P. 1
KHOIRUL ANWAR

KHOIRUL ANWAR

|Views: 574|Likes:
Published by Adi Udi

More info:

Published by: Adi Udi on Mar 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Latar Belakang Masalah
  • B. Pembatasan dan Rumusan Masalah
  • C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
  • D. Kajian Pustaka
  • E. Landasan Teori
  • F. Hipotesis
  • G. Metode Penelitian
  • H. Teknik Analisis Data
  • I. Sitematika Pembahasan
  • A. Letak dan Keadaan Geografis
  • B. Sejarah dan Perkembangan MA Ali Maksum
  • C. Landasan Penyelenggaraan MA Ali Maksum
  • D. Tujuan Pendidikan MA Ali Maksum
  • E. Struktur Kepengurusan MA Ali Maksum
  • F. Keadaan Siswa, Guru dan Karyawan MA Ali Maksum
  • G. Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum
  • H. Sistem Pendidikan MA Ali Maksum
  • I. Kegiatan Ekstra dan Keasramaan
  • J. Prestasi Dalam Kejuaraan
  • A. Deskripsi Data
  • Data kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum
  • B. Koding dan Tabulasi Data
  • C. Pengujian Hipotesis
  • C. Pembahasan
  • A. Simpulan
  • B. Saran
  • C. Kata Penutup
  • DAFTAR PUSTAKA

KORELASI ANTARA KEMAMPUAN BERBAHASA ARAB DENGAN PRESTASI BELAJAR FIQIH SISWA KELAS XII MA ALI MAKSUM PONDOK

PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010

SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Pendidikan Islam

Disusun Oleh :

Khoirul Anwar NIM. 03410077

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2010

.

MOTTO

!$¯ΡÎ) çµ≈oΨø9t“Ρr& $ºΡ≡u™öè% $wŠÎ/ttã öΝä3¯=yè©9 šχθè=É)÷ès? ∩⊄∪
Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai berbahasa Arab, agar kamu mengerti (QS. Yusuf (XII) : 2).1 Qur’an

Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama, AlQur’anul Karim dan Terjemah Bahasa Indonesia, Edisi Perbaikan dan Penyempurnaan Tahun 2002, (Jakarta : PT Arga Printing, 2008), Hal. 303

1

v

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan karya ini kepada Almamater Tercinta UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

vi

KATA PENGANTAR

‫ﺑﺴﻢ اﷲ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺤﻴﻢ‬ ‫اﻟﺤﻤﺪ ﷲ اﻟﺬى أﻧﻌﻤﻨﺎ ﺑﻨﻌﻤﺔ اﻹﻳﻤﺎن واﻹﺳﻼم أﺷﻬﺪ ان ﻻاﻟﻪ إﻵ اﷲ وأﺷﻬﺪ ان ﻣﺤ ّﺪا رﺳﻮل اﷲ‬ ‫ﻤ‬ ‫واﻟﺼﻼة واﻟﺴﻼم ﻋﻠﻰ أﺷﺮف اﻷﻧﺒﻴﺎء واﻟﻤﺮﺳﻠﻴﻦ ﺳ ّﺪﻧﺎ ﻣﺤ ّﺪ وﻋﻠﻰ اﻟﻪ وﺻﺤﺒﻪ أﺟﻤﻌﻴﻦ أ ّﺎ‬ ‫ﻣ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻴ‬ .‫ﺑﻌﺪ‬
Dengan senantiasa mengharap ridla Ilahi, penulis mengaktualisasikan rasa syukur kepada Allah SWT dengan ungkapan al-hamdu-lillah. Karena hanya dengan rahmat dan pertolongan-Nya, proses penelitian dan penulisan skripsi ini dapat diselesaikan secara optimal. Di samping itu, penulis juga menyampaikan salam ta’dzim dan salam penghormatan kepada Muhammad al-Amien, Nabi sekaligus Rasul Allah yang telah banyak memberikan pengabdiannya bagi kemaslahatan dan kebahagiaan hidup umat manusia. Dalam kesempatan ini, penulis juga ingin menyampaikan rasa terimakasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2. Bapak Muqowim, M.Ag., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 3. Bapak Drs. Mujahid, M.Ag., selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 4. Bapak Drs. Radino, M.Ag., selaku Pembimbing skripsi. 5. Bapak Drs. Moch. Fuad selaku Pembimbing Akademik, beserta seluruh Dosen dan Karyawan di lingkungan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 6. Bapak KH. Asyhari Abta, M.Pd.I., selaku Kepala Madrasah, beserta para Bapak dan Ibu Guru, staf, karyawan dan siswa MA Ali MAksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.

vii

03410077 viii . Teman-teman dan seluruh pihak yang telah memberikan partisipasi demi terselesaikannya proses penelitian dan penulisan skripsi ini. penulis hanya mampu menengadahkan kedua tangan kepada al-Khaliq. Dengan selesainya penulisan skripsi ini. Kepada mereka. Yogyakarta. serta permoho-nan maaf kepada semua pihak. Khoirul Anwar NIM. yang telah banyak memberikan dorongan serta motivasi. Karena dengan masukan dan kritik itulah. atas segala bentuk kekhilafan dan keteledoran yang telah penulis perbuat. 06 Februari 2010 Penulis. penulis sangat mengharapkan adanya masukan. istri dan putriku tercinta. jenis dan jumlahnya mendapatkan balasan dan imbalan dengan yang jauh lebih baik dari Allah SWT. kritik dan saran konstruktif dari semua pihak. penulis menyampaikan pertaubatan kepada Allah. Ayah. Akhirnya. dengan iringan do’a dan damba: Semoga setiap kebaikan dan bantuan dalam segala bentuk.7. penulis dapat memperbaiki diri. demi kemaslahatan di masa-masa yang akan datang. 8. ibu.

yakni 0.95% (12 siswa). DAFTAR ISI ix . yang berarti bahwa prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum mayoritas berada pada kategori rendah.35% (39 siswa). jumlah sampel ditetapkan sebesar 86 siswa. penelitian ini dilakukan. pada kenyataannya tidak semua siswa memiliki kemampuan berbahasa Arab secara memadai. MA Ali Maksum masih menggunakan beberapa kitab dan literatur berbahasa Arab. dan tinggi sebesar 13. dan dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik-pedagogis. Sebelum dianalisis. Skripsi. dan hipotesis alternatif (Ha) diterima.767) lebih besar dari nilai r dalam tabel values product moment untuk taraf keabsahan 5% dan N sebesar 86. sedang sebanyak 40. Salah satunya adalah dalam proses pengajaran mata pelajaran Fiqih. Oleh karenanya. diketahui bahwa nilai rhitung (0. dan tinggi sebesar 3. Dengan demikian. Untuk mengumpulkan data. hipotesis nihil (Ho) ditolak. maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel. 2010. yakni rendah sebesar 83. Setelah dilakukan konsultasi terhadap tabel sampel yang dikemukakan oleh Krejcie dan Morgan. Yogyakarta: jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Sebagai madrasah yang berbasis pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kuantitatifkorelasional. yang berarti bahwa mayoritas siswa kelas XII MA Ali Maksum memiliki kemampuan berbahasa Arab dalam kategori rendah.KHOIRUL ANWAR. Diantaranya adalah faktor pengajaran di dalam kelas. yang ditentukan dengan teknik stratified proportional random sampling. dengan tujuan untuk mengetahui: 1) Kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010. Prestasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor.79% (11 siswa). dan sedang sebanyak 12. Kesimpulannya. “ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum diklasifikasikan dalam 3 kategori. wawancara dan dokumentasi. peneliti menggunakan beberapa metode. yakni kategori rendah sebesar 45. Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. data yang terkumpul terlebih dahulu dilakukan proses koding dan tabulasi.213.70% (35 siswa). Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan menggunakan teknik analisis korelasi product moment.49% (3 siswa). yakni observasi. 3) Korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010. Namun demikian. 2) Prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010. Karena jumlah populasi lebih dari 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berbahasa Arab (kemampuan membaca dan menulis) siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diklasifikasikan dalam 3 kategori.72% (72 siswa). Tahun Pelajaran 2009/2010”.

.............................. A.................... i ii iii iv v vi vii ix x xii xiii HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................................................................................................................................... H.................... Sejarah dan Perkembangan MA Ali Maksum .............................................................. Landasan Teori ................................ D............................................................... Teknik Analisis Data ................ Pembatasan dan Rumusan Masalah ......................................................... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... Landasan Penyelenggaraan MA Ali Maksum ................................................................. HALAMAN MOTTO ................................................................................................................. Struktur Kepengurusan MA Ali Maksum .......................... B.............. A........... HALAMAN DAFTAR ISI ....................... Kajian Pustaka ........................... E.... 43 43 46 49 51 52 1 1 6 7 8 11 27 27 39 40 x .......................................................... BAB II : GAMBARAN UMUM MA ALI MAKSUM PONDOK PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA .............. I....................HALAMAN JUDUL .......................................... C... HALAMAN SURAT PERNYATAAN KEASLIAN .............................................................. D............................... HALAMAN DAFTAR TABEL ............................. Hipotesis ...................................... F....................................... G...................................... Latar Belakang Masalah .......................................... Metode Penelitian ...... Sitematika Pembahasan ........... E....... B................................. Letak dan Keadaan Geografis ............................... HALAMAN PERSEMBAHAN ............. HALAMAN DAFTAR GAMBAR.............. HALAMAN ABSTRAK.......... C... Tujuan dan Kegunaan Penelitian ............................................................. Tujuan Pendidikan MA Ali Maksum ........................................ HALAMAN PENGESAHAN................................................................... HALAMAN KATA PENGANTAR ................................................................................... xiv BAB I : PENDAHULUAN....................................................

. Prestasi Dalam Kejuaraan ................................... D.......................................................... BAB IV : PENUTUP ....................................................... Sistem Pendidikan MA Ali Maksum ..........................................................F.......................... Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum ................................. LAMPIRAN-LAMPIRAN..... A.................................... G................ Deskripsi Data ....................................................... Koding dan Tabulasi Data ........................ J........... C. Saran.......................................................................................................... Guru dan Karyawan MA Ali Maksum ............ 54 60 62 65 66 67 67 73 73 75 77 77 78 80 81 86 BAB III : HASIL PENELITIAN .................................. H... B............... Pengujian Hipotesis ..................................... B..... Pembahasan ................................. Kegiatan Ekstra dan Keasramaan .. Keadaan Siswa.................................................................... C............... A................................................. Simpulan ............................................ Kata Penutup ....... xi .................................................................................................. DAFTAR PUSTAKA .................................................... I..........

71 xii ......DAFTAR TABEL Tabel 1 Populasi Penelitian .......................................................... 69 Tabel 7 Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum ................................................................................................ 31 Tabel 3 Proporsi Jumlah Sampel Dalam Tiap Kelas ...................... 56 Tabel 5 Deskripsi Data Penelitian ...................... 68 Tabel 6 Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA...... 32 Tabel 4 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun ............................. 30 Tabel 2 Penentuan Jumlah Sampel Menurut Krejcie dan Morgan ....................................

.. 70 Gambar 3 Diagram Histogram Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 .........DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun .. 57 Gambar 2 Diagram Histogram Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 . 72 xiii ........

. 109 Lampiran XV Surat Penunjukan Pembimbing Skripsi .................. 96 Lampiran XI Struktur dan Personalia MA Ali Maksum ...............................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Jumlah dan Identitas Populasi Penelitian ........................... 102 Lampiran XIV Daftar Prestasi Siswa MA Ali Maksum ...................................................................................................... 118 Lampiran XX Surat Penggantian Judul Skripsi ....... 98 Lampiran XII Identitas Guru MA Ali Maksum .......................... 122 Lampiran XXIII Bukti Sertifikat dan Piagam KKN ............................................................... TOEC dan IT ...... 125 Lampiran XXIV Bukti Sertifikat PPL II ................................................................................. Lampiran II Jumlah dan Identitas Sampel Penelitian ............................................................................................................................................ 128 xiv ....... 121 Lampiran XXII Bukti Sertifikat TOAFL................................................. 94 Lampiran IX Panduan Wawancara ...... 127 Lampiran XXV Daftar Riwayat Hidup . 119 Lampiran XXI Kartu Bimbingan Skripsi . 88 89 86 87 Lampiran V Deskripsi Statistik Prestasi Belajar Fiqih ....................................... 115 Lampiran XVIII Surat Keterangan Izin Bapeda DIY dan Kab.............................................................................................. 91 Lampiran VII Tabel Values of rproduct moment .......................... Lampiran III Deskripsi Data Penelitian Variabel Kemampuan Berbahasa Arab dan Prestasi Belajar Fiqih . 95 Lampiran X Hasil Wawancara ........................... Bantul ........................................................ Lampiran IV Deskripsi Statistik Kemampuan Berbahasa Arab ................................................................................................... 116 Lampiran XIX Surat Bukti Pelaksanaan Penelitian .......... 113 Lampiran XVI Surat Pengajuan Penyusunan Skripsi .. 93 Lampiran VIII Catatan Hasil Observasi......... 114 Lampiran XVII Bukti Seminar Proposal...................................................... 99 Lampiran XIII Daftar Inventaris Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum ......... 90 Lampiran VI Tabel Kerja Penolong Penghitungan Product Moment ........................................

Terlebih lagi bagi masyarakat pesantren. Oleh karenanya.BAB I PENDAHULUAN A.J. Cet9. Bahasa merupakan alat komunikasi yang berguna dalam kehidupan sosial. dkk. Sians dan Teknologi. hal. manusia merupakan makhluk sosial. 45 4 HM. seperti siswa MA Ali Maksum. Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Vol. manusia membutuhkan alat komunikasi yang disebut bahasa. dkk. STAIN : 2001). 2004). yakni al-Qur’an dan as-Sunnah. dalam ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global. 3 No. Monks. gagasan dan kehendak serta maksud orang lain. 149 3 Mudjia Rahardjo. Al-Hujurat (49) : 13 F. serta berbagai sumber lain dalam kajian Islamic studies terkodifikasi dalam literatur-literatur QS. bahasa Arab merupakan bahasa primer. sehingga seorang filsuf bahasa Ludwig Wittgenstein menyatakan bahwa “Batas bahasaku adalah batas duniaku”. Begitu penting peran bahasa. Latar Belakang Masalah Menurut kodratnya. Amin Haedari. manusia sulit memahami ide. (Jakarta : IRD Press. (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.1 Tidak ada seorangpun yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain. Sebagai bangsa dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. 139 2 1 . hal. hal. (Malang. 1994). “Bahasa: Antara Pikiran dan Tindakan”.2 Karena dengan bahasa.3 Tanpa bahasa. bahasa Arab merupakan salah satu bahasa asing yang banyak dipelajari masyarakat Indonesia. manusia dapat berkomunikasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta peradaban.4 Hal ini dikarenakan sumber hukum Islam yang utama. 2 Tahun 2001. Bahkan pengetahuan manusia dapat diukur dari kemampuannya dalam berbahasa.

bagi sebagian lembaga pendidikan (seperti pondok pesantren). Tidak berlebihan jika ada ungkapan yang menyatakan “ke mana Islam tersebar. MA Ali Maksum menerapkan kurikulum yang dipadukan antara kurikulum pesantren dan Departemen Agama. www. menggunakan literatur berbahasa Arab. Sedangkan untuk mata pelajaran umum. undip. Dalam pengajaran mata pelajaran agama. “Problematika Pengajaran Bahasa”.ac. com. dapat dikatakan bahwa antara masyarakat muslim dengan bahasa Arab terdapat kaitan erat yang tidak mungkin dapat dipisahkan. semua mata pelajaran menggunakan literatur berbahasa Arab. Untuk kurikulum pesantren. sedangkan untuk kurikulum Depag dipilah antara mata pelajaran agama dan umum.5 Seiring dengan semakin banyaknya penerjemahan buku dan kitab-kitab berbahasa Arab.S.6 Sejak awal berdirinya.Hum. belajar Islam dapat dilakukan dengan buku-buku terjemahan. seperti fiqih dan al-Qur’an hadist. Namun demikian. dalam google. M. masih tetap mempertahankan penggunaan literatur berbahasa Arab. Di samping itu.. minimal saat menjalankan ibadah shalat. Salah satunya adalah Madrsah Aliyah (MA) Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. (Rabu. Dengan demikian.staff. digunakan buku paket ber- Ahmad Nur Fauzan. dalam kehidupan sehari-hari masyarakat muslim juga tidak mungkin dapat melepaskan diri dari penggunaan bahasa Arab. ke sana pula bahasa Arab tersiar”. S.id. 22 Juli 2009). seperti IPS dan Biologi. Jam 14:34 WIB 6 Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar kelas XII MAK MA Ali Maksum 5 2 .berbahasa Arab.

Adapun metode tanya jawab dipergunakan oleh siswa untuk meminta penjelasan lebih detil kepada guru. baik berupa makna (arti). pada tanggal 05 November 2009. dkk. dan ‘Ali asy-Syarbajy. yakni kitab Sulam at-Taufiq. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global. merupakan syarh (penjabaran) dari kitab Qurrat al-‘ain. menerjemahkan.10 dan al-Fiqh al-Manhaji.8 Fathul Qorib.11 Penggunaan literatur berbahasa Arab di lingkungan MA Ali Maksum dilakukan baik dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Wawancara dengan Bapak Ridwanuddin. terdiri dari 8 Juz dan 4 jilid 12 HM. Musthofa al-Bigho. Amin Haedari. atas hal-hal yang belum jelas atau belum dapat difahami secara baik. hal-hal yang dianggap penting.9 Fathul Mu’in. maupun dalam kegiatan di asrama.bahasa Indonesia. 9 Karya Muhammad bin Qasim al-Ghazi. mengartikan dan menjelaskan materi pelajaran dalam kitab berbahasa Arab. MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta 7 3 . staf TU MA Ali Maksum. terdiri dari 1 jilid 11 Karya Musthtofa al-Khin. merupakan syarh (penjabaran) dari kitab atTaqrib karya Ahmad bin al-Husain (Abi Suja’). sedangkan siswa mendengarkan. menyimak dan membuat catatan-catatan di dalam kitabnya sendiri. 16 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan metode bandongan atau wetonan adalah metode pengajaran kolektif dimana santri secara bersama-sama mendengarkan seorang ustadz atau Kyai yang membaca. 13 Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar Kelas XII IPA.13 Metode bandongan dipergunakan oleh guru untuk membaca.7 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses pengajaran mata pelajaran fiqih di Madrasah Aliyah Ali Maksum dilakukan dengan menggunakan literatur dan buku pegangan berbahasa Arab. dengan 16 Bab. Proses pembelajaran fiqih di dalam kelas dilakukan dengan menggunakan metode bandongan12 dan metode tanya jawab. menerangkan dan mengulas kitab berbahasa Arab tertentu . terdiri dari 1 jilid. 10 Karya Zainuddin bin ‘Abdul Aziz al-Malaibari. 8 Karya Abdullah bin al-Husain bin Tohir bin Muhammad bin Hasyim Ba’lawy. di kantor MA Ali Maksum. hal. maupun hal-hal lain yang dianggap sulit untuk difahami.

sangat mungkin mengalami kesulitan. MA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta 15 HM. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global. Uraian di atas menggambarkan bahwa dalam tataran idealita. Dengan metode praktik ini. Minimal siswa telah mampu membaca bahasa Arab secara baik dan lancar.15 Hal ini dikarenakan penggunaan metode bandongan diawali dengan pembacaan teks Arab oleh guru. 41 14 4 . minimal mengalami keterlambatan dalam menyimak bacaan guru. siswa MA Ali Maksum diharuskan memiliki kemampuan bahasa Arab. siswa yang belum mampu membaca bahasa Arab secara baik dan lancar. sebenarnya dapat mendorong siswa belajar membiasakan diri dengan bacaanbacaan berbahasa Arab. Dalam hal ini siswa diminta untuk praktik membaca. proses pembelajaran dengan metode bandongan dilakukan terhadap siswa yang dianggap telah memiliki kemampuan dasar bahasa Arab. dkk. Secara umum. untuk dapat mengikuti pelajaran fiqih secara baik. Amin Haedari. memaknai serta memahami materi yang telah diajarkan. Namun pada kenyataannya. sedangkan siswa menyimak serta membuat catatan yang dianggap perlu. hal. terkadang guru mata pelajaran fiqih di MA Ali Maksum juga menerapkan metode praktik membaca kitab. Minimal siswa mampu membaca bahasa Arab atau al-Qur’an.Disamping menerapkan kedua metode di atas. Dengan demikian. belum semua siswa Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar Kelas XII IPA. memaknai dan menjelaskan isi dari kitab pegangan.14 Penggunaan metode praktik ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membaca.

Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas XII MA Ali Maksum. yang tidak hanya berasal dari sekolah berbasis pesantren atau madrasah. Marwan Hamid. Siswa yang tidak memiliki persiapan yang cukup. siswa Kelas XII MA Ali Maksum yang mendapatkan nilai pelajaran fiqih di bawah rata-rata tersebut merupakan siswa yang kurang menonjol dalam kemampuan berbahasa Arab.00 WIB 19 Wawancara dengan Drs. terdapat sejumlah siswa yang memiliki nilai mata pelajaran fiqih di bawah rata-rata.17 Di samping masalah yang terkait dengan kemampuan berbahasa Arab di atas.18 Penelitian pendahuluan yang dilakukan terhadap siswa kelas XII MA Ali Maksum tentang pengaruh kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih.16 Hal ini dikarenakan semakin beragamnya input siswa MA Ali Maksum.19 Wawancara dengan Drs. merasa khawatir jika di dalam kelas diminta praktik membaca kitab. melainkan juga banyak yang berasal dari latar belakang pendidikan umum (SLTP) dan lembaga pendidikan non pesantren. Marwan Hamid. pada tanggal 10 November 2009 17 Data PSB tahun 2009: 87 siswa dari 169 siswa baru yang berlatar belakang SLTP. Nur Fadhilah Rizki (Siswa kelas XII MAK) selaku delegasi MA Ali Maksum dalam lomba pidato 3 bahasa (Inggris. Arab dan Indonesia) pada hari Minggu 08 November 2009 jam 17. namun dari beberapa sampel. 18 Wawancara dengan Syirojuddin Hadi Imron (siswa kelas XII IPA) dan sdr. penerapan metode praktik di dalam kelas juga menjadikan sebagian siswa merasa terbebani.MA Ali Maksum memiliki kemampuan bahasa Arab secara memadai. Walaupun perolehan prestasi (nilai) dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. dengan alasan yang dibuat-buat. pada tanggal 10 November 2009 16 5 . Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas XII MA Ali Maksum. Sehingga tidak sedikit diantara siswa MA Ali Maksum yang memilih mbolos dan tidak masuk pelajaran fiqih.

dapat dikemukakan hipotesis sementara bahwa kemampuan berbahasa Arab. Bagaimana kemampuan berbahasa Arab siswa Kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? 6 . Pembatasan dan Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas. B. Minimnya kemampuan berbahasa Arab diprediksi menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan kurang maksimalnya prestasi belajar fiqih bagi siswa kelas XII MA Ali Maksum. dalam penelitian “Korelasi Anaara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” ini dapat dirumuskan beberapa permasalahan: 1. Dengan demikian. berkorelasi (berhubungan) dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. Berdasarkan uraian latar belakang di atas. maka peneliti bermaksud melakukan penelitian lapangan (kancah) tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010”. karena proses pembelajaran fiqih dilakukan dengan literatur (kitab) berbahasa Arab. serta dengan berpijak pada hasil penelitian pendahuluan yang menggambarkan adanya korelasi dua variabel. juga memiliki prestasi belajar fiqih di bawah rata-rata.Hasil studi dan penelitian pendahuluan di atas menggambarkan bahwa siswa MA Ali Maksum yang tidak memiliki kemampuan berbahasa Arab secara memadai.

7 . Diantara keguanaan dan kontribusi tersebut adalah: a. Kegunaan penelitian Pelaksanaan penelitian ini diharapkan memiliki beberapa kegunaan atau kontribusi. b. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Tujuan penelitian Penelitian tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010” ini bertujuan untuk: a. Mengetahui korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. Segi praktis 1) Sebagai wahana implementasi pengetahuan yang dimiliki. khususnya dalam bidang penelitian pendidikan agama Islam. c. Mengetahui prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. Bagaimana prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? 3. Mengetahui kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010.2. 2. Apakah ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? C.

khususnya dalam disiplin kajian dan keilmuan yang sama dengan penelitian ini. dengan keterampilan berbahasa Arab siswa MTs AnNawawi Purworejo. b. hasil penelitian menjelaskan tentang hubungan positif antara penggunaan metode menghafal (mahfudhot). Skripsi. baik yang bersifat baru. maupun lanjutan. khususnya dalam bidang pendidikan dan proses pembelajaran fiqih. beserta faktor-faktor yang ikut mempengaruhi. 3) Mendorong orang tua siswa agar ikut serta memperhatikan prestasi belajar anaknya. peneliti menemukan beberapa hasil penelitian yang memiliki kedekatan pembahasan dengan penelitian ini. tahun 2007. tentang pentingnya kemampuan berbahasa Arab. mengucapkan dan mendengar kata-kata dalam bahasa 8 .2) Menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat muslim. “Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTs An-Nawawi Berjan Purworejo”. Dengan metode mahfudhat. termasuk perlunya peningkatan kemampuan bahasa. karya ilmiah serta hasil penelitian yang ada. 2) Menjadi bahan rujukan bagi penelitian di masa yang akan datang. Kajian Pustaka Berdasarkan hasil penelusuran dan studi bahan pustaka. Ikowiyah. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. siswa menjadi terbiasa untuk membaca. 1) Memberikan sumbangan bagi hazanah keilmuan Islam. Segi teoritis. D. diantaranya: 1. Secara garis besar.

Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. Abidin Fuadi Nugroho menyimpulkan. 2007 21 Nurjanah. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”. Dalam penelitiannya ini. Abidin Fuadi Nugroho. Skripsi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan. 2007. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2008. Hasil dari kesimpulan penelitian yang dirumuskan adalah semakin tinggi tingkat penguasaan mufrodat siswa. 2008 20 9 . maka semakin besar pula keterampilan yang dimiliki siswa dalam berbahasa Arab. “Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTsN An-Nawawi Berjan Purworejo”.20 Demikian pula sebaliknya.21 3. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. Kesimpulan yang dibuat dalam Ikowiyah. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”. “Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul”. adanya korelasi antara motivasi belajar dan prestasi belajar PAI pasca gempa di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul.Arab. semakin sering siswa menghafal kata-kata dalam bahasa Arab (mahfudhat). Skripsi. Nurjanah. 2. semakin lemah ketrampilan siswa dalam berbahasa Arab. semakin jarang penggunaan mahfudhat. Skripsi. maka semakin tinggi pula kemampuan atau keterampilan membaca bahasa Arab siswa MTsN Ngemplak Sleman Yogyakarta.

apalagi yang dilakukan di MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. sebenarnya masih banyak lagi karya ilmiah atau hasil penelitian yang mengarah pada variabel-variabel yang ada dalam penelitian skripsi ini. Namun sejauh ini peneliti belum menemukan satupun karya ilmiah atau hasil penelitian yang secara spesifik melihat hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. Berbeda dengan hasil penelitian di atas. bahwa proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dilakukan dengan literatur (kitab-kitab) berbahasa Arab. Hasil penelitian yang dilakukan Ikowiyah dan Nurjanah di atas melihat ketrampilan atau kemampuan berbahasa Arab siswa dari sisi metode menghafal (mahfudhot) dan penguasaan kosa kata (mufrodat). Sedangkan hasil penelitian Abidin Fuadi Nugroho lebih melihat prestasi belajar siswa. Skripsi. “Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul Yogyakarta”. penelitian tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” yang dilakukan peneliti lebih menitik beratkan pada hubungan antara kemampuan siswa dalam berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih di MA Ali Maksum. 2007 22 10 .penelitian ini adalah. semakin tinggi pula prestasi belajar yang diraihnya.22 Disamping hasil penelitian di atas. Sedangkan dalam studi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan Abidin Fuadi Nugroho. semakin tinggi motivasi belajar yang dimiliki siswa. Sebagaimana telah dikemukakan pada pembahasan sebelumnya. dikaitkan dengan motivasi belajar.

berupa bunyi yang digunakan oleh anggota kelompok sosial untuk bekerjasama dan saling berhubungan. yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama. masih banyak definisi lain yang dikemukakan para tokoh. bahasa diartikan sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer. bahasa juga dapat dimaknai dengan ucapan (perkataan) yang baik. yang berupa lambang bunyi suara yang dihasilkan alat ucap manusia. bahasa merupakan alat komunikasi sosial. Pengertian Bahasa Arab Secara etimologi.com. Diantaranya adalah: Sturtevent mendefinisikan bahasa sebagai sistem lambang sewenang-wenang. 77 25 UPI. Tinjauan kemampuan berbahasa Arab a. Sehingga perlu dilakukan penelitian. Sedangkan menurut Keraf. anaksastra. dalam google.24 Sedangkan dalam pengertian terminologi (istilah). didapatkan sampel bahwa kemampuan berbahasa Arab berkorelasi dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum. 1 23 11 . hal. bahasa didefinisikan secara berbeda oleh beberapa tokoh. Linguistik Sastra Jurnalistik.peneliti. cet. (22 Oktober 2009).blogspot.23 Disamping itu.25 Disamping definisi di atas. Kamus Besar Bahasa Indonesia. www. apakah ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. 1999). Harimurti mendefinisikan bahasa sebagai sistem Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hal. tingkah laku yang baik dan sopan santun.. Jam 07:40:00 WIB. 77 24 Ibid. Landasan Teori 1. Ke-10. E. berinteraksi dan mengidentifikasikan diri. (Jakarta: Balai Pustaka. hal.com. “Sosiolinguistik: Masyarakat Bahasa 1”.

dan realitas empirik di alam semesta ini. yang dimaksud dengan bahasa Arab dalam penelitian ini adalah. Makna. 17 Bernard Bloch and Trager. cet.27 Dengan melihat definisi-definisi yang telah diungkapkan di atas. (Jakarta: Gramedia. Dengan demikian. sebagai alat Harimurti Kridalaksana. “Outline of Linguistic Analysis”. 23 27 26 12 . 1982).lambang arbriter yang digunakan masyarakat untuk bekerja sama. lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap masyarakat Arab. dan lain sebagainya. Masyarakat Arab melahirkan bahasa Arab. 2006). berinteraksi dan mengidentifikasi diri. masyarakat Melayu menciptakan bahasa Melayu. hal. Seluruh fenomena simbolis yang terdapat dalam kehidupan manusia. 1984). terdapat kata kunci yang mengandung pengertian khusus.28 Dengan demikian. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa pada dasarnya merupakan sistem simbol yang ada di alam semesta raya. Psikolinguistik. Filsafat Bahasa Mengungkap Hakikat Bahasa. dapat dikatakan sebagai bahasa. cet. sebagai alat komunikasi bagi komunitas masyarakat tertentu. perkembangan bahasa berkelindan (seiring) dengan perkembangan alam dan zaman. misalnya masyarakat Jawa memiliki bahasa Jawa. sekaligus mengandung pengertian umum. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan bahasa adalah lambang bunyi suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Yakni kata “simbol”. Berdasarkan uraian definisi di atas. dalam Henry Guntur Tarigan. Ke-1. dan Tanda. (Bandung: Angkasa. hal.26 Sedang menurut Bloch dan Trager. Ke-1. bahasa adalah sistem simbol bunyi yang arbriter yang dipergunakan kelompok sosial sebagai alat untuk berkomunikasi. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Kamus Linguistik. hal. 66-67 28 Asep Ahmad Hidayat.

bahasa Arab Smitik merupakan bahasa terbesar (mayoritas) dari sekian banyak rumpun dalam bahasa Arab. “Metodologi Pengajaran Bahasa Arab Untuk Jurusan Bahasa Arab”. hal. kitab dan berbagai media ilmiah lainnya. yakni bahasa Arab fushah (fasih dan resmi) dan bukan bahasa pasaran (‘amiyah). serta hal-hal yang melingkupinya. bahwa yang dimaksud dengan bahasa Arab dalam penelitian ini adalah bahasa Arab di dalam kitabkitab fiqih yang menjadi rujukan dan pegangan utama guru dalam proses pengajaran dan pembelajaran fiqih kepada siswa Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. hal. Sejarah Perkembangan Bahasa Arab Bahasa Arab merupakan bahasa Semitik yang muncul dari daerah Semit (sekarang termasuk wilayah Arab Saudi). (2008). Yakni orang yang menggunakan bahasa Arab (berbahasa Arab). Kamus Besar Bahasa Indonesia. termasuk bahasa Arab yang dipakai dalam literatur. Penambahan kata depan “ber” dalam kata bahasa pada skripsi ini (menjadi berbahasa) menunjukkan bahwa yang menjadi titik tekan dalam penelitian ini adalah orang (bukan bahasanya). Secara kuantitatif.berkomunikasi dan menyampaikan pesan (lisan dan tulisan). Yogyakarta: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. buku. Akhirnya dapat disimpulkan. bahasa Arab Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.29 Sehingga dalam penelitian ini tidak akan memberikan ulasan secara spesifik tentang karakteristik bahasa Arab. 01 30 29 13 . 78 Busyari Madjidi.30 b. Secara historis.

termasuk bahasa Indonesia. Bahasa Arab telah memberi banyak kosa kata kepada bahasa lain di dunia Islam.com.33 Ibnu Aziz. Sehingga mayoritas umat Islam tidak lagi mempelajari bahasa Arab.. hal. khususnya dalam bidang sains. was posted on Friday.blogspot. “Definisi Bahasa Arab”.31 Bahasa-bahasa ini dituturkan di seluruh dunia Arab. 1 No1 (2004). www. “Al-‘Arabiyah”.com.berkerabat dekat dengan bahasa Ibrani dan bahasa Aram. ketika tujuan pragmatisnya (membaca al-Qur’an dan menjalankan ibadah) telah tercapai. Bahasa Arab modern berasal dari bahasa Arab klasik yang telah menjadi bahasa kesusasteraan dan bahasa liturgi Islam sejak dari abad ke-6 Masehi. bahasa Arab dipelajari oleh orang Islam hanya dalam rangka tujuan praktis yaitu ibadah. Vol.ibnuaziz83. Bahasa Arab modern telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 sub bahasa dalam ISO 639-3. (21 November 2008) 32 Ibid. dalam Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 33 Mansur. sedangkan bahasa Arab baku telah tersebar dan dikaji di seluruh dunia Islam (‘araby dan ‘ajamy). matematika dan filsafat.32 Dalam perjalanan sejarahnya. bahasa Arab juga merupakan alat utama budaya. 71-72 31 14 . dalam google. Hal ini menjadikan bahasa Arab banyak diasimilasi menjadi bahasa masyarakat Eropa. Semasa abad pertengahan. Bahasa Arab tidak diposisikan sebagai media untuk melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban masyarakat muslim.

c. 29 Oktober 2009).id. Linguistik Sastra Jurnalistik “Sosiolinguistik: Hubungan Bahasa dengan Budaya”. Fungsi Bahasa Arab Secara umum.com.antropologi .ac. bangsa atau negara tertentu akan mengalami kesirnaan.36 Hewan dan makhluk-makhluk lain di dunia ini tidak memiliki bahasa. Sedangkan di sisi yang lain. hal. “Bahasa dan Dinamika Masyarakat”. (Rabu. bahasa suatu komunitas. manusia mampu membentuk lambang atau memberi nama guna menandai setiap kenyataan. Bahkan tidak menutup kemungkinan.37 Oleh karenanya. “Sosiolinguistik: Hubungan Bahasa dengan Budaya”.ugm. Disatu sisi. 2 QS. serta dipakai oleh komunitasnya sebagai alat komunikasi. akan tetapi luwes dan selalu berubah. bahasa memiliki beberapa fungsi. bahasa tidak bersifat permanent. bahwa bahasa sebagai alat komunikasi hanya dimiliki oleh manusia.34 Bagi sebuah bangsa. Al-Baqarah (2) : 31-33 UPI. www. bahasa merupakan salah satu ciri atau tanda yang membedakan dengan bangsa lain.35 Bahasa juga berfungsi sebagai alat komunikasi. 2 15 . Diantaranya adalah sebagai identitas bangsa atau Negara.15 WIB 35 Ibid 36 37 38 34 UPI.38 Fakultas Ilmu Bahasa UGM. Kelangsungan hidup sebuah bahasa sangat dipengaruhi oleh budaya dan dinamika yang terjadi serta dialami penuturnya.fib. hal. bahasa dapat menjadi salah satu faktor kebanggaan serta perekat semangat nasionalisme suatu bangsa. Linguistik Sastra Jurnalistik. seiring dengan tuntutan perkembangan zaman. bahasa hidup dan berkembang dalam masyarakat. jam 20. Implementasinya. Para ahli bahasa menegaskan. dalam google.

(Bandung: Sinar Baru Algensindo. hal. yakni:40 1) Kemampuan membaca (qiro’ah / reading skills) Membaca merupakan salah satu ketrampilan dalam berbahasa. dalam yahoo. Sehingga untuk dapat mempelajari nilai-nilai agama Islam secara baik dan maksimal. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA. Dilihat dari tingkat kemampuan membacanya. 2005). diperlukan kemampuan berbahasa Arab secara baik dan memadai. hal.html. jika belum mampu membaca naskah atau tulisan dalam bahasa Arab.blogspot. hal. ada tiga golongan pembaca bahasa Arab. 57-61 41 Panitia PPL 1 Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.750 39 16 . Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca? Suatu Teknik Memahami Literature Yang Efisien. pembaca kritis dan pembaca kreatif. Indikator Kemampuan Berbahasa Arab Seseorang dikatakan mampu untuk berbahasa Arab dengan baik adalah ketika ia memiliki empat ketrampilan berbahasa.com. 1 40 Nurhadi. d. Kemampuan membaca kritis merupakan kemamAbdul Munir Sape.41 Kemampuan membaca literal adalah kemampuan pembaca mengenal dan menangkap bahan bacaan yang tertera secara tersurat (eksplisit). Seseorang belum dikatakan memiliki kemampuan berbahasa Arab secara baik. bagi masyarakat muslim Indonesia bahasa Arab juga berfungsi sebagai alat untuk melakukan proses pengkajian dan pendalaman terhadap nilai-nilai agama Islam. bahwa sumber utama nilai-nilai agama Islam adalah al-Qur’an. 2008). http://dorokabuju. sedangkan alQur’an diturunkan dalam bahasa Arab. (Yogyakarta.com/ 2009/06/belajar-bahasa-arab-keharusan. yakni: pembaca literal.Disamping beberapa fungsi dia atas. MA. “Belajar Bahasa Arab-Keharusan”. SMALB. Dan MAK”.39 Sebagaimana telah disinggung pada bagian sebelumnya.

Yogyakarta: Skripsi. mensintesa dan menilai. memahami. (Malang: Misykat. tetapi yang mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untuk kepentingan sehari-hari.42 Dalam konteks membaca bahasa Arab. hal. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. makna antar baris (reading between lines) dan makna dibalik baris (reading beyond the lines). Sedangkan membaca analitis bertujuan untuk melatih siswa agar memiliki kemampuan mencari informasi dari bahan atau literatur yang tertulis tertulis (berbentuk tulisan). 19 42 17 .puan pembaca mengolah bahan bacaan secara kritis untuk menemukan keseluruhan makna bahan bacaan. Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren alLuqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning. hal. Membaca rekreatif bertujuan memberikan latihan kepada siswa untuk membina minat dan kecintaan membaca. 2008. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. 2004). Syaiful. Syaiful.)أﻟﻘﺮاءةاﻟﺠـﻬﺮﻳـــﺔ‬ membaca dalam hati (‫.)أﻟﻘﺮاءةاﻟــﺼﺎﻣـﺘـــﺔ‬ membaca cepat (‫ . Diantaranya adalah membaca keras (‫. terdapat beberapa jenis membaca. menganalisa. Fuad Efendi.)أﻟﻘﺮاءةاﻟـﺘﺤﻠـــﻴﻠﻴــﺔ‬Membaca keras merupakan jenis membaca yang dilakukan dengan suara jelas dan dapat dimengerti orang lain. Sedangkan kemampuan membaca kreatif adalah membaca yang tidak sekadar menangkap makna tersurat (reading the lines). Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren alLuqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning. baik pokok maupun rinciannya. Membaca dalam hati bertujuan memperoleh pengertian. hal. Membaca cepat bertujuan untuk menggalakkan siswa agar berani membaca lebih cepat daripada kebiasaannya.)اﻟﻘﺮاءةاﻟﺴﺮﻋﺔ‬membaca rekreatif (‫ )أﻟﻘﺮاءةاﻹﺳـﺘﻤـﺘﺎﻋـﻴــﺔ‬dan membaca analitis (‫ 34. baik makna tersurat maupun makna tersiratnya melalui tahap mengenal. 44 M. 126 44 M. 18 43 A.

c) Mampu mengungkapkan pendapat dan perasaan. 767 45 18 . dan kalimat dengan huruf ejaan. serta tanda baca yang tepat. 767 46 Ibid. secara tertulis yang mencerminkan kecakapan menulis dengan tepat. MA. frasa. a) Mampu menyampaikan informasi secara lisan dengan lafal yang tepat dalam kalimat sederhana. b) Memperoleh informasi umum dan atau rinci dari berbagai bentuk wacana lisan sederhana secara tepat. frasa atau kalimat) dalam suatu konteks dengan mencocokkan dan membedakan secara tepat. Diantaranya adalah.46 4) Kemampuan berbicara (kalam / speaking skills) Kemampuan berbicara menggunakan bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa bentuk. Diantaranya adalah. b) Melakukan dialog sederhana dengan Team PPL 1 Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dan MAK”. tanda baca.. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA. SMALB. Diantaranya adalah. b) Mampu mengungkapkan informasi secara tertulis dalam kalimat sederhana sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan menggunakan kata.2) Kemampuan menulis (kitabah / writing skills) Kemampuan menulis siswa dalam bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa hal. a) Mengidentifikasi bunyi huruf Hijaiyah dan ujaran (kata. a) dapat menulis kata.45 3) Kemampuan mendengarkan (istima’ / listening skills) Kemampuan mendengarkan bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa aspek. hal. frasa dengan huruf. hal. dan struktur yang tepat.

467 48 47 19 . (Bandung : Sinar Baru Algensindo. kedudukan sebuah kata dalam struktur kalimat. c) Menyampaikan pendapat dan perasaan secara lisan dengan lancar sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan berkomunikasi dengan santun dan tepat. H. Kamus Ilmiah Populer. Kosa Kata Pengajaran. prestasi diartikan sebagai hasil yang telah dicapai. dan lain sebagainya.. perubahan akhir kata (i’rab).. Terjemahan Matan Kailani dan Nadham al-Maqsud berikut penjelasannya. semakin banyak mufrodat yang dimiliki seseorang.G Tarigan. Moch. Sedangkan Ilmu sharaf adalah ilmu yang mempelajari perubahan bentuk kata dalam bahasa Arab.49 Sedangkan menurut H. hal.48 Menurut Fahmi. 33 50 Tarigan. maka mudahlah kita untuk menguasai aspekaspek yang lainnya. 2005). Jika penguasaan kata pada aspek ini telah memadai. ”kualitas berbahasa seseorang jelas tergantung pada kualitas dan kuantitas mufrodat (perbendaharaan kata) yang dimilikinya.51 Senada dengan pengertian tersebut. (Bandung: Angkasa. Pengertian Prestasi Belajar Secara bahasa. hal.50 2.lancar dan benar yang mencerminkan kecakapan berkomunikasi dengan santun dan tepat. diperlukan penguasaan ilmu nahwu & shorof.. edisi revisi. 2000). dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan prestasi Ibid. 1986). (Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group. cet. VII. Tinjauan prestasi belajar a. hal. iii 49 Radhliyah Zaenuddin. maka semakin besar pula ketrerampilan berbahasanya”. G. yang harus diprioritaskan dari empat aspek kemahiran berbahasa Arab adalah aspek yang pertama yaitu membaca. Metodologi & Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab. hal. dkk. 02 51 Adi Satrio. Anwar. hal. (2005). 767 Ilmu nahwu adalah ilmu tata bahasa Arab yang mempelajari susunan kalimat.47 Untuk dapat menguasai empat aspek ketrampilan berbahasa Arab di atas.

2008). 2008). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. yang pada umumnya (perubahan tesebut) bersifat permanen. setelah orang tersebut melakukan atau mengerjakan suatu pekerjaan tertentu. Sedangkan belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya tingkah laku.53 Disamping definisi tersebut.com. www. (Bandung: Maestro.sunarto mbs. belajar adalah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus. hal. hal. 90-91 55 Ahmad Tafsir. Misalnya. Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah. 787 Sunarto. Kamus Besar Bahasa Indonesia. belajar merupakan perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. Perubahan itu sendiri berangsur-angsur dimulai dari sesuatu yang tidak dikenalnya. (Bandung: Remaja Rosdakarya. pertama. secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. untuk kemudian dikuasai atau dimilikinya dan dipergunakannya sampai pada suatu saat dievaluasi oleh yang menjalani proses belajar itu. 67 53 52 20 . prestasi merupakan hasil yang telah dicapai oleh seseorang.wordpress. dalam google. 2009-01-05 54 Muhibbin Syah.55 Bertolak dari berbagai definisi di atas.52 Dengan demikian. hal. sebagai hasil dari terbentuknya respon utama.com.adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan atau dikerjakan). “Pakem Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Dan Menyenangkan”.54 Sedangkan Mahfud Shalahuddin mendefinisikan belajar sebagai: Suatu proses perubahan tingkah laku melalui pendidikan atau lebih khusus melalui prosedur latihan. Chaplin memberikan batasan belajar dengan dua rumusan. para psikolog dan ahli pendidikan mendefinisikan belajar secara berbeda-beda. Kedua. Science fun.

afektif dan psikomotor. Saturday. Dengan demikian. tingkat keberhasilan siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010. masnaguib. dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu yang relatif menetap (permanent) sebagai hasil atau akibat dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Sedangkan yang dimaksud dengan prestasi belajar fiqih dalam penelitian ini adalah. 132 M. Sedangkan Winkel mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. dalam google. ”Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mesir”. Arif Gunarso mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usahausaha belajar.56 Senada dengan kedua pendapat di atas. 2006. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. hal.com. 5 57 56 21 . dan dapat diukur dengan alat atau tes tertentu. prestasi belajar dapat dimaknai sebagai “taraf keberhasilan murid atau santri dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah atau pondok pesantren yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu”. yang Muhibbin Syah.57 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan yang dicapai dari suatu kegiatan atau usaha yang dapat memberikan kepuasan emosional. hal. Berdasarkan uraian tentang pengertian prestasi dan belajar di atas. www. setelah menempuh proses pembelajaran dalam mata pelajaran Fiqih.blogspot.yang relatif menetap (permanent) sebagai hasil pengalaman.com. February 04. Zainun Najib.

Diantara faktor-faktor tersebut adalah. masyarakat dan lain sebagainya. pengelompokan siswa b) faktor-faktor sosial di sekolah yaitu sistem sekolah. keadaan waktu dan tempat.diukur dengan tes tertentu dan diwujudkan dalam bentuk nilai atau skor dan dituangkan dalam buku raport. faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Faktor dari dalam diri siswa meliputi: a) faktor psikis yaitu: IQ. interaksi guru dengan siswa. S. 58 22 . minat dan kondisi akibat keadaan sosiokultural. kemampuan belajar. 2009 59 Suryabrata. 2002).59 Yahya Asnawi. dan lingkungan. sekolah.areefah. www.58 b.tk. (Jakarta : CV. 233. “Kajian Teoritis Prestasi Belajar”. sikap dan perasaan. misalnya fungsi penglihatan. Secara lebih rinci. fasilitas belajar. yang dapat dibedakan menjadi 2 bagian. 2) Faktor dari luar diri siswa: a) faktor pengatur belajar mengajar di sekolah yaitu kurikulum pengajaran. keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar. pendengaran dan lain sebagainya.com. Dan c) faktor situasional yaitu keadaan sosial ekonomi. e-mail:@reefah@yahoo. Rajawali. b) Faktor fisiologis atau faktor biologis. sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga. yakni: (1) keadaan jasmani. disiplin sekolah. perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhinya. dan (2) keadaan fungsi-fungsi fisiologis tertentu. motivasi belajar. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Untuk mencapai prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan. status sosial siswa. hal. Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri siswa dapat bersifat biologis dan psikologis. Psikologi Pendidikan. faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor internal) dan faktor yang barasal dari luar diri siswa atau (faktor eksternal).

bakat dan lain sebagainya. yang harus diajarkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. fungsi dari masing-masing anggota badan. waktu dilaksanakannya belajar. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa juga dapat dibedakan menjadi dua bagian. minat.62 Dengan demikian. 276 61 60 23 . yang dimaksud dengan mata pelajaran fiqih adalah pelajaran tentang hukum Islam. proses belajar yang dilalui. Mata Pelajaran Fiqih a.Berdasarkan uraian di atas. seperti keadaan fisik. yakni faktor yang bersifat psikologis seperti IQ. serta faktor yang bersifat biologis. mata pelajaran diartikan dengan ”pelajaran yang harus diajarkan (dipelajari) untuk sekolah dasar atau sekolah lanjutan”. Kamus Besar Bahasa Indonesia. dalam pengertian bahasa. dan lain sebagainya. hal. hal. 636 Much. 1994). pola hidup masyarakat. dan lain sebagainya. motivasi. (Yogyakarta: Dian Yogyakarta. 3.06 62 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dachlan Arifin. Kamus Besar Bahasa Indonesia.60 Sedangkan fiqih diartikan dengan mengetahui dan memahamkan. Pengertian Secara bahasa. hal. yakni kelompok yang berasal dari dalam diri siswa dan kelompok yang bersal dari luar dirinya. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa dibagi ke dalam dua kelompok. suasana lingkungan sekolah.61 Namun yang dimaksud dengan fiqih di sini adalah ilmu yang mempelajari tentang hukum Islam. Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih. Sedangkan faktor yang berasal dari luar diri siswa diantaranya adalah kondisi lingkungan keluarga.

Secara istilah. hal. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan mata pelajaran fiqih di sisni adalah pelajaran tentang hukum Islam yang mengatur perilaku seorang mukallaf. yang digali dari al-Qur’an. yang diterima dari Allah dengan perantaraan kitab suci (al-Qur’an) dan sunnah Rasulullah. baik wajib. Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih.64 Berdasarkan uraian di atas. baik yang bersifat ubudiyah (hubungan dengan Allah) maupun amaliyah (berhubungan dengan sosial). segala rumusan tentang tujuan dan kompetensi pendidikan Madrasah Aliyah Much. serta dalil-dalil syara’ lainnya. haram. Dachlan Arifin.. Salam Qobbany mendefinisikan ilmu fiqih sebagai ilmu yang menerangkan segala hukum yang dipetik dari dalil-dalil yang tafsili. fiqih didefinisikan sebagai ilmu yang menerangkan hukum-hukum Allah terhadap perbuatan para mukallaf. Muhammad Abd. yang harus dipelajari (diajarkan) kepada siswa sekolah dasar hingga sekolah lanjutan (menengah). b. baik untuk jenjang sekolah dasar maupun jenjang lanjutan. 1994). (Yogyakarta: Dian Yogyakarta.05 64 Ibid. Diantaranya. sunat. Sunnah Rasul dan sumber-sumber hukum Islam lainnya.63 Sedangkan menurut Ibnu Khaldun. makruh maupun mubah. fiqih didefinisikan secara berbeda oleh para tokoh. Kompetensi Pembelajaran Fiqih Di Madrasah Aliyah Sebagai sub sistem dari sistem pendidikan Nasional. 06 63 24 .(dipelajari) oleh siswa sekolah. hal. seperti ijma’ dan qiyas.

tidak dapat dilepaskan dari tujuan pendidikan Nasional. Secara umum, rumusan kompetensi dasar bagi Madrasah Aliyah adalah: 1) Memahami ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah, demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2) Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna 3) Berperilaku terpuji seperti husnuzzhan, taubat dan raza dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof, tabdzir & fitnah 4) Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam. 5) Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia.65 Secara lebih khusus, dalam keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah / Keagamaan, disebutkan bahwa mata pelajaran fiqih dimaksudkan untuk

memberikan bekal kepada siswa agar lebih mampu memahami ajaran Islam dalam aspek hukum.66 Dengan demikian, kompetensi mata pelajaran fiqih pada Madrasah Aliyah adalah terbentuknya sumber daya manusia muslim Indonesia yang memahami terhadap ajaran Islam, khususnya dalam aspek hukum. c. Ruang Lingkup Materi dalam Pembelajaran Fiqih Secara umum, ruang lingkup materi dalam pembelajaran fiqih terbagi dalam 4 bagian, yakni 1) berkaiatan dengan urusan akhirat (ibadah), 2) berkaitan dengan urusan dunia (mu’amalah),

3) berhubungan dengan kelangsungan hidup manusia (munakahat),
Badan Standar Nasional Pendidikan, SKL-Mata Pelajaran SMK/MAK, hal. 68 Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah Keagamaan, Bab III huruf D butir 10, hal. 13
66 65

25

4) berhubungan dengan kepentingan umum (’uqubat).67 Sedangkan menurut Hasbi Ashiddieqy, ruang lingkup mata pelajaran fiqih meliputi terhadap berbagai hal, sebagai berikut: 1) Ibadat, mencakup tentang taharah, shalat, jenazah, puasa, zakat, haji, ...2) AL-Ahwal asy-syahsiyyah, yang meliputi: nikah dan berbagai hal yang melingkupinya, wasiat, waris, radla’ah, hadlonah dan perwakilan 3) Al-Muamalah al-Madaniyah, yang meliputi: jual beli, sewa menyewa hutang piutang, gadai, rahn, syuf’ah, salam, ... 4) Al-Muamalah Al-Maliyah, meliputi: Baitul Mal, perbendaharaan negara, ... 5) Uqubat, meliputi: Qishas, hudud, ta’zir, ... 6) Al-Ahkam al-Murofa’at (mukhossomat), meliputi: peradilan, hakim, gugatan, 7) Al-Ahkam As-Sultoniyah, meliputi: kepala negara, rakyat, musyawarah, ... 8) Al-Ahkam Ad-Duwaliyah meliputi: hubungan antar negara, perang, ...68 Dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah / Keagamaan bahan kajian yang tercakup dalam mata pelajaran fiqih adalah ibadah, mu’amalah, ath’imah, munakahah, faraidh dan wasiat, uqubat, qadhaf, serta perbandingan madzhab dalam beberapa hukum tertentu.69 Bagi Madrasah Aliyah Ali Maksum, pada dasarnya ruang lingkup pembelajaran fiqih tetap mengacu terhadap SK Menteri Agama no. 374 di atas. Namunn dalam prosesnya pembelajaran fiqih di MA Ali Maksum dilakukan secara lebih detil, dengan menggunakan berbagai pendapat ulama terkait dengan suatu permasalahan hukum tertentu, khususnya pendapat yang dikemukakan oleh ulama dalam lingkungan madzhab Syafi’i. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran

Much. Dachlan Arifin, Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih, hal. 15 Ibid., hal. 22 - 24 69 Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah Keagamaan, Bab III huruf D butir 10, hal. 13
68

67

26

dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan atau litaratur berupa kitab, yang mayoritas hasil karya ulama madzhab Syafi’i. F. Hipotesis Guna menjawab rumusan masalah yang diajukan, maka hipotesis atau jawaban sementara yang akan dibuktikan kebenarannya melalui proses penelitian ini adalah; “Ada hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010”. G. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan atau penelitian “kancah” (field research),70 yakni suatu penelitian yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke lapangan atau lokasi penelitian. Sedangkan dilihat dari sifat datanya, penelitian ini termasuk penelitian “kuantitatif-korelasional”. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian ilmiah yang sistematis dengan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan dengan fenomena alam.71 Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antar variable.72 Sedangkan penelitian korelasional merupakan

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1996), hal. 11. 71 Abdul Rohim, “Penelitian Kuantitatif dengan Masalah-Masalahnya”, www. ariemcool. multiply.com dalam Yahoo.com, 2008, hal. 1 72 Ibid, hal. 2

70

27

jonathan sarwono. proses pengolahan data perlu dilakukan dengan menggunakan metode analisis statistik. Karena penelitian ini menitik beratkan pada hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih yang merupakan Jonathan Sarwono.73 Secara sederhana. grafik atau diagram.teknik analisis yang termasuk dalam salah satu teknik pengukuran asosiasi atau hubungan (measures of association). Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan statistik. dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel. Teori Analisi Korelasi. Dengan demikian. yakni variabel bebas (kemampuan berbahasa Arab) dan variabel terkait (prestasi belajar fiqih). Pengukuran asosiasi merupakan istilah umum yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel. Disamping itu. Penentuan jenis penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa data-data dalam penelitian ini berbentuk angka. penelitian korelasional adalah penelitian untuk mengetahui hubungan antar dua variabel. Dengan demikian. untuk mengetahui hubungan antar variable. 2. dengan menggunakan data-data berupa angka serta analisa statistik. dengan bersumber pada realitas atau fenomena empirik yang bersifat obyektif.com 73 28 . penelitian kuantitatif-korelasional merupakan penelitian ilmiah yang dilakukan secara sistematis. yang disajikan dalam bentuk tabel.info/korelasi/korelasi.htm dalam yahoo. Mengenal Analisis Korelasi www.

75 Secara ideal. Dengan demikian. yang melibatkan berbagai komponen dan individu di dalamnya. Sosiologi Agama. dilihat dari kemampuan berbahasa Arab siswa. (Jakarta: Rineka Cipta. Penentuan pendekatan statistik dalam penelitian ini didasarkan pada tujuan penelitian yang berusaha untuk mengetahui hubungan antara prestasi belajar fiqih. Populasi dan Sampel Penelitian a. Namun demikian.hasil dari kegiatan belajar mengajar dan proses pendidikan. maka pendekatannyapun menjadi pendekatan “statistik-pedagogis”. 102 29 . 2000). Yang dimaksud dengan pendekatan statistik adalah metode analisis data untuk mengetahui interelasi dan bentuk-bentuk interaksi yang terjadi di tengah kehidupan suatu kelompok. (Bandung : Rosda Karya. hal. yakni kelompok masyarakat pendidikan. metode analisis data untuk mengetahui interelasi dan bentuk-bentuk interaksi di tengah proses belajar mengajar di MA Ali Maksum. Prosedur Penelitian. penelitian harusnya dilakukan terhadap seluruh anggota populasi. hal. yang dimaksud dengan pendekatan statistik-pedagogis dalam penelitian ini adalah. jika jumlah populasi lebih dari 100 orang. 3. 1998). 90 Suharsimi Arikunto.74 Sedangkan istilah pedagogis merupakan pembatasan atas kelompok yang dimaksud. penelitian dapat 74 75 Dadang Kahmad. Dengan pendekatan statistik peneliti bermaksud untuk melihat hasil internalisasi dan eksternalisasi materi fiqih. Populasi Populasi atau universe merupakan keseluruhan unsur atau elemen yang menjadi obyek penelitian.

Karena jumlah siswa kelas XII MA Ali Maksum berjumlah 113 siswa. Sampel merupakan suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan yang dianggap dapat menggambarkan populasinya.dilakukan terhadap sebagaian dari populasi. 2002). Sampel dan Teknik Sampling Sebagaimana telah dikemukakan di atas.IPS TOTAL PUTRA 18 11 17 46 PUTRI 15 27 25 67 JUMLAH 33 38 42 113 b. maka penelitian dapat dilakukan terhadap sampel. TA 2009/2010. jika jumlah populasi lebih dari 100 orang. diambil tgl 2 Nov 2009 Irawan Soehartono. hal. Dalam penelitian ini. stratified Data Dokumentasi Sekolah MA Ali Maksum. (Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Secara lengkap rincian populasi yang berjumlah 113 siswa dapat dilihat dalam tabel berikut ini (Identitas populasi dapat dilihat dalam lampiran I). maka penelitian ini akan dilakukan melalui sampel. atau yang sering disebut dengan penelitian sampel. Metode Penelitian Sosial. 57 77 76 30 . yang dimaksudkan dengan populasi penelitian adalah: seluruh siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010.77 Untuk menentukan sampel (teknik sampling). random sampling.IPA XII .MAK XII . terdapat beberapa cara yang dapat dipergunakan. yang berjumlah 113 siswa. Tabel 1 76 Populasi Penelitian Kelas XII . Diantaranya adalah.

Untuk menentukan jumlah sampel pada tiap-tiap kelas. dengan Sutrisno Hadi. Sampel (n) 76 80 86 92 97 . ditetapkan sebanyak 92 sampel.. sedangkan jumlah populasi 120 orang. untuk populasi 110 orang. penentuan sampel dilakukan dengan teknik stratified proportional random sampling.sampling. 36 40 44 48 52 Populasi (N) 65 70 75 80 85 90 Sampel (n) 56 59 63 66 70 73 Populasi (N) 95 100 110 120 130 ... Teknik Sampling. yakni 110 populasi. Sehingga dalam penelitian ini (dengan jumlah populasi sebanyak 113 siswa) dinisbatkan pada jumlah populasi terdekat. 40 45 50 55 60 Sampel (n) ... 120 79 Hasan Musthafa. 1994) hal. Untuk menentukan jumlah sampel. (Yogyakarta : Yasbit Fakultas Psikologi UGM. ditetapkan 86 sampel. artikel tidak diterbitkan. Metodologi Research. hal. dilakukan dengan teknik proporsional. peneliti menggunakan teknik proposional dari tabel Krejcie dan Morgan. Berdasarkan tabel sampel yang dikemukakan Krejcie dan Morgan di atas. proportional sampling. Sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel. 4 78 31 .78 Dalam penelitian ini. jumlah sampel dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 86 responden....... purposive sampling. dan double sampling. cluster sampling. probability sampling. Dengan demikian. 2000. sebagai berikut. Tabel 2 79 Penentuan Jumlah Sampel Populasi (N) .. quota sampling.

42 11 : 113 x 86 = 8.03 JML. serta kepala sekolah. Data atau informasi yang diperoleh harus benar-benar relevan serta bertalian.perhitungan dan hasil sebagaimana terlihat dalam tabel berikut (Identitas sampel dapat dilihat dalam lampiran II). untuk mendapatkan data yang akurat.70 15 : 113 x 86 = 11. Tabel 3 Proporsi Jumlah Sampel KELAS XII MAK PUTRA XII MAK PUTRI XII IPA PUTRA XII IPA PUTRI XII IPS PUTRA XII IPS PUTRI JUMLAH JML. data merupakan faktor penting yang menuntut terpenuhinya unsur relevansi. guruguru non mata pelajaran fiqih. mengena dan tepat dengan pokok permasalahan yang diteliti (akurat). karyawan dan siswa kelas I serta kelas II dilingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. SISWA 18 15 11 27 17 25 113 PROPORSI KELAS 18 : 113 x 86 = 13. Metode Pegumpulan Data Sebagai sebuah penelitian ilmiah. Tokoh masyarakat. 5. 32 .55 17 : 113 x 86 = 12. pengurus Yayasan Ali Maksum. Oleh karena itu.37 27 : 113 x 86 = 20. Subyek dan Informan Penelitian Yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran fiqih dan siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. diperlukan penggunaan metode pengumpulan data yang sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan.94 25 : 113 x 86 = 19. SAMPLE 14 11 8 21 13 19 86 4. Sedangkan pihak-pihak yang dijadikan informan penelitian adalah.

angka berjarak atau ukuran. hal. (Jakarta : Raja Grafindo Persada. sedangkan data dari variabel kontinum. 99 Anas Sudijono. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data statistik. hal. pengumpulan data dalam penelitian tentang “Korelasi antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” dilakukan dengan menggunakan metode-metode sebagai berikut.80 Secara umum. disebut data kontinum dan berupa tingkatan. yang dimaksud dengan data adalah hasil pencatatan peneliti. yang berarti tidak meng- 80 81 Suharsimi Arikunto. Untuk memenuhi harapan ini. 1996). yakni data diskrit dan data kontinum. baik yang berupa fakta maupun angka.Suharsimi Arikunto memberikan batasan. Metode Observasi Metode observasi merupakan cara untuk menghimpun bahanbahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan. 76 33 . dan berbentuk frekwenasi. sehingga data-data yang diperlukan adalah data yang berbentuk angka (kuantitatif). Dalam penelitian ini. Data dari variabel diskrit disebut dengan data diskrit.81 Sedangkan Irawan Soehartono menjelaskan bahwa observasi dibatasi sebagai pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan. data dapat digolongkan menjadi dua golongan. a. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Prosedur Penelitian.

Dalam pelaksanaannya observasi atau pengamatan dapat ditempuh melalui tiga cara yakni. observasi yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif (participant observation). hal. 69 Suharsimi Arikunto. melakukan kegiatan observasi dapat dilakukan dengan mempergunakan seluruh alat indera. b pengamatan tidak langsung (indirect observation).82 Sedikit berbeda dengan dua tokoh tersebut. 91 85 Anas Sudijono. pendengaran. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Dengan demikian. hal. yaitu pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat atau cara. 1987). baik dilaksanakan dalam situasi sebenarnya atau buatan.84 Berdasarkan uraian di atas. yakni observasi atau pengamatan. 146 84 Mohammad Ali. (Bandung : Angkasa. peraba maupun pengecap.83 Dalam pengertian psikologik. observasi atau pengamatan meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap obyek. baik penglihatan. Suharsimi Arikunto lebih cenderung mendefinisikan observasi dalam pengertian yang lebih luas. 1996. Metode Penelitian Sosial. hal.85 Metode observasi ini digunakan untuk mengamati berlangsungnya proses Irawan Suhartono . penciuman. Penelitian Kependidikan. yaitu pengamatan yang dilakukan tanpa perantara (secara langsung) terhadap obyek yang diteliti. yakni pengamatan yang dilakukan dengan cara ikut ambil bagian atau melibatkan diri dalam situasi obyek yang diteliti. dengan menggunakan seluruh alat indera. dimana observer (peneliti) melibatkan diri di tengah-tengah observe yang sedang diteliti. dan c) partisipasi. Prosedur dan Strategi. 77 83 82 34 . yakni setiap kerja pengamatan yang dilakukan untuk memperoleh gambaran dari obyek yang diteliti. a) pengamatan langsung (direct observation). hal. Prosedur Penelitian.ajukan pertanyaan-pertanyaan.

hal.86 Disamping itu. Ibid. ataupun audio visual yang disesuaikan dengan kebutuhan. 126 87 86 35 .88 Berdasarkan dua pendapat tersebut maka dapat disimpulkan. serta beberapa fenomena lain yang nampak. Metode Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak. Dalam pelaksanaan observasi. serta hal-hal lain yang ada di tempat penelitian. yang dilakukan dengan jalan tanya jawab secara sistematis oleh pewawancara terhadap terwawancara.87 Menurut Suharsismi Arikunto metode wawancara merupakan dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. Lexy. tetapi mencatat apa yang tampak). gedung sekolah. untuk mendukung terhadap proses dokumentasi terhadap fenomena yang ada. hal. bahwa metode wawancara merupakan suatu cara untuk mendapatkan data dalam sebuah kegiatan penelitian. 186 88 Suharsimi Arikunto. peneliti akan menggunakan pedoman observasi berbentuk bebas (pedoman yang tidak perlu ada jawaban. jika diperlukan. (Catatan hasil observasi dapat dilihat dalam lampiran VIII). peneliti juga akan memanfaatkan media perekam audio. sarana prasarana. yakni pewawancara (interviewer) dan terwawancara (interviewee). 1997). Metodologi Penelitian Kualitatif. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. seperti fasilitas. (Bandung: Remaja Rosda Karya.belajar mengajar pelajaran fiqih di dalam kelas. 86 Moleong J. hal. Cet.. 1993). (Jakarta : Rineka Cipta. II. b.

peneliti juga berusaha untuk menggali serta mencari penjelasan. Dalam penelitian ini akan menggunakan wawancara bebas terpimpin. Metode Dokumentasi Metode dokumen adalah metode pengumpulan data dengan cara mempelajari terhadap bahan-bahan dokumenter. interviewer tetap berpegang pada pedoman pokok variable penelitian yang telah ditetapkan89 (Panduan wawancara dapat dilihat dalam lampiran IX). dan wawancara bebas terpimpin. Di samping itu. Metode-Metode Penelitian Masyarakat.Dalam penggunaannya. Namun demikian.. wawancara terpimpin. Rineka Cipta. (Jakarta: PT. 61-92 90 36 . c. terutama terhadap data-data yang belum sepenuhnya dipahami oleh peneliti. dalam Koentjaraningrat (ed). (Jakarta: PT Gramedia. 1977). metode wawancara terbagi dalam beberapa bentuk. hal. agar proses wawancara tidak melenceng dari tujuan penelitian. Sehingga hubungan antara interviewer (pewawancara) dan interviewee (yang diwawancarai) terbangun secara luwes dan tidak kaku. dokumen lembaga dan lain sebagainya. laporan. Diantaranya adalah wawancara bebas. 2009). (Hasil wawancara dapat dilihat dalam lampiran X). hal. Dengan metode wawancara ini peneliti berusaha untuk mengumpulkan data-data baru tentang hal-hal yang belum diperoleh secara lengkap melalui metode obsrvasi. “Metode Penggunaan Bahan Dokumen”.90 Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto yang dimaksud dengan studi dokumen 89 S Margono.165 Sartono Kartodiredjo. Metodologi Penelitian Pendidikan. dengan metode ini. catatan harian. seperti surat.

buku. metode studi dokumen ini dipergunakan untuk” 1) Mengambil data variable X (kemampuan berbahasa Arab). seperti jumlah dan identitas siswa ataupun guru. Dalam penelitian ini. yakni nilai mata pelajaran fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010. yakni nilai mata pelajaran bahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010. 91 Suharsimi Arikunto. maka di sini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data melalui catatan. surat kabar. sebagaimana yang terdapat dalam buku raport. surat kabar dan sebagainya. serta catatan-catatan yang terkait dengan proses pelaksanaan pembelajaran di lingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. 2) Mengambil data variabel Y (prestasi Belajar Fiqih). hal. buku.adalah mengenai hal-hal atau variabel yang sama yang berupa catatan. 202 37 . sebagaimana yang terdapat dalam buku raport.91 Berdasarkan urian beberapa definisi yang dikemukakan di atas. 3) Melihat dan mengambil data tentang catatan-catatan penting yang terkait dengan subjek dan objek penelitian. majalah dan sebagainya.

ketrampilan membaca. Sehingga seseorang dikatakan mampu berbahasa Arab adalah ketika ia dapat membaca. Data kedua variabel penelitian tersebut diambil dengan memanfaatkan nilai raport mata pelajaran bahasa Arab dan mata pelajaran fiqih yang diperoleh masing-masing siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum pada semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010. setelah ia menjalani proses pembelajaran pada mata pelajaran fiqih di sekolah. mendengarkan dan berbicara dalam bahasa Arab. 7. menulis. Koding Setelah data-data penelitian terkumpul.6. Ketrampilan tersebut meliputi. peneliti tidak langsung melakukan analisa data. Proses klasifikasi jawaban semacam ini disebut dengan “koding” data. Definisi Konsep Variabel Kemampuan berbahasa Arab merupakan keadaan seseorang yang memiliki ketrampilan berbahasa Arab. Akan tetapi terlebih dahulu dilakukan proses klasifikasi menurut jenis. (prestasi belajar fiqih). sifat dan macam jawaban. 38 . Definisi Operasional Variabel Penelitian ini berusaha menjawab hubungan antara dua variabel. menulis. Yakni variabel independen atau bebas. Dengan demikian. (kemampuan berbahasa Arab). Sedangkan prestasi belajar fiqih merupakan kondisi yang dialami siswa. 8. dan variabel dependen atau tergantung. mendengarkan dan berbicara.

H. maka data-data yang telah terkumpul dimasukkan dalam tebel distribusi frekwensi. Analisis data ini berguna untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. Prestasi Pustakaraya. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui terhadap kategori data dari tiap-tiap variabel penelitian yang diperoleh. Hariyadi.koding data merupakan proses penetapan kategori jawaban mana yang sebenarnya tepat bagi pertanyaan tertentu. Teknik Analisis Data Teknik analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program komputer Microsoft Office Excel dan menggunakan teknik korelasi product moment. tinggi. Setelah proses koding dilakukan. 2009). Rumus yang digunakan dalam analisis data untuk menguji hipotesis adalah: (ΣX) (Σ Y) ΣXY N rxy = ΣX 2– (ΣX)2 ΣY N 2– (ΣY)2 N Keterangan: rxy = Koefisien korelasi x = Skor variabel bebas y = Skor variabel tergantung92 92 Moh. hal. Masing-masing varaibel (kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih) dikelompokkan dalam tiga kategori. sedang dan rendah. Statistik Pendidikan. yakni. (Jakarta: PT. 139 39 .

abstrak. daftar tabel. halaman judul skripsi. hipotesis yang diajukan ditolak. peneliti menggambarkan rencana serta tahapan penelitian yang akan dilaksanakan. BAB I merupakan bab pendahuluan. daftar gambar dan daftar lampiran. maka ho diterima dan ha ditolak. Bagian awal skripsi ini berisi tentang hal-hal yang bersifat legalitasformalitas. moto. Sitematika Pembahasan Penelitian tentang Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010 merupakan penelitian lapangan untuk mengetahui hubungan di antara dua variabel (Variabel X= kemampuan berbahasa Arab dan Variabel Y= prestasi belajar fiqih). Pada bagaian utama skripsi ini terbagi dalam 4 bab pembahasan. 2. 1. daftar isi. surat pengehashan. bagian utama dan bagian akhir. Oleh karena itu. sehingga kesimpulannya adalah. pembahasan dalam skripsi ini dibagi ke dalam 3 bagian. Apabila rhitung < rtabel. hipotesis yang diajukan diterima. surat pernyataan. Apabila rhitung > rtabel maka ho (hipotesisi nihil) ditolak dan ha (hipotesis alternatif) diterima. Secara garis besar. Kesimpulannya. kata pengantar. Selanjutnya pembahasan memasuki bagian utama. persembahan. Pada bagian ini. pembatasan 40 . surat persetujuan. Sehingga dalam bab I ini berisi tentang.Kesimpulan yang akan diambil dalam analisa data penelitian ini menggunakan ketentuan sebagai berikut. yakni bagian awal. pada bagian awal ini memuat tentang. I. latar belakang masalah. sebagai berikut.

Secara lebih rinci. metode penelitian. struktur organisasi. keadaan guru. Melalui uraian dalam bab I ini dapat diketahui alasan dilakukannya penelitian. khususnya yang terkait dengan kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih. keadaan siswa. baik yang bersifat teoritis maupun teknis. Oleh karena itu. keadaan karyawan. gambaran posisi penelitian ini diantara hasil-hasil penelitian terdahulu. sebagai acuan dan pedoman penelitian dalam melaksanakan proses penelitian lapangan. hipotesis penelitian. termasuk proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum yang dilakukan dengan menggunakan literatur berbahasa Arab (kitab). kajian pustaka. Dengan uraian dalam bab II ini diharapkan dapat memberikan informasi dan gambaran tempat penelitian secara lebih utuh. Sehingga pada tahapan-tahapan berikutnya tidak mengalami distorsi pemahaman.dan rumusan masalah. uraian dalam 41 . landasan dan tujuan pendidikan. pembahasan pada bab II ini meliputi tentang letak dan keadaan geografis. sejarah berdiri dan proses perkembangan. BAB III berisi uraian tentang hasil penelitian beserta interpretasi terhadap data-data penelitian yang diperoleh. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara utuh tentang berbagai aspek dan komponen yang ada di tempat penelitian. tujuan penelitian. teknik analisa data dan sistematika pembahasan. tujuan dan kegunaan penelitian. landasan teori. keadaan sarana dan prasarana serta proses pembelajaran fiqih yang dilaksanakan di lingkungan MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta. BAB II berisi gambaran tempat penelitian. serta uraian berbagai aspek. yakni MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.

reliabilitas. yang dibuat oleh peneliti dengan melihat temuan penelitian maupun simpulan penelitian. 42 . yang dirumuskan secara tegas. BAB IV berisi tentang simpulan dan saran. Pada bagian akhir skripsi ini peneliti menyertakan daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang mendukung proses penelitian. editing.bab ini meliputi tentang deskripsi data penelitian. Sedangkan saran merupakan masukan konstruktif yang bersifat operasional. Simpulan merupakan gambaran hasil dari semua tahapan penelitian yang telah dilakukan. analisis data (uji validitas. lugas dan mengacu pada permasalahan yang telah ditetapkan. koding dan tabulasi). uji hipotesis dan pembahasan berdasarkan pendekatan statistik-pedagosis.

dengan pusat pemerintahan propinsi 4 km. 2003). Sebelah utara 3.BAB II GAMBARAN UMUM MA ALI MAKSUM PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA A. Kraton Ngayogjakarta. Secara rinci. Sedangkan jarak antara Dusun Djunaidi Abd. Kecamatan Sewon. Dusun Krapyak Kulon merupakan daerah pinggiran perkotaan yang tidak jauh dari pusat-pusat perkotaan. hal. Sebelah barat 2. Kabupaten Bantul. Sebelah timur 4. namun secara geografis wilayah ini lebih dekat dan berbatasan langsung dengan Kelurahan Mantrijeron yang masuk ke dalam pemerintahan Kota Yogyakarta. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.5 km. Sebelah selatan : berbatasan dengan Dukuh Minggiran (Kota) : berbatasan dengan Dukuh Jogokaryan (Kota) : berbatasan dengan Dusun Krapyak Wetan (Bantul) : berbatasan dengan Dusun Glugo (Bantul) Sebagai dusun yang berada pada wilayah perbatasan antara Kabupaen Bantul dan Kota Yogyakarta. dan alun-alun besar sekitar 3 km.2 1. II (Yogyakarta : Elhamra Press. dan dengan Terminal Bus Giwangan 5 km. perbatasan pedukuhan Krapyak Kulon Desa Panggungharjo dapat digambarkan sebagai berikut. dengan Pasar Bringharjo sekitar 3. Cet. dkk. 20 1 . Desa Panggungharjo.1 Walaupun secara administratif Dusun Krapyak masuk dalam wilayah Kabupaten Bantul. hal. Jarak Dusun Krapyak Kulon dengan Masjid Agung Kauman. Syakur. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Letak dan Keadaan Geografis Madrasah Aliyah Ali Maksum terletak di Dusun Krapyak Kulon. dengan Stasiun Kereta Api Tugu 5 km. 20 2 Ibid.

5 km. dengan Kota Kecamatan 2. dan pendidikan tinggi. pendidikan menengah. Sedangkan pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. baik yang formal. Kondisi ini menjadikan perkembangan di wilayah Dusun Krapyak Kulon terjadi dengan pesat.4 Diantara lembaga pendidikan formal yang ada di wilayah ini adalah SDN Jageran. Madrasah Diniyah Krapyak di Yayasan Kodama Yogyakarta. 4 3 44 . MTs dan MA Ali Maksum. non formal maupun informal. pondok pesantren Ali Maksum. dkk. Syakur. Dusun Krapyak Kulon merupakan wilayah pinggiran perkotaan. pondok pesantren Al-Kandiyas. madrasah diniyah. Madrasah Diniyah Ali Maksum. ayat 11-13). di wilayah Dusun Krapyak Kulon terdapat beberapa lembaga pendidikan. yang dimaksud dengan Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. budaya. maupun yang lainnya. Lembaga Kursus Bahasa dan Komputer Abu Dabhi. Pondok Pesantren Al-Munawwir. Pes.3 Dengan melihat kondisi geografis di atas. sosial. Untuk lembaga Djunaidi Abd. baik dari sisi ekonomi. pondok pesantren Nurussalam. baik dalam bentuk pondok pesantren. Lembaga Kejar Paket A. pendidikan. 20 Th. serta beberapa lembaga sejenis lainnya. Madrasah Huffadz. 2003 Tentang Sisdiknas. Profil MA Ali Maksum Pon. Bahkan dari sisi pendidikan. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. B dan C Al-Kandiyas. (Bab I pasal 1. 21 Dalam UU RI No. Diantaranya adalah. hal. dengan Propinsi 4 km.5 km. Sedangkan lembaga pendidikan nonformal yang ada di wilayah ini cukup banya. dengan Kota Kabupaten 8 km.Krapyak Kulon dengan kantor Desa Panggungharjo adalah 1. Krapyak Yogyakarta. Madrasah Diniyah Al-Munawwir. maupun lembaga-lembaga kursus dan kejar paket. serta STIT dan STEI Alma Ata. pondok pesantren Diponegoro. SDIT Baik.

Drs. Di wilayah ini juga terdapat beberapa pabrik. Kelompok kedua ini diikuti sebagian kecil generasi pertama serta sebagian besar generasi kedua dan ketiga. serta TK Ndasari Budi I. SAMITEX SEWON. H. kelompok yang dalam kehidupannya mengalami perubahan karena terjadinya asimilasi budaya dan dampak dari pesatnya perkembangan teknologi informasi. Diantaranya adalah Lembaga Dakwah (Yayasan Kodama). Kunaini. Gula Jawa dan lain sebagainya. Kunaini. kelompok yang sudah terpengaruh oleh budaya baru yang dibawa pendatang.5 Disamping lembaga-lembaga pendidikan. Ketiga. pada tanggal 2 Januari 2010 di kediamannya. seperti PT. CV.pendidikan nonformal yang ada adalah. Bp. Lembaga Kesehatan Masyarakat (BKM Ali Maksum). kehidupan sosial-budaya masyarakat Dusun Krapyak Kulon terbagi menjadi tiga kelompok. Pertama. Magetan Putra. 5 45 .7 Wawancara dengan Dukuh Krapyak Kulon. Bp. 7 Wawancara dengan Dukuh Krapyak Kulon. Generasi ini diikuti oleh sebagian kecil generasi kedua dan ketiga. kelompok masyarakat yang masih berpegang teguh pada Budaya asli Jawa. Mukhlas Abdullah. PAUD Krapyak Kulon dan Play Group dan TK Baik. pada tanggal 2 Januari 2010 di kediamannya. di wilayah Dusun Krapyak Kulon juga terdapat beberapa lembaga atau sarana pelayanan masyarakat lainnya. pada tanggal 5 Januaria 2010 di kediamannya.6 Secara umum. Kedua. 6 Wawancara dengan Ketua RT 09 Krapyak Kulon. Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Al-Munawwir dan Rumah Sakit Umum Patmasuri. yang pengikutnya adalah generasi pertama. PT.

KH. dibentuk badan hukum berupa Yayasan. Pondok Pesantren Krapyak merupakan lembaga pendidikan non formal yang berorientasi pada pendidikan agama. Namun seiring dengan tuntutan perkembangan zaman. berbentuk MTs dan MA.9 Djunaidi Abd. Moenawwir) membuka program pendidikan formal.8 Sepeninggal KH. Krapyak Yogyakarta. hal. maka sejak tahun 1990. 22. beserta seluruh aset dan lembaga pendidikan yang ada di dalamnya. Syakur. 50 Tahun 1990. dikelola dan dimanaj oleh pengurus Yayasan Ali Maksum. yakni Yayasan Ali Maksum. selaku putra tertua dari KH. Ali Maksum sebagai putra menantu dari pendiri Pondok Pesantren Krapyak (KH. MA Krapyak berubah nama menjadi MA Ali Maksum. Ali Maksum. maka seluruh aset dan lembaga pendidikan yang merupakan peninggalan dari KH. hal. dengan didukung oleh seluruh kerabat dan pengurus Pondok Pesantren Krapyak memandang bahwa badan hukum Yayasan merupakan pilihan terbaik bagi masa depan pesantren. Ali Maksum (19111989 M). No. dkk. Ali Maksum (termasuk di dalamnya adalah MA Krapyak). dengan ditanda tanganinya Akta Notaris atas nama Daliso Rudianto SH. Atabik Ali. KH. 9 Ibid. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon. khususunya kajian tehadap al-Qur’an.B. Pes. Pada masa awal berdirinya. Sehingga pada tahun 1990. Ali Maksum (1989). Sejarah dan Perkembangan MA Ali Maksum Sejarah lahirnya Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak tidak dapat dilepaskan dari sosok dan jasa KH. 23 8 46 . Dengan masuknya MA Krapyak dalam sistem organisasi Yayasan Ali Maksum. yang diberi nama MTs dan MA Krapyak.

Secara lebih rinci. dinamika dan perkembangan MA Ali Maksum dari awal hingga saat ini. 22 Ibid. Salah satu bukti perkembangan yang paling signifikan adalah lahirnya kepercayaan pemerintah. Hasbullah Abdul Syakur (1970-1996) Seiring dengan kesibukan KH. yakni menjadi MTs 3 tahun dan MA 3 tahun. madrasah aliyah mengalami perkembangan yang cukup pesat. berada di bawah komando dan kepemimpinan KH.11 2. yang merupakan putra menantu dari KH. Masa Kepemimpinan KH. 1. Pemisahan antara MTs dengan MA baru terjadi pada tahun 1979. Ali Maksum. yakni mulai dari awal berdirinya (1962) hingga tahun 1970. termasuk di dalamnya Madrasah Aliyah. Ali Maksum (1962 – 1970) Lahirnya madrasah aliyah di lingkungan Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta di awali dengan penyelenggaraan Madrasah Tsanawiyah 6 tahun. Pada masa ini. dengan menjadikan Madrasah Aliyah Krapyak sebagai MA dengan status DIAKUI (tahun 1976).10 Pada masa ini. hal. baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. serta dibukanya program studi baru. 10 11 Ibid. 23 47 . Masa Kepemimpinan KH. manajemen dan kurikulum MTs dengan MA masih manjadi satu kesatuan. roda organisasi dilingkunagn Pondok Pesantren Krapyak. Pada masa ini. Hasullah Abdul Syakur. maka pada tahun 1970 pengelolaan madrasah aliyah dipercayakan kepada KH. Ali Maksum. sistem. Ali Maksum. dapat diuraiakan dengan sistematika sebagai berikut. hal.

pada tanggal 12 Januari 2010.Ag.melengkapi program studi agama yang telah ada sebelumnya. selaku Ketua Yayasan Ali Maksum. 23 14 Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa Yayasan Ali Maksum. hal. Zaenal Abidin (putra KH. yakni.I (1996 – Sekarang) Pada tahun 1996.12 Sebagaimana telah disinggung di atas. Masa Kepemimpinan KH. Hasbullah Abdul Syakur) meninggal dunia. dan Pondok Pesantren Ali Maksum di bawah kepemimpinan KH. Ali Maksum). MAK. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan penegasan bahwa MA merupakan sub sistem dari sisitem pendidikan yang dikembangkan oleh Yayasan Ali Maksum. dari MA Krapyak menjadi Madrasah Aliyah Ali Maksum. maka pengelolaan seluruh lembaga hasil pengembangan dari KH. untuk beberapa saat kepemimpinan MA Ali Maksum dipegang langsung oleh KH. hal. Atabik Ali. 13 12 48 . IPA. bahwa sejak dibentuknya Yayasan pada tahun 1990. M. yakni Pondok Pesantren Al-Munawwir di bawah kepemimpinan KH. Moenawwir). pengurus Yayasan Ali Maksum mengambil Ibid. Termasuk di dalamnya adalah penggantian nama madrasah aliyah.14 Setelah suasana duka berlalu. dan IPS. Atabik Ali (putra tertua KH. M. berada satu atap di bawah kendali pengurus Yayasan Ali Maksum. Dengan meninggalnya kepala madrasah. Karena sepeninggal KH.Pd.13 3. Ali Maksum. 23 Ibid. di kantor LKIM. kepala MA Ali Maksum saat itu (KH. Mukhtar Salim. kepemimpinan di lingkungan Pondok Pesantren Krapyak terbagi menjadi 2 kelompok besar. Sehingga program studi MA Krapyak menjadi 3. Ali Maksum. Asyhari Abta.

Pes. tanpa harus menginduk dengan sekolah atau madrasah lain di wilayah Yogyakarta.K. 24 15 49 . No.IV/0021/1997. hal. maka Madrasah Aliyah Ali Maksum merupakan subsistem dari sistem pendidikan Nasional. penyelenggaraan Djunaidi Abd. hal.16 Dengan demikian. tentang status MA Ali Maksum sebagai lembaga pendidikan yang berstatus DISAMAKAN. Nomor: A/E. Madrasah Aliyah Ali Maksum mendapatkan pengakuan secara penuh dari pemerintah. Krapyak Yogyakarta.keputusan bahwa kepemimpinan MA Ali Maksum dipercayakan kepada KH. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon. 34/YAM/XII/1996 dan disahkan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Povinsi DIY Nomor: W1/I. Asyhari Abta.15 Pada periode ketiga ini. Landasan Penyelenggaraan MA Ali Maksum Sebagai institusi penyelenggara pendidikan tingkat aliyah di lingkungan Yayasan Ali Maksum. 24 16 Ibid. yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Akademik Yayasan Ali Maksum. MA Ali Maksum berhak mengelola dan menyelenggarakan sistem pendidikan dan evaluasi belajar mengajar secara mandiri. Asyhari Abta sebagai kepala MA Ali Maksum dituangkan dalam Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh pengurus Yayasan Ali Maksum.. Syakur. dengan dikeluarkannya S. Oleh karena itu. Pengangkatan KH. dkk.b/pt/123/2-a/1997. C.

dan QS. Sebagai salah satu elemen yang memiliki kepedulain terhadap masa depan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. 2. Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan pijakan utama dari aktifitas umat Islam. Undang-Undang RI No. Di antara ayat al-Qur’an yang secara langsung menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan MA Ali Maksum adalah. termasuk di dalamnya adalah aktifitas pendidikan. diantaranya adalah. Al-Mujadilah (58):11. QS. UUD 1945 UUD 1945 mengamanatkan bahwa usaha untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat merupakan tanggung jawab semua elemen bangsa. Al‘Alaq (96):1-5. penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Yayasan Ali Maksum mendasarkan pada nilai-nilai al-Qur’an sebagai salah satu landasan utamanya. At-Taubah (9):122. Ridwanuddin.pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum didasarkan pada beberapa landasan utama. QS. yang terutama memiliki (SDM) keseimbangan antara aspek lahir dan aspek batin (insan kamil). 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pondok pesantren merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan nonformal. Pondok Pesantren Krapyak berusaha dalam sumber untuk senantiasa memberikan darma serta partisipasinya pembangunan proses daya pembangunan manusia Nasional. Namun untuk memaksimalkan kiprah dan Wawancara dengan Drs. 17 50 .17 1. Oleh karena itu. tanggal 02 Januari 2010. staf tata usaha MA Ali Maksum. 3.

M. AD/ART Yayasan Ali Maksum merupakan salah satu pijakan dalam penyelenggaraan pendidikan di Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. AD/ART Yayasan Ali Maksum Sebagai sebuah badan hukum. tujuan penyelenggaraan pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum adalah untuk menyelenggarakan pendidikan setingkat SMU. Yayasan Ali Maksum memiliki tata aturan yang berlaku mengikat bagi seluruh komponen yang terlibat di dalamnya. nonformal maupun informal memiliki fungsi saling melengkapi dan memberikan keseimbangan. antara satu dengan lainnya. secara umum. serta tidak tidak tergilas oleh perkembangan ruang dan waktu. yang dapat mendorong perkembangandan Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa.18 Dengan demikian.Ag. D. salah satu maksud dari diselenggarakannya pendidikan adalah agar setiap generasi dapat mempertahankan identitas.perannya dalam membentuk sumber daya bangsa yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan zaman. seperti MTs dan MA. 4. 20 Tahun 2003 menegaskan bahwa setiap satuan pendidikan. Tujuan Pendidikan MA Ali Maksum Bagi Yayasan Ali Maksum. Oleh karena itu. Aturan pokok yang melandasi setiap usaha dan kegiatan di lingkungan yayasan adalah Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Mukhtar Salim. pada tanggal 12 Januari 2010 di kantor LKIM 18 51 . Pondok Pesantren Krapyak menyelenggarakan pendidikan formal. baik pendidikan formal. eksistensi dan jati dirinya. UU RI No.

tujuan diselenggarakannya pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) Ali Maksum terangkum dalam rumusan visi. serta memiliki rasa tanggung jawab keagamaan. pada dasarnya merupakan bagian tak terpisahkan dari usaha untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan Yayasan Ali Maksum. Mukhtar Salim. berkepribadian mantap dan mandiri. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan jati diri manusia Indonesia seutuhnya. hal. dalam Djunaidi Abd. Syakur. Secara lebih rinci.19 Sebagaimana dimaklumi. Dirangkum dari misi MA Ali Maksum. Pes. 19 21 Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa. Sehingga. Karena setiap usaha yang dilakukan oleh lembaga yang berada di bawah naungan badan hukum Yayasan Ali Maksum. hal.21 E. pada tanggal 12 Januari 2010 di kantor LKIM 19 52 . Krapyak Yogyakarta. sebagai bekal mengarungi dinamika kehidupan yang semakin dinamis dan kompetitif.Ag. sebagai sebuah sistem yang saling berkaitan. setiap pribadi harus senantiasa meningkatkan kemampuan dan keahliannya. manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. bahwa MA Ali Maksum merupakan bagian (subsistem) dari sisitem organisasi Yayasan Ali Maksum. lembaga-lembaga di lingkungan Yayasan Ali Maksum (termasuk MA) bermuara pada tercapainya tujuan berdirinya Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. kemasyarakatan dan kebangsaan20 Tujuan di atas merupakan pengeja wantahan (derefasi) dari tujuan didirikannya Yayasan Ali Maksum. Oleh karena itu. Profil MA Ali Maksum Pon. bahwa perkembangan zaman terjadi dengan sedemikian cepat dan bebasnya. M. Struktur Kepengurusan MA Ali Maksum Sebagaimana telah dikemukakan di atas.keahlian peserta didiknya di dalam menghadapi setiap tantangan zaman. sehat jasmani dan rohani. sebagai berikut.20 20 Ibid. 19 .

karyawan. Untuk periode kepengurusan tahun 2006 – 2011. dan lain sebagainya.22 Untuk dapat melaksanakan tanggung jawab struktural dan fungsional di atas secara maksimal. hal.20 22 53 . Pes. seperti administrasi kurikulum dan pengajaran. sedangkan secara fungsional bertanggung jawab kepada masyarakat. dan 9 orang staf khusus yang menangani bagian-bagian administrasi. Profil MA Ali Maksum Pon. dalam bagan struktur MA Ali Maksum juga terdapat dua struktur lain.Realitas ini menggambarkan bahwa secara struktural. yakni bagian Disarikan dari Visi dan Misi MA Ali Maksum. Sehingga. seperti siswa. kepengurusan Madrasah Aliyah Ali Maksum memiliki garis koordinasi dan garis pertanggung jawaban dengan pengurus Yayasan Ali Maksum. secara struktural. orang tua siswa. sedangkan pertanggung jawaban fungsional merupakan pertanggung jawaban atas optimalisasi pelaksanaan fungsi pelayanan kepada setiap elemen yang terlibat. pengurus MA Ali Maksum bertanggung jawab kepada pengurus Yayasan. guru. 4 orang kepala biro. 1 orang wakil kepala madrasah. Disamping itu. dalam Djunaidi Abd. susunan pengurus MA Ali Maksum terdiri dari seorang kepala madrasah. Syakur. Krapyak Yogyakarta. 4 orang koordiantor (penanggung jawab) guru mata pelajaran. 1 orang kepala TU. administrasi guru. 19 . menjalankan dan mengembangkan MA Ali Maksum secara profesional. Pertanggung jawaban struktural adalah pertanggung jawaban atas amanat yang diberikan pengurus Yayasan. 3 orang kepala urusan (Kaur). kepengurusan MA Ali Maksum dibentuk dalam sebuah struktur yang didasarkan pada kebutuhan di lapangan. dan lain sebagainya. khususnya masyarakat yang terlibat dalam proses pendidikan dan kependidikan di MA Ali Maksum. untuk mengelola.

Ridwanuddin. bagi warga disekitar Dusun Krapyak Kulon Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul diberikan kebijakan untuk tidak harus tinggal di dalam asrama. staf tata usaha. siswa dan karyawan dapat digambarkan dengan sistematika sebagai berikut. Keadaan Siswa. animo masyarakat menunjukan perkembangan yang sangat Bagan struktur kepengurusan MA Ali Maksum dalam Djunaidi Abd. Namun demikian. santri atau siswa MA Ali Maksum diharuskan berdomisili di dalam lingkungan asrama santri (boarding system). Guru dan Karyawan MA Ali Maksum Guru. Krapyak Yogyakarta. Syakur.24 Animo masyarakat untuk menjadikan MA Ali Maksum sebagai wahana pendidikan anak-anaknya mengalami fluktuasi. 1. dkk. F. Profil MA Ali Maksum Pon. siswa dan karyawan merupakan faktor-faktor pendidikan yang memiliki peran penting dalam perjalanan roda organisasi Madrasah Aliyah Ali Maksum. Pes. istilah siswa lebih populer disebut dengan santri. pada tanggal 02 Januari 2010 di kantor MA Ali Maksum 23 54 . 24 Wawancara dengan Drs. Keadaan Siswa Di lingkungan Yayasan Ali Maksum. uraian tentang guru.23 Gambaran lebih detil tentang bagan struktur dan personalia kepengurusan Madrasah Aliyah Ali Maksum dapat dilihat dalam lampiran XI. Hingga tahun ajaran 2002/2003. hal. Sebagai sebuah pondok pesantren. dengan kewajiban tetap mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di dalam asrama. Oleh karena itu. 91. Hal ini merupakan konsekwensi logis dari eksistensi Yayasan Ali Maksum sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren.bimbingan dan penyuluhan serta bagian perpustakaan.

pihak madrasah harus menerapkan sistem selesksi dan kompetisi ketat.25 Jumlah dan gambaran fluktuasi siswa MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak yogyakarta dari tahun pelajaran 1990/1991 sampai dengan tahun pelajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam tabel berikut ini. 25 Ibid. Bahkan dengan alasan keterbatasan sarana kelas yang dimiliki. karena terbatasnya jumlah santri yang mendaftar dengan quota yang dimiliki. bahkan mengalami trend atau kecenderungan menurun. Bahkan untuk dua tahun terakhir. Namun seiring dengan pergantian waktu.postif. jumlah santri yang mendaftar di MA Ali Maksum mengalami stagnasi. Hal ini dibuktikan dengan semakin kecilnya tingkat kompetisi atau seleksi calon siswa. hampir semua pendaftar diterima sebagai santri atau siswa MA Ali Maksum. 55 . untuk menentukan santri/siswa yang diterima di MA Ali Maksum. Hal ini dibuktikan dengan terus bertambahnya jumlah santri atau siswa yang mendaftar di MA Ali Maksum.

Dalam bentuk gambar. 26 Laporan perkembangan MA Ali Maksum tahun 2010.Tabel 4 26 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun Tahun Ajaran 1990/1991 1991/1992 1992/1993 1993/1994 1994/1995 1995/1996 1996/1997 1997/1998 1998/1999 1999/2000 2000/2001 2001/2002 2002/2003 2003/2004 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 Jumlah Siswa Baru Wanita Total 140 290 263 493 250 513 300 565 282 545 297 530 342 632 351 630 338 604 331 588 339 598 340 621 310 630 333 612 309 583 338 554 311 524 324 543 298 455 310 453 Pria 150 230 263 265 263 233 290 279 266 257 259 281 320 279 274 216 213 219 157 143 Tabel di atas menggambarkan adanya trend atau kecenderungan selalu menurun. kondisi atau grafik keadaan siswa Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari tahun ajaran 1990/1991 sampai dengan tahun ajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam diagram histogram di bawah ini. diambil pada tanggal 15 Januari 2010 56 . khususnya dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Oleh karena itu. akan tetapi guru juga bertanggung jawab pada keberhasilan siswa di dalam menangkap. khususnya dalam usaha dalam membentuk sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan perkembangan zaman. guru memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional. Dalam melaksana-kan tugas keprofesiannya. Keadaan Guru Sebagai sebuah profesi. bagi MA Ali Maksum. ada beberapa kriteria yang ditetapkan untuk merekrut sesorang sebagai tenaga edukatif (guru). Bagi sebuah lembaga pendidikan. guru bukan saja dituntut untuk menyampaikan (transfer) pengetahuan dan ketrampilan semata. memilih guru adalah disesuaikan dengan kebutuhan lembaga atau materi tertentu. Untuk prodi atau mata pelajaran agama 57 . memahami dan menguasai serta mengimplementasikan kemampuan yang dimiliki dalam kehidupan.Gambar 1 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun 2.

Jika dilihat dari jenjang pendidikan. Dari jumlah tersebut. 28 27 58 . Pes.28 Jumlah guru Madrasah Aliyah Ali Maksum pada tahun pelajaran 2009/2010 sebanyak 67 orang. baik alumni maupun non alumni pondok pesantren. hal. dkk. 4) Ikhlas mengabdikan diri dan bersemangat tinggi sebagai tenaga pengajar di Madrasah Aliyah Ali Maksum. Sedangkan untuk guru mata pelajaran umum diambilkan dari tenaga-tenaga profesional di bidangnya. 10 orang merupakan guru PNS yang yang diperbantukan di MA Ali Maksum.(kepesantrenan) pada umumnya diambil dari alumni Pondok Pesantren Krapyak. Sedangkan 9% lainnya merupakan alumni pondok pesantren. mayoritas (91% = 61 orang) guru MA Ali Maksum adalah lulusan perguruan tinggi (S1 dan S2) baik dalam maupun luar negeri. 2) Berkepribadian baik sehingga dapat menjadi contoh bagi siswa. 3) Mempunyai keyakinan dan sifat kemandirian sesuai dengan lingkungan di Madrasah Aliyah Ali Maksum. Syakur. serta berkemampuan untuk mengajar (praktik). Krapyak Yogyakarta. hal. 27 28 Ibid. khususnya dari pondok pesantren program tachfidzul qur’an (untuk guru mata Djunaidi Abd. Diantara kriteria atau syarat yang harus dipenuhi bagi calon guru Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta adalah: 1) Mempunyai kemampuan sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan (materi pelajaran). Sedangkan sisanya adalah guru tetap Yayasan (45 orang) dan guru tidak tetap yang diangkat oleh Kepala MA Ali Maksum (12 orang)..27 Guru Madrasah Aliyah Ali Maksum adalah orang profesional (memiliki legitimasi untuk mengajar dari lembaga pendidikan keguruan) dan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan lembaga. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon.

kepala sekolah maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan proses belajar mengajar. Wawancara dengan staf Tata Usaha MA Ali Maksum. 30 Ibid 29 59 . maupun administrasi lainnya dalam dunia pendidikan. guru.pelajaran al-Qur’an). pada tanggal 15 Januari 2010. pengarsipan. jumlah karyawan di Madrasah Aliyah sebanyak 19 orang. pengelolaan data-data penting. manajerial. Keadaan Karyawan Karyawan merupakan salah satu faktor yang menunjang terhadap keberhasilan pendidikan. di kantor MA Ali Maksum. karyawan merupakan pelaksana harian yang bertanggung jawab terhadap seluruh proses administrasi dan pelayanan. Fadloli Yasin. termasuk petugas yang secara intensif melakukan koordinasi dengan pengurus asrama di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Yogyakarta. karyawan merupakan pelaksana teknis yang menyiapkan dan melaksanakan pelayanan.29 Secara kuantitatif. 3. Dalam konteks Madrasah Aliyah Ali Maksum. Jumlah karyawan ini disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pelayanan. Dalam praktiknya. dan lulusan program studi MAK Ali Maksum. Gambaran lengkap tentang jumlah dan identitas guru MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dapat dilihat dalam lampiran XII. baik administrasi pembelajaran. yang semuanya merupakan pegawai tetap Yayasan Ali Maksum. terutama untuk mempercepat proses administrasi. baik yang berhubungan dengan siswa. Drs. pencatatan.30 Sehingga besarnya jumlah karyawan merupakan kebutuhan yang proporsional dengan kebutuhan tenaga kerja di lingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. H.

31 G. secara struktural para karyawan bertanggungjawab langsung kepada Kepala MA Ali Maksum. melalui Kepala Tata Usaha. maupun sarana non fisik (aturan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. kelancaran dan keberhasilan proses belajar mengajar di sebuah lembaga pendidikan (termasuk di dalamnya MA Ali Maksum) membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai dan representatif. Ibid. setiap karyawan memiliki tanggung jawab dan wilayah ketrja sepesifik. media. (Jakarta: Balai Pustaka. Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum Sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penting dalam dunia pendidikan. namun saling menunjang terhadap penyelenggaraan proses belajar mengajar. Cet. pedoman kerja. Mulyasa. sarana dimaknai dengan segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. I. kursi. Dengan demikian. ada terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan secara berbeda-beda. petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan.Sebagai bagian dari isistem pendidikan di MA Ali Maksum. hal. Proses pendidikan dan pembelajaran tidak akan dapat berjalan secara maksimal. tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai.32 Sedangkan secara termonologis. Menurut E. 1988). Secara bahasa. pihak madrasah menyediakan melengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. perangkat komputer dan lain sebagainya). dan lain sebagainya). alat. baik dari sisi sarana fisik (meja. sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dapat menunjang proses pendidikan. yang berbeda antara satu dengan lainnya. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Untuk mendukung kerja dan kinerja para karyawan. Oleh karena itu. 700 32 31 60 .

seperti gedung. guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. sarana pendidikan juga dapat difahami sebagai semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajarmengajar. 2004). hal. Sarana E. baik yang bergerak maupun yang tida bergerak.khususnya proses belajar mengajar. Menurut Ibrahim Bafadal.34 Dengan demikian. 2003). Mulyasa. ruang kelas. Cet. 81 35 Ibrahim Bafadal.33 Disamping itu. dan secara langsung menunjang proses belajar mengajar. hal. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sarana pendidikan adalah semua fasilitas. kamar kecil dan lain sebagainya. serta alat-alat dan media pengajaran. I. meja kursi. maka prasaran adalah fasilitas yang tidak secara langsung dapat mendukung keberhasilan proses pendidikan. teratur. efektif dan efisien.35 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang pendidikan atau pengajaran. (Jakarta: PT GrafindoPersada. hal. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar. prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 3 33 61 . Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasi. Cet. VII. 49 34 Suharsimi Arikunto. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sarana dan prasarana pendidikan adalah semua komponen atau fasilitas yang sacara langsung maupun tidak langsung menunjang terhadap jalannya proses pendidikan. Cet. II. Jika sarana merupakan fasilitas yang secara langsung menunjang terhadap proses pendidikan. (Jakarta: PT Bumi Aksara. Dengan demikian. seperti lapangan olah raga. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah. 1993). Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan.

Sistem Pendidikan MA Ali Maksum Sistem pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum telah mengalami beberapa kali regulasi. menyertai regulasi sistem pendidikan Nasional. sistem pendidikan di MA Ali Maksum terus berjalan. pada tanggal 10 Januari 2010 di Kantor MA Ali Maksum. alat-alat peraga dan laboratorium.Menurut keputusan menteri P dan K No 079/ 1975. Seiring dengan pergeseran ruang dan waktu. serta merespons terhadap tuntutan perkembangan zaman. Drs. Bangunan dan perabot sekolah.36 Gambaran rinci sarana dan prasarana MA Ali Maksum dapat dilihat dalam lampiran XIII. Wawancara dengan Staf Tata Usaha Madrasah Aliyah Ali Maksum. proses Ibid. Ridwanuddin. Pada tahun pelajaran 2002/2003.37 Seiring dengan lahirnya kebijakan tentang pendidikan berbasis kompetensi. maka sejak tahun ajaran 2002/2003. b). sarana pendididkan terdiri dari 3 kelompok besar yakni. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan regulasi sistem pendidikan Nasional. proses pembelajaran di MA Ali Maksum dilaksanakan dengan sistem klasikal. H. a). Media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yaang menggunakan dan tidak menggunakan alat penampil. dan c). Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan. 38 Ibid 37 36 62 .38 Sejak awal berdirinya. Sehingga sistem pendidikan berbasis kompetensi menjadi perhatian serius bagi seluruh komponen yang terlibat dalam proses pendidikan dan pembelajaran di MA Ali Maksum. di tengah upaya untuk tetap mempertahankan identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang berbasis pondok pesantren. sistem pendidikan di MA Ali Maksum juga dirancang di dilaksanakan sesuai dengan kebijakan tersebut.

metode praktik. untuk menyampaikan materi agama seperti materi fiqih.00 WIB). praktik (baca kitab dan ibadah) serta merode tanya jawab. dan metode hafalan.00 – 13. metode penugasan. di luar jam-jam pembelajaran formal. proporsi kurikulum diberikan secara seimbang. Penentuan metode disesuaikan dengan karakteristik dan kompetensi dari masing-masing mata pelajaran. ceramah. dipergunakan metode hafalan. Diantaranya adalah dalam aspek kurikulum. Diantaranya adalah metode ceramah.15 – 39 40 Ibid Ibid 41 Ibid 63 . Misalnya untuk pelajaran shorof.pendidikan di MA Ali Maksum dilaksanakan dengan sistem semester. yakni 100% kurikulum pesantren dan 100% kurikulum Depag. metode tanya jawab. Hal ini dilakukan untuk memenuhi terhadap tuntutan regulasi sistem pendidikan Nasional. Hal ini menuntut adanya penambahan waktu belajar. Dalam penerapannya.41 Untuk kurikulum Depag diajarkan melalui proses pembelajaran klasikal pada jam-jam sekolah (07. Kurikulum pendidikan MA Ali Maksum merupakan perpaduan antara kurikulum pesantren dan kurikulum Departemen Agama. yakni setelah pagi hari (pukul 05.40 Identitas MA Ali Maksum sebagai madrasah berbasis pondok pesantren diimplementasikan dalam beberapa aspek. digunakan perpaduan antara metode bandonganm.39 Proses pengajaran di lingkungan MA Ali Maksum dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. metode diskusi. Sedangkan kurikulum pesantren diajarkan pada waktu-waktu tertentu.

untuk buku-buku rujukan utama (buku pegangan) ada yang berbahasa Arab. rujukan utamanya menggunakan kitab. siswa MA Ali Maksum mendapatkan 2 raport.30 – 21. dilakukan evaluasi hasil belajar. serta kiat untuk memaksimalkan proses dan hasil pembelajaran. Sehingga proses pembelajarannya dilakukan dengan sistem bandongan. sore hari (pukul 16. tgl 10 Januari 2010 64 .00 WIB).30 WIB) dan malam hari (pukul 18. baik materi yang masuk dalam wilayah kurikulum depag maupun materi yang merupakan bagian dari kurikulum pesantren. sebagai cara untuk mengetahui kemampuan siswa.42 Bahasa pengantar dalam proses pembelajaran di MA Ali Maksum dilakukan dengan bahasa Indonesia. pada tanggal 10 Januari 2010 45 Wawancara dengan Staf TU MA Ali Maksum.43 Khusus untuk materi pelajaran agama. ada kalanya siswa lulus dalam ujian materi Depag namun tidak lulus dalam ujian materi kepesantrenan. Drs. Pelaksanaan evaluasi hasil belajar ini meliputi terhadap seluruh materi. guru akan meminta siswa untuk praktik membaca kitab.45 42 43 Observasi di MA dan Asrama MA Ali Maksum. dan tidak lulus dalam ujian Depag. Ridwanuddin.44 Disetiap akhir semester. Inggris dan Indonesia. yakni raport yang berisi nilai materi kurikulum Depag dan raport yang berisi nilai dari materi kurikulum pesantren. pada tanggal 10 Januari 2010 Ibid 44 Observasi di MA dan Asrama MA Ali Maksum. ada siswa yang lulus dalam ujian kepesantrenan. Karena biasanya.06.30 WIB). Dengan demikian. Namun demikian. Demikian pula sebaliknya. Melalui sistem bandongan ini siswa dituntut untuk menyimak bacaan yang dilakukan guru.00 – 17. Oleh karena itu. sekaligus pembiasaan pada literatur berbahasa Arab.

Pencak silat LPSNU (Lembaga Pencak Silat Djunaidi Ab. 45 . sorogan kitab. Volly. Kegiatan Ekstra dan Keasramaan Disamping kegiatan klasikal. Syakur.I.48 47 Ibid. hal 45 . Diantara kegiatan ekstra yang masuk dalam kategori ini adalah. Diantara kegiatan ekstra ada yang secara langsung dikoordinir oleh madrasah. Jurnalistik. Pelatihan Da’i dan Tata boga serta tata busana.. pelaksanaan dan penggerakannya dilakukan oleh madrasah. hal. Patroli Keamanan Sekolah (PKS).46 Secara rinci. kegiatan ekstra di lingkungan MA Ali Maksum. Ke-NU-an (Aswaja). Kegiatan yang dilimpahkan kepada pengurus Asrama Kegiatan ekstra yang dilimpahkan kepada pengurus asrama merupakan kegiatan siswa MA Ali Maksum yang direncanakan oleh pengurus MA Ali Maksum. Bulu Tangkis. Kegiatan yang langsung ditangani Madrasah Yang dimaksud kegiatan ekstra yang langsung ditangani madrasah adalah kegiatan ekstra yang proses perencanaa. Palang Merah Remaja (PMR). namun juga ada kegiatan yang dilimpahkan kepada pengurus asrama. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. dkk. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). siswa MA Ali Maksum juga diberikan wahana untuk mengikuti beberapa kegiatan ekstra. Diantara kegiatan ekstra yang masuk dalam kategori ini adalah. English Meeting. namun dilaksanakan dan digerakkan oleh pengurus Asrama. Pelatihan kepemimpinan / keorganisasian. dapat digambarkan sebagai berikut.47 2. 1. Mading.48 46 65 .

MA Ali Maksum telah banyak berkiprah dalam berbagai kejuaraan.48 Ibid. Pidato 3 Bahasa.49 Diantara kejuaraan yang sudah pernah diikuti siswa dan siswi MA Ali Maksum adalah. 45 . Gambaran detil tentang prestasi dan program pertukaran siswa antara budaya dapat dilihat dalam lampiran XIV. Olimpiade Informatika. Pencak Silat. dan Seni drama/teater/puisi. hal. Karya Tulis Ilmiah. diantara siswa MA Ali Maksum juga beberapa kali terpilih sebagai peserta dalam program Pertukaran siswa antar budaya di USA. Prestasi Dalam Kejuaraan Sebagai salah satu Madrasah di lingkungan pesantren. Mata Pelajaran Kimia dan Matematika. Seni Kaligrafi. dan lain sebagainya. 33 66 . hal. Seni hadrah dan seni samrah. baik tingkat lokal maupun Nasional. Seni baca al-Qur’an (Qiro’ah).Nahdlatul Ulama)-Pagar Nusa. Disamping itu. MTQ. Debat Bahasa Inggris.48 J. 48 49 Ibid.

Oleh karenanya. namun . atau hal-hal lain yang berhubungan dengan responden. Namun dalam prosesnya. peneliti tidak mengadakan tes secara mandiri. data yang akan dideskripsikan pada bab ini adalah data tentang korelasi kemampuan berbahasa Arab (diambil melalui metode tes) dengan prestasi belajar fiqih (secara esensi dilakukan dengan metode tes). Pengumpulan data variabel kemampuan berbahasa Arab. data yang dimaksudkan meliputi data tentang kemampuan berbahasa Arab dan data tentang prestasi belajar fiqih.BAB III HASIL PENELITIAN A. dilakukan dengan menggunakan metode tes. Sebagaimana telah dikemukakan dalam bab I. pandangan. Begitu juga data prestasi belajar fiqih diambil dengan menggunakan metode tes. Oleh karenannya. secara teknis pengambilan data variabel prestasi belajar fiqih dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi. data mencakup terhadap identitas. bahwa proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. Dalam konteks penelitian tentang Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. Dengan demikian. Deskripsi Data Data merupakan informasi tentang responden. melainkan memanfaatkan nilai mata pelajaran fiqih semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 yang tertulis di dalam buku raport. pendapat. siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010.

4. Secara umum. dapat diketahui kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. nilai tertinggi 99.04 6.73 SD 11. 3. 2. rata-rata kelompok 75.secara teknis diambil dengan metode dokumentasi siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. Dengan demikian. Xmin Xmax M SD : skor terendah yang diperoleh subyek (skor minimal) : skor tertinggi yang diperoleh subyek (skor maksimal) : rerata skor yang diperoleh subyek penelitian (mean) : Standar Deviasi yang diperoleh subyek penelitian 99 90 Deskripsi Statistik Xmin 60 60 M 75.98 Berdasarkan deskripsi statistik data penelitian di atas.24 dan skor standar 1 Data diolah 68 . Tujuan utama dilakukannya deskripsi data adalah untuk mengetahui secara mendalam tentang karakteristik dari setiap data yang masuk. uraian tentang deskripsi data dari tiap-tiap variable menjadi sangat penting untuk disampaikan dalam sebuah kerja penelitian. data dari masing-masing variabel penelitian yang terkumpul dalam penelitian ini dapat dideskripsikan sebagai berikut: Tabel 05 1 Deskripsi Data Penelitian Variabel Xmax Kemampuan Bebahasa Arab (X) Prestasi Belajar Fiqih (Y) Keterangan: 1. Skor kemampuan berbahasa Arab didapatkan nilai terendah sebesar 60.24 69.

3488372    100      %      %    %  Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tabel di atas. Secara lebih rinci.04.9534884  %      40. dari 86 siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010 yang menjadi subyek penelitian. dan skor standar deviasi sebesar 6. nilai tertinggi sebesar 90. Langkah perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran IV untuk variabel kemampuan berbahasa Arab (X) dan lampiran V untuk variabel prestasi belajar fiqih (Y).deviasi sebesar 10.6976744      45. deskripsi kedua variabel penelitian (kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih) dapat diuraikan sebagai berikut. Tabel 06 2 Kemampuan berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 Interval  96  91  86  81  76  71  66  61  56  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  100  95  90  85  80  75  70  65  60  Kategori     Tinggi        Sedang        Rendah     Jumlah Frekwensi  Prosentase  2  6  4  7  15  13  10  12  17  86    12      35      39    ‐      13. Sedangkan pada prestasi belajar fiqih didapatkan nilai terendah sebesar 60. rata-rata kelas 69. 1.73. mayoritas 2 Data diolah 69 . Kemampuan Berbahasa Arab Data kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum dapat dideskripsikan dalam bentuk tabel berikut ini.98.

70 . yakni sebesar 45. Dalam bentuk grafis. dan lebih sedikt lagi yang berkemampuan sedang.95% (12 subyek). dan yang berada pada kategori tinggi sebesar 13. distribusi data tersebut digambarkan dalam diagram histogram sebagai berikut.memiliki skor kemampuan berbahasa Arab pada kategori rendah. Hanya sedikit siswa yang memiliki kemampuan berbahasa Arab dengan kategori tinggi. Gambar 02 Diagram Histogram Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 96-100 91-95 86-90 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 Dengan melihat gambar diagram histogram di atas. Sedangkan yang berada pada kategori sedang sebanyak 40. semakin tampak nyata bahwa kemampuan berbahasa Arab siswa MA Ali Maksum berada pada kategori rendah. Gambaran lebih detil tentang data kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Tahun Pelajaran 2008/2009 dapat dilihat dalam lampiran III.70% (35 orang).35% (39 subyek).

dan 3.49% (3 siswa) yang berada 3 Data diolah 71 .2.72% (72 siswa). mayoritas berada pada kategori rendah. Secara rinci. yakni sebesar 83.79% (11 siswa) berada pada kategori sedang.48837209     %      12. Prestasi Belajar Fiqih Prestasi belajar fiqih yang dimaksudkan di sini adalah nilai ujian mata pelajaran fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010.7209302     %    100     %  Jumlah    86  Berdasarkan tabel prestasi belajar fiqih. sebagaimana yang tercantum dalam buku raport. deskripsi data tentang prestasi belajar fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam tabel dan gambar diagram histogram di bawah ini. Tabel VII 3 Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 Interval  96 ‐100  91 ‐ 95  86 ‐ 90  80 ‐ 85  76 ‐ 80  71 ‐ 75  66 ‐ 70  61 ‐ 65  56 ‐ 60  Kategori    Tinggi      Sedang      Rendah    Frekwensi  0  0  3  4  2  5  30  25  17    3      11      72    Prosentase    3. 12.7906977     %      83. dapat dijelaskan bahwa skor atau nilai tes pelajaran fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum di atas yang didapatkan oleh 86 siswa (yang menjadi sampel penelitian).

79%). Distribusi data tersebut dapat digambarkan dalam diagram histogram berikut. Gambaran lebih detil tentang data prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Tahun Pelajaran 2008/2009 dapat dilihat dalam lampiran III. Hanya sedikit siswa yang memiliki kemampuan berbahasa Arab dengan kategori sedang (12.49%).pada kategori tinggi. Gambar 03 Diagram Histogram Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 30 25 20 15 10 5 0 86-90 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 Dengan melihat gambar diagram histogram di atas. 72 . Karena mayoritas siswa (83.72%) memiliki kemampuan berbahasa Arab rendah. semakin tampak nyata bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum berada pada kategori rendah. dan lebih sedikit lagi siswa MA Ali Maksum yang memiliki prestasi belajar fiqih dalam kategori tinggi (3.

73 . data yang terkumpul terlebih dahulu dilakukan identifikasi dan pemetaan berdasar karakteristiknya. data yang tersedia terlebih dahulu dimasukkan ke dalam tabel kerja penolong product moment.(Σx)2} N N Keterangan: rxy = Koefisien korelasi x y = Skor variabel bebas = Skor variabel tergantung Rxy = Sebelum dimasukkan ke dalam rumus di atas. Hal ini dimaksudkan agar data yang terkumpul dapat dikelompokkan ke dalam pertanyaan atau pernyataan yang lebih sesuai. Rumus yang akan digunakan dalam uji hipotesis dalam penelitian ini adalah: ∑xy . C. Koding dan Tabulasi Data Sebelum dilakukan analisa. agar mudah dibaca dan diinterpretasikan. gambar. Pengujian Hipotesis Teknik analisa untuk melakukan uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment yang berguna untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun 2009/2010. dan diagram histogram. Proses inilah yang dimaksud dengan koding. Sedangkan tabulasi merupakan proses penggambaran data yang terkumpul ke dalam bentuk tabel.B.(Σx x Σy) N__________ {∑x2.(Σx)2 } {∑y2.

767 Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment di atas. diperoleh nilai rtabel sebesar 0. maka dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan 74 .6 Selanjutnya dimasukkan ke dalam rumus Product Moment.767 > 0. Dari tabel kerja penolong penghitungan product moment tersebut.sebagaimana terdapat dalam lampiran 18.213.43 5227. diketahui.85 5227.100722 = 0.(Σx X Σy) N Rxy = {∑x2.434407.9 = 396712.604651 = 46445597.09 X 4350. sebagai = 10676.213).(Σx)2} N N 439635 .767. diketahui bahwa rxy = 0.604651 = 6815.4 = 40908816 = 34117281 = 475683. Setelah dikonsultasikan dengan rtabel product moment dengan taraf keabsahan 5% dan N = 86.4 = = = = = = 86 6396 5841 439635 486360 401063 (∑X)(∑Y) (∑X) (∑Y):N (∑X)2 (∑Y)2 (∑X)2 : N (∑Y)2 : N = = 37359036 434407.(Σx)2 } {∑y2. Karena harga rxy lebih besar dari nilai rtabel (0. N ∑X ∑Y ∑XY ∑X2 ∑Y2 berikut: ∑xy .

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan. baik oleh guru maupun siswa. Pembahasan Hasil analisis menunjukkan korelasi yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. 75 . Sehingga kemampuan siswa dalam berbahasa Arab. dimungkinkan dapat memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar fiqih. menyimak dan membuat catatan. Dalam prosesnya. bahwa proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta di laksanakan dengan menggunakan literatur (kitab) berbahasa Arab. Tahun Pelajaran 2009/2010. pada buku (kitab)-nya masing-masing. di satu sisi guru membaca (dan menjelaskan) kitab berbahasa Arab. C. baik arti kata-kata maupun beberapa catatan penting yang dianggap perlu. terlihat bahwa kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih memiliki korelasi yang signifikan. Korelasi yang signifikan ini menandakan terdapat hubungan yang erat antara kemampuan berbahasa Arab siswa dengan prestasi belajar fiqih. Keeratan hubungan ini dapat disebabkan karena proses pembelajaran dan pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dilakukan dengan menggunakan literatur (kitab) berbahasa Arab.berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. sehingga hipotesis awal yang diajukan oleh peneliti diterima. Dengan demikian. proses pengajaran fiqih di dalam kelas tidak dapat lepas dari penggunaan bahasa Arab. Sebagaimana diuraikan dalam bab sebelumnya. sedangkan di sisi yang lain siswa mendengarkan.

Demikian pula pada variabel prestasi belajar fiqih.95% (12 siswa). serta 3. Dari perbandingan diantara keduanya didapatkan bahwa. dan ho diterima”.213. Sedangkan yang berada pada kategori sedang sebanyak 40. ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih.35% (39 siswa). siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. maka ha ditolak. Setelah dikonsultasikan dengan rtabel product moment dengan taraf keabsahan 5% dan N = 86. jika rhitung < rtabel. 76 .767 > 0. harga rxy lebih besar dari nilai rtabel (0. tahun pelajaran 2009/2010.79% (11 siswa) berada pada kategori sedang.70% (35 siswa).72% (72 siswa). terlihat bahwa mayoritas jawaban atau pernyataan yang disampaikan siswa berada pada kategori rendah. mayoritas berada pada kategori rendah. “Apabila rhitung > rtabel maka hipotesis alternatif (ha) diterima dan hipotesisi nihil (ho) ditolak. yakni sebesar 83. dan yang berada pada kategori tinggi sebesar 13. Yakni sebesar 45.Berdasarkan kategorisasi skor kemampuan berbahasa Arab.213).767. dengan ketentuan.49% (3 siswa) berada pada kategori tinggi. Selanjutnya dilakukan perbandingan diantara kedua nilai r tersebut. Dengan kata lain. dan 12. diperoleh nilai rtabel sebesar 0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima. dan sebaliknya. Dari hasil uji tersebut diperoleh harga rxy sebesar 0. Hasil akhir dari penelitian korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diselesaikan dengan menggunakan rumus product moment.

49% (3 siswa).BAB IV PENUTUP A.79% (11 siswa). 2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010 mayoritas berada pada kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Arab (untuk indikator membaca dan menulis) siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diklasifikasikan dalam 3 kategori. sedang sebanyak 40. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum diklasifikasikan dalam 3 kategori. dan tinggi sebesar 13. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010 memiliki kemampuan berbahasa Arab dalam kategori rendah.35% (39 siswa). Simpulan Setelah melakukan penelitian skripsi yang berjudul “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010”. yakni rendah sebesar 45. dan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah diajukan dalam rumusan masalah.70% (35 siswa). dan tinggi sebesar 3. dan sedang sebanyak 12. . maka pada bagian akhir ini dapat diambil beberapa simpulan sebagai berikut: 1.95% (12 siswa). yakni rendah sebesar 83.72% (72 siswa).

Saran Berlandaskan proses yang telah dilakukan. Salah satu faktor internal yang penting keberadaannya adalah kemauan yang kuat dari masing-masing pribadi untuk belajar.213). B. Salah satu metode pembelajaran yang efektif adalah dengan cara memperbanyak praktik membaca kitab. Dalam konteks pembelajaran di MA Ali Maksum yang masih banyak menggunakan literatur kitab. diketahui bahwa nilai rhitung sebesar 0.3. 1. Dari berbagai faktor tersebut ada yang berasal dari dalam diri siswa (faktor internal) dan ada juga yang berasal dari luar dirinya (faktor eksternal). Kesimpulan yang dapat diambil adalah. maka belajar bahasa Arab merupakan keharusan yang tidak boleh ditinggalkan.767. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan menggunakan teknik analisis korelasi product moment.767 > 0. “ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. termasuk belajar bahasa yang mendukung bagi proses pembelajaran. baik yang 78 . Tahun Pelajaran 2009/2010”. serta hasil penelitian di atas. diperoleh nilai rtabel sebesar 0. Bagi Siswa Prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. maka hipotesis nihil (Ho) ditolak.213. sedangkan dalam tabel product moment untuk taraf keabsahan 5% dan N sebesar 86 responden. maka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut. Karena harga rhitung lebih besar dari nilai rtabel (0. dan hipotesis alternatif (Ha) diterima.

guru sebaiknya memahami terhadap kesulitan siswa dalam belajar. Bagi Guru Guru memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar di sekolah. Di satu sisi. Salah satu peran seorang guru dalam proses pembelajaran adalah memberikan motivasi kepada siswa untuk selalu berusaha meningkatkan prestasi belajarnya secara sungguh-sungguh. maupun yang dilakukan dengan bimbingan orang lain (sorogan). khususnya permasalahan yang terkait dengan proses belajar mengajar. Melainkan guru harus memberikan solusi agar siswa tetap bersemangat mengikuti pelajaran. tanpa meninggalkan upaya untuk menjadikannya meningkatkan kemampuan. Misalnya siswa yang merasa kesulitan dalam membaca literatur berbahasa Arab. Bagi Madrasah Pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan pengantar atau literatur berbahasa Arab. karena dapat menjadikan siswa merasa terbebani dan memilih untuk tidak masuk kelas. menuntut adanya program pengembangan kemampuan berbahasa siswa. peningkatan kemampuan berbahasa siswa sangat dipengaruhi oleh faktor internal. jangan dipaksa untuk membaca di dalam kelas.dilakukan sendiri (muroja’ah). termasuk kemampuan dalam membaca teks berbahasa Arab. 2. Sehingga guru dapat memberikan solusi secara tepat terhadap permasalahan yang dihadapi oleh setiap siswa. 3. Untuk dapat menjalankan perannya tersebut. namun di sisi 79 .

program-program yang mengarah pada peningkatan kemampuan berbahasa siswa perlu dilakukan secara terus menerus. dimanapun.yang lain. dan lain sebagainya. Oleh karenanya. kapanpun dan untuk materi apapun. Bahkan belajar tidak mengenal waktu. “kualitas keilmuan seseorang dapat diukur dari kemampuan berbahasanya”. madrasah sebagai penyelenggara pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan secara sistematis dan maksimal. 4. Oleh karena itu. 80 . Oleh karena itu. saran dan kritik konstruktif dari semua pihak. aktivitas belajar harus terus dijalankan. pemberian tugas untuk menerjemahkan teks berbahasa Arab. peneliti berharap masukan. Bagi Pengembangan Keilmuan Bahasa asing (termasuk di dalamnya bahasa Arab). Arabic Meeting. C. Diantaranya adalah dengan melibatkan santri dalam kompetisi bahasa Arab. kemampuan berbahasa asing memegang peran penting dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan kualitas keilmuan seseorang. meningkatkan frekwensi penyelenggaraan lomba bahasa Arab antar siswa di sekolah. Kata Penutup Belajar merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Sehingga ada ungkapan yang mengatakan. Karena tidak sedikit informasi dan keilmuan Islam yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. agar peneliti dapat terus belajar dan meningkatkan kemampuan serta keilmuan. demi kemaslahatan di masa-masa yang akan datang. memiliki peranan penting bagi pengembangan keilmuan Islam. Dengan selesainya penulisan hasil penelitian skripsi ini.

. 1994. Metodologi Research. 1998.. Jakarta: Balai Pustaka. Jakarta: PT GrafindoPersada. . Bernard and Trager.. 1982. II. Jakarta: PT Bumi Aksara. 1993. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. cet. Cet. 1999. Sutrisno. Prosedur Penelitian. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Anwar.. 81 . Prosedur dan Strategi.. Haedari. “Outline of Linguistic Analysis”. H. cet.. dalam Henry Guntur Tarigan. Jakarta: PT. Statistik Pendidikan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Rineka Cipta. Furchan. Jakarta: Rineka Cipta.. Kosa Kata Pengajaran. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasi. Amin. Efendi. Hadi. Moch. Tarigan. . II. Surabaya: Usaha Nasional. cet. Prestasi Pustakaraya. .. I. 2004. Ibrahim. Bandung: Angkasa. Malang: Misykat. Bandung: Angkasa. Hariyadi. Mohammad. 2000. Arief. Ke-1. Yogyakarta: Yasbit Fakultas Psikologi UGM. 1986. Bandung: Angkasa.. Suharsimi. 2004. Bafadal. Psikolinguistik. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah. Moh. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global. Jakarta : IRD Press. 2003. Arikunto. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. dkk. G. edisi revisi. 1984. Cet. Jakarta: PT. Penelitian Kependidikan. 1993.DAFTAR PUSTAKA Ali. Jakarta: Rineka Cipta. Cet. Terjemahan Matan Kailani dan Nadham al-Maqsud Berikut Penjelasannya. Bloch. 2009. Ahmad Fuad. 1996. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Ke-10. 1987. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. VII.

Ke-1. edisi revisi. 82 . Jakarta: PT. 1977. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Dadang.Hidayat. dan Tanda. cet. Jakarta: PT Gramedia. Jakarta: LP3ES.. . Jakarta : PT Arga Printing. Lexy. Pemahaman Individu. Bandung: Alfabeta. Nurkancana. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Metodologi Riset. Al-Qur’anul Karim dan Terjemah Bahasa Indonesia. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Wayan. 2000. Cet-9. Sartono Kartodiredjo. 1982.. Metode Penelitian Survey. Surabaya : Usaha Nasional. 2006. Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama. Harimurti. Nurhadi. 2006. 2005. 2009. 1994. 2002. Kridalaksana. Adi. Masri & Sofyan Effendi. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. 2004. F. 2009. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Makna. Manajemen Berbasis Sekolah. Kamus Ilmiah Populer. Jakarta: Gramedia. Rineka Cipta. Singarimbun. S. dkk. Marzuki.. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Rosda Karya. Yogyakarta : BPFE – UII.. Surabaya: Usaha Nasional. VII. Metode & Teknik Menyusun Tesis. 1986. 2005. Irawan. Sosiologi Agama. Kahmad. Evaluasi Pendidikan.. Filsafat Bahasa Mengungkap Hakikat Bahasa. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca? Suatu Teknik Memahami Literature Yang Efisien. 1997) Margono. Mulyasa. (Bandung: Remaja Rosda Karya. Asep Ahmad. 1993. Metodologi Penelitian Pendidikan. 2008. Riduwan. Kartodiredjo. “Metode Penggunaan Bahan Dokumen”. Moleong J. Soehartono. E. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Cet. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2000. Satrio. Metode Penelitian Sosial. Monks. Kamus Linguistik.J. dalam Koentjaraningrat (ed). Edisi Perbaikan dan Penyempurnaan Tahun 2002.

dokumen Desa. Vol. 2003. Tafsir. “Bahasa: Antara Pikiran dan Tindakan”. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. 2005. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA. dalam ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam. Ahmad. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2008. Pengantar Evaluasi Pendidikan.. Jakarta : Raja Grafindo Persada. dalam Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.. 2000 Monografi Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Propinsi DIY. Muhibbin. 2005. Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group. Bandung: Remaja Rosdakarya. MA. 2002. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. 1 No1.. Pengantar Evaluasi Pendidikan. 2008 Panitia PPL 1 . 2008. JURNAL/ARTIKEL: Mansur. Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah. 2001. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Anas. Dan MAK”. 3 No. Pengantar Statistik Pendidikan. Syah. “Metodologi Pengajaran Bahasa Arab Untuk Jurusan Bahasa Arab”. Busyari. . Jakarta : CV. S. artikel tidak diterbitkan. tidak diterbitkan.. Syakur.2004 Mustafa.. Sains dan Teknologi. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.-II. Mudjia. dkk. UU RI Nomor 20 Tahuh 2003 Tentang Sisdiknas. Djunaidi Abd. 83 . Jakarta : PT Rajagrafindo Persada. SMALB. Teknik Sampling. . 2008. Rajawali. Radhliyah. Rahardjo. Zaenuddin.. 2. STAIN Malang. Yogyakarta: Elhamra Press. Vol. “Al-‘Arabiyah”. Yogyakarta: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Bandung: Maestro. cet. 2007 Suryabrata. Psikologi Pendidikan.Sudijono. Hasan. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. 1996. Metodologi & Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab. 2008 Madjidi.

2009. Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren al-Luqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning. 2009. 2008.jonathan sarwono. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. “Kajian Teoritis Prestasi Belajar”.com. Ibnu.tk. www. Sarwono.antropologi . www. www. Nurjanah. 2009.. 2007. dalam google. 2009.com.. www. 2008.com. masnaguib..blogspot.. Skripsi. M.ac.com. Yogyakarta: Skripsi. Teori Analisi Korelasi.. www. Ahmad Nur.com.SKRIPSI: Syaiful. Skripsi. dalam yahoo.info/korelasi/korelasi. ariemcool. Yahya. “Problematika Pengajaran Bahasa”. Abidin Fuadi Nugroho. dalam Yahoo. Fauzan.com.areefah. 2006. Jonathan.com. dalam google. . Asnawi. “Penelitian Kuantitatif dengan Masalah-Masalahnya”.. 2007.dorokabuju. Zainun. ”Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mesir”.ugm. 84 . Skripsi. www.blogspot.e-mail:@reefah@yahoo. “Belajar Bahasa Arab-Keharusan”. 2009. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. INTERNET: Abdul Munir Sape. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2009. Najib.com.com. dalam google.fib. M.htm. “Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul Yogyakarta”. Aziz. Fakultas Ilmu Bahasa UGM.blogspot.com dalam Yahoo. “Bahasa Dan Dinamika Masyarakat”.com.id. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”.ibnuaziz83. com.. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. multiply. Abdul. Ikowiyah.. “Definisi Bahasa Arab”.. Mengenal Analisis Korelasi www. 2009. dalam google. Rohim. “Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTsN An-Nawawi Berjan Purworejo”.

dalam google.com. 2009..anaksastra. www.. “Sosiolinguistik: Masyarakat Bahasa 1”. dalam google.blogspot.com. UPI. 85 .Sunarto. 2009.com. “Pakem Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Dan Menyenangkan”. Linguistik Sastra Jurnalistik..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->