Penghitungan PPh Pasal 21 atas THR bagi Pegawai Tetap Apabila kepada pegawai tetap diberikan jasa produksi

, tantiem, gratifikasi, bonus, premi, tunjangan hari raya, dan penghasilan lain semacam itu yang sifatnya tidak tetap dan biasanya dibayarkan sekali setahun, maka PPh Pasal 21 dihitung dan dipotong dengan cara sebagai berikut : 1. dihitung PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur yang disetahunkan ditambah dengan penghasilan tidak teratur berupa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya. 2. dihitung PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur yang disetahunkan tanpa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya. 3. selisih antara PPh Pasal 21 menurut penghitungan angka 1 dan 2 adalah PPh Pasal 21 atas penghasilan tidak teratur berupa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya.

Contoh: 1). Joko Qurnain (tidak kawin) bekerja pada PT Qolbu Jaya dengan memperoleh gaji sebesar Rp 2.000.000,00 sebulan. Dalam tahun yang bersangkutan Joko menerima THR sebesar Rp 5.000.000,00. Setiap bulannya Joko membayar iuran pensiun ke dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp 60.000,00

Cara menghitung PPh Pasal 21 atas THR adalah : a. PPh Pasal 21 atas Gaji dan THR (penghasilan setahun): Gaji setahun (12 x Rp 2.000.000,00) THR Penghasilan bruto setahun Pengurangan : 1. Biaya Jabatan ( 5% x Rp 29.000.000,00 ) 2. Iuran pensiun setahun (12 x Rp 60.000,00 ) Penghasilan neto setahun PTKP – untuk WP sendiri Penghasilan Kena Pajak PPh Pasal 21 terutang 5% x Rp 10.990.000,00 = Rp Rp Rp Rp 1.450.00,00 Rp 720.000,00 Rp Rp Rp Rp 2.170.000,00 26.830.000,00 15.840.000,00 10.990.000,00 24.000.000,00 5.000.000,00 29.000.000,00

Rp

549.500,00

b. PPh Pasal 21 atas Gaji Setahun

00 c.000.000.000.00) 2.000.00 – Rp 312.000.000.500. PPh Pasal 21 atas Gaji dan Bonus (penghasilan setahun): Gaji setahun (12 x Rp 2.750.080.500. Karyawati Ken Prameswari (tidak kawin) bekerja pada PT Prabu Kedaton dengan memperoleh gaji sebesar Rp 2.000.920.Gaji setahun (12x Rp 2.000.00 Rp Rp Rp Rp 24.00= Rp Rp 1.00) Penghasilan neto setahun PTKP – untuk WP sendiri Penghasilan Kena Pajak PPh Pasal 21 terutang 5% x Rp 6.00 sebulan.00 2).000.000.000.00 6.000. Premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi Jaminan Kematian dan Iuran Jaminan Hari Tua dibayar oleh pemberi kerja setiap bulan masing-masing sebesar 1.00) Pengurangan : 1.750.000.840.00 Rp 312.00 1.200.00% dari gaji untuk setiap bulan.00 15.000.00 Rp 720.00 dan iuran Jaminan Hari Tua sebesar 2.240.30% dan 3.000.000.000. PPh Pasal 21 atas THR PPh Pasal 21 atas THR adalah : Rp 549.000.00 .00 Cara menghitung PPh Pasal 21 atas THR adalah sebagai berikut : a.000.240.00) THR Premi Jaminan Kecelakaan Kerja Rp 33.000.000.000. 0.00 22.70% dari gaji.00 = Rp 237. Perusahaan ikut dalam program jamsostek. Prameswari membayar iuran Pensiun Rp 50.000. Iuran pensiun setahun (12 x Rp 60.00%. Biaya Jabatan (5% x Rp 24. Dalam tahun berjalan dia juga menerima THR sebesar Rp 4.

00 Rp 12 x Rp 55.00 Rp Rp Rp 4.00 = Premi Jaminan Kematian 12 x Rp 8.840.000.429.500. Biaya Jabatan 5% x Rp 37.00 Rp 600.000.00 Premi Jaminan Kematian 12 x Rp 8.000.12xRp 27.00 Rp 99.297.000. Iuran Jaminan Hari Tua Penghasilan neto setahun PTKP – untuk WP sendiri Penghasilan Kena Pajak Dibulatkan PPh Pasal 21 terutang 5% x Rp 18.000.00 Penghasilan bruto setahun Pengurangan : 1.00 37.00 330.00 = b.000.429.000.000.850.00 18.457.250.000.750.550.00 15.550.000.000.00 330.00 99.671.00) = Premi Jaminan Kecelakaan Kerja 12 x Rp 27.450.871.000.457.000. Iuran pensiun setahun 12 x Rp 50.00= 3.00 3.000.00= 2.429.00 = Jumlah Pengurangan : 1.00= Jumlah Penghasilan neto setahun = PTKP Rp 1.00 Rp .000.450.00= Rp 660. Iuran Jaminan Hari Tua 12 x Rp 55.000.497.000.00 Rp 33.00 Rp 660.000.00= 3.429.000.450.00 Rp Rp 33.00 Gaji setahun (12xRp 2.000.457.131.000. Iuran pensiun setahun 12 x Rp 50.00 Rp 30.000.000.00= 2. Biaya Jabatan 5% x Rp 33.00 Rp 600.00 Rp Rp Rp Rp Rp 922. PPh Pasal 21 atas Gaji Setahun Rp Rp 1.500.250.000.450.00 34.00 Rp 2.00 18.550.931.

membayar iuran pensiun sebesar Rp.840.- .000.00 – Rp 732.657.PTKP setahun: -untuk WP sendiri Rp.Rp.00 Contoh 1.-.000.00= c. Ibnu Zabila berstatus telah menikah tetapi belum mempunyai Anak. Dia juga telah mempunyai NPWP.4.000. PPh Pasal 21 atas THR PPh Pasal 21 atas Bonus adalah : Rp 922.000.650.00 = Rp 190.657.- Pengurangan: -Biaya Jabatan: 5% x Rp. (jika tidak memiliki NPWP Anda akan dikenakan 20% lebih besar dari tarif biasa) Cara perhitungannya sebagai berikut : a.000.100.000.000.55. Contoh OP yang telah memiliki NPWP.000.000. Ibnu Zabila adalah seorang karyawan yang bekerja pada perusahaan PT.850.5.850.Rp.15.-Iuran Pensiun: Rp.5.– untuk WP sendiri Penghasilan Kena Pajak Pembulatan Rp 732.-.000.840.5. Gaji sebulan Rp.-------------Rp.250.4.- Penghasilan neto sebulan Penghasilan neto setahun 12xRp.100.Matahari Abadi dengan memperoleh gaji sebulan sebesar Rp.00 Rp 14.800.000.000.000.00 Rp 14.550.000.000. 350.Rp.650.000.000.657.850.00 15.000.00 PPh Pasal 21 terutang 5% x Rp 14.

320.17.840.--------------- Penghasilan Kena Pajak setahun PPh Pasal 21 terutang: 5% x Rp.- Penghasilan neto sebulan Penghasilan neto setahun 12xRp.Rp.38.650.650.000.000.1.000.1.-------------Rp.200.640.193.-Iuran Pensiun: Rp.318.2.640.--------------Rp.400.000.000.2.PPh Pasal 21 sebulan: Rp.Rp.- Penghasilan Kena Pajak setahun PPh Pasal 21 terutang: 5% x 120% x Rp.000.Rp. Contoh OP yang tidak memiliki NPWP.38.: 12 Rp.000.000.4.5..- .000.4. Gaji sebulan Rp. 1.17.000.38.15.160.640.100.38.Rp.000.000.-tambahan WP kawin: Rp.- Pengurangan: -Biaya Jabatan: 5% x Rp.000.000.250..Rp.000.- b.000.000.000.000.000. 350.55.320.000.000.161..Rp. 1.800.640.160.- Rp.400.- PTKP setahun: -untuk WP sendiri -tambahan WP kawin: Rp.- Rp.318.932.- Rp.: 12 Rp.932.5.PPh Pasal 21 sebulan: Rp.

000. 50 jt – Rp.000. 750. 100 jt) terkena Tarif 30% X Rp. 100 jt TARIF 30% 2) MULAI Th. 50 juta TARIF 10% > Rp. 650 jt T O T A L PAJAK (PPh) 2) Tahun 2009: (1) Penghasilan Kena Pajak .000. 750.00 = Rp.2.000.000.500.00 > Rp. 7. 195. 750 jt – Rp. PERTANYAAN PPh WAJIB PAJAK BADAN PT.000.000. 207. 50 jt – Rp.00 > Rp 100 jt (Rp. = Rp.1. A dalam Tahun Pajak 2008 dan 2009 untuk masin-masing tahun pajak memperoleh Penghasilan Kena Pajak dalam jumlah yang sama sebesar Rp.000. TARIF PPh WP BADAN 1) s/d Th.00 .00 = Rp. 50 jt terkena Tarif 10% = Rp.500. Rp. 5.000.000. 100 jt terkena Tarif 15% = Rp. PAJAK TERUTANG 1) Tahun 2008: (1) Penghasilan Kena Pajak := Rp. 2008 : Berlaku Tarif Progresif sbb: PENGHASILAN KENA PAJAK s/d.CARA MENGHITUNG PAJAK PENGHASILAN BADAN USAHA DAN ORANG PRIBADI 1.00 Hitung berapa PPh Terutang untuk Tahun 2008dan Tahun 2009 ! JAWABAN: 1.00 (2) Penghitungan : s/d Rp.000. 2009: Berlaku Tarif Tunggal : 28% 1. 750.000. 100 jt TARIF 15% > Rp.

00 Tarif 5% > Rp.000..000.200..Tarif 30% 2.... 500 jt dst ..000. 250 jt Tarif 15% > Rp... 600..000. A tersebut ! JAWABAN: 2. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) 1) s/d Tahun 2008 PTKP untuk Diri Wajib Pajak . 25..000..00 Hitung berapa besarnya Pajak Terutang Tahun 2008 dan Tahun 2009 atas nama Sdr.000.Tarif 35% 2) mulaiTahun 2009 PENGHASILAN KENA PAJAK s/d Rp....000.00 2..000....00 2) MulaiTahun 2009 ..Rp... Tarif 5% > Rp..... 100 jt Tarif 15% > Rp. 50 jt Tarif 10% > Rp.(2) Tarif: (Flate) / TUNGGAL 28% .000.= Rp..200.. 13.. A dengan Status Kawin mempunyai Anak 3 orang (K/3) dan memiliki usaha Toko untuk Tahun 2008 dan Tahun 2009 memproleh Penghasilan Bersih jumlahnya sama sebesar Rp. 200 jt Tarif 25% > Rp. 210.000 . 25 jt – Rp.00 Untuk Tanggungan Keluarga Maksimum 3 orang @ Rp. 100 jt – Rp. PERTANYAAN PPh WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PENGUSAHA Sdr.2. 500 jt Tarif 25% > Rp. 1.. 50 jt – Rp.1 TARIF PPhWP OP PENGUSAHA DAN PEKERJA 1) Tarif Lama s/d Tahun 2008: PENGHASILAN KENA PAJAK : s/d Rp. 50... 200 jt dst .000.200. 50 jt – Rp. 250 jt – Rp..00 Status Wajib Pajak Kawin mendapat tambahan Rp. 1.

600. 578.000.000. 500 jt dst Rp.000.200.000. 30.840.000.880.00 (4) (5) Ø Ø Ø Ø Ø PenghasilanKena Pajak Rp..200.00 Rp.200.00 Rp.000. Pajak Terutang: 1) Tahun2008: (1) Penghasilan Bersih Rp.000. 118.000.6664. 1.00 . X 5% = Rp.000. 50 jt (Rp. 2. 7.00 TOTAL PPh Terutang 2009 : Rp. 1.PTKP untuk Diri Wajib Pajak Rp. Rp. 200 jt dst (Rp.000. 62.000.250.000.120.133.00 Ø TOTAL PPh Terutang 2008 : Rp.00 Ø Rp.500.000.00 Tanggungan KeluargaMaksimm 3 orang @ Rp. Rp.00 X 30% = Rp.960.000. 2.950. 78.000.000.000.000. 50 jt) X 15% =Rp. 13.00 Ø Rp. 1. 1.000. 500 jt X 25% = Rp. 25.00 Kawin . 100 jt – Rp 200 jt (Rp.600. 25 jt) X 10% =Rp.000.00 Tanggungan Keluarga Anak 3 Orang 3 X Rp.320.840.000.00 (3) Total PTKP (K/3) .700.00 (5) PPh Terutang cfm Tarif 2008: s/d Rp. 100 jt) X 25% =Rp.000.000.3.000. 100 jt (Rp. 50 jt – Rp.00 2) Tahun2009: (1) Penghasilan Bersih Rp. 2009) Rp.000. 25 jt – Rp. 3.00 (2) PTKP (K/3) Diri WP Rp.880.00 : Rp.500.00 2. 169.00 (2) PTKP (K/3) Diri WP Rp.00 Tanggungan Keluarga Anak 3 Orang3 X Rp.000.00 (3) TOTAL PTKP (K/3 Th.600.000.00 Rp.00 Kawin Rp. 250 jt – Rp.500.000.320.500. 25 jt X 5% =Rp.00 Ø Rp.00 Rp.00 (4) Penghasilan Kena Pajak Rp.000. 1.000.00 PPhTerutang cm Tarif 2009: s/d Rp. 3.664.000.00 Status Kawin mendapat tambahanRp.320.. 1.000. 18. 21. 1.00 Ø Rp.000. 23. 582. 382 jt) X 35% = Rp.320. 15. 250 jt X 15% = Rp. 50 jt – Rp. 15.000. 50 jt.000.

000. 6. 18. 70. 25.2.300.000.00 X 5% = Rp.00 (4) DikurangiIuran Pensiun: NIHIL . 100 jt X 15% Rp. 6.200.00 > Rp.200.704.1.000. 100 jt – Rp.00 (PPh Psal 21Terutang per Tahun cfm Tarif : s/d Rp.00 Status Kawin : Rp.000.000. PERTANYAAN PPh PASAL 21 WP OP KARYAWAN / PEKERJA ATAS GAJI / UPAH BESERTA IKUTANNYA DI ATAS PTKP.00 (3) Dikurangi Biaya Jabatan: Ø 5%dari Penghasilan Bruto maksimum Rp. 1. (5) PenghasilanNeto Rp. TOTAL PPh PASAL 21 / Thn Rp. 3 orang 3 X Rp. 13.00 per Tahun atau Rp. 1.3. 200 jt dst X 35% : Nihil . Sdr.600.250.00 = Rp.000.000.200.704. 25 jt – Rp.000.000.600.000.600. 50 jt – Rp.00 X 15% = Rp. 50 jt X 10% = Rp.000.00 > Rp.000.000.000.704.00 (2) PenghasilanBruto per Tahun 12 X Rp. 3. 72.00 (9) PPh PASAL 21/ Bln.00 .296.155. 4.155.00 Ø Maksimum Rp.000.00 : Rp. 4.00 per Bulan Ø 5% XRp.000.000. C dengan Gaji beserta Tunjangan bulan Desember Tahun 2008 maupun Bulan Januari 2009 sebesar Bruto setiap bulan Rp. Maks.000. 1.000.00 : 12 :Rp. 52.00 TanggunganKel. 1.600.00 Hitung berapa PPh Pasal 21 Terutang Tahun 2008 dan Tahun 2009 per Tahun dan per bulannya atas nama Sdr.000.00 (7) PenghasilanKena Pajak Rp.000. 405. B Status Kawin dan mempunyai Anak 3 orang yang bekerja sebagai Karyawan Tetap PT.00 TOTAL PTKP Rp.000. 2. B tersebut ! JAWABAN: 1) Tahun 2008 (1) PenghasilanBruto per bulan Rp.000.000.00 (6) Dikurangi PTKP(K/3): Diri Wajib Pajak : Rp. 6 jt = Rp.000. 108. 3.00 > Rp. 346. 72. 200 jt X 25% : Nihil > Rp. (10) Rp.296.000.500.

68.000.000.000.00 (7) PenghasilanKena Pajak Rp.000.320.000. 6 jt = Rp. 1. 6.228.250.320.000. 3. (5) PenghasilanNeto Rp.000. 50 jt – Rp. 3. 100 jt – Rp.000.000. 72.00 (4) Dikurangi Iuran Pensiun:= NIHIL .840. 1.00 X 10% = Rp.000.000.000.000.000. 200 jt dst X 35% .120. Rp. 50 jt X 10% Rp.00 per Bulan Ø 5% XRp. 200 jt X 25% --> Rp.00 Ø MaksimumRp.000.00 : Rp.00 (3) DikurangiBiaya Jabatan: Ø 5% dari Penghasilan Bruto maksimum Rp. 25 jt – Rp. 3 orang 3 X Rp. --.00 TanggunganKel. 3. 3. TOTAL PPh PASAL 21 / Thn.00 (9) PPh PASAL21 Terutang per Bulan.00 Status Kawin : Rp.00 : 12 .600. Maks.00 > Rp. 72. 6. 289. 25.000.00 TOTAL PTKP Rp.000. 500. 100 jt X 15% > Rp.400.000.000.00 X 5% = Rp.00 per Tahun atau Rp.478.000.00 = Rp.478. 2. 6.2) Tahun 2009 (1) PenghasilanBruto per bulan Rp.00 = Rp.00 (2) PenghasilanBruto per Tahun 12 X Rp. 47. 22.000. 1.00 Rp.00 > Rp.000. 15.000.00 ( PPh Psal21 Terutang per Tahun cfm Tarif : s/d Rp. 3.280.280.834. 21.000. Rp.000.600.000.000.960.00 (6) DikurangiPTKP (K/3) Diri Wajib Pajak : Rp.

badan pemerintah. Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) kecuali Pejabat Pembuat Akta Tanah tersebut adalah camat.Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Penghasilan Pasal 23 merupakan Pajak Penghasilan yang dipotong atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap yang berasal dari modal. orang pribadi yagn menjalankan usaha yang menyelenggarakan pembukuan atas pembayaran beruapa sewa. Adapun hadiah dan penghargaan yang dipotong Pajak Penghasilan 23 adalah hadiah dan penghargaan dalam bentuk apapun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak badan dalam negeri berkenaan dengan suatu kegiatan yang diselenggarakan. penyelenggara kegiatan. yaitu : a. pengacara. Pemotong Pajak 1. Sebesar 15% dari jumlah bruto dan bersifat final atas bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi. penyelenggara kegiatan. Sebesar 15% dari jumlah bruto atas : a. d. kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan persewaan tanah dan atau bangunan yang dikenakan . atau b. bunga. 3. 4. sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Ayat (1) huruf "f". atau penyelenggaraan kegiatan selain yang telah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21. Subjek Pajak atau penerima penghasilan yang dipotong Pajak Penghasilan Pasal 23 adalah Wajib Pajak dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap. royalti. 2. yang ditunjuk oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak sebagai Pemotong Pajak Penghasilan Pasal 23. Bentuk Usaha Tetap atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Ayat (1) huruf "g" Undang-undang PPh. akuntan. notaris. dividen. c. Bentuk Usaha Tetap. dan kegiatan lainnya. 6. yang dibayarkan atau terutang oleh badan pemerintah atau subjek pajak dalam negeri. subjek pajak badan dalam negeri. Hadiah dan penghargaan yang dipotong Pajak Penghasilan 21 adalah hadiah dan penghargaan dalam bentuk apa pun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri berkenaan dengan suatu kegiatan yang diselenggarakan. penyerahan jasa. 3. dokter. b. 5. Tarif Dan Objek Pajak 1. kesenian. dan konsultan yang melakukan pekerjaan bebas. keagamaan. 2. Sebesar 15% dari perkiraan penghasilan neto atas : a. misalkan kegiatan olah raga. arsitek. orang pribadi sebagai Wajib Pajak dalam negeri tertentu. hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21 Ayat (1) huruf "e" Undang-undang PPh.

d. Jasa instalasi/pemasangan :  Jasa instalasi/pemasangan mesin dan jasa instalasi/pemasangan peralatan. Jasa perancang mesin dan jasa perancang peralatan. jasa konsultan hukum. Jasa akuntansi dan pembukuan. jasa konsultan pajak. Jenis Jasa 50% dari jumlah bruto tidak Jasa profesi. imbalan sehubungan dengan jasa teknik. Jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga.  Jasa perawatan/pemeliharaan/perbaikan bangunan. h. Perkiraan Penghasilan Neto 1. Jasa kustodian/penyimpanan/penitipan.  Jasa instalasi/pemasangan listrik/telepon/air/gas/TV kabel. yang dilakukan oleh Wajib Pajak Dalam Negeri atau Bentuk Usaha Tetap selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21. g. . Jenis Jasa Lain Dan Perkiraan Penghasilan Neto Atas Jasa Teknik. Jasa pemanfaatan informasi di bidang teknologi. i. Jasa pengolahan/pembuangan limbah. e. Jasa teknik dan jasa manajemen termasuk PPN b. Jasa perancang alat kemasan. jasa manajemen. dan jasa lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 Ayat (1) huruf "c" Undang-undang Pajak Penghasilan. tidak termasuk sewa gudang yang telah dikenakan PPh Final berdasarkan PP Nomor 29 Tahun 1996. Dan Jasa Lain No.PPh yang bersifat final berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1996. Jasa telekomunikasi yang bukan untuk umum. b. Jasa perawatan/pemeliharaan/perbaikan :  Jasa perawatan/pemeliharaan/perbaikan mesin dan jasa perawatan/pemeliharaan/perbaikan peralatan.  Jasa perawatan/pemeliharaan/perbaikan alat-alat transportasi/kendaraan. 2. j. Jasa perancang/desain :      Jasa perancang interior dan jasa perancang pertamanan. Jasa perancang iklan/logo. termasuk jasa konsultan hukum dan jasa konsultasi termasuk PPN pajak 40% dari jumlah bruto tidak a. Jasa Manajemen. Jasa perancang alat-alat transportasi/kendaraan. c. termasuk jasa internet. f.

n. Bukan Objek Pajak 1. Jasa sehubungan dengan software komputer. Perkiraan Penghasilan Neto Atas Penghasilan Sewa (Kecuali Persewaan Tanah/Bangunan) Dan Penggunaan Harta No.33% dari jumlah bruto Jasa pelaksanaan konstruksi tidak termasuk PPN 10% dari jumlah bruto tidak a. r. p. Jasa pengisian sulih suara (dubbing) dan/atau mixing film. Jasa pembasmian hama termasuk PPN b. 1. termasuk perawatan/pemeliharaan dan perbaikan. Perkiraan Penghasilan Neto 20% dari jumlah bruto tidak termasuk PPN 40% dari jumlah bruto tidak termasuk PPN Jenis Jasa Sewa dan penghasilan lainnya sehubungan dengan pengunaan harta khusus kendaraan angkutan darat.67% dari jumlah bruto a. q. Jasa rekruitmen/penyediaan tenaga kerja. Jasa perencanaan konstruksi. l. t. Jasa selain jasa-jasa tersebut di atas yang pembayarannya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Jasa aktuaris. 2. Jasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selain migas. Jasa perantara. u. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan persewaan tanah dan atau bangunan yang telah dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final. s. 26. Jasa penilai. 4. . Jasa pengeboran (jasa drilling) di bidang penambangan minyak gas dan bumi (migas). m. Jasa penunjang di bidang penambangan migas. kecuali yang dilakukan oleh Bentuk Usaha Tetap. Jasa penebangan hutan.k. penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank. tidak termasuk PPN b. Jasa maklon. 3. 5. Jasa pengawasan konstruksi 13. termasuk land clearing. o.

atau yang menjalankan kegiatan dalam sektorsektor usaha yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Pemotong PPh Pasal 23 harus memberikan tanda bukti pemotongan kepada orang pribadi atau badan yang dibebani membayar Pajak Penghasilan yang dipotong. dengan syarat : a. menengah.00 setiap bulan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya.2. 5. dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia. Pemotong PPh Pasal 23 diwajibkan menyampaikan Surat Pemberitahuan Masa selambatlambatnya 20 hari setelah Masa Pajak berakhir. Sisa Hasil Usaha koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya. bunga simpanan yang tidak melebihi batas yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 terutang pada akhir bulan dilakukannya pembayaran atau pada akhir bulan terutangnya penghasilan yang bersangkutan. Atas bunga simpanan yang jumlahnya di atas Rp. Sesuai Keputusan Menteri Keuangan telah ditetapkan batas jumlah sebesar Rp. bunga obligasi yang diterima atau diperoleh perusahaan reksadana selama 5 tahun pertama sejak pendirian perusahaan atau pemberian izin usaha: bagian laba yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura dari badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatan di Indonesia dengan syarat badan pasangan usaha tersebut: a. Yang dimaksud dengan saat terutangnya penghasilan yang bersangkutan adalah saat pembebanan sebagai biaya oleh pemotong pajak sesuai dengan metode pembukuan yang dianutnya. Pajak Penghasilan Pasal 23 harus disetor oleh Pemotong Pajak selambat-lambatnya tanggal 10 takwim berikutnya setelah bulan saat terutangnya pajak. dan sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia. merupakan perusahaan kecil.000. Badan Usaha Milik Negara. 6. 3.00 dipotong PPh Pasal 23 sebesar 15% dari seluruh bunga yang diterima dan bersifat final. 3. dan Badan Usaha Milik Daerah yang menerima dividen. 4. sewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan dengan sewa guna usahaa dengan hak opsi. Badan Usaha Milik Negara. koperasi. atau Badan Usaha Milik Daerah. kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% dari jumlah modal yang disetor dan harus mempunyai usaha aktif di luar kepemilikan saham tersebut. b. 2. dan bagi Perseroan Terbatas. Dan Pelaporan 1. Penyetoran. dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan. b. Saat Terutang. 4. dividen atau bagian laba yang diterimaa atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri.000. 240. 7. 240. .

1.000.sampai dengan Rp. maksimal 3 orang untuk setiap keluarga Setahun Rp. Tambahan tarif Lainnya Tarif Pajak Pertambahan Nilai adalah = 10 %    Dengan Peraturan Pemerintah menjadi paling rendah = 5 % Dengan Peraturan Pemerintah menjadi paling tinggi = 15 % Atas ekspor barang kena pajak = 0 % Tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah adalah Paling rendah = 10 % Paling tinggi = 200 % Atas ekspor barang kena pajak = 0 % . 4.000.000.sampai dengan Rp.Rp. 1. Tambahan untuk setiap anggota keturunan sedarah semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang diatnggung sepenuhnya . Penghasilan Tidak Kena Pajak No 1.000. Wajib Pajak Badan dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap Tahun 2009 2010 dan selanjutnya PT yang 40% sahamnya diperdagangkan di bursa efek Peredaran bruto sampai dengan Rp.Berikut ini tabel tarif pajak PPh Pasal 17 serta besarnya PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) untuk tahun pajak 2010 dan 2011 1.Rp.Tarif Deviden Tidak memiliki NPWP (Untuk PPh Pasal 21) Tidak mempunyai NPWP untuk yang dipungut /potong(Untuk PPh Pasal 23) 2.840..Diatas Rp.. 250.000.000.000.000.Rp.320.Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri Lapisan Penghasilan Kena Pajak Sampai dengan Rp. 50. 3.000 Tarif Pajak 28% 25% 5% lebih rendah dari yang seharusnya Pengurangan 50% dari yang seharusnya Tarif Pajak 5% 15% 25% 30% 10% 20% lebih tinggi dari tarif normal 100% lebih tinggi dari tarif normal 3.000. 50.000. 500. 2.000.000.000.- 4.000. Keterangan Diri Wajib Pajak Orang Pribadi Tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin Tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami.Diatas Rp.000. 500. 250. 50. 15.Diatas Rp.000. 15.320.000.000.840.

000.000.000.000. maka tarif penghitungan PPh Badan untuk tahun pajak 2010 ini adalah tarif tunggal sebesar 25% dari Penghasilan Kena Pajak. Pajak Penghasilan yang terutang: (50% x 25%) x Rp500.000.A.000.000.800.000. B.500.Contoh 2 : Peredaran bruto PT X dalam tahun pajak 2010 sebesar Rp30.00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah).000.00 (tiga puluh miliar rupiah) dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp3.000. Penghitungan Pajak Penghasilan yang terutang: .500.000.000.00 (lima ratus juta rupiah). UMUM Sesuai dengan Tarif Pasal 17 Undang Undang PPh.00 = Rp 62.00 (lima puluh miliar rupiah) mendapat fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 50% (lima puluh persen) dari tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) yang dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp 4. FASILITAS Sesuai dengan pasal 31E UU PPh tersebut terdapat fasilitas atas besarnya tarif PPh Badan ini : Wajib Pajak badan dalam negeri dengan peredaran bruto sampai dengan Rp 50.000.00 (empat miliar lima ratus juta rupiah) dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp500. Penghitungan pajak yang terutang: Seluruh Penghasilan Kena Pajak yang diperoleh dari peredaran bruto tersebut dikenai tarif sebesar 50% (lima puluh persen) dari tarif Pajak Penghasilan badan yang berlaku karena jumlah peredaran bruto PT Y tidak melebihi Rp4.000.000.000.00 (tiga miliar rupiah). CONTOH PENGHITUNGAN Contoh 1 : Peredaran bruto PT Y dalam tahun pajak 2010 sebesar Rp4.000.000.000.00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah). C.800.000.

000. Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto yang tidak memperoleh fasilitas: Rp3.000.00 = Rp 500.000.1.00) x Rp3.000.000.000.000. Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto yang memperoleh fasilitas: (Rp4.800.000.000.000.000.520.000.520.= Rp 60.00 Jumlah Pajak Penghasilan yang terutang Contoh 3 : Peredaran bruto PT Z dalam tahun pajak 2010 sebesar Rp60. dengan penghasilan kena pajak sebesar Rp 2.000.00 : Rp30.000.000.000.000.00 (enam puluh milyar rupiah).000.000.000.000.000.000.00 (lima puluh miliar rupiah) Pajak Penghasilan yang terutang: 25% x Rp2.000.00 = Rp480.000.000.00 2.00(+) Rp 690.000.000.000.00 = Rp2.000.000.000.00 = Rp630.000.00 – Rp480.00 25% x Rp2. Penghitungan pajak yang terutang: Seluruh Penghasilan Kena Pajak tersebut dikenai tarif sebesar 25% dari tarif Pajak Penghasilan badan yang berlaku karena jumlah peredaran bruto PT Z lebih dari Rp 50.000.00 (dua milyar rupiah).000.000.000.000.00 .000.00 Sehingga penghitungan PPh terutangnya adalah : (50% x 25%) x Rp480.000.000.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful