KHOIRUL ANWAR

KORELASI ANTARA KEMAMPUAN BERBAHASA ARAB DENGAN PRESTASI BELAJAR FIQIH SISWA KELAS XII MA ALI MAKSUM PONDOK

PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010

SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Pendidikan Islam

Disusun Oleh :

Khoirul Anwar NIM. 03410077

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2010

.

MOTTO

!$¯ΡÎ) çµ≈oΨø9t“Ρr& $ºΡ≡u™öè% $wŠÎ/ttã öΝä3¯=yè©9 šχθè=É)÷ès? ∩⊄∪
Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai berbahasa Arab, agar kamu mengerti (QS. Yusuf (XII) : 2).1 Qur’an

Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama, AlQur’anul Karim dan Terjemah Bahasa Indonesia, Edisi Perbaikan dan Penyempurnaan Tahun 2002, (Jakarta : PT Arga Printing, 2008), Hal. 303

1

v

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan karya ini kepada Almamater Tercinta UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

vi

KATA PENGANTAR

‫ﺑﺴﻢ اﷲ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺤﻴﻢ‬ ‫اﻟﺤﻤﺪ ﷲ اﻟﺬى أﻧﻌﻤﻨﺎ ﺑﻨﻌﻤﺔ اﻹﻳﻤﺎن واﻹﺳﻼم أﺷﻬﺪ ان ﻻاﻟﻪ إﻵ اﷲ وأﺷﻬﺪ ان ﻣﺤ ّﺪا رﺳﻮل اﷲ‬ ‫ﻤ‬ ‫واﻟﺼﻼة واﻟﺴﻼم ﻋﻠﻰ أﺷﺮف اﻷﻧﺒﻴﺎء واﻟﻤﺮﺳﻠﻴﻦ ﺳ ّﺪﻧﺎ ﻣﺤ ّﺪ وﻋﻠﻰ اﻟﻪ وﺻﺤﺒﻪ أﺟﻤﻌﻴﻦ أ ّﺎ‬ ‫ﻣ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻴ‬ .‫ﺑﻌﺪ‬
Dengan senantiasa mengharap ridla Ilahi, penulis mengaktualisasikan rasa syukur kepada Allah SWT dengan ungkapan al-hamdu-lillah. Karena hanya dengan rahmat dan pertolongan-Nya, proses penelitian dan penulisan skripsi ini dapat diselesaikan secara optimal. Di samping itu, penulis juga menyampaikan salam ta’dzim dan salam penghormatan kepada Muhammad al-Amien, Nabi sekaligus Rasul Allah yang telah banyak memberikan pengabdiannya bagi kemaslahatan dan kebahagiaan hidup umat manusia. Dalam kesempatan ini, penulis juga ingin menyampaikan rasa terimakasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2. Bapak Muqowim, M.Ag., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 3. Bapak Drs. Mujahid, M.Ag., selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 4. Bapak Drs. Radino, M.Ag., selaku Pembimbing skripsi. 5. Bapak Drs. Moch. Fuad selaku Pembimbing Akademik, beserta seluruh Dosen dan Karyawan di lingkungan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 6. Bapak KH. Asyhari Abta, M.Pd.I., selaku Kepala Madrasah, beserta para Bapak dan Ibu Guru, staf, karyawan dan siswa MA Ali MAksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.

vii

7. jenis dan jumlahnya mendapatkan balasan dan imbalan dengan yang jauh lebih baik dari Allah SWT. 06 Februari 2010 Penulis. Khoirul Anwar NIM. Kepada mereka. penulis hanya mampu menengadahkan kedua tangan kepada al-Khaliq. dengan iringan do’a dan damba: Semoga setiap kebaikan dan bantuan dalam segala bentuk. Teman-teman dan seluruh pihak yang telah memberikan partisipasi demi terselesaikannya proses penelitian dan penulisan skripsi ini. 03410077 viii . Yogyakarta. penulis dapat memperbaiki diri. ibu. Akhirnya. atas segala bentuk kekhilafan dan keteledoran yang telah penulis perbuat. penulis sangat mengharapkan adanya masukan. Dengan selesainya penulisan skripsi ini. demi kemaslahatan di masa-masa yang akan datang. penulis menyampaikan pertaubatan kepada Allah. Ayah. kritik dan saran konstruktif dari semua pihak. 8. istri dan putriku tercinta. yang telah banyak memberikan dorongan serta motivasi. serta permoho-nan maaf kepada semua pihak. Karena dengan masukan dan kritik itulah.

maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berbahasa Arab (kemampuan membaca dan menulis) siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diklasifikasikan dalam 3 kategori. Kesimpulannya. dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. Skripsi. Tahun Pelajaran 2009/2010”. Sebelum dianalisis. data yang terkumpul terlebih dahulu dilakukan proses koding dan tabulasi. 3) Korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010. Yogyakarta: jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. yang berarti bahwa mayoritas siswa kelas XII MA Ali Maksum memiliki kemampuan berbahasa Arab dalam kategori rendah. sedang sebanyak 40. 2010. Diantaranya adalah faktor pengajaran di dalam kelas. jumlah sampel ditetapkan sebesar 86 siswa.767) lebih besar dari nilai r dalam tabel values product moment untuk taraf keabsahan 5% dan N sebesar 86. Karena jumlah populasi lebih dari 100 orang. Dengan demikian.49% (3 siswa). Setelah dilakukan konsultasi terhadap tabel sampel yang dikemukakan oleh Krejcie dan Morgan. dan tinggi sebesar 3. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum diklasifikasikan dalam 3 kategori. yang ditentukan dengan teknik stratified proportional random sampling. Prestasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. yang berarti bahwa prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum mayoritas berada pada kategori rendah.72% (72 siswa). diketahui bahwa nilai rhitung (0. Oleh karenanya. dan dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik-pedagogis.KHOIRUL ANWAR. Salah satunya adalah dalam proses pengajaran mata pelajaran Fiqih.70% (35 siswa). dan tinggi sebesar 13.79% (11 siswa). Sebagai madrasah yang berbasis pesantren. dengan tujuan untuk mengetahui: 1) Kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010. yakni rendah sebesar 83. dan sedang sebanyak 12. yakni 0. “ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan menggunakan teknik analisis korelasi product moment. penelitian ini dilakukan. MA Ali Maksum masih menggunakan beberapa kitab dan literatur berbahasa Arab.35% (39 siswa). pada kenyataannya tidak semua siswa memiliki kemampuan berbahasa Arab secara memadai. yakni observasi. Namun demikian. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kuantitatifkorelasional. Untuk mengumpulkan data. wawancara dan dokumentasi. yakni kategori rendah sebesar 45.95% (12 siswa). hipotesis nihil (Ho) ditolak. peneliti menggunakan beberapa metode.213. DAFTAR ISI ix . 2) Prestasi belajar Fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun 2009/2010.

.......................... Letak dan Keadaan Geografis ............. HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................................. Teknik Analisis Data ................ Landasan Teori ..................................... G........................... Sitematika Pembahasan ..... Tujuan dan Kegunaan Penelitian ....... Struktur Kepengurusan MA Ali Maksum .......................... HALAMAN SURAT PERNYATAAN KEASLIAN .............................. Tujuan Pendidikan MA Ali Maksum ......................................................................................... Kajian Pustaka ................... HALAMAN PENGESAHAN.......... D.. Landasan Penyelenggaraan MA Ali Maksum ....... C............... Metode Penelitian ........................................... HALAMAN DAFTAR ISI .................................................................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................... Sejarah dan Perkembangan MA Ali Maksum .................. 43 43 46 49 51 52 1 1 6 7 8 11 27 27 39 40 x .....HALAMAN JUDUL ..................... B................................................................................................................................................................................................................. A... Latar Belakang Masalah ........................................................................... HALAMAN DAFTAR TABEL ..................................................................................................... HALAMAN KATA PENGANTAR ............................................................. H............ xiv BAB I : PENDAHULUAN........................................................ HALAMAN DAFTAR GAMBAR.................................. HALAMAN ABSTRAK........ E........... HALAMAN MOTTO ..................................... E........ C................................................................... i ii iii iv v vi vii ix x xii xiii HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN .............................................. D................................................................................... I........ Hipotesis ............................................... BAB II : GAMBARAN UMUM MA ALI MAKSUM PONDOK PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA ....................................... Pembatasan dan Rumusan Masalah ....... F.......... A............................................. B.....

...................................... DAFTAR PUSTAKA ....... C....... Simpulan ........... B......................... Koding dan Tabulasi Data ..............................F............................ I...................................................................... LAMPIRAN-LAMPIRAN................... D..... J................................................................. B................................................... Guru dan Karyawan MA Ali Maksum ... A....................................................... Saran.................. xi ........ Sistem Pendidikan MA Ali Maksum ................. Prestasi Dalam Kejuaraan ................... C................................................................................................................................................................. Kata Penutup ... A........ Deskripsi Data ................................. 54 60 62 65 66 67 67 73 73 75 77 77 78 80 81 86 BAB III : HASIL PENELITIAN ......................................................... H........................................................................................................................................ Keadaan Siswa.............. Pembahasan .......... Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum ..... Pengujian Hipotesis ....... BAB IV : PENUTUP ....... Kegiatan Ekstra dan Keasramaan ........................ G...............................................................

....................................................................... 30 Tabel 2 Penentuan Jumlah Sampel Menurut Krejcie dan Morgan ..................................... 71 xii ..... 32 Tabel 4 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun ........... 31 Tabel 3 Proporsi Jumlah Sampel Dalam Tiap Kelas ................... 68 Tabel 6 Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA.....................................................................DAFTAR TABEL Tabel 1 Populasi Penelitian ............ 56 Tabel 5 Deskripsi Data Penelitian ............................................ 69 Tabel 7 Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum .......

70 Gambar 3 Diagram Histogram Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 ............ 57 Gambar 2 Diagram Histogram Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 ...DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun .. 72 xiii .....

........................................................ Lampiran IV Deskripsi Statistik Kemampuan Berbahasa Arab .............................. 90 Lampiran VI Tabel Kerja Penolong Penghitungan Product Moment ...... 121 Lampiran XXII Bukti Sertifikat TOAFL................................................. Lampiran II Jumlah dan Identitas Sampel Penelitian ............. 116 Lampiran XIX Surat Bukti Pelaksanaan Penelitian ......................................................... 115 Lampiran XVIII Surat Keterangan Izin Bapeda DIY dan Kab......... 95 Lampiran X Hasil Wawancara ............................................................................. 91 Lampiran VII Tabel Values of rproduct moment .......................................... 88 89 86 87 Lampiran V Deskripsi Statistik Prestasi Belajar Fiqih ................... 113 Lampiran XVI Surat Pengajuan Penyusunan Skripsi .................................................................. TOEC dan IT .................................................................................................. 118 Lampiran XX Surat Penggantian Judul Skripsi ..........................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Jumlah dan Identitas Populasi Penelitian ... 127 Lampiran XXV Daftar Riwayat Hidup .... 102 Lampiran XIV Daftar Prestasi Siswa MA Ali Maksum ...... 119 Lampiran XXI Kartu Bimbingan Skripsi ................... 109 Lampiran XV Surat Penunjukan Pembimbing Skripsi ................... 114 Lampiran XVII Bukti Seminar Proposal....................... 99 Lampiran XIII Daftar Inventaris Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum ................................ Lampiran III Deskripsi Data Penelitian Variabel Kemampuan Berbahasa Arab dan Prestasi Belajar Fiqih ............. 128 xiv ..................................................................... 98 Lampiran XII Identitas Guru MA Ali Maksum .......................................... 125 Lampiran XXIV Bukti Sertifikat PPL II .................................................................................................................. 96 Lampiran XI Struktur dan Personalia MA Ali Maksum ................................................ Bantul ............................... 93 Lampiran VIII Catatan Hasil Observasi........................................................ 122 Lampiran XXIII Bukti Sertifikat dan Piagam KKN .. 94 Lampiran IX Panduan Wawancara ...................

Begitu penting peran bahasa. Vol. Terlebih lagi bagi masyarakat pesantren. dalam ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam.4 Hal ini dikarenakan sumber hukum Islam yang utama. 2004). “Bahasa: Antara Pikiran dan Tindakan”.BAB I PENDAHULUAN A. hal. yakni al-Qur’an dan as-Sunnah. 45 4 HM. 139 2 1 . Al-Hujurat (49) : 13 F. manusia sulit memahami ide. Cet9. Oleh karenanya. 2 Tahun 2001. serta berbagai sumber lain dalam kajian Islamic studies terkodifikasi dalam literatur-literatur QS. (Jakarta : IRD Press.J. manusia membutuhkan alat komunikasi yang disebut bahasa. hal. Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. sehingga seorang filsuf bahasa Ludwig Wittgenstein menyatakan bahwa “Batas bahasaku adalah batas duniaku”. Bahkan pengetahuan manusia dapat diukur dari kemampuannya dalam berbahasa.2 Karena dengan bahasa. bahasa Arab merupakan bahasa primer. (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. STAIN : 2001). Sians dan Teknologi. Latar Belakang Masalah Menurut kodratnya. 3 No. manusia dapat berkomunikasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta peradaban. seperti siswa MA Ali Maksum.1 Tidak ada seorangpun yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain.3 Tanpa bahasa. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global. dkk. dkk. bahasa Arab merupakan salah satu bahasa asing yang banyak dipelajari masyarakat Indonesia. (Malang. Bahasa merupakan alat komunikasi yang berguna dalam kehidupan sosial. Amin Haedari. gagasan dan kehendak serta maksud orang lain. 1994). 149 3 Mudjia Rahardjo. Sebagai bangsa dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Monks. hal. manusia merupakan makhluk sosial.

semua mata pelajaran menggunakan literatur berbahasa Arab.ac. MA Ali Maksum menerapkan kurikulum yang dipadukan antara kurikulum pesantren dan Departemen Agama.Hum. minimal saat menjalankan ibadah shalat.5 Seiring dengan semakin banyaknya penerjemahan buku dan kitab-kitab berbahasa Arab. undip. www. “Problematika Pengajaran Bahasa”. seperti fiqih dan al-Qur’an hadist. Di samping itu.S. Sedangkan untuk mata pelajaran umum. belajar Islam dapat dilakukan dengan buku-buku terjemahan. Salah satunya adalah Madrsah Aliyah (MA) Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Dengan demikian.6 Sejak awal berdirinya. com. menggunakan literatur berbahasa Arab. bagi sebagian lembaga pendidikan (seperti pondok pesantren). digunakan buku paket ber- Ahmad Nur Fauzan. masih tetap mempertahankan penggunaan literatur berbahasa Arab. sedangkan untuk kurikulum Depag dipilah antara mata pelajaran agama dan umum.staff. Tidak berlebihan jika ada ungkapan yang menyatakan “ke mana Islam tersebar.. seperti IPS dan Biologi. 22 Juli 2009).berbahasa Arab. Namun demikian. Jam 14:34 WIB 6 Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar kelas XII MAK MA Ali Maksum 5 2 . (Rabu.id. Untuk kurikulum pesantren. dapat dikatakan bahwa antara masyarakat muslim dengan bahasa Arab terdapat kaitan erat yang tidak mungkin dapat dipisahkan. M. Dalam pengajaran mata pelajaran agama. dalam google. S. ke sana pula bahasa Arab tersiar”. dalam kehidupan sehari-hari masyarakat muslim juga tidak mungkin dapat melepaskan diri dari penggunaan bahasa Arab.

7 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses pengajaran mata pelajaran fiqih di Madrasah Aliyah Ali Maksum dilakukan dengan menggunakan literatur dan buku pegangan berbahasa Arab. menerangkan dan mengulas kitab berbahasa Arab tertentu . sedangkan siswa mendengarkan.8 Fathul Qorib. baik berupa makna (arti). Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global. menerjemahkan. 9 Karya Muhammad bin Qasim al-Ghazi. 10 Karya Zainuddin bin ‘Abdul Aziz al-Malaibari. menyimak dan membuat catatan-catatan di dalam kitabnya sendiri. Adapun metode tanya jawab dipergunakan oleh siswa untuk meminta penjelasan lebih detil kepada guru. atas hal-hal yang belum jelas atau belum dapat difahami secara baik. Amin Haedari. merupakan syarh (penjabaran) dari kitab atTaqrib karya Ahmad bin al-Husain (Abi Suja’). 16 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan metode bandongan atau wetonan adalah metode pengajaran kolektif dimana santri secara bersama-sama mendengarkan seorang ustadz atau Kyai yang membaca. maupun hal-hal lain yang dianggap sulit untuk difahami. 8 Karya Abdullah bin al-Husain bin Tohir bin Muhammad bin Hasyim Ba’lawy.bahasa Indonesia. yakni kitab Sulam at-Taufiq. hal. MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta 7 3 .13 Metode bandongan dipergunakan oleh guru untuk membaca. merupakan syarh (penjabaran) dari kitab Qurrat al-‘ain. Musthofa al-Bigho.10 dan al-Fiqh al-Manhaji. pada tanggal 05 November 2009. terdiri dari 1 jilid 11 Karya Musthtofa al-Khin. di kantor MA Ali Maksum. hal-hal yang dianggap penting.11 Penggunaan literatur berbahasa Arab di lingkungan MA Ali Maksum dilakukan baik dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. staf TU MA Ali Maksum. terdiri dari 1 jilid.9 Fathul Mu’in. dengan 16 Bab. maupun dalam kegiatan di asrama. Wawancara dengan Bapak Ridwanuddin. mengartikan dan menjelaskan materi pelajaran dalam kitab berbahasa Arab. terdiri dari 8 Juz dan 4 jilid 12 HM. dan ‘Ali asy-Syarbajy. dkk. Proses pembelajaran fiqih di dalam kelas dilakukan dengan menggunakan metode bandongan12 dan metode tanya jawab. 13 Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar Kelas XII IPA.

Minimal siswa telah mampu membaca bahasa Arab secara baik dan lancar. Dengan demikian. Dalam hal ini siswa diminta untuk praktik membaca. proses pembelajaran dengan metode bandongan dilakukan terhadap siswa yang dianggap telah memiliki kemampuan dasar bahasa Arab. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global.15 Hal ini dikarenakan penggunaan metode bandongan diawali dengan pembacaan teks Arab oleh guru. Amin Haedari. memaknai serta memahami materi yang telah diajarkan.14 Penggunaan metode praktik ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membaca. sedangkan siswa menyimak serta membuat catatan yang dianggap perlu. siswa MA Ali Maksum diharuskan memiliki kemampuan bahasa Arab. terkadang guru mata pelajaran fiqih di MA Ali Maksum juga menerapkan metode praktik membaca kitab. hal. belum semua siswa Observasi pada tanggal 02 November 2009 di ruang belajar Kelas XII IPA.Disamping menerapkan kedua metode di atas. sangat mungkin mengalami kesulitan. Namun pada kenyataannya. sebenarnya dapat mendorong siswa belajar membiasakan diri dengan bacaanbacaan berbahasa Arab. untuk dapat mengikuti pelajaran fiqih secara baik. Uraian di atas menggambarkan bahwa dalam tataran idealita. memaknai dan menjelaskan isi dari kitab pegangan. Dengan metode praktik ini. dkk. Secara umum. minimal mengalami keterlambatan dalam menyimak bacaan guru. siswa yang belum mampu membaca bahasa Arab secara baik dan lancar. Minimal siswa mampu membaca bahasa Arab atau al-Qur’an. 41 14 4 . MA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta 15 HM.

Nur Fadhilah Rizki (Siswa kelas XII MAK) selaku delegasi MA Ali Maksum dalam lomba pidato 3 bahasa (Inggris. dengan alasan yang dibuat-buat.00 WIB 19 Wawancara dengan Drs. Marwan Hamid. Siswa yang tidak memiliki persiapan yang cukup. pada tanggal 10 November 2009 16 5 . Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas XII MA Ali Maksum. melainkan juga banyak yang berasal dari latar belakang pendidikan umum (SLTP) dan lembaga pendidikan non pesantren.17 Di samping masalah yang terkait dengan kemampuan berbahasa Arab di atas.MA Ali Maksum memiliki kemampuan bahasa Arab secara memadai. Arab dan Indonesia) pada hari Minggu 08 November 2009 jam 17.19 Wawancara dengan Drs. merasa khawatir jika di dalam kelas diminta praktik membaca kitab. 18 Wawancara dengan Syirojuddin Hadi Imron (siswa kelas XII IPA) dan sdr. penerapan metode praktik di dalam kelas juga menjadikan sebagian siswa merasa terbebani. Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab Kelas XII MA Ali Maksum. yang tidak hanya berasal dari sekolah berbasis pesantren atau madrasah. namun dari beberapa sampel. Walaupun perolehan prestasi (nilai) dapat dipengaruhi oleh banyak faktor.18 Penelitian pendahuluan yang dilakukan terhadap siswa kelas XII MA Ali Maksum tentang pengaruh kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. Sehingga tidak sedikit diantara siswa MA Ali Maksum yang memilih mbolos dan tidak masuk pelajaran fiqih. Marwan Hamid. siswa Kelas XII MA Ali Maksum yang mendapatkan nilai pelajaran fiqih di bawah rata-rata tersebut merupakan siswa yang kurang menonjol dalam kemampuan berbahasa Arab. terdapat sejumlah siswa yang memiliki nilai mata pelajaran fiqih di bawah rata-rata.16 Hal ini dikarenakan semakin beragamnya input siswa MA Ali Maksum. pada tanggal 10 November 2009 17 Data PSB tahun 2009: 87 siswa dari 169 siswa baru yang berlatar belakang SLTP.

Dengan demikian. maka peneliti bermaksud melakukan penelitian lapangan (kancah) tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010”. Berdasarkan uraian latar belakang di atas. berkorelasi (berhubungan) dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. juga memiliki prestasi belajar fiqih di bawah rata-rata. B. Bagaimana kemampuan berbahasa Arab siswa Kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? 6 . karena proses pembelajaran fiqih dilakukan dengan literatur (kitab) berbahasa Arab. Pembatasan dan Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas.Hasil studi dan penelitian pendahuluan di atas menggambarkan bahwa siswa MA Ali Maksum yang tidak memiliki kemampuan berbahasa Arab secara memadai. serta dengan berpijak pada hasil penelitian pendahuluan yang menggambarkan adanya korelasi dua variabel. Minimnya kemampuan berbahasa Arab diprediksi menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan kurang maksimalnya prestasi belajar fiqih bagi siswa kelas XII MA Ali Maksum. dalam penelitian “Korelasi Anaara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” ini dapat dirumuskan beberapa permasalahan: 1. dapat dikemukakan hipotesis sementara bahwa kemampuan berbahasa Arab.

Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Mengetahui kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. Bagaimana prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? 3. khususnya dalam bidang penelitian pendidikan agama Islam. 7 . Apakah ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010? C. Diantara keguanaan dan kontribusi tersebut adalah: a. Tujuan penelitian Penelitian tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010” ini bertujuan untuk: a. Segi praktis 1) Sebagai wahana implementasi pengetahuan yang dimiliki. Kegunaan penelitian Pelaksanaan penelitian ini diharapkan memiliki beberapa kegunaan atau kontribusi. Mengetahui prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. b. Mengetahui korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010.2. 2. c.

Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. beserta faktor-faktor yang ikut mempengaruhi. baik yang bersifat baru. Secara garis besar. siswa menjadi terbiasa untuk membaca. 1) Memberikan sumbangan bagi hazanah keilmuan Islam. D. mengucapkan dan mendengar kata-kata dalam bahasa 8 . khususnya dalam bidang pendidikan dan proses pembelajaran fiqih. Ikowiyah. b. Skripsi. dengan keterampilan berbahasa Arab siswa MTs AnNawawi Purworejo. tentang pentingnya kemampuan berbahasa Arab. peneliti menemukan beberapa hasil penelitian yang memiliki kedekatan pembahasan dengan penelitian ini. 3) Mendorong orang tua siswa agar ikut serta memperhatikan prestasi belajar anaknya. termasuk perlunya peningkatan kemampuan bahasa. hasil penelitian menjelaskan tentang hubungan positif antara penggunaan metode menghafal (mahfudhot). Segi teoritis. Kajian Pustaka Berdasarkan hasil penelusuran dan studi bahan pustaka.2) Menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat muslim. karya ilmiah serta hasil penelitian yang ada. khususnya dalam disiplin kajian dan keilmuan yang sama dengan penelitian ini. 2) Menjadi bahan rujukan bagi penelitian di masa yang akan datang. Dengan metode mahfudhat. diantaranya: 1. maupun lanjutan. tahun 2007. “Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTs An-Nawawi Berjan Purworejo”.

Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. Skripsi. Abidin Fuadi Nugroho. adanya korelasi antara motivasi belajar dan prestasi belajar PAI pasca gempa di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul. Abidin Fuadi Nugroho menyimpulkan. Skripsi. Kesimpulan yang dibuat dalam Ikowiyah. 2008. Skripsi. “Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul”. semakin jarang penggunaan mahfudhat. semakin lemah ketrampilan siswa dalam berbahasa Arab. maka semakin tinggi pula kemampuan atau keterampilan membaca bahasa Arab siswa MTsN Ngemplak Sleman Yogyakarta.21 3. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”. 2007. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta.20 Demikian pula sebaliknya. Skripsi. Dalam penelitiannya ini. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”. 2. Hasil dari kesimpulan penelitian yang dirumuskan adalah semakin tinggi tingkat penguasaan mufrodat siswa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan. 2008 20 9 . maka semakin besar pula keterampilan yang dimiliki siswa dalam berbahasa Arab. “Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTsN An-Nawawi Berjan Purworejo”.Arab. Nurjanah. 2007 21 Nurjanah. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. semakin sering siswa menghafal kata-kata dalam bahasa Arab (mahfudhat).

“Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul Yogyakarta”. 2007 22 10 . dikaitkan dengan motivasi belajar. Hasil penelitian yang dilakukan Ikowiyah dan Nurjanah di atas melihat ketrampilan atau kemampuan berbahasa Arab siswa dari sisi metode menghafal (mahfudhot) dan penguasaan kosa kata (mufrodat). Berbeda dengan hasil penelitian di atas. semakin tinggi pula prestasi belajar yang diraihnya. sebenarnya masih banyak lagi karya ilmiah atau hasil penelitian yang mengarah pada variabel-variabel yang ada dalam penelitian skripsi ini. Skripsi. penelitian tentang “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” yang dilakukan peneliti lebih menitik beratkan pada hubungan antara kemampuan siswa dalam berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih di MA Ali Maksum. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sebagaimana telah dikemukakan pada pembahasan sebelumnya. semakin tinggi motivasi belajar yang dimiliki siswa. bahwa proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dilakukan dengan literatur (kitab-kitab) berbahasa Arab.22 Disamping hasil penelitian di atas.penelitian ini adalah. Sedangkan dalam studi dan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan Abidin Fuadi Nugroho. Sedangkan hasil penelitian Abidin Fuadi Nugroho lebih melihat prestasi belajar siswa. Namun sejauh ini peneliti belum menemukan satupun karya ilmiah atau hasil penelitian yang secara spesifik melihat hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. apalagi yang dilakukan di MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta.

Ke-10. www. Pengertian Bahasa Arab Secara etimologi. masih banyak definisi lain yang dikemukakan para tokoh. tingkah laku yang baik dan sopan santun.25 Disamping definisi di atas.blogspot. Diantaranya adalah: Sturtevent mendefinisikan bahasa sebagai sistem lambang sewenang-wenang. bahasa merupakan alat komunikasi sosial.. Sedangkan menurut Keraf. anaksastra. hal. Kamus Besar Bahasa Indonesia. hal. bahasa juga dapat dimaknai dengan ucapan (perkataan) yang baik. bahasa diartikan sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer.com. 77 24 Ibid. Sehingga perlu dilakukan penelitian. bahasa didefinisikan secara berbeda oleh beberapa tokoh. didapatkan sampel bahwa kemampuan berbahasa Arab berkorelasi dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum. Landasan Teori 1. dalam google.23 Disamping itu. “Sosiolinguistik: Masyarakat Bahasa 1”. 1999). berinteraksi dan mengidentifikasikan diri. (Jakarta: Balai Pustaka. yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama. hal. cet. yang berupa lambang bunyi suara yang dihasilkan alat ucap manusia. 1 23 11 . Linguistik Sastra Jurnalistik. E. Jam 07:40:00 WIB.com. apakah ada korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. 77 25 UPI.peneliti. Tinjauan kemampuan berbahasa Arab a.24 Sedangkan dalam pengertian terminologi (istilah). Harimurti mendefinisikan bahasa sebagai sistem Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. berupa bunyi yang digunakan oleh anggota kelompok sosial untuk bekerjasama dan saling berhubungan. (22 Oktober 2009).

Berdasarkan uraian definisi di atas. Masyarakat Arab melahirkan bahasa Arab. 2006). Seluruh fenomena simbolis yang terdapat dalam kehidupan manusia.lambang arbriter yang digunakan masyarakat untuk bekerja sama. terdapat kata kunci yang mengandung pengertian khusus. 1984). Makna. “Outline of Linguistic Analysis”. bahasa adalah sistem simbol bunyi yang arbriter yang dipergunakan kelompok sosial sebagai alat untuk berkomunikasi.27 Dengan melihat definisi-definisi yang telah diungkapkan di atas. sekaligus mengandung pengertian umum. Ke-1. Yakni kata “simbol”. Filsafat Bahasa Mengungkap Hakikat Bahasa. (Jakarta: Gramedia. perkembangan bahasa berkelindan (seiring) dengan perkembangan alam dan zaman. sebagai alat Harimurti Kridalaksana. lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap masyarakat Arab. 1982). dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan bahasa adalah lambang bunyi suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. misalnya masyarakat Jawa memiliki bahasa Jawa. sebagai alat komunikasi bagi komunitas masyarakat tertentu. dan realitas empirik di alam semesta ini. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa pada dasarnya merupakan sistem simbol yang ada di alam semesta raya. dapat dikatakan sebagai bahasa. Dengan demikian. Psikolinguistik. Ke-1. hal. (Bandung: Angkasa. yang dimaksud dengan bahasa Arab dalam penelitian ini adalah. Kamus Linguistik. hal. masyarakat Melayu menciptakan bahasa Melayu. 23 27 26 12 . dalam Henry Guntur Tarigan. dan lain sebagainya.26 Sedang menurut Bloch dan Trager. dan Tanda.28 Dengan demikian. cet. cet. 66-67 28 Asep Ahmad Hidayat. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 17 Bernard Bloch and Trager. berinteraksi dan mengidentifikasi diri. hal.

“Metodologi Pengajaran Bahasa Arab Untuk Jurusan Bahasa Arab”.29 Sehingga dalam penelitian ini tidak akan memberikan ulasan secara spesifik tentang karakteristik bahasa Arab. bahwa yang dimaksud dengan bahasa Arab dalam penelitian ini adalah bahasa Arab di dalam kitabkitab fiqih yang menjadi rujukan dan pegangan utama guru dalam proses pengajaran dan pembelajaran fiqih kepada siswa Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Secara kuantitatif. Yakni orang yang menggunakan bahasa Arab (berbahasa Arab). hal. bahasa Arab Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sejarah Perkembangan Bahasa Arab Bahasa Arab merupakan bahasa Semitik yang muncul dari daerah Semit (sekarang termasuk wilayah Arab Saudi). hal. buku. Yogyakarta: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. termasuk bahasa Arab yang dipakai dalam literatur. yakni bahasa Arab fushah (fasih dan resmi) dan bukan bahasa pasaran (‘amiyah).berkomunikasi dan menyampaikan pesan (lisan dan tulisan). 78 Busyari Madjidi. (2008). Penambahan kata depan “ber” dalam kata bahasa pada skripsi ini (menjadi berbahasa) menunjukkan bahwa yang menjadi titik tekan dalam penelitian ini adalah orang (bukan bahasanya). bahasa Arab Smitik merupakan bahasa terbesar (mayoritas) dari sekian banyak rumpun dalam bahasa Arab. Akhirnya dapat disimpulkan. serta hal-hal yang melingkupinya. kitab dan berbagai media ilmiah lainnya.30 b. 01 30 29 13 . Secara historis.

Hal ini menjadikan bahasa Arab banyak diasimilasi menjadi bahasa masyarakat Eropa. bahasa Arab juga merupakan alat utama budaya. matematika dan filsafat.com. www. Bahasa Arab tidak diposisikan sebagai media untuk melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban masyarakat muslim. 1 No1 (2004). bahasa Arab dipelajari oleh orang Islam hanya dalam rangka tujuan praktis yaitu ibadah.com. 33 Mansur. hal. 71-72 31 14 . “Definisi Bahasa Arab”. was posted on Friday. dalam google. (21 November 2008) 32 Ibid. Bahasa Arab modern telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 sub bahasa dalam ISO 639-3. “Al-‘Arabiyah”. Bahasa Arab modern berasal dari bahasa Arab klasik yang telah menjadi bahasa kesusasteraan dan bahasa liturgi Islam sejak dari abad ke-6 Masehi. Vol. ketika tujuan pragmatisnya (membaca al-Qur’an dan menjalankan ibadah) telah tercapai.blogspot. dalam Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.ibnuaziz83. sedangkan bahasa Arab baku telah tersebar dan dikaji di seluruh dunia Islam (‘araby dan ‘ajamy).. khususnya dalam bidang sains. Bahasa Arab telah memberi banyak kosa kata kepada bahasa lain di dunia Islam. termasuk bahasa Indonesia.32 Dalam perjalanan sejarahnya.33 Ibnu Aziz. Semasa abad pertengahan.berkerabat dekat dengan bahasa Ibrani dan bahasa Aram.31 Bahasa-bahasa ini dituturkan di seluruh dunia Arab. Sehingga mayoritas umat Islam tidak lagi mempelajari bahasa Arab.

2 15 . bahasa hidup dan berkembang dalam masyarakat. hal. manusia mampu membentuk lambang atau memberi nama guna menandai setiap kenyataan. dalam google.38 Fakultas Ilmu Bahasa UGM. Al-Baqarah (2) : 31-33 UPI. “Bahasa dan Dinamika Masyarakat”. 2 QS.com.antropologi . bangsa atau negara tertentu akan mengalami kesirnaan.fib. bahasa suatu komunitas. Fungsi Bahasa Arab Secara umum. Implementasinya. hal.id. bahasa merupakan salah satu ciri atau tanda yang membedakan dengan bangsa lain.36 Hewan dan makhluk-makhluk lain di dunia ini tidak memiliki bahasa. jam 20.15 WIB 35 Ibid 36 37 38 34 UPI. Bahkan tidak menutup kemungkinan. Diantaranya adalah sebagai identitas bangsa atau Negara.37 Oleh karenanya.34 Bagi sebuah bangsa.c.35 Bahasa juga berfungsi sebagai alat komunikasi. seiring dengan tuntutan perkembangan zaman. Linguistik Sastra Jurnalistik “Sosiolinguistik: Hubungan Bahasa dengan Budaya”. Disatu sisi. “Sosiolinguistik: Hubungan Bahasa dengan Budaya”. bahasa tidak bersifat permanent. www. (Rabu. Sedangkan di sisi yang lain. bahasa dapat menjadi salah satu faktor kebanggaan serta perekat semangat nasionalisme suatu bangsa. akan tetapi luwes dan selalu berubah.ac.ugm. serta dipakai oleh komunitasnya sebagai alat komunikasi. Linguistik Sastra Jurnalistik. 29 Oktober 2009). Kelangsungan hidup sebuah bahasa sangat dipengaruhi oleh budaya dan dinamika yang terjadi serta dialami penuturnya. bahasa memiliki beberapa fungsi. bahwa bahasa sebagai alat komunikasi hanya dimiliki oleh manusia. Para ahli bahasa menegaskan.

yakni:40 1) Kemampuan membaca (qiro’ah / reading skills) Membaca merupakan salah satu ketrampilan dalam berbahasa. (Yogyakarta. Seseorang belum dikatakan memiliki kemampuan berbahasa Arab secara baik. d. 1 40 Nurhadi. ada tiga golongan pembaca bahasa Arab. 57-61 41 Panitia PPL 1 Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.html.41 Kemampuan membaca literal adalah kemampuan pembaca mengenal dan menangkap bahan bacaan yang tertera secara tersurat (eksplisit). pembaca kritis dan pembaca kreatif. 2005). (Bandung: Sinar Baru Algensindo. SMALB. yakni: pembaca literal.com. jika belum mampu membaca naskah atau tulisan dalam bahasa Arab.blogspot.com/ 2009/06/belajar-bahasa-arab-keharusan. hal. Kemampuan membaca kritis merupakan kemamAbdul Munir Sape. MA.39 Sebagaimana telah disinggung pada bagian sebelumnya. sedangkan alQur’an diturunkan dalam bahasa Arab. Dilihat dari tingkat kemampuan membacanya. hal. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca? Suatu Teknik Memahami Literature Yang Efisien. Dan MAK”. dalam yahoo. 2008). hal. Indikator Kemampuan Berbahasa Arab Seseorang dikatakan mampu untuk berbahasa Arab dengan baik adalah ketika ia memiliki empat ketrampilan berbahasa. diperlukan kemampuan berbahasa Arab secara baik dan memadai. “Belajar Bahasa Arab-Keharusan”. bagi masyarakat muslim Indonesia bahasa Arab juga berfungsi sebagai alat untuk melakukan proses pengkajian dan pendalaman terhadap nilai-nilai agama Islam.Disamping beberapa fungsi dia atas. http://dorokabuju. Sehingga untuk dapat mempelajari nilai-nilai agama Islam secara baik dan maksimal.750 39 16 . bahwa sumber utama nilai-nilai agama Islam adalah al-Qur’an.

baik makna tersurat maupun makna tersiratnya melalui tahap mengenal.)اﻟﻘﺮاءةاﻟﺴﺮﻋﺔ‬membaca rekreatif (‫ )أﻟﻘﺮاءةاﻹﺳـﺘﻤـﺘﺎﻋـﻴــﺔ‬dan membaca analitis (‫ 34. memahami. baik pokok maupun rinciannya. Fuad Efendi. terdapat beberapa jenis membaca.)أﻟﻘﺮاءةاﻟـﺘﺤﻠـــﻴﻠﻴــﺔ‬Membaca keras merupakan jenis membaca yang dilakukan dengan suara jelas dan dapat dimengerti orang lain. 2004). Sedangkan kemampuan membaca kreatif adalah membaca yang tidak sekadar menangkap makna tersurat (reading the lines). Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga.)أﻟﻘﺮاءةاﻟﺠـﻬﺮﻳـــﺔ‬ membaca dalam hati (‫. Membaca dalam hati bertujuan memperoleh pengertian. 2008. Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren alLuqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning. Membaca rekreatif bertujuan memberikan latihan kepada siswa untuk membina minat dan kecintaan membaca.)أﻟﻘﺮاءةاﻟــﺼﺎﻣـﺘـــﺔ‬ membaca cepat (‫ . menganalisa.42 Dalam konteks membaca bahasa Arab. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. Diantaranya adalah membaca keras (‫. makna antar baris (reading between lines) dan makna dibalik baris (reading beyond the lines). Membaca cepat bertujuan untuk menggalakkan siswa agar berani membaca lebih cepat daripada kebiasaannya. 19 42 17 . hal. 126 44 M. Yogyakarta: Skripsi. Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren alLuqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning. (Malang: Misykat. Syaiful. 44 M. 18 43 A. hal. mensintesa dan menilai. Syaiful. Sedangkan membaca analitis bertujuan untuk melatih siswa agar memiliki kemampuan mencari informasi dari bahan atau literatur yang tertulis tertulis (berbentuk tulisan).puan pembaca mengolah bahan bacaan secara kritis untuk menemukan keseluruhan makna bahan bacaan. tetapi yang mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untuk kepentingan sehari-hari. hal.

hal. secara tertulis yang mencerminkan kecakapan menulis dengan tepat. hal. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA. Dan MAK”. 767 46 Ibid.. b) Mampu mengungkapkan informasi secara tertulis dalam kalimat sederhana sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan menggunakan kata. c) Mampu mengungkapkan pendapat dan perasaan. a) Mampu menyampaikan informasi secara lisan dengan lafal yang tepat dalam kalimat sederhana. frasa atau kalimat) dalam suatu konteks dengan mencocokkan dan membedakan secara tepat. b) Memperoleh informasi umum dan atau rinci dari berbagai bentuk wacana lisan sederhana secara tepat. Diantaranya adalah. 767 45 18 . b) Melakukan dialog sederhana dengan Team PPL 1 Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Diantaranya adalah.2) Kemampuan menulis (kitabah / writing skills) Kemampuan menulis siswa dalam bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa hal. MA.45 3) Kemampuan mendengarkan (istima’ / listening skills) Kemampuan mendengarkan bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa aspek. a) Mengidentifikasi bunyi huruf Hijaiyah dan ujaran (kata. frasa. frasa dengan huruf. a) dapat menulis kata. dan struktur yang tepat. dan kalimat dengan huruf ejaan. Diantaranya adalah. SMALB. serta tanda baca yang tepat. tanda baca.46 4) Kemampuan berbicara (kalam / speaking skills) Kemampuan berbicara menggunakan bahasa Arab dapat dilihat dalam beberapa bentuk.

Anwar. kedudukan sebuah kata dalam struktur kalimat. 1986).. hal.50 2. cet. Jika penguasaan kata pada aspek ini telah memadai. Metodologi & Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab. hal. dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan prestasi Ibid. 467 48 47 19 . maka semakin besar pula ketrerampilan berbahasanya”.G Tarigan.51 Senada dengan pengertian tersebut. 02 51 Adi Satrio.47 Untuk dapat menguasai empat aspek ketrampilan berbahasa Arab di atas. 2000). maka mudahlah kita untuk menguasai aspekaspek yang lainnya. semakin banyak mufrodat yang dimiliki seseorang.. Pengertian Prestasi Belajar Secara bahasa. 2005). 33 50 Tarigan. VII. dkk. Terjemahan Matan Kailani dan Nadham al-Maqsud berikut penjelasannya. hal. hal. (Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group. iii 49 Radhliyah Zaenuddin.lancar dan benar yang mencerminkan kecakapan berkomunikasi dengan santun dan tepat. (Bandung : Sinar Baru Algensindo. Kamus Ilmiah Populer. Moch. H. ”kualitas berbahasa seseorang jelas tergantung pada kualitas dan kuantitas mufrodat (perbendaharaan kata) yang dimilikinya. (Bandung: Angkasa.. Kosa Kata Pengajaran. (2005). 767 Ilmu nahwu adalah ilmu tata bahasa Arab yang mempelajari susunan kalimat. hal. c) Menyampaikan pendapat dan perasaan secara lisan dengan lancar sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan berkomunikasi dengan santun dan tepat. perubahan akhir kata (i’rab). prestasi diartikan sebagai hasil yang telah dicapai. dan lain sebagainya. edisi revisi.49 Sedangkan menurut H. G. yang harus diprioritaskan dari empat aspek kemahiran berbahasa Arab adalah aspek yang pertama yaitu membaca.48 Menurut Fahmi. Tinjauan prestasi belajar a. diperlukan penguasaan ilmu nahwu & shorof. Sedangkan Ilmu sharaf adalah ilmu yang mempelajari perubahan bentuk kata dalam bahasa Arab.

wordpress. (Bandung: Maestro. belajar merupakan perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman.53 Disamping definisi tersebut.54 Sedangkan Mahfud Shalahuddin mendefinisikan belajar sebagai: Suatu proses perubahan tingkah laku melalui pendidikan atau lebih khusus melalui prosedur latihan. Kedua. Chaplin memberikan batasan belajar dengan dua rumusan. hal. hal. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2008). Perubahan itu sendiri berangsur-angsur dimulai dari sesuatu yang tidak dikenalnya.adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan atau dikerjakan). yang pada umumnya (perubahan tesebut) bersifat permanen. www. untuk kemudian dikuasai atau dimilikinya dan dipergunakannya sampai pada suatu saat dievaluasi oleh yang menjalani proses belajar itu. 2008). pertama. 2009-01-05 54 Muhibbin Syah. 67 53 52 20 . secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. para psikolog dan ahli pendidikan mendefinisikan belajar secara berbeda-beda.55 Bertolak dari berbagai definisi di atas. prestasi merupakan hasil yang telah dicapai oleh seseorang. Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah. 787 Sunarto. Sedangkan belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya tingkah laku. setelah orang tersebut melakukan atau mengerjakan suatu pekerjaan tertentu. Science fun. dalam google.com.com.52 Dengan demikian. 90-91 55 Ahmad Tafsir.sunarto mbs. (Bandung: Remaja Rosdakarya. “Pakem Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Dan Menyenangkan”. Misalnya. belajar adalah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus. sebagai hasil dari terbentuknya respon utama. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. hal.

yang Muhibbin Syah. hal. Zainun Najib.57 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan yang dicapai dari suatu kegiatan atau usaha yang dapat memberikan kepuasan emosional. 5 57 56 21 . Dengan demikian. 2006. afektif dan psikomotor. dan dapat diukur dengan alat atau tes tertentu.com.56 Senada dengan kedua pendapat di atas. masnaguib. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Arif Gunarso mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usahausaha belajar. dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu yang relatif menetap (permanent) sebagai hasil atau akibat dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. hal. Sedangkan Winkel mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang.blogspot. ”Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mesir”. tingkat keberhasilan siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010. prestasi belajar dapat dimaknai sebagai “taraf keberhasilan murid atau santri dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah atau pondok pesantren yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu”. February 04.yang relatif menetap (permanent) sebagai hasil pengalaman. dalam google. setelah menempuh proses pembelajaran dalam mata pelajaran Fiqih. www. Sedangkan yang dimaksud dengan prestasi belajar fiqih dalam penelitian ini adalah.com. 132 M. Berdasarkan uraian tentang pengertian prestasi dan belajar di atas. Saturday.

dan lingkungan.58 b.tk. minat dan kondisi akibat keadaan sosiokultural. faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Faktor dari dalam diri siswa meliputi: a) faktor psikis yaitu: IQ. masyarakat dan lain sebagainya. motivasi belajar. sekolah. Rajawali. Secara lebih rinci. www. e-mail:@reefah@yahoo. 2002). b) Faktor fisiologis atau faktor biologis. S. yang dapat dibedakan menjadi 2 bagian. 233. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar Untuk mencapai prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan.com. dan (2) keadaan fungsi-fungsi fisiologis tertentu. status sosial siswa. perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktor-faktor tersebut adalah.areefah. sikap dan perasaan. kemampuan belajar. (Jakarta : CV. keadaan waktu dan tempat. Psikologi Pendidikan. sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga. “Kajian Teoritis Prestasi Belajar”. Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri siswa dapat bersifat biologis dan psikologis. yakni: (1) keadaan jasmani. hal. keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar. disiplin sekolah. Dan c) faktor situasional yaitu keadaan sosial ekonomi. 58 22 . faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor internal) dan faktor yang barasal dari luar diri siswa atau (faktor eksternal). misalnya fungsi penglihatan. 2009 59 Suryabrata. interaksi guru dengan siswa. pendengaran dan lain sebagainya.59 Yahya Asnawi. 2) Faktor dari luar diri siswa: a) faktor pengatur belajar mengajar di sekolah yaitu kurikulum pengajaran. fasilitas belajar.diukur dengan tes tertentu dan diwujudkan dalam bentuk nilai atau skor dan dituangkan dalam buku raport. pengelompokan siswa b) faktor-faktor sosial di sekolah yaitu sistem sekolah.

secara garis besar dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa dibagi ke dalam dua kelompok. 276 61 60 23 . Kamus Besar Bahasa Indonesia. mata pelajaran diartikan dengan ”pelajaran yang harus diajarkan (dipelajari) untuk sekolah dasar atau sekolah lanjutan”. 3. Mata Pelajaran Fiqih a. Pengertian Secara bahasa.Berdasarkan uraian di atas. Sedangkan faktor yang berasal dari luar diri siswa diantaranya adalah kondisi lingkungan keluarga. Dachlan Arifin.06 62 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. yang harus diajarkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. dan lain sebagainya. yakni kelompok yang berasal dari dalam diri siswa dan kelompok yang bersal dari luar dirinya. seperti keadaan fisik. yakni faktor yang bersifat psikologis seperti IQ. Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih. hal. suasana lingkungan sekolah.60 Sedangkan fiqih diartikan dengan mengetahui dan memahamkan. serta faktor yang bersifat biologis. (Yogyakarta: Dian Yogyakarta. pola hidup masyarakat. fungsi dari masing-masing anggota badan. minat.62 Dengan demikian. waktu dilaksanakannya belajar. proses belajar yang dilalui. Kamus Besar Bahasa Indonesia. motivasi. dalam pengertian bahasa. yang dimaksud dengan mata pelajaran fiqih adalah pelajaran tentang hukum Islam. bakat dan lain sebagainya. hal. 1994). hal. 636 Much. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa juga dapat dibedakan menjadi dua bagian.61 Namun yang dimaksud dengan fiqih di sini adalah ilmu yang mempelajari tentang hukum Islam. dan lain sebagainya.

Secara istilah. Diantaranya. Dachlan Arifin. Muhammad Abd. makruh maupun mubah. Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih. baik wajib. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan mata pelajaran fiqih di sisni adalah pelajaran tentang hukum Islam yang mengatur perilaku seorang mukallaf. (Yogyakarta: Dian Yogyakarta. b. hal. haram. yang digali dari al-Qur’an. Sunnah Rasul dan sumber-sumber hukum Islam lainnya.. fiqih didefinisikan sebagai ilmu yang menerangkan hukum-hukum Allah terhadap perbuatan para mukallaf. yang harus dipelajari (diajarkan) kepada siswa sekolah dasar hingga sekolah lanjutan (menengah). serta dalil-dalil syara’ lainnya. fiqih didefinisikan secara berbeda oleh para tokoh. Salam Qobbany mendefinisikan ilmu fiqih sebagai ilmu yang menerangkan segala hukum yang dipetik dari dalil-dalil yang tafsili.05 64 Ibid. baik yang bersifat ubudiyah (hubungan dengan Allah) maupun amaliyah (berhubungan dengan sosial). hal. seperti ijma’ dan qiyas. Kompetensi Pembelajaran Fiqih Di Madrasah Aliyah Sebagai sub sistem dari sistem pendidikan Nasional. 1994). sunat.(dipelajari) oleh siswa sekolah.63 Sedangkan menurut Ibnu Khaldun. 06 63 24 . baik untuk jenjang sekolah dasar maupun jenjang lanjutan. segala rumusan tentang tujuan dan kompetensi pendidikan Madrasah Aliyah Much. yang diterima dari Allah dengan perantaraan kitab suci (al-Qur’an) dan sunnah Rasulullah.64 Berdasarkan uraian di atas.

tidak dapat dilepaskan dari tujuan pendidikan Nasional. Secara umum, rumusan kompetensi dasar bagi Madrasah Aliyah adalah: 1) Memahami ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah, demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2) Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna 3) Berperilaku terpuji seperti husnuzzhan, taubat dan raza dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof, tabdzir & fitnah 4) Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam. 5) Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia.65 Secara lebih khusus, dalam keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah / Keagamaan, disebutkan bahwa mata pelajaran fiqih dimaksudkan untuk

memberikan bekal kepada siswa agar lebih mampu memahami ajaran Islam dalam aspek hukum.66 Dengan demikian, kompetensi mata pelajaran fiqih pada Madrasah Aliyah adalah terbentuknya sumber daya manusia muslim Indonesia yang memahami terhadap ajaran Islam, khususnya dalam aspek hukum. c. Ruang Lingkup Materi dalam Pembelajaran Fiqih Secara umum, ruang lingkup materi dalam pembelajaran fiqih terbagi dalam 4 bagian, yakni 1) berkaiatan dengan urusan akhirat (ibadah), 2) berkaitan dengan urusan dunia (mu’amalah),

3) berhubungan dengan kelangsungan hidup manusia (munakahat),
Badan Standar Nasional Pendidikan, SKL-Mata Pelajaran SMK/MAK, hal. 68 Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah Keagamaan, Bab III huruf D butir 10, hal. 13
66 65

25

4) berhubungan dengan kepentingan umum (’uqubat).67 Sedangkan menurut Hasbi Ashiddieqy, ruang lingkup mata pelajaran fiqih meliputi terhadap berbagai hal, sebagai berikut: 1) Ibadat, mencakup tentang taharah, shalat, jenazah, puasa, zakat, haji, ...2) AL-Ahwal asy-syahsiyyah, yang meliputi: nikah dan berbagai hal yang melingkupinya, wasiat, waris, radla’ah, hadlonah dan perwakilan 3) Al-Muamalah al-Madaniyah, yang meliputi: jual beli, sewa menyewa hutang piutang, gadai, rahn, syuf’ah, salam, ... 4) Al-Muamalah Al-Maliyah, meliputi: Baitul Mal, perbendaharaan negara, ... 5) Uqubat, meliputi: Qishas, hudud, ta’zir, ... 6) Al-Ahkam al-Murofa’at (mukhossomat), meliputi: peradilan, hakim, gugatan, 7) Al-Ahkam As-Sultoniyah, meliputi: kepala negara, rakyat, musyawarah, ... 8) Al-Ahkam Ad-Duwaliyah meliputi: hubungan antar negara, perang, ...68 Dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah / Keagamaan bahan kajian yang tercakup dalam mata pelajaran fiqih adalah ibadah, mu’amalah, ath’imah, munakahah, faraidh dan wasiat, uqubat, qadhaf, serta perbandingan madzhab dalam beberapa hukum tertentu.69 Bagi Madrasah Aliyah Ali Maksum, pada dasarnya ruang lingkup pembelajaran fiqih tetap mengacu terhadap SK Menteri Agama no. 374 di atas. Namunn dalam prosesnya pembelajaran fiqih di MA Ali Maksum dilakukan secara lebih detil, dengan menggunakan berbagai pendapat ulama terkait dengan suatu permasalahan hukum tertentu, khususnya pendapat yang dikemukakan oleh ulama dalam lingkungan madzhab Syafi’i. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran

Much. Dachlan Arifin, Pokok-Pokok Pengantar Fiqih dan Ushul Fiqih, hal. 15 Ibid., hal. 22 - 24 69 Keputusan Menteri Agama RI No. 374 Tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah Keagamaan, Bab III huruf D butir 10, hal. 13
68

67

26

dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan atau litaratur berupa kitab, yang mayoritas hasil karya ulama madzhab Syafi’i. F. Hipotesis Guna menjawab rumusan masalah yang diajukan, maka hipotesis atau jawaban sementara yang akan dibuktikan kebenarannya melalui proses penelitian ini adalah; “Ada hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010”. G. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan atau penelitian “kancah” (field research),70 yakni suatu penelitian yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke lapangan atau lokasi penelitian. Sedangkan dilihat dari sifat datanya, penelitian ini termasuk penelitian “kuantitatif-korelasional”. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian ilmiah yang sistematis dengan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan dengan fenomena alam.71 Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antar variable.72 Sedangkan penelitian korelasional merupakan

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1996), hal. 11. 71 Abdul Rohim, “Penelitian Kuantitatif dengan Masalah-Masalahnya”, www. ariemcool. multiply.com dalam Yahoo.com, 2008, hal. 1 72 Ibid, hal. 2

70

27

proses pengolahan data perlu dilakukan dengan menggunakan metode analisis statistik. Disamping itu. Teori Analisi Korelasi. yakni variabel bebas (kemampuan berbahasa Arab) dan variabel terkait (prestasi belajar fiqih). Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan statistik. Penentuan jenis penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa data-data dalam penelitian ini berbentuk angka.jonathan sarwono. penelitian korelasional adalah penelitian untuk mengetahui hubungan antar dua variabel. grafik atau diagram. dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antar dua variabel. dengan bersumber pada realitas atau fenomena empirik yang bersifat obyektif. Pengukuran asosiasi merupakan istilah umum yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel. dengan menggunakan data-data berupa angka serta analisa statistik.73 Secara sederhana.htm dalam yahoo.info/korelasi/korelasi. Mengenal Analisis Korelasi www. penelitian kuantitatif-korelasional merupakan penelitian ilmiah yang dilakukan secara sistematis. Karena penelitian ini menitik beratkan pada hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih yang merupakan Jonathan Sarwono. 2. Dengan demikian. untuk mengetahui hubungan antar variable. Dengan demikian.com 73 28 .teknik analisis yang termasuk dalam salah satu teknik pengukuran asosiasi atau hubungan (measures of association). yang disajikan dalam bentuk tabel.

Populasi Populasi atau universe merupakan keseluruhan unsur atau elemen yang menjadi obyek penelitian. dilihat dari kemampuan berbahasa Arab siswa. Sosiologi Agama. (Jakarta: Rineka Cipta.75 Secara ideal.hasil dari kegiatan belajar mengajar dan proses pendidikan. Populasi dan Sampel Penelitian a. yang melibatkan berbagai komponen dan individu di dalamnya. yakni kelompok masyarakat pendidikan. Penentuan pendekatan statistik dalam penelitian ini didasarkan pada tujuan penelitian yang berusaha untuk mengetahui hubungan antara prestasi belajar fiqih. hal.74 Sedangkan istilah pedagogis merupakan pembatasan atas kelompok yang dimaksud. Dengan pendekatan statistik peneliti bermaksud untuk melihat hasil internalisasi dan eksternalisasi materi fiqih. Yang dimaksud dengan pendekatan statistik adalah metode analisis data untuk mengetahui interelasi dan bentuk-bentuk interaksi yang terjadi di tengah kehidupan suatu kelompok. Dengan demikian. hal. penelitian harusnya dilakukan terhadap seluruh anggota populasi. 2000). yang dimaksud dengan pendekatan statistik-pedagogis dalam penelitian ini adalah. (Bandung : Rosda Karya. metode analisis data untuk mengetahui interelasi dan bentuk-bentuk interaksi di tengah proses belajar mengajar di MA Ali Maksum. maka pendekatannyapun menjadi pendekatan “statistik-pedagogis”. 1998). Namun demikian. jika jumlah populasi lebih dari 100 orang. 3. 90 Suharsimi Arikunto. penelitian dapat 74 75 Dadang Kahmad. Prosedur Penelitian. 102 29 .

atau yang sering disebut dengan penelitian sampel. maka penelitian dapat dilakukan terhadap sampel. yang dimaksudkan dengan populasi penelitian adalah: seluruh siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. terdapat beberapa cara yang dapat dipergunakan. maka penelitian ini akan dilakukan melalui sampel. yang berjumlah 113 siswa. Tabel 1 76 Populasi Penelitian Kelas XII . random sampling. TA 2009/2010. (Bandung: PT Remaja Rosda Karya.IPA XII .MAK XII .IPS TOTAL PUTRA 18 11 17 46 PUTRI 15 27 25 67 JUMLAH 33 38 42 113 b. diambil tgl 2 Nov 2009 Irawan Soehartono. Sampel dan Teknik Sampling Sebagaimana telah dikemukakan di atas. Secara lengkap rincian populasi yang berjumlah 113 siswa dapat dilihat dalam tabel berikut ini (Identitas populasi dapat dilihat dalam lampiran I). hal. jika jumlah populasi lebih dari 100 orang. 57 77 76 30 .dilakukan terhadap sebagaian dari populasi.77 Untuk menentukan sampel (teknik sampling). Karena jumlah siswa kelas XII MA Ali Maksum berjumlah 113 siswa. Sampel merupakan suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan yang dianggap dapat menggambarkan populasinya. stratified Data Dokumentasi Sekolah MA Ali Maksum. Diantaranya adalah. 2002). Dalam penelitian ini. Metode Penelitian Sosial.

... cluster sampling. peneliti menggunakan teknik proposional dari tabel Krejcie dan Morgan. Teknik Sampling. Dengan demikian. jumlah sampel dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 86 responden.sampling. untuk populasi 110 orang... 4 78 31 ... dan double sampling. proportional sampling. ditetapkan sebanyak 92 sampel.. 40 45 50 55 60 Sampel (n) . Untuk menentukan jumlah sampel pada tiap-tiap kelas. (Yogyakarta : Yasbit Fakultas Psikologi UGM. 36 40 44 48 52 Populasi (N) 65 70 75 80 85 90 Sampel (n) 56 59 63 66 70 73 Populasi (N) 95 100 110 120 130 . ditetapkan 86 sampel.. Sehingga dalam penelitian ini (dengan jumlah populasi sebanyak 113 siswa) dinisbatkan pada jumlah populasi terdekat. 1994) hal. dilakukan dengan teknik proporsional.. sedangkan jumlah populasi 120 orang.. penentuan sampel dilakukan dengan teknik stratified proportional random sampling. Metodologi Research. hal. Berdasarkan tabel sampel yang dikemukakan Krejcie dan Morgan di atas. 2000. yakni 110 populasi.78 Dalam penelitian ini. Tabel 2 79 Penentuan Jumlah Sampel Populasi (N) . probability sampling. Untuk menentukan jumlah sampel. purposive sampling. 120 79 Hasan Musthafa. dengan Sutrisno Hadi. quota sampling. sebagai berikut. artikel tidak diterbitkan.. Sampel (n) 76 80 86 92 97 . Sehingga setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel.

diperlukan penggunaan metode pengumpulan data yang sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan.55 17 : 113 x 86 = 12.70 15 : 113 x 86 = 11. data merupakan faktor penting yang menuntut terpenuhinya unsur relevansi. Sedangkan pihak-pihak yang dijadikan informan penelitian adalah. 5. SAMPLE 14 11 8 21 13 19 86 4.37 27 : 113 x 86 = 20. Tabel 3 Proporsi Jumlah Sampel KELAS XII MAK PUTRA XII MAK PUTRI XII IPA PUTRA XII IPA PUTRI XII IPS PUTRA XII IPS PUTRI JUMLAH JML. karyawan dan siswa kelas I serta kelas II dilingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.perhitungan dan hasil sebagaimana terlihat dalam tabel berikut (Identitas sampel dapat dilihat dalam lampiran II). guruguru non mata pelajaran fiqih. Tokoh masyarakat. serta kepala sekolah. mengena dan tepat dengan pokok permasalahan yang diteliti (akurat). Metode Pegumpulan Data Sebagai sebuah penelitian ilmiah.94 25 : 113 x 86 = 19. pengurus Yayasan Ali Maksum. Oleh karena itu. Subyek dan Informan Penelitian Yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran fiqih dan siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010. SISWA 18 15 11 27 17 25 113 PROPORSI KELAS 18 : 113 x 86 = 13. Data atau informasi yang diperoleh harus benar-benar relevan serta bertalian.03 JML.42 11 : 113 x 86 = 8. 32 . untuk mendapatkan data yang akurat.

yang berarti tidak meng- 80 81 Suharsimi Arikunto. hal. Dalam penelitian ini. angka berjarak atau ukuran.81 Sedangkan Irawan Soehartono menjelaskan bahwa observasi dibatasi sebagai pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan. Prosedur Penelitian. Untuk memenuhi harapan ini.Suharsimi Arikunto memberikan batasan. 76 33 .80 Secara umum. sedangkan data dari variabel kontinum. 99 Anas Sudijono. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data statistik. Pengantar Evaluasi Pendidikan. disebut data kontinum dan berupa tingkatan. Data dari variabel diskrit disebut dengan data diskrit. sehingga data-data yang diperlukan adalah data yang berbentuk angka (kuantitatif). pengumpulan data dalam penelitian tentang “Korelasi antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010” dilakukan dengan menggunakan metode-metode sebagai berikut. yang dimaksud dengan data adalah hasil pencatatan peneliti. a. dan berbentuk frekwenasi. 1996). data dapat digolongkan menjadi dua golongan. yakni data diskrit dan data kontinum. hal. (Jakarta : Raja Grafindo Persada. Metode Observasi Metode observasi merupakan cara untuk menghimpun bahanbahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan. baik yang berupa fakta maupun angka.

84 Berdasarkan uraian di atas.85 Metode observasi ini digunakan untuk mengamati berlangsungnya proses Irawan Suhartono . 1996. yakni observasi atau pengamatan. Prosedur dan Strategi.82 Sedikit berbeda dengan dua tokoh tersebut. 1987). b pengamatan tidak langsung (indirect observation). dan c) partisipasi. Suharsimi Arikunto lebih cenderung mendefinisikan observasi dalam pengertian yang lebih luas. Dengan demikian. observasi atau pengamatan meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap obyek. Prosedur Penelitian. yakni setiap kerja pengamatan yang dilakukan untuk memperoleh gambaran dari obyek yang diteliti. Pengantar Evaluasi Pendidikan. dengan menggunakan seluruh alat indera.ajukan pertanyaan-pertanyaan. penciuman. melakukan kegiatan observasi dapat dilakukan dengan mempergunakan seluruh alat indera. a) pengamatan langsung (direct observation). yaitu pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat atau cara. yaitu pengamatan yang dilakukan tanpa perantara (secara langsung) terhadap obyek yang diteliti. dimana observer (peneliti) melibatkan diri di tengah-tengah observe yang sedang diteliti. observasi yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif (participant observation). 91 85 Anas Sudijono. baik penglihatan. (Bandung : Angkasa. hal. pendengaran. Metode Penelitian Sosial. hal. hal. Dalam pelaksanaannya observasi atau pengamatan dapat ditempuh melalui tiga cara yakni.83 Dalam pengertian psikologik. yakni pengamatan yang dilakukan dengan cara ikut ambil bagian atau melibatkan diri dalam situasi obyek yang diteliti. 77 83 82 34 . peraba maupun pengecap. hal. Penelitian Kependidikan. 146 84 Mohammad Ali. 69 Suharsimi Arikunto. baik dilaksanakan dalam situasi sebenarnya atau buatan.

tetapi mencatat apa yang tampak). (Catatan hasil observasi dapat dilihat dalam lampiran VIII). peneliti akan menggunakan pedoman observasi berbentuk bebas (pedoman yang tidak perlu ada jawaban.86 Disamping itu. 126 87 86 35 . yang dilakukan dengan jalan tanya jawab secara sistematis oleh pewawancara terhadap terwawancara. (Jakarta : Rineka Cipta.87 Menurut Suharsismi Arikunto metode wawancara merupakan dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. Metode Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak. bahwa metode wawancara merupakan suatu cara untuk mendapatkan data dalam sebuah kegiatan penelitian. yakni pewawancara (interviewer) dan terwawancara (interviewee). Lexy. ataupun audio visual yang disesuaikan dengan kebutuhan. 1997). Cet. seperti fasilitas. hal. (Bandung: Remaja Rosda Karya. gedung sekolah. 186 88 Suharsimi Arikunto. Dalam pelaksanaan observasi. serta hal-hal lain yang ada di tempat penelitian. Metodologi Penelitian Kualitatif. Ibid. jika diperlukan. serta beberapa fenomena lain yang nampak.belajar mengajar pelajaran fiqih di dalam kelas. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. hal. 1993). hal. 86 Moleong J.88 Berdasarkan dua pendapat tersebut maka dapat disimpulkan. II.. b. peneliti juga akan memanfaatkan media perekam audio. sarana prasarana. untuk mendukung terhadap proses dokumentasi terhadap fenomena yang ada.

interviewer tetap berpegang pada pedoman pokok variable penelitian yang telah ditetapkan89 (Panduan wawancara dapat dilihat dalam lampiran IX). agar proses wawancara tidak melenceng dari tujuan penelitian.Dalam penggunaannya. Namun demikian. Dalam penelitian ini akan menggunakan wawancara bebas terpimpin. Dengan metode wawancara ini peneliti berusaha untuk mengumpulkan data-data baru tentang hal-hal yang belum diperoleh secara lengkap melalui metode obsrvasi. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. dengan metode ini. “Metode Penggunaan Bahan Dokumen”. metode wawancara terbagi dalam beberapa bentuk. 2009). peneliti juga berusaha untuk menggali serta mencari penjelasan.165 Sartono Kartodiredjo. dokumen lembaga dan lain sebagainya. catatan harian. seperti surat. dan wawancara bebas terpimpin. 1977). Di samping itu. wawancara terpimpin. Rineka Cipta. 61-92 90 36 . hal. terutama terhadap data-data yang belum sepenuhnya dipahami oleh peneliti. Diantaranya adalah wawancara bebas. (Hasil wawancara dapat dilihat dalam lampiran X). Metode Dokumentasi Metode dokumen adalah metode pengumpulan data dengan cara mempelajari terhadap bahan-bahan dokumenter. Sehingga hubungan antara interviewer (pewawancara) dan interviewee (yang diwawancarai) terbangun secara luwes dan tidak kaku.90 Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto yang dimaksud dengan studi dokumen 89 S Margono. (Jakarta: PT Gramedia. laporan. (Jakarta: PT. hal. dalam Koentjaraningrat (ed).. c. Metodologi Penelitian Pendidikan.

91 Suharsimi Arikunto. maka di sini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data melalui catatan. buku. buku. 3) Melihat dan mengambil data tentang catatan-catatan penting yang terkait dengan subjek dan objek penelitian. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi.adalah mengenai hal-hal atau variabel yang sama yang berupa catatan. seperti jumlah dan identitas siswa ataupun guru. metode studi dokumen ini dipergunakan untuk” 1) Mengambil data variable X (kemampuan berbahasa Arab). yakni nilai mata pelajaran fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010. majalah dan sebagainya. sebagaimana yang terdapat dalam buku raport. 2) Mengambil data variabel Y (prestasi Belajar Fiqih).91 Berdasarkan urian beberapa definisi yang dikemukakan di atas. Dalam penelitian ini. surat kabar dan sebagainya. surat kabar. sebagaimana yang terdapat dalam buku raport. serta catatan-catatan yang terkait dengan proses pelaksanaan pembelajaran di lingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. 202 37 . yakni nilai mata pelajaran bahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010. hal.

Dengan demikian. setelah ia menjalani proses pembelajaran pada mata pelajaran fiqih di sekolah. Akan tetapi terlebih dahulu dilakukan proses klasifikasi menurut jenis. peneliti tidak langsung melakukan analisa data. Proses klasifikasi jawaban semacam ini disebut dengan “koding” data. Yakni variabel independen atau bebas. Sedangkan prestasi belajar fiqih merupakan kondisi yang dialami siswa. sifat dan macam jawaban. Definisi Operasional Variabel Penelitian ini berusaha menjawab hubungan antara dua variabel. 38 . Ketrampilan tersebut meliputi. Sehingga seseorang dikatakan mampu berbahasa Arab adalah ketika ia dapat membaca. mendengarkan dan berbicara dalam bahasa Arab. (prestasi belajar fiqih). 7. menulis. 8. menulis. Definisi Konsep Variabel Kemampuan berbahasa Arab merupakan keadaan seseorang yang memiliki ketrampilan berbahasa Arab. Koding Setelah data-data penelitian terkumpul. dan variabel dependen atau tergantung. mendengarkan dan berbicara. (kemampuan berbahasa Arab). ketrampilan membaca.6. Data kedua variabel penelitian tersebut diambil dengan memanfaatkan nilai raport mata pelajaran bahasa Arab dan mata pelajaran fiqih yang diperoleh masing-masing siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum pada semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010.

Prestasi Pustakaraya. 139 39 . H. maka data-data yang telah terkumpul dimasukkan dalam tebel distribusi frekwensi. Hariyadi. Analisis data ini berguna untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. hal. 2009). Rumus yang digunakan dalam analisis data untuk menguji hipotesis adalah: (ΣX) (Σ Y) ΣXY N rxy = ΣX 2– (ΣX)2 ΣY N 2– (ΣY)2 N Keterangan: rxy = Koefisien korelasi x = Skor variabel bebas y = Skor variabel tergantung92 92 Moh. Statistik Pendidikan. tinggi. Masing-masing varaibel (kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih) dikelompokkan dalam tiga kategori. (Jakarta: PT. yakni. Teknik Analisis Data Teknik analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program komputer Microsoft Office Excel dan menggunakan teknik korelasi product moment. Setelah proses koding dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui terhadap kategori data dari tiap-tiap variabel penelitian yang diperoleh. sedang dan rendah.koding data merupakan proses penetapan kategori jawaban mana yang sebenarnya tepat bagi pertanyaan tertentu.

I. peneliti menggambarkan rencana serta tahapan penelitian yang akan dilaksanakan. daftar isi. Kesimpulannya. bagian utama dan bagian akhir. pembatasan 40 . surat pengehashan. yakni bagian awal. daftar tabel. Pada bagian ini. latar belakang masalah. Bagian awal skripsi ini berisi tentang hal-hal yang bersifat legalitasformalitas. hipotesis yang diajukan diterima. halaman judul skripsi. pembahasan dalam skripsi ini dibagi ke dalam 3 bagian. hipotesis yang diajukan ditolak.Kesimpulan yang akan diambil dalam analisa data penelitian ini menggunakan ketentuan sebagai berikut. BAB I merupakan bab pendahuluan. Sitematika Pembahasan Penelitian tentang Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010 merupakan penelitian lapangan untuk mengetahui hubungan di antara dua variabel (Variabel X= kemampuan berbahasa Arab dan Variabel Y= prestasi belajar fiqih). Selanjutnya pembahasan memasuki bagian utama. moto. Oleh karena itu. surat persetujuan. persembahan. pada bagian awal ini memuat tentang. maka ho diterima dan ha ditolak. Pada bagaian utama skripsi ini terbagi dalam 4 bab pembahasan. kata pengantar. surat pernyataan. Secara garis besar. Apabila rhitung < rtabel. sebagai berikut. 1. Sehingga dalam bab I ini berisi tentang. sehingga kesimpulannya adalah. 2. daftar gambar dan daftar lampiran. abstrak. Apabila rhitung > rtabel maka ho (hipotesisi nihil) ditolak dan ha (hipotesis alternatif) diterima.

termasuk proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum yang dilakukan dengan menggunakan literatur berbahasa Arab (kitab). serta uraian berbagai aspek. teknik analisa data dan sistematika pembahasan. sejarah berdiri dan proses perkembangan. uraian dalam 41 . baik yang bersifat teoritis maupun teknis. keadaan siswa. keadaan guru. pembahasan pada bab II ini meliputi tentang letak dan keadaan geografis.dan rumusan masalah. Secara lebih rinci. tujuan penelitian. Sehingga pada tahapan-tahapan berikutnya tidak mengalami distorsi pemahaman. Melalui uraian dalam bab I ini dapat diketahui alasan dilakukannya penelitian. kajian pustaka. struktur organisasi. keadaan karyawan. metode penelitian. sebagai acuan dan pedoman penelitian dalam melaksanakan proses penelitian lapangan. keadaan sarana dan prasarana serta proses pembelajaran fiqih yang dilaksanakan di lingkungan MA Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta. BAB III berisi uraian tentang hasil penelitian beserta interpretasi terhadap data-data penelitian yang diperoleh. Oleh karena itu. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara utuh tentang berbagai aspek dan komponen yang ada di tempat penelitian. gambaran posisi penelitian ini diantara hasil-hasil penelitian terdahulu. tujuan dan kegunaan penelitian. Dengan uraian dalam bab II ini diharapkan dapat memberikan informasi dan gambaran tempat penelitian secara lebih utuh. landasan dan tujuan pendidikan. BAB II berisi gambaran tempat penelitian. yakni MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. landasan teori. hipotesis penelitian. khususnya yang terkait dengan kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih.

lugas dan mengacu pada permasalahan yang telah ditetapkan. Sedangkan saran merupakan masukan konstruktif yang bersifat operasional. editing. yang dirumuskan secara tegas. analisis data (uji validitas. yang dibuat oleh peneliti dengan melihat temuan penelitian maupun simpulan penelitian. BAB IV berisi tentang simpulan dan saran. Simpulan merupakan gambaran hasil dari semua tahapan penelitian yang telah dilakukan.bab ini meliputi tentang deskripsi data penelitian. koding dan tabulasi). Pada bagian akhir skripsi ini peneliti menyertakan daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang mendukung proses penelitian. 42 . reliabilitas. uji hipotesis dan pembahasan berdasarkan pendekatan statistik-pedagosis.

Kecamatan Sewon. dan alun-alun besar sekitar 3 km. II (Yogyakarta : Elhamra Press. Cet. dkk.BAB II GAMBARAN UMUM MA ALI MAKSUM PONDOK PESANTREN KRAPYAK YOGYAKARTA A. hal. dengan pusat pemerintahan propinsi 4 km.1 Walaupun secara administratif Dusun Krapyak masuk dalam wilayah Kabupaten Bantul. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelah timur 4. dengan Pasar Bringharjo sekitar 3. dan dengan Terminal Bus Giwangan 5 km. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. namun secara geografis wilayah ini lebih dekat dan berbatasan langsung dengan Kelurahan Mantrijeron yang masuk ke dalam pemerintahan Kota Yogyakarta. Desa Panggungharjo. Sedangkan jarak antara Dusun Djunaidi Abd. Secara rinci. 2003). Syakur. Sebelah selatan : berbatasan dengan Dukuh Minggiran (Kota) : berbatasan dengan Dukuh Jogokaryan (Kota) : berbatasan dengan Dusun Krapyak Wetan (Bantul) : berbatasan dengan Dusun Glugo (Bantul) Sebagai dusun yang berada pada wilayah perbatasan antara Kabupaen Bantul dan Kota Yogyakarta. 20 1 . Kabupaten Bantul. Dusun Krapyak Kulon merupakan daerah pinggiran perkotaan yang tidak jauh dari pusat-pusat perkotaan. dengan Stasiun Kereta Api Tugu 5 km. Sebelah utara 3.2 1. Letak dan Keadaan Geografis Madrasah Aliyah Ali Maksum terletak di Dusun Krapyak Kulon. Jarak Dusun Krapyak Kulon dengan Masjid Agung Kauman.5 km. perbatasan pedukuhan Krapyak Kulon Desa Panggungharjo dapat digambarkan sebagai berikut. hal. Kraton Ngayogjakarta. 20 2 Ibid. Sebelah barat 2.

Syakur. non formal maupun informal. madrasah diniyah. Madrasah Diniyah Krapyak di Yayasan Kodama Yogyakarta. Sedangkan pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. 21 Dalam UU RI No. dkk. Untuk lembaga Djunaidi Abd. di wilayah Dusun Krapyak Kulon terdapat beberapa lembaga pendidikan. Pondok Pesantren Al-Munawwir. baik dalam bentuk pondok pesantren. B dan C Al-Kandiyas. (Bab I pasal 1. serta beberapa lembaga sejenis lainnya. Krapyak Yogyakarta. dengan Kota Kecamatan 2. Kondisi ini menjadikan perkembangan di wilayah Dusun Krapyak Kulon terjadi dengan pesat.4 Diantara lembaga pendidikan formal yang ada di wilayah ini adalah SDN Jageran. maupun yang lainnya. ayat 11-13). Bahkan dari sisi pendidikan.3 Dengan melihat kondisi geografis di atas. pendidikan menengah. pendidikan. Madrasah Diniyah Ali Maksum. pondok pesantren Ali Maksum. dengan Propinsi 4 km. Lembaga Kursus Bahasa dan Komputer Abu Dabhi. maupun lembaga-lembaga kursus dan kejar paket. 4 3 44 . pondok pesantren Al-Kandiyas. Dusun Krapyak Kulon merupakan wilayah pinggiran perkotaan. Madrasah Huffadz. sosial. Sedangkan lembaga pendidikan nonformal yang ada di wilayah ini cukup banya. dengan Kota Kabupaten 8 km. MTs dan MA Ali Maksum. baik yang formal. Profil MA Ali Maksum Pon. Pes. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. baik dari sisi ekonomi. hal. pondok pesantren Nurussalam. dan pendidikan tinggi. pondok pesantren Diponegoro. 20 Th. Diantaranya adalah. yang dimaksud dengan Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar.5 km. 2003 Tentang Sisdiknas.Krapyak Kulon dengan kantor Desa Panggungharjo adalah 1. Lembaga Kejar Paket A. budaya.5 km. SDIT Baik. Madrasah Diniyah Al-Munawwir. serta STIT dan STEI Alma Ata.

H. Gula Jawa dan lain sebagainya. Ketiga.5 Disamping lembaga-lembaga pendidikan. CV. kelompok masyarakat yang masih berpegang teguh pada Budaya asli Jawa. Lembaga Kesehatan Masyarakat (BKM Ali Maksum). 5 45 . Magetan Putra. kehidupan sosial-budaya masyarakat Dusun Krapyak Kulon terbagi menjadi tiga kelompok. Generasi ini diikuti oleh sebagian kecil generasi kedua dan ketiga. Mukhlas Abdullah. 6 Wawancara dengan Ketua RT 09 Krapyak Kulon. Di wilayah ini juga terdapat beberapa pabrik. PT. Bp. Drs. seperti PT. serta TK Ndasari Budi I. Kedua. di wilayah Dusun Krapyak Kulon juga terdapat beberapa lembaga atau sarana pelayanan masyarakat lainnya. Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Al-Munawwir dan Rumah Sakit Umum Patmasuri. pada tanggal 2 Januari 2010 di kediamannya. Pertama. Kelompok kedua ini diikuti sebagian kecil generasi pertama serta sebagian besar generasi kedua dan ketiga. pada tanggal 2 Januari 2010 di kediamannya.pendidikan nonformal yang ada adalah. Kunaini. SAMITEX SEWON.7 Wawancara dengan Dukuh Krapyak Kulon.6 Secara umum. kelompok yang sudah terpengaruh oleh budaya baru yang dibawa pendatang. Diantaranya adalah Lembaga Dakwah (Yayasan Kodama). 7 Wawancara dengan Dukuh Krapyak Kulon. Bp. PAUD Krapyak Kulon dan Play Group dan TK Baik. yang pengikutnya adalah generasi pertama. kelompok yang dalam kehidupannya mengalami perubahan karena terjadinya asimilasi budaya dan dampak dari pesatnya perkembangan teknologi informasi. Kunaini. pada tanggal 5 Januaria 2010 di kediamannya.

No. hal. Ali Maksum (termasuk di dalamnya adalah MA Krapyak). 23 8 46 . Syakur. Atabik Ali.9 Djunaidi Abd. Namun seiring dengan tuntutan perkembangan zaman. selaku putra tertua dari KH. maka sejak tahun 1990. Ali Maksum (1989). KH. dibentuk badan hukum berupa Yayasan.B. maka seluruh aset dan lembaga pendidikan yang merupakan peninggalan dari KH. Pada masa awal berdirinya. 9 Ibid. Pes. KH. Sehingga pada tahun 1990. khususunya kajian tehadap al-Qur’an. beserta seluruh aset dan lembaga pendidikan yang ada di dalamnya. dikelola dan dimanaj oleh pengurus Yayasan Ali Maksum. dengan didukung oleh seluruh kerabat dan pengurus Pondok Pesantren Krapyak memandang bahwa badan hukum Yayasan merupakan pilihan terbaik bagi masa depan pesantren. Ali Maksum sebagai putra menantu dari pendiri Pondok Pesantren Krapyak (KH. 22. dkk. hal. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon. berbentuk MTs dan MA. Ali Maksum.8 Sepeninggal KH. 50 Tahun 1990. Krapyak Yogyakarta. Pondok Pesantren Krapyak merupakan lembaga pendidikan non formal yang berorientasi pada pendidikan agama. yang diberi nama MTs dan MA Krapyak. dengan ditanda tanganinya Akta Notaris atas nama Daliso Rudianto SH. Sejarah dan Perkembangan MA Ali Maksum Sejarah lahirnya Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak tidak dapat dilepaskan dari sosok dan jasa KH. Moenawwir) membuka program pendidikan formal. MA Krapyak berubah nama menjadi MA Ali Maksum. Dengan masuknya MA Krapyak dalam sistem organisasi Yayasan Ali Maksum. Ali Maksum (19111989 M). yakni Yayasan Ali Maksum.

Pada masa ini. Masa Kepemimpinan KH. manajemen dan kurikulum MTs dengan MA masih manjadi satu kesatuan. Pemisahan antara MTs dengan MA baru terjadi pada tahun 1979.Secara lebih rinci. termasuk di dalamnya Madrasah Aliyah. Ali Maksum. Hasullah Abdul Syakur. hal. serta dibukanya program studi baru. berada di bawah komando dan kepemimpinan KH. Pada masa ini. Salah satu bukti perkembangan yang paling signifikan adalah lahirnya kepercayaan pemerintah. hal. 10 11 Ibid.10 Pada masa ini. baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. yakni menjadi MTs 3 tahun dan MA 3 tahun. Masa Kepemimpinan KH. Ali Maksum. yang merupakan putra menantu dari KH. sistem. 22 Ibid. Ali Maksum (1962 – 1970) Lahirnya madrasah aliyah di lingkungan Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta di awali dengan penyelenggaraan Madrasah Tsanawiyah 6 tahun. maka pada tahun 1970 pengelolaan madrasah aliyah dipercayakan kepada KH. roda organisasi dilingkunagn Pondok Pesantren Krapyak.11 2. yakni mulai dari awal berdirinya (1962) hingga tahun 1970. madrasah aliyah mengalami perkembangan yang cukup pesat. 1. Hasbullah Abdul Syakur (1970-1996) Seiring dengan kesibukan KH. dinamika dan perkembangan MA Ali Maksum dari awal hingga saat ini. Ali Maksum. dengan menjadikan Madrasah Aliyah Krapyak sebagai MA dengan status DIAKUI (tahun 1976). dapat diuraiakan dengan sistematika sebagai berikut. 23 47 .

Ali Maksum. yakni Pondok Pesantren Al-Munawwir di bawah kepemimpinan KH. 23 14 Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa Yayasan Ali Maksum. MAK. bahwa sejak dibentuknya Yayasan pada tahun 1990. pada tanggal 12 Januari 2010. hal. Asyhari Abta. Termasuk di dalamnya adalah penggantian nama madrasah aliyah. Hasbullah Abdul Syakur) meninggal dunia. hal. Masa Kepemimpinan KH. 23 Ibid. untuk beberapa saat kepemimpinan MA Ali Maksum dipegang langsung oleh KH. Atabik Ali (putra tertua KH. M. yakni. di kantor LKIM. Ali Maksum. IPA.Ag. Moenawwir).melengkapi program studi agama yang telah ada sebelumnya.13 3. Atabik Ali. M. dan Pondok Pesantren Ali Maksum di bawah kepemimpinan KH. dan IPS. Karena sepeninggal KH. pengurus Yayasan Ali Maksum mengambil Ibid. 13 12 48 . kepemimpinan di lingkungan Pondok Pesantren Krapyak terbagi menjadi 2 kelompok besar.12 Sebagaimana telah disinggung di atas. dari MA Krapyak menjadi Madrasah Aliyah Ali Maksum. Mukhtar Salim. Zaenal Abidin (putra KH. Sehingga program studi MA Krapyak menjadi 3.I (1996 – Sekarang) Pada tahun 1996. kepala MA Ali Maksum saat itu (KH. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan penegasan bahwa MA merupakan sub sistem dari sisitem pendidikan yang dikembangkan oleh Yayasan Ali Maksum. berada satu atap di bawah kendali pengurus Yayasan Ali Maksum. Ali Maksum).14 Setelah suasana duka berlalu. Dengan meninggalnya kepala madrasah.Pd. selaku Ketua Yayasan Ali Maksum. maka pengelolaan seluruh lembaga hasil pengembangan dari KH.

b/pt/123/2-a/1997. Asyhari Abta.. Pengangkatan KH. Asyhari Abta sebagai kepala MA Ali Maksum dituangkan dalam Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh pengurus Yayasan Ali Maksum. hal. 24 16 Ibid.16 Dengan demikian. Landasan Penyelenggaraan MA Ali Maksum Sebagai institusi penyelenggara pendidikan tingkat aliyah di lingkungan Yayasan Ali Maksum. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon.15 Pada periode ketiga ini. Krapyak Yogyakarta. Madrasah Aliyah Ali Maksum mendapatkan pengakuan secara penuh dari pemerintah. No. hal. Oleh karena itu. dengan dikeluarkannya S. Pes. Nomor: A/E. yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Akademik Yayasan Ali Maksum.keputusan bahwa kepemimpinan MA Ali Maksum dipercayakan kepada KH. 24 15 49 . penyelenggaraan Djunaidi Abd. Syakur. MA Ali Maksum berhak mengelola dan menyelenggarakan sistem pendidikan dan evaluasi belajar mengajar secara mandiri. C. tanpa harus menginduk dengan sekolah atau madrasah lain di wilayah Yogyakarta. 34/YAM/XII/1996 dan disahkan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Povinsi DIY Nomor: W1/I. dkk.IV/0021/1997. maka Madrasah Aliyah Ali Maksum merupakan subsistem dari sistem pendidikan Nasional.K. tentang status MA Ali Maksum sebagai lembaga pendidikan yang berstatus DISAMAKAN.

termasuk di dalamnya adalah aktifitas pendidikan.pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum didasarkan pada beberapa landasan utama. QS. Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan pijakan utama dari aktifitas umat Islam. diantaranya adalah. staf tata usaha MA Ali Maksum. tanggal 02 Januari 2010. 17 50 . Undang-Undang RI No. UUD 1945 UUD 1945 mengamanatkan bahwa usaha untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat merupakan tanggung jawab semua elemen bangsa. QS.17 1. Oleh karena itu. yang terutama memiliki (SDM) keseimbangan antara aspek lahir dan aspek batin (insan kamil). Sebagai salah satu elemen yang memiliki kepedulain terhadap masa depan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. 2. Ridwanuddin. Al‘Alaq (96):1-5. At-Taubah (9):122. Al-Mujadilah (58):11. Di antara ayat al-Qur’an yang secara langsung menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan MA Ali Maksum adalah. penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Yayasan Ali Maksum mendasarkan pada nilai-nilai al-Qur’an sebagai salah satu landasan utamanya. Pondok Pesantren Krapyak berusaha dalam sumber untuk senantiasa memberikan darma serta partisipasinya pembangunan proses daya pembangunan manusia Nasional. Namun untuk memaksimalkan kiprah dan Wawancara dengan Drs. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pondok pesantren merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan nonformal. 3. dan QS.

eksistensi dan jati dirinya.perannya dalam membentuk sumber daya bangsa yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan zaman. 4. yang dapat mendorong perkembangandan Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa. serta tidak tidak tergilas oleh perkembangan ruang dan waktu. Mukhtar Salim. UU RI No. antara satu dengan lainnya. Tujuan Pendidikan MA Ali Maksum Bagi Yayasan Ali Maksum. baik pendidikan formal. M. pada tanggal 12 Januari 2010 di kantor LKIM 18 51 . Pondok Pesantren Krapyak menyelenggarakan pendidikan formal. Oleh karena itu. AD/ART Yayasan Ali Maksum Sebagai sebuah badan hukum. nonformal maupun informal memiliki fungsi saling melengkapi dan memberikan keseimbangan. D. tujuan penyelenggaraan pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum adalah untuk menyelenggarakan pendidikan setingkat SMU. salah satu maksud dari diselenggarakannya pendidikan adalah agar setiap generasi dapat mempertahankan identitas. 20 Tahun 2003 menegaskan bahwa setiap satuan pendidikan.Ag. secara umum. Aturan pokok yang melandasi setiap usaha dan kegiatan di lingkungan yayasan adalah Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. AD/ART Yayasan Ali Maksum merupakan salah satu pijakan dalam penyelenggaraan pendidikan di Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. seperti MTs dan MA. Yayasan Ali Maksum memiliki tata aturan yang berlaku mengikat bagi seluruh komponen yang terlibat di dalamnya.18 Dengan demikian.

hal.20 20 Ibid. 19 21 Wawancara dengan Direktur Lembaga Kajian Islam Mahasiswa. Pes. manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Dirangkum dari misi MA Ali Maksum. kemasyarakatan dan kebangsaan20 Tujuan di atas merupakan pengeja wantahan (derefasi) dari tujuan didirikannya Yayasan Ali Maksum. Oleh karena itu. pada tanggal 12 Januari 2010 di kantor LKIM 19 52 . Profil MA Ali Maksum Pon. Struktur Kepengurusan MA Ali Maksum Sebagaimana telah dikemukakan di atas. Mukhtar Salim.21 E. pada dasarnya merupakan bagian tak terpisahkan dari usaha untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan Yayasan Ali Maksum.keahlian peserta didiknya di dalam menghadapi setiap tantangan zaman. Secara lebih rinci. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan jati diri manusia Indonesia seutuhnya. setiap pribadi harus senantiasa meningkatkan kemampuan dan keahliannya. serta memiliki rasa tanggung jawab keagamaan. Syakur. sebagai berikut. lembaga-lembaga di lingkungan Yayasan Ali Maksum (termasuk MA) bermuara pada tercapainya tujuan berdirinya Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. 19 . bahwa MA Ali Maksum merupakan bagian (subsistem) dari sisitem organisasi Yayasan Ali Maksum. hal. sebagai bekal mengarungi dinamika kehidupan yang semakin dinamis dan kompetitif. Sehingga. M. dalam Djunaidi Abd.Ag.19 Sebagaimana dimaklumi. bahwa perkembangan zaman terjadi dengan sedemikian cepat dan bebasnya. Krapyak Yogyakarta. sehat jasmani dan rohani. berkepribadian mantap dan mandiri. sebagai sebuah sistem yang saling berkaitan. tujuan diselenggarakannya pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) Ali Maksum terangkum dalam rumusan visi. Karena setiap usaha yang dilakukan oleh lembaga yang berada di bawah naungan badan hukum Yayasan Ali Maksum.

dan lain sebagainya. Pes. Pertanggung jawaban struktural adalah pertanggung jawaban atas amanat yang diberikan pengurus Yayasan.Realitas ini menggambarkan bahwa secara struktural. menjalankan dan mengembangkan MA Ali Maksum secara profesional. dalam Djunaidi Abd. dalam bagan struktur MA Ali Maksum juga terdapat dua struktur lain. secara struktural. dan 9 orang staf khusus yang menangani bagian-bagian administrasi. Sehingga. sedangkan secara fungsional bertanggung jawab kepada masyarakat. seperti administrasi kurikulum dan pengajaran. orang tua siswa. 3 orang kepala urusan (Kaur). sedangkan pertanggung jawaban fungsional merupakan pertanggung jawaban atas optimalisasi pelaksanaan fungsi pelayanan kepada setiap elemen yang terlibat. kepengurusan MA Ali Maksum dibentuk dalam sebuah struktur yang didasarkan pada kebutuhan di lapangan. khususnya masyarakat yang terlibat dalam proses pendidikan dan kependidikan di MA Ali Maksum. Untuk periode kepengurusan tahun 2006 – 2011. Krapyak Yogyakarta. seperti siswa. 4 orang kepala biro. Disamping itu. 4 orang koordiantor (penanggung jawab) guru mata pelajaran.20 22 53 . Syakur. pengurus MA Ali Maksum bertanggung jawab kepada pengurus Yayasan. dan lain sebagainya. kepengurusan Madrasah Aliyah Ali Maksum memiliki garis koordinasi dan garis pertanggung jawaban dengan pengurus Yayasan Ali Maksum. 1 orang kepala TU.22 Untuk dapat melaksanakan tanggung jawab struktural dan fungsional di atas secara maksimal. administrasi guru. susunan pengurus MA Ali Maksum terdiri dari seorang kepala madrasah. 19 . karyawan. yakni bagian Disarikan dari Visi dan Misi MA Ali Maksum. untuk mengelola. hal. 1 orang wakil kepala madrasah. Profil MA Ali Maksum Pon. guru.

uraian tentang guru. Namun demikian. Syakur. Hal ini merupakan konsekwensi logis dari eksistensi Yayasan Ali Maksum sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren. 24 Wawancara dengan Drs. Oleh karena itu. Sebagai sebuah pondok pesantren. siswa dan karyawan dapat digambarkan dengan sistematika sebagai berikut. bagi warga disekitar Dusun Krapyak Kulon Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul diberikan kebijakan untuk tidak harus tinggal di dalam asrama. Hingga tahun ajaran 2002/2003. Profil MA Ali Maksum Pon. 1. Pes. Ridwanuddin.24 Animo masyarakat untuk menjadikan MA Ali Maksum sebagai wahana pendidikan anak-anaknya mengalami fluktuasi. 91. animo masyarakat menunjukan perkembangan yang sangat Bagan struktur kepengurusan MA Ali Maksum dalam Djunaidi Abd. dkk. Keadaan Siswa Di lingkungan Yayasan Ali Maksum. siswa dan karyawan merupakan faktor-faktor pendidikan yang memiliki peran penting dalam perjalanan roda organisasi Madrasah Aliyah Ali Maksum. F. pada tanggal 02 Januari 2010 di kantor MA Ali Maksum 23 54 .bimbingan dan penyuluhan serta bagian perpustakaan. istilah siswa lebih populer disebut dengan santri. santri atau siswa MA Ali Maksum diharuskan berdomisili di dalam lingkungan asrama santri (boarding system). staf tata usaha. Keadaan Siswa. Krapyak Yogyakarta. hal. Guru dan Karyawan MA Ali Maksum Guru.23 Gambaran lebih detil tentang bagan struktur dan personalia kepengurusan Madrasah Aliyah Ali Maksum dapat dilihat dalam lampiran XI. dengan kewajiban tetap mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di dalam asrama.

jumlah santri yang mendaftar di MA Ali Maksum mengalami stagnasi. Hal ini dibuktikan dengan terus bertambahnya jumlah santri atau siswa yang mendaftar di MA Ali Maksum. pihak madrasah harus menerapkan sistem selesksi dan kompetisi ketat. 55 . Bahkan untuk dua tahun terakhir.postif.25 Jumlah dan gambaran fluktuasi siswa MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak yogyakarta dari tahun pelajaran 1990/1991 sampai dengan tahun pelajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam tabel berikut ini. untuk menentukan santri/siswa yang diterima di MA Ali Maksum. Bahkan dengan alasan keterbatasan sarana kelas yang dimiliki. bahkan mengalami trend atau kecenderungan menurun. hampir semua pendaftar diterima sebagai santri atau siswa MA Ali Maksum. Namun seiring dengan pergantian waktu. 25 Ibid. Hal ini dibuktikan dengan semakin kecilnya tingkat kompetisi atau seleksi calon siswa. karena terbatasnya jumlah santri yang mendaftar dengan quota yang dimiliki.

diambil pada tanggal 15 Januari 2010 56 . 26 Laporan perkembangan MA Ali Maksum tahun 2010. khususnya dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Dalam bentuk gambar.Tabel 4 26 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun Tahun Ajaran 1990/1991 1991/1992 1992/1993 1993/1994 1994/1995 1995/1996 1996/1997 1997/1998 1998/1999 1999/2000 2000/2001 2001/2002 2002/2003 2003/2004 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 Jumlah Siswa Baru Wanita Total 140 290 263 493 250 513 300 565 282 545 297 530 342 632 351 630 338 604 331 588 339 598 340 621 310 630 333 612 309 583 338 554 311 524 324 543 298 455 310 453 Pria 150 230 263 265 263 233 290 279 266 257 259 281 320 279 274 216 213 219 157 143 Tabel di atas menggambarkan adanya trend atau kecenderungan selalu menurun. kondisi atau grafik keadaan siswa Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari tahun ajaran 1990/1991 sampai dengan tahun ajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam diagram histogram di bawah ini.

Bagi sebuah lembaga pendidikan. bagi MA Ali Maksum. ada beberapa kriteria yang ditetapkan untuk merekrut sesorang sebagai tenaga edukatif (guru).Gambar 1 Keadaan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dari Tahun-Ketahun 2. memahami dan menguasai serta mengimplementasikan kemampuan yang dimiliki dalam kehidupan. akan tetapi guru juga bertanggung jawab pada keberhasilan siswa di dalam menangkap. Untuk prodi atau mata pelajaran agama 57 . Keadaan Guru Sebagai sebuah profesi. guru bukan saja dituntut untuk menyampaikan (transfer) pengetahuan dan ketrampilan semata. Dalam melaksana-kan tugas keprofesiannya. Oleh karena itu. khususnya dalam usaha dalam membentuk sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan perkembangan zaman. memilih guru adalah disesuaikan dengan kebutuhan lembaga atau materi tertentu. guru memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional.

serta berkemampuan untuk mengajar (praktik). 10 orang merupakan guru PNS yang yang diperbantukan di MA Ali Maksum. khususnya dari pondok pesantren program tachfidzul qur’an (untuk guru mata Djunaidi Abd. Diantara kriteria atau syarat yang harus dipenuhi bagi calon guru Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta adalah: 1) Mempunyai kemampuan sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan (materi pelajaran). 28 27 58 . Pes.27 Guru Madrasah Aliyah Ali Maksum adalah orang profesional (memiliki legitimasi untuk mengajar dari lembaga pendidikan keguruan) dan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan lembaga. 27 28 Ibid. baik alumni maupun non alumni pondok pesantren. 3) Mempunyai keyakinan dan sifat kemandirian sesuai dengan lingkungan di Madrasah Aliyah Ali Maksum. Sedangkan untuk guru mata pelajaran umum diambilkan dari tenaga-tenaga profesional di bidangnya. 2) Berkepribadian baik sehingga dapat menjadi contoh bagi siswa. Sedangkan 9% lainnya merupakan alumni pondok pesantren. mayoritas (91% = 61 orang) guru MA Ali Maksum adalah lulusan perguruan tinggi (S1 dan S2) baik dalam maupun luar negeri. Krapyak Yogyakarta. dkk.(kepesantrenan) pada umumnya diambil dari alumni Pondok Pesantren Krapyak. 4) Ikhlas mengabdikan diri dan bersemangat tinggi sebagai tenaga pengajar di Madrasah Aliyah Ali Maksum. Dari jumlah tersebut. Sedangkan sisanya adalah guru tetap Yayasan (45 orang) dan guru tidak tetap yang diangkat oleh Kepala MA Ali Maksum (12 orang). Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pon.28 Jumlah guru Madrasah Aliyah Ali Maksum pada tahun pelajaran 2009/2010 sebanyak 67 orang.. hal. Jika dilihat dari jenjang pendidikan. Syakur. hal.

pengelolaan data-data penting. pencatatan. Jumlah karyawan ini disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pelayanan. baik yang berhubungan dengan siswa. karyawan merupakan pelaksana teknis yang menyiapkan dan melaksanakan pelayanan. baik administrasi pembelajaran. Dalam praktiknya. guru. Wawancara dengan staf Tata Usaha MA Ali Maksum. pada tanggal 15 Januari 2010. H.30 Sehingga besarnya jumlah karyawan merupakan kebutuhan yang proporsional dengan kebutuhan tenaga kerja di lingkungan MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Dalam konteks Madrasah Aliyah Ali Maksum. Keadaan Karyawan Karyawan merupakan salah satu faktor yang menunjang terhadap keberhasilan pendidikan. karyawan merupakan pelaksana harian yang bertanggung jawab terhadap seluruh proses administrasi dan pelayanan. Drs. maupun administrasi lainnya dalam dunia pendidikan. kepala sekolah maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan proses belajar mengajar. termasuk petugas yang secara intensif melakukan koordinasi dengan pengurus asrama di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Yogyakarta. pengarsipan. terutama untuk mempercepat proses administrasi. di kantor MA Ali Maksum. manajerial. 3. yang semuanya merupakan pegawai tetap Yayasan Ali Maksum. Fadloli Yasin. Gambaran lengkap tentang jumlah dan identitas guru MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dapat dilihat dalam lampiran XII.29 Secara kuantitatif. dan lulusan program studi MAK Ali Maksum. 30 Ibid 29 59 . jumlah karyawan di Madrasah Aliyah sebanyak 19 orang.pelajaran al-Qur’an).

Ibid. (Jakarta: Balai Pustaka. sarana dimaknai dengan segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. kursi. Sarana dan Prasarana MA Ali Maksum Sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penting dalam dunia pendidikan. petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan. 700 32 31 60 . Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1988). ada terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan secara berbeda-beda. maupun sarana non fisik (aturan. baik dari sisi sarana fisik (meja. Proses pendidikan dan pembelajaran tidak akan dapat berjalan secara maksimal. I.32 Sedangkan secara termonologis. setiap karyawan memiliki tanggung jawab dan wilayah ketrja sepesifik. namun saling menunjang terhadap penyelenggaraan proses belajar mengajar. pedoman kerja. yang berbeda antara satu dengan lainnya. media. perangkat komputer dan lain sebagainya).31 G. tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cet. Mulyasa. Dengan demikian. Oleh karena itu.Sebagai bagian dari isistem pendidikan di MA Ali Maksum. hal. pihak madrasah menyediakan melengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. dan lain sebagainya). Secara bahasa. Menurut E. kelancaran dan keberhasilan proses belajar mengajar di sebuah lembaga pendidikan (termasuk di dalamnya MA Ali Maksum) membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai dan representatif. alat. sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dapat menunjang proses pendidikan. secara struktural para karyawan bertanggungjawab langsung kepada Kepala MA Ali Maksum. Untuk mendukung kerja dan kinerja para karyawan. melalui Kepala Tata Usaha.

2004). Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. seperti gedung. kamar kecil dan lain sebagainya. VII. hal. ruang kelas. sarana pendidikan juga dapat difahami sebagai semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajarmengajar. teratur. prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. Cet. Dengan demikian. Mulyasa. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah. Menurut Ibrahim Bafadal. Cet. seperti lapangan olah raga. agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar. dan secara langsung menunjang proses belajar mengajar. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sarana dan prasarana pendidikan adalah semua komponen atau fasilitas yang sacara langsung maupun tidak langsung menunjang terhadap jalannya proses pendidikan.33 Disamping itu. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasi. maka prasaran adalah fasilitas yang tidak secara langsung dapat mendukung keberhasilan proses pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Jika sarana merupakan fasilitas yang secara langsung menunjang terhadap proses pendidikan.khususnya proses belajar mengajar. 2003). efektif dan efisien. serta alat-alat dan media pengajaran. (Jakarta: PT GrafindoPersada. 1993). guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. baik yang bergerak maupun yang tida bergerak. 81 35 Ibrahim Bafadal. Cet. 49 34 Suharsimi Arikunto. Manajemen Berbasis Sekolah. Sarana E. I.35 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang pendidikan atau pengajaran. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sarana pendidikan adalah semua fasilitas. (Jakarta: PT Bumi Aksara. II. 3 33 61 . hal. hal.34 Dengan demikian. meja kursi.

serta merespons terhadap tuntutan perkembangan zaman. b). Drs. dan c). maka sejak tahun ajaran 2002/2003. a). sistem pendidikan di MA Ali Maksum terus berjalan. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan regulasi sistem pendidikan Nasional.37 Seiring dengan lahirnya kebijakan tentang pendidikan berbasis kompetensi. proses pembelajaran di MA Ali Maksum dilaksanakan dengan sistem klasikal. H. Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan. Seiring dengan pergeseran ruang dan waktu. sarana pendididkan terdiri dari 3 kelompok besar yakni. proses Ibid. Sistem Pendidikan MA Ali Maksum Sistem pendidikan Madrasah Aliyah Ali Maksum telah mengalami beberapa kali regulasi. Pada tahun pelajaran 2002/2003. Media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yaang menggunakan dan tidak menggunakan alat penampil. alat-alat peraga dan laboratorium.Menurut keputusan menteri P dan K No 079/ 1975.36 Gambaran rinci sarana dan prasarana MA Ali Maksum dapat dilihat dalam lampiran XIII. Bangunan dan perabot sekolah. Sehingga sistem pendidikan berbasis kompetensi menjadi perhatian serius bagi seluruh komponen yang terlibat dalam proses pendidikan dan pembelajaran di MA Ali Maksum. Ridwanuddin.38 Sejak awal berdirinya. menyertai regulasi sistem pendidikan Nasional. 38 Ibid 37 36 62 . di tengah upaya untuk tetap mempertahankan identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang berbasis pondok pesantren. Wawancara dengan Staf Tata Usaha Madrasah Aliyah Ali Maksum. pada tanggal 10 Januari 2010 di Kantor MA Ali Maksum. sistem pendidikan di MA Ali Maksum juga dirancang di dilaksanakan sesuai dengan kebijakan tersebut.

yakni 100% kurikulum pesantren dan 100% kurikulum Depag. metode diskusi. proporsi kurikulum diberikan secara seimbang. Kurikulum pendidikan MA Ali Maksum merupakan perpaduan antara kurikulum pesantren dan kurikulum Departemen Agama. Hal ini dilakukan untuk memenuhi terhadap tuntutan regulasi sistem pendidikan Nasional.15 – 39 40 Ibid Ibid 41 Ibid 63 . ceramah. dipergunakan metode hafalan. di luar jam-jam pembelajaran formal.pendidikan di MA Ali Maksum dilaksanakan dengan sistem semester. yakni setelah pagi hari (pukul 05. Hal ini menuntut adanya penambahan waktu belajar. Misalnya untuk pelajaran shorof. metode praktik.40 Identitas MA Ali Maksum sebagai madrasah berbasis pondok pesantren diimplementasikan dalam beberapa aspek.39 Proses pengajaran di lingkungan MA Ali Maksum dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. metode tanya jawab. praktik (baca kitab dan ibadah) serta merode tanya jawab. Sedangkan kurikulum pesantren diajarkan pada waktu-waktu tertentu. Penentuan metode disesuaikan dengan karakteristik dan kompetensi dari masing-masing mata pelajaran. Diantaranya adalah dalam aspek kurikulum. Dalam penerapannya.41 Untuk kurikulum Depag diajarkan melalui proses pembelajaran klasikal pada jam-jam sekolah (07. digunakan perpaduan antara metode bandonganm. dan metode hafalan.00 – 13. metode penugasan. untuk menyampaikan materi agama seperti materi fiqih. Diantaranya adalah metode ceramah.00 WIB).

06. guru akan meminta siswa untuk praktik membaca kitab. Demikian pula sebaliknya. ada siswa yang lulus dalam ujian kepesantrenan. sore hari (pukul 16.30 WIB) dan malam hari (pukul 18. Melalui sistem bandongan ini siswa dituntut untuk menyimak bacaan yang dilakukan guru.00 – 17. Drs. baik materi yang masuk dalam wilayah kurikulum depag maupun materi yang merupakan bagian dari kurikulum pesantren. Namun demikian. serta kiat untuk memaksimalkan proses dan hasil pembelajaran. ada kalanya siswa lulus dalam ujian materi Depag namun tidak lulus dalam ujian materi kepesantrenan. Dengan demikian. Sehingga proses pembelajarannya dilakukan dengan sistem bandongan.44 Disetiap akhir semester. yakni raport yang berisi nilai materi kurikulum Depag dan raport yang berisi nilai dari materi kurikulum pesantren.43 Khusus untuk materi pelajaran agama. Ridwanuddin. Karena biasanya. tgl 10 Januari 2010 64 .42 Bahasa pengantar dalam proses pembelajaran di MA Ali Maksum dilakukan dengan bahasa Indonesia. dilakukan evaluasi hasil belajar. rujukan utamanya menggunakan kitab. pada tanggal 10 Januari 2010 45 Wawancara dengan Staf TU MA Ali Maksum.45 42 43 Observasi di MA dan Asrama MA Ali Maksum.30 – 21. pada tanggal 10 Januari 2010 Ibid 44 Observasi di MA dan Asrama MA Ali Maksum. Pelaksanaan evaluasi hasil belajar ini meliputi terhadap seluruh materi. siswa MA Ali Maksum mendapatkan 2 raport. sekaligus pembiasaan pada literatur berbahasa Arab. sebagai cara untuk mengetahui kemampuan siswa.30 WIB). Oleh karena itu.00 WIB). untuk buku-buku rujukan utama (buku pegangan) ada yang berbahasa Arab. Inggris dan Indonesia. dan tidak lulus dalam ujian Depag.

namun juga ada kegiatan yang dilimpahkan kepada pengurus asrama. Palang Merah Remaja (PMR). dapat digambarkan sebagai berikut. Kegiatan Ekstra dan Keasramaan Disamping kegiatan klasikal. Kegiatan yang dilimpahkan kepada pengurus Asrama Kegiatan ekstra yang dilimpahkan kepada pengurus asrama merupakan kegiatan siswa MA Ali Maksum yang direncanakan oleh pengurus MA Ali Maksum. hal. Pelatihan kepemimpinan / keorganisasian. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. English Meeting.. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Diantara kegiatan ekstra ada yang secara langsung dikoordinir oleh madrasah.47 2. sorogan kitab. Patroli Keamanan Sekolah (PKS). Jurnalistik. hal 45 .48 46 65 . namun dilaksanakan dan digerakkan oleh pengurus Asrama. Diantara kegiatan ekstra yang masuk dalam kategori ini adalah. dkk. Diantara kegiatan ekstra yang masuk dalam kategori ini adalah. siswa MA Ali Maksum juga diberikan wahana untuk mengikuti beberapa kegiatan ekstra. Bulu Tangkis.I. Pelatihan Da’i dan Tata boga serta tata busana. Syakur.46 Secara rinci. Kegiatan yang langsung ditangani Madrasah Yang dimaksud kegiatan ekstra yang langsung ditangani madrasah adalah kegiatan ekstra yang proses perencanaa. Ke-NU-an (Aswaja). Volly. pelaksanaan dan penggerakannya dilakukan oleh madrasah. Pencak silat LPSNU (Lembaga Pencak Silat Djunaidi Ab.48 47 Ibid. 45 . 1. Mading. kegiatan ekstra di lingkungan MA Ali Maksum.

Nahdlatul Ulama)-Pagar Nusa. Debat Bahasa Inggris. baik tingkat lokal maupun Nasional. Pidato 3 Bahasa. Prestasi Dalam Kejuaraan Sebagai salah satu Madrasah di lingkungan pesantren.48 J. 48 49 Ibid. hal. Mata Pelajaran Kimia dan Matematika. hal.49 Diantara kejuaraan yang sudah pernah diikuti siswa dan siswi MA Ali Maksum adalah. MTQ. Olimpiade Informatika. diantara siswa MA Ali Maksum juga beberapa kali terpilih sebagai peserta dalam program Pertukaran siswa antar budaya di USA. Seni baca al-Qur’an (Qiro’ah). Gambaran detil tentang prestasi dan program pertukaran siswa antara budaya dapat dilihat dalam lampiran XIV. 33 66 . Seni Kaligrafi. Seni hadrah dan seni samrah. dan Seni drama/teater/puisi. dan lain sebagainya. Karya Tulis Ilmiah.48 Ibid. 45 . Pencak Silat. MA Ali Maksum telah banyak berkiprah dalam berbagai kejuaraan. Disamping itu.

atau hal-hal lain yang berhubungan dengan responden. data yang akan dideskripsikan pada bab ini adalah data tentang korelasi kemampuan berbahasa Arab (diambil melalui metode tes) dengan prestasi belajar fiqih (secara esensi dilakukan dengan metode tes). Begitu juga data prestasi belajar fiqih diambil dengan menggunakan metode tes. Dengan demikian. melainkan memanfaatkan nilai mata pelajaran fiqih semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 yang tertulis di dalam buku raport. dilakukan dengan menggunakan metode tes. secara teknis pengambilan data variabel prestasi belajar fiqih dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi. Pengumpulan data variabel kemampuan berbahasa Arab. siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010. Namun dalam prosesnya. bahwa proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. peneliti tidak mengadakan tes secara mandiri. data yang dimaksudkan meliputi data tentang kemampuan berbahasa Arab dan data tentang prestasi belajar fiqih. Oleh karenanya. Deskripsi Data Data merupakan informasi tentang responden. data mencakup terhadap identitas.BAB III HASIL PENELITIAN A. Sebagaimana telah dikemukakan dalam bab I. Dalam konteks penelitian tentang Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. pendapat. Oleh karenannya. namun . pandangan.

2. Tujuan utama dilakukannya deskripsi data adalah untuk mengetahui secara mendalam tentang karakteristik dari setiap data yang masuk. dapat diketahui kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010.04 6. Secara umum.secara teknis diambil dengan metode dokumentasi siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. 3. Dengan demikian. Skor kemampuan berbahasa Arab didapatkan nilai terendah sebesar 60. 4.24 dan skor standar 1 Data diolah 68 .73 SD 11. rata-rata kelompok 75.98 Berdasarkan deskripsi statistik data penelitian di atas. uraian tentang deskripsi data dari tiap-tiap variable menjadi sangat penting untuk disampaikan dalam sebuah kerja penelitian. data dari masing-masing variabel penelitian yang terkumpul dalam penelitian ini dapat dideskripsikan sebagai berikut: Tabel 05 1 Deskripsi Data Penelitian Variabel Xmax Kemampuan Bebahasa Arab (X) Prestasi Belajar Fiqih (Y) Keterangan: 1.24 69. nilai tertinggi 99. Xmin Xmax M SD : skor terendah yang diperoleh subyek (skor minimal) : skor tertinggi yang diperoleh subyek (skor maksimal) : rerata skor yang diperoleh subyek penelitian (mean) : Standar Deviasi yang diperoleh subyek penelitian 99 90 Deskripsi Statistik Xmin 60 60 M 75.

9534884  %      40. 1. Secara lebih rinci. Tabel 06 2 Kemampuan berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 Interval  96  91  86  81  76  71  66  61  56  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  ‐  100  95  90  85  80  75  70  65  60  Kategori     Tinggi        Sedang        Rendah     Jumlah Frekwensi  Prosentase  2  6  4  7  15  13  10  12  17  86    12      35      39    ‐      13. rata-rata kelas 69. nilai tertinggi sebesar 90. Kemampuan Berbahasa Arab Data kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum dapat dideskripsikan dalam bentuk tabel berikut ini.deviasi sebesar 10. Langkah perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran IV untuk variabel kemampuan berbahasa Arab (X) dan lampiran V untuk variabel prestasi belajar fiqih (Y). mayoritas 2 Data diolah 69 . deskripsi kedua variabel penelitian (kemampuan berbahasa Arab dan prestasi belajar fiqih) dapat diuraikan sebagai berikut.73. dan skor standar deviasi sebesar 6. dari 86 siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010 yang menjadi subyek penelitian. Sedangkan pada prestasi belajar fiqih didapatkan nilai terendah sebesar 60.3488372    100      %      %    %  Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tabel di atas.98.04.6976744      45.

70% (35 orang).35% (39 subyek). Dalam bentuk grafis. Hanya sedikit siswa yang memiliki kemampuan berbahasa Arab dengan kategori tinggi. semakin tampak nyata bahwa kemampuan berbahasa Arab siswa MA Ali Maksum berada pada kategori rendah. Gambar 02 Diagram Histogram Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 96-100 91-95 86-90 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 Dengan melihat gambar diagram histogram di atas. dan yang berada pada kategori tinggi sebesar 13.memiliki skor kemampuan berbahasa Arab pada kategori rendah. Sedangkan yang berada pada kategori sedang sebanyak 40. 70 . dan lebih sedikt lagi yang berkemampuan sedang. distribusi data tersebut digambarkan dalam diagram histogram sebagai berikut. yakni sebesar 45. Gambaran lebih detil tentang data kemampuan berbahasa Arab siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Tahun Pelajaran 2008/2009 dapat dilihat dalam lampiran III.95% (12 subyek).

yakni sebesar 83. deskripsi data tentang prestasi belajar fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun pelajaran 2009/2010 dapat dilihat dalam tabel dan gambar diagram histogram di bawah ini. dapat dijelaskan bahwa skor atau nilai tes pelajaran fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum di atas yang didapatkan oleh 86 siswa (yang menjadi sampel penelitian).2. Prestasi Belajar Fiqih Prestasi belajar fiqih yang dimaksudkan di sini adalah nilai ujian mata pelajaran fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010. Tabel VII 3 Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 Interval  96 ‐100  91 ‐ 95  86 ‐ 90  80 ‐ 85  76 ‐ 80  71 ‐ 75  66 ‐ 70  61 ‐ 65  56 ‐ 60  Kategori    Tinggi      Sedang      Rendah    Frekwensi  0  0  3  4  2  5  30  25  17    3      11      72    Prosentase    3.48837209     %      12. mayoritas berada pada kategori rendah. dan 3.79% (11 siswa) berada pada kategori sedang. 12.72% (72 siswa).49% (3 siswa) yang berada 3 Data diolah 71 . sebagaimana yang tercantum dalam buku raport.7906977     %      83. Secara rinci.7209302     %    100     %  Jumlah    86  Berdasarkan tabel prestasi belajar fiqih.

72 .79%). Distribusi data tersebut dapat digambarkan dalam diagram histogram berikut.49%). Hanya sedikit siswa yang memiliki kemampuan berbahasa Arab dengan kategori sedang (12. Karena mayoritas siswa (83.72%) memiliki kemampuan berbahasa Arab rendah. Gambaran lebih detil tentang data prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Tahun Pelajaran 2008/2009 dapat dilihat dalam lampiran III. dan lebih sedikit lagi siswa MA Ali Maksum yang memiliki prestasi belajar fiqih dalam kategori tinggi (3.pada kategori tinggi. semakin tampak nyata bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII Madrasah Aliyah Ali Maksum berada pada kategori rendah. Gambar 03 Diagram Histogram Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 30 25 20 15 10 5 0 86-90 81-85 76-80 71-75 66-70 61-65 56-60 Dengan melihat gambar diagram histogram di atas.

Proses inilah yang dimaksud dengan koding. C. agar mudah dibaca dan diinterpretasikan. data yang terkumpul terlebih dahulu dilakukan identifikasi dan pemetaan berdasar karakteristiknya. gambar.(Σx)2} N N Keterangan: rxy = Koefisien korelasi x y = Skor variabel bebas = Skor variabel tergantung Rxy = Sebelum dimasukkan ke dalam rumus di atas. Pengujian Hipotesis Teknik analisa untuk melakukan uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment yang berguna untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun 2009/2010. 73 . Rumus yang akan digunakan dalam uji hipotesis dalam penelitian ini adalah: ∑xy . data yang tersedia terlebih dahulu dimasukkan ke dalam tabel kerja penolong product moment.(Σx)2 } {∑y2.(Σx x Σy) N__________ {∑x2. dan diagram histogram.B. Sedangkan tabulasi merupakan proses penggambaran data yang terkumpul ke dalam bentuk tabel. Hal ini dimaksudkan agar data yang terkumpul dapat dikelompokkan ke dalam pertanyaan atau pernyataan yang lebih sesuai. Koding dan Tabulasi Data Sebelum dilakukan analisa.

9 = 396712.767. Karena harga rxy lebih besar dari nilai rtabel (0.85 5227.434407. diketahui bahwa rxy = 0. maka dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan 74 . Setelah dikonsultasikan dengan rtabel product moment dengan taraf keabsahan 5% dan N = 86. diketahui.213). N ∑X ∑Y ∑XY ∑X2 ∑Y2 berikut: ∑xy .6 Selanjutnya dimasukkan ke dalam rumus Product Moment.sebagaimana terdapat dalam lampiran 18. diperoleh nilai rtabel sebesar 0.604651 = 46445597.(Σx X Σy) N Rxy = {∑x2.100722 = 0.213.767 Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment di atas.(Σx)2 } {∑y2. sebagai = 10676.(Σx)2} N N 439635 .09 X 4350.767 > 0.4 = = = = = = 86 6396 5841 439635 486360 401063 (∑X)(∑Y) (∑X) (∑Y):N (∑X)2 (∑Y)2 (∑X)2 : N (∑Y)2 : N = = 37359036 434407.4 = 40908816 = 34117281 = 475683.43 5227. Dari tabel kerja penolong penghitungan product moment tersebut.604651 = 6815.

menyimak dan membuat catatan. Pembahasan Hasil analisis menunjukkan korelasi yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih. Sebagaimana diuraikan dalam bab sebelumnya. baik oleh guru maupun siswa. Korelasi yang signifikan ini menandakan terdapat hubungan yang erat antara kemampuan berbahasa Arab siswa dengan prestasi belajar fiqih. baik arti kata-kata maupun beberapa catatan penting yang dianggap perlu. sehingga hipotesis awal yang diajukan oleh peneliti diterima. bahwa proses pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta di laksanakan dengan menggunakan literatur (kitab) berbahasa Arab. Dengan demikian. Tahun Pelajaran 2009/2010. Sehingga kemampuan siswa dalam berbahasa Arab. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan. 75 . proses pengajaran fiqih di dalam kelas tidak dapat lepas dari penggunaan bahasa Arab. Keeratan hubungan ini dapat disebabkan karena proses pembelajaran dan pengajaran fiqih di MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dilakukan dengan menggunakan literatur (kitab) berbahasa Arab. sedangkan di sisi yang lain siswa mendengarkan. Dalam prosesnya.berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. terlihat bahwa kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih memiliki korelasi yang signifikan. pada buku (kitab)-nya masing-masing. dimungkinkan dapat memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar fiqih. C. di satu sisi guru membaca (dan menjelaskan) kitab berbahasa Arab.

“Apabila rhitung > rtabel maka hipotesis alternatif (ha) diterima dan hipotesisi nihil (ho) ditolak.95% (12 siswa).767.79% (11 siswa) berada pada kategori sedang. harga rxy lebih besar dari nilai rtabel (0.Berdasarkan kategorisasi skor kemampuan berbahasa Arab. Sedangkan yang berada pada kategori sedang sebanyak 40. serta 3. dengan ketentuan. Hasil akhir dari penelitian korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diselesaikan dengan menggunakan rumus product moment. Dengan kata lain. 76 .213). tahun pelajaran 2009/2010.767 > 0. terlihat bahwa mayoritas jawaban atau pernyataan yang disampaikan siswa berada pada kategori rendah. dan 12. dan sebaliknya. Dari perbandingan diantara keduanya didapatkan bahwa. Selanjutnya dilakukan perbandingan diantara kedua nilai r tersebut. maka ha ditolak. Demikian pula pada variabel prestasi belajar fiqih.213. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima. ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih.70% (35 siswa). jika rhitung < rtabel.49% (3 siswa) berada pada kategori tinggi. yakni sebesar 83. dan ho diterima”. dan yang berada pada kategori tinggi sebesar 13. Yakni sebesar 45. mayoritas berada pada kategori rendah. Setelah dikonsultasikan dengan rtabel product moment dengan taraf keabsahan 5% dan N = 86. Dari hasil uji tersebut diperoleh harga rxy sebesar 0. siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.72% (72 siswa). diperoleh nilai rtabel sebesar 0.35% (39 siswa).

79% (11 siswa). sedang sebanyak 40. Simpulan Setelah melakukan penelitian skripsi yang berjudul “Korelasi Antara Kemampuan Berbahasa Arab dengan Prestasi Belajar Fiqih Siswa Kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta Tahun Pelajaran 2009/2010”. yakni rendah sebesar 45.49% (3 siswa).BAB IV PENUTUP A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum diklasifikasikan dalam 3 kategori. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010 memiliki kemampuan berbahasa Arab dalam kategori rendah.70% (35 siswa).35% (39 siswa). dan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah diajukan dalam rumusan masalah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum tahun pelajaran 2009/2010 mayoritas berada pada kategori rendah.72% (72 siswa).95% (12 siswa). dan tinggi sebesar 3. dan tinggi sebesar 13. dan sedang sebanyak 12. 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Arab (untuk indikator membaca dan menulis) siswa kelas XII MA Ali Maksum Tahun Pelajaran 2009/2010 diklasifikasikan dalam 3 kategori. maka pada bagian akhir ini dapat diambil beberapa simpulan sebagai berikut: 1. . yakni rendah sebesar 83.

termasuk belajar bahasa yang mendukung bagi proses pembelajaran. Tahun Pelajaran 2009/2010”. Saran Berlandaskan proses yang telah dilakukan.3. maka belajar bahasa Arab merupakan keharusan yang tidak boleh ditinggalkan. sedangkan dalam tabel product moment untuk taraf keabsahan 5% dan N sebesar 86 responden. diperoleh nilai rtabel sebesar 0. “ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan berbahasa Arab dengan prestasi belajar fiqih siswa kelas XII MA Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak. Kesimpulan yang dapat diambil adalah.767. Dalam konteks pembelajaran di MA Ali Maksum yang masih banyak menggunakan literatur kitab. Bagi Siswa Prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. maka hipotesis nihil (Ho) ditolak. B. serta hasil penelitian di atas. 1.767 > 0. Salah satu faktor internal yang penting keberadaannya adalah kemauan yang kuat dari masing-masing pribadi untuk belajar. Karena harga rhitung lebih besar dari nilai rtabel (0. baik yang 78 . Salah satu metode pembelajaran yang efektif adalah dengan cara memperbanyak praktik membaca kitab. diketahui bahwa nilai rhitung sebesar 0. Dari berbagai faktor tersebut ada yang berasal dari dalam diri siswa (faktor internal) dan ada juga yang berasal dari luar dirinya (faktor eksternal).213).213. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan menggunakan teknik analisis korelasi product moment. dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. maka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut.

jangan dipaksa untuk membaca di dalam kelas. Untuk dapat menjalankan perannya tersebut. tanpa meninggalkan upaya untuk menjadikannya meningkatkan kemampuan. Bagi Guru Guru memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar di sekolah. peningkatan kemampuan berbahasa siswa sangat dipengaruhi oleh faktor internal. Misalnya siswa yang merasa kesulitan dalam membaca literatur berbahasa Arab. 3. 2. khususnya permasalahan yang terkait dengan proses belajar mengajar. Bagi Madrasah Pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan pengantar atau literatur berbahasa Arab. Di satu sisi. Melainkan guru harus memberikan solusi agar siswa tetap bersemangat mengikuti pelajaran. Salah satu peran seorang guru dalam proses pembelajaran adalah memberikan motivasi kepada siswa untuk selalu berusaha meningkatkan prestasi belajarnya secara sungguh-sungguh. Sehingga guru dapat memberikan solusi secara tepat terhadap permasalahan yang dihadapi oleh setiap siswa. namun di sisi 79 . menuntut adanya program pengembangan kemampuan berbahasa siswa. karena dapat menjadikan siswa merasa terbebani dan memilih untuk tidak masuk kelas. guru sebaiknya memahami terhadap kesulitan siswa dalam belajar. maupun yang dilakukan dengan bimbingan orang lain (sorogan). termasuk kemampuan dalam membaca teks berbahasa Arab.dilakukan sendiri (muroja’ah).

kemampuan berbahasa asing memegang peran penting dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan kualitas keilmuan seseorang. program-program yang mengarah pada peningkatan kemampuan berbahasa siswa perlu dilakukan secara terus menerus. Diantaranya adalah dengan melibatkan santri dalam kompetisi bahasa Arab. Kata Penutup Belajar merupakan kewajiban bagi setiap muslim. memiliki peranan penting bagi pengembangan keilmuan Islam. Karena tidak sedikit informasi dan keilmuan Islam yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. 4.yang lain. Oleh karenanya. demi kemaslahatan di masa-masa yang akan datang. Oleh karena itu. dimanapun. agar peneliti dapat terus belajar dan meningkatkan kemampuan serta keilmuan. Dengan selesainya penulisan hasil penelitian skripsi ini. C. pemberian tugas untuk menerjemahkan teks berbahasa Arab. aktivitas belajar harus terus dijalankan. dan lain sebagainya. kapanpun dan untuk materi apapun. “kualitas keilmuan seseorang dapat diukur dari kemampuan berbahasanya”. meningkatkan frekwensi penyelenggaraan lomba bahasa Arab antar siswa di sekolah. peneliti berharap masukan. Oleh karena itu. madrasah sebagai penyelenggara pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan secara sistematis dan maksimal. Bagi Pengembangan Keilmuan Bahasa asing (termasuk di dalamnya bahasa Arab). Arabic Meeting. Sehingga ada ungkapan yang mengatakan. Bahkan belajar tidak mengenal waktu. saran dan kritik konstruktif dari semua pihak. 80 .

II. Suharsimi. 1996. II. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas & Tantangan Komplesitas Global. Jakarta : IRD Press. 1993. “Outline of Linguistic Analysis”. 2000. Surabaya: Usaha Nasional. Haedari. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Terjemahan Matan Kailani dan Nadham al-Maqsud Berikut Penjelasannya. Bandung: Angkasa. 81 . edisi revisi. Furchan. 1993.. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Bafadal. Bernard and Trager. Ke-10. 2009. Kosa Kata Pengajaran. Ke-1. Prosedur dan Strategi. 1986. Jakarta: Rineka Cipta. Psikolinguistik. 2004.. 1994. H. Prestasi Pustakaraya. VII. Cet. Jakarta: Rineka Cipta. I. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasi. . 1987. Yogyakarta: Yasbit Fakultas Psikologi UGM. 1984. Hariyadi. Ahmad Fuad... 1982. cet. Jakarta: PT. Jakarta: PT GrafindoPersada. dalam Henry Guntur Tarigan. Jakarta: PT Bumi Aksara. cet. . dkk. Metodologi Research. Moh. Cet. Amin. Bandung: Angkasa. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah. 2003. cet. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. Jakarta: PT. Sutrisno.. Hadi. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Prosedur Penelitian. Penelitian Kependidikan. Statistik Pendidikan. Tarigan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Ali. Arief.. Rineka Cipta. 1998. Arikunto. G. . Cet. Mohammad. Bandung: Angkasa. Bloch. 2004. Anwar.. Efendi. 1999. Malang: Misykat... Jakarta: Balai Pustaka. Ibrahim. Moch.

2009. S. Dadang. Manajemen Berbasis Sekolah.J. Jakarta: Gramedia. Edisi Perbaikan dan Penyempurnaan Tahun 2002. 1986. 1997) Margono. F. Asep Ahmad. Adi. Bandung : Rosda Karya. Jakarta: PT Gramedia. Soehartono. Rineka Cipta. 2008. (Bandung: Remaja Rosda Karya.. Singarimbun. Riduwan. Surabaya : Usaha Nasional. Lexy. 1993. Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama.. Metode Penelitian Sosial. Monks. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca? Suatu Teknik Memahami Literature Yang Efisien. Nurhadi. 2006. Makna. Kartodiredjo. Kridalaksana. Jakarta: LP3ES.. 2005. Metodologi Riset. Al-Qur’anul Karim dan Terjemah Bahasa Indonesia. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. VII. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.. dkk. Kahmad. Cet-9. 82 . Metodologi Penelitian Kualitatif. Irawan. . Metode & Teknik Menyusun Tesis. Jakarta: PT. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Metodologi Penelitian Pendidikan.Hidayat. Evaluasi Pendidikan. cet. Cet. Sosiologi Agama. Bandung: Alfabeta. Mulyasa. dan Tanda. dalam Koentjaraningrat (ed). Jakarta : PT Arga Printing. Yogyakarta : BPFE – UII. Pemahaman Individu. 2005. 1994. E. 2000. Filsafat Bahasa Mengungkap Hakikat Bahasa. 2004. Harimurti. “Metode Penggunaan Bahan Dokumen”. 2000. 2009. 1982. Surabaya: Usaha Nasional. Marzuki. Kamus Linguistik. edisi revisi. Sartono Kartodiredjo. Satrio. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Nurkancana. Wayan. Metode Penelitian Survey. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Ke-1. 2006. Moleong J. Kamus Ilmiah Populer. Masri & Sofyan Effendi. 1977.. 2002.

2000 Monografi Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Propinsi DIY. 2008. S. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Djunaidi Abd. Ahmad. Teknik Sampling. dalam ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam. Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group. 1 No1.. Pengantar Statistik Pendidikan. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. dkk. Syakur. Rahardjo. 2005. “Metodologi Pengajaran Bahasa Arab Untuk Jurusan Bahasa Arab”. Zaenuddin. 1996.Sudijono. 2008.. STAIN Malang. 2005. 2007 Suryabrata. Profil Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.2004 Mustafa. Dan MAK”. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. dokumen Desa. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada. Pengantar Evaluasi Pendidikan..-II. JURNAL/ARTIKEL: Mansur. artikel tidak diterbitkan. cet. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Radhliyah. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. tidak diterbitkan. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Mudjia. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Syah. Rajawali. 2008 Madjidi. Jakarta : CV. 83 . 2008. 2002. dalam Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.. Anas. Metodologi & Strategi Alternatif Pembelajaran Bahasa Arab. . Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: Maestro. Sains dan Teknologi. Yogyakarta: Elhamra Press. Muhibbin. 2. 2001.. ”Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PAI & Mata Pelajaran Bahasa Arab SMA. Hasan. Vol. MA. Yogyakarta: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Tafsir. Bandung: Remaja Rosdakarya. Busyari. SMALB. 3 No.. Psikologi Pendidikan. 2008 Panitia PPL 1 . 2003. . UU RI Nomor 20 Tahuh 2003 Tentang Sisdiknas. Vol. “Al-‘Arabiyah”. “Bahasa: Antara Pikiran dan Tindakan”.

areefah. Skripsi. dalam google. 2009. “Problematika Pengajaran Bahasa”. “Bahasa Dan Dinamika Masyarakat”. “Definisi Bahasa Arab”. Rohim. 84 . Mengenal Analisis Korelasi www. dalam Yahoo. 2006. M. 2009..com. Yogyakarta: Skripsi. www.. ”Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mesir”. www.e-mail:@reefah@yahoo. dalam yahoo.tk.com dalam Yahoo. 2009..com. Abdul. “Pembelajaran Kosakata Bahasa Arab Dengan Metode Menghafal (Mahfudhot) Di MTsN An-Nawawi Berjan Purworejo”. “Penelitian Kuantitatif dengan Masalah-Masalahnya”. Skripsi. Yahya. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. Ibnu. 2009. “Kajian Teoritis Prestasi Belajar”.htm.. masnaguib. www.. multiply. 2009. Zainun. ariemcool. 2009.fib. INTERNET: Abdul Munir Sape. Fauzan. Ikowiyah. Sarwono. Jonathan. “Belajar Bahasa Arab-Keharusan”. Ahmad Nur.ugm. Najib. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. dalam google.ibnuaziz83. Aziz. Skripsi.com..info/korelasi/korelasi.com.blogspot.com.blogspot.dorokabuju. 2007.. Abidin Fuadi Nugroho.antropologi . “Korelasi Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI Pasca Gempa Bumi Di SD Muhammadiyah Blawong I Bantul Yogyakarta”.ac. “Pengaruh Penguasaan Mufrodat Terhadap Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Di MTsN Ngemplak Sleman”.com.id. Nurjanah.com. Teori Analisi Korelasi. 2009. M. 2007. Asnawi.. www. dalam google.com. Metode Makna Gandul (Tarjamah Tradisional) Di Pondok Pesantren al-Luqmaniyyah Yogyakarta Dalam Membantu Santri Memahami Kitab Kuning.com.. www.SKRIPSI: Syaiful. com.com. www. . 2008. Fakultas Ilmu Bahasa UGM. 2008. dalam google.blogspot. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.jonathan sarwono.

www..anaksastra.. Linguistik Sastra Jurnalistik. dalam google. 2009. UPI. “Pakem Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Dan Menyenangkan”. 2009.Sunarto.blogspot.com.com..com. dalam google. “Sosiolinguistik: Masyarakat Bahasa 1”. 85 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful