KORELASI ANTARA KEMAMPUAN BERBAHASA ARAB DENGAN PRESTASI BELAJAR FIQIH SISWA KELAS XII MA ALI MAKSUM PONDOK

PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010

SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Pendidikan Islam

Disusun Oleh :

Khoirul Anwar NIM. 03410077

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2010

.

MOTTO

!$¯ΡÎ) çµ≈oΨø9t“Ρr& $ºΡ≡u™öè% $wŠÎ/ttã öΝä3¯=yè©9 šχθè=É)÷ès? ∩⊄∪
Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai berbahasa Arab, agar kamu mengerti (QS. Yusuf (XII) : 2).1 Qur’an

Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama, AlQur’anul Karim dan Terjemah Bahasa Indonesia, Edisi Perbaikan dan Penyempurnaan Tahun 2002, (Jakarta : PT Arga Printing, 2008), Hal. 303

1

v

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan karya ini kepada Almamater Tercinta UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

vi

KATA PENGANTAR

‫ﺑﺴﻢ اﷲ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺤﻴﻢ‬ ‫اﻟﺤﻤﺪ ﷲ اﻟﺬى أﻧﻌﻤﻨﺎ ﺑﻨﻌﻤﺔ اﻹﻳﻤﺎن واﻹﺳﻼم أﺷﻬﺪ ان ﻻاﻟﻪ إﻵ اﷲ وأﺷﻬﺪ ان ﻣﺤ ّﺪا رﺳﻮل اﷲ‬ ‫ﻤ‬ ‫واﻟﺼﻼة واﻟﺴﻼم ﻋﻠﻰ أﺷﺮف اﻷﻧﺒﻴﺎء واﻟﻤﺮﺳﻠﻴﻦ ﺳ ّﺪﻧﺎ ﻣﺤ ّﺪ وﻋﻠﻰ اﻟﻪ وﺻﺤﺒﻪ أﺟﻤﻌﻴﻦ أ ّﺎ‬ ‫ﻣ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻴ‬ .‫ﺑﻌﺪ‬
Dengan senantiasa mengharap ridla Ilahi, penulis mengaktualisasikan rasa syukur kepada Allah SWT dengan ungkapan al-hamdu-lillah. Karena hanya dengan rahmat dan pertolongan-Nya, proses penelitian dan penulisan skripsi ini dapat diselesaikan secara optimal. Di samping itu, penulis juga menyampaikan salam ta’dzim dan salam penghormatan kepada Muhammad al-Amien, Nabi sekaligus Rasul Allah yang telah banyak memberikan pengabdiannya bagi kemaslahatan dan kebahagiaan hidup umat manusia. Dalam kesempatan ini, penulis juga ingin menyampaikan rasa terimakasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2. Bapak Muqowim, M.Ag., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 3. Bapak Drs. Mujahid, M.Ag., selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 4. Bapak Drs. Radino, M.Ag., selaku Pembimbing skripsi. 5. Bapak Drs. Moch. Fuad selaku Pembimbing Akademik, beserta seluruh Dosen dan Karyawan di lingkungan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 6. Bapak KH. Asyhari Abta, M.Pd.I., selaku Kepala Madrasah, beserta para Bapak dan Ibu Guru, staf, karyawan dan siswa MA Ali MAksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.

vii

Teman-teman dan seluruh pihak yang telah memberikan partisipasi demi terselesaikannya proses penelitian dan penulisan skripsi ini. penulis dapat memperbaiki diri. penulis menyampaikan pertaubatan kepada Allah. demi kemaslahatan di masa-masa yang akan datang. yang telah banyak memberikan dorongan serta motivasi. atas segala bentuk kekhilafan dan keteledoran yang telah penulis perbuat. penulis sangat mengharapkan adanya masukan.7. Khoirul Anwar NIM. penulis hanya mampu menengadahkan kedua tangan kepada al-Khaliq. Karena dengan masukan dan kritik itulah. 03410077 viii . ibu. Dengan selesainya penulisan skripsi ini. 8. 06 Februari 2010 Penulis. Kepada mereka. serta permoho-nan maaf kepada semua pihak. Akhirnya. kritik dan saran konstruktif dari semua pihak. jenis dan jumlahnya mendapatkan balasan dan imbalan dengan yang jauh lebih baik dari Allah SWT. Yogyakarta. dengan iringan do’a dan damba: Semoga setiap kebaikan dan bantuan dalam segala bentuk. istri dan putriku tercinta. Ayah.

95% (12 siswa).35% (39 siswa). dan tinggi sebesar 3. dengan tujuan untuk mengetahui: 1) Kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010. yang berarti bahwa mayoritas siswa kelas XII MA Ali Maksum memiliki kemampuan berbahasa Arab dalam kategori rendah. dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. yakni kategori rendah sebesar 45. Namun demikian. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berbahasa Arab (kemampuan membaca dan menulis) siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diklasifikasikan dalam 3 kategori. sedang sebanyak 40. pada kenyataannya tidak semua siswa memiliki kemampuan berbahasa Arab secara memadai. Prestasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Yogyakarta: jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Tahun Pelajaran 2009/2010”.79% (11 siswa). Diantaranya adalah faktor pengajaran di dalam kelas. Dengan demikian. yakni rendah sebesar 83.213. 3) Korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010. dan dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik-pedagogis.KHOIRUL ANWAR.72% (72 siswa). peneliti menggunakan beberapa metode. DAFTAR ISI ix . wawancara dan dokumentasi. yakni observasi. diketahui bahwa nilai rhitung (0. Karena jumlah populasi lebih dari 100 orang. “ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010.49% (3 siswa). penelitian ini dilakukan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum diklasifikasikan dalam 3 kategori. Salah satunya adalah dalam proses pengajaran mata pelajaran Fiqih. MA Ali Maksum masih menggunakan beberapa kitab dan literatur berbahasa Arab. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kuantitatifkorelasional. dan tinggi sebesar 13. 2010. yang ditentukan dengan teknik stratified proportional random sampling. Kesimpulannya. Oleh karenanya. hipotesis nihil (Ho) ditolak. data yang terkumpul terlebih dahulu dilakukan proses koding dan tabulasi. yang berarti bahwa prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum mayoritas berada pada kategori rendah. dan sedang sebanyak 12.767) lebih besar dari nilai r dalam tabel values product moment untuk taraf keabsahan 5% dan N sebesar 86. yakni 0. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan menggunakan teknik analisis korelasi product moment. maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel. Sebelum dianalisis. Untuk mengumpulkan data.70% (35 siswa). 2) Prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010. jumlah sampel ditetapkan sebesar 86 siswa. Sebagai madrasah yang berbasis pesantren. Skripsi. Setelah dilakukan konsultasi terhadap tabel sampel yang dikemukakan oleh Krejcie dan Morgan.

.. Latar Belakang Masalah .......... E..............HALAMAN JUDUL ........................... HALAMAN DAFTAR GAMBAR................................................................. Sitematika Pembahasan ........................................................................................ Teknik Analisis Data .................................. E.................... Metode Penelitian ................. Letak dan Keadaan Geografis .............. B........... HALAMAN SURAT PERNYATAAN KEASLIAN .............................................................................................. F................. A.................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... A......... HALAMAN KATA PENGANTAR ................................................. B................................................................................. H.. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ........................................................... HALAMAN ABSTRAK..................................... Hipotesis ................................................. Pembatasan dan Rumusan Masalah .................................... xiv BAB I : PENDAHULUAN................................ G.. Sejarah dan Perkembangan MA Ali Maksum ..... BAB II : GAMBARAN UMUM MA ALI MAKSUM PONDOK PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA .................. HALAMAN DAFTAR TABEL ...... D. Kajian Pustaka . HALAMAN PERSEMBAHAN .......... Tujuan Pendidikan MA Ali Maksum ........... HALAMAN MOTTO ..................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......... HALAMAN PENGESAHAN........... C................................................................................. i ii iii iv v vi vii ix x xii xiii HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ..................................................... Struktur Kepengurusan MA Ali Maksum .......................................................... HALAMAN DAFTAR ISI ................................................... C........................... D........................... Landasan Teori ........... 43 43 46 49 51 52 1 1 6 7 8 11 27 27 39 40 x ............................................................................ I............... Landasan Penyelenggaraan MA Ali Maksum .......................

.................. J................................................................................................................................................ Keadaan Siswa............................ LAMPIRAN-LAMPIRAN........................................... Prestasi Dalam Kejuaraan ......................................................... 54 60 62 65 66 67 67 73 73 75 77 77 78 80 81 86 BAB III : HASIL PENELITIAN ............... Pembahasan ................................................... Guru dan Karyawan MA Ali Maksum .............................. A...................................F.................................. C...................................... G......................................................... xi ...... Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum .................................. BAB IV : PENUTUP ........ DAFTAR PUSTAKA ..... C..................... Deskripsi Data .................................. Kegiatan Ekstra dan Keasramaan ........... I................................ Simpulan .......... D. B... Sistem Pendidikan MA Ali Maksum ....................................... Pengujian Hipotesis ..................... H..................... Kata Penutup ..................... B................. Koding dan Tabulasi Data ........................................................................................................................................................ A........ Saran..........

............................. 30 Tabel 2 Penentuan Jumlah Sampel Menurut Krejcie dan Morgan ...............DAFTAR TABEL Tabel 1 Populasi Penelitian ..... 31 Tabel 3 Proporsi Jumlah Sampel Dalam Tiap Kelas ................................... 56 Tabel 5 Deskripsi Data Penelitian .................................................... 69 Tabel 7 Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum ............................................................................................... 71 xii ............................ 68 Tabel 6 Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA....... 32 Tabel 4 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun .........

........DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun . 72 xiii ... 57 Gambar 2 Diagram Histogram Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 ... 70 Gambar 3 Diagram Histogram Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 .......

........................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Jumlah dan Identitas Populasi Penelitian ..................................................... Lampiran IV Deskripsi Statistik Kemampuan Berbahasa Arab .................................... 119 Lampiran XXI Kartu Bimbingan Skripsi ......................................................................... 118 Lampiran XX Surat Penggantian Judul Skripsi .............................................. 91 Lampiran VII Tabel Values of rproduct moment ...................................................................... TOEC dan IT ....... Lampiran II Jumlah dan Identitas Sampel Penelitian ..... 94 Lampiran IX Panduan Wawancara .......... 114 Lampiran XVII Bukti Seminar Proposal.......................... 93 Lampiran VIII Catatan Hasil Observasi.................... 88 89 86 87 Lampiran V Deskripsi Statistik Prestasi Belajar Fiqih ................................................... 125 Lampiran XXIV Bukti Sertifikat PPL II .................................................................................................................... 128 xiv ............... 96 Lampiran XI Struktur dan Personalia MA Ali Maksum ............................. 127 Lampiran XXV Daftar Riwayat Hidup ................................ 116 Lampiran XIX Surat Bukti Pelaksanaan Penelitian .......................................... 122 Lampiran XXIII Bukti Sertifikat dan Piagam KKN .. 102 Lampiran XIV Daftar Prestasi Siswa MA Ali Maksum ...................... Lampiran III Deskripsi Data Penelitian Variabel Kemampuan Berbahasa Arab dan Prestasi Belajar Fiqih .................................................. 113 Lampiran XVI Surat Pengajuan Penyusunan Skripsi ............................. 109 Lampiran XV Surat Penunjukan Pembimbing Skripsi .............................................................................................................................................................. Bantul ..... 115 Lampiran XVIII Surat Keterangan Izin Bapeda DIY dan Kab.................................................................. 98 Lampiran XII Identitas Guru MA Ali Maksum ......... 90 Lampiran VI Tabel Kerja Penolong Penghitungan Product Moment ........... 95 Lampiran X Hasil Wawancara ...................... 121 Lampiran XXII Bukti Sertifikat TOAFL......... 99 Lampiran XIII Daftar Inventaris Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum ..........

gagasan dan kehendak serta maksud orang lain. dalam ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam. 45 4 HM. Sebagai bangsa dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. bahasa Arab merupakan salah satu bahasa asing yang banyak dipelajari masyarakat Indonesia. Amin Haedari. 1994). hal. Cet9. Sians dan Teknologi. 2 Tahun 2001. manusia membutuhkan alat komunikasi yang disebut bahasa. STAIN : 2001). Oleh karenanya.J. Vol. manusia merupakan makhluk sosial. Bahkan pengetahuan manusia dapat diukur dari kemampuannya dalam berbahasa. Bahasa merupakan alat komunikasi yang berguna dalam kehidupan sosial. yakni al-Qur’an dan as-Sunnah. 149 3 Mudjia Rahardjo. 139 2 1 . sehingga seorang filsuf bahasa Ludwig Wittgenstein menyatakan bahwa “Batas bahasaku adalah batas duniaku”. Terlebih lagi bagi masyarakat pesantren. Al-Hujurat (49) : 13 F. (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. dkk.2 Karena dengan bahasa. manusia sulit memahami ide. serta berbagai sumber lain dalam kajian Islamic studies terkodifikasi dalam literatur-literatur QS. bahasa Arab merupakan bahasa primer. seperti siswa MA Ali Maksum. hal. “Bahasa: Antara Pikiran dan Tindakan”. Monks. 2004). hal. manusia dapat berkomunikasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta peradaban. dkk. (Malang. Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya.3 Tanpa bahasa. Begitu penting peran bahasa. Latar Belakang Masalah Menurut kodratnya. 3 No.1 Tidak ada seorangpun yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain.BAB I PENDAHULUAN A. (Jakarta : IRD Press. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global.4 Hal ini dikarenakan sumber hukum Islam yang utama.

www.6 Sejak awal berdirinya. minimal saat menjalankan ibadah shalat. “Problematika Pengajaran Bahasa”. Untuk kurikulum pesantren. masih tetap mempertahankan penggunaan literatur berbahasa Arab. 22 Juli 2009). Dengan demikian.staff. digunakan buku paket ber- Ahmad Nur Fauzan. Di samping itu. Salah satunya adalah Madrsah Aliyah (MA) Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. undip.ac. MA Ali Maksum menerapkan kurikulum yang dipadukan antara kurikulum pesantren dan Departemen Agama. Dalam pengajaran mata pelajaran agama. Namun demikian. (Rabu. semua mata pelajaran menggunakan literatur berbahasa Arab.Hum. M. dalam kehidupan sehari-hari masyarakat muslim juga tidak mungkin dapat melepaskan diri dari penggunaan bahasa Arab. belajar Islam dapat dilakukan dengan buku-buku terjemahan. sedangkan untuk kurikulum Depag dipilah antara mata pelajaran agama dan umum. seperti fiqih dan al-Qur’an hadist. Sedangkan untuk mata pelajaran umum. dapat dikatakan bahwa antara masyarakat muslim dengan bahasa Arab terdapat kaitan erat yang tidak mungkin dapat dipisahkan.. bagi sebagian lembaga pendidikan (seperti pondok pesantren). S. Jam 14:34 WIB 6 Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar kelas XII MAK MA Ali Maksum 5 2 . Tidak berlebihan jika ada ungkapan yang menyatakan “ke mana Islam tersebar. menggunakan literatur berbahasa Arab.S. seperti IPS dan Biologi. com.berbahasa Arab. ke sana pula bahasa Arab tersiar”.id. dalam google.5 Seiring dengan semakin banyaknya penerjemahan buku dan kitab-kitab berbahasa Arab.

dengan 16 Bab. Proses pembelajaran fiqih di dalam kelas dilakukan dengan menggunakan metode bandongan12 dan metode tanya jawab. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global. staf TU MA Ali Maksum. terdiri dari 1 jilid 11 Karya Musthtofa al-Khin. 10 Karya Zainuddin bin ‘Abdul Aziz al-Malaibari.7 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses pengajaran mata pelajaran fiqih di Madrasah Aliyah Ali Maksum dilakukan dengan menggunakan literatur dan buku pegangan berbahasa Arab. baik berupa makna (arti). di kantor MA Ali Maksum. maupun dalam kegiatan di asrama. menerjemahkan. maupun hal-hal lain yang dianggap sulit untuk difahami.8 Fathul Qorib. MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta 7 3 . hal. sedangkan siswa mendengarkan. Wawancara dengan Bapak Ridwanuddin. dan ‘Ali asy-Syarbajy.11 Penggunaan literatur berbahasa Arab di lingkungan MA Ali Maksum dilakukan baik dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Adapun metode tanya jawab dipergunakan oleh siswa untuk meminta penjelasan lebih detil kepada guru. atas hal-hal yang belum jelas atau belum dapat difahami secara baik. menyimak dan membuat catatan-catatan di dalam kitabnya sendiri. terdiri dari 1 jilid. Amin Haedari. 9 Karya Muhammad bin Qasim al-Ghazi. dkk.10 dan al-Fiqh al-Manhaji. mengartikan dan menjelaskan materi pelajaran dalam kitab berbahasa Arab. merupakan syarh (penjabaran) dari kitab atTaqrib karya Ahmad bin al-Husain (Abi Suja’). Musthofa al-Bigho.13 Metode bandongan dipergunakan oleh guru untuk membaca. yakni kitab Sulam at-Taufiq. pada tanggal 05 November 2009. 16 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan metode bandongan atau wetonan adalah metode pengajaran kolektif dimana santri secara bersama-sama mendengarkan seorang ustadz atau Kyai yang membaca.bahasa Indonesia. hal-hal yang dianggap penting. 8 Karya Abdullah bin al-Husain bin Tohir bin Muhammad bin Hasyim Ba’lawy.9 Fathul Mu’in. terdiri dari 8 Juz dan 4 jilid 12 HM. merupakan syarh (penjabaran) dari kitab Qurrat al-‘ain. 13 Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar Kelas XII IPA. menerangkan dan mengulas kitab berbahasa Arab tertentu .

siswa MA Ali Maksum diharuskan memiliki kemampuan bahasa Arab. memaknai dan menjelaskan isi dari kitab pegangan. sangat mungkin mengalami kesulitan. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global. Dalam hal ini siswa diminta untuk praktik membaca. hal. Namun pada kenyataannya. Minimal siswa telah mampu membaca bahasa Arab secara baik dan lancar. Minimal siswa mampu membaca bahasa Arab atau al-Qur’an.14 Penggunaan metode praktik ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membaca. Dengan metode praktik ini. Amin Haedari. sedangkan siswa menyimak serta membuat catatan yang dianggap perlu. terkadang guru mata pelajaran fiqih di MA Ali Maksum juga menerapkan metode praktik membaca kitab. untuk dapat mengikuti pelajaran fiqih secara baik. Uraian di atas menggambarkan bahwa dalam tataran idealita. Secara umum. belum semua siswa Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar Kelas XII IPA. MA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta 15 HM. dkk. Dengan demikian.15 Hal ini dikarenakan penggunaan metode bandongan diawali dengan pembacaan teks Arab oleh guru. siswa yang belum mampu membaca bahasa Arab secara baik dan lancar. proses pembelajaran dengan metode bandongan dilakukan terhadap siswa yang dianggap telah memiliki kemampuan dasar bahasa Arab. memaknai serta memahami materi yang telah diajarkan. 41 14 4 .Disamping menerapkan kedua metode di atas. minimal mengalami keterlambatan dalam menyimak bacaan guru. sebenarnya dapat mendorong siswa belajar membiasakan diri dengan bacaanbacaan berbahasa Arab.

00 WIB 19 Wawancara dengan Drs. Siswa yang tidak memiliki persiapan yang cukup. Arab dan Indonesia) pada hari Minggu 08 November 2009 jam 17.18 Penelitian pendahuluan yang dilakukan terhadap siswa kelas XII MA Ali Maksum tentang pengaruh kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. Nur Fadhilah Rizki (Siswa kelas XII MAK) selaku delegasi MA Ali Maksum dalam lomba pidato 3 bahasa (Inggris. penerapan metode praktik di dalam kelas juga menjadikan sebagian siswa merasa terbebani. pada tanggal 10 November 2009 17 Data PSB tahun 2009: 87 siswa dari 169 siswa baru yang berlatar belakang SLTP. Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas XII MA Ali Maksum.MA Ali Maksum memiliki kemampuan bahasa Arab secara memadai. dengan alasan yang dibuat-buat.16 Hal ini dikarenakan semakin beragamnya input siswa MA Ali Maksum. pada tanggal 10 November 2009 16 5 . 18 Wawancara dengan Syirojuddin Hadi Imron (siswa kelas XII IPA) dan sdr. siswa Kelas XII MA Ali Maksum yang mendapatkan nilai pelajaran fiqih di bawah rata-rata tersebut merupakan siswa yang kurang menonjol dalam kemampuan berbahasa Arab. Sehingga tidak sedikit diantara siswa MA Ali Maksum yang memilih mbolos dan tidak masuk pelajaran fiqih. merasa khawatir jika di dalam kelas diminta praktik membaca kitab. melainkan juga banyak yang berasal dari latar belakang pendidikan umum (SLTP) dan lembaga pendidikan non pesantren. Marwan Hamid. namun dari beberapa sampel. Walaupun perolehan prestasi (nilai) dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. terdapat sejumlah siswa yang memiliki nilai mata pelajaran fiqih di bawah rata-rata. Marwan Hamid.19 Wawancara dengan Drs.17 Di samping masalah yang terkait dengan kemampuan berbahasa Arab di atas. Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas XII MA Ali Maksum. yang tidak hanya berasal dari sekolah berbasis pesantren atau madrasah.

karena proses pembelajaran fiqih dilakukan dengan literatur (kitab) berbahasa Arab. dalam penelitian “Korelasi Anaara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” ini dapat dirumuskan beberapa permasalahan: 1. serta dengan berpijak pada hasil penelitian pendahuluan yang menggambarkan adanya korelasi dua variabel. maka peneliti bermaksud melakukan penelitian lapangan (kancah) tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010”.Hasil studi dan penelitian pendahuluan di atas menggambarkan bahwa siswa MA Ali Maksum yang tidak memiliki kemampuan berbahasa Arab secara memadai. B. dapat dikemukakan hipotesis sementara bahwa kemampuan berbahasa Arab. Berdasarkan uraian latar belakang di atas. Bagaimana kemampuan berbahasa Arab siswa Kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? 6 . Pembatasan dan Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas. Minimnya kemampuan berbahasa Arab diprediksi menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan kurang maksimalnya prestasi belajar fiqih bagi siswa kelas XII MA Ali Maksum. juga memiliki prestasi belajar fiqih di bawah rata-rata. Dengan demikian. berkorelasi (berhubungan) dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010.

khususnya dalam bidang penelitian pendidikan agama Islam. b. 2. Apakah ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? C.2. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Mengetahui kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. Bagaimana prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? 3. 7 . c. Segi praktis 1) Sebagai wahana implementasi pengetahuan yang dimiliki. Diantara keguanaan dan kontribusi tersebut adalah: a. Kegunaan penelitian Pelaksanaan penelitian ini diharapkan memiliki beberapa kegunaan atau kontribusi. Mengetahui korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. Tujuan penelitian Penelitian tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010” ini bertujuan untuk: a. Mengetahui prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010.

“Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTs An-Nawawi Berjan Purworejo”. diantaranya: 1. siswa menjadi terbiasa untuk membaca. khususnya dalam bidang pendidikan dan proses pembelajaran fiqih. baik yang bersifat baru. Skripsi. hasil penelitian menjelaskan tentang hubungan positif antara penggunaan metode menghafal (mahfudhot). khususnya dalam disiplin kajian dan keilmuan yang sama dengan penelitian ini. beserta faktor-faktor yang ikut mempengaruhi. 3) Mendorong orang tua siswa agar ikut serta memperhatikan prestasi belajar anaknya. maupun lanjutan. termasuk perlunya peningkatan kemampuan bahasa. Segi teoritis.2) Menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat muslim. 2) Menjadi bahan rujukan bagi penelitian di masa yang akan datang. mengucapkan dan mendengar kata-kata dalam bahasa 8 . Ikowiyah. peneliti menemukan beberapa hasil penelitian yang memiliki kedekatan pembahasan dengan penelitian ini. Kajian Pustaka Berdasarkan hasil penelusuran dan studi bahan pustaka. 1) Memberikan sumbangan bagi hazanah keilmuan Islam. karya ilmiah serta hasil penelitian yang ada. dengan keterampilan berbahasa Arab siswa MTs AnNawawi Purworejo. Dengan metode mahfudhat. D. b. Secara garis besar. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. tentang pentingnya kemampuan berbahasa Arab. tahun 2007.

Skripsi. adanya korelasi antara motivasi belajar dan prestasi belajar PAI pasca gempa di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan. Nurjanah. maka semakin besar pula keterampilan yang dimiliki siswa dalam berbahasa Arab. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. Skripsi. semakin lemah ketrampilan siswa dalam berbahasa Arab. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. Abidin Fuadi Nugroho. 2007 21 Nurjanah.Arab. semakin sering siswa menghafal kata-kata dalam bahasa Arab (mahfudhat). Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Skripsi. “Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul”. semakin jarang penggunaan mahfudhat.21 3. maka semakin tinggi pula kemampuan atau keterampilan membaca bahasa Arab siswa MTsN Ngemplak Sleman Yogyakarta. Hasil dari kesimpulan penelitian yang dirumuskan adalah semakin tinggi tingkat penguasaan mufrodat siswa. 2. 2007. 2008. Abidin Fuadi Nugroho menyimpulkan.20 Demikian pula sebaliknya. Skripsi. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”. Kesimpulan yang dibuat dalam Ikowiyah. 2008 20 9 . “Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTsN An-Nawawi Berjan Purworejo”. Dalam penelitiannya ini.

bahwa proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dilakukan dengan literatur (kitab-kitab) berbahasa Arab. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. semakin tinggi motivasi belajar yang dimiliki siswa. Namun sejauh ini peneliti belum menemukan satupun karya ilmiah atau hasil penelitian yang secara spesifik melihat hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. penelitian tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” yang dilakukan peneliti lebih menitik beratkan pada hubungan antara kemampuan siswa dalam berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih di MA Ali Maksum. Hasil penelitian yang dilakukan Ikowiyah dan Nurjanah di atas melihat ketrampilan atau kemampuan berbahasa Arab siswa dari sisi metode menghafal (mahfudhot) dan penguasaan kosa kata (mufrodat). sebenarnya masih banyak lagi karya ilmiah atau hasil penelitian yang mengarah pada variabel-variabel yang ada dalam penelitian skripsi ini. apalagi yang dilakukan di MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta. Sedangkan hasil penelitian Abidin Fuadi Nugroho lebih melihat prestasi belajar siswa. “Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul Yogyakarta”. Sebagaimana telah dikemukakan pada pembahasan sebelumnya. Berbeda dengan hasil penelitian di atas. Sedangkan dalam studi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan Abidin Fuadi Nugroho. 2007 22 10 . dikaitkan dengan motivasi belajar. Skripsi. semakin tinggi pula prestasi belajar yang diraihnya.penelitian ini adalah.22 Disamping hasil penelitian di atas.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ke-10.com. www. apakah ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. (Jakarta: Balai Pustaka. hal. cet. Pengertian Bahasa Arab Secara etimologi. bahasa diartikan sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer.blogspot.com.peneliti. bahasa juga dapat dimaknai dengan ucapan (perkataan) yang baik. Diantaranya adalah: Sturtevent mendefinisikan bahasa sebagai sistem lambang sewenang-wenang. berupa bunyi yang digunakan oleh anggota kelompok sosial untuk bekerjasama dan saling berhubungan. 1 23 11 . Harimurti mendefinisikan bahasa sebagai sistem Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. masih banyak definisi lain yang dikemukakan para tokoh. “Sosiolinguistik: Masyarakat Bahasa 1”. 77 25 UPI.25 Disamping definisi di atas. bahasa didefinisikan secara berbeda oleh beberapa tokoh. Tinjauan kemampuan berbahasa Arab a. Jam 07:40:00 WIB. berinteraksi dan mengidentifikasikan diri. dalam google. yang berupa lambang bunyi suara yang dihasilkan alat ucap manusia.23 Disamping itu. tingkah laku yang baik dan sopan santun. 77 24 Ibid. yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama. bahasa merupakan alat komunikasi sosial.24 Sedangkan dalam pengertian terminologi (istilah).. Sedangkan menurut Keraf. anaksastra. hal. 1999). E. didapatkan sampel bahwa kemampuan berbahasa Arab berkorelasi dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum. hal. Sehingga perlu dilakukan penelitian. (22 Oktober 2009). Landasan Teori 1. Linguistik Sastra Jurnalistik.

dan lain sebagainya. perkembangan bahasa berkelindan (seiring) dengan perkembangan alam dan zaman. sekaligus mengandung pengertian umum. yang dimaksud dengan bahasa Arab dalam penelitian ini adalah. berinteraksi dan mengidentifikasi diri. 2006). 66-67 28 Asep Ahmad Hidayat. Ke-1. hal. (Jakarta: Gramedia. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. sebagai alat komunikasi bagi komunitas masyarakat tertentu. cet. “Outline of Linguistic Analysis”. Kamus Linguistik. sebagai alat Harimurti Kridalaksana. (Bandung: Angkasa. misalnya masyarakat Jawa memiliki bahasa Jawa. Filsafat Bahasa Mengungkap Hakikat Bahasa. Makna. Yakni kata “simbol”.lambang arbriter yang digunakan masyarakat untuk bekerja sama. dan realitas empirik di alam semesta ini. masyarakat Melayu menciptakan bahasa Melayu. cet. terdapat kata kunci yang mengandung pengertian khusus. Masyarakat Arab melahirkan bahasa Arab. Dengan demikian.26 Sedang menurut Bloch dan Trager.27 Dengan melihat definisi-definisi yang telah diungkapkan di atas. dalam Henry Guntur Tarigan. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan bahasa adalah lambang bunyi suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. dapat dikatakan sebagai bahasa. 1982). bahasa adalah sistem simbol bunyi yang arbriter yang dipergunakan kelompok sosial sebagai alat untuk berkomunikasi. Seluruh fenomena simbolis yang terdapat dalam kehidupan manusia. Ke-1. Psikolinguistik. Berdasarkan uraian definisi di atas. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa pada dasarnya merupakan sistem simbol yang ada di alam semesta raya. hal. lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap masyarakat Arab. 1984). hal.28 Dengan demikian. 17 Bernard Bloch and Trager. 23 27 26 12 . dan Tanda.

“Metodologi Pengajaran Bahasa Arab Untuk Jurusan Bahasa Arab”. bahasa Arab Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. bahasa Arab Smitik merupakan bahasa terbesar (mayoritas) dari sekian banyak rumpun dalam bahasa Arab. Sejarah Perkembangan Bahasa Arab Bahasa Arab merupakan bahasa Semitik yang muncul dari daerah Semit (sekarang termasuk wilayah Arab Saudi). serta hal-hal yang melingkupinya.30 b. bahwa yang dimaksud dengan bahasa Arab dalam penelitian ini adalah bahasa Arab di dalam kitabkitab fiqih yang menjadi rujukan dan pegangan utama guru dalam proses pengajaran dan pembelajaran fiqih kepada siswa Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Akhirnya dapat disimpulkan. 78 Busyari Madjidi. Penambahan kata depan “ber” dalam kata bahasa pada skripsi ini (menjadi berbahasa) menunjukkan bahwa yang menjadi titik tekan dalam penelitian ini adalah orang (bukan bahasanya).29 Sehingga dalam penelitian ini tidak akan memberikan ulasan secara spesifik tentang karakteristik bahasa Arab. buku. hal. yakni bahasa Arab fushah (fasih dan resmi) dan bukan bahasa pasaran (‘amiyah). 01 30 29 13 . (2008).berkomunikasi dan menyampaikan pesan (lisan dan tulisan). Yakni orang yang menggunakan bahasa Arab (berbahasa Arab). Secara kuantitatif. Yogyakarta: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Secara historis. kitab dan berbagai media ilmiah lainnya. termasuk bahasa Arab yang dipakai dalam literatur. hal.

Bahasa Arab modern telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 sub bahasa dalam ISO 639-3.32 Dalam perjalanan sejarahnya. was posted on Friday. Sehingga mayoritas umat Islam tidak lagi mempelajari bahasa Arab. hal. (21 November 2008) 32 Ibid.com. www. dalam google.ibnuaziz83. Hal ini menjadikan bahasa Arab banyak diasimilasi menjadi bahasa masyarakat Eropa.blogspot.33 Ibnu Aziz. Bahasa Arab telah memberi banyak kosa kata kepada bahasa lain di dunia Islam. 1 No1 (2004). 33 Mansur. 71-72 31 14 . Semasa abad pertengahan. matematika dan filsafat. “Definisi Bahasa Arab”. Vol. termasuk bahasa Indonesia. “Al-‘Arabiyah”. ketika tujuan pragmatisnya (membaca al-Qur’an dan menjalankan ibadah) telah tercapai.31 Bahasa-bahasa ini dituturkan di seluruh dunia Arab. bahasa Arab juga merupakan alat utama budaya. Bahasa Arab tidak diposisikan sebagai media untuk melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban masyarakat muslim. sedangkan bahasa Arab baku telah tersebar dan dikaji di seluruh dunia Islam (‘araby dan ‘ajamy).berkerabat dekat dengan bahasa Ibrani dan bahasa Aram. Bahasa Arab modern berasal dari bahasa Arab klasik yang telah menjadi bahasa kesusasteraan dan bahasa liturgi Islam sejak dari abad ke-6 Masehi. bahasa Arab dipelajari oleh orang Islam hanya dalam rangka tujuan praktis yaitu ibadah.. khususnya dalam bidang sains.com. dalam Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

www. bahasa hidup dan berkembang dalam masyarakat. jam 20. bangsa atau negara tertentu akan mengalami kesirnaan. Sedangkan di sisi yang lain. hal. bahwa bahasa sebagai alat komunikasi hanya dimiliki oleh manusia. bahasa dapat menjadi salah satu faktor kebanggaan serta perekat semangat nasionalisme suatu bangsa.c. “Bahasa dan Dinamika Masyarakat”.ugm.ac. bahasa suatu komunitas. 29 Oktober 2009). Implementasinya. serta dipakai oleh komunitasnya sebagai alat komunikasi. Fungsi Bahasa Arab Secara umum.com. Bahkan tidak menutup kemungkinan. seiring dengan tuntutan perkembangan zaman.antropologi . hal. Linguistik Sastra Jurnalistik.35 Bahasa juga berfungsi sebagai alat komunikasi. dalam google. Linguistik Sastra Jurnalistik “Sosiolinguistik: Hubungan Bahasa dengan Budaya”. bahasa tidak bersifat permanent.id. Al-Baqarah (2) : 31-33 UPI. Kelangsungan hidup sebuah bahasa sangat dipengaruhi oleh budaya dan dinamika yang terjadi serta dialami penuturnya. Para ahli bahasa menegaskan.15 WIB 35 Ibid 36 37 38 34 UPI. akan tetapi luwes dan selalu berubah.38 Fakultas Ilmu Bahasa UGM. “Sosiolinguistik: Hubungan Bahasa dengan Budaya”. bahasa memiliki beberapa fungsi.37 Oleh karenanya.36 Hewan dan makhluk-makhluk lain di dunia ini tidak memiliki bahasa.fib. Disatu sisi. bahasa merupakan salah satu ciri atau tanda yang membedakan dengan bangsa lain.34 Bagi sebuah bangsa. manusia mampu membentuk lambang atau memberi nama guna menandai setiap kenyataan. 2 15 . Diantaranya adalah sebagai identitas bangsa atau Negara. (Rabu. 2 QS.

bagi masyarakat muslim Indonesia bahasa Arab juga berfungsi sebagai alat untuk melakukan proses pengkajian dan pendalaman terhadap nilai-nilai agama Islam.blogspot. 1 40 Nurhadi. sedangkan alQur’an diturunkan dalam bahasa Arab. Dilihat dari tingkat kemampuan membacanya.com. hal. pembaca kritis dan pembaca kreatif. yakni:40 1) Kemampuan membaca (qiro’ah / reading skills) Membaca merupakan salah satu ketrampilan dalam berbahasa. (Yogyakarta. MA. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca? Suatu Teknik Memahami Literature Yang Efisien. (Bandung: Sinar Baru Algensindo. Dan MAK”.com/ 2009/06/belajar-bahasa-arab-keharusan. “Belajar Bahasa Arab-Keharusan”. Kemampuan membaca kritis merupakan kemamAbdul Munir Sape. 2005). Sehingga untuk dapat mempelajari nilai-nilai agama Islam secara baik dan maksimal. jika belum mampu membaca naskah atau tulisan dalam bahasa Arab.39 Sebagaimana telah disinggung pada bagian sebelumnya. Indikator Kemampuan Berbahasa Arab Seseorang dikatakan mampu untuk berbahasa Arab dengan baik adalah ketika ia memiliki empat ketrampilan berbahasa. yakni: pembaca literal.750 39 16 .41 Kemampuan membaca literal adalah kemampuan pembaca mengenal dan menangkap bahan bacaan yang tertera secara tersurat (eksplisit). d. bahwa sumber utama nilai-nilai agama Islam adalah al-Qur’an. ada tiga golongan pembaca bahasa Arab. http://dorokabuju. dalam yahoo. hal.Disamping beberapa fungsi dia atas.html. 2008). diperlukan kemampuan berbahasa Arab secara baik dan memadai. Seseorang belum dikatakan memiliki kemampuan berbahasa Arab secara baik. 57-61 41 Panitia PPL 1 Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. SMALB. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA. hal.

Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga.)أﻟﻘﺮاءةاﻟﺠـﻬﺮﻳـــﺔ‬ membaca dalam hati (‫. memahami. hal. Sedangkan membaca analitis bertujuan untuk melatih siswa agar memiliki kemampuan mencari informasi dari bahan atau literatur yang tertulis tertulis (berbentuk tulisan). hal.puan pembaca mengolah bahan bacaan secara kritis untuk menemukan keseluruhan makna bahan bacaan. Yogyakarta: Skripsi. 44 M. Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren alLuqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. (Malang: Misykat. baik makna tersurat maupun makna tersiratnya melalui tahap mengenal. Membaca rekreatif bertujuan memberikan latihan kepada siswa untuk membina minat dan kecintaan membaca. 19 42 17 . Fuad Efendi. Diantaranya adalah membaca keras (‫.42 Dalam konteks membaca bahasa Arab. makna antar baris (reading between lines) dan makna dibalik baris (reading beyond the lines). Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren alLuqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning. terdapat beberapa jenis membaca. 2004). Syaiful. mensintesa dan menilai. tetapi yang mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untuk kepentingan sehari-hari.)أﻟﻘﺮاءةاﻟــﺼﺎﻣـﺘـــﺔ‬ membaca cepat (‫ . baik pokok maupun rinciannya. 126 44 M. Syaiful.)اﻟﻘﺮاءةاﻟﺴﺮﻋﺔ‬membaca rekreatif (‫ )أﻟﻘﺮاءةاﻹﺳـﺘﻤـﺘﺎﻋـﻴــﺔ‬dan membaca analitis (‫ 34. Membaca cepat bertujuan untuk menggalakkan siswa agar berani membaca lebih cepat daripada kebiasaannya. 2008.)أﻟﻘﺮاءةاﻟـﺘﺤﻠـــﻴﻠﻴــﺔ‬Membaca keras merupakan jenis membaca yang dilakukan dengan suara jelas dan dapat dimengerti orang lain. menganalisa. Sedangkan kemampuan membaca kreatif adalah membaca yang tidak sekadar menangkap makna tersurat (reading the lines). hal. 18 43 A. Membaca dalam hati bertujuan memperoleh pengertian.

45 3) Kemampuan mendengarkan (istima’ / listening skills) Kemampuan mendengarkan bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa aspek. secara tertulis yang mencerminkan kecakapan menulis dengan tepat. MA. Diantaranya adalah. a) dapat menulis kata. hal. 767 45 18 . 767 46 Ibid. a) Mengidentifikasi bunyi huruf Hijaiyah dan ujaran (kata. a) Mampu menyampaikan informasi secara lisan dengan lafal yang tepat dalam kalimat sederhana. b) Memperoleh informasi umum dan atau rinci dari berbagai bentuk wacana lisan sederhana secara tepat. b) Melakukan dialog sederhana dengan Team PPL 1 Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dan MAK”. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA. dan kalimat dengan huruf ejaan. frasa.46 4) Kemampuan berbicara (kalam / speaking skills) Kemampuan berbicara menggunakan bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa bentuk. serta tanda baca yang tepat. dan struktur yang tepat.. hal. frasa atau kalimat) dalam suatu konteks dengan mencocokkan dan membedakan secara tepat. frasa dengan huruf. b) Mampu mengungkapkan informasi secara tertulis dalam kalimat sederhana sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan menggunakan kata. Diantaranya adalah. Diantaranya adalah. c) Mampu mengungkapkan pendapat dan perasaan. SMALB.2) Kemampuan menulis (kitabah / writing skills) Kemampuan menulis siswa dalam bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa hal. tanda baca.

yang harus diprioritaskan dari empat aspek kemahiran berbahasa Arab adalah aspek yang pertama yaitu membaca. diperlukan penguasaan ilmu nahwu & shorof. hal. 02 51 Adi Satrio.49 Sedangkan menurut H. Kamus Ilmiah Populer. (2005). dkk. ”kualitas berbahasa seseorang jelas tergantung pada kualitas dan kuantitas mufrodat (perbendaharaan kata) yang dimilikinya. Pengertian Prestasi Belajar Secara bahasa.48 Menurut Fahmi. semakin banyak mufrodat yang dimiliki seseorang. 2000). hal..G Tarigan. dan lain sebagainya. iii 49 Radhliyah Zaenuddin. Metodologi & Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab. H. 2005). maka mudahlah kita untuk menguasai aspekaspek yang lainnya. c) Menyampaikan pendapat dan perasaan secara lisan dengan lancar sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan berkomunikasi dengan santun dan tepat.47 Untuk dapat menguasai empat aspek ketrampilan berbahasa Arab di atas. Sedangkan Ilmu sharaf adalah ilmu yang mempelajari perubahan bentuk kata dalam bahasa Arab. hal.. 767 Ilmu nahwu adalah ilmu tata bahasa Arab yang mempelajari susunan kalimat. (Bandung: Angkasa. VII. Tinjauan prestasi belajar a. Terjemahan Matan Kailani dan Nadham al-Maqsud berikut penjelasannya.. prestasi diartikan sebagai hasil yang telah dicapai. Kosa Kata Pengajaran. maka semakin besar pula ketrerampilan berbahasanya”. 33 50 Tarigan. edisi revisi. G.lancar dan benar yang mencerminkan kecakapan berkomunikasi dengan santun dan tepat. dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan prestasi Ibid.51 Senada dengan pengertian tersebut. Moch. (Bandung : Sinar Baru Algensindo. hal. (Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group. 467 48 47 19 . kedudukan sebuah kata dalam struktur kalimat. perubahan akhir kata (i’rab). 1986). Anwar. cet.50 2. Jika penguasaan kata pada aspek ini telah memadai. hal.

(Bandung: Maestro.adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan atau dikerjakan).55 Bertolak dari berbagai definisi di atas. 2008). secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2009-01-05 54 Muhibbin Syah. dalam google. Kedua.com. Science fun. sebagai hasil dari terbentuknya respon utama. www. belajar merupakan perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. 67 53 52 20 . Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Perubahan itu sendiri berangsur-angsur dimulai dari sesuatu yang tidak dikenalnya.54 Sedangkan Mahfud Shalahuddin mendefinisikan belajar sebagai: Suatu proses perubahan tingkah laku melalui pendidikan atau lebih khusus melalui prosedur latihan. pertama. 787 Sunarto. Kamus Besar Bahasa Indonesia.sunarto mbs. prestasi merupakan hasil yang telah dicapai oleh seseorang. (Bandung: Remaja Rosdakarya. 2008).53 Disamping definisi tersebut. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.wordpress. Chaplin memberikan batasan belajar dengan dua rumusan. Misalnya. hal. hal. “Pakem Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Dan Menyenangkan”. yang pada umumnya (perubahan tesebut) bersifat permanen. Sedangkan belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya tingkah laku. untuk kemudian dikuasai atau dimilikinya dan dipergunakannya sampai pada suatu saat dievaluasi oleh yang menjalani proses belajar itu. hal. 90-91 55 Ahmad Tafsir. setelah orang tersebut melakukan atau mengerjakan suatu pekerjaan tertentu.com. para psikolog dan ahli pendidikan mendefinisikan belajar secara berbeda-beda. belajar adalah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus.52 Dengan demikian.

tingkat keberhasilan siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010. prestasi belajar dapat dimaknai sebagai “taraf keberhasilan murid atau santri dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah atau pondok pesantren yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu”. Zainun Najib. 132 M. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. hal. Sedangkan Winkel mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. dan dapat diukur dengan alat atau tes tertentu.57 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan yang dicapai dari suatu kegiatan atau usaha yang dapat memberikan kepuasan emosional. Arif Gunarso mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usahausaha belajar. ”Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mesir”. Dengan demikian.com.yang relatif menetap (permanent) sebagai hasil pengalaman. www. Berdasarkan uraian tentang pengertian prestasi dan belajar di atas. 2006. dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu yang relatif menetap (permanent) sebagai hasil atau akibat dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.56 Senada dengan kedua pendapat di atas. 5 57 56 21 . Sedangkan yang dimaksud dengan prestasi belajar fiqih dalam penelitian ini adalah.com.blogspot. Saturday. afektif dan psikomotor. setelah menempuh proses pembelajaran dalam mata pelajaran Fiqih. masnaguib. dalam google. hal. yang Muhibbin Syah. February 04.

pendengaran dan lain sebagainya. sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga.59 Yahya Asnawi. 2002). 233. (Jakarta : CV. sekolah. 2) Faktor dari luar diri siswa: a) faktor pengatur belajar mengajar di sekolah yaitu kurikulum pengajaran. b) Faktor fisiologis atau faktor biologis. faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Faktor dari dalam diri siswa meliputi: a) faktor psikis yaitu: IQ. S. dan (2) keadaan fungsi-fungsi fisiologis tertentu. keadaan waktu dan tempat.58 b. keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar. www. interaksi guru dengan siswa. Dan c) faktor situasional yaitu keadaan sosial ekonomi. “Kajian Teoritis Prestasi Belajar”. faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor internal) dan faktor yang barasal dari luar diri siswa atau (faktor eksternal). yakni: (1) keadaan jasmani.com. motivasi belajar. Psikologi Pendidikan. masyarakat dan lain sebagainya. sikap dan perasaan. yang dapat dibedakan menjadi 2 bagian. misalnya fungsi penglihatan.diukur dengan tes tertentu dan diwujudkan dalam bentuk nilai atau skor dan dituangkan dalam buku raport. Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri siswa dapat bersifat biologis dan psikologis. pengelompokan siswa b) faktor-faktor sosial di sekolah yaitu sistem sekolah. Rajawali. Diantara faktor-faktor tersebut adalah. status sosial siswa. kemampuan belajar.tk. hal. dan lingkungan. fasilitas belajar. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Untuk mencapai prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan. e-mail:@reefah@yahoo. 2009 59 Suryabrata. perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhinya. Secara lebih rinci.areefah. disiplin sekolah. minat dan kondisi akibat keadaan sosiokultural. 58 22 .

serta faktor yang bersifat biologis. Sedangkan faktor yang berasal dari luar diri siswa diantaranya adalah kondisi lingkungan keluarga. mata pelajaran diartikan dengan ”pelajaran yang harus diajarkan (dipelajari) untuk sekolah dasar atau sekolah lanjutan”. Pengertian Secara bahasa. proses belajar yang dilalui. Kamus Besar Bahasa Indonesia. seperti keadaan fisik.60 Sedangkan fiqih diartikan dengan mengetahui dan memahamkan. Mata Pelajaran Fiqih a. yakni kelompok yang berasal dari dalam diri siswa dan kelompok yang bersal dari luar dirinya. waktu dilaksanakannya belajar.Berdasarkan uraian di atas. dan lain sebagainya. motivasi. (Yogyakarta: Dian Yogyakarta. Dachlan Arifin. Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih. 3. fungsi dari masing-masing anggota badan.62 Dengan demikian. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa juga dapat dibedakan menjadi dua bagian. 1994). pola hidup masyarakat. 276 61 60 23 . minat. 636 Much. yang harus diajarkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.06 62 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. dan lain sebagainya. yang dimaksud dengan mata pelajaran fiqih adalah pelajaran tentang hukum Islam. hal. bakat dan lain sebagainya. dalam pengertian bahasa. yakni faktor yang bersifat psikologis seperti IQ. Kamus Besar Bahasa Indonesia. suasana lingkungan sekolah. hal.61 Namun yang dimaksud dengan fiqih di sini adalah ilmu yang mempelajari tentang hukum Islam. hal. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa dibagi ke dalam dua kelompok.

b. 06 63 24 . 1994). baik untuk jenjang sekolah dasar maupun jenjang lanjutan.05 64 Ibid. yang digali dari al-Qur’an.64 Berdasarkan uraian di atas. Muhammad Abd. serta dalil-dalil syara’ lainnya. hal.63 Sedangkan menurut Ibnu Khaldun.(dipelajari) oleh siswa sekolah. yang harus dipelajari (diajarkan) kepada siswa sekolah dasar hingga sekolah lanjutan (menengah). haram. seperti ijma’ dan qiyas. sunat. (Yogyakarta: Dian Yogyakarta.. baik yang bersifat ubudiyah (hubungan dengan Allah) maupun amaliyah (berhubungan dengan sosial). dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan mata pelajaran fiqih di sisni adalah pelajaran tentang hukum Islam yang mengatur perilaku seorang mukallaf. Dachlan Arifin. Secara istilah. Salam Qobbany mendefinisikan ilmu fiqih sebagai ilmu yang menerangkan segala hukum yang dipetik dari dalil-dalil yang tafsili. fiqih didefinisikan sebagai ilmu yang menerangkan hukum-hukum Allah terhadap perbuatan para mukallaf. Sunnah Rasul dan sumber-sumber hukum Islam lainnya. Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih. Diantaranya. Kompetensi Pembelajaran Fiqih Di Madrasah Aliyah Sebagai sub sistem dari sistem pendidikan Nasional. segala rumusan tentang tujuan dan kompetensi pendidikan Madrasah Aliyah Much. fiqih didefinisikan secara berbeda oleh para tokoh. hal. baik wajib. yang diterima dari Allah dengan perantaraan kitab suci (al-Qur’an) dan sunnah Rasulullah. makruh maupun mubah.

tidak dapat dilepaskan dari tujuan pendidikan Nasional. Secara umum, rumusan kompetensi dasar bagi Madrasah Aliyah adalah: 1) Memahami ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah, demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2) Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna 3) Berperilaku terpuji seperti husnuzzhan, taubat dan raza dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof, tabdzir & fitnah 4) Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam. 5) Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia.65 Secara lebih khusus, dalam keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah / Keagamaan, disebutkan bahwa mata pelajaran fiqih dimaksudkan untuk

memberikan bekal kepada siswa agar lebih mampu memahami ajaran Islam dalam aspek hukum.66 Dengan demikian, kompetensi mata pelajaran fiqih pada Madrasah Aliyah adalah terbentuknya sumber daya manusia muslim Indonesia yang memahami terhadap ajaran Islam, khususnya dalam aspek hukum. c. Ruang Lingkup Materi dalam Pembelajaran Fiqih Secara umum, ruang lingkup materi dalam pembelajaran fiqih terbagi dalam 4 bagian, yakni 1) berkaiatan dengan urusan akhirat (ibadah), 2) berkaitan dengan urusan dunia (mu’amalah),

3) berhubungan dengan kelangsungan hidup manusia (munakahat),
Badan Standar Nasional Pendidikan, SKL-Mata Pelajaran SMK/MAK, hal. 68 Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah Keagamaan, Bab III huruf D butir 10, hal. 13
66 65

25

4) berhubungan dengan kepentingan umum (’uqubat).67 Sedangkan menurut Hasbi Ashiddieqy, ruang lingkup mata pelajaran fiqih meliputi terhadap berbagai hal, sebagai berikut: 1) Ibadat, mencakup tentang taharah, shalat, jenazah, puasa, zakat, haji, ...2) AL-Ahwal asy-syahsiyyah, yang meliputi: nikah dan berbagai hal yang melingkupinya, wasiat, waris, radla’ah, hadlonah dan perwakilan 3) Al-Muamalah al-Madaniyah, yang meliputi: jual beli, sewa menyewa hutang piutang, gadai, rahn, syuf’ah, salam, ... 4) Al-Muamalah Al-Maliyah, meliputi: Baitul Mal, perbendaharaan negara, ... 5) Uqubat, meliputi: Qishas, hudud, ta’zir, ... 6) Al-Ahkam al-Murofa’at (mukhossomat), meliputi: peradilan, hakim, gugatan, 7) Al-Ahkam As-Sultoniyah, meliputi: kepala negara, rakyat, musyawarah, ... 8) Al-Ahkam Ad-Duwaliyah meliputi: hubungan antar negara, perang, ...68 Dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah / Keagamaan bahan kajian yang tercakup dalam mata pelajaran fiqih adalah ibadah, mu’amalah, ath’imah, munakahah, faraidh dan wasiat, uqubat, qadhaf, serta perbandingan madzhab dalam beberapa hukum tertentu.69 Bagi Madrasah Aliyah Ali Maksum, pada dasarnya ruang lingkup pembelajaran fiqih tetap mengacu terhadap SK Menteri Agama no. 374 di atas. Namunn dalam prosesnya pembelajaran fiqih di MA Ali Maksum dilakukan secara lebih detil, dengan menggunakan berbagai pendapat ulama terkait dengan suatu permasalahan hukum tertentu, khususnya pendapat yang dikemukakan oleh ulama dalam lingkungan madzhab Syafi’i. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran

Much. Dachlan Arifin, Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih, hal. 15 Ibid., hal. 22 - 24 69 Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah Keagamaan, Bab III huruf D butir 10, hal. 13
68

67

26

dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan atau litaratur berupa kitab, yang mayoritas hasil karya ulama madzhab Syafi’i. F. Hipotesis Guna menjawab rumusan masalah yang diajukan, maka hipotesis atau jawaban sementara yang akan dibuktikan kebenarannya melalui proses penelitian ini adalah; “Ada hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010”. G. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan atau penelitian “kancah” (field research),70 yakni suatu penelitian yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke lapangan atau lokasi penelitian. Sedangkan dilihat dari sifat datanya, penelitian ini termasuk penelitian “kuantitatif-korelasional”. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian ilmiah yang sistematis dengan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan dengan fenomena alam.71 Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antar variable.72 Sedangkan penelitian korelasional merupakan

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1996), hal. 11. 71 Abdul Rohim, “Penelitian Kuantitatif dengan Masalah-Masalahnya”, www. ariemcool. multiply.com dalam Yahoo.com, 2008, hal. 1 72 Ibid, hal. 2

70

27

penelitian kuantitatif-korelasional merupakan penelitian ilmiah yang dilakukan secara sistematis. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan statistik.com 73 28 . Karena penelitian ini menitik beratkan pada hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih yang merupakan Jonathan Sarwono. yakni variabel bebas (kemampuan berbahasa Arab) dan variabel terkait (prestasi belajar fiqih). grafik atau diagram. Mengenal Analisis Korelasi www. Dengan demikian. dengan menggunakan data-data berupa angka serta analisa statistik. Pengukuran asosiasi merupakan istilah umum yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel. penelitian korelasional adalah penelitian untuk mengetahui hubungan antar dua variabel. 2.jonathan sarwono.teknik analisis yang termasuk dalam salah satu teknik pengukuran asosiasi atau hubungan (measures of association). yang disajikan dalam bentuk tabel. Teori Analisi Korelasi. proses pengolahan data perlu dilakukan dengan menggunakan metode analisis statistik.73 Secara sederhana.info/korelasi/korelasi. Dengan demikian. Disamping itu. dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel. dengan bersumber pada realitas atau fenomena empirik yang bersifat obyektif.htm dalam yahoo. untuk mengetahui hubungan antar variable. Penentuan jenis penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa data-data dalam penelitian ini berbentuk angka.

Dengan pendekatan statistik peneliti bermaksud untuk melihat hasil internalisasi dan eksternalisasi materi fiqih. 90 Suharsimi Arikunto. penelitian harusnya dilakukan terhadap seluruh anggota populasi. maka pendekatannyapun menjadi pendekatan “statistik-pedagogis”. 102 29 . jika jumlah populasi lebih dari 100 orang. yakni kelompok masyarakat pendidikan. (Bandung : Rosda Karya. Sosiologi Agama. Prosedur Penelitian. Namun demikian. metode analisis data untuk mengetahui interelasi dan bentuk-bentuk interaksi di tengah proses belajar mengajar di MA Ali Maksum.74 Sedangkan istilah pedagogis merupakan pembatasan atas kelompok yang dimaksud. 3. 1998).hasil dari kegiatan belajar mengajar dan proses pendidikan. hal. Yang dimaksud dengan pendekatan statistik adalah metode analisis data untuk mengetahui interelasi dan bentuk-bentuk interaksi yang terjadi di tengah kehidupan suatu kelompok. Penentuan pendekatan statistik dalam penelitian ini didasarkan pada tujuan penelitian yang berusaha untuk mengetahui hubungan antara prestasi belajar fiqih. (Jakarta: Rineka Cipta. Dengan demikian. Populasi dan Sampel Penelitian a. yang melibatkan berbagai komponen dan individu di dalamnya. yang dimaksud dengan pendekatan statistik-pedagogis dalam penelitian ini adalah. penelitian dapat 74 75 Dadang Kahmad. Populasi Populasi atau universe merupakan keseluruhan unsur atau elemen yang menjadi obyek penelitian.75 Secara ideal. hal. 2000). dilihat dari kemampuan berbahasa Arab siswa.

yang dimaksudkan dengan populasi penelitian adalah: seluruh siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010.IPS TOTAL PUTRA 18 11 17 46 PUTRI 15 27 25 67 JUMLAH 33 38 42 113 b.dilakukan terhadap sebagaian dari populasi. 2002). stratified Data Dokumentasi Sekolah MA Ali Maksum. Diantaranya adalah.IPA XII . Dalam penelitian ini. 57 77 76 30 . jika jumlah populasi lebih dari 100 orang. Metode Penelitian Sosial. Karena jumlah siswa kelas XII MA Ali Maksum berjumlah 113 siswa. hal.MAK XII . maka penelitian ini akan dilakukan melalui sampel. maka penelitian dapat dilakukan terhadap sampel. yang berjumlah 113 siswa. Sampel dan Teknik Sampling Sebagaimana telah dikemukakan di atas. (Bandung: PT Remaja Rosda Karya. terdapat beberapa cara yang dapat dipergunakan. TA 2009/2010. Secara lengkap rincian populasi yang berjumlah 113 siswa dapat dilihat dalam tabel berikut ini (Identitas populasi dapat dilihat dalam lampiran I). random sampling.77 Untuk menentukan sampel (teknik sampling). Sampel merupakan suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan yang dianggap dapat menggambarkan populasinya. diambil tgl 2 Nov 2009 Irawan Soehartono. atau yang sering disebut dengan penelitian sampel. Tabel 1 76 Populasi Penelitian Kelas XII .

dan double sampling.. Berdasarkan tabel sampel yang dikemukakan Krejcie dan Morgan di atas. 2000..sampling. Sampel (n) 76 80 86 92 97 . ditetapkan sebanyak 92 sampel. quota sampling. untuk populasi 110 orang.. Untuk menentukan jumlah sampel. Untuk menentukan jumlah sampel pada tiap-tiap kelas. Dengan demikian. penentuan sampel dilakukan dengan teknik stratified proportional random sampling. 40 45 50 55 60 Sampel (n) .. Sehingga dalam penelitian ini (dengan jumlah populasi sebanyak 113 siswa) dinisbatkan pada jumlah populasi terdekat.. dengan Sutrisno Hadi. 120 79 Hasan Musthafa. purposive sampling. proportional sampling. sedangkan jumlah populasi 120 orang. dilakukan dengan teknik proporsional. Metodologi Research. Tabel 2 79 Penentuan Jumlah Sampel Populasi (N) . 36 40 44 48 52 Populasi (N) 65 70 75 80 85 90 Sampel (n) 56 59 63 66 70 73 Populasi (N) 95 100 110 120 130 . sebagai berikut. jumlah sampel dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 86 responden... hal.. Teknik Sampling. ditetapkan 86 sampel. 1994) hal.. Sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel. probability sampling. 4 78 31 . artikel tidak diterbitkan..78 Dalam penelitian ini. (Yogyakarta : Yasbit Fakultas Psikologi UGM... peneliti menggunakan teknik proposional dari tabel Krejcie dan Morgan. cluster sampling. yakni 110 populasi.

37 27 : 113 x 86 = 20. serta kepala sekolah. Sedangkan pihak-pihak yang dijadikan informan penelitian adalah.03 JML. Oleh karena itu.55 17 : 113 x 86 = 12. guruguru non mata pelajaran fiqih. karyawan dan siswa kelas I serta kelas II dilingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. pengurus Yayasan Ali Maksum.70 15 : 113 x 86 = 11. 5. Tabel 3 Proporsi Jumlah Sampel KELAS XII MAK PUTRA XII MAK PUTRI XII IPA PUTRA XII IPA PUTRI XII IPS PUTRA XII IPS PUTRI JUMLAH JML. mengena dan tepat dengan pokok permasalahan yang diteliti (akurat). Tokoh masyarakat.94 25 : 113 x 86 = 19. data merupakan faktor penting yang menuntut terpenuhinya unsur relevansi. Data atau informasi yang diperoleh harus benar-benar relevan serta bertalian. diperlukan penggunaan metode pengumpulan data yang sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan. SAMPLE 14 11 8 21 13 19 86 4. Subyek dan Informan Penelitian Yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran fiqih dan siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010.42 11 : 113 x 86 = 8. untuk mendapatkan data yang akurat. SISWA 18 15 11 27 17 25 113 PROPORSI KELAS 18 : 113 x 86 = 13.perhitungan dan hasil sebagaimana terlihat dalam tabel berikut (Identitas sampel dapat dilihat dalam lampiran II). 32 . Metode Pegumpulan Data Sebagai sebuah penelitian ilmiah.

Metode Observasi Metode observasi merupakan cara untuk menghimpun bahanbahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan. Untuk memenuhi harapan ini. dan berbentuk frekwenasi. yang berarti tidak meng- 80 81 Suharsimi Arikunto. baik yang berupa fakta maupun angka. hal. 1996).81 Sedangkan Irawan Soehartono menjelaskan bahwa observasi dibatasi sebagai pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan. (Jakarta : Raja Grafindo Persada. Data dari variabel diskrit disebut dengan data diskrit. hal. 99 Anas Sudijono. 76 33 . Prosedur Penelitian. data dapat digolongkan menjadi dua golongan. yakni data diskrit dan data kontinum. angka berjarak atau ukuran. pengumpulan data dalam penelitian tentang “Korelasi antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” dilakukan dengan menggunakan metode-metode sebagai berikut. sehingga data-data yang diperlukan adalah data yang berbentuk angka (kuantitatif). Pengantar Evaluasi Pendidikan. a.80 Secara umum. disebut data kontinum dan berupa tingkatan. sedangkan data dari variabel kontinum. Dalam penelitian ini. yang dimaksud dengan data adalah hasil pencatatan peneliti. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data statistik.Suharsimi Arikunto memberikan batasan.

hal. melakukan kegiatan observasi dapat dilakukan dengan mempergunakan seluruh alat indera. yaitu pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat atau cara. Suharsimi Arikunto lebih cenderung mendefinisikan observasi dalam pengertian yang lebih luas. yaitu pengamatan yang dilakukan tanpa perantara (secara langsung) terhadap obyek yang diteliti. Dengan demikian. 146 84 Mohammad Ali.83 Dalam pengertian psikologik. Prosedur Penelitian.84 Berdasarkan uraian di atas. a) pengamatan langsung (direct observation). 1996. dan c) partisipasi. peraba maupun pengecap.85 Metode observasi ini digunakan untuk mengamati berlangsungnya proses Irawan Suhartono . pendengaran. hal. 77 83 82 34 . Dalam pelaksanaannya observasi atau pengamatan dapat ditempuh melalui tiga cara yakni. 69 Suharsimi Arikunto. dimana observer (peneliti) melibatkan diri di tengah-tengah observe yang sedang diteliti.82 Sedikit berbeda dengan dua tokoh tersebut.ajukan pertanyaan-pertanyaan. penciuman. observasi atau pengamatan meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap obyek. baik penglihatan. yakni observasi atau pengamatan. observasi yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif (participant observation). dengan menggunakan seluruh alat indera. yakni setiap kerja pengamatan yang dilakukan untuk memperoleh gambaran dari obyek yang diteliti. hal. baik dilaksanakan dalam situasi sebenarnya atau buatan. Penelitian Kependidikan. b pengamatan tidak langsung (indirect observation). 1987). Metode Penelitian Sosial. Pengantar Evaluasi Pendidikan. (Bandung : Angkasa. Prosedur dan Strategi. yakni pengamatan yang dilakukan dengan cara ikut ambil bagian atau melibatkan diri dalam situasi obyek yang diteliti. hal. 91 85 Anas Sudijono.

Cet. gedung sekolah. peneliti juga akan memanfaatkan media perekam audio. (Bandung: Remaja Rosda Karya.87 Menurut Suharsismi Arikunto metode wawancara merupakan dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. ataupun audio visual yang disesuaikan dengan kebutuhan. sarana prasarana. hal. serta hal-hal lain yang ada di tempat penelitian. Lexy. hal. Metode Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak. 1997). untuk mendukung terhadap proses dokumentasi terhadap fenomena yang ada.. b.86 Disamping itu. 186 88 Suharsimi Arikunto. peneliti akan menggunakan pedoman observasi berbentuk bebas (pedoman yang tidak perlu ada jawaban. yakni pewawancara (interviewer) dan terwawancara (interviewee). 126 87 86 35 . Metodologi Penelitian Kualitatif. serta beberapa fenomena lain yang nampak. 1993). (Catatan hasil observasi dapat dilihat dalam lampiran VIII). Ibid. hal. Dalam pelaksanaan observasi. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. tetapi mencatat apa yang tampak). II. (Jakarta : Rineka Cipta. jika diperlukan. 86 Moleong J. yang dilakukan dengan jalan tanya jawab secara sistematis oleh pewawancara terhadap terwawancara.88 Berdasarkan dua pendapat tersebut maka dapat disimpulkan.belajar mengajar pelajaran fiqih di dalam kelas. bahwa metode wawancara merupakan suatu cara untuk mendapatkan data dalam sebuah kegiatan penelitian. seperti fasilitas.

Namun demikian. c. Dalam penelitian ini akan menggunakan wawancara bebas terpimpin. Di samping itu. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. 61-92 90 36 . agar proses wawancara tidak melenceng dari tujuan penelitian. Sehingga hubungan antara interviewer (pewawancara) dan interviewee (yang diwawancarai) terbangun secara luwes dan tidak kaku.90 Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto yang dimaksud dengan studi dokumen 89 S Margono. catatan harian. hal. Dengan metode wawancara ini peneliti berusaha untuk mengumpulkan data-data baru tentang hal-hal yang belum diperoleh secara lengkap melalui metode obsrvasi. 2009). Metode Dokumentasi Metode dokumen adalah metode pengumpulan data dengan cara mempelajari terhadap bahan-bahan dokumenter. dan wawancara bebas terpimpin. terutama terhadap data-data yang belum sepenuhnya dipahami oleh peneliti. wawancara terpimpin. 1977). metode wawancara terbagi dalam beberapa bentuk. dokumen lembaga dan lain sebagainya. dalam Koentjaraningrat (ed). (Hasil wawancara dapat dilihat dalam lampiran X). dengan metode ini. hal. (Jakarta: PT Gramedia.165 Sartono Kartodiredjo.Dalam penggunaannya. interviewer tetap berpegang pada pedoman pokok variable penelitian yang telah ditetapkan89 (Panduan wawancara dapat dilihat dalam lampiran IX). Diantaranya adalah wawancara bebas. laporan. Metodologi Penelitian Pendidikan. Rineka Cipta. “Metode Penggunaan Bahan Dokumen”.. (Jakarta: PT. peneliti juga berusaha untuk menggali serta mencari penjelasan. seperti surat.

majalah dan sebagainya. sebagaimana yang terdapat dalam buku raport. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. seperti jumlah dan identitas siswa ataupun guru. metode studi dokumen ini dipergunakan untuk” 1) Mengambil data variable X (kemampuan berbahasa Arab). Dalam penelitian ini. sebagaimana yang terdapat dalam buku raport. hal. serta catatan-catatan yang terkait dengan proses pelaksanaan pembelajaran di lingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. 202 37 . yakni nilai mata pelajaran bahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010. maka di sini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data melalui catatan. 2) Mengambil data variabel Y (prestasi Belajar Fiqih). buku.adalah mengenai hal-hal atau variabel yang sama yang berupa catatan. yakni nilai mata pelajaran fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010.91 Berdasarkan urian beberapa definisi yang dikemukakan di atas. surat kabar dan sebagainya. 3) Melihat dan mengambil data tentang catatan-catatan penting yang terkait dengan subjek dan objek penelitian. 91 Suharsimi Arikunto. surat kabar. buku.

dan variabel dependen atau tergantung. 38 . Yakni variabel independen atau bebas.6. Sedangkan prestasi belajar fiqih merupakan kondisi yang dialami siswa. menulis. sifat dan macam jawaban. Dengan demikian. menulis. (prestasi belajar fiqih). Koding Setelah data-data penelitian terkumpul. 7. Proses klasifikasi jawaban semacam ini disebut dengan “koding” data. Data kedua variabel penelitian tersebut diambil dengan memanfaatkan nilai raport mata pelajaran bahasa Arab dan mata pelajaran fiqih yang diperoleh masing-masing siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum pada semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010. setelah ia menjalani proses pembelajaran pada mata pelajaran fiqih di sekolah. Definisi Operasional Variabel Penelitian ini berusaha menjawab hubungan antara dua variabel. ketrampilan membaca. mendengarkan dan berbicara. peneliti tidak langsung melakukan analisa data. 8. Akan tetapi terlebih dahulu dilakukan proses klasifikasi menurut jenis. Definisi Konsep Variabel Kemampuan berbahasa Arab merupakan keadaan seseorang yang memiliki ketrampilan berbahasa Arab. mendengarkan dan berbicara dalam bahasa Arab. Ketrampilan tersebut meliputi. Sehingga seseorang dikatakan mampu berbahasa Arab adalah ketika ia dapat membaca. (kemampuan berbahasa Arab).

(Jakarta: PT. Setelah proses koding dilakukan. Statistik Pendidikan. 139 39 . sedang dan rendah. Teknik Analisis Data Teknik analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program komputer Microsoft Office Excel dan menggunakan teknik korelasi product moment. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui terhadap kategori data dari tiap-tiap variabel penelitian yang diperoleh. Analisis data ini berguna untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. maka data-data yang telah terkumpul dimasukkan dalam tebel distribusi frekwensi.koding data merupakan proses penetapan kategori jawaban mana yang sebenarnya tepat bagi pertanyaan tertentu. tinggi. Masing-masing varaibel (kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih) dikelompokkan dalam tiga kategori. yakni. hal. Prestasi Pustakaraya. Rumus yang digunakan dalam analisis data untuk menguji hipotesis adalah: (ΣX) (Σ Y) ΣXY N rxy = ΣX 2– (ΣX)2 ΣY N 2– (ΣY)2 N Keterangan: rxy = Koefisien korelasi x = Skor variabel bebas y = Skor variabel tergantung92 92 Moh. Hariyadi. H. 2009).

sehingga kesimpulannya adalah. halaman judul skripsi. 2. abstrak. sebagai berikut. persembahan. maka ho diterima dan ha ditolak. kata pengantar. surat pernyataan. 1. daftar isi. Apabila rhitung < rtabel. Bagian awal skripsi ini berisi tentang hal-hal yang bersifat legalitasformalitas. Sitematika Pembahasan Penelitian tentang Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010 merupakan penelitian lapangan untuk mengetahui hubungan di antara dua variabel (Variabel X= kemampuan berbahasa Arab dan Variabel Y= prestasi belajar fiqih). Sehingga dalam bab I ini berisi tentang. daftar tabel. hipotesis yang diajukan diterima. Pada bagaian utama skripsi ini terbagi dalam 4 bab pembahasan. peneliti menggambarkan rencana serta tahapan penelitian yang akan dilaksanakan. surat persetujuan. latar belakang masalah. moto. pembatasan 40 . surat pengehashan. I. daftar gambar dan daftar lampiran. Oleh karena itu. bagian utama dan bagian akhir. Apabila rhitung > rtabel maka ho (hipotesisi nihil) ditolak dan ha (hipotesis alternatif) diterima. pada bagian awal ini memuat tentang. Kesimpulannya. Pada bagian ini. Selanjutnya pembahasan memasuki bagian utama.Kesimpulan yang akan diambil dalam analisa data penelitian ini menggunakan ketentuan sebagai berikut. BAB I merupakan bab pendahuluan. pembahasan dalam skripsi ini dibagi ke dalam 3 bagian. Secara garis besar. hipotesis yang diajukan ditolak. yakni bagian awal.

Sehingga pada tahapan-tahapan berikutnya tidak mengalami distorsi pemahaman. landasan dan tujuan pendidikan. BAB II berisi gambaran tempat penelitian. Dengan uraian dalam bab II ini diharapkan dapat memberikan informasi dan gambaran tempat penelitian secara lebih utuh. uraian dalam 41 . yakni MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. tujuan penelitian. tujuan dan kegunaan penelitian. metode penelitian. teknik analisa data dan sistematika pembahasan. Secara lebih rinci. pembahasan pada bab II ini meliputi tentang letak dan keadaan geografis. struktur organisasi. gambaran posisi penelitian ini diantara hasil-hasil penelitian terdahulu. termasuk proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum yang dilakukan dengan menggunakan literatur berbahasa Arab (kitab). baik yang bersifat teoritis maupun teknis. serta uraian berbagai aspek. Melalui uraian dalam bab I ini dapat diketahui alasan dilakukannya penelitian. Oleh karena itu. keadaan guru.dan rumusan masalah. sebagai acuan dan pedoman penelitian dalam melaksanakan proses penelitian lapangan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara utuh tentang berbagai aspek dan komponen yang ada di tempat penelitian. keadaan sarana dan prasarana serta proses pembelajaran fiqih yang dilaksanakan di lingkungan MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta. kajian pustaka. landasan teori. hipotesis penelitian. sejarah berdiri dan proses perkembangan. keadaan siswa. keadaan karyawan. khususnya yang terkait dengan kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih. BAB III berisi uraian tentang hasil penelitian beserta interpretasi terhadap data-data penelitian yang diperoleh.

yang dirumuskan secara tegas. Simpulan merupakan gambaran hasil dari semua tahapan penelitian yang telah dilakukan. reliabilitas. analisis data (uji validitas. Sedangkan saran merupakan masukan konstruktif yang bersifat operasional. lugas dan mengacu pada permasalahan yang telah ditetapkan. 42 . BAB IV berisi tentang simpulan dan saran. editing. uji hipotesis dan pembahasan berdasarkan pendekatan statistik-pedagosis. yang dibuat oleh peneliti dengan melihat temuan penelitian maupun simpulan penelitian.bab ini meliputi tentang deskripsi data penelitian. Pada bagian akhir skripsi ini peneliti menyertakan daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang mendukung proses penelitian. koding dan tabulasi).

Dusun Krapyak Kulon merupakan daerah pinggiran perkotaan yang tidak jauh dari pusat-pusat perkotaan. Sebelah selatan : berbatasan dengan Dukuh Minggiran (Kota) : berbatasan dengan Dukuh Jogokaryan (Kota) : berbatasan dengan Dusun Krapyak Wetan (Bantul) : berbatasan dengan Dusun Glugo (Bantul) Sebagai dusun yang berada pada wilayah perbatasan antara Kabupaen Bantul dan Kota Yogyakarta. dengan Stasiun Kereta Api Tugu 5 km. Sebelah barat 2. namun secara geografis wilayah ini lebih dekat dan berbatasan langsung dengan Kelurahan Mantrijeron yang masuk ke dalam pemerintahan Kota Yogyakarta. Sedangkan jarak antara Dusun Djunaidi Abd. Letak dan Keadaan Geografis Madrasah Aliyah Ali Maksum terletak di Dusun Krapyak Kulon. dan alun-alun besar sekitar 3 km.2 1. II (Yogyakarta : Elhamra Press. 20 1 . Secara rinci. Kecamatan Sewon. dan dengan Terminal Bus Giwangan 5 km. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Sebelah timur 4. dengan Pasar Bringharjo sekitar 3. Kabupaten Bantul. perbatasan pedukuhan Krapyak Kulon Desa Panggungharjo dapat digambarkan sebagai berikut. 2003). Syakur.BAB II GAMBARAN UMUM MA ALI MAKSUM PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA A.5 km. Cet. hal. 20 2 Ibid. Desa Panggungharjo.1 Walaupun secara administratif Dusun Krapyak masuk dalam wilayah Kabupaten Bantul. Sebelah utara 3. hal. Jarak Dusun Krapyak Kulon dengan Masjid Agung Kauman. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. dkk. Kraton Ngayogjakarta. dengan pusat pemerintahan propinsi 4 km.

serta beberapa lembaga sejenis lainnya. baik yang formal. baik dalam bentuk pondok pesantren. dengan Kota Kecamatan 2. (Bab I pasal 1. SDIT Baik. B dan C Al-Kandiyas. madrasah diniyah. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Madrasah Diniyah Al-Munawwir.Krapyak Kulon dengan kantor Desa Panggungharjo adalah 1. Krapyak Yogyakarta. Madrasah Huffadz. 21 Dalam UU RI No. yang dimaksud dengan Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. budaya. Pes. dengan Propinsi 4 km. MTs dan MA Ali Maksum. Profil MA Ali Maksum Pon. ayat 11-13).4 Diantara lembaga pendidikan formal yang ada di wilayah ini adalah SDN Jageran. Diantaranya adalah. Lembaga Kursus Bahasa dan Komputer Abu Dabhi. pondok pesantren Nurussalam. Bahkan dari sisi pendidikan. Dusun Krapyak Kulon merupakan wilayah pinggiran perkotaan. di wilayah Dusun Krapyak Kulon terdapat beberapa lembaga pendidikan. hal. baik dari sisi ekonomi. dan pendidikan tinggi. Syakur. serta STIT dan STEI Alma Ata. Kondisi ini menjadikan perkembangan di wilayah Dusun Krapyak Kulon terjadi dengan pesat. Sedangkan lembaga pendidikan nonformal yang ada di wilayah ini cukup banya. non formal maupun informal. maupun yang lainnya. Untuk lembaga Djunaidi Abd. sosial.5 km.3 Dengan melihat kondisi geografis di atas. pondok pesantren Diponegoro. pondok pesantren Ali Maksum. pendidikan menengah. 20 Th. Pondok Pesantren Al-Munawwir. dkk.5 km. Lembaga Kejar Paket A. Sedangkan pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. pondok pesantren Al-Kandiyas. Madrasah Diniyah Ali Maksum. 4 3 44 . 2003 Tentang Sisdiknas. maupun lembaga-lembaga kursus dan kejar paket. dengan Kota Kabupaten 8 km. pendidikan. Madrasah Diniyah Krapyak di Yayasan Kodama Yogyakarta.

kehidupan sosial-budaya masyarakat Dusun Krapyak Kulon terbagi menjadi tiga kelompok. serta TK Ndasari Budi I.7 Wawancara dengan Dukuh Krapyak Kulon. Kedua. Di wilayah ini juga terdapat beberapa pabrik. pada tanggal 2 Januari 2010 di kediamannya. PT. yang pengikutnya adalah generasi pertama.5 Disamping lembaga-lembaga pendidikan. seperti PT. 7 Wawancara dengan Dukuh Krapyak Kulon. Generasi ini diikuti oleh sebagian kecil generasi kedua dan ketiga. Kunaini. Bp. 6 Wawancara dengan Ketua RT 09 Krapyak Kulon. di wilayah Dusun Krapyak Kulon juga terdapat beberapa lembaga atau sarana pelayanan masyarakat lainnya. Pertama. Drs. PAUD Krapyak Kulon dan Play Group dan TK Baik. Magetan Putra. H. pada tanggal 2 Januari 2010 di kediamannya. Kelompok kedua ini diikuti sebagian kecil generasi pertama serta sebagian besar generasi kedua dan ketiga. Lembaga Kesehatan Masyarakat (BKM Ali Maksum). Gula Jawa dan lain sebagainya. pada tanggal 5 Januaria 2010 di kediamannya. kelompok yang dalam kehidupannya mengalami perubahan karena terjadinya asimilasi budaya dan dampak dari pesatnya perkembangan teknologi informasi. Kunaini. kelompok masyarakat yang masih berpegang teguh pada Budaya asli Jawa.6 Secara umum. Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Al-Munawwir dan Rumah Sakit Umum Patmasuri.pendidikan nonformal yang ada adalah. 5 45 . SAMITEX SEWON. CV. Mukhlas Abdullah. Ketiga. Diantaranya adalah Lembaga Dakwah (Yayasan Kodama). Bp. kelompok yang sudah terpengaruh oleh budaya baru yang dibawa pendatang.

Syakur. MA Krapyak berubah nama menjadi MA Ali Maksum.B.9 Djunaidi Abd. hal. No. 9 Ibid. maka seluruh aset dan lembaga pendidikan yang merupakan peninggalan dari KH. yakni Yayasan Ali Maksum. dibentuk badan hukum berupa Yayasan. 23 8 46 .8 Sepeninggal KH. dengan didukung oleh seluruh kerabat dan pengurus Pondok Pesantren Krapyak memandang bahwa badan hukum Yayasan merupakan pilihan terbaik bagi masa depan pesantren. KH. Atabik Ali. dengan ditanda tanganinya Akta Notaris atas nama Daliso Rudianto SH. Ali Maksum (19111989 M). dikelola dan dimanaj oleh pengurus Yayasan Ali Maksum. berbentuk MTs dan MA. Ali Maksum. yang diberi nama MTs dan MA Krapyak. Sehingga pada tahun 1990. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon. maka sejak tahun 1990. KH. selaku putra tertua dari KH. hal. Krapyak Yogyakarta. Dengan masuknya MA Krapyak dalam sistem organisasi Yayasan Ali Maksum. Namun seiring dengan tuntutan perkembangan zaman. dkk. Pondok Pesantren Krapyak merupakan lembaga pendidikan non formal yang berorientasi pada pendidikan agama. 22. Sejarah dan Perkembangan MA Ali Maksum Sejarah lahirnya Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak tidak dapat dilepaskan dari sosok dan jasa KH. Pada masa awal berdirinya. Ali Maksum (1989). beserta seluruh aset dan lembaga pendidikan yang ada di dalamnya. Moenawwir) membuka program pendidikan formal. Ali Maksum (termasuk di dalamnya adalah MA Krapyak). khususunya kajian tehadap al-Qur’an. Pes. 50 Tahun 1990. Ali Maksum sebagai putra menantu dari pendiri Pondok Pesantren Krapyak (KH.

madrasah aliyah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Pemisahan antara MTs dengan MA baru terjadi pada tahun 1979. Ali Maksum. yakni mulai dari awal berdirinya (1962) hingga tahun 1970. sistem. Hasullah Abdul Syakur. Ali Maksum (1962 – 1970) Lahirnya madrasah aliyah di lingkungan Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta di awali dengan penyelenggaraan Madrasah Tsanawiyah 6 tahun. manajemen dan kurikulum MTs dengan MA masih manjadi satu kesatuan.10 Pada masa ini. 1. 23 47 . Ali Maksum. berada di bawah komando dan kepemimpinan KH. Masa Kepemimpinan KH. yang merupakan putra menantu dari KH. baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. 10 11 Ibid. dapat diuraiakan dengan sistematika sebagai berikut.Secara lebih rinci. hal. Ali Maksum. Pada masa ini. yakni menjadi MTs 3 tahun dan MA 3 tahun. Pada masa ini. dengan menjadikan Madrasah Aliyah Krapyak sebagai MA dengan status DIAKUI (tahun 1976). Hasbullah Abdul Syakur (1970-1996) Seiring dengan kesibukan KH. Salah satu bukti perkembangan yang paling signifikan adalah lahirnya kepercayaan pemerintah.11 2. Masa Kepemimpinan KH. maka pada tahun 1970 pengelolaan madrasah aliyah dipercayakan kepada KH. termasuk di dalamnya Madrasah Aliyah. hal. serta dibukanya program studi baru. 22 Ibid. roda organisasi dilingkunagn Pondok Pesantren Krapyak. dinamika dan perkembangan MA Ali Maksum dari awal hingga saat ini.

14 Setelah suasana duka berlalu. MAK. Hasbullah Abdul Syakur) meninggal dunia. dari MA Krapyak menjadi Madrasah Aliyah Ali Maksum. bahwa sejak dibentuknya Yayasan pada tahun 1990.I (1996 – Sekarang) Pada tahun 1996. selaku Ketua Yayasan Ali Maksum. yakni Pondok Pesantren Al-Munawwir di bawah kepemimpinan KH. 23 Ibid. Ali Maksum. Ali Maksum. yakni. Mukhtar Salim. Dengan meninggalnya kepala madrasah. Sehingga program studi MA Krapyak menjadi 3. Atabik Ali (putra tertua KH. 13 12 48 . M. dan Pondok Pesantren Ali Maksum di bawah kepemimpinan KH. Ali Maksum). maka pengelolaan seluruh lembaga hasil pengembangan dari KH. pada tanggal 12 Januari 2010. pengurus Yayasan Ali Maksum mengambil Ibid. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan penegasan bahwa MA merupakan sub sistem dari sisitem pendidikan yang dikembangkan oleh Yayasan Ali Maksum. IPA.12 Sebagaimana telah disinggung di atas. Masa Kepemimpinan KH. di kantor LKIM. untuk beberapa saat kepemimpinan MA Ali Maksum dipegang langsung oleh KH. Termasuk di dalamnya adalah penggantian nama madrasah aliyah. 23 14 Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa Yayasan Ali Maksum. kepemimpinan di lingkungan Pondok Pesantren Krapyak terbagi menjadi 2 kelompok besar. dan IPS. hal.melengkapi program studi agama yang telah ada sebelumnya. Karena sepeninggal KH.Pd. berada satu atap di bawah kendali pengurus Yayasan Ali Maksum. Zaenal Abidin (putra KH. M. hal.Ag. Asyhari Abta. kepala MA Ali Maksum saat itu (KH. Moenawwir).13 3. Atabik Ali.

b/pt/123/2-a/1997. penyelenggaraan Djunaidi Abd. Krapyak Yogyakarta.K. Nomor: A/E. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon. dengan dikeluarkannya S. tentang status MA Ali Maksum sebagai lembaga pendidikan yang berstatus DISAMAKAN. tanpa harus menginduk dengan sekolah atau madrasah lain di wilayah Yogyakarta. Syakur. Asyhari Abta. Oleh karena itu. Landasan Penyelenggaraan MA Ali Maksum Sebagai institusi penyelenggara pendidikan tingkat aliyah di lingkungan Yayasan Ali Maksum.IV/0021/1997. maka Madrasah Aliyah Ali Maksum merupakan subsistem dari sistem pendidikan Nasional. Asyhari Abta sebagai kepala MA Ali Maksum dituangkan dalam Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh pengurus Yayasan Ali Maksum. yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Akademik Yayasan Ali Maksum. hal. No. Pengangkatan KH. dkk.15 Pada periode ketiga ini. 24 16 Ibid. C.keputusan bahwa kepemimpinan MA Ali Maksum dipercayakan kepada KH. 24 15 49 . hal.. Madrasah Aliyah Ali Maksum mendapatkan pengakuan secara penuh dari pemerintah.16 Dengan demikian. 34/YAM/XII/1996 dan disahkan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Povinsi DIY Nomor: W1/I. Pes. MA Ali Maksum berhak mengelola dan menyelenggarakan sistem pendidikan dan evaluasi belajar mengajar secara mandiri.

At-Taubah (9):122. Sebagai salah satu elemen yang memiliki kepedulain terhadap masa depan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. Undang-Undang RI No.17 1. diantaranya adalah. QS. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pondok pesantren merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan nonformal. Oleh karena itu. Namun untuk memaksimalkan kiprah dan Wawancara dengan Drs.pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum didasarkan pada beberapa landasan utama. penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Yayasan Ali Maksum mendasarkan pada nilai-nilai al-Qur’an sebagai salah satu landasan utamanya. Al-Mujadilah (58):11. tanggal 02 Januari 2010. staf tata usaha MA Ali Maksum. QS. UUD 1945 UUD 1945 mengamanatkan bahwa usaha untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat merupakan tanggung jawab semua elemen bangsa. Di antara ayat al-Qur’an yang secara langsung menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan MA Ali Maksum adalah. dan QS. Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan pijakan utama dari aktifitas umat Islam. Ridwanuddin. 17 50 . yang terutama memiliki (SDM) keseimbangan antara aspek lahir dan aspek batin (insan kamil). Pondok Pesantren Krapyak berusaha dalam sumber untuk senantiasa memberikan darma serta partisipasinya pembangunan proses daya pembangunan manusia Nasional. 2. Al‘Alaq (96):1-5. 3. termasuk di dalamnya adalah aktifitas pendidikan.

seperti MTs dan MA. salah satu maksud dari diselenggarakannya pendidikan adalah agar setiap generasi dapat mempertahankan identitas. Aturan pokok yang melandasi setiap usaha dan kegiatan di lingkungan yayasan adalah Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.perannya dalam membentuk sumber daya bangsa yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan zaman. nonformal maupun informal memiliki fungsi saling melengkapi dan memberikan keseimbangan. Pondok Pesantren Krapyak menyelenggarakan pendidikan formal. serta tidak tidak tergilas oleh perkembangan ruang dan waktu. UU RI No. AD/ART Yayasan Ali Maksum merupakan salah satu pijakan dalam penyelenggaraan pendidikan di Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. eksistensi dan jati dirinya. yang dapat mendorong perkembangandan Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa. pada tanggal 12 Januari 2010 di kantor LKIM 18 51 . 20 Tahun 2003 menegaskan bahwa setiap satuan pendidikan.Ag. antara satu dengan lainnya. baik pendidikan formal. secara umum. M. AD/ART Yayasan Ali Maksum Sebagai sebuah badan hukum. Oleh karena itu. 4.18 Dengan demikian. tujuan penyelenggaraan pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum adalah untuk menyelenggarakan pendidikan setingkat SMU. Tujuan Pendidikan MA Ali Maksum Bagi Yayasan Ali Maksum. Mukhtar Salim. D. Yayasan Ali Maksum memiliki tata aturan yang berlaku mengikat bagi seluruh komponen yang terlibat di dalamnya.

sebagai berikut. kemasyarakatan dan kebangsaan20 Tujuan di atas merupakan pengeja wantahan (derefasi) dari tujuan didirikannya Yayasan Ali Maksum. hal. bahwa perkembangan zaman terjadi dengan sedemikian cepat dan bebasnya. dalam Djunaidi Abd. hal. Secara lebih rinci. Karena setiap usaha yang dilakukan oleh lembaga yang berada di bawah naungan badan hukum Yayasan Ali Maksum. manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. M. 19 21 Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa. lembaga-lembaga di lingkungan Yayasan Ali Maksum (termasuk MA) bermuara pada tercapainya tujuan berdirinya Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. bahwa MA Ali Maksum merupakan bagian (subsistem) dari sisitem organisasi Yayasan Ali Maksum.Ag. Pes.21 E. Struktur Kepengurusan MA Ali Maksum Sebagaimana telah dikemukakan di atas. Sehingga. Mukhtar Salim. setiap pribadi harus senantiasa meningkatkan kemampuan dan keahliannya. tujuan diselenggarakannya pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) Ali Maksum terangkum dalam rumusan visi. Krapyak Yogyakarta. Profil MA Ali Maksum Pon. 19 . sebagai bekal mengarungi dinamika kehidupan yang semakin dinamis dan kompetitif. Dirangkum dari misi MA Ali Maksum. Syakur. serta memiliki rasa tanggung jawab keagamaan. pada dasarnya merupakan bagian tak terpisahkan dari usaha untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan Yayasan Ali Maksum.19 Sebagaimana dimaklumi. Oleh karena itu. berkepribadian mantap dan mandiri. sebagai sebuah sistem yang saling berkaitan. pada tanggal 12 Januari 2010 di kantor LKIM 19 52 . Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan jati diri manusia Indonesia seutuhnya. sehat jasmani dan rohani.20 20 Ibid.keahlian peserta didiknya di dalam menghadapi setiap tantangan zaman.

kepengurusan Madrasah Aliyah Ali Maksum memiliki garis koordinasi dan garis pertanggung jawaban dengan pengurus Yayasan Ali Maksum. Sehingga. dan 9 orang staf khusus yang menangani bagian-bagian administrasi. sedangkan secara fungsional bertanggung jawab kepada masyarakat. dalam Djunaidi Abd.22 Untuk dapat melaksanakan tanggung jawab struktural dan fungsional di atas secara maksimal. 19 . Pertanggung jawaban struktural adalah pertanggung jawaban atas amanat yang diberikan pengurus Yayasan. yakni bagian Disarikan dari Visi dan Misi MA Ali Maksum. pengurus MA Ali Maksum bertanggung jawab kepada pengurus Yayasan. Untuk periode kepengurusan tahun 2006 – 2011. 1 orang wakil kepala madrasah. untuk mengelola. kepengurusan MA Ali Maksum dibentuk dalam sebuah struktur yang didasarkan pada kebutuhan di lapangan. 3 orang kepala urusan (Kaur). karyawan. dan lain sebagainya. dalam bagan struktur MA Ali Maksum juga terdapat dua struktur lain. hal. sedangkan pertanggung jawaban fungsional merupakan pertanggung jawaban atas optimalisasi pelaksanaan fungsi pelayanan kepada setiap elemen yang terlibat. 4 orang kepala biro. seperti administrasi kurikulum dan pengajaran. Profil MA Ali Maksum Pon.20 22 53 . khususnya masyarakat yang terlibat dalam proses pendidikan dan kependidikan di MA Ali Maksum. Disamping itu. administrasi guru. orang tua siswa. 4 orang koordiantor (penanggung jawab) guru mata pelajaran. susunan pengurus MA Ali Maksum terdiri dari seorang kepala madrasah. seperti siswa. dan lain sebagainya.Realitas ini menggambarkan bahwa secara struktural. secara struktural. Syakur. 1 orang kepala TU. menjalankan dan mengembangkan MA Ali Maksum secara profesional. guru. Pes. Krapyak Yogyakarta.

uraian tentang guru. F.bimbingan dan penyuluhan serta bagian perpustakaan. istilah siswa lebih populer disebut dengan santri. hal. siswa dan karyawan merupakan faktor-faktor pendidikan yang memiliki peran penting dalam perjalanan roda organisasi Madrasah Aliyah Ali Maksum. siswa dan karyawan dapat digambarkan dengan sistematika sebagai berikut. Guru dan Karyawan MA Ali Maksum Guru. Hal ini merupakan konsekwensi logis dari eksistensi Yayasan Ali Maksum sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren. dengan kewajiban tetap mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di dalam asrama. Sebagai sebuah pondok pesantren. Syakur. pada tanggal 02 Januari 2010 di kantor MA Ali Maksum 23 54 . bagi warga disekitar Dusun Krapyak Kulon Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul diberikan kebijakan untuk tidak harus tinggal di dalam asrama. 1. Krapyak Yogyakarta.24 Animo masyarakat untuk menjadikan MA Ali Maksum sebagai wahana pendidikan anak-anaknya mengalami fluktuasi. dkk. Keadaan Siswa Di lingkungan Yayasan Ali Maksum. santri atau siswa MA Ali Maksum diharuskan berdomisili di dalam lingkungan asrama santri (boarding system). Pes. Hingga tahun ajaran 2002/2003. Profil MA Ali Maksum Pon. Oleh karena itu. Keadaan Siswa. Namun demikian. Ridwanuddin. 24 Wawancara dengan Drs.23 Gambaran lebih detil tentang bagan struktur dan personalia kepengurusan Madrasah Aliyah Ali Maksum dapat dilihat dalam lampiran XI. staf tata usaha. animo masyarakat menunjukan perkembangan yang sangat Bagan struktur kepengurusan MA Ali Maksum dalam Djunaidi Abd. 91.

25 Jumlah dan gambaran fluktuasi siswa MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak yogyakarta dari tahun pelajaran 1990/1991 sampai dengan tahun pelajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam tabel berikut ini. Hal ini dibuktikan dengan semakin kecilnya tingkat kompetisi atau seleksi calon siswa.postif. 55 . bahkan mengalami trend atau kecenderungan menurun. Namun seiring dengan pergantian waktu. 25 Ibid. Bahkan dengan alasan keterbatasan sarana kelas yang dimiliki. Hal ini dibuktikan dengan terus bertambahnya jumlah santri atau siswa yang mendaftar di MA Ali Maksum. karena terbatasnya jumlah santri yang mendaftar dengan quota yang dimiliki. Bahkan untuk dua tahun terakhir. jumlah santri yang mendaftar di MA Ali Maksum mengalami stagnasi. pihak madrasah harus menerapkan sistem selesksi dan kompetisi ketat. hampir semua pendaftar diterima sebagai santri atau siswa MA Ali Maksum. untuk menentukan santri/siswa yang diterima di MA Ali Maksum.

diambil pada tanggal 15 Januari 2010 56 . kondisi atau grafik keadaan siswa Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari tahun ajaran 1990/1991 sampai dengan tahun ajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam diagram histogram di bawah ini. Dalam bentuk gambar. 26 Laporan perkembangan MA Ali Maksum tahun 2010. khususnya dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.Tabel 4 26 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun Tahun Ajaran 1990/1991 1991/1992 1992/1993 1993/1994 1994/1995 1995/1996 1996/1997 1997/1998 1998/1999 1999/2000 2000/2001 2001/2002 2002/2003 2003/2004 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 Jumlah Siswa Baru Wanita Total 140 290 263 493 250 513 300 565 282 545 297 530 342 632 351 630 338 604 331 588 339 598 340 621 310 630 333 612 309 583 338 554 311 524 324 543 298 455 310 453 Pria 150 230 263 265 263 233 290 279 266 257 259 281 320 279 274 216 213 219 157 143 Tabel di atas menggambarkan adanya trend atau kecenderungan selalu menurun.

bagi MA Ali Maksum. memilih guru adalah disesuaikan dengan kebutuhan lembaga atau materi tertentu. ada beberapa kriteria yang ditetapkan untuk merekrut sesorang sebagai tenaga edukatif (guru). guru memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional. memahami dan menguasai serta mengimplementasikan kemampuan yang dimiliki dalam kehidupan. khususnya dalam usaha dalam membentuk sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan perkembangan zaman. Bagi sebuah lembaga pendidikan. Oleh karena itu. Dalam melaksana-kan tugas keprofesiannya. akan tetapi guru juga bertanggung jawab pada keberhasilan siswa di dalam menangkap. guru bukan saja dituntut untuk menyampaikan (transfer) pengetahuan dan ketrampilan semata. Keadaan Guru Sebagai sebuah profesi.Gambar 1 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun 2. Untuk prodi atau mata pelajaran agama 57 .

baik alumni maupun non alumni pondok pesantren. Syakur. mayoritas (91% = 61 orang) guru MA Ali Maksum adalah lulusan perguruan tinggi (S1 dan S2) baik dalam maupun luar negeri.(kepesantrenan) pada umumnya diambil dari alumni Pondok Pesantren Krapyak. Krapyak Yogyakarta. 27 28 Ibid. 4) Ikhlas mengabdikan diri dan bersemangat tinggi sebagai tenaga pengajar di Madrasah Aliyah Ali Maksum. 3) Mempunyai keyakinan dan sifat kemandirian sesuai dengan lingkungan di Madrasah Aliyah Ali Maksum. dkk. Sedangkan 9% lainnya merupakan alumni pondok pesantren. Sedangkan untuk guru mata pelajaran umum diambilkan dari tenaga-tenaga profesional di bidangnya. hal.27 Guru Madrasah Aliyah Ali Maksum adalah orang profesional (memiliki legitimasi untuk mengajar dari lembaga pendidikan keguruan) dan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan lembaga. Pes. Jika dilihat dari jenjang pendidikan. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon. Dari jumlah tersebut.28 Jumlah guru Madrasah Aliyah Ali Maksum pada tahun pelajaran 2009/2010 sebanyak 67 orang. 28 27 58 . serta berkemampuan untuk mengajar (praktik). khususnya dari pondok pesantren program tachfidzul qur’an (untuk guru mata Djunaidi Abd. hal. 2) Berkepribadian baik sehingga dapat menjadi contoh bagi siswa.. Diantara kriteria atau syarat yang harus dipenuhi bagi calon guru Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta adalah: 1) Mempunyai kemampuan sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan (materi pelajaran). 10 orang merupakan guru PNS yang yang diperbantukan di MA Ali Maksum. Sedangkan sisanya adalah guru tetap Yayasan (45 orang) dan guru tidak tetap yang diangkat oleh Kepala MA Ali Maksum (12 orang).

3. Jumlah karyawan ini disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pelayanan. Keadaan Karyawan Karyawan merupakan salah satu faktor yang menunjang terhadap keberhasilan pendidikan. termasuk petugas yang secara intensif melakukan koordinasi dengan pengurus asrama di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Yogyakarta. karyawan merupakan pelaksana teknis yang menyiapkan dan melaksanakan pelayanan. maupun administrasi lainnya dalam dunia pendidikan. kepala sekolah maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan proses belajar mengajar.29 Secara kuantitatif. baik administrasi pembelajaran. 30 Ibid 29 59 . karyawan merupakan pelaksana harian yang bertanggung jawab terhadap seluruh proses administrasi dan pelayanan. H. Dalam konteks Madrasah Aliyah Ali Maksum. pencatatan. pengelolaan data-data penting. Dalam praktiknya. manajerial. guru. dan lulusan program studi MAK Ali Maksum. jumlah karyawan di Madrasah Aliyah sebanyak 19 orang.pelajaran al-Qur’an). yang semuanya merupakan pegawai tetap Yayasan Ali Maksum. di kantor MA Ali Maksum. Gambaran lengkap tentang jumlah dan identitas guru MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dapat dilihat dalam lampiran XII. terutama untuk mempercepat proses administrasi. pengarsipan. baik yang berhubungan dengan siswa. Wawancara dengan staf Tata Usaha MA Ali Maksum.30 Sehingga besarnya jumlah karyawan merupakan kebutuhan yang proporsional dengan kebutuhan tenaga kerja di lingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Fadloli Yasin. Drs. pada tanggal 15 Januari 2010.

I. baik dari sisi sarana fisik (meja. 700 32 31 60 . dan lain sebagainya). Menurut E. sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dapat menunjang proses pendidikan.Sebagai bagian dari isistem pendidikan di MA Ali Maksum. petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan.31 G. kelancaran dan keberhasilan proses belajar mengajar di sebuah lembaga pendidikan (termasuk di dalamnya MA Ali Maksum) membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai dan representatif. alat. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dengan demikian. pedoman kerja. melalui Kepala Tata Usaha. yang berbeda antara satu dengan lainnya. Cet. Secara bahasa. tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai. Ibid. sarana dimaknai dengan segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. kursi. namun saling menunjang terhadap penyelenggaraan proses belajar mengajar. perangkat komputer dan lain sebagainya). Mulyasa. media. Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum Sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penting dalam dunia pendidikan. Proses pendidikan dan pembelajaran tidak akan dapat berjalan secara maksimal. Untuk mendukung kerja dan kinerja para karyawan. 1988). ada terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan secara berbeda-beda. hal. pihak madrasah menyediakan melengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Oleh karena itu. setiap karyawan memiliki tanggung jawab dan wilayah ketrja sepesifik. secara struktural para karyawan bertanggungjawab langsung kepada Kepala MA Ali Maksum. (Jakarta: Balai Pustaka. maupun sarana non fisik (aturan.32 Sedangkan secara termonologis.

34 Dengan demikian. 3 33 61 . VII. Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. ruang kelas. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sarana pendidikan adalah semua fasilitas.35 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang pendidikan atau pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2003). prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah.33 Disamping itu. Mulyasa. guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 2004). teratur. kamar kecil dan lain sebagainya. Cet. hal. Jika sarana merupakan fasilitas yang secara langsung menunjang terhadap proses pendidikan. seperti lapangan olah raga. 49 34 Suharsimi Arikunto. baik yang bergerak maupun yang tida bergerak. (Jakarta: PT Bumi Aksara. efektif dan efisien. (Jakarta: PT GrafindoPersada. Manajemen Berbasis Sekolah. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sarana dan prasarana pendidikan adalah semua komponen atau fasilitas yang sacara langsung maupun tidak langsung menunjang terhadap jalannya proses pendidikan. 81 35 Ibrahim Bafadal. Dengan demikian. hal. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. II. 1993). I. agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar. seperti gedung. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasi. serta alat-alat dan media pengajaran. sarana pendidikan juga dapat difahami sebagai semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajarmengajar.khususnya proses belajar mengajar. Cet. Cet. hal. maka prasaran adalah fasilitas yang tidak secara langsung dapat mendukung keberhasilan proses pendidikan. Sarana E. meja kursi. Menurut Ibrahim Bafadal. dan secara langsung menunjang proses belajar mengajar. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah.

proses Ibid. H. Drs. sistem pendidikan di MA Ali Maksum juga dirancang di dilaksanakan sesuai dengan kebijakan tersebut. Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan. proses pembelajaran di MA Ali Maksum dilaksanakan dengan sistem klasikal. sistem pendidikan di MA Ali Maksum terus berjalan.Menurut keputusan menteri P dan K No 079/ 1975. alat-alat peraga dan laboratorium. sarana pendididkan terdiri dari 3 kelompok besar yakni. Pada tahun pelajaran 2002/2003. Sehingga sistem pendidikan berbasis kompetensi menjadi perhatian serius bagi seluruh komponen yang terlibat dalam proses pendidikan dan pembelajaran di MA Ali Maksum. menyertai regulasi sistem pendidikan Nasional. Ridwanuddin.37 Seiring dengan lahirnya kebijakan tentang pendidikan berbasis kompetensi. Sistem Pendidikan MA Ali Maksum Sistem pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum telah mengalami beberapa kali regulasi. dan c). 38 Ibid 37 36 62 .38 Sejak awal berdirinya. di tengah upaya untuk tetap mempertahankan identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang berbasis pondok pesantren. pada tanggal 10 Januari 2010 di Kantor MA Ali Maksum. maka sejak tahun ajaran 2002/2003. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan regulasi sistem pendidikan Nasional. Seiring dengan pergeseran ruang dan waktu. serta merespons terhadap tuntutan perkembangan zaman. Wawancara dengan Staf Tata Usaha Madrasah Aliyah Ali Maksum. b). a). Media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yaang menggunakan dan tidak menggunakan alat penampil.36 Gambaran rinci sarana dan prasarana MA Ali Maksum dapat dilihat dalam lampiran XIII. Bangunan dan perabot sekolah.

yakni setelah pagi hari (pukul 05. Kurikulum pendidikan MA Ali Maksum merupakan perpaduan antara kurikulum pesantren dan kurikulum Departemen Agama. praktik (baca kitab dan ibadah) serta merode tanya jawab. Hal ini menuntut adanya penambahan waktu belajar.15 – 39 40 Ibid Ibid 41 Ibid 63 .40 Identitas MA Ali Maksum sebagai madrasah berbasis pondok pesantren diimplementasikan dalam beberapa aspek.39 Proses pengajaran di lingkungan MA Ali Maksum dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. proporsi kurikulum diberikan secara seimbang. dan metode hafalan. Diantaranya adalah dalam aspek kurikulum.00 – 13. untuk menyampaikan materi agama seperti materi fiqih.00 WIB). Dalam penerapannya. di luar jam-jam pembelajaran formal. metode diskusi. metode tanya jawab. dipergunakan metode hafalan. ceramah. Sedangkan kurikulum pesantren diajarkan pada waktu-waktu tertentu. yakni 100% kurikulum pesantren dan 100% kurikulum Depag. Hal ini dilakukan untuk memenuhi terhadap tuntutan regulasi sistem pendidikan Nasional. digunakan perpaduan antara metode bandonganm.pendidikan di MA Ali Maksum dilaksanakan dengan sistem semester. metode penugasan. metode praktik. Penentuan metode disesuaikan dengan karakteristik dan kompetensi dari masing-masing mata pelajaran. Diantaranya adalah metode ceramah.41 Untuk kurikulum Depag diajarkan melalui proses pembelajaran klasikal pada jam-jam sekolah (07. Misalnya untuk pelajaran shorof.

sekaligus pembiasaan pada literatur berbahasa Arab.30 WIB) dan malam hari (pukul 18. Pelaksanaan evaluasi hasil belajar ini meliputi terhadap seluruh materi. yakni raport yang berisi nilai materi kurikulum Depag dan raport yang berisi nilai dari materi kurikulum pesantren.30 WIB). guru akan meminta siswa untuk praktik membaca kitab. Dengan demikian. untuk buku-buku rujukan utama (buku pegangan) ada yang berbahasa Arab. sore hari (pukul 16.00 – 17. Ridwanuddin. Demikian pula sebaliknya. dan tidak lulus dalam ujian Depag. Melalui sistem bandongan ini siswa dituntut untuk menyimak bacaan yang dilakukan guru. Sehingga proses pembelajarannya dilakukan dengan sistem bandongan. Namun demikian. siswa MA Ali Maksum mendapatkan 2 raport. Oleh karena itu.44 Disetiap akhir semester. dilakukan evaluasi hasil belajar.00 WIB). rujukan utamanya menggunakan kitab.06. pada tanggal 10 Januari 2010 Ibid 44 Observasi di MA dan Asrama MA Ali Maksum. tgl 10 Januari 2010 64 . ada siswa yang lulus dalam ujian kepesantrenan. Drs. pada tanggal 10 Januari 2010 45 Wawancara dengan Staf TU MA Ali Maksum. Inggris dan Indonesia. baik materi yang masuk dalam wilayah kurikulum depag maupun materi yang merupakan bagian dari kurikulum pesantren. serta kiat untuk memaksimalkan proses dan hasil pembelajaran.42 Bahasa pengantar dalam proses pembelajaran di MA Ali Maksum dilakukan dengan bahasa Indonesia.43 Khusus untuk materi pelajaran agama. Karena biasanya. sebagai cara untuk mengetahui kemampuan siswa.30 – 21. ada kalanya siswa lulus dalam ujian materi Depag namun tidak lulus dalam ujian materi kepesantrenan.45 42 43 Observasi di MA dan Asrama MA Ali Maksum.

Kegiatan Ekstra dan Keasramaan Disamping kegiatan klasikal. namun juga ada kegiatan yang dilimpahkan kepada pengurus asrama.46 Secara rinci. hal 45 . kegiatan ekstra di lingkungan MA Ali Maksum.. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Diantara kegiatan ekstra ada yang secara langsung dikoordinir oleh madrasah. hal. sorogan kitab. Pencak silat LPSNU (Lembaga Pencak Silat Djunaidi Ab. Bulu Tangkis. Kegiatan yang dilimpahkan kepada pengurus Asrama Kegiatan ekstra yang dilimpahkan kepada pengurus asrama merupakan kegiatan siswa MA Ali Maksum yang direncanakan oleh pengurus MA Ali Maksum. Pelatihan kepemimpinan / keorganisasian. 45 . 1. Diantara kegiatan ekstra yang masuk dalam kategori ini adalah.48 46 65 . Pelatihan Da’i dan Tata boga serta tata busana. siswa MA Ali Maksum juga diberikan wahana untuk mengikuti beberapa kegiatan ekstra. Syakur. Ke-NU-an (Aswaja). pelaksanaan dan penggerakannya dilakukan oleh madrasah. Palang Merah Remaja (PMR). Diantara kegiatan ekstra yang masuk dalam kategori ini adalah. Kegiatan yang langsung ditangani Madrasah Yang dimaksud kegiatan ekstra yang langsung ditangani madrasah adalah kegiatan ekstra yang proses perencanaa.I.47 2. Volly.48 47 Ibid. Jurnalistik. namun dilaksanakan dan digerakkan oleh pengurus Asrama. English Meeting. dkk. Patroli Keamanan Sekolah (PKS). Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Mading. dapat digambarkan sebagai berikut.

Nahdlatul Ulama)-Pagar Nusa. hal. Gambaran detil tentang prestasi dan program pertukaran siswa antara budaya dapat dilihat dalam lampiran XIV.49 Diantara kejuaraan yang sudah pernah diikuti siswa dan siswi MA Ali Maksum adalah. 48 49 Ibid. Pidato 3 Bahasa. baik tingkat lokal maupun Nasional. Mata Pelajaran Kimia dan Matematika. 33 66 . dan lain sebagainya. Seni hadrah dan seni samrah. Disamping itu. Seni Kaligrafi.48 Ibid. Karya Tulis Ilmiah.48 J. MA Ali Maksum telah banyak berkiprah dalam berbagai kejuaraan. Debat Bahasa Inggris. diantara siswa MA Ali Maksum juga beberapa kali terpilih sebagai peserta dalam program Pertukaran siswa antar budaya di USA. Pencak Silat. dan Seni drama/teater/puisi. MTQ. Seni baca al-Qur’an (Qiro’ah). Prestasi Dalam Kejuaraan Sebagai salah satu Madrasah di lingkungan pesantren. hal. Olimpiade Informatika. 45 .

Begitu juga data prestasi belajar fiqih diambil dengan menggunakan metode tes.BAB III HASIL PENELITIAN A. Dengan demikian. Namun dalam prosesnya. Dalam konteks penelitian tentang Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. namun . Sebagaimana telah dikemukakan dalam bab I. Deskripsi Data Data merupakan informasi tentang responden. pendapat. pandangan. dilakukan dengan menggunakan metode tes. Pengumpulan data variabel kemampuan berbahasa Arab. atau hal-hal lain yang berhubungan dengan responden. Oleh karenanya. siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010. secara teknis pengambilan data variabel prestasi belajar fiqih dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi. peneliti tidak mengadakan tes secara mandiri. data yang akan dideskripsikan pada bab ini adalah data tentang korelasi kemampuan berbahasa Arab (diambil melalui metode tes) dengan prestasi belajar fiqih (secara esensi dilakukan dengan metode tes). melainkan memanfaatkan nilai mata pelajaran fiqih semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 yang tertulis di dalam buku raport. bahwa proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. data yang dimaksudkan meliputi data tentang kemampuan berbahasa Arab dan data tentang prestasi belajar fiqih. Oleh karenannya. data mencakup terhadap identitas.

Dengan demikian.24 69. nilai tertinggi 99. uraian tentang deskripsi data dari tiap-tiap variable menjadi sangat penting untuk disampaikan dalam sebuah kerja penelitian. Tujuan utama dilakukannya deskripsi data adalah untuk mengetahui secara mendalam tentang karakteristik dari setiap data yang masuk. rata-rata kelompok 75. dapat diketahui kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. Xmin Xmax M SD : skor terendah yang diperoleh subyek (skor minimal) : skor tertinggi yang diperoleh subyek (skor maksimal) : rerata skor yang diperoleh subyek penelitian (mean) : Standar Deviasi yang diperoleh subyek penelitian 99 90 Deskripsi Statistik Xmin 60 60 M 75.73 SD 11. 3.24 dan skor standar 1 Data diolah 68 .04 6.98 Berdasarkan deskripsi statistik data penelitian di atas. Skor kemampuan berbahasa Arab didapatkan nilai terendah sebesar 60. 4. data dari masing-masing variabel penelitian yang terkumpul dalam penelitian ini dapat dideskripsikan sebagai berikut: Tabel 05 1 Deskripsi Data Penelitian Variabel Xmax Kemampuan Bebahasa Arab (X) Prestasi Belajar Fiqih (Y) Keterangan: 1.secara teknis diambil dengan metode dokumentasi siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. 2. Secara umum.

Kemampuan Berbahasa Arab Data kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum dapat dideskripsikan dalam bentuk tabel berikut ini.73. dari 86 siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010 yang menjadi subyek penelitian. deskripsi kedua variabel penelitian (kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih) dapat diuraikan sebagai berikut. rata-rata kelas 69. nilai tertinggi sebesar 90.deviasi sebesar 10. mayoritas 2 Data diolah 69 . Tabel 06 2 Kemampuan berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 Interval  96  91  86  81  76  71  66  61  56  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  100  95  90  85  80  75  70  65  60  Kategori     Tinggi        Sedang        Rendah     Jumlah Frekwensi  Prosentase  2  6  4  7  15  13  10  12  17  86    12      35      39    ‐      13. Secara lebih rinci.3488372    100      %      %    %  Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tabel di atas.04.9534884  %      40. dan skor standar deviasi sebesar 6.98.6976744      45. Sedangkan pada prestasi belajar fiqih didapatkan nilai terendah sebesar 60. 1. Langkah perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran IV untuk variabel kemampuan berbahasa Arab (X) dan lampiran V untuk variabel prestasi belajar fiqih (Y).

memiliki skor kemampuan berbahasa Arab pada kategori rendah. Dalam bentuk grafis. Hanya sedikit siswa yang memiliki kemampuan berbahasa Arab dengan kategori tinggi. semakin tampak nyata bahwa kemampuan berbahasa Arab siswa MA Ali Maksum berada pada kategori rendah. dan yang berada pada kategori tinggi sebesar 13. dan lebih sedikt lagi yang berkemampuan sedang. yakni sebesar 45. Gambar 02 Diagram Histogram Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 96-100 91-95 86-90 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 Dengan melihat gambar diagram histogram di atas. Sedangkan yang berada pada kategori sedang sebanyak 40.95% (12 subyek). 70 .35% (39 subyek). Gambaran lebih detil tentang data kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Tahun Pelajaran 2008/2009 dapat dilihat dalam lampiran III.70% (35 orang). distribusi data tersebut digambarkan dalam diagram histogram sebagai berikut.

7906977     %      83. deskripsi data tentang prestasi belajar fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam tabel dan gambar diagram histogram di bawah ini. yakni sebesar 83. dan 3.79% (11 siswa) berada pada kategori sedang.49% (3 siswa) yang berada 3 Data diolah 71 .48837209     %      12.7209302     %    100     %  Jumlah    86  Berdasarkan tabel prestasi belajar fiqih. Secara rinci. dapat dijelaskan bahwa skor atau nilai tes pelajaran fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum di atas yang didapatkan oleh 86 siswa (yang menjadi sampel penelitian). sebagaimana yang tercantum dalam buku raport. mayoritas berada pada kategori rendah.72% (72 siswa). Prestasi Belajar Fiqih Prestasi belajar fiqih yang dimaksudkan di sini adalah nilai ujian mata pelajaran fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010.2. Tabel VII 3 Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 Interval  96 ‐100  91 ‐ 95  86 ‐ 90  80 ‐ 85  76 ‐ 80  71 ‐ 75  66 ‐ 70  61 ‐ 65  56 ‐ 60  Kategori    Tinggi      Sedang      Rendah    Frekwensi  0  0  3  4  2  5  30  25  17    3      11      72    Prosentase    3. 12.

pada kategori tinggi. semakin tampak nyata bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum berada pada kategori rendah. Gambar 03 Diagram Histogram Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 30 25 20 15 10 5 0 86-90 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 Dengan melihat gambar diagram histogram di atas.79%). Hanya sedikit siswa yang memiliki kemampuan berbahasa Arab dengan kategori sedang (12. Gambaran lebih detil tentang data prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Tahun Pelajaran 2008/2009 dapat dilihat dalam lampiran III.72%) memiliki kemampuan berbahasa Arab rendah. dan lebih sedikit lagi siswa MA Ali Maksum yang memiliki prestasi belajar fiqih dalam kategori tinggi (3. 72 . Karena mayoritas siswa (83.49%). Distribusi data tersebut dapat digambarkan dalam diagram histogram berikut.

(Σx x Σy) N__________ {∑x2.B. agar mudah dibaca dan diinterpretasikan. data yang terkumpul terlebih dahulu dilakukan identifikasi dan pemetaan berdasar karakteristiknya. 73 . gambar. Koding dan Tabulasi Data Sebelum dilakukan analisa.(Σx)2} N N Keterangan: rxy = Koefisien korelasi x y = Skor variabel bebas = Skor variabel tergantung Rxy = Sebelum dimasukkan ke dalam rumus di atas. data yang tersedia terlebih dahulu dimasukkan ke dalam tabel kerja penolong product moment. Pengujian Hipotesis Teknik analisa untuk melakukan uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment yang berguna untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun 2009/2010. Hal ini dimaksudkan agar data yang terkumpul dapat dikelompokkan ke dalam pertanyaan atau pernyataan yang lebih sesuai. Proses inilah yang dimaksud dengan koding. Sedangkan tabulasi merupakan proses penggambaran data yang terkumpul ke dalam bentuk tabel. dan diagram histogram. C. Rumus yang akan digunakan dalam uji hipotesis dalam penelitian ini adalah: ∑xy .(Σx)2 } {∑y2.

9 = 396712. Karena harga rxy lebih besar dari nilai rtabel (0.434407.604651 = 6815.213).213. N ∑X ∑Y ∑XY ∑X2 ∑Y2 berikut: ∑xy .4 = 40908816 = 34117281 = 475683.767 > 0.sebagaimana terdapat dalam lampiran 18. diketahui bahwa rxy = 0. diketahui. diperoleh nilai rtabel sebesar 0. sebagai = 10676. Dari tabel kerja penolong penghitungan product moment tersebut. maka dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan 74 .767.(Σx)2 } {∑y2.767 Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment di atas.(Σx)2} N N 439635 .43 5227.09 X 4350.604651 = 46445597. Setelah dikonsultasikan dengan rtabel product moment dengan taraf keabsahan 5% dan N = 86.(Σx X Σy) N Rxy = {∑x2.85 5227.100722 = 0.4 = = = = = = 86 6396 5841 439635 486360 401063 (∑X)(∑Y) (∑X) (∑Y):N (∑X)2 (∑Y)2 (∑X)2 : N (∑Y)2 : N = = 37359036 434407.6 Selanjutnya dimasukkan ke dalam rumus Product Moment.

Sebagaimana diuraikan dalam bab sebelumnya. di satu sisi guru membaca (dan menjelaskan) kitab berbahasa Arab. menyimak dan membuat catatan. baik oleh guru maupun siswa. dimungkinkan dapat memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar fiqih. Dengan demikian. terlihat bahwa kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih memiliki korelasi yang signifikan. Dalam prosesnya. baik arti kata-kata maupun beberapa catatan penting yang dianggap perlu.berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. Tahun Pelajaran 2009/2010. pada buku (kitab)-nya masing-masing. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan. Pembahasan Hasil analisis menunjukkan korelasi yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. Keeratan hubungan ini dapat disebabkan karena proses pembelajaran dan pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dilakukan dengan menggunakan literatur (kitab) berbahasa Arab. C. bahwa proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta di laksanakan dengan menggunakan literatur (kitab) berbahasa Arab. Sehingga kemampuan siswa dalam berbahasa Arab. sedangkan di sisi yang lain siswa mendengarkan. sehingga hipotesis awal yang diajukan oleh peneliti diterima. 75 . proses pengajaran fiqih di dalam kelas tidak dapat lepas dari penggunaan bahasa Arab. Korelasi yang signifikan ini menandakan terdapat hubungan yang erat antara kemampuan berbahasa Arab siswa dengan prestasi belajar fiqih.

terlihat bahwa mayoritas jawaban atau pernyataan yang disampaikan siswa berada pada kategori rendah. dan 12. “Apabila rhitung > rtabel maka hipotesis alternatif (ha) diterima dan hipotesisi nihil (ho) ditolak. maka ha ditolak. harga rxy lebih besar dari nilai rtabel (0.72% (72 siswa). Yakni sebesar 45. Selanjutnya dilakukan perbandingan diantara kedua nilai r tersebut. yakni sebesar 83.767. serta 3.213). tahun pelajaran 2009/2010. dan sebaliknya.35% (39 siswa). Sedangkan yang berada pada kategori sedang sebanyak 40. Setelah dikonsultasikan dengan rtabel product moment dengan taraf keabsahan 5% dan N = 86.Berdasarkan kategorisasi skor kemampuan berbahasa Arab. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima. Dengan kata lain. siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. dan ho diterima”.70% (35 siswa). dan yang berada pada kategori tinggi sebesar 13.95% (12 siswa). ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. diperoleh nilai rtabel sebesar 0. jika rhitung < rtabel. 76 . dengan ketentuan. Hasil akhir dari penelitian korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diselesaikan dengan menggunakan rumus product moment. mayoritas berada pada kategori rendah.213.79% (11 siswa) berada pada kategori sedang. Dari hasil uji tersebut diperoleh harga rxy sebesar 0.767 > 0. Dari perbandingan diantara keduanya didapatkan bahwa.49% (3 siswa) berada pada kategori tinggi. Demikian pula pada variabel prestasi belajar fiqih.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010 mayoritas berada pada kategori rendah.35% (39 siswa). . 2.79% (11 siswa).49% (3 siswa). sedang sebanyak 40. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Arab (untuk indikator membaca dan menulis) siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diklasifikasikan dalam 3 kategori.95% (12 siswa).70% (35 siswa).72% (72 siswa). Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010 memiliki kemampuan berbahasa Arab dalam kategori rendah. yakni rendah sebesar 83. maka pada bagian akhir ini dapat diambil beberapa simpulan sebagai berikut: 1. Simpulan Setelah melakukan penelitian skripsi yang berjudul “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010”. dan tinggi sebesar 3. dan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah diajukan dalam rumusan masalah.BAB IV PENUTUP A. yakni rendah sebesar 45. dan sedang sebanyak 12. dan tinggi sebesar 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum diklasifikasikan dalam 3 kategori.

Tahun Pelajaran 2009/2010”. Salah satu metode pembelajaran yang efektif adalah dengan cara memperbanyak praktik membaca kitab.767 > 0.213. diketahui bahwa nilai rhitung sebesar 0. Dari berbagai faktor tersebut ada yang berasal dari dalam diri siswa (faktor internal) dan ada juga yang berasal dari luar dirinya (faktor eksternal). dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. diperoleh nilai rtabel sebesar 0. serta hasil penelitian di atas. 1.767. termasuk belajar bahasa yang mendukung bagi proses pembelajaran. maka belajar bahasa Arab merupakan keharusan yang tidak boleh ditinggalkan. maka hipotesis nihil (Ho) ditolak. Karena harga rhitung lebih besar dari nilai rtabel (0. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan menggunakan teknik analisis korelasi product moment. Kesimpulan yang dapat diambil adalah. Saran Berlandaskan proses yang telah dilakukan.213).3. “ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. sedangkan dalam tabel product moment untuk taraf keabsahan 5% dan N sebesar 86 responden. maka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut. B. Salah satu faktor internal yang penting keberadaannya adalah kemauan yang kuat dari masing-masing pribadi untuk belajar. Bagi Siswa Prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. baik yang 78 . Dalam konteks pembelajaran di MA Ali Maksum yang masih banyak menggunakan literatur kitab.

Misalnya siswa yang merasa kesulitan dalam membaca literatur berbahasa Arab. Untuk dapat menjalankan perannya tersebut. menuntut adanya program pengembangan kemampuan berbahasa siswa. khususnya permasalahan yang terkait dengan proses belajar mengajar. Bagi Madrasah Pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan pengantar atau literatur berbahasa Arab. namun di sisi 79 . karena dapat menjadikan siswa merasa terbebani dan memilih untuk tidak masuk kelas. Sehingga guru dapat memberikan solusi secara tepat terhadap permasalahan yang dihadapi oleh setiap siswa.dilakukan sendiri (muroja’ah). Bagi Guru Guru memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar di sekolah. guru sebaiknya memahami terhadap kesulitan siswa dalam belajar. Di satu sisi. 2. jangan dipaksa untuk membaca di dalam kelas. tanpa meninggalkan upaya untuk menjadikannya meningkatkan kemampuan. peningkatan kemampuan berbahasa siswa sangat dipengaruhi oleh faktor internal. Melainkan guru harus memberikan solusi agar siswa tetap bersemangat mengikuti pelajaran. 3. termasuk kemampuan dalam membaca teks berbahasa Arab. Salah satu peran seorang guru dalam proses pembelajaran adalah memberikan motivasi kepada siswa untuk selalu berusaha meningkatkan prestasi belajarnya secara sungguh-sungguh. maupun yang dilakukan dengan bimbingan orang lain (sorogan).

yang lain. memiliki peranan penting bagi pengembangan keilmuan Islam. Oleh karena itu. peneliti berharap masukan. kemampuan berbahasa asing memegang peran penting dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan kualitas keilmuan seseorang. C. Dengan selesainya penulisan hasil penelitian skripsi ini. 80 . “kualitas keilmuan seseorang dapat diukur dari kemampuan berbahasanya”. Kata Penutup Belajar merupakan kewajiban bagi setiap muslim. meningkatkan frekwensi penyelenggaraan lomba bahasa Arab antar siswa di sekolah. Karena tidak sedikit informasi dan keilmuan Islam yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. kapanpun dan untuk materi apapun. Diantaranya adalah dengan melibatkan santri dalam kompetisi bahasa Arab. Oleh karena itu. program-program yang mengarah pada peningkatan kemampuan berbahasa siswa perlu dilakukan secara terus menerus. saran dan kritik konstruktif dari semua pihak. pemberian tugas untuk menerjemahkan teks berbahasa Arab. Bagi Pengembangan Keilmuan Bahasa asing (termasuk di dalamnya bahasa Arab). agar peneliti dapat terus belajar dan meningkatkan kemampuan serta keilmuan. madrasah sebagai penyelenggara pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan secara sistematis dan maksimal. dimanapun. Arabic Meeting. 4. demi kemaslahatan di masa-masa yang akan datang. aktivitas belajar harus terus dijalankan. Bahkan belajar tidak mengenal waktu. Sehingga ada ungkapan yang mengatakan. dan lain sebagainya. Oleh karenanya.

Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Jakarta: PT GrafindoPersada.DAFTAR PUSTAKA Ali.. Statistik Pendidikan. 1982. Jakarta: Balai Pustaka. Ke-1. Anwar. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. “Outline of Linguistic Analysis”.. dkk. Moch. cet. 1994. 2004. Ahmad Fuad. 1984. 1986. Bernard and Trager. Jakarta: Rineka Cipta. . VII. 1998. Efendi. Penelitian Kependidikan. cet. Kosa Kata Pengajaran.. Prosedur Penelitian. 1996. 1993. Jakarta: PT. Cet. Ke-10. Bandung: Angkasa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. G.. . Jakarta: PT. Yogyakarta: Yasbit Fakultas Psikologi UGM. Metodologi Research.. II. Rineka Cipta. Bloch. Arikunto. Prestasi Pustakaraya.. I. Jakarta: PT Bumi Aksara. dalam Henry Guntur Tarigan. Bandung: Angkasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2000. Arief. Hariyadi. Mohammad. Sutrisno. 1987. Haedari. Bafadal. H. edisi revisi. Bandung: Angkasa. Jakarta : IRD Press. Cet. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. II. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. Jakarta: Rineka Cipta. cet. Psikolinguistik. 2004.. Cet. 2003. 2009. Malang: Misykat. Ibrahim. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global. 1993. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Terjemahan Matan Kailani dan Nadham al-Maqsud Berikut Penjelasannya. Furchan. Prosedur dan Strategi.. Moh. Surabaya: Usaha Nasional. Hadi. Bandung: Sinar Baru Algensindo. . Amin. 81 . Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasi. 1999. Suharsimi.. Tarigan.

Kartodiredjo. Jakarta: PT. Kamus Ilmiah Populer. edisi revisi.. 2006. Riduwan.Hidayat. 1997) Margono. Dadang. Metodologi Penelitian Kualitatif. 2005.. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca? Suatu Teknik Memahami Literature Yang Efisien. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Metode Penelitian Sosial. dkk. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2000. Adi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.. Jakarta: Gramedia. Bandung : Rosda Karya. cet. Rineka Cipta. Yogyakarta : BPFE – UII. Masri & Sofyan Effendi.. 1986. 2000. Edisi Perbaikan dan Penyempurnaan Tahun 2002. “Metode Penggunaan Bahan Dokumen”. Bandung: Alfabeta. Evaluasi Pendidikan. . Nurkancana. Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama. Manajemen Berbasis Sekolah. 2009. Marzuki. Wayan. 2005. dan Tanda. 82 . Singarimbun. 1977. Surabaya: Usaha Nasional. 1982. Sosiologi Agama. Bandung: Sinar Baru Algensindo. dalam Koentjaraningrat (ed). Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Satrio. Kridalaksana. Harimurti.. 2009. (Bandung: Remaja Rosda Karya. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Pemahaman Individu. Jakarta: PT Gramedia. Monks. Kamus Linguistik. Soehartono. 1993. E. 2002. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Metodologi Riset. VII. Cet-9. 1994. Asep Ahmad. Metodologi Penelitian Pendidikan. Kahmad. Mulyasa. 2008. Filsafat Bahasa Mengungkap Hakikat Bahasa. 2004. Sartono Kartodiredjo.J. Al-Qur’anul Karim dan Terjemah Bahasa Indonesia. Moleong J. Ke-1. Metode & Teknik Menyusun Tesis. Jakarta : PT Arga Printing. Cet. Nurhadi. Jakarta: LP3ES. F. Lexy. S. Metode Penelitian Survey. Makna. 2006. Irawan. Surabaya : Usaha Nasional.

-II.. Pengantar Statistik Pendidikan. 2000 Monografi Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Propinsi DIY. Djunaidi Abd.Sudijono. UU RI Nomor 20 Tahuh 2003 Tentang Sisdiknas. Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group. artikel tidak diterbitkan. 2003. Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Psikologi Pendidikan. Mudjia. SMALB. MA. 83 . Jakarta : CV. “Bahasa: Antara Pikiran dan Tindakan”. Yogyakarta: Elhamra Press. dalam ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam.2004 Mustafa. cet. Pengantar Evaluasi Pendidikan. 2008. 2008. 2001. Zaenuddin. 2008. Muhibbin. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Hasan.. 2007 Suryabrata. 2002. Ahmad. 2. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada. Metodologi & Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab. Vol.. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Rahardjo. Busyari. tidak diterbitkan. Sains dan Teknologi.. Teknik Sampling. Syakur. S. 1996.. 3 No. dokumen Desa. Pengantar Evaluasi Pendidikan. dkk. Syah. Rajawali. . Anas. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. dalam Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. “Metodologi Pengajaran Bahasa Arab Untuk Jurusan Bahasa Arab”. Dan MAK”. 1 No1. 2005. Radhliyah. 2008 Madjidi. “Al-‘Arabiyah”. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2008 Panitia PPL 1 . Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. 2005. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Vol. Tafsir. . Bandung: Maestro.. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA. JURNAL/ARTIKEL: Mansur. STAIN Malang.

e-mail:@reefah@yahoo. www. “Belajar Bahasa Arab-Keharusan”. 2009. Ibnu. 2009..SKRIPSI: Syaiful.com. 2009. masnaguib.tk. www.antropologi . 2006. dalam google.blogspot. www. www.. Teori Analisi Korelasi. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2007. “Kajian Teoritis Prestasi Belajar”.com dalam Yahoo. Abdul. Rohim. 84 .com.com. ariemcool. dalam google.com.blogspot. Mengenal Analisis Korelasi www. multiply. . ”Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mesir”. “Definisi Bahasa Arab”.com. Skripsi. dalam Yahoo.id. Nurjanah. Ikowiyah.ugm. Yogyakarta: Skripsi..blogspot. M. “Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul Yogyakarta”. dalam google. Zainun. Jonathan. 2008. Ahmad Nur. 2007. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. 2009. “Problematika Pengajaran Bahasa”.com. 2008.areefah. Abidin Fuadi Nugroho.com.. “Bahasa Dan Dinamika Masyarakat”.ac. Fauzan. com. M. Fakultas Ilmu Bahasa UGM. Skripsi. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.com.htm.dorokabuju. www. Aziz. dalam google.jonathan sarwono.. “Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTsN An-Nawawi Berjan Purworejo”. www..fib.info/korelasi/korelasi..com. Asnawi..com. 2009. 2009.. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. dalam yahoo. “Penelitian Kuantitatif dengan Masalah-Masalahnya”.ibnuaziz83. Yahya. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”. Najib. INTERNET: Abdul Munir Sape. Skripsi. Sarwono. 2009. Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren al-Luqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning.

. dalam google.anaksastra.com. “Sosiolinguistik: Masyarakat Bahasa 1”. “Pakem Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Dan Menyenangkan”.. 2009. www.Sunarto.blogspot. 85 .com. Linguistik Sastra Jurnalistik. dalam google.com. UPI.. 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful