8.

Graf, Diagram Pohon dan Aplikasinya
Pengantar
Definisi. Suatu graf sederhana G=(V,E) terdiri dari himpunan tak kosong dari simpul (vertex) V, dan himpunan pasangan tak berurut anggota berlainan dari V yang disebut sebagai garis hubung (edge) E.

Graf sederhana mirip seperti graf berarah, tetapi arah garis hubungnya tidak ditentukan (tidak memiliki arah). Kadangkala kita ingin memodelkan berbagai hubungan antar simpul yang tidak mungkin dilakukan dengan graf sederhana. multigraf. Pada kasus ini, kita harus memakai

Definisi. Suatu multigraf G=(V,E) terdiri dari himpunan simpul V, himpunan garis hubung E, dan sebuah fungsi f dari E ke {{u, v} | u, v ∈ V, u ≠ v}.

Garis hubung e1 dan e2 disebut garis hubung ganda atau garis hubung sejajar jika f(e1)=f(e2). Catatan: • Garis hubung dalam multigraf tidak perlu didefinisikan sebagai pasangan, tapi bisa berjenis apapun. • Loop tidak diperbolehkan di dalam multigraf (u ≠ v).

Contoh 8.1: Suatu multigraf G dengan simpul V={a, b, c, d}, garis hubung {1, 2, 3, 4, 5} dan fungsi f dengan f(1)={a, b}, f(2) = {a, b}, f(3) = {b, c}, f(4) = {c, d} dan f(5) = {c, d} dapat digambarkan sebagai berikut.

1 a 2 b 3 c

4 d

5

8. Graf, Diagram Pohon dan Aplikasinya - 1

Untuk mengantisipasi keberadaan loop didalam graf, kita perlu mendefinisikan graf berjenis berikut ini.

Definisi. Suatu pseudograf G=(V, E) terdiri dari himpunan simpul V, himpunan garis hubung E, dan fungsi f dari E ke {{u, v} | u, v ∈ V}.

Suatu garis hubung disebut loop jika f(e) = {u, u} untuk suatu u∈V.

Definisi. Suatu graf berarah G=(V, E) terdiri dari himpunan simpul V dan himpunan garis hubung E yaitu pasangan berurut anggota V.

Definisi. Suatu multigraf berarah G=(V, E) terdiri dari himpunan simpul V, himpunan garis hubung E, dan fungsi f dari E ke {(u, v) | u, v ∈ V}.

Garis hubung e1 dan e2 disebut sebgai garis hubung ganda jika f(e1) = f(e2). Contoh 8.2: Suatu multigraf berarah G dengan simpul V={a, b, c, d}, garis hubung {1, 2, 3, 4, 5} dan fungsi f dimana f(1) = (a, b), f(2) = (b, a), f(3) = (c, b), f(4) = (c, d) dan f(5) = (c, d) digambarkan sebagai berikut.

1 a 2 b 3 c

4 d

5

Risalah dari beberapa jenis graf dan sifat-sifatnya diiberikan pada tabel berikut ini.

No 1 2 3 4 5

Jenis Graf Sederhana Multigraf Pseudograf Graf Berarah Multigraf Berarah

Garis hubung? Tak berarah Tak berarah Tak berarah Berarah Berarah

Ada Grs. Hub. Ganda? Tidak Ya Ya Tidak Ya

Ada Loop? Tidak Tidak Ya Ya Ya

8. Graf, Diagram Pohon dan Aplikasinya - 2

Model dari Graf
Contoh 8.3: Bagaimana cara menyatakan jaringan (dua arah) Kerta Api yang menghubungkan sekumpulan kota? Kita harus memakai graf sederhana dengan garis hubung {a, b} merupakan jalur langsung yang menghubungkan kota a dengan kota b.

Cirebon

Jakarta Ponorogo Bandung Madiun

Tasikmalaya

Contoh 8.4: Di dalam suatu turnamen sepakbola, setiap tim bertanding dengan tim lain tepat satu kali. Bagaimana cara merepresentasikan hasil turnamen (suatu tim mengalahkan tim lain)? Kita harus menggunakan graf berarah dengan garis hubung (a, b) menunjukkan tim a mengalahkan tim b.

Juventus

Real Madrid

AC Milan

Persib

Beberapa Terminologi dalam Graf
Definisi. Dua buah simpul, u dan v, dalam graf tak berarah G disebut berdekatan (atau bertetangga) dalam G jika {u, v} adalah suatu garis hubung dalam G.

8. Graf, Diagram Pohon dan Aplikasinya - 3

atau disebut juga menghubungkan u dengan v. Contoh 8. Graf. Derajat dari suatu simpul v dituliskan sebagai deg(v). Simpul u dan v disebut juga titik ujung (endpoints) dari garis hubung {u. manakah simpul yang terisolasi. kecuali loop di dalam simpul yang menyumbang derajat simpul sebanyak dua. Simpul dengan derajat nol disebut sebagai simpul yang terisolasi. yaitu dengan menghitung banyaknya garis yang menyentuh simpul tersebut. derajat dari simpul dapat ditentukan secara sederhana. Diagram Pohon dan Aplikasinya . dan j tergelantung. Catatan: Suatu simpul yang memiliki loop setidaknya akan berderajat 2 dan. v}. dan simpul a. yang tergelantung.5: Diantara graf berikut. Definisi. Simpul berderajat satu disebut sebagai simpul yang tergelantung (pendant).6: Amati graf yang sama dan tentukan banyaknya garis hubung dan jumlah dari derajat semua simpulnya. Derajat maksimum adalah deg(g)=5. Graf tersebut merupakan pseudograf (tak berarah.4 . loop). garis hubung e disebut sebagai incident dengan simpul u dan v.simpul tersebut. d.Jika e = {u. tidak terisolasi. dan berapakah derajat maksimumnya? Tentukan juga jenis dari graf? i d a f e g b c j h Jawab: Simpul f terisolasi. Simpul ini terhubung dengan tepat satu buah simpul lainnya. 8. meski dia tidak terhubung ke simpul yang lain. Dengan kata lain. perdefinisi. Derajat dari suatu simpul pada graf tak berarah adalah banyaknya garis hubung yang berasal dari. Contoh 8. karena tidak terhubung (adjacent) dengan simpul lain manapun./berakhir ke. v}.

7: Ada berapa garis hubungkah dalam suatu graf yang memiliki 6 simpul. Graf. maka 2e=60 sehingga e = 30. Suatu graf yang tak berarah. akan selalu memiliki simpul berderajat ganjil dengan jumlah genap. Maka 2e = ∑ deg ( v ) v∈V Catatan: Teorema ini tetap berlaku meskipun pada graf terdapat garis hubung ganda maupun loop ganda. Penjelasannya: setiap garis hubung baru menambah hasil penjumlahan derajat sebanyak dua (2×9=18). E) suatu graf tak berarah dengan garis hubung e. Menurut teorema handshaking. Diagram Pohon dan Aplikasinya . dan jumlah seluruh derajat simpulnya adalah 18.Jawab : Ada 9 garis hubung. Teorema. Teorema Handshaking. yakni. Misalkan G = (V. yakni 8. yang masing-masing simpulnya berderajat 10? Jawab: Jumlah seluruh derajat simpul adalah 6⋅10=60. yang lainnya berderajat ganjil Ada dua kemungkinan menambahkan suatu loop ke simpul dalam graf .5 . Contoh 8. Jadi akan ada 30 buah garis hubung. Sebelum Kedua simpul berderajat genap Kedua simpul berderajat ganjil Satu simpul berderajat ganjil. yang lainnya berderajat genap ⇒ ⇒ ⇒ Sesudah Kedua simpul berderajat ganjil Kedua simpul berderajat genap Satu simpul berderajat genap. Ide: Ada tiga kemungkinan untuk menambahkan garis hubung untuk menyambung dua simpul dalam graf.

adalah banyaknya garis hubung dengan v sebagai simpul awalnya. dituliskan sebagai deg-(v). dituliskan sebagai deg+(v). Bukti dapat dipelajari dari buku referensi. Maka. Simpul u disebut sebagai simpul awal (initial vertex) dari (u.Sebelum Simpul berderajat genap Simpul berderajat ganjil ⇒ ⇒ Sesudah Simpul berderajat genap Simpul berderajat ganjil Jadi. jika dalam graf ada sejumlah genap simpul berderajat ganjil. Diagram Pohon dan Aplikasinya . dan v disebut sebagai simpul akhir (terminal vertex) dari (u. hal yang sama berlaku untuk sebarang graf tak berarah. v) suatu garis hubung dari graf dengan garis hubung berarah G.v). u disebut terhubung ke (adjacent to) v. Contoh 8. d pada graf berikut? deg-(a) = 1 a deg+(a) = 2 b deg-(b) = 4 deg+(b) = 2 deg-(d) = 2 deg+(d) = 1 d c deg-(c) = 0 deg+(c) = 2 8. Bagaimana perubahan derajat keluar dan kedalam suatu simpul terhadap penambahan suatu loop ke simpul tsb? Penambahan ini meningkatkan baik derajat keluar maupun kedalam dari simpul yang bersangkutan sebesar satu. Definisi. c. Graf.6 . hasil penambahan garis hubung masih saja menghasilkan simpul berjumlah genap.8: Berapakah derajat keluar dan kedalam dari simpul a. derajat kedalam (in-degree) dari simpul v. b.v). dan v dikatakan terhubung dari (adjacent from) u. Derajat keluar (out-degree) dari v. Dalam graf dengan garis hubung berarah. Simpul awal dan simpul akhir dari suatu loop adalah sama. Jika (u. adalah banyaknya garis hubung dengan v sebagai simpul akhirnya. Definisi. karena suatu graf tak berarah tanpa garis hubung memiliki sejumlah genap simpul berderajat ganjil (nol).

v3}. n≥3.7 . K1 K2 K3 K4 K5 Definisi. …. n ≥ 3. { vn. Pemberian satu simpul tambahan pada suatu siklus Cn. adalah graf sederhana yang mengandung tepat satu garis hubung antara dua simpul yang berbeda. terdiri atas n buah simpul v1. v1}. E) graf dengan garis hubung berarah. sebab setiap penambahan garis hubung baru akan meningkatkan baik derajat kedalam maupun derajat keluar sebanyak satu. vn dan garis hubung {v1. dan lalu menghubungkan simpul tsb ke setiap simpul pada Cn dengan garis hubung baru akan menghasilkan roda (wheel). ….Teorema.v2}. Graf-Graf Khusus Definisi: Graf lengkap (complete graph) pada n buah simpul. maka: ∑ deg ( v ) = ∑ deg ( v ) = E − + v∈V v∈V Ini mudah diperiksa. Misalkan G = (V. C3 C4 C5 C6 Definisi. { vn-1. Graf. vn}. dituliskan sebagai Kn. Siklus (cycle) Cn. { v1. Diagram Pohon dan Aplikasinya . 8. v21.

Diagram Pohon dan Aplikasinya . 110 10 0 Q1 1 11 100 010 00 Q2 01 000 Q3 001 101 111 011 Definisi. Graf. karena setiap garis hubung menghubungkan simpul dalam himpunan bagian penduduk pria dengan simpul didalam himpunan bagian penduduk wanita (dalam pernikahan tradisional). 8. Graf ini bipartite. Suatu graf sederhana G disebut bipartite jika himpunan simpul V-nya dapat dipartisi menjadi dua himpunan tak kosong yang tak beririsan V1 dan V2 sedemikian hingga setiap garis hubung dalam graf menghubungkan suatu simpul di V1 dengan simpul di V2 (sedemikian hingga tak ada garis hubung di dalam G menghubungkan dua simpul di V1 maupun di V2).W3 W4 W5 W6 Definisi. Kubus-n (n-cube) dituliskan sebagai Qn adalah graf yang simpulnya merepresentasikan string 2n bit sepanjang n.8 . Sebagai conoth. Dua simpul terhubung jika dan hanya jika bit string yang direpresentasikannya berbeda tepat satu bit. tinjau suatu graf yang merepresen-tasikan setiap penduduk di suatu desa dengan simpul dan setiap pernikahan dengan garis hubung.

sebab tidak ada cara mem-partisi simpul menjadi dua v2 v3 himpunan sedemikian hingga tidak ada garis hubung dengan kedua titik akhir di himpunan yang sama.10: Apakah C6 v6 v2 v4 v5 v3 Ya. 8. E) adalah graf H = (W. K3. Suatu subgraf dari graf G = (V. Graf.v1 Contoh 8. Diagram Pohon dan Aplikasinya . F) dimana W⊆V dan F⊆E. masing-masing dengan m dan n buah simpul.n adalah graf yang himpunan simpulnya dipartisi kedalam dua himpunan bagian.2 K3.4 Operasi Pada Graf Definisi. Catatan: Tentu saja H adalah graf yang valid.9: Apakah C3 bipartite? Tidak. Graf bipartite lengkap Km. sehingga kita tidak bisa membuang titik ujung dari garis hubung yang tersisa saat kita membentuk H. sebab C6 bisa ditampilkan sebagai berikut: Definisi.9 . Dua simpul terhubung jika dan hanya jika mereka berada di himpunan bagian yang berbeda. v1 v2 v3 v6 v5 v4 v1 Contoh bipartite? 8.

a d b c a d c b 8. G1 G2 G1 ∪ G2 = K5 Representasi Graf Perhatikan dua graf berikut ini.Contoh 8. Gabungan dari G1 dan G2 dituliskan sebagai G1∪G2. Diagram Pohon dan Aplikasinya . E1) dan G2 = (V2. E2) adalah graf sederhana dengan himpunan simpul V1∪V2 dan himpunan garis hubung E1∪E2. Gabungan dari dua graf sederhana G1 = (V1. Simpula awal. Graf.10 . tetangga dan simpul akhir didaftarkan pada tabel di bawahnya.11 subgraf dari K5 K5 Definisi.

dan selainnya itu berharga 0. dan d ! Jawab: ⎡0 ⎢1 AG = ⎢ ⎢1 ⎢ ⎣1 1 0 0 1 1 0 0 1 1⎤ 1⎥ ⎥ 1⎥ ⎥ 0⎦ c Catatan: Matriks kedekatan dari graf tak berarah selalu simetris Untuk representasi graf dengan garis hubung ganda (multiple edge). c. d a. untuk sebuah matriks kedekatan A = ⎡ aij ⎤ . Dengan kata lain. v2 ….Simpul a b c d Simpul tetangga b. j) berharga 1 jika vi dan vj bertetangga. d a. d a. c Simpul a b c d Simpul akhir c a a. j) dari matriks tersebut sama dengan jumlah garis hubung yang terdapat pada kedua simpul {vi. jika {vi . vj}. vn Matriks kedekatan (Adjacency matrix) dari graf G. Graf. c Definisi: Misalkan G = (V.12 Tentukan matriks kedekatan AG untuk graf di samping berdasarkan urutan simpul a. v j } adalah sebuah garis hubung dari G ⎪ ai . Elemen ke (i. b. adalah sebuah matriks boolean n×n dengan elemen ke (i. Anggap simpul pada G disusun dengan urutan v1. 8.11 . b. maka berlaku ⎣ ⎦ ⎧1. E) adalah sebuah graf sederhana dengan |V| = n. Diagram Pohon dan Aplikasinya . jika bukan garis hubung dari G ⎩ a d b Contoh 8. yang berkaitan dengan simpul-simpul. j = ⎨ ⎪0. b. c. AG. matriks boolean tidak bisa dipakai dan sebagai gantinya dipergunakan matriks bilangan cacah.

maka berlaku ⎧1.13 Tentukan matriks kedekatan AG untuk graf di samping berdasarkan urutan simpul a. v2. E2) disebut isomorfis jika ada sebuah fungsi bijektif (satu-ke-satu dan onto) dari V1 ke V2 dengan sifat bahwa a bertetangga dengan 8. Dengan kata lain . Diagram Pohon dan Aplikasinya . 4. c. jika garis e j terhubung dengan vi mi .selain itu a 2 d 3 4 Contoh 8. setiap kolomnya akan berisi 2 buah nilai 1 jika garis hubung menghubungkan dua buah simpul dan berisi 1 buah nilai 1 untuk loop. em. Graf. …. E) sebuah graf tak berarah dengan |V| = n. dan d ! Jawab: ⎡0 ⎢1 AG = ⎢ ⎢1 ⎢ ⎣2 1 1 0 1 1 0 0 3 2⎤ 1⎥ ⎥ 3⎥ ⎥ 0⎦ d Definisi. c. E1) dan G2 = (V2. j = ⎨ ⎩0. vn dan e1. Misalkan G = (V. dan selain itu berharga 0. Anggap simpul dan garis hubung pada G disusun dengan urutan seperti v1. d dan urutan garis b 5 hubung 1. Matriks insiden (Incidence matrix) dari G yang berkaitan dengan simpul dan garis hubung adalah matriks boolean n×m dengan elemen ke (i.14: Tentukan matriks insiden M untuk graf 1 berikut berdasarkan urutan simpul a. 6! Jawab: ⎡1 ⎢1 M =⎢ ⎢0 ⎢ ⎣0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0⎤ 0⎥ ⎥ 1⎥ ⎥ 0⎦ 6 c Catatan : Matriks insiden dari graf tidak berarah.12 . 5. j) =1 jika garis ej terhubung dengan simpul vi. 3. b. …. 2. b. e2. Graf sederhana G1 = (V1. untuk sebuah incidence matrix M = [mij]. Graf-Graf yang Isomorfis Definisi.a b c Contoh 8.

15: Apakah kedua graf berikut isomorfis ? a a c b d e c e b d Jawab : Ya. sifat yang harus dimiliki oleh dua buah graf sederhana yang isomorfis.b pada G1 jika dan hanya jika f(a) bertetangga dengan f(b) pada G2. Dapat diamati. Secara visual. dua buah graf. Fungsi f seperti itu disebut isomorfisme. isomorfis jika graf-graf tersebut dapat disusun dengan suatu cara sedemikian rupa sehingga tampilannya identik (tentu tanpa merubah ketetanggaan). jika pada graf sebelah kanan kita gerakkan simpul b kesebelah kiri garis hubung 8. maka akan ada n! kemungkinan isomorfisme yang harus diperiksa. untuk seluruh a dan b pada V1. keduanya isomorfis karena dapat disusun sehingga terlihat identik. Keduanya haruslah memiliki jumlah simpul yang sama. dan derajat dari simpul-simpulnya sama. Contoh 8. G1 dan G2 adalah isomorfis jika simpul-simpulnya dapat diurutkan dengan suatu cara sedemikian rupa sehingga matriks kedekatan M G1 dan M G2 adalah identik. tetapi jika seluruhnya sesuai. Graf. Untuk dua buah graf sederhana dengan masing-masing simpulnya berjumlah n buah. Menentukan dua buah graf tidak isomorfis lebih mudah dibandingkan dengan menentukan apakah dua buah graf isomorfis. Untuk itu kita dapat memeriksa invarian. Dengan kata lain. Perhatikan bahwa dua graf yang salah satu dari invarian di atas berbeda pasti menyebabkan kedua graf tersebut tidak isomorfis. belum tentu graf tersebut isomorfis.13 . Diagram Pohon dan Aplikasinya . G1 dan G2. yaitu. dan jumlah garis hubung yang sama .

Jika graf tersebut adalah sebuah graf sederhana. f(en) = {xn-1. xn}.14 . xn-1. Definisi (Lanjutan). f(e) = d. x2}.16: Apakah kedua graf berikut isomorfis ? b c a e d a e b c d Jawab : Tidak. f(d) = c. Lintasan atau sirkit disebut sederhana jika tidak mengandung garis yang sama lebih dari sekali. xn. Maka fungsi isomorfis f dari graf kiri ke graf sebelah kanan adalah: f(a) = e.c}. Lintasan adalah sebuah sirkit jika dimulai dan diakhiri pada simpul yang sama. Contoh 8. Konektivitas Graf Definisi. Diagram Pohon dan Aplikasinya . dgn x0= u dan xn = v. x1. Lintasan atau sirkit ini disebut melalui (pass through/ traverse) x0. Graf. f(c) = b. …. Definisi. en dari graf sehingga f(e1)={x0. e2. Graf tak berarah disebut terhubung (connected) jika ada lintasan diantara setiap pasangan dari simpul yang berbeda dalam graf 8. f(e2) = {x1. karena derajat dari simpul-simpulnya berlainan. Sebuah lintasan (path) dengan panjang n dari u ke v. x1}. x1. tetapi tidak ada satupun simpul pada graf dikiri yang berderajat 1. karena secara unik dapat menentukan lintasan. yaitu jika u = v.{a. dimana n adalah bilangan bulat positif dalam sebuah graf tidak berarah adalah sebuah urutan garis hubung e1. Simpul d pada graf dikanan berderajat satu. kita menuliskan lintasan tersebut dengan urutan/ deretan simpul x0. …. f(b) = a. ….

[Catatan: sebuah graf yang mengandung hanya satu simpul selalu terhubung karena tidak berisi suatu pasangan simpul yang berbeda]. Graf. Subgraf-subgraf yang terhubung tetapi disjoint ini disebut komponen-komponen terhubung dari graf.15 . Contoh 8. Diagram Pohon dan Aplikasinya . sebuah graf yang tidak terhubung adalah gabungan dari dua atau lebih subgraf yang terhubung dengan masing-masing pasangan darinya tidak memiliki simpul bersama (disjoint). Gambar di atas menunjukkan contoh-contoh graf yang terhubung dan yang tak-terhubung. Selalu ada lintasan sederhana antara setiap pasangan simpul yang berbeda dari suatu graf-tak-berarah yang terhubung Definisi.17: tentukan komponen-komponen terhubung dari graf berikut ini? g a d e i b c f j h 8. Teorema.b c a e b c d tak terhubung a e terhubung d b c a d terhubung b e c a d f e tak terhubung Sebagai contoh. setiap dua komputer dalam jaringan dapat berkomunikasi jika dan hanya jika graf dari jaringan tersebut terhubung.

Sebuah graf berarah disebut terhubung kuat (strongly connected) jika ada sebuah lintasan dari a ke b dan dari b ke a untuk semua pasangan simpul a. seluruh kemungkinan pasangan simpul. karena (misalnya) Terhubung kuat. i. Diagram Pohon dan Aplikasinya . c.16 . tetapi tidak dari b ke a. b. Sebuah graf berarah disebut terhubung lemah (weakly connected) jika hanya ada sebuah lintasan diantara dua simpul dalam graf tidak berarahnya.18: Apakah graf berarah berikut ini terhubung kuat atau lemah? a b d c d a b c Terhubung lemah. Jumlah dan ukuran dari komponen dan sirkit terhubung merupakan invarian berkaitan dengan isomorfisme dari graf sederhana Contoh 8. j}. atau sebaliknya) Contoh 8. karena ada lintasan diantara tidak ada lintasan dari b ke d. {f}. dan {g. h. Definisi.19: Apakah dua graf berikut ini isomorfis ? 8. b pada graf. ( Ada lintasan dari a ke b. {e}. d}. Graf.Jawab: Komponen-komponen terhubung adalah graf dengan simpul-simpul {a. Definisi.

8. Satu pertanyaan yang sangat penting yang dapat kita selidiki pada graf seperti ini adalah: “Yang manakah lintasan terpendek antara dua simpul dalam graf. karena graf sebelah kanan berisi sirkit dengan panjang 3 . Prosedur ini dilaksanakan dengan cara mencari panjang lintasan terpendek dari sebuah simpul pendahulu dan menambahkan simpulsimpul tersebut ke himpunan simpul S. a dan z. Bo go r 25 Jakarta 600 180 400 Bandung Yogyakarta Pembobotan graf dapat juga dipakai untuk memodelkan jaringan komputer dengan response time atau biaya sebagai bobotnya. seperti dilukiskan pada graf berikut ini. di dalam graf dengan pembobot. lintasan dengan jumlah bobot minimal sepanjang jalannya?“ Hal ini misalnya berkaitan dengan koneksi tercepat pada jaringan komputer atau hubungan lintasan kereta terpendek Algoritma Dijkstra Algoritma Dijkstra adalah sebuah prosedur iteratif untuk mencari lintasan terpendek antara dua simpul. Algoritma berhenti setelah simpul z tercapai.Jawab: tidak . yaitu. sebagai contoh. Graf.17 . sedangkan pada graf sebelah kiri tidak ada sirkit yang demikian. untuk merepresentasikan jarak antara kota dalam jaringan jalan kereta. Masalah Lintasan Terpendek Kita dapat memberikan bobot pada garis dari graf. Diagram Pohon dan Aplikasinya . Pseudocode dari algoritma Dijkstra dapat dilihat di bawah ini.

vj) = ∞ jika {vi. Diagram Pohon dan Aplikasinya . dimana w(vi. vj} bukan garis hubung pada G) for i := 1 to n L(vi) := ∞ L(a) := 0 S := ∅ {label-label sekarang diinisialisasi sehingga label dari a adalah nol dan label yang lainnya adalah ∞. STEP-0 STEP-1 b∞ a 0 2 c∞ 4 1 5 8 d ∞ 6 ∞ z 0 a 4 1 2 b 4(a) 5 8 d ∞ 6 2 e ∞ 3 ∞ z 2 e ∞ 3 10 c 2(a) 10 8. dan set S adalah kosong} while z∉S begin u := simpul tidak pada S dengan minimal L(u) S := S∪{u} for seluruh simpul v tidak pada S if L(u) + w(u.procedure Dijkstra(G: graf sederhana yang terhubung dan dengan pembobot. v) { ini menjumlahkan sebuah simpul ke S dengan label minimal dan memperbaharui label-label simpul yang tidak di S} end {L(z) = panjang jalur terpendek dari a ke z} Contoh 8.18 . v) < L(v) then L(v) := L(u) + w(u. v1.20: Tentukan lintasan terpendek dari graf berikut ini dengan menggunakan algoritma Dijkstra. …. dengan simpul a = v0. Graf. vn = z dan bobot positif w(vi. vj).

STEP-2 STEP-3 b 3 (a. c) 5 a 0 4 1 2 c 2(a) 10 8 d 10 (a. c. b) 6 2 e 3 z 13 (a. b. d. c.b) 6 2 e 12 (a. b. sederhana. b) 6 2 e z 3 14 (a. c. c. dengan pembobot. Algoritma Dijkstra akan mencari panjang lintasan terpendek antara dua simpul dalam graf yang terhubung. b. d) b 3 (a. b) 6 2 e 3 z 13 (a. d) Teorema. c. c) 3 ∞ z c 2(a) 10 STEP-4 STEP-5 b 3 (a. b. c. e) 10(a. Diagram Pohon dan Aplikasinya . b. c. c. 8. tidak berarah. d. Graf. c) 3 ∞ z a 0 4 1 2 b 3 (a. c. c) 5 8 d 10 (a. c. c) 5 a 0 4 1 2 c 2(a) 10 8 d 10 (a. c) 5 a 0 4 1 2 c 2(a) 10 8 d 8(a. d) 10(a. c) 5 a 0 4 1 2 c 2(a) 10 8 d 10 (a. e) e 10(a. b.19 . c. d) STEP-6: b 3 (a. b) 6 2 e 12 (a.

sehingga ia ingin mementukan lintasan terpendek dalam perjalanannya. Permasalahan ini dapat dilukiskan sebagai berikut: Seorang traveling salesman ingin mengunjungi sejumlah kota dan kembali ke titik awal mula pemberangkatan. Jorong. lengkap. Masalahnya adalah menentukan sirkit dengan total bobot yang minimum dan setiap simpul dikunjungi tepat satu kali. Graf. berapa banyak siklis Cn berbeda. Jogja (2. Kita dapat merepresentasikan kota-kota dan jarak nya dengan sebuah graf dengan pembobot. Contoh8. Jakarta. tidak berarah. Diagram Pohon dan Aplikasinya .Teorema. tidak berarah. Contoh 8. Tentunya ia ingin menghemat waktu dan energi. Semarang.20 . Traveling Salesman Problem (TSP) TSP adalah salah satu masalah klasik dalam ilmu komputer. Jo r o n g 650 700 550 Jogja 200 Semarang Jakarta 700 600 Jawab: Lintasan terpendek adalah Jogja. sederhana.22: Diberikan n buah simpul.21: Lintasan mana yang akan diambil oleh traveling salesman untuk mengunjungi kota-kota berikut? (Jarak dinyatakan dalam kilometer). Algorithm Dijkstra menggunakan O(n2) operasi (penjumlahan dan perbandingan) untuk mencari panjang lintasan terpendek antara dua simpul dalam graf yang terhubung. yang dapat kita bentuk dengan menghubungkan simpul-simpul tersebut dengan garis hubung? 8. dengan pembobot.000 Km).

Ini artinya.jumlah ini termasuk siklis yang identik yang dibentuk dalam arah kebalikannya.21 . Gambar berikut ini menunjukkan graf yang berupa tree dan yang bukan tree. Sampai saat ini belum ada algoritma yang dapat menyelesaikan masalah TSP dengan kompleksitas polynomial worst-case time complexity . Karena tree tidak mempunyai sirkit sederhana. Sebuah graf tidak berarah adalah tree jika dan hanya jika ada sebuah lintasan sederhana yang unik antara simpul-simpulnya. penyelesaian TSP (secara analitik) tidak praktis. Diagram Pohon dan Aplikasinya . yang tidak mengandung sirkit sederhana. Diagram Pohon (Tree) Definisi. Dalam kasus ini. misalnya dengan algoritma jaringan syaraf tiruan. t re e bukan tree 8. maka tidak akan ada garis-hubung paralel atau loop didalam sebuah tree. Graf. sehingga ada (n–1)! Buah pilihan untuk seluruh siklis. kita dapat menggunakan algoritma pendekatan yang efisien dalam menentukan sebuah lintasan. Oleh karena itu jumlah siklis yang berbeda sesungguhnya adalah Cn = (n – 1)!/2. Kemudian kita memiliki (n–1) pilihan untuk simpul ke dua dalam siklis. dst. (n–2) untuk simpul ketiga.Jawab: Pertama kita pilih titik awal. Oleh karena itu. tree haruslah sebuah graf yang sederhana. dimana lintasan yang diperoleh mungkin sedikit lebih panjang dibanding lintasan traveling salesman yang seharusnya tetapi dengan kompleksitas perhitungan polinomial. Teorema. Akan tetapi. Diagram pohon (tree) adalah sebuah graf tak berarah yang terhubung (connected). untuk jumlah simpul yang banyak.

Sebuah graf tidak berarah yang tidak berisi sirkit sederhana dan tidak perlu terhubung disebut sebuah forest. Level dari simpul v adalah panjang dari lintasan yang unik dari root ke simpul tersebut. Beberapa istilah dalam tree: • • • • • • • Parent dari simpul v (selain root) adalah simpul u yang unik sedemikian sehingga ada sebuah garis-hubung berarah dari u ke v. atau direktori dalam sebuah komputer seperti yang dilukiskan pada gambar berikut ini. Secara umum. kita menggunakan tree untuk merepresentasikan struktur bertingkat (hierarchical structures). Height dari rooted tree adalah level maksimum dari simpul Sebuah tree bias menggambarkan silsilah keturunan dari sebuah keluarga.22 . Level dari root didefinisikan = 0. Descendants dari simpul v adalah simpul-simpul dengan v sebagai ancestor-nya. diluar simpul itu sendiri dan termasuk root. Diagram Pohon dan Aplikasinya . Sebuah simpul dari sebuah tree disebut sebagai leaf jika ia tidak memiliki children. Jika u parent dari v maka v adalah child dari u Siblings adalah simpul-simpul dengan parent yang sama Ancestors dari suatu simpul (selain root) adalah simpul-simpul pada lintasan dari root ke simpul tersebut. Sebuah tree bersama-sama dengan root-nya menghasilkan sebuah graf berarah yang disebut sebuah rooted-tree. Graf. 8.bukantree t re e Definisi. Kita sering memilih simpul tertentu dari tree sebagai akarnya (root).

BST untuk string math.y) y Definisi. Pohon Pencari Biner (Binary Search Tree) Binary search tree (BST) berguna untuk melakukan pencarian besar-besaran pada daftar item tertentu. 8. Sebuah tree disebut full m-ary tree jika setiap simpul internal memiliki tepat m children. simpul-simpul diberi kunci sedemikian hingga kunci pada suatu simpul lebih besar daripada kunci lain pada subtree kiri dan sekaligus lebih kecil daripada semua simpul pada subtree kanan. Tree dengan n simpul memiliki (n – 1) buah garis hubung. zoo.23 . m-ary tree dengan m = 2 disebut sebagai binary tree. power. computer. Graf.Uwes Tini B o no usr / bin temp Franky Jo n i Petra bin spool ls Tree di samping menyatakan ekspresi aritmatika ⋅ + z x y (y + z)⋅(x . BST adalah sebuah binary tree yang masing-masing child dari simpul ditentukan sebagai child kanan atau kiri. book diberikan pada diagram berikut. Diagram Pohon dan Aplikasinya . Teorema. Rooted-tree disebut sebuah m-ary tree jika setiap simpul internal tidak memiliki lebih dari m children. Khususnya. north. dan masing-masing simpul dilabeli dengan sebuah key. Full m-ary tree dengan i-buah simpul internal mengandung n = mi + 1 simpul. Sebagai contoh. Saat membuat tree tersebut. Teorema. dentist.

kita teruskan ke sebelah kanan. Jika x lebih kecil dari key. 8.1). Misalkan G sebuah graf sederhana. kita dapat memulai dari root dan membandingkan key-nya dengan x.math computer power book dentist no rth zoo Untuk melakukan pencarian sebuah item x pada BST. Berikut ini adalah graf lengkap dari rancangan (awal) terowongan tersebut. sehingga keenam buah universitas di wilayah ini memutuskan untuk membangun sistem terowongan yang akan menghubungkan seluruh perpustakaan di universitas yang ada di Boston. Untuk n item. suhu di Boston bisa menjadi sangat dingin. kita teruskan ke child kiri dari simpul tersebut. Pohon pembentang (spanning tree) dari G adalah sebuah sub-graf dari G yang merupakan tree yang berisi setiap simpul dari G. E) adalah graf terhubung pada V dengan jumlah garis minimum = (|V| . Graf. Prosedur tersebut diulang terus sampai kita menemukan item yang kita cari atau kita tidak dapat meneruskannya lebih lanjut lagi.23: Ketika musim dingin. Diagram Pohon dan Aplikasinya . diantaranya : • • • Optimasi jaringan dengan pohon pembentang minimum (minimum spanning trees) Penyelesaian masalah dengan proses lacak-balik pada pohon keputusan (backtracking in decision trees) Kompresi data dengan pohon pengkode Huffman (Huffman coding trees) Definisi.24 . Contoh 8. pencarian dapat dibentuk dengan jumlah langkah maksimumsebesar ⎡log(n + 1)⎤ Aplikasi dari Tree Ada sejumlah aplikasi penting dari tree. Catatan: Pohon pembentang dari G=(V. dan jika x lebih besar dari key.

pohon pembentang berikut ini yang menyatakan lima buah terowongan sudah cukup untuk menghubungkan ke enam buah perpustakaan. Sebagai contoh.25 . Graf. Inilah yang disebut sebagai masalah pohon pembentang minimum (MST-Minimum Spanning Tree). Diagram Pohon dan Aplikasinya . MST pada graf terhubung dan dengan pembobot adalah sebuah pohon pembentang yang mempunyai jumlah bobot paling kecil. Jika diberikan sebuah 8. Brandeis Univ Harvard Univ MIT Boston Univ Tufts Univ Univ Mass Masalah berikutnya adalah bagaimana cara menentukan sistem terowongan tersebut dengan biaya semurah mungkin.Brandeis Univ Harvard Univ MIT Boston Univ Tufts Univ Univ Mass Akan ada suatu pohon pembentang dari graf ini yang menghubungkan seluruh perpustakaan dengan jumlah terowongan yang minimum.

Dua diantaranya yang akan kita bahas adalah algoritma Prim dan algoritma Kruskal. Graf. Brandeis Univ 7 8 9 Harvard Univ 4 2 3 6 Boston Univ 9 4 6 MIT 5 4 5 4 Tufts Univ Univ Mass Dengan melihat graf diatas. kecuali bahwa algoritma ini tidak membutuhkan garis-hubung baru untuk dihubungkan ke simpul yang telah ada pada tree. bagaimana cara menentukan MST? Berikut ini graf seperto contoh diatas tetapi dengan bobot yang menyatakan biaya pembangunan terowongan dalam Milyar rupiah. Algoritma Prim Berikut ini langkah-langkah dalam algoritma Prim : • Mulai dengan memilih suatu garis dengan bobot terkecil. dan letakkan pada pohon pembentang. Algoritma Kruskal Algoritma Kruskal identik dengan algoritma Prim. Diagram Pohon dan Aplikasinya . diperlukan algoritma untuk mencari MST.grf terbobot. 8.26 . diperoleh bahwa biaya termurah adalah 20 Milyar rupiah. Untuk graf dengan ukuran besar. • Secara berurutan tambahkan pada garis-hubung dengan bobot minimum yang terhubung pada simpul yang telah ada pada tree dan tidak membentuk sirkit sederhana dengan garis-garis yang telah ada pada tree • Berhenti saat (n – 1) buah garis-hubung telah ditambahkan.

lacak-balik ke parent-nya. membuat rangkaian keputusan. Jika seluruh lintasan dari simpul ini telah dikaji. Kemungkinan solusi dari masalah berkaitan dengan lintasan dari root ke leaf dari pohon keputusan. Contoh 8. Diagram Pohon dan Aplikasinya . lalu bergerak turun.Kedua algoritma dijamin dapat menghasilkan pohon pembentang yang minimum dari graf terhubung dan terboboti. lacak-balik ke parent dari simpul terkini dan ambil lintasan lain turun darinya. Kita dapat menyelesaikan masalah yang demikian dengan membuat pohon keputusan yang lengkap dan kemudian menentukan lintasan dari root ke leave yang berkorespondensi dengan solusi dari masalah tersebut. Teruskan prosedur sampai kita mendapatkan solusi atau tidak terdapat solusi (tidak ada lagi lintasan yang dapat dicoba). dimana rangkaian keputusan membawa kepada suatu solusi. dengan sub-tree pada simpul-simpul tersebut adalah semua hasil dari keputusan yang mungkin. Lacak Balik Pada Pohon Keputusan Pohon keputusan adalah suatu rooted-tree dimana masing-masing simpul internal berkaitan dengan keputusan/tindakan. efisiensi dari prosedur ini dapat meningkat secara dramatis dengan tenik lacak balik (backtracking). yakni.24 : [Masalah n-queen] Bagaimana cara menempatkan n buah queen pada papan catur berukuran n×n sedemikian hingga tidak ada dua queen dapat saling menangkap/ memakan? 8. Graf. Dalam kasus terakhir. Terdapat sekelompok masalah yang memerlukan exhaustive search dari seluruh kemungkinan rangkaian keputusan guna mendapatkan pemecahan. Pohon keputusan dapat dipakai untuk memodelkan suatu pengambilan keputusan terhadap masalah tertentu. sampai tercapai solusi atau sampai pada situasi dimana tidak ada solusi yang didapatkan.27 . Dalam beberapa kasus. Idenya: Kita mulai pada root dari pohon keputusan.

8. … Keputusan n: Tempatkan queen pada kolom ke-n Kita sekarang akan menyelesaikan masalah 4-queens menggunakan metoda backtracking. Graf. Diagram Pohon dan Aplikasinya . kita dapat menggambarkan solusi dari masalah ini sebagai rangkaian dari n buah keputusan : Keputusan 1: Tempatkan queen pada kolom ke-1 Keputusan 2: Tempatkan queen pada kolom ke-2 ….28 . akan ada tepat satu queen pada masing-masing kolom dari papan. Oleh karena itu.Sebuah queen dapat bergerak dalam sejumlah petak secara horizontal. Q X X X X Jelaslah bahwa pada suatu solusi dari masalah n-queen. X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X diagonal. dan X X X Disini petak target yang mungkin dari queen Q ditandai dengan X. vertikal.

Komputer ingin membuat keputusan yang 8.25: Pada permulaan permainan. Setiap mendapat giliran.Papan Kosong Q Q Tempat queen ke-1 Q Q Q Q Q Q Q Q Q Q Q Q Q Q Q Tempat queen ke-2 Q Tempat queen ke-3 Tempat queen ke-4 Kita dapat juga menggunakan metoda backtracking untuk menuliskan program “pintar” yang dapat memainkan suatu game anatara komputer dengan manusia sebagai lawannya. 2. pemain mengambil 1. Diagram Pohon dan Aplikasinya . ke-2 oleh manusia. kemudian pemain ke-2. Contoh 8. dimana keputusan pertama oleh komputer. ke-3 oleh komputer . bergantian. ada 7 buah koin diatas meja. dst. atau 3 koin. Pemain pertama mendapat giliran pertama. dst. Kemudian permainan dapat gambarkan sebagai rangkaian dari keputusan. Graf. Pemain yang dapat mengambil seluruh koin tersisa adalah yang keluar sebagai pemenangnya Marilah kita asumsikan bahwa komputer (C) merupakan pemain pertama yang harus melakukan pergerakan pertama.29 . Sampai seluruh koin habis diambil.

Pohon Pengkode Huffman Kita biasanya mengkodekan suatu string dengan menggunakan kode yang panjangnya tetap (fixed-length codes) pada seluruh alfabet (mis. tidak mungkin memeriksa setiap kemungkinan urutan pergerakan. “a” dengan “1”. kita dapat menghemat memori dan mereduksi waktu transmisi dengan cara menggunakan kode yang panjangnya dapt diubah (VLC-variable length codes). Graf. dan “t” dengan “01”. Pemain komputer hanya melihat beberapa jumlah pergerakan tertentu ke depan dan memperkirakan peluang dari kemenangan. Ide dasar dari teknik pengkodean ini adalah nya adalah memakai kode terpendek untuk karakter yang paling sering muncul. Misalnya. Asumsikan bahwa pemain manusia (H) selalu mencari pergerakan yang optimal. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan VLC. C H C H C 4 1 3 2 2 1 3 1 1 2 7 3 6 1 2 1 5 1 3 3 4 2 2 1 3 5 1 3 4 2 2 1 3 1 3 4 2 2 1 3 2 1 1 3 2 1 1 3 2 C C C 3 2 H H H H H H C C C Komputer harus mulai dengan mengambil 3 buah koin agar terjamin dia akan selalu menang . kita ingin mengkodekan karakter “e” dengan bit “0”. jika karakter yang berbeda muncul dengan frekuensi yang berbeda. Bagaimana 8. Akan tetapi.30 . 8 bit untuk ASCII).menjamin bahwa kemenangan selalu ada ditangannya. Untuk permainan lain yang lebih kompleks dan menarik seperti catur. Diagram Pohon dan Aplikasinya .

Inilah yang dimaksud a t dengan kore prefiks. Tentu saja kode yang demikian tidak dapat diterima karena dapat menyebabkan kesalahan/ kehilangan informasi. Untuk menentukan kode yang optimal (terpendek) dari suatu string. Kalau dilihat lebih cermat. “a” dengan “10”. pohon biner untuk contoh pengkodean “tea” yang telah dibahas adalah sebagai berikut. maka kodenya adalah “0101”. kita dapat menggunakan kode prefiks (prefix code). dimana karakter adalah label dari leaf dalam pohon biner tersebut. Sehingga. Bit string yang dipakai untuk mengkodekan karakter adalah rangkaian label dari garis dalam lintasan yang unik dari root ke leaf yang dilabeli dengan karakter tersebut. Diagram Pohon dan Aplikasinya . kata “tea” akan dikodekan sebagai “11010”. Maka. pengkodean “e” dengan “0”. “eaea”. karena kode tersebut bisa juga dihasilkan dari kata “eat”. dan “t” dengan “11” adalah kode prefiks. Untuk menghindari kerancuan ini. pertama kita harus mencari frekuensi karakter dalam string tersebut. Maka. Bit string ini adalah unik karena hanya kata tea dan tidak ada kata lain yang dapat dikodekan dengan hasil yang sama. Sebagai contoh. Ambil contoh string “eeadfeejjeggebeeggddehhhececddeciedee” 8. kode tersebut rancu.kemudian kita mengkodekan kata “tea”? Dari system ini. 0 1 Pada pohon biner ini tidak ada leaf yang dapat menjadi ancestor e 0 1 dari leaf lainnya. Garis dari tree dilabeli sedemikian hingga garis ke child kiri diberi bit “0” dan ke ichild kanan dengan bit “1”. Kode prefiks dapat disusun dengan bantuan pohon biner. tidak ada kode dari karakter dapat menjadi prefix dari kode karakter lainnya. Pada kode prefiks. Graf. bit string untuk sebuah karakter tidak pernah akan menjadi prefiks (bagian pertama) dari bit string karakter lainnya.31 . atau “tt”.

Diagram Pohon dan Aplikasinya . algoritma Huffman mulai dengan n simpul. STEP-1 1 a STEP-2 1 b 1 f 1 i 2 j 3 c 3 h 4 g 6 d 15 e 2 1 a STEP-3 1 1 b f 1 i 2 j 3 c 3 h 4 g 6 d 15 e 2 1 a 1 b 1 f 2 1 i 2 j 3 c 3 h 4 g 6 d 15 e 8. 1×b. 3×h. Untuk alfabet berisi n huruf. 4×g.32 . dan 2×j. 3×c. Kita sekarang dapat menggunakan algoritma Huffman untuk membuat coding tree yang optimal.String ini berisi 1×a. Graf. 1×i. 1×f. kita menentukan 2 frekuensi terendah antara simpul-simpul tunggal dan root-root dari tree-tree yang telah kita buat. satu untuk masingmasing huruf. Ini diulang sehingga kita dapatkan tree tunggal. Pada langkah berikutnya. Kita kemudian menentukan 2 buah simpul yang paling kecil frekuensinya dan gantikan mereka dengan tree dimana root dilabeli dengan jumlah dari kedua frekuensi tersebut dan yang dua childrennya adalah dua simpul yang kita gantikan. 15×e. dilabeli dengan huruf dan frekuensinya. 6×d.

33 .STEP-4 2 1 a 1 b 1 f STEP-5 4 2 1 i 2 j 3 c 3 h 4 g 6 d 15 e 5 2 1 a 1 b 3 c 1 f 2 4 2 j 1 i 3 h 4 g 6 d 15 e STEP-6 5 2 1 a 1 b 3 c 1 f 2 4 2 j 1 i 3 h 7 4 g 6 d 15 e 8. Diagram Pohon dan Aplikasinya . Graf.

Diagram Pohon dan Aplikasinya . Graf.34 .STEP-7 9 5 2 1 a 1 b 3 c 1 f 2 1 i 4 2 j 3 h 7 4 g 6 d 15 e STEP-8 9 5 2 1 a 1 b 3 c 1 f 2 1 i 4 2 j 3 h 7 13 6 4 g d 15 e 8.

35 . Diagram Pohon dan Aplikasinya . Graf.STEP-9 22 9 5 2 1 a 1 b 3 c 1 f 2 1 i 4 2 j 3 h 7 4 g 13 6 d 15 e STEP-10 37 22 9 5 2 1 a 1 b 3 c 1 f 2 1 i 4 2 j 15 13 7 3 h 4 g e 6 d 8.

kita memerlukan 4 bit setiap karakternya (ada 10 karakter yang berbeda). Tetapi dengan VLC. 4): 0101 h (freq. 6): e (freq. pohon pengkode Huffman selalu menghasilkan VLC dengan panjang deskripsi yang minimum untuk string tersebut. Sehingga. panjang kode dari seluruh string adalah 4⋅37 = 148 bit. 15): 011 1 f (freq.36 . 8.Akhirnya kita bisa mengubahnya menjadi kode prefiks sebagai berikut: 0 0 0 0 0 a 1 1 c 0 b f 1 0 1 1 j i 0 h 0 1 1 e 1 1 d g VLC-nya adalah: a (freq. 1): 00101 j (freq. string asal “eeadfeejjeggebeeggddehhhececddeciedee” menggunakan kode dengan panjang tetap. 1): 00100 g (freq. 2): 0011 Sehingga. kita hanya membutuhkan 1⋅5 +1⋅5 + 3⋅4 + 6⋅3 + 15⋅1 + 1⋅5 + 4⋅4 + 3⋅4 + 1⋅5 + 2⋅4 = 101 bit. Dapat diperlihatkan bahwa untuk setiap string yang diberikan. 1): 00001 c (freq. Graf. 3): 0100 i (freq. 1): 00000 b (freq. Diagram Pohon dan Aplikasinya . 3): 0001 d (freq.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.