P. 1
Fungsi Hadis Dan Kriteria Hadis ShahihOleh

Fungsi Hadis Dan Kriteria Hadis ShahihOleh

|Views: 77|Likes:
Published by dkuparo

More info:

Published by: dkuparo on Mar 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

Fungsi Hadis Dan Kriteria Hadis ShahihOleh: Prof KH.

Ali Mustafa Ya'kub Sebelumnya, sudah diterangkan mengenai pengertian hadis Dan Sunnah * Menurut paraulama hadis. * Menurut ulama hadis, pengertian hadis Dan sunnah ITU Sama, yaitu yangterdiri bahasa Dari Empat Hal: perkataan, perbuatan, Ketetapan Pajak Dan sifat-sifat Nabi. Sedangkanmenurut ulama Islam membedakan hukum tersebut ANTARA sunnah Dan hadis Nabi. Sunnah hanyameliputi Tiga Aspek, yaitu perkataan, perbuatan Dan Ketetapan Pajak nabi. Sedangkan sifat-sifat Nabi ITU masuknya dalam hadis. Sedangkan * Menurut imam Syafi'i dibedakan ANTARA hadisdan sunnah. Terkait masih berlangsung sunnah adalah hadis Dan MEDIA NUSANTARA * Semua hadis adalah sunnah.Terminologi Yang digunakan imam Syafi'i kemudian digunakan Dibuat orangutan-orangsekarang, yakni hadis sahih * Semua adalah sunnah.Kedudukan Dan Fungsi HadisMengenai kedudukan Dan fungsi sunnah, ADA Tiga fungsi sunnah atau hadis dalam ajaranIslam. Date Nilai, sebagai penjelas terhadap al-Qur'an . Kalau ADA Yang orangutan hanyamenggunakan al-Qur'an Dan MEDIA NUSANTARA mau menggunakan sunnah, Maka bahasa Dari mana iamengetahui bahwa shalat zhuhur ITU Empat rakaat. Ternyata MEDIA NUSANTARA ADA Keterangan dalam al-Qur'an mengenai salat zhuhur Empat rakaat, thawaf Tujuh Kali Dan seterusnya. Syaratibadah kitd diterima Oleh Allah SWT ADA doa, Yang tercantum dalam doa kalimahsyahadah. Yang Date Nilai harus ADA KARENA keikhlasan Allah sebagaimana dituangkandalam syahadat tauhid, yakni "Saya bersaksi bahwa MEDIA NUSANTARA ADA Tuhan selain Allah". Yangkedua, syaratnya adalah harus mengikuti tuntunan Rasulullah Yang dituangkan dalamsyahadat rasul, yakni "Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah". Olehkarena ITU, MEDIA NUSANTARA mungkin seorang muslim meninggalkan hadis. Kedua, hadis adalah sebagai pendukung terhadap Ketetapan Pajak dalam al-Qur'an. Sebagai contoh al-Qur'an secara tegas mengharamkan riba. Allah menghalalkan jual belidan mengharamkan riba. Lalu datanglah hadis-hadis Yang juga mengharamkan riba riba.Apa bedanya Dan bunga? PADA Tanggal 16 Desember 2003 dalam Pertemuan komisifatwa MUI diputuskan bahwa * Semua transaksi Yang REKOMENDASI INDEKS bunga adalah haram, KARENA bunga telah memenuhi unsur-unsur riba Yang diharamkan al-Qur'an. Di Daerahdaerahyang Belum ada Lembaga syari'ah boleh bertransaksi Mencari Google Artikel Lembaga keuangankonvensional Sepanjang Belum ada Lembaga Yang sesuai syari'at. Jadi, sejak saat ITU MUImenetapkan bahwa bunga ITU Sama Mencari Google Artikel riba, hukumnya haram. Alhamdulillah, Tenggaraharja Komisaris sudah BANYAK bank-bank yang beroperasi Yang Mencari Google Artikel SISTEM syari'ah. Sekarangsudah MULAI muncul Asuransi syari'ah, Perbankan syari'ah, Pasar modal syari'ah danlembaga-Lembaga Bisnis Yang REKOMENDASI INDEKS syari'ah lainnya.Riba dilarang Oleh al-Qur'an Dan dilarang juga Dibuat hadis. Hadis di sini berfungsimendukung hukum tersebut Yang ditetapkan al-Qur'an. Dalam Istilah fiqh, riba semacam inidisebut riba Fadhl, Yang artinya adalah kelebihan. Saling melengkapi menukar Emas Satu kilo denganemas Satu kilo seperempat, kelebihannya disebut riba Fadhl. Satu kwintal beras rojo leleditukar Mencari Google Artikel Baru Satu kwintal seperempat beras ordinary, kelebihannya disebut riba fadhl.Jenis riba kedua adalah riba nasiah, yaitu kelebihan Yang terjadi akibat penundaan dalam

pembayaran. Inilah SISTEM BANYAK Yang digunakan Oleh Bank-bank bersifat konvensional. Biladiperbandingkan, riba Yang diterapkan Oleh Lembaga KEUANGAN Dan

APA permanent differences Bank syari'ah Mencari Google Artikel bank yang bersifat konvensional? Sebagaicontoh. Meskipun PADA akhirnya bernilai jumlah CORPORINDO Yang samakarena fasilitas kredit. Hadis sebagai Sumber Hukum Islam . Ada perbuatan Yang Sama.Ada masalah-masalah dalam Islam Yang Sama prakteknya tetapi akadnya berbeda. PADA Tahun 1992 berdirilah Bank Muamalah Yang berdasarkan syariah yangkemudian diikuti Oleh Bank-bank syari'ah lainnya. PADA bank yang bersifat konvensional masuk dalam riba nasiah sedangkan Kategori Yang kedua PADA Bank syari'ah masuk akad jual beli Mencari Google Artikel Cara pembayaran mengangsur. kalauada orangutan pinjam seratus Juta rupiah. tetapi Satu halal Dan satulagi haram hanya KARENA permanent differences akad Saja. KARENA waktunya Belum memungkinkan. BANYAK hadis menjelaskan sesuatu Yang MEDIA NUSANTARA disebut dalam al-Qur'an. bagaimanamungkin dapat diketahui tata Cara pelaksanaan ibadah-ibadah dalam Islam. Penetapan halalnya binatangdlabb Suami adalah berdasarkan hadis Nabi Saw. Di situlahletak kekeliruan Kelompok inkarus sunnah. Yang Satu halal Dan Yang Satu lagiharam KARENA permanent differences akadnya. Sedangkan fungsinya adalah sebagai penjelas Dan Penguat hukum tersebut ditetapkan Yang dalamal-Qur'an. SIBOR. Bank Baru kemudian mobil tersebut syariahmembeli bahasa Dari agen Dijual Dan kepada nasabah Mencari Google Artikel Baru harga sekian dandengan Cara membayar fasilitas kredit. Inilah contoh APA Yang diharamkan al-Qur'andiharamkan pula dalam hadis. Terbalik ITU Belum ditetapkandalam bentuk fatwa. Contoh Lain. PADA MASA jahiliyah. Date Nilai dilakukan penelitian mengenai kemampuan membayar sang nasabah. Maka bank yang kemudian meneliti mengenai kemampuan orangutan tersebut Dan memberikan harga kreditdengan bunga sekian. APA Yang dilakukan olehsepasang Suami Istri Mencari Google Artikel pasangan Kumpul kebo. direkomendasikan sejak saat ITU untuk mendirikan Bankbank Dan Lembaga keuangansyari'ah. KARENA MEDIA NUSANTARA Mampu.Mengapa MUI mengeluarkan fatwa diharamkannya bunga bank yang bersifat konvensional barusekarang? Sebenarnya MUI sudah menetapkan fatwa Suami PADA Tahun 1990 di dalamsebuah Lokakarya Bunga Bank Dan Perbankan di Cisarua. Urgensi Hadis dalam Ajaran IslamSelanjutnya. ketika Imam as-Syafi'i mengajar hadis ADA orangutan . juga sebagai Sumber hukum tersebut berdiri sendiri Yang Yang dijelaskan dalam MEDIA NUSANTARA al-Qur'an. Yang Date Nilai. Ketika sudah melebihi Satu Bulan Belum mampumembayar.Dua Belas Abad Yang Lalu. seseorang ingin meminjam fasilitas kredit mobil Mencari Google Artikel CORPORINDO bahasa Dari bank. tetapi akadnya berbeda. Maka bahasa Dari ITU. Dulu BANYAK Yang menerjemahkan dlabb Mencari Google Artikel biawak. Hadis adalah sebagai Sumber Penghasilan kena pajak hukumkedua al-Qur'an.Jadi. Sedangkan Bank syari'ah MEDIA NUSANTARA demikian. APA urgensinya hadis dalam Islam? Kalau MEDIA NUSANTARA ADA hadis. Akan tetapi.Bisnis konvensionallebih kejam dibanding riba PADA MASA turunnya al-Qur'an. sehingga hukumnya juga berbeda. kedudukan Dan fungsi hadis adalah Sumber hukum tersebut kedua Penghasilan kena pajak al-Qur'an. hadis fungsinya adalah sebagai pendukungal-Qur'an. sejak berhutang sudah dicatat berapa jumlah bunganya.Ada Yang bertanya. padahal ternyata JAUH berbeda Mencari Google Artikel biawak KARENA di Indonesia MEDIA NUSANTARA ADA. Maka biasanya dikenakan bunga. Salah satunya adalah tentang dihalalkannya memakan Daging Binatang yangdisebut dlabb. Sedangkan bank yang bersifat konvensional dalamtransksi Tenggaraharja Komisaris. Maka kembalinya Tetap Sama kalau Belum melewatisatu Bulan sudah BISA membayar.

Hadis sahih adalah hadis Yang memenuhi Empat syarat.Yang bertanya apakah engkau Masih mengajar hadis? Lalu al-Syafi'i mengatakan. kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur’an. Antara al-Bukharidengan gurunya. Memang bahasa Dari Segi substansi benar. guru Al-Bukhari Mencari Google Artikel gurunya. Yangterakhir. Adil syaratnya lima: muslim. Maka hadisnya MEDIA NUSANTARA BISA dikatakan sahih. Kalau ADA keterputusan Maka hadisnya menjadi Lemah. Hal ITU berbedabeda bahasa Dari Satu tempat ketempat Yang Lain. Sanad ITU sendiri artinya adalah silsilah keguruan. kalau berita-berita Yang kitd Terima darikoran-koran Dan Televisi ITU diuji Mencari Google Artikel laboratorium Ilmu Hadis Maka MEDIA NUSANTARA ADA berita Macam-macam Hadits May 25th. Barang siapa Yang MEDIA NUSANTARA mengakui sunnah atau hadis sahih Maka dialog akandikumpulkan di akhirat nanti Bersama orangutan-orangutan Yahudi Dan Nasrani. Contoh Hadis yangterputus sanadnya adalah hadis mengenai kedatangan Nabi ketika hijrah Lalu disambutdengan thala'al Badru 'Alaina. Dari perawi sampai kepadaRasulullah SAW.Menurut Prof Dr Muhammad Mustafa Azami. "Apakahsaya sudah memakai ikat Pinggang kepasturan?" ITU artinya. Dan seterusnya harus muttashil. Begitu juga yangdialami Dibuat al-Suyuthi. Hadis diriwayatkan Suami Oleh Hasan al-Bashri. Imam al-Bukhari bergurukepada ayat Rawi Yang sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW. masing-masing harus adil Dan dlabit.Pertama. Kita sering mendengar hadis bahwa mencintai Dunia ITU Pangkal segalakejahatan. . tetapi bahasa Dari Segi silsilah sanad hadis inimengalami keterputusan. Al-Bukhari ITU tempat Yang Tenggaraharja Komisaris dikenal Mencari Google Artikel Uzbekistan. berakal. MEDIA NUSANTARA Suka bermaksiat. Al-Suyuthimengatakan. orangutan-orangutan inkarus sunnah adalah kafir. Kalau ADA periwayat hadis Yang melakukan Hal-Hal Yang merusak martabat mereka. bertemu. Dan menjaga martabat atau muruah.Contoh Lagi. Sebagai contohImam al-Bukhari menulis kitab al-Jami 'al-Sahih Yang kemudian dikenal Mencari Google Artikel Sahihal-Bukhari. Artinya. Hadis Suami MEDIA NUSANTARA BISA digunakan sebagai Sumber hukumkarena lemah. seorang tabi'inlangsung kepada Nabi SAW. bahwa orangutan Yang sudahtidak mau memakai hadis Nabi Sama halnya telah keluar bahasa Dari Islam. dimana dalam hal ini. Di Sana adatempat kelahiran Imam al-Bukahri Dan tempat makamnya. menjaga muruah artinya adalah menjaga Diri bahasa Dari Hal-Hal Yang dapat merusak martabat meskipun MEDIA NUSANTARA berdosa secara syara '.Kriteria Hadis SahihSahih artinya adalah Sehat. 2010 by salsabilayugo Leave a reply » Pengertian Hadits Hadits adalah segala perkataan (sabda). jumlah orangutan-orangutan Yang membentuk silsilah keguruan atau sanad yangkemudian disebut Rawi. beliaumenulis tentang argumentasi Penetapan Hadis sebagai Sumber ajaran Islam. baligh.Kedua. perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. diriwayatkan Mencari Google Artikel sanad bersambung Yang. menurutas-Syafi'i Dan al-Suyuthi. penulis kitab Miftahul Jannah lilihtijaj bi al-Sunnah. Ijma dan Qiyas.

maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar suatu hadits bisa dikatakan sebagai hadits Mutawatir: 1. Imam Ahmad. yakni Imam Bukhari. namun yang sering dijadikan referensi hadits-haditsnya ada tujuh ulama. Imam Abu Daud. dan Imam Ibnu Majah. Berdasarkan itu. Sifatnya Qath’iy. Hadits Mutawatir Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad yang tidak mungkin sepakat untuk berdusta. Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya Perawi I. tidak mungkin berdusta. Imam Turmudzi. .      Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya perawi o Hadits Mutawatir o Hadits Ahad  Hadits Shahih  Hadits Hasan  Hadits Dha’if Menurut Macam Periwayatannya o Hadits yang bersambung sanadnya (hadits Marfu’ atau Maushul) o Hadits yang terputus sanadnya  Hadits Mu’allaq  Hadits Mursal  Hadits Mudallas  Hadits Munqathi  Hadits Mu’dhol Hadits-hadits dha’if disebabkan oleh cacat perawi o Hadits Maudhu’ o Hadits Matruk o Hadits Mungkar o Hadits Mu’allal o Hadits Mudhthorib o Hadits Maqlub o Hadits Munqalib o Hadits Mudraj o Hadits Syadz Beberapa pengertian dalam ilmu hadits Beberapa kitab hadits yang masyhur / populer I. Dan berita itu diterima dari sejumlah orang yang semacam itu juga. 2. Isi hadits itu harus hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera. Ada bermacam-macam hadits. seperti yang diuraikan di bawah ini. Orang yang menceritakannya harus sejumlah orang yang menurut ada kebiasaan. Berita itu mengenai hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera. Imam Muslim.A.Ada banyak ulama periwayat hadits. 3. Imam Nasa’i. Pemberita-pemberita itu terdapat pada semua generasi yang sama.

I.B. yakni hadits Shahih dan hadits Dha’if.B.A. Hadits Mu’allaq Hadits ini disebut juga hadits yang tergantung. II. yang berarti termasuk hadits dha’if. I. Kandungan isinya tidak bertentangan dengan Al-Qur’an. Ia diriwayatkan oleh orang yang adil lagi dhobit (kuat ingatannya) hingga akhirnya tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) dan tidak mu’allal (tidak cacat). 3.B. Harus bersambung sanadnya Diriwayatkan oleh orang / perawi yang adil. Diriwayatkan oleh orang yang dhobit (kuat ingatannya) Tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) Tidak cacat walaupun tersembunyi. Sebelumnya para ulama membagi hadits Ahad menjadi dua macam. Hadits Dha’if Ialah hadits yang tidak bersambung sanadnya dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil dan tidak dhobit.1. 4. Hadits Hasan Ialah hadits yang banyak sumbernya atau jalannya dan dikalangan perawinya tidak ada yang disangka dusta dan tidak syadz.2.1. Hadits yang bersambung sanadnya Hadits ini adalah hadits yang bersambung sanadnya hingga Nabi Muhammad SAW.I. 6. yaitu hadits yang permulaan sanadnya dibuang oleh seorang atau lebih hingga akhir sanadnya. Namun Imam At Turmudzy kemudian membagi hadits Ahad ini menjadi tiga macam. 5. II. Hadits yang terputus sanadnya II. Sifatnya atau tingkatannya adalah “zhonniy”. 2. Menurut Macam Periwayatannya II.B.3. Jadi hadits Shahih itu memenuhi beberapa syarat sebagai berikut : 1. Hadits ini disebut hadits Marfu’ atau Maushul. Hadits Shahih Menurut Ibnu Sholah.B. Hadits Ahad Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang atau lebih tetapi tidak mencapai tingkat mutawatir. hadits shahih ialah hadits yang bersambung sanadnya. yaitu: I. syadz dan cacat.B. .

Hadits Mu’dhol Disebut juga hadits yang terputus sanadnya yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para tabi’it dan tabi’in dari Nabi Muhammad SAW atau dari Sahabat tanpa menyebutkan tabi’in yang menjadi sanadnya. II.B. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sanad yang memberikan kesan seolah-olah tidak ada cacatnya.B.II. II. Hadits Mu’allal . Hadits Matruk Yang berarti hadits yang ditinggalkan. II. Jadi hadits itu adalah hasil karangannya sendiri bahkan tidak pantas disebut hadits. Hadits Mudallas Disebut juga hadits yang disembunyikan cacatnya. III. Hadits Maudhu’ Yang berarti yang dilarang.5.4.3. Jadi hadits Mudallas ini ialah hadits yang ditutup-tutupi kelemahan sanadnya. III. yaitu hadits dalam sanadnya terdapat perawi yang berdusta atau dituduh dusta.C.2. III.B.A. Hadits-hadits dha’if disebabkan oleh cacat perawi III.D. baik dalam sanad ataupun pada gurunya. III.B. yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi saja sedangkan perawi itu dituduh berdusta. Hadits Munqathi Disebut juga hadits yang terputus yaitu hadits yang gugur atau hilang seorang atau dua orang perawi selain sahabat dan tabi’in.B. Kesemuanya itu dinilai dari ciri hadits Shahih tersebut di atas adalah termasuk haditshadits dha’if. Hadits Mungkar Yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya / jujur. padahal sebenarnya ada. Hadits Mursal Disebut juga hadits yang dikirim yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para tabi’in dari Nabi Muhammad SAW tanpa menyebutkan sahabat tempat menerima hadits itu.

Hadits ini biasa disebut juga dengan hadits Ma’lul (yang dicacati) atau disebut juga hadits Mu’tal (hadits sakit atau cacat). Hadits Mudhthorib Artinya hadits yang kacau yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi dari beberapa sanad dengan matan (isi) kacau atau tidak sama dan kontradiksi dengan yang dikompromikan.I. Beberapa pengertian (istilah) dalam ilmu hadits IV. Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani bahwa hadis Mu’allal ialah hadits yang nampaknya baik tetapi setelah diselidiki ternyata ada cacatnya. Hadits Syadz Hadits yang jarang yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah (terpercaya) yang bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari perawi-perawi (periwayat / pembawa) yang terpercaya pula. IV. III.H. atau dikenal juga dengan Hadits Bukhari – Muslim. Imam Ahmad 2. Hadits Maqlub Artinya hadits yang terbalik yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang dalamnya tertukar dengan mendahulukan yang belakang atau sebaliknya baik berupa sanad (silsilah) maupun matan (isi).A. Imam Bukhari .B. yaitu: 1. As Sab’ah As Sab’ah berarti tujuh perawi. IV. Demikian menurut sebagian ulama Hijaz sehingga hadits syadz jarang dihapal ulama hadits. Hadits Munqalib Yaitu hadits yang terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah. III. III. III.G. Sedang yang banyak dihapal ulama hadits disebut juga hadits Mahfudz. III.E. Muttafaq ‘Alaih Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sumber sahabat yang sama.Artinya hadits yang dinilai sakit atau cacat yaitu hadits yang didalamnya terdapat cacat yang tersembunyi. baik keterangan tambahan dari perawi sendiri atau lainnya. Hadits Mudraj Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang didalamnya terdapat tambahan yang bukan hadits.F.

3. Imam Muslim dan Ibnu Majah. 4.E. Ats tsalatsah Yaitu tiga perawi yang tersebut pada As Sab’ah. IV.C. Perawi Yaitu orang yang meriwayatkan hadits.G. IV. Shahih Muslim . kecuali Imam Ahmad. Al Arba’ah Yaitu empat perawi yang tersebut pada As Sab’ah. kecuali Imam Bukhari dan Imam Muslim. 7. Imam Bukhari dan Imam Muslim.D. IV. maupun berupa perbuatan Nabi Muhammad SAW yang diceritakan oleh sahabat atau berupa taqrirnya. Shahih Bukhari 2. Pada dasarnya orang atau ulama yang menjadi sanad hadits itu adalah perawi juga. Sanad biasa disebut juga dengan Isnad berarti penyandaran.H. IV. IV. IV.F. As Sittah Yaitu enam perawi yang tersebut pada As Sab’ah. Imam Bukhari. 6. kecuali Imam Ahmad bin Hanbal. Sanad Sanad berarti sandaran yaitu jalan matan dari Nabi Muhammad SAW sampai kepada orang yang mengeluarkan (mukhrij) hadits itu atau mudawwin (orang yang menghimpun atau membukukan) hadits. 5. Al Khamsah Yaitu lima perawi yang tersebut pada As Sab’ah. Imam Muslim Imam Abu Daud Imam Tirmidzi Imam Nasa’i Imam Ibnu Majah IV. Beberapa kitab hadits yang masyhur / populer 1.I. V. Matan Matan ialah isi hadits baik berupa sabda Nabi Muhammad SAW. kecuali Imam Ahmad.

yang berkaitan dengan hukum". maupun sifat fisik dan psikis. dengan penuh kesadaran dan kerelaan tanpa sedikit pun rasa enggan dan pembangkangan. sedangkan bila mencakup pula perbuatan dan taqrir beliau yang berkaitan dengan hukum. Perintah pertama mencakup kewajiban taat kepada beliau dalam hal-hal yang sejalan dengan perintah Allah SWT." Ulama ushul fiqh. dan atas dasar ini pula perintah taat kepada Ulu Al-'Amr tidak dibarengi dengan kata athi'u karena ketaatan terhadap mereka tidak berdiri sendiri. karena itu. dan beliau pun langsung menyampaikannya kepada umat. tetapi bersyarat dengan sejalannya perintah mereka dengan ajaran-ajaran Allah dan Rasul-Nya. (Perhatikan Firman Allah dalam QS 4:59). Itu sebabnya dalam redaksi kedua di atas. redaksi tersebut mencukupkan sekali saja penggunaan kata athi'u.. Redaksi wahyu-wahyu Al-Quran itu. dapat dikatakan sebagai bagian dari wahyu Allah SWT yang tidak berbeda dari segi kewajiban menaatinya dengan ketetapan-ketetapan hukum yang bersumber dari wahyu Al-Quran. dapat dipastikan tidak mengalami perubahan. sebagaimana diisyaratkan oleh kasus Ubay ibn Ka'ab yang ketika sedang shalat dipanggil oleh Rasul saw. baik ucapan. Pengertian hadis seperti yang dikemukakan oleh ulama ushul tersebut.mustahil akan sepakat berbohong. perbuatan dan taqrir (ketetapan).Riyadhus ShalihinMANFAAT MEMBUMIKAN AL QURAN ADANYA HADIST Hubungan Hadis dan Al-Quran Al-hadits didefinisikan oleh pada umumnya ulama --seperti definisi Al-Sunnah-. diyakini bahwa wahyu Al-Quran disusun langsung oleh Allah SWT. demikian Allah bersumpah dalam Al-Quran Surah Al-Nisa' ayat 65. kata athi'u diulang dua kali. Menerima ketetapan Rasul saw. Tetapi. ulama tafsir mengamati bahwa perintah taat kepada Allah dan Rasul-Nya yang ditemukan dalam Al-Quran dikemukakan dengan dua redaksi berbeda. di sisi lain.sebagai "Segala sesuatu yang dinisbahkan kepada Muhammad saw. Dari segi redaksi. yang pada umumnya disampaikan oleh orang per orang dan itu pun seringkali dengan redaksi yang sedikit berbeda dengan redaksi yang diucapkan oleh Nabi saw. baik sebelum beliau menjadi nabi maupun sesudahnya. Di samping itu. Sementara itu.walaupun ketika sedang melaksanakan perintah Allah SWT. Walaupun demikian. membatasi pengertian hadis hanya pada "ucapan-ucapan Nabi Muhammad saw.. itu tidak berarti terdapat keraguan terhadap keabsahan hadis karena . Atas dasar ini. dan demikian seterusnya generasi demi generasi. Ini menjadikan kedudukan hadis dari segi otensititasnya adalah zhanniy al-wurud. ia ditulis dan dihafal oleh sekian banyak sahabat dan kemudian disampaikan secara tawatur oleh sejumlah orang yang -menurut adat-. harus diakui bahwa terdapat perbedaan yang menonjol antara hadis dan Al-Quran dari segi redaksi dan cara penyampaian atau penerimaannya. dan kedua adalah Athi'u Allah wa athi'u al-rasul. bahkan kewajiban taat kepada Nabi tersebut mungkin harus dilakukan terlebih dahulu --dalam kondisi tertentu-. namun pada umumnya penyampaian atau penerimaan kebanyakan hadis-hadis yang ada sekarang hanya berdasarkan hafalan para sahabat dan tabi'in. Pertama adalah Athi'u Allah wa al-rasul. merupakan syarat keabsahan iman seseorang. wahyu-wahyu Al-Quran menjadi qath'iy al-wurud. baik pada saat ditetapkannya hukum maupun setelah itu. Malaikat Jibril hanya sekadar menyampaikan kepada Nabi Muhammad saw. berbeda dengan hadis. maka ketiga hal ini mereka namai Al-Sunnah. karena sejak diterimanya oleh Nabi. diakui pula oleh ulama hadis bahwa walaupun pada masa sahabat sudah ada yang menulis teks-teks hadis. Ini. Perintah kedua mencakup kewajiban taat kepada beliau walaupun dalam hal-hal yang tidak disebut secara eksplisit oleh Allah SWT dalam Al-Quran.

mereka menolaknya karena Al-Quran lebih utama untuk diikuti. Fungsi Hadis terhadap Al-Quran Al-Quran menekankan bahwa Rasul saw. yaitu apa yang diistilahkan oleh sementara ulama dengan bayan ta'kid dan bayan tafsir. Persoalan yang diperselisihkan adalah. berfungsi menjelaskan maksud firman-firman Allah (QS 16:44). kesemuanya bersumber dari Allah SWT. ketika hendak menetapkan hukum. sehingga Rasul pun harus merujuk kepada Allah SWT (dalam hal ini AlQuran). Tentu. di samping kondisi sosial masyarakat ketika itu. Kalau persoalannya hanya terbatas seperti apa yang dikemukakan di atas. Sehingga. 'Abdul Halim menegaskan bahwa. mantan Syaikh Al-Azhar. dalam bukunya Al-Sunnah fi Makanatiha wa fi Tarikhiha menulis bahwa Sunnah mempunyai fungsi yang berhubungan dengan Al-Quran dan fungsi sehubungan dengan pembinaan hukum syara'. yang topang-menopang sehingga mengantarkan generasi berikut untuk merasa tenang dan yakin akan terpeliharanya hadis-hadis Nabi saw. atau rinci. Muhammad Al-Ghazali dalam bukunya Al-Sunnah Al-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh wa Ahl Al-Hadits. 'Abdul Halim Mahmud. Menurut mereka. khususnya dalam bidang syariat) apalagi sekian banyak ayat yang menunjukkan adanya wewenang kemandirian Nabi saw. Inn al-hukm illa lillah. mereka menerimanya. Yang menerapkan secara utuh hanya Imam Abu Hanifah dan pengikut-pengikutnya. maka pada hakikatnya penambahan tersebut adalah penjelasan dari apa yang dimaksud oleh Allah SWT dalam firman tersebut. yang pada zhahir-nya berbeda dengan nash ayat Al-Nisa' ayat 24. merinci. jalan keluar ini tidak disepakati. Kelompok yang menolaknya berpendapat bahwa sumber hukum hanya Allah. tidak sepenuhnya diterapkan oleh ulama-ulama fiqih. ada dua fungsi Al-Sunnah yang tidak diperselisihkan.sekian banyak faktor -. Yang pertama sekadar menguatkan atau menggarisbawahi kembali apa yang terdapat di dalam Al-Quran. dalam kaitannya dengan Al-Quran." Pendapat di atas. bahkan membatasi. sedangkan yang terakhir ini yang bersifat zhanniy al-wurud. Penjelasan atau bayan tersebut dalam pandangan sekian banyak ulama beraneka ragam bentuk dan sifat serta fungsinya. apabila fungsi Al-Sunnah terhadap Al-Quran didefinisikan sebagai bayan murad Allah (penjelasan tentang maksud Allah) sehingga apakah ia merupakan penjelasan penguat.baik pada diri Nabi maupun sahabat beliau. sedangkan yang kedua memperjelas. Disini. pengertian lahir dari ayat-ayat Al-Quran. bahkan persoalan akan semakin sulit jika Al-Quran yang bersifat qathi'iy al-wurud itu diperhadapkan dengan hadis yang berbeda atau bertentangan. apabila mereka menemukan dalam tumpukan riwayat (hadits) yang sejalan dengan Al-Quran. jangankan . maka jalan keluarnya mungkin tidak terlalu sulit. Ketika Rasul saw. apakah hadis atau Sunnah dapat berfungsi menetapkan hukum baru yang belum ditetapkan dalam Al-Quran? Kelompok yang menyetujui mendasarkan pendapatnya pada 'ishmah (keterpeliharaan Nabi dari dosa dan kesalahan. pandangan para pakar sangat beragam. pembatas dan bahkan maupun tambahan. Dengan menunjuk kepada pendapat Al-Syafi'i dalam Al-Risalah. melarang seorang suami memadu istrinya dengan bibi dari pihak ibu atau bapak sang istri. menyatakan bahwa "Para imam fiqih menetapkan hukum-hukum dengan ijtihad yang luas berdasarkan pada Al-Quran terlebih dahulu. untuk ditaati. tetapi kalau tidak sejalan.

mengecualikan sebagian kandungannya pun tidak dapat dilakukan oleh hadis. tidak disetujui oleh Imam Malik dan pengikut-pengikutnya. Walaupun diakui bahwa cukup banyak persyaratan yang harus diterapkan oleh para perawi hadis. atau mencakup pula mitra bicara dan kondisi sosial ketika diucapkan atau diperagakan? Itulah sebagian persoalan yang dapat muncul dalam pembahasan tentang pemahaman makna hadis. namun demikian. dalam pasal ketiga karyanya. . tidak sepenuhnya persis sama dengan apa yang diucapkan oleh Nabi saw. Suatu ketika. dalam berbagai ragamnya. problem menyangkut teks sebuah hadis masih dapat saja muncul. Bukankah Allah sendiri telah mewajibkan umat manusia untuk mengikuti perintah Nabi-Nya? Harus digarisbawahi bahwa penolakan satu hadis yang sanadnya sahih. haram hukumnya. dan kali ketiga sebagai qadhi (hakim penetap hukum) atau pemimpin satu masyarakat atau bahkan sebagai pribadi dengan kekhususan dan keistimewaan manusiawi atau kenabian yang membedakannya dengan manusia lainnya. Ada yang memahaminya secara tekstual dan ada pula yang secara kontekstual. tetapi juga pandangan Imam Malik yang lebih moderat. Ubay ibn Ka'ab. Sikap para sahabat menyangkut perintah Nabi yang jelas pun berbeda. memilah Al-Sunnah dalam kaitannya dengan pribadi Muhammad saw. Al-Syathibi. Pendapat yang demikian ketat tersebut. dalam arti ucapan-ucapan yang dinisbahkan kepada Nabi Muhammad saw. dalam pandangan mereka. pada umumnya diterima berdasarkan riwayat dengan makna. Al-Muwafaqat. Al-Sunnah.. Setiap hadis dan Sunnah harus didudukkan dalam konteks tersebut. Al-Qarafiy. hadis. manusia teladan tersebut suatu kali bertindak sebagai Rasul. bersabda. Apakah pemahaman makna sebuah hadis harus dikaitkan dengan konteksnya atau tidak. Dalam hal ini. Imam Syafi'i. Pemahaman atas Makna Hadis Seperti dikemukakan di atas. Bila masih juga ditemukan pertentangan. menguraikan tentang perintah dan larangan syara'. atau adanya ijma' ulama menyangkut kandungannya. tentang perintah dan larangan pada masalah ketujuh. hadis yang melarang memadu seorang wanita dengan bibinya. tidak dilakukan oleh ulama kecuali dengan sangat cermat dan setelah menganalisis dan membolak-balik segala seginya. Karena itu. selama terdapat indikator yang menguatkan hadis tersebut. sebelum mereka diperkenankan meriwayatkan dengan makna. mendengar Nabi saw. di kali lain sebagai mufti. dalam arti teks hadis tersebut. misalnya. boleh saja berbeda dengan AlQuran. Melihat hal itu. "Ijlisu (duduklah kalian). seperti adanya pengamalan penduduk Madinah yang sejalan dengan kandungan hadis dimaksud. Menurutnya. bukan saja menolak pandangan Abu Hanifah yang sangat ketat itu. Mereka berpendapat bahwa al-hadits dapat saja diamalkan. walaupun tidak sejalan dengan Al-Quran. Menurutnya. yang sedang dalam perjalanan menuju masjid." dan seketika itu juga Ubay duduk di jalan. Apakah konteks tersebut berkaitan dengan pribadi pengucapnya saja. walaupun tidak sejalan dengan lahir teks ayat Al-Nisa' ayat 24. yang mendapat gelar Nashir Al-Sunnah (Pembela Al-Sunnah). maka tidak ada jalan kecuali mempertahankan wahyu yang diterima secara meyakinkan (Al-Quran) dan mengabaikan yang tidak meyakinkan (hadis).membatalkan kandungan satu ayat. perintah tersebut ada yang jelas dan ada yang tidak jelas. baik dalam bentuk pengecualian maupun penambahan terhadap kandungan Al-Quran.

dalam pandangan Al-Syafi'i. kecuali jika ada petunjuk yang mengalihkan arti lahiriah teks. harus dipertahankan bunyi teksnya. "Jangan ada yang shalat Ashar kecuali di perkampungan Bani Quraizhah. Dengan alasan terakhir ini. karena bentuk hukum dan bunyi teks-teksnya adalah ta'abbudiy. "Istahlaltum furujahunna bi kalimat Allah (Kalian memperoleh kehalalan melakukan hubungan seksual dengan wanita-wanita karena menggunakan kalimat Allah)". yakni pada penyembelihannya. dikembangkan bukan untuk mengabaikan teks." Di sini. bukan terhadap bunyi teks Al-Quran dan hadis. atau qurban dengan nilai (uang) karena kedua hal tersebut bernilai ta'abudiy. Sumber: . dapat dijangkau oleh nalar. dengan alasan kemaslahatan. adalah penjabaran dari pandangan di atas. kaidah al-hukm yaduru ma'a illatih wujud wa 'adam. tetapi dalam bidang muamalat. Dalam peperangan Al-Ahzab.Nabi yang mengetahui hal ini lalu bersabda kepadanya. tidak demikian. Demikianlah beberapa pandangan ulama yang sempat dikemukakan tentang hadis. Nabi. atau membenarkan keabsahan hubungan perkawinan dengan lafal hibah atau jual beli. Sebagian lainnya memahaminya secara kontekstual. tidak mempersalahkan kedua kelompok sahabat yang menggunakan pendekatan berbeda dalam memahami teks hadis. Itu sebabnya Al-Syafi'i berpendapat bahwa lafal yang mengesahkan hubungan dua jenis kelamin. Dalam hal ini. Kajian 'illat. Teks-teks itu." Sebagian memahami teks hadis tersebut secara tekstual. sikapnya terhadap teks-teks hadis menjadi longgar. menurutnya. Imam Syafi'i dinilai sangat ketat dalam memahami teks hadis. beliau tidak membenarkan pembayaran dam tamattu' dalam haji. Walaupun demikian. hanya lafal nikah dan zawaj. "Zadaka Allah tha'atan. Bidang ini menurutnya adalah ma'qul al-ma'na. tetapi juga karena teks tersebut diterima atas dasar qath'iy al-wurud.. Karena. sehingga tidak shalat Ashar walaupun waktunya telah berlalu --kecuali di tempat itu. periwayatan lafalnya dengan makna dan penerimaannya bersifat zhanniy. dalam kasus terakhir ini. sedangkan kalimat (lafal) yang digunakan oleh Allah dalam AlQuran untuk keabsahan hubungan tersebut hanya lafal zawaj dan nikah. Beliau sependapat dengan ulama-ulama lain yang menetapkan bahwa teks-teks keagamaan dalam bidang ibadah harus dipertahankan. karena bunyi hadis Nabi saw. Al-Syafi'i berpendapat bahwa pada dasarnya ayat-ayat Al-Quran dan hadishadis Nabi saw. Fatwanya yang membolehkan membayar zakat fitrah dengan nilai. walaupun dalam bidang muamalat. tetapi untuk pengembangan hukum. Imam Abu Hanifah lain pula pendapatnya.115 hanya dapat diterapkan olehnya terhadap hasil qiyas. seperti dikemukakan di atas. tidak terkecuali dalam bidang muamalat. sehingga mereka melaksanakan shalat Ashar. Kecuali apabila ia merupakan ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan perincian. harus dipertahankan. Ubay memahami hadis tersebut secara tekstual. sebelum tiba di perkampungan yang dituju. Nabi bersabda. sehingga tidak boleh diubah. Maksud syariat sebagai maslahat harus dipahami secara terpadu dengan bunyi teks. bukan saja karena akal tidak dapat memastikan mengapa teks tersebut yang dipilih. Imam Abu Hanifah tidak segan-segan mengubah ketentuan yang tersurat dalam teks hadis. Berpijak pada hal tersebut di atas. Karena itu. menyatakan. maka ketika itu ia bersifat ta'abbudiy juga.

.3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->