DASAR DAN TEKNIK PENGAWASAN

PENGAWASAN
A.
PENGANTAR:

(CONTROLLING)

Banyak kasus di suatu organisasi tidak dapat terselesaikan seluruhnya karena tidak ditepatinya waktu penyelesaian (deadline), anggaran yang berlebihan, dan kegiatan lain yang menyimpang dari rencana semula. Dalam bab ini akan dipelajari berbagai teknik dan metode pengawasan yang sangat berguna bagi manajemen.

B.

DEFINISI PENGAWASAN:
Pengawasan dapat disebut juga sebagai evaluating appraising atau correcting. Pengertian pengawasan yaitu proses penjamin pencapaian tujuan organisasi. Jadi di sini ada kaitan yang erat antara pengawasan dan perencanaan. Langkah awal suatu pengawasan sebenamya adalah perencanaan dan penetapan tujuan berdasarkan pada standar atau sasaran. Menurut Robert lMockler pengawasan yaitu usaha sistematik menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar, menentukan dan mengukur deviasi-deviasi dan mengarnbil tindakan koreksi yang menjamin bahwa semua sumber daya yang dimiliki telah dipergunakan denga efektif dan efisien. *1

Perencanaan

Gambar 49 Hubungan pengawasan dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya.

*1 Robert J. Moeckler, The Management Control Process, Prentice Hall, Englewood Cliffs, 1972, halaman 2.

210

Manajemen (2). standar waktu. standar phisik. PENGA WASAN PENDAHULUAN STEEIlING CONTIlOLS): (FEEDFOIlWAIlD CONTIlOL. kuota. PENGAWASAN CONCUIlRENT (CONCURRENT CONTROL): Yaitu pengawasan "Ya. b.Hani Handoko. BENT UK-BENT UK PENGAWASAN: C.2.T. D. dimana suatu aspek dari prosedur harus memenuhi syarat yang ditentukan sebelum kegiatan dilakukan guna menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan. Pengawasan ini akan efektif bila manajer dapat menemukan informasi yang akurat dan tepat waktu tentang perubahan yang terjadi atau perkembangan tujuan. standar moneter. '84. PENGAWASAN UMPAN BALIK (FEEDBACK CONTROL. *2 T. PAST-ACnON CONTROLS): Yaitu mengukur hasil suatu kegiatan yang telah dilaksanakan. TAHAP PROSES PENGAWASAN: *2 I.C. C. Dirancang untuk mengantisipasi penyimpangan standar dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum kegiatan terselesaikan. guna mengukur penyimpangan yang mungkin terjadi atau tidak sesuai dengan standar.Tidak". BPFE UGM Yogya. c. hal 262 211 . Tahap Penetapan Standar: Tujuannya adalah sebagai sasaran. dan target pelaksanaan kegiatan yang digunakan sebagai patokan dalam pengambilan keputusan.3. C. Bentuk stadar yang umum yaitu: a.

Englewood Cliffs. pengamatan. PERANCANGAN PROSES PENGAWASAN: dimana William H. gejala yang dihadapi. c. Constrctive Control. Tahap Pengambilan Tindakan Koreksi: Bila diketahui dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan. metode. Pentice-Hall. kondisi perubahan yang diasumsikan. Newman menetapkan prosedur sistem pengawasan. new York. hasil pada tahap awal. Merumuskan hasil diinginkan.2.Newman. yang berupa atas. 5. yang dihubungkan dengan individu yang melaksanakan. dengan tujuan untuk mengatasi dan memperbaiki penyimpangan sebelum kegiatan diselesaikan. hal 12-25. d. E. b. laporan. 3. *3 Willian H. Tahap Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan: Berupa proses yang berulang-ulang dan kontinue. dimana perlu ada perbaikan dalam pelaksanaan. dikemukan lima jenis pendekatan. yaitu: *3 1. 212 . 1975. 2. juga digunakan sebagai alat pengambil keputusan bagai manajer. dan sampel 4. pengukuran input. yaitu dengan: a. Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan: Digunakan sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat. pengujian. Menetapkan penunjuk. Tahap Pembandingan Pelaksanaan dengan Standar dan Analisa Penyimpangan: Digunakan untuk mengetahui penyebab terjadinya penyimpangan dan menganalisanya mengapa bisa terjadi demikian.

3. 5. MANAGEMENT BY EXCEPTION (MBE): MBE atau prinsip pengecualian. dihubungkan dengan kondisi yang dihadapi. bila perlu suatu tindakan diganti. Penctapan Standar pelaksanaan Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan Pengukuran pelaksanaan kegiatan Pembandingan dengan standar. dengan titik perhatian pada pengawasan yang paling kritis dan mempersilahkan karyawan atau manajemen tingkat rendah untuk membuat variasinya. F. Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi. Menetapkan standar penunjuk dan hasil. evaluasi j Pengambilan tindakan koreksi bila perlu t t - Gambar 50 Proses pengawasan. 4. Menelapkan jaringan informasi dan umpan balik. dimana komunikasi pengawasan didasarkan pada prinsip manajemen by exception yaitu atasan diberi informasi bila terjadi penyimpangan dari standar. 213 . Ini digunakan untuk operasi-operasi yang bersifat otomatis dan rutin.

d2::"~ Peramalan faktor-faktor ekstern dan masukan yang akan mempengaruhi hasil akhir Peramalan hasil akhir Hasil-hasil intern yang dicapai r------. 214 . G. Standar untuk hasil yang diinginkan dan untuk petunjuk Penilai Tindakan koreksi Kegiatan-kegiatan Gambar 51 Unsur-unsur dalam siklus pengawasan. Pengertian Mis yaitu suatu metoda informal pengadaan dan penyediaan bagi manajemen. informasi yang diperlukan dengan akuran dan tepat waktu untuk membantu proses pembuatan keputusan dan memungkinkan fungsi-fungsi perencanaan. pengawasan dan operasional organisasi yang dilaksanakan secara efektif. MANAJEMEN INFORMASI SYSTEM (MIS): Ini memainkan peranan penting dalam pengawasan dan perencanaan yang efektif.

Menetapkan Standar Mengukur pelaksanaan kegiatan Apakah ada penyirnpangan Apakah pengyimpangan bersifat pengecualian Mengambil tindakan koreksi 104-----1 Menganalisa dan mengevaluasi penyimpangan Gambar 52 Management by exception Tahap perancangan dari MIS yaitu: I. 4. 3. Agar MIS berjalan efektif maka harus memenuhi lima kriteria. Memperlakukan informasi yang relevan dan terseleksi. survai pendahuluan dan perumusan masalah. 3. desain konsepsual. 2. Mengikut sertakan pemakai dalam tim perancangan. Mempertimbangkan secara hati-hati biaya sistem. yaitu: 1. Menyediakan latihan dan dokurrientasi tertulis bagi para operator dan pemakai sistem. desain terperinci. 215 . implementasi akhir. 5. Adanya pengujian pendahuluan. 2. 4.

3. tanggung jawab dan prestasi. 216 . yaitu coeok dengan kenyataan yang ada di organisasi. 8. Menekan biaya secara efektif. ReaIistik secara ekonomis. dimana data harus dapat dijadikan pedoman dan valid. Terkoordinasi dengan aliran kerja. Dapat diterima oleh yang bersangkutan. 5. Ada unsur keakuratan. 10. harus dapat menyesuaikan dengan situasi yang dihadapi. yaitu dikumpulkan. Realistik secara organisasional. mampu mengarahkan pelaksanaan kerja anggota organisasi dengan mendorong perasaan otonomi. 2. Tepat waktu dalam pemakaiannya. sehingga tidak harus buat sistem baru bila terjadi perubahan kondisi. Pengawasan terhadap kegiatan yang benar. dengan memusatkan pada bidang-bidang penyimpangan yang paling sering terjadi. Sebagai petunjuk dan operasional. Fleksibel. 4. Obyektif dan menyeluruh. Tepat-waktu. Sisrem yang digunakan harus tepat dan akurat. dalam arti mudah dipahami. disampaikan dan dievaluasi secara cepat dan tepat dimana kegiatan perbaikan perlu dilaksanakan. 4. 5 6. Adapun karakteristik pengawasan yang efektif harus memenuhi: I.Kriteria utama MIS efektif yaitu: 1. karena dapat menimbulkan sukses atau gagalnya operasi serta harus sampai pada karyawan yang memerlukannya. Diterima para anggota organisasi. 7. dimana biaya sistem pengawasan harus lebih rendah atau sama dengan kegunaan yang didapat. Terpusat. 2. dimana harus dapat menunjukkan deviasi standar sehingga dapat menentukan koreksi yang akan diambil. 3. 9.

Anggaran Operasi anggaran penjualan anggaran kas dan sebagainya b. Anggaran khusus seperti : Planing. dan 5) diskusi dan metode-metodenya adalah MBO. 5. PERBEDAAN TIPE METODE PENGAWASAN H. 4) evaluasi pelaksanaan. programming. Audit Internal Ekternal 3. Anggaran (Budget): a. Analisa Break even Analisa Rasia Bagan dan teknik yang berhubungan dengan waktu kegiatan seperti a) bagan Gantt. Metode-metode yang digunakan meliputi: 1) pengamatan. b) Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan c) Critical Path Method (CPM). Metode ini biasanya mengawasi keseluruhan "Performance" organisasi dan sebagian besar mengawasi sikap dan "performance" para karyawan.2. 2) inspeksi teratur dan lang sung. METODE KUANTITATlF: Teknik ini memerlukan data khusus. 3) pelaporan lisan dan tertulis. budgetring system (PPBS) Zero base budering (ZBB) 2.TECHNIK AND CONTROLLING METHOD H. MBE dan MIS. 4. METODE PENGAWASAN NON KWANTITATlF: Metode pengawasan Non Kuantitatif adalah metode-metode pengawasan yang digunakan manajer dalam pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. guna mengukur dan memeriksa kuantitas serta kualitas keluaran (out put). H. Metode-metode kuantitatif terdiri dari : I. 217 .I.

Pengawasan anggaran (budgetary Control) adalah suatu sistem sasaran yang telah ditetapkan dalam suatu anggaran untuk mengawasi kegiatan-kegiatan manajerial.- ~ . ~ Mcncntukan pcnycbab penyirnpangan ~ l l.'mpan Balik Tindakan koreksi bila dibutuhkan ~ Gambar'53 Bagaimana anggaran menghubungkan perencanaan dan pengawasan 218 . Anggarananggaran yang dtrcncanakan ~ Jurnlah nyata yang dilaporkan untuk senap anggaran ~ Analisa Variance dalam sctiup anggaran r-. Standar bagi pelaksanaan yang diharapkan . Standard in! biasanya daiarn bentuk ruprah agar mudah menghitung berbagai kegiatan orgarusasi. PENGGUNAAN ANGGARAN DALAM PENGAWASAN: Salah satu peralatan pengawasan organisasi adalah anggaran (budget)... mernbenkan informasi surnber daya pokok organisasi. Budget merupakan laporan resmi rnengenai sumber-surnber keuangan yang telah disediakan untuk membiayai pelaksanaan aktivitas tertentu dalam kurun waktu yang ditetapkan.1 akun- tan . Disamping anggaran sebagai pengendalai juga sebagai koordinasi kegiatan-kegiatan organisasi.I. dengan membandingkan pelaksanaan nyata dan peJaksanaan yang direncanakan. _.11.i dan keu<l ngan • + Dasar-dasar perencanaan (asumsiasumsi r-. Pembandingan pelaksanaan nyata dan yang dircncanakan . TITIK AKHIR PERENCANAAN 0. Budget adalah bagian fundamental dari banyak program pengawasan organisasi.

(lp. Sistem pengawasan tidak hanya menghitung nilai moneter input dan output. prestasi kerja diukur dengan perbedaan angka antara hasil (output) dan pengeluaran (input). Biaya Direksi adalah biaya yang sukar diperkirakan secara tepat sebelumnya (seperti biaya riser). yaitu: *4 I) Pusat penghasilan (revenue Centers) adalah satuan organisasi dimana keluaran diukur dalam bentuk moneter tetapi tidak secara langsung dibandingkan dengan biaya-biaya masukan.1. dimana manajer bertanggung jawab atas kegiatankegiatan yang dilakukan satuan (unit) organisasi atau fungsional yang dipimpinnya Sernua pusat pertanggungjawaban menggunakan sumber-sumber (input atau biaya) untuk menghasilkan sesuatu yang lain (output atau penghasilan).Stoncr. bahwa akuivnatertentu (seperti produksi atau penjualan) dilaksanakan dengan baik. 2) 3) 4) *4 James A. Pengendalian atas proyek ditujukan untuk mernastikan. akan tetapi juga menghitung perbandingan output dengan aktiva yang dipergunakan untuk produksi. Ada 4 macam pusat pertanggung jawaban. hal 620-621 219 . Pengendalian 'atas fungsi bertujuan untuk mernasnkan. Jadi budget dirancang hanya untuk bag ian input dari pusatpusat pengelolaan.1.C1I. Pusat biaya (Ex pence Centeres) yang diukur hanya rnasukannya saja dalam ukuran moneter. sehingga untuk sebagian besar tergantung kepada kebijaksanaan manajer. Pusat investa-i (invesmsnt center). Pusat Penghasilan (Profit Center). Ada dua kategori pusat biaya yaitu bersifat teknis dan direksi. PENGAWASAN JAWAB: ANGGARAN DAN PUSAT-PUSAT TANGGUNG Sistem pengawasan dapat dirancang untuk memonitor fungsi atau proyek organisasi. Hal ini dapat menentukan apakah secara ekonornis pusat bekerja dengan baik dan apakah manajer bertanggung jawab dengan balk atas pelaksanaan tugasnya. bahwa hasil akhir yang diperinci telah tercapai (seperti pengembangan produk baru).F. misalnya biaya langsung. Pusat tanggung jawab. Biaya teknis adalah biaya yang dapat dikalkulasi atau yang dapat diperkirakan dengan cermat.

1. Manajemen (2). Anggaran finansial memuat perincian jumlah uang yang akan dikeluarkan organisasi dalam periode yang sarna dan dari mana uang terse but akan didapat. PPBS dikembangkan untuk membantu manajemen dalam melakukan indentifikasi dan penghapusan program-program yang memakan biaya dan menyalin program-program lain serta memberikan sesuatu peralatan analisa benfis dan cost setiap program atau kegiatan Lngkah I: Planning Definisi tujuan atau Langkah2 : Programming Analisa biaya dan kegunaan yang diantisipasi setiap program Langkah3 : Budgeting Alokasi sumberdayake programprogram yang telah ditetapkan Langkah4 : Pengerjaan Langkah5 : Evaluasi Analisa hasil-hasil setiap program. Anggaran operasional menunjukan barang dan jasa yang diperkirakan akan dikonsumsi oleh organisasi dalam periode anggaran biasanya dengan bentuk (ukuran) pisik dan biaya. Penyelesaian programprogram yang telah ditetapkan ~ f Gambar 54 Langkah-langkah implementasi PPBS I *5 T.Hani Handoko. METODE-METODE PENGAWASAN ANGGARAN KHUSUS: *5 J. JENIS-JENIS ANGGARAN: Ada dua kelompok jenis anggaran yaitu anggaran operasional dan anggaran finansial. BPPE UGM Yogya. PLANNING-PROGRAMMING-BUDGEmNG SYSTEM (PPSS). sasaran ~ ~ _. 1984 hal 386 220 .1. J.2.

biaya dan kegunaan setiap satuan organisasi secara individual. terlatih dan loyal dalam suatu proses pencapaian penghasilan dan total aktiva perusahaan. Pengalokasian sumber daya atas dasar rangkin kegiatan. J. yaitu: I.2. Penyusunan rangking kegiatan dalam urutan prioritas.000. 3. Gambar 55 Perbandingan anggaran tradisional dan ZBB. biaya dihitung "dan permulaan".- 1984 ? Pendekatan ZBB mcngabaikan anggaran tahun sebelumnya dan menggunakan dasar nol untuk menentukan kenaikan atau penurunan anggaran departcmen A tahun 1984. ZERO-BASE BUDGETTING (ZBB): Membagi program-program suatu organisasi mejadi "paket keputusan". kegiatan dan sumber daya yang dibutuhkan. Karyawan yang berpengetahuan tinggi. Rp 100. penentuan biaya investasi dan pemeliharaan atas nilai ekonomis manusia dalam organisasi. Pendekatan penganggaran tradisional adalah dengan rnenentukan suatu prosentase kenarkan atau penurunan dalam alokasi anggaran departemen A atas dasar alokasi tahun sebelumnya.000.J. Departemen J983 : Jumlah nyata yang dianggarkan. yang terdiri dari tujuan.000. 2.000. Konsep ini mengatakan bahwa sumber daya manusia sebagai suatu aktiva. AKUTANSI SUMBER DAYA MANUSIA (HUMAN RECOURCE ACCOUNTING): HRA menunjukkan dan menekankan pada pentingnya sumber daya manusia. seperti bila program belum pemah ada.- 1911 - Departemen A 1983 : Jumlah nyata yang dianggarkan.3. Ada tiga segi utama ZBB. Rp 100. 221 . Perumusan paket keputusan yang menguraikan kegiatan.

Ada tiga jenis bentuk pengawasan. Bagaimana hubungan antara fungsi pengawasan dengan fungsi manajemen lainnya ! 222 . Pengawasan sebenarnya mengandung arti penjagaan stabilitas dan keseirnbangan. 2. 3. pengawasan bersama dan pengawasan umpan balik. Antara pengawasan dan perencanaan merupakan hal yang sangat erat sekali. Langkah awal proses pengawasan sebenamya langkah perencanaan. Metode pengawasan ada dua yaitu kuantitatif dan bukan kuantitatif. RINGKASAN: I. yaitu pengawasan pendahuluan. penetapan tujuan dan standar pelaksanaan l. untuk mencapainya manajer harus selalu merubah apa yang dikerjakan atau standar yang digunakan.K. Jelaskan apa yang dimaksud pengertian pengawasan ! JAWAB: Pengawasan (controlling) yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan agar kegiatan yang dilakukan terlaksana sesuai dengan jadual dan perencanaan sebelurnnya. 4. Sistem informasi manajemen merupakan sistem pengadaan. PEMECAHAN MASALAH (SOLVE PROBLEM) I. pemrosesan. 2. zero base budgetting dan human resources accounting. Metode pengawasan anggaran khusus terdiri atas tiga yaitu Planning programming budgetting system. 5.egiatan. penyimpanan dan penyebaran informasi yang telah di rencanakan agar dapat dibuat keputusan yang efektif.

dan juga fungsi pengawasan juga tidak lepas dari pengawasan. penetapan tujuan dan standar merupakan langkah awal dalam pengawasan. Mengapa pengawasan semakin diperlukan dalam setiap organisasi ? Faktorfaktor apa saja yang membuat pengawasan itu penting sekali. Membuat standar pokok. Membandingkan kenyataan dengan standar bakunya. Mengadakan perbaikan dan penyesuaian-penyesuaian. Hal yang harus dipertimbangkan atas kedua jenis pengawasan di atas yaitu besamya biaya yang harus ditanggung. sebab tidak bisa lepas segal a tindakan dan keputusan yang diambillepas dari faktor pengawasan. Pengawasan membantu fungsi-fungsi manajemen lainnya yang ada dalam organisasi. oleh karena itu fungsi pengawasan selalu melekat dengan fungsi lainnya. 223 . tidak semua kegiatan dapat termonitor secara kontinue dan pengawasan yang berlebihan menurunkan produktivitas pekerja. 5. b. d.JAWAB: Perencanaan. Mengadakan perhitungan terhadap kegiatan yang telah dikerjakan. 3. 4. c. Sebutkan langkah-langkah utama dalam fungsi pengawasan ! JAWAB: Langkah-langkah utama dalam fungsi pengawasan yaitu: a. Apa keuntungan dan kelemahan dari pengawasan pendahuluan dan pengawasan concurrent ! JAWAB: Kedua jenis pengawasan tersebut di atas memungkinkan manajer dan manajemen rnembuat tindakan koreksi yang tepat untuk mencapai tujuan. dimana diharapkan fungsi pengawasan memberikan informasi yang tepat dan akurat serta mencukupi interval waktu.

Biaya Variabel. Contoh biaya bahan baku. Perubahan lingkungan. b. Bidang-bidang strategik apa yang membuat organisasi meraih sukses dengan efektif ! JAWAB: Bidang strategik yang membuat organisasi secara keseluruhan mencapai sukses yaitu: a. c. c. Tanpa adanya pengawasan yang baik tentunya akan meng hasilkan tujuan yang kurang memuaskan. seperti biaya gaji manajer. Transaksi keuangan. Operasi-operasi produktif 7. yaitu biaya yang harus tetap dikeluarkan walaupun tidak melakukan proses produksi. Biaya listrik. yaitu biaya yang berubab sesuai dengan perubaban kuantitas yang diproduksi. gedung. 224 . banyaknya orang yang berbuat kesalahan dan guna mengevaluasi atas hasil kegiatan yang telah dilakukan. e. biaya penyusutan mesin. Kesalahan-kesalahan. Hubungan manajer dan bawahan.JAWAB: Bahwa organisasi akan berjalan terus dan semakin komplek dari waktu ke waktu. d. Adapun faktor-faktor yang membuat pengawasan penting yaitu: a. 6. inilah yang membuat fungsi pengawasan semakin penting dalam setiap organisasi. Biaya bahan pembantu dan lain-lain. Komunikasi. Sebutkan tiga jenis biaya harus dipertimbangkan bila menyusun anggaran variabel ! JAWAB: a. baik bagi organisasinya itu sendiri maupun bagi para pekerjanya. Biaya Tetap. Peningkatan kompleksitas organisasi. b. kantor dan lain-lain. Kebutuhan pendelegasian. b.

c.c. dengan memperkirakan unsur-unsur biaya variabel yang berdasarkan pada pengalaman atau ketetapan. Jadi biaya ini bersifat variabel dan tetap. Perkiraan langsung. Metode titik tertinggi dan terendah dengan membandingkan antara dua jenis anggaran. Biaya Semi Variabel. dimana selisihnya dibagi dengan selisih volume produksi yang menghasilkan biaya variabel. yaitu: a. yaitu biaya yang berubah sesuai dengan aktivitas kegiatan dengan proporsi yang berbeda. 225 . b. 8. JAWAB: Tiga cara pemisahan biaya. Sebutkan tiga cara untuk memisahkan antara biaya variabel dan biaya tetap serta biaya semi varibel. dengan mengumpulkan data-data sebelumnya yang selanjutnya diproyeksikan ke dalam suatu rumus. Metode korelasi.

Bagaimana kaitan antara metode pengawasan dengan jalannya organisasi. 2. Sebutkan fungsi apa yang dimiliki oleh fungsi pengawasan ? Bagaimanakah hubungan antara pengawasan dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya. 5. 226 .SOAL LAT/HAN: I. Sampai seberapa jauh kegunaan dari fungsi pengawasan dalam organisasi yang dihubungkan dengan fungsi-fungsi manajemen yang ada. 3. Faktor-faktor apa saja yang membuat fungsi pengawasan diperlukan ? Karakteristik apa sehingga pengawasan merupakan sistem yang efektif ? Diantara karakteristik yang saudara tahu mana yang dianggap paling penting Sebutkan alat-alat pengawasan yang ada. 4.

17. 14. 25 26 27. 2 3. 31. 28. 19. 29.DAFTAR GAMBAR 1. 15. 10 11 12. 18. 5. 24. 6. 7 8 9. 4. TINGKATAN MANAJER HUBUNGAN MANAJER DALAM SUATU ORGANISASI UMUM 5 6 6 32 33 --- FUNGSIONAL DAN MANAJER TlNGKATAN MANAJER PERBEDAAN MASI~~G-MASING ---_-- ------_----- MODEL DASAR ORGANISASI SEBAGAI SUATU SISTEM --------------------- PENDEKATAN KONTINGENSI MENGKOMBINASIKAN DAN HUBUNGAN MANUSIAWI ---------------- ANTARA PENDEKATAN KLASIK ----- -. 13. 21. 20._-- 91 92 93 95 96 96 97 98 99 101 103 106 109 110 112 114 ORGANISASI FUNGSIONAL PADA TINGKATAN MANAJEMEN PERUSAHAAN MANUFAKTURING BAGAN BAGAN BAGAN BAGAN BAGAN ORGANISASI ORGANISASI ORGANISASI ORGANISASI ORGANISASI DIVISIONAL ATAS DASAR PRODUK PUNCAK SUATU -------------- DIVISIONAL ATAS DASAR WILAYAH ----------------DIVISIONAL ATAS DASAR LANGGANAN ~~~~~~-----------~ DIVISIONAL ATAS DASAR PROSES -----------------~ MENURUT DEPARTEMENTASI PROYEK ----------------TIGA KETERGANTUNGAN SATUAN ORGANISASI TIGA PENDEKATAN KOORDINASI YANG HUBUNGAN EFEKTIF DAN STRUKTURORGANISASI ANTAR RENTANG MANAJEMEN SUMBER-SUMBER KEKUASAAN MANAJERIAL ----------------------BATASAN-BATASAN WEWENANG DAN KEKUASAAN ORGANISASI LlNI ASISTEN LlNI DAN STAF 227 . 16. 22 23.------- LlNGKUNGAN PEMBAGIAN EKSTERNAL ORGANISASI PERENCANAAN DALAM ---- 41 SETIAP ESELON 53 56 63 HIRARKI RENCANA ORGANISASI PROSES MANAJEMEN STRUKTURORGANISASI STRUKTURORGANISASI STRUKTUR ORGANISASI -- BY OBJECTIVE BENTUK PIRAMIDi"L BENTUK VERTIKAL BENTUK HORISONTAL ---_-- 87 ---------- 8i 88 88 89 -_------- STRUKTURORGANISASI STRUKTURORGANISASI STRUKTURORGANISASI STRUKTURORGANISASI SmUKTUR ORGANISASI BENTUK MELlNGKAR GARIS GARIS DAN STAF FUNGSIONAL PANITIA .

PROSES PENGAWASAN 51. BAGAN ORGANISASI DENGAN WEWENANG FUNGSIONAL STAF 33. SALURAN-SALURAN KOMUNIKASI FORMAL DALAM ORGANISASI HILANGNYA INFORMASI DALAM RANTAI PERINTAH 40. 41. TEORI KEBUTUHAN MASLOW DAN PENERAPANNYA 36. BAWAHAN DAN SITUASI 43. BAGAIMANA 54. TIGA PENDEKATAN PERUBAHAN 48. MANAGEMENT BY EXCEPTION 53. SUMBER PENAWARAN PERSONALIA 35. ORGANISASI SEBAGAI HASIL PENGUBAHAN STRUKTUR. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN 44. ANGGARAN MENGHUBUNGKAN PERENCANAAN DAN PENGAWASAN LANGKAH-LANGKAH IMPLEMENTASI PPBS TRADISIONIL DAN ZBB 220 221 PERBANDINGAN ANGGARAN 228 . MODEL PROSFS KOMUNIKASI 37. EFEKTIFITAS 47. KISI-KISIMANAJERIAL KUADRAN KEPEMIMPINAN OHIO STATE 42. KONFLIK DAN PERFORMANCE ORGANISASI 49. /lUNIKASI 115 121 122 153 157 159 161 164 170 172 172 173 174 176 182 185 188 210 213 214 215 218 38. EKNOLOGI T 46. RANGKAIAN KESATUAN PERILAKU KEPEMIMPINAN KEKUATAN-KEKUATAN PERUBAHAN EKSTERNALDAN INTERNAL DAN ORANG 45.JARINGAN K 39.32. HUBUNGAN ANTARA PEMIMPIN. HUBUNGAN PENGAWASAN DENGAN FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN LAINNYA SO. 55. UNSUR-UNSUR DALAM SIKLUSPENGAWASAN 52. FUNGSI PENYUSUNAN PERSONALIA 34.

4. Binaman Pressindo- 12. Psychology of Personnel in Business and Industry. Peter F.A. John Wiley & Sons.B. & Tregoe James S. The Liang. Gie. Elwood S. John Robert. Allen. Louis A. 9165 14. 1954. 2. New York. 8. 1964. Indira. Ernest. Organizations: Theory and Analysis. Inc.A. Komando.J. 1963. Karya Manajemen. Tahuteru. 1958. Burt & Keys. and Organizational third Edition. Illinois. General and Industrial Management. dan administrasi Kantor Modern. Jakarta. Canada. PT Pembangunan. 1979. Gie. Pengantar LPPM. 5. Inc. Organization and Management: tice-Hall. N. The Practice of Management. 3. Louis A. 229 . Cara Bekerja Efisien. Scanlan. Hinsdale. Drucker. Management Wiley & Sons.. Roger. London. Behavior.M. PI. 15. 1957. 6. 1962. 9. Dessler. Beishline. diterjemahkan Dana Yahya dan Mohammad Said B. Inc. Peter F. 1982 Manajemen A Contingency approach. Ltd.. 13. York. Publiser. 1962. The Function of the Executive. New Sir Isaac Pitman & Sons. Jakarta.M. Cester I. 1980. Allen. Drucker. Homewood. and Developing the Company Organization 10. Dale. Jakarta. dan kontrol dalam Pertahanan Nasional. 1980. Prentice Hall Inc. Illinois. Yogyakarta. Arthur G.A. Management and Organization. Bedein. Cambridge.DAFTAR PUSTAKA l. Harper & Row. (terjemahan). 1961. Essentials of Management tions Research. McGraw-Hill Book Company. terjemahan J. Englewood Cliffs. Fayol. New York. 11. Henry. Bernard. 7. The liang. 1978.Organisasi Yogyakarta. Perencanaan. organisasi. Planning A. Bellows. Prenc- Buffa. Per cetakan Negara. Canada. Barnard. Gary. Percetakan Republik In-donesia. The Dryden Press. Hohn Science/OperaStructure. Harvard University. Inc.

Reksodiprodjo. Management edisi dua. 18.Paul. New York. Management-A Quantitative Perspective. 1 Luthans. Likert. H. 25. 1983. Hani Handoko & Siswanto. Newman. Sukanto & T. McGraww-HilI. BPFE. New Patterns of Management. Inc New York. Eugene. New York. New york. Bandung. 26. 1977. 1983 Sukanto & T. Oey Liang. T. Manajemen Keuangan: Alat-alat Pengendalian dan Analisa keuangan. Stoner. Cyril O'Donnel & Heinz Weihrich. Tokyo. Kononts. Rensis. McGraw-Hili Kogakusha. Bulletin no. Yogyakarta. E. International Texbook Company. dkk. 20. Result" Prentice-hall. 32. The Process of Management: Strategy. 34.Penerbit Liberti. Kebijaksanaan Perusahaan: Konsep dasar dan Studi Kasus. ichman. McGraw-Hili. Manajemen. Administrative Action: The Techniques of Organization and Management. Fred. 1977. 19.Yogyakarta. dkk. New York. Loomba. 1949. Inc. Inc. Ghalia Indonesia. Kirbiy W. Action. 29. Gutenberg. Dinamics of Management. Concept and Application. 1961. 1956.. Siagian. 33.F. 22. McGrawHill. N.. Organizational Behavior. Houghton Mifflin. Mac-miillan Publishing Co. Pengantar Manajemen. BPFE Yogyakarta. 1982. Inc. Inc. Arthur W.Hani. Illinois. Dasar-dasar Manajemen. Homewood. Hodges. Management: A book of Readings. Manajemen Suatu Pengantar. Management. New York. Lee. BPA UGM. 17. 1983. 31. 30. New York. Alumni. 1969.. 1980. Meggison Leon C. Koonts. I Newman. 27. William H. Jakar ta. Library of Business Management. 24. Prentice-hall Englewood Cliffs.Management Principles Practices and Problems. 1984. Organisasi Perusahaan: Teori dan Perilaku. 23. 1982 inter national. Inc.Ltd. inc.. Management. Harold & Cyril O'Donnel. Henry G. Manullang. 1983. McGraw-Hili. Hani Handoko. 1978. 21. 230 . 1986. lames A. New York. Husnan. Prentice-Hall. BPFE-Yogyakarta. Suad. Handoko. Reksohadiprodjo. William H. 1980. 28.16. Inc. Edisi tujuh. Boston. 1951.. Publishers. M. harper & Row. Harold. Coy.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful