Penghitungan PPh Pasal 21 atas THR bagi Pegawai Tetap Apabila kepada pegawai tetap diberikan jasa produksi

, tantiem, gratifikasi, bonus, premi, tunjangan hari raya, dan penghasilan lain semacam itu yang sifatnya tidak tetap dan biasanya dibayarkan sekali setahun, maka PPh Pasal 21 dihitung dan dipotong dengan cara sebagai berikut : 1. dihitung PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur yang disetahunkan ditambah dengan penghasilan tidak teratur berupa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya. 2. dihitung PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur yang disetahunkan tanpa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya. 3. selisih antara PPh Pasal 21 menurut penghitungan angka 1 dan 2 adalah PPh Pasal 21 atas penghasilan tidak teratur berupa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya.

Contoh: 1). Joko Qurnain (tidak kawin) bekerja pada PT Qolbu Jaya dengan memperoleh gaji sebesar Rp 2.000.000,00 sebulan. Dalam tahun yang bersangkutan Joko menerima THR sebesar Rp 5.000.000,00. Setiap bulannya Joko membayar iuran pensiun ke dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp 60.000,00

Cara menghitung PPh Pasal 21 atas THR adalah : a. PPh Pasal 21 atas Gaji dan THR (penghasilan setahun): Gaji setahun (12 x Rp 2.000.000,00) THR Penghasilan bruto setahun Pengurangan : 1. Biaya Jabatan ( 5% x Rp 29.000.000,00 ) 2. Iuran pensiun setahun (12 x Rp 60.000,00 ) Penghasilan neto setahun PTKP – untuk WP sendiri Penghasilan Kena Pajak PPh Pasal 21 terutang 5% x Rp 10.990.000,00 = Rp Rp Rp Rp 1.450.00,00 Rp 720.000,00 Rp Rp Rp Rp 2.170.000,00 26.830.000,00 15.840.000,00 10.990.000,00 24.000.000,00 5.000.000,00 29.000.000,00

Rp

549.500,00

b. PPh Pasal 21 atas Gaji Setahun

Gaji setahun (12x Rp 2.00 Cara menghitung PPh Pasal 21 atas THR adalah sebagai berikut : a.000.000.00 .00 1. Prameswari membayar iuran Pensiun Rp 50. Karyawati Ken Prameswari (tidak kawin) bekerja pada PT Prabu Kedaton dengan memperoleh gaji sebesar Rp 2.000.00 c. PPh Pasal 21 atas Gaji dan Bonus (penghasilan setahun): Gaji setahun (12 x Rp 2.500.000.00 Rp Rp Rp Rp 24.000.00 6.00) Penghasilan neto setahun PTKP – untuk WP sendiri Penghasilan Kena Pajak PPh Pasal 21 terutang 5% x Rp 6. PPh Pasal 21 atas THR PPh Pasal 21 atas THR adalah : Rp 549. Premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi Jaminan Kematian dan Iuran Jaminan Hari Tua dibayar oleh pemberi kerja setiap bulan masing-masing sebesar 1.000.500.000.000.00 = Rp 237. 0.840. Iuran pensiun setahun (12 x Rp 60.000.000.000.240.00= Rp Rp 1.000.920.000.000.000.00 dan iuran Jaminan Hari Tua sebesar 2.70% dari gaji.00% dari gaji untuk setiap bulan.30% dan 3.000.00 2).000.00 – Rp 312.00) THR Premi Jaminan Kecelakaan Kerja Rp 33. Biaya Jabatan (5% x Rp 24.00 sebulan.080.00 Rp 312.000.00 Rp 720.000.00) Pengurangan : 1.000.240.00 15.00%.750.00) 2. Dalam tahun berjalan dia juga menerima THR sebesar Rp 4. Perusahaan ikut dalam program jamsostek.000.750.000.000.200.00 22.

671.000.871.00 18.500.000.00 Rp 33.00= 2.00 Rp .131.550.500.429.297.429.000.00 15.550.000.00 Rp 30.000.000.000.840.457.250. Biaya Jabatan 5% x Rp 37.00 Premi Jaminan Kematian 12 x Rp 8.750.450.00 Rp 660.000.00 Penghasilan bruto setahun Pengurangan : 1.000.000.00= 2.000.00 Rp 99.000.450.931.000.00) = Premi Jaminan Kecelakaan Kerja 12 x Rp 27.00 Rp Rp Rp Rp Rp 922.497.000.00 Rp Rp 33.00 99. PPh Pasal 21 atas Gaji Setahun Rp Rp 1.00 = b.00 330.550.000.429.457.00= 3.000.429.850.00= Rp 660. Biaya Jabatan 5% x Rp 33.000.000.450.00= Jumlah Penghasilan neto setahun = PTKP Rp 1.00 37.450.00 = Premi Jaminan Kematian 12 x Rp 8.000.250.00 Rp 2. Iuran pensiun setahun 12 x Rp 50.000.000.00 Rp 12 x Rp 55.00 Gaji setahun (12xRp 2. Iuran Jaminan Hari Tua Penghasilan neto setahun PTKP – untuk WP sendiri Penghasilan Kena Pajak Dibulatkan PPh Pasal 21 terutang 5% x Rp 18.00 3.000.00= 3.457. Iuran Jaminan Hari Tua 12 x Rp 55.00 Rp 600.00 = Jumlah Pengurangan : 1.00 Rp Rp Rp 4.00 18.000.00 Rp 600.000.00 34.00 330.12xRp 27. Iuran pensiun setahun 12 x Rp 50.

250.-------------Rp.000.4.000.5.650.550.Rp.000.5.- Penghasilan neto sebulan Penghasilan neto setahun 12xRp. Contoh OP yang telah memiliki NPWP.000. Ibnu Zabila berstatus telah menikah tetapi belum mempunyai Anak. Dia juga telah mempunyai NPWP. Gaji sebulan Rp.Matahari Abadi dengan memperoleh gaji sebulan sebesar Rp.55.000.PTKP setahun: -untuk WP sendiri Rp.000. Ibnu Zabila adalah seorang karyawan yang bekerja pada perusahaan PT.800.840.Rp.850.00 PPh Pasal 21 terutang 5% x Rp 14.-.00 – Rp 732.4. PPh Pasal 21 atas THR PPh Pasal 21 atas Bonus adalah : Rp 922.000.Rp.- .000.00 15.-Iuran Pensiun: Rp.100.5.000.850. 350. membayar iuran pensiun sebesar Rp.000.15.00= c.000.000. (jika tidak memiliki NPWP Anda akan dikenakan 20% lebih besar dari tarif biasa) Cara perhitungannya sebagai berikut : a.000.650.657.000.– untuk WP sendiri Penghasilan Kena Pajak Pembulatan Rp 732.-.000.00 = Rp 190.00 Rp 14.000.840.657.657.000.100.- Pengurangan: -Biaya Jabatan: 5% x Rp.00 Rp 14.850.00 Contoh 1.000.

100.650.Rp.000.640.- Penghasilan neto sebulan Penghasilan neto setahun 12xRp.: 12 Rp.- Rp.- Penghasilan Kena Pajak setahun PPh Pasal 21 terutang: 5% x 120% x Rp..38. 1.: 12 Rp.1.- Rp.000.161.4.200.193..320.2..840. 350.320.250.Rp.000.4.--------------- Penghasilan Kena Pajak setahun PPh Pasal 21 terutang: 5% x Rp.38.- .Rp.000.000.000.Rp.318.000.-Iuran Pensiun: Rp.000.-tambahan WP kawin: Rp.000.-------------Rp.000.2.17.640.000.000.400.38.400.1.5.15.000.650. Gaji sebulan Rp.- b.000.000.000.- PTKP setahun: -untuk WP sendiri -tambahan WP kawin: Rp.Rp.000.932.Rp.- Pengurangan: -Biaya Jabatan: 5% x Rp.5.- Rp.160.000.640.160. 1.800.000.--------------Rp.318.PPh Pasal 21 sebulan: Rp.000. Contoh OP yang tidak memiliki NPWP.000.17.PPh Pasal 21 sebulan: Rp.55.640.932.000.38.

00 (2) Penghitungan : s/d Rp. 50 juta TARIF 10% > Rp. 100 jt TARIF 30% 2) MULAI Th.500.000.000. 750.000. 650 jt T O T A L PAJAK (PPh) 2) Tahun 2009: (1) Penghasilan Kena Pajak .1.000. 50 jt – Rp. 100 jt TARIF 15% > Rp. PAJAK TERUTANG 1) Tahun 2008: (1) Penghasilan Kena Pajak := Rp. 7.00 .000. 50 jt terkena Tarif 10% = Rp. 750.500.00 = Rp. = Rp.000.00 Hitung berapa PPh Terutang untuk Tahun 2008dan Tahun 2009 ! JAWABAN: 1. 5. 50 jt – Rp.00 > Rp 100 jt (Rp.000. 207.CARA MENGHITUNG PAJAK PENGHASILAN BADAN USAHA DAN ORANG PRIBADI 1.00 > Rp.000. 100 jt terkena Tarif 15% = Rp. 100 jt) terkena Tarif 30% X Rp. Rp. 750. TARIF PPh WP BADAN 1) s/d Th.000. A dalam Tahun Pajak 2008 dan 2009 untuk masin-masing tahun pajak memperoleh Penghasilan Kena Pajak dalam jumlah yang sama sebesar Rp.000. 750 jt – Rp. 195. PERTANYAAN PPh WAJIB PAJAK BADAN PT.00 = Rp.000.2. 2008 : Berlaku Tarif Progresif sbb: PENGHASILAN KENA PAJAK s/d. 2009: Berlaku Tarif Tunggal : 28% 1.000.

600.200. 50 jt Tarif 10% > Rp.000... Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) 1) s/d Tahun 2008 PTKP untuk Diri Wajib Pajak .000..2.. 500 jt Tarif 25% > Rp.200... 50 jt – Rp. A tersebut ! JAWABAN: 2...00 2.. 250 jt – Rp.... 100 jt – Rp..00 Untuk Tanggungan Keluarga Maksimum 3 orang @ Rp. 200 jt dst ..000 .00 Hitung berapa besarnya Pajak Terutang Tahun 2008 dan Tahun 2009 atas nama Sdr..1 TARIF PPhWP OP PENGUSAHA DAN PEKERJA 1) Tarif Lama s/d Tahun 2008: PENGHASILAN KENA PAJAK : s/d Rp. 100 jt Tarif 15% > Rp. A dengan Status Kawin mempunyai Anak 3 orang (K/3) dan memiliki usaha Toko untuk Tahun 2008 dan Tahun 2009 memproleh Penghasilan Bersih jumlahnya sama sebesar Rp...00 2) MulaiTahun 2009 ... 50. 25 jt – Rp.000.000..00 Status Wajib Pajak Kawin mendapat tambahan Rp.000..200...00 Tarif 5% > Rp..(2) Tarif: (Flate) / TUNGGAL 28% . 250 jt Tarif 15% > Rp.= Rp. 50 jt – Rp. Tarif 5% > Rp.... 210.Tarif 30% 2.000.Rp.. 500 jt dst .. 200 jt Tarif 25% > Rp.000.. 25.000. 13. 1. PERTANYAAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PENGUSAHA Sdr..000.000.Tarif 35% 2) mulaiTahun 2009 PENGHASILAN KENA PAJAK s/d Rp. 1..

000. 200 jt dst (Rp.000. 382 jt) X 35% = Rp.00 (2) PTKP (K/3) Diri WP Rp.00 (5) PPh Terutang cfm Tarif 2008: s/d Rp.00 2.000. 21.00 PPhTerutang cm Tarif 2009: s/d Rp. 50 jt) X 15% =Rp.00 (4) (5) Ø Ø Ø Ø Ø PenghasilanKena Pajak Rp.00 Tanggungan Keluarga Anak 3 Orang3 X Rp.000. 1.000.320.00 Ø TOTAL PPh Terutang 2008 : Rp.000. 100 jt) X 25% =Rp.120. 3.000. 100 jt – Rp 200 jt (Rp.000.000.000.000.600.00 Ø Rp.00 Rp. Rp.700. 50 jt – Rp.00 Tanggungan Keluarga Anak 3 Orang 3 X Rp.00 Kawin Rp. 100 jt (Rp.000.600.00 (4) Penghasilan Kena Pajak Rp. 50 jt (Rp.000.320. 25. 500 jt dst Rp.200.200.500. 1.000.00 TOTAL PPh Terutang 2009 : Rp.00 Tanggungan KeluargaMaksimm 3 orang @ Rp.00 2) Tahun2009: (1) Penghasilan Bersih Rp. 18.500.000.3. 2009) Rp. 1.880. 15.000. 7. 250 jt X 15% = Rp. Rp.000.664.000.250. 78. 30.320.00 Rp.133. 500 jt X 25% = Rp.500.950.000.00 (3) Total PTKP (K/3) .500. 578.00 : Rp. 250 jt – Rp..000. 62. 169. 25 jt – Rp. 118.840.00 X 30% = Rp..00 (3) TOTAL PTKP (K/3 Th. 23.000.00 (2) PTKP (K/3) Diri WP Rp.00 Ø Rp. 25 jt X 5% =Rp.320.00 Rp.000.000.PTKP untuk Diri Wajib Pajak Rp.00 Rp.000.00 . 50 jt.880. 1.000. 1. 25 jt) X 10% =Rp.000. Pajak Terutang: 1) Tahun2008: (1) Penghasilan Bersih Rp.6664. 15. 582. 13.00 Ø Rp.000.000.000.00 Ø Rp.000.00 Status Kawin mendapat tambahanRp. 50 jt – Rp.000.00 Kawin .960. 1. X 5% = Rp.000.600. 2.000. 3. 2. 1.000.840.200.000.

000. 3. 346.00 (PPh Psal 21Terutang per Tahun cfm Tarif : s/d Rp.296.000.000.00 X 5% = Rp. B tersebut ! JAWABAN: 1) Tahun 2008 (1) PenghasilanBruto per bulan Rp.00 X 15% = Rp.200.000.000. 100 jt X 15% Rp.200.00 Status Kawin : Rp.00 : Rp.000.00 > Rp.000.600.00 : 12 :Rp. 72.000.000. 200 jt dst X 35% : Nihil . 1.704.600.00 TOTAL PTKP Rp. 72. Maks.000.00 (4) DikurangiIuran Pensiun: NIHIL .000.000. Sdr.00 (3) Dikurangi Biaya Jabatan: Ø 5%dari Penghasilan Bruto maksimum Rp. 108.00 Hitung berapa PPh Pasal 21 Terutang Tahun 2008 dan Tahun 2009 per Tahun dan per bulannya atas nama Sdr.000.000. 2.155.1.000.000.000.00 (9) PPh PASAL 21/ Bln.000.200.000. 52. 405. 1.00 per Tahun atau Rp.300. 25 jt – Rp. PERTANYAAN PPh PASAL 21 WP OP KARYAWAN / PEKERJA ATAS GAJI / UPAH BESERTA IKUTANNYA DI ATAS PTKP.3. (10) Rp.000.000.00 > Rp.250. 100 jt – Rp.00 (7) PenghasilanKena Pajak Rp.00 Ø Maksimum Rp.000. 50 jt X 10% = Rp.000.00 TanggunganKel.704. 1. 13. 25.600. B Status Kawin dan mempunyai Anak 3 orang yang bekerja sebagai Karyawan Tetap PT. 50 jt – Rp. 6. 3.000.600. 4. 70.000. 6.00 per Bulan Ø 5% XRp.00 = Rp.704. 200 jt X 25% : Nihil > Rp.000. 6 jt = Rp.155.296. 1.2.00 > Rp. (5) PenghasilanNeto Rp. C dengan Gaji beserta Tunjangan bulan Desember Tahun 2008 maupun Bulan Januari 2009 sebesar Bruto setiap bulan Rp. TOTAL PPh PASAL 21 / Thn Rp.00 (2) PenghasilanBruto per Tahun 12 X Rp. 4. 18.00 . 3 orang 3 X Rp.500.00 (6) Dikurangi PTKP(K/3): Diri Wajib Pajak : Rp.

00 Ø MaksimumRp. 47. Rp. 200 jt X 25% --> Rp.478.000.000.000.000.00 = Rp.00 > Rp.400. 3.00 (6) DikurangiPTKP (K/3) Diri Wajib Pajak : Rp. 500.000.280. 3. 1.000.00 Status Kawin : Rp. 50 jt X 10% Rp.00 : 12 . 22. 100 jt X 15% > Rp. 68. 200 jt dst X 35% . Rp. 1.320.00 (7) PenghasilanKena Pajak Rp.834.000.250. 1.840.960. 6.00 ( PPh Psal21 Terutang per Tahun cfm Tarif : s/d Rp. 72. 25.000.000. 15. (5) PenghasilanNeto Rp.00 TOTAL PTKP Rp.478. 3 orang 3 X Rp.00 Rp.00 (9) PPh PASAL21 Terutang per Bulan.000.000.600. 289. TOTAL PPh PASAL 21 / Thn.000.00 > Rp.000.00 per Bulan Ø 5% XRp.000.00 = Rp.000.000.00 TanggunganKel.000. 6.00 per Tahun atau Rp. 6 jt = Rp.000. 50 jt – Rp.000. --. 21.00 : Rp.600. 3.000. 3. 3.280. Maks.000. 2.228.320.000.00 X 10% = Rp. 72.000.2) Tahun 2009 (1) PenghasilanBruto per bulan Rp.00 X 5% = Rp.000. 6. 100 jt – Rp.000.120.00 (2) PenghasilanBruto per Tahun 12 X Rp.000.00 (4) Dikurangi Iuran Pensiun:= NIHIL . 25 jt – Rp.00 (3) DikurangiBiaya Jabatan: Ø 5% dari Penghasilan Bruto maksimum Rp.000.

Hadiah dan penghargaan yang dipotong Pajak Penghasilan 21 adalah hadiah dan penghargaan dalam bentuk apa pun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri berkenaan dengan suatu kegiatan yang diselenggarakan. hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21 Ayat (1) huruf "e" Undang-undang PPh. yaitu : a. 3. notaris. Bentuk Usaha Tetap atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. Sebesar 15% dari jumlah bruto atas : a. penyelenggara kegiatan. yang dibayarkan atau terutang oleh badan pemerintah atau subjek pajak dalam negeri. d. Subjek Pajak atau penerima penghasilan yang dipotong Pajak Penghasilan Pasal 23 adalah Wajib Pajak dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap. b. Sebesar 15% dari perkiraan penghasilan neto atas : a. penyelenggara kegiatan. bunga. Pemotong Pajak 1. atau b. orang pribadi yagn menjalankan usaha yang menyelenggarakan pembukuan atas pembayaran beruapa sewa. badan pemerintah. kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan persewaan tanah dan atau bangunan yang dikenakan . dokter. dan kegiatan lainnya. subjek pajak badan dalam negeri.Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Penghasilan Pasal 23 merupakan Pajak Penghasilan yang dipotong atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap yang berasal dari modal. Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) kecuali Pejabat Pembuat Akta Tanah tersebut adalah camat. 5. misalkan kegiatan olah raga. 2. Bentuk Usaha Tetap. 6. Adapun hadiah dan penghargaan yang dipotong Pajak Penghasilan 23 adalah hadiah dan penghargaan dalam bentuk apapun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak badan dalam negeri berkenaan dengan suatu kegiatan yang diselenggarakan. yang ditunjuk oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak sebagai Pemotong Pajak Penghasilan Pasal 23. Tarif Dan Objek Pajak 1. sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. dividen. royalti. pengacara. perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. akuntan. penyerahan jasa. orang pribadi sebagai Wajib Pajak dalam negeri tertentu. 3. 4. arsitek. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Ayat (1) huruf "f". sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Ayat (1) huruf "g" Undang-undang PPh. Sebesar 15% dari jumlah bruto dan bersifat final atas bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi. kesenian. c. dan konsultan yang melakukan pekerjaan bebas. keagamaan. atau penyelenggaraan kegiatan selain yang telah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21. 2.

2. Jasa pengolahan/pembuangan limbah. h.  Jasa perawatan/pemeliharaan/perbaikan alat-alat transportasi/kendaraan. tidak termasuk sewa gudang yang telah dikenakan PPh Final berdasarkan PP Nomor 29 Tahun 1996. jasa konsultan pajak.  Jasa instalasi/pemasangan listrik/telepon/air/gas/TV kabel. termasuk jasa internet. jasa konsultan hukum. Jasa perancang iklan/logo. Jasa pemanfaatan informasi di bidang teknologi. Jasa telekomunikasi yang bukan untuk umum. dan jasa lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 Ayat (1) huruf "c" Undang-undang Pajak Penghasilan. Jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga. d. Perkiraan Penghasilan Neto 1. imbalan sehubungan dengan jasa teknik. yang dilakukan oleh Wajib Pajak Dalam Negeri atau Bentuk Usaha Tetap selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21. j. Jasa instalasi/pemasangan :  Jasa instalasi/pemasangan mesin dan jasa instalasi/pemasangan peralatan. Jasa perancang alat-alat transportasi/kendaraan. Jasa akuntansi dan pembukuan. c. Jasa perancang alat kemasan. jasa manajemen. Dan Jasa Lain No.  Jasa perawatan/pemeliharaan/perbaikan bangunan. Jenis Jasa 50% dari jumlah bruto tidak Jasa profesi. Jenis Jasa Lain Dan Perkiraan Penghasilan Neto Atas Jasa Teknik. Jasa perawatan/pemeliharaan/perbaikan :  Jasa perawatan/pemeliharaan/perbaikan mesin dan jasa perawatan/pemeliharaan/perbaikan peralatan. . Jasa teknik dan jasa manajemen termasuk PPN b. b. Jasa Manajemen.PPh yang bersifat final berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1996. g. Jasa perancang mesin dan jasa perancang peralatan. termasuk jasa konsultan hukum dan jasa konsultasi termasuk PPN pajak 40% dari jumlah bruto tidak a. i. e. Jasa perancang/desain :      Jasa perancang interior dan jasa perancang pertamanan. f. Jasa kustodian/penyimpanan/penitipan.

t. Perkiraan Penghasilan Neto 20% dari jumlah bruto tidak termasuk PPN 40% dari jumlah bruto tidak termasuk PPN Jenis Jasa Sewa dan penghasilan lainnya sehubungan dengan pengunaan harta khusus kendaraan angkutan darat. 2. termasuk perawatan/pemeliharaan dan perbaikan. .33% dari jumlah bruto Jasa pelaksanaan konstruksi tidak termasuk PPN 10% dari jumlah bruto tidak a. n. Jasa rekruitmen/penyediaan tenaga kerja. Jasa maklon. u. o. Jasa penebangan hutan. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan persewaan tanah dan atau bangunan yang telah dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final. Perkiraan Penghasilan Neto Atas Penghasilan Sewa (Kecuali Persewaan Tanah/Bangunan) Dan Penggunaan Harta No. s. kecuali yang dilakukan oleh Bentuk Usaha Tetap. Bukan Objek Pajak 1. Jasa pengisian sulih suara (dubbing) dan/atau mixing film. Jasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selain migas. 26.k. Jasa aktuaris. termasuk land clearing. Jasa pengawasan konstruksi 13. tidak termasuk PPN b. 4. m.67% dari jumlah bruto a. Jasa perantara. 3. l. Jasa pembasmian hama termasuk PPN b. p. Jasa perencanaan konstruksi. q. r. 1. Jasa penilai. penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank. 5. Jasa selain jasa-jasa tersebut di atas yang pembayarannya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Jasa sehubungan dengan software komputer. Jasa pengeboran (jasa drilling) di bidang penambangan minyak gas dan bumi (migas). Jasa penunjang di bidang penambangan migas.

bunga simpanan yang tidak melebihi batas yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. dan sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia. Pemotong PPh Pasal 23 harus memberikan tanda bukti pemotongan kepada orang pribadi atau badan yang dibebani membayar Pajak Penghasilan yang dipotong.00 setiap bulan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya. Badan Usaha Milik Negara. 3. Dan Pelaporan 1.00 dipotong PPh Pasal 23 sebesar 15% dari seluruh bunga yang diterima dan bersifat final. 2. bunga obligasi yang diterima atau diperoleh perusahaan reksadana selama 5 tahun pertama sejak pendirian perusahaan atau pemberian izin usaha: bagian laba yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura dari badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di Indonesia dengan syarat badan pasangan usaha tersebut: a. . dividen atau bagian laba yang diterimaa atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri. Pemotong PPh Pasal 23 diwajibkan menyampaikan Surat Pemberitahuan Masa selambatlambatnya 20 hari setelah Masa Pajak berakhir. merupakan perusahaan kecil. Sesuai Keputusan Menteri Keuangan telah ditetapkan batas jumlah sebesar Rp. Yang dimaksud dengan saat terutangnya penghasilan yang bersangkutan adalah saat pembebanan sebagai biaya oleh pemotong pajak sesuai dengan metode pembukuan yang dianutnya. sewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan dengan sewa guna usahaa dengan hak opsi. Pajak Penghasilan Pasal 23 harus disetor oleh Pemotong Pajak selambat-lambatnya tanggal 10 takwim berikutnya setelah bulan saat terutangnya pajak. 6. 3. 4. Penyetoran. dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia. 5. Sisa Hasil Usaha koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya. kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% dari jumlah modal yang disetor dan harus mempunyai usaha aktif di luar kepemilikan saham tersebut. b. b.000. 4. Badan Usaha Milik Negara. koperasi. dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan.000. dengan syarat : a. atau yang menjalankan kegiatan dalam sektorsektor usaha yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. dan Badan Usaha Milik Daerah yang menerima dividen.2. 240. 240. menengah. 7. dan bagi Perseroan Terbatas. Atas bunga simpanan yang jumlahnya di atas Rp. atau Badan Usaha Milik Daerah. Saat Terutang. Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 terutang pada akhir bulan dilakukannya pembayaran atau pada akhir bulan terutangnya penghasilan yang bersangkutan.

250. 15.sampai dengan Rp.Diatas Rp.000.000. 50.Diatas Rp.000. 50.840. 3. 1.sampai dengan Rp.000. 500. 4.000. 250.Diatas Rp. Tambahan tarif Lainnya Tarif Pajak Pertambahan Nilai adalah = 10 %    Dengan Peraturan Pemerintah menjadi paling rendah = 5 % Dengan Peraturan Pemerintah menjadi paling tinggi = 15 % Atas ekspor barang kena pajak = 0 % Tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah adalah Paling rendah = 10 % Paling tinggi = 200 % Atas ekspor barang kena pajak = 0 % .000.320. 500.320.000. 2. Keterangan Diri Wajib Pajak Orang Pribadi Tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin Tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami.000.000.Rp.000.000..000.. maksimal 3 orang untuk setiap keluarga Setahun Rp.Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri Lapisan Penghasilan Kena Pajak Sampai dengan Rp. 50. Wajib Pajak Badan dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap Tahun 2009 2010 dan selanjutnya PT yang 40% sahamnya diperdagangkan di bursa efek Peredaran bruto sampai dengan Rp.000.000 Tarif Pajak 28% 25% 5% lebih rendah dari yang seharusnya Pengurangan 50% dari yang seharusnya Tarif Pajak 5% 15% 25% 30% 10% 20% lebih tinggi dari tarif normal 100% lebih tinggi dari tarif normal 3.000. Tambahan untuk setiap anggota keturunan sedarah semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang diatnggung sepenuhnya .000.000. 1.Berikut ini tabel tarif pajak PPh Pasal 17 serta besarnya PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) untuk tahun pajak 2010 dan 2011 1.- 4.840. Penghasilan Tidak Kena Pajak No 1.Rp.000. 15.Tarif Deviden Tidak memiliki NPWP (Untuk PPh Pasal 21) Tidak mempunyai NPWP untuk yang dipungut /potong(Untuk PPh Pasal 23) 2.Rp.000.

500.000. maka tarif penghitungan PPh Badan untuk tahun pajak 2010 ini adalah tarif tunggal sebesar 25% dari Penghasilan Kena Pajak. CONTOH PENGHITUNGAN Contoh 1 : Peredaran bruto PT Y dalam tahun pajak 2010 sebesar Rp4. B.000.Contoh 2 : Peredaran bruto PT X dalam tahun pajak 2010 sebesar Rp30.A. Penghitungan Pajak Penghasilan yang terutang: .000. FASILITAS Sesuai dengan pasal 31E UU PPh tersebut terdapat fasilitas atas besarnya tarif PPh Badan ini : Wajib Pajak badan dalam negeri dengan peredaran bruto sampai dengan Rp 50.500.800.000.000.000.000.000.000.00 = Rp 62.000.00 (lima puluh miliar rupiah) mendapat fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 50% (lima puluh persen) dari tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) yang dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp 4.000.00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah).00 (tiga puluh miliar rupiah) dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp3.000.800.000. Pajak Penghasilan yang terutang: (50% x 25%) x Rp500.000.00 (lima ratus juta rupiah).000.00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah).00 (empat miliar lima ratus juta rupiah) dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp500. Penghitungan pajak yang terutang: Seluruh Penghasilan Kena Pajak yang diperoleh dari peredaran bruto tersebut dikenai tarif sebesar 50% (lima puluh persen) dari tarif Pajak Penghasilan badan yang berlaku karena jumlah peredaran bruto PT Y tidak melebihi Rp4.000. C. UMUM Sesuai dengan Tarif Pasal 17 Undang Undang PPh.00 (tiga miliar rupiah).000.000.000.000.

Penghitungan pajak yang terutang: Seluruh Penghasilan Kena Pajak tersebut dikenai tarif sebesar 25% dari tarif Pajak Penghasilan badan yang berlaku karena jumlah peredaran bruto PT Z lebih dari Rp 50.000.000.00 25% x Rp2.000.00 = Rp2.000.000.= Rp 60.000.00 Sehingga penghitungan PPh terutangnya adalah : (50% x 25%) x Rp480.000.000.520.00 = Rp 500.00 = Rp630.000.000.000.000.000.00 (dua milyar rupiah).00 Jumlah Pajak Penghasilan yang terutang Contoh 3 : Peredaran bruto PT Z dalam tahun pajak 2010 sebesar Rp60.000.00 .00 : Rp30.00 – Rp480.000.000.000.000.000.000.000.000.520.000.000. dengan penghasilan kena pajak sebesar Rp 2.00 (enam puluh milyar rupiah).000.000.00) x Rp3.000.00 = Rp480.000.000.000.800.00 (lima puluh miliar rupiah) Pajak Penghasilan yang terutang: 25% x Rp2.1.000. Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto yang tidak memperoleh fasilitas: Rp3.000.000. Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto yang memperoleh fasilitas: (Rp4.000.000.000.00 2.000.00(+) Rp 690.000.000.000.000.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.