1

PENERAPAN NILAI-NILAI MANAJEMEN QOLBU DALAM
MENINGKATKAN KUALITAS AKHLAK SANTRI MUKIM
(PROGRAM PESANTREN MAHASISWA)
DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG


SKRIPSI

Oleh:
Rini Noviantini
04110161










JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Agustus, 2009
2
PENERAPAN NILAI-NILAI MANAJEMEN QOLBU DALAM
MENINGKATKAN KUALITAS AKHLAK SANTRI MUKIM
(PROGRAM PESANTREN MAHASISWA)
DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN)
Maulana Malik Ibrahim Malang
untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu
Sarjana Pendidikan Islam (S Pd.I)


Oleh:
Rini Noviantini
04110161





JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Agustus, 2009
3
HALAMAN PERSETUJUAN

PENERAPAN NILAI-NILAI MANAJEMEN QOLBU DALAM
MENINGKATKAN KUALITAS AKHLAK SANTRI MUKIM
(PROGRAM PESANTREN MAHASISWA)
DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG

SKRIPSI

Oleh:
Rini Noviantini
04110161


Telah disetujui pada tanggal 27 Juli 2009
Dosen Pembimbing,




Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I
NIP. 150215385



Mengetahui,
Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam



Drs. Moh. Padil, M.Pd.I
NIP. 150267235

4
HALAMAN PENGESAHAN


PENERAPAN NILAI-NILAI MANAJEMEN QOLBU DALAM
MENINGKATKAN KUALITAS AKHLAK SANTRI MUKIM
(PROGRAM PESANTREN MAHASISWA)
DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG
SKRIPSI
Dipersiapkan dan disusun oleh
Rini Noviantini (04110161)
Telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 8 Agustus 2009
dan talah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh
gelar strata satu Sarjana Pandidikan Islam (S.Pd.I)


Panitia Ujian Tanda Tangan

Ketua Sidang
Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I : _____________________
NIP. 150215385

Sekretaris Sidang
Dr. Abdul Bashith, M.Si : ______________________
NIP. 150327264

Pembimbing
Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I : ______________________
NIP. 150215385

Penguji Utama
Prof. Dr. H. Muhaimin, MA : ______________________
NIP. 150215375


Mengesahkan,
Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang



Dr. M. Zainuddin, M.A
NIP. 150275502
5
MOTTO

نِ ا َ Vَ ا ِ - ْ -ا _ َ = َ ~ ِ - ُ - ْ ~ َ · ً ª ِ ا َ ذ َ ~ َ - َ = ْ~ َ ~ َ - َ _ ْ -ا َ = َ ~ ُ - ُ آ ُ - ُ ª
َ و ِ ا َ ذ َ - َ ~ َ - ْت َ - َ ~ َ - ِ ت ْ -ا َ = َ ~ ُ - ُ آ - ُ ª َ ا َ V َ و ِ ه َ ¸ ْ -ا َ - ْ - ُ ~

”ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal
daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, tetapi bila rusak, niscaya akan
rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama hati”
(HR. Imam Bukhari dan Muslim)
1


























1
Al-Lu’lu wa al-Marjan Fima Ittafaqa ‘Alaihi asy- syaikal, Muhammad Fuad Abdul
Baqi, dari hadits Nu’man bin Basyir, hadits no. 1020
6
PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN PERSEMBAHAN

U UU Un nn ntuk s tuk s tuk s tuk sepasang mutiara hati Babeh dan Mamah epasang mutiara hati Babeh dan Mamah epasang mutiara hati Babeh dan Mamah epasang mutiara hati Babeh dan Mamah
yang mema yang mema yang mema yang memancarkan sinar kasih sayang yang ncarkan sinar kasih sayang yang ncarkan sinar kasih sayang yang ncarkan sinar kasih sayang yang tidak pernah usa tidak pernah usa tidak pernah usa tidak pernah usai dalam mendo’akan dan i dalam mendo’akan dan i dalam mendo’akan dan i dalam mendo’akan dan
mendidik mendidik mendidik mendidikku sehingga aku mam ku sehingga aku mam ku sehingga aku mam ku sehingga aku mampu menghadapi tajamnya krikil pu menghadapi tajamnya krikil pu menghadapi tajamnya krikil pu menghadapi tajamnya krikil- -- -krikil kehidupan. krikil kehidupan. krikil kehidupan. krikil kehidupan.
Senandung kasih sayang mereka tiada tara hingga tak dapat ku ungkapkan dengan kata Senandung kasih sayang mereka tiada tara hingga tak dapat ku ungkapkan dengan kata Senandung kasih sayang mereka tiada tara hingga tak dapat ku ungkapkan dengan kata Senandung kasih sayang mereka tiada tara hingga tak dapat ku ungkapkan dengan kata- -- -
kata namun akan kata namun akan kata namun akan kata namun akan selalu ku rangkai dalam do’a, selalu ku rangkai dalam do’a, selalu ku rangkai dalam do’a, selalu ku rangkai dalam do’a,
Semoga amal mereka diridhoi oleh Allah Semoga amal mereka diridhoi oleh Allah Semoga amal mereka diridhoi oleh Allah Semoga amal mereka diridhoi oleh Allah SWT SWT SWT SWT. .. .

Yang tersayang adik Yang tersayang adik Yang tersayang adik Yang tersayang adikku Rena Novita ku Rena Novita ku Rena Novita ku Rena Novita serat Silvia Fauziah serat Silvia Fauziah serat Silvia Fauziah serat Silvia Fauziah
yang selalu mendo’akan dan memberikan dukungan pada Teh Orin dalam menuntut ilmu, yang selalu mendo’akan dan memberikan dukungan pada Teh Orin dalam menuntut ilmu, yang selalu mendo’akan dan memberikan dukungan pada Teh Orin dalam menuntut ilmu, yang selalu mendo’akan dan memberikan dukungan pada Teh Orin dalam menuntut ilmu,
dan kalianlah yang membuat Teh Orin bisa ce dan kalianlah yang membuat Teh Orin bisa ce dan kalianlah yang membuat Teh Orin bisa ce dan kalianlah yang membuat Teh Orin bisa ceria di saat pulang ke rumah, ria di saat pulang ke rumah, ria di saat pulang ke rumah, ria di saat pulang ke rumah,
Semoga Allah selalu melindungi kalian Semoga Allah selalu melindungi kalian Semoga Allah selalu melindungi kalian Semoga Allah selalu melindungi kalian. .. .

Calon suami Calon suami Calon suami Calon suamiku tercinta Ichwan Ismail A ku tercinta Ichwan Ismail A ku tercinta Ichwan Ismail A ku tercinta Ichwan Ismail Al ll l- -- -Faruqi Faruqi Faruqi Faruqi
yang selalu memberi ketenangan hati, kasih sayang, keceriaan yang selalu memberi ketenangan hati, kasih sayang, keceriaan yang selalu memberi ketenangan hati, kasih sayang, keceriaan yang selalu memberi ketenangan hati, kasih sayang, keceriaan
serta serta serta serta dukungan dalam setiap aktifitas dukungan dalam setiap aktifitas dukungan dalam setiap aktifitas dukungan dalam setiap aktifitasku, ku, ku, ku,
Engkau adalah penerang jiwa Engkau adalah penerang jiwa Engkau adalah penerang jiwa Engkau adalah penerang jiwaku, dengan mu aku bisa me ku, dengan mu aku bisa me ku, dengan mu aku bisa me ku, dengan mu aku bisa memahami mahami mahami mahami arti kehidupan, arti kehidupan, arti kehidupan, arti kehidupan,
jangan jangan jangan jangan pernah lelah menemani hari pernah lelah menemani hari pernah lelah menemani hari pernah lelah menemani hari- -- -hari hari hari hariku. ku. ku. ku.

Semua Pahlawan Semua Pahlawan Semua Pahlawan Semua Pahlawanku yang t ku yang t ku yang t ku yang telah sudi mendidik dan memberikan elah sudi mendidik dan memberikan elah sudi mendidik dan memberikan elah sudi mendidik dan memberikan bimbingan kepada bimbingan kepada bimbingan kepada bimbingan kepadaku tanpa ku tanpa ku tanpa ku tanpa
tanda jasa, Guru SD Bayabang II tanda jasa, Guru SD Bayabang II tanda jasa, Guru SD Bayabang II tanda jasa, Guru SD Bayabang II Bandung Bandung Bandung Bandung, Guru MTs Cipeundeuy , Guru MTs Cipeundeuy , Guru MTs Cipeundeuy , Guru MTs Cipeundeuy Bandung Bandung Bandung Bandung, , , , Guru Guru Guru Guru PP. PP. PP. PP.
Sabilunnajah Bandung, Sabilunnajah Bandung, Sabilunnajah Bandung, Sabilunnajah Bandung, Guru Guru Guru Guru PPP. Wali Songo Jombang, PPP. Wali Songo Jombang, PPP. Wali Songo Jombang, PPP. Wali Songo Jombang, Guru Guru Guru Guru PP. Luhur Malang, PP. Luhur Malang, PP. Luhur Malang, PP. Luhur Malang, Guru Guru Guru Guru
PPP. PPP. PPP. PPP. Al Al Al Al- -- -Hikmah Al Hikmah Al Hikmah Al Hikmah Al- -- -Fathimiyyah Malang Fathimiyyah Malang Fathimiyyah Malang Fathimiyyah Malang d dd dan semua an semua an semua an semua Dosen UIN Malang, Dosen UIN Malang, Dosen UIN Malang, Dosen UIN Malang,
Dengan ilmu yang engkau berikan, aku mampu menyibak tirai kelam dunia Dengan ilmu yang engkau berikan, aku mampu menyibak tirai kelam dunia Dengan ilmu yang engkau berikan, aku mampu menyibak tirai kelam dunia Dengan ilmu yang engkau berikan, aku mampu menyibak tirai kelam dunia. .. .

Semua teman Semua teman Semua teman Semua teman- -- -teman terbaikku, yang selalu mendukung dan membantu dalam setiap teman terbaikku, yang selalu mendukung dan membantu dalam setiap teman terbaikku, yang selalu mendukung dan membantu dalam setiap teman terbaikku, yang selalu mendukung dan membantu dalam setiap
aktifitasku aktifitasku aktifitasku aktifitasku, ,, ,
Terima kasih semuanya Terima kasih semuanya Terima kasih semuanya Terima kasih semuanya… …… …


7
Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I
Dosen Fakultas Tarbiyah
Universitas Islam Negeri Malang

NOTA DINAS PEMBIMBING

Hal : Skripsi Rini Noviantini Malang, 27 Juli 2009
Lamp : 4 (Empat) Eksemplar


Kepada Yth.
Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang
di
Malang

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan, baik dari segi isi, bahasa
maupun teknik penulisan dan setelah membaca skripsi mahasiswa yang tersebut di
bawah ini:

Nama
NIM
Jurusan
Judul Skripsi
:
:
:
:
Rini Noviantini
04110161
Pendidikan Agama Islam
Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam
Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim
(Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung

maka selaku pembimbing, kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak
diajukan untuk diujikan.
Demikian, mohon dimaklumi adanya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Pembimbing,






Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I
NIP. 150215385


8
SURAT PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan, bahwa tulisan dalam skripsi ini adalah murni
dari karya penulis dan tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk
memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu Perguruan Tinggi dan bukan jiplakan
dari karya orang lain. Jika terdapat pendapat dari orang lain, maka telah diacu
dalam naskah ini dan terdapat dalam daftar pustaka yang dicantumkan.


Malang, 27 Juli 2009


Rini Noviantini



























9
KATA PENGANTAR



Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan
ridho dan ma’unah-Nya akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan.
Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjunan umat Islam,
Nabi besar Muhammad SAW, yang dengan jiwa sucinya penuh pengorbanan dan
keikhlasan telah membimbing dan menuntun umatnya ke jalan yang penuh
dengan cahaya ilmu yang di Ridhoi oleh Allah SWT.
Tentunya skripsi ini tidak dapat terselesaikan tanpa bantuan, dukungan dan
kerjasama dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis menyampaikan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada:
1. Orang tuaku tercinta yang dengan penuh kesabaran dan keikhlasan telah
mengasuh, membimbing, membesarkan dan membiayai baik materil maupun
spiritual serta mengalirkan do’a-do’anya untuk kebahagiaan anaknya di dunia
maupun di akhirat.
2. Bapak Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, selaku Rektor Universitas Islam Negeri
(UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
3. Bapak Dr. M. Zainuddin, M.A selaku Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas
Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
10
4. Bapak Drs. Moh. Padil, M.Pd.I selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam
(PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
5. Bapak Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I selaku dosen pembimbing yang
dengan kesabaran membimbing dan memberi arahan serta masukan yang amat
berguna hingga terselesaikan skripsi ini.
6. Seluruh jajaran Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Malang yang telah banyak
memberikan ilmu kepada penulis selama di bangku kuliah.
7. KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) selaku pengasuh Pondok Pesantren
Daarut Tauhiid Bandung yang selalu memberikan ketenangan dengan
dakwahnya.
8. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah
membantu terselesaikannya skripsi ini.
Penulis menyampaikan terima kasih, semoga bantuan yang telah diberikan
mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Penulis menyadari skripsi ini masih
jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu perlu adanya koreksi, saran dan kritikan
yang konstuktif dan sifatnya membangun dari seluruh pembaca yang budiman
senantiasa penulis selalu mengharapkan demi perbaikan skripsi ini. Semoga
skripsi ini dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi semua pihak.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Penulis

11
DAFTAR GAMBAR DAN TABEL

Gambar 2.1
Gambar 4.2
Gambar 4.3
Gambar 4.4
Gambar 4.5
Gambar 4.6
Tabel 4.1

Tabel 4.2
Tabel 4.3
:
:
:
:
:
:
:

:
:
Pembagian kecerdasan ....................................................
Langkah Praktis Pengenalan diri .....................................
Proses Lisan Berkualitas .................................................
Mengelola Waktu ............................................................
Proses Komukasi Berkualitas ..........................................
Santri Harapan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid ……..
Jadwal Aktivitas Program Pesantren Mahasiswa (PPM)
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung 2008-2009
Format Muhasabah Harian ..............................................
Karakter Santri Daarut Tauhiid .......................................
26
92
103
111
115
136

132
135
137











12
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I
Lampiran II
Lampiran III
Lampiran IV
Lampiran V


Lampiran VI
Lampiran VII
:
:
:
:
:


:
:

Struktur Organisasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Struktur Organisasi Yayasan Daarut Tauhid
Struktur Organisasi Direktorat Pendidikan
Aturan Pokok Santri Pesantren Mahasiswa
Data santri Mukim Akhwat dan Ikhwan Program Pesantren
Mahasiswa Angkatan 2 Periode September 2008-Agustus
2009
Peta Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Kegiatan Santri Daarut Tauhiid











13
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................
HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................
HALAMAN PENGESAHAN .....................................................................
HALAMAN MOTTO .................................................................................
HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................
HALAMAN NOTA DINAS PEMBIMBING ...........................................
HALAMAN PERNYATAAN ....................................................................
KATA PENGANTAR .................................................................................
DAFTAR GAMBAR DAN TABEL ..........................................................
DAFTAR LAMPIRAN ...............................................................................
DAFTAR ISI ...............................................................................................
ABSTRAK ...................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .............................................................
B. Rumusan Masalah .......................................................................
C. Tujuan Penelitian ........................................................................
D. Kegunaan Penelitian ...................................................................
E. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian ..............................
F. Definisi Operasional ...................................................................
G. Sistem Pembahasan .....................................................................

i
ii
iii
iv
v
vi
vii
viii
x
xi
xii
xvi


1
9
9
9
10
11
11

14
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Manajemen Qolbu ......................................................................
1. Pengertian Manajemen Qolbu ...............................................
2. Konsep Manajemen Qolbu ...................................................
3. Pembagian Hati .....................................................................
4. Qolbu Pusat Kecerdasan Ruhani ...........................................
5. Al-Qur’an sebagai Obat Hati dari Berbagai Penyakit ...........
B. Pensucian Jiwa (Tazkiyah An-Nafs) dalam Tasawuf ………......
1. Pengertian An-Nafs Menurut Bahasa …………...…………
2. An-Nafs dalam Al-Qur’an …………………………………
3. An-Nafs dalam Tasawuf …………………………………...
4. Metode Tazkiyah An-Nafs …………………………………
C. Akhlak dan Pondok Pesantren ...................................................
1. Pengertian Akhlak dan Ruang Lingkup Akhlak ...................
2. Akhlak Terhadap Allah, Manusia dan Lingkungan Hidup.....
3. Pendidikan Akhlak Islam .......................................................
4. Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam ........
5. Materi Pelajaran dan Metode Pengajaran Pondok Pesantren..
6. Pertumbuhan Kelembagaan Pondok Pesantren ......................
BAB III METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ..............................................
B. Kehadiran Peneliti ....................................................................
C. Lokasi Penelitian ......................................................................

13
13
17
20
23
28
30
30
31
34
38
47
47
53
58
59
64
68

71
72
73
15
D. Sumber Data .............................................................................
E. Prosedur Pengumpulan Data ....................................................
F. Analisis Data ............................................................................
G. Pengecekan Keabsahan Temuan Data .....................................
H. Tahap-Tahap Penelitian ...........................................................
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Latar Belakang Objek ..............................................................
1. Sejarah Pondok Pesantren Daarut Tauhiid .........................
2. Letak Geografis ..................................................................
3. Struktur Organisasi ............................................................
4. Visi, Misi, Tujuan, Target dan Strategi ..............................
5. Pola Kepemimpinan ...........................................................
B. Penyajian Data .........................................................................
1. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam
Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program
Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut
Tauhiid Bandung ................................................................
2. Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan
Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan
Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren
Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung .............................................................................

73
74
77
78
78

80
80
83
83
85
87
89



89




141

16
BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
A. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu Dalam Meningkatkan
Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren
Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung .......
B. Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Nilai-
Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas
Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung ...............................
BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan ..............................................................................
B. Saran .........................................................................................
DAFTAR RUJUKAN
LAMPIRAN-LAMPIRAN



146



150

152
155















17
ABSTRAK

Noviantini, Rini, Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan
Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam,
Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim
Malang, Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I

Manajemen berasal dari bahasa Inggris yaitu to manage yang sinonimnya
antara lain to hand berati mengurus, to control berarti mengawasi dan to guide
berarti memimpin. Qolbu adalah hati nurani yang menerima limpahan cahaya
kebenaran ilahiyah yaitu ruh. Manajemen Qolbu artinya bagaimana mengelola
hati supaya potensi positifnya bisa berkembang maksimal mengiringi kemampuan
berpikir dan bertindak, sehingga sekujur sikapnya menjadi positif dan potensi
negatifnya segera terdeteksi dan dikendalikan sehingga tidak berbuah menjadi
tindakan yang negatif.
Dengan adanya Manajemen Qolbu maka akan melahirkan akhlak yang
baik. Akhlak ialah bentuk jamak dari khuluq (khuluqun) yang berarti budi pekerti,
perangai, tingkah laku atau tabi’at. Pondok Pesantren tidak hanya berfungsi
sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga berfungsi sebagai lembaga sosial dan
penyiaran agama, sehingga mudah mempraktekan nilai-nilai Manajemen Qolbu
supaya kualitas akhlak menjadi lebih baik.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan nilai-
nilai Manajemen Qolbu dan apa faktor-faktor pendukung dan penghambat
penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak
santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut
Tauhiid Bandung. Tujuannya mendeskripsikan penerapan nilai-nilai Manajemen
Qolbu dan faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai
Manajemen Qolbu.
Jenis penelitian ini adalah Kualitatif. Teknik pengumpulan data
menggunakan metode Observasi, Interview, Dokumentasi dan pembahasan
menggunakan metode deskriptif kualitatif yang sebagian besar berasal dari catatan
pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Kemudian catatan tersebut di analisis
untuk memperoleh tema dan pola-pola yang dideskripsikan dan diilustrasikan
dengan contoh-contoh, termasuk kutipan-kutipan dan rangkuman dari dokumen.
Hasil dari penelitian ini adalah Program Pesantren Mahasiswa (PPM)
sebagai sebuah program pendidikan yang berorientasi pada penanaman aqidah,
pengembangan potensi dan pembentukan sikap, dengan harapan menjadi solusi
alternatif bagi bangsa. Manajemen Qolbu Aa Gym merupakan upaya pengelolaan
atau penataan hati dengan berbagai kiat-kiatnya yakni agar hati selalu bersih,
karena hati merupakan pusat dari segala perbuatan manusia. Faktor pendukung
internal yakni pengasuh, pengurus dan santri, faktor eksternal yakni wali santri
dan lingkungan. Faktor penghambat yakni masih membutuhkan dana yang lebih,
rasa malas karena kelelahan dan kurang kesadaran dari santri dalam mengikuti
program.
Kata Kunci: Manajemen Qolbu, Kualitas Akhlak
18
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sampai saat ini ada satu bagian dari dalam tubuh manusia yang banyak
menyita perhatian para ahli, utamanya ahli di bidang biologi, kedokteran dan
psikolagi yakni otak. Otak menjadi pusat perhatian yang paling tinggi, tidak
seperti perhatian mereka terhadap organ-organ tubuh yang lain. Sedikit demi
sedikit para pemerhati masalah ini telah menyimpulkan penelitian-penelitian
mereka. Misteri tentang otak manusia mulai terpecahkan dan teori-teori baru
tentang otak mulai dikembangkan, Neurologi menjadi ilmu yang paling maju
yang bisa dicapai dalam masalah yang satu ini.
2

Sementara itu, ada satu bagian lagi dari dalam tubuh manusia yang juga
menyita perhatian, bahkan sudah sangat lama, hanya saja tidak seperti perhatian
para ahli terhadap otak. Perhatian terhadap satu organ ini datang kebanyakan
bukan dari para ahli bidang biologi, kedokteran atau psikologi melainkan para
pemikir di bidang filsafat, sosial dan utamanya agama. Organ tersebut adalah hati,
jika gagasan-gagasan, konsep-konsep dan teori-teori tentang otak manusia sudah
banyak bermunculan maka tidak demikian dengan gagasan, konsep, teori tentang
hati. Misteri-misteri tentang hati masih tersembunyi rapat-rapat, serapat letaknya
di dalam tubuh manusia.

2
Muhammad Muhyidin, The True Power of Heart (Jogjakarta: Diva Press, 2007), hlm.
31
19
Walaupun demikian, tampaknya perhatian terhadap kedua organ dalam
tersebut sudah sama-sama tua. Di jaman Yunani kuno, pembicaraan otak dengan
hati sudah dimulai, hanya saja pembicaraan keduanya berangkat lebih banyak dari
pemikiran yang sifatnya spekulatif belaka. Dalam perkembangannya kemajuan
sains dan teknologi meniscayakan kita untuk melakukan penelitian terhadap otak,
tetapi sekaligus melokalisasi fokus perhatian tersebut pada organ yang satu ini.
3

Terdapat banyak alasan mengapa perhatian terhadap hati tidak setinggi
perhatian terhadap otak. Diantaranya karena persoalan letak, dari sisi ini
penelitian terhadap otak lebih dimungkinkan dari pada penelitian terhadap hati.
Alasan lain sudah diyakini bahwa otak merupakan pusat segala kecerdasan yang
niscaya dimiliki oleh manusia, padahal kecerdasan merupakan satu tema sentral
dalam kehidupan manusia sendiri, yang darinya manusia berbeda dan
membedakan diri dengan makhluk hidup yang lain.
Alasan yang lain sampai saat ini tampaknya sains dan teknologi belum
berhasil menemukan alat-alat tertentu yang sanggup digunakan untuk meneliti hati
sebagaimana alat-alat tertentu yang sudah ditemukan dan dapat digunkan untuk
meneliti otak. Hati atau jantung selama ini lebih banyak dibicarakan dan dibahas
dari sudut kedokteran saja, dari sisi sehat dan sakitnya secara fisik saja, yang
memang hal tersebut sangat penting bagi kehidupan manusia. Penyakit jantung
atau penyakit liver merupakan jenis penyakit yang berbahaya dan mematikan,
penyakit seperti ini tidak sama dengan penyakit stres atau pusing kepala.

3
Ibid., hlm. 32
20
Dari kenyataan yang demikian itu, dorongan terhadap sains dan teknologi
agar bisa menghasilkan alat-alat penelitian yang khusus untuk membuka tabir
misteri hati tampaknya perlu terus-menuerus dilakukan. Para ilmuan bidang ini
tampaknya harus membuka diri untuk menerima asumsi-asumsi agama terhadap
organ yang satu ini. Mereka tidak bisa menutup mata terhadap kebenaran agama
yang menyatakan bahwa hati merupakan organ tubuh yang sangat vital dan sangat
penting.
Pembahasan tentang rahasia-rahasia hati ini lebih banyak bertolak dari
sudut pandang agama, logika dan falsafat bukan dari sudut pandang sains positif.
Alasannya sangat sulit untuk menemukan referensi atau rujukan ilmiah tentang
masalah ini. Walaupun demikian, tidak ada satu pun manusia yang berakal sehat
yang hidup di dunia ini meragukan fakta bahwa hati demikian kuat pengaruhnya
dalam kehidupan manusia sendiri.
Sifat-sifat seperti kebaikan, keluhuran, kelembutan, cinta-kasih, keadilan
dan kebenaran yang telah ditunjukan oleh manusia merupakan kenyataan yang
tidak mungkin dipungkiri. Demikian halnya sifat-sifat seperti tamak, rakus,
sombong, khianat, benci, dendam, amarah dan lain sebagianya, yang juga turut
meramaikan jiwa manusia merupakan fakta-fakta yang juga tidak bisa dipungkiri.
Para ilmuan atau para ahli di bidang otak sendiri mengakui keberadaan
sumber atau pusat keberadaan sifat-sifat yang seperti ini bukan berada di otak.
Berkhayal, berfantasi, berimajinas dan berpikir merupakan fungsi otak sedangkan
benar, adil, jujur, marah, benci, dendam dan seterusnya ini tidak termasuk dalam
kategori khayalan, fantasi, imajinasi dan pikiran. Sebagainya masuk ke dalam
21
kategori rasa dan sumber atau pusat rasa juga tidak terdapat di otak, kecuali otak
hanya mampu berpikir tentang rasa yang kemudian dapat disebut sebagai
”Kecerdasan Emosional”. Otak juga mampu berpikir tentang benar, adil, jujur,
cinta-kasih, kelembutan dan keyakinan terhadap kekuatan yang bersifat
Suprarasional, yang kemudian disebut sebagai ”Kecerdasan Spiritual”, tetapi
sumber atau pusat dari sifat-sifat ini lagi-lagi bukan berada di otak.
4

Hati tidak mempunyai batas atau ukuran-ukuran permanen, sebagaimana
makna hati itu sendiri yang bersifat kondisional (ahwal) dan tidak memiliki
pengertian yang statis (maqamah), hati tidak mungkin diukur dengan batasan-
batasan atau dibatasi dengan ukuran-ukuran yang pasti. Ungkapan Pascal yang
dikutip Tasmara Toto yaitu ”Le coeur a ses raisons que la raisons ne connait
pas” hati mempunyai akalnya sendiri yang tidak bisa dimengerti oleh akal
budinya. Pascal melanjutkan bahwa kebenaran hanya dapat diketahui jika kita
mau mendengar suara hati (logique de coeur), walaupun seharusnya lebih
ditegaskan bahwa kebenaran hanya mungkin diketahui dan dirasakan nyata
apabila kita mau melaksanakan kata hati bukan hanya mendengar.
5

Agama sebagimana juga logika dan falsafah menyebutkan sumber atau
pusat sifat-sifat adalah hati bukan otak. Oleh karena itu membahas rahasi-rahasia
hati adalah sebagia dasar kita untuk mengerti dan memahami kekuatan-kekuatan
yang dimilikinya, dan bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan kita sendiri.
Memahami dan menangkap hati secara utuh adalah kemustahilan. Kita hanya

4
Ibid., hlm. 36
5
Toto Tasmara, Kecerdasan Ruhaniah (Transcendental Intelligence) (Jakarta: Gema
Insani,, 2001), hlm. 45
22
dapat memahami melalui asumsi-asumsi dari proses perenungan yang sangat
personal karena di dalam hati terdapat barbagai hayalan dan filsafat agama, tema
yang berkaitan dengan hati menjadi masalah yang selalu menarik untuk
memahaminya secara lebih mendalam.
Langkah awal untuk membuka dan memahami rahasia-rahasia hati maka
memerlukan pijakan yakni dasar-dasar rujukan yang paling diyakini benar dan
sangat bisa untuk dipertanggungjawabkan tentang informasi-informasi mengenai
hati. Ayat-ayat Al-Qur’an al-Karim adalah pilihan yang paling tepat untuk
menjadi dasar dan pijaka memasuki rahasia-rahasia hati.
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung menerapkan konsep
Manajemen Qolbu dalam dakwahnya. Pesantren ini mulanya adalah sebuah
majelis dzikir yang dipimpin langsung oleh KH. Abdullah Gymnastiar atau yang
lebih dikenal Aa Gym. Lambat laun majelis ini merangkak menjadi sebuah
pengajian rutin dan terus berkembang sampai akhirnya jadilah Daarut Tauhiid
dengan berbagai lembaga pendukungnya.
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid adalah Pesantren Alternatif karena
aktivitas dakwah di Daarut Tauhiid berbeda dengan umumnya Pesantren, biasanya
yang disebut Pesantren adalah lembaga pendidikan keislaman yang di dalamnya
terdapat kiai, santri, masjid, pondok dan pengkajian kitab Islam klasik (kitab
kuning) dan biasanya Pesantren seperti ini disebut Pesantren tradisional atau
Pesantren salaf. Di Daarut Tauhiid kriteria seperti di atas tidak terpenuhi. Di
Daarut Tauhiid tidak ada pengkajian khusus secara mendalam mengkaji kitab
Islam klasik seperti di Pesantren tradisional, kalaupun ada porsinya sangat sedikit.
23
Santri Daarut Tauhiid tidak hanya mempelajari agama yang behubungan dengan
ibadah tetapi juga mempelajari ilmu yang berhubungan dengan alam semesta.
6

Pondok Pesantren Daarut Tauhiid memiliki keunikan tersendiri
dibandingkan dengan umumnya Pesantren yang terdapat di negeri ini, baik yang
tergolong tradisional maupun modern. Pertama, kiai atau ustad yang memimpin
dan mengajar di Daarut Tauhiid telah dididik dalam dua kultur yaitu modern dan
tradisional. Kultur modern maksudnya adalah para ustad tersebut telah dididik
atau bersentuhan baik secara akademis maupun kultural dengan sistem pendidikan
modern. Namun, di sisi lain para ustad tersebut selain berpendidikan modern juga
bersentuhan dengan sistem pendidikan tradisional Pesantren, seperti umumnya
figur kiai di Indonesia.
Kedua, kiai atau ustad tampaknya bukanlah figur segala-galanya dan
bukan juga pemegang kebijaksanaan tunggal Pesantren. Akibatnya, gaya
kepemimpinan Daarut Tauhiid tidak lagi bersifat sentralistis, melainkan
demokratis. Bahkan gaya seperti ini tampaknya mulai mempengaruhi sistem
pengajaran Pesantren, santri atau jamaah pengajian diberi kebebasan seluas-
luasnya untuk mengekspresikan pendapat, bertanya dan menjalankan agamanya,
serta bersikap kritis terhadap apa yang disampaikan oleh kiai atau ustad. Mungkin
sesuai dengan karekter Pesantren dan figur Aa Gym di dalamnya, ”khidmat”
berlebihan kepada kiai atau ustad yang cenderung melahirkan ”kultus” tidak
dikenal di Pesantren ini. Di Daarut Tauhiid justru yang terlihat aroma

6
Hernowo dan M. Deden Ridwan, Aa Gym dan Fenomena Daarut Tauhiid (Bandung:
PT. Mizan Pustaka, 2003), hlm. 28-30
24
kebersamaan dan sikap egaliter, kendati prinsip disiplin tetap dipraktikkan secara
ketat.
7

Pondok Pesantren Daarut Tauhiid sengaja didesain menjadi pesantren
yang benar-benar berbaur dengan masyarakat atau dikenal dengan konsep tanpa
batas (virtual). Santrinya menyewa rumah di masyarakat sehingga diharapkan
selain akan mewarnai masyarakat sekitarnya juga menghidupkan ekonomi
masyarakat dengan makan dan belanja di warung sekitarnya. Adapun yang
menjadi santri adalah dari semua lapisan masyarakat yang terdiri dari para
mahasiswa, tetangga, pedagang, tukang beca, supir, anak jalanan, polisi dan
aparat pemerintah sehingga menjadi satu kesatuan.
8
Sebagai Pesantren yang
berada di tengah kota, Daarut Tauhid memang dimaksudkan untuk mengincar
segmen masyarakat perkotaan yang ingin memperdalam ilmu agama.
Aktivitas keislaman di Daarut Tauhiid terfokus pada kegiatan dakwah, di
sini lebih bermakna pendidikan bukan dakwah dalam pengertian konvensional.
Pola dakwahnya meliputi ceramah umum yang rutin diselenggarakan, ada lagi
yang disebut kategori pendidikan khusus seperti salah satunya objek yang penulis
teliti yaitu santri mukim Program Pesantren Mahasiwa (PPM) dan waktunya
relatif ada yang 3 bulan, 1 tahun dan sebagainya, tetapi dengan kurikulum yang
jelas.


7
Ibid., hlm. 29-30
8
Abdullah Gymnastiar, Aa Gym Apa Adanya Sebuah Qolbugrafi (Bandung: Khas MQ,
2006), hlm. 98
25
Model pendidikan yang dikedepankan oleh Daarut Tauhid dikenal dengan
sebutan "Manajemen Qalbu", konsep yang digelontorkan oleh KH. Abdullah
Gymnastiar. Sebuah metode yang mengajak pesertanya untuk mampu
menseleraskan olah pikir, olah hati dan olah tindakan (dzikir). Intinya adalah
memenej dan memelihara kebeningan hati dengan cara mengenal Allah lebih
mendalam (dengan amalan/dzikir), untuk kemudian mengisinya dengan nilai-nilai
ruhani Islam seperti sabar, ridho, tawakkal, ikhlas, jujur, disertai dengan ikhtiar.
Aa Gym telah bertahun-tahun berusaha untuk menemukan konsep praktis
Manajemen Qolbu ini, berusaha menggali konsep ini bukan dari kekuatan orang
lain, melainkan dari kedalaman dirinya sendiri. Proses introspeksi diri yang
dilakukannya baik bersama seluruh keluarga, santri dan para sahabat maupun
dirinya sendiri terutama ketika berada sendirian di keheningan malam atau saat
terpojok oleh masalah-masalah duniawi terasa cukup efektif untuk merumuskan
konsep Manajemen Qolbu ini. Ternyata Manajemen Qolbu menunjukkan bahwa
manusia mampu mengendalikan dirinya.
9

Tujuan Manajemen Qolbu yang penting lagi adalah mengajak kita untuk
mengembangkan dan mengedepankan hati yang terberkahi, tersucikan dan
tercerahkan, sehingga hati ini dapat memandu kehidupan kita menuju kepada
tujuan kehidupan yang hakiki. Tujuan yang hakiki menghendaki pemahaman yang
baik dalam proses mencapai tujuan, sedangkan pemahaman yang baik hanya akan
kita dapatkan manakala kita telah berhasil memahami rahasia-rahasia hati itu
sendiri.

9
Hernowo dan M. Deden Ridwan, op cit., hlm. 227
26
B. Rumusan Masalah
Penelitian ini memiliki rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan
kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung?
2. Apa faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai
Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim
(Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Mendeskripsikan penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam
meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren
Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung
2. Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai
Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim
(Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung
D. Kegunaan Penelitian
1. Secara teoritis, diharapkan dapat memeberikan pengetahuan dan
memperkaya khazanah kepustakaan di Perguruan Tinggi serta dapat
dijadikan bahan pijakan untuk penelitian berikutnya dan sebagai
27
pengalaman dalam mengembangkan dan membina kemampuan peneliti
dalam menyusun mukim ilmiah.
2. Secara praktis, dapat memberikan informasi dan untuk mengetahui serta
memberikan gambaran yang jelas tentang penerapan nilai-nilai
Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim
(Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung.
E. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
Untuk menghindari perluasan masalah dalam pembahasan skripsi ini
sekaligus untuk mempermudah pemahaman, maka dalam penulisan skripsi ini
dibatasi hanya akan membahas tentang penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu
dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren
Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung dan faktor-faktor
pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam
meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Apabila ada permasalahan diluar
pembahasan tersebut maka sifatnya hanyalah sebagai penyempurna sehingga
pembahasan ini sampai pada sasaran yang dituju.





28
F. Definisi Operasional
1. Manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk
mencapai sasaran
10

2. Qolbu adalah hati nurani yang menerima limpahan cahaya kebenaran
ilahiyah yaitu ruh
11

3. Kualitas adalah mutu; baik buruknya barang
12

4. Akhlak adalah budi pekerti, adat kebiasaan, perangai, muru’ah atau segala
sesuatu yang sudah menjadi tabi’at
13

G. Sistematika Pembahasan
Untuk memperoleh suatu gambaran secara garis besar dari penelitian
ini, maka penelitian menguraikan dalam enam bab sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bagian ini bertujuan sebagai pengantar kepada pembaca yang meliputi: latar
belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, ruang
lingkup dan keterbatasan penelitian, definisi operasional, dan sistematika
pembahasan.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Bagian ini merupakan kajian teori yang berkaitan dengan penelitian yang
dilakukan dan menjadi dasar dalam penelaahan, yang meliputi: Manajemen

10
Dessy Anwar, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Surabaya: Mukim Abditama, 2001),
hlm. 274

11
Toto Tasmara, op. cit., hlm. 45
12
Pius A Partanto dan M Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Populer (Surabaya: Arbola,
1994), hlm. 384
13
Abuddin Nata, Akhlak Tasawuf (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2003), hlm. 2
29
Qolbu, Pensucian Jiwa (Tazkiyah An-Nafs) dalam Tasawuf , Akhlak dan
Pondok Pesantren.
BAB III METODE PENELITIAN
Bagian ini meliputi: pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti, lokasi
penelitian, sumber data, proses pengumpulan data, analisis data, pengecekan
keabsahan temuan data dan tahap-tahap penelitian.
BAB IV HASIL PENELITIAN
Bagian ini meliputi latar belakang objek: sejarah Pondok Pesantren Daarut
Tauhiid, letal geografis, struktur organisasi, visi dan misi dan pola
kepemimpinan. Penyajian data: penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam
meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa)
di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, faktor-faktor pendukung dan
penghambat penerapan Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas
akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren
Daarut Tauhiid Bandung
BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Bagian ini merupakan pembahasan hasil peneitian dan pembahasan terhadap
temuan-temuan
BAB VI PENUTUP
Bagian ini merupakan bab terakhir dari skripsi ini, oleh karena itu penulis
akan memberikan kesimpulan dari pembahasan yang bersifat empiris,
kemudian dilanjutkan dengan pemberian saran.


30
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Manajemen Qolbu
1. Pengertian Manajemen Qolbu
Manajemen Qolbu berasal dari kata manajemen dan qolbu. Kata
manajemen berasal dari bahasa Inggris yaitu to manage yang sinonimnya
antara lain to hand berati mengurus, to control berarti mengawasi dan to guide
berarti memimpin. Jadi, apabila dilihat dari asal katanya manajemen berarti
pengurusan, pengendalian, memimpin, membimbing, kepemimpinan,
ketatalaksanan, pembinaan dan ketatapengurusan pengelolaan.
14
Manajemen
adalah proses pembimbingan dan pemberian fasilitas terhadap pekerjaan
orang-orang yang terorganisir dalam kelompok formil untuk mencapai suatu
tujuan yang dikehendaki.
15

Secara sederhana manajemen berarti pengelolaan atau pentadbiran,
artinya sekecil apa pun potensi yang ada apabila dikelola dengan tepat, akan
dapat terbaca, tergali, tertata dan berkembang secara optimal.
16

Qolbu adalah hati nurani yang menerima limpahan cahaya kebenaran
ilahiyah yaitu ruh.
17
Sebagaimana sejak di alam ruh, manusia telah melakukan
kesaksian kebenaran,

14
M. Yatimin Abdullah, Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an (Jakarta: Amzah,
2007), hlm. 159
15
John D. Millet, Management in the public service (http: www.google.com, diakses 10
Agustus 2009)
16
Abdullah Gymnastiar, Jagalah Hati Step by Step Manajemen Qolbu (Bandung: Khas
MQ, 2006), hlm. xvi
31
øŒÎ)´ρ ‹{& 7•/´‘ ÏΒ ûÍ_/ ΠŠ#´ ÏΒ óΟÏδÍ‘θßγàß öΝåκJ−ƒÍh‘èŒ öΝèδ‰κô−&´ρ ´’?ã öΝÍκŦàΡ&
àMó¡9& öΝä3În/Î/ ( #θä9$% ’?/ $Ρô‰Îγ© χ& #θä9θà)? Πöθƒ Ïπϑ≈´ŠÉ)ø9# $‾ΡÎ) $¨Ζà2
ôã #‹≈δ ,Î#Ï≈î ∩⊇∠⊄∪

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak
Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap
jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku Ini Tuhanmu?"
mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi
saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu
tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-
orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)"
(QS. Al-A’raaf: 172)
Qolbu adalah bentuk masdar dari qalaba yang artinya berubah-ubah,
berbolak-balik, tidak konsisten, berganti-ganti. Qolbu merupakan lokus atau
tempat di dalam jiwa manusia yang merupakan titik sentral atau awal segala
awal yang menggerakkan perbuatan manusia yang cenderung kepada kebaikan
dan keburukan. Qolbu juga merupakan sagfana atau hamparan yang menerima
suara hati (conscience) yang berasal dari ruh dan disebut dengan nurani, yang
menerangi atau memberikan arah pada manusia untuk bertindak dan bersikap
berdasarkan keyakinan atau prinsip yang dimiliki.

17
Toto Tasmara, Kecerdasan Ruhaniah (Transcendental Intelligence) (Jakarta: Gema
Insani,, 2001), hlm. 45
32
Dengan qolbu itulah, Allah memuliakan manusia dari segala makhluk
yang diciptakan-Nya. Sebaliknya, karena qolbu itu pula manusia merusak
dirinya sendiri. Hal ini bisa terjadi dikarenakan qolbu merupkan titik sentral
kecerdasan dan sekaligus kebodohan ruhaniah bagi manusia. Itulah sebabnya,
Allah menempatkan qolbu sebagai sentral kesadaran manusia sehingga Allah
tidak mempedulikan tindakan yang tampak kasat mata, bahkan Allah
memafkan kasalahan yang tidak dengan sengaja disuarakan oleh hati nurani
manusia.
Allah tidak memandang apa yang tampak, tetapi melihat yang lebih
esensial yaitu qolbu manusia, karena dari sinilah berangkat segala tindakan
yang autentik. Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya Allah tidak memandang bentuk wajahmu, tidak
memandang badanmu, melainkan Dia memandang qolbumu”
Di dalam qolbu terhimpun perasaan moral, mengalami dan menghayati
tentang salah-benar, baik-buruk, serta berbagai keputusan yang harus
dipertanggungjawabkannya secara sadar, sehingga kualitas qolbu akan
menentukan apakah dirinya bisa tampil sebagai subjek, bahkan sebagai wakil
Tuhan di muka bumi ataukah terpuruk dalam kebinatangan yang hina, bahkan
lebih hina dari binatang yang melata.
Qolbu merupakan awal dari sikap sejati manusia yang paling autentik
yaitu kejujuran, keyakinan dan prinsip-prinsip kebenaran. Perasaan moral
tersebut akan ditampilkan dalam bentuk tindakan yang berorientasi pada
prestasi (achievemnents orientation) amal saleh. Dengan pemahaman ini,
33
tumbuhlah kecerdasan ruhaniah yang paling awal yaitu kesadaran untuk
bertanggung jawab.
Salah satu fungsi qolbu adalah merasakan dan mengalami, yang
artinya qolbu mampu menangkap fungsi indrawi yang dirangkum dan
dipantulkan kembali ke dunia luar, dan proses ini disebut menghayati. Dalam
proses mengalami dan menghayati itu, manusia sadar akan dirinya dalam
konteksnya dengan dunia luar. Sedangkan, di dalam proses menghayati
manusia sadar akan seluruh tanggungjawab perbuatannya. Pengalaman
bersifat kualitatif physical (badani, nafsiah), sedangkan penghayatan bersifat
kualitatif psychical spiritual (ruhiah).
18

Pada tubuh manusia terdapat tiga rasa yang melekat. Pertama, rasa
indrawi (badaniah) misalnya: pahit, manis dan asin. Kedua, rasa vital
(nafsiyah) misalnya: segar, bugar. Ketiga, rasa qolbiyah misalnya: cinta,
benci, bahagia dan derita, termasuk di dalam rasa qolbiyah ini adalah rasa
yang paling luhur yaitu rasa ruhiyah yang mencakup kearifan dan kebenaran
Ilahiah atau yang dikenal dengan istilah ma’rifah.
19

Qolbu adalah hati nurani atau lubuk hati yang paling dalam, yang
merupakan sarana terpenting yang telah dikaruniakan Allah kepada manusia.
Hati adalah tempat bersemayamnya niat, yakni yang menentukan nilai
perbuatan seseorang. Niat ini selanjutnya diproses oleh akal pikiran agar bisa

18
Ibid., hlm. 48
19
Ibid..
34
direalisasikan dengan efektif dan efisien oleh jasad kita dalam bentuk amal
perbuatan.
20

Menurut Dr. Ali Abdul Halim Mahmud,
Al-qalbu atau hati yang dimaksud dengannya bisa berupa anggota khusus
yang berada dalam tubuh manusia yang menopang aliran darah. Namun,
bukan ini yang kami maksud .... Qalbu dengan makna ini adalah hakikat
manusia. Dialah bagian yang menyerap, menangkap, dan memiliki
pemahaman dalam diri manusia. Dialah yang diberi tugas hukum, yang
akan diperhitungkan, yang akan diberi ganjaran, dan yang akan mendapat
kecaman
21


2. Konsep Manajemen Qolbu
Konsep Manajemen Qolbu (MQ) kali pertama dikembangkan oleh
KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) pada tahun 1990, untuk kalangan intern
Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung. Setelah terbukti ada manfaatnya,
sejak tahun 1998 mulai dikembangkan ke beberapa lembaga di luar
pesantren.
22

Manajemen Qolbu bukanlah hal baru dalam Islam. Konsep ini
hanyalah sebuah format dakwah yang bersumber dari Al-Qur’an Surat Asy-
Syam: 9-10
ô‰% x=øù& Β $γ8©.— ∩∪ ô‰%´ρ ´>%{ Β $γ9¢™Š ∩⊇⊃∪
Artinya: Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.


20
Abdullah Gymnastiar, loc.cit.
21
Ali Abdul Halim Mahmud, Pendidikan Ruhani (Jakarta: Gema Insani Press, 2000),
hlm. 62
22
Ibid., hlm. xvi
35
dan Al-Hadits Riwayat Muslim:
ُ ªُ ´ 'ُ آ ُ -َ -َ =ْ 'ا َ _َ 'َ - ْ-َ =َ 'َ - َ ذِ ا ً ªَ ·ْ -ُ - ِ -َ-َ =ْ 'ا _ِ · ´ نِ ا َ `َ ا

ُ -ْ 'َ -ْ 'ا َ ¸ِ هَ و َ `َ ا ُ ª´ 'ُ آ ُ -َ -َ =ْ 'ا ِ تَ -َ -َ · ْتَ-َ -َ · َ ذِ اَ و

Artinya: Ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau
segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, tetapi
bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal
daging itu bernama hati.
Menyimak dari itu dikemaslah dalam bahasa yang lebih aktual yaitu
Manajemen Qolbu, artinya bagaimana mengelola hati supaya potensi
positifnya bisa berkembang maksimal mengiringi kemampuan berpikir dan
bertindak, sehingga sekujur sikapnya menjadi positif dan potensi negatifnya
segera terdeteksi dan dikendalikan sehingga tidak berbuah menjadi tindakan
yang negatif.
23

Dalam konsep Manajemen Qolbu setiap keinginan, perasaan atau
dorongan apa pun yang keluar dari dalam diri seseorang akan tersaring niatnya
sehingga melahirkan suatu kebaikan dan kemuliaan serta penuh dengan
manfaat, tidak hanya bagi kehidupan dunia tetapi juga untuk kehidupan
akhirat. Dengan pengelolaan hati yang baik, maka seorang juga dapat
merespon segala bentuk aksi atau tindakan dari luar dirinya baik itu positif
maupun negatif secara proporsional.


23
Abdullah Gymnastiar, Aa Gym Apa Adanya (Bandung: Khas MQ, 2006), hlm. 150
36
Respon yang terkelola dengan sangat baik akan membuat reaksi yang
dikeluarkannya menjadi positif dan jauh dari hal-hal mudharat. Dengan kata
lain, setiap aktifitas lahir dan batinnya telah tersaring sedemikian rupa oleh
proses Manajemen Qolbu. Karena itu, yang muncul hanyalah satu yaitu sikap
yang penuh kemuliaan dengan pertimbangan nurani yang tulus.
Peran hati dalam mengendalikan anggota-anggota badan sebagaimana
peran seorang raja dalam mengendalikan tentara-tentaranya, di mana
semuanya harus atas perintahnya, dan dia menggunkannya sebagaimana dia
kehendaki, maka semua anggota badan itu seharusnya berada di bawah
penghambaan dan kekuasaannya. Dari hatilah anggota-anggoat memperoleh
bekal untuk beerlaku istiqamah atau ragu-ragu. Jadi hati adalah raja bagi
seluruh anggota badan, sedangkan anggota tubuh yang melaksanakan segala
perintah hati dan menerima segala hadiah yang diberikan kepadanya. Segala
amal anggota badan tidak mungkin pernah lurus hingga bersumber dari tujuan
dan niatnya. Hatilah yang bertanggung jawab atas segala tindakan anggota
badan, karena setiap pemimpin harus bertanggung jawab atas seluruh
rakyatnya.
24

Dengan demikian, melalui konsep Manajemen Qolbu seseorang bisa
diarahkan agar menjadi sangat peka dalam mengelola sekecil apa pun potensi
yang ada dalam dirinya menjadi sesuatu yang bernilai kemuliaan serta
memberi manfaat besar, baik bagi dirinya sendiri maupun makhluk Allah

24
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Obat Hati Antara Terapi Ibnul Qayyim & Ilusi Kaum Sufi;
Karya dan Pemikirannya, terj., Tajudin. (Jakarta: Darul Haq, 2007), hlm. 211
37
lainnya. Lebih dari itu, dapat memberi kemaslahatan di dunia juga di akhirat
kelak.
25

3. Pembagian Hati
a. Hati yang sehat
Hati yang sehat yaitu hati yang bersih yang seorang pun tidak akan
bisa selamat pada hari kiamat kecuali jika dia datang kepada Allah dengan
hati yang bersih. Sebagaimana firman Allah,
Πöθƒ Ÿω ßìΖƒ ×Α$Β Ÿω´ρ βθãΖ/ ∩∇∇∪ āωÎ) ôΒ ’A& ´!# 5=ù=)Î/ 5ΟŠÎ=™ ∩∇∪
Artinya: (Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati
yang bersih.
(QS. Asy-Syu’ara: 88-89)
Disebut qalbun salim (hati yang bersih, sehat) karena sifat bersih dan sehat
telah menyatu dengan hati, sebagaiman kata Al-Alim, Al-Qadir (Yang
Maha Mengetahui, Maha kuasa) dan merupakan lawan dari sakit dan aib.
Qalbun salim yaitu hati yang bersih yang selamat dari berbagai
syahwat yang menyalahi perintah dan larangan Allah, hati yang selamat
dari menjadikan sekutu untuk Allah dengan alasan apapun. Hati yang
mengikhlaskan penghambaan dan ibadah kepada Allah semata, baik dalam
kehendak, cinta, tawakal, inabah (kembali), merendahkan diri, khasyyah

25
Abdullah Gymnastiar, Jagalah Hati Step by Step Manajemen Qolbu (Bandung: Khas
MQ, 2006), hlm. xvi-xviii
38
(takut), raja’ (pengharapan) dan hati yang mengikhlaskan amalnya untuk
Allah.
26

Kesehatan ruhani dalam pandangan Islam adalah selamatnya qolbu
(hati nurani) dari penyakit-penyakit ruhani, karena telah hadirnya cahaya
hidayah atau petunjuk Ilahiah di dalamnya. Cahaya itu mengandung energi
dan power Ilahiah yang senantiasa mendorong dan eksistensi diri selalu
tetap dalam keyakinan dan persaksian tauhid yakni tiada sesembahan
malainkan Maha Zat yang bernama Allah. Dalam bahasa orang agama,
orang yang memiliki kesehatan ruhani yang baik dan benar lebih masyhur
disebut orang yang hidup dan meraih kehidupan dalam keimanan dan
ketakwaan.
27

Seseorang yang memiliki hati sehat, tidak ubahnya seperti
seseorang yang memiliki tubuh sehat yang akan bugar dan berfungsi
optimal dan juga akan mampu mamilih dan memilah setiap rencana atau
suatu tindakan. Dengan begitu, setiap yang akan diperbuat benar-benar
sudah melewati perhitungan yang jitu berdasarkan hati nurani yang
bersih.
28





26
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Manajemen Qalbu Melumpuhkan Senjata Syetan; Karya
dan Pemikirannya, terj., Ainul Haris Umar Arifin. (Jakarta: Darul Falah, 2005 ), hlm. 1-2
27
Hamdani Bakran Adz-Dzakiey, Prophetic Intelligence (Yogyakarta: Islamika, 2005),
hlm. 6
28
Abdullah Gymnastiar, Inilah Indahnya Islam dengan Manajemen Qolbu (Bandung:
Khas MQ, 2005), hlm. 11
39
b. Hati yang mati
Hati yang mati yaitu hati yang tidak mengetahui Tuhannya, tidak
menyembah-Nya sesuai dengan perintah yang dicintai dan diridhai-Nya.
Hati yang selalu menuruti keinginan nafsu dan kelezatan dirinya,
meskipun begitu, tidak mempedulikan akan dimurkai dan dibenci Allah
asalkan mendapat bagian dan keinginannya. Hati yang mati tidak
menerima dan taat pada kebenaran.
Hawa nafsu membuat hati tuli dan buta selain dari kebatilan, hati
yang mati tidak mempedulikan orang yang memberi nasehat, sebaliknya
mengikuti setiap langkah dan keinginan syetan. Maka membaur dengan
orang yang hatinya mati adalah penyakit, bergaul dengan orang yang
hatinya mati adalah racun dan menemani orang yang hatinya mati adalah
kehancuran.
29

c. Hati yang sakit
Hati yang sakit yaitu hati yang hidup tetapi cacat, memiliki dua
materi yang saling tarik menarik. Ketika hati memenangkan pertarungan
maka di dalamnya terdapat kecintaan kepada Allah, keimanan, keikhlasan
dan tawakal kepada-Nya, itulah materi kehidupan. Di dalam hati itu juga
terdapat kecintaan kepada nafsu, keinginan dan usaha keras untuk
mendapatkannya, dengki, takabur, bangga diri, kecintaan kekuasaa dan
membuat kerusakan di bumi, itulah materi yang menghancurkan dan
membinasakan.

29
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Ibid., hlm. 3
40
Hati yang sakit diuji oleh dua penyeru, yang satu menyeru kepada
Allah dan Rasul-Nya serta hari kiamat, sedang yang lain menyeru kepada
kenikmatan sesaat. Hati yang sakit akan memenuhi salah satu di antara
yang paling dekat pada keselamatan dan bisa pula lebih dekat pada
kehancuran. Hati yang sakit jika penyakitnya sedang kambuh maka
hatinya menjadi keras dan mati, dan jika mengalahkan penyakit hatinya
maka hati menjadi sehat dan selamat.
30

Sakit ruhani yaitu kotor dan najis qolbu, karena telah dipenuhi oleh
virus-virus ruhani seperti syirik (menyekutukan Alla), kufur (mendustakan
Alla), nifaq (bermuka dua di hadapan Allah) dan fasik (menganggap
enteng Allah). Indikasi sakit ruhani itu akan terlihat pada perilaku tindakan
dan aktivitas kehidupan yang menyimpang atau keluar dari bimbingan dan
pimpinan agama, ketuhanan, Al-Qur’an dan ketauladanan Rasul-Nya
seperti dengki, dendam, dusta, korupsi, zina dan fitnah.
31

4. Qolbu Pusat Kecerdasan Ruhani
Kecerdasan ruhaniah ialah kemampuan seseorang untuk
mendengarkan hati nuraninya atau bisikan kebenaran yang meng-Ilahi dalam
cara dirinya mengambil keputusan atau melakukan pilihan-pilihan, berempati
dan beradaptasi. Untuk itu, kecerdasan ruhaniah sangat ditentukan oleh upaya
untuk membersihkan dan memberikan pencerahan qolbu (tazkiyah, tarbiyatul
qullub) sehingga mampu memberikan nasihat dan arah tindakan serta caranya

30
Ibid., hlm. 4-5
31
Hamdani Bakran Adz-Dzakiey, op.cit., hlm. 7
41
mengambil keputusan. Qolbu harus senantiasa berada pada posisi menerima
curahan cahaya ruh yang bermuatan kebenaran dan kecintaan kepada Ilahi.
32

Rasa ruhaniah merupakan rasa yang paling fitrah, sebuah potensi yang
secara hakiki ditiupkan ke dalam tubuh manusia ruh kebenaran, yang selalu
mengajak kepada kebenaran. Pada ruh tersebut terdapat potensi bertuhan.
Nilai kehidupan yang hakiki tidak lain berada pada nilai yang sangat luhur
tersebut, apakah seseorang tetap setia pada hati nuraninya untuk
mendengarkan kebenaran atau menjadi orang yang hina karena seluruh
potensinya telah terkubur dalam kegelapan.
¢ΟèO çµ1§θ™ ‡Ρ´ρ ϵŠÏù ÏΒ ϵÏmρ•‘ ( Ÿ≅è_´ρ ãΝä39 ìôϑ¡¡9# ≈Áö/{#´ρ ο‰Ï↔øù{#´ρ 4
Wξ‹Î=% $¨Β šχρãà6ô±@ ∩∪

Artinya: Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh
(ciptaan)-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran,
penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.
(QS. As-Sajdah: 9)
Ayat ini memberikan isyarat bahwa manusia terlahir dengan dibekali
kecerdasan yang terdiri dari lima bagian utama kecerdasan, yaitu sebagai
berikut:
a. Kecerdasan ruhaniah (spiritual intelligence) yaitu kemampuan
seseorang untuk mendengarkan hati nuraninya, baik buruk dan rasa
moral dalam carannya menempatkan diri dalam pergaulan.

32
Toto Tasmara, op.cit., hlm. 47
42
b. Kecerdasan intelektual yaitu kemampuan seseorang dalam
memainkan potensi logika, kemampuan berhitung, menganalisa dan
matematika (logical mathematical intelligence).
c. Kecerdasan emosional (emotional intelligence) yaitu kemampuan
seseorang dalam mengendalikan diri (sabar) dan kemampuan dirinya
untuk memahami irama, nada, musik serta nilai-nilai estetika.
d. Kecerdasan sosial yaitu kemampuan seseorang dalam menjalin
hubungan dengan orang lain, baik individu maupun kelompok. Dalam
kecerdasan ini termasuk pula interpersonal, intrapersonal skill dan
kemampuan berkomunikasi (linguistic intelligence).
e. Kecerdasan fisik (bodily-kinesthetic intelligence) yaitu kemampuan
seseorang dalam mengkoordinasikan dan memainkan isyarat-isyarat
tubuhnya.
33

Seluruh kecerdasan tersebut, harus berdiri di atas kecerdasan ruhaniah
sehingga potensi yang dimilikinya menghantarkan diri kepada kemuliaan
akhlak. Empat kecerdasan yang dikendalikan oleh hati nurani akan
memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan dan perdamaian manusia.
Dengan demikian, di dalam qolbu selain memiliki fungsi indrawi, di dalamnya
ada ruhani yaitu moral dan nilai-nilai etika, artinya hati yang menentukan
tentang rasa bersalah, baik-buruk, serta mengambil keputusan berdasarkan
tanggung jawab moralnya tersebut.

33
Ibid., hlm. 49
43
Penilaian akhir dari sebuah perbuatan sangat ditentukan oleh fungsi
qolbu. Kecerdasan ruhani tidak hanya mampu mengetahui nilai-nilai, tata
susila dan adat istiadat saja, malainkan kesetiaannya pada suara hati yang
paling sejati dari lubuk hatinya sendiri. Apabila ukurannya hanya etika tata
susila, seorang koruptor pun mampu menunjukkan sikap yang sopan dan
manis tutur katanya, mamikat dan simpatik. Seorang koruptor tidak ada
kekuatan spiritual lemah dan bodoh qolbu, sehingga seluruh kecerdasannya
terlepas dari bisikan nuraninya yang memenuhi qolbunya. Tindakannya
terlepas dari nilai hanifiyah yaitu kecerdasannya kepada kebenaran.


Gambar 2.1 Pembagian kecerdasan
Kecerdasan ruhaniah adalah kecerdasan yang paling sejati tentang
kearifan dan kebenaran serta pengetahuan Ilahi. Kecerdasan ini membutuhkan
rasa cinta yang sangat mendalam terhadap kebenaran, sehingga seluruh
Kecerdasan
Emosional




Qalbu
Kecerdasan
Ruhani
Kecerdasan
Physical
Kecerdasan
Intelektual
Kecerdasan
Sosial
44
tindakannya akan dibimbing oleh ilmu Ilahiah yang mengantarkannya kepada
ma’rifatullah. Sedangkan, kecerdasan lainnya lebih bersifat pada kemampuan
untuk mengolah segala hal yang berkaitan dengan bentuk lahiriah (duniawi).
Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa setiap niat yang terlepas dari nilai-nilai
kebenaran Ilahiah merupakan kecerdasan duniawi dan fana (temporer),
sedangkan kecerdasan ruhaniah qalbiah bersifat autentik, universal dan abadi.
Manusia adalah makhluk yang sangat kreatif, penuh dengan daya
imajinasi. Apabila potensi yang dimilikinya itu terlepas dari cahaya Ilahi,
maka masuklah ke dalam qolbu kekuasaan syetan sehingga seluruh
kreativitasnya, imajinasinya dapat menyesatkan pandangan lahir manusia
lainnya. Qolbu marupakan padang pertempuran yang paling dahsyat di mana
kebenaran akan selalu bertempur dengan kebatilan, cahaya berhadapan dengan
kegelapan.
Sesuai dengan hakikatnya yang sering berbolak-balik dan tidak
konsisten, maka di dalam hati manusia terdapat pertemputan abadi (jihadun
nafs), dan setiap pribadi yang beriman dan bertaqwa wajib memenangkannya.
Potensi kecerdasan ruhaniah akan terus cemerlang selama kita mau
mengasahnya dengan kewaspadaan yang penuh, tentunya dibutuhkan
pembebasan diri dari segala belenggu nafsu yang selalu ingin menyimpangkan
qolbu dari cahaya Ilahi agar qolbu menampakkan wajah Ilahi yang
sebenarnya.
34



34
Ibid., hlm. 53
45
5. Al-Qur’an sebagai Obat dan Penawar Hati dari Berbagai Penyakit
Al-Qur’an adalah Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad Saw melalui malaikat Jibril As secara bertahap selama lebih
kurang 23 tahun. Isi dari Al-Qur’an terdiri dari dua permasalahan utama, yaitu
persoalan ketuhanan dengan seluk-beluknya dan persoalan kealaman atau
kemakhlukan dengan seluk-beluknya. Dengan harapan manusia dapat
berpedoman pada Al-Qur’an dengan utuh dan sempurna, tanpa ada keraguan
sedikit pun akan kebenaran dan kemukjizatannya.
Melalui Al-Qur’an manusia akan dapat menemukan hakikat
kebahagiaannya yang hakiki di dunia hingga akhirat. Melalui Al-Qur’an
manusia dapat membangun dan mengembangkan manajemen interaktif antara
diri dengan Tuhannya dan antara diri dengan lingkungannya. Al-Qur’an
sebagai kalam Allah Yang Maha Suci dan Maha Benar memiliki fungsi dan
tujuan yang sangat agung dan mulia bagi kepentingan dan kebutuhan manusia.
Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an itu sendiri, bahwa
kalam Allah itu mempunyai beberapa fungsi dan tujuan utama. Diantara
fungsi-fungsinya adalah sebagai penyembuh atau obat, dengan mempelajari,
memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dengan baik dan benar, manusia
akan menjadi sehat secara mental, spiritual, moral, sosial dan fisik. Karena,
pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an aka selalu membimbing
siapa saja yang beriman, percaya, yakin dan mengenal Allah Swt.
35


35
Hamdani Bakran Adz-Dzakiey, op.cit., hlm. 139
46
Dengan mengamal Al-Qur’an akan menjadikan ruhani sehat serta
muncul dalam diri rasa takut dan patuh kepada-Nya. Mental dan jiwa pun akan
selalu bergerak dalam moral atau akhlak ketuhanan, sehingga fisik dan
lingkungan hidup dan kehidupan turut merasakan aura kesehatan dan
kesejahteraan itu. Fungsi Al-Qur’an juga sebagai rahmat bagi orang-orang
yang beriman artinya, dengan mempelajari, memahami dan mengamalkannya
dengan baik, benar, penuh keimanan dan keyakinan, maka rahmat Allah akan
datang menghiasi diri dan kehidupan. Kasih, sayang dan cinta-Nya akan
menghiasi hidup dan kehidupan diri baik dalam kehidupan vertikal maupun
horizontal.
Inti dari tujuan Al-Qur’an adalah mendidik dan mengarahkan manusia
kepada hidup dan kehidupan yang baik, benar dan menyelamatkan secara
mental, spiritual, moral, fisik, sosial, ekonomi, politik, budaya dan sebagainya.
Jika tujuan minimal ini dapat tercapai, maka tujuan kerahmatan bagi seluruh
alam semesta akan terwujud pula adanya.
36

Inbu Qayyum Al –Jauziyah menjelaskan,
.... Al-Qur’an seluruhnya merupakan terapi bagi setiap penyakit khususnya
penyakit hati. Ia merupakan terapi bagi setiap penyakit-penyakit hati dari
kebodohan, keraguan, kebimbangan dan lain-lain. Allah Swt sama sekali
tidak pernah menurunkan terapi lain dari langit yang lebih umum, lebih
bermanfaat, lebih agung dan lebih mujarab dalam menghilangkan penyakit
dari terapi Al-Qur’an
37







36
Ibid., hlm. 142
37
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Obat Hati Antara Terapi Ibnul Qayyim & Ilusi Kaum Sufi;
Karya dan Pemikirannya, terj., Tajudin. (Jakarta: Darul Haq, 2007), hlm.234
47
B. Pensucian Jiwa (Tazkiyah An-Nafs) dalam Tasawuf
1. Pengertian An-Nafs Menurut Bahasa
Salah satu misteri yang tersimpan dalam diri manusia adalah “Nafs”
yang lebih sering diucapkan sebagai nafsu. Penggunaan kata ini sangat
beragam, sehingga menimbulkan interpretasi yang beragam pula. Terkadang
dihubungkan dengan makan dan minum, kadangkala dengan emosi dan paling
sering dikaitkan dengan seksualitas. Dalam bahasa harian, nafsu kerap
diartikan sebagai “tenaga” atau “daya” yang ada pada setiap diri orang.
38

Sebagai “daya” maka ia tidak terlihat namun dapat dirasakan
kehadirannya, terutama katika seseorang berkeinginan untuk berbuat sesuatu
yang dianggap dapat memuaskan keinginannya. Nafsu itu bersifat ego
sentries, bersifat bagi kesenangan dan kepuasan sendiri, baik kepuasan
badaniyah maupun kepuasan rohaniyah. Biasanya sikap dan tindakan
“bernafsu” mengacu kepada perbuatan yang jelek, walupun tidak selalu.
Sebab, adalah suatu hal yang lazim suatu tindakan yang mengandung “nafsu”
apalagi “bernafsu” biasanya cenderung merugikan diri sendiri.
Namun demikian, bagaimanapun “nafsu” itu adalah salah satu ciri
manusia yang manusiawi, sehingga menjadi bagian dari manusia. Jika ada
orang “kurang nafsu”, maka orang itu dinyatakan ada kelemahannya bahkan
dapat disebut sebagai tidak normal. “nafsu” ini pula yang menjadi mesin
penggerak kemajuan dunia, bahakan karena manusia “bernafsu” itulah ia

38
A. Rivay Siregar. Tasawuf dari Sufisme Klasik ke Neo-Sufisme (Jakarta: PT.
RajaGrafindo Persada, 2002), hlm. 229
48
diberi kehormatan sebagai “khalifah” Tuhan di bumi, bukan malaikat yang
diberi tugas itu, kerena malaikat tidak “bernafsu”.
Dalam hal ini Sigmund Freud mengatakan, peradaban akan
berkembang hanya apabila prinsip realita dapat mengalahkan prinsip
kesenangan. Oleh karena itu, setiap orang harus mampu mengendalikan diri,
dan inilah katanya salah satu fungsi kebudayaan. Menurut Freud, manusia
pada dasarnya dikendalikan oleh nalurinya yang bertujuan untuk mencapai
kepuasan. Apabila naluri-naluri ini tidak dikendalikan, dampaknya akan
bersifat anti sosial, anarkis, serakah dan kejam. Akan tetapi, kenyataannya
menunjukkan bahwa manusia tidak bisa sepenuhnya menguasai apabila
mematikan nalurinya terhadap kesenangan. Akibatnya manusia akan dihadapi
pada pilihan antara hasrat untuk melepas bebaskan “nafsu” (pleasure
principle) dan kenyataannya bahwa tanpa pengendalian “nafsu”, maka
manusia akan jatuh menjadi bersifat destruktif (realita principle). Inilah yang
disebut “ketenangan abadi” dalam diri manusia.
39

2. An-Nafs dalam Al-Qur’an
Dalam Al-Qur’an kata “nafsu” nampaknya berasal dari “nafs” yang
kata jamaknya “anfus” dan “nufus” yang diartikan sebagai jiwa, diri, pribadi,
hidup, pikiran atau hati yang dalam bahasa Inggris disebut soul, Psyche dan
nous. Apabila secara khusus dibaca Surat Yusuf ayat 53 kata “Nafs”
kelihatannya bermakna ganda, yakni cenderung untuk berbuat jahat (nafsu

39
Ibid., hlm. 230
49
ammarah) tetapi juga bisa berbuat kebaikan (nafsu al-marhamah), “nafsu
yang diberi rahmat” yakni kepribadian yang didominasi sifat kasih sayang.
40

Selain kata “nafsu” dalam Al-Qur’an juga ditemukan istilah hawa atau
ahwa yang pengertiannya sama dengan “nafsu”, kecenderungan diri atau
hasrat manusia untuk bersifat tertentu, kecenderungan untuk berbuat sesuatu
“Al-Ahwal” muncul ketika orang ingin keluar dari jalur kebenaran, dan
bahkan banyak manusia yang menempatkan “hawa” pada posisi yang tinggi.
Dalam posisi yang demikian, “hawa” atau “nafsu” berfungsi sebagai pengarah
dan sekaligus menjadu tujuan hidup seseorang, yang disebut Al-Quran
“mempertuhankan ahwa”.
41
Al-Qur’an menegaskan secara tuntas, bahwa
“hawa” yang juga disebut sebagai keinginan yang rendah, yang ditempatkan
sebagai acuan sikap dan perbuatan, maka orang seperti itu dipersamakan
dengan binatang, bahkan lebih rendah dari binatang.
42
Sebab, binatang yang
normal memang bersemboyan “hidup untuk memuaskan nafsu”.
Dari penegasan Al-Qur’an ini dapat dicatat bahwa “nafsu” itu adalah
hasrat dan “keinginan rendah”, yakni naluri yang bersifat biologis, hasrat yang
cenderung kepada pemenuhan kesenangan badani yang dalam sufisme disebut
“nafs al hayawaniyah”. Orang yang kualitas dirinya seperti ini dinyatakan Al-
Qur’an sebagai orang yang telah tertutup hati nuraninya karena tidak tergetar
lagi oleh peringatan atau teguran dari luar dan dari dalam dirinya. Sebaliknya,
orang yang dapat menguasai dan mengendalikan “hawa-nafsu”-nya maka

40
Ibid., hlm. 231
41
Al-Qur’an dan Terjemahnya (Bandung: CV. Penerbit J-Art, 2004), Surat Al-Furqan
ayat 43, hlm. 360
42
Ibid., ayat 44
50
orang seperti itu akan cenderung kepada kebaikan dan bahkan berkeinginan
untuk menjadi insan muttaqin.
43

Menurut Al-Quran pada tahap peradaban manusia yang paling rendah
(sederhana), kehidupannya dikuasai oleh “nafs al ammarah”. Dorongan ini
bekerja secara tidak rasional, impulsive, mendorong ekspresi seseorang tanpa
mempedulikan hal-hal yang bersifat moral, agama dan akibat-akibat sosial
lainnya. Apabila dilihat dari aspek naluriah, manusia seperti ini sama dengan
hewan yang mengutamakan instinknya.
Berdasarkan isarat-isarat Al-Qur’an ini, kelihatannya kata “nafsu”
harus dibedakan kepada dua pengertian dasar, yaitu “hawa nafsu” sebagai
dorongan hasrat yang rendah yang digerakkan oleh naluri hayawaniyah, dan
juga bersifat yangbaik. Kesimpulan ini dapat dilihat dalam banyak ayat Al-
Qur’an yang menunjukkan pengertian “jiwa” yakni jiwa yang memiliki
jasmani, bahwa yang diusahakannya akan mempengaruhi jiwa orang
tersebut.
44
Kata “nafs” dalam pengertian “jiwa yang tenang” dan sangat
popular dikalanga sufi, karena kualitas jiwa yang seperti itulah yang menjadi
dambaan dalam dunia sufisme. Sebab, nafs al muthmainnah adalah tingkat
perkembangan jiwa yang paling tinggi dan kearah inilah sebenarnya apa yang
ingin dicapai dari proses pensucian kejiwaan, yang disebut sebagai Tazkiyah
an-Nafs.



43
Ibid., Surat. Muhammad ayat 16-17, hlm. 509
44
Ibid., Surat. Al-Mudatsir ayat 38, hlm. 577
51
3. An-Nafs dalam Tasawuf
Manusia diciptakan dalam suatu proses, baik badaninya maupun
rohaniahnya. Oleh karena itu, disamping pertumbuhan badani yang
berlangsung secara alamiyah, manusia juga mengembangkan dan membangun
diri pribadinya sesuai dengan fitrah kejadiannya. Perlunya penyempurnaan diri
pribadi bagi setiap orang yaitu di mana manusia berupaya mengadakan
peningkatan kualitas dirinya, yang menurut Al-Qur’an adalah menjadi
tanggung jawab masing-masing orang. Peletakan tanggung jawab pada
manusia dalam proses penyempurnaan “nafs” itu, ada dalam pilihan jalan
hidupnya, apakah memilih jalan kebaikan ataukah jalan kejahatan.
Esensi dari Tazkiyah An-Nafs dalam pandangan tasawuf adalah
pembinaan dan pengembangan akhlak al-karimah dalam diri manusia. Hal ini
bearti, bahwa akhlak adalah kualitas moral yang khas manusia dan merupakan
esensi kemanusiaan itu sendiri, sehingga ia disebut sebagai makhluk yang
paling sempurna kejadiannya. Tanpa akhlak manusia akan kehilangan
atributnya yang terbaik, bahkan bisa merosot menjadi makhluk yang paling
rendah mertabatnya, sehingga ia hidup tanpa atribut kemanusiaannya.
45

Dari sisi ini tasawuf melihat, bahwa perkembangan kualitas moral
manusia bukanlah sesuatu yang akan berjalan dengan sendirinya, tetapi ia
akan tumbuh subur atau layu dalam dinamika kehidupan kesadaran moral
manusia. Kesadaran moral adalah semacam kepahaman dan keinsafan
manusia tentang nilai, nilai yang baik dan yang buruk, tentang hak dan

45
A. Rivay Siregar, op,cit., hlm. 236
52
kewajiban. Oleh karena itu, kesadaran moral pada hakikatnya adalah
perwujudan dari kemampuan maknawi manusia yang bersifat intelektual dan
spiritual.
Dalam kehidupan paktis, kesadaran moral menampakkan diri dalam
wujud hati nurani, yang dalam Al-Qur’an disebut sebagai nafs al-lawwamah,
suatu potensi kesadaran moral manusia. Dilihat dari segi bahasa kata
“lawwamah” merupakan bentuk penekanan dari “laima” yang berarti
menyesali diri. Oleh karena itu, “nafs al-lawwamah” bukan hanya sekedar
kesadaran moral yang dirinya bisa memahami dan menghayati tentang
kebaikan dan kekurangan, mengerti apa yang menjadi tugas dan tanggung
jawabnya, tetapi juga bisa dianggap sebagai “hati nurani” yakni daya batin
manusia yang dapat mencegah dan menyesali perilakunya yang tidak baik.
Nafs al-lauwwamah atau ego berperan sebagai mediator dan
pengendali konflik antara nafs al-lauwwamah dan nilai-nilai luhur sehingga
dapat disebut sebagai sentran manajemen, pengendalian konflik dan krisis.
Dengan demikian esensi ibadah dalam Islam adalah sebagai proses
peningkatan kualitas jiwa, adalah rasional. Peningkatan kualitas jiwa ini
berjalan secara gradual dari tahap “ammarah” (instink) ketahap “lawwamah”
(ego) dan menaik ke “muthmainnah” (super ego).
Berdasarkan telaah esoteris sufisme tentang “an-nafs” maka dalam
pandangan tasawuf “an-nafs” juga dimaknai sebagai kelembutan (latifah)
yang bersifat ke-Tuhan-an, karena ia terdiri dari non materi yang berasal dari
Allah. Sebagai latifah, sesungguhnya “an-nafs” adalah “ruh” yang merupakan
53
wujudnya yang asli sebelum bergabung dengan jasmani manusia. Artinya,
menurut pandangan tasawuf “an-nafs” dan “ruh” adalah serupa tapi tidak
sama. Ruh ibarat lilin dalam kamar, cahayanya memancarkan sinar kehidupan
bagi sekujur badan. Ruh adalah sebagai faktor pemberi hidup bagi tubuh dan
penggerak bagi berbagai perasaan dan daya inderawi tubuh manusia.
46

Ruh yang semula berupa substansi yang non individual setelah
ditiupkan ke dalam tubuh yang sudah siap “sawwa” menampung daya baru,
maka daya-daya yang telah berintegrasi itu disebut “an-nafs” yang bersifat
individual. Ruh yang bersifat non individual itu, berkedudukan sebagai kutub
aktif dari wujud being yang dalam dunia filsafat disebut “intellect” atau “al
aql”. Unsur inilah yang merupakan faktor pembeda antara manusia dengan
hewan. Ruh yang bersifat Rabbani memiliki hubungan interaksi timbal balik
dengan tubuh dan dengan daya-daya lainnya seperti hati (qalb), jiwa (nafs),
inteligensia (aql), hawa nafsu (ahwa) dan daya inderawi lainnya. Dengan
demikian, menurut analisis tasawuf terlihat bahwa “an-nafs” atau jiwa adalah
perkembangan dari ruh setelah mempribadi dalam proses perkembangannya.
Menurut psiko-analis tasawuf yang diawali al-Gazali, secara anatomis
jiwa atau an-nafs dibedakan kepada tujuh lapisan, yang bisa disebut dalam
tradisi tarekat sebagai “lathifah tujuh”. Selanjutnya menurut pandangan ini
“an-nafs muthmainnah” belum merupakan kualitas tertinggi dari jiwa, tetapi
masih ada tiga lapisan lagi di atasnya. Berdasarkan pendapat ini, maka formasi
dari “lathifah an-nafs” adalah sebagai berikut:

46
Ibid., Surat As- Sajdah ayat 7-9, hlm. 416
54
a. An-Nafs Al-Ammarah, impeling self, ID jiwa rendah
b. An-Nafs Al-Lawwamah, critical self, ego, jiwa kritis
c. An-Nafs Al-Mulhimmah, inspired self, jiwa yang sadar
d. An-Nafs Al-Muthmainnah, serene self, seper ego, tawazun, harmonis,
stabil dan tenang
e. An-Nafs ar-radhian, pleased self, tanpa pamrih, ikhlas dan rela,
qanaah, puas
f. An-Nafs al-mardiah, blessing self, jiwa yang direstui, selalu mencari
ridha Allah
g. An-Nafs al-kamilah, perfection self¸ jiwa paripurna
47

Apabila ditelaah lebih lanjut, tiga lapisan sesudah “an-nafs
muthmainnah” itu adalah semacam spesipikasi dari fungsi dan kedudukan “an-
nafs muthmainnah”. Dilihat dari sisi yang berbeda “an-nafs muthmainnah”
adalah jiwa yang cenderung berbuat tanpa pamrih, ikhlas dan merasa puas.
Jika diteliti dari sisi penilaian Tuhan, maka “an-nafs muthmainnah” adalah
jiwa yang mendapat restu dari-Nya, karena selalu condong mengikuti petunjuk
guna meraih ridha Allah. Apabila dihitung berdasarkan jarak perjalanan maka
sudah tiba di ujung jalan yaitu kesucian jiwa.
Dari serangkaian uraian ini, apa yang dimaksud dengan “an-nafs”
dalam tasawuf kelihatannya adalah “jati diri” manusia itu sendiri, yakni daya-
daya yang memiliki khas manusiawi yang berasal dari alam Ilahiyat dan alam

47
A. Rivay Siregar, op.cit., hlm. 241
55
kainat. Kemasan dari keseluruhan daya-daya itu mewujud dalam bentuk
individu disebut “an-nafs” atau jiwa.
4. Metode Tazkiyah An-Nafs
Menurut bahasa al-zakah berarti “tumbuh dan bertambah”. Sesuatu
dukatakan tumbuh apabila berkembang lebih baik. Supaya dapat tumbuh,
berkembang dan sempurna hati membutuhkan perawatan. Seperti halnya tubuh
yang perlu dipelihara dengan memberi gizi yang cukup juga dijauhkan dari
segala yang merusak. Maka hati juga demikian, hati tidak akan tumbuh
berkembang dan menjadi semakin baik kecuali jika diberi sesuatu yang
bermanfaat dan dijauhkan dari segala yang merusak.
48

Meninggalkan perbuatan keji (fawahisy) dapat menjadikan hati bersih.
Begitu pula menjauhkan diri dari maksiat. Sebab, kedudukan maksiat seperti
cairan kotor dalam tubuh. Hati juga demikian, apabila hati bertobat atas dosa-
dosa yang diperbuat yaitu dengan membersihkan bercampurnya amal saleh
dengan kemaksiatan yang ada di dalamnya, maka kekuatan hati akan kembali
pulih. Keinginan untuk beramal saleh akan bangkit dan selanjutnya hati akan
terbebas dari hal-hal buruk yang menggerogotinya. Allah berfirman,
ô‰% x=øù& Β $γ8©.— ∩∪ ô‰%´ρ ´>%{ Β $γ9¢™Š ∩⊇⊃∪

Artinya : Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
(QS. Asy-Syam:9-10)

48
Ibn Taymiyyah, Terapi Penyakit Hati, terj., Mohammad Rois dan Luqman Junaidi
(Jakarta: PT. SUN 2006), hlm. 23
56
Al-Tazkiyah berarti membersihkan atau mensucikan sesuatu, baik zat
maupun keyakinannya. Jadi, pensucian hati ditandai dengan tumbuh
berkembangnya. Meskipun asal tazkiyah (pensucian) adalah tumbuh dan
semakin baik, tetapi semua itu baru dapat tercapai dengan menghilangkan
keburukan.
Manusia dilengkapi oleh Allah dua hal pokok, yaitu jasmani dan
rohani. Dua hal ini memiliki keperluan masing-masing, jasmani membutuhkan
makan, minum, pelampiasan syahwat, keindahan, pakaian, perhiasan-
perhiasan dan kemasyhuran dan rohani membutuhkan kedamaian,
ketenteraman, kasih-sayang dan cinta.
Para sufi menegaskan bahwa hakekat sesungguhnya manusia adalah
rohaninya, rohani adalah muara segala kebajikan. Kebahagiaan badani sangat
tergantung pada kebahagiaan rohani. Sedang, kebahagiaan rohani tidak terikat
pada wujud luar jasmani manusia. Sebagai inti hidup, rohani harus
ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi. Semakin tinggi rohani diletakkan,
kedudukan manusia akan semakin agung. Jika rohani berada pada tempat
rendah, hina pulalah hidup manusia. Fitrah rohani adalah kemuliaan, jasmani
pada kerendahan. Badan yang tidak memiliki rohani tinggi, akan selalu
menuntut pemenuhan kebutuhan-kebutuhan rendah hewani. Rohani hendaknya
dibebaskan dari ikatan keinginan hewani, yaitu kecintaan pada pemenuhan
syahwat dan keduniaan.

57
Hati manusia yang terpenuhi dengan cinta pada dunia, akan melahirkan
kegelisahan dan kebimbangan yang tidak berujung. Hati adalah cerminan ruh.
Kebutuhan ruh akan cinta bukan untuk dipenuhi dengan kesibukan pada dunia.
Dalam rangkaian metode pembersihan hati, para sufi menetapkan dengan tiga
tahap yaitu:
a. Takhalli
Dalam proses pensucian jiwa, secara psikologis ada dua macam
ketidaksadaran, yang pertama berasal dari qalb dan yang kedua bersumber
dari hawa nafsu atau nafsu ammarah. Ketidaksadaran dalam hati manusia,
menurut sufisme adalah cerminan Ilahi yang didalamnya termuat rahmat.
Cermin tersebut harus terus dibersihkan dari godaan alamiyah dan dunia
materi, sehingga benar-benar bersih dan dapat memancarkan cahaya
kebenaran. Sedangkan yang berasal dari nafs al-ammarah yang berisi
segala macam naluri agresifitas dan destruktifitas manusia, harus
ditransformasikan menjadi nafs al-lawwamah yang pada gilirannya
meningkat menjadi nafs muthmainnah. Proses transformasi “nafs” yang
rendah ke tingkat yang lebih tinggi inilah yang disebut takhalli. Langkah
awal yang harus dilakukan adalah mengosongkan diri atau membebaskan
diri dari rasa ketergantungan terhadap kenikmatan materi dan keasikan
kehidupan duniawi, yang disebut sebagai zuhud duniawi. Untuk dapat
tercipta sikap zuhud, menurut sufisme adalah dengan cara menekan dan
bila mungkin mengunci mati nafs al-ammarah. Sebab, nafs al-ammarah
adalah sumber dari ketidakbaikan, merupakan daya pendorong kerusakan,
58
sehingga menjadi penghalang utama bagi kedekatan (taqarrub) dengan
Allah.
49
Para ulama dan orang-orang bijak telah bersepakat bahwa tidak
ada jalan menuju kebahagiaan di akhirat kecuali dengan cara menghalangi
jiwa dari hawa nafsu.
50

Dunia dan isinya, oleh para sufi, dipandang rendah, karena bukan
hakekat tujuan manusia. Manakala manusia meninggalkan dunia ini, harta
akan sirna dan lenyap. Hati yang sibuk pada dunia pada saat
ditinggalkannya, akan dihinggapi kesedihan, kekecewaan, kepedihan dan
penderitaan. Untuk melepaskan diri dari segala bentuk kesedihan, lanjut
para saleh sufi, seorang manusia harus terlebih dulu melepaskan hatinya
dari kecintaan pada dunia.
51

Menguasai dan mengendalikan hawa nafsu bukanlah pekerjaan
yang mudah. Oleh karena itu, perlu didukung oleh berbagai sikap mental
yang disebut sebagai al-maqomat seperti: al-faqr, al-shabr, al-wara’, al-
ridha dan lain-lain. Al-faqr adalah satu sikap yang paling mendukung
dalam upaya mengendalikan hawa nafsu, karena dendan sikap ini orang
akan merasa tidak memiliki harta kekayaan. Artinya, walaupun memiliki
sesuatu yang bersifat benda tetapi dianggapnya sebagai titipan dari Allah,
bukan sebagai alat kenikmatan atau alat pemuas hawa nafsu yang
cenderung merusak. Untuk itu manusia harus memiliki kekuatan dan
kemantapan batin (al-shabr) dalam menapaki hidup dan kehidupan,

49
A. Rivay Siregar, op,cit., hlm. 242-243
50
Al –Ghazali, Ihya Ulumuddin “Pensucian Jiwa”, terj., Muhammad Ereska (Depok:
Iqra Kurnia Gemilang, 2005), hlm. 105
51
Nur Muhammad, Antara Makhluk dan Sang Khaliq (http:www.yahoo.com, diakses 10
Agustus 2009)
59
manusia juga harus bersifat hati-hati (al-wara’) dalam menjalani hidup dan
kehidupan duniawi dalam memanfaatkan karunia Allah dan rela menerima
segala resiko dan kemungkinan cobaan dari pilihannya itu (al-ridha).
b. Tahalli
Tahap berikutnya adalah pengisian kembali jiwa yang bersih itu
dengan saifat-sifat terpuji. Salah satu cara yang paling disukai para sufi
dalam rangga tahalli ini adalah melalui dzikir. Dzikir adalah gerbang
utama menuju perjumpaan dengan Allah. Teknik pelaksanaan dzikir itu
bervariasi sesuai dengan aliran sufisme dan lafaznya ada yang terikat
(muqaiyyad) pada waktu dan tempat tertentu, tetapi ada yang bebas
(muthlak) dari waktu dan tempat. Menurut Athaillah, dzikir dapat
dibedakan kepada tiga macam yaitu:
1) Dzikir lisan atau dzikir jali, yaitu yang diucapkan secara lisan dan
terdengar dengan jelas sesuai dengan lafaz yang disukai seperti
naïf-isbat, atau tahlil tasbih, tahmid dan lain-lain
2) Dzikir qalbi atau dzikir khafi, yaitu yang dilakukan dalam hati saja,
tanpa lisan dan tanpa suara
3) Dzikir haqiqi, yaitu dzikir yang dilakukan oleh seluruh jiwa dan
raga, dzikir yang disatukan melalui segenap ekspresi manusia
sehingga seluruhnya terpusat hanya kepada Allah semata.
52



52
A. Rivay Siregar, op.cit., hlm. 146
60
Dikatakan bahwa berdzikir dengan lidah mendatangkan banyak
kebaikan (khairat), sedangkan berdzikir dengan hati mendapatkan
kedekatan dengan Allah dengan darajat yang tinggi. Ayat yang sering
digunakan oleh para sufi yaitu Q.S. Al-Ahzab ayat 41, menegaskan bahwa
perintah berdzikir itu termakna perintah mencintai Allah. Dengan
demikian berdzikir dalam pemahamn kaum sufi adalah “cintailah Allah
setulus-tulusnya dan sebanyak-banyaknya”.
53

Apabila dikaitkan dengan orang yang bedzikir, maka dzikir
dibedakan kepada tiga kualitas, yaitu:
1) Dzikir mubtadi, dzikir pemula atau yang baru mulai berlatih.
Secara teknis pelaksanaannya adalah pada saat pengucapan lafadz
dzikir secara lisan, maka hati mengiringinya (membaca dalam hati)
dengan kalimat “la ma’bud illallah”
2) Dzikir mutawassith, dzikir tingkat menengah, yakni dzikir lisan
dengan iringan dzikir qalb dengan bacaan “la maksud illallah”,
artinya tiada yang ku cari kecuali Allah semata
3) Dzikir Muntah, dzikir pemuncak yaitu dzikir yang dilakukan secara
simultan oleh seluruh daya dan ekspresi manusia. Tiada detik tanpa
dzikir, tiada denyut nadi dan desah nafas tanpa dzikir. Seluruh
gerak hidupnya sudah terkondisi hanya utuk dzikrullah, tiada yang
dirasakan kecuali kebersamaan dengan Allah. Situasi yang
demikian dalam bahasa sufime disebut fana fillah, sehingga

53
Abd Al-‘Aziz Al-Darini, Terapi Menyucikan HatiKunci-Kunci Mendekatkan Diri
Kepada Allah, terj., Ida Nursida dan Tiar Anwar Bachtiar (Bandung: PT. Mizan Pustaka, 2008),
hlm. 59
61
kualitas kepahamannya mengenai Tuhan disebut ma’rifat yakni
pengetahuan yang diperoleh melalui “mata hati” (ainul bashirah).
54

Pada saat tahalli, karena kesibukannya mengingat dan berdzikir
kepada Allah dalam hatinya, anggota tubuh lainnya tergerak dengan
sendirinya ikut bersenandung dzikir. Lidahnya basah dengan lafadz
kebesaran Allah yang tidak henti-hentinya didengungkan setiap saat.
Tangannya berdzikir untuk kebesaran Tuhannya dalam berbuat. Begitu
pula, mata, kaki, dan anggota tubuh yang lain.
Pada tahap ini, hati akan merasa ketenangan. Kegelisahannya
bukan lagi pada dunia yang menipu. Kesedihannya bukan pada anak dan
istri yang tidak akan menyertai kita saat maut menjemput. Kepedihannya
bukan pada syahwat badani yang seringkali memperosokkan pada
kebinatangan. Tapi hanya kepada Allah, hatinya sedih jika tidak
mengingat Allah dalam setiap detik.
Dzikir memiliki dua fungsi utama, yaitu memperdalam dan
memperluas penghayatan keimanan, dan merupakan perisai diri dari
pengaruh nasf al-ammarah. Dengan membudayakan dzikir dalam
kepribadian seseorang, maka akan tercipta rasa keakraban dan
kebersamaan dengan Allah.




54
Ibid.,
62
c. Tajalli
Dari serangkaian latihan yang dilakukan secara sungguh-sungguh
pada dua tahap terdahulu, diharapkan jiwa seseorang telah terbebas dari
pengaruh nasf al-ammarah dan telah mengisi nafs al-lawwamah dengan
sifat-sifat kesempurnaan, sehingga orang itu telah berada setidaknya di
ambang gerbang nafs al-muthmainnah. Jika tahap takhalli dan tahalli
dapat disebut sebagai tahap penciptaan suasana yang kondusif bagi
pengembangan spiritual ketingkat sempurna, maka tahap tajalli adalah
tahap penghalusan dan penyuburan rasua ke Tuhanan melalui pendalaman
spiritual dengan pendekatan esoteris. Untuk tujuan itu diperlukan
pemeliharaan kontak langsung dengan Allah secara terus-menerus,
sehingga segala perhatian dan aktivitas diorientasikan untuk mencapai
tujuan dasar tadi, yakni “dzikrullah ‘ala ddawam” selali bersama Allah
semasa di dunia dan akhirat nanti.
55

Salah satu yang sangat dianjurkan sufisme dalam rangkaian tajalli
ini adalah dzikrul maut atau selalu ingat kematian, niscaya tidak mudah
tergeser dari prinsip hidup yang diyakininya. Dibalik kematian adalah
pertanggungjawaban atas semua yang dilakukan selama hidup, maka
dengan mengingat akan datanganya kematian, seseorang akan sangat hati-
hati dalam setiap sikap dan perilakunya. Di sisi lain, dzikrul mautakan
menjadi pendorong untuk berbuat kebaikan sebanyak mungkin dan dalam

55
A. Rivay Siregar, op,cit., hlm.251-252
63
setiap kesempatan menjadi orang yang tidak pernah puas dalam berbuat
kebaikan.
Munajat adalah metode lain dalam rangka tajalli, mengisi diri
dengan sifat-sifat kesempurnaan Ilahi. Munajat paling baik dilakukan pada
keheningan malam seusai shalat tahajjud. Inti dari munajat adalah
pelaporan diri kehadirat Allah atas segala perbuatan, baik yang diyakini
sebagai amal shaleh apalagi yang dirasakan sebagai kealpaan. Dengan
demikian munajat pada hakikatnya adalah pengakuan dan penyerahan diri
seraya mohon hidayah dan taufi-Nya, diiringi doa dan tasybih, tahmid
kepada Allah.
Apabila hati sudah bersih dari noda dan sifat tercela, berarti
manusia telah kembali kepada kemanusiaannya yang hakiki sehingga akan
merefleksikan kebenaran sebagaimana adanya.Pada tahap ini, para sufi
menyebutnya sebagai ma’rifah, orang yang sempurna sebagai manusia
luhur.
Syekh Abdul Qadir Jaelani menyebutnya sebagai insan kamil,
manusia sempurna. Ia bukan lagi hewan, tapi seorang malaikat yang
berbadan manusia. Rohaninya telah mencapai ketinggian kebahagiaan.
Tradisi sufi menyebut orang yang telah masuk pada tahap ketiga ini
sebagai kekasih Allah (waliyullah). Orang-orang yang telah memasuki
tahapan Tajalli ini, telah mencapai derajat tertinggi kerohanian manusia.
Derajat ini pernah dilalui oleh Hasan Basri, Imam Junaidi al-Baghdadi,
Sirri Singkiti, Imam Ghazali, Rabiah al-Adawiyyah, Ma’ruf al-Karkhi,
64
Imam Qusyairi, Ibrahim Ad-ham, Abu Nasr Sarraj, Abu Bakar Kalabadhi,
Abu Talib Makki, Sayyid Ali Hujweri, Syekh Abdul Qadir Jaelani, dan
lain sebagainya. Tahap inilah hakekat hidup dapat ditemui, yaitu
kebahagiaan sejati.
56

C. Akhlak dan Pondok Pesantren
1. Pengertian dan Ruang Lingkup Akhlak
Menurut bahasa (etimologi) kata akhlak ialah bentuk jamak dari khuluq
(khuluqun) yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabi’at.
Akhlak disamakan dengan kesusilaan, sopan santun. Khuluq merupakan
gambaran sifat batin manusia, gambaran bentuk lahiriah manusia, seperti raut
wajah, gerak anggota badan dan seluruh tubuh. Dalam bahasa Yunani
pengertian khuluq ini disamakan dengan kata ethicos atau ethos, artinya adab
kebiasaan, perasaan batin, kecenderungan hati untuk melakukan perbuatan.
Ethicos kemudian berubah menjadi etika.
57

Dilihat dari sudut istilah (terminologi), para ahli berbeda pendapat,
namun intinya sama yaitu tentang perilaku manusia. Pendapat-pendapat ahli
tersebut dihimpun sebagai berikut:
a. Abdul Hamid mengatakan akhlak ialah ilmu tetang keutamaan yang
harus dilakukan dengan cara mengikutinya sehingga jiwanya terisi
dengan kebaikan dan tentang keburukan yang harus dihindarinya
sehingga jiwanya kosong (bersih) dari segala bentuk keburukan.

56
Nur Muhammad, Loc. Cit.
57
M. Yatimin Abdullah, Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an, (Jakarta: Amzah,
2007), hlm. 2

65
b. Ibrahim Anis mengatakan akhlak ialah ilmu yang objeknya membahas
nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatan manusia, dapat disifatkan
dengan baik dan buruknya.
c. Ahmad Amin mengatakan bahwa akhlak ialah kebiasaan baik dan
buruk. Contohnya apabila kebiasaan memberi sesuatu yang baik, maka
disebut akhlaqul karimah dan bila perbuatan itu tidak baik disebut
akhlaqul madzmumah.
d. Soegarda Poerbakawatja mengatakan akhlak ialah budi pekerti, watak,
kesusilaan dan kelakuan baik yang merupakan akibat dari sikap jiwa
yang benar terhadap khaliknya dan terhadap sesama manusia.
e. Hamzah Ya’qub mengemukakan pengertian akhlak sebagai berikut:
1) Akhlak ialah ilmu yang menentukan batas antara baik dan buruk,
antara terpuji dan tercela, tentang perkataan atau perbuatan
manusia lahir dan batin.
2) Akhlak ialah ilmu pengetahuan yang memberikan pengertian
tentang baik dan buruk, ilmu yang mengajarkan pergaulan manusia
dan menyatakan tujuan mereka yang terakhir dari seluruh usaha
dan pekerjaan mereka.
f. Imam Al-Ghazali mengatakan akhlak ialah sifat yang tertanam dalam
jiwa yang menimbulkan bermacam-macam perbuatan dengan gampang
dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
66
g. Farid Ma’ruf mendefinisikan akhlak sebagai kehendak jiwa manusia
yang menimbulkan perbuatan dengan mudah karena kebiasaan, tanpa
memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu.
h. M. Abdullah Daraz, mendefinisikan akhlak sebagai suatu kekuatan
dalam kehendak yang mantap, kekuatan berkombinasi membawa
kecenderungan pada pemilihan pihak yang benar (akhlak baik) atau
pihak yang jahat (akhlak buruk).
i. Ibnu Miskawaih mendefinisikan akhlak sebagai suatu keadaan yang
melekat pada jiwa manusia, yang berbuat dengan mudah, tanpa
melalui prosses pemikiran atau pertimbangan (kebiasaan sehari-hari).
58

Jadi, pada hakikatnya khuluq (budi pekerti) atau akhlak sebagai suatu
kondisi atau sifat yang telah meresap dalam jiwa dan menjadi kepribadian.
Dari sini timbulah berbagai macam perbuatan dengan cara spontan tanpa
dibuat-buat dan tanpa memerlukan pikiran. Dapat dirumuskan bahwa akhlak
ialah ilmu yang mengajarkan manusia berbuat baik dan mencegah perbuatan
jahat dalam pergaulannya dengan Tuhan, manusia dan makhluk sekelilingnya.
Akhlak atau moral adalah sebuah sistem yang lengkap yang terdiri dari
karekteristik-karakteristik akal atau tingkah laku yang membuat seseorang
menjadi istimewa. Karakteristik-karakteristik ini membentuk kerangka
psikologi seseorang dan membuatnya berperilaku sesuai dengan dirinya dan
nilai yang cocok dengan dirinya dalam kondisi yang berbeda-beda.
59


58
Ibid., hlm. 3
59
Ali Abdul Halim Mahmud, Akhlak Mulia (Jakarta: Gema Insani, 2004), hlm. 26
67
Akhlak Islami adalah keadaan melekat pada jiwa manusia. Karena itu
suatu perbuatan, baru dapat disebut pencerminan akhlak jika memenuhi
beberapa syarat yaitu:
a. Dilakukan berulang-ulang. Jika dilakukan sekali saja atau jarang-
jarang, tidak dapat dikatakan akhlak. Jika seseorang tiba-tiba misalnya,
memberi uang kapada orang lain karena alasan tertentu, orang itu tidak
dapat dikatakan berakhlak dermawan.
b. Timbul dengan sendirinya, tanpa dipikir-pikir atau ditimbang
berulang-ulang karena perbuatan itu telah menjadi kebiasaan baginya.
Jika suatu perbuatan dilakukan setelah dipikir-pikir dan ditimbang-
timbang, apalagi karena terpaksa, perbuatan itu bukanlah pencerminan
akhlak.
60

Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam Islam. Akhlak
merupakan buah dari pohon Islam yang berakarkan akidah, bercabang dan
berdaun syari’ah. Pentingnya kedudukan akhlak dapat dilihat dari berbagai
sunnah qauliyah (sunnah dalam bentuk perkataan) Rasulullah diantaranya,
”Sesungguhnya aku diutus menyempurnakan akhlak” (HR. Ahmad); ”Mukmin
yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya”
(HR. Tarmizi). Akhlak Nabi Muhammad yang diutus menyempurnakan
akhlak manusia itu disebut akhlak Islam atau akhlak Islami, karena bersumber
dari wahyu Allah yang kini terdapat dalam Al-Qur’an yang menjadi sumber
utama agama dan ajaran Islam.

60
Mohammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada,
2006), hlm. 348
68
Akhlak adalah sikap yang melahirkan perbuatan dan tingkah laku
manusia. Karena itu, selain dengan akidah, akhlak tidak dapat dipisahkan
dengan syari’ah. Syari’ah mempunyai lima ketegori penilaian tentang
perbuatan dan tingkah laku manusia yang disebut al-ahkam al-khamsah yaitu
wajib, haram, sunnah, makruh dan mubah atau ja’iz. Wajib dan haram
termasuk dalam kategori hukum (duniawi) terutama, sedang sunnah, makruh
dan mubah termasuk dalam ketegori kesusilaan atau akhlak.
Sunnah dan makruh termasuk ke dalam kategori kesusilaan umum atau
kesusilaan masyarakat, sedang mudah atau ja’iz termasuk dalam kategori
kesusilaan atau akhlak pribadi. Jelaslah jika dihubungkan dengan ihsan dalam
melakukan ibadah dalam shalat misalnya, dengan baik dan khusuk (sungguh-
sungguh, penuh penyerahan dan kebulatan hati dengan kerendahan hati)
seolah-olah yang melakukan shalat itu sedang melihat atau berhadapan
langsung dengan Allah. Jika tidak dapat membayangkan melihat Allah, kata
Hadits Nabi yang berasal dari Umar bin Khattab itu, sekurang-kurangnya yang
bersangkutan marasakan Allah melihat dia. Karena syari’ah atau hukum Islam
mencakup segenap aktivitas manusia, maka ruang lingkup akhlak pun dalam
Islam meliputi semua aktivitas manusia dalam segala bidang hidup dan
kehidupan.
Ilmu akhlak dilihat dari sudut etimologi ialah upaya untuk mengenal
budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabi’at seseorang sesuai dengan
esensinya. Dipandang dari terminologi ilmu akhlak adalah ilmu yang
69
menentukan batas antara baik dan buruk, antara yang terpuji dengan yang
tercela tentang perkataan atau perbuatan manusia lahir dan batin.
61

Dalam garis besarnya akhlak di bagi dua, pertama adalah akhlak
terhadap Allah atau Khalik (Pencipta), dan kedua adalah akhlak terhadap
makhluk (semua ciptaan Allah). Akhlak terhadap Allah dijelaskan dan
dikembangkan oleh ilmu tasawuf dan tarikat-tarikat, sedang akhlak terhadap
makhluk dijelaskan oleh ilmu akhlak (dalam bahasa asing disebut ethics).
Akhlak terhadap makhluk dapat dibagi dua yaitu:
a. Akhlak terhadap manusia
1) Akhlak terhadap diri sendiri
2) Akhlak terhadap orang lain
a) Akhlak terhadap Rasulullah
b) Akhlak terhadap orang tua
c) Akhlak terhadap karib kerabat
d) Akhlak terhadap tetangga
e) Akhlak terhadap masyarakat
b. Akhlak terhadap bukan manusia
1) Akhlak terhadap makhluk hidup bukan manusia
a) Tumbuh-tubuhan (flora)
b) Hewan (fauna)
2) Akhlak terhadap makhluk (mati) bukan manusia
a) Tanah
b) Air
c) Udara dan sebagainya


61
Mohammad Daud Ali, Ibid., hlm. 352
70
2. Akhlak Terhadap Allah, Manusia dan Lingkungan Hidup
a. Akhlak terhadap Allah
Perilaku manusia yang berhubungan dengan Allah adalah ucapan
dan perbuatan manusia. Oleh karena itu, akhlak manusia yang baik kepada
Allah adalah manusia yang mengucapkan dan bertingkah laku yang terpuji
kepada Allah SWT, baik ucapan melalui ibadah langsung kepada Allah
sepert shalat, zakat, haji dan sebagainnya maupun melalui perilaku tertentu
yang mencerminkan hubungan manusia dengan Allah di luar ibadah
tersebut.
Perilaku manusia dimaksud diuraikan sebagai berikut:
1) Bersyukur, yaitu manusia mengungkapkan rasa syukur kepada
Allah atas nikmat yang telah diperolehnya. Ungkapan syukur
dimaksud tampak melalui perkataan dan perbuatan, ungkapan
syukur dalam bentuk kata-kata adalah al-hamdulillah (segala puji
bagi Allah) pada setiap saat, sedangkan bersyukur malalui
perbuatan adalah menggunakan nikmat Allah sesuai dengan
keridhaan-Nya.
2) Bertasbih, yaitu manusia mensucikan Allah dengan ucapan. Oleh
karena itu, manusia akan selalu mengucapkan subhanallah (Maha
Suci Allah) dan menjauhkan perilakunya dari perbuatan yang
dapat mengotori kemahasucian Allah.
3) Beristigfar, yaitu manusia meminta ampun kepada Allah atas
segala dosa yang pernah dibuatnya, baik sengaja maupun tidak.
71
Oleh karena itu, manusia yang beristigfar adalah manusia yang
selalu mengucapkan astagfirullah al’adhim innahu kan ghaffar
(aku mohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung,
sesungguhnya hanya Engkau Maha Pengampun). Selain itu,
beristigfar melalui perbuatan, yaitu manusia yang pernah
melakukan dosa tidak akan mengulangi lagi perbuatannya itu.
62

Selain itu manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan mempunyai
kewajiban berprilaku yaitu:
1) Mencintai terhadap Allah melebihi cinta kepada apa dan siapa pun
juga dengan mempergunakan firman-Nya dalam Al-Qur’an
sebagai pedoman hidup dan ehidupan;
2) Melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya;
3) Mengharapkan dan berusaha memperoleh keridhaan Allah;
4) Menerima dengan ikhlas semua qada dan qadar Ilahi setelah
berikhtiar maksimal;
5) Bertaubat hanya kepada Allah. Taubat yang paling tinggi adalah
taubat nasuha, yaitu taubat benar-benar taubat, tidak lagi
melakukan perbuatan sama yang dilarang Allah, dan dengan tertib
melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya;
6) Tawakkal (berserah diri) kepada Allah.



62
Zainuddin Ali, Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), hlm. 33-34
72
b. Akhlak terhadap Manusia
Akhlak terhadap manusia, dapat dirinci menjadi:
1) Akhlak terhadap Rasulullah (Nabi Muhammad), antara lain:
a) Mencintai Rasulullah secara tulus dengan mengikuti semua
sunnahnya;
b) Menjadikan Rasulullah sebagai idola, suri teladan dalam hidup
dan kehidupan;
c) Menjalankan apa yang disuruhnya, tidak melakukan apa yang
dilarangnya;
2) Akhlak terhadap orang tua, antara lain:
a) Mencintai mereka melebihi cinta kepada kerabat lainnya;
b) Merendahkan diri kepada keduanya diiringi perasaan kasih
sayang;
c) Berkomunikasi dengan khidmat, mempergunakan kata-kata
lemah lembut;
d) Berbuat baik dengan sebaik-baiknya;
e) Mendo’akan keselamatan dan keampunan bagi orang tua
kendati seorang atau kedua-duanya telah meninggal dunia.
3) Akhlak terhadap diri sendiri, antara lain:
a) Memelihara kesucian diri;
b) Menutup aurat (bagian tubuh yang tidak boleh keliatan,
menurut hukum dan akhlak Islam);
c) Jujur dalam perkataan dan perbuatan;
73
d) Ikhlas;
e) Sabar;
f) Rendah hati;
g) Malu melakukan perbuatan jahat;
h) Menjauhi dengki;
i) Menjauhi dendam;
j) Berlaku adil terhadap diri sendiri dan orang lain;
k) Menjauhi segala perkataan dan perbuatan sia-sia.
4) Akhlak terhadap keluarga, karib kerabat, antara lain:
a) Saling membina rasa cinta dan kasih sayang dalam kehidupan
keluarga;
b) Saling menunaikan kewajiban untuk mendapatkan hak;
c) Berbakti kepada orang tua;
d) Mendidik anak-anak dengan kasih sayang;
e) Memelihara hubungan silaturrahim dan melanjutkan
silaturrahim yang dibina orang tua yang telah meninggal dunia;
5) Akhlak terhadap tetangga, antara lain:
a) Saling mengunjungi;
b) Saling bantu di waktu senang lebih-lebih tatkala susah;
c) Saling beri-memberi;
d) Saling hormat-menghormati;
e) Saling menghindari pertengkaran dan permusuhan.

74
6) Akhlak terhadap masyarakat, antara lain:
a) Memuliakan tamu;
b) Menghormati nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat;
c) Saling menolong dalam kebajikan dan takwa;
d) Menganjurkan anggota masyarakat termasuk diri sendiri dan
orang lain melakukan perbuatan jahat (mungkar);
e) Memberi makan fakir miskin dan berusaha melapangkan hidup
dan kehidupannya;
f) Bermusyawarah dalam segala urusan mengenai kepentingan
bersama;
g) Mentaati putusan yang telah diambil bersama;
h) Menunaikan amanah dengan jalan melaksanakan kepercayaan
yang diberikan seseorang atau masyarakat;
i) Menepati janji.
c. Akhlak terhadap Lingkungan Hidup
1) Sadar dan memelihara kelestarian lingkungan hidup;
2) Menjaga dan memanfaatkan alam terutama hewani dan nabati,
fauna dan flora yang sengaja diciptakan Tuhan untuk kepentingan
manusia dan makhluk lainnya;
3) Sayang pada sesam makhluk.



75
3. Pendidikan Akhlak Islam
Pendidikan akhlak Islam diartikan sebagai latihan mental dan fisik
yang menghasilkan manusia berbudaya tinggi untuk melaksanakan tugas
kewajiban dan tanggung jawab dalam masyarakat selaku hamba Allah.
Pendidikan akhlak Islami berarti juga menumbuhkan personalitas
(kepribadian) dan menanamkan tanggung jawab.
63

Pendidikan akhlak dalam Islam adalah pendidikan yang mengakui
bahwa dalam kehidupan manusia menghadapi hal baik dan hal buruk,
kebenaran dan kebatilan, keadilan dan kezaliman, serta perdamain dan
peperangan. Untuk menghadapi hal-hal yang serba kontra tersebut, Islam telah
menetapkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang membuat manusia mampu
hidup di dunia. Dengan demikian, manusia mampu mewujudkan kebaikan di
dunia dan akhirat, serta mampu berinteraksi dengan orang-orang baik dan
jahat.
64

Tujuan utama pendidikan akhlak Islam adalah agar manusia berada
dalam kebenaran dan senantiasa berada di jalan yang lurus, jalan yang telah
digariskan oleh Allah Swt. Inilah yang akan mengantarkan manusia kepada
kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karen itu, jika berpredikat muslim benar-
benar menjadi penganut agama yang baik harus mentaati ajaran Islam dan
menjaga agar rahmat Allah tetap berada pada dirinya.


63
M. Yatimin Abdullah, Ibid., hlm. 22
64
Ali Abdul Halim Mahmud, Ibid., hlm. 121
76
Jadi, pendidikan akhlak Islami merupakan suatu proses mendidik,
memelihara, membentuk dan memberikan latihan mengenai akhlak dan
kecerdasan berpikir baik yang bersifat formal maupun informal yang
didasarkan pada ajaran-ajaran Islam. Pada sistem pendidikan Islam ini khusus
memberikan pendidikan tentang akhlaqul karimah agar dapat mencerminkan
kepribadian seorang muslim.
4. Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam
a. Sejarah Pondok Pesantren
Pesantren atau pondok adalah lembaga yang dapat dikatakan
merupakan wujud proses wajar perkembangan sistem pendidikan,
pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di tanah air dan
merupakan bapak dari pendidikan Islam.
65
Apabila ditilik dari namanya
merupakan perpaduan (sinkretisena atau sinthesa) dari dua kata, yaitu
pesantren yang berasal dari kata santri yang mengandung pergeseran
kebahasaan (lingustik change) dari asal kata santri yaitu nama yang
diberikan kepada penuntut ilmu agama Hindu-Buddha, dan kata pondok
yang berasal dari kata bahasa Arab ”fundug” yang datang ke tanah air
bersamaan datangnya Islam yang berarti ”Hotel atau Asrama”.
66

Menurut asal katanya pesantren berasal dari kata santri yang
mendapat imbuhan awalan pe dan akhiran an yang menunjukkan tempat.
Dengan demikian pesantren artinya ”tempat para santri”. Selain itu, asal

65
Abuddin Nata, Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga-Lembaga
Pendidikan Islam di Indonesia, (Jakarta: PT. Grasindo, 2001), hlm. 89
66
A. Sadali, Islam untuk Disiplin Ilmu Pendidikan, (Jakarta: CV. Kuning Mas, 1984),
hlm. 195.
77
kata pesantren dianggap gabungan dari kata sant (manusia baik) dengan
suku kata tra (suka menolong) sehingga kata pesantren dapat berarti
”tempat pendidikan manusia baik-baik”.
67

Nurcholis Madjid berpendapat tentang asal usul perkataan santri
dan juga kiai karena kedua perkataan tersebut tidak dapat dipisahkan
ketika dibicarakan tentang pesantren,
Santri asal kata santri (sanskerta) yang berati melek huruf,
dikonotasikan santri adalah kelas literary, pengetahuan agama dibaca
dari kitab berbahasa Arab dan diasumsikan bahwa santri berarti juga
orang yang tahu tentang agama (melalui kitab-kitab) dan paling tidak
santri dapat membaca Al-Qur’an, sehingga membawa kepada sikap
lebih serius dalam memandang agama. Perkataan santri juga berasal
dari bahasa Jawa (cantrik) yang berarti orang yang selalu mengikuti
seorang guru ke mana guru pergi menetap (ingat pada pewayangan),
tentu dengan tujuan dapat belajar dari guru mengenai sesuatu
keahlian
68


Pondok pesantren ini tumbuh sebagai perwujudan dari strategi
umat Islam untuk mempertahankan eksistensinya terhadap pengaruh
penjajahan Barat atau akibat surau atau masji tempat diselenggarkannya
pendidikan agama Islam tidak lagi dapat menampung jumlah anak-anak
yang ingin mengaji. Disamping itu juga didorong oleh keinginan untuk
lebih mengintensifkan pendidikan agama pada anak-anak, maka sang guru
atau kiai dengan bantuan masyarakat memperluas bangunan di sekitar
surau atau masjid untuk tempat mengaji dan sekaligus sebagai asrama bagi

67
Ibid., hlm. 91
68
Nurcholish Madjid, Bilik-Bilik Pesantren, Sebuah Potret Perjalanan (Jakarta:
Paramadina,1997), hlm. 20
78
anak-anak. Dengan begitu anak-anak tidak perlu bolak-balik pulang ke
rumah orang tua mereka.
69

Peran kiai sabagai filter budaya, meredam akibat perubahan yang
dibawa arus informasi, juga mempelopori terjadinya perubahan
masyarakat menurut caranya sendiri. Jadi di sini kiai tidak lagi menunggu
datangnya informasi lantas menyaringnya, melainkan kiai sepenuhnya
berperan mengadakan perubahan karena ia mengetahui bahwa
perkembangan harus terjadi sebagai hal yang tak terelakan.
70

Persoalan-persoalan historis tentang asal usul pondok pesantren
berhubungan erat antara Islam Indonesia dengan pusat-pusat Islam,
terutama Mekkah yang terjadi selama ini pada garis besarnya merupakan
usaha penyesuaian diri dengan pendidikan Islam yang diberikan di
Mekkah. Hal ini dapat dilihat dari asal semua kitab kuning yang tebal
maupun yang tipis, dan semua guru atau kiai mendapat pendidikan dari
Mekkah.
b. Fungsi Pondok Pesantren
Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan,
tetapi juga berfungsi sebagai lembaga sosial dan penyiaran agama.
Pesantren berfungsi sebagai lembaga pendidikan menyelenggarakan
pendidikan formal (madarasah, sekolah umum dan perguruan tinggi) dan
pendidikan nonformal yang secara khusus mengajarkan agama yang

69
Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 1997), hlm. 212
70
Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2005), hlm. 197
79
sangat kuat dipengaruhi oleh pikiran-pikiran ulama fiqh, hadits, tafsir,
tauhid dan tasawuf.
Sebagai lembaga sosial, pesantren menampung anak-anak dari
segala lapisan masyarakat muslim tanpa membedakan tingkat sosial
ekonomi mereka. Sementara itu, setiap hari menerima tamu yang datang
dari masyarakat jauh, mereka datang bertamu mempunyai motif yang
berbeda-beda; ada yang ingin bersilaturahmi; ada yang berkonsultasi;
meminta nasihat; memohon do’a; berobat dan ada pula yang meminta
jimat untuk penangkal gangguan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai lembaga penyiaran agama Islam, masjid pesantren juga
berfungsi sebagai masjid umum yakni sebagai tempat belajar agama dan
ibadah bagi para jamaah. Masjid pesantren sering dipakai untuk majelis
taklim (pengajian), diskusi-diskusi keagamaan dan sebagainya. Selain itu,
kiai dan santri-santri senior disamping mengajar juga berdakwah baik di
dalam kota maupun di luarnya, bahkan sampai ke daerah-daerah
pedalaman.
Sehubungan dengan fungsi tersebut, pesantren memiliki tingkat
integritas yang tinggi dengan masyarakat sekitarnya dan menjadi rujukan
moral bagi kehidupan masyarakat umum. Masyarakat umum memandang
pesantren sebagai komunitas khusus yang ideal terutama dalam bidang
kehidupan moral keagamaan. Karekteristik pesantren dilihat dari segi
fungsinya sangat berperan di tengah-tengah masyarakat, menjadikannya
semakin eksis dan dapat diterima oleh semua kalangan.
80
c. Sarana dan Tujuan Pondok Pesantren
Dalam bidang sarana, pesantren tradisional ditanda oleh ciri khas
kesederhanaan. Secara fisik kini sudah berubah total, banyak pesantren
tradisional yang memiliki gedung yang megah. Namun, kesederhanaan
dapat dilihat dari sikap dan perilaku kiai dan santri serta sikap mereka
dalam pergaulan sehari-hari. Sarana belajar misalnya, masih tetap
dipertahankan seperti sediakala, dengan duduk di atas lantai dan di tempat
terbuka dan kiai menyampaikan pelajaran.
Demikian juga tempat kediaman kiai yang tidak begitu mewah,
tentu saja ada pengecualian. Kiai sekarang berbeda dengan kiai dulu, kalau
dulu para kiai sering berjalan kaki atau bersepeda tetapi kiai sekarang
sudah terbiasa mengendarai mobil, bahkan mempunyai mobil dan sopir
pribadi. Begitu pula tempat kediaman santri yang masih sederhana.
Tujuan pendidikan pesantren adalah menciptakan dan
mengembangkan kepribadian muslim, yaitu kepribadian yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, bermanfaat bagi masyarakat
dengan jalan menjadi kawula atau abdi masyarakat, mampu berdiri sendiri,
bebas dan teguh dalam kepribadian, menyebarkan agama atau menegakkan
Islam dan kejayaan umat Islam di tengah-tengah masyarakat, dan
mencintai ilmu dalam rangka mengembangkan kepribadian Indonesia.


81
H.A. Sadali menjelaskan “tujuan pendidikan pesantren tidak hanya
duniawi (mondial) dan sementara (temporer), akan tetapi sampai kepada
alam ukhrawi untuk mencapai keridhaan Allah, baik di dunia maupun
akhirat”
71

Rumusan tujuan pendidikan pesantren menggambarkan bahwa
pembinaan akhlak dan kepribadian serta semangat pengabdian menjadi
target utama yang ingin dicapai pesantren. Oleh karen itu, pemimpinan
pesantren memandang bahwa kunci sukses dalam hidup bersama adalah
moral agama, yang dalam hal ini adalah perilaku keagamaan. Semua
aktivitas sehari-hari difokuskan pada pencarian nilai-nilai ilahiah.
5. Materi Pelajaran dan Metode Pengajaran Pondok Pesantren
Sebagai lembaga pendidikan Islam, pesantren pada dasarnya hanya
mengajarkan agama, sedangkan sumber kajian atau mata pelajarannya ialah
kitab-kitab dalam bahasa Arab. Pelajaran agama yang dikaji di pesantren ialah
Al-Qur’an dengan tajwid dan tafsirnya, aqa’id dan ilmu kalam, fiqih dan ushul
fiqih, hadits dengan mushthalah hadits, bahasa Arab dengan ilmu alatnya
seperti nahwu, sharaf, bayan, ma’ani, badi’ dan ’arudh, tarikh, mantiq dan
tasawuf. Kitab yang dikaji di pesantren umumnya kitab-kitab yang ditulis
pada abad pertengahan, yaitu antara abad ke-12 sampai dengan abad ke-15
atau lazim disebut dengan ”Kitab Kuning”.


71
H.A. Sadali, Ibid., hlm. 198
82
Adapun metode yang lazim dipergunakan dalam pendidikan pesantren
ialah wetonan, sorogan dan hafalan. Metode wetonan adalah metode kuliah,
para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kiai yang
menerangkan pelajaran. Santri menyimak kitab masing-masing dan mencatat
jika perlu. Istilah weton berasal dari bahasa Jawa yang berarti waktu, karena
pengajian tersebut diberikan pada waktu-waktu tertentu yaitu sebelum dan
sesudah melakukan shalat lima waktu. Di Jawa Barat metode ini disebut
bandongan, sedangkan di Sumatra disebut halaqah. Biasanya kiai
menggunakan bahasa daerah setempat dan langsung menerjemahkan kalimat
demi kalimat dari kitab yang dipelajarinya.
Metode sorogan adalah suatu metode santri menghadap guru atau kiai
seorang demi seorang dengan membawa kitab yang akan dipelajarinya. Kiai
membacakan dan menerjemahkannya kalimat demi kalimat, kemudian
menerangkan maksudnya. Santri menyimak bacaan kiai mengesahkan, jika
santri sudah benar-benar mengerti, dengan memberikan catatan pada kitabnya
untuk mensahkan bahwa ilmu itu telah diberikan oleh kiai kepadanya. Istilah
sorogan berasal dari bahasa Jawa sorog yang berarti menyodorkan kitab ke
depan kiai atau asistennya. Pengajian dengan metode ini merupakan
pelimpahan nilai-nilai sebagai proses delivery of culture di pesantren dengan
istilah tutorship atau mentorship.
Metode hafalan adalah suatu metode santri menghafal teks atau
kalimat tertentu dari kitab yang dipelajarinya. Biasanya cara menghafal ini
diajarkan dalam bentuk syair atau nazham. Kebiasaan menghafall dalam
83
sistem pendidikan pesantren, merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak
awal berdirinya. Hafalan tidak saja terbatas pada ayat-ayat Al-Qur’an dan
hadits ataupun nazham, tetapi juga isi atau teks kitab tertentu. Karena itu, oleh
sebagian kiai diajarkan kitab kepada santrinya tidak sekaligus tetapi secara
berangsur-angsur (gradual), kalimat demi kalimat sehingga santrinya mengerti
benar apa yang diajarkannya.
Jenjang pendidikan dalam pesantren tidak dibatasi seperti dalam
lembaga-lembaga pendidikan yang memakai sistem klasikal. Umumnya,
kenaikan tingkat seorang santri ditandai dengan tamat dan bergantinya kitab
yang dipelajarinya. Apabila seorang santri telah menguasai satu kitab atau
beberapa kitab dan telah lulus imtihan (ujian) yang diujikan oleh kiainya,
maka berpindah ke kitab lain. Jadi, jenjang pendidikan tidak ditandai dengan
naiknya kelas seperti dalam pendidikan formal, tetapi pada penguasaan kitab-
kitab yang telah ditetapkan dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi.
Sebagai gambaran lebih lanjut, berikut ini disebutkan pesantren-
pesantren terkemuka di Jawa yang sudah terkenal dengan spesialisasinya atau
fan-fan (cabang ilmu) tertentu yang menjadi fokus kajiannya dan kiai yang
mengajarkannya:
a. Pesantren Tebuireng (Kiai Hasyim Asy’ari), Tambak Beras (Kiai
Wahab Hasbullah), Denanyar (Kiai Bisri Syamsuri), Termas (Kiai
Dimyathi dan Hamid Dimyathi), Lasem (Kiai Kholil), Pesantren
PERSIS (Persatuan Islam) Bangil, terkenal dengan fiqh dan ilmu
hadits.
84
b. Pesantren Lasem (kiai Ma’sum), Nglirap Banyumas, Pesantren
Lirboyo (Kiai Mahrus) Kediri, Bendo, Jampes, terkenal dengan ilmu
alat nahwu, sharaf, bayan, badi’, dan lain-lain.
c. Pesantren Krapyak (Kiai Munawwir dan Ali Ma’sum), Cintapada
Tasikmalaya (Kiai Dimyathi), Wonokromo (Kiai Abdul Aziz dan
Hasbullah), terkenal dengan qira’at al-Qur’an.
d. Pesantren Rejoso (Kiai Musa’in Romli), Tegal Rejo (Kiai Khudari), al-
Falak Pegentongan (Kiai Falak), Watu Congol (Kiai Dahlan), terkenal
dengan bidang tasawuf.
e. Pesantren Kiai Haji Badhawi Lasem, Jamsaren (Kiai Abu Amar),
terkenal dengan spesialisasi tafsir al-Qur’an.
f. Pesantren Inabah (Kiai Abah Anom) terkenal dengan pengobatan
korban narkotika, Pesantren Gontor (Kiai Ahmad Sahal, Zainuddin
Fananie dan Imam Zarkasyi) terkenal dengan bahasa Arab dan
Inggris, Pesantren Pabelan di Magelang yang menekankan pada
keterampilan santri, Pesantren Darul Falah Bogor yang berkecimpung
di bidang pertanian.
72

Ada bidang-bidang khusus yang merupakan fokus masing-masing
pesantren dapat menarik minat para santri untuk memilih bidang-bidang yang
diminati. Hal ini menunjukkan keanekaragaman bidang kajian di pesantren-
pesantren antara satu dengan yang lainnya tidak ada kesamaan. Secara umum
dapat dipahami bahwa setiap pesantren memberikan porsi yang lebih besar

72
Abuddin Nata, Ibid., hlm. 110-111
85
pada bidang-bidang tertentu sebagai kekhasan pendidikan yang dimilikinya
dan sekaligus dikenal karena kekhususannya itu.
6. Pertumbuhan Kelembagaan Pondok Pesantren
Pembangunan suatu pesantren didorong oleh kebutuhan masyarakat
akan adanya lemabaga pendidikan, namun faktor guru yang memenuhi
persyaratan keilmuan yang diperlukan akan sangat menentukan bagi
timbulnya suatu pesantren. Pada umumnya, berdirinya suatu pesantren diawali
dari pengakuan masyarakat akan akan keunggulan dan ketinggian ilmu
seorang kiai atau guru. Masyarakat sekitar atau dari luar daerah datang untuk
mengaji atau belajar karena keinginan menuntut dan memperoleh ilmu dari
kiai atau guru.
Santri yang telah menyelesaikan dan diakui telah tamat biasanya diberi
izin atau ijazah oleh kiai untuk membuka dan mendirikan pesantren baru di
daerah asalnya. Dengan cara demikian pesantren-pesantren berkembang di
daerah-daerah, terutama pedesadan dan pesantren asal dianggap sebagai
pesantren induk. Perkembangan kelembagaan pesantren seperti ini oleh
Zamakhsyari Dhofier disebut Pesantren Salafi, yang tetap mempertahankan
kitab-kitab kuning/ klasik.
Dengan demikian, jelaslah bahwa pesantren bukan hanya mampu
bertahan, melainkan pada gilirannya mampu mengembangkan diri dan
menempati posisi penting dalam pendidikan. Pesantren dalam sejarah
perjalanannya mengalami perubahan dan pertumbuhan sekaligus merupakan
perkembangan, baik dilihat dari sisi isi maupun dari segi bentuk. Apabila
86
dilihat dari pola perubahan dan pertumbuhan pesantren, ditemukan bermacam-
macam pola perubahan, antara lain:
a. Pesantren yang terdiri hanya masjid dan rumah kiai. Pesantren ini
masih sangat sederhana, kiai menggunakan masjid atau rumahnya
sendiri untuk tempat mengajar dan santrinya berasal dari daerah
sekitar pesantren tersebut.
b. Pesantren yang terdiri dari masjid, rumah kiai, pondok atau asrama.
Pola ini telah dilengkapi pondok yang disediakan bagi para santri
yang datang dari daerah lain.
c. Pesantren yang terdiri dari masjid, rumah kiai, pondok atau asrama
dan madrasah. Pola ini telah memakai sistem klasial, santri mendapat
pengajaran di madrasah. Di samping itu, belajar mangaji mengikuti
pengajaran yang diberikan oleh kiai di pondok.
d. Pesantren yang telah berubah kelembagaannya yang terdiri dari
masjid, rumah kiai, pondok atau asrama, madrasah dan tempat
keterampilan. Pola ini dilengkapi dengan tempat-tempat keterampilan
agar santri terampil dengan pekerjaan yang sesuai dengan sosial
kemasyarakatannya, seperti pertanian, peternakan, menjahit dan
sebagainnya.
e. Pesantren yang terdiri dari masjid, rumah kiai, pondok atau asrama,
madrasah, tempat keterampilan dan ditambah adanya universitas,
gedung pertemuan, tempat olah raga, sekolah umum. Pada pola ini
87
pesantren merupakan lembaga pendidikan yang telah berkembang
dan bisa dikatakan sebagai pesantren modern.
73

Azyumardi Azra menjelaskan,
.... Pesantren bukan hanya mempu bertahan. Tetapi lebih dari itu, dengan
penyesuaian, akomodasi dan konsesi yang diberikannya, pesantren pada
gilirannya juga mampu mengembangkan diri, dan bahkan kembali
menempatkan diri pada posisi yang penting dalam sistem pendidikan
nasional indonesia secara keseluruhan
74


Wacana yang berkembang dalam dinamika pemikiran dan pengalaman
praktis alumni pesantren tampaknya menegaskan bahwa pesantren merupakan
bagian dari infrastruktur masyarakat yang secara makro telah berperan
menyadarkan komunitas masyarakat untuk mempunyai idealisme, kemampuan
intelektual dan perilaku mulia (al-akhlaq al-Karim) guna menata dan
membengun karakter bangsa yang paripurna.
75











73
Ibid., hlm. 96-97
74
Azyumardi Azra, Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru
(Jakarta: PT Logos, 1999), hlm. 106
75
Suwendi, Sejarah & Pemikiran Pendidikan Islam (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada,
2004), hlm. 117
88
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif, Bogdan dan Taylor
yang dikutip oleh Lexi, J Moleong mendefinisikan Metodologi Kualitatif
sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-
kata tulisan atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
Menurut mereka, pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut
secara holistic (utuh). Jadi, dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu
atau organisasi ke dalam variable atau hipotesis, tetapi perlu memandangnya
sebagai bagian dari suatu keutuhan.
76

Sejalan dengan definisi tersebut, Krik dan Miller yang dikutip oleh
Lexy, J, Moleong mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi
tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung
dengan orang-orang tersebut dalam behasannya dan dalam peristilahannya.
77

Deskriptif Kualitatif adalah penelitian yang data-datanya berupa kata-
kata (bukan angka-angka, yang berasal dari wawancara, catatan laporan,
dokumen dan lain-lain) atau penelitian yang di dalamnya mengutamakan
untuk pendiskripsian sacara analisis sesuatu peristiwa atau proses

76
Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosda Karya,
2000), hlm. 3
77
Ibid., hlm. 3
89
sebagaimana adanya dalam lingkungan yang alami untuk memperoleh makna
yang mendalam dari hakekat proses tersebut.
78

Penelitian ini digunakan dengan beberapa alasan, pertama
menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan
kenyataan ganda, kedua metode ini menyajikan secara langsung hakikat
hubungan antara peneliti dan responden, ketiga metode ini lebih peka dan
lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama
dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi dan bertujuan untuk
menggambarkan realitas empiris sesuai fenomena secara rinci dan tuntas, serta
untuk mengungkapkan gejala secara holistic kontekstual melalui pengumpulan
data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen
kunci.
B. Kehadiran Peneliti
Sesuai dengan pendekatan yang digunakan, maka instrumen yang
dipakai untuk mengumpulkan data adalah penelitian sendiri. Lexi J. Meloeng
menyebutkan bahwa penelitian dalam penelitian kualitatif cukup rumit. Ia
sekaligus merupakan perencana, pelaksana, pengumpul data, analisis, penafsir
data dan pada akhirnya ia jadi pelopor hasil penelitiannya.
79
Karena penelitian
merupakan instrument penelitian dalam penelitian ini, maka kehadiran peneliti
di lokasi penelitian mutlak diperlukan sesuai dengan prinsip-prinsip penelitian
kualitatif, yaitu peneliti harus menciptakan hubungan yang baik dengan
subyek penelitian.

78
Nana Sudjana, Metode Statistik (Bandung: Tarsito, 1989), hlm. 203
79
Lexy J. Moleong, op. cit., hal. 121
90

C. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
yang beralamat di Jalan Gegerkalong Girang 38 Bandung 40153, tepatnya
sebelah barat kampus Universitas Pendidikan Indonesia.
D. Sumber Data
Menurut Lofland (1984), yang dikutip oleh Moleong, “sumber data
utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata atau tindakan, selebihnya
adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain”
80
, Suharsimi Arikunto
menjelaskan “yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah
subjek dari mana data dapat diperoleh”
81

Pengambilan data yang dilakukan pada beberapa sumber data/subyek
dalam penelitian antara lain: pengasuh, ustadz/ustadza dan santri Pondok
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Untuk mempermudah mengidentifikasi
sumber data penulis mengklasifikasikannya menjadi 3 dengan huruf depan p
tingkatan dari bahasa Inggris, yaitu:
P = person, sumber data berupa orang yaitu sumber data yang bisa
memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban
tertulis melalui angket.
P = place, sumber data berupa tempat yaitu sumber data yang menyajikan
tampilan berupa keadaan diam dan bergerak.

80
Ibid., hlm. 112
81
Suharsimi Arikunto, Prosedur Pendidikan Suatu Pendekatan PrakteK (Jakarta: Rineka
Cipta, 2002), hlm. 114
91
Diam, misalnya ruangan, kelengkapan alat, wujud benda, warna dan
lain-lain.
Bergerak, misalnya aktivitas, kinerja, laju kendaraan, ritme nyanyian,
gerak tari, sajian sinetron, kegiatan belajar-mengajar dan lain
sebagainya.
P = paper, sumber data berupa simbol yaitu sumber data yang menyajikan
tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar, atau simbol-simbol lain.
Dengan pengertiannya ini maka “paper” bukan terbatas hanya pada
kertas sebagiamana terjemahan dari kata “paper” dalam bahasa Inggris,
tetapi dapat berwujud batu, kayu, tulang, daun lontar dan sebagianya
yang cocok untuk penggunaan metode dokumentasi.
82

E. Prosedur Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang akurat, peneliti menggunakan beberapa
metode pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian di lapangan,
adapun metode-metode tersebut adalah sebagi berikut:
1. Observasi (Pengamatan)
Metode observasi digunakan apabila seorang peneliti ingin mengetahui
secara empirik tentang fenomena obyek yang diamati. Dalam hal ini peeneliti
menggunakan teknik Observasi sistematik, karena di dalamnya memuat
faktor-faktor yang telah diatur kategorisasinya lebih dulu dan ciri khusus dari
tiap-tiap faktor dalam kategori-kategori itu.

82
Ibid., hlm. 107
92
Dalam kasus ini pengamatan memungkinkan pengamat untuk melihat
dunia sebagaimana dilihat oleh subjek pada keadaan waktu itu, merasakan apa
yang dirasakan dan dihayati oleh subjek sehingga memungkinkan pula peneliti
menjadi sumber data, pembentukan pengetahuan yang diketahui bersama baik
dari pihaknya maupun dari pihak subjek.
83

Metode observasi digunakan dalam penelitian untuk memperoleh data
tentang situasi umum dari objek yang diteliti, meliputi: letak geografis, nuansa
kehidupan, sarana dan prasarana di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung.
2. Interview (Wawancara)
Interview atau wawancara dipergunakna sebagai cara untuk
memperoleh data dengan jalan mengadakan wawancara dengan nara sumber
atau responden. Pelaksanaannya dapat dilakuka secara langsung berhadapan
dengan yang diwawancarai tetapi dapat pula secara tidak dapat pula secara
tidak langsung seperti memberikan daftar pertanyaan untuk dijawab pada
kesempatan lain.
84

Menurut Suharsimi Arikunto “metode interview adalah sebuah dialog
yang dilakukan oleh pewawancara (Interviewer) untuk memperoleh informasi
dari terwawancara (interviewwee)”
85
, sedang menurut Lexy J. Moleong,
“Interview atau wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yaitu
percakapan yang dilakukan oleh kedua belah pihak yakni pewawancara yang

83
Lexy J Moleong, op. cit., hlm. 175
84
Hariwijaya, M dan Djaelani, Bisri M, Teknik Menulis Skripsi & Thesis (Jogjakarta:
Zenith Publisher, 2006), hlm. 45
85
Suharsimi Arikunto, op. cit., hlm. 132
93
mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas
petanyaan itu”
86

Peneliti disini menggunakan Wawancara Bebas Terpimpin, yaitu
kombinasi antara interview bebas dan interview terpimpin. Dimana dalam
pelaksanaannya pewawancara membawa buku pedoman yang merupakan
garis besarnya saja, selain itu pewawancara juga harus dapat menciptakan
suasana santai tapi serius. Dalam hal ini peneliti mewawancarai Pengasuh,
Pengurus, Ustadz/Ustadzah, santri di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung, serta informan lain yang terkait dengan masalah yang dibahas.
3. Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah metode penelitian untuk memperoleh
keterangan dengan cara memeriksa dan mencatat laporan. Menurut Suharsimi
Arikunto, “metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau
variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti,
notulen, rapat dan sebagainya”
87

Dalam metode dokumentasi, data yang diperuntukan adalah:
a. Sejarah berdirinya Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung.
b. Struktur organisasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung.
c. Data-data tentang penerapan Manajemen Qolbu di Pondok Pesantren
Daarut Tauhid Bandung.
d. Dan lain-lain yang berkenaan dengan penelitian ini.


86
Lexy J Moleong, op. cit., hlm. 186
87
Suharsimi Arikunto, op. cit., hlm. 206
94
F. Analisis Data
Setelah data yang diperoleh sudah terkumpul maka langkah
selanjutnya adalah melakukan analisis atau pengolahan data. Menurut
Moleong, bahwa analisis data adalah proses mengorganisasikan dan
mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga
dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang
disarankan oleh data.
88

Dalam hal ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif yang
sebagian besar berasal dari catatan pengamatan, wawancara dan dokumentasi.
Kemudian catatan tersebut di analisis untuk memperoleh tema dan pola-pola
yang dideskripsikan dan diilustrasikan dengan contoh-contoh, termasuk
kutipan-kutipan dan rangkuman dari dokumen.
Menurut Meleong, dalam Metodologi Penelitian Kualitatif menyatakan
bahwa proses analisis data penelitian kualitatif adalah:
1. Mencatat yang menghasilkan catatan lapangan, dengan hal itu, diberi kode
agar sumber datanya tetap dapat ditelusuri.
2. Mengumpulkan, memilah-milah, mengklasifikasikan, mensintesiskan,
membuat ikhtisar dan membuat indeksnya.
3. Berpikir, dengan jalan membuat agar kategori data itu mempunyai makna,
mencari dan menemukan pola dan hubungan-hubungan dan membuat
temuan-temuan umum.
89



88
Lexy J Moleong, op .cit., hlm. 208
89
Ibid,. hlm. 248
95
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif eksploratif.
Penelitian deskriptif eksploratif bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau
status fenomena.
90
Dalam hal ini peneliti hanya ingin mengetahui hal-hal yang
berhubungan dengan keadaan sesuatu. Teknik ini penulis gunakan untuk
menggambarkan, menuturkan, menafsirkan serta menguraikan data yang
bersifat kualitatif yang penulis peroleh dari metode pengumpulan data.
G. Pengecekan Keabsahan Data
Untuk menguji validitas data atau keabsahan data, disini peneliti
menggunakan metode Triangulasi. Menurut Moleong bahwa metode ini
adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang
lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding
terhadap data itu.
91

Adapun teknik yang digunakan oleh peneliti adalah Triangulasi dengan
Metode, menurut Patton (1987) yang dikutip oleh Lexy, J Moleong terdapat
dua strategi yaitu pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian
beberapa teknik pengumpulan data, pengecekan derajat kepercayaan beberapa
sumber data dengan metode yang sama.
92

H. Tahap-Tahap Penelitian
Penelitian ini dilakukan melalui 3 tahapan, yaitu:
1. Tahap Pra Lapangan terdiri dari:
a. Menyusun rancangan penelitian
b. Memilih lapangan penelitian

90
Suharsimi Arikunto, op. cit., hlm. 183
91
Lexy J Moleong, op. cit., hlm. 330
92
Ibid., .hlm. 127-148
96
c. Mengurus perizinan
d. Menjajaki dan menilai lapangan
e. Memilih dan memanfaatkan informan
f. Menyiapkan perlengkapan penelitian
g. Persoalan etika penelitian
2. Tahap pekerjaan lapangan terdiri dari:
a. Memahami latar penelitian dan persiapan diri
b. Mamasuki lapangan
c. Berperan serta sambil mengumpulkan data
3. Tahap akhir penelitian terdiri dari:
a. Menyajikan data dalam bentuk deskripsi
b. Menganalisis data sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
93






















93
Lexy J Moleong, op. cit., hlm. 27-148
97
BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Latar Belakang Objek
1. Sejarah Daarut Tauhiid
Sejarah Daarut Tauhiid (DT) berawal pada tahun 1987, ketika seorang
pemuda bernama Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) merintis usaha wiraswasta
dalam wadah KMIW (Kelompok Mahasiswa Islam Wiraswasta) yang
sebagian hasil usahanya digunakan untuk menopang kegiatan pengajian rutin
yang dipimpinnya. Setelah selanjutnya menyadari akan keterbatasan
pengetahuan, akhirnya Aa Gym memutuskan untuk menambah ilmu
khususnya ilmu agama Islam di berbagai pesantren diantaranya K.H. Djunaedi
di Garut dan K.H. Khoer Affandi di Tasikmalaya. Diawali dengan perjuangan
yang cukup berat, Alhamdulillah Aa Gym dengan ketekunan sedikit demi
sedikit hasilnya dapat dilihat.
Pada tahun 1988, Aa Gym pertama kali melaksanakan ibadah haji.
Setelah itu, hampir pada setiap tahun berikutnya Aa Gym mendampingi
jama’ah berangkat haji. Sejak tahun 1989, wirausaha yang dirintis Aa Gym ini
semakin hari semakin berkembang seiring dengan semakin banyaknya
jama’ah yang datang ke pengajian rutin asuhannya, sehingga tempat yang ada
yaitu di rumah Aa Gym sendiri tidak memungkinkan lagi. Untuk
memfasilitasinya, maka pada tanggal 4 September 1990 berdirilah secara
98
resmi Yayasan Daarut Tauhiid (DT) yang beralamat di Jalan Gegerkalong
Girang No. 38 Bandung.
Saat-saat penuh tantangan bagi Daarut Tauhiid (DT) dalam merintis
da’wah adalah ketika menempati lokasi baru tersebut. Lokasi Baru ini semula
adalah sebuah rumah kontrakan sederhana dengan 20 kamar yang sebelumnya
dipakai sebagai tempat pondokan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di
Kota Bandung. Bagai musafir kehausan di tengah padang, hari demi hari
pengajian di lokasi baru ini semakin banyak dihadiri khalayak yang rindu akan
siraman penyejuk qolbu.
Di tahun 1993 Daarut Tauhiid (DT) terus berupaya mengembangkan
organisasinya dengan melakukan pembebasan tanah dan bangunan yang
diikuti dengan pembangunan sebuah masjid permanen berlantai tiga. Masjid
DT sering disebut masjid seribu tangan, sebab dibangun secara gotong royong
oleh ribuan masyarakat sekitar dan jama’ah Daarut Tauhiid (DT). Untuk
menopang laju dan gerak dakwah Islamiyah di Daarut Tauhiid (DT), tahun
selanjutnya (1994) berdiri Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN-DT).
Aa Gym dapat membebaskan tanah gedung pesantren atas bantuan
Bapak Palgunadi T Setyawan dari Astra Mitra Ventura. Ketika itu Aa Gym
berkesempatan untuk memberikan ceramah di PT. Astra Mitra Ventura, saat
itu pula Pak Palgunadi T Setyawan merasa tertarik untuk ikut andil dalam
pengembangan Pesantren Daarut Tauhiid.


99
Menjelang akhir 1997, sarana dakwah dan perekonomian menjadi
semakin lengkap dengan didirikannya gedung KOPONTREN-DT berlantai
empat persis diseberang masjid. Gedung yang cukup representatif ini
dipergunakan untuk kantor beberapa unit usaha seperti BMT (Baitul Mal Wat
Tamwil), Super Mini Market, Warung Telekomunikasi dan lain-lain.
Bersamaan dengan berkembangnya aktivitas perekonomian, aktivitas
pendidikan pun ikut aktif dengan berbagai programnya, diantaranya adalah
dengan dimulainya program Pendidikan Santri Beasiswa tahun 1995,
dibukanya lembaga Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT) DT pada
tanggal 7 Desember 1997. Diantara programnya adalah kerjasama pendidikan
dan pelatihan Manajemen Qolbu (MQ) untuk para eksekutif, staff dan
karyawan berbagai perusahaan swasta. Diantara perusahaan yang pernah
mengikuti pelatihan MQ ini adalah Bank Muamalat Indonesia Cabang
Bandung, PT. Telkom Divre III Jabar, PT. Telkom Corporate Office, PT.
Kereta Api Indonesia (KAI), Bank Indonesia, Bank Bukopin, PLN. Persero
dan perusahaan lainnya.
Di tahun 1998 pula, seakan tidak henti-hentinya karunia Allah yang
harus disyukuri. Menjelang detik-detik akhir penghujung tahun diresmikanlah
sebuah Pondokan atau Cottage yang asri Daarul Jannah. Sebuah sarana
dakwah lain kembali hadir di Pesantren Daarut Tauhiid, ialah Stasiun Radio
1026 AM (sekarang 102,7 FM), Radio Ummat yang dibangun dari hasil
Kencleng Ummat pendengar siaran Manajemen Qolbu (MQ) pagi yang
disiarkan tahun 1999 atas kerja sama dengan Stasiun Radio Paramuda 93,9
100
FM. Radio Ummat pertama kali mengudara (On Air) pada bulan Ramadhan
1420 H, tepatnya tanggal 9 Desember 1999. Dan kemudian dibekukan pada
awal April 2003 dikarenakan permasalahan kualitas radio yang berfrekuensi
AM, disamping masalah aspek legal yang belum terselesaikan dan
mengalihkan aktivitasnya ke Radio MQ FM. Berdasarkan data, perkembangan
Daarut Tauhiid (DT) Bandung dapat digambarkan sebagai berikut: luas tanah
22.202 M2 dan luas bangunan masjid (587,50 M2).
94

2. Letak Geografis
Letak geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah berdasarkan
kenyataan permukaan bumi. Menurut letak geografisnya Pondok Pesantren
Daarut Tauhiid berada di bagian selatan kota Bandung tepatnya di jalan
Gegerkalong Girang No. 38 Bandung 40154, sebelah utara Pondok Pesantren
Daarut Tauhiid adalah kampus UPI (Universitas Pendidikan Indonesia).
3. Stuktur Organisasi
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid adalah milik umat sehingga tidak
boleh terikat pada figur seseorang. Operasional organisasi Pondok Pesantren
Daarut Tauhiid dijalankan bersama yaitu Aa Gym hanya sabagai pendiri
sekaligus pembina dan dibawah itu Aa Gym menyerahkan kepada santri atau
pengurus sehingga memungkinkan santri untuk kreatif mengelola pesantren
secara mandiri.

94
Buku Panduan Santri Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, hlm.
13-14
101
Aktifitas di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid ini tidak hanya
mengelola Pondok Pesantren saja, akan tetapi terdapat lembaga-lembaga yang
ada di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid antara lain:
a. Yayasan Eco-Pesantren Daarut Tauhiid
Pendidikan formal yaitu TK Khas Daarut Tauhiid
b. MQ Corporation yaitu PT Pesantren Daarut Tauhiid
Bisnis yang disertai dengan dakwah diantaranya:
1) MQTV
2) MQ FM
3) MQS (Mutiara Qolbun Saliim)
4) MQ Guest House
5) MQ Consumer Goods
6) MQ Cafe
7) MQ Tours & Travel
8) MQ Multimedia
c. Yayasan Pesantren Daarut Tauhiid
Pesantren atau badan wakaf dengan dakwah dan pendidikan non
formal atau kesantrian, diantaranya:
1) Santri Mukim:
a) Akhlak Plus Wirausaha (APW)
b) Dauroh Qolbiyah
c) Dauroh Quraniyah
d) Pesantren Kilat
e) Program Pesantren Mahasiswa (PPM)
f) Pesantren Muslimah Teladan (PMT)
g) Pesantren Karya
102
2) Santri Non Mukim:
a) Santri Siap Guna (SSG)
d. Kopontren Daarut Tauhiid
Badan usaha koperasi atau ekonomi kerakyatan, devisi usahanya antara
lain:
1) Super Mini Market (SMM)
2) Lembaga Keuangan Syariah BMT (Baitul Maal wa Tamwil)
3) Cottage & Cafétaria Daarul Jannah
4) Handycraft
5) Lembaga Pendidikan & Pelatihan Ekonomi Syariah (LP2ES)
6) Global Service Provider
e. Gemanusa yaitu perhimpunan atau perkumpulan gerakan moral
Pengurus berperan penting dan merupakan tangan kanan pendiri
karena pendiri tidak terjun sendiri dan tidak mengetahui keadaan
santri dari sekian banyak santrinya. Penguruslah dengan berbagai job
deskripsinya mereka memahami keadaan santri lebih mendalam.
Dalam pengembangannya Pondok Pesantren Daarut Tauhiid juga
didukung oleh para santri sendiri dan para wali santri
95


4. Visi, Misi, Tujuan dan Strategi
a. Visi
1) Ahli Dzikir
Menjadikan Allah sebagai tumpuan kerinduan, harapan, pertolongan
dan tujuan dalam beramal shaleh, sehingga apapun yang terjadi tidak
akan mengurangi keyakinan dan selalu ridha pada ketentuan-Nya.



95
Wawancara dengan Fredy Rizaldi, Kepala Bagian Kelembagaan & Litbang Pesantren
Daarut Tauhiid Bandung, tanggal 28 November 2008
103
2) Ahli Fikir
Mengoptimalkan kemampuan berfikir, bertafakur dan bertadabbur
dalam menggali hakekat kebenaran, mengungkap hikmah yang
tersembunyi, potensi diri dan lingkungan sehingga diharapkan muncul
sikap yang arif, efektif dan tepat dalam mengatasi berbagai tantangan
dan masalah.
3) Ahli Ikhtiar
Mengoptimalkan daya upaya dan ikhtiar yang diridhai Allah, sehingga
diharapkan akan muncul manusia-manusia unggul yang selalu
berkarya dengan diiringi sikap amar ma’ruf nahi mungkar.
b. Misi
1) Menjadikan konsep manajemen qolbu sebagai konsep perubahan
sikap, penyejuk hati, penggelora semangat, pendidikan dan
pelatihan serta pembinaan
2) Mengarahkan aktifitas organisasi menuju pesantren kota,
lingkungan barokah, Bandung bermartabat
3) Memajukan perekonomian DT dengan menumbuhkembangkan
jiwa entrepreneurship, produk dan jasa
4) Mencetak SDM yang siap berkarya dengan etos kerja yang
optimal, pendidikan dan pelatihan serta pembinaan
c. Tujuan
1) Bidang Dakwah:
a) Mengembangkan metoda dakwah yang segar, solutif dan
aplikatif
b) Mengutamakan nilai-nilai Islam yang rahmatan lilalamiin
2) Bidang Pendidikan:
a) Menyelenggarakan pendidikan yang berbasis ma’rifatullah,
leadership dan entrepreneurship
104
b) Menyelenggarakan pelatihan pengembangan diri yang
berbasiskan Manajemen Qolbu
c) Menyelenggarakan pendidikan formal berjenjang dari TK
sampai Perguruan Tinggi yang berorientasi pada kemandirian
3) Bidang Sosial:
Memberdayakan potensi masyarakat dengan mendirikan Lembaga
Pengelola Zakat nasional yang mensucikan dan memberdayakan.
4) Bidang Ekonomi Syariah:
Membangun model pengembangan ekonomi syariah yang
mengutamakan kemaslahatan bagi masyarakat.

d. Strategi
Strategi yang dikedepankan oleh Daarut Tauhid dikenal dengan
sebutan "Manajemen Qalbu", konsep yang digelontorkan oleh KH.
Abdullah Gymnastiar. Sebuah metode yang mengajak jamaahnya untuk
mampu menseleraskan olah pikir, olah hati dan olah tindakan (dzikir).
Intinya adalah memenej dan memelihara kebeningan hati dengan cara
mengenal Allah lebih mendalam (dengan amalan/dzikir). Untuk kemudian
mengisinya dengan nilai-nilai ruhani Islam seperti sabar, ridho, tawakal,
ikhlas, jujur, disertai dengan ikhtiar. Sebagai pesantren yang berada di
tengah kota, Daarut Tauhid memang dimaksudkan untuk mengincar
segmen masyarakat perkotaan yang ingin memperdalam ilmu agama.
5. Pola Kepemimpinan
Pola kepamimpinan yang diterapkan oleh Aa Gym adalah dengan
mencontoh kepemimpinan Nabi Muhammad yang sangat siddiq (benar dalam
tekad dan sikap), sangat amanah (penuh tanggung jawab), fathonah (sangat
105
cerdas dan profesional), serta tabligh (memiliki kemampuan komunikasi yang
andal) akan mengantarkan seorang pemimpin efektif menjadi kemuliaan dunia
akhirat.
Sabda Nabi Muhammad saw “Setiap di antaramu adalah pemimpin,
dan akan ditayangkan tentang kepemimpinannya” (al-hadits). Artinya
kesadaran untuk memiliki keterampilan adalah satu hal yang standar harus
dimiliki oleh setiap manusia, disebut keterampila memimpin karena manusia
akan berkembang dan tumbuh kemampuan memimpinnya jika yang
bersangkutan secara konsisten terus menerus belajar dan berlatih untuk bias
memimpin dengan baik. Dengan kata lain, walaupun berkata apabila tidak
disertai ilmu dan pelatihan yang benar serta konsisten, hasilnya akan menjadi
pemimpin yang buruk bahkan berbahaya.
Kepemimpinan yang baik harus memiliki keterampilan membangun
visi kedepan, mengatur strategi dengan baik membaca dan mensinergikan
aneka potensi serta memotivasi diri maupun yang dipimpinnya untuk
mencapai hasil yang dicita-citakan. Pemimpin sejati jelajahnya ada di hati
yang dipimpin. Dengan demikian, yang mengikuti akan dengan tulus berjuang
dan berkorban untuk menggapai tujuan mulia yang diharapkan bersama.
Pemimpin sejati harus diawali dengan kegigihan memimpin dirinya
sendiri. Mengendalikan pandangan, pendengaran, tuturkata, keinginan, hawa
nafsu, amarah dan syahwat, sesudah itu memimpin keluarga merupakan
prioritas pula agar menjadi suri teladan bagi masyarakat yang dipimpinnya.
106
Kegagalan membangun keluarga yang baik akan melemahkan wibawa
kepemimpinannya.
Kunci memimpin orang lain adalah dengan meposisikan diri sebagai
teladan dan sebelum menyuruh orang lain, serta menjadi “pelayan bagi
masyarakat”. Posisi yang lebih banyak berbuat, berkorban waktu, tenaga,
biaya dan pikiran dengan tulus, maka inilah yang akan kena di hati orang-
orang yang dipimpin bukannya diposisikan sebagai “raja”.
96

B. Penyajian Data
1. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan
Kaulitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung
Penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu yang diterapkan di Pondok
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung adalah sebagai berikut:
a. Pengenalan Diri
Sungguh betapa indah hidup dengan bening hati. Kebeningan hati
menciptakan kedamaian dan kebersamaan. Kebeningan hati diawali
dengan pembersihan hati. Lalu bagaimana kiat menuju kebeningan hati
itu? Ikhtiar pembersihan hati harus dimulai dengan upaya memahami diri
dan orang lain. Tanpa pemahaman dan pengenalan yang mendalam
mustahil bisa terhindar dari kotoran hati. Dengan demikian bisa dikatakan
bahwa sumber dari kiat mengelola qolbu (manajemen qolbu) adalah
pengenalan diri.

96
Abdullah Gymnastiar, Aa Gym Apa Adanya Sebuah Qolbugrafi (Bandung: Khas MQ,
2006), hlm. 144-145
107
Seseorang yang mampu mengendalikan perasaan (emosinya)
adalah orang yang bisa memahami siapa dirinya. Jadi, tentunya akan bisa
mengendalikan diri begitu mengenalnya secara mendalam. Orang-orang
yang terkadang tidak mampu mengendalikan dirinya, itu karena mereka
merasa asing dengan dirinya sendiri. Lalu, bisa terjadi pada suatu masa
mereka melakukan perbuatan maksiat dan keji sementara mereka merasa
melakukannya tanpa sandar.
Kunci pemahaman diri terletak pada hati. Hati bisa
memperlihatkan secara jelas siapa diri seseorang dan bagaimana watak
seseorang. Hati yang bersih, bening dan jernih isnya Allah bisa
memperlihatkan kebersihan, kebeningan dan kejernihan pada diri
seseorang. Untuk mengenal diri, tentu memulainya dari kedalaman diri
sandiri, dari kedalaman qolbu atau apa yang disebut nurani. Inilah yang
sering dikenal dengan upaya introspeksi diri (muhasabah).
1) Cermati Potensi Diri
Anda adalah apa yang Anda pikirkan, demikianlah sebuah
ungkapan tentang pengenalan dan potensi diri. Artinya jika kita
memikirkan diri kita ini tidaklah berguna, ketidakbergunaan itulah
yang akan tetap menjadi cap diri kita. Dengan demikian, kita pun
memadamkan potensi-potensi positif yang ada pada diri kita karena
kita sudah menata hati dan pikiran ke arah negatif.
97



97
Abdullah Gymnastiar, Jagalah Hati Step by Step Manajemen Qolbu (Bandung: Khas
MQ, 2006), hlm. 2-3
108
Utamanya bisa mengenali potensi diri melalui hubungan
dengan orang lain. Hubungan dengan orang lain akan memungkinkan
munculnya kritik. Untuk itu, kita pun mengembangkan sikap terbuka
terhadap kritik yang datang dari luar diri kita. Artinya, kita harus
berprasangka baik (husnudzan) tentang apa yang orang lain katakan
terhadap diri kita karena merekalah yang mungkin lebih objektif
melihat potensi-potensi dalam diri kita.
Cara paling praktis dalam upaya pengenalan diri ini adalah
melalui hubungan yang harmonis dengan lingkungan terdekat, yaitu
keluarga, setelah keluarga, mulailah berhubungan secara harmonis
dengan saudara, teman, tetangga atau orang di dalam lingkungan
pekerjaan. Mungkin di sini akan terasa lebih berat karena keterbukaan
kita akan mengalirkan kritik yang lebih hebat lagi. Namun, yakinlah
bahwa proses ini akan lebih membuat perkembangan emosi semakin
baik dari hari ke hari.








109






Potensi Negatif:

• Sombong
• Pelit senyum
• Cuek
• Kurang pergaulan
• Kikir
• Mau menang sendiri
• Tidak percaya diri
• Penaku


Potensi Positif:

• Rendah hati
• Murah senyum
• Empatik
• Banyak teman
• Dermawan
• Mau mengalah
• Percaya diri
• Pemberani


Gambar 4.2 Langkah Praktis Pengenalan diri
Interaksi
Harmonis dengan keluarga
(Lingkungan Terkecil)
Mengembangkan Sikap
Terbuka
Besar Hati Menuai Kritik
Kuat Hati Menenrima
Pujian
110
Kritik adalah senjata ampuh untuk mengenal lebih jauh
kelemahan diri. Alergi terhadap kritik berarti akan membuat tumbuh
suburnya potensi negatif pada diri. Upaya-upaya memperbaiki diri
akan lebih efektif jika menngerakkan segenap potensi positif dalam
diri. Tentu dengan syarat bahwa telah mengetahui adanya kelmahan-
kelemahan pada diri. Potensi untuk memperbaiki diri hanya bisa
digerakkan dengan niat yang tulus.
98

Kebaikan pada diri bisa dilihat secara kasat mata melalui jasad
dan akal. Potensi jasad dan akal yang tampak lahiriah sebenarnya
digerakkan oleh potensi hati atau qolbu. Jadi, qolbu yang bersih akan
menampakkan fisik dan pikiran yang bersih pula. Jasad dan akal hanya
akan menuju pada suatu kebaikan jika dikendalikan oleh qolbu yang
bersih yang membuat perbuatan diri menjadi bernilai dan berkualitas.
2) Fokuskan pada Diri Sendiri
Kebaikan bisa dicontohkan atau ditularkan dari atau kepada
orang lain. Namun, kebaikan akan menjadi efektif marasuk pada diri
mankala berpangkal pada diri kita sendiri. Ungkapan yang cocok
dengan ini bahwa ”Uruslah diri sendiri sebelum mengurus orang lain.
Perbaikilah diri sendiri sebelum memperbaiki orang lain.
Bersihkanlah diri sendiri sebelum membersihkan orang lain”.
99



98
Ibid., hlm. 4-6
99
Ibid., hlm. 10
111
Jika ingin melihat kebaikan pada diri orang lain, harus
memulainya dari diri pribadi. Seperti halnya jika ingin efektif
mendidik anak sendiri, harus menunjukan sikap yang baik. Bagaimana
mungkin kita melarang anak untuk merokok, padahal sehari-hari kita
merokok di depan mereka? Hal demikianlah yang justru membuat
hidup kita menjadi lebih hina karena perbuatan tidak sesuai dengan
ucapan dan hati kita. Kita akan menjadi bahan cemoohan.
Keinginan kuat atau kerinduan melihat sebuah kebaikan agar
terjadi dilingkungan kita akan memotivasi diri untuk menebarkan
kebaikan dari dalam diri kita. Kita tidak akan sungkan melakukan
pembersihan jika melihat kekotoran di sekeliling. Kita dengan senang
hati menciptakan suasana yang membuat orang lain berbahagia,
apakah itu tersenyum, menolong dan berupaya memberikan solusi.
Pada akhirnya, akan terkondisikan keadaan yang dalam hal ini diri kita
menjadi pusat kebaikan dan solusi bagi orang-orang di sekeliling kita.
Kehadiran diri kita menjadi buah kerinduan bagi orang-orang yang
mendambakan kedamaian dan motivasi, seperti yang dicontohkan oleh
Rasulullah SAW.
3) Ubahlah Persepsi
Persepsi adalah cara pandang terhadap potensi-potensi diri kita.
Karena itu, jika kita mempersepsikan diri kita selalu gagal dan tidak
bisa diperbaiki, sampai kapan pun kita tidak akan pernah sukses.
112
Perubahan persepsi ini memang teramat penting. Dalam konsep
manajemen qolbu pengubahan persepsi harus dimulai dengan
mengukurnya pada kedalamn hati (nurani). Dengan kata lain,
seseorang akan efektif mengubah persepsinya jika dapat menggunakan
sarana qolbunya.
Qolbu akan menuju kepada Allah Swt, akan berbicara bahwa
pada dasarnya manusia memiliki sisi baik. Manusia bisa mengubah
dirinya menuju kebaikan jika ia menghidupkan sisi baik dan
mematikan sisi buruknya. Jadi, harus ada persepsi bahwa kita bisa
menjadi lebih baik, kita bisa menjadi sukses dan Allah Swt senantiasa
akan menolong hamba-Nya yang tulus bermunajat kepada-Nya.
b. Pembersihan Hati
Sebenarnya sukses itu tidak berjuang. Sukses adalah sesuatu yang
tidak hakiki. Manakala seseorang disebut telah meraih sukses, sebenarnya
seseorang itu telah ditawari untuk maraih sukses berikutnya lewat upaya
lebih keras dan lebih tinggi dari pada sebelumnya. Upaya keras ini
memerrlukan tekad.
Upaya keras kita mengenali dan mengendalikan diri juga
memerlukan tekad yang kuat. Tekad ini harus dijaga agar terus berkorban
dan tidak padam. Tekad inilah yang nantinya menjadi jala bagi kita untuk
mulai membersihkan hati karena masa antara mengenali dan
mengendalikan diri adalah membersihkan hati dulu.
113
Kesuksesan dalam konsep manajemen qolbu adalah bagaimana kita
secara istiqomah dapat terus melakukan pembersihan hati sepanjang
kehidupan. Kita harus ingat bahwa kunci keberhasilan agar kita bisa
bertemu dengan Allah Saw adalah kebersihan hati atau qolbun saliim. Jadi,
puncak kesuksesan bermuara pada kebersihan hati dan wahana
pembersihan hati adalah tekad (niat) yang kuat. Tekad menjadi kunci
untuk menggerakkan sesuatu dan tekad juga menjadi kunci terciptanya
sikap istiqomah dalam perilaku.
1) Kunci kedua ”Ilmu” memahami diri
Seseorang bisa membersihkan hati apabila dia terus-menurus
memperbaiki keadaan dirinya yang dirasakan memiliki banyak
kekurangan. Ilmu memahi diri ini berbanding lurus dengan tekad.
Semakin keras upaya-upaya yang dilakukan seseorang untuk
menelusuri siapa dirinya, tentulah tekad untuk memperbaiki diri
semakin besar pula kadar ilmu pemahaman diri yang dimiliki. Dari
sinilah kemudian lahir apa yang menjadi tahapan ketiga upaya
membersihkan hati.
2) Kunci ketiga rajin mengevaluasi diri
Dalam konsep manajemen waktu ada istilah pemetaan dan
pembagian waktu. Jika kita hidup dalam 24 jam sehari, tentu kita bisa
memetakan waktu tiap jam, tiap menit, bahkan tiap detiknya. Dari
pemetaan tersebut, apakah selama ini kita sudah menyediakan waktu
untuk mengevaluasi diri?
114
Sehari-hari kita menghadapi berbagai sifat dan watak orang,
termasuk merasakan watak diri kita sendiri. Jika orang lain menghujat
ataupun menegur kita yang sombong, otak kita akan merespon apa itu
sombong dan apa yang menyebabkan saya sombong. Lalu hati kita pun
diajak berdialog: “Benarkah saya sombong?” proses itu terjadi karena
kita sudah mengenal kriteria (ilmu) kesombongan. Dengan kriteria
itulah kita mengetahui hakikat sombong dan apa akibatnya, dari situ
kita lalu berpikir: “Wah, bener saya ini sombong” atau “Ah, rasanya
saya biasa saja, tidak sombong”. Proses berpikir ini biasa disebut
tafakur. Jika kita sombong, apakah bisa kita menahan kesombongan
itu? Jika kita merasa tidak sombong, benarkah apa yang kita lakukan
bukan merupakan kesombongan?
100

Jadi, sama halnya dengan upaya memahami diri kita dapat
menjelma menjadi upaya pengendalian diri. Kita bisa terus
membersihkan hati jika tahu ilmunya. Kita akan bisa mengukur diri
kita sombong atau tidak dengan ciri-ciri yang kita kenali.
3) Kunci keempat biarkan orang lain menilai kita
Tahapan keempat pembersihan hati adalah upaya membuka diri
terhadap kritik yang datang dari luar diri kita. Di sinilah seseorang bisa
mempraktikan kebesara hati yang dimilikinya. Seseorang akan dengan
lapang dada menerima ketidak senengan dan keraguan orang lain
terhadap dirinya.

100
Ibid., hlm. 16-17
115
Cara efektif untuk menjadi besar hati dan melapangkan dada
adalah dengan menerima atau mencari tahu kelemahan diri dari orang-
orang terdekat kita, misalnya orang tua, kakak, adik, serta istri atau
suami, bahkan bisa pula meminta penilaian dari anak-anak kita.
Apabila di dalam keluarga ini kemudian berhasil dalam evaluasi diri
itu berlangsung secara nyata perkembangan diri kita. Alhasil, akan
tercipta suatu pengondisian agar kita selalu menjaga perilaku karena
ada yang mengawasi. Bukankah hal ini sangat menguntungkan bagi
pengembangan diri kita? ”Upayakan membicarakan perilaku di tengah
keluarga hendaknya dilakukan secara akrab, terbuka dan jujur agar
proses pembersihan hati berlanjut dengan efektif”.
101

4) Kunci kelima bercermin pada prilaku orang lain
Dalam kehidupan dan perilaku sehari-hari, cermin adalah
orang-orang di sekitar kita, baik yang kenal akrab maupun yang belum
kita kenal. Allah menciptakan berbagai orang dengan berbagai sifat
sebagai cermin bagi kita. Sifat orang akan bermanfaat sebagai cermin
jika kita mengenakan ukuran-ukuran sifat itu kepada diri kita sendiri.
Misalnya, jika kita melihat seseorang menunjukkan kesombongannya,
lantas diri kita hanya bisa berkata ”Ah, sombong betul orang itu”, atau
kemudian apakah keadaan sombong itu kita kembalikan kepada diri
kita? Tentulah tidak ada gunanya apabila kita hanya mengatakan
bahwa, ”orang itu sombong”, yang akan bermanfaat bagi kita adalah

101
Ibid., hlm. 19
116
jika kesombongan yang terjadi di dalam diri kita adalah jika
kesombongan yang terjadi di dalam diri orang lain itu kita kendalikan
agar kita tidak menjadi sombong.
Sebenarnya perilaku orang-orang di sekitar kita bisa menjadi
percepatan pembelajaran bagi kita untuk membersihkan hati. Kita
menjadikan hidup ini lebih efektif dengan mempelajari perilaku orang-
orang di sekitar kita untuk memperbaiki diri, bahkan hal ini lebih
efektif dari pada sekedar membaca buku tentang pengembangan diri
yang lebih banyak dimuat teori. Misalnya, ada orang yang kata-
katanya gampang menyakiti orang lain. Hidup kita akan menjadi
efektif jika kita tidak memberikan komentar atas orang itu dan kita
berupaya saja terhindar agar tidak menjadi orang seperti itu.
c. Pengendalian Diri
Siapa sebenarnya yang paling diwaspadai dalam kehidupan kita?
Bukan orang lain, bukan musuh kita, melainkan diri kita sendiri.
Syariatnya, kita tidak akan celaka, kecuali karena diri kita sendiri. Karena
itu, pengendalian diri adalah fardhu a’in sifatnya jihadun nafs adalah
prioritas utama. Bahkan hal ini ditegaskan oleh Rasulullah saw bahwa
jihad akbar adalah jihad melawan diri sendiri.
Pengendalian diri memang memerlukan keterampilan prima.
Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa sumber pengendalian
diri adalah kita harus mengenal diri kita dahulu dan berupaya
membersihkan hati terlebih dahulu. Ibaratnya jika seorang supir, kemudian
117
ditugasi menyetir mobil ber-cc tinggi, kita bisa mengendarainya jika kita
sudah mengenal sangat baik dan kondisinya prima. Namun, sebaliknya
jika tidak akrab dengan mobil tersebut, bukannya bisa mengendarainya
dengan enak, melainkan malah tersiksa olehnya.
1) Mengelola perasaan
Perasaan atau diri itu ibarat kuda liar. Jika kita tidak bisa
menaklukannya, kita pun akan terpelanting dibuatnya. Ada berbagai
perasaan yang berhubungan dengan hawa nafsu yang perlu kita
kendalikan agar kita tidak dirugikan olehnya. Perasaan ini jika tidak
dikendalikan akan menggumpal menjadi amratul qulub (penyakit hati).
Berikut ini perasaan-perasaan yang memerlukan pengendalian diri oleh
kita:
a) Amarah
Allah Swt menganugrahkan rasa marah bagi kita guna
mengekspresikan perasaan hati. Namun, amarah bisa menjadi
media efektif bagi setan untuk menunggangi kita sehingga kita
tunduk kepadanya dengan meledakan amarah. Padahal, jika saja
nafsu amarah tidak ada, setan tentu tidak bisa berbuat apa-apa.
Karena itu, setan begitu membenci orang yang sebenarnya bisa
marah, tetapi tidak mau marah.
Rasa marah bisa terkontrol jika kita meyakini bahwa hal
itu tiada berguna sama sekali. Amarah itu memang suasana hati
yang paling sulit dikendalikan. Karena itu, Allah Swt dan rasul-
118
Nya sudah memperingatkan kita tentang dampak negatif dari
amarah. Rasulullah saw memberikan cara praktis untuk
mengendalikan amarah, dalam haditsnya yaitu ”Jika seorang di
antaramu marah ketika sedang berdiri, segeralah ia duduk, jika
kemarahan belum mereda, hendaklah ia berbaring ” (HR. Abu
Dzar).
Damapak negatif dari marah salah satunya menghasilkan
kata dan perilaku yang keji, yang bisa melukai orang lain. Tentu
saja perbuatan ini akan menghancurkan hubungan baik di
lingkungan mana pun. Namun, memang ada kalanya kita tidak bisa
menahan amarah. Jika harus terjadi, pilihlah kata-kata yang tidak
menyakitkan hati, sederhanakan persoalannya jangan diperuncing
dan persingkat kemarahannya, yang terpenting juga jangan
sungkan meminta maaf setelah marah.
b) Ucapan
Mulutmu adalah harimaumu yang akan menerkam
kepalamu. Inilah pepatah lama yang maksudnya betapa bahaya
ucapan atau lisan kita. Banyak sekali yang termasuk bahaya lisan
itu, di antaranya berbohong, menggunjing (ghibah), mengumpat
dan mengobrol yang tiada guna.
Kebersihan lisan harus disertai oleh kebersihan hati.
Tanpa adanya kebersihan hati, kita tidak akan bisa menghasilkan
kata-kata ataupun kalimat-kalimat yang berisi dan berkualitas.
119
Syeikh Ibnu Atha’illah mengatakan, ”bahwa tiap lisan yang
dikeluarkan pastilah membawa corak bentuk hati yang
mengeluarkannya”.
Tersemburnya caci maki, penghinaan, kebohongan,
sumpah serapah, yang rata-rata menyakitkan hati, pastilah
bersumber dari hati yang kotor. Di hati yang kotor selalu terselip
keinginan untuk mengucapkan lisan yang menyakitkan, tidak
bermakna atau sekedar berkomentar yang tidak perlu. Apa saja
yang terlihat di depan matanya ataupun terlintas di pikirannya,
selalu membuatnya gatal ingin bicara. Oleh karena itu, kita perlu
berhati-hati dalam hal lisan, kita perlu kemampuan menahan lisan
dengan mempertimbangkan akibat-akibat yang menyertainya.
Lisan memang tidak melukai sacara fisik, namun bisa melukai
perasaan yang mampu membawa perkelahian fisik, terputusnya
silaturahmi dan hancurnya sebuah sistem.
102









102
Ibid., hlm. 43
120
Tidak penting Penting
Diam
Apa manfaatnya?
Siapa lawan bicara?
Adakah unsur ghibah?
Bagaimana etikanya?
Bagaimana pilihan kayanya?
















Gambar 4.3 Proses Lisan Berkualitas

Keinginan atau niat berbicara
Pikirkan secara matang
Tanyakan pada hati nurani
Lisan yang berkualitas
121
c) Pandangan
Mata atau pandangan kita ibarat kamera yang bisa merekam
setiap objek dan disimpan dalam memori otak. Karena itu,
pandangan lewat mata merupakan virus yang bisa membuta kita
terpengaruh untuk kembali mengotori hati. Barang siapa yang
ketika di dunia ini tidak mahir menahan pandangan, gemar melihat
hal-hal yang diharamkan oleh Allah, maka jangan terlalu berharap
memiliki hati yang bersih. Umar bin Khattab pernah berkata, ”lebih
baik aku berjalan di belakang singa dari pada berjalan di belakang
wanita”. Ini memperlihatkan betapa bahayanya pandangan,
terutama bagi para ikhwan jika terlarut memandang akhwat.
Pandangan berbahaya tidak terbatas pada soal lawan jenis.
Akan tetapi, termasuk juga pandangan kita terhadap hal-hal yang
kerapkali menggiurkan hati kita. Karena itu salah satu kekuatan
yang diperlukan oleh orang-orang yang istiqomah menjaga hati
adalah menundukan pandangan. Tundukkan pandangan terhadap
hal-hal yang menimbulkan nafsu syahwat dan terhadap hal-hal
yang menimbulkan keinginan hampa.
Bahagialah orang yang sangat senang melihat kebaikan
orang lain. Namun, tatkala mendapati seseorang tidak baik
kelakukannya, segera mengerti bahwa manusia itu bukan malaikat.
Di balik segala kekurangan yang dimiliki orang tersebut pasti ada
122
kebaikannya. Jadi, fokuskan perhatian kita kepada kebaikannya
sehingga bisa tumbuh rasa kasih sayang di hati.
Tabiat nafsu selalu tidak sebanding antara kesenangan yang
didapat dan akibat atau resiko yang diterimanya
103


d) Pendengaran
Hampir setara fungsi dan dampaknya dengan pandangan
dalam memebersihkan dan mengotori hati adalah pendengaran.
Jika kita mendengar hal-hal yang tidak sepantasnya didengar, itu
membuat hati kita tidak tenang dan penasaran untuk
melontarkannya. Jika kita mendengar hal-hal yang tidak
menyenangkan atau menyakitkan, itu dapat menimbulkan dendam
dan amarah yang mengotori hati.
Sebaliknya, jika kita mendengar hal-hal yang baik, tentu
itu akan menentramkan hati. Coba saja kita dengarkan lantunan
ayat-ayat Al-Qur’an, hati kita menjadi teduh dan tentram rasanya.
Makanya beberapa pakar psikologi menganjurkan pada saat bayi di
dalam kandungan sebaiknya diperdengarkan kepadanya musik-
musik klasik yang berirama lembut dan intelek. Ini merupakan kiat
pertama menanamkan kecerdasan ruhani pada sang bayi. Dalam
Islam tetulah lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang lebih bermakna
dari pada musik klasik.



103
Ibid., hlm. 42
123
e) Selera makan
Kegiatan makan termasuk jalan bagi seseorang untuk bisa
lebih dekat kapada Allah Swt dan sebaliknya, bisa pula menjadi
media pertuturan nafsu. Hakikat makan bagi seorang hamba Allah
adalah demi menjaga kesehatan tubuhnya dan makanan termasuk
rezeki yang dilimpahkan Allah sehingga seseorang bisa menikmati
dengan penuh syukur. Namun, ada kalanya makanan dijadikan
sebagai alat kesombongan untuk pamer, kekikiran, pelampiasan
nafsu dan alat untuk menzalimi orang lain. Di sinilah makanan
tersebut akan menjadi pupuk bagi pertumbuhan hati yang semakin
kotor.
Barang siapa yang ingin memiliki hati yang sehat dan
memlihara kebeningannya, hendaknya senantiasa berhati-hati
dalam soal makan. Hal-hal yang dapat menurunkan kualitas iman,
seperti tidak sanggup bertahujud, tidak khusuk dalam beribadah,
tumpulnya otak dan tidak terkabulnya do’a terkadang disebabkan
perkara makan. Karena itu, perkuatlah kemampuan atau ketahanan
diri terhadap makanan dan Allah serta Rasulullah saw telah
menganjurkan senta mencontohkan perilakunya yaitu berpuasa.
2) Mengelola stres
Kegelisahan dan kecemasan adalah keadaan tidak
mengenakkan yang bisa dialami oleh semua orang. Namun, ada orang
yang bisa tawakal menerimanya sehingga bisa semakin dekat kapada
124
Allah Awt dan bisa menjaga hatinya dari sifat buruk sangka kepada
Allah maupun orang lain. Adapula yang benar-benar tersiksa olehnya
sehingga kerapkali menyalahkan lingkungan, orang lain, bahkan Allah
swt.
Stres berhubungan dengan suasana fisik. Adapun yang
berhubungan dengan kejiwaan biasa disebut depresi. Keduanya timbul
karena banyak hal seperti:
a) Keluarga
Keluarga bisa menjadi sumber stres manakala tidak
memberikan suasana yang kondusif. Misalnya, keluarga yang
mengalami perpecahan, baik perceraian orang tua maupun
pertengkaran orang tua dan anak. Bisa pula karena perilaku-
perilaku buruk yang ditunjukkan oleh orang tua seperti selingkuh,
berbuat tidak adil, menipu orang dan menzalimi orang. Bisa juga
karena perilaku buruk anak seperti terlibat narkoba, melawan orang
tua atau perbuatan-perbuatan melawan hukum.
Stres dari keluarga ini bisa juga timbul dari hubungan
antara suami dan istri. Istri akan merasa cemas manakala melihat
perubahan perilaku suaminya yang kasar, egois dan mau menang
sendiri atau sebaliknya suami merasa cemas manakala melihat
istrinya seorang yang pemboros, suka berkata kasar dan
menyakitkan. Suasana stres dalam keluarga ini berpeluang pula
125
ditimbulkan oleh orang lain di luar keluarga inti, seperti mertua,
menantu, besan, ipar, keponakan dan saudara-saudar lainnya.
b) Hubungan antar personal
Stres bisa diakibatkan hubungan antarpersonal. Sesorang
yang kita cintai biasanya begitu memikat hati, namun manakal
ikatan itu putus karena sang pujaan hati memutuskannya ataupun
menikah dengan orang lain, saat itulah hal yang paling mungkin
menimbulkan stres. Kemudian, bisa pula terjadi manakala kita
dicintai begitu banyak orang, padahal kita tidak mencintai satu pun
dari mereka. Semua ini berpotensi memunculkan ketegangan,
kecemasan dan ketakutan akan masa depan kita.
c) Pekerjaan
Kata-kata stres kerapkali dikenalkan kepada pekerja,
terutama eksekutif di perusahaan. Pekerjaan dan karier menjadi
peluang bagi mereka untuk mendatangkan stres. Misalnya, beban
pekerjaan yang mereka terima tidak sesuai dengan kemampuan
ataupun imbalan yang didapatkan. Bisa juga karena karier mereka
dihambat oleh orang lain atau reputasi hancur karena kesalahan
sepele. Selain itu, soal gaji, penghargaan dan hukuman (reward
and punishment), jenjang karier, serta turunnya omzet atau
kerugian bisa membuat stres. Di pihak lain, orang-orang yang
mendambakan pekerjaan dan masih terus menganggur lama-
126
kelamaan bisa mengalami stres, orang-orang yang kehilangan
pekerjaan juga bisa stres.
d) Tetangga
Orang terdekat di lingkungan rumah kita adalah tetangga.
Tetangga yang baik dan ramah bisa mendatangkan kedamaian bagi
kita. Namun, jika tetangga menjadi sumber keributan, tentulah bisa
mendatangkan stres.
e) Persoalan hukum
Orang-orang yang bersentuhan dengan hukum karena
melanggarnya tidak pelak lagi bisa mengalami stres. Polisi,
pengadilan dan penjara menjadi sesuatu yang menakutkan karena
bisa mencuri kebebasan dan menghancurkan nama baik kita serta
keluarga, belum lagi kita bisa kehilangan pekerjaan karena
persoalan hukum ini.
f) Kondisi fisik
Ketegangan dan kecemasan bisa datang dari perubahan atau
perkembangan fisik. Penyakit atau cacat tubuh bisa menjadi
sumber stres. Seorang yang cacat mungkin saja merasa tersiksa,
kemudian mati-matian menyembunyikan kecacatannya. Seorang
wanita yang menjelang tua, merasa ketakutan dengan kulitnya yang
mulai keriput atau menjadi panik karena memasuki masa
menopause.

127
Kunci menghilangkan stres adalah mendekatkan diri kepada
Allah Swt. Artinya, kita tidak justru larut pada permasalahan yang
mengguncang, tetapi mencari pemecahannya dengan memohon kepada
Allah Swt.
Alangkah ruginya seseorang yang hidup sekali, namun dipenuhi
dengan pikiran tegang
104


3) Mengelola waktu

Waktu adalah amanah bagi manusia untuk digunakan sebaik-
baiknya atau dengan kata lain, efektif dan efisien. Allah memberikan
waktu bagi manusia untuk berkiprah di dunia ini. Ada manusia
memanfaatkan masa itu dengan baik hingga bisa melakukan
percepatan dan memanfaatkannya. Namun, ada pula manusia yang
sebaliknya hingga menunda-nunda dan menggunakan jalan memutar.
Kelakukan, pikiran, sikap, tutur kata dan apa pun yang kita
lakukan, semuanya pasti memakan waktu. Maka, tidak boleh kita
melakukannya kecuali jika dipandang berharga dan bermanfaat
105


Brikut ini kiat praktis mengelola waktu:
a) Biasakan tertib dan teratur
b) Selalu terencana
c) Biasa dengan data dan informasi akurat
d) Sedia perangkat yang memadai
e) Jangan menunda dan mengulur waktu
f) Selalu tepat waktu
g) Biar cepat dan ringkas asal selamat
h) Biasakan cek dan ricek
i) Waspadai pencuri waktu
106



104
Ibid., hlm. 50
105
Ibid., hlm. 58
106
Ibid., hlm. 59-62
128
الل-


Memberi amanah waktu


Tingkatkan keyakinan kita kepada Allah. Allah Swt
adalah sebaik-baik becking (pelindung) hidup kita.
Keyakinan kepada Allah akan meningkatkan
efektivitas dan efesiensi penggunaan waktu




sudahkan mulut digunakan untuk membicarakan yang
baik dan bermanfaat?

Sudahkah telinga digunakan untuk mendengarkan yang
baik dan bermanfaat?

Sudahkah mata digunakan untuk melihat dan membaca
hal-hal baik serta bermanfaat?

Sudahkah hati dan pikiran kita digunakan untuk
merasakan dan memikirkan hal-hal yang baik dan bermanfaat?

Jadi, upayakan input dan output yang kita terima dan
hasilkan benar-benar berkualitas dan bermanfaat. Jika
demikian, tidak ada alasan bagi kita untuk menunda-
nunda berbuat kebaikan.

Gambar 4.4 Mengelola Waktu



129
4) Berempati
Empati merupakan kemampuan dan keinginan untuk
merasakan apa yang orang lain rasakan. Berempati termasuk bagian
dari kemampuan mengolah hati. Berempati memungkinkan sikap kita
sebagai manusia bermanfaat buat yang lainnya. Bukankah orang yang
paling mulia itu adalah orang yang paling bermanfaat buat yang
lainnya? Sungguh tiada berguna orang justru merugikan orang lainnya.
Keberuntungan kita bukan diukur dari apa yang kita dapatkan,
melainkan dari nilai manfaat yang ada dari kehadiram kita. Dari sinilah
bermula rasa suka dan sayang orang terhadap kita karena kehadiran
kita bisa menyejukkan, menolong dan memberikan solusi-solusi yang
berguna. Munculnya kesejukan, sifat menolong dan kejernihan pikiran
mencari solusi karena kita bisa merasakan apa yang orang lain rasakan.
5) Berkomunikasi dan bergaul
Komunikasi dalam pergaulan yang hakiki adalah komunikasi
dan pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan. Insya Allah
seperti ini akan terasa sangat indah dan mengesankan. Pergaulan yang
penuh rekayasa, topeng dan tipu daya demi kepentingan yang bernilai
rendah tidak pernah abadi dan cenderung menjadi masalah, baik
jangka pendek maupun jangka panjang.
Gambaran suasana hati bisa menjadi gambaran nyata dan eksplisit
fisik kita. Untuk itu, orang yang ingin berhasil dalam bergaul harus menata
hatinya sehingga menunjukkan tiga gambar fisik yang baik:
130
1) Aku bukan ancaman bagimu
Harus ada keyakinan dalam hati bahwa kita tidak menjadi ancaman
bagi orang lain. Istilahnya kita bukanlah si biang kerok yang selalu
menimbulkan kesusahan dan kerugian pada pihak orang lain. Andaikan
kita bertemu dengan orang yang sering menyakiti, baik dengan kata
maupun sikapnya, niscaya kita pun tidak akan nyaman berjumpa
dengannya. Bahkan, kalau bisa sangat ingin menghindar darinya. Lalu apa
yang bisa kita lakukan?
a) Hindari penghinaan
b) Hindari ikut campur urusan pribadi
c) Hindari memotong pembicaraan
d) Hindari membanding-bandingkan
e) Hindari membela musuh, mencaci teman
f) Hindari merusak kebahagiaan
g) Hindari mengungkit masa lalu
h) Hindari mengambil hak
i) Hindari kemarahan
j) Hindari menertawakan orang lain
k) Hindari penampilan buruk
107

2) Aku menyenangkan bagimu
Harus ada keinginan dalam hati bahwa kita bisa menyenangkan
orang lain. Alhasil, kehadiran kita bisa menjadi pelipur lara bagi orang-
orang yang sedang bermasalah.
a) Wajah yang selalu cerah ceria
b) Senyum yang tulus
c) Kata-kata yang santun dan lembut

107
Ibid., hlm. 84
131
d) Senang menyapa dan megucapkan salam
e) Sopan bersikap dan penuh rasa hormat
f) Senangkan perasaan orang lain
g) Penampilan yang menyenangkan
h) Memaafkan kesalahan
108

3) Aku bermanfaat bagimu
Telah diungkapkan oleh Rasulullah saw bahwa orang paling mulia
di antara kita adlah yang paling bermanfaat untuk orang lain. Karena itu,
harus menjadi tekad yang menggebu untuk meraih kedudukan mulia di sisi
Allah dengan cara meningkatkan kemampuan kita agar bermanfaat bagi
orang lain.
Keuntungan lain dari pemberi manfaat ini tentulah menjadi sangat
dibutuhkan, disayangi dan dicintai sebagaimana kita pun menncintai orang
yang berbuat banyak kebaikan kepada kita. Bagaimana kita bisa
meningkatkan manfaat untuk orang lain?
a) Rajin bersilaturahmi
b) Saling berkirim hadiah
c) Menolong dengan apa pun
d) Sumbangan ilmu dan pengalaman
109






108
Ibid., hlm. 89
109
Ibid., hlm. 94
132

komunikator








Mengukurnya dengan hati












komunikasikan




Umpan balik yang menyiratkan
gambar fisik komunikator:

aku bukan ancaman bagimu

aku menyenangkan bagimu

aku bermanfaat bagimu

Gambar 4.5 Proses Komukasi Berkualitas

Lisan Tulisan Gerak tubuh
133
d. Pengembangan Diri
Sering niat dan tekad menggebu di dalam hati untuk mengubah
diri. Lalu, kita tumbuh menjadi pribadi yang kita idamkan. Namun, setelah
tumbuh sering kita justru tidak bisa berkembang. Hal ini karena
kekonsistenan tekad dan niat kita terganggu oleh hal-hal yang berasal dari
dalam diri kita sendiri. Tidak ada kata terlambat untuk mengembangkan
diri karena pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat
baik dan ingin lebih baik, yang mungkin terlambat hanya kesadaran kita
memahami bahwa kita ini sebenarnya bukanlah pribadi yang
menyenangkan atau mungkin pribadi yang rendah diri karena tidak bisa
mengembagkan potensi-potensi positif yang ada.
Berikut ini upaya-upaya mengembangkan diri setelah melewati
proses pengenalan diri dan pembersihan hati. Keberhasilan pengembangan
diri adalah sebuah prestasi yang membuat hidup ini akan lebih berarti.
1) Membina kepercayaan diri
Perasaan rendah diri akan menjadi sesuatu yang berharga
manakala khusus dihadapkan kepada Allah Swt. Apalah artinya
manusia kecil jika dibandingkan dengan ke-Maha perkasa-an Allah
Swt. Allah Mahatahu meliputi segenap yang ada, sedangkan kita tidak
punya pengetahuan apa pun, kecuali sedikit saja. Karena itu, sangatlah
wajar jika kita merasa rendah diri di hadapan Allah Swt, yang tidak
wajar justru kalau kita merasa rendah di hadapan orang lain. Di
134
hadapan sesama manusia yang sama-sama diciptakan Allah dari tanah,
inilah yang menjadi masalah.
Tanda kita rendah diri, misalnya ketika kita harus berkumpul
dengan orang banyak, kita dilanda kegalauan luar biasa. Hati terasa
sempit, peluh pun bercucuran. Jika kita diminta untuk melakukan
sesuatu, kita segera menghindar, bukan karena sebab buruknya yang
diminta, melainkan karena adanya perasaan diri tidak mampu.
Ternyata penolakan ini tidak menolong kita. Kita semakin
merana dan merasa diri ini betul-betul hina tanpa guna. Kita pun lebih
sering menyendiri sehingga hidup ini menjadi sunyi senyap tanpa arti.
Tidak jarang perilaku ini melahirkan beban yang amat berat. Bahkan,
apabila semakin melekat pada diri pribadi, melahirkan keinginan fatal
menuju mati.
Minder memang menjadi berbahaya. Karena itu, mari kita
evaluasi diri sebelum penyakit ini menyerang dan membuat usaha kita
berkembang menjadi sia-sia. Waspadai hal-hal berikut ini:
a) Karena keaadaan Tubuh
b) Karena keadaan keluarga
c) Karena status sosial
d) Karena pekerjaan
e) Karena pendidikan
2) Membangun kredibilitas dan kapabilitas
Nabi Muhammad saw sebelum diangkat menjadi Rasul Allah
merupakan sosok yang sudah memiliki kredibilitas tinggti,
mendapatkan gelar al-Amin (terpercaya) dari masyarakat kota Mekkah
135
sejak usia remaja dan menjadi orang terpercaya (kredibel) karena
akhlak dan perilakunya. Kepercayaan adalah inti dari hubungan
antarsesama manusia. Seseorang yang telah memperolah kepercayaan
dari banyak orang sangat dimungkinkan memperoleh kesuksesan
dalam karier kehidupannya. Kekuatan hati, memang menjadi salah satu
pilar penting dalam membangun kredibilitas. Berikut upaya-upaya
untuk memperkuat hati dan menjaga kredibilitas:
a) Menebar kejujuran yang terbukti dan teruji
b) Menggalang kecakapan
c) Mengembangkan kreasi dan inovasi
Membangun kapabilitas termasuk sebuah proses yang juga
bersifat try and error. Jika suatu saat kita melakukan kesalahan yang
sengaja ataupun tidak disengaja karena di luar kemampuan kita, jangan
perbah rontok seakan-akan habislah segal-galanya. Kata-kata “jatuh
bangun”nbagi seseorang yang ingin meraih sukses adalah biasa dan
bukan suatu keburukan. Hal itu akan menimbulkan satu kecerdasan
yaitu apa yang disebut kecerdasan kegetiran sehingga sebagai pribadi
kita siap menjadi berhasil dan siap pula untuk gagal, dan tetap bertahan
dalam kondisi apa pun.
3) Menjadi pribadi unggul
Kata-kata “unggul” sering didengarkan sebagai kata yang
memiliki makna prestatif. Istilah bibit unggul, sekolah unggu, siswa
dan mahasiswa unngul, pesantren unngul dan lain-lain. Masalahnya
keunggulan hanya akan jadi wacana dan buah bibir jika kita
136
sebenarnya tidak bisa memaknai kata unggul tersebut dengan aktivitas
dan perilaku yang benar-benar menunjukkan keunggulan. Kita telah
mengetahui sebagi seorang muslim bahwa ukuran-ukuran kualitas
pribadi unggul telah ada pada diri Rasulullah saw. Dalam hal ini sesuai
dengan konsep manajemen qolbu, tetaplah tekad kita menjadi pribadi
unggul bermula dari ”rumah hati”. Bermula dari hati ini ada tiga
prasyarat:
a) Kita harus mempunyai kemampuan mengoreksi sikap mental
b) Kita harus berada pada lingkungan dan sistem yang kondusif
c) Kita harus sering bersilaturahmi
110


e. Makrifatullah
Langkah akhir dari upaya mengelola hati (manajemen qolbu)
adalah kecondongan diri kita kepada Allah. Qolbu yang bersih dan terjaga
harus senantiasa fokus kepada Allah demi menghidupkan dan
membinarkan terus-menerus pusat kepemimpinan di dalam diri kita yaitu
Allah Azza wa jalla.
1) Jalan menuju Allah
Dalam upaya pengenalan diri pada langkah pertama
manajemen qolbu, kita mengiringi dengan upaya mengenal Allah. Bisa
mengenal Allah adalah mutiara paling berharga dalam hidup ini,
apalagi jika kita tergolong orang-orang yang dikasihi Allah.

110
Ibid., hlm. 99-126
137
Oleh karena itu, tahapan paling tinggi bagi kita dalam
pengenalan diri, pembersihan hati, pengendalian diri dan
pengembangan diri adalah jalan menuju ridha Allah Swt. Segala
aktivitas kita di dunia ini harus menuju pada apa yang diridhai oleh
Allah. Insya Allah istiqomah pengelolaan hati akan terjaga dengan
senantiasa kita berpikir dan berikhtiar semata-mata demi Allah serta
kita melakukan dzikrullah semata-mata untuk mendekatkan diri dan
mengingat Allah Swt.
2) Kecerdasan ruhaniah
Kecerdasan ruhani merupakan anugerah Ilahi kepada hamba-
Nya yang selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Dalam hati orang-
orang yang dianugerahi kecerdasan seperti ini, cahaya Ilahi akan selalu
berbinar. Inilah ciri-ciri orang yang teranugerahi puncak kecerdasan
yaitu kecerdasan ruhaniah.
a) Mengalami perubahan yang dahsyat
Kekuatan keyakinan itu begitu dahsyat mengubah apa pun
bukan dengan bilangan tahun, melainkan bisa dengan bilangan
bulan, minggu, hari, bahkan detik. Jadi, jika menginginkan
perubahan yang drastis dan dramatis, tidak bisa dengan ancaman
dan paksaan, tetapi dengan kekuatan keyakinan kepada Allah-lah
semuanya bisa berubah. Dengan keimanan kita bisa berharap
terjadinya perubahan hakiki pada diri kita, yang semula pemalas
berubah menjadi sarat semangat berkarya.
138
b) Menjadi orang yang merdeka
Berbahagialah orang yang membina hubungan baiknya
tidak saja secara horizontal, tetapi yang lebih penting adalah secara
vertikal dengan Allah Swt. Manakala kita telah mengenal Allah
Swt kita pun akan menjadi merdeka. Dipuji tidak dipuji kita tetap
giat berbakti, diberi balasan atau tidak kita tetap senang berbuat
baik, diawasi atau tidak kita tetap istiqomah bekerja dengan tertib
dan optimal.
Siapa pun yang mengenal Allah, tidak akan pernah kecewa
dengan perbuatan Allah sebab meyakini semuanya telah diatur.
Maka semua puncak kebahagiaan, ketenangan, seluruhnya
berbanding lurus dengan tingkat keyakinan kita kepada Allah.
c) Merasakan pengiring
Orang yang mendekatkan dirinya kepada Allah tentu tidak
akan merasakan kesendirian karena dapat meraskan iringan Allah
dalam hidupnya. Kita pun tidak akan pernah merasa sepi sebab ada
Allah yang memperhatikan kita, memenuhi kebutuhan-kebutukan
kita, siang malam baik dalam keadaan sepi maupun ramai.
d) Menjadi optimis
Sebagian besar di antara kita sering merasa kecil dan kecut
hati mengahadapi hidup ini. Hari esok dihadapi dengan
kekhawatiran dan bermuram durja. Padahal andai sudah bulat
139
keyakianannya kepada Allah maka semua kecemasan itu tidak
berarti apa-apa.
e) Memiliki akhlak yang baik
Alangkah tentramnya orang yang berada di samping orang
yang berhati bersih. Kejernihan hati yang berasal dari keyakinan
bahwa Allah mengawasi segala gerak-geriknya, mengetahui
segenap lintasan hatinya. Keadaan seperti ini akan membuat
hidupnya damai. Sekalipun tinggal di tempat yang sempit, dunia
akan terasa luas baginya, hal ini kerana banyak tempat yang
merindukan kehadirannya.
111

f. Ikhlas
Kesungguhan kita untuk meniti kelima langkah yakni pengenalan,
pembersihan, pengendalian dan pengembangan diri serta makrifatullah
atau kecondongan diri kepada Allah, tampaknya tidak akan ada artinya
jika tidak serius untuk menjaga keikhlasan. Ikhlas adalah bersih dari segala
maksud-maksud pribadi, bersih dari segala pamrih dan riya, bersih dari hal
yang tidak disukai Allah Swt. Ikhlas dalam menjadikan Allah sebagai
Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa alam raya. Ikhlas dalam
menjadikan Allah sebagai satu-satunya Zat yang kita harapkan, taati, cintai
dan kita takuti. Ikhlas menerima Muhammad saw sebagai penjelas dan
penyampai wahyu Ilahi. Ikhlas menerima Al-Qur’an sebagai pedoman
dalam segala gerak kehidupan kita.

111
Ibid., hlm. 130-138
140
Manusia yang ikhlas adalah manusia yang berkarakter kuat dan
tidak pernah mengenal lelah. Setiap perilakunya sama sekali tidak
dipengaruhi oleh ada atau tidaknya kedudukan maupun penghargaan.
Baginya yang paling penting adalah Allah ridha kepadanya. Orientasi
hidupnya jelas dan tegas, langkahnya pasti dan penuh harapan, tidak ada
kata frustasi dalam hidupnya, tidak ada kata putus asa dalam usahanya,
jiwanya merdeka karena hanya Allah yang menjadi tujuan hidupnya.
Sungguh beruntung bagi siapa pun yang dikaruniakan oleh Allah
menjadi seorang hamba ahli ikhlas. Secara sederhana ada sebelas tanda
keikhlasan yaitu:
1) Tidak mencari popularitas dan tidak menonjolkan diri
2) Tidak rindu dan tidak terkecoh pujian
3) Tidak silau dan cinta kepada jabatan
4) Tidak diperbudak imbalan dan balas budi
5) Tidak mudah kecewa
6) Tidak membedakan amal besar dan amal kecil
7) Tidak fanatis golongan
8) Menyalurkan emosi secara objektif
9) Ringan, lahap dan nikmat dalam beramal
10) Tidak egois karena selalu mementingkan kepentingan bersama
11) Tidak membeda-bedakan pergaulan
112

g. Kiat-Kiat Manajemen Qolbu
1) 3 S Manajemen Konflik
a) Semangat Bersaudara
b) Semangat Mencari Solusi
c) Selamat Maslahat Bersama

112
Ibid., hlm. 143-154
141
2) 3 M Kiat Mengubah Bangsa
a) Mulai dari Diri Sendiri
b) Mulai dari Hal yang Kecil
c) Mulai Saat Ini
3) 5 Pantangan
a) Pantang Sia-Sia
b) Pantang Mengeluh
c) Pantang Menjadi Beban
d) Pantang Berkhianat
e) Pantang Kotor Hati
4) Membangun Kredibilitas
a) Kejujuran yang Terbukti dan Teruji
b) Cakap
c) Inovatif
5) TSP
a) Tahan dari buang sampah sembarangan
b) Simpan sampah pada tempatnya
c) Pungut sampah insya Allah sedekah
6) 7 T Kiat Membentuk Pribadi Sukses
a) Tenang
b) Terencana
c) Terampil
d) Tertib
e) Tekun
f) Tegar
g) Tawadhu
7) Prinsip Kerja Sama
a) Adil
b) Saling menguntungkan
c) Transparan

142
8) 5 S Kiat Membentuk Pribadi Simpatik
a) Senyum
b) Salam
c) Sapa
d) Sopan
e) Santun
9) 5 Kiat Praktis Mengatasi Persoalan Hidup
a) Siap
b) Ridha
c) Jangan Mempersulit Diri
d) Evaluasi Diri
e) Hanya Allah Satu-satunya Penolong
10) 3 B + RS (Budaya Kepemilikan)
a) Berkah
b) Bersahaja
c) Bersih
d) Rapi
e) Serasi
11) B + 2 L
a) Berani mengakui jasa dan kelebihan orang lain
b) Bijak terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain
c) Lihat kekurangan dan kesalahan diri sendiri
d) Lupakan jasa dan kebaikan diri sendiri
12) Konsep Produk
a) Mutu Terjamin Halal
b) Murah Harganya
c) Mudah Didapat
d) Mutakhir
e) Multi Manfaat Dunia dan Akhirat


143
13) Konsep Untung
a) Bila Menjadi Amal Shaleh
b) Bila Menjadi Ilmu
c) Bila Bermanfaat
d) Bila Menambag Silaturahmi
e) Bila Menguntungkan Orang Lain
14) DEWASA
a) Diam Aktif
b) Empati
c) Wara’
d) Adil
e) Suri Teladan
f) Amanah
15) Rahasia Sosialisasi
a) Suri Tauladan
b) Media yang Aman
c) Pendidikan yang Unggul
d) Lingkungan yang Kondusif
16) 7 B Kiat Meraih Hidup Sukses
a) Baribadah dengan Benar dan Istiqomah
b) Berakhlak Baik
c) Belajar Tiada Henti
d) Bekerja Keras, Cerdas dan Ikhlas
e) Bersahaja dalam Hidup
f) Bantu Sesama
g) Bersihkan Hati Selalu




144
Berikut adalah pemaparan tentang santri Program Pesantren
Mahasiswa (PPM) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung:
a. Latar Belakang Program Pesantren Mahasiswa (PPM)
Dewasa ini tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan memiliki
pengaruh yang sangat besar terhadap perubahan akhlak, karakter,
pemikiran, bahkan keyakinan seseorang, tidak sedikit orang yang berubah
menjadi tidak baik dan menyimpang ketika salah dalam mengambil
lingkungan yang ditempati. Sudah menjadi kebutuhan bagi para
mahasiswa untuk memilih tempat tinggal yang sesuai, bukan hanya karena
jaraknya yang dekat dengan kampus, tapi juga tempat yang kondusif untuk
belajar dan menambah pengetahuan, dalam mengembangkan kemampuan
diri dengan penguasaan wawasan, pengalaman, dan pergaulan yang Islami
sebagai bekal untuk masa depan.
Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Daarut Tauhiid Bandung,
sebagai wadah bagi mahasiswa untuk beraktivitas dengan kreatif dan
inovatif, sekaligus sebagai tempat belajar dan menimba ilmu pengetahuan
keagamaan. Program ini diharapkan dapat membantu menumbuhkan
idealisme para mahasiswa dalam mencetak kader-kader baru generasi
muda yang memiliki komitmen dan bertata nilai Islam yang kuat, dengan
penguasaan pengetahuan dan kemampuan pemahaman yang utuh serta
ruhiyah yang mantap (baik dan kuat).

145
Program Pesantren Mahasiswa (PPM) pada prinsipnya hadir
sebagai sebuah jawaban alternatif, dengan didasari oleh adanya tanggung
jawab dan kepedulian terhadap kondisi generasi bangsa yang saat ini
cenderung mengarah pada terjadinya degradasi moral. Program Peasntren
Mahasiswa (PPM) sebagai sebuah program pendidikan yang berorientasi
pada penanaman aqidah, pengembangan potensi dan pembentukan sikap,
dengan harapan menjadi solusi alternatif bagi bangsa.
Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Daarut Tauhiid adalah
program santri mukim 1 (satu) tahun, program ini menggunakan pola
pembelajaran lepas kuliah (PLK), dengan tidak mengganggu aktivitas
kuliah. Waktu pembelajaran yang digunakan yaitu ba’da sholat subuh dan
ba’da sholat ashar (waktu belajar pada prinsipnya fleksibel dan
kondisional).
b. Tujuan Program
1) Umum
Membentuk pribadi muslim yang memiliki aqidah yang bersih,
ibadah yang benar dan akhlak yang mulia (akhlaqul karimah)
2) Khusus
Menghasilkan sosok santri yang memiliki:
a) Pemahaman keIslaman yang baik dan benar
b) Ruhiyah yang bagus
c) Kebeningan Hati
d) Kemandirian dan bertanggung jawa
e) Berjiwa kepemimpinan
f) Mampu mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan
sehari-hari
146
c. Pendekatan Program:
1) Menampilkan contoh/ suriteladan
2) Pendidikan, latihan dan pembinaan yang berkesinambungan
3) Lingkungan kondusif
4) Kekuatan do’a (kekuatan spiritual)
d. Tahapan Kegiatan
1) Masa pendaftaran
2) Proses seleksi
3) Tes pengetahuan dasar agama Islam
4) Tes kesemaptaan
5) Wawancara
6) Orientasi santri dan diklatsar
7) Proses Kegiatan Belajar (KBM)
8) Ujian Tengah Semester (UTS)
9) Ujian Akhir Semester (UAS)
10) Aktivitas unggulan
11) Camping ruhiyah dan tafakur alam
12) Malam bina iman dan takwa
13) Praktek Khidmat Masjid (PKM)
14) Pembinaan Anak Muslim Kreatif (AMK)
15) Sidang (Laporan akhir)
16) Wisuda dan kenaikan tingkat (untuk yang melanjutkan)
e. Materi Pembelajaran:
1) Aqidah Islam,
2) Akhlak (MQ)
3) Fiqih,
4) Tahsin Al Qur'an
5) Tafsir Al Qur'an
6) Tahfiz Al Qur'an
7) Hadits
8) Bahasa Arab
147
9) Bahasa Inggris
10) Leadership
11) Entrepreneurship (kemandirian)
f. Fasilitas:
1) Asrama
2) Seragam kebersamaan
3) Syal KBM
4) Keanggotaan perpustakaan
5) Name Tag
6) Serifikat
g. Materi Seleksi:
1) Tes Tertulis kemampuan dasar keislaman (Al Qur'an, Aqidah,
Fiqih, Akhlak & wawasan umum)
2) Kesemapatan
3) Wawancara
h. Pengembangan SDM Program
1) PJ. Program
2) Administrasi umum
3) Mudabbir dan Mudabbirroh
4) Logistik
i. Sarana dan Prasarana
1) Ruang Tidur
2) Dapur
3) Kamar mandi
4) Aula
5) Lemari (loker kecil)
6) Kasur
7) Bantal
8) Selimut


148
j. Syarat-Syarat Pendaftaran
1) Mengisi formulir
2) Foto copy KTP (Kartu Identitas)
3) Foto copy ijazah terakhir
4) Surat keterangan sehat dari dokter
5) Surat Keterangan berkelakukan baik
6) Pas foto 2x3 = 2 lbr dan 3x4 = 2 lbr
7) Surat izin orang tua dan surat keterangan dari kampus

Untuk mencapai target kegiatan belajar Program Pesantren
Mahasiswa (PPM) Daarut Tauhiid Bandung diatur dalam jam pelajaran
terjadwal yang waktunya ditetapkan sesuai dengan kebutuhan santri.
Kegiatan penyampaian materinya dilakukan secara learning by doing,
pembelajaran sesudah memahami sehingga materi yang dipelajari sesegera
mungkin diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.











122
Tabel 4.1 Jadwal Aktivitas Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung 2008-2009


WAKTU SENIN Tp SELASA Tp RABU Tp KAMIS Tp JUMAT Tp SABTU Tp AHAD Tp
03.00 -
03.30
Sahur A Persiapan Shalat Tahajjud A Sahur A Persiapan Shalat Tahajjud
03.30 -
04.30
Shalat Tahajjud + Shalat Subuh
A

AKHLAK
(MQ)
AL QUR'AN
IHKWAN
AL QUR'AN
AKHWAT
04.30-
06.00
MQ ON AIR

Ust.
Mulyadi A.
F.
DI
Ust. Suherman Ar
Rozi
M MQ ON AIR M
Usth. Siti Sumarni
M MQ ON AIR M
06.00 -
07.00
O p s I h / O l a h R a g a + K P S A
07.00 -
07.30
08.00 -
08.30
TAUSHIYAH
08.30 -
09.00
Aa Gym +
Asaatidz
M
09.00 -
09.30
Shalat Dhuha M
09.30 -
10.00
L I B U R T
10.00 -
10.30
AKTIVITAS
KULIAH
A K T I V I T A S K U L I A H CAMPUS
KEBERSAMAAN/
Bersih-bersih
perlengkapan
pribadi
A
PENGAJIAN
AHAD SIANG
M
123
11.00 -
11.30
Aa Gym)
12.00 -
12.30
S h o l a t D h u h u r B e r j a m a a h M
12.30 -
13.00
AKTIVITAS KULIAH / KPS T
14.45 -
15.00
Persiapan Shalat Ashar, Tilawah Al-Qur'an M
15.00-
16.00
S h o l a t A s h a r, D z i k i r A l - M a t s u r o t & P e r s I a p a n K B M M
15.30 -
16.00
16.00 -
16.30
AL-HIKAM
BREAFING
SANTRI
16.30 -
17.30
A K T I V I T A S K U L I A H T
Aa Gym /
Asaatidz
M A K T I V I T A S K U L I A H T
PJ. Program
C7
17.30 -
18.00
KPS + Persiapan Shalat A
KPS/Persiapan
Buka
A KPS + Pers. Shalat A KPS + Pers. Shalat
18.00 -
18.15
TAFSIR JUZ
'AMMA
18.30 -
19.15
Sholat Magrib + Makan Malam M
Ust. Sholahuddin
DH
Sholat Magrib +
Makan Malam
M/T
Sholat Magrib +
Makan Malam
A
19.15 -
19.45
S h a l a t I s y a B e r j a m a a h M
Shalat +
Makan +
Persiapan
Khidmat
pengajian
M
Shalat Isya M
LIBUR T
Shalat Isya M
BHS. ARAB TAUHIID Muthola'ah
PENGAJIAN
MALAM
JUM'AT
KAJIAN FIQIH Muthola'ah MUHADHOROH
19.45 -
21.15
Ust. Nur Stalis
Alamin
A
Ust. Rizal
Zulkarnaen
DI
Mudabbir
A
Aa Gym
M
Ust. Roni A.
Fattah
DI
Mudabbir
A
Mudabbir
A
21.30 -
03.30
I s t i r a h a t / T i d u r A

Tabel 4.2 Format Muhasabah Harian
Bulan : ................
Isilah dengan tanda checklist () pada kolom yang telah disediakan, kecuali untuk poin yang bertanda *
(poin 4, 8 dan 12) diisi dengan angka sejumlah frekuensi sahabat melakukan aktivitas tersebut.
Hari/ Tanggal Hari/ Tanggal
No Aktivitas
Jml

Jml

Jml

Jml

Jumlah
Total
perbulan
Cinta Shalat Cinta Shalat
Shalat Shubuh Berjama’ah di Masjid
Shalat Dzuhur Berjama’ah di Masjid
Shalat Ashar Berjama’ah di Masjid
Shalat Maghrib Berjama’ah di Masjid
1
Shalat Isya’ Berjama’ah di Masjid









Shalat Shubuh di Shaf Utama Masjid
Shalat Dzuhur di Shaf Utama Masjid
Shalat Ashar di Shaf Utama Masjid
Shalat Maghrib di Shaf Utama Masjid
2
Shalat Isya’ di Shaf Utama Masjid









Shalat Sunnah Qobla Shubuh
Shalat Sunnah Qobla Dzuhur
Shalat Sunnah Ba’da Dzuhur
Shalat Sunnah Ba’da Maghrib
3
Shalat Sunnah Ba’da Isya’









4 Shalat Sunnah Tahiyyatul Masjid*
5 Shalat Sunnah Dhuha
6 Shalat Sunnah Tarawih Berjama’ah/ Qiyamullail/ Tahajjud
Cinta Masjid Cinta Masjid
Datang ke Masjid sebelum Adzan Shubuh (Min. 5 menit sebelum adzan)
Datang ke Masjid sebelum Adzan Dzuhur (Min. 5 menit sebelum adzan)
Datang ke Masjid sebelum Adzan Ashar (Min. 5 menit sebelum adzan)
Datang ke Masjid sebelum Adzan Maghrib (Min. 5 menit sebelum adzan)
7
Datang ke Masjid sebelum Adzan Isya’ (Min. 5 menit sebelum adzan)









8 Pengamalan TSP dan Bebaskomiba di Masjid*
Cinta Al-Qur’an Cinta Al-Qur’an
9 Tilawah/ membaca Al-Qur’an Min. 2,5 lembar sehari
10 Menghafak ayat Al-Qur’an

Cinta Shoum Cinta Shoum
11 Shoum Ramadhan/ Sunnah
Cinta Shodaqoh Cinta Shodaqoh
12 Shadaqoh Maal (Harta)*
Cinta Dzikir Cinta Dzikir
Berdzikir Al-Ma’tsurat ba’da shalat Shubuh
13
Berdzikir Al-Ma’tsurat ba’da shalat Ashar











1
3
5

124



149























150






















151
Dari data diatas dapat dilihat aktivitas sehari-hari santri yang full day
dengan berbagai macam kegiatan dan pelatihan, diharapkan santri bisa belajar
untuk disiplin waktu supaya tidak banyak waktu yang terbuang begitu saja.
Penyampaian pembelajaran di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok
Pesantren Daarut Tauhid Bandung telah menggunakan metode yang
bervariatif.
Jadwal belajar di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) ini disesuaikan
dengan kegiatan formal santri yakni menyesuaikan dengan jadwal kampus.
Kegiatan dimulai setelah kegiatan formal santri
113


Untuk menunjang kegiatan Program Pesantren Mahasiswa (PPM)
Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung ini ada buku panduan yang
diberikan kepada santri, di dalamnya terdapat tabel format muhasabah harian
yang harus diisi setiap harinya dengan tanda checklist pada kolom yang telah
disediakan, disesuaikan dengan aktivitas yang telah dilakukan. Dua halaman
disediakan untuk setiap bulannya dan diakhir bulan santri akan menjumlah
total point sesuai dengan aktivitas yang sudah dikerjakan.
Tujuannya dari adanya format muhasabah harian ini adalah supaya santri
mampu mengkoreksi dan memperbaiki diri menuju Ridho Allah SWT
114








113
Wawancara dengan Halimah, Murabbiyah Program Pesantren Mahasiswa Pesantren
Daarut Tauhiid Bandung, tanggal 29 November 2008
114
Ibid., Pukul 16.10
152























153
Dari tabel diatas adalah salah satu cara untuk mendukung tercapainya
target yang diharapkan dari Program Pasantren Mahasiswa (PPM) ini,
kegiatan belajar Program Pasantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren
Daarut Tauhid Bandung diatur dalam jam pelajaran terjadwal yang waktunya
ditetapkan sesuai dengan kebutuhan dalam pencapain target.


4.6 Santri Harapan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
154
Tabel 4.3 Karakter Santri Daarut Tauhiid
• Pembawaan Tenang, kalem dan mantap
• Penampilan Bersih, rapi dan wajar
• Raut Muka Cerah, jernih, dan murah senyum
• Tutur Kata Jelas, santun dan tidak banyak bicara
• Sikap Ramah, sopan, peka dan peduli
• Gerak-gerik Gesit, tangkas dan cekatan
• Mental (karakter kuat)
Penyabar, tangguh, ulet/gigih, pantang
mengeluh, dan pantang menyerah
• Sifat (karakter baik)
Jujur, berani, pemaaf, tawadhu, dan tulus
(ikhlash)
1. Kepala
b. Rambut
Selalu dicukur pendek dan tersisir rapih, tidak menutupi daun telinga dan tidak
menutupi kerah. senantiasa terpelihara kebersihannya, dicuci secara berkala,
tidak berkutu, tidak menghalangi kening sewaktu sholat. Tidak ada riwayat
santri DT berambut gondrong, atau kumal tidak terurus. Tidak diperbudak
oleh model rambut yang membuat ujub dan riya, ataupun genit menjadi
korban mode yang tak Islami.
b. Kopiah
Sangat senang berkopiah putih agar selalu bersih, dan kopiahnya dipastikan
secara berkala dicuci serta memiliki cadangan sehingga selalu bersih tidak ada
daki atau warna kumal dan lusuh. Namun tetap bukan merupakan kewajiban.
Harapannya dapat menjadi da’wah, bangga menjadi muslim, selain dapat
menjadi sarana penjagaan sikap diri
c. Kening
Ciri khas santri Daarut Tauhiid sangat senang dan betah bersujud, utama
sekali dalam shalat-shalat sunnah, atau sujud syukur, apalagi dikala tahajjud.
Namun demikian, tidak pernah ada upaya untuk menjadi riya dengan sengaja
membuat bekas sujud di keningnya, kalaupun ada dengan sendirinya maka
semua ini dianggap cobaan keikhlasan.
d. Pikiran
Ciri santri DT adalah selalu berpikir positif, senang berpikir keras, berpikir
cepat dan efektif, tajam dan kritis serta terlatih untuk menemukan masalah dan
potensi serta sanggup berpikir keras untuk merencanakan, memecahkan dan
melaksanakan penyelesaian masalah dengan baik dan benar.
Tidak pernah mau berpikir jahat, keji, berpikir mesum, kotor, angan-angan
kosong, lamunan hampa makna atau pikiran negatif lainnya, termasuk tidak
pernah mau berpikir yang sia-sia tiada arti. Berusaha berpikir penuh inisiatif
dan berpikir kreatif, senang dengan ide-ide baru. Senantiasa mengasah
pikirannya dengan bertukar pikiran, merenung atau tafakkur, membaca, atau
aneka cara lainnya yang dapat semakin membuka dan memperluas wawasan
berpikirnya.

155
e. Wajah
Ciri khas santri DT adalah tampak dari wajahnya yang selalu jernih ceria. Full
senyum ikhlas, yang akan menyenangkan siapapun yang menatapnya,
kecerahan tulus yang keluar dari lubuk hati terdalam buah dari sifat yang
selalu ingin membahagiakan orang lain. Wajah segar bercahaya yang
merupakan bekas dari istiqomahnya berwudhu. Merupakan suatu kehinaan
andaikata menampilkan wajah selalu bermuram durja, bengis, suram, ketus,
sinis, dan lain-lain.
f. Mata
Ciri santri DT adalah kemampuan menjaga pandangannya dari apapun yang
dilarang Allah SWT, tidak akan membiarkan matanya jelalatan melihat yang
diharamkan Allah sehingga akan mengeraskan dan menghancurkan hatinya
sendiri juga akan kedudukannya di sisi Allah.
Matanya sangat senang membaca Al Qur’an, tiada hari tanpa membaca Al-
Qur’an.
Matanya sangat hobi membaca untuk menuntut ilmu, akrab dengan bahan
bacaan bermanfaat, tahu serta dapat membaca dengan efektif dan efisien.
Matanya dapat ‘menemukan Allah’ dari kesenangannya mengagumi ayat-ayat
Allah, alam dan segala bentuk kebesaran Allah lainnnya. Matanya hanya
senang melihat yag bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya.
g. Telinga
Ciri santri DT adalah kesungguhannya untuk mensucikan pendengarannya
dari segala kemaksiatan dan kesia-siaan, sangat tidak suka mendengar aib
orang lain tanpa niat yang benar untuk kebaikan, tidak mau mendengar musik
atau lagu maksiat dan sia-sia. Tidak mau mendengarkan obrolan tanpa guna,
semua yang didengar dipastikan harus bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya.
h. Mulut
Tidak banyak bicara, tapi setiap pembicaraannya terjamin kebenarannya
terucap dengan fasih dan bahasa yang baik juga penuh makna, tutur kata yang
halus penuh etika, jujur dan terbuka, tidak mengenal berdusta, tidak pernah
mengingkari janji, tidak mengada-ada atau menambah-nambah omongan, atau
sebaliknya tidak menghilangkan apa yang harus disampaikan, pendek kata,
perkataannya adalah jaminan mutu.
Tidak pernah mau berkata kasar dan kotor, tidak berkata porno atau apapun
yang merupakan pembicaraan berselera rendah yang akan membuat malu
pendengarnya. Kemarahan tidak menjadikan kata-katanya meganiaya
siapapun dan tidak beranjak dari kebenaran dan keadilan. Tidak pernah mau
berghibah menceritakan aib dan kejelekan orang lain, atau menjatuhkan
kemuliaan orang lain, kecuali demi kebaikan dan dengan cara terbaik.
Gurauannya menyenangkan namun tetap dalam kebenaran, tidak berlebihan
dan melampaui batas, bersih dari kemaksiatan, orang akan aman dari kata-kata
yang akan melukai hatinya.
Tidak pernah mau memasukkan ke dalam mulutnya segala yang haram
maupun yang makruh, maka tidak pernah boleh ada santri yang merokok atau
yang sejenisnya

156
i. Gigi
Selalu tergosok dan terbersihkan dengan baik. Usahakan selalu putih
bercahaya, tidak boleh terjadi ada santri yang bergigi kuning kotor karena
jarang digosok, atau banyak kotoran di sela-sela giginya. Setiap karang gigi
dan gigi yang berlubang harus segera diobati sebelum menimbulkan masalah
yang lebih besar.
Bau mulut harus diperhatikan, tidak boleh membiarkan bermulut bau, ingat
walaupun rajin shaum tidak berarti harus bermulut bau, kita pun tidak pernah
senang dan nyaman berdekatan dengan orang yang bermulut bau, maka orang
lainpun demikian adanya. Milikilah selalu sikat gigi yang baik dan memenuhi
syarat serta pasta gigi yang terjamin kehalalannya. Dan gosoklah minimal 2
kali sehari (Rasul menggosok gigi setiap kali berwudhu dan seusai makan),
dan perhatikan pula caranya dengan benar. Miliki pula tusuk gigi, yang selalu
tersedia setiap saat, sehingga selalu dapat mengontrol kebersihan gigi, apalagi
bagi yang memiliki gigi yang sering bermasalah. Juga sangat baik bila
memiliki obat kumur agar mulut senantiasa sehat dan harum.
j. Kumis dan Janggut
Kumis dianjurkan untuk dipangkas habis, atau kalupun tumbuh harus dicukur
rata dan rapih selalu, tidak melebihi bibir atas. Janggut dan jambang (godeg),
dianjurkan dipelihara agar tumbuh, namun harus selalu dirawat dan dirapihkan
secara berkala sehingga tampak selalu rapih, bila tumbuhnya sedikit dan tidak
merata, maka bisa juga dibiarkan tetap ada namun dicukur sangat pendek atau
kalau perlu dicukur habispun tak menjadi masalah sekiranya bila dibiarkan
menjadi masalah. Dianjurkan selalu memiliki gunting kecil dan pisau cukur,
dan selalu mengontrol kerapihannya setiap hari.
1. Badan
Kondisi badan selalu terjaga kebersihan, kesegaran, dan vitalitasnya
dijaga, tidak berbau keringat utamanya bau ketiak, bahkan senantiasa harum tentu
saja bukan harum yang riya.
a. Otot
Tiada hari tanpa senam atau olah raga. Senantiasa berolahraga dengan baik,
benar dan istiqomah, sehingga ototnya terbentuk dengan serasi dan dapat
berfungsi optimal. Memiliki kekuatan dan daya tahan tubuh yang prima dan
terkondisi dengan baik dan mantap, selau segar dan siap sedia bertugas.
b. Gerakan Tubuh
Ciri santri DT memiliki gerakan tubuh yang gesit, tangkas, terampil, lentur,
mampu bereaksi cepat hasil dari sikap yang selalu dilatih. Sama sekali tidak
berkebiasaan lamban, malas atau lesu, loyo dan lemah.
c. Mental
Ciri santri DT adalah bermental baja, pantang menyerah dalam menghadapi
kesulitan apapun, pantang berkeluh kesah, gigih, ulet, tangguh, tahan uji,
tabah, berani mengambil risiko. Juga sangat pantang menjadi beban bagi
orang lain dengan sengaja. Kalaupun menjadi beban niscaya akan berjuang
untuk balas meringankan beban dalam bentuk yang dia mampu. Sangat
menjaga harga diri dan kehormatannya sebagai seorang muslim.

157
d. Pakaian atau Penampilan
Ciri santri DT senantiasa berpenampilan selalu menutup auratnya dengan
benar. Pakaiannya senantiasa tampil rapih, tersetrika dengan baik, bersih,
serasi, dan disesuaikan dengan keadaan, tidak mengenal penampilan seronok
dan bermewah-mewahan, juga tidak pernah mau berpakaian kumal, kotor,
kusut, bau yang akan membuat orang lain merasa jijik serta merendahkan
umat Islam. Setiap santri diharuskan sangat mejaga penampilannya sehingga
selain akan menyenangkan siapapun yang melihatnya juga turut mengangkat
wibawa dan kehormatan agama serta ummat Islam, namun demikian tetap
harus sangat menjaga niat agar terpelihara dari perasaan pamer, riya, ujub, dan
takabbur.
e. Perut
Dijamin terpelihara dari makanan yang haram atau bahkan yang meragukan
sekalipun, seluruh santri harus istiqomah shaum sunnah senin kamis atau
shaum Daud. Tidak pernah makan berlebihan. Tidak dikenal santri yang
terlalu gembul, rakus dan pemakan sembarang makanan.
f. Tangan
Kuku selalu tergunting dengan baik setidaknya setiap hari jum’at, tidak boleh
ada kuku panjang, kusam dan hitam kotor tak terurus. Selalu memakai arloji
yang akurasinya bagus, syukur kalau di tangan kanan (walaupun tidak wajib)
karena yang baik memang dianjurkan di kanan, bukan arloji mewah. Tangan
selalu ringan untuk menafkahkan rizkinya yang halal, tidak mengenal kikir.
Tangannya sangat senang, ringan dan mudah menolong orang lain. Tangannya
sangat terjaga dari menyentuh apapun yang diharamkan Allah, baik harta,
barang maupun lawan jenis yang tak halal baginya.
g. Kaki
Keadaan kaki bersih terpelihara, dengan kuku yang terpotong pendek dan
rapih. Ciri kaki santri DT sangat ringan bergerak ke tempat yang disukai
Allah, ke Masjid, ke Majelis Ilmu, ke tempat orang yang membutuhkan
pertolongan. Memiliki kemampuan dan kekuatan dalam berjalan maupun
berlari hasil dari latihan yang istiqomah. Ciri khas Rasulullah dalam berjalan
adalah langkah yang mantap, cepat bagai jalan di jalanan yang menurun, tidak
mungkin santri DT berjalan santai berleha-leha sia-sia. Senang dan
membiasakan diri untuk selalu bersepatu, sehingga selalu ready to combat.
Bila bersepatu modelnya disesuaikan dengan keadaan dan tidak untuk riya.
Tidak boleh membiasakan hanya bersandal biasa atau sandal jepit karet bila
berada di lingkungan kantor, sekolah, kampus, atau pesantren, apalagi bila
menerima tamu, kecuali untuk ke WC. Bila berkaus kaki maka selalu
warnanya serasi, tak akan dibiarkan berlubang-lubang dan bau, apalagi bila
shalat berjamaah, atau bertamu dengan membuka sepatu.
h. Sikap
Sikap ramah, santun, rendah hati, pemaaf, pemberani, sopan, menjaga
perasaan orang lain, memudahkan dan membantu kepentingan orang lain.
115


115
Buku Panduan Santri Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, hlm. 4-
10
158
2. Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Nilai-Nilai
Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kaulitas Akhlak Santri
Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut
Tauhiid Bandung
Agar kita dapat memahami tentang perlunya perubahan-perubahan
pendidikan pesantren atau faktor-faktor yang mendukung adanya penerapan
nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kaulitas akhlak yang sangat
besar pengaruhnya terhadap kegiatan-kegiatan Program Pesantren Mahasiswa
(PPM), maka perlu diketahui beberapa faktor tersebut antara lain:
a. Faktor Pendukung
1) Faktor kegigihan usaha tenaga pendidik Program Pesantren
Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung
Kegigihan tenaga pendidik adalah merupakan faktor yang
sangat mendukung terhadap pelaksanaan Program Pesantren
Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, karena
tanpa adanya kegigihan kerja yang tinggi dari para tenaga pendidik
mustahil Program Pesantren Mahasiswa (PPM) dapat terlaksana
dengan baik. Untuk itu, mengenai kegigihan usaha para tenaga
pendidik di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren
Daarut Tauhiid Bandung sudah tidak diragukan lagi.



159
2) Faktor internal dan eksternal
Faktor internal dalam melaksanakan penerapan nilai-nilai
Manajemen Qolbu di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung adalah pengasuh, pengurus dan
santri. Dari pengasuh terkait dalam pola kepemimpinan yang
demokratis sebagai figur untuk dicontoh baik itu dari sikap, perilaku
maupun keilmuannya yang turut andil adanya penerapan nilai-nilai
Manajemen Qolbu sesuai dengan harapan yang diinginkan. Pengurus
sebagai fasilitator dalam pengembangan adanya penerapan nilai-nilai
Manajemen Qolbu sesuai akan tuntutan dari luar. Santri sendiri sangat
besar pengaruhnya terhadap proses penerapan nilai-nilai Manajemen
Qolbu, karena tujuan utama diadakannya program ini adalah untuk
merubah dan meningkatkan keilmuan santri untuk menghadapi
tantangan di masa yang akan datang.
Dalam meningkatkan keilmuan santri, ustadz atau ustadzah
mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk dan
membangun kepribadian menjadi seseorang yang berguna bagi nusa
dan bangsa. Oleh karena itu, ustadz atau ustadzah dituntut untuk
mengembangkan profesionalitas diri sesuai perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Sedangkan faktor eksternalnya adalah wali santri dan
lingkungan. Dalam hal ini praktek yang telah dilakukan oleh Program
Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
160
Bandung dalam menata atau menciptakan lingkungan yang kondusif
diperlukan upaya sesering mungkin dalam mengadakan komunikasi
sebaik mungkin dengan wali santri dan masyarakat guna terciptanya
penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu, baik itu melalaui pertemuan-
pertemuan di saat hari-hari besar Islam maupun di saat acara yang
memungkinkan kehadiran wali santri.
Faktor pendukung disini adalah lingkungan yang sangat
mendukung terlaksananya Program Pesantren Mahasiswa sehingga
bisa langsung mengaplikasikan pelajaran yang sudah didapat di
program ini
116


Dilihat dari data diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa untuk
mencapai suatu proses belajar mengajar yang diharapkan harus saling
berinteraksi antara santri dan ustadz atau ustadzah. Terlihat dari santri dalam
menelaah pelajaran dan pelatihan serta didukung oleh ustadz atau ustadzah
yang mengajar dengan menggunakan metode yang berbeda supaya santri tidak
merasa jenuh dengan kegiatan belajar mengajar.
Kurikulum dalam waktu satu tahun dengan mempelajari pelajaran
agama yang terdapat nilai-nilai yang mendukung penerapan nilai-nilai
Manajemen Qolbu ditambah dengan motivasi dari semua pihak akan
membantu tercapainya target dalam Program Pesantren Mahasiswa (PPM)
sebagai contoh dalam mempelajari ilmu agama disertai juga pelatihan yang
akan menjadikan suasana belajar dan berinteraksi dengan orang lain manjadi
kondusif.

116
Wawancara dengan Rosita Septia Tirtani, Santri Program Pesantren Mahasiswa
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, tanggal 29 November 2008
161
b. Faktor Penghambat
Dalam perjalanan mencapai tujuannya, Program Pesantren
Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung tidak
banyak dihadapkan pada berbagai permasalahan, karena nialai-nialai
Manajemen Qolbu yang diterapkan di Daarut Tauhiid mempengaruhi
kinerja dari setiap individunya. Meskipun demikian ada faktor penghambat
di Program Pesantren Mahasiswa (PPM), permasalahan tersebut salah
satunnya mempengaruhi kualitas kurikulum dari pendidikan yang ada di
Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung itu sendiri. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti di lapangan,
hambatan-hambatan yang dialami Program Pesantren Mahasiswa (PPM)
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung adalah sebagai berikut:
1) Program Pesantren Mahasiswa (PPM) khususnya masih
membutuhkan dana yang lebih demi tercapainya harapan-harapan
yang diinginkan, seperti untuk fasilitas dan sarana-sarana lain yang
mendukung program ini.
Hambatannya di Program Pesantren Mahasiswa ini mungkin
dari segi dana yang masih kekurangan untuk mendukung
program ini baik dari segi sarana ataupun yang lainnya
117


2) Hambatan yang dialami santri dalam menjalankan program ini
adalah rasa malas yang sering muncul ketika jadwal kegiatan
dimulai, kerena faktor kecapekan setelah program formal mereka.

117
Wawancara dengan Hamdani, Ketua Program Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren
Daarut Tauhiid Bandung, tanggal 28 November 2008
162
3) Santri kurang mempunyai kesadaran sendiri dalam hal menimba
ilmu apapun yang merupakan kewajibannya.
Faktor penghambatnya adalah rasa malas yang sering muncul
disaat program dimulai, karena kelelahan setelah kegiatan
formal atau kegiatan lainnya
118






































118
Wawancara dengan Rindra Kurniawati, Santri Program Pesantren Mahasiswa
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, tanggal 29 November 2008
163
2. Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Nilai-Nilai
Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kaulitas Akhlak Santri
Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut
Tauhiid Bandung
Dalam rangka memahami dan mewujudkan proses belajar mengajar
yang efektif dan efisien guna adanya perubahan-perubahan pendidikan
pesantren dibutuhkan kerjasama yang baik antara pengasuh, pengurus, asatidz
dan santri, kerena tanpa adanya kerjasama yang baik maka mustahil Program
Pesantren Mahasiswa (PPM) dapat terlaksana dengan baik.
Selain itu juga wali santri dan lingkungan ikut andil dalam
mewujudkan pendidikan yang baik. Seperti yang telah telah dilakukan oleh
Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung dalam menata atau menciptakan lingkungan yang kondusif
diperlukan upaya sesering mungkin dalam mengadakan komunikasi sebaik
mungkin dengan wali santri dan masyarakat guna terciptanya peningkatan
kualitas akhlak, baik itu melalui pertemuan-pertemuan di saat hari-hari besar
Islam maupun di saat acara yang memungkinkan kehadiran wali santri.
Wali santri harus selalu memberi dukungan baik moril maupun
materiil. Dukungan moril diberikan melalui pemantauan kegiatan anak sehari-
hari baik mendatangi ke Pondok Pesantren atau melalui media telekomunikasi,
pemberian perhatian, nasehat dan semangat kepada anaknya. Dukungan
materiil diberikan melalui pemberian financial dan pendukung lainnya guna
kelancaran kegiatan pembelajaran. Pihak yayasan juga harus memberikan
164
pelayanan sebaik-baiknya kepada santri. Selain itu juga harus bisa bekerja
sama dengan lingkungan demi kelancaran pelaksanaan pembelajaran yang
ditempuh.
Pada kenyataannya walaupun semua program telah tersusun dengan
baik, tetapi kendala tetap ada saja yang akan muncul. Oleh karena itu, semua
pihak baik wali santri, yayasan maupun santri harus selalu mewaspadai setiap
kendala yang akan muncul. Jika permasalahan telah datang maka harus cepat
diselesaikan agar tidak berlarut-larut dan merugikan banyak pihak.




























165
BAB V
ANALISIS HASIL PENELITIAN

B. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kaulitas
Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung
Penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas
akhlak yang ada di Daarut Tauhiid ini ada beberapa tahapan yang semua itu
harus dilatih supaya bisa menjadi kebiasaan dalam menata hati dan bertindak.
Tahapan itu adalah sebagai berikut:
1) Pengenalan Diri
Sebagai langkah awal dalam Manajeman Qolbu, seseorang yang
mampu mengendalikan perasaan (emosinya) adalah orang yang bisa
memahami siapa dirinya. Kunci pemahaman diri terletak pada hati. Hati bisa
memperlihatkan secara jelas siapa diri seseorang dan bagaimana watak
seseorang. Hati yang bersih, bening dan jernih isnya Allah bisa
memperlihatkan kebersihan, kebeningan dan kejernihan pada diri seseorang.
Untuk mengenal diri, tentu memulainya dari kedalaman diri sandiri, dari
kedalaman qolbu atau apa yang disebut nurani.
2) Pembersihan Hati
Upaya keras mengenali dan mengendalikan diri memerlukan tekad
yang kuat. Tekad ini harus dijaga agar terus berkorban dan tidak padam.
Tekad inilah yang nantinya menjadi jala bagi kita untuk mulai membersihkan
hati karena masa antara mengenali dan mengendalikan diri adalah
166
membersihkan hati dulu. Kesuksesan dalam konsep Manajemen Qolbu adalah
bagaimana kita secara istiqomah dapat terus melakukan pembersihan hati
sepanjang kehidupan.
3) Pengendalian Diri
Pengendalian diri memerlukan keterampilan prima. Seperti yang telah
dipaparkan sebelumnya bahwa sumber pengendalian diri adalah kita harus
mengenal diri kita dahulu dan berupaya membersihkan hati terlebih dahulu.
Ibaratnya jika seorang supir, kemudian ditugasi menyetir mobil ber-cc tinggi,
kita bisa mengendarainya jika kita sudah mengenal sangat baik dan kondisinya
prima. Namun, sebaliknya jika tidak akrab dengan mobil tersebut, bukannya
bisa mengendarainya dengan enak, melainkan malah tersiksa olehnya.
4) Pengembangan Diri
Niat dan tekad sering menggebu di dalam hati untuk mengubah diri.
Lalu, kita tumbuh menjadi pribadi yang kita idamkan. Namun, setelah tumbuh
sering kita justru tidak bisa berkembang. Hal ini karena kekonsistenan tekad
dan niat kita terganggu oleh hal-hal yang berasal dari dalam diri kita sendiri.
Tidak ada kata terlambat untuk mengembangkan diri karena pada dasarnya
manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat baik dan ingin lebih baik,
yang mungkin terlambat hanya kesadaran kita memahami bahwa kita ini
sebenarnya bukanlah pribadi yang menyenangkan atau mungkin pribadi yang
rendah diri karena tidak bisa mengembagkan potensi-potensi positif yang ada.


167
5) Makrifatullah
Langkah akhir dari upaya mengelola hati (manajemen qolbu) adalah
kecondongan diri kita kepada Allah. Qolbu yang bersih dan terjaga harus
senantiasa fokus kepada Allah demi menghidupkan dan membinarkan terus-
menerus pusat kepemimpinan di dalam diri kita yaitu Allah Azza wa jalla.
Tahapan paling tinggi bagi kita dalam pengenalan diri, pembersihan
hati, pengendalian diri dan pengembangan diri adalah jalan menuju ridha
Allah Swt. Segala aktivitas kita di dunia ini harus menuju pada apa yang
diridhai oleh Allah. Insya Allah istiqomah pengelolaan hati akan terjaga
dengan senantiasa kita berpikir dan berikhtiar semata-mata demi Allah serta
kita melakukan dzikrullah semata-mata untuk mendekatkan diri dan
mengingat Allah Swt.
6) Ikhlas
Ikhlas adalah bersih dari segala maksud-maksud pribadi, bersih dari
segala pamrih dan riya, bersih dari hal yang tidak disukai Allah Swt. Ikhlas
dalam menjadikan Allah sebagai Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa
alam raya. Ikhlas dalam menjadikan Allah sebagai satu-satunya Zat yang kita
harapkan, taati, cintai dan kita takuti. Ikhlas menerima Muhammad saw
sebagai penjelas dan penyampai wahyu Ilahi. Ikhlas menerima Al-Qur’an
sebagai pedoman dalam segala gerak kehidupan kita.
Manusia yang ikhlas adalah manusia yang berkarakter kuat dan tidak
pernah mengenal lelah. Setiap perilakunya sama sekali tidak dipengaruhi oleh
ada atau tidaknya kedudukan maupun penghargaan. Baginya yang paling
penting adalah Allah ridha kepadanya. Orientasi hidupnya jelas dan tegas,
168
langkahnya pasti dan penuh harapan, tidak ada kata frustasi dalam hidupnya,
tidak ada kata putus asa dalam usahanya, jiwanya merdeka karena hanya Allah
yang menjadi tujuan hidupnya.
Dari hasil penelitian yang telah dipaparkan dapat penulis deskripsikan
bahwa fenomena dakwah Manajemen Qolbu Aa Gym bukanlah hal yang asing
bagi kebanyakan santri Daarut Tauhiid khususnya mahasiswa yang mengikuti
Program Pesantren Mahasiswa (PPM). Dalam hal ini peneliti mengambil
sampel 10 orang dari santri Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok
Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, dan setelah melakukan interview dengan
mereka maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa mereka adalah mahasisiwa
yang memang benar-benar paham mengenai dakwah Manajeman Qolbu Aa
Gym.
Hampir seluruh responden menyatakan bahwa Manajemen Qolbu Aa
Gym merupakan upaya pengelolaan atau penataan hati dengan berbagai kiat-
kiatnya yakni agar hati selalu bersih, karena hati merupakan pusat atau sumber
dari segala perbuata manusia. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang
menjelaskan bahwa dalam diri manusia ada segumpal darah, bila segumpal
darah itu baik maka seluruh tubuh akan menjadi baik dan sebaliknya,
segumpal darah itu tidak lain adalah hati. Maka dari itu kebersihan hati
haruslah selalu diupayakan semaksiamal mungkin.
Salah satu tujuan dari pendidikan agama Islam adalah kesempurnaan
akhlak dan hal itu tidak bisa terwujud apabila hati kita masih kotor, penuh
dengan penyakit-penyakit hati. Pengajaran akhlak di sekolah maupun
169
lingkungan keluarga memang hal yang sangat penting namun salain hal
tersebut kebersihan hati juga harus selalu diupayakan dan salah satunya bisa
dengan cara terapi Manajemen Qolbu, seperti yang telah di contohkan oleh Aa
Gym ini. Dalam menyampaikan dakwah MQ-nya Aa Gym menggunakan cara
yang santun dan bahasa yang mudah dipahami sehingga banyak kalangan
bahkan mahasiswa yang suka mendengarkan ceramah-ceramah beliau. Hampir
seluruh responden menyatakan bahwa mereka tertarik mengikuti MQ Aa Gym
ini salah satunya ialah karena retorika dakwahnya.















170
BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan pada hasil penelitian baik berupa dokumen dalam bentuk
tulisan-tulisan ataupun data yang dihasilkan dari lapangan maka dapat penulis
simpulkan sebagai berikut:
1. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan
Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung
Manajemen Qolbu merupakan upaya penataan hati dengan berbagai
kiat-kiatnya yakni agar hati selalu bersih, karena hati merupakan pusat atau
sumber dari segala perbuata manusia. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW
yang menjelaskan bahwa dalam diri manusia ada segumpal darah, bila
segumpal darah itu baik maka seluruh tubuh akan menjadi baik dan
sebaliknya, segumpal darah itu tidak lain adalah hati. Maka dari itu kebersihan
hati haruslah selalu diupayakan semaksiamal mungkin.
Sebagai langkah pertama dalam Manajeman Qolbu adalah Pengenalan
Diri seseorang yang mampu mengendalikan perasaan (emosinya) adalah orang
yang bisa memahami siapa dirinya. Langkah kedua adalah Pembersihan Hati,
kesuksesan dalam konsep Manajemen Qolbu adalah bagaimana kita secara
istiqomah dapat terus melakukan pembersihan hati sepanjang kehidupan.
Langkah ketiga adalah Pengendalian Diri, memerlukan keterampilan prima.
171
seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa sumber pengendalian diri
adalah kita harus mengenal diri kita dahulu dan berupaya membersihkan hati
terlebih dahulu.
Langkah keempat adalah Pengembangan Diri, tidak ada kata terlambat
untuk mengembangkan diri karena pada dasarnya manusia memiliki
kecenderungan untuk berbuat baik dan ingin lebih baik, yang mungkin
terlambat hanya kesadaran kita memahami bahwa kita ini sebenarnya
bukanlah pribadi yang menyenangkan atau mungkin pribadi yang rendah diri
karena tidak bisa mengembagkan potensi-potensi positif yang ada. Langkah
kelima adalah Makrifatullah, tahap akhir dari upaya mengelola hati
(Manajemen Qolbu) adalah kecondongan diri kita kepada Allah. Qolbu yang
bersih dan terjaga harus senantiasa fokus kepada Allah demi menghidupkan
dan membinarkan terus-menerus pusat kepemimpinan di dalam diri kita yaitu
Allah Azza wa jalla. Langkah keenam Ikhlas, bersih dari segala maksud-
maksud pribadi, bersih dari segala pamrih dan riya, bersih dari hal yang tidak
disukai Allah Swt.
Program Pesantren Mahasiswa (PPM) prinsipnya hadir sebagai sebuah
jawaban alternatif, dengan didasari oleh adanya tanggung jawab dan
kepedulian terhadap kondisi generasi bangsa yang saat ini cenderung
mengarah pada terjadinya degradasi moral. Program Pesantren Mahasiswa
(PPM) sebagai sebuah program pendidikan yang berorientasi pada penanaman
aqidah, pengembangan potensi dan pembentukan sikap, dengan harapan
menjadi solusi alternatif bagi bangsa.
172
2. Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Nilai-Nilai
Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri
Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut
Tauhiid Bandung
Dalam pencapaian Penerapan Nilai-Nilai Manajeman Qolbu dalam
Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren
Mahasiswa) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung dipengaruhi beberapa
faktor pendukung antara lain: faktor kegigihan usaha tenaga pendidik Program
Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung dan
dipengaruhi dari faktor internal yakni pengasuh, pengurus dan santri serta
faktor eksternalnya yakni wali santri dan lingkungan. pengurus sangat
berperan penting sebagai penggerak dan pelaksana pendidikan Pesantren
terhadap perkembangan pendidikan Pesantren.
Faktor penghambat antara lain:
a. Program Pesantren Mahasiswa (PPM) khususnya masih membutuhkan
dana yang lebih demi tercapainya harapan yang diinginkan
b. Hambatan yang dialami santri dalam menjalankan program ini adalah
rasa malas yang sering muncul ketika jadwal kegiatan dimulai, kerena
faktor kecapekan setelah program formal santri
c. Santri kurang mempunyai kesadaran sendiri dalam hal menimba ilmu
apapun yang merupakan kewajibannya


173
B. Saran-Saran
Dari hasil penelitian yang dilakukan penelitian di Pondok Pesantren
Daarut tauhiid, maka saran-saran yang diberikan penulis berkaitan dengan
Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatka Kualitas Akhlak
Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) yakni:
1. Prospek Pesantren dalam mengembangkan dinamika keilmuan Islam
dituntut mampu mengaktualisakan diri ditengah-tengah masyarakat.
Dengan pengembangan dinamika keilmuan tersebut harus mampu menjadi
sarana transformasi sosial dan kontekstualisasi ajaran Islam dalam tata
kehidupan masyarakat. Pesantren harus dinamika, artinya tanggap
terhadap perubahan sosialkultural dan tuntutan-tuntutan yang
menyertainya. Harus bermutu, terutama dalam pelayanan program-
program yang ditawarkan. Harus relevan, yakni cocok dengan kebutuhan
masyarakat dan nilai-nilai idealisme yang diembannya
2. Bagi pengurus dan asatidz, hendaklah lebih aktif dan telaten dalam
membimbing dan mendidik santri guna menghasilkan out put yang benar-
benar matang dan tentunya akan berguna bagi masyarakat, nusa dan
bangsa. Bagi santri hendaknya menyadari terlebih dahulu bahwasannya
dalam hal menimba ilmu merupakan suatu kewajiban dan akan berguna
baik untuk diri sendiri maupun orang lain, sehingga secara tidak langsung
santri akan bisa menanggapi dengan positif pelajaran maupun peraturan-
peraturan yang diterapkan untuk mencapai kualitas dan menghasilkan out
put yang baik sesuai dengan harapan
174
DAFTAR RUJUKAN

Anwar, Dessy. 2001. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Karya
Abditama

Adz-Dzakiey, Madani Barran. 2004. Prophetic Intelligence (Kecerdasan
Kenabian). Jogjakarta: Islamika

Abdullah. M. Yatimin. 2007. Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an.
Jakarta: Amzah

Al-Jauziyah. Ibnu Qayyim. 2007. Obat Hati. Jakarta: Darul Haq

______. 2005. Manajemen Qalbu. Jakarta: Darul Falah

Al –Ghazali. 2005. Ihya Ulumuddin “Pensucian Jiwa”, terj., Muhammad
Ereska. Depok: Iqra Kurnia Gemilang

Azra. Azyumzrdi. 1999. Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi
Menuju Milenium Baru. Jakarta: PT. Logos

Al-Qur’an dan Terjemahnya. 2004. Bandung: CV. Penerbit J-Art

Al-Darini, Abd Al-‘Aziz. 2008. Terapi Menyucikan HatiKunci-Kunci
Mendekatkan Diri Kepada Allah, terj., Ida Nursida dan Tiar Anwar
Bachtiar. Bandung: PT. Mizan Pustaka

Buku Panduan Santri Mukim Program Pesantren Mahasiswa Pondok
Pesantren Daarut Tauhid Bandung

Gymnastiar, Abdullah. 2006. Jagalah Hati Step by Step Manajemen
Qolbu. Bandung: Khas MQ

_______. 2006. Aa Gym Apa Adanya Sebuah Qolbugrafi. Bandung: Khas
MQ

_______. 2005. Inilah Indahnya Islam dengan Manajemen Qolbu.
Bandung: Khas MQ

Hariwijaya, M dan Djaelani, Bisri M. 2006. Teknik Menulis Skripsi &
Thesis. Jogjakarta: Zenith Publisher

Hafidhuddin. Didin. 2002. Membentuk Pribadi Qurani. Jakarta: Harakah

175
Hernowo dan M. Deden Ridwan. 2003. Aa Gym dan Fenomena Daarut
Tauhiid . Bandung: PT. Mizan Pustaka

Moleong, L. J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja
Rosda Karya

Muhyidin, Muhammad. 2007. The True Power of Heart. Jogjakarta: Diva
Press

Muhammad, Nur. diakses 10 Agustus 2009. Antara Makhluk dan Sang
Khaliq. http:www.yahoo.com

Nata, Abuddin. 2003. Akhlak Tasawuf. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

______. 2001. Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga-
Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: PT. Grasindo

Partanto, Pius A dan Al Barry, M Dahlan. 1994. Kamus Ilmiah Populer.
Surabaya: Arkola

Suharsimi Arikunto. 2002. Prosedur Pendidikan Suatu Pendekatan
Praktek. Jakarta: Rineka Cipta

Sudjana, Nana. 1989. Metode Statistik. Bandung: Tarsito

Sadali. A. 1984. Islam untuk Disiplin Ilmu Pendidikan. Jakarta: CV.
Kuning Mas

Siregar, A. Rivay. 2002. Tasawuf dar iSufisme Klasik ke Neo-Sufisme.
Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada

Tasmara, Toto. 2001. Kecerdasan Ruhaniah (Transcendental
Intelligence). Jakarta: Gema Insani

Taymiyyah, Ibn. 2006. Terapi Penyakit Hati, terj., Mohammad Rois dan
Luqman Junaidi. Jakarta: PT. SUN


Lampiran I

STRUKTUR ORGANISASI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID









Lampiran III

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENDIDIKAN






















Lampiran IV













Dauroh Islamiyah
Ahmad Suja’i
Dauroh Qolbiyah
Suherman Ar Rofi
Adm Keuanagan
Inggrid Laras Agustin
Mudabbir/ah
Santri
PPM
Hamdani
Direktur Pendidikan
Ust. Mulyadi Al Fadhil
Kabag. Kerjasama
Hilman Abdul Halimi
Ka. Sekertariat
Dadan Kurniawan
Kabag. Kesantrian
Rizal dzulkarnaen
TK KHAS
APW
Roni Abdul Fattah
SSG
Duden
Lampiran IV

ATURAN POKOK
SANTRI PESANTREN MAHASISWA
PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID
BANDUNG

BAB I
UMUM
“Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang).
Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk
memperdalam agama Islam (tafaqquh fiddien) dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya
apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (QS. At-
Taubah [9] : 122)
Pasal 1
N A M A

Aturan Pokok Santri Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren Daarut Tauhiid
Bandung
Pasal 2
RUANG LINGKUP

Aturan ini berlaku bagi semua Santri Pesantren Mahasiswa yang belajar di
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung sejak hari pertama ia belajar di
Pondok Pesantren Daarut Tauhiid.

Pasal 3
ISTILAH-ISTILAH

Di dalam peraturan ini yang dimaksud dengan :
Pondok Pesantren
Adalah Badan Yayasan Daarut Tauhiid yang berorientasi pada bidang pendidikan,
dakwah, sosial dan perekonomian dengan kantor pusat di Bandung yang anggaran
dasarnya dimuat dalam Akta Pendirian Nomor 8 (delapan) tanggal 4 September
1998, meliputi Kantor Pusat, Kantor-Kantor Cabang dan Kantor-Kantor Pembantu
unit-unit usaha lainnya.
Kyai
Adalah pimpinan tertinggi Pondok Pesantren yang mendapat amanah
menghidupkan nilai-nilai ruhiyah bagi kalangan Santri.
Ustadz
Adalah seseorang yang memiliki ilmu agama dan ilmu lainnya yang mendapat tugas
mengamalkannya melalui proses belajar-mengajar program pendidikan Santri di Pondok Pesantren
Daarut Tauhiid.
Pengelola Kepesantrenan
Adalah seseorang dan tim yang mendapat amanah mengelola pendidikan Santri di
Yayasan Daarut Tauhiid, yang terdiri dari Kepala Departemen Kepesantrenan,
Penanggung Jawab Program Akhlaq Plus Wirausaha, Dauroh, Santri Siap Guna
(SSG), Santri Pesantren Mahasiswa (SMM), Staf Serta Mudabbir.
Kepala Asrama
Adalah seseorang yang mendapat amanah dari lembaga untuk tinggal di asrama
(Asrama ikhwan / akhwat) untuk membina, mengelola dan mengawasi santri
selama berada di asrama dan lingkungan sekitar asrama.
Mudabbir
Adalah pembimbing santri yang secara formal (ditetapkan dengan surat
keputusan), terikat dalam satu hubungan karya/amanah dengan Pondok Pesantren,
dalam rangka pembimbingan kegiatan santri selama 24 jam.
Murabbi
Adalah wali santri yang ditunjuk oleh lembaga yang bertugas untuk membimbing
santri selama mengikuti program pendidikan di Daarut Tauhiid yang bertanggung
jawab terhadap perkembangan santri.
Lingkungan Pesantren
Adalah area Pondok Pesantren meliputi, area Koperasi Pondok Pesantren Daarut
Tauhiid (Kopontren), area perkantoran MQ Corporation, area perkantoran
Yayasan Daarut Tauhiid dan rumah Pimpinan Pesantren (Sentral 3), area
perkantoran Departemen Kepesantrenan , area perkantoran Pelatihan (Sentral 7),
area perkantoran Yayasan Daarut Tauhiid, area perkantoran Dompet Peduli
Ummat (DPU), area Masjid Daarut Tauhiid, area kompleks Setiabudi Indah
(Sentral 5 dan 7), dan area asrama Santri PPM / Dauroh / APW Daarut Tauhiid.
Santri Pesantren Mahasiswa
Adalah Santri yang lulus seleksi dan menetap/mukim di lingkungan Pondok
Pesantren dalam menimba ilmu-ilmu yang diselenggarakan oleh bagian
Pendidikan Santri Pesantren Mahasiswa selama kurun waktu tertentu, yang
aturannya diatur dalam aturan pokok Santri Pesantren Mahasiswa.
Diwajibkan
ketentuan yang harus dilaksanakan oleh santri karena alasan syar’i dan ditetapkan
oleh Lembaga.
Diharuskan
ketentuan yang harus dilaksanakan santri karena tata tertib Santri Pesantren
Mahasiswal.
Ditekankan
ketentuan yang sedapat mungkin dilakukan oleh santri.
Dianjurkan
ketentuan yang sebaiknya dilaksanakan karena adanya keutamaan.
Dilarang / Tidak diperkenankan
ketentuan yang seharusnya ditinggalkan, baik karena alasan syar’i ataupun tata
tertib Santri Pesantren Mahasiswa.
Sanksi
tindakan yang dikenakan kepada santri karena melanggar peraturan tata tertib
Santri Pesantren Mahasiswa.
Penghargaan
adalah sesuatu yang diberikan kepada santri karena prestasi tertentu.





BAB II
IBADAH
Pasal 4
Shalat

1. Santri diwajibkan melaksanakan shalat lima waktu dengan berjama’ah tepat
pada waktu dan di tempat yang ditentukan;
2. Santri ditekankan berada di dalam masjid sebelum azan dikumandangkan;
3. Santri ditekankan berzikir setiap selesai shalat fardhu;
4. Santri ditekankan mendirikan shalat sunnah rawatib;
5. Santri ditekankan mendirikan qiyamul lail setiap malam;
6. Santri ditekankan mendirikan shalat dhuha setiap hari;
7. Santri dianjurkan melakukan shodaqoh maal setiap hari;
8. Santri dianjurkan selalu memiliki wudhu'.
9.
Pasal 5
Shoum

1. Santri ditekankan melaksanakan shoum sunnah Senin dan Kamis;
2. Santri ditekankan melaksanakan shoum sunnah Daud;
3. Santri dianjurkan melaksanakan shoum tathawwu’.

Pasal 6
Tilawatul Quran dan Hadits

1. Santri diharuskan membaca al-Quran setiap hari;
2. Santri diharuskan memiliki dan memelihara mushaf al-Qur’an dan
terjemahnya dengan baik;
3. Santri ditekankan untuk mengkhatamkan Al-Quran minimal satu kali dalam
dua bulan;
4. Santri dianjurkan menghafal al-Qur'an dan hadits sesuai target yang telah
ditentukan.

BAB III
AKHLAQ
Pasal 7
Adab sopan santun

1. Mengamalkan tata nilai budaya Islam yang dikembangkan oleh Pondok
Pesantren;
2. Menjaga kebersihan lingkungan Pondok Pesantren dan mengambil sampah
dalam radius 5 meter;
3. Merapihkan alas kaki (ready to come back) dimanapun (apalagi dalam
lingkungan Pondok Pesantren);
4. Menghormati orang lain sebagaimana menghormati diri sendiri dan orang tua;
5. Menjaga hubungan persaudaraan di antara santri, pengelola pendidikan, civitas
Pondok Pesantren, keluarga kyai, dan masyarakat;
6. Menjalankan dengan istiqamah Aturan Pokok Santri Mukim Pondok
Pesantren;
7. Mendukung semua program pendidikan, pelatihan, pemberdayaan dan
pelayanan masyarakat Pondok Pesantren;
8. Membayar kontribusi/administrasi pendidikan sesuai dengan program yang
diambil tepat pada waktunya;
9. Menjaga nama baik Pondok Pesantren;
10. Selalu berusaha untuk berakhlak mulia;
11. Bejuang keras untuk menjauhi segala larangan Islam;
12. Tidak bergaul bebas, berhubungan dengan lawan jenis melalui surat-
menyurat, e-mail, telepon, pesan singkat (SMS), chatting, kirim barang atau
perbuatan sejenisnya yang tidak dibenarkan oleh Pondok.

Pasal 8
Pakaian dan rambut

Untuk ikhwan (Laki-laki), aturan dalam berpakaian adalah sebagai berikut :
1. Senantiasa memakai tanda pengenal (Syal / ID card) selama berada di
lingkungan Pondok Pesantren atau KBM;
2. Senantiasa memakai peci (warna bebas) di lingkungan pesantren;
3. Senantiasa memakai pakaian muslim (baju koko/taqwa) warna bebas, sopan
dan rapih;
4. Khusus untuk hari Senin, Jum’at dan khidmat Pengajian Rutin memakai baju
koko putih, celana warna gelap, dan peci putih;
5. Tidak diperkenankan memakai baju kaos pada saat shalat berjama’ah atau
sendirian, dan kegiatan belajar-mengajar (KBM);
6. Tidak diperkenankan memakai sandal jepit saat KBM dan kegiatan penting
pesantren;
7. Tidak diperkenankan berpakaian yang bergambar dan atau bertuliskan ketika
shalat berjamaah;
8. Berambut pendek, rapi dan sopan;
9. Dilarang dengan sengaja menyerupai perempuan.
Untuk akhwat (Wanita), aturan dalam berpakaian adalah sebagai berikut :
1. Senantiasa memakai tanda pengenal (Syal / ID card) selama berada di
lingkungan Pondok Pesantren atau KBM;
2. Senantiasa memakai busana muslimah (gamis) warna bebas tapi tidak
mencolok, berkerudung standar DT (lebar, polos, tidak transparan, dan tidak
tipis), dan berkaos kaki;
3. Khusus untuk hari Senin, Jum’at dan khidmat Pengajian Rutin memakai
busana muslimah (gamis) warna biru dan kerudung putih standar DT;
4. Tidak diperkenankan memakai baju kaos, pakaian ketat/transparan, celana
panjang/kulot dan yang tidak menutup aurat lainnya;
5. Tidak diperkenankan memakai sandal jepit saat KBM dan kegiatan penting
pesantren;
6. Tidak memakai pengharum badan/pakaian berlebihan (yang menyengat);
7. Dilarang ber-tabarruj (Berhias diri berlebihan);
8. Tidak diprekenankan berambut cepak dan menyerupai laki-laki;
9. Diwajibkan memakai kaos kaki waktu keluar area putri;
10. Dilarang dengan sengaja menyerupai Ikhwan.
Untuk ikhwan dan akhwat :
11. Tidak diperkenankan memakai perhiasan yang berlebihan;
12. Tidak diperkenankan memakai jeans, celana cutbray/komprang dan
sejenisnya;
13. Tidak diperkenankan mewarnai rambut dan menjadi korban mode.

Pasal 9
Disiplin di Kamar mandi

1. Santri wajib menjaga dan memelihara kebersihan kamar mandi;
2. Upayakan tidak berlama-lama di kamar mandi, maksimalkan waktu di kamar
mandi selama 5 (lima) menit;
3. Tidak merendam pakaian cucian lebih dari 24 jam;
4. Peralatan mandi tidak di simpan di kamar mandi;
5. Berusaha selalu hemat air dan sarana kamar mandi lainnya;
6. Tidak berbuat sia-sia di dalam kamar mandi;
7. Mengamalkan adab masuk kamar mandi/wc.

BAB IV
PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Pasal 10
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

Ditetapkan oleh Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren dan wajib diikuti oleh
Santri. Waktu dalam kegiatan belajar secara prinsip dilaksanakan dalam 24 jam di
lingkungan Pondok Pesantren dan berdasarkan keputusan yang diambil oleh
Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren.
1. Siap di dalam kelas 10 menit sebelum materi di mulai untuk tilawah al-
Qur’an;
2. Siap aktif mengikuti pembelajaran dan mencatat intisari pelajaran;
3. Siap menyelesaikan dan menyerahkan tugas pembelajaran;
4. Siap menjaga kebersihan dan kerapihan tempat belajar;
5. Siap mengikuti pelajaran dengan posisi duduk rapih dan sopan dalam kelas
secara terpimpin;
6. Tidak keluar masuk ruangan belajar kecuali izin dari pemateri atau Mudabbir;
7. Tidak diperkenankan makan, minum dan tidur saat mengikuti KBM;
8. Terlibat aktif hadir di kegiatan MQ On Air, Kajian Al-Hikam, dan Pengajian
Rutin (malam Jum’at dan Ahad pagi);
9. Mengisi dan menyerahkan buku muhasabah harian santri sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan.





Pasal 11
Disiplin Waktu Belajar

1. Penentuan waktu belajar didasarkan kepada hasil musyawarah Pengelola
Pendidikan Pondok Pesantren. Jam belajar santri ditentukan sesuai dalam
jadwal belajar yang terlampir;
2. Setiap perubahan aturan pokok santri dan jam belajar oleh Pengelola
Pendidikan Pondok Pesantren akan diberitahukan sebelumnya kepada Santri
dengan tenggang waktu yang layak;
3. Bagi Santri yang melakukan tugas belajar tertentu untuk kepentingan Pondok
Pesantren berlaku jam belajar tersendiri sesuai dengan sifat tugasnya;
4. Setiap Santri wajib hadir dan belajar pada waktu yang telah ditetapkan
Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren;
5. Santri mencatatkan sendiri kehadirannya pada lembar kehadiran yang
disediakan Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren;
6. Tidak diperkenankan untuk mencatatkan waktu dan menandatangani pada
lembar kehadiran untuk Santri lain;
7. Apabila Santri tidak masuk belajar/kegiatan atau meninggalkan tempat belajar
sebelum jam belajar berakhir, maka harus dengan ijin tertulis mudabbirnya;
8. Apabila untuk suatu keperluan di luar lingkungan Pondok Pesantren seorang
Santri perlu meninggalkan belajar/kegiatan Pondok Pesantren untuk sementara
waktu, diharuskan mencatatkan kepergian dan kedatangannya pada kartu ijin
dan mengisi formulir yang telah disediakan;
9. Tidak diperkenankan merubah waktu pada lembar kehadiran;
10. Santri yang tidak masuk belajar/kegiatan bukan karena alasan sakit, izin tidak
masuk belajar/kegiatan atau alasan-alasan lain yang ditetapkan dalam Aturan
Pokok Santri ini dianggap mangkir;
11. Santri yang tidak masuk belajar/kegiatan karena sakit atau karena alasan lain
yang dapat diterima Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren, wajib
memberitahukan kepada mudabbirnya selambat-lambatnya pada hari belajar
berikutnya;
12. Sakit lebih dari 1 (satu) hari diwajibkan memberikan surat keterangan Dokter
sesegera mungkin atau selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah tidak masuk
belajar;
13. Ketidakhadiran karena alasan lain diwajibkan membuat pemberitahuan tertulis
yang ditujukan kepada mudabbirnya, satu hari sebelumnya.

Pasal 12
Ijin Tidak Belajar

Seorang santri dapat diberi ijin untuk tidak masuk belajar sehubungan dengan hal-
hal berikut :
1. Apabila santri harus mengikuti jam perkuliahan di kampus;
2. Kematian orang tua/saudara kandung Santri sebanyak maks. 3 (tiga) hari;
3. Sakit keras atau di opname (dirawat inap)nya orang tua/saudara kandung
Santri sebanyak maks. 2 (dua) hari;

4. Santri yang bersangkutan tertimpa sakit atau musibah seperti : kecelakaan,
kebanjiran, kecurian dan lain-lain yang dapat dipersamakan dengan itu,
sebanyak 1 (satu) hari karya atau sesuai surat dokter;
5. Bila direncanakan akan tidak hadir dalam KBM, diwajibkan menyampaikan
berita secara tertulis kepada mudabbir masing-masing, maksimal 1 hari
sebelumnya.
Pasal 13
Buku Pelajaran dan Alat Sekolah

1. Santri diharuskan memiliki seluruh buku pelajaran, catatan dan alat sekolah
yang diperlukan;
2. Santri dilarang menggunakan buku catatan yang bergambar dan bertuliskan
tidak sopan;
3. Santri dilarang meninggalkan buku pelajaran dan atau alat sekolah tidak pada
tempatnya;
4. Santri diharuskan membawa semua buku pelajaran pada hari pelajaran itu
berlangsung.
Pasal 14
Buku Bacaan

1. Santri dianjurkan membaca buku, majalah, koran, atau bacaan-bacaan lain
yang disediakan di perpustakaan;
2. Santri dianjurkan memiliki buku-buku yang menunjang pendidikan;
3. Santri dilarang membaca, memiliki dan menyimpan buku bacaan atau gambar
yang tidak Islami.

BAB V
ASRAMA
Pasal 15

1. Melakukan dan memelihara kebersihan dan kerapihan asrama dan
lingkungannya;
2. Mengucapkan salam sebelum masuk asrama;
3. Merapihkan tempat tidur dan kamar asrama;
4. Menjaga keamanan barang-barang dan meninggalkan loker dalam keadaan
terkunci;
5. Menempatkan barang-barang pada tempatnya dan tidak menggunakan barang
orang lain kecuali mendapatkan ijin dari pemiliknya;
6. Tidak diperkenankan ghibah, dan perbuatan sia-sia lainnya;
7. Bangun paling lambat pukul 03.30 wib;
8. Mematikan listrik, lampu, pompa air dan alat listrik lainnya ketika tidur atau
meninggalkan asrama;
9. Melaksanakan jadwal piket kebersihan yang telah disepakati;
10. Tidur paling lambat pukul 22.00 wib (ikhwan) dan pukul 22.30 wib (akhwat);
11. Tidak diperkenankan membunyikan musik/lagu-lagu yang tidak islami;
12. Tidak membuat gaduh atau mengganggu teman atau ketentraman tetangga;
13. Tidak menaruh barang sembarangan dan tidak membawa barang berharga
(antara lain : perhiasan emas, barang mewah dan lainnya);
14. Masuk asrama paling lambat pukul 21.30 WIB;
15. Asrama akan dikunci pada waktu–waktu tertentu (KBM, Mabit dan kegiatan-
kegiatan lainnya);
16. Tidak diperkenankan tidur di luar asrama yang telah ditentukan;
17. Santri diharuskan keluar masuk pondok melalui pintu yang telah ditentukan;
18. Santri dilarang memasuki gedung bioskop, night club, tempat-tempat
maksiat, bilyard, video game, play station dan sejenisnya;
19. Santri dilarang pindah kamar tanpa seizin Wali Asrama;
20. Santri dilarang menerima tamu/orang lain didalam asrama tanpa izin.

BAB VI
PERIZINAN
Pasal 16

1. Setiap santri yang akan mengikuti kegiatan di kampus, harus menyertakan
surat izin resmi dari Organisasi/Himpunan/Instansi yang bersangkutan;
2. Bagi santri yang akan pulang, harus menyerahkan berita tertulis kepada
mudabbir;
3. Setiap santri yang pulang harus membawa surat ijin pulang sebagai
keterangan resmi dari pesantren, 1 (satu) hari sebelum pulang;
4. Surat Ijin Pulang merupakan surat keterangan resmi sebagai tanda santri
mendapatkan restu untuk pulang dari pengelola pesantren;
5. Siap mengikuti disiplin kembali ke pesantren sesuai dengan perijinan dan
melapor kembali kepada pengelola pesantren/Mudabbir;
6. Siap selalu mengamalkan dan menjaga akhlak sebagai santri pesantren saat ke
luar lingkungan pesantren atau saat di kendaraan atau saat di lingkungan
rumah atau dimanapun.

BAB VII
KEBERSIHAN, KEINDAHAN, KEAMANAN DAN KETERTIBAN,
KEKELUARGAAN
Pasal 17
Kebersihan

1. Santri diharuskan menjaga kebersihan diri, kamar dan lingkungan;
2. Santri diharuskan menjemur pakaian di tempat yang telah disediakan;
3. Santri diharuskan membuang sampah pada tempatnya (TSP dan
BEBASKOMIBA);
4. Santri diharuskan meletakkan pakaian kotor pada tempatnya;
5. Santri diharuskan meletakkan barang-barang miliknya pada tempatnya;
6. Santri dilarang berkuku panjang, memberi warna pada kuku (cuteks) dan
bertato.





Pasal 18
Keindahan

1. Santri diharuskan memelihara keindahan diri, kamar dan lingkungan
sekitarnya;
2. Santri dilarang menulis, corat-coret di tempat tidur, almari, pintu, dinding
tembok, meja, bangku, dan lain-lain;
3. Santri dilarang menggantungkan pakaian dan sejenisnya di tempat yang tidak
seharusnya;
4. Santri dilarang memelihara binatang di lingkungan asrama;
5. Santri dilarang memajang hiasan yang tidak islami.

Pasal 19
Keamanan dan Ketertiban

Santri dilarang untuk :
1. Mabuk, madat, memakai obat bius, atau zat adiktif lainnya dimanapun;
2. Melakukan perbuatan asusila di lingkungan Pondok Pesantren;
3. Menggunakan status santri Pondok Pesantren untuk melakukan tindakan
yang menguntungkan diri sendiri ataupun pihak ketiga seperti keluarga,
teman-teman tanpa mengindahkan kepentingan Pondok Pesantren;
4. Melakukan tindakan kejahatan misalnya : Mencuri, Menggelapkan, Menipu
dan tindakan kejahatan lainnya yang tidak ditolerir oleh Syar’i;
5. Memperdagangkan barang terlarang didalam lingkungan Pondok Pesantren;
6. Menganiaya, menghina secara kasar atau mengancam sesama santri,
Pengelola Pondok Pesantren, Kyai, keluarga kyai atau tetangga;
7. Membujuk sesama santri atau Pengelola Pondok Pesantren untuk melakukan
perbuatan yang bertentangan dengan kesusilaan, hukum agama ataupun
negara;
8. Dengan sengaja atau karena ceroboh, merusak, merugikan atau menjadikan
Pondok Pesantren dalam keadaan bahaya;
9. Membongkar rahasia Pondok Pesantren atau hal ikhwal Pengelola Pondok
Pesantren, Kyai, dan keluarga Kyai yang seharusnya dirahasiakan, kecuali
atas perintah yang berwajib;
10. Pemalsuan apapun yang merugikan Pondok Pesantren;
11. Perjudian dalam bentuk apapun yang dilakukan di lingkungan Pondok
Pesantren;
12. Tidak hadir selama 6 (enam) hari waktu belajar berturut-turut tanpa
keterangan tertulis dengan bukti-bukti yang sah dan telah dipanggil oleh
Pengelola Pondok Pesantren secara patut, dianggap sebagai mengundurkan
diri atas kemauan sendiri dan akan diproses sesuai dengan peraturan yang
berlaku;
13. Menghilangkan dengan sengaja karena kecerobohan, barang milik orang lain
dan Pondok Pesantren;
14. Melakukan suatu tindakan baik didalam maupun diluar lingkungan Pondok
Pesantren termasuk terhadap sesama santri atau pihak ketiga lainnya yang
dipandang oleh Pondok Pesantren bahwa tindakan tesebut tidak sejalan
dengan Syari’ah Islam;
15. Membawa, memiliki, menyimpan, menggunakan senjata api, senjata angin,
senjata tajam, obat-obatan terlarang, minuman keras (khamar) dan sejenisnya;
16. Membawa, menyimpan dan menghisap rokok;
17. Memberikan keterangan palsu;
18. Membuat dan atau mengikuti kelompok-kelompok gelap (gank) baik secara
simbolis atau terang-terangan, perkelahian dan perbuatan sewenang-wenang;
19. Berkelahi tanpa alasan syar'i.

Pasal 20
Kekeluargaan

1. Santri diwajibkan menghormati pengasuh, ustadz/ustadzah, karyawan dan
keluarga besar pondok, serta berlaku sopan kepada sesama teman maupun
tamu;
2. Santri diwajibkan hormat-menghormati dan tolong-menolong dalam
kebaikan;
3. Santri diwajibkan membantu meringankan penderitaan sesama santri yang
sakit/terkena musibah;
4. Santri diwajibkan menjaga dan meningkatkan ukhuwah islamiyah.

BAB VIII
SANKSI DAN PENGHARGAAN
Pasal 21
Sanksi/ Disipln santri

Pengelola Pondok Pesantren menyadari pentingnya penegakkan disiplin belajar
ini harus selaras dengan salah satu motto dari Pondok Pesantren yaitu "Tiada
Prestasi Tanpa Disiplin ", karenanya terhadap pelanggaran / kesalahan yang
dilakukan- Santri atas peraturan yang telah diatur dalam Aturan Pokok Santri ini
dapat diberikan peringatan / sanksi dan Poin negatif yang harus ditebus dengan
Amaliah positif yang dapat menghapus Poin negatif, selambat-lambatnya satu
bulan sebelum program berakhir.
Sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Santri dimaksudkan sebagai
tindakan korektif dan pengarahan terhadap sikap dan tingkah laku Santri,
termasuk dalam melaksanakan ibadah pokok keagamaan.
Sanksi didasarkan pada :
1. Macam dan tingkat pelanggaran;
2. Frekuensi (sering / pengulangan) pelanggaran;
3. Unsur kesengajaan;
4. Aturan Pokok Santri Pesantren Mahasiswa.






Tabel Jenis sanksi dan bobot Poin negatif diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan
yang disesuaikan dengan tingkat dan jenis pelanggaran

No
Tingkat
Pelanggaran
Jenis Pelanggaran
Terhadap :
Bobot Poin
Negatif

Jenis Sanksi
( Ditentukan
oleh pengurus)
Masa Kaffarat

1

Pelanggara
n Tingkat I
(Ringan)

• Pasal 4 : (1) (5), (6),
(7).

• Pasal 5 : (1).

• Pasal 6 : (1).

• Pasal 7 : (3).

• Pasal 8 : Ikhwan :
(1),(2),(3),(4),(6),(8)
(11),(12),(13).

Pasal 8: Akhwat :
(1),(2),(3),(4),(5),(9)
(6),(7),(11),(12),(13).

• Pasal 10 : (9).

• Pasal 11 :
(6),(7),(9),(10),(11)
(12),(13).

• Pasal 12 : (1), (5).

• Pasal 13 : (2).

• Pasal 14 : (3).

• Pasal 15 :
(7),(10),(11),(12)
(14),(17),(19).

• Pasal 17 :
(1),(2),(3),(4),(5),(6).

• Pasal 18: (1),(3)
(4),(5).

• 10 Poin
• 1 Poin

• 1 Poin

• 1 Poin

• 1 Poin

• 2 Poin
• 5 Poin
• 10 Poin

• 2 Poin
• 10 Poin
• 5 Poin


• 10 Poin
• 2 Poin


• 10 Poin

• 10 Poin

• 10 Poin

• 2 Poin
• 5 Poin
• 10 Poin

• 2 Poin
• 2 Poin

• 10 Poin

• Diberikan teguran
atau peringatan

• Menghafal ayat Al-
Qur'an dan hadits


• Menghafal Tekad
kehormatan tauhiid
atau jargon-jargon
DT

• Merangkum


• Membangunkan
santri waktu subuh

• Menyapu


• Mengepel

• Meminta nasihat
dan tanda tangan
pengasuh.

• Menulis Al-Quran
atau hadits sesuai
pelanggaran

• Membaca Al-
Qur’an pada waktu
dan tempat yang
telah ditentukan.
• Merapikan sandal
di masjid atau di
asrama


* Diatur sesuai
kesepakatan

2

Pelanggara
n Tingkat
II
(Sedang)

• Pasal 7 : (9)(12).

• Pasal 8 : Ikhwan (9).

Akhwat:(8),(10)

• Pasal 11 : (8).

• Pasal 15: (5),(16),(20)
(18).



• 20 Poin
• 25 Poin

• 25 Poin
• 25 Poin

• 20 Poin


• 20 Poin
• 25 Poin


• Membuang sampah
• Merapikan jemuran
umum
• Membersihkan
kamar mandi/WC
• Membersihkan
halaman / lapangan
dari rumput,
sampah dan ilalang
• Wajib lapor rutin
ke pengasuh.
• Melakukan

* Diatur sesuai
kesepakatan
• Pasal 16 : (1), (2)
(3),(5).

• Pasal 18 : (2).

• Pasal 20 : (1).


• Pasal 19: (6),(7),(13).
• 25 Poin
• 20 Poin

• 25 Poin

• 25 Poin


• 25 Poin



rekonstruksi
• Meminta nasihat
dan tanda tangan
pada
pengasuh/ustadz
atau pimpinan
pondok
• Men-tasmi'-kan
ayat Al-Qur’an atau
hadits sesuai
pelanggaran
• Bending dan atau
push-up.
• Diumumkan di
hadapan seluruh
santri.

3

Pelanggara
n Tingkat
III (Berat)

• Pasal 19 :
(1),(2),(3),(4),(5),
(8),(9),(10),(11),(12),(5)
(14),(16),(17),
(18),(19).


• 100 Poin
• 100 Poin
• 75 Poin

• Mengembalikan
dan atau mengganti
kerusakan
• Skorsing
• Pemanggilan orang
tua santri
• Pembebasan status
sebagai santrti
Pesantren
Mahasiswa.

* Diatur sesuai
kesepakatan




























Tabel Jenis Amaliah yang bisa Menghapus / Mengurangi Poin Negatif.

No Jenis Amaliah
Poin
Negatif
yang
terhapus
1
Shalat Fardhu berjamaah di masjid tepat
waktu selama 3 hari berturut-turut (15
waktu Shalat)
30 Poin
2
Shalat Fardhu berjamaah di masjid tepat
waktu selama 1 hari
10 Poin
3
Shalat Fardhu di shaff utama Masjid
sebanyak 5 waktu shalat Fardhu
5 Poin
4
Shalat sunnah Tahajjud / Qiyamullaill
11 Raka'at selama 3 Hari berturut-turut
25 Poin
5
Shalat sunnah Dhuha min 4 Raka'at
selama 3 Hari berturut-turut
10 Poin
6 Shoum sunnah Hari Senin dan Kamis 20 Poin
7 Shoum sunnah Nabi Daud 10 Poin
8
Tilawah Al-Qur'an Min 1 juz / Hari
selama 3 Hari
15 Poin
9 Menghafal Al-Qur'an 1/2 Juz 50 Poin
10
Menghafal 1 hadits Arba'in lengkap
dengan Sanad, Matan,Rawi dan
terjemahnya
10 Poin
11
Shodaqoh Maal Min. Rp. 500 sebanyak
5 kali
5 Poin
12
Datang ke Masjid sebelum waktu Shalat
dimulai ( Min. 10 menit sebelum
Adzan)
3 Poin

Keterangan :

Surat Peringatan 1 (SP 1) akan diberikan jika Poin negatif sudah
terakumulasi sebanyak 25 Poin;
Surat Peringatan 2 (SP 2) akan diberikan jika Poin negatif sudah
terakumulasi sebanyak 50 Poin;
Surat Peringatan 3 (SP 3) akan diberikan jika Poin negatif sudah
terakumulasi sebanyak 75 Poin;
Surat Pembebasan status sebagai santri diberikan jika Poin negatif
sudah terakumulasi sebanyak 100 Poin .





Pasal 22
Pemberian Sanksi dan Surat Peringatan (SP)

1. Yang berhak memberi sanksi adalah :
a. Pengurus organisasi santri yang ditunjuk;
b. Mudabbir/ah yang ditunjuk;
c. Penanggung Jawab Program Santri Pesantren Mahasiswa;
d. Ustadz/ustadzah yang ditunjuk;
e. Manajemen Departemen Kepesantrenan yang ditunjuk.
2. Yang berhak mengeluarkan Surat Peringatan (SP) adalah Penanggung Jawab
Program Santri Pesantren Mahasiswa;
3. Pemberian surat pembebasan status santri ditetapkan melalui musyawarah
bidang-bidang terkait..
Pasal 23
Penghargaan

1. Santri yang berprestasi berhak mendapat penghargaan.
2. Penghargaan meliputi :
a. Piagam penghargaan;
b. Poin tambah untuk menjadi santri terbaik;
c. Hadiah tertentu yang tidak mengikat.

BAB IX
LAIN-LAIN

Pasal 24
KETERTIBAN UMUM

1. Setiap Santri diwajibkan ikut menjaga ketertiban. keamanan, kebersihan.
kesehatan dan keselamatan belajar di asrama maupun di lingkungan Pondok
Pesantren;
2. Setiap Santri diwajibkan memelihara alat/perlengkapan milik Pondok
Pesantren dengan baik dan teliti termasuk keamanan penempatan, dan
penyimpanannya dan terhadap akibat penyambungan stop kontak listrik atau
sebab yang lainnya;
3. Setiap Santri dilarang membawa, memindahkan dan meminjamkan alat
perlengkapan milik Pondok Pesantren tanpa izin yang Pengelola Pendidikan
Pondok Pesantren.

Pasal 25
KEAMANAN PONDOK PESANTREN

1. Santri wajib mentaati peraturan keamanan di dalam Pondok Pesantren;
2. Santri yang mengetahui adanya keadaan/kejadian atau benda yang dapat
menimbulkan bahaya kebakaran, pencurian, gangguan terhadap ketentraman
dan keselamatan di lingkungan karya, wajib segera memberitahukan Tim
Kamtib atau pimpinannya langsung atau siapa saja yang dapat dihubungi
secara cepat.
3. Setiap Santri wajib menghindari hal-hal yang akan menyebabkan
timbulnya:
a) Kebakaran atau ledakan
b) Pencurian, kehilangan dan pengrusakan
c) Perkelahian

Pasal 26
SANTRI MENGUNDURKAN DIRI

1. Bila Santri mangkir atau tidak masuk belajar selama 6 (enam) hari
berturut-turut, tanpa kabar dan kemudian tidak memberi alasan yang sah
dan tidak dapat diterima oleh Pondok Pesantren dianggap mengundurkan
diri tanpa syarat;
2. Santri yang bersangkutan sudah melanggar peraturan yang berlaku sampai
terakumulasi Poin negatif sebanyak 100 Poin dan tidak ada perbaikan,
pihak Pondok Pesantren menyatakan bahwa yang bersangkutan dinyatakan
mengundurkan diri;
3. Santri yang oleh karena sesuatu ingin mengundurkan diri dari Pondok
Pesantren, mengajukan permohonan tertulis kepada Pengelola Pendidikan
Pondok Pesantren selambat-lambatnya satu bulan sebelumnya;
4. Dalam hal administrasi yang belum terselesaikan, Santri atau pihak
keluarganya tidak meninggalkan beban yang harus diselesaikannya.
5.
Pasal 27
PENYELESAIAN MASALAH SANTRI

1. Sudah menjadi tekad Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren bahwa
setiap keluhan dan pengaduan seorang santri atau lebih akan diselesaikan
secara adil dan musyawarah secara ukhuwah islamiyah dan secepat
mungkin;
2. Untuk memperlancar program tersebut, Pengelola Pendidikan Pondok
Pesantren memberikan seorang mudabbir untuk beberapa santri, sebagai
perantara dan berfungsi membantu masalah-masalah kesantrian yang
mungkin muncul pada waktu proses pembelajaran.

Pasal 28
PERATURAN-PERATURAN YANG BERSIFAT PROSEDURAL
DAN/ATAU YANG LEBIH RINCI

1. Peraturan–peraturan yang bersifat prosedural akan disusun tersendiri
berdasarkan pada petunjuk/ketentuan-ketentuan yang tercantum pada pasal-
pasal terdahulu;
2. Setiap asrama atau kelompok santri dalam satu bimbingan dapat membuat
peraturan tersendiri yang khusus tanpa melanggar Aturan Pokok Santri ini.


Pasal 29
HAL-HAL YANG BELUM DIATUR

Hal-hal yang belum diatur dalam Aturan pokok Santri ini tunduk pada peraturan
perundang-undangan yang berlaku yang akan ditetapkan kemudian hari dan
ditambahkan sebagai pelengkap kedalam Peraturan Pondok Pesantren ini atau
dijadikan peraturan/petunjuk pelaksana.

Pasal 30
PERUBAHAN ATURAN POKOK SANTRI

1. Aturan pokok Santri ini akan ditinjau ulang setiap pergantian program
pendidikan santri minimal dalam 2 (Dua) Tahun;
2. Perubahan Aturan Pokok Santri dapat dilakukan dalam forum musyawarah
Bagian Santri Mukim Mahasissa Departemen Kepesantrenan Yayasan Daarut
Tauhiid;
3. Perubahan Aturan Pokok Santri diusulkan sekurang-kurangnya 2/3 jumlah staf
Bagian Santri Pesantren Mahasiswa;
4. Perubahan Aturan Pokok Santri sah dan mengikat jika disetujui sekurang-
kurangnya 3/4 dari jumlah peserta rapat.

BAB X
PENUTUP

1. Aturan Pokok Santri ini diperbanyak oleh Pengelola Departemen
Kepesantrenan Pondok Pesantren untuk dibagikan kepada seluruh Santri
sebagai pedoman dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar dalam Program
Pendidikan Santri Pesantren Mahasiswa;
2. Aturan pokok Santri ini terhitung mulai tanggal ditetapkanya ;
3. Jika ada persyaratan didalamnya yang menyalahi peraturan perundang-
undangan yang berlaku maka Aturan Pokok Santri Pesantren Mahasiswa
tersebut batal demi hukum dan yang diberlakukan adalah yang sudah diatur
didalam perundang-undangan yang berlaku atau memperhatikan kebijakan
yang akan ditetapkan oleh Pondok Pesantren yang sesuai dengan visi dan misi
Yayasan Daarut Tauhiid.












DEPARTEMEN AGAMA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
FAKULTAS TARBIYAH
Jalan Gajayana No. 50 Telepon (0341) 552398 Faksimile (0341) 552398


BUKTI KONSULTASI
Nama
NIM
Jurusan
Pembimbing
Judul Skripsi
:
:
:
:
:
Rini Noviantini
04110161
Pendidikan Agama Islam
Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I
Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan
Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa)
di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung

No Tanggal Hal yang dikonsultasikan Tanda Tangan
1. 13 September 2008 Proposal
2. 27 Oktober 2008 BAB I, II, III
3. 11 Juli 2009 Revisi BAB I, II, III
4. 26 Juli 2009 BAB IV, V, VI
5. 27 Juli 2009 Revisi BAB IV, V, VI
6. 27 Juli 2009 BAB I-VI dan Persetujuan

Malang, 27 Juli 2009
Mengetahui
Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang



Dr. M. Zainuddin M.A
NIP. 150275502

PENERAPAN NILAI-NILAI MANAJEMEN QOLBU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS AKHLAK SANTRI MUKIM (PROGRAM PESANTREN MAHASISWA) DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Islam (S Pd.I)

Oleh: Rini Noviantini 04110161

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Agustus, 2009

2

HALAMAN PERSETUJUAN

PENERAPAN NILAI-NILAI MANAJEMEN QOLBU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS AKHLAK SANTRI MUKIM (PROGRAM PESANTREN MAHASISWA) DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG

SKRIPSI

Oleh: Rini Noviantini 04110161

Telah disetujui pada tanggal 27 Juli 2009 Dosen Pembimbing,

Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I NIP. 150215385

Mengetahui, Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam

Drs. Moh. Padil, M.Pd.I NIP. 150267235

3

H. 150215375 : _____________________ : ______________________ : ______________________ : ______________________ Mengesahkan. MA NIP. M. Zainuddin. M.HALAMAN PENGESAHAN PENERAPAN NILAI-NILAI MANAJEMEN QOLBU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS AKHLAK SANTRI MUKIM (PROGRAM PESANTREN MAHASISWA) DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG SKRIPSI Dipersiapkan dan disusun oleh Rini Noviantini (04110161) Telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 8 Agustus 2009 dan talah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar strata satu Sarjana Pandidikan Islam (S.I) Panitia Ujian Tanda Tangan Ketua Sidang Prof.I NIP. M. 150275502 4 . Baharuddin. M. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang Dr. H.A NIP. Dr.Pd.I NIP.Pd. M. 150327264 Pembimbing Prof. Abdul Bashith. 150215385 Penguji Utama Prof.Si NIP. Baharuddin.Pd. Dr. 150215385 Sekretaris Sidang Dr. H. Dr. Muhaimin.

hadits no. niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya.syaikal. Segumpal daging itu bernama hati” (HR. tetapi bila rusak. dari hadits Nu’man bin Basyir. 1020 1 5 . Imam Bukhari dan Muslim)1 Al-Lu’lu wa al-Marjan Fima Ittafaqa ‘Alaihi asy.MOTTO ُ ُ‫ا َ ِن ِ ا ْ َ َ ِ ُ ْ َ ً اذ َ َ َ ْ َ َ َ ا ْ َ َ ُ آ‬ ُ َِ ‫َ ا‬ ُ ْ َ ْ ‫واذ َ َ َتْ َ َ َت ا ْ َ َ ُ آ ُ ا َ وه َ ا‬ َِ َ ُ ِ َ َِ ”ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Muhammad Fuad Abdul Baqi. maka baiklah seluruh tubuhnya. Kalau segumpal daging itu baik.

Guru PP. Sabilunnajah Bandung. semuanya… Terima kasih semuanya… 6 . Guru PP. Pahlawanku telah kepadaku Semua Pahlawanku yang telah sudi mendidik dan memberikan bimbingan kepadaku tanpa Bandung. Wali Songo Jombang. Guru AlAlPPP. temanSemua teman-teman terbaikku. Semoga Allah selalu melindungi kalian. yang selalu mendukung dan membantu dalam setiap aktifitasku. dengan mu aku bisa memahami arti kehidupan. tanda jasa. Guru PPP. Guru SD Bayabang II Bandung. dunia. Semoga amal mereka diridhoi oleh Allah SWT. SWT. mendidikku mampu krikilSenandung kasih sayang mereka tiada tara hingga tak dapat ku ungkapkan dengan katakatakata namun akan selalu ku rangkai dalam do’a. Bandung. hari-hariku. Al-Hikmah Al-Fathimiyyah Malang dan semua Dosen UIN Malang.PERSEMBAHAN sepasang Untuk sepasang mutiara hati Babeh dan Mamah memancarkan usai yang memancarkan sinar kasih sayang yang tidak pernah usai dalam mendo’akan dan mendidikku sehingga aku mampu menghadapi tajamnya krikil-krikil kehidupan. jangan pernah lelah menemani hari-hariku. jiwaku. memahami Engkau adalah penerang jiwaku. aktifitasku. aku mampu menyibak tirai kelam dunia. Guru MTs Cipeundeuy Bandung. Dengan ilmu yang engkau berikan. kalian. kasih sayang. suamiku Al Calon suamiku tercinta Ichwan Ismail Al-Faruqi yang selalu memberi ketenangan hati. Luhur Malang. serta dukungan dalam setiap aktifitasku. ceria dan kalianlah yang membuat Teh Orin bisa ceria di saat pulang ke rumah. keceriaan aktifitasku. adikku Yang tersayang adikku Rena Novita serat Silvia Fauziah yang selalu mendo’akan dan memberikan dukungan pada Teh Orin dalam menuntut ilmu.

Baharuddin. M. Wb. Wassalamu’alaikum Wr. kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan. Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan.I NIP.Pd. 27 Juli 2009 Kepada Yth. M.Prof.I Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Skripsi Rini Noviantini Lamp : 4 (Empat) Eksemplar Malang. H. Prof. Wb. Pembimbing. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang di Malang Assalamu’alaikum Wr. Dr. Dr.Pd. 150215385 7 . bahasa maupun teknik penulisan dan setelah membaca skripsi mahasiswa yang tersebut di bawah ini: Nama NIM Jurusan Judul Skripsi : : : : Rini Noviantini 04110161 Pendidikan Agama Islam Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung maka selaku pembimbing. Baharuddin. mohon dimaklumi adanya. baik dari segi isi. Demikian. H.

Malang. 27 Juli 2009 Rini Noviantini 8 . Jika terdapat pendapat dari orang lain. bahwa tulisan dalam skripsi ini adalah murni dari karya penulis dan tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu Perguruan Tinggi dan bukan jiplakan dari karya orang lain. maka telah diacu dalam naskah ini dan terdapat dalam daftar pustaka yang dicantumkan.SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan.

dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak. Zainuddin. Orang tuaku tercinta yang dengan penuh kesabaran dan keikhlasan telah mengasuh. M. yang dengan jiwa sucinya penuh pengorbanan dan keikhlasan telah membimbing dan menuntun umatnya ke jalan yang penuh dengan cahaya ilmu yang di Ridhoi oleh Allah SWT. Untuk itu. 9 . penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Prof. Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjunan umat Islam. Bapak Dr. membimbing. karena dengan ridho dan ma’unah-Nya akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. membesarkan dan membiayai baik materil maupun spiritual serta mengalirkan do’a-do’anya untuk kebahagiaan anaknya di dunia maupun di akhirat. Dr. Nabi besar Muhammad SAW. Wb. Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat Allah SWT. M. H. Imam Suprayogo. 2. selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. 3. Tentunya skripsi ini tidak dapat terselesaikan tanpa bantuan.A selaku Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

6. H. KH. Wassalamu’alaikum Wr. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Wb.I selaku dosen pembimbing yang dengan kesabaran membimbing dan memberi arahan serta masukan yang amat berguna hingga terselesaikan skripsi ini. 7. Semoga skripsi ini dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi semua pihak. Dr. semoga bantuan yang telah diberikan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Bapak Prof. Seluruh jajaran Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Malang yang telah banyak memberikan ilmu kepada penulis selama di bangku kuliah. Bapak Drs. Penulis 10 . 8. Penulis menyadari skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan.Pd. 5. saran dan kritikan yang konstuktif dan sifatnya membangun dari seluruh pembaca yang budiman senantiasa penulis selalu mengharapkan demi perbaikan skripsi ini.Pd. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) selaku pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung yang selalu memberikan ketenangan dengan dakwahnya. M. Baharuddin.I selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. oleh karena itu perlu adanya koreksi. yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini. Penulis menyampaikan terima kasih. Padil.4. Moh. M.

........... : Langkah Praktis Pengenalan diri ...5 Gambar 4.............................................DAFTAR GAMBAR DAN TABEL Gambar 2...............................1 : Pembagian kecerdasan ..................4 Gambar 4..3 : Format Muhasabah Harian .. 115 : Santri Harapan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid ……................................2 Gambar 4........ 26 92 103 111 : Proses Komukasi Berkualitas ..6 Tabel 4....................... : Mengelola Waktu .................. : Proses Lisan Berkualitas ................3 Gambar 4....................... 136 : Jadwal Aktivitas Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung 2008-2009 132 135 137 Tabel 4................ : Karakter Santri Daarut Tauhiid .......................2 Tabel 4......1 Gambar 4....................... 11 ...................................

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Lampiran II Lampiran III Lampiran IV Lampiran V : Struktur Organisasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid : Struktur Organisasi Yayasan Daarut Tauhid : Struktur Organisasi Direktorat Pendidikan : Aturan Pokok Santri Pesantren Mahasiswa : Data santri Mukim Akhwat dan Ikhwan Program Pesantren Mahasiswa Angkatan 2 Periode September 2008-Agustus 2009 Lampiran VI Lampiran VII : Peta Pondok Pesantren Daarut Tauhiid : Kegiatan Santri Daarut Tauhiid 12 .

1 9 9 9 10 11 11 13 ....... Latar Belakang Masalah ................................................................................................................................. Definisi Operasional ............................................... Kegunaan Penelitian .............................................................................................................. D............................. HALAMAN PERSEMBAHAN .............. G.......... x xi xii xvi BAB I PENDAHULUAN A.. viii DAFTAR GAMBAR DAN TABEL ..... Sistem Pembahasan .......................... HALAMAN NOTA DINAS PEMBIMBING ................. Rumusan Masalah ................................................................................ DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................................................................... HALAMAN PERNYATAAN ................................ i ii iii iv v vi vii KATA PENGANTAR .... Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian ................................................................................................... DAFTAR ISI ........................ HALAMAN MOTTO .................... C................. HALAMAN PENGESAHAN ............................ E...................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................................................................ B................................................................................................................................................................. HALAMAN PERSETUJUAN ................ F.... ABSTRAK .................................................................................................. Tujuan Penelitian ............................

........ Metode Tazkiyah An-Nafs ………………………………… 30 31 34 38 C.................. Pensucian Jiwa (Tazkiyah An-Nafs) dalam Tasawuf ………...... 28 B..................................... B... Pertumbuhan Kelembagaan Pondok Pesantren ........................................................ Konsep Manajemen Qolbu ..... Kehadiran Peneliti ...... 17 20 23 5.......BAB II KAJIAN PUSTAKA A... Qolbu Pusat Kecerdasan Ruhani ............................... 6... Pengertian An-Nafs Menurut Bahasa …………............. Pengertian Akhlak dan Ruang Lingkup Akhlak .................. 13 1.................. 4.. Materi Pelajaran dan Metode Pengajaran Pondok Pesantren............. Pembagian Hati ................. 47 1.....................................………… 2............. 3.. Pengertian Manajemen Qolbu ...................................................... Akhlak Terhadap Allah............. An-Nafs dalam Tasawuf …………………………………............. 2... 4................ Akhlak dan Pondok Pesantren ......... 71 72 73 47 53 58 59 64 68 14 .... BAB III METODE PENELITIAN A............... Manajemen Qolbu ............................. Lokasi Penelitian ................... 3................................. Pendidikan Akhlak Islam ....................... C..... An-Nafs dalam Al-Qur’an ………………………………… 3........ 13 2.. Al-Qur’an sebagai Obat Hati dari Berbagai Penyakit .......... Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam ... Manusia dan Lingkungan Hidup....................... 4............................................. Pendekatan dan Jenis Penelitian ................ 30 1....... 5......

........ Visi... 1.............................. Latar Belakang Objek ................ B............................. 73 E. 3...... Prosedur Pengumpulan Data ...... Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan 89 Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung ................................................. Misi..... F........................... Tujuan......... Sumber Data ............. 141 15 .................................................................... Letak Geografis .... 1....................... Tahap-Tahap Penelitian ....................D....................... Struktur Organisasi .......................... Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam 80 80 83 83 85 87 89 74 77 78 78 Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung . BAB IV HASIL PENELITIAN A.................................................................. Pola Kepemimpinan ......................................................... Sejarah Pondok Pesantren Daarut Tauhiid ...................... 2........ Target dan Strategi .................... Analisis Data ................................ 5....... Pengecekan Keabsahan Temuan Data ................................................................................. 2.................................................. 4................ H.......... Penyajian Data ....................................................................................... G............

........................... 155 DAFTAR RUJUKAN LAMPIRAN-LAMPIRAN 16 ............................................................... 150 BAB VI PENUTUP A... Saran ...... Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu Dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung ...................................................BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A... 146 B......... Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan NilaiNilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung ................................. Kesimpulan ............. 152 B..

Interview. Manajemen Qolbu artinya bagaimana mengelola hati supaya potensi positifnya bisa berkembang maksimal mengiringi kemampuan berpikir dan bertindak. sehingga mudah mempraktekan nilai-nilai Manajemen Qolbu supaya kualitas akhlak menjadi lebih baik. M. perangai. Baharuddin. Rini. Akhlak ialah bentuk jamak dari khuluq (khuluqun) yang berarti budi pekerti. Manajemen Qolbu Aa Gym merupakan upaya pengelolaan atau penataan hati dengan berbagai kiat-kiatnya yakni agar hati selalu bersih. faktor eksternal yakni wali santri dan lingkungan. Prof. tetapi juga berfungsi sebagai lembaga sosial dan penyiaran agama.ABSTRAK Noviantini. Faktor pendukung internal yakni pengasuh. Dr. Kemudian catatan tersebut di analisis untuk memperoleh tema dan pola-pola yang dideskripsikan dan diilustrasikan dengan contoh-contoh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan nilainilai Manajemen Qolbu dan apa faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. karena hati merupakan pusat dari segala perbuatan manusia. Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam. sehingga sekujur sikapnya menjadi positif dan potensi negatifnya segera terdeteksi dan dikendalikan sehingga tidak berbuah menjadi tindakan yang negatif. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. wawancara dan dokumentasi. rasa malas karena kelelahan dan kurang kesadaran dari santri dalam mengikuti program. Dokumentasi dan pembahasan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang sebagian besar berasal dari catatan pengamatan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode Observasi. Pondok Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan. to control berarti mengawasi dan to guide berarti memimpin. Qolbu adalah hati nurani yang menerima limpahan cahaya kebenaran ilahiyah yaitu ruh. pengurus dan santri. tingkah laku atau tabi’at. Kata Kunci: Manajemen Qolbu. pengembangan potensi dan pembentukan sikap. Fakultas Tarbiyah.I Manajemen berasal dari bahasa Inggris yaitu to manage yang sinonimnya antara lain to hand berati mengurus. Kualitas Akhlak 17 . Dengan adanya Manajemen Qolbu maka akan melahirkan akhlak yang baik. H. Tujuannya mendeskripsikan penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dan faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu. Hasil dari penelitian ini adalah Program Pesantren Mahasiswa (PPM) sebagai sebuah program pendidikan yang berorientasi pada penanaman aqidah. Jenis penelitian ini adalah Kualitatif. termasuk kutipan-kutipan dan rangkuman dari dokumen.Pd. dengan harapan menjadi solusi alternatif bagi bangsa. Faktor penghambat yakni masih membutuhkan dana yang lebih.

ada satu bagian lagi dari dalam tubuh manusia yang juga menyita perhatian. tidak seperti perhatian mereka terhadap organ-organ tubuh yang lain.2 Sementara itu. 31 18 . Perhatian terhadap satu organ ini datang kebanyakan bukan dari para ahli bidang biologi. Organ tersebut adalah hati. serapat letaknya di dalam tubuh manusia. 2 Muhammad Muhyidin. Sedikit demi sedikit para pemerhati masalah ini telah menyimpulkan penelitian-penelitian mereka. hanya saja tidak seperti perhatian para ahli terhadap otak. bahkan sudah sangat lama. Misteri tentang otak manusia mulai terpecahkan dan teori-teori baru tentang otak mulai dikembangkan. jika gagasan-gagasan. Misteri-misteri tentang hati masih tersembunyi rapat-rapat. hlm. The True Power of Heart (Jogjakarta: Diva Press. sosial dan utamanya agama. teori tentang hati. konsep. Latar Belakang Sampai saat ini ada satu bagian dari dalam tubuh manusia yang banyak menyita perhatian para ahli. kedokteran atau psikologi melainkan para pemikir di bidang filsafat. Otak menjadi pusat perhatian yang paling tinggi. utamanya ahli di bidang biologi. kedokteran dan psikolagi yakni otak.BAB 1 PENDAHULUAN A. konsep-konsep dan teori-teori tentang otak manusia sudah banyak bermunculan maka tidak demikian dengan gagasan. Neurologi menjadi ilmu yang paling maju yang bisa dicapai dalam masalah yang satu ini. 2007).

Alasan yang lain sampai saat ini tampaknya sains dan teknologi belum berhasil menemukan alat-alat tertentu yang sanggup digunakan untuk meneliti hati sebagaimana alat-alat tertentu yang sudah ditemukan dan dapat digunkan untuk meneliti otak. 3 Ibid. tetapi sekaligus melokalisasi fokus perhatian tersebut pada organ yang satu ini. Alasan lain sudah diyakini bahwa otak merupakan pusat segala kecerdasan yang niscaya dimiliki oleh manusia. hlm. yang memang hal tersebut sangat penting bagi kehidupan manusia. Penyakit jantung atau penyakit liver merupakan jenis penyakit yang berbahaya dan mematikan. padahal kecerdasan merupakan satu tema sentral dalam kehidupan manusia sendiri. penyakit seperti ini tidak sama dengan penyakit stres atau pusing kepala. pembicaraan otak dengan hati sudah dimulai. Hati atau jantung selama ini lebih banyak dibicarakan dan dibahas dari sudut kedokteran saja. Diantaranya karena persoalan letak. Di jaman Yunani kuno. dari sisi ini penelitian terhadap otak lebih dimungkinkan dari pada penelitian terhadap hati. tampaknya perhatian terhadap kedua organ dalam tersebut sudah sama-sama tua. dari sisi sehat dan sakitnya secara fisik saja. hanya saja pembicaraan keduanya berangkat lebih banyak dari pemikiran yang sifatnya spekulatif belaka.. Dalam perkembangannya kemajuan sains dan teknologi meniscayakan kita untuk melakukan penelitian terhadap otak. yang darinya manusia berbeda dan membedakan diri dengan makhluk hidup yang lain.Walaupun demikian. 32 19 .3 Terdapat banyak alasan mengapa perhatian terhadap hati tidak setinggi perhatian terhadap otak.

rakus. keadilan dan kebenaran yang telah ditunjukan oleh manusia merupakan kenyataan yang tidak mungkin dipungkiri. Mereka tidak bisa menutup mata terhadap kebenaran agama yang menyatakan bahwa hati merupakan organ tubuh yang sangat vital dan sangat penting. Para ilmuan atau para ahli di bidang otak sendiri mengakui keberadaan sumber atau pusat keberadaan sifat-sifat yang seperti ini bukan berada di otak. sombong. jujur. Sifat-sifat seperti kebaikan. Berkhayal. dendam dan seterusnya ini tidak termasuk dalam kategori khayalan. benci. adil. yang juga turut meramaikan jiwa manusia merupakan fakta-fakta yang juga tidak bisa dipungkiri. imajinasi dan pikiran. benci. amarah dan lain sebagianya. dendam. khianat. marah. dorongan terhadap sains dan teknologi agar bisa menghasilkan alat-alat penelitian yang khusus untuk membuka tabir misteri hati tampaknya perlu terus-menuerus dilakukan. berfantasi. Sebagainya masuk ke dalam 20 . Para ilmuan bidang ini tampaknya harus membuka diri untuk menerima asumsi-asumsi agama terhadap organ yang satu ini. berimajinas dan berpikir merupakan fungsi otak sedangkan benar. kelembutan. keluhuran. cinta-kasih. Pembahasan tentang rahasia-rahasia hati ini lebih banyak bertolak dari sudut pandang agama. Alasannya sangat sulit untuk menemukan referensi atau rujukan ilmiah tentang masalah ini. logika dan falsafat bukan dari sudut pandang sains positif. Demikian halnya sifat-sifat seperti tamak. tidak ada satu pun manusia yang berakal sehat yang hidup di dunia ini meragukan fakta bahwa hati demikian kuat pengaruhnya dalam kehidupan manusia sendiri.Dari kenyataan yang demikian itu. fantasi. Walaupun demikian.

Memahami dan menangkap hati secara utuh adalah kemustahilan. hati tidak mungkin diukur dengan batasanbatasan atau dibatasi dengan ukuran-ukuran yang pasti. 36 5 Toto Tasmara. Oleh karena itu membahas rahasi-rahasia hati adalah sebagia dasar kita untuk mengerti dan memahami kekuatan-kekuatan yang dimilikinya. sebagaimana makna hati itu sendiri yang bersifat kondisional (ahwal) dan tidak memiliki pengertian yang statis (maqamah).. kelembutan dan keyakinan terhadap kekuatan yang bersifat Suprarasional. adil. 45 4 21 . jujur. walaupun seharusnya lebih ditegaskan bahwa kebenaran hanya mungkin diketahui dan dirasakan nyata apabila kita mau melaksanakan kata hati bukan hanya mendengar. Pascal melanjutkan bahwa kebenaran hanya dapat diketahui jika kita mau mendengar suara hati (logique de coeur).4 Hati tidak mempunyai batas atau ukuran-ukuran permanen. hlm. dan bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan kita sendiri. Kecerdasan Ruhaniah (Transcendental Intelligence) (Jakarta: Gema Insani.. tetapi sumber atau pusat dari sifat-sifat ini lagi-lagi bukan berada di otak. hlm.kategori rasa dan sumber atau pusat rasa juga tidak terdapat di otak. Ungkapan Pascal yang dikutip Tasmara Toto yaitu ”Le coeur a ses raisons que la raisons ne connait pas” hati mempunyai akalnya sendiri yang tidak bisa dimengerti oleh akal budinya. Kita hanya Ibid. cinta-kasih. 2001). kecuali otak hanya mampu berpikir tentang rasa yang kemudian dapat disebut sebagai ”Kecerdasan Emosional”. Otak juga mampu berpikir tentang benar. yang kemudian disebut sebagai ”Kecerdasan Spiritual”.5 Agama sebagimana juga logika dan falsafah menyebutkan sumber atau pusat sifat-sifat adalah hati bukan otak.

Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung menerapkan konsep Manajemen Qolbu dalam dakwahnya. Pesantren ini mulanya adalah sebuah majelis dzikir yang dipimpin langsung oleh KH.dapat memahami melalui asumsi-asumsi dari proses perenungan yang sangat personal karena di dalam hati terdapat barbagai hayalan dan filsafat agama. Ayat-ayat Al-Qur’an al-Karim adalah pilihan yang paling tepat untuk menjadi dasar dan pijaka memasuki rahasia-rahasia hati. santri. Langkah awal untuk membuka dan memahami rahasia-rahasia hati maka memerlukan pijakan yakni dasar-dasar rujukan yang paling diyakini benar dan sangat bisa untuk dipertanggungjawabkan tentang informasi-informasi mengenai hati. Abdullah Gymnastiar atau yang lebih dikenal Aa Gym. tema yang berkaitan dengan hati menjadi masalah yang selalu menarik untuk memahaminya secara lebih mendalam. pondok dan pengkajian kitab Islam klasik (kitab kuning) dan biasanya Pesantren seperti ini disebut Pesantren tradisional atau Pesantren salaf. Lambat laun majelis ini merangkak menjadi sebuah pengajian rutin dan terus berkembang sampai akhirnya jadilah Daarut Tauhiid dengan berbagai lembaga pendukungnya. Di Daarut Tauhiid kriteria seperti di atas tidak terpenuhi. 22 . Di Daarut Tauhiid tidak ada pengkajian khusus secara mendalam mengkaji kitab Islam klasik seperti di Pesantren tradisional. biasanya yang disebut Pesantren adalah lembaga pendidikan keislaman yang di dalamnya terdapat kiai. Pondok Pesantren Daarut Tauhiid adalah Pesantren Alternatif karena aktivitas dakwah di Daarut Tauhiid berbeda dengan umumnya Pesantren. kalaupun ada porsinya sangat sedikit. masjid.

Mizan Pustaka. Pertama. santri atau jamaah pengajian diberi kebebasan seluasluasnya untuk mengekspresikan pendapat. 2003). bertanya dan menjalankan agamanya. ”khidmat” berlebihan kepada kiai atau ustad yang cenderung melahirkan ”kultus” tidak dikenal di Pesantren ini. Deden Ridwan. seperti umumnya figur kiai di Indonesia. Kultur modern maksudnya adalah para ustad tersebut telah dididik atau bersentuhan baik secara akademis maupun kultural dengan sistem pendidikan modern.Santri Daarut Tauhiid tidak hanya mempelajari agama yang behubungan dengan ibadah tetapi juga mempelajari ilmu yang berhubungan dengan alam semesta. Akibatnya. Kedua. kiai atau ustad yang memimpin dan mengajar di Daarut Tauhiid telah dididik dalam dua kultur yaitu modern dan tradisional. serta bersikap kritis terhadap apa yang disampaikan oleh kiai atau ustad. 28-30 6 23 . hlm. kiai atau ustad tampaknya bukanlah figur segala-galanya dan bukan juga pemegang kebijaksanaan tunggal Pesantren.6 Pondok Pesantren Daarut Tauhiid memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan umumnya Pesantren yang terdapat di negeri ini. Bahkan gaya seperti ini tampaknya mulai mempengaruhi sistem pengajaran Pesantren. Aa Gym dan Fenomena Daarut Tauhiid (Bandung: PT. baik yang tergolong tradisional maupun modern. Di Daarut Tauhiid justru yang terlihat aroma Hernowo dan M. melainkan demokratis. Mungkin sesuai dengan karekter Pesantren dan figur Aa Gym di dalamnya. di sisi lain para ustad tersebut selain berpendidikan modern juga bersentuhan dengan sistem pendidikan tradisional Pesantren. Namun. gaya kepemimpinan Daarut Tauhiid tidak lagi bersifat sentralistis.

7 Pondok Pesantren Daarut Tauhiid sengaja didesain menjadi pesantren yang benar-benar berbaur dengan masyarakat atau dikenal dengan konsep tanpa batas (virtual). hlm. Santrinya menyewa rumah di masyarakat sehingga diharapkan selain akan mewarnai masyarakat sekitarnya juga menghidupkan ekonomi masyarakat dengan makan dan belanja di warung sekitarnya. 2006). tetangga. anak jalanan. Aktivitas keislaman di Daarut Tauhiid terfokus pada kegiatan dakwah. hlm.kebersamaan dan sikap egaliter. Aa Gym Apa Adanya Sebuah Qolbugrafi (Bandung: Khas MQ. Daarut Tauhid memang dimaksudkan untuk mengincar segmen masyarakat perkotaan yang ingin memperdalam ilmu agama. Adapun yang menjadi santri adalah dari semua lapisan masyarakat yang terdiri dari para mahasiswa. 98 8 7 24 . polisi dan aparat pemerintah sehingga menjadi satu kesatuan. 1 tahun dan sebagainya. Ibid. pedagang. tetapi dengan kurikulum yang jelas. tukang beca. ada lagi yang disebut kategori pendidikan khusus seperti salah satunya objek yang penulis teliti yaitu santri mukim Program Pesantren Mahasiwa (PPM) dan waktunya relatif ada yang 3 bulan. kendati prinsip disiplin tetap dipraktikkan secara ketat.8 Sebagai Pesantren yang berada di tengah kota.. Pola dakwahnya meliputi ceramah umum yang rutin diselenggarakan. di sini lebih bermakna pendidikan bukan dakwah dalam pengertian konvensional. supir. 29-30 Abdullah Gymnastiar.

. jujur. berusaha menggali konsep ini bukan dari kekuatan orang lain. Aa Gym telah bertahun-tahun berusaha untuk menemukan konsep praktis Manajemen Qolbu ini. santri dan para sahabat maupun dirinya sendiri terutama ketika berada sendirian di keheningan malam atau saat terpojok oleh masalah-masalah duniawi terasa cukup efektif untuk merumuskan konsep Manajemen Qolbu ini. Deden Ridwan. 9 Hernowo dan M. op cit. ridho. Sebuah metode yang mengajak pesertanya untuk mampu menseleraskan olah pikir.Model pendidikan yang dikedepankan oleh Daarut Tauhid dikenal dengan sebutan "Manajemen Qalbu". sedangkan pemahaman yang baik hanya akan kita dapatkan manakala kita telah berhasil memahami rahasia-rahasia hati itu sendiri. sehingga hati ini dapat memandu kehidupan kita menuju kepada tujuan kehidupan yang hakiki.9 Tujuan Manajemen Qolbu yang penting lagi adalah mengajak kita untuk mengembangkan dan mengedepankan hati yang terberkahi. melainkan dari kedalaman dirinya sendiri. tawakkal. tersucikan dan tercerahkan. hlm. Abdullah Gymnastiar. Proses introspeksi diri yang dilakukannya baik bersama seluruh keluarga. Ternyata Manajemen Qolbu menunjukkan bahwa manusia mampu mengendalikan dirinya. Intinya adalah memenej dan memelihara kebeningan hati dengan cara mengenal Allah lebih mendalam (dengan amalan/dzikir). konsep yang digelontorkan oleh KH. olah hati dan olah tindakan (dzikir). ikhlas. 227 25 . untuk kemudian mengisinya dengan nilai-nilai ruhani Islam seperti sabar. Tujuan yang hakiki menghendaki pemahaman yang baik dalam proses mencapai tujuan. disertai dengan ikhtiar.

Rumusan Masalah Penelitian ini memiliki rumusan masalah sebagai berikut: 1. Apa faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung? C. Secara teoritis. Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung D. Bagaimana penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung? 2. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: 1.B. Kegunaan Penelitian 1. diharapkan dapat memeberikan pengetahuan dan memperkaya khazanah kepustakaan di Perguruan Tinggi serta dapat dijadikan bahan pijakan untuk penelitian berikutnya dan sebagai 26 . Mendeskripsikan penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung 2.

Secara praktis. Apabila ada permasalahan diluar pembahasan tersebut maka sifatnya hanyalah sebagai penyempurna sehingga pembahasan ini sampai pada sasaran yang dituju. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian Untuk menghindari perluasan masalah dalam pembahasan skripsi ini sekaligus untuk mempermudah pemahaman. 2. dapat memberikan informasi dan untuk mengetahui serta memberikan gambaran yang jelas tentang penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. maka dalam penulisan skripsi ini dibatasi hanya akan membahas tentang penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung dan faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung.pengalaman dalam mengembangkan dan membina kemampuan peneliti dalam menyusun mukim ilmiah. 27 . E.

1994). kegunaan penelitian. 274 Toto Tasmara. 2001). adat kebiasaan. Definisi Operasional 1. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Surabaya: Mukim Abditama. definisi operasional. op. hlm. Kamus Ilmiah Populer (Surabaya: Arbola. maka penelitian menguraikan dalam enam bab sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bagian ini bertujuan sebagai pengantar kepada pembaca yang meliputi: latar belakang. cit. hlm. Manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran10 2. hlm. 2003). 2 12 11 28 . yang meliputi: Manajemen 10 Dessy Anwar. 45 Pius A Partanto dan M Dahlan Al Barry. muru’ah atau segala sesuatu yang sudah menjadi tabi’at13 G. Sistematika Pembahasan Untuk memperoleh suatu gambaran secara garis besar dari penelitian ini. Qolbu adalah hati nurani yang menerima limpahan cahaya kebenaran ilahiyah yaitu ruh11 3. dan sistematika pembahasan. BAB II KAJIAN PUSTAKA Bagian ini merupakan kajian teori yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan dan menjadi dasar dalam penelaahan. hlm.F. Akhlak adalah budi pekerti. baik buruknya barang12 4. rumusan masalah. Kualitas adalah mutu. 384 13 Abuddin Nata. perangai.. ruang lingkup dan keterbatasan penelitian. Akhlak Tasawuf (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. tujuan penelitian.

oleh karena itu penulis akan memberikan kesimpulan dari pembahasan yang bersifat empiris. analisis data. Akhlak dan Pondok Pesantren. proses pengumpulan data. sumber data. kemudian dilanjutkan dengan pemberian saran. 29 . lokasi penelitian. Pensucian Jiwa (Tazkiyah An-Nafs) dalam Tasawuf . BAB III METODE PENELITIAN Bagian ini meliputi: pendekatan dan jenis penelitian. Penyajian data: penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. BAB IV HASIL PENELITIAN Bagian ini meliputi latar belakang objek: sejarah Pondok Pesantren Daarut Tauhiid. kehadiran peneliti. struktur organisasi.Qolbu. faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak santri mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Bagian ini merupakan pembahasan hasil peneitian dan pembahasan terhadap temuan-temuan BAB VI PENUTUP Bagian ini merupakan bab terakhir dari skripsi ini. letal geografis. visi dan misi dan pola kepemimpinan. pengecekan keabsahan temuan data dan tahap-tahap penelitian.

Manajemen Qolbu 1. to control berarti mengawasi dan to guide berarti memimpin. M. hlm.15 Secara sederhana manajemen berarti pengelolaan atau pentadbiran. xvi 14 30 . Management in the public service (http: www. Jadi. 2006). memimpin. kepemimpinan. diakses 10 Agustus 2009) 16 Abdullah Gymnastiar.google. Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an (Jakarta: Amzah. manusia telah melakukan kesaksian kebenaran. akan dapat terbaca.16 Qolbu adalah hati nurani yang menerima limpahan cahaya kebenaran ilahiyah yaitu ruh. apabila dilihat dari asal katanya manajemen berarti pengurusan. pengendalian. ketatalaksanan. tergali. membimbing. artinya sekecil apa pun potensi yang ada apabila dikelola dengan tepat.17 Sebagaimana sejak di alam ruh. Kata manajemen berasal dari bahasa Inggris yaitu to manage yang sinonimnya antara lain to hand berati mengurus.com.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. 2007). Millet. 159 15 John D.14 Manajemen adalah proses pembimbingan dan pemberian fasilitas terhadap pekerjaan orang-orang yang terorganisir dalam kelompok formil untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki. Jagalah Hati Step by Step Manajemen Qolbu (Bandung: Khas MQ. pembinaan dan ketatapengurusan pengelolaan. Yatimin Abdullah. Pengertian Manajemen Qolbu Manajemen Qolbu berasal dari kata manajemen dan qolbu. tertata dan berkembang secara optimal. hlm.

öΝÍκŦà Ρr& #’n?tã öΝèδy‰pκô−r&uρ öΝåκtJ−ƒÍh‘èŒ óΟÏδÍ‘θßγàß ÏΒ tΠyŠ#u ûÍ_t/ . Qolbu juga merupakan sagfana atau hamparan yang menerima suara hati (conscience) yang berasal dari ruh dan disebut dengan nurani. hlm.ÏΒ y7•/u‘ x‹s{r& øŒÎ)uρ $¨Ζà2 $‾ΡÎ) Ïπyϑ≈uŠÉ)ø9$# tΠöθtƒ (#θä9θà)s? χr& ¡ !$tΡô‰Îγx© ¡ 4’n?t/ (#θä9$s% ( öΝä3În/tÎ/ àMó¡s9r& ∩⊇∠⊄∪ t. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orangorang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)" (QS. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku Ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami). tidak konsisten. 45 17 31 . Qolbu merupakan lokus atau tempat di dalam jiwa manusia yang merupakan titik sentral atau awal segala awal yang menggerakkan perbuatan manusia yang cenderung kepada kebaikan dan keburukan. yang menerangi atau memberikan arah pada manusia untuk bertindak dan bersikap berdasarkan keyakinan atau prinsip yang dimiliki. Al-A’raaf: 172) Qolbu adalah bentuk masdar dari qalaba yang artinya berubah-ubah. Kecerdasan Ruhaniah (Transcendental Intelligence) (Jakarta: Gema Insani. 2001). berganti-ganti. Toto Tasmara. kami menjadi saksi". berbolak-balik.Î#Ï ≈xî #x‹≈yδ ôtã Artinya: Dan (ingatlah)..

karena qolbu itu pula manusia merusak dirinya sendiri. tetapi melihat yang lebih esensial yaitu qolbu manusia.Dengan qolbu itulah. tidak memandang badanmu. Dengan pemahaman ini. karena dari sinilah berangkat segala tindakan yang autentik. “Sesungguhnya Allah tidak memandang bentuk wajahmu. Allah memuliakan manusia dari segala makhluk yang diciptakan-Nya. baik-buruk. bahkan sebagai wakil Tuhan di muka bumi ataukah terpuruk dalam kebinatangan yang hina. melainkan Dia memandang qolbumu” Di dalam qolbu terhimpun perasaan moral. 32 . Sebaliknya. bahkan lebih hina dari binatang yang melata. Itulah sebabnya. bahkan Allah memafkan kasalahan yang tidak dengan sengaja disuarakan oleh hati nurani manusia. sehingga kualitas qolbu akan menentukan apakah dirinya bisa tampil sebagai subjek. serta berbagai keputusan yang harus dipertanggungjawabkannya secara sadar. keyakinan dan prinsip-prinsip kebenaran. Allah menempatkan qolbu sebagai sentral kesadaran manusia sehingga Allah tidak mempedulikan tindakan yang tampak kasat mata. Rasulullah bersabda. Perasaan moral tersebut akan ditampilkan dalam bentuk tindakan yang berorientasi pada prestasi (achievemnents orientation) amal saleh. Qolbu merupakan awal dari sikap sejati manusia yang paling autentik yaitu kejujuran. mengalami dan menghayati tentang salah-benar. Hal ini bisa terjadi dikarenakan qolbu merupkan titik sentral kecerdasan dan sekaligus kebodohan ruhaniah bagi manusia. Allah tidak memandang apa yang tampak.

Kedua. manusia sadar akan dirinya dalam konteksnya dengan dunia luar. rasa vital (nafsiyah) misalnya: segar. manis dan asin. rasa qolbiyah misalnya: cinta. termasuk di dalam rasa qolbiyah ini adalah rasa yang paling luhur yaitu rasa ruhiyah yang mencakup kearifan dan kebenaran Ilahiah atau yang dikenal dengan istilah ma’rifah.tumbuhlah kecerdasan ruhaniah yang paling awal yaitu kesadaran untuk bertanggung jawab. sedangkan penghayatan bersifat kualitatif psychical spiritual (ruhiah). Pengalaman bersifat kualitatif physical (badani. bahagia dan derita. Sedangkan. yang merupakan sarana terpenting yang telah dikaruniakan Allah kepada manusia. Hati adalah tempat bersemayamnya niat. nafsiah). yang artinya qolbu mampu menangkap fungsi indrawi yang dirangkum dan dipantulkan kembali ke dunia luar.18 Pada tubuh manusia terdapat tiga rasa yang melekat. yakni yang menentukan nilai perbuatan seseorang. Pertama.19 Qolbu adalah hati nurani atau lubuk hati yang paling dalam. hlm. Ketiga. benci. bugar. rasa indrawi (badaniah) misalnya: pahit. Dalam proses mengalami dan menghayati itu.. di dalam proses menghayati manusia sadar akan seluruh tanggungjawab perbuatannya. 48 Ibid. Niat ini selanjutnya diproses oleh akal pikiran agar bisa 18 19 Ibid. 33 . Salah satu fungsi qolbu adalah merasakan dan mengalami. dan proses ini disebut menghayati..

Ibid. Pendidikan Ruhani (Jakarta: Gema Insani Press. Namun.y— tΒ yxn=øùr& ô‰s% Artinya: Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Ali Abdul Halim Mahmud. yang akan diperhitungkan..22 Manajemen Qolbu bukanlah hal baru dalam Islam.. yang akan diberi ganjaran. Dialah bagian yang menyerap. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. sejak tahun 1998 mulai dikembangkan ke beberapa lembaga di luar pesantren. loc. Konsep ini hanyalah sebuah format dakwah yang bersumber dari Al-Qur’an Surat AsySyam: 9-10 ∩⊇⊃∪ $yγ9¢™yŠ tΒ z>%s{ ô‰s%uρ ∩∪ $yγ8©. 20 21 Abdullah Gymnastiar. 2000). hlm.direalisasikan dengan efektif dan efisien oleh jasad kita dalam bentuk amal perbuatan. Dialah yang diberi tugas hukum.cit. Al-qalbu atau hati yang dimaksud dengannya bisa berupa anggota khusus yang berada dalam tubuh manusia yang menopang aliran darah.. Qalbu dengan makna ini adalah hakikat manusia. Setelah terbukti ada manfaatnya.. xvi hlm. Ali Abdul Halim Mahmud.20 Menurut Dr. untuk kalangan intern Pesantren Daarut Tauhiid (DT) Bandung. dan memiliki pemahaman dalam diri manusia. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) pada tahun 1990. 62 22 34 . dan yang akan mendapat kecaman21 2. menangkap. Konsep Manajemen Qolbu Konsep Manajemen Qolbu (MQ) kali pertama dikembangkan oleh KH. bukan ini yang kami maksud .

dan Al-Hadits Riwayat Muslim: ُ ُ‫ا َ ِن ِ ا ْ َ َ ِ ُ ْ َ ً اذ ََ َ ْ ََ َ ا ْ َ َ ُ آ‬ ُ َِ ‫َ ا‬ ُ ْ َ ْ ‫واذ َ َ َتْ َ َ َت ا ْ َ َ ُ آ ُ ا َ وه َ ا‬ َِ َ ُ ِ َ َِ Artinya: Ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. perasaan atau dorongan apa pun yang keluar dari dalam diri seseorang akan tersaring niatnya sehingga melahirkan suatu kebaikan dan kemuliaan serta penuh dengan manfaat. 2006). artinya bagaimana mengelola hati supaya potensi positifnya bisa berkembang maksimal mengiringi kemampuan berpikir dan bertindak. maka seorang juga dapat merespon segala bentuk aksi atau tindakan dari luar dirinya baik itu positif maupun negatif secara proporsional. Kalau segumpal daging itu baik. maka baiklah seluruh tubuhnya. Aa Gym Apa Adanya (Bandung: Khas MQ. Dengan pengelolaan hati yang baik. 23 Abdullah Gymnastiar. Menyimak dari itu dikemaslah dalam bahasa yang lebih aktual yaitu Manajemen Qolbu. niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. tidak hanya bagi kehidupan dunia tetapi juga untuk kehidupan akhirat. hlm. sehingga sekujur sikapnya menjadi positif dan potensi negatifnya segera terdeteksi dan dikendalikan sehingga tidak berbuah menjadi tindakan yang negatif. Segumpal daging itu bernama hati.23 Dalam konsep Manajemen Qolbu setiap keinginan. tetapi bila rusak. 150 35 .

(Jakarta: Darul Haq. Dari hatilah anggota-anggoat memperoleh bekal untuk beerlaku istiqamah atau ragu-ragu. Jadi hati adalah raja bagi seluruh anggota badan.. karena setiap pemimpin harus bertanggung jawab atas seluruh rakyatnya. 211 24 36 . terj. maka semua anggota badan itu seharusnya berada di bawah penghambaan dan kekuasaannya. Tajudin. setiap aktifitas lahir dan batinnya telah tersaring sedemikian rupa oleh proses Manajemen Qolbu. Hatilah yang bertanggung jawab atas segala tindakan anggota badan. di mana semuanya harus atas perintahnya. Karena itu. Karya dan Pemikirannya. baik bagi dirinya sendiri maupun makhluk Allah Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah.Respon yang terkelola dengan sangat baik akan membuat reaksi yang dikeluarkannya menjadi positif dan jauh dari hal-hal mudharat. Peran hati dalam mengendalikan anggota-anggota badan sebagaimana peran seorang raja dalam mengendalikan tentara-tentaranya. Obat Hati Antara Terapi Ibnul Qayyim & Ilusi Kaum Sufi.24 Dengan demikian. sedangkan anggota tubuh yang melaksanakan segala perintah hati dan menerima segala hadiah yang diberikan kepadanya. melalui konsep Manajemen Qolbu seseorang bisa diarahkan agar menjadi sangat peka dalam mengelola sekecil apa pun potensi yang ada dalam dirinya menjadi sesuatu yang bernilai kemuliaan serta memberi manfaat besar. Segala amal anggota badan tidak mungkin pernah lurus hingga bersumber dari tujuan dan niatnya. Dengan kata lain. dan dia menggunkannya sebagaimana dia kehendaki. 2007). yang muncul hanyalah satu yaitu sikap yang penuh kemuliaan dengan pertimbangan nurani yang tulus. hlm.

Maha kuasa) dan merupakan lawan dari sakit dan aib. sehat) karena sifat bersih dan sehat telah menyatu dengan hati. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.lainnya. (QS. hati yang selamat dari menjadikan sekutu untuk Allah dengan alasan apapun. Sebagaimana firman Allah. tawakal. Pembagian Hati a. ∩∇∪ 5ΟŠÎ=y™ 5=ù=s)Î/ ©!$# ’tAr& ôtΒ āωÎ) ∩∇∇∪ tβθãΖt/ Ÿωuρ ×Α$tΒ ßìx Ζtƒ Ÿω tΠöθtƒ Artinya: (Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. Qalbun salim yaitu hati yang bersih yang selamat dari berbagai syahwat yang menyalahi perintah dan larangan Allah. Hati yang sehat Hati yang sehat yaitu hati yang bersih yang seorang pun tidak akan bisa selamat pada hari kiamat kecuali jika dia datang kepada Allah dengan hati yang bersih. baik dalam kehendak. Asy-Syu’ara: 88-89) Disebut qalbun salim (hati yang bersih. Jagalah Hati Step by Step Manajemen Qolbu (Bandung: Khas MQ. hlm. inabah (kembali). xvi-xviii 25 37 . 2006). Lebih dari itu. merendahkan diri. cinta. sebagaiman kata Al-Alim. khasyyah Abdullah Gymnastiar.25 3. dapat memberi kemaslahatan di dunia juga di akhirat kelak. Al-Qadir (Yang Maha Mengetahui. Hati yang mengikhlaskan penghambaan dan ibadah kepada Allah semata.

2005 ). 11 26 38 . 2005).26 Kesehatan ruhani dalam pandangan Islam adalah selamatnya qolbu (hati nurani) dari penyakit-penyakit ruhani. orang yang memiliki kesehatan ruhani yang baik dan benar lebih masyhur disebut orang yang hidup dan meraih kehidupan dalam keimanan dan ketakwaan.. Dengan begitu.27 Seseorang yang memiliki hati sehat. 2005). hlm. 6 28 Abdullah Gymnastiar. tidak ubahnya seperti seseorang yang memiliki tubuh sehat yang akan bugar dan berfungsi optimal dan juga akan mampu mamilih dan memilah setiap rencana atau suatu tindakan. Inilah Indahnya Islam dengan Manajemen Qolbu (Bandung: Khas MQ.28 Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Prophetic Intelligence (Yogyakarta: Islamika. Cahaya itu mengandung energi dan power Ilahiah yang senantiasa mendorong dan eksistensi diri selalu tetap dalam keyakinan dan persaksian tauhid yakni tiada sesembahan malainkan Maha Zat yang bernama Allah. hlm. Karya dan Pemikirannya. raja’ (pengharapan) dan hati yang mengikhlaskan amalnya untuk Allah. (Jakarta: Darul Falah. Ainul Haris Umar Arifin. karena telah hadirnya cahaya hidayah atau petunjuk Ilahiah di dalamnya. Manajemen Qalbu Melumpuhkan Senjata Syetan. terj.(takut). 1-2 27 Hamdani Bakran Adz-Dzakiey. setiap yang akan diperbuat benar-benar sudah melewati perhitungan yang jitu berdasarkan hati nurani yang bersih. Dalam bahasa orang agama. hlm.

Ketika hati memenangkan pertarungan maka di dalamnya terdapat kecintaan kepada Allah. sebaliknya mengikuti setiap langkah dan keinginan syetan. bangga diri. Hati yang mati tidak menerima dan taat pada kebenaran. bergaul dengan orang yang hatinya mati adalah racun dan menemani orang yang hatinya mati adalah kehancuran. keikhlasan dan tawakal kepada-Nya. 3 39 . tidak mempedulikan akan dimurkai dan dibenci Allah asalkan mendapat bagian dan keinginannya. Hati yang mati Hati yang mati yaitu hati yang tidak mengetahui Tuhannya.29 c. Maka membaur dengan orang yang hatinya mati adalah penyakit. Ibid. Hawa nafsu membuat hati tuli dan buta selain dari kebatilan. Di dalam hati itu juga terdapat kecintaan kepada nafsu.b. keinginan dan usaha keras untuk mendapatkannya. dengki. hlm. itulah materi yang menghancurkan dan membinasakan. itulah materi kehidupan. takabur. 29 Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. meskipun begitu. tidak menyembah-Nya sesuai dengan perintah yang dicintai dan diridhai-Nya. memiliki dua materi yang saling tarik menarik. Hati yang sakit Hati yang sakit yaitu hati yang hidup tetapi cacat.. keimanan. kecintaan kekuasaa dan membuat kerusakan di bumi. hati yang mati tidak mempedulikan orang yang memberi nasehat. Hati yang selalu menuruti keinginan nafsu dan kelezatan dirinya.

4-5 Hamdani Bakran Adz-Dzakiey. zina dan fitnah.cit.. dusta. berempati dan beradaptasi. op. hlm. 7 40 . tarbiyatul qullub) sehingga mampu memberikan nasihat dan arah tindakan serta caranya 30 31 Ibid. Hati yang sakit akan memenuhi salah satu di antara yang paling dekat pada keselamatan dan bisa pula lebih dekat pada kehancuran. yang satu menyeru kepada Allah dan Rasul-Nya serta hari kiamat.31 4. kufur (mendustakan Alla). Indikasi sakit ruhani itu akan terlihat pada perilaku tindakan dan aktivitas kehidupan yang menyimpang atau keluar dari bimbingan dan pimpinan agama.30 Sakit ruhani yaitu kotor dan najis qolbu. korupsi. hlm.. dan jika mengalahkan penyakit hatinya maka hati menjadi sehat dan selamat. kecerdasan ruhaniah sangat ditentukan oleh upaya untuk membersihkan dan memberikan pencerahan qolbu (tazkiyah. Al-Qur’an dan ketauladanan Rasul-Nya seperti dengki. sedang yang lain menyeru kepada kenikmatan sesaat. nifaq (bermuka dua di hadapan Allah) dan fasik (menganggap enteng Allah). Qolbu Pusat Kecerdasan Ruhani Kecerdasan ruhaniah ialah kemampuan seseorang untuk mendengarkan hati nuraninya atau bisikan kebenaran yang meng-Ilahi dalam cara dirinya mengambil keputusan atau melakukan pilihan-pilihan. dendam. Hati yang sakit jika penyakitnya sedang kambuh maka hatinya menjadi keras dan mati. Untuk itu.Hati yang sakit diuji oleh dua penyeru. karena telah dipenuhi oleh virus-virus ruhani seperti syirik (menyekutukan Alla). ketuhanan.

As-Sajdah: 9) Ayat ini memberikan isyarat bahwa manusia terlahir dengan dibekali kecerdasan yang terdiri dari lima bagian utama kecerdasan. 4 nοy‰Ï↔øùF{$#uρ t≈|Áö/F{$#uρ yìôϑ¡¡9$# ãΝä3s9 Ÿ≅yèy_uρ ( ϵÏmρ•‘ ÏΒ ÏµŠÏù y‡x tΡuρ çµ1§θy™ ¢ΟèO ∩∪ šχρãà6ô±n@ $¨Β Wξ‹Î=s% Artinya: Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran. (QS. (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.mengambil keputusan. Kecerdasan ruhaniah (spiritual intelligence) yaitu kemampuan seseorang untuk mendengarkan hati nuraninya.cit. op. Qolbu harus senantiasa berada pada posisi menerima curahan cahaya ruh yang bermuatan kebenaran dan kecintaan kepada Ilahi. 32 Toto Tasmara. sebuah potensi yang secara hakiki ditiupkan ke dalam tubuh manusia ruh kebenaran.32 Rasa ruhaniah merupakan rasa yang paling fitrah. apakah seseorang tetap setia pada hati nuraninya untuk mendengarkan kebenaran atau menjadi orang yang hina karena seluruh potensinya telah terkubur dalam kegelapan. yaitu sebagai berikut: a. Pada ruh tersebut terdapat potensi bertuhan.. yang selalu mengajak kepada kebenaran. Nilai kehidupan yang hakiki tidak lain berada pada nilai yang sangat luhur tersebut. 47 41 . penglihatan dan hati. baik buruk dan rasa moral dalam carannya menempatkan diri dalam pergaulan. hlm.

artinya hati yang menentukan tentang rasa bersalah. baik individu maupun kelompok. Dengan demikian. Kecerdasan fisik (bodily-kinesthetic intelligence) yaitu kemampuan seseorang dalam mengkoordinasikan dan memainkan isyarat-isyarat tubuhnya. c. musik serta nilai-nilai estetika. 33 Ibid.33 Seluruh kecerdasan tersebut. nada. kemampuan berhitung. hlm. 49 42 .. Empat kecerdasan yang dikendalikan oleh hati nurani akan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan dan perdamaian manusia. Kecerdasan sosial yaitu kemampuan seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain. serta mengambil keputusan berdasarkan tanggung jawab moralnya tersebut. e. di dalamnya ada ruhani yaitu moral dan nilai-nilai etika. Kecerdasan emosional (emotional intelligence) yaitu kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri (sabar) dan kemampuan dirinya untuk memahami irama. harus berdiri di atas kecerdasan ruhaniah sehingga potensi yang dimilikinya menghantarkan diri kepada kemuliaan akhlak. Kecerdasan intelektual yaitu kemampuan seseorang dalam memainkan potensi logika. d. menganalisa dan matematika (logical mathematical intelligence). Dalam kecerdasan ini termasuk pula interpersonal. intrapersonal skill dan kemampuan berkomunikasi (linguistic intelligence). di dalam qolbu selain memiliki fungsi indrawi.b. baik-buruk.

Kecerdasan Intelektual Kecerdasan Physical Kecerdasan Ruhani Kecerdasan Emosional Qalbu Kecerdasan Sosial Gambar 2. seorang koruptor pun mampu menunjukkan sikap yang sopan dan manis tutur katanya. mamikat dan simpatik. Tindakannya terlepas dari nilai hanifiyah yaitu kecerdasannya kepada kebenaran. Kecerdasan ini membutuhkan rasa cinta yang sangat mendalam terhadap kebenaran.1 Pembagian kecerdasan Kecerdasan ruhaniah adalah kecerdasan yang paling sejati tentang kearifan dan kebenaran serta pengetahuan Ilahi. sehingga seluruh kecerdasannya terlepas dari bisikan nuraninya yang memenuhi qolbunya. Kecerdasan ruhani tidak hanya mampu mengetahui nilai-nilai. Seorang koruptor tidak ada kekuatan spiritual lemah dan bodoh qolbu.Penilaian akhir dari sebuah perbuatan sangat ditentukan oleh fungsi qolbu. malainkan kesetiaannya pada suara hati yang paling sejati dari lubuk hatinya sendiri. tata susila dan adat istiadat saja. sehingga seluruh 43 . Apabila ukurannya hanya etika tata susila.

maka masuklah ke dalam qolbu kekuasaan syetan sehingga seluruh kreativitasnya. Qolbu marupakan padang pertempuran yang paling dahsyat di mana kebenaran akan selalu bertempur dengan kebatilan. kecerdasan lainnya lebih bersifat pada kemampuan untuk mengolah segala hal yang berkaitan dengan bentuk lahiriah (duniawi). imajinasinya dapat menyesatkan pandangan lahir manusia lainnya. maka di dalam hati manusia terdapat pertemputan abadi (jihadun nafs). universal dan abadi. Apabila potensi yang dimilikinya itu terlepas dari cahaya Ilahi. 53 44 . dan setiap pribadi yang beriman dan bertaqwa wajib memenangkannya. Sedangkan.. Manusia adalah makhluk yang sangat kreatif. sedangkan kecerdasan ruhaniah qalbiah bersifat autentik. Oleh sebab itu. Sesuai dengan hakikatnya yang sering berbolak-balik dan tidak konsisten.34 34 Ibid. penuh dengan daya imajinasi.tindakannya akan dibimbing oleh ilmu Ilahiah yang mengantarkannya kepada ma’rifatullah. dapat dikatakan bahwa setiap niat yang terlepas dari nilai-nilai kebenaran Ilahiah merupakan kecerdasan duniawi dan fana (temporer). tentunya dibutuhkan pembebasan diri dari segala belenggu nafsu yang selalu ingin menyimpangkan qolbu dari cahaya Ilahi agar qolbu menampakkan wajah Ilahi yang sebenarnya. cahaya berhadapan dengan kegelapan. Potensi kecerdasan ruhaniah akan terus cemerlang selama kita mau mengasahnya dengan kewaspadaan yang penuh. hlm.

35 35 Hamdani Bakran Adz-Dzakiey. Al-Qur’an sebagai kalam Allah Yang Maha Suci dan Maha Benar memiliki fungsi dan tujuan yang sangat agung dan mulia bagi kepentingan dan kebutuhan manusia. Melalui Al-Qur’an manusia dapat membangun dan mengembangkan manajemen interaktif antara diri dengan Tuhannya dan antara diri dengan lingkungannya. Melalui Al-Qur’an manusia akan dapat menemukan hakikat kebahagiaannya yang hakiki di dunia hingga akhirat. Karena. Isi dari Al-Qur’an terdiri dari dua permasalahan utama. percaya. moral. 139 45 . yakin dan mengenal Allah Swt. sosial dan fisik. op. tanpa ada keraguan sedikit pun akan kebenaran dan kemukjizatannya. bahwa kalam Allah itu mempunyai beberapa fungsi dan tujuan utama. Diantara fungsi-fungsinya adalah sebagai penyembuh atau obat.. Al-Qur’an sebagai Obat dan Penawar Hati dari Berbagai Penyakit Al-Qur’an adalah Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril As secara bertahap selama lebih kurang 23 tahun. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an itu sendiri. hlm. dengan mempelajari. Dengan harapan manusia dapat berpedoman pada Al-Qur’an dengan utuh dan sempurna. yaitu persoalan ketuhanan dengan seluk-beluknya dan persoalan kealaman atau kemakhlukan dengan seluk-beluknya. manusia akan menjadi sehat secara mental. memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dengan baik dan benar. spiritual.5. pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an aka selalu membimbing siapa saja yang beriman.cit.

. sosial. Allah Swt sama sekali tidak pernah menurunkan terapi lain dari langit yang lebih umum. penuh keimanan dan keyakinan. fisik. benar dan menyelamatkan secara mental.. lebih agung dan lebih mujarab dalam menghilangkan penyakit dari terapi Al-Qur’an37 Ibid. 2007). maka rahmat Allah akan datang menghiasi diri dan kehidupan.Dengan mengamal Al-Qur’an akan menjadikan ruhani sehat serta muncul dalam diri rasa takut dan patuh kepada-Nya. keraguan. Ia merupakan terapi bagi setiap penyakit-penyakit hati dari kebodohan. spiritual. kebimbangan dan lain-lain.234 37 36 46 . moral. Fungsi Al-Qur’an juga sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman artinya. (Jakarta: Darul Haq. Obat Hati Antara Terapi Ibnul Qayyim & Ilusi Kaum Sufi. Mental dan jiwa pun akan selalu bergerak dalam moral atau akhlak ketuhanan. sehingga fisik dan lingkungan hidup dan kehidupan turut merasakan aura kesehatan dan kesejahteraan itu. memahami dan mengamalkannya dengan baik. Kasih. Inti dari tujuan Al-Qur’an adalah mendidik dan mengarahkan manusia kepada hidup dan kehidupan yang baik. Al-Qur’an seluruhnya merupakan terapi bagi setiap penyakit khususnya penyakit hati. . hlm. Karya dan Pemikirannya. benar. budaya dan sebagainya. Jika tujuan minimal ini dapat tercapai. hlm. Tajudin.36 Inbu Qayyum Al –Jauziyah menjelaskan... politik. 142 Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah.. ekonomi. sayang dan cinta-Nya akan menghiasi hidup dan kehidupan diri baik dalam kehidupan vertikal maupun horizontal. lebih bermanfaat. maka tujuan kerahmatan bagi seluruh alam semesta akan terwujud pula adanya. dengan mempelajari. terj.

229 38 47 . RajaGrafindo Persada.B.38 Sebagai “daya” maka ia tidak terlihat namun dapat dirasakan kehadirannya. Biasanya sikap dan tindakan “bernafsu” mengacu kepada perbuatan yang jelek. walupun tidak selalu. maka orang itu dinyatakan ada kelemahannya bahkan dapat disebut sebagai tidak normal. “nafsu” ini pula yang menjadi mesin penggerak kemajuan dunia. sehingga menimbulkan interpretasi yang beragam pula. Jika ada orang “kurang nafsu”. baik kepuasan badaniyah maupun kepuasan rohaniyah. Namun demikian. kadangkala dengan emosi dan paling sering dikaitkan dengan seksualitas. hlm. adalah suatu hal yang lazim suatu tindakan yang mengandung “nafsu” apalagi “bernafsu” biasanya cenderung merugikan diri sendiri. sehingga menjadi bagian dari manusia. bersifat bagi kesenangan dan kepuasan sendiri. 2002). Sebab. Pensucian Jiwa (Tazkiyah An-Nafs) dalam Tasawuf 1. Nafsu itu bersifat ego sentries. nafsu kerap diartikan sebagai “tenaga” atau “daya” yang ada pada setiap diri orang. Rivay Siregar. Dalam bahasa harian. Pengertian An-Nafs Menurut Bahasa Salah satu misteri yang tersimpan dalam diri manusia adalah “Nafs” yang lebih sering diucapkan sebagai nafsu. Terkadang dihubungkan dengan makan dan minum. bahakan karena manusia “bernafsu” itulah ia A. bagaimanapun “nafsu” itu adalah salah satu ciri manusia yang manusiawi. terutama katika seseorang berkeinginan untuk berbuat sesuatu yang dianggap dapat memuaskan keinginannya. Tasawuf dari Sufisme Klasik ke Neo-Sufisme (Jakarta: PT. Penggunaan kata ini sangat beragam.

.diberi kehormatan sebagai “khalifah” Tuhan di bumi. kenyataannya menunjukkan bahwa manusia tidak bisa sepenuhnya menguasai apabila mematikan nalurinya terhadap kesenangan. hlm. Akibatnya manusia akan dihadapi pada pilihan antara hasrat untuk melepas bebaskan “nafsu” (pleasure principle) dan kenyataannya bahwa tanpa pengendalian “nafsu”. Inilah yang disebut “ketenangan abadi” dalam diri manusia. dan inilah katanya salah satu fungsi kebudayaan. bukan malaikat yang diberi tugas itu. Dalam hal ini Sigmund Freud mengatakan. Psyche dan nous. pikiran atau hati yang dalam bahasa Inggris disebut soul. Apabila naluri-naluri ini tidak dikendalikan. setiap orang harus mampu mengendalikan diri. pribadi. serakah dan kejam. An-Nafs dalam Al-Qur’an Dalam Al-Qur’an kata “nafsu” nampaknya berasal dari “nafs” yang kata jamaknya “anfus” dan “nufus” yang diartikan sebagai jiwa. Menurut Freud. Apabila secara khusus dibaca Surat Yusuf ayat 53 kata “Nafs” kelihatannya bermakna ganda. yakni cenderung untuk berbuat jahat (nafsu 39 Ibid. Oleh karena itu. diri. anarkis.39 2. dampaknya akan bersifat anti sosial. maka manusia akan jatuh menjadi bersifat destruktif (realita principle). kerena malaikat tidak “bernafsu”. 230 48 . manusia pada dasarnya dikendalikan oleh nalurinya yang bertujuan untuk mencapai kepuasan. Akan tetapi. peradaban akan berkembang hanya apabila prinsip realita dapat mengalahkan prinsip kesenangan. hidup.

41 Al-Qur’an menegaskan secara tuntas. 360 42 Ibid. Sebaliknya. yakni naluri yang bersifat biologis. bahkan lebih rendah dari binatang.. hlm.. “nafsu yang diberi rahmat” yakni kepribadian yang didominasi sifat kasih sayang.40 Selain kata “nafsu” dalam Al-Qur’an juga ditemukan istilah hawa atau ahwa yang pengertiannya sama dengan “nafsu”.ammarah) tetapi juga bisa berbuat kebaikan (nafsu al-marhamah). ayat 44 41 40 49 . dan bahkan banyak manusia yang menempatkan “hawa” pada posisi yang tinggi. yang disebut Al-Quran “mempertuhankan ahwa”. Dari penegasan Al-Qur’an ini dapat dicatat bahwa “nafsu” itu adalah hasrat dan “keinginan rendah”. Dalam posisi yang demikian.42 Sebab. 2004). kecenderungan diri atau hasrat manusia untuk bersifat tertentu. maka orang seperti itu dipersamakan dengan binatang. bahwa “hawa” yang juga disebut sebagai keinginan yang rendah. binatang yang normal memang bersemboyan “hidup untuk memuaskan nafsu”. orang yang dapat menguasai dan mengendalikan “hawa-nafsu”-nya maka Ibid. Surat Al-Furqan ayat 43. Orang yang kualitas dirinya seperti ini dinyatakan AlQur’an sebagai orang yang telah tertutup hati nuraninya karena tidak tergetar lagi oleh peringatan atau teguran dari luar dan dari dalam dirinya. “hawa” atau “nafsu” berfungsi sebagai pengarah dan sekaligus menjadu tujuan hidup seseorang. yang ditempatkan sebagai acuan sikap dan perbuatan. kecenderungan untuk berbuat sesuatu “Al-Ahwal” muncul ketika orang ingin keluar dari jalur kebenaran. hasrat yang cenderung kepada pemenuhan kesenangan badani yang dalam sufisme disebut “nafs al hayawaniyah”. hlm. Penerbit J-Art. 231 Al-Qur’an dan Terjemahnya (Bandung: CV.

bahwa yang diusahakannya akan mempengaruhi jiwa orang tersebut. Surat. nafs al muthmainnah adalah tingkat perkembangan jiwa yang paling tinggi dan kearah inilah sebenarnya apa yang ingin dicapai dari proses pensucian kejiwaan. Berdasarkan isarat-isarat Al-Qur’an ini.44 Kata “nafs” dalam pengertian “jiwa yang tenang” dan sangat popular dikalanga sufi. agama dan akibat-akibat sosial lainnya. Apabila dilihat dari aspek naluriah. karena kualitas jiwa yang seperti itulah yang menjadi dambaan dalam dunia sufisme. manusia seperti ini sama dengan hewan yang mengutamakan instinknya. yaitu “hawa nafsu” sebagai dorongan hasrat yang rendah yang digerakkan oleh naluri hayawaniyah. 43 44 Ibid. 509 Ibid... impulsive. Muhammad ayat 16-17. Surat. Dorongan ini bekerja secara tidak rasional.orang seperti itu akan cenderung kepada kebaikan dan bahkan berkeinginan untuk menjadi insan muttaqin. mendorong ekspresi seseorang tanpa mempedulikan hal-hal yang bersifat moral. Al-Mudatsir ayat 38. hlm. Sebab. kehidupannya dikuasai oleh “nafs al ammarah”. 577 50 . Kesimpulan ini dapat dilihat dalam banyak ayat AlQur’an yang menunjukkan pengertian “jiwa” yakni jiwa yang memiliki jasmani.43 Menurut Al-Quran pada tahap peradaban manusia yang paling rendah (sederhana). yang disebut sebagai Tazkiyah an-Nafs. hlm. dan juga bersifat yangbaik. kelihatannya kata “nafsu” harus dibedakan kepada dua pengertian dasar.

tetapi ia akan tumbuh subur atau layu dalam dinamika kehidupan kesadaran moral manusia. bahkan bisa merosot menjadi makhluk yang paling rendah mertabatnya. tentang hak dan 45 A. An-Nafs dalam Tasawuf Manusia diciptakan dalam suatu proses. bahwa perkembangan kualitas moral manusia bukanlah sesuatu yang akan berjalan dengan sendirinya. Rivay Siregar. Tanpa akhlak manusia akan kehilangan atributnya yang terbaik.3. op. nilai yang baik dan yang buruk. Oleh karena itu. Hal ini bearti.cit. disamping pertumbuhan badani yang berlangsung secara alamiyah. yang menurut Al-Qur’an adalah menjadi tanggung jawab masing-masing orang. Kesadaran moral adalah semacam kepahaman dan keinsafan manusia tentang nilai. apakah memilih jalan kebaikan ataukah jalan kejahatan.. Peletakan tanggung jawab pada manusia dalam proses penyempurnaan “nafs” itu. Esensi dari Tazkiyah An-Nafs dalam pandangan tasawuf adalah pembinaan dan pengembangan akhlak al-karimah dalam diri manusia.45 Dari sisi ini tasawuf melihat. hlm. sehingga ia disebut sebagai makhluk yang paling sempurna kejadiannya. 236 51 . manusia juga mengembangkan dan membangun diri pribadinya sesuai dengan fitrah kejadiannya. Perlunya penyempurnaan diri pribadi bagi setiap orang yaitu di mana manusia berupaya mengadakan peningkatan kualitas dirinya. ada dalam pilihan jalan hidupnya. baik badaninya maupun rohaniahnya. bahwa akhlak adalah kualitas moral yang khas manusia dan merupakan esensi kemanusiaan itu sendiri. sehingga ia hidup tanpa atribut kemanusiaannya.

Oleh karena itu. “nafs al-lawwamah” bukan hanya sekedar kesadaran moral yang dirinya bisa memahami dan menghayati tentang kebaikan dan kekurangan. pengendalian konflik dan krisis. Berdasarkan telaah esoteris sufisme tentang “an-nafs” maka dalam pandangan tasawuf “an-nafs” juga dimaknai sebagai kelembutan (latifah) yang bersifat ke-Tuhan-an. tetapi juga bisa dianggap sebagai “hati nurani” yakni daya batin manusia yang dapat mencegah dan menyesali perilakunya yang tidak baik. adalah rasional.kewajiban. kesadaran moral menampakkan diri dalam wujud hati nurani. Peningkatan kualitas jiwa ini berjalan secara gradual dari tahap “ammarah” (instink) ketahap “lawwamah” (ego) dan menaik ke “muthmainnah” (super ego). Dilihat dari segi bahasa kata “lawwamah” merupakan bentuk penekanan dari “laima” yang berarti menyesali diri. Dengan demikian esensi ibadah dalam Islam adalah sebagai proses peningkatan kualitas jiwa. Oleh karena itu. Dalam kehidupan paktis. sesungguhnya “an-nafs” adalah “ruh” yang merupakan 52 . Sebagai latifah. Nafs al-lauwwamah atau ego berperan sebagai mediator dan pengendali konflik antara nafs al-lauwwamah dan nilai-nilai luhur sehingga dapat disebut sebagai sentran manajemen. kesadaran moral pada hakikatnya adalah perwujudan dari kemampuan maknawi manusia yang bersifat intelektual dan spiritual. karena ia terdiri dari non materi yang berasal dari Allah. mengerti apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. suatu potensi kesadaran moral manusia. yang dalam Al-Qur’an disebut sebagai nafs al-lawwamah.

Ruh yang bersifat Rabbani memiliki hubungan interaksi timbal balik dengan tubuh dan dengan daya-daya lainnya seperti hati (qalb). Ruh yang bersifat non individual itu. Artinya. menurut analisis tasawuf terlihat bahwa “an-nafs” atau jiwa adalah perkembangan dari ruh setelah mempribadi dalam proses perkembangannya. Menurut psiko-analis tasawuf yang diawali al-Gazali. secara anatomis jiwa atau an-nafs dibedakan kepada tujuh lapisan. hawa nafsu (ahwa) dan daya inderawi lainnya. Unsur inilah yang merupakan faktor pembeda antara manusia dengan hewan. tetapi masih ada tiga lapisan lagi di atasnya. inteligensia (aql). Ruh adalah sebagai faktor pemberi hidup bagi tubuh dan penggerak bagi berbagai perasaan dan daya inderawi tubuh manusia. yang bisa disebut dalam tradisi tarekat sebagai “lathifah tujuh”. cahayanya memancarkan sinar kehidupan bagi sekujur badan.. 416 53 .Sajdah ayat 7-9. Selanjutnya menurut pandangan ini “an-nafs muthmainnah” belum merupakan kualitas tertinggi dari jiwa. Berdasarkan pendapat ini. Dengan demikian. berkedudukan sebagai kutub aktif dari wujud being yang dalam dunia filsafat disebut “intellect” atau “al aql”. maka formasi dari “lathifah an-nafs” adalah sebagai berikut: 46 Ibid. hlm.46 Ruh yang semula berupa substansi yang non individual setelah ditiupkan ke dalam tubuh yang sudah siap “sawwa” menampung daya baru.wujudnya yang asli sebelum bergabung dengan jasmani manusia. maka daya-daya yang telah berintegrasi itu disebut “an-nafs” yang bersifat individual. Ruh ibarat lilin dalam kamar. jiwa (nafs). Surat As. menurut pandangan tasawuf “an-nafs” dan “ruh” adalah serupa tapi tidak sama.

tanpa pamrih. karena selalu condong mengikuti petunjuk guna meraih ridha Allah. op. jiwa yang sadar d.cit. blessing self. yakni dayadaya yang memiliki khas manusiawi yang berasal dari alam Ilahiyat dan alam 47 A. An-Nafs al-mardiah. seper ego. impeling self. ikhlas dan merasa puas. stabil dan tenang e. Apabila dihitung berdasarkan jarak perjalanan maka sudah tiba di ujung jalan yaitu kesucian jiwa. An-Nafs Al-Lawwamah. harmonis. qanaah.. selalu mencari ridha Allah g. 241 54 . An-Nafs Al-Muthmainnah. apa yang dimaksud dengan “an-nafs” dalam tasawuf kelihatannya adalah “jati diri” manusia itu sendiri. Dilihat dari sisi yang berbeda “an-nafs muthmainnah” adalah jiwa yang cenderung berbuat tanpa pamrih. jiwa kritis c. An-Nafs Al-Ammarah. Rivay Siregar. An-Nafs al-kamilah. ID jiwa rendah b. critical self. An-Nafs Al-Mulhimmah. hlm. tawazun. puas f. Dari serangkaian uraian ini. serene self. pleased self.a. inspired self. ikhlas dan rela. jiwa yang direstui. maka “an-nafs muthmainnah” adalah jiwa yang mendapat restu dari-Nya. tiga lapisan sesudah “an-nafs muthmainnah” itu adalah semacam spesipikasi dari fungsi dan kedudukan “annafs muthmainnah”. An-Nafs ar-radhian. ego. perfection self¸ jiwa paripurna47 Apabila ditelaah lebih lanjut. Jika diteliti dari sisi penilaian Tuhan.

48 Meninggalkan perbuatan keji (fawahisy) dapat menjadikan hati bersih. Terapi Penyakit Hati. (QS. maka kekuatan hati akan kembali pulih. Keinginan untuk beramal saleh akan bangkit dan selanjutnya hati akan terbebas dari hal-hal buruk yang menggerogotinya. apabila hati bertobat atas dosadosa yang diperbuat yaitu dengan membersihkan bercampurnya amal saleh dengan kemaksiatan yang ada di dalamnya. Allah berfirman. Seperti halnya tubuh yang perlu dipelihara dengan memberi gizi yang cukup juga dijauhkan dari segala yang merusak. 4. kedudukan maksiat seperti cairan kotor dalam tubuh.y— tΒ yxn=øùr& ô‰s% Artinya : Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Hati juga demikian. ∩⊇⊃∪ $yγ9¢™yŠ tΒ z>%s{ ô‰s%uρ ∩∪ $yγ8©. Asy-Syam:9-10) Ibn Taymiyyah.kainat. Metode Tazkiyah An-Nafs Menurut bahasa al-zakah berarti “tumbuh dan bertambah”. berkembang dan sempurna hati membutuhkan perawatan. SUN 2006). Supaya dapat tumbuh. Kemasan dari keseluruhan daya-daya itu mewujud dalam bentuk individu disebut “an-nafs” atau jiwa. Maka hati juga demikian. hati tidak akan tumbuh berkembang dan menjadi semakin baik kecuali jika diberi sesuatu yang bermanfaat dan dijauhkan dari segala yang merusak. terj. dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. Begitu pula menjauhkan diri dari maksiat.. Mohammad Rois dan Luqman Junaidi (Jakarta: PT. Sebab. Sesuatu dukatakan tumbuh apabila berkembang lebih baik. 23 48 55 . hlm.

rohani harus ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi. Sebagai inti hidup. 56 . pensucian hati ditandai dengan tumbuh berkembangnya. kedudukan manusia akan semakin agung. Fitrah rohani adalah kemuliaan. Semakin tinggi rohani diletakkan. Jika rohani berada pada tempat rendah. Rohani hendaknya dibebaskan dari ikatan keinginan hewani.Al-Tazkiyah berarti membersihkan atau mensucikan sesuatu. Sedang. kebahagiaan rohani tidak terikat pada wujud luar jasmani manusia. hina pulalah hidup manusia. Jadi. Manusia dilengkapi oleh Allah dua hal pokok. kasih-sayang dan cinta. akan selalu menuntut pemenuhan kebutuhan-kebutuhan rendah hewani. Kebahagiaan badani sangat tergantung pada kebahagiaan rohani. yaitu kecintaan pada pemenuhan syahwat dan keduniaan. baik zat maupun keyakinannya. rohani adalah muara segala kebajikan. yaitu jasmani dan rohani. perhiasanperhiasan dan kemasyhuran dan rohani membutuhkan kedamaian. pelampiasan syahwat. minum. pakaian. tetapi semua itu baru dapat tercapai dengan menghilangkan keburukan. Meskipun asal tazkiyah (pensucian) adalah tumbuh dan semakin baik. Para sufi menegaskan bahwa hakekat sesungguhnya manusia adalah rohaninya. jasmani membutuhkan makan. keindahan. ketenteraman. jasmani pada kerendahan. Dua hal ini memiliki keperluan masing-masing. Badan yang tidak memiliki rohani tinggi.

sehingga benar-benar bersih dan dapat memancarkan cahaya kebenaran. yang disebut sebagai zuhud duniawi. Cermin tersebut harus terus dibersihkan dari godaan alamiyah dan dunia materi. menurut sufisme adalah cerminan Ilahi yang didalamnya termuat rahmat. nafs al-ammarah adalah sumber dari ketidakbaikan.Hati manusia yang terpenuhi dengan cinta pada dunia. Takhalli Dalam proses pensucian jiwa. secara psikologis ada dua macam ketidaksadaran. para sufi menetapkan dengan tiga tahap yaitu: a. Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengosongkan diri atau membebaskan diri dari rasa ketergantungan terhadap kenikmatan materi dan keasikan kehidupan duniawi. Sedangkan yang berasal dari nafs al-ammarah yang berisi segala macam naluri agresifitas dan destruktifitas manusia. yang pertama berasal dari qalb dan yang kedua bersumber dari hawa nafsu atau nafsu ammarah. Hati adalah cerminan ruh. merupakan daya pendorong kerusakan. harus ditransformasikan menjadi nafs al-lawwamah yang pada gilirannya meningkat menjadi nafs muthmainnah. 57 . Ketidaksadaran dalam hati manusia. akan melahirkan kegelisahan dan kebimbangan yang tidak berujung. menurut sufisme adalah dengan cara menekan dan bila mungkin mengunci mati nafs al-ammarah. Kebutuhan ruh akan cinta bukan untuk dipenuhi dengan kesibukan pada dunia. Dalam rangkaian metode pembersihan hati. Sebab. Untuk dapat tercipta sikap zuhud. Proses transformasi “nafs” yang rendah ke tingkat yang lebih tinggi inilah yang disebut takhalli.

hlm. perlu didukung oleh berbagai sikap mental yang disebut sebagai al-maqomat seperti: al-faqr. al-wara’. terj. Manakala manusia meninggalkan dunia ini. walaupun memiliki sesuatu yang bersifat benda tetapi dianggapnya sebagai titipan dari Allah.com.49 Para ulama dan orang-orang bijak telah bersepakat bahwa tidak ada jalan menuju kebahagiaan di akhirat kecuali dengan cara menghalangi jiwa dari hawa nafsu. Ihya Ulumuddin “Pensucian Jiwa”. hlm. akan dihinggapi kesedihan. Oleh karena itu.50 Dunia dan isinya. Artinya.cit. alridha dan lain-lain. 242-243 Al –Ghazali.51 Menguasai dan mengendalikan hawa nafsu bukanlah pekerjaan yang mudah. seorang manusia harus terlebih dulu melepaskan hatinya dari kecintaan pada dunia. kekecewaan. diakses 10 Agustus 2009) 50 49 58 . Untuk melepaskan diri dari segala bentuk kesedihan. kepedihan dan penderitaan.. op. lanjut para saleh sufi.sehingga menjadi penghalang utama bagi kedekatan (taqarrub) dengan Allah. al-shabr. harta akan sirna dan lenyap. Muhammad Ereska (Depok: Iqra Kurnia Gemilang. Rivay Siregar. Untuk itu manusia harus memiliki kekuatan dan kemantapan batin (al-shabr) dalam menapaki hidup dan kehidupan. dipandang rendah. 105 51 Nur Muhammad. bukan sebagai alat kenikmatan atau alat pemuas hawa nafsu yang cenderung merusak.yahoo. karena bukan hakekat tujuan manusia. Antara Makhluk dan Sang Khaliq (http:www. 2005). karena dendan sikap ini orang akan merasa tidak memiliki harta kekayaan.. A. Al-faqr adalah satu sikap yang paling mendukung dalam upaya mengendalikan hawa nafsu. Hati yang sibuk pada dunia pada saat ditinggalkannya. oleh para sufi.

b.cit. yaitu yang dilakukan dalam hati saja. tanpa lisan dan tanpa suara 3) Dzikir haqiqi. 146 59 . Salah satu cara yang paling disukai para sufi dalam rangga tahalli ini adalah melalui dzikir. op. Rivay Siregar. Menurut Athaillah. atau tahlil tasbih. tetapi ada yang bebas (muthlak) dari waktu dan tempat. dzikir yang disatukan melalui segenap ekspresi manusia sehingga seluruhnya terpusat hanya kepada Allah semata. dzikir dapat dibedakan kepada tiga macam yaitu: 1) Dzikir lisan atau dzikir jali. yaitu dzikir yang dilakukan oleh seluruh jiwa dan raga.52 52 A. Teknik pelaksanaan dzikir itu bervariasi sesuai dengan aliran sufisme dan lafaznya ada yang terikat (muqaiyyad) pada waktu dan tempat tertentu. Tahalli Tahap berikutnya adalah pengisian kembali jiwa yang bersih itu dengan saifat-sifat terpuji.. Dzikir adalah gerbang utama menuju perjumpaan dengan Allah. tahmid dan lain-lain 2) Dzikir qalbi atau dzikir khafi. hlm. yaitu yang diucapkan secara lisan dan terdengar dengan jelas sesuai dengan lafaz yang disukai seperti naïf-isbat.manusia juga harus bersifat hati-hati (al-wara’) dalam menjalani hidup dan kehidupan duniawi dalam memanfaatkan karunia Allah dan rela menerima segala resiko dan kemungkinan cobaan dari pilihannya itu (al-ridha).

S. Dengan demikian berdzikir dalam pemahamn kaum sufi adalah “cintailah Allah setulus-tulusnya dan sebanyak-banyaknya”.. dzikir pemuncak yaitu dzikir yang dilakukan secara simultan oleh seluruh daya dan ekspresi manusia. Ayat yang sering digunakan oleh para sufi yaitu Q. terj. yaitu: 1) Dzikir mubtadi. Ida Nursida dan Tiar Anwar Bachtiar (Bandung: PT. Al-Ahzab ayat 41. maka hati mengiringinya (membaca dalam hati) dengan kalimat “la ma’bud illallah” 2) Dzikir mutawassith. Tiada detik tanpa dzikir. hlm. Secara teknis pelaksanaannya adalah pada saat pengucapan lafadz dzikir secara lisan. tiada yang dirasakan kecuali kebersamaan dengan Allah. sedangkan berdzikir dengan hati mendapatkan kedekatan dengan Allah dengan darajat yang tinggi. 2008). sehingga Abd Al-‘Aziz Al-Darini. menegaskan bahwa perintah berdzikir itu termakna perintah mencintai Allah. maka dzikir dibedakan kepada tiga kualitas. Mizan Pustaka. dzikir pemula atau yang baru mulai berlatih. yakni dzikir lisan dengan iringan dzikir qalb dengan bacaan “la maksud illallah”. 59 53 60 .53 Apabila dikaitkan dengan orang yang bedzikir. Seluruh gerak hidupnya sudah terkondisi hanya utuk dzikrullah. dzikir tingkat menengah. tiada denyut nadi dan desah nafas tanpa dzikir. artinya tiada yang ku cari kecuali Allah semata 3) Dzikir Muntah.Dikatakan bahwa berdzikir dengan lidah mendatangkan banyak kebaikan (khairat). Situasi yang demikian dalam bahasa sufime disebut fana fillah. Terapi Menyucikan HatiKunci-Kunci Mendekatkan Diri Kepada Allah.

Dzikir memiliki dua fungsi utama. kaki. mata. Kegelisahannya bukan lagi pada dunia yang menipu. Kesedihannya bukan pada anak dan istri yang tidak akan menyertai kita saat maut menjemput. maka akan tercipta rasa keakraban kebersamaan dengan Allah. hatinya sedih jika tidak mengingat Allah dalam setiap detik.. dan anggota tubuh yang lain. Begitu pula.kualitas kepahamannya mengenai Tuhan disebut ma’rifat yakni pengetahuan yang diperoleh melalui “mata hati” (ainul bashirah). Pada tahap ini. Dengan membudayakan dzikir dalam kepribadian seseorang. 61 . karena kesibukannya mengingat dan berdzikir kepada Allah dalam hatinya. Tapi hanya kepada Allah. yaitu memperdalam dan memperluas penghayatan keimanan. anggota tubuh lainnya tergerak dengan sendirinya ikut bersenandung dzikir. Tangannya berdzikir untuk kebesaran Tuhannya dalam berbuat. dan 54 Ibid.54 Pada saat tahalli. dan merupakan perisai diri dari pengaruh nasf al-ammarah. Kepedihannya bukan pada syahwat badani yang seringkali memperosokkan pada kebinatangan. hati akan merasa ketenangan. Lidahnya basah dengan lafadz kebesaran Allah yang tidak henti-hentinya didengungkan setiap saat.

251-252 62 . Rivay Siregar.cit. maka dengan mengingat akan datanganya kematian. Tajalli Dari serangkaian latihan yang dilakukan secara sungguh-sungguh pada dua tahap terdahulu. Dibalik kematian adalah pertanggungjawaban atas semua yang dilakukan selama hidup. sehingga segala perhatian dan aktivitas diorientasikan untuk mencapai tujuan dasar tadi. diharapkan jiwa seseorang telah terbebas dari pengaruh nasf al-ammarah dan telah mengisi nafs al-lawwamah dengan sifat-sifat kesempurnaan.. Untuk tujuan itu diperlukan pemeliharaan kontak langsung dengan Allah secara terus-menerus. op. Di sisi lain. dzikrul mautakan menjadi pendorong untuk berbuat kebaikan sebanyak mungkin dan dalam 55 A.55 Salah satu yang sangat dianjurkan sufisme dalam rangkaian tajalli ini adalah dzikrul maut atau selalu ingat kematian. seseorang akan sangat hatihati dalam setiap sikap dan perilakunya. niscaya tidak mudah tergeser dari prinsip hidup yang diyakininya. yakni “dzikrullah ‘ala ddawam” selali bersama Allah semasa di dunia dan akhirat nanti. hlm. maka tahap tajalli adalah tahap penghalusan dan penyuburan rasua ke Tuhanan melalui pendalaman spiritual dengan pendekatan esoteris. sehingga orang itu telah berada setidaknya di ambang gerbang nafs al-muthmainnah.c. Jika tahap takhalli dan tahalli dapat disebut sebagai tahap penciptaan suasana yang kondusif bagi pengembangan spiritual ketingkat sempurna.

setiap kesempatan menjadi orang yang tidak pernah puas dalam berbuat kebaikan.Pada tahap ini. tahmid kepada Allah. Tradisi sufi menyebut orang yang telah masuk pada tahap ketiga ini sebagai kekasih Allah (waliyullah). Rohaninya telah mencapai ketinggian kebahagiaan. orang yang sempurna sebagai manusia luhur. manusia sempurna. telah mencapai derajat tertinggi kerohanian manusia. Ma’ruf al-Karkhi. baik yang diyakini sebagai amal shaleh apalagi yang dirasakan sebagai kealpaan. Sirri Singkiti. Imam Ghazali. Derajat ini pernah dilalui oleh Hasan Basri. Inti dari munajat adalah pelaporan diri kehadirat Allah atas segala perbuatan. Apabila hati sudah bersih dari noda dan sifat tercela. tapi seorang malaikat yang berbadan manusia. Munajat paling baik dilakukan pada keheningan malam seusai shalat tahajjud. Munajat adalah metode lain dalam rangka tajalli. Imam Junaidi al-Baghdadi. berarti manusia telah kembali kepada kemanusiaannya yang hakiki sehingga akan merefleksikan kebenaran sebagaimana adanya. mengisi diri dengan sifat-sifat kesempurnaan Ilahi. Orang-orang yang telah memasuki tahapan Tajalli ini. diiringi doa dan tasybih. 63 . Dengan demikian munajat pada hakikatnya adalah pengakuan dan penyerahan diri seraya mohon hidayah dan taufi-Nya. Ia bukan lagi hewan. Syekh Abdul Qadir Jaelani menyebutnya sebagai insan kamil. para sufi menyebutnya sebagai ma’rifah. Rabiah al-Adawiyyah.

2 57 56 64 . Akhlak disamakan dengan kesusilaan. artinya adab kebiasaan. Abu Bakar Kalabadhi. Yatimin Abdullah. kecenderungan hati untuk melakukan perbuatan. Dalam bahasa Yunani pengertian khuluq ini disamakan dengan kata ethicos atau ethos. perasaan batin. perangai. tingkah laku atau tabi’at.56 C. Khuluq merupakan gambaran sifat batin manusia. para ahli berbeda pendapat. yaitu kebahagiaan sejati.Imam Qusyairi. Sayyid Ali Hujweri. Nur Muhammad. Abdul Hamid mengatakan akhlak ialah ilmu tetang keutamaan yang harus dilakukan dengan cara mengikutinya sehingga jiwanya terisi dengan kebaikan dan tentang keburukan yang harus dihindarinya sehingga jiwanya kosong (bersih) dari segala bentuk keburukan. Pendapat-pendapat ahli tersebut dihimpun sebagai berikut: a. (Jakarta: Amzah. hlm. 2007). Pengertian dan Ruang Lingkup Akhlak Menurut bahasa (etimologi) kata akhlak ialah bentuk jamak dari khuluq (khuluqun) yang berarti budi pekerti. Ethicos kemudian berubah menjadi etika. Loc. sopan santun. gerak anggota badan dan seluruh tubuh. dan lain sebagainya. Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an. Abu Talib Makki. namun intinya sama yaitu tentang perilaku manusia. 57 Dilihat dari sudut istilah (terminologi). Cit. Ibrahim Ad-ham. M. Abu Nasr Sarraj. Akhlak dan Pondok Pesantren 1. gambaran bentuk lahiriah manusia. seperti raut wajah. Syekh Abdul Qadir Jaelani. Tahap inilah hakekat hidup dapat ditemui.

Soegarda Poerbakawatja mengatakan akhlak ialah budi pekerti. 2) Akhlak ialah ilmu pengetahuan yang memberikan pengertian tentang baik dan buruk. Ibrahim Anis mengatakan akhlak ialah ilmu yang objeknya membahas nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatan manusia. 65 .b. e. Hamzah Ya’qub mengemukakan pengertian akhlak sebagai berikut: 1) Akhlak ialah ilmu yang menentukan batas antara baik dan buruk. watak. Contohnya apabila kebiasaan memberi sesuatu yang baik. Imam Al-Ghazali mengatakan akhlak ialah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan bermacam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah. tentang perkataan atau perbuatan manusia lahir dan batin. d. f. c. maka disebut akhlaqul karimah dan bila perbuatan itu tidak baik disebut akhlaqul madzmumah. dapat disifatkan dengan baik dan buruknya. tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. kesusilaan dan kelakuan baik yang merupakan akibat dari sikap jiwa yang benar terhadap khaliknya dan terhadap sesama manusia. Ahmad Amin mengatakan bahwa akhlak ialah kebiasaan baik dan buruk. ilmu yang mengajarkan pergaulan manusia dan menyatakan tujuan mereka yang terakhir dari seluruh usaha dan pekerjaan mereka. antara terpuji dan tercela.

kekuatan berkombinasi membawa kecenderungan pada pemilihan pihak yang benar (akhlak baik) atau pihak yang jahat (akhlak buruk). Abdullah Daraz. Akhlak atau moral adalah sebuah sistem yang lengkap yang terdiri dari karekteristik-karakteristik akal atau tingkah laku yang membuat seseorang menjadi istimewa. Karakteristik-karakteristik ini membentuk kerangka psikologi seseorang dan membuatnya berperilaku sesuai dengan dirinya dan nilai yang cocok dengan dirinya dalam kondisi yang berbeda-beda. tanpa melalui prosses pemikiran atau pertimbangan (kebiasaan sehari-hari). tanpa memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu. M.. Dapat dirumuskan bahwa akhlak ialah ilmu yang mengajarkan manusia berbuat baik dan mencegah perbuatan jahat dalam pergaulannya dengan Tuhan. hlm. i. manusia dan makhluk sekelilingnya.g. 2004). 3 Ali Abdul Halim Mahmud. h. 26 66 . hlm. mendefinisikan akhlak sebagai suatu kekuatan dalam kehendak yang mantap. Farid Ma’ruf mendefinisikan akhlak sebagai kehendak jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan dengan mudah karena kebiasaan.59 58 59 Ibid. Akhlak Mulia (Jakarta: Gema Insani. Ibnu Miskawaih mendefinisikan akhlak sebagai suatu keadaan yang melekat pada jiwa manusia. Dari sini timbulah berbagai macam perbuatan dengan cara spontan tanpa dibuat-buat dan tanpa memerlukan pikiran. yang berbuat dengan mudah.58 Jadi. pada hakikatnya khuluq (budi pekerti) atau akhlak sebagai suatu kondisi atau sifat yang telah meresap dalam jiwa dan menjadi kepribadian.

2006). karena bersumber dari wahyu Allah yang kini terdapat dalam Al-Qur’an yang menjadi sumber utama agama dan ajaran Islam. Dilakukan berulang-ulang. memberi uang kapada orang lain karena alasan tertentu. ”Sesungguhnya aku diutus menyempurnakan akhlak” (HR. Karena itu suatu perbuatan. Tarmizi). 348 60 67 . bercabang dan berdaun syari’ah. Pendidikan Agama Islam (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Timbul dengan sendirinya. Akhlak Nabi Muhammad yang diutus menyempurnakan akhlak manusia itu disebut akhlak Islam atau akhlak Islami. Jika suatu perbuatan dilakukan setelah dipikir-pikir dan ditimbangtimbang. b. Mohammad Daud Ali. baru dapat disebut pencerminan akhlak jika memenuhi beberapa syarat yaitu: a. Ahmad).Akhlak Islami adalah keadaan melekat pada jiwa manusia. apalagi karena terpaksa. perbuatan itu bukanlah pencerminan akhlak. orang itu tidak dapat dikatakan berakhlak dermawan. ”Mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya” (HR.60 Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam Islam. Akhlak merupakan buah dari pohon Islam yang berakarkan akidah. tidak dapat dikatakan akhlak. tanpa dipikir-pikir atau ditimbang berulang-ulang karena perbuatan itu telah menjadi kebiasaan baginya. Jika seseorang tiba-tiba misalnya. Jika dilakukan sekali saja atau jarangjarang. Pentingnya kedudukan akhlak dapat dilihat dari berbagai sunnah qauliyah (sunnah dalam bentuk perkataan) Rasulullah diantaranya. hlm.

sedang sunnah. Wajib dan haram termasuk dalam kategori hukum (duniawi) terutama. Sunnah dan makruh termasuk ke dalam kategori kesusilaan umum atau kesusilaan masyarakat. maka ruang lingkup akhlak pun dalam Islam meliputi semua aktivitas manusia dalam segala bidang hidup dan kehidupan. makruh dan mubah atau ja’iz. Jelaslah jika dihubungkan dengan ihsan dalam melakukan ibadah dalam shalat misalnya. sedang mudah atau ja’iz termasuk dalam kategori kesusilaan atau akhlak pribadi. sekurang-kurangnya yang bersangkutan marasakan Allah melihat dia. perangai. Karena itu. makruh dan mubah termasuk dalam ketegori kesusilaan atau akhlak. Ilmu akhlak dilihat dari sudut etimologi ialah upaya untuk mengenal budi pekerti. Karena syari’ah atau hukum Islam mencakup segenap aktivitas manusia. Jika tidak dapat membayangkan melihat Allah. sunnah. Dipandang dari terminologi ilmu akhlak adalah ilmu yang 68 . kata Hadits Nabi yang berasal dari Umar bin Khattab itu. dengan baik dan khusuk (sungguhsungguh.Akhlak adalah sikap yang melahirkan perbuatan dan tingkah laku manusia. akhlak tidak dapat dipisahkan dengan syari’ah. Syari’ah mempunyai lima ketegori penilaian tentang perbuatan dan tingkah laku manusia yang disebut al-ahkam al-khamsah yaitu wajib. tingkah laku atau tabi’at seseorang sesuai dengan esensinya. haram. penuh penyerahan dan kebulatan hati dengan kerendahan hati) seolah-olah yang melakukan shalat itu sedang melihat atau berhadapan langsung dengan Allah. selain dengan akidah.

Akhlak terhadap makhluk dapat dibagi dua yaitu: a. 352 69 .61 Dalam garis besarnya akhlak di bagi dua. hlm..menentukan batas antara baik dan buruk. pertama adalah akhlak terhadap Allah atau Khalik (Pencipta). dan kedua adalah akhlak terhadap makhluk (semua ciptaan Allah). antara yang terpuji dengan yang tercela tentang perkataan atau perbuatan manusia lahir dan batin. Akhlak terhadap manusia 1) Akhlak terhadap diri sendiri 2) Akhlak terhadap orang lain a) Akhlak terhadap Rasulullah b) Akhlak terhadap orang tua c) Akhlak terhadap karib kerabat d) Akhlak terhadap tetangga e) Akhlak terhadap masyarakat b. sedang akhlak terhadap makhluk dijelaskan oleh ilmu akhlak (dalam bahasa asing disebut ethics). Akhlak terhadap Allah dijelaskan dan dikembangkan oleh ilmu tasawuf dan tarikat-tarikat. Ibid. Akhlak terhadap bukan manusia 1) Akhlak terhadap makhluk hidup bukan manusia a) Tumbuh-tubuhan (flora) b) Hewan (fauna) 2) Akhlak terhadap makhluk (mati) bukan manusia a) Tanah b) Air c) Udara dan sebagainya 61 Mohammad Daud Ali.

Manusia dan Lingkungan Hidup a. yaitu manusia meminta ampun kepada Allah atas segala dosa yang pernah dibuatnya. Oleh karena itu. sedangkan bersyukur malalui perbuatan adalah menggunakan nikmat Allah sesuai dengan keridhaan-Nya.2. baik sengaja maupun tidak. Perilaku manusia dimaksud diuraikan sebagai berikut: 1) Bersyukur. Akhlak terhadap Allah Perilaku manusia yang berhubungan dengan Allah adalah ucapan dan perbuatan manusia. baik ucapan melalui ibadah langsung kepada Allah sepert shalat. Ungkapan syukur dimaksud tampak melalui perkataan dan perbuatan. Akhlak Terhadap Allah. zakat. Oleh karena itu. haji dan sebagainnya maupun melalui perilaku tertentu yang mencerminkan hubungan manusia dengan Allah di luar ibadah tersebut. yaitu manusia mengungkapkan rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang telah diperolehnya. akhlak manusia yang baik kepada Allah adalah manusia yang mengucapkan dan bertingkah laku yang terpuji kepada Allah SWT. 70 . 3) Beristigfar. ungkapan syukur dalam bentuk kata-kata adalah al-hamdulillah (segala puji bagi Allah) pada setiap saat. 2) Bertasbih. yaitu manusia mensucikan Allah dengan ucapan. manusia akan selalu mengucapkan subhanallah (Maha Suci Allah) dan menjauhkan perilakunya dari perbuatan yang dapat mengotori kemahasucian Allah.

2007). 33-34 71 . hlm. beristigfar melalui perbuatan.62 Selain itu manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan mempunyai kewajiban berprilaku yaitu: 1) Mencintai terhadap Allah melebihi cinta kepada apa dan siapa pun juga dengan mempergunakan firman-Nya dalam Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan ehidupan. 4) Menerima dengan ikhlas semua qada dan qadar Ilahi setelah berikhtiar maksimal. 2) Melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. 3) Mengharapkan dan berusaha memperoleh keridhaan Allah. yaitu taubat benar-benar taubat. yaitu manusia yang pernah melakukan dosa tidak akan mengulangi lagi perbuatannya itu. sesungguhnya hanya Engkau Maha Pengampun). manusia yang beristigfar adalah manusia yang selalu mengucapkan astagfirullah al’adhim innahu kan ghaffar (aku mohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung.Oleh karena itu. 6) Tawakkal (berserah diri) kepada Allah. dan dengan tertib melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya. 62 Zainuddin Ali. Taubat yang paling tinggi adalah taubat nasuha. Selain itu. 5) Bertaubat hanya kepada Allah. Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Bumi Aksara. tidak lagi melakukan perbuatan sama yang dilarang Allah.

c) Jujur dalam perkataan dan perbuatan. 2) Akhlak terhadap orang tua. antara lain: a) Mencintai Rasulullah secara tulus dengan mengikuti semua sunnahnya. mempergunakan kata-kata lemah lembut. b) Menjadikan Rasulullah sebagai idola. 3) Akhlak terhadap diri sendiri. dapat dirinci menjadi: 1) Akhlak terhadap Rasulullah (Nabi Muhammad). suri teladan dalam hidup dan kehidupan. Akhlak terhadap Manusia Akhlak terhadap manusia.b. menurut hukum dan akhlak Islam). c) Berkomunikasi dengan khidmat. 72 . antara lain: a) Mencintai mereka melebihi cinta kepada kerabat lainnya. c) Menjalankan apa yang disuruhnya. antara lain: a) Memelihara kesucian diri. tidak melakukan apa yang dilarangnya. e) Mendo’akan keselamatan dan keampunan bagi orang tua kendati seorang atau kedua-duanya telah meninggal dunia. d) Berbuat baik dengan sebaik-baiknya. b) Merendahkan diri kepada keduanya diiringi perasaan kasih sayang. b) Menutup aurat (bagian tubuh yang tidak boleh keliatan.

b) Saling bantu di waktu senang lebih-lebih tatkala susah. d) Mendidik anak-anak dengan kasih sayang. d) Saling hormat-menghormati.d) Ikhlas. k) Menjauhi segala perkataan dan perbuatan sia-sia. 4) Akhlak terhadap keluarga. c) Saling beri-memberi. g) Malu melakukan perbuatan jahat. e) Memelihara hubungan silaturrahim dan melanjutkan silaturrahim yang dibina orang tua yang telah meninggal dunia. f) Rendah hati. e) Saling menghindari pertengkaran dan permusuhan. j) Berlaku adil terhadap diri sendiri dan orang lain. 5) Akhlak terhadap tetangga. c) Berbakti kepada orang tua. h) Menjauhi dengki. e) Sabar. antara lain: a) Saling membina rasa cinta dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga. karib kerabat. b) Saling menunaikan kewajiban untuk mendapatkan hak. 73 . antara lain: a) Saling mengunjungi. i) Menjauhi dendam.

2) Menjaga dan memanfaatkan alam terutama hewani dan nabati. g) Mentaati putusan yang telah diambil bersama. c) Saling menolong dalam kebajikan dan takwa. antara lain: a) Memuliakan tamu. i) Menepati janji. 3) Sayang pada sesam makhluk. 74 . d) Menganjurkan anggota masyarakat termasuk diri sendiri dan orang lain melakukan perbuatan jahat (mungkar). h) Menunaikan amanah dengan jalan melaksanakan kepercayaan yang diberikan seseorang atau masyarakat. b) Menghormati nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.6) Akhlak terhadap masyarakat. e) Memberi makan fakir miskin dan berusaha melapangkan hidup dan kehidupannya. c. Akhlak terhadap Lingkungan Hidup 1) Sadar dan memelihara kelestarian lingkungan hidup. f) Bermusyawarah dalam segala urusan mengenai kepentingan bersama. fauna dan flora yang sengaja diciptakan Tuhan untuk kepentingan manusia dan makhluk lainnya.

3. Pendidikan Akhlak Islam Pendidikan akhlak Islam diartikan sebagai latihan mental dan fisik yang menghasilkan manusia berbudaya tinggi untuk melaksanakan tugas kewajiban dan tanggung jawab dalam masyarakat selaku hamba Allah. Pendidikan akhlak Islami berarti juga menumbuhkan personalitas

(kepribadian) dan menanamkan tanggung jawab.63 Pendidikan akhlak dalam Islam adalah pendidikan yang mengakui bahwa dalam kehidupan manusia menghadapi hal baik dan hal buruk, kebenaran dan kebatilan, keadilan dan kezaliman, serta perdamain dan peperangan. Untuk menghadapi hal-hal yang serba kontra tersebut, Islam telah menetapkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang membuat manusia mampu hidup di dunia. Dengan demikian, manusia mampu mewujudkan kebaikan di dunia dan akhirat, serta mampu berinteraksi dengan orang-orang baik dan jahat.64 Tujuan utama pendidikan akhlak Islam adalah agar manusia berada dalam kebenaran dan senantiasa berada di jalan yang lurus, jalan yang telah digariskan oleh Allah Swt. Inilah yang akan mengantarkan manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karen itu, jika berpredikat muslim benarbenar menjadi penganut agama yang baik harus mentaati ajaran Islam dan menjaga agar rahmat Allah tetap berada pada dirinya.

63 64

M. Yatimin Abdullah, Ibid., hlm. 22 Ali Abdul Halim Mahmud, Ibid., hlm. 121

75

Jadi, pendidikan akhlak Islami merupakan suatu proses mendidik, memelihara, membentuk dan memberikan latihan mengenai akhlak dan kecerdasan berpikir baik yang bersifat formal maupun informal yang didasarkan pada ajaran-ajaran Islam. Pada sistem pendidikan Islam ini khusus memberikan pendidikan tentang akhlaqul karimah agar dapat mencerminkan kepribadian seorang muslim. 4. Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam a. Sejarah Pondok Pesantren Pesantren atau pondok adalah lembaga yang dapat dikatakan merupakan wujud proses wajar perkembangan sistem pendidikan, pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di tanah air dan merupakan bapak dari pendidikan Islam.65 Apabila ditilik dari namanya merupakan perpaduan (sinkretisena atau sinthesa) dari dua kata, yaitu pesantren yang berasal dari kata santri yang mengandung pergeseran kebahasaan (lingustik change) dari asal kata santri yaitu nama yang diberikan kepada penuntut ilmu agama Hindu-Buddha, dan kata pondok yang berasal dari kata bahasa Arab ”fundug” yang datang ke tanah air bersamaan datangnya Islam yang berarti ”Hotel atau Asrama”.66 Menurut asal katanya pesantren berasal dari kata santri yang mendapat imbuhan awalan pe dan akhiran an yang menunjukkan tempat. Dengan demikian pesantren artinya ”tempat para santri”. Selain itu, asal

65 Abuddin Nata, Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia, (Jakarta: PT. Grasindo, 2001), hlm. 89 66 A. Sadali, Islam untuk Disiplin Ilmu Pendidikan, (Jakarta: CV. Kuning Mas, 1984), hlm. 195.

76

kata pesantren dianggap gabungan dari kata sant (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong) sehingga kata pesantren dapat berarti ”tempat pendidikan manusia baik-baik”.67 Nurcholis Madjid berpendapat tentang asal usul perkataan santri dan juga kiai karena kedua perkataan tersebut tidak dapat dipisahkan ketika dibicarakan tentang pesantren, Santri asal kata santri (sanskerta) yang berati melek huruf, dikonotasikan santri adalah kelas literary, pengetahuan agama dibaca dari kitab berbahasa Arab dan diasumsikan bahwa santri berarti juga orang yang tahu tentang agama (melalui kitab-kitab) dan paling tidak santri dapat membaca Al-Qur’an, sehingga membawa kepada sikap lebih serius dalam memandang agama. Perkataan santri juga berasal dari bahasa Jawa (cantrik) yang berarti orang yang selalu mengikuti seorang guru ke mana guru pergi menetap (ingat pada pewayangan), tentu dengan tujuan dapat belajar dari guru mengenai sesuatu keahlian68 Pondok pesantren ini tumbuh sebagai perwujudan dari strategi umat Islam untuk mempertahankan eksistensinya terhadap pengaruh penjajahan Barat atau akibat surau atau masji tempat diselenggarkannya pendidikan agama Islam tidak lagi dapat menampung jumlah anak-anak yang ingin mengaji. Disamping itu juga didorong oleh keinginan untuk lebih mengintensifkan pendidikan agama pada anak-anak, maka sang guru atau kiai dengan bantuan masyarakat memperluas bangunan di sekitar surau atau masjid untuk tempat mengaji dan sekaligus sebagai asrama bagi

Ibid., hlm. 91 Nurcholish Madjid, Bilik-Bilik Pesantren, Sebuah Potret Perjalanan (Jakarta: Paramadina,1997), hlm. 20
68

67

77

anak-anak. Dengan begitu anak-anak tidak perlu bolak-balik pulang ke rumah orang tua mereka.69 Peran kiai sabagai filter budaya, meredam akibat perubahan yang dibawa arus informasi, juga mempelopori terjadinya perubahan

masyarakat menurut caranya sendiri. Jadi di sini kiai tidak lagi menunggu datangnya informasi lantas menyaringnya, melainkan kiai sepenuhnya berperan mengadakan perubahan karena ia mengetahui bahwa

perkembangan harus terjadi sebagai hal yang tak terelakan.70 Persoalan-persoalan historis tentang asal usul pondok pesantren berhubungan erat antara Islam Indonesia dengan pusat-pusat Islam, terutama Mekkah yang terjadi selama ini pada garis besarnya merupakan usaha penyesuaian diri dengan pendidikan Islam yang diberikan di Mekkah. Hal ini dapat dilihat dari asal semua kitab kuning yang tebal maupun yang tipis, dan semua guru atau kiai mendapat pendidikan dari Mekkah. b. Fungsi Pondok Pesantren Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga berfungsi sebagai lembaga sosial dan penyiaran agama. Pesantren berfungsi sebagai lembaga pendidikan menyelenggarakan pendidikan formal (madarasah, sekolah umum dan perguruan tinggi) dan pendidikan nonformal yang secara khusus mengajarkan agama yang

Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 1997), hlm. 212 Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005), hlm. 197
70

69

78

sangat kuat dipengaruhi oleh pikiran-pikiran ulama fiqh, hadits, tafsir, tauhid dan tasawuf. Sebagai lembaga sosial, pesantren menampung anak-anak dari segala lapisan masyarakat muslim tanpa membedakan tingkat sosial ekonomi mereka. Sementara itu, setiap hari menerima tamu yang datang dari masyarakat jauh, mereka datang bertamu mempunyai motif yang berbeda-beda; ada yang ingin bersilaturahmi; ada yang berkonsultasi; meminta nasihat; memohon do’a; berobat dan ada pula yang meminta jimat untuk penangkal gangguan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai lembaga penyiaran agama Islam, masjid pesantren juga berfungsi sebagai masjid umum yakni sebagai tempat belajar agama dan ibadah bagi para jamaah. Masjid pesantren sering dipakai untuk majelis taklim (pengajian), diskusi-diskusi keagamaan dan sebagainya. Selain itu, kiai dan santri-santri senior disamping mengajar juga berdakwah baik di dalam kota maupun di luarnya, bahkan sampai ke daerah-daerah pedalaman. Sehubungan dengan fungsi tersebut, pesantren memiliki tingkat integritas yang tinggi dengan masyarakat sekitarnya dan menjadi rujukan moral bagi kehidupan masyarakat umum. Masyarakat umum memandang pesantren sebagai komunitas khusus yang ideal terutama dalam bidang kehidupan moral keagamaan. Karekteristik pesantren dilihat dari segi fungsinya sangat berperan di tengah-tengah masyarakat, menjadikannya semakin eksis dan dapat diterima oleh semua kalangan.

79

c. Sarana dan Tujuan Pondok Pesantren Dalam bidang sarana, pesantren tradisional ditanda oleh ciri khas kesederhanaan. Secara fisik kini sudah berubah total, banyak pesantren tradisional yang memiliki gedung yang megah. Namun, kesederhanaan dapat dilihat dari sikap dan perilaku kiai dan santri serta sikap mereka dalam pergaulan sehari-hari. Sarana belajar misalnya, masih tetap dipertahankan seperti sediakala, dengan duduk di atas lantai dan di tempat terbuka dan kiai menyampaikan pelajaran. Demikian juga tempat kediaman kiai yang tidak begitu mewah, tentu saja ada pengecualian. Kiai sekarang berbeda dengan kiai dulu, kalau dulu para kiai sering berjalan kaki atau bersepeda tetapi kiai sekarang sudah terbiasa mengendarai mobil, bahkan mempunyai mobil dan sopir pribadi. Begitu pula tempat kediaman santri yang masih sederhana. Tujuan pendidikan pesantren adalah menciptakan dan

mengembangkan kepribadian muslim, yaitu kepribadian yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, bermanfaat bagi masyarakat dengan jalan menjadi kawula atau abdi masyarakat, mampu berdiri sendiri, bebas dan teguh dalam kepribadian, menyebarkan agama atau menegakkan Islam dan kejayaan umat Islam di tengah-tengah masyarakat, dan mencintai ilmu dalam rangka mengembangkan kepribadian Indonesia.

80

fiqih dan ushul fiqih. 5. sedangkan sumber kajian atau mata pelajarannya ialah kitab-kitab dalam bahasa Arab. aqa’id dan ilmu kalam. tarikh. yang dalam hal ini adalah perilaku keagamaan. sharaf. hlm. Oleh karen itu. baik di dunia maupun akhirat”71 Rumusan tujuan pendidikan pesantren menggambarkan bahwa pembinaan akhlak dan kepribadian serta semangat pengabdian menjadi target utama yang ingin dicapai pesantren. Pelajaran agama yang dikaji di pesantren ialah Al-Qur’an dengan tajwid dan tafsirnya. akan tetapi sampai kepada alam ukhrawi untuk mencapai keridhaan Allah. Ibid.. Sadali menjelaskan “tujuan pendidikan pesantren tidak hanya duniawi (mondial) dan sementara (temporer). pemimpinan pesantren memandang bahwa kunci sukses dalam hidup bersama adalah moral agama. badi’ dan ’arudh.A.H. ma’ani. Kitab yang dikaji di pesantren umumnya kitab-kitab yang ditulis pada abad pertengahan.A. mantiq dan tasawuf. hadits dengan mushthalah hadits. 71 H. pesantren pada dasarnya hanya mengajarkan agama. Semua aktivitas sehari-hari difokuskan pada pencarian nilai-nilai ilahiah. 198 81 . yaitu antara abad ke-12 sampai dengan abad ke-15 atau lazim disebut dengan ”Kitab Kuning”. bayan. Materi Pelajaran dan Metode Pengajaran Pondok Pesantren Sebagai lembaga pendidikan Islam. Sadali. bahasa Arab dengan ilmu alatnya seperti nahwu.

Biasanya cara menghafal ini diajarkan dalam bentuk syair atau nazham. para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling kiai yang menerangkan pelajaran. Istilah sorogan berasal dari bahasa Jawa sorog yang berarti menyodorkan kitab ke depan kiai atau asistennya. Biasanya kiai menggunakan bahasa daerah setempat dan langsung menerjemahkan kalimat demi kalimat dari kitab yang dipelajarinya. Istilah weton berasal dari bahasa Jawa yang berarti waktu. karena pengajian tersebut diberikan pada waktu-waktu tertentu yaitu sebelum dan sesudah melakukan shalat lima waktu. dengan memberikan catatan pada kitabnya untuk mensahkan bahwa ilmu itu telah diberikan oleh kiai kepadanya. Metode sorogan adalah suatu metode santri menghadap guru atau kiai seorang demi seorang dengan membawa kitab yang akan dipelajarinya. Santri menyimak bacaan kiai mengesahkan. kemudian menerangkan maksudnya. Metode hafalan adalah suatu metode santri menghafal teks atau kalimat tertentu dari kitab yang dipelajarinya. Santri menyimak kitab masing-masing dan mencatat jika perlu. sedangkan di Sumatra disebut halaqah. jika santri sudah benar-benar mengerti. sorogan dan hafalan. Kiai membacakan dan menerjemahkannya kalimat demi kalimat.Adapun metode yang lazim dipergunakan dalam pendidikan pesantren ialah wetonan. Kebiasaan menghafall dalam 82 . Di Jawa Barat metode ini disebut bandongan. Pengajian dengan metode ini merupakan pelimpahan nilai-nilai sebagai proses delivery of culture di pesantren dengan istilah tutorship atau mentorship. Metode wetonan adalah metode kuliah.

Pesantren Tebuireng (Kiai Hasyim Asy’ari). maka berpindah ke kitab lain. Denanyar (Kiai Bisri Syamsuri). Pesantren PERSIS (Persatuan Islam) Bangil. oleh sebagian kiai diajarkan kitab kepada santrinya tidak sekaligus tetapi secara berangsur-angsur (gradual). Tambak Beras (Kiai Wahab Hasbullah). tetapi pada penguasaan kitabkitab yang telah ditetapkan dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Umumnya. Lasem (Kiai Kholil). kalimat demi kalimat sehingga santrinya mengerti benar apa yang diajarkannya. Termas (Kiai Dimyathi dan Hamid Dimyathi). merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak awal berdirinya. tetapi juga isi atau teks kitab tertentu. 83 . Jenjang pendidikan dalam pesantren tidak dibatasi seperti dalam lembaga-lembaga pendidikan yang memakai sistem klasikal. berikut ini disebutkan pesantrenpesantren terkemuka di Jawa yang sudah terkenal dengan spesialisasinya atau fan-fan (cabang ilmu) tertentu yang menjadi fokus kajiannya dan kiai yang mengajarkannya: a. Sebagai gambaran lebih lanjut. Hafalan tidak saja terbatas pada ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits ataupun nazham.sistem pendidikan pesantren. terkenal dengan fiqh dan ilmu hadits. Apabila seorang santri telah menguasai satu kitab atau beberapa kitab dan telah lulus imtihan (ujian) yang diujikan oleh kiainya. jenjang pendidikan tidak ditandai dengan naiknya kelas seperti dalam pendidikan formal. Jadi. kenaikan tingkat seorang santri ditandai dengan tamat dan bergantinya kitab yang dipelajarinya. Karena itu.

Pesantren Rejoso (Kiai Musa’in Romli). Bendo. Pesantren Inabah (Kiai Abah Anom) terkenal dengan pengobatan korban narkotika. Pesantren Lasem (kiai Ma’sum). Jamsaren (Kiai Abu Amar). Zainuddin Fananie dan Imam Zarkasyi) terkenal dengan bahasa Arab dan Inggris. hlm. e. d. Secara umum dapat dipahami bahwa setiap pesantren memberikan porsi yang lebih besar 72 Abuddin Nata. terkenal dengan qira’at al-Qur’an. Pesantren Lirboyo (Kiai Mahrus) Kediri. Watu Congol (Kiai Dahlan).b. terkenal dengan spesialisasi tafsir al-Qur’an. terkenal dengan bidang tasawuf.. Pesantren Pabelan di Magelang yang menekankan pada keterampilan santri. Wonokromo (Kiai Abdul Aziz dan Hasbullah). alFalak Pegentongan (Kiai Falak). Cintapada Tasikmalaya (Kiai Dimyathi). Pesantren Krapyak (Kiai Munawwir dan Ali Ma’sum). Pesantren Darul Falah Bogor yang berkecimpung di bidang pertanian. Hal ini menunjukkan keanekaragaman bidang kajian di pesantrenpesantren antara satu dengan yang lainnya tidak ada kesamaan. Nglirap Banyumas. Ibid. Pesantren Kiai Haji Badhawi Lasem. Jampes.72 Ada bidang-bidang khusus yang merupakan fokus masing-masing pesantren dapat menarik minat para santri untuk memilih bidang-bidang yang diminati. Pesantren Gontor (Kiai Ahmad Sahal. terkenal dengan ilmu alat nahwu. f. sharaf. 110-111 84 . badi’. dan lain-lain. Tegal Rejo (Kiai Khudari). bayan. c.

Pesantren dalam sejarah perjalanannya mengalami perubahan dan pertumbuhan sekaligus merupakan perkembangan.pada bidang-bidang tertentu sebagai kekhasan pendidikan yang dimilikinya dan sekaligus dikenal karena kekhususannya itu. Apabila 85 . Dengan demikian. baik dilihat dari sisi isi maupun dari segi bentuk. Pada umumnya. Pertumbuhan Kelembagaan Pondok Pesantren Pembangunan suatu pesantren didorong oleh kebutuhan masyarakat akan adanya lemabaga pendidikan. berdirinya suatu pesantren diawali dari pengakuan masyarakat akan akan keunggulan dan ketinggian ilmu seorang kiai atau guru. Dengan cara demikian pesantren-pesantren berkembang di daerah-daerah. yang tetap mempertahankan kitab-kitab kuning/ klasik. 6. melainkan pada gilirannya mampu mengembangkan diri dan menempati posisi penting dalam pendidikan. jelaslah bahwa pesantren bukan hanya mampu bertahan. terutama pedesadan dan pesantren asal dianggap sebagai pesantren induk. Perkembangan kelembagaan pesantren seperti ini oleh Zamakhsyari Dhofier disebut Pesantren Salafi. Masyarakat sekitar atau dari luar daerah datang untuk mengaji atau belajar karena keinginan menuntut dan memperoleh ilmu dari kiai atau guru. Santri yang telah menyelesaikan dan diakui telah tamat biasanya diberi izin atau ijazah oleh kiai untuk membuka dan mendirikan pesantren baru di daerah asalnya. namun faktor guru yang memenuhi persyaratan keilmuan yang diperlukan akan sangat menentukan bagi timbulnya suatu pesantren.

pondok atau asrama. Pesantren yang telah berubah kelembagaannya yang terdiri dari masjid. pondok atau asrama. Pola ini telah memakai sistem klasial. madrasah dan tempat keterampilan. rumah kiai. Pesantren yang terdiri dari masjid. Pesantren ini masih sangat sederhana. Pesantren yang terdiri hanya masjid dan rumah kiai. seperti pertanian. rumah kiai. Pola ini telah dilengkapi pondok yang disediakan bagi para santri yang datang dari daerah lain. d. menjahit dan sebagainnya. gedung pertemuan. rumah kiai. belajar mangaji mengikuti pengajaran yang diberikan oleh kiai di pondok.dilihat dari pola perubahan dan pertumbuhan pesantren. Pesantren yang terdiri dari masjid. ditemukan bermacammacam pola perubahan. pondok atau asrama. antara lain: a. sekolah umum. b. e. Di samping itu. tempat keterampilan dan ditambah adanya universitas. Pola ini dilengkapi dengan tempat-tempat keterampilan agar santri terampil dengan pekerjaan yang sesuai dengan sosial kemasyarakatannya. kiai menggunakan masjid atau rumahnya sendiri untuk tempat mengajar dan santrinya berasal dari daerah sekitar pesantren tersebut. c. Pada pola ini 86 . pondok atau asrama dan madrasah. rumah kiai. Pesantren yang terdiri dari masjid. peternakan. tempat olah raga. santri mendapat pengajaran di madrasah. madrasah.

117 74 73 87 . 1999). kemampuan intelektual dan perilaku mulia (al-akhlaq al-Karim) guna menata dan membengun karakter bangsa yang paripurna.pesantren merupakan lembaga pendidikan yang telah berkembang dan bisa dikatakan sebagai pesantren modern. hlm. akomodasi dan konsesi yang diberikannya. Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru (Jakarta: PT Logos. dan bahkan kembali menempatkan diri pada posisi yang penting dalam sistem pendidikan nasional indonesia secara keseluruhan74 Wacana yang berkembang dalam dinamika pemikiran dan pengalaman praktis alumni pesantren tampaknya menegaskan bahwa pesantren merupakan bagian dari infrastruktur masyarakat yang secara makro telah berperan menyadarkan komunitas masyarakat untuk mempunyai idealisme. 106 75 Suwendi. dengan penyesuaian.. Sejarah & Pemikiran Pendidikan Islam (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada... pesantren pada gilirannya juga mampu mengembangkan diri. Pesantren bukan hanya mempu bertahan. hlm.. 96-97 Azyumardi Azra. . 2004).73 Azyumardi Azra menjelaskan. Tetapi lebih dari itu. hlm.75 Ibid.

catatan laporan. Menurut mereka. 3 77 Ibid. hlm. Moleong mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung dengan orang-orang tersebut dalam behasannya dan dalam peristilahannya.76 Sejalan dengan definisi tersebut. 3 76 88 . dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variable atau hipotesis. J Moleong mendefinisikan Metodologi Kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa katakata tulisan atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosda Karya.. tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan. J. pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistic (utuh). Krik dan Miller yang dikutip oleh Lexy.BAB III METODE PENELITIAN A. Jadi. Bogdan dan Taylor yang dikutip oleh Lexi. yang berasal dari wawancara. hlm. dokumen dan lain-lain) atau penelitian yang di dalamnya mengutamakan untuk pendiskripsian sacara analisis sesuatu peristiwa atau proses Lexy J Moleong. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif. 2000).77 Deskriptif Kualitatif adalah penelitian yang data-datanya berupa katakata (bukan angka-angka.

Ia sekaligus merupakan perencana.79 Karena penelitian merupakan instrument penelitian dalam penelitian ini. B. pelaksana. maka kehadiran peneliti di lokasi penelitian mutlak diperlukan sesuai dengan prinsip-prinsip penelitian kualitatif. hlm. penafsir data dan pada akhirnya ia jadi pelopor hasil penelitiannya. pertama menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda. cit..78 Penelitian ini digunakan dengan beberapa alasan. analisis. pengumpul data. maka instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data adalah penelitian sendiri. 1989). op. ketiga metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi dan bertujuan untuk menggambarkan realitas empiris sesuai fenomena secara rinci dan tuntas. serta untuk mengungkapkan gejala secara holistic kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Lexi J. Meloeng menyebutkan bahwa penelitian dalam penelitian kualitatif cukup rumit. hal. Moleong. yaitu peneliti harus menciptakan hubungan yang baik dengan subyek penelitian. Kehadiran Peneliti Sesuai dengan pendekatan yang digunakan. 78 79 Nana Sudjana.sebagaimana adanya dalam lingkungan yang alami untuk memperoleh makna yang mendalam dari hakekat proses tersebut. 121 89 . 203 Lexy J. kedua metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden. Metode Statistik (Bandung: Tarsito.

112 Suharsimi Arikunto.. sumber data berupa orang yaitu sumber data yang bisa memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui angket. sumber data berupa tempat yaitu sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak. hlm. P = place. ustadz/ustadza dan santri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. hlm. tepatnya sebelah barat kampus Universitas Pendidikan Indonesia. “sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata atau tindakan. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid yang beralamat di Jalan Gegerkalong Girang 38 Bandung 40153. yaitu: P = person. Suharsimi Arikunto menjelaskan “yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh”81 Pengambilan data yang dilakukan pada beberapa sumber data/subyek dalam penelitian antara lain: pengasuh. Ibid. Sumber Data Menurut Lofland (1984). selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain”80. Prosedur Pendidikan Suatu Pendekatan PrakteK (Jakarta: Rineka Cipta. Untuk mempermudah mengidentifikasi sumber data penulis mengklasifikasikannya menjadi 3 dengan huruf depan p tingkatan dari bahasa Inggris. 2002). 114 81 80 90 . D.C. yang dikutip oleh Moleong.

gerak tari. Observasi (Pengamatan) Metode observasi digunakan apabila seorang peneliti ingin mengetahui secara empirik tentang fenomena obyek yang diamati. Dalam hal ini peeneliti menggunakan teknik Observasi sistematik. misalnya aktivitas. Dengan pengertiannya ini maka “paper” bukan terbatas hanya pada kertas sebagiamana terjemahan dari kata “paper” dalam bahasa Inggris. warna dan lain-lain. wujud benda. gambar. sumber data berupa simbol yaitu sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. Prosedur Pengumpulan Data Untuk mendapatkan data yang akurat. laju kendaraan. tetapi dapat berwujud batu. kegiatan belajar-mengajar dan lain sebagainya. karena di dalamnya memuat faktor-faktor yang telah diatur kategorisasinya lebih dulu dan ciri khusus dari tiap-tiap faktor dalam kategori-kategori itu. misalnya ruangan. kinerja. kayu.Diam. hlm. ritme nyanyian. atau simbol-simbol lain. sajian sinetron. 107 91 . tulang. kelengkapan alat. peneliti menggunakan beberapa metode pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian di lapangan. daun lontar dan sebagianya yang cocok untuk penggunaan metode dokumentasi. P = paper. Bergerak. adapun metode-metode tersebut adalah sebagi berikut: 1.. angka. 82 Ibid.82 E.

Pelaksanaannya dapat dilakuka secara langsung berhadapan dengan yang diwawancarai tetapi dapat pula secara tidak dapat pula secara tidak langsung seperti memberikan daftar pertanyaan untuk dijawab pada kesempatan lain. Moleong.Dalam kasus ini pengamatan memungkinkan pengamat untuk melihat dunia sebagaimana dilihat oleh subjek pada keadaan waktu itu. 132 84 83 92 . Interview (Wawancara) Interview atau wawancara dipergunakna sebagai cara untuk memperoleh data dengan jalan mengadakan wawancara dengan nara sumber atau responden.83 Metode observasi digunakan dalam penelitian untuk memperoleh data tentang situasi umum dari objek yang diteliti. meliputi: letak geografis.. hlm. M dan Djaelani. 2. hlm. sedang menurut Lexy J.. pembentukan pengetahuan yang diketahui bersama baik dari pihaknya maupun dari pihak subjek. cit. Bisri M. 175 Hariwijaya.84 Menurut Suharsimi Arikunto “metode interview adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara (Interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara (interviewwee)”85. nuansa kehidupan. op. 2006). op. Teknik Menulis Skripsi & Thesis (Jogjakarta: Zenith Publisher. “Interview atau wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yaitu percakapan yang dilakukan oleh kedua belah pihak yakni pewawancara yang Lexy J Moleong. 45 85 Suharsimi Arikunto. cit. merasakan apa yang dirasakan dan dihayati oleh subjek sehingga memungkinkan pula peneliti menjadi sumber data. sarana dan prasarana di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. hlm.

mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas petanyaan itu”86 Peneliti disini menggunakan Wawancara Bebas Terpimpin, yaitu kombinasi antara interview bebas dan interview terpimpin. Dimana dalam pelaksanaannya pewawancara membawa buku pedoman yang merupakan garis besarnya saja, selain itu pewawancara juga harus dapat menciptakan suasana santai tapi serius. Dalam hal ini peneliti mewawancarai Pengasuh, Pengurus, Ustadz/Ustadzah, santri di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, serta informan lain yang terkait dengan masalah yang dibahas. 3. Dokumentasi Metode dokumentasi adalah metode penelitian untuk memperoleh keterangan dengan cara memeriksa dan mencatat laporan. Menurut Suharsimi Arikunto, “metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, rapat dan sebagainya”87 Dalam metode dokumentasi, data yang diperuntukan adalah: a. Sejarah berdirinya Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. b. Struktur organisasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. c. Data-data tentang penerapan Manajemen Qolbu di Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung. d. Dan lain-lain yang berkenaan dengan penelitian ini.

86 87

Lexy J Moleong, op. cit., hlm. 186 Suharsimi Arikunto, op. cit., hlm. 206

93

F. Analisis Data Setelah data yang diperoleh sudah terkumpul maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis atau pengolahan data. Menurut Moleong, bahwa analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data.88 Dalam hal ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif yang sebagian besar berasal dari catatan pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Kemudian catatan tersebut di analisis untuk memperoleh tema dan pola-pola yang dideskripsikan dan diilustrasikan dengan contoh-contoh, termasuk kutipan-kutipan dan rangkuman dari dokumen. Menurut Meleong, dalam Metodologi Penelitian Kualitatif menyatakan bahwa proses analisis data penelitian kualitatif adalah: 1. Mencatat yang menghasilkan catatan lapangan, dengan hal itu, diberi kode agar sumber datanya tetap dapat ditelusuri. 2. Mengumpulkan, memilah-milah, mengklasifikasikan, mensintesiskan, membuat ikhtisar dan membuat indeksnya. 3. Berpikir, dengan jalan membuat agar kategori data itu mempunyai makna, mencari dan menemukan pola dan hubungan-hubungan dan membuat temuan-temuan umum.89

88 89

Lexy J Moleong, op .cit., hlm. 208 Ibid,. hlm. 248

94

Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif eksploratif. Penelitian deskriptif eksploratif bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena.90 Dalam hal ini peneliti hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan keadaan sesuatu. Teknik ini penulis gunakan untuk menggambarkan, menuturkan, menafsirkan serta menguraikan data yang bersifat kualitatif yang penulis peroleh dari metode pengumpulan data. G. Pengecekan Keabsahan Data Untuk menguji validitas data atau keabsahan data, disini peneliti menggunakan metode Triangulasi. Menurut Moleong bahwa metode ini adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.91 Adapun teknik yang digunakan oleh peneliti adalah Triangulasi dengan Metode, menurut Patton (1987) yang dikutip oleh Lexy, J Moleong terdapat dua strategi yaitu pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data, pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama.92 H. Tahap-Tahap Penelitian Penelitian ini dilakukan melalui 3 tahapan, yaitu: 1. Tahap Pra Lapangan terdiri dari: a. Menyusun rancangan penelitian b. Memilih lapangan penelitian
90 91

Suharsimi Arikunto, op. cit., hlm. 183 Lexy J Moleong, op. cit., hlm. 330 92 Ibid., .hlm. 127-148

95

Mengurus perizinan d.. Memahami latar penelitian dan persiapan diri b. Persoalan etika penelitian 2. 27-148 96 . cit. Mamasuki lapangan c.c. Menyiapkan perlengkapan penelitian g. Menyajikan data dalam bentuk deskripsi b. Tahap pekerjaan lapangan terdiri dari: a. Menjajaki dan menilai lapangan e. Tahap akhir penelitian terdiri dari: a. Menganalisis data sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai93 93 Lexy J Moleong. Memilih dan memanfaatkan informan f. hlm. op. Berperan serta sambil mengumpulkan data 3.

Djunaedi di Garut dan K. Aa Gym pertama kali melaksanakan ibadah haji.BAB IV HASIL PENELITIAN A. maka pada tanggal 4 September 1990 berdirilah secara 97 . Setelah selanjutnya menyadari akan keterbatasan pengetahuan. Diawali dengan perjuangan yang cukup berat. hampir pada setiap tahun berikutnya Aa Gym mendampingi jama’ah berangkat haji.H. Sejak tahun 1989. Alhamdulillah Aa Gym dengan ketekunan sedikit demi sedikit hasilnya dapat dilihat. ketika seorang pemuda bernama Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) merintis usaha wiraswasta dalam wadah KMIW (Kelompok Mahasiswa Islam Wiraswasta) yang sebagian hasil usahanya digunakan untuk menopang kegiatan pengajian rutin yang dipimpinnya. sehingga tempat yang ada yaitu di rumah Aa Gym sendiri tidak memungkinkan lagi.H. Untuk memfasilitasinya. Khoer Affandi di Tasikmalaya. Latar Belakang Objek 1. Pada tahun 1988. Setelah itu. wirausaha yang dirintis Aa Gym ini semakin hari semakin berkembang seiring dengan semakin banyaknya jama’ah yang datang ke pengajian rutin asuhannya. Sejarah Daarut Tauhiid Sejarah Daarut Tauhiid (DT) berawal pada tahun 1987. akhirnya Aa Gym memutuskan untuk menambah ilmu khususnya ilmu agama Islam di berbagai pesantren diantaranya K.

Masjid DT sering disebut masjid seribu tangan. sebab dibangun secara gotong royong oleh ribuan masyarakat sekitar dan jama’ah Daarut Tauhiid (DT). Di tahun 1993 Daarut Tauhiid (DT) terus berupaya mengembangkan organisasinya dengan melakukan pembebasan tanah dan bangunan yang diikuti dengan pembangunan sebuah masjid permanen berlantai tiga. Bagai musafir kehausan di tengah padang. 38 Bandung. 98 .resmi Yayasan Daarut Tauhiid (DT) yang beralamat di Jalan Gegerkalong Girang No. Astra Mitra Ventura. saat itu pula Pak Palgunadi T Setyawan merasa tertarik untuk ikut andil dalam pengembangan Pesantren Daarut Tauhiid. Lokasi Baru ini semula adalah sebuah rumah kontrakan sederhana dengan 20 kamar yang sebelumnya dipakai sebagai tempat pondokan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung. Saat-saat penuh tantangan bagi Daarut Tauhiid (DT) dalam merintis da’wah adalah ketika menempati lokasi baru tersebut. Ketika itu Aa Gym berkesempatan untuk memberikan ceramah di PT. hari demi hari pengajian di lokasi baru ini semakin banyak dihadiri khalayak yang rindu akan siraman penyejuk qolbu. Untuk menopang laju dan gerak dakwah Islamiyah di Daarut Tauhiid (DT). tahun selanjutnya (1994) berdiri Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN-DT). Aa Gym dapat membebaskan tanah gedung pesantren atas bantuan Bapak Palgunadi T Setyawan dari Astra Mitra Ventura.

Sebuah sarana dakwah lain kembali hadir di Pesantren Daarut Tauhiid. Telkom Corporate Office.7 FM). Diantara programnya adalah kerjasama pendidikan dan pelatihan Manajemen Qolbu (MQ) untuk para eksekutif. PT. Diantara perusahaan yang pernah mengikuti pelatihan MQ ini adalah Bank Muamalat Indonesia Cabang Bandung. Menjelang detik-detik akhir penghujung tahun diresmikanlah sebuah Pondokan atau Cottage yang asri Daarul Jannah. Di tahun 1998 pula. seakan tidak henti-hentinya karunia Allah yang harus disyukuri. PLN. Radio Ummat yang dibangun dari hasil Kencleng Ummat pendengar siaran Manajemen Qolbu (MQ) pagi yang disiarkan tahun 1999 atas kerja sama dengan Stasiun Radio Paramuda 93. PT. Bersamaan dengan berkembangnya aktivitas perekonomian. Telkom Divre III Jabar. Persero dan perusahaan lainnya. Gedung yang cukup representatif ini dipergunakan untuk kantor beberapa unit usaha seperti BMT (Baitul Mal Wat Tamwil). Bank Bukopin. sarana dakwah dan perekonomian menjadi semakin lengkap dengan didirikannya gedung KOPONTREN-DT berlantai empat persis diseberang masjid. dibukanya lembaga Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT) DT pada tanggal 7 Desember 1997. Bank Indonesia. Super Mini Market. Kereta Api Indonesia (KAI).9 99 . aktivitas pendidikan pun ikut aktif dengan berbagai programnya.Menjelang akhir 1997. diantaranya adalah dengan dimulainya program Pendidikan Santri Beasiswa tahun 1995. PT. ialah Stasiun Radio 1026 AM (sekarang 102. staff dan karyawan berbagai perusahaan swasta. Warung Telekomunikasi dan lain-lain.

hlm. tepatnya tanggal 9 Desember 1999. Berdasarkan data. Dan kemudian dibekukan pada awal April 2003 dikarenakan permasalahan kualitas radio yang berfrekuensi AM. 38 Bandung 40154.94 2.FM. 94 Buku Panduan Santri Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren Daarut Tauhiid. Stuktur Organisasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid adalah milik umat sehingga tidak boleh terikat pada figur seseorang. Radio Ummat pertama kali mengudara (On Air) pada bulan Ramadhan 1420 H. sebelah utara Pondok Pesantren Daarut Tauhiid adalah kampus UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). 13-14 100 . Menurut letak geografisnya Pondok Pesantren Daarut Tauhiid berada di bagian selatan kota Bandung tepatnya di jalan Gegerkalong Girang No. disamping masalah aspek legal yang belum terselesaikan dan mengalihkan aktivitasnya ke Radio MQ FM. Operasional organisasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid dijalankan bersama yaitu Aa Gym hanya sabagai pendiri sekaligus pembina dan dibawah itu Aa Gym menyerahkan kepada santri atau pengurus sehingga memungkinkan santri untuk kreatif mengelola pesantren secara mandiri. 3.202 M2 dan luas bangunan masjid (587. Letak Geografis Letak geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah berdasarkan kenyataan permukaan bumi. perkembangan Daarut Tauhiid (DT) Bandung dapat digambarkan sebagai berikut: luas tanah 22.50 M2).

akan tetapi terdapat lembaga-lembaga yang ada di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid antara lain: a. MQ Corporation yaitu PT Pesantren Daarut Tauhiid Bisnis yang disertai dengan dakwah diantaranya: 1) MQTV 2) MQ FM 3) MQS (Mutiara Qolbun Saliim) 4) MQ Guest House 5) MQ Consumer Goods 6) MQ Cafe 7) MQ Tours & Travel 8) MQ Multimedia c. diantaranya: 1) Santri Mukim: a) Akhlak Plus Wirausaha (APW) b) Dauroh Qolbiyah c) Dauroh Quraniyah d) Pesantren Kilat e) Program Pesantren Mahasiswa (PPM) f) Pesantren Muslimah Teladan (PMT) g) Pesantren Karya 101 . Yayasan Pesantren Daarut Tauhiid Pesantren atau badan wakaf dengan dakwah dan pendidikan non formal atau kesantrian. Yayasan Eco-Pesantren Daarut Tauhiid Pendidikan formal yaitu TK Khas Daarut Tauhiid b.Aktifitas di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid ini tidak hanya mengelola Pondok Pesantren saja.

tanggal 28 November 2008 95 102 . Kopontren Daarut Tauhiid Badan usaha koperasi atau ekonomi kerakyatan. Dalam pengembangannya Pondok Pesantren Daarut Tauhiid juga didukung oleh para santri sendiri dan para wali santri 95 4. Tujuan dan Strategi a. Kepala Bagian Kelembagaan & Litbang Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. devisi usahanya antara lain: 1) Super Mini Market (SMM) 2) Lembaga Keuangan Syariah BMT (Baitul Maal wa Tamwil) 3) Cottage & Cafétaria Daarul Jannah 4) Handycraft 5) Lembaga Pendidikan & Pelatihan Ekonomi Syariah (LP2ES) 6) Global Service Provider e. pertolongan dan tujuan dalam beramal shaleh. Misi. Visi 1) Ahli Dzikir Menjadikan Allah sebagai tumpuan kerinduan. harapan. Visi.2) Santri Non Mukim: a) Santri Siap Guna (SSG) d. Wawancara dengan Fredy Rizaldi. Penguruslah dengan berbagai job deskripsinya mereka memahami keadaan santri lebih mendalam. sehingga apapun yang terjadi tidak akan mengurangi keyakinan dan selalu ridha pada ketentuan-Nya. Gemanusa yaitu perhimpunan atau perkumpulan gerakan moral Pengurus berperan penting dan merupakan tangan kanan pendiri karena pendiri tidak terjun sendiri dan tidak mengetahui keadaan santri dari sekian banyak santrinya.

penggelora semangat. solutif dan aplikatif b) Mengutamakan nilai-nilai Islam yang rahmatan lilalamiin 2) Bidang Pendidikan: a) Menyelenggarakan pendidikan yang berbasis ma’rifatullah.2) Ahli Fikir Mengoptimalkan kemampuan berfikir. bertafakur dan bertadabbur dalam menggali hakekat kebenaran. 3) Ahli Ikhtiar Mengoptimalkan daya upaya dan ikhtiar yang diridhai Allah. efektif dan tepat dalam mengatasi berbagai tantangan dan masalah. pendidikan dan pelatihan serta pembinaan 2) Mengarahkan aktifitas organisasi menuju pesantren kota. Bandung bermartabat 3) Memajukan perekonomian DT dengan menumbuhkembangkan jiwa entrepreneurship. produk dan jasa 4) Mencetak SDM yang siap berkarya dengan etos kerja yang optimal. penyejuk hati. Misi 1) Menjadikan konsep manajemen qolbu sebagai konsep perubahan sikap. lingkungan barokah. mengungkap hikmah yang tersembunyi. b. Tujuan 1) Bidang Dakwah: a) Mengembangkan metoda dakwah yang segar. pendidikan dan pelatihan serta pembinaan c. sehingga diharapkan akan muncul manusia-manusia unggul yang selalu berkarya dengan diiringi sikap amar ma’ruf nahi mungkar. potensi diri dan lingkungan sehingga diharapkan muncul sikap yang arif. leadership dan entrepreneurship 103 .

Daarut Tauhid memang dimaksudkan untuk mengincar segmen masyarakat perkotaan yang ingin memperdalam ilmu agama. Sebagai pesantren yang berada di tengah kota. disertai dengan ikhtiar. Sebuah metode yang mengajak jamaahnya untuk mampu menseleraskan olah pikir. 4) Bidang Ekonomi Syariah: Membangun model pengembangan ekonomi syariah yang mengutamakan kemaslahatan bagi masyarakat. sangat amanah (penuh tanggung jawab). ridho. d. Pola Kepemimpinan Pola kepamimpinan yang diterapkan oleh Aa Gym adalah dengan mencontoh kepemimpinan Nabi Muhammad yang sangat siddiq (benar dalam tekad dan sikap). tawakal. olah hati dan olah tindakan (dzikir). Strategi Strategi yang dikedepankan oleh Daarut Tauhid dikenal dengan sebutan "Manajemen Qalbu". Untuk kemudian mengisinya dengan nilai-nilai ruhani Islam seperti sabar. 5. jujur.b) Menyelenggarakan pelatihan pengembangan diri yang berbasiskan Manajemen Qolbu c) Menyelenggarakan pendidikan formal berjenjang dari TK sampai Perguruan Tinggi yang berorientasi pada kemandirian 3) Bidang Sosial: Memberdayakan potensi masyarakat dengan mendirikan Lembaga Pengelola Zakat nasional yang mensucikan dan memberdayakan. Intinya adalah memenej dan memelihara kebeningan hati dengan cara mengenal Allah lebih mendalam (dengan amalan/dzikir). fathonah (sangat 104 . Abdullah Gymnastiar. konsep yang digelontorkan oleh KH. ikhlas.

disebut keterampila memimpin karena manusia akan berkembang dan tumbuh kemampuan memimpinnya jika yang bersangkutan secara konsisten terus menerus belajar dan berlatih untuk bias memimpin dengan baik. hasilnya akan menjadi pemimpin yang buruk bahkan berbahaya. Dengan kata lain. Dengan demikian.cerdas dan profesional). tuturkata. Pemimpin sejati harus diawali dengan kegigihan memimpin dirinya sendiri. sesudah itu memimpin keluarga merupakan prioritas pula agar menjadi suri teladan bagi masyarakat yang dipimpinnya. 105 . Kepemimpinan yang baik harus memiliki keterampilan membangun visi kedepan. pendengaran. amarah dan syahwat. walaupun berkata apabila tidak disertai ilmu dan pelatihan yang benar serta konsisten. Pemimpin sejati jelajahnya ada di hati yang dipimpin. serta tabligh (memiliki kemampuan komunikasi yang andal) akan mengantarkan seorang pemimpin efektif menjadi kemuliaan dunia akhirat. keinginan. hawa nafsu. Mengendalikan pandangan. dan akan ditayangkan tentang kepemimpinannya” (al-hadits). Sabda Nabi Muhammad saw “Setiap di antaramu adalah pemimpin. mengatur strategi dengan baik membaca dan mensinergikan aneka potensi serta memotivasi diri maupun yang dipimpinnya untuk mencapai hasil yang dicita-citakan. Artinya kesadaran untuk memiliki keterampilan adalah satu hal yang standar harus dimiliki oleh setiap manusia. yang mengikuti akan dengan tulus berjuang dan berkorban untuk menggapai tujuan mulia yang diharapkan bersama.

Kebeningan hati diawali dengan pembersihan hati. Kebeningan hati menciptakan kedamaian dan kebersamaan. maka inilah yang akan kena di hati orangorang yang dipimpin bukannya diposisikan sebagai “raja”.96 B. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kaulitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung Penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu yang diterapkan di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung adalah sebagai berikut: a. biaya dan pikiran dengan tulus. Lalu bagaimana kiat menuju kebeningan hati itu? Ikhtiar pembersihan hati harus dimulai dengan upaya memahami diri dan orang lain. 2006). Posisi yang lebih banyak berbuat. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa sumber dari kiat mengelola qolbu (manajemen qolbu) adalah pengenalan diri. Kunci memimpin orang lain adalah dengan meposisikan diri sebagai teladan dan sebelum menyuruh orang lain. Abdullah Gymnastiar. Penyajian Data 1. Aa Gym Apa Adanya Sebuah Qolbugrafi (Bandung: Khas MQ. berkorban waktu. tenaga. Tanpa pemahaman dan pengenalan yang mendalam mustahil bisa terhindar dari kotoran hati. hlm. Pengenalan Diri Sungguh betapa indah hidup dengan bening hati. serta menjadi “pelayan bagi masyarakat”. 144-145 96 106 .Kegagalan membangun keluarga yang baik akan melemahkan wibawa kepemimpinannya.

tentu memulainya dari kedalaman diri sandiri. dari kedalaman qolbu atau apa yang disebut nurani.97 Abdullah Gymnastiar. demikianlah sebuah ungkapan tentang pengenalan dan potensi diri. bisa terjadi pada suatu masa mereka melakukan perbuatan maksiat dan keji sementara mereka merasa melakukannya tanpa sandar. tentunya akan bisa mengendalikan diri begitu mengenalnya secara mendalam. Artinya jika kita memikirkan diri kita ini tidaklah berguna. Untuk mengenal diri. Lalu. Jagalah Hati Step by Step Manajemen Qolbu (Bandung: Khas MQ.Seseorang yang mampu mengendalikan perasaan (emosinya) adalah orang yang bisa memahami siapa dirinya. 2-3 97 107 . Jadi. bening dan jernih isnya Allah bisa memperlihatkan kebersihan. kita pun memadamkan potensi-potensi positif yang ada pada diri kita karena kita sudah menata hati dan pikiran ke arah negatif. Inilah yang sering dikenal dengan upaya introspeksi diri (muhasabah). Dengan demikian. Orang-orang yang terkadang tidak mampu mengendalikan dirinya. 1) Cermati Potensi Diri Anda adalah apa yang Anda pikirkan. kebeningan dan kejernihan pada diri seseorang. ketidakbergunaan itulah yang akan tetap menjadi cap diri kita. 2006). Hati bisa memperlihatkan secara jelas siapa diri seseorang dan bagaimana watak seseorang. hlm. Hati yang bersih. itu karena mereka merasa asing dengan dirinya sendiri. Kunci pemahaman diri terletak pada hati.

Untuk itu. mulailah berhubungan secara harmonis dengan saudara. 108 .Utamanya bisa mengenali potensi diri melalui hubungan dengan orang lain. Cara paling praktis dalam upaya pengenalan diri ini adalah melalui hubungan yang harmonis dengan lingkungan terdekat. kita harus berprasangka baik (husnudzan) tentang apa yang orang lain katakan terhadap diri kita karena merekalah yang mungkin lebih objektif melihat potensi-potensi dalam diri kita. Namun. setelah keluarga. teman. Hubungan dengan orang lain akan memungkinkan munculnya kritik. yaitu keluarga. Mungkin di sini akan terasa lebih berat karena keterbukaan kita akan mengalirkan kritik yang lebih hebat lagi. yakinlah bahwa proses ini akan lebih membuat perkembangan emosi semakin baik dari hari ke hari. tetangga atau orang di dalam lingkungan pekerjaan. Artinya. kita pun mengembangkan sikap terbuka terhadap kritik yang datang dari luar diri kita.

Interaksi Harmonis dengan keluarga (Lingkungan Terkecil)

Mengembangkan Sikap Terbuka

Besar Hati Menuai Kritik Kuat Hati Menenrima Pujian

Potensi Negatif: • • • • • • • • Sombong Pelit senyum Cuek Kurang pergaulan Kikir Mau menang sendiri Tidak percaya diri Penaku

Potensi Positif: • • • • • • • • Rendah hati Murah senyum Empatik Banyak teman Dermawan Mau mengalah Percaya diri Pemberani

Gambar 4.2 Langkah Praktis Pengenalan diri

109

Kritik adalah senjata ampuh untuk mengenal lebih jauh kelemahan diri. Alergi terhadap kritik berarti akan membuat tumbuh suburnya potensi negatif pada diri. Upaya-upaya memperbaiki diri akan lebih efektif jika menngerakkan segenap potensi positif dalam diri. Tentu dengan syarat bahwa telah mengetahui adanya kelmahankelemahan pada diri. Potensi untuk memperbaiki diri hanya bisa digerakkan dengan niat yang tulus.98 Kebaikan pada diri bisa dilihat secara kasat mata melalui jasad dan akal. Potensi jasad dan akal yang tampak lahiriah sebenarnya digerakkan oleh potensi hati atau qolbu. Jadi, qolbu yang bersih akan menampakkan fisik dan pikiran yang bersih pula. Jasad dan akal hanya akan menuju pada suatu kebaikan jika dikendalikan oleh qolbu yang bersih yang membuat perbuatan diri menjadi bernilai dan berkualitas. 2) Fokuskan pada Diri Sendiri Kebaikan bisa dicontohkan atau ditularkan dari atau kepada orang lain. Namun, kebaikan akan menjadi efektif marasuk pada diri mankala berpangkal pada diri kita sendiri. Ungkapan yang cocok dengan ini bahwa ”Uruslah diri sendiri sebelum mengurus orang lain. Perbaikilah diri sendiri sebelum memperbaiki orang lain.

Bersihkanlah diri sendiri sebelum membersihkan orang lain”.99

98 99

Ibid., hlm. 4-6 Ibid., hlm. 10

110

Jika ingin melihat kebaikan pada diri orang lain, harus memulainya dari diri pribadi. Seperti halnya jika ingin efektif mendidik anak sendiri, harus menunjukan sikap yang baik. Bagaimana mungkin kita melarang anak untuk merokok, padahal sehari-hari kita merokok di depan mereka? Hal demikianlah yang justru membuat hidup kita menjadi lebih hina karena perbuatan tidak sesuai dengan ucapan dan hati kita. Kita akan menjadi bahan cemoohan. Keinginan kuat atau kerinduan melihat sebuah kebaikan agar terjadi dilingkungan kita akan memotivasi diri untuk menebarkan kebaikan dari dalam diri kita. Kita tidak akan sungkan melakukan pembersihan jika melihat kekotoran di sekeliling. Kita dengan senang hati menciptakan suasana yang membuat orang lain berbahagia, apakah itu tersenyum, menolong dan berupaya memberikan solusi. Pada akhirnya, akan terkondisikan keadaan yang dalam hal ini diri kita menjadi pusat kebaikan dan solusi bagi orang-orang di sekeliling kita. Kehadiran diri kita menjadi buah kerinduan bagi orang-orang yang mendambakan kedamaian dan motivasi, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. 3) Ubahlah Persepsi Persepsi adalah cara pandang terhadap potensi-potensi diri kita. Karena itu, jika kita mempersepsikan diri kita selalu gagal dan tidak bisa diperbaiki, sampai kapan pun kita tidak akan pernah sukses.

111

harus ada persepsi bahwa kita bisa menjadi lebih baik. b. Qolbu akan menuju kepada Allah Swt. akan berbicara bahwa pada dasarnya manusia memiliki sisi baik. Upaya keras kita mengenali dan mengendalikan diri juga memerlukan tekad yang kuat. Tekad ini harus dijaga agar terus berkorban dan tidak padam.Perubahan persepsi ini memang teramat penting. kita bisa menjadi sukses dan Allah Swt senantiasa akan menolong hamba-Nya yang tulus bermunajat kepada-Nya. seseorang akan efektif mengubah persepsinya jika dapat menggunakan sarana qolbunya. Pembersihan Hati Sebenarnya sukses itu tidak berjuang. Upaya keras ini memerrlukan tekad. sebenarnya seseorang itu telah ditawari untuk maraih sukses berikutnya lewat upaya lebih keras dan lebih tinggi dari pada sebelumnya. Dengan kata lain. 112 . Jadi. Dalam konsep manajemen qolbu pengubahan persepsi harus dimulai dengan mengukurnya pada kedalamn hati (nurani). Tekad inilah yang nantinya menjadi jala bagi kita untuk mulai membersihkan hati karena masa antara mengenali dan mengendalikan diri adalah membersihkan hati dulu. Sukses adalah sesuatu yang tidak hakiki. Manakala seseorang disebut telah meraih sukses. Manusia bisa mengubah dirinya menuju kebaikan jika ia menghidupkan sisi baik dan mematikan sisi buruknya.

1) Kunci kedua ”Ilmu” memahami diri Seseorang bisa membersihkan hati apabila dia terus-menurus memperbaiki keadaan dirinya yang dirasakan memiliki banyak kekurangan. tiap menit. apakah selama ini kita sudah menyediakan waktu untuk mengevaluasi diri? 113 . tentu kita bisa memetakan waktu tiap jam. 2) Kunci ketiga rajin mengevaluasi diri Dalam konsep manajemen waktu ada istilah pemetaan dan pembagian waktu. Tekad menjadi kunci untuk menggerakkan sesuatu dan tekad juga menjadi kunci terciptanya sikap istiqomah dalam perilaku. puncak kesuksesan bermuara pada kebersihan hati dan wahana pembersihan hati adalah tekad (niat) yang kuat. Jadi. Jika kita hidup dalam 24 jam sehari.Kesuksesan dalam konsep manajemen qolbu adalah bagaimana kita secara istiqomah dapat terus melakukan pembersihan hati sepanjang kehidupan. Dari pemetaan tersebut. Semakin keras upaya-upaya yang dilakukan seseorang untuk menelusuri siapa dirinya. Dari sinilah kemudian lahir apa yang menjadi tahapan ketiga upaya membersihkan hati. bahkan tiap detiknya. Kita harus ingat bahwa kunci keberhasilan agar kita bisa bertemu dengan Allah Saw adalah kebersihan hati atau qolbun saliim. tentulah tekad untuk memperbaiki diri semakin besar pula kadar ilmu pemahaman diri yang dimiliki. Ilmu memahi diri ini berbanding lurus dengan tekad.

Sehari-hari kita menghadapi berbagai sifat dan watak orang. dari situ kita lalu berpikir: “Wah. sama halnya dengan upaya memahami diri kita dapat menjelma menjadi upaya pengendalian diri. 3) Kunci keempat biarkan orang lain menilai kita Tahapan keempat pembersihan hati adalah upaya membuka diri terhadap kritik yang datang dari luar diri kita. bener saya ini sombong” atau “Ah. otak kita akan merespon apa itu sombong dan apa yang menyebabkan saya sombong. rasanya saya biasa saja. termasuk merasakan watak diri kita sendiri. 100 Ibid. Kita bisa terus membersihkan hati jika tahu ilmunya. Dengan kriteria itulah kita mengetahui hakikat sombong dan apa akibatnya. Lalu hati kita pun diajak berdialog: “Benarkah saya sombong?” proses itu terjadi karena kita sudah mengenal kriteria (ilmu) kesombongan. benarkah apa yang kita lakukan bukan merupakan kesombongan?100 Jadi. hlm. Kita akan bisa mengukur diri kita sombong atau tidak dengan ciri-ciri yang kita kenali. apakah bisa kita menahan kesombongan itu? Jika kita merasa tidak sombong. Seseorang akan dengan lapang dada menerima ketidak senengan dan keraguan orang lain terhadap dirinya.. Jika kita sombong. Jika orang lain menghujat ataupun menegur kita yang sombong. tidak sombong”. Proses berpikir ini biasa disebut tafakur. 16-17 114 . Di sinilah seseorang bisa mempraktikan kebesara hati yang dimilikinya.

. Misalnya. Sifat orang akan bermanfaat sebagai cermin jika kita mengenakan ukuran-ukuran sifat itu kepada diri kita sendiri. yang akan bermanfaat bagi kita adalah 101 Ibid. sombong betul orang itu”. jika kita melihat seseorang menunjukkan kesombongannya. cermin adalah orang-orang di sekitar kita. akan tercipta suatu pengondisian agar kita selalu menjaga perilaku karena ada yang mengawasi. terbuka dan jujur agar proses pembersihan hati berlanjut dengan efektif”. Bukankah hal ini sangat menguntungkan bagi pengembangan diri kita? ”Upayakan membicarakan perilaku di tengah keluarga hendaknya dilakukan secara akrab. serta istri atau suami. hlm. misalnya orang tua. 19 115 . baik yang kenal akrab maupun yang belum kita kenal. Alhasil. Apabila di dalam keluarga ini kemudian berhasil dalam evaluasi diri itu berlangsung secara nyata perkembangan diri kita. ”orang itu sombong”.101 4) Kunci kelima bercermin pada prilaku orang lain Dalam kehidupan dan perilaku sehari-hari. adik. atau kemudian apakah keadaan sombong itu kita kembalikan kepada diri kita? Tentulah tidak ada gunanya apabila kita hanya mengatakan bahwa. lantas diri kita hanya bisa berkata ”Ah.Cara efektif untuk menjadi besar hati dan melapangkan dada adalah dengan menerima atau mencari tahu kelemahan diri dari orangorang terdekat kita. Allah menciptakan berbagai orang dengan berbagai sifat sebagai cermin bagi kita. kakak. bahkan bisa pula meminta penilaian dari anak-anak kita.

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa sumber pengendalian diri adalah kita harus mengenal diri kita dahulu dan berupaya membersihkan hati terlebih dahulu. Syariatnya. kemudian 116 . Karena itu. Misalnya. Kita menjadikan hidup ini lebih efektif dengan mempelajari perilaku orangorang di sekitar kita untuk memperbaiki diri. bukan musuh kita.jika kesombongan yang terjadi di dalam diri kita adalah jika kesombongan yang terjadi di dalam diri orang lain itu kita kendalikan agar kita tidak menjadi sombong. kecuali karena diri kita sendiri. ada orang yang katakatanya gampang menyakiti orang lain. melainkan diri kita sendiri. pengendalian diri adalah fardhu a’in sifatnya jihadun nafs adalah prioritas utama. Hidup kita akan menjadi efektif jika kita tidak memberikan komentar atas orang itu dan kita berupaya saja terhindar agar tidak menjadi orang seperti itu. Ibaratnya jika seorang supir. Pengendalian diri memang memerlukan keterampilan prima. bahkan hal ini lebih efektif dari pada sekedar membaca buku tentang pengembangan diri yang lebih banyak dimuat teori. Pengendalian Diri Siapa sebenarnya yang paling diwaspadai dalam kehidupan kita? Bukan orang lain. Bahkan hal ini ditegaskan oleh Rasulullah saw bahwa jihad akbar adalah jihad melawan diri sendiri. c. kita tidak akan celaka. Sebenarnya perilaku orang-orang di sekitar kita bisa menjadi percepatan pembelajaran bagi kita untuk membersihkan hati.

kita bisa mengendarainya jika kita sudah mengenal sangat baik dan kondisinya prima. Padahal. 1) Mengelola perasaan Perasaan atau diri itu ibarat kuda liar. Karena itu. Jika kita tidak bisa menaklukannya. Allah Swt dan rasul- 117 . setan begitu membenci orang yang sebenarnya bisa marah. melainkan malah tersiksa olehnya. Namun. bukannya bisa mengendarainya dengan enak. tetapi tidak mau marah. amarah bisa menjadi media efektif bagi setan untuk menunggangi kita sehingga kita tunduk kepadanya dengan meledakan amarah. Rasa marah bisa terkontrol jika kita meyakini bahwa hal itu tiada berguna sama sekali. Karena itu. kita pun akan terpelanting dibuatnya. Berikut ini perasaan-perasaan yang memerlukan pengendalian diri oleh kita: a) Amarah Allah Swt menganugrahkan rasa marah bagi kita guna mengekspresikan perasaan hati. setan tentu tidak bisa berbuat apa-apa. Ada berbagai perasaan yang berhubungan dengan hawa nafsu yang perlu kita kendalikan agar kita tidak dirugikan olehnya. Amarah itu memang suasana hati yang paling sulit dikendalikan. Namun. Perasaan ini jika tidak dikendalikan akan menggumpal menjadi amratul qulub (penyakit hati). jika saja nafsu amarah tidak ada. sebaliknya jika tidak akrab dengan mobil tersebut.ditugasi menyetir mobil ber-cc tinggi.

mengumpat dan mengobrol yang tiada guna. Banyak sekali yang termasuk bahaya lisan itu. sederhanakan persoalannya jangan diperuncing dan persingkat kemarahannya. Kebersihan lisan harus disertai oleh kebersihan hati. Jika harus terjadi. hendaklah ia berbaring ” (HR. Abu Dzar). pilihlah kata-kata yang tidak menyakitkan hati. b) Ucapan Mulutmu adalah harimaumu yang akan menerkam kepalamu. Tanpa adanya kebersihan hati. Damapak negatif dari marah salah satunya menghasilkan kata dan perilaku yang keji. Namun. kita tidak akan bisa menghasilkan kata-kata ataupun kalimat-kalimat yang berisi dan berkualitas. dalam haditsnya yaitu ”Jika seorang di antaramu marah ketika sedang berdiri. menggunjing (ghibah). Tentu saja perbuatan ini akan menghancurkan hubungan baik di lingkungan mana pun. jika kemarahan belum mereda. yang terpenting juga jangan sungkan meminta maaf setelah marah. segeralah ia duduk. di antaranya berbohong.Nya sudah memperingatkan kita tentang dampak negatif dari amarah. Inilah pepatah lama yang maksudnya betapa bahaya ucapan atau lisan kita. 118 . memang ada kalanya kita tidak bisa menahan amarah. yang bisa melukai orang lain. Rasulullah saw memberikan cara praktis untuk mengendalikan amarah.

”bahwa tiap lisan yang dikeluarkan pastilah membawa corak bentuk hati yang mengeluarkannya”. hlm. kita perlu kemampuan menahan lisan dengan mempertimbangkan akibat-akibat yang menyertainya.. kebohongan. Oleh karena itu. selalu membuatnya gatal ingin bicara. 43 119 . tidak bermakna atau sekedar berkomentar yang tidak perlu. pastilah bersumber dari hati yang kotor. penghinaan. yang rata-rata menyakitkan hati. Tersemburnya caci maki. kita perlu berhati-hati dalam hal lisan. Apa saja yang terlihat di depan matanya ataupun terlintas di pikirannya.Syeikh Ibnu Atha’illah mengatakan. namun bisa melukai perasaan yang mampu membawa perkelahian fisik.102 102 Ibid. terputusnya silaturahmi dan hancurnya sebuah sistem. Lisan memang tidak melukai sacara fisik. sumpah serapah. Di hati yang kotor selalu terselip keinginan untuk mengucapkan lisan yang menyakitkan.

3 Proses Lisan Berkualitas 120 .Keinginan atau niat berbicara Pikirkan secara matang Tanyakan pada hati nurani Tidak penting Penting Apa manfaatnya? Siapa lawan bicara? Diam Adakah unsur ghibah? Bagaimana etikanya? Bagaimana pilihan kayanya? Lisan yang berkualitas Gambar 4.

gemar melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah. maka jangan terlalu berharap memiliki hati yang bersih. tatkala mendapati seseorang tidak baik kelakukannya. Akan tetapi. segera mengerti bahwa manusia itu bukan malaikat. Ini memperlihatkan betapa bahayanya pandangan. Di balik segala kekurangan yang dimiliki orang tersebut pasti ada 121 . Bahagialah orang yang sangat senang melihat kebaikan orang lain. termasuk juga pandangan kita terhadap hal-hal yang kerapkali menggiurkan hati kita. ”lebih baik aku berjalan di belakang singa dari pada berjalan di belakang wanita”.c) Pandangan Mata atau pandangan kita ibarat kamera yang bisa merekam setiap objek dan disimpan dalam memori otak. Karena itu. Namun. Karena itu salah satu kekuatan yang diperlukan oleh orang-orang yang istiqomah menjaga hati adalah menundukan pandangan. Tundukkan pandangan terhadap hal-hal yang menimbulkan nafsu syahwat dan terhadap hal-hal yang menimbulkan keinginan hampa. terutama bagi para ikhwan jika terlarut memandang akhwat. Umar bin Khattab pernah berkata. pandangan lewat mata merupakan virus yang bisa membuta kita terpengaruh untuk kembali mengotori hati. Barang siapa yang ketika di dunia ini tidak mahir menahan pandangan. Pandangan berbahaya tidak terbatas pada soal lawan jenis.

mendengar hal-hal menyenangkan atau menyakitkan. Jika kita mendengar hal-hal yang tidak sepantasnya didengar. itu dapat menimbulkan dendam dan amarah yang mengotori hati. 42 122 . itu membuat hati kita Jika tidak kita tenang dan penasaran yang untuk tidak melontarkannya. 103 Ibid. Makanya beberapa pakar psikologi menganjurkan pada saat bayi di dalam kandungan sebaiknya diperdengarkan kepadanya musikmusik klasik yang berirama lembut dan intelek. fokuskan perhatian kita kepada kebaikannya sehingga bisa tumbuh rasa kasih sayang di hati. Jadi. Tabiat nafsu selalu tidak sebanding antara kesenangan yang didapat dan akibat atau resiko yang diterimanya103 d) Pendengaran Hampir setara fungsi dan dampaknya dengan pandangan dalam memebersihkan dan mengotori hati adalah pendengaran. Ini merupakan kiat pertama menanamkan kecerdasan ruhani pada sang bayi. Coba saja kita dengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an. Dalam Islam tetulah lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang lebih bermakna dari pada musik klasik. tentu itu akan menentramkan hati. hati kita menjadi teduh dan tentram rasanya. jika kita mendengar hal-hal yang baik.kebaikannya.. Sebaliknya. hlm.

Hal-hal yang dapat menurunkan kualitas iman. ada kalanya makanan dijadikan sebagai alat kesombongan untuk pamer. Barang siapa yang ingin memiliki hati yang sehat dan memlihara kebeningannya. seperti tidak sanggup bertahujud. ada orang yang bisa tawakal menerimanya sehingga bisa semakin dekat kapada 123 . Hakikat makan bagi seorang hamba Allah adalah demi menjaga kesehatan tubuhnya dan makanan termasuk rezeki yang dilimpahkan Allah sehingga seseorang bisa menikmati dengan penuh syukur. bisa pula menjadi media pertuturan nafsu. Namun. Namun. hendaknya senantiasa berhati-hati dalam soal makan. kekikiran. Di sinilah makanan tersebut akan menjadi pupuk bagi pertumbuhan hati yang semakin kotor. tumpulnya otak dan tidak terkabulnya do’a terkadang disebabkan perkara makan. tidak khusuk dalam beribadah.e) Selera makan Kegiatan makan termasuk jalan bagi seseorang untuk bisa lebih dekat kapada Allah Swt dan sebaliknya. pelampiasan nafsu dan alat untuk menzalimi orang lain. 2) Mengelola stres Kegelisahan dan kecemasan adalah keadaan tidak mengenakkan yang bisa dialami oleh semua orang. Karena itu. perkuatlah kemampuan atau ketahanan diri terhadap makanan dan Allah serta Rasulullah saw telah menganjurkan senta mencontohkan perilakunya yaitu berpuasa.

Bisa juga karena perilaku buruk anak seperti terlibat narkoba. baik perceraian orang tua maupun pertengkaran orang tua dan anak. Suasana stres dalam keluarga ini berpeluang pula 124 . egois dan mau menang sendiri atau sebaliknya suami merasa cemas manakala melihat istrinya seorang yang pemboros. menipu orang dan menzalimi orang. orang lain. Adapula yang benar-benar tersiksa olehnya sehingga kerapkali menyalahkan lingkungan. Misalnya. Bisa pula karena perilakuperilaku buruk yang ditunjukkan oleh orang tua seperti selingkuh. suka berkata kasar dan menyakitkan. Adapun yang berhubungan dengan kejiwaan biasa disebut depresi. Stres dari keluarga ini bisa juga timbul dari hubungan antara suami dan istri. Keduanya timbul karena banyak hal seperti: a) Keluarga Keluarga bisa menjadi sumber stres manakala tidak memberikan suasana yang kondusif. Stres berhubungan dengan suasana fisik. Istri akan merasa cemas manakala melihat perubahan perilaku suaminya yang kasar. berbuat tidak adil.Allah Awt dan bisa menjaga hatinya dari sifat buruk sangka kepada Allah maupun orang lain. bahkan Allah swt. melawan orang tua atau perbuatan-perbuatan melawan hukum. keluarga yang mengalami perpecahan.

namun manakal ikatan itu putus karena sang pujaan hati memutuskannya ataupun menikah dengan orang lain. menantu. padahal kita tidak mencintai satu pun dari mereka. jenjang karier. Pekerjaan dan karier menjadi peluang bagi mereka untuk mendatangkan stres. serta turunnya omzet atau kerugian bisa membuat stres. Semua ini berpotensi memunculkan ketegangan. Di pihak lain.ditimbulkan oleh orang lain di luar keluarga inti. penghargaan dan hukuman (reward and punishment). Bisa juga karena karier mereka dihambat oleh orang lain atau reputasi hancur karena kesalahan sepele. besan. ipar. Kemudian. seperti mertua. orang-orang yang mendambakan pekerjaan dan masih terus menganggur lama- 125 . kecemasan dan ketakutan akan masa depan kita. beban pekerjaan yang mereka terima tidak sesuai dengan kemampuan ataupun imbalan yang didapatkan. terutama eksekutif di perusahaan. b) Hubungan antar personal Stres bisa diakibatkan hubungan antarpersonal. soal gaji. saat itulah hal yang paling mungkin menimbulkan stres. Misalnya. Selain itu. c) Pekerjaan Kata-kata stres kerapkali dikenalkan kepada pekerja. bisa pula terjadi manakala kita dicintai begitu banyak orang. keponakan dan saudara-saudar lainnya. Sesorang yang kita cintai biasanya begitu memikat hati.

Namun. Polisi. 126 . orang-orang yang kehilangan pekerjaan juga bisa stres.kelamaan bisa mengalami stres. Tetangga yang baik dan ramah bisa mendatangkan kedamaian bagi kita. d) Tetangga Orang terdekat di lingkungan rumah kita adalah tetangga. jika tetangga menjadi sumber keributan. pengadilan dan penjara menjadi sesuatu yang menakutkan karena bisa mencuri kebebasan dan menghancurkan nama baik kita serta keluarga. Seorang yang cacat mungkin saja merasa tersiksa. e) Persoalan hukum Orang-orang yang bersentuhan dengan hukum karena melanggarnya tidak pelak lagi bisa mengalami stres. kemudian mati-matian menyembunyikan kecacatannya. Seorang wanita yang menjelang tua. merasa ketakutan dengan kulitnya yang mulai keriput atau menjadi panik karena memasuki masa menopause. f) Kondisi fisik Ketegangan dan kecemasan bisa datang dari perubahan atau perkembangan fisik. belum lagi kita bisa kehilangan pekerjaan karena persoalan hukum ini. tentulah bisa mendatangkan stres. Penyakit atau cacat tubuh bisa menjadi sumber stres.

Allah memberikan waktu bagi manusia untuk berkiprah di dunia ini. Kelakukan. semuanya pasti memakan waktu. Artinya. ada pula manusia yang sebaliknya hingga menunda-nunda dan menggunakan jalan memutar. kita tidak justru larut pada permasalahan yang mengguncang. namun dipenuhi dengan pikiran tegang104 3) Mengelola waktu Waktu adalah amanah bagi manusia untuk digunakan sebaikbaiknya atau dengan kata lain.. 58 106 Ibid.Kunci menghilangkan stres adalah mendekatkan diri kepada Allah Swt. sikap. Maka. tidak boleh kita melakukannya kecuali jika dipandang berharga dan bermanfaat105 Brikut ini kiat praktis mengelola waktu: a) Biasakan tertib dan teratur b) Selalu terencana c) Biasa dengan data dan informasi akurat d) Sedia perangkat yang memadai e) Jangan menunda dan mengulur waktu f) Selalu tepat waktu g) Biar cepat dan ringkas asal selamat h) Biasakan cek dan ricek i) Waspadai pencuri waktu106 104 105 Ibid.. 50 Ibid. pikiran. hlm. tutur kata dan apa pun yang kita lakukan. Ada manusia memanfaatkan masa itu dengan baik hingga bisa melakukan percepatan dan memanfaatkannya. hlm. hlm. Alangkah ruginya seseorang yang hidup sekali.. 59-62 127 . tetapi mencari pemecahannya dengan memohon kepada Allah Swt. Namun. efektif dan efisien.

Jika demikian. tidak ada alasan bagi kita untuk menundanunda berbuat kebaikan. Gambar 4.‫للا‬ Memberi amanah waktu Tingkatkan keyakinan kita kepada Allah.4 Mengelola Waktu 128 . upayakan input dan output yang kita terima dan hasilkan benar-benar berkualitas dan bermanfaat. Keyakinan kepada Allah akan meningkatkan efektivitas dan efesiensi penggunaan waktu sudahkan mulut digunakan untuk membicarakan yang baik dan bermanfaat? Sudahkah telinga digunakan untuk mendengarkan yang baik dan bermanfaat? Sudahkah mata digunakan untuk melihat dan membaca hal-hal baik serta bermanfaat? Sudahkah hati dan pikiran kita digunakan untuk merasakan dan memikirkan hal-hal yang baik dan bermanfaat? Jadi. Allah Swt adalah sebaik-baik becking (pelindung) hidup kita.

Dari sinilah bermula rasa suka dan sayang orang terhadap kita karena kehadiran kita bisa menyejukkan. 5) Berkomunikasi dan bergaul Komunikasi dalam pergaulan yang hakiki adalah komunikasi dan pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan. orang yang ingin berhasil dalam bergaul harus menata hatinya sehingga menunjukkan tiga gambar fisik yang baik: 129 . Bukankah orang yang paling mulia itu adalah orang yang paling bermanfaat buat yang lainnya? Sungguh tiada berguna orang justru merugikan orang lainnya. Insya Allah seperti ini akan terasa sangat indah dan mengesankan.4) Berempati Empati merupakan kemampuan dan keinginan untuk merasakan apa yang orang lain rasakan. Pergaulan yang penuh rekayasa. menolong dan memberikan solusi-solusi yang berguna. Gambaran suasana hati bisa menjadi gambaran nyata dan eksplisit fisik kita. sifat menolong dan kejernihan pikiran mencari solusi karena kita bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Untuk itu. Berempati termasuk bagian dari kemampuan mengolah hati. topeng dan tipu daya demi kepentingan yang bernilai rendah tidak pernah abadi dan cenderung menjadi masalah. Munculnya kesejukan. melainkan dari nilai manfaat yang ada dari kehadiram kita. baik jangka pendek maupun jangka panjang. Keberuntungan kita bukan diukur dari apa yang kita dapatkan. Berempati memungkinkan sikap kita sebagai manusia bermanfaat buat yang lainnya.

kehadiran kita bisa menjadi pelipur lara bagi orangorang yang sedang bermasalah. Bahkan. Lalu apa yang bisa kita lakukan? a) Hindari penghinaan b) Hindari ikut campur urusan pribadi c) Hindari memotong pembicaraan d) Hindari membanding-bandingkan e) Hindari membela musuh.1) Aku bukan ancaman bagimu Harus ada keyakinan dalam hati bahwa kita tidak menjadi ancaman bagi orang lain. niscaya kita pun tidak akan nyaman berjumpa dengannya. hlm. mencaci teman f) Hindari merusak kebahagiaan g) Hindari mengungkit masa lalu h) Hindari mengambil hak i) Hindari kemarahan j) Hindari menertawakan orang lain k) Hindari penampilan buruk107 2) Aku menyenangkan bagimu Harus ada keinginan dalam hati bahwa kita bisa menyenangkan orang lain. kalau bisa sangat ingin menghindar darinya. a) Wajah yang selalu cerah ceria b) Senyum yang tulus c) Kata-kata yang santun dan lembut 107 Ibid. baik dengan kata maupun sikapnya.. Alhasil. Andaikan kita bertemu dengan orang yang sering menyakiti. Istilahnya kita bukanlah si biang kerok yang selalu menimbulkan kesusahan dan kerugian pada pihak orang lain. 84 130 .

.. Keuntungan lain dari pemberi manfaat ini tentulah menjadi sangat dibutuhkan. disayangi dan dicintai sebagaimana kita pun menncintai orang yang berbuat banyak kebaikan kepada kita. Bagaimana kita bisa meningkatkan manfaat untuk orang lain? a) Rajin bersilaturahmi b) Saling berkirim hadiah c) Menolong dengan apa pun d) Sumbangan ilmu dan pengalaman109 108 109 Ibid. hlm. harus menjadi tekad yang menggebu untuk meraih kedudukan mulia di sisi Allah dengan cara meningkatkan kemampuan kita agar bermanfaat bagi orang lain. hlm. 94 131 .d) Senang menyapa dan megucapkan salam e) Sopan bersikap dan penuh rasa hormat f) Senangkan perasaan orang lain g) Penampilan yang menyenangkan h) Memaafkan kesalahan108 3) Aku bermanfaat bagimu Telah diungkapkan oleh Rasulullah saw bahwa orang paling mulia di antara kita adlah yang paling bermanfaat untuk orang lain. 89 Ibid. Karena itu.

komunikator Mengukurnya dengan hati Lisan Tulisan Gerak tubuh komunikasikan Umpan balik yang menyiratkan gambar fisik komunikator: aku bukan ancaman bagimu aku menyenangkan bagimu aku bermanfaat bagimu Gambar 4.5 Proses Komukasi Berkualitas 132 .

1) Membina kepercayaan diri Perasaan rendah diri akan menjadi sesuatu yang berharga manakala khusus dihadapkan kepada Allah Swt. Namun. sedangkan kita tidak punya pengetahuan apa pun. Pengembangan Diri Sering niat dan tekad menggebu di dalam hati untuk mengubah diri. Hal ini karena kekonsistenan tekad dan niat kita terganggu oleh hal-hal yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Berikut ini upaya-upaya mengembangkan diri setelah melewati proses pengenalan diri dan pembersihan hati. Di 133 . yang mungkin terlambat hanya kesadaran kita memahami bahwa kita ini sebenarnya bukanlah pribadi yang menyenangkan atau mungkin pribadi yang rendah diri karena tidak bisa mengembagkan potensi-potensi positif yang ada. kita tumbuh menjadi pribadi yang kita idamkan. Keberhasilan pengembangan diri adalah sebuah prestasi yang membuat hidup ini akan lebih berarti. Allah Mahatahu meliputi segenap yang ada. kecuali sedikit saja. Lalu. Karena itu. setelah tumbuh sering kita justru tidak bisa berkembang. sangatlah wajar jika kita merasa rendah diri di hadapan Allah Swt. Tidak ada kata terlambat untuk mengembangkan diri karena pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat baik dan ingin lebih baik. yang tidak wajar justru kalau kita merasa rendah di hadapan orang lain. Apalah artinya manusia kecil jika dibandingkan dengan ke-Maha perkasa-an Allah Swt.d.

mendapatkan gelar al-Amin (terpercaya) dari masyarakat kota Mekkah 134 . bukan karena sebab buruknya yang diminta.hadapan sesama manusia yang sama-sama diciptakan Allah dari tanah. mari kita evaluasi diri sebelum penyakit ini menyerang dan membuat usaha kita berkembang menjadi sia-sia. misalnya ketika kita harus berkumpul dengan orang banyak. Bahkan. inilah yang menjadi masalah. melahirkan keinginan fatal menuju mati. Minder memang menjadi berbahaya. melainkan karena adanya perasaan diri tidak mampu. Tidak jarang perilaku ini melahirkan beban yang amat berat. Ternyata penolakan ini tidak menolong kita. peluh pun bercucuran. kita dilanda kegalauan luar biasa. kita segera menghindar. Karena itu. apabila semakin melekat pada diri pribadi. Kita pun lebih sering menyendiri sehingga hidup ini menjadi sunyi senyap tanpa arti. Jika kita diminta untuk melakukan sesuatu. Hati terasa sempit. Tanda kita rendah diri. Waspadai hal-hal berikut ini: a) Karena keaadaan Tubuh b) Karena keadaan keluarga c) Karena status sosial d) Karena pekerjaan e) Karena pendidikan 2) Membangun kredibilitas dan kapabilitas Nabi Muhammad saw sebelum diangkat menjadi Rasul Allah merupakan sosok yang sudah memiliki kredibilitas tinggti. Kita semakin merana dan merasa diri ini betul-betul hina tanpa guna.

Berikut upaya-upaya untuk memperkuat hati dan menjaga kredibilitas: a) Menebar kejujuran yang terbukti dan teruji b) Menggalang kecakapan c) Mengembangkan kreasi dan inovasi Membangun kapabilitas termasuk sebuah proses yang juga bersifat try and error. dan tetap bertahan dalam kondisi apa pun. sekolah unggu. 3) Menjadi pribadi unggul Kata-kata “unggul” sering didengarkan sebagai kata yang memiliki makna prestatif. memang menjadi salah satu pilar penting dalam membangun kredibilitas. jangan perbah rontok seakan-akan habislah segal-galanya. Kata-kata “jatuh bangun”nbagi seseorang yang ingin meraih sukses adalah biasa dan bukan suatu keburukan.sejak usia remaja dan menjadi orang terpercaya (kredibel) karena akhlak dan perilakunya. Hal itu akan menimbulkan satu kecerdasan yaitu apa yang disebut kecerdasan kegetiran sehingga sebagai pribadi kita siap menjadi berhasil dan siap pula untuk gagal. pesantren unngul dan lain-lain. Seseorang yang telah memperolah kepercayaan dari banyak orang sangat dimungkinkan memperoleh kesuksesan dalam karier kehidupannya. Kekuatan hati. siswa dan mahasiswa unngul. Istilah bibit unggul. Kepercayaan adalah inti dari hubungan antarsesama manusia. Masalahnya keunggulan hanya akan jadi wacana dan buah bibir jika kita 135 . Jika suatu saat kita melakukan kesalahan yang sengaja ataupun tidak disengaja karena di luar kemampuan kita.

Bisa mengenal Allah adalah mutiara paling berharga dalam hidup ini. Makrifatullah Langkah akhir dari upaya mengelola hati (manajemen qolbu) adalah kecondongan diri kita kepada Allah.sebenarnya tidak bisa memaknai kata unggul tersebut dengan aktivitas dan perilaku yang benar-benar menunjukkan keunggulan. 110 Ibid. hlm. Dalam hal ini sesuai dengan konsep manajemen qolbu. Bermula dari hati ini ada tiga prasyarat: a) Kita harus mempunyai kemampuan mengoreksi sikap mental b) Kita harus berada pada lingkungan dan sistem yang kondusif c) Kita harus sering bersilaturahmi110 e. Qolbu yang bersih dan terjaga harus senantiasa fokus kepada Allah demi menghidupkan dan membinarkan terus-menerus pusat kepemimpinan di dalam diri kita yaitu Allah Azza wa jalla. tetaplah tekad kita menjadi pribadi unggul bermula dari ”rumah hati”. Kita telah mengetahui sebagi seorang muslim bahwa ukuran-ukuran kualitas pribadi unggul telah ada pada diri Rasulullah saw.. apalagi jika kita tergolong orang-orang yang dikasihi Allah. kita mengiringi dengan upaya mengenal Allah. 1) Jalan menuju Allah Dalam upaya pengenalan diri pada langkah pertama manajemen qolbu. 99-126 136 .

cahaya Ilahi akan selalu berbinar. pembersihan hati. Segala aktivitas kita di dunia ini harus menuju pada apa yang diridhai oleh Allah. Dalam hati orangorang yang dianugerahi kecerdasan seperti ini. tetapi dengan kekuatan keyakinan kepada Allah-lah semuanya bisa berubah. Inilah ciri-ciri orang yang teranugerahi puncak kecerdasan yaitu kecerdasan ruhaniah. jika menginginkan perubahan yang drastis dan dramatis. pengendalian diri dan pengembangan diri adalah jalan menuju ridha Allah Swt. a) Mengalami perubahan yang dahsyat Kekuatan keyakinan itu begitu dahsyat mengubah apa pun bukan dengan bilangan tahun. yang semula pemalas berubah menjadi sarat semangat berkarya. tahapan paling tinggi bagi kita dalam pengenalan diri. bahkan detik. 137 . Dengan keimanan kita bisa berharap terjadinya perubahan hakiki pada diri kita. 2) Kecerdasan ruhaniah Kecerdasan ruhani merupakan anugerah Ilahi kepada hambaNya yang selalu mendekatkan diri kepada-Nya. hari. melainkan bisa dengan bilangan bulan.Oleh karena itu. minggu. Insya Allah istiqomah pengelolaan hati akan terjaga dengan senantiasa kita berpikir dan berikhtiar semata-mata demi Allah serta kita melakukan dzikrullah semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengingat Allah Swt. Jadi. tidak bisa dengan ancaman dan paksaan.

c) Merasakan pengiring Orang yang mendekatkan dirinya kepada Allah tentu tidak akan merasakan kesendirian karena dapat meraskan iringan Allah dalam hidupnya. Kita pun tidak akan pernah merasa sepi sebab ada Allah yang memperhatikan kita. Padahal andai sudah bulat 138 . Siapa pun yang mengenal Allah. Hari esok dihadapi dengan kekhawatiran dan bermuram durja. Dipuji tidak dipuji kita tetap giat berbakti. tidak akan pernah kecewa dengan perbuatan Allah sebab meyakini semuanya telah diatur. tetapi yang lebih penting adalah secara vertikal dengan Allah Swt. diberi balasan atau tidak kita tetap senang berbuat baik. memenuhi kebutuhan-kebutukan kita. Manakala kita telah mengenal Allah Swt kita pun akan menjadi merdeka. siang malam baik dalam keadaan sepi maupun ramai.b) Menjadi orang yang merdeka Berbahagialah orang yang membina hubungan baiknya tidak saja secara horizontal. diawasi atau tidak kita tetap istiqomah bekerja dengan tertib dan optimal. ketenangan. Maka semua puncak kebahagiaan. d) Menjadi optimis Sebagian besar di antara kita sering merasa kecil dan kecut hati mengahadapi hidup ini. seluruhnya berbanding lurus dengan tingkat keyakinan kita kepada Allah.

taati. Sekalipun tinggal di tempat yang sempit. Ikhlas menerima Muhammad saw sebagai penjelas dan penyampai wahyu Ilahi. Ikhlas adalah bersih dari segala maksud-maksud pribadi. Pemilik. Ikhlas Kesungguhan kita untuk meniti kelima langkah yakni pengenalan.keyakianannya kepada Allah maka semua kecemasan itu tidak berarti apa-apa. Ikhlas dalam menjadikan Allah sebagai satu-satunya Zat yang kita harapkan. e) Memiliki akhlak yang baik Alangkah tentramnya orang yang berada di samping orang yang berhati bersih. Ikhlas menerima Al-Qur’an sebagai pedoman dalam segala gerak kehidupan kita. hal ini kerana banyak tempat yang merindukan kehadirannya. hlm. tampaknya tidak akan ada artinya jika tidak serius untuk menjaga keikhlasan. bersih dari hal yang tidak disukai Allah Swt. Ikhlas dalam menjadikan Allah sebagai Pencipta. pembersihan. bersih dari segala pamrih dan riya.111 f. Kejernihan hati yang berasal dari keyakinan bahwa Allah mengawasi segala gerak-geriknya. cintai dan kita takuti. 111 Ibid. Pemelihara dan Penguasa alam raya. Keadaan seperti ini akan membuat hidupnya damai. 130-138 139 . dunia akan terasa luas baginya.. pengendalian dan pengembangan diri serta makrifatullah atau kecondongan diri kepada Allah. mengetahui segenap lintasan hatinya.

langkahnya pasti dan penuh harapan. Baginya yang paling penting adalah Allah ridha kepadanya. Kiat-Kiat Manajemen Qolbu 1) 3 S Manajemen Konflik a) Semangat Bersaudara b) Semangat Mencari Solusi c) Selamat Maslahat Bersama 112 Ibid.. Secara sederhana ada sebelas tanda keikhlasan yaitu: 1) Tidak mencari popularitas dan tidak menonjolkan diri 2) Tidak rindu dan tidak terkecoh pujian 3) Tidak silau dan cinta kepada jabatan 4) Tidak diperbudak imbalan dan balas budi 5) Tidak mudah kecewa 6) Tidak membedakan amal besar dan amal kecil 7) Tidak fanatis golongan 8) Menyalurkan emosi secara objektif 9) Ringan. 143-154 140 . tidak ada kata frustasi dalam hidupnya.Manusia yang ikhlas adalah manusia yang berkarakter kuat dan tidak pernah mengenal lelah. jiwanya merdeka karena hanya Allah yang menjadi tujuan hidupnya. Setiap perilakunya sama sekali tidak dipengaruhi oleh ada atau tidaknya kedudukan maupun penghargaan. Orientasi hidupnya jelas dan tegas. hlm. Sungguh beruntung bagi siapa pun yang dikaruniakan oleh Allah menjadi seorang hamba ahli ikhlas. tidak ada kata putus asa dalam usahanya. lahap dan nikmat dalam beramal 10) Tidak egois karena selalu mementingkan kepentingan bersama 11) Tidak membeda-bedakan pergaulan112 g.

2) 3 M Kiat Mengubah Bangsa a) Mulai dari Diri Sendiri b) Mulai dari Hal yang Kecil c) Mulai Saat Ini 3) 5 Pantangan a) Pantang Sia-Sia b) Pantang Mengeluh c) Pantang Menjadi Beban d) Pantang Berkhianat e) Pantang Kotor Hati 4) Membangun Kredibilitas a) Kejujuran yang Terbukti dan Teruji b) Cakap c) Inovatif 5) TSP a) Tahan dari buang sampah sembarangan b) Simpan sampah pada tempatnya c) Pungut sampah insya Allah sedekah 6) 7 T Kiat Membentuk Pribadi Sukses a) Tenang b) Terencana c) Terampil d) Tertib e) Tekun f) Tegar g) Tawadhu 7) Prinsip Kerja Sama a) Adil b) Saling menguntungkan c) Transparan 141 .

8) 5 S Kiat Membentuk Pribadi Simpatik a) Senyum b) Salam c) Sapa d) Sopan e) Santun 9) 5 Kiat Praktis Mengatasi Persoalan Hidup a) Siap b) Ridha c) Jangan Mempersulit Diri d) Evaluasi Diri e) Hanya Allah Satu-satunya Penolong 10) 3 B + RS (Budaya Kepemilikan) a) Berkah b) Bersahaja c) Bersih d) Rapi e) Serasi 11) B + 2 L a) Berani mengakui jasa dan kelebihan orang lain b) Bijak terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain c) Lihat kekurangan dan kesalahan diri sendiri d) Lupakan jasa dan kebaikan diri sendiri 12) Konsep Produk a) Mutu Terjamin Halal b) Murah Harganya c) Mudah Didapat d) Mutakhir e) Multi Manfaat Dunia dan Akhirat 142 .

13) Konsep Untung a) Bila Menjadi Amal Shaleh b) Bila Menjadi Ilmu c) Bila Bermanfaat d) Bila Menambag Silaturahmi e) Bila Menguntungkan Orang Lain 14) DEWASA a) Diam Aktif b) Empati c) Wara’ d) Adil e) Suri Teladan f) Amanah 15) Rahasia Sosialisasi a) Suri Tauladan b) Media yang Aman c) Pendidikan yang Unggul d) Lingkungan yang Kondusif 16) 7 B Kiat Meraih Hidup Sukses a) Baribadah dengan Benar dan Istiqomah b) Berakhlak Baik c) Belajar Tiada Henti d) Bekerja Keras. Cerdas dan Ikhlas e) Bersahaja dalam Hidup f) Bantu Sesama g) Bersihkan Hati Selalu 143 .

sebagai wadah bagi mahasiswa untuk beraktivitas dengan kreatif dan inovatif. bahkan keyakinan seseorang. sekaligus sebagai tempat belajar dan menimba ilmu pengetahuan keagamaan. pemikiran.Berikut adalah pemaparan tentang santri Program Pesantren Mahasiswa (PPM) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung: a. Sudah menjadi kebutuhan bagi para mahasiswa untuk memilih tempat tinggal yang sesuai. dalam mengembangkan kemampuan diri dengan penguasaan wawasan. tidak sedikit orang yang berubah menjadi tidak baik dan menyimpang ketika salah dalam mengambil lingkungan yang ditempati. dan pergaulan yang Islami sebagai bekal untuk masa depan. Program ini diharapkan dapat membantu menumbuhkan idealisme para mahasiswa dalam mencetak kader-kader baru generasi muda yang memiliki komitmen dan bertata nilai Islam yang kuat. pengalaman. tapi juga tempat yang kondusif untuk belajar dan menambah pengetahuan. bukan hanya karena jaraknya yang dekat dengan kampus. 144 . dengan penguasaan pengetahuan dan kemampuan pemahaman yang utuh serta ruhiyah yang mantap (baik dan kuat). karakter. Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Daarut Tauhiid Bandung. Latar Belakang Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Dewasa ini tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perubahan akhlak.

Program Peasntren Mahasiswa (PPM) sebagai sebuah program pendidikan yang berorientasi pada penanaman aqidah. program ini menggunakan pola pembelajaran lepas kuliah (PLK). ibadah yang benar dan akhlak yang mulia (akhlaqul karimah) 2) Khusus Menghasilkan sosok santri yang memiliki: a) Pemahaman keIslaman yang baik dan benar b) Ruhiyah yang bagus c) Kebeningan Hati d) Kemandirian dan bertanggung jawa e) Berjiwa kepemimpinan f) Mampu mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari 145 . dengan tidak mengganggu aktivitas kuliah. dengan harapan menjadi solusi alternatif bagi bangsa. Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Daarut Tauhiid adalah program santri mukim 1 (satu) tahun. pengembangan potensi dan pembentukan sikap. Tujuan Program 1) Umum Membentuk pribadi muslim yang memiliki aqidah yang bersih. dengan didasari oleh adanya tanggung jawab dan kepedulian terhadap kondisi generasi bangsa yang saat ini cenderung mengarah pada terjadinya degradasi moral. b. Waktu pembelajaran yang digunakan yaitu ba’da sholat subuh dan ba’da sholat ashar (waktu belajar pada prinsipnya fleksibel dan kondisional).Program Pesantren Mahasiswa (PPM) pada prinsipnya hadir sebagai sebuah jawaban alternatif.

Materi Pembelajaran: 1) Aqidah Islam. latihan dan pembinaan yang berkesinambungan 3) Lingkungan kondusif 4) Kekuatan do’a (kekuatan spiritual) d. Tahapan Kegiatan 1) Masa pendaftaran 2) Proses seleksi 3) Tes pengetahuan dasar agama Islam 4) Tes kesemaptaan 5) Wawancara 6) Orientasi santri dan diklatsar 7) Proses Kegiatan Belajar (KBM) 8) Ujian Tengah Semester (UTS) 9) Ujian Akhir Semester (UAS) 10) Aktivitas unggulan 11) Camping ruhiyah dan tafakur alam 12) Malam bina iman dan takwa 13) Praktek Khidmat Masjid (PKM) 14) Pembinaan Anak Muslim Kreatif (AMK) 15) Sidang (Laporan akhir) 16) Wisuda dan kenaikan tingkat (untuk yang melanjutkan) e. Pendekatan Program: 1) Menampilkan contoh/ suriteladan 2) Pendidikan. 2) Akhlak (MQ) 3) Fiqih. 4) Tahsin Al Qur'an 5) Tafsir Al Qur'an 6) Tahfiz Al Qur'an 7) Hadits 8) Bahasa Arab 146 .c.

Akhlak & wawasan umum) 2) Kesemapatan 3) Wawancara h. Fiqih. Program 2) Administrasi umum 3) Mudabbir dan Mudabbirroh 4) Logistik i. Aqidah. Materi Seleksi: 1) Tes Tertulis kemampuan dasar keislaman (Al Qur'an. Fasilitas: 1) Asrama 2) Seragam kebersamaan 3) Syal KBM 4) Keanggotaan perpustakaan 5) Name Tag 6) Serifikat g.9) Bahasa Inggris 10) Leadership 11) Entrepreneurship (kemandirian) f. Sarana dan Prasarana 1) Ruang Tidur 2) Dapur 3) Kamar mandi 4) Aula 5) Lemari (loker kecil) 6) Kasur 7) Bantal 8) Selimut 147 . Pengembangan SDM Program 1) PJ.

148 . Syarat-Syarat Pendaftaran 1) Mengisi formulir 2) Foto copy KTP (Kartu Identitas) 3) Foto copy ijazah terakhir 4) Surat keterangan sehat dari dokter 5) Surat Keterangan berkelakukan baik 6) Pas foto 2x3 = 2 lbr dan 3x4 = 2 lbr 7) Surat izin orang tua dan surat keterangan dari kampus Untuk mencapai target kegiatan belajar Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Daarut Tauhiid Bandung diatur dalam jam pelajaran terjadwal yang waktunya ditetapkan sesuai dengan kebutuhan santri. Kegiatan penyampaian materinya dilakukan secara learning by doing.j. pembelajaran sesudah memahami sehingga materi yang dipelajari sesegera mungkin diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

30 08.00 06.00 10. Siti Sumarni KPS CAMPUS KEBERSAMAAN/ Bersih-bersih perlengkapan pribadi A A AL QUR'AN AKHWAT M MQ ON AIR M MQ ON AIR OpsIh / Olah Raga + AKTIVITAS KULIAH TAUSHIYAH M Aa Gym + Asaatidz Shalat Dhuha AKTIVITAS KULIAH M LIBUR T PENGAJIAN AHAD SIANG M 122 .00 07.00 07.00 09.00 03.30 09.30 04. Suherman Ar Rozi M MQ ON AIR M Usth.00 08.00 07. AL QUR'AN IHKWAN DI Ust.30 SENIN Sahur Tp A SELASA Tp RABU Tp A KAMIS Sahur Tp A JUMAT Tp SABTU Tp AHAD Tp Persiapan Shalat Tahajjud Persiapan Shalat Tahajjud A Shalat Tahajjud + Shalat Subuh AKHLAK (MQ) Ust.30 04.00 10.1 Jadwal Aktivitas Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung 2008-2009 WAKTU 03.30 03.30 10. Mulyadi A.Tabel 4. F.30 08.30 09.00 09.3006.

00 14.00 15. Rizal Zulkarnaen TAUHIID DI Mudabbir Muthola'ah A A KPS + Pers. Sholahuddin Shalat Isya Berjamaah BHS.30 12.00 12.45 19.00 11.00 16.30 12.30 Aa Gym) Sholat Dhuhur Berjamaah AKTIVITAS KULIAH / KPS Persiapan Shalat Ashar. Dzikir Al-Matsurot & PersIapan KBM M T M M AL-HIKAM AKTIVITAS KULIAH T Aa Gym / Asaatidz KPS/Persiapan Buka Shalat + Makan + Persiapan Khidmat pengajian PENGAJIAN MALAM JUM'AT Aa Gym M AKTIVITAS KULIAH T BREAFING SANTRI PJ.00 18.30 18. Shalat Sholat Magrib + Makan Malam Shalat Isya KAJIAN FIQIH A KPS + Pers.00 16.45 21.11.30 17. Shalat Sholat Magrib + Makan Malam Shalat Isya Muthola'ah MUHADHOROH A Mudabbir Mudabbir A 123 A Sholat Magrib + Makan Malam M DH M/T LIBUR T A M M M M A M Ust.15 19.30 13.0016.00 18.30 16.00 15.15 18. Program C7 KPS + Persiapan Shalat TAFSIR JUZ 'AMMA Ust.30 16.30 19.30 17. Nur Stalis Alamin Ust. Tilawah Al-Qur'an Sholat A s h a r.15 21. Roni A. Fattah DI Istirahat / Tidur .30 03.45 15.15 19. ARAB A Ust.

. kecuali untuk poin yang bertanda * (poin 4.5 lembar sehari 10 Menghafak ayat Al-Qur’an Cinta Shoum 11 Shoum Ramadhan/ Sunnah Cinta Shodaqoh 12 Shadaqoh Maal (Harta)* Cinta Dzikir Berdzikir Al-Ma’tsurat ba’da shalat Shubuh 13 Berdzikir Al-Ma’tsurat ba’da shalat Ashar Hari/ Tanggal Jml Cinta Shalat Jml Jml Jml Jumlah Total perbulan Cinta Masjid Cinta Al-Qur’an Cinta Shoum Cinta Shodaqoh Cinta Dzikir 135 ..Tabel 4. Hari/ Tanggal No Aktivitas Cinta Shalat Shalat Shubuh Berjama’ah di Masjid Shalat Dzuhur Berjama’ah di Masjid 1 Shalat Ashar Berjama’ah di Masjid Shalat Maghrib Berjama’ah di Masjid Shalat Isya’ Berjama’ah di Masjid Shalat Shubuh di Shaf Utama Masjid Shalat Dzuhur di Shaf Utama Masjid 2 Shalat Ashar di Shaf Utama Masjid Shalat Maghrib di Shaf Utama Masjid Shalat Isya’ di Shaf Utama Masjid Shalat Sunnah Qobla Shubuh Shalat Sunnah Qobla Dzuhur 3 Shalat Sunnah Ba’da Dzuhur Shalat Sunnah Ba’da Maghrib Shalat Sunnah Ba’da Isya’ 4 Shalat Sunnah Tahiyyatul Masjid* 5 Shalat Sunnah Dhuha 6 Shalat Sunnah Tarawih Berjama’ah/ Qiyamullail/ Tahajjud Cinta Masjid Datang ke Masjid sebelum Adzan Shubuh (Min.. 5 menit sebelum adzan) Datang ke Masjid sebelum Adzan Dzuhur (Min..... 5 menit sebelum adzan) Datang ke Masjid sebelum Adzan Isya’ (Min. 5 menit sebelum adzan) 7 Datang ke Masjid sebelum Adzan Ashar (Min.... 8 dan 12) diisi dengan angka sejumlah frekuensi sahabat melakukan aktivitas tersebut.. Isilah dengan tanda checklist () pada kolom yang telah disediakan. 2.2 Format Muhasabah Harian Bulan : . 5 menit sebelum adzan) Datang ke Masjid sebelum Adzan Maghrib (Min.... 5 menit sebelum adzan) 8 Pengamalan TSP dan Bebaskomiba di Masjid* Cinta Al-Qur’an 9 Tilawah/ membaca Al-Qur’an Min..

124 .

149 .

150 .

Dua halaman disediakan untuk setiap bulannya dan diakhir bulan santri akan menjumlah total point sesuai dengan aktivitas yang sudah dikerjakan.10 113 151 . disesuaikan dengan aktivitas yang telah dilakukan. Kegiatan dimulai setelah kegiatan formal santri113 Untuk menunjang kegiatan Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung ini ada buku panduan yang diberikan kepada santri. Pukul 16..Dari data diatas dapat dilihat aktivitas sehari-hari santri yang full day dengan berbagai macam kegiatan dan pelatihan. Tujuannya dari adanya format muhasabah harian ini adalah supaya santri mampu mengkoreksi dan memperbaiki diri menuju Ridho Allah SWT 114 Wawancara dengan Halimah. Jadwal belajar di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) ini disesuaikan dengan kegiatan formal santri yakni menyesuaikan dengan jadwal kampus. Murabbiyah Program Pesantren Mahasiswa Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. diharapkan santri bisa belajar untuk disiplin waktu supaya tidak banyak waktu yang terbuang begitu saja. Penyampaian pembelajaran di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung telah menggunakan metode yang bervariatif. di dalamnya terdapat tabel format muhasabah harian yang harus diisi setiap harinya dengan tanda checklist pada kolom yang telah disediakan. tanggal 29 November 2008 114 Ibid.

152 .

Dari tabel diatas adalah salah satu cara untuk mendukung tercapainya target yang diharapkan dari Program Pasantren Mahasiswa (PPM) ini. kegiatan belajar Program Pasantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung diatur dalam jam pelajaran terjadwal yang waktunya ditetapkan sesuai dengan kebutuhan dalam pencapain target. 4.6 Santri Harapan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid 153 .

kalaupun ada dengan sendirinya maka semua ini dianggap cobaan keikhlasan. keji. membaca. Tidak diperbudak oleh model rambut yang membuat ujub dan riya. berani. memecahkan dan melaksanakan penyelesaian masalah dengan baik dan benar. Kopiah Sangat senang berkopiah putih agar selalu bersih. peka dan peduli Gesit. rapi dan wajar Cerah.Tabel 4. merenung atau tafakkur. kotor. dicuci secara berkala. tangguh. Tidak ada riwayat santri DT berambut gondrong. Kening Ciri khas santri Daarut Tauhiid sangat senang dan betah bersujud. b. utama sekali dalam shalat-shalat sunnah. dan tulus (ikhlash) • Mental (karakter kuat) • Sifat (karakter baik) 1. senang berpikir keras. bangga menjadi muslim. selain dapat menjadi sarana penjagaan sikap diri c. pemaaf. tidak menghalangi kening sewaktu sholat. senang dengan ide-ide baru. Tidak pernah mau berpikir jahat. tangkas dan cekatan Penyabar.3 Karakter Santri Daarut Tauhiid • • • • • • Pembawaan Penampilan Raut Muka Tutur Kata Sikap Gerak-gerik Tenang. santun dan tidak banyak bicara Ramah. atau aneka cara lainnya yang dapat semakin membuka dan memperluas wawasan berpikirnya. berpikir mesum. berpikir cepat dan efektif. 154 . ataupun genit menjadi korban mode yang tak Islami. Harapannya dapat menjadi da’wah. dan murah senyum Jelas. dan pantang menyerah Jujur. Berusaha berpikir penuh inisiatif dan berpikir kreatif. dan kopiahnya dipastikan secara berkala dicuci serta memiliki cadangan sehingga selalu bersih tidak ada daki atau warna kumal dan lusuh. tawadhu. tidak pernah ada upaya untuk menjadi riya dengan sengaja membuat bekas sujud di keningnya. d. angan-angan kosong. ulet/gigih. Kepala b. apalagi dikala tahajjud. lamunan hampa makna atau pikiran negatif lainnya. kalem dan mantap Bersih. senantiasa terpelihara kebersihannya. sopan. tidak berkutu. atau kumal tidak terurus. Namun demikian. jernih. pantang mengeluh. termasuk tidak pernah mau berpikir yang sia-sia tiada arti. Rambut Selalu dicukur pendek dan tersisir rapih. Namun tetap bukan merupakan kewajiban. Senantiasa mengasah pikirannya dengan bertukar pikiran. tidak menutupi daun telinga dan tidak menutupi kerah. tajam dan kritis serta terlatih untuk menemukan masalah dan potensi serta sanggup berpikir keras untuk merencanakan. Pikiran Ciri santri DT adalah selalu berpikir positif. atau sujud syukur.

dan lain-lain. sinis. tidak berlebihan dan melampaui batas. Wajah Ciri khas santri DT adalah tampak dari wajahnya yang selalu jernih ceria. bengis. pendek kata. Tidak pernah mau berghibah menceritakan aib dan kejelekan orang lain. jujur dan terbuka. Mulut Tidak banyak bicara. Merupakan suatu kehinaan andaikata menampilkan wajah selalu bermuram durja. Telinga Ciri santri DT adalah kesungguhannya untuk mensucikan pendengarannya dari segala kemaksiatan dan kesia-siaan. Kemarahan tidak menjadikan kata-katanya meganiaya siapapun dan tidak beranjak dari kebenaran dan keadilan. perkataannya adalah jaminan mutu. f. Mata Ciri santri DT adalah kemampuan menjaga pandangannya dari apapun yang dilarang Allah SWT. orang akan aman dari kata-kata yang akan melukai hatinya. bersih dari kemaksiatan. semua yang didengar dipastikan harus bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya. akrab dengan bahan bacaan bermanfaat. Full senyum ikhlas. atau menjatuhkan kemuliaan orang lain. tiada hari tanpa membaca AlQur’an.e. Matanya hanya senang melihat yag bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya. tahu serta dapat membaca dengan efektif dan efisien. tidak akan membiarkan matanya jelalatan melihat yang diharamkan Allah sehingga akan mengeraskan dan menghancurkan hatinya sendiri juga akan kedudukannya di sisi Allah. Tidak pernah mau memasukkan ke dalam mulutnya segala yang haram maupun yang makruh. Gurauannya menyenangkan namun tetap dalam kebenaran. tutur kata yang halus penuh etika. g. Tidak pernah mau berkata kasar dan kotor. tidak mengenal berdusta. tidak mengada-ada atau menambah-nambah omongan. kecuali demi kebaikan dan dengan cara terbaik. tapi setiap pembicaraannya terjamin kebenarannya terucap dengan fasih dan bahasa yang baik juga penuh makna. Tidak mau mendengarkan obrolan tanpa guna. tidak mau mendengar musik atau lagu maksiat dan sia-sia. alam dan segala bentuk kebesaran Allah lainnnya. h. tidak pernah mengingkari janji. yang akan menyenangkan siapapun yang menatapnya. suram. atau sebaliknya tidak menghilangkan apa yang harus disampaikan. sangat tidak suka mendengar aib orang lain tanpa niat yang benar untuk kebaikan. Matanya dapat ‘menemukan Allah’ dari kesenangannya mengagumi ayat-ayat Allah. kecerahan tulus yang keluar dari lubuk hati terdalam buah dari sifat yang selalu ingin membahagiakan orang lain. tidak berkata porno atau apapun yang merupakan pembicaraan berselera rendah yang akan membuat malu pendengarnya. ketus. Matanya sangat senang membaca Al Qur’an. maka tidak pernah boleh ada santri yang merokok atau yang sejenisnya 155 . Matanya sangat hobi membaca untuk menuntut ilmu. Wajah segar bercahaya yang merupakan bekas dari istiqomahnya berwudhu.

atau banyak kotoran di sela-sela giginya. Senantiasa berolahraga dengan baik. Usahakan selalu putih bercahaya. dan vitalitasnya dijaga. Janggut dan jambang (godeg). Badan Kondisi badan selalu terjaga kebersihan. terampil. j. dan perhatikan pula caranya dengan benar. tangkas. c. Sangat menjaga harga diri dan kehormatannya sebagai seorang muslim. Juga sangat baik bila memiliki obat kumur agar mulut senantiasa sehat dan harum. maka orang lainpun demikian adanya. Kalaupun menjadi beban niscaya akan berjuang untuk balas meringankan beban dalam bentuk yang dia mampu. ingat walaupun rajin shaum tidak berarti harus bermulut bau. Gigi Selalu tergosok dan terbersihkan dengan baik. tangguh. lentur. ulet. 156 . namun harus selalu dirawat dan dirapihkan secara berkala sehingga tampak selalu rapih. sehingga ototnya terbentuk dengan serasi dan dapat berfungsi optimal. selau segar dan siap sedia bertugas. apalagi bagi yang memiliki gigi yang sering bermasalah. pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan apapun. tidak berbau keringat utamanya bau ketiak. tidak boleh terjadi ada santri yang bergigi kuning kotor karena jarang digosok. 1. tidak boleh membiarkan bermulut bau. Dan gosoklah minimal 2 kali sehari (Rasul menggosok gigi setiap kali berwudhu dan seusai makan). kesegaran. mampu bereaksi cepat hasil dari sikap yang selalu dilatih. bahkan senantiasa harum tentu saja bukan harum yang riya. yang selalu tersedia setiap saat. Mental Ciri santri DT adalah bermental baja. Kumis dan Janggut Kumis dianjurkan untuk dipangkas habis. Dianjurkan selalu memiliki gunting kecil dan pisau cukur. maka bisa juga dibiarkan tetap ada namun dicukur sangat pendek atau kalau perlu dicukur habispun tak menjadi masalah sekiranya bila dibiarkan menjadi masalah. Gerakan Tubuh Ciri santri DT memiliki gerakan tubuh yang gesit. berani mengambil risiko. kita pun tidak pernah senang dan nyaman berdekatan dengan orang yang bermulut bau. tidak melebihi bibir atas. Milikilah selalu sikat gigi yang baik dan memenuhi syarat serta pasta gigi yang terjamin kehalalannya. malas atau lesu. Juga sangat pantang menjadi beban bagi orang lain dengan sengaja. a. pantang berkeluh kesah. loyo dan lemah. Setiap karang gigi dan gigi yang berlubang harus segera diobati sebelum menimbulkan masalah yang lebih besar. Miliki pula tusuk gigi. Memiliki kekuatan dan daya tahan tubuh yang prima dan terkondisi dengan baik dan mantap. bila tumbuhnya sedikit dan tidak merata. dianjurkan dipelihara agar tumbuh. atau kalupun tumbuh harus dicukur rata dan rapih selalu.i. sehingga selalu dapat mengontrol kebersihan gigi. benar dan istiqomah. tabah. dan selalu mengontrol kerapihannya setiap hari. Otot Tiada hari tanpa senam atau olah raga. Sama sekali tidak berkebiasaan lamban. gigih. Bau mulut harus diperhatikan. tahan uji. b.

atau pesantren. ke Masjid. Kaki Keadaan kaki bersih terpelihara. f. Selalu memakai arloji yang akurasinya bagus. sehingga selalu ready to combat. tersetrika dengan baik. Senang dan membiasakan diri untuk selalu bersepatu. tidak boleh ada kuku panjang. ujub. Bila bersepatu modelnya disesuaikan dengan keadaan dan tidak untuk riya. Tangan selalu ringan untuk menafkahkan rizkinya yang halal. dan takabbur. ringan dan mudah menolong orang lain. ke Majelis Ilmu. atau bertamu dengan membuka sepatu. Perut Dijamin terpelihara dari makanan yang haram atau bahkan yang meragukan sekalipun. Tangannya sangat terjaga dari menyentuh apapun yang diharamkan Allah. kotor. bukan arloji mewah. riya. menjaga perasaan orang lain. cepat bagai jalan di jalanan yang menurun. bersih. rakus dan pemakan sembarang makanan. kecuali untuk ke WC. ke tempat orang yang membutuhkan pertolongan. rendah hati. memudahkan dan membantu kepentingan orang lain. pemaaf. bau yang akan membuat orang lain merasa jijik serta merendahkan umat Islam. Tidak dikenal santri yang terlalu gembul. sekolah. hlm. dengan kuku yang terpotong pendek dan rapih.115 115 Buku Panduan Santri Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren Daarut Tauhiid. Ciri kaki santri DT sangat ringan bergerak ke tempat yang disukai Allah. dan disesuaikan dengan keadaan. Tidak pernah makan berlebihan. tidak mengenal penampilan seronok dan bermewah-mewahan. apalagi bila shalat berjamaah. baik harta. Tangan Kuku selalu tergunting dengan baik setidaknya setiap hari jum’at. Ciri khas Rasulullah dalam berjalan adalah langkah yang mantap. kampus. Tangannya sangat senang. barang maupun lawan jenis yang tak halal baginya. Sikap Sikap ramah. sopan. apalagi bila menerima tamu. namun demikian tetap harus sangat menjaga niat agar terpelihara dari perasaan pamer. santun. Pakaiannya senantiasa tampil rapih. e. syukur kalau di tangan kanan (walaupun tidak wajib) karena yang baik memang dianjurkan di kanan. seluruh santri harus istiqomah shaum sunnah senin kamis atau shaum Daud. kusam dan hitam kotor tak terurus. serasi.d. Tidak boleh membiasakan hanya bersandal biasa atau sandal jepit karet bila berada di lingkungan kantor. Memiliki kemampuan dan kekuatan dalam berjalan maupun berlari hasil dari latihan yang istiqomah. h. Pakaian atau Penampilan Ciri santri DT senantiasa berpenampilan selalu menutup auratnya dengan benar. g. 4- 10 157 . juga tidak pernah mau berpakaian kumal. tak akan dibiarkan berlubang-lubang dan bau. kusut. pemberani. Setiap santri diharuskan sangat mejaga penampilannya sehingga selain akan menyenangkan siapapun yang melihatnya juga turut mengangkat wibawa dan kehormatan agama serta ummat Islam. Bila berkaus kaki maka selalu warnanya serasi. tidak mungkin santri DT berjalan santai berleha-leha sia-sia. tidak mengenal kikir.

Faktor Pendukung 1) Faktor kegigihan usaha tenaga pendidik Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung Kegigihan tenaga pendidik adalah merupakan faktor yang sangat mendukung terhadap pelaksanaan Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. maka perlu diketahui beberapa faktor tersebut antara lain: a. mengenai kegigihan usaha para tenaga pendidik di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung sudah tidak diragukan lagi. Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kaulitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung Agar kita dapat memahami tentang perlunya perubahan-perubahan pendidikan pesantren atau faktor-faktor yang mendukung adanya penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kaulitas akhlak yang sangat besar pengaruhnya terhadap kegiatan-kegiatan Program Pesantren Mahasiswa (PPM).2. karena tanpa adanya kegigihan kerja yang tinggi dari para tenaga pendidik mustahil Program Pesantren Mahasiswa (PPM) dapat terlaksana dengan baik. Untuk itu. 158 .

Dari pengasuh terkait dalam pola kepemimpinan yang demokratis sebagai figur untuk dicontoh baik itu dari sikap. Pengurus sebagai fasilitator dalam pengembangan adanya penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu sesuai akan tuntutan dari luar. ustadz atau ustadzah dituntut untuk mengembangkan profesionalitas diri sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. ustadz atau ustadzah mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk dan membangun kepribadian menjadi seseorang yang berguna bagi nusa dan bangsa. perilaku maupun keilmuannya yang turut andil adanya penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu sesuai dengan harapan yang diinginkan. Santri sendiri sangat besar pengaruhnya terhadap proses penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu. Oleh karena itu. pengurus dan santri. Dalam meningkatkan keilmuan santri.2) Faktor internal dan eksternal Faktor internal dalam melaksanakan penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung adalah pengasuh. Dalam hal ini praktek yang telah dilakukan oleh Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid 159 . karena tujuan utama diadakannya program ini adalah untuk merubah dan meningkatkan keilmuan santri untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang. Sedangkan faktor eksternalnya adalah wali santri dan lingkungan.

Terlihat dari santri dalam menelaah pelajaran dan pelatihan serta didukung oleh ustadz atau ustadzah yang mengajar dengan menggunakan metode yang berbeda supaya santri tidak merasa jenuh dengan kegiatan belajar mengajar. Wawancara dengan Rosita Septia Tirtani. Kurikulum dalam waktu satu tahun dengan mempelajari pelajaran agama yang terdapat nilai-nilai yang mendukung penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu ditambah dengan motivasi dari semua pihak akan membantu tercapainya target dalam Program Pesantren Mahasiswa (PPM) sebagai contoh dalam mempelajari ilmu agama disertai juga pelatihan yang akan menjadikan suasana belajar dan berinteraksi dengan orang lain manjadi kondusif.Bandung dalam menata atau menciptakan lingkungan yang kondusif diperlukan upaya sesering mungkin dalam mengadakan komunikasi sebaik mungkin dengan wali santri dan masyarakat guna terciptanya penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu. Santri Program Pesantren Mahasiswa Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. tanggal 29 November 2008 116 160 . peneliti dapat menyimpulkan bahwa untuk mencapai suatu proses belajar mengajar yang diharapkan harus saling berinteraksi antara santri dan ustadz atau ustadzah. Faktor pendukung disini adalah lingkungan yang sangat mendukung terlaksananya Program Pesantren Mahasiswa sehingga bisa langsung mengaplikasikan pelajaran yang sudah didapat di program ini116 Dilihat dari data diatas. baik itu melalaui pertemuanpertemuan di saat hari-hari besar Islam maupun di saat acara yang memungkinkan kehadiran wali santri.

permasalahan tersebut salah satunnya mempengaruhi kualitas kurikulum dari pendidikan yang ada di Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung itu sendiri. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti di lapangan. tanggal 28 November 2008 117 161 . kerena faktor kecapekan setelah program formal mereka. seperti untuk fasilitas dan sarana-sarana lain yang mendukung program ini. Wawancara dengan Hamdani. Ketua Program Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung tidak banyak dihadapkan pada berbagai permasalahan. Hambatannya di Program Pesantren Mahasiswa ini mungkin dari segi dana yang masih kekurangan untuk mendukung program ini baik dari segi sarana ataupun yang lainnya117 2) Hambatan yang dialami santri dalam menjalankan program ini adalah rasa malas yang sering muncul ketika jadwal kegiatan dimulai. karena nialai-nialai Manajemen Qolbu yang diterapkan di Daarut Tauhiid mempengaruhi kinerja dari setiap individunya. hambatan-hambatan yang dialami Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung adalah sebagai berikut: 1) Program Pesantren Mahasiswa (PPM) khususnya masih membutuhkan dana yang lebih demi tercapainya harapan-harapan yang diinginkan.b. Meskipun demikian ada faktor penghambat di Program Pesantren Mahasiswa (PPM). Faktor Penghambat Dalam perjalanan mencapai tujuannya.

Santri Program Pesantren Mahasiswa Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. tanggal 29 November 2008 118 162 .3) Santri kurang mempunyai kesadaran sendiri dalam hal menimba ilmu apapun yang merupakan kewajibannya. Faktor penghambatnya adalah rasa malas yang sering muncul disaat program dimulai. karena kelelahan setelah kegiatan formal atau kegiatan lainnya118 Wawancara dengan Rindra Kurniawati.

Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kaulitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung Dalam rangka memahami dan mewujudkan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien guna adanya perubahan-perubahan pendidikan pesantren dibutuhkan kerjasama yang baik antara pengasuh. Seperti yang telah telah dilakukan oleh Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung dalam menata atau menciptakan lingkungan yang kondusif diperlukan upaya sesering mungkin dalam mengadakan komunikasi sebaik mungkin dengan wali santri dan masyarakat guna terciptanya peningkatan kualitas akhlak. Wali santri harus selalu memberi dukungan baik moril maupun materiil. Selain itu juga wali santri dan lingkungan ikut andil dalam mewujudkan pendidikan yang baik. asatidz dan santri. pengurus. baik itu melalui pertemuan-pertemuan di saat hari-hari besar Islam maupun di saat acara yang memungkinkan kehadiran wali santri. Dukungan materiil diberikan melalui pemberian financial dan pendukung lainnya guna kelancaran kegiatan pembelajaran. nasehat dan semangat kepada anaknya. kerena tanpa adanya kerjasama yang baik maka mustahil Program Pesantren Mahasiswa (PPM) dapat terlaksana dengan baik. Pihak yayasan juga harus memberikan 163 . pemberian perhatian. Dukungan moril diberikan melalui pemantauan kegiatan anak seharihari baik mendatangi ke Pondok Pesantren atau melalui media telekomunikasi.2.

164 . Oleh karena itu. tetapi kendala tetap ada saja yang akan muncul.pelayanan sebaik-baiknya kepada santri. Jika permasalahan telah datang maka harus cepat diselesaikan agar tidak berlarut-larut dan merugikan banyak pihak. semua pihak baik wali santri. Pada kenyataannya walaupun semua program telah tersusun dengan baik. yayasan maupun santri harus selalu mewaspadai setiap kendala yang akan muncul. Selain itu juga harus bisa bekerja sama dengan lingkungan demi kelancaran pelaksanaan pembelajaran yang ditempuh.

BAB V ANALISIS HASIL PENELITIAN B. bening dan jernih isnya Allah bisa memperlihatkan kebersihan. Tahapan itu adalah sebagai berikut: 1) Pengenalan Diri Sebagai langkah awal dalam Manajeman Qolbu. tentu memulainya dari kedalaman diri sandiri. Tekad inilah yang nantinya menjadi jala bagi kita untuk mulai membersihkan hati karena masa antara mengenali dan mengendalikan diri adalah 165 . Tekad ini harus dijaga agar terus berkorban dan tidak padam. kebeningan dan kejernihan pada diri seseorang. Hati yang bersih. Hati bisa memperlihatkan secara jelas siapa diri seseorang dan bagaimana watak seseorang. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kaulitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung Penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam meningkatkan kualitas akhlak yang ada di Daarut Tauhiid ini ada beberapa tahapan yang semua itu harus dilatih supaya bisa menjadi kebiasaan dalam menata hati dan bertindak. seseorang yang mampu mengendalikan perasaan (emosinya) adalah orang yang bisa memahami siapa dirinya. 2) Pembersihan Hati Upaya keras mengenali dan mengendalikan diri memerlukan tekad yang kuat. dari kedalaman qolbu atau apa yang disebut nurani. Untuk mengenal diri. Kunci pemahaman diri terletak pada hati.

kita tumbuh menjadi pribadi yang kita idamkan. setelah tumbuh sering kita justru tidak bisa berkembang. bukannya bisa mengendarainya dengan enak. 166 .membersihkan hati dulu. Lalu. 3) Pengendalian Diri Pengendalian diri memerlukan keterampilan prima. kemudian ditugasi menyetir mobil ber-cc tinggi. Kesuksesan dalam konsep Manajemen Qolbu adalah bagaimana kita secara istiqomah dapat terus melakukan pembersihan hati sepanjang kehidupan. Namun. 4) Pengembangan Diri Niat dan tekad sering menggebu di dalam hati untuk mengubah diri. Tidak ada kata terlambat untuk mengembangkan diri karena pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat baik dan ingin lebih baik. yang mungkin terlambat hanya kesadaran kita memahami bahwa kita ini sebenarnya bukanlah pribadi yang menyenangkan atau mungkin pribadi yang rendah diri karena tidak bisa mengembagkan potensi-potensi positif yang ada. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa sumber pengendalian diri adalah kita harus mengenal diri kita dahulu dan berupaya membersihkan hati terlebih dahulu. Ibaratnya jika seorang supir. melainkan malah tersiksa olehnya. sebaliknya jika tidak akrab dengan mobil tersebut. kita bisa mengendarainya jika kita sudah mengenal sangat baik dan kondisinya prima. Hal ini karena kekonsistenan tekad dan niat kita terganggu oleh hal-hal yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Namun.

Orientasi hidupnya jelas dan tegas. taati. 167 . Segala aktivitas kita di dunia ini harus menuju pada apa yang diridhai oleh Allah. bersih dari segala pamrih dan riya. Ikhlas dalam menjadikan Allah sebagai Pencipta. Insya Allah istiqomah pengelolaan hati akan terjaga dengan senantiasa kita berpikir dan berikhtiar semata-mata demi Allah serta kita melakukan dzikrullah semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengingat Allah Swt. Ikhlas menerima Al-Qur’an sebagai pedoman dalam segala gerak kehidupan kita. cintai dan kita takuti. pengendalian diri dan pengembangan diri adalah jalan menuju ridha Allah Swt.5) Makrifatullah Langkah akhir dari upaya mengelola hati (manajemen qolbu) adalah kecondongan diri kita kepada Allah. Baginya yang paling penting adalah Allah ridha kepadanya. Setiap perilakunya sama sekali tidak dipengaruhi oleh ada atau tidaknya kedudukan maupun penghargaan. Tahapan paling tinggi bagi kita dalam pengenalan diri. Manusia yang ikhlas adalah manusia yang berkarakter kuat dan tidak pernah mengenal lelah. bersih dari hal yang tidak disukai Allah Swt. Ikhlas dalam menjadikan Allah sebagai satu-satunya Zat yang kita harapkan. Pemelihara dan Penguasa alam raya. Qolbu yang bersih dan terjaga harus senantiasa fokus kepada Allah demi menghidupkan dan membinarkan terusmenerus pusat kepemimpinan di dalam diri kita yaitu Allah Azza wa jalla. Ikhlas menerima Muhammad saw sebagai penjelas dan penyampai wahyu Ilahi. 6) Ikhlas Ikhlas adalah bersih dari segala maksud-maksud pribadi. pembersihan hati. Pemilik.

langkahnya pasti dan penuh harapan. segumpal darah itu tidak lain adalah hati. Dalam hal ini peneliti mengambil sampel 10 orang dari santri Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. tidak ada kata frustasi dalam hidupnya. jiwanya merdeka karena hanya Allah yang menjadi tujuan hidupnya. tidak ada kata putus asa dalam usahanya. Maka dari itu kebersihan hati haruslah selalu diupayakan semaksiamal mungkin. Pengajaran akhlak di sekolah maupun 168 . Hampir seluruh responden menyatakan bahwa Manajemen Qolbu Aa Gym merupakan upaya pengelolaan atau penataan hati dengan berbagai kiatkiatnya yakni agar hati selalu bersih. penuh dengan penyakit-penyakit hati. karena hati merupakan pusat atau sumber dari segala perbuata manusia. Dari hasil penelitian yang telah dipaparkan dapat penulis deskripsikan bahwa fenomena dakwah Manajemen Qolbu Aa Gym bukanlah hal yang asing bagi kebanyakan santri Daarut Tauhiid khususnya mahasiswa yang mengikuti Program Pesantren Mahasiswa (PPM). Salah satu tujuan dari pendidikan agama Islam adalah kesempurnaan akhlak dan hal itu tidak bisa terwujud apabila hati kita masih kotor. dan setelah melakukan interview dengan mereka maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa mereka adalah mahasisiwa yang memang benar-benar paham mengenai dakwah Manajeman Qolbu Aa Gym. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa dalam diri manusia ada segumpal darah. bila segumpal darah itu baik maka seluruh tubuh akan menjadi baik dan sebaliknya.

Dalam menyampaikan dakwah MQ-nya Aa Gym menggunakan cara yang santun dan bahasa yang mudah dipahami sehingga banyak kalangan bahkan mahasiswa yang suka mendengarkan ceramah-ceramah beliau. Hampir seluruh responden menyatakan bahwa mereka tertarik mengikuti MQ Aa Gym ini salah satunya ialah karena retorika dakwahnya.lingkungan keluarga memang hal yang sangat penting namun salain hal tersebut kebersihan hati juga harus selalu diupayakan dan salah satunya bisa dengan cara terapi Manajemen Qolbu. seperti yang telah di contohkan oleh Aa Gym ini. 169 .

memerlukan keterampilan prima. bila segumpal darah itu baik maka seluruh tubuh akan menjadi baik dan sebaliknya. Langkah ketiga adalah Pengendalian Diri. Sebagai langkah pertama dalam Manajeman Qolbu adalah Pengenalan Diri seseorang yang mampu mengendalikan perasaan (emosinya) adalah orang yang bisa memahami siapa dirinya. segumpal darah itu tidak lain adalah hati. Maka dari itu kebersihan hati haruslah selalu diupayakan semaksiamal mungkin.BAB VI PENUTUP A. 170 . karena hati merupakan pusat atau sumber dari segala perbuata manusia. kesuksesan dalam konsep Manajemen Qolbu adalah bagaimana kita secara istiqomah dapat terus melakukan pembersihan hati sepanjang kehidupan. Kesimpulan Berdasarkan pada hasil penelitian baik berupa dokumen dalam bentuk tulisan-tulisan ataupun data yang dihasilkan dari lapangan maka dapat penulis simpulkan sebagai berikut: 1. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa dalam diri manusia ada segumpal darah. Langkah kedua adalah Pembersihan Hati. Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung Manajemen Qolbu merupakan upaya penataan hati dengan berbagai kiat-kiatnya yakni agar hati selalu bersih.

yang mungkin terlambat hanya kesadaran kita memahami bahwa kita ini sebenarnya bukanlah pribadi yang menyenangkan atau mungkin pribadi yang rendah diri karena tidak bisa mengembagkan potensi-potensi positif yang ada. pengembangan potensi dan pembentukan sikap. tahap akhir dari upaya mengelola hati (Manajemen Qolbu) adalah kecondongan diri kita kepada Allah. bersih dari hal yang tidak disukai Allah Swt. dengan harapan menjadi solusi alternatif bagi bangsa. Program Pesantren Mahasiswa (PPM) prinsipnya hadir sebagai sebuah jawaban alternatif. Langkah keenam Ikhlas. 171 . Qolbu yang bersih dan terjaga harus senantiasa fokus kepada Allah demi menghidupkan dan membinarkan terus-menerus pusat kepemimpinan di dalam diri kita yaitu Allah Azza wa jalla. Program Pesantren Mahasiswa (PPM) sebagai sebuah program pendidikan yang berorientasi pada penanaman aqidah. bersih dari segala maksudmaksud pribadi. dengan didasari oleh adanya tanggung jawab dan kepedulian terhadap kondisi generasi bangsa yang saat ini cenderung mengarah pada terjadinya degradasi moral. Langkah kelima adalah Makrifatullah. tidak ada kata terlambat untuk mengembangkan diri karena pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat baik dan ingin lebih baik.seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa sumber pengendalian diri adalah kita harus mengenal diri kita dahulu dan berupaya membersihkan hati terlebih dahulu. bersih dari segala pamrih dan riya. Langkah keempat adalah Pengembangan Diri.

kerena faktor kecapekan setelah program formal santri c. Santri kurang mempunyai kesadaran sendiri dalam hal menimba ilmu apapun yang merupakan kewajibannya 172 .2. Program Pesantren Mahasiswa (PPM) khususnya masih membutuhkan dana yang lebih demi tercapainya harapan yang diinginkan b. pengurus sangat berperan penting sebagai penggerak dan pelaksana pendidikan Pesantren terhadap perkembangan pendidikan Pesantren. Faktor penghambat antara lain: a. Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung Dalam pencapaian Penerapan Nilai-Nilai Manajeman Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung dipengaruhi beberapa faktor pendukung antara lain: faktor kegigihan usaha tenaga pendidik Program Pesantren Mahasiswa (PPM) Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung dan dipengaruhi dari faktor internal yakni pengasuh. pengurus dan santri serta faktor eksternalnya yakni wali santri dan lingkungan. Hambatan yang dialami santri dalam menjalankan program ini adalah rasa malas yang sering muncul ketika jadwal kegiatan dimulai.

yakni cocok dengan kebutuhan masyarakat dan nilai-nilai idealisme yang diembannya 2. Prospek Pesantren dalam mengembangkan dinamika keilmuan Islam dituntut mampu mengaktualisakan diri ditengah-tengah masyarakat. Pesantren harus dinamika. terutama dalam pelayanan programprogram yang ditawarkan. hendaklah lebih aktif dan telaten dalam membimbing dan mendidik santri guna menghasilkan out put yang benarbenar matang dan tentunya akan berguna bagi masyarakat. maka saran-saran yang diberikan penulis berkaitan dengan Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatka Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) yakni: 1. Dengan pengembangan dinamika keilmuan tersebut harus mampu menjadi sarana transformasi sosial dan kontekstualisasi ajaran Islam dalam tata kehidupan masyarakat. Saran-Saran Dari hasil penelitian yang dilakukan penelitian di Pondok Pesantren Daarut tauhiid. Harus bermutu. Bagi santri hendaknya menyadari terlebih dahulu bahwasannya dalam hal menimba ilmu merupakan suatu kewajiban dan akan berguna baik untuk diri sendiri maupun orang lain. sehingga secara tidak langsung santri akan bisa menanggapi dengan positif pelajaran maupun peraturanperaturan yang diterapkan untuk mencapai kualitas dan menghasilkan out put yang baik sesuai dengan harapan 173 . Harus relevan. Bagi pengurus dan asatidz. artinya tanggap terhadap perubahan sosialkultural dan tuntutan-tuntutan yang menyertainya.B. nusa dan bangsa.

2006. 1999. Mizan Pustaka Buku Panduan Santri Mukim Program Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung Gymnastiar. Ida Nursida dan Tiar Anwar Bachtiar. Penerbit J-Art Al-Darini. terj. Membentuk Pribadi Qurani. Jakarta: Amzah Al-Jauziyah. Teknik Menulis Skripsi & Thesis. Madani Barran. Bandung: Khas MQ _______. Bandung: Khas MQ Hariwijaya. 2007. Bandung: PT. Jakarta: Darul Falah Al –Ghazali. Bisri M. 2004. Aa Gym Apa Adanya Sebuah Qolbugrafi. Dessy. Ibnu Qayyim.. Bandung: CV. Depok: Iqra Kurnia Gemilang Azra. Surabaya: Karya Abditama Adz-Dzakiey. Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an. 2005. 2008. Jakarta: PT. 2007. 2005.. Jogjakarta: Islamika Abdullah. Muhammad Ereska. Abdullah. Manajemen Qalbu. 2001. Azyumzrdi. Prophetic Intelligence (Kecerdasan Kenabian). Bandung: Khas MQ _______. M. Jagalah Hati Step by Step Manajemen Qolbu. Jakarta: Harakah 174 . 2005. Yatimin.DAFTAR RUJUKAN Anwar. Obat Hati. Inilah Indahnya Islam dengan Manajemen Qolbu. Abd Al-‘Aziz. Didin. Ihya Ulumuddin “Pensucian Jiwa”. terj. Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. 2006. 2002. Logos Al-Qur’an dan Terjemahnya. Jogjakarta: Zenith Publisher Hafidhuddin. Jakarta: Darul Haq ______. Terapi Menyucikan HatiKunci-Kunci Mendekatkan Diri Kepada Allah. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. 2006. 2004. M dan Djaelani.

Akhlak Tasawuf.. terj. 2006. Pius A dan Al Barry. Mizan Pustaka Moleong. Rivay. Islam untuk Disiplin Ilmu Pendidikan. J. Abuddin. A. 2003. Jakarta: Gema Insani Ruhaniah (Transcendental Taymiyyah. Prosedur Pendidikan Suatu Pendekatan Praktek. 2001. Kuning Mas Siregar. Antara Makhluk dan Sang Khaliq. Bandung: PT. Bandung: Tarsito Sadali. Jakarta: Rineka Cipta Sudjana. Metode Statistik. 2002. L. Kecerdasan Intelligence). Metodologi Penelitian Kualitatif. Nur. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada ______. 2003. 2007. 1984. Terapi Penyakit Hati. Grasindo Partanto. http:www. 2000. Nana. Mohammad Rois dan Luqman Junaidi. Jogjakarta: Diva Press Muhammad. Deden Ridwan. A. Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan LembagaLembaga Pendidikan Islam di Indonesia. Tasawuf dar iSufisme Klasik ke Neo-Sufisme. 1989. Jakarta: PT. SUN 175 . Surabaya: Arkola Suharsimi Arikunto. M Dahlan. Jakarta: PT. Jakarta: CV. 2002. 1994.yahoo. The True Power of Heart. diakses 10 Agustus 2009.Hernowo dan M. Bandung: Remaja Rosda Karya Muhyidin. Ibn. Toto.com Nata. Kamus Ilmiah Populer. 2001. Jakarta: PT. Aa Gym dan Fenomena Daarut Tauhiid . Muhammad. RajaGrafindo Persada Tasmara.

Lampiran I STRUKTUR ORGANISASI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID .

Lampiran III STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENDIDIKAN Direktur Pendidikan Ust. Sekertariat Dadan Kurniawan Kabag. Kerjasama Hilman Abdul Halimi Kabag. Kesantrian Rizal dzulkarnaen TK KHAS PPM Hamdani SSG Duden Dauroh Islamiyah Ahmad Suja’i Dauroh Qolbiyah Suherman Ar Rofi APW Roni Abdul Fattah Adm Keuanagan Inggrid Laras Agustin Mudabbir/ah Lampiran IV Santri . Mulyadi Al Fadhil Ka.

yang terdiri dari Kepala Departemen Kepesantrenan. Staf Serta Mudabbir. Kyai Adalah pimpinan tertinggi Pondok Pesantren yang mendapat amanah menghidupkan nilai-nilai ruhiyah bagi kalangan Santri. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam agama Islam (tafaqquh fiddien) dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.Lampiran IV ATURAN POKOK SANTRI PESANTREN MAHASISWA PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID BANDUNG BAB I UMUM “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Santri Pesantren Mahasiswa (SMM). Dauroh.” (QS. AtTaubah [9] : 122) Pasal 1 NAMA Aturan Pokok Santri Pesantren Mahasiswa Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung Pasal 2 RUANG LINGKUP Aturan ini berlaku bagi semua Santri Pesantren Mahasiswa yang belajar di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung sejak hari pertama ia belajar di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid. meliputi Kantor Pusat. Pengelola Kepesantrenan Adalah seseorang dan tim yang mendapat amanah mengelola pendidikan Santri di Yayasan Daarut Tauhiid. Pasal 3 ISTILAH-ISTILAH Di dalam peraturan ini yang dimaksud dengan : Pondok Pesantren Adalah Badan Yayasan Daarut Tauhiid yang berorientasi pada bidang pendidikan. Ustadz Adalah seseorang yang memiliki ilmu agama dan ilmu lainnya yang mendapat tugas mengamalkannya melalui proses belajar-mengajar program pendidikan Santri di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid. Penanggung Jawab Program Akhlaq Plus Wirausaha. dakwah. Santri Siap Guna (SSG). Kantor-Kantor Cabang dan Kantor-Kantor Pembantu unit-unit usaha lainnya. sosial dan perekonomian dengan kantor pusat di Bandung yang anggaran dasarnya dimuat dalam Akta Pendirian Nomor 8 (delapan) tanggal 4 September 1998. .

dan area asrama Santri PPM / Dauroh / APW Daarut Tauhiid. Dianjurkan ketentuan yang sebaiknya dilaksanakan karena adanya keutamaan. area Koperasi Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (Kopontren). baik karena alasan syar’i ataupun tata tertib Santri Pesantren Mahasiswa. area Masjid Daarut Tauhiid. yang aturannya diatur dalam aturan pokok Santri Pesantren Mahasiswa. Santri Pesantren Mahasiswa Adalah Santri yang lulus seleksi dan menetap/mukim di lingkungan Pondok Pesantren dalam menimba ilmu-ilmu yang diselenggarakan oleh bagian Pendidikan Santri Pesantren Mahasiswa selama kurun waktu tertentu. Sanksi tindakan yang dikenakan kepada santri karena melanggar peraturan tata tertib Santri Pesantren Mahasiswa. area kompleks Setiabudi Indah (Sentral 5 dan 7). mengelola dan mengawasi santri selama berada di asrama dan lingkungan sekitar asrama. Penghargaan adalah sesuatu yang diberikan kepada santri karena prestasi tertentu. . Diharuskan ketentuan yang harus dilaksanakan santri karena tata tertib Santri Pesantren Mahasiswal. area perkantoran Dompet Peduli Ummat (DPU). Mudabbir Adalah pembimbing santri yang secara formal (ditetapkan dengan surat keputusan). Ditekankan ketentuan yang sedapat mungkin dilakukan oleh santri. area perkantoran Yayasan Daarut Tauhiid dan rumah Pimpinan Pesantren (Sentral 3). area perkantoran Departemen Kepesantrenan . area perkantoran Yayasan Daarut Tauhiid. Murabbi Adalah wali santri yang ditunjuk oleh lembaga yang bertugas untuk membimbing santri selama mengikuti program pendidikan di Daarut Tauhiid yang bertanggung jawab terhadap perkembangan santri. dalam rangka pembimbingan kegiatan santri selama 24 jam.Kepala Asrama Adalah seseorang yang mendapat amanah dari lembaga untuk tinggal di asrama (Asrama ikhwan / akhwat) untuk membina. terikat dalam satu hubungan karya/amanah dengan Pondok Pesantren. Lingkungan Pesantren Adalah area Pondok Pesantren meliputi. area perkantoran MQ Corporation. area perkantoran Pelatihan (Sentral 7). Dilarang / Tidak diperkenankan ketentuan yang seharusnya ditinggalkan. Diwajibkan ketentuan yang harus dilaksanakan oleh santri karena alasan syar’i dan ditetapkan oleh Lembaga.

BAB II IBADAH Pasal 4 Shalat 1. Santri ditekankan mendirikan qiyamul lail setiap malam. 4. 2. 2. dan masyarakat. keluarga kyai. Santri ditekankan untuk mengkhatamkan Al-Quran minimal satu kali dalam dua bulan. 3. 6. Mengamalkan tata nilai budaya Islam yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren. 3. 5. civitas Pondok Pesantren. 3. Menjaga hubungan persaudaraan di antara santri. Santri dianjurkan melakukan shodaqoh maal setiap hari. 2. 3. 6. 5. 7. Santri ditekankan berada di dalam masjid sebelum azan dikumandangkan. Pasal 6 Tilawatul Quran dan Hadits 1. 9. Santri dianjurkan selalu memiliki wudhu'. Merapihkan alas kaki (ready to come back) dimanapun (apalagi dalam lingkungan Pondok Pesantren). 2. Santri diwajibkan melaksanakan shalat lima waktu dengan berjama’ah tepat pada waktu dan di tempat yang ditentukan. Menjaga kebersihan lingkungan Pondok Pesantren dan mengambil sampah dalam radius 5 meter. Santri ditekankan melaksanakan shoum sunnah Daud. BAB III AKHLAQ Pasal 7 Adab sopan santun 1. Santri ditekankan melaksanakan shoum sunnah Senin dan Kamis. Santri dianjurkan melaksanakan shoum tathawwu’. pengelola pendidikan. 4. Santri diharuskan membaca al-Quran setiap hari. Santri ditekankan mendirikan shalat dhuha setiap hari. Santri ditekankan mendirikan shalat sunnah rawatib. Menghormati orang lain sebagaimana menghormati diri sendiri dan orang tua. Menjalankan dengan istiqamah Aturan Pokok Santri Mukim Pondok . 4. Santri diharuskan memiliki dan memelihara mushaf al-Qur’an dan terjemahnya dengan baik. Pasal 5 Shoum 1. Santri ditekankan berzikir setiap selesai shalat fardhu. Santri dianjurkan menghafal al-Qur'an dan hadits sesuai target yang telah ditentukan. 8.

kirim barang atau perbuatan sejenisnya yang tidak dibenarkan oleh Pondok. pelatihan. pesan singkat (SMS). chatting. aturan dalam berpakaian adalah sebagai berikut : 1. Tidak diprekenankan berambut cepak dan menyerupai laki-laki. sopan dan rapih. Khusus untuk hari Senin. 4. tidak transparan. Jum’at dan khidmat Pengajian Rutin memakai busana muslimah (gamis) warna biru dan kerudung putih standar DT. 9. telepon. Tidak diperkenankan memakai baju kaos pada saat shalat berjama’ah atau sendirian. Senantiasa memakai tanda pengenal (Syal / ID card) selama berada di lingkungan Pondok Pesantren atau KBM. dan peci putih. Dilarang ber-tabarruj (Berhias diri berlebihan). Senantiasa memakai tanda pengenal (Syal / ID card) selama berada di lingkungan Pondok Pesantren atau KBM. 7. pakaian ketat/transparan. Senantiasa memakai peci (warna bebas) di lingkungan pesantren. 5. 2. 11. 6. dan berkaos kaki. 8. Khusus untuk hari Senin. Mendukung semua program pendidikan. Tidak memakai pengharum badan/pakaian berlebihan (yang menyengat). dan kegiatan belajar-mengajar (KBM). Berambut pendek. Tidak diperkenankan berpakaian yang bergambar dan atau bertuliskan ketika shalat berjamaah. Tidak bergaul bebas. Jum’at dan khidmat Pengajian Rutin memakai baju koko putih. 7. Senantiasa memakai busana muslimah (gamis) warna bebas tapi tidak mencolok. . 6. 10. celana panjang/kulot dan yang tidak menutup aurat lainnya. e-mail. rapi dan sopan. Selalu berusaha untuk berakhlak mulia. Membayar kontribusi/administrasi pendidikan sesuai dengan program yang diambil tepat pada waktunya. 12. 8. dan tidak tipis). 5. 7. polos. Senantiasa memakai pakaian muslim (baju koko/taqwa) warna bebas. berhubungan dengan lawan jenis melalui suratmenyurat. berkerudung standar DT (lebar. 8. pemberdayaan dan pelayanan masyarakat Pondok Pesantren. Menjaga nama baik Pondok Pesantren. Pasal 8 Pakaian dan rambut Untuk ikhwan (Laki-laki). 3. 2. 9. Tidak diperkenankan memakai baju kaos. Tidak diperkenankan memakai sandal jepit saat KBM dan kegiatan penting pesantren. 3. celana warna gelap. aturan dalam berpakaian adalah sebagai berikut : 1. Bejuang keras untuk menjauhi segala larangan Islam. Dilarang dengan sengaja menyerupai perempuan. Tidak diperkenankan memakai sandal jepit saat KBM dan kegiatan penting pesantren.Pesantren. 4. Untuk akhwat (Wanita).

Tidak keluar masuk ruangan belajar kecuali izin dari pemateri atau Mudabbir. Berusaha selalu hemat air dan sarana kamar mandi lainnya. Santri wajib menjaga dan memelihara kebersihan kamar mandi. . Untuk ikhwan dan akhwat : 11. 6.9. Waktu dalam kegiatan belajar secara prinsip dilaksanakan dalam 24 jam di lingkungan Pondok Pesantren dan berdasarkan keputusan yang diambil oleh Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren. 10. Mengisi dan menyerahkan buku muhasabah harian santri sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Siap di dalam kelas 10 menit sebelum materi di mulai untuk tilawah alQur’an. 3. BAB IV PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Pasal 10 Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Ditetapkan oleh Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren dan wajib diikuti oleh Santri. 4. 9. 2. 3. Tidak berbuat sia-sia di dalam kamar mandi. 7. Tidak diperkenankan makan. 6. Pasal 9 Disiplin di Kamar mandi 1. dan Pengajian Rutin (malam Jum’at dan Ahad pagi). 7. Dilarang dengan sengaja menyerupai Ikhwan. 2. Peralatan mandi tidak di simpan di kamar mandi. Siap menjaga kebersihan dan kerapihan tempat belajar. 5. 12. Terlibat aktif hadir di kegiatan MQ On Air. 4. Mengamalkan adab masuk kamar mandi/wc. 1. Siap aktif mengikuti pembelajaran dan mencatat intisari pelajaran. minum dan tidur saat mengikuti KBM. 8. celana cutbray/komprang dan sejenisnya. maksimalkan waktu di kamar mandi selama 5 (lima) menit. Tidak diperkenankan memakai perhiasan yang berlebihan. Tidak diperkenankan mewarnai rambut dan menjadi korban mode. Tidak diperkenankan memakai jeans. Kajian Al-Hikam. Siap menyelesaikan dan menyerahkan tugas pembelajaran. Siap mengikuti pelajaran dengan posisi duduk rapih dan sopan dalam kelas secara terpimpin. 5. Upayakan tidak berlama-lama di kamar mandi. Tidak merendam pakaian cucian lebih dari 24 jam. Diwajibkan memakai kaos kaki waktu keluar area putri. 13.

wajib memberitahukan kepada mudabbirnya selambat-lambatnya pada hari belajar berikutnya. Pasal 12 Ijin Tidak Belajar Seorang santri dapat diberi ijin untuk tidak masuk belajar sehubungan dengan halhal berikut : 1. Sakit lebih dari 1 (satu) hari diwajibkan memberikan surat keterangan Dokter sesegera mungkin atau selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah tidak masuk belajar. 6. 9.Pasal 11 Disiplin Waktu Belajar 1. Jam belajar santri ditentukan sesuai dalam jadwal belajar yang terlampir. izin tidak masuk belajar/kegiatan atau alasan-alasan lain yang ditetapkan dalam Aturan Pokok Santri ini dianggap mangkir. 3. Kematian orang tua/saudara kandung Santri sebanyak maks. 3 (tiga) hari. 8. 4. Santri yang tidak masuk belajar/kegiatan karena sakit atau karena alasan lain yang dapat diterima Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren. Tidak diperkenankan merubah waktu pada lembar kehadiran. 10. 2. 7. . Sakit keras atau di opname (dirawat inap)nya orang tua/saudara kandung Santri sebanyak maks. 5. Setiap perubahan aturan pokok santri dan jam belajar oleh Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren akan diberitahukan sebelumnya kepada Santri dengan tenggang waktu yang layak. Tidak diperkenankan untuk mencatatkan waktu dan menandatangani pada lembar kehadiran untuk Santri lain. Setiap Santri wajib hadir dan belajar pada waktu yang telah ditetapkan Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren. 13. Apabila santri harus mengikuti jam perkuliahan di kampus. Ketidakhadiran karena alasan lain diwajibkan membuat pemberitahuan tertulis yang ditujukan kepada mudabbirnya. 11. 3. satu hari sebelumnya. Bagi Santri yang melakukan tugas belajar tertentu untuk kepentingan Pondok Pesantren berlaku jam belajar tersendiri sesuai dengan sifat tugasnya. 2 (dua) hari. 12. 2. Santri yang tidak masuk belajar/kegiatan bukan karena alasan sakit. Apabila Santri tidak masuk belajar/kegiatan atau meninggalkan tempat belajar sebelum jam belajar berakhir. Santri mencatatkan sendiri kehadirannya pada lembar kehadiran yang disediakan Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren. Apabila untuk suatu keperluan di luar lingkungan Pondok Pesantren seorang Santri perlu meninggalkan belajar/kegiatan Pondok Pesantren untuk sementara waktu. diharuskan mencatatkan kepergian dan kedatangannya pada kartu ijin dan mengisi formulir yang telah disediakan. Penentuan waktu belajar didasarkan kepada hasil musyawarah Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren. maka harus dengan ijin tertulis mudabbirnya.

9.30 wib. Santri diharuskan membawa semua buku pelajaran pada hari pelajaran itu berlangsung. 7. kebanjiran. maksimal 1 hari sebelumnya. 3.30 wib (akhwat). 13. 2. 5. Tidak diperkenankan membunyikan musik/lagu-lagu yang tidak islami. Santri diharuskan memiliki seluruh buku pelajaran. sebanyak 1 (satu) hari karya atau sesuai surat dokter. koran. Bila direncanakan akan tidak hadir dalam KBM. 8. Santri yang bersangkutan tertimpa sakit atau musibah seperti : kecelakaan. Santri dianjurkan membaca buku. memiliki dan menyimpan buku bacaan atau gambar yang tidak Islami. 2. 2. catatan dan alat sekolah yang diperlukan. Tidak membuat gaduh atau mengganggu teman atau ketentraman tetangga. Bangun paling lambat pukul 03. Santri dianjurkan memiliki buku-buku yang menunjang pendidikan. Melakukan dan memelihara kebersihan dan kerapihan asrama dan lingkungannya. Santri dilarang membaca. Mengucapkan salam sebelum masuk asrama. 10. Mematikan listrik. 12. atau bacaan-bacaan lain yang disediakan di perpustakaan. Tidur paling lambat pukul 22. Merapihkan tempat tidur dan kamar asrama. diwajibkan menyampaikan berita secara tertulis kepada mudabbir masing-masing. dan perbuatan sia-sia lainnya. Tidak diperkenankan ghibah. 3. 3. Santri dilarang menggunakan buku catatan yang bergambar dan bertuliskan tidak sopan. kecurian dan lain-lain yang dapat dipersamakan dengan itu. 4. Melaksanakan jadwal piket kebersihan yang telah disepakati. majalah. Menjaga keamanan barang-barang dan meninggalkan loker dalam keadaan terkunci.00 wib (ikhwan) dan pukul 22. 6. 5. Menempatkan barang-barang pada tempatnya dan tidak menggunakan barang orang lain kecuali mendapatkan ijin dari pemiliknya. lampu. Tidak menaruh barang sembarangan dan tidak membawa barang berharga . Santri dilarang meninggalkan buku pelajaran dan atau alat sekolah tidak pada tempatnya. Pasal 13 Buku Pelajaran dan Alat Sekolah 1. BAB V ASRAMA Pasal 15 1.4. 4. pompa air dan alat listrik lainnya ketika tidur atau meninggalkan asrama. 11. Pasal 14 Buku Bacaan 1.

Santri diharuskan menjemur pakaian di tempat yang telah disediakan. 17. Santri dilarang menerima tamu/orang lain didalam asrama tanpa izin. Santri diharuskan meletakkan pakaian kotor pada tempatnya. 3. 2. play station dan sejenisnya. 15.30 WIB. Surat Ijin Pulang merupakan surat keterangan resmi sebagai tanda santri mendapatkan restu untuk pulang dari pengelola pesantren. 6. Asrama akan dikunci pada waktu–waktu tertentu (KBM. Mabit dan kegiatankegiatan lainnya). BAB VII KEBERSIHAN. 16. night club. memberi warna pada kuku (cuteks) dan bertato. Santri diharuskan meletakkan barang-barang miliknya pada tempatnya. Santri dilarang berkuku panjang. . 5. Siap selalu mengamalkan dan menjaga akhlak sebagai santri pesantren saat ke luar lingkungan pesantren atau saat di kendaraan atau saat di lingkungan rumah atau dimanapun. 3. 18. video game. 19. Santri dilarang memasuki gedung bioskop. Bagi santri yang akan pulang. KEINDAHAN. Santri dilarang pindah kamar tanpa seizin Wali Asrama. KEAMANAN DAN KETERTIBAN. 20. tempat-tempat maksiat. 6. 14. BAB VI PERIZINAN Pasal 16 1. 5. Santri diharuskan membuang sampah pada tempatnya (TSP dan BEBASKOMIBA). harus menyerahkan berita tertulis kepada mudabbir. bilyard. Santri diharuskan keluar masuk pondok melalui pintu yang telah ditentukan. Setiap santri yang pulang harus membawa surat ijin pulang sebagai keterangan resmi dari pesantren. harus menyertakan surat izin resmi dari Organisasi/Himpunan/Instansi yang bersangkutan. barang mewah dan lainnya). 1. Setiap santri yang akan mengikuti kegiatan di kampus. 4. KEKELUARGAAN Pasal 17 Kebersihan Santri diharuskan menjaga kebersihan diri. Siap mengikuti disiplin kembali ke pesantren sesuai dengan perijinan dan melapor kembali kepada pengelola pesantren/Mudabbir. Tidak diperkenankan tidur di luar asrama yang telah ditentukan. 2. kamar dan lingkungan. 1 (satu) hari sebelum pulang. Masuk asrama paling lambat pukul 21.(antara lain : perhiasan emas. 4.

Pengelola Pondok Pesantren. dianggap sebagai mengundurkan diri atas kemauan sendiri dan akan diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku. Menganiaya. Melakukan suatu tindakan baik didalam maupun diluar lingkungan Pondok Pesantren termasuk terhadap sesama santri atau pihak ketiga lainnya yang dipandang oleh Pondok Pesantren bahwa tindakan tesebut tidak sejalan . 3. bangku. 5. 14. 12. Melakukan tindakan kejahatan misalnya : Mencuri. 2. madat. Menggelapkan. Santri diharuskan memelihara keindahan diri. 7. hukum agama ataupun negara. dan lain-lain. 13. 5. Mabuk. Santri dilarang memelihara binatang di lingkungan asrama. Menghilangkan dengan sengaja karena kecerobohan. meja. 4. teman-teman tanpa mengindahkan kepentingan Pondok Pesantren. 11. dinding tembok. kecuali atas perintah yang berwajib. 2. Pasal 19 Keamanan dan Ketertiban Santri dilarang untuk : 1. Memperdagangkan barang terlarang didalam lingkungan Pondok Pesantren. Santri dilarang menulis. Santri dilarang memajang hiasan yang tidak islami. memakai obat bius. corat-coret di tempat tidur. menghina secara kasar atau mengancam sesama santri. Kyai. Kyai. 4. dan keluarga Kyai yang seharusnya dirahasiakan. almari. barang milik orang lain dan Pondok Pesantren. Pemalsuan apapun yang merugikan Pondok Pesantren. pintu.Pasal 18 Keindahan 1. atau zat adiktif lainnya dimanapun. 3. Membujuk sesama santri atau Pengelola Pondok Pesantren untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kesusilaan. merusak. Menggunakan status santri Pondok Pesantren untuk melakukan tindakan yang menguntungkan diri sendiri ataupun pihak ketiga seperti keluarga. Santri dilarang menggantungkan pakaian dan sejenisnya di tempat yang tidak seharusnya. Tidak hadir selama 6 (enam) hari waktu belajar berturut-turut tanpa keterangan tertulis dengan bukti-bukti yang sah dan telah dipanggil oleh Pengelola Pondok Pesantren secara patut. Perjudian dalam bentuk apapun yang dilakukan di lingkungan Pondok Pesantren. 6. Melakukan perbuatan asusila di lingkungan Pondok Pesantren. Menipu dan tindakan kejahatan lainnya yang tidak ditolerir oleh Syar’i. 8. 10. 9. Membongkar rahasia Pondok Pesantren atau hal ikhwal Pengelola Pondok Pesantren. kamar dan lingkungan sekitarnya. keluarga kyai atau tetangga. merugikan atau menjadikan Pondok Pesantren dalam keadaan bahaya. Dengan sengaja atau karena ceroboh.

Sanksi didasarkan pada : 1. Membuat dan atau mengikuti kelompok-kelompok gelap (gank) baik secara simbolis atau terang-terangan. minuman keras (khamar) dan sejenisnya. 2. 3. Macam dan tingkat pelanggaran. 3. obat-obatan terlarang. serta berlaku sopan kepada sesama teman maupun tamu. perkelahian dan perbuatan sewenang-wenang. menyimpan dan menghisap rokok. . karenanya terhadap pelanggaran / kesalahan yang dilakukan. senjata tajam. Santri diwajibkan menghormati pengasuh. Santri diwajibkan membantu meringankan penderitaan sesama santri yang sakit/terkena musibah. 4. Santri diwajibkan menjaga dan meningkatkan ukhuwah islamiyah. Pasal 20 Kekeluargaan 1. menggunakan senjata api. 18. Berkelahi tanpa alasan syar'i.Santri atas peraturan yang telah diatur dalam Aturan Pokok Santri ini dapat diberikan peringatan / sanksi dan Poin negatif yang harus ditebus dengan Amaliah positif yang dapat menghapus Poin negatif. Aturan Pokok Santri Pesantren Mahasiswa. termasuk dalam melaksanakan ibadah pokok keagamaan. Santri diwajibkan hormat-menghormati dan tolong-menolong dalam kebaikan. Frekuensi (sering / pengulangan) pelanggaran. Sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Santri dimaksudkan sebagai tindakan korektif dan pengarahan terhadap sikap dan tingkah laku Santri. Membawa.dengan Syari’ah Islam. ustadz/ustadzah. menyimpan. memiliki. Membawa. 16. 4. 2. BAB VIII SANKSI DAN PENGHARGAAN Pasal 21 Sanksi/ Disipln santri Pengelola Pondok Pesantren menyadari pentingnya penegakkan disiplin belajar ini harus selaras dengan salah satu motto dari Pondok Pesantren yaitu "Tiada Prestasi Tanpa Disiplin ". selambat-lambatnya satu bulan sebelum program berakhir. Memberikan keterangan palsu. 19. 17. karyawan dan keluarga besar pondok. 15. senjata angin. Unsur kesengajaan.

(13).(2). • Merapikan sandal di masjid atau di asrama • Membuang sampah • Merapikan jemuran umum • Membersihkan kamar mandi/WC • Membersihkan halaman / lapangan dari rumput.(10) • Pasal 11 : (8). • Pasal 6 : (1).(4). (6). Pasal 8: Akhwat : (1).(4). sampah dan ilalang • Wajib lapor rutin ke pengasuh. • Melakukan Masa Kaffarat 1 Pelanggara n Tingkat I (Ringan) • 10 Poin • 1 Poin • • • 1 Poin 1 Poin 1 Poin * Diatur sesuai kesepakatan • 2 Poin • 5 Poin • 10 Poin • 2 Poin • 10 Poin • 5 Poin 2 Pelanggara n Tingkat II (Sedang) • 20 Poin • 25 Poin • 25 Poin • 25 Poin • 20 Poin • 20 Poin • 25 Poin * Diatur sesuai kesepakatan . Bobot Poin Negatif Jenis Sanksi ( Ditentukan oleh pengurus) • Diberikan teguran atau peringatan • Menghafal ayat AlQur'an dan hadits • Menghafal Tekad kehormatan tauhiid atau jargon-jargon DT • Merangkum • Membangunkan santri waktu subuh • Menyapu • 10 Poin • 2 Poin • 10 Poin • 10 Poin • 10 Poin • 2 Poin • 5 Poin • 10 Poin • 2 Poin • 2 Poin • 10 Poin • Mengepel • Meminta nasihat dan tanda tangan pengasuh. • Pasal 10 : (9).(16). • Pasal 11 : (6).(7). • Menulis Al-Quran atau hadits sesuai pelanggaran • Membaca AlQur’an pada waktu dan tempat yang telah ditentukan.(9).(12).(11). • Pasal 8 : Ikhwan : (1).(8) (11).(3) (4). • Pasal 13 : (2).(6).(13).(12) (14).(11) (12).Tabel Jenis sanksi dan bobot Poin negatif diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan yang disesuaikan dengan tingkat dan jenis pelanggaran No Tingkat Pelanggaran Jenis Pelanggaran Terhadap : • Pasal 4 : (1) (5).(13).(5). • Pasal 8 : Ikhwan (9).(19). • Pasal 12 : (1).(10).(17).(10). Akhwat:(8). • Pasal 15 : (7).(3).(5). • Pasal 17 : (1). • Pasal 7 : (9)(12).(12). • Pasal 7 : (3).(9) (6).(20) (18).(3).(3). (5). • Pasal 18: (1).(4).(2).(5). • Pasal 15: (5).(11). • Pasal 5 : (1). • Pasal 14 : (3).(2).(7). (7).(6).

(5).(11).(5) (14).(4). • 25 Poin • 20 Poin • 25 Poin • 25 Poin • 25 Poin rekonstruksi • Meminta nasihat dan tanda tangan pada pengasuh/ustadz atau pimpinan pondok • Men-tasmi'-kan ayat Al-Qur’an atau hadits sesuai pelanggaran • Bending dan atau push-up. • Diumumkan di hadapan seluruh santri. (8). • 100 Poin • 100 Poin • 75 Poin .(2). * Diatur sesuai kesepakatan 3 Pelanggara n Tingkat III (Berat) • Pasal 19 : (1). • Pasal 18 : (2).(3).(19).(5). • Pasal 19: (6). • Mengembalikan dan atau mengganti kerusakan • Skorsing • Pemanggilan orang tua santri • Pembebasan status sebagai santrti Pesantren Mahasiswa. (2) (3).(13).(7).(17). (18).(16).(12).(9).(10).• Pasal 16 : (1). • Pasal 20 : (1).

Rawi dan terjemahnya Shodaqoh Maal Min. Surat Peringatan 2 (SP 2) akan diberikan jika Poin negatif sudah terakumulasi sebanyak 50 Poin. Poin Negatif yang terhapus No Jenis Amaliah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Shalat Fardhu berjamaah di masjid tepat waktu selama 3 hari berturut-turut (15 waktu Shalat) Shalat Fardhu berjamaah di masjid tepat waktu selama 1 hari Shalat Fardhu di shaff utama Masjid sebanyak 5 waktu shalat Fardhu Shalat sunnah Tahajjud / Qiyamullaill 11 Raka'at selama 3 Hari berturut-turut Shalat sunnah Dhuha min 4 Raka'at selama 3 Hari berturut-turut Shoum sunnah Hari Senin dan Kamis Shoum sunnah Nabi Daud Tilawah Al-Qur'an Min 1 juz / Hari selama 3 Hari Menghafal Al-Qur'an 1/2 Juz Menghafal 1 hadits Arba'in lengkap dengan Sanad. 10 menit sebelum Adzan) 30 Poin 10 Poin 5 Poin 25 Poin 10 Poin 20 Poin 10 Poin 15 Poin 50 Poin 10 Poin 5 Poin 3 Poin Keterangan : Surat Peringatan 1 (SP 1) akan diberikan jika Poin negatif sudah terakumulasi sebanyak 25 Poin.Tabel Jenis Amaliah yang bisa Menghapus / Mengurangi Poin Negatif. 500 sebanyak 5 kali Datang ke Masjid sebelum waktu Shalat dimulai ( Min. Surat Peringatan 3 (SP 3) akan diberikan jika Poin negatif sudah terakumulasi sebanyak 75 Poin. . Rp. Matan. Surat Pembebasan status sebagai santri diberikan jika Poin negatif sudah terakumulasi sebanyak 100 Poin .

2. 3. Piagam penghargaan.Pasal 22 Pemberian Sanksi dan Surat Peringatan (SP) 1. Pengurus organisasi santri yang ditunjuk. keamanan. Santri yang mengetahui adanya keadaan/kejadian atau benda yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran. 2. Penghargaan meliputi : a. d. wajib segera memberitahukan Tim Kamtib atau pimpinannya langsung atau siapa saja yang dapat dihubungi . Yang berhak memberi sanksi adalah : a. Setiap Santri diwajibkan ikut menjaga ketertiban. Manajemen Departemen Kepesantrenan yang ditunjuk. 2. b. 2. b. Pasal 25 KEAMANAN PONDOK PESANTREN 1. kesehatan dan keselamatan belajar di asrama maupun di lingkungan Pondok Pesantren. BAB IX LAIN-LAIN Pasal 24 KETERTIBAN UMUM 1. 3. dan penyimpanannya dan terhadap akibat penyambungan stop kontak listrik atau sebab yang lainnya. e. kebersihan. Ustadz/ustadzah yang ditunjuk. Santri yang berprestasi berhak mendapat penghargaan. Mudabbir/ah yang ditunjuk. Setiap Santri diwajibkan memelihara alat/perlengkapan milik Pondok Pesantren dengan baik dan teliti termasuk keamanan penempatan. gangguan terhadap ketentraman dan keselamatan di lingkungan karya. Santri wajib mentaati peraturan keamanan di dalam Pondok Pesantren. Yang berhak mengeluarkan Surat Peringatan (SP) adalah Penanggung Jawab Program Santri Pesantren Mahasiswa. Pemberian surat pembebasan status santri ditetapkan melalui musyawarah bidang-bidang terkait. Pasal 23 Penghargaan 1. c. Setiap Santri dilarang membawa. pencurian.. c. Hadiah tertentu yang tidak mengikat. memindahkan dan meminjamkan alat perlengkapan milik Pondok Pesantren tanpa izin yang Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren. Poin tambah untuk menjadi santri terbaik. Penanggung Jawab Program Santri Pesantren Mahasiswa.

2. 5. Setiap Santri wajib menghindari hal-hal yang akan menyebabkan timbulnya: a) Kebakaran atau ledakan b) Pencurian. Santri yang oleh karena sesuatu ingin mengundurkan diri dari Pondok Pesantren. Santri atau pihak keluarganya tidak meninggalkan beban yang harus diselesaikannya. Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren memberikan seorang mudabbir untuk beberapa santri. pihak Pondok Pesantren menyatakan bahwa yang bersangkutan dinyatakan mengundurkan diri.3. . Peraturan–peraturan yang bersifat prosedural akan disusun tersendiri berdasarkan pada petunjuk/ketentuan-ketentuan yang tercantum pada pasalpasal terdahulu. secara cepat. tanpa kabar dan kemudian tidak memberi alasan yang sah dan tidak dapat diterima oleh Pondok Pesantren dianggap mengundurkan diri tanpa syarat. 2. Santri yang bersangkutan sudah melanggar peraturan yang berlaku sampai terakumulasi Poin negatif sebanyak 100 Poin dan tidak ada perbaikan. Untuk memperlancar program tersebut. Dalam hal administrasi yang belum terselesaikan. Bila Santri mangkir atau tidak masuk belajar selama 6 (enam) hari berturut-turut. mengajukan permohonan tertulis kepada Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren selambat-lambatnya satu bulan sebelumnya. kehilangan dan pengrusakan c) Perkelahian Pasal 26 SANTRI MENGUNDURKAN DIRI 1. sebagai perantara dan berfungsi membantu masalah-masalah kesantrian yang mungkin muncul pada waktu proses pembelajaran. Sudah menjadi tekad Pengelola Pendidikan Pondok Pesantren bahwa setiap keluhan dan pengaduan seorang santri atau lebih akan diselesaikan secara adil dan musyawarah secara ukhuwah islamiyah dan secepat mungkin. 2. 3. Pasal 27 PENYELESAIAN MASALAH SANTRI 1. Pasal 28 PERATURAN-PERATURAN YANG BERSIFAT PROSEDURAL DAN/ATAU YANG LEBIH RINCI 1. 4. Setiap asrama atau kelompok santri dalam satu bimbingan dapat membuat peraturan tersendiri yang khusus tanpa melanggar Aturan Pokok Santri ini.

Aturan pokok Santri ini terhitung mulai tanggal ditetapkanya .Pasal 29 HAL-HAL YANG BELUM DIATUR Hal-hal yang belum diatur dalam Aturan pokok Santri ini tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku yang akan ditetapkan kemudian hari dan ditambahkan sebagai pelengkap kedalam Peraturan Pondok Pesantren ini atau dijadikan peraturan/petunjuk pelaksana. Aturan Pokok Santri ini diperbanyak oleh Pengelola Departemen Kepesantrenan Pondok Pesantren untuk dibagikan kepada seluruh Santri sebagai pedoman dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar dalam Program Pendidikan Santri Pesantren Mahasiswa. BAB X PENUTUP 1. Aturan pokok Santri ini akan ditinjau ulang setiap pergantian program pendidikan santri minimal dalam 2 (Dua) Tahun. . 3. 2. 4. Jika ada persyaratan didalamnya yang menyalahi peraturan perundangundangan yang berlaku maka Aturan Pokok Santri Pesantren Mahasiswa tersebut batal demi hukum dan yang diberlakukan adalah yang sudah diatur didalam perundang-undangan yang berlaku atau memperhatikan kebijakan yang akan ditetapkan oleh Pondok Pesantren yang sesuai dengan visi dan misi Yayasan Daarut Tauhiid. Perubahan Aturan Pokok Santri diusulkan sekurang-kurangnya 2/3 jumlah staf Bagian Santri Pesantren Mahasiswa. Pasal 30 PERUBAHAN ATURAN POKOK SANTRI 1. Perubahan Aturan Pokok Santri sah dan mengikat jika disetujui sekurangkurangnya 3/4 dari jumlah peserta rapat. 3. Perubahan Aturan Pokok Santri dapat dilakukan dalam forum musyawarah Bagian Santri Mukim Mahasissa Departemen Kepesantrenan Yayasan Daarut Tauhiid. 2.

III Revisi BAB I. Dr. 5. III BAB IV. M. 2. Baharuddin. H. 3. Tanggal 13 September 2008 27 Oktober 2008 11 Juli 2009 26 Juli 2009 27 Juli 2009 27 Juli 2009 Hal yang dikonsultasikan Proposal BAB I. Zainuddin M. 4. 6. II.A NIP. VI BAB I-VI dan Persetujuan Tanda Tangan Malang. V.I : Penerapan Nilai-Nilai Manajemen Qolbu dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak Santri Mukim (Program Pesantren Mahasiswa) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung No 1. VI Revisi BAB IV. V. II. 27 Juli 2009 Mengetahui Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang Dr. 150275502 .Pd. 50 Telepon (0341) 552398 Faksimile (0341) 552398 BUKTI KONSULTASI Nama NIM Jurusan Pembimbing Judul Skripsi : Rini Noviantini : 04110161 : Pendidikan Agama Islam : Prof. M.DEPARTEMEN AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG FAKULTAS TARBIYAH Jalan Gajayana No.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.