P. 1
19770325 Pengaruh Deterjen Terhadap Pertumbuhan Akar Bawang Merah Allium Cepa

19770325 Pengaruh Deterjen Terhadap Pertumbuhan Akar Bawang Merah Allium Cepa

|Views: 2,778|Likes:
Published by Chi Lestari

More info:

Published by: Chi Lestari on Mar 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2015

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM PENGETAHUAN LINGKUNGAN Pengaruh Deterjen Terhadap Pertumbuhan Akar Bawang Merah (Allium Cepa

)

Oleh Kelompok VI : RIZA UMMUL KHUSNIAH NURI ANDRI SUSANTI ARTIKA DHIYA NAVITRI M. RIDUWAN NOVRYNDA EKO S 053234021 053234034 053234249 043234012 043234016

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

dan/atau komponen lain ke dalam air/udara. Proses pencemaran dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. tumbuhan dan ekosistem. Dampak dari pencemaran langsung misalnya.UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2009 Pengaruh Deterjen Terhadap Pertumbuhan Akar Bawang Merah (Allium Cepa) I. Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan yang disebakan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia. material. maka pencemar akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia. namun alam memiliki keterbatasan. udara maupun tanah. menurut SK Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup No 02/MENKLH/1988. Sebenarnya alam memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (self recovery). DASAR TEORI Pencemaran. sehingga kualitas air/udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. TUJUAN PERCOBAAN Mengamati pengaruh deterjen terhadap pertumbuhan akar bawang merah II. adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup. dan/atau berubahnya tatanan (komposisi) air/udara oleh kegiatan manusia dan proses alam. Secara langsung yaitu bahan pencemar tersebut langsung berdampak meracuni sehingga mengganggu kesehatan manusia. zat. hewan. hewan dan tumbuhan atau mengganggu keseimbangan ekologis baik air. berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit akut) maupun yang akan dirasakan setelah jangka waktu tertentu (penyakit kronis). sehingga menyebabkan pencemaran. energi. maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan. Proses tidak langsung. Baku mutu lingkungan adalah batas . Setelah batas itu terlampaui. yaitu beberapa zat kimia bereaksi di udara. air maupun tanah.

zat. Lemak dan minyak merupakan senyawa ester dari turunan alkohol yang tersusun dari atom karbon. yaitu membandingkan beberapa ukuran/parameter kunci dengan bakumutu yang . energi dan atau komponen lain kedalam air dan atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air kurang atau tidak dapat lagi berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Pencemaran air adalah masuk atau dimasukannya makhluk hidup. Kebutuhan Oksigen Kimiawi Bentuk lain untuk mengukur kebutuhan oksigen adalah ukuran COD atau kebutuhan oksigen kimiawi. hidrogen dan oksigen. Jenis ukuran pencemaran air antara lain : 1. hidrogen dan oksigen dengan unsur tambahan yang lain seperti nitrogen. Kebutuhan oksigen untuk proses biologi (BOD) Dalam air buangan terdapat zat organik yang terdiri dari unsur karbon. Nilai COD ini akan menunjukan kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk menguraikan kandungan bahan organik dalam air secara kimiawi khususnya bagi senyawaan organik yang tidak dapat teruraikan karena proses biologis.kadar yang diperkenankan bagi zat atau bahan pencemar terdapat di lingkungan dengan tidak menimbulkan gangguan terhadap makhluk hidup. Salah satu contoh pencemaran lingkungan adalah pencemaran air. dll dimana unsur-unsur tersebut cenderung menyerap oksigen. sehingga dibutuhkan bantuan pereaksi oksidator sebagai sumber oksigen. Lemak sukar diuraikan oleh penilaian terhadap kualitas air. Lemak dan Minyak Lemak dan minyak ditemukan mengapung di atas permukaan air meskipun sebagian terdapat dibawah permukaan air. tumbuhan atau benda lainnya. 3. Oksigen itu dibutuhkan bagi mikroba untuk kehidupannya dan untuk menguraikan senyawaan organik tersebut sehingga kadar oksigen akan menurun yang menyebabkan air menjadi keruh dan berbau. 2. Pelaksanakan ditetapkan. belerang.

industri miniman. lahan pertanian. Total Disolved Solid (TDS) Padatan terlarut dalam air (TDS) banyak ditemukan dalam air adalah golongan senyawa alkali seperti karbonat. Dalam kondisi aeribik dan dalam waktu tertentu bakteri dapat mengoksidasi amonia menjadi nitrit dan nirtat. peternakan dan kegiatan domestik. industri kimia . Berdasarkan jenis kegiatannya maka sumber pencemaran air dibedakan menjadi: a. dalam air pada umumnya terdapat dalam bentuk organik dan bakteri merubahnya menjadi ammonia. Effluent industri pengolahan Effluent adalah pencurahan limbah cair yang masuk kedalam air bersumber dari pembuangan sisa produksi. industri pengolahan makanan. bikarbonat. Suspended Solids (SS) Padatan tersuspensi (SS) dalam air atau padatan tidak terlarut dalam air adalah senyawa kimia yang terdapat dalam air baik dalam keadaan melayang. Dari hasil statistik industri di DKI Jakarta. 4. industri kulit. dan hidroksida. industri tekstil. 6. babi dan kambing). 5. Pencemaran air pada umumnya diakibatkan oleh kegiatan manusia. Padatan tidak terlarut ini menyebabkan air berwarna keruh. Besar kecilnya pencemaran akan tergantung dari jumlah dan kualitas limbah yang dibuang kesungai. Nitrogen Gas yang tidak berwarna dan tidak beracun. baik limbah padat maupun cair. terapung maupun mengendap.bakteri tetapi dapat dihidrolisa oleh alkali sehingga membentuk senyawa sabun yang mudah larut. sumber industri pengolahan yang menjadi sumber pencemaran air yaitu agro industri (peternakan sapi. Adanya minyak dan lemak dipermukaan air akan menghambat proses biologis dalam air sehingga tidak terjadi proses fotosintesa. Senyawa ini dijumpai dalam bentuk organik maupun anorganik.

restoran. pertokoan dan rumah sakit. pemutih. Sumber domestik/buangan rumah tangga Menurut peraturan Menteri Kesehatan. . Dibanding dengan sabun. pasar. industri mineral non logam. Boraks. Contoh : Enzim. industri hasil olahan logam dan industri listrik dan gas. misalnya pewangi. kantor. Bahan aktif ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan. Deterjen adalah campuran berbagai bahan. filler dan aditif. tempat ibadah. builder. industri logam dasar. Pada umumnya deterjen mengandung surfaktan. Filler (pengisi) adalah bahan tambahan deterjen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan daya cuci.dasar. Builder (pembentuk) berfungsi meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan dengan cara menon-aktifkan mineral penyebab kesadahan air. Surfaktan (surface active agent) merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). pewarna dst. Deterjen mempunyai sifat fisis antara lain polar dan non polar. pelarut.. tidak berhubungan langsung dengan daya cuci deterjen. b. Carboxy Methyl Cellulose (CMC). tetapi menambah kuantitas. Dan aditif merupakan bahan suplemen / tambahan untuk membuat produk lebih menarik. Bila terhadap jasad renik rantai C yang lurus bersifat biogradable dan rantai C yang bercabang bersifat unbiogradable. Contoh Sodium sulfat. yang dimaksud dengan buangan rumah tangga adalah buangan yang berasal bukan dari industri melainkan berasal dari rumah tangga. Additives ditambahkan lebih untuk maksud komersialisasi produk. yang digunakan untuk membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Sifat kimianya dapat melarutkan lemak dan tidak dipengaruhi oleh kesadahan air. deterjen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air. hotel. Sodium klorida. Limbah domestik sering kali mengandung deterjen. tempat hiburan.

Dua bahan terpenting dari pembentuk deterjen yakni surfaktan dan builders. Hal ini dapat menimbulkan masalah keracunan pada biota air dan penurunan kualitas air. harus diakui bahwa bahan kimia yang digunakan pada deterjen dapat menimbulkan dampak negatif baik terhadap kesehatan maupun lingkungan. Surfaktan dapat menyebabkan permukaan kulit kasar. LAS mempunyai karakteristik lebih baik. Sisa bahan surfaktan yang terdapat dalam deterjen dapat membentuk chlorbenzene pada proses klorinisasi pengolahan air minum PDAM. . Hasil pengujian memperlihatkan bahwa kulit manusia hanya mampu memiliki toleransi kontak dengan bahan kimia dengan kandungan 1 % LAS dan AOS dengan akibat iritasi ‘sedang’ pada kulit. ABS tidak dapat terurai. meskipun belum dapat dikatakan ramah lingkungan. Ada dua ukuran yang digunakan untuk melihat sejauh mana produk kimia aman di lingkungan yaitu daya racun (toksisitas) dan daya urai (biodegradable).Tanpa mengurangi makna manfaat deterjen dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. ABS dalam lingkungan mempunyai tingkat biodegradable sangat rendah. hilangnya kelembaban alami yang ada pada permukan kulit dan meningkatkan permeabilitas permukaan luar. LAS mempunyai gugus alkil lurus / tidak bercabang yang dengan mudah dapat diurai oleh mikroorganisme. Surfaktan kationik bersifat toksik jika tertelan dibandingkan dengan surfaktan anionik dan non-ionik. Namun karena ditemukan bukti-bukti bahwa ABS mempunyai risiko tinggi terhadap lingkungan. Dalam pengolahan limbah konvensional. diidentifikasi mempunyai pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap manusia dan lingkungannya. Pada awalnya surfaktan jenis ABS banyak digunakan oleh industri deterjen. bahan ini sekarang telah digantikan dengan bahan lain yaitu LAS. sekitar 50% bahan aktif ABS lolos dari pengolahan dan masuk dalam sistem pembuangan. sehingga deterjen ini dikategorikan sebagai ‘nonbiodegradable’. Chlorbenzene merupakan senyawa kimia yang bersifat racun dan berbahaya bagi kesehatan.

efektivitas dari daya cuci deterjen meningkat. Bawang merah termasuk sayuran umbi yang multiguna paling utama kegunaannya adalah sebagai bumbu penyedap masakkan. . Sebagai alternatif. salah satu yang paling banyak dimanfaatkan di dalam deterjen adalah phosphate. Di beberapa negara. phosphate dapat menyebabkan pengkayaan unsur hara (eutrofikasi) yang berlebihan di badan air. sebagai softener air. bawang merah dikenal sebagai obat karena mengandung efek antiseptik dari senyawa alliin atau allisin yang oleh enzim alliin liase diubah menjadi asam piruvat. Populasi bakteri yang berlebihan akan menggunakan oksigen yang terdapat dalam air sampai suatu saat terjadi kekurangan oksigen di badan air dan pada akhirnya justru membahayakan kehidupan mahluk air dan sekitarnya. bahkan sebaliknya merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan mahluk hidup. Dengan demikian akan menyebabkan organisme air kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan kematian. Keberadaan busa-busa di permukaan air menjadi salah satu penyebab kontak udara dan air terbatas sehingga menurunkan oksigen terlarut. Kegunaan lain bawang merah adalah sebagai obat tradisional. Berkat aksi softenernya. Phosphate yang biasa dijumpai pada umumnya berbentuk Sodium Tri Poly Phosphate (STPP). sehingga badan air kekurangan oksigen akibat dari pertumbuhan algae (phytoplankton) yang berlebihan yang merupakan makanan bakteri. Phosphate memegang peranan penting dalam produk deterjen. Tetapi dalam jumlah yang terlalu banyak. Phosphate tidak memiliki daya racun. penggunaan phosphate dalam deterjen telah dilarang. ammonia dan allisin anti mikroba yang bersifat bakterisida.Dalam laporan lain disebutkan deterjen dalam badan air dapat merusak insang dan organ pernafasan ikan yang mengakibatkan toleransi ikan terhadap badan air yang kandungan oksigennya rendah menjadi menurun. telah dikembangkan penggunaan zeolite dan citrate sebagai builder dalam deterjen. Bahan ini mampu menurunkan kesadahan air dengan cara mengikat ion kalsium dan magnesium. Builders.

sous. Fase awal pertumbuan dimulai sejak umbi ditanam sampai semua umbi tumbuh seragam. pola pertumbuhannya berupa energi/unsur hara yang tersedia dialihkan untuk pembentukan umbi. yang berguna untuk mempercepat pertumbuhan yang serempak. berakar serabut dan berdaun bentuk silindris. fase pertumbuhan vegetatif. Pada fase pembentukan dan pematangan umbi. energi/unsur hara yang tersedia digunakan untuk membentuk tunas dan daun. Pada fase ini bawang merah relatif banyak memerlukan air. sehingga menghasilkan umbi bawang merah. Pangkal daun bersatu membentuk batang semu yang berubah bentuk dan fungsinya. Tanaman bawang merah mengalami beberapa fase pertumbuhan yang penting.org/wiki/Bawang_merah) . Fase pertumbuhan vegetatif berlangsung selama tanaman membentuk tunas dan daun. Pertumbuhan bawang merah dimulai dengan fase awal pertumbuhan. semakin runcing. fase pertumbuhan umbi dan fase pematangan umbi. Gambar 1. sop kalengan. Tanaman bawang merah dalam taksonominya digolongkan ke dalam famili Liliaceae. Daun bawang merah hanya memiliki satu permukaan berbentuk bulat memanjang yang di dalamnya terdapat rongga udara/ruangan seperti pipa dimana semakin jauh dari akar. membengkak membentuk seperti umbi. bawang merah (http://id.Dalam dunia industri makanan bawang merah sering diawetkan dalam kaleng (canning). tepung bawang dan lain-lain. Tanaman ini merupakan tanaman sayuran semusim yang berumbi lapis (bulb).wikipedia.

Bagian akar primordial yang berwarna kecoklatan dikupas. Setelah 72 jam bawang merah diangkat lalu dihitung panjang akarnya.ALAT DAN BAHAN Alat a. 25%. Neraca analitik 1 buah b.1%. Menyiapkan larutan deterjen dengan berbagai konsentrasi 100%.III.5%. Larutan deterjen yang sudah disediakan dimasukkan dalam gelas air mineral. Bawang merah 14 siung b. Air PDAM secukupnya Bahan a. 12. 6. Botol air mineral 7 buah d. Panjang akar dirata-rata pada setiap perlakuan. CARA/ALUR KERJA 1. Detergen RINSO Anti noda sebanyak 1 gram IV. e. d. a. Setiap konsentrasi yang sama diisikan ke dalam gelas air mineral. b. Bawang merah diletakkan dengan posisi calon akar primordial berada di bawah larutan deterjen. Pertumbuhan akar diamati setiap 24 jam. . Kulit epidermis dikupas untuk menghindari sisa ahan kimia yang tertinggal di kulit epidermis. c. Kertas untuk label secukupnya f. 3. Gelas plastik air mineral 14 buah c.25%. 50%. Menyediakan bawang merah berukuran dan berdiameter hampir sama berjumlah 12 buah. Mistar skala 1 mm 1 buah e.

Bawang merah diletakkan dengan posisi calon akar primordial berada di bawah air PDAM. Hambatan pertumbuhan dihitung untuk air PDAM sebagai kontrol. d. f. b. c. Setiap konsentrasi yang sama diisikan ke dalam gelas air mineral. Setelah 72 jam bawang merah diangkat lalu dihitung panjang akarnya. Bagian akar primordial yang berwarna kecoklatan dikupas. Menyiapkan air PDAM sebagai kontrol. Buatlah grafik IG 50/hambatan pertumbuhannya. Air PDAM yang sudah disediakan dimasukkan dalam gelas air mineral. a. 2. Kulit epidermis dikupas untuk menghindari sisa ahan kimia yang tertinggal di kulit epidermis. Menyediakan bawang merah berukuran dan berdiameter hampir sama berjumlah 2 buah.f. . Pertumbuhan akar diamati setiap 24 jam. e. Panjang akar dirata-rata pada setiap perlakuan. Hambatan pertumbuhan dihitung untuk setiap konsentrasi larutan dengan menggunakan rumus: IG = rata − rata panjang akar kontrol − rata − rata panjang akar konsentrasi ×100% rata − rata panjang akar kontrol g.

5%.10 % 500 mL diambil 1L . 1 gram detergen bubuk -diencerkan hingga 1 L 100 % 500 mL diambil 1L -diencerkan hingga 1 L 50 % 500 mL diambil 1L -diencerkan hingga 1 L 25 % 500 mL diambil 1L -diencerkan hingga 1 L 12.1%. 12.50 % 500 mL diambil 1L -diencerkan hingga 1 L 6.25 % 500 mL diambil 1L -diencerkan hingga 1 L 3.Cara menyediakan Larutan deterjen dengan berbagai konsentrasi 100%. 6.25%. 3. 25%. 50%.

2.45 0 Busuk Busuk 0 0 0 0 Rata-rata panjang akar primordial 24 jam 48 jam 72 jam VI. Deterjen 100% 1.85 2.5% 1.04 0 0.45 0 3. DATA PENGAMATAN Larutan Kontrol 1. 2. Deterjen 3. 2.40 0 0. 2. Deterjen 50% 1.40 0 Busuk Busuk 0 0 0 0 2.25% 1.05 0 0. Deterjen 12. 0.V.05 0 0. Deterjen 25% 1. Deterjen 6. 2. 2.09 2.40 0 0.1% 1. 2.40 0 Busuk Busuk 0 0 0 0 2. PEMBAHASAN .09 2.

Dari data pengamatan dapat dilihat bahwa makin tinggi konsentrasi deterjen menyebabkan terhambatnya pertumbuhan akar primordial bawang merah. Hal ini dapat dilihat dari nilai IG untuk setiap konsentrasi larutan deterjen: 1. builder. Percobaan ini menggunakan tanaman bawang merah karena bawang merupakan salah satu tanaman yang sangat mudah diamati tahapan mitosisnya karena bisa langsung diamati dengan bantuan mikroskop dan tahapan pembelahan selnya bisa terlihat jelas.2 0 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120% Konsentrasi Gambar 2.1% memiliki IG = 29.Limbah domestik yang selama ini sering kali digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah deterjen. diidentifikasi mempunyai pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap manusia dan lingkungannya.2 1 0. 12.4 0. 6.25% memiliki IG = 90.95% Grafik IG Vs Konsentrasi Deterjen 1. Dua bahan terpenting dari pembentuk deterjen yakni surfaktan dan builders.04% 6. Deterjen mengandung surfaktan. Bagian yang digunakan adalah akar karena pada akar primordial merupakan meristem yang masih berkembang dengan baik sehingga masih mudah untuk diamati. 50% memiliki IG =1 3. filler dan aditif.8 IG 0.6 0. Grafik antara IG dengan konsentrasi deterjen .5% memiliki IG = 98. 3.65% 5. 100% memiliki IG = 1 2. 25% memiliki IG =1 4.

Pada konsentrasi larutan deterjen 3.10 % memiliki IG adalah 29. Pada hasil pengamatan terlihat beberapa akar primordial tumbuh tidak optimal pada konsentrasi 12. Deterjen yang lebih pekat dapat menyebabkan permukaan air tertutup sehingga sinar matahari dan oksigen yang diperlukan untuk pertumbuhan akar bawang merah ini tidak dapat menembus permukaan air yang masuk dalam air. dan 25 % menghentikan proses pertumbuhan akarnya. Kekurangan dan kelebihan air mengakibatkan tanaman mengalami stress. . Sehingga pada konsentrasi larutan deterjen 100%.5 % memiliki IG adalah 98. VIII. Adanya surfaktan menyebabkan busa-busa di permukaan air sehingga menurunkan oksigen terlarut. Pada konsentrasi larutan deterjen 6. 50%.25 % memiliki IG adalah 90.PERTANYAAN Berapa konsentrasi larutan deterjen minimum yang menghentikan proses pertumbuhan akarnya? 25 %. Builders.65%. Dengan demikian akan menyebabkan organisme air kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan kematian. salah satu yang paling banyak dimanfaatkan di dalam deterjen adalah phosphate.KESIMPULAN Semakin tinggi konsentrasi deterjen menyebabkan terhambatnya pertumbuhan akar primordial bawang merah. Tetapi dalam jumlah yang terlalu banyak.04%.25% dan 3. phosphate dapat menyebabkan pengkayaan unsur hara (eutrofikasi) dalam air menurun. dan 25 % memiliki IG adalah 1 Pada konsentrasi larutan deterjen 12. 6. Perkembangan tanaman bawang merah akan menurun dengan penurunan derajad stress air dan tanaman ini sangat peka terhadap stress air.5%. Pada konsentrasi larutan deterjen 100 %.Terhambatnya pertumbuhan akar primordial bawang merah dikarenakan adanya surfaktan dan builders.10%. VII. 50 %.95%. Hal ini dikarenakan kelebihan dalam penambahan larutan.

50%.IX.343333 .45 3.09 2.4 3.5% 6.45 − 0.416667 3.10% Kontrol (air PDAM) 24 jam 0 0 0 0.5 % IG = rata − rata panjang akar kontrol − rata − rata panjang akar konsentrasi ×100% rata − rata panjang akar kontrol 3.05 0.45 = 98.100% 3.100% 3.45 − 0.5 Rata-rata panjang akar 0 0 0 0.4 48 jam 0 0 0 0.25 % IG = rata − rata panjang akar kontrol − rata − rata panjang akar konsentrasi ×100% rata − rata panjang akar kontrol 3.45 = 90.4 3.45 = 100% = Konsentrasi larutan deterjen 12.046667 0.100% 3.04 0.343333 2. PERHITUNGAN Tabel 1 Konsentrasi 100% 50% 25% 12.05 0.65% = Konsentrasi larutan deterjen 6.04% = Konsentrasi larutan deterjen 3. dan 25% IG = rata − rata panjang akar kontrol − rata − rata panjang akar konsentrasi ×100% rata − rata panjang akar kontrol 3.09 2.046667 .45 Konsentrasi larutan deterjen 100 %.45 72 jam 0 0 0 0.10 % .45 − 0 .85 2.25% 3.

100% 3.14.id/slpht/sl_sayuran_02.235.45 − 2.wikipedia.com/judul-skripsi-tugas-makalah/ilmu-kalamandasar/dampak-pencemaran-lingkungan-terhadap-kesehatan-0 http://id.htm .132/search?q=cache:kFfgPeMACcJ:ditlin.hortikultura.org/wiki/Kesadahan_air http://www.go.IG = rata − rata panjang akar kontrol − rata − rata panjang akar konsentrasi ×100% rata − rata panjang akar kontrol 3.org/penyebab_sebab_dan_akibat_pencemaran_lingkungan_ pada_air_dan_tanah_kesehatan_lingkungan_ilmu_sains_biologi http://one.com/abdi14/hal3401.tanindo.com/ http://72.deptan.petaniwahid.95% = X. DAFTAR PUSTAKA http://organisasi.htm+pertu mbuhan+bawang+merah&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a http://id.wikipedia.blogspot.org/wiki/Deterjen http://www.45 = 29.416667 .indoskripsi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->