ENVIRONMENTAL DETERMINISM (DETERMINASI LINGKUNGAN

)
Diajukan untuk memenuhi tugas terstruktur Mata Kuliah Seminar Masalah-masalah/Isu-isu Lingkungan

Dosen Pembimbing: Dr. Imam Hanafi, M.Si,. MS Kelas B Disusun Oleh:

SHINTIA MARTHAPURI VIANA DHAMA YANTIE SURATUN

(0810310124) (0810313044) (0810310365)

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK MALANG 2011

Kami menharap saran. Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi semua mahasiswa khususnya jurusan administrasi publik. Semoga dalam makalah ini akan semakin membantu dalam memperkaya khazanah ilmu. Akhir kata penyususn mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga kepada semua pihak yang telah membantu menyeleseikan makalah ini.KATA PENGANTAR Assalamu‟alaikum Wr Wb Puji syukur kehadirat kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan dan kekuatan kepada kami untuk menyeleseikan makalah ini. Penyusun menyadari sepenuhnya bahwasannya makalah ini masih jauh dari sempurna. dan masukan dari semua pihak untuk perbaikan makalah ini. Tidak lupa sholawat serta salam tetap kami curahkan kepada Nabi Muhammad SAW. kritik. oleh karena itu perbaikan yang lebih lanjut akan kami teruskan. uswah dan pembimbing kami dari zaman jahiliyyah menuju islam yang membawa cahaya penerang Sajian berupa makalah ini ditujukan untuk menyeleseikan tugas Seminar Masalah/isu-isu Lingkungan. MALANG. Mei 2011 2 .

2 Daftar isi ………………………………………………………………………………. Kroeber) ……………………………11 Penurunan determinisme lingkungan ……………………………………………….12 Vegetasi alam ………………………………………………………………………….9 Determinisme lingkungan dan geografi awal ……………………………………..11 Jejak-jejak Determinisme Lingkungan (A....L.14 Daftar pustaka …………………………………………………………………………18 3 .......10 Determinisme lingkungan dan geografi modern ………………………………….4 Pendahuluan ……………………………………………………………………………5 Pengertian determinisme lingkungan …………………………………………………6 Sejarah determinasi lingkungan …………………………………………………….14 Iklim …………………………………………………………………………………….3 Daftar gambar…………………………………………………………………………...DAFTAR ISI Kata pengantar ………………………………………………………………………..12 Relation of environmental and cultural factors …………………………………….

2 Gambar Hubungan Manusia dengan Lingkungan………………………………8 4 .1 Gambar Hubungan Lingkungan Dengan Kebudayaan…………………………7 1.DAFTAR GAMBAR Gambar 1.

Lingkungan adalah salah satu faktor yang mempunyai peran besar dalam membangun sebuah kepribadian. tentunya akan menghasilkan pribadi yang baik dan benar pula. Oleh sebab itu.mineral. seperti tumbuh-tumbuhan. Lingkungan dapat diartikan sebagai sebuah pemandangan atau lokasi daerah sekitar kita yang indah jika kita rawat dengan baik dan juga bisa jelek kita abaikan. energi surya. kapan dan dimana saja. Indonesia kini berada di urutan ke-102 dari 149 negara yang berwawasan lingkungan. hewan. langsung atau tidak langsung. serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan. gravitasi. akan membawa pengaruh buruk bagi kehidupan manusia. perlahan tapi pasti. Lingkungan bisa dikatakan sebagai cerminan diri. Banyak manfaat yang dapat kita ambil dari lingkungan. akan terasa pengaruhnya bagi kehidupan manusia. dukungan moral yang baik dan benar dari orang orang sekitarnya. Kedua. melestarikan maupun menjaga suatu lingkungan. lingkungan yang rusak dan terancam punah. atmosfer dan lain-lain. Manusia adalah sesuatu yang biasa paling dekat dengan lingkungan. definisi Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda. Menurut survey Environmental Performance index (EPI) 2008 dari Universitas Yale. dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut sedangkan dalam Undang-Undang no. “Lingkungan” dalam Ensiklopedi Indonesia (1984: 2021) didefinisikan sebagai segala sesuatu yang ada di luar sutu organisme. Manfaat dari pergaulan yang seperti ini yaitu banyak dikelilingi teman yang dapat mengajarkan ke jalan yang 5 . seperti bahan kimia. Menurut Wikipedia lingkungan juga berarti kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah. lingkungan di luar suatu organisme yang terdiri atas organisme hidup. air. apa yang terjadi pada alam. Lingkungan hidup (biotik). setidaknya kita harus merubah sikap dalam memandang dan memperlakukan alam sebagai hal bukan sebagai sumber kekayaan yang siap dieksploitasi. sedangkan Mlaaysia menempati peringkat 26 jauh diatas Indonesia. dan perilakunya. dan makhluk hidup. yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. daya. suhu. suasana lingkungan yang tenang pasti seseorang itu dapat tenang dalam melakukan rutinitasnya. banyak hal dilakukan untuk menjamin kelangsungan hidup alam semesta. dan manusia. yang meliputi: Pertama. Orang tersebut bergaul dengan orang yang baik. Begitupun sebaliknya.bukan dari pemandangannya. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Manusia juga pun yang mempunyai peran penting dalam merawat. lingkungan benda mati atau fisik: adalah lingkungan di luar suatu organisme yang terdiri atas benda atau faktor alam yang tidak hidup. Karena jika lingkungan sekitarnya itu dipenuhi dengan masyarakat yang baik.PENDAHULUAN Alam yang indah dan lestari merupakan jaminan bagi kelangsungan hidup manusia dan segala lapisan kehidupan yang ada di dalamnya. Seseorang bisa dikatakan berhasil pasti salah satu faktornya adalah faktor lingkungan. pribadi manusia tumbuh dari faktor lingkungan yang tentunya dari pergaulan lingkungan. Lingkungan yang indah dan lestari akan membawa pengaruh positif bagi kesehatan dan bahkan keselamatan manusia. Untuk menjamin kelangsungan hidup kita dan generasi mendatang diharapkan agar tetap memiliki kehidupan dan lingkungan dalam suasana yang baik dan menyenangkan. cahaya. keadaan. termasuk manusia. terutama kepribadian manusia. Walaupun alam tidak memiliki keinginan dan kemampuan aktif-eksploitatif terhadap manusia.

Penganut pandangan ini mengatakan bahwa manusia ditentukan oleh hubungan stimulus dan respon (hubungan lingkungan-perilaku) dan tidak bisa menyimpang dari hal itu. yang menentukan kebudayaan. Sekitar tahun 1930-an pemikiran ini banyak ditentang karena tidak mempunyai landasan dan terlalu mudahnya membuat generalisasi (bahkan lebih sering memaksa).benar maupun disenangi oleh orang banyak dan tentunya kita mempunyai banyak teman yang selalu mendukung orang tersebut. khususnya iklim. malas. dan menyebabkan sikap skeptis di kalangan geografer dengan klaim alam adalah penyebab utama budaya (seperti teori Jared Diamond). yang pada gilirannya akan menentukan perilaku dan budaya yang dibangun oleh individu tersebut. tidak disenangi orang lain dan selalu dikucilkan oleh orang banyak. Dengan pergaulan yang salah seperti ini mempunyai dampak yang buruk untuk orang tersebut. memengaruhi pemikiran individu. Lingkungan juga dapat memberikan kita semangat dan dapat juga memberikan sebuah inspirasi kita dalam bertindak. suka kekerasan. Untuk selanjutnya tergantung diri pribadi yang mengatur. bukannya kondisi sosial. sementara seringnya perubahan cuaca di daerah sub-tropis cenderung membuat etos kerja yang lebih bersemangat. Hipotesis terkenalnya adalah “iklim yang panas menyebabkan masyarakat di daerah tropis menjadi malas” dan “banyaknya perubahan pada tekanan udara pada daerah lintang sedang membuat orangnya lebih cerdas”. Orang yang hidup di iklim panas (tropis) seringkali bernafsu (penuh gairah). Determinisme lingkungan. Argumen dasar dari penganut determinisme lingkungan adalah bahwa aspek dari geografi fisik. Ahli geografi determinisme lingkungan mencoba membuat studi itu menjadi teori yang berpengaruh. hidupnya pendek dan tangkas yang dipengaruhi oleh udara panas dan kekurangan air. Iklim di percaya menjadi keseimbangan suasana hati. Sebagai contoh. Dengan hal ini yang membuat seseorang menjadi mengikuti adaptasi pergaulan lingkungan tersebut.com/materi/perkembangan-sejarah-geografi/) Dalam Wikipedia. Sedangkan sebaliknya jika beradaptasi dan bergaul dengan pergaulan lingkungan yang salah maka pastinya orang itu akan jadi individu yang salah pula. Orang itu memperhatikan dari gerak gerik sikap masyarakat dan lingkungan yang ada disekitarnya. Ellen Churchill Semple dan Ellsworth Huntington. Hal ini dikarenakan orang itu mencontoh dari tingkah laku lingkungannya tersebut. Determinisme lingkungan banyak membuat malu geografer kontemporer. Dampak iklim pada kepribadian dan kecerdasan ditentukan oleh urusan manusia lainnya terutama pemerintahan dan agama. perbedaan geografis menentukan bentuk fisik dan kepribadian. iklim tropis dikatakan menyebabkan kemalasan dan sikap santai. Penganut fanatik deteriminisme lingkungan adalah Carl Ritter. Pengertian Determinisme Lingkungan Determinisme lingkungan adalah teori yang menyatakan bahwa karakteristik manusia dan budayanya disebabkan oleh lingkungan alamnya. adalah pandangan bahwa lingkungan fisik. seperti pastinya akan dijauhi banyak orang. Determinisme lingkungan adalah teori yang menyatakan bahwa karakteristik manusia dan budayanya disebabkan oleh lingkungan alamnya. juga dikenal sebagai determinisme iklim atau determinisme geografi. (http://djunijanto. Lingkungan banyak memberi kita motivasi dalam diri kita.menyaring dan mengembangkan setiap hal-hal yang ada dilingkungan tersebut. Karena pengaruh lingkungan ini secara lambat laun memengaruhi 6 .wordpress. Oleh karena itu.

(http://id. maka perlu untuk merunut migrasi dari kelompok untuk melihat kondisi lingkungan tempat mereka berevolusi. keputusan. Faktor lingkungan bukan saja menentukan karakteristik kebudayaan tetapi juga membentuk kebudayaan. Argument disebut indeterminisme (dinyatakan “nondeterminism”) meniadakan kausalitas deterministik sebagai factor dan menentang argument deterministic. Pendukung utama pendapat ini diantaranya Ellen Churchill Semple. Determinis percaya setiap sistem ditentukan sepenuhnya diatur oleh hukumhukum sebab-akibat yang dihasilkan hanya dalam satu Negara mungkin setiap titik waktu.ac. sebagai dugaan bahwa setiap jenis aktivitas. walau statusnya sebagai pendukung determinisme lingkungan masih diperdebatkan. Determinisme juga merupakan nama yang lebih luas filosofis pandangan. termasuk manusia kognisi (perilaku.wikipedia. Sebuah perdebatan dalam determinisme ada tentang ruang lingkup 7 . Dalam argument filosofis. konsep determinisme dalam domain tindakan manusia sering dikontraskan dengan kehendak bebas. atau setidaknya untuk beberapa derajat besar ditentukan oleh Negara-negara sebelumnya. Dalam fisika prinsip ini dikenal sebagai penyebab-dan-efek atau timbal balik.unila. Thomas Griffith Taylor dan mungkin pula Jared Diamond. dan tindakan) adalah kausal ditentukan oleh peristiwa sebelumnya. Determinisme (khususnya determinisme kausal) adalah konsep bahwa peristiwa dalam diberikannya paradigma terkait oleh kausalitas sedemikian rupa bahwa setiap negara (dari suatu obyek atau peristiwa) benar-benar.org/wiki/Determinisme_lingkungan). Teori determinisme lingkungan yang menyatakan bahwa lingkungan dapat membentuk kebudayaan manusia ini berlangsung sampai tahun 1920an. Ellsworth Huntington. Maulana dalam http//:blog.1.1 Gambar Hubungan Lingkungan Dengan Kebudayaan kondisi biologis manusia. (Mukhlis. Seluruh aspek kebudayaan manusia dan tingkah laku disebabkan secara langsung oleh pengaruh lingkungan.id/maulana).

banyak variasi dan posisi filosofis tentang masalah determinisme ada yang paling menonjol perdebatan kehendak bebas yang melibatkan compatibilsm dan incompatibilsm Predeterminism mengusulkan ada tak terputus rantai kejadian sebelum peregangan kembali ke asal usul semesta. Dalam konteks analisis statistik. mungkin tidak cukup rumit untuk benar-benar menjelaskan paradoks khatulistiwa." yang bertentangan dengan kebutuhan untuk menciptakan pertanian dan ekonomi dalam rangka untuk mencapai kesejahteraan dan bertahan. Salah satu teori populer untuk menjelaskan fenomena ini adalah pembangunan yang kurang diperlukan di daerah tropis . Australia misalnya memiliki tingkat yang lebih tinggi pembangunan ekonomi dari Indonesia. paradoks mungkin lebih merupakan akibat dari penaklukan dan penjajahan . Singapura adalah counter terkemuka-contoh: terletak pada 1. pengecualian lain untuk paradoks cenderung memiliki sumber daya alam yang besar."Anda dapat berbaring di tempat tidur dan bersantai-santai. Penjelasan ini. dengan beberapa mempertahankan bahwa seluruh alam semesta adalah sistem menentukan tunggal dan lain-lain mengidentifikasi sistem lain menentukan lebih terbatas. Dalam sejarah banyak perdebatan.2 Gambar Hubungan Manusia dengan Lingkungan sistem ditentukan. dan keinginan atau dengan predestinasi. apalagi determinisme tidak secara eksplisit menyatakan bahwa prediksi adalah mungkin. Paradoks ini juga berlaku di Negara-negara bagian AS utara lebih berkembang dibandingkan dengan Negara bagian AS selatan. yang secara khusus factor-faktor kemungkinan adanya Tuhan yang menjadi ajaran. dengan sangat maju budaya dan ekonomi yang lebih banyak hadir di tropis dan subtropisdaerah dari luar. Saudi Arabia adalah contoh yang baik. Paradoksnya berlaku sama baik utara maupun selatan khatulistiwa. sekitar 70%dari pembangunan ekonomi suatu Negara dapat diprediksi dari jarak antara Negara dan katulistiwa.1. Menurut teori ini. semakin jauh dari khatulistiwa Negara lebih mengembangkan cenderung.22 ° LU dan merupakan salah satu dunia yang paling makmur negara tersebut. Patut dicatat bahwa paradoks khatulistiwa hanya muncul dari Era Modern dan seterusnya. Dengan kata lain. sedangkan nyaman. Determinisme iklim atau determinisme lingkungan merupakan aspek geografi ekonomi juga kadang-kadang disebut paradoks katulistiwa. kesejahteraan ini didasarkan pada posisinya sebagai port. motif. apapun berarti ini adalah pertanyaan epistemologis secara terpisah. Seterminisme tidak boleh bingung dengan penentuan nasib sendiri dari tindakan manusia dengan alas an. Yang terakhir semua tapi ditangkap pembangunan ekonomi dan infrastruktur. kecuali yang 8 .

orang yang hidup di sana tidak bekerja keras untuk menjamin kelangsungan hidup mereka. Sepanjang studi geografi. kuda dan burung yang semua hitam kehitaman dan putih 9 . Argumen utama determinisme lingkungan menyatakan bahwa karakteristik fisik daerah seperti iklim memiliki dampak yang kuat terhadap prospek psikologis penghuninya. yang menjelaskan bagaimana lingkungan dapat menentukan karakteristik fisik penghuni sebuah komunitas tertentu." and "The water of Chu is gentle. khususnya kulit hitam. Determinisme lingkungan telah diadopsi oleh bidang desain perkotaan untuk menggambarkan dampak lingkungan yang dibangun mungkin pada perilaku. Therefore its people are greedy. uncouth. Sejarah determinasi lingkungan Sejarah determinasi lingkungan berawal dimana dalam abad medis dianggap berasal dari Hippocrates." Penganut awal determinasi lingkungan yang lainnya pada abad pertengahan Afro-Arab seorang penulis al-Jahiz. domba dan keledai. Dia juga mengatakan “Sangat tidak biasa bahwa rusa dan burung unta. serangga dan lalat. air.diperlukan untuk memenuhi tujuan kekuasaan kolonial. and pure. wilayah. ada sejumlah pendekatan yang berbeda untuk menjelaskan perkembangan masyarakat dunia dan budaya. Salah satu yang menerima banyak menonjol dalam sejarah geografis. Dalam bab “Water and Earth" (Shuidi 水地) ditemukan pernyataan seperti "Now the water of [the state of] Qi is forceful. Contoh lain dari determinisme lingkungan akan teori bahwa negara kepulauan memiliki ciri-ciri budaya yang unik semata-mata karena isolasi mereka dari masyarakat kontinental. iklim. swift and twisting. Dia menggunakan teori awal mengenai evolusi untuk menjelaskan asalusul yang berbeda seperti warna kulit manusia. Ini adalah dasar dari konsep Pencegahan Kejahatan Melalui Desain Lingkungan (CPTED) yang mencoba untuk memodifikasi perilaku mengganggu melalui desain yang sesuai dari lingkungan fisik. Beberapa kaum Cina kuno membentuk determinisme lingkungan seperti yang ditemukan dalam karya Guan Zhong yang ditulis pada abad ke-2 SM. ditemukan dalam karya ahli geografi Yunani yang bernama Strabo yang menulis iklim yang mempengaruhi disposisi psikologis dari ras yang berbedaa. rubahnya. Dia mengutip sebuah daerah berbatu hitam basalt di utara Najd sebagai bukti dari teorinya tersebut. Therefore its people are lighthearted. Misalnya dikatakan bahwa wilayah di daerah tropis kurang berkembang daripada lintang yang lebih tinggi karena cuaca terus hangat di sana membuat lebih mudah untuk bertahan hidup dan dengan demikian. Lingkungan determinis percaya bahwa itu adalah faktor-faktor lingkungan. and sure of themselves. dan geografis saja yang bertanggung jawab untuk budaya manusia dan keputusan individu dan / atau kondisi sosial hampir tidak berdampak pada pengembangan kebudayaan. yang dia yakini sebagai hasil dari lingkungan. yielding. tetapi telah menurun dalam beberapa dekade terakhir penelitian akademik determinisme lingkungan. Determinisme lingkungan adalah keyakinan bahwa lingkungan (terutama faktor fisik seperti bentang alam dan / atau iklim) menentukan pola kebudayaan manusia dan pembangunan sosial. and warlike. Pandangan ini bervariasi kemudian menyebar ke seluruh populasi dan membantu menentukan keseluruhan perilaku dan budaya suatu masyarakat. udara. Determinisme iklim yang sangat dipelajari oleh Ellsworth Huntington . Konsep ini juga merupakan dasar ruang aktif yang mencoba untuk mendorong kegiatan melalui desain sebuah ruang. resolute. Pada zaman romawi tersebut misalnya.

" Ini adalah keberangkatan dari teori iklim yang diungkapkan oleh penulis dari Hippocrates ke Jean Bodin . antropologi ). makanan. meskipun cenderung lebih menyerupai sekarang didiskreditkan Lamarckisme daripada Darwinisme. seorang penulis dari Afrika Timur. juga sebagai oleh sifat Tuhan yang diberikan air dan tanah dan oleh kedekatan atau jauh dari matahari dan intensitas atau keringanan dari panas” Para sosiolog Arab dan polymath. Dia percaya bahwa kulit yang lebih gelap dari Afrika banyak dan berbagai burung. Awal ulama lain yang juga digunakan determinisme lingkungan untuk menjelaskan tidak hanya budaya suatu masyarakat tetapi alasan di balik karakteristik fisik orang suatu masyarakat. ada sedikit bukti dari sana benar-benar menjadi seorang penaklukan Murabitun Ghana. Ibnu Khaldun menunjukkan hubungan antara penurunan Ghana dan bangkit dari Murabitun. faktor iklim misalnya digunakan oleh Strabo. sebagai mitos. Ia telah mengemukakan bahwa Ibn Khaldun mungkin memiliki pengaruh terhadap teori Montesquieu melalui musafir Jean Chardin . Al-Jahiz. juga merupakan penganut determinisme lingkungan. Banyak terjemahan Ibn Khaldun dijabarkan selama era kolonial untuk sesuai dengan mesin propaganda kolonial. tanah. Plato . Keunggulan determinisme dipengaruhi oleh profil tinggi evolusi biologi . dan cara yang berbeda di mana mereka dipaksa untuk memenuhi kebutuhan mereka dan memperoleh nafkah. dan serangga merupakan hasil langsung dari prevalensi batu basal hitam di 10 . yang bepergian ke Persia dan menjelaskan teori menyerupai's iklim teori Ibnu Khaldun. Seperti Montesquieu. yang menjadi kebiasaan mereka dan institusi. dalam hal lingkungan mereka "habitat-fisik. Ibnu Khaldun. Dia menjelaskan perbedaan antara masyarakat yang berbeda. Ibnu Khaldun mempelajari “lingkungan fisik di mana manusia hidup untuk memahami bagaimana hal itu mempengaruhi dia dalam siftanya non-fisik”. mamalia.tersebut sebenarnya disebabkan oleh sifat daerah. Dalam karyanya Muqaddimah (1377). Determinisme lingkungan menjadi terkenal di akhir abad 19 dan awal abad 20 ketika itu diambil sebagai teori sentral oleh disiplin geografi (dan pada tingkat lebih rendah. dan Aristoteles untuk menjelaskan mengapa orang-orang Yunani begitu jauh lebih berkembang pada usia dini dari masyarakat di iklim panas dan dingin. Ia kemudian dibantah oleh teori Hamitic. baik orang-orang yang nomaden atau berpindah-pindah. Determinisme lingkungan dan Geografi Awal Meskipun determinisme lingkungan adalah pendekatan yang lumayan baru untuk mempelajari geografis formal. The Negro Land of the Arabs Examined and Explained ditulis pada tahun 1841 dan memberikan kutipan dari terjemahan lama yang bukan bagian dari propaganda kolonial. Profesor Ellen Churchill dari Semple Clark University dikreditkan dengan memperkenalkan teori ke Amerika Serikat setelah belajar tentang geografi manusia dengan Friedrich Ratzel di Jerman. di mana anak-anak Ham dikutuk dengan menjadi hitam. Namun. Selain itu. Ibnu Khaldun juga mengantisipasi meteorologi teori iklim yang kemudian diusulkan oleh Montesquieu pada abad ke-18. iklim. ia menjelaskan bahwa kulit hitam ini disebabkan oleh iklim panas sub-Sahara Afrika dan bukan karena garis keturunan mereka. asal-usulnya kembali ke zaman kuno. misalnya dikutip faktor lingkungan sebagai asal warna kulit yang berbeda. Aristoteles datang dengan nya sistem klasifikasi iklim untuk menjelaskan mengapa orang-orang terbatas pada permukiman di daerah-daerah tertentu di dunia ini.

menghadirkan pernyataan “bagaimana interaksi antara kebudayaan dan lingkungan dapat dianalisis dalam kerangka sebab-akibat (in causal terms)”. pertumbuhan ekonomi.Kemudahan tumbuh hal-hal di daerah tropis di sisi lain menghambat kemajuan mereka. juga bekerja pada perluasan teori sekitar waktu yang sama seperti Semple. menyebabkan subset dari determinisme lingkungan. seorang sosiolog Arab dan sarjana. Russell. Seperti ide awal Rätzel's. Massachusetts.Teorinya menyatakan bahwa pembangunan ekonomi di suatu negara dapat diprediksi berdasarkan jarak dari khatulistiwa. Ellsworth Huntington. Dia hidup 1332-1406. Satu lagi mahasiswa Rätzel's. Berbagai perspektif maupun pendekatan. Pernyataan teoritis dan metodologis ini kemudian tidak banyak berubah ketika dia menjelaskan secara lebih eksplisit tentang hubungan antara lingkungan dan kebudayaan dalam bukunya “Theory of Culture Change” (1955). Kroeber) Berbagai studi antropologi ekologi yang mencoba memahami bagaimana manusia menjalani kehidupannya dengan lingkungan sebagai tempat dan ruang hidupnya. dan juga aliran pandangan „determinisme lingkungan‟ oleh Kroeber. yang disebut determinisme iklim di awal 1900an. Determinisme lingkungan dan Geografi Modern Determinisme lingkungan naik ke tahap yang paling menonjol dalam geografi modern di awal abad 19 an ketika itu dihidupkan kembali oleh Friedrich geografi Jerman Rätzel dan menjadi teori sentral dalam disiplin. sepertinya tidak akan berakhir selama manusia dan lingkungan tidak mengalami kemusnahan. Determinisme lingkungan kemudian menjadi populer di Amerika Serikat pada awal 20th Century kapan mahasiswa Rätzel. Steward dalam tulisannya “The Economic and Social Basis of Primitive Bands” di tahun 1936. tumbuh dan berkembang seiring dengan perjalanan perkembangan studi antropologi ekologi di berbagai belahan dunia. Akar dari berbagai studi antropologi ekologi yang telah jauh berkembang pada masa kini. Teman-teori Rätzel muncul setelah Charles Darwin dalam Origin of Species pada tahun 1859 dan sangat dipengaruhi oleh evolusi biologi dan dampak lingkungan seseorang memiliki terhadap evolusi budaya mereka. dan pendekatan ekosistemik materialistik. memperkenalkan teori di sana. Semple's juga dipengaruhi oleh evolusi biologi. seorang profesor di Clark University di Worchester. Ellen Churchill Semple . yang saat ia menulis sejarah dunia yang lengkap dan menjelaskan bahwa kulit manusia gelap disebabkan oleh iklim panas Sub-Sahara Afrika. pendekatan ekosistemik kultural yang diwakili oleh buku Geertz (Agricultural Involution. Begitu juga dengan ragam perspektif atau pendekatan yang berkembang dalam salah satu ranah kajian antropologi ini.Semenanjung Arab. Ibnu Khaldun . dan efisiensi. karya Huntington meskipun. serta mengembangkan apa yang dia sebut dengan “ekologi budaya” (cultural ecology).L. pendekatan ekologi silang budaya (cross-cultural ecological approach). Dari perspektif yang diajukan oleh Steward. Jejak-jejak Determinisme Lingkungan (A. yaitu: pendekatan etnoekologi. kemudian berkembang beberapa aliran perspektif yang cukup dikenal hingga kini. mendefinisikan. secara resmi dikenal sebagai salah satu determinis lingkungan pertama. serta Huntington di era tahun 1930 dan 1940-an. seperti 11 . Steward dalam tulisannya. 1963). Dia mengatakan daerah beriklim sedang dengan musim tumbuh pendek merangsang prestasi. Dalam buku ini ia menguraikan. sebenarnya telah tertanam sejak tahun 1930-an oleh Julian H.

1968. yang memiliki relasi besar terhadap kondisi dimaksud. Sebagai sebuah pendekatan.Terlepas dari kemunduran Namun. Selain itu. Dalam tulisannya. kebudayaan menempati posisi keutamaan ketika dipahami dalam satuan faktor-faktor budaya. dan 12 . Kroeber kemudian mencoba membuktikan asumsinya melalui ilustrasi fenomena sosial-budaya dengan setting enam negara bagian Amerika. Rappaport (1967. 1971). dengan penyertaan penalaran serta kritik pembelajaran yang hadir di beberapa bagian dalam paper ini. determinisme lingkungan merupakan komponen penting dari sejarah geografis pada awalnya diwakili oleh geografer upaya awal untuk menjelaskan pola-pola mereka melihat berkembang di seluruh dunia.yang terlihat dalam berbagai studi oleh para ahli antropologi. yang kemudian tentu saja mencirikan bagaimana paparan dalam temuan-temuan studinya. determinisme lingkungan hampir seluruhnya diganti dalam geografi oleh possibilism lingkungan. Dua dari empat aliran ini (etnoekologi dan ekosistemik materialistik atau ekologi fungsional) masih tetap populer hingga kini (Ahimsa. Seperti apakah sejumlah asumsi tersebut. tetapi pada sisi yang lain. bahwa di satu sisi. Kroeber (Relations of Environmental and Cultural Factors) sebagai acuan pembahasan. masing-masing mereka memiliki sejumlah asumsi-asumsi yang melatarbelakangi cara pandang terhadap persoalan dalam studi antropologi ekologi. Harris (1966). dengan tulisannya Alfred L. Pada tahun 1950-an. Sebagai akibat dari kritik dan lain-lain. kebudayaan ternyata tidak dapat sepenuhnya dipahami tanpa referensi non-cultural yang dalam hal ini disebut dengan „Lingkungan‟. Apa yang dikemukakan oleh Kroeber dalam tulisannya. dan Leeds (1965). seperti Vayda (1961. popularitas determinisme lingkungan mulai menurun pada tahun 1920 sebagai klaim yang sering ditemukan salah. 1994. Kroeber mengawali dengan mengajukan asumsi tentang kebudayaan. dan bagaimanakah pandangan mereka tentang relasi manusia dan lingkungannya? Hal inilah yang akan menjadi pembicaraan utama dalam tulisan ini. maka judul tulisan yang diajukan Kroeber ini memiliki pengertian sebagai “Relasi-relasi dari Lingkungan dan Faktor-faktor Kebudayaan”. efektif mengakhiri terkenal sebagai teori sentral dalam disiplin. Possibilism lingkungan sebagaimana dimuat oleh geografi Perancis Paul Vidal de la Blanche dan menyatakan bahwa lingkungan set keterbatasan bagi pembangunan kebudayaan tetapi tidak benar-benar mendefinisikan budaya. Relations of Environmental and Cultural Factors Jika coba diartikan. geografer mengembangkan teori possibilism lingkungan untuk menjelaskan perkembangan budaya. Carl Sauer misalnya mulai kritik-nya pada tahun 1924 dan mengatakan bahwa determinisme lingkungan menyebabkan generalisasi prematur tentang budaya suatu daerah tersebut dan tidak memungkinkan hasil berdasarkan pengamatan langsung atau penelitian lainnya. kritikus menyatakan itu imperialisme rasis dan diabadikan. 1-6). Penurunan Determinisme Lingkungan Meskipun berhasil di awal 1900-an. Budaya adalah bukan ditentukan oleh kesempatan dan keputusan yang manusia buat dalam respon untuk menangani keterbatasan tersebut. akan coba diulas kembali dan diungkap melalui simplifikasi. 1967).

tanah. Bilamana kondisi ini tidak terpenuhi. bahwa lingkungan (alam) juga mengingatkan hal yang sama sebagaimana pandangan maupun tanggapan kita terhadap kebudayaan tersebut. „keterbudayaan‟. perilaku ekonomi dan praktik subsistensi lainnya. metode transportasi. Akan tetapi. yang juga menggemari tanaman jagung sebagai salah satu sumber daya pangan. Pada nada yang sama. dan pada populasi pertanian yang berdekatan. tentu saja akan ada perbedaan yang terjadi sesuai situasi di suatu lokasi. dan berbagai hal terkait selanjutnya. Di kawasan Teluk California. hewan domestik. Enam negara bagian dari Amerika Serikat yang merentang selaksa peregangan sabuk (dari Ohio ke Nebraska). Akan tetapi. merupakan daerah produksi tamanan jagung yang dapat memasok hampir separuh dari jumlah kebutuhan dunia akan jagung. kebutuhan ekonomi dan fasilitas distribusi. dan tentu saja dengan tetap berada di sekitar lokus (alam dan budaya) tersebut.dengan aktivitas pertanian (khususnya jagung) sebagai basis tinjauan atas praktik kebudayaan. Sementara itu di utara. sehingga dapat menyebabkan populasi penduduk dengan wilayah non-pertanian menjadi lebih padat. dan drainase. Kroeber menyatakan bahwa telah terjadi perubahan (pasang-surut) dalam hasil produksi pertanian tanaman jagung di rentangan wilayah tersebut. 13 . Dengan ilustrasi singkat tersebut. yakni banyaknya unsur/elemen dari budaya pertanian yang gagal untuk mendapatkan atau menghasilkan tumpuan maupun pijakan ke wilayah timur. Kroeber meyakini bahwa budaya lokal dengan kondisi alam semacam ini akan mampu berkembang dengan berbagai tingkat kekuatan dan dengan kemerdekaan. dan diketahui bahwa jumlah populasi pemburu juga tergolong kecil. maka keterbatasan pertumbuhan tanaman jagung akan terjadi. Ketidakmampuan seperti ini cenderung berpeluang untuk mempengaruhi seluruh kebudayaan menjadi tidak dapat melakukan aktivitas bertani. Rentangan ini juga merupakan wilayah yang didiami oleh orang-orang Indian (American native people). seperti iklim. serta mesin-mesin maupun perlengkapan yang seringkali tidak terbukti. Kegiatan pertanian jagung. Ia kemudian mengatakan bahwa hal itu telah menunjukkan adanya kesepakatan antara area (budaya dan alam) sebagai suatu satuan „ruang‟. tidak ada pasokan pangan (alam) yang sebanding. Di sini Kroeber menekankan pada kita. Hal ini diungkap oleh Kroeber dengan wilayah California (di timur) dan Kanada (di utara) sebagai ilustrasi pembanding. kemudian curah hujan juga harus mencukupi. Kroeber berusaha meyakinkan kita bagaimana faktor lingkungan sangat mempengaruhi pembentukan kebudayaan. bentangan alam sangat mendukung dalam menyediakan sumber daya pangan. medium kebudayaan menjadi tercairkan oleh kemunginan aktivitas subsistensi terkecil. Faktorfaktor itu adalah: kebudayaan. menurut Kroeber sangat jelas terkondisikan oleh faktor „alam‟. Hal ini kemudian menempatkan mereka pada posisi ketergantungan. Ini merupakan faktor ekstrinsik untuk budidaya itu sendiri yang telah mengubah wilayah pertumbuhan jagung berskala rendah. menurut Kroeber ini bukan hanya pada persoalan tanaman maupun sesuatu yang fundamental dalam metode peningkatannya. Suatu musim dengan cuaca dingin (permukaan hamparan diselimuti es) harus menghangat dan berlangsung cukup lama. menjadi salah satu spesialisasi yang sukses. yang cenderung mengacu pada aktivitas budaya.

namun hujan menyebabkan mereka sangat bervariasi sebagai habitat budaya. curah hujan. Di timur. iklim ker ing diawali dari perantaraan Santa Barbara dan Los Angeles. distribusi. suhu udara. Maka. sangat kuat dalam mempengaruhi pembentukan tanaman penutup. erat disejajarkan dengan pembagian wilayah di Southwest menjadi semi-gurun dan gurun-total. 14 . Peta ini mencoba menunjukkan bagaimana hubungan antara geografi dan kebudayaan. menunjukkan karakter iklim kering di Amerika Serikat yang diklasifikasikan menjadi iklim dingin dan panas di daerah padang rumput (steppe/S). dan juga keterhubungan dari beberapa area. dan faktor alam (minor) lainnya –kesemuanya merupakan varian dengan berbagai pengaruhnya. rezim musim. suatu bentangan daerah yang dibedakan dengan prairie. Kroeber memproduksi kembali „dua peta‟ dalam bentuk yang lebih disederhanakan. berlanjut menuju ke Selatan. budaya prehorse bersandar pada habitat Rocky Mountain dengan serangan musiman ke dataran. Daerah tropis di Florida selatan. atau sebaliknya. sejarah garis pembelahan utama antara budaya Pueblo dan Sonora-Gila-Yuma. baik lembab maupun kering. Di wilayah pesisir. kemudian iklim dingin dan panas (juga terik) di daerah gurun (desert/W). rumput yang luas sekali dan cenderung tanpa pohon) itu terletak di padang rumput (stepa). dan tentu saja bukan suatu hal yang mudah untuk menyepakati pemikiran semacam ini. Karakter suhu udara mungkin sama di dua daerah. Lembah (valley) San Joaquin merupakan lahan kering atau tanah gersang yang di tengahnya merupakan gurun/padang pasir. Dari monografi itu. dan Kroeber mencoba menjelaskan pemikirannya itu melalui monografi oleh Russell. Iklim Iklim dianggap sebagai suatu hal yang bersifat insiden daripada sistematis sebagai pertimbangan pemikiran dalam tulisan Kroeber. tapi ternyata sebagian besar dari kebudayaan di California berkarakter lembab (humid). Suatu klasifikasi iklim juga bertanggung jawab atas pembentukan suatu kebudayaan. sebagai berikut: Batas barat padang rumput dan gurun berhadapan dengan iklim lembab (humid) berada di bawah sebelah timur dari dinding Cascades-Sierra di Nevada. berkaitan dengan varian dari budaya lokal yang umum di Southeastern. logat bicara. Sebagian besar karena komposisinya. Kroeber mengajak kita untuk memahami bagaimana keterkaitan antara tegakan vegetasi alam dengan kebudayaan suatu kelompok komunitas. dan tentu saja terhadap bentuk budaya. Hal itu ia coba paparkan dalam beberapa ilustrasi berikut: Jumlah kebudayaan di wilayah pesisir Northwest hampir sama sempurnanya dengan Hutan di Northwest. batas wilayah padang rumput-lembab kerap mengikuti ratusan meridian. Batas iklim yang diberikan dapat dianggap tidak terlalu jauh dari batas timur dari rentang yang lama. Afiliasi drainase Sungai Ular yang bukan dengan Columbia melainkan dengan Great Basin. Sebagian besar dataran (plains. Peta 1. Orang Achomawi dan Washo masih hidup terutama di daerah yang beriklim lembab. tidak hanya semua wilayah pesisir di Northwest-Amerika Serikat. sedangkan selatan-California cenderung beraneka ragam.Vegetasi Alam Pada bagian ini. Di Southwest.

f. dan bagian (phases) Selatan-Nevada. "f. Seperti itu ataupun tidak. „FW‟. Garis batas yang memisahkan iklim dingin dari iklim panas yang kering. letaknya kemungkinan tidak jauh dari batas wilayah. dengan curah hujan pada bulan-bulan yang sama memiliki perbandingan 4:7 atau lebih kecil. tetapi disana tidak ada kegiatan pertanian orang lokal/asli (native) sama sekali. iklim gurun berlaku. Hal ini juga memisahkan wilayah yang diduduki oleh Pueblos – keduanya baik di awal dan akhir dari wilayah tersebut hingga ke selatan. Di Nevada. dan kebudayaan Pueblo sebagai acuan pemahaman. Tapi hal ini kelihatannya tidak sesuai dengan signifikansi etnis atau budaya utama (menonjol) di Nevada dan California. Untuk pemahaman yang lebih tepat atas skema ini. yang dimiliki oleh mereka hanya untuk sementara waktu (satu kali saja). selanjutnya kita akan mencoba memahami deskripsi peta 3 terkait dengan musim pertumbuhan tanaman jagung. Orang-orang purbakala non-Pueblo yang menggemari penggunaan benda-benda budaya berkesan/berwarna merah (red-on-buff) berpusat di „Gua‟ dan berbaring sepenuhnya di wilayah padang gurun. Dimana curah hujan (deras/kabut putih) jelas berlebih. Wilayah budaya Great Basin sebagian besar terletak di padang rumput dan hampir semua di lahan kering/ tanah gersang yang beriklim dingin/sejuk. yang berada di padang pasir terik. diperkirakan memisahkan suku-suku Plains utara dari suku-suku Plains selatan. Kedua (area timur) disesuaikan dengan tipenya Russell „W‟. kecuali di sepanjang daratan yang diairi melalui pengairan sendiri berupa potongan/bidang kecil (patch) di bagian bawah/dataran rendah Colorado. Hulu dan Gila (middle).Sejarah dan prasejarah budaya Pueblo terletak di padang rumput/steppe. dengan rasio musim dingin-musim panas di bulan yang sama dengan perbandingan antara 2:1 dan 4:7. Jenis pertama (wilayah barat) disesuaikan dengan tipenya Russell „S‟ dan „SF‟ (musim panas yang kering." untuk yang mana masih ada kelebihan musim panas. Setelah membahas keterkaitan antara klasifikasi iklim maupun distribusi musim dan wilayah persebaran kelompok-kelompok budaya melalui peta 1 dan 2. sf. dan yang Ketiga (area tengah) dengan tipenya Russell SF. sebagaimana sejarah budaya „Colorado‟ dalam jumlah kecil. meskipun yang terendah berbanding sekitar 6:5 (batas barat ditunjukkan oleh garis putus-putus pada peta 2. Pada peta kedua. Apakah peta ini dapat menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Pueblo yang kuno/purbakala dan modern. dengan curah hujan dalam dua bulan musim dingin terbasah berbanding 2:1 atau lebih. dan musim dingin yang basah). Wilayah garapan orang-orang Pueblo pada gurun/padang pasir yang panas adalah di daerah paling bawah –Rio Grande. Chihuahua. keberadaannya benar dalam suatu wilayah tertentu dengan kelebihan hujan musim panas. Kroeber tetap mengingatkan kita agar merujuk pada teks asli selengkapnya. Gurun dingin juga meluas hingga ke San Juan yang memanjang seperti sebuah lengan. Kroeber telah memadatkannya (meringkas) menjadi tiga peta. yang kemudian termasuk dalam rezim Russell berikutnya. 15 . dan dibandingkan dengan dua bulan musim panas paling basah. Peta kedua Russell menunjukkan variasi curah hujan musiman di wilayah barat-Amerika Serikat. „fw‟ (musim dingin yang kering). tapi rusak oleh hampir selusin rentangan paralel yang menyebabkannya meningkat menjadi iklim stepa. „WF‟. semuanya cenderung merupakan orang pemondok sementara. atau dianggap cukup berimbang.

bahkan banyak yang menyatakan bahwa aliran pemikiran ini telah berakhir. batas itu jelas ditetapkan oleh musim dingin. kalau kondisi ini juga menentukan distribusi jagung tahap modern. yang sejauh ini masih berkenaan dengan tanaman jagung –tidak ada jumlah curah hujan musim dingin yang bisa mengimbangi kerugian/kegagalan tersebut. Bagaimana mungkin? Tentu saja. Jelas sekali. Seperti musim panas yang menyinari gurun di selatan New MexicoArizona. khususnya oleh orang-orang Yunani (klasik). Hal ini terkait dengan kondisi banjir/luapan air alam lokal yang tidak dapat diprediksi. dan musim panas-kering pada iklim stepa yang panas di selatan California. Ke arah selatan. bahwa lingkungan (alam) juga mengingatkan hal yang sama selaksa budaya. Lajur pemikiran inilah yang menjadi poin penting dalam sederet cerita (sains) oleh Alfred L. aliran pemikiran ini telah menemukan jalannya untuk hidup kembali. Dengan amat memungkinkan dan juga secara relatif. Tetapi sebaiknya kita tidak lupa. karena rendahnya elevasi (penaikan suhu) mengizinkan „summer‟ menjadi cukup panas dan berlangsung dengan waktu yang cukup lama pula. suatu batas budaya seperti ini mungkin ditetapkan oleh kegersangan. cold winters dan curah hujan di musim dingin tidaklah menjadi suatu permasalahan besar. bahwa kebudayaan tidak sepenuhnya dapat dimengerti tanpa tumpuan referensi non-cultural. Budaya Pueblo ternyata mampu dan telah merekat untuk membangun pondasi tanaman jagung. tetapi tetap saja tidak mampu meskipun menjadi mapan/kokoh di tahun-tahun selanjutnya/nantinya. karena hadir pada abad 17 di belahan bumi eropa oleh para ahli ilmu alam. Ke arah utara. Umumnya/sebagian besar wilayah bagian timur di Amerika Serikat. di mana California hari ini bukanlah negara khusus/utama sebagai penanam jagung. kecuali memiliki teknik khusus dalam pembuatan irigasi dengan skala pengukuran-yang layak atau tepat. sehingga tanaman jagung dapat berkembang dengan baik. yang dalam iklim kering berarti akan kelebihan hujan musim panas. Meskipun gagasannya tentang „pendiktean‟ (mekanisme) lingkungan (alam) terhadap suatu kebudayaan telah mengundang banyak kritikan. sebagai ruang di mana manusia dan budaya saling berkelindan.Dikatakan bahwa ketergantungan pertumbuhan tanaman jagung dalam „Kebudayaan Pueblo‟ tetap terbatas pada suatu daerah dengan curah hujan yang cukup selama musim pertumbuhan tanaman. sebagaimana telah kita telusuri sejak awal. Mulai dari gempa „tektonik‟ berkekuatan 9. ternyata dalam dekade ini. Kroeber menduga native California gagal menjadi masyarakat pertanian disebabkan karakter musim panas kering di wilayah mereka. Mari kita palingkan sejenak ingatan kita pada beberapa peritiwa dalam kurun waktu terakhir. dan tetap bertahan meskipun sebelumnya berada pada situasi dan kondisi yang rawan/genting. Kroeber. Kebudayaan memang memiliki kekuatan dan juga kuasa untuk menjaga eksistensinya dengan segala keagungan maupun berbagai kecaman dalam perjalanannya mengiringi kehidupan manusia. kenapa tidak. Kita adalah diri. Selanjutnya.0 16 . dan budaya adalah bayangan. terdapat curah hujan yang cukup untuk turunnya hujan di musim panas. hal ini seringkali menyebabkan penutupan-penutupan permukaan oleh embun beku (pembekuan) yang cukup fatal terhadap pembibitan dan juga aktivitas memanen jagung. yang mencapai suatu titik di mana bahkan konsentrasi musim panas yang cukup tinggi tidak lagi mencukupi. yakni tentang berbagai peristiwa pergerakan alam yang sering kita dengungkan sebagai peristiwa „bencana alam‟. Sebagian dari kita boleh saja memandang asing atau klasik atas pemikiran Kroeber yang dekat dengan aliran pandangan „environmental determinism‟.

Peristiwa bencana alam ini juga meninggalkan berbagai kisah yang seakan-akan meruntuhkan suatu fase peradaban manusi.skala Richter di wilayah Propinsi NAD (Nanggroe Aceh Darussalam) yang diikuti dengan gelombang tsunami begitu besar.6 Skala Richter (BMG Indonesia) atau 7. Akan tetapi. sepertinya bukan suatu hal yang salah juga jika beranggapan bahwa „environmental determinism‟ telah menemukan jalannya untuk hidup atau bangkit kembali. meskipun dengan wajah baru. untuk mendengungkan suara-suara „environmental determinism‟ kekinian (Neo-environmentalism). sehingga menyebabkan wilayah ini menjadi luluh lantak dan menyisakan deretan cerita lalu tentang negeri manusia dengan kebudayaannya yang agung.9 Skala Richter (BMG Amerika). Tentu saja bukan suatu hal terlarang untuk menganggap pemikiran tentang kebangkitan „environmental determinism‟ seperti dipaksakan. 17 . dengan senyum dan bisikan-bisikan argumentasi konstruksi pemikiran. yang selama ini merasa telah menundukkan alam dan seakan-akan telah menaklukkannya dengan berbagai cara –sampai dengan kisah bunda nestapa di ranah (tanah) minang yang diguncang oleh gempa „tektonik‟ berkekuatan 7.

Jakarta: LIPI.2010. 1994 “Antropologi Ekologi: Beberapa Teori dan Perkembangannya”.S.org/wiki/Environmental_determinism.com/2011/02/teoriteori-yang-mempengaruhi.html.co m/doc/6330078/Manusia-Dan-Lingkungan-Hidup.wikipedia.http://baehaqiarif.wordpress.2011.com/2009/12/geograf i. http://wapedia.mobi/id/Lingkungan.Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia.teoriteori yang mempengaruhi.diakses pada tanggal 13 Maret 2011 Wikipedia.wikipedia.pdf.Diakses pada tanggal 13 Mei 2011 Baehaqiarif. H. http://id.blogspot. pada 18 .2009.diakses pada tannggal 12 mei 2011 Wapedia.files. http://en.geografi.blogspot.scribd. Diakses pada Tanggal Ahimsa-Putra.Environmentaldeterminism.html.Pengaruh lingkungan terhadap pribadi.com/2010/12/pengaruhlingkungan-terhadappribadi. Masyarakat Indonesia . Http://aniendriani.DAFTAR PUSTAKA Wikipedia.Diakses tanggal 13 Mei 2011 Hendriprima. Http://hendriprima.org/wiki/Determinisme_lingkunganhttp://www. Thn.Lingkungan.determinismelingkungan.2011.2011. XX (4): 1-50. Diakses pada tanggal aniendriani.tahun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful