MAKALAH PEMBANGUNAN PERTANIAN

MASALAH KEMISKINAN
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pembangunan Pertanian

Disusun oleh: 1. Achmad Ardiyanto 2. Agustina Dwi Permatasari 3. Andrik Febrianto (H0809001) (H0809004) (H0809009)

4. Guntur Wahyu Pamungkas (H0809052) 5. Nifka Nisarafika 6. Yunita Hispana Suiza (H0809085) (H0809115)

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

I. PENDAHULUAN

Masalah sosial adalah fenomena yang selalu muncul dalam kehidupan masyarakat. Kemiskinan adalah fenomena yang sangat urgen bagi Negara Indonesia. Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga macam konsep kemiskinan: kemiskinan absolut, kemiskinan relatif dan kemiskinan subyektif. Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. Sedangkan miskin relatif dirumuskan berdasarkan the idea of relative standard, yaitu dengan memperhatikan dimensi tempat dan waktu. Asumsinya adalah kemiskinan suatu daerah berbeda dengan daerah lainnya dan kemiskinan pada waktu tertentu berbeda dengan waktu lainnya (Usman, 2006; Masrizal, 2009). Kemiskinan menjadi salah satu masalah di Indonesia sejak dulu hingga sekarang apalagi sejak terhempas dengan pukulan krisis ekonomi dan moneter yang terjadi sejak tahun 1997. Kemiskinan seringkali dipahami sebagai gejala rendahnya tingkat kesejahteraan semata padahal kemiskinan merupakan gejala yang bersifat komplek dan multidimensi. Rendahnya tingkat kehidupan yang sering sebagai alat ukur kemiskinan pada hakekatnya merupakan salah satu mata rantai dari munculnya lingkaran kemiskinan (Anonim, 2011). Masalah kemiskinan ini sangatlah kompleks dan bersifat

multidimensional, dimana berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, budaya, dan aspek lainnya. Kemiskinan terus menjadi masalah fenomenal di belahan dunia, khususnya Indonesia yang merupakan Negara berkembang. Kemiskinan telah membuat jutaan anak tidak bisa mengenyam pendidikan, kesulitan membiayai kesehatan, kurangnya tabungan dan investasi, dan masalah lain yang menjurus ke arah tindakan kekerasan dan kejahatan sehingga masalah ini menjadi fokus pemerintah Indonesia sampai sekarang.

7 persen penduduk Indonesia yang tergolong miskin. Hal ini juga berarti bahwa kerentanan untuk jatuh miskin sangat tinggi di Indonesia: walaupun hasil survei tahun 2004 menunjukkan hanya 16. Dalam JPS ini masyarakat sasaran ikut terlibat dalam berbagai kegiatan dan akhir-akhir ini adanya jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat) dan askeskin (asuransi kesehatan miskin) tapi itu semua belum menjawab masalah kemiskinan (Masrizal. lebih dari 59 . dan kemudahan-kemudahan lainnya yang tersedia pada zaman modern. menunjukkan bahwa strategi pengentasan kemiskinan hendaknya dipusatkan pada perbaikan kesejahteraan mereka yang masuk dalam dua kelompok kuintil berpenghasilan paling rendah. PEMBAHASAN A. seperti pengembangan desa tertinggal. Analisis menunjukkan bahwa perbedaan antara orang miskin dan yang hampir-miskin sangat kecil. pelayanan kesehatan.dan AS$2-per hari-suatu aspek kemiskinan yang luar biasa dan menentukan di Indonesia. Sekarang pemerintah menangani program tersebut secara menyeluruh. Angka kemiskinan nasional menyembunyikan sejumlah besar penduduk yang hidup sedikit saja di atas garis kemiskinan nasional. tapi kemiskinan sampai dengan sekarang belum juga teratasi. Negara kita Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya. terutama sejak krisis moneter dan ekonomi yang melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997. Kemiskinan di Indonesia Masalah kemiskinan memang telah lama ada sejak dahulu kala. perbaikan kampung. Di Indonesia program-program penanggulangan kemiskinan sudah banyak pula dilaksanakan. Hampir 42 persen dari seluruh rakyat Indonesia hidup di antara garis kemiskinan AS$1. Pada masa lalu umumnya masyarakat menjadi miskin bukan karena kurang pangan.II. tetapi miskin dalam bentuk minimnya kemudahan atau materi. 2009). gerakan terpadu pengentasan kemiskinan. Dari ukuran kehidupan modern pada masa kini mereka tidak menikmati fasilitas pendidikan. melalui program-program Jaring Pengaman Sosial (JPS).

Faktor Penyebab Kemiskinan Pada umumnya faktor penyebab kemiskinan di negara Indonesia adalah : 1. Angkatan Kerja. 2006). Data terakhir juga mengindikasikan tingkat pergerakan tinggi (masuk dan keluar) kemiskinan selama periode tersebut. Kemudian di sensus penduduk tahun 2000 penduduk meningkat sebesar 27 juta penduduk atau menjadi 206 juta jiwa. Batas usia kerja yang dianut oleh Indonesia ialah minimum 10 tahun tanpa batas umur . Yang tergolong sebagi tenaga kerja ialah penduduk yang berumur di dalam batas usia kerja. Jumlah penduduk yang bekerja tidak sebanding dengan jumlah beban ketergantungan. lebih dari 38 persen rumah tangga miskin pada tahun 2004 tidak miskin pada tahun 2003 (The World Bank. Meningkatnya jumlah penduduk membuat Indonesia semakin terpuruk dengan keadaan ekonomi yang belum mapan. Penduduk yang Bekerja dan Pengangguran Secara garis besar penduduk suatu negara dibagi menjadi dua yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja.04 juta orang pertahun atau 170 ribu orang perbulan atau 5. India dan Amerika. Penghasilan yang minim ditambah dengan banyaknya beban ketergantungan yang harus ditanggung membuat penduduk hidup di bawah garis kemiskinan (Sitanggang. Laju Pertumbuhan Penduduk Pertumbuhan penduduk Indonesia terus meningkat di setiap 10 tahun menurut hasil sensus penduduk. B. dapat diringkaskan pertambahan penduduk Indonesia persatuan waktu adalah sebesar setiap tahun bertambah 2. Banyaknya jumlah penduduk ini membawa Indonesia menjadi negara ke-4 terbanyak penduduknya setelah China. 2.persen dari mereka pernah jatuh miskin dalam periode satu tahun sebelum survei dilaksanakan.577 orang perhari atau 232 orang perjam atau 4 orang per menit. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 1990 Indonesia memiliki 179 juta lebih penduduk. 2011). Batasan usia kerja berbeda-beda disetiap negara yang satu dengan yang lain.

Pekerja di sini adalah orang-orang yang mempunyai pekerjaan. 3. tidak mempunyai pekerjaan dan tidak sedang mencari pekerjaan. lengkapnya orang yang tidak bekerja dan mencari pekerjaan. Pengangguran semacam ini oleh BPS dikatergorikan sebagai pengangguran terbuka (Dumairy. Kriteria ketidakmerataan versi Bank Dunia didasarkan atas porsi pendapatan nasional yang dinikmati oleh tiga lapisan penduduk. Selanjutnya angkatan kerja dibedakan pula menjadi dua subkelompok yaitu pekerja dan penganggur. Sisanya merupakan bukan tenaga kerja yang selanjutnya dapat dimasukan dalam katergori beban ketergantungan. Tenaga kerja (manpower) dipilih pula kedalam dua kelompok yaitu angkatan kerja (labor force) dan bukan angkatan kerja. 1996). 40% penduduk berpendapatan menengah. serta orang yang menerima pendapatan tapi bukan merupakan imbalan langsung atas jasa kerjanya. serta 20% penduduk berpendapatan tertinggi (penduduk terkaya). Jadi setiap orang atau semua penduduk berumur 10 tahun tergolong sebagai tenaga kerja. Yang termasuk angkatan kerja ialah tenaga kerja atau penduduk dalam usia kerja yang bekerja atau mempunyai pekerjaan namun untuk sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaan. Sedangkan yang termasuk sebagai bukan angkatan kerja adalah tenaga kerja dalam usia kerja yang tidak sedang bekerja. yakni 40% penduduk berpendapatan rendah (penduduk miskin). mencakup orang-orang yang mempunyai pekerjaan dan memang sedang bekerja maupun orang yang memilki pekerjaan namun sedang tidak bekerja. Distribusi Pendapatan dan Pemerataan Pembangunan Distribusi pendapatan nasional mencerminkan merata atau timpangnya pembagian hasil pembangunan suatu negara di kalangan penduduknya. Ketimpangan dan ketidakmerataan distribusi dinyatakan parah apabila 40% penduduk berpendapatan rendah menikmati kurang dari 12 persen pendapatan nasional.maksimum. yakni orang-orang yang kegiatannya bersekolah. Pengangguran yang dimaksud adalah orang yang tidak mempunyai pekerjaan. Ketidakmerataan dianggap . mengurus rumah tangga.

ketimpangan yang semakin tinggi akan menyebabkan semakin kecilnya bagian populasi yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman atau sumber kredit. Selain itu ketimpangan dapat menyebabkan alokasi aset yang tidak efisien. Sedangkan jika 40% penduduk miskin menikmati lebih dari 17 persen pendapatan nasional makan ketimpangan atau kesenjangan dikatakan lunak. Bukan saja berupa ketimpangan hasil-hasilnya. Ini disebut jugasebagai ketimpangan. Sepanjang era PJP I (lima pelita) yang lalu. Ketimpangan pembangunan di Indonesia selama ini berlangsung dan berwujud dalam berbagai bentuk dan aspek atau dimensi.sedang atau moderat bila 40% penduduk berpendapatan rendah menikmati 12-17 persen pendapatan nasional. dan kemudian menyebabkan (Todaro. Ketimpangan yang tinggi menyebabkan penekanan yang terlalu tinggi pada pendidikan tinggi dengan mengorbankan kualitas universal pendidikan dasar. Ketimpangan pendapatan yang ekstrim dapat menyebabkan inefisiensi ekonomi. alokasi dana perbankan. Sedangkan sektor industri pengolahan tumbuh dengan rata-rata 12. Pendapatan penduduk yang didapatkan dari hasil pekerjaan yang mereka lakukan relatif tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sedangkan ada sebagian penduduk di Indonesia mempunyai pendapatan yang berlebih. 1996).54% per tahun. sektor pertanian rata-rata hanya tumbuh 3. Di Repelita VI sektor . distribusi pendapatan nasional dikatakan cukup merata (Dumairy.22% per tahun. kesenjangan pendapatan yang semakin melebar Ketimpangan sektoral dan regional dapat ditengarai antara lain dengan menelaah perbedaan mencolok dalam aspek-aspek seperti penyerapan tenaga kerja. investasi dan pertumbuhan. Bukan pula semata-mata berupa ketimpangan spasial atau antar daerah tetapi ketimpangan sektoral dan ketimpangan regional. Penyebabnya sebagian adalah pada tingkat pendapatan rata-rata bearapa pun. misalnya dalam hal pendapatan per kapita tetapi juga ketimpangan kegiatan atau proses pembangunan itu sendiri.2006).

4% per tahun. sementara pertumbuhan rata-rata tahunan sektor industri pengolahan ditargetkan 9.pertanian saat itu ditargetkan tumbuh rata-rata 3. selama Repelita VI tingkat pertumbuhan sektor ini dicanangkan yang tertinggi dibandingkan sector-sektor lainnya. Ketimpangan pertumbuhansektoral ini bukanlah kecelakaan atau ekses pembangunan. Sektor industri pengolahan diharapka dapatmenjadi pemimpin sepanjang sektor Repelita VI. Pemerintah perlu memikirkan kembali perihal ketepatan keputusan menggunakan industrialisasi sebgai jalur pembangunan karenaakan sangat berdampak bagi pendapatan penduduk dan selanjutnya kemiskinan (Dumairy. Rendahnya kualitas penduduk merupakan salah satu penyebab kemiskinan di suatu negara. Untuk adanya perkembangan ekonomi terutama industri. dimana dalam pelita-pelita tertentu terdapat sektor lain yang tingkat pertumbuhannya lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan sektor industri pengolahaan. . 1996). Menurut Schumaker pendidikan merupakan sumber daya yang terbesar manfaatnya dibandingkan faktor-faktor produksi lain (Irawan. khususnya antara sektor pertanian dan sektor industri pengolahan harus disikapi secara arif.4% per tahun. Ketimpangan pertumbuhan antarsektor. Tidak seperti masa era PJP I. jelas sekali dibutuhkan lebih banyak teanga kerja yang mempunyai skill atau paling tidak dapat membaca dan menulis. Tingkat Pendidikan Masyarakat yang Rendah Banyak masyarakat Indonesia tidak memiliki pendidikan yang dibutuhkan oleh perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja. Ketimpangan ini lebih kepada suatu hal yang terencana dan memang disengaja terkait dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai negara industri. 1999). 4. Pada umumya untuk memperoleh pendapatan yang tinggi diperlukan tingkat pendidikan yang tinggi pula atau minimal mempunyai memiliki ketrampilan yang memadai sehingga dapat memperoleh pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga kemakmuran penduduk dapat terlaksana dengan baik dan kemiskinan dapat ditanggulangi. Akan tetapi sampai sejauh manakah ketimpangan ini dapat ditolerir.

Dampak Kemiskinan Dampak dari kemisikinan terhadap masyarakat umumnya begitu banyak dan kompleks (Ghopur. belum membaiknya pembangunan manusia di tanah air akan melemahkan kekuatan daya saing . Kurangnya Lapangan Pekerjaan yang Tersedia di Indonesia Seperti kita ketahui lapangan pekerjaan yang terdapat di Indonesia tidak seimbangdengan jumlah penduduk yang ada dimana lapangan pekerjaan lebih sedikitdibandingkan dengan jumlah penduduknya. Sehingga akan memberikan dampak secara langsung terhadap tingkat pendapatan. 2011). berarti banyak masyarakat tidak memiliki penghasilan karena tidak bekerja. nutrisi dan tingkat pengeluaran rata-rata. mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya. Kurangnya perhatian pemerintah akan maslah ini mungkin menjadi salah satu penyebnya. Dengan demikian banyak penduduk diIndonesia yang tidak memperoleh penghasilan itu menyebabkan kemiskinan diIndonesia C. 2011). Jumlah yang cukup fantastis. Karena tidak bekerja dan tidak memiliki penghasilan. Secara otomatis pengangguran telah menurunkan daya saing dan beli masyarakat. Pengangguran Jumlah pengangguran terbuka awal tahun 2011 sebanyak 8. 6.5. Kurangnya Perhatian dari Pemerintah Masalah kemiskinan bisa dibilang menjadi masalah Negara yang semakin berkembangsetiap tahunnya dan pemerintah sampai sekarang belum mampu mengatasi masalahtersebut. mengingat krisis multidimensional yang sedang dihadapi bangsa saat ini. Pemerintah yang kurang peka terhadap laju pertumbuhan masyarakat miskin dapat menjadi salah satu faktor kemiskinan. yang kemudian dipaparkan sebagai berikut : a. Pemerintah tidak dapat memutuskan kebijakan yang mampu mengendalikan tingkat kemiskinan di negaranya (Sitanggang. Dalam konteks daya saing secara keseluruhan.12 juta orang. Dengan banyaknya pengangguran.

Ukuran daya saing ini kerap digunakan untuk mengetahui kemampuan suatu bangsa dalam bersaing dengan bangsa-bangsa lain secara global. Meluasnya pengangguran sebenarnya bukan saja disebabkan rendahnya tingkat pendidikan seseorang. mencuri atau menipu (dengan cara mengintimidasi orang lain) di atas kendaraan umum dengan berpura-pura kalau sanak keluarganya ada yang sakit dan butuh biaya besar untuk operasi. c. Mahalnya biaya pendidikan membuat masyarakat miskin tidak dapat lagi menjangkau dunia sekolah atau pendidikan.99 %) (Ritonga. Perkiraan itu didasarkan atas kontribusi pangan yang cukup dominan terhadap penentuan garis kemiskinan. Jelas mereka tak dapat menjangkau dunia pendidikan yang sangat mahal itu. Dalam konteks daya beli. Ketika terjadi krisis ekonomi di kawasan Asia tahun 1997 silam misalnya. . menodong. Sehingga dengan mudah ia mendapatkan uang dari memalak. di tengah melemahnya daya beli masyarakat. atau dengan kata lain meraka terpaksa di-PHK (Putus Hubungan Kerja). Ketika tak ada lagi jaminan bagi seseorang dapat bertahan dan menjaga keberlangsungan hidupnya. Karena seseorang tidak mampu lagi mencari nafkah melalui jalan yang benar dan halal.bangsa. Kekerasan Sesungguhnya kekerasan yang marak terjadi akhir-akhir ini merupakan efek dari pengangguran. banyak perusahaan yang melakukan perampingan jumlah tenaga kerja. merampok. Misalnya. kenaikan harga beras akan berpotensi meningkatkan angka kemiskinan. yakni hampir tiga perempatnya (74. Akibatnya jutaan orang terpaksa harus dirumahkan. tetapi juga disebabkan kebijakan pemerintah yang terlalu memprioritaskan ekonomi makro atau pertumbuhan (growth). 2007). b. maka jalan pintas pun dilakukan. sebab tak mampu lagi membayar gaji karyawan akibat defisit anggaran perusahaan. Pendidikan Tingkat putus sekolah yang tinggi merupakan fenomena yang terjadi dewasa ini.

sementara anakanak orang yang berduit bisa bersekolah di perguruan-perguruan tinggi mentereng dengan fasilitas lengkap. konflik SARA muncul akibat ketidakpuasan dan kekecewaan atas kondisi miskin yang akut. Biaya pengobatan sekarang sangatlah mahal. persoalan ekonomi-politik yang objektif disublimasikan ke dalam bentrokan identitas yang subjektif. Konflik Sosial Bernuansa SARA (istilah Orba). d. Akibat ketiadaan jaminan keadilan. Jika ini yang terjadi. keamanan dan perlindungan hukum dari negara. Tingginya tingkat putus sekolah berdampak pada rendahya tingkat pendidikan seseorang. Kesehatan. sesungguhnya negara sudah melakukan pemiskinan struktural terhadap rakyatnya. yang memiliki anak cerdas bisa mengangkat dirinya dari kemiskinan.Sebab. e. Terlebih lagi fenomena bencana alam yang kerap melanda negeri ini. Ini akan menyebabkan bertambahnya pengangguran akibat tidak mampu bersaing di era globalisasi yang menuntut keterampilan di segala bidang. Tanpa bersikap munafik. Bagaimana seorang penarik becak misalnya. sehingga biayanya tak terjangkau oleh kalangan miskin. ketika biaya untuk sekolah saja sudah sangat mencekik leher. yang berdampak langsung terhadap mingkatnya jumlah orang miskin. Untuk makan satu kali sehari saja mereka sudah kesulitan. Akhirnya. Dengan begitu akan mengurangi kesempatan seseorang mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Hampir setiap klinik pengobatan apalagi rumah sakit swasta besar menerapkan tarif/ongkos pengobatan dengan biayanya yang tinggi. Hal ini menjadi bukti lain dari kemiskinan yang kita alami. Kesemuanya menambah deret panjang daftar kemiskinan dan semuanya terjadi hampir merata di setiap daerah di Indonesia. baik di perdesaan maupun perkotaan. . mereka begitu miskin. kondisi masyarakat miskin semakin terpuruk lebih dalam.

D. ekonomi yang stabil dan budaya yang berkembang. Upaya Pengentasan Kemiskinan Kemiskian timbul karena ada sebagian masyarakat yang belum ikut serta dalam pembanguna sehingga belum dapat menikmati hasil pembangunan secara memadai. Kondisi yang dimaksudkan antara lain adalah suasana sosial politik yang kentara. Kebijaksanaan penanggulangan kemiskianan dapat di kategorikan menjadi dua yaitu: 1. Oleh sebab-sebab itu upaya pengembangan kegiatan ekonomi kelompk masyarakat berpendapatan rendah senantiasa ditempatkan sebagi prioritas utama. regional dan khusus. Keadaan ini disebabkan oleh ketrbatasan dalam kepemilikan dan penguasaan faktor produksi sehingga kemampun masyarakat dalam menghasilkan dan menikmati hasil-hasil pembangunan belum merata dan belum seimbang. Upaya penggolongan ekonomi makro yang yang berhati-hati melalui kebijaksanaan keuangan dan perpajakan merupakan bagian dari upaya menaggulangi kemiskinan. pangan. 2. pendidikan. Pengendalian tingkat inflasi diarahkan pada penciptaan situsasi yang kondusif bagi upaya penyediaan kebutuhan daasar seperti sandang. Pelaksanaan pembangunan nasional yang dijabarkan dalam program pembangunan sektoral. penyedia faktor produksi termsuk modal dan kemampuan peningkatan kemampuan masyarakat menjadi landasan bagi berkembangnya kegiatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Kebijaksanaan langsung Kebijaksaan langsung diarahkan kepada peningkatan peran serta dan produktifitas sumber daya manusia khususnya golongan masyarakat . papan. Pembangunan baik secara langsung maupun tidak langsung dirancang untuk memecahkan masalah kemiskinan. dan kesehatan dengan harga yang terjangkau oleh penduduk miskin. Sejalan dengan itu. Kebijaksanaan tidak langsung Kebijaksanaan tidak langsung diarahkan pada penciptaan kondisi yang menjamin kelangsungan setiap upaya penanggulangan kemiskinan.

Guru bisa memberi mereka PR atau tugas yang dikerjakan baik sendiri. dan pendidikan. Dalam hubungan ini. Sebaliknya jam pelajaran di sekolah terlalu lama justru membuat siswa jenuh dan tidak mandiri karena dicekoki oleh gurunya. kesehatan. atau teman-teman mereka. Ada sekolah pagi dan ada sekolah siang sehingga 1 bangunan sekolah bisa dipakai untuk 2 sekolah dan melayani murid dengan jumlah 2 kali lipat. Dulu pada tahun 1970-an. pengembangan kegiatan sosial ekonomi rakyat diprioritaskan pada pengembangan kegiatan sosial ekonomi penduduk miskin di desa-desa miskin berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan permodalan yang didukung sepenuhnya dengan kegiatan pelatih yang terintegrasi sejak kegiatan penghimpunan modal. Penanggulangan Masalah Kemiskinan di Indonesia Ada beberapa program yang perlu dilakukan agar kemiskinan di Indonesia bisa dikurangi. bersama orang tua. pangan. untuk mengurangi beban orang tua dalam hal uang buku. Mungkin ada yang berpendapat bahwa hal itu bisa mengurangi jumlah pelajaran karena jam belajar berkurang. melalui penyediaan kebutuhan dasar seperti sandang. antara lain : 1. Biaya pembangunan dan pemeliharaan gedung sekolah bisa dihemat hingga separuhnya. serta pengembangan kegiatan-kegiatan sosial ekonomi yang bekelanjutan untuk mendorong kemandirian golongan masyarakat yang berpendapatan rendah. pemasaran hasil dan pengelolaan surplus usaha. Meningkatkan Pendidikan Rakyat Sebisa mungkin pendidikan harus terjangkau oleh seluruh rakyat Indonesia. E.berpendapatan rendah. Ini tentu lebih efektif dan efisien. papan. Pemenuhan kebutuhan dasar akan memberikan peluang bagi penduduk miskin untuk melakukan kegiatan sosial ekonomi yang dapat memberikan pendapatan yang memadai. sekolah dasar dibagi dua. penguasaan teknik produksi. Ini melatih kemandirian serta kerjasama antara anak dengan orang tua dan juga dengan teman mereka. Selain itu biaya untuk beli buku cukup tinggi. pemerintah bisa menyediakan .

Saat ini biaya SPP sekolah gratis hanya mencakup SD dan SMP (meskipun sebetulnya tetap bayar yang lain dengan istilah Ekskul atau Les) sedang untuk Perguruan Tinggi Negeri biayanya justru jauh lebih tinggi dari Universitas Swasta yang memang bertujuan komersial. pendapatan kotor petani hanya Rp 9. sulit bagi rakyat Indonesia untuk mengurangi kemiskinan dan menjadi bangsa yang maju. namun teori beda dengan praktek.000/kg. dan pupuk dengan asumsi 50% dari pendapatan mereka.4 hektar. pestisida. Tanpa pendidikan. maka penghasilan petani hanya Rp 400 ribu/bulan saja. mayoritas petani Indonesia memiliki lahan kurang dari 0. Meskipun ada surat edaran Rektor bahwa orang tua tidak perlu takut akan bayaran karena bisa minta keringanan.Perpustakaan Sekolah. Kadang terjadi tawuran antar desa hingga jatuh korban jiwa hanya karena memperebutkan lahan beberapa hektar. 2. Jika dikurangi dengan biaya benih. untuk soal bisa didikte atau ditulis di papan tulis. Hanya segelintir saja orang kurang mampu yang mau bersusah payah mengurus surat keterangan tidak mampu dan merendahkan diri mereka di depan birokrat kampus sebagai Keluarga Miskin (Gakin) untuk minta keringanan biaya. Dulu perpustakaan sekolah meminjamkan bukubuku Pedoman (waktu itu terbitan Balai Pustaka) kepada seluruh siswa secara gratis. Pembagian Tanah/Lahan Pertanian untuk Petani Paling tidak separuh rakyat (sekitar 100 juta penduduk) Indonesia masih hidup di bidang pertanian.6 juta per tahun atau Rp 800 ribu/bulan. . Menurut Bank Dunia. Artinya jika 1 hektar bisa menghasilkan 6 ton gabah dan panen 2 kali dalam setahun serta harga gabah hanya Rp 2. Bahkan ada yang tidak punya tanah dan sekedar jadi buruh tani. Orang-orang kurang berkecukupan saat ini hanya bisa bermimpi untuk bisa masuk ke PTN. Berbeda dengan sekarang dimana buku harus ditulis dengan pulpen sehingga begitu selesai dipakai harus dibuang tidak bisa diturunkan ke adik-adiknya.

Jika petani dapat tanah 2 hektar. daging sapi. Sebaliknya para pengusaha besar dengan mudah mengekspor produk . niscaya kekurangan kedelai bisa diatasi dan Indonesia tidak tergantung dari impor kedelai yang nilainya lebih dari Rp 8 trilyun per tahunnya. Ini menunjukkan belum adanya keadilan di bidang pertanahan. dan Papua. lahan.Pada saat yang sama 69. Memang biaya transmigrasi cukup besar. maka penghasilan mereka meningkat jadi Rp 48 juta per tahun atau bersih bisa Rp 2 juta/bulan per keluarga.500/kg. 3. Dulu pada zaman Orba (Orde Baru) ada proyek Transmigrasi di mana para petani mendapat tanah 1-2 hektar di Sumatera.500/kg menjadi Rp 7. Ini akan menghemat devisa. para pembuat tahu dan tempe banyak yang bangkrut dan karyawannya banyak yang menganggur.4 juta hektar tanah dikuasai oleh 652 pengusaha. Ini sudah cukup untuk menutupi kekurangan beras di dalam negeri. Jika program transmigrasi dilakukan tiap tahun dan produk yang ditanam adalah produk di mana kita harus impor seperti kedelai. Untuk kebutuhan hidup selama setahun. rumah. Menutup Bisnis Pangan yang Menjadi Kebutuhan Utama Rakyat dari Para Pengusaha Besar Para petani/pekebun kecil sulit untuk mengekspor produk mereka. dan biaya hidup selama setahun ditanggung oleh pemerintah. maka akan ada tambahan produksi sebesar 6 juta ton per tahun. Seandainya tiap keluarga mendapat 2 hektar dan tiap hektar menghasilkan 12 ton beras per tahun. Karena harga kedelai luar negeri naik dari Rp 3. Dengan anggaran Rp 10 trilyun per tahun ada 250.000 keluarga yang dapat diberangkatkan per tahunnya. dan transportasi paling tidak perlu Rp 40 juta per keluarga. Transportasi. Program itu sebenarnya cukup baik untuk diteruskan mengingat saat ini Indonesia kekurangan pangan seperti beras. rumah. 60% diimpor dari luar negeri. Sulawesi. kedelai. Saat ini dari 2 juta ton kebutuhan kedelai di Indonesia (sebagian untuk tahu dan tempe). dsb sehingga harus impor puluhan trilyun rupiah setiap tahunnya. Kalimantan.

Jika produk utama seperti beras. rakyat akan menderita akibat permainan harga. coba pupuk organik seperti pupuk hijau/kompos. pertimbangkan predator alami seperti burung hantu untuk memakan tikus. Jika membajak sawah bisa dilakukan dengan sapi/kerbau. Semakin murah biaya pestisida dan pupuk. terigu dikuasai oleh pengusaha.000 trilyun/tahun untuk membuat/mendukung BUMN yang . Selain itu dengan dikuasainya industri pertanian oleh pengusaha besar.2 juta sepeda motor terjual di Indonesia dengan nilai lebih dari Rp 200 trilyun/tahun. Ini sudah terbukti dengan melonjaknya harga minyak kelapa hingga 2 kali lipat lebih dalam jangka waktu kurang dari 6 bulan akibat kenaikan harga Internasional. kenapa harus memakai traktor. maka itu akan sangat menghemat devisa dan membuka lapangan kerja. Begitu pula jika pupuk kimia mahal dan berbahaya. para petani yang merupakan mayoritas dari rakyat Indonesia akan semakin tersingkir dan termiskinkan. Mendata Produk-Produk yang Masih Kita Impor Meneliti produk mana yang bisa dikembangkan di dalam negeri sehingga kita tidak tergantung dengan impor sekaligus membuka lapangan kerja. Pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa. Jika pemerintah menyisihkan 1% saja dari APBN yang Rp 1. Sebagai contoh jika mobil bisa kita produksi sendiri. Daging dan susunya juga bisa dimakan.mereka (para pengusaha bisa menekan/melobi pemerintah) sehingga rakyat justru bisa kekurangan makanan atau harus membayar tinggi sama dengan harga Internasional. kedelai. Jika pestisida kimia mahal dan berbahaya bagi kesehatan. Ada 1 juta mobil dan 6. 5. Melakukan Efisiensi di Bidang Pertanian Perlu dikaji apakah pertanian kita efisien atau tidak. Sementara traktor bisa rusak dan butuh bensin/solar yang selain mahal juga mencemari lingkungan. para petani akan semakin terbantu karena ongkos tani semakin rendah. dengan sapi/kerbau para petani bisa menternaknya sehingga jadi banyak untuk kemudian dijual. dsb. 4.

Banyak perusahaan asing beroperasi menguras kekayaan alam Indonesia. Padahal banyak warga miskin pendatang dari daerah-daerah di Jawa. Gubuk-gubuk kumuh mereka terjepit di antara permukiman mewah. Akan tetapi. program itu hanya menjangkau warga miskin dengan KTP DKI. merupakan petani bawang asal Brebes.500 ahli perminyakan Indonesia bekerja di Timur Tengah seperti Arab Saudi. Jakarta Selatan. Jawa Tengah yang merantau di Jakarta. yang tidak tercatat sebagai penduduk DKI. Negara tetangga yang menambang emas bekerjasama dengan penduduk lokal dengan memakai alat pahat dan martil saja bisa mendapat Rp 240 juta per bulan. maka akan terbuka lapangan kerja dan penghematan devisa milyaran dollar setiap tahunnya. . Padahal 95% pekerja dan insinyur di perusahaan-perusahaan asing adalah orang Indonesia. F. bagaimana dengan Freeport yang memakai banyak excavator dan truk-truk raksasa yang meratakan gunung-gunung di Papua. bahkan juga luar Jawa. Banyak kekayaan alam kita yang dikelola oleh asing dengan alasan kita tidak mampu dan sedang transfer teknologi. Di sanalah mereka tinggal bersama ratusan jiwa kaum urban miskin lainnya. Yunaedi hanyalah salah satu potret ketidakberdayaan kaum miskin di Jakarta. Bersama Sarmah (31) dan dua anaknya.menciptakan kendaraan nasional. Kuwait. 6. maka Indonesia harus mengelola sendiri kekayaan alamnya. Contoh Kasus Kemiskinan Saat di Wilayah Jakarta Jakarta mempunyai berbagai program pemberantasan kemiskinan. Agar Indonesia bisa makmur. Yunaedi mengontrak rumah petak dari tripleks di atas Kali Mampang. dan Qatar. Tahun 1999 Yunaedi ke Jakarta dan berjualan nasi goreng. Bahkan ada Doktor Perminyakan yang bekerja di negara Eropa seperti Noewegia. Saat ini 1. Menghentikan Eksploitasi Kekayaan Alam oleh Perusahaan Asing. Bahkan perusahaan migas Qatar pun sering memasang lowongan untuk merekrut ahli migas dari Negara Indonesia. Kenyataannya dari tahun 1900 hingga saat ini ketika minyak hampir habis kita masih transfer teknologi. Yunaedi (37).

Sebagai warga ilegal. Kedaulatan petani pun terkebiri dengan diadopsinya gagasan Revolusi Hijau. petani terus bergantung pada pupuk kimia. Melalui Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 1988 tentang Ketertiban Umum. Ini tentu saja makin menggemukkan pundi-pundi perusahaan multinasional di sektor pertanian. Akibatnya. Mereka mencari nafkah di kawasan terlarang. di antaranya 32 lokasi di Jakarta Utara. bayang-bayang kehilangan sumber penghidupan serta tempat bernaung terus mengancam. Tercerabutnya tanah dari kehidupan petani diperparah dengan berhentinya pelaksanaan reformasi agraria (land reform) yang diamanatkan Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960. dll. Konversi lahan pertanian terus saja terjadi. Kepemilikan dan penguasaan tanah pun dibatasi.Salah satu awal mula penyebab kemiskinan di kota adalah ketika sektor pertanian dikebiri secara sistemik. pestisida. ketiadaan hak atas tanah di desa mereka berlanjut dengan tiadanya hak mereka atas tempat tinggal di Ibu Kota. Mereka pun menempati lahan illegal. Potret kemiskinan di kota hanya salah satu manifestasi dampak dari pengebirian itu. Akibatnya. khususnya Jakarta. kaum miskin kerap diusir. Sebaliknya. kepemilikan lahan petani terus menyempit. Semangat perundang-undangan itu untuk menciptakan pemerataan dalam kesempatan kegiatan produktif di bidang pertanian. COHRE menempatkan Indonesia . sebuah organisasi dunia di Swiss yang mengampanyekan hak atas tempat tinggal. Centre on Housing Rights and Evictions (COHRE). Kepala Dinas Kependudukan DKI Jakarta Abdul Kadir menyebut ada puluhan titik komunitas warga yang menempati daerah terlarang. dan benih. menyebut penggusuran paksa di Indonesia. Undang-undang itu mengamanatkan pemerintah untuk meredistribusi tanah Negara kepada para petani penggarap dan petani tak bertanah. telah mencapai level cukup gawat. bantaran kali. Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum semakin melegalkan penggusuran paksa. Di Jakarta. kemudahan dalam penyediaan tanah untuk kegiatan investasi dan eksploitasi sumber daya alam dalam skala besar terbuka luas.

sementara ribuan orang lainnya memeras keringat untuk Rp 10. sejak tahun 2000 hingga 2005 saja sebanyak 19. pelayanan kesehatan. Disimpulkan bahwa kota Jakarta menjadi semacam tempat pengungsian dari kehidupan yang menekan di tempat lain. ketika proses industrialisasi dimulai. Pada awal tahun masyarakat sudah dihantui dengan kenaikan harga BBM akibat naiknnya harga minyak dunia yang semakin melonjak menyebabkan harga bahan pangan pokok ikut meningkat. makanan bergizi. yakni dua dollar sehari.sebagai satu dari tujuh negara yang melakukan penggusuran paling besar di dunia. benih (bagi petani). seperti air bersih. . atau asupan kalori saja. Dengan demikian. dan lingkungan yang sehat.094 keluarga digusur. Laju pertumbuhan penduduknya jauh lebih tinggi dibandingkan data resmi menjadikan mega city terbesar di Asia Tenggara ini penuh paradoks mulai tahun 1970-1980. Sedangkan UPC mencatat. sementara ribuan anak tak bisa makan tiga kali sehari. Para ahli mendefinisikan kemiskinan sebagai ketiadaan akses pada halhal yang vital dalam hidup. kemiskinan absolut tak bisa direduksi dengan penghitungan pendapatan yang dibuat lembaga-lembaga internasional. Yang satu menguruskan badan dengan biaya jutaan rupiah. tanah.000 sehari. Kemiskinan absolut berarti tak punya akses kepada sumber daya dasar yang menopang kehidupan. rumah yang layak. pendidikan. Mereka yang tergolong kaya bisa membayar makanan sepiring seharga ratusan ribu rupiah.

B. Dengan demikian kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah harus berpihak pada kaum miskin agar mereka tidak semakin tertindas dengan masalah kemiskinan yang mereka hadapi. penguasaan teknik produksi. Strategi penanganan kemiskinan dalam persepektif pekerjaan sosial terfokus pada peningkatan keberfungsian sosial masyarakat miskin (dalam arti individu dan kelompok) dalam kaitannya dengan konteks lingkungan dan situasi sosial. lintas profesional dan lintas lembaga. Dari berbagai sumber yang diperoleh maka diperoleh kesimpulan bahwa Indonesia sampai saat ini belum dapat mengatasi masalah kemiskinan sedangkan negara Indonesia telah banyak melakukan cara-cara pengentasan kemiskinan tetapi kemiskinan juga belum bisa diatasi dengan baik. PENUTUP A. Selain itu juga agar pemerintah dan seluruh . Hal ini dapat dilihat dari contoh kasus kemiskinan yang terjadi di wilayah DKI Jakarta yang masih banyak sekali penduduk yang berpenghasilan rendah dan hidup kurang layak. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan permodalan yang didukung sepenuhnya dengan kegiatan pelatih yang terintegrasi sejak kegiatan penghimpunan modal. Pemerintah juga harus dapat memperbanyak sektor-sektor usaha agar angka pengangguran dapat ditekan karena seperti yang kita ketahui pengangguran merupakan salah satu penyebab kemiskinan. Kesimpulan Kemiskinan merupakan masalah yang kompleks yang memerlukan penanganan lintas sektoral.III. pemasaran hasil dan pengelolaan surplus usaha. Selain itu juga dengan mengupayakan penggolongan ekonomi makro yang yang berhati-hati melalui kebijaksanaan keuangan dan perpajakan merupakan bagian dari upaya menaggulangi kemiskinan. Saran Mengingat masih besarnya tingkat kemiskinan di Indonesia maka pemerintah harus lebih tanggap dalam mengatasi masalah ini karena seperti yang kita tahu kemiskinan merupakan salah satu penyebab ketidakmakmuran masyarakat Indonesia.

agar Negara kita bisa berkembang dan maju serta mensejajarkan dengan Negara maju yang sejahtera. .masyarakat di Indonesia mau bekerjasama untuk ikut berperan serata dalam meminimalkan jumlah kemiskinan agar Negara kita bisa bangkit dari keterpurukan baik dari krisis ekonomi maupun kemiskinan yang semakin meningkat setiap tahunnya.

JAKARTA dalam Angka 2009. “Kemiskinan dan Daya Saing Bangsa. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 2011. Perekonomian Indonesia. pukul 17.blogspot. 2011. Ekonomika Pembangunan. Sadono. Diakses pada tanggal 5 Maret 2012.com/masalah kemiskinan/makna/go. Bab I. Irawan.damandiri. Sitanggang. 2011. Jakarta. 1999. Diakses pada tanggal 6 Maret 2012. Arifin.com. Abdul.com. Masalah Kemiskinan. pukul 16. Diakses pada tanggal 5 Maret 2012. Pembangunan Ekonomi. Sukirno. 2006. Kemiskinan di Indonesia. 2009. 2011.55 WIB.kompasiana. http://sosbud. http://www. Era Baru dalam Pengentasan Kemiskinan di Indonesia. www. Dumairy. Terjemahan : Mundandar Haris. Jakarta : Penerbit Erlangga Usman.com.com. http://ijal-ewi. 5/3/2007. . Sunyoto.wordpers.30 WIB.scribd. pukul 20.or. Anonim. http://www. http://www.30 WIB. Jakarta : Penerbit Erlangga Ghopur. Ritonga. Ekonomi Pembangunan. Diakses pada tanggal 5 Maret 2012. dan Pemberdayaan Masyarakat.55 WIB. Todaro Michael P dan Smith Stephen C. 2006.kompas. Theresia. 2006.30 WIB. The World Bank. Indonesia dan Potret Kemiskinan. Depok. Diakses pada tanggal 7 Maret 2012 pukul 17.id32. Pembangunan Yogyakarta: Pustaka Belajar.” dalam Republika. pukul 20. 1996. 2010. 2007. Faktor Penyebab Kemiskinan. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta Masrizal.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Razali.id. 2009. pukul 20. Diakses pada tanggal 5 Maret 2012. Jakarta: The World Bank Office Jakarta.40 WIB.

GAMBARAN KEMISKINAN YANG MELANDA DI INDONESIA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful