Sejarah Perkembangan Sosiologi Di Indonesia 'Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, sebagai

disiplin akademis. Di Inggris Herbert Spencer mempublikasikan Sosiology pada tahun 1876. Di Amerika Lester F.Ward mempublikasikan Dynamic Sosiology. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum. Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan logos dari kata Yunani yang berarti cerita, diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (17981857). Sosiologi muncul sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Namun sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat baru lahir kemudian di Eropa. Potret Auguste Comte. Sejak awal masehi hingga abad 193, Eropa dapat dikatakan menjadi pusat tumbuhnya peradaban dunia, para ilmuwan ketika itu mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia. Dalam buku itu, Comte menyebutkan ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang masing-masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumya. Tiga tahapan itu adalah :

Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi. Sosiologi statis memusatkan perhatian pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat. 3. adalah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada di atas manusia.oe sdasiadj e tersebut disambut hangat luas. Mereka antara lain Herbert Spencer. 2. dan Pitirim Sorokin(semuanya berasal dari Eropa). Ferdinand Tönnies. * Herbert Spencer memperkenalkan pendekatan analogi organik. adalah tahap dimana manusi mulai berpikir secara ilmiah. Max Weber. sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain. Tahap metafisis. Comte kemudian membedakan antara sosiologi statis dan sosiologi dinamis.1. Tahap teologis. Sosiologi dinamis memusatkan perhatian tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan. Tahap positif. Emile Durkheim. pada tahap ini manusia menganggap bahwa didalam setiap gejala terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan. Oleh karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum-hukum alam yang seragam. Georg Simmel. . Karl Marx. yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia. tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. * Karl Marx memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis.

* Emile Durkheim memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial. * Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi . Berikut ini definisi-definisi sosiologi yang dikemukakan beberapa ahli. yang berupaya menelusuri nilai. yaitu organisasi sosial. * Roucek dan Warren Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok. kepercayaan. Ogburn dan Mayer F. dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia. Nimkopf Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya. tujuan. * Max Weber memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman). * William F.yang menganggap konflik antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat. * Max Weber Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.

maka dapat disimpulkan bahwa : “ Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang . * Allan Jhonson Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku. * Soejono Sukamto Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat. terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial. Dari berbagai definisi diatas. * Paul B. Horton Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut. * William Kornblum Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.

dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunya kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut. dan bersikap hormat kepada guru. di sekolah seorang murid diwajidkan untuk datang tepat waktu. Dari contoh tersebut bisa dilihat adanya cara bertindak. yang bersifat memaksa dan mengendalikan individu (murid). dengan khayalan sosiologi. menggunakan seragam. kita mampu memahami sejarah masyarakat. dan berperasaan yang ada di luar individu (sekolah). khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum. berpikir. Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan dan memiliki sanksi tertentu jika dilanggar. empiris serta bersifat umum ” * Fakta sosial Fakta sosial adalah cara bertindak. merupakan tindakan sosial. Contoh. Menurut Wright Mills. dan . * Tindakan sosial Tindakan sosial adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain. * Khayalan sosiologis Khayalan sosiologis diperlukan untuk dapat memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia. berpikir. riwayat hidup pribadi. tetapi menanam bunga untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba sehingga mendapat perhatian orang lain.terjadi saat ini. menanam bunga untuk kesenangan pribadi bukan merupakan tindakan sosial. Contoh. rasional.

maka pengangguran itu adalah trouble. Syaratnya. Tanpa ada yang bisa mencegah. seperti Sokrates.hubungan antara keduanya. dan pengamatan tabir secara jeli serta menghindari penilaian normatif. yang pemecahannya menuntut kajian lebih luas lagi. Sementara jika di kota tersebut ada 12 juta penduduk yang menganggur dari 18 juta jiwa yang ada. Masalah individual ini pemecahannya bisa lewat peningkatan keterampilan pribadi. jika suatu daerah hanya memiliki satu orang yang menganggur. Banyak ilmuwan-ilmuwan besar pada zaman dahulu. Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah troubles dan issues. Plato dan Aristoteles beranggapan bahwa manusia terbentuk begitu saja. Troubles adalah permasalahan pribadi individu dan merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi. Contoh. . Issues merupakan hal yang ada di luar jangkauan kehidupan pribadi individu. sosiolog tersebut harus mengikuti aturanaturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi. masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran dan pertanggungjawaban ilmiah tentang perubahan masyarakat belum terpikirkan pada masa ini. maka pengangguran tersebut merupakan issue. * Realitas sosial Seorang sosiolog harus bisa menyingkap berbagai tabir dan mengungkap tiap helai tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga.

Perkembangan Sosiologi di Indonesia Sejak jaman kerajaan di Indonesia sebenarnya para raja dan pemimpin di Indonesia sudah mempraktikkan unsur-unsur Sosiologi dalam kebijakannya begitu pula para pujangga Indonesia. mengajarkan tata hubungan antara para anggota masyarakat Jawa yang berasal dari golongan-golongan yang berbeda. Ter Haar. terutama dalam bidang hubungan antar golongan (intergroup relations). memberikan sumbangan di bidang sosiologi terutama mengenai konsep-konsep kepemimpinan dan kekeluargaan di Indonesia yang dengan nyata di praktikkan dalam organisasi pendidikan Taman Siswa. Dalam karya mereka tampak unsur-unsur Sosiologi di dalamnya yang dikupas secara ilmiah tetapi kesemuanya hanya dikupas dalam kerangka non sosiologis dan tidak sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri. Van Vollenhoven. Pada masa penjajahan Belanda ada beberapa karya tulis orang berkebangsaan belanda yang mengambil masyarakat Indonesai sebagai perhatiannya seperti Snouck Hurgronje. Sosiologi pada waktu itu dianggap sebagai Ilmu pembantu bagi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Misalnya saja Ajaran Wulang Reh yang diciptakan oleh Sri PAduka Mangkunegoro dari Surakarta. pelopor utama pendidikan nasional di Indonesia. Dengan kata lain Sosiologi ketika itu belum dianggap cukup penting dan cukup dewasa untuk dipelajari dan dipergunakan sebagai ilmu pengetahuan. Kuliah-kuliah Sosiologi mulai diberikan sebelum Perang Dunia ke dua diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Hukum (Rechtshogeschool) di Jakarta. Ki Hajar Dewantoro. banyak mengandung aspekaspek Sosiologi. Inipun kuliah Sosiologi masih . terlepas dari ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Duyvendak dll. C.

Steinmetz dan sebagainya. hubungan luar negeri dan publisistik. seorang sarjana Indonesia yaitu Soenario Kolopaking. karena sebelum perang dunia ke dua semua perguruan tinggi diberikan da. Buku tersebut berjudul Sosiologi Indonesai oleh Djody Gondokusumo. Leopold Von Wiese. Beliau memberika kuliah dalam bahasa Indonesai ini merupakan suatu yang baru. Bierens de Haan. Pada Akademi Ilmu Politik tersebut. Selanjutnya buku karangan Hassan Shadily dengan judul Sosilogi Untuk Masyarakat Indonesia yang merupakan merupakan buku . berdasarkan hasil karya Alfred Vierkandt.am bahasa Belanda. Para Guru Besar yang bertaggung jawab menyusun daftar kuliah berpendapat bahwa pengetahuan dan bentuk susunan masyarakat beserta prosesproses yang terjadi di dalamnya tidak diperlukan dalam pelajaran hukum. sosiologi juga dikuliahkan sebagai ilmu pengetahuan dalam Jurusan Pemerintahan dalam Negeri. Kemudian pendidkikan mulai di buka dengan memberikan kesempatan kepara para mahasiswa dan sarjana untuk belajar di luar negeri sejak tahun 1950. Sosiologi yang dikuliahkan sebagin besar bersifat filsafat Sosial dan Teoritis. Buku Sosiologi mulai diterbitkan sejak satu tahun pecahnya revolus fisik. untuk pertama kalinya member kuliah sosiologi (1948) pada Akademi Ilmu Politik di Yogyakarta (kemudia menjadi Fakultas Sosial dan Ilmu Politik UGM . mulailah ada beberapa orang Indonesia yang memperdalam pengetahuan tentang sosiologi. Pada tahun 1934/1935 kuliah-kuliah Sosiologi pada sekolah Tinggi Hukum tersebut malah ditiadakan. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.sebagai pelengkap bagi pelajaran Ilmu Hukum. memuat tentang beberapa pengertian elementer dari Sosiologi yang teoritis dan bersifat sebagai Filsafat.

Apalagi masyarakat Indonesai merupakan masyarakat majemuk yang mencakup beratus suku. oleh karena masyarakat masih percaya pada angka-angka yang relative mutlak. . yaitu Algemene Maatschapppijleer dan Sociologie. Penelitian-penelitian sosiologi di Indonesai belum mendapat tempat yang sewajarnya. Para pengajar sosiologi teoritis filosofis lebih banyak mempergunakan terjemahan buku-bukunya P. Bouman. bergrippen en problemen serta buku Lysen yang berjudul Individu en Maatschapppij.J. sementara sosiologi tidak akan mungkin melakukan hal-hal yang berlaku mutlak disebkan masing-masing manusia memiliki kekhususan.pelajaran pertama yang berbahasa Indonesia yang memuat bahan-bahan sosiologi yang modern.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful