P. 1
hplc

hplc

|Views: 477|Likes:
Published by Oka Dwicandra

More info:

Published by: Oka Dwicandra on Mar 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS I HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC) atau KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT

)

Oleh : Kelompok VIII

Ni Made Oka Dwicandra

(0908505071)

A.A.Kt.Sri Trisna Dewi Widhiani (0908505072) Charli Chanjaya Putu Aan Pustiari (0908505073) (0908505074)

JURUSAN FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA 2011

. 1998). Fasa stasioner atau diam dapat berupa zat padat atau suatu cairan. demikian juga zat yang secara termal tidak stabil. 1986). Kromatografi cair kolom klasik merupakan prosedur pemisahan yang sudah mapan dimana fase cair yang mengalir perlahan-lahan melewati kolom akibat gaya gravitasi dan terjadi proses pemisahan di kolom tersebut. salah satu diantaranya bergerak secara berkesinambungan dalam arah tertentu dan didalamnya zat-zat itu menunjukkan adanya perbedaan dalam adsorpsi. Dalam metode ini digunakan kolom berdiameter kecil (1-3 mm) dengan partikel pendukung berukuran sekitar 30 nm dan eluen dipompakan ke dalamnya dengan laju alir yang tinggi (sekitar 1-5 cm3m-1). DASAR TEORI Pendahuluan Kromatografi pada hakekatnya merupakan metode pemisahan dimana komponen yang akan dipisahkan terdistribusi diantara dua fase yang saling tidak bercampur yaitu fasa diam dan fasa gerak. Namun sejak kira-kira tahun 1969. dan gas-cair (Day dan Underwood. (Bassett et. Maka semua jenis kromatografi yang dikenal. Metode itu dicirikan dengan efisiensi kolom yang rendah dan waktu pemisahan yang lama. partisi. 1994). Pemisahan dengan metode ini dilakukan jauh lebih cepat (sekitar 100 kali lebih cepat) daripada dengan kromatografi cair yang biasa. Kromatografi merupakan suatu cara pemisahan fisik dengan unsur-unsur yang akan dipisahkan terdistribusikan antara dua fasa. gas-padat. Dengan kelebihan dari kromatografi cair bertekanan tinggi ini.s. perhatian dalam teknik kolom cair kembali dilirik dengan dikembangkannya sistem kolom bertekanan tinggi oleh Kirchland dan Huber. 1. dan fasa gerak dapat berbentuk cairan ataupun gas. Tetapi ditinjau dari kecepatan dan kesederhanaan. maka HPLC lebih bermanfaat untuk isolasi zat yang tidak mudah menguap. kelarutan tekanan uap.HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC) atau KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) I.i). terbagi menjadi empat golongan: cair-padat. satu dari fasa-fasa ini membentuk suatu lapisan stasioner dengan luas permukaan yang besar dan yang lainnya merupakan cairan yang merembes lewat atau melalui lapisan yang stasioner.07 x 107 Nm-2 (3000 p. Bila dibandingkan terhadap kromatografi gas-cair/gas-liquid chromatography (GLC). yang mampu bekerja pada tekanan sampai 2. all. GC . Kromatografi juga didefinisikan sebagai proses pemisahan zat terlarut oleh suatu proses migrasi diffferensial dinamis dalam sistem yang terdiri dari dua fase atau lebih. maka disebut sebagai kromatografi cair kinerja tinggi (High Performance Liquid Chromatografi). caircair. ukuran molekul atau kerapatan tekanan uapnya (Bahti.

5 maka senyawa terpisah dengan baik. mengubah temperatur karena pada umumnya kenaikan temperatur akan memperkecil waktu retensi. maka pemisahan baik tetapi waktu yang dibutuhkan untuk analisis lebih lama dan dan puncaknya melebar. Kolom dinyatakan baik jika cukup selektif artinya mampu menahan berbagai komponen dengan kekuatan yang cukup berbeda. sangat selektif hanya memerlukan sampel berjumlah sedikit serta keduanya dapat digunakan untuk analisis kuantitatif (Khopkar. faktor kapasitas. semakin besar nilai α maka pemisahannya akan semakin baik. Jika nilai R ≥ 1. efisiensi kolom. Cara Kerja KCKT Proses pemisahan dalam kromatografi didasarkan pada perbedaan laju migrasi masing-masing komponen dalam sistem kromatografi. Dan jika nilai k’ yang lebih besar. maka komponen tertahan sebentar dalam kolom. yaitu antara 1 sampai 10. kolom yang digunakan juga harus diperhatikan. mengubah fasa diam. . (Ahmad dan Suherman. maka dipilih pelarut pengembang yang sesuai dengan komponen yang dipisahkan. 1995). Parameter baik atau tidaknya suatu kromatografi didasarkan pada beberapa faktor. dan mengubah bentuk komponen. antara lain waktu retensi. dan detektor yang memadai. Sehingga ditentukanlah nilai k’ optimum. keduanya efisien. 2. Faktor kapasitas (k’) juga merupakan ukuran retensi suatu komponen dalam kolom. 2003). Untuk mencapai tujuan analisis ini.lebih baik. Dalam kromatografi cair Kinerja tinggi ini fasa gerak yang digunakan berupa cairan. Keterpisahan antara dua puncak kromatogram dinyatakan dengan resolusi ‘R’ (ukuran besar kecilnya pemisahan). dan resolusi. mengubah fasa gerak (misalnya dengan memperbesar polaritas). Perbedaan laju migrasi dari masingmasing komponen merupakan akibat dari perbedaan keseimbangan distribusi masing-masing komponen diantara fasa gerak dan fasa diam. Nilai α dapat diubah-ubah dengan cara. Efisiensi kolom merupakan kemampuan kolom mengeluarkan hasil yang diinginkan dengan hasil yang memuaskan dan dalam waktu yang singkat. Agar terjadi pemisahan yang baik maka nilai selektivitas (α) harus lebih besar daripada 1. Jika nilai k’ kecil. Pelarut yang digunakan dialirkan terus menerus secara kontinyu ke dalam pompa. Waktu retensi didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan untuk membawa keluar suatu komponen dari dalam kolom kromatografi sehingga yang keluar dari kolom adalah tepat konsentrasi maksimum. sedangkan fasa diamnya berupa padatan (silica gel) yang ditempatkan pada kolom tertutup (melekat secara kimia dalam kolom tersebut). Kedua teknik ini komplementer satu sama lainnya.

kemampuan elusi meningkat dengan meningkatnya polaritas pelarut. Pompa pada KCKT Persyaratan untuk pompa kromatografi cair meliputi generasi tekanan sampai 6000 psi (lb / in') atau 414 bar. Pada saat membuat pelarut fase gerak. (Gandjar dan Rohman. Tingginya tekanan dihasilkan oleh pompa kromatografi cair tidak menimbulkan suatu ledakan. 2007) 4. Daya elusi dan resolusi ini ditentukan oleh polaritas keseluruhan pelarut. Pemisahan dengan fase normal ini kurang umum dibanding dengan fase terbalik.1 sampai 10 Mumin. Fase gerak yang paling sering digunakan untuk pemisahan dengan fase terbalik adalah campuran larutan buffer dengan methanol atau campuran air dengan asetonitril. sebab adanya gas akan berkumpul dengan komponen lain terutama di pompa dan detektor sehingga akan mengacaukan analisis. Sementara untuk fase terbalik (fase diam kurang polar daripada fase gerak). maka sangat dianjurkan untuk menggunakan pelarut. 1991). 3. dan reagen dengan kemurnian yang sangat tinggi. Untuk sampel normal (fase diam lebih polar daripada fase gerak). Untuk pemisahan dengan fase normal. yaitu displacement pump . Dua jenis utama dari pompa digunakan dalam LC. Fase Gerak pada KCKT Fase gerak atau eluen biasanya terdiri atas campuran pelarut yang dapat bercampur secara keseluruhan berperan dalam daya elusi dan resolusi. Fase gerak sebelum digunakan harus dilakukan degassing (penghilangan gas) yang ada pada fase gerak. dan resistensi terhadap korosi oleh berbagai pelarut. bebas pulsa output. tingkat aliran berkisar dari 0. dan sifat komponenkomponen sampel. (Gandjar dann Rohman. polaritas fase diam. dimana titik nol dinyatakan sebagai saat dimulainya injeksi sampel (Ahmad dan Suherman. Wadah pelarut kosong ataupun labu laboratorium dapat digunakan sebagai wadah fase gerak. kemampuan elusi menurun dengan meningkatnya polaritas pelarut.Kromatogram HPLC merupakan relasi antara tanggapan detektor sebagai koordinat dan waktu sebagai absis dalam sistem koordinat Cartesian. Wadah ini biasanya dapat menampung fase gerak antara 1 sampai 2 liter. reprodusibilitas aliran relatif baik. 2007) 5. buffer. fase gerak yang paling sering digunakan adalah campuran pelarut-pelarut hidrokarbon dengan pelarut yang terklorisasi atau menggunakan pelarut-pelarut jenis alkohol. Adanya pengotor dapat mengganggu sistem kromatografi. Wadah Fase Gerak pada KCKT Wadah fase gerak harus bersih dan inert.

dan bebas dari gangguan. (Skoog. Biayanya berukuran standar. konstan. 1998) Pada saat pengisian sampel. dapat biaya lebih dari $ 1000. Kolom pada KCKT Kolom kromatografi cair biasanya dibangun dari yang halus atau stainless steel. Kolom khusus. Ratusan kolom dikemas berbeda dalam ukuran dan pengepakan tersedia. 1998) Pompa yang cocok digunakan untuk KCKT adalah pompa yang harus inert terhadap fase gerak. Selain dilapisi baja. seperti polyetheretherketone. a. Metode yang paling banyak digunakan pengenalan sampel di LC berdasarkan sampling loop. kolom juga dapat dilapisi stainless. katup diputar sehingga fase gerak mengalir melewati keluk sampel dan menggelontorkan sampel ke kolom. Diameter dalam kolom analitis sering antara 3-5 mm. volume sampel harus sangat kecil. Selanjutnya.1%. (Gandjar dan Rohman. Penyuntik ini mudah digunakan untuk otomatisasi dan sering digunakan untuk autosampler pada KCKT. (Gandjar dan Rohman. Penyuntikan Sampel pada KCKT Ketepatan pengukuran kromatografi cair ditunjukkan dengan reprodusibilitas pengepakan kolom. Loop sampling jenis ini memungkinkan penilaian sampel pada tekanan sampai 7000 psi dengan standar relatif deviasi persepuluh persen. Analytical Cholumn Kolom kromatografi cair berkisar dari 5 sampai 25 cm. 2007) 7. Pompa reciprocating digunakan dalam hampir semua modern kromatogram komersial. Presisi penyuntikan ditentukan dengan keluk sampel ini dapat mencapai nilai RSD 0. (Skoog. Kebanyakan kromatograf saat ini dijual dengan autoinjectors. Pada saat penyuntikan. sampel digelontorkan melalui keluk sampel dan kelebihannya dikeluarkan ke pembuang.dan reciprocating pump. Perangkat ini seringkali merupakan bagian integral dari kromatografi cair dan menyediakan loop untuk saling bertukar antara ukuran sampel dari 1 flL sampai 100 flL atau lebih. 2007) 6. Terlebih lagi dengan adanya pengaruh injeksi sampel. Kolom yang tidak spesifik berkisar dari $ 200 sampai lebih dari $ 500. seperti kolom kiral. reprodusibel. Umumnya digunakan kolom yang lurus. Kolom HPLC kadang-kadang dibuat dari tabung gelas dan tabung polimer. Tujuan penggunaan pompa atau sistem penghantaran fase gerak adalah untuk menjamin proses penghantaran fase gerak berlangsung secara tepat. akan lebih mudah untuk mampu mengukur sampel tanpa adanya penurunan tekanan. Dengan demikian. ukuran partikel .

Banyak kromatograf mempertimbangkan kontrol suhu sebagai suatu hal yang penting untuk pemisahan (280C).000 lempeng / kolom). Banyaknya cairan pada kolom jumlahnya sedemikian rupa sehingga hanya cukup menghasilkan sedikit tekanan untuk memelihara aliran fase gerak yang seragam. Kolom jenis ini menghasilkan 40. kolom ini dapat dikemas ulang atau dibuang dan diganti dengan jenis yang sama. Ketika kolom penjaga telah terkontaminasi. Guard Cholumn Kolom penjaga diperkenalkan sebelum kolom analitis untuk meningkatkan kerja analisis kolom karena tidak hanya menghilangkan partikel dan kontaminan dari pelarut tetapi juga komponen sampel yang terikat ireversibel pada fase diam.1% pada n-heksana. (6) ftalat dibutil.6 mm dan panjang 3-7. b. 1998) 8. Fase Diam pada KCKT Pada metode kromatografi cair ini digunakan kolom tabung gelas dengan bermacam diameter. (8) diethyiftalat. c. 4. (3) benzil asetat. Kolom yang paling umum memiliki adalah 10 atau panjang 15 cm. Partikel dengan dimensi yang bervariasi digunakan sebagai penunjang stasioner.000 lempeng / m dan memiliki keunggulan kecepatan dan membutuhkan pelarut yang minimal. yang dikemas dalam 3 atau 5 FLM partikel. Kolom juga dilengkapi dengan jaket air untuk memberikan kontrol suhu tepat. (2) anisol. Silika sejauh ini merupakan kemasan yang paling umum digunakan dalam LC. Susunan kemasan kolom penjaga harus serupa dengan yang ada pada kolom analitis. (Skoog.4 cm diameter. Dimensi kolom antara lain 4 cm. Kolom ini. tersedia microcolumns dengan diameter dalam 1 sampai 4. Properti ini sangat penting karena pelarut dengan kemurnian tinggi diperlukan untuk LC. pelarut umumnya memiliki harga mahal sehingga dengan LC ini pelarut dapat digunakan kembali tanpa dibuang-buang. (4) phthalate dioktil. Pengontrolan Suhu Kolom Diharapkan kolom memiliki suhu yang konstan. Secara . mencapai sebanyak 100. fase gerak: etil asetat 4. Selain itu.000 lempeng / meter (biasanya sekitar 10. 0.5 cm. (1) p-xilena.6 mm diameter dalam. (5) phthalate dipentyl.paling umum dari kemasan adalah 3 atau 5 FLM.000 untuk 70. Senyawanya. partikel ukuran biasanya lebih besar. dan dikemas dengan 5-FLM partikel. Pada 1980-an. (7) dipropyl phthalate. kemasan: 3-FLM spherisorb.

keseluruhan pemisahan ini memakan waktu lama. Detektor ideal untuk LC tidak perlu responsif dalam berbagai rentang suhu. Berbagai usaha telah dilakukan untuk menambah laju aliran tanpa mengubah tinggi piringan teoritis kolom. konstanta dielektrik. sedangkan laju aliran dipertinggi dengan tekanan yang tinggi (Khopkar. yang dimodulasi oleh kehadiran zat terlarut. seperti indeks bias. detektor LC dalam instrumen analisis disesuaikan dengan aliran sel untuk mengukur konsentrasi zat terlarut rendah. Kromatografi cair kinerja tinggi atau high performance liquid chromatography (HPLC) berbeda dari kromatografi cair klasik. fluoresensi. Tantangan utama dalam pengembangan LC telah beradaptasi dan meningkatkan perangkat tersebut. Penurunan ukuran partikel penunjang stasioner tidak selalu menguntungkan. (Skoog. 2003). Jenis detektor kromatografi cair terdiri dari dua jenis. Sebaliknya. Detektor DAD yang paling banyak digunakan untuk LC didasarkan pada penyerapan ultraviolet atau radiasi visibel. Sebuah HPLC detektor harus memiliki volume internal minimal untuk mengurangi zona yang luas dan harus kompatibel dengan aliran cairan. atau difusi. Detektor KCKT Tidak ada detektor untuk LC yang berlaku universal yang berlaku seperti ionisasi nyala dan detektor konduktivitas termal untuk kromatografi gas. 1998) . Bulk-properti detektor menanggapi fase gerak massal. Karakteristik Detektor Ideal. solut-properti detektor merespon beberapa properti dari zat terlarut. atau kepadatan. seperti absorbansi UV. Pada sisi lain. 9. HPLC menggunakan kolom dengan diameter umumnya kecil. 2-8 mm dengan ukuran partikel penunjang 50 nm. a.

detektor.Gambar 1. Pemisahan solut-solut ini akan diatur oleh distribusi solut dalam fase gerak dan fase diam. 1998) II. wadah penampung buangan fase .605 Parasetamol AUC 1513329 383310 Rt (menit) 7. kolom.015 Kafein AUC 510219 1755196 III. Instrumen HPLC pada dasarnya terdiri atas wadah fase gerak.605 3. DATA PENGAMATAN Reservoir Pelarut Volume injektor Column Detektor : Isokratik : Metanol 70% : 20μL : C18 : Diode Array Detector Hasil Pengamatan Kromatogram λ (nm) Rt (menit) 244 272 3. sistem penghantaran fase gerak.015 7. (Skoog. PEMBAHASAN Kromatografi merupakan teknik yang mana solut atau zat-zat terlarut terpisah oleh perbedaan kecepatan elusi. dikarenakan kolom ini melalui suatu kolom kromatografi. alat untuk memasukkan sampel. Diagram rangkaian alat dalam HPLC.

polaritas fase diam. Proses elusi dilakukan dengan cara isokratik menggunakan satu jenis pelarut. Fase gerak atau eluen biasanya terdiri atas campuran pelarut yang dapat bercampur yang secara keseluruhan berperan dalam daya elusi dan resolusi. Adanya partikel yang kecil dapat terkumpul dalam kolom atau atau dalam tabung yang sempit. Wadah fase gerak yang digunakan harus bersih dan inert. Sampel-sampel cair dan larutan disuntikkan secara langsung ke dalam fase gerak yang mengalir di bawah tekanan menuju kolom menggunakan alat penyuntik yang dilengkapi dengan keluk sampel (sample loop) internal atau eksternal. reprodusibel. dan suatu komputer atau integrator atau perekam (Gandjar dan Rohman. Pada saat pengisisan sampel. dan sifat komponenkomponen sampel (Gandjar dan Rohman. 2007). katup diputar sehingga fase gerak mengalir melewati keluk sampel dan menggelontor sampel ke kolom. sehingga dapat menyebabkan suatu kekosongan pada kolom atau tabung tersebut. Fase diam yang digunakan pada HPLC ini adalah silika yang telah dimodifikasi secara kimiawi. Karenanya. digunakan kromatografi fase balik (fase diam kurang polar dibandingkan fase gerak. Adanya pengotor dalam reagen dapat menyebabkan gangguan pada sistem kromatografi. Reagen ini akan bereaksi dengan gugus silanol dan menggantikannya dengan gugus . 2007). Tujuan penggunaan pompa atau sistem pengahantaran fase gerak adalah untuk menjamin proses penghantaran fase gerak berlangsung secara tepat. dan bebas dari gangguan (Gandjar dan Rohman. Silika dapat dimodifikasi secara kimiawi dengan menggunakan reagen tertentu.1% (Gandjar dan Rohman. yaitu metanol 70%. 2007). Fase gerak sebelum digunakan harus dilakukan degassing (penghilang gas) yang ada pada fase gerak.gerak. 2007). fase gerak sebelum digunakan harus disaring terlebih dahulu untuk menghindari partikel-partikel kecil ini (Gandjar dan Rohman. 2007). Sampel yang melewati keluk ini adalah 20μ Pada saat penyuntikan. Presisi penyuntikan dengan keluk sampel ini dapat mencapai nilai RSD 0. tabung penghubung. Pada penentuan kadar kafein dan parasetamol. Wadah fase gerak yang diguanakan pada praktikum simulasi dengan HPLC ini adalah botol kaca. Daya elusi dan resolusi ini ditentukan oleh polaritas keseluruhan pelarut. sampel digelontor melewati keluk sampel dan kelebihannya dikeluarkan ke pembuang. konstan. Pompa yang cocok digunakan untuk HPLC adalah pompa yang mempunyai syarat sebagaimana syarat wadah pelarut yakni pompa harus inert terhadap fase gerak. sebab adanya gas akan berkumpul dengan komponen lain terutama di pompa dan detektor sehingga akan mengacaukan analisis.

Detektor pada HPLC yang digunakan pada alat ini adalah detektor photodiode array (PDA). suatu kromatogram pada panjang gelombang yang diinginkan dapat ditampilkan. Detektor ini mampu memberikan kumpulan kromatogram secara simultan pada panjang gelombang yang berbeda dalam sekali proses (single run). Tujuan umum dari kromatografi adalah pemisahan yang cukup dari suatu campuran yang akan dipisahkan. yakni lamanya waktu komponen atau molekul yang akan dianalisis dalam kolom (Gandjar dan Rohman. Silika yang dimodifikasi ini mempunyai karakteristik kromatografik dan selektifitas yang berbeda jika dibandingkan dengan silika yang tidak dimodifikasi. yakni ukuran banyaknya pelebaran puncak dari masing-masing puncak solut (efisiensi) dan tingkat pemisahan puncak-puncak yang berdekatan (resolusi) (Gandjar dan Rohman. Terdapat dua parameter yang digunakan untuk meilai kualitas pemisahan kromatografi. Selama proses berjalan. efisiensi kolom kromatografi juga berkaitan dengan waktu retensi. panjang gelombang. Untuk kolom kromatografi.fungsional C18. HETP merupakan panjang kolom kromatografi yang diperlukan sampai terbentuknya satu kali . Selain dengan N. 2007). 2007). maupun tinggi (Gandjar dan Rohman. 2007). Spektrum dan kromatogram yang dihasilkan pada detektor ini dapat ditampilkan sebagai plot tiga dimensi absorbansi. sedang. Dan akhirnya dengan detektor ini pula. Dengan detektor ini akan diperoleh spektrum UV tiap puncak yang terpisah sehingga dapat dijadikan sebagai alat yang penting untuk memilih panjang gelombang maksimal untuk sistem HPLC yang digunakan. 2007). jumlah lempeng atau plate number (N) yang didasarkan pada konsep lempeng teoritis pada distilasi kolom digunakan sbeagai ukuran efisiensi. 2007). Hasil reaksi yang diperoleh disebut dengan silika fase terikat yang stabil terhadap hidrolisis karena terbentuk ikatan-ikatan siloksan (Si-O-O-Si). Suatu ukuran alternatif (yang tergantung pada panjang kolom kromatografi) adalah tinggi lempeng (H) atau juga disebut HETP (Height Equivalent Theoritical Plate). Oktadesil silika (ODS atau C 18) mampu memisahkan senyawa-senyawa dengan kepolaran yang rendah. dan waktu sehingga data ini dapat dimanipulasi dan diplotkan kembali pada layar lalu dibandingkan dengan data 3 dimensi senyawa lain dari perpustakaan data yang ada dalam sistem komputernya sehingga bisa digunakan untuk tujuan identifikasi (Gandjar dan Rohman. dapat dilakukan uji kemurnian puncak dengan membandingkan antara spektra analit dengan spektra senyawa yang sudah diketahui (Gandjar dan Rohman. Detektor ini merupakan detektor UV-Vis dengan berbagai keistimewaan.

sehingga tidak dapat dibuat persamaan regresi linear yang menghubungkan nilai AUC dengan konsentrasi dan tidak dapat ditentukan kadar parasetamol dan kafein pada sampel. paracetamol memiliki waktu retensi 3. Pada metode tinggi puncak. Penetuan kadar dari analit sebaiknya dilakukan pada panjang gelombang maksimum dari analit tersebut sebab pada panjang gelombang maksimum. Analisis kuantitatif dengan HPLC dapat dilakukan dengan menggunakan parameter luas puncak atau tinggi puncak . dihasilkan kepekaan yang maksimum juga. . Metode ini hanya digunakan jika perubahan tinggi puncak linier dengan konsentrasi analit.605 menit dan kafein memiliki waktu retensi 7. Kesalahan akan terjadi apabila terjadi penyimpangan pada puncak (asimetri). Sesuai dengan persamaan berikut Dilihat dari parameter waktu retensinya. Nilai AUC parasetamol pada panjang gelombang 244 nm lebih besar dari AUC kafein karena pada panjang gelombang ini parasetamol memberikan serapan yang maksimum. 2007).keseimbangan molekul solut dalam fase gerak dan fase diam. didapatkan nilai AUC parasetamol 383310 dan AUC kafein 1755196. Pada panjang gelombang maksimum paracetamol (244 nm). Nilai AUC kafein pada panjang gelombang 272 nm lebih besar dari AUCparasetamol karena pada panjang gelombang ini kafein memberikan serapan yang maksimum. Pada simulasi ini. Luas puncak atau tinggi puncak ini berbanding langsung dengan banyaknya solut yang dianalisis. didapatkan nilai AUC parasetamol sebesar 1513329 dan AUC kafein sebesar 510219. Sedangkan pada panjang gelombang maksimum kafein (272 nm). Waktu retensi yang jaraknya tidak terlalu jauh juga menunjukkan bahwa efisiensi pemisahannya baik. Kolom yang memberikan jumlah lempeng (N) yang besar dan nilai HETP yang kecil akan mampu memisahkan komponen-komponen dalam suatu campuran yang lebih baik yang berarti bahwa efisiensi kolom semakin besar. tinggi puncak diukur sebagai jarak dari garis dasar ke puncak maksimum.015 menit serta kromatogram paracetamol dan kafein yang memisah dengan jarak tertentu (data tidak diberikan) menunjukkan bahwa pemisahan ini memiliki resolusi yang baik. Analisis kualitatif dengan metode HPLC dapat melalui pendekatan waktu retensi solut yang tidak diketahui dengan data retensi baku yang sesuai (senyawa yang diketahui) pada kondisi yang sama (Gandjar dan Rohman. 2007). Metode luas puncak serupa dengantinggi puncak (Gandjar dan Rohman. jika dilakukan pada kisaran detektor yang linier. tidak ditampilkan data AUC dari baku dengan rentang konsentrasi tertentu.

Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2003. Ibnu Gholib dan Abdul Rohman. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Khopkar. Teknik Pemisahan Kimia dan Fisika. A. Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Skoog. A. Day.M. 1998. 1986. Douglas. 1998. 1994.. G. Analisis Kimia Kuantitatif.. dan Suherman.. M.DAFTAR PUSTAKA Ahmad. 1991. R. Jakarta: UI Press. USA: David Haris Publisher. J. Denney. Bandung: Universitas Padjajaran. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. Mendham. . dkk.C. Bassett. Jeffery. Surabaya: Airlangga University Press. Bahti. 2007. Jakarta: Erlangga..L. Gandjar. dan J.H. R. S. Konsep Dasar Kimia Analitik.A dan Underwood. Principles of Instrumental Analysis. Kimia Farmasi Analisis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->