P. 1
Bab 3 Geografi kelas 10

Bab 3 Geografi kelas 10

|Views: 1,113|Likes:
Published by Annisa Nur Wardani

More info:

Published by: Annisa Nur Wardani on Mar 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2014

pdf

text

original

Warrahmatullahi Wabarrakatuh

Akan mempresentasikan tentang

BAB 3
“PROSES TERJADINYA MUKA BUMI”

Sejarah Pembentukan Bumi Bumi terbentuk miliaran tahun yang lalu, tetapi permukaan bumi telah banyak mengalami proses perkembangan dan perubahan sepanjang masa. Keberagaman bentuk muka bumi disebabkan oleh kekuatan besar yang bekerja pada bumi. Kekuatan itu disebut tenaga geologi. Tenaga geologi pada dasarnya dibedakan atas dua macam, yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga endogen ialah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga endogen mempunyai sifat membangun. Tenaga eksogen ialah tenaga yang berasal dari luar permukaan bumi. Tenaga ini mempunyai sifat merusak permukaan bumi. Bumi merupakan bagian dari sistem galaksi yang berada di jagat raya, yaitu galaksi bimasakti.

Teori-teori lempeng tektonik yang dikemukakan oleh para ahli ilmu bumi

Teori Alfred Wegener (1910)

Menurut Wegener, benua-benua terdiri atas batuan sial yang terapung pada batuan sima yang lebih besar berat jenisnya. Benuabenua itu bergerak menuju khatulistiwa dan ke bagian barat. Pada zaman karbon, kemungkinan besar hanya ada satu benua, yaitu pangaea. Lebih kurang 200 juta tahun lalu, terbentuk daratan Gondwana, yaitu benua yang terbentuk ketika pange pecah. Dalam 180 juta tahun terakhir, taah Gondwana terural. Mula-mula yang memisahkan diri adalah wilayah kutub selatan dan Australia, Kemudian memisahkan diri lagi daratan Amerika dan Afrika, dan akhirnya Greenland, serta Eropa.

Argumentasi dan teorinya adalah sebagai berikut : pada zaman Pern, sebagian belahan bumi bagaian selatan tertutup es, bekasnya dapat ditemukan di amerika Selatan, Afrika Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru. Bila kita bandingkan dngan sekarang, tidak mungkin semua daratan itu tertutup es secara bersamaan. Kesamaan geologis struktur batuan di Eropa Barat dengan di Amerika Utara. Sedangkan di afrika Barat sama dengan di amerika Selatan bagian timur. Pengukuran-pengukuran bahwa greenland semakin dekat ke Amerika utara. Mulai tahun 1823, 1870, dan 1907, menunjukan bahwa rata-rata Greenland bergerak sejauh 32 meter tiap tahunnya.

Teori Descartes (contracties) Menurut Descartes, bumi kita mengalami penyusutan. Karena faktor pendinginan, terjadilah pegununganpegunungan dan lembah. Teori tersebut kemudian dilanjutkan oleh suess. Sebenarnya teori tersebut merupakan perbaikan dari teori wegener.

Teori Eduard Suess (1831-1914)

Suess adalah ahli geologi Austria yang menciptakan teori tentang pegunungan dan hubungannya satu sama lain. Ia tidak setuju dengan pendapat yang menegakan bahwa bumi telah berkembang melalui serangkaian bencana alam. Dia melihat benua sebagai sebuah daerah yang stabil, kecuali daerah seismic, yaitu daerah yang sering terjadi gempa bumi. Teori suess merupakan pengembangan dari teori kontraksi Descartes.

Teori tentang pembentukan bumi dan antariksa Teori pasang surut mengemukakan bahwa bumi dibentuk saat sebuah bintang hamper menabrak matahari dan keluar dari permukaan matahari dalam bentuk gelombang gas yang sangat besar. Gas tersebut pecah menjadi bagian yang mendingin dan memadat kemudian menjadi planet. Teori pada tahun 1796 mengatakan bahwa tata surya mulanya merupakan awan gas yang berputar dan memadat, pusat awan berputar cepat dan melepaskan cincin gas yang kemudian membentuk planet-planet. Setelah terbentuk, bayi bumi memulai sejarahnya yang mengagumkan. Sepanjang sejarahnya manusia dibumi selalu dihadapkan masalah mengenai asal mula bumi, kapan dan bagaimana bumi terbentuk.

Pada tahun 1650, Uskup Agung Ussher dari Irlandia menganggap bahwa bumi diciptakan tahun 23 Oktober 4004 SM. Penyelidikan pada batuan dan fosil pada abad ke-19 menunjukan bahwa bumi jauh lebih tua. Orang menganggap bahwa bumi terbentuk 4500 juta tahun yang lalu. Seluruh tata surya, matahari, delapan buah planet beserta satelitnya dan asteroid terbentuk pada waktu yang sama. Bukti terpenting mengenai hal itu adalah perjalanan planet mengelilingi matahari, semua planet kurang lebih terletak pada bidang datar sama dan mengitari arah yang sama.

Teori Dantuman Besar (Teori Big Bang). Teori tersebut berdasarkan jenis asumsi adanya massa yang sangat besar dan mempunyai massa jenis sangat besar. Reaksi inti menyebabkan massa tersebut meledak hebat. Massa tersebut kemudian mengembang dengan cepat menjauhi pusat ledakan. Karena adanya gravitasi, bintang yang paling kuat gravitasinya akan menjadi pusatnya. Dari berbagai macam teori yang dikemukakan para ahli, kebanyakan ilmuan mendukung teori Big Bang. Menurut mereka, ledakan besar tersebut merupakan awal terbentuknya alam semesta.

Pembentukan Bumi
Menurut anggapan beberapa teori, bumi terbentuk akibat malapetaka, misalnya bintang sebuah bintang hamper bertabrakan dengan matahari. Teori malapetaka lain mengatakan bahwa suatu ketika matahari memiliki teman seperti berupa bintang yang kemudian meledak dan meninggalkan bahan yang terjebak dalam pengitaran matahari. Bahan itu yang kemungkinan menjadi planet – planet yang beredar saat ini. Tata surya terbentuk dari awan gas dan debu yang berputar. Di bawah pengaruh gaya berat, awan menyusut, suhu dan tekanannya bertambah tinggi, sehingga menjadi matahari yang panas. Sambil berputar cepat, matahari melepaskan cincin debu yang memadat membentuk bumi yang padat serta planet lainnya.

Menurut teori perkembangan, awalnya tata surya merupakan awan gas yang dingin. Ketika menyusut akibat pengaruh gaya berat, terbentuklah matahari sehingga terbentuk rangkaian reaksi nuklir. Jutaan tahun dari sekarang matahari akan membesar mengakibatkan planet – planet menjadi hitam dan dingin kembali. Bumi kita terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu bersamaan dengan terbentuknya satu system tata surya yang dinamakan keluarga matahari.

Teori kabut (Nebula) menceritakan kejadian tersebut dalam tiga tahap : • Matahari dan planet – planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu pekat dan besar. • Kabut tersebut berpilin dan berputar dengan kuat, dan terjadi pemadatan dipusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan materi lain pun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari dan disebut planet yang bergerak mengelilingi matahari. • Materi – materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk “Susunan Keluarga Matahari”.

Sekian dari kami  Mohon maaf apabila ada salah-salah kata  Thanks for your attention 

WASSALAMMUALAIKUM
WARRAHMATULLAHI WABBARAKATTUH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->