BAB III METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan observasi dan teknik lembar pengamatan. B. Definisi Operasional Variabel Penelitin Penelitian ini memiliki satu variabel, yaitu survei pembelajaran lompat jauh gaya jongkok melalui metode latihan telemark bagi siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Kalasan. Secara operasional, variabel ini didefinisikan, telemark merupakan salah satu teknik latihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil pembelajaran yang benar dalam lompat jauh gaya jongkok. Latihan telemark yaitu latihan menumpu/take off dengan gerakan pada saat melayang dipertahankan hingga saat pendaratan dengan posisi kaki ayun atau kaki bloking berada di depan dan kaki tumpu tetap berada dibelakang. C. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi penelitian Menurut Sukardi, (2003:53) “Populasi adalah semua anggota kelompok manusia, binatang, peristiwa atau benda yang tinggal bersama dalam satu tempat dan secara terencana menjadi target kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian”. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2002:108) “Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian”. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kalasan dengan jumlah 40 siswa. 2. Sampel Penelitian

Menurut Sugiyono. Aspek. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karateristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Kalasan. Data yang sudah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif kualititatif dengan persentase. Setelah siswa melakukan latihan.aspek penilaian dalam lompat jauh gaya jongkok : Gerakan keseluruhan dalam lompat jau terdiri dari tahap-tahap: a. selanjutnya siswa akan diberikan tes akhir . (1995:134) “Instrumen pengambilan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatanya mengumpulkan atau pengangambilan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Awalan  Panjang lari awalan bervariasi antara 10 langkah sampai dengan 20 langkah (atlit  berpengalaman) Teknik lari awalan mirip dengan lari sprint (tidak sama dengan lari sprint) dan merupakan lari berirama (ritme) . Mendarat 1). Melayang d. Instrumen dan Teknik PengambilaN Data Menurut Suharsimi Arikunto.” Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data ini adalah dengan cara melakukan observasi. D. (2007:81). 3 kali latihan 1 kali ambil data dengan lembar pengamatan. yaitu menjumlah hasil skor pengamatan yang ada pada lembar pengamatan kemudian dipersentase. Menumpu/menolak c. Awalan b.

Posisi ini harus tetap dipertahankan sampai kaki tumpu meninggalkan balok tumpuan. Melayang    Kaki bebas dipertahankan ada posisi bertolak Badan tetap tegak ke atas dan vertical. 3).  Paha kaki ayun (bloking) didorong sampai ke posisi horizontal.  Tumpuan/tolakan dilakukan dengan full extention dengan togok tetap tegak. Jika tumpuan dilakukan dalam waktu yang lama. Sudut tolakan ideal adalah 45 derajat. Namun sangat sulit untuk mendapatkan sudut ideal ini karena ada kecepatan horizontal. Tolakan  Tumpuan dilakukan dengan aktif dengan gerakan mengkais (kebawah dan ke belakng).  Tumpuan (tolakan) dilakukan dengan cepat (sesingkat mungkin kontak denagan tanah) dengan sedikit penekukan tungkai pada kaki tumpu. Kecepatan meningkat terus menerus sampai mencapai balok tumpuan untuk mencapai kecepatan maksimal yang terkontrol/kecepatan optimal/sub maksimum  Pada saat mendekat balok tumpu (3 langkah terakhir).  Tumpuan harus dilakukan tepat dibawah badan dengan tetap menjaga posisi titik pusat berat badan tetap tinggi. Hal ini akan merugikan dalam pencapaian jarak lompatan. 2). Kaki tumpu mengikuti selama waktu melayang .maka akan mengurangi kecepatan horizontal yang didapat dari kecepatan lari awalan. Pandangan harus tetap ke depan dan bukan ke arah balok tumpu. frekuensi langkah dipercepat dan tidak boleh memperpanjang langkah karena akan mengurangi kecepatan lari dan menurunkan titik pusat berat badan pelompat.

Teknik Analisis Data Teknik analisis data ini menggunakan teknik analisis data dengan menggunakan: 1. Suharsimi Arikunto (2010:192) sebagai berikut: . E. Adapun kriteria tersebut dibagi menjadi 4 bagian. Menganalisis hasil pengamatan lompat jauh gaya jongkok dengan lembar pengamatan.x 100% jumlah keseluruhan Kemudian persentase yang diperoleh ditafsirkan ke dalam kualitatif. dan “ baik sekali”. “cukup”. Melalui observasi pembelajaran lompat jauh gaya jongkok melalui metode latihan telemark. Kaki tumpu dibengkokkan dan ditarik ke depan atas mendekati akhir gerak melayang 4). Mendarat    Kedua tungkai hampir sepenuhnya diluruskan Badan dicondongkan ke depan menuju ke arah titik pendaratan Mendarat dengan menggunakan kedua telapak kaki. “baik”. Perhitungan dengan menjumlah hasil skore yang diperoleh dibagi skore maksimal dikali seratus persen Rumusnya: jumlah yg ingin dicari -------------------------------. 2.lutut agak ditekuk dan mengeper. yaitu “kurang”.

Tabel kriteria penggolongan pemahaman lompat jauh gaya jongkok Prosentase Persentase 76%-100% Persentase 51%-75% Persentase 26%-50% Persentase kurang dari 26 % Baik Sekali Baik Cukup Kurang Kategori .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.