P. 1
Kriminalitas

Kriminalitas

|Views: 28|Likes:

More info:

Published by: Gusti Ngurah Agung Prabawa on Mar 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2012

pdf

text

original

 Secara kriminologi.  .  Secara yuridis. merugikan serta menjengkelkan masyarakat.yang diatur dalam hukum pidana. kejahatan berarti segala tingkah laku manusia yang dapat dipidana. kejahatan berarti setiap perbuatan yang anti social.Kriminalitas berasal dari kata “crimen” yang berarti kejahatan.

 Arti kejahatan dilihat dengan kaca mata hukum. Menurut hukum kejahatan adalah perbuatan manusia yang melanggar atau bertentangan dengan apa yang ditentukan dalam kaidah hukum. . mungkin adalah yang paling mudah dirumuskan secara tegas dan konvensional.

mulai dari tawuran antarsekolah. hingga pemerkosaan. dan kota-kota lainnya tanpa menutup kemungkinan terjadi di pedesaan.  .  Tentu saja tindakan kriminal yang dilakukan oleh remaja sangat bervariasi. adalah kriminalitas di kalangan remaja. perkelahian dalam sekolah.Salah satu problem pokok yang dihadapi oleh kota besar. pencurian.

. dan dalam beberapa aspek sudah terorganisir. Hal ini bahkan diperparah dengan tidak mampunya institusi sekolah dan kepolisian untuk mengurangi angka kriminalitas di kalangan remaja tersebut. Harian Kompas (2007) bahkan secara tegas menyatakan bahwa tindak kriminalitas di kalangan remaja sudah tidak lagi terkendali.

› Dengan demikian penyimpangan secara sederhana dapat dikatakan sebagai ketidaknormalan secara aturan. atau hukum. Struktural Fungsional › Penyimpangan dalam hal ini tidak lah terjadi secara alamiah. nilai. . › Terjadi ketika pemaksaan atas seperangkat aturan main tidak sepenuhnya diterima oleh orang atau sekelompok orang.

. Interaksi Simbolik › Penyimpanan datang dari individu yang mempelajari perilaku meyimpang dari orang lain. individu tersebut dapat mempelajari langsung dari penyimpang lainnya atau membenarkan perilakunya berdasarkan tindakan penyimpangan yang dilakukan oleh orang lain. › Dalam hal ini.

 Power Conflict › Teori ini melihat adanya manifestasi power dalam suatu institusi yang menyebabkan terjadinya penyimpangan. kesejahteraan dan lain sebagainya yang kemudian berkonflik dengan individu. . › Institusi tersebut memiliki kemampuan untuk mengubah norma. status.

. Secara sederhana. dapat dikatakan bahwa perilaku menyimpang yang terjadi di kalangan remaja merupakan adanya konflik antara norma-norma yang berlaku di masyarakat dengan cara-cara dan tujuan-tujuan yang dilakukan oleh individu.

. yaitu: › „Conformity‟ atau individu yang terintegrasi penuh dalam masyarakat baik yang tujuan dan cara-caranya „benar dalam masyarakat‟ › „Innovation‟ atau individu yang tujuannya benar. namun cara-cara yang dipergunakannya tidak sesuai dengan yang diinginkan dalam masyarakat. Oleh karena itu. Merton membagi keadaan ini dalam lima kategori.

.› „Ritualism‟ atau individu yang salah secara tujuan namun cara-cara yang dipergunakannya dapat dibenarkan. › „Retreatism‟ atau individu yang salah secara tujuan dan salah berdasarkan cara-cara yang dipergunakan. › „Rebellion‟ atau individu yang meniadakan tujuan-tujuan dan cara-cara yang diterima dengan menciptakan sistem baru yang menerima tujuan-tujuan dan cara-cara baru.

menegaskan nilai-nilai kultural dan norma-norma yang ada di masyarakat  menciptakan kesatuan sosial dengan menciptakan dikotomi „kami‟ dan „mereka‟  mengklarifikasi batasan-batasan moral  perilaku menyimpang boleh jadi merupakan pernyataan sikap individu yang menentang terhadap tujuan dan norma dalam kelompok  .

. › Alih-alih tertib. Tidak berfungsinya kelurga dan/atau ketidakberfungsian sosial masyarakat › Keluarga di anggap gagal dalam mendidik remaja sehingga menyebabkan mereka melakukan tindakan penyimpangan yang berujung dengan diberikannya sanksi sosial oleh masyarakat. sanksi yang diberikan justru menjadikan remaja menjadi lebih sulit diatur.

. › Sebagaimana yang dikatakan oleh Sutherland. Peer group remaja tersebut › Teman sepermainan memegang peran penting dalam meningkatnya angka kriminalitas di kalangan remaja. hal ini lah yang menyebabkan pentingnya untuk melihat teman sepermainan remaja tersebut. bahwa tindakan kriminal bukan lah sesuatu yang alamiah namun dipelajari.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->