I.

Metode Inquiri Sebagai suatu metode pembelajaran dari sekian banyak metode pembelajaran yang

ada, inkuiri menempatkan guru sebagai fasilitator, guru membimbing siswa jika diperlukan. Dalam metode ini, siswa didorong untuk berpikir sendiri, menganalisis sendiri, sehingga dapat menemukan perinsip umum berdasarkan bahan atau data yang telah disediakan oleh guru. Sampai seberapa jauh siswa dibimbing, tergantung pada kemampuannya dan materi yang sedang dipelajari. Dharma (2008:11) menyatakan bahwa “dengan metode inkuiri, siswa dihadapkan kepada situas untuk menyelidiki secara bebas dan menarik kesimpulan. Terkaan, intuisi, dan mencoba-coba (trial and error)”. Guru bertindak sebagai penunjuk jalan membantu siswa agar mempergunakan ide, konsep, dan keterampilan yang sudah mereka pelajari sebelumnya untuk mendapatkan pengetahuan yang baru. Pengajuan pertanyaan yang tepat oleh guru akan merangsang kreativitas siswa dan membantu mereka dalam menemukan pengetahuan yang baru tersebut. Metode ini memerlukan waktu yang relatif banyak dalam pelaksanaannya, akan tetapi hasil belajar yang dicapai tentunya sebanding dengan waktu yang digunakan. Pengetahuan yang baru akan melekat lebih lama apabila siswa dilibatkan secara langsung dalam proses pemahaman dan mengkonstruksi sendiri konsep atau pengetahuan tersebut. Metode ini bisa dilakukan baik secara perseorangan maupun kelompok. Beberapa materi seperti menemukan rumus luas lingkaran, dalil phytagoras, volume tabung, dan sebagainya sangat terbantu dalam menanamkan konsep matematika. Dengan metode Inkuiri guru bisa meminimalisir bentuk-bentuk pengumuman saja dari rumus tersebut,

beberapa langkah yang mesti ditempuh oleh guru adalah sebagai berikut. Perumusannya harus jelas. Agar pelaksanaan metode inkuiri ini berjalan dengan efektif. Hal ini penting dilakukan untuk meyakinkan kebenaran prakiraan siswa. 3) 4) Siswa menyusun konjektur (prakiraan) dari hasil analisis yang dilakukannya. memproses. 5) Apabila telah diperoleh kepastian tentang kebenaran konjektur tersebut. 2) Dari data yang diberikan guru. konjektur (prakiraan) yang telah dibuat oleh siswa tersebut diperiksa oleh guru. Dalam hal ini. hendaknya guru menyediakan soal latihan atau soal tambahan untuk menguji hasil penemuan . atau LKS. Bila dipandang perlu. maka verbalisasi konjektur sebaiknya diserahkan kepada siswa untuk menyusunnya. Di samping itu perlu diingat pula bahwa induksi tidak menjamin 100% kebenaran konjektur. melalui pertanyaan-pertanyaan.tetapi lebih pada upaya siswa yang diarahkan menemukan konsep itu dibawah bimbingan guru. hindari pernyataan yang menimbulkan salah tafsir sehingga arah yang ditempuh siswa tidak salah. sehingga akan menuju arah yang hendak dicapai. dan menganalisis data tersebut. siswa menyusun. mengorganisir. 1) Merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa dengan data secukupnya. Bimbingan ini sebaiknya mengarahkan siswa untuk melangkah ke arah yang hendak dituju. bimbingan guru dapat diberikan sejauh yang diperlukan saja. 6) Sesudah siswa menemukan apa yang dicari.

. tergantung pada situasi dan kondisi sekolah. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah. II. Performance Evaluation. 2004).. namun dapat disebutkan bahwa pembelajaran dengan metode inquiry memiliki 5 komponen yang umum yaitu Question. sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri. Peranan guru dalam pembelajaran dengan metode inquiry adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. Student Engangement. Cooperative Interaction. tetapi intervensi terhadap kegiatan siswa dalam pemecahan masalah harus dikurangi (Sagala. Peran Guru dalam pemilihan metode Inquiri Metode inquiry merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan dasar-dasar berfikir ilmiah pada diri siswa. Bimbingan dan pengawasan guru masih diperlukan.Walaupun dalam praktiknya aplikasi metode pembelajaran inquiry sangat beragam. mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar. Namun dimungkinkan juga bahwa masalah yang akan dipecahkan dipilih oleh siswa. dan Variety of Resources (Garton. 2005).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful