P. 1
Bab 4 Geografi kelas 10

Bab 4 Geografi kelas 10

|Views: 769|Likes:
Published by Annisa Nur Wardani

More info:

Published by: Annisa Nur Wardani on Mar 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2012

pdf

text

original

Assalammualaikum

Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Kami dari Kelompok Satu

 Adelina Laras Trinanda  Alif Muhamad Anzar  Anabella Evari  Annisa Nur Wardani
Kelas X-5

Akan mempresentasikan bab 4 “Litosfer”
Halaman 99-107

Pengantar
• Litosfer berasal dari bahasa Yunani (lithos=batuan, sphera=lapisan). Jadi litosfer adalah lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan ketabalan rata-rata 1.200 km.
• Litosfer terdiri atas silikon oksida yang berjumlah 15,34%. Lapisan litosfer yang berada di daratan terdiri atas lapisan sial (silisium alumunium) dan yang berada di dasra lautan disebut lapisan sima (silisium magnesium), batas kedua lapisan itu disebut dengan mohorovicic discontinuity.

Pengertian Litosfer
Litosfer adalah kulit terluar dari planet berbatu. Secara harfiah litosfer adalah lapisan bumi yang paling luar atau biasa disebut dengan kulit bumi. Pada lapisan ini umumnya terjadi dari senyawa kimia yang kaya akan Si02, itulah sebabnya lapisan litosfer seering dinamakan lapisan silikat dan memiliki ketebalan rata-rata 30 km yang terdiri atas dua bagian, yaitu litosfer atas (merupakan daratn dengan kira2 35% atau 1/3 bagian) dan litosfer bawah (merupakan lautan dengan kira-kira 65% atau 2/3 bagian)

Litosfer bumi meliputi kerak dan bagian teratas dari mantel bumi yang mengakibatkan kerasnya lapisan terluar dari planet bumi. Litosfer ditopang oleh astenofer, yang merupakan bagian yang lebih lemah, lebih panas, dan lebih dalam dari mantel. Batas antara litosfer dan astenosfer dibedakan dalam hal responnya terhadap tegangan. Litosfer tetap padat dalam jangka waktu geologis yang relatif lama dan berubah secara elastis karena retakan-retakan, sedangkan astenosfer berubah seperti cairan kental.

Litosfer terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik yang

mengakibatkan terjadinya gerak benua akibat konveksi yang
terjadi dalam astenofer. Konsep litosfer sebagai lapisan terkuat dari lapisan terluar bumi dikembangkan oleh barrel pada tahun

1914,

yang

lalu

memperkirakan

keberadaan

lapisan

kuat(litosfer) diatas lapisan lemah (astenofer). Ide ini lalu dikembangkan oleh Daly pada tahun 1940 dan telah diterima

secara luas oleh ahli geologi dan geofisika.

Tipe Litosfer
 Litosfer samudra, yang berhubungan dengan kerak samudra & berada di dasar samudra Litosfer benua, yang berhubungan dengan kerak benua

Material Pembentuk Litosfer
A. Batuan Beku (Igneous Rock) Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma pijar yang membeku menjadi padat, dengan sekitar 80% material batuan yang menyusun batuan kerak bumi adalah batuan beku. Berdasarkan tempat terbentuknya batuan beku dibagi menjadi 3 macam : - Batuan Beku Dalam - Batuan Beku Gang/Korok - Batuan Beku Luar
B. Batuan Sedimen (sedimentray rock) Batuan sedimen merupakan batuan mineral yang telah terbentuk di permukaan bumi yang mengalami pelapukan.

Batuan Sedimen
Batuan sedimen berdasarkan pembetukannya terbagi atas: • Batuan Sedimen Klastik • Batuan Sedimen Kimiawi • Batuan Sedimen Organik proses

Berdasarkan tenaga kerja yang menyangkutnya Batuan Sedimen terdiri atas: • • • • Batuan Sedimen Aeris atau Aeolis Batuan Sedimen Glasia Batuan Sedimen Aquatik Batuan Sedimen Marine

Struktur Lapisan Kerak Bumi • Litosfer memiliki lebih dari 2000 mineral dan hanya 20 saja yang terdapat dala batuan. Litosfer terdiri dari dua bagian, yaitu lapisan Sial dan lapisan Sima. • Lapisan Sial yaitu lapisan kulit yang tersusun atas logam silisium dan alumunium. • Lapisan Sima yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO.

• Batuan pembentuk kulit bumi selalu mengalami siklus atau daur, yaitu batuan mengalami perubahan wujud dari magma, batuan beku, batuan sedimen, batuan malihan dan kembali menjadi magma.

Tektonik Lempeng • Teori Tektonik Lempeng yaitu teori dalam bidang geologi yang dikembangan untuk memberi penjelasan terhadap adanya buktibukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. • Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan Teori Pergeseran Benua yang dikemukakan pada abad ke-20 dan konsep seafloor spreading yang dikembangkan pada tahun 1960-an.

• Bagian luar interior bumi terdapat dua lapisan. • Bagian atas terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratas mantel bumi yang kaku dan padat. • Bagian bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena viskositas dan kekuatan geser yang rendah.

• Lapisan litosfer dibagi menjadi lempenglempeng tektonik. Di bumi terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen, konvergen, ataupun transform.

• Gempa bumi, aktivitas vulkanik,pembentukan gunung dan pembentukan palung samudra semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan 50-100 mm/a.

Perkembangan Teori
• Peta dengan detail menunjukkan lempengan tektonik dan arah vektor geraknya • Akhir abad ke-19 dan awal abad ke20, geolog berasumsi bahwa kenampakan utama bumi berkedudukan tetap

• Tahun 1596, pengamatan tentang Samudera Atlantik dan Amerika Selatan yang memiliki kemiripan bentuk • Diduga kemiripan tersebut akibat kedua daerah itu pernah menjadi satu • Tahun 1896, dilakukan pengkajian ulang umur bumi akibat penemuan radium dan sifat – sifat pemanasannya

• Awalnya bumi adalah benda merah-pijar • Suhu bumi akan menurun seperti sekarang dalam jangka berjuta puluh tahun • Ilmuwan berpendapat inti bumi masih cukup panas untuk berada dalam keadaan cair

Teori Tektonik Lempeng
• Dikemukakan oleh Alfred Wegener tahun 1912 akibat dugaan dari pergeseran benua (continental drift) • Dikembangkan dalam buku yang berjudul “The Origin of Continents” dan “Ocean” terbitan tahun 1915

Teori tersebut menjelaskan…
• Benua yang ada sekarang, dulu berada dalam satu bentang muka • Daratan tersebut mengalami pergerakan menjauh sehingga melepaskan benuabenua tersebut dari inti bumi Teori ini ditangguhkan karena tidak adanya bukti yang terperinci

• Tahun 1920, Arthur Holmes mengungkapkan kemungkinan bagian kerak bumi berada di bawah laut • Bukti teori ini adalah, arus konveksi dalam mantel bumi adalah kekuatan penggeraknya

Rincian bukti teori Artrhur Holmes
• Pergerakan lempeng bumi ditemukan dari perbedaan arah medan magnet pada batuan yang berbeda usia • Ungkapan ini dinyatakan pertama kali dalam sebuah simposium di Tasmania tahun 1956

• Teori ini merupakan perkembangan dari teori tektonik lempeng • Teori tektonik lempeng berubah ketika penghindaran keharusan adanya bumi yang terus membesar dengan memasukkan zona subduksi dan sesar translasi

• Harry Hammond Hess dan Oseanograf melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara seafloor spreading dengan balikan medan magnet bumi • Mereka mengemukakan mekanisme yang menjelaskan pergerakan vertikal batuan yang baru

Penerimaan lajur – lajur sejajar yang simetris dengan magnetasi yang sama di dasar laut pada kedua sisi mid-oceanic ridge meneyebabkan diterimanya pula teori tektonik lempeng

• Tahun 1960-an, cabang geologi kelautan memegang peranan penting dalam teori ini • Pada tahun yang sama, teori ini diterima secara cukup universal • Teori ini memberi penjelasan bagi berbagai macam fenomena geologis

Prinsip-prinsip Utama Lempeng Tektonik
Bagian luar interior bumi  litosfer  astenosfer
Litosfer Astenosfer

Lebih dingin dan kaku
Kehilangan panas melalui konduksi

Lebih panas dan secara mekanik lemah
Memindahkan panas melalui konveksi

Prinsip kunci tektonik lempeng adalah bahwa letosfer terpisah menjadi lempeng-lempeng tektonik yang berbeda-beda. Lempeng bergerak menumpang di atas viskoelastisitas sehingga bersifat seperti fluida. astenosfer yang mempunyai

Pergerakan lempeng mencapai 10-40mm/a atau 160mm/a.
Tebalnya lempeng sekitar 100km, terdiri dari mantel litosferik yang di atasnya terdapat dua material kerak : o kerak samudra/sima : gabungan silikon dan magnesium, tebalnya 5-10km. o kerak benua/sial : gabungan silikon dan alumunium, tebalnya 30-50km. Dua lempeng tersebut akan bertemu di sepanjang batas lempeng (plate boundary). Perbedaan antara kerak benua dan samudra ialah berdasarkan kepadatan material pembentuknya.

Jenis-jenis Batas Lempeng
• Batas transform : Terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain secara menyamping di sepanjang sesar transform. Contohnya Sesar San Andreas di California.
• Batas divergen/konstruktif : Terjadi ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain. Contohnya Mid-oceanic Ridge dan Zona retakan yang aktif. • Batas konvergen/destruktif : Terjadi jika dua lempeng bergesakan mendekati satu sama lain. Contohya Pegunungan Andes di Amerika Selatan dan Busur Pulau Jepang.

Sekian dari kami  Mohon maaf apabila ada salah-salah kata  Thanks for your attention 

WASSALAMMUALAIKUM
WARRAHMATULLAHI WABBARAKATTUH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->