KORELASI ANTARA KEMAMPUAN BERBAHASA ARAB DENGAN PRESTASI BELAJAR FIQIH SISWA KELAS XII MA ALI MAKSUM PONDOK

PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010

SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Pendidikan Islam

Disusun Oleh :

Khoirul Anwar NIM. 03410077

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2010

.

MOTTO

!$¯ΡÎ) çµ≈oΨø9t“Ρr& $ºΡ≡u™öè% $wŠÎ/ttã öΝä3¯=yè©9 šχθè=É)÷ès? ∩⊄∪
Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai berbahasa Arab, agar kamu mengerti (QS. Yusuf (XII) : 2).1 Qur’an

Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama, AlQur’anul Karim dan Terjemah Bahasa Indonesia, Edisi Perbaikan dan Penyempurnaan Tahun 2002, (Jakarta : PT Arga Printing, 2008), Hal. 303

1

v

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan karya ini kepada Almamater Tercinta UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

vi

KATA PENGANTAR

‫ﺑﺴﻢ اﷲ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺤﻴﻢ‬ ‫اﻟﺤﻤﺪ ﷲ اﻟﺬى أﻧﻌﻤﻨﺎ ﺑﻨﻌﻤﺔ اﻹﻳﻤﺎن واﻹﺳﻼم أﺷﻬﺪ ان ﻻاﻟﻪ إﻵ اﷲ وأﺷﻬﺪ ان ﻣﺤ ّﺪا رﺳﻮل اﷲ‬ ‫ﻤ‬ ‫واﻟﺼﻼة واﻟﺴﻼم ﻋﻠﻰ أﺷﺮف اﻷﻧﺒﻴﺎء واﻟﻤﺮﺳﻠﻴﻦ ﺳ ّﺪﻧﺎ ﻣﺤ ّﺪ وﻋﻠﻰ اﻟﻪ وﺻﺤﺒﻪ أﺟﻤﻌﻴﻦ أ ّﺎ‬ ‫ﻣ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻴ‬ .‫ﺑﻌﺪ‬
Dengan senantiasa mengharap ridla Ilahi, penulis mengaktualisasikan rasa syukur kepada Allah SWT dengan ungkapan al-hamdu-lillah. Karena hanya dengan rahmat dan pertolongan-Nya, proses penelitian dan penulisan skripsi ini dapat diselesaikan secara optimal. Di samping itu, penulis juga menyampaikan salam ta’dzim dan salam penghormatan kepada Muhammad al-Amien, Nabi sekaligus Rasul Allah yang telah banyak memberikan pengabdiannya bagi kemaslahatan dan kebahagiaan hidup umat manusia. Dalam kesempatan ini, penulis juga ingin menyampaikan rasa terimakasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2. Bapak Muqowim, M.Ag., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 3. Bapak Drs. Mujahid, M.Ag., selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 4. Bapak Drs. Radino, M.Ag., selaku Pembimbing skripsi. 5. Bapak Drs. Moch. Fuad selaku Pembimbing Akademik, beserta seluruh Dosen dan Karyawan di lingkungan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 6. Bapak KH. Asyhari Abta, M.Pd.I., selaku Kepala Madrasah, beserta para Bapak dan Ibu Guru, staf, karyawan dan siswa MA Ali MAksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.

vii

Dengan selesainya penulisan skripsi ini. penulis hanya mampu menengadahkan kedua tangan kepada al-Khaliq. Khoirul Anwar NIM. Karena dengan masukan dan kritik itulah. penulis dapat memperbaiki diri. ibu. kritik dan saran konstruktif dari semua pihak. Yogyakarta. penulis menyampaikan pertaubatan kepada Allah. serta permoho-nan maaf kepada semua pihak. yang telah banyak memberikan dorongan serta motivasi. Ayah. 8. Teman-teman dan seluruh pihak yang telah memberikan partisipasi demi terselesaikannya proses penelitian dan penulisan skripsi ini. atas segala bentuk kekhilafan dan keteledoran yang telah penulis perbuat. Akhirnya. 03410077 viii .7. istri dan putriku tercinta. demi kemaslahatan di masa-masa yang akan datang. penulis sangat mengharapkan adanya masukan. 06 Februari 2010 Penulis. Kepada mereka. jenis dan jumlahnya mendapatkan balasan dan imbalan dengan yang jauh lebih baik dari Allah SWT. dengan iringan do’a dan damba: Semoga setiap kebaikan dan bantuan dalam segala bentuk.

Sebelum dianalisis. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum diklasifikasikan dalam 3 kategori. Namun demikian. Oleh karenanya. yang berarti bahwa mayoritas siswa kelas XII MA Ali Maksum memiliki kemampuan berbahasa Arab dalam kategori rendah. yakni observasi. maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel. Skripsi.72% (72 siswa).213. Prestasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Untuk mengumpulkan data.767) lebih besar dari nilai r dalam tabel values product moment untuk taraf keabsahan 5% dan N sebesar 86. Tahun Pelajaran 2009/2010”. “ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. dan hipotesis alternatif (Ha) diterima.49% (3 siswa).70% (35 siswa). Yogyakarta: jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Diantaranya adalah faktor pengajaran di dalam kelas. jumlah sampel ditetapkan sebesar 86 siswa. yakni 0. DAFTAR ISI ix . dan dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik-pedagogis. dengan tujuan untuk mengetahui: 1) Kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010. diketahui bahwa nilai rhitung (0. Sebagai madrasah yang berbasis pesantren. dan sedang sebanyak 12. wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berbahasa Arab (kemampuan membaca dan menulis) siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diklasifikasikan dalam 3 kategori. 2010. pada kenyataannya tidak semua siswa memiliki kemampuan berbahasa Arab secara memadai.35% (39 siswa).95% (12 siswa). Setelah dilakukan konsultasi terhadap tabel sampel yang dikemukakan oleh Krejcie dan Morgan.79% (11 siswa). Salah satunya adalah dalam proses pengajaran mata pelajaran Fiqih.KHOIRUL ANWAR. yakni kategori rendah sebesar 45. Kesimpulannya. 2) Prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010. Karena jumlah populasi lebih dari 100 orang. 3) Korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010. yakni rendah sebesar 83. hipotesis nihil (Ho) ditolak. peneliti menggunakan beberapa metode. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan menggunakan teknik analisis korelasi product moment. yang ditentukan dengan teknik stratified proportional random sampling. sedang sebanyak 40. dan tinggi sebesar 13. penelitian ini dilakukan. yang berarti bahwa prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum mayoritas berada pada kategori rendah. Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. data yang terkumpul terlebih dahulu dilakukan proses koding dan tabulasi. Dengan demikian. dan tinggi sebesar 3. MA Ali Maksum masih menggunakan beberapa kitab dan literatur berbahasa Arab. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kuantitatifkorelasional.

..................................................................................... Pembatasan dan Rumusan Masalah ....................................................................... Landasan Penyelenggaraan MA Ali Maksum ......................................................................................................................... HALAMAN KATA PENGANTAR .......................... Landasan Teori ........................... HALAMAN DAFTAR TABEL ............................................................... HALAMAN ABSTRAK.................. Teknik Analisis Data ................................. A.................................................................................................................................................................................................................................................. G............... HALAMAN DAFTAR GAMBAR........... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................................................................... E....................................... F............................................ B.. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ................................... i ii iii iv v vi vii ix x xii xiii HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ....... HALAMAN SURAT PERNYATAAN KEASLIAN .............. BAB II : GAMBARAN UMUM MA ALI MAKSUM PONDOK PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA ... Sejarah dan Perkembangan MA Ali Maksum ................................................ HALAMAN MOTTO .. Hipotesis ............... A............................. H......................................HALAMAN JUDUL .......................... C.................. Latar Belakang Masalah ..................... Sitematika Pembahasan ......... B.................... xiv BAB I : PENDAHULUAN............................................................................................ HALAMAN DAFTAR ISI ......................... Tujuan Pendidikan MA Ali Maksum ................. D....... Kajian Pustaka .................................................. HALAMAN PERSEMBAHAN ....... E............................ D...................................................... Metode Penelitian ............. 43 43 46 49 51 52 1 1 6 7 8 11 27 27 39 40 x ... Struktur Kepengurusan MA Ali Maksum ......................................... HALAMAN PENGESAHAN.... C............................................................ Letak dan Keadaan Geografis ........................................... I...............

................................ H.................................................. Deskripsi Data ........................................... C..... I......................... DAFTAR PUSTAKA ............. Guru dan Karyawan MA Ali Maksum ................ 54 60 62 65 66 67 67 73 73 75 77 77 78 80 81 86 BAB III : HASIL PENELITIAN ..................................... G.................. Koding dan Tabulasi Data .................................................... B............ C.......... Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum ................ Pengujian Hipotesis ...................................... Kata Penutup . Simpulan ....................... xi ....................... B............................................................................................ Sistem Pendidikan MA Ali Maksum ............. Pembahasan . A.................. J................................. D.................................................... Keadaan Siswa...........................................F................................ A............................................................................................................................................................................................. LAMPIRAN-LAMPIRAN........................... Saran................. BAB IV : PENUTUP ........... Kegiatan Ekstra dan Keasramaan ........................................................... Prestasi Dalam Kejuaraan ...

........................................ 31 Tabel 3 Proporsi Jumlah Sampel Dalam Tiap Kelas .... 68 Tabel 6 Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA..................................................... 32 Tabel 4 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun .................... 30 Tabel 2 Penentuan Jumlah Sampel Menurut Krejcie dan Morgan . 69 Tabel 7 Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum ...................................DAFTAR TABEL Tabel 1 Populasi Penelitian ................. 71 xii .......... 56 Tabel 5 Deskripsi Data Penelitian ...............................................................................................

.DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun ........... 70 Gambar 3 Diagram Histogram Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 ... 57 Gambar 2 Diagram Histogram Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 ..... 72 xiii ..

. Bantul ........................... 93 Lampiran VIII Catatan Hasil Observasi........ 113 Lampiran XVI Surat Pengajuan Penyusunan Skripsi ..................... 114 Lampiran XVII Bukti Seminar Proposal......................................... 128 xiv ................................... 96 Lampiran XI Struktur dan Personalia MA Ali Maksum ................................. 99 Lampiran XIII Daftar Inventaris Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum .................................................. 119 Lampiran XXI Kartu Bimbingan Skripsi ............................................................................. Lampiran IV Deskripsi Statistik Kemampuan Berbahasa Arab ...................................................... TOEC dan IT ............................................................ 125 Lampiran XXIV Bukti Sertifikat PPL II ......................... 95 Lampiran X Hasil Wawancara .........DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Jumlah dan Identitas Populasi Penelitian ............. 122 Lampiran XXIII Bukti Sertifikat dan Piagam KKN .......................................... 116 Lampiran XIX Surat Bukti Pelaksanaan Penelitian ........................................... 98 Lampiran XII Identitas Guru MA Ali Maksum ........................................................................................ 88 89 86 87 Lampiran V Deskripsi Statistik Prestasi Belajar Fiqih ..................................................................................... 109 Lampiran XV Surat Penunjukan Pembimbing Skripsi .......... 127 Lampiran XXV Daftar Riwayat Hidup ............................................................. 90 Lampiran VI Tabel Kerja Penolong Penghitungan Product Moment ........................... Lampiran III Deskripsi Data Penelitian Variabel Kemampuan Berbahasa Arab dan Prestasi Belajar Fiqih ............ Lampiran II Jumlah dan Identitas Sampel Penelitian ....................................... 121 Lampiran XXII Bukti Sertifikat TOAFL.................... 94 Lampiran IX Panduan Wawancara ......................................... 115 Lampiran XVIII Surat Keterangan Izin Bapeda DIY dan Kab.................... 91 Lampiran VII Tabel Values of rproduct moment .......................................... 102 Lampiran XIV Daftar Prestasi Siswa MA Ali Maksum .................. 118 Lampiran XX Surat Penggantian Judul Skripsi ..............................................

Latar Belakang Masalah Menurut kodratnya. Amin Haedari. sehingga seorang filsuf bahasa Ludwig Wittgenstein menyatakan bahwa “Batas bahasaku adalah batas duniaku”. hal. Sians dan Teknologi.1 Tidak ada seorangpun yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain. Oleh karenanya. 2004). Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global.BAB I PENDAHULUAN A. manusia merupakan makhluk sosial.J. hal. bahasa Arab merupakan salah satu bahasa asing yang banyak dipelajari masyarakat Indonesia. Vol. Begitu penting peran bahasa. Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. manusia dapat berkomunikasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta peradaban. 139 2 1 .2 Karena dengan bahasa. manusia sulit memahami ide. Sebagai bangsa dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. yakni al-Qur’an dan as-Sunnah. manusia membutuhkan alat komunikasi yang disebut bahasa. serta berbagai sumber lain dalam kajian Islamic studies terkodifikasi dalam literatur-literatur QS. 3 No. dkk. dkk. Terlebih lagi bagi masyarakat pesantren. 45 4 HM. seperti siswa MA Ali Maksum. Monks. 149 3 Mudjia Rahardjo. hal. Bahasa merupakan alat komunikasi yang berguna dalam kehidupan sosial. 1994). bahasa Arab merupakan bahasa primer. Cet9. (Jakarta : IRD Press. (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.4 Hal ini dikarenakan sumber hukum Islam yang utama. “Bahasa: Antara Pikiran dan Tindakan”. STAIN : 2001). 2 Tahun 2001.3 Tanpa bahasa. gagasan dan kehendak serta maksud orang lain. (Malang. Al-Hujurat (49) : 13 F. dalam ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam. Bahkan pengetahuan manusia dapat diukur dari kemampuannya dalam berbahasa.

S. Untuk kurikulum pesantren.staff. MA Ali Maksum menerapkan kurikulum yang dipadukan antara kurikulum pesantren dan Departemen Agama. Dalam pengajaran mata pelajaran agama.S. Namun demikian. sedangkan untuk kurikulum Depag dipilah antara mata pelajaran agama dan umum. Jam 14:34 WIB 6 Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar kelas XII MAK MA Ali Maksum 5 2 . Tidak berlebihan jika ada ungkapan yang menyatakan “ke mana Islam tersebar.5 Seiring dengan semakin banyaknya penerjemahan buku dan kitab-kitab berbahasa Arab.Hum. www. belajar Islam dapat dilakukan dengan buku-buku terjemahan.ac. (Rabu.. M.6 Sejak awal berdirinya.id. dapat dikatakan bahwa antara masyarakat muslim dengan bahasa Arab terdapat kaitan erat yang tidak mungkin dapat dipisahkan. Sedangkan untuk mata pelajaran umum. dalam kehidupan sehari-hari masyarakat muslim juga tidak mungkin dapat melepaskan diri dari penggunaan bahasa Arab. 22 Juli 2009). seperti IPS dan Biologi. bagi sebagian lembaga pendidikan (seperti pondok pesantren). undip. “Problematika Pengajaran Bahasa”. masih tetap mempertahankan penggunaan literatur berbahasa Arab. dalam google. Di samping itu. Dengan demikian.berbahasa Arab. minimal saat menjalankan ibadah shalat. semua mata pelajaran menggunakan literatur berbahasa Arab. seperti fiqih dan al-Qur’an hadist. menggunakan literatur berbahasa Arab. digunakan buku paket ber- Ahmad Nur Fauzan. com. Salah satunya adalah Madrsah Aliyah (MA) Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. ke sana pula bahasa Arab tersiar”.

menerangkan dan mengulas kitab berbahasa Arab tertentu . Musthofa al-Bigho. menerjemahkan. maupun hal-hal lain yang dianggap sulit untuk difahami.bahasa Indonesia. dengan 16 Bab. terdiri dari 1 jilid 11 Karya Musthtofa al-Khin. dan ‘Ali asy-Syarbajy. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global.11 Penggunaan literatur berbahasa Arab di lingkungan MA Ali Maksum dilakukan baik dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. staf TU MA Ali Maksum. hal. 13 Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar Kelas XII IPA. 16 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan metode bandongan atau wetonan adalah metode pengajaran kolektif dimana santri secara bersama-sama mendengarkan seorang ustadz atau Kyai yang membaca.8 Fathul Qorib. terdiri dari 1 jilid. dkk. atas hal-hal yang belum jelas atau belum dapat difahami secara baik. menyimak dan membuat catatan-catatan di dalam kitabnya sendiri. hal-hal yang dianggap penting. Adapun metode tanya jawab dipergunakan oleh siswa untuk meminta penjelasan lebih detil kepada guru. Proses pembelajaran fiqih di dalam kelas dilakukan dengan menggunakan metode bandongan12 dan metode tanya jawab. di kantor MA Ali Maksum. mengartikan dan menjelaskan materi pelajaran dalam kitab berbahasa Arab. MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta 7 3 .13 Metode bandongan dipergunakan oleh guru untuk membaca. sedangkan siswa mendengarkan. yakni kitab Sulam at-Taufiq. 9 Karya Muhammad bin Qasim al-Ghazi. 10 Karya Zainuddin bin ‘Abdul Aziz al-Malaibari. terdiri dari 8 Juz dan 4 jilid 12 HM. merupakan syarh (penjabaran) dari kitab Qurrat al-‘ain.9 Fathul Mu’in.7 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses pengajaran mata pelajaran fiqih di Madrasah Aliyah Ali Maksum dilakukan dengan menggunakan literatur dan buku pegangan berbahasa Arab. maupun dalam kegiatan di asrama.10 dan al-Fiqh al-Manhaji. merupakan syarh (penjabaran) dari kitab atTaqrib karya Ahmad bin al-Husain (Abi Suja’). Amin Haedari. baik berupa makna (arti). pada tanggal 05 November 2009. Wawancara dengan Bapak Ridwanuddin. 8 Karya Abdullah bin al-Husain bin Tohir bin Muhammad bin Hasyim Ba’lawy.

siswa yang belum mampu membaca bahasa Arab secara baik dan lancar. memaknai dan menjelaskan isi dari kitab pegangan. terkadang guru mata pelajaran fiqih di MA Ali Maksum juga menerapkan metode praktik membaca kitab. Uraian di atas menggambarkan bahwa dalam tataran idealita. Dengan demikian. Dalam hal ini siswa diminta untuk praktik membaca. Dengan metode praktik ini. sedangkan siswa menyimak serta membuat catatan yang dianggap perlu. Minimal siswa telah mampu membaca bahasa Arab secara baik dan lancar. belum semua siswa Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar Kelas XII IPA. untuk dapat mengikuti pelajaran fiqih secara baik. hal. Minimal siswa mampu membaca bahasa Arab atau al-Qur’an. sangat mungkin mengalami kesulitan. MA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta 15 HM. Amin Haedari. siswa MA Ali Maksum diharuskan memiliki kemampuan bahasa Arab.14 Penggunaan metode praktik ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membaca. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global.Disamping menerapkan kedua metode di atas. dkk. Namun pada kenyataannya. proses pembelajaran dengan metode bandongan dilakukan terhadap siswa yang dianggap telah memiliki kemampuan dasar bahasa Arab.15 Hal ini dikarenakan penggunaan metode bandongan diawali dengan pembacaan teks Arab oleh guru. sebenarnya dapat mendorong siswa belajar membiasakan diri dengan bacaanbacaan berbahasa Arab. 41 14 4 . memaknai serta memahami materi yang telah diajarkan. Secara umum. minimal mengalami keterlambatan dalam menyimak bacaan guru.

merasa khawatir jika di dalam kelas diminta praktik membaca kitab. Nur Fadhilah Rizki (Siswa kelas XII MAK) selaku delegasi MA Ali Maksum dalam lomba pidato 3 bahasa (Inggris. yang tidak hanya berasal dari sekolah berbasis pesantren atau madrasah.18 Penelitian pendahuluan yang dilakukan terhadap siswa kelas XII MA Ali Maksum tentang pengaruh kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. Arab dan Indonesia) pada hari Minggu 08 November 2009 jam 17. siswa Kelas XII MA Ali Maksum yang mendapatkan nilai pelajaran fiqih di bawah rata-rata tersebut merupakan siswa yang kurang menonjol dalam kemampuan berbahasa Arab. namun dari beberapa sampel. Siswa yang tidak memiliki persiapan yang cukup.17 Di samping masalah yang terkait dengan kemampuan berbahasa Arab di atas.00 WIB 19 Wawancara dengan Drs.16 Hal ini dikarenakan semakin beragamnya input siswa MA Ali Maksum. Marwan Hamid. Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas XII MA Ali Maksum. penerapan metode praktik di dalam kelas juga menjadikan sebagian siswa merasa terbebani. dengan alasan yang dibuat-buat. Walaupun perolehan prestasi (nilai) dapat dipengaruhi oleh banyak faktor.MA Ali Maksum memiliki kemampuan bahasa Arab secara memadai. Marwan Hamid.19 Wawancara dengan Drs. terdapat sejumlah siswa yang memiliki nilai mata pelajaran fiqih di bawah rata-rata. pada tanggal 10 November 2009 16 5 . melainkan juga banyak yang berasal dari latar belakang pendidikan umum (SLTP) dan lembaga pendidikan non pesantren. pada tanggal 10 November 2009 17 Data PSB tahun 2009: 87 siswa dari 169 siswa baru yang berlatar belakang SLTP. Sehingga tidak sedikit diantara siswa MA Ali Maksum yang memilih mbolos dan tidak masuk pelajaran fiqih. Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas XII MA Ali Maksum. 18 Wawancara dengan Syirojuddin Hadi Imron (siswa kelas XII IPA) dan sdr.

Berdasarkan uraian latar belakang di atas. dalam penelitian “Korelasi Anaara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” ini dapat dirumuskan beberapa permasalahan: 1. Pembatasan dan Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas. berkorelasi (berhubungan) dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. karena proses pembelajaran fiqih dilakukan dengan literatur (kitab) berbahasa Arab. Minimnya kemampuan berbahasa Arab diprediksi menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan kurang maksimalnya prestasi belajar fiqih bagi siswa kelas XII MA Ali Maksum. B. dapat dikemukakan hipotesis sementara bahwa kemampuan berbahasa Arab. maka peneliti bermaksud melakukan penelitian lapangan (kancah) tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010”. Bagaimana kemampuan berbahasa Arab siswa Kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? 6 . Dengan demikian.Hasil studi dan penelitian pendahuluan di atas menggambarkan bahwa siswa MA Ali Maksum yang tidak memiliki kemampuan berbahasa Arab secara memadai. serta dengan berpijak pada hasil penelitian pendahuluan yang menggambarkan adanya korelasi dua variabel. juga memiliki prestasi belajar fiqih di bawah rata-rata.

Apakah ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? C. Tujuan penelitian Penelitian tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010” ini bertujuan untuk: a. khususnya dalam bidang penelitian pendidikan agama Islam. Kegunaan penelitian Pelaksanaan penelitian ini diharapkan memiliki beberapa kegunaan atau kontribusi. 7 . 2. Segi praktis 1) Sebagai wahana implementasi pengetahuan yang dimiliki. Mengetahui korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. Mengetahui kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010.2. Diantara keguanaan dan kontribusi tersebut adalah: a. Bagaimana prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? 3. Mengetahui prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. c. b. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1.

mengucapkan dan mendengar kata-kata dalam bahasa 8 . diantaranya: 1. karya ilmiah serta hasil penelitian yang ada. 2) Menjadi bahan rujukan bagi penelitian di masa yang akan datang. khususnya dalam bidang pendidikan dan proses pembelajaran fiqih. Secara garis besar. Skripsi. tahun 2007. siswa menjadi terbiasa untuk membaca. peneliti menemukan beberapa hasil penelitian yang memiliki kedekatan pembahasan dengan penelitian ini. Ikowiyah. termasuk perlunya peningkatan kemampuan bahasa. beserta faktor-faktor yang ikut mempengaruhi. Dengan metode mahfudhat. D.2) Menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat muslim. b. khususnya dalam disiplin kajian dan keilmuan yang sama dengan penelitian ini. Segi teoritis. dengan keterampilan berbahasa Arab siswa MTs AnNawawi Purworejo. 3) Mendorong orang tua siswa agar ikut serta memperhatikan prestasi belajar anaknya. “Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTs An-Nawawi Berjan Purworejo”. maupun lanjutan. baik yang bersifat baru. tentang pentingnya kemampuan berbahasa Arab. Kajian Pustaka Berdasarkan hasil penelusuran dan studi bahan pustaka. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 1) Memberikan sumbangan bagi hazanah keilmuan Islam. hasil penelitian menjelaskan tentang hubungan positif antara penggunaan metode menghafal (mahfudhot).

adanya korelasi antara motivasi belajar dan prestasi belajar PAI pasca gempa di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul. maka semakin tinggi pula kemampuan atau keterampilan membaca bahasa Arab siswa MTsN Ngemplak Sleman Yogyakarta. Hasil dari kesimpulan penelitian yang dirumuskan adalah semakin tinggi tingkat penguasaan mufrodat siswa. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. Skripsi. Abidin Fuadi Nugroho menyimpulkan. 2007. 2. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. 2008 20 9 . Skripsi. Dalam penelitiannya ini. 2008. maka semakin besar pula keterampilan yang dimiliki siswa dalam berbahasa Arab.Arab. Abidin Fuadi Nugroho. “Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul”. Skripsi.21 3. semakin lemah ketrampilan siswa dalam berbahasa Arab. Nurjanah.20 Demikian pula sebaliknya. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTsN An-Nawawi Berjan Purworejo”. Kesimpulan yang dibuat dalam Ikowiyah. semakin sering siswa menghafal kata-kata dalam bahasa Arab (mahfudhat). 2007 21 Nurjanah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan. semakin jarang penggunaan mahfudhat.

Sebagaimana telah dikemukakan pada pembahasan sebelumnya. Sedangkan hasil penelitian Abidin Fuadi Nugroho lebih melihat prestasi belajar siswa. semakin tinggi pula prestasi belajar yang diraihnya.22 Disamping hasil penelitian di atas. Hasil penelitian yang dilakukan Ikowiyah dan Nurjanah di atas melihat ketrampilan atau kemampuan berbahasa Arab siswa dari sisi metode menghafal (mahfudhot) dan penguasaan kosa kata (mufrodat). apalagi yang dilakukan di MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Skripsi. sebenarnya masih banyak lagi karya ilmiah atau hasil penelitian yang mengarah pada variabel-variabel yang ada dalam penelitian skripsi ini. Namun sejauh ini peneliti belum menemukan satupun karya ilmiah atau hasil penelitian yang secara spesifik melihat hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. Berbeda dengan hasil penelitian di atas. penelitian tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” yang dilakukan peneliti lebih menitik beratkan pada hubungan antara kemampuan siswa dalam berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih di MA Ali Maksum. bahwa proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dilakukan dengan literatur (kitab-kitab) berbahasa Arab. semakin tinggi motivasi belajar yang dimiliki siswa. Sedangkan dalam studi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan Abidin Fuadi Nugroho. 2007 22 10 .penelitian ini adalah. “Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul Yogyakarta”. dikaitkan dengan motivasi belajar.

25 Disamping definisi di atas. didapatkan sampel bahwa kemampuan berbahasa Arab berkorelasi dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum.. “Sosiolinguistik: Masyarakat Bahasa 1”. bahasa diartikan sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1999). 77 24 Ibid. yang berupa lambang bunyi suara yang dihasilkan alat ucap manusia. anaksastra. Landasan Teori 1. Pengertian Bahasa Arab Secara etimologi. Linguistik Sastra Jurnalistik. apakah ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. (22 Oktober 2009). bahasa merupakan alat komunikasi sosial. Sehingga perlu dilakukan penelitian. hal. hal. cet. www. masih banyak definisi lain yang dikemukakan para tokoh.com. bahasa juga dapat dimaknai dengan ucapan (perkataan) yang baik. Ke-10.24 Sedangkan dalam pengertian terminologi (istilah).23 Disamping itu. (Jakarta: Balai Pustaka. tingkah laku yang baik dan sopan santun. 77 25 UPI.com. Jam 07:40:00 WIB. berinteraksi dan mengidentifikasikan diri.peneliti.blogspot. berupa bunyi yang digunakan oleh anggota kelompok sosial untuk bekerjasama dan saling berhubungan. Tinjauan kemampuan berbahasa Arab a. dalam google. Sedangkan menurut Keraf. hal. bahasa didefinisikan secara berbeda oleh beberapa tokoh. Harimurti mendefinisikan bahasa sebagai sistem Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Diantaranya adalah: Sturtevent mendefinisikan bahasa sebagai sistem lambang sewenang-wenang. yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama. E. 1 23 11 .

Makna. hal. terdapat kata kunci yang mengandung pengertian khusus. (Bandung: Angkasa. Berdasarkan uraian definisi di atas. Yakni kata “simbol”. 1982). Kamus Linguistik. cet.lambang arbriter yang digunakan masyarakat untuk bekerja sama.28 Dengan demikian. bahasa adalah sistem simbol bunyi yang arbriter yang dipergunakan kelompok sosial sebagai alat untuk berkomunikasi. Psikolinguistik. dan lain sebagainya. 17 Bernard Bloch and Trager. masyarakat Melayu menciptakan bahasa Melayu. “Outline of Linguistic Analysis”. Dengan demikian. Masyarakat Arab melahirkan bahasa Arab. berinteraksi dan mengidentifikasi diri. sebagai alat Harimurti Kridalaksana. Ke-1. sekaligus mengandung pengertian umum. yang dimaksud dengan bahasa Arab dalam penelitian ini adalah.27 Dengan melihat definisi-definisi yang telah diungkapkan di atas. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. misalnya masyarakat Jawa memiliki bahasa Jawa. perkembangan bahasa berkelindan (seiring) dengan perkembangan alam dan zaman. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan bahasa adalah lambang bunyi suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. dapat dikatakan sebagai bahasa. dan realitas empirik di alam semesta ini. cet. 1984). Hal ini menunjukkan bahwa bahasa pada dasarnya merupakan sistem simbol yang ada di alam semesta raya. 66-67 28 Asep Ahmad Hidayat. Filsafat Bahasa Mengungkap Hakikat Bahasa. sebagai alat komunikasi bagi komunitas masyarakat tertentu. lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap masyarakat Arab. hal. 2006). Ke-1. dan Tanda. 23 27 26 12 . Seluruh fenomena simbolis yang terdapat dalam kehidupan manusia. (Jakarta: Gramedia. hal.26 Sedang menurut Bloch dan Trager. dalam Henry Guntur Tarigan.

Yogyakarta: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Secara kuantitatif. termasuk bahasa Arab yang dipakai dalam literatur. yakni bahasa Arab fushah (fasih dan resmi) dan bukan bahasa pasaran (‘amiyah). “Metodologi Pengajaran Bahasa Arab Untuk Jurusan Bahasa Arab”. (2008). kitab dan berbagai media ilmiah lainnya. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Yakni orang yang menggunakan bahasa Arab (berbahasa Arab). Secara historis. buku. bahasa Arab Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.29 Sehingga dalam penelitian ini tidak akan memberikan ulasan secara spesifik tentang karakteristik bahasa Arab. Akhirnya dapat disimpulkan. serta hal-hal yang melingkupinya. 01 30 29 13 . hal. Sejarah Perkembangan Bahasa Arab Bahasa Arab merupakan bahasa Semitik yang muncul dari daerah Semit (sekarang termasuk wilayah Arab Saudi). bahwa yang dimaksud dengan bahasa Arab dalam penelitian ini adalah bahasa Arab di dalam kitabkitab fiqih yang menjadi rujukan dan pegangan utama guru dalam proses pengajaran dan pembelajaran fiqih kepada siswa Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.berkomunikasi dan menyampaikan pesan (lisan dan tulisan). bahasa Arab Smitik merupakan bahasa terbesar (mayoritas) dari sekian banyak rumpun dalam bahasa Arab. hal.30 b. Penambahan kata depan “ber” dalam kata bahasa pada skripsi ini (menjadi berbahasa) menunjukkan bahwa yang menjadi titik tekan dalam penelitian ini adalah orang (bukan bahasanya). 78 Busyari Madjidi.

“Al-‘Arabiyah”. Vol.blogspot. 33 Mansur. 1 No1 (2004).ibnuaziz83.32 Dalam perjalanan sejarahnya.berkerabat dekat dengan bahasa Ibrani dan bahasa Aram. Bahasa Arab modern telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 sub bahasa dalam ISO 639-3. Semasa abad pertengahan. Sehingga mayoritas umat Islam tidak lagi mempelajari bahasa Arab. dalam Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.31 Bahasa-bahasa ini dituturkan di seluruh dunia Arab. matematika dan filsafat. Bahasa Arab telah memberi banyak kosa kata kepada bahasa lain di dunia Islam.com. (21 November 2008) 32 Ibid. dalam google. khususnya dalam bidang sains. Hal ini menjadikan bahasa Arab banyak diasimilasi menjadi bahasa masyarakat Eropa.33 Ibnu Aziz. was posted on Friday.com.. bahasa Arab juga merupakan alat utama budaya. hal. “Definisi Bahasa Arab”. bahasa Arab dipelajari oleh orang Islam hanya dalam rangka tujuan praktis yaitu ibadah. www. Bahasa Arab tidak diposisikan sebagai media untuk melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban masyarakat muslim. sedangkan bahasa Arab baku telah tersebar dan dikaji di seluruh dunia Islam (‘araby dan ‘ajamy). termasuk bahasa Indonesia. Bahasa Arab modern berasal dari bahasa Arab klasik yang telah menjadi bahasa kesusasteraan dan bahasa liturgi Islam sejak dari abad ke-6 Masehi. ketika tujuan pragmatisnya (membaca al-Qur’an dan menjalankan ibadah) telah tercapai. 71-72 31 14 .

dalam google. Kelangsungan hidup sebuah bahasa sangat dipengaruhi oleh budaya dan dinamika yang terjadi serta dialami penuturnya. serta dipakai oleh komunitasnya sebagai alat komunikasi. manusia mampu membentuk lambang atau memberi nama guna menandai setiap kenyataan. “Sosiolinguistik: Hubungan Bahasa dengan Budaya”.37 Oleh karenanya. 29 Oktober 2009). (Rabu.com. Sedangkan di sisi yang lain. hal. hal. Bahkan tidak menutup kemungkinan. 2 QS. bahasa tidak bersifat permanent.antropologi .c. Al-Baqarah (2) : 31-33 UPI.38 Fakultas Ilmu Bahasa UGM. bahasa suatu komunitas.fib. bahasa hidup dan berkembang dalam masyarakat. 2 15 .36 Hewan dan makhluk-makhluk lain di dunia ini tidak memiliki bahasa. Implementasinya. Para ahli bahasa menegaskan.ugm. akan tetapi luwes dan selalu berubah. bahwa bahasa sebagai alat komunikasi hanya dimiliki oleh manusia. bahasa merupakan salah satu ciri atau tanda yang membedakan dengan bangsa lain. “Bahasa dan Dinamika Masyarakat”. seiring dengan tuntutan perkembangan zaman.id.15 WIB 35 Ibid 36 37 38 34 UPI. jam 20. www.ac.35 Bahasa juga berfungsi sebagai alat komunikasi.34 Bagi sebuah bangsa. bangsa atau negara tertentu akan mengalami kesirnaan. Linguistik Sastra Jurnalistik “Sosiolinguistik: Hubungan Bahasa dengan Budaya”. Fungsi Bahasa Arab Secara umum. Disatu sisi. Linguistik Sastra Jurnalistik. bahasa memiliki beberapa fungsi. Diantaranya adalah sebagai identitas bangsa atau Negara. bahasa dapat menjadi salah satu faktor kebanggaan serta perekat semangat nasionalisme suatu bangsa.

pembaca kritis dan pembaca kreatif. “Belajar Bahasa Arab-Keharusan”. hal. (Bandung: Sinar Baru Algensindo.blogspot. bagi masyarakat muslim Indonesia bahasa Arab juga berfungsi sebagai alat untuk melakukan proses pengkajian dan pendalaman terhadap nilai-nilai agama Islam. d. Seseorang belum dikatakan memiliki kemampuan berbahasa Arab secara baik. yakni: pembaca literal. Indikator Kemampuan Berbahasa Arab Seseorang dikatakan mampu untuk berbahasa Arab dengan baik adalah ketika ia memiliki empat ketrampilan berbahasa. sedangkan alQur’an diturunkan dalam bahasa Arab. diperlukan kemampuan berbahasa Arab secara baik dan memadai.html.750 39 16 .com/ 2009/06/belajar-bahasa-arab-keharusan. 57-61 41 Panitia PPL 1 Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. jika belum mampu membaca naskah atau tulisan dalam bahasa Arab. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca? Suatu Teknik Memahami Literature Yang Efisien. http://dorokabuju. 2008).39 Sebagaimana telah disinggung pada bagian sebelumnya. 1 40 Nurhadi. hal. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA. (Yogyakarta. bahwa sumber utama nilai-nilai agama Islam adalah al-Qur’an.41 Kemampuan membaca literal adalah kemampuan pembaca mengenal dan menangkap bahan bacaan yang tertera secara tersurat (eksplisit). 2005). Dan MAK”. ada tiga golongan pembaca bahasa Arab. yakni:40 1) Kemampuan membaca (qiro’ah / reading skills) Membaca merupakan salah satu ketrampilan dalam berbahasa. Sehingga untuk dapat mempelajari nilai-nilai agama Islam secara baik dan maksimal. Dilihat dari tingkat kemampuan membacanya.Disamping beberapa fungsi dia atas. dalam yahoo. Kemampuan membaca kritis merupakan kemamAbdul Munir Sape. MA.com. hal. SMALB.

hal. hal.)أﻟﻘﺮاءةاﻟـﺘﺤﻠـــﻴﻠﻴــﺔ‬Membaca keras merupakan jenis membaca yang dilakukan dengan suara jelas dan dapat dimengerti orang lain. Sedangkan membaca analitis bertujuan untuk melatih siswa agar memiliki kemampuan mencari informasi dari bahan atau literatur yang tertulis tertulis (berbentuk tulisan).)أﻟﻘﺮاءةاﻟﺠـﻬﺮﻳـــﺔ‬ membaca dalam hati (‫. Sedangkan kemampuan membaca kreatif adalah membaca yang tidak sekadar menangkap makna tersurat (reading the lines). baik pokok maupun rinciannya. hal. Diantaranya adalah membaca keras (‫. Membaca dalam hati bertujuan memperoleh pengertian.puan pembaca mengolah bahan bacaan secara kritis untuk menemukan keseluruhan makna bahan bacaan. Membaca rekreatif bertujuan memberikan latihan kepada siswa untuk membina minat dan kecintaan membaca.)اﻟﻘﺮاءةاﻟﺴﺮﻋﺔ‬membaca rekreatif (‫ )أﻟﻘﺮاءةاﻹﺳـﺘﻤـﺘﺎﻋـﻴــﺔ‬dan membaca analitis (‫ 34. 126 44 M. baik makna tersurat maupun makna tersiratnya melalui tahap mengenal. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. Syaiful.)أﻟﻘﺮاءةاﻟــﺼﺎﻣـﺘـــﺔ‬ membaca cepat (‫ . Yogyakarta: Skripsi. menganalisa. 2004). memahami. (Malang: Misykat. Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren alLuqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning. terdapat beberapa jenis membaca. 2008. 18 43 A. mensintesa dan menilai. Membaca cepat bertujuan untuk menggalakkan siswa agar berani membaca lebih cepat daripada kebiasaannya. makna antar baris (reading between lines) dan makna dibalik baris (reading beyond the lines). 44 M. Syaiful. Fuad Efendi. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga.42 Dalam konteks membaca bahasa Arab. tetapi yang mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untuk kepentingan sehari-hari. Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren alLuqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning. 19 42 17 .

a) Mengidentifikasi bunyi huruf Hijaiyah dan ujaran (kata.46 4) Kemampuan berbicara (kalam / speaking skills) Kemampuan berbicara menggunakan bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa bentuk. Diantaranya adalah. Diantaranya adalah. b) Melakukan dialog sederhana dengan Team PPL 1 Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. dan struktur yang tepat. frasa. Diantaranya adalah. a) Mampu menyampaikan informasi secara lisan dengan lafal yang tepat dalam kalimat sederhana. serta tanda baca yang tepat. 767 45 18 . dan kalimat dengan huruf ejaan. c) Mampu mengungkapkan pendapat dan perasaan.45 3) Kemampuan mendengarkan (istima’ / listening skills) Kemampuan mendengarkan bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa aspek. frasa dengan huruf. tanda baca. Dan MAK”. b) Memperoleh informasi umum dan atau rinci dari berbagai bentuk wacana lisan sederhana secara tepat. SMALB. 767 46 Ibid. frasa atau kalimat) dalam suatu konteks dengan mencocokkan dan membedakan secara tepat. MA. a) dapat menulis kata..2) Kemampuan menulis (kitabah / writing skills) Kemampuan menulis siswa dalam bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa hal. secara tertulis yang mencerminkan kecakapan menulis dengan tepat. hal. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA. hal. b) Mampu mengungkapkan informasi secara tertulis dalam kalimat sederhana sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan menggunakan kata.

Kosa Kata Pengajaran. semakin banyak mufrodat yang dimiliki seseorang. hal. yang harus diprioritaskan dari empat aspek kemahiran berbahasa Arab adalah aspek yang pertama yaitu membaca. dan lain sebagainya. edisi revisi. prestasi diartikan sebagai hasil yang telah dicapai. c) Menyampaikan pendapat dan perasaan secara lisan dengan lancar sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan berkomunikasi dengan santun dan tepat. kedudukan sebuah kata dalam struktur kalimat. dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan prestasi Ibid. Pengertian Prestasi Belajar Secara bahasa.51 Senada dengan pengertian tersebut. Tinjauan prestasi belajar a. Jika penguasaan kata pada aspek ini telah memadai.50 2. hal.. hal. Moch. perubahan akhir kata (i’rab). (Bandung : Sinar Baru Algensindo. Kamus Ilmiah Populer. (Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group. dkk. diperlukan penguasaan ilmu nahwu & shorof. 467 48 47 19 . Anwar. Metodologi & Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab. 2000).. VII. maka mudahlah kita untuk menguasai aspekaspek yang lainnya. 02 51 Adi Satrio. maka semakin besar pula ketrerampilan berbahasanya”. hal. ”kualitas berbahasa seseorang jelas tergantung pada kualitas dan kuantitas mufrodat (perbendaharaan kata) yang dimilikinya..G Tarigan. H.47 Untuk dapat menguasai empat aspek ketrampilan berbahasa Arab di atas. 1986).lancar dan benar yang mencerminkan kecakapan berkomunikasi dengan santun dan tepat.49 Sedangkan menurut H. Sedangkan Ilmu sharaf adalah ilmu yang mempelajari perubahan bentuk kata dalam bahasa Arab. 33 50 Tarigan. (2005). G. iii 49 Radhliyah Zaenuddin. (Bandung: Angkasa. Terjemahan Matan Kailani dan Nadham al-Maqsud berikut penjelasannya. 2005).48 Menurut Fahmi. hal. 767 Ilmu nahwu adalah ilmu tata bahasa Arab yang mempelajari susunan kalimat. cet.

Perubahan itu sendiri berangsur-angsur dimulai dari sesuatu yang tidak dikenalnya. hal. belajar adalah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus. hal.sunarto mbs. para psikolog dan ahli pendidikan mendefinisikan belajar secara berbeda-beda. Science fun. Kedua.wordpress. 2009-01-05 54 Muhibbin Syah.55 Bertolak dari berbagai definisi di atas. secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. belajar merupakan perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. www.52 Dengan demikian. Misalnya. (Bandung: Remaja Rosdakarya. setelah orang tersebut melakukan atau mengerjakan suatu pekerjaan tertentu. 787 Sunarto. “Pakem Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Dan Menyenangkan”. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 67 53 52 20 . Sedangkan belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya tingkah laku.53 Disamping definisi tersebut. sebagai hasil dari terbentuknya respon utama.com.com.adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan atau dikerjakan). 90-91 55 Ahmad Tafsir.54 Sedangkan Mahfud Shalahuddin mendefinisikan belajar sebagai: Suatu proses perubahan tingkah laku melalui pendidikan atau lebih khusus melalui prosedur latihan. hal. untuk kemudian dikuasai atau dimilikinya dan dipergunakannya sampai pada suatu saat dievaluasi oleh yang menjalani proses belajar itu. 2008). prestasi merupakan hasil yang telah dicapai oleh seseorang. Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah. yang pada umumnya (perubahan tesebut) bersifat permanen. 2008). pertama. dalam google. Chaplin memberikan batasan belajar dengan dua rumusan. (Bandung: Maestro.

February 04.yang relatif menetap (permanent) sebagai hasil pengalaman. dalam google. Sedangkan Winkel mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang.57 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan yang dicapai dari suatu kegiatan atau usaha yang dapat memberikan kepuasan emosional. www. afektif dan psikomotor. prestasi belajar dapat dimaknai sebagai “taraf keberhasilan murid atau santri dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah atau pondok pesantren yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu”. hal. 5 57 56 21 . 132 M.56 Senada dengan kedua pendapat di atas. dan dapat diukur dengan alat atau tes tertentu. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.com. Arif Gunarso mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usahausaha belajar. dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu yang relatif menetap (permanent) sebagai hasil atau akibat dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. masnaguib. hal. Berdasarkan uraian tentang pengertian prestasi dan belajar di atas. yang Muhibbin Syah. ”Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mesir”. Dengan demikian. tingkat keberhasilan siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010. 2006.blogspot. Sedangkan yang dimaksud dengan prestasi belajar fiqih dalam penelitian ini adalah. setelah menempuh proses pembelajaran dalam mata pelajaran Fiqih.com. Zainun Najib. Saturday.

masyarakat dan lain sebagainya. faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Faktor dari dalam diri siswa meliputi: a) faktor psikis yaitu: IQ.59 Yahya Asnawi. 2) Faktor dari luar diri siswa: a) faktor pengatur belajar mengajar di sekolah yaitu kurikulum pengajaran. kemampuan belajar. Rajawali. perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhinya. 233. fasilitas belajar. sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga. 2002). Dan c) faktor situasional yaitu keadaan sosial ekonomi.areefah. “Kajian Teoritis Prestasi Belajar”. dan (2) keadaan fungsi-fungsi fisiologis tertentu. Secara lebih rinci. b) Faktor fisiologis atau faktor biologis. 2009 59 Suryabrata. status sosial siswa.diukur dengan tes tertentu dan diwujudkan dalam bentuk nilai atau skor dan dituangkan dalam buku raport. keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar. faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor internal) dan faktor yang barasal dari luar diri siswa atau (faktor eksternal). hal. keadaan waktu dan tempat. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Untuk mencapai prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan. dan lingkungan.tk. disiplin sekolah. interaksi guru dengan siswa. minat dan kondisi akibat keadaan sosiokultural. motivasi belajar. Psikologi Pendidikan. pengelompokan siswa b) faktor-faktor sosial di sekolah yaitu sistem sekolah. www. yakni: (1) keadaan jasmani. misalnya fungsi penglihatan. (Jakarta : CV. yang dapat dibedakan menjadi 2 bagian. Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri siswa dapat bersifat biologis dan psikologis. pendengaran dan lain sebagainya.com. sekolah.58 b. 58 22 . e-mail:@reefah@yahoo. S. sikap dan perasaan. Diantara faktor-faktor tersebut adalah.

dan lain sebagainya. Mata Pelajaran Fiqih a. Pengertian Secara bahasa.Berdasarkan uraian di atas. (Yogyakarta: Dian Yogyakarta. Kamus Besar Bahasa Indonesia. mata pelajaran diartikan dengan ”pelajaran yang harus diajarkan (dipelajari) untuk sekolah dasar atau sekolah lanjutan”. proses belajar yang dilalui. suasana lingkungan sekolah. serta faktor yang bersifat biologis. 276 61 60 23 . seperti keadaan fisik. hal. 636 Much. waktu dilaksanakannya belajar. minat. pola hidup masyarakat. dalam pengertian bahasa. Dachlan Arifin. 3. yang harus diajarkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.06 62 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. yakni faktor yang bersifat psikologis seperti IQ. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa juga dapat dibedakan menjadi dua bagian. Kamus Besar Bahasa Indonesia. yakni kelompok yang berasal dari dalam diri siswa dan kelompok yang bersal dari luar dirinya.60 Sedangkan fiqih diartikan dengan mengetahui dan memahamkan. hal.62 Dengan demikian. dan lain sebagainya. Sedangkan faktor yang berasal dari luar diri siswa diantaranya adalah kondisi lingkungan keluarga. bakat dan lain sebagainya.61 Namun yang dimaksud dengan fiqih di sini adalah ilmu yang mempelajari tentang hukum Islam. yang dimaksud dengan mata pelajaran fiqih adalah pelajaran tentang hukum Islam. fungsi dari masing-masing anggota badan. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa dibagi ke dalam dua kelompok. hal. motivasi. 1994). Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih.

baik untuk jenjang sekolah dasar maupun jenjang lanjutan. 1994). yang harus dipelajari (diajarkan) kepada siswa sekolah dasar hingga sekolah lanjutan (menengah). 06 63 24 . Diantaranya. haram.63 Sedangkan menurut Ibnu Khaldun.05 64 Ibid. makruh maupun mubah. (Yogyakarta: Dian Yogyakarta. Dachlan Arifin. baik yang bersifat ubudiyah (hubungan dengan Allah) maupun amaliyah (berhubungan dengan sosial). sunat. Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih. fiqih didefinisikan secara berbeda oleh para tokoh. hal. Secara istilah. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan mata pelajaran fiqih di sisni adalah pelajaran tentang hukum Islam yang mengatur perilaku seorang mukallaf. seperti ijma’ dan qiyas. b. Kompetensi Pembelajaran Fiqih Di Madrasah Aliyah Sebagai sub sistem dari sistem pendidikan Nasional. segala rumusan tentang tujuan dan kompetensi pendidikan Madrasah Aliyah Much. Sunnah Rasul dan sumber-sumber hukum Islam lainnya. hal. yang diterima dari Allah dengan perantaraan kitab suci (al-Qur’an) dan sunnah Rasulullah. fiqih didefinisikan sebagai ilmu yang menerangkan hukum-hukum Allah terhadap perbuatan para mukallaf.64 Berdasarkan uraian di atas. Salam Qobbany mendefinisikan ilmu fiqih sebagai ilmu yang menerangkan segala hukum yang dipetik dari dalil-dalil yang tafsili.(dipelajari) oleh siswa sekolah. Muhammad Abd. yang digali dari al-Qur’an. serta dalil-dalil syara’ lainnya. baik wajib..

tidak dapat dilepaskan dari tujuan pendidikan Nasional. Secara umum, rumusan kompetensi dasar bagi Madrasah Aliyah adalah: 1) Memahami ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah, demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2) Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna 3) Berperilaku terpuji seperti husnuzzhan, taubat dan raza dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof, tabdzir & fitnah 4) Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam. 5) Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia.65 Secara lebih khusus, dalam keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah / Keagamaan, disebutkan bahwa mata pelajaran fiqih dimaksudkan untuk

memberikan bekal kepada siswa agar lebih mampu memahami ajaran Islam dalam aspek hukum.66 Dengan demikian, kompetensi mata pelajaran fiqih pada Madrasah Aliyah adalah terbentuknya sumber daya manusia muslim Indonesia yang memahami terhadap ajaran Islam, khususnya dalam aspek hukum. c. Ruang Lingkup Materi dalam Pembelajaran Fiqih Secara umum, ruang lingkup materi dalam pembelajaran fiqih terbagi dalam 4 bagian, yakni 1) berkaiatan dengan urusan akhirat (ibadah), 2) berkaitan dengan urusan dunia (mu’amalah),

3) berhubungan dengan kelangsungan hidup manusia (munakahat),
Badan Standar Nasional Pendidikan, SKL-Mata Pelajaran SMK/MAK, hal. 68 Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah Keagamaan, Bab III huruf D butir 10, hal. 13
66 65

25

4) berhubungan dengan kepentingan umum (’uqubat).67 Sedangkan menurut Hasbi Ashiddieqy, ruang lingkup mata pelajaran fiqih meliputi terhadap berbagai hal, sebagai berikut: 1) Ibadat, mencakup tentang taharah, shalat, jenazah, puasa, zakat, haji, ...2) AL-Ahwal asy-syahsiyyah, yang meliputi: nikah dan berbagai hal yang melingkupinya, wasiat, waris, radla’ah, hadlonah dan perwakilan 3) Al-Muamalah al-Madaniyah, yang meliputi: jual beli, sewa menyewa hutang piutang, gadai, rahn, syuf’ah, salam, ... 4) Al-Muamalah Al-Maliyah, meliputi: Baitul Mal, perbendaharaan negara, ... 5) Uqubat, meliputi: Qishas, hudud, ta’zir, ... 6) Al-Ahkam al-Murofa’at (mukhossomat), meliputi: peradilan, hakim, gugatan, 7) Al-Ahkam As-Sultoniyah, meliputi: kepala negara, rakyat, musyawarah, ... 8) Al-Ahkam Ad-Duwaliyah meliputi: hubungan antar negara, perang, ...68 Dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah / Keagamaan bahan kajian yang tercakup dalam mata pelajaran fiqih adalah ibadah, mu’amalah, ath’imah, munakahah, faraidh dan wasiat, uqubat, qadhaf, serta perbandingan madzhab dalam beberapa hukum tertentu.69 Bagi Madrasah Aliyah Ali Maksum, pada dasarnya ruang lingkup pembelajaran fiqih tetap mengacu terhadap SK Menteri Agama no. 374 di atas. Namunn dalam prosesnya pembelajaran fiqih di MA Ali Maksum dilakukan secara lebih detil, dengan menggunakan berbagai pendapat ulama terkait dengan suatu permasalahan hukum tertentu, khususnya pendapat yang dikemukakan oleh ulama dalam lingkungan madzhab Syafi’i. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran

Much. Dachlan Arifin, Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih, hal. 15 Ibid., hal. 22 - 24 69 Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah Keagamaan, Bab III huruf D butir 10, hal. 13
68

67

26

dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan atau litaratur berupa kitab, yang mayoritas hasil karya ulama madzhab Syafi’i. F. Hipotesis Guna menjawab rumusan masalah yang diajukan, maka hipotesis atau jawaban sementara yang akan dibuktikan kebenarannya melalui proses penelitian ini adalah; “Ada hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010”. G. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan atau penelitian “kancah” (field research),70 yakni suatu penelitian yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke lapangan atau lokasi penelitian. Sedangkan dilihat dari sifat datanya, penelitian ini termasuk penelitian “kuantitatif-korelasional”. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian ilmiah yang sistematis dengan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan dengan fenomena alam.71 Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antar variable.72 Sedangkan penelitian korelasional merupakan

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1996), hal. 11. 71 Abdul Rohim, “Penelitian Kuantitatif dengan Masalah-Masalahnya”, www. ariemcool. multiply.com dalam Yahoo.com, 2008, hal. 1 72 Ibid, hal. 2

70

27

Disamping itu. Mengenal Analisis Korelasi www. dengan bersumber pada realitas atau fenomena empirik yang bersifat obyektif. untuk mengetahui hubungan antar variable. yang disajikan dalam bentuk tabel. Penentuan jenis penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa data-data dalam penelitian ini berbentuk angka.htm dalam yahoo.teknik analisis yang termasuk dalam salah satu teknik pengukuran asosiasi atau hubungan (measures of association). Dengan demikian. grafik atau diagram.info/korelasi/korelasi.jonathan sarwono. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan statistik. Karena penelitian ini menitik beratkan pada hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih yang merupakan Jonathan Sarwono. dengan menggunakan data-data berupa angka serta analisa statistik.73 Secara sederhana. penelitian korelasional adalah penelitian untuk mengetahui hubungan antar dua variabel. penelitian kuantitatif-korelasional merupakan penelitian ilmiah yang dilakukan secara sistematis. dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel.com 73 28 . Dengan demikian. Teori Analisi Korelasi. 2. Pengukuran asosiasi merupakan istilah umum yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel. proses pengolahan data perlu dilakukan dengan menggunakan metode analisis statistik. yakni variabel bebas (kemampuan berbahasa Arab) dan variabel terkait (prestasi belajar fiqih).

hasil dari kegiatan belajar mengajar dan proses pendidikan. Populasi dan Sampel Penelitian a. dilihat dari kemampuan berbahasa Arab siswa. jika jumlah populasi lebih dari 100 orang. Populasi Populasi atau universe merupakan keseluruhan unsur atau elemen yang menjadi obyek penelitian. Dengan pendekatan statistik peneliti bermaksud untuk melihat hasil internalisasi dan eksternalisasi materi fiqih. penelitian harusnya dilakukan terhadap seluruh anggota populasi. metode analisis data untuk mengetahui interelasi dan bentuk-bentuk interaksi di tengah proses belajar mengajar di MA Ali Maksum. Yang dimaksud dengan pendekatan statistik adalah metode analisis data untuk mengetahui interelasi dan bentuk-bentuk interaksi yang terjadi di tengah kehidupan suatu kelompok. 102 29 . Prosedur Penelitian. (Jakarta: Rineka Cipta.75 Secara ideal.74 Sedangkan istilah pedagogis merupakan pembatasan atas kelompok yang dimaksud. yang melibatkan berbagai komponen dan individu di dalamnya. Sosiologi Agama. Dengan demikian. (Bandung : Rosda Karya. 90 Suharsimi Arikunto. hal. 1998). Penentuan pendekatan statistik dalam penelitian ini didasarkan pada tujuan penelitian yang berusaha untuk mengetahui hubungan antara prestasi belajar fiqih. yang dimaksud dengan pendekatan statistik-pedagogis dalam penelitian ini adalah. hal. penelitian dapat 74 75 Dadang Kahmad. 2000). yakni kelompok masyarakat pendidikan. Namun demikian. 3. maka pendekatannyapun menjadi pendekatan “statistik-pedagogis”.

(Bandung: PT Remaja Rosda Karya.IPA XII . TA 2009/2010. terdapat beberapa cara yang dapat dipergunakan.dilakukan terhadap sebagaian dari populasi.IPS TOTAL PUTRA 18 11 17 46 PUTRI 15 27 25 67 JUMLAH 33 38 42 113 b. yang dimaksudkan dengan populasi penelitian adalah: seluruh siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. Tabel 1 76 Populasi Penelitian Kelas XII . maka penelitian ini akan dilakukan melalui sampel. hal. Sampel dan Teknik Sampling Sebagaimana telah dikemukakan di atas. Dalam penelitian ini.MAK XII . diambil tgl 2 Nov 2009 Irawan Soehartono. Metode Penelitian Sosial. atau yang sering disebut dengan penelitian sampel. random sampling. Diantaranya adalah. maka penelitian dapat dilakukan terhadap sampel. jika jumlah populasi lebih dari 100 orang. yang berjumlah 113 siswa. Secara lengkap rincian populasi yang berjumlah 113 siswa dapat dilihat dalam tabel berikut ini (Identitas populasi dapat dilihat dalam lampiran I).77 Untuk menentukan sampel (teknik sampling). Sampel merupakan suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan yang dianggap dapat menggambarkan populasinya. 57 77 76 30 . stratified Data Dokumentasi Sekolah MA Ali Maksum. Karena jumlah siswa kelas XII MA Ali Maksum berjumlah 113 siswa. 2002).

cluster sampling. Tabel 2 79 Penentuan Jumlah Sampel Populasi (N) . Sehingga dalam penelitian ini (dengan jumlah populasi sebanyak 113 siswa) dinisbatkan pada jumlah populasi terdekat..sampling. (Yogyakarta : Yasbit Fakultas Psikologi UGM. penentuan sampel dilakukan dengan teknik stratified proportional random sampling.. dan double sampling. Untuk menentukan jumlah sampel. probability sampling. purposive sampling. Sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel.. 2000. 120 79 Hasan Musthafa. sebagai berikut.. yakni 110 populasi. peneliti menggunakan teknik proposional dari tabel Krejcie dan Morgan. ditetapkan sebanyak 92 sampel. Berdasarkan tabel sampel yang dikemukakan Krejcie dan Morgan di atas. ditetapkan 86 sampel. 4 78 31 . Untuk menentukan jumlah sampel pada tiap-tiap kelas... dengan Sutrisno Hadi.. untuk populasi 110 orang. 40 45 50 55 60 Sampel (n) . Dengan demikian. hal. artikel tidak diterbitkan.. quota sampling. proportional sampling. Teknik Sampling.78 Dalam penelitian ini.. 36 40 44 48 52 Populasi (N) 65 70 75 80 85 90 Sampel (n) 56 59 63 66 70 73 Populasi (N) 95 100 110 120 130 . dilakukan dengan teknik proporsional.. jumlah sampel dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 86 responden. sedangkan jumlah populasi 120 orang. Metodologi Research. 1994) hal.. Sampel (n) 76 80 86 92 97 ..

perhitungan dan hasil sebagaimana terlihat dalam tabel berikut (Identitas sampel dapat dilihat dalam lampiran II).42 11 : 113 x 86 = 8. Tabel 3 Proporsi Jumlah Sampel KELAS XII MAK PUTRA XII MAK PUTRI XII IPA PUTRA XII IPA PUTRI XII IPS PUTRA XII IPS PUTRI JUMLAH JML.94 25 : 113 x 86 = 19. 5.55 17 : 113 x 86 = 12. Subyek dan Informan Penelitian Yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran fiqih dan siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. Sedangkan pihak-pihak yang dijadikan informan penelitian adalah.03 JML. SISWA 18 15 11 27 17 25 113 PROPORSI KELAS 18 : 113 x 86 = 13. karyawan dan siswa kelas I serta kelas II dilingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. diperlukan penggunaan metode pengumpulan data yang sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan. Oleh karena itu. pengurus Yayasan Ali Maksum. mengena dan tepat dengan pokok permasalahan yang diteliti (akurat). Tokoh masyarakat.70 15 : 113 x 86 = 11. SAMPLE 14 11 8 21 13 19 86 4.37 27 : 113 x 86 = 20. serta kepala sekolah. untuk mendapatkan data yang akurat. data merupakan faktor penting yang menuntut terpenuhinya unsur relevansi. guruguru non mata pelajaran fiqih. 32 . Metode Pegumpulan Data Sebagai sebuah penelitian ilmiah. Data atau informasi yang diperoleh harus benar-benar relevan serta bertalian.

yang dimaksud dengan data adalah hasil pencatatan peneliti. yang berarti tidak meng- 80 81 Suharsimi Arikunto. pengumpulan data dalam penelitian tentang “Korelasi antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” dilakukan dengan menggunakan metode-metode sebagai berikut. yakni data diskrit dan data kontinum. Prosedur Penelitian. data dapat digolongkan menjadi dua golongan. Metode Observasi Metode observasi merupakan cara untuk menghimpun bahanbahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan. hal. 99 Anas Sudijono. angka berjarak atau ukuran. sehingga data-data yang diperlukan adalah data yang berbentuk angka (kuantitatif). (Jakarta : Raja Grafindo Persada.Suharsimi Arikunto memberikan batasan.80 Secara umum. sedangkan data dari variabel kontinum. 76 33 . pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data statistik. Data dari variabel diskrit disebut dengan data diskrit. disebut data kontinum dan berupa tingkatan. dan berbentuk frekwenasi. Dalam penelitian ini. Untuk memenuhi harapan ini. hal. Pengantar Evaluasi Pendidikan. 1996).81 Sedangkan Irawan Soehartono menjelaskan bahwa observasi dibatasi sebagai pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan. a. baik yang berupa fakta maupun angka.

83 Dalam pengertian psikologik. 1987). hal.85 Metode observasi ini digunakan untuk mengamati berlangsungnya proses Irawan Suhartono . dan c) partisipasi.84 Berdasarkan uraian di atas. Prosedur Penelitian. penciuman. observasi atau pengamatan meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap obyek. Penelitian Kependidikan. yakni setiap kerja pengamatan yang dilakukan untuk memperoleh gambaran dari obyek yang diteliti. 91 85 Anas Sudijono. Metode Penelitian Sosial. yaitu pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat atau cara. Prosedur dan Strategi. Dengan demikian. 146 84 Mohammad Ali. hal. Pengantar Evaluasi Pendidikan.ajukan pertanyaan-pertanyaan. Suharsimi Arikunto lebih cenderung mendefinisikan observasi dalam pengertian yang lebih luas. pendengaran. observasi yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif (participant observation). 1996. dimana observer (peneliti) melibatkan diri di tengah-tengah observe yang sedang diteliti. melakukan kegiatan observasi dapat dilakukan dengan mempergunakan seluruh alat indera. 77 83 82 34 . hal. a) pengamatan langsung (direct observation). yakni pengamatan yang dilakukan dengan cara ikut ambil bagian atau melibatkan diri dalam situasi obyek yang diteliti. Dalam pelaksanaannya observasi atau pengamatan dapat ditempuh melalui tiga cara yakni. peraba maupun pengecap. yakni observasi atau pengamatan. (Bandung : Angkasa. dengan menggunakan seluruh alat indera. hal. 69 Suharsimi Arikunto. baik dilaksanakan dalam situasi sebenarnya atau buatan. b pengamatan tidak langsung (indirect observation). yaitu pengamatan yang dilakukan tanpa perantara (secara langsung) terhadap obyek yang diteliti. baik penglihatan.82 Sedikit berbeda dengan dua tokoh tersebut.

ataupun audio visual yang disesuaikan dengan kebutuhan. II. peneliti akan menggunakan pedoman observasi berbentuk bebas (pedoman yang tidak perlu ada jawaban. gedung sekolah. 86 Moleong J. serta beberapa fenomena lain yang nampak. yang dilakukan dengan jalan tanya jawab secara sistematis oleh pewawancara terhadap terwawancara. serta hal-hal lain yang ada di tempat penelitian. 1997). 186 88 Suharsimi Arikunto.belajar mengajar pelajaran fiqih di dalam kelas. (Jakarta : Rineka Cipta. tetapi mencatat apa yang tampak). seperti fasilitas. hal. Cet. 126 87 86 35 . Metode Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak. Metodologi Penelitian Kualitatif. sarana prasarana. peneliti juga akan memanfaatkan media perekam audio. b. untuk mendukung terhadap proses dokumentasi terhadap fenomena yang ada. yakni pewawancara (interviewer) dan terwawancara (interviewee). jika diperlukan. (Catatan hasil observasi dapat dilihat dalam lampiran VIII). Ibid.88 Berdasarkan dua pendapat tersebut maka dapat disimpulkan. Lexy. Dalam pelaksanaan observasi. 1993). (Bandung: Remaja Rosda Karya.86 Disamping itu. hal.. hal. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi.87 Menurut Suharsismi Arikunto metode wawancara merupakan dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. bahwa metode wawancara merupakan suatu cara untuk mendapatkan data dalam sebuah kegiatan penelitian.

peneliti juga berusaha untuk menggali serta mencari penjelasan.165 Sartono Kartodiredjo. (Hasil wawancara dapat dilihat dalam lampiran X). Namun demikian. seperti surat. (Jakarta: PT. laporan. “Metode Penggunaan Bahan Dokumen”.Dalam penggunaannya. metode wawancara terbagi dalam beberapa bentuk. hal. Sehingga hubungan antara interviewer (pewawancara) dan interviewee (yang diwawancarai) terbangun secara luwes dan tidak kaku. Diantaranya adalah wawancara bebas. wawancara terpimpin.90 Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto yang dimaksud dengan studi dokumen 89 S Margono. catatan harian.. Di samping itu. dalam Koentjaraningrat (ed). hal. 1977). agar proses wawancara tidak melenceng dari tujuan penelitian. (Jakarta: PT Gramedia. 61-92 90 36 . Metode-Metode Penelitian Masyarakat. 2009). Rineka Cipta. Dalam penelitian ini akan menggunakan wawancara bebas terpimpin. dokumen lembaga dan lain sebagainya. c. terutama terhadap data-data yang belum sepenuhnya dipahami oleh peneliti. Dengan metode wawancara ini peneliti berusaha untuk mengumpulkan data-data baru tentang hal-hal yang belum diperoleh secara lengkap melalui metode obsrvasi. interviewer tetap berpegang pada pedoman pokok variable penelitian yang telah ditetapkan89 (Panduan wawancara dapat dilihat dalam lampiran IX). dengan metode ini. dan wawancara bebas terpimpin. Metodologi Penelitian Pendidikan. Metode Dokumentasi Metode dokumen adalah metode pengumpulan data dengan cara mempelajari terhadap bahan-bahan dokumenter.

surat kabar. yakni nilai mata pelajaran fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010. maka di sini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data melalui catatan. 2) Mengambil data variabel Y (prestasi Belajar Fiqih).adalah mengenai hal-hal atau variabel yang sama yang berupa catatan.91 Berdasarkan urian beberapa definisi yang dikemukakan di atas. 91 Suharsimi Arikunto. buku. Dalam penelitian ini. 3) Melihat dan mengambil data tentang catatan-catatan penting yang terkait dengan subjek dan objek penelitian. metode studi dokumen ini dipergunakan untuk” 1) Mengambil data variable X (kemampuan berbahasa Arab). yakni nilai mata pelajaran bahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010. seperti jumlah dan identitas siswa ataupun guru. surat kabar dan sebagainya. sebagaimana yang terdapat dalam buku raport. 202 37 . sebagaimana yang terdapat dalam buku raport. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. buku. hal. majalah dan sebagainya. serta catatan-catatan yang terkait dengan proses pelaksanaan pembelajaran di lingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.

Yakni variabel independen atau bebas. (prestasi belajar fiqih). 38 . menulis. 7. Koding Setelah data-data penelitian terkumpul. Sedangkan prestasi belajar fiqih merupakan kondisi yang dialami siswa. ketrampilan membaca. Proses klasifikasi jawaban semacam ini disebut dengan “koding” data. Ketrampilan tersebut meliputi. setelah ia menjalani proses pembelajaran pada mata pelajaran fiqih di sekolah. menulis. 8. (kemampuan berbahasa Arab). Akan tetapi terlebih dahulu dilakukan proses klasifikasi menurut jenis. Data kedua variabel penelitian tersebut diambil dengan memanfaatkan nilai raport mata pelajaran bahasa Arab dan mata pelajaran fiqih yang diperoleh masing-masing siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum pada semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010. Dengan demikian. Definisi Konsep Variabel Kemampuan berbahasa Arab merupakan keadaan seseorang yang memiliki ketrampilan berbahasa Arab. Sehingga seseorang dikatakan mampu berbahasa Arab adalah ketika ia dapat membaca. mendengarkan dan berbicara dalam bahasa Arab. sifat dan macam jawaban. peneliti tidak langsung melakukan analisa data. Definisi Operasional Variabel Penelitian ini berusaha menjawab hubungan antara dua variabel.6. dan variabel dependen atau tergantung. mendengarkan dan berbicara.

Hariyadi. 2009). Rumus yang digunakan dalam analisis data untuk menguji hipotesis adalah: (ΣX) (Σ Y) ΣXY N rxy = ΣX 2– (ΣX)2 ΣY N 2– (ΣY)2 N Keterangan: rxy = Koefisien korelasi x = Skor variabel bebas y = Skor variabel tergantung92 92 Moh. H. tinggi. (Jakarta: PT. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui terhadap kategori data dari tiap-tiap variabel penelitian yang diperoleh. maka data-data yang telah terkumpul dimasukkan dalam tebel distribusi frekwensi. Prestasi Pustakaraya. Analisis data ini berguna untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. Teknik Analisis Data Teknik analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program komputer Microsoft Office Excel dan menggunakan teknik korelasi product moment. Masing-masing varaibel (kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih) dikelompokkan dalam tiga kategori. hal. Setelah proses koding dilakukan. Statistik Pendidikan. yakni.koding data merupakan proses penetapan kategori jawaban mana yang sebenarnya tepat bagi pertanyaan tertentu. sedang dan rendah. 139 39 .

Pada bagian ini. kata pengantar. Secara garis besar. halaman judul skripsi. 1. maka ho diterima dan ha ditolak. daftar gambar dan daftar lampiran. Sehingga dalam bab I ini berisi tentang. peneliti menggambarkan rencana serta tahapan penelitian yang akan dilaksanakan. Kesimpulannya. Selanjutnya pembahasan memasuki bagian utama. daftar tabel. hipotesis yang diajukan ditolak. BAB I merupakan bab pendahuluan. bagian utama dan bagian akhir.Kesimpulan yang akan diambil dalam analisa data penelitian ini menggunakan ketentuan sebagai berikut. yakni bagian awal. sebagai berikut. Pada bagaian utama skripsi ini terbagi dalam 4 bab pembahasan. I. surat pernyataan. pembatasan 40 . Oleh karena itu. Apabila rhitung < rtabel. surat persetujuan. latar belakang masalah. Apabila rhitung > rtabel maka ho (hipotesisi nihil) ditolak dan ha (hipotesis alternatif) diterima. pada bagian awal ini memuat tentang. surat pengehashan. Bagian awal skripsi ini berisi tentang hal-hal yang bersifat legalitasformalitas. abstrak. daftar isi. moto. hipotesis yang diajukan diterima. 2. sehingga kesimpulannya adalah. pembahasan dalam skripsi ini dibagi ke dalam 3 bagian. persembahan. Sitematika Pembahasan Penelitian tentang Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010 merupakan penelitian lapangan untuk mengetahui hubungan di antara dua variabel (Variabel X= kemampuan berbahasa Arab dan Variabel Y= prestasi belajar fiqih).

serta uraian berbagai aspek. Oleh karena itu. metode penelitian. keadaan siswa. tujuan penelitian. keadaan guru. tujuan dan kegunaan penelitian.dan rumusan masalah. landasan dan tujuan pendidikan. Melalui uraian dalam bab I ini dapat diketahui alasan dilakukannya penelitian. khususnya yang terkait dengan kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih. gambaran posisi penelitian ini diantara hasil-hasil penelitian terdahulu. termasuk proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum yang dilakukan dengan menggunakan literatur berbahasa Arab (kitab). sejarah berdiri dan proses perkembangan. kajian pustaka. keadaan sarana dan prasarana serta proses pembelajaran fiqih yang dilaksanakan di lingkungan MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta. uraian dalam 41 . struktur organisasi. sebagai acuan dan pedoman penelitian dalam melaksanakan proses penelitian lapangan. baik yang bersifat teoritis maupun teknis. teknik analisa data dan sistematika pembahasan. pembahasan pada bab II ini meliputi tentang letak dan keadaan geografis. Secara lebih rinci. hipotesis penelitian. Sehingga pada tahapan-tahapan berikutnya tidak mengalami distorsi pemahaman. yakni MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. keadaan karyawan. BAB II berisi gambaran tempat penelitian. Dengan uraian dalam bab II ini diharapkan dapat memberikan informasi dan gambaran tempat penelitian secara lebih utuh. BAB III berisi uraian tentang hasil penelitian beserta interpretasi terhadap data-data penelitian yang diperoleh. landasan teori. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara utuh tentang berbagai aspek dan komponen yang ada di tempat penelitian.

yang dirumuskan secara tegas. yang dibuat oleh peneliti dengan melihat temuan penelitian maupun simpulan penelitian. editing. reliabilitas. BAB IV berisi tentang simpulan dan saran.bab ini meliputi tentang deskripsi data penelitian. koding dan tabulasi). Pada bagian akhir skripsi ini peneliti menyertakan daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang mendukung proses penelitian. lugas dan mengacu pada permasalahan yang telah ditetapkan. uji hipotesis dan pembahasan berdasarkan pendekatan statistik-pedagosis. Simpulan merupakan gambaran hasil dari semua tahapan penelitian yang telah dilakukan. analisis data (uji validitas. 42 . Sedangkan saran merupakan masukan konstruktif yang bersifat operasional.

Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. perbatasan pedukuhan Krapyak Kulon Desa Panggungharjo dapat digambarkan sebagai berikut. Dusun Krapyak Kulon merupakan daerah pinggiran perkotaan yang tidak jauh dari pusat-pusat perkotaan. Sebelah selatan : berbatasan dengan Dukuh Minggiran (Kota) : berbatasan dengan Dukuh Jogokaryan (Kota) : berbatasan dengan Dusun Krapyak Wetan (Bantul) : berbatasan dengan Dusun Glugo (Bantul) Sebagai dusun yang berada pada wilayah perbatasan antara Kabupaen Bantul dan Kota Yogyakarta. dan alun-alun besar sekitar 3 km. dan dengan Terminal Bus Giwangan 5 km. hal. Secara rinci. dengan Stasiun Kereta Api Tugu 5 km. dengan Pasar Bringharjo sekitar 3. dengan pusat pemerintahan propinsi 4 km. 20 2 Ibid. Kecamatan Sewon. II (Yogyakarta : Elhamra Press. Cet. namun secara geografis wilayah ini lebih dekat dan berbatasan langsung dengan Kelurahan Mantrijeron yang masuk ke dalam pemerintahan Kota Yogyakarta. Sebelah barat 2. Sedangkan jarak antara Dusun Djunaidi Abd. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Letak dan Keadaan Geografis Madrasah Aliyah Ali Maksum terletak di Dusun Krapyak Kulon. Syakur.1 Walaupun secara administratif Dusun Krapyak masuk dalam wilayah Kabupaten Bantul. Sebelah timur 4. Desa Panggungharjo. hal. Kraton Ngayogjakarta. Jarak Dusun Krapyak Kulon dengan Masjid Agung Kauman.BAB II GAMBARAN UMUM MA ALI MAKSUM PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA A.2 1. 20 1 . Sebelah utara 3.5 km. 2003). dkk. Kabupaten Bantul.

ayat 11-13). Sedangkan lembaga pendidikan nonformal yang ada di wilayah ini cukup banya. madrasah diniyah. non formal maupun informal. hal. Pes. Untuk lembaga Djunaidi Abd.3 Dengan melihat kondisi geografis di atas. pondok pesantren Nurussalam. Lembaga Kursus Bahasa dan Komputer Abu Dabhi. B dan C Al-Kandiyas.5 km. (Bab I pasal 1. pondok pesantren Al-Kandiyas.Krapyak Kulon dengan kantor Desa Panggungharjo adalah 1. MTs dan MA Ali Maksum. 21 Dalam UU RI No. maupun yang lainnya. Kondisi ini menjadikan perkembangan di wilayah Dusun Krapyak Kulon terjadi dengan pesat. dkk. sosial. Madrasah Huffadz. Lembaga Kejar Paket A. Diantaranya adalah. Profil MA Ali Maksum Pon. dengan Propinsi 4 km. Sedangkan pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Madrasah Diniyah Al-Munawwir. SDIT Baik. serta beberapa lembaga sejenis lainnya. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.5 km. dan pendidikan tinggi. pendidikan. di wilayah Dusun Krapyak Kulon terdapat beberapa lembaga pendidikan. Pondok Pesantren Al-Munawwir. dengan Kota Kabupaten 8 km. Syakur. serta STIT dan STEI Alma Ata. Madrasah Diniyah Ali Maksum. Madrasah Diniyah Krapyak di Yayasan Kodama Yogyakarta. 4 3 44 . pondok pesantren Ali Maksum. 2003 Tentang Sisdiknas. pondok pesantren Diponegoro. Dusun Krapyak Kulon merupakan wilayah pinggiran perkotaan. dengan Kota Kecamatan 2. yang dimaksud dengan Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. baik dari sisi ekonomi. baik yang formal. Bahkan dari sisi pendidikan. pendidikan menengah. baik dalam bentuk pondok pesantren. budaya. Krapyak Yogyakarta.4 Diantara lembaga pendidikan formal yang ada di wilayah ini adalah SDN Jageran. maupun lembaga-lembaga kursus dan kejar paket. 20 Th.

Bp. Kedua. kelompok masyarakat yang masih berpegang teguh pada Budaya asli Jawa. 5 45 .7 Wawancara dengan Dukuh Krapyak Kulon. PT. Pertama. CV. pada tanggal 2 Januari 2010 di kediamannya. Bp. pada tanggal 2 Januari 2010 di kediamannya. Generasi ini diikuti oleh sebagian kecil generasi kedua dan ketiga. Ketiga. Drs. Lembaga Kesehatan Masyarakat (BKM Ali Maksum). yang pengikutnya adalah generasi pertama. Diantaranya adalah Lembaga Dakwah (Yayasan Kodama). Mukhlas Abdullah. Kelompok kedua ini diikuti sebagian kecil generasi pertama serta sebagian besar generasi kedua dan ketiga. 7 Wawancara dengan Dukuh Krapyak Kulon. 6 Wawancara dengan Ketua RT 09 Krapyak Kulon. H. Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Al-Munawwir dan Rumah Sakit Umum Patmasuri. di wilayah Dusun Krapyak Kulon juga terdapat beberapa lembaga atau sarana pelayanan masyarakat lainnya. PAUD Krapyak Kulon dan Play Group dan TK Baik. kelompok yang sudah terpengaruh oleh budaya baru yang dibawa pendatang. Kunaini. pada tanggal 5 Januaria 2010 di kediamannya.5 Disamping lembaga-lembaga pendidikan. Kunaini. seperti PT.6 Secara umum. kelompok yang dalam kehidupannya mengalami perubahan karena terjadinya asimilasi budaya dan dampak dari pesatnya perkembangan teknologi informasi. Di wilayah ini juga terdapat beberapa pabrik.pendidikan nonformal yang ada adalah. SAMITEX SEWON. serta TK Ndasari Budi I. Gula Jawa dan lain sebagainya. kehidupan sosial-budaya masyarakat Dusun Krapyak Kulon terbagi menjadi tiga kelompok. Magetan Putra.

9 Djunaidi Abd.8 Sepeninggal KH. 9 Ibid. dengan ditanda tanganinya Akta Notaris atas nama Daliso Rudianto SH. 22. hal. beserta seluruh aset dan lembaga pendidikan yang ada di dalamnya. Sejarah dan Perkembangan MA Ali Maksum Sejarah lahirnya Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak tidak dapat dilepaskan dari sosok dan jasa KH. hal. KH. KH. Ali Maksum (termasuk di dalamnya adalah MA Krapyak). maka sejak tahun 1990. 50 Tahun 1990. Ali Maksum sebagai putra menantu dari pendiri Pondok Pesantren Krapyak (KH. Atabik Ali. maka seluruh aset dan lembaga pendidikan yang merupakan peninggalan dari KH. Pondok Pesantren Krapyak merupakan lembaga pendidikan non formal yang berorientasi pada pendidikan agama. Ali Maksum (1989). selaku putra tertua dari KH. Moenawwir) membuka program pendidikan formal. berbentuk MTs dan MA. 23 8 46 . Syakur. dikelola dan dimanaj oleh pengurus Yayasan Ali Maksum. MA Krapyak berubah nama menjadi MA Ali Maksum. No. dibentuk badan hukum berupa Yayasan. Namun seiring dengan tuntutan perkembangan zaman. Krapyak Yogyakarta. Pes. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon. Pada masa awal berdirinya. khususunya kajian tehadap al-Qur’an.B. Ali Maksum (19111989 M). Dengan masuknya MA Krapyak dalam sistem organisasi Yayasan Ali Maksum. Sehingga pada tahun 1990. yang diberi nama MTs dan MA Krapyak. Ali Maksum. dkk. yakni Yayasan Ali Maksum. dengan didukung oleh seluruh kerabat dan pengurus Pondok Pesantren Krapyak memandang bahwa badan hukum Yayasan merupakan pilihan terbaik bagi masa depan pesantren.

Ali Maksum.10 Pada masa ini. Pada masa ini. berada di bawah komando dan kepemimpinan KH. Ali Maksum (1962 – 1970) Lahirnya madrasah aliyah di lingkungan Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta di awali dengan penyelenggaraan Madrasah Tsanawiyah 6 tahun. hal.Secara lebih rinci. Hasbullah Abdul Syakur (1970-1996) Seiring dengan kesibukan KH.11 2. madrasah aliyah mengalami perkembangan yang cukup pesat. 10 11 Ibid. Pemisahan antara MTs dengan MA baru terjadi pada tahun 1979. Hasullah Abdul Syakur. hal. sistem. Ali Maksum. dinamika dan perkembangan MA Ali Maksum dari awal hingga saat ini. 23 47 . 1. yakni menjadi MTs 3 tahun dan MA 3 tahun. Pada masa ini. serta dibukanya program studi baru. yang merupakan putra menantu dari KH. Ali Maksum. manajemen dan kurikulum MTs dengan MA masih manjadi satu kesatuan. Salah satu bukti perkembangan yang paling signifikan adalah lahirnya kepercayaan pemerintah. termasuk di dalamnya Madrasah Aliyah. baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. dapat diuraiakan dengan sistematika sebagai berikut. yakni mulai dari awal berdirinya (1962) hingga tahun 1970. 22 Ibid. dengan menjadikan Madrasah Aliyah Krapyak sebagai MA dengan status DIAKUI (tahun 1976). Masa Kepemimpinan KH. maka pada tahun 1970 pengelolaan madrasah aliyah dipercayakan kepada KH. roda organisasi dilingkunagn Pondok Pesantren Krapyak. Masa Kepemimpinan KH.

Mukhtar Salim. kepala MA Ali Maksum saat itu (KH. Ali Maksum). yakni.14 Setelah suasana duka berlalu. Asyhari Abta. hal. Ali Maksum. pengurus Yayasan Ali Maksum mengambil Ibid. di kantor LKIM. 13 12 48 . 23 14 Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa Yayasan Ali Maksum. selaku Ketua Yayasan Ali Maksum. M.Pd. Moenawwir).I (1996 – Sekarang) Pada tahun 1996. dan IPS.Ag. pada tanggal 12 Januari 2010.13 3. 23 Ibid. Atabik Ali (putra tertua KH. dan Pondok Pesantren Ali Maksum di bawah kepemimpinan KH. bahwa sejak dibentuknya Yayasan pada tahun 1990. kepemimpinan di lingkungan Pondok Pesantren Krapyak terbagi menjadi 2 kelompok besar. M. maka pengelolaan seluruh lembaga hasil pengembangan dari KH. Karena sepeninggal KH. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan penegasan bahwa MA merupakan sub sistem dari sisitem pendidikan yang dikembangkan oleh Yayasan Ali Maksum. Hasbullah Abdul Syakur) meninggal dunia. Ali Maksum. Termasuk di dalamnya adalah penggantian nama madrasah aliyah. yakni Pondok Pesantren Al-Munawwir di bawah kepemimpinan KH. untuk beberapa saat kepemimpinan MA Ali Maksum dipegang langsung oleh KH. Masa Kepemimpinan KH. hal. Sehingga program studi MA Krapyak menjadi 3. IPA. Atabik Ali. berada satu atap di bawah kendali pengurus Yayasan Ali Maksum. Dengan meninggalnya kepala madrasah.12 Sebagaimana telah disinggung di atas. MAK. dari MA Krapyak menjadi Madrasah Aliyah Ali Maksum. Zaenal Abidin (putra KH.melengkapi program studi agama yang telah ada sebelumnya.

Oleh karena itu. Pes. Pengangkatan KH.. No. penyelenggaraan Djunaidi Abd. yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Akademik Yayasan Ali Maksum. C.b/pt/123/2-a/1997. dkk. tanpa harus menginduk dengan sekolah atau madrasah lain di wilayah Yogyakarta. maka Madrasah Aliyah Ali Maksum merupakan subsistem dari sistem pendidikan Nasional. hal. Syakur. Madrasah Aliyah Ali Maksum mendapatkan pengakuan secara penuh dari pemerintah.K. Asyhari Abta sebagai kepala MA Ali Maksum dituangkan dalam Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh pengurus Yayasan Ali Maksum. Nomor: A/E. dengan dikeluarkannya S. hal.keputusan bahwa kepemimpinan MA Ali Maksum dipercayakan kepada KH. 24 15 49 . Asyhari Abta. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon. MA Ali Maksum berhak mengelola dan menyelenggarakan sistem pendidikan dan evaluasi belajar mengajar secara mandiri. Krapyak Yogyakarta. Landasan Penyelenggaraan MA Ali Maksum Sebagai institusi penyelenggara pendidikan tingkat aliyah di lingkungan Yayasan Ali Maksum. tentang status MA Ali Maksum sebagai lembaga pendidikan yang berstatus DISAMAKAN. 34/YAM/XII/1996 dan disahkan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Povinsi DIY Nomor: W1/I.IV/0021/1997.15 Pada periode ketiga ini.16 Dengan demikian. 24 16 Ibid.

pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum didasarkan pada beberapa landasan utama. Namun untuk memaksimalkan kiprah dan Wawancara dengan Drs. Sebagai salah satu elemen yang memiliki kepedulain terhadap masa depan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu. 2. diantaranya adalah. Al-Mujadilah (58):11. UUD 1945 UUD 1945 mengamanatkan bahwa usaha untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat merupakan tanggung jawab semua elemen bangsa.17 1. Undang-Undang RI No. 17 50 . Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan pijakan utama dari aktifitas umat Islam. termasuk di dalamnya adalah aktifitas pendidikan. QS. 3. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pondok pesantren merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan nonformal. dan QS. Ridwanuddin. Di antara ayat al-Qur’an yang secara langsung menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan MA Ali Maksum adalah. Pondok Pesantren Krapyak berusaha dalam sumber untuk senantiasa memberikan darma serta partisipasinya pembangunan proses daya pembangunan manusia Nasional. yang terutama memiliki (SDM) keseimbangan antara aspek lahir dan aspek batin (insan kamil). Al‘Alaq (96):1-5. tanggal 02 Januari 2010. staf tata usaha MA Ali Maksum. penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Yayasan Ali Maksum mendasarkan pada nilai-nilai al-Qur’an sebagai salah satu landasan utamanya. At-Taubah (9):122. QS.

Oleh karena itu. seperti MTs dan MA. tujuan penyelenggaraan pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum adalah untuk menyelenggarakan pendidikan setingkat SMU. 4. baik pendidikan formal.Ag. pada tanggal 12 Januari 2010 di kantor LKIM 18 51 .perannya dalam membentuk sumber daya bangsa yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan zaman. AD/ART Yayasan Ali Maksum Sebagai sebuah badan hukum. Yayasan Ali Maksum memiliki tata aturan yang berlaku mengikat bagi seluruh komponen yang terlibat di dalamnya. Aturan pokok yang melandasi setiap usaha dan kegiatan di lingkungan yayasan adalah Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. secara umum. eksistensi dan jati dirinya. nonformal maupun informal memiliki fungsi saling melengkapi dan memberikan keseimbangan. salah satu maksud dari diselenggarakannya pendidikan adalah agar setiap generasi dapat mempertahankan identitas. M. D. Pondok Pesantren Krapyak menyelenggarakan pendidikan formal. antara satu dengan lainnya. AD/ART Yayasan Ali Maksum merupakan salah satu pijakan dalam penyelenggaraan pendidikan di Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. UU RI No.18 Dengan demikian. Mukhtar Salim. yang dapat mendorong perkembangandan Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa. 20 Tahun 2003 menegaskan bahwa setiap satuan pendidikan. serta tidak tidak tergilas oleh perkembangan ruang dan waktu. Tujuan Pendidikan MA Ali Maksum Bagi Yayasan Ali Maksum.

serta memiliki rasa tanggung jawab keagamaan. 19 21 Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa. Sehingga. 19 .20 20 Ibid. Struktur Kepengurusan MA Ali Maksum Sebagaimana telah dikemukakan di atas. tujuan diselenggarakannya pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) Ali Maksum terangkum dalam rumusan visi. bahwa perkembangan zaman terjadi dengan sedemikian cepat dan bebasnya. sebagai bekal mengarungi dinamika kehidupan yang semakin dinamis dan kompetitif. Syakur. hal. kemasyarakatan dan kebangsaan20 Tujuan di atas merupakan pengeja wantahan (derefasi) dari tujuan didirikannya Yayasan Ali Maksum. dalam Djunaidi Abd. lembaga-lembaga di lingkungan Yayasan Ali Maksum (termasuk MA) bermuara pada tercapainya tujuan berdirinya Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.21 E.keahlian peserta didiknya di dalam menghadapi setiap tantangan zaman. manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. M.Ag. Karena setiap usaha yang dilakukan oleh lembaga yang berada di bawah naungan badan hukum Yayasan Ali Maksum. Dirangkum dari misi MA Ali Maksum. pada dasarnya merupakan bagian tak terpisahkan dari usaha untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan Yayasan Ali Maksum. Oleh karena itu. Krapyak Yogyakarta.19 Sebagaimana dimaklumi. berkepribadian mantap dan mandiri. pada tanggal 12 Januari 2010 di kantor LKIM 19 52 . sebagai berikut. bahwa MA Ali Maksum merupakan bagian (subsistem) dari sisitem organisasi Yayasan Ali Maksum. hal. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan jati diri manusia Indonesia seutuhnya. setiap pribadi harus senantiasa meningkatkan kemampuan dan keahliannya. Mukhtar Salim. sehat jasmani dan rohani. Pes. Secara lebih rinci. Profil MA Ali Maksum Pon. sebagai sebuah sistem yang saling berkaitan.

kepengurusan MA Ali Maksum dibentuk dalam sebuah struktur yang didasarkan pada kebutuhan di lapangan.22 Untuk dapat melaksanakan tanggung jawab struktural dan fungsional di atas secara maksimal. seperti administrasi kurikulum dan pengajaran. Untuk periode kepengurusan tahun 2006 – 2011. guru. Sehingga. Krapyak Yogyakarta. orang tua siswa.Realitas ini menggambarkan bahwa secara struktural. 4 orang kepala biro. dalam bagan struktur MA Ali Maksum juga terdapat dua struktur lain. 1 orang kepala TU. administrasi guru. sedangkan secara fungsional bertanggung jawab kepada masyarakat. Pertanggung jawaban struktural adalah pertanggung jawaban atas amanat yang diberikan pengurus Yayasan. Syakur. menjalankan dan mengembangkan MA Ali Maksum secara profesional. seperti siswa. karyawan. Pes. susunan pengurus MA Ali Maksum terdiri dari seorang kepala madrasah. 19 . dan lain sebagainya. yakni bagian Disarikan dari Visi dan Misi MA Ali Maksum. dalam Djunaidi Abd. untuk mengelola. khususnya masyarakat yang terlibat dalam proses pendidikan dan kependidikan di MA Ali Maksum. dan lain sebagainya. dan 9 orang staf khusus yang menangani bagian-bagian administrasi. Disamping itu. Profil MA Ali Maksum Pon. secara struktural. pengurus MA Ali Maksum bertanggung jawab kepada pengurus Yayasan. 3 orang kepala urusan (Kaur).20 22 53 . kepengurusan Madrasah Aliyah Ali Maksum memiliki garis koordinasi dan garis pertanggung jawaban dengan pengurus Yayasan Ali Maksum. hal. sedangkan pertanggung jawaban fungsional merupakan pertanggung jawaban atas optimalisasi pelaksanaan fungsi pelayanan kepada setiap elemen yang terlibat. 1 orang wakil kepala madrasah. 4 orang koordiantor (penanggung jawab) guru mata pelajaran.

Keadaan Siswa. Oleh karena itu.23 Gambaran lebih detil tentang bagan struktur dan personalia kepengurusan Madrasah Aliyah Ali Maksum dapat dilihat dalam lampiran XI. Profil MA Ali Maksum Pon. Keadaan Siswa Di lingkungan Yayasan Ali Maksum. santri atau siswa MA Ali Maksum diharuskan berdomisili di dalam lingkungan asrama santri (boarding system). Sebagai sebuah pondok pesantren. pada tanggal 02 Januari 2010 di kantor MA Ali Maksum 23 54 . 24 Wawancara dengan Drs. 91. dkk. Guru dan Karyawan MA Ali Maksum Guru. uraian tentang guru. bagi warga disekitar Dusun Krapyak Kulon Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul diberikan kebijakan untuk tidak harus tinggal di dalam asrama.bimbingan dan penyuluhan serta bagian perpustakaan. siswa dan karyawan dapat digambarkan dengan sistematika sebagai berikut.24 Animo masyarakat untuk menjadikan MA Ali Maksum sebagai wahana pendidikan anak-anaknya mengalami fluktuasi. hal. 1. siswa dan karyawan merupakan faktor-faktor pendidikan yang memiliki peran penting dalam perjalanan roda organisasi Madrasah Aliyah Ali Maksum. Hingga tahun ajaran 2002/2003. Ridwanuddin. Namun demikian. Krapyak Yogyakarta. Hal ini merupakan konsekwensi logis dari eksistensi Yayasan Ali Maksum sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren. Pes. animo masyarakat menunjukan perkembangan yang sangat Bagan struktur kepengurusan MA Ali Maksum dalam Djunaidi Abd. dengan kewajiban tetap mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di dalam asrama. Syakur. staf tata usaha. istilah siswa lebih populer disebut dengan santri. F.

Namun seiring dengan pergantian waktu. untuk menentukan santri/siswa yang diterima di MA Ali Maksum. Bahkan dengan alasan keterbatasan sarana kelas yang dimiliki. Hal ini dibuktikan dengan terus bertambahnya jumlah santri atau siswa yang mendaftar di MA Ali Maksum.postif. jumlah santri yang mendaftar di MA Ali Maksum mengalami stagnasi. hampir semua pendaftar diterima sebagai santri atau siswa MA Ali Maksum. bahkan mengalami trend atau kecenderungan menurun. pihak madrasah harus menerapkan sistem selesksi dan kompetisi ketat. karena terbatasnya jumlah santri yang mendaftar dengan quota yang dimiliki. Hal ini dibuktikan dengan semakin kecilnya tingkat kompetisi atau seleksi calon siswa.25 Jumlah dan gambaran fluktuasi siswa MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak yogyakarta dari tahun pelajaran 1990/1991 sampai dengan tahun pelajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam tabel berikut ini. Bahkan untuk dua tahun terakhir. 25 Ibid. 55 .

26 Laporan perkembangan MA Ali Maksum tahun 2010. diambil pada tanggal 15 Januari 2010 56 . Dalam bentuk gambar.Tabel 4 26 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun Tahun Ajaran 1990/1991 1991/1992 1992/1993 1993/1994 1994/1995 1995/1996 1996/1997 1997/1998 1998/1999 1999/2000 2000/2001 2001/2002 2002/2003 2003/2004 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 Jumlah Siswa Baru Wanita Total 140 290 263 493 250 513 300 565 282 545 297 530 342 632 351 630 338 604 331 588 339 598 340 621 310 630 333 612 309 583 338 554 311 524 324 543 298 455 310 453 Pria 150 230 263 265 263 233 290 279 266 257 259 281 320 279 274 216 213 219 157 143 Tabel di atas menggambarkan adanya trend atau kecenderungan selalu menurun. khususnya dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. kondisi atau grafik keadaan siswa Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari tahun ajaran 1990/1991 sampai dengan tahun ajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam diagram histogram di bawah ini.

akan tetapi guru juga bertanggung jawab pada keberhasilan siswa di dalam menangkap. guru bukan saja dituntut untuk menyampaikan (transfer) pengetahuan dan ketrampilan semata.Gambar 1 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun 2. memilih guru adalah disesuaikan dengan kebutuhan lembaga atau materi tertentu. bagi MA Ali Maksum. ada beberapa kriteria yang ditetapkan untuk merekrut sesorang sebagai tenaga edukatif (guru). Oleh karena itu. memahami dan menguasai serta mengimplementasikan kemampuan yang dimiliki dalam kehidupan. guru memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional. Keadaan Guru Sebagai sebuah profesi. Dalam melaksana-kan tugas keprofesiannya. Bagi sebuah lembaga pendidikan. Untuk prodi atau mata pelajaran agama 57 . khususnya dalam usaha dalam membentuk sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.

Dari jumlah tersebut. 4) Ikhlas mengabdikan diri dan bersemangat tinggi sebagai tenaga pengajar di Madrasah Aliyah Ali Maksum. Diantara kriteria atau syarat yang harus dipenuhi bagi calon guru Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta adalah: 1) Mempunyai kemampuan sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan (materi pelajaran). Sedangkan 9% lainnya merupakan alumni pondok pesantren. 27 28 Ibid. hal. serta berkemampuan untuk mengajar (praktik). hal. dkk. baik alumni maupun non alumni pondok pesantren.28 Jumlah guru Madrasah Aliyah Ali Maksum pada tahun pelajaran 2009/2010 sebanyak 67 orang. mayoritas (91% = 61 orang) guru MA Ali Maksum adalah lulusan perguruan tinggi (S1 dan S2) baik dalam maupun luar negeri. Krapyak Yogyakarta. Syakur. Sedangkan sisanya adalah guru tetap Yayasan (45 orang) dan guru tidak tetap yang diangkat oleh Kepala MA Ali Maksum (12 orang). Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon.27 Guru Madrasah Aliyah Ali Maksum adalah orang profesional (memiliki legitimasi untuk mengajar dari lembaga pendidikan keguruan) dan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan lembaga.(kepesantrenan) pada umumnya diambil dari alumni Pondok Pesantren Krapyak. Pes. Jika dilihat dari jenjang pendidikan. 3) Mempunyai keyakinan dan sifat kemandirian sesuai dengan lingkungan di Madrasah Aliyah Ali Maksum. 10 orang merupakan guru PNS yang yang diperbantukan di MA Ali Maksum. khususnya dari pondok pesantren program tachfidzul qur’an (untuk guru mata Djunaidi Abd. 2) Berkepribadian baik sehingga dapat menjadi contoh bagi siswa.. Sedangkan untuk guru mata pelajaran umum diambilkan dari tenaga-tenaga profesional di bidangnya. 28 27 58 .

baik administrasi pembelajaran. H. termasuk petugas yang secara intensif melakukan koordinasi dengan pengurus asrama di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Yogyakarta.pelajaran al-Qur’an). 30 Ibid 29 59 . pengelolaan data-data penting. manajerial. pencatatan. jumlah karyawan di Madrasah Aliyah sebanyak 19 orang. karyawan merupakan pelaksana teknis yang menyiapkan dan melaksanakan pelayanan. Wawancara dengan staf Tata Usaha MA Ali Maksum. Dalam konteks Madrasah Aliyah Ali Maksum. yang semuanya merupakan pegawai tetap Yayasan Ali Maksum. kepala sekolah maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan proses belajar mengajar. terutama untuk mempercepat proses administrasi. 3.30 Sehingga besarnya jumlah karyawan merupakan kebutuhan yang proporsional dengan kebutuhan tenaga kerja di lingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. guru. Keadaan Karyawan Karyawan merupakan salah satu faktor yang menunjang terhadap keberhasilan pendidikan.29 Secara kuantitatif. Gambaran lengkap tentang jumlah dan identitas guru MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dapat dilihat dalam lampiran XII. Dalam praktiknya. dan lulusan program studi MAK Ali Maksum. di kantor MA Ali Maksum. Jumlah karyawan ini disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pelayanan. pada tanggal 15 Januari 2010. Fadloli Yasin. karyawan merupakan pelaksana harian yang bertanggung jawab terhadap seluruh proses administrasi dan pelayanan. Drs. baik yang berhubungan dengan siswa. maupun administrasi lainnya dalam dunia pendidikan. pengarsipan.

Dengan demikian. baik dari sisi sarana fisik (meja. 1988). sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dapat menunjang proses pendidikan.Sebagai bagian dari isistem pendidikan di MA Ali Maksum. petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. perangkat komputer dan lain sebagainya). setiap karyawan memiliki tanggung jawab dan wilayah ketrja sepesifik. secara struktural para karyawan bertanggungjawab langsung kepada Kepala MA Ali Maksum.32 Sedangkan secara termonologis.31 G. hal. ada terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan secara berbeda-beda. media. Cet. pedoman kerja. Secara bahasa. Oleh karena itu. tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai. (Jakarta: Balai Pustaka. alat. pihak madrasah menyediakan melengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. namun saling menunjang terhadap penyelenggaraan proses belajar mengajar. kelancaran dan keberhasilan proses belajar mengajar di sebuah lembaga pendidikan (termasuk di dalamnya MA Ali Maksum) membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai dan representatif. melalui Kepala Tata Usaha. yang berbeda antara satu dengan lainnya. I. Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum Sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penting dalam dunia pendidikan. Proses pendidikan dan pembelajaran tidak akan dapat berjalan secara maksimal. kursi. maupun sarana non fisik (aturan. 700 32 31 60 . Mulyasa. Menurut E. Untuk mendukung kerja dan kinerja para karyawan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ibid. sarana dimaknai dengan segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. dan lain sebagainya).

35 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang pendidikan atau pengajaran. seperti lapangan olah raga. agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar. baik yang bergerak maupun yang tida bergerak. I. Cet. teratur. 49 34 Suharsimi Arikunto. (Jakarta: PT GrafindoPersada. (Jakarta: PT Bumi Aksara. Mulyasa. Sarana E. kamar kecil dan lain sebagainya. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sarana pendidikan adalah semua fasilitas. guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. 3 33 61 . efektif dan efisien. meja kursi. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah. hal. Dengan demikian. serta alat-alat dan media pengajaran. 2003). II. prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. seperti gedung. Manajemen Berbasis Sekolah. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasi. 81 35 Ibrahim Bafadal.34 Dengan demikian. hal. Jika sarana merupakan fasilitas yang secara langsung menunjang terhadap proses pendidikan. hal. 2004). dan secara langsung menunjang proses belajar mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.33 Disamping itu. sarana pendidikan juga dapat difahami sebagai semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajarmengajar. ruang kelas. maka prasaran adalah fasilitas yang tidak secara langsung dapat mendukung keberhasilan proses pendidikan. 1993). Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sarana dan prasarana pendidikan adalah semua komponen atau fasilitas yang sacara langsung maupun tidak langsung menunjang terhadap jalannya proses pendidikan. VII. Cet. Cet. Menurut Ibrahim Bafadal.khususnya proses belajar mengajar.

36 Gambaran rinci sarana dan prasarana MA Ali Maksum dapat dilihat dalam lampiran XIII. Ridwanuddin.37 Seiring dengan lahirnya kebijakan tentang pendidikan berbasis kompetensi. Drs.Menurut keputusan menteri P dan K No 079/ 1975. sistem pendidikan di MA Ali Maksum terus berjalan. sarana pendididkan terdiri dari 3 kelompok besar yakni. maka sejak tahun ajaran 2002/2003. Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan. alat-alat peraga dan laboratorium. sistem pendidikan di MA Ali Maksum juga dirancang di dilaksanakan sesuai dengan kebijakan tersebut. Pada tahun pelajaran 2002/2003. Wawancara dengan Staf Tata Usaha Madrasah Aliyah Ali Maksum. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan regulasi sistem pendidikan Nasional. pada tanggal 10 Januari 2010 di Kantor MA Ali Maksum. dan c). H. proses pembelajaran di MA Ali Maksum dilaksanakan dengan sistem klasikal. di tengah upaya untuk tetap mempertahankan identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang berbasis pondok pesantren. Media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yaang menggunakan dan tidak menggunakan alat penampil.38 Sejak awal berdirinya. Sistem Pendidikan MA Ali Maksum Sistem pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum telah mengalami beberapa kali regulasi. serta merespons terhadap tuntutan perkembangan zaman. 38 Ibid 37 36 62 . Bangunan dan perabot sekolah. b). a). Seiring dengan pergeseran ruang dan waktu. Sehingga sistem pendidikan berbasis kompetensi menjadi perhatian serius bagi seluruh komponen yang terlibat dalam proses pendidikan dan pembelajaran di MA Ali Maksum. proses Ibid. menyertai regulasi sistem pendidikan Nasional.

yakni 100% kurikulum pesantren dan 100% kurikulum Depag. Misalnya untuk pelajaran shorof.00 WIB). dan metode hafalan. digunakan perpaduan antara metode bandonganm.40 Identitas MA Ali Maksum sebagai madrasah berbasis pondok pesantren diimplementasikan dalam beberapa aspek. Diantaranya adalah metode ceramah. ceramah. Diantaranya adalah dalam aspek kurikulum.pendidikan di MA Ali Maksum dilaksanakan dengan sistem semester.15 – 39 40 Ibid Ibid 41 Ibid 63 . Penentuan metode disesuaikan dengan karakteristik dan kompetensi dari masing-masing mata pelajaran. metode penugasan. Kurikulum pendidikan MA Ali Maksum merupakan perpaduan antara kurikulum pesantren dan kurikulum Departemen Agama. di luar jam-jam pembelajaran formal. dipergunakan metode hafalan. yakni setelah pagi hari (pukul 05. proporsi kurikulum diberikan secara seimbang. Hal ini dilakukan untuk memenuhi terhadap tuntutan regulasi sistem pendidikan Nasional. metode praktik. metode diskusi. praktik (baca kitab dan ibadah) serta merode tanya jawab. Hal ini menuntut adanya penambahan waktu belajar. Sedangkan kurikulum pesantren diajarkan pada waktu-waktu tertentu.00 – 13.39 Proses pengajaran di lingkungan MA Ali Maksum dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. untuk menyampaikan materi agama seperti materi fiqih.41 Untuk kurikulum Depag diajarkan melalui proses pembelajaran klasikal pada jam-jam sekolah (07. Dalam penerapannya. metode tanya jawab.

Ridwanuddin. sebagai cara untuk mengetahui kemampuan siswa.30 – 21. Karena biasanya. Inggris dan Indonesia. untuk buku-buku rujukan utama (buku pegangan) ada yang berbahasa Arab. Melalui sistem bandongan ini siswa dituntut untuk menyimak bacaan yang dilakukan guru. siswa MA Ali Maksum mendapatkan 2 raport. Oleh karena itu. dan tidak lulus dalam ujian Depag. ada siswa yang lulus dalam ujian kepesantrenan.00 – 17. baik materi yang masuk dalam wilayah kurikulum depag maupun materi yang merupakan bagian dari kurikulum pesantren. Drs. Namun demikian. pada tanggal 10 Januari 2010 45 Wawancara dengan Staf TU MA Ali Maksum. guru akan meminta siswa untuk praktik membaca kitab.43 Khusus untuk materi pelajaran agama. ada kalanya siswa lulus dalam ujian materi Depag namun tidak lulus dalam ujian materi kepesantrenan. Sehingga proses pembelajarannya dilakukan dengan sistem bandongan.42 Bahasa pengantar dalam proses pembelajaran di MA Ali Maksum dilakukan dengan bahasa Indonesia.45 42 43 Observasi di MA dan Asrama MA Ali Maksum. Dengan demikian. rujukan utamanya menggunakan kitab. Demikian pula sebaliknya. Pelaksanaan evaluasi hasil belajar ini meliputi terhadap seluruh materi.44 Disetiap akhir semester. dilakukan evaluasi hasil belajar. sekaligus pembiasaan pada literatur berbahasa Arab. pada tanggal 10 Januari 2010 Ibid 44 Observasi di MA dan Asrama MA Ali Maksum. sore hari (pukul 16.30 WIB).06. serta kiat untuk memaksimalkan proses dan hasil pembelajaran. tgl 10 Januari 2010 64 .00 WIB).30 WIB) dan malam hari (pukul 18. yakni raport yang berisi nilai materi kurikulum Depag dan raport yang berisi nilai dari materi kurikulum pesantren.

hal. dapat digambarkan sebagai berikut. Diantara kegiatan ekstra yang masuk dalam kategori ini adalah. Kegiatan Ekstra dan Keasramaan Disamping kegiatan klasikal.48 47 Ibid. Palang Merah Remaja (PMR). Diantara kegiatan ekstra ada yang secara langsung dikoordinir oleh madrasah. Pencak silat LPSNU (Lembaga Pencak Silat Djunaidi Ab. Ke-NU-an (Aswaja). Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Syakur. Kegiatan yang langsung ditangani Madrasah Yang dimaksud kegiatan ekstra yang langsung ditangani madrasah adalah kegiatan ekstra yang proses perencanaa. siswa MA Ali Maksum juga diberikan wahana untuk mengikuti beberapa kegiatan ekstra. sorogan kitab.. hal 45 . kegiatan ekstra di lingkungan MA Ali Maksum. Bulu Tangkis.I. namun dilaksanakan dan digerakkan oleh pengurus Asrama. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). 1. pelaksanaan dan penggerakannya dilakukan oleh madrasah. namun juga ada kegiatan yang dilimpahkan kepada pengurus asrama.46 Secara rinci. Pelatihan kepemimpinan / keorganisasian.48 46 65 . Kegiatan yang dilimpahkan kepada pengurus Asrama Kegiatan ekstra yang dilimpahkan kepada pengurus asrama merupakan kegiatan siswa MA Ali Maksum yang direncanakan oleh pengurus MA Ali Maksum. dkk. Pelatihan Da’i dan Tata boga serta tata busana. Diantara kegiatan ekstra yang masuk dalam kategori ini adalah. Volly. 45 . English Meeting.47 2. Jurnalistik. Mading. Patroli Keamanan Sekolah (PKS).

Pencak Silat. diantara siswa MA Ali Maksum juga beberapa kali terpilih sebagai peserta dalam program Pertukaran siswa antar budaya di USA. hal.48 J. dan Seni drama/teater/puisi. Seni baca al-Qur’an (Qiro’ah). 45 . MA Ali Maksum telah banyak berkiprah dalam berbagai kejuaraan. baik tingkat lokal maupun Nasional. Mata Pelajaran Kimia dan Matematika. Pidato 3 Bahasa. Gambaran detil tentang prestasi dan program pertukaran siswa antara budaya dapat dilihat dalam lampiran XIV. 33 66 .Nahdlatul Ulama)-Pagar Nusa. hal. MTQ. Seni Kaligrafi. Debat Bahasa Inggris. Karya Tulis Ilmiah.48 Ibid. Prestasi Dalam Kejuaraan Sebagai salah satu Madrasah di lingkungan pesantren. Olimpiade Informatika. 48 49 Ibid.49 Diantara kejuaraan yang sudah pernah diikuti siswa dan siswi MA Ali Maksum adalah. Seni hadrah dan seni samrah. dan lain sebagainya. Disamping itu.

Sebagaimana telah dikemukakan dalam bab I. Pengumpulan data variabel kemampuan berbahasa Arab. atau hal-hal lain yang berhubungan dengan responden. Dengan demikian.BAB III HASIL PENELITIAN A. Namun dalam prosesnya. Deskripsi Data Data merupakan informasi tentang responden. pendapat. Oleh karenanya. melainkan memanfaatkan nilai mata pelajaran fiqih semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 yang tertulis di dalam buku raport. siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010. data yang dimaksudkan meliputi data tentang kemampuan berbahasa Arab dan data tentang prestasi belajar fiqih. data yang akan dideskripsikan pada bab ini adalah data tentang korelasi kemampuan berbahasa Arab (diambil melalui metode tes) dengan prestasi belajar fiqih (secara esensi dilakukan dengan metode tes). Dalam konteks penelitian tentang Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. bahwa proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. Begitu juga data prestasi belajar fiqih diambil dengan menggunakan metode tes. data mencakup terhadap identitas. secara teknis pengambilan data variabel prestasi belajar fiqih dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi. namun . dilakukan dengan menggunakan metode tes. pandangan. peneliti tidak mengadakan tes secara mandiri. Oleh karenannya.

4.04 6. rata-rata kelompok 75.73 SD 11. Xmin Xmax M SD : skor terendah yang diperoleh subyek (skor minimal) : skor tertinggi yang diperoleh subyek (skor maksimal) : rerata skor yang diperoleh subyek penelitian (mean) : Standar Deviasi yang diperoleh subyek penelitian 99 90 Deskripsi Statistik Xmin 60 60 M 75. dapat diketahui kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. nilai tertinggi 99. Secara umum. Dengan demikian. 2. Skor kemampuan berbahasa Arab didapatkan nilai terendah sebesar 60.24 69. 3.24 dan skor standar 1 Data diolah 68 .98 Berdasarkan deskripsi statistik data penelitian di atas. Tujuan utama dilakukannya deskripsi data adalah untuk mengetahui secara mendalam tentang karakteristik dari setiap data yang masuk. data dari masing-masing variabel penelitian yang terkumpul dalam penelitian ini dapat dideskripsikan sebagai berikut: Tabel 05 1 Deskripsi Data Penelitian Variabel Xmax Kemampuan Bebahasa Arab (X) Prestasi Belajar Fiqih (Y) Keterangan: 1. uraian tentang deskripsi data dari tiap-tiap variable menjadi sangat penting untuk disampaikan dalam sebuah kerja penelitian.secara teknis diambil dengan metode dokumentasi siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010.

dan skor standar deviasi sebesar 6. Sedangkan pada prestasi belajar fiqih didapatkan nilai terendah sebesar 60. rata-rata kelas 69. Kemampuan Berbahasa Arab Data kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum dapat dideskripsikan dalam bentuk tabel berikut ini. 1. Langkah perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran IV untuk variabel kemampuan berbahasa Arab (X) dan lampiran V untuk variabel prestasi belajar fiqih (Y).deviasi sebesar 10. nilai tertinggi sebesar 90.3488372    100      %      %    %  Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tabel di atas.6976744      45.73. Tabel 06 2 Kemampuan berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 Interval  96  91  86  81  76  71  66  61  56  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  100  95  90  85  80  75  70  65  60  Kategori     Tinggi        Sedang        Rendah     Jumlah Frekwensi  Prosentase  2  6  4  7  15  13  10  12  17  86    12      35      39    ‐      13. Secara lebih rinci. mayoritas 2 Data diolah 69 . deskripsi kedua variabel penelitian (kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih) dapat diuraikan sebagai berikut.9534884  %      40.04.98. dari 86 siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010 yang menjadi subyek penelitian.

Sedangkan yang berada pada kategori sedang sebanyak 40.95% (12 subyek). Gambar 02 Diagram Histogram Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 96-100 91-95 86-90 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 Dengan melihat gambar diagram histogram di atas.memiliki skor kemampuan berbahasa Arab pada kategori rendah. dan yang berada pada kategori tinggi sebesar 13. Gambaran lebih detil tentang data kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Tahun Pelajaran 2008/2009 dapat dilihat dalam lampiran III. Dalam bentuk grafis.35% (39 subyek). distribusi data tersebut digambarkan dalam diagram histogram sebagai berikut. Hanya sedikit siswa yang memiliki kemampuan berbahasa Arab dengan kategori tinggi. dan lebih sedikt lagi yang berkemampuan sedang. 70 . yakni sebesar 45. semakin tampak nyata bahwa kemampuan berbahasa Arab siswa MA Ali Maksum berada pada kategori rendah.70% (35 orang).

79% (11 siswa) berada pada kategori sedang. mayoritas berada pada kategori rendah. dan 3.72% (72 siswa).7906977     %      83. dapat dijelaskan bahwa skor atau nilai tes pelajaran fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum di atas yang didapatkan oleh 86 siswa (yang menjadi sampel penelitian). sebagaimana yang tercantum dalam buku raport.49% (3 siswa) yang berada 3 Data diolah 71 .7209302     %    100     %  Jumlah    86  Berdasarkan tabel prestasi belajar fiqih. Prestasi Belajar Fiqih Prestasi belajar fiqih yang dimaksudkan di sini adalah nilai ujian mata pelajaran fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010.48837209     %      12.2. Tabel VII 3 Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 Interval  96 ‐100  91 ‐ 95  86 ‐ 90  80 ‐ 85  76 ‐ 80  71 ‐ 75  66 ‐ 70  61 ‐ 65  56 ‐ 60  Kategori    Tinggi      Sedang      Rendah    Frekwensi  0  0  3  4  2  5  30  25  17    3      11      72    Prosentase    3. deskripsi data tentang prestasi belajar fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam tabel dan gambar diagram histogram di bawah ini. yakni sebesar 83. Secara rinci. 12.

49%).79%). 72 .pada kategori tinggi. Distribusi data tersebut dapat digambarkan dalam diagram histogram berikut. dan lebih sedikit lagi siswa MA Ali Maksum yang memiliki prestasi belajar fiqih dalam kategori tinggi (3. semakin tampak nyata bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum berada pada kategori rendah. Karena mayoritas siswa (83.72%) memiliki kemampuan berbahasa Arab rendah. Gambaran lebih detil tentang data prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Tahun Pelajaran 2008/2009 dapat dilihat dalam lampiran III. Hanya sedikit siswa yang memiliki kemampuan berbahasa Arab dengan kategori sedang (12. Gambar 03 Diagram Histogram Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 30 25 20 15 10 5 0 86-90 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 Dengan melihat gambar diagram histogram di atas.

Pengujian Hipotesis Teknik analisa untuk melakukan uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment yang berguna untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun 2009/2010. Hal ini dimaksudkan agar data yang terkumpul dapat dikelompokkan ke dalam pertanyaan atau pernyataan yang lebih sesuai. agar mudah dibaca dan diinterpretasikan.(Σx x Σy) N__________ {∑x2. Rumus yang akan digunakan dalam uji hipotesis dalam penelitian ini adalah: ∑xy .B.(Σx)2} N N Keterangan: rxy = Koefisien korelasi x y = Skor variabel bebas = Skor variabel tergantung Rxy = Sebelum dimasukkan ke dalam rumus di atas. Proses inilah yang dimaksud dengan koding. Sedangkan tabulasi merupakan proses penggambaran data yang terkumpul ke dalam bentuk tabel. dan diagram histogram. C. 73 . Koding dan Tabulasi Data Sebelum dilakukan analisa. data yang terkumpul terlebih dahulu dilakukan identifikasi dan pemetaan berdasar karakteristiknya. data yang tersedia terlebih dahulu dimasukkan ke dalam tabel kerja penolong product moment. gambar.(Σx)2 } {∑y2.

diketahui.213.767.100722 = 0. N ∑X ∑Y ∑XY ∑X2 ∑Y2 berikut: ∑xy .4 = 40908816 = 34117281 = 475683.767 Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment di atas. Setelah dikonsultasikan dengan rtabel product moment dengan taraf keabsahan 5% dan N = 86.sebagaimana terdapat dalam lampiran 18.767 > 0.4 = = = = = = 86 6396 5841 439635 486360 401063 (∑X)(∑Y) (∑X) (∑Y):N (∑X)2 (∑Y)2 (∑X)2 : N (∑Y)2 : N = = 37359036 434407. maka dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan 74 . diketahui bahwa rxy = 0.213).9 = 396712.604651 = 46445597.09 X 4350. diperoleh nilai rtabel sebesar 0. sebagai = 10676. Dari tabel kerja penolong penghitungan product moment tersebut.(Σx)2} N N 439635 .43 5227.434407.(Σx)2 } {∑y2.(Σx X Σy) N Rxy = {∑x2.85 5227.604651 = 6815.6 Selanjutnya dimasukkan ke dalam rumus Product Moment. Karena harga rxy lebih besar dari nilai rtabel (0.

dimungkinkan dapat memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar fiqih. bahwa proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta di laksanakan dengan menggunakan literatur (kitab) berbahasa Arab. Sehingga kemampuan siswa dalam berbahasa Arab. pada buku (kitab)-nya masing-masing. C. Pembahasan Hasil analisis menunjukkan korelasi yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. di satu sisi guru membaca (dan menjelaskan) kitab berbahasa Arab. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan. 75 . Tahun Pelajaran 2009/2010. Dengan demikian. Sebagaimana diuraikan dalam bab sebelumnya. Korelasi yang signifikan ini menandakan terdapat hubungan yang erat antara kemampuan berbahasa Arab siswa dengan prestasi belajar fiqih. terlihat bahwa kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih memiliki korelasi yang signifikan. sedangkan di sisi yang lain siswa mendengarkan.berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. baik oleh guru maupun siswa. Keeratan hubungan ini dapat disebabkan karena proses pembelajaran dan pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dilakukan dengan menggunakan literatur (kitab) berbahasa Arab. Dalam prosesnya. menyimak dan membuat catatan. baik arti kata-kata maupun beberapa catatan penting yang dianggap perlu. proses pengajaran fiqih di dalam kelas tidak dapat lepas dari penggunaan bahasa Arab. sehingga hipotesis awal yang diajukan oleh peneliti diterima.

76 . ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. terlihat bahwa mayoritas jawaban atau pernyataan yang disampaikan siswa berada pada kategori rendah. Sedangkan yang berada pada kategori sedang sebanyak 40.35% (39 siswa). dan yang berada pada kategori tinggi sebesar 13. Selanjutnya dilakukan perbandingan diantara kedua nilai r tersebut.79% (11 siswa) berada pada kategori sedang. maka ha ditolak. “Apabila rhitung > rtabel maka hipotesis alternatif (ha) diterima dan hipotesisi nihil (ho) ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima. siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. tahun pelajaran 2009/2010. dengan ketentuan. dan ho diterima”. Dengan kata lain. jika rhitung < rtabel.767 > 0.213). yakni sebesar 83. dan 12. Hasil akhir dari penelitian korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diselesaikan dengan menggunakan rumus product moment. dan sebaliknya.Berdasarkan kategorisasi skor kemampuan berbahasa Arab. Setelah dikonsultasikan dengan rtabel product moment dengan taraf keabsahan 5% dan N = 86. Yakni sebesar 45.49% (3 siswa) berada pada kategori tinggi. Dari hasil uji tersebut diperoleh harga rxy sebesar 0. diperoleh nilai rtabel sebesar 0. Demikian pula pada variabel prestasi belajar fiqih. serta 3.767.213. harga rxy lebih besar dari nilai rtabel (0.72% (72 siswa).95% (12 siswa). mayoritas berada pada kategori rendah. Dari perbandingan diantara keduanya didapatkan bahwa.70% (35 siswa).

yakni rendah sebesar 83.95% (12 siswa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum diklasifikasikan dalam 3 kategori.70% (35 siswa).72% (72 siswa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Arab (untuk indikator membaca dan menulis) siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diklasifikasikan dalam 3 kategori.49% (3 siswa). dan tinggi sebesar 3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010 mayoritas berada pada kategori rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010 memiliki kemampuan berbahasa Arab dalam kategori rendah. 2.BAB IV PENUTUP A.35% (39 siswa). Simpulan Setelah melakukan penelitian skripsi yang berjudul “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010”. dan sedang sebanyak 12. dan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah diajukan dalam rumusan masalah. dan tinggi sebesar 13. yakni rendah sebesar 45. sedang sebanyak 40.79% (11 siswa). maka pada bagian akhir ini dapat diambil beberapa simpulan sebagai berikut: 1. .

Kesimpulan yang dapat diambil adalah. serta hasil penelitian di atas.213). Dari berbagai faktor tersebut ada yang berasal dari dalam diri siswa (faktor internal) dan ada juga yang berasal dari luar dirinya (faktor eksternal). baik yang 78 .767. diketahui bahwa nilai rhitung sebesar 0. Tahun Pelajaran 2009/2010”. sedangkan dalam tabel product moment untuk taraf keabsahan 5% dan N sebesar 86 responden. Salah satu faktor internal yang penting keberadaannya adalah kemauan yang kuat dari masing-masing pribadi untuk belajar. maka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut. maka hipotesis nihil (Ho) ditolak. Dalam konteks pembelajaran di MA Ali Maksum yang masih banyak menggunakan literatur kitab. diperoleh nilai rtabel sebesar 0. 1.3. B. Saran Berlandaskan proses yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan menggunakan teknik analisis korelasi product moment.767 > 0.213. termasuk belajar bahasa yang mendukung bagi proses pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang efektif adalah dengan cara memperbanyak praktik membaca kitab. Bagi Siswa Prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. “ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. maka belajar bahasa Arab merupakan keharusan yang tidak boleh ditinggalkan. Karena harga rhitung lebih besar dari nilai rtabel (0.

khususnya permasalahan yang terkait dengan proses belajar mengajar. namun di sisi 79 . 3. Salah satu peran seorang guru dalam proses pembelajaran adalah memberikan motivasi kepada siswa untuk selalu berusaha meningkatkan prestasi belajarnya secara sungguh-sungguh. maupun yang dilakukan dengan bimbingan orang lain (sorogan). Bagi Madrasah Pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan pengantar atau literatur berbahasa Arab. Misalnya siswa yang merasa kesulitan dalam membaca literatur berbahasa Arab. tanpa meninggalkan upaya untuk menjadikannya meningkatkan kemampuan. termasuk kemampuan dalam membaca teks berbahasa Arab. Sehingga guru dapat memberikan solusi secara tepat terhadap permasalahan yang dihadapi oleh setiap siswa. peningkatan kemampuan berbahasa siswa sangat dipengaruhi oleh faktor internal. Bagi Guru Guru memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar di sekolah. Di satu sisi. 2.dilakukan sendiri (muroja’ah). Untuk dapat menjalankan perannya tersebut. guru sebaiknya memahami terhadap kesulitan siswa dalam belajar. jangan dipaksa untuk membaca di dalam kelas. menuntut adanya program pengembangan kemampuan berbahasa siswa. karena dapat menjadikan siswa merasa terbebani dan memilih untuk tidak masuk kelas. Melainkan guru harus memberikan solusi agar siswa tetap bersemangat mengikuti pelajaran.

meningkatkan frekwensi penyelenggaraan lomba bahasa Arab antar siswa di sekolah. Sehingga ada ungkapan yang mengatakan. madrasah sebagai penyelenggara pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan secara sistematis dan maksimal. Karena tidak sedikit informasi dan keilmuan Islam yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. dimanapun. program-program yang mengarah pada peningkatan kemampuan berbahasa siswa perlu dilakukan secara terus menerus. C. Oleh karenanya. Diantaranya adalah dengan melibatkan santri dalam kompetisi bahasa Arab. demi kemaslahatan di masa-masa yang akan datang. Bahkan belajar tidak mengenal waktu.yang lain. agar peneliti dapat terus belajar dan meningkatkan kemampuan serta keilmuan. dan lain sebagainya. saran dan kritik konstruktif dari semua pihak. 4. “kualitas keilmuan seseorang dapat diukur dari kemampuan berbahasanya”. 80 . pemberian tugas untuk menerjemahkan teks berbahasa Arab. Dengan selesainya penulisan hasil penelitian skripsi ini. memiliki peranan penting bagi pengembangan keilmuan Islam. kapanpun dan untuk materi apapun. Bagi Pengembangan Keilmuan Bahasa asing (termasuk di dalamnya bahasa Arab). Oleh karena itu. Kata Penutup Belajar merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Oleh karena itu. aktivitas belajar harus terus dijalankan. peneliti berharap masukan. Arabic Meeting. kemampuan berbahasa asing memegang peran penting dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan kualitas keilmuan seseorang.

DAFTAR PUSTAKA Ali. Jakarta : IRD Press. I. . II.. Cet. Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Metodologi Research. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. 2004. 1984. 1996. Haedari. Yogyakarta: Yasbit Fakultas Psikologi UGM. Rineka Cipta. . Jakarta: Balai Pustaka. . Amin. Psikolinguistik. Cet. Malang: Misykat. VII. 2003. Moch. 1982.. Moh. G. 1994.. 81 . Jakarta: PT.. Hadi. Bandung: Angkasa.. cet. 1998. H. cet. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. Terjemahan Matan Kailani dan Nadham al-Maqsud Berikut Penjelasannya. Jakarta: Rineka Cipta. Sutrisno. Bandung: Sinar Baru Algensindo. “Outline of Linguistic Analysis”. dalam Henry Guntur Tarigan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Hariyadi. Furchan. Jakarta: PT. 1993. Prosedur Penelitian. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Bafadal. Mohammad. Jakarta: PT GrafindoPersada. Ke-1. dkk. Suharsimi. Surabaya: Usaha Nasional. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah. 1987. Bandung: Angkasa. Arikunto. Jakarta: Rineka Cipta. Prestasi Pustakaraya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.. cet. Anwar. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasi. Arief.. 1999. Bandung: Angkasa.. 1986. Bloch.. Bernard and Trager. II. 2009. Cet. Kosa Kata Pengajaran. edisi revisi. Tarigan. 1993. Prosedur dan Strategi. Statistik Pendidikan. 2000. Efendi. Jakarta: PT Bumi Aksara. Ke-10. 2004. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Penelitian Kependidikan. Ahmad Fuad. Ibrahim.

Surabaya : Usaha Nasional.. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Edisi Perbaikan dan Penyempurnaan Tahun 2002. Sosiologi Agama. Nurkancana. 1994. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. cet. edisi revisi. Irawan. VII. Bandung : Rosda Karya. Monks. Nurhadi.. Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama. 2008. Lexy. Jakarta : PT Arga Printing. . Dadang. 2009. 2006. 1997) Margono. 1977. Rineka Cipta. Evaluasi Pendidikan. 2000. Kamus Ilmiah Populer. Kridalaksana. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Jakarta: LP3ES. 2005. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Masri & Sofyan Effendi. Al-Qur’anul Karim dan Terjemah Bahasa Indonesia. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca? Suatu Teknik Memahami Literature Yang Efisien. Yogyakarta : BPFE – UII.J. Riduwan. S. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Singarimbun. Manajemen Berbasis Sekolah. Kahmad. Asep Ahmad. Cet. (Bandung: Remaja Rosda Karya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Mulyasa. 82 . Kartodiredjo. Wayan.Hidayat. Adi. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT Gramedia. Cet-9. Jakarta: Gramedia. Satrio. “Metode Penggunaan Bahan Dokumen”. Marzuki. 2004. 2000. Metode Penelitian Sosial. Moleong J. dkk. Metodologi Riset. Sartono Kartodiredjo. E. Harimurti. Pemahaman Individu. Soehartono. Kamus Linguistik. 1993.. dalam Koentjaraningrat (ed). dan Tanda. 2002. Surabaya: Usaha Nasional. 1986. Filsafat Bahasa Mengungkap Hakikat Bahasa. 2009. Ke-1.. F.. Metode Penelitian Survey. 2005. Metode & Teknik Menyusun Tesis. 1982. Jakarta: PT. Makna.

Rahardjo. Bandung: Remaja Rosdakarya. Radhliyah. JURNAL/ARTIKEL: Mansur. dalam Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group. dkk. Dan MAK”. Ahmad. S. . “Al-‘Arabiyah”. MA. Rajawali. 2003.. Sains dan Teknologi. STAIN Malang. 1 No1. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. artikel tidak diterbitkan. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Vol. 3 No.2004 Mustafa. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Jakarta : CV. tidak diterbitkan. 2008. . 2. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. 83 . 2008. SMALB. Teknik Sampling.. “Bahasa: Antara Pikiran dan Tindakan”. Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah. 2001. Psikologi Pendidikan. Pengantar Evaluasi Pendidikan. “Metodologi Pengajaran Bahasa Arab Untuk Jurusan Bahasa Arab”. Anas. 2002. 2008. Mudjia. Metodologi & Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab. 2005. 2000 Monografi Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Propinsi DIY. dokumen Desa. cet. Tafsir.. Bandung: Maestro. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada. Djunaidi Abd. Syakur. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2008 Madjidi. Vol.. Busyari. 2005. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA. Hasan. Yogyakarta: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Syah.-II.. dalam ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam.Sudijono. Muhibbin. Yogyakarta: Elhamra Press. UU RI Nomor 20 Tahuh 2003 Tentang Sisdiknas. 1996. 2007 Suryabrata. Pengantar Evaluasi Pendidikan.. Zaenuddin. 2008 Panitia PPL 1 . Pengantar Statistik Pendidikan.

fib. 84 . Yogyakarta: Skripsi. Jonathan. www. Ahmad Nur. Abidin Fuadi Nugroho.info/korelasi/korelasi. 2007.areefah..com. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Aziz.dorokabuju. Skripsi. Abdul... www.com. “Belajar Bahasa Arab-Keharusan”. “Problematika Pengajaran Bahasa”. dalam yahoo.ibnuaziz83.. “Bahasa Dan Dinamika Masyarakat”. www. “Definisi Bahasa Arab”. “Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul Yogyakarta”. .com. Mengenal Analisis Korelasi www.. 2008. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. dalam Yahoo. Teori Analisi Korelasi..ac. “Penelitian Kuantitatif dengan Masalah-Masalahnya”.com. dalam google. ”Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mesir”.blogspot. Sarwono. www. 2009. Ikowiyah. www. Fakultas Ilmu Bahasa UGM.blogspot. INTERNET: Abdul Munir Sape. Fauzan. multiply. 2009. Asnawi. 2009. Skripsi. masnaguib.antropologi .com. “Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTsN An-Nawawi Berjan Purworejo”.com. 2009.com dalam Yahoo. 2008.blogspot.com. Skripsi.. Ibnu. ariemcool. Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren al-Luqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning. Nurjanah. 2007. dalam google. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta.. M. 2009.. 2006.com. Najib. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”. dalam google. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga.jonathan sarwono.com. www. com.e-mail:@reefah@yahoo. “Kajian Teoritis Prestasi Belajar”.id. M. 2009. dalam google.tk. Zainun. Yahya.com. 2009. Rohim.ugm.htm.SKRIPSI: Syaiful.

85 .com. www.anaksastra. 2009. “Pakem Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Dan Menyenangkan”.. 2009.Sunarto.. UPI. dalam google..com. dalam google. Linguistik Sastra Jurnalistik.com. “Sosiolinguistik: Masyarakat Bahasa 1”.blogspot.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.