P. 1
Fisika - Modul 3 - Mekanika 2 - Hukum Newton Dan Penerapannya

Fisika - Modul 3 - Mekanika 2 - Hukum Newton Dan Penerapannya

|Views: 3,527|Likes:
HUKUM NEWTON DAN PENERAPANNYA
HUKUM NEWTON DAN PENERAPANNYA

More info:

Published by: Akhmad Ghozali Amrulloh on Mar 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2015

pdf

text

original

FI SI KA – MODUL 3

MEKANI KA – 2

HUKUM NEWTON DAN PENERAPANNYA

Hukum Newton tentang dinamika dinyatakan oleh formulasi :
F = m a
Dengan :
F : jumlah semua vektor gaya (gaya total) yang bekerja
langsung pada benda
m : massa benda yang terkena gaya
a : vektor percepatan benda akibat terkena gaya

Kita membatasi masalah dimana vektor gaya total yang bekerja pada benda
bernilai konstan. Yaitu, vektor gaya total tidak berubah terhadap perubahan apa pun.
Contohnya, pada masalah benda yang bergerak atau pun diam di sekitar permukaan bumi,
kita menganggap gaya gravitasi bumi dimana pun nilainya tetap. Dan kita juga
membatasi masalah dimana massa benda selama mendapatkan pengaruh gaya, tidak
berubah juga.
Akibat asumsi di atas, dengan menggunakan hukum Newton, maka percepatan
benda juga akan konstan.
Jika dianggap vektor gaya total :
F = F
x
i + F
y
j






F
X
Y
F
x
i
F
y
j
F
x
= F cos β ; F
y
= F sin β
β
Yaitu, vektor gaya total dapat memiliki arah dalam sumbu – X dan sumbu – Y, dimana
F
x
nilai komponen vektor gaya total dalam arah sumbu – X dan F
y
nilai komponen
vektor gaya total dalam arah sumbu – Y.
Dan dengan menggunakan hukum Newton, kita peroleh :

a = F / m = (F
x
/ m) i + (F
y
/ m) j
atau
a = a
x
i + a
y
j

Sehingga kita dapat menggunakan formulasi untuk fungsi kecepatan kecepatan dan
fungsi posisi terhadap waktu adalah sebagai berikut :

Jika akibat gaya di atas, benda bergerak dalam arah sumbu – X
( ) ( ) t a 0 v t v
x x x
+ =
( ) ( ) ( )
2
x x
t a
2
1
t 0 v 0 x t x + + =
Jika akibat gaya di atas, benda bergerak dalam arah sumbu – Y
( ) ( ) t a 0 v t v
y y y
+ =
( ) ( ) ( )
2
y y
t a
2
1
t 0 v 0 y t y + + =
Secara ”kompak” ke empat rumus di atas dapat dituliskan secara vektor sebagai
berikut :
( ) ( ) | | ( ) | | j i
ˆ
t a 0 v
ˆ
t a 0 v t v
y y x x
+ + + =
r

( ) ( ) ( ) ( ) ( ) j i
ˆ
t a
2
1
t 0 v 0 y
ˆ
t a
2
1
t 0 v 0 x t r
2
y y
2
x x
(
¸
(

¸

+ + +
(
¸
(

¸

+ + =
r






Contoh Soal – 1

01. Sebuah benda dilepaskan dari ketinggian H = 10 m terhadap permukaan bumi
(percepatan gravitasi bumi, g = 10 m/s
2
). Carilah :
(a) fungsi kecepatan dan fungsi posisi benda terhadap waktu
(b) kurva fungsi kecepatan dan fungsi posisi benda terhadap waktu
(c) pada waktu, t , dan dengan laju, v , berapa benda tiba di permukaan
bumi (misalkan waktu benda untuk tiba dipermukaan bumi dari
ketinggian H adalah t
B
, dan laju saat tiba di permukaan bumi
adalah v
B
)
(d) waktu, t , dan laju, v , dimana posisi benda setengah dari ketinggian
awal benda, H/2, dari permukaan bumi
(e) pada waktu, t , dan posisi, y , kecepatan benda setengah dari v
B
.

Jawab

Prosedur – 1. Mencari gaya – gaya yang bekerja pada benda dan memilih
dan menempatkan sistem kordinat yang kita gunakan

Perhatikan gambar di bawah ini.











W
Benda bermassa m
Permukaan bumi H = 10
A(0,H) = A(0,10)
B(0,0)
t = 0
t = t
B

Y
X

Anggap benda dilepas pada saat t = 0 , yaitu pada saat alat ukur waktu (misalkan
stopwatch) dihidupkan dari ketinggian H. Kita gunakan sistem kordinat X – Y
dimana titik B(0,0) diletakkan di tempat benda akan tiba di bumi. Permukaan
bumi adalah sumbu – X. Maka titik tempat benda dilepaskan akan memiliki
kordinat A(0,H). Benda akan tiba di bumi pada saat t = t
B
.
Gaya yang bekerja langsung pada benda dalam perjalanan dari ketinggian H
(anggap titik A(0,H)) sampai permukaan bumi (anggap titik B(0,0)) hanyalah,
satu – satunya, gaya gravitasi, W. Kita asumsikan tidak adanya gaya gesekan
udara dengan benda.

Prosedur – 2. Memilih dan menerapkan formulasi yang digunakan

Gaya gravitasi yang bekerja pada benda dapat kita anggap bernilai konstan. Dan
gaya gravitasi ini bekerja hanya dalam arah sumbu – Y.

F = W = – mg j
Atau
F
y
= mg = konstan

Sehingga percepatan benda pun hanya dalam arah sumbu – Y, yaitu :

a = F / m = (F
x
/ m) i + (F
y
/ m) j
= (0 / m) i + (mg / m) (–j)
a = – g j = – 10 j
Atau
a
y
= – g = – 10

Dan dari gambar di atas dapat kita anggap perjalanan benda hanya dalam arah
sumbu – Y. Maka kita dapat gunakan formulasi dalam arah sumbu – Y, yaitu :

( ) ( ) t a 0 v t v
y y y
+ =
( ) ( ) ( )
2
y y
t a
2
1
t 0 v 0 y t y + + =


Prosedur – 3. Menggunakan informasi di soal untuk melengkapi fungsi
kecepatan dan posisi

(i) Di soal dikatakan bahwa benda pada t = 0 ⇒ ”dilepas”. Artinya
pada t = 0 kecepatan benda adalah nol,
v(0) = (0) i + (0) j
atau v
y
(0) = 0 dan v
x
(0) = 0
maka
( ) t 10 t v
y
− =
(ii) Di soal dikatakan bahwa benda pada t = 0 ⇒ ”benda berada pada
ketinggian H = 10”. Artinya pada t = 0 posisi benda adalah 10 m
dalam arah sumbu – Y, atau
r(0) = (0) i + (10) j
atau y(0) = 10 dan x(0) = 0
Maka
( ) ( )
2 2
t 5 10 t 10
2
1
10 t y − = − =

Sekarang kita telah siap menjawab semua pertanyaan.
(a) Fungsi percepatan, kecepatan, dan posisi terhadap waktu untuk sistem di
atas adalah :
( ) 10 t a
y
− =
( ) t 10 t v
y
− =
( )
2
t 5 10 t y − =
Atau secara vektor dituliskan :
( ) j
ˆ
10 t a − =
r

( ) ( ) j
ˆ
t 10 t v − =
r

( ) ( ) j
ˆ
t 5 10 t r
2
− =
r

Ketiga fungsi di atas dikenal sebagai fungsi – fungsi keadaan. Karena
ketiga fungsi tersebut ”menceritakan” tentang keadaan (=percepatan,
kecepatan, dan posisi) benda sejak t = 0.

(b) Jawaban (a) adalah gambaran rumus. Kita perlu memperlihatkan fungsi
keadaan itu dengan gambaran visual. Yaitu dengan menggambarkan
kurvanya terhadap waktu. Modalnya adalah penggambaran fungsi linear
dan fungsi kuadrat yang anda telah dapat dalam pelajaran matematika.



















y(t)
t 0
10
2
v
y
(t)
t 0
2 10 −
2
a
y
(t)
t 0
– 10
2

(c) Dari jawaban (a) dan (b) maka kita dengan mudah bisa mencari lamanya
waktu yang dibutuhkan benda untuk bergerak dari titik A(0,H) ke titik
B(0,0) , yaitu t
B
, dan kecepatan benda pada saat tiba di titik B(0,0), yaitu
v
B
. Dari gambar pada jawaban (b) hal itu telah terjawab. Yaitu :
t
B
= 2 second
( ) ( ) ( ) ( ) j j
ˆ
2 10 2 v v
ˆ
t 10 t v v
B B B B
− = = ⇒ − = =
r r r r

Minus menunjukkan bahwa pada saat t = tB , yaitu di titik B(0,0), arah
gerak benda adalah menuju arah sumbu – Y negatif, yaitu ke arah bumi.
Hasil di atas diperoleh dengan pengertian bahwa :
”pada saat t = t
B
benda tiba di titik B(0,0) sehingga posisi benda
dalam sumbu – Y adalah nol, yaitu secara matematis :
( ) 0 t y
B
= ”.
Dengan menggunakan hasil (a) maka :
( ) 2 t t 5 10 0 0 t y
B
2
B B
= ⇒ − = ⇒ =
Dan dengan menggunakan fungsi kecepatan kita peroleh :
( ) ( ) 2 10 2 v v t 10 t v v t t
y B B B y B B
− = = ⇒ − = = ⇒ =













y(t)
t 0
10
2
v
y
(t)
t 0
2 10 −
2
(d) Kita anggap titik C(0,H/2) = C(0,5) dicapai benda pada saat t = t
C
.
Dengan menggunakan hasil dari (a), diperoleh :
( ) 1 t t 5 10 5 5
2
10
2
H
t y t t
C
2
C C C
= ⇒ − = ⇒ = = = ⇒ =
Jadi pada saat t = 1 , benda berada di C(0,5) dari permukaan bumi











Kecepatan benda pada saat di titik C(0,5) adalah
( ) ( ) ( ) 10 1 10 1 v t v v 1 t t
y C y C C
− = − = = = ⇒ = =
Atau secara vektor,
( ) ( ) ( ) ( ) j j
ˆ
10 1 v v
ˆ
t 10 t v v
C C C C
− = = ⇒ − = =
r r r r












Benda bermassa m
Permukaan bumi
H = 10
A(0,H) = A(0,10)
B(0,0)
t = 0
t = t
B

Y
X
H/2 = 5
t = t
C
C(0,H/2) = A(0,5)














(e) Anggap benda pada titik D kecepatannya adalah
( ) ( ) ( ) j
ˆ
2 5 t v v v
2
1
t v v
D D C D D
− = = ⇒ = =
r r r r r















y(t)
t 0
10
2
v
y
(t)
t 0
2 10 −
2
5
1
1
– 10
y(t)
t 0
10
2
v
y
(t)
t 0
2 10 −
2
t
D

t
D

2 5 −
15/2

( ) ( ) ( ) ( )
2
2
1
t
ˆ
t 10
ˆ
2 5
ˆ
2 5 t v v
D
D D D
= ⇒
− = − ⇒ − = = j j j
r r

Maka posisi titik D dicari dengan :
( )
2
15
2
2
1
5 10 2
2
1
y t y 2
2
1
t t
2
D D
=
|
.
|

\
|
− =
|
.
|

\
|
= ⇒ = =

Sistem seperti di atas dikenal dengan nama sistem gerak jatuh bebas. Disebut
sistem gerak jatuh bebas karena gerakan benda yang jatuh dari ketinggian H ke
permukaan bumi dengan tanpa kecepatan awal (karena dilepas). Dari hasil (a) kita
bisa juga memperoleh formulasi cepat gerak jatuh bebas untuk mengerjakan
kasus – kasus khusus :

Laju benda pada saat tiba di bumi (titik B(0,0)) , v
B
, yaitu :
H g 2 v
B
=

Waktu yang dibutuhkan untuk bergerak dari A(0,H) ke B(0,0) , t
B
, yaitu :

g
H 2
t
B
=


02. Sebuah benda ditembakkan ke atas dari ketinggian H = 10 m terhadap permukaan
bumi (percepatan gravitasi bumi, g = 10 m/s
2
) dengan kecepatan 10 m/s. Carilah :
(a) fungsi kecepatan dan fungsi posisi benda terhadap waktu
(b) kurva fungsi kecepatan dan fungsi posisi benda terhadap waktu
(c) pada waktu, t , dan dengan laju, v , berapa benda mencapai titik
tertinggi dalam sumbu – Y dan tiba di permukaan bumi (misalkan
waktu benda untuk mencapai ketinggian maksimum, t
C
, dan tiba
dipermukaan bumi dari ketinggian H adalah t
B
, dan laju saat tiba di
permukaan bumi adalah v
B
)
(d) pada waktu, t , dan posisi, y , kecepatan benda setengah dari v
B
.
(e) pada waktu, t , dan dengan laju, v , berapa benda mencapai
ketinggian H/2


Jawab

Prosedur – 1. Mencari gaya – gaya yang bekerja pada benda dan memilih
dan menempatkan sistem kordinat yang kita gunakan

Perhatikan gambar di bawah ini.











Anggap benda ditembakkan pada saat t = 0 , yaitu pada saat alat ukur waktu
(misalkan stopwatch) dihidupkan dari ketinggian H. Kita gunakan sistem kordinat
X – Y dimana titik B(0,0) diletakkan di tempat benda akan tiba di bumi.
Permukaan bumi adalah sumbu – X. Maka titik tempat benda dilepaskan akan
memiliki kordinat A(0,H). Benda akan tiba di bumi pada saat t = t
B
.
Gaya yang bekerja langsung pada benda dalam perjalanan dari ketinggian H
(anggap titik A(0,H)) sampai permukaan bumi (anggap titik B(0,0)) hanyalah,
satu – satunya, gaya gravitasi, W. Kita asumsikan tidak adanya gaya gesekan
udara dengan benda.

W
Benda bermassa m
Permukaan bumi H = 10
A(0,H) = A(0,10)
B(0,0)
t = 0
t = t
B

Y
X
Prosedur – 2. Memilih dan menerapkan formulasi yang digunakan

Gaya gravitasi yang bekerja pada benda dapat kita anggap bernilai konstan. Dan
gaya gravitasi ini bekerja hanya dalam arah sumbu – Y.

F = W = – mg j
Atau
F
y
= mg = konstan

Sehingga percepatan benda pun hanya dalam arah sumbu – Y, yaitu :

a = F / m = (F
x
/ m) i + (F
y
/ m) j
= (0 / m) i + (mg / m) (–j)
a = – g j = – 10 j
Atau
a
y
= – g = – 10

Dan dari gambar di atas dapat kita anggap perjalanan benda hanya dalam arah
sumbu – Y. Maka kita dapat gunakan formulasi dalam arah sumbu – Y, yaitu :

( ) ( ) t a 0 v t v
y y y
+ =
( ) ( ) ( )
2
y y
t a
2
1
t 0 v 0 y t y + + =


Prosedur – 3. Menggunakan informasi di soal untuk melengkapi fungsi
kecepatan dan posisi

(i) Di soal dikatakan bahwa benda pada t = 0 ⇒ ”ditembakkan ke
atas”. Artinya pada t = 0 kecepatan benda adalah
v(0) = (0) i + (10) j
atau v
y
(0) = 10 dan v
x
(0) = 0
maka
( ) t 10 10 t v
y
− =
(ii) Di soal dikatakan bahwa benda pada t = 0 ⇒ ”benda berada pada
ketinggian H = 10”. Artinya pada t = 0 posisi benda adalah 10 m
dalam arah sumbu – Y, atau
r(0) = (0) i + (10) j
atau y(0) = 10 dan x(0) = 0
Maka
( ) ( )
2 2
t 5 t 10 10 t 10
2
1
t 10 10 t y − + = − + =

Sekarang kita telah siap menjawab semua pertanyaan.
(a) Fungsi percepatan, kecepatan, dan posisi terhadap waktu untuk sistem di
atas adalah :
( ) 10 t a
y
− =
( ) t 10 10 t v
y
− =
( )
2
t 5 t 10 10 t y − + =
Atau secara vektor dituliskan :
( ) j
ˆ
10 t a − =
r

( ) ( ) j
ˆ
t 10 10 t v − =
r

( ) ( ) j
ˆ
t 5 t 10 10 t r
2
− + =
r

Ketiga fungsi di atas dikenal sebagai fungsi – fungsi keadaan. Karena
ketiga fungsi tersebut ”menceritakan” tentang keadaan (=percepatan,
kecepatan, dan posisi) benda sejak t = 0.

(b) Jawaban (a) adalah gambaran rumus. Kita perlu memperlihatkan fungsi
keadaan itu dengan gambaran visual. Yaitu dengan menggambarkan
kurvanya terhadap waktu. Modalnya adalah penggambaran fungsi linear
dan fungsi kuadrat yang anda telah dapat dalam pelajaran matematika.
























(c) Dari jawaban (a) dan (b) maka kita dengan mudah bisa mencari lamanya
waktu yang dibutuhkan benda untuk bergerak dari titik A(0,H) ke titik
B(0,0) , yaitu t
B
, dan kecepatan benda pada saat tiba di titik B(0,0), yaitu
v
B
. Dari gambar pada jawaban (b) hal itu telah terjawab. Yaitu :
t
B
= 2 second
( ) ( ) ( ) ( ) j j
ˆ
2 10 2 v v
ˆ
t 10 t v v
B B B B
− = = ⇒ − = =
r r r r

a
y
(t)
t 0
– 10
y(t)
t 0
10
1 3 +
15
1
v
y
(t)
t
0
3 10 −
10
1 3 +
1
Minus menunjukkan bahwa pada saat t = tB , yaitu di titik B(0,0), arah
gerak benda adalah menuju arah sumbu – Y negatif, yaitu ke arah bumi.
Hasil di atas diperoleh dengan pengertian bahwa :
”pada saat t = t
B
benda tiba di titik B(0,0) sehingga posisi benda
dalam sumbu – Y adalah nol, yaitu secara matematis :
( ) 0 t y
B
= ”.
Dengan menggunakan hasil (a) maka :
( ) 2 t t 5 10 0 0 t y
B
2
B B
= ⇒ − = ⇒ =
Dan dengan menggunakan fungsi kecepatan kita peroleh :
( ) ( ) 2 10 2 v v t 10 t v v t t
y B B B y B B
− = = ⇒ − = = ⇒ =















(d) Kita anggap titik C(0,H/2) = C(0,5) dicapai benda pada saat t = t
C
.
Dengan menggunakan hasil dari (a), diperoleh :
( ) 1 t t 5 10 5 5
2
10
2
H
t y t t
C
2
C C C
= ⇒ − = ⇒ = = = ⇒ =


y(t)
t 0
10
2
v
y
(t)
t 0
2 10 −
2
Jadi pada saat t = 1 , benda berada di C(0,5) dari permukaan bumi











Kecepatan benda pada saat di titik C(0,5) adalah
( ) ( ) ( ) 10 1 10 1 v t v v 1 t t
y C y C C
− = − = = = ⇒ = =
Atau secara vektor,
( ) ( ) ( ) ( ) j j
ˆ
10 1 v v
ˆ
t 10 t v v
C C C C
− = = ⇒ − = =
r r r r
















Benda bermassa m
Permukaan bumi
H = 10
A(0,H) = A(0,10)
B(0,0)
t = 0
t = t
B

Y
X
H/2 = 5
t = t
C
C(0,H/2) = A(0,5)
y(t)
t 0
10
2
v
y
(t)
t 0
2 10 −
2
5
1
1
– 10
(e) Anggap benda pada titik D kecepatannya adalah
( ) ( ) ( ) j
ˆ
2 5 t v v v
2
1
t v v
D D C D D
− = = ⇒ = =
r r r r r
















( ) ( ) ( ) ( )
2
2
1
t
ˆ
t 10
ˆ
2 5
ˆ
2 5 t v v
D
D D D
= ⇒
− = − ⇒ − = = j j j
r r

Maka posisi titik D dicari dengan :
( )
2
15
2
2
1
5 10 2
2
1
y t y 2
2
1
t t
2
D D
=
|
.
|

\
|
− =
|
.
|

\
|
= ⇒ = =


03. Sebuah benda ditembakkan ke bawah dari ketinggian H = 10 m terhadap
permukaan bumi (percepatan gravitasi bumi, g = 10 m/s
2
) dengan kecepatan 10
m/s. Carilah :
(a) fungsi kecepatan dan fungsi posisi benda terhadap waktu
(b) kurva fungsi kecepatan dan fungsi posisi benda terhadap waktu
y(t)
t 0
10
2
v
y
(t)
t 0
2 10 −
2
t
D

t
D

2 5 −
15/2
(c) pada waktu, t , dan dengan laju, v , berapa benda tiba dipermukaan
bumi dari ketinggian H
(e) pada waktu, t , dan dengan laju, v , berapa benda mencapai
ketinggian H/2


Jawab

Prosedur – 1. Mencari gaya – gaya yang bekerja pada benda dan memilih
dan menempatkan sistem kordinat yang kita gunakan

Perhatikan gambar di bawah ini.











Anggap benda ditembakkan pada saat t = 0 , yaitu pada saat alat ukur waktu
(misalkan stopwatch) dihidupkan dari ketinggian H. Kita gunakan sistem kordinat
X – Y dimana titik B(0,0) diletakkan di tempat benda akan tiba di bumi.
Permukaan bumi adalah sumbu – X. Maka titik tempat benda dilepaskan akan
memiliki kordinat A(0,H). Benda akan tiba di bumi pada saat t = t
B
.
Gaya yang bekerja langsung pada benda dalam perjalanan dari ketinggian H
(anggap titik A(0,H)) sampai permukaan bumi (anggap titik B(0,0)) hanyalah,
W
Benda bermassa m
Permukaan bumi H = 10
A(0,H) = A(0,10)
B(0,0)
t = 0
t = t
B

Y
X
satu – satunya, gaya gravitasi, W. Kita asumsikan tidak adanya gaya gesekan
udara dengan benda.

Prosedur – 2. Memilih dan menerapkan formulasi yang digunakan

Gaya gravitasi yang bekerja pada benda dapat kita anggap bernilai konstan. Dan
gaya gravitasi ini bekerja hanya dalam arah sumbu – Y.

F = W = – mg j
Atau
F
y
= mg = konstan

Sehingga percepatan benda pun hanya dalam arah sumbu – Y, yaitu :

a = F / m = (F
x
/ m) i + (F
y
/ m) j
= (0 / m) i + (mg / m) (–j)
a = – g j = – 10 j
Atau
a
y
= – g = – 10

Dan dari gambar di atas dapat kita anggap perjalanan benda hanya dalam arah
sumbu – Y. Maka kita dapat gunakan formulasi dalam arah sumbu – Y, yaitu :

( ) ( ) t a 0 v t v
y y y
+ =
( ) ( ) ( )
2
y y
t a
2
1
t 0 v 0 y t y + + =




Prosedur – 3. Menggunakan informasi di soal untuk melengkapi fungsi
kecepatan dan posisi

(i) Di soal dikatakan bahwa benda pada t = 0 ⇒ ”ditembakkan ke
bawah”. Artinya pada t = 0 kecepatan benda adalah
v(0) = (0) i – (10) j
atau v
y
(0) = –10 dan v
x
(0) = 0
maka
( ) t 10 10 t v
y
− − =
(ii) Di soal dikatakan bahwa benda pada t = 0 ⇒ ”benda berada pada
ketinggian H = 10”. Artinya pada t = 0 posisi benda adalah 10 m
dalam arah sumbu – Y, atau
r(0) = (0) i + (10) j
atau y(0) = 10 dan x(0) = 0
Maka
( ) ( )
2 2
t 5 t 10 10 t 10
2
1
t 10 10 t y − − = − − =

Sekarang kita telah siap menjawab semua pertanyaan.
(a) Fungsi percepatan, kecepatan, dan posisi terhadap waktu untuk sistem di
atas adalah :
( ) 10 t a
y
− =
( ) t 10 10 t v
y
− − =
( )
2
t 5 t 10 10 t y − − =
Atau secara vektor dituliskan :
( ) j
ˆ
10 t a − =
r

( ) ( ) j
ˆ
t 10 10 t v − − =
r

( ) ( ) j
ˆ
t 5 t 10 10 t r
2
− − =
r

Ketiga fungsi di atas dikenal sebagai fungsi – fungsi keadaan. Karena
ketiga fungsi tersebut ”menceritakan” tentang keadaan (=percepatan,
kecepatan, dan posisi) benda sejak t = 0.

(b) Jawaban (a) adalah gambaran rumus. Kita perlu memperlihatkan fungsi
keadaan itu dengan gambaran visual. Yaitu dengan menggambarkan
kurvanya terhadap waktu. Modalnya adalah penggambaran fungsi linear
dan fungsi kuadrat yang anda telah dapat dalam pelajaran matematika.























a
y
(t)
t 0
– 10
y(t)
t 0
10
1 3 −
v
y
(t)
t
0
3 10 −
1 3 −
– 10

(c) Dari jawaban (a) dan (b) maka kita dengan mudah bisa mencari lamanya
waktu yang dibutuhkan benda untuk bergerak dari titik A(0,H) ke titik
B(0,0) , yaitu t
B
, dan kecepatan benda pada saat tiba di titik B(0,0), yaitu
v
B
. Dari gambar pada jawaban (b) hal itu telah terjawab. Yaitu :
t
B
= ( ) 1 3 − second
( ) ( ) ( ) ( ) j j
ˆ
3 10 1 3 v v
ˆ
t 10 10 t v v
B B B B
− = − = ⇒ − − = =
r r r r

Minus menunjukkan bahwa pada saat t = t
B
, yaitu di titik B(0,0), arah
gerak benda adalah menuju arah sumbu – Y negatif, yaitu ke arah bumi.
Hasil di atas diperoleh dengan pengertian bahwa :
”pada saat t = t
B
benda tiba di titik B(0,0) sehingga posisi benda
dalam sumbu – Y adalah nol, yaitu secara matematis :
( ) 0 t y
B
= ”.
Dengan menggunakan hasil (a) maka :
( ) 1 3 t t 5 t 10 10 0 0 t y
B
2
B B B
− = ⇒ − − = ⇒ =
Dan dengan menggunakan fungsi kecepatan kita peroleh :

( ) ( ) ( )
( ) 3 10 1 3 v v
1 3 10 10 1 3 v t v v 1 3 t t
y B
y B y B B
− = − = ⇒
− − − = − = = ⇒ − = =


(c) Kita anggap titik C(0,H/2) = C(0,5) dicapai benda pada saat t = t
C
.
Dengan menggunakan hasil dari (a), diperoleh :

( )
1 2 t
t 5 t 10 5 0
t 5 t 10 10 5 5
2
10
2
H
t y t t
C
2
C C
2
C C C C
− = ⇒
− − = ⇒
− − = ⇒ = = = ⇒ =

Jadi pada saat t = 1 2 t
C
− = , benda berada di C(0,5) dari permukaan
bumi. Maka kecepatan benda :

( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) j
j j
ˆ
2 10 1 2 v v
ˆ
1 2 10 10 1 2 v
ˆ
t 10 10 t v
C
− = − = ⇒
− − − = − ⇒ − − =
r r
r r

04. Sebuah benda (bermassa m) ditembakkan dengan laju awal 100 m/s dari
permukaan bumi (H = 0) miring terhadap permukaan bumi dengan sudut α (tan α
= ¾) . Percepatan gravitasi bumi, g = 10 m/s
2
. Carilah :
(a) fungsi kecepatan dan fungsi posisi benda terhadap waktu
(b) kurva fungsi kecepatan dan fungsi posisi benda terhadap waktu
(c) pada waktu, t , dan dengan laju, v , berapa benda tiba dipermukaan
bumi
(d) jarak tempuh dari tempat ditembakkan sampai jatuh lagi ke bumi
(e) ketinggian maksimum benda

Jawab

Prosedur – 1. Mencari gaya – gaya yang bekerja pada benda dan memilih
dan menempatkan sistem kordinat yang kita gunakan

Perhatikan gambar di bawah ini.











Anggap benda ditembakkan pada saat t = 0 , yaitu pada saat alat ukur waktu
(misalkan stopwatch) dihidupkan dari ketinggian H. Kita gunakan sistem kordinat
X – Y dimana titik B(0,0) diletakkan di tempat benda ditembakkan dari bumi.
Permukaan bumi adalah sumbu – X. Gaya yang bekerja langsung pada benda
W
Benda bermassa m
Permukaan bumi
B(0,0)
t = 0
Y
X
dalam perjalanan dari permukaan bumi sampai permukaan bumi lagi hanyalah,
satu – satunya, gaya gravitasi, W. Kita asumsikan tidak adanya gaya gesekan
udara dengan benda.

Prosedur – 2. Memilih dan menerapkan formulasi yang digunakan

Gaya gravitasi yang bekerja pada benda dapat kita anggap bernilai konstan. Dan
gaya gravitasi ini bekerja hanya dalam arah sumbu – Y.

F = W = – mg j
Atau
F
y
= mg = konstan

Sehingga percepatan benda pun hanya dalam arah sumbu – Y, yaitu :

a = F / m = (F
x
/ m) i + (F
y
/ m) j
= (0 / m) i + (mg / m) (–j)
a = – g j = – 10 j
Atau
a
y
= – g = – 10
a
x
= 0

Karena kecepatan awalnya memiliki komponen sumbu – X dan sumbu – Y ,
yaitu :







v(0)
α v
x
(0) i
v
y
(0) j
v
x
(0) = v(0) cos α
v
y
(0) = v(0) sin α

Maka kita harus menggunakan formulasi untuk sumbu – X dan sumbu – Y
secara simultan. Yaitu :

( ) ( ) t a 0 v t v
x x x
+ =
( ) ( ) ( )
2
x x
t a
2
1
t 0 v 0 x t x + + =
( ) ( ) t a 0 v t v
y y y
+ =
( ) ( ) ( )
2
y y
t a
2
1
t 0 v 0 y t y + + =


Prosedur – 3. Menggunakan informasi di soal untuk melengkapi fungsi
kecepatan dan posisi

(i) Percepatan benda hanya dalam arah sumbu – Y
a
y
= – 10
a
x
= 0

(ii) Di soal dikatakan bahwa benda pada t = 0 ⇒ ”ditembakkan
miring terhadap permukaan bumi dengan sudut α (tan α = ¾)”.
Artinya pada t = 0 kecepatan benda adalah
v(0) = v
x
(0) i + v
y
(0) j
v(0) = v(0) cos α i + v(0) sin α j
v(0) = (100) (4/5) i + (100) (4/5) j = 80 i + 60 j
atau v
y
(0) = 60 dan v
x
(0) = 80
maka
( ) 80 t v
x
=
( ) t 10 60 t v
y
− =
(iii) Di soal dikatakan bahwa benda pada t = 0 ⇒ ”benda ditembakkan
dari permukaan bumi”. Artinya pada t = 0 posisi benda bisa kita
pilih sebagai (0,0), atau
r(0) = (0) i + (0) j
atau y(0) = 0 dan x(0) = 0
Maka
( ) t 80 t x =
( ) ( )
2 2
t 5 t 60 t 10
2
1
t 60 t y − = − =

Sekarang kita telah siap menjawab semua pertanyaan.
(a) Fungsi percepatan, kecepatan, dan posisi terhadap waktu untuk sistem di
atas adalah :
( ) 10 t a
y
− =
( ) t 10 60 t v
y
− =
( )
2
t 5 t 60 t y − =
( ) 0 t a
x
=
( ) 80 t v
x
=
( ) t 80 t x =

Atau secara vektor dituliskan :
( ) j
ˆ
10 t a − =
r

( ) ( ) ( ) j i
ˆ
t 10 60
ˆ
80 t v − + =
r

( ) ( ) ( ) j i
ˆ
t 5 t 60
ˆ
t 80 t r
2
− + =
r


Ketiga fungsi di atas dikenal sebagai fungsi – fungsi keadaan. Karena
ketiga fungsi tersebut ”menceritakan” tentang keadaan (=percepatan,
kecepatan, dan posisi) benda sejak t = 0.

(b) Jawaban (a) adalah gambaran rumus. Kita perlu memperlihatkan fungsi
keadaan itu dengan gambaran visual. Yaitu dengan menggambarkan
kurvanya terhadap waktu. Modalnya adalah penggambaran fungsi linear
dan fungsi kuadrat yang anda telah dapat dalam pelajaran matematika.























Pertanyaan (c), (d), dan (e) telah terjawab oleh gambar pada jawaban (b)



a
y
(t)
t 0
– 10
y(t)
t 0
180
v
y
(t)
t
0
– 60
6
x(t)
t
0
480
6
x(t)
0
80
60
6 12
12
960
12
a
x
(t)
t
0

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->