P. 1
Teknik Dasar Lab Keselamatan Kerja

Teknik Dasar Lab Keselamatan Kerja

|Views: 188|Likes:
Published by Sendi Somantri

More info:

Published by: Sendi Somantri on Mar 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2015

pdf

text

original

Outline

      Mengenal spesifikasi Chemically Mengenal MSDS (Material Safety Data Sheet) Mengenal B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Mengenal lambang bahaya chemically Teknik Pelarutan dan pengenceran Mengenal alat-alat laboratorium yang sederhana (nama, fungsi, dan cara menggunakan dengan benar)  Model Penggunaan alat Lab  Mengenal instrumen analisis  Peraturan Keselamatan Kerja di Lab Kimia

SPESIFIKASI CHEMICALLY SPESIFIKASI CHEMICALLY
 Laboran, analis, peneliti harus mengetahui sifat atau spesifikasi pereaksi (reagen) yang digunakan Tingkat kemurnian  Berdasarkan tingkat kemurnian, chemically dikelompokkan menjadi 4 tingkat :

Kriteria Spesifikasi Chemically
Tingkat Teknik (Technical Grade)  tingkat komersial
 Digunakan untuk kebutuhan industri, jarang untuk tujuan analisis kimia kecuali : a. untuk larutan pembersih/pencuci b. untuk larutan pereaksi kualitatif (demonstratif)

Tingkat Farmasi (Pharmaceutical Grade)  Tingkat kemurnian memenuhi kebakuan USP (United States Pharmacopeia)  Biasa digunakan untuk kebutuhan bidang farmasi dan kedokteran. sebagai pereaksi kimia di laboratorium kecuali untuk analisis kimia .

tergantung pabrik pembuatnya  Umumnya digunakan untuk analisis kimia .Tingkat Murni (Chemically Pure. CP)  General Purpose Reagent. GPR  Kemurniannya jauh di atas tingkat farmasi  Tidak ada ketentuan khusus aturan kebakuan kemurnian.

Guaranteed Reagent.GR  Tingkat kemurnian memenuhi aturan kebakuan ACS (The American Chemical Society Committee on Analytical Reagents Pabrik pembuatnya selalu mencantumkan pernyataan pada label pereaksi : “Conforms to ACS Specifications”  Memenuhi persyaratan analisis .a. AR. Analar Reagent. p..Tingkat Pereaksi (Analyzed Grade)   Pro Analysis.

.

.

MSDS (Material Safety Data Sheet) Examples:  MSDS logam Kalsium  MSDS Kalsium hidroksida .

dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan hidup. dan atau dapat membahayakan lingkungan hidup. . baik secara langsung maupun tidak langsung. kesehatan. 74 Tahun 2001 : Bahan Berbahaya dan Beracun yang selanjutnya disingkat dengan B3 adalah bahan yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya. kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.PENGENALAN B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)  Peraturan Pemerintah RI No.

Klasifikasi B3  Mudah meledak (exlosive)  Pengoksidasi (oxidizing)  Sangat mudah sekali menyala (extremely flammable)  Sangat mudah menyala (highly flammable)  Mudah menyala (flammable)  Amat sangat beracun (extremely toxic)  Sanga beracun (highly toxic) .

lanjutan      Beracun (moderately toxic) Berbahaya (harmful) Korosif (corrosive) Bersifat iritasi (irritant) Berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment)  Karsingenik (carcinogenic)  Teratogenik (teratogenic)  Mutagenik (mutagenic) .Klasifikasi B3….

LAMBANG BAHAYA CHEMICALLY Lambang E (explosive) : berarti bahan kimia bersifat dapat meledak Lambang F (highly flammable) : berarti bahan kimia bersifat mudah menyala/terbakar .

Lambang F+ (extremely flammable) : berarti bahan kimia bersifat sangat mudah terbakar Lambang O (oxidant substance) : berarti bahan kimia bersifat pengoksidasi Lambang T (toxic) : berarti bahan kimia bersifat racun .

Lambang T+ (very toxic) : berarti bahan kimia bersifat racun kuat Lambang C (corrosive) : berarti bahan kimia bersifat korosif. atau dapat merusak jaringan hidup Lambang Xi (irritant) : berarti bahan kimia dapat menyebabkan iritasi terhadap jaringan atau organ tubuh .

Lambang Xn (harmful) : berarti bahan kimia dapat melukai jaringan atau organ tubuh Lambang N (dangerous for the environment) : berarti bahan kimia bersifat berbahaya bagi satu atau beberapa komponen dalam lingkungan kehidupan .

ZAT KIMIA DAN BAHAYANYA .

sampah plastik .sampah kimia .sampah yang lain .PENANGANAN SAMPAH LABORAORIUM  Sampah/limbah laboratorium : .sampah biologi .

sianida.pelarut-pelarut organik . sulfida .bahan-bahan padat  Sampah –sampah kimia yang berbahaya harus ditempatkan pada wadah yang diberi label  Sampah radioaktif harus mendapat penanganan khusus. .logam berat .SAMPAH KIMIA Aturan Pembuangan sampah kimia  Tidak boleh dibuang di saluran pembuangan air : . demikian juga bahan bersifat karsinogenik.

 Alkali kuat harus dinetralisir sebelum dibuang.Catatan……  Sampah-sampah yang sangat berbahaya biasanya diubah (dioksidasi. direduksi. dinetralisasi. sedangkan asam kuat harus dinetralkan dengan sodium bikarbonat sebelum dibuang . dll) menjadi bahan yang kurang berbahaya sebelum ditempatkan dalam wadah-wadah pembuangan.

 Penyimpanan : .semua wadah harus berlabel jelas dan disimpan dlm almari yang aman berventilassi  Penanganan : .bahan tsb dipesan sebanyak yang diperlukan saja .bagian tubuh yang terkena dengan zat tersebut harus segera dicuci dengan air dingin selama + 5 menit .wadah penyimpan harus aman betul .BAHAN KARSINOGENIK  Bahaya : beresiko tumor dan kanker pada seseorang.

bahan karsinogenik cair ditempatkan maksimal separo dari kapasisas volume tempat pembuangan .Lanjutan….  Pembuangan . jangan menunggu hingga jumlahnya banyak ..limbah karsinogenik dibuang dalam wadah berlabel dan tertutup serta terpisah dari bahan kimia lainnya .dibuang secara bertahap. .

stains.LIMBAH BIOLOGI  Membakar sampah botani dan zoologi merupakan jalan terbaik utk meyakinkan bahwa bahan-bahan busuk tsb tidak beresiko membahayakn kesehatan  Preparat biologi. fixative dan clearing agents kemungkinan besar toksik shg tidak boleh dibuang ke sistem drainase umum  Sampah harus ditempatkan pada wadah tertutup dan diberi label  Sampah yang mengandung mikroorganisme harus di autoklave terlebih dahulu  Sampah biologi dan mikrobiologi dlm jumlah besar sebaiknya dimusnahkan dlm incenerator .

kecuali dalam alat pembakar khusus.SAMPAH PLASTIK  Jangan dibakar.  Sampah plastik jangan dikubur. sebaiknya dibuang pada wadah khusus pembuangan plastik .

SAMPAH-SAMPAH LAIN  Sampah kertas dibuang dlm wadah khusus untuk kertas dan sebaiknya dibakar dalam satu tempat pembakaran  Sampah-sampah yang tajam (mata pisau. jarum) harus ditempatkan dalam kotak khusus dan tidak boleh dicampur dengan sampah lainnya. . syringe.

Kualitatif : gelas ukur Kuantitatif : labu takat atau labu ukur 6. Tetapkan : stabil. atau bereaksikah dengan air? 5. higroskopis. konsentrasi) tujuan analisis) Langkah 1. daya kelarutan. Kuantitas larutan (volume. massa) larut. dan massa padatan yang akan dilarutkan (dihitung) 4. Tetapkan : rumus zat padat (kristal). Kuantitas zat padat (rumus. 3. Alat ukur massa (neraca) 4. Alat ukur volum . Sifat analisis 2. Tetapkan : sesuaikan dengan kebutuhan 3.TEKNIK PELARUTAN & PENGENCERAN Teknik Pelarutan Hal 1. Sifat zat padat 5. Kuantitatif : neraca teknis Kualitatif : neraca teknis atau necara analitik 6. Tetapkan : kualitatif atau kuantitatif (sesuai 2.

lalu pindahkan ke gelas ukur. Pengemasan a. botol kemasan pereaksi b. Peralatan pendukung 7. lalu terakhir secara tetes demi tetes sampai tanda batas volum. botol timbang. keringkan bagian atas skala. tambahkan akuades sedemikian. dan pindahkan seluruh larutan ke botol ini. Teknik pelarutan Langkah b. tutup. dan beri label dengan jelas . Pelarutan a. Siapkan : gelas kimia. Kualitatif : pindahkan padatan ke gelas kimia dan larutkan dengan akuades secukupnya. batang pengaduk. lalu pindahkan seluruhnya (secara kuantitatif) ke labu ukur lewat corong. Pelaksanaan c. botol semprot. Bilas botol pereaksi bersih/kering dengan sedikit larutan di atas. dan tuangi akuades sampai tanda batas kuantitatif : pindahkan dahulu seluruh padatan ke gelas kimia dan larutkan dengan akuadesw secukupnya. tutup labunya dan homogenkan c.Hal 7. pipet tetes. corong.

terakhir jadikan volume akhir larutan sampai tanda batas c. goyang hingga homogen.25 L)(0.1 M *Gunakan NaCl dengan spesifikasi teknis atau farmasi  terapkan Mr (Mr NaCl = 58.Contoh Pembuatan Larutan dari Zat kimia padatan  Pembuatan larutan 250 mL NaCl 0.1M) = 0.1000M . Timbang NaCl kira-kira sejumlah itu dengan neraca teknis semi analitis b.5 g/mol) *Perhitungan massa NaCl = (0. Diperoleh : 250 mL NaCl 0.025 mol = (0.5) g = 1.5 g * Pelaksanaan : a. Pindahkan ke gelas ukur 250 mL. tambahkan + 50 mL.025)(58.

.

dan pembacaan volume sesegera mungkin .Sebaiknya gunakan masker.Lakukan pengukuran volume di ruang asam.Teknik Pengenceran A.Ukur volum akuades tersebut dan siapkan di gelas kimia Teknik pengukuran volum cairan pekat : .Teknik Pengenceran dari Cairan Pekat Pra pengenceran : .Hitung volum cairan pekat dan volume akuades yang akan diukur . jika asam pekatnya berasap .

tambahkan sesuai dengan kekurangan akuades.Pencampuran/Pelarutan : . .Segera alirkan perlahan cairan pekat lewat batang pengaduk ke dalam gelas kimia yang berisi akuades di atas .Hitung balik. konsentrasi cairan hasil pengenceran.

.

lanjutkan penambahan tetes per tetes sampai tanda batas volum akhir yang diharapkan. . kemudian tuangkan larutan lebih pekatnya ke dalam gelas ukur tersebut sampai volumnya mendekati tanda batas.B. Teknik pengenceran dari cairan kurang pekat Cara : Ukur akuades (hasil hitung) dengan gelas ukur (berukuran sesuai dengan volum akhir larutan).

Perhitungan Volum dan Konsentrasi larutan hasil pengenceran  Hubungan pengenceran molar (M) M1V1 = M2V2  Hubungan pengenceran persen (%v/v) V1P1 = V2P2  Hubungan pengenceran persen (%b/b) V1P1d1 = V2P2d2 .

.

untuk mereaksikan zat-zat kimia dalam jumlah relatif kecil • Pengaduk gelas Terbuat dari kaca panjang 15 cm. dan dapat juga berfungsi sebagai sendok . salah saru ujung pipih. dapat dipanaskan. untuknmembantu pada waktu menuang/mendekantir cairan dalam proses penyaringan. Dipakai untuk mengaduk suatu campuran atau larutan kimia ketika melakukan reaksi.ALAT-ALAT LABORATORIUM SEDERHANA  Tabung reaksi Terbuat dari gelas.

digunakan sbg tempat larutan dan juga dapat untuk memanaskan zatzat kimia. untuk menguapkan pelarut  Erlenmeyer Bukan alat pengukur volum (walaupun mempunyai skala). gelas piala) Bukan alat pengukur volum. Gelas kimia (gelas beker. Dipakai untuk tempat zat-zat yang dititrasi .

Cara penggunaan : Larutan disedot/ditarik ke dalam pipet sampai melewati sedikit di atas garis batas.tidak boleh digunakan untuk mengukur larutan/pelarut yang panas. Ukuran : 5mL. 10mL.02%. jangan menggunakan mulut. Pipet volum (pipet gondok) Berfungsi untuk memindahkan sejumlah volum tertentu larutan sesuai ukurannya dengan tepat. . Alat ini cukup teliti dengan kesalahan +0.  Gelas ukur Dipakai untuk mengukur volum cairan yang tidak memerlukan ketelitian tinggi.25mL. dan selanjutnya larutan dialirkan/dipindahkan. Catatan: Jika larutan yang akan dipindahkan berbahaya atau beracun harus menggunakan “ball-pipet” untuk menyedotnya. kmdn diturunkan tepat sampai garis batas.

200mL. Digunakan untuk membuat larutan tertentu dengan volum yang setepat-tepatnya. . Jangan dipakai untuk mengukur larutan/pelarut yang panas. . Jenis-jenis buret : . Buret ini hanya boleh diisi dengan larutan asam. jgn diisi larutan basa karena krannya dapat mati. Terbuat dari gelas. Buret Berfungsi untuk memindahkan larutan dalam berbagai ukuran volum  misal : untuk titrasi asam-basa. 500mL. Buret ini hanya digunakan untuk larutan basa.Buret ASAM Mempunyai kran dari kaca. 250mL. 100mL. 1000mL).Buret BASA mempunyai kran dari karet yang dijepit.  Labu Takar (labu ukur) Ada beberapa ukuran volum (50mL. Kadang juga dipakai untuk pengenceran sampai volum tertentu.

 Botol Pencuci Bahan dari plastik. dsb. buret. Digunakan untuk menolong pada waktu memasukkan cairan ke dlm wadah dengn mulut sempit. ex : botol. labu ukur. atau membantu saat pengenceran  Corong Biasanya dari gelas. yg digunakan untuk mencuci. tapi ada juga dari plastik. Merupakan botol tempat akuades. .

 Rak untuk Tempat Tabung reaksi rak terbuat dari kayu atau logam. Kuvet Bentuk seperti tabung reaksi atau persegi panjang. . Digunakan sbg tempat meletakkan tabung reaksi. digunakan sbg tempat sampel untuk analisis dg spektrofotometer. polistirena. Terbuuat dari silika (quartz). atau polimetakrilat. Tidak boleh dipanaskan.

 Spatula Terbuat dari bahan logam dan digunakan untuk alat bantu mengambil bahan padat atau kristal . Penjepit Penjepit logam digunakan utk menjepit tabung reaksi pada saat pemanasan. atu untuk membantu mengambil kertas saring atau benda lain pada kondisi panas.

 Cawan Porselin Digunakan sbg wadah suatu zat yang akan diuapkan dengan pemanasan  Sikat Digunakan untuk membersihkan (mencuci) tabung reaksi . Gelas Arloji Terbuat dari gelas. Digunakan untuk tempat zat yang akan ditimbang.

 Heater dan stirer .

 Neraca .

Kalorimeter  Untuk menentukan kalor reaksi kimia .

.

.

Melipat kertas saring .MODEL PENGGUNAAN ALAT LAB Penyaringan (filtration) a.

b. Menyaring larutan .

Pegang kran dengan tangan kiri dan wadah penampung dengan tangan kanan Selalu arahkan skala buret di depan praktikan b. .Cara Titrasi a.

Cara memegang yang benar/salah?

Pemisahan dengan Corong pisah

A. Memasukan cairan ke corong pisah

1. Tempatkan corong ke leher corong pisah. Tuangkan cairan yang akan diekstraksi

2. Tuangkan pelarut ekstraksi Volume total dalam corong pisah tidak boleh lebih besar dari ¾ volume corong pisah.

3. Tutup corong pisah.

Gojoklah corong pisah dengan posisi direbahkan dan arahkan stopcock ke jendela /ventilasi .

Jangan diarahkan ke praktikan lain !!!! .

30 detik biasanya cukup untuk tercapai keseimbangan zat terlarut antara 2 pelarut (lihat gambar berikut) .B. kemudian rebahkan dan secara perlahan buka stopcock corong pisah untuk mengeluarkan tekanan. gojok corong pisah selama beberapa detik. kemudian gojok lagi. dan ulangi prosedur ini hingga tinggal sedikit tekanan yang dilepaskan (lihat gambar berikut) Sekarang. keluarkan tekanan. Tutup stopcock corong pisah kembali. mengoyang larutan dalam corong pisah Ambil corong pisah dengan posisi tertutup dan goyang perlahan.

c. Pemisahan Lapisan “Like Disolved Like” .

.

Distilasi  Distilasi biasa  Distilasi fraksionasi .

INSTRUMEN ANALISIS/UJI  UV-Vis Spektrofotometer .

2 -CH3. -CH -. aromatis. CHO.-C=O. The band positions. dll) kualitatif . shape and peak intensity decide the characteristics of functional groups  Untuk mengetahui gugus funsional yang ada ( OH.IR Spectrophotometer (Spektrofotometer infra merah) IR Spectroscopy can detect inorganic compounds containing polyatomic ions and metal oxide.

It can be used to measure surface area. . and dispersion and partricle size of supported metals (chemisorption). and a density functional theory (DFT) software package. a chemisortion system. mesopore and micropore size distribution.BET The Micromeritics ASAP 2010 system is equipped with an optional molecular diffusion pump. pore volume. adsorbateadsorbent interaction energy (physisorption ).

. An additional feature is the ability to determine elemental composition with the attached EDAX apparatus.SEM (Scanning Electron Microscopy) The microscope shows surface images up to several thousand times magnification.

TEM Transmission Electron Microscop .

TGA/DTA
Thermogravimetric Analysis (TGA) merupakan teknik mengukur perubahan berat suatu sampel bila temperaturnya berubah dengan laju tertentu. Sedangkan Differential Thermal Analysis (DTA) merupakan teknik analisis untuk mengukur perubahan kandungan panas sebagai fungsi perubahan temperatur

MS (Mass Spectrometer)
 Untuk menentukan masa molekul sampel uji

XRD (Difraksi Sinar-X)
 Untuk menentukan kristalinitas, kemurnian, perubahan fase sampel.

ION ANALYZER .

SPM (Scanning Probe Microscopy) .

GC/MS .

KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM HD .

selalu harus dipikirkan pula ”keselamatannya”. Karena laboratorium adalah tempat bekerja karyawan. terutama menyangkut banyak jiwa manusia.KESELAMATAN KERJA DI LAB KIMIA Setiap instansi atau setiap unit kegiatan kerja. dosen. asisten dan mahasiswa maka perlu dipikrkan keselamatan kerja dalam laboratorium tersebut. .

peneliti.  Percobaan yang dilakukan menggunakan berbagai bahan kimia. dsb melakukan percobaan.KESELAMATAN KERJA DI LAB KIMIA  Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa. peralatan gelas dan instrumentasi khusus yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan (accident) bila dilakukan dengan cara yang tidak tepat. dosen. .

.  Di zaman sekarang dimana telah dikenal hukum “sebab-akibat”. accident tidak tepat karena bisa diprediksi (predictable). „accident” tepat karena dipercaya semua kejadian fisik (termasuk kecelakaan) dikendalikan oleh dewa. Kata “accident” (kecelakaan/kebetulan) sebenarnya tidaklah tepat karena tidak ada sesuatu yang terjadi secara “accident”.  Pada zaman Romawi dimana hukum sebabakibat belum dikenal.

mahasiswa.Laboratorium adalah tempat menyimpan alat-alat yang mahal harganya demikian pula data-data berharga lainnya. maka keselamatan ini meliputi:      Tempat bekerjanya Alat dan bahan yang tersedia Pekerjaan dan hasil karyanya Hubungan antara pekerjaannya Praktikan. dosen (pengguna lab)  Lingkungan . asisten.

yaitu :  Terjadi secara kebetulan (genuine accident)  Kondisi kerja yang tidak aman  Tindakan tidak aman yang dilakukan seseorang .HAL-HAL PENYEBAB KECELAKAAN Ada tiga dasar penyebab terjadinya kecelakaan kerja.

Keselamatan kerja di dalam Lab       Laboratorium dengan perabotnya Listrik Kecelakaan akibat kebakaran Kecelakaan akibat bahan kimia Label bahan kimia berbahaya Pencegahan terhadap bahan kimia berbahaya .

 Tempat persediaan untuk jangka panjang harus tersimpan dalam gudang bahan kimia yang khusus/ gudang dalam tanah misalnya.Beberapa catatan mengenai laboratorium yang menyimpan bahan-bahan kimia  Semua bahan kimia harus tersimpan dalam botol atau kaleng yang sesuai dan tahan lama. dan perbaikan label yang biasanya rusak.  Setiap saat bahan kimia harus diperiksa secara rutin. untuk menentukan apakah bahan-bahan tersebut masih dapat digunakan atau tidak. Sebaiknya di simpan di tempat-tempat yang kecil dan cukup untuk pemakaian sehari-hari. . Bahan-bahan yang tak dapat digunakan lagi harus dibuang/ dimusnahkan secara kimia.

smbol kimianya dan lain-lain)       .Beberapa catatan mengenai laboratorium yang menyimpan bahan-bahan kimia Semua bahan harus diberi tanda-tanda khusus. higroskopis dll) keterangan-keterangan yang perlu (presentase. korosiv. diberi label dengan semua keterangan yang diperlukan misalnya.: nama bahan tanggal pembuatan jumlah (isi) asal bahan (merek pabrik dan lain-lain) tinhgkat bahaya yang mungkin (racun.

Di bawah ini tanda-tanda yang sering digunakan secara internasional:  POISON : Bahan-bahan yang bersifat racun .

Flammable Bahan yang mudah terbakar .

Corrosive bahan yang dapat merusak jaringan hidup .

selaput lendir atau sistem pernapasan .Irritant Sedikt saja masuk ke tubuh dapat membakar kulit.

Toxic Sedikit saja masuk ke tubuh dapat menyebabkan kematian atau sakit keras .

Oxidising Agent Bahan yang dapat menghasilkan panas bila bersentuhan dengan bahan lain terutama bahan-bahan yang mudah terbakar .

Explosive Bahan yang mudah meledak bila kena panas. api atau sensitif terhadap gesekan atau goncangan .

Radioactive Bahan-bahan yang bersifat radioaktif .

High voltage Peringatan tegangan tinggi .

No Smoking Area dilarang merokok .

Area dilarang menyalakan api .

.

.

.

.

.

.

Sampah Setiap laboratorium harus memiliki tempat sampah yang khusus.. sampah cair tidak dibuang di saluran air hujan atau saluran saptiktang. tempat sampah cair bahan kimia tempat sampah reaktif sampah radioaktif sampah biasa pembuangan air cucian      .

PPPK          Luka bakar Mata kemasukan benda asing Luka tergores/teriris Bahan kimia masuk dalam mulut Keracunan Kejutan listrik Membalut luka Pingsan Radiasi dan zat radioaktif .

PERALATAN KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM  Jas Lab Alat ini untuk mencegah terjadinya kontaminasi atau menghindari bahaya yang terjadi akibat percikan zat-zat kimia yang berbahaya .

). dll. Sarung tangan  Daya tahan sarung tangan terhadap bahan kimia tergantung pada bahan sarung tangan (misalnya: karet alam.  Untuk melindungi tangan dari bahan-bahan yang sangat panas dianjurkan memakai "insulated glove" (Gbr.2) yang dibuat dari bahan sintetis . karet nitrile. karet neoprene. mutunya dan ketebalannya.

“Face shield” = pelindung muka . Pelindung Mata dan Muka – “Safety glases with side shield” .

 Kran pencuci mata = Eyewash fountain .

 Safety shower .

 Alat pernapasan = Respirator/Masker Melindungi dari debu-debu. serat yang kecil yang berbahaya atau dan uap atau gas yang beracun. .

pasir. C02 (Carbon dioxide extinguisher). Halon. Pemadam Kebakaran = Fire Extinguishers  Ada beberapa jenis pemadam kebakaran. dll . tepung (dry powder extinguisher). Busa. seperti Air (water extinguisher).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->