Penghitungan PPh Pasal 21 atas THR bagi Pegawai Tetap Apabila kepada pegawai tetap diberikan jasa produksi

, tantiem, gratifikasi, bonus, premi, tunjangan hari raya, dan penghasilan lain semacam itu yang sifatnya tidak tetap dan biasanya dibayarkan sekali setahun, maka PPh Pasal 21 dihitung dan dipotong dengan cara sebagai berikut : 1. dihitung PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur yang disetahunkan ditambah dengan penghasilan tidak teratur berupa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya. 2. dihitung PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur yang disetahunkan tanpa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya. 3. selisih antara PPh Pasal 21 menurut penghitungan angka 1 dan 2 adalah PPh Pasal 21 atas penghasilan tidak teratur berupa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya.

Contoh: 1). Joko Qurnain (tidak kawin) bekerja pada PT Qolbu Jaya dengan memperoleh gaji sebesar Rp 2.000.000,00 sebulan. Dalam tahun yang bersangkutan Joko menerima THR sebesar Rp 5.000.000,00. Setiap bulannya Joko membayar iuran pensiun ke dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp 60.000,00

Cara menghitung PPh Pasal 21 atas THR adalah : a. PPh Pasal 21 atas Gaji dan THR (penghasilan setahun): Gaji setahun (12 x Rp 2.000.000,00) THR Penghasilan bruto setahun Pengurangan : 1. Biaya Jabatan ( 5% x Rp 29.000.000,00 ) 2. Iuran pensiun setahun (12 x Rp 60.000,00 ) Penghasilan neto setahun PTKP – untuk WP sendiri Penghasilan Kena Pajak PPh Pasal 21 terutang 5% x Rp 10.990.000,00 = Rp Rp Rp Rp 1.450.00,00 Rp 720.000,00 Rp Rp Rp Rp 2.170.000,00 26.830.000,00 15.840.000,00 10.990.000,00 24.000.000,00 5.000.000,00 29.000.000,00

Rp

549.500,00

b. PPh Pasal 21 atas Gaji Setahun

00) Penghasilan neto setahun PTKP – untuk WP sendiri Penghasilan Kena Pajak PPh Pasal 21 terutang 5% x Rp 6.00 .00 Rp 720.000.000.00% dari gaji untuk setiap bulan.00 sebulan.000.00 2).000.240.000.000.750.000.Gaji setahun (12x Rp 2. Prameswari membayar iuran Pensiun Rp 50.000.70% dari gaji. Dalam tahun berjalan dia juga menerima THR sebesar Rp 4.00) THR Premi Jaminan Kecelakaan Kerja Rp 33. Iuran pensiun setahun (12 x Rp 60.000. 0.000.000.000.00 Rp 312.30% dan 3.00 6. PPh Pasal 21 atas THR PPh Pasal 21 atas THR adalah : Rp 549.000.000.000.500.00) 2.00 Cara menghitung PPh Pasal 21 atas THR adalah sebagai berikut : a.080. Perusahaan ikut dalam program jamsostek.200.00 dan iuran Jaminan Hari Tua sebesar 2.000.00 15.00) Pengurangan : 1.00 Rp Rp Rp Rp 24.000.00 = Rp 237.750.00 1.000.00 – Rp 312.000. Karyawati Ken Prameswari (tidak kawin) bekerja pada PT Prabu Kedaton dengan memperoleh gaji sebesar Rp 2.00 c.000.00 22.240. Biaya Jabatan (5% x Rp 24.920.00%. PPh Pasal 21 atas Gaji dan Bonus (penghasilan setahun): Gaji setahun (12 x Rp 2.840.000.000.000. Premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi Jaminan Kematian dan Iuran Jaminan Hari Tua dibayar oleh pemberi kerja setiap bulan masing-masing sebesar 1.00= Rp Rp 1.500.

000.00 99.00 Rp 600.000.00= 3.00 Rp 99.000.450. Biaya Jabatan 5% x Rp 33.000.00 Rp 12 x Rp 55.00 3.00) = Premi Jaminan Kecelakaan Kerja 12 x Rp 27.00 Rp .250.00 37.450.00 18.00= 3.000.000. Iuran Jaminan Hari Tua 12 x Rp 55.00 18.000. Iuran pensiun setahun 12 x Rp 50.550.00= 2.000.00 34.00 = Premi Jaminan Kematian 12 x Rp 8.450.000.429.297.00 Rp 30.000.00 Rp 2.12xRp 27.429.429.000.00 330.00 Rp Rp Rp Rp Rp 922.000.000.671. PPh Pasal 21 atas Gaji Setahun Rp Rp 1.00 15.457.500.457.00 Rp 600.000.500.000.000.750.000. Biaya Jabatan 5% x Rp 37.00 Penghasilan bruto setahun Pengurangan : 1.000.000.00= 2.840.00 Rp 660.00 Rp 33.00= Rp 660.450.457.550.00= Jumlah Penghasilan neto setahun = PTKP Rp 1.429. Iuran Jaminan Hari Tua Penghasilan neto setahun PTKP – untuk WP sendiri Penghasilan Kena Pajak Dibulatkan PPh Pasal 21 terutang 5% x Rp 18.931.00 330.00 = Jumlah Pengurangan : 1.00 = b.00 Rp Rp 33.000.871.550.00 Rp Rp Rp 4.00 Premi Jaminan Kematian 12 x Rp 8.497.000.850.250. Iuran pensiun setahun 12 x Rp 50.131.000.000.00 Gaji setahun (12xRp 2.000.

000.-------------Rp.-.00 Rp 14.000.Rp. Ibnu Zabila berstatus telah menikah tetapi belum mempunyai Anak.000.657.000.000.100. membayar iuran pensiun sebesar Rp.850.000.000.00 – Rp 732.657.00= c. (jika tidak memiliki NPWP Anda akan dikenakan 20% lebih besar dari tarif biasa) Cara perhitungannya sebagai berikut : a.Matahari Abadi dengan memperoleh gaji sebulan sebesar Rp.100.840.PTKP setahun: -untuk WP sendiri Rp.00 Rp 14.5.Rp.5.650.550.000.000.- .000.-Iuran Pensiun: Rp.15.000.000. Gaji sebulan Rp.000.- Pengurangan: -Biaya Jabatan: 5% x Rp.000.00 15.650.4.850.000.000. Ibnu Zabila adalah seorang karyawan yang bekerja pada perusahaan PT. Dia juga telah mempunyai NPWP.– untuk WP sendiri Penghasilan Kena Pajak Pembulatan Rp 732.00 PPh Pasal 21 terutang 5% x Rp 14.-.000.00 = Rp 190.250.840.- Penghasilan neto sebulan Penghasilan neto setahun 12xRp.00 Contoh 1.657.850.55.800. 350.000.5.Rp. PPh Pasal 21 atas THR PPh Pasal 21 atas Bonus adalah : Rp 922.4. Contoh OP yang telah memiliki NPWP.

318.PPh Pasal 21 sebulan: Rp.650.000.38.-------------Rp.- Pengurangan: -Biaya Jabatan: 5% x Rp.- PTKP setahun: -untuk WP sendiri -tambahan WP kawin: Rp.2..- Rp.55. Contoh OP yang tidak memiliki NPWP.17.200.17.000.000.000.4.000.- .000.--------------Rp.840.-tambahan WP kawin: Rp.000.- Penghasilan neto sebulan Penghasilan neto setahun 12xRp.38.640.: 12 Rp.Rp.Rp.4.000.Rp.160.161.000.- Rp.000.000.000.000.000.320.640.: 12 Rp.000. Gaji sebulan Rp.38.932.100.Rp.000.650.400.193.800.38..640.000.000.- Rp.2.160.PPh Pasal 21 sebulan: Rp.400.000.1.000. 1..-Iuran Pensiun: Rp.Rp.15.250.318.5.320. 1.- Penghasilan Kena Pajak setahun PPh Pasal 21 terutang: 5% x 120% x Rp.- b.000.--------------- Penghasilan Kena Pajak setahun PPh Pasal 21 terutang: 5% x Rp.5.000.Rp.640.1.932. 350.

000.000. 50 juta TARIF 10% > Rp. 7. 50 jt – Rp.000. PERTANYAAN PPh WAJIB PAJAK BADAN PT.CARA MENGHITUNG PAJAK PENGHASILAN BADAN USAHA DAN ORANG PRIBADI 1. 100 jt TARIF 15% > Rp. 750. Rp. 50 jt – Rp.000. 750 jt – Rp.00 > Rp. 50 jt terkena Tarif 10% = Rp.000. = Rp.2.000.00 . TARIF PPh WP BADAN 1) s/d Th. 750.1.000.00 (2) Penghitungan : s/d Rp. 2009: Berlaku Tarif Tunggal : 28% 1.500.500.00 > Rp 100 jt (Rp. 5.00 = Rp. 100 jt terkena Tarif 15% = Rp. 650 jt T O T A L PAJAK (PPh) 2) Tahun 2009: (1) Penghasilan Kena Pajak .000. 750. 207. 195. PAJAK TERUTANG 1) Tahun 2008: (1) Penghasilan Kena Pajak := Rp.00 Hitung berapa PPh Terutang untuk Tahun 2008dan Tahun 2009 ! JAWABAN: 1.000.000.000.000. 100 jt) terkena Tarif 30% X Rp. 100 jt TARIF 30% 2) MULAI Th.00 = Rp. A dalam Tahun Pajak 2008 dan 2009 untuk masin-masing tahun pajak memperoleh Penghasilan Kena Pajak dalam jumlah yang sama sebesar Rp. 2008 : Berlaku Tarif Progresif sbb: PENGHASILAN KENA PAJAK s/d.

000..... 50 jt – Rp..000... 50 jt – Rp.00 2..000. 250 jt – Rp.00 Tarif 5% > Rp...000.200. PERTANYAAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PENGUSAHA Sdr.000....000. 100 jt – Rp. 1. Tarif 5% > Rp. 50 jt Tarif 10% > Rp...Tarif 30% 2. 500 jt dst . 210...000.. 500 jt Tarif 25% > Rp.00 Hitung berapa besarnya Pajak Terutang Tahun 2008 dan Tahun 2009 atas nama Sdr. 600.. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) 1) s/d Tahun 2008 PTKP untuk Diri Wajib Pajak .00 Status Wajib Pajak Kawin mendapat tambahan Rp.(2) Tarif: (Flate) / TUNGGAL 28% ....200.000 . 50.200. 250 jt Tarif 15% > Rp.= Rp...1 TARIF PPhWP OP PENGUSAHA DAN PEKERJA 1) Tarif Lama s/d Tahun 2008: PENGHASILAN KENA PAJAK : s/d Rp. 200 jt Tarif 25% > Rp..00 2) MulaiTahun 2009 .000. 25.2. 1.Tarif 35% 2) mulaiTahun 2009 PENGHASILAN KENA PAJAK s/d Rp.Rp.. 13.000. 200 jt dst ... A dengan Status Kawin mempunyai Anak 3 orang (K/3) dan memiliki usaha Toko untuk Tahun 2008 dan Tahun 2009 memproleh Penghasilan Bersih jumlahnya sama sebesar Rp. 100 jt Tarif 15% > Rp. A tersebut ! JAWABAN: 2.000.. 25 jt – Rp.00 Untuk Tanggungan Keluarga Maksimum 3 orang @ Rp....

950. 50 jt (Rp.000.00 Tanggungan Keluarga Anak 3 Orang3 X Rp.000.700. 21.960. 25. 7.000.000.880. X 5% = Rp.000.00 : Rp.00 TOTAL PPh Terutang 2009 : Rp. 3. 25 jt) X 10% =Rp.000.000.000.600.000.000.200. 1. 500 jt dst Rp.00 (4) (5) Ø Ø Ø Ø Ø PenghasilanKena Pajak Rp.000.00 Tanggungan KeluargaMaksimm 3 orang @ Rp. 15.320.000. 23.000.000. 50 jt – Rp. 1. 200 jt dst (Rp. 100 jt) X 25% =Rp.00 Rp. 25 jt – Rp.00 (2) PTKP (K/3) Diri WP Rp. 30.000.000.00 2) Tahun2009: (1) Penghasilan Bersih Rp.000.133.00 Rp. 25 jt X 5% =Rp.000. 62. 582.000. 15. 1. 100 jt (Rp.000. 118.000.500.880.320.3. 3.00 Rp. 2009) Rp. 50 jt – Rp.00 (4) Penghasilan Kena Pajak Rp.840.00 2. Rp.000.00 (3) Total PTKP (K/3) . 250 jt – Rp.000. 500 jt X 25% = Rp.500.00 ..000.00 Ø Rp. 250 jt X 15% = Rp.00 Ø TOTAL PPh Terutang 2008 : Rp.00 Status Kawin mendapat tambahanRp.00 (2) PTKP (K/3) Diri WP Rp.000.00 (5) PPh Terutang cfm Tarif 2008: s/d Rp.320. 169. Rp.00 Tanggungan Keluarga Anak 3 Orang 3 X Rp. 50 jt.120.000.00 (3) TOTAL PTKP (K/3 Th.000.00 Ø Rp.000.000.200.250. 578.320. 18. 1. 2.664. 1.00 Ø Rp.600..00 Rp.600. 382 jt) X 35% = Rp.00 Kawin . 2.000.00 Kawin Rp. Pajak Terutang: 1) Tahun2008: (1) Penghasilan Bersih Rp.00 X 30% = Rp. 13.500.000.000.00 Ø Rp.000. 100 jt – Rp 200 jt (Rp. 1.000. 50 jt) X 15% =Rp. 1.500.840.000.6664.200.PTKP untuk Diri Wajib Pajak Rp.00 PPhTerutang cm Tarif 2009: s/d Rp. 78.

00 : 12 :Rp.000. 50 jt – Rp.296. 4.00 > Rp. 13.704.500.600. B Status Kawin dan mempunyai Anak 3 orang yang bekerja sebagai Karyawan Tetap PT.00 (2) PenghasilanBruto per Tahun 12 X Rp. 200 jt dst X 35% : Nihil .000. 70.296. 2.2.000. 6. 52. 1.000.600.00 TanggunganKel.00 per Tahun atau Rp.000. 6.00 = Rp. (10) Rp.000. 4.00 Status Kawin : Rp.704.000.200.000. (5) PenghasilanNeto Rp.600. B tersebut ! JAWABAN: 1) Tahun 2008 (1) PenghasilanBruto per bulan Rp. 50 jt X 10% = Rp.000.00 > Rp. PERTANYAAN PPh PASAL 21 WP OP KARYAWAN / PEKERJA ATAS GAJI / UPAH BESERTA IKUTANNYA DI ATAS PTKP.00 > Rp.3. 200 jt X 25% : Nihil > Rp.00 X 15% = Rp.000.200.00 (7) PenghasilanKena Pajak Rp. 1.155.300. 3.155. 6 jt = Rp.000. 3 orang 3 X Rp.000.000.200. Sdr.704. 405. 100 jt – Rp.00 Hitung berapa PPh Pasal 21 Terutang Tahun 2008 dan Tahun 2009 per Tahun dan per bulannya atas nama Sdr. 100 jt X 15% Rp.250.000. 1. Maks. 25. 108. 1.00 X 5% = Rp.600. 25 jt – Rp.00 (4) DikurangiIuran Pensiun: NIHIL . C dengan Gaji beserta Tunjangan bulan Desember Tahun 2008 maupun Bulan Januari 2009 sebesar Bruto setiap bulan Rp.000.00 per Bulan Ø 5% XRp.00 : Rp.00 (6) Dikurangi PTKP(K/3): Diri Wajib Pajak : Rp.000.000.00 .00 (9) PPh PASAL 21/ Bln.000.000.00 Ø Maksimum Rp.000.000.000. 3.00 (3) Dikurangi Biaya Jabatan: Ø 5%dari Penghasilan Bruto maksimum Rp.00 TOTAL PTKP Rp. 18.00 (PPh Psal 21Terutang per Tahun cfm Tarif : s/d Rp.000. 72. TOTAL PPh PASAL 21 / Thn Rp.000.1.000. 72. 346.000.

6. 47.00 Rp.000.000. 3.00 (3) DikurangiBiaya Jabatan: Ø 5% dari Penghasilan Bruto maksimum Rp.000.000.000. 15. 22.000. 3 orang 3 X Rp.000.00 (9) PPh PASAL21 Terutang per Bulan.00 X 10% = Rp.00 = Rp. 289.00 (6) DikurangiPTKP (K/3) Diri Wajib Pajak : Rp.000. 25 jt – Rp. 100 jt X 15% > Rp. 72.320.000.228.600.840.960.00 (7) PenghasilanKena Pajak Rp. Rp.00 : 12 .000.00 = Rp.600.000. --.00 TanggunganKel. (5) PenghasilanNeto Rp.120. 1. Maks.478.000. 2.478.00 (2) PenghasilanBruto per Tahun 12 X Rp.000.00 : Rp.00 > Rp. 3. 3.00 X 5% = Rp. 6.000.000.00 (4) Dikurangi Iuran Pensiun:= NIHIL . 1.00 per Tahun atau Rp. 200 jt dst X 35% .000. 3. 68. 3. Rp. 21.000. 6 jt = Rp.000. TOTAL PPh PASAL 21 / Thn.250.2) Tahun 2009 (1) PenghasilanBruto per bulan Rp.000.320.000.00 Ø MaksimumRp. 200 jt X 25% --> Rp.00 per Bulan Ø 5% XRp.000.00 TOTAL PTKP Rp. 50 jt – Rp. 72.280. 100 jt – Rp.000. 50 jt X 10% Rp.834.000. 6.00 > Rp. 25.000. 500. 1.00 ( PPh Psal21 Terutang per Tahun cfm Tarif : s/d Rp.000.000.00 Status Kawin : Rp.000.400.280.

notaris. Subjek Pajak atau penerima penghasilan yang dipotong Pajak Penghasilan Pasal 23 adalah Wajib Pajak dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap. bunga. perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. royalti. 5. 2. kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan persewaan tanah dan atau bangunan yang dikenakan . sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Ayat (1) huruf "f". arsitek. kesenian. badan pemerintah. dividen. Sebesar 15% dari jumlah bruto atas : a. dan kegiatan lainnya. 2. misalkan kegiatan olah raga. dokter. penyelenggara kegiatan. atau penyelenggaraan kegiatan selain yang telah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21. Bentuk Usaha Tetap. 4. subjek pajak badan dalam negeri. Sebesar 15% dari jumlah bruto dan bersifat final atas bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi. 6. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Ayat (1) huruf "g" Undang-undang PPh.Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Penghasilan Pasal 23 merupakan Pajak Penghasilan yang dipotong atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap yang berasal dari modal. Pemotong Pajak 1. keagamaan. 3. Bentuk Usaha Tetap atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. Sebesar 15% dari perkiraan penghasilan neto atas : a. yang dibayarkan atau terutang oleh badan pemerintah atau subjek pajak dalam negeri. akuntan. orang pribadi yagn menjalankan usaha yang menyelenggarakan pembukuan atas pembayaran beruapa sewa. c. d. hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21 Ayat (1) huruf "e" Undang-undang PPh. orang pribadi sebagai Wajib Pajak dalam negeri tertentu. penyelenggara kegiatan. Adapun hadiah dan penghargaan yang dipotong Pajak Penghasilan 23 adalah hadiah dan penghargaan dalam bentuk apapun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak badan dalam negeri berkenaan dengan suatu kegiatan yang diselenggarakan. pengacara. b. yang ditunjuk oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak sebagai Pemotong Pajak Penghasilan Pasal 23. Hadiah dan penghargaan yang dipotong Pajak Penghasilan 21 adalah hadiah dan penghargaan dalam bentuk apa pun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri berkenaan dengan suatu kegiatan yang diselenggarakan. 3. atau b. penyerahan jasa. dan konsultan yang melakukan pekerjaan bebas. Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) kecuali Pejabat Pembuat Akta Tanah tersebut adalah camat. sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. yaitu : a. Tarif Dan Objek Pajak 1.

i. .  Jasa instalasi/pemasangan listrik/telepon/air/gas/TV kabel. Jasa perancang alat-alat transportasi/kendaraan. e. jasa konsultan hukum. yang dilakukan oleh Wajib Pajak Dalam Negeri atau Bentuk Usaha Tetap selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21. termasuk jasa internet. Dan Jasa Lain No. jasa manajemen. Jasa pengolahan/pembuangan limbah.PPh yang bersifat final berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1996. j. d. Jasa akuntansi dan pembukuan. jasa konsultan pajak. Jasa perawatan/pemeliharaan/perbaikan :  Jasa perawatan/pemeliharaan/perbaikan mesin dan jasa perawatan/pemeliharaan/perbaikan peralatan. Jasa perancang iklan/logo. b. Jasa perancang alat kemasan. Jasa telekomunikasi yang bukan untuk umum. Jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga. Jenis Jasa Lain Dan Perkiraan Penghasilan Neto Atas Jasa Teknik. Perkiraan Penghasilan Neto 1.  Jasa perawatan/pemeliharaan/perbaikan bangunan. Jasa teknik dan jasa manajemen termasuk PPN b. f. Jasa pemanfaatan informasi di bidang teknologi. dan jasa lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 Ayat (1) huruf "c" Undang-undang Pajak Penghasilan. c. 2. Jasa perancang/desain :      Jasa perancang interior dan jasa perancang pertamanan. Jasa Manajemen. termasuk jasa konsultan hukum dan jasa konsultasi termasuk PPN pajak 40% dari jumlah bruto tidak a. Jasa perancang mesin dan jasa perancang peralatan. imbalan sehubungan dengan jasa teknik. Jenis Jasa 50% dari jumlah bruto tidak Jasa profesi. tidak termasuk sewa gudang yang telah dikenakan PPh Final berdasarkan PP Nomor 29 Tahun 1996. Jasa instalasi/pemasangan :  Jasa instalasi/pemasangan mesin dan jasa instalasi/pemasangan peralatan.  Jasa perawatan/pemeliharaan/perbaikan alat-alat transportasi/kendaraan. g. h. Jasa kustodian/penyimpanan/penitipan.

Jasa sehubungan dengan software komputer. Jasa maklon. Jasa rekruitmen/penyediaan tenaga kerja. penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank. Jasa aktuaris. Jasa perencanaan konstruksi. 3. Bukan Objek Pajak 1. . kecuali yang dilakukan oleh Bentuk Usaha Tetap. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan persewaan tanah dan atau bangunan yang telah dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final. 1. o. 4. 5. Jasa penunjang di bidang penambangan migas. termasuk land clearing. Jasa pengawasan konstruksi 13. t. Jasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selain migas. u. q. Jasa pengisian sulih suara (dubbing) dan/atau mixing film. Jasa penilai. m. Perkiraan Penghasilan Neto 20% dari jumlah bruto tidak termasuk PPN 40% dari jumlah bruto tidak termasuk PPN Jenis Jasa Sewa dan penghasilan lainnya sehubungan dengan pengunaan harta khusus kendaraan angkutan darat.67% dari jumlah bruto a. 26. Jasa penebangan hutan. termasuk perawatan/pemeliharaan dan perbaikan. Jasa selain jasa-jasa tersebut di atas yang pembayarannya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Jasa perantara.k. Jasa pengeboran (jasa drilling) di bidang penambangan minyak gas dan bumi (migas).33% dari jumlah bruto Jasa pelaksanaan konstruksi tidak termasuk PPN 10% dari jumlah bruto tidak a. s. 2. tidak termasuk PPN b. Jasa pembasmian hama termasuk PPN b. l. n. p. Perkiraan Penghasilan Neto Atas Penghasilan Sewa (Kecuali Persewaan Tanah/Bangunan) Dan Penggunaan Harta No. r.

4. bunga obligasi yang diterima atau diperoleh perusahaan reksadana selama 5 tahun pertama sejak pendirian perusahaan atau pemberian izin usaha: bagian laba yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura dari badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di Indonesia dengan syarat badan pasangan usaha tersebut: a.000. menengah. b. sewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan dengan sewa guna usahaa dengan hak opsi. Penyetoran. Yang dimaksud dengan saat terutangnya penghasilan yang bersangkutan adalah saat pembebanan sebagai biaya oleh pemotong pajak sesuai dengan metode pembukuan yang dianutnya. atau yang menjalankan kegiatan dalam sektorsektor usaha yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan. 2. Atas bunga simpanan yang jumlahnya di atas Rp. bunga simpanan yang tidak melebihi batas yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. 5. b. dan bagi Perseroan Terbatas. Badan Usaha Milik Negara. 4. dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia. Pemotong PPh Pasal 23 diwajibkan menyampaikan Surat Pemberitahuan Masa selambatlambatnya 20 hari setelah Masa Pajak berakhir. 240. Dan Pelaporan 1. 240. 3. . Sesuai Keputusan Menteri Keuangan telah ditetapkan batas jumlah sebesar Rp. dengan syarat : a. Pajak Penghasilan Pasal 23 harus disetor oleh Pemotong Pajak selambat-lambatnya tanggal 10 takwim berikutnya setelah bulan saat terutangnya pajak.00 setiap bulan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya. merupakan perusahaan kecil. kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% dari jumlah modal yang disetor dan harus mempunyai usaha aktif di luar kepemilikan saham tersebut.000. Sisa Hasil Usaha koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya.00 dipotong PPh Pasal 23 sebesar 15% dari seluruh bunga yang diterima dan bersifat final. dividen atau bagian laba yang diterimaa atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri. Badan Usaha Milik Negara. Pemotong PPh Pasal 23 harus memberikan tanda bukti pemotongan kepada orang pribadi atau badan yang dibebani membayar Pajak Penghasilan yang dipotong. 6. koperasi. atau Badan Usaha Milik Daerah. Saat Terutang. Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 terutang pada akhir bulan dilakukannya pembayaran atau pada akhir bulan terutangnya penghasilan yang bersangkutan. dan sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia. 3.2. dan Badan Usaha Milik Daerah yang menerima dividen. 7.

000.sampai dengan Rp.000. 4.000. 15. maksimal 3 orang untuk setiap keluarga Setahun Rp. 500.000.840.000.Diatas Rp. Tambahan tarif Lainnya Tarif Pajak Pertambahan Nilai adalah = 10 %    Dengan Peraturan Pemerintah menjadi paling rendah = 5 % Dengan Peraturan Pemerintah menjadi paling tinggi = 15 % Atas ekspor barang kena pajak = 0 % Tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah adalah Paling rendah = 10 % Paling tinggi = 200 % Atas ekspor barang kena pajak = 0 % .- 4.Diatas Rp. 250. Penghasilan Tidak Kena Pajak No 1. 50.000. 500.Diatas Rp.000.000. Wajib Pajak Badan dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap Tahun 2009 2010 dan selanjutnya PT yang 40% sahamnya diperdagangkan di bursa efek Peredaran bruto sampai dengan Rp. Keterangan Diri Wajib Pajak Orang Pribadi Tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin Tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami.000.000. 250.Tarif Deviden Tidak memiliki NPWP (Untuk PPh Pasal 21) Tidak mempunyai NPWP untuk yang dipungut /potong(Untuk PPh Pasal 23) 2.000.. 50.000. 15.000.Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri Lapisan Penghasilan Kena Pajak Sampai dengan Rp.Rp.000. 50.320.. 3.sampai dengan Rp.840.Rp.000.000 Tarif Pajak 28% 25% 5% lebih rendah dari yang seharusnya Pengurangan 50% dari yang seharusnya Tarif Pajak 5% 15% 25% 30% 10% 20% lebih tinggi dari tarif normal 100% lebih tinggi dari tarif normal 3.000. Tambahan untuk setiap anggota keturunan sedarah semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang diatnggung sepenuhnya .320. 1. 1.000. 2.000.Berikut ini tabel tarif pajak PPh Pasal 17 serta besarnya PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) untuk tahun pajak 2010 dan 2011 1.Rp.

000.Contoh 2 : Peredaran bruto PT X dalam tahun pajak 2010 sebesar Rp30.00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah).000.000. UMUM Sesuai dengan Tarif Pasal 17 Undang Undang PPh.000.000.000.000.800.000. FASILITAS Sesuai dengan pasal 31E UU PPh tersebut terdapat fasilitas atas besarnya tarif PPh Badan ini : Wajib Pajak badan dalam negeri dengan peredaran bruto sampai dengan Rp 50.000.000.500.00 (lima ratus juta rupiah). CONTOH PENGHITUNGAN Contoh 1 : Peredaran bruto PT Y dalam tahun pajak 2010 sebesar Rp4.000.000.000.00 (tiga puluh miliar rupiah) dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp3. B.000. Penghitungan pajak yang terutang: Seluruh Penghasilan Kena Pajak yang diperoleh dari peredaran bruto tersebut dikenai tarif sebesar 50% (lima puluh persen) dari tarif Pajak Penghasilan badan yang berlaku karena jumlah peredaran bruto PT Y tidak melebihi Rp4.000. maka tarif penghitungan PPh Badan untuk tahun pajak 2010 ini adalah tarif tunggal sebesar 25% dari Penghasilan Kena Pajak.000. Pajak Penghasilan yang terutang: (50% x 25%) x Rp500. Penghitungan Pajak Penghasilan yang terutang: .000.000.00 (tiga miliar rupiah).00 = Rp 62.000.800.00 (lima puluh miliar rupiah) mendapat fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 50% (lima puluh persen) dari tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) yang dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp 4.000.00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah). C.00 (empat miliar lima ratus juta rupiah) dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp500.500.A.

000.520.00 = Rp630.00 Jumlah Pajak Penghasilan yang terutang Contoh 3 : Peredaran bruto PT Z dalam tahun pajak 2010 sebesar Rp60.000.000.00 Sehingga penghitungan PPh terutangnya adalah : (50% x 25%) x Rp480.000.000.000.800.00 .000.000.000.000.000.00 : Rp30. Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto yang memperoleh fasilitas: (Rp4.000.000.000.00 (dua milyar rupiah).000.00 = Rp480.000.000.520. Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto yang tidak memperoleh fasilitas: Rp3.000.000.00 25% x Rp2.000.000.000.000.000.000.000.00 (lima puluh miliar rupiah) Pajak Penghasilan yang terutang: 25% x Rp2.000.000.000.= Rp 60.000.000.00 – Rp480.000.00 = Rp2.00(+) Rp 690.000.000.00 = Rp 500.000.1.000.000.000.00) x Rp3.00 2.000.00 (enam puluh milyar rupiah).000. dengan penghasilan kena pajak sebesar Rp 2. Penghitungan pajak yang terutang: Seluruh Penghasilan Kena Pajak tersebut dikenai tarif sebesar 25% dari tarif Pajak Penghasilan badan yang berlaku karena jumlah peredaran bruto PT Z lebih dari Rp 50.000.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful