KORELASI ANTARA KEMAMPUAN BERBAHASA ARAB DENGAN PRESTASI BELAJAR FIQIH SISWA KELAS XII MA ALI MAKSUM PONDOK

PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010

SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Pendidikan Islam

Disusun Oleh :

Khoirul Anwar NIM. 03410077

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2010

.

MOTTO

!$¯ΡÎ) çµ≈oΨø9t“Ρr& $ºΡ≡u™öè% $wŠÎ/ttã öΝä3¯=yè©9 šχθè=É)÷ès? ∩⊄∪
Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai berbahasa Arab, agar kamu mengerti (QS. Yusuf (XII) : 2).1 Qur’an

Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama, AlQur’anul Karim dan Terjemah Bahasa Indonesia, Edisi Perbaikan dan Penyempurnaan Tahun 2002, (Jakarta : PT Arga Printing, 2008), Hal. 303

1

v

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan karya ini kepada Almamater Tercinta UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

vi

KATA PENGANTAR

‫ﺑﺴﻢ اﷲ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺤﻴﻢ‬ ‫اﻟﺤﻤﺪ ﷲ اﻟﺬى أﻧﻌﻤﻨﺎ ﺑﻨﻌﻤﺔ اﻹﻳﻤﺎن واﻹﺳﻼم أﺷﻬﺪ ان ﻻاﻟﻪ إﻵ اﷲ وأﺷﻬﺪ ان ﻣﺤ ّﺪا رﺳﻮل اﷲ‬ ‫ﻤ‬ ‫واﻟﺼﻼة واﻟﺴﻼم ﻋﻠﻰ أﺷﺮف اﻷﻧﺒﻴﺎء واﻟﻤﺮﺳﻠﻴﻦ ﺳ ّﺪﻧﺎ ﻣﺤ ّﺪ وﻋﻠﻰ اﻟﻪ وﺻﺤﺒﻪ أﺟﻤﻌﻴﻦ أ ّﺎ‬ ‫ﻣ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻴ‬ .‫ﺑﻌﺪ‬
Dengan senantiasa mengharap ridla Ilahi, penulis mengaktualisasikan rasa syukur kepada Allah SWT dengan ungkapan al-hamdu-lillah. Karena hanya dengan rahmat dan pertolongan-Nya, proses penelitian dan penulisan skripsi ini dapat diselesaikan secara optimal. Di samping itu, penulis juga menyampaikan salam ta’dzim dan salam penghormatan kepada Muhammad al-Amien, Nabi sekaligus Rasul Allah yang telah banyak memberikan pengabdiannya bagi kemaslahatan dan kebahagiaan hidup umat manusia. Dalam kesempatan ini, penulis juga ingin menyampaikan rasa terimakasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2. Bapak Muqowim, M.Ag., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 3. Bapak Drs. Mujahid, M.Ag., selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 4. Bapak Drs. Radino, M.Ag., selaku Pembimbing skripsi. 5. Bapak Drs. Moch. Fuad selaku Pembimbing Akademik, beserta seluruh Dosen dan Karyawan di lingkungan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 6. Bapak KH. Asyhari Abta, M.Pd.I., selaku Kepala Madrasah, beserta para Bapak dan Ibu Guru, staf, karyawan dan siswa MA Ali MAksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.

vii

penulis menyampaikan pertaubatan kepada Allah. Teman-teman dan seluruh pihak yang telah memberikan partisipasi demi terselesaikannya proses penelitian dan penulisan skripsi ini. penulis dapat memperbaiki diri. 8. serta permoho-nan maaf kepada semua pihak. Dengan selesainya penulisan skripsi ini. Yogyakarta.7. Akhirnya. Khoirul Anwar NIM. demi kemaslahatan di masa-masa yang akan datang. jenis dan jumlahnya mendapatkan balasan dan imbalan dengan yang jauh lebih baik dari Allah SWT. Karena dengan masukan dan kritik itulah. penulis sangat mengharapkan adanya masukan. ibu. 03410077 viii . Ayah. Kepada mereka. 06 Februari 2010 Penulis. istri dan putriku tercinta. yang telah banyak memberikan dorongan serta motivasi. atas segala bentuk kekhilafan dan keteledoran yang telah penulis perbuat. penulis hanya mampu menengadahkan kedua tangan kepada al-Khaliq. kritik dan saran konstruktif dari semua pihak. dengan iringan do’a dan damba: Semoga setiap kebaikan dan bantuan dalam segala bentuk.

Diantaranya adalah faktor pengajaran di dalam kelas.70% (35 siswa). dengan tujuan untuk mengetahui: 1) Kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010. 3) Korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berbahasa Arab (kemampuan membaca dan menulis) siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diklasifikasikan dalam 3 kategori. dan tinggi sebesar 3. DAFTAR ISI ix . yang berarti bahwa mayoritas siswa kelas XII MA Ali Maksum memiliki kemampuan berbahasa Arab dalam kategori rendah. Namun demikian. maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel. wawancara dan dokumentasi.213. dan tinggi sebesar 13. Sebagai madrasah yang berbasis pesantren.KHOIRUL ANWAR. yakni 0. Oleh karenanya. data yang terkumpul terlebih dahulu dilakukan proses koding dan tabulasi. “ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. yakni kategori rendah sebesar 45. Kesimpulannya. yakni observasi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum diklasifikasikan dalam 3 kategori. yakni rendah sebesar 83.72% (72 siswa). Skripsi. penelitian ini dilakukan. 2) Prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010. dan sedang sebanyak 12.49% (3 siswa).79% (11 siswa). Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. Dengan demikian. Karena jumlah populasi lebih dari 100 orang. diketahui bahwa nilai rhitung (0. Untuk mengumpulkan data. dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. yang ditentukan dengan teknik stratified proportional random sampling.95% (12 siswa). sedang sebanyak 40. peneliti menggunakan beberapa metode. dan dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik-pedagogis. hipotesis nihil (Ho) ditolak. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kuantitatifkorelasional. yang berarti bahwa prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum mayoritas berada pada kategori rendah. pada kenyataannya tidak semua siswa memiliki kemampuan berbahasa Arab secara memadai. Salah satunya adalah dalam proses pengajaran mata pelajaran Fiqih. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan menggunakan teknik analisis korelasi product moment. Tahun Pelajaran 2009/2010”. Sebelum dianalisis.35% (39 siswa). MA Ali Maksum masih menggunakan beberapa kitab dan literatur berbahasa Arab.767) lebih besar dari nilai r dalam tabel values product moment untuk taraf keabsahan 5% dan N sebesar 86. Setelah dilakukan konsultasi terhadap tabel sampel yang dikemukakan oleh Krejcie dan Morgan. Prestasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. 2010. Yogyakarta: jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. jumlah sampel ditetapkan sebesar 86 siswa.

.................................................. Struktur Kepengurusan MA Ali Maksum ..................... Letak dan Keadaan Geografis ........................................................................................................................... B........................ HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................... E...................................... Teknik Analisis Data .............. Hipotesis ......................... Sitematika Pembahasan ................ Metode Penelitian .... Landasan Penyelenggaraan MA Ali Maksum ................. 43 43 46 49 51 52 1 1 6 7 8 11 27 27 39 40 x ...................................................... Kajian Pustaka ..................................................................................................................................................................... HALAMAN SURAT PERNYATAAN KEASLIAN ................................................................................. I........ HALAMAN ABSTRAK............. i ii iii iv v vi vii ix x xii xiii HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ..................... H........................................................................... F..... E..... B............................................................................... Tujuan dan Kegunaan Penelitian .............. G....................................................... Tujuan Pendidikan MA Ali Maksum .................. HALAMAN MOTTO ............................................................................................................. Latar Belakang Masalah ....................................... HALAMAN KATA PENGANTAR ...................... A...................... Pembatasan dan Rumusan Masalah ........................... A................................ HALAMAN PERSEMBAHAN ..................................................... D... C................................................... D.......................... Landasan Teori ....................................... HALAMAN PENGESAHAN.................... Sejarah dan Perkembangan MA Ali Maksum . xiv BAB I : PENDAHULUAN. HALAMAN DAFTAR TABEL ............................... BAB II : GAMBARAN UMUM MA ALI MAKSUM PONDOK PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA .. HALAMAN DAFTAR ISI ....................................................................................................................................... HALAMAN DAFTAR GAMBAR...................................HALAMAN JUDUL ..................................... C..........

.................... Sistem Pendidikan MA Ali Maksum ............................................ I..... J..... B..................... Kegiatan Ekstra dan Keasramaan ................................................................ Pengujian Hipotesis ........................................ Pembahasan ................................................ G.. Guru dan Karyawan MA Ali Maksum ............................................................................................. LAMPIRAN-LAMPIRAN......... A......................................................... B............................................................................ BAB IV : PENUTUP ....... C.....................F............. Kata Penutup .. Prestasi Dalam Kejuaraan ... xi ..... Deskripsi Data .................................................................................................................. H............................................................................................ 54 60 62 65 66 67 67 73 73 75 77 77 78 80 81 86 BAB III : HASIL PENELITIAN ...................... Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum .............................. C............... D........................ Koding dan Tabulasi Data ............. Simpulan ................................................... Saran............................................. A............................ Keadaan Siswa........ DAFTAR PUSTAKA ...........................

......DAFTAR TABEL Tabel 1 Populasi Penelitian ..................................... 30 Tabel 2 Penentuan Jumlah Sampel Menurut Krejcie dan Morgan ................................................................. 31 Tabel 3 Proporsi Jumlah Sampel Dalam Tiap Kelas ...................................................... 71 xii . 32 Tabel 4 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun ......................... 68 Tabel 6 Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA.......................... 69 Tabel 7 Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum ............................................... 56 Tabel 5 Deskripsi Data Penelitian ..............

..... 72 xiii ........ 57 Gambar 2 Diagram Histogram Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 ..... 70 Gambar 3 Diagram Histogram Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 .DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun ...

102 Lampiran XIV Daftar Prestasi Siswa MA Ali Maksum .......... 125 Lampiran XXIV Bukti Sertifikat PPL II .......... 118 Lampiran XX Surat Penggantian Judul Skripsi ................................ 95 Lampiran X Hasil Wawancara .................................................................... 115 Lampiran XVIII Surat Keterangan Izin Bapeda DIY dan Kab............................. Lampiran IV Deskripsi Statistik Kemampuan Berbahasa Arab ....... 96 Lampiran XI Struktur dan Personalia MA Ali Maksum .................................................................................................................................................. 98 Lampiran XII Identitas Guru MA Ali Maksum ............................................. Lampiran III Deskripsi Data Penelitian Variabel Kemampuan Berbahasa Arab dan Prestasi Belajar Fiqih .............................................................................................. 94 Lampiran IX Panduan Wawancara .DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Jumlah dan Identitas Populasi Penelitian ...... 114 Lampiran XVII Bukti Seminar Proposal.................................................. 113 Lampiran XVI Surat Pengajuan Penyusunan Skripsi .................................................. Lampiran II Jumlah dan Identitas Sampel Penelitian ... 109 Lampiran XV Surat Penunjukan Pembimbing Skripsi ........... 119 Lampiran XXI Kartu Bimbingan Skripsi ................................................................... 90 Lampiran VI Tabel Kerja Penolong Penghitungan Product Moment ............................ 127 Lampiran XXV Daftar Riwayat Hidup . Bantul ...................... 121 Lampiran XXII Bukti Sertifikat TOAFL........ 128 xiv .................................... 93 Lampiran VIII Catatan Hasil Observasi............................. 122 Lampiran XXIII Bukti Sertifikat dan Piagam KKN ............................ 91 Lampiran VII Tabel Values of rproduct moment ............................ 116 Lampiran XIX Surat Bukti Pelaksanaan Penelitian .................................................................................................. TOEC dan IT ................. 88 89 86 87 Lampiran V Deskripsi Statistik Prestasi Belajar Fiqih ................................................................................................................. 99 Lampiran XIII Daftar Inventaris Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum ...........

2 Tahun 2001. dalam ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam. sehingga seorang filsuf bahasa Ludwig Wittgenstein menyatakan bahwa “Batas bahasaku adalah batas duniaku”. gagasan dan kehendak serta maksud orang lain. hal. Sebagai bangsa dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. (Jakarta : IRD Press. dkk. (Malang. 3 No. bahasa Arab merupakan salah satu bahasa asing yang banyak dipelajari masyarakat Indonesia. 1994). serta berbagai sumber lain dalam kajian Islamic studies terkodifikasi dalam literatur-literatur QS. manusia merupakan makhluk sosial. Monks. manusia sulit memahami ide. Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. STAIN : 2001). bahasa Arab merupakan bahasa primer.3 Tanpa bahasa. Sians dan Teknologi. hal.BAB I PENDAHULUAN A. Bahasa merupakan alat komunikasi yang berguna dalam kehidupan sosial.2 Karena dengan bahasa. 149 3 Mudjia Rahardjo. manusia membutuhkan alat komunikasi yang disebut bahasa. Oleh karenanya. Al-Hujurat (49) : 13 F.4 Hal ini dikarenakan sumber hukum Islam yang utama. 139 2 1 . Vol. (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.1 Tidak ada seorangpun yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain. 45 4 HM. 2004). yakni al-Qur’an dan as-Sunnah. hal. Terlebih lagi bagi masyarakat pesantren. seperti siswa MA Ali Maksum. Latar Belakang Masalah Menurut kodratnya. Begitu penting peran bahasa. “Bahasa: Antara Pikiran dan Tindakan”. dkk. manusia dapat berkomunikasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta peradaban. Cet9. Amin Haedari. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global.J. Bahkan pengetahuan manusia dapat diukur dari kemampuannya dalam berbahasa.

Di samping itu. belajar Islam dapat dilakukan dengan buku-buku terjemahan.S.6 Sejak awal berdirinya. digunakan buku paket ber- Ahmad Nur Fauzan. Untuk kurikulum pesantren. bagi sebagian lembaga pendidikan (seperti pondok pesantren). com. (Rabu. Sedangkan untuk mata pelajaran umum. Salah satunya adalah Madrsah Aliyah (MA) Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. menggunakan literatur berbahasa Arab. Jam 14:34 WIB 6 Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar kelas XII MAK MA Ali Maksum 5 2 . ke sana pula bahasa Arab tersiar”. 22 Juli 2009). dapat dikatakan bahwa antara masyarakat muslim dengan bahasa Arab terdapat kaitan erat yang tidak mungkin dapat dipisahkan. www. sedangkan untuk kurikulum Depag dipilah antara mata pelajaran agama dan umum. Tidak berlebihan jika ada ungkapan yang menyatakan “ke mana Islam tersebar. seperti fiqih dan al-Qur’an hadist.5 Seiring dengan semakin banyaknya penerjemahan buku dan kitab-kitab berbahasa Arab.staff. Dengan demikian. seperti IPS dan Biologi. Namun demikian. “Problematika Pengajaran Bahasa”.berbahasa Arab.id. dalam google. semua mata pelajaran menggunakan literatur berbahasa Arab. Dalam pengajaran mata pelajaran agama.ac. M. undip.Hum. dalam kehidupan sehari-hari masyarakat muslim juga tidak mungkin dapat melepaskan diri dari penggunaan bahasa Arab. masih tetap mempertahankan penggunaan literatur berbahasa Arab.. minimal saat menjalankan ibadah shalat. S. MA Ali Maksum menerapkan kurikulum yang dipadukan antara kurikulum pesantren dan Departemen Agama.

13 Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar Kelas XII IPA. MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta 7 3 . maupun hal-hal lain yang dianggap sulit untuk difahami. pada tanggal 05 November 2009. maupun dalam kegiatan di asrama. dkk. atas hal-hal yang belum jelas atau belum dapat difahami secara baik. baik berupa makna (arti). hal. Adapun metode tanya jawab dipergunakan oleh siswa untuk meminta penjelasan lebih detil kepada guru. menerangkan dan mengulas kitab berbahasa Arab tertentu .8 Fathul Qorib. Musthofa al-Bigho. 8 Karya Abdullah bin al-Husain bin Tohir bin Muhammad bin Hasyim Ba’lawy. merupakan syarh (penjabaran) dari kitab Qurrat al-‘ain.7 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses pengajaran mata pelajaran fiqih di Madrasah Aliyah Ali Maksum dilakukan dengan menggunakan literatur dan buku pegangan berbahasa Arab. terdiri dari 1 jilid. Wawancara dengan Bapak Ridwanuddin. staf TU MA Ali Maksum. menyimak dan membuat catatan-catatan di dalam kitabnya sendiri. mengartikan dan menjelaskan materi pelajaran dalam kitab berbahasa Arab. menerjemahkan. dan ‘Ali asy-Syarbajy. hal-hal yang dianggap penting.bahasa Indonesia. 16 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan metode bandongan atau wetonan adalah metode pengajaran kolektif dimana santri secara bersama-sama mendengarkan seorang ustadz atau Kyai yang membaca. dengan 16 Bab. terdiri dari 8 Juz dan 4 jilid 12 HM. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global. yakni kitab Sulam at-Taufiq. di kantor MA Ali Maksum. 9 Karya Muhammad bin Qasim al-Ghazi. Amin Haedari.11 Penggunaan literatur berbahasa Arab di lingkungan MA Ali Maksum dilakukan baik dalam proses belajar mengajar di dalam kelas.13 Metode bandongan dipergunakan oleh guru untuk membaca.10 dan al-Fiqh al-Manhaji. 10 Karya Zainuddin bin ‘Abdul Aziz al-Malaibari. terdiri dari 1 jilid 11 Karya Musthtofa al-Khin. sedangkan siswa mendengarkan.9 Fathul Mu’in. Proses pembelajaran fiqih di dalam kelas dilakukan dengan menggunakan metode bandongan12 dan metode tanya jawab. merupakan syarh (penjabaran) dari kitab atTaqrib karya Ahmad bin al-Husain (Abi Suja’).

untuk dapat mengikuti pelajaran fiqih secara baik. hal. memaknai dan menjelaskan isi dari kitab pegangan. Minimal siswa telah mampu membaca bahasa Arab secara baik dan lancar. Namun pada kenyataannya. siswa yang belum mampu membaca bahasa Arab secara baik dan lancar.15 Hal ini dikarenakan penggunaan metode bandongan diawali dengan pembacaan teks Arab oleh guru. Dengan metode praktik ini. dkk.Disamping menerapkan kedua metode di atas. belum semua siswa Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar Kelas XII IPA. terkadang guru mata pelajaran fiqih di MA Ali Maksum juga menerapkan metode praktik membaca kitab. Dalam hal ini siswa diminta untuk praktik membaca. MA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta 15 HM. Secara umum. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global. Amin Haedari. proses pembelajaran dengan metode bandongan dilakukan terhadap siswa yang dianggap telah memiliki kemampuan dasar bahasa Arab. siswa MA Ali Maksum diharuskan memiliki kemampuan bahasa Arab. Uraian di atas menggambarkan bahwa dalam tataran idealita. Minimal siswa mampu membaca bahasa Arab atau al-Qur’an. memaknai serta memahami materi yang telah diajarkan. Dengan demikian. sangat mungkin mengalami kesulitan.14 Penggunaan metode praktik ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membaca. sedangkan siswa menyimak serta membuat catatan yang dianggap perlu. sebenarnya dapat mendorong siswa belajar membiasakan diri dengan bacaanbacaan berbahasa Arab. 41 14 4 . minimal mengalami keterlambatan dalam menyimak bacaan guru.

17 Di samping masalah yang terkait dengan kemampuan berbahasa Arab di atas. melainkan juga banyak yang berasal dari latar belakang pendidikan umum (SLTP) dan lembaga pendidikan non pesantren. Siswa yang tidak memiliki persiapan yang cukup. dengan alasan yang dibuat-buat. Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas XII MA Ali Maksum.MA Ali Maksum memiliki kemampuan bahasa Arab secara memadai. Walaupun perolehan prestasi (nilai) dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Marwan Hamid. merasa khawatir jika di dalam kelas diminta praktik membaca kitab.19 Wawancara dengan Drs. Marwan Hamid. pada tanggal 10 November 2009 17 Data PSB tahun 2009: 87 siswa dari 169 siswa baru yang berlatar belakang SLTP. terdapat sejumlah siswa yang memiliki nilai mata pelajaran fiqih di bawah rata-rata. Nur Fadhilah Rizki (Siswa kelas XII MAK) selaku delegasi MA Ali Maksum dalam lomba pidato 3 bahasa (Inggris. Arab dan Indonesia) pada hari Minggu 08 November 2009 jam 17.00 WIB 19 Wawancara dengan Drs. siswa Kelas XII MA Ali Maksum yang mendapatkan nilai pelajaran fiqih di bawah rata-rata tersebut merupakan siswa yang kurang menonjol dalam kemampuan berbahasa Arab.18 Penelitian pendahuluan yang dilakukan terhadap siswa kelas XII MA Ali Maksum tentang pengaruh kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih.16 Hal ini dikarenakan semakin beragamnya input siswa MA Ali Maksum. 18 Wawancara dengan Syirojuddin Hadi Imron (siswa kelas XII IPA) dan sdr. penerapan metode praktik di dalam kelas juga menjadikan sebagian siswa merasa terbebani. yang tidak hanya berasal dari sekolah berbasis pesantren atau madrasah. Sehingga tidak sedikit diantara siswa MA Ali Maksum yang memilih mbolos dan tidak masuk pelajaran fiqih. Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas XII MA Ali Maksum. pada tanggal 10 November 2009 16 5 . namun dari beberapa sampel.

Berdasarkan uraian latar belakang di atas. dalam penelitian “Korelasi Anaara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” ini dapat dirumuskan beberapa permasalahan: 1.Hasil studi dan penelitian pendahuluan di atas menggambarkan bahwa siswa MA Ali Maksum yang tidak memiliki kemampuan berbahasa Arab secara memadai. B. juga memiliki prestasi belajar fiqih di bawah rata-rata. berkorelasi (berhubungan) dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. Pembatasan dan Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas. Dengan demikian. maka peneliti bermaksud melakukan penelitian lapangan (kancah) tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010”. karena proses pembelajaran fiqih dilakukan dengan literatur (kitab) berbahasa Arab. dapat dikemukakan hipotesis sementara bahwa kemampuan berbahasa Arab. Bagaimana kemampuan berbahasa Arab siswa Kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? 6 . serta dengan berpijak pada hasil penelitian pendahuluan yang menggambarkan adanya korelasi dua variabel. Minimnya kemampuan berbahasa Arab diprediksi menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan kurang maksimalnya prestasi belajar fiqih bagi siswa kelas XII MA Ali Maksum.

Mengetahui kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. Bagaimana prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? 3. Mengetahui korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. c. 7 . Kegunaan penelitian Pelaksanaan penelitian ini diharapkan memiliki beberapa kegunaan atau kontribusi. Tujuan penelitian Penelitian tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010” ini bertujuan untuk: a. khususnya dalam bidang penelitian pendidikan agama Islam. b. Apakah ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? C. Diantara keguanaan dan kontribusi tersebut adalah: a. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. 2. Mengetahui prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010.2. Segi praktis 1) Sebagai wahana implementasi pengetahuan yang dimiliki.

tentang pentingnya kemampuan berbahasa Arab. beserta faktor-faktor yang ikut mempengaruhi. Kajian Pustaka Berdasarkan hasil penelusuran dan studi bahan pustaka. khususnya dalam disiplin kajian dan keilmuan yang sama dengan penelitian ini. peneliti menemukan beberapa hasil penelitian yang memiliki kedekatan pembahasan dengan penelitian ini. siswa menjadi terbiasa untuk membaca. dengan keterampilan berbahasa Arab siswa MTs AnNawawi Purworejo. tahun 2007. maupun lanjutan. b. 2) Menjadi bahan rujukan bagi penelitian di masa yang akan datang. Dengan metode mahfudhat. mengucapkan dan mendengar kata-kata dalam bahasa 8 . 3) Mendorong orang tua siswa agar ikut serta memperhatikan prestasi belajar anaknya. Skripsi. Secara garis besar. Segi teoritis. D. karya ilmiah serta hasil penelitian yang ada. termasuk perlunya peningkatan kemampuan bahasa. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 1) Memberikan sumbangan bagi hazanah keilmuan Islam. Ikowiyah. diantaranya: 1. baik yang bersifat baru. “Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTs An-Nawawi Berjan Purworejo”.2) Menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat muslim. hasil penelitian menjelaskan tentang hubungan positif antara penggunaan metode menghafal (mahfudhot). khususnya dalam bidang pendidikan dan proses pembelajaran fiqih.

20 Demikian pula sebaliknya.21 3. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.Arab. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”. Abidin Fuadi Nugroho menyimpulkan. “Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTsN An-Nawawi Berjan Purworejo”. maka semakin besar pula keterampilan yang dimiliki siswa dalam berbahasa Arab. semakin lemah ketrampilan siswa dalam berbahasa Arab. Nurjanah. Dalam penelitiannya ini. Skripsi. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”. 2. semakin sering siswa menghafal kata-kata dalam bahasa Arab (mahfudhat). semakin jarang penggunaan mahfudhat. 2007. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. 2007 21 Nurjanah. adanya korelasi antara motivasi belajar dan prestasi belajar PAI pasca gempa di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul. maka semakin tinggi pula kemampuan atau keterampilan membaca bahasa Arab siswa MTsN Ngemplak Sleman Yogyakarta. Skripsi. Kesimpulan yang dibuat dalam Ikowiyah. Skripsi. 2008. Hasil dari kesimpulan penelitian yang dirumuskan adalah semakin tinggi tingkat penguasaan mufrodat siswa. “Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul”. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. Skripsi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan. 2008 20 9 . Abidin Fuadi Nugroho.

Skripsi.penelitian ini adalah. apalagi yang dilakukan di MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta. Berbeda dengan hasil penelitian di atas. Sedangkan dalam studi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan Abidin Fuadi Nugroho. semakin tinggi pula prestasi belajar yang diraihnya. “Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul Yogyakarta”. Namun sejauh ini peneliti belum menemukan satupun karya ilmiah atau hasil penelitian yang secara spesifik melihat hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. semakin tinggi motivasi belajar yang dimiliki siswa. sebenarnya masih banyak lagi karya ilmiah atau hasil penelitian yang mengarah pada variabel-variabel yang ada dalam penelitian skripsi ini. Hasil penelitian yang dilakukan Ikowiyah dan Nurjanah di atas melihat ketrampilan atau kemampuan berbahasa Arab siswa dari sisi metode menghafal (mahfudhot) dan penguasaan kosa kata (mufrodat). 2007 22 10 . dikaitkan dengan motivasi belajar. penelitian tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” yang dilakukan peneliti lebih menitik beratkan pada hubungan antara kemampuan siswa dalam berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih di MA Ali Maksum. Sebagaimana telah dikemukakan pada pembahasan sebelumnya.22 Disamping hasil penelitian di atas. Sedangkan hasil penelitian Abidin Fuadi Nugroho lebih melihat prestasi belajar siswa. bahwa proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dilakukan dengan literatur (kitab-kitab) berbahasa Arab. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

dalam google. bahasa diartikan sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer. Landasan Teori 1. Tinjauan kemampuan berbahasa Arab a. bahasa juga dapat dimaknai dengan ucapan (perkataan) yang baik. hal. “Sosiolinguistik: Masyarakat Bahasa 1”.24 Sedangkan dalam pengertian terminologi (istilah).peneliti. Harimurti mendefinisikan bahasa sebagai sistem Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. yang berupa lambang bunyi suara yang dihasilkan alat ucap manusia. berupa bunyi yang digunakan oleh anggota kelompok sosial untuk bekerjasama dan saling berhubungan.23 Disamping itu. didapatkan sampel bahwa kemampuan berbahasa Arab berkorelasi dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum. masih banyak definisi lain yang dikemukakan para tokoh. Sehingga perlu dilakukan penelitian. bahasa didefinisikan secara berbeda oleh beberapa tokoh. 77 24 Ibid. hal. E. anaksastra. (Jakarta: Balai Pustaka. cet. yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama.25 Disamping definisi di atas. bahasa merupakan alat komunikasi sosial. tingkah laku yang baik dan sopan santun. Sedangkan menurut Keraf.com. Diantaranya adalah: Sturtevent mendefinisikan bahasa sebagai sistem lambang sewenang-wenang. Pengertian Bahasa Arab Secara etimologi. berinteraksi dan mengidentifikasikan diri.com. www. 77 25 UPI. (22 Oktober 2009).blogspot. 1 23 11 . Ke-10. 1999).. Linguistik Sastra Jurnalistik. apakah ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Jam 07:40:00 WIB. hal.

dapat dikatakan sebagai bahasa. Filsafat Bahasa Mengungkap Hakikat Bahasa. perkembangan bahasa berkelindan (seiring) dengan perkembangan alam dan zaman. (Bandung: Angkasa. dan Tanda. Seluruh fenomena simbolis yang terdapat dalam kehidupan manusia.lambang arbriter yang digunakan masyarakat untuk bekerja sama. “Outline of Linguistic Analysis”. dan realitas empirik di alam semesta ini. misalnya masyarakat Jawa memiliki bahasa Jawa. berinteraksi dan mengidentifikasi diri. Kamus Linguistik. cet. Dengan demikian. dan lain sebagainya. 66-67 28 Asep Ahmad Hidayat. Ke-1. dalam Henry Guntur Tarigan. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 1982).26 Sedang menurut Bloch dan Trager. Ke-1. yang dimaksud dengan bahasa Arab dalam penelitian ini adalah. sekaligus mengandung pengertian umum. Psikolinguistik. Masyarakat Arab melahirkan bahasa Arab. (Jakarta: Gramedia. cet. sebagai alat Harimurti Kridalaksana.27 Dengan melihat definisi-definisi yang telah diungkapkan di atas. 2006). terdapat kata kunci yang mengandung pengertian khusus. sebagai alat komunikasi bagi komunitas masyarakat tertentu. 23 27 26 12 . 1984). Berdasarkan uraian definisi di atas. hal. Makna. 17 Bernard Bloch and Trager. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa pada dasarnya merupakan sistem simbol yang ada di alam semesta raya. hal. masyarakat Melayu menciptakan bahasa Melayu. bahasa adalah sistem simbol bunyi yang arbriter yang dipergunakan kelompok sosial sebagai alat untuk berkomunikasi. hal. Yakni kata “simbol”. lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap masyarakat Arab. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan bahasa adalah lambang bunyi suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.28 Dengan demikian.

bahwa yang dimaksud dengan bahasa Arab dalam penelitian ini adalah bahasa Arab di dalam kitabkitab fiqih yang menjadi rujukan dan pegangan utama guru dalam proses pengajaran dan pembelajaran fiqih kepada siswa Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Yogyakarta: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. 78 Busyari Madjidi. Secara historis. buku.30 b. “Metodologi Pengajaran Bahasa Arab Untuk Jurusan Bahasa Arab”. (2008). Akhirnya dapat disimpulkan. Yakni orang yang menggunakan bahasa Arab (berbahasa Arab). kitab dan berbagai media ilmiah lainnya. bahasa Arab Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sejarah Perkembangan Bahasa Arab Bahasa Arab merupakan bahasa Semitik yang muncul dari daerah Semit (sekarang termasuk wilayah Arab Saudi). yakni bahasa Arab fushah (fasih dan resmi) dan bukan bahasa pasaran (‘amiyah). bahasa Arab Smitik merupakan bahasa terbesar (mayoritas) dari sekian banyak rumpun dalam bahasa Arab. Penambahan kata depan “ber” dalam kata bahasa pada skripsi ini (menjadi berbahasa) menunjukkan bahwa yang menjadi titik tekan dalam penelitian ini adalah orang (bukan bahasanya). hal. Secara kuantitatif. 01 30 29 13 .berkomunikasi dan menyampaikan pesan (lisan dan tulisan). hal. serta hal-hal yang melingkupinya. termasuk bahasa Arab yang dipakai dalam literatur.29 Sehingga dalam penelitian ini tidak akan memberikan ulasan secara spesifik tentang karakteristik bahasa Arab. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

32 Dalam perjalanan sejarahnya. (21 November 2008) 32 Ibid. www. Bahasa Arab modern telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 sub bahasa dalam ISO 639-3. “Al-‘Arabiyah”.31 Bahasa-bahasa ini dituturkan di seluruh dunia Arab. bahasa Arab dipelajari oleh orang Islam hanya dalam rangka tujuan praktis yaitu ibadah. Vol. Hal ini menjadikan bahasa Arab banyak diasimilasi menjadi bahasa masyarakat Eropa. bahasa Arab juga merupakan alat utama budaya. 33 Mansur.com.blogspot. matematika dan filsafat. 71-72 31 14 . sedangkan bahasa Arab baku telah tersebar dan dikaji di seluruh dunia Islam (‘araby dan ‘ajamy). “Definisi Bahasa Arab”. was posted on Friday. dalam google. termasuk bahasa Indonesia. 1 No1 (2004). dalam Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bahasa Arab tidak diposisikan sebagai media untuk melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban masyarakat muslim. hal.com. ketika tujuan pragmatisnya (membaca al-Qur’an dan menjalankan ibadah) telah tercapai. khususnya dalam bidang sains. Sehingga mayoritas umat Islam tidak lagi mempelajari bahasa Arab.33 Ibnu Aziz.ibnuaziz83. Bahasa Arab modern berasal dari bahasa Arab klasik yang telah menjadi bahasa kesusasteraan dan bahasa liturgi Islam sejak dari abad ke-6 Masehi..berkerabat dekat dengan bahasa Ibrani dan bahasa Aram. Semasa abad pertengahan. Bahasa Arab telah memberi banyak kosa kata kepada bahasa lain di dunia Islam.

Kelangsungan hidup sebuah bahasa sangat dipengaruhi oleh budaya dan dinamika yang terjadi serta dialami penuturnya. Linguistik Sastra Jurnalistik “Sosiolinguistik: Hubungan Bahasa dengan Budaya”. “Sosiolinguistik: Hubungan Bahasa dengan Budaya”. bahasa memiliki beberapa fungsi.38 Fakultas Ilmu Bahasa UGM. www. Para ahli bahasa menegaskan. bahwa bahasa sebagai alat komunikasi hanya dimiliki oleh manusia. Fungsi Bahasa Arab Secara umum. 29 Oktober 2009). bangsa atau negara tertentu akan mengalami kesirnaan. Disatu sisi. seiring dengan tuntutan perkembangan zaman.36 Hewan dan makhluk-makhluk lain di dunia ini tidak memiliki bahasa. 2 15 . akan tetapi luwes dan selalu berubah. bahasa hidup dan berkembang dalam masyarakat.15 WIB 35 Ibid 36 37 38 34 UPI.34 Bagi sebuah bangsa. bahasa dapat menjadi salah satu faktor kebanggaan serta perekat semangat nasionalisme suatu bangsa.35 Bahasa juga berfungsi sebagai alat komunikasi.37 Oleh karenanya.fib. bahasa tidak bersifat permanent. bahasa suatu komunitas. Linguistik Sastra Jurnalistik.ugm. hal.id. hal. Al-Baqarah (2) : 31-33 UPI. manusia mampu membentuk lambang atau memberi nama guna menandai setiap kenyataan. Implementasinya. Sedangkan di sisi yang lain. “Bahasa dan Dinamika Masyarakat”.antropologi . bahasa merupakan salah satu ciri atau tanda yang membedakan dengan bangsa lain. Diantaranya adalah sebagai identitas bangsa atau Negara. Bahkan tidak menutup kemungkinan. (Rabu. dalam google.c.ac. serta dipakai oleh komunitasnya sebagai alat komunikasi. 2 QS.com. jam 20.

(Bandung: Sinar Baru Algensindo. Sehingga untuk dapat mempelajari nilai-nilai agama Islam secara baik dan maksimal. SMALB.blogspot. sedangkan alQur’an diturunkan dalam bahasa Arab. 2005). d. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca? Suatu Teknik Memahami Literature Yang Efisien.com. hal. “Belajar Bahasa Arab-Keharusan”. 57-61 41 Panitia PPL 1 Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.39 Sebagaimana telah disinggung pada bagian sebelumnya. 1 40 Nurhadi. 2008).com/ 2009/06/belajar-bahasa-arab-keharusan. hal. Seseorang belum dikatakan memiliki kemampuan berbahasa Arab secara baik. bagi masyarakat muslim Indonesia bahasa Arab juga berfungsi sebagai alat untuk melakukan proses pengkajian dan pendalaman terhadap nilai-nilai agama Islam. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA.Disamping beberapa fungsi dia atas. Kemampuan membaca kritis merupakan kemamAbdul Munir Sape. bahwa sumber utama nilai-nilai agama Islam adalah al-Qur’an. (Yogyakarta.41 Kemampuan membaca literal adalah kemampuan pembaca mengenal dan menangkap bahan bacaan yang tertera secara tersurat (eksplisit). Dan MAK”. diperlukan kemampuan berbahasa Arab secara baik dan memadai. pembaca kritis dan pembaca kreatif. MA. http://dorokabuju. ada tiga golongan pembaca bahasa Arab. yakni: pembaca literal.html. Dilihat dari tingkat kemampuan membacanya. dalam yahoo. Indikator Kemampuan Berbahasa Arab Seseorang dikatakan mampu untuk berbahasa Arab dengan baik adalah ketika ia memiliki empat ketrampilan berbahasa. yakni:40 1) Kemampuan membaca (qiro’ah / reading skills) Membaca merupakan salah satu ketrampilan dalam berbahasa. jika belum mampu membaca naskah atau tulisan dalam bahasa Arab.750 39 16 . hal.

baik makna tersurat maupun makna tersiratnya melalui tahap mengenal. (Malang: Misykat. makna antar baris (reading between lines) dan makna dibalik baris (reading beyond the lines). Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. Fuad Efendi. tetapi yang mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untuk kepentingan sehari-hari. Syaiful. Diantaranya adalah membaca keras (‫. menganalisa.)أﻟﻘﺮاءةاﻟـﺘﺤﻠـــﻴﻠﻴــﺔ‬Membaca keras merupakan jenis membaca yang dilakukan dengan suara jelas dan dapat dimengerti orang lain. Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren alLuqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning. Membaca rekreatif bertujuan memberikan latihan kepada siswa untuk membina minat dan kecintaan membaca. baik pokok maupun rinciannya. Yogyakarta: Skripsi. 18 43 A. memahami. mensintesa dan menilai. 126 44 M. hal. 2004). 2008.)أﻟﻘﺮاءةاﻟــﺼﺎﻣـﺘـــﺔ‬ membaca cepat (‫ .)أﻟﻘﺮاءةاﻟﺠـﻬﺮﻳـــﺔ‬ membaca dalam hati (‫. 19 42 17 . Membaca dalam hati bertujuan memperoleh pengertian. terdapat beberapa jenis membaca. 44 M.puan pembaca mengolah bahan bacaan secara kritis untuk menemukan keseluruhan makna bahan bacaan. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Sedangkan membaca analitis bertujuan untuk melatih siswa agar memiliki kemampuan mencari informasi dari bahan atau literatur yang tertulis tertulis (berbentuk tulisan). Syaiful. hal. Sedangkan kemampuan membaca kreatif adalah membaca yang tidak sekadar menangkap makna tersurat (reading the lines). Membaca cepat bertujuan untuk menggalakkan siswa agar berani membaca lebih cepat daripada kebiasaannya. hal. Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren alLuqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning.42 Dalam konteks membaca bahasa Arab.)اﻟﻘﺮاءةاﻟﺴﺮﻋﺔ‬membaca rekreatif (‫ )أﻟﻘﺮاءةاﻹﺳـﺘﻤـﺘﺎﻋـﻴــﺔ‬dan membaca analitis (‫ 34.

secara tertulis yang mencerminkan kecakapan menulis dengan tepat. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA.45 3) Kemampuan mendengarkan (istima’ / listening skills) Kemampuan mendengarkan bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa aspek. tanda baca. a) Mampu menyampaikan informasi secara lisan dengan lafal yang tepat dalam kalimat sederhana. a) dapat menulis kata. Diantaranya adalah. serta tanda baca yang tepat. MA. 767 46 Ibid. b) Melakukan dialog sederhana dengan Team PPL 1 Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. dan struktur yang tepat.2) Kemampuan menulis (kitabah / writing skills) Kemampuan menulis siswa dalam bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa hal. a) Mengidentifikasi bunyi huruf Hijaiyah dan ujaran (kata. dan kalimat dengan huruf ejaan. frasa atau kalimat) dalam suatu konteks dengan mencocokkan dan membedakan secara tepat. b) Memperoleh informasi umum dan atau rinci dari berbagai bentuk wacana lisan sederhana secara tepat. Diantaranya adalah. 767 45 18 . b) Mampu mengungkapkan informasi secara tertulis dalam kalimat sederhana sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan menggunakan kata. frasa dengan huruf.46 4) Kemampuan berbicara (kalam / speaking skills) Kemampuan berbicara menggunakan bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa bentuk. frasa. hal. hal.. SMALB. Dan MAK”. c) Mampu mengungkapkan pendapat dan perasaan. Diantaranya adalah.

prestasi diartikan sebagai hasil yang telah dicapai.50 2. dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan prestasi Ibid. (Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group. H.lancar dan benar yang mencerminkan kecakapan berkomunikasi dengan santun dan tepat. hal. G. 1986). ”kualitas berbahasa seseorang jelas tergantung pada kualitas dan kuantitas mufrodat (perbendaharaan kata) yang dimilikinya. Sedangkan Ilmu sharaf adalah ilmu yang mempelajari perubahan bentuk kata dalam bahasa Arab. (2005). (Bandung : Sinar Baru Algensindo. hal. edisi revisi.51 Senada dengan pengertian tersebut.. 2000). semakin banyak mufrodat yang dimiliki seseorang.49 Sedangkan menurut H. VII. Metodologi & Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab. hal. cet. maka mudahlah kita untuk menguasai aspekaspek yang lainnya. 467 48 47 19 . Jika penguasaan kata pada aspek ini telah memadai. Terjemahan Matan Kailani dan Nadham al-Maqsud berikut penjelasannya.48 Menurut Fahmi.47 Untuk dapat menguasai empat aspek ketrampilan berbahasa Arab di atas. Kamus Ilmiah Populer.. 33 50 Tarigan. maka semakin besar pula ketrerampilan berbahasanya”. diperlukan penguasaan ilmu nahwu & shorof. dan lain sebagainya. perubahan akhir kata (i’rab). hal. hal. kedudukan sebuah kata dalam struktur kalimat. Kosa Kata Pengajaran. Tinjauan prestasi belajar a. yang harus diprioritaskan dari empat aspek kemahiran berbahasa Arab adalah aspek yang pertama yaitu membaca.. iii 49 Radhliyah Zaenuddin.G Tarigan. dkk. Moch. 2005). 02 51 Adi Satrio. c) Menyampaikan pendapat dan perasaan secara lisan dengan lancar sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan berkomunikasi dengan santun dan tepat. (Bandung: Angkasa. Anwar. 767 Ilmu nahwu adalah ilmu tata bahasa Arab yang mempelajari susunan kalimat. Pengertian Prestasi Belajar Secara bahasa.

hal. 787 Sunarto. Misalnya. 67 53 52 20 . prestasi merupakan hasil yang telah dicapai oleh seseorang. (Bandung: Maestro. Perubahan itu sendiri berangsur-angsur dimulai dari sesuatu yang tidak dikenalnya. Kamus Besar Bahasa Indonesia. yang pada umumnya (perubahan tesebut) bersifat permanen. untuk kemudian dikuasai atau dimilikinya dan dipergunakannya sampai pada suatu saat dievaluasi oleh yang menjalani proses belajar itu. belajar adalah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus. Sedangkan belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya tingkah laku. www. Kedua.52 Dengan demikian. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. “Pakem Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Dan Menyenangkan”.com.sunarto mbs. hal. setelah orang tersebut melakukan atau mengerjakan suatu pekerjaan tertentu. para psikolog dan ahli pendidikan mendefinisikan belajar secara berbeda-beda. pertama. hal. (Bandung: Remaja Rosdakarya. 90-91 55 Ahmad Tafsir. Chaplin memberikan batasan belajar dengan dua rumusan. Science fun. sebagai hasil dari terbentuknya respon utama.adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan atau dikerjakan). 2008). 2008). secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.com. dalam google. 2009-01-05 54 Muhibbin Syah.55 Bertolak dari berbagai definisi di atas.54 Sedangkan Mahfud Shalahuddin mendefinisikan belajar sebagai: Suatu proses perubahan tingkah laku melalui pendidikan atau lebih khusus melalui prosedur latihan. Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah. belajar merupakan perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman.53 Disamping definisi tersebut.wordpress.

Dengan demikian. Arif Gunarso mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usahausaha belajar. hal. February 04.com. Sedangkan yang dimaksud dengan prestasi belajar fiqih dalam penelitian ini adalah. 5 57 56 21 . dan dapat diukur dengan alat atau tes tertentu. Berdasarkan uraian tentang pengertian prestasi dan belajar di atas. tingkat keberhasilan siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010.yang relatif menetap (permanent) sebagai hasil pengalaman. afektif dan psikomotor. Saturday. hal. yang Muhibbin Syah.com.56 Senada dengan kedua pendapat di atas. prestasi belajar dapat dimaknai sebagai “taraf keberhasilan murid atau santri dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah atau pondok pesantren yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu”. Sedangkan Winkel mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang.57 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan yang dicapai dari suatu kegiatan atau usaha yang dapat memberikan kepuasan emosional. ”Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mesir”. Zainun Najib. dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu yang relatif menetap (permanent) sebagai hasil atau akibat dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. dalam google. setelah menempuh proses pembelajaran dalam mata pelajaran Fiqih.blogspot. www. 132 M. 2006. masnaguib. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.

Psikologi Pendidikan. Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri siswa dapat bersifat biologis dan psikologis. “Kajian Teoritis Prestasi Belajar”. dan lingkungan. yakni: (1) keadaan jasmani. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Untuk mencapai prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan. status sosial siswa. 2) Faktor dari luar diri siswa: a) faktor pengatur belajar mengajar di sekolah yaitu kurikulum pengajaran. 233. 2009 59 Suryabrata. minat dan kondisi akibat keadaan sosiokultural. (Jakarta : CV. motivasi belajar. 58 22 .areefah. Secara lebih rinci. faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor internal) dan faktor yang barasal dari luar diri siswa atau (faktor eksternal).tk. pendengaran dan lain sebagainya. sikap dan perasaan. sekolah. perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhinya.59 Yahya Asnawi. b) Faktor fisiologis atau faktor biologis. www. yang dapat dibedakan menjadi 2 bagian. kemampuan belajar. interaksi guru dengan siswa. hal.58 b. fasilitas belajar. 2002). keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar. masyarakat dan lain sebagainya. misalnya fungsi penglihatan. Diantara faktor-faktor tersebut adalah.com. dan (2) keadaan fungsi-fungsi fisiologis tertentu. pengelompokan siswa b) faktor-faktor sosial di sekolah yaitu sistem sekolah. sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga. Dan c) faktor situasional yaitu keadaan sosial ekonomi. keadaan waktu dan tempat. e-mail:@reefah@yahoo. S.diukur dengan tes tertentu dan diwujudkan dalam bentuk nilai atau skor dan dituangkan dalam buku raport. Rajawali. disiplin sekolah. faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Faktor dari dalam diri siswa meliputi: a) faktor psikis yaitu: IQ.

fungsi dari masing-masing anggota badan. 276 61 60 23 . seperti keadaan fisik. 636 Much. yakni kelompok yang berasal dari dalam diri siswa dan kelompok yang bersal dari luar dirinya. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa dibagi ke dalam dua kelompok. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa juga dapat dibedakan menjadi dua bagian. yakni faktor yang bersifat psikologis seperti IQ. (Yogyakarta: Dian Yogyakarta. 3. waktu dilaksanakannya belajar. yang harus diajarkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Berdasarkan uraian di atas. 1994).60 Sedangkan fiqih diartikan dengan mengetahui dan memahamkan. dan lain sebagainya. suasana lingkungan sekolah. yang dimaksud dengan mata pelajaran fiqih adalah pelajaran tentang hukum Islam. dan lain sebagainya. hal. Pengertian Secara bahasa. dalam pengertian bahasa. minat.61 Namun yang dimaksud dengan fiqih di sini adalah ilmu yang mempelajari tentang hukum Islam. proses belajar yang dilalui. Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih. Mata Pelajaran Fiqih a. motivasi. Sedangkan faktor yang berasal dari luar diri siswa diantaranya adalah kondisi lingkungan keluarga. hal.06 62 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. serta faktor yang bersifat biologis. mata pelajaran diartikan dengan ”pelajaran yang harus diajarkan (dipelajari) untuk sekolah dasar atau sekolah lanjutan”. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dachlan Arifin. bakat dan lain sebagainya.62 Dengan demikian. hal. pola hidup masyarakat. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

fiqih didefinisikan secara berbeda oleh para tokoh. Diantaranya. hal. Salam Qobbany mendefinisikan ilmu fiqih sebagai ilmu yang menerangkan segala hukum yang dipetik dari dalil-dalil yang tafsili. Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih. hal. haram. fiqih didefinisikan sebagai ilmu yang menerangkan hukum-hukum Allah terhadap perbuatan para mukallaf. baik wajib. b. Kompetensi Pembelajaran Fiqih Di Madrasah Aliyah Sebagai sub sistem dari sistem pendidikan Nasional. Sunnah Rasul dan sumber-sumber hukum Islam lainnya. 06 63 24 . segala rumusan tentang tujuan dan kompetensi pendidikan Madrasah Aliyah Much. Muhammad Abd. baik yang bersifat ubudiyah (hubungan dengan Allah) maupun amaliyah (berhubungan dengan sosial). makruh maupun mubah. yang digali dari al-Qur’an.(dipelajari) oleh siswa sekolah. 1994).. yang harus dipelajari (diajarkan) kepada siswa sekolah dasar hingga sekolah lanjutan (menengah). (Yogyakarta: Dian Yogyakarta. serta dalil-dalil syara’ lainnya. baik untuk jenjang sekolah dasar maupun jenjang lanjutan. seperti ijma’ dan qiyas.05 64 Ibid. sunat. yang diterima dari Allah dengan perantaraan kitab suci (al-Qur’an) dan sunnah Rasulullah.63 Sedangkan menurut Ibnu Khaldun.64 Berdasarkan uraian di atas. Secara istilah. Dachlan Arifin. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan mata pelajaran fiqih di sisni adalah pelajaran tentang hukum Islam yang mengatur perilaku seorang mukallaf.

tidak dapat dilepaskan dari tujuan pendidikan Nasional. Secara umum, rumusan kompetensi dasar bagi Madrasah Aliyah adalah: 1) Memahami ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah, demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2) Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna 3) Berperilaku terpuji seperti husnuzzhan, taubat dan raza dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof, tabdzir & fitnah 4) Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam. 5) Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia.65 Secara lebih khusus, dalam keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah / Keagamaan, disebutkan bahwa mata pelajaran fiqih dimaksudkan untuk

memberikan bekal kepada siswa agar lebih mampu memahami ajaran Islam dalam aspek hukum.66 Dengan demikian, kompetensi mata pelajaran fiqih pada Madrasah Aliyah adalah terbentuknya sumber daya manusia muslim Indonesia yang memahami terhadap ajaran Islam, khususnya dalam aspek hukum. c. Ruang Lingkup Materi dalam Pembelajaran Fiqih Secara umum, ruang lingkup materi dalam pembelajaran fiqih terbagi dalam 4 bagian, yakni 1) berkaiatan dengan urusan akhirat (ibadah), 2) berkaitan dengan urusan dunia (mu’amalah),

3) berhubungan dengan kelangsungan hidup manusia (munakahat),
Badan Standar Nasional Pendidikan, SKL-Mata Pelajaran SMK/MAK, hal. 68 Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah Keagamaan, Bab III huruf D butir 10, hal. 13
66 65

25

4) berhubungan dengan kepentingan umum (’uqubat).67 Sedangkan menurut Hasbi Ashiddieqy, ruang lingkup mata pelajaran fiqih meliputi terhadap berbagai hal, sebagai berikut: 1) Ibadat, mencakup tentang taharah, shalat, jenazah, puasa, zakat, haji, ...2) AL-Ahwal asy-syahsiyyah, yang meliputi: nikah dan berbagai hal yang melingkupinya, wasiat, waris, radla’ah, hadlonah dan perwakilan 3) Al-Muamalah al-Madaniyah, yang meliputi: jual beli, sewa menyewa hutang piutang, gadai, rahn, syuf’ah, salam, ... 4) Al-Muamalah Al-Maliyah, meliputi: Baitul Mal, perbendaharaan negara, ... 5) Uqubat, meliputi: Qishas, hudud, ta’zir, ... 6) Al-Ahkam al-Murofa’at (mukhossomat), meliputi: peradilan, hakim, gugatan, 7) Al-Ahkam As-Sultoniyah, meliputi: kepala negara, rakyat, musyawarah, ... 8) Al-Ahkam Ad-Duwaliyah meliputi: hubungan antar negara, perang, ...68 Dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah / Keagamaan bahan kajian yang tercakup dalam mata pelajaran fiqih adalah ibadah, mu’amalah, ath’imah, munakahah, faraidh dan wasiat, uqubat, qadhaf, serta perbandingan madzhab dalam beberapa hukum tertentu.69 Bagi Madrasah Aliyah Ali Maksum, pada dasarnya ruang lingkup pembelajaran fiqih tetap mengacu terhadap SK Menteri Agama no. 374 di atas. Namunn dalam prosesnya pembelajaran fiqih di MA Ali Maksum dilakukan secara lebih detil, dengan menggunakan berbagai pendapat ulama terkait dengan suatu permasalahan hukum tertentu, khususnya pendapat yang dikemukakan oleh ulama dalam lingkungan madzhab Syafi’i. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran

Much. Dachlan Arifin, Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih, hal. 15 Ibid., hal. 22 - 24 69 Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah Keagamaan, Bab III huruf D butir 10, hal. 13
68

67

26

dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan atau litaratur berupa kitab, yang mayoritas hasil karya ulama madzhab Syafi’i. F. Hipotesis Guna menjawab rumusan masalah yang diajukan, maka hipotesis atau jawaban sementara yang akan dibuktikan kebenarannya melalui proses penelitian ini adalah; “Ada hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010”. G. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan atau penelitian “kancah” (field research),70 yakni suatu penelitian yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke lapangan atau lokasi penelitian. Sedangkan dilihat dari sifat datanya, penelitian ini termasuk penelitian “kuantitatif-korelasional”. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian ilmiah yang sistematis dengan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan dengan fenomena alam.71 Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antar variable.72 Sedangkan penelitian korelasional merupakan

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1996), hal. 11. 71 Abdul Rohim, “Penelitian Kuantitatif dengan Masalah-Masalahnya”, www. ariemcool. multiply.com dalam Yahoo.com, 2008, hal. 1 72 Ibid, hal. 2

70

27

penelitian kuantitatif-korelasional merupakan penelitian ilmiah yang dilakukan secara sistematis. Mengenal Analisis Korelasi www.teknik analisis yang termasuk dalam salah satu teknik pengukuran asosiasi atau hubungan (measures of association). untuk mengetahui hubungan antar variable.info/korelasi/korelasi. grafik atau diagram. penelitian korelasional adalah penelitian untuk mengetahui hubungan antar dua variabel.htm dalam yahoo. yakni variabel bebas (kemampuan berbahasa Arab) dan variabel terkait (prestasi belajar fiqih). dengan menggunakan data-data berupa angka serta analisa statistik. Dengan demikian. yang disajikan dalam bentuk tabel. dengan bersumber pada realitas atau fenomena empirik yang bersifat obyektif. 2. Penentuan jenis penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa data-data dalam penelitian ini berbentuk angka. dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel. Disamping itu. Teori Analisi Korelasi. Pengukuran asosiasi merupakan istilah umum yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel.com 73 28 . proses pengolahan data perlu dilakukan dengan menggunakan metode analisis statistik. Karena penelitian ini menitik beratkan pada hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih yang merupakan Jonathan Sarwono. Dengan demikian.jonathan sarwono. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan statistik.73 Secara sederhana.

90 Suharsimi Arikunto. jika jumlah populasi lebih dari 100 orang. yang melibatkan berbagai komponen dan individu di dalamnya. Dengan pendekatan statistik peneliti bermaksud untuk melihat hasil internalisasi dan eksternalisasi materi fiqih. maka pendekatannyapun menjadi pendekatan “statistik-pedagogis”. penelitian harusnya dilakukan terhadap seluruh anggota populasi. hal. Namun demikian. Penentuan pendekatan statistik dalam penelitian ini didasarkan pada tujuan penelitian yang berusaha untuk mengetahui hubungan antara prestasi belajar fiqih. Populasi Populasi atau universe merupakan keseluruhan unsur atau elemen yang menjadi obyek penelitian. metode analisis data untuk mengetahui interelasi dan bentuk-bentuk interaksi di tengah proses belajar mengajar di MA Ali Maksum. Yang dimaksud dengan pendekatan statistik adalah metode analisis data untuk mengetahui interelasi dan bentuk-bentuk interaksi yang terjadi di tengah kehidupan suatu kelompok. dilihat dari kemampuan berbahasa Arab siswa.75 Secara ideal.hasil dari kegiatan belajar mengajar dan proses pendidikan. Sosiologi Agama. Dengan demikian. (Bandung : Rosda Karya. 2000). 1998). 102 29 . Populasi dan Sampel Penelitian a. yakni kelompok masyarakat pendidikan. (Jakarta: Rineka Cipta. Prosedur Penelitian. hal. 3.74 Sedangkan istilah pedagogis merupakan pembatasan atas kelompok yang dimaksud. yang dimaksud dengan pendekatan statistik-pedagogis dalam penelitian ini adalah. penelitian dapat 74 75 Dadang Kahmad.

maka penelitian dapat dilakukan terhadap sampel. yang dimaksudkan dengan populasi penelitian adalah: seluruh siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. Metode Penelitian Sosial. Tabel 1 76 Populasi Penelitian Kelas XII . hal. TA 2009/2010.MAK XII . 2002). maka penelitian ini akan dilakukan melalui sampel. random sampling. yang berjumlah 113 siswa. Secara lengkap rincian populasi yang berjumlah 113 siswa dapat dilihat dalam tabel berikut ini (Identitas populasi dapat dilihat dalam lampiran I).77 Untuk menentukan sampel (teknik sampling). Diantaranya adalah. terdapat beberapa cara yang dapat dipergunakan.IPS TOTAL PUTRA 18 11 17 46 PUTRI 15 27 25 67 JUMLAH 33 38 42 113 b. Sampel dan Teknik Sampling Sebagaimana telah dikemukakan di atas. Karena jumlah siswa kelas XII MA Ali Maksum berjumlah 113 siswa. Dalam penelitian ini. atau yang sering disebut dengan penelitian sampel.dilakukan terhadap sebagaian dari populasi. (Bandung: PT Remaja Rosda Karya. jika jumlah populasi lebih dari 100 orang. 57 77 76 30 .IPA XII . diambil tgl 2 Nov 2009 Irawan Soehartono. Sampel merupakan suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan yang dianggap dapat menggambarkan populasinya. stratified Data Dokumentasi Sekolah MA Ali Maksum.

Teknik Sampling. untuk populasi 110 orang. ditetapkan 86 sampel. proportional sampling. Berdasarkan tabel sampel yang dikemukakan Krejcie dan Morgan di atas.. purposive sampling. dilakukan dengan teknik proporsional. 36 40 44 48 52 Populasi (N) 65 70 75 80 85 90 Sampel (n) 56 59 63 66 70 73 Populasi (N) 95 100 110 120 130 . 4 78 31 . Tabel 2 79 Penentuan Jumlah Sampel Populasi (N) .. cluster sampling. Sehingga dalam penelitian ini (dengan jumlah populasi sebanyak 113 siswa) dinisbatkan pada jumlah populasi terdekat... Sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel. 1994) hal. artikel tidak diterbitkan. 40 45 50 55 60 Sampel (n) . dengan Sutrisno Hadi. Untuk menentukan jumlah sampel. Metodologi Research. (Yogyakarta : Yasbit Fakultas Psikologi UGM.. Dengan demikian. yakni 110 populasi.. ditetapkan sebanyak 92 sampel. quota sampling. Untuk menentukan jumlah sampel pada tiap-tiap kelas. sebagai berikut.78 Dalam penelitian ini. peneliti menggunakan teknik proposional dari tabel Krejcie dan Morgan.. sedangkan jumlah populasi 120 orang. hal. probability sampling... jumlah sampel dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 86 responden.. 2000.. penentuan sampel dilakukan dengan teknik stratified proportional random sampling. Sampel (n) 76 80 86 92 97 .. dan double sampling. 120 79 Hasan Musthafa.sampling.

32 .70 15 : 113 x 86 = 11. Metode Pegumpulan Data Sebagai sebuah penelitian ilmiah. karyawan dan siswa kelas I serta kelas II dilingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.37 27 : 113 x 86 = 20. Tokoh masyarakat.55 17 : 113 x 86 = 12. serta kepala sekolah. 5. SISWA 18 15 11 27 17 25 113 PROPORSI KELAS 18 : 113 x 86 = 13.03 JML.perhitungan dan hasil sebagaimana terlihat dalam tabel berikut (Identitas sampel dapat dilihat dalam lampiran II). untuk mendapatkan data yang akurat. guruguru non mata pelajaran fiqih. pengurus Yayasan Ali Maksum. Tabel 3 Proporsi Jumlah Sampel KELAS XII MAK PUTRA XII MAK PUTRI XII IPA PUTRA XII IPA PUTRI XII IPS PUTRA XII IPS PUTRI JUMLAH JML. diperlukan penggunaan metode pengumpulan data yang sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan.42 11 : 113 x 86 = 8. Data atau informasi yang diperoleh harus benar-benar relevan serta bertalian. Subyek dan Informan Penelitian Yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran fiqih dan siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010.94 25 : 113 x 86 = 19. Sedangkan pihak-pihak yang dijadikan informan penelitian adalah. Oleh karena itu. SAMPLE 14 11 8 21 13 19 86 4. mengena dan tepat dengan pokok permasalahan yang diteliti (akurat). data merupakan faktor penting yang menuntut terpenuhinya unsur relevansi.

sedangkan data dari variabel kontinum. Prosedur Penelitian.Suharsimi Arikunto memberikan batasan. Dalam penelitian ini. baik yang berupa fakta maupun angka. Untuk memenuhi harapan ini. pengumpulan data dalam penelitian tentang “Korelasi antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” dilakukan dengan menggunakan metode-metode sebagai berikut. yakni data diskrit dan data kontinum. hal.80 Secara umum. hal. sehingga data-data yang diperlukan adalah data yang berbentuk angka (kuantitatif). Data dari variabel diskrit disebut dengan data diskrit. 76 33 . Pengantar Evaluasi Pendidikan. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data statistik. Metode Observasi Metode observasi merupakan cara untuk menghimpun bahanbahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan. yang dimaksud dengan data adalah hasil pencatatan peneliti. angka berjarak atau ukuran. a. 99 Anas Sudijono. disebut data kontinum dan berupa tingkatan.81 Sedangkan Irawan Soehartono menjelaskan bahwa observasi dibatasi sebagai pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan. (Jakarta : Raja Grafindo Persada. dan berbentuk frekwenasi. yang berarti tidak meng- 80 81 Suharsimi Arikunto. data dapat digolongkan menjadi dua golongan. 1996).

observasi yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif (participant observation). pendengaran. 77 83 82 34 . Pengantar Evaluasi Pendidikan. melakukan kegiatan observasi dapat dilakukan dengan mempergunakan seluruh alat indera. yakni pengamatan yang dilakukan dengan cara ikut ambil bagian atau melibatkan diri dalam situasi obyek yang diteliti. yakni setiap kerja pengamatan yang dilakukan untuk memperoleh gambaran dari obyek yang diteliti. 1987). Dalam pelaksanaannya observasi atau pengamatan dapat ditempuh melalui tiga cara yakni. Dengan demikian. baik dilaksanakan dalam situasi sebenarnya atau buatan. Prosedur dan Strategi. dengan menggunakan seluruh alat indera. (Bandung : Angkasa. 146 84 Mohammad Ali. dan c) partisipasi. dimana observer (peneliti) melibatkan diri di tengah-tengah observe yang sedang diteliti.84 Berdasarkan uraian di atas. hal. b pengamatan tidak langsung (indirect observation). yaitu pengamatan yang dilakukan tanpa perantara (secara langsung) terhadap obyek yang diteliti.85 Metode observasi ini digunakan untuk mengamati berlangsungnya proses Irawan Suhartono .ajukan pertanyaan-pertanyaan. hal. Prosedur Penelitian.82 Sedikit berbeda dengan dua tokoh tersebut. hal. Suharsimi Arikunto lebih cenderung mendefinisikan observasi dalam pengertian yang lebih luas.83 Dalam pengertian psikologik. yaitu pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat atau cara. baik penglihatan. hal. 91 85 Anas Sudijono. Metode Penelitian Sosial. Penelitian Kependidikan. 1996. yakni observasi atau pengamatan. penciuman. observasi atau pengamatan meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap obyek. peraba maupun pengecap. a) pengamatan langsung (direct observation). 69 Suharsimi Arikunto.

hal. gedung sekolah. Metode Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak.87 Menurut Suharsismi Arikunto metode wawancara merupakan dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. ataupun audio visual yang disesuaikan dengan kebutuhan. 126 87 86 35 . peneliti akan menggunakan pedoman observasi berbentuk bebas (pedoman yang tidak perlu ada jawaban. seperti fasilitas. Lexy. (Jakarta : Rineka Cipta. tetapi mencatat apa yang tampak). yang dilakukan dengan jalan tanya jawab secara sistematis oleh pewawancara terhadap terwawancara. II. serta beberapa fenomena lain yang nampak. peneliti juga akan memanfaatkan media perekam audio. 1993). Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. bahwa metode wawancara merupakan suatu cara untuk mendapatkan data dalam sebuah kegiatan penelitian. (Catatan hasil observasi dapat dilihat dalam lampiran VIII). (Bandung: Remaja Rosda Karya. untuk mendukung terhadap proses dokumentasi terhadap fenomena yang ada. Cet.88 Berdasarkan dua pendapat tersebut maka dapat disimpulkan.86 Disamping itu. Ibid. Metodologi Penelitian Kualitatif. yakni pewawancara (interviewer) dan terwawancara (interviewee). sarana prasarana.belajar mengajar pelajaran fiqih di dalam kelas. 1997). hal.. 86 Moleong J. serta hal-hal lain yang ada di tempat penelitian. Dalam pelaksanaan observasi. b. jika diperlukan. hal. 186 88 Suharsimi Arikunto.

“Metode Penggunaan Bahan Dokumen”..90 Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto yang dimaksud dengan studi dokumen 89 S Margono. Sehingga hubungan antara interviewer (pewawancara) dan interviewee (yang diwawancarai) terbangun secara luwes dan tidak kaku. wawancara terpimpin. Di samping itu.Dalam penggunaannya. hal. catatan harian. hal. dalam Koentjaraningrat (ed). dan wawancara bebas terpimpin. Namun demikian. seperti surat. Metodologi Penelitian Pendidikan.165 Sartono Kartodiredjo. (Hasil wawancara dapat dilihat dalam lampiran X). Rineka Cipta. (Jakarta: PT Gramedia. terutama terhadap data-data yang belum sepenuhnya dipahami oleh peneliti. c. interviewer tetap berpegang pada pedoman pokok variable penelitian yang telah ditetapkan89 (Panduan wawancara dapat dilihat dalam lampiran IX). dengan metode ini. Diantaranya adalah wawancara bebas. metode wawancara terbagi dalam beberapa bentuk. 61-92 90 36 . Dalam penelitian ini akan menggunakan wawancara bebas terpimpin. Metode Dokumentasi Metode dokumen adalah metode pengumpulan data dengan cara mempelajari terhadap bahan-bahan dokumenter. 1977). peneliti juga berusaha untuk menggali serta mencari penjelasan. dokumen lembaga dan lain sebagainya. agar proses wawancara tidak melenceng dari tujuan penelitian. laporan. 2009). Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Dengan metode wawancara ini peneliti berusaha untuk mengumpulkan data-data baru tentang hal-hal yang belum diperoleh secara lengkap melalui metode obsrvasi. (Jakarta: PT.

maka di sini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data melalui catatan. surat kabar dan sebagainya.adalah mengenai hal-hal atau variabel yang sama yang berupa catatan.91 Berdasarkan urian beberapa definisi yang dikemukakan di atas. 91 Suharsimi Arikunto. 2) Mengambil data variabel Y (prestasi Belajar Fiqih). sebagaimana yang terdapat dalam buku raport. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. buku. majalah dan sebagainya. buku. yakni nilai mata pelajaran bahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010. seperti jumlah dan identitas siswa ataupun guru. metode studi dokumen ini dipergunakan untuk” 1) Mengambil data variable X (kemampuan berbahasa Arab). surat kabar. yakni nilai mata pelajaran fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010. hal. Dalam penelitian ini. serta catatan-catatan yang terkait dengan proses pelaksanaan pembelajaran di lingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. sebagaimana yang terdapat dalam buku raport. 3) Melihat dan mengambil data tentang catatan-catatan penting yang terkait dengan subjek dan objek penelitian. 202 37 .

mendengarkan dan berbicara dalam bahasa Arab. Sedangkan prestasi belajar fiqih merupakan kondisi yang dialami siswa. menulis.6. Data kedua variabel penelitian tersebut diambil dengan memanfaatkan nilai raport mata pelajaran bahasa Arab dan mata pelajaran fiqih yang diperoleh masing-masing siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum pada semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010. Koding Setelah data-data penelitian terkumpul. Definisi Operasional Variabel Penelitian ini berusaha menjawab hubungan antara dua variabel. Ketrampilan tersebut meliputi. Yakni variabel independen atau bebas. Proses klasifikasi jawaban semacam ini disebut dengan “koding” data. (kemampuan berbahasa Arab). peneliti tidak langsung melakukan analisa data. dan variabel dependen atau tergantung. menulis. 38 . Akan tetapi terlebih dahulu dilakukan proses klasifikasi menurut jenis. setelah ia menjalani proses pembelajaran pada mata pelajaran fiqih di sekolah. Sehingga seseorang dikatakan mampu berbahasa Arab adalah ketika ia dapat membaca. 7. 8. (prestasi belajar fiqih). sifat dan macam jawaban. mendengarkan dan berbicara. Definisi Konsep Variabel Kemampuan berbahasa Arab merupakan keadaan seseorang yang memiliki ketrampilan berbahasa Arab. Dengan demikian. ketrampilan membaca.

koding data merupakan proses penetapan kategori jawaban mana yang sebenarnya tepat bagi pertanyaan tertentu. (Jakarta: PT. Masing-masing varaibel (kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih) dikelompokkan dalam tiga kategori. 2009). 139 39 . yakni. Teknik Analisis Data Teknik analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program komputer Microsoft Office Excel dan menggunakan teknik korelasi product moment. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui terhadap kategori data dari tiap-tiap variabel penelitian yang diperoleh. Setelah proses koding dilakukan. tinggi. Statistik Pendidikan. sedang dan rendah. Rumus yang digunakan dalam analisis data untuk menguji hipotesis adalah: (ΣX) (Σ Y) ΣXY N rxy = ΣX 2– (ΣX)2 ΣY N 2– (ΣY)2 N Keterangan: rxy = Koefisien korelasi x = Skor variabel bebas y = Skor variabel tergantung92 92 Moh. maka data-data yang telah terkumpul dimasukkan dalam tebel distribusi frekwensi. Analisis data ini berguna untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. Hariyadi. hal. Prestasi Pustakaraya. H.

halaman judul skripsi. Oleh karena itu. abstrak. 2. surat persetujuan. Apabila rhitung > rtabel maka ho (hipotesisi nihil) ditolak dan ha (hipotesis alternatif) diterima. surat pengehashan. persembahan. pembatasan 40 . yakni bagian awal. Secara garis besar. hipotesis yang diajukan ditolak. daftar isi. pada bagian awal ini memuat tentang. I. sehingga kesimpulannya adalah. Bagian awal skripsi ini berisi tentang hal-hal yang bersifat legalitasformalitas. Pada bagaian utama skripsi ini terbagi dalam 4 bab pembahasan. peneliti menggambarkan rencana serta tahapan penelitian yang akan dilaksanakan. sebagai berikut. kata pengantar. bagian utama dan bagian akhir. Pada bagian ini. Selanjutnya pembahasan memasuki bagian utama. maka ho diterima dan ha ditolak. daftar tabel. pembahasan dalam skripsi ini dibagi ke dalam 3 bagian. latar belakang masalah. 1.Kesimpulan yang akan diambil dalam analisa data penelitian ini menggunakan ketentuan sebagai berikut. moto. Apabila rhitung < rtabel. Sitematika Pembahasan Penelitian tentang Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010 merupakan penelitian lapangan untuk mengetahui hubungan di antara dua variabel (Variabel X= kemampuan berbahasa Arab dan Variabel Y= prestasi belajar fiqih). Kesimpulannya. BAB I merupakan bab pendahuluan. daftar gambar dan daftar lampiran. hipotesis yang diajukan diterima. surat pernyataan. Sehingga dalam bab I ini berisi tentang.

Dengan uraian dalam bab II ini diharapkan dapat memberikan informasi dan gambaran tempat penelitian secara lebih utuh. pembahasan pada bab II ini meliputi tentang letak dan keadaan geografis. BAB II berisi gambaran tempat penelitian. keadaan guru. Sehingga pada tahapan-tahapan berikutnya tidak mengalami distorsi pemahaman. Secara lebih rinci. sejarah berdiri dan proses perkembangan.dan rumusan masalah. BAB III berisi uraian tentang hasil penelitian beserta interpretasi terhadap data-data penelitian yang diperoleh. landasan dan tujuan pendidikan. yakni MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. teknik analisa data dan sistematika pembahasan. metode penelitian. termasuk proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum yang dilakukan dengan menggunakan literatur berbahasa Arab (kitab). struktur organisasi. tujuan penelitian. keadaan sarana dan prasarana serta proses pembelajaran fiqih yang dilaksanakan di lingkungan MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta. baik yang bersifat teoritis maupun teknis. Melalui uraian dalam bab I ini dapat diketahui alasan dilakukannya penelitian. serta uraian berbagai aspek. tujuan dan kegunaan penelitian. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara utuh tentang berbagai aspek dan komponen yang ada di tempat penelitian. sebagai acuan dan pedoman penelitian dalam melaksanakan proses penelitian lapangan. kajian pustaka. Oleh karena itu. hipotesis penelitian. keadaan siswa. uraian dalam 41 . keadaan karyawan. landasan teori. khususnya yang terkait dengan kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih. gambaran posisi penelitian ini diantara hasil-hasil penelitian terdahulu.

lugas dan mengacu pada permasalahan yang telah ditetapkan. BAB IV berisi tentang simpulan dan saran. Pada bagian akhir skripsi ini peneliti menyertakan daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang mendukung proses penelitian. yang dirumuskan secara tegas. yang dibuat oleh peneliti dengan melihat temuan penelitian maupun simpulan penelitian. reliabilitas. Simpulan merupakan gambaran hasil dari semua tahapan penelitian yang telah dilakukan. koding dan tabulasi). uji hipotesis dan pembahasan berdasarkan pendekatan statistik-pedagosis. analisis data (uji validitas. Sedangkan saran merupakan masukan konstruktif yang bersifat operasional.bab ini meliputi tentang deskripsi data penelitian. 42 . editing.

Kabupaten Bantul.2 1. 20 2 Ibid.1 Walaupun secara administratif Dusun Krapyak masuk dalam wilayah Kabupaten Bantul. Kraton Ngayogjakarta. Sebelah barat 2. perbatasan pedukuhan Krapyak Kulon Desa Panggungharjo dapat digambarkan sebagai berikut. Syakur. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.BAB II GAMBARAN UMUM MA ALI MAKSUM PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA A. Desa Panggungharjo. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Letak dan Keadaan Geografis Madrasah Aliyah Ali Maksum terletak di Dusun Krapyak Kulon. II (Yogyakarta : Elhamra Press. Secara rinci. 20 1 .5 km. hal. Jarak Dusun Krapyak Kulon dengan Masjid Agung Kauman. namun secara geografis wilayah ini lebih dekat dan berbatasan langsung dengan Kelurahan Mantrijeron yang masuk ke dalam pemerintahan Kota Yogyakarta. dan alun-alun besar sekitar 3 km. dengan Pasar Bringharjo sekitar 3. dengan pusat pemerintahan propinsi 4 km. dengan Stasiun Kereta Api Tugu 5 km. Cet. Sedangkan jarak antara Dusun Djunaidi Abd. Sebelah selatan : berbatasan dengan Dukuh Minggiran (Kota) : berbatasan dengan Dukuh Jogokaryan (Kota) : berbatasan dengan Dusun Krapyak Wetan (Bantul) : berbatasan dengan Dusun Glugo (Bantul) Sebagai dusun yang berada pada wilayah perbatasan antara Kabupaen Bantul dan Kota Yogyakarta. Dusun Krapyak Kulon merupakan daerah pinggiran perkotaan yang tidak jauh dari pusat-pusat perkotaan. Kecamatan Sewon. dkk. 2003). Sebelah timur 4. hal. dan dengan Terminal Bus Giwangan 5 km. Sebelah utara 3.

Syakur. pondok pesantren Al-Kandiyas. B dan C Al-Kandiyas. madrasah diniyah. Bahkan dari sisi pendidikan. 21 Dalam UU RI No. baik dalam bentuk pondok pesantren. Pes. serta beberapa lembaga sejenis lainnya. dengan Kota Kabupaten 8 km. dengan Propinsi 4 km. Madrasah Diniyah Ali Maksum. dengan Kota Kecamatan 2. MTs dan MA Ali Maksum. sosial. pendidikan. maupun lembaga-lembaga kursus dan kejar paket. yang dimaksud dengan Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. pendidikan menengah. Madrasah Diniyah Al-Munawwir. 2003 Tentang Sisdiknas. 4 3 44 . Diantaranya adalah. dan pendidikan tinggi. Kondisi ini menjadikan perkembangan di wilayah Dusun Krapyak Kulon terjadi dengan pesat. SDIT Baik.3 Dengan melihat kondisi geografis di atas.5 km. Lembaga Kursus Bahasa dan Komputer Abu Dabhi. Pondok Pesantren Al-Munawwir. baik yang formal. maupun yang lainnya. Profil MA Ali Maksum Pon. ayat 11-13). baik dari sisi ekonomi. Sedangkan lembaga pendidikan nonformal yang ada di wilayah ini cukup banya.4 Diantara lembaga pendidikan formal yang ada di wilayah ini adalah SDN Jageran. Madrasah Huffadz. Madrasah Diniyah Krapyak di Yayasan Kodama Yogyakarta. budaya. Krapyak Yogyakarta. di wilayah Dusun Krapyak Kulon terdapat beberapa lembaga pendidikan. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Untuk lembaga Djunaidi Abd. pondok pesantren Diponegoro. hal. pondok pesantren Ali Maksum. dkk. serta STIT dan STEI Alma Ata.5 km. (Bab I pasal 1. pondok pesantren Nurussalam. Dusun Krapyak Kulon merupakan wilayah pinggiran perkotaan. Sedangkan pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Lembaga Kejar Paket A. 20 Th. non formal maupun informal.Krapyak Kulon dengan kantor Desa Panggungharjo adalah 1.

Generasi ini diikuti oleh sebagian kecil generasi kedua dan ketiga. pada tanggal 5 Januaria 2010 di kediamannya.pendidikan nonformal yang ada adalah. Di wilayah ini juga terdapat beberapa pabrik. Bp. Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Al-Munawwir dan Rumah Sakit Umum Patmasuri. Bp. Lembaga Kesehatan Masyarakat (BKM Ali Maksum). PAUD Krapyak Kulon dan Play Group dan TK Baik. pada tanggal 2 Januari 2010 di kediamannya. Kunaini. Mukhlas Abdullah. 6 Wawancara dengan Ketua RT 09 Krapyak Kulon. yang pengikutnya adalah generasi pertama. Kedua.7 Wawancara dengan Dukuh Krapyak Kulon. Gula Jawa dan lain sebagainya. Kelompok kedua ini diikuti sebagian kecil generasi pertama serta sebagian besar generasi kedua dan ketiga. CV. H. Magetan Putra. Ketiga. seperti PT. kelompok masyarakat yang masih berpegang teguh pada Budaya asli Jawa. kehidupan sosial-budaya masyarakat Dusun Krapyak Kulon terbagi menjadi tiga kelompok. Kunaini.6 Secara umum. Drs. kelompok yang dalam kehidupannya mengalami perubahan karena terjadinya asimilasi budaya dan dampak dari pesatnya perkembangan teknologi informasi. PT. Pertama. di wilayah Dusun Krapyak Kulon juga terdapat beberapa lembaga atau sarana pelayanan masyarakat lainnya.5 Disamping lembaga-lembaga pendidikan. 5 45 . serta TK Ndasari Budi I. SAMITEX SEWON. pada tanggal 2 Januari 2010 di kediamannya. kelompok yang sudah terpengaruh oleh budaya baru yang dibawa pendatang. Diantaranya adalah Lembaga Dakwah (Yayasan Kodama). 7 Wawancara dengan Dukuh Krapyak Kulon.

B. Ali Maksum. Moenawwir) membuka program pendidikan formal. 23 8 46 . Sejarah dan Perkembangan MA Ali Maksum Sejarah lahirnya Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak tidak dapat dilepaskan dari sosok dan jasa KH. dengan didukung oleh seluruh kerabat dan pengurus Pondok Pesantren Krapyak memandang bahwa badan hukum Yayasan merupakan pilihan terbaik bagi masa depan pesantren. Ali Maksum (termasuk di dalamnya adalah MA Krapyak). KH. dibentuk badan hukum berupa Yayasan. 9 Ibid. hal. No. 22. khususunya kajian tehadap al-Qur’an. maka seluruh aset dan lembaga pendidikan yang merupakan peninggalan dari KH. KH. dkk. Pes. Ali Maksum (19111989 M). Sehingga pada tahun 1990. Ali Maksum sebagai putra menantu dari pendiri Pondok Pesantren Krapyak (KH. Krapyak Yogyakarta. hal. Ali Maksum (1989). Pada masa awal berdirinya. yang diberi nama MTs dan MA Krapyak. Pondok Pesantren Krapyak merupakan lembaga pendidikan non formal yang berorientasi pada pendidikan agama. Syakur. berbentuk MTs dan MA. dengan ditanda tanganinya Akta Notaris atas nama Daliso Rudianto SH. selaku putra tertua dari KH. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon.8 Sepeninggal KH. Atabik Ali. Dengan masuknya MA Krapyak dalam sistem organisasi Yayasan Ali Maksum. dikelola dan dimanaj oleh pengurus Yayasan Ali Maksum. Namun seiring dengan tuntutan perkembangan zaman. MA Krapyak berubah nama menjadi MA Ali Maksum.9 Djunaidi Abd. 50 Tahun 1990. beserta seluruh aset dan lembaga pendidikan yang ada di dalamnya. yakni Yayasan Ali Maksum. maka sejak tahun 1990.

hal. Masa Kepemimpinan KH. Ali Maksum. Ali Maksum (1962 – 1970) Lahirnya madrasah aliyah di lingkungan Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta di awali dengan penyelenggaraan Madrasah Tsanawiyah 6 tahun. berada di bawah komando dan kepemimpinan KH. yang merupakan putra menantu dari KH. madrasah aliyah mengalami perkembangan yang cukup pesat. dinamika dan perkembangan MA Ali Maksum dari awal hingga saat ini. Hasbullah Abdul Syakur (1970-1996) Seiring dengan kesibukan KH. Ali Maksum. Pemisahan antara MTs dengan MA baru terjadi pada tahun 1979. 23 47 . Masa Kepemimpinan KH.10 Pada masa ini. maka pada tahun 1970 pengelolaan madrasah aliyah dipercayakan kepada KH. manajemen dan kurikulum MTs dengan MA masih manjadi satu kesatuan. serta dibukanya program studi baru. yakni menjadi MTs 3 tahun dan MA 3 tahun.Secara lebih rinci. Pada masa ini. dapat diuraiakan dengan sistematika sebagai berikut. Salah satu bukti perkembangan yang paling signifikan adalah lahirnya kepercayaan pemerintah. hal. termasuk di dalamnya Madrasah Aliyah. roda organisasi dilingkunagn Pondok Pesantren Krapyak.11 2. sistem. Hasullah Abdul Syakur. 10 11 Ibid. Ali Maksum. Pada masa ini. baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. yakni mulai dari awal berdirinya (1962) hingga tahun 1970. dengan menjadikan Madrasah Aliyah Krapyak sebagai MA dengan status DIAKUI (tahun 1976). 1. 22 Ibid.

hal. Karena sepeninggal KH. Zaenal Abidin (putra KH. hal. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan penegasan bahwa MA merupakan sub sistem dari sisitem pendidikan yang dikembangkan oleh Yayasan Ali Maksum. M. di kantor LKIM. Ali Maksum).I (1996 – Sekarang) Pada tahun 1996.14 Setelah suasana duka berlalu. dan IPS. Atabik Ali (putra tertua KH. pada tanggal 12 Januari 2010.13 3. bahwa sejak dibentuknya Yayasan pada tahun 1990. MAK. Ali Maksum. yakni Pondok Pesantren Al-Munawwir di bawah kepemimpinan KH. yakni. Ali Maksum. maka pengelolaan seluruh lembaga hasil pengembangan dari KH. selaku Ketua Yayasan Ali Maksum. dari MA Krapyak menjadi Madrasah Aliyah Ali Maksum. pengurus Yayasan Ali Maksum mengambil Ibid. Termasuk di dalamnya adalah penggantian nama madrasah aliyah. Mukhtar Salim. 13 12 48 . Moenawwir). Atabik Ali. Masa Kepemimpinan KH. IPA. 23 Ibid. 23 14 Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa Yayasan Ali Maksum. kepemimpinan di lingkungan Pondok Pesantren Krapyak terbagi menjadi 2 kelompok besar. dan Pondok Pesantren Ali Maksum di bawah kepemimpinan KH. Sehingga program studi MA Krapyak menjadi 3. Dengan meninggalnya kepala madrasah. M.Pd. Hasbullah Abdul Syakur) meninggal dunia. kepala MA Ali Maksum saat itu (KH. untuk beberapa saat kepemimpinan MA Ali Maksum dipegang langsung oleh KH.12 Sebagaimana telah disinggung di atas.melengkapi program studi agama yang telah ada sebelumnya. Asyhari Abta. berada satu atap di bawah kendali pengurus Yayasan Ali Maksum.Ag.

C. 34/YAM/XII/1996 dan disahkan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Povinsi DIY Nomor: W1/I. MA Ali Maksum berhak mengelola dan menyelenggarakan sistem pendidikan dan evaluasi belajar mengajar secara mandiri. tanpa harus menginduk dengan sekolah atau madrasah lain di wilayah Yogyakarta.b/pt/123/2-a/1997. Landasan Penyelenggaraan MA Ali Maksum Sebagai institusi penyelenggara pendidikan tingkat aliyah di lingkungan Yayasan Ali Maksum. tentang status MA Ali Maksum sebagai lembaga pendidikan yang berstatus DISAMAKAN.K. yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Akademik Yayasan Ali Maksum. Nomor: A/E. Syakur.15 Pada periode ketiga ini. dkk. No.keputusan bahwa kepemimpinan MA Ali Maksum dipercayakan kepada KH. hal. hal. Krapyak Yogyakarta. penyelenggaraan Djunaidi Abd. Oleh karena itu. Asyhari Abta. 24 15 49 . Madrasah Aliyah Ali Maksum mendapatkan pengakuan secara penuh dari pemerintah. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon.. Pes.IV/0021/1997. dengan dikeluarkannya S. Pengangkatan KH. Asyhari Abta sebagai kepala MA Ali Maksum dituangkan dalam Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh pengurus Yayasan Ali Maksum. maka Madrasah Aliyah Ali Maksum merupakan subsistem dari sistem pendidikan Nasional.16 Dengan demikian. 24 16 Ibid.

dan QS. UUD 1945 UUD 1945 mengamanatkan bahwa usaha untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat merupakan tanggung jawab semua elemen bangsa. At-Taubah (9):122.17 1. tanggal 02 Januari 2010. Sebagai salah satu elemen yang memiliki kepedulain terhadap masa depan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. Al-Mujadilah (58):11. Namun untuk memaksimalkan kiprah dan Wawancara dengan Drs. penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Yayasan Ali Maksum mendasarkan pada nilai-nilai al-Qur’an sebagai salah satu landasan utamanya. Oleh karena itu. 17 50 . Ridwanuddin. termasuk di dalamnya adalah aktifitas pendidikan. QS. diantaranya adalah. yang terutama memiliki (SDM) keseimbangan antara aspek lahir dan aspek batin (insan kamil). 2. Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan pijakan utama dari aktifitas umat Islam. Undang-Undang RI No.pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum didasarkan pada beberapa landasan utama. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pondok pesantren merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan nonformal. Pondok Pesantren Krapyak berusaha dalam sumber untuk senantiasa memberikan darma serta partisipasinya pembangunan proses daya pembangunan manusia Nasional. staf tata usaha MA Ali Maksum. 3. Di antara ayat al-Qur’an yang secara langsung menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan MA Ali Maksum adalah. Al‘Alaq (96):1-5. QS.

AD/ART Yayasan Ali Maksum Sebagai sebuah badan hukum. 20 Tahun 2003 menegaskan bahwa setiap satuan pendidikan. seperti MTs dan MA.Ag. AD/ART Yayasan Ali Maksum merupakan salah satu pijakan dalam penyelenggaraan pendidikan di Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Tujuan Pendidikan MA Ali Maksum Bagi Yayasan Ali Maksum. yang dapat mendorong perkembangandan Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa. eksistensi dan jati dirinya. Yayasan Ali Maksum memiliki tata aturan yang berlaku mengikat bagi seluruh komponen yang terlibat di dalamnya. Pondok Pesantren Krapyak menyelenggarakan pendidikan formal. secara umum. 4. D. nonformal maupun informal memiliki fungsi saling melengkapi dan memberikan keseimbangan. Oleh karena itu. baik pendidikan formal. UU RI No. antara satu dengan lainnya.perannya dalam membentuk sumber daya bangsa yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan zaman. M. Aturan pokok yang melandasi setiap usaha dan kegiatan di lingkungan yayasan adalah Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. pada tanggal 12 Januari 2010 di kantor LKIM 18 51 . salah satu maksud dari diselenggarakannya pendidikan adalah agar setiap generasi dapat mempertahankan identitas. tujuan penyelenggaraan pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum adalah untuk menyelenggarakan pendidikan setingkat SMU.18 Dengan demikian. serta tidak tidak tergilas oleh perkembangan ruang dan waktu. Mukhtar Salim.

hal. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan jati diri manusia Indonesia seutuhnya.keahlian peserta didiknya di dalam menghadapi setiap tantangan zaman. pada tanggal 12 Januari 2010 di kantor LKIM 19 52 . berkepribadian mantap dan mandiri.21 E. Mukhtar Salim. setiap pribadi harus senantiasa meningkatkan kemampuan dan keahliannya.19 Sebagaimana dimaklumi. sehat jasmani dan rohani.20 20 Ibid. Secara lebih rinci. Pes. sebagai bekal mengarungi dinamika kehidupan yang semakin dinamis dan kompetitif. Krapyak Yogyakarta. kemasyarakatan dan kebangsaan20 Tujuan di atas merupakan pengeja wantahan (derefasi) dari tujuan didirikannya Yayasan Ali Maksum. M. bahwa perkembangan zaman terjadi dengan sedemikian cepat dan bebasnya. Sehingga. pada dasarnya merupakan bagian tak terpisahkan dari usaha untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan Yayasan Ali Maksum. tujuan diselenggarakannya pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) Ali Maksum terangkum dalam rumusan visi. 19 21 Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa. Syakur. sebagai sebuah sistem yang saling berkaitan. lembaga-lembaga di lingkungan Yayasan Ali Maksum (termasuk MA) bermuara pada tercapainya tujuan berdirinya Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. sebagai berikut. Oleh karena itu. Struktur Kepengurusan MA Ali Maksum Sebagaimana telah dikemukakan di atas. bahwa MA Ali Maksum merupakan bagian (subsistem) dari sisitem organisasi Yayasan Ali Maksum. manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. hal.Ag. 19 . Dirangkum dari misi MA Ali Maksum. Karena setiap usaha yang dilakukan oleh lembaga yang berada di bawah naungan badan hukum Yayasan Ali Maksum. Profil MA Ali Maksum Pon. serta memiliki rasa tanggung jawab keagamaan. dalam Djunaidi Abd.

19 . pengurus MA Ali Maksum bertanggung jawab kepada pengurus Yayasan. Disamping itu. sedangkan secara fungsional bertanggung jawab kepada masyarakat. dan 9 orang staf khusus yang menangani bagian-bagian administrasi. susunan pengurus MA Ali Maksum terdiri dari seorang kepala madrasah. dalam bagan struktur MA Ali Maksum juga terdapat dua struktur lain. Krapyak Yogyakarta. dan lain sebagainya. seperti siswa. yakni bagian Disarikan dari Visi dan Misi MA Ali Maksum. 4 orang kepala biro. seperti administrasi kurikulum dan pengajaran. Sehingga. karyawan.22 Untuk dapat melaksanakan tanggung jawab struktural dan fungsional di atas secara maksimal. sedangkan pertanggung jawaban fungsional merupakan pertanggung jawaban atas optimalisasi pelaksanaan fungsi pelayanan kepada setiap elemen yang terlibat. Pertanggung jawaban struktural adalah pertanggung jawaban atas amanat yang diberikan pengurus Yayasan. dalam Djunaidi Abd. menjalankan dan mengembangkan MA Ali Maksum secara profesional. 4 orang koordiantor (penanggung jawab) guru mata pelajaran. Untuk periode kepengurusan tahun 2006 – 2011. 3 orang kepala urusan (Kaur). kepengurusan MA Ali Maksum dibentuk dalam sebuah struktur yang didasarkan pada kebutuhan di lapangan. untuk mengelola. guru. Syakur. hal.20 22 53 . 1 orang kepala TU. orang tua siswa. 1 orang wakil kepala madrasah. kepengurusan Madrasah Aliyah Ali Maksum memiliki garis koordinasi dan garis pertanggung jawaban dengan pengurus Yayasan Ali Maksum. administrasi guru. secara struktural.Realitas ini menggambarkan bahwa secara struktural. Pes. Profil MA Ali Maksum Pon. khususnya masyarakat yang terlibat dalam proses pendidikan dan kependidikan di MA Ali Maksum. dan lain sebagainya.

Profil MA Ali Maksum Pon. Oleh karena itu. uraian tentang guru. Syakur. Sebagai sebuah pondok pesantren. animo masyarakat menunjukan perkembangan yang sangat Bagan struktur kepengurusan MA Ali Maksum dalam Djunaidi Abd. Hal ini merupakan konsekwensi logis dari eksistensi Yayasan Ali Maksum sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren. istilah siswa lebih populer disebut dengan santri.24 Animo masyarakat untuk menjadikan MA Ali Maksum sebagai wahana pendidikan anak-anaknya mengalami fluktuasi. pada tanggal 02 Januari 2010 di kantor MA Ali Maksum 23 54 . 1. Pes.bimbingan dan penyuluhan serta bagian perpustakaan. Namun demikian. staf tata usaha. Keadaan Siswa. siswa dan karyawan merupakan faktor-faktor pendidikan yang memiliki peran penting dalam perjalanan roda organisasi Madrasah Aliyah Ali Maksum.23 Gambaran lebih detil tentang bagan struktur dan personalia kepengurusan Madrasah Aliyah Ali Maksum dapat dilihat dalam lampiran XI. dkk. santri atau siswa MA Ali Maksum diharuskan berdomisili di dalam lingkungan asrama santri (boarding system). Ridwanuddin. dengan kewajiban tetap mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di dalam asrama. F. bagi warga disekitar Dusun Krapyak Kulon Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul diberikan kebijakan untuk tidak harus tinggal di dalam asrama. Krapyak Yogyakarta. siswa dan karyawan dapat digambarkan dengan sistematika sebagai berikut. Hingga tahun ajaran 2002/2003. Guru dan Karyawan MA Ali Maksum Guru. 91. hal. Keadaan Siswa Di lingkungan Yayasan Ali Maksum. 24 Wawancara dengan Drs.

Bahkan dengan alasan keterbatasan sarana kelas yang dimiliki. Hal ini dibuktikan dengan semakin kecilnya tingkat kompetisi atau seleksi calon siswa.postif. 25 Ibid. jumlah santri yang mendaftar di MA Ali Maksum mengalami stagnasi. untuk menentukan santri/siswa yang diterima di MA Ali Maksum. Bahkan untuk dua tahun terakhir. pihak madrasah harus menerapkan sistem selesksi dan kompetisi ketat. bahkan mengalami trend atau kecenderungan menurun. hampir semua pendaftar diterima sebagai santri atau siswa MA Ali Maksum. Hal ini dibuktikan dengan terus bertambahnya jumlah santri atau siswa yang mendaftar di MA Ali Maksum. Namun seiring dengan pergantian waktu.25 Jumlah dan gambaran fluktuasi siswa MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak yogyakarta dari tahun pelajaran 1990/1991 sampai dengan tahun pelajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam tabel berikut ini. 55 . karena terbatasnya jumlah santri yang mendaftar dengan quota yang dimiliki.

Tabel 4 26 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun Tahun Ajaran 1990/1991 1991/1992 1992/1993 1993/1994 1994/1995 1995/1996 1996/1997 1997/1998 1998/1999 1999/2000 2000/2001 2001/2002 2002/2003 2003/2004 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 Jumlah Siswa Baru Wanita Total 140 290 263 493 250 513 300 565 282 545 297 530 342 632 351 630 338 604 331 588 339 598 340 621 310 630 333 612 309 583 338 554 311 524 324 543 298 455 310 453 Pria 150 230 263 265 263 233 290 279 266 257 259 281 320 279 274 216 213 219 157 143 Tabel di atas menggambarkan adanya trend atau kecenderungan selalu menurun. 26 Laporan perkembangan MA Ali Maksum tahun 2010. diambil pada tanggal 15 Januari 2010 56 . kondisi atau grafik keadaan siswa Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari tahun ajaran 1990/1991 sampai dengan tahun ajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam diagram histogram di bawah ini. khususnya dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Dalam bentuk gambar.

bagi MA Ali Maksum.Gambar 1 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun 2. Oleh karena itu. guru memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional. khususnya dalam usaha dalam membentuk sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan perkembangan zaman. Keadaan Guru Sebagai sebuah profesi. memilih guru adalah disesuaikan dengan kebutuhan lembaga atau materi tertentu. akan tetapi guru juga bertanggung jawab pada keberhasilan siswa di dalam menangkap. Dalam melaksana-kan tugas keprofesiannya. memahami dan menguasai serta mengimplementasikan kemampuan yang dimiliki dalam kehidupan. Bagi sebuah lembaga pendidikan. guru bukan saja dituntut untuk menyampaikan (transfer) pengetahuan dan ketrampilan semata. Untuk prodi atau mata pelajaran agama 57 . ada beberapa kriteria yang ditetapkan untuk merekrut sesorang sebagai tenaga edukatif (guru).

28 27 58 . Krapyak Yogyakarta. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon. Pes. serta berkemampuan untuk mengajar (praktik). mayoritas (91% = 61 orang) guru MA Ali Maksum adalah lulusan perguruan tinggi (S1 dan S2) baik dalam maupun luar negeri.27 Guru Madrasah Aliyah Ali Maksum adalah orang profesional (memiliki legitimasi untuk mengajar dari lembaga pendidikan keguruan) dan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan lembaga. Diantara kriteria atau syarat yang harus dipenuhi bagi calon guru Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta adalah: 1) Mempunyai kemampuan sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan (materi pelajaran). khususnya dari pondok pesantren program tachfidzul qur’an (untuk guru mata Djunaidi Abd. hal. Sedangkan sisanya adalah guru tetap Yayasan (45 orang) dan guru tidak tetap yang diangkat oleh Kepala MA Ali Maksum (12 orang). 2) Berkepribadian baik sehingga dapat menjadi contoh bagi siswa.. 27 28 Ibid. Jika dilihat dari jenjang pendidikan. baik alumni maupun non alumni pondok pesantren.(kepesantrenan) pada umumnya diambil dari alumni Pondok Pesantren Krapyak. Syakur.28 Jumlah guru Madrasah Aliyah Ali Maksum pada tahun pelajaran 2009/2010 sebanyak 67 orang. 10 orang merupakan guru PNS yang yang diperbantukan di MA Ali Maksum. Sedangkan untuk guru mata pelajaran umum diambilkan dari tenaga-tenaga profesional di bidangnya. hal. 4) Ikhlas mengabdikan diri dan bersemangat tinggi sebagai tenaga pengajar di Madrasah Aliyah Ali Maksum. 3) Mempunyai keyakinan dan sifat kemandirian sesuai dengan lingkungan di Madrasah Aliyah Ali Maksum. Dari jumlah tersebut. Sedangkan 9% lainnya merupakan alumni pondok pesantren. dkk.

karyawan merupakan pelaksana teknis yang menyiapkan dan melaksanakan pelayanan. di kantor MA Ali Maksum. baik yang berhubungan dengan siswa. pengelolaan data-data penting. Fadloli Yasin. baik administrasi pembelajaran. termasuk petugas yang secara intensif melakukan koordinasi dengan pengurus asrama di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Yogyakarta. Dalam praktiknya.pelajaran al-Qur’an). 3. guru. Gambaran lengkap tentang jumlah dan identitas guru MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dapat dilihat dalam lampiran XII.29 Secara kuantitatif. dan lulusan program studi MAK Ali Maksum. Jumlah karyawan ini disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pelayanan. manajerial. Dalam konteks Madrasah Aliyah Ali Maksum. maupun administrasi lainnya dalam dunia pendidikan. 30 Ibid 29 59 . pada tanggal 15 Januari 2010. Wawancara dengan staf Tata Usaha MA Ali Maksum.30 Sehingga besarnya jumlah karyawan merupakan kebutuhan yang proporsional dengan kebutuhan tenaga kerja di lingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. pencatatan. kepala sekolah maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan proses belajar mengajar. yang semuanya merupakan pegawai tetap Yayasan Ali Maksum. Keadaan Karyawan Karyawan merupakan salah satu faktor yang menunjang terhadap keberhasilan pendidikan. karyawan merupakan pelaksana harian yang bertanggung jawab terhadap seluruh proses administrasi dan pelayanan. jumlah karyawan di Madrasah Aliyah sebanyak 19 orang. pengarsipan. H. terutama untuk mempercepat proses administrasi. Drs.

media. Menurut E. maupun sarana non fisik (aturan. Untuk mendukung kerja dan kinerja para karyawan. setiap karyawan memiliki tanggung jawab dan wilayah ketrja sepesifik. I. sarana dimaknai dengan segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. Oleh karena itu. sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dapat menunjang proses pendidikan. yang berbeda antara satu dengan lainnya. hal. (Jakarta: Balai Pustaka. melalui Kepala Tata Usaha. pihak madrasah menyediakan melengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan. 1988). kursi. dan lain sebagainya). Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum Sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penting dalam dunia pendidikan. Mulyasa. pedoman kerja. Cet. Proses pendidikan dan pembelajaran tidak akan dapat berjalan secara maksimal. 700 32 31 60 . Ibid. kelancaran dan keberhasilan proses belajar mengajar di sebuah lembaga pendidikan (termasuk di dalamnya MA Ali Maksum) membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai dan representatif.Sebagai bagian dari isistem pendidikan di MA Ali Maksum. tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai. Kamus Besar Bahasa Indonesia. secara struktural para karyawan bertanggungjawab langsung kepada Kepala MA Ali Maksum. perangkat komputer dan lain sebagainya).32 Sedangkan secara termonologis. ada terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan secara berbeda-beda. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Secara bahasa. alat. Dengan demikian. namun saling menunjang terhadap penyelenggaraan proses belajar mengajar.31 G. baik dari sisi sarana fisik (meja.

hal. Jika sarana merupakan fasilitas yang secara langsung menunjang terhadap proses pendidikan. 49 34 Suharsimi Arikunto. 2004). dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sarana pendidikan adalah semua fasilitas. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. serta alat-alat dan media pengajaran. guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. (Jakarta: PT GrafindoPersada. teratur. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. dan secara langsung menunjang proses belajar mengajar. efektif dan efisien. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sarana dan prasarana pendidikan adalah semua komponen atau fasilitas yang sacara langsung maupun tidak langsung menunjang terhadap jalannya proses pendidikan. Cet.35 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang pendidikan atau pengajaran. 2003). I. seperti lapangan olah raga. 81 35 Ibrahim Bafadal. II. kamar kecil dan lain sebagainya.khususnya proses belajar mengajar. Menurut Ibrahim Bafadal. Dengan demikian. agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar. (Jakarta: PT Bumi Aksara. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah. VII. Cet. seperti gedung. sarana pendidikan juga dapat difahami sebagai semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajarmengajar. maka prasaran adalah fasilitas yang tidak secara langsung dapat mendukung keberhasilan proses pendidikan. 3 33 61 . meja kursi.33 Disamping itu. Cet. Mulyasa. Sarana E.34 Dengan demikian. Manajemen Berbasis Sekolah. hal. prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. baik yang bergerak maupun yang tida bergerak. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasi. ruang kelas. 1993). hal.

pada tanggal 10 Januari 2010 di Kantor MA Ali Maksum. alat-alat peraga dan laboratorium. sarana pendididkan terdiri dari 3 kelompok besar yakni. Sehingga sistem pendidikan berbasis kompetensi menjadi perhatian serius bagi seluruh komponen yang terlibat dalam proses pendidikan dan pembelajaran di MA Ali Maksum. Wawancara dengan Staf Tata Usaha Madrasah Aliyah Ali Maksum. serta merespons terhadap tuntutan perkembangan zaman. b). sistem pendidikan di MA Ali Maksum terus berjalan. 38 Ibid 37 36 62 . Media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yaang menggunakan dan tidak menggunakan alat penampil. maka sejak tahun ajaran 2002/2003. Sistem Pendidikan MA Ali Maksum Sistem pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum telah mengalami beberapa kali regulasi.36 Gambaran rinci sarana dan prasarana MA Ali Maksum dapat dilihat dalam lampiran XIII. proses Ibid.Menurut keputusan menteri P dan K No 079/ 1975. a). Drs. Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan. dan c). H. menyertai regulasi sistem pendidikan Nasional.37 Seiring dengan lahirnya kebijakan tentang pendidikan berbasis kompetensi. proses pembelajaran di MA Ali Maksum dilaksanakan dengan sistem klasikal. Ridwanuddin. Seiring dengan pergeseran ruang dan waktu.38 Sejak awal berdirinya. sistem pendidikan di MA Ali Maksum juga dirancang di dilaksanakan sesuai dengan kebijakan tersebut. Bangunan dan perabot sekolah. di tengah upaya untuk tetap mempertahankan identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang berbasis pondok pesantren. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan regulasi sistem pendidikan Nasional. Pada tahun pelajaran 2002/2003.

Diantaranya adalah metode ceramah. Sedangkan kurikulum pesantren diajarkan pada waktu-waktu tertentu.pendidikan di MA Ali Maksum dilaksanakan dengan sistem semester. dan metode hafalan. metode penugasan. dipergunakan metode hafalan. proporsi kurikulum diberikan secara seimbang. Diantaranya adalah dalam aspek kurikulum. Dalam penerapannya. Hal ini dilakukan untuk memenuhi terhadap tuntutan regulasi sistem pendidikan Nasional.39 Proses pengajaran di lingkungan MA Ali Maksum dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. di luar jam-jam pembelajaran formal. yakni setelah pagi hari (pukul 05.15 – 39 40 Ibid Ibid 41 Ibid 63 . digunakan perpaduan antara metode bandonganm.00 – 13.40 Identitas MA Ali Maksum sebagai madrasah berbasis pondok pesantren diimplementasikan dalam beberapa aspek. praktik (baca kitab dan ibadah) serta merode tanya jawab. yakni 100% kurikulum pesantren dan 100% kurikulum Depag. Misalnya untuk pelajaran shorof. metode tanya jawab. metode diskusi. metode praktik. Penentuan metode disesuaikan dengan karakteristik dan kompetensi dari masing-masing mata pelajaran.41 Untuk kurikulum Depag diajarkan melalui proses pembelajaran klasikal pada jam-jam sekolah (07. Kurikulum pendidikan MA Ali Maksum merupakan perpaduan antara kurikulum pesantren dan kurikulum Departemen Agama. untuk menyampaikan materi agama seperti materi fiqih.00 WIB). ceramah. Hal ini menuntut adanya penambahan waktu belajar.

Sehingga proses pembelajarannya dilakukan dengan sistem bandongan. Ridwanuddin. untuk buku-buku rujukan utama (buku pegangan) ada yang berbahasa Arab. Drs. Namun demikian. Demikian pula sebaliknya. Melalui sistem bandongan ini siswa dituntut untuk menyimak bacaan yang dilakukan guru. Inggris dan Indonesia. ada kalanya siswa lulus dalam ujian materi Depag namun tidak lulus dalam ujian materi kepesantrenan. Dengan demikian.00 WIB). pada tanggal 10 Januari 2010 45 Wawancara dengan Staf TU MA Ali Maksum.06.45 42 43 Observasi di MA dan Asrama MA Ali Maksum.30 – 21. serta kiat untuk memaksimalkan proses dan hasil pembelajaran. Oleh karena itu. dilakukan evaluasi hasil belajar. dan tidak lulus dalam ujian Depag. baik materi yang masuk dalam wilayah kurikulum depag maupun materi yang merupakan bagian dari kurikulum pesantren. pada tanggal 10 Januari 2010 Ibid 44 Observasi di MA dan Asrama MA Ali Maksum. sore hari (pukul 16. ada siswa yang lulus dalam ujian kepesantrenan.30 WIB).44 Disetiap akhir semester. sebagai cara untuk mengetahui kemampuan siswa.30 WIB) dan malam hari (pukul 18. siswa MA Ali Maksum mendapatkan 2 raport. rujukan utamanya menggunakan kitab. tgl 10 Januari 2010 64 .43 Khusus untuk materi pelajaran agama. Karena biasanya. yakni raport yang berisi nilai materi kurikulum Depag dan raport yang berisi nilai dari materi kurikulum pesantren. sekaligus pembiasaan pada literatur berbahasa Arab. guru akan meminta siswa untuk praktik membaca kitab.42 Bahasa pengantar dalam proses pembelajaran di MA Ali Maksum dilakukan dengan bahasa Indonesia. Pelaksanaan evaluasi hasil belajar ini meliputi terhadap seluruh materi.00 – 17.

Bulu Tangkis. siswa MA Ali Maksum juga diberikan wahana untuk mengikuti beberapa kegiatan ekstra. sorogan kitab. Diantara kegiatan ekstra yang masuk dalam kategori ini adalah.48 46 65 . hal. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.46 Secara rinci. Kegiatan yang langsung ditangani Madrasah Yang dimaksud kegiatan ekstra yang langsung ditangani madrasah adalah kegiatan ekstra yang proses perencanaa. dkk. Patroli Keamanan Sekolah (PKS). namun dilaksanakan dan digerakkan oleh pengurus Asrama. Jurnalistik.47 2. English Meeting. 1. 45 . Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Syakur. Pelatihan Da’i dan Tata boga serta tata busana. Volly.I. Kegiatan yang dilimpahkan kepada pengurus Asrama Kegiatan ekstra yang dilimpahkan kepada pengurus asrama merupakan kegiatan siswa MA Ali Maksum yang direncanakan oleh pengurus MA Ali Maksum. Ke-NU-an (Aswaja).. Pencak silat LPSNU (Lembaga Pencak Silat Djunaidi Ab. namun juga ada kegiatan yang dilimpahkan kepada pengurus asrama. Palang Merah Remaja (PMR). pelaksanaan dan penggerakannya dilakukan oleh madrasah. Diantara kegiatan ekstra ada yang secara langsung dikoordinir oleh madrasah. Diantara kegiatan ekstra yang masuk dalam kategori ini adalah. hal 45 .48 47 Ibid. Mading. dapat digambarkan sebagai berikut. Pelatihan kepemimpinan / keorganisasian. Kegiatan Ekstra dan Keasramaan Disamping kegiatan klasikal. kegiatan ekstra di lingkungan MA Ali Maksum.

49 Diantara kejuaraan yang sudah pernah diikuti siswa dan siswi MA Ali Maksum adalah. Pencak Silat. Mata Pelajaran Kimia dan Matematika. diantara siswa MA Ali Maksum juga beberapa kali terpilih sebagai peserta dalam program Pertukaran siswa antar budaya di USA. 48 49 Ibid. Seni hadrah dan seni samrah. Pidato 3 Bahasa. MTQ. hal. Prestasi Dalam Kejuaraan Sebagai salah satu Madrasah di lingkungan pesantren. Gambaran detil tentang prestasi dan program pertukaran siswa antara budaya dapat dilihat dalam lampiran XIV. Seni baca al-Qur’an (Qiro’ah). Karya Tulis Ilmiah. 33 66 . dan lain sebagainya. Olimpiade Informatika.48 J. hal.Nahdlatul Ulama)-Pagar Nusa. Debat Bahasa Inggris. Seni Kaligrafi. baik tingkat lokal maupun Nasional. MA Ali Maksum telah banyak berkiprah dalam berbagai kejuaraan. dan Seni drama/teater/puisi. Disamping itu.48 Ibid. 45 .

namun . pendapat. data mencakup terhadap identitas. peneliti tidak mengadakan tes secara mandiri. bahwa proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010. Sebagaimana telah dikemukakan dalam bab I. pandangan. dilakukan dengan menggunakan metode tes. Dalam konteks penelitian tentang Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. Dengan demikian. data yang dimaksudkan meliputi data tentang kemampuan berbahasa Arab dan data tentang prestasi belajar fiqih. Oleh karenannya. melainkan memanfaatkan nilai mata pelajaran fiqih semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 yang tertulis di dalam buku raport.BAB III HASIL PENELITIAN A. Oleh karenanya. Begitu juga data prestasi belajar fiqih diambil dengan menggunakan metode tes. data yang akan dideskripsikan pada bab ini adalah data tentang korelasi kemampuan berbahasa Arab (diambil melalui metode tes) dengan prestasi belajar fiqih (secara esensi dilakukan dengan metode tes). Namun dalam prosesnya. Pengumpulan data variabel kemampuan berbahasa Arab. secara teknis pengambilan data variabel prestasi belajar fiqih dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi. Deskripsi Data Data merupakan informasi tentang responden. atau hal-hal lain yang berhubungan dengan responden.

04 6.24 dan skor standar 1 Data diolah 68 . Tujuan utama dilakukannya deskripsi data adalah untuk mengetahui secara mendalam tentang karakteristik dari setiap data yang masuk. rata-rata kelompok 75.98 Berdasarkan deskripsi statistik data penelitian di atas. nilai tertinggi 99. Skor kemampuan berbahasa Arab didapatkan nilai terendah sebesar 60. Secara umum. 4.24 69. 3. dapat diketahui kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. Xmin Xmax M SD : skor terendah yang diperoleh subyek (skor minimal) : skor tertinggi yang diperoleh subyek (skor maksimal) : rerata skor yang diperoleh subyek penelitian (mean) : Standar Deviasi yang diperoleh subyek penelitian 99 90 Deskripsi Statistik Xmin 60 60 M 75. uraian tentang deskripsi data dari tiap-tiap variable menjadi sangat penting untuk disampaikan dalam sebuah kerja penelitian.secara teknis diambil dengan metode dokumentasi siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. 2. data dari masing-masing variabel penelitian yang terkumpul dalam penelitian ini dapat dideskripsikan sebagai berikut: Tabel 05 1 Deskripsi Data Penelitian Variabel Xmax Kemampuan Bebahasa Arab (X) Prestasi Belajar Fiqih (Y) Keterangan: 1.73 SD 11. Dengan demikian.

Kemampuan Berbahasa Arab Data kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum dapat dideskripsikan dalam bentuk tabel berikut ini. deskripsi kedua variabel penelitian (kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih) dapat diuraikan sebagai berikut. mayoritas 2 Data diolah 69 . Secara lebih rinci. dari 86 siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010 yang menjadi subyek penelitian.deviasi sebesar 10. nilai tertinggi sebesar 90.73.3488372    100      %      %    %  Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tabel di atas. Langkah perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran IV untuk variabel kemampuan berbahasa Arab (X) dan lampiran V untuk variabel prestasi belajar fiqih (Y).9534884  %      40.6976744      45. 1. dan skor standar deviasi sebesar 6.98. Tabel 06 2 Kemampuan berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 Interval  96  91  86  81  76  71  66  61  56  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  100  95  90  85  80  75  70  65  60  Kategori     Tinggi        Sedang        Rendah     Jumlah Frekwensi  Prosentase  2  6  4  7  15  13  10  12  17  86    12      35      39    ‐      13. Sedangkan pada prestasi belajar fiqih didapatkan nilai terendah sebesar 60.04. rata-rata kelas 69.

35% (39 subyek).95% (12 subyek). dan lebih sedikt lagi yang berkemampuan sedang. distribusi data tersebut digambarkan dalam diagram histogram sebagai berikut. Gambar 02 Diagram Histogram Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 96-100 91-95 86-90 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 Dengan melihat gambar diagram histogram di atas. Hanya sedikit siswa yang memiliki kemampuan berbahasa Arab dengan kategori tinggi. Dalam bentuk grafis.70% (35 orang). dan yang berada pada kategori tinggi sebesar 13. 70 . Gambaran lebih detil tentang data kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Tahun Pelajaran 2008/2009 dapat dilihat dalam lampiran III. yakni sebesar 45. semakin tampak nyata bahwa kemampuan berbahasa Arab siswa MA Ali Maksum berada pada kategori rendah. Sedangkan yang berada pada kategori sedang sebanyak 40.memiliki skor kemampuan berbahasa Arab pada kategori rendah.

Secara rinci.2.7906977     %      83. sebagaimana yang tercantum dalam buku raport. Prestasi Belajar Fiqih Prestasi belajar fiqih yang dimaksudkan di sini adalah nilai ujian mata pelajaran fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010.72% (72 siswa). dapat dijelaskan bahwa skor atau nilai tes pelajaran fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum di atas yang didapatkan oleh 86 siswa (yang menjadi sampel penelitian). deskripsi data tentang prestasi belajar fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam tabel dan gambar diagram histogram di bawah ini.7209302     %    100     %  Jumlah    86  Berdasarkan tabel prestasi belajar fiqih. Tabel VII 3 Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 Interval  96 ‐100  91 ‐ 95  86 ‐ 90  80 ‐ 85  76 ‐ 80  71 ‐ 75  66 ‐ 70  61 ‐ 65  56 ‐ 60  Kategori    Tinggi      Sedang      Rendah    Frekwensi  0  0  3  4  2  5  30  25  17    3      11      72    Prosentase    3.49% (3 siswa) yang berada 3 Data diolah 71 .79% (11 siswa) berada pada kategori sedang. yakni sebesar 83.48837209     %      12. 12. mayoritas berada pada kategori rendah. dan 3.

72%) memiliki kemampuan berbahasa Arab rendah.pada kategori tinggi. Hanya sedikit siswa yang memiliki kemampuan berbahasa Arab dengan kategori sedang (12.49%). dan lebih sedikit lagi siswa MA Ali Maksum yang memiliki prestasi belajar fiqih dalam kategori tinggi (3. Gambaran lebih detil tentang data prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Tahun Pelajaran 2008/2009 dapat dilihat dalam lampiran III. Distribusi data tersebut dapat digambarkan dalam diagram histogram berikut. 72 . semakin tampak nyata bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum berada pada kategori rendah. Karena mayoritas siswa (83. Gambar 03 Diagram Histogram Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 30 25 20 15 10 5 0 86-90 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 Dengan melihat gambar diagram histogram di atas.79%).

(Σx)2} N N Keterangan: rxy = Koefisien korelasi x y = Skor variabel bebas = Skor variabel tergantung Rxy = Sebelum dimasukkan ke dalam rumus di atas.(Σx)2 } {∑y2.(Σx x Σy) N__________ {∑x2. Hal ini dimaksudkan agar data yang terkumpul dapat dikelompokkan ke dalam pertanyaan atau pernyataan yang lebih sesuai. gambar. data yang terkumpul terlebih dahulu dilakukan identifikasi dan pemetaan berdasar karakteristiknya. dan diagram histogram. agar mudah dibaca dan diinterpretasikan.B. C. Rumus yang akan digunakan dalam uji hipotesis dalam penelitian ini adalah: ∑xy . Pengujian Hipotesis Teknik analisa untuk melakukan uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment yang berguna untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun 2009/2010. Proses inilah yang dimaksud dengan koding. Koding dan Tabulasi Data Sebelum dilakukan analisa. data yang tersedia terlebih dahulu dimasukkan ke dalam tabel kerja penolong product moment. Sedangkan tabulasi merupakan proses penggambaran data yang terkumpul ke dalam bentuk tabel. 73 .

4 = 40908816 = 34117281 = 475683.767.sebagaimana terdapat dalam lampiran 18. diperoleh nilai rtabel sebesar 0.767 Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment di atas.09 X 4350. Setelah dikonsultasikan dengan rtabel product moment dengan taraf keabsahan 5% dan N = 86.(Σx)2} N N 439635 .43 5227.100722 = 0.767 > 0.213.4 = = = = = = 86 6396 5841 439635 486360 401063 (∑X)(∑Y) (∑X) (∑Y):N (∑X)2 (∑Y)2 (∑X)2 : N (∑Y)2 : N = = 37359036 434407.604651 = 6815.(Σx)2 } {∑y2. sebagai = 10676. maka dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan 74 .85 5227.9 = 396712.604651 = 46445597. N ∑X ∑Y ∑XY ∑X2 ∑Y2 berikut: ∑xy . diketahui.(Σx X Σy) N Rxy = {∑x2.6 Selanjutnya dimasukkan ke dalam rumus Product Moment. Dari tabel kerja penolong penghitungan product moment tersebut.434407.213). diketahui bahwa rxy = 0. Karena harga rxy lebih besar dari nilai rtabel (0.

menyimak dan membuat catatan. proses pengajaran fiqih di dalam kelas tidak dapat lepas dari penggunaan bahasa Arab. baik oleh guru maupun siswa. Tahun Pelajaran 2009/2010.berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. sedangkan di sisi yang lain siswa mendengarkan. terlihat bahwa kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih memiliki korelasi yang signifikan. Dalam prosesnya. Pembahasan Hasil analisis menunjukkan korelasi yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. C. Sebagaimana diuraikan dalam bab sebelumnya. 75 . Dengan demikian. Sehingga kemampuan siswa dalam berbahasa Arab. Keeratan hubungan ini dapat disebabkan karena proses pembelajaran dan pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dilakukan dengan menggunakan literatur (kitab) berbahasa Arab. sehingga hipotesis awal yang diajukan oleh peneliti diterima. pada buku (kitab)-nya masing-masing. di satu sisi guru membaca (dan menjelaskan) kitab berbahasa Arab. Korelasi yang signifikan ini menandakan terdapat hubungan yang erat antara kemampuan berbahasa Arab siswa dengan prestasi belajar fiqih. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan. bahwa proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta di laksanakan dengan menggunakan literatur (kitab) berbahasa Arab. dimungkinkan dapat memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar fiqih. baik arti kata-kata maupun beberapa catatan penting yang dianggap perlu.

Demikian pula pada variabel prestasi belajar fiqih. Sedangkan yang berada pada kategori sedang sebanyak 40. Dengan kata lain. 76 . Yakni sebesar 45. serta 3. dan yang berada pada kategori tinggi sebesar 13. Dari perbandingan diantara keduanya didapatkan bahwa. yakni sebesar 83. ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. Selanjutnya dilakukan perbandingan diantara kedua nilai r tersebut.213.767. Setelah dikonsultasikan dengan rtabel product moment dengan taraf keabsahan 5% dan N = 86. dan 12. dan sebaliknya.767 > 0. harga rxy lebih besar dari nilai rtabel (0.Berdasarkan kategorisasi skor kemampuan berbahasa Arab. jika rhitung < rtabel. mayoritas berada pada kategori rendah. maka ha ditolak. Dari hasil uji tersebut diperoleh harga rxy sebesar 0. siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.95% (12 siswa).35% (39 siswa). Hasil akhir dari penelitian korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diselesaikan dengan menggunakan rumus product moment.49% (3 siswa) berada pada kategori tinggi. diperoleh nilai rtabel sebesar 0.79% (11 siswa) berada pada kategori sedang.70% (35 siswa).213). dengan ketentuan. “Apabila rhitung > rtabel maka hipotesis alternatif (ha) diterima dan hipotesisi nihil (ho) ditolak.72% (72 siswa). tahun pelajaran 2009/2010. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima. terlihat bahwa mayoritas jawaban atau pernyataan yang disampaikan siswa berada pada kategori rendah. dan ho diterima”.

maka pada bagian akhir ini dapat diambil beberapa simpulan sebagai berikut: 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum diklasifikasikan dalam 3 kategori.95% (12 siswa). sedang sebanyak 40. dan sedang sebanyak 12. dan tinggi sebesar 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Arab (untuk indikator membaca dan menulis) siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diklasifikasikan dalam 3 kategori.70% (35 siswa).72% (72 siswa). Sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010 mayoritas berada pada kategori rendah.79% (11 siswa). Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010 memiliki kemampuan berbahasa Arab dalam kategori rendah. .35% (39 siswa). yakni rendah sebesar 45. dan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah diajukan dalam rumusan masalah.49% (3 siswa). dan tinggi sebesar 13. Simpulan Setelah melakukan penelitian skripsi yang berjudul “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010”.BAB IV PENUTUP A. 2. yakni rendah sebesar 83.

maka hipotesis nihil (Ho) ditolak. Salah satu faktor internal yang penting keberadaannya adalah kemauan yang kuat dari masing-masing pribadi untuk belajar. termasuk belajar bahasa yang mendukung bagi proses pembelajaran.3.767 > 0. sedangkan dalam tabel product moment untuk taraf keabsahan 5% dan N sebesar 86 responden. Karena harga rhitung lebih besar dari nilai rtabel (0. B.213). Salah satu metode pembelajaran yang efektif adalah dengan cara memperbanyak praktik membaca kitab. Kesimpulan yang dapat diambil adalah.767. diketahui bahwa nilai rhitung sebesar 0. dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. maka belajar bahasa Arab merupakan keharusan yang tidak boleh ditinggalkan. maka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut.213. Tahun Pelajaran 2009/2010”. “ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan menggunakan teknik analisis korelasi product moment. serta hasil penelitian di atas. baik yang 78 . Dalam konteks pembelajaran di MA Ali Maksum yang masih banyak menggunakan literatur kitab. Bagi Siswa Prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. 1. Dari berbagai faktor tersebut ada yang berasal dari dalam diri siswa (faktor internal) dan ada juga yang berasal dari luar dirinya (faktor eksternal). Saran Berlandaskan proses yang telah dilakukan. diperoleh nilai rtabel sebesar 0.

Misalnya siswa yang merasa kesulitan dalam membaca literatur berbahasa Arab. guru sebaiknya memahami terhadap kesulitan siswa dalam belajar. 3. Melainkan guru harus memberikan solusi agar siswa tetap bersemangat mengikuti pelajaran. tanpa meninggalkan upaya untuk menjadikannya meningkatkan kemampuan. Bagi Madrasah Pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan pengantar atau literatur berbahasa Arab. Bagi Guru Guru memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar di sekolah. karena dapat menjadikan siswa merasa terbebani dan memilih untuk tidak masuk kelas. namun di sisi 79 . Untuk dapat menjalankan perannya tersebut. maupun yang dilakukan dengan bimbingan orang lain (sorogan). Di satu sisi. termasuk kemampuan dalam membaca teks berbahasa Arab. khususnya permasalahan yang terkait dengan proses belajar mengajar.dilakukan sendiri (muroja’ah). Salah satu peran seorang guru dalam proses pembelajaran adalah memberikan motivasi kepada siswa untuk selalu berusaha meningkatkan prestasi belajarnya secara sungguh-sungguh. menuntut adanya program pengembangan kemampuan berbahasa siswa. 2. peningkatan kemampuan berbahasa siswa sangat dipengaruhi oleh faktor internal. jangan dipaksa untuk membaca di dalam kelas. Sehingga guru dapat memberikan solusi secara tepat terhadap permasalahan yang dihadapi oleh setiap siswa.

Kata Penutup Belajar merupakan kewajiban bagi setiap muslim.yang lain. 4. Oleh karena itu. demi kemaslahatan di masa-masa yang akan datang. madrasah sebagai penyelenggara pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan secara sistematis dan maksimal. program-program yang mengarah pada peningkatan kemampuan berbahasa siswa perlu dilakukan secara terus menerus. 80 . agar peneliti dapat terus belajar dan meningkatkan kemampuan serta keilmuan. Diantaranya adalah dengan melibatkan santri dalam kompetisi bahasa Arab. aktivitas belajar harus terus dijalankan. Oleh karena itu. pemberian tugas untuk menerjemahkan teks berbahasa Arab. memiliki peranan penting bagi pengembangan keilmuan Islam. Bahkan belajar tidak mengenal waktu. Karena tidak sedikit informasi dan keilmuan Islam yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sehingga ada ungkapan yang mengatakan. peneliti berharap masukan. C. saran dan kritik konstruktif dari semua pihak. dimanapun. meningkatkan frekwensi penyelenggaraan lomba bahasa Arab antar siswa di sekolah. kapanpun dan untuk materi apapun. Dengan selesainya penulisan hasil penelitian skripsi ini. Bagi Pengembangan Keilmuan Bahasa asing (termasuk di dalamnya bahasa Arab). “kualitas keilmuan seseorang dapat diukur dari kemampuan berbahasanya”. dan lain sebagainya. Arabic Meeting. kemampuan berbahasa asing memegang peran penting dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan kualitas keilmuan seseorang. Oleh karenanya.

H. Moh. 1987. Metodologi Research.. Amin. Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. “Outline of Linguistic Analysis”. Bernard and Trager. Ke-1. cet. Jakarta: Rineka Cipta. 1994. 1984. cet. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : IRD Press. Terjemahan Matan Kailani dan Nadham al-Maqsud Berikut Penjelasannya. Prosedur dan Strategi. 2004. Ahmad Fuad. VII. II. Tarigan. . . Furchan. Bandung: Angkasa.. Cet. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. 1999. Bloch. Mohammad. Anwar. Jakarta: PT. 1982. Hadi. . Jakarta: PT Bumi Aksara.. Cet. edisi revisi. Prosedur Penelitian. 1986. 81 . Hariyadi. cet. Malang: Misykat. 1993. Yogyakarta: Yasbit Fakultas Psikologi UGM. Jakarta: PT. Ibrahim. Psikolinguistik. Bandung: Angkasa. 1996. dalam Henry Guntur Tarigan. 2009. Arikunto. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Kosa Kata Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Statistik Pendidikan. I. 2003.. Moch.. Jakarta: PT GrafindoPersada. 1998. Efendi. Surabaya: Usaha Nasional. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. II. 1993..DAFTAR PUSTAKA Ali. Penelitian Kependidikan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Prestasi Pustakaraya. Cet. 2004. Jakarta: Balai Pustaka.. Ke-10. 2000. Haedari. Bafadal. Arief. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah. Suharsimi. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasi. G. dkk. Jakarta: Rineka Cipta. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global.. Sutrisno.. Bandung: Angkasa. Rineka Cipta.

Metode Penelitian Sosial. Marzuki. Kahmad. Ke-1.. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Yogyakarta : BPFE – UII.. Sosiologi Agama.. 2000. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Surabaya : Usaha Nasional. Harimurti. 2009. Bandung: Sinar Baru Algensindo. E. Satrio. Mulyasa. Bandung: Alfabeta. 2006. Kamus Ilmiah Populer. VII. Surabaya: Usaha Nasional. Adi. Jakarta : PT Arga Printing. 2002. Riduwan. 2008. . 1993. Filsafat Bahasa Mengungkap Hakikat Bahasa. Kamus Linguistik. Bandung : Rosda Karya. Singarimbun. 2005. Kridalaksana. Cet. Edisi Perbaikan dan Penyempurnaan Tahun 2002. Metodologi Penelitian Pendidikan. F. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. 1977. 2005. 1994. 2006. Manajemen Berbasis Sekolah. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca? Suatu Teknik Memahami Literature Yang Efisien. 1997) Margono. Nurhadi. dkk.. Jakarta: PT. cet. (Bandung: Remaja Rosda Karya. Irawan. “Metode Penggunaan Bahan Dokumen”. Rineka Cipta. Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama. S. Metode & Teknik Menyusun Tesis. Pemahaman Individu. Dadang. Jakarta: PT Gramedia. Wayan. 2000. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Jakarta: Gramedia. Nurkancana.. Monks. Lexy. Asep Ahmad. dan Tanda. Jakarta: LP3ES. Kartodiredjo. Metode Penelitian Survey. Sartono Kartodiredjo. edisi revisi. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. 2004. Masri & Sofyan Effendi. Soehartono. Al-Qur’anul Karim dan Terjemah Bahasa Indonesia. Moleong J. Evaluasi Pendidikan. Makna. Cet-9.J.Hidayat. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. dalam Koentjaraningrat (ed). Metodologi Riset. 1986. 2009. 1982. 82 .

. Rajawali. 1996. 2005. 3 No. Anas. 2001. Syakur. Djunaidi Abd. Busyari. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.. Vol. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA. STAIN Malang. Rahardjo. . 2. Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah.. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. 2007 Suryabrata. Tafsir. “Bahasa: Antara Pikiran dan Tindakan”. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.. Teknik Sampling.. JURNAL/ARTIKEL: Mansur. dalam Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Bandung: Maestro. 2008. tidak diterbitkan. dkk. Yogyakarta: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. 2008. dokumen Desa. Dan MAK”.Sudijono. cet. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Jakarta : CV. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada. Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group. Hasan. Mudjia. Vol. Ahmad. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. dalam ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam. Zaenuddin. Jakarta : Raja Grafindo Persada. UU RI Nomor 20 Tahuh 2003 Tentang Sisdiknas.-II. MA. 2008 Panitia PPL 1 .. Bandung: Remaja Rosdakarya. Pengantar Evaluasi Pendidikan. artikel tidak diterbitkan. 2008 Madjidi. Muhibbin. Yogyakarta: Elhamra Press. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. 83 . 2003.2004 Mustafa. SMALB. “Metodologi Pengajaran Bahasa Arab Untuk Jurusan Bahasa Arab”. “Al-‘Arabiyah”. S. Pengantar Statistik Pendidikan. Psikologi Pendidikan. Syah. 2000 Monografi Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Propinsi DIY. Metodologi & Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab. 2008. . Sains dan Teknologi. 2005. 2002. 1 No1. Radhliyah.

“Belajar Bahasa Arab-Keharusan”. dalam google..ac. 2009.com. www.tk. Teori Analisi Korelasi.com. Yahya. Abdul. Ikowiyah. 2009.. Abidin Fuadi Nugroho.. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2009.ibnuaziz83.antropologi . www.htm. “Penelitian Kuantitatif dengan Masalah-Masalahnya”. dalam google. INTERNET: Abdul Munir Sape. 2009. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”.dorokabuju.com. 84 .blogspot. M. Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren al-Luqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning.info/korelasi/korelasi.e-mail:@reefah@yahoo.SKRIPSI: Syaiful.com. Rohim.id. Jonathan.. ”Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mesir”. “Bahasa Dan Dinamika Masyarakat”.areefah. “Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul Yogyakarta”. Fauzan. Skripsi. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTsN An-Nawawi Berjan Purworejo”. M. Yogyakarta: Skripsi.com. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga..com. Zainun. Najib. multiply. 2009.. www. Skripsi. “Kajian Teoritis Prestasi Belajar”. 2008. dalam yahoo. Ahmad Nur.ugm.. com. 2007. Asnawi. 2008.. dalam Yahoo.blogspot. ariemcool. masnaguib. www. .blogspot. 2007.com. Aziz. www.com. Sarwono.com dalam Yahoo. dalam google. 2009.fib. www. 2009. dalam google.com. Mengenal Analisis Korelasi www. 2006..jonathan sarwono. “Definisi Bahasa Arab”. Skripsi. Ibnu.com. Fakultas Ilmu Bahasa UGM. Nurjanah. “Problematika Pengajaran Bahasa”. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta.

.com. “Pakem Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Dan Menyenangkan”.blogspot. Linguistik Sastra Jurnalistik. 2009.Sunarto. www. dalam google.anaksastra. UPI.com. “Sosiolinguistik: Masyarakat Bahasa 1”. dalam google.com. 85 ... 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful