heart. Jogjakarta: Diva
Press

Muhammad, Nur. diakses 10 Agustus 2009. Antara Makhluk dan Sang
Khaliq. http:www.yahoo.com

Nata, Abuddin. 2003. Akhlak Tasawuf. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

______. 2001. Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga-
Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: PT. Grasindo

Partanto, Pius A dan Al Barry, M Dahlan. 1994. Kamus Ilmiah Populer.
Surabaya: Arkola

Suharsimi Arikunto. 2002. Prosedur Pendidikan Suatu Pendekatan
Praktek. Jakarta: Rineka Cipta

Sudjana, Nana. 1989. Metode Statistik. Bandung: Tarsito

Sadali. A. 1984. Islam untuk Disiplin Ilmu Pendidikan. Jakarta: CV.
Kuning Mas

Siregar, A. Rivay. 2002. Tasawuf dar iSufisme Klasik ke Neo-Sufisme.
Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada

Tasmara, Toto. 2001. Kecerdasan Ruhaniah (Transcendental
Intelligence). Jakarta: Gema Insani

Taymiyyah, Ibn. 2006. Terapi Penyakit Hati, terj., Mohammad Rois dan
Luqman Junaidi. Jakarta: PT. SUN


Lampiran I

STRUKTUR ORGANISASI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID









Lampiran III

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENDIDIKAN






















Lampiran IV













Dauroh Islamiyah
Ahmad Suja’i
Dauroh Qolbiyah
Suherman Ar Rofi
Adm Keuanagan
Inggrid Laras Agustin
Mudabbir/ah
Santri
PPM
Hamdani
Direktur Pendidikan
Ust. Mulyadi Al Fadhil
Kabag. Kerjasama
Hilman Abdul Halimi
Ka. Sekertariat
Dadan Kurniawan
Kabag. Kesantrian
Rizal dzulkarnaen
TK KHAS
APW
Roni Abdul Fattah
SSG
Duden
Lampiran IV

ATURAN POKOK
SANTRI PESANTREN MAHASISWA
PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID
BANDUNG

BAB I
UMUM
“Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang).
Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk
memperdalam agama Islam (tafaqquh fiddien) dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya
apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (QS. At-
Taubah [9] : 122)
Pasal 1
N A M A

Aturan Pokok Santri Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung
Pasal 2
RUANG LINGKUP

Aturan ini berlaku bagi semua Santri Pesantren Mahasiswa yang belajar di
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung sejak hari pertama ia belajar di
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid.

Pasal 3
ISTILAH-ISTILAH

Di dalam peraturan ini yang dimaksud dengan :
Pondok Pesantren
Adalah Badan Yayasan Daarut Tauhiid yang berorientasi pada bidang pendidikan,
dakwah, sosial dan perekonomian dengan kantor pusat di Bandung yang anggaran
dasarnya dimuat dalam Akta Pendirian Nomor 8 (delapan) tanggal 4 September
1998, meliputi Kantor Pusat, Kantor-Kantor Cabang dan Kantor-Kantor Pembantu
unit-unit usaha lainnya.
Kyai
Adalah pimpinan tertinggi Pondok Pesantren yang mendapat amanah
menghidupkan nilai-nilai ruhiyah bagi kalangan Santri.
Ustadz
Adalah seseorang yang memiliki ilmu agama dan ilmu lainnya yang mendapat tugas
mengamalkannya melalui proses belajar-mengajar program pendidikan Santri di Pondok Pesantren
Daarut Tauhiid.
Pengelola Kepesantrenan
Adalah seseorang dan tim yang mendapat amanah mengelola pendidikan Santri di
Yayasan Daarut Tauhiid, yang terdiri dari Kepala Departemen Kepesantrenan,
Penanggung Jawab Program Akhlaq Plus Wirausaha, Dauroh, Santri Siap Guna
(SSG), Santri Pesantren Mahasiswa (SMM), Staf Serta Mudabbir.
Kepala Asrama
Adalah seseorang yang mendapat amanah dari lembaga untuk tinggal di asrama
(Asrama ikhwan / akhwat) untuk membina, mengelola dan mengawasi santri
selama berada di asrama dan lingkungan sekitar asrama.
Mudabbir
Adalah pembimbing santri yang secara formal (ditetapkan dengan surat
keputusan), terikat dalam satu hubungan karya/amanah dengan Pondok Pesantren,
dalam rangka pembimbingan kegiatan santri selama 24 jam.
Murabbi
Adalah wali santri yang ditunjuk oleh lembaga yang bertugas untuk membimbing
santri selama mengikuti program pendidikan di Daarut Tauhiid yang bertanggung
jawab terhadap perkembangan santri.
Lingkungan Pesantren
Adalah area Pondok Pesantren meliputi, area Koperasi Pondok Pesantren Daarut
Tauhiid (Kopontren), area perkantoran MQ Corporation, area perkantoran
Yayasan Daarut Tauhiid dan rumah Pimpinan Pesantren (Sentral 3), area
perkantoran Departemen Kepesantrenan , area perkantoran Pelatihan (Sentral 7),
area perkantoran Yayasan Daarut Tauhiid, area perkantoran Dompet Peduli
Ummat (DPU), area Masjid Daarut Tauhiid, area kompleks Setiabudi Indah
(Sentral 5 dan 7), dan area asrama Santri PPM / Dauroh / APW Daarut Tauhiid.
Santri Pesantren Mahasiswa
Adalah Santri yang lulus seleksi dan menetap/mukim di lingkungan Pondok
Pesantren dalam menimba ilmu-ilmu yang diselenggarakan oleh bagian
Pendidikan Santri Pesantren Mahasiswa selama kurun waktu tertentu, yang
aturannya diatur dalam aturan pokok Santri Pesantren Mahasiswa.
Diwajibkan
ketentuan yang harus dilaksanakan oleh santri karena alasan syar’i dan ditetapkan
oleh Lembaga.
Diharuskan
ketentuan yang harus dilaksanakan santri karena tata tertib Santri Pesantren
Mahasiswal.
Ditekankan
ketentuan yang sedapat mungkin dilakukan oleh santri.
Dianjurkan
ketentuan yang sebaiknya dilaksanakan karena adanya keutamaan.
Dilarang / Tidak diperkenankan
ketentuan yang seharusnya ditinggalkan, baik karena alasan syar’i ataupun tata
tertib Santri Pesantren Mahasiswa.
Sanksi
tindakan yang dikenakan kepada santri karena melanggar peraturan tata tertib
Santri Pesantren Mahasiswa.
Penghargaan
adalah sesuatu yang diberikan kepada santri karena prestasi tertentu.





BAB II
IBADAH
Pasal 4
Shalat

1. Santri diwajibkan melaksanakan shalat lima waktu dengan berjama’ah tepat
pada waktu dan di tempat yang ditentukan;
2. Santri ditekankan berada di dalam masjid sebelum azan dikumandangkan;
3. Santri ditekankan berzikir setiap selesai shalat fardhu;
4. Santri ditekankan mendirikan shalat sunnah rawatib;
5. Santri ditekankan mendirikan qiyamul lail setiap malam;
6. Santri ditekankan mendirikan shalat dhuha setiap hari;
7. Santri dianjurkan melakukan shodaqoh maal setiap hari;
8. Santri dianjurkan selalu memiliki wudhu'.
9.
Pasal 5
Shoum

1. Santri ditekankan melaksanakan shoum sunnah Senin dan Kamis;
2. Santri ditekankan melaksanakan shoum sunnah Daud;
3. Santri dianjurkan melaksanakan shoum tathawwu’.

Pasal 6
Tilawatul Quran dan Hadits

1. Santri diharuskan membaca al-Quran setiap hari;
2. Santri diharuskan memiliki dan memelihara mushaf al-Qur’an dan
terjemahnya dengan baik;
3. Santri ditekankan untuk mengkhatamkan Al-Quran minimal satu kali dalam
dua bulan;
4. Santri dianjurkan menghafal al-Qur'an dan hadits sesuai target yang telah
ditentukan.

BAB III
AKHLAQ
Pasal 7
Adab sopan santun

1. Mengamalkan tata nilai budaya Islam yang dikembangkan oleh Pondok
Pesantren;
2. Menjaga kebersihan lingkungan Pondok Pesantren dan mengambil sampah
dalam radius 5 meter;
3. Merapihkan alas kaki (ready to come back) dimanapun (apalagi dalam
lingkungan Pondok Pesantren);
4. Menghormati orang lain sebagaimana menghormati diri sendiri dan orang tua;
5. Menjaga hubungan persaudaraan di antara santri, pengelola pendidikan, civitas
Pondok Pesantren, keluarga kyai, dan masyarakat;
6. Menjalankan dengan istiqamah Aturan Pokok Santri Mukim Pondok
Pesantren;
7. Mendukung semua program pendidikan, pelatihan, pemberdayaan dan
pelayanan masyarakat Pondok Pesantren;
8. Membayar kontribusi/administrasi pendidikan sesuai dengan program yang
diambil tepat pada waktunya;
9. Menjaga nama baik Pondok Pesantren;
10. Selalu berusaha untuk berakhlak mulia;
11. Bejuang keras untuk menjauhi segala larangan Islam;
12. Tidak bergaul bebas, berhubungan dengan lawan jenis melalui surat-
menyurat, e-mail, telepon, pesan singkat (SMS), chatting, kirim barang atau
perbuatan sejenisnya yang tidak dibenarkan oleh Pondok.

Pasal 8
Pakaian dan rambut

Untuk ikhwan (Laki-laki), aturan dalam berpakaian adalah sebagai berikut :
1. Senantiasa memakai tanda pengenal (Syal / ID card) selama berada di
lingkungan Pondok Pesantren atau KBM;
2. Senantiasa memakai peci (warna bebas) di lingkungan pesantren;
3. Senantiasa memakai pakaian muslim (baju koko/taqwa) warna bebas, sopan
dan rapih;
4. Khusus untuk hari Senin, Jum’at dan khidmat Pengajian Rutin memakai baju
koko putih, celana warna gelap, dan peci putih;
5. Tidak diperkenankan memakai baju kaos pada saat shalat berjama’ah atau
sendirian, dan kegiatan belajar-mengajar (KBM);
6. Tidak diperkenankan memakai sandal jepit saat KBM dan kegiatan penting
pesantren;
7. Tidak diperkenankan berpakaian yang bergambar dan atau bertuliskan ketika
shalat berjamaah;
8. Berambut pendek, rapi dan sopan;
9. Dilarang dengan sengaja menyerupai perempuan.
Untuk akhwat (Wanita), aturan dalam berpakaian adalah sebagai berikut :
1. Senantiasa memakai tanda pengenal (Syal / ID card) selama berada di
lingkungan Pondok Pesantren atau KBM;
2. Senantiasa memakai busana muslimah (gamis) warna bebas tapi tidak
mencolok, berkerudung standar DT (lebar, polos, tidak transparan, dan tidak
tipis), dan berkaos kaki;
3. Khusus untuk hari Senin, Jum’at dan khidmat Pengajian Rutin memakai
busana muslimah (gamis) warna biru dan kerudung putih standar DT;
4. Tidak diperkenankan memakai baju kaos, pakaian ketat/transparan, celana
panjang/kulot dan yang tidak menutup aurat lainnya;
5. Tidak diperkenankan memakai sandal jepit saat KBM dan kegiatan penting
pesantren;
6. Tidak memakai pengharum badan/pakaian berlebihan (yang menyengat);
7. Dilarang ber-tabarruj (Berhias diri berlebihan);
8. Tidak diprekenankan berambut cepak dan menyerupai laki-laki;
9. Diwajibkan memakai kaos kaki waktu keluar area putri;
10. Dilarang dengan sengaja menyerupai Ikhwan.
Untuk ikhwan dan akhwat :
11. Tidak diperkenankan memakai perhiasan yang berlebihan;
12. Tidak diperkenankan memakai jeans, celana cutbray/komprang dan
sejenisnya;
13. Tidak diperkenankan mewarnai rambut dan menjadi korban mode.

Pasal 9
Disiplin di Kamar mandi

1. Santri wajib menjaga dan memelihara kebersihan kamar mandi;
2. Upayakan tidak berlama-lama di kamar mandi, maksimalkan waktu di kamar
mandi selama 5 (lima) menit;
3. Tidak merendam pakaian cucian lebih dari 24 jam;
4. Peralatan mandi tidak di simpan di kamar mandi;
5. Berusaha selalu hemat air dan sarana kamar mandi lainnya;
6. Tidak berbuat sia-sia di dalam kamar mandi;
7. Mengamalkan adab masuk kamar mandi/wc.

BAB IV
PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Pasal 10
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

Ditetapkan oleh Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren dan wajib diikuti oleh
Santri. Waktu dalam kegiatan belajar secara prinsip dilaksanakan dalam 24 jam di
lingkungan Pondok Pesantren dan berdasarkan keputusan yang diambil oleh
Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren.
1. Siap di dalam kelas 10 menit sebelum materi di mulai untuk tilawah al-
Qur’an;
2. Siap aktif mengikuti pembelajaran dan mencatat intisari pelajaran;
3. Siap menyelesaikan dan menyerahkan tugas pembelajaran;
4. Siap menjaga kebersihan dan kerapihan tempat belajar;
5. Siap mengikuti pelajaran dengan posisi duduk rapih dan sopan dalam kelas
secara terpimpin;
6. Tidak keluar masuk ruangan belajar kecuali izin dari pemateri atau Mudabbir;
7. Tidak diperkenankan makan, minum dan tidur saat mengikuti KBM;
8. Terlibat aktif hadir di kegiatan MQ On Air, Kajian Al-Hikam, dan Pengajian
Rutin (malam Jum’at dan Ahad pagi);
9. Mengisi dan menyerahkan buku muhasabah harian santri sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan.





Pasal 11
Disiplin Waktu Belajar

1. Penentuan waktu belajar didasarkan kepada hasil musyawarah Pengelola
Pendidikan Pondok Pesantren. Jam belajar santri ditentukan sesuai dalam
jadwal belajar yang terlampir;
2. Setiap perubahan aturan pokok santri dan jam belajar oleh Pengelola
Pendidikan Pondok Pesantren akan diberitahukan sebelumnya kepada Santri
dengan tenggang waktu yang layak;
3. Bagi Santri yang melakukan tugas belajar tertentu untuk kepentingan Pondok
Pesantren berlaku jam belajar tersendiri sesuai dengan sifat tugasnya;
4. Setiap Santri wajib hadir dan belajar pada waktu yang telah ditetapkan
Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren;
5. Santri mencatatkan sendiri kehadirannya pada lembar kehadiran yang
disediakan Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren;
6. Tidak diperkenankan untuk mencatatkan waktu dan menandatangani pada
lembar kehadiran untuk Santri lain;
7. Apabila Santri tidak masuk belajar/kegiatan atau meninggalkan tempat belajar
sebelum jam belajar berakhir, maka harus dengan ijin tertulis mudabbirnya;
8. Apabila untuk suatu keperluan di luar lingkungan Pondok Pesantren seorang
Santri perlu meninggalkan belajar/kegiatan Pondok Pesantren untuk sementara
waktu, diharuskan mencatatkan kepergian dan kedatangannya pada kartu ijin
dan mengisi formulir yang telah disediakan;
9. Tidak diperkenankan merubah waktu pada lembar kehadiran;
10. Santri yang tidak masuk belajar/kegiatan bukan karena alasan sakit, izin tidak
masuk belajar/kegiatan atau alasan-alasan lain yang ditetapkan dalam Aturan
Pokok Santri ini dianggap mangkir;
11. Santri yang tidak masuk belajar/kegiatan karena sakit atau karena alasan lain
yang dapat diterima Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren, wajib
memberitahukan kepada mudabbirnya selambat-lambatnya pada hari belajar
berikutnya;
12. Sakit lebih dari 1 (satu) hari diwajibkan memberikan surat keterangan Dokter
sesegera mungkin atau selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah tidak masuk
belajar;
13. Ketidakhadiran karena alasan lain diwajibkan membuat pemberitahuan tertulis
yang ditujukan kepada mudabbirnya, satu hari sebelumnya.

Pasal 12
Ijin Tidak Belajar

Seorang santri dapat diberi ijin untuk tidak masuk belajar sehubungan dengan hal-
hal berikut :
1. Apabila santri harus mengikuti jam perkuliahan di kampus;
2. Kematian orang tua/saudara kandung Santri sebanyak maks. 3 (tiga) hari;
3. Sakit keras atau di opname (dirawat inap)nya orang tua/saudara kandung
Santri sebanyak maks. 2 (dua) hari;

4. Santri yang bersangkutan tertimpa sakit atau musibah seperti : kecelakaan,
kebanjiran, kecurian dan lain-lain yang dapat dipersamakan dengan itu,
sebanyak 1 (satu) hari karya atau sesuai surat dokter;
5. Bila direncanakan akan tidak hadir dalam KBM, diwajibkan menyampaikan
berita secara tertulis kepada mudabbir masing-masing, maksimal 1 hari
sebelumnya.
Pasal 13
Buku Pelajaran dan Alat Sekolah

1. Santri diharuskan memiliki seluruh buku pelajaran, catatan dan alat sekolah
yang diperlukan;
2. Santri dilarang menggunakan buku catatan yang bergambar dan bertuliskan
tidak sopan;
3. Santri dilarang meninggalkan buku pelajaran dan atau alat sekolah tidak pada
tempatnya;
4. Santri diharuskan membawa semua buku pelajaran pada hari pelajaran itu
berlangsung.
Pasal 14
Buku Bacaan

1. Santri dianjurkan membaca buku, majalah, koran, atau bacaan-bacaan lain
yang disediakan di perpustakaan;
2. Santri dianjurkan memiliki buku-buku yang menunjang pendidikan;
3. Santri dilarang membaca, memiliki dan menyimpan buku bacaan atau gambar
yang tidak Islami.

BAB V
ASRAMA
Pasal 15

1. Melakukan dan memelihara kebersihan dan kerapihan asrama dan
lingkungannya;
2. Mengucapkan salam sebelum masuk asrama;
3. Merapihkan tempat tidur dan kamar asrama;
4. Menjaga keamanan barang-barang dan meninggalkan loker dalam keadaan
terkunci;
5. Menempatkan barang-barang pada tempatnya dan tidak menggunakan barang
orang lain kecuali mendapatkan ijin dari pemiliknya;
6. Tidak diperkenankan ghibah, dan perbuatan sia-sia lainnya;
7. Bangun paling lambat pukul 03.30 wib;
8. Mematikan listrik, lampu, pompa air dan alat listrik lainnya ketika tidur atau
meninggalkan asrama;
9. Melaksanakan jadwal piket kebersihan yang telah disepakati;
10. Tidur paling lambat pukul 22.00 wib (ikhwan) dan pukul 22.30 wib (akhwat);
11. Tidak diperkenankan membunyikan musik/lagu-lagu yang tidak islami;
12. Tidak membuat gaduh atau mengganggu teman atau ketentraman tetangga;
13. Tidak menaruh barang sembarangan dan tidak membawa barang berharga
(antara lain : perhiasan emas, barang mewah dan lainnya);
14. Masuk asrama paling lambat pukul 21.30 WIB;
15. Asrama akan dikunci pada waktu–waktu tertentu (KBM, Mabit dan kegiatan-
kegiatan lainnya);
16. Tidak diperkenankan tidur di luar asrama yang telah ditentukan;
17. Santri diharuskan keluar masuk pondok melalui pintu yang telah ditentukan;
18. Santri dilarang memasuki gedung bioskop, night club, tempat-tempat
maksiat, bilyard, video game, play station dan sejenisnya;
19. Santri dilarang pindah kamar tanpa seizin Wali Asrama;
20. Santri dilarang menerima tamu/orang lain didalam asrama tanpa izin.

BAB VI
PERIZINAN
Pasal 16

1. Setiap santri yang akan mengikuti kegiatan di kampus, harus menyertakan
surat izin resmi dari Organisasi/Himpunan/Instansi yang bersangkutan;
2. Bagi santri yang akan pulang, harus menyerahkan berita tertulis kepada
mudabbir;
3. Setiap santri yang pulang harus membawa surat ijin pulang sebagai
keterangan resmi dari pesantren, 1 (satu) hari sebelum pulang;
4. Surat Ijin Pulang merupakan surat keterangan resmi sebagai tanda santri
mendapatkan restu untuk pulang dari pengelola pesantren;
5. Siap mengikuti disiplin kembali ke pesantren sesuai dengan perijinan dan
melapor kembali kepada pengelola pesantren/Mudabbir;
6. Siap selalu mengamalkan dan menjaga akhlak sebagai santri pesantren saat ke
luar lingkungan pesantren atau saat di kendaraan atau saat di lingkungan
rumah atau dimanapun.

BAB VII
KEBERSIHAN, KEINDAHAN, KEAMANAN DAN KETERTIBAN,
KEKELUARGAAN
Pasal 17
Kebersihan

1. Santri diharuskan menjaga kebersihan diri, kamar dan lingkungan;
2. Santri diharuskan menjemur pakaian di tempat yang telah disediakan;
3. Santri diharuskan membuang sampah pada tempatnya (TSP dan
BEBASKOMIBA);
4. Santri diharuskan meletakkan pakaian kotor pada tempatnya;
5. Santri diharuskan meletakkan barang-barang miliknya pada tempatnya;
6. Santri dilarang berkuku panjang, memberi warna pada kuku (cuteks) dan
bertato.





Pasal 18
Keindahan

1. Santri diharuskan memelihara keindahan diri, kamar dan lingkungan
sekitarnya;
2. Santri dilarang menulis, corat-coret di tempat tidur, almari, pintu, dinding
tembok, meja, bangku, dan lain-lain;
3. Santri dilarang menggantungkan pakaian dan sejenisnya di tempat yang tidak
seharusnya;
4. Santri dilarang memelihara binatang di lingkungan asrama;
5. Santri dilarang memajang hiasan yang tidak islami.

Pasal 19
Keamanan dan Ketertiban

Santri dilarang untuk :
1. Mabuk, madat, memakai obat bius, atau zat adiktif lainnya dimanapun;
2. Melakukan perbuatan asusila di lingkungan Pondok Pesantren;
3. Menggunakan status santri Pondok Pesantren untuk melakukan tindakan
yang menguntungkan diri sendiri ataupun pihak ketiga seperti keluarga,
teman-teman tanpa mengindahkan kepentingan Pondok Pesantren;
4. Melakukan tindakan kejahatan misalnya : Mencuri, Menggelapkan, Menipu
dan tindakan kejahatan lainnya yang tidak ditolerir oleh Syar’i;
5. Memperdagangkan barang terlarang didalam lingkungan Pondok Pesantren;
6. Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam sesama santri,
Pengelola Pondok Pesantren, Kyai, keluarga kyai atau tetangga;
7. Membujuk sesama santri atau Pengelola Pondok Pesantren untuk melakukan
perbuatan yang bertentangan dengan kesusilaan, hukum agama ataupun
negara;
8. Dengan sengaja atau karena ceroboh, merusak, merugikan atau menjadikan
Pondok Pesantren dalam keadaan bahaya;
9. Membongkar rahasia Pondok Pesantren atau hal ikhwal Pengelola Pondok
Pesantren, Kyai, dan keluarga Kyai yang seharusnya dirahasiakan, kecuali
atas perintah yang berwajib;
10. Pemalsuan apapun yang merugikan Pondok Pesantren;
11. Perjudian dalam bentuk apapun yang dilakukan di lingkungan Pondok
Pesantren;
12. Tidak hadir selama 6 (enam) hari waktu belajar berturut-turut tanpa
keterangan tertulis dengan bukti-bukti yang sah dan telah dipanggil oleh
Pengelola Pondok Pesantren secara patut, dianggap sebagai mengundurkan
diri atas kemauan sendiri dan akan diproses sesuai dengan peraturan yang
berlaku;
13. Menghilangkan dengan sengaja karena kecerobohan, barang milik orang lain
dan Pondok Pesantren;
14. Melakukan suatu tindakan baik didalam maupun diluar lingkungan Pondok
Pesantren termasuk terhadap sesama santri atau pihak ketiga lainnya yang
dipandang oleh Pondok Pesantren bahwa tindakan tesebut tidak sejalan
dengan Syari’ah Islam;
15. Membawa, memiliki, menyimpan, menggunakan senjata api, senjata angin,
senjata tajam, obat-obatan terlarang, minuman keras (khamar) dan sejenisnya;
16. Membawa, menyimpan dan menghisap rokok;
17. Memberikan keterangan palsu;
18. Membuat dan atau mengikuti kelompok-kelompok gelap (gank) baik secara
simbolis atau terang-terangan, perkelahian dan perbuatan sewenang-wenang;
19. Berkelahi tanpa alasan syar'i.

Pasal 20
Kekeluargaan

1. Santri diwajibkan menghormati pengasuh, ustadz/ustadzah, karyawan dan
keluarga besar pondok, serta berlaku sopan kepada sesama teman maupun
tamu;
2. Santri diwajibkan hormat-menghormati dan tolong-menolong dalam
kebaikan;
3. Santri diwajibkan membantu meringankan penderitaan sesama santri yang
sakit/terkena musibah;
4. Santri diwajibkan menjaga dan meningkatkan ukhuwah islamiyah.

BAB VIII
SANKSI DAN PENGHARGAAN
Pasal 21
Sanksi/ Disipln santri

Pengelola Pondok Pesantren menyadari pentingnya penegakkan disiplin belajar
ini harus selaras dengan salah satu motto dari Pondok Pesantren yaitu "Tiada
Prestasi Tanpa Disiplin ", karenanya terhadap pelanggaran / kesalahan yang
dilakukan- Santri atas peraturan yang telah diatur dalam Aturan Pokok Santri ini
dapat diberikan peringatan / sanksi dan Poin negatif yang harus ditebus dengan
Amaliah positif yang dapat menghapus Poin negatif, selambat-lambatnya satu
bulan sebelum program berakhir.
Sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Santri dimaksudkan sebagai
tindakan korektif dan pengarahan terhadap sikap dan tingkah laku Santri,
termasuk dalam melaksanakan ibadah pokok keagamaan.
Sanksi didasarkan pada :
1. Macam dan tingkat pelanggaran;
2. Frekuensi (sering / pengulangan) pelanggaran;
3. Unsur kesengajaan;
4. Aturan Pokok Santri Pesantren Mahasiswa.






Tabel Jenis sanksi dan bobot Poin negatif diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan
yang disesuaikan dengan tingkat dan jenis pelanggaran

No
Tingkat
Pelanggaran
Jenis Pelanggaran
Terhadap :
Bobot Poin
Negatif

Jenis Sanksi
( Ditentukan
oleh pengurus)
Masa Kaffarat

1

Pelanggara
n Tingkat I
(Ringan)

• Pasal 4 : (1) (5), (6),
(7).

• Pasal 5 : (1).

• Pasal 6 : (1).

• Pasal 7 : (3).

• Pasal 8 : Ikhwan :
(1),(2),(3),(4),(6),(8)
(11),(12),(13).

Pasal 8: Akhwat :
(1),(2),(3),(4),(5),(9)
(6),(7),(11),(12),(13).

• Pasal 10 : (9).

• Pasal 11 :
(6),(7),(9),(10),(11)
(12),(13).

• Pasal 12 : (1), (5).

• Pasal 13 : (2).

• Pasal 14 : (3).

• Pasal 15 :
(7),(10),(11),(12)
(14),(17),(19).

• Pasal 17 :
(1),(2),(3),(4),(5),(6).

• Pasal 18: (1),(3)
(4),(5).

• 10 Poin
• 1 Poin

• 1 Poin

• 1 Poin

• 1 Poin

• 2 Poin
• 5 Poin
• 10 Poin

• 2 Poin
• 10 Poin
• 5 Poin


• 10 Poin
• 2 Poin


• 10 Poin

• 10 Poin

• 10 Poin

• 2 Poin
• 5 Poin
• 10 Poin

• 2 Poin
• 2 Poin

• 10 Poin

• Diberikan teguran
atau peringatan

• Menghafal ayat Al-
Qur'an dan hadits


• Menghafal Tekad
kehormatan tauhiid
atau jargon-jargon
DT

• Merangkum


• Membangunkan
santri waktu subuh

• Menyapu


• Mengepel

• Meminta nasihat
dan tanda tangan
pengasuh.

• Menulis Al-Quran
atau hadits sesuai
pelanggaran

• Membaca Al-
Qur’an pada waktu
dan tempat yang
telah ditentukan.
• Merapikan sandal
di masjid atau di
asrama


* Diatur sesuai
kesepakatan

2

Pelanggara
n Tingkat
II
(Sedang)

• Pasal 7 : (9)(12).

• Pasal 8 : Ikhwan (9).

Akhwat:(8),(10)

• Pasal 11 : (8).

• Pasal 15: (5),(16),(20)
(18).



• 20 Poin
• 25 Poin

• 25 Poin
• 25 Poin

• 20 Poin


• 20 Poin
• 25 Poin


• Membuang sampah
• Merapikan jemuran
umum
• Membersihkan
kamar mandi/WC
• Membersihkan
halaman / lapangan
dari rumput,
sampah dan ilalang
• Wajib lapor rutin
ke pengasuh.
• Melakukan

* Diatur sesuai
kesepakatan
• Pasal 16 : (1), (2)
(3),(5).

• Pasal 18 : (2).

• Pasal 20 : (1).


• Pasal 19: (6),(7),(13).
• 25 Poin
• 20 Poin

• 25 Poin

• 25 Poin


• 25 Poin



rekonstruksi
• Meminta nasihat
dan tanda tangan
pada
pengasuh/ustadz
atau pimpinan
pondok
• Men-tasmi'-kan
ayat Al-Qur’an atau
hadits sesuai
pelanggaran
• Bending dan atau
push-up.
• Diumumkan di
hadapan seluruh
santri.

3

Pelanggara
n Tingkat
III (Berat)

• Pasal 19 :
(1),(2),(3),(4),(5),
(8),(9),(10),(11),(12),(5)
(14),(16),(17),
(18),(19).


• 100 Poin
• 100 Poin
• 75 Poin

• Mengembalikan
dan atau mengganti
kerusakan
• Skorsing
• Pemanggilan orang
tua santri
• Pembebasan status
sebagai santrti
Pesantren
Mahasiswa.

* Diatur sesuai
kesepakatan




























Tabel Jenis Amaliah yang bisa Menghapus / Mengurangi Poin Negatif.

No Jenis Amaliah
Poin
Negatif
yang
terhapus
1
Shalat Fardhu berjamaah di masjid tepat
waktu selama 3 hari berturut-turut (15
waktu Shalat)
30 Poin
2
Shalat Fardhu berjamaah di masjid tepat
waktu selama 1 hari
10 Poin
3
Shalat Fardhu di shaff utama Masjid
sebanyak 5 waktu shalat Fardhu
5 Poin
4
Shalat sunnah Tahajjud / Qiyamullaill
11 Raka'at selama 3 Hari berturut-turut
25 Poin
5
Shalat sunnah Dhuha min 4 Raka'at
selama 3 Hari berturut-turut
10 Poin
6 Shoum sunnah Hari Senin dan Kamis 20 Poin
7 Shoum sunnah Nabi Daud 10 Poin
8
Tilawah Al-Qur'an Min 1 juz / Hari
selama 3 Hari
15 Poin
9 Menghafal Al-Qur'an 1/2 Juz 50 Poin
10
Menghafal 1 hadits Arba'in lengkap
dengan Sanad, Matan,Rawi dan
terjemahnya
10 Poin
11
Shodaqoh Maal Min. Rp. 500 sebanyak
5 kali
5 Poin
12
Datang ke Masjid sebelum waktu Shalat
dimulai ( Min. 10 menit sebelum
Adzan)
3 Poin

Keterangan :

Surat Peringatan 1 (SP 1) akan diberikan jika Poin negatif sudah
terakumulasi sebanyak 25 Poin;
Surat Peringatan 2 (SP 2) akan diberikan jika Poin negatif sudah
terakumulasi sebanyak 50 Poin;
Surat Peringatan 3 (SP 3) akan diberikan jika Poin negatif sudah
terakumulasi sebanyak 75 Poin;
Surat Pembebasan status sebagai santri diberikan jika Poin negatif
sudah terakumulasi sebanyak 100 Poin .





Pasal 22
Pemberian Sanksi dan Surat Peringatan (SP)

1. Yang berhak memberi sanksi adalah :
a. Pengurus organisasi santri yang ditunjuk;
b. Mudabbir/ah yang ditunjuk;
c. Penanggung Jawab Program Santri Pesantren Mahasiswa;
d. Ustadz/ustadzah yang ditunjuk;
e. Manajemen Departemen Kepesantrenan yang ditunjuk.
2. Yang berhak mengeluarkan Surat Peringatan (SP) adalah Penanggung Jawab
Program Santri Pesantren Mahasiswa;
3. Pemberian surat pembebasan status santri ditetapkan melalui musyawarah
bidang-bidang terkait..
Pasal 23
Penghargaan

1. Santri yang berprestasi berhak mendapat penghargaan.
2. Penghargaan meliputi :
a. Piagam penghargaan;
b. Poin tambah untuk menjadi santri terbaik;
c. Hadiah tertentu yang tidak mengikat.

BAB IX
LAIN-LAIN

Pasal 24
KETERTIBAN UMUM

1. Setiap Santri diwajibkan ikut menjaga ketertiban. keamanan, kebersihan.
kesehatan dan keselamatan belajar di asrama maupun di lingkungan Pondok
Pesantren;
2. Setiap Santri diwajibkan memelihara alat/perlengkapan milik Pondok
Pesantren dengan baik dan teliti termasuk keamanan penempatan, dan
penyimpanannya dan terhadap akibat penyambungan stop kontak listrik atau
sebab yang lainnya;
3. Setiap Santri dilarang membawa, memindahkan dan meminjamkan alat
perlengkapan milik Pondok Pesantren tanpa izin yang Pengelola Pendidikan
Pondok Pesantren.

Pasal 25
KEAMANAN PONDOK PESANTREN

1. Santri wajib mentaati peraturan keamanan di dalam Pondok Pesantren;
2. Santri yang mengetahui adanya keadaan/kejadian atau benda yang dapat
menimbulkan bahaya kebakaran, pencurian, gangguan terhadap ketentraman
dan keselamatan di lingkungan karya, wajib segera memberitahukan Tim
Kamtib atau pimpinannya langsung atau siapa saja yang dapat dihubungi
secara cepat.
3. Setiap Santri wajib menghindari hal-hal yang akan menyebabkan
timbulnya:
a) Kebakaran atau ledakan
b) Pencurian, kehilangan dan pengrusakan
c) Perkelahian

Pasal 26
SANTRI MENGUNDURKAN DIRI

1. Bila Santri mangkir atau tidak masuk belajar selama 6 (enam) hari
berturut-turut, tanpa kabar dan kemudian tidak memberi alasan yang sah
dan tidak dapat diterima oleh Pondok Pesantren dianggap mengundurkan
diri tanpa syarat;
2. Santri yang bersangkutan sudah melanggar peraturan yang berlaku sampai
terakumulasi Poin negatif sebanyak 100 Poin dan tidak ada perbaikan,
pihak Pondok Pesantren menyatakan bahwa yang bersangkutan dinyatakan
mengundurkan diri;
3. Santri yang oleh karena sesuatu ingin mengundurkan diri dari Pondok
Pesantren, mengajukan permohonan tertulis kepada Pengelola Pendidikan
Pondok Pesantren selambat-lambatnya satu bulan sebelumnya;
4. Dalam hal administrasi yang belum terselesaikan, Santri atau pihak
keluarganya tidak meninggalkan beban yang harus diselesaikannya.
5.
Pasal 27
PENYELESAIAN MASALAH SANTRI

1. Sudah menjadi tekad Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren bahwa
setiap keluhan dan pengaduan seorang santri atau lebih akan diselesaikan
secara adil dan musyawarah secara ukhuwah islamiyah dan secepat
mungkin;
2. Untuk memperlancar program tersebut, Pengelola Pendidikan Pondok
Pesantren memberikan seorang mudabbir untuk beberapa santri, sebagai
perantara dan berfungsi membantu masalah-masalah kesantrian yang
mungkin muncul pada waktu proses pembelajaran.

Pasal 28
PERATURAN-PERATURAN YANG BERSIFAT PROSEDURAL
DAN/ATAU YANG LEBIH RINCI

1. Peraturan–peraturan yang bersifat prosedural akan disusun tersendiri
berdasarkan pada petunjuk/ketentuan-ketentuan yang tercantum pada pasal-
pasal terdahulu;
2. Setiap asrama atau kelompok santri dalam satu bimbingan dapat membuat
peraturan tersendiri yang khusus tanpa melanggar Aturan Pokok Santri ini.


Pasal 29
HAL-HAL YANG BELUM DIATUR

Hal-hal yang belum diatur dalam Aturan pokok Santri ini tunduk pada peraturan
perundang-undangan yang berlaku yang akan ditetapkan kemudian hari dan
ditambahkan sebagai pelengkap kedalam Peraturan Pondok Pesantren ini atau
dijadikan peraturan/petunjuk pelaksana.

Pasal 30
PERUBAHAN ATURAN POKOK SANTRI

1. Aturan pokok Santri ini akan ditinjau ulang setiap pergantian program
pendidikan santri minimal dalam 2 (Dua) Tahun;
2. Perubahan Aturan Pokok Santri dapat dilakukan dalam forum musyawarah
Bagian Santri Mukim Mahasissa Departemen Kepesantrenan Yayasan Daarut
Tauhiid;
3. Perubahan Aturan Pokok Santri diusulkan sekurang-kurangnya 2/3 jumlah staf
Bagian Santri Pesantren Mahasiswa;
4. Perubahan Aturan Pokok Santri sah dan mengikat jika disetujui sekurang-
kurangnya 3/4 dari jumlah peserta rapat.

BAB X
PENUTUP

1. Aturan Pokok Santri ini diperbanyak oleh Pengelola Departemen
Kepesantrenan Pondok Pesantren untuk dibagikan kepada seluruh Santri
sebagai pedoman dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar dalam Program
Pendidikan Santri Pesantren Mahasiswa;
2. Aturan pokok Santri ini terhitung mulai tanggal ditetapkanya ;
3. Jika ada persyaratan didalamnya yang menyalahi peraturan perundang-
undangan yang berlaku maka Aturan Pokok Santri Pesantren Mahasiswa
tersebut batal demi hukum dan yang diberlakukan adalah yang sudah diatur
didalam perundang-undangan yang berlaku atau memperhatikan kebijakan
yang akan ditetapkan oleh Pondok Pesantren yang sesuai dengan visi dan misi
Yayasan Daarut Tauhiid.












DEPARTEMEN AGAMA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
FAKULTAS TARBIYAH
Jalan Gajayana No. 50 Telepon (0341) 552398 Faksimile (0341) 552398


BUKTI KONSULTASI
Nama
NIM
Jurusan
Pembimbing
Judul Skripsi
:
:
:
:
:
Rini Noviantini
04110161
Pendidikan Agama Islam
Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I
Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan
Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa)
di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung

No Tanggal Hal yang dikonsultasikan Tanda Tangan
1. 13 September 2008 Proposal
2. 27 Oktober 2008 BAB I, II, III
3. 11 Juli 2009 Revisi BAB I, II, III
4. 26 Juli 2009 BAB IV, V, VI
5. 27 Juli 2009 Revisi BAB IV, V, VI
6. 27 Juli 2009 BAB I-VI dan Persetujuan

Malang, 27 Juli 2009
Mengetahui
Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang



Dr. M. Zainuddin M.A
NIP. 150275502

PENERAPAN NILAI-NILAI MANAJEMEN QOLBU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS AKHLAK SANTRI MUKIM (PROGRAM PESANTREN MAHASISWA) DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Islam (S Pd.I)

Oleh: Rini Noviantini 04110161

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Agustus, 2009

2

HALAMAN PERSETUJUAN

PENERAPAN NILAI-NILAI MANAJEMEN QOLBU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS AKHLAK SANTRI MUKIM (PROGRAM PESANTREN MAHASISWA) DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG

SKRIPSI

Oleh: Rini Noviantini 04110161

Telah disetujui pada tanggal 27 Juli 2009 Dosen Pembimbing,

Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I NIP. 150215385

Mengetahui, Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam

Drs. Moh. Padil, M.Pd.I NIP. 150267235

3

Zainuddin.HALAMAN PENGESAHAN PENERAPAN NILAI-NILAI MANAJEMEN QOLBU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS AKHLAK SANTRI MUKIM (PROGRAM PESANTREN MAHASISWA) DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG SKRIPSI Dipersiapkan dan disusun oleh Rini Noviantini (04110161) Telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 8 Agustus 2009 dan talah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar strata satu Sarjana Pandidikan Islam (S.Si NIP. 150215385 Penguji Utama Prof. Dr. Dr. H.Pd. H. M. 150215385 Sekretaris Sidang Dr. Muhaimin. 150215375 : _____________________ : ______________________ : ______________________ : ______________________ Mengesahkan.Pd. Baharuddin.I) Panitia Ujian Tanda Tangan Ketua Sidang Prof.I NIP. 150275502 4 .I NIP.A NIP. M. M. M. MA NIP. Baharuddin. 150327264 Pembimbing Prof.Pd. Dr. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang Dr. H. M. Abdul Bashith.

Segumpal daging itu bernama hati” (HR. tetapi bila rusak. niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. maka baiklah seluruh tubuhnya.MOTTO ُ ُ‫ا َ ِن ِ ا ْ َ َ ِ ُ ْ َ ً اذ َ َ َ ْ َ َ َ ا ْ َ َ ُ آ‬ ُ َِ ‫َ ا‬ ُ ْ َ ْ ‫واذ َ َ َتْ َ َ َت ا ْ َ َ ُ آ ُ ا َ وه َ ا‬ َِ َ ُ ِ َ َِ ”ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. 1020 1 5 . hadits no. Imam Bukhari dan Muslim)1 Al-Lu’lu wa al-Marjan Fima Ittafaqa ‘Alaihi asy. Kalau segumpal daging itu baik. Muhammad Fuad Abdul Baqi.syaikal. dari hadits Nu’man bin Basyir.

Guru MTs Cipeundeuy Bandung. ceria dan kalianlah yang membuat Teh Orin bisa ceria di saat pulang ke rumah. aku mampu menyibak tirai kelam dunia. keceriaan aktifitasku. kalian. aktifitasku. mendidikku mampu krikilSenandung kasih sayang mereka tiada tara hingga tak dapat ku ungkapkan dengan katakatakata namun akan selalu ku rangkai dalam do’a. Luhur Malang. Guru PP. jiwaku. temanSemua teman-teman terbaikku. suamiku Al Calon suamiku tercinta Ichwan Ismail Al-Faruqi yang selalu memberi ketenangan hati. adikku Yang tersayang adikku Rena Novita serat Silvia Fauziah yang selalu mendo’akan dan memberikan dukungan pada Teh Orin dalam menuntut ilmu. jangan pernah lelah menemani hari-hariku. yang selalu mendukung dan membantu dalam setiap aktifitasku. Al-Hikmah Al-Fathimiyyah Malang dan semua Dosen UIN Malang. SWT. dengan mu aku bisa memahami arti kehidupan. Wali Songo Jombang. dunia. memahami Engkau adalah penerang jiwaku. Guru PP. Guru PPP.PERSEMBAHAN sepasang Untuk sepasang mutiara hati Babeh dan Mamah memancarkan usai yang memancarkan sinar kasih sayang yang tidak pernah usai dalam mendo’akan dan mendidikku sehingga aku mampu menghadapi tajamnya krikil-krikil kehidupan. Dengan ilmu yang engkau berikan. Semoga Allah selalu melindungi kalian. Sabilunnajah Bandung. Guru SD Bayabang II Bandung. semuanya… Terima kasih semuanya… 6 . serta dukungan dalam setiap aktifitasku. Guru AlAlPPP. Bandung. Semoga amal mereka diridhoi oleh Allah SWT. Pahlawanku telah kepadaku Semua Pahlawanku yang telah sudi mendidik dan memberikan bimbingan kepadaku tanpa Bandung. hari-hariku. kasih sayang. tanda jasa.

M. Wb. Dr. H. Pembimbing. kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan.I Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Skripsi Rini Noviantini Lamp : 4 (Empat) Eksemplar Malang. Wassalamu’alaikum Wr. 150215385 7 . Baharuddin.Pd. Baharuddin. Wb. Demikian.I NIP. H. Prof.Pd. 27 Juli 2009 Kepada Yth. bahasa maupun teknik penulisan dan setelah membaca skripsi mahasiswa yang tersebut di bawah ini: Nama NIM Jurusan Judul Skripsi : : : : Rini Noviantini 04110161 Pendidikan Agama Islam Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung maka selaku pembimbing.Prof. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang di Malang Assalamu’alaikum Wr. mohon dimaklumi adanya. Dr. Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan. M. baik dari segi isi.

27 Juli 2009 Rini Noviantini 8 . Malang. maka telah diacu dalam naskah ini dan terdapat dalam daftar pustaka yang dicantumkan. bahwa tulisan dalam skripsi ini adalah murni dari karya penulis dan tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu Perguruan Tinggi dan bukan jiplakan dari karya orang lain.SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan. Jika terdapat pendapat dari orang lain.

Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjunan umat Islam. M. 9 . 2. penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Imam Suprayogo. 3. membesarkan dan membiayai baik materil maupun spiritual serta mengalirkan do’a-do’anya untuk kebahagiaan anaknya di dunia maupun di akhirat. membimbing. Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat Allah SWT.A selaku Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Bapak Dr. yang dengan jiwa sucinya penuh pengorbanan dan keikhlasan telah membimbing dan menuntun umatnya ke jalan yang penuh dengan cahaya ilmu yang di Ridhoi oleh Allah SWT. karena dengan ridho dan ma’unah-Nya akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan. dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak. Bapak Prof. H. Wb. Zainuddin. Dr. M. Orang tuaku tercinta yang dengan penuh kesabaran dan keikhlasan telah mengasuh. Untuk itu. Tentunya skripsi ini tidak dapat terselesaikan tanpa bantuan. Nabi besar Muhammad SAW.

Pd. Seluruh jajaran Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Malang yang telah banyak memberikan ilmu kepada penulis selama di bangku kuliah. Penulis 10 .Pd. Penulis menyampaikan terima kasih. M. Bapak Drs. Baharuddin. H. M. semoga bantuan yang telah diberikan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Moh. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.I selaku dosen pembimbing yang dengan kesabaran membimbing dan memberi arahan serta masukan yang amat berguna hingga terselesaikan skripsi ini. saran dan kritikan yang konstuktif dan sifatnya membangun dari seluruh pembaca yang budiman senantiasa penulis selalu mengharapkan demi perbaikan skripsi ini. Bapak Prof. Penulis menyadari skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Wb. 8. 6. Padil. KH. Dr. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) selaku pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung yang selalu memberikan ketenangan dengan dakwahnya.I selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. oleh karena itu perlu adanya koreksi. Semoga skripsi ini dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi semua pihak. 5. 7.4. yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini. Wassalamu’alaikum Wr.

...........3 Gambar 4........ : Proses Lisan Berkualitas ............................6 Tabel 4...... : Mengelola Waktu ..............................................2 Gambar 4.......1 : Pembagian kecerdasan ... 115 : Santri Harapan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid ……..........................................4 Gambar 4.. 11 ............. : Karakter Santri Daarut Tauhiid . : Langkah Praktis Pengenalan diri ..............................5 Gambar 4................1 Gambar 4...........3 : Format Muhasabah Harian ...............................................2 Tabel 4............. 26 92 103 111 : Proses Komukasi Berkualitas ................................................DAFTAR GAMBAR DAN TABEL Gambar 2... 136 : Jadwal Aktivitas Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung 2008-2009 132 135 137 Tabel 4..

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Lampiran II Lampiran III Lampiran IV Lampiran V : Struktur Organisasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid : Struktur Organisasi Yayasan Daarut Tauhid : Struktur Organisasi Direktorat Pendidikan : Aturan Pokok Santri Pesantren Mahasiswa : Data santri Mukim Akhwat dan Ikhwan Program Pesantren Mahasiswa Angkatan 2 Periode September 2008-Agustus 2009 Lampiran VI Lampiran VII : Peta Pondok Pesantren Daarut Tauhiid : Kegiatan Santri Daarut Tauhiid 12 .

...................... Latar Belakang Masalah .......... HALAMAN PENGESAHAN .. i ii iii iv v vi vii KATA PENGANTAR ........................................................................................................ DAFTAR LAMPIRAN ..DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..................................... HALAMAN PERSEMBAHAN .. Kegunaan Penelitian ..... Tujuan Penelitian ....................... HALAMAN PERNYATAAN ............ Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian ........................ E.................. Sistem Pembahasan ................................................................................................................ Rumusan Masalah ..................................................................................................................... C................ DAFTAR ISI ................................................................................... F................................................ HALAMAN NOTA DINAS PEMBIMBING .......... HALAMAN PERSETUJUAN ............. Definisi Operasional ...................................................................... HALAMAN MOTTO .. x xi xii xvi BAB I PENDAHULUAN A............... ABSTRAK .. viii DAFTAR GAMBAR DAN TABEL .............................. B........................ 1 9 9 9 10 11 11 13 .................................................. G............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. D...................................................................

........................ Pengertian Akhlak dan Ruang Lingkup Akhlak ................................................ Pendidikan Akhlak Islam .................. Pengertian An-Nafs Menurut Bahasa …………. 47 1.............. Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam .......... C........... An-Nafs dalam Al-Qur’an ………………………………… 3.......... An-Nafs dalam Tasawuf …………………………………....... Kehadiran Peneliti . Lokasi Penelitian ............ Akhlak dan Pondok Pesantren .... 3........ 4................ Pertumbuhan Kelembagaan Pondok Pesantren .................. Al-Qur’an sebagai Obat Hati dari Berbagai Penyakit ........... Manusia dan Lingkungan Hidup..... 13 2...... 4.................... Konsep Manajemen Qolbu ...... 71 72 73 47 53 58 59 64 68 14 ........... Pensucian Jiwa (Tazkiyah An-Nafs) dalam Tasawuf ………..... 5........... 6........ 28 B.... Qolbu Pusat Kecerdasan Ruhani ....................………… 2....................... Pembagian Hati ................................. Pendekatan dan Jenis Penelitian .. 4..................... 3............................... Materi Pelajaran dan Metode Pengajaran Pondok Pesantren........................................................... BAB III METODE PENELITIAN A.......... 2.................................................. 13 1..... 17 20 23 5............................. 30 1. Metode Tazkiyah An-Nafs ………………………………… 30 31 34 38 C........................... Manajemen Qolbu ...................... Akhlak Terhadap Allah...........................BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Manajemen Qolbu .............. B........

..... G.............................. 4.. Prosedur Pengumpulan Data ................................................. Tujuan............... BAB IV HASIL PENELITIAN A... Target dan Strategi ...... F................................ 141 15 ................................... 2.. Pola Kepemimpinan .......... 1... 5........................................................... 3............... Tahap-Tahap Penelitian ................. Penyajian Data .................................................. Struktur Organisasi .......... B............................................................................................ Visi... Pengecekan Keabsahan Temuan Data .............. Latar Belakang Objek .................................. 1........ Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam 80 80 83 83 85 87 89 74 77 78 78 Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung .............................. Analisis Data ............................. Misi............................................... Letak Geografis .......................................................... 73 E....................D............................................... 2...................................................................... H....... Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan 89 Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung ......... Sejarah Pondok Pesantren Daarut Tauhiid ..... Sumber Data ...................

..... Saran ......... 152 B........................................... Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu Dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung .............................. 150 BAB VI PENUTUP A......................BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A........... 155 DAFTAR RUJUKAN LAMPIRAN-LAMPIRAN 16 ............ 146 B............................................................... Kesimpulan .. Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan NilaiNilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung .............

Teknik pengumpulan data menggunakan metode Observasi. Kata Kunci: Manajemen Qolbu. Prof. pengembangan potensi dan pembentukan sikap. Faktor pendukung internal yakni pengasuh. Hasil dari penelitian ini adalah Program Pesantren Mahasiswa (PPM) sebagai sebuah program pendidikan yang berorientasi pada penanaman aqidah. Dengan adanya Manajemen Qolbu maka akan melahirkan akhlak yang baik. Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. tetapi juga berfungsi sebagai lembaga sosial dan penyiaran agama. perangai. Kemudian catatan tersebut di analisis untuk memperoleh tema dan pola-pola yang dideskripsikan dan diilustrasikan dengan contoh-contoh. Tujuannya mendeskripsikan penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dan faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan nilainilai Manajemen Qolbu dan apa faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. tingkah laku atau tabi’at. Manajemen Qolbu Aa Gym merupakan upaya pengelolaan atau penataan hati dengan berbagai kiat-kiatnya yakni agar hati selalu bersih. sehingga mudah mempraktekan nilai-nilai Manajemen Qolbu supaya kualitas akhlak menjadi lebih baik. Manajemen Qolbu artinya bagaimana mengelola hati supaya potensi positifnya bisa berkembang maksimal mengiringi kemampuan berpikir dan bertindak. Fakultas Tarbiyah. wawancara dan dokumentasi. H. to control berarti mengawasi dan to guide berarti memimpin. Interview. pengurus dan santri.Pd. Qolbu adalah hati nurani yang menerima limpahan cahaya kebenaran ilahiyah yaitu ruh. Rini. M. Kualitas Akhlak 17 . Dokumentasi dan pembahasan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang sebagian besar berasal dari catatan pengamatan. termasuk kutipan-kutipan dan rangkuman dari dokumen. Baharuddin. Dr.I Manajemen berasal dari bahasa Inggris yaitu to manage yang sinonimnya antara lain to hand berati mengurus. Akhlak ialah bentuk jamak dari khuluq (khuluqun) yang berarti budi pekerti. dengan harapan menjadi solusi alternatif bagi bangsa. Jenis penelitian ini adalah Kualitatif. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. faktor eksternal yakni wali santri dan lingkungan. karena hati merupakan pusat dari segala perbuatan manusia. rasa malas karena kelelahan dan kurang kesadaran dari santri dalam mengikuti program. Faktor penghambat yakni masih membutuhkan dana yang lebih.ABSTRAK Noviantini. sehingga sekujur sikapnya menjadi positif dan potensi negatifnya segera terdeteksi dan dikendalikan sehingga tidak berbuah menjadi tindakan yang negatif. Pondok Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan. Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam.

2 Muhammad Muhyidin. The True Power of Heart (Jogjakarta: Diva Press.2 Sementara itu. 31 18 . sosial dan utamanya agama. jika gagasan-gagasan. Sedikit demi sedikit para pemerhati masalah ini telah menyimpulkan penelitian-penelitian mereka. Perhatian terhadap satu organ ini datang kebanyakan bukan dari para ahli bidang biologi. utamanya ahli di bidang biologi. Misteri-misteri tentang hati masih tersembunyi rapat-rapat. konsep. serapat letaknya di dalam tubuh manusia.BAB 1 PENDAHULUAN A. tidak seperti perhatian mereka terhadap organ-organ tubuh yang lain. Latar Belakang Sampai saat ini ada satu bagian dari dalam tubuh manusia yang banyak menyita perhatian para ahli. hanya saja tidak seperti perhatian para ahli terhadap otak. Misteri tentang otak manusia mulai terpecahkan dan teori-teori baru tentang otak mulai dikembangkan. ada satu bagian lagi dari dalam tubuh manusia yang juga menyita perhatian. teori tentang hati. kedokteran atau psikologi melainkan para pemikir di bidang filsafat. Organ tersebut adalah hati. konsep-konsep dan teori-teori tentang otak manusia sudah banyak bermunculan maka tidak demikian dengan gagasan. bahkan sudah sangat lama. 2007). Neurologi menjadi ilmu yang paling maju yang bisa dicapai dalam masalah yang satu ini. hlm. kedokteran dan psikolagi yakni otak. Otak menjadi pusat perhatian yang paling tinggi.

Di jaman Yunani kuno.3 Terdapat banyak alasan mengapa perhatian terhadap hati tidak setinggi perhatian terhadap otak. yang darinya manusia berbeda dan membedakan diri dengan makhluk hidup yang lain. Alasan lain sudah diyakini bahwa otak merupakan pusat segala kecerdasan yang niscaya dimiliki oleh manusia. Diantaranya karena persoalan letak. yang memang hal tersebut sangat penting bagi kehidupan manusia. Alasan yang lain sampai saat ini tampaknya sains dan teknologi belum berhasil menemukan alat-alat tertentu yang sanggup digunakan untuk meneliti hati sebagaimana alat-alat tertentu yang sudah ditemukan dan dapat digunkan untuk meneliti otak. tampaknya perhatian terhadap kedua organ dalam tersebut sudah sama-sama tua. pembicaraan otak dengan hati sudah dimulai. Dalam perkembangannya kemajuan sains dan teknologi meniscayakan kita untuk melakukan penelitian terhadap otak. hanya saja pembicaraan keduanya berangkat lebih banyak dari pemikiran yang sifatnya spekulatif belaka. Hati atau jantung selama ini lebih banyak dibicarakan dan dibahas dari sudut kedokteran saja. padahal kecerdasan merupakan satu tema sentral dalam kehidupan manusia sendiri.. tetapi sekaligus melokalisasi fokus perhatian tersebut pada organ yang satu ini. dari sisi sehat dan sakitnya secara fisik saja. 3 Ibid. hlm. Penyakit jantung atau penyakit liver merupakan jenis penyakit yang berbahaya dan mematikan.Walaupun demikian. dari sisi ini penelitian terhadap otak lebih dimungkinkan dari pada penelitian terhadap hati. 32 19 . penyakit seperti ini tidak sama dengan penyakit stres atau pusing kepala.

yang juga turut meramaikan jiwa manusia merupakan fakta-fakta yang juga tidak bisa dipungkiri. Mereka tidak bisa menutup mata terhadap kebenaran agama yang menyatakan bahwa hati merupakan organ tubuh yang sangat vital dan sangat penting. Walaupun demikian. tidak ada satu pun manusia yang berakal sehat yang hidup di dunia ini meragukan fakta bahwa hati demikian kuat pengaruhnya dalam kehidupan manusia sendiri. amarah dan lain sebagianya. Berkhayal. logika dan falsafat bukan dari sudut pandang sains positif. keluhuran. jujur. keadilan dan kebenaran yang telah ditunjukan oleh manusia merupakan kenyataan yang tidak mungkin dipungkiri. Demikian halnya sifat-sifat seperti tamak. berfantasi. dendam. imajinasi dan pikiran. fantasi. benci. cinta-kasih. dorongan terhadap sains dan teknologi agar bisa menghasilkan alat-alat penelitian yang khusus untuk membuka tabir misteri hati tampaknya perlu terus-menuerus dilakukan. Pembahasan tentang rahasia-rahasia hati ini lebih banyak bertolak dari sudut pandang agama. benci. Para ilmuan bidang ini tampaknya harus membuka diri untuk menerima asumsi-asumsi agama terhadap organ yang satu ini. Sebagainya masuk ke dalam 20 . adil. khianat. marah. rakus. Alasannya sangat sulit untuk menemukan referensi atau rujukan ilmiah tentang masalah ini. kelembutan. Sifat-sifat seperti kebaikan.Dari kenyataan yang demikian itu. Para ilmuan atau para ahli di bidang otak sendiri mengakui keberadaan sumber atau pusat keberadaan sifat-sifat yang seperti ini bukan berada di otak. berimajinas dan berpikir merupakan fungsi otak sedangkan benar. sombong. dendam dan seterusnya ini tidak termasuk dalam kategori khayalan.

tetapi sumber atau pusat dari sifat-sifat ini lagi-lagi bukan berada di otak. Kita hanya Ibid. walaupun seharusnya lebih ditegaskan bahwa kebenaran hanya mungkin diketahui dan dirasakan nyata apabila kita mau melaksanakan kata hati bukan hanya mendengar. dan bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan kita sendiri. sebagaimana makna hati itu sendiri yang bersifat kondisional (ahwal) dan tidak memiliki pengertian yang statis (maqamah). Oleh karena itu membahas rahasi-rahasia hati adalah sebagia dasar kita untuk mengerti dan memahami kekuatan-kekuatan yang dimilikinya. Pascal melanjutkan bahwa kebenaran hanya dapat diketahui jika kita mau mendengar suara hati (logique de coeur). adil. cinta-kasih. yang kemudian disebut sebagai ”Kecerdasan Spiritual”.. kelembutan dan keyakinan terhadap kekuatan yang bersifat Suprarasional. hlm.4 Hati tidak mempunyai batas atau ukuran-ukuran permanen. Otak juga mampu berpikir tentang benar.5 Agama sebagimana juga logika dan falsafah menyebutkan sumber atau pusat sifat-sifat adalah hati bukan otak. 36 5 Toto Tasmara. kecuali otak hanya mampu berpikir tentang rasa yang kemudian dapat disebut sebagai ”Kecerdasan Emosional”. Kecerdasan Ruhaniah (Transcendental Intelligence) (Jakarta: Gema Insani.kategori rasa dan sumber atau pusat rasa juga tidak terdapat di otak. jujur. Ungkapan Pascal yang dikutip Tasmara Toto yaitu ”Le coeur a ses raisons que la raisons ne connait pas” hati mempunyai akalnya sendiri yang tidak bisa dimengerti oleh akal budinya.. hlm. 2001). hati tidak mungkin diukur dengan batasanbatasan atau dibatasi dengan ukuran-ukuran yang pasti. Memahami dan menangkap hati secara utuh adalah kemustahilan. 45 4 21 .

Lambat laun majelis ini merangkak menjadi sebuah pengajian rutin dan terus berkembang sampai akhirnya jadilah Daarut Tauhiid dengan berbagai lembaga pendukungnya. santri. biasanya yang disebut Pesantren adalah lembaga pendidikan keislaman yang di dalamnya terdapat kiai. Abdullah Gymnastiar atau yang lebih dikenal Aa Gym. tema yang berkaitan dengan hati menjadi masalah yang selalu menarik untuk memahaminya secara lebih mendalam. Ayat-ayat Al-Qur’an al-Karim adalah pilihan yang paling tepat untuk menjadi dasar dan pijaka memasuki rahasia-rahasia hati. kalaupun ada porsinya sangat sedikit. Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung menerapkan konsep Manajemen Qolbu dalam dakwahnya.dapat memahami melalui asumsi-asumsi dari proses perenungan yang sangat personal karena di dalam hati terdapat barbagai hayalan dan filsafat agama. Langkah awal untuk membuka dan memahami rahasia-rahasia hati maka memerlukan pijakan yakni dasar-dasar rujukan yang paling diyakini benar dan sangat bisa untuk dipertanggungjawabkan tentang informasi-informasi mengenai hati. pondok dan pengkajian kitab Islam klasik (kitab kuning) dan biasanya Pesantren seperti ini disebut Pesantren tradisional atau Pesantren salaf. Di Daarut Tauhiid kriteria seperti di atas tidak terpenuhi. 22 . Di Daarut Tauhiid tidak ada pengkajian khusus secara mendalam mengkaji kitab Islam klasik seperti di Pesantren tradisional. masjid. Pesantren ini mulanya adalah sebuah majelis dzikir yang dipimpin langsung oleh KH. Pondok Pesantren Daarut Tauhiid adalah Pesantren Alternatif karena aktivitas dakwah di Daarut Tauhiid berbeda dengan umumnya Pesantren.

seperti umumnya figur kiai di Indonesia. baik yang tergolong tradisional maupun modern. 2003). santri atau jamaah pengajian diberi kebebasan seluasluasnya untuk mengekspresikan pendapat. kiai atau ustad yang memimpin dan mengajar di Daarut Tauhiid telah dididik dalam dua kultur yaitu modern dan tradisional. ”khidmat” berlebihan kepada kiai atau ustad yang cenderung melahirkan ”kultus” tidak dikenal di Pesantren ini. kiai atau ustad tampaknya bukanlah figur segala-galanya dan bukan juga pemegang kebijaksanaan tunggal Pesantren. Mungkin sesuai dengan karekter Pesantren dan figur Aa Gym di dalamnya. Bahkan gaya seperti ini tampaknya mulai mempengaruhi sistem pengajaran Pesantren. serta bersikap kritis terhadap apa yang disampaikan oleh kiai atau ustad. Deden Ridwan.Santri Daarut Tauhiid tidak hanya mempelajari agama yang behubungan dengan ibadah tetapi juga mempelajari ilmu yang berhubungan dengan alam semesta. Kultur modern maksudnya adalah para ustad tersebut telah dididik atau bersentuhan baik secara akademis maupun kultural dengan sistem pendidikan modern. Di Daarut Tauhiid justru yang terlihat aroma Hernowo dan M. hlm. Mizan Pustaka. Akibatnya. Kedua. melainkan demokratis. gaya kepemimpinan Daarut Tauhiid tidak lagi bersifat sentralistis. Aa Gym dan Fenomena Daarut Tauhiid (Bandung: PT.6 Pondok Pesantren Daarut Tauhiid memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan umumnya Pesantren yang terdapat di negeri ini. 28-30 6 23 . bertanya dan menjalankan agamanya. di sisi lain para ustad tersebut selain berpendidikan modern juga bersentuhan dengan sistem pendidikan tradisional Pesantren. Pertama. Namun.

2006). supir. 29-30 Abdullah Gymnastiar. tukang beca. hlm. di sini lebih bermakna pendidikan bukan dakwah dalam pengertian konvensional. ada lagi yang disebut kategori pendidikan khusus seperti salah satunya objek yang penulis teliti yaitu santri mukim Program Pesantren Mahasiwa (PPM) dan waktunya relatif ada yang 3 bulan.8 Sebagai Pesantren yang berada di tengah kota. Santrinya menyewa rumah di masyarakat sehingga diharapkan selain akan mewarnai masyarakat sekitarnya juga menghidupkan ekonomi masyarakat dengan makan dan belanja di warung sekitarnya. kendati prinsip disiplin tetap dipraktikkan secara ketat. hlm. Daarut Tauhid memang dimaksudkan untuk mengincar segmen masyarakat perkotaan yang ingin memperdalam ilmu agama. Aa Gym Apa Adanya Sebuah Qolbugrafi (Bandung: Khas MQ. Adapun yang menjadi santri adalah dari semua lapisan masyarakat yang terdiri dari para mahasiswa.. anak jalanan. Pola dakwahnya meliputi ceramah umum yang rutin diselenggarakan. polisi dan aparat pemerintah sehingga menjadi satu kesatuan.kebersamaan dan sikap egaliter. 1 tahun dan sebagainya. tetangga.7 Pondok Pesantren Daarut Tauhiid sengaja didesain menjadi pesantren yang benar-benar berbaur dengan masyarakat atau dikenal dengan konsep tanpa batas (virtual). Aktivitas keislaman di Daarut Tauhiid terfokus pada kegiatan dakwah. 98 8 7 24 . tetapi dengan kurikulum yang jelas. pedagang. Ibid.

Deden Ridwan. 9 Hernowo dan M. Ternyata Manajemen Qolbu menunjukkan bahwa manusia mampu mengendalikan dirinya. op cit. olah hati dan olah tindakan (dzikir). konsep yang digelontorkan oleh KH. ikhlas. melainkan dari kedalaman dirinya sendiri. sehingga hati ini dapat memandu kehidupan kita menuju kepada tujuan kehidupan yang hakiki. ridho.9 Tujuan Manajemen Qolbu yang penting lagi adalah mengajak kita untuk mengembangkan dan mengedepankan hati yang terberkahi. Tujuan yang hakiki menghendaki pemahaman yang baik dalam proses mencapai tujuan. 227 25 . jujur. Abdullah Gymnastiar. Proses introspeksi diri yang dilakukannya baik bersama seluruh keluarga. berusaha menggali konsep ini bukan dari kekuatan orang lain.Model pendidikan yang dikedepankan oleh Daarut Tauhid dikenal dengan sebutan "Manajemen Qalbu". Aa Gym telah bertahun-tahun berusaha untuk menemukan konsep praktis Manajemen Qolbu ini.. sedangkan pemahaman yang baik hanya akan kita dapatkan manakala kita telah berhasil memahami rahasia-rahasia hati itu sendiri. tawakkal. santri dan para sahabat maupun dirinya sendiri terutama ketika berada sendirian di keheningan malam atau saat terpojok oleh masalah-masalah duniawi terasa cukup efektif untuk merumuskan konsep Manajemen Qolbu ini. Intinya adalah memenej dan memelihara kebeningan hati dengan cara mengenal Allah lebih mendalam (dengan amalan/dzikir). hlm. Sebuah metode yang mengajak pesertanya untuk mampu menseleraskan olah pikir. untuk kemudian mengisinya dengan nilai-nilai ruhani Islam seperti sabar. tersucikan dan tercerahkan. disertai dengan ikhtiar.

Rumusan Masalah Penelitian ini memiliki rumusan masalah sebagai berikut: 1. diharapkan dapat memeberikan pengetahuan dan memperkaya khazanah kepustakaan di Perguruan Tinggi serta dapat dijadikan bahan pijakan untuk penelitian berikutnya dan sebagai 26 . Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Secara teoritis.B. Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung D. Bagaimana penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung? 2. Mendeskripsikan penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung 2. Apa faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung? C. Kegunaan Penelitian 1.

dapat memberikan informasi dan untuk mengetahui serta memberikan gambaran yang jelas tentang penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. E. 27 . maka dalam penulisan skripsi ini dibatasi hanya akan membahas tentang penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung dan faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Secara praktis.pengalaman dalam mengembangkan dan membina kemampuan peneliti dalam menyusun mukim ilmiah. Apabila ada permasalahan diluar pembahasan tersebut maka sifatnya hanyalah sebagai penyempurna sehingga pembahasan ini sampai pada sasaran yang dituju. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian Untuk menghindari perluasan masalah dalam pembahasan skripsi ini sekaligus untuk mempermudah pemahaman. 2.

2001). Manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran10 2. 1994). op. hlm. maka penelitian menguraikan dalam enam bab sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bagian ini bertujuan sebagai pengantar kepada pembaca yang meliputi: latar belakang. ruang lingkup dan keterbatasan penelitian. yang meliputi: Manajemen 10 Dessy Anwar. rumusan masalah.F. Kualitas adalah mutu. 45 Pius A Partanto dan M Dahlan Al Barry. muru’ah atau segala sesuatu yang sudah menjadi tabi’at13 G. 2003). hlm. adat kebiasaan. 384 13 Abuddin Nata. baik buruknya barang12 4. cit. Akhlak Tasawuf (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Sistematika Pembahasan Untuk memperoleh suatu gambaran secara garis besar dari penelitian ini. dan sistematika pembahasan. hlm. Akhlak adalah budi pekerti. 2 12 11 28 . definisi operasional. kegunaan penelitian. Kamus Ilmiah Populer (Surabaya: Arbola. Definisi Operasional 1.. 274 Toto Tasmara. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Surabaya: Mukim Abditama. perangai. Qolbu adalah hati nurani yang menerima limpahan cahaya kebenaran ilahiyah yaitu ruh11 3. BAB II KAJIAN PUSTAKA Bagian ini merupakan kajian teori yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan dan menjadi dasar dalam penelaahan. hlm. tujuan penelitian.

Akhlak dan Pondok Pesantren. 29 . kehadiran peneliti. pengecekan keabsahan temuan data dan tahap-tahap penelitian. faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Bagian ini merupakan pembahasan hasil peneitian dan pembahasan terhadap temuan-temuan BAB VI PENUTUP Bagian ini merupakan bab terakhir dari skripsi ini. kemudian dilanjutkan dengan pemberian saran. lokasi penelitian. analisis data. BAB III METODE PENELITIAN Bagian ini meliputi: pendekatan dan jenis penelitian. oleh karena itu penulis akan memberikan kesimpulan dari pembahasan yang bersifat empiris. struktur organisasi.Qolbu. sumber data. Penyajian data: penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. visi dan misi dan pola kepemimpinan. BAB IV HASIL PENELITIAN Bagian ini meliputi latar belakang objek: sejarah Pondok Pesantren Daarut Tauhiid. letal geografis. Pensucian Jiwa (Tazkiyah An-Nafs) dalam Tasawuf . proses pengumpulan data.

Millet. hlm.com.17 Sebagaimana sejak di alam ruh. Jadi. tertata dan berkembang secara optimal. Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an (Jakarta: Amzah. M. diakses 10 Agustus 2009) 16 Abdullah Gymnastiar. akan dapat terbaca. hlm. 2007). artinya sekecil apa pun potensi yang ada apabila dikelola dengan tepat. to control berarti mengawasi dan to guide berarti memimpin. pembinaan dan ketatapengurusan pengelolaan. xvi 14 30 .15 Secara sederhana manajemen berarti pengelolaan atau pentadbiran. tergali. Jagalah Hati Step by Step Manajemen Qolbu (Bandung: Khas MQ. Manajemen Qolbu 1. manusia telah melakukan kesaksian kebenaran.16 Qolbu adalah hati nurani yang menerima limpahan cahaya kebenaran ilahiyah yaitu ruh. 2006). memimpin. Pengertian Manajemen Qolbu Manajemen Qolbu berasal dari kata manajemen dan qolbu. ketatalaksanan. Management in the public service (http: www. Yatimin Abdullah. kepemimpinan.google. pengendalian. apabila dilihat dari asal katanya manajemen berarti pengurusan. membimbing. Kata manajemen berasal dari bahasa Inggris yaitu to manage yang sinonimnya antara lain to hand berati mengurus. 159 15 John D.14 Manajemen adalah proses pembimbingan dan pemberian fasilitas terhadap pekerjaan orang-orang yang terorganisir dalam kelompok formil untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki.BAB II KAJIAN PUSTAKA A.

tidak konsisten. hlm.. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orangorang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)" (QS.öΝÍκŦà Ρr& #’n?tã öΝèδy‰pκô−r&uρ öΝåκtJ−ƒÍh‘èŒ óΟÏδÍ‘θßγàß ÏΒ tΠyŠ#u ûÍ_t/ . 2001). yang menerangi atau memberikan arah pada manusia untuk bertindak dan bersikap berdasarkan keyakinan atau prinsip yang dimiliki. Qolbu juga merupakan sagfana atau hamparan yang menerima suara hati (conscience) yang berasal dari ruh dan disebut dengan nurani. berbolak-balik. Kecerdasan Ruhaniah (Transcendental Intelligence) (Jakarta: Gema Insani. Al-A’raaf: 172) Qolbu adalah bentuk masdar dari qalaba yang artinya berubah-ubah.Î#Ï ≈xî #x‹≈yδ ôtã Artinya: Dan (ingatlah). Qolbu merupakan lokus atau tempat di dalam jiwa manusia yang merupakan titik sentral atau awal segala awal yang menggerakkan perbuatan manusia yang cenderung kepada kebaikan dan keburukan. berganti-ganti. Toto Tasmara.ÏΒ y7•/u‘ x‹s{r& øŒÎ)uρ $¨Ζà2 $‾ΡÎ) Ïπyϑ≈uŠÉ)ø9$# tΠöθtƒ (#θä9θà)s? χr& ¡ !$tΡô‰Îγx© ¡ 4’n?t/ (#θä9$s% ( öΝä3În/tÎ/ àMó¡s9r& ∩⊇∠⊄∪ t. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku Ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami). kami menjadi saksi". 45 17 31 .

tidak memandang badanmu. keyakinan dan prinsip-prinsip kebenaran. Allah menempatkan qolbu sebagai sentral kesadaran manusia sehingga Allah tidak mempedulikan tindakan yang tampak kasat mata. bahkan Allah memafkan kasalahan yang tidak dengan sengaja disuarakan oleh hati nurani manusia. bahkan sebagai wakil Tuhan di muka bumi ataukah terpuruk dalam kebinatangan yang hina. “Sesungguhnya Allah tidak memandang bentuk wajahmu. Allah memuliakan manusia dari segala makhluk yang diciptakan-Nya. Rasulullah bersabda. melainkan Dia memandang qolbumu” Di dalam qolbu terhimpun perasaan moral. karena dari sinilah berangkat segala tindakan yang autentik. Allah tidak memandang apa yang tampak. Hal ini bisa terjadi dikarenakan qolbu merupkan titik sentral kecerdasan dan sekaligus kebodohan ruhaniah bagi manusia. baik-buruk. bahkan lebih hina dari binatang yang melata. Itulah sebabnya.Dengan qolbu itulah. karena qolbu itu pula manusia merusak dirinya sendiri. Perasaan moral tersebut akan ditampilkan dalam bentuk tindakan yang berorientasi pada prestasi (achievemnents orientation) amal saleh. Dengan pemahaman ini. Qolbu merupakan awal dari sikap sejati manusia yang paling autentik yaitu kejujuran. Sebaliknya. tetapi melihat yang lebih esensial yaitu qolbu manusia. serta berbagai keputusan yang harus dipertanggungjawabkannya secara sadar. sehingga kualitas qolbu akan menentukan apakah dirinya bisa tampil sebagai subjek. 32 . mengalami dan menghayati tentang salah-benar.

18 Pada tubuh manusia terdapat tiga rasa yang melekat. rasa vital (nafsiyah) misalnya: segar. rasa indrawi (badaniah) misalnya: pahit. hlm. yang artinya qolbu mampu menangkap fungsi indrawi yang dirangkum dan dipantulkan kembali ke dunia luar. manusia sadar akan dirinya dalam konteksnya dengan dunia luar.. Sedangkan. termasuk di dalam rasa qolbiyah ini adalah rasa yang paling luhur yaitu rasa ruhiyah yang mencakup kearifan dan kebenaran Ilahiah atau yang dikenal dengan istilah ma’rifah. manis dan asin. bahagia dan derita. Dalam proses mengalami dan menghayati itu. benci. 33 . Pertama. rasa qolbiyah misalnya: cinta. 48 Ibid. Kedua. dan proses ini disebut menghayati. yakni yang menentukan nilai perbuatan seseorang. yang merupakan sarana terpenting yang telah dikaruniakan Allah kepada manusia. di dalam proses menghayati manusia sadar akan seluruh tanggungjawab perbuatannya. Salah satu fungsi qolbu adalah merasakan dan mengalami.19 Qolbu adalah hati nurani atau lubuk hati yang paling dalam. Ketiga. nafsiah). Hati adalah tempat bersemayamnya niat.tumbuhlah kecerdasan ruhaniah yang paling awal yaitu kesadaran untuk bertanggung jawab. Pengalaman bersifat kualitatif physical (badani.. bugar. Niat ini selanjutnya diproses oleh akal pikiran agar bisa 18 19 Ibid. sedangkan penghayatan bersifat kualitatif psychical spiritual (ruhiah).

sejak tahun 1998 mulai dikembangkan ke beberapa lembaga di luar pesantren. untuk kalangan intern Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung.20 Menurut Dr. 62 22 34 . Qalbu dengan makna ini adalah hakikat manusia. xvi hlm. dan yang akan mendapat kecaman21 2. 20 21 Abdullah Gymnastiar.direalisasikan dengan efektif dan efisien oleh jasad kita dalam bentuk amal perbuatan... Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. Namun. menangkap. yang akan diberi ganjaran.cit. 2000). Dialah bagian yang menyerap. Konsep Manajemen Qolbu Konsep Manajemen Qolbu (MQ) kali pertama dikembangkan oleh KH. dan memiliki pemahaman dalam diri manusia. Dialah yang diberi tugas hukum.. Ali Abdul Halim Mahmud. yang akan diperhitungkan. Ibid.22 Manajemen Qolbu bukanlah hal baru dalam Islam. Al-qalbu atau hati yang dimaksud dengannya bisa berupa anggota khusus yang berada dalam tubuh manusia yang menopang aliran darah. Setelah terbukti ada manfaatnya. hlm. loc.. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) pada tahun 1990. Ali Abdul Halim Mahmud.y— tΒ yxn=øùr& ô‰s% Artinya: Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Konsep ini hanyalah sebuah format dakwah yang bersumber dari Al-Qur’an Surat AsySyam: 9-10 ∩⊇⊃∪ $yγ9¢™yŠ tΒ z>%s{ ô‰s%uρ ∩∪ $yγ8©. bukan ini yang kami maksud . Pendidikan Ruhani (Jakarta: Gema Insani Press.

Segumpal daging itu bernama hati. artinya bagaimana mengelola hati supaya potensi positifnya bisa berkembang maksimal mengiringi kemampuan berpikir dan bertindak. perasaan atau dorongan apa pun yang keluar dari dalam diri seseorang akan tersaring niatnya sehingga melahirkan suatu kebaikan dan kemuliaan serta penuh dengan manfaat. niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. tidak hanya bagi kehidupan dunia tetapi juga untuk kehidupan akhirat. hlm.dan Al-Hadits Riwayat Muslim: ُ ُ‫ا َ ِن ِ ا ْ َ َ ِ ُ ْ َ ً اذ ََ َ ْ ََ َ ا ْ َ َ ُ آ‬ ُ َِ ‫َ ا‬ ُ ْ َ ْ ‫واذ َ َ َتْ َ َ َت ا ْ َ َ ُ آ ُ ا َ وه َ ا‬ َِ َ ُ ِ َ َِ Artinya: Ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Dengan pengelolaan hati yang baik.23 Dalam konsep Manajemen Qolbu setiap keinginan. 150 35 . maka seorang juga dapat merespon segala bentuk aksi atau tindakan dari luar dirinya baik itu positif maupun negatif secara proporsional. 2006). Kalau segumpal daging itu baik. Menyimak dari itu dikemaslah dalam bahasa yang lebih aktual yaitu Manajemen Qolbu. Aa Gym Apa Adanya (Bandung: Khas MQ. sehingga sekujur sikapnya menjadi positif dan potensi negatifnya segera terdeteksi dan dikendalikan sehingga tidak berbuah menjadi tindakan yang negatif. 23 Abdullah Gymnastiar. tetapi bila rusak. maka baiklah seluruh tubuhnya.

Karya dan Pemikirannya. 2007).. Dengan kata lain. Tajudin. maka semua anggota badan itu seharusnya berada di bawah penghambaan dan kekuasaannya.24 Dengan demikian. Karena itu. Hatilah yang bertanggung jawab atas segala tindakan anggota badan. yang muncul hanyalah satu yaitu sikap yang penuh kemuliaan dengan pertimbangan nurani yang tulus. Jadi hati adalah raja bagi seluruh anggota badan. terj. 211 24 36 . melalui konsep Manajemen Qolbu seseorang bisa diarahkan agar menjadi sangat peka dalam mengelola sekecil apa pun potensi yang ada dalam dirinya menjadi sesuatu yang bernilai kemuliaan serta memberi manfaat besar. Dari hatilah anggota-anggoat memperoleh bekal untuk beerlaku istiqamah atau ragu-ragu. di mana semuanya harus atas perintahnya. dan dia menggunkannya sebagaimana dia kehendaki. Segala amal anggota badan tidak mungkin pernah lurus hingga bersumber dari tujuan dan niatnya. setiap aktifitas lahir dan batinnya telah tersaring sedemikian rupa oleh proses Manajemen Qolbu.Respon yang terkelola dengan sangat baik akan membuat reaksi yang dikeluarkannya menjadi positif dan jauh dari hal-hal mudharat. hlm. sedangkan anggota tubuh yang melaksanakan segala perintah hati dan menerima segala hadiah yang diberikan kepadanya. Peran hati dalam mengendalikan anggota-anggota badan sebagaimana peran seorang raja dalam mengendalikan tentara-tentaranya. karena setiap pemimpin harus bertanggung jawab atas seluruh rakyatnya. baik bagi dirinya sendiri maupun makhluk Allah Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Obat Hati Antara Terapi Ibnul Qayyim & Ilusi Kaum Sufi. (Jakarta: Darul Haq.

xvi-xviii 25 37 . ∩∇∪ 5ΟŠÎ=y™ 5=ù=s)Î/ ©!$# ’tAr& ôtΒ āωÎ) ∩∇∇∪ tβθãΖt/ Ÿωuρ ×Α$tΒ ßìx Ζtƒ Ÿω tΠöθtƒ Artinya: (Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. dapat memberi kemaslahatan di dunia juga di akhirat kelak. sebagaiman kata Al-Alim. Sebagaimana firman Allah. sehat) karena sifat bersih dan sehat telah menyatu dengan hati. Hati yang mengikhlaskan penghambaan dan ibadah kepada Allah semata. hati yang selamat dari menjadikan sekutu untuk Allah dengan alasan apapun. Qalbun salim yaitu hati yang bersih yang selamat dari berbagai syahwat yang menyalahi perintah dan larangan Allah. baik dalam kehendak. Al-Qadir (Yang Maha Mengetahui.lainnya. Asy-Syu’ara: 88-89) Disebut qalbun salim (hati yang bersih. Lebih dari itu. 2006). Pembagian Hati a. khasyyah Abdullah Gymnastiar. inabah (kembali). cinta. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. Jagalah Hati Step by Step Manajemen Qolbu (Bandung: Khas MQ. Maha kuasa) dan merupakan lawan dari sakit dan aib. (QS. merendahkan diri. tawakal.25 3. Hati yang sehat Hati yang sehat yaitu hati yang bersih yang seorang pun tidak akan bisa selamat pada hari kiamat kecuali jika dia datang kepada Allah dengan hati yang bersih. hlm.

Dengan begitu. Dalam bahasa orang agama.28 Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. 2005 ). setiap yang akan diperbuat benar-benar sudah melewati perhitungan yang jitu berdasarkan hati nurani yang bersih. orang yang memiliki kesehatan ruhani yang baik dan benar lebih masyhur disebut orang yang hidup dan meraih kehidupan dalam keimanan dan ketakwaan. hlm. 2005). 11 26 38 .(takut). (Jakarta: Darul Falah. hlm. Inilah Indahnya Islam dengan Manajemen Qolbu (Bandung: Khas MQ.. Karya dan Pemikirannya. 6 28 Abdullah Gymnastiar. karena telah hadirnya cahaya hidayah atau petunjuk Ilahiah di dalamnya.27 Seseorang yang memiliki hati sehat.26 Kesehatan ruhani dalam pandangan Islam adalah selamatnya qolbu (hati nurani) dari penyakit-penyakit ruhani. 1-2 27 Hamdani Bakran Adz-Dzakiey. terj. hlm. Cahaya itu mengandung energi dan power Ilahiah yang senantiasa mendorong dan eksistensi diri selalu tetap dalam keyakinan dan persaksian tauhid yakni tiada sesembahan malainkan Maha Zat yang bernama Allah. tidak ubahnya seperti seseorang yang memiliki tubuh sehat yang akan bugar dan berfungsi optimal dan juga akan mampu mamilih dan memilah setiap rencana atau suatu tindakan. Manajemen Qalbu Melumpuhkan Senjata Syetan. Ainul Haris Umar Arifin. raja’ (pengharapan) dan hati yang mengikhlaskan amalnya untuk Allah. Prophetic Intelligence (Yogyakarta: Islamika. 2005).

itulah materi yang menghancurkan dan membinasakan. Hati yang mati tidak menerima dan taat pada kebenaran. Di dalam hati itu juga terdapat kecintaan kepada nafsu. Hati yang selalu menuruti keinginan nafsu dan kelezatan dirinya. hlm. Ibid. keimanan. Ketika hati memenangkan pertarungan maka di dalamnya terdapat kecintaan kepada Allah. tidak mempedulikan akan dimurkai dan dibenci Allah asalkan mendapat bagian dan keinginannya. tidak menyembah-Nya sesuai dengan perintah yang dicintai dan diridhai-Nya. 3 39 . keinginan dan usaha keras untuk mendapatkannya. Hati yang sakit Hati yang sakit yaitu hati yang hidup tetapi cacat. takabur. bangga diri.b. dengki. memiliki dua materi yang saling tarik menarik. hati yang mati tidak mempedulikan orang yang memberi nasehat. Maka membaur dengan orang yang hatinya mati adalah penyakit. keikhlasan dan tawakal kepada-Nya. 29 Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah.29 c. meskipun begitu. bergaul dengan orang yang hatinya mati adalah racun dan menemani orang yang hatinya mati adalah kehancuran. kecintaan kekuasaa dan membuat kerusakan di bumi. Hawa nafsu membuat hati tuli dan buta selain dari kebatilan. itulah materi kehidupan. sebaliknya mengikuti setiap langkah dan keinginan syetan.. Hati yang mati Hati yang mati yaitu hati yang tidak mengetahui Tuhannya.

zina dan fitnah.. Indikasi sakit ruhani itu akan terlihat pada perilaku tindakan dan aktivitas kehidupan yang menyimpang atau keluar dari bimbingan dan pimpinan agama. Al-Qur’an dan ketauladanan Rasul-Nya seperti dengki. op. Hati yang sakit jika penyakitnya sedang kambuh maka hatinya menjadi keras dan mati. hlm. dendam. Hati yang sakit akan memenuhi salah satu di antara yang paling dekat pada keselamatan dan bisa pula lebih dekat pada kehancuran. Qolbu Pusat Kecerdasan Ruhani Kecerdasan ruhaniah ialah kemampuan seseorang untuk mendengarkan hati nuraninya atau bisikan kebenaran yang meng-Ilahi dalam cara dirinya mengambil keputusan atau melakukan pilihan-pilihan. Untuk itu. dan jika mengalahkan penyakit hatinya maka hati menjadi sehat dan selamat. 7 40 .cit. sedang yang lain menyeru kepada kenikmatan sesaat.31 4. berempati dan beradaptasi. hlm. ketuhanan. dusta. yang satu menyeru kepada Allah dan Rasul-Nya serta hari kiamat. karena telah dipenuhi oleh virus-virus ruhani seperti syirik (menyekutukan Alla). tarbiyatul qullub) sehingga mampu memberikan nasihat dan arah tindakan serta caranya 30 31 Ibid. kecerdasan ruhaniah sangat ditentukan oleh upaya untuk membersihkan dan memberikan pencerahan qolbu (tazkiyah.Hati yang sakit diuji oleh dua penyeru. korupsi.30 Sakit ruhani yaitu kotor dan najis qolbu. 4-5 Hamdani Bakran Adz-Dzakiey. nifaq (bermuka dua di hadapan Allah) dan fasik (menganggap enteng Allah).. kufur (mendustakan Alla).

Pada ruh tersebut terdapat potensi bertuhan. Qolbu harus senantiasa berada pada posisi menerima curahan cahaya ruh yang bermuatan kebenaran dan kecintaan kepada Ilahi. baik buruk dan rasa moral dalam carannya menempatkan diri dalam pergaulan.cit. (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. yaitu sebagai berikut: a. As-Sajdah: 9) Ayat ini memberikan isyarat bahwa manusia terlahir dengan dibekali kecerdasan yang terdiri dari lima bagian utama kecerdasan. sebuah potensi yang secara hakiki ditiupkan ke dalam tubuh manusia ruh kebenaran. op. apakah seseorang tetap setia pada hati nuraninya untuk mendengarkan kebenaran atau menjadi orang yang hina karena seluruh potensinya telah terkubur dalam kegelapan. penglihatan dan hati.mengambil keputusan.32 Rasa ruhaniah merupakan rasa yang paling fitrah. Kecerdasan ruhaniah (spiritual intelligence) yaitu kemampuan seseorang untuk mendengarkan hati nuraninya. hlm. Nilai kehidupan yang hakiki tidak lain berada pada nilai yang sangat luhur tersebut. 32 Toto Tasmara. 4 nοy‰Ï↔øùF{$#uρ t≈|Áö/F{$#uρ yìôϑ¡¡9$# ãΝä3s9 Ÿ≅yèy_uρ ( ϵÏmρ•‘ ÏΒ ÏµŠÏù y‡x tΡuρ çµ1§θy™ ¢ΟèO ∩∪ šχρãà6ô±n@ $¨Β Wξ‹Î=s% Artinya: Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran. 47 41 . yang selalu mengajak kepada kebenaran. (QS..

33 Seluruh kecerdasan tersebut. nada. musik serta nilai-nilai estetika. intrapersonal skill dan kemampuan berkomunikasi (linguistic intelligence). Kecerdasan emosional (emotional intelligence) yaitu kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri (sabar) dan kemampuan dirinya untuk memahami irama. kemampuan berhitung.b.. d. di dalam qolbu selain memiliki fungsi indrawi. di dalamnya ada ruhani yaitu moral dan nilai-nilai etika. Kecerdasan sosial yaitu kemampuan seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Kecerdasan fisik (bodily-kinesthetic intelligence) yaitu kemampuan seseorang dalam mengkoordinasikan dan memainkan isyarat-isyarat tubuhnya. harus berdiri di atas kecerdasan ruhaniah sehingga potensi yang dimilikinya menghantarkan diri kepada kemuliaan akhlak. c. Dengan demikian. baik individu maupun kelompok. e. 33 Ibid. artinya hati yang menentukan tentang rasa bersalah. baik-buruk. Kecerdasan intelektual yaitu kemampuan seseorang dalam memainkan potensi logika. Dalam kecerdasan ini termasuk pula interpersonal. menganalisa dan matematika (logical mathematical intelligence). Empat kecerdasan yang dikendalikan oleh hati nurani akan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan dan perdamaian manusia. hlm. serta mengambil keputusan berdasarkan tanggung jawab moralnya tersebut. 49 42 .

mamikat dan simpatik. Apabila ukurannya hanya etika tata susila. tata susila dan adat istiadat saja.1 Pembagian kecerdasan Kecerdasan ruhaniah adalah kecerdasan yang paling sejati tentang kearifan dan kebenaran serta pengetahuan Ilahi.Penilaian akhir dari sebuah perbuatan sangat ditentukan oleh fungsi qolbu. sehingga seluruh kecerdasannya terlepas dari bisikan nuraninya yang memenuhi qolbunya. malainkan kesetiaannya pada suara hati yang paling sejati dari lubuk hatinya sendiri. Seorang koruptor tidak ada kekuatan spiritual lemah dan bodoh qolbu. Kecerdasan Intelektual Kecerdasan Physical Kecerdasan Ruhani Kecerdasan Emosional Qalbu Kecerdasan Sosial Gambar 2. seorang koruptor pun mampu menunjukkan sikap yang sopan dan manis tutur katanya. Tindakannya terlepas dari nilai hanifiyah yaitu kecerdasannya kepada kebenaran. sehingga seluruh 43 . Kecerdasan ruhani tidak hanya mampu mengetahui nilai-nilai. Kecerdasan ini membutuhkan rasa cinta yang sangat mendalam terhadap kebenaran.

kecerdasan lainnya lebih bersifat pada kemampuan untuk mengolah segala hal yang berkaitan dengan bentuk lahiriah (duniawi). cahaya berhadapan dengan kegelapan. 53 44 . Sesuai dengan hakikatnya yang sering berbolak-balik dan tidak konsisten. dan setiap pribadi yang beriman dan bertaqwa wajib memenangkannya. Apabila potensi yang dimilikinya itu terlepas dari cahaya Ilahi. sedangkan kecerdasan ruhaniah qalbiah bersifat autentik. universal dan abadi. Sedangkan. Manusia adalah makhluk yang sangat kreatif.tindakannya akan dibimbing oleh ilmu Ilahiah yang mengantarkannya kepada ma’rifatullah. penuh dengan daya imajinasi.34 34 Ibid. Potensi kecerdasan ruhaniah akan terus cemerlang selama kita mau mengasahnya dengan kewaspadaan yang penuh.. Oleh sebab itu. maka masuklah ke dalam qolbu kekuasaan syetan sehingga seluruh kreativitasnya. imajinasinya dapat menyesatkan pandangan lahir manusia lainnya. dapat dikatakan bahwa setiap niat yang terlepas dari nilai-nilai kebenaran Ilahiah merupakan kecerdasan duniawi dan fana (temporer). maka di dalam hati manusia terdapat pertemputan abadi (jihadun nafs). tentunya dibutuhkan pembebasan diri dari segala belenggu nafsu yang selalu ingin menyimpangkan qolbu dari cahaya Ilahi agar qolbu menampakkan wajah Ilahi yang sebenarnya. hlm. Qolbu marupakan padang pertempuran yang paling dahsyat di mana kebenaran akan selalu bertempur dengan kebatilan.

manusia akan menjadi sehat secara mental. Al-Qur’an sebagai kalam Allah Yang Maha Suci dan Maha Benar memiliki fungsi dan tujuan yang sangat agung dan mulia bagi kepentingan dan kebutuhan manusia. moral. Melalui Al-Qur’an manusia akan dapat menemukan hakikat kebahagiaannya yang hakiki di dunia hingga akhirat.35 35 Hamdani Bakran Adz-Dzakiey. op. yakin dan mengenal Allah Swt. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an itu sendiri. tanpa ada keraguan sedikit pun akan kebenaran dan kemukjizatannya. memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dengan baik dan benar. Isi dari Al-Qur’an terdiri dari dua permasalahan utama. sosial dan fisik. yaitu persoalan ketuhanan dengan seluk-beluknya dan persoalan kealaman atau kemakhlukan dengan seluk-beluknya. hlm. 139 45 .. Melalui Al-Qur’an manusia dapat membangun dan mengembangkan manajemen interaktif antara diri dengan Tuhannya dan antara diri dengan lingkungannya. bahwa kalam Allah itu mempunyai beberapa fungsi dan tujuan utama. dengan mempelajari. pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an aka selalu membimbing siapa saja yang beriman. percaya. Diantara fungsi-fungsinya adalah sebagai penyembuh atau obat.cit. Dengan harapan manusia dapat berpedoman pada Al-Qur’an dengan utuh dan sempurna. spiritual. Al-Qur’an sebagai Obat dan Penawar Hati dari Berbagai Penyakit Al-Qur’an adalah Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril As secara bertahap selama lebih kurang 23 tahun. Karena.5.

. Allah Swt sama sekali tidak pernah menurunkan terapi lain dari langit yang lebih umum. Tajudin.. Ia merupakan terapi bagi setiap penyakit-penyakit hati dari kebodohan. Karya dan Pemikirannya. spiritual. (Jakarta: Darul Haq. sehingga fisik dan lingkungan hidup dan kehidupan turut merasakan aura kesehatan dan kesejahteraan itu. Inti dari tujuan Al-Qur’an adalah mendidik dan mengarahkan manusia kepada hidup dan kehidupan yang baik. sosial. 142 Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. hlm. budaya dan sebagainya. Kasih. Fungsi Al-Qur’an juga sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman artinya. benar dan menyelamatkan secara mental. hlm.234 37 36 46 . maka rahmat Allah akan datang menghiasi diri dan kehidupan. memahami dan mengamalkannya dengan baik.Dengan mengamal Al-Qur’an akan menjadikan ruhani sehat serta muncul dalam diri rasa takut dan patuh kepada-Nya. moral. lebih bermanfaat. maka tujuan kerahmatan bagi seluruh alam semesta akan terwujud pula adanya. politik. sayang dan cinta-Nya akan menghiasi hidup dan kehidupan diri baik dalam kehidupan vertikal maupun horizontal. . fisik. dengan mempelajari. benar.36 Inbu Qayyum Al –Jauziyah menjelaskan. kebimbangan dan lain-lain. Mental dan jiwa pun akan selalu bergerak dalam moral atau akhlak ketuhanan. ekonomi. lebih agung dan lebih mujarab dalam menghilangkan penyakit dari terapi Al-Qur’an37 Ibid... Obat Hati Antara Terapi Ibnul Qayyim & Ilusi Kaum Sufi. Jika tujuan minimal ini dapat tercapai. 2007). penuh keimanan dan keyakinan. keraguan.. terj. Al-Qur’an seluruhnya merupakan terapi bagi setiap penyakit khususnya penyakit hati.

maka orang itu dinyatakan ada kelemahannya bahkan dapat disebut sebagai tidak normal.B. Rivay Siregar. Biasanya sikap dan tindakan “bernafsu” mengacu kepada perbuatan yang jelek. Nafsu itu bersifat ego sentries. Terkadang dihubungkan dengan makan dan minum. terutama katika seseorang berkeinginan untuk berbuat sesuatu yang dianggap dapat memuaskan keinginannya. Dalam bahasa harian. nafsu kerap diartikan sebagai “tenaga” atau “daya” yang ada pada setiap diri orang. walupun tidak selalu. 229 38 47 . sehingga menjadi bagian dari manusia. Sebab. bersifat bagi kesenangan dan kepuasan sendiri. RajaGrafindo Persada. adalah suatu hal yang lazim suatu tindakan yang mengandung “nafsu” apalagi “bernafsu” biasanya cenderung merugikan diri sendiri. Penggunaan kata ini sangat beragam. Tasawuf dari Sufisme Klasik ke Neo-Sufisme (Jakarta: PT. 2002).38 Sebagai “daya” maka ia tidak terlihat namun dapat dirasakan kehadirannya. Jika ada orang “kurang nafsu”. hlm. “nafsu” ini pula yang menjadi mesin penggerak kemajuan dunia. Namun demikian. Pengertian An-Nafs Menurut Bahasa Salah satu misteri yang tersimpan dalam diri manusia adalah “Nafs” yang lebih sering diucapkan sebagai nafsu. baik kepuasan badaniyah maupun kepuasan rohaniyah. bagaimanapun “nafsu” itu adalah salah satu ciri manusia yang manusiawi. kadangkala dengan emosi dan paling sering dikaitkan dengan seksualitas. bahakan karena manusia “bernafsu” itulah ia A. sehingga menimbulkan interpretasi yang beragam pula. Pensucian Jiwa (Tazkiyah An-Nafs) dalam Tasawuf 1.

An-Nafs dalam Al-Qur’an Dalam Al-Qur’an kata “nafsu” nampaknya berasal dari “nafs” yang kata jamaknya “anfus” dan “nufus” yang diartikan sebagai jiwa. setiap orang harus mampu mengendalikan diri. yakni cenderung untuk berbuat jahat (nafsu 39 Ibid. serakah dan kejam. maka manusia akan jatuh menjadi bersifat destruktif (realita principle). Apabila naluri-naluri ini tidak dikendalikan. Menurut Freud. diri. hidup. Akan tetapi. anarkis. kenyataannya menunjukkan bahwa manusia tidak bisa sepenuhnya menguasai apabila mematikan nalurinya terhadap kesenangan.diberi kehormatan sebagai “khalifah” Tuhan di bumi. Psyche dan nous. dan inilah katanya salah satu fungsi kebudayaan. Inilah yang disebut “ketenangan abadi” dalam diri manusia. 230 48 . dampaknya akan bersifat anti sosial. bukan malaikat yang diberi tugas itu. pribadi. hlm. Apabila secara khusus dibaca Surat Yusuf ayat 53 kata “Nafs” kelihatannya bermakna ganda. Oleh karena itu. manusia pada dasarnya dikendalikan oleh nalurinya yang bertujuan untuk mencapai kepuasan. peradaban akan berkembang hanya apabila prinsip realita dapat mengalahkan prinsip kesenangan. Dalam hal ini Sigmund Freud mengatakan. pikiran atau hati yang dalam bahasa Inggris disebut soul..39 2. Akibatnya manusia akan dihadapi pada pilihan antara hasrat untuk melepas bebaskan “nafsu” (pleasure principle) dan kenyataannya bahwa tanpa pengendalian “nafsu”. kerena malaikat tidak “bernafsu”.

. maka orang seperti itu dipersamakan dengan binatang. hasrat yang cenderung kepada pemenuhan kesenangan badani yang dalam sufisme disebut “nafs al hayawaniyah”. Dalam posisi yang demikian. hlm. 231 Al-Qur’an dan Terjemahnya (Bandung: CV. Sebaliknya. binatang yang normal memang bersemboyan “hidup untuk memuaskan nafsu”. yang disebut Al-Quran “mempertuhankan ahwa”. orang yang dapat menguasai dan mengendalikan “hawa-nafsu”-nya maka Ibid. Orang yang kualitas dirinya seperti ini dinyatakan AlQur’an sebagai orang yang telah tertutup hati nuraninya karena tidak tergetar lagi oleh peringatan atau teguran dari luar dan dari dalam dirinya. bahkan lebih rendah dari binatang. “hawa” atau “nafsu” berfungsi sebagai pengarah dan sekaligus menjadu tujuan hidup seseorang. dan bahkan banyak manusia yang menempatkan “hawa” pada posisi yang tinggi. kecenderungan diri atau hasrat manusia untuk bersifat tertentu. Surat Al-Furqan ayat 43. hlm. Penerbit J-Art.41 Al-Qur’an menegaskan secara tuntas.42 Sebab. Dari penegasan Al-Qur’an ini dapat dicatat bahwa “nafsu” itu adalah hasrat dan “keinginan rendah”. “nafsu yang diberi rahmat” yakni kepribadian yang didominasi sifat kasih sayang.ammarah) tetapi juga bisa berbuat kebaikan (nafsu al-marhamah). yakni naluri yang bersifat biologis. bahwa “hawa” yang juga disebut sebagai keinginan yang rendah.40 Selain kata “nafsu” dalam Al-Qur’an juga ditemukan istilah hawa atau ahwa yang pengertiannya sama dengan “nafsu”. yang ditempatkan sebagai acuan sikap dan perbuatan. 360 42 Ibid. kecenderungan untuk berbuat sesuatu “Al-Ahwal” muncul ketika orang ingin keluar dari jalur kebenaran.. 2004). ayat 44 41 40 49 .

orang seperti itu akan cenderung kepada kebaikan dan bahkan berkeinginan untuk menjadi insan muttaqin. karena kualitas jiwa yang seperti itulah yang menjadi dambaan dalam dunia sufisme. yang disebut sebagai Tazkiyah an-Nafs. Surat. kehidupannya dikuasai oleh “nafs al ammarah”. hlm. manusia seperti ini sama dengan hewan yang mengutamakan instinknya. Apabila dilihat dari aspek naluriah. 43 44 Ibid. Muhammad ayat 16-17. Berdasarkan isarat-isarat Al-Qur’an ini. impulsive. agama dan akibat-akibat sosial lainnya. 577 50 .. hlm. 509 Ibid.. mendorong ekspresi seseorang tanpa mempedulikan hal-hal yang bersifat moral. kelihatannya kata “nafsu” harus dibedakan kepada dua pengertian dasar. bahwa yang diusahakannya akan mempengaruhi jiwa orang tersebut. nafs al muthmainnah adalah tingkat perkembangan jiwa yang paling tinggi dan kearah inilah sebenarnya apa yang ingin dicapai dari proses pensucian kejiwaan.43 Menurut Al-Quran pada tahap peradaban manusia yang paling rendah (sederhana). Kesimpulan ini dapat dilihat dalam banyak ayat AlQur’an yang menunjukkan pengertian “jiwa” yakni jiwa yang memiliki jasmani.44 Kata “nafs” dalam pengertian “jiwa yang tenang” dan sangat popular dikalanga sufi. yaitu “hawa nafsu” sebagai dorongan hasrat yang rendah yang digerakkan oleh naluri hayawaniyah. Surat. Sebab. Dorongan ini bekerja secara tidak rasional. Al-Mudatsir ayat 38. dan juga bersifat yangbaik.

Perlunya penyempurnaan diri pribadi bagi setiap orang yaitu di mana manusia berupaya mengadakan peningkatan kualitas dirinya. Esensi dari Tazkiyah An-Nafs dalam pandangan tasawuf adalah pembinaan dan pengembangan akhlak al-karimah dalam diri manusia. op. bahwa perkembangan kualitas moral manusia bukanlah sesuatu yang akan berjalan dengan sendirinya. baik badaninya maupun rohaniahnya. Kesadaran moral adalah semacam kepahaman dan keinsafan manusia tentang nilai. tetapi ia akan tumbuh subur atau layu dalam dinamika kehidupan kesadaran moral manusia. bahwa akhlak adalah kualitas moral yang khas manusia dan merupakan esensi kemanusiaan itu sendiri. An-Nafs dalam Tasawuf Manusia diciptakan dalam suatu proses. 236 51 . Peletakan tanggung jawab pada manusia dalam proses penyempurnaan “nafs” itu.cit.45 Dari sisi ini tasawuf melihat. Oleh karena itu.3.. bahkan bisa merosot menjadi makhluk yang paling rendah mertabatnya. sehingga ia disebut sebagai makhluk yang paling sempurna kejadiannya. yang menurut Al-Qur’an adalah menjadi tanggung jawab masing-masing orang. manusia juga mengembangkan dan membangun diri pribadinya sesuai dengan fitrah kejadiannya. sehingga ia hidup tanpa atribut kemanusiaannya. Rivay Siregar. Hal ini bearti. ada dalam pilihan jalan hidupnya. apakah memilih jalan kebaikan ataukah jalan kejahatan. Tanpa akhlak manusia akan kehilangan atributnya yang terbaik. hlm. nilai yang baik dan yang buruk. disamping pertumbuhan badani yang berlangsung secara alamiyah. tentang hak dan 45 A.

Oleh karena itu. Sebagai latifah. yang dalam Al-Qur’an disebut sebagai nafs al-lawwamah. pengendalian konflik dan krisis. “nafs al-lawwamah” bukan hanya sekedar kesadaran moral yang dirinya bisa memahami dan menghayati tentang kebaikan dan kekurangan. Berdasarkan telaah esoteris sufisme tentang “an-nafs” maka dalam pandangan tasawuf “an-nafs” juga dimaknai sebagai kelembutan (latifah) yang bersifat ke-Tuhan-an.kewajiban. karena ia terdiri dari non materi yang berasal dari Allah. Dengan demikian esensi ibadah dalam Islam adalah sebagai proses peningkatan kualitas jiwa. suatu potensi kesadaran moral manusia. Dilihat dari segi bahasa kata “lawwamah” merupakan bentuk penekanan dari “laima” yang berarti menyesali diri. Oleh karena itu. kesadaran moral menampakkan diri dalam wujud hati nurani. Peningkatan kualitas jiwa ini berjalan secara gradual dari tahap “ammarah” (instink) ketahap “lawwamah” (ego) dan menaik ke “muthmainnah” (super ego). mengerti apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. kesadaran moral pada hakikatnya adalah perwujudan dari kemampuan maknawi manusia yang bersifat intelektual dan spiritual. Nafs al-lauwwamah atau ego berperan sebagai mediator dan pengendali konflik antara nafs al-lauwwamah dan nilai-nilai luhur sehingga dapat disebut sebagai sentran manajemen. adalah rasional. Dalam kehidupan paktis. sesungguhnya “an-nafs” adalah “ruh” yang merupakan 52 . tetapi juga bisa dianggap sebagai “hati nurani” yakni daya batin manusia yang dapat mencegah dan menyesali perilakunya yang tidak baik.

Unsur inilah yang merupakan faktor pembeda antara manusia dengan hewan. maka daya-daya yang telah berintegrasi itu disebut “an-nafs” yang bersifat individual. menurut analisis tasawuf terlihat bahwa “an-nafs” atau jiwa adalah perkembangan dari ruh setelah mempribadi dalam proses perkembangannya. Dengan demikian. berkedudukan sebagai kutub aktif dari wujud being yang dalam dunia filsafat disebut “intellect” atau “al aql”. cahayanya memancarkan sinar kehidupan bagi sekujur badan. Selanjutnya menurut pandangan ini “an-nafs muthmainnah” belum merupakan kualitas tertinggi dari jiwa. hawa nafsu (ahwa) dan daya inderawi lainnya. Menurut psiko-analis tasawuf yang diawali al-Gazali. Ruh yang bersifat Rabbani memiliki hubungan interaksi timbal balik dengan tubuh dan dengan daya-daya lainnya seperti hati (qalb).. tetapi masih ada tiga lapisan lagi di atasnya. jiwa (nafs). secara anatomis jiwa atau an-nafs dibedakan kepada tujuh lapisan. Artinya. Ruh yang bersifat non individual itu. Ruh adalah sebagai faktor pemberi hidup bagi tubuh dan penggerak bagi berbagai perasaan dan daya inderawi tubuh manusia. Ruh ibarat lilin dalam kamar. inteligensia (aql). menurut pandangan tasawuf “an-nafs” dan “ruh” adalah serupa tapi tidak sama. Berdasarkan pendapat ini. 416 53 . hlm. maka formasi dari “lathifah an-nafs” adalah sebagai berikut: 46 Ibid. Surat As. yang bisa disebut dalam tradisi tarekat sebagai “lathifah tujuh”.wujudnya yang asli sebelum bergabung dengan jasmani manusia.Sajdah ayat 7-9.46 Ruh yang semula berupa substansi yang non individual setelah ditiupkan ke dalam tubuh yang sudah siap “sawwa” menampung daya baru.

maka “an-nafs muthmainnah” adalah jiwa yang mendapat restu dari-Nya. pleased self. jiwa kritis c. apa yang dimaksud dengan “an-nafs” dalam tasawuf kelihatannya adalah “jati diri” manusia itu sendiri. Dilihat dari sisi yang berbeda “an-nafs muthmainnah” adalah jiwa yang cenderung berbuat tanpa pamrih. Jika diteliti dari sisi penilaian Tuhan. tawazun. ikhlas dan rela. op. An-Nafs Al-Ammarah. hlm.. An-Nafs al-kamilah. seper ego. jiwa yang sadar d. ego.a. tiga lapisan sesudah “an-nafs muthmainnah” itu adalah semacam spesipikasi dari fungsi dan kedudukan “annafs muthmainnah”. stabil dan tenang e. An-Nafs Al-Lawwamah. serene self. critical self. inspired self. An-Nafs Al-Mulhimmah. Rivay Siregar. yakni dayadaya yang memiliki khas manusiawi yang berasal dari alam Ilahiyat dan alam 47 A. An-Nafs ar-radhian. tanpa pamrih.cit. jiwa yang direstui. impeling self. 241 54 . harmonis. An-Nafs al-mardiah. puas f. blessing self. An-Nafs Al-Muthmainnah. Dari serangkaian uraian ini. karena selalu condong mengikuti petunjuk guna meraih ridha Allah. qanaah. selalu mencari ridha Allah g. perfection self¸ jiwa paripurna47 Apabila ditelaah lebih lanjut. ID jiwa rendah b. Apabila dihitung berdasarkan jarak perjalanan maka sudah tiba di ujung jalan yaitu kesucian jiwa. ikhlas dan merasa puas.

Seperti halnya tubuh yang perlu dipelihara dengan memberi gizi yang cukup juga dijauhkan dari segala yang merusak. kedudukan maksiat seperti cairan kotor dalam tubuh. maka kekuatan hati akan kembali pulih. dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. Keinginan untuk beramal saleh akan bangkit dan selanjutnya hati akan terbebas dari hal-hal buruk yang menggerogotinya. apabila hati bertobat atas dosadosa yang diperbuat yaitu dengan membersihkan bercampurnya amal saleh dengan kemaksiatan yang ada di dalamnya. Allah berfirman. SUN 2006). Terapi Penyakit Hati. Begitu pula menjauhkan diri dari maksiat. hlm.y— tΒ yxn=øùr& ô‰s% Artinya : Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. terj.48 Meninggalkan perbuatan keji (fawahisy) dapat menjadikan hati bersih.kainat. Sebab. 4. 23 48 55 . Asy-Syam:9-10) Ibn Taymiyyah.. (QS. Maka hati juga demikian. hati tidak akan tumbuh berkembang dan menjadi semakin baik kecuali jika diberi sesuatu yang bermanfaat dan dijauhkan dari segala yang merusak. Supaya dapat tumbuh. Kemasan dari keseluruhan daya-daya itu mewujud dalam bentuk individu disebut “an-nafs” atau jiwa. Hati juga demikian. ∩⊇⊃∪ $yγ9¢™yŠ tΒ z>%s{ ô‰s%uρ ∩∪ $yγ8©. berkembang dan sempurna hati membutuhkan perawatan. Sesuatu dukatakan tumbuh apabila berkembang lebih baik. Mohammad Rois dan Luqman Junaidi (Jakarta: PT. Metode Tazkiyah An-Nafs Menurut bahasa al-zakah berarti “tumbuh dan bertambah”.

Sebagai inti hidup. jasmani pada kerendahan. pakaian. hina pulalah hidup manusia. Badan yang tidak memiliki rohani tinggi. Para sufi menegaskan bahwa hakekat sesungguhnya manusia adalah rohaninya. akan selalu menuntut pemenuhan kebutuhan-kebutuhan rendah hewani. rohani harus ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi. yaitu jasmani dan rohani. Jadi. pensucian hati ditandai dengan tumbuh berkembangnya. ketenteraman. Semakin tinggi rohani diletakkan. Kebahagiaan badani sangat tergantung pada kebahagiaan rohani. Meskipun asal tazkiyah (pensucian) adalah tumbuh dan semakin baik. keindahan. Manusia dilengkapi oleh Allah dua hal pokok. Rohani hendaknya dibebaskan dari ikatan keinginan hewani. perhiasanperhiasan dan kemasyhuran dan rohani membutuhkan kedamaian. kebahagiaan rohani tidak terikat pada wujud luar jasmani manusia. Fitrah rohani adalah kemuliaan. baik zat maupun keyakinannya. Dua hal ini memiliki keperluan masing-masing. kedudukan manusia akan semakin agung. Sedang. jasmani membutuhkan makan. 56 . tetapi semua itu baru dapat tercapai dengan menghilangkan keburukan. pelampiasan syahwat. yaitu kecintaan pada pemenuhan syahwat dan keduniaan. kasih-sayang dan cinta. Jika rohani berada pada tempat rendah. minum. rohani adalah muara segala kebajikan.Al-Tazkiyah berarti membersihkan atau mensucikan sesuatu.

Takhalli Dalam proses pensucian jiwa. Cermin tersebut harus terus dibersihkan dari godaan alamiyah dan dunia materi. menurut sufisme adalah cerminan Ilahi yang didalamnya termuat rahmat. merupakan daya pendorong kerusakan. Kebutuhan ruh akan cinta bukan untuk dipenuhi dengan kesibukan pada dunia. yang disebut sebagai zuhud duniawi. sehingga benar-benar bersih dan dapat memancarkan cahaya kebenaran. nafs al-ammarah adalah sumber dari ketidakbaikan. para sufi menetapkan dengan tiga tahap yaitu: a. 57 . Sedangkan yang berasal dari nafs al-ammarah yang berisi segala macam naluri agresifitas dan destruktifitas manusia.Hati manusia yang terpenuhi dengan cinta pada dunia. Hati adalah cerminan ruh. Sebab. akan melahirkan kegelisahan dan kebimbangan yang tidak berujung. harus ditransformasikan menjadi nafs al-lawwamah yang pada gilirannya meningkat menjadi nafs muthmainnah. menurut sufisme adalah dengan cara menekan dan bila mungkin mengunci mati nafs al-ammarah. Untuk dapat tercipta sikap zuhud. Ketidaksadaran dalam hati manusia. yang pertama berasal dari qalb dan yang kedua bersumber dari hawa nafsu atau nafsu ammarah. secara psikologis ada dua macam ketidaksadaran. Proses transformasi “nafs” yang rendah ke tingkat yang lebih tinggi inilah yang disebut takhalli. Dalam rangkaian metode pembersihan hati. Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengosongkan diri atau membebaskan diri dari rasa ketergantungan terhadap kenikmatan materi dan keasikan kehidupan duniawi.

Manakala manusia meninggalkan dunia ini. Al-faqr adalah satu sikap yang paling mendukung dalam upaya mengendalikan hawa nafsu.cit. Oleh karena itu. Untuk itu manusia harus memiliki kekuatan dan kemantapan batin (al-shabr) dalam menapaki hidup dan kehidupan. walaupun memiliki sesuatu yang bersifat benda tetapi dianggapnya sebagai titipan dari Allah. kekecewaan.51 Menguasai dan mengendalikan hawa nafsu bukanlah pekerjaan yang mudah. alridha dan lain-lain. diakses 10 Agustus 2009) 50 49 58 . Untuk melepaskan diri dari segala bentuk kesedihan. karena bukan hakekat tujuan manusia. Antara Makhluk dan Sang Khaliq (http:www. Muhammad Ereska (Depok: Iqra Kurnia Gemilang. harta akan sirna dan lenyap. Ihya Ulumuddin “Pensucian Jiwa”. kepedihan dan penderitaan. op. hlm. 2005). akan dihinggapi kesedihan.com.49 Para ulama dan orang-orang bijak telah bersepakat bahwa tidak ada jalan menuju kebahagiaan di akhirat kecuali dengan cara menghalangi jiwa dari hawa nafsu. al-shabr. karena dendan sikap ini orang akan merasa tidak memiliki harta kekayaan.. 242-243 Al –Ghazali. terj.50 Dunia dan isinya. dipandang rendah. bukan sebagai alat kenikmatan atau alat pemuas hawa nafsu yang cenderung merusak. A..sehingga menjadi penghalang utama bagi kedekatan (taqarrub) dengan Allah. 105 51 Nur Muhammad. hlm. Rivay Siregar. oleh para sufi. perlu didukung oleh berbagai sikap mental yang disebut sebagai al-maqomat seperti: al-faqr. Artinya. Hati yang sibuk pada dunia pada saat ditinggalkannya. lanjut para saleh sufi.yahoo. al-wara’. seorang manusia harus terlebih dulu melepaskan hatinya dari kecintaan pada dunia.

Dzikir adalah gerbang utama menuju perjumpaan dengan Allah. hlm. b. Tahalli Tahap berikutnya adalah pengisian kembali jiwa yang bersih itu dengan saifat-sifat terpuji. 146 59 . yaitu yang dilakukan dalam hati saja. dzikir dapat dibedakan kepada tiga macam yaitu: 1) Dzikir lisan atau dzikir jali.52 52 A.manusia juga harus bersifat hati-hati (al-wara’) dalam menjalani hidup dan kehidupan duniawi dalam memanfaatkan karunia Allah dan rela menerima segala resiko dan kemungkinan cobaan dari pilihannya itu (al-ridha). tetapi ada yang bebas (muthlak) dari waktu dan tempat..cit. yaitu yang diucapkan secara lisan dan terdengar dengan jelas sesuai dengan lafaz yang disukai seperti naïf-isbat. tanpa lisan dan tanpa suara 3) Dzikir haqiqi. Teknik pelaksanaan dzikir itu bervariasi sesuai dengan aliran sufisme dan lafaznya ada yang terikat (muqaiyyad) pada waktu dan tempat tertentu. tahmid dan lain-lain 2) Dzikir qalbi atau dzikir khafi. atau tahlil tasbih. Salah satu cara yang paling disukai para sufi dalam rangga tahalli ini adalah melalui dzikir. Menurut Athaillah. yaitu dzikir yang dilakukan oleh seluruh jiwa dan raga. dzikir yang disatukan melalui segenap ekspresi manusia sehingga seluruhnya terpusat hanya kepada Allah semata. Rivay Siregar. op.

tiada yang dirasakan kecuali kebersamaan dengan Allah. Dengan demikian berdzikir dalam pemahamn kaum sufi adalah “cintailah Allah setulus-tulusnya dan sebanyak-banyaknya”. 59 53 60 . Secara teknis pelaksanaannya adalah pada saat pengucapan lafadz dzikir secara lisan.. 2008). Ida Nursida dan Tiar Anwar Bachtiar (Bandung: PT.Dikatakan bahwa berdzikir dengan lidah mendatangkan banyak kebaikan (khairat). dzikir tingkat menengah. Mizan Pustaka.S. maka dzikir dibedakan kepada tiga kualitas. Ayat yang sering digunakan oleh para sufi yaitu Q. menegaskan bahwa perintah berdzikir itu termakna perintah mencintai Allah. artinya tiada yang ku cari kecuali Allah semata 3) Dzikir Muntah. terj. dzikir pemula atau yang baru mulai berlatih. Terapi Menyucikan HatiKunci-Kunci Mendekatkan Diri Kepada Allah. hlm.53 Apabila dikaitkan dengan orang yang bedzikir. sehingga Abd Al-‘Aziz Al-Darini. tiada denyut nadi dan desah nafas tanpa dzikir. maka hati mengiringinya (membaca dalam hati) dengan kalimat “la ma’bud illallah” 2) Dzikir mutawassith. Tiada detik tanpa dzikir. dzikir pemuncak yaitu dzikir yang dilakukan secara simultan oleh seluruh daya dan ekspresi manusia. Seluruh gerak hidupnya sudah terkondisi hanya utuk dzikrullah. Al-Ahzab ayat 41. sedangkan berdzikir dengan hati mendapatkan kedekatan dengan Allah dengan darajat yang tinggi. Situasi yang demikian dalam bahasa sufime disebut fana fillah. yakni dzikir lisan dengan iringan dzikir qalb dengan bacaan “la maksud illallah”. yaitu: 1) Dzikir mubtadi.

maka akan tercipta rasa keakraban kebersamaan dengan Allah. Tapi hanya kepada Allah. hati akan merasa ketenangan. mata.54 Pada saat tahalli.kualitas kepahamannya mengenai Tuhan disebut ma’rifat yakni pengetahuan yang diperoleh melalui “mata hati” (ainul bashirah). Begitu pula. kaki.. karena kesibukannya mengingat dan berdzikir kepada Allah dalam hatinya. anggota tubuh lainnya tergerak dengan sendirinya ikut bersenandung dzikir. Kegelisahannya bukan lagi pada dunia yang menipu. dan 54 Ibid. Dzikir memiliki dua fungsi utama. Kepedihannya bukan pada syahwat badani yang seringkali memperosokkan pada kebinatangan. Kesedihannya bukan pada anak dan istri yang tidak akan menyertai kita saat maut menjemput. Pada tahap ini. Lidahnya basah dengan lafadz kebesaran Allah yang tidak henti-hentinya didengungkan setiap saat. Tangannya berdzikir untuk kebesaran Tuhannya dalam berbuat. dan merupakan perisai diri dari pengaruh nasf al-ammarah. 61 . dan anggota tubuh yang lain. hatinya sedih jika tidak mengingat Allah dalam setiap detik. Dengan membudayakan dzikir dalam kepribadian seseorang. yaitu memperdalam dan memperluas penghayatan keimanan.

maka tahap tajalli adalah tahap penghalusan dan penyuburan rasua ke Tuhanan melalui pendalaman spiritual dengan pendekatan esoteris.55 Salah satu yang sangat dianjurkan sufisme dalam rangkaian tajalli ini adalah dzikrul maut atau selalu ingat kematian.251-252 62 . seseorang akan sangat hatihati dalam setiap sikap dan perilakunya.c.cit.. maka dengan mengingat akan datanganya kematian. niscaya tidak mudah tergeser dari prinsip hidup yang diyakininya. hlm. sehingga segala perhatian dan aktivitas diorientasikan untuk mencapai tujuan dasar tadi. sehingga orang itu telah berada setidaknya di ambang gerbang nafs al-muthmainnah. op. Jika tahap takhalli dan tahalli dapat disebut sebagai tahap penciptaan suasana yang kondusif bagi pengembangan spiritual ketingkat sempurna. Di sisi lain. dzikrul mautakan menjadi pendorong untuk berbuat kebaikan sebanyak mungkin dan dalam 55 A. Rivay Siregar. diharapkan jiwa seseorang telah terbebas dari pengaruh nasf al-ammarah dan telah mengisi nafs al-lawwamah dengan sifat-sifat kesempurnaan. yakni “dzikrullah ‘ala ddawam” selali bersama Allah semasa di dunia dan akhirat nanti. Dibalik kematian adalah pertanggungjawaban atas semua yang dilakukan selama hidup. Untuk tujuan itu diperlukan pemeliharaan kontak langsung dengan Allah secara terus-menerus. Tajalli Dari serangkaian latihan yang dilakukan secara sungguh-sungguh pada dua tahap terdahulu.

berarti manusia telah kembali kepada kemanusiaannya yang hakiki sehingga akan merefleksikan kebenaran sebagaimana adanya. Imam Ghazali. para sufi menyebutnya sebagai ma’rifah. baik yang diyakini sebagai amal shaleh apalagi yang dirasakan sebagai kealpaan. Imam Junaidi al-Baghdadi. Inti dari munajat adalah pelaporan diri kehadirat Allah atas segala perbuatan.Pada tahap ini. Rohaninya telah mencapai ketinggian kebahagiaan. Syekh Abdul Qadir Jaelani menyebutnya sebagai insan kamil.setiap kesempatan menjadi orang yang tidak pernah puas dalam berbuat kebaikan. manusia sempurna. Ia bukan lagi hewan. Munajat paling baik dilakukan pada keheningan malam seusai shalat tahajjud. tahmid kepada Allah. mengisi diri dengan sifat-sifat kesempurnaan Ilahi. diiringi doa dan tasybih. Dengan demikian munajat pada hakikatnya adalah pengakuan dan penyerahan diri seraya mohon hidayah dan taufi-Nya. Rabiah al-Adawiyyah. Munajat adalah metode lain dalam rangka tajalli. Tradisi sufi menyebut orang yang telah masuk pada tahap ketiga ini sebagai kekasih Allah (waliyullah). Derajat ini pernah dilalui oleh Hasan Basri. telah mencapai derajat tertinggi kerohanian manusia. 63 . Sirri Singkiti. Orang-orang yang telah memasuki tahapan Tajalli ini. Apabila hati sudah bersih dari noda dan sifat tercela. orang yang sempurna sebagai manusia luhur. tapi seorang malaikat yang berbadan manusia. Ma’ruf al-Karkhi.

Abu Nasr Sarraj. Syekh Abdul Qadir Jaelani. 57 Dilihat dari sudut istilah (terminologi). Nur Muhammad. perasaan batin. Sayyid Ali Hujweri. Akhlak dan Pondok Pesantren 1. Yatimin Abdullah. Akhlak disamakan dengan kesusilaan. yaitu kebahagiaan sejati. Pengertian dan Ruang Lingkup Akhlak Menurut bahasa (etimologi) kata akhlak ialah bentuk jamak dari khuluq (khuluqun) yang berarti budi pekerti. perangai. dan lain sebagainya. Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an. hlm. Ethicos kemudian berubah menjadi etika. kecenderungan hati untuk melakukan perbuatan. seperti raut wajah. Pendapat-pendapat ahli tersebut dihimpun sebagai berikut: a. Dalam bahasa Yunani pengertian khuluq ini disamakan dengan kata ethicos atau ethos. 2 57 56 64 . Loc. (Jakarta: Amzah. Abu Bakar Kalabadhi. gambaran bentuk lahiriah manusia. Tahap inilah hakekat hidup dapat ditemui. M. gerak anggota badan dan seluruh tubuh. Khuluq merupakan gambaran sifat batin manusia. sopan santun. tingkah laku atau tabi’at. namun intinya sama yaitu tentang perilaku manusia.Imam Qusyairi. Abu Talib Makki. para ahli berbeda pendapat.56 C. 2007). Cit. Ibrahim Ad-ham. artinya adab kebiasaan. Abdul Hamid mengatakan akhlak ialah ilmu tetang keutamaan yang harus dilakukan dengan cara mengikutinya sehingga jiwanya terisi dengan kebaikan dan tentang keburukan yang harus dihindarinya sehingga jiwanya kosong (bersih) dari segala bentuk keburukan.

antara terpuji dan tercela. Soegarda Poerbakawatja mengatakan akhlak ialah budi pekerti. f. Hamzah Ya’qub mengemukakan pengertian akhlak sebagai berikut: 1) Akhlak ialah ilmu yang menentukan batas antara baik dan buruk. Ibrahim Anis mengatakan akhlak ialah ilmu yang objeknya membahas nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatan manusia. e. Ahmad Amin mengatakan bahwa akhlak ialah kebiasaan baik dan buruk.b. d. dapat disifatkan dengan baik dan buruknya. watak. kesusilaan dan kelakuan baik yang merupakan akibat dari sikap jiwa yang benar terhadap khaliknya dan terhadap sesama manusia. Imam Al-Ghazali mengatakan akhlak ialah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan bermacam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah. maka disebut akhlaqul karimah dan bila perbuatan itu tidak baik disebut akhlaqul madzmumah. 2) Akhlak ialah ilmu pengetahuan yang memberikan pengertian tentang baik dan buruk. ilmu yang mengajarkan pergaulan manusia dan menyatakan tujuan mereka yang terakhir dari seluruh usaha dan pekerjaan mereka. c. Contohnya apabila kebiasaan memberi sesuatu yang baik. 65 . tentang perkataan atau perbuatan manusia lahir dan batin. tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.

Ibnu Miskawaih mendefinisikan akhlak sebagai suatu keadaan yang melekat pada jiwa manusia. Dari sini timbulah berbagai macam perbuatan dengan cara spontan tanpa dibuat-buat dan tanpa memerlukan pikiran. mendefinisikan akhlak sebagai suatu kekuatan dalam kehendak yang mantap. hlm. 26 66 . M.59 58 59 Ibid. Karakteristik-karakteristik ini membentuk kerangka psikologi seseorang dan membuatnya berperilaku sesuai dengan dirinya dan nilai yang cocok dengan dirinya dalam kondisi yang berbeda-beda. Akhlak Mulia (Jakarta: Gema Insani.g. pada hakikatnya khuluq (budi pekerti) atau akhlak sebagai suatu kondisi atau sifat yang telah meresap dalam jiwa dan menjadi kepribadian. Farid Ma’ruf mendefinisikan akhlak sebagai kehendak jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan dengan mudah karena kebiasaan. tanpa melalui prosses pemikiran atau pertimbangan (kebiasaan sehari-hari). manusia dan makhluk sekelilingnya.58 Jadi. 2004). kekuatan berkombinasi membawa kecenderungan pada pemilihan pihak yang benar (akhlak baik) atau pihak yang jahat (akhlak buruk). h. i. Abdullah Daraz. Akhlak atau moral adalah sebuah sistem yang lengkap yang terdiri dari karekteristik-karakteristik akal atau tingkah laku yang membuat seseorang menjadi istimewa. tanpa memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu. hlm.. yang berbuat dengan mudah. 3 Ali Abdul Halim Mahmud. Dapat dirumuskan bahwa akhlak ialah ilmu yang mengajarkan manusia berbuat baik dan mencegah perbuatan jahat dalam pergaulannya dengan Tuhan.

Timbul dengan sendirinya. Akhlak Nabi Muhammad yang diutus menyempurnakan akhlak manusia itu disebut akhlak Islam atau akhlak Islami. perbuatan itu bukanlah pencerminan akhlak. b. Jika suatu perbuatan dilakukan setelah dipikir-pikir dan ditimbangtimbang.60 Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam Islam. Jika dilakukan sekali saja atau jarangjarang. ”Mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya” (HR. 348 60 67 . memberi uang kapada orang lain karena alasan tertentu. Dilakukan berulang-ulang. apalagi karena terpaksa. bercabang dan berdaun syari’ah. Jika seseorang tiba-tiba misalnya. 2006). tanpa dipikir-pikir atau ditimbang berulang-ulang karena perbuatan itu telah menjadi kebiasaan baginya. hlm. baru dapat disebut pencerminan akhlak jika memenuhi beberapa syarat yaitu: a. Pentingnya kedudukan akhlak dapat dilihat dari berbagai sunnah qauliyah (sunnah dalam bentuk perkataan) Rasulullah diantaranya. tidak dapat dikatakan akhlak. Akhlak merupakan buah dari pohon Islam yang berakarkan akidah. Ahmad).Akhlak Islami adalah keadaan melekat pada jiwa manusia. Pendidikan Agama Islam (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. orang itu tidak dapat dikatakan berakhlak dermawan. ”Sesungguhnya aku diutus menyempurnakan akhlak” (HR. karena bersumber dari wahyu Allah yang kini terdapat dalam Al-Qur’an yang menjadi sumber utama agama dan ajaran Islam. Mohammad Daud Ali. Karena itu suatu perbuatan. Tarmizi).

maka ruang lingkup akhlak pun dalam Islam meliputi semua aktivitas manusia dalam segala bidang hidup dan kehidupan. Dipandang dari terminologi ilmu akhlak adalah ilmu yang 68 . perangai. makruh dan mubah atau ja’iz. Karena itu. akhlak tidak dapat dipisahkan dengan syari’ah. haram. Jika tidak dapat membayangkan melihat Allah. penuh penyerahan dan kebulatan hati dengan kerendahan hati) seolah-olah yang melakukan shalat itu sedang melihat atau berhadapan langsung dengan Allah. Syari’ah mempunyai lima ketegori penilaian tentang perbuatan dan tingkah laku manusia yang disebut al-ahkam al-khamsah yaitu wajib. Karena syari’ah atau hukum Islam mencakup segenap aktivitas manusia. sedang mudah atau ja’iz termasuk dalam kategori kesusilaan atau akhlak pribadi. sedang sunnah. Sunnah dan makruh termasuk ke dalam kategori kesusilaan umum atau kesusilaan masyarakat. tingkah laku atau tabi’at seseorang sesuai dengan esensinya.Akhlak adalah sikap yang melahirkan perbuatan dan tingkah laku manusia. dengan baik dan khusuk (sungguhsungguh. kata Hadits Nabi yang berasal dari Umar bin Khattab itu. selain dengan akidah. Ilmu akhlak dilihat dari sudut etimologi ialah upaya untuk mengenal budi pekerti. Wajib dan haram termasuk dalam kategori hukum (duniawi) terutama. Jelaslah jika dihubungkan dengan ihsan dalam melakukan ibadah dalam shalat misalnya. sekurang-kurangnya yang bersangkutan marasakan Allah melihat dia. sunnah. makruh dan mubah termasuk dalam ketegori kesusilaan atau akhlak.

61 Dalam garis besarnya akhlak di bagi dua. hlm. dan kedua adalah akhlak terhadap makhluk (semua ciptaan Allah). Ibid. sedang akhlak terhadap makhluk dijelaskan oleh ilmu akhlak (dalam bahasa asing disebut ethics). Akhlak terhadap Allah dijelaskan dan dikembangkan oleh ilmu tasawuf dan tarikat-tarikat. 352 69 . antara yang terpuji dengan yang tercela tentang perkataan atau perbuatan manusia lahir dan batin. pertama adalah akhlak terhadap Allah atau Khalik (Pencipta).menentukan batas antara baik dan buruk. Akhlak terhadap makhluk dapat dibagi dua yaitu: a.. Akhlak terhadap bukan manusia 1) Akhlak terhadap makhluk hidup bukan manusia a) Tumbuh-tubuhan (flora) b) Hewan (fauna) 2) Akhlak terhadap makhluk (mati) bukan manusia a) Tanah b) Air c) Udara dan sebagainya 61 Mohammad Daud Ali. Akhlak terhadap manusia 1) Akhlak terhadap diri sendiri 2) Akhlak terhadap orang lain a) Akhlak terhadap Rasulullah b) Akhlak terhadap orang tua c) Akhlak terhadap karib kerabat d) Akhlak terhadap tetangga e) Akhlak terhadap masyarakat b.

haji dan sebagainnya maupun melalui perilaku tertentu yang mencerminkan hubungan manusia dengan Allah di luar ibadah tersebut. Perilaku manusia dimaksud diuraikan sebagai berikut: 1) Bersyukur. Manusia dan Lingkungan Hidup a. zakat. Akhlak Terhadap Allah. Oleh karena itu. 3) Beristigfar. baik sengaja maupun tidak.2. 70 . Oleh karena itu. yaitu manusia mensucikan Allah dengan ucapan. yaitu manusia mengungkapkan rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang telah diperolehnya. baik ucapan melalui ibadah langsung kepada Allah sepert shalat. Akhlak terhadap Allah Perilaku manusia yang berhubungan dengan Allah adalah ucapan dan perbuatan manusia. manusia akan selalu mengucapkan subhanallah (Maha Suci Allah) dan menjauhkan perilakunya dari perbuatan yang dapat mengotori kemahasucian Allah. sedangkan bersyukur malalui perbuatan adalah menggunakan nikmat Allah sesuai dengan keridhaan-Nya. yaitu manusia meminta ampun kepada Allah atas segala dosa yang pernah dibuatnya. 2) Bertasbih. akhlak manusia yang baik kepada Allah adalah manusia yang mengucapkan dan bertingkah laku yang terpuji kepada Allah SWT. ungkapan syukur dalam bentuk kata-kata adalah al-hamdulillah (segala puji bagi Allah) pada setiap saat. Ungkapan syukur dimaksud tampak melalui perkataan dan perbuatan.

2) Melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Bumi Aksara. manusia yang beristigfar adalah manusia yang selalu mengucapkan astagfirullah al’adhim innahu kan ghaffar (aku mohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung. dan dengan tertib melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya.Oleh karena itu. hlm. beristigfar melalui perbuatan. tidak lagi melakukan perbuatan sama yang dilarang Allah. 5) Bertaubat hanya kepada Allah. 4) Menerima dengan ikhlas semua qada dan qadar Ilahi setelah berikhtiar maksimal. 3) Mengharapkan dan berusaha memperoleh keridhaan Allah. 6) Tawakkal (berserah diri) kepada Allah. yaitu taubat benar-benar taubat. sesungguhnya hanya Engkau Maha Pengampun). yaitu manusia yang pernah melakukan dosa tidak akan mengulangi lagi perbuatannya itu. 2007). Selain itu. 62 Zainuddin Ali. Taubat yang paling tinggi adalah taubat nasuha. 33-34 71 .62 Selain itu manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan mempunyai kewajiban berprilaku yaitu: 1) Mencintai terhadap Allah melebihi cinta kepada apa dan siapa pun juga dengan mempergunakan firman-Nya dalam Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan ehidupan.

antara lain: a) Memelihara kesucian diri. b) Menjadikan Rasulullah sebagai idola. c) Berkomunikasi dengan khidmat. 3) Akhlak terhadap diri sendiri. b) Merendahkan diri kepada keduanya diiringi perasaan kasih sayang. c) Menjalankan apa yang disuruhnya. antara lain: a) Mencintai Rasulullah secara tulus dengan mengikuti semua sunnahnya. tidak melakukan apa yang dilarangnya. mempergunakan kata-kata lemah lembut. dapat dirinci menjadi: 1) Akhlak terhadap Rasulullah (Nabi Muhammad). d) Berbuat baik dengan sebaik-baiknya. Akhlak terhadap Manusia Akhlak terhadap manusia. b) Menutup aurat (bagian tubuh yang tidak boleh keliatan. e) Mendo’akan keselamatan dan keampunan bagi orang tua kendati seorang atau kedua-duanya telah meninggal dunia.b. 2) Akhlak terhadap orang tua. suri teladan dalam hidup dan kehidupan. 72 . antara lain: a) Mencintai mereka melebihi cinta kepada kerabat lainnya. c) Jujur dalam perkataan dan perbuatan. menurut hukum dan akhlak Islam).

e) Memelihara hubungan silaturrahim dan melanjutkan silaturrahim yang dibina orang tua yang telah meninggal dunia. k) Menjauhi segala perkataan dan perbuatan sia-sia. c) Saling beri-memberi. d) Saling hormat-menghormati. i) Menjauhi dendam. karib kerabat. 73 . e) Sabar. f) Rendah hati. d) Mendidik anak-anak dengan kasih sayang. b) Saling bantu di waktu senang lebih-lebih tatkala susah. h) Menjauhi dengki. 5) Akhlak terhadap tetangga. antara lain: a) Saling mengunjungi. b) Saling menunaikan kewajiban untuk mendapatkan hak. 4) Akhlak terhadap keluarga. antara lain: a) Saling membina rasa cinta dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga. j) Berlaku adil terhadap diri sendiri dan orang lain. g) Malu melakukan perbuatan jahat. e) Saling menghindari pertengkaran dan permusuhan.d) Ikhlas. c) Berbakti kepada orang tua.

b) Menghormati nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. antara lain: a) Memuliakan tamu. fauna dan flora yang sengaja diciptakan Tuhan untuk kepentingan manusia dan makhluk lainnya. h) Menunaikan amanah dengan jalan melaksanakan kepercayaan yang diberikan seseorang atau masyarakat. 2) Menjaga dan memanfaatkan alam terutama hewani dan nabati. e) Memberi makan fakir miskin dan berusaha melapangkan hidup dan kehidupannya. 74 . d) Menganjurkan anggota masyarakat termasuk diri sendiri dan orang lain melakukan perbuatan jahat (mungkar). 3) Sayang pada sesam makhluk. Akhlak terhadap Lingkungan Hidup 1) Sadar dan memelihara kelestarian lingkungan hidup. i) Menepati janji. c. g) Mentaati putusan yang telah diambil bersama. f) Bermusyawarah dalam segala urusan mengenai kepentingan bersama.6) Akhlak terhadap masyarakat. c) Saling menolong dalam kebajikan dan takwa.

3. Pendidikan Akhlak Islam Pendidikan akhlak Islam diartikan sebagai latihan mental dan fisik yang menghasilkan manusia berbudaya tinggi untuk melaksanakan tugas kewajiban dan tanggung jawab dalam masyarakat selaku hamba Allah. Pendidikan akhlak Islami berarti juga menumbuhkan personalitas

(kepribadian) dan menanamkan tanggung jawab.63 Pendidikan akhlak dalam Islam adalah pendidikan yang mengakui bahwa dalam kehidupan manusia menghadapi hal baik dan hal buruk, kebenaran dan kebatilan, keadilan dan kezaliman, serta perdamain dan peperangan. Untuk menghadapi hal-hal yang serba kontra tersebut, Islam telah menetapkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang membuat manusia mampu hidup di dunia. Dengan demikian, manusia mampu mewujudkan kebaikan di dunia dan akhirat, serta mampu berinteraksi dengan orang-orang baik dan jahat.64 Tujuan utama pendidikan akhlak Islam adalah agar manusia berada dalam kebenaran dan senantiasa berada di jalan yang lurus, jalan yang telah digariskan oleh Allah Swt. Inilah yang akan mengantarkan manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karen itu, jika berpredikat muslim benarbenar menjadi penganut agama yang baik harus mentaati ajaran Islam dan menjaga agar rahmat Allah tetap berada pada dirinya.

63 64

M. Yatimin Abdullah, Ibid., hlm. 22 Ali Abdul Halim Mahmud, Ibid., hlm. 121

75

Jadi, pendidikan akhlak Islami merupakan suatu proses mendidik, memelihara, membentuk dan memberikan latihan mengenai akhlak dan kecerdasan berpikir baik yang bersifat formal maupun informal yang didasarkan pada ajaran-ajaran Islam. Pada sistem pendidikan Islam ini khusus memberikan pendidikan tentang akhlaqul karimah agar dapat mencerminkan kepribadian seorang muslim. 4. Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam a. Sejarah Pondok Pesantren Pesantren atau pondok adalah lembaga yang dapat dikatakan merupakan wujud proses wajar perkembangan sistem pendidikan, pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di tanah air dan merupakan bapak dari pendidikan Islam.65 Apabila ditilik dari namanya merupakan perpaduan (sinkretisena atau sinthesa) dari dua kata, yaitu pesantren yang berasal dari kata santri yang mengandung pergeseran kebahasaan (lingustik change) dari asal kata santri yaitu nama yang diberikan kepada penuntut ilmu agama Hindu-Buddha, dan kata pondok yang berasal dari kata bahasa Arab ”fundug” yang datang ke tanah air bersamaan datangnya Islam yang berarti ”Hotel atau Asrama”.66 Menurut asal katanya pesantren berasal dari kata santri yang mendapat imbuhan awalan pe dan akhiran an yang menunjukkan tempat. Dengan demikian pesantren artinya ”tempat para santri”. Selain itu, asal

65 Abuddin Nata, Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia, (Jakarta: PT. Grasindo, 2001), hlm. 89 66 A. Sadali, Islam untuk Disiplin Ilmu Pendidikan, (Jakarta: CV. Kuning Mas, 1984), hlm. 195.

76

kata pesantren dianggap gabungan dari kata sant (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong) sehingga kata pesantren dapat berarti ”tempat pendidikan manusia baik-baik”.67 Nurcholis Madjid berpendapat tentang asal usul perkataan santri dan juga kiai karena kedua perkataan tersebut tidak dapat dipisahkan ketika dibicarakan tentang pesantren, Santri asal kata santri (sanskerta) yang berati melek huruf, dikonotasikan santri adalah kelas literary, pengetahuan agama dibaca dari kitab berbahasa Arab dan diasumsikan bahwa santri berarti juga orang yang tahu tentang agama (melalui kitab-kitab) dan paling tidak santri dapat membaca Al-Qur’an, sehingga membawa kepada sikap lebih serius dalam memandang agama. Perkataan santri juga berasal dari bahasa Jawa (cantrik) yang berarti orang yang selalu mengikuti seorang guru ke mana guru pergi menetap (ingat pada pewayangan), tentu dengan tujuan dapat belajar dari guru mengenai sesuatu keahlian68 Pondok pesantren ini tumbuh sebagai perwujudan dari strategi umat Islam untuk mempertahankan eksistensinya terhadap pengaruh penjajahan Barat atau akibat surau atau masji tempat diselenggarkannya pendidikan agama Islam tidak lagi dapat menampung jumlah anak-anak yang ingin mengaji. Disamping itu juga didorong oleh keinginan untuk lebih mengintensifkan pendidikan agama pada anak-anak, maka sang guru atau kiai dengan bantuan masyarakat memperluas bangunan di sekitar surau atau masjid untuk tempat mengaji dan sekaligus sebagai asrama bagi

Ibid., hlm. 91 Nurcholish Madjid, Bilik-Bilik Pesantren, Sebuah Potret Perjalanan (Jakarta: Paramadina,1997), hlm. 20
68

67

77

anak-anak. Dengan begitu anak-anak tidak perlu bolak-balik pulang ke rumah orang tua mereka.69 Peran kiai sabagai filter budaya, meredam akibat perubahan yang dibawa arus informasi, juga mempelopori terjadinya perubahan

masyarakat menurut caranya sendiri. Jadi di sini kiai tidak lagi menunggu datangnya informasi lantas menyaringnya, melainkan kiai sepenuhnya berperan mengadakan perubahan karena ia mengetahui bahwa

perkembangan harus terjadi sebagai hal yang tak terelakan.70 Persoalan-persoalan historis tentang asal usul pondok pesantren berhubungan erat antara Islam Indonesia dengan pusat-pusat Islam, terutama Mekkah yang terjadi selama ini pada garis besarnya merupakan usaha penyesuaian diri dengan pendidikan Islam yang diberikan di Mekkah. Hal ini dapat dilihat dari asal semua kitab kuning yang tebal maupun yang tipis, dan semua guru atau kiai mendapat pendidikan dari Mekkah. b. Fungsi Pondok Pesantren Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga berfungsi sebagai lembaga sosial dan penyiaran agama. Pesantren berfungsi sebagai lembaga pendidikan menyelenggarakan pendidikan formal (madarasah, sekolah umum dan perguruan tinggi) dan pendidikan nonformal yang secara khusus mengajarkan agama yang

Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 1997), hlm. 212 Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005), hlm. 197
70

69

78

sangat kuat dipengaruhi oleh pikiran-pikiran ulama fiqh, hadits, tafsir, tauhid dan tasawuf. Sebagai lembaga sosial, pesantren menampung anak-anak dari segala lapisan masyarakat muslim tanpa membedakan tingkat sosial ekonomi mereka. Sementara itu, setiap hari menerima tamu yang datang dari masyarakat jauh, mereka datang bertamu mempunyai motif yang berbeda-beda; ada yang ingin bersilaturahmi; ada yang berkonsultasi; meminta nasihat; memohon do’a; berobat dan ada pula yang meminta jimat untuk penangkal gangguan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai lembaga penyiaran agama Islam, masjid pesantren juga berfungsi sebagai masjid umum yakni sebagai tempat belajar agama dan ibadah bagi para jamaah. Masjid pesantren sering dipakai untuk majelis taklim (pengajian), diskusi-diskusi keagamaan dan sebagainya. Selain itu, kiai dan santri-santri senior disamping mengajar juga berdakwah baik di dalam kota maupun di luarnya, bahkan sampai ke daerah-daerah pedalaman. Sehubungan dengan fungsi tersebut, pesantren memiliki tingkat integritas yang tinggi dengan masyarakat sekitarnya dan menjadi rujukan moral bagi kehidupan masyarakat umum. Masyarakat umum memandang pesantren sebagai komunitas khusus yang ideal terutama dalam bidang kehidupan moral keagamaan. Karekteristik pesantren dilihat dari segi fungsinya sangat berperan di tengah-tengah masyarakat, menjadikannya semakin eksis dan dapat diterima oleh semua kalangan.

79

c. Sarana dan Tujuan Pondok Pesantren Dalam bidang sarana, pesantren tradisional ditanda oleh ciri khas kesederhanaan. Secara fisik kini sudah berubah total, banyak pesantren tradisional yang memiliki gedung yang megah. Namun, kesederhanaan dapat dilihat dari sikap dan perilaku kiai dan santri serta sikap mereka dalam pergaulan sehari-hari. Sarana belajar misalnya, masih tetap dipertahankan seperti sediakala, dengan duduk di atas lantai dan di tempat terbuka dan kiai menyampaikan pelajaran. Demikian juga tempat kediaman kiai yang tidak begitu mewah, tentu saja ada pengecualian. Kiai sekarang berbeda dengan kiai dulu, kalau dulu para kiai sering berjalan kaki atau bersepeda tetapi kiai sekarang sudah terbiasa mengendarai mobil, bahkan mempunyai mobil dan sopir pribadi. Begitu pula tempat kediaman santri yang masih sederhana. Tujuan pendidikan pesantren adalah menciptakan dan

mengembangkan kepribadian muslim, yaitu kepribadian yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, bermanfaat bagi masyarakat dengan jalan menjadi kawula atau abdi masyarakat, mampu berdiri sendiri, bebas dan teguh dalam kepribadian, menyebarkan agama atau menegakkan Islam dan kejayaan umat Islam di tengah-tengah masyarakat, dan mencintai ilmu dalam rangka mengembangkan kepribadian Indonesia.

80

yaitu antara abad ke-12 sampai dengan abad ke-15 atau lazim disebut dengan ”Kitab Kuning”.A. fiqih dan ushul fiqih. Semua aktivitas sehari-hari difokuskan pada pencarian nilai-nilai ilahiah. ma’ani. pemimpinan pesantren memandang bahwa kunci sukses dalam hidup bersama adalah moral agama. 198 81 . 71 H. aqa’id dan ilmu kalam. sharaf.H. Sadali. 5. Kitab yang dikaji di pesantren umumnya kitab-kitab yang ditulis pada abad pertengahan. pesantren pada dasarnya hanya mengajarkan agama. bahasa Arab dengan ilmu alatnya seperti nahwu. Ibid.A. hadits dengan mushthalah hadits. Oleh karen itu. akan tetapi sampai kepada alam ukhrawi untuk mencapai keridhaan Allah. sedangkan sumber kajian atau mata pelajarannya ialah kitab-kitab dalam bahasa Arab. baik di dunia maupun akhirat”71 Rumusan tujuan pendidikan pesantren menggambarkan bahwa pembinaan akhlak dan kepribadian serta semangat pengabdian menjadi target utama yang ingin dicapai pesantren. yang dalam hal ini adalah perilaku keagamaan. Materi Pelajaran dan Metode Pengajaran Pondok Pesantren Sebagai lembaga pendidikan Islam. badi’ dan ’arudh.. Sadali menjelaskan “tujuan pendidikan pesantren tidak hanya duniawi (mondial) dan sementara (temporer). bayan. Pelajaran agama yang dikaji di pesantren ialah Al-Qur’an dengan tajwid dan tafsirnya. mantiq dan tasawuf. hlm. tarikh.

jika santri sudah benar-benar mengerti. para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kiai yang menerangkan pelajaran. dengan memberikan catatan pada kitabnya untuk mensahkan bahwa ilmu itu telah diberikan oleh kiai kepadanya. Biasanya cara menghafal ini diajarkan dalam bentuk syair atau nazham. Biasanya kiai menggunakan bahasa daerah setempat dan langsung menerjemahkan kalimat demi kalimat dari kitab yang dipelajarinya. Pengajian dengan metode ini merupakan pelimpahan nilai-nilai sebagai proses delivery of culture di pesantren dengan istilah tutorship atau mentorship. Kebiasaan menghafall dalam 82 . Kiai membacakan dan menerjemahkannya kalimat demi kalimat. Metode hafalan adalah suatu metode santri menghafal teks atau kalimat tertentu dari kitab yang dipelajarinya. Metode wetonan adalah metode kuliah. sorogan dan hafalan. Metode sorogan adalah suatu metode santri menghadap guru atau kiai seorang demi seorang dengan membawa kitab yang akan dipelajarinya. Di Jawa Barat metode ini disebut bandongan. sedangkan di Sumatra disebut halaqah.Adapun metode yang lazim dipergunakan dalam pendidikan pesantren ialah wetonan. Santri menyimak bacaan kiai mengesahkan. kemudian menerangkan maksudnya. Istilah weton berasal dari bahasa Jawa yang berarti waktu. Istilah sorogan berasal dari bahasa Jawa sorog yang berarti menyodorkan kitab ke depan kiai atau asistennya. Santri menyimak kitab masing-masing dan mencatat jika perlu. karena pengajian tersebut diberikan pada waktu-waktu tertentu yaitu sebelum dan sesudah melakukan shalat lima waktu.

maka berpindah ke kitab lain. kenaikan tingkat seorang santri ditandai dengan tamat dan bergantinya kitab yang dipelajarinya. kalimat demi kalimat sehingga santrinya mengerti benar apa yang diajarkannya. 83 . Denanyar (Kiai Bisri Syamsuri). Lasem (Kiai Kholil). berikut ini disebutkan pesantrenpesantren terkemuka di Jawa yang sudah terkenal dengan spesialisasinya atau fan-fan (cabang ilmu) tertentu yang menjadi fokus kajiannya dan kiai yang mengajarkannya: a. Hafalan tidak saja terbatas pada ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits ataupun nazham. Umumnya. Jadi. oleh sebagian kiai diajarkan kitab kepada santrinya tidak sekaligus tetapi secara berangsur-angsur (gradual). tetapi pada penguasaan kitabkitab yang telah ditetapkan dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Termas (Kiai Dimyathi dan Hamid Dimyathi). Tambak Beras (Kiai Wahab Hasbullah). Pesantren Tebuireng (Kiai Hasyim Asy’ari). Apabila seorang santri telah menguasai satu kitab atau beberapa kitab dan telah lulus imtihan (ujian) yang diujikan oleh kiainya. terkenal dengan fiqh dan ilmu hadits. Jenjang pendidikan dalam pesantren tidak dibatasi seperti dalam lembaga-lembaga pendidikan yang memakai sistem klasikal. Sebagai gambaran lebih lanjut. Karena itu.sistem pendidikan pesantren. tetapi juga isi atau teks kitab tertentu. jenjang pendidikan tidak ditandai dengan naiknya kelas seperti dalam pendidikan formal. merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak awal berdirinya. Pesantren PERSIS (Persatuan Islam) Bangil.

Watu Congol (Kiai Dahlan). Pesantren Lirboyo (Kiai Mahrus) Kediri. c. Secara umum dapat dipahami bahwa setiap pesantren memberikan porsi yang lebih besar 72 Abuddin Nata. 110-111 84 . Wonokromo (Kiai Abdul Aziz dan Hasbullah). badi’. Zainuddin Fananie dan Imam Zarkasyi) terkenal dengan bahasa Arab dan Inggris. Pesantren Inabah (Kiai Abah Anom) terkenal dengan pengobatan korban narkotika. dan lain-lain. terkenal dengan bidang tasawuf. Tegal Rejo (Kiai Khudari). sharaf. terkenal dengan ilmu alat nahwu. alFalak Pegentongan (Kiai Falak). Pesantren Pabelan di Magelang yang menekankan pada keterampilan santri. Ibid.. Pesantren Kiai Haji Badhawi Lasem.b. Pesantren Gontor (Kiai Ahmad Sahal.72 Ada bidang-bidang khusus yang merupakan fokus masing-masing pesantren dapat menarik minat para santri untuk memilih bidang-bidang yang diminati. Hal ini menunjukkan keanekaragaman bidang kajian di pesantrenpesantren antara satu dengan yang lainnya tidak ada kesamaan. e. hlm. Pesantren Krapyak (Kiai Munawwir dan Ali Ma’sum). Pesantren Darul Falah Bogor yang berkecimpung di bidang pertanian. Bendo. Pesantren Rejoso (Kiai Musa’in Romli). Jampes. Jamsaren (Kiai Abu Amar). f. terkenal dengan spesialisasi tafsir al-Qur’an. Cintapada Tasikmalaya (Kiai Dimyathi). Nglirap Banyumas. Pesantren Lasem (kiai Ma’sum). terkenal dengan qira’at al-Qur’an. bayan. d.

baik dilihat dari sisi isi maupun dari segi bentuk. namun faktor guru yang memenuhi persyaratan keilmuan yang diperlukan akan sangat menentukan bagi timbulnya suatu pesantren.pada bidang-bidang tertentu sebagai kekhasan pendidikan yang dimilikinya dan sekaligus dikenal karena kekhususannya itu. Apabila 85 . Perkembangan kelembagaan pesantren seperti ini oleh Zamakhsyari Dhofier disebut Pesantren Salafi. Dengan demikian. Dengan cara demikian pesantren-pesantren berkembang di daerah-daerah. Pesantren dalam sejarah perjalanannya mengalami perubahan dan pertumbuhan sekaligus merupakan perkembangan. terutama pedesadan dan pesantren asal dianggap sebagai pesantren induk. Pertumbuhan Kelembagaan Pondok Pesantren Pembangunan suatu pesantren didorong oleh kebutuhan masyarakat akan adanya lemabaga pendidikan. yang tetap mempertahankan kitab-kitab kuning/ klasik. melainkan pada gilirannya mampu mengembangkan diri dan menempati posisi penting dalam pendidikan. Masyarakat sekitar atau dari luar daerah datang untuk mengaji atau belajar karena keinginan menuntut dan memperoleh ilmu dari kiai atau guru. 6. berdirinya suatu pesantren diawali dari pengakuan masyarakat akan akan keunggulan dan ketinggian ilmu seorang kiai atau guru. Pada umumnya. jelaslah bahwa pesantren bukan hanya mampu bertahan. Santri yang telah menyelesaikan dan diakui telah tamat biasanya diberi izin atau ijazah oleh kiai untuk membuka dan mendirikan pesantren baru di daerah asalnya.

pondok atau asrama dan madrasah. Pesantren ini masih sangat sederhana. d. Pesantren yang terdiri dari masjid. tempat olah raga. b. madrasah dan tempat keterampilan. e. ditemukan bermacammacam pola perubahan. sekolah umum. Di samping itu. tempat keterampilan dan ditambah adanya universitas. seperti pertanian. peternakan. rumah kiai. rumah kiai. pondok atau asrama. rumah kiai. Pola ini dilengkapi dengan tempat-tempat keterampilan agar santri terampil dengan pekerjaan yang sesuai dengan sosial kemasyarakatannya. santri mendapat pengajaran di madrasah. c. Pola ini telah memakai sistem klasial. Pesantren yang telah berubah kelembagaannya yang terdiri dari masjid. Pesantren yang terdiri hanya masjid dan rumah kiai. Pesantren yang terdiri dari masjid. kiai menggunakan masjid atau rumahnya sendiri untuk tempat mengajar dan santrinya berasal dari daerah sekitar pesantren tersebut. rumah kiai. pondok atau asrama. Pesantren yang terdiri dari masjid. menjahit dan sebagainnya. belajar mangaji mengikuti pengajaran yang diberikan oleh kiai di pondok. Pola ini telah dilengkapi pondok yang disediakan bagi para santri yang datang dari daerah lain. antara lain: a. pondok atau asrama.dilihat dari pola perubahan dan pertumbuhan pesantren. gedung pertemuan. madrasah. Pada pola ini 86 .

. hlm. Tetapi lebih dari itu. dengan penyesuaian. hlm. Pesantren bukan hanya mempu bertahan. kemampuan intelektual dan perilaku mulia (al-akhlaq al-Karim) guna menata dan membengun karakter bangsa yang paripurna... hlm. 96-97 Azyumardi Azra. .75 Ibid.73 Azyumardi Azra menjelaskan. akomodasi dan konsesi yang diberikannya. pesantren pada gilirannya juga mampu mengembangkan diri.pesantren merupakan lembaga pendidikan yang telah berkembang dan bisa dikatakan sebagai pesantren modern. 1999). Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru (Jakarta: PT Logos. 117 74 73 87 . Sejarah & Pemikiran Pendidikan Islam (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. 106 75 Suwendi. 2004). dan bahkan kembali menempatkan diri pada posisi yang penting dalam sistem pendidikan nasional indonesia secara keseluruhan74 Wacana yang berkembang dalam dinamika pemikiran dan pengalaman praktis alumni pesantren tampaknya menegaskan bahwa pesantren merupakan bagian dari infrastruktur masyarakat yang secara makro telah berperan menyadarkan komunitas masyarakat untuk mempunyai idealisme..

pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistic (utuh). 3 76 88 . hlm. J Moleong mendefinisikan Metodologi Kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa katakata tulisan atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif. Menurut mereka.BAB III METODE PENELITIAN A. Moleong mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung dengan orang-orang tersebut dalam behasannya dan dalam peristilahannya. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosda Karya. yang berasal dari wawancara. 2000). Krik dan Miller yang dikutip oleh Lexy. catatan laporan.77 Deskriptif Kualitatif adalah penelitian yang data-datanya berupa katakata (bukan angka-angka. Bogdan dan Taylor yang dikutip oleh Lexi.76 Sejalan dengan definisi tersebut. dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variable atau hipotesis. 3 77 Ibid. hlm. dokumen dan lain-lain) atau penelitian yang di dalamnya mengutamakan untuk pendiskripsian sacara analisis sesuatu peristiwa atau proses Lexy J Moleong. tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan. Jadi. J..

analisis. op. pelaksana. maka instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data adalah penelitian sendiri. yaitu peneliti harus menciptakan hubungan yang baik dengan subyek penelitian. 78 79 Nana Sudjana.. pertama menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda. 121 89 . Metode Statistik (Bandung: Tarsito.78 Penelitian ini digunakan dengan beberapa alasan. maka kehadiran peneliti di lokasi penelitian mutlak diperlukan sesuai dengan prinsip-prinsip penelitian kualitatif. Moleong. cit. penafsir data dan pada akhirnya ia jadi pelopor hasil penelitiannya. hal. Kehadiran Peneliti Sesuai dengan pendekatan yang digunakan. B. 1989). serta untuk mengungkapkan gejala secara holistic kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Meloeng menyebutkan bahwa penelitian dalam penelitian kualitatif cukup rumit. Lexi J. pengumpul data. kedua metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden. hlm.79 Karena penelitian merupakan instrument penelitian dalam penelitian ini. Ia sekaligus merupakan perencana. ketiga metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi dan bertujuan untuk menggambarkan realitas empiris sesuai fenomena secara rinci dan tuntas.sebagaimana adanya dalam lingkungan yang alami untuk memperoleh makna yang mendalam dari hakekat proses tersebut. 203 Lexy J.

Untuk mempermudah mengidentifikasi sumber data penulis mengklasifikasikannya menjadi 3 dengan huruf depan p tingkatan dari bahasa Inggris. tepatnya sebelah barat kampus Universitas Pendidikan Indonesia. “sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata atau tindakan. D.. Sumber Data Menurut Lofland (1984). 112 Suharsimi Arikunto. hlm. sumber data berupa tempat yaitu sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak. hlm. yang dikutip oleh Moleong. 2002). Prosedur Pendidikan Suatu Pendekatan PrakteK (Jakarta: Rineka Cipta. Suharsimi Arikunto menjelaskan “yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh”81 Pengambilan data yang dilakukan pada beberapa sumber data/subyek dalam penelitian antara lain: pengasuh.C. P = place. 114 81 80 90 . yaitu: P = person. selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain”80. ustadz/ustadza dan santri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Ibid. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid yang beralamat di Jalan Gegerkalong Girang 38 Bandung 40153. sumber data berupa orang yaitu sumber data yang bisa memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui angket.

peneliti menggunakan beberapa metode pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian di lapangan. angka. adapun metode-metode tersebut adalah sebagi berikut: 1. ritme nyanyian. sumber data berupa simbol yaitu sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. kegiatan belajar-mengajar dan lain sebagainya. atau simbol-simbol lain. Observasi (Pengamatan) Metode observasi digunakan apabila seorang peneliti ingin mengetahui secara empirik tentang fenomena obyek yang diamati. daun lontar dan sebagianya yang cocok untuk penggunaan metode dokumentasi. 107 91 . Bergerak. sajian sinetron. Prosedur Pengumpulan Data Untuk mendapatkan data yang akurat. warna dan lain-lain.Diam. gambar. misalnya aktivitas.. karena di dalamnya memuat faktor-faktor yang telah diatur kategorisasinya lebih dulu dan ciri khusus dari tiap-tiap faktor dalam kategori-kategori itu. tulang. kelengkapan alat. gerak tari. wujud benda. P = paper. misalnya ruangan. tetapi dapat berwujud batu. laju kendaraan.82 E. Dengan pengertiannya ini maka “paper” bukan terbatas hanya pada kertas sebagiamana terjemahan dari kata “paper” dalam bahasa Inggris. hlm. kayu. Dalam hal ini peeneliti menggunakan teknik Observasi sistematik. 82 Ibid. kinerja.

84 Menurut Suharsimi Arikunto “metode interview adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (Interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara (interviewwee)”85.. Pelaksanaannya dapat dilakuka secara langsung berhadapan dengan yang diwawancarai tetapi dapat pula secara tidak dapat pula secara tidak langsung seperti memberikan daftar pertanyaan untuk dijawab pada kesempatan lain. 132 84 83 92 . 45 85 Suharsimi Arikunto. sedang menurut Lexy J. sarana dan prasarana di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. hlm. Bisri M. op.83 Metode observasi digunakan dalam penelitian untuk memperoleh data tentang situasi umum dari objek yang diteliti. “Interview atau wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yaitu percakapan yang dilakukan oleh kedua belah pihak yakni pewawancara yang Lexy J Moleong. meliputi: letak geografis. 2. nuansa kehidupan. 2006). op. Interview (Wawancara) Interview atau wawancara dipergunakna sebagai cara untuk memperoleh data dengan jalan mengadakan wawancara dengan nara sumber atau responden. Teknik Menulis Skripsi & Thesis (Jogjakarta: Zenith Publisher. M dan Djaelani. hlm. 175 Hariwijaya. cit. Moleong.Dalam kasus ini pengamatan memungkinkan pengamat untuk melihat dunia sebagaimana dilihat oleh subjek pada keadaan waktu itu.. merasakan apa yang dirasakan dan dihayati oleh subjek sehingga memungkinkan pula peneliti menjadi sumber data. pembentukan pengetahuan yang diketahui bersama baik dari pihaknya maupun dari pihak subjek. hlm. cit.

mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas petanyaan itu”86 Peneliti disini menggunakan Wawancara Bebas Terpimpin, yaitu kombinasi antara interview bebas dan interview terpimpin. Dimana dalam pelaksanaannya pewawancara membawa buku pedoman yang merupakan garis besarnya saja, selain itu pewawancara juga harus dapat menciptakan suasana santai tapi serius. Dalam hal ini peneliti mewawancarai Pengasuh, Pengurus, Ustadz/Ustadzah, santri di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, serta informan lain yang terkait dengan masalah yang dibahas. 3. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah metode penelitian untuk memperoleh keterangan dengan cara memeriksa dan mencatat laporan. Menurut Suharsimi Arikunto, “metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat dan sebagainya”87 Dalam metode dokumentasi, data yang diperuntukan adalah: a. Sejarah berdirinya Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. b. Struktur organisasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. c. Data-data tentang penerapan Manajemen Qolbu di Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung. d. Dan lain-lain yang berkenaan dengan penelitian ini.

86 87

Lexy J Moleong, op. cit., hlm. 186 Suharsimi Arikunto, op. cit., hlm. 206

93

F. Analisis Data Setelah data yang diperoleh sudah terkumpul maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis atau pengolahan data. Menurut Moleong, bahwa analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data.88 Dalam hal ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif yang sebagian besar berasal dari catatan pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Kemudian catatan tersebut di analisis untuk memperoleh tema dan pola-pola yang dideskripsikan dan diilustrasikan dengan contoh-contoh, termasuk kutipan-kutipan dan rangkuman dari dokumen. Menurut Meleong, dalam Metodologi Penelitian Kualitatif menyatakan bahwa proses analisis data penelitian kualitatif adalah: 1. Mencatat yang menghasilkan catatan lapangan, dengan hal itu, diberi kode agar sumber datanya tetap dapat ditelusuri. 2. Mengumpulkan, memilah-milah, mengklasifikasikan, mensintesiskan, membuat ikhtisar dan membuat indeksnya. 3. Berpikir, dengan jalan membuat agar kategori data itu mempunyai makna, mencari dan menemukan pola dan hubungan-hubungan dan membuat temuan-temuan umum.89

88 89

Lexy J Moleong, op .cit., hlm. 208 Ibid,. hlm. 248

94

Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif eksploratif. Penelitian deskriptif eksploratif bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena.90 Dalam hal ini peneliti hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan keadaan sesuatu. Teknik ini penulis gunakan untuk menggambarkan, menuturkan, menafsirkan serta menguraikan data yang bersifat kualitatif yang penulis peroleh dari metode pengumpulan data. G. Pengecekan Keabsahan Data Untuk menguji validitas data atau keabsahan data, disini peneliti menggunakan metode Triangulasi. Menurut Moleong bahwa metode ini adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.91 Adapun teknik yang digunakan oleh peneliti adalah Triangulasi dengan Metode, menurut Patton (1987) yang dikutip oleh Lexy, J Moleong terdapat dua strategi yaitu pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data, pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama.92 H. Tahap-Tahap Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui 3 tahapan, yaitu: 1. Tahap Pra Lapangan terdiri dari: a. Menyusun rancangan penelitian b. Memilih lapangan penelitian
90 91

Suharsimi Arikunto, op. cit., hlm. 183 Lexy J Moleong, op. cit., hlm. 330 92 Ibid., .hlm. 127-148

95

Persoalan etika penelitian 2. Tahap pekerjaan lapangan terdiri dari: a. cit. 27-148 96 . Mengurus perizinan d. hlm. Tahap akhir penelitian terdiri dari: a. Mamasuki lapangan c. Menganalisis data sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai93 93 Lexy J Moleong. Berperan serta sambil mengumpulkan data 3. op. Memahami latar penelitian dan persiapan diri b.c. Menyiapkan perlengkapan penelitian g.. Menyajikan data dalam bentuk deskripsi b. Memilih dan memanfaatkan informan f. Menjajaki dan menilai lapangan e.

Pada tahun 1988. wirausaha yang dirintis Aa Gym ini semakin hari semakin berkembang seiring dengan semakin banyaknya jama’ah yang datang ke pengajian rutin asuhannya. Sejarah Daarut Tauhiid Sejarah Daarut Tauhiid (DT) berawal pada tahun 1987. Alhamdulillah Aa Gym dengan ketekunan sedikit demi sedikit hasilnya dapat dilihat.BAB IV HASIL PENELITIAN A. Diawali dengan perjuangan yang cukup berat. Latar Belakang Objek 1. Khoer Affandi di Tasikmalaya. Sejak tahun 1989. akhirnya Aa Gym memutuskan untuk menambah ilmu khususnya ilmu agama Islam di berbagai pesantren diantaranya K.H. maka pada tanggal 4 September 1990 berdirilah secara 97 . hampir pada setiap tahun berikutnya Aa Gym mendampingi jama’ah berangkat haji.H. Setelah selanjutnya menyadari akan keterbatasan pengetahuan. Setelah itu. Aa Gym pertama kali melaksanakan ibadah haji. sehingga tempat yang ada yaitu di rumah Aa Gym sendiri tidak memungkinkan lagi. Djunaedi di Garut dan K. Untuk memfasilitasinya. ketika seorang pemuda bernama Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) merintis usaha wiraswasta dalam wadah KMIW (Kelompok Mahasiswa Islam Wiraswasta) yang sebagian hasil usahanya digunakan untuk menopang kegiatan pengajian rutin yang dipimpinnya.

Di tahun 1993 Daarut Tauhiid (DT) terus berupaya mengembangkan organisasinya dengan melakukan pembebasan tanah dan bangunan yang diikuti dengan pembangunan sebuah masjid permanen berlantai tiga. Ketika itu Aa Gym berkesempatan untuk memberikan ceramah di PT. saat itu pula Pak Palgunadi T Setyawan merasa tertarik untuk ikut andil dalam pengembangan Pesantren Daarut Tauhiid. Untuk menopang laju dan gerak dakwah Islamiyah di Daarut Tauhiid (DT).resmi Yayasan Daarut Tauhiid (DT) yang beralamat di Jalan Gegerkalong Girang No. Aa Gym dapat membebaskan tanah gedung pesantren atas bantuan Bapak Palgunadi T Setyawan dari Astra Mitra Ventura. tahun selanjutnya (1994) berdiri Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN-DT). 38 Bandung. hari demi hari pengajian di lokasi baru ini semakin banyak dihadiri khalayak yang rindu akan siraman penyejuk qolbu. Lokasi Baru ini semula adalah sebuah rumah kontrakan sederhana dengan 20 kamar yang sebelumnya dipakai sebagai tempat pondokan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung. sebab dibangun secara gotong royong oleh ribuan masyarakat sekitar dan jama’ah Daarut Tauhiid (DT). 98 . Bagai musafir kehausan di tengah padang. Masjid DT sering disebut masjid seribu tangan. Astra Mitra Ventura. Saat-saat penuh tantangan bagi Daarut Tauhiid (DT) dalam merintis da’wah adalah ketika menempati lokasi baru tersebut.

Menjelang detik-detik akhir penghujung tahun diresmikanlah sebuah Pondokan atau Cottage yang asri Daarul Jannah. Di tahun 1998 pula.9 99 . Persero dan perusahaan lainnya. ialah Stasiun Radio 1026 AM (sekarang 102. Kereta Api Indonesia (KAI). Diantara programnya adalah kerjasama pendidikan dan pelatihan Manajemen Qolbu (MQ) untuk para eksekutif.7 FM). Bank Bukopin. Telkom Corporate Office. PLN. PT. PT. Sebuah sarana dakwah lain kembali hadir di Pesantren Daarut Tauhiid. aktivitas pendidikan pun ikut aktif dengan berbagai programnya. seakan tidak henti-hentinya karunia Allah yang harus disyukuri. dibukanya lembaga Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT) DT pada tanggal 7 Desember 1997. PT. Telkom Divre III Jabar. diantaranya adalah dengan dimulainya program Pendidikan Santri Beasiswa tahun 1995. Radio Ummat yang dibangun dari hasil Kencleng Ummat pendengar siaran Manajemen Qolbu (MQ) pagi yang disiarkan tahun 1999 atas kerja sama dengan Stasiun Radio Paramuda 93. Super Mini Market. Warung Telekomunikasi dan lain-lain. Bank Indonesia. Gedung yang cukup representatif ini dipergunakan untuk kantor beberapa unit usaha seperti BMT (Baitul Mal Wat Tamwil). staff dan karyawan berbagai perusahaan swasta. Diantara perusahaan yang pernah mengikuti pelatihan MQ ini adalah Bank Muamalat Indonesia Cabang Bandung.Menjelang akhir 1997. sarana dakwah dan perekonomian menjadi semakin lengkap dengan didirikannya gedung KOPONTREN-DT berlantai empat persis diseberang masjid. Bersamaan dengan berkembangnya aktivitas perekonomian.

3. Stuktur Organisasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid adalah milik umat sehingga tidak boleh terikat pada figur seseorang. hlm. 13-14 100 . tepatnya tanggal 9 Desember 1999. Operasional organisasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid dijalankan bersama yaitu Aa Gym hanya sabagai pendiri sekaligus pembina dan dibawah itu Aa Gym menyerahkan kepada santri atau pengurus sehingga memungkinkan santri untuk kreatif mengelola pesantren secara mandiri. perkembangan Daarut Tauhiid (DT) Bandung dapat digambarkan sebagai berikut: luas tanah 22.FM. Menurut letak geografisnya Pondok Pesantren Daarut Tauhiid berada di bagian selatan kota Bandung tepatnya di jalan Gegerkalong Girang No. 94 Buku Panduan Santri Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren Daarut Tauhiid. Berdasarkan data. sebelah utara Pondok Pesantren Daarut Tauhiid adalah kampus UPI (Universitas Pendidikan Indonesia).50 M2). Letak Geografis Letak geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah berdasarkan kenyataan permukaan bumi. Radio Ummat pertama kali mengudara (On Air) pada bulan Ramadhan 1420 H. Dan kemudian dibekukan pada awal April 2003 dikarenakan permasalahan kualitas radio yang berfrekuensi AM.94 2. disamping masalah aspek legal yang belum terselesaikan dan mengalihkan aktivitasnya ke Radio MQ FM.202 M2 dan luas bangunan masjid (587. 38 Bandung 40154.

Aktifitas di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid ini tidak hanya mengelola Pondok Pesantren saja. Yayasan Eco-Pesantren Daarut Tauhiid Pendidikan formal yaitu TK Khas Daarut Tauhiid b. diantaranya: 1) Santri Mukim: a) Akhlak Plus Wirausaha (APW) b) Dauroh Qolbiyah c) Dauroh Quraniyah d) Pesantren Kilat e) Program Pesantren Mahasiswa (PPM) f) Pesantren Muslimah Teladan (PMT) g) Pesantren Karya 101 . Yayasan Pesantren Daarut Tauhiid Pesantren atau badan wakaf dengan dakwah dan pendidikan non formal atau kesantrian. MQ Corporation yaitu PT Pesantren Daarut Tauhiid Bisnis yang disertai dengan dakwah diantaranya: 1) MQTV 2) MQ FM 3) MQS (Mutiara Qolbun Saliim) 4) MQ Guest House 5) MQ Consumer Goods 6) MQ Cafe 7) MQ Tours & Travel 8) MQ Multimedia c. akan tetapi terdapat lembaga-lembaga yang ada di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid antara lain: a.

Visi 1) Ahli Dzikir Menjadikan Allah sebagai tumpuan kerinduan. sehingga apapun yang terjadi tidak akan mengurangi keyakinan dan selalu ridha pada ketentuan-Nya. Gemanusa yaitu perhimpunan atau perkumpulan gerakan moral Pengurus berperan penting dan merupakan tangan kanan pendiri karena pendiri tidak terjun sendiri dan tidak mengetahui keadaan santri dari sekian banyak santrinya. devisi usahanya antara lain: 1) Super Mini Market (SMM) 2) Lembaga Keuangan Syariah BMT (Baitul Maal wa Tamwil) 3) Cottage & Cafétaria Daarul Jannah 4) Handycraft 5) Lembaga Pendidikan & Pelatihan Ekonomi Syariah (LP2ES) 6) Global Service Provider e. Tujuan dan Strategi a. Kopontren Daarut Tauhiid Badan usaha koperasi atau ekonomi kerakyatan. pertolongan dan tujuan dalam beramal shaleh. Visi. Wawancara dengan Fredy Rizaldi. Misi.2) Santri Non Mukim: a) Santri Siap Guna (SSG) d. Dalam pengembangannya Pondok Pesantren Daarut Tauhiid juga didukung oleh para santri sendiri dan para wali santri 95 4. Penguruslah dengan berbagai job deskripsinya mereka memahami keadaan santri lebih mendalam. Kepala Bagian Kelembagaan & Litbang Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. harapan. tanggal 28 November 2008 95 102 .

bertafakur dan bertadabbur dalam menggali hakekat kebenaran. produk dan jasa 4) Mencetak SDM yang siap berkarya dengan etos kerja yang optimal. b. Tujuan 1) Bidang Dakwah: a) Mengembangkan metoda dakwah yang segar. penyejuk hati. penggelora semangat. pendidikan dan pelatihan serta pembinaan 2) Mengarahkan aktifitas organisasi menuju pesantren kota. potensi diri dan lingkungan sehingga diharapkan muncul sikap yang arif. mengungkap hikmah yang tersembunyi. solutif dan aplikatif b) Mengutamakan nilai-nilai Islam yang rahmatan lilalamiin 2) Bidang Pendidikan: a) Menyelenggarakan pendidikan yang berbasis ma’rifatullah. leadership dan entrepreneurship 103 . sehingga diharapkan akan muncul manusia-manusia unggul yang selalu berkarya dengan diiringi sikap amar ma’ruf nahi mungkar. Misi 1) Menjadikan konsep manajemen qolbu sebagai konsep perubahan sikap. efektif dan tepat dalam mengatasi berbagai tantangan dan masalah. 3) Ahli Ikhtiar Mengoptimalkan daya upaya dan ikhtiar yang diridhai Allah. pendidikan dan pelatihan serta pembinaan c. lingkungan barokah. Bandung bermartabat 3) Memajukan perekonomian DT dengan menumbuhkembangkan jiwa entrepreneurship.2) Ahli Fikir Mengoptimalkan kemampuan berfikir.

disertai dengan ikhtiar. Sebagai pesantren yang berada di tengah kota. ridho.b) Menyelenggarakan pelatihan pengembangan diri yang berbasiskan Manajemen Qolbu c) Menyelenggarakan pendidikan formal berjenjang dari TK sampai Perguruan Tinggi yang berorientasi pada kemandirian 3) Bidang Sosial: Memberdayakan potensi masyarakat dengan mendirikan Lembaga Pengelola Zakat nasional yang mensucikan dan memberdayakan. sangat amanah (penuh tanggung jawab). konsep yang digelontorkan oleh KH. d. Sebuah metode yang mengajak jamaahnya untuk mampu menseleraskan olah pikir. fathonah (sangat 104 . Abdullah Gymnastiar. Pola Kepemimpinan Pola kepamimpinan yang diterapkan oleh Aa Gym adalah dengan mencontoh kepemimpinan Nabi Muhammad yang sangat siddiq (benar dalam tekad dan sikap). 5. Intinya adalah memenej dan memelihara kebeningan hati dengan cara mengenal Allah lebih mendalam (dengan amalan/dzikir). Strategi Strategi yang dikedepankan oleh Daarut Tauhid dikenal dengan sebutan "Manajemen Qalbu". tawakal. olah hati dan olah tindakan (dzikir). jujur. Daarut Tauhid memang dimaksudkan untuk mengincar segmen masyarakat perkotaan yang ingin memperdalam ilmu agama. Untuk kemudian mengisinya dengan nilai-nilai ruhani Islam seperti sabar. 4) Bidang Ekonomi Syariah: Membangun model pengembangan ekonomi syariah yang mengutamakan kemaslahatan bagi masyarakat. ikhlas.

amarah dan syahwat. tuturkata. mengatur strategi dengan baik membaca dan mensinergikan aneka potensi serta memotivasi diri maupun yang dipimpinnya untuk mencapai hasil yang dicita-citakan. serta tabligh (memiliki kemampuan komunikasi yang andal) akan mengantarkan seorang pemimpin efektif menjadi kemuliaan dunia akhirat. sesudah itu memimpin keluarga merupakan prioritas pula agar menjadi suri teladan bagi masyarakat yang dipimpinnya. Kepemimpinan yang baik harus memiliki keterampilan membangun visi kedepan. keinginan. hawa nafsu. Dengan kata lain. hasilnya akan menjadi pemimpin yang buruk bahkan berbahaya. Sabda Nabi Muhammad saw “Setiap di antaramu adalah pemimpin. Mengendalikan pandangan. Dengan demikian. disebut keterampila memimpin karena manusia akan berkembang dan tumbuh kemampuan memimpinnya jika yang bersangkutan secara konsisten terus menerus belajar dan berlatih untuk bias memimpin dengan baik. yang mengikuti akan dengan tulus berjuang dan berkorban untuk menggapai tujuan mulia yang diharapkan bersama. dan akan ditayangkan tentang kepemimpinannya” (al-hadits). Artinya kesadaran untuk memiliki keterampilan adalah satu hal yang standar harus dimiliki oleh setiap manusia.cerdas dan profesional). Pemimpin sejati harus diawali dengan kegigihan memimpin dirinya sendiri. Pemimpin sejati jelajahnya ada di hati yang dipimpin. walaupun berkata apabila tidak disertai ilmu dan pelatihan yang benar serta konsisten. pendengaran. 105 .

Kebeningan hati menciptakan kedamaian dan kebersamaan. 2006). Posisi yang lebih banyak berbuat. Lalu bagaimana kiat menuju kebeningan hati itu? Ikhtiar pembersihan hati harus dimulai dengan upaya memahami diri dan orang lain. Pengenalan Diri Sungguh betapa indah hidup dengan bening hati. Kebeningan hati diawali dengan pembersihan hati. hlm. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kaulitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung Penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu yang diterapkan di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung adalah sebagai berikut: a. Kunci memimpin orang lain adalah dengan meposisikan diri sebagai teladan dan sebelum menyuruh orang lain.Kegagalan membangun keluarga yang baik akan melemahkan wibawa kepemimpinannya. maka inilah yang akan kena di hati orangorang yang dipimpin bukannya diposisikan sebagai “raja”. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa sumber dari kiat mengelola qolbu (manajemen qolbu) adalah pengenalan diri. berkorban waktu. tenaga. Penyajian Data 1. biaya dan pikiran dengan tulus. Tanpa pemahaman dan pengenalan yang mendalam mustahil bisa terhindar dari kotoran hati.96 B. Aa Gym Apa Adanya Sebuah Qolbugrafi (Bandung: Khas MQ. 144-145 96 106 . serta menjadi “pelayan bagi masyarakat”. Abdullah Gymnastiar.

kebeningan dan kejernihan pada diri seseorang. tentunya akan bisa mengendalikan diri begitu mengenalnya secara mendalam. Hati yang bersih. 1) Cermati Potensi Diri Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Untuk mengenal diri. 2-3 97 107 . Kunci pemahaman diri terletak pada hati. Jadi. Jagalah Hati Step by Step Manajemen Qolbu (Bandung: Khas MQ. Hati bisa memperlihatkan secara jelas siapa diri seseorang dan bagaimana watak seseorang. Artinya jika kita memikirkan diri kita ini tidaklah berguna.97 Abdullah Gymnastiar. itu karena mereka merasa asing dengan dirinya sendiri. tentu memulainya dari kedalaman diri sandiri.Seseorang yang mampu mengendalikan perasaan (emosinya) adalah orang yang bisa memahami siapa dirinya. 2006). ketidakbergunaan itulah yang akan tetap menjadi cap diri kita. bening dan jernih isnya Allah bisa memperlihatkan kebersihan. bisa terjadi pada suatu masa mereka melakukan perbuatan maksiat dan keji sementara mereka merasa melakukannya tanpa sandar. hlm. Orang-orang yang terkadang tidak mampu mengendalikan dirinya. demikianlah sebuah ungkapan tentang pengenalan dan potensi diri. Lalu. kita pun memadamkan potensi-potensi positif yang ada pada diri kita karena kita sudah menata hati dan pikiran ke arah negatif. Dengan demikian. dari kedalaman qolbu atau apa yang disebut nurani. Inilah yang sering dikenal dengan upaya introspeksi diri (muhasabah).

Untuk itu. Mungkin di sini akan terasa lebih berat karena keterbukaan kita akan mengalirkan kritik yang lebih hebat lagi. Namun. Hubungan dengan orang lain akan memungkinkan munculnya kritik. yaitu keluarga. yakinlah bahwa proses ini akan lebih membuat perkembangan emosi semakin baik dari hari ke hari. kita pun mengembangkan sikap terbuka terhadap kritik yang datang dari luar diri kita. mulailah berhubungan secara harmonis dengan saudara. 108 . tetangga atau orang di dalam lingkungan pekerjaan. setelah keluarga. kita harus berprasangka baik (husnudzan) tentang apa yang orang lain katakan terhadap diri kita karena merekalah yang mungkin lebih objektif melihat potensi-potensi dalam diri kita. Cara paling praktis dalam upaya pengenalan diri ini adalah melalui hubungan yang harmonis dengan lingkungan terdekat. Artinya. teman.Utamanya bisa mengenali potensi diri melalui hubungan dengan orang lain.

Interaksi Harmonis dengan keluarga (Lingkungan Terkecil)

Mengembangkan Sikap Terbuka

Besar Hati Menuai Kritik Kuat Hati Menenrima Pujian

Potensi Negatif: • • • • • • • • Sombong Pelit senyum Cuek Kurang pergaulan Kikir Mau menang sendiri Tidak percaya diri Penaku

Potensi Positif: • • • • • • • • Rendah hati Murah senyum Empatik Banyak teman Dermawan Mau mengalah Percaya diri Pemberani

Gambar 4.2 Langkah Praktis Pengenalan diri

109

Kritik adalah senjata ampuh untuk mengenal lebih jauh kelemahan diri. Alergi terhadap kritik berarti akan membuat tumbuh suburnya potensi negatif pada diri. Upaya-upaya memperbaiki diri akan lebih efektif jika menngerakkan segenap potensi positif dalam diri. Tentu dengan syarat bahwa telah mengetahui adanya kelmahankelemahan pada diri. Potensi untuk memperbaiki diri hanya bisa digerakkan dengan niat yang tulus.98 Kebaikan pada diri bisa dilihat secara kasat mata melalui jasad dan akal. Potensi jasad dan akal yang tampak lahiriah sebenarnya digerakkan oleh potensi hati atau qolbu. Jadi, qolbu yang bersih akan menampakkan fisik dan pikiran yang bersih pula. Jasad dan akal hanya akan menuju pada suatu kebaikan jika dikendalikan oleh qolbu yang bersih yang membuat perbuatan diri menjadi bernilai dan berkualitas. 2) Fokuskan pada Diri Sendiri Kebaikan bisa dicontohkan atau ditularkan dari atau kepada orang lain. Namun, kebaikan akan menjadi efektif marasuk pada diri mankala berpangkal pada diri kita sendiri. Ungkapan yang cocok dengan ini bahwa ”Uruslah diri sendiri sebelum mengurus orang lain. Perbaikilah diri sendiri sebelum memperbaiki orang lain.

Bersihkanlah diri sendiri sebelum membersihkan orang lain”.99

98 99

Ibid., hlm. 4-6 Ibid., hlm. 10

110

Jika ingin melihat kebaikan pada diri orang lain, harus memulainya dari diri pribadi. Seperti halnya jika ingin efektif mendidik anak sendiri, harus menunjukan sikap yang baik. Bagaimana mungkin kita melarang anak untuk merokok, padahal sehari-hari kita merokok di depan mereka? Hal demikianlah yang justru membuat hidup kita menjadi lebih hina karena perbuatan tidak sesuai dengan ucapan dan hati kita. Kita akan menjadi bahan cemoohan. Keinginan kuat atau kerinduan melihat sebuah kebaikan agar terjadi dilingkungan kita akan memotivasi diri untuk menebarkan kebaikan dari dalam diri kita. Kita tidak akan sungkan melakukan pembersihan jika melihat kekotoran di sekeliling. Kita dengan senang hati menciptakan suasana yang membuat orang lain berbahagia, apakah itu tersenyum, menolong dan berupaya memberikan solusi. Pada akhirnya, akan terkondisikan keadaan yang dalam hal ini diri kita menjadi pusat kebaikan dan solusi bagi orang-orang di sekeliling kita. Kehadiran diri kita menjadi buah kerinduan bagi orang-orang yang mendambakan kedamaian dan motivasi, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. 3) Ubahlah Persepsi Persepsi adalah cara pandang terhadap potensi-potensi diri kita. Karena itu, jika kita mempersepsikan diri kita selalu gagal dan tidak bisa diperbaiki, sampai kapan pun kita tidak akan pernah sukses.

111

Perubahan persepsi ini memang teramat penting. b. Jadi. seseorang akan efektif mengubah persepsinya jika dapat menggunakan sarana qolbunya. Pembersihan Hati Sebenarnya sukses itu tidak berjuang. Dalam konsep manajemen qolbu pengubahan persepsi harus dimulai dengan mengukurnya pada kedalamn hati (nurani). Tekad ini harus dijaga agar terus berkorban dan tidak padam. Sukses adalah sesuatu yang tidak hakiki. Tekad inilah yang nantinya menjadi jala bagi kita untuk mulai membersihkan hati karena masa antara mengenali dan mengendalikan diri adalah membersihkan hati dulu. Dengan kata lain. harus ada persepsi bahwa kita bisa menjadi lebih baik. kita bisa menjadi sukses dan Allah Swt senantiasa akan menolong hamba-Nya yang tulus bermunajat kepada-Nya. akan berbicara bahwa pada dasarnya manusia memiliki sisi baik. Manusia bisa mengubah dirinya menuju kebaikan jika ia menghidupkan sisi baik dan mematikan sisi buruknya. Qolbu akan menuju kepada Allah Swt. Upaya keras kita mengenali dan mengendalikan diri juga memerlukan tekad yang kuat. sebenarnya seseorang itu telah ditawari untuk maraih sukses berikutnya lewat upaya lebih keras dan lebih tinggi dari pada sebelumnya. 112 . Upaya keras ini memerrlukan tekad. Manakala seseorang disebut telah meraih sukses.

2) Kunci ketiga rajin mengevaluasi diri Dalam konsep manajemen waktu ada istilah pemetaan dan pembagian waktu. Dari sinilah kemudian lahir apa yang menjadi tahapan ketiga upaya membersihkan hati. Jika kita hidup dalam 24 jam sehari. puncak kesuksesan bermuara pada kebersihan hati dan wahana pembersihan hati adalah tekad (niat) yang kuat. tiap menit. tentu kita bisa memetakan waktu tiap jam. 1) Kunci kedua ”Ilmu” memahami diri Seseorang bisa membersihkan hati apabila dia terus-menurus memperbaiki keadaan dirinya yang dirasakan memiliki banyak kekurangan. tentulah tekad untuk memperbaiki diri semakin besar pula kadar ilmu pemahaman diri yang dimiliki. apakah selama ini kita sudah menyediakan waktu untuk mengevaluasi diri? 113 . Dari pemetaan tersebut.Kesuksesan dalam konsep manajemen qolbu adalah bagaimana kita secara istiqomah dapat terus melakukan pembersihan hati sepanjang kehidupan. Jadi. Tekad menjadi kunci untuk menggerakkan sesuatu dan tekad juga menjadi kunci terciptanya sikap istiqomah dalam perilaku. Kita harus ingat bahwa kunci keberhasilan agar kita bisa bertemu dengan Allah Saw adalah kebersihan hati atau qolbun saliim. Ilmu memahi diri ini berbanding lurus dengan tekad. bahkan tiap detiknya. Semakin keras upaya-upaya yang dilakukan seseorang untuk menelusuri siapa dirinya.

dari situ kita lalu berpikir: “Wah. Jika orang lain menghujat ataupun menegur kita yang sombong. 16-17 114 .Sehari-hari kita menghadapi berbagai sifat dan watak orang. sama halnya dengan upaya memahami diri kita dapat menjelma menjadi upaya pengendalian diri. bener saya ini sombong” atau “Ah. apakah bisa kita menahan kesombongan itu? Jika kita merasa tidak sombong. 100 Ibid. hlm. termasuk merasakan watak diri kita sendiri. Jika kita sombong. tidak sombong”. Kita bisa terus membersihkan hati jika tahu ilmunya. Lalu hati kita pun diajak berdialog: “Benarkah saya sombong?” proses itu terjadi karena kita sudah mengenal kriteria (ilmu) kesombongan. Proses berpikir ini biasa disebut tafakur. Kita akan bisa mengukur diri kita sombong atau tidak dengan ciri-ciri yang kita kenali. benarkah apa yang kita lakukan bukan merupakan kesombongan?100 Jadi.. Seseorang akan dengan lapang dada menerima ketidak senengan dan keraguan orang lain terhadap dirinya. rasanya saya biasa saja. Di sinilah seseorang bisa mempraktikan kebesara hati yang dimilikinya. 3) Kunci keempat biarkan orang lain menilai kita Tahapan keempat pembersihan hati adalah upaya membuka diri terhadap kritik yang datang dari luar diri kita. Dengan kriteria itulah kita mengetahui hakikat sombong dan apa akibatnya. otak kita akan merespon apa itu sombong dan apa yang menyebabkan saya sombong.

sombong betul orang itu”. 19 115 . jika kita melihat seseorang menunjukkan kesombongannya. Allah menciptakan berbagai orang dengan berbagai sifat sebagai cermin bagi kita. Apabila di dalam keluarga ini kemudian berhasil dalam evaluasi diri itu berlangsung secara nyata perkembangan diri kita. Bukankah hal ini sangat menguntungkan bagi pengembangan diri kita? ”Upayakan membicarakan perilaku di tengah keluarga hendaknya dilakukan secara akrab. ”orang itu sombong”. terbuka dan jujur agar proses pembersihan hati berlanjut dengan efektif”. baik yang kenal akrab maupun yang belum kita kenal. cermin adalah orang-orang di sekitar kita.Cara efektif untuk menjadi besar hati dan melapangkan dada adalah dengan menerima atau mencari tahu kelemahan diri dari orangorang terdekat kita.. adik. Misalnya. Alhasil. lantas diri kita hanya bisa berkata ”Ah. kakak. yang akan bermanfaat bagi kita adalah 101 Ibid. hlm.101 4) Kunci kelima bercermin pada prilaku orang lain Dalam kehidupan dan perilaku sehari-hari. serta istri atau suami. Sifat orang akan bermanfaat sebagai cermin jika kita mengenakan ukuran-ukuran sifat itu kepada diri kita sendiri. bahkan bisa pula meminta penilaian dari anak-anak kita. akan tercipta suatu pengondisian agar kita selalu menjaga perilaku karena ada yang mengawasi. atau kemudian apakah keadaan sombong itu kita kembalikan kepada diri kita? Tentulah tidak ada gunanya apabila kita hanya mengatakan bahwa. misalnya orang tua.

Kita menjadikan hidup ini lebih efektif dengan mempelajari perilaku orangorang di sekitar kita untuk memperbaiki diri. Pengendalian diri memang memerlukan keterampilan prima. kita tidak akan celaka. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa sumber pengendalian diri adalah kita harus mengenal diri kita dahulu dan berupaya membersihkan hati terlebih dahulu.jika kesombongan yang terjadi di dalam diri kita adalah jika kesombongan yang terjadi di dalam diri orang lain itu kita kendalikan agar kita tidak menjadi sombong. Hidup kita akan menjadi efektif jika kita tidak memberikan komentar atas orang itu dan kita berupaya saja terhindar agar tidak menjadi orang seperti itu. bahkan hal ini lebih efektif dari pada sekedar membaca buku tentang pengembangan diri yang lebih banyak dimuat teori. ada orang yang katakatanya gampang menyakiti orang lain. pengendalian diri adalah fardhu a’in sifatnya jihadun nafs adalah prioritas utama. Pengendalian Diri Siapa sebenarnya yang paling diwaspadai dalam kehidupan kita? Bukan orang lain. kemudian 116 . Misalnya. Ibaratnya jika seorang supir. Bahkan hal ini ditegaskan oleh Rasulullah saw bahwa jihad akbar adalah jihad melawan diri sendiri. c. kecuali karena diri kita sendiri. melainkan diri kita sendiri. Syariatnya. Karena itu. bukan musuh kita. Sebenarnya perilaku orang-orang di sekitar kita bisa menjadi percepatan pembelajaran bagi kita untuk membersihkan hati.

1) Mengelola perasaan Perasaan atau diri itu ibarat kuda liar. kita bisa mengendarainya jika kita sudah mengenal sangat baik dan kondisinya prima. Namun. Padahal.ditugasi menyetir mobil ber-cc tinggi. Perasaan ini jika tidak dikendalikan akan menggumpal menjadi amratul qulub (penyakit hati). tetapi tidak mau marah. Rasa marah bisa terkontrol jika kita meyakini bahwa hal itu tiada berguna sama sekali. sebaliknya jika tidak akrab dengan mobil tersebut. setan tentu tidak bisa berbuat apa-apa. setan begitu membenci orang yang sebenarnya bisa marah. amarah bisa menjadi media efektif bagi setan untuk menunggangi kita sehingga kita tunduk kepadanya dengan meledakan amarah. Berikut ini perasaan-perasaan yang memerlukan pengendalian diri oleh kita: a) Amarah Allah Swt menganugrahkan rasa marah bagi kita guna mengekspresikan perasaan hati. Jika kita tidak bisa menaklukannya. Karena itu. Karena itu. bukannya bisa mengendarainya dengan enak. Allah Swt dan rasul- 117 . kita pun akan terpelanting dibuatnya. Namun. melainkan malah tersiksa olehnya. Ada berbagai perasaan yang berhubungan dengan hawa nafsu yang perlu kita kendalikan agar kita tidak dirugikan olehnya. Amarah itu memang suasana hati yang paling sulit dikendalikan. jika saja nafsu amarah tidak ada.

Nya sudah memperingatkan kita tentang dampak negatif dari amarah. jika kemarahan belum mereda. Inilah pepatah lama yang maksudnya betapa bahaya ucapan atau lisan kita. yang bisa melukai orang lain. dalam haditsnya yaitu ”Jika seorang di antaramu marah ketika sedang berdiri. yang terpenting juga jangan sungkan meminta maaf setelah marah. Rasulullah saw memberikan cara praktis untuk mengendalikan amarah. segeralah ia duduk. memang ada kalanya kita tidak bisa menahan amarah. hendaklah ia berbaring ” (HR. pilihlah kata-kata yang tidak menyakitkan hati. Tanpa adanya kebersihan hati. b) Ucapan Mulutmu adalah harimaumu yang akan menerkam kepalamu. Damapak negatif dari marah salah satunya menghasilkan kata dan perilaku yang keji. Kebersihan lisan harus disertai oleh kebersihan hati. Tentu saja perbuatan ini akan menghancurkan hubungan baik di lingkungan mana pun. Abu Dzar). sederhanakan persoalannya jangan diperuncing dan persingkat kemarahannya. 118 . Namun. Banyak sekali yang termasuk bahaya lisan itu. di antaranya berbohong. menggunjing (ghibah). Jika harus terjadi. mengumpat dan mengobrol yang tiada guna. kita tidak akan bisa menghasilkan kata-kata ataupun kalimat-kalimat yang berisi dan berkualitas.

Apa saja yang terlihat di depan matanya ataupun terlintas di pikirannya. penghinaan. Lisan memang tidak melukai sacara fisik. 43 119 . pastilah bersumber dari hati yang kotor. kebohongan. Di hati yang kotor selalu terselip keinginan untuk mengucapkan lisan yang menyakitkan. Oleh karena itu. yang rata-rata menyakitkan hati. terputusnya silaturahmi dan hancurnya sebuah sistem. namun bisa melukai perasaan yang mampu membawa perkelahian fisik. sumpah serapah. selalu membuatnya gatal ingin bicara. ”bahwa tiap lisan yang dikeluarkan pastilah membawa corak bentuk hati yang mengeluarkannya”.102 102 Ibid.. kita perlu kemampuan menahan lisan dengan mempertimbangkan akibat-akibat yang menyertainya. hlm. kita perlu berhati-hati dalam hal lisan. Tersemburnya caci maki.Syeikh Ibnu Atha’illah mengatakan. tidak bermakna atau sekedar berkomentar yang tidak perlu.

3 Proses Lisan Berkualitas 120 .Keinginan atau niat berbicara Pikirkan secara matang Tanyakan pada hati nurani Tidak penting Penting Apa manfaatnya? Siapa lawan bicara? Diam Adakah unsur ghibah? Bagaimana etikanya? Bagaimana pilihan kayanya? Lisan yang berkualitas Gambar 4.

termasuk juga pandangan kita terhadap hal-hal yang kerapkali menggiurkan hati kita. Barang siapa yang ketika di dunia ini tidak mahir menahan pandangan. Di balik segala kekurangan yang dimiliki orang tersebut pasti ada 121 . Ini memperlihatkan betapa bahayanya pandangan. Bahagialah orang yang sangat senang melihat kebaikan orang lain. Pandangan berbahaya tidak terbatas pada soal lawan jenis. pandangan lewat mata merupakan virus yang bisa membuta kita terpengaruh untuk kembali mengotori hati. ”lebih baik aku berjalan di belakang singa dari pada berjalan di belakang wanita”. terutama bagi para ikhwan jika terlarut memandang akhwat. maka jangan terlalu berharap memiliki hati yang bersih. gemar melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Karena itu salah satu kekuatan yang diperlukan oleh orang-orang yang istiqomah menjaga hati adalah menundukan pandangan. Namun. Akan tetapi.c) Pandangan Mata atau pandangan kita ibarat kamera yang bisa merekam setiap objek dan disimpan dalam memori otak. Tundukkan pandangan terhadap hal-hal yang menimbulkan nafsu syahwat dan terhadap hal-hal yang menimbulkan keinginan hampa. Umar bin Khattab pernah berkata. segera mengerti bahwa manusia itu bukan malaikat. Karena itu. tatkala mendapati seseorang tidak baik kelakukannya.

Jika kita mendengar hal-hal yang tidak sepantasnya didengar.kebaikannya.. Coba saja kita dengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an. jika kita mendengar hal-hal yang baik. Jadi. mendengar hal-hal menyenangkan atau menyakitkan. Dalam Islam tetulah lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang lebih bermakna dari pada musik klasik. itu membuat hati kita Jika tidak kita tenang dan penasaran yang untuk tidak melontarkannya. Makanya beberapa pakar psikologi menganjurkan pada saat bayi di dalam kandungan sebaiknya diperdengarkan kepadanya musikmusik klasik yang berirama lembut dan intelek. 42 122 . hati kita menjadi teduh dan tentram rasanya. Ini merupakan kiat pertama menanamkan kecerdasan ruhani pada sang bayi. fokuskan perhatian kita kepada kebaikannya sehingga bisa tumbuh rasa kasih sayang di hati. Tabiat nafsu selalu tidak sebanding antara kesenangan yang didapat dan akibat atau resiko yang diterimanya103 d) Pendengaran Hampir setara fungsi dan dampaknya dengan pandangan dalam memebersihkan dan mengotori hati adalah pendengaran. hlm. 103 Ibid. tentu itu akan menentramkan hati. Sebaliknya. itu dapat menimbulkan dendam dan amarah yang mengotori hati.

seperti tidak sanggup bertahujud. pelampiasan nafsu dan alat untuk menzalimi orang lain. Karena itu. 2) Mengelola stres Kegelisahan dan kecemasan adalah keadaan tidak mengenakkan yang bisa dialami oleh semua orang. tumpulnya otak dan tidak terkabulnya do’a terkadang disebabkan perkara makan. ada orang yang bisa tawakal menerimanya sehingga bisa semakin dekat kapada 123 . Hal-hal yang dapat menurunkan kualitas iman. Namun. ada kalanya makanan dijadikan sebagai alat kesombongan untuk pamer. Barang siapa yang ingin memiliki hati yang sehat dan memlihara kebeningannya. hendaknya senantiasa berhati-hati dalam soal makan. bisa pula menjadi media pertuturan nafsu. Di sinilah makanan tersebut akan menjadi pupuk bagi pertumbuhan hati yang semakin kotor. Hakikat makan bagi seorang hamba Allah adalah demi menjaga kesehatan tubuhnya dan makanan termasuk rezeki yang dilimpahkan Allah sehingga seseorang bisa menikmati dengan penuh syukur. kekikiran. Namun.e) Selera makan Kegiatan makan termasuk jalan bagi seseorang untuk bisa lebih dekat kapada Allah Swt dan sebaliknya. perkuatlah kemampuan atau ketahanan diri terhadap makanan dan Allah serta Rasulullah saw telah menganjurkan senta mencontohkan perilakunya yaitu berpuasa. tidak khusuk dalam beribadah.

Stres berhubungan dengan suasana fisik. egois dan mau menang sendiri atau sebaliknya suami merasa cemas manakala melihat istrinya seorang yang pemboros. baik perceraian orang tua maupun pertengkaran orang tua dan anak. Istri akan merasa cemas manakala melihat perubahan perilaku suaminya yang kasar. keluarga yang mengalami perpecahan. melawan orang tua atau perbuatan-perbuatan melawan hukum. Bisa pula karena perilakuperilaku buruk yang ditunjukkan oleh orang tua seperti selingkuh. orang lain. Suasana stres dalam keluarga ini berpeluang pula 124 . Adapun yang berhubungan dengan kejiwaan biasa disebut depresi. Keduanya timbul karena banyak hal seperti: a) Keluarga Keluarga bisa menjadi sumber stres manakala tidak memberikan suasana yang kondusif. bahkan Allah swt. berbuat tidak adil.Allah Awt dan bisa menjaga hatinya dari sifat buruk sangka kepada Allah maupun orang lain. menipu orang dan menzalimi orang. Misalnya. suka berkata kasar dan menyakitkan. Adapula yang benar-benar tersiksa olehnya sehingga kerapkali menyalahkan lingkungan. Stres dari keluarga ini bisa juga timbul dari hubungan antara suami dan istri. Bisa juga karena perilaku buruk anak seperti terlibat narkoba.

Di pihak lain. Semua ini berpotensi memunculkan ketegangan. Bisa juga karena karier mereka dihambat oleh orang lain atau reputasi hancur karena kesalahan sepele. serta turunnya omzet atau kerugian bisa membuat stres. seperti mertua. saat itulah hal yang paling mungkin menimbulkan stres. soal gaji. Selain itu. keponakan dan saudara-saudar lainnya. besan. orang-orang yang mendambakan pekerjaan dan masih terus menganggur lama- 125 . Pekerjaan dan karier menjadi peluang bagi mereka untuk mendatangkan stres. beban pekerjaan yang mereka terima tidak sesuai dengan kemampuan ataupun imbalan yang didapatkan. padahal kita tidak mencintai satu pun dari mereka. Sesorang yang kita cintai biasanya begitu memikat hati. Misalnya. namun manakal ikatan itu putus karena sang pujaan hati memutuskannya ataupun menikah dengan orang lain. ipar. terutama eksekutif di perusahaan. b) Hubungan antar personal Stres bisa diakibatkan hubungan antarpersonal. penghargaan dan hukuman (reward and punishment). kecemasan dan ketakutan akan masa depan kita. c) Pekerjaan Kata-kata stres kerapkali dikenalkan kepada pekerja. Kemudian. bisa pula terjadi manakala kita dicintai begitu banyak orang.ditimbulkan oleh orang lain di luar keluarga inti. menantu. jenjang karier.

Seorang yang cacat mungkin saja merasa tersiksa. Polisi. belum lagi kita bisa kehilangan pekerjaan karena persoalan hukum ini. kemudian mati-matian menyembunyikan kecacatannya. tentulah bisa mendatangkan stres. Penyakit atau cacat tubuh bisa menjadi sumber stres. Namun. e) Persoalan hukum Orang-orang yang bersentuhan dengan hukum karena melanggarnya tidak pelak lagi bisa mengalami stres. pengadilan dan penjara menjadi sesuatu yang menakutkan karena bisa mencuri kebebasan dan menghancurkan nama baik kita serta keluarga. d) Tetangga Orang terdekat di lingkungan rumah kita adalah tetangga. jika tetangga menjadi sumber keributan. 126 . f) Kondisi fisik Ketegangan dan kecemasan bisa datang dari perubahan atau perkembangan fisik.kelamaan bisa mengalami stres. merasa ketakutan dengan kulitnya yang mulai keriput atau menjadi panik karena memasuki masa menopause. orang-orang yang kehilangan pekerjaan juga bisa stres. Seorang wanita yang menjelang tua. Tetangga yang baik dan ramah bisa mendatangkan kedamaian bagi kita.

Allah memberikan waktu bagi manusia untuk berkiprah di dunia ini. sikap.. Artinya.. tutur kata dan apa pun yang kita lakukan. 59-62 127 . pikiran. 50 Ibid. namun dipenuhi dengan pikiran tegang104 3) Mengelola waktu Waktu adalah amanah bagi manusia untuk digunakan sebaikbaiknya atau dengan kata lain. tidak boleh kita melakukannya kecuali jika dipandang berharga dan bermanfaat105 Brikut ini kiat praktis mengelola waktu: a) Biasakan tertib dan teratur b) Selalu terencana c) Biasa dengan data dan informasi akurat d) Sedia perangkat yang memadai e) Jangan menunda dan mengulur waktu f) Selalu tepat waktu g) Biar cepat dan ringkas asal selamat h) Biasakan cek dan ricek i) Waspadai pencuri waktu106 104 105 Ibid. Kelakukan. 58 106 Ibid.. hlm. Alangkah ruginya seseorang yang hidup sekali. Maka. ada pula manusia yang sebaliknya hingga menunda-nunda dan menggunakan jalan memutar. kita tidak justru larut pada permasalahan yang mengguncang. semuanya pasti memakan waktu.Kunci menghilangkan stres adalah mendekatkan diri kepada Allah Swt. Ada manusia memanfaatkan masa itu dengan baik hingga bisa melakukan percepatan dan memanfaatkannya. tetapi mencari pemecahannya dengan memohon kepada Allah Swt. efektif dan efisien. Namun. hlm. hlm.

‫للا‬ Memberi amanah waktu Tingkatkan keyakinan kita kepada Allah. upayakan input dan output yang kita terima dan hasilkan benar-benar berkualitas dan bermanfaat. Jika demikian. Allah Swt adalah sebaik-baik becking (pelindung) hidup kita.4 Mengelola Waktu 128 . tidak ada alasan bagi kita untuk menundanunda berbuat kebaikan. Keyakinan kepada Allah akan meningkatkan efektivitas dan efesiensi penggunaan waktu sudahkan mulut digunakan untuk membicarakan yang baik dan bermanfaat? Sudahkah telinga digunakan untuk mendengarkan yang baik dan bermanfaat? Sudahkah mata digunakan untuk melihat dan membaca hal-hal baik serta bermanfaat? Sudahkah hati dan pikiran kita digunakan untuk merasakan dan memikirkan hal-hal yang baik dan bermanfaat? Jadi. Gambar 4.

sifat menolong dan kejernihan pikiran mencari solusi karena kita bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dari sinilah bermula rasa suka dan sayang orang terhadap kita karena kehadiran kita bisa menyejukkan.4) Berempati Empati merupakan kemampuan dan keinginan untuk merasakan apa yang orang lain rasakan. Insya Allah seperti ini akan terasa sangat indah dan mengesankan. Untuk itu. Gambaran suasana hati bisa menjadi gambaran nyata dan eksplisit fisik kita. Bukankah orang yang paling mulia itu adalah orang yang paling bermanfaat buat yang lainnya? Sungguh tiada berguna orang justru merugikan orang lainnya. Keberuntungan kita bukan diukur dari apa yang kita dapatkan. Berempati termasuk bagian dari kemampuan mengolah hati. 5) Berkomunikasi dan bergaul Komunikasi dalam pergaulan yang hakiki adalah komunikasi dan pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan. menolong dan memberikan solusi-solusi yang berguna. Berempati memungkinkan sikap kita sebagai manusia bermanfaat buat yang lainnya. orang yang ingin berhasil dalam bergaul harus menata hatinya sehingga menunjukkan tiga gambar fisik yang baik: 129 . Pergaulan yang penuh rekayasa. Munculnya kesejukan. topeng dan tipu daya demi kepentingan yang bernilai rendah tidak pernah abadi dan cenderung menjadi masalah. melainkan dari nilai manfaat yang ada dari kehadiram kita.

. Istilahnya kita bukanlah si biang kerok yang selalu menimbulkan kesusahan dan kerugian pada pihak orang lain. mencaci teman f) Hindari merusak kebahagiaan g) Hindari mengungkit masa lalu h) Hindari mengambil hak i) Hindari kemarahan j) Hindari menertawakan orang lain k) Hindari penampilan buruk107 2) Aku menyenangkan bagimu Harus ada keinginan dalam hati bahwa kita bisa menyenangkan orang lain. Alhasil. kehadiran kita bisa menjadi pelipur lara bagi orangorang yang sedang bermasalah. hlm. kalau bisa sangat ingin menghindar darinya. 84 130 . a) Wajah yang selalu cerah ceria b) Senyum yang tulus c) Kata-kata yang santun dan lembut 107 Ibid. Andaikan kita bertemu dengan orang yang sering menyakiti. niscaya kita pun tidak akan nyaman berjumpa dengannya.1) Aku bukan ancaman bagimu Harus ada keyakinan dalam hati bahwa kita tidak menjadi ancaman bagi orang lain. baik dengan kata maupun sikapnya. Bahkan. Lalu apa yang bisa kita lakukan? a) Hindari penghinaan b) Hindari ikut campur urusan pribadi c) Hindari memotong pembicaraan d) Hindari membanding-bandingkan e) Hindari membela musuh.

disayangi dan dicintai sebagaimana kita pun menncintai orang yang berbuat banyak kebaikan kepada kita. 89 Ibid.d) Senang menyapa dan megucapkan salam e) Sopan bersikap dan penuh rasa hormat f) Senangkan perasaan orang lain g) Penampilan yang menyenangkan h) Memaafkan kesalahan108 3) Aku bermanfaat bagimu Telah diungkapkan oleh Rasulullah saw bahwa orang paling mulia di antara kita adlah yang paling bermanfaat untuk orang lain... Bagaimana kita bisa meningkatkan manfaat untuk orang lain? a) Rajin bersilaturahmi b) Saling berkirim hadiah c) Menolong dengan apa pun d) Sumbangan ilmu dan pengalaman109 108 109 Ibid. hlm. harus menjadi tekad yang menggebu untuk meraih kedudukan mulia di sisi Allah dengan cara meningkatkan kemampuan kita agar bermanfaat bagi orang lain. hlm. Karena itu. 94 131 . Keuntungan lain dari pemberi manfaat ini tentulah menjadi sangat dibutuhkan.

komunikator Mengukurnya dengan hati Lisan Tulisan Gerak tubuh komunikasikan Umpan balik yang menyiratkan gambar fisik komunikator: aku bukan ancaman bagimu aku menyenangkan bagimu aku bermanfaat bagimu Gambar 4.5 Proses Komukasi Berkualitas 132 .

Namun. kecuali sedikit saja. setelah tumbuh sering kita justru tidak bisa berkembang. Allah Mahatahu meliputi segenap yang ada. Hal ini karena kekonsistenan tekad dan niat kita terganggu oleh hal-hal yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Keberhasilan pengembangan diri adalah sebuah prestasi yang membuat hidup ini akan lebih berarti. yang mungkin terlambat hanya kesadaran kita memahami bahwa kita ini sebenarnya bukanlah pribadi yang menyenangkan atau mungkin pribadi yang rendah diri karena tidak bisa mengembagkan potensi-potensi positif yang ada.d. 1) Membina kepercayaan diri Perasaan rendah diri akan menjadi sesuatu yang berharga manakala khusus dihadapkan kepada Allah Swt. Di 133 . kita tumbuh menjadi pribadi yang kita idamkan. yang tidak wajar justru kalau kita merasa rendah di hadapan orang lain. Pengembangan Diri Sering niat dan tekad menggebu di dalam hati untuk mengubah diri. Lalu. sedangkan kita tidak punya pengetahuan apa pun. Apalah artinya manusia kecil jika dibandingkan dengan ke-Maha perkasa-an Allah Swt. Karena itu. Tidak ada kata terlambat untuk mengembangkan diri karena pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat baik dan ingin lebih baik. Berikut ini upaya-upaya mengembangkan diri setelah melewati proses pengenalan diri dan pembersihan hati. sangatlah wajar jika kita merasa rendah diri di hadapan Allah Swt.

apabila semakin melekat pada diri pribadi. mari kita evaluasi diri sebelum penyakit ini menyerang dan membuat usaha kita berkembang menjadi sia-sia. Kita pun lebih sering menyendiri sehingga hidup ini menjadi sunyi senyap tanpa arti. Tanda kita rendah diri. misalnya ketika kita harus berkumpul dengan orang banyak. melainkan karena adanya perasaan diri tidak mampu. Tidak jarang perilaku ini melahirkan beban yang amat berat. mendapatkan gelar al-Amin (terpercaya) dari masyarakat kota Mekkah 134 . Waspadai hal-hal berikut ini: a) Karena keaadaan Tubuh b) Karena keadaan keluarga c) Karena status sosial d) Karena pekerjaan e) Karena pendidikan 2) Membangun kredibilitas dan kapabilitas Nabi Muhammad saw sebelum diangkat menjadi Rasul Allah merupakan sosok yang sudah memiliki kredibilitas tinggti. Jika kita diminta untuk melakukan sesuatu.hadapan sesama manusia yang sama-sama diciptakan Allah dari tanah. Karena itu. inilah yang menjadi masalah. kita dilanda kegalauan luar biasa. Ternyata penolakan ini tidak menolong kita. Minder memang menjadi berbahaya. kita segera menghindar. peluh pun bercucuran. Hati terasa sempit. Bahkan. Kita semakin merana dan merasa diri ini betul-betul hina tanpa guna. melahirkan keinginan fatal menuju mati. bukan karena sebab buruknya yang diminta.

Kekuatan hati. siswa dan mahasiswa unngul. Berikut upaya-upaya untuk memperkuat hati dan menjaga kredibilitas: a) Menebar kejujuran yang terbukti dan teruji b) Menggalang kecakapan c) Mengembangkan kreasi dan inovasi Membangun kapabilitas termasuk sebuah proses yang juga bersifat try and error.sejak usia remaja dan menjadi orang terpercaya (kredibel) karena akhlak dan perilakunya. Hal itu akan menimbulkan satu kecerdasan yaitu apa yang disebut kecerdasan kegetiran sehingga sebagai pribadi kita siap menjadi berhasil dan siap pula untuk gagal. Jika suatu saat kita melakukan kesalahan yang sengaja ataupun tidak disengaja karena di luar kemampuan kita. dan tetap bertahan dalam kondisi apa pun. Istilah bibit unggul. Seseorang yang telah memperolah kepercayaan dari banyak orang sangat dimungkinkan memperoleh kesuksesan dalam karier kehidupannya. 3) Menjadi pribadi unggul Kata-kata “unggul” sering didengarkan sebagai kata yang memiliki makna prestatif. Masalahnya keunggulan hanya akan jadi wacana dan buah bibir jika kita 135 . Kata-kata “jatuh bangun”nbagi seseorang yang ingin meraih sukses adalah biasa dan bukan suatu keburukan. pesantren unngul dan lain-lain. memang menjadi salah satu pilar penting dalam membangun kredibilitas. jangan perbah rontok seakan-akan habislah segal-galanya. sekolah unggu. Kepercayaan adalah inti dari hubungan antarsesama manusia.

tetaplah tekad kita menjadi pribadi unggul bermula dari ”rumah hati”. 99-126 136 . Bermula dari hati ini ada tiga prasyarat: a) Kita harus mempunyai kemampuan mengoreksi sikap mental b) Kita harus berada pada lingkungan dan sistem yang kondusif c) Kita harus sering bersilaturahmi110 e. apalagi jika kita tergolong orang-orang yang dikasihi Allah. hlm. 110 Ibid. Dalam hal ini sesuai dengan konsep manajemen qolbu. 1) Jalan menuju Allah Dalam upaya pengenalan diri pada langkah pertama manajemen qolbu. Qolbu yang bersih dan terjaga harus senantiasa fokus kepada Allah demi menghidupkan dan membinarkan terus-menerus pusat kepemimpinan di dalam diri kita yaitu Allah Azza wa jalla.sebenarnya tidak bisa memaknai kata unggul tersebut dengan aktivitas dan perilaku yang benar-benar menunjukkan keunggulan. Bisa mengenal Allah adalah mutiara paling berharga dalam hidup ini.. kita mengiringi dengan upaya mengenal Allah. Makrifatullah Langkah akhir dari upaya mengelola hati (manajemen qolbu) adalah kecondongan diri kita kepada Allah. Kita telah mengetahui sebagi seorang muslim bahwa ukuran-ukuran kualitas pribadi unggul telah ada pada diri Rasulullah saw.

bahkan detik. tahapan paling tinggi bagi kita dalam pengenalan diri. 137 . Segala aktivitas kita di dunia ini harus menuju pada apa yang diridhai oleh Allah. jika menginginkan perubahan yang drastis dan dramatis. Dengan keimanan kita bisa berharap terjadinya perubahan hakiki pada diri kita. 2) Kecerdasan ruhaniah Kecerdasan ruhani merupakan anugerah Ilahi kepada hambaNya yang selalu mendekatkan diri kepada-Nya. yang semula pemalas berubah menjadi sarat semangat berkarya. hari. tetapi dengan kekuatan keyakinan kepada Allah-lah semuanya bisa berubah. melainkan bisa dengan bilangan bulan. pembersihan hati. Insya Allah istiqomah pengelolaan hati akan terjaga dengan senantiasa kita berpikir dan berikhtiar semata-mata demi Allah serta kita melakukan dzikrullah semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengingat Allah Swt. a) Mengalami perubahan yang dahsyat Kekuatan keyakinan itu begitu dahsyat mengubah apa pun bukan dengan bilangan tahun. tidak bisa dengan ancaman dan paksaan. Inilah ciri-ciri orang yang teranugerahi puncak kecerdasan yaitu kecerdasan ruhaniah.Oleh karena itu. Jadi. cahaya Ilahi akan selalu berbinar. pengendalian diri dan pengembangan diri adalah jalan menuju ridha Allah Swt. minggu. Dalam hati orangorang yang dianugerahi kecerdasan seperti ini.

b) Menjadi orang yang merdeka Berbahagialah orang yang membina hubungan baiknya tidak saja secara horizontal. Siapa pun yang mengenal Allah. ketenangan. Dipuji tidak dipuji kita tetap giat berbakti. Maka semua puncak kebahagiaan. c) Merasakan pengiring Orang yang mendekatkan dirinya kepada Allah tentu tidak akan merasakan kesendirian karena dapat meraskan iringan Allah dalam hidupnya. Manakala kita telah mengenal Allah Swt kita pun akan menjadi merdeka. diawasi atau tidak kita tetap istiqomah bekerja dengan tertib dan optimal. d) Menjadi optimis Sebagian besar di antara kita sering merasa kecil dan kecut hati mengahadapi hidup ini. memenuhi kebutuhan-kebutukan kita. diberi balasan atau tidak kita tetap senang berbuat baik. Kita pun tidak akan pernah merasa sepi sebab ada Allah yang memperhatikan kita. seluruhnya berbanding lurus dengan tingkat keyakinan kita kepada Allah. Padahal andai sudah bulat 138 . siang malam baik dalam keadaan sepi maupun ramai. tidak akan pernah kecewa dengan perbuatan Allah sebab meyakini semuanya telah diatur. Hari esok dihadapi dengan kekhawatiran dan bermuram durja. tetapi yang lebih penting adalah secara vertikal dengan Allah Swt.

. Ikhlas dalam menjadikan Allah sebagai Pencipta. pembersihan. bersih dari hal yang tidak disukai Allah Swt. Ikhlas Kesungguhan kita untuk meniti kelima langkah yakni pengenalan. Ikhlas menerima Al-Qur’an sebagai pedoman dalam segala gerak kehidupan kita. Keadaan seperti ini akan membuat hidupnya damai. Ikhlas adalah bersih dari segala maksud-maksud pribadi. 130-138 139 . Ikhlas menerima Muhammad saw sebagai penjelas dan penyampai wahyu Ilahi. mengetahui segenap lintasan hatinya. pengendalian dan pengembangan diri serta makrifatullah atau kecondongan diri kepada Allah. bersih dari segala pamrih dan riya. Pemilik. Kejernihan hati yang berasal dari keyakinan bahwa Allah mengawasi segala gerak-geriknya. hal ini kerana banyak tempat yang merindukan kehadirannya.111 f.keyakianannya kepada Allah maka semua kecemasan itu tidak berarti apa-apa. Ikhlas dalam menjadikan Allah sebagai satu-satunya Zat yang kita harapkan. e) Memiliki akhlak yang baik Alangkah tentramnya orang yang berada di samping orang yang berhati bersih. cintai dan kita takuti. hlm. tampaknya tidak akan ada artinya jika tidak serius untuk menjaga keikhlasan. dunia akan terasa luas baginya. 111 Ibid. taati. Pemelihara dan Penguasa alam raya. Sekalipun tinggal di tempat yang sempit.

Baginya yang paling penting adalah Allah ridha kepadanya. jiwanya merdeka karena hanya Allah yang menjadi tujuan hidupnya. Sungguh beruntung bagi siapa pun yang dikaruniakan oleh Allah menjadi seorang hamba ahli ikhlas. tidak ada kata putus asa dalam usahanya. tidak ada kata frustasi dalam hidupnya. lahap dan nikmat dalam beramal 10) Tidak egois karena selalu mementingkan kepentingan bersama 11) Tidak membeda-bedakan pergaulan112 g.Manusia yang ikhlas adalah manusia yang berkarakter kuat dan tidak pernah mengenal lelah. 143-154 140 .. Orientasi hidupnya jelas dan tegas. hlm. Setiap perilakunya sama sekali tidak dipengaruhi oleh ada atau tidaknya kedudukan maupun penghargaan. langkahnya pasti dan penuh harapan. Secara sederhana ada sebelas tanda keikhlasan yaitu: 1) Tidak mencari popularitas dan tidak menonjolkan diri 2) Tidak rindu dan tidak terkecoh pujian 3) Tidak silau dan cinta kepada jabatan 4) Tidak diperbudak imbalan dan balas budi 5) Tidak mudah kecewa 6) Tidak membedakan amal besar dan amal kecil 7) Tidak fanatis golongan 8) Menyalurkan emosi secara objektif 9) Ringan. Kiat-Kiat Manajemen Qolbu 1) 3 S Manajemen Konflik a) Semangat Bersaudara b) Semangat Mencari Solusi c) Selamat Maslahat Bersama 112 Ibid.

2) 3 M Kiat Mengubah Bangsa a) Mulai dari Diri Sendiri b) Mulai dari Hal yang Kecil c) Mulai Saat Ini 3) 5 Pantangan a) Pantang Sia-Sia b) Pantang Mengeluh c) Pantang Menjadi Beban d) Pantang Berkhianat e) Pantang Kotor Hati 4) Membangun Kredibilitas a) Kejujuran yang Terbukti dan Teruji b) Cakap c) Inovatif 5) TSP a) Tahan dari buang sampah sembarangan b) Simpan sampah pada tempatnya c) Pungut sampah insya Allah sedekah 6) 7 T Kiat Membentuk Pribadi Sukses a) Tenang b) Terencana c) Terampil d) Tertib e) Tekun f) Tegar g) Tawadhu 7) Prinsip Kerja Sama a) Adil b) Saling menguntungkan c) Transparan 141 .

8) 5 S Kiat Membentuk Pribadi Simpatik a) Senyum b) Salam c) Sapa d) Sopan e) Santun 9) 5 Kiat Praktis Mengatasi Persoalan Hidup a) Siap b) Ridha c) Jangan Mempersulit Diri d) Evaluasi Diri e) Hanya Allah Satu-satunya Penolong 10) 3 B + RS (Budaya Kepemilikan) a) Berkah b) Bersahaja c) Bersih d) Rapi e) Serasi 11) B + 2 L a) Berani mengakui jasa dan kelebihan orang lain b) Bijak terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain c) Lihat kekurangan dan kesalahan diri sendiri d) Lupakan jasa dan kebaikan diri sendiri 12) Konsep Produk a) Mutu Terjamin Halal b) Murah Harganya c) Mudah Didapat d) Mutakhir e) Multi Manfaat Dunia dan Akhirat 142 .

13) Konsep Untung a) Bila Menjadi Amal Shaleh b) Bila Menjadi Ilmu c) Bila Bermanfaat d) Bila Menambag Silaturahmi e) Bila Menguntungkan Orang Lain 14) DEWASA a) Diam Aktif b) Empati c) Wara’ d) Adil e) Suri Teladan f) Amanah 15) Rahasia Sosialisasi a) Suri Tauladan b) Media yang Aman c) Pendidikan yang Unggul d) Lingkungan yang Kondusif 16) 7 B Kiat Meraih Hidup Sukses a) Baribadah dengan Benar dan Istiqomah b) Berakhlak Baik c) Belajar Tiada Henti d) Bekerja Keras. Cerdas dan Ikhlas e) Bersahaja dalam Hidup f) Bantu Sesama g) Bersihkan Hati Selalu 143 .

Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Daarut Tauhiid Bandung. karakter. sekaligus sebagai tempat belajar dan menimba ilmu pengetahuan keagamaan. 144 . dengan penguasaan pengetahuan dan kemampuan pemahaman yang utuh serta ruhiyah yang mantap (baik dan kuat). tapi juga tempat yang kondusif untuk belajar dan menambah pengetahuan. bahkan keyakinan seseorang. dan pergaulan yang Islami sebagai bekal untuk masa depan.Berikut adalah pemaparan tentang santri Program Pesantren Mahasiswa (PPM) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung: a. sebagai wadah bagi mahasiswa untuk beraktivitas dengan kreatif dan inovatif. pemikiran. bukan hanya karena jaraknya yang dekat dengan kampus. Latar Belakang Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Dewasa ini tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perubahan akhlak. Program ini diharapkan dapat membantu menumbuhkan idealisme para mahasiswa dalam mencetak kader-kader baru generasi muda yang memiliki komitmen dan bertata nilai Islam yang kuat. tidak sedikit orang yang berubah menjadi tidak baik dan menyimpang ketika salah dalam mengambil lingkungan yang ditempati. Sudah menjadi kebutuhan bagi para mahasiswa untuk memilih tempat tinggal yang sesuai. dalam mengembangkan kemampuan diri dengan penguasaan wawasan. pengalaman.

dengan tidak mengganggu aktivitas kuliah. b. Program Peasntren Mahasiswa (PPM) sebagai sebuah program pendidikan yang berorientasi pada penanaman aqidah.Program Pesantren Mahasiswa (PPM) pada prinsipnya hadir sebagai sebuah jawaban alternatif. program ini menggunakan pola pembelajaran lepas kuliah (PLK). ibadah yang benar dan akhlak yang mulia (akhlaqul karimah) 2) Khusus Menghasilkan sosok santri yang memiliki: a) Pemahaman keIslaman yang baik dan benar b) Ruhiyah yang bagus c) Kebeningan Hati d) Kemandirian dan bertanggung jawa e) Berjiwa kepemimpinan f) Mampu mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari 145 . pengembangan potensi dan pembentukan sikap. Tujuan Program 1) Umum Membentuk pribadi muslim yang memiliki aqidah yang bersih. dengan didasari oleh adanya tanggung jawab dan kepedulian terhadap kondisi generasi bangsa yang saat ini cenderung mengarah pada terjadinya degradasi moral. Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Daarut Tauhiid adalah program santri mukim 1 (satu) tahun. dengan harapan menjadi solusi alternatif bagi bangsa. Waktu pembelajaran yang digunakan yaitu ba’da sholat subuh dan ba’da sholat ashar (waktu belajar pada prinsipnya fleksibel dan kondisional).

Pendekatan Program: 1) Menampilkan contoh/ suriteladan 2) Pendidikan. 4) Tahsin Al Qur'an 5) Tafsir Al Qur'an 6) Tahfiz Al Qur'an 7) Hadits 8) Bahasa Arab 146 . 2) Akhlak (MQ) 3) Fiqih. Materi Pembelajaran: 1) Aqidah Islam. Tahapan Kegiatan 1) Masa pendaftaran 2) Proses seleksi 3) Tes pengetahuan dasar agama Islam 4) Tes kesemaptaan 5) Wawancara 6) Orientasi santri dan diklatsar 7) Proses Kegiatan Belajar (KBM) 8) Ujian Tengah Semester (UTS) 9) Ujian Akhir Semester (UAS) 10) Aktivitas unggulan 11) Camping ruhiyah dan tafakur alam 12) Malam bina iman dan takwa 13) Praktek Khidmat Masjid (PKM) 14) Pembinaan Anak Muslim Kreatif (AMK) 15) Sidang (Laporan akhir) 16) Wisuda dan kenaikan tingkat (untuk yang melanjutkan) e. latihan dan pembinaan yang berkesinambungan 3) Lingkungan kondusif 4) Kekuatan do’a (kekuatan spiritual) d.c.

Pengembangan SDM Program 1) PJ. Akhlak & wawasan umum) 2) Kesemapatan 3) Wawancara h. Aqidah. Sarana dan Prasarana 1) Ruang Tidur 2) Dapur 3) Kamar mandi 4) Aula 5) Lemari (loker kecil) 6) Kasur 7) Bantal 8) Selimut 147 . Fiqih. Fasilitas: 1) Asrama 2) Seragam kebersamaan 3) Syal KBM 4) Keanggotaan perpustakaan 5) Name Tag 6) Serifikat g.9) Bahasa Inggris 10) Leadership 11) Entrepreneurship (kemandirian) f. Materi Seleksi: 1) Tes Tertulis kemampuan dasar keislaman (Al Qur'an. Program 2) Administrasi umum 3) Mudabbir dan Mudabbirroh 4) Logistik i.

pembelajaran sesudah memahami sehingga materi yang dipelajari sesegera mungkin diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan penyampaian materinya dilakukan secara learning by doing.j. Syarat-Syarat Pendaftaran 1) Mengisi formulir 2) Foto copy KTP (Kartu Identitas) 3) Foto copy ijazah terakhir 4) Surat keterangan sehat dari dokter 5) Surat Keterangan berkelakukan baik 6) Pas foto 2x3 = 2 lbr dan 3x4 = 2 lbr 7) Surat izin orang tua dan surat keterangan dari kampus Untuk mencapai target kegiatan belajar Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Daarut Tauhiid Bandung diatur dalam jam pelajaran terjadwal yang waktunya ditetapkan sesuai dengan kebutuhan santri. 148 .

30 08.30 04.00 10. F. Siti Sumarni KPS CAMPUS KEBERSAMAAN/ Bersih-bersih perlengkapan pribadi A A AL QUR'AN AKHWAT M MQ ON AIR M MQ ON AIR OpsIh / Olah Raga + AKTIVITAS KULIAH TAUSHIYAH M Aa Gym + Asaatidz Shalat Dhuha AKTIVITAS KULIAH M LIBUR T PENGAJIAN AHAD SIANG M 122 .30 03.30 08.30 04.30 09.30 10.00 10.00 09.00 07.30 SENIN Sahur Tp A SELASA Tp RABU Tp A KAMIS Sahur Tp A JUMAT Tp SABTU Tp AHAD Tp Persiapan Shalat Tahajjud Persiapan Shalat Tahajjud A Shalat Tahajjud + Shalat Subuh AKHLAK (MQ) Ust.3006.00 07.1 Jadwal Aktivitas Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung 2008-2009 WAKTU 03. Mulyadi A. AL QUR'AN IHKWAN DI Ust.00 08.00 09.00 06.Tabel 4. Suherman Ar Rozi M MQ ON AIR M Usth.00 07.30 09.00 03.

00 11. Nur Stalis Alamin Ust.30 17.30 19.30 17.30 12.0016.15 19.15 18.00 15.00 15. ARAB A Ust. Tilawah Al-Qur'an Sholat A s h a r.00 12. Shalat Sholat Magrib + Makan Malam Shalat Isya Muthola'ah MUHADHOROH A Mudabbir Mudabbir A 123 A Sholat Magrib + Makan Malam M DH M/T LIBUR T A M M M M A M Ust. Sholahuddin Shalat Isya Berjamaah BHS.30 12. Program C7 KPS + Persiapan Shalat TAFSIR JUZ 'AMMA Ust. Fattah DI Istirahat / Tidur .30 03.30 13. Dzikir Al-Matsurot & PersIapan KBM M T M M AL-HIKAM AKTIVITAS KULIAH T Aa Gym / Asaatidz KPS/Persiapan Buka Shalat + Makan + Persiapan Khidmat pengajian PENGAJIAN MALAM JUM'AT Aa Gym M AKTIVITAS KULIAH T BREAFING SANTRI PJ.00 18.30 Aa Gym) Sholat Dhuhur Berjamaah AKTIVITAS KULIAH / KPS Persiapan Shalat Ashar. Shalat Sholat Magrib + Makan Malam Shalat Isya KAJIAN FIQIH A KPS + Pers. Roni A.45 21.00 14.45 15.11.45 19. Rizal Zulkarnaen TAUHIID DI Mudabbir Muthola'ah A A KPS + Pers.30 18.15 21.00 18.30 16.00 16.00 16.30 16.15 19.

.. 2. 5 menit sebelum adzan) Datang ke Masjid sebelum Adzan Maghrib (Min. 5 menit sebelum adzan) 7 Datang ke Masjid sebelum Adzan Ashar (Min.. 5 menit sebelum adzan) 8 Pengamalan TSP dan Bebaskomiba di Masjid* Cinta Al-Qur’an 9 Tilawah/ membaca Al-Qur’an Min..Tabel 4... 5 menit sebelum adzan) Datang ke Masjid sebelum Adzan Dzuhur (Min..5 lembar sehari 10 Menghafak ayat Al-Qur’an Cinta Shoum 11 Shoum Ramadhan/ Sunnah Cinta Shodaqoh 12 Shadaqoh Maal (Harta)* Cinta Dzikir Berdzikir Al-Ma’tsurat ba’da shalat Shubuh 13 Berdzikir Al-Ma’tsurat ba’da shalat Ashar Hari/ Tanggal Jml Cinta Shalat Jml Jml Jml Jumlah Total perbulan Cinta Masjid Cinta Al-Qur’an Cinta Shoum Cinta Shodaqoh Cinta Dzikir 135 ...2 Format Muhasabah Harian Bulan : .. Isilah dengan tanda checklist () pada kolom yang telah disediakan.. kecuali untuk poin yang bertanda * (poin 4. 8 dan 12) diisi dengan angka sejumlah frekuensi sahabat melakukan aktivitas tersebut. 5 menit sebelum adzan) Datang ke Masjid sebelum Adzan Isya’ (Min... Hari/ Tanggal No Aktivitas Cinta Shalat Shalat Shubuh Berjama’ah di Masjid Shalat Dzuhur Berjama’ah di Masjid 1 Shalat Ashar Berjama’ah di Masjid Shalat Maghrib Berjama’ah di Masjid Shalat Isya’ Berjama’ah di Masjid Shalat Shubuh di Shaf Utama Masjid Shalat Dzuhur di Shaf Utama Masjid 2 Shalat Ashar di Shaf Utama Masjid Shalat Maghrib di Shaf Utama Masjid Shalat Isya’ di Shaf Utama Masjid Shalat Sunnah Qobla Shubuh Shalat Sunnah Qobla Dzuhur 3 Shalat Sunnah Ba’da Dzuhur Shalat Sunnah Ba’da Maghrib Shalat Sunnah Ba’da Isya’ 4 Shalat Sunnah Tahiyyatul Masjid* 5 Shalat Sunnah Dhuha 6 Shalat Sunnah Tarawih Berjama’ah/ Qiyamullail/ Tahajjud Cinta Masjid Datang ke Masjid sebelum Adzan Shubuh (Min...

124 .

149 .

150 .

10 113 151 . tanggal 29 November 2008 114 Ibid. Kegiatan dimulai setelah kegiatan formal santri113 Untuk menunjang kegiatan Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung ini ada buku panduan yang diberikan kepada santri. di dalamnya terdapat tabel format muhasabah harian yang harus diisi setiap harinya dengan tanda checklist pada kolom yang telah disediakan. Jadwal belajar di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) ini disesuaikan dengan kegiatan formal santri yakni menyesuaikan dengan jadwal kampus. Penyampaian pembelajaran di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung telah menggunakan metode yang bervariatif. Tujuannya dari adanya format muhasabah harian ini adalah supaya santri mampu mengkoreksi dan memperbaiki diri menuju Ridho Allah SWT 114 Wawancara dengan Halimah. Dua halaman disediakan untuk setiap bulannya dan diakhir bulan santri akan menjumlah total point sesuai dengan aktivitas yang sudah dikerjakan.Dari data diatas dapat dilihat aktivitas sehari-hari santri yang full day dengan berbagai macam kegiatan dan pelatihan. disesuaikan dengan aktivitas yang telah dilakukan. diharapkan santri bisa belajar untuk disiplin waktu supaya tidak banyak waktu yang terbuang begitu saja.. Murabbiyah Program Pesantren Mahasiswa Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Pukul 16.

152 .

6 Santri Harapan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid 153 .Dari tabel diatas adalah salah satu cara untuk mendukung tercapainya target yang diharapkan dari Program Pasantren Mahasiswa (PPM) ini. 4. kegiatan belajar Program Pasantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung diatur dalam jam pelajaran terjadwal yang waktunya ditetapkan sesuai dengan kebutuhan dalam pencapain target.

utama sekali dalam shalat-shalat sunnah. Harapannya dapat menjadi da’wah. sopan. apalagi dikala tahajjud. kotor.Tabel 4. ulet/gigih. berpikir cepat dan efektif. Senantiasa mengasah pikirannya dengan bertukar pikiran. tidak menutupi daun telinga dan tidak menutupi kerah. berpikir mesum. kalaupun ada dengan sendirinya maka semua ini dianggap cobaan keikhlasan. ataupun genit menjadi korban mode yang tak Islami. pantang mengeluh. dan tulus (ikhlash) • Mental (karakter kuat) • Sifat (karakter baik) 1. peka dan peduli Gesit. pemaaf. dicuci secara berkala. Tidak pernah mau berpikir jahat. jernih. tidak menghalangi kening sewaktu sholat. Pikiran Ciri santri DT adalah selalu berpikir positif. Tidak ada riwayat santri DT berambut gondrong. b. Namun demikian. Namun tetap bukan merupakan kewajiban. tajam dan kritis serta terlatih untuk menemukan masalah dan potensi serta sanggup berpikir keras untuk merencanakan. senang dengan ide-ide baru. atau aneka cara lainnya yang dapat semakin membuka dan memperluas wawasan berpikirnya. tangkas dan cekatan Penyabar. Tidak diperbudak oleh model rambut yang membuat ujub dan riya. angan-angan kosong. termasuk tidak pernah mau berpikir yang sia-sia tiada arti. dan murah senyum Jelas. Kepala b. dan kopiahnya dipastikan secara berkala dicuci serta memiliki cadangan sehingga selalu bersih tidak ada daki atau warna kumal dan lusuh. Rambut Selalu dicukur pendek dan tersisir rapih. keji. selain dapat menjadi sarana penjagaan sikap diri c. tidak pernah ada upaya untuk menjadi riya dengan sengaja membuat bekas sujud di keningnya. tangguh. Kening Ciri khas santri Daarut Tauhiid sangat senang dan betah bersujud. rapi dan wajar Cerah. d. bangga menjadi muslim. kalem dan mantap Bersih. Berusaha berpikir penuh inisiatif dan berpikir kreatif. senang berpikir keras. Kopiah Sangat senang berkopiah putih agar selalu bersih.3 Karakter Santri Daarut Tauhiid • • • • • • Pembawaan Penampilan Raut Muka Tutur Kata Sikap Gerak-gerik Tenang. atau kumal tidak terurus. 154 . dan pantang menyerah Jujur. lamunan hampa makna atau pikiran negatif lainnya. berani. memecahkan dan melaksanakan penyelesaian masalah dengan baik dan benar. tidak berkutu. merenung atau tafakkur. senantiasa terpelihara kebersihannya. tawadhu. membaca. santun dan tidak banyak bicara Ramah. atau sujud syukur.

sangat tidak suka mendengar aib orang lain tanpa niat yang benar untuk kebaikan. Full senyum ikhlas. bengis. Matanya sangat hobi membaca untuk menuntut ilmu. atau sebaliknya tidak menghilangkan apa yang harus disampaikan. kecerahan tulus yang keluar dari lubuk hati terdalam buah dari sifat yang selalu ingin membahagiakan orang lain. Matanya sangat senang membaca Al Qur’an. Tidak mau mendengarkan obrolan tanpa guna. tahu serta dapat membaca dengan efektif dan efisien. suram. Wajah segar bercahaya yang merupakan bekas dari istiqomahnya berwudhu. alam dan segala bentuk kebesaran Allah lainnnya. akrab dengan bahan bacaan bermanfaat. maka tidak pernah boleh ada santri yang merokok atau yang sejenisnya 155 . yang akan menyenangkan siapapun yang menatapnya. Mata Ciri santri DT adalah kemampuan menjaga pandangannya dari apapun yang dilarang Allah SWT. tidak berlebihan dan melampaui batas. tidak berkata porno atau apapun yang merupakan pembicaraan berselera rendah yang akan membuat malu pendengarnya. Matanya dapat ‘menemukan Allah’ dari kesenangannya mengagumi ayat-ayat Allah. Gurauannya menyenangkan namun tetap dalam kebenaran. tapi setiap pembicaraannya terjamin kebenarannya terucap dengan fasih dan bahasa yang baik juga penuh makna.e. semua yang didengar dipastikan harus bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya. Tidak pernah mau memasukkan ke dalam mulutnya segala yang haram maupun yang makruh. f. ketus. jujur dan terbuka. h. Tidak pernah mau berkata kasar dan kotor. perkataannya adalah jaminan mutu. Tidak pernah mau berghibah menceritakan aib dan kejelekan orang lain. tidak mau mendengar musik atau lagu maksiat dan sia-sia. kecuali demi kebaikan dan dengan cara terbaik. tidak akan membiarkan matanya jelalatan melihat yang diharamkan Allah sehingga akan mengeraskan dan menghancurkan hatinya sendiri juga akan kedudukannya di sisi Allah. tidak mengada-ada atau menambah-nambah omongan. pendek kata. tutur kata yang halus penuh etika. Merupakan suatu kehinaan andaikata menampilkan wajah selalu bermuram durja. Kemarahan tidak menjadikan kata-katanya meganiaya siapapun dan tidak beranjak dari kebenaran dan keadilan. atau menjatuhkan kemuliaan orang lain. tidak mengenal berdusta. tidak pernah mengingkari janji. Wajah Ciri khas santri DT adalah tampak dari wajahnya yang selalu jernih ceria. bersih dari kemaksiatan. sinis. Matanya hanya senang melihat yag bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya. Telinga Ciri santri DT adalah kesungguhannya untuk mensucikan pendengarannya dari segala kemaksiatan dan kesia-siaan. tiada hari tanpa membaca AlQur’an. Mulut Tidak banyak bicara. orang akan aman dari kata-kata yang akan melukai hatinya. dan lain-lain. g.

tidak melebihi bibir atas. selau segar dan siap sedia bertugas. b. c. Juga sangat pantang menjadi beban bagi orang lain dengan sengaja. Badan Kondisi badan selalu terjaga kebersihan. Memiliki kekuatan dan daya tahan tubuh yang prima dan terkondisi dengan baik dan mantap. Senantiasa berolahraga dengan baik. Juga sangat baik bila memiliki obat kumur agar mulut senantiasa sehat dan harum. maka bisa juga dibiarkan tetap ada namun dicukur sangat pendek atau kalau perlu dicukur habispun tak menjadi masalah sekiranya bila dibiarkan menjadi masalah. ulet. tidak boleh membiarkan bermulut bau. tangkas. tangguh. malas atau lesu. Milikilah selalu sikat gigi yang baik dan memenuhi syarat serta pasta gigi yang terjamin kehalalannya. Dan gosoklah minimal 2 kali sehari (Rasul menggosok gigi setiap kali berwudhu dan seusai makan). Kalaupun menjadi beban niscaya akan berjuang untuk balas meringankan beban dalam bentuk yang dia mampu. berani mengambil risiko. loyo dan lemah. Sangat menjaga harga diri dan kehormatannya sebagai seorang muslim. namun harus selalu dirawat dan dirapihkan secara berkala sehingga tampak selalu rapih. 156 . tahan uji. Otot Tiada hari tanpa senam atau olah raga. Dianjurkan selalu memiliki gunting kecil dan pisau cukur. yang selalu tersedia setiap saat. a. kita pun tidak pernah senang dan nyaman berdekatan dengan orang yang bermulut bau. Gerakan Tubuh Ciri santri DT memiliki gerakan tubuh yang gesit. atau kalupun tumbuh harus dicukur rata dan rapih selalu. Usahakan selalu putih bercahaya.i. pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan apapun. j. dianjurkan dipelihara agar tumbuh. dan perhatikan pula caranya dengan benar. tabah. 1. pantang berkeluh kesah. bahkan senantiasa harum tentu saja bukan harum yang riya. terampil. apalagi bagi yang memiliki gigi yang sering bermasalah. Sama sekali tidak berkebiasaan lamban. ingat walaupun rajin shaum tidak berarti harus bermulut bau. dan selalu mengontrol kerapihannya setiap hari. dan vitalitasnya dijaga. Mental Ciri santri DT adalah bermental baja. Janggut dan jambang (godeg). bila tumbuhnya sedikit dan tidak merata. Bau mulut harus diperhatikan. lentur. tidak boleh terjadi ada santri yang bergigi kuning kotor karena jarang digosok. Kumis dan Janggut Kumis dianjurkan untuk dipangkas habis. benar dan istiqomah. sehingga selalu dapat mengontrol kebersihan gigi. Miliki pula tusuk gigi. atau banyak kotoran di sela-sela giginya. gigih. tidak berbau keringat utamanya bau ketiak. Setiap karang gigi dan gigi yang berlubang harus segera diobati sebelum menimbulkan masalah yang lebih besar. mampu bereaksi cepat hasil dari sikap yang selalu dilatih. maka orang lainpun demikian adanya. sehingga ototnya terbentuk dengan serasi dan dapat berfungsi optimal. Gigi Selalu tergosok dan terbersihkan dengan baik. kesegaran.

Setiap santri diharuskan sangat mejaga penampilannya sehingga selain akan menyenangkan siapapun yang melihatnya juga turut mengangkat wibawa dan kehormatan agama serta ummat Islam. h. cepat bagai jalan di jalanan yang menurun. Memiliki kemampuan dan kekuatan dalam berjalan maupun berlari hasil dari latihan yang istiqomah. apalagi bila shalat berjamaah.d. kecuali untuk ke WC. tak akan dibiarkan berlubang-lubang dan bau. Kaki Keadaan kaki bersih terpelihara. sehingga selalu ready to combat. Perut Dijamin terpelihara dari makanan yang haram atau bahkan yang meragukan sekalipun. Bila berkaus kaki maka selalu warnanya serasi. bukan arloji mewah. e. Selalu memakai arloji yang akurasinya bagus. seluruh santri harus istiqomah shaum sunnah senin kamis atau shaum Daud. atau bertamu dengan membuka sepatu. kusam dan hitam kotor tak terurus.115 115 Buku Panduan Santri Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren Daarut Tauhiid. syukur kalau di tangan kanan (walaupun tidak wajib) karena yang baik memang dianjurkan di kanan. Pakaian atau Penampilan Ciri santri DT senantiasa berpenampilan selalu menutup auratnya dengan benar. atau pesantren. apalagi bila menerima tamu. barang maupun lawan jenis yang tak halal baginya. Bila bersepatu modelnya disesuaikan dengan keadaan dan tidak untuk riya. Tidak dikenal santri yang terlalu gembul. serasi. riya. namun demikian tetap harus sangat menjaga niat agar terpelihara dari perasaan pamer. menjaga perasaan orang lain. pemberani. tidak mungkin santri DT berjalan santai berleha-leha sia-sia. dengan kuku yang terpotong pendek dan rapih. tidak mengenal kikir. Tangan selalu ringan untuk menafkahkan rizkinya yang halal. f. Tidak boleh membiasakan hanya bersandal biasa atau sandal jepit karet bila berada di lingkungan kantor. Tangannya sangat senang. tidak boleh ada kuku panjang. ke tempat orang yang membutuhkan pertolongan. ke Masjid. kotor. rendah hati. ujub. dan takabbur. Tangan Kuku selalu tergunting dengan baik setidaknya setiap hari jum’at. ringan dan mudah menolong orang lain. g. memudahkan dan membantu kepentingan orang lain. bersih. Tangannya sangat terjaga dari menyentuh apapun yang diharamkan Allah. tidak mengenal penampilan seronok dan bermewah-mewahan. bau yang akan membuat orang lain merasa jijik serta merendahkan umat Islam. Ciri khas Rasulullah dalam berjalan adalah langkah yang mantap. tersetrika dengan baik. Pakaiannya senantiasa tampil rapih. kusut. Tidak pernah makan berlebihan. pemaaf. 4- 10 157 . hlm. sekolah. sopan. santun. Sikap Sikap ramah. Ciri kaki santri DT sangat ringan bergerak ke tempat yang disukai Allah. rakus dan pemakan sembarang makanan. Senang dan membiasakan diri untuk selalu bersepatu. juga tidak pernah mau berpakaian kumal. ke Majelis Ilmu. kampus. dan disesuaikan dengan keadaan. baik harta.

karena tanpa adanya kegigihan kerja yang tinggi dari para tenaga pendidik mustahil Program Pesantren Mahasiswa (PPM) dapat terlaksana dengan baik.2. mengenai kegigihan usaha para tenaga pendidik di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung sudah tidak diragukan lagi. Faktor Pendukung 1) Faktor kegigihan usaha tenaga pendidik Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung Kegigihan tenaga pendidik adalah merupakan faktor yang sangat mendukung terhadap pelaksanaan Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. 158 . maka perlu diketahui beberapa faktor tersebut antara lain: a. Untuk itu. Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kaulitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung Agar kita dapat memahami tentang perlunya perubahan-perubahan pendidikan pesantren atau faktor-faktor yang mendukung adanya penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kaulitas akhlak yang sangat besar pengaruhnya terhadap kegiatan-kegiatan Program Pesantren Mahasiswa (PPM).

ustadz atau ustadzah dituntut untuk mengembangkan profesionalitas diri sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. pengurus dan santri. Sedangkan faktor eksternalnya adalah wali santri dan lingkungan. karena tujuan utama diadakannya program ini adalah untuk merubah dan meningkatkan keilmuan santri untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang. Dari pengasuh terkait dalam pola kepemimpinan yang demokratis sebagai figur untuk dicontoh baik itu dari sikap. Dalam meningkatkan keilmuan santri.2) Faktor internal dan eksternal Faktor internal dalam melaksanakan penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung adalah pengasuh. Pengurus sebagai fasilitator dalam pengembangan adanya penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu sesuai akan tuntutan dari luar. perilaku maupun keilmuannya yang turut andil adanya penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu sesuai dengan harapan yang diinginkan. Dalam hal ini praktek yang telah dilakukan oleh Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid 159 . ustadz atau ustadzah mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk dan membangun kepribadian menjadi seseorang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Oleh karena itu. Santri sendiri sangat besar pengaruhnya terhadap proses penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu.

Kurikulum dalam waktu satu tahun dengan mempelajari pelajaran agama yang terdapat nilai-nilai yang mendukung penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu ditambah dengan motivasi dari semua pihak akan membantu tercapainya target dalam Program Pesantren Mahasiswa (PPM) sebagai contoh dalam mempelajari ilmu agama disertai juga pelatihan yang akan menjadikan suasana belajar dan berinteraksi dengan orang lain manjadi kondusif. Terlihat dari santri dalam menelaah pelajaran dan pelatihan serta didukung oleh ustadz atau ustadzah yang mengajar dengan menggunakan metode yang berbeda supaya santri tidak merasa jenuh dengan kegiatan belajar mengajar. Wawancara dengan Rosita Septia Tirtani. Santri Program Pesantren Mahasiswa Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. peneliti dapat menyimpulkan bahwa untuk mencapai suatu proses belajar mengajar yang diharapkan harus saling berinteraksi antara santri dan ustadz atau ustadzah.Bandung dalam menata atau menciptakan lingkungan yang kondusif diperlukan upaya sesering mungkin dalam mengadakan komunikasi sebaik mungkin dengan wali santri dan masyarakat guna terciptanya penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu. baik itu melalaui pertemuanpertemuan di saat hari-hari besar Islam maupun di saat acara yang memungkinkan kehadiran wali santri. Faktor pendukung disini adalah lingkungan yang sangat mendukung terlaksananya Program Pesantren Mahasiswa sehingga bisa langsung mengaplikasikan pelajaran yang sudah didapat di program ini116 Dilihat dari data diatas. tanggal 29 November 2008 116 160 .

Wawancara dengan Hamdani.b. permasalahan tersebut salah satunnya mempengaruhi kualitas kurikulum dari pendidikan yang ada di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung itu sendiri. Ketua Program Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. seperti untuk fasilitas dan sarana-sarana lain yang mendukung program ini. tanggal 28 November 2008 117 161 . karena nialai-nialai Manajemen Qolbu yang diterapkan di Daarut Tauhiid mempengaruhi kinerja dari setiap individunya. kerena faktor kecapekan setelah program formal mereka. Meskipun demikian ada faktor penghambat di Program Pesantren Mahasiswa (PPM). Berdasarkan data yang diperoleh peneliti di lapangan. Hambatannya di Program Pesantren Mahasiswa ini mungkin dari segi dana yang masih kekurangan untuk mendukung program ini baik dari segi sarana ataupun yang lainnya117 2) Hambatan yang dialami santri dalam menjalankan program ini adalah rasa malas yang sering muncul ketika jadwal kegiatan dimulai. Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung tidak banyak dihadapkan pada berbagai permasalahan. hambatan-hambatan yang dialami Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung adalah sebagai berikut: 1) Program Pesantren Mahasiswa (PPM) khususnya masih membutuhkan dana yang lebih demi tercapainya harapan-harapan yang diinginkan. Faktor Penghambat Dalam perjalanan mencapai tujuannya.

karena kelelahan setelah kegiatan formal atau kegiatan lainnya118 Wawancara dengan Rindra Kurniawati. Faktor penghambatnya adalah rasa malas yang sering muncul disaat program dimulai. Santri Program Pesantren Mahasiswa Pesantren Daarut Tauhiid Bandung.3) Santri kurang mempunyai kesadaran sendiri dalam hal menimba ilmu apapun yang merupakan kewajibannya. tanggal 29 November 2008 118 162 .

Wali santri harus selalu memberi dukungan baik moril maupun materiil. baik itu melalui pertemuan-pertemuan di saat hari-hari besar Islam maupun di saat acara yang memungkinkan kehadiran wali santri.2. Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kaulitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung Dalam rangka memahami dan mewujudkan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien guna adanya perubahan-perubahan pendidikan pesantren dibutuhkan kerjasama yang baik antara pengasuh. Dukungan moril diberikan melalui pemantauan kegiatan anak seharihari baik mendatangi ke Pondok Pesantren atau melalui media telekomunikasi. asatidz dan santri. Dukungan materiil diberikan melalui pemberian financial dan pendukung lainnya guna kelancaran kegiatan pembelajaran. kerena tanpa adanya kerjasama yang baik maka mustahil Program Pesantren Mahasiswa (PPM) dapat terlaksana dengan baik. pemberian perhatian. Pihak yayasan juga harus memberikan 163 . Selain itu juga wali santri dan lingkungan ikut andil dalam mewujudkan pendidikan yang baik. nasehat dan semangat kepada anaknya. pengurus. Seperti yang telah telah dilakukan oleh Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung dalam menata atau menciptakan lingkungan yang kondusif diperlukan upaya sesering mungkin dalam mengadakan komunikasi sebaik mungkin dengan wali santri dan masyarakat guna terciptanya peningkatan kualitas akhlak.

tetapi kendala tetap ada saja yang akan muncul.pelayanan sebaik-baiknya kepada santri. semua pihak baik wali santri. Oleh karena itu. Pada kenyataannya walaupun semua program telah tersusun dengan baik. Jika permasalahan telah datang maka harus cepat diselesaikan agar tidak berlarut-larut dan merugikan banyak pihak. Selain itu juga harus bisa bekerja sama dengan lingkungan demi kelancaran pelaksanaan pembelajaran yang ditempuh. 164 . yayasan maupun santri harus selalu mewaspadai setiap kendala yang akan muncul.

kebeningan dan kejernihan pada diri seseorang. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kaulitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung Penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak yang ada di Daarut Tauhiid ini ada beberapa tahapan yang semua itu harus dilatih supaya bisa menjadi kebiasaan dalam menata hati dan bertindak. Hati yang bersih. Tahapan itu adalah sebagai berikut: 1) Pengenalan Diri Sebagai langkah awal dalam Manajeman Qolbu. Tekad ini harus dijaga agar terus berkorban dan tidak padam. Tekad inilah yang nantinya menjadi jala bagi kita untuk mulai membersihkan hati karena masa antara mengenali dan mengendalikan diri adalah 165 .BAB V ANALISIS HASIL PENELITIAN B. 2) Pembersihan Hati Upaya keras mengenali dan mengendalikan diri memerlukan tekad yang kuat. Untuk mengenal diri. Kunci pemahaman diri terletak pada hati. seseorang yang mampu mengendalikan perasaan (emosinya) adalah orang yang bisa memahami siapa dirinya. tentu memulainya dari kedalaman diri sandiri. dari kedalaman qolbu atau apa yang disebut nurani. Hati bisa memperlihatkan secara jelas siapa diri seseorang dan bagaimana watak seseorang. bening dan jernih isnya Allah bisa memperlihatkan kebersihan.

setelah tumbuh sering kita justru tidak bisa berkembang. Namun.membersihkan hati dulu. 4) Pengembangan Diri Niat dan tekad sering menggebu di dalam hati untuk mengubah diri. yang mungkin terlambat hanya kesadaran kita memahami bahwa kita ini sebenarnya bukanlah pribadi yang menyenangkan atau mungkin pribadi yang rendah diri karena tidak bisa mengembagkan potensi-potensi positif yang ada. bukannya bisa mengendarainya dengan enak. Kesuksesan dalam konsep Manajemen Qolbu adalah bagaimana kita secara istiqomah dapat terus melakukan pembersihan hati sepanjang kehidupan. melainkan malah tersiksa olehnya. sebaliknya jika tidak akrab dengan mobil tersebut. kemudian ditugasi menyetir mobil ber-cc tinggi. 3) Pengendalian Diri Pengendalian diri memerlukan keterampilan prima. Tidak ada kata terlambat untuk mengembangkan diri karena pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat baik dan ingin lebih baik. Lalu. kita tumbuh menjadi pribadi yang kita idamkan. Ibaratnya jika seorang supir. kita bisa mengendarainya jika kita sudah mengenal sangat baik dan kondisinya prima. 166 . Namun. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa sumber pengendalian diri adalah kita harus mengenal diri kita dahulu dan berupaya membersihkan hati terlebih dahulu. Hal ini karena kekonsistenan tekad dan niat kita terganggu oleh hal-hal yang berasal dari dalam diri kita sendiri.

Baginya yang paling penting adalah Allah ridha kepadanya. 6) Ikhlas Ikhlas adalah bersih dari segala maksud-maksud pribadi. Tahapan paling tinggi bagi kita dalam pengenalan diri. Ikhlas dalam menjadikan Allah sebagai satu-satunya Zat yang kita harapkan. Ikhlas menerima Muhammad saw sebagai penjelas dan penyampai wahyu Ilahi. pengendalian diri dan pengembangan diri adalah jalan menuju ridha Allah Swt. Ikhlas dalam menjadikan Allah sebagai Pencipta. Segala aktivitas kita di dunia ini harus menuju pada apa yang diridhai oleh Allah. cintai dan kita takuti. Pemelihara dan Penguasa alam raya. pembersihan hati. Ikhlas menerima Al-Qur’an sebagai pedoman dalam segala gerak kehidupan kita. Setiap perilakunya sama sekali tidak dipengaruhi oleh ada atau tidaknya kedudukan maupun penghargaan. 167 . bersih dari hal yang tidak disukai Allah Swt. Insya Allah istiqomah pengelolaan hati akan terjaga dengan senantiasa kita berpikir dan berikhtiar semata-mata demi Allah serta kita melakukan dzikrullah semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengingat Allah Swt. Manusia yang ikhlas adalah manusia yang berkarakter kuat dan tidak pernah mengenal lelah. Pemilik.5) Makrifatullah Langkah akhir dari upaya mengelola hati (manajemen qolbu) adalah kecondongan diri kita kepada Allah. taati. Qolbu yang bersih dan terjaga harus senantiasa fokus kepada Allah demi menghidupkan dan membinarkan terusmenerus pusat kepemimpinan di dalam diri kita yaitu Allah Azza wa jalla. Orientasi hidupnya jelas dan tegas. bersih dari segala pamrih dan riya.

langkahnya pasti dan penuh harapan. Hampir seluruh responden menyatakan bahwa Manajemen Qolbu Aa Gym merupakan upaya pengelolaan atau penataan hati dengan berbagai kiatkiatnya yakni agar hati selalu bersih. dan setelah melakukan interview dengan mereka maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa mereka adalah mahasisiwa yang memang benar-benar paham mengenai dakwah Manajeman Qolbu Aa Gym. jiwanya merdeka karena hanya Allah yang menjadi tujuan hidupnya. Dalam hal ini peneliti mengambil sampel 10 orang dari santri Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. karena hati merupakan pusat atau sumber dari segala perbuata manusia. penuh dengan penyakit-penyakit hati. tidak ada kata putus asa dalam usahanya. tidak ada kata frustasi dalam hidupnya. Salah satu tujuan dari pendidikan agama Islam adalah kesempurnaan akhlak dan hal itu tidak bisa terwujud apabila hati kita masih kotor. Maka dari itu kebersihan hati haruslah selalu diupayakan semaksiamal mungkin. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa dalam diri manusia ada segumpal darah. Dari hasil penelitian yang telah dipaparkan dapat penulis deskripsikan bahwa fenomena dakwah Manajemen Qolbu Aa Gym bukanlah hal yang asing bagi kebanyakan santri Daarut Tauhiid khususnya mahasiswa yang mengikuti Program Pesantren Mahasiswa (PPM). bila segumpal darah itu baik maka seluruh tubuh akan menjadi baik dan sebaliknya. Pengajaran akhlak di sekolah maupun 168 . segumpal darah itu tidak lain adalah hati.

Hampir seluruh responden menyatakan bahwa mereka tertarik mengikuti MQ Aa Gym ini salah satunya ialah karena retorika dakwahnya. Dalam menyampaikan dakwah MQ-nya Aa Gym menggunakan cara yang santun dan bahasa yang mudah dipahami sehingga banyak kalangan bahkan mahasiswa yang suka mendengarkan ceramah-ceramah beliau. 169 .lingkungan keluarga memang hal yang sangat penting namun salain hal tersebut kebersihan hati juga harus selalu diupayakan dan salah satunya bisa dengan cara terapi Manajemen Qolbu. seperti yang telah di contohkan oleh Aa Gym ini.

bila segumpal darah itu baik maka seluruh tubuh akan menjadi baik dan sebaliknya. Langkah kedua adalah Pembersihan Hati. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa dalam diri manusia ada segumpal darah. kesuksesan dalam konsep Manajemen Qolbu adalah bagaimana kita secara istiqomah dapat terus melakukan pembersihan hati sepanjang kehidupan. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung Manajemen Qolbu merupakan upaya penataan hati dengan berbagai kiat-kiatnya yakni agar hati selalu bersih. Maka dari itu kebersihan hati haruslah selalu diupayakan semaksiamal mungkin.BAB VI PENUTUP A. Sebagai langkah pertama dalam Manajeman Qolbu adalah Pengenalan Diri seseorang yang mampu mengendalikan perasaan (emosinya) adalah orang yang bisa memahami siapa dirinya. 170 . segumpal darah itu tidak lain adalah hati. memerlukan keterampilan prima. karena hati merupakan pusat atau sumber dari segala perbuata manusia. Langkah ketiga adalah Pengendalian Diri. Kesimpulan Berdasarkan pada hasil penelitian baik berupa dokumen dalam bentuk tulisan-tulisan ataupun data yang dihasilkan dari lapangan maka dapat penulis simpulkan sebagai berikut: 1.

Qolbu yang bersih dan terjaga harus senantiasa fokus kepada Allah demi menghidupkan dan membinarkan terus-menerus pusat kepemimpinan di dalam diri kita yaitu Allah Azza wa jalla. 171 . pengembangan potensi dan pembentukan sikap. bersih dari hal yang tidak disukai Allah Swt. bersih dari segala pamrih dan riya. bersih dari segala maksudmaksud pribadi. Langkah keenam Ikhlas. dengan harapan menjadi solusi alternatif bagi bangsa. yang mungkin terlambat hanya kesadaran kita memahami bahwa kita ini sebenarnya bukanlah pribadi yang menyenangkan atau mungkin pribadi yang rendah diri karena tidak bisa mengembagkan potensi-potensi positif yang ada.seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa sumber pengendalian diri adalah kita harus mengenal diri kita dahulu dan berupaya membersihkan hati terlebih dahulu. tahap akhir dari upaya mengelola hati (Manajemen Qolbu) adalah kecondongan diri kita kepada Allah. Program Pesantren Mahasiswa (PPM) prinsipnya hadir sebagai sebuah jawaban alternatif. Program Pesantren Mahasiswa (PPM) sebagai sebuah program pendidikan yang berorientasi pada penanaman aqidah. Langkah keempat adalah Pengembangan Diri. dengan didasari oleh adanya tanggung jawab dan kepedulian terhadap kondisi generasi bangsa yang saat ini cenderung mengarah pada terjadinya degradasi moral. Langkah kelima adalah Makrifatullah. tidak ada kata terlambat untuk mengembangkan diri karena pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat baik dan ingin lebih baik.

2. pengurus dan santri serta faktor eksternalnya yakni wali santri dan lingkungan. kerena faktor kecapekan setelah program formal santri c. Hambatan yang dialami santri dalam menjalankan program ini adalah rasa malas yang sering muncul ketika jadwal kegiatan dimulai. Santri kurang mempunyai kesadaran sendiri dalam hal menimba ilmu apapun yang merupakan kewajibannya 172 . Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung Dalam pencapaian Penerapan Nilai-Nilai Manajeman Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung dipengaruhi beberapa faktor pendukung antara lain: faktor kegigihan usaha tenaga pendidik Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung dan dipengaruhi dari faktor internal yakni pengasuh. pengurus sangat berperan penting sebagai penggerak dan pelaksana pendidikan Pesantren terhadap perkembangan pendidikan Pesantren. Program Pesantren Mahasiswa (PPM) khususnya masih membutuhkan dana yang lebih demi tercapainya harapan yang diinginkan b. Faktor penghambat antara lain: a.

Harus bermutu. maka saran-saran yang diberikan penulis berkaitan dengan Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatka Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) yakni: 1. terutama dalam pelayanan programprogram yang ditawarkan. artinya tanggap terhadap perubahan sosialkultural dan tuntutan-tuntutan yang menyertainya. nusa dan bangsa. hendaklah lebih aktif dan telaten dalam membimbing dan mendidik santri guna menghasilkan out put yang benarbenar matang dan tentunya akan berguna bagi masyarakat. Prospek Pesantren dalam mengembangkan dinamika keilmuan Islam dituntut mampu mengaktualisakan diri ditengah-tengah masyarakat.B. Saran-Saran Dari hasil penelitian yang dilakukan penelitian di Pondok Pesantren Daarut tauhiid. Bagi pengurus dan asatidz. Bagi santri hendaknya menyadari terlebih dahulu bahwasannya dalam hal menimba ilmu merupakan suatu kewajiban dan akan berguna baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Harus relevan. Dengan pengembangan dinamika keilmuan tersebut harus mampu menjadi sarana transformasi sosial dan kontekstualisasi ajaran Islam dalam tata kehidupan masyarakat. sehingga secara tidak langsung santri akan bisa menanggapi dengan positif pelajaran maupun peraturanperaturan yang diterapkan untuk mencapai kualitas dan menghasilkan out put yang baik sesuai dengan harapan 173 . Pesantren harus dinamika. yakni cocok dengan kebutuhan masyarakat dan nilai-nilai idealisme yang diembannya 2.

Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. 2006. Inilah Indahnya Islam dengan Manajemen Qolbu. Bandung: Khas MQ _______. Membentuk Pribadi Qurani. Jakarta: Darul Falah Al –Ghazali. Bisri M. 2005. M.. terj. Surabaya: Karya Abditama Adz-Dzakiey. Jakarta: PT. Jagalah Hati Step by Step Manajemen Qolbu. Aa Gym Apa Adanya Sebuah Qolbugrafi. 2006. M dan Djaelani. 2005. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Penerbit J-Art Al-Darini. 1999. Terapi Menyucikan HatiKunci-Kunci Mendekatkan Diri Kepada Allah. 2002. Jogjakarta: Zenith Publisher Hafidhuddin. Logos Al-Qur’an dan Terjemahnya. Ibnu Qayyim. Bandung: CV. Yatimin. Didin. Dessy. Mizan Pustaka Buku Panduan Santri Mukim Program Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung Gymnastiar. Madani Barran. Jakarta: Darul Haq ______. Obat Hati..DAFTAR RUJUKAN Anwar. Jogjakarta: Islamika Abdullah. Muhammad Ereska. 2004. Bandung: Khas MQ _______. Ida Nursida dan Tiar Anwar Bachtiar. Abd Al-‘Aziz. Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an. Jakarta: Harakah 174 . 2004. Prophetic Intelligence (Kecerdasan Kenabian). Jakarta: Amzah Al-Jauziyah. Abdullah. Teknik Menulis Skripsi & Thesis. 2005. 2007. 2001. 2007. Bandung: PT. 2006. Manajemen Qalbu. Azyumzrdi. terj. Ihya Ulumuddin “Pensucian Jiwa”. Bandung: Khas MQ Hariwijaya. 2008. Depok: Iqra Kurnia Gemilang Azra.

Metodologi Penelitian Kualitatif. Antara Makhluk dan Sang Khaliq. 2007. Jakarta: PT. 1989.. Kecerdasan Intelligence).yahoo. Grasindo Partanto. 2001.Hernowo dan M. Kamus Ilmiah Populer. Bandung: Tarsito Sadali. SUN 175 . M Dahlan. Jakarta: Rineka Cipta Sudjana. Pius A dan Al Barry. The True Power of Heart. L. Ibn. 2002. Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan LembagaLembaga Pendidikan Islam di Indonesia. Jogjakarta: Diva Press Muhammad. Abuddin. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada ______. http:www. Deden Ridwan. RajaGrafindo Persada Tasmara. Muhammad. Jakarta: Gema Insani Ruhaniah (Transcendental Taymiyyah. 1994. Bandung: PT. terj. Toto. 2006. Mizan Pustaka Moleong. Bandung: Remaja Rosda Karya Muhyidin. Jakarta: CV. 2003. A. A. Prosedur Pendidikan Suatu Pendekatan Praktek. Islam untuk Disiplin Ilmu Pendidikan. Akhlak Tasawuf. 2003. Metode Statistik. Nur. Nana. Kuning Mas Siregar. Jakarta: PT. 2000. Rivay. Surabaya: Arkola Suharsimi Arikunto. J. Jakarta: PT. 1984. 2001. 2002. Mohammad Rois dan Luqman Junaidi. Terapi Penyakit Hati. diakses 10 Agustus 2009. Tasawuf dar iSufisme Klasik ke Neo-Sufisme. Aa Gym dan Fenomena Daarut Tauhiid .com Nata.

Lampiran I STRUKTUR ORGANISASI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID .

Kesantrian Rizal dzulkarnaen TK KHAS PPM Hamdani SSG Duden Dauroh Islamiyah Ahmad Suja’i Dauroh Qolbiyah Suherman Ar Rofi APW Roni Abdul Fattah Adm Keuanagan Inggrid Laras Agustin Mudabbir/ah Lampiran IV Santri . Mulyadi Al Fadhil Ka. Kerjasama Hilman Abdul Halimi Kabag. Sekertariat Dadan Kurniawan Kabag.Lampiran III STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENDIDIKAN Direktur Pendidikan Ust.

” (QS. Ustadz Adalah seseorang yang memiliki ilmu agama dan ilmu lainnya yang mendapat tugas mengamalkannya melalui proses belajar-mengajar program pendidikan Santri di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam agama Islam (tafaqquh fiddien) dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. meliputi Kantor Pusat. Pasal 3 ISTILAH-ISTILAH Di dalam peraturan ini yang dimaksud dengan : Pondok Pesantren Adalah Badan Yayasan Daarut Tauhiid yang berorientasi pada bidang pendidikan. Santri Siap Guna (SSG). dakwah. Pengelola Kepesantrenan Adalah seseorang dan tim yang mendapat amanah mengelola pendidikan Santri di Yayasan Daarut Tauhiid. sosial dan perekonomian dengan kantor pusat di Bandung yang anggaran dasarnya dimuat dalam Akta Pendirian Nomor 8 (delapan) tanggal 4 September 1998. Kantor-Kantor Cabang dan Kantor-Kantor Pembantu unit-unit usaha lainnya. AtTaubah [9] : 122) Pasal 1 NAMA Aturan Pokok Santri Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung Pasal 2 RUANG LINGKUP Aturan ini berlaku bagi semua Santri Pesantren Mahasiswa yang belajar di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung sejak hari pertama ia belajar di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid. Santri Pesantren Mahasiswa (SMM). Staf Serta Mudabbir. Kyai Adalah pimpinan tertinggi Pondok Pesantren yang mendapat amanah menghidupkan nilai-nilai ruhiyah bagi kalangan Santri. Penanggung Jawab Program Akhlaq Plus Wirausaha. yang terdiri dari Kepala Departemen Kepesantrenan.Lampiran IV ATURAN POKOK SANTRI PESANTREN MAHASISWA PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG BAB I UMUM “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Dauroh. .

terikat dalam satu hubungan karya/amanah dengan Pondok Pesantren. Diwajibkan ketentuan yang harus dilaksanakan oleh santri karena alasan syar’i dan ditetapkan oleh Lembaga. mengelola dan mengawasi santri selama berada di asrama dan lingkungan sekitar asrama. Dilarang / Tidak diperkenankan ketentuan yang seharusnya ditinggalkan. area kompleks Setiabudi Indah (Sentral 5 dan 7). area perkantoran Dompet Peduli Ummat (DPU). baik karena alasan syar’i ataupun tata tertib Santri Pesantren Mahasiswa. Diharuskan ketentuan yang harus dilaksanakan santri karena tata tertib Santri Pesantren Mahasiswal. . Murabbi Adalah wali santri yang ditunjuk oleh lembaga yang bertugas untuk membimbing santri selama mengikuti program pendidikan di Daarut Tauhiid yang bertanggung jawab terhadap perkembangan santri. Santri Pesantren Mahasiswa Adalah Santri yang lulus seleksi dan menetap/mukim di lingkungan Pondok Pesantren dalam menimba ilmu-ilmu yang diselenggarakan oleh bagian Pendidikan Santri Pesantren Mahasiswa selama kurun waktu tertentu. dan area asrama Santri PPM / Dauroh / APW Daarut Tauhiid.Kepala Asrama Adalah seseorang yang mendapat amanah dari lembaga untuk tinggal di asrama (Asrama ikhwan / akhwat) untuk membina. Ditekankan ketentuan yang sedapat mungkin dilakukan oleh santri. Lingkungan Pesantren Adalah area Pondok Pesantren meliputi. area perkantoran Pelatihan (Sentral 7). yang aturannya diatur dalam aturan pokok Santri Pesantren Mahasiswa. area Koperasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (Kopontren). area Masjid Daarut Tauhiid. area perkantoran MQ Corporation. area perkantoran Departemen Kepesantrenan . Mudabbir Adalah pembimbing santri yang secara formal (ditetapkan dengan surat keputusan). area perkantoran Yayasan Daarut Tauhiid dan rumah Pimpinan Pesantren (Sentral 3). Sanksi tindakan yang dikenakan kepada santri karena melanggar peraturan tata tertib Santri Pesantren Mahasiswa. dalam rangka pembimbingan kegiatan santri selama 24 jam. Penghargaan adalah sesuatu yang diberikan kepada santri karena prestasi tertentu. Dianjurkan ketentuan yang sebaiknya dilaksanakan karena adanya keutamaan. area perkantoran Yayasan Daarut Tauhiid.

civitas Pondok Pesantren. 4. Santri diwajibkan melaksanakan shalat lima waktu dengan berjama’ah tepat pada waktu dan di tempat yang ditentukan. 3. Menghormati orang lain sebagaimana menghormati diri sendiri dan orang tua. Menjaga kebersihan lingkungan Pondok Pesantren dan mengambil sampah dalam radius 5 meter. Santri ditekankan mendirikan shalat dhuha setiap hari. Pasal 6 Tilawatul Quran dan Hadits 1. Mengamalkan tata nilai budaya Islam yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren. Santri ditekankan untuk mengkhatamkan Al-Quran minimal satu kali dalam dua bulan. 4. 7. Santri ditekankan melaksanakan shoum sunnah Senin dan Kamis. Santri diharuskan memiliki dan memelihara mushaf al-Qur’an dan terjemahnya dengan baik. 3. 3. Santri ditekankan mendirikan shalat sunnah rawatib. Santri diharuskan membaca al-Quran setiap hari. 6. dan masyarakat. 5. BAB III AKHLAQ Pasal 7 Adab sopan santun 1.BAB II IBADAH Pasal 4 Shalat 1. Santri ditekankan berada di dalam masjid sebelum azan dikumandangkan. Menjaga hubungan persaudaraan di antara santri. Santri dianjurkan melaksanakan shoum tathawwu’. Santri ditekankan mendirikan qiyamul lail setiap malam. Menjalankan dengan istiqamah Aturan Pokok Santri Mukim Pondok . Santri dianjurkan melakukan shodaqoh maal setiap hari. Santri dianjurkan menghafal al-Qur'an dan hadits sesuai target yang telah ditentukan. Santri ditekankan berzikir setiap selesai shalat fardhu. 2. 4. Pasal 5 Shoum 1. Santri ditekankan melaksanakan shoum sunnah Daud. Merapihkan alas kaki (ready to come back) dimanapun (apalagi dalam lingkungan Pondok Pesantren). 9. 2. 8. 5. 6. keluarga kyai. 3. 2. 2. pengelola pendidikan. Santri dianjurkan selalu memiliki wudhu'.

9. 5. celana panjang/kulot dan yang tidak menutup aurat lainnya.Pesantren. . tidak transparan. Bejuang keras untuk menjauhi segala larangan Islam. 7. berhubungan dengan lawan jenis melalui suratmenyurat. Tidak diperkenankan memakai sandal jepit saat KBM dan kegiatan penting pesantren. Tidak diperkenankan memakai baju kaos. 5. telepon. Senantiasa memakai pakaian muslim (baju koko/taqwa) warna bebas. Khusus untuk hari Senin. 6. aturan dalam berpakaian adalah sebagai berikut : 1. Senantiasa memakai tanda pengenal (Syal / ID card) selama berada di lingkungan Pondok Pesantren atau KBM. celana warna gelap. Tidak bergaul bebas. Senantiasa memakai busana muslimah (gamis) warna bebas tapi tidak mencolok. 3. 2. pakaian ketat/transparan. Tidak diperkenankan berpakaian yang bergambar dan atau bertuliskan ketika shalat berjamaah. 10. 7. 8. 3. 9. 4. aturan dalam berpakaian adalah sebagai berikut : 1. Membayar kontribusi/administrasi pendidikan sesuai dengan program yang diambil tepat pada waktunya. Tidak diperkenankan memakai sandal jepit saat KBM dan kegiatan penting pesantren. pemberdayaan dan pelayanan masyarakat Pondok Pesantren. chatting. Berambut pendek. 8. 2. rapi dan sopan. 4. berkerudung standar DT (lebar. 11. Mendukung semua program pendidikan. Senantiasa memakai tanda pengenal (Syal / ID card) selama berada di lingkungan Pondok Pesantren atau KBM. 12. sopan dan rapih. Jum’at dan khidmat Pengajian Rutin memakai baju koko putih. Tidak diperkenankan memakai baju kaos pada saat shalat berjama’ah atau sendirian. Dilarang ber-tabarruj (Berhias diri berlebihan). Untuk akhwat (Wanita). Tidak memakai pengharum badan/pakaian berlebihan (yang menyengat). Tidak diprekenankan berambut cepak dan menyerupai laki-laki. dan berkaos kaki. e-mail. Jum’at dan khidmat Pengajian Rutin memakai busana muslimah (gamis) warna biru dan kerudung putih standar DT. 7. pelatihan. Dilarang dengan sengaja menyerupai perempuan. dan peci putih. Selalu berusaha untuk berakhlak mulia. pesan singkat (SMS). 6. dan tidak tipis). Senantiasa memakai peci (warna bebas) di lingkungan pesantren. 8. polos. Khusus untuk hari Senin. kirim barang atau perbuatan sejenisnya yang tidak dibenarkan oleh Pondok. dan kegiatan belajar-mengajar (KBM). Menjaga nama baik Pondok Pesantren. Pasal 8 Pakaian dan rambut Untuk ikhwan (Laki-laki).

6. 3. 1. 5.9. Upayakan tidak berlama-lama di kamar mandi. Berusaha selalu hemat air dan sarana kamar mandi lainnya. 4. Peralatan mandi tidak di simpan di kamar mandi. Tidak keluar masuk ruangan belajar kecuali izin dari pemateri atau Mudabbir. Waktu dalam kegiatan belajar secara prinsip dilaksanakan dalam 24 jam di lingkungan Pondok Pesantren dan berdasarkan keputusan yang diambil oleh Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren. dan Pengajian Rutin (malam Jum’at dan Ahad pagi). 3. BAB IV PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Pasal 10 Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Ditetapkan oleh Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren dan wajib diikuti oleh Santri. Tidak diperkenankan memakai jeans. 2. Terlibat aktif hadir di kegiatan MQ On Air. Pasal 9 Disiplin di Kamar mandi 1. Tidak berbuat sia-sia di dalam kamar mandi. Santri wajib menjaga dan memelihara kebersihan kamar mandi. . 7. Tidak diperkenankan mewarnai rambut dan menjadi korban mode. Tidak diperkenankan makan. 12. 2. 5. Siap aktif mengikuti pembelajaran dan mencatat intisari pelajaran. 7. Siap menjaga kebersihan dan kerapihan tempat belajar. Dilarang dengan sengaja menyerupai Ikhwan. Tidak diperkenankan memakai perhiasan yang berlebihan. 8. Mengisi dan menyerahkan buku muhasabah harian santri sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. maksimalkan waktu di kamar mandi selama 5 (lima) menit. Siap mengikuti pelajaran dengan posisi duduk rapih dan sopan dalam kelas secara terpimpin. celana cutbray/komprang dan sejenisnya. Kajian Al-Hikam. Untuk ikhwan dan akhwat : 11. 4. minum dan tidur saat mengikuti KBM. Siap di dalam kelas 10 menit sebelum materi di mulai untuk tilawah alQur’an. 9. 13. Siap menyelesaikan dan menyerahkan tugas pembelajaran. Diwajibkan memakai kaos kaki waktu keluar area putri. Tidak merendam pakaian cucian lebih dari 24 jam. Mengamalkan adab masuk kamar mandi/wc. 10. 6.

diharuskan mencatatkan kepergian dan kedatangannya pada kartu ijin dan mengisi formulir yang telah disediakan. wajib memberitahukan kepada mudabbirnya selambat-lambatnya pada hari belajar berikutnya. Pasal 12 Ijin Tidak Belajar Seorang santri dapat diberi ijin untuk tidak masuk belajar sehubungan dengan halhal berikut : 1. Apabila santri harus mengikuti jam perkuliahan di kampus. izin tidak masuk belajar/kegiatan atau alasan-alasan lain yang ditetapkan dalam Aturan Pokok Santri ini dianggap mangkir. Sakit keras atau di opname (dirawat inap)nya orang tua/saudara kandung Santri sebanyak maks. Ketidakhadiran karena alasan lain diwajibkan membuat pemberitahuan tertulis yang ditujukan kepada mudabbirnya. Santri mencatatkan sendiri kehadirannya pada lembar kehadiran yang disediakan Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren. Penentuan waktu belajar didasarkan kepada hasil musyawarah Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren. 2 (dua) hari. 12. 3 (tiga) hari. Kematian orang tua/saudara kandung Santri sebanyak maks. Tidak diperkenankan untuk mencatatkan waktu dan menandatangani pada lembar kehadiran untuk Santri lain. 3. Tidak diperkenankan merubah waktu pada lembar kehadiran. 7.Pasal 11 Disiplin Waktu Belajar 1. Jam belajar santri ditentukan sesuai dalam jadwal belajar yang terlampir. Sakit lebih dari 1 (satu) hari diwajibkan memberikan surat keterangan Dokter sesegera mungkin atau selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah tidak masuk belajar. 9. Setiap Santri wajib hadir dan belajar pada waktu yang telah ditetapkan Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren. 13. 11. 5. 2. maka harus dengan ijin tertulis mudabbirnya. 6. Apabila Santri tidak masuk belajar/kegiatan atau meninggalkan tempat belajar sebelum jam belajar berakhir. Santri yang tidak masuk belajar/kegiatan bukan karena alasan sakit. 2. 10. . 4. Bagi Santri yang melakukan tugas belajar tertentu untuk kepentingan Pondok Pesantren berlaku jam belajar tersendiri sesuai dengan sifat tugasnya. 3. Setiap perubahan aturan pokok santri dan jam belajar oleh Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren akan diberitahukan sebelumnya kepada Santri dengan tenggang waktu yang layak. Santri yang tidak masuk belajar/kegiatan karena sakit atau karena alasan lain yang dapat diterima Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren. Apabila untuk suatu keperluan di luar lingkungan Pondok Pesantren seorang Santri perlu meninggalkan belajar/kegiatan Pondok Pesantren untuk sementara waktu. satu hari sebelumnya. 8.

12. Santri yang bersangkutan tertimpa sakit atau musibah seperti : kecelakaan. 3.30 wib. Santri dianjurkan membaca buku. sebanyak 1 (satu) hari karya atau sesuai surat dokter. catatan dan alat sekolah yang diperlukan. Santri dilarang menggunakan buku catatan yang bergambar dan bertuliskan tidak sopan. Menempatkan barang-barang pada tempatnya dan tidak menggunakan barang orang lain kecuali mendapatkan ijin dari pemiliknya. diwajibkan menyampaikan berita secara tertulis kepada mudabbir masing-masing. 2. Mengucapkan salam sebelum masuk asrama. Melaksanakan jadwal piket kebersihan yang telah disepakati. koran. 3. Santri dilarang meninggalkan buku pelajaran dan atau alat sekolah tidak pada tempatnya. memiliki dan menyimpan buku bacaan atau gambar yang tidak Islami. Santri diharuskan memiliki seluruh buku pelajaran. 2.30 wib (akhwat). 13.00 wib (ikhwan) dan pukul 22. 4. kebanjiran. 5. Santri diharuskan membawa semua buku pelajaran pada hari pelajaran itu berlangsung. Pasal 13 Buku Pelajaran dan Alat Sekolah 1. Menjaga keamanan barang-barang dan meninggalkan loker dalam keadaan terkunci. Mematikan listrik. 9. Santri dianjurkan memiliki buku-buku yang menunjang pendidikan. lampu. Tidak membuat gaduh atau mengganggu teman atau ketentraman tetangga. maksimal 1 hari sebelumnya. pompa air dan alat listrik lainnya ketika tidur atau meninggalkan asrama. 2. majalah. 8. 4.4. 11. atau bacaan-bacaan lain yang disediakan di perpustakaan. Pasal 14 Buku Bacaan 1. 6. Bila direncanakan akan tidak hadir dalam KBM. 10. kecurian dan lain-lain yang dapat dipersamakan dengan itu. Melakukan dan memelihara kebersihan dan kerapihan asrama dan lingkungannya. 7. 5. Bangun paling lambat pukul 03. dan perbuatan sia-sia lainnya. BAB V ASRAMA Pasal 15 1. Tidak diperkenankan ghibah. Merapihkan tempat tidur dan kamar asrama. Tidak menaruh barang sembarangan dan tidak membawa barang berharga . Tidur paling lambat pukul 22. 3. Santri dilarang membaca. Tidak diperkenankan membunyikan musik/lagu-lagu yang tidak islami.

18.(antara lain : perhiasan emas. harus menyertakan surat izin resmi dari Organisasi/Himpunan/Instansi yang bersangkutan. Tidak diperkenankan tidur di luar asrama yang telah ditentukan. 4. Santri diharuskan membuang sampah pada tempatnya (TSP dan BEBASKOMIBA). . barang mewah dan lainnya). BAB VII KEBERSIHAN. Santri dilarang menerima tamu/orang lain didalam asrama tanpa izin. 5. Bagi santri yang akan pulang. Mabit dan kegiatankegiatan lainnya). Santri diharuskan meletakkan barang-barang miliknya pada tempatnya. 1 (satu) hari sebelum pulang. Asrama akan dikunci pada waktu–waktu tertentu (KBM. Santri dilarang berkuku panjang. Santri diharuskan keluar masuk pondok melalui pintu yang telah ditentukan. 14. Masuk asrama paling lambat pukul 21. video game. 3. Santri diharuskan meletakkan pakaian kotor pada tempatnya. BAB VI PERIZINAN Pasal 16 1. 17. 20. Siap mengikuti disiplin kembali ke pesantren sesuai dengan perijinan dan melapor kembali kepada pengelola pesantren/Mudabbir. 15. 3. 2. 5. Siap selalu mengamalkan dan menjaga akhlak sebagai santri pesantren saat ke luar lingkungan pesantren atau saat di kendaraan atau saat di lingkungan rumah atau dimanapun. 16. harus menyerahkan berita tertulis kepada mudabbir. 6. Santri diharuskan menjemur pakaian di tempat yang telah disediakan. bilyard. play station dan sejenisnya. Surat Ijin Pulang merupakan surat keterangan resmi sebagai tanda santri mendapatkan restu untuk pulang dari pengelola pesantren. Santri dilarang memasuki gedung bioskop. 19. 6. KEKELUARGAAN Pasal 17 Kebersihan Santri diharuskan menjaga kebersihan diri. memberi warna pada kuku (cuteks) dan bertato. KEAMANAN DAN KETERTIBAN. tempat-tempat maksiat. KEINDAHAN. 1. 4. night club.30 WIB. Setiap santri yang akan mengikuti kegiatan di kampus. Santri dilarang pindah kamar tanpa seizin Wali Asrama. kamar dan lingkungan. 2. Setiap santri yang pulang harus membawa surat ijin pulang sebagai keterangan resmi dari pesantren.

kamar dan lingkungan sekitarnya. Membongkar rahasia Pondok Pesantren atau hal ikhwal Pengelola Pondok Pesantren. dan lain-lain. atau zat adiktif lainnya dimanapun. Santri diharuskan memelihara keindahan diri. barang milik orang lain dan Pondok Pesantren. almari. Menggelapkan. teman-teman tanpa mengindahkan kepentingan Pondok Pesantren.Pasal 18 Keindahan 1. Memperdagangkan barang terlarang didalam lingkungan Pondok Pesantren. Santri dilarang memajang hiasan yang tidak islami. merusak. Pemalsuan apapun yang merugikan Pondok Pesantren. menghina secara kasar atau mengancam sesama santri. 8. 14. 10. Pengelola Pondok Pesantren. Pasal 19 Keamanan dan Ketertiban Santri dilarang untuk : 1. memakai obat bius. Perjudian dalam bentuk apapun yang dilakukan di lingkungan Pondok Pesantren. dan keluarga Kyai yang seharusnya dirahasiakan. 3. keluarga kyai atau tetangga. 13. Menipu dan tindakan kejahatan lainnya yang tidak ditolerir oleh Syar’i. hukum agama ataupun negara. 9. 11. Dengan sengaja atau karena ceroboh. madat. corat-coret di tempat tidur. Santri dilarang memelihara binatang di lingkungan asrama. 12. Santri dilarang menulis. 4. Melakukan perbuatan asusila di lingkungan Pondok Pesantren. Menganiaya. Membujuk sesama santri atau Pengelola Pondok Pesantren untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kesusilaan. 7. pintu. 2. 6. Menggunakan status santri Pondok Pesantren untuk melakukan tindakan yang menguntungkan diri sendiri ataupun pihak ketiga seperti keluarga. 3. Mabuk. 5. dianggap sebagai mengundurkan diri atas kemauan sendiri dan akan diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku. 4. dinding tembok. 5. 2. Kyai. meja. Santri dilarang menggantungkan pakaian dan sejenisnya di tempat yang tidak seharusnya. Tidak hadir selama 6 (enam) hari waktu belajar berturut-turut tanpa keterangan tertulis dengan bukti-bukti yang sah dan telah dipanggil oleh Pengelola Pondok Pesantren secara patut. kecuali atas perintah yang berwajib. Melakukan tindakan kejahatan misalnya : Mencuri. Melakukan suatu tindakan baik didalam maupun diluar lingkungan Pondok Pesantren termasuk terhadap sesama santri atau pihak ketiga lainnya yang dipandang oleh Pondok Pesantren bahwa tindakan tesebut tidak sejalan . merugikan atau menjadikan Pondok Pesantren dalam keadaan bahaya. Menghilangkan dengan sengaja karena kecerobohan. bangku. Kyai.

. Aturan Pokok Santri Pesantren Mahasiswa. Memberikan keterangan palsu. Santri diwajibkan membantu meringankan penderitaan sesama santri yang sakit/terkena musibah. obat-obatan terlarang. menyimpan. karenanya terhadap pelanggaran / kesalahan yang dilakukan. serta berlaku sopan kepada sesama teman maupun tamu. 2. 16. termasuk dalam melaksanakan ibadah pokok keagamaan. BAB VIII SANKSI DAN PENGHARGAAN Pasal 21 Sanksi/ Disipln santri Pengelola Pondok Pesantren menyadari pentingnya penegakkan disiplin belajar ini harus selaras dengan salah satu motto dari Pondok Pesantren yaitu "Tiada Prestasi Tanpa Disiplin ". 4. Santri diwajibkan menghormati pengasuh. Unsur kesengajaan. Membawa. perkelahian dan perbuatan sewenang-wenang. 17. 2. Santri diwajibkan menjaga dan meningkatkan ukhuwah islamiyah. 4. senjata tajam. Sanksi didasarkan pada : 1. Membawa. Santri diwajibkan hormat-menghormati dan tolong-menolong dalam kebaikan. memiliki. Macam dan tingkat pelanggaran. 15. Sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Santri dimaksudkan sebagai tindakan korektif dan pengarahan terhadap sikap dan tingkah laku Santri. Berkelahi tanpa alasan syar'i. ustadz/ustadzah. minuman keras (khamar) dan sejenisnya.Santri atas peraturan yang telah diatur dalam Aturan Pokok Santri ini dapat diberikan peringatan / sanksi dan Poin negatif yang harus ditebus dengan Amaliah positif yang dapat menghapus Poin negatif. 3. Frekuensi (sering / pengulangan) pelanggaran. 19. 3. menggunakan senjata api. menyimpan dan menghisap rokok. karyawan dan keluarga besar pondok.dengan Syari’ah Islam. Pasal 20 Kekeluargaan 1. 18. Membuat dan atau mengikuti kelompok-kelompok gelap (gank) baik secara simbolis atau terang-terangan. senjata angin. selambat-lambatnya satu bulan sebelum program berakhir.

sampah dan ilalang • Wajib lapor rutin ke pengasuh. Akhwat:(8).(9). • Pasal 15: (5). (7).(2). • Pasal 7 : (3).(8) (11).(3) (4).(2). • Pasal 12 : (1).(7). • Pasal 18: (1).(6). • Pasal 15 : (7).(4). (5).(7). • Pasal 8 : Ikhwan : (1). • Pasal 7 : (9)(12). • Melakukan Masa Kaffarat 1 Pelanggara n Tingkat I (Ringan) • 10 Poin • 1 Poin • • • 1 Poin 1 Poin 1 Poin * Diatur sesuai kesepakatan • 2 Poin • 5 Poin • 10 Poin • 2 Poin • 10 Poin • 5 Poin 2 Pelanggara n Tingkat II (Sedang) • 20 Poin • 25 Poin • 25 Poin • 25 Poin • 20 Poin • 20 Poin • 25 Poin * Diatur sesuai kesepakatan .(2).Tabel Jenis sanksi dan bobot Poin negatif diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan yang disesuaikan dengan tingkat dan jenis pelanggaran No Tingkat Pelanggaran Jenis Pelanggaran Terhadap : • Pasal 4 : (1) (5).(4). • Pasal 10 : (9).(10). • Pasal 5 : (1). • Pasal 11 : (6).(12) (14).(10).(12). • Pasal 14 : (3). • Menulis Al-Quran atau hadits sesuai pelanggaran • Membaca AlQur’an pada waktu dan tempat yang telah ditentukan. Pasal 8: Akhwat : (1).(5).(10) • Pasal 11 : (8). • Merapikan sandal di masjid atau di asrama • Membuang sampah • Merapikan jemuran umum • Membersihkan kamar mandi/WC • Membersihkan halaman / lapangan dari rumput. • Pasal 8 : Ikhwan (9).(11) (12).(17). (6).(3).(20) (18).(3). • Pasal 13 : (2).(6).(13).(5). • Pasal 17 : (1).(19).(11).(3).(9) (6).(16).(12). Bobot Poin Negatif Jenis Sanksi ( Ditentukan oleh pengurus) • Diberikan teguran atau peringatan • Menghafal ayat AlQur'an dan hadits • Menghafal Tekad kehormatan tauhiid atau jargon-jargon DT • Merangkum • Membangunkan santri waktu subuh • Menyapu • 10 Poin • 2 Poin • 10 Poin • 10 Poin • 10 Poin • 2 Poin • 5 Poin • 10 Poin • 2 Poin • 2 Poin • 10 Poin • Mengepel • Meminta nasihat dan tanda tangan pengasuh.(13).(11). • Pasal 6 : (1).(13).(5).(4).

(5).(17). • Diumumkan di hadapan seluruh santri.(12).(2).(7).(10).(4).• Pasal 16 : (1).(5). (8).(11). • Pasal 19: (6). (18). • 25 Poin • 20 Poin • 25 Poin • 25 Poin • 25 Poin rekonstruksi • Meminta nasihat dan tanda tangan pada pengasuh/ustadz atau pimpinan pondok • Men-tasmi'-kan ayat Al-Qur’an atau hadits sesuai pelanggaran • Bending dan atau push-up.(16). (2) (3).(13). * Diatur sesuai kesepakatan 3 Pelanggara n Tingkat III (Berat) • Pasal 19 : (1).(3). • 100 Poin • 100 Poin • 75 Poin .(5) (14). • Pasal 20 : (1). • Pasal 18 : (2). • Mengembalikan dan atau mengganti kerusakan • Skorsing • Pemanggilan orang tua santri • Pembebasan status sebagai santrti Pesantren Mahasiswa.(19).(9).

Surat Peringatan 3 (SP 3) akan diberikan jika Poin negatif sudah terakumulasi sebanyak 75 Poin. Rp.Tabel Jenis Amaliah yang bisa Menghapus / Mengurangi Poin Negatif. Poin Negatif yang terhapus No Jenis Amaliah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Shalat Fardhu berjamaah di masjid tepat waktu selama 3 hari berturut-turut (15 waktu Shalat) Shalat Fardhu berjamaah di masjid tepat waktu selama 1 hari Shalat Fardhu di shaff utama Masjid sebanyak 5 waktu shalat Fardhu Shalat sunnah Tahajjud / Qiyamullaill 11 Raka'at selama 3 Hari berturut-turut Shalat sunnah Dhuha min 4 Raka'at selama 3 Hari berturut-turut Shoum sunnah Hari Senin dan Kamis Shoum sunnah Nabi Daud Tilawah Al-Qur'an Min 1 juz / Hari selama 3 Hari Menghafal Al-Qur'an 1/2 Juz Menghafal 1 hadits Arba'in lengkap dengan Sanad. 500 sebanyak 5 kali Datang ke Masjid sebelum waktu Shalat dimulai ( Min. Matan. Surat Peringatan 2 (SP 2) akan diberikan jika Poin negatif sudah terakumulasi sebanyak 50 Poin. Surat Pembebasan status sebagai santri diberikan jika Poin negatif sudah terakumulasi sebanyak 100 Poin . 10 menit sebelum Adzan) 30 Poin 10 Poin 5 Poin 25 Poin 10 Poin 20 Poin 10 Poin 15 Poin 50 Poin 10 Poin 5 Poin 3 Poin Keterangan : Surat Peringatan 1 (SP 1) akan diberikan jika Poin negatif sudah terakumulasi sebanyak 25 Poin. .Rawi dan terjemahnya Shodaqoh Maal Min.

Yang berhak memberi sanksi adalah : a. Mudabbir/ah yang ditunjuk. kesehatan dan keselamatan belajar di asrama maupun di lingkungan Pondok Pesantren. Pemberian surat pembebasan status santri ditetapkan melalui musyawarah bidang-bidang terkait.Pasal 22 Pemberian Sanksi dan Surat Peringatan (SP) 1. 3. Penanggung Jawab Program Santri Pesantren Mahasiswa. BAB IX LAIN-LAIN Pasal 24 KETERTIBAN UMUM 1. c. gangguan terhadap ketentraman dan keselamatan di lingkungan karya. Pengurus organisasi santri yang ditunjuk. Poin tambah untuk menjadi santri terbaik. Hadiah tertentu yang tidak mengikat. 2. Santri wajib mentaati peraturan keamanan di dalam Pondok Pesantren. Ustadz/ustadzah yang ditunjuk. b. 2. e. 3. b. kebersihan. Santri yang mengetahui adanya keadaan/kejadian atau benda yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran. Piagam penghargaan. c. memindahkan dan meminjamkan alat perlengkapan milik Pondok Pesantren tanpa izin yang Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren. pencurian. 2. Manajemen Departemen Kepesantrenan yang ditunjuk. Yang berhak mengeluarkan Surat Peringatan (SP) adalah Penanggung Jawab Program Santri Pesantren Mahasiswa. keamanan. Pasal 25 KEAMANAN PONDOK PESANTREN 1. dan penyimpanannya dan terhadap akibat penyambungan stop kontak listrik atau sebab yang lainnya. Santri yang berprestasi berhak mendapat penghargaan. 2. Pasal 23 Penghargaan 1. Setiap Santri diwajibkan memelihara alat/perlengkapan milik Pondok Pesantren dengan baik dan teliti termasuk keamanan penempatan. Setiap Santri dilarang membawa. Penghargaan meliputi : a.. Setiap Santri diwajibkan ikut menjaga ketertiban. wajib segera memberitahukan Tim Kamtib atau pimpinannya langsung atau siapa saja yang dapat dihubungi . d.

Bila Santri mangkir atau tidak masuk belajar selama 6 (enam) hari berturut-turut. Sudah menjadi tekad Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren bahwa setiap keluhan dan pengaduan seorang santri atau lebih akan diselesaikan secara adil dan musyawarah secara ukhuwah islamiyah dan secepat mungkin. pihak Pondok Pesantren menyatakan bahwa yang bersangkutan dinyatakan mengundurkan diri. mengajukan permohonan tertulis kepada Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren selambat-lambatnya satu bulan sebelumnya. sebagai perantara dan berfungsi membantu masalah-masalah kesantrian yang mungkin muncul pada waktu proses pembelajaran.3. . tanpa kabar dan kemudian tidak memberi alasan yang sah dan tidak dapat diterima oleh Pondok Pesantren dianggap mengundurkan diri tanpa syarat. Setiap Santri wajib menghindari hal-hal yang akan menyebabkan timbulnya: a) Kebakaran atau ledakan b) Pencurian. secara cepat. Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren memberikan seorang mudabbir untuk beberapa santri. 5. Untuk memperlancar program tersebut. Dalam hal administrasi yang belum terselesaikan. Setiap asrama atau kelompok santri dalam satu bimbingan dapat membuat peraturan tersendiri yang khusus tanpa melanggar Aturan Pokok Santri ini. 3. Pasal 27 PENYELESAIAN MASALAH SANTRI 1. Pasal 28 PERATURAN-PERATURAN YANG BERSIFAT PROSEDURAL DAN/ATAU YANG LEBIH RINCI 1. 2. 2. kehilangan dan pengrusakan c) Perkelahian Pasal 26 SANTRI MENGUNDURKAN DIRI 1. Santri yang bersangkutan sudah melanggar peraturan yang berlaku sampai terakumulasi Poin negatif sebanyak 100 Poin dan tidak ada perbaikan. 4. Peraturan–peraturan yang bersifat prosedural akan disusun tersendiri berdasarkan pada petunjuk/ketentuan-ketentuan yang tercantum pada pasalpasal terdahulu. 2. Santri atau pihak keluarganya tidak meninggalkan beban yang harus diselesaikannya. Santri yang oleh karena sesuatu ingin mengundurkan diri dari Pondok Pesantren.

Jika ada persyaratan didalamnya yang menyalahi peraturan perundangundangan yang berlaku maka Aturan Pokok Santri Pesantren Mahasiswa tersebut batal demi hukum dan yang diberlakukan adalah yang sudah diatur didalam perundang-undangan yang berlaku atau memperhatikan kebijakan yang akan ditetapkan oleh Pondok Pesantren yang sesuai dengan visi dan misi Yayasan Daarut Tauhiid. 2. 4. 3. 2. Perubahan Aturan Pokok Santri dapat dilakukan dalam forum musyawarah Bagian Santri Mukim Mahasissa Departemen Kepesantrenan Yayasan Daarut Tauhiid.Pasal 29 HAL-HAL YANG BELUM DIATUR Hal-hal yang belum diatur dalam Aturan pokok Santri ini tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku yang akan ditetapkan kemudian hari dan ditambahkan sebagai pelengkap kedalam Peraturan Pondok Pesantren ini atau dijadikan peraturan/petunjuk pelaksana. Aturan pokok Santri ini terhitung mulai tanggal ditetapkanya . Pasal 30 PERUBAHAN ATURAN POKOK SANTRI 1. Aturan Pokok Santri ini diperbanyak oleh Pengelola Departemen Kepesantrenan Pondok Pesantren untuk dibagikan kepada seluruh Santri sebagai pedoman dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar dalam Program Pendidikan Santri Pesantren Mahasiswa. Perubahan Aturan Pokok Santri sah dan mengikat jika disetujui sekurangkurangnya 3/4 dari jumlah peserta rapat. 3. . Aturan pokok Santri ini akan ditinjau ulang setiap pergantian program pendidikan santri minimal dalam 2 (Dua) Tahun. BAB X PENUTUP 1. Perubahan Aturan Pokok Santri diusulkan sekurang-kurangnya 2/3 jumlah staf Bagian Santri Pesantren Mahasiswa.

A NIP. VI Revisi BAB IV. 27 Juli 2009 Mengetahui Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang Dr. Dr.DEPARTEMEN AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG FAKULTAS TARBIYAH Jalan Gajayana No. Zainuddin M. III BAB IV. 2. H. II. 150275502 . Tanggal 13 September 2008 27 Oktober 2008 11 Juli 2009 26 Juli 2009 27 Juli 2009 27 Juli 2009 Hal yang dikonsultasikan Proposal BAB I. 5.I : Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung No 1. 3. 6. M. II. Baharuddin. 4. M. V. 50 Telepon (0341) 552398 Faksimile (0341) 552398 BUKTI KONSULTASI Nama NIM Jurusan Pembimbing Judul Skripsi : Rini Noviantini : 04110161 : Pendidikan Agama Islam : Prof. V.Pd. III Revisi BAB I. VI BAB I-VI dan Persetujuan Tanda Tangan Malang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful