Keamanan Jaringan Wireless/Nirkabel KATA PENGANTAR Dengan selesainya tulisan ini, maka patutlah penulis mengungkapkan rasa

syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan berkatNya selama proses pengumpulan data dan informasi serta penulisan makalah ini. Penulis menyampaikan rasa terimakasih kepada Bapak jeneng dosenmu bro sebagai pembimbing matakuliah jeneng mata kuliahmu yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan pendalaman terhadap terhadap topik keamanan jaringan. Judul yang diambil yakni “Keamanan Jaringan Wireless/Nirkabel”. Harapan penulis semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi rekan -rekan mahasiswa jeneng kampusmu opo bro Angkatan 2003 serta seluruh insan yang berkecimpung dalam pengembangan teknologi informasi. Semoga ada manfaatnya dan terimakasih. Yogyakarta, 2011 Penulis 10 Desember

Masalah keamanan pada jaringan tidak akan bisa lepas dari dua konsep yaitu autentikasi (access control) dan enkripsi (data protection). Standar yang dipakai oleh jaringan nirkabel di seluruh dunia adalah IEEE 802. dan proses otentikasi yang juga memiliki kelemahan.Abstraksi Pada jaringan nirkabel. jaringan nirkabel. mengingat media transmisi data adalah udara yang bersifat broadcast.11. Kata kunci : wireless. authentication . walaupun tidak disiapkan untuk tingkat keamanan yang tinggi dengan hanya mendukung algoritma enkripsi WEP ( Wired Equivalent Privacy). keamanan. masalah keamanan memerlukan perhatian yang lebih serius. Sehingga diperlukan mekanisme keamanan yang tangguh untuk mendapatkan tingkat keamanan setara dengan jaringan yang menggunakan kabel.

untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area sekitar. Akan tetapi bukan sesuatu yg tidak memungkinkan untuk membuat jaringan nirkabel bisa mempunyai tingkat keamanan yang tinggi dengan mengkombinasikan pengukuran keamanan tradisional. atau mobile communication seperti handphone. Keamanan jaringan biasanya menjadi prioritas terakhir untuk diperhatikan. Hal buruk lain yang dapat terjadi misalnya informasi penting tersebut dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan sendiri bahkan dapat merusak kinerja pemilik informasi. . Perbaikan untuk menyikapi kelemahan pada WEP telah dikembangkan suatu teknik pengamanan baru yang disebut dengan WPA (Wi-FI Protected Access).11. 1. Sudah bukan rahasia lagi kalau ternyata standar jaringan nirkabel IEEE 802.1. Sebagai konsekuensi peniadaan sistem keamanan maka kemungkinan informasi penting dan rahasia dapat diketahui oleh pihak lain. Proses otentifikasi pada WPA menggunakan 802. Sehingga komputer yang saling terhubung antara satu dengan lainnya sehingga terbentuk sebuah jaringan komputer dengan menggunakan media udara/gelombang sebagai jalur lintas datanya.1X dan EAP (Extensible Authentication Protocol). Penerapan dari aplikasi wireless network ini antara lain adalah jaringan nirkabel diperusahaan. Kejahatan seperti itu biasanya dilakukan langsung terhadap sistem keamanan yang bersifat fisik. keamanan standar terbuka dari jaringan nirkabel dan keamanan yang dimiliki perangkat itu sendiri. dan HT. Keamanan jaringan biasanya tidak terlalu diperhatikan oleh pemilik sistim informasi ataupun pengelolanya. Teknik WPA ini adalah model pengamanan yang kompartibel dengan draft standar 802. Pengertian Jaringan Wireless Jaringan lokal nirkabel atau WLAN adalah suatu jaringan area lokal nirkabel yang menggunakan gelombang radio sebagai media tranmisinya. Jika hal tersebut terjadi pemilik pada umumnya akan mengurangi aspek keamanan atau bahkan aspek keamanan akan ditiadakan untuk tujuan mengurangi beban kerja komputer.11i yang masih dalam proses pengembangan untuk menggantikan standar 802.BAB I PENDAHULUAN 1. bahkan sekalipun terjadi penurunan kemampuan kerja komputer. Latar Belakang Sistem keamanan pada suatu jaringan menjadi salah satu hal penting sebuah sistem informasi. Pada teknik WPA ini selain pengembangan dari proses enkripsi juga menambahkan proses user authentication yang tidak ada pada pada WEP.2. sistim keamanan yang berhubungan dengan personal.11 yang menggunakan enkripsi WEP memiliki kelemahan yang memungkinkan seorang hacker mengetahui kode enkripsinya. keamanan data dan media serta teknik komunikasi dan keamanan operasi.

Kemudian traffic data yang terjadi didalam jaringan wireless tersebut di tangkap oleh “sniffer” tersebut untuk kemudian di analisis dengan menggunakan tool seperti Microsoft Network Monitor untuk sistem operasi Microsoft windows atau menggunakan Linux TCPDump untuk sistem operasi Linux. yaitu: serangan pasif (passive attack) dan serangan aktif (active attack). printer. Informasi yang dihasilkan dari hasil pengamatan tersebut sangat bermanfaat bagi pihak yang tidak berhak untuk melakukan penyerangan selanjutnya terhadap sistem tersebut. bandwidth jaringan. sehingga untuk jaringan jenis ini sangat mudah untuk di sadap dengan menggunakan teknik “sniffing” atau “wardriving”. hal ini disebabkan karena jaringan dengan teknologi ini tidak dapat dibatasi oleh sebuah gedung seperti yang ada di jaringan berbasis kabel yang terlindungi oleh tembok didalam sebuah gedung dimana jaringan berbasis kabel tersebut terpasang. Disamping memiliki banyak kelebihan jaringan wireless juga memiliki kekurangan yaitu. sehingga jenis serangan ini sangat sulit untuk di deteksi oleh pengelola sebuah sistem jaringan komputer. sangat rentan terhadap serangan. Intinya jenis serangan ini hanya melakukan pengamatan terhadap semua sumber daya yang terdapat dalam sebuah sistem jaringan komputer. Saat ini banyak “sniffer” menggunakan software seperti NetStumbler dengan kombinasi antena yang saling bekerja bersama dengan kartu jaringan tanpa kabel (wireless) untuk mendeteksi jaringan “access point” (AP) yang berada dalam jangkauan dan sinyalnya dapat diakses kartu jaringan tanpa kabel tersebut. Untuk jarak pada sistem WIFI mampu menjangkau area 100 feet atau 30M radius. Ketika seorang . seperti memantau lalu lintas jaringan sebuah sistem jaringan komputer. memori dalam sebuah komputer. Celah keamanan pada jaringan wireless dapat dibagi kedalam 2 (dua) jenis serangan.Kelebihan dari sistem wireless . terdapat perangkat dimana satu perangkat Access Point dapat saling merelay (disebut bridge) kembali ke beberapa bagian atau titik sehingga memperjauh jarak jangkauan dan dapat disebar dibeberapa titik dalam suatu ruangan untuk menyatukan sebuah network LAN. pemakai tidak dibatasi ruang gerak dan hanya dibatasi pada jarang jangkauan dari satu titik pemancar WIFI. Jenis serangan ini tidak menyebabkan hilangnya sumber daya dalam sebuah jaringan maupun menyebabkan kerusakan terhadap sebuah sistem jaringan yang di serang menggunakan jenis serangan ini. unit pengolah (prosesor) dan masih banyak lagi. Bahkan hardware terbaru. Sumber daya yang terdapat dalam sistem jaringan diantaranya berupa data. Selain itu dapat diperkuat dengan perangkat khusus seperti booster yang berfungsi sebagai relay yang mampu menjangkau ratusan bahkan beberapa kilometer ke satu arah (directional). Serangan pasif adalah jenis serangan yang sesungguhnya tidak membahayakan terhadap sebuah sistem jaringan. Komunikasi jaringan tanpa kabel biasanya menggunakan frekuensi gelombang radio umum yang tidak terdaftar yang dapat di akses oleh siapapun dengan menggunakan kartu jaringan yang kompatibel.

11 mendefinisikan Medium Access Control (MAC) dan Physical (PHY) untuk jaringan nirkabel.1. . Gambar 1. Tidak semua dari keluarga 802. yaitu Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS).3 yang mendefinisikan Ethernet.11 menggunakan Physical Layer yang sama dan mendapatkan kecepatan transmisi data yang sama. Standar tersebut menjelaskan jaringan local dimana peralatan yang terhubung dapat saling berkomunikasi selama berada dalam jarak yang dekat satu sama lain. Standar IEEE 802. Direct Sequence infra merah. Infra merah jarang sekali dipakai karena Spread Spectrum (DHSS) dan jangkauannya yang sangat dekat.11 Standar IEEE 802. Standar ini hampir Arsitektur untuk Mengamankan Jaringan Nirkabel 2 sama dengan IEEE 802.sniffer berhasil melakukan pengamatan/ observasi dan menggunakan informasi yang didapat tersebut untuk masuk kedalam jaringan dan mengakses atau menggunakan sumber daya didalam sistem tersebut tanpa ijin. maka pada tahapan ini serangan pasif (passive attack) berubah menjadi jenis serangan aktif (active attack).11 mendefinisikan tiga tipe dari physical layer seperti pada gambar 1-1.11 Pada Standar 802. tapi ada beberapa bagian yang khusus untuk transmisi data secara nirkabel.1: Layer 802. BAB II SISTEM KEAMANAN JARINGAN NIRKABEL 2.

dengan yang dimasukkan client untuk authentikasi menuju access point. Enkripsi WEP menggunakan kunci yang dimasukkan (oleh administrator) ke client maupun access point.11 802.11b seringkali disebut juga Wi-Fi (Wireless Fidelity) karena Wi-Fi Alliance yang bertanggung jawab untuk penngetesan dan sertifikasi untuk dapat bekerja dengan produk jaringan yang berdasarkan 802.5 Mbps. Mendukung kecepatan transmisi data sampai 11 Mbps. disebut juga dengan Shared Key Authentication.11b paling banyak digunakan saat ini. 802.Tabel 1. karena cepat dan mudah diimplemtasikan. tetapi jika sinyal radio melemah. dan tersedia banyak sekali produk yang tersedia dipasaran.11 lainnya. Shared Key Authentication adalah metoda otentikasi yang membutuhkan penggunaan WEP. maka kecepatan akan diturunkan ke 5. Teknologi 802. Kunci ini harus cocok dari yang diberikan akses point ke client. Keamanan Wireless dengan metode Wired Equivalent Privacy (WEP) WEP merupakan standart keamanan & enkripsi pertama yang digunakan pada wireless.11b.1. 2 Mbps. 2.1. dan 1 Mbps untuk menjamin agar komunikasi tidak terputus. konsep dasar enkripsi WEP dan WPA/WPA2-PSK a. dan WEP mempunyai standar 802. . WEP (Wired Equivalent Privacy) adalah suatu metoda pengamanan jaringan nirkabel.1.

access point akan menentukan apakah client sudah memberikan kunci WEP yang sesuai. Namun bila kunci WEP yang dimasukkan client adalah salah. 3. Masalah initialization vector (IV) WEP. 2.2 : mekanisme enkripsi WEP Proses Shared Key Authentication: 1. Access point mengirimkan text challenge ke client secara transparan. client tidak akan terauthentikasi dan tidak terasosiasi. Masalah kunci yang lemah. Pada proses ini. maka access point akan merespon positif dan langsung meng-authentikasi client. Apabila kunci WEP yang diberikan oleh client sudah benar. 3. Client meminta asosiasi ke access point. Client akan memberikan respon dengan mengenkripsi text challenge dengan menggunakan kunci WEP dan mengirimkan kembali ke access point.gambar 1. algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan. Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32) . Access point memberi respon atas tanggapan client. 2. akses point akan melakukan decrypt terhadap respon enkripsi dari client untuk melakukan verifikasi bahwa text challenge dienkripsi dengan menggunakan WEP key yang sesuai. 4. Dengan demikian. 4. maka access point akan merespon negatif dan client tidak akan diberi authentikasi. langkah ini sama seperti Open System Authentication. WEP menggunakan kunci yang bersifat statis. WEP memiliki berbagai kelemahan antara lain : 1.

11i diperlukan baik pada mode infrastructure-based(BSS) maupun pada ad-hoc (IBSS).WEP terdiri dari dua tingkatan. sering disebut FMS attack. Temporal Key Integrity Protocol (TKIP).diperlukan spesifikasi alat dan aplikasi tertentu yang mulai jarang ditemui di toko-toko. mulai dari chipset. Komponen ada 802.11i termasuk IEEE 802. b. RC4.11 kelompok kerja IEEE 802. yakni kunci 64 bit. Keamanan wireless dengan metode WI-FI Protected Access (WPA) Untuk memperbaiki kelemahan pada standard IEEE 802. Berbeda dengan serangan pertama dan kedua. dan termasuk dua pengembangan utama yaitu Wi-Fi Protected Access (WPA) dan Robust Security Network (RSN). Serangan terhadap kelemahan inisialisasi vektor (IV). Standar 802. 3. Serangan-serangan pada kelemahan WEP antara lain : 1. key hierarchy dan kelebihan pada sisi management. dan 128 bit. Demikian juga pada kunci WEP128. Traffic Injection yang sering dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan packet ARP kemudian mengirimkan kembali ke access point. FMS singkatan dari nama ketiga penemu kelemahan IV yakni Fluhrer. Instituted Task Group ‘i’ (TGi) membuat suatu standar untuk memperbaiki kelemahan security pada 802. 2. para hacker biasanya melakukan traffic injection. sedang 24bit merupakan Inisialisasi Vektor (IV). semakin cepat ditemukan kunci yang digunakan.11 enkripsi.1x port-based authentication. Semakin banyak IV lemah yang diperoleh. versi firmware. Cara ini disebut chopping attack. kunci rahasia terdiri dari 104bit. pertama kali ditemukan oleh h1kari. dan versi driver serta tidak jarang harus melakukan patching terhadap driver dan aplikasinya. Mendapatkan IV yang unik melalui packet data yang diperoleh untuk diolah untuk proses cracking kunci WEP dengan lebih cepat. untuk mempersingkat waktu. dan Shamir. Advanced Encryption standard (AES) logaritma enkripsi pengganti enkripsi WEP. cipher dan negosisasi autentikasi. Kedua serangan diatas membutuhkan waktu dan packet yang cukup. Teknik ini hanya membutuhkan IV yang unik sehingga mengurangi kebutuhan IV yang lemah dalam melakukan cracking WEP. Mantin. Serangan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan IV yang lemah sebanyak-banyaknya.11 seperti autentikasi user dan . untuk serangan traffic injection. Hal ini mengakibatkan pengumpulan initial vektor lebih mudah dan cepat. Sebenarnya kunci rahasia pada kunci WEP64 bit hanya 40 bit.

000 paket data ditransmisikan. Ada yang mengatakan.11i. Teknik WPA dibentuk untuk menyediakan pengembangan enkripsi data yang menjadi titik lemah WEP. dan tersedia untuk publik secepat mungkin. TKIP membuat WPA menjadi lebih efektif sebagai sebuah kerja hackers mencoba cracking . dapat mengetahui kunci enkripsi yang digunakan. Agar tujuan WPA tercapai. yaitu WEP. dapat interoperasi. ada yang pesimistis karena alur komunikasi yang digunakan tidak aman. pihak ketiga (hackers) masih dapat membobol masuk. Teknik ini mempunyai mampu beberapa digunakan tujuan untuk dalam desainnya. setidaknya dua pengembangan sekuriti utama dilakukan. Background process secara otomatis dilakukan tanpa diketahui oleh pengguna. menggantikan diimplementasikan pada pengguna rumahan atau corporate. kokoh. Adanya WPA yang “menggantikan” WEP. seperti yang dimiliki teknologi WEP. WPA mempunyai mekanisme enkripsi yang lebih kuat. Walaupun menggunakan standar enkripsi 64 dan 128 bit. serta menyediakan user authentication yang tampaknya hilang pada pengembangan konsep WEP. Dengan melakukan regenerasi kunci enkripsi kurang lebih setiap lima menit. apakah benar perasaan “tenang” tersebut didapatkan? Ada banyak tanggapan pro dan kontra mengenai hal tersebut. kerapuhan dalam aspek kriptografi muncul. yang menggunakan kunci keamanan statik. Teknik WPA adalah model kompatibel dengan spesifikasi standar draf IEEE 802.Merupakan rahasia umum jika WEP (Wired Equivalent Privacy) tidak lagi mampu diandalkan untuk menyediakan koneksi nirkabel (wireless) yang aman dari ulah orang usil atau ingin mengambil keuntungan atas apa yang kita miliki— dikenal dengan jargon hackers. Seorang hacker yang memiliki perlengkapan wireless seadanya dan peralatan software yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis cukup data. Berbagai macam penelitian mengenai WEP telah dilakukan dan diperoleh kesimpulan bahwa walaupun sebuah jaringan wireless terlindungi oleh WEP. Tidak lama setelah proses pengembangan WEP. telah dikembangkan sebuah teknik pengamanan baru yang disebut sebagai WPA (WiFI Protected Access). dengan menggunakan TKIP (Temporal Key Integrity Protocol) yang mampu secara dinamis berubah setelah 10. Teknik WPA didesain menggantikan metode keamanan WEP. jaringan yang WiFi yang menggunakan melakukan WPA telah kunci memperlambat terdahulu. Protokol TKIP akan mengambil kunci utama sebagai starting point yang kemudian secara reguler berubah sehingga tidak ada kunci enkripsi yang digunakan dua kali. Namun. Menyikapi kelemahan yang dimiliki oleh WEP. di mana teknik man-in-the-middle bisa digunakan untuk mengakali proses pengiriman data.

Namun. maka tingkat penurunan tersebut akan jauh lebih besar jika WPA dan TKIP diimplementasikan walaupun beberapa produk mengklaim bahwa penurunan throughput telah diatasi. Anggapan saat ini. tentunya akan menimbulkan pengeluaran dana untuk bisa upgrade atau mungkin membeli perangkat lunak dan keras. seperti RADIUS. implementasi tersebut akan menyediakan kerangka kerja yang kokoh pada proses otentifikasi pengguna. tentunya dengan penggunaan chipset yang lebih besar kemampuan dan kapasitasnya. Menggunakan protocol TLS (Transport Layer Security) (RFC 2246) dimana standar paling . Proses otentifikasi WPA menggunakan 802. untuk melakukan otentifikasi pengguna sebelum bergabung ke jaringan wireless. Untuk menghindari hal tersebut ada beberapa alternatif untuk mengamankan jaringan nirkabel kita. AES sepertinya belum perlu karena TKIP diprediksikan mampu menyediakan sebuah kerangka enkripsi yang sangat tangguh walaupun belum diketahui untuk berapa lama ketangguhannya dapat bertahan. secara lebih spesifik adalah chipset yang digunakan. 3. Mekanisme enkripsi AES (Advanced Encryption Standard) tampaknya akan diadopsi WPA dengan mekanisme otentifikasi pengguna.11i di lingkungan jaringan nirkabel kita. akan tetapi hal ini tidak semudah yang dibayangkan karena terkait dengan perangkat keras dan perangkat lunak yang bisa mendukung standar tersebut.1x dan EAP (Extensible Authentication Protocol). sebenarnya kita bisa langsung menerapkan standar 802. Sebab. Kerangka-kerja tersebut akan melakukan utilisasi sebuah server otentifikasi terpusat. jika penurunan throughput terjadi pada implementasi WEP. Juga diberlakukan mutual authentification. EAP-TLS adalah IETF standar untuk metode autentikasi (RFC2716) yang didukung oleh semua vendor.mekanisme enkripsi.1. Secara bersamaan. masalah yang berhubungan dengan throughput sangatlah bergantung pada hardware yang dimiliki. sehingga pengguna jaringan wireless tidak secara sengaja bergabung ke jaringan lain yang mungkin akan mencuri identitas jaringannya. masalah penurunan throughput seperti yang dikeluhkan oleh para pengguna jaringan wireless seperti tidak menemui jawaban dari dokumen standar yang dicari. Namun. Otentifikasi dan Enkripsi Otentifikasi dapat dipakai pada beberapa tingkatan dengan menggunakan kombinasi dari beberapa metoda.1x. BAB III PENERAPAN KEAMANAN Dari paparan diatas. Sebagai contoh dengan menggunakan EAP-TLS yang otentifikasinya berdasarkan pada standar keamanan 802.

Aplikasi untuk membuat sertifikat ini diataranya openssl. Supplicant harus mempunyai sertifikat yang akan divalidasi oleh authentication server. Setelah itu supplicant mem validasi sertifikat server dan sebagai bagian dari respon EAP. EAP-TLS menggunakan Remote Authenticartion Dial-in User Service (RADIUS) untuk mengontrol user mengakses jaringan nirkabel. . dengan EAP-request. sehingga supplicant dan authenticator dapat melakukan komunikasi yang aman berdasarkan per-packet authenticated. EAP-TLS dibuat berdasarkan pada X. digunakan untuk keamanan lalulintas data pada web dan dibuat pertama kali oleh netscape.baru dari protocol SSL (Secure Socket Layer). EAP-TLS menyediakan mutual authentication yang kuat antara supplicant dan authentication server (hal ini hanya benar jika kedua bagian data mem validasi sertifikat lainnya. mempersiapkan sertifikat dan juga memulai negosiasi untuk spesifikasi kriptografi. Selain itu solusi EAP-TLS ini menggunakan sertifikat digital untuk otentifikasi dari sisi RADIUS server maupun client. Proses authentikasi EAP-TLS berlangsung setelah supplicant mengirim pesan EAPResponse Identity ke access point. EAP-TLS mengenerate dynamic WEP (shared secret) setelah proses pertukaran. Untuk itu dibutuhan pembuatan PKI (Public Key Infrastructure) untuk membuat sertifikat tersebut diatas.509 certificates untuk menangani autentikasi dan membutuhkan PKI (Public Key Infrastructure). authentication server mengirim sertifikat kepada supplicant dan meminta sertifikat dari supplicant. Openssl adalah software open source untuk mengimplementasikan protokol Secure Socket Layer (SSL) dan Transport Layer Security (TLS) dan sebagai Certification Authority (CA) bagi server dan client. RADIUS Server memvalidasi sertifikat client dan merespon dengan spesifikasi kriptografi untuk session.

hal ini tidak mudah apabila merubah jaringan nirkabel yang sudah ada. Setelah melakukan pengecekan dan kebutuhan dari keamanan.Gambar 3. Dan dengan . Hal ini memungkinkan migrasi perlahan ke implementasi WPA. Tetapi hal tersebut bukanlah sesuatu yang harus dilakukan pada saat yang bersamaan.11i) sudah ada dan terbukti lebih aman dibanding standar sebelumnya.1 : proses autentikasi EAP-TLS Proses selanjutnya TLS handshake antara authentication server dan client. channel ini tidak digunakan (supplicant ingin berkomunikasi dengan authenticator. beberapa kombinasi dari opsi yang ada pada makalah ini ataupun yang tidak ada bisa diimplementasikan untuk mengamankan jaringan nirkabel lama kita. Melakukan migrasi hardware dan implementasi WPA dapat dibayangkan sebagai sebuah pekerjaan yang sangat besar. Instead sebuah key dibuat selama proses session TLS untuk channel tersebut yang dikirim kepada authenticator. Wireless Access Points dapat mendukung WPA dan WEP secara bersamaan. mengenkripsinya dengan server public key dan mengirim pre-master secret ke server untuk mengenerate master secret yang digunakan untuk membuat secure channel. Walaupun standar baru (802. Oleh sebab itu meskipun TLS telah benarbenar mensetup channel terenkripsi antara authentication server dengan supplicant. Kemudian supplicant yang telah mengetahui TLS secret key) dan authenticator menggunakan key tersebut untuk mengamankan komunikasi dengan enkripsi WEP. BAB IV PENUTUP Jaringan nirkabel yang aman bisa memungkinkan dengan beberapa teknik dan teknologi. adalah mengenerate pre-master secret. tidak dengan authentication server).

pemilihan yang tepat pada pengukuran keamanan.pdf. IETF RFC 2865. cdmaOne: The Family of IS-95 CDMA Technologies. diakses 10 Desember 2011 jam 13. R. 6.org.0. 2005. 2000.cs. diakses tgl 17 desember 2005 pukul 20.0 (2001-03). http://www. 2001.cdg.00 WIB 4.informatika. CDMA2000. I. A. http://www.105 V4.Dung Chang.pdf. Borisov. EDGE. 2002. GPRS AND 3GPP. CDMA Evolution: cdma2000 1xEV-DV. Juni 2001. University of Maryland.Anonim. Diakses tgl 17 desember 2005. Department of Computing Science. 2004.org/technology/2g.Anonim.usa diakses tanggal 10 Oktober 2004 16. UMTS. Second Edition O’Really 2003 5. diakses tanggal 15 Juli 2004 10. 3GPP TS 33.co.Anonim. Jakarta http://www. 2004. http://www. Tahar Ktari. Anonim. 2004. http://www.sans.2. 8.issac.0 (2001-06). Goldberg and D. diakses tanggal 15 Juli 1004 9. Rigney. http://budi.org. 2004. A.3gpp. C. 7. Rubens and W. http://www. Simpson. Valbonne-FRENCH 15. Anonim. Willens.og/servlet/dycon diakses tanggal 15 Juli 2004 12. Services Version 1.ac.1x Standard. Telkomsel Pelopori Layanan 3G Indonesia.org/~rinaldi/Kriptografi/2005-2006/Makalah/Makalah200504. Remote Authentication Dial-In User Service.0 (2000-01). Security of the WEP Algorithm. Security Along the Path Through GPRS Towards 3G Mobile Telephone Network Data.34 WIB 2. Arbaugh. Daftar Pustaka 1.3. http://www. Valbonne-FRENCH 13. 2002. diakses tanggal 15 Juli 2004 11. 3G TR 33.berkeley. A.ericsson. An Initial Security Analysis of the IEEE 802.umd.html. Flickenger. diakses tanggal 10 Oktober 2004 . David Mayor. diakses tanggal 10 Oktober 2004 17.1. Diktat Bahan Kuliah IF5054 Kriptografi. Wagner.3gpp.insan.cs.asp. Anonim. Valbonne-FRENCH 14.umts-forum. Building Wireless Community Networks.id/courses/el7010/dikmenjur-2004/jenny-report. and W. kerahasian data bisa terjamin ketika jaringan nirkabel ini ada.edu/Isaac/wep-faq. http://www. http://www. Munir. Security in GSM. diakses 10 Desember 2011 jam 13. R. S.900 V1.shtml.edu/. http://www.edge. 2004. N. NOKIA. 2001. Anonim. Mishra.44 WIB 3.com/cdmasystems/3gcdma2000.120 V4. 3GPP TS 33.org. Anonim.

3gpp. San deep Agrawal. http://www.org. I.3gpp. http://www. Ira Acharya. 2002.3gpp. HSDPA and 1xEV-DV. Nokia Research Center. diakses tanggal 16 Oktober 2004 19. http://www. http://www.org.org. 2003. Acharya and S. Christopher Wingert. OVERVIEW. Agrawal. CDMA2000 1x EVolved Data and Voice (1xEV-DV).org. Inside 3G Wireless Systems: The1xEV-DV Technology.org . Inside 3G Wireless Systems: The 1xEV-DV Technology.3gpp. Suhel Goel. R. Goel. http://www. Thomas Derryberry. http://www.Shawn A.3gpp. http://www. Inc. Enrico Zanoio and Steve Urvik. diakses tanggal 16 Oktober 2004 20. diakses tanggal 16 Oktober 2004 24. diakses tanggal 16 Oktober 2004 . Covell. CDMA as a Broadband Access Technology.S. Mullaguru Naidu 2002. Harmonization Opportunities. 2001. 3GPP/3GPP2 Joint Meeting on Harmonization of High Speed Data Services. diakses tanggal 16 Oktober 2004 22.org. QUALCOMM Southeast Asia .3gpp.18. diakses tanggal 16 Oktober 2004 21. CDMA Network Technologies: A Decade of Advances and Challenges. 2003. CDMA 1x RTT SECURITY. Tektronix.3gpp. diakses tanggal 16 Oktober 2004 23.org.Bell Mobility.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful