Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

METODE PELAKSANAAN
Pekerjaan Pembangunan Gedung Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh
A. PENDAHULUAN Proyek Pembangunan Gedung Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Univeristas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh ini merupakan Pekerjaan yang dibiayai dari sumber pendanaan : Bantuan "New Zewland Aid" melalui MFAT (Ministry of Foreign Affairs and Trade). Jangka Waktu penyelesaian pekerjaan tersebut direncanakan berlangsung selama 270 (dua ratus tujuh puluh ) hari kalender atau setara 9 (sembilan) bulan. B. LINGKUP PEKERJAAN Secara umum Komplek Bangunan ini merupakan bangunan baru di lokasi Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh yang bentuk dan fungsinya telah ditata ulang, nantinya akan meliputi pekerjaan : Pembangunan Gudang Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laborarorium.

C. URAIAN SINGKAT PEKERJAAN NO. SU.1 SU.2 SU.3 SU.4 SU.5 SU.6 SU.7 SU.8 SU.9 SU.10 SU.11 SU.12 SU.13 SU.14 SU.15 SU.16 TN.1 TN.2 TN.3 TN.4 URAIAN PEKERJAAN SEKSI 1. UMUM Penyiapan gambar kerja, Pembuatan Metode kerja dan Laporan pekerjaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Pengadaan Fasilitas di Kantor Lapangan Penyiapan, Pemeliharaan dan Pengetesan bahan di laboratorium Survey & Sewa alt ukur, Pengukuran & Pemasangan Bowplank Biaya Personil Kontraktor Mobilisasi dan Demobilisasi Pagar Sementara & Akses jalan angkutan sementara Penyiapan Pembangkit Listrik untuk pelaksanaan Telekomunikasi Fasilitas air bersih proyek Dokumentasi Bangunan Sementara Pemeliharaan lokasi pekerjaan & lingkungan Pengadaan Papan Nama Proyek Biaya Jaminan Pelaksanaan dan Uang Muka SEKSI 2 - PEKERJAAN TANAH Pembersihan lokasi pekerjaan Galian lokasi pekerjaan Urugan tanah Urugan Pasir VOLUME 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 9,00 1,00 1,00 3.639,00 1.820,00 5.538,00 462,00 SATUAN L.S. L.S. L.S. L.S. L.S. L.S. L.S. L.S. L.S. L.S. L.S. L.S. L.S. Bulan L.S. L.S. m2 m3 m3 m3

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 1

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

TN.5 TN.6 TN.7 TN.8 ST.1 ST.2 ST.3 ST.4 ST.5 ST.6 ST.7 ST.8 ST.9 ST.10 AR.1 AR.2 AR.3 AR.4 AR.5 AR.6 AR.8 AR.9 AR.10 AR.11 AR.12 AR.13 AR.14 AR.15 AR.16 AR.17 AR.18 AR.19 AR.20 AR.21 AR.22 AR.23 AR.24 AR.25 AR.26 AR.27 AR.28 AR.29 AR.30 AR.31 AR.32

Galian pondasi Pekerjaan Dewatering Pekerjaan Penyemprotan Anti Rayap Pasangan Batu Kali Penahan Tanah Urug SEKSI 3 - STRUKTUR Pengadaan dan Pemancangan Tiang Pancang Mini ukuran 20 cm x 20 cm, termasuk pemotongan kepala tiang Percobaan Pembebanan Dinamis Tiang Pancang (PDA Test) Pekerjaan lantai kerja Pembesian Pengecoran beton K.225 untuk Kolom Pengecoran beton K 225 untuk Balok dan Pelat Beton (roof fl) Pengecoran beton K 225 untuk Balok dan Pelat Beton (2nd fl) Pengecoran beton K 225 untuk Lantai dasar/slab (1st fl) Pengecoran beton K 225 untuk Kepala Tiang Pondasi Penyediaan sealant untuk sambungan SEKSI 4 - ARSITEKTUR Pasangan dinding bata Pekerjaan plasteran Pekerjaan Rangka Atap Baja ringan Pekerjaan Genteng metal termasuk Nok Genteng Pekerjaan lisplank atap beton Pekerjaan lisplank atap kayu PINTU DAN JENDELA RUANG KULIAH Penyediaan dan pemasangan kusen dan daun pintu type P1 Penyediaan dan pemasangan kusen dan daun pintu type P2 Penyediaan dan pemasangan kusen dan daun pintu type P3 Penyediaan dan pemasangan kusen dan daun pintu type P4 Penyediaan dan pemasangan kusen dan daun jendela type J1 Penyediaan dan pemasangan kusen dan daun jendela type J2 Penyediaan dan pemasangan kusen dan daun jendela type J3 Penyediaan dan pemasangan ventilasi type V1 Penyediaan dan pemasangan ventilasi type V2 Penyediaan dan pemasangan ventilasi type V3 Penyediaan dan pemasangan kunci dan pegangan pintu type P1 Penyediaan dan pemasangan Folding Gate Penyediaan dan pemasangan Sunscreen PINTU DAN JENDELA LABORATORIUM DAN PERPUSTAKAAN Penyediaan dan pemasangan kusen dan daun pintu type P1 Penyediaan dan pemasangan kusen dan daun pintu type P2 Penyediaan dan pemasangan kusen dan daun pintu type P3 Penyediaan dan pemasangan kusen dan daun jendela type J1 Penyediaan dan pemasangan kusen dan daun jendela type J1 Penyediaan dan pemasangan kusen dan daun jendela type J3 Penyediaan dan pemasangan kusen dan daun jendela type J4 Penyediaan dan pemasangan kusen dan daun jendela type J5 Penyediaan dan pemasangan ventilasi type V1 Penyediaan dan pemasangan kunci dan pegangan pintu type P1 Penyediaan dan pemasangan engsel Pintu Penyediaan dan pemasangan engsel Jendela

1.580,00 1,00 9.639,00 342,00 6.156,00 8,00 109,00 254.065,00 250,00 331,00 291,00 286,00 127,00 480,00 4.668,00 10.756,00 1.239,00 1.239,00 74,00 368,00 1,00 20,00 20,00 4,00 68,00 4,00 4,00 44,00 16,00 8,00 1,00 84,00 68,00 4,00 16,00 12,00 8,00 26,00 8,00 16,00 2,00 23,00 4,00 4,00 60,00

m3 Ls Ltr m3 m' Bh m3 kg m3 m3 m3 m3 m3 m' m2 m2 m2 m2 m3 m' Bh Bh Bh Bh Bh Bh Bh Bh Bh Bh set m2 Bh Bh Bh Bh Bh Bh Bh Bh Bh Bh Bh set set

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 2

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

AR.33 AR.34 AR.35 AR.36 AR.37 AR.38 AR.39 AR.40 AR.41 AR.42 AR.43 AR.44 AR.45 AR.46 AR.47 AR.48 AR.49 AR.50 AR.51 AR.52 AR.53 AR.54 AR.55 0 LRK.1 LRK.2 LRK.3 LRK.4 LRK.5 LRK.6 LRK.7 LRK.8 LRK.9 LRK.10 LRK.11 LRK.12 LRK.13 ABB. 1 ABB. 2 ABB. 3 ABB. 4 ABB. 5 ABB. 6 ABB. 7 ABB. 8 ABB. 9 ABB. 10 ABB. 11 ABB. 12

Penyediaan dan pemasangan Door Closer Penyediaan dan pemasangan kait angin, kunci slot Jendela Penyediaan Pemasangan Plafond Penyediaan dan pemasangan keramik lantai (40x40cm) Penyediaan dan pemasangan keramik lantai (20x20cm) Penyediaan dan pemasangan Kramik Lantai (60x60cm) Penyediaan dan pemasangan keramik dinding (20x20cm) Penyediaan dan pemasangan keramik dinding (20x25cm) Pekerjaan pengecatan dinding dalam ruangan Pekerjaan pengecatan luar ruangan Pekerjaan pengecatan plafond Pekerjaan Waterproofing Pekerjaan tiang dan railing tangga Stailess Ø4" Pekerjaan tiang dan railing tangga Stailess Ø3" Pekerjaan tiang dan railing tangga Stailess Ø2" Pekerjaan tiang dan railing tangga kayu Pekerjaan Tangga Putar dari 2nd Fl ke Roof Penyediaan dan pemasangan Batu Alam Andesit Penyediaan dan Pemasangan step nosing tangga Penyediaan dan pemasangan Logo Univ. Muhammadiyah Penyediaan dan pemasangan Relief Aceh Pekerjaan Melamik Kusen Kayu Penyediaan dan pemasangan ventilasi Rrooster Kayu (type. V2) KELISTRIKAN Penyediaan dan pemasangan stop kontak Penyediaan dan pemasangan Single Saklar Penyediaan dan pemasangan Double Saklar Penyediaan dan pemasangan fitting lampu Penyediaan dan pemasangan lampu TL 2 x 36 Watt Penyediaan dan pemasangan lampu Baret 20 Watt Penyediaan dan pemasangan lampu spot down light Penyediaan dan pemasangan Sambungan Daya dari PLN Penyediaan dan Pemasangan MCB Penyediaan dan Pemasangan Panel Listrik Penyediaan dan pemasangan Penangkal petir lengkap Pengadaan Unit AC Pengadaan Unit Exchaus Fan MEKANIKAL Penyediaan dan Pemasangan Pipa PVC 1" Penyediaan dan Pemasangan Pipa PVC 3/4" Penyediaan dan Pemasangan Pipa PVC 1/2" Penyediaan dan pemasangan Kran Air Penyediaan dan pemasangan Water Jet Penyediaan dan pemasangan Kloset Duduk lengkap Penyediaan dan pemasangan Kloset Jongkok Penyediaan dan pemasangan partisi toilet Penyediaan dan pemasangan Urinoir Penyediaan dan pemasangan Wastafel Penyediaan dan pemasangan Kaca rias Penyediaan dan pemasangan Tempat sabun cuci tangan (Soap Holder)

16,00 60,00 3.600,00 3.344,00 552,00 99,00 518,00 130,00 5.887,00 6.962,00 3.427,00 1.938,00 169,00 468,00 672,00 22,00 2,00 306,00 264,00 2,00 99,00 1.446,00 64,00 57,00 50,00 12,00 390,00 390,00 28,00 48,00 1,00 63,00 2,00 20,00 32,00 16,00 220,00 128,00 108,00 66,00 32,00 22,00 13,00 12,00 6,00 12,00 9,00 24,00

set set m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m' m' m' m' set m2 m' set m1 m2 bh bh bh bh bh bh bh bh Ls bh bh ttk bh bh m' m' m' bh bh bh bh m2 bh bh m2 bh

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 3

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

ABB. 13 ABB. 14 ABB. 15 ABB. 16 ABB. 17 ABB. 18 ABB .19 DR. 1 DR. 2 DR. 3 DR. 4 DR. 5 DR. 6 DR. 7 DR. 8

Penyediaan dan pemasangan tempat tissue lap tangan (Tissue holder) Penyediaan dan pemasangan Pengering Tangan (Hand Dryer) Penyediaan dan pemasangan tempat tissue gulung untuk KM/WC Penyediaan dan pemasangan Floor drain Penyediaan dan pemasangan keramik lantai KM/WC Penyediaan dan pemasangan keramik dinding KM/WC Penyediaan dan pemasangan Roof Drain Lengkap SEKSI 6 - DRAINASE Galian tanah untuk selokan Saluran beton bentuk U 30 Saluran beton bentuk U 40 Penutup saluran penangkap, beton 1:2:3 lengkap Penutup saluran bentuk grill, lengkap Trasram, adukan 1 : 2 Pekerjaan Lantai kerja Pekerjaan Septic Tank

5,00 5,00 36,00 54,00 280,00 410,00 58,00 484,00 64,00 256,00 31,00 64,00 46,00 33,00 6,00

bh bh bh bh m2 m2 titik m3 m' m' set m' m' m3 unit

D. TAHAP PELAKSANAAN SEKSI 1 : UMUM
SU. 1. Penyiapan gambar kerja, Pembuatan Metode kerja dan Laporan pekerjaan Perusahaan kami akan menyiapkan dan menyampaikan hal-hal berikut : gambar-gambar, dokumen-dokumen dan informasi yang diperlukan jika hal tersebut tercantum dalam Dokumen Kontrak kepada MK untuk dimintakan persetujuannya : 1. Gambar konstruksi dan gambar kerja 2. Metode pelaksanaan konstruksi 3. Data-data produk material Bilamana dokumen-dokumen tersebut diatas disyahkan oleh MK, maka akan merupakan bagian daripada Spesifikasi Teknis dari Kontrak. Seluruh jenis pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan elevasi, dimensi dan detail yang ditampakkan pada Gambar Konstruksi yang sudah disyahkan. Apabila diperlukan oleh MK untuk melaksanakan suatu item pekerjaan tertentu, maka kami juga akan menyampaikan uraian-uraian material yang diperlukan, peralatan yang dibutuhkan, denah konstruksi, standard dan tata laksana kerja yang berhubungan dengan gambar-gambar konstruksi tersebut untuk disyahkan oleh MK.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 4

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

2. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)
2.A. UMUM
Bagian ini mencakup ketentuan-ketentuan penanganan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi kepada setiap orang yang berada di tempat kerja yang berhubungan dengan : 1. pemindahan bahan baku, penggunaan peralatan kerja konstruksi, proses produksi dan lingkungan sekitar tempat kerja. 2. Penanganan K3 mencakup penyediaan sarana pencegah kecelakaan kerja dan perlindungan Kesehatan kerja konstruksi maupun penyediaan personil yang kompeten dan organisasi pengendalian K3 Konstruksi sesuai dengan tingkat resiko yang ditetapkan oleh Pengguna Jasa. 3. Pihak Kami akan mengikuti ketentuan-ketentuan pengelolaan K3 yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 09/PRT/M/2009 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum, UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA Lembaran Negara No. 1 Tahun 1970 (Tambahan Lembaran Negara No. 1918) dan peraturan terkait lainnya.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 5

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

2.B. SISTEM MANAJEMEN K3 KONSTRUKSI
1. Pihak Kami akan membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk identifikasi bahaya, Penilaian risiko dan pengendaliannya secara berkesinambungan sesuai dengan Rencana K3 Kontrak (RK3K) yang telah disetujui oleh MK.Pihak Kami akan melibatkan Ahli K3 Konstruksi pada paket pekerjaan dengan risiko K3 tinggi atau sekurangkurangnya Petugas K3 Konstruksi pada paket pekerjaan dengan risiko K3 sedang dan kecil. Ahli K3 Konstruksi atau Petugas K3 bertugas untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi Sistem Manajemen K3 Konstruksi. Tingkat risiko K3 ditetapkan oleh Pengguna Jasa. Pihak Kami akan membentuk Panitia Pembina K3 (P2K3) bila: jumlah pekerja paling sedikit 100 orang, Pihak Kami akan melaksanakan Audit Internal K3 Konstruksi. Pihak Kami akan melakukan tinjauan ulang terhadap RK3K (pada bagian yang memang perlu dilakukan kaji ulang) setiap bulan secara berkesinambungan selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi berlangsung.

2. 3. 4.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 6

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

2.C. KANTOR LAPANGAN K3 DAN FASILITASNYA FASILITAS PENCUCIAN
Pihak Kami akan menyediakan fasilitas pencucian yang memadai dan sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan untuk seluruh pekerja konstruksi. Fasilitas pencucian termasuk penyediaan air panas dan zat pembersih untuk kondisi berikut ini: a. Jika pekerja beresiko terpapar kontaminasi kulit yang diakibatkan oleh zat beracun, zat yang menyebabkan infeksi dan iritasi atau zat sensitif lainnya; b. Jika pekerja menangani bahan yang sulit dicuci dari kulit jika menggunakan air dingin; c. Jika pekerja harus membersihkan seluruh badannya; d. Jika pekerja terpapar pada kondisi panas atau dingin yang berlebih, atau bekerja pada kondisi basah yang tidak biasa sehingga menyebabkan para pekerja harus membersihkan seluruh badannya, maka Pihak Kami akan menyediakan pancuran air (shower) dengan jumlah yang memadai dengan jumlah yang memadai. e. Untuk kondisi normal, Pihak Kami akan menyediakan pancuran air untuk mandi dengan jumlah sekurangkurangnya satu untuk setiap 15 orang.

TOILET FASILITAS SANITASI
a. b. Pihak Kami akan menyediakan toilet yang memadai baik toilet khusus pria maupun toilet khusus wanita yang diperkerjakan di dalam atau di sekitar tempat kerja. Jika jumlah pekerja lebih dari 15 orang tenaga kerja, maka: i. Kami menyediakan 1 urinal peturasan untuk jumlah pekerja 15 orang, ditambah apabila jumlah pekerja lebih dari 15 orang sampai dengan tambahan 30 orang maka kami akan tambah satu urinal peturasan untuk setiap 30 orang tambahan; ii. Satu kloset untuk jumlah pekerja kurang dari 15 orang, apabila jumlah pekerja lebih dari 15 orang sampai dengan tambahan 30 orang maka kami menambah satu kloset ditambah beberapa kloset untuk setiap 30 orang tambahan. Toilet pria dan wanita akan dipisahkan dengan dinding tertutup penuh. Toilet mudah diakses, mempunyai penerangan dan ventilasi yang cukup, dan terlindung dari cuaca. Toilet dibuat dan ditempatkan sedemikian rupa sehinga dapat menjaga privasi orang yang menggunakannya dan terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan.

c.

AIR MINUM
Kami akan menyediakan pasokan air minum yang memadai bagi seluruh pekerja dengan persyaratan: a. b. Mudah diakses oleh seluruh pekerja dan diberi label yang jelas sebagai air minum; Kontainer untuk air minum harus memenuhi standar kesehatan yang berlaku;

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 7

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

c.

Jika disimpan dalam kontainer, kami pastikan kontrainer bersih dan terlindungi dari kontaminasi dan panas; dikosongkan dan diisi air minum setiap hari dari sumber yang memenuhi standar kesehatan.

FASILITAS PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN(P3K)
a. b. Peralatan P3K kami sediakan dalam seluruh kendaraan konstruksi dan di tempat kerja. Di tempat kerja kami tempatkan pekerja yang sudah terlatih dan/atau bertanggung jawab dalam Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.

AKOMODASI UNTUK MAKAN DAN BAJU
a. b. c. d. Akomodasi yang memadai bagi pekerja, tempat untuk makan, istirahat, dan perlindungan dari cuaca. Akomodasi mempunyai lantai yang bersih, dilengkapi meja dan kursi, serta furnitur lainnya untuk menjamin tersedianya tempat istirahat makan dan perlindungan dari cuaca. Penyediaan tempat sampah, dikosongkan dan dibersihkan secara periodik. Penyediaan tempat ganti baju untuk pekerja dan tempat penyimpanan baju pakaian yang tidak digunakan selama bekerja.

PENERANGAN
a. b. Penyediaan penerangan harus di seluruh tempat kerja, termasuk di ruangan, jalan, jalan penghubung, tangga dan gang. Semua penerangan dapat dinyalakan ketika setiap orang melewati atau menggunakannya. Penerangan tambahan harus disediakan untuk pekerjaan detil, proses berbahaya, atau jika menggunakan mesin. Penerangan darurat yang memadai.

c.

PEMELIHARAAN FASILITAS
Pihak Kami akan menjamin terlaksananya pemeliharaan fasilitas-fasilitas yang disediakan dalam kondisi bersih dan higienis, serta dapat diakses secara nyaman oleh pekerja.

VENTILASI
a. b. Seluruh tempat kerja mempunyai aliran udara yang bersih. Pada kondisi tempat kerja yang sangat berdebu misalnya tempat pemotongan beton, penggunaan bahan kimia berbahaya seperti perekat, dan pada kondisi lainnya, Pihak Kami akan menyediakan alat pelindung nafas seperti respirator dan pelindung mata.

2.D. KETENTUAN BEKERJA PADA TEMPAT TINGGI PEKERJA YANG BERPENGALAMAN
Bekerja di tempat kerja yang tinggi dilakukan oleh pekerja yang mempunyai pengetahuan, pengalaman dan mempunyai sumberdaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan selamat.

Pelindung
Keselamatan kerja untuk bekerja pada tempat tinggi dapat menggunakan satu atau beberapa pelindung sebagai berikut: terali pengaman lokasi kerja, jaring pengaman, sistem penangkap jatuh.

Pengamanan di sekeliling pelataran kerja atau tempat kerja
a. b. Membuat terali pengaman lokasi kerja sepanjang tepi lantai kerja atau tempat kerja yang terbuka. Menggunakan Jaring Pengaman, Jika pelataran kerja atau tempat kerja berada di atas jalan umum dan untuk mencegah jika ada

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 8

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

bahaya material atau barang lain jatuh pada pengguna jalan, dan pengamanan daerah di bawah pelataran kerja atau tempat kerja bebas dari akses orang.

Terali pengaman lokasi kerja
Terali pengaman memenuhi syarat, Jika terali pengaman lokasi kerja digunakan di sekeliling bangunan, atau bukaan di atap, lantai, atau lubang lift : - 900 – 1100 mm dari pelataran kerja; - Mempunyai batang tengah (mid-rail); - Mempunyai papan bawah (toeboard) jika terdapat resiko jatuhnya alat kerja atau material dari atap/tempat kerja.

Jaring pengaman
c. Pekerja yang memasang jaring pengaman harus dilindungi dari bahaya jatuh. Digunakan kendaraan khusus (mobile work platform) saat memasang jaring pengaman. Akan tetapi jika peralatan mekanik tersebut tidak tersedia maka pekerja yang memasang jaring harus dilindungi dengan tali pengaman (safety harness) atau menggunakan perancah (scaffolding). Jaring pengaman dipasang sedekat mungkin pada sisi dalam area kerja. Jaring pengaman dipasang dengan jarak bersih yang cukup dari permukaan lantai/tanah sehingga jika seorang pekerja jatuh pada jaring tidak akan terjadi kontak dengan permukaan lantai/tanah.

d. e.

Sistem pengaman jatuh individu (individual fall arrest system)
a. b. c. d. Sistem pengaman jatuh individu (individual fall arrest system) termasuk sistem rel inersia (inertia reel system), safety harness dan tali statik. Pekerja yang diharuskan menggunakan alat ini akan dilatih terlebih dahulu. Jenis sabuk pinggang tidak akan digunakan untuk pekerjaan atap. Pekerja yang menggunakan safety harness tidak akan diperbolehkan bekerja sendiri. Pekerja yang jatuh dan tergantung pada safety harness harus diselamatkan selama-lamanya 20 menit sejak terjatuh. Perhatian penuh diberikan pada titik angker untuk tali statik, jalur rel inersia, dan/atau jaring pengaman.

Tangga
Jika tangga akan digunakan, maka Pihak Kami akan: a. Memilih jenis tangga yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan; b. Menyediakan pelatihan penggunaan tangga; c. Mengikat bagian atas dan bawah tangga untuk mencegah kecelakaan akibat bergesernya tangga; d. Tempatkan tangga sedekat mungkin dengan pekerjaan; e. Tangga digunakan untuk naik ke lantai kerja di atas, kami pastikan tangga tersebut berada sekurangkurangnya 1m di atas lantai kerja;

Perancah (scaffolding)
a. Perancah dengan tinggi lebih dari 5 m dari permukaan dibangun oleh orang yang mempunyai kompetensi sebagai scaffolder. Seluruh perancah diinspeksi oleh orang yang berkompeten pada saat: sebelum digunakan, sekurang-kurangnya seminggu sekali saat digunakan, setelah cuaca buruk atau gangguan lain yang dapat mempengaruhi stabilitasnya, jika perancah tidak pernah digunakan dalam jangka waktu lama. Hasil inspeksi harus dicatat, termasuk kerusakan yang diperbaiki saat inspeksi. Catatan tersebut ditandatangani oleh orang yang melakukan inspeksi. Orang yang melakukan inspeksi memastikan bahwa:  Tersedia akses yang cukup pada lantai kerja perancah.  Semua komponen tiang diletakkan di atas pondasi yang kuat dan dilengkapi dengan plat dasar. Jika perlu, gunakan alas kayu atau cara lainnya untuk mencegah tiang bergeser dan/atau tenggelam.

b. c.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 9

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

      

Perancah telah terhubung dengan bangunan/struktur dengan kuat sehingga dapat mencegah runtuhnya perancah dan menjaga agar ikatannya cukup kuat. - Jika beberapa pengikat telah dipindahkan sejak perancah didirikan, maka ikatan tambahan atau cara lainnya untuk mengganti harus dilakukan. Perancah telah diperkaku (bracing) dengan cukup untuk menjaminstabilitas. Tiang, batang, pengaku (bracing), atau strut belum diindahkan. Papan lantai kerja telah dipasang dengan benar, papan bersih dari cacat dan telah tersusun dengan baik. Seluruh papan harus diikat dengan benar agar tidak terjadi pergeseran. Tersedia pagar pengaman dan toeboard di setiap sisi dimana suatu orang dapat jatuh. Perancah didesain dan dibangun untuk menahan beban material, kami pastikan bebannya disebarkan secara merata. Tersedia penghalang atau peringatan untuk mencegah orang menggunakan perancah yang tidak lengkap.

2.E. ELEKTRIKAL Pasokan listrik
Alat elektrik portabel yang dapat digunakan di situasi lembab hanyalah alat yang memenuhi syarat: a. b. c. d. e. Mempunyai pasokan yang terisolasi dari earth dengan voltase antar konduktor tidak lebih dari 230 volt. Mempunyai sirkuit earth yang termonitor dimana pasokan listrik pada alat akan secara otomatis terputus jika terjadi kerusakan pada earth. Alat mempunyai insulasi ganda. Mempunyai sumber listrik yang dihubungkan dengan earth sedemikian rupa sehingga voltase ke earth tidak akan melebihi 55 volt AC; atau Mempunyai alat pengukur arus sisa (residual).

Supply Switchboard Sementara Perhatian Utama Dan Harus:
a. b. c. d. Jika ditempatkan di luar ruangan, harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak akan terganggu oleh cuaca. Dilengkapi dengan pintu dan kunci. Pintu harus dirancang dan dan ditempel sedemikian rupa sehingga tidak akan merusak kabel lentur yang tersambung dengan panel dan harus dapat melindungi switch dari kerusakan mekanis. Pintu harus diberi tanda: HARAP SELALU DITUTUP. Mempunyai slot yang terinsulasi di bagian bawah. Ditempelkan pada dinding permanen atau struktur yang didesain khsus untuk ini.

Inspeksi peralatan
Seluruh alat dan perlengkapan kelistrikan harus diinspeksi sebelum digunakan untuk pertama kali dan setelahnya sekurang-kurangnya tiap tiga bulan. Seluruh alat dan perlengkapan kelistrikan harus mempunyai tanda identifikasi yang menginformasikan tanggal terakhir inspeksi dan tanggal inspeksi selanjutnya.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 10

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

Jarak bersih dari saluran listrik
Alat crane, excavator, rig pengebor, atau plant mekanik lainnya, struktur atau perancah tidak boleh berada kurang dari 4 m di bawah saluran listrik udara tanpa ijin tertulis dari pemilik saluran listrik.

2.F MATERIAL DAN KIMIA BERBAHAYA Alat pelindung diri
Pihak Kami bertanggung jawab untuk menyediakan alat pelindung diri bagi pekerjanya dengan ketentuan: a. b. c. d. e. f. g. Seluruh pekerja dan personil lainnya yang terlibat harus dilatih cara penggunaan alat pelindung diri dan harus memahami alasan penggunaannya. Jika dipandang tidak praktis untuk melindungi bagian atas dan jika ada resiko terluka dari objek jatuh, maka Penyedia Jasa menyediakan helm pelindung dan seluruh personil yang terlibat di lapangan harus menggunakannya. Perlindungan mata harus digunakan jika terdapat kemungkinan kerusakan mata akibat pekerjaan las, atau dari serpihan material seperti potongan gergaji kayu, atau potongan beton. Sepatu yang digunakan harus mampu melindungi kaki pekerja. Gunakan sepatu dengan ujung besi di bagian jari kaki. Pelindung kebisingan harus digunakan jika tingkat kebisingan tinggi Sarung tangan akan diperlukan pada beberapa pekerjaan. Perlindungan pernafasan harus disediakan untuk pekerja yang terekspos pada bahaya seperti asbes, asap dan debu kimia.

Bahaya Pada Kulit
a. b. c. d. e. Setiap pekerja harus melapor jika mendapatkan masalah kulit, terutama di tangan akibat penggunaan bahan berbahaya. Tangan dan mata pekerja harus dilindungi terhadap kontak dengan semen. Usahakan kontak dengan semen seminimum mungkin. Penggunaan krim pelindung dapat mengurangi resiko kerusakan kulit. Sedapat mungin, pakaian pelindung harus digunakan selama pekerjaan. Pakaian ini termasuk baju lengan panjang, sarung tangan dan sepatu pelindung. Pihak Kami Jasa harus menyediakan fasilitas untuk mencuci badan dan mengganti pakaian. Alat pelindung pernapasan harus digunakan selama proses pemeraman beton dimana debu mulai terbentuk.

Penggunaan bahan kimia
a. b. c. Pihak Kami akan mempunyai prosedur yang mengatur tata cara menangani bahan kimia atau zat berbahaya dengan sehat, tata cara penyimpanan, tata cara pembuangan limbah. Seluruh bahan kimia harus disimpan di kontainer asalnya dalam suatu tempat yang aman dan berventilasi baik. Seluruh pekerja harus dilatih jika menangani bahan kimia atau zat berbahaya termasuk tindakan darurat yang perlu dilakukan jika terjadi masalah.

Asbestos
a. b. c. Seluruh pekerja yang terlibat harus menggunakan pakaian overall sekali pakai atau overall yang dapat dicuci ulang. Perlengkapan pernafasan harus selalu digunakan. Gunakan jaring dengan lembar yang tidak lulus udara. Lakukan uji udara sebelum menggunakan daerah kerja.

Pemotongan dan pengelasan dengan gas bertekanan tinggi
Pihak Kami akan memperhatikan potensi bahaya sebagai berikut: - Kebakaran akibat kebocoran bahan bakar (propana, asetilen), biasanya dari kerusakan pada selang atau pada sambungan selang. - Ledakan tabung akibat kebocoran oksigen dari selang atau alat pijar pemotong. - Menghisap asap berbahaya dari pengoperasian las. - Kebakaran dari material yang mudah terbakar di sekeliling tempat las.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 11

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

Penanganan tabung
a. b. c. Tabung tidak boleh digelindingkan di permukaan tanah atau ditangani dengan kasar. Jika memungkinkan, gunakan troli dengan mengikat tabung dengan rantai. Tabung tidak boleh ditempatkan berdiri bebas sendiri untuk mencegah jatuhnya tabung. Tabung harus diberi waktu beberapa saat ketika diposisikan berdiri sebelum digunakan

Penyimpanan
a. b. Seluruh selang dan aksesoris pemotong harus dibuka ketika pekerjaan selesai dan disimpan jauh dari tabung. Tabung harus disimpan dalam posisi jauh dari bahan mudah terbakar dan sumber api.

Peralatan
a. a. b. c. d. Hanya selang yang memenuhi standar yang dapat digunakan. Selang harus diperiksa setiap hari untuk memeriksa tanda kerusakan. Selang yang digunakan harus sependek mungkin. Jika selang harus disambung akibat adanya bagian yang rusak, gunakan hose coupler dan hoseclamps. Jika terjadi kebocoran dan tidak bisa dihentikan, tabung harus dipindahkan ke tempat aman dan dalam udara terbuka dan segera kontak suppliernya.

Peralatan pemadam kebakaran dan alat pelindung a. Bahan mudah terbakar harus dipindahkan dari daerah kerja dan alat pemadam yang memadai harus disediakan oleh Penyedia Jasa. b. Pekerja harus menggunakan pelindung mata dan pakaian pelindung untuk melindungi dari api.

2.G PENGAMANAN
1. Pihak Kami akan bertanggung jawab untuk pelaksanaan pengamanan pelaksanaan konstruksi dan harus menyediakan anggota Satuan Pengamanan (SatPam) yang cukup jumlahnya untuk memenuhi syarat-syarat ini. Tugas dari Satpam Penyedia adalah menjaga ketertiban dan keamanan di lokasi proyek, melakukan pengawalan, mengatur lalu lintas dilokasi proyek, mencatat dan memeriksa kendaraan setiap tamu yang keluar-masuk, dan hal-hal lain yang dianggap perlu untuk perlindungan pelaksanaan konstruksi didalam lokasi proyek termasuk perlindungan dan penjagaan peralatan, material Penyedia, MK dan orang-orang yang bekerja serta berhubungan dengan proyek ini secara terus menerus pada jam kerja maupun bukan jam kerja siang dan malam selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi ini sampai selesainya seluruh pekerjaan dan telah diserahterimakan atau Penyedia secara keseluruhan telah didemobilisasi dari lapangan yang dianggap terakhir dari kedua hal tersebut Pihak Kami akan meyakinkan bahwa seluruh karyawan penyedia, perwakilan penyedia atau Subpenyedia memakai kartu tanda pengenal yang disediakan oleh penyedia. Kartu harus memperlihatkan identitas penyedia, subpenyedia, Nomor induk karyawan dan harus selalu dipakai dilokasi proyek. Pihak Kami akan meyakinkan bahwa seluruh kendaraan yang digunakan oleh Penyedia dan subpenyedia termasuk peralatan penyedia harus diberi label nama dari penyedia atau subpenyedia.

2. 3.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 12

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

2.H PENYIAPAN PERALATAN STANDARD YANG HARUS DISIAPKAN UNTUK K3.
Sesuai dengan standard keselamatan kerja, kami menyediakan perlengkapan K3 seperti diuraikan berikut ini: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. Helm safety dengan minimum jumlah Sepatu safety berjumlah minimum Safety harness berjumlah minimum Sarung tangan berjumlah minimum Rompi safety berjumlah minimum Ear plug berjumlah minimum Masker berjumlah minimum Kacamata safety berjumlah minimum Baricade berjumlah minimum Tali pengaman dengan panjang minimum Jaring Pengaman dengan luas minimum Penyiapan papan peringatan dan petunjuk K3 Tempat sampah organic dan non organic berjumlah minimum Tangga scaffolding berjumlah minimum Lampu Trobolight berjumlah minimum APAR (Alat Pemadam Api Ringan) minimum Jas hujan berjumlah minimum Kotak P3K berjumlah minimum : : : : : : : : : : : : : : : : : : 150 buah 150 buah 24 buah 2700 buah 150 buah 900 buah 2700 buah 150 buah 20 roll 233 m’ 1000 m2 Lump sum (1) 20 buah 2 1 set 10 set 50 setel 6 set

Dan lain-lain yang berhubungan dengan K3.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 13

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 14

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

3. PENYIAPAN STANDARD FASILITAS DIKANTOR LAPANGAN
1. SU.3A UMUM
Pihak Kami akan menyediakan fasilitas untuk aktifitas yang dilaksanakan di kantor lapangan seperti : meja, kursi, white board, meja gambar, meja rapat bersama, filing cabinet, rak buku, dll yang merupakan standard penunjang untuk kinerja selama pelaksanaan konstruksi.

2. SU.3.B. PERSYARATAN
Kami menyediakan fasilitas standard ini ke MK Jumlah fasilitas standard minimum yang harus disediakan antara lain : Untuk Pihak Kontraktor dan untuk rapat: - Meja ½ biro : 8 buah - Kursi lipat : 16 buah - Rak buku : 2 buah - Filing cabinet : 2 buah - Meja rapat : 1 set - White board : 1 buah Untuk MK : - Meja ½ biro - Kursi lipat - Rak Buku - Filing cabinet - White board : : : : : 4 buah 4 buah 1 buah 1 buah 1 buah

4. PENYIAPAN, PEMELIHARAAN DAN PENGETESAN BAHAN BAHAN DILAPANGAN DAN DILABORATORIUM
4.A. UMUM
1. Seluruh material dan tata laksana kerja harus sesuai dengan persyaratan-persyaratan standard SNI (Standard Nasional Indonesia) dan standard lain yang umum berlaku, misal : ACI (American Concrete Institute), American Society of Testing and Materials (ASTM), AWS (American Welding Society), JIS (Japan International Standard). Apabila bahan-bahan dan tata laksana kerja dipersyaratkan pada Dokumen Kontrak ini mengikuti peraturan dan Standard yang tercantum maka menjadi tanggung jawab Pihak Kami akan untuk menyiapkan bahan-bahan dan tata laksana kerja yang sesuai dengan Standard yang sudah ditentukan dalam Kontrak. Juga menjadi tanggung jawab Pihak Kami akan apabila dipersyaratkan dalam Dokumen Kontrak ataupun permintaan tertulis dari MK untuk menyampaikan seluruh bukti-bukti yang dipersyaratkan bahwa bahan-bahan ataupun tata laksana kerja sesuai dengan atau melebihi persyaratan dari standard yang tercantum. Bukti tersebut harus dalam bentuk formulir dan diajukan secara tertulis kepada MK dan diperlukan juga salinan laporan sertifikasi pengetesan.

2. 3.

4.B. STANDARISASI
Pihak Kami akan selalu menyediakan di kantor lapangannya paling tidak satu (1) salinan untuk setiap Standard dan Peraturan yang mengacu kepada Dokumen Kontrak, disyahkan sesuai dengan Kontrak dan hal penting lainnya untuk pelaksanaan pekerjaan dan selalu sedia sebagai referensi oleh MK bila diperlukan..

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 15

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

4.C. INSPEKSI, PENGUJIAN DAN PENGETESAN BAHAN-BAHAN DAN PERALATAN
1. Bahan-bahan dan peralatan yang akan digunakan harus diperiksa, diuji dan di tes sebagaimana yang tercantum dalam kontrak. Untuk mempersingkat waktu pemeriksaan, pengujian dan pengetesan maka Pihak Kami akan mengajukan kepada MK dua salinan seluruh pemesanan bahan termasuk gambar-gambar dan informasi lainnya yang mencakup bahan dan alat yang akan digunakan atau mengajukan bukti lainnya melalui surat, email atau facsimile. Pemeriksaan, pengujian dan pengetesan bahanbahan dan alat tersebut tidak serta merta membebaskan tanggung jawab kontraktor untuk menyediakan material dan alat yang memenuhi persyaratan sesuai kontrak. Seluruh pengujian dan pengetesan harus dilaksanakan oleh Pihak Kami akan dan disaksikan oleh MK, sesuai dengan standardisasi dan persyaratan. Pengujian dan pengetesan dilaksanakan dilapangan dimana diperlukan. Pengujian dan pengetesan yang dilaksanakan di luar lokasi pekerjaan dilakukan dilaboratorium yang disetujui oleh MK. MK mempunyai hak untuk menolak setiap bahan atau alat yang tidak sesuai dengan persyaratan yang ada di kontrak. Pihak Kami akan tidak berhak untuk memperoleh tambahan pembayaran atau perpanjangan waktu untuk penyelesaian pekerjaan berkenaan dengan penolakan bahan atau alat yang tidak sesuai dengan persyaratan yang ada dikontrak atau karena tertundanya waktu karena pelaksanaan ulang pengujian dan pengetesan. Pihak Kami akan menyiapkan bahan-bahan yang akan di test dan bersedia membantu dan bekerjasama guna memberikan izin pelaksanaan pengetesan ditempat kerja dilapangan termasuk juga menghentikan pekerjaan untuk keperluan pengetesan. Pihak Kami akan menyerahkan satu (1) asli dan satu (1) salinan untuk setiap hasil laporan pengetesan dan catatancatatan lainnya untuk pekerjaan Sipil, arsitektur dan M&E dengan format yan g disetujui oleh MK dalam waktu 7 hari setelah selesainya pengetesan

2.

3.

4.

5.

4.D. PENGETESAN DI LABORATORIUM DAN LAPANGAN
1. 2. 3. Pihak Kami akan melaksanakan pengetesan lapangan untuk seluruh pekerjaan Sipil, Arsitektur dan M&E sesuai dengan yang disyaratkan dalam kontrak . Untuk pengetesan-pengetesan tersebut Pihak Kami akan boleh menyiapkan alat-alat laboratorium sendiri ataupun dari laboratorium dan alat pihak ketiga yang sudah disetujui oleh MK. Pihak Kami akan mengajukan kepada MK bukti bahwa alat alat pengetesan yang digunakan sudah dikalibrasi dengan benar sebelum dilakukannya pengetesan baik itu dilaboratorium sendiri atau laboratorium pihak ketiga yang sudah disetujui MK. Selama pelaksanaan konstruksi Pihak Kami akan tetap harus mempertahankan alat instrument tersebut terkalibrasi dari badan sertifikasi resmi. Informasi kalibrasi tersebut harus dimasukkan oleh Pihak Kami akan dalam Sistem QA&QC Pihak Kami akan. Pihak Kami akan menyiapkan skedul pengetesan lapangan dan laboratorium dengan mempertimbangkan dan mengkorelasikan juga Skedul Pelaksanaan dan Kemajuan pekerjaan dan mengajukannya kepada MK untuk dikaji. Dalam pengetesan Pihak Kami akan mengikuti prosedur QA&QC yang sudah disetujui guna meyakinkan bahwa bahan-bahan dan alat sudah sesuai dengan persyaratanpersyaratan MK dan hal-hal lain yang tercantum dalam Kontrak. MK berhak menyaksikan pengetesan yang dilakukan oleh Pihak Kami akan guna keperluan pengendalian mutu pekerjaan dan sebagai bagian dari audit system QA&QC Pihak Kami akan. Alat pengetesan laboratorium atau lapangan harus setiap saat disiapkan dan dapat diakses oleh MK. Setiap kesaksian pengetesan dari MK bukan berarti Pihak Kami akan lepas dari kewajiban yang tercantum dalam Kontrak. Pihak Kami akan menunjukkan lokasi-lokasi pengetesan termasuk juga pengetesan yang diarahkan oleh MK dan memasukkan hal tersebut dalam laporan pengetesan.

4. 5. 6.

7.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 16

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

8.

Satu asli dan satu salinan dari masing-masing laporan pengetesan dan catatan-catatan lainnya sesuai dengan yang ada dalam Dokumen Kontrak sesuai format yang disetujui oleh MK akan diajukan ke MK sesegera mungkin dalam waktu maksimum 3 hari.

4.E. JAMINAN MUTU PEKERJAAN
1. Faham dengan Standard-standard dan Peraturan. Dalam pengadaan bahan-bahan yang ada di item pekerjaan adalah tanggung jawab Pihak Kami akan untuk memverifikasi persyaratan-persyaratan secara rinci dalam standard dan peraturan guna meyakini bahwa bahan-bahan yang disiapkan sudah memenuhi atau melampaui standard dan peraturan yang berlaku. Penolakan atas item pekerjaan yang tidak sesuai standard MK mempunyai hak untuk menolak item pekerjaan yang tidak memenuhi persyaratan minimum yang ada.

2. 3.

5. SURVEY DAN PENGUKURAN
5.A TITIK KONTROL SURVEY
1. Penggunaan titik control survey untuk elevasi dan sudut dilapangan untuk memulai pekerjaan nantinya akan ditentukan oleh MK. Pembuatan BM dan referensi nantinya akan dilakukan oleh Pihak Kami akan setelah disetujui oleh MK 2. Setiap titik control survey yang rusak akibat dari Pihak Kami akan atau Subpenyedia harus diganti oleh Pihak Kami akan dengan biaya sendiri. Titik kontrol yang diperbaiki akan diperiksa oleh MK atas biaya Pihak Kami akan. Pihak Kami akan boleh membuat titik kontrol sementara, akan tetapi masing-masing titik ditempatkan dilokasi yang mantap dan aman dari gangguan pelaksanaan pekerjaan Pihak Kami akan atau Subpenyedia. Setiap titik bantu harus secara akurat berhubungan dengan titik control survey yang permanen. Masing-masing titik control survey termasuk yang sementara harus secara rutin diperiksa oleh Pihak Kami akan selama pelaksanaan konstruksi guna meyakinkan bahwa titik-titik tersebut tidak rusak atau bergeser.

2. 3.

5.B. SURVEY LAPANGAN
1. 2. Pihak Kami akan secara bersamaan atau segera setelah memulai setting out melakukan pengukuran dan menyiapkan profil potongan melintang dan memanjang dari kondisi lapangan yang ada (0%)sesuai dengan instruksi dari MK untuk persiapan Gambar-gambar Konstruksi ataupun untuk setting out struktur. Hasil pengukuran akan diajukan ke MK untuk kaji ulang dan persetujuan..

5.C. PEMATOKAN (STAKING OUT) PEKERJAAN KONSTRUKSI
1. 1. 2. Pihak Kami akan bertanggung jawab untuk menentukan patok untuk pengukuran dan harus menyiapkan tenaga surveyor yang berpengalaman dan cakap dalam pekerjaan tersebut yang disetujui oleh MK. Pihak Kami akan dalam penawarannya harus memasukkan semua bahan-bahan, buruh dan alat survey termasuk juga patok-patok, template dan lain-lain yang dibutuhkan penyedia dalam melaksanakan setting out setiap pekerjaan yang dilaksanakan. Pihak Kami akan menggunakan alat survey yang mempunyai keakuratan yang baik guna menetapkan titik survey yang benar dan untuk kontrol atas hasil pengukuran nantinya. Apabila pada saat pengukuran selama masa konstruksi terdapat kesalahan atas posisi bangunan, elevasi, dimensi dll, maka Pihak Kami akan atas instruksi MK harus memperbaiki kesalahan tersebut atas biaya penyedia sendiri sampai MK menerima hasil pengukuran dimaksud

3.

5.D. DATA SURVEY DAN PERHITUNGAN
Pihak Kami akan menyerahkan seluruh data survey, informasi, perhitungan, hasil-hasil dan catatan-catatan lain kepada MK segera setelah dokumen dimaksud siap diserahkan.

5.E. SURVEY UNTUK PENGUKURAN VOLUME PEKERJAAN
1. Apabila Pembayaran Bulanan berdasarkan persentase pekerjaan aktual terhadap total kuantitas pekerjaan, maka penyedia harus mengukur volume/kuantitas pekerjaan dimaksud yang dilaksanakan pada bulan

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 17

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

2.

bersangkutan dengan teknik pengukuran alat survey kecuali jika pengukuran volume pekerjaan bisa langsung dilakukan berdasarkan gambar-gambar yang sudah disetujui. Pengukuran volume pekerjaan dengan alat survey hanya bisa dilakukan dengan disaksikan oleh MK. Pihak Kami akan memberitahukan MK dalam waktu 24 jam sebelum pelaksanaan pengukuran tersebut.

6. MOBILISASI DAN BIAYA TIDAK LANGSUNG PERSONIL (INDIRECT COST)
6.A UMUM
Mobilisasi dimaksudkan disini adalah transportasi dari tempat asal ke lokasi pekerjaan untuk peralatan penyedia, personil inti dan staff lainnya berdasarkan jadwal. Apabila mobilisasi alat dan personil yang ada dalam daftar yang dibuat penyedia sudah lengkap dan dapat beroperasi, maka penyedia harus mengajukan dokumentasi yang diperlukan ke MK untuk persetujuan dan sertifikasi pembayaran.

Jadwal dan pemberitahuan transportasi alat
Bersamaan dengan pengajuan skedul pelaksanaan dan rencana kerja penyedia harus menyerahkan ke MK rencana mobilisasi alat ke lokasi pekerjaan. Pihak Kami akan terus memberitahukan MK untuk kedatangan alat, dan bahan-bahan penyedia dilapangan. 1. Biaya tidak langsung personil . Pihak Kami akan memasukkan semua biaya tidak langsung personil Pihak Kami akan, seperti : mobilisasi, gaji, biaya cuti, Jamsostek, THR dan bonus personil. 2. Pihak Kami akan menyiapkan jumlah personil minimum seperti berikut : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. 1 orang Construction Manager 1 orang Site Engineer (untuk penyiapan gambar konstruksi, gambar kerja, QA&QC, dll) 1 Orang Safety Officer dan 1 orang safety man 1 orang sekretaris/administrasi 3 Orang supervisor (Untuk pekerjaan sipil dan gedung) 1 Orang drafter 2 orang surveyor 6 orang security 2 orang warehouse keeper (pengelola gudang) 1 orang Office boy Jamsostek pekerja sesuai peraturan pemerintah untuk seluruh staf inti dan pekerja/buruh dilapangan. Biaya pengamanan eksternal (Social cost) minimum perbulan 0.09 % dari total nilai pengajuan kontrak.

3. Pihak Kami akan terus memberitahukan MK untuk kedatangan personil.

6.B. RAPAT PRA KONSTRUKSI (PRE CONSTRUCTION MEETING)
Dalam waktu 3 atau 7 hari setelah Penandatanganan Kontrak, Pihak Kami akan harus mengikuti Rapat Pra Pelaksanaan (Pre Construction Meeting) yang dihadiri UnMuha/PCC, Manajemen Konstruksi, dan Pihak Kami akan untuk membahas semua hal baik yang teknis maupun yang non teknis dalam proyek ini.

7. DEMOBILISASI 7.A. UMUM
Demobilisasi mencakup pemulangan peralatan penyedia dan personil inti serta staff lainnya dari lokasi pekerjaan . Apabila demobilisasi alat dan personil yang ada dalam daftar yang dibuat penyedia sudah dipulangkan dari lokasi

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 18

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

pekerjaan, maka penyedia harus mengajukan dokumentasi yang diperlukan ke MK untuk persetujuan dan sertifikasi pembayaran.

8. PAGAR SEMENTARA DAN AKSES JALAN ANGKUTAN SEMENTARA
8.A. PAGAR SEMENTARA
a. Pihak Kami akan membangun pagar sementara disekeliling areal proyek guna mencegah gangguan aktivitas konstruksi terhadap kegiatan perkuliahan. Taksiran panjang keliling pagar yang dibangun sekitar 387 m’ dengan tinggi pagar ± 2 m’. Pagar terbuat dari seng gelombang dengan tiang dolken dan gelagar kayu dan dicat. Pondasi tiang terbuat dari beton dan berjarak sekitar 2m’ antar tiang. Pintu depan harus dibuat gerbang yang mudah dibuka – tutup. Menjadi tanggung jawab kami untuk melaksanakan pemeliharaan pagar sementara selama pelaksanaan konstruksi. Pagar sementara harus diperbaiki apabila terjadi kerusakan

b.

8.B. JALAN AKSES SEMENTARA
a. Pihak Kami akan membangun jalan akses sementara ke lokasi pekerjaan termasuk drainase yang diperlukan. Untuk 50 m’ pertama dari tepi jalan masuk kedalam area kampus, jalan yang ada hanya cukup untuk beberapa kali lintasan truk kapasitas 8 m3 sehingga diperlukan penimbunan kembali lapis pondasi baru setelah beberapa kali dilalui sedangkan sisa sekitar 95 m’ berikutnya penyedia harus menyiapkan selain lapis pondasi juga timbunan. Pihak Kami akan mendesain dan membangun jalan akses sementara dengan lebar aman yang cukup yang diperuntukkan nantinya dilalui oleh kendaraan angkut kapasitas 8 – 10 m3. Seluruh permukaan jalan akses harus dilapisi dengan lapis pondasi aggregate (minimum kelas C) dengan ketebalan yang cukup. Desain jalan akses sementara tersebut diajukan ke MK untuk persetujuannya.

b.

8.C. PEMELIHARAAN JALAN AKSES
Menjadi tanggung jawab penyedia untuk melaksanakan pemeliharaan jalan dimaksud selama pelaksanaan konstruksi. Dalam memelihara jalan akses ini penyedia harus melakukan hal-hal sebagai berikut : a. b. c. d. Menambal lobang jalan dengan material yang sesuai seperti disebutkan dalam klausul 8 A. (2) diatas jika terjadi kerusakan. Permukaan jalan akan tetap dijaga baik dan dilakukan perataan permukaan setelah selesai ditambal Memelihara struktur sementara jalan akses Menjaga agar jangan ada jatuhan batu besar, pohon, ranting, timbunan yang berlebihan diatas jalan akses sementara. Jika terdapat jatuhan material tersebut akan segera dibersihkan. Menjaga agar drainase samping jalan akses sementara tidak terganggu.

SEKSI 2 - PEKERJAAN TANAH
1. LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan tanah ini akan meliputi antara lain :  Pekerjaan galian  Pekerjaan penahan tanah  Pemompaan air tanah  Pekerjaan drainase sementara  Pekerjaan urukan  Pekerjaan pemadatan tanah  Pembuangan material galian 2. PEKERJAAN PERSIAPAN (a) Pihak Kami menyediakan tenaga kerja, bahan perlengkapan, alat dan sarana pengangkutan serta peralatan lain yang diperlukan untuk pekerjaan tanah.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 19

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

(b) Pihak Kami terlebih dahulu mempelajari Laporan Penyelidikan Tanah (Geotechnical Investigation Report) yang telah dilaksanakan di lokasi proyek, sebelum memulai pekerjaan tanah. Ringkasan Boring Log telah dilampirkan pada Dokumen lelang, sedangkan Laporan lengkapnya bisa diminta pada UnMuha melalui Manajemen Konstruksi dengan permohonan tertulis. (c) Semua penggalian dan cara pengukuran sesuai ketentuan spesifikasi teknik dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi atau wakilnya (Pengawas Lapangan). (d) Karena sifat tanah yang berbeda, ada kemungkinan terjadi perubahan perancangan pada pelaksanaan pekerjaan tanah. Perubahan tersebut dilakukan Pihak Kami dengan persetujuan Manajemen Konstruksi. 3. KEADAAN TANAH Pihak Kami berkewajiban untuk memeriksa keadaan lapangan sebelum mengajukan penawaran, untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai keadaan tanah yang akan digali dan diurug, menaksir galian yang akan dikeluarkan dan tanah urug yang akan dibutuhkan, serta apakah tanah hasil galian akan kiranya memenuhi syarat untuk dipakai kembali sebagai tanah urug. Perkiraan ini semata-mata menjadi resiko dari penyedia dan tidak akan diadakan pertimbangan-pertimbangan dan penyesuaian. 4. LEVEL LAPANGAN Level lapangan dan titik-titik atau kontur dianggap berlaku pada BM (bench mark) utama. Bilamana Pihak Kami tidak yakin dengan ketepatan dari peil pengukuran BM utama maka Pihak Kami menyatakan hal ini secara tertulis kepada Manajemen Konstruksi sebelum penggalian, pengukuran dan pemadatan dimulai.Klaim ketidaktepatan peil pengukuran tidak akan dipertimbangkan.

5. GALIAN
5.1. Uraian Umum 1. Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan galian pondasi seperti yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk Manajemen Konstruksi, termasuk di dalamnya adalah pekerjaan galian untuk septictank, reservoir, pit, saluran-saluran dan pekerjaan-pekerjaan lain sesuai gambar. 2. Galian tanah untuk septictank, reservoir, saluranair, pondasi dan galian-galian lainnya sesuai dengan peil-peil yang tercantum di dalam gambar. 3. Semua bekas-bekas pondasi bangunan lama, batu, jaringan jalan / aspal, akar dan pohon-pohon yang terdapat di bagian pondasi yang akan dilaksanakan dibongkar dan dibuang. Bekas-bekas pipa saluran yang tidak terpakai disumbat. Biaya untuk pekerjaan ini sudah diperhitungkan dalam biaya penawaran. 4. Galian tanah untuk pondasi, khususnya pile cap, dilaksanakan sesuai dengan yang ditentukan dalam gambar rencana. Dalamnya semua galian sesuai dengan gambar dan mendapat persetujuan dari Manajemen Konstruksi sebelumnya. Dasar galian bebas dari lumpur, humus dan air, dalam keadaan bersih dan padat, sampai dapat diberi lapisan pasir urug sesuai gambar. 5. Pihak Kami melaporkan hasil pekerjaan penggalian tanah yang telah selesai, dan menurut pendapatnya sudah dapat digunakan untuk pemasangan pondasi, khususnya pile cap, kepada Manajemen Konstruksi untuk dimintakan persetujuannya. Semua pekerjaan yang dilaksanakan tanpa persetujuan Manajemen Konstruksi, dapat mengakibatkan dibongkarnya kembali pekerjaan tersebut. Pekerjaan pembongkaran dan pemasangan kembali pondasi atau pile cap adalah menjadi tanggung jawab Pihak Kami. 6. Penggalian dilakukan pada bagian-bagian yang lebih tinggi dari elevasi tanah yang direncanakan untuk ketinggian dasar struktur dan dasar pondasi, dan bila ada juga untuk parit pipa serta saluran drainase. Hasilhasil galian diangkut ke tempat-tempat dimana diperlukan pengurugan, bila memang memenuhi syarat sebagai tanah urug, atau ke tempat lain yang disetujui Manajemen Konstruksi. Dalam hal ini Pihak Kami hendaknya menyediakan satu tempat yang disetujui Manajemen Konstruksi untuk menampung tanah hasil galian, yang setelah mencapai jumlah tertentu, segera disingkirkan ke tempat lain yang ditunjuk oleh Manajemen Konstruksi. 7. Galian tanah baru bisa dimulai setelah pemasangan patok atau bouwplank disetujui Manajemen Konstruksi. 8. Penggalian sesuai dengan garis dan elevasi yang telah tertera pada gambar rencana. 9. Kemiringan sisi galian membentuk sudut kemiringan yang aman dengan memperhatikan stabilitas kemiringan lereng untuk jenis tanah di lokasi kerja. Untuk penentuan sudut kemiringannya, disamping perlu mempelajari Laporan Penyelidikan Tanah terdahulu, juga perlu meninjau karakteristik visual lapisan tanah yang dijumpai di lokasi kerja.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 20

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

10. Pihak Kami menjaga pengaruh-pengaruh luar kepada lubang galian seperti air tanah, hujan, air permukaan, kelongsoran, lumpur yang masuk, maupun juga benda-benda lain yang tidak diinginkan. Biaya untuk pekerjaan ini sudah diperhitungkan dalam biaya penawaran. 11. Jika ada kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat hal-hal tersebut di atas, maka penyedia bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan tersebut dan memperbaikinya kembali sesuai dengan instruksi Manajemen Konstruksi. 12. Untuk galian-galian yang memotong saluran-saluran di bawah tanah, baik itu berupa kabel listrik, telekomunikasi, saluran air dan sebagainya, maka Pihak Kami bertanggung jawab penuh agar tidak terjadi gangguan/kerusakan pada saluran-saluran tersebut, untuk kemudian segera melapor kepada Manajemen Konstruksi, dan bila diperlukan, memindahkannya ke tempat yang disetujui Manajemen Konstruksi. 13. Penyimpanan/pembuangan tanah galian tidak boleh mengganggu kedudukan patok-patok/bouwplank, atau bagian-bagian yang tidak diperbolehkan terganggu kedudukannya. 5.1.2 Kedalaman galian Kedalaman galian dilaksanakan sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar rencana. Namun demikian, bila diperlukan, atau bila diperintahkan oleh Manajemen Konstruksi, lubang galian digali lebih dalam sampai kedalaman yang diperlukan/ ditentukan, dan sampai didapat dasar galian yang bersih. Setelah galian selesai, permukaan tanah diratakan, dibasahi seperlunya dan dipadatkan dengan baik. Penggalian tanah untuk pondasi dan pile cap 1. Penggalian dilakukan sesuai dengan kebutuhan lebar lantai kerja pondasi atau pile cap, dimana lereng tanah disebelah kiri-kanan galian dimiringkan keluar arah pondasi atau pile cap, dengan sudut kemiringan yang aman dan stabil sehingga tidak menimbulkan keruntuhan. 2. Untuk pekerjaan penggalian tanah yang cukup luas dan dalam, serta bila lokasinya memungkinkan, maka dipertimbangkan penggunaan alat berat dengan kapasitas yang sesuai. 3. Kecuali dinyatakan lain dalam gambar rencana, dasar dari galian datar (waterpass). Jika pada dasar galian terdapat akar-akar kayu, kotoran-kotoran dan bagian-bagian tanah yang berongga (tidak padat), maka bagian itu dikeluarkan seluruhnya, dan lubang yang terjadi diisi dengan pasir. 4. Setiap kelebihan galian di bawah permukaan yang telah ditentukan diurug kembali sampai permukaan semula (yang direncanakan) dengan pasir , untuk mencegah turunnya struktur atas yang akan dikerjakan. Pekerjaan pengurugan kembali tersebut dilaksanakan dengan biaya Pihak Kami. 5. Penggalian lapisan 15 cm terakhir dari dasar pondasi dilakukan dengan tangan, tidak diperbolehkan menggunakan alat-alat berat, agar bisa didapatkan dasar galian yang rata dan bersih. 6. Air yang tergenang di lapangan atau galian yang ditimbulkan oleh mata air, hujan, kebocoran pipa-pipa, atau sebab-sebab lainnya selama pelaksanaan pekerjaan, dikeringkan dan dipompa keluar atas biaya Pihak Kami, dimana hal ini sudah diperhitungkan dan termasuk dalam harga satuan pekerjaan. 7. Jika tanah galian longsor secara terus menerus, maka Pihak Kami membuat turap penahan tanah atau sheet pile atas biaya Pihak Kami. Hal ini juga sudah diperhitungkan dan termasuk dalam harga satuan galian di dalam penawaran. Penggalian batuan dan batuan besar Batu-batu besar yang dijumpai pada waktu pengisian dikeluarkan atas biaya Pihak Kami. Hal ini sudah diperhitungkan dan termasuk dalam harga satuan galian.

5.1.3

5.1.4

6.

PENGAWASAN PENGGALIAN Semua galian diperiksa terlebih dulu oleh Manajemen Konstruksi sebelum lapisan lantai kerja, pembesian, dan elemen-elemen lain dipasang. Bila dipadatkan keadaan kurang memuaskan atau ternyata peil galian yang tercantum dalam galian belum mencapai kedalaman yang disyaratkan, maka Pihak Kami mendapat ijin Manajemen Konstruksi sebelum galian selanjutnya dilaksanakan. PENYIMPANGAN-PENYIMPANGAN PADA GALIAN Semua penyimpangan-penyimpangan penggalian akan diukur dari waktu ke waktu, dicatat, dan untuk selanjutnya disahkan oleh Manajemen Konstruksi. Pihak Kami tidak boleh menutup kembali galian tersebut sebelum pengukuran disetujui. LANTAI KERJA

7.

8.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 21

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

 Apabila konstruksi beton bertulang akan langsung terletak di atas tanah, maka dibawahnya dibuat lantai kerja yang rata.  Sebelum lantai kerja ini dibuat, maka semua lapisan tanah di bawahnya akan dipadatkan dan diratakan dengan baik, serta kemudian dilapisi dengan lapisan pasir setebal yang disyaratkan dalam gambar. Lapisan pasir ini juga selanjutnya dipadatkan sesuai dengan prosedur pemadatan, sampai didapatkan permukaan yang padat dan rata, hal mana diperiksa dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi.  Untuk memadatkan tanah digunakan alat pemadat tanah yang disetujui oleh Manajemen Konstruksi.  Lantai kerja dibuat dari beton mutu K-125 menurut N1-2, atau setara dengan fc’ – 10 Mpa menurut SKSNI-T151991, kecuali bila disebutkan lain dalam spesifikasi ini.  Tebal dan peil lantai kerja sesuai dengan gambar. Jika tidak dinyatakan secara khusus dalam gambar, maka tebal lantai kerja diambil setebal 10 cm. 9. PENGURUGAN TANAH  Material yang digunakan untuk sub-grade memenuhi standar spesifikasi AASHTO-M.57-64 dan diperiksa terlebih dahulu di laboratorium tanah yang disetujui oleh Manajemen Konstruksi.  Material yang dipakai untuk timbunan atau sub-grade memenuhi syarat pemadatan tanah untuk mencapai 95% dari berat jenis kering maksimum (maximum dry density) menurut AASHTO-T.99.  Bila tanah galian ternyata tidak baik atau kurang dari jumlah yang dibutuhkan, maka penyedia mendatangkan tanah urug yang baik dan cukup jumlahnya serta mendapatkan persetujuan dari Manajemen Konstruksi.  Pengurugan tanah dibentuk sesuai dengan peil ketinggian, kemiringan dan ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar rencana atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Manajemen Konstruksi.  Untuk mendapatkan hasil pemadatan yang baik, tanah urug ditempatkan dalam lapisan-lapisan setebal maksimum 20 cm dan dipadatkan sebaik baiknya dengan penambahan air secukupnya sehingga didapat pemadatan yang optimum. Bila permukaan tanah akhir akan dibuat miring, maka kemiringan tanah diselesaikan secara rata atau bertangga sebagaimana diminta oleh Manajemen Konstruksi.  Alat berat tidak boleh digunakan di tempat-tempat yang oleh Manajemen Konstruksi. dianggap berbahaya atau dengan jarak yang kurang dari 45 cm terhadap saluran, batas-batas atau pekerjaan lain yang mungkin bisa menjadi rusak  oleh karenanya.  Pengurugan kembali dari pondasi atau pile cap dilaksanakan dengan memadatkan tanah urug dalam lapisanlapisan setebal maksimum 20 cm. Pengurugan ini tidak boleh dilaksanakan sebelum diperiksa dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi. 10. URUGAN PASIR  Urugan pasir dilakukan di bawah semua pondasi, pile cap, atau lantai yang berhubungan langsung dengan tanah, dengan ketebalan sesuai gambar, termasuk lantai rabat beton.  Urugan pasir disiram air kemudian ditumbuk hingga padat.  Bahan urugan pasir bersih, dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi. 11. TEMPAT PEMBUANGAN MATERIAL  Tempat pembuangan material hasil galian, sampah atau bongkaran menjadi tanggung jawab Pihak Kami.  Pihak Kami menjaga tempat pembuangan material agar tidak merusak lingkungan.  Timbunan tanah bekas galian dibuat dan diatur sedemikian rupa sehingga aman dari terjadinya longsoran. 12. PEMOMPAAN AIR TANAH (DEWATERING) Penggalian tanah dikerjakan dalam keadaan kering. Bila karena adanya hujan, air permukaan lingkungan, air tanah atau mata air sehingga lokasi pekerjaan atau galian menjadi tergenang, maka Pihak Kami bertanggung jawab untuk merencanakan sistem pemompaan air tanah yang sudah dimasukkan dalam biaya penawaran lelang. Pemompaan dapat dikerjakan dengan memompa secara langsung, atau cara-cara lain yang disetujui Manajemen Konstruksi.

BAB 2. PEKERJAAN PONDASI
1. LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan pondasi ini akan meliputi semua pengadaan tenaga kerja dan bahan-bahan material untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut, termasuk pengadaan dan pelaksanaan tiang pancang, pembuangan pile cap, serta pondasi

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 22

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

dangkal/telapak bila diminta dalam gambar, dan semua pekerjaan lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pondasi, sesuai dengan yang ditunjukkan oleh gambar. 2. JENIS PONDASI Sesuai dengan kondisi tanah di lokasi pekerjaan, tiang pancang mini akan dipakai sebagai elemen pondasi utama bangunan ruang kelas. Untuk itu telah dipilih penggunaan tiang beton pracetak mini, seperti ditunjukkan dalam gambar. Untuk pondasi penunjang, bila ditunjukkan dalam gambar, akan digunakan pondasi dangkal/telapak beton untuk mendukung beban-beban yang ringan. 3. PEKERJAAN TIANG PANCANG (a) Uraian umum 1. Lingkup pekerjaan Lingkup pekerjaan yang akan kami kerjakan adalah : Menyediakan semua bahan-bahan, tenaga kerja, perlengkapan kerja dan peralatan, serta melaksanakan semua pekerjaan sehubungan dengan pengadaan tiang pancang beton pracetak mini, dan pelaksanaan pemancangan. Pelaksanaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi ini tidak akan diterima oleh Manajemen Konstruksi, dan dengan demikian diulang dengan biaya sepenuhnya dari Pihak Kami. 2. Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang mini beton pracetak memerlukan ketepatan, ketelitian dan pengetahuan pelaksanaan yang cukup tinggi. Karenanya, Pihak Kami mampu menyediakan peralatan yang baik, lengkap dan pekerja-pekerja/pengawas-pengawas ahli yang terampil dan berpengalaman. 3. Sebelum pemesanan tiang pancang dilakukan, Pihak Kami memberi tahu Manajemen Konstruksi minimal satu minggu sebelumnya, untuk mendapatkan persetujuannya. (b) Mutu bahan Untuk pondasi utama bangunan ruang kelas, dipakai tiang pancang mini beton pracetak berpenampang bujur sangkar dengan sisi luar 200 mm kelas A seperti produksi Wijaya Karya atau setara yang disetujui oleh Manajemen Konstruksi. Di bawah ini adalah spesifikasi tiang pancang : Sisi : 200 mm x 200 mm Mutu beton : minimal dengan kuat tekan silinder fc’ = 40 MPa, artinya mempunyai kuat tekan hancur karakteristik sebesar 40 MPa pada benda uji silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm, saat umur beton 28 hari. Kuat tekan tersebut di atas adalah lebih kurang setara dengan mutu beton K-500 pada NI-2, yaitu kuat tekan hancur karakteristik sebesar 500 kg/cm2 pada benda uji kubus dengan sisi 150 mm, saat umur beton 28 hari. Kuat tekan karakteristik adalah kuat tekan beton yang sudah memperhitungkan adanya deviasi secara statistik pada sejumlah benda uji beton, baik itu silinder maupun kubus. Spesifikasi teknis : Sesuai dengan ACI 543R-74 atau JIS A. 5335. (c) Pelaksanaan pemancangan 1. Driving cap Selama pekerjaan pemancangan, kepala tiang dilindungi dengan bantalan pancang (driving cap). 2. Hammer Pemancangan memakai alat pancang “winch operated drop hammer” atau setara. Untuk pemancangan tiang mini 200 mm x 200 mm dipakai hammer berkapasitas paling tidak 1,8 ton, yang mendapatkan persetujuan dari Manajemen Konstruksi. Pengikat Selama pekerjaan pemancangan, tiang pancang diikat sedemikian rupa sehingga tiang tidak dapat bergerak pada arah horizontal. Penetrasi a. Tiang pancang dipancang sampai kedalaman tanah keras, dengan terus memantau secara teliti besarnya penetrasi pemancangan sampai mencapai nilai penetrasi akhir (final sets) untuk tiap pukulan seperti yang

3.

4.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 23

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

diminta oleh Manajemen Konstruksi. Untuk keperluan pekerjaan ini, maka pemancangan boleh dihentikan bila dicapai penetrasi pada 10 pukulan terakhir sebesar nilai penetrasi akhir yang diperoleh dari formula dinamik seperti Hiley atau ENR. Nilai penetrasi akhir hasil perhitungan formula yang akan digunakan untuk pemancangan tersebut perlu mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Perencana Struktur dan Manajemen Konstruksi. b. Untuk tiap tiang yang dipancang, maka grafik kalendering dibuat oleh Pihak Kami, terutama untuk 10 pukulan terakhir, dan selanjutnya segera diserahkan kepada Manajemen Konstruksi untuk dievaluasi kinerja dan daya dukungnya. 5. Tiang pancang tambahan Sesuatu tiang pancang yang rusak pada saat pemancingan atau pengangkatan/pengangkutan, yang mengakibatkan keutuhan/integritas struktur tiang tidak dapat dipertanggungjawabkan lagi, diganti atau dicabut atau dipakai tiang pancang tambahan dengan persetujuan Manajemen Konstruksi tanpa biaya tambahan kepada Pihak Kami. Tiang-tiang pancang tidak boleh menyimpang lebih dari 1,25% kemiringan, dan bergeser lebih dari yang dibatasi oleh daftar berikut ini : Toleransi sendiri Toleransi satu tiang terhadap tiang didekatnya 75 mm 100 mm Paling lambat 5 hari setelah pemancangan selesai, Pihak Kami mengirimkan data kemiringan dan letak akhir tiang pancang terhadap as struktural yang seperti ditunjukan dalam gambar. Penyambungan a. Apabila diperlukan, penyambungan dilaksanakan sesuai petunjuk dari pembuat tiang (manufacturing). b. Masing-masing pasangan (antara yang disambung dan penyambungnya) diberi tanda. c. Sambungan dilakukan dengan las mengikuti AWS Code, dan dikerjakan oleh ahli las bersertifikat. d. Sambungan diberi cat anti karat/epoxy yang sudah disetujui oleh Manajemen Konstruksi sebelumnya. Data-data karakteristik dari alat pancang yang akan dipakai berikut proposal prosedur pemancangan termasuk prosedur kalendering dan percobaan pembebanan lengkap (untuk mengantisipasi jika terdapat kasus) dengan cara interprestasi hasilnya, diberikan kepada Manajemen Konstruksi minimal dua minggu sebelum memulai pemancangan. Pemancangan hanya dapat dimulai setelah mendapatkan persetujuan Manajemen Konstruksi. Data-data pemancangan dari semua tiang pancang diberikan paling lambat hari berikutnya sesudah hari pemacangan tiang yang bersangkutan dan data ini disahkan oleh Manajemen Konstruksi. Bila tiang pancang dicabut, karena kesalahan dalam pemancangan, dan bila tidak dipancang kembali, maka lubang yang ditimbulkan diisi dengan batu-batu koral atau pasir. Pencabutan dilakukan dengan peralatan yang cukup efisien dengan kapasitas yang memadai. Pencabutan dilakukan sedemikian rupa sehingga kerusakan yang terjadi pada pole head maupun tanah sekitarnya diusahakan seminimal mungkin.

6.

7.

8.

9.

10. Bagian atas dari semua tiang-tiang yang menonjol (karena tidak dapat dipukul masuk lagi ke dalam tanah) dimana elevasi tinggi puncak tiang (setelah pemancangan) berada di atas dari yang diminta oleh gambar rencana, dipotong pada level ketinggian 100 mm di atas level ketinggian sisi bawah pile cap. Pemotongan tiang pancang boleh dilakukan setelah tiang tersebut stabil, dan tidak menunjukkan lagi indikasi pergerakan (delayed upward). (d) Panjang tiang dan daya dukung 1. Daya dukung (yang diijinkan) tiang pancang mini beton pracetak 200 mm x 200 mm yang dipakai sebagai pondasi utama bangunan ruang kelas, direncanakan sebesar 52,66 ton. Untuk mencapai daya dukung tersebut, maka pemancangan dilakukan dengan jenis hammer yang sesuai (seperti disebutkan dalam spesifikasi ini) sampai mencapai nilai penetrasi yang disepakati pada 10 pukulan terakhir. 2. Diperkirakan kedalaman tiang adalah ± 12 M’ dari titik 0 struktur. Namun bila melihat pada data penyelidikan tanah yang tersedia, dimana terlihat kondisi tanah yang agak heterogen, maka Pihak Kami dianjurkan untuk secara teliti mengevaluasi panjang tiang yang dibutuhkan pada masing-masing lokasi bangunan. Panjang yang tercantum adalah perkiraan. Apabila dianggap perlu, Pihak Kami dapat melakukan driving test atas biaya sendiri untuk mengetahui panjang tiang secara lebih pasti. Bila sampai terjadi panjang tiang yang dipancang melebihi apa yang sudah diperkirakan, maka dalam hal apapun Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi tidak akan menanggapi tuntutan (claim) baik penyesuaian harga maupun waktu pelaksanaan pekerjaan dalam

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 24

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

Kontrak yang sudah ditetapkan bagi pekerjaan tiang pancang, sebagai akibat kelebihan panjang tiang tersebut di atas. (e) Percobaan pembebanan tiang pancang 1. Percobaan pembebanan tiang pancang hanya dilakukan jika terjadi keraguan terhadap daya dukung tiang pancang berdasarkan kondisi seluruh tiang pancang setelah pemancangan; dan nilai kalendering dari seluruh tiang pancang. 2. Percobaan beban vertical tekan secara statik akan dilaksanakan setelah dilakukan pemancangan tiang sesuai lokasi dalam gambar. Posisi tiang percobaan akan ditentukan kemudian oleh Manajemen Konstruksi/Konsultan Perencana Struktur berdasarkan hasil pemancangan. Besarnya beban uji akan diambil sampai dengan sebesar 150% beban rencana (Design Load) untuk percobaan yang dilakukan pada tiang yang dipakai (working plane), dan 200% beban rencana untuk percobaan yang dilakukan pada tiang yang tidak dipakai (tiang percobaan atau test pile). Bila tidak diinstruksikan lain oleh Manajemen Konstruksi, maka percobaan pembebanan mengikuti prosedur ASTM-D.1143. Sebelum percobaan pembebanan dilaksanakan, Pihak Kami menyerahkan usulan teknik secara rinci yang meliputi prosedur percobaan pembebanan, letak dan dimensi balok penahan beban, cara pemasangan alat pengukur penurunan dan sebagainya, untuk memperoleh persetujuan Manajemen Konstruksi. Dalam hal percobaan akan menggunakan sistem angkur pada tiang pancang sebagai penahan beban, maka working pile tidak boleh dipergunakan sebagai anchor pile. Usulan ini sudah diserahkan minimal dua minggu sebelum uji pembebanan dilaksanakan. Dalam hal digunakan sistem tiang angkur, maka jumlah tiang angkur harus mencukupi untuk mencegah terjadinya pergerakan yang berlebihan pada tiang angkur. Semua peralatan pengukuran dilindungi dari panas matahari. Jarak antara penyangga alat pengukur penurunan dengan tiang angkur ataupun tiang percobaan diambil minimum sebesar 2.50 meter. Jumlah percobaan beban statik yang akan dilakukan adalah 2 buah (1 buah untuk pembebanan pada working pile, dan 1 buah pada test pile, atau bila dijumpai kesulitan pengadaan tiang angkur disekitar working pile, maka atas persetujuan Manajemen Konstruksi , 2 buah keseluruhannya bisa dilakukan pada test piles, yang lokasinya akan ditentukan kemudian berdasarkan hasil pemancangan tiang. Disamping dilakukan percobaan pembebanan statik konvensional, maka untuk alternatif pengujian jika disetujui Konsultan Perencana Struktur dan Manajemen Konstruksi, dapat dilakukan 8 (delapan) buah uji pembebanan dinamik pada 8 buah tiang yang dipilih, dengan cara PDA (Pile Driving Analysis) atau SST (Seismic Shock Test). Cara mana yang dipakai mendapatkan persetujuan Manajemen Konstruksi. Untuk itu usulan pengujian beserta semua prosedur lengkapnya, baik dengan cara PDA maupun SST, sudah disampaikan kepada Manajemen Konstruksi minimal dua minggu sebelum uji pembebanan akan dilaksanakan. Lokasi pengujian akan ditentukan kemudian berdasarkan hasil pemancangan tiang. Dalam hal percobaan beban tidak memenuhi kriteria keamanan yang ditentukan untuk daya dukung tiang, Pihak Kami berkewajiban untuk mengulangi percobaan beban pada tiang yang dicurigai yang lain atas biaya sendiri. Disamping itu, Pihak Kami berkewajiban menambah tiang pada kelompok tiang dimana terjadi kegagalan kriteria keamanan pada percobaan beban. Pihak Kami diwajibkan mencatat semua kejadian pada saat dilakukan percobaan pembebanan. Sehubungan percobaan beban hanya dilaksanakan pada beberapa tiang, Pihak Kami tetap bertanggung jawab dan menjamin semua tiang memenuhi syarat toleransi daya dukung yang ditentukan. Dapat dipenuhinya beberapa tiang tidak melepaskan Pihak Kami dari tanggung jawab atas keseluruhan pekerjaan pondasi.

3.

4.

5.

6.

7.

8. 9.

(f) Prosedur dan peralatan uji beban statik 1. Acuan prosedur Yang dimaksud dengan prosedur disini ialah prosedur pengujian beban statik tiang tunggal vertikal untuk menentukan hubungan antara beban vertikal dengan penurunan tiang (diukur dari kepala tiang). Prosedur pengujian dan peralatan yang digunakan untuk percobaan pembebanan mengikuti prosedur ASTM-D.1143 dengan cara pembebanan “Standard Loading Procedure”. Percobaan pembebanan tiang pancang hanya

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 25

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

dilakukan jika terjadi keraguan terhadap daya dukung tiang pancang berdasarkan kondisi seluruh tiang pancang setelah pemancangan; dan nilai kalendering dari seluruh tiang pancang. 2. Peralatan Peralatan yang dibutuhkan untuk percobaan ini adalah : a. Hydraulic Jack. b. Balok penahan beban dan sistem penyangga alat pengukur penurunan. c. Dial gauge yang sudah dikalibrasi dan dibuktikan dengan sertifikat, dengan tingkat ketelitian pengukuran 0,01 mm (atau 1/100 mm). d. Alat waterpass untuk mengontrol kemungkinan tercabutnya tiang angkur. e. Peralatan lain yang diperlukan. Alat pembebanan Cara yang digunakan untuk melimpahkan beban vertikal pada tiang dilakukan sebagai berikut : Beban dilimpahkan pada tiang dengan jalan mengoperasikan hydraulic jack yang ditahan oleh baja profil, dimana balok baja tersebut dihubungkan pada sistem tiang angkur untuk menahan gaya tarik sebagai kontra reaksi. Bila ternyata sulit dipakai sistem angkur karena kapasitas tarik tiang angkur tidak memenuhi syarat, maka dapat diberikan kontra beban berupa blokblok beton di atas balok baja, yang mempunyai berat total yang secara aman bisa menahan beban percobaan. Cara maupun yang dipakai, mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Manajemen Konstruksi. Dial gauge Dial gauge dipasang pada tiang percobaan melalui sistem penyangga bebas. Sistem ini disebut penyangga bebas karena diletakkan sedemikian rupa sehingga pada saat berlangsungnya uji pembebanan, pembacaan dial gauge bebas dari pengaruh (tidak boleh dipengaruhi) penurunan tiang percobaan maupun gerakan tiang angkur. Dial gauge mempunyai ketelitian pembacaan 0,01 mm. Prosedur pembebanan Prosedur pembebanan mengikuti “Standar Loading Procedure” dari ASTMD. 1143. Beban percobaan diambil sampai satu setengah kali beban rencana untuk working pile, dan minimum sampai dua kali beban rencana pada unused pile atau tiang pe-rcobaan. Dengan demikian, beban percobaan diambil sampai : - 1,5 x 17,8 ton = 27 ton (dibulatkan) untuk working pile, dan - 2,0 x 17,8 ton = 36 ton (minimum) untuk unused pile. Laporan Laporan dari percobaan pembebanan mencantumkan informasi-informasi berikut : a. Kondisi dari tanah pada lokasi percobaan pembebanan. b. Data-data alat pancang, misalnya berat hammer, energy blow, dan lain-lain. c. Data-data tiang dan driving record termasuk besarnya final driving sets dalam 10 pukulan terakhir. d. Pembacaan dari penurunan tiang dengan interval waktu tertentu setiap penambahan dan pengurangan beban. e. Grafik yang menggambarkan hasil percobaan pembebanan dalam siklus lengkap, dalam bentuk kurva waktu-beban-penurunan kepala tiang. f. Catatan mengenai hal-hal yang tidak umum yang terjadi selama proses percobaan pembebanan. Hal-hal lain a. Penggunaan jack ditempatkan pada tempat yang terlindungi dari sinar matahari, hal ini untuk menghindari oli dari jack tersebut memuai yang dapat mengakibatkan tidak konstannya beban. b. Jika terjadi lendutan dari balok penahan yang cukup besar, maka bila hal ini bisa mempengaruhi posisi penyangga alat pembaca penurunan, pembacaan penurunan tiang diadakan koreksi. c. Kalibrasi jack serta manometer yang dipakai baru (sesudah dikalibrasi tidak boleh pernah dipakai di proyek lain).

3.

4.

5.

6.

7.

(g) Perhitungan volume pekerjaan Bila disepakati dalam Kontrak bahwa prestasi pekerjaan tiang pancang akan didasarkan pada volume riil yang terlaksana di lapangan (bukan berdasarkan lumpsum), maka volume pekerjaan tiang pancang yang dibayarkan,

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 26

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

akan dihitung berdasarkan panjang tiang pancang terpasang, yang diperhitungkan dari level ketinggian tiang sesudah dipotong

4. PEKERJAAN POER ( PILE CAP )
a. Uraian umum 1. Pekerjaan pile cap dilaksanakan setelah selesainya pekerjaan pemancangan, dengan tujuan untuk membuat tiang-tiang bekerja sebagai satu kesatuan dalam menahan bebas dari struktur atas, baik itu vertikal, lateral maupun gulingan. 2. Pekerjaan pile cap dilaksanakan sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar rencana. 3. Pelaksanaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi ini tidak akan diterima oleh Manajemen Konstruksi, dan dengan demikian diulang dengan biaya sepenuhnya dari Pihak Kami. b. Pekerjaan galian 1. Untuk melaksanakan pile cap dengan ukuran dan level ketinggian yang sesuai dengan permintaan gambar rencana, perlu dilakukan penggalian sampai minimal selebar ukuran lantai kerja dan sedalam level dasar lapisan pasir yang diisyaratkan. Dalamnya galian diperiksa dan mendapatkan persetujuan dari Manajemen Konstruksi. 2. Karena keadaan tiang pancang yang cukup rapat, maka bila penggalian sulit dilaksanakan dengan menggunakan alat-alat berat, penggalian dilakukan dengan tenaga orang. 3. Dasar galian bebas dari lumpur, humus dan air, dalam keadaan bersih dan cukup padat. Karenanya dalam pekerjaan penggalian tanah termasuk juga pembuangan segala benda yang ditemukan dalam bentuk apapun yang dapat mengganggu pelaksanakan pekerjaan pile cap. 4. Tanah hasil galian diangkut ke tempat-tempat dimana diperlukan pengurukan, bila memang memenuhi syarat sebagai tanah uruk, atau ke tempat lain yang disetujui Manajemen Konstruksi. Dalam hal ini Pihak Kami hendaknya menyediakan satu tempat yang disetujui Manajemen Konstruksi untuk menampung tanah hasil galian, dimana setelah mencapai jumlah tertentu, segera disingkirkan ke tempat lain yang ditunjuk oleh Manajemen Konstruksi. 5. Pada sisi tepi batas galian, kemiringan galian membentuk sudut kemiringan yang aman dengan memperhatikan stabilitas kemiringan lereng untuk jenis tanah di lokasi kerja. Untuk penentuan sudut kemiringannya, disamping perlu mempelajari Laporan Penyelidikan Tanah terdahulu, juga perlu meninjau karakteristik visual lapisan permukaan tanah yang dijumpai di lokasi kerja. Namun dalam kondisi apapun, stabilitas dan permukaan galian selama pekerjaan berlangsung merupakan tanggung jawab dari Pihak Kami, yang memperbaiki semua kelongsoran-kelongsoran bila terjadi. Untuk itu bila dirasa perlu Pihak Kami membuat penyangga-penyangga penahan selama pekerjaan galian. 6. Pihak Kami menjaga pengaruh-pengaruh luar kepada lubang galian seperti air tanah, air permukaan, kelongsoran, lumpur yang masuk, maupun juga benda-benda lain yang tidak diinginkan. Biaya untuk pekerjaan ini sudah diperhitungkan dalam biaya penawaran. Jika ada kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat hal-hal tersebut di atas, maka Pihak Kami bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan tersebut dan memperbaikinya kembali sesuai dengan intruksi Manajemen Konstruksi. 7. Bila karena adanya hujan, atau karena tingginya air permukaan lingkungan atau air tanah, atau karena adanya mata air sehingga lokasi pekerjaan atau galian menjadi tergenang, maka Pihak Kami bertanggung jawab untuk merencanakan sistem pemompaan air tanah yagn sudah dimasukkan dalam biaya penawaran lelang. c. Pekerjaan persiapan pembetonan 1. Bagian atas dari semua tiang-tiang yang menonjol (karena tidak dapat dipukul masuk lagi ke dalam tanah) dimana elevasi tinggi puncak tiang (setelah pemancangan) berada di atas dari yang diminta oleh gambar rencana, dipotong pada level ketinggian 100 mm di atas level ketinggian sisi bawah pile cap. Pemotongan tiang hanya boleh dilakukan setelah tiang tesebut stabil, dan tidak menunjukkan lagi indikasi pergerakan (delayed upward displacement). 2. Untuk persiapan pembetonan pile cap, maka dasar galian perlu terlebih dahulu dilapisi dengan lapisan pasir setebal yang disyaratkan dalam gambar rencana, dan yang kemudian dipadatkan sesuai prosedur pemadatan. Hasil pelapisan dan pemadatan pasir tersebut diperiksa dan mendapatkan persetujuan Manajemen Konstruksi. 3. Selanjutnya sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar, dibuat lantai kerja dengan ukuran dan tebal seperti yang disyaratkan dalam gambar. 4. Lantai kerja dibuat dari beton dengan mutu fc’ = 10 MPa menurut SKSNI-T15-1991, atau lebih kurang setara dengan K-125 menurut N1-2. Peil akhir lantai kerja diperiksa kembali terhadap level ketinggian yang disyaratkan dalam gambar rencana.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 27

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

d. Pekerjaan beton bertulang 1. Beton bertulang untuk pile cap dilaksanakan dengan standar mutu bahan sebagai berikut : Mutu beton : Minimal dengan kuat tekan silinder fc’ = 22,5 MPa artinya mempunyai kuat tekan hancur karakteristik sebesar 22,5 MPa pada benda uji silinder dengan diameter150 mm dan tinggi 300 mm, saat umur beton 28 hari .Kuat tekan tersebut di atas adalah lebih kurang setera dengan mutu beton K-275 pada NI-2, yaitu kuat tekan hancur karakteristik sebesar 275 kg/cm2 pada benda uji kubus dengan sisi 150 mm, saat umur beton 28 hari. Kuat tekan karakteristik adalah kuat tekan beton yang sudah memperhitungkan adanya deviasi secara statistik pada sejumlah benda uji beton, baik itu silinder maupun kubus. BJTP-30, artinya baja tulangan polos dengan batas elastis atau tegangan leleh sebesar 300 MPa, untuk tulangan kecil dengan diameter lebih kecil dari 13 mm BJTS-40, artinya baja tulangan ulir (deformed) dengan batas elastis atau tegangan leleh sebesar 400 MPa.

Tulangan baja :

2.

3. 4.

5. 6.

7.

8.

Sebelum penyetelan dan pemasangan baja tulangan dimulai, Pihak Kami membuat rencana kerja pemotongan dan pembengkokan baja tulangan (bar bending schedule), yang sebelumnya diserahkan kepada Manajemen Konstruksi untuk mendapatkan persetujuan. Tulangan bebas dari kotoran-kotoran seperti lemak, karet lepas, tanah, serta bahan-bahan atau kotoran yang bisa mengurangi daya rekatnya. Semua besi beton bebas dan bersih dari karat sesuai dengan ukuran pabrik, bersih pula dari olie, gemuk, cat dan lain sebagainya, atau hal lain yang dapat menyebabkan berkurangnya daya ikat besi beton terhadap beton. Apabila diinginkan atau dipandang perlu, maka Manajemen Konstruksi akan memerintahkan untuk menyikat dengan sikat kawat untuk membersihkan besi beton tersebut sebelum dipergunakan. Pembengkokan baja tulangan dilakukan secara hati-hati dan teliti, sesuai dengan aturan dalam SKSNI. Pembengkokan tersebut harus dilakukan oleh tenaga yang ahli, dengan menggunakan alat-alat sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan cacat, patah dan retak-retak pada batang baja. Acuan dibuat dari bahan yang disetujui oleh Manajemen Konstruksi , seperti kayu dan multiplex/triplex dengan tebal minimum 5 mm, atau bahan lain yang diinstruksikan oleh Manajemen Konstruksi, serta memenuhi syaratsyarat kekuatan dan daya tahan, serta mempunyai permukaan yang baik untuk pekerjaan finishing pada bagian yang berada di atas permukaan tanah (bila ada). Pihak Kami memberikan contoh dari perhitungan kekuatan bahan yang akan dipakai untuk acuan, untuk disetujui oleh Manajemen Konstruksi . Acuan dipasang sesuai dengan ukuran-ukuran jadi yang ada di dalam gambar dan menjamin bahwa ukuranukuran tersebut tidak akan berubah sebelum dan selama pengecoran. Acuan juga dipasang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kebocoran atau hilangnya air selama pengecoran. Pemasangan dan penyetelan tulangan baja dilakukan berdasarkan ukuran, bentuk dan peil yang sesuai dengan gambar rencana, dan sudah diperhitungkan mengenai toleransi penurunannya. Pemasangan dilakukan dengan menggunakan pengganjal jarak selimut beton (beton decking) untuk mendapatkan tebal selimut seperti yang disyaratkan dalam gambar. Apabila hal tersebut tidak tercantum di dalam gambar atau dalam spesifikasi, maka dapat digunakan ketentuan peraturan yang berlaku. Adukan beton berupa “ready mixed concrete” dan memenuhi syaratsyarat SKSNI. Di lokasi batching plant yang disiapkan sebelumnya, Pihak Kami mengadakan/membuat adukan beton menurut komposisi adukan dan proporsi campuran yang baik, dan bertanggung jawab penuh atas kekuatan beton yang disyaratkan. Penggunaan air sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan beton dengan kinerja yang baik. Sebelum produksi beton, Pihak Kami diharuskan membuat adukan percobaan (trial mixes) untuk mendapatkan proporsi campuran yang menghasilkan beton dengan mutu dan kinerja seperti yang disyaratkan, untuk disetujui oleh Manajemen Konstruksi. Dalam hal ini adukan percobaan perlu dibuat dalam beberapa proporsi campuran yang berbeda (utama dan pendamping) untuk mendapatkan campuran yang optimum. Proporsi campuran bahan dasar beton ditentukan sedemikian agar beton yang dihasilkan memberkan kekuatan tekan dan tingkat kelecakan (workability) serta konsistensi yang memungkinkan pengerjaan beton (penuangan, peralatan dan pemadatan) secara “mudah” ke dalam acuan dan ke sekitar tulangan, tanpa menimbulkan kemungkinan segregasi agregat dan terpisahnya air (bleeding) secara berlebihan. Bila tempat pengadukan beton (batching plant) tidak berada di lokasi pekerjaan, maka adukan beton secepatnya dibawa ke tempat pengecoran, untuk menghindarkan sudah terjadinya setting di awal atau degradasi mutu beton akibat waktu transportasi yang lama. Dalam hal ini penggunaan alat transportasi pengangkut adukan beton haruslah mendapat persetujuan Manajemen Konstruksi. Semua alat pengangkut yang dipergunakan selalu dibersihkan dari sisasisa adukan beton yang mengeras.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 28

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

9. 10. 11.

12. 13.

Sebelum pengecoran dimulai, maka tempat yang akan dicor terlebih dahulu dibersihkan dari segala kotoran (potongan kayu, batu, tanah dan lainlain) dan dibasahi dengan air semen. Sama sekali tidak diperkenankan mengadakan pengecoran beton sebelum besi yang terpasang telah diperiksa dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi. Pengecoran dilakukan secara berlapis dan kontinyu, atau dengan metode pengecoran yang diusulkan Pihak Kami dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi, dengan memperhatikan cara atau urutan pengecoran karena volume pengecoran yang cukup besar, agar tidak terjadi cold joint dan juga menghindari kemungkinan degradasi atau kerusakan beton akibat panas hidrasi yang berlebihan. Untuk itu, sebelum pengecoran dilaksanakan, Pihak Kami menyampaikan usulan prosedur pengecoran yang optimum kepada Manajemen Konstruksi, dengan memperhatikan semua aspek terutama masalah panas hidrasi pada beton massa seperti tersebut di atas, untuk mendapatkan persetujuan Manajemen Konstruksi. Dalam segala hal tidak dibenarkan untuk menuangkan adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang terlampau tinggi sehingga bisa menimbulkan pengendapan agregat, yang dengan demikian akan menurunkan mutu dan kinerja beton. Bila pengecoran dihentikan untuk kemudian dilanjutkan dalam waktu lebih dari 24 jam, atau bila dipandang perlu oleh Manajemen Konstruksi, maka permukaan beton lama yang akan disambung terlebih dahulu dibersihkan dan bila perlu dikasarkan dengan menyikat, atau dengan cara lain bila betonnya sudah sangat mengeras, ditambahkan lapisan tipis bonding additive sejenis epoxy resin atau setara, atau minimal disiram dengan air semen dan selanjutnya baru dicor dengan beton baru. Tempat dimana pengecoran akan dihentikan mendapat persetujuan Manajemen Konstruksi.

14. Agar supaya kualitas beton yang digunakan dapat dikontrol dengan baik sesuai spesifikasi dan standar yang ada, maka selama proses pengecoran, perlu dilakukan uji slump dan pengambilan contoh benda uji, dengan disaksikan oleh Manajemen Konstruksi. Prosedur uji slump, jumlah dan cara pengambilan contoh benda uji dan contoh cetakannya sesuai dengan SKSNI dan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Manajemen Konstruksi. Dalam segala hal jumlah benda uji yang diambil tidak kurang dari 30 (tiga puluh) buah untuk pengecoran pile cap, yang harus diambil minimal 1 buah benda uji setiap 5 m 3 pengecoran beton untuk volume pengecoran yang kurang dari 300 m3, atau minimal 1 buah benda uji setiap 10 m3 pengecoran beton untuk volume pengecoran yang lebih dari 300 m3, dalam bentuk silinder berdiameter 150 mm dan tinggi 300 mm. 15. Selama proses pengecoran berlangsung, beton dipadatkan dengan menggunakan vibrator, yang dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak acuan maupun posisi tulangan. Pihak Kami menyediakan vibrator dalam jumlah yang cukup untuk menjamin efisiensi pengecoran dan pemadatan tanah adanya penundaan. Jenis vibrator dan ukurannya harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Manajemen Konstruksi. Pemadatan beton secara berlebihan sehingga bisa menyebabkan pengendapan agregat, kebocoran acuan dan lain sebagainya, harus dihindarkan. 16. Setelah selesai pengecoran, beton dilindungi dan dirawat (concrete curing) selama berlangsungnya proses pengerasan, terutama terhadap panas matahari, cuaca atau aliran air dan juga pengeringan sebelum waktunya. Bila tidak ditentukan lain oleh Manajemen Konstruksi, maka semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama minimal 14 hari, dengan cara menyemprotkan air atau menggenai dengan air pada permukaan beton tersebut, atau dengan cara lain yang diusulkan Pihak Kami. Metode curing terlebih dahulu diusulkan dan mendapatkan persetujuan Manajemen Konstruksi, sebelum proses pengerasan beton. Juga untuk pengecoran beton pada waktu cuaca panas, curing dan perlindungan atas beton diperhatikan. Pihak Kami bertanggung jawab atas retaknya beton karena kelalaian ini. 17. Untuk mengetahui kualitas mutu beton yang sudah dilaksanakan, maka contoh benda uji beton diperiksa dengan uji tekan hancur pada umur 3 (tiga) hari, 7 (tujuh) hari dan 28 (dua puluh delapan) hari. Proporsi jumlah uji tekan (pada umur beton yang berbeda) mendapatkan persetujuan Manajemen Konstruksi. Hasil uji tekan segera disampaikan kepada Manajemen Konstruksi untuk di evaluasi.

5. PEKERJAAN PONDASI BETON DANGKAL
(a) Uraian Umum 1. Bila ditunjukkan dalam gambar atau dalam hal dibutuhkan pondasi dangkal diluar pondasi tiang pancang, maka untuk beban-beban yang ringan, bisa dipakai pondasi beton dangkal berupa pondasi telapak atau jalur.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 29

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

2. 3.

Walaupun pondasi tipe ini hanya akan dipakai sebagai pondasi sekunder, namun pelaksanaannya mengikuti sebagaimana yang diminta dalam spesifikasi ini dan gambar yang terkait. Pelaksanaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi ini tidak akan diterima oleh Manajemen Konstruksi, dan dengan demikian diulang dengan biaya sepenuhnya dari Pihak Kami.

(b) Pekerjaan galian 1. Untuk pelaksanaan pondasi yang sesuai dengan gambar, perlu dilakukan penggalian sampai minimal selebar ukuran lantai kerja dan sedalam level dasar lapisan yang disyaratkan. Dalam galian diperiksa dan mendapatkan persetujuan dari Manajemen Konstruksi. 2. Dasar galian bebas dari lumpur, humus dan air, dalam keadaan bersih dan cukup padat. 3. Pihak Kami menjaga pengaruh-pengaruh luar kepada lubang galian, seperti air tanah, hujan, air permukaan, kelongsoran, lumpur yang masuk, maupun juga benda-benda lain yang tidak diinginkan. Bila karena adanya hujan, air permukaan lingkungan, air tanah atau mata air sehingga lokasi pekerjaan atau galian menjadi tergenang, maka Pihak Kami bertanggung jawab untuk merencanakan sistem pemompaan air tanah yang sudah harus dimasukkan dalam biaya penawaran lelang. (c) Pekerjaan persiapan pembetonan 1. Untuk persiapan pembetonan pondasi, maka dasar galian perlu terlebih dahulu dilapisi dengan lapisan pasir setebal yang disyaratkan dalam gambar rencana, dan yang kemudian dipadatkan sesuai prosedur pemadatan. Hasil pelapisan dan pemadatan pasir tersebut diperiksa dan mendapatkan persetujuan Manajemen Konstruksi. 2. 3. Selanjutnya sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar, dibuat lantai kerja dengan ukuran dan tebal seperti yang disyaratkan dalam gambar. Lantai kerja dibuat dari beton mutu K-125 menurut NI-2, atau lebih kurang setara dengan fc’ = 10 MPa menurut SKSNI-T15-1991. Peil akhir lantai kerja diperiksa kembali terhadap level ketinggian yang disyaratkan dalam gambar rencana.

(d) Pekerjaan beton bertulang 1. Bahan beton untuk pondasi dangkal dilaksanakan dengan standar mutu bahan sebagai berikut : Mutu beton : Minimal dengan kuat tekan silinder fc’ = 20 MPa, artinya mempunyai kuat tekan hancur karakteristik sebesar 20 MPa pada benda uji silinder dengan diamater 150 mm dan tinggi 300 mm, saat umur beton 28 hari. Kuat tekan tersebut diatas adalah lebih kurang setara dengan mutu beton K-250, pada NI-2, yaitu kuat tekan hancur karakteristik sebesar 250 kg/cm2 pada benda uji kubus dengan sisi 150 mm, saat umur beton 28 hari. : - BJTP-24, artinya baja tulangan polos dengan batas elastis atau tegangan leleh sebesar 240 MPa, untuk tulangan kecil dengan diameter lebih kecil dari 13 mm. - BJTS-40, artinya baja tulangan ulir (deformed) dengan batas elastis atau tegangan leleh sebesar 400 MPa, untuk tulangan besar dengan diameter lebih besar atau sama dengan 13 mm.

Tulangan baja

Tulangan bebas dari kotoran-kotoran seperti lemak, karet lepas, tanah, serta bahan-bahan atau kotoran yang bisa mengurangi daya rekatnya. Semua besi beton bebas dan bersih dari karat sesuai dengan ukuran pabrik, bersih pula dari olie, gemuk, cat dan lain sebagainya, atau hal lain yang dapat menyebabkan berkurangnya daya ikat besi beton terhadap beton. Apabila diinginkan atau dipandang perlu, maka Manajemen Konstruksi akan memerintahkan untuk menyikat dengan sikat kawat untuk membersihkan besi beton tersebut sebelum dipergunakan. 2. 3. Sama sekali tidak diperkenankan mengadakan pengecoran beton sebelum besi yang terpasang telah diperiksa dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi Acuan dipasang sesuai dengan ukuran-ukuran jadi yang ada di dalam gambar dan menjamin bahwa ukuranukuran tersebut tidak akan berubah sebelum dan selama pengecoran. Acuan juga dipasang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kebocoran atau hilangnya air selama pengecoran.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 30

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

4.

Pemasangan dan penyetelan tulangan baja dilakukan berdasarkan ukuran, bentuk dan peil yang sesuai dengan gambar rencana. 5. Adukan beton berupa “ready mixed concrete” dan memenuhi syaratsyarat SKSNI. Pada batching plant, Pihak Kami harus mengadakan/membuat adukan beton menurut komposisi adukan dan proporsi campuran yang baik, dan bertanggung jawab penuh atas kekuatan beton yang diisyaratkan. Penggunaan air sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan beton dengan kinerja yang baik. 6. Sebelum pengecoran dimulai, maka tempat yang akan dicor terlebih dahulu dibersihkan dari segala kotoran (potongan kayu, batu, tanah dan lain-lain) dan dibasahi dengan air semen. 7. Pengecoran dilakukan secara berlapis dan kontinyu, atau dengan metode pengecoran yang diusulkan Pihak Kami dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi. Dalam segala hal tidak dibenarkan untuk menuangkan adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang terlampau tinggi sehingga bisa menimbulkan pengendapan agregat, yang dengan demikian akan menurunkan mutu dan kinerja beton. 8. Agar supaya kualitas beton yang digunakan dapat dikontrol dengan baik sesuai spesifikasi dan standar yang ada, maka selama proses pengecoran perlu dilakukan uji slump dan pengambilan contoh benda uji, dengan disaksikan oleh Manajemen Konstruksi. Jumlah benda uji yang diambil akan ditentukan oleh Manajemen Konstruksi, sesuai dengan volume pengecoran. Prosedur uji slump, pengambilan contoh benda uji dan contoh cetakannya sesuai dengan SKSNI dan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Manajemen Konstruksi. 9. Selama proses pengecoran berlangsung, beton dipadatkan dengan menggunakan vibrator, yang dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak acuan maupun posisi tulangan. 10. Setelah selesainya pengecoran, beton dilindungi dan dirawat (concrete curing) selama berlangsungnya proses pengerasan, terutama terhadap panas matahari, angin, hujan atau aliran air dan juga pengeringan sebelum waktunya.

6. PASANGAN BATU
(a) UMUM 1) Uraian a) Pekerjaan meliputi pemasokan semua bahan, penyiapan pondasi dan seluruh pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan pasangan batu sesuai dengan Spesifikasi ini dan memenuhi garis, ketinggian, potongan dan dimensi seperti yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan secara tertulis oleh MK. Penerbitan Detil Pelaksanaan Detil pelaksanaan untuk pasangan batu yang tidak disertakan dalam Dokumen Kontrak pada saat pelelangan akan diterbitkankan oleh MK sebelum memulai pelaksanaan.

b)

(b) BAHAN 1) Batu a) Batu bersih, keras, tanpa bagian yang tipis atau retak dan harus dari jenis yang diketahui awet. Bila perlu, batu dibentuk untuk menghilangkan bagian yang tipis atau lemah. b) Batu rata, lancip atau lonjong bentuknya dan dapat ditempatkan saling mengunci bila dipasang bersama-sama. c) Terkecuali diperintahkan lain oleh MK, batu memiliki ketebalan yang tidak kurang dari 15 cm, lebar tidak kurang dari satu setengah kali tebalnya dan panjang yang tidak kurang dari satu setengah kali lebarnya. 2) Adukan a. Adukan haruslah adukan semen dan pasir yang memenuhi syarat sesuai standard yang berlaku untuk semen dan aggregate halus (mengacu pada : Bab 3. Seksi 3a dan 3b Pekerjaan Struktur Beton di spesifikasi ini).. Campuran adukan berupa 1 bagian semen dan 3 bagian pasir. b. Untuk permukaan bagian luar dari pasangan batu di areal Ruang Kuliah dan Laboratorium/Perpustakaan permukaan pasangan batu diplester minimum tebal 2 – 3 cm dan diberi acian sehingga permukaan terlihat mulus dan usahakan tidak mengalami keretakan permukaan. 3) Pengecatan Permukaan pasangan yang sudah diplester agar di beri cat tembok. (c) PELAKSANAAN PASANGAN BATU 1) Persiapan Pondasi

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 31

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

Pondasi untuk struktur pasangan batu disiapkan sesuai dengan syarat (lihat Seksi .5, Galian). Terkecuali disyaratkan lain atau ditunjukkan pada Gambar, dasar pondasi untuk struktur dinding penahan tegak lurus, atau bertangga yang juga tegak lurus terhadap muka dari dinding. 2) Pemasangan Batu Landasan dari adukan baru paling sedikit 3 cm tebalnya dipasang pada pondasi yang disiapkan sesaat sebelum penempatan masing-masing batu pada lapisan pertama. Batu besar pilihan digunakan untuk lapis dasar dan pada sudut-sudut. Perhatian diberikan untuk menghindarkan pengelompokkan batu yang berukuran sama. Batu dipasang dengan muka yang terpanjang mendatar dan muka yang tampak dipasang sejajar dengan muka dinding dari batu yang terpasang. Batu ditangani sedemikian hingga tidak menggeser atau memindahkan batu yang telah terpasang. Peralatan yang cocok disediakan untuk mema-sang batu yang lebih besar dari ukuran yang dapat ditangani oleh dua orang. Menggelindingkan atau menggulingkan batu pada pekejaan yang baru dipasang tidak diperkenankan. 3) Penempatan Adukan Sebelum pemasangan, batu dibersihkan dan dibasahi sampai merata dan dalam waktu yang cukup sehingga untuk memungkinkan penyerapan air mendekati titik jenuh. Landasan yang akan menerima setiap batu juga harus dibasahi dan selanjutnya landasan dari adukan disebar pada sisi batu yang bersebelahan dengan batu yang akan dipasang. Tebal dari landasan adukan pada rentang antara 2 cm sampai 5 cm dan merupakan kebutuhan minimum untuk menjamin bahwa seluruh rongga antara batu yang dipasang terisi penuh. Banyaknya adukan untuk landasan yang ditempatkan pada suatu waktu haruslah dibatasi sehingga batu hanya dipasang pada adukan baru yang belum mengeras. Bilamana batu menjadi longgar atau lepas setelah adukan mencapai pengerasan awal, maka batu tersebut dibongkar, dan adukannya dibersihkan dan batu tersebut dipasang lagi dengan adukan yang baru. 4) Ketentuan Lubang Sulingan dan Delatasi Dinding dari pasangan batu dilengkapi dengan lubang sulingan. Kecuali ditunjukkan lain pada Gambar atau diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, lubang sulingan ditempatkan dengan jarak antara tidak lebih dari 2 m dari sumbu satu ke sumbu lainnya dan berdiameter 50 mm. Pada struktur panjang yang menerus seperti dinding penahan tanah, maka delatasi dibentuk untuk panjang struktur tidak lebih dari 20 m. Delatasi 30 mm lebarnya dan diteruskan sampai seluruh tinggi dinding. Batu yang digunakan untuk pembentukan sambungan dipilih sedemikian rupa sehingga membentuk sambungan tegak yang bersih dengan dimensi yang disyaratkan di atas. 5) Pekerjaan Akhir Pasangan Batu a) Sambungan antar batu pada permukaan dikerjakan hampir rata dengan permukaan pekerjaan, tetapi tidak sampai menutup batu, sebagaimana pekerjaan dilaksanakan. b) Terkecuali disyaratkan lain, permukaan horisontal dari seluruh pasangan batu dikerjakan dengan tambahan adukan tahan cuaca setebal 2 cm, dan dikerjakan sampai permukaan tersebut rata, mempunyai lereng melintang yang dapat menjamin pengaliran air hujan, dan sudut yang dibulatkan. Lapisan tahan cuaca tersebut dimasukkan ke dalam dimensi struktur yang disyaratkan. c) Segera setelah batu ditempatkan, dan sewaktu adukan masih baru, seluruh permukaan batu dibersihkan dari bekas adukan. d) Permukaan yang telah selesai dirawat seperti yang disyaratkan untuk Pekerjaan Beton dalam Pasal 7.1.5.(4) dari Spesifikasi ini. e) Bilamana pekerjaan pasangan batu yang dihasilkan cukup kuat, dan dalam waktu yang tidak lebih dini dari 14 hari setelah pekerjaan pasangan selesai dikerjakan, penimbunan kembali dilaksanakan seperti disyaratkan, atau seperti diperintahkan oleh pihak Manajemen Konstruksi.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 32

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

SEKSI 3. PEKERJAAN STRUKTUR BETON
1. LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan beton ini akan meliputi semua pengadaan material dan tenaga kerja untuk produksi serta pelaksanaan pekerjaan beton dan beton bertulang, termasuk uji kekuatan dan perawatannya, yang akan meliputi antara lain :  Material pembentukan beton  Pengadaan beton  Baja tulangan  Pekerjaan beton bertulang  Perawatan beton  Uji kelayakan dan kekuatan beton 2. PENGADAAN, MUTU DAN KINERJA BETON (a) Semua pekerjaan beton yang termasuk dalam lingkup spesifikasi ini berupa “ready mixed concrete”, kecuali bila ditetapkan lain secara khusus dalam spesifikasi. Semua pekerjaan beton memenuhi syarat-syarat SKSNIT15- 1991. (b) Pihak Kami mengadakan/membuat adukan beton menurut komposisi adukan dan proporsi campuran yang baik, dan bertanggung jawab penuh atas kekuatan beton yang disyaratkan. Penggunaan air sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan beton dengan kinerja yang baik. (c) Sebelum produksi beton, Pada batching plant, Pihak Kami dikan membuat adukan percobaan (trial mixes) untuk mendapatkan proporsi campuran yang menghasilkan beton dengan kinerja seperti yang diisyaratkan, untuk disetujui oleh Manajemen Konstruksi. Dalam hal ini adukan percobaan perlu dibuat dalam beberapa proporsi campuran yang berbeda (utama dan pendamping) untuk mendapatkan campuran yang optimum. (d) Proporsi campuran bahan dasar beton ditentukan sedemikian agar beton yang dihasilkan memberikan kekuatan tekan dan tingkat kelecakan (workability) serta konsistensi yang memungkinkan pengerjaan beton (penuangan, perataan dan pemadatan) secara “mudah” ke dalam acuan dan ke sekitar tulangan, tanpa menimbulkan kemungkinan segregasi agregat dan terpisahnya air (bleeding) secara berlebihan. (e) Sebelum pengecoran dimulai, maka tempat yang akan dicor terlebih dahulu dibersihkan dari segala kotoran (potongan kayu, batu, tanah dan lain-lain) dan dibasahi dengan air semen. (f) Mutu beton untuk masing-masing elemen struktur bangunan memenuhi pada umumnya kriteria dibawah ini, kecuali bila ditentukan lain secara khusus dalam spesifikasi : Mutu Beton : Minimal dengan kuat tekan silinder fc’ = 22,5 MPa, artinya mempunyai kuat tekan hancur karakteristik sebesar 22,5 MPa pada benda uji silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm, saat umur beton 28 hari. Kuat tekan tersebut di atas adalah lebih kurang setara dengan mutu beton K-275 pada NI-2, yaitu kuat tekan hancur karakteristik sebesar 275 kg/cm2 pada benda uji kubus dengan sisi 150 mm, saat umur beton 28 hari. Kuat tekan karakteristik adalah kuat tekan beton yang sudah memperhitungkan adanya deviasi secara statistik pada sejumlah benda uji beton, baik itu silinder maupun kubus, sesuai dengan SKSNI-T15-1991, atau NI-2-1971 dalam hal benda uji kubus. BJTP-30, artinya baja tulangan polos dengan batas elastis atau tegangan leleh sebesar 300 MPa, untuk tulangan kecil dengan diameter lebih kecil dari 13 mm BJTS-40, artinya baja tulangan ulir (deformed) dengan batas elastis atau tegangan leleh sebesar 400 MPa.

Tulangan baja

:

3.

BAHAN-BAHAN (a) Semen Portland 1. 2. Semen yang dipakai adalah jenis Porland Cement normal tipe-I yang segara dengan tidak ada tanda-tanda prahidrasi (proses pembatuan), dan yang memenuhi semua ketentuan dan kriteria standar SII 0013-81 dan Standar Umum Bahan Bangunan Indonesia 1986, atau ASTM-C150. Semen disimpan di dalam gudang yang kedap air, berventilasi baik, di atas lantai tumpuan setinggi + 30 cm, dengan tumpukan kantong semen tidak melebihi sepuluh lapis.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 33

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

3.

Penyimpanan selalu terpisah untuk setiap pengiriman serta dipakai sesuai urutan pengirimannya.

(b) Pasir (agregat halus) 1. 2. 3. Agregat halus atau pasir untuk beton, berupa pasir alam sebagai hasil disintegrasi alami dari batu-batuan atau pasir buatan yang dihasilkan oleh alat-alat pemecah batu, sesuai dengan ketentuan dan persyaratan dari SII 0052-80 “Mutu dan cara uji agregat beton”, atau ASTM-C33, dan yang disetujui oleh Manajemen Konstruksi. Agregat halus terdiri dari butir yang keras dan tajam. Butir-butir agregat bersifat kekal, artinya tidak menjadi lapuk atau hancur oleh pengaruhpengaruh cuaca, seperti terik matahari atau hujan. Agregat halus tidak mengandung lumpur lebih dari 5% (ditentukan terhadap berat kering). Yang diartikan dengan lumpur adalah bagian-bagian yang dapat melaui ayakan 0.063 mm. Apabila kadar lumpur melampaui 5% maka agregat dicuci dulu sebelum dipakai dalam pengadukan, dengan metode pencucian yang disetujui oleh Manajemen Konstruksi. Agregat halus terdiri dari butir-butir yang beraneka raqam besarnya dan mempunyai penyebaran gradasi butiran yang baik sesuai dengan standar yang berlaku. Pasir laut tidak dipakai sebagai agregat halus untuk semua mutu beton.

4.

(c) Kerikil dan batu pecah (agregat kasar) 1. Agregat kasar untuk beton berupa batu pecah yang diperoleh dari pemecah batu, sesuai dengan ketentuan dan persyaratan dari SII 0052-8- “Mutu dan cara uji agregat beton”, atau ASTM-C33, dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi. Pada umumnya yang dimaksudkan dengan agregat kasar adalah agregat dengan besar butir lebih dari 5 mm. Sesuai dengan syarat-syarat pengawasan mutu agregat untuk berbagai mutu beton, maka agregat kasar memenuhi ketentuan-ketentuan di bawah ini. Ukuran besar butir nominal maksimum agregat kasar tidak melebihi :  3/4 jarak bersih minimum antar batang tulangan atau berkas batang tulangan, atau  1/5 jarak terkecil antara bidang samping dari cetakan, atau  1/3 dari tebal plat. Agregat kasar terdiri dari butir-butir yang beraneka ragam besarnya dan mempunyai penyebaran gradasi butiran yang baik sesuai dengan standar yang berlaku. Agregat kasar terdiri dari butir-butir yang keras dan tidak berpori. Agregat kasar yang mengandung butir-butir pipih hanya dapat dipakai apabila jumlah butir-butir pipih tersebut tidak melampaui 20% berat agregat seluruhnya. Agregat kasar tidak mengandung lumpur lebih dari 1% (ditentukan terhadap berat kering). Yang diartikan dengan lumpur adalah bagian-bagian yang dapat melalui ayakan 0.063 mm. Apabila kadar lumpur melampaui 1% maka agregat dicuci dulu sebelum digunakan dalam adukan beton, dengan metode pencucian yang disetujui oleh Manajemen Konstruksi. Agregat kasar tidak mengandung zat-zat yang dapat merusak beton seperti zat-zat reaktif alkali.

2.

3.

4.

(d) Gradasi butiran agregat halus dan kasar susunan butiran agregat halus dan kasar untuk semua beton struktural diperiksa dengan melakukan analisa ayakan, sesuai standar yang berlaku. Untuk itu ditetapkan susunan ayakan dengan lubang-lubang persegi, dengan ukuran lubang dalam mm berturut-turut 31,5-16,0-8,0-4,0-2,0-1,0-0,5-0,25 (ayakan ISO).Kecuali untuk beton yang dipakai pada lantai kerja. (e) Air 1. 2. 3. Air untuk pembuatan dan perawatan beton adalah air YANG tidak mengandung minyak, asam, alkali, bahanbahan organik atau bahan-bahan lain yang bisa merusak beton dan/atau baja tulangan. Dalam hal ini sebaiknya dipakai air yang lulus pengujian di laboratorium sebagai air tawar yang dapat diminum. Apabila terdapat keraguan mengenai air dianjurkan untuk mengirimkan contoh air ke lembaga pemeriksaan bahan-bahan yang diakui untuk diselidiki sampai seberapa jauh air itu mengandung zat-zat yang bisa merusak beton dan/atau baja tulangan. Apabila pemeriksaan contoh air seperti disebutkan diatas tidak dapat dilakukan, maka dalam hal adanya keragu-raguan mengenai air, diadakan percobaan perbandingan antara tekanan kekuatan mortar (semen dan pasir) dengan memakai air itu dan dengan memakai air minum. Air tersebut dianggap dapat dipakai, apabila kekuatan tekan mortar dengan menggunakan air itu pada umur 7 dan 28 hari paling sedikit 90% dari kekuatan tekan mortar dengan memakai air minum. Jumlah air yang dipakai untuk membuat adukan beton diusahakan secermat-cermatnya dan setepat-tepatnya, dengan sudah memperhitungkan semua koreksi yang perlu dilakukan akibat kadar air yang berbeda yang dikandung agregat di lapangan.

4.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 34

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

(f) Baja tulangan 1. 2. Baja tulangan untuk beton struktural pada umumnya menggunakan baja tulangan ulir atau deform (BJTD) dengan tegangan leleh 400 MPa, kecuali untuk tulangan kecil dengan diameter lebih kecil 13 mm atau untuk tulangan spiral bisa digunakan baja tulangan polos (BJTP) dengan tegangan leleh 240 MPa. Semua baja tulangan beton struktural yang dipakai dalam pekerjaan ini memenuhi salah satu dari syarat dan ketentuan berikut : (a) Mutu dan cara uji baja tulangan beton SII 0136-84. (b) Specification for deformed and plain billet-steel bars for concrete reinforcement ASTM-A615. (c) Specification for rail-steel deformed and plain bars for concrete reinforcement ASTM-A616. Disamping itu terhadap baja tulangan dilakukan uji lengkung (bend test) dan hasil ujinya memenuhi persyaratan uji lengkung untuk batang tulangan baja poros (axle-steel) ASTM-A617, mutu 400. (d) Specification for axle-steel deformed and plain bars for concrete reinforcement ASTM-A617. (e) Standar specification for low-alloy steel deformed bars for concrete reinforcement ASTM-A706. Pemakaian baja tulangan dari jenis yang berlainan dari ketentuan diatas, mendapat persetujuan Manajemen Konstruksi. Baja tulangan deform/ulir yang mempunyai tegangan leleh melampaui 400 MPa boleh dipakai asalkan tegangan lelehnya memberikan regangan awal leleh sebesar 0.35% dan baja tulangan tersebut memenuhi salah satu syarat dan ketentuan dalam spesifikasi di atas serta mendapat persetujuan Manajemen Konstruksi. Baja tulangan disuplai dari satu sumber (manufacture), akan dilakukan pengujian tarik baja tulangan pada laboratorium yang disetujui Manajemen Konstruksi, berjumlah minimum 3 (tiga) batang untuk setiap jenis percobaan, untuk besi yang diameternya diatas 13 mm dengan panjang + 100 cm untuk masing-masing. Percobaan mutu baja tulangan juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Manajemen Konstruksi. Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pihak Kami. Pengiriman contoh benda uji ke laboratorium dilakukan bersama-sama wakil Manajemen Konstruksi. Pemasangan baja tulangan dilakukan sesuai dengan gambar dan mendapat persetujuan Manajemen Konstruksi. Hubungan antara baja tulangan yang satu dengan lainnya menggunakan kawat beton, diikat dengan teguh, tidak menggeser selama pengecoran dan pemadatan beton, serta bebas dari kotoran berminyak, tanah dan lain sebagainya. Hanya bila ditunjukkan dalam gambar dengan suatu tanda khusus, baja tulangan boleh dilas dengan seijin Manajemen Konstruksi. Dalam hal ini disertakan standar SII atau ASTM mengenai baja tulangan, untuk keperluan laporan tentang sifat bahan guna memenuhi prosedur pengelasan yang ditetapkan dalam “Structural welding code for reinforcing steel” (AWSD1.4) dari Amerian Welding Society. Penggunaan jaringan baja tulangan yang sudah jadi seperti steel wire-mesh dan sejenisnya terlebih dahulu mendapat persetujuan Manajemen Konstruksi. Bila disetujui oleh Manajemen Konstruksi, maka jaringan baja tulangan tersebut memenuhi ketentuan dan syarat dalam SII 0784-83 “Jaringan kawat baja las untuk tulangan beton” atau “Specification for welded steel wire fabricated for concrete reinforcement” ASTM-A185.

3. 4.

5.

6.

(g) Bahan campuran tambahan ( additives / admixtures ) Jika disetujui secara tertulis oleh Manajemen Konstruksi, maka bahan campuran tambahan atau additives/admixtures boleh dipakai. Bahan tambahan merupakan cairan, atau bubuk yang bisa ditambahkan ke dalam adukan beton selama proses pencampuran/pengadukan, untuk memperbaiki sifat fisik dan/atau kimiawi adukan beton (fresh concrete) maupun beton yang sudah mengeras (hardened concrete). dimana tujuan penggunaan bahan tambahan yang bisa dibenarkan dalam pekerjaan ini adalah bila memenuhi salah satu tujuan: a. Perbaikan sifat adukan beton. b. Meningkatkan mutu beton. c. Meningkatkan workability tanpa menambahkan kadar air. d. Mengurangi kadar air untuk meningkatkan mutu beton namun tidak mengurangi workability beton. e. Memperlambat setting awal untuk mengantisipasi transportasi yang jauh. f. Mengurangi slump loss (kecepatan penurunan nilai slump). g. Meningkatkan pumpability (kemudahan pemompaan). h. Mengurangi panas hidrasi yang timbul, terutama pada proses pengecoran beton massa. i. Membuat ekspansi volume untuk keperluan grouting. j. Meningkatkan ketahanan anti korosi pada beton, terutama pada lingkungan yang agresif seperti di bawah tanah atau di dekat laut. k. Membuat beton kedap air.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 35

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

4. UJI MUTU DAN KINERJA BETON (a) Adukan percobaan ( trial mixes ) Pihak Kami sekurang-kurangnya dua minggu sebelum memulai pekerjaan beton membuat adukan percobaan (trial mixes) dengan menggunakan contoh bahan-bahan beton (semen, agregat, air dan bahan tambahan) yang akan digunakan nantinya, untuk menunjukkan bahwa campuran tersebut memenuhi kriteria untuk mencaai mutu kerja kinerja beton yang diisyaratkan. (b) Uji mutu dan kinerja beton Agar supaya kualitas beton yang digunakan dapat dikontrol dengan baik sesuai spesifikasi dan standar yang ada, Pihak Kami melakukan uji mutu dan kinerja beton, baik untuk campuran percobaan maupun secara kontinyu selama proses pelaksanaan pekerjaan. Untuk keperluan tersebut, minimal ada dua teks yang dilakukan. 1. Uji tekan hancur. 2. Uji slump. Prosedur pengujian bak uji tekan maupun uji slump dilakukan berdasarkan peraturan yang berlaku. Hasil dari pengujian ini segera diserahkan kepada Manajemen Konstruksi untuk dievaluasi. Jumlah dan prosedur pembuatan contoh benda uji sesuai dengan ketentuan dalam SKSNI-T15-1991, dengan benda uji berbentuk silinder berdiameter 150 mm dan tinggi 300 mm, dimana mutu beton diperiksa pada umur 3 (tiga) hari, 7 (tujuh) hari dan 28 (dua puluh delapan) hari untuk setiap macam adukan yang diambil contohnya (c) Standar mutu ( Standar of Acceptance ) Pihak Kami dikan membuat pengujian pendahuluan (trial test) atas benda uji silinder sejumlah minimum 30 buah untuk setiap proporsi adukan yang dikehendaki, yang diuji pada umur beton 3 hari, 7 hari dan 28 hari. Trial test ini sudah dilaksanakan segera setelah adanya Surat Perintah Kerja atau penunjukan Pihak Kami. 5. PELAKSANAAN (a) Adukan Beton 1. Adukan beton berupa “ready mixed concrete” dan memenuhi syarat-syarat SKSNI. Pihak Kami mengadakan/membuat adukan beton menurut komposisi adukan dan proporsi campuran yang baik, dan bertanggung jawab penuh atas kekuatan beton yang ditentukan/disyaratkan dalam spesifikasi ini, sesuai dengan jenis atau bagian pekerjaan yang dilaksanakan. Penggunaan air sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan beton dengan kinerja yang baik. Sebelum produksi beton, Pihak Kami akan membuat adukan percobaan (trial mixes) untuk mendapatkan proporsi campuran yang menghasilkan beton dengan mutu dan kinerja seperti yang disyaratkan, untuk disetujui oleh Manajemen Konstruksi. Dalam hal ini adukan percobaan perlu dibuat dalam beberapa proporsi campuran yang berbeda (utama dan pendamping) untuk mendapatkan campuran yang optimum. Proporsi campuran bahan dasar beton ditentukan sedemikian agar beton yang dihasilkan memberikan kekuatan tekan dan tingkat kelecakan (workability) serta konsistensi yang memungkinkan pengerjaan beton (penuangan, perataan dan pemadatan) secara “mudah” ke dalam acuan dan ke sekitar tulangan, tanpa menimbulkan kemungkinan segregasi agregat dan terpisahnya air (bleeding) secara berlebihan. Untuk struktur atas bangunan, karena pengecoran dilakukan hingga elevasi yang cukup tinggi, maka beton yang dihasilkan juga mempunyai tingkat kemudahan pemompaan (pumpbality) yang baik sebagai flowing concrete, agar supaya pada saat pengecoran, agregat kasarnya tidak mudah tertinggal dari pada semennya, serta dapat mengisi dengan padat semua rongga di dalam acuannya. Dalam hal ini, bila diperlukan, dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi, admixture atau addtive boleh digunakan dengan jenis dan dosis yang sesuai.

2.

3.

4.

(b) Adukan beton yang dibuat setempat ( site mixing) Adukan beton yang dibuat setempat untuk volume kecil, memenuhi syarat syarat - sebagai berikut : 1. Pelaksanan penakaran semen dan agregat dengan kotak-kotak takaran yang volumenya sama sesuai hasil trial mixes dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 36

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

2. 3. 4. 5. 6. 7.

Banyaknya air untuk campuran beton sesuai dengan trial mixes, sedemikian rupa sehingga tercapai sifat kemudahan kerja (workability) yang sesuai dengan penggunaannya. Adukan beton dibuat dengan menggunakan mesin pengaduk beton (batch mixer), dimana tipe dan kapasitasnya mendapatkan persetujuan Manajemen Konstruksi . Kecepatan pengadukan sesuai dengan rekomendasi dari pembuat mesin tersebut. Jumlah adukan beton tidak melebihi kapasitas mesin pengaduk. Lama pengadukan tidak kurang dari 5 menit sesudah semua bahan berada dalam mesin pengaduk. Mesin pengaduk yang tidak dipakai lebih dari 30 menit dibersihkan duludari sisa-sisa beton lama sebelum dimulainya adukan beton yang baru.

(c) Lantai kerja Lantai kerja pada umumnya dibuat dari beton dengan mutu fc’ = 10 MPa menurut SKSNI-T15-1991, atau lebih kurang setara dengan K-125 menurut NI-2. Peil akhir lantai kerja diperiksa kembali terhadap level ketinggian yang disyaratkan dalam gambar rencana. Khusus untuk lantai kerja pondasi dangkal/telapak, lantai kerja bisa dibuat dari beton mutu B0 menurut NI-2, atau lebih kurang setara dengan fc’ = 8 MPa menurut SKSNI-T15-1991. Sebagai pedoman umum, beton dengan mutu B0 (menurut NI-2) dapat dibuat dari campuran semen, pasir dan kerikil dengan perbandingan 1 : 3 : 5. Namun demikian hal apapun, perbandingan jumlah pasir dan kerikil (atau batu pecah) terhadap jumlah semen, tidak melampaui 8 : 1. (d) Penggunaan beton 1. Beton secepat mungkin dicorkan setelah pengadukan, dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak terjadi pengendapan agregat maupun bergesernya posisi tulangan atau acuan. Pengecoran dilaksanakan secara kontinyu dalam satu elemen struktur atau diantara siar pelaksanaan (construction joint) yang telah disetujui. 2. Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum acuan/bekisting dan pemasangan baja tulangan selesai diperiksa dan mendapat persetujuan Manajemen konstruksi. Sebelum pengecoran dimulai, maka tempat yang akan dicor terlebih dahulu dibersihkan dari segala kotoran (potongan kayu, batu, tanah dan lainlain) dan dibasahi dengan air semen. 5. Pengecoran dilakukan secara berlapis dan kontinyu, atau dengan metode pengecoran yang diusulkan Pihak Kami dan disetujui oleh Manajemen Konstruksi , dengan memperhatikan cara atau urutan pengecoran terutama untuk volume pengecoran yang besar (beton massa), agar tidak terjadi cold joint dan juga menghindari kemungkinan degradasi atau kerusakan beton akibat panas hindrasi yang ditimbulkan. Untuk itu, sebelum pengecoran dilaksanakan, Pihak Kami menyampaikan usaha prosedur pengecoran yang optimum kepada Manajemen Konstruksi, untuk mendapatkan persetujuan Manajemen Konstruksi . 7. Selama proses pengecoran, perlu dilakukan uji slump dan pengambilan contoh benda uji, dengan disaksikan persetujuan dari Manajemen Konstruksi. Prosedur uji slump, jumlah dan cara pengambilan contoh benda uji dan contoh cetakannya sesuai dengan SKSNI, dan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Manajemen Konstruksi. Namun dalam segala hal jumlah benda uji yang diambil tidak kurang dari 30 (tiga puluh) buah untuk pengecoran dengan mutu beton yang sama, yang diambil minimal 1 buah benda uji setiap 5 m3 pengecoran beton untuk volume pengecoran yang kurang dari 300 m3, atau minimal 1 buah setiap 10 m3 pengecoran beton untuk volume pengecoran yang lebih dari 300 m3, dalam bentuk silinder berdiameter 150 mm dan tinggi 300 mm. (e) Pemadatan beton 1. Selama pengecoran berlangsung, beton dipadatkan dengan memakai vibrator, yang dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak acuan maupun posisi tulangan. Pihak Kami menyediakan vibrator dalam jumlah yang cukup untuk menjamin efisiensi pekerjaan tanpa adanya penundaan. Pemadatan beton secara berlebihan sehingga menyebabkan pengendapan agregat, kebocoran acuan dan lain sebagainya, dihindarkan. 2. Beton pada umumnya dicor secara berlapis. Lapisan-lapisan ini masing - masing dipadatkan, dan dijaga sedemikian rupa supaya mempunyai ikatan yang baik satu sama lain. (f) Siar pelaksanaan ( construction joint) Posisi dan pengaturan adanya siar pelaksanaan mendapat persetujuan Manajemen Konstruksi. Namun secara umum perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Siar vertikal dalam dinding supaya dihindari. 2. Siar dibuat sesedikit dan sekecil mungkin, serta atas persetujuan Manajemen Konstruksi. Sebelum pengecoran beton baru, permukaan dari beton lama (di tempat siar penyambungan) supaya dibersihkan dengan seksama dan dikasarkan. Kotorankotoran disingkirkan dengan cara menyemprotkan air ke permukaan

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 37

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

beton lama dan menyikatnya sampai bersih. Setelah permukaan siar tersebut bersih, ditambahkan lapisan tipis bonding additive sejenis epoxy resin atau setara, atau minimal air semen, sesuai dengan instruksi dan persetujuan Manajemen Konstruksi, merata ke seluruh permukaan, untuk memperkuat ikatan antara beton lama dengan pengecoran selanjutnya. (g) Perawatan beton (curing) 1. 2. Beton dirawat (curing) dan dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap panas matahari, angin, hujan atau aliran air dan pengeringan sebelum waktunya. Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama minimal 14 hari, dengan cara menyemprotkan air atau menggenangkan air pada permukaan beton tersebut, atau dengan cara lain yang diusulkan Pihak Kami. Metode curing lebih dahulu diusulkan dan mendapatkan persetujuan Manajemen Konstruksi, sebelum proses pengerasan beton. Untuk pengecoran beton pada waktu cuaca panas, curing dan perlindungan atas beton diperhatikan. Pihak Kami bertanggung jawab atas retaknya beton karena kelalaian dalam melaksanakan pekerjaan curing ini.

3.

(h) Pembengkokan dan penyetelan baja tulangan 1. 2. 3. 4. Sebelum penyetelan dan pemasangan baja tulangan dimulai, Pihak Kami membuat rencana kerja pemotongan dan pembengkokan baja tulangan (bar bending schedule), yang sebelumnya diserahkan kepada Manajemen Konstruksi untuk mendapatkan persetujuan. Tulangan bebas dari kotoran-kotoran seperti lemak, karet lepas, tanah, serta bahan-bahan atau kotoran yang bisa mengurangi daya letaknya. Pembengkokan baja tulangan dilakukan secara hati-hati dan teliti, sesuai dengan aturan dalam SKSNI. Pembengkokan tersebut dilakukan oleh tenaga yang ahli, dengan menggunakan alat-alat sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan cacat, patah dan retak-retak pada batang baja. Pemasangan dan penyetalan tulangan berdasarkan peil-peil yang sesuai dengan gambar, dan sudah diperhitungkan mengenai toleransi penurunannya. Pemasangan dilakukan dengan menggunakan pengganjal jarak selimut beton (beton decking) untuk mendapatkan tebal selimut yang sesuai dengan gambar. Apabila hal tersebut tidak tercantum di dalam gambar atau dalam spesifikasi, maka dapat dipakai ketentuan dalam peraturan yang berlaku. Yang dimaksud dengan selimut beton adalah jarak minimum yang terdapat antara permukaan dari setiap besi beton termasuk begel terhadap permukaan beton yang terkecil atau terdekat untuk setiap bagian dari masing-masing pekerjaan beton. Adapun ketebalan selimut beton minimum yang disyaratkan adalah : Minimum (mm) 75 50 50 40 40 25

KONDISI A B C D E F 5. 6. Seluruh beton yang di cor dan berhubungan langsung dengan tanah. Balok pondasi, pelat pondasi, poer pondasi, pondasi diatas lantai kerja. Balok, kolom yang berhubungan atau terkena langsung dengan cuaca. Balok, kolom yang tidak berhubungan atau tidak terkena langsung dengan cuaca. Pelat, dinding beton yang berhubungan/ terkena langsung dengan cuaca. Pelat, dinding beton yang tidak berhubungan atau tidak terkena langsung

Tulangan dipasang sedemikian rupa sehingga sebelum dan selama pengecoran tidak akan berubah tempatnya. Ketebalan selimut beton dibuat dengan pengganjal yang umum dipakai dalam praktek, seperti terbuat dari beton (dengan mutu paling sedikit sama dengan mutu beton yang akan dicor), dengan jumlah minimum 4 buah setiap m2 cetakan atau lantai kerja, atau seperti yang diinstruksikan oleh Manajemen Konstruksi, dan tersebar merata.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 38

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

7.

Pada tulangan rangkap, tulangan atas ditunjang dari tulangan bawah oleh batang-batang penunjang, atau ditunjang langsung dari tepi bawah cetakan atau lantai kerja oleh blok-blok beton yang tinggi.

(i) Acuan pengecoran beton a. Perlu sangat diperhatikan perencanaan kinerja beton yang dicor, agar bisa menunjang kecepatan, keamanan dan kualitas pelaksanaan sistem acuan ini, terutama yang berhubungan denga usaha keseragaman waktu setting beton , terlebih lagi bila digunakan admixture semacam retarder, yang seringkali perlu diberikan untuk meningkatkan kinerja beton pada saat pengecoran. Kondisi pengerasan beton yang tidak merata bisa mengakibatkan retak-retak atau pecahnya beton pada saat pendongkarakan acuan ini. Oleh sebab itu, minimal dua minggu sebelum pelaksanaan pengecoran, sudah menyerahkan kepada Manajemen Konstruksi semua prosedur pelaksanaan pengecoran, lengkap dengan gambar kerjanya, untuk mendapatkan persetujuan Manajemen Konstruksi. Acuan beton menghasilkan konstruksi akhir yang mempunyai bentuk ukuran dan batas-batas yang sesuai dengan yang ditunjukkan oleh gambar maupun yang diinstruksikan oleh Manajemen Konstruksi. Bila ditunjukkan dalam gambar, acuan dipasang sedemikian rupa sehingga membentuk lawan lendut seperti tertera pada gambar. Apabila acuan memikul beban-beban yang besar atau mempunyai bentang besar yang bebas, maka membuat perhitungan dan gambar rencana yang khusus. Disamping kekuatan dan kekauannya, stabilitas dari acuan juga diperhitungkan dengan baik. Tiang-tiang acuan dari besi atau kayu dipasang di atas papan kayu yang kokoh dan dapat disetel dengan mudah dan dengan ketepatan yang baik. Tiang-tiang tidak boleh mempunyai lebih dari satu sambungan yang tidak disokong ke arah samping. Bambu tidak boleh digunakan sebagai tiang acuan.

b. c.

d. e.

(j) Pembongkaran acuan 1. 2. Pembongkaran acuan dilaporkan dan mendapat persetujuan Manajemen Konstruksi, serta dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sebelum pembongkaran, meyakini bahwa bagian-bagian konstruksi yang akan dibongkar acuannya sudah dapat memikul berat sendiri dan beban- beban pelaksanaan. Apabila setelah acuan dibongkar ternyata terdapat bagian-bagian beton yang keropos atau cacat lainnya, yang akan mempengaruhi kekuatan konstruksi tersebut, maka penyedia segera memberitahukan kepada Manajemen Konstruksi untuk meminta persetujuan Manajemen Konstruksi mengenai cara pengisian, perbaikan atau penutupannya. Semua resiko yang terjadi sebagai akibat pekerjaan tersebut dan biaya-biaya pengisian, perbaikan atau penutupan bagian tersebut menjadi tanggungan penyedia. Bila beton yang keropos atau cacat tersebut diragukan mutunya, maka Manajemen Konstruksi berhak untuk meminta melaksanakan uji coba non destruktif seperti Ultrasonic Pulse Velocity Test, atau kalau dianggap perlu, mengadakan pengujian dengan melakukan core drilling pada bagian beton yang benda ujinya gagal memenuhi syarat spesifikasi. Dalam hal ini, coring beton dilakukan oleh tenaga ahli yang berpengalaman agar bisa didapat hasil coring yang baik, serta juga persiapan dan pemotongan benda uji (hasil coring) yang memenuhi syarat, untuk bisa mendapatkan hasil uji mutu beton yang obyektif. Ketentuan penerimaan atau lolos tidaknya hasil uji tekan dan uji lainnya yang dianggap perlu dari specimen coring mengikuti peraturan beton Indonesia yang berlaku. Acuan hanya boleh dibongkar apabila bagian konstruksi yang ditopangnya telah mencapai umur dan kekuatan yang cukup untuk memikul berat sendiri dan beban-beban pelaksanaan yang akan bekerja padanya. Kekuatan ini ditunjukkan dengan hasil pemeriksaan benda uji yang bersangkutan. Apabila untuk menentukan saat pembongkaran tidak dibuat benda-benda uji seperti ditentukan di atas, maka acuan baru boleh dibongkar setelah beton berumur minimal 2 minggu. Khusus untuk cetakan samping boleh dibongkar setelah beton berumur minimal 5 hari, kecuali bila dapat dibuktikan sebaliknya atau bila diijinkan oleh Manajemen Konstruksi.

3.

4.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 39

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

Flow Chart of Concrete Placement for Footing Foundation
Periksa spesifikasi beton & rebar & persyaratan

Mengatur Rebar dan Formulir untuk Pondasi Pijakan

Periksa barang yang akan tertanam seperti lengan, penjangkaran, dll

INSP T Periksa semua peralatan dan alat Y Mengatur jumlah yang dibutuhkan dari beton

Menuangkan Beton Pengawetan
Checking level as required

Memeriksa tingkat yang diperlukan

INSP

Tanah pengurukan dan Pemadatan

Tahap Selanjutnya

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 40

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

Dinding dan Beton Kolom

Perkerasan pelat pada kelas / gelagar Menandai Dinding dan Kolom

INSP

T

Rebar kolom / dinding

Barang itu akan tertanam seperti lengan, jangkar untuk pintu palang balok / jendela, dll

T
INSP

Pembentukan Dinding kolom

Survei tegak lurus dalam dua arah dan Penyesuaian

INSP

Perkerasan dinding / kolom hingga soffit dari gelagar

Tahap Selanjutnya

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 41

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

Menangguhkan Balok / Slab termasuk tembok pembatas

Menandai Balok / AXIS tingkat Slab

Beton dinding / kolom hingga soffit dari gelagar

Persiapan pentahapan dan perancah & menyangga kerja

INSP Pembuatan Betuk Balok Rebar pembuatan Rebar pengaturan & memperbaiki Barang yang akan tertanam seperti, pelat, pipa saluran lengan, jangkar, M & E dan dll

Pembentukan Balok / Slab

INSP

Perkerasan dari Balok / Slab termasuk kantilever & bawah

dinding
Menandai posisi kolom / dinding pengawetan Langkah selanjutnya

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 42

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN DINDING
1. PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATA 1.1. Lingkup pekerjaan Meliputi pengadaan bahan dan pemasangan dinding sisi dalam/luar bangunandan dinding pembatas ruangan, pagar atau sesuai gambar. 1.2. Bahan 1.2.1. Bahan dinding untuk bagian dalam bangunan dan dinding luar bangunan Batu bata merah biasa yang dipakai mengalami pembakaran sampai matang, bila direndam didalam air tetap utuh, tidak pecah atau hancur. Ukuran tebal batu bata dapat disesuaikan dengan tebal dinding akhir (finish) yang disyaratkan dalam gambar. Batu bata ringan ataupun jenis lainnya dapat digunakan untuk dinding jika disetujui oleh Manajemen Konstruksi. Sebelum pekerjaan dimulai, memberikan contoh bahan kepada Manajemen Konstruksi Pengawas untuk dimintakan persetujuannya. Contoh batu bata yang telah disetujui disimpan di kantor proyek. Apabila bahan yang datang tidak sesuai dengan contoh yang telah disetujui, maka Manajemen Konstruksi /Pengawas berhak menolak bahan tersebut dan segera mengeluarkan bahan tersebut dari lokasi proyek dalam waktu 2 kali 24 jam. 1.2.2. Bahan untuk campuran siar bata Bahan yang dipakai memakai pasir dan semen dengan perbandingan 1: 3 untuk pekerjaan pasangan bata trassram dan perbandingan 1 : 5 untuk pekerjaan pasangan bata biasa. 1.3. Pelaksanaan  Sebelum batu bata dipasang, batu bata tersebut direndam dalam air sampai gelembung udara tidak terlihat lagi. Batu bata yang dipasang utuh, kecuali untuk pasangan sudut dapat memakai batu bata pecahan.  mengerjakan pengukuran bangunan (uitzet) secara teliti dan sesuai gambar.  Selama 1 (satu) hari pemasangan dinding bata tidak boleh lebih dari 1 (satu) meter dan pengakhiran pemasangan pada satu hari dibuat bertangga menurun dan tidak tegak bergigi, untuk menghindari retaknya dinding dikemudian hari.  Pada semua pasangan bata ½ batu, satu sama lain dapat mengikat dengan sempurna, tidak dibenarkan menggunakan batu bata pecahan kecuali untuk pasangan sudut/las-lasan.  Pada pasangan batu bata 1 batu dan pasangan yang lebih tebal disusun sesuai dengan petunjuk/peraturan yang seharusnya.  Pada tiap pertemuan tegak lurus terdapat ikatan pemasangan yang sempurna kecuali di tiap-tiap pertemuan dimana ada tiang-tiang beton yang merupakan bingkai.  Setiap pertemuan tegak lurus, terdapat ikatan pemasangan yang sempurna, kecuali ditiap-tiap pertemuan dimana ada tiang-tiang beton merupakan bingkai.  Bidang dinding yang luasnya lebih dari 10 m2 ditambah kolom dan balok penguat (beton praktis) dengan ukuran 13x13 cm, pembesian 4 bh Æ 10 mm, beugel (ring) Æ 8 mm tiap jarak 15 cm.  Seluruh keliling kosen-kosen pintu dan jendela, diberi kolom dan balok beton dengan ukuran 13x13 cm, pembesian 4 bh Æ 10 mm, beugel (ring) Æ 8 mm tiap jarak 15 cm.  Semua pasangan baru, dijaga tidak terkena sinar matahari langsung dan Pihak Kami menyediakan karungkarung yang digunakan untuk menutup pasangan serta keadaannya basah, selain karung goni, juga dapat digunakan kajang bogor atau lainnya untuk menutup pasangan tersebut.  Pembuatan lubang pada pasangan dinding untuk steger sama sekali tidak diperkenankan.  Bagian pasangan dinding yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton (kolom, balok, listplank beton dan lain-lain) diberi stek-stek besi beton Æ 10 mm jarak 60 cm, yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian kolom beton dan pada bagian yang tertanam dalam pasangan batu bata sekurang-kurangnya 40 cm, kecuali ditentukan lain oleh Manajemen Konstruksi/Pengawas, pemasangan stek besi dilakukan sebelum beton dicor.  Di tempat yang akan terdapat kosen pintu, kosen jendela, lubang ventilasi dan lain-lain, penempatan pasangan batu bata hendaknya disesuaikan.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 43

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

Lubang-lubang untuk instalasi listrik, plumbing, AC atau lain–lain dimana diperlukan adanya instalasi listrik, plumbing, AC dan lain-lainnya, yang ditanam pada dinding, maka dibuat pahatan secukupnya, pahatan tersebut setelah dipasang pipa ditutup dengan adukan yang sama, bila pahatannya untuk diisi lebih dari 1 (satu) pipa, lubang pahatan tersebut dibungkus kawat nyamuk.

2. PEKERJAAN PLESTERAN DAN ACIAN DINDING 2.1. Lingkup pekerjaan a) Termasuk dalam pekerjaan plesteran ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat-alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran dinding, sehingga dapat dicapai hasil plesteran yang bermutu baik. b) Pekerjaan plesteran dinding dikerjakan pada permukaan dinding, kolom-kolom beton, balok-balok beton, listplank beton, serta bagian lain yang diplester. c) Plesteran boleh dikerjakan apabila seluruh instalasi jaringan listrik, telepon, antenna TV, kabel data, AC, air bersih, air panas, air kotor/ bekas, air hujan, sudah selesai dipasang. 2.2. Bahan Bahan yang dipakai untuk plesteran memakai bahan pasir dan semen dengan komposisi perbandingan 1 : 3 untuk pekerjaan dinding bata trassram dan 1 : 4 untuk pekerjaan dinding bata biasa. 2.3. Pelaksanaan a) Permukaan dinding yang akan diplester dibersihkan dari kotoran, debu, partikel lain. b) Pencampuran menggunakan mesin mixer. c) Pencampuran air secara bertahap dan diaduk sampai rata selama 3-4 menit. d) Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan pasangan telah selesai dipasang, kolom dan ring balok telah dicor, bobokan untuk instalasi listrik (pipa), AC, instalasi air bersih dan instalasi lainnya telah ditanam dalam dinding. e) Dinding pasangan bata yang akan diplester, sebelumnya selalu disirami air sampai jenuh selama 3 hari, agar adukan plesteran dapat melekat dengan baik pada dinding. f) Plesteran halus (acian) dapat dilaksanakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering benar). g) Pasangan kepala plesteran dibuat pada jarak 100 cm, dipasang tegak lurus dan menggunakan potongan kecil kayu plywood, untuk patokan kerataan dinding, potongan plywood tersebut dilepas apabila kepala plesteran telah mongering. h) Ketebalan plesteran mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom yang dinyatakan dalam gambar. Tebal plesteran 15-20 mm. Jika ketebalan melebihi dari 2 cm diberi tambahan kawat ayam (wire mesh), untuk memperkuat daya lekat plesteran. i) Seluruh pertemuan bidang plesteran dengan keliling kosen dibuat tali air ukuran 5 x 5 mm, atau 6 x 6 mm atau sesuai permintaan, hasil pengerjaan lurus, rata, rapih, baik dan tidak bergelombang. j) Untuk permukaan yang datar, mempunyai toleransi lengkung atau cembung tidak melebihi 5mm untuk setiap jarak 200 cm. Jika melebihi, berkewajiban memperbaikinya dengan biaya atas tanggungan Pihak Kami. k) Kelembaban plesteran dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar, tidak terlalu tiba-tiba dan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan dilindungi dari terik matahari langsung dengan bahan penutup yang dapat mencegah penguapan air secara cepat. l) Jika terjadi keretakan sebagai akibat pengeringan yang tidak baik, atau akibat lainnya, maka plesteran tersebut dibongkar dan diperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Manajemen Konstruksi / Pengawas dengan biaya atas tanggungan Pihak Kami. Selama 7 (tujuh) hari setelah pengacian selesai penyedia selalu menyiram dengan air sampai jenuh sekurangkurangnya 1 kali sehari. m) Sudut-sudut luar dinding : - Seluruh sudut vertical, dikerjakan dengan baik, tegak dan lurus. n) Pekerjaan finishing (pengecatan) dapat dilakukan apabila plesteran telah berumur lebih dari 21 (dua puluh satu) hari, dan plesteran tersebut sudah benar-benar dalam keadaan kering.

PEKERJAAN PENUTUPAN & PELAPISAN

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 44

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

1. PEKERJAAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN
1.1 Bahan a) Bahan rangka atap memakai bahan baja ringan Zincalume berkekuatan G 550 yang merupakan baja yang dilapisi campuran dengan komposisi 50 % Aluminium, 43,5 % Zinc dan 1,5 % Silicon. Dengan persetujuan Manajemen Konstruksi bahan rangka atap dapat memakai bahan baja ringan yang dilapisi Zinc dengan proses Hot Dip . b) Batang untuk rangka dalam keadaan lurus, tidak melengkung ataupun bengkok. c) Tidak ada perubahan bentuk pada penampang profil. d) Panjang material yang digunakan mencukupi serta tidak boleh terdapat sambungan pada badan. e) Ukuran profil seragam dari ujung satu ke ujung yang lainnya. 1.2. Pekerjaan Kontruksi Kuda-kuda a) Kuda-kuda dibentuk dengan menyatukan batang-batang profil berketebalan paling tidak 1 mm dengan di skrup dengan menggunakan bor listrik dan hexagonal socket. b) Kuda-kuda inti dirakit terlebih dahulu dan selanjutnya dilakukan perakitan kuda-kuda pendukung ataupun penahan. Sistim interlock antara kuda-kuda dapat menjamin kestabilan kuda-kuda terhadap semua beban yang bekerja pada rangka atap tersebut. c) Jarak antara satu kuda-kuda ke kuda-kuda lainnya tidak lebih dari 150 cm. Pengurangan jarak kuda-kuda dilakukan sesuai dengan pemilihan bahan penutup atap yang digunakan. d) Sekrup yang digunakan adalah tipe 12 – 14 x 20 mm HWFS yang dilapisi anti karat 2. PEKERJAAN GENTENG PENUTUP ATAP 2.1. Bahan a) Penutup atap berupa genteng metal bergelombang dengan bahan dasar metal berlapis Galvalume atau aluminum stucco embossed. Bentuk profil gelombang yang menyerupai genteng tanah liat yang akan dipasang mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Manajemen Konstruksi. b) Nok genteng, genteng nok 3 arah dan genteng nok ujung menggunakan bahan yang sama seperti genteng metal. Insulation memakai all foil single side beserta roof mesh. c) Warna penutup atap adalah biru. Warna biru yang akan dipasang mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Manajemen Konstruksi. d) Reng ZincAlume yang digunakan pada kuda-kuda mempunyai ketebalan paling tidak 0,6 mm. 2.2. Pelaksanaan Penempatan reng dan penutup atap lembaran metal bergelombang dipasang sedemikian rupa untuk menjamin tidak terjadinya ketidakrataan permukaan atap, kebocoran atap dan lendutan pada atap. 3. PEKERJAAN LISTPLANK ATAP DAN BETON Listplank atap menggunakan bahan kayu Kamper Singkil. Sedangkan pelaksanaan pengerjaan listplank beton mengikuti ketentuan spesifikasi spesifikasi struktur. 4. PEKERJAAN KOSEN, PINTU DAN JENDELA KAYU SERTA KACA 4.1. Umum Material kosen, pintu, jendela adalah material yang berkaitan erat dengan arsitekturnya dan termasuk material halus, finishing yang perlu diperhatikan prosedurnya baik mulai dari pemasangan sampai pemeliharaannya. Untuk menghindari resiko salah pemasangan, ukuran dan material kosen maupun accesoriesnya, untuk itu penyedia memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a) mengadakan pemeriksaan pengukuran di lapangan, agar ukuran kosen yang dipasang telah disesuaikan dengan ukuran di lapangan dan membuat shop drawings, lalu diajukan kepada Manajemen Konstruksi dan Perencana untuk dimintakan persetujuannya. b) mengajukan contoh-contoh bahan yang digunakan pada proyek ini.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 45

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

c) Bahan yang cacat dan bernoda tidak boleh digunakan, bahan yang dipasang sesuai dengan contoh bahan yang sudah disetujui Perencana/Manajemen Konstruksi. d) Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, pengerjaan, pemasangan alat-alat bantu, alat-alat angkut dari gudang ke lokasi proyek dan peralatan lainnya. e) Sebelum kosen dibuat/dipesan, diwajibkan membuat mock-up kosen, pintu, jendela dengan skala 1 : 1, lengkap dengan kunci, engsel, kaca dan finishing melamik di proyek untuk diperiksa dan di ACC terlebih dahulu oleh Manajemen Konstruksi dan Perencana Arsitektur. f) Pemasangan kosen dilakukan paling akhir setelah dinding diplester dan diaci, naad/pertemuan kosen dengan dinding diberi sealent. 4.2. Bahan / Material Bahan yang dipakai menggunakan kayu Kamper Samarinda, dan tidak terdapat cacat kayu, ukuran minimal 6 cm x 15 cm dengan double skonengan. Jalusi memakai bahan yang sama, tebal jadi 1,5 cm.  Persiapan a. Ukuran-ukuran kosen dicek dahulu berdasarkan gambar dan kondisi di lapangan, bila perlu ada penyesuaian-penyesuaian / koreksikoreksi pada gambar. Bila kondisi lapangan dan gambar kerja tidak sesuai, harus dilaporkan kepada Manajemen Konstruksi /Perencana untuk diperiksa. b. Untuk ukuran kosen pintu dan daun pintu yang berhubungan dengan areal luar seperti teras, selasar, balkon, kamar mandi / wc dan sebagainya, atau yang berhubungan dengan perbedaan peil lantai, perlu ada penambahan ketinggian kosen dan daun pintu agar tidak ada celah, pada teras, selasar dan balkon setinggi 2 cm, sedang pada KM/WC/Toilet tingginya ditambah 5 cm atau sesuai ketinggian perbedaan peil lantai pada tiap pintu kosennya, demikian juga untuk daun pintunya perlu ditambah. Penambahan ketinggian kosen/pintu tidak berarti kayunya yang disambung, tetapi ukuran tinggi kosen/pintu ditambah pada saat pembuatan kosen dan pintunya, sehingga tidak terjadi tambatan pada kosen atau pintu. Bila terjadi tambalan, maka kosen dan daun pintu tersebut dibongkar dan diganti dengan yang baru, biaya penggantiannya ditanggung oleh Pihak Kami.  Pemasangan a) Kosen hanya diperkenankan dipasang bila kondisi di lapangan sudah memadai, pekerjaan-pekerjaan kasar seperti : pengecoran struktur, pemasangan dinding bata, floor/ rabat beton lantai dasar, pengerjaan struktur lantai atas, kuda-kuda dan atap sudah selesai dipasang dan pekerjaan menuju tahap finishing (lebih baik bila dinding dan lantai sudah di finish). b) Kosen-kosen tidak diperkenankan dipasang bila masih dalam pekerjaanpekerjaan struktur/persiapan, untuk menghindari kesalahan ukuran dan terjadi kerusakan-kerusakan akibat benturan. c) Kosen-kosen yang sudah dipasang dilindungi dari kerusakan-kerusakan akibat tabrakan/benturan dengan ditutup lembaran plywood 9 mm atau papan, penutupan papan/plywood dipasang/ditempatkan pada lubang-lubang skonengan, sehingga tidak merusak permukaan kayu kosen akibat paku, pemakuan untuk lembaran plywood pelindung dengan menggunakan paku kecil. d) Kosen-kosen pintu, jendela, bovenlight yang terletak di antara 2 kolom/ dinding, dipasang rapat/presisi, tidak boleh ada plesteran tambahan atau belah, yang ada hanya boleh untuk tali air selebar 5 mm. e) Tali air dipasang pada seluruh keliling kosen pintu dan jendela dengan lebar 5 mm tidak difinish cat, pengecatan dinding hati-hati, agar tali air/naad tersebut tidak terkena lapisan cat f) Dalam pemasangan / penyetelan kosen, penggunaan paku yang dapat merusak permukaan kayu kosen dihindari, pemakuan pada tempat yang ada terdapat engsel, atau accessories pintu atau jendela, sehingga lubang-lubang bekas paku tidak terlihat. g) Pada saat melakukan plesteran/acian, adukan yang menempel pada kosen segera dibersihkan/dicuci sebelum adukan mengering.  Finishing Akhir a. Finishing akhir untuk seluruh kosen, daun pintu kayu dan daun jendela di finish Melamix; material finishing sudah dapat persetujuan terlebih dahulu oleh Perencana/Manajemen Konstruksi (lihat spesifikasi pekerjaan pengecatan). b. Accessories seperti engsel pintu, handle, letak engsel pintu, kunci pintu, engsel jendela jungkit dan pengunci jendela dan sebagainya, dan cara pemasangannya dibuat mock-up terlebih dahulu dan dimintakan persetujuan dari Arsitek/Manajemen konstruksi.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 46

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

c. d. e. f.

Lebar engsel pintu lebih kecil minimal 5 mm dari lebar daun pintu/jendela, agar engsel tertanam dengan baik. Letak posisi engsel pintu, engsel jendela, handle, kunci di ACC terlebih dahulu oleh Arsitek. Posisi engsel jungkit untuk daun jendela tertanam dengan baik, dan tidak boleh terlihat pada waktu jendela dalam keadaan tertutup, baik dari dalam, maupun dari luar. Semua kosen, pintu, jendela yang sudah difinish, dilindungi/dibungkus dengan plastik.

4. 4. Pekerjaan Daun Pintu Panel a. Daun pintu panel ini terbuat dari kayu Kamper Samarinda, rangka vertical, horizontal tengah dan atas setelah diserut halus (ukuran jadi) dengan ukuran yang sesuai dengan gambar. b. Sebelum pekerjaan dimulai, membuat shop-drawing, tentang bentuk pintu panel beserta ukuranukuran dengan skala 1:10, juga digambarkan letak-letak engsel, handle, kunci disertai dengan ukuranukurannya, lalu diajukan kepada Manajemen Konstruksi & Arsitek/Perencana untuk disetujui. c. Daun pintu panel ini dibuat di workshop, untuk itu agar Pihak Kami mengajukan sub pekerjaan pintu/jendela kepada Arsitek Perencana/Manajemen Konstruksi untuk disetujui. d. Pemasangan daun pintu ini dipasang oleh tenaga yang ahli dalam pemasangan daun pintu, agar hasil pemasangannya benar-benar rapih dan halus. 4. 5. Pekerjaan Daun Pintu Kaca dan Daun Jendela Kaca - Daun pintu kaca a) Rangka/frame daun pintu kaca terbuat dari kayu Kamper Samarinda, ukuran jadi untuk rangka vertical dan horizontal disesuaikan dengan gambar. b) Sebelum pekerjaan dimulai mengajukan gambar kerja kepada Perencana/Manajemen Konstruksi untuk disetujui. c) Pembuatan daun pintu, dilakukan di workshop. d) Pemasangan daun pintu dikerjakan oleh tenaga yang ahli dalam pemasangan daun pintu. - Daun jendela a) Rangka/frame daun jendela kaca memakai kayu Kamper Samarinda, ukuran disesuaikan dengan gambar. b) Pembuatan daun jendela dilakukan di workshop. c) Pemasangan daun jendela dikerjakan oleh tenaga yang ahli dalam pemasangan daun jendela. d) Pemasangan engsel jungkit mengikuti petunjuk spesifikasi teknisnya, sehingga dapat menghasilkan pemasangan yang rapih dan baik, lancar dibuka dan ditutup. 5. PEKERJAAN KUNCI DAN PENGGANTUNG / ENGSEL - Bahan a) Semua kunci yang dipakai untuk daun pintu kayu untuk ruang-ruang maupun daun pintu kamar mandi memakai merk Solid atau yang setara dengan merk solid. b) Engsel untuk daun pintu menggunakan engsel Solid atau setara Solid dengan tipe disesuaikan ukuran berat daun pintu. c) Engsel daun jendela jungkit memakai engsel Solid atau setara Solid dengan ukuran disesuaikan dengan berat daun jendela dan sesuai dengan spesifikasi teknisnya. d) Pengunci untuk daun jendela memakai merk Solid atau setara Solid. e) Engsel encasement menggunakan Dekson atau setara Dekson; sedangkan seperti yang sudah disebut handle, kunci, engsel pintu, engsel jendela, handle jendela, hak angina, grendel, grendel tanam dan lainnya memakai merk Solid atau setara Solid. 1. Untuk seluruh daun pintu ayun/swing, dilengkapi dengan door stop merk Solid atau setara Solid, sebelum dipesan/dibeli, door stop tersebut dimintakan persetujuan / di ACC dahulu oleh Arsitek/Perencana. - Pelaksanaan a) Sebelum dipasang, mengajukan seluruh contoh bahan beserta brosurnya, dan diajukan kepada Arsitek/Perencana untuk disetujui. b) Accessories seperti engsel pintu, handle/kunci, engsel daun jendela jungkit, pengunci daun jendela, tarikan daun jendela dan sebagainya, dan cara pemasangannya dibuatkan mock-up terlebih dahulu untuk dimintakan persetujuan/ACC Arsitek.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 47

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

c) d) e) f) g) h)

. 6. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT

Lebar engsel pintu lebih kecil, minimal 5 mm dari lebar daun pintu/daun jendela, agar engsel tertanam dengan baik. Posisi engsel pintu, engsel jendela jungkit, handle/kunci, tarikan daun jendela di ACC dahulu oleh Arsitek. Posisi engsel jungkit untuk daun jendela tertanam baik, dan tidak boleh terlihat pada saat daun jendela dalam keadaan tertutup, baik dari dalam maupun dari luar. Pemasangan dilakukan oleh pekerja yang benar-benar ahli dalam pemasangan daun pintu/jendela/accesoriesnya, sehingga hasil pekerjaannya benar-benar rapih, baik dan halus. Bila menurut pengamatan Manajemen Konstruksi /Arsitek, hasil pemasangannya tidak baik dan rapih, maka daun pintu / daun jendela yang sudah dipasang diganti dengan yang baru, dan pekerjaannya harus diganti dengan pekerja yang benar-benar terampil dan ahli. Setelah daun pintu / daun jendela beserta accesoriesnya sudah selesai dipasang, maka daun pintu dan daun jendela tersebut dilindungi, agar tidak rusak/cacat akibat benturan

6.1. Ketentuan Umum a) Pekerjaan langit-langit ini (plafond) baru boleh dilakukan setelah seluruh pekerjaan instalasi seperti kabelkabel, pipa-pipa dan peralatan lainnya yang berada didalam plafond sudah selesai dipasang dan telah diuji coba (ditest). b) Bahan yang dipasang baru, baik, tidak cacat dan telah mendapatkan persetujuan dari Perencana. c) Seluruh pekerjaan langit-langit sudah termasuk pembuatan lubang lampu (armature), grille exhaust dan lubang-lubang lainnya yang berada pada plafond. Biaya pembuatan lubang tersebut dimasukkan pada harga pekerjaan langit-langit (plafond). d) Lokasi Man Hole pada langit-langit (plafond) mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Manajemen konstruksi. 6.2. Lingkup Pekerjaan a) Meliputi penyediaan bahan dan pemasangan langit-langit (plafond), alat-alat Bantu, rangka dan penggantung, list sudut, koef plafond dan pekerjaan lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan langit-langit. b) Membuat gambar kerja (shop drawing) untuk disetujui perencana. c) Menyediakan contoh-contoh bahan dan diajukan kepada Manajemen Konstruksi/ Pengawas/ Perencana untuk disetujui / di ACC. d) Membuat mock-up untuk disetujui / di ACC Manajemen Konstruksi/ Pengawas/ Perencana. 6.3. Pekerjaan Plafond Gypsum Board 6.3.1. Bahan 1. Rangka  Rangka plafond memakai rangka hollow 40 mm : 40 mm, tebal 0,45 mm tiap jarak 60 x 60 cm.  Penggantung dipasang tiap jarak 120 x 120 cm memakai rangka hollow 40 x 40 mm, tebal 0,45 mm, digantung sampai rangka atap. 2. Penutup langit-langit Penutup langit-langit memakai panel gypsum board merk Jaya Board dengan tebal 12 mm. 6.3.2. Pelaksanaan 1. Sebelum rangka dipasang kami akan mengajukan contoh bahan kepada Manajemen Konstruksi/Pengawas untuk disetujui. 2. Seluruh instalasi M&E yang berada di atas plafond telah terpasang dan telah di test. 3. Setelah seluruh rangka plafond terpasang, bidang permukaan harus rata, waterpass dan tidak bergelombang. 4. Penggantung untuk rangka plafond tiap jarak 120 x 120 cm atau sesuai gambar. 5. Bahan penutup langit-langit memakai gypsumboard, naad mati / tanpa naad, sambungansambungan panel ditutup dengan compound dan dilapisi kain kassa kualitas baik. 6. Lembaran gypsum direkatkan pada rangka plafond dengan menggunakan sekerup tiap jarak 20 cm atau sesuai gambar, ditanam sedalam 1–2 mm dari permukaan panel gypsum, agar dapat terisi oleh compound.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 48

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

7. Seluruh pertemuan sudut antara plafond dengan dinding diberi list profil aluminium ukuran 10 mm x 10 mm atau sesuai gambar. 8. Dalam pengerjaan plafond ini, sudah termasuk pembuatan lubang armature, biayanya dimasukan ke dalam harga satuan plafond. 6.4. Pekerjaan Plafond Kalsiboard 6.4.1. Bahan 1. Rangka  Rangka plafond memakai rangka hollow 40 mm x 40 mm, tebal 0,45 mm tiap jarak 60 x 60 cm atau sesuai gambar.  Penggantung tiap jarak 120 x 120 cm memakai rangka hollow 40 x 40 mm, tebal 0,45 mm atau sesuai gambar. 2. Penutup langit-langit  Penutup langit-langit memakai calsiboard tebal 6 mm merk Jaya Board.  Penutup langit-langit Kalsiboard dipasang pada seluruh plafond KM/WC, plafond luar bangunan/overstek, yang berhubungan dengan udara luar. 6.4.1.1. Pelaksanaan 1. Seluruh instalasi M&E yang berada di atas plafond telah terpasang dan telah di test. 2. Setelah seluruh rangka plafond terpasang, bidang permukaan harus rata, waterpass dan tidak bergelombang. 3. Bahan penutup langit-langit memakai panel Kalsiboard, naad mati/ tanpa naad, sambungansambungan panel ditutup dengan compound + lapisan kain kassa kualitas baik. 4. Lembaran Kalsiboard direkatkan pada rangka plafond dengan menggunakan skrup tiap jarak 15 cm, pembuatan lubang untuk skrup dibor, dengan ukuran sesuai diameter skurp, ditanam sedalam 1-2 mm dari permukaan panel, agar dapat terisi oleh compound. 5. Seluruh pertemuan sudut antara plafond dengan dinding diberi list aluminium ukuran 10 mm x 10 mm atau sesuai gambar. 6. Dalam pengerjaan plafond ini, sudah termasuk pembuatan lubang armature, biayanya dimasukan ke dalam harga satuan plafond. 7. PEKERJAAN PELAPIS LANTAI DAN DINDING 7.1. Umum Sebelum pekerjaan pelapis lantai diakukan maka : 1. akan diadakan penelitian terhadap peil lantai agar sesuai dengan gambar rencana. 2. Lapisan waterproofing untuk daerah basah, KM/WC, toilet, balkon dan ruang-ruang lainnya yang berhubungan dengan air dan telah diadakan pengetesan dengan hasil tidak bocor disaksikan oleh Manajemen Konstruksi dengan berita acara hasil pengecekan bersama 3. Pekerjaan plafond telah selesai dipasang. 4. Membuat gambar kerja (shop drawings) 5. 5. Mengajukan contoh bahan kepada Manajemen Konstruksi/Pengawas untuk disetujui jenis bahannya, lalu membuat mock-up/contoh pemasangan di proyek untuk disetujui bahwa hasil pemasangan memang benarbenar rapih, bila tidak rapih, maka dibongkar dan diganti dengan pekerja yang ahli dalam pemasangan batu paras yogya. 6. Pemasangan pelapis lantai dan dinding dikerjakan tahap akhir, untuk menghindari kerusakan akibat pekerjaan yang belum selesai. 7. Lebar naad untuk lantai 3-4 mm, dan naad untuk dinding maksimal 2 mm. 7.2. Lingkup Pekerjaan Meliputi penyediaan bahan, pemasangan, penyediaan alat-alat bantu dan pembersihan. 7.2.1. Pekerjaan lantai keramik homogeneous tile 7.2.1.1. bahan

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 49

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

- Jenis : Keramik homogenous kwalitas B - Ukuran : 40 x 40 cm atau sesuai gambar - Merk : Roman - Warna : Sesuai rencana - Plint : Memakai Plint Roman tinggi 10 cm - Naad : Di isi memakai AM Grout 50 atau setara 7.2.1.2. Pemasangan Pemasangan mengacu pada : a. Gambar kerja telah disetujui Manajemen Konstruksi / Pengawas / Perencana. 2. Bahan keramik yang akan dipasang diajukan kepada Manajemen Konstruksi/Pengawas/Perencana untuk mendapatkan persetujuan lalu dibuatkan mock-up di proyek, ukuran 120x120 cm, untuk mengetahui pola pemasangan, lebar naad dan warna grouting. 3. Peil lantai telah diteliti kebenarannya dan telah dilaporkan kepada Manajemen Konstruksi/Pengawas. 4. Peil lantai yang akan dipasang telah bersih dari berbagai macam kotoran. 5. Pemasangan memakai perekat keramik merk/jenis Drymix Tile. 6. Sebelum pemasangan keramik dimulai, seluruh permukaan lantai beton diratakan / di screed memakai Drymix Screed tebal + 3,5 cm. 7. Siar-siar (naad) dibuat sekecil mungkin, rata dan sama besar. 8. Pemasangan dikerjakan oleh pekerja yang ahli dan terampil dalam pemasangan. 9. Setiap jarak 420 cm dibuat dilatasi diisi sealent yang sewarna dengan warna grouting, memakai sealent merk Downcorning. 10. Seluruh pertemuan lantai dengan dinding diberi plint Roman tinggi 10 cm dan di finish cat plint, ini Pihak Kami dikerjakan walaupun tidak dijelaskan dalam gambar. 11. Adukan yang menempel pada permukaan lantai harus segera dibersihkan sebelum mengering. 12. Pengisian naad/grouting setelah pemasangan lantai selesai dipasang dan telah mengering. 13. Setelah selesai dipasang dan digrouting, maka lantai tersebut dijaga kebersihannya sampai penyerahan pertama. 14. Bahan-bahan yang dapat merusak lantai keramik harus segera dijauhkan dan tidak diperkenankan disimpan pada ruang-ruang yang telah selesai dipasang keramik. 7.2.2. Pekerjaan Lantai dan Dinding Lapis Keramik 7.2.2.1. Bahan - Jenis - Warna - Ukuran - Produksi - Pengisi naad : : : : : Keramik kualitas B Sesuai rencana 40 x 40 cm atau sesuai gambar Roman Naad diisi Grouting AM

7.2.2.2. Pemasangan 1. Pemasangan dilakukan setelah pekerjaan instalasi air bersih/ air kotor yang berada pada dinding telah selesai dikerjakan dan telah ditest. 2. Permukaan dinding telah diplester kasar memakai adukan 1 PC :2 Pasir. 3. Pemasangan keramik menggunakan Drymix Tile. 4. Siar-siar / naad rata dan sama besar, lebar naad dibuat sekecil mungkin dan setiap perpotongan siar membentuk 2 (dua) garis lurus yang saling tegak lurus. 5. Pemotongan unit keramik menggunakan mesin potong. 6. Adukan yang menempel segera dibersihkan sebelum mengering. 7. Sebelum pengisian naad dilakukan, permukaan dinding keramik bersih dari berbagai macam kotoran, bila sudah bersih naad-naad keramik diisi ibagrout, setelah diisi lalu dibersihkan dengan lap yang bersih. 8. Kerusakan-kerusakan selama proyek berlangsung yang diakibatkan oleh pekerjaan lainnya, maka perbaikan dinding keramik tersebut menjadi tanggung jawab penyedia sepenuhnya. 9. Untuk itu penyedia Pihak Kami menjaga keramik yang telah terpasang sampai penyerahan I (Pertama). 7.2.3. Pekerjaan Dinding Lapis Keramik

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 50

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

7.2.3.1. Bahan - Jenis - Warna - Ukuran - Produksi - Pengisi naad

: : : : :

Keramik kualitas B Sesuai rencana 20 x 25 cm atau sesuai gambar Roman Naad diisi Grouting AM

7.2.3.2. Pemasangan 1. Pemasangan dilakukan setelah pekerjaan instalasi air bersih/air kotor yang berada pada dinding telah selesai dikerjakan dan telah ditest. 2. Permukaan dinding telah diplester kasar memakai adukan 1pc: 2psr. 3. Pemasangan keramik menggunakan Drymix Tile. 4. Siar-siar / naad rata dan sama besar, lebar naad dibuat sekecil mungkin dan setiap perpotongan siar membentuk 2 (dua) garis lurus yang saling tegak lurus. 5. Pemotongan unit keramik menggunakan mesin potong. 6. Adukan yang menempel segera dibersihkan sebelum mengering. 7. Sebelum pengisian naad dilakukan, permukaan dinding keramik bersih dari berbagai macam kotoran, bila sudah bersih naad-naad keramik diisi ibagrout, setelah diisi lalu dibersihkan dengan lap yang bersih. 8. Kerusakan-kerusakan selama proyek berlangsung yang diakibatkan oleh pekerjaan lainnya, maka perbaikan dinding keramik tersebut menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya. 9. Untuk itu Pihak Kami menjaga keramik yang telah terpasang sampai penyerahan I (Pertama). 7.2.4. Pekerjaan Lapis Marmer 7.2.4.1. Bahan - Jenis - Warna - Ukuran - Produksi - Pengisi naad : : : : : Marmer Keramik kualitas B Sesuai rencana sesuai gambar Ujung Pandang Naad diisi afagrout / ibagrout / afafik

7.2.4.2. Pemasangan 1. Pemasangan dilakukan setelah pekerjaan instalasi air bersih/air kotor yang berada pada dinding telah selesai dikerjakan dan telah ditest. 2. Permukaan dinding telah diplester kasar memakai adukan 1pc: 2psr. 3. Siar-siar / naad rata dan sama besar, lebar naad dibuat sekecil mungkin dan setiap perpotongan siar membentuk 2 (dua) garis lurus yang saling tegak lurus. 4. Pemotongan unit keramik menggunakan mesin potong. 5. Adukan yang menempel segera dibersihkan sebelum mengering. 6. Sebelum pengisian naad dilakukan, permukaan dinding keramik bersih dari berbagai macam kotoran, bila sudah bersih naad-naad keramik diisi ibagrout, setelah diisi lalu dibersihkan dengan lap yang bersih. 7. Kerusakan-kerusakan selama proyek berlangsung yang diakibatkan oleh pekerjaan lainnya, maka perbaikan dinding keramik tersebut menjadi tanggung jawab sepenuhnya. 8. Untuk itu Pihak Kami menjaga keramik yang telah terpasang sampai penyerahan I (Pertama)

8. PEKERJAAN PENGECATAN
8.1. Lingkup Pekerjaan 1. Meliputi penyediaan bahan-bahan, alat-alat bantu dan penyediaan tenaga kerja. 2. Seluruh permukaan dinding telah difinish, plafond telah selesai dikerjakan, kosen-kosen/pintu/jendela telah selesai dipasang. 3. Mengajukan brosur-brosur cat dinding/cat plafond/politur melamik dan bahan-bahan lainnya yang diperlukan. 4. Membuat mock-up pada dinding/plafond untuk dipilih dan disetujui warnanya. 8.2. Pekerjaan Cat Dinding / Tembok Untuk Interior

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 51

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

8.2.1. Bahan - Jenis Cat dasar Cat akhir - Produksi - Warna : : : : Dulux/Mowilex Dulux/Mowilex Dulux/Mowilex Sesuai rencana

8.2.2. Pengecatan  Dinding yang akan dicat sudah diplester dan diaci dengan baik, dan telah mengering dengan sempurna.  Warna cat telah disetujui Manajemen Konstruksi/Pengawas/Perencana.  Permukaan dinding diamplas sampai halus, abu-abu yang melekat dibersihkan.  Setelah dibersihkan, lalu diberi lapisan cat Dasar Dulux sebanyak 1 lapis sampai benar-benar rata. Setelah lapisan alkali resisting primer mengering, lalu diamplas halus.  Setelah seluruh permukaan dinding diamplas halus, lalu diberi lapisan cat Dulux sampai benar-benar rata warnanya dan hasilnya dapat diterima oleh Manajemen Konstruksi / Pemberi Tugas/Perencana.  - Cara pengecatan mengikuti technical data dari Dulux.  Pengecatan halus menggunakan roller, sedangkan kwas hanya pada tempat-tempat tertentu saja.  - Cara-cara pengecatan mengikuti petunjuk/spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrik cat.  - Aplikasi pengecatan, dilakukan oleh tenaga yang telah berpengalaman dan telah mendapatkan rekomendasi dari  Manajemen Konstruksi/Pengawas atau dari produksi cat.  memberikan surat jaminan yang dikeluarkan oleh pabrik cat, bahwa cat yang dipakai, mulai dari cat dasar dan cat akhir adalah benar dari produksi yang sama. 8.3. Pekerjaan Cat Dinding / Tembok Untuk Exterior 8.3.1. Bahan - Jenis Cat dasar Cat akhir - Produksi - Warna

: : : :

Dulux Weathershield Dulux Weathershield Dulux Sesuai rencana

8.3.2. Pengecatan  Dinding yang akan dicat sudah diplester dan diaci dengan baik, dan telah mengering dengan sempurna.  Warna cat telah disetujui Manajemen Konstruksi /Pengawas/Perencana.  Permukaan dinding diamplas sampai halus, abu-abu yang melekat dibersihkan.  Setelah dibersihkan, lalu diberi lapisan cat Dasar Dulux Weathershield sebanyak 1 lapis sampai benar-benar rata. Setelah lapisan alkali resisting primer mengering, lalu diamplas halus.  Setelah seluruh permukaan dinding diamplas halus, lalu diberi lapisan cat Duluxweathershield sampai benar-benar rata warnanya dan hasilnya dapat diterima oleh Manajemen Konstruksi/Pemberi Tugas/Perencana.  - Cara pengecatan dan pengecatan cat mengikuti technical data dari Dulux.  Pengecatan halus menggunakan roller, sedangkan kwas hanya pada tempat-tempat tertentu saja.  - Cara-cara pengecatan mengikuti petunjuk/spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrik cat.  - Aplikasi pengecatan dilakukan oleh tenaga yang telah berpengalaman dan telah mendapatkan rekomendasi dari MK/Pengawas atau dari produksi cat.  memberikan surat jaminan yang dikeluarkan oleh pabrik cat, bahwa cat yang dipakai, mulai dari cat dasar dan cat akhir adalah benar dari produksi yang sama. 8.4. Pekerjaan Cat Langit-langit (Plafond) 8.4.1. Bahan

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 52

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

- Jenis Cat dasar Cat akhir - Produksi - Warna

: : : :

Dulux Weathershield Dulux Weathershield Dulux Sesuai rencana

8.4.2. Pengecatan - Pengecatan langit-langit meliputi : a. Plafond beton b. Plafond gypsum, plafond calsiboard c. Dan plafond lainnya sesuai gambar Setelah bahan langit-langit terpasang, permukaan langit-langit (plafond) dibersihkan dari berbagai macam kotoran, lubanglubang paku/skrup telah diisi dan diratakan dan telah diamplas sampai halus, lalu diberi lapisan cat dasar Dulux sebanyak 1 lapis sampai benar-benar rata. Setelah lapisan alkali resisting primer dan telah mengering lalu diamplas halus. Setelah seluruh permukaan plafond diamplas halus, lalu diberi lapisan cat Dulux sampai benar-benar rata warnanya dan hasilnya dapat diterima oleh Manajemen Konstruksi / Pemberi Tugas / Perencana. Cara pengecatan dan pengecatan cat mengikuti technical data dari Dulux. Pengecatan halus menggunakan roiler, sedangkan kwas hanya pada tempat-tempat tertentu saja. Cara-cara pengecatan mengikuti petunjuk/spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrik cat. Aplikasi pengecatan, dilakukan oleh tenaga yang telah berpengalaman dan telah mendapatkan rekomendasi/ pengawasan dari produksi cat. - memberikan surat jaminan yang dikeluarkan oleh pabrik cat, bahwa cat yang dipakai, mulai dari meni / cat dasar / cat akhir adalah benar dari produksi Dulux. 8.5. Pekerjaan Cat Finishing Melamik 8.5.1. Bahan Bahan untuk finishing kosen, pintu dan jendela bagian dalam memakai finishing melamik ex. Propan raya atau setara. Bahan untuk finishing bagian luar memakai finishing melamik Polyurethane agar tahan air dan tahan sinar ultra violet.

8.5.2. Pengerjaan 1. Pekerjaan melamik ini untuk finishing : - Kosen, daun pintu, dan daun jendela. - Lapisan lantai papan kayu dan papan tangga - Railing kayu - Dinding lambrisering kayu - Plafond lambris kayu - Dan pekerjaan lainnya sesuai gambar dan perincian biaya pekerjaan. 2. Sebelum pekerjaan dimulai, mengajukan contoh warna melamik kepada Manajemen Konstruksi /Pengawas/Perencana untuk disetujui dan membuat mock-up di proyek. 3. Pekerjaan finishing melamik dikerjakan oleh Sub Pihak Kami yang ahli dalam pengerjaan melamik. 4. Hasil pengerjaan rapih, rata dan sama warnanya. 8.6. Pekerjaan Cat Listplank Atap 8.6.1. Bahan - Bahan untuk finishing listplank atap memakai finishing cat minyak ex. Glotek / setara. 8.6.2. Pengerjaan

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 53

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

a. Sebelum pekerjaan dimulai, mengajukan contoh warna kepada Manajemen Konstruksi/Pengawas/Perencana untuk disetujui dan membuat mock-up di proyek. b. Pekerjaan finishing listplank atap dikerjakan oleh Sub yang ahli dalam pengerjaan melamik. c. Hasil pengerjaan rapih, rata dan sama warnanya.

9. PEKERJAAN WATERPROOFING
Sebelum pekerjaan lapisan waterproofing dilakukan, harus mengajukan contoh bahan dan brosur. Lantai atau dinding yang akan diberi lapisan waterproofing tidak akan dibobok akibat adanya pekerjaan lain terutama pekerjaan M & E. 9.1. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan waterproofing ini meliputi penyediaan bahan, pemasangan, penyediaan alat-alat bantu dan pembersihan. Waterproofing dipasang pada : • Lantai KM/WC lantai tingkat • Plat dan atap beton dan bak bunga • Atap konsol/kantilever • Balkon (jika ada) • Roof garden (jika ada) • Ground reservoir/ground watertank (jika diijinkan oleh DireksiPekerjaan) • Dan daerah basah lainnya 9.2. Bahan 1. Bahan untuk lantai KM/WC lantai tingkat, memakai coating ex Sika. 2. Untuk balkon, plat dak atap memakai jenis membrane ex Bithutene tebal 1,5 mm. 9.3. Pelaksanaan 1. Permukaan beton yang akan dilapis waterproofing dibersihkan dari kotoran puing-puing dan sampah lainnya. 2. Pekerjaan waterproofing dilakukan oleh pekerja yang ditunjuk oleh pabrik pembuatnya. 3. Sparing-sparing pipa air kotor, roof drain/floor drain di grouting memakai bahan yang sama. 4. Pertemuan dengan dinding dinaikkan setinggi 20 cm dan lantai untuk di KM/WC dan plat dak atap dinaikkan setinggi 40 cm. 5. Setelah waterproofing dikerjakan, lalu diadakan pengetesan dimana permukaan plat beton yang telah dilapis waterproofing direndam air selama 14 hari setinggi 5 – 10 cm. 6. Bila ternyata hasil test rendam menunjukkan tidak ada kebocoran, maka membuat Berita Acara Pemeriksaan dengan Manajemen Konstruksi , bahwa pemasangan waterproofing tersebut telah di test dan telah dilaksanakan dengan baik tanpa ada kebocoran. 7. Melakukan proteksi/perlindungan dengan lapisan plesteran (discreed) memakai adukan 1pc:3pasir + lapisan kawat ayam dan dihaluskan, kecuali untuk lantai KM/WC, balkon, selesai diplester kasar. Kemiringan screed dibuat kearah roof drain/floor drain. 8. Pihak Kami melakukan perlindungan terhadap pekerjaan waterproofing yang telah dikerjakan terhadap kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh pekerjaan yang dilakukan oleh lainnya. 9.4. Jaminan Memberikan jaminan kedap air secara cuma-cuma selama 5 tahun terhadap kebocoran, dengan sertifikat jaminan yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. Sertifikat jaminan tersebut diserahkan kepada Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi pada saat penyerahan pertama. Sebelum pekerjaan lapisan waterproofing dilakukan, harus mengajukan contoh bahan dan brosur. Lanta1 atau d1nd1ng yang akan diberi lapisan waterproofing tidak akan dibobok akibat adanya pekerjaan lain, terutama pekerjaan M&E.

PEKERJAAN LAIN-LAIN
1. PEKERJAAN PENYELESAIAN TANGGA DAN RAILING 1.1. Lingkup Pekerjaan

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 54

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

a) Meliputi penyediaan bahan, pengerjaan/pemasangan, alat-alat bantu dan perlengkapan lainnya yang diperlukan. b) Membuat gambar kerja/shop drawings. c) Mengajukan contoh bahan kepada Manajemen Konstruksi/Pengawas/Pemberi Tugas/ Perencana dan membuat mock up. 1.2. Bahan - Bahan untuk anak tangga dan bordes Bahan untuk anak tangga dan bordes tangga dilapis keramik ukuran 40 cm x 40 cm serta plint tangga ukuran 10 cm x 30 cm ex. Roman Golongan B; sedangkan step nossing berukuran 10 cm x 30 cm - Bahan untuk railing Railing tangga dengan tiang memakai stainless steel diameter 5” dan 3 ”. 1.3. Pelaksanaan a) Bahan yang dipasang adalah bahan yang telah disetujui oleh Manajemen Konstruksi/Pengawas. b) Gambar kerja/shop drawings telah disetujui Manajemen Konstruksi /Pengawas. c) Pemasangan lapisan anak tangga dilakukan oleh pekerja yang telah berpengalaman. d) Permukaan anak tangga dan bordes diplester halus menggunakan adukan 1 PC : 3 Pasir, sedangkan untuk papan kayu menggunakan klos + skrup. e) Untuk railing stainless steel pengerjaannya dilakukan di workshop, sedangkan di proyek hanya pemasangan/penyetelan. 2. PEKERJAAN SANITAIR DAN PERLENGKAPANNYA a. Umum Pekerjaan pemasangan sanitair dapat dilakukan apabila seluruh instalasi air bersih, instalasi air kotor telah selesai dikerjakan dan telah dilakukan pengetesan, serta pekerjaan finishing pada ruang KM/WC telah selesai dikerjakan. b. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan-bahan, peralatan, pemasangan, alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan ini, sehingga tercapai pekerjaan yang bermutu dan sempurna. Pengadaan dan pemasangan sanitair beserta peralatannya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam gambar dan perincian pekerjaan. Kami akan membuat gambar kerja (shop drawings) dan mengecek semua ukuran-ukuran. Mengajukan brosur beserta contoh warna dan mengajukan contoh peralatan sanitair sesuai dengan type-type yang tertera dalam gambar/perincian biaya pekerjaan. c. Bahan Bahan-bahan sanitair memakai merk dengan type/model dan accessoriesnya seperti yang diuraikan dalam bill of item (perincian biaya pekerjaan). Seluruh sanitair dan perlengkapan yang dipasang dalam keadaan lengkap dengan segala perlengkapannya, sesuai dengan type-type sanitair serta komplit dengan fitting yang dikeluarkan oleh Pabrik Surya Toto Indonesia. d. Pemasangan Semua bahan yang dipasang sesuai dengan contoh yang telah disetujui oleh Manajemen Konstruksi / Pengawas/ Pemberi Tugas/ Perencana. Bahan-bahan dan peralatan sanitair dapat dipasang apabila telah mendapat ijin dari Manajemen konstruksi/Pengawas/Perencana. Bahan-bahan dan peralatan sanitair dichek ulang sebelum dipasang. Bila terdapat cacat/rusak, dikeluarkan dari proyek dan diganti dengan yang baru. Pemasangan sanitair beserta perlengkapannya dilakukan oleh pekerja yang ahli di bidangnya. Perletakan perlengkapan sanitair terletak diantara persimpangan atau pertemuan naad-naad pelapis dinding. Sanitair yang telah dipasang diadakan pengujian/pemeriksaan untuk kesempurnaan hasil pemasangan. Pihak Kami memperbaiki dan mengganti bila ada kerusakan atas bahanbahan/peralatan sanitair yang terjadi selama masa pemeliharaan dan biayanya menjadi tanggung jawab Pihak Kami. Seluruh brosur sanitair dan perlengkapannya diserahkan kepada pemberi tugas selepas masa pemeliharaan. 3. PEKERJAAN KACA DAN CERMIN Pekerjaan ini meliputi pengadaan dan pemasangan material kaca dan cermin.

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 55

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

- Bahan Produksi : Asahimas atau setara Jenis : Float glass Warna : Sesuai rencana Tebal : 5 mm atau sesuai dengan gambar rencana & BQ. - Spesifikasi bahan  Kaca tidak bergelombang, retak dan baur.  Memiliki bidang yang licin, sejajar, tidak bergelombang, tidak menunjukkan effek lensa.  Untuk cermin mempunyai lapisan perak cukup tebal dan mempunyai lapisan penahan kelembaban.  Tidak menunjukkan ada cacat, gelembung dan sebagainya.  Toleransi lebar dan panjang tidak boleh melebihi toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik.  Kesikuan kaca lembaran yang berbentuk segi empat mempunyai sudut serta tepi potongan yang rata dan lurus, toleransi kesikuan maximum yang diperkenankan adalah 1,5 mm per meter.  Semua bahan kaca dan cermin sebelum dan sesudah dipasang harus mendapatkan persetujuan Perencana / Manajemen Konstruksi.  kaca yang nampak maupun yang tidak nampak akibat pemotongan, harus dihaluskan sampai membentuk Sisi permukaan kaca yang halus. - Pelaksanaan Semua pekerjaan pemasangan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk dari pabrik pembuat kaca. Semua bahan yang akan dipasang melalui persetujuan Manajemen Konstruksi. Pemotongan kaca rapih dan lurus, diharuskan menggunakan alat pemotong kaca. Pemotongan ukuran kaca disesuaikan ukuran rangka, minimal 10 mm masuk ke dalam alur kaca pada kosen. Pembersihan akhir untuk membersihkan permukaan kaca menggunakan kain katun yang lunak dengan cairan khusus pembersih kaca. Kaca-kaca yang telah dipasang dilindungi dari kerusakan dan benturan serta diberi tanda agar dapat terlihat bahwa pada area tersebut telah dipasang kaca. - Kaca cermin Keliling kaca cermin dibuat bevel 3 cm Pemasangan kaca menggunakan skrup stainless steel Tebal kaca minimal 5 mm atau sesuai gambar Kaca yang sudah terpasang dibersihkan dengan pembersih kaca. 4. PEKERJAAN DINDING PARTISI DAN FOLDING GATE a. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan-bahan, peralatan, pemasangan, alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan ini, sehingga tercapai pekerjaan yang bermutu dan sempurna. Pengadaan dan pemasangan Dinding Partisi PVC dan Folding gate beserta peralatannya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam gambar dan perincian pekerjaan. kami akan membuat gambar kerja (shop drawings) dan mengecek semua ukuran-ukuran. Mengajukan brosur beserta contoh warna dan mengajukan contoh sesuai dengan type-type yang tertera dalam gambar/perincian biaya pekerjaan. c. Bahan Folding gate mengunakan bahan : - UNP 2 tebal 2 mm,  daun/slate engsel penuh 115 x 0.8 mm dan pelat strip 5 mm dan dicoating.  Untuk bingkai Profil CNP, Rail atas pipa hitam bulat,Rail bawah plat siku dan besi bulat menggunakan bearing yang tertutup. Kunci bentuk silinder dan handle stainless steel serta seluruh bahan menggunakan cat warna anti karat. Dinding Partisi PVC 85x200 di tempatkan di daerah Toilet atau sesuai gambar. d. Pemasangan Semua bahan yang dipasang sesuai dengan contoh yang telah disetujui oleh Manajemen Konstruksi / Pengawas/ Pemberi Tugas/ Perencana. Bahan-bahan dan peralatan Dinding Partisi dan Folding gate dapat dipasang apabila telah mendapat ijin dari Manajemen Konstruksi /Pengawas/Perencana. Bahan-bahan dan peralatan tersebut dichek ulang sebelum dipasang. Bila terdapat cacat/rusak, dikeluarkan dari proyek dan

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 56

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

diganti dengan yang baru. Pemasangan Dinding Partisi maupun Folding gate beserta perlengkapannya dilakukan oleh pekerja yang ahli di bidangnya. Folding gate yang telah dipasang diadakan pengujian/pemeriksaan untuk kesempurnaan hasil pemasangan. kami akan memperbaiki dan mengganti bila ada kerusakan atas bahanbahan/ peralatan yang terjadi selama masa pemeliharaan dan biayanya menjadi tanggung jawab Pihak Kami. Seluruh brosur dan perlengkapan Folding gate diserahkan kepada pemberi tugas selepas masa pemeliharaan. 5. PEKERJAAN PEMBERSIHAN Kami akan melakukan pembersihan setiap hari terhadap seluruh kotoran/sampah/potongan kayu/adukan bekas dan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai dari lokasi proyek. Untuk itu menempatkan tenaga kerja sebanyak yang diperlukan untuk melakukan pembersihan, sehingga lokasi proyek dan lokasi kerja selalu dalam keadaan bersih dan rapih. Kotoran tersebut dikeluarkan dari proyek dan tidak boleh ditimbun didalam lokasi proyek. Pekerjaan pembersihan dilakukan sampai penyerahan pertama. Sebelum dilakukan penyerahan pertama, seluruh kaca, pelapis lantai dan dinding, halaman dan pekerjaan lainnya dalam keadaan bersih, puingpuing/sampah dan bahan-bahan bangunan yang sudah tidak terpakai, dikeluarkan dari proyek.Manajemen Konstruksi yang. 6. PEKERJAAN ELECTRICAL 6.1 UMUM 6.1.1 Lingkup kerja Menyiapkan seluruh buruh, material, peralatan dan pengangkutan juga instalasi dan test yang musti dilakukan untuk kelengkapan dan pengoperasian system kelistrikan secara lengkap sesuai persyaratan dari gambar atau Spesifikasi. a. Layanan kelistrikan secara lengkap termasuk system penyambungan ke PLN. b. System kabel listrik (Power wiring system) dan system grounding nya. c. Lampu penerangan dan panel board, distribution board, unit sekering saklar, Termasuk juga fixture lampu, stop kontak, conduit, junction box. Dll. d. Harus disediakan pembungkus kabel (conduit) dalam dinding bata, pasangan batu, batako,dll. guna penginstalasian yang semestinya sesuai dengan persyaratan di gambar dan spesifikasi. e. Sediakan juga penginstalasian kabel listrik lainnya yang dibutuhkan untuk perkakas mesin, alat elektronik secara lengkap sesuai dengan f. yang ada di gambar atau sesuai spesifikasi. g. Apabila pekerjaan kelistrikan berhubungan dengan pekerjaan penyedia lain atau dengan pihak UnMuha maka berkoordinasi guna mendapatkan informasi yang diperlukan, gambar kelistrikan pihak lain, dimensi dan lain sebagainya yang diperlukan untuk pekerjaan ini. 6.1.2. Bahan-bahan Sebelum instalasi, mengajukan contoh bahan (MAR = Material Approval Request) ke MK untuk persetujuan pemakaian . Seluruh bahan-bahan dan peralatan yang baru dan sesuai dengan standard yang berlaku seperti : PUIL 2000 (SNI 04-0225-2000) atau standard yang berlaku secara umum di Indonesia. Apabila jenis bahan sudah ditentukan dalam spesifikasi maka bahan tersebut digunakan atau dapat digunakan bahan yang setara dengan itu. Untuk bahan MCB minimal yang dipakai adalah merk : SCHNEIDER atau yang setara dan kabel merk SUPREME atau yang setara dengan itu, untuk saklar dan stop kontak digunakan merk LEGRAND atau PANASONIC atau yang setara. 6.1.3. Pelaksanaan kerja Tata laksana kerja dan tampilan yang baik dari penginstalasian agar sama pentingnya dengan efisiensi secara elektrikal dan mekanis, seluruh instalasi secara umum mempunyai kualitas yang setara dan tampak rapi. mengecek secara keseluruhan dari gambar jumlah kuantitas kelistrikan. Material yang kurang atau rusak selama penginstalasian harus diperbaiki atau diganti oleh dengan biaya sendiri. Seluruh pekerjaan pemotongan, pengeboran, penyambungan yang diperlukan untuk instalasi dilakukan sedemikian rupa dan disetujui oleh MK. Setiap kerusakan atas finishing dinding, pelat baja, kayu, pasangan batu, pasangan bata. Yang diakibatkan dari pelaksanaan instalasi diganti atau diperbaiki

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 57

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

dengan biaya sendiri dari Pihak Kami. Selama pelaksanaan Pihak Kami memperbaharui data rinci penginstalasian untuk informasi kepada MK apabila diminta dan sebagai penyiapan gambar terlaksana. 6.1.4. Pengetesan dan Jaminan Seluruh peralatan dan instalasi secara keseluruhan dijamin atas kerusakan material dan tampak instalasi (ketatalaksanaan kerja) selama kurun waktu 12 bulan dari saat serah terima awal (PHO) sampai serah terima akhir (FHO). Selama kurun waktu masa pemeliharaan ini seluruh kerusakan dan cara instalasi yang tidak bagus diperbaiki oleh atas tanggungan biaya sendiri. 6.1.5 Pentanahan (Grounding) Menginstalasi grounding utama keseluruh titik listrik dengan menggunakan ukuran kawat tembaga sesuai dengan yang disyaratkan 6.2. KABEL Seluruh kabel diinstalasi didalam pembungkus yang standard apabila kabel masuk kedalam beton atau dinding bata, panel kayu, kolom dll. Ukuran minimum kabel NYM 2 dan 3 x2.5 mm pembungkus kabel jenis PVC ukuran 1.25 cm. Apabila tidak ditentukan lain, maka seluruh saklar dan stop kontak dipasang dengan ketinggian dari permukaan lantai seperti berikut : - Saklar di dinding ---------------------------- 1.40m - Stop kontak ---------------------------- 0.40m 6.3. PELENGKAP PENERANGAN Pihak Kami menyiapkan dan meng instalasi pelengkap penerangan secara lengkap untuk setiap saklar lampu dan stop kontak dengan jenis, kualitas dan ukuran yang sesuai yang ditunjukkan dalam gambar atau BOQ. 6.4. LAMPU-LAMPU TL Jenis dan bentuk lampu penerangan ini berikut pelengkapnya yang dipasang di beberapa lokasi sesuai dengan yang ada dalam gambar. Pelengkap penerangan (rumah lampu), condenser, ballast, tabung dan starter sesuai dengan persyaratan spesifikasi teknis. Ketinggian pemasangan lampu TL seragam. Merk lampu yang dipakai PHILIPS atau yang setara dengan itu. 6.5. SPOT DOWN LIGHT Pihak Kami menyediakan dan memasang Spot down light lengkap, selain bola lampu termasuk juga rumah lampunya. Seluruh spot down light ketinggiannya sama satu dengan lainnya. Jenis spot down light yang berkualitas baik . 6.6. LAMPU BARET Pihak Kami menyediakan dan memasang Lampu baret lengkap, selain bola lampu termasuk juga fitiing lampunya. Seluruh lampu baret ketinggiannya sama satu dengan lainnya. Jenis lampu baret yang berkualitas baik Merk lampu yang dipakai adalah PHILIPS atau yang setara dengan itu. 6.7. AIR CONDITIONING Pemasangan AC lengkap selain kabel juga dipasang bracket untuk penyangga AC. Merk AC yang dipakai adalah merk Panasonic 1.5 PK atau yang setara dengan itu 6.8. EXHAUST FANS Meliputii Peneyediaan dan Penempatan Exhaust fan dalam ruangan kamar mandi/WC dan system kelistrikan Exhaust dapat digabung ke titik lampu. Exhaust fan berkualitas baik.

7. PEKERJAAN ORNAMEN ACEH DAN LAMBANG UNIVERSITAS 7.1 Umum dan Bahan

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 58

Pembangunan Ruang Kuliah, Perpustakaan dan Laboratorium Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh

2012

Bahan baku adalah batu paras yogya dengan ukuran lebar 65 cm dan panjang ± 99 m keliling lisplank beton gedung Laboratorium, ketebalan disesuaikan. Motif dan bentuk tulisan dibuat timbul keluar. Finishing menggunakan coating agar terlihat keaslian batu parasnya 7.2 Pelaksanaan Untuk proses pembuatan dilakukan dengan cara diukir. Pemasangan dilakukan dengan memasang angkur besi (dynabolt) atau dengan cara lainnya dan sambungan diperhalus dengan material adukan berwarna yang sesuai dengan warna batu alamnya. III. PENUTUP. Demikian metode pelaksanaan ini kami buat sebagai gambaran pelaksanaan untuk pekerjaan tersebut diatas, saran yang positif sangat diharapkan untuk kesempurnaan pelaksanaan pekerjaan jika kami memenangkan tender ini.

Banda Aceh, 27 Maret 2012 PT. FLAMBOYANT HUMA ARTA

ALWIN ABDULLAH Direktur Utama

PT. Flamboyant Huma Arta

Hal. 59

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful