P. 1
Contoh Soal Minimasi Menggunakan Metode m

Contoh Soal Minimasi Menggunakan Metode m

|Views: 2,615|Likes:
Published by Deasy Agustini

More info:

Published by: Deasy Agustini on Mar 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/03/2013

pdf

text

original

CONTOH SOAL MINIMASI MENGGUNAKAN METODE M (Bag.

2)
Perusahaan Maju Terus merencanakan untuk menginvestasikan uang paling banyak $ 1.200.000. uang ini akan ditanamkan pada 2 buah cabang usaha yaitu P dan Q. setiap unit P memerlukan uang sebesar $50 dan dapat memberikan rate of return per unitnya per tahun sebesar 10% sedangkan untuk setiap unit Q memerlukan uang sebesar $100, namun memberikan rate of return per unit per tahunnya sebesar 4%. Perusahaan tersebut telah mempertimbangkan bahwa target rate of return dari kedua usaha tersebut paling sedikit adalah $60.000 per tahunnya. Kemudian hasil analisis perusahaan memperoleh data bahwa setiap unit P dan Q mempunyai index risiko masing-masing 8 dan 3. Padahal perusahana ini tidak mau menanggung resiko yang terlalu besar. Kebijakan lainnya yang diinginkan oleh pemimpin khususnya untuk cabang usaha P ditargetkan paling sedikit jumlah investasinya adalah $3.0000. Bagaimana penyelesaian persoalan diatas apabila perusahaan bermaksud untuk tetap melakukan investasi tetapi dengan menekan atau meminimasi resiko sekecil mungkin. Berapa unit masingmasing usaha dapat diinvestasikan ?(metode grafis dan metode simpleks) JAWABAN 1. Metode Grafis Fungsi Tujuan : z = 8x + 3y Fungsi Pembatas : 50x + 100y ≤ 1.200.000 50x ≥ 3.000 5x + 4y ≥ 60.000 Grafisnya : 50x + 100y ≤ 1.200.000 50x + 100y = 1.200.000

000 50x = 3.12.Jika x = 0 maka y = 12.000 5x + 4y = 60. jadi koordinatnya (12.000.000 192.000.000 x = 60 5x + 4y ≥ 60.000 * Minimum Keterangan .000 4.000. jadi koordinatnya (0.000 y 0 0 10.0) 50x ≥ 3.000.0) Jadi Solusi yang ditawarkan : x 12.000) Jika y = 0 maka x = 24.000 Z = 8x + 3y 96.000) Jika y = 0 maka x = 12.000.000 62. jadi koordinatnya (0.000 Jika x = 0 maka y = 15.15.000 24. jadi koordinatnya (24.000.

S2 + A1 = 3.200.000 Rasio Iterasi Pertama Basis Z S1 X1 A2 X1 0 0 1 0 X2 4M-3 100 0 4 S1 0 1 0 0 S2 0.02 0.000 3.000 60 5700 1. mengurangkan variabel surplus pada kendala kedua.02 -0.200.000 5x + 4y – S3 + A2 = 60.000:50=24.000 1.1 A2 0 0 0 1 NK 59.1M-0.000 Bentuk baku diperoleh dengan menambahkan variabel slack pada kendala pertama.000 60.1 S3 0 0 0 -1 A1 -1.197.970 Rasio . Metode Simpleks Fungsi Tujuan : z = 8x + 3y Fungsi Pembatas : 50x + 100y ≤ 1.000 Table Simpleks Awal Basis Z S1 A1 A2 X1 55M-8 50 50 5 X2 4M-3 100 0 4 S1 0 1 0 0 S2 -M 0 -1 0 S3 -M 0 0 -1 A1 0 0 1 0 A2 0 0 0 1 NK 63.1M+0.700M+480 1.000 50x .000 5x + 4y ≥ 60.000 : 5 = 12.200.16 1 -0.1.425 11.200.16 -1 0. Sehingga diperoleh : Minimumkan : Z = 8x + 3y + 0S1 + 0S2 + 0S3 +MA1 + MA2 50x + 100y + S1 = 1.000M 1.000 3.000 50x ≥ 3.000:50 = 60 60.

S1 +A1 = 210 Baris 1 6x1 + 12x2 .0S3 = 0 Baris 0 Persamaan Kendala : 7x1 + 3x2 .085 1. dengan X1= 60. Persamaan Tujuan : Z .75 -25 0 0. maka variabel slack ditambahkan untuk menghabiskan sumber daya yang digunakan dalam kendala.5X2 Dengan pembatas : 7X1 + 3X2 ≥ 210 6X1 + 12X2 ≥ 180 4X2 ≥ 120 X1.S2 +A2 = 180 Baris 2 4x2 .0S1 . Cara ini tidak dapat diterapkan pada kendala pertidaksamaan jenis ≥ dan kendala persamaan (=) persamaan diatas diperoleh karena tanda ≥ harus mengurangi variable surplus.025 A2 -M+0. .75 25 0 -0.Iterasi Kedua Basis Z S1 X1 X2 X1 0 0 1 0 X2 0 0 0 1 S1 0 1 0 0 S2 -0.085 -1.054.25 A1 -M+0.02 0.0S2 . X2 ≥ 0 Carilah harga X1 dan X2 ? JAWABAN Pada kasus ini kita akan menggunakan metode simplex M (BIG – M). hal ini dikarenakan pada kasus ini pertidk samaan pembatasnya menggunakan ≥ (lebih dari sama dengan).5 0.500 60 1425 Iterasi kedua adalah optimal karena koefisien pada persamaan Z semuanya non positif.6x1 .5 -0.25 NK 54. X2 = 1425 dan Z = 54.7. Persamaan matematis suatu program linier adalah sebagai berikut : Minimasi : Z = 6X1 + 7.000M+4755 1.025 S3 M-0.5X2 .02 -0.000M+4755 CONTOH SOAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLEKS (TEKNIK M) 2.S3 + A3 = 120 Baris 3 Bagi kendala pertidaksamaan jenis ≤.

1/3 A2 + A3 = 60 Konversi bentuk standard iterasi Pertama : Z = 9/4 x1 + 0S1 + 15/24 S2 + 0S3 + MA1 + [ M .5X2 + 0S1 + 0S2 + 0S3 + MA1 + MA2 + MA3 Table simplex awal dibentuk dengan A1. dan A3 sehingga fungsi tujuannya menjadi : Z = 6x1 + 7.1/4 A2= 165 ERO 4 : Menjadikan nilai koefisien x2 berharga 0 pada baris 3 -2x1 + 1/3 S2 . A2./24 15 /24 . Hal ini dikarenakan seluruh NBV masih mempunyai koefisien yang berharga positif. Oleh karena itu Untuk x 2 terpilih sebagai entry variable karena x2 memiliki nilai koefisien positif yang paling besar.5 3 12 4 S1 -M -1 0 0 S2 -M 0 -1 0 S3 -M 0 0 -1 A1 0 1 0 0 A2 0 0 1 0 A3 0 0 0 1 NK 510M 210 180 120 210 : 3 = 70 180 : 12 = 15 120 : 4 = 30 RASIO Dari table diatas kita ketahui bahwa semua BFS belum optimal.5 11 /2 x1 + ¼ S2 + A1 .S3 .M . seperti table berikut : Basis Z A1 A2 A3 X1 13M-6 7 6 0 X2 19M-7.15/24]A2 + MA3 + 112.5 RASIO * .15/24]A2 + MA3 + 112. Langkah-langkah ERO Iterasi Pertama : ERO 1 : Menjadikan nilai koefisien x2 berharga 1 pada baris 2 ½ x1 + x2 .S3 . dan A3 menjadi Leaving Variable./2M-6 /12 .1/3 A2 + A3 = 60 ½ x1 + x2 .5 ERO 3 : Menjadikan nilai koefisien x2 berharga 0 pada baris 1 11 /2 x1 + ¼ S2 + A1 . dan A3 sebagai variable basis.1/12 S2 +1/12 A2 = 15 Tabel Iterasi Pertama Basis Z 13 X1 X2 0 S1 0 7 S2 S3 -M A1 0 1 A2 A3 0 NK 225M – 112. suatu biaya yang besar ditempatkan pada A1. A2. Dan yang akan menjadi pivot adalah baris 2 karena memiliki rasio paling kecil.1/4 A2 = 165 -2x1 + 1/3 S2 .Untuk mengarahkan artifisial variabel menjadi nol.1/12 S2 +1/12 A2 = 15 ERO 2 : Menjadikan nilai koefisien x2 berharga 0 pada baris 0 Z = 9/4 x1 + 0S1 + 15/24 S2 + 0S3 + MA1 + [ M .

725]A2 + MA3 + 180 ERO 3 : Menjadikan nilai koefisien x1 berharga 0 pada baris 2 0.36A1 + 0.725 S2 + 0S3 + [M -0.725 . jumlah zat kimia yang tersedia adalah A=200Kg dan B=360Kg.4 2 1 A2 A3 M 0 0 1 NK -180 30 0 120 . Untuk membuat 1Kg sabun bubuk diperlukan 2 Kg A dan 6 Kg B. bila keuntungan yang akan diperoleh setiap .21 A2 + A3 = 120 Konversi bentuk standard iterasi kedua : Z = 0S1 + 0. yakni A dan B. dengan x1 = 30. oleh karena itu lakukan iterasi kedua.36 Iterasi kedua adalah optimum karena koefisien pada persamaan Z semuanya non positif. yakni sabun bubuk dan sabun batang. Untuk itu dibutuhkan 2 macam zat kimia.725 1 S3 0 0 0 -1 A1 -M+0.725 S2 + 0S3 + MA1 -0. 3. x2 = 120 dan z=-180.39 S2 ./22 ½ 0./2M+0.1/22 A2 = 30 ERO 2 : Menjadikan nilai koefisien x1 berharga 0 pada baris 0 Z = 0S1 + 0. PT Unilever bermaksud membuat 2 jenis sabun.5 = 30 * 15 : 0.21 1 /22 0 /11 0 0.5 A2 = 0 0.4A1 + [ M – 0. Langkah-langkah ERO Iterasi Kedua: ERO 1 : Menjadikan nilai koefisien x1 berharga 1 pada baris 1 x1 + 1/22 S2 + 2/11A1 .S3 +0.4]A1 + [ M – 0.39 0.725]A2 + MA3 + 180 x1 + 1/22 S2 + 2/11A1 .36A1 + 0. untuk membuat 1 Kg sabun batang diperlukan 5 Kg A dan 3 Kg B.5 = 30 -2 ½ /3 /12 /12 Pada fungsi tujuan masih terdapat variable dengan nilai koefisien positif.1/22 A2 = 30 0.A1 A3 X2 11 /2 0 0 1 0 0 0 1 1 -1 /4 /3 0 -1 0 1 0 0 -1/4 -1 1 0 1 0 165 60 15 165 : 5.21 A2 + A3 = 120 Tabel Iterasi Kedua Basis Z x1 A3 X2 X1 0 1 0 0 X2 0 0 0 0 S1 0 0 0 0 S2 -0.S3 + 0.39 S2 .5 A2 = 0 ERO 4 : Menjadikan nilai koefisien x1 berharga 0 pada baris 3 0.

6A1 + A2 = 240 Konversi bentuk standard iterasi pertama : Z = 3. dan A1 menjadi Leaving Variable. suatu biaya yang besar ditempatkan pada A1.membuat 1Kg sabun bubuk = $3 sedangkan setiap 1 Kg sabun batang = $2.2A1 = 40 ERO 2 : Menjadikan nilai koefisien x2 berharga 0 pada baris 0 Z = 3.8x1 + [M-0.3x1 . dan A3 sehingga fungsi tujuannya menjadi : Z = 3x1 .4]A1 + MA2 . Dan yang akan menjadi pivot adalah baris 1 karena memiliki rasio paling kecil. berapa Kg jumah sabun bubuk dan sabun batang yang sebaiknya dibuat ? JAWABAN Pemodelan matematika : Maksimumkan : Z = 3x1 + 2x2 Pembatas : 2x1 + 5x2 = 200 6x1 + 3x2 = 360 Persamaan Tujuan : Z .2A1 = 40 . Hal ini dikarenakan belum seluruhnya NBV mempunyai koefisien yang berharga positif.2x2 = 0 Baris 0 Persamaan Kendala : 2x1 + 5x2 + A1 = 200 Baris 1 6x1 + 3x2 + A2 = 360 Baris 2 Untuk mengarahkan artifisial variabel menjadi nol.4x1 + x2 + 0.80 ERO 3 : Menjadikan nilai koefisien x2 berharga 0 pada baris 2 4.8x1 + [M-0. A2. Langkah-langkah ERO Iterasi Pertama : ERO 1 : Menjadikan nilai koefisien x2 berharga 1 pada baris 1 0. Oleh karena itu Untuk x 2 terpilih sebagai entry variable karena x2 memiliki nilai koefisien negatif.4]A1 + MA2 .4x1 + x2 + 0.8x1 – 0.2X2 + MA1 + MA2 Basis Z A1 A2 x1 8M-3 2 6 x2 8M+2 5 3 0 1 0 A1 0 0 1 A2 NK 560M 200 360 200:5=40 360:3=120 Rasio Dari table diatas kita ketahui bahwa semua BFS belum optimal.80 0.

30 X + 10 Y >= 135 d).4 4. x2 = 240 dan z=240M+80.2 0.6A1 + A2 = 240 Basis Z X2 A2 x1 4.8x1 – 0.6 0 0 1 A2 NK 240M+80 40 240 Rasio Iterasi pertama adalah optimum karena koefisien pada persamaan Z semuanya positif. dengan x1 = 40. Contoh Soal: Contoh Gambar Grafik Persoalan Program Linier dengan Microsoft Excel: Memaksimumkan Z = 5000 X + 4000 Y Fungsi Kendala: a).8 0 1 0 x2 A1 0. Y >= 0 Berikut ini gambar grafiknya: . 10 X + 15 Y <= 150 b).4. X + Y >= 6 dan X >= 0.4M 0.4-0.8 0.8M-3. 20 X + 10 Y <= 160 c). X – 3 Y <= 0 e).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->