P. 1
Suplemen Fisika Dasar II - Mikrajuddin Abdullah

Suplemen Fisika Dasar II - Mikrajuddin Abdullah

|Views: 4,051|Likes:

More info:

Published by: Akhmad Ghozali Amrulloh on Mar 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/24/2013

pdf

text

original

42

ambar 5.1 Menentukan kuat medan magnet yang dihasilkan oleh elemen kawat

Kuat medan magnet di titik P yang dihasilkan oleh elemen

saja diberikan oleh

hukum B

L
dr

rr

P

I

L
dr

rr

P

I

G

L
dr

iot-Savart

3

4

r

r

L

d

I

B

d

o

r

r

= µ r

×

π

(5.1)

engan µo disebut permeabilitas magnetik vakum = 4π × 10-7

T m/A. Medan total di titik P yang

d

dihasilkan oleh seluruh bagian kawat

∫ ×

=

3

4

r

r

L

d

I

B

o

r

r

r µ

π

(5.2)

.2 Medan magnet oleh kawat lurus tak berhingga

at lurus tak berhingga dimudahkan oleh

arah vek

ambar 5.2 Menentukan kuat medan magnet yang dihasilkan oleh elemen kawat lurus panjang

ebelum melakukan integral, kita harus menyederhanakan dulu ruas kanan persamaan (5.2).

5

Mencari medan magnet yang dihasilkan kaw

tor L

dr

yang selalu tetap, yaitu mengikuti arah kawat.

L
dr

rr

I

P

L
dr

rr

I

P

G

S

Misalkan titik P berjarak a dari kawat (arah tegak lurus). Dengan aturan perkalian silang maka

θ

sin

r

dL

r

L
d =
× r

r

(5.3)

engan θ adalah sudut antara vektor

d

L
dr

dan rr

. Besar medan magnet yang dihasilkan vektor

L
dr

saja adalah

2

3

3

sin

4

sin

4

4

r

dL

I

r

r

dL

I

r

r

L

d

I

dB

o

o

o

θ

π

µ

θ

π

µ

π

µ

=

=

×

=

r

r

(5.4)

ada ruas kanan persamaan (5.4), baik dL, r, maupun sin θ merupakan variabel. Agar integral

ambar 5.3 Variabel-variebal integral pada persamaan (5.4)

P

dapat dikerjakan maka ruas kanan hanya boleh mengandung satu variabel. Kita harus

mengungkapkan dua variabel lain ke dalam salah satu variabel saja.

P

I

a

L

dL

r

θ

P

I

a

L

dL

r

θ

G

43

θ

sin

=

a

r

θ

2

sin

1

1

2

2

a

r =

(5.5)

θ

tan

=

L

a

θθ

θ

sin

c

tan

a

a

L

=

=

os

(5.6)


⎦⎤


⎣⎡

=

θθ

θ

θθ

sin

(cos

2

sin

)

(sin

cos

)

d

d

a

dL

θ

θ θ

θ

θ

θθ

θθ

θ

θ

θ θ

θ

d

a

d

a

d

d

a

2

2

2

2

2

2

sin

cos

sin

sin

cos

1

sin

cos

cos

sin

sin

+

=


⎦⎤


⎣⎡

+

=


⎦⎤


⎣⎡

=

=

θ

θ

2

sin

d

a

(5.7)

θ

θ

µ

θ

θ

θ

d

I

d

a

dB

o

sin

sin

sin2

=

⎟⎞

⎜⎛

π

θ

π

µ

a

a

I

o

4

sin

4

2

2





⎝⎛

=

Selanjutnya kita menentukan batas-batas integral. K

maka batas bawah adalah L → -∞ dan batas atas adalah L → +∞. Karena

(5.8)

arena kawat panjang tak berhingga,

L

a/

tan =

θ

, maka

untuk L → -∞ diperoleh

0

tan −

θ

atau θ = 180o

dan untuk L → +∞ diperoleh

0

tan +

θ

atau θ = 0o
.

[ ]

[

]

)
1

(

1

4

cos

4

sin

4

0
180

0

=

I

I

I

B

o

o

µ

µ

µ

180

+

=

=

a

a

d

a

o

o

o

o

o

π

θ

π

θ

θ

π

a

I

o

π

µ

2

=

(5.9)

Arah me

mpat jari tangan kanan dan ibu jari dibiarkan lurus maka

i) Arah i

medan magnet di sekitar arus tersebut

suk sekrup putar kanan. Arah masuk sekrup sesuai

Medan magnetik di titik yang sejajar ujung batang dapat ditentukan sebagai berikut.

Gambar 5.4 V

an kuat medan magnet di posisi yang sejajar

jung kawat

dan magnet dapat ditentukan dengan aturan tangan kanan. Jika kalian genggam

e

bu jari bersesuaian dengan arah arus

ii) Arah jari-jari yang digenggam bersesuaian dengan arah

Cara lain adalah berdasarkan arah ma

dengan arah arus sedangkan arah putar sekrup sesuai dengan arah medan magnet.

5.3 Medan magnet oleh kawat lurus berhingga

a

L

dL

θ

P

r

Lo-L = a/tanθ

a

L

dL

θ

P

r

Lo-L = a/tanθ

ariabel-variabel untuk menentuk

u

θ

θ

π

µ

d

a

I

dB =o

sin

4

(5.10)

Ketika elemen dL berada di ujung kiri kawat,

m

emenuhi

maka sudut yang dibentuk adalah θ yang

m

o

m

L

a

=

θ

tan

(5.11)

Dan ketika elemen dL

atas integral adalah 90o

sampai θm. Maka kita dapatkan medan magnet di titik P adalah

berada di ujung kanan kawat maka sudut yang dibentuk adalah 90o

. Jadi,

b

44

=

o

d

a

I

B

o

90

sin

4

θ

θ

π

µ

m

θ

[ ]

[

]

m

o

o

o

a

I

a

I

o

m

θ

π

µ

θ

π

µ

θ

cos

90

cos

4

cos

4

90

+

=

=

m

o

a

I

θ

π

µ

cos

4

=

(5.12)

enggunakan persamaan (5.11) kita mendapatkan

Dengan m

2

2

/

cos

o

o

m

L

a
L +

=

θ

. Dengan

demikian, kuat medan magnet di titik P adalah

2

2

4

o

o

L

a

a

B

+

=

π

o

L

I

µ

(5.13)

Selanjutnya kita bahas kasus yang lebih umum lagi di mana titik pengamatan berada di

ntara dua ujung kawat. Misalkan titik tersebut berjarak a dari kawat dan berjarak b dari salah

satu uju

ng

a

ng kawat. Kita dapat memandang bahwa medan tersebut dihasilkan oleh dua potong

kawat yang panjangnya b dan panjangnya Lo – b, seperti pada Gbr. 5.5, di mana titik pengamatan

berada di ujung masing-masing potongan kawat tersebut.

45

Gambar 5.5 Menentukan kuat medan magnet pada posisi sembarang di sekitar kawat

Kuat medan yang dihasilkan oleh potongan kawat kiri dan kanan masing-masi

2

2

1

4

b

a

a +

π

b

I

B

o

= µ

(5.14)

2

)

b

o −

2

2

(

4

L

a

b

L

a

I

B

o

o

+ −

=

π

µ

(5.15)

Lo

a

I

P

L-b

b

o

Lo

a

I

P

L-b

b

o

46

Kuat medan total di titik pengamatan adalah

2

1

B

B
B +
=

⎟⎟

⎜⎜

+

=

2

2

2

2

4

b

L

b

a

I

o

o

π

µ

+

+

)

(

b

L

a

b

a

o

(5.16)

Selanjutnya kita mencari kuat medan listrik pada titik yang berada di luar areal kawat,

misalnya pada jarak b di sebelah kiri kawat sepe

asalah ini dapat dipandang sebagai dua potong kawat berimpit. Satu potong kawat panjangnya

o + dan dialiri arus ke kanan dan potong kawat lain panjangnya dan dialiri arus ke kiri,

jung kiri dua

otongan kawat diimpitkan.

rti pada gambar 5.6

Lo

a

I

P

b

Lo

a

I

P

b

Gambar 5.6 Menentukan kuat medan magnet pada jarak sembarang di luar kawat.

M

b

L

b

seperti diilustrasi pada Gbr 5.7. Besar arus yang mengalir pada dua kawat sama. U

p

Kuat medan magnet yang dihasilkan potongan kawat panjang adalah

2

2

1

(

4

L

a

b

L

a

I

B

o

o

+ +

=

π

µ

)

b

+

(5.17)

Gambar 5.7 Kawat pengganti skema pada Gbr 5.6

o

Lo

a

I

P

b

I

Lo

a

I

P

b

I

47

Kuat medan magnet yang dihasilkan potongan kawat pendek adalah

2

2

2

4

b

a

b

a

I

B

o

+

=

π

µ

(5.18)

Medan total di titik P adalah

2

1

B

B
B +
=



+

+

+

=

2

2

2

2

)

(

4

b

a

b

L

a

a

o

o

o

π

⎟⎞

⎜⎛

+

b

b

L

I

µ

(5.19)

5.4 Medan magnet oleh cincin

Kita ingin menentukan kuat medan magnet sepanjang sumbu cincin pada jarak b dari

br 5.8, besarnya medan magnet di titik P yang dihasilkan oleh

lemen cincing sepanjang dL adalah

pusat cincin. Berdasarkan G

e

2

sin

4

r

dL

I

dB

o

θ

π

µ

=

Gambar 5.8 Medan magnet di sumbu cincin yang dihasilkan oleh elemen pada cincin

dL selalu tegak lurus r sehingga θ = 90o

atau sin θ = 1.

θa

r

b

I

dB

//

dB

dB

α

α

P

θa

r

b

I

//

dB

dB

α

α

dB

P

2

4

r

dL

I

dB

o

π

µ

=

(5.20)

48

dB dapat diuraikan atas dua komponen yang saling tegak lurus

α

cos

dB

dB =

dan

α

sin

//

dB

dB =

(5.21)

Tiap elemen kawat memiliki pasangan di seberangnya (lokasi diametrik) di mana komponen

tegak lurus sumbu memiliki besar sama tetapi arah tepat berlawanan. Dengan demikian ke dua

komponen tersebut saling meniadakan. Untuk menentukan kuat medan total kita cukup

melakukan integral pada komponen yang sejajar sumbu saja.

∫ =

=

α

sin

//

dB

dB

B

=

α

π

µ

sin

4

2

r

dL

I

o

(5.22)

Semua parameter dalam integral konstan kecuali dL. Dengan demikian kita peroleh

)

2

(

sin

4

sin

4

2

2

a

r

I

dL

r

I

o

o

B

π

α

π

µ

α

π

µ

=

=

α

µ

si

2

2


⎠⎞


⎝⎛

=

r

a

a

I

o

arena

n

(5.23)

α

sin

/ =

r

a

K

maka

α

µ

3

sin

I

B

o

=

(

2a

5.24)

ntuk kasus khusus titik di pusat lingkaran, kita dapatkan α = 90o

sehingga

U

a

I

B

o

2

µ

=

(5.28)

5.5 Solenoid

Solenoid adalah lilitan kawat yang berbentuk pegas. Panjang solenoid dianggap tak

berhingga. Pertama kita akan mencari kuat medan magnet di pusat solenoid tersebut.

Solenoid dapat di

Tiap cincin membawa arus

ihasilkan oleh cincin-cincin tersebut. Misalkan jumlah lilitan per satuan panjang adalah n. Kita

(5.29)

Elemen tersebut dapat dipandang sebagai sebuah cincin dengan besar arus

pandang sebagai susunan cincin sejenis yang jumlahnya sangat banyak.

I. Medan di dalam solenoid merupakan jumlah dari medan yang

d

lihat elemen solenoid sepanjang dx. Jumlah lilitan dalam elemen ini adalah

ndx

dN =

49

Gambar

Indx

IdN
dI =
=

(5.30)

× × × × × × × × × × × × × × × ×

5.9 Penampang solenoid jika dibelah dua.

Karena elemen tersebut dapat dipandang sebagai sebuah cincin, maka medan magnet yang

dihasilkan di titip P memenuhi persamaan (5.24), dengan mengganti I dengan dI pada persamaan

(5.30).

α

µ

3

sin

a

2

dI

dB

o

=

α

µ

3

sin

2a

o

=

Indx

(5.31)

Tampak dari Gbr 5.9,

α

tan

=

x

a

α

tan

a

x =

αα

2

sin

d

a

dx −
=

(5.32)

α

α

µ

α

αα

µ

d

In

d

a

a

In

dB

o

o

sin

2

sin

sin

2

3

2

=


⎠⎞


⎝⎛

=

(5.33)

Batas bawah adalah x → -∞ dan batas atas adalah x → +∞. Karena

x

a/

tan =

α

, maka untuk x

→ -∞ diperoleh tan α → -0 atau α = 180o

, dan maka untuk x → +∞ diperoleh tan α → +0 atau α

= 0o

. Medan magnet total yang dihasilkan di pusat solenoid adalah

=

=

o

o

o

180

180

2

2

o

d

In

d

In

B

o

o

0

0

sin

sin

α

α

µ

α

α

µ

[ ]

[

]

)
1

(

1

2

cos

2

0
1800

+

=

=

In

In

o

o

o

µ

α

µ

nI

o

µ

=

(5.34)

• • • • • • • • • • • • • • • •

x

dx

P

r

α

a

× × × × × × × × × × × × × × × ×

• • • • • • • • • • • • • • • •

x

dx

P

r

α

a

50

n magnet dalam toroid

Jika solenoid yang panjangnya berhingga kita gabungkan ujungnya, maka kita

mendapatkan sebuah bentuk seperti kue donat. Bentuk ini dinamakan toroid.

ng tak berhingga) maka kita

tidak pernah menemukan ujung solenoid tersebut. Dengan cara yang sama, apabila kita bergerak

sepanjang rongga toroid, kita pun tidak pernah memukan ujung toroid tersebut. Sehingga,

toroid akan serupa dengan solenoid ideal. Oleh karena itu, menjadi sangat logis apabila kita

berkesimpulan bahwa kuat medan magnet dalam toroid sama dengan kuat medan magnet dalam

solenoid ideal,

5.6 Meda

Gambar 5.10 Skema toroid. Bentuknya seperti donat berongga.

Jika kita bergerak sepanjang rongga solenoid ideal (panja

ne

nI

B

o

µ

=

(5.35)

dengan n jumlah kumparan per satuan panjang dan I arus yang mengalir pada kawat toroid.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->