KORELASI ANTARA KEMAMPUAN BERBAHASA ARAB DENGAN PRESTASI BELAJAR FIQIH SISWA KELAS XII MA ALI MAKSUM PONDOK

PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010

SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Pendidikan Islam

Disusun Oleh :

Khoirul Anwar NIM. 03410077

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2010

.

MOTTO

!$¯ΡÎ) çµ≈oΨø9t“Ρr& $ºΡ≡u™öè% $wŠÎ/ttã öΝä3¯=yè©9 šχθè=É)÷ès? ∩⊄∪
Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai berbahasa Arab, agar kamu mengerti (QS. Yusuf (XII) : 2).1 Qur’an

Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama, AlQur’anul Karim dan Terjemah Bahasa Indonesia, Edisi Perbaikan dan Penyempurnaan Tahun 2002, (Jakarta : PT Arga Printing, 2008), Hal. 303

1

v

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan karya ini kepada Almamater Tercinta UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

vi

KATA PENGANTAR

‫ﺑﺴﻢ اﷲ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺤﻴﻢ‬ ‫اﻟﺤﻤﺪ ﷲ اﻟﺬى أﻧﻌﻤﻨﺎ ﺑﻨﻌﻤﺔ اﻹﻳﻤﺎن واﻹﺳﻼم أﺷﻬﺪ ان ﻻاﻟﻪ إﻵ اﷲ وأﺷﻬﺪ ان ﻣﺤ ّﺪا رﺳﻮل اﷲ‬ ‫ﻤ‬ ‫واﻟﺼﻼة واﻟﺴﻼم ﻋﻠﻰ أﺷﺮف اﻷﻧﺒﻴﺎء واﻟﻤﺮﺳﻠﻴﻦ ﺳ ّﺪﻧﺎ ﻣﺤ ّﺪ وﻋﻠﻰ اﻟﻪ وﺻﺤﺒﻪ أﺟﻤﻌﻴﻦ أ ّﺎ‬ ‫ﻣ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻴ‬ .‫ﺑﻌﺪ‬
Dengan senantiasa mengharap ridla Ilahi, penulis mengaktualisasikan rasa syukur kepada Allah SWT dengan ungkapan al-hamdu-lillah. Karena hanya dengan rahmat dan pertolongan-Nya, proses penelitian dan penulisan skripsi ini dapat diselesaikan secara optimal. Di samping itu, penulis juga menyampaikan salam ta’dzim dan salam penghormatan kepada Muhammad al-Amien, Nabi sekaligus Rasul Allah yang telah banyak memberikan pengabdiannya bagi kemaslahatan dan kebahagiaan hidup umat manusia. Dalam kesempatan ini, penulis juga ingin menyampaikan rasa terimakasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2. Bapak Muqowim, M.Ag., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 3. Bapak Drs. Mujahid, M.Ag., selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 4. Bapak Drs. Radino, M.Ag., selaku Pembimbing skripsi. 5. Bapak Drs. Moch. Fuad selaku Pembimbing Akademik, beserta seluruh Dosen dan Karyawan di lingkungan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 6. Bapak KH. Asyhari Abta, M.Pd.I., selaku Kepala Madrasah, beserta para Bapak dan Ibu Guru, staf, karyawan dan siswa MA Ali MAksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.

vii

Karena dengan masukan dan kritik itulah.7. demi kemaslahatan di masa-masa yang akan datang. 06 Februari 2010 Penulis. Yogyakarta. Dengan selesainya penulisan skripsi ini. atas segala bentuk kekhilafan dan keteledoran yang telah penulis perbuat. dengan iringan do’a dan damba: Semoga setiap kebaikan dan bantuan dalam segala bentuk. penulis dapat memperbaiki diri. Teman-teman dan seluruh pihak yang telah memberikan partisipasi demi terselesaikannya proses penelitian dan penulisan skripsi ini. penulis menyampaikan pertaubatan kepada Allah. ibu. Akhirnya. 8. serta permoho-nan maaf kepada semua pihak. kritik dan saran konstruktif dari semua pihak. istri dan putriku tercinta. yang telah banyak memberikan dorongan serta motivasi. jenis dan jumlahnya mendapatkan balasan dan imbalan dengan yang jauh lebih baik dari Allah SWT. Kepada mereka. penulis sangat mengharapkan adanya masukan. penulis hanya mampu menengadahkan kedua tangan kepada al-Khaliq. 03410077 viii . Ayah. Khoirul Anwar NIM.

Setelah dilakukan konsultasi terhadap tabel sampel yang dikemukakan oleh Krejcie dan Morgan.35% (39 siswa). Sebagai madrasah yang berbasis pesantren. dan tinggi sebesar 13. dan sedang sebanyak 12.49% (3 siswa). diketahui bahwa nilai rhitung (0. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berbahasa Arab (kemampuan membaca dan menulis) siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diklasifikasikan dalam 3 kategori. Dengan demikian. maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel. 2) Prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010. MA Ali Maksum masih menggunakan beberapa kitab dan literatur berbahasa Arab. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kuantitatifkorelasional. 2010. Salah satunya adalah dalam proses pengajaran mata pelajaran Fiqih. Diantaranya adalah faktor pengajaran di dalam kelas. wawancara dan dokumentasi. pada kenyataannya tidak semua siswa memiliki kemampuan berbahasa Arab secara memadai.70% (35 siswa).72% (72 siswa). Oleh karenanya. dan tinggi sebesar 3. jumlah sampel ditetapkan sebesar 86 siswa.KHOIRUL ANWAR. yakni observasi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum diklasifikasikan dalam 3 kategori. 3) Korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan menggunakan teknik analisis korelasi product moment. dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Skripsi.79% (11 siswa). dengan tujuan untuk mengetahui: 1) Kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010. Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. yang berarti bahwa mayoritas siswa kelas XII MA Ali Maksum memiliki kemampuan berbahasa Arab dalam kategori rendah. Yogyakarta: jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. dan dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik-pedagogis. Untuk mengumpulkan data. peneliti menggunakan beberapa metode. data yang terkumpul terlebih dahulu dilakukan proses koding dan tabulasi. Namun demikian. Karena jumlah populasi lebih dari 100 orang. yakni 0. Kesimpulannya. yakni rendah sebesar 83. yang berarti bahwa prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum mayoritas berada pada kategori rendah. penelitian ini dilakukan. Sebelum dianalisis. sedang sebanyak 40.95% (12 siswa). DAFTAR ISI ix . hipotesis nihil (Ho) ditolak. Prestasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor.767) lebih besar dari nilai r dalam tabel values product moment untuk taraf keabsahan 5% dan N sebesar 86. yang ditentukan dengan teknik stratified proportional random sampling.213. Tahun Pelajaran 2009/2010”. “ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. yakni kategori rendah sebesar 45.

................. Sitematika Pembahasan ............................................. C............................................ HALAMAN PERSEMBAHAN ..... Letak dan Keadaan Geografis ......................................... A....................................... B....................... 43 43 46 49 51 52 1 1 6 7 8 11 27 27 39 40 x ........................................ Hipotesis ................. Struktur Kepengurusan MA Ali Maksum .......... A.. Tujuan Pendidikan MA Ali Maksum .............................. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ................................................................ HALAMAN KATA PENGANTAR ......................................................................... Landasan Teori ........... E...................................HALAMAN JUDUL ............................................................... HALAMAN DAFTAR GAMBAR......................................................... HALAMAN ABSTRAK................................... BAB II : GAMBARAN UMUM MA ALI MAKSUM PONDOK PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA ............................ D............................ Landasan Penyelenggaraan MA Ali Maksum ...................................................................................................... Kajian Pustaka ............... B.................... i ii iii iv v vi vii ix x xii xiii HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ........................... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................................................ H....................... E......... Teknik Analisis Data ............................... HALAMAN DAFTAR ISI ............................................ Metode Penelitian ........................................................... D......... F........................................................... Latar Belakang Masalah ............................................ HALAMAN SURAT PERNYATAAN KEASLIAN .... HALAMAN DAFTAR TABEL .................................... I.............. Sejarah dan Perkembangan MA Ali Maksum ................................................................... HALAMAN MOTTO ...................... xiv BAB I : PENDAHULUAN.......................................................................................................................................................... G. C.................................................................... HALAMAN PENGESAHAN........................... Pembatasan dan Rumusan Masalah ......................

........................ I........ Sistem Pendidikan MA Ali Maksum ............................................F..... C............ xi .......................................... Kegiatan Ekstra dan Keasramaan .................................................................................................................................................... G..................................................... Deskripsi Data ...................................... B.. A............................................ Koding dan Tabulasi Data .... Saran... J................................................................... D................................................................................................................................. Guru dan Karyawan MA Ali Maksum ...................... Simpulan ................................. Kata Penutup ................... LAMPIRAN-LAMPIRAN............. Pembahasan ................................. 54 60 62 65 66 67 67 73 73 75 77 77 78 80 81 86 BAB III : HASIL PENELITIAN ........... Prestasi Dalam Kejuaraan ................................................ Pengujian Hipotesis ........ BAB IV : PENUTUP ... A.... Keadaan Siswa................................................................................................................ B................. C............. Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum ............ H..... DAFTAR PUSTAKA ............................

.....................DAFTAR TABEL Tabel 1 Populasi Penelitian ..................... 68 Tabel 6 Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA................... 31 Tabel 3 Proporsi Jumlah Sampel Dalam Tiap Kelas ........................................................ 30 Tabel 2 Penentuan Jumlah Sampel Menurut Krejcie dan Morgan .................. 69 Tabel 7 Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum ..................................... 56 Tabel 5 Deskripsi Data Penelitian .................... 71 xii .............................................. 32 Tabel 4 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun .....................................

70 Gambar 3 Diagram Histogram Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 .. 57 Gambar 2 Diagram Histogram Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 ........... 72 xiii .....DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun ....

..................................... 88 89 86 87 Lampiran V Deskripsi Statistik Prestasi Belajar Fiqih .............................................................................. 95 Lampiran X Hasil Wawancara ............................................ 128 xiv ................................... 94 Lampiran IX Panduan Wawancara ................................................................... 109 Lampiran XV Surat Penunjukan Pembimbing Skripsi .............. Lampiran III Deskripsi Data Penelitian Variabel Kemampuan Berbahasa Arab dan Prestasi Belajar Fiqih .. TOEC dan IT ...... 118 Lampiran XX Surat Penggantian Judul Skripsi ..................................................................... 121 Lampiran XXII Bukti Sertifikat TOAFL............................................... Lampiran II Jumlah dan Identitas Sampel Penelitian ... 122 Lampiran XXIII Bukti Sertifikat dan Piagam KKN ..... 99 Lampiran XIII Daftar Inventaris Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum ................................. 91 Lampiran VII Tabel Values of rproduct moment .................... 113 Lampiran XVI Surat Pengajuan Penyusunan Skripsi ........................................................... 98 Lampiran XII Identitas Guru MA Ali Maksum .................. 102 Lampiran XIV Daftar Prestasi Siswa MA Ali Maksum .................... Lampiran IV Deskripsi Statistik Kemampuan Berbahasa Arab .......... 127 Lampiran XXV Daftar Riwayat Hidup ........................................ 93 Lampiran VIII Catatan Hasil Observasi............ 96 Lampiran XI Struktur dan Personalia MA Ali Maksum ........................... 114 Lampiran XVII Bukti Seminar Proposal...................... Bantul ............................................................................................................................................................................................................................... 90 Lampiran VI Tabel Kerja Penolong Penghitungan Product Moment ................... 125 Lampiran XXIV Bukti Sertifikat PPL II .........................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Jumlah dan Identitas Populasi Penelitian .............. 115 Lampiran XVIII Surat Keterangan Izin Bapeda DIY dan Kab..................................................................... 119 Lampiran XXI Kartu Bimbingan Skripsi ..... 116 Lampiran XIX Surat Bukti Pelaksanaan Penelitian .........

gagasan dan kehendak serta maksud orang lain. dkk.3 Tanpa bahasa. (Jakarta : IRD Press. serta berbagai sumber lain dalam kajian Islamic studies terkodifikasi dalam literatur-literatur QS. manusia merupakan makhluk sosial. manusia sulit memahami ide. Bahkan pengetahuan manusia dapat diukur dari kemampuannya dalam berbahasa. 149 3 Mudjia Rahardjo. Vol. Oleh karenanya. (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. “Bahasa: Antara Pikiran dan Tindakan”. bahasa Arab merupakan salah satu bahasa asing yang banyak dipelajari masyarakat Indonesia. Cet9. STAIN : 2001). 139 2 1 . Amin Haedari. Terlebih lagi bagi masyarakat pesantren.J.1 Tidak ada seorangpun yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain.BAB I PENDAHULUAN A. hal. sehingga seorang filsuf bahasa Ludwig Wittgenstein menyatakan bahwa “Batas bahasaku adalah batas duniaku”. 2004). hal. Begitu penting peran bahasa. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global.2 Karena dengan bahasa. hal. Sians dan Teknologi. 1994). dkk. yakni al-Qur’an dan as-Sunnah. bahasa Arab merupakan bahasa primer. manusia membutuhkan alat komunikasi yang disebut bahasa. 45 4 HM. Monks. Al-Hujurat (49) : 13 F. Bahasa merupakan alat komunikasi yang berguna dalam kehidupan sosial. manusia dapat berkomunikasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta peradaban. dalam ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam. 2 Tahun 2001.4 Hal ini dikarenakan sumber hukum Islam yang utama. (Malang. Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Latar Belakang Masalah Menurut kodratnya. 3 No. Sebagai bangsa dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. seperti siswa MA Ali Maksum.

22 Juli 2009). “Problematika Pengajaran Bahasa”.5 Seiring dengan semakin banyaknya penerjemahan buku dan kitab-kitab berbahasa Arab. sedangkan untuk kurikulum Depag dipilah antara mata pelajaran agama dan umum.berbahasa Arab. www. dalam kehidupan sehari-hari masyarakat muslim juga tidak mungkin dapat melepaskan diri dari penggunaan bahasa Arab. S. belajar Islam dapat dilakukan dengan buku-buku terjemahan. bagi sebagian lembaga pendidikan (seperti pondok pesantren). menggunakan literatur berbahasa Arab. Di samping itu. Tidak berlebihan jika ada ungkapan yang menyatakan “ke mana Islam tersebar. seperti fiqih dan al-Qur’an hadist. Dalam pengajaran mata pelajaran agama. Namun demikian. semua mata pelajaran menggunakan literatur berbahasa Arab. com. MA Ali Maksum menerapkan kurikulum yang dipadukan antara kurikulum pesantren dan Departemen Agama. Sedangkan untuk mata pelajaran umum.id.6 Sejak awal berdirinya. ke sana pula bahasa Arab tersiar”. dalam google. Salah satunya adalah Madrsah Aliyah (MA) Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. masih tetap mempertahankan penggunaan literatur berbahasa Arab. Jam 14:34 WIB 6 Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar kelas XII MAK MA Ali Maksum 5 2 . dapat dikatakan bahwa antara masyarakat muslim dengan bahasa Arab terdapat kaitan erat yang tidak mungkin dapat dipisahkan.Hum. M. minimal saat menjalankan ibadah shalat.S.. digunakan buku paket ber- Ahmad Nur Fauzan.staff. undip. Dengan demikian.ac. seperti IPS dan Biologi. (Rabu. Untuk kurikulum pesantren.

bahasa Indonesia.11 Penggunaan literatur berbahasa Arab di lingkungan MA Ali Maksum dilakukan baik dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. merupakan syarh (penjabaran) dari kitab atTaqrib karya Ahmad bin al-Husain (Abi Suja’). yakni kitab Sulam at-Taufiq. maupun dalam kegiatan di asrama. Adapun metode tanya jawab dipergunakan oleh siswa untuk meminta penjelasan lebih detil kepada guru. baik berupa makna (arti). staf TU MA Ali Maksum. sedangkan siswa mendengarkan. menerangkan dan mengulas kitab berbahasa Arab tertentu . pada tanggal 05 November 2009. atas hal-hal yang belum jelas atau belum dapat difahami secara baik. Amin Haedari. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global. di kantor MA Ali Maksum. dan ‘Ali asy-Syarbajy. menerjemahkan. Proses pembelajaran fiqih di dalam kelas dilakukan dengan menggunakan metode bandongan12 dan metode tanya jawab. mengartikan dan menjelaskan materi pelajaran dalam kitab berbahasa Arab. terdiri dari 8 Juz dan 4 jilid 12 HM. 16 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan metode bandongan atau wetonan adalah metode pengajaran kolektif dimana santri secara bersama-sama mendengarkan seorang ustadz atau Kyai yang membaca. 13 Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar Kelas XII IPA.10 dan al-Fiqh al-Manhaji.7 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses pengajaran mata pelajaran fiqih di Madrasah Aliyah Ali Maksum dilakukan dengan menggunakan literatur dan buku pegangan berbahasa Arab. dkk.13 Metode bandongan dipergunakan oleh guru untuk membaca. merupakan syarh (penjabaran) dari kitab Qurrat al-‘ain.8 Fathul Qorib. 9 Karya Muhammad bin Qasim al-Ghazi. terdiri dari 1 jilid 11 Karya Musthtofa al-Khin. Musthofa al-Bigho. terdiri dari 1 jilid.9 Fathul Mu’in. MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta 7 3 . 8 Karya Abdullah bin al-Husain bin Tohir bin Muhammad bin Hasyim Ba’lawy. menyimak dan membuat catatan-catatan di dalam kitabnya sendiri. Wawancara dengan Bapak Ridwanuddin. hal. hal-hal yang dianggap penting. dengan 16 Bab. 10 Karya Zainuddin bin ‘Abdul Aziz al-Malaibari. maupun hal-hal lain yang dianggap sulit untuk difahami.

Amin Haedari. siswa yang belum mampu membaca bahasa Arab secara baik dan lancar. Namun pada kenyataannya. sedangkan siswa menyimak serta membuat catatan yang dianggap perlu. Minimal siswa mampu membaca bahasa Arab atau al-Qur’an. Dalam hal ini siswa diminta untuk praktik membaca. hal.15 Hal ini dikarenakan penggunaan metode bandongan diawali dengan pembacaan teks Arab oleh guru. proses pembelajaran dengan metode bandongan dilakukan terhadap siswa yang dianggap telah memiliki kemampuan dasar bahasa Arab. terkadang guru mata pelajaran fiqih di MA Ali Maksum juga menerapkan metode praktik membaca kitab. memaknai serta memahami materi yang telah diajarkan.Disamping menerapkan kedua metode di atas. untuk dapat mengikuti pelajaran fiqih secara baik. Minimal siswa telah mampu membaca bahasa Arab secara baik dan lancar. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global. Uraian di atas menggambarkan bahwa dalam tataran idealita. memaknai dan menjelaskan isi dari kitab pegangan. Dengan demikian. MA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta 15 HM. Secara umum. 41 14 4 . siswa MA Ali Maksum diharuskan memiliki kemampuan bahasa Arab. belum semua siswa Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar Kelas XII IPA. Dengan metode praktik ini. dkk. sangat mungkin mengalami kesulitan.14 Penggunaan metode praktik ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membaca. minimal mengalami keterlambatan dalam menyimak bacaan guru. sebenarnya dapat mendorong siswa belajar membiasakan diri dengan bacaanbacaan berbahasa Arab.

dengan alasan yang dibuat-buat.17 Di samping masalah yang terkait dengan kemampuan berbahasa Arab di atas. Sehingga tidak sedikit diantara siswa MA Ali Maksum yang memilih mbolos dan tidak masuk pelajaran fiqih.16 Hal ini dikarenakan semakin beragamnya input siswa MA Ali Maksum. Marwan Hamid.MA Ali Maksum memiliki kemampuan bahasa Arab secara memadai.19 Wawancara dengan Drs. Marwan Hamid. Nur Fadhilah Rizki (Siswa kelas XII MAK) selaku delegasi MA Ali Maksum dalam lomba pidato 3 bahasa (Inggris. terdapat sejumlah siswa yang memiliki nilai mata pelajaran fiqih di bawah rata-rata. Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas XII MA Ali Maksum. Siswa yang tidak memiliki persiapan yang cukup. Arab dan Indonesia) pada hari Minggu 08 November 2009 jam 17. Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas XII MA Ali Maksum. 18 Wawancara dengan Syirojuddin Hadi Imron (siswa kelas XII IPA) dan sdr. penerapan metode praktik di dalam kelas juga menjadikan sebagian siswa merasa terbebani. pada tanggal 10 November 2009 16 5 . siswa Kelas XII MA Ali Maksum yang mendapatkan nilai pelajaran fiqih di bawah rata-rata tersebut merupakan siswa yang kurang menonjol dalam kemampuan berbahasa Arab. Walaupun perolehan prestasi (nilai) dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. melainkan juga banyak yang berasal dari latar belakang pendidikan umum (SLTP) dan lembaga pendidikan non pesantren. namun dari beberapa sampel. pada tanggal 10 November 2009 17 Data PSB tahun 2009: 87 siswa dari 169 siswa baru yang berlatar belakang SLTP.18 Penelitian pendahuluan yang dilakukan terhadap siswa kelas XII MA Ali Maksum tentang pengaruh kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. merasa khawatir jika di dalam kelas diminta praktik membaca kitab.00 WIB 19 Wawancara dengan Drs. yang tidak hanya berasal dari sekolah berbasis pesantren atau madrasah.

Bagaimana kemampuan berbahasa Arab siswa Kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? 6 . juga memiliki prestasi belajar fiqih di bawah rata-rata. dapat dikemukakan hipotesis sementara bahwa kemampuan berbahasa Arab. karena proses pembelajaran fiqih dilakukan dengan literatur (kitab) berbahasa Arab. B. Dengan demikian. maka peneliti bermaksud melakukan penelitian lapangan (kancah) tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010”. serta dengan berpijak pada hasil penelitian pendahuluan yang menggambarkan adanya korelasi dua variabel. Minimnya kemampuan berbahasa Arab diprediksi menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan kurang maksimalnya prestasi belajar fiqih bagi siswa kelas XII MA Ali Maksum. berkorelasi (berhubungan) dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. Berdasarkan uraian latar belakang di atas. Pembatasan dan Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas.Hasil studi dan penelitian pendahuluan di atas menggambarkan bahwa siswa MA Ali Maksum yang tidak memiliki kemampuan berbahasa Arab secara memadai. dalam penelitian “Korelasi Anaara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” ini dapat dirumuskan beberapa permasalahan: 1.

khususnya dalam bidang penelitian pendidikan agama Islam. Apakah ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? C. Mengetahui kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. Mengetahui korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. 2. Mengetahui prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010.2. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Bagaimana prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? 3. Segi praktis 1) Sebagai wahana implementasi pengetahuan yang dimiliki. c. Kegunaan penelitian Pelaksanaan penelitian ini diharapkan memiliki beberapa kegunaan atau kontribusi. Tujuan penelitian Penelitian tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010” ini bertujuan untuk: a. b. Diantara keguanaan dan kontribusi tersebut adalah: a. 7 .

Kajian Pustaka Berdasarkan hasil penelusuran dan studi bahan pustaka. “Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTs An-Nawawi Berjan Purworejo”. Secara garis besar. diantaranya: 1. 3) Mendorong orang tua siswa agar ikut serta memperhatikan prestasi belajar anaknya. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dengan metode mahfudhat. karya ilmiah serta hasil penelitian yang ada. termasuk perlunya peningkatan kemampuan bahasa. mengucapkan dan mendengar kata-kata dalam bahasa 8 . Segi teoritis. 1) Memberikan sumbangan bagi hazanah keilmuan Islam. b. baik yang bersifat baru. D. khususnya dalam bidang pendidikan dan proses pembelajaran fiqih. Skripsi.2) Menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat muslim. maupun lanjutan. Ikowiyah. 2) Menjadi bahan rujukan bagi penelitian di masa yang akan datang. peneliti menemukan beberapa hasil penelitian yang memiliki kedekatan pembahasan dengan penelitian ini. khususnya dalam disiplin kajian dan keilmuan yang sama dengan penelitian ini. tentang pentingnya kemampuan berbahasa Arab. dengan keterampilan berbahasa Arab siswa MTs AnNawawi Purworejo. beserta faktor-faktor yang ikut mempengaruhi. hasil penelitian menjelaskan tentang hubungan positif antara penggunaan metode menghafal (mahfudhot). siswa menjadi terbiasa untuk membaca. tahun 2007.

21 3. Kesimpulan yang dibuat dalam Ikowiyah. semakin lemah ketrampilan siswa dalam berbahasa Arab. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. 2008. semakin sering siswa menghafal kata-kata dalam bahasa Arab (mahfudhat). semakin jarang penggunaan mahfudhat. Hasil dari kesimpulan penelitian yang dirumuskan adalah semakin tinggi tingkat penguasaan mufrodat siswa. 2007. Skripsi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan. Skripsi. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”. Nurjanah. “Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTsN An-Nawawi Berjan Purworejo”. maka semakin tinggi pula kemampuan atau keterampilan membaca bahasa Arab siswa MTsN Ngemplak Sleman Yogyakarta. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2008 20 9 . maka semakin besar pula keterampilan yang dimiliki siswa dalam berbahasa Arab. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. adanya korelasi antara motivasi belajar dan prestasi belajar PAI pasca gempa di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul. Dalam penelitiannya ini.20 Demikian pula sebaliknya. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2007 21 Nurjanah.Arab. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”. “Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul”. Skripsi. Abidin Fuadi Nugroho menyimpulkan. Skripsi. Abidin Fuadi Nugroho. 2.

Berbeda dengan hasil penelitian di atas. 2007 22 10 . bahwa proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dilakukan dengan literatur (kitab-kitab) berbahasa Arab.penelitian ini adalah. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sedangkan dalam studi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan Abidin Fuadi Nugroho. “Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul Yogyakarta”. Skripsi.22 Disamping hasil penelitian di atas. sebenarnya masih banyak lagi karya ilmiah atau hasil penelitian yang mengarah pada variabel-variabel yang ada dalam penelitian skripsi ini. semakin tinggi pula prestasi belajar yang diraihnya. dikaitkan dengan motivasi belajar. Hasil penelitian yang dilakukan Ikowiyah dan Nurjanah di atas melihat ketrampilan atau kemampuan berbahasa Arab siswa dari sisi metode menghafal (mahfudhot) dan penguasaan kosa kata (mufrodat). Namun sejauh ini peneliti belum menemukan satupun karya ilmiah atau hasil penelitian yang secara spesifik melihat hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. apalagi yang dilakukan di MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta. semakin tinggi motivasi belajar yang dimiliki siswa. Sedangkan hasil penelitian Abidin Fuadi Nugroho lebih melihat prestasi belajar siswa. penelitian tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” yang dilakukan peneliti lebih menitik beratkan pada hubungan antara kemampuan siswa dalam berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih di MA Ali Maksum. Sebagaimana telah dikemukakan pada pembahasan sebelumnya.

Diantaranya adalah: Sturtevent mendefinisikan bahasa sebagai sistem lambang sewenang-wenang. didapatkan sampel bahwa kemampuan berbahasa Arab berkorelasi dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum. Ke-10. Sedangkan menurut Keraf. hal. berinteraksi dan mengidentifikasikan diri.peneliti. anaksastra. Harimurti mendefinisikan bahasa sebagai sistem Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Linguistik Sastra Jurnalistik.25 Disamping definisi di atas. E. dalam google. apakah ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. 77 25 UPI. Sehingga perlu dilakukan penelitian. masih banyak definisi lain yang dikemukakan para tokoh. bahasa merupakan alat komunikasi sosial. yang berupa lambang bunyi suara yang dihasilkan alat ucap manusia. Landasan Teori 1.. bahasa diartikan sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer.23 Disamping itu. (22 Oktober 2009). berupa bunyi yang digunakan oleh anggota kelompok sosial untuk bekerjasama dan saling berhubungan. Jam 07:40:00 WIB.blogspot. “Sosiolinguistik: Masyarakat Bahasa 1”. 1 23 11 . 77 24 Ibid. yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama.com. 1999). bahasa juga dapat dimaknai dengan ucapan (perkataan) yang baik.24 Sedangkan dalam pengertian terminologi (istilah). cet. bahasa didefinisikan secara berbeda oleh beberapa tokoh. Tinjauan kemampuan berbahasa Arab a. www. Pengertian Bahasa Arab Secara etimologi.com. hal. (Jakarta: Balai Pustaka. Kamus Besar Bahasa Indonesia. tingkah laku yang baik dan sopan santun. hal.

Kamus Linguistik. lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap masyarakat Arab. 23 27 26 12 . masyarakat Melayu menciptakan bahasa Melayu. sebagai alat komunikasi bagi komunitas masyarakat tertentu. dalam Henry Guntur Tarigan. yang dimaksud dengan bahasa Arab dalam penelitian ini adalah. Masyarakat Arab melahirkan bahasa Arab. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa pada dasarnya merupakan sistem simbol yang ada di alam semesta raya. hal. 66-67 28 Asep Ahmad Hidayat. cet.lambang arbriter yang digunakan masyarakat untuk bekerja sama. Psikolinguistik. sebagai alat Harimurti Kridalaksana. berinteraksi dan mengidentifikasi diri. hal. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. (Bandung: Angkasa.28 Dengan demikian. terdapat kata kunci yang mengandung pengertian khusus. Filsafat Bahasa Mengungkap Hakikat Bahasa. Seluruh fenomena simbolis yang terdapat dalam kehidupan manusia. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan bahasa adalah lambang bunyi suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. 2006). dan lain sebagainya. bahasa adalah sistem simbol bunyi yang arbriter yang dipergunakan kelompok sosial sebagai alat untuk berkomunikasi. Ke-1. misalnya masyarakat Jawa memiliki bahasa Jawa.26 Sedang menurut Bloch dan Trager. “Outline of Linguistic Analysis”. cet. perkembangan bahasa berkelindan (seiring) dengan perkembangan alam dan zaman. Ke-1. Dengan demikian. (Jakarta: Gramedia. 17 Bernard Bloch and Trager. 1982). Berdasarkan uraian definisi di atas. sekaligus mengandung pengertian umum. dapat dikatakan sebagai bahasa. dan realitas empirik di alam semesta ini. Yakni kata “simbol”. Makna. dan Tanda.27 Dengan melihat definisi-definisi yang telah diungkapkan di atas. hal. 1984).

Yogyakarta: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. hal. bahasa Arab Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Secara kuantitatif. Akhirnya dapat disimpulkan. 01 30 29 13 . bahwa yang dimaksud dengan bahasa Arab dalam penelitian ini adalah bahasa Arab di dalam kitabkitab fiqih yang menjadi rujukan dan pegangan utama guru dalam proses pengajaran dan pembelajaran fiqih kepada siswa Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.berkomunikasi dan menyampaikan pesan (lisan dan tulisan). bahasa Arab Smitik merupakan bahasa terbesar (mayoritas) dari sekian banyak rumpun dalam bahasa Arab. kitab dan berbagai media ilmiah lainnya.29 Sehingga dalam penelitian ini tidak akan memberikan ulasan secara spesifik tentang karakteristik bahasa Arab. yakni bahasa Arab fushah (fasih dan resmi) dan bukan bahasa pasaran (‘amiyah). Penambahan kata depan “ber” dalam kata bahasa pada skripsi ini (menjadi berbahasa) menunjukkan bahwa yang menjadi titik tekan dalam penelitian ini adalah orang (bukan bahasanya). (2008). 78 Busyari Madjidi. hal. buku. “Metodologi Pengajaran Bahasa Arab Untuk Jurusan Bahasa Arab”. Secara historis. termasuk bahasa Arab yang dipakai dalam literatur. Sejarah Perkembangan Bahasa Arab Bahasa Arab merupakan bahasa Semitik yang muncul dari daerah Semit (sekarang termasuk wilayah Arab Saudi).30 b. Yakni orang yang menggunakan bahasa Arab (berbahasa Arab). serta hal-hal yang melingkupinya.

Bahasa Arab telah memberi banyak kosa kata kepada bahasa lain di dunia Islam. hal. (21 November 2008) 32 Ibid.31 Bahasa-bahasa ini dituturkan di seluruh dunia Arab. Vol. Bahasa Arab modern telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 sub bahasa dalam ISO 639-3.com. termasuk bahasa Indonesia.32 Dalam perjalanan sejarahnya. dalam google. sedangkan bahasa Arab baku telah tersebar dan dikaji di seluruh dunia Islam (‘araby dan ‘ajamy)..berkerabat dekat dengan bahasa Ibrani dan bahasa Aram.ibnuaziz83. Bahasa Arab tidak diposisikan sebagai media untuk melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban masyarakat muslim. dalam Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Al-‘Arabiyah”. Bahasa Arab modern berasal dari bahasa Arab klasik yang telah menjadi bahasa kesusasteraan dan bahasa liturgi Islam sejak dari abad ke-6 Masehi. 33 Mansur. Semasa abad pertengahan. Hal ini menjadikan bahasa Arab banyak diasimilasi menjadi bahasa masyarakat Eropa. 1 No1 (2004).33 Ibnu Aziz. “Definisi Bahasa Arab”. bahasa Arab juga merupakan alat utama budaya. www. 71-72 31 14 .com. khususnya dalam bidang sains.blogspot. ketika tujuan pragmatisnya (membaca al-Qur’an dan menjalankan ibadah) telah tercapai. matematika dan filsafat. bahasa Arab dipelajari oleh orang Islam hanya dalam rangka tujuan praktis yaitu ibadah. Sehingga mayoritas umat Islam tidak lagi mempelajari bahasa Arab. was posted on Friday.

Disatu sisi. bahwa bahasa sebagai alat komunikasi hanya dimiliki oleh manusia. Fungsi Bahasa Arab Secara umum. bangsa atau negara tertentu akan mengalami kesirnaan. “Bahasa dan Dinamika Masyarakat”. bahasa tidak bersifat permanent. 2 15 . 29 Oktober 2009). Linguistik Sastra Jurnalistik “Sosiolinguistik: Hubungan Bahasa dengan Budaya”. hal. dalam google.ac.c.37 Oleh karenanya.34 Bagi sebuah bangsa. 2 QS. manusia mampu membentuk lambang atau memberi nama guna menandai setiap kenyataan. Al-Baqarah (2) : 31-33 UPI. Implementasinya. www.com.38 Fakultas Ilmu Bahasa UGM. Linguistik Sastra Jurnalistik.ugm. (Rabu. bahasa merupakan salah satu ciri atau tanda yang membedakan dengan bangsa lain. seiring dengan tuntutan perkembangan zaman. bahasa hidup dan berkembang dalam masyarakat. Kelangsungan hidup sebuah bahasa sangat dipengaruhi oleh budaya dan dinamika yang terjadi serta dialami penuturnya. Diantaranya adalah sebagai identitas bangsa atau Negara.15 WIB 35 Ibid 36 37 38 34 UPI. serta dipakai oleh komunitasnya sebagai alat komunikasi. hal. Para ahli bahasa menegaskan. Sedangkan di sisi yang lain. bahasa dapat menjadi salah satu faktor kebanggaan serta perekat semangat nasionalisme suatu bangsa.id.35 Bahasa juga berfungsi sebagai alat komunikasi.fib.36 Hewan dan makhluk-makhluk lain di dunia ini tidak memiliki bahasa. akan tetapi luwes dan selalu berubah. jam 20. Bahkan tidak menutup kemungkinan. “Sosiolinguistik: Hubungan Bahasa dengan Budaya”. bahasa memiliki beberapa fungsi. bahasa suatu komunitas.antropologi .

pembaca kritis dan pembaca kreatif. Seseorang belum dikatakan memiliki kemampuan berbahasa Arab secara baik. bagi masyarakat muslim Indonesia bahasa Arab juga berfungsi sebagai alat untuk melakukan proses pengkajian dan pendalaman terhadap nilai-nilai agama Islam. Dilihat dari tingkat kemampuan membacanya. (Bandung: Sinar Baru Algensindo. yakni: pembaca literal. 57-61 41 Panitia PPL 1 Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. ada tiga golongan pembaca bahasa Arab. sedangkan alQur’an diturunkan dalam bahasa Arab.com. 2005). 1 40 Nurhadi.blogspot.39 Sebagaimana telah disinggung pada bagian sebelumnya. (Yogyakarta. Sehingga untuk dapat mempelajari nilai-nilai agama Islam secara baik dan maksimal. Indikator Kemampuan Berbahasa Arab Seseorang dikatakan mampu untuk berbahasa Arab dengan baik adalah ketika ia memiliki empat ketrampilan berbahasa. hal. SMALB. d.Disamping beberapa fungsi dia atas. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca? Suatu Teknik Memahami Literature Yang Efisien. bahwa sumber utama nilai-nilai agama Islam adalah al-Qur’an. yakni:40 1) Kemampuan membaca (qiro’ah / reading skills) Membaca merupakan salah satu ketrampilan dalam berbahasa. dalam yahoo. jika belum mampu membaca naskah atau tulisan dalam bahasa Arab. MA.com/ 2009/06/belajar-bahasa-arab-keharusan.41 Kemampuan membaca literal adalah kemampuan pembaca mengenal dan menangkap bahan bacaan yang tertera secara tersurat (eksplisit). diperlukan kemampuan berbahasa Arab secara baik dan memadai.html. hal. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA. Dan MAK”. 2008).750 39 16 . Kemampuan membaca kritis merupakan kemamAbdul Munir Sape. “Belajar Bahasa Arab-Keharusan”. http://dorokabuju. hal.

Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren alLuqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning. Membaca rekreatif bertujuan memberikan latihan kepada siswa untuk membina minat dan kecintaan membaca.)أﻟﻘﺮاءةاﻟـﺘﺤﻠـــﻴﻠﻴــﺔ‬Membaca keras merupakan jenis membaca yang dilakukan dengan suara jelas dan dapat dimengerti orang lain. memahami. Syaiful. (Malang: Misykat. 19 42 17 . Sedangkan kemampuan membaca kreatif adalah membaca yang tidak sekadar menangkap makna tersurat (reading the lines). tetapi yang mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untuk kepentingan sehari-hari. mensintesa dan menilai. Sedangkan membaca analitis bertujuan untuk melatih siswa agar memiliki kemampuan mencari informasi dari bahan atau literatur yang tertulis tertulis (berbentuk tulisan). baik pokok maupun rinciannya. makna antar baris (reading between lines) dan makna dibalik baris (reading beyond the lines).)أﻟﻘﺮاءةاﻟــﺼﺎﻣـﺘـــﺔ‬ membaca cepat (‫ . 2008. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta: Skripsi.)اﻟﻘﺮاءةاﻟﺴﺮﻋﺔ‬membaca rekreatif (‫ )أﻟﻘﺮاءةاﻹﺳـﺘﻤـﺘﺎﻋـﻴــﺔ‬dan membaca analitis (‫ 34. hal. Syaiful. baik makna tersurat maupun makna tersiratnya melalui tahap mengenal. Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren alLuqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning. hal. Membaca cepat bertujuan untuk menggalakkan siswa agar berani membaca lebih cepat daripada kebiasaannya. 2004). hal. 18 43 A. terdapat beberapa jenis membaca. menganalisa.puan pembaca mengolah bahan bacaan secara kritis untuk menemukan keseluruhan makna bahan bacaan. Membaca dalam hati bertujuan memperoleh pengertian. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab.)أﻟﻘﺮاءةاﻟﺠـﻬﺮﻳـــﺔ‬ membaca dalam hati (‫.42 Dalam konteks membaca bahasa Arab. 44 M. Fuad Efendi. Diantaranya adalah membaca keras (‫. 126 44 M.

. 767 45 18 . Diantaranya adalah. 767 46 Ibid. serta tanda baca yang tepat. frasa. a) Mengidentifikasi bunyi huruf Hijaiyah dan ujaran (kata. MA. hal. frasa dengan huruf. b) Mampu mengungkapkan informasi secara tertulis dalam kalimat sederhana sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan menggunakan kata. hal. tanda baca. c) Mampu mengungkapkan pendapat dan perasaan.2) Kemampuan menulis (kitabah / writing skills) Kemampuan menulis siswa dalam bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa hal.45 3) Kemampuan mendengarkan (istima’ / listening skills) Kemampuan mendengarkan bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa aspek.46 4) Kemampuan berbicara (kalam / speaking skills) Kemampuan berbicara menggunakan bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa bentuk. a) Mampu menyampaikan informasi secara lisan dengan lafal yang tepat dalam kalimat sederhana. Dan MAK”. a) dapat menulis kata. secara tertulis yang mencerminkan kecakapan menulis dengan tepat. b) Memperoleh informasi umum dan atau rinci dari berbagai bentuk wacana lisan sederhana secara tepat. SMALB. dan struktur yang tepat. Diantaranya adalah. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA. b) Melakukan dialog sederhana dengan Team PPL 1 Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Diantaranya adalah. dan kalimat dengan huruf ejaan. frasa atau kalimat) dalam suatu konteks dengan mencocokkan dan membedakan secara tepat.

. edisi revisi. diperlukan penguasaan ilmu nahwu & shorof. 2000). c) Menyampaikan pendapat dan perasaan secara lisan dengan lancar sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan berkomunikasi dengan santun dan tepat. (Bandung : Sinar Baru Algensindo. prestasi diartikan sebagai hasil yang telah dicapai. Metodologi & Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab. perubahan akhir kata (i’rab).47 Untuk dapat menguasai empat aspek ketrampilan berbahasa Arab di atas. G. hal. 767 Ilmu nahwu adalah ilmu tata bahasa Arab yang mempelajari susunan kalimat. Sedangkan Ilmu sharaf adalah ilmu yang mempelajari perubahan bentuk kata dalam bahasa Arab. maka mudahlah kita untuk menguasai aspekaspek yang lainnya. (Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group.lancar dan benar yang mencerminkan kecakapan berkomunikasi dengan santun dan tepat. cet. iii 49 Radhliyah Zaenuddin. yang harus diprioritaskan dari empat aspek kemahiran berbahasa Arab adalah aspek yang pertama yaitu membaca. maka semakin besar pula ketrerampilan berbahasanya”. (Bandung: Angkasa. Tinjauan prestasi belajar a. Kosa Kata Pengajaran. Moch. 2005). Terjemahan Matan Kailani dan Nadham al-Maqsud berikut penjelasannya. dan lain sebagainya.49 Sedangkan menurut H.50 2. 02 51 Adi Satrio.51 Senada dengan pengertian tersebut. Anwar. dkk. Kamus Ilmiah Populer. hal. 467 48 47 19 . dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan prestasi Ibid. 33 50 Tarigan.. ”kualitas berbahasa seseorang jelas tergantung pada kualitas dan kuantitas mufrodat (perbendaharaan kata) yang dimilikinya. hal. (2005). semakin banyak mufrodat yang dimiliki seseorang. hal. 1986). hal. Pengertian Prestasi Belajar Secara bahasa. kedudukan sebuah kata dalam struktur kalimat. VII.48 Menurut Fahmi. Jika penguasaan kata pada aspek ini telah memadai.G Tarigan. H..

55 Bertolak dari berbagai definisi di atas. hal.53 Disamping definisi tersebut. belajar merupakan perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. www. belajar adalah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus. Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Kamus Besar Bahasa Indonesia. sebagai hasil dari terbentuknya respon utama. 2009-01-05 54 Muhibbin Syah. pertama.54 Sedangkan Mahfud Shalahuddin mendefinisikan belajar sebagai: Suatu proses perubahan tingkah laku melalui pendidikan atau lebih khusus melalui prosedur latihan. secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. dalam google.sunarto mbs. “Pakem Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Dan Menyenangkan”. prestasi merupakan hasil yang telah dicapai oleh seseorang. 2008). 787 Sunarto. untuk kemudian dikuasai atau dimilikinya dan dipergunakannya sampai pada suatu saat dievaluasi oleh yang menjalani proses belajar itu.52 Dengan demikian. Misalnya. (Bandung: Maestro. (Bandung: Remaja Rosdakarya. yang pada umumnya (perubahan tesebut) bersifat permanen. 2008).adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan atau dikerjakan). Science fun. setelah orang tersebut melakukan atau mengerjakan suatu pekerjaan tertentu.com. hal. Sedangkan belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya tingkah laku. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.wordpress. Kedua. hal. Perubahan itu sendiri berangsur-angsur dimulai dari sesuatu yang tidak dikenalnya. 67 53 52 20 . 90-91 55 Ahmad Tafsir.com. para psikolog dan ahli pendidikan mendefinisikan belajar secara berbeda-beda. Chaplin memberikan batasan belajar dengan dua rumusan.

February 04. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Saturday. Zainun Najib. Dengan demikian.yang relatif menetap (permanent) sebagai hasil pengalaman.com. prestasi belajar dapat dimaknai sebagai “taraf keberhasilan murid atau santri dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah atau pondok pesantren yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu”. 132 M.blogspot. Sedangkan yang dimaksud dengan prestasi belajar fiqih dalam penelitian ini adalah. www.57 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan yang dicapai dari suatu kegiatan atau usaha yang dapat memberikan kepuasan emosional. Sedangkan Winkel mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. afektif dan psikomotor. masnaguib. 2006. dan dapat diukur dengan alat atau tes tertentu.56 Senada dengan kedua pendapat di atas. hal. setelah menempuh proses pembelajaran dalam mata pelajaran Fiqih.com. dalam google. Arif Gunarso mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usahausaha belajar. ”Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mesir”. 5 57 56 21 . tingkat keberhasilan siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010. dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu yang relatif menetap (permanent) sebagai hasil atau akibat dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Berdasarkan uraian tentang pengertian prestasi dan belajar di atas. hal. yang Muhibbin Syah.

Rajawali. keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar. Diantara faktor-faktor tersebut adalah. 2002). interaksi guru dengan siswa. 58 22 . Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Untuk mencapai prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan. sekolah. misalnya fungsi penglihatan. www. disiplin sekolah. (Jakarta : CV.com. pendengaran dan lain sebagainya. Secara lebih rinci. Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri siswa dapat bersifat biologis dan psikologis. 2) Faktor dari luar diri siswa: a) faktor pengatur belajar mengajar di sekolah yaitu kurikulum pengajaran. fasilitas belajar. 233. S. faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Faktor dari dalam diri siswa meliputi: a) faktor psikis yaitu: IQ. yakni: (1) keadaan jasmani. kemampuan belajar. perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhinya. pengelompokan siswa b) faktor-faktor sosial di sekolah yaitu sistem sekolah. e-mail:@reefah@yahoo.diukur dengan tes tertentu dan diwujudkan dalam bentuk nilai atau skor dan dituangkan dalam buku raport. masyarakat dan lain sebagainya. yang dapat dibedakan menjadi 2 bagian.59 Yahya Asnawi. minat dan kondisi akibat keadaan sosiokultural.areefah. 2009 59 Suryabrata.tk. sikap dan perasaan. b) Faktor fisiologis atau faktor biologis. dan (2) keadaan fungsi-fungsi fisiologis tertentu. keadaan waktu dan tempat. “Kajian Teoritis Prestasi Belajar”. sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga. Dan c) faktor situasional yaitu keadaan sosial ekonomi. faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor internal) dan faktor yang barasal dari luar diri siswa atau (faktor eksternal).58 b. dan lingkungan. Psikologi Pendidikan. status sosial siswa. hal. motivasi belajar.

3. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa juga dapat dibedakan menjadi dua bagian. bakat dan lain sebagainya. Kamus Besar Bahasa Indonesia. yang dimaksud dengan mata pelajaran fiqih adalah pelajaran tentang hukum Islam. seperti keadaan fisik. serta faktor yang bersifat biologis.Berdasarkan uraian di atas. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 636 Much. yakni kelompok yang berasal dari dalam diri siswa dan kelompok yang bersal dari luar dirinya.62 Dengan demikian. (Yogyakarta: Dian Yogyakarta.60 Sedangkan fiqih diartikan dengan mengetahui dan memahamkan. mata pelajaran diartikan dengan ”pelajaran yang harus diajarkan (dipelajari) untuk sekolah dasar atau sekolah lanjutan”.61 Namun yang dimaksud dengan fiqih di sini adalah ilmu yang mempelajari tentang hukum Islam. pola hidup masyarakat. dalam pengertian bahasa. minat. hal. hal. hal. Dachlan Arifin. Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih. proses belajar yang dilalui. 1994). Mata Pelajaran Fiqih a. Sedangkan faktor yang berasal dari luar diri siswa diantaranya adalah kondisi lingkungan keluarga. suasana lingkungan sekolah. yakni faktor yang bersifat psikologis seperti IQ. Pengertian Secara bahasa. dan lain sebagainya. 276 61 60 23 . secara garis besar dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa dibagi ke dalam dua kelompok. fungsi dari masing-masing anggota badan.06 62 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. yang harus diajarkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. waktu dilaksanakannya belajar. dan lain sebagainya. motivasi.

makruh maupun mubah.05 64 Ibid. Secara istilah. 1994). 06 63 24 .64 Berdasarkan uraian di atas. baik wajib. serta dalil-dalil syara’ lainnya. Diantaranya. yang digali dari al-Qur’an. fiqih didefinisikan secara berbeda oleh para tokoh. sunat. Muhammad Abd. Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih.(dipelajari) oleh siswa sekolah. (Yogyakarta: Dian Yogyakarta. yang diterima dari Allah dengan perantaraan kitab suci (al-Qur’an) dan sunnah Rasulullah. Kompetensi Pembelajaran Fiqih Di Madrasah Aliyah Sebagai sub sistem dari sistem pendidikan Nasional. haram. fiqih didefinisikan sebagai ilmu yang menerangkan hukum-hukum Allah terhadap perbuatan para mukallaf.. seperti ijma’ dan qiyas. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan mata pelajaran fiqih di sisni adalah pelajaran tentang hukum Islam yang mengatur perilaku seorang mukallaf. yang harus dipelajari (diajarkan) kepada siswa sekolah dasar hingga sekolah lanjutan (menengah).63 Sedangkan menurut Ibnu Khaldun. Salam Qobbany mendefinisikan ilmu fiqih sebagai ilmu yang menerangkan segala hukum yang dipetik dari dalil-dalil yang tafsili. baik yang bersifat ubudiyah (hubungan dengan Allah) maupun amaliyah (berhubungan dengan sosial). hal. Dachlan Arifin. segala rumusan tentang tujuan dan kompetensi pendidikan Madrasah Aliyah Much. baik untuk jenjang sekolah dasar maupun jenjang lanjutan. b. hal. Sunnah Rasul dan sumber-sumber hukum Islam lainnya.

tidak dapat dilepaskan dari tujuan pendidikan Nasional. Secara umum, rumusan kompetensi dasar bagi Madrasah Aliyah adalah: 1) Memahami ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah, demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2) Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna 3) Berperilaku terpuji seperti husnuzzhan, taubat dan raza dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof, tabdzir & fitnah 4) Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam. 5) Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia.65 Secara lebih khusus, dalam keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah / Keagamaan, disebutkan bahwa mata pelajaran fiqih dimaksudkan untuk

memberikan bekal kepada siswa agar lebih mampu memahami ajaran Islam dalam aspek hukum.66 Dengan demikian, kompetensi mata pelajaran fiqih pada Madrasah Aliyah adalah terbentuknya sumber daya manusia muslim Indonesia yang memahami terhadap ajaran Islam, khususnya dalam aspek hukum. c. Ruang Lingkup Materi dalam Pembelajaran Fiqih Secara umum, ruang lingkup materi dalam pembelajaran fiqih terbagi dalam 4 bagian, yakni 1) berkaiatan dengan urusan akhirat (ibadah), 2) berkaitan dengan urusan dunia (mu’amalah),

3) berhubungan dengan kelangsungan hidup manusia (munakahat),
Badan Standar Nasional Pendidikan, SKL-Mata Pelajaran SMK/MAK, hal. 68 Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah Keagamaan, Bab III huruf D butir 10, hal. 13
66 65

25

4) berhubungan dengan kepentingan umum (’uqubat).67 Sedangkan menurut Hasbi Ashiddieqy, ruang lingkup mata pelajaran fiqih meliputi terhadap berbagai hal, sebagai berikut: 1) Ibadat, mencakup tentang taharah, shalat, jenazah, puasa, zakat, haji, ...2) AL-Ahwal asy-syahsiyyah, yang meliputi: nikah dan berbagai hal yang melingkupinya, wasiat, waris, radla’ah, hadlonah dan perwakilan 3) Al-Muamalah al-Madaniyah, yang meliputi: jual beli, sewa menyewa hutang piutang, gadai, rahn, syuf’ah, salam, ... 4) Al-Muamalah Al-Maliyah, meliputi: Baitul Mal, perbendaharaan negara, ... 5) Uqubat, meliputi: Qishas, hudud, ta’zir, ... 6) Al-Ahkam al-Murofa’at (mukhossomat), meliputi: peradilan, hakim, gugatan, 7) Al-Ahkam As-Sultoniyah, meliputi: kepala negara, rakyat, musyawarah, ... 8) Al-Ahkam Ad-Duwaliyah meliputi: hubungan antar negara, perang, ...68 Dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah / Keagamaan bahan kajian yang tercakup dalam mata pelajaran fiqih adalah ibadah, mu’amalah, ath’imah, munakahah, faraidh dan wasiat, uqubat, qadhaf, serta perbandingan madzhab dalam beberapa hukum tertentu.69 Bagi Madrasah Aliyah Ali Maksum, pada dasarnya ruang lingkup pembelajaran fiqih tetap mengacu terhadap SK Menteri Agama no. 374 di atas. Namunn dalam prosesnya pembelajaran fiqih di MA Ali Maksum dilakukan secara lebih detil, dengan menggunakan berbagai pendapat ulama terkait dengan suatu permasalahan hukum tertentu, khususnya pendapat yang dikemukakan oleh ulama dalam lingkungan madzhab Syafi’i. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran

Much. Dachlan Arifin, Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih, hal. 15 Ibid., hal. 22 - 24 69 Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah Keagamaan, Bab III huruf D butir 10, hal. 13
68

67

26

dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan atau litaratur berupa kitab, yang mayoritas hasil karya ulama madzhab Syafi’i. F. Hipotesis Guna menjawab rumusan masalah yang diajukan, maka hipotesis atau jawaban sementara yang akan dibuktikan kebenarannya melalui proses penelitian ini adalah; “Ada hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010”. G. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan atau penelitian “kancah” (field research),70 yakni suatu penelitian yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke lapangan atau lokasi penelitian. Sedangkan dilihat dari sifat datanya, penelitian ini termasuk penelitian “kuantitatif-korelasional”. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian ilmiah yang sistematis dengan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan dengan fenomena alam.71 Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antar variable.72 Sedangkan penelitian korelasional merupakan

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1996), hal. 11. 71 Abdul Rohim, “Penelitian Kuantitatif dengan Masalah-Masalahnya”, www. ariemcool. multiply.com dalam Yahoo.com, 2008, hal. 1 72 Ibid, hal. 2

70

27

2. penelitian kuantitatif-korelasional merupakan penelitian ilmiah yang dilakukan secara sistematis. dengan bersumber pada realitas atau fenomena empirik yang bersifat obyektif. dengan menggunakan data-data berupa angka serta analisa statistik. dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel. penelitian korelasional adalah penelitian untuk mengetahui hubungan antar dua variabel. Teori Analisi Korelasi. Karena penelitian ini menitik beratkan pada hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih yang merupakan Jonathan Sarwono. Dengan demikian.73 Secara sederhana. untuk mengetahui hubungan antar variable. yakni variabel bebas (kemampuan berbahasa Arab) dan variabel terkait (prestasi belajar fiqih). grafik atau diagram. Mengenal Analisis Korelasi www. yang disajikan dalam bentuk tabel.com 73 28 . Disamping itu. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan statistik.teknik analisis yang termasuk dalam salah satu teknik pengukuran asosiasi atau hubungan (measures of association). proses pengolahan data perlu dilakukan dengan menggunakan metode analisis statistik. Dengan demikian. Pengukuran asosiasi merupakan istilah umum yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel.htm dalam yahoo.info/korelasi/korelasi. Penentuan jenis penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa data-data dalam penelitian ini berbentuk angka.jonathan sarwono.

(Jakarta: Rineka Cipta. Penentuan pendekatan statistik dalam penelitian ini didasarkan pada tujuan penelitian yang berusaha untuk mengetahui hubungan antara prestasi belajar fiqih. Populasi Populasi atau universe merupakan keseluruhan unsur atau elemen yang menjadi obyek penelitian. maka pendekatannyapun menjadi pendekatan “statistik-pedagogis”. dilihat dari kemampuan berbahasa Arab siswa. 1998). jika jumlah populasi lebih dari 100 orang.hasil dari kegiatan belajar mengajar dan proses pendidikan. 102 29 . (Bandung : Rosda Karya. 3. Yang dimaksud dengan pendekatan statistik adalah metode analisis data untuk mengetahui interelasi dan bentuk-bentuk interaksi yang terjadi di tengah kehidupan suatu kelompok. yakni kelompok masyarakat pendidikan. Prosedur Penelitian.75 Secara ideal. penelitian harusnya dilakukan terhadap seluruh anggota populasi. Namun demikian. Populasi dan Sampel Penelitian a. Dengan demikian. yang melibatkan berbagai komponen dan individu di dalamnya.74 Sedangkan istilah pedagogis merupakan pembatasan atas kelompok yang dimaksud. penelitian dapat 74 75 Dadang Kahmad. 90 Suharsimi Arikunto. yang dimaksud dengan pendekatan statistik-pedagogis dalam penelitian ini adalah. metode analisis data untuk mengetahui interelasi dan bentuk-bentuk interaksi di tengah proses belajar mengajar di MA Ali Maksum. hal. Sosiologi Agama. hal. Dengan pendekatan statistik peneliti bermaksud untuk melihat hasil internalisasi dan eksternalisasi materi fiqih. 2000).

Metode Penelitian Sosial. Sampel dan Teknik Sampling Sebagaimana telah dikemukakan di atas. 57 77 76 30 . Dalam penelitian ini. Tabel 1 76 Populasi Penelitian Kelas XII . maka penelitian dapat dilakukan terhadap sampel. Diantaranya adalah. Secara lengkap rincian populasi yang berjumlah 113 siswa dapat dilihat dalam tabel berikut ini (Identitas populasi dapat dilihat dalam lampiran I). yang berjumlah 113 siswa.MAK XII . Karena jumlah siswa kelas XII MA Ali Maksum berjumlah 113 siswa. yang dimaksudkan dengan populasi penelitian adalah: seluruh siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. diambil tgl 2 Nov 2009 Irawan Soehartono. random sampling. maka penelitian ini akan dilakukan melalui sampel.77 Untuk menentukan sampel (teknik sampling).IPS TOTAL PUTRA 18 11 17 46 PUTRI 15 27 25 67 JUMLAH 33 38 42 113 b.dilakukan terhadap sebagaian dari populasi. Sampel merupakan suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan yang dianggap dapat menggambarkan populasinya. terdapat beberapa cara yang dapat dipergunakan. (Bandung: PT Remaja Rosda Karya. atau yang sering disebut dengan penelitian sampel. jika jumlah populasi lebih dari 100 orang. 2002). TA 2009/2010.IPA XII . stratified Data Dokumentasi Sekolah MA Ali Maksum. hal.

. untuk populasi 110 orang. Metodologi Research. Untuk menentukan jumlah sampel pada tiap-tiap kelas. Dengan demikian.. peneliti menggunakan teknik proposional dari tabel Krejcie dan Morgan. 2000.. (Yogyakarta : Yasbit Fakultas Psikologi UGM. cluster sampling. artikel tidak diterbitkan. Untuk menentukan jumlah sampel. 4 78 31 . sebagai berikut. sedangkan jumlah populasi 120 orang.. dilakukan dengan teknik proporsional. 120 79 Hasan Musthafa. jumlah sampel dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 86 responden. probability sampling. ditetapkan 86 sampel. proportional sampling. yakni 110 populasi.sampling.. penentuan sampel dilakukan dengan teknik stratified proportional random sampling. Sampel (n) 76 80 86 92 97 . 40 45 50 55 60 Sampel (n) . 1994) hal. dengan Sutrisno Hadi. ditetapkan sebanyak 92 sampel. quota sampling. Teknik Sampling... dan double sampling. purposive sampling. hal. Sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel. Berdasarkan tabel sampel yang dikemukakan Krejcie dan Morgan di atas. Tabel 2 79 Penentuan Jumlah Sampel Populasi (N) . Sehingga dalam penelitian ini (dengan jumlah populasi sebanyak 113 siswa) dinisbatkan pada jumlah populasi terdekat.... 36 40 44 48 52 Populasi (N) 65 70 75 80 85 90 Sampel (n) 56 59 63 66 70 73 Populasi (N) 95 100 110 120 130 .78 Dalam penelitian ini...

perhitungan dan hasil sebagaimana terlihat dalam tabel berikut (Identitas sampel dapat dilihat dalam lampiran II). Oleh karena itu. Data atau informasi yang diperoleh harus benar-benar relevan serta bertalian. untuk mendapatkan data yang akurat.03 JML. serta kepala sekolah. Sedangkan pihak-pihak yang dijadikan informan penelitian adalah. diperlukan penggunaan metode pengumpulan data yang sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan. Subyek dan Informan Penelitian Yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran fiqih dan siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. Metode Pegumpulan Data Sebagai sebuah penelitian ilmiah. data merupakan faktor penting yang menuntut terpenuhinya unsur relevansi.55 17 : 113 x 86 = 12. SISWA 18 15 11 27 17 25 113 PROPORSI KELAS 18 : 113 x 86 = 13. guruguru non mata pelajaran fiqih.94 25 : 113 x 86 = 19. mengena dan tepat dengan pokok permasalahan yang diteliti (akurat).42 11 : 113 x 86 = 8. 32 . Tokoh masyarakat. SAMPLE 14 11 8 21 13 19 86 4.70 15 : 113 x 86 = 11. karyawan dan siswa kelas I serta kelas II dilingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. 5.37 27 : 113 x 86 = 20. pengurus Yayasan Ali Maksum. Tabel 3 Proporsi Jumlah Sampel KELAS XII MAK PUTRA XII MAK PUTRI XII IPA PUTRA XII IPA PUTRI XII IPS PUTRA XII IPS PUTRI JUMLAH JML.

76 33 .81 Sedangkan Irawan Soehartono menjelaskan bahwa observasi dibatasi sebagai pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan. yang berarti tidak meng- 80 81 Suharsimi Arikunto. dan berbentuk frekwenasi. sehingga data-data yang diperlukan adalah data yang berbentuk angka (kuantitatif). Untuk memenuhi harapan ini. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data statistik. hal. (Jakarta : Raja Grafindo Persada. pengumpulan data dalam penelitian tentang “Korelasi antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” dilakukan dengan menggunakan metode-metode sebagai berikut. disebut data kontinum dan berupa tingkatan. baik yang berupa fakta maupun angka. angka berjarak atau ukuran. 99 Anas Sudijono. Metode Observasi Metode observasi merupakan cara untuk menghimpun bahanbahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan.80 Secara umum. Data dari variabel diskrit disebut dengan data diskrit. Pengantar Evaluasi Pendidikan. data dapat digolongkan menjadi dua golongan.Suharsimi Arikunto memberikan batasan. Prosedur Penelitian. a. 1996). Dalam penelitian ini. yang dimaksud dengan data adalah hasil pencatatan peneliti. yakni data diskrit dan data kontinum. hal. sedangkan data dari variabel kontinum.

dan c) partisipasi. dimana observer (peneliti) melibatkan diri di tengah-tengah observe yang sedang diteliti. melakukan kegiatan observasi dapat dilakukan dengan mempergunakan seluruh alat indera. peraba maupun pengecap. hal. 146 84 Mohammad Ali. yaitu pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat atau cara.82 Sedikit berbeda dengan dua tokoh tersebut. baik dilaksanakan dalam situasi sebenarnya atau buatan. baik penglihatan. yakni observasi atau pengamatan. dengan menggunakan seluruh alat indera.85 Metode observasi ini digunakan untuk mengamati berlangsungnya proses Irawan Suhartono . (Bandung : Angkasa.83 Dalam pengertian psikologik. b pengamatan tidak langsung (indirect observation). Pengantar Evaluasi Pendidikan. hal. hal. Dengan demikian. Prosedur Penelitian. Dalam pelaksanaannya observasi atau pengamatan dapat ditempuh melalui tiga cara yakni.84 Berdasarkan uraian di atas. hal. pendengaran. 1987). Suharsimi Arikunto lebih cenderung mendefinisikan observasi dalam pengertian yang lebih luas. yaitu pengamatan yang dilakukan tanpa perantara (secara langsung) terhadap obyek yang diteliti. penciuman. Penelitian Kependidikan. observasi yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif (participant observation). 91 85 Anas Sudijono. 69 Suharsimi Arikunto. yakni setiap kerja pengamatan yang dilakukan untuk memperoleh gambaran dari obyek yang diteliti. 77 83 82 34 . yakni pengamatan yang dilakukan dengan cara ikut ambil bagian atau melibatkan diri dalam situasi obyek yang diteliti. 1996.ajukan pertanyaan-pertanyaan. observasi atau pengamatan meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap obyek. Prosedur dan Strategi. Metode Penelitian Sosial. a) pengamatan langsung (direct observation).

tetapi mencatat apa yang tampak). untuk mendukung terhadap proses dokumentasi terhadap fenomena yang ada. sarana prasarana. gedung sekolah.belajar mengajar pelajaran fiqih di dalam kelas. peneliti juga akan memanfaatkan media perekam audio. 1997). 186 88 Suharsimi Arikunto. jika diperlukan. peneliti akan menggunakan pedoman observasi berbentuk bebas (pedoman yang tidak perlu ada jawaban. Metodologi Penelitian Kualitatif. serta beberapa fenomena lain yang nampak.86 Disamping itu. serta hal-hal lain yang ada di tempat penelitian. II. hal. ataupun audio visual yang disesuaikan dengan kebutuhan. Dalam pelaksanaan observasi.88 Berdasarkan dua pendapat tersebut maka dapat disimpulkan. (Bandung: Remaja Rosda Karya. seperti fasilitas. 86 Moleong J. 1993).87 Menurut Suharsismi Arikunto metode wawancara merupakan dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. Lexy. yang dilakukan dengan jalan tanya jawab secara sistematis oleh pewawancara terhadap terwawancara. Metode Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak. b. bahwa metode wawancara merupakan suatu cara untuk mendapatkan data dalam sebuah kegiatan penelitian. (Catatan hasil observasi dapat dilihat dalam lampiran VIII). hal. hal. Ibid. yakni pewawancara (interviewer) dan terwawancara (interviewee). (Jakarta : Rineka Cipta. 126 87 86 35 . Cet. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi..

(Jakarta: PT Gramedia. Rineka Cipta. 61-92 90 36 . Metode Dokumentasi Metode dokumen adalah metode pengumpulan data dengan cara mempelajari terhadap bahan-bahan dokumenter. laporan. Namun demikian. Dalam penelitian ini akan menggunakan wawancara bebas terpimpin.165 Sartono Kartodiredjo.. terutama terhadap data-data yang belum sepenuhnya dipahami oleh peneliti. agar proses wawancara tidak melenceng dari tujuan penelitian. wawancara terpimpin. Metodologi Penelitian Pendidikan. peneliti juga berusaha untuk menggali serta mencari penjelasan. (Hasil wawancara dapat dilihat dalam lampiran X). “Metode Penggunaan Bahan Dokumen”. catatan harian. dokumen lembaga dan lain sebagainya. dan wawancara bebas terpimpin. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. 2009). Dengan metode wawancara ini peneliti berusaha untuk mengumpulkan data-data baru tentang hal-hal yang belum diperoleh secara lengkap melalui metode obsrvasi. interviewer tetap berpegang pada pedoman pokok variable penelitian yang telah ditetapkan89 (Panduan wawancara dapat dilihat dalam lampiran IX). dalam Koentjaraningrat (ed). Sehingga hubungan antara interviewer (pewawancara) dan interviewee (yang diwawancarai) terbangun secara luwes dan tidak kaku. c. seperti surat. metode wawancara terbagi dalam beberapa bentuk. 1977). dengan metode ini. (Jakarta: PT.Dalam penggunaannya. Diantaranya adalah wawancara bebas. Di samping itu. hal.90 Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto yang dimaksud dengan studi dokumen 89 S Margono. hal.

adalah mengenai hal-hal atau variabel yang sama yang berupa catatan. surat kabar dan sebagainya. yakni nilai mata pelajaran fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010. 202 37 . Dalam penelitian ini. metode studi dokumen ini dipergunakan untuk” 1) Mengambil data variable X (kemampuan berbahasa Arab). Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. 3) Melihat dan mengambil data tentang catatan-catatan penting yang terkait dengan subjek dan objek penelitian. maka di sini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data melalui catatan. yakni nilai mata pelajaran bahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010. sebagaimana yang terdapat dalam buku raport. hal. seperti jumlah dan identitas siswa ataupun guru. buku. serta catatan-catatan yang terkait dengan proses pelaksanaan pembelajaran di lingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.91 Berdasarkan urian beberapa definisi yang dikemukakan di atas. majalah dan sebagainya. 91 Suharsimi Arikunto. buku. sebagaimana yang terdapat dalam buku raport. 2) Mengambil data variabel Y (prestasi Belajar Fiqih). surat kabar.

Akan tetapi terlebih dahulu dilakukan proses klasifikasi menurut jenis. Dengan demikian. 7. sifat dan macam jawaban. Definisi Konsep Variabel Kemampuan berbahasa Arab merupakan keadaan seseorang yang memiliki ketrampilan berbahasa Arab. 38 . Definisi Operasional Variabel Penelitian ini berusaha menjawab hubungan antara dua variabel. Sehingga seseorang dikatakan mampu berbahasa Arab adalah ketika ia dapat membaca. mendengarkan dan berbicara dalam bahasa Arab. 8. peneliti tidak langsung melakukan analisa data. Sedangkan prestasi belajar fiqih merupakan kondisi yang dialami siswa. menulis. (kemampuan berbahasa Arab). Ketrampilan tersebut meliputi. setelah ia menjalani proses pembelajaran pada mata pelajaran fiqih di sekolah. Koding Setelah data-data penelitian terkumpul.6. ketrampilan membaca. mendengarkan dan berbicara. Data kedua variabel penelitian tersebut diambil dengan memanfaatkan nilai raport mata pelajaran bahasa Arab dan mata pelajaran fiqih yang diperoleh masing-masing siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum pada semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010. dan variabel dependen atau tergantung. Proses klasifikasi jawaban semacam ini disebut dengan “koding” data. (prestasi belajar fiqih). Yakni variabel independen atau bebas. menulis.

Setelah proses koding dilakukan. tinggi. Analisis data ini berguna untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. maka data-data yang telah terkumpul dimasukkan dalam tebel distribusi frekwensi.koding data merupakan proses penetapan kategori jawaban mana yang sebenarnya tepat bagi pertanyaan tertentu. 139 39 . yakni. Hariyadi. 2009). sedang dan rendah. H. Statistik Pendidikan. Teknik Analisis Data Teknik analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program komputer Microsoft Office Excel dan menggunakan teknik korelasi product moment. hal. (Jakarta: PT. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui terhadap kategori data dari tiap-tiap variabel penelitian yang diperoleh. Rumus yang digunakan dalam analisis data untuk menguji hipotesis adalah: (ΣX) (Σ Y) ΣXY N rxy = ΣX 2– (ΣX)2 ΣY N 2– (ΣY)2 N Keterangan: rxy = Koefisien korelasi x = Skor variabel bebas y = Skor variabel tergantung92 92 Moh. Masing-masing varaibel (kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih) dikelompokkan dalam tiga kategori. Prestasi Pustakaraya.

surat pengehashan. kata pengantar. Bagian awal skripsi ini berisi tentang hal-hal yang bersifat legalitasformalitas. surat persetujuan. pembahasan dalam skripsi ini dibagi ke dalam 3 bagian. pembatasan 40 . sehingga kesimpulannya adalah. persembahan. daftar gambar dan daftar lampiran. peneliti menggambarkan rencana serta tahapan penelitian yang akan dilaksanakan. Oleh karena itu. surat pernyataan. Pada bagaian utama skripsi ini terbagi dalam 4 bab pembahasan. Sitematika Pembahasan Penelitian tentang Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010 merupakan penelitian lapangan untuk mengetahui hubungan di antara dua variabel (Variabel X= kemampuan berbahasa Arab dan Variabel Y= prestasi belajar fiqih). Apabila rhitung < rtabel. I. Secara garis besar. bagian utama dan bagian akhir. halaman judul skripsi. sebagai berikut. abstrak. Sehingga dalam bab I ini berisi tentang. Kesimpulannya. 1. yakni bagian awal. latar belakang masalah. BAB I merupakan bab pendahuluan. daftar isi. moto. Apabila rhitung > rtabel maka ho (hipotesisi nihil) ditolak dan ha (hipotesis alternatif) diterima. Selanjutnya pembahasan memasuki bagian utama. pada bagian awal ini memuat tentang. hipotesis yang diajukan diterima.Kesimpulan yang akan diambil dalam analisa data penelitian ini menggunakan ketentuan sebagai berikut. daftar tabel. 2. maka ho diterima dan ha ditolak. Pada bagian ini. hipotesis yang diajukan ditolak.

uraian dalam 41 . BAB II berisi gambaran tempat penelitian. BAB III berisi uraian tentang hasil penelitian beserta interpretasi terhadap data-data penelitian yang diperoleh. keadaan siswa. tujuan dan kegunaan penelitian. serta uraian berbagai aspek. Dengan uraian dalam bab II ini diharapkan dapat memberikan informasi dan gambaran tempat penelitian secara lebih utuh. gambaran posisi penelitian ini diantara hasil-hasil penelitian terdahulu. kajian pustaka. sejarah berdiri dan proses perkembangan. khususnya yang terkait dengan kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih. Oleh karena itu. sebagai acuan dan pedoman penelitian dalam melaksanakan proses penelitian lapangan.dan rumusan masalah. pembahasan pada bab II ini meliputi tentang letak dan keadaan geografis. metode penelitian. hipotesis penelitian. struktur organisasi. landasan teori. Secara lebih rinci. Sehingga pada tahapan-tahapan berikutnya tidak mengalami distorsi pemahaman. landasan dan tujuan pendidikan. yakni MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara utuh tentang berbagai aspek dan komponen yang ada di tempat penelitian. teknik analisa data dan sistematika pembahasan. keadaan karyawan. keadaan guru. Melalui uraian dalam bab I ini dapat diketahui alasan dilakukannya penelitian. baik yang bersifat teoritis maupun teknis. termasuk proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum yang dilakukan dengan menggunakan literatur berbahasa Arab (kitab). keadaan sarana dan prasarana serta proses pembelajaran fiqih yang dilaksanakan di lingkungan MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta. tujuan penelitian.

editing. uji hipotesis dan pembahasan berdasarkan pendekatan statistik-pedagosis. yang dibuat oleh peneliti dengan melihat temuan penelitian maupun simpulan penelitian. BAB IV berisi tentang simpulan dan saran. analisis data (uji validitas. koding dan tabulasi). Pada bagian akhir skripsi ini peneliti menyertakan daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang mendukung proses penelitian. reliabilitas.bab ini meliputi tentang deskripsi data penelitian. Sedangkan saran merupakan masukan konstruktif yang bersifat operasional. 42 . Simpulan merupakan gambaran hasil dari semua tahapan penelitian yang telah dilakukan. yang dirumuskan secara tegas. lugas dan mengacu pada permasalahan yang telah ditetapkan.

Secara rinci.2 1. 20 1 . dan alun-alun besar sekitar 3 km. Cet.5 km. perbatasan pedukuhan Krapyak Kulon Desa Panggungharjo dapat digambarkan sebagai berikut. Sebelah utara 3. dengan Pasar Bringharjo sekitar 3. Dusun Krapyak Kulon merupakan daerah pinggiran perkotaan yang tidak jauh dari pusat-pusat perkotaan. 2003). Sebelah timur 4. Sebelah selatan : berbatasan dengan Dukuh Minggiran (Kota) : berbatasan dengan Dukuh Jogokaryan (Kota) : berbatasan dengan Dusun Krapyak Wetan (Bantul) : berbatasan dengan Dusun Glugo (Bantul) Sebagai dusun yang berada pada wilayah perbatasan antara Kabupaen Bantul dan Kota Yogyakarta.1 Walaupun secara administratif Dusun Krapyak masuk dalam wilayah Kabupaten Bantul. Kabupaten Bantul. dan dengan Terminal Bus Giwangan 5 km. Letak dan Keadaan Geografis Madrasah Aliyah Ali Maksum terletak di Dusun Krapyak Kulon. dkk. dengan Stasiun Kereta Api Tugu 5 km. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. 20 2 Ibid. Sebelah barat 2. hal. Jarak Dusun Krapyak Kulon dengan Masjid Agung Kauman. dengan pusat pemerintahan propinsi 4 km. Kecamatan Sewon. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. II (Yogyakarta : Elhamra Press.BAB II GAMBARAN UMUM MA ALI MAKSUM PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA A. hal. Kraton Ngayogjakarta. Syakur. Desa Panggungharjo. namun secara geografis wilayah ini lebih dekat dan berbatasan langsung dengan Kelurahan Mantrijeron yang masuk ke dalam pemerintahan Kota Yogyakarta. Sedangkan jarak antara Dusun Djunaidi Abd.

pondok pesantren Al-Kandiyas. 4 3 44 . Kondisi ini menjadikan perkembangan di wilayah Dusun Krapyak Kulon terjadi dengan pesat. (Bab I pasal 1. dan pendidikan tinggi. Lembaga Kursus Bahasa dan Komputer Abu Dabhi. yang dimaksud dengan Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. Sedangkan pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. ayat 11-13). Lembaga Kejar Paket A. maupun yang lainnya. Sedangkan lembaga pendidikan nonformal yang ada di wilayah ini cukup banya. sosial. Profil MA Ali Maksum Pon. Dusun Krapyak Kulon merupakan wilayah pinggiran perkotaan. Untuk lembaga Djunaidi Abd. dengan Kota Kecamatan 2. 21 Dalam UU RI No. Madrasah Diniyah Krapyak di Yayasan Kodama Yogyakarta. baik dalam bentuk pondok pesantren. serta STIT dan STEI Alma Ata. hal.4 Diantara lembaga pendidikan formal yang ada di wilayah ini adalah SDN Jageran. madrasah diniyah.5 km. dengan Kota Kabupaten 8 km. Madrasah Diniyah Al-Munawwir. pondok pesantren Nurussalam. baik dari sisi ekonomi. serta beberapa lembaga sejenis lainnya. Madrasah Diniyah Ali Maksum. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.5 km. Diantaranya adalah. budaya. Bahkan dari sisi pendidikan. 2003 Tentang Sisdiknas. SDIT Baik. pondok pesantren Ali Maksum. maupun lembaga-lembaga kursus dan kejar paket.Krapyak Kulon dengan kantor Desa Panggungharjo adalah 1. dengan Propinsi 4 km. Pes. 20 Th. Krapyak Yogyakarta.3 Dengan melihat kondisi geografis di atas. Pondok Pesantren Al-Munawwir. di wilayah Dusun Krapyak Kulon terdapat beberapa lembaga pendidikan. B dan C Al-Kandiyas. MTs dan MA Ali Maksum. pendidikan. dkk. non formal maupun informal. pondok pesantren Diponegoro. baik yang formal. Madrasah Huffadz. Syakur. pendidikan menengah.

Lembaga Kesehatan Masyarakat (BKM Ali Maksum). kelompok masyarakat yang masih berpegang teguh pada Budaya asli Jawa. 7 Wawancara dengan Dukuh Krapyak Kulon. pada tanggal 5 Januaria 2010 di kediamannya. Drs. 6 Wawancara dengan Ketua RT 09 Krapyak Kulon. di wilayah Dusun Krapyak Kulon juga terdapat beberapa lembaga atau sarana pelayanan masyarakat lainnya. SAMITEX SEWON. H. Generasi ini diikuti oleh sebagian kecil generasi kedua dan ketiga. kelompok yang dalam kehidupannya mengalami perubahan karena terjadinya asimilasi budaya dan dampak dari pesatnya perkembangan teknologi informasi. serta TK Ndasari Budi I. Kelompok kedua ini diikuti sebagian kecil generasi pertama serta sebagian besar generasi kedua dan ketiga. kehidupan sosial-budaya masyarakat Dusun Krapyak Kulon terbagi menjadi tiga kelompok. Kedua. Mukhlas Abdullah. PT. Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Al-Munawwir dan Rumah Sakit Umum Patmasuri. Pertama. Kunaini.7 Wawancara dengan Dukuh Krapyak Kulon. Kunaini. Ketiga. pada tanggal 2 Januari 2010 di kediamannya. Bp. pada tanggal 2 Januari 2010 di kediamannya.6 Secara umum. 5 45 . PAUD Krapyak Kulon dan Play Group dan TK Baik.5 Disamping lembaga-lembaga pendidikan. Di wilayah ini juga terdapat beberapa pabrik. CV. seperti PT.pendidikan nonformal yang ada adalah. Gula Jawa dan lain sebagainya. yang pengikutnya adalah generasi pertama. Diantaranya adalah Lembaga Dakwah (Yayasan Kodama). kelompok yang sudah terpengaruh oleh budaya baru yang dibawa pendatang. Magetan Putra. Bp.

dengan didukung oleh seluruh kerabat dan pengurus Pondok Pesantren Krapyak memandang bahwa badan hukum Yayasan merupakan pilihan terbaik bagi masa depan pesantren. maka sejak tahun 1990. selaku putra tertua dari KH. Ali Maksum (1989). yakni Yayasan Ali Maksum. KH.8 Sepeninggal KH. Sejarah dan Perkembangan MA Ali Maksum Sejarah lahirnya Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak tidak dapat dilepaskan dari sosok dan jasa KH.9 Djunaidi Abd. beserta seluruh aset dan lembaga pendidikan yang ada di dalamnya. dkk. dengan ditanda tanganinya Akta Notaris atas nama Daliso Rudianto SH. 22. maka seluruh aset dan lembaga pendidikan yang merupakan peninggalan dari KH. KH.B. hal. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon. Dengan masuknya MA Krapyak dalam sistem organisasi Yayasan Ali Maksum. yang diberi nama MTs dan MA Krapyak. Ali Maksum sebagai putra menantu dari pendiri Pondok Pesantren Krapyak (KH. Pada masa awal berdirinya. hal. Krapyak Yogyakarta. 23 8 46 . 50 Tahun 1990. MA Krapyak berubah nama menjadi MA Ali Maksum. Ali Maksum (termasuk di dalamnya adalah MA Krapyak). berbentuk MTs dan MA. dikelola dan dimanaj oleh pengurus Yayasan Ali Maksum. No. Pondok Pesantren Krapyak merupakan lembaga pendidikan non formal yang berorientasi pada pendidikan agama. dibentuk badan hukum berupa Yayasan. Syakur. Ali Maksum (19111989 M). khususunya kajian tehadap al-Qur’an. Namun seiring dengan tuntutan perkembangan zaman. Ali Maksum. Atabik Ali. Sehingga pada tahun 1990. Pes. Moenawwir) membuka program pendidikan formal. 9 Ibid.

termasuk di dalamnya Madrasah Aliyah. 10 11 Ibid. madrasah aliyah mengalami perkembangan yang cukup pesat. serta dibukanya program studi baru. Masa Kepemimpinan KH. hal. hal.Secara lebih rinci. baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. Ali Maksum.11 2. 22 Ibid. 1. Hasullah Abdul Syakur. Hasbullah Abdul Syakur (1970-1996) Seiring dengan kesibukan KH. Masa Kepemimpinan KH. Ali Maksum. maka pada tahun 1970 pengelolaan madrasah aliyah dipercayakan kepada KH. 23 47 . yakni mulai dari awal berdirinya (1962) hingga tahun 1970. berada di bawah komando dan kepemimpinan KH. Ali Maksum. dinamika dan perkembangan MA Ali Maksum dari awal hingga saat ini. Salah satu bukti perkembangan yang paling signifikan adalah lahirnya kepercayaan pemerintah. yang merupakan putra menantu dari KH. Ali Maksum (1962 – 1970) Lahirnya madrasah aliyah di lingkungan Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta di awali dengan penyelenggaraan Madrasah Tsanawiyah 6 tahun. dengan menjadikan Madrasah Aliyah Krapyak sebagai MA dengan status DIAKUI (tahun 1976). Pada masa ini. manajemen dan kurikulum MTs dengan MA masih manjadi satu kesatuan.10 Pada masa ini. Pemisahan antara MTs dengan MA baru terjadi pada tahun 1979. dapat diuraiakan dengan sistematika sebagai berikut. yakni menjadi MTs 3 tahun dan MA 3 tahun. roda organisasi dilingkunagn Pondok Pesantren Krapyak. sistem. Pada masa ini.

maka pengelolaan seluruh lembaga hasil pengembangan dari KH. MAK. M. Ali Maksum.13 3. dan IPS. 13 12 48 . Atabik Ali (putra tertua KH. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan penegasan bahwa MA merupakan sub sistem dari sisitem pendidikan yang dikembangkan oleh Yayasan Ali Maksum. dari MA Krapyak menjadi Madrasah Aliyah Ali Maksum.12 Sebagaimana telah disinggung di atas. yakni. Termasuk di dalamnya adalah penggantian nama madrasah aliyah. dan Pondok Pesantren Ali Maksum di bawah kepemimpinan KH.Pd. Zaenal Abidin (putra KH. yakni Pondok Pesantren Al-Munawwir di bawah kepemimpinan KH. berada satu atap di bawah kendali pengurus Yayasan Ali Maksum. di kantor LKIM. Ali Maksum).Ag. untuk beberapa saat kepemimpinan MA Ali Maksum dipegang langsung oleh KH. Moenawwir).melengkapi program studi agama yang telah ada sebelumnya. hal.14 Setelah suasana duka berlalu. IPA. selaku Ketua Yayasan Ali Maksum. kepala MA Ali Maksum saat itu (KH. Dengan meninggalnya kepala madrasah. hal. Asyhari Abta. M. Hasbullah Abdul Syakur) meninggal dunia. Karena sepeninggal KH.I (1996 – Sekarang) Pada tahun 1996. kepemimpinan di lingkungan Pondok Pesantren Krapyak terbagi menjadi 2 kelompok besar. pada tanggal 12 Januari 2010. Ali Maksum. bahwa sejak dibentuknya Yayasan pada tahun 1990. Atabik Ali. 23 Ibid. Masa Kepemimpinan KH. Sehingga program studi MA Krapyak menjadi 3. 23 14 Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa Yayasan Ali Maksum. Mukhtar Salim. pengurus Yayasan Ali Maksum mengambil Ibid.

Asyhari Abta. Pes.K. C. maka Madrasah Aliyah Ali Maksum merupakan subsistem dari sistem pendidikan Nasional. Madrasah Aliyah Ali Maksum mendapatkan pengakuan secara penuh dari pemerintah.15 Pada periode ketiga ini.b/pt/123/2-a/1997. Pengangkatan KH.IV/0021/1997. tanpa harus menginduk dengan sekolah atau madrasah lain di wilayah Yogyakarta. 34/YAM/XII/1996 dan disahkan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Povinsi DIY Nomor: W1/I. No. Landasan Penyelenggaraan MA Ali Maksum Sebagai institusi penyelenggara pendidikan tingkat aliyah di lingkungan Yayasan Ali Maksum. 24 16 Ibid. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon.keputusan bahwa kepemimpinan MA Ali Maksum dipercayakan kepada KH. penyelenggaraan Djunaidi Abd. hal. Oleh karena itu. Syakur. MA Ali Maksum berhak mengelola dan menyelenggarakan sistem pendidikan dan evaluasi belajar mengajar secara mandiri. dengan dikeluarkannya S. dkk. Asyhari Abta sebagai kepala MA Ali Maksum dituangkan dalam Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh pengurus Yayasan Ali Maksum. tentang status MA Ali Maksum sebagai lembaga pendidikan yang berstatus DISAMAKAN.16 Dengan demikian.. 24 15 49 . yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Akademik Yayasan Ali Maksum. hal. Krapyak Yogyakarta. Nomor: A/E.

QS. Undang-Undang RI No. 2. Oleh karena itu. dan QS. Ridwanuddin. Di antara ayat al-Qur’an yang secara langsung menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan MA Ali Maksum adalah. QS. penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Yayasan Ali Maksum mendasarkan pada nilai-nilai al-Qur’an sebagai salah satu landasan utamanya. Namun untuk memaksimalkan kiprah dan Wawancara dengan Drs. 3. yang terutama memiliki (SDM) keseimbangan antara aspek lahir dan aspek batin (insan kamil). diantaranya adalah. Al‘Alaq (96):1-5. termasuk di dalamnya adalah aktifitas pendidikan. Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan pijakan utama dari aktifitas umat Islam. tanggal 02 Januari 2010.17 1. staf tata usaha MA Ali Maksum. Sebagai salah satu elemen yang memiliki kepedulain terhadap masa depan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. Al-Mujadilah (58):11. UUD 1945 UUD 1945 mengamanatkan bahwa usaha untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat merupakan tanggung jawab semua elemen bangsa. 17 50 . At-Taubah (9):122. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pondok pesantren merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan nonformal.pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum didasarkan pada beberapa landasan utama. Pondok Pesantren Krapyak berusaha dalam sumber untuk senantiasa memberikan darma serta partisipasinya pembangunan proses daya pembangunan manusia Nasional.

4. Aturan pokok yang melandasi setiap usaha dan kegiatan di lingkungan yayasan adalah Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Pondok Pesantren Krapyak menyelenggarakan pendidikan formal. M. antara satu dengan lainnya. tujuan penyelenggaraan pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum adalah untuk menyelenggarakan pendidikan setingkat SMU. seperti MTs dan MA. salah satu maksud dari diselenggarakannya pendidikan adalah agar setiap generasi dapat mempertahankan identitas. AD/ART Yayasan Ali Maksum merupakan salah satu pijakan dalam penyelenggaraan pendidikan di Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. yang dapat mendorong perkembangandan Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa. eksistensi dan jati dirinya. pada tanggal 12 Januari 2010 di kantor LKIM 18 51 . AD/ART Yayasan Ali Maksum Sebagai sebuah badan hukum. Oleh karena itu. Tujuan Pendidikan MA Ali Maksum Bagi Yayasan Ali Maksum. UU RI No. Mukhtar Salim. Yayasan Ali Maksum memiliki tata aturan yang berlaku mengikat bagi seluruh komponen yang terlibat di dalamnya.Ag.perannya dalam membentuk sumber daya bangsa yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan zaman. 20 Tahun 2003 menegaskan bahwa setiap satuan pendidikan. serta tidak tidak tergilas oleh perkembangan ruang dan waktu.18 Dengan demikian. baik pendidikan formal. nonformal maupun informal memiliki fungsi saling melengkapi dan memberikan keseimbangan. secara umum. D.

kemasyarakatan dan kebangsaan20 Tujuan di atas merupakan pengeja wantahan (derefasi) dari tujuan didirikannya Yayasan Ali Maksum. bahwa MA Ali Maksum merupakan bagian (subsistem) dari sisitem organisasi Yayasan Ali Maksum. lembaga-lembaga di lingkungan Yayasan Ali Maksum (termasuk MA) bermuara pada tercapainya tujuan berdirinya Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Karena setiap usaha yang dilakukan oleh lembaga yang berada di bawah naungan badan hukum Yayasan Ali Maksum. pada tanggal 12 Januari 2010 di kantor LKIM 19 52 . manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Pes. hal. bahwa perkembangan zaman terjadi dengan sedemikian cepat dan bebasnya. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan jati diri manusia Indonesia seutuhnya. Secara lebih rinci. tujuan diselenggarakannya pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) Ali Maksum terangkum dalam rumusan visi. hal. Profil MA Ali Maksum Pon.21 E. Krapyak Yogyakarta. pada dasarnya merupakan bagian tak terpisahkan dari usaha untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan Yayasan Ali Maksum.19 Sebagaimana dimaklumi. M. sebagai sebuah sistem yang saling berkaitan.20 20 Ibid. Dirangkum dari misi MA Ali Maksum. setiap pribadi harus senantiasa meningkatkan kemampuan dan keahliannya. 19 . Syakur. Sehingga. Oleh karena itu. sebagai bekal mengarungi dinamika kehidupan yang semakin dinamis dan kompetitif.keahlian peserta didiknya di dalam menghadapi setiap tantangan zaman. Struktur Kepengurusan MA Ali Maksum Sebagaimana telah dikemukakan di atas. dalam Djunaidi Abd. serta memiliki rasa tanggung jawab keagamaan. sehat jasmani dan rohani. 19 21 Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa. berkepribadian mantap dan mandiri.Ag. Mukhtar Salim. sebagai berikut.

administrasi guru. Pes. sedangkan pertanggung jawaban fungsional merupakan pertanggung jawaban atas optimalisasi pelaksanaan fungsi pelayanan kepada setiap elemen yang terlibat. kepengurusan Madrasah Aliyah Ali Maksum memiliki garis koordinasi dan garis pertanggung jawaban dengan pengurus Yayasan Ali Maksum. seperti siswa. dalam Djunaidi Abd. menjalankan dan mengembangkan MA Ali Maksum secara profesional. dan lain sebagainya. Profil MA Ali Maksum Pon. susunan pengurus MA Ali Maksum terdiri dari seorang kepala madrasah. dan lain sebagainya. 4 orang kepala biro. hal.20 22 53 . khususnya masyarakat yang terlibat dalam proses pendidikan dan kependidikan di MA Ali Maksum.Realitas ini menggambarkan bahwa secara struktural. karyawan. 19 . 4 orang koordiantor (penanggung jawab) guru mata pelajaran. 3 orang kepala urusan (Kaur).22 Untuk dapat melaksanakan tanggung jawab struktural dan fungsional di atas secara maksimal. dan 9 orang staf khusus yang menangani bagian-bagian administrasi. guru. pengurus MA Ali Maksum bertanggung jawab kepada pengurus Yayasan. untuk mengelola. 1 orang kepala TU. 1 orang wakil kepala madrasah. Pertanggung jawaban struktural adalah pertanggung jawaban atas amanat yang diberikan pengurus Yayasan. secara struktural. Untuk periode kepengurusan tahun 2006 – 2011. Syakur. Sehingga. dalam bagan struktur MA Ali Maksum juga terdapat dua struktur lain. orang tua siswa. Disamping itu. kepengurusan MA Ali Maksum dibentuk dalam sebuah struktur yang didasarkan pada kebutuhan di lapangan. seperti administrasi kurikulum dan pengajaran. yakni bagian Disarikan dari Visi dan Misi MA Ali Maksum. sedangkan secara fungsional bertanggung jawab kepada masyarakat. Krapyak Yogyakarta.

1. Ridwanuddin. dengan kewajiban tetap mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di dalam asrama. Sebagai sebuah pondok pesantren. F. animo masyarakat menunjukan perkembangan yang sangat Bagan struktur kepengurusan MA Ali Maksum dalam Djunaidi Abd. staf tata usaha. Hingga tahun ajaran 2002/2003. Syakur. istilah siswa lebih populer disebut dengan santri.24 Animo masyarakat untuk menjadikan MA Ali Maksum sebagai wahana pendidikan anak-anaknya mengalami fluktuasi. uraian tentang guru. 24 Wawancara dengan Drs. Keadaan Siswa Di lingkungan Yayasan Ali Maksum. Namun demikian. 91. Guru dan Karyawan MA Ali Maksum Guru. pada tanggal 02 Januari 2010 di kantor MA Ali Maksum 23 54 . Krapyak Yogyakarta. dkk. bagi warga disekitar Dusun Krapyak Kulon Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul diberikan kebijakan untuk tidak harus tinggal di dalam asrama.bimbingan dan penyuluhan serta bagian perpustakaan. Profil MA Ali Maksum Pon. Oleh karena itu. hal. Pes.23 Gambaran lebih detil tentang bagan struktur dan personalia kepengurusan Madrasah Aliyah Ali Maksum dapat dilihat dalam lampiran XI. Keadaan Siswa. siswa dan karyawan dapat digambarkan dengan sistematika sebagai berikut. siswa dan karyawan merupakan faktor-faktor pendidikan yang memiliki peran penting dalam perjalanan roda organisasi Madrasah Aliyah Ali Maksum. santri atau siswa MA Ali Maksum diharuskan berdomisili di dalam lingkungan asrama santri (boarding system). Hal ini merupakan konsekwensi logis dari eksistensi Yayasan Ali Maksum sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren.

Namun seiring dengan pergantian waktu. Hal ini dibuktikan dengan semakin kecilnya tingkat kompetisi atau seleksi calon siswa. 25 Ibid. karena terbatasnya jumlah santri yang mendaftar dengan quota yang dimiliki. hampir semua pendaftar diterima sebagai santri atau siswa MA Ali Maksum. pihak madrasah harus menerapkan sistem selesksi dan kompetisi ketat. jumlah santri yang mendaftar di MA Ali Maksum mengalami stagnasi. Hal ini dibuktikan dengan terus bertambahnya jumlah santri atau siswa yang mendaftar di MA Ali Maksum. untuk menentukan santri/siswa yang diterima di MA Ali Maksum. bahkan mengalami trend atau kecenderungan menurun. Bahkan dengan alasan keterbatasan sarana kelas yang dimiliki.25 Jumlah dan gambaran fluktuasi siswa MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak yogyakarta dari tahun pelajaran 1990/1991 sampai dengan tahun pelajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam tabel berikut ini. Bahkan untuk dua tahun terakhir. 55 .postif.

Dalam bentuk gambar. diambil pada tanggal 15 Januari 2010 56 . kondisi atau grafik keadaan siswa Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari tahun ajaran 1990/1991 sampai dengan tahun ajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam diagram histogram di bawah ini.Tabel 4 26 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun Tahun Ajaran 1990/1991 1991/1992 1992/1993 1993/1994 1994/1995 1995/1996 1996/1997 1997/1998 1998/1999 1999/2000 2000/2001 2001/2002 2002/2003 2003/2004 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 Jumlah Siswa Baru Wanita Total 140 290 263 493 250 513 300 565 282 545 297 530 342 632 351 630 338 604 331 588 339 598 340 621 310 630 333 612 309 583 338 554 311 524 324 543 298 455 310 453 Pria 150 230 263 265 263 233 290 279 266 257 259 281 320 279 274 216 213 219 157 143 Tabel di atas menggambarkan adanya trend atau kecenderungan selalu menurun. 26 Laporan perkembangan MA Ali Maksum tahun 2010. khususnya dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Dalam melaksana-kan tugas keprofesiannya. Bagi sebuah lembaga pendidikan. Oleh karena itu. guru bukan saja dituntut untuk menyampaikan (transfer) pengetahuan dan ketrampilan semata. guru memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional.Gambar 1 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun 2. akan tetapi guru juga bertanggung jawab pada keberhasilan siswa di dalam menangkap. memilih guru adalah disesuaikan dengan kebutuhan lembaga atau materi tertentu. khususnya dalam usaha dalam membentuk sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan perkembangan zaman. bagi MA Ali Maksum. ada beberapa kriteria yang ditetapkan untuk merekrut sesorang sebagai tenaga edukatif (guru). Untuk prodi atau mata pelajaran agama 57 . memahami dan menguasai serta mengimplementasikan kemampuan yang dimiliki dalam kehidupan. Keadaan Guru Sebagai sebuah profesi.

dkk.28 Jumlah guru Madrasah Aliyah Ali Maksum pada tahun pelajaran 2009/2010 sebanyak 67 orang. Jika dilihat dari jenjang pendidikan. mayoritas (91% = 61 orang) guru MA Ali Maksum adalah lulusan perguruan tinggi (S1 dan S2) baik dalam maupun luar negeri. khususnya dari pondok pesantren program tachfidzul qur’an (untuk guru mata Djunaidi Abd.(kepesantrenan) pada umumnya diambil dari alumni Pondok Pesantren Krapyak. Diantara kriteria atau syarat yang harus dipenuhi bagi calon guru Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta adalah: 1) Mempunyai kemampuan sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan (materi pelajaran). Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon. Syakur.. Krapyak Yogyakarta. Pes. Sedangkan 9% lainnya merupakan alumni pondok pesantren. 10 orang merupakan guru PNS yang yang diperbantukan di MA Ali Maksum. 3) Mempunyai keyakinan dan sifat kemandirian sesuai dengan lingkungan di Madrasah Aliyah Ali Maksum. 2) Berkepribadian baik sehingga dapat menjadi contoh bagi siswa.27 Guru Madrasah Aliyah Ali Maksum adalah orang profesional (memiliki legitimasi untuk mengajar dari lembaga pendidikan keguruan) dan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan lembaga. hal. baik alumni maupun non alumni pondok pesantren. 4) Ikhlas mengabdikan diri dan bersemangat tinggi sebagai tenaga pengajar di Madrasah Aliyah Ali Maksum. hal. Sedangkan sisanya adalah guru tetap Yayasan (45 orang) dan guru tidak tetap yang diangkat oleh Kepala MA Ali Maksum (12 orang). Dari jumlah tersebut. 28 27 58 . serta berkemampuan untuk mengajar (praktik). Sedangkan untuk guru mata pelajaran umum diambilkan dari tenaga-tenaga profesional di bidangnya. 27 28 Ibid.

Fadloli Yasin. karyawan merupakan pelaksana harian yang bertanggung jawab terhadap seluruh proses administrasi dan pelayanan.29 Secara kuantitatif. 30 Ibid 29 59 . termasuk petugas yang secara intensif melakukan koordinasi dengan pengurus asrama di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Yogyakarta. manajerial. Dalam praktiknya. yang semuanya merupakan pegawai tetap Yayasan Ali Maksum. maupun administrasi lainnya dalam dunia pendidikan.pelajaran al-Qur’an). pengelolaan data-data penting. baik yang berhubungan dengan siswa. terutama untuk mempercepat proses administrasi. pengarsipan. Wawancara dengan staf Tata Usaha MA Ali Maksum. Keadaan Karyawan Karyawan merupakan salah satu faktor yang menunjang terhadap keberhasilan pendidikan. pada tanggal 15 Januari 2010. H. Drs. Dalam konteks Madrasah Aliyah Ali Maksum. guru. pencatatan. Jumlah karyawan ini disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pelayanan. baik administrasi pembelajaran. karyawan merupakan pelaksana teknis yang menyiapkan dan melaksanakan pelayanan. di kantor MA Ali Maksum. dan lulusan program studi MAK Ali Maksum. 3. kepala sekolah maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan proses belajar mengajar.30 Sehingga besarnya jumlah karyawan merupakan kebutuhan yang proporsional dengan kebutuhan tenaga kerja di lingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. jumlah karyawan di Madrasah Aliyah sebanyak 19 orang. Gambaran lengkap tentang jumlah dan identitas guru MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dapat dilihat dalam lampiran XII.

media. Untuk mendukung kerja dan kinerja para karyawan. yang berbeda antara satu dengan lainnya. 700 32 31 60 . Dengan demikian.Sebagai bagian dari isistem pendidikan di MA Ali Maksum. namun saling menunjang terhadap penyelenggaraan proses belajar mengajar. Cet. maupun sarana non fisik (aturan. pedoman kerja. Proses pendidikan dan pembelajaran tidak akan dapat berjalan secara maksimal. Mulyasa. sarana dimaknai dengan segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan. Menurut E. alat. Secara bahasa. perangkat komputer dan lain sebagainya). dan lain sebagainya). 1988). setiap karyawan memiliki tanggung jawab dan wilayah ketrja sepesifik. baik dari sisi sarana fisik (meja. secara struktural para karyawan bertanggungjawab langsung kepada Kepala MA Ali Maksum.32 Sedangkan secara termonologis. (Jakarta: Balai Pustaka. sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dapat menunjang proses pendidikan. tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai. hal. Ibid.31 G. Oleh karena itu. melalui Kepala Tata Usaha. Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum Sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penting dalam dunia pendidikan. pihak madrasah menyediakan melengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. ada terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan secara berbeda-beda. kelancaran dan keberhasilan proses belajar mengajar di sebuah lembaga pendidikan (termasuk di dalamnya MA Ali Maksum) membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai dan representatif. kursi. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. I. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

maka prasaran adalah fasilitas yang tidak secara langsung dapat mendukung keberhasilan proses pendidikan. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sarana dan prasarana pendidikan adalah semua komponen atau fasilitas yang sacara langsung maupun tidak langsung menunjang terhadap jalannya proses pendidikan. guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 2004). 1993). VII. Sarana E.34 Dengan demikian. (Jakarta: PT GrafindoPersada. teratur. Jika sarana merupakan fasilitas yang secara langsung menunjang terhadap proses pendidikan. dan secara langsung menunjang proses belajar mengajar. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasi.khususnya proses belajar mengajar. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sarana pendidikan adalah semua fasilitas. Manajemen Berbasis Sekolah. agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar. seperti gedung. sarana pendidikan juga dapat difahami sebagai semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajarmengajar. 2003). I. seperti lapangan olah raga. serta alat-alat dan media pengajaran. prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. ruang kelas. Cet.33 Disamping itu. meja kursi. Mulyasa. hal. kamar kecil dan lain sebagainya. Menurut Ibrahim Bafadal. Dengan demikian. Cet. (Jakarta: PT Bumi Aksara. 81 35 Ibrahim Bafadal. hal. 3 33 61 . baik yang bergerak maupun yang tida bergerak. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. hal. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah. II. Cet. 49 34 Suharsimi Arikunto. Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. efektif dan efisien.35 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang pendidikan atau pengajaran.

sistem pendidikan di MA Ali Maksum terus berjalan. alat-alat peraga dan laboratorium. dan c). pada tanggal 10 Januari 2010 di Kantor MA Ali Maksum. Sistem Pendidikan MA Ali Maksum Sistem pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum telah mengalami beberapa kali regulasi. proses pembelajaran di MA Ali Maksum dilaksanakan dengan sistem klasikal. sarana pendididkan terdiri dari 3 kelompok besar yakni.38 Sejak awal berdirinya.Menurut keputusan menteri P dan K No 079/ 1975. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan regulasi sistem pendidikan Nasional. Wawancara dengan Staf Tata Usaha Madrasah Aliyah Ali Maksum. maka sejak tahun ajaran 2002/2003. Ridwanuddin. sistem pendidikan di MA Ali Maksum juga dirancang di dilaksanakan sesuai dengan kebijakan tersebut.36 Gambaran rinci sarana dan prasarana MA Ali Maksum dapat dilihat dalam lampiran XIII. serta merespons terhadap tuntutan perkembangan zaman. Seiring dengan pergeseran ruang dan waktu. b). Bangunan dan perabot sekolah. Pada tahun pelajaran 2002/2003. Sehingga sistem pendidikan berbasis kompetensi menjadi perhatian serius bagi seluruh komponen yang terlibat dalam proses pendidikan dan pembelajaran di MA Ali Maksum. Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan. a). Drs. Media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yaang menggunakan dan tidak menggunakan alat penampil. H. menyertai regulasi sistem pendidikan Nasional. proses Ibid.37 Seiring dengan lahirnya kebijakan tentang pendidikan berbasis kompetensi. di tengah upaya untuk tetap mempertahankan identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang berbasis pondok pesantren. 38 Ibid 37 36 62 .

Sedangkan kurikulum pesantren diajarkan pada waktu-waktu tertentu.pendidikan di MA Ali Maksum dilaksanakan dengan sistem semester. yakni 100% kurikulum pesantren dan 100% kurikulum Depag. metode diskusi. Kurikulum pendidikan MA Ali Maksum merupakan perpaduan antara kurikulum pesantren dan kurikulum Departemen Agama. ceramah. yakni setelah pagi hari (pukul 05.40 Identitas MA Ali Maksum sebagai madrasah berbasis pondok pesantren diimplementasikan dalam beberapa aspek. di luar jam-jam pembelajaran formal.39 Proses pengajaran di lingkungan MA Ali Maksum dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. untuk menyampaikan materi agama seperti materi fiqih. Misalnya untuk pelajaran shorof. metode penugasan. metode tanya jawab. Dalam penerapannya.00 – 13. proporsi kurikulum diberikan secara seimbang.41 Untuk kurikulum Depag diajarkan melalui proses pembelajaran klasikal pada jam-jam sekolah (07. metode praktik. digunakan perpaduan antara metode bandonganm. Diantaranya adalah dalam aspek kurikulum. dipergunakan metode hafalan. Penentuan metode disesuaikan dengan karakteristik dan kompetensi dari masing-masing mata pelajaran. Hal ini dilakukan untuk memenuhi terhadap tuntutan regulasi sistem pendidikan Nasional.15 – 39 40 Ibid Ibid 41 Ibid 63 . Hal ini menuntut adanya penambahan waktu belajar. dan metode hafalan. Diantaranya adalah metode ceramah.00 WIB). praktik (baca kitab dan ibadah) serta merode tanya jawab.

sekaligus pembiasaan pada literatur berbahasa Arab. baik materi yang masuk dalam wilayah kurikulum depag maupun materi yang merupakan bagian dari kurikulum pesantren. Pelaksanaan evaluasi hasil belajar ini meliputi terhadap seluruh materi. Demikian pula sebaliknya. serta kiat untuk memaksimalkan proses dan hasil pembelajaran. Namun demikian. ada siswa yang lulus dalam ujian kepesantrenan. siswa MA Ali Maksum mendapatkan 2 raport. Inggris dan Indonesia.44 Disetiap akhir semester.43 Khusus untuk materi pelajaran agama. yakni raport yang berisi nilai materi kurikulum Depag dan raport yang berisi nilai dari materi kurikulum pesantren. guru akan meminta siswa untuk praktik membaca kitab. pada tanggal 10 Januari 2010 Ibid 44 Observasi di MA dan Asrama MA Ali Maksum. Sehingga proses pembelajarannya dilakukan dengan sistem bandongan. sore hari (pukul 16. Oleh karena itu. dan tidak lulus dalam ujian Depag.42 Bahasa pengantar dalam proses pembelajaran di MA Ali Maksum dilakukan dengan bahasa Indonesia.30 WIB). rujukan utamanya menggunakan kitab. Karena biasanya. dilakukan evaluasi hasil belajar.45 42 43 Observasi di MA dan Asrama MA Ali Maksum.30 – 21. pada tanggal 10 Januari 2010 45 Wawancara dengan Staf TU MA Ali Maksum. ada kalanya siswa lulus dalam ujian materi Depag namun tidak lulus dalam ujian materi kepesantrenan.00 WIB). tgl 10 Januari 2010 64 . Ridwanuddin. untuk buku-buku rujukan utama (buku pegangan) ada yang berbahasa Arab. sebagai cara untuk mengetahui kemampuan siswa. Dengan demikian.06. Drs. Melalui sistem bandongan ini siswa dituntut untuk menyimak bacaan yang dilakukan guru.30 WIB) dan malam hari (pukul 18.00 – 17.

English Meeting. Jurnalistik. Pencak silat LPSNU (Lembaga Pencak Silat Djunaidi Ab.48 46 65 . Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Kegiatan Ekstra dan Keasramaan Disamping kegiatan klasikal. hal.. hal 45 .46 Secara rinci. Kegiatan yang dilimpahkan kepada pengurus Asrama Kegiatan ekstra yang dilimpahkan kepada pengurus asrama merupakan kegiatan siswa MA Ali Maksum yang direncanakan oleh pengurus MA Ali Maksum. Palang Merah Remaja (PMR).48 47 Ibid. dapat digambarkan sebagai berikut. dkk. pelaksanaan dan penggerakannya dilakukan oleh madrasah. Pelatihan kepemimpinan / keorganisasian. Patroli Keamanan Sekolah (PKS). namun dilaksanakan dan digerakkan oleh pengurus Asrama. namun juga ada kegiatan yang dilimpahkan kepada pengurus asrama.47 2. Ke-NU-an (Aswaja). Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). siswa MA Ali Maksum juga diberikan wahana untuk mengikuti beberapa kegiatan ekstra. sorogan kitab. Bulu Tangkis. Diantara kegiatan ekstra yang masuk dalam kategori ini adalah. Diantara kegiatan ekstra yang masuk dalam kategori ini adalah. Diantara kegiatan ekstra ada yang secara langsung dikoordinir oleh madrasah. 1. kegiatan ekstra di lingkungan MA Ali Maksum. 45 . Volly.I. Syakur. Pelatihan Da’i dan Tata boga serta tata busana. Kegiatan yang langsung ditangani Madrasah Yang dimaksud kegiatan ekstra yang langsung ditangani madrasah adalah kegiatan ekstra yang proses perencanaa. Mading.

49 Diantara kejuaraan yang sudah pernah diikuti siswa dan siswi MA Ali Maksum adalah. diantara siswa MA Ali Maksum juga beberapa kali terpilih sebagai peserta dalam program Pertukaran siswa antar budaya di USA. dan lain sebagainya. hal. Pencak Silat. baik tingkat lokal maupun Nasional. Seni baca al-Qur’an (Qiro’ah). 45 . dan Seni drama/teater/puisi. Seni Kaligrafi. Pidato 3 Bahasa. MTQ. MA Ali Maksum telah banyak berkiprah dalam berbagai kejuaraan. Olimpiade Informatika.48 Ibid. 48 49 Ibid. Prestasi Dalam Kejuaraan Sebagai salah satu Madrasah di lingkungan pesantren. Karya Tulis Ilmiah. Debat Bahasa Inggris. Disamping itu.48 J. Mata Pelajaran Kimia dan Matematika.Nahdlatul Ulama)-Pagar Nusa. Seni hadrah dan seni samrah. hal. 33 66 . Gambaran detil tentang prestasi dan program pertukaran siswa antara budaya dapat dilihat dalam lampiran XIV.

bahwa proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. Deskripsi Data Data merupakan informasi tentang responden. data yang dimaksudkan meliputi data tentang kemampuan berbahasa Arab dan data tentang prestasi belajar fiqih. Pengumpulan data variabel kemampuan berbahasa Arab. peneliti tidak mengadakan tes secara mandiri. dilakukan dengan menggunakan metode tes. secara teknis pengambilan data variabel prestasi belajar fiqih dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi. Oleh karenanya. data yang akan dideskripsikan pada bab ini adalah data tentang korelasi kemampuan berbahasa Arab (diambil melalui metode tes) dengan prestasi belajar fiqih (secara esensi dilakukan dengan metode tes). Dalam konteks penelitian tentang Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. Oleh karenannya. Begitu juga data prestasi belajar fiqih diambil dengan menggunakan metode tes.BAB III HASIL PENELITIAN A. Dengan demikian. pandangan. data mencakup terhadap identitas. Sebagaimana telah dikemukakan dalam bab I. namun . atau hal-hal lain yang berhubungan dengan responden. Namun dalam prosesnya. siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010. pendapat. melainkan memanfaatkan nilai mata pelajaran fiqih semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 yang tertulis di dalam buku raport.

3.24 dan skor standar 1 Data diolah 68 . data dari masing-masing variabel penelitian yang terkumpul dalam penelitian ini dapat dideskripsikan sebagai berikut: Tabel 05 1 Deskripsi Data Penelitian Variabel Xmax Kemampuan Bebahasa Arab (X) Prestasi Belajar Fiqih (Y) Keterangan: 1.98 Berdasarkan deskripsi statistik data penelitian di atas. nilai tertinggi 99.24 69. Xmin Xmax M SD : skor terendah yang diperoleh subyek (skor minimal) : skor tertinggi yang diperoleh subyek (skor maksimal) : rerata skor yang diperoleh subyek penelitian (mean) : Standar Deviasi yang diperoleh subyek penelitian 99 90 Deskripsi Statistik Xmin 60 60 M 75. Skor kemampuan berbahasa Arab didapatkan nilai terendah sebesar 60. 2. 4. rata-rata kelompok 75. Tujuan utama dilakukannya deskripsi data adalah untuk mengetahui secara mendalam tentang karakteristik dari setiap data yang masuk. uraian tentang deskripsi data dari tiap-tiap variable menjadi sangat penting untuk disampaikan dalam sebuah kerja penelitian. Secara umum. Dengan demikian.73 SD 11.secara teknis diambil dengan metode dokumentasi siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. dapat diketahui kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010.04 6.

73.deviasi sebesar 10. Tabel 06 2 Kemampuan berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 Interval  96  91  86  81  76  71  66  61  56  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  100  95  90  85  80  75  70  65  60  Kategori     Tinggi        Sedang        Rendah     Jumlah Frekwensi  Prosentase  2  6  4  7  15  13  10  12  17  86    12      35      39    ‐      13.3488372    100      %      %    %  Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tabel di atas.98. nilai tertinggi sebesar 90. rata-rata kelas 69. dari 86 siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010 yang menjadi subyek penelitian. Sedangkan pada prestasi belajar fiqih didapatkan nilai terendah sebesar 60. deskripsi kedua variabel penelitian (kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih) dapat diuraikan sebagai berikut. Langkah perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran IV untuk variabel kemampuan berbahasa Arab (X) dan lampiran V untuk variabel prestasi belajar fiqih (Y).9534884  %      40.6976744      45.04. dan skor standar deviasi sebesar 6. Secara lebih rinci. mayoritas 2 Data diolah 69 . Kemampuan Berbahasa Arab Data kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum dapat dideskripsikan dalam bentuk tabel berikut ini. 1.

Dalam bentuk grafis. dan lebih sedikt lagi yang berkemampuan sedang. dan yang berada pada kategori tinggi sebesar 13. semakin tampak nyata bahwa kemampuan berbahasa Arab siswa MA Ali Maksum berada pada kategori rendah.memiliki skor kemampuan berbahasa Arab pada kategori rendah. yakni sebesar 45. Gambaran lebih detil tentang data kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Tahun Pelajaran 2008/2009 dapat dilihat dalam lampiran III.70% (35 orang). Sedangkan yang berada pada kategori sedang sebanyak 40. Hanya sedikit siswa yang memiliki kemampuan berbahasa Arab dengan kategori tinggi. Gambar 02 Diagram Histogram Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 96-100 91-95 86-90 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 Dengan melihat gambar diagram histogram di atas. distribusi data tersebut digambarkan dalam diagram histogram sebagai berikut. 70 .35% (39 subyek).95% (12 subyek).

deskripsi data tentang prestasi belajar fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam tabel dan gambar diagram histogram di bawah ini. Tabel VII 3 Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 Interval  96 ‐100  91 ‐ 95  86 ‐ 90  80 ‐ 85  76 ‐ 80  71 ‐ 75  66 ‐ 70  61 ‐ 65  56 ‐ 60  Kategori    Tinggi      Sedang      Rendah    Frekwensi  0  0  3  4  2  5  30  25  17    3      11      72    Prosentase    3.49% (3 siswa) yang berada 3 Data diolah 71 . yakni sebesar 83. 12. dapat dijelaskan bahwa skor atau nilai tes pelajaran fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum di atas yang didapatkan oleh 86 siswa (yang menjadi sampel penelitian). Secara rinci. mayoritas berada pada kategori rendah.7906977     %      83.7209302     %    100     %  Jumlah    86  Berdasarkan tabel prestasi belajar fiqih.48837209     %      12.79% (11 siswa) berada pada kategori sedang. Prestasi Belajar Fiqih Prestasi belajar fiqih yang dimaksudkan di sini adalah nilai ujian mata pelajaran fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010.72% (72 siswa).2. sebagaimana yang tercantum dalam buku raport. dan 3.

72%) memiliki kemampuan berbahasa Arab rendah.pada kategori tinggi. semakin tampak nyata bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum berada pada kategori rendah. Gambar 03 Diagram Histogram Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 30 25 20 15 10 5 0 86-90 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 Dengan melihat gambar diagram histogram di atas. 72 . dan lebih sedikit lagi siswa MA Ali Maksum yang memiliki prestasi belajar fiqih dalam kategori tinggi (3.49%). Gambaran lebih detil tentang data prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Tahun Pelajaran 2008/2009 dapat dilihat dalam lampiran III.79%). Distribusi data tersebut dapat digambarkan dalam diagram histogram berikut. Karena mayoritas siswa (83. Hanya sedikit siswa yang memiliki kemampuan berbahasa Arab dengan kategori sedang (12.

Proses inilah yang dimaksud dengan koding. agar mudah dibaca dan diinterpretasikan. Rumus yang akan digunakan dalam uji hipotesis dalam penelitian ini adalah: ∑xy .(Σx)2} N N Keterangan: rxy = Koefisien korelasi x y = Skor variabel bebas = Skor variabel tergantung Rxy = Sebelum dimasukkan ke dalam rumus di atas. Pengujian Hipotesis Teknik analisa untuk melakukan uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment yang berguna untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun 2009/2010. gambar.(Σx x Σy) N__________ {∑x2.B. Koding dan Tabulasi Data Sebelum dilakukan analisa. Sedangkan tabulasi merupakan proses penggambaran data yang terkumpul ke dalam bentuk tabel. data yang tersedia terlebih dahulu dimasukkan ke dalam tabel kerja penolong product moment. dan diagram histogram. data yang terkumpul terlebih dahulu dilakukan identifikasi dan pemetaan berdasar karakteristiknya. 73 .(Σx)2 } {∑y2. Hal ini dimaksudkan agar data yang terkumpul dapat dikelompokkan ke dalam pertanyaan atau pernyataan yang lebih sesuai. C.

sebagai = 10676.sebagaimana terdapat dalam lampiran 18. Setelah dikonsultasikan dengan rtabel product moment dengan taraf keabsahan 5% dan N = 86.(Σx X Σy) N Rxy = {∑x2.767 > 0.09 X 4350. diketahui. N ∑X ∑Y ∑XY ∑X2 ∑Y2 berikut: ∑xy .9 = 396712.4 = 40908816 = 34117281 = 475683. Dari tabel kerja penolong penghitungan product moment tersebut.100722 = 0.(Σx)2 } {∑y2.4 = = = = = = 86 6396 5841 439635 486360 401063 (∑X)(∑Y) (∑X) (∑Y):N (∑X)2 (∑Y)2 (∑X)2 : N (∑Y)2 : N = = 37359036 434407.767 Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment di atas.43 5227.213).(Σx)2} N N 439635 .213.604651 = 46445597.434407.6 Selanjutnya dimasukkan ke dalam rumus Product Moment.604651 = 6815.85 5227. diperoleh nilai rtabel sebesar 0. maka dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan 74 . Karena harga rxy lebih besar dari nilai rtabel (0.767. diketahui bahwa rxy = 0.

Korelasi yang signifikan ini menandakan terdapat hubungan yang erat antara kemampuan berbahasa Arab siswa dengan prestasi belajar fiqih. bahwa proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta di laksanakan dengan menggunakan literatur (kitab) berbahasa Arab. 75 . baik oleh guru maupun siswa. sehingga hipotesis awal yang diajukan oleh peneliti diterima. baik arti kata-kata maupun beberapa catatan penting yang dianggap perlu. sedangkan di sisi yang lain siswa mendengarkan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan. Dalam prosesnya. Sehingga kemampuan siswa dalam berbahasa Arab. pada buku (kitab)-nya masing-masing. Pembahasan Hasil analisis menunjukkan korelasi yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. Sebagaimana diuraikan dalam bab sebelumnya.berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. proses pengajaran fiqih di dalam kelas tidak dapat lepas dari penggunaan bahasa Arab. Tahun Pelajaran 2009/2010. Dengan demikian. dimungkinkan dapat memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar fiqih. terlihat bahwa kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih memiliki korelasi yang signifikan. di satu sisi guru membaca (dan menjelaskan) kitab berbahasa Arab. menyimak dan membuat catatan. Keeratan hubungan ini dapat disebabkan karena proses pembelajaran dan pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dilakukan dengan menggunakan literatur (kitab) berbahasa Arab. C.

49% (3 siswa) berada pada kategori tinggi. Dengan kata lain.35% (39 siswa). tahun pelajaran 2009/2010.767.Berdasarkan kategorisasi skor kemampuan berbahasa Arab. yakni sebesar 83. 76 . Demikian pula pada variabel prestasi belajar fiqih. Hasil akhir dari penelitian korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diselesaikan dengan menggunakan rumus product moment. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima. “Apabila rhitung > rtabel maka hipotesis alternatif (ha) diterima dan hipotesisi nihil (ho) ditolak.767 > 0. mayoritas berada pada kategori rendah. maka ha ditolak.79% (11 siswa) berada pada kategori sedang.72% (72 siswa). Setelah dikonsultasikan dengan rtabel product moment dengan taraf keabsahan 5% dan N = 86. diperoleh nilai rtabel sebesar 0. dan ho diterima”. jika rhitung < rtabel. dan yang berada pada kategori tinggi sebesar 13. terlihat bahwa mayoritas jawaban atau pernyataan yang disampaikan siswa berada pada kategori rendah. dengan ketentuan. Selanjutnya dilakukan perbandingan diantara kedua nilai r tersebut. Dari perbandingan diantara keduanya didapatkan bahwa. Sedangkan yang berada pada kategori sedang sebanyak 40. harga rxy lebih besar dari nilai rtabel (0. Yakni sebesar 45. dan sebaliknya.213). dan 12. siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Dari hasil uji tersebut diperoleh harga rxy sebesar 0. serta 3.95% (12 siswa).213.70% (35 siswa). ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih.

maka pada bagian akhir ini dapat diambil beberapa simpulan sebagai berikut: 1.35% (39 siswa). Simpulan Setelah melakukan penelitian skripsi yang berjudul “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010”.BAB IV PENUTUP A. dan sedang sebanyak 12. dan tinggi sebesar 13.49% (3 siswa). Sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010 mayoritas berada pada kategori rendah.70% (35 siswa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Arab (untuk indikator membaca dan menulis) siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diklasifikasikan dalam 3 kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum diklasifikasikan dalam 3 kategori. 2. yakni rendah sebesar 45. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010 memiliki kemampuan berbahasa Arab dalam kategori rendah. yakni rendah sebesar 83. . sedang sebanyak 40.72% (72 siswa).79% (11 siswa).95% (12 siswa). dan tinggi sebesar 3. dan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah diajukan dalam rumusan masalah.

767. dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan menggunakan teknik analisis korelasi product moment. diperoleh nilai rtabel sebesar 0. maka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut. Kesimpulan yang dapat diambil adalah. diketahui bahwa nilai rhitung sebesar 0. Dalam konteks pembelajaran di MA Ali Maksum yang masih banyak menggunakan literatur kitab. sedangkan dalam tabel product moment untuk taraf keabsahan 5% dan N sebesar 86 responden. Salah satu faktor internal yang penting keberadaannya adalah kemauan yang kuat dari masing-masing pribadi untuk belajar.767 > 0.213. Karena harga rhitung lebih besar dari nilai rtabel (0. termasuk belajar bahasa yang mendukung bagi proses pembelajaran. “ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. baik yang 78 . Tahun Pelajaran 2009/2010”. Bagi Siswa Prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. 1. Saran Berlandaskan proses yang telah dilakukan. Salah satu metode pembelajaran yang efektif adalah dengan cara memperbanyak praktik membaca kitab.213). maka hipotesis nihil (Ho) ditolak. B. maka belajar bahasa Arab merupakan keharusan yang tidak boleh ditinggalkan. Dari berbagai faktor tersebut ada yang berasal dari dalam diri siswa (faktor internal) dan ada juga yang berasal dari luar dirinya (faktor eksternal). serta hasil penelitian di atas.3.

Bagi Madrasah Pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan pengantar atau literatur berbahasa Arab. Sehingga guru dapat memberikan solusi secara tepat terhadap permasalahan yang dihadapi oleh setiap siswa. tanpa meninggalkan upaya untuk menjadikannya meningkatkan kemampuan. maupun yang dilakukan dengan bimbingan orang lain (sorogan). guru sebaiknya memahami terhadap kesulitan siswa dalam belajar. peningkatan kemampuan berbahasa siswa sangat dipengaruhi oleh faktor internal. Bagi Guru Guru memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar di sekolah. Melainkan guru harus memberikan solusi agar siswa tetap bersemangat mengikuti pelajaran. khususnya permasalahan yang terkait dengan proses belajar mengajar.dilakukan sendiri (muroja’ah). namun di sisi 79 . karena dapat menjadikan siswa merasa terbebani dan memilih untuk tidak masuk kelas. 2. Untuk dapat menjalankan perannya tersebut. termasuk kemampuan dalam membaca teks berbahasa Arab. menuntut adanya program pengembangan kemampuan berbahasa siswa. Di satu sisi. jangan dipaksa untuk membaca di dalam kelas. 3. Salah satu peran seorang guru dalam proses pembelajaran adalah memberikan motivasi kepada siswa untuk selalu berusaha meningkatkan prestasi belajarnya secara sungguh-sungguh. Misalnya siswa yang merasa kesulitan dalam membaca literatur berbahasa Arab.

memiliki peranan penting bagi pengembangan keilmuan Islam. “kualitas keilmuan seseorang dapat diukur dari kemampuan berbahasanya”. Karena tidak sedikit informasi dan keilmuan Islam yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. aktivitas belajar harus terus dijalankan. Oleh karenanya. dan lain sebagainya. Diantaranya adalah dengan melibatkan santri dalam kompetisi bahasa Arab. Arabic Meeting. Oleh karena itu.yang lain. program-program yang mengarah pada peningkatan kemampuan berbahasa siswa perlu dilakukan secara terus menerus. Sehingga ada ungkapan yang mengatakan. demi kemaslahatan di masa-masa yang akan datang. 4. C. peneliti berharap masukan. 80 . Kata Penutup Belajar merupakan kewajiban bagi setiap muslim. madrasah sebagai penyelenggara pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan secara sistematis dan maksimal. Bagi Pengembangan Keilmuan Bahasa asing (termasuk di dalamnya bahasa Arab). meningkatkan frekwensi penyelenggaraan lomba bahasa Arab antar siswa di sekolah. pemberian tugas untuk menerjemahkan teks berbahasa Arab. agar peneliti dapat terus belajar dan meningkatkan kemampuan serta keilmuan. Dengan selesainya penulisan hasil penelitian skripsi ini. Bahkan belajar tidak mengenal waktu. Oleh karena itu. kemampuan berbahasa asing memegang peran penting dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan kualitas keilmuan seseorang. kapanpun dan untuk materi apapun. dimanapun. saran dan kritik konstruktif dari semua pihak.

Bandung: Angkasa. 2004. Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Metodologi Research. Yogyakarta: Yasbit Fakultas Psikologi UGM.. dkk. Prestasi Pustakaraya.. 2009. Jakarta: Rineka Cipta. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. 81 . “Outline of Linguistic Analysis”. 2003. Bafadal. G. 2000. 1987.. Jakarta: PT Bumi Aksara. Prosedur Penelitian. Ahmad Fuad. Sutrisno. dalam Henry Guntur Tarigan. Hariyadi. Ke-10. . Jakarta : IRD Press. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. I. Terjemahan Matan Kailani dan Nadham al-Maqsud Berikut Penjelasannya. 1998. 1986. Prosedur dan Strategi. Cet. Bandung: Angkasa. 1994. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah. Moch. Kosa Kata Pengajaran. Amin. Arikunto. Mohammad. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Penelitian Kependidikan. Surabaya: Usaha Nasional. Anwar. cet. Haedari. Bloch. Rineka Cipta. 1982..DAFTAR PUSTAKA Ali.. .. II. Ke-1. Cet. cet. edisi revisi. 2004. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasi. cet. Tarigan. Ibrahim. Jakarta: PT. Furchan. Psikolinguistik. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Cet. Jakarta: PT GrafindoPersada. Suharsimi. Bernard and Trager. Jakarta: Balai Pustaka. H.. Arief. Hadi. 1993. Malang: Misykat. II. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: PT. 1993. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Efendi. 1984. Bandung: Angkasa. . Moh. Statistik Pendidikan.. 1996. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global. VII. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algensindo. 1999..

1982. dalam Koentjaraningrat (ed). Evaluasi Pendidikan.. Kamus Linguistik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Makna. Kartodiredjo. F. Surabaya: Usaha Nasional. 2008. Edisi Perbaikan dan Penyempurnaan Tahun 2002. Moleong J. 2004. 2000. 1993. Cet-9. Nurhadi. VII. Satrio. Irawan. Al-Qur’anul Karim dan Terjemah Bahasa Indonesia.. Rineka Cipta. 2009. Surabaya : Usaha Nasional. Singarimbun.. 1994. S. Cet. Jakarta: PT Gramedia. Riduwan. Marzuki. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca? Suatu Teknik Memahami Literature Yang Efisien. Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama. Monks. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. 82 . Manajemen Berbasis Sekolah. Soehartono. Dadang. Filsafat Bahasa Mengungkap Hakikat Bahasa. Masri & Sofyan Effendi. Pemahaman Individu. “Metode Penggunaan Bahan Dokumen”.J. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2000. Sartono Kartodiredjo. Kahmad. (Bandung: Remaja Rosda Karya. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Metode Penelitian Sosial. Wayan. dan Tanda. Sosiologi Agama. 1986. Ke-1. 2002. Yogyakarta : BPFE – UII. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 1977. Bandung : Rosda Karya. Metodologi Penelitian Kualitatif. 1997) Margono. Metode Penelitian Survey.. 2005. Nurkancana. 2006.. . Jakarta: Gramedia. Adi. Bandung: Alfabeta. Kridalaksana. Kamus Ilmiah Populer. Jakarta : PT Arga Printing. Harimurti. 2006. Jakarta: PT. Jakarta: LP3ES. Metodologi Riset.Hidayat. dkk. edisi revisi. Metodologi Penelitian Pendidikan. cet. Metode & Teknik Menyusun Tesis. Asep Ahmad. 2009. Lexy. E. Mulyasa. 2005.

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. UU RI Nomor 20 Tahuh 2003 Tentang Sisdiknas. Vol. Psikologi Pendidikan. Teknik Sampling. Djunaidi Abd.-II. 2008 Panitia PPL 1 . 2000 Monografi Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Propinsi DIY. Bandung: Maestro. Sains dan Teknologi. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 1 No1. Mudjia. 2002.. 2008. dalam Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Yogyakarta: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. 83 . Pengantar Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Syakur. Pengantar Evaluasi Pendidikan. dokumen Desa. SMALB. 2. MA. Bandung: Remaja Rosdakarya.. “Bahasa: Antara Pikiran dan Tindakan”. Jakarta : CV. 2007 Suryabrata. . Jakarta : Raja Grafindo Persada. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Yogyakarta: Elhamra Press. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. JURNAL/ARTIKEL: Mansur.. Anas. . Metodologi & Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab. 2008. 2008. Muhibbin. “Al-‘Arabiyah”. 2005. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. STAIN Malang. 2001. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA. “Metodologi Pengajaran Bahasa Arab Untuk Jurusan Bahasa Arab”. dkk.. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada. Syah. artikel tidak diterbitkan. cet. Tafsir. Zaenuddin. Ahmad. S.. 3 No. Dan MAK”. Vol. Radhliyah. Hasan.2004 Mustafa. tidak diterbitkan. Rajawali. 1996. Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah.. 2003. Pengantar Statistik Pendidikan. dalam ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam. Rahardjo. 2008 Madjidi. 2005. Busyari.Sudijono.

Mengenal Analisis Korelasi www. Yogyakarta: Skripsi. “Problematika Pengajaran Bahasa”. multiply. www. “Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul Yogyakarta”.. Ikowiyah.com. dalam Yahoo. 2007. 2009.. Sarwono. Ahmad Nur. 84 . masnaguib. 2006.blogspot. 2009. www. Rohim. Aziz. 2009. Abidin Fuadi Nugroho. Nurjanah.dorokabuju. Yahya. “Penelitian Kuantitatif dengan Masalah-Masalahnya”.ugm.info/korelasi/korelasi. 2009. ”Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mesir”. Jonathan.com. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”.com. Skripsi.areefah. “Kajian Teoritis Prestasi Belajar”. M.. “Belajar Bahasa Arab-Keharusan”. Ibnu.blogspot. “Definisi Bahasa Arab”. dalam google.SKRIPSI: Syaiful.. www. 2007.com. 2008. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. Fauzan. com. 2009.com dalam Yahoo.com.jonathan sarwono. “Bahasa Dan Dinamika Masyarakat”.. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga.id. .com.htm. “Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTsN An-Nawawi Berjan Purworejo”.. Zainun. Najib.ibnuaziz83. dalam google. M. ariemcool.blogspot.com. Fakultas Ilmu Bahasa UGM.com.. www. dalam google. Asnawi. Teori Analisi Korelasi. Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren al-Luqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning. 2009.antropologi . Skripsi.com... www. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2009. Skripsi.fib.com.ac. Abdul. dalam google.tk. www. INTERNET: Abdul Munir Sape.e-mail:@reefah@yahoo. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2008. dalam yahoo.

Sunarto. “Sosiolinguistik: Masyarakat Bahasa 1”. Linguistik Sastra Jurnalistik. UPI. dalam google.blogspot. 2009.. “Pakem Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Dan Menyenangkan”. 2009... www.com.com.anaksastra. 85 . dalam google.com.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful