P. 1
Determinisme lingkungan

Determinisme lingkungan

|Views: 919|Likes:
Published by Shintia Marthapuri

More info:

Published by: Shintia Marthapuri on Mar 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2013

pdf

text

original

ENVIRONMENTAL DETERMINISM (DETERMINASI LINGKUNGAN

)
Diajukan untuk memenuhi tugas terstruktur Mata Kuliah Seminar Masalah-masalah/Isu-isu Lingkungan

Dosen Pembimbing: Dr. Imam Hanafi, M.Si,. MS Kelas B Disusun Oleh:

SHINTIA MARTHAPURI VIANA DHAMA YANTIE SURATUN

(0810310124) (0810313044) (0810310365)

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK MALANG 2011

oleh karena itu perbaikan yang lebih lanjut akan kami teruskan. dan masukan dari semua pihak untuk perbaikan makalah ini. Semoga dalam makalah ini akan semakin membantu dalam memperkaya khazanah ilmu.KATA PENGANTAR Assalamu‟alaikum Wr Wb Puji syukur kehadirat kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan dan kekuatan kepada kami untuk menyeleseikan makalah ini. Mei 2011 2 . Akhir kata penyususn mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga kepada semua pihak yang telah membantu menyeleseikan makalah ini. Tidak lupa sholawat serta salam tetap kami curahkan kepada Nabi Muhammad SAW. kritik. Kami menharap saran. uswah dan pembimbing kami dari zaman jahiliyyah menuju islam yang membawa cahaya penerang Sajian berupa makalah ini ditujukan untuk menyeleseikan tugas Seminar Masalah/isu-isu Lingkungan. Penyusun menyadari sepenuhnya bahwasannya makalah ini masih jauh dari sempurna. Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi semua mahasiswa khususnya jurusan administrasi publik. MALANG.

10 Determinisme lingkungan dan geografi modern ………………………………….....14 Iklim …………………………………………………………………………………….. Kroeber) ……………………………11 Penurunan determinisme lingkungan ………………………………………………...4 Pendahuluan ……………………………………………………………………………5 Pengertian determinisme lingkungan …………………………………………………6 Sejarah determinasi lingkungan …………………………………………………….12 Vegetasi alam ………………………………………………………………………….11 Jejak-jejak Determinisme Lingkungan (A.12 Relation of environmental and cultural factors ……………………………………..9 Determinisme lingkungan dan geografi awal …………………………………….L...DAFTAR ISI Kata pengantar ………………………………………………………………………..14 Daftar pustaka …………………………………………………………………………18 3 ..3 Daftar gambar…………………………………………………………………………. 2 Daftar isi ………………………………………………………………………………..

2 Gambar Hubungan Manusia dengan Lingkungan………………………………8 4 .1 Gambar Hubungan Lingkungan Dengan Kebudayaan…………………………7 1.DAFTAR GAMBAR Gambar 1.

kapan dan dimana saja. suhu. lingkungan benda mati atau fisik: adalah lingkungan di luar suatu organisme yang terdiri atas benda atau faktor alam yang tidak hidup. daya. Lingkungan hidup (biotik). dan manusia. “Lingkungan” dalam Ensiklopedi Indonesia (1984: 2021) didefinisikan sebagai segala sesuatu yang ada di luar sutu organisme. Lingkungan bisa dikatakan sebagai cerminan diri. sedangkan Mlaaysia menempati peringkat 26 jauh diatas Indonesia. lingkungan di luar suatu organisme yang terdiri atas organisme hidup. suasana lingkungan yang tenang pasti seseorang itu dapat tenang dalam melakukan rutinitasnya. perlahan tapi pasti. melestarikan maupun menjaga suatu lingkungan. air. Seseorang bisa dikatakan berhasil pasti salah satu faktornya adalah faktor lingkungan. tentunya akan menghasilkan pribadi yang baik dan benar pula. Manfaat dari pergaulan yang seperti ini yaitu banyak dikelilingi teman yang dapat mengajarkan ke jalan yang 5 .mineral. Orang tersebut bergaul dengan orang yang baik. akan membawa pengaruh buruk bagi kehidupan manusia. langsung atau tidak langsung. Menurut Wikipedia lingkungan juga berarti kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah. seperti tumbuh-tumbuhan. Walaupun alam tidak memiliki keinginan dan kemampuan aktif-eksploitatif terhadap manusia. cahaya. terutama kepribadian manusia. setidaknya kita harus merubah sikap dalam memandang dan memperlakukan alam sebagai hal bukan sebagai sumber kekayaan yang siap dieksploitasi. hewan. gravitasi. yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. energi surya. dan perilakunya.bukan dari pemandangannya. Menurut survey Environmental Performance index (EPI) 2008 dari Universitas Yale. banyak hal dilakukan untuk menjamin kelangsungan hidup alam semesta. serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan. Manusia juga pun yang mempunyai peran penting dalam merawat. dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut sedangkan dalam Undang-Undang no. Untuk menjamin kelangsungan hidup kita dan generasi mendatang diharapkan agar tetap memiliki kehidupan dan lingkungan dalam suasana yang baik dan menyenangkan. yang meliputi: Pertama. seperti bahan kimia. Karena jika lingkungan sekitarnya itu dipenuhi dengan masyarakat yang baik. Lingkungan adalah salah satu faktor yang mempunyai peran besar dalam membangun sebuah kepribadian. Banyak manfaat yang dapat kita ambil dari lingkungan. apa yang terjadi pada alam. dukungan moral yang baik dan benar dari orang orang sekitarnya. lingkungan yang rusak dan terancam punah. Oleh sebab itu.PENDAHULUAN Alam yang indah dan lestari merupakan jaminan bagi kelangsungan hidup manusia dan segala lapisan kehidupan yang ada di dalamnya. akan terasa pengaruhnya bagi kehidupan manusia. Indonesia kini berada di urutan ke-102 dari 149 negara yang berwawasan lingkungan. Lingkungan dapat diartikan sebagai sebuah pemandangan atau lokasi daerah sekitar kita yang indah jika kita rawat dengan baik dan juga bisa jelek kita abaikan. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. termasuk manusia. dan makhluk hidup. keadaan. Begitupun sebaliknya. Manusia adalah sesuatu yang biasa paling dekat dengan lingkungan. pribadi manusia tumbuh dari faktor lingkungan yang tentunya dari pergaulan lingkungan. definisi Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda. Kedua. atmosfer dan lain-lain. Lingkungan yang indah dan lestari akan membawa pengaruh positif bagi kesehatan dan bahkan keselamatan manusia.

Hipotesis terkenalnya adalah “iklim yang panas menyebabkan masyarakat di daerah tropis menjadi malas” dan “banyaknya perubahan pada tekanan udara pada daerah lintang sedang membuat orangnya lebih cerdas”. Orang itu memperhatikan dari gerak gerik sikap masyarakat dan lingkungan yang ada disekitarnya. yang menentukan kebudayaan. Hal ini dikarenakan orang itu mencontoh dari tingkah laku lingkungannya tersebut.wordpress. Sebagai contoh. sementara seringnya perubahan cuaca di daerah sub-tropis cenderung membuat etos kerja yang lebih bersemangat. adalah pandangan bahwa lingkungan fisik. seperti pastinya akan dijauhi banyak orang. dan menyebabkan sikap skeptis di kalangan geografer dengan klaim alam adalah penyebab utama budaya (seperti teori Jared Diamond). Dengan pergaulan yang salah seperti ini mempunyai dampak yang buruk untuk orang tersebut. Karena pengaruh lingkungan ini secara lambat laun memengaruhi 6 . Penganut pandangan ini mengatakan bahwa manusia ditentukan oleh hubungan stimulus dan respon (hubungan lingkungan-perilaku) dan tidak bisa menyimpang dari hal itu. Dampak iklim pada kepribadian dan kecerdasan ditentukan oleh urusan manusia lainnya terutama pemerintahan dan agama.benar maupun disenangi oleh orang banyak dan tentunya kita mempunyai banyak teman yang selalu mendukung orang tersebut. Ahli geografi determinisme lingkungan mencoba membuat studi itu menjadi teori yang berpengaruh. Lingkungan juga dapat memberikan kita semangat dan dapat juga memberikan sebuah inspirasi kita dalam bertindak. Oleh karena itu. yang pada gilirannya akan menentukan perilaku dan budaya yang dibangun oleh individu tersebut. malas. khususnya iklim. Argumen dasar dari penganut determinisme lingkungan adalah bahwa aspek dari geografi fisik. suka kekerasan. Orang yang hidup di iklim panas (tropis) seringkali bernafsu (penuh gairah). Pengertian Determinisme Lingkungan Determinisme lingkungan adalah teori yang menyatakan bahwa karakteristik manusia dan budayanya disebabkan oleh lingkungan alamnya. Untuk selanjutnya tergantung diri pribadi yang mengatur. Determinisme lingkungan banyak membuat malu geografer kontemporer. Determinisme lingkungan. Penganut fanatik deteriminisme lingkungan adalah Carl Ritter.com/materi/perkembangan-sejarah-geografi/) Dalam Wikipedia. tidak disenangi orang lain dan selalu dikucilkan oleh orang banyak. iklim tropis dikatakan menyebabkan kemalasan dan sikap santai. Determinisme lingkungan adalah teori yang menyatakan bahwa karakteristik manusia dan budayanya disebabkan oleh lingkungan alamnya. Iklim di percaya menjadi keseimbangan suasana hati. bukannya kondisi sosial. perbedaan geografis menentukan bentuk fisik dan kepribadian. hidupnya pendek dan tangkas yang dipengaruhi oleh udara panas dan kekurangan air. Lingkungan banyak memberi kita motivasi dalam diri kita. Dengan hal ini yang membuat seseorang menjadi mengikuti adaptasi pergaulan lingkungan tersebut.menyaring dan mengembangkan setiap hal-hal yang ada dilingkungan tersebut. juga dikenal sebagai determinisme iklim atau determinisme geografi. Ellen Churchill Semple dan Ellsworth Huntington. Sedangkan sebaliknya jika beradaptasi dan bergaul dengan pergaulan lingkungan yang salah maka pastinya orang itu akan jadi individu yang salah pula. Sekitar tahun 1930-an pemikiran ini banyak ditentang karena tidak mempunyai landasan dan terlalu mudahnya membuat generalisasi (bahkan lebih sering memaksa). memengaruhi pemikiran individu. (http://djunijanto.

id/maulana).1. Argument disebut indeterminisme (dinyatakan “nondeterminism”) meniadakan kausalitas deterministik sebagai factor dan menentang argument deterministic. (http://id. sebagai dugaan bahwa setiap jenis aktivitas. Ellsworth Huntington.wikipedia. Determinisme (khususnya determinisme kausal) adalah konsep bahwa peristiwa dalam diberikannya paradigma terkait oleh kausalitas sedemikian rupa bahwa setiap negara (dari suatu obyek atau peristiwa) benar-benar. Sebuah perdebatan dalam determinisme ada tentang ruang lingkup 7 . Determinisme juga merupakan nama yang lebih luas filosofis pandangan. konsep determinisme dalam domain tindakan manusia sering dikontraskan dengan kehendak bebas. Thomas Griffith Taylor dan mungkin pula Jared Diamond. Teori determinisme lingkungan yang menyatakan bahwa lingkungan dapat membentuk kebudayaan manusia ini berlangsung sampai tahun 1920an. (Mukhlis. Determinis percaya setiap sistem ditentukan sepenuhnya diatur oleh hukumhukum sebab-akibat yang dihasilkan hanya dalam satu Negara mungkin setiap titik waktu. Seluruh aspek kebudayaan manusia dan tingkah laku disebabkan secara langsung oleh pengaruh lingkungan. Pendukung utama pendapat ini diantaranya Ellen Churchill Semple. Maulana dalam http//:blog. maka perlu untuk merunut migrasi dari kelompok untuk melihat kondisi lingkungan tempat mereka berevolusi. termasuk manusia kognisi (perilaku.unila.ac.1 Gambar Hubungan Lingkungan Dengan Kebudayaan kondisi biologis manusia. Faktor lingkungan bukan saja menentukan karakteristik kebudayaan tetapi juga membentuk kebudayaan. Dalam argument filosofis. keputusan. atau setidaknya untuk beberapa derajat besar ditentukan oleh Negara-negara sebelumnya.org/wiki/Determinisme_lingkungan). walau statusnya sebagai pendukung determinisme lingkungan masih diperdebatkan. dan tindakan) adalah kausal ditentukan oleh peristiwa sebelumnya. Dalam fisika prinsip ini dikenal sebagai penyebab-dan-efek atau timbal balik.

mungkin tidak cukup rumit untuk benar-benar menjelaskan paradoks khatulistiwa. Paradoksnya berlaku sama baik utara maupun selatan khatulistiwa. Paradoks ini juga berlaku di Negara-negara bagian AS utara lebih berkembang dibandingkan dengan Negara bagian AS selatan.2 Gambar Hubungan Manusia dengan Lingkungan sistem ditentukan. Seterminisme tidak boleh bingung dengan penentuan nasib sendiri dari tindakan manusia dengan alas an. Patut dicatat bahwa paradoks khatulistiwa hanya muncul dari Era Modern dan seterusnya. Dalam konteks analisis statistik. dan keinginan atau dengan predestinasi. kecuali yang 8 . Australia misalnya memiliki tingkat yang lebih tinggi pembangunan ekonomi dari Indonesia. dengan sangat maju budaya dan ekonomi yang lebih banyak hadir di tropis dan subtropisdaerah dari luar. kesejahteraan ini didasarkan pada posisinya sebagai port. Yang terakhir semua tapi ditangkap pembangunan ekonomi dan infrastruktur.1.22 ° LU dan merupakan salah satu dunia yang paling makmur negara tersebut. apapun berarti ini adalah pertanyaan epistemologis secara terpisah. sekitar 70%dari pembangunan ekonomi suatu Negara dapat diprediksi dari jarak antara Negara dan katulistiwa."Anda dapat berbaring di tempat tidur dan bersantai-santai. Dalam sejarah banyak perdebatan. sedangkan nyaman. motif. dengan beberapa mempertahankan bahwa seluruh alam semesta adalah sistem menentukan tunggal dan lain-lain mengidentifikasi sistem lain menentukan lebih terbatas. banyak variasi dan posisi filosofis tentang masalah determinisme ada yang paling menonjol perdebatan kehendak bebas yang melibatkan compatibilsm dan incompatibilsm Predeterminism mengusulkan ada tak terputus rantai kejadian sebelum peregangan kembali ke asal usul semesta. Dengan kata lain. Saudi Arabia adalah contoh yang baik. Penjelasan ini. pengecualian lain untuk paradoks cenderung memiliki sumber daya alam yang besar. Salah satu teori populer untuk menjelaskan fenomena ini adalah pembangunan yang kurang diperlukan di daerah tropis ." yang bertentangan dengan kebutuhan untuk menciptakan pertanian dan ekonomi dalam rangka untuk mencapai kesejahteraan dan bertahan. paradoks mungkin lebih merupakan akibat dari penaklukan dan penjajahan . Determinisme iklim atau determinisme lingkungan merupakan aspek geografi ekonomi juga kadang-kadang disebut paradoks katulistiwa. yang secara khusus factor-faktor kemungkinan adanya Tuhan yang menjadi ajaran. Singapura adalah counter terkemuka-contoh: terletak pada 1. semakin jauh dari khatulistiwa Negara lebih mengembangkan cenderung. apalagi determinisme tidak secara eksplisit menyatakan bahwa prediksi adalah mungkin. Menurut teori ini.

and pure. yang menjelaskan bagaimana lingkungan dapat menentukan karakteristik fisik penghuni sebuah komunitas tertentu. and warlike. uncouth. Dia juga mengatakan “Sangat tidak biasa bahwa rusa dan burung unta. Sepanjang studi geografi. Determinisme iklim yang sangat dipelajari oleh Ellsworth Huntington . Ini adalah dasar dari konsep Pencegahan Kejahatan Melalui Desain Lingkungan (CPTED) yang mencoba untuk memodifikasi perilaku mengganggu melalui desain yang sesuai dari lingkungan fisik. Beberapa kaum Cina kuno membentuk determinisme lingkungan seperti yang ditemukan dalam karya Guan Zhong yang ditulis pada abad ke-2 SM. Contoh lain dari determinisme lingkungan akan teori bahwa negara kepulauan memiliki ciri-ciri budaya yang unik semata-mata karena isolasi mereka dari masyarakat kontinental. Therefore its people are lighthearted. tetapi telah menurun dalam beberapa dekade terakhir penelitian akademik determinisme lingkungan. yielding. Pada zaman romawi tersebut misalnya. Salah satu yang menerima banyak menonjol dalam sejarah geografis. Misalnya dikatakan bahwa wilayah di daerah tropis kurang berkembang daripada lintang yang lebih tinggi karena cuaca terus hangat di sana membuat lebih mudah untuk bertahan hidup dan dengan demikian. Sejarah determinasi lingkungan Sejarah determinasi lingkungan berawal dimana dalam abad medis dianggap berasal dari Hippocrates. Determinisme lingkungan telah diadopsi oleh bidang desain perkotaan untuk menggambarkan dampak lingkungan yang dibangun mungkin pada perilaku. udara. air. Argumen utama determinisme lingkungan menyatakan bahwa karakteristik fisik daerah seperti iklim memiliki dampak yang kuat terhadap prospek psikologis penghuninya. domba dan keledai. wilayah. Lingkungan determinis percaya bahwa itu adalah faktor-faktor lingkungan." and "The water of Chu is gentle. swift and twisting. Pandangan ini bervariasi kemudian menyebar ke seluruh populasi dan membantu menentukan keseluruhan perilaku dan budaya suatu masyarakat. and sure of themselves." Penganut awal determinasi lingkungan yang lainnya pada abad pertengahan Afro-Arab seorang penulis al-Jahiz. iklim. kuda dan burung yang semua hitam kehitaman dan putih 9 . Determinisme lingkungan adalah keyakinan bahwa lingkungan (terutama faktor fisik seperti bentang alam dan / atau iklim) menentukan pola kebudayaan manusia dan pembangunan sosial. dan geografis saja yang bertanggung jawab untuk budaya manusia dan keputusan individu dan / atau kondisi sosial hampir tidak berdampak pada pengembangan kebudayaan. ada sejumlah pendekatan yang berbeda untuk menjelaskan perkembangan masyarakat dunia dan budaya. rubahnya.diperlukan untuk memenuhi tujuan kekuasaan kolonial. orang yang hidup di sana tidak bekerja keras untuk menjamin kelangsungan hidup mereka. Dia mengutip sebuah daerah berbatu hitam basalt di utara Najd sebagai bukti dari teorinya tersebut. Dalam bab “Water and Earth" (Shuidi 水地) ditemukan pernyataan seperti "Now the water of [the state of] Qi is forceful. ditemukan dalam karya ahli geografi Yunani yang bernama Strabo yang menulis iklim yang mempengaruhi disposisi psikologis dari ras yang berbedaa. Therefore its people are greedy. Konsep ini juga merupakan dasar ruang aktif yang mencoba untuk mendorong kegiatan melalui desain sebuah ruang. khususnya kulit hitam. yang dia yakini sebagai hasil dari lingkungan. resolute. Dia menggunakan teori awal mengenai evolusi untuk menjelaskan asalusul yang berbeda seperti warna kulit manusia. serangga dan lalat.

" Ini adalah keberangkatan dari teori iklim yang diungkapkan oleh penulis dari Hippocrates ke Jean Bodin . dan cara yang berbeda di mana mereka dipaksa untuk memenuhi kebutuhan mereka dan memperoleh nafkah. sebagai mitos. Seperti Montesquieu. Dia menjelaskan perbedaan antara masyarakat yang berbeda. mamalia. yang menjadi kebiasaan mereka dan institusi. dan Aristoteles untuk menjelaskan mengapa orang-orang Yunani begitu jauh lebih berkembang pada usia dini dari masyarakat di iklim panas dan dingin. di mana anak-anak Ham dikutuk dengan menjadi hitam. tanah. juga sebagai oleh sifat Tuhan yang diberikan air dan tanah dan oleh kedekatan atau jauh dari matahari dan intensitas atau keringanan dari panas” Para sosiolog Arab dan polymath. asal-usulnya kembali ke zaman kuno. dalam hal lingkungan mereka "habitat-fisik. juga merupakan penganut determinisme lingkungan. Dia percaya bahwa kulit yang lebih gelap dari Afrika banyak dan berbagai burung. Banyak terjemahan Ibn Khaldun dijabarkan selama era kolonial untuk sesuai dengan mesin propaganda kolonial. Ibnu Khaldun juga mengantisipasi meteorologi teori iklim yang kemudian diusulkan oleh Montesquieu pada abad ke-18. Awal ulama lain yang juga digunakan determinisme lingkungan untuk menjelaskan tidak hanya budaya suatu masyarakat tetapi alasan di balik karakteristik fisik orang suatu masyarakat. misalnya dikutip faktor lingkungan sebagai asal warna kulit yang berbeda. faktor iklim misalnya digunakan oleh Strabo. ada sedikit bukti dari sana benar-benar menjadi seorang penaklukan Murabitun Ghana. Keunggulan determinisme dipengaruhi oleh profil tinggi evolusi biologi . antropologi ). seorang penulis dari Afrika Timur. Aristoteles datang dengan nya sistem klasifikasi iklim untuk menjelaskan mengapa orang-orang terbatas pada permukiman di daerah-daerah tertentu di dunia ini. Selain itu.tersebut sebenarnya disebabkan oleh sifat daerah. Plato . meskipun cenderung lebih menyerupai sekarang didiskreditkan Lamarckisme daripada Darwinisme. ia menjelaskan bahwa kulit hitam ini disebabkan oleh iklim panas sub-Sahara Afrika dan bukan karena garis keturunan mereka. makanan. Ibnu Khaldun. Determinisme lingkungan menjadi terkenal di akhir abad 19 dan awal abad 20 ketika itu diambil sebagai teori sentral oleh disiplin geografi (dan pada tingkat lebih rendah. Profesor Ellen Churchill dari Semple Clark University dikreditkan dengan memperkenalkan teori ke Amerika Serikat setelah belajar tentang geografi manusia dengan Friedrich Ratzel di Jerman. baik orang-orang yang nomaden atau berpindah-pindah. Namun. Determinisme lingkungan dan Geografi Awal Meskipun determinisme lingkungan adalah pendekatan yang lumayan baru untuk mempelajari geografis formal. Al-Jahiz. Ia kemudian dibantah oleh teori Hamitic. Dalam karyanya Muqaddimah (1377). Ia telah mengemukakan bahwa Ibn Khaldun mungkin memiliki pengaruh terhadap teori Montesquieu melalui musafir Jean Chardin . The Negro Land of the Arabs Examined and Explained ditulis pada tahun 1841 dan memberikan kutipan dari terjemahan lama yang bukan bagian dari propaganda kolonial. Ibnu Khaldun mempelajari “lingkungan fisik di mana manusia hidup untuk memahami bagaimana hal itu mempengaruhi dia dalam siftanya non-fisik”. dan serangga merupakan hasil langsung dari prevalensi batu basal hitam di 10 . iklim. yang bepergian ke Persia dan menjelaskan teori menyerupai's iklim teori Ibnu Khaldun. Ibnu Khaldun menunjukkan hubungan antara penurunan Ghana dan bangkit dari Murabitun.

Dia mengatakan daerah beriklim sedang dengan musim tumbuh pendek merangsang prestasi. Ellsworth Huntington.Kemudahan tumbuh hal-hal di daerah tropis di sisi lain menghambat kemajuan mereka. Dia hidup 1332-1406. yang saat ia menulis sejarah dunia yang lengkap dan menjelaskan bahwa kulit manusia gelap disebabkan oleh iklim panas Sub-Sahara Afrika.L. Berbagai perspektif maupun pendekatan. Dalam buku ini ia menguraikan. dan juga aliran pandangan „determinisme lingkungan‟ oleh Kroeber. Russell.Semenanjung Arab. mendefinisikan. seperti 11 . Jejak-jejak Determinisme Lingkungan (A. 1963). Determinisme lingkungan dan Geografi Modern Determinisme lingkungan naik ke tahap yang paling menonjol dalam geografi modern di awal abad 19 an ketika itu dihidupkan kembali oleh Friedrich geografi Jerman Rätzel dan menjadi teori sentral dalam disiplin. Begitu juga dengan ragam perspektif atau pendekatan yang berkembang dalam salah satu ranah kajian antropologi ini. Steward dalam tulisannya “The Economic and Social Basis of Primitive Bands” di tahun 1936. Semple's juga dipengaruhi oleh evolusi biologi. Akar dari berbagai studi antropologi ekologi yang telah jauh berkembang pada masa kini. kemudian berkembang beberapa aliran perspektif yang cukup dikenal hingga kini. karya Huntington meskipun. dan pendekatan ekosistemik materialistik. juga bekerja pada perluasan teori sekitar waktu yang sama seperti Semple. serta Huntington di era tahun 1930 dan 1940-an. Determinisme lingkungan kemudian menjadi populer di Amerika Serikat pada awal 20th Century kapan mahasiswa Rätzel. secara resmi dikenal sebagai salah satu determinis lingkungan pertama. Teman-teori Rätzel muncul setelah Charles Darwin dalam Origin of Species pada tahun 1859 dan sangat dipengaruhi oleh evolusi biologi dan dampak lingkungan seseorang memiliki terhadap evolusi budaya mereka. sepertinya tidak akan berakhir selama manusia dan lingkungan tidak mengalami kemusnahan. pendekatan ekosistemik kultural yang diwakili oleh buku Geertz (Agricultural Involution. dan efisiensi. menyebabkan subset dari determinisme lingkungan. Steward dalam tulisannya. yaitu: pendekatan etnoekologi. serta mengembangkan apa yang dia sebut dengan “ekologi budaya” (cultural ecology). tumbuh dan berkembang seiring dengan perjalanan perkembangan studi antropologi ekologi di berbagai belahan dunia. seorang profesor di Clark University di Worchester. memperkenalkan teori di sana. sebenarnya telah tertanam sejak tahun 1930-an oleh Julian H. Seperti ide awal Rätzel's. Pernyataan teoritis dan metodologis ini kemudian tidak banyak berubah ketika dia menjelaskan secara lebih eksplisit tentang hubungan antara lingkungan dan kebudayaan dalam bukunya “Theory of Culture Change” (1955). Ibnu Khaldun . menghadirkan pernyataan “bagaimana interaksi antara kebudayaan dan lingkungan dapat dianalisis dalam kerangka sebab-akibat (in causal terms)”.Teorinya menyatakan bahwa pembangunan ekonomi di suatu negara dapat diprediksi berdasarkan jarak dari khatulistiwa. yang disebut determinisme iklim di awal 1900an. Massachusetts. Kroeber) Berbagai studi antropologi ekologi yang mencoba memahami bagaimana manusia menjalani kehidupannya dengan lingkungan sebagai tempat dan ruang hidupnya. seorang sosiolog Arab dan sarjana. Satu lagi mahasiswa Rätzel's. pertumbuhan ekonomi. Dari perspektif yang diajukan oleh Steward. pendekatan ekologi silang budaya (cross-cultural ecological approach). Ellen Churchill Semple .

yang memiliki relasi besar terhadap kondisi dimaksud. determinisme lingkungan hampir seluruhnya diganti dalam geografi oleh possibilism lingkungan. Relations of Environmental and Cultural Factors Jika coba diartikan. bahwa di satu sisi. Rappaport (1967. dengan tulisannya Alfred L. yang kemudian tentu saja mencirikan bagaimana paparan dalam temuan-temuan studinya. Selain itu. Sebagai sebuah pendekatan.yang terlihat dalam berbagai studi oleh para ahli antropologi. Dalam tulisannya. kritikus menyatakan itu imperialisme rasis dan diabadikan. geografer mengembangkan teori possibilism lingkungan untuk menjelaskan perkembangan budaya. 1967). kebudayaan menempati posisi keutamaan ketika dipahami dalam satuan faktor-faktor budaya. tetapi pada sisi yang lain. Sebagai akibat dari kritik dan lain-lain. 1-6). Kroeber mengawali dengan mengajukan asumsi tentang kebudayaan. dan Leeds (1965). seperti Vayda (1961. 1994. efektif mengakhiri terkenal sebagai teori sentral dalam disiplin. dengan penyertaan penalaran serta kritik pembelajaran yang hadir di beberapa bagian dalam paper ini. kebudayaan ternyata tidak dapat sepenuhnya dipahami tanpa referensi non-cultural yang dalam hal ini disebut dengan „Lingkungan‟.Terlepas dari kemunduran Namun. maka judul tulisan yang diajukan Kroeber ini memiliki pengertian sebagai “Relasi-relasi dari Lingkungan dan Faktor-faktor Kebudayaan”. Seperti apakah sejumlah asumsi tersebut. dan 12 . akan coba diulas kembali dan diungkap melalui simplifikasi. Kroeber (Relations of Environmental and Cultural Factors) sebagai acuan pembahasan. masing-masing mereka memiliki sejumlah asumsi-asumsi yang melatarbelakangi cara pandang terhadap persoalan dalam studi antropologi ekologi. Kroeber kemudian mencoba membuktikan asumsinya melalui ilustrasi fenomena sosial-budaya dengan setting enam negara bagian Amerika. determinisme lingkungan merupakan komponen penting dari sejarah geografis pada awalnya diwakili oleh geografer upaya awal untuk menjelaskan pola-pola mereka melihat berkembang di seluruh dunia. dan bagaimanakah pandangan mereka tentang relasi manusia dan lingkungannya? Hal inilah yang akan menjadi pembicaraan utama dalam tulisan ini. Dua dari empat aliran ini (etnoekologi dan ekosistemik materialistik atau ekologi fungsional) masih tetap populer hingga kini (Ahimsa. 1971). Pada tahun 1950-an. Apa yang dikemukakan oleh Kroeber dalam tulisannya. Budaya adalah bukan ditentukan oleh kesempatan dan keputusan yang manusia buat dalam respon untuk menangani keterbatasan tersebut. Carl Sauer misalnya mulai kritik-nya pada tahun 1924 dan mengatakan bahwa determinisme lingkungan menyebabkan generalisasi prematur tentang budaya suatu daerah tersebut dan tidak memungkinkan hasil berdasarkan pengamatan langsung atau penelitian lainnya. 1968. Possibilism lingkungan sebagaimana dimuat oleh geografi Perancis Paul Vidal de la Blanche dan menyatakan bahwa lingkungan set keterbatasan bagi pembangunan kebudayaan tetapi tidak benar-benar mendefinisikan budaya. Harris (1966). Penurunan Determinisme Lingkungan Meskipun berhasil di awal 1900-an. popularitas determinisme lingkungan mulai menurun pada tahun 1920 sebagai klaim yang sering ditemukan salah.

hewan domestik. Hal ini diungkap oleh Kroeber dengan wilayah California (di timur) dan Kanada (di utara) sebagai ilustrasi pembanding. tentu saja akan ada perbedaan yang terjadi sesuai situasi di suatu lokasi. Faktorfaktor itu adalah: kebudayaan. menurut Kroeber sangat jelas terkondisikan oleh faktor „alam‟. metode transportasi. Bilamana kondisi ini tidak terpenuhi. „keterbudayaan‟. Di sini Kroeber menekankan pada kita. dan drainase. Rentangan ini juga merupakan wilayah yang didiami oleh orang-orang Indian (American native people). Ini merupakan faktor ekstrinsik untuk budidaya itu sendiri yang telah mengubah wilayah pertumbuhan jagung berskala rendah. Di kawasan Teluk California. merupakan daerah produksi tamanan jagung yang dapat memasok hampir separuh dari jumlah kebutuhan dunia akan jagung. Sementara itu di utara. Kroeber meyakini bahwa budaya lokal dengan kondisi alam semacam ini akan mampu berkembang dengan berbagai tingkat kekuatan dan dengan kemerdekaan. Ia kemudian mengatakan bahwa hal itu telah menunjukkan adanya kesepakatan antara area (budaya dan alam) sebagai suatu satuan „ruang‟. Pada nada yang sama. Kroeber menyatakan bahwa telah terjadi perubahan (pasang-surut) dalam hasil produksi pertanian tanaman jagung di rentangan wilayah tersebut. medium kebudayaan menjadi tercairkan oleh kemunginan aktivitas subsistensi terkecil. perilaku ekonomi dan praktik subsistensi lainnya. Akan tetapi. yang cenderung mengacu pada aktivitas budaya. Hal ini kemudian menempatkan mereka pada posisi ketergantungan.dengan aktivitas pertanian (khususnya jagung) sebagai basis tinjauan atas praktik kebudayaan. dan diketahui bahwa jumlah populasi pemburu juga tergolong kecil. maka keterbatasan pertumbuhan tanaman jagung akan terjadi. menjadi salah satu spesialisasi yang sukses. menurut Kroeber ini bukan hanya pada persoalan tanaman maupun sesuatu yang fundamental dalam metode peningkatannya. bahwa lingkungan (alam) juga mengingatkan hal yang sama sebagaimana pandangan maupun tanggapan kita terhadap kebudayaan tersebut. yakni banyaknya unsur/elemen dari budaya pertanian yang gagal untuk mendapatkan atau menghasilkan tumpuan maupun pijakan ke wilayah timur. bentangan alam sangat mendukung dalam menyediakan sumber daya pangan. kemudian curah hujan juga harus mencukupi. Dengan ilustrasi singkat tersebut. seperti iklim. kebutuhan ekonomi dan fasilitas distribusi. dan tentu saja dengan tetap berada di sekitar lokus (alam dan budaya) tersebut. yang juga menggemari tanaman jagung sebagai salah satu sumber daya pangan. dan pada populasi pertanian yang berdekatan. Akan tetapi. serta mesin-mesin maupun perlengkapan yang seringkali tidak terbukti. Ketidakmampuan seperti ini cenderung berpeluang untuk mempengaruhi seluruh kebudayaan menjadi tidak dapat melakukan aktivitas bertani. Kroeber berusaha meyakinkan kita bagaimana faktor lingkungan sangat mempengaruhi pembentukan kebudayaan. tanah. dan berbagai hal terkait selanjutnya. sehingga dapat menyebabkan populasi penduduk dengan wilayah non-pertanian menjadi lebih padat. 13 . Suatu musim dengan cuaca dingin (permukaan hamparan diselimuti es) harus menghangat dan berlangsung cukup lama. Enam negara bagian dari Amerika Serikat yang merentang selaksa peregangan sabuk (dari Ohio ke Nebraska). Kegiatan pertanian jagung. tidak ada pasokan pangan (alam) yang sebanding.

Di timur. dan tentu saja bukan suatu hal yang mudah untuk menyepakati pemikiran semacam ini. atau sebaliknya. suatu bentangan daerah yang dibedakan dengan prairie. rezim musim. Peta 1. Sebagian besar karena komposisinya.Vegetasi Alam Pada bagian ini. Di Southwest. menunjukkan karakter iklim kering di Amerika Serikat yang diklasifikasikan menjadi iklim dingin dan panas di daerah padang rumput (steppe/S). Lembah (valley) San Joaquin merupakan lahan kering atau tanah gersang yang di tengahnya merupakan gurun/padang pasir. namun hujan menyebabkan mereka sangat bervariasi sebagai habitat budaya. Orang Achomawi dan Washo masih hidup terutama di daerah yang beriklim lembab. Afiliasi drainase Sungai Ular yang bukan dengan Columbia melainkan dengan Great Basin. berlanjut menuju ke Selatan. rumput yang luas sekali dan cenderung tanpa pohon) itu terletak di padang rumput (stepa). sejarah garis pembelahan utama antara budaya Pueblo dan Sonora-Gila-Yuma. dan faktor alam (minor) lainnya –kesemuanya merupakan varian dengan berbagai pengaruhnya. Karakter suhu udara mungkin sama di dua daerah. berkaitan dengan varian dari budaya lokal yang umum di Southeastern. 14 . dan Kroeber mencoba menjelaskan pemikirannya itu melalui monografi oleh Russell. Dari monografi itu. sebagai berikut: Batas barat padang rumput dan gurun berhadapan dengan iklim lembab (humid) berada di bawah sebelah timur dari dinding Cascades-Sierra di Nevada. sangat kuat dalam mempengaruhi pembentukan tanaman penutup. Sebagian besar dataran (plains. sedangkan selatan-California cenderung beraneka ragam. tapi ternyata sebagian besar dari kebudayaan di California berkarakter lembab (humid). Batas iklim yang diberikan dapat dianggap tidak terlalu jauh dari batas timur dari rentang yang lama. budaya prehorse bersandar pada habitat Rocky Mountain dengan serangan musiman ke dataran. curah hujan. tidak hanya semua wilayah pesisir di Northwest-Amerika Serikat. logat bicara. iklim ker ing diawali dari perantaraan Santa Barbara dan Los Angeles. Kroeber mengajak kita untuk memahami bagaimana keterkaitan antara tegakan vegetasi alam dengan kebudayaan suatu kelompok komunitas. baik lembab maupun kering. Iklim Iklim dianggap sebagai suatu hal yang bersifat insiden daripada sistematis sebagai pertimbangan pemikiran dalam tulisan Kroeber. Suatu klasifikasi iklim juga bertanggung jawab atas pembentukan suatu kebudayaan. Maka. batas wilayah padang rumput-lembab kerap mengikuti ratusan meridian. dan tentu saja terhadap bentuk budaya. Kroeber memproduksi kembali „dua peta‟ dalam bentuk yang lebih disederhanakan. suhu udara. Di wilayah pesisir. kemudian iklim dingin dan panas (juga terik) di daerah gurun (desert/W). Peta ini mencoba menunjukkan bagaimana hubungan antara geografi dan kebudayaan. Hal itu ia coba paparkan dalam beberapa ilustrasi berikut: Jumlah kebudayaan di wilayah pesisir Northwest hampir sama sempurnanya dengan Hutan di Northwest. Daerah tropis di Florida selatan. dan juga keterhubungan dari beberapa area. erat disejajarkan dengan pembagian wilayah di Southwest menjadi semi-gurun dan gurun-total. distribusi.

keberadaannya benar dalam suatu wilayah tertentu dengan kelebihan hujan musim panas. Tapi hal ini kelihatannya tidak sesuai dengan signifikansi etnis atau budaya utama (menonjol) di Nevada dan California. Wilayah garapan orang-orang Pueblo pada gurun/padang pasir yang panas adalah di daerah paling bawah –Rio Grande. meskipun yang terendah berbanding sekitar 6:5 (batas barat ditunjukkan oleh garis putus-putus pada peta 2. Dimana curah hujan (deras/kabut putih) jelas berlebih. diperkirakan memisahkan suku-suku Plains utara dari suku-suku Plains selatan. tapi rusak oleh hampir selusin rentangan paralel yang menyebabkannya meningkat menjadi iklim stepa. iklim gurun berlaku. selanjutnya kita akan mencoba memahami deskripsi peta 3 terkait dengan musim pertumbuhan tanaman jagung. Orang-orang purbakala non-Pueblo yang menggemari penggunaan benda-benda budaya berkesan/berwarna merah (red-on-buff) berpusat di „Gua‟ dan berbaring sepenuhnya di wilayah padang gurun. sf. letaknya kemungkinan tidak jauh dari batas wilayah. „FW‟. „fw‟ (musim dingin yang kering). Chihuahua. Apakah peta ini dapat menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Pueblo yang kuno/purbakala dan modern. dengan rasio musim dingin-musim panas di bulan yang sama dengan perbandingan antara 2:1 dan 4:7. Kedua (area timur) disesuaikan dengan tipenya Russell „W‟. Setelah membahas keterkaitan antara klasifikasi iklim maupun distribusi musim dan wilayah persebaran kelompok-kelompok budaya melalui peta 1 dan 2. Pada peta kedua. dan kebudayaan Pueblo sebagai acuan pemahaman. f. dan yang Ketiga (area tengah) dengan tipenya Russell SF.Sejarah dan prasejarah budaya Pueblo terletak di padang rumput/steppe. Hal ini juga memisahkan wilayah yang diduduki oleh Pueblos – keduanya baik di awal dan akhir dari wilayah tersebut hingga ke selatan. Jenis pertama (wilayah barat) disesuaikan dengan tipenya Russell „S‟ dan „SF‟ (musim panas yang kering. Gurun dingin juga meluas hingga ke San Juan yang memanjang seperti sebuah lengan. „WF‟. yang dimiliki oleh mereka hanya untuk sementara waktu (satu kali saja). Garis batas yang memisahkan iklim dingin dari iklim panas yang kering. Peta kedua Russell menunjukkan variasi curah hujan musiman di wilayah barat-Amerika Serikat. semuanya cenderung merupakan orang pemondok sementara. 15 . Di Nevada. dan dibandingkan dengan dua bulan musim panas paling basah. Untuk pemahaman yang lebih tepat atas skema ini. Wilayah budaya Great Basin sebagian besar terletak di padang rumput dan hampir semua di lahan kering/ tanah gersang yang beriklim dingin/sejuk. atau dianggap cukup berimbang. Seperti itu ataupun tidak. dan bagian (phases) Selatan-Nevada. Hulu dan Gila (middle). sebagaimana sejarah budaya „Colorado‟ dalam jumlah kecil. Kroeber telah memadatkannya (meringkas) menjadi tiga peta. dan musim dingin yang basah). dengan curah hujan dalam dua bulan musim dingin terbasah berbanding 2:1 atau lebih. Kroeber tetap mengingatkan kita agar merujuk pada teks asli selengkapnya. tetapi disana tidak ada kegiatan pertanian orang lokal/asli (native) sama sekali. "f. yang berada di padang pasir terik." untuk yang mana masih ada kelebihan musim panas. yang kemudian termasuk dalam rezim Russell berikutnya. kecuali di sepanjang daratan yang diairi melalui pengairan sendiri berupa potongan/bidang kecil (patch) di bagian bawah/dataran rendah Colorado. dengan curah hujan pada bulan-bulan yang sama memiliki perbandingan 4:7 atau lebih kecil.

bahwa lingkungan (alam) juga mengingatkan hal yang sama selaksa budaya. Ke arah selatan. Selanjutnya. di mana California hari ini bukanlah negara khusus/utama sebagai penanam jagung. tetapi tetap saja tidak mampu meskipun menjadi mapan/kokoh di tahun-tahun selanjutnya/nantinya. sebagai ruang di mana manusia dan budaya saling berkelindan. dan tetap bertahan meskipun sebelumnya berada pada situasi dan kondisi yang rawan/genting. Jelas sekali. suatu batas budaya seperti ini mungkin ditetapkan oleh kegersangan. Hal ini terkait dengan kondisi banjir/luapan air alam lokal yang tidak dapat diprediksi. Tetapi sebaiknya kita tidak lupa. Lajur pemikiran inilah yang menjadi poin penting dalam sederet cerita (sains) oleh Alfred L. sebagaimana telah kita telusuri sejak awal. Meskipun gagasannya tentang „pendiktean‟ (mekanisme) lingkungan (alam) terhadap suatu kebudayaan telah mengundang banyak kritikan.Dikatakan bahwa ketergantungan pertumbuhan tanaman jagung dalam „Kebudayaan Pueblo‟ tetap terbatas pada suatu daerah dengan curah hujan yang cukup selama musim pertumbuhan tanaman. Kebudayaan memang memiliki kekuatan dan juga kuasa untuk menjaga eksistensinya dengan segala keagungan maupun berbagai kecaman dalam perjalanannya mengiringi kehidupan manusia. Kita adalah diri. kenapa tidak. kalau kondisi ini juga menentukan distribusi jagung tahap modern. Seperti musim panas yang menyinari gurun di selatan New MexicoArizona. aliran pemikiran ini telah menemukan jalannya untuk hidup kembali. yang sejauh ini masih berkenaan dengan tanaman jagung –tidak ada jumlah curah hujan musim dingin yang bisa mengimbangi kerugian/kegagalan tersebut. terdapat curah hujan yang cukup untuk turunnya hujan di musim panas. karena hadir pada abad 17 di belahan bumi eropa oleh para ahli ilmu alam. batas itu jelas ditetapkan oleh musim dingin. Dengan amat memungkinkan dan juga secara relatif. Mulai dari gempa „tektonik‟ berkekuatan 9. Ke arah utara. Kroeber. cold winters dan curah hujan di musim dingin tidaklah menjadi suatu permasalahan besar. bahwa kebudayaan tidak sepenuhnya dapat dimengerti tanpa tumpuan referensi non-cultural. Kroeber menduga native California gagal menjadi masyarakat pertanian disebabkan karakter musim panas kering di wilayah mereka. Mari kita palingkan sejenak ingatan kita pada beberapa peritiwa dalam kurun waktu terakhir. kecuali memiliki teknik khusus dalam pembuatan irigasi dengan skala pengukuran-yang layak atau tepat. yang mencapai suatu titik di mana bahkan konsentrasi musim panas yang cukup tinggi tidak lagi mencukupi. yakni tentang berbagai peristiwa pergerakan alam yang sering kita dengungkan sebagai peristiwa „bencana alam‟. sehingga tanaman jagung dapat berkembang dengan baik. Budaya Pueblo ternyata mampu dan telah merekat untuk membangun pondasi tanaman jagung. yang dalam iklim kering berarti akan kelebihan hujan musim panas. dan budaya adalah bayangan. Umumnya/sebagian besar wilayah bagian timur di Amerika Serikat. khususnya oleh orang-orang Yunani (klasik). bahkan banyak yang menyatakan bahwa aliran pemikiran ini telah berakhir. karena rendahnya elevasi (penaikan suhu) mengizinkan „summer‟ menjadi cukup panas dan berlangsung dengan waktu yang cukup lama pula. ternyata dalam dekade ini. dan musim panas-kering pada iklim stepa yang panas di selatan California. Bagaimana mungkin? Tentu saja. Sebagian dari kita boleh saja memandang asing atau klasik atas pemikiran Kroeber yang dekat dengan aliran pandangan „environmental determinism‟. hal ini seringkali menyebabkan penutupan-penutupan permukaan oleh embun beku (pembekuan) yang cukup fatal terhadap pembibitan dan juga aktivitas memanen jagung.0 16 .

6 Skala Richter (BMG Indonesia) atau 7. dengan senyum dan bisikan-bisikan argumentasi konstruksi pemikiran. Peristiwa bencana alam ini juga meninggalkan berbagai kisah yang seakan-akan meruntuhkan suatu fase peradaban manusi.skala Richter di wilayah Propinsi NAD (Nanggroe Aceh Darussalam) yang diikuti dengan gelombang tsunami begitu besar. sepertinya bukan suatu hal yang salah juga jika beranggapan bahwa „environmental determinism‟ telah menemukan jalannya untuk hidup atau bangkit kembali. Tentu saja bukan suatu hal terlarang untuk menganggap pemikiran tentang kebangkitan „environmental determinism‟ seperti dipaksakan. Akan tetapi. 17 . sehingga menyebabkan wilayah ini menjadi luluh lantak dan menyisakan deretan cerita lalu tentang negeri manusia dengan kebudayaannya yang agung. meskipun dengan wajah baru. yang selama ini merasa telah menundukkan alam dan seakan-akan telah menaklukkannya dengan berbagai cara –sampai dengan kisah bunda nestapa di ranah (tanah) minang yang diguncang oleh gempa „tektonik‟ berkekuatan 7.9 Skala Richter (BMG Amerika). untuk mendengungkan suara-suara „environmental determinism‟ kekinian (Neo-environmentalism).

DAFTAR PUSTAKA Wikipedia.Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia. pada 18 .2011.scribd. Thn.html.com/2010/12/pengaruhlingkungan-terhadappribadi.blogspot.Diakses tanggal 13 Mei 2011 Hendriprima.Pengaruh lingkungan terhadap pribadi.blogspot.org/wiki/Determinisme_lingkunganhttp://www. Diakses pada Tanggal Ahimsa-Putra.S. Http://aniendriani. 1994 “Antropologi Ekologi: Beberapa Teori dan Perkembangannya”.tahun.org/wiki/Environmental_determinism. Diakses pada tanggal aniendriani.diakses pada tannggal 12 mei 2011 Wapedia. Jakarta: LIPI. http://id.Environmentaldeterminism.com/2009/12/geograf i.pdf.html.wikipedia.Lingkungan. Masyarakat Indonesia .co m/doc/6330078/Manusia-Dan-Lingkungan-Hidup.2009.2010.2011.Diakses pada tanggal 13 Mei 2011 Baehaqiarif. http://wapedia.com/2011/02/teoriteori-yang-mempengaruhi.geografi.mobi/id/Lingkungan. H.wordpress.http://baehaqiarif.files.determinismelingkungan. http://en.2011.diakses pada tanggal 13 Maret 2011 Wikipedia.wikipedia. XX (4): 1-50.teoriteori yang mempengaruhi. Http://hendriprima.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->