PERCOBAAN I REAKSI KUPLING DIAZONIUM SINTESIS KOMBINATORIAL “AZO DYES”

[Agam Muarif]
[NIM : 10510070;Kelas : 2; Kelompok : L;Subkelas : 3]
muarif_agam@yahoo.com

Abstrak
Percobaan yang menggunakan garam diazonium serta reagen – reagen untuk sintesis reaksi kupling bertujuan untuk menghasilkan senyawa azo dyes. Dengan menggunakan beberapa reagen maka senyawa azo dyes yang dihasilkan pun berbeda – beda. Hal tersebut dibuktikan dengan cara uji kromatografi TLC yang menghasilkan perbedaan nilai Rf. Nilai Rf tesebut menjelaskan tentang perbedaan kepolaran senyawa azo dyes dan warna yang dihasilkan senyawa azo dyes tersebut. Kata kunci: diazonium; azo dyes; reaksi kapling; Rf

Abstract
Experiments using diazonium salts and reagents - reagents for the synthesis reaction to produce compound kupling to azo dyes. By using some of the reagents the azo dyes produced compounds were different - different. This is evidenced by TLC chromatography test method that produces differences in Rf values. Rf value of the difference in proficiency level describes the polar compounds and azo dyes the color of the resulting compounds are azo dyes. Key words: diazonium; azo dyes; reaction plots; Rf

1. PENDAHULUAN
Garam diazonium merupakan prekusor pada reaksi kopling dan sering digunakan untuk mensintesis pewarna azo (azo dyes). Pewarna ini mudah menempel di kulit dan pakaian. Nitrogen ujung pada kation diozonium digunakan sebagai suatu elektrofil dalam suatu reaksi substitusi elektrofilik pada aromatic. Sebagian besar produk tipe reaksi kupling diazonium berwarna cerah, dikenal dengan “azo-dyes”. Sintesis kombinatorial dibutuhkan untuk menyediakan beragam jenis senyawa dengan beragam fungsi dalam serangkaian reaksi yang dilakukan bersamaan. Dua pendekatan yang dapat dilakukan yaitu sintesisi parallel dan sintesis split. Dalam system parallel, tiap senyawa dibuat secara individu dan beragam uji dilakukan secara terpisah untuk tiap senyawa. Sedangkan sintesis split hasil ujinya memerlukan proses deconvolution (pemisahan campuran). Dalam percobaan ini akan dibuat serangkaian senyawa “azo-dyes” dari beberapa variasi reaktan. Hasil sintesis dianalisis dengan kromatografi kertas. Dengan sintesis kombinatorial, kesimpulan tentang

2. METODE PERCOBAAN
a. Diazotisasi 3-nitroanilin

1,5 ml air dimasukkan ke dalam tabung reaksi, kemudian 1, 5 ml HCl pekat ditambahkan ke dalamnya. Tabung reaksi diletakkan did lam penangas es. 0,7 g nitroanilin, 0,38 g natrium nitrit, dan 1,5 ml air dimasukkan ke dalam tabung reaksi lain. Campuran diaduk dengan pengaduk kaca secara seksama, kemudian dengan cepat suspensi tersebut (berupa padatan dan cairan) dituangkan dengan pipet Pasteur ke dalam larutan HCl dingin (dalam penangas es). Larutan diaduk selama proses penuangan. Setelah semua suspense dituangkan ke dalam larutan, pengadukan dilanjutkan sesekali selama 10 menit. Larutan disaring dengan corong penyaring. Filtrat yang mengandung garam diazonium dikumpulkan di dalam tabung reaksi.

b.

Reaksi Kupling (Penggabungan)

struktur dan fungsi senyawa tersebut dapat diketahui lebih mudah.

0,0051 mol zat pengupling (1-naftol, 2naftol, asam salisilat, 4-nitrofenol/2-nitrofenol) ditimbang dan dimasukkan ke dalam labu 50 ml. 10 ml larutan NaOH 2,5 M ditambahkan ke dalm labu tersebut. Labu diletakkan di dalam penangas

penambahan air dan HCl berfungsi untuk protonasi sehingga gugus aniline terlepas dan terbentuk garam diazo. sehingga produknya adalah amina yang terprotonkan. 3-nitroanilin atau asam sulfanilat berfungsi sebagai pereaksi yang memiliki gugus NH2 sebagai pendorong elektron yang juga merupakan gugus pengarah orto para. Campuran reaksi dibiarkan dalam penangas es selama 10 menit.923 Pada proses diazotisasi 3-nitroanilin dan asam sulfanilat. Labu dipindahkan dari atas pemanas dan didinginkan hingga suhu kamar. Elusi kromatografi dilakukan kemudian diperoleh jarak noda dari batas bawah dan nilai Rf ditentukan. HCl yang digunakan harus didinginkan terlebih dahulu karena ketika dicampurkan dengan campuran 3-nitroanilin. Padatan dicuci dengan 2 ml air. Asam nitrit ini biasanya dibuat in situ oleh reaksi natrium nitrit dengan HCl. Larutan garam diazonium yang telah dibuat sebelumnya (bagian A) ditambahkan ke dalam reagen pengupling tetes demi tetes dan sambil diaduk. Zat pengupling ditambah NaOH karena reaksi berjalan pada suasana basa. hal ini disebabkan reaksi harus dilakukan dalam suasana asam. Untuk setiap pewarna “azo dyes” yang telah dibuat. Pada percobaan ini. 3-nitroanilin. Natrium nitrat berfungsi sebagai sumber ion nitrit yang akan terionisasi menjadi asam nitrous yang akan digunakan untuk menghasikan kation nitrosil yang merupakan elektrofil dalam reaksi pembentukan garam diazonium. zat pengupling yaitu 1naftol. dan 4nitroanilin.346 0. Adapun mekanisme pembentukan garam diazonium 3. natrium nitrit dan air akan menghasilkan reaksi eksoterm. HASIL DAN PEMBAHASAN Data perubahan warna Sumber Garam Diazonium 3-nitroanilin + NaOH + Garam Diazo Hitam coklat Hitam coklat Bening Ungu pekat Coklat tua pekat Merah kecoklatan Pada reaksi kupling. ditambah garam diazo sehingga menyebabkan terbentuknya zat warna. sedikit produk dilarutkan dalam sedikit air kemudian ditotolkan pada kertas saring berukuran 6x10 cm. Kertas saring yang telah ditotoli tersebut dimasukkan ke dalam wadah berisi larutan isopropanol 20%. Anilina dan arilamina lain bereaksi dengan asam nitrit dingin dalam larutan HCl dan menghasilkan arildiazonium klorida (ArN2+ Cl_). Penambahan HCl dilakukan untuk memprotonasi N kemudian dipanaskan dengan penambahan NaCl untuk penjenuhan. kemudian diletakkan dalam penangas es. Dari reaksi ini diperoleh endapan NaCl karena itu perlu disaring untuk mendapatkan filtratnya yang merupakan garam diazo. . asam salisilat.487 0.es. 1 g NaCl ditambahkan dan campuran reaksi dipanaskan hingga mendidih di atas api. Ketika ditambah garam diazo terjadi reaksi eksoterm sehingga perlu didinginkan dalam penangas berisi air es. pH larutan harus dibuat antara 3-4. 2-naftol.5 ml HCl pekat ditambahkan perlahan-lahan sampai pH larutan sekitar 3-4. 1. Kemudian larutan ini harus disimpan di lemari asam karena HCl sangat mudah menguap dan HCl pekat sangat berbahaya jika terhirup. Pada tahap pembuatan larutan natrium nitrat. 3-nitroanilin dan air. Berikut adalah reaksi antara garam diazonium dengan 2-naftol: Reagen Pengupling 1-naftol 2-naftol Asam salisilat Data Rf Reagen Pengupling 1-naftol 2-naftol Asam salisilat Data Rf 3-nitroanilin 0. Perubahan warna yang terjadi diamati dan dicatat. Oleh karena itu pembentukan garam diazonium harus dilakukan pada suasana asam. Penambahan garam NaCl yang berfungsi untuk menjenuhkan larutan. Produk dikumpulkan dengan corong Buchner.

Selanjutnya kepada para asisten pratikum yang telah membantu.W.Mayo. (2004).Garam diazonium merupakan suatu elektrofil di dalam reaksi kupling.W.923 UCAPAN TERIMAKASIH Puji syukur atas rahmat kesehatan dan kesempatan yang telah diberikan oleh ALLAH SWT sehingga saya dapat melaksanakan pratikum ini dengan baik. kristal-kristal yang terbentuk disaring dengan corong Buchner.81(11) - .Selanjutnya rasa terima kasih saya kepada kedua Orang tua saya yang telah mendoakan dan merestui kegiatan pratikum yang saya lakukan. 5th edition. Eluen yang digunakan dalam kromatografi adalah isopropanol 20% (isopropanol : air = 2 : 8). Sebelum dilakukan pemanasan. Selain itu ada juga grafik IR dari senyawa azo dyes ini yang dilampirkan pada halaman paling belakang. seperti pada saat pemanasan dan pendinginannya.Inc.923 (lebih kecil daripada Rf azo-dyes 4-nitrofenol). menyebabkan produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan literature. Walaupun sudah dikeringkan beberapa kali.and Taylor. Nitrogen terminal menyerang posisi para dari cincin benzena teraktifkan.M. dihasilkan padatan yang berwarna coklat tua dengan Rf nya sebesar 0. Produk ini hanya bisa diukur factor retensinya (Rf) dan IRnya.346. Produk kupling mengandung gugus azo dan biasanya dirujuk sebagai senyawa azo.John Wiley & Sons.Journal of Chemical Education. reagen pengupling 1-naftol dengan sumber garam diazonium 3-nitroanilin menghasilkan senyawa azo-dyes ungu pekat. pedatan ini tetap saja lengket.membimbing dan memberikan penjelasan serta pembahasan selama kegiatan pratikum ini berlangsung sehingga pratikum ini dapat selesai pada waktunya dan saya dapat mengerti tentang cara pengerjaan dan pembahasannya. Namun proses pemanasan yang kelamaan. Hal lain juga bisa disebabkan karena proses pendinginan yang kurang maksimal sehingga reaksi berjalan kurang sempurna. Acombinatorial Experiment Suitable for Undergraduate Laboratories. Pike. terlalu pekat dan lengket. R. Selanjutnya yaitu reaksi dengan pereaksi pengupling asam salisilat. Perbedaan keelektronegatifan C dan O pada gugus – COOH lebih besar daripada perbedaan keelektronegatifan N dan O pada gugus –NO2. Microscale Organic Laboratory: with Multistep and Multiscale Synthesis.Seterusnya ucapan terima kasih. Ini disebabkan eluen yang digunakan bersifat polar.358‐361 Palleros. D..346 0.R.0.627-628 Gung. (2011). Kepolaran tersebut disebabkan karena adanya gugus –COOH pada asam salisilat. Hasilnya dengan literature yang seharusnya senyawa azo-dyes berwarna sedikit lebih cerah. Selain itu suhu dari garam diazonium harus rendah yaitu sekitar 00C agar tidak terjadi reaksi substitusi.R. menyebabkan reaksi justru berjalan kurang sempurna sehingga padatan yang dihasilkan berwaran gelap. Proses pemanasan dilakukan untuk mempercepat reaksi sehingga terbentuk endapan. 4. New York. Identifikasi senyawa-senyawa azo-dyes ini dilakukan dengan kromatografi lapis tipis. membuktikan bahwa asam salisilat lebih polar dari pada 4-nitrofenol.(2000). Experimental Organik Chemistry. D. Ini menyebabkan produk reaksi tidak memungkinkan untuk ditimbang dan diukur beratnya. Adanya reaktifitas yang tinggi dari garam diazonium disebabkan karena garam memiliki leaving group yang baik yaitu Nitrogen. saya sampaikan kepada Ibu Deana selaku pimpinan pratikum yang telah membantu dan memberikan pengarahan serta nasehat selama pratikum sehingga pratikum dapat berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA .Kemudian kepada teman-teman satu kelompok dan satu shift hari Senin yang telah membantu baik selama dalam pratikum. Atau bisa juga disebabkan tidak seluruh senyawa yang bereaksi dengan garam diazonium karena proses pelarutan 3nitroanilin (dan natrium nitrat) dalam HCl pekat kurang baik. p.C. Senyawa yang memiliki Rf paling besar merupakan senyawa yang paling polar.maupun dalam berbagi data dan pembahasan. Adanya jarak noda yang berbeda menunjukkan adanya dua senyawa yang berbeda dengan struktur yang berbeda sehingga memiliki kepolaran yang berbeda pula. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor.p. Struktur resonansi untuk ion diazonium menunjukkan bahwa kedua nitrogen mempunyai muatan positif parsial. sebenarnya sudah terbentuk endapan yang menggumpal (banyak).487 0. Sebelum KLT dilakukan.B. yaitu Rfnya sebesar 0. John Wiley & Sons. KESIMPULAN Data Rf Reagen Pengupling 1-naftol 2-naftol Asam salisilat Data Rf 3-nitroanilin 0.T. Dari hasil pengamatan..D. dengan demikian gugus diazonium dengan mudahnya diganti oleh gugus lain. Forbes.New York. sehingga hasil reaksi yang diinginkan kurang maksimal. sehingga senyawa yang juga bersifat polar akan terikat lebih lama dalam fasa gerak dan jarak nodanya akan lebih panjang dibandingkan senyawa lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful