Fungsi Hadis Dan Kriteria Hadis ShahihOleh: Prof KH.

Ali Mustafa Ya'kub Sebelumnya, sudah diterangkan mengenai pengertian hadis Dan Sunnah * Menurut paraulama hadis. * Menurut ulama hadis, pengertian hadis Dan sunnah ITU Sama, yaitu yangterdiri bahasa Dari Empat Hal: perkataan, perbuatan, Ketetapan Pajak Dan sifat-sifat Nabi. Sedangkanmenurut ulama Islam membedakan hukum tersebut ANTARA sunnah Dan hadis Nabi. Sunnah hanyameliputi Tiga Aspek, yaitu perkataan, perbuatan Dan Ketetapan Pajak nabi. Sedangkan sifat-sifat Nabi ITU masuknya dalam hadis. Sedangkan * Menurut imam Syafi'i dibedakan ANTARA hadisdan sunnah. Terkait masih berlangsung sunnah adalah hadis Dan MEDIA NUSANTARA * Semua hadis adalah sunnah.Terminologi Yang digunakan imam Syafi'i kemudian digunakan Dibuat orangutan-orangsekarang, yakni hadis sahih * Semua adalah sunnah.Kedudukan Dan Fungsi HadisMengenai kedudukan Dan fungsi sunnah, ADA Tiga fungsi sunnah atau hadis dalam ajaranIslam. Date Nilai, sebagai penjelas terhadap al-Qur'an . Kalau ADA Yang orangutan hanyamenggunakan al-Qur'an Dan MEDIA NUSANTARA mau menggunakan sunnah, Maka bahasa Dari mana iamengetahui bahwa shalat zhuhur ITU Empat rakaat. Ternyata MEDIA NUSANTARA ADA Keterangan dalam al-Qur'an mengenai salat zhuhur Empat rakaat, thawaf Tujuh Kali Dan seterusnya. Syaratibadah kitd diterima Oleh Allah SWT ADA doa, Yang tercantum dalam doa kalimahsyahadah. Yang Date Nilai harus ADA KARENA keikhlasan Allah sebagaimana dituangkandalam syahadat tauhid, yakni "Saya bersaksi bahwa MEDIA NUSANTARA ADA Tuhan selain Allah". Yangkedua, syaratnya adalah harus mengikuti tuntunan Rasulullah Yang dituangkan dalamsyahadat rasul, yakni "Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah". Olehkarena ITU, MEDIA NUSANTARA mungkin seorang muslim meninggalkan hadis. Kedua, hadis adalah sebagai pendukung terhadap Ketetapan Pajak dalam al-Qur'an. Sebagai contoh al-Qur'an secara tegas mengharamkan riba. Allah menghalalkan jual belidan mengharamkan riba. Lalu datanglah hadis-hadis Yang juga mengharamkan riba riba.Apa bedanya Dan bunga? PADA Tanggal 16 Desember 2003 dalam Pertemuan komisifatwa MUI diputuskan bahwa * Semua transaksi Yang REKOMENDASI INDEKS bunga adalah haram, KARENA bunga telah memenuhi unsur-unsur riba Yang diharamkan al-Qur'an. Di Daerahdaerahyang Belum ada Lembaga syari'ah boleh bertransaksi Mencari Google Artikel Lembaga keuangankonvensional Sepanjang Belum ada Lembaga Yang sesuai syari'at. Jadi, sejak saat ITU MUImenetapkan bahwa bunga ITU Sama Mencari Google Artikel riba, hukumnya haram. Alhamdulillah, Tenggaraharja Komisaris sudah BANYAK bank-bank yang beroperasi Yang Mencari Google Artikel SISTEM syari'ah. Sekarangsudah MULAI muncul Asuransi syari'ah, Perbankan syari'ah, Pasar modal syari'ah danlembaga-Lembaga Bisnis Yang REKOMENDASI INDEKS syari'ah lainnya.Riba dilarang Oleh al-Qur'an Dan dilarang juga Dibuat hadis. Hadis di sini berfungsimendukung hukum tersebut Yang ditetapkan al-Qur'an. Dalam Istilah fiqh, riba semacam inidisebut riba Fadhl, Yang artinya adalah kelebihan. Saling melengkapi menukar Emas Satu kilo denganemas Satu kilo seperempat, kelebihannya disebut riba Fadhl. Satu kwintal beras rojo leleditukar Mencari Google Artikel Baru Satu kwintal seperempat beras ordinary, kelebihannya disebut riba fadhl.Jenis riba kedua adalah riba nasiah, yaitu kelebihan Yang terjadi akibat penundaan dalam

pembayaran. Inilah SISTEM BANYAK Yang digunakan Oleh Bank-bank bersifat konvensional. Biladiperbandingkan, riba Yang diterapkan Oleh Lembaga KEUANGAN Dan

Maka biasanya dikenakan bunga. sehingga hukumnya juga berbeda. Sedangkan bank yang bersifat konvensional dalamtransksi Tenggaraharja Komisaris. Ketika sudah melebihi Satu Bulan Belum mampumembayar. Maka bank yang kemudian meneliti mengenai kemampuan orangutan tersebut Dan memberikan harga kreditdengan bunga sekian. SIBOR. Date Nilai dilakukan penelitian mengenai kemampuan membayar sang nasabah. PADA MASA jahiliyah.Ada Yang bertanya. Meskipun PADA akhirnya bernilai jumlah CORPORINDO Yang samakarena fasilitas kredit.Bisnis konvensionallebih kejam dibanding riba PADA MASA turunnya al-Qur'an. Dulu BANYAK Yang menerjemahkan dlabb Mencari Google Artikel biawak.Jadi. direkomendasikan sejak saat ITU untuk mendirikan Bankbank Dan Lembaga keuangansyari'ah. Inilah contoh APA Yang diharamkan al-Qur'andiharamkan pula dalam hadis. Urgensi Hadis dalam Ajaran IslamSelanjutnya. kalauada orangutan pinjam seratus Juta rupiah. Hadis sebagai Sumber Hukum Islam . PADA bank yang bersifat konvensional masuk dalam riba nasiah sedangkan Kategori Yang kedua PADA Bank syari'ah masuk akad jual beli Mencari Google Artikel Cara pembayaran mengangsur. Salah satunya adalah tentang dihalalkannya memakan Daging Binatang yangdisebut dlabb. BANYAK hadis menjelaskan sesuatu Yang MEDIA NUSANTARA disebut dalam al-Qur'an. Contoh Lain. tetapi akadnya berbeda. Maka kembalinya Tetap Sama kalau Belum melewatisatu Bulan sudah BISA membayar. Bank Baru kemudian mobil tersebut syariahmembeli bahasa Dari agen Dijual Dan kepada nasabah Mencari Google Artikel Baru harga sekian dandengan Cara membayar fasilitas kredit. hadis fungsinya adalah sebagai pendukungal-Qur'an. seseorang ingin meminjam fasilitas kredit mobil Mencari Google Artikel CORPORINDO bahasa Dari bank. PADA Tahun 1992 berdirilah Bank Muamalah Yang berdasarkan syariah yangkemudian diikuti Oleh Bank-bank syari'ah lainnya. APA urgensinya hadis dalam Islam? Kalau MEDIA NUSANTARA ADA hadis. KARENA waktunya Belum memungkinkan. Maka bahasa Dari ITU. Sedangkan fungsinya adalah sebagai penjelas Dan Penguat hukum tersebut ditetapkan Yang dalamal-Qur'an. Hadis adalah sebagai Sumber Penghasilan kena pajak hukumkedua al-Qur'an. kedudukan Dan fungsi hadis adalah Sumber hukum tersebut kedua Penghasilan kena pajak al-Qur'an. Yang Date Nilai. juga sebagai Sumber hukum tersebut berdiri sendiri Yang Yang dijelaskan dalam MEDIA NUSANTARA al-Qur'an.Dua Belas Abad Yang Lalu. Sedangkan Bank syari'ah MEDIA NUSANTARA demikian. padahal ternyata JAUH berbeda Mencari Google Artikel biawak KARENA di Indonesia MEDIA NUSANTARA ADA.Mengapa MUI mengeluarkan fatwa diharamkannya bunga bank yang bersifat konvensional barusekarang? Sebenarnya MUI sudah menetapkan fatwa Suami PADA Tahun 1990 di dalamsebuah Lokakarya Bunga Bank Dan Perbankan di Cisarua.Ada masalah-masalah dalam Islam Yang Sama prakteknya tetapi akadnya berbeda. Akan tetapi. sejak berhutang sudah dicatat berapa jumlah bunganya. tetapi Satu halal Dan satulagi haram hanya KARENA permanent differences akad Saja. Penetapan halalnya binatangdlabb Suami adalah berdasarkan hadis Nabi Saw. Ada perbuatan Yang Sama. APA permanent differences Bank syari'ah Mencari Google Artikel bank yang bersifat konvensional? Sebagaicontoh. ketika Imam as-Syafi'i mengajar hadis ADA orangutan . bagaimanamungkin dapat diketahui tata Cara pelaksanaan ibadah-ibadah dalam Islam. KARENA MEDIA NUSANTARA Mampu. Terbalik ITU Belum ditetapkandalam bentuk fatwa. Di situlahletak kekeliruan Kelompok inkarus sunnah. APA Yang dilakukan olehsepasang Suami Istri Mencari Google Artikel pasangan Kumpul kebo. Yang Satu halal Dan Yang Satu lagiharam KARENA permanent differences akadnya.

Sebagai contohImam al-Bukhari menulis kitab al-Jami 'al-Sahih Yang kemudian dikenal Mencari Google Artikel Sahihal-Bukhari. Hadis Suami MEDIA NUSANTARA BISA digunakan sebagai Sumber hukumkarena lemah. berakal. 2010 by salsabilayugo Leave a reply » Pengertian Hadits Hadits adalah segala perkataan (sabda). Kita sering mendengar hadis bahwa mencintai Dunia ITU Pangkal segalakejahatan. Di Sana adatempat kelahiran Imam al-Bukahri Dan tempat makamnya. Yangterakhir. guru Al-Bukhari Mencari Google Artikel gurunya. Adil syaratnya lima: muslim. menjaga muruah artinya adalah menjaga Diri bahasa Dari Hal-Hal Yang dapat merusak martabat meskipun MEDIA NUSANTARA berdosa secara syara '. bertemu.Kriteria Hadis SahihSahih artinya adalah Sehat. masing-masing harus adil Dan dlabit. Hal ITU berbedabeda bahasa Dari Satu tempat ketempat Yang Lain. penulis kitab Miftahul Jannah lilihtijaj bi al-Sunnah. . diriwayatkan Mencari Google Artikel sanad bersambung Yang. Artinya. Barang siapa Yang MEDIA NUSANTARA mengakui sunnah atau hadis sahih Maka dialog akandikumpulkan di akhirat nanti Bersama orangutan-orangutan Yahudi Dan Nasrani.Kedua. perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. "Apakahsaya sudah memakai ikat Pinggang kepasturan?" ITU artinya. Kalau ADA keterputusan Maka hadisnya menjadi Lemah. Dan seterusnya harus muttashil. Contoh Hadis yangterputus sanadnya adalah hadis mengenai kedatangan Nabi ketika hijrah Lalu disambutdengan thala'al Badru 'Alaina. tetapi bahasa Dari Segi silsilah sanad hadis inimengalami keterputusan. Dari perawi sampai kepadaRasulullah SAW. kalau berita-berita Yang kitd Terima darikoran-koran Dan Televisi ITU diuji Mencari Google Artikel laboratorium Ilmu Hadis Maka MEDIA NUSANTARA ADA berita Macam-macam Hadits May 25th. Dan menjaga martabat atau muruah. bahwa orangutan Yang sudahtidak mau memakai hadis Nabi Sama halnya telah keluar bahasa Dari Islam. Begitu juga yangdialami Dibuat al-Suyuthi. MEDIA NUSANTARA Suka bermaksiat. Antara al-Bukharidengan gurunya. Kalau ADA periwayat hadis Yang melakukan Hal-Hal Yang merusak martabat mereka. Al-Bukhari ITU tempat Yang Tenggaraharja Komisaris dikenal Mencari Google Artikel Uzbekistan. baligh. orangutan-orangutan inkarus sunnah adalah kafir. Sanad ITU sendiri artinya adalah silsilah keguruan. kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an. beliaumenulis tentang argumentasi Penetapan Hadis sebagai Sumber ajaran Islam. dimana dalam hal ini. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur’an. Hadis diriwayatkan Suami Oleh Hasan al-Bashri. seorang tabi'inlangsung kepada Nabi SAW. Maka hadisnya MEDIA NUSANTARA BISA dikatakan sahih. Al-Suyuthimengatakan.Yang bertanya apakah engkau Masih mengajar hadis? Lalu al-Syafi'i mengatakan. Memang bahasa Dari Segi substansi benar.Menurut Prof Dr Muhammad Mustafa Azami. Ijma dan Qiyas.Pertama. Imam al-Bukhari bergurukepada ayat Rawi Yang sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW. Hadis sahih adalah hadis Yang memenuhi Empat syarat. menurutas-Syafi'i Dan al-Suyuthi. jumlah orangutan-orangutan Yang membentuk silsilah keguruan atau sanad yangkemudian disebut Rawi.Contoh Lagi.

2. Pemberita-pemberita itu terdapat pada semua generasi yang sama. Berdasarkan itu.Ada banyak ulama periwayat hadits. Isi hadits itu harus hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera. Imam Nasa’i. Berita itu mengenai hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera. Imam Turmudzi. maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar suatu hadits bisa dikatakan sebagai hadits Mutawatir: 1. Hadits Mutawatir Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad yang tidak mungkin sepakat untuk berdusta. . seperti yang diuraikan di bawah ini. yakni Imam Bukhari. Sifatnya Qath’iy. dan Imam Ibnu Majah. Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya Perawi I. Dan berita itu diterima dari sejumlah orang yang semacam itu juga. Orang yang menceritakannya harus sejumlah orang yang menurut ada kebiasaan. Imam Ahmad. Imam Abu Daud. Imam Muslim.A. Ada bermacam-macam hadits. 3. namun yang sering dijadikan referensi hadits-haditsnya ada tujuh ulama.      Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya perawi o Hadits Mutawatir o Hadits Ahad  Hadits Shahih  Hadits Hasan  Hadits Dha’if Menurut Macam Periwayatannya o Hadits yang bersambung sanadnya (hadits Marfu’ atau Maushul) o Hadits yang terputus sanadnya  Hadits Mu’allaq  Hadits Mursal  Hadits Mudallas  Hadits Munqathi  Hadits Mu’dhol Hadits-hadits dha’if disebabkan oleh cacat perawi o Hadits Maudhu’ o Hadits Matruk o Hadits Mungkar o Hadits Mu’allal o Hadits Mudhthorib o Hadits Maqlub o Hadits Munqalib o Hadits Mudraj o Hadits Syadz Beberapa pengertian dalam ilmu hadits Beberapa kitab hadits yang masyhur / populer I. tidak mungkin berdusta.

yaitu: I. Ia diriwayatkan oleh orang yang adil lagi dhobit (kuat ingatannya) hingga akhirnya tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) dan tidak mu’allal (tidak cacat).1. Harus bersambung sanadnya Diriwayatkan oleh orang / perawi yang adil. Hadits Dha’if Ialah hadits yang tidak bersambung sanadnya dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil dan tidak dhobit. Sebelumnya para ulama membagi hadits Ahad menjadi dua macam.B.I. yaitu hadits yang permulaan sanadnya dibuang oleh seorang atau lebih hingga akhir sanadnya. II. Namun Imam At Turmudzy kemudian membagi hadits Ahad ini menjadi tiga macam.B. Hadits yang terputus sanadnya II. yakni hadits Shahih dan hadits Dha’if.A. 3. 2. I. Sifatnya atau tingkatannya adalah “zhonniy”. . Kandungan isinya tidak bertentangan dengan Al-Qur’an. I. Hadits Hasan Ialah hadits yang banyak sumbernya atau jalannya dan dikalangan perawinya tidak ada yang disangka dusta dan tidak syadz. Hadits ini disebut hadits Marfu’ atau Maushul. 4.B.1. yang berarti termasuk hadits dha’if. Hadits yang bersambung sanadnya Hadits ini adalah hadits yang bersambung sanadnya hingga Nabi Muhammad SAW. syadz dan cacat.B. Hadits Shahih Menurut Ibnu Sholah. II. Jadi hadits Shahih itu memenuhi beberapa syarat sebagai berikut : 1. Menurut Macam Periwayatannya II. Hadits Ahad Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang atau lebih tetapi tidak mencapai tingkat mutawatir. hadits shahih ialah hadits yang bersambung sanadnya. Hadits Mu’allaq Hadits ini disebut juga hadits yang tergantung. Diriwayatkan oleh orang yang dhobit (kuat ingatannya) Tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) Tidak cacat walaupun tersembunyi. 6.B.3. 5.2.B.

Hadits Mungkar Yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya / jujur. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sanad yang memberikan kesan seolah-olah tidak ada cacatnya. II. Jadi hadits Mudallas ini ialah hadits yang ditutup-tutupi kelemahan sanadnya. Hadits Maudhu’ Yang berarti yang dilarang. III.C.5. padahal sebenarnya ada.D. III.A. Hadits Mu’allal . yaitu hadits dalam sanadnya terdapat perawi yang berdusta atau dituduh dusta. yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi saja sedangkan perawi itu dituduh berdusta.II.B. Jadi hadits itu adalah hasil karangannya sendiri bahkan tidak pantas disebut hadits. Kesemuanya itu dinilai dari ciri hadits Shahih tersebut di atas adalah termasuk haditshadits dha’if.B. III. Hadits Munqathi Disebut juga hadits yang terputus yaitu hadits yang gugur atau hilang seorang atau dua orang perawi selain sahabat dan tabi’in. II.B. Hadits Mu’dhol Disebut juga hadits yang terputus sanadnya yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para tabi’it dan tabi’in dari Nabi Muhammad SAW atau dari Sahabat tanpa menyebutkan tabi’in yang menjadi sanadnya. Hadits Mursal Disebut juga hadits yang dikirim yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para tabi’in dari Nabi Muhammad SAW tanpa menyebutkan sahabat tempat menerima hadits itu.3.B. II.2. baik dalam sanad ataupun pada gurunya. III.4. Hadits Matruk Yang berarti hadits yang ditinggalkan. Hadits Mudallas Disebut juga hadits yang disembunyikan cacatnya. Hadits-hadits dha’if disebabkan oleh cacat perawi III.B.

Sedang yang banyak dihapal ulama hadits disebut juga hadits Mahfudz. III. Hadits Mudhthorib Artinya hadits yang kacau yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi dari beberapa sanad dengan matan (isi) kacau atau tidak sama dan kontradiksi dengan yang dikompromikan.Artinya hadits yang dinilai sakit atau cacat yaitu hadits yang didalamnya terdapat cacat yang tersembunyi.I. III. atau dikenal juga dengan Hadits Bukhari – Muslim. baik keterangan tambahan dari perawi sendiri atau lainnya. Imam Ahmad 2. Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani bahwa hadis Mu’allal ialah hadits yang nampaknya baik tetapi setelah diselidiki ternyata ada cacatnya. Hadits Syadz Hadits yang jarang yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah (terpercaya) yang bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari perawi-perawi (periwayat / pembawa) yang terpercaya pula. yaitu: 1.E. Hadits ini biasa disebut juga dengan hadits Ma’lul (yang dicacati) atau disebut juga hadits Mu’tal (hadits sakit atau cacat). Beberapa pengertian (istilah) dalam ilmu hadits IV. IV.F. III. Imam Bukhari . Hadits Mudraj Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang didalamnya terdapat tambahan yang bukan hadits. III.B. Hadits Munqalib Yaitu hadits yang terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah.A. III. Hadits Maqlub Artinya hadits yang terbalik yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang dalamnya tertukar dengan mendahulukan yang belakang atau sebaliknya baik berupa sanad (silsilah) maupun matan (isi).G. As Sab’ah As Sab’ah berarti tujuh perawi. Muttafaq ‘Alaih Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sumber sahabat yang sama.H. Demikian menurut sebagian ulama Hijaz sehingga hadits syadz jarang dihapal ulama hadits. IV.

Al Khamsah Yaitu lima perawi yang tersebut pada As Sab’ah. IV.H.3. Ats tsalatsah Yaitu tiga perawi yang tersebut pada As Sab’ah. Shahih Muslim . 4. Beberapa kitab hadits yang masyhur / populer 1. IV. IV. maupun berupa perbuatan Nabi Muhammad SAW yang diceritakan oleh sahabat atau berupa taqrirnya. Imam Muslim dan Ibnu Majah. Matan Matan ialah isi hadits baik berupa sabda Nabi Muhammad SAW. V. IV. As Sittah Yaitu enam perawi yang tersebut pada As Sab’ah. 7. Imam Bukhari dan Imam Muslim. kecuali Imam Ahmad bin Hanbal. IV.D. Imam Bukhari. kecuali Imam Bukhari dan Imam Muslim.G. kecuali Imam Ahmad.C.F. kecuali Imam Ahmad.I. Pada dasarnya orang atau ulama yang menjadi sanad hadits itu adalah perawi juga. 6. Perawi Yaitu orang yang meriwayatkan hadits.E. Al Arba’ah Yaitu empat perawi yang tersebut pada As Sab’ah. Sanad biasa disebut juga dengan Isnad berarti penyandaran. Imam Muslim Imam Abu Daud Imam Tirmidzi Imam Nasa’i Imam Ibnu Majah IV. IV. Sanad Sanad berarti sandaran yaitu jalan matan dari Nabi Muhammad SAW sampai kepada orang yang mengeluarkan (mukhrij) hadits itu atau mudawwin (orang yang menghimpun atau membukukan) hadits. Shahih Bukhari 2. 5.

Riyadhus ShalihinMANFAAT MEMBUMIKAN AL QURAN ADANYA HADIST Hubungan Hadis dan Al-Quran Al-hadits didefinisikan oleh pada umumnya ulama --seperti definisi Al-Sunnah-. merupakan syarat keabsahan iman seseorang. demikian Allah bersumpah dalam Al-Quran Surah Al-Nisa' ayat 65. dan demikian seterusnya generasi demi generasi. itu tidak berarti terdapat keraguan terhadap keabsahan hadis karena .. yang berkaitan dengan hukum". dan beliau pun langsung menyampaikannya kepada umat.mustahil akan sepakat berbohong. Atas dasar ini. Di samping itu. yang pada umumnya disampaikan oleh orang per orang dan itu pun seringkali dengan redaksi yang sedikit berbeda dengan redaksi yang diucapkan oleh Nabi saw. karena sejak diterimanya oleh Nabi. baik sebelum beliau menjadi nabi maupun sesudahnya. karena itu. dengan penuh kesadaran dan kerelaan tanpa sedikit pun rasa enggan dan pembangkangan. harus diakui bahwa terdapat perbedaan yang menonjol antara hadis dan Al-Quran dari segi redaksi dan cara penyampaian atau penerimaannya. maupun sifat fisik dan psikis..walaupun ketika sedang melaksanakan perintah Allah SWT. sedangkan bila mencakup pula perbuatan dan taqrir beliau yang berkaitan dengan hukum. Redaksi wahyu-wahyu Al-Quran itu. Itu sebabnya dalam redaksi kedua di atas. Malaikat Jibril hanya sekadar menyampaikan kepada Nabi Muhammad saw. ia ditulis dan dihafal oleh sekian banyak sahabat dan kemudian disampaikan secara tawatur oleh sejumlah orang yang -menurut adat-. bahkan kewajiban taat kepada Nabi tersebut mungkin harus dilakukan terlebih dahulu --dalam kondisi tertentu-. ulama tafsir mengamati bahwa perintah taat kepada Allah dan Rasul-Nya yang ditemukan dalam Al-Quran dikemukakan dengan dua redaksi berbeda. di sisi lain. dapat dikatakan sebagai bagian dari wahyu Allah SWT yang tidak berbeda dari segi kewajiban menaatinya dengan ketetapan-ketetapan hukum yang bersumber dari wahyu Al-Quran. berbeda dengan hadis. Tetapi. Pertama adalah Athi'u Allah wa al-rasul. Perintah kedua mencakup kewajiban taat kepada beliau walaupun dalam hal-hal yang tidak disebut secara eksplisit oleh Allah SWT dalam Al-Quran. namun pada umumnya penyampaian atau penerimaan kebanyakan hadis-hadis yang ada sekarang hanya berdasarkan hafalan para sahabat dan tabi'in. Dari segi redaksi. perbuatan dan taqrir (ketetapan). (Perhatikan Firman Allah dalam QS 4:59). kata athi'u diulang dua kali. baik ucapan. membatasi pengertian hadis hanya pada "ucapan-ucapan Nabi Muhammad saw. Ini. tetapi bersyarat dengan sejalannya perintah mereka dengan ajaran-ajaran Allah dan Rasul-Nya. diyakini bahwa wahyu Al-Quran disusun langsung oleh Allah SWT. Menerima ketetapan Rasul saw. dapat dipastikan tidak mengalami perubahan. Ini menjadikan kedudukan hadis dari segi otensititasnya adalah zhanniy al-wurud. Perintah pertama mencakup kewajiban taat kepada beliau dalam hal-hal yang sejalan dengan perintah Allah SWT.sebagai "Segala sesuatu yang dinisbahkan kepada Muhammad saw. redaksi tersebut mencukupkan sekali saja penggunaan kata athi'u. Pengertian hadis seperti yang dikemukakan oleh ulama ushul tersebut." Ulama ushul fiqh. diakui pula oleh ulama hadis bahwa walaupun pada masa sahabat sudah ada yang menulis teks-teks hadis. sebagaimana diisyaratkan oleh kasus Ubay ibn Ka'ab yang ketika sedang shalat dipanggil oleh Rasul saw. maka ketiga hal ini mereka namai Al-Sunnah. Walaupun demikian. Sementara itu. wahyu-wahyu Al-Quran menjadi qath'iy al-wurud. dan kedua adalah Athi'u Allah wa athi'u al-rasul. dan atas dasar ini pula perintah taat kepada Ulu Al-'Amr tidak dibarengi dengan kata athi'u karena ketaatan terhadap mereka tidak berdiri sendiri. baik pada saat ditetapkannya hukum maupun setelah itu.

jalan keluar ini tidak disepakati. 'Abdul Halim Mahmud. dalam kaitannya dengan Al-Quran. bahkan persoalan akan semakin sulit jika Al-Quran yang bersifat qathi'iy al-wurud itu diperhadapkan dengan hadis yang berbeda atau bertentangan. di samping kondisi sosial masyarakat ketika itu. Inn al-hukm illa lillah.sekian banyak faktor -. yaitu apa yang diistilahkan oleh sementara ulama dengan bayan ta'kid dan bayan tafsir.baik pada diri Nabi maupun sahabat beliau. kesemuanya bersumber dari Allah SWT. Kelompok yang menolaknya berpendapat bahwa sumber hukum hanya Allah. maka jalan keluarnya mungkin tidak terlalu sulit. pembatas dan bahkan maupun tambahan. sedangkan yang kedua memperjelas. Yang menerapkan secara utuh hanya Imam Abu Hanifah dan pengikut-pengikutnya. mereka menerimanya. mantan Syaikh Al-Azhar. pengertian lahir dari ayat-ayat Al-Quran. Sehingga. pandangan para pakar sangat beragam. Disini. yang topang-menopang sehingga mengantarkan generasi berikut untuk merasa tenang dan yakin akan terpeliharanya hadis-hadis Nabi saw. Dengan menunjuk kepada pendapat Al-Syafi'i dalam Al-Risalah. 'Abdul Halim menegaskan bahwa. jangankan . Kalau persoalannya hanya terbatas seperti apa yang dikemukakan di atas. tetapi kalau tidak sejalan. apakah hadis atau Sunnah dapat berfungsi menetapkan hukum baru yang belum ditetapkan dalam Al-Quran? Kelompok yang menyetujui mendasarkan pendapatnya pada 'ishmah (keterpeliharaan Nabi dari dosa dan kesalahan. maka pada hakikatnya penambahan tersebut adalah penjelasan dari apa yang dimaksud oleh Allah SWT dalam firman tersebut. khususnya dalam bidang syariat) apalagi sekian banyak ayat yang menunjukkan adanya wewenang kemandirian Nabi saw. merinci. ada dua fungsi Al-Sunnah yang tidak diperselisihkan. sehingga Rasul pun harus merujuk kepada Allah SWT (dalam hal ini AlQuran). Tentu. untuk ditaati. Muhammad Al-Ghazali dalam bukunya Al-Sunnah Al-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh wa Ahl Al-Hadits. apabila mereka menemukan dalam tumpukan riwayat (hadits) yang sejalan dengan Al-Quran. menyatakan bahwa "Para imam fiqih menetapkan hukum-hukum dengan ijtihad yang luas berdasarkan pada Al-Quran terlebih dahulu. mereka menolaknya karena Al-Quran lebih utama untuk diikuti. tidak sepenuhnya diterapkan oleh ulama-ulama fiqih. berfungsi menjelaskan maksud firman-firman Allah (QS 16:44). melarang seorang suami memadu istrinya dengan bibi dari pihak ibu atau bapak sang istri. atau rinci. Penjelasan atau bayan tersebut dalam pandangan sekian banyak ulama beraneka ragam bentuk dan sifat serta fungsinya. Fungsi Hadis terhadap Al-Quran Al-Quran menekankan bahwa Rasul saw. dalam bukunya Al-Sunnah fi Makanatiha wa fi Tarikhiha menulis bahwa Sunnah mempunyai fungsi yang berhubungan dengan Al-Quran dan fungsi sehubungan dengan pembinaan hukum syara'. Yang pertama sekadar menguatkan atau menggarisbawahi kembali apa yang terdapat di dalam Al-Quran. sedangkan yang terakhir ini yang bersifat zhanniy al-wurud. yang pada zhahir-nya berbeda dengan nash ayat Al-Nisa' ayat 24. Persoalan yang diperselisihkan adalah. bahkan membatasi." Pendapat di atas. ketika hendak menetapkan hukum. apabila fungsi Al-Sunnah terhadap Al-Quran didefinisikan sebagai bayan murad Allah (penjelasan tentang maksud Allah) sehingga apakah ia merupakan penjelasan penguat. Menurut mereka. Ketika Rasul saw.

Dalam hal ini. Al-Sunnah. Al-Muwafaqat. problem menyangkut teks sebuah hadis masih dapat saja muncul. . dalam arti ucapan-ucapan yang dinisbahkan kepada Nabi Muhammad saw.. namun demikian. Apakah pemahaman makna sebuah hadis harus dikaitkan dengan konteksnya atau tidak. perintah tersebut ada yang jelas dan ada yang tidak jelas. Setiap hadis dan Sunnah harus didudukkan dalam konteks tersebut. Imam Syafi'i. dalam pasal ketiga karyanya. bersabda. menguraikan tentang perintah dan larangan syara'. tidak sepenuhnya persis sama dengan apa yang diucapkan oleh Nabi saw. tentang perintah dan larangan pada masalah ketujuh. pada umumnya diterima berdasarkan riwayat dengan makna. atau adanya ijma' ulama menyangkut kandungannya. Bukankah Allah sendiri telah mewajibkan umat manusia untuk mengikuti perintah Nabi-Nya? Harus digarisbawahi bahwa penolakan satu hadis yang sanadnya sahih. selama terdapat indikator yang menguatkan hadis tersebut. seperti adanya pengamalan penduduk Madinah yang sejalan dengan kandungan hadis dimaksud. Mereka berpendapat bahwa al-hadits dapat saja diamalkan. hadis. di kali lain sebagai mufti. "Ijlisu (duduklah kalian). dalam arti teks hadis tersebut. tidak disetujui oleh Imam Malik dan pengikut-pengikutnya. haram hukumnya. dalam pandangan mereka. Melihat hal itu. Pendapat yang demikian ketat tersebut. memilah Al-Sunnah dalam kaitannya dengan pribadi Muhammad saw. bukan saja menolak pandangan Abu Hanifah yang sangat ketat itu.membatalkan kandungan satu ayat." dan seketika itu juga Ubay duduk di jalan. Karena itu. misalnya. Sikap para sahabat menyangkut perintah Nabi yang jelas pun berbeda. Ubay ibn Ka'ab. tetapi juga pandangan Imam Malik yang lebih moderat. manusia teladan tersebut suatu kali bertindak sebagai Rasul. mengecualikan sebagian kandungannya pun tidak dapat dilakukan oleh hadis. dan kali ketiga sebagai qadhi (hakim penetap hukum) atau pemimpin satu masyarakat atau bahkan sebagai pribadi dengan kekhususan dan keistimewaan manusiawi atau kenabian yang membedakannya dengan manusia lainnya. Al-Syathibi. mendengar Nabi saw. Bila masih juga ditemukan pertentangan. Walaupun diakui bahwa cukup banyak persyaratan yang harus diterapkan oleh para perawi hadis. Menurutnya. dalam berbagai ragamnya. boleh saja berbeda dengan AlQuran. walaupun tidak sejalan dengan Al-Quran. hadis yang melarang memadu seorang wanita dengan bibinya. Pemahaman atas Makna Hadis Seperti dikemukakan di atas. tidak dilakukan oleh ulama kecuali dengan sangat cermat dan setelah menganalisis dan membolak-balik segala seginya. yang sedang dalam perjalanan menuju masjid. Suatu ketika. Menurutnya. walaupun tidak sejalan dengan lahir teks ayat Al-Nisa' ayat 24. maka tidak ada jalan kecuali mempertahankan wahyu yang diterima secara meyakinkan (Al-Quran) dan mengabaikan yang tidak meyakinkan (hadis). yang mendapat gelar Nashir Al-Sunnah (Pembela Al-Sunnah). Ada yang memahaminya secara tekstual dan ada pula yang secara kontekstual. atau mencakup pula mitra bicara dan kondisi sosial ketika diucapkan atau diperagakan? Itulah sebagian persoalan yang dapat muncul dalam pembahasan tentang pemahaman makna hadis. sebelum mereka diperkenankan meriwayatkan dengan makna. baik dalam bentuk pengecualian maupun penambahan terhadap kandungan Al-Quran. Apakah konteks tersebut berkaitan dengan pribadi pengucapnya saja. Al-Qarafiy.

atau qurban dengan nilai (uang) karena kedua hal tersebut bernilai ta'abudiy. atau membenarkan keabsahan hubungan perkawinan dengan lafal hibah atau jual beli. karena bentuk hukum dan bunyi teks-teksnya adalah ta'abbudiy. Nabi. dalam pandangan Al-Syafi'i. Itu sebabnya Al-Syafi'i berpendapat bahwa lafal yang mengesahkan hubungan dua jenis kelamin. Imam Abu Hanifah tidak segan-segan mengubah ketentuan yang tersurat dalam teks hadis. Maksud syariat sebagai maslahat harus dipahami secara terpadu dengan bunyi teks. Kajian 'illat. tidak terkecuali dalam bidang muamalat. Sebagian lainnya memahaminya secara kontekstual. sedangkan kalimat (lafal) yang digunakan oleh Allah dalam AlQuran untuk keabsahan hubungan tersebut hanya lafal zawaj dan nikah. seperti dikemukakan di atas. Ubay memahami hadis tersebut secara tekstual.115 hanya dapat diterapkan olehnya terhadap hasil qiyas." Di sini. yakni pada penyembelihannya. Dengan alasan terakhir ini. Imam Abu Hanifah lain pula pendapatnya. Bidang ini menurutnya adalah ma'qul al-ma'na. bukan terhadap bunyi teks Al-Quran dan hadis. menurutnya. sebelum tiba di perkampungan yang dituju. bukan saja karena akal tidak dapat memastikan mengapa teks tersebut yang dipilih. harus dipertahankan bunyi teksnya. periwayatan lafalnya dengan makna dan penerimaannya bersifat zhanniy. Sumber: . walaupun dalam bidang muamalat. Berpijak pada hal tersebut di atas. tetapi dalam bidang muamalat. Teks-teks itu. karena bunyi hadis Nabi saw. maka ketika itu ia bersifat ta'abbudiy juga. tidak demikian. Kecuali apabila ia merupakan ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan perincian. kaidah al-hukm yaduru ma'a illatih wujud wa 'adam. adalah penjabaran dari pandangan di atas. Karena. Walaupun demikian. kecuali jika ada petunjuk yang mengalihkan arti lahiriah teks. "Jangan ada yang shalat Ashar kecuali di perkampungan Bani Quraizhah. Beliau sependapat dengan ulama-ulama lain yang menetapkan bahwa teks-teks keagamaan dalam bidang ibadah harus dipertahankan. sehingga tidak shalat Ashar walaupun waktunya telah berlalu --kecuali di tempat itu. Al-Syafi'i berpendapat bahwa pada dasarnya ayat-ayat Al-Quran dan hadishadis Nabi saw. tetapi untuk pengembangan hukum. tetapi juga karena teks tersebut diterima atas dasar qath'iy al-wurud. hanya lafal nikah dan zawaj. "Istahlaltum furujahunna bi kalimat Allah (Kalian memperoleh kehalalan melakukan hubungan seksual dengan wanita-wanita karena menggunakan kalimat Allah)". menyatakan. dalam kasus terakhir ini. Karena itu.Nabi yang mengetahui hal ini lalu bersabda kepadanya. sehingga tidak boleh diubah. Fatwanya yang membolehkan membayar zakat fitrah dengan nilai. beliau tidak membenarkan pembayaran dam tamattu' dalam haji. dapat dijangkau oleh nalar.. harus dipertahankan. sikapnya terhadap teks-teks hadis menjadi longgar. dengan alasan kemaslahatan. "Zadaka Allah tha'atan. Demikianlah beberapa pandangan ulama yang sempat dikemukakan tentang hadis. Dalam peperangan Al-Ahzab. Dalam hal ini. dikembangkan bukan untuk mengabaikan teks. Nabi bersabda. Imam Syafi'i dinilai sangat ketat dalam memahami teks hadis. tidak mempersalahkan kedua kelompok sahabat yang menggunakan pendekatan berbeda dalam memahami teks hadis." Sebagian memahami teks hadis tersebut secara tekstual. sehingga mereka melaksanakan shalat Ashar.

3. .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.