LAPORAN PRAKTIKUM PENGETAHUAN LINGKUNGAN Pengaruh Deterjen Terhadap Pertumbuhan Akar Bawang Merah (Allium Cepa

)

Oleh Kelompok VI : RIZA UMMUL KHUSNIAH NURI ANDRI SUSANTI ARTIKA DHIYA NAVITRI M. RIDUWAN NOVRYNDA EKO S 053234021 053234034 053234249 043234012 043234016

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

sehingga kualitas air/udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup. energi. sehingga menyebabkan pencemaran. dan/atau berubahnya tatanan (komposisi) air/udara oleh kegiatan manusia dan proses alam. Baku mutu lingkungan adalah batas . tumbuhan dan ekosistem. maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan. Setelah batas itu terlampaui. Dampak dari pencemaran langsung misalnya. Proses tidak langsung. TUJUAN PERCOBAAN Mengamati pengaruh deterjen terhadap pertumbuhan akar bawang merah II. dan/atau komponen lain ke dalam air/udara. maka pencemar akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia. namun alam memiliki keterbatasan.UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2009 Pengaruh Deterjen Terhadap Pertumbuhan Akar Bawang Merah (Allium Cepa) I. DASAR TEORI Pencemaran. menurut SK Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup No 02/MENKLH/1988. material. zat. Proses pencemaran dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. yaitu beberapa zat kimia bereaksi di udara. Sebenarnya alam memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (self recovery). hewan dan tumbuhan atau mengganggu keseimbangan ekologis baik air. Secara langsung yaitu bahan pencemar tersebut langsung berdampak meracuni sehingga mengganggu kesehatan manusia. air maupun tanah. hewan. udara maupun tanah. berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit akut) maupun yang akan dirasakan setelah jangka waktu tertentu (penyakit kronis). Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan yang disebakan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia.

dll dimana unsur-unsur tersebut cenderung menyerap oksigen. Kebutuhan oksigen untuk proses biologi (BOD) Dalam air buangan terdapat zat organik yang terdiri dari unsur karbon. hidrogen dan oksigen dengan unsur tambahan yang lain seperti nitrogen. 3. energi dan atau komponen lain kedalam air dan atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air kurang atau tidak dapat lagi berfungsi sesuai dengan peruntukkannya.kadar yang diperkenankan bagi zat atau bahan pencemar terdapat di lingkungan dengan tidak menimbulkan gangguan terhadap makhluk hidup. Kebutuhan Oksigen Kimiawi Bentuk lain untuk mengukur kebutuhan oksigen adalah ukuran COD atau kebutuhan oksigen kimiawi. hidrogen dan oksigen. Lemak dan minyak merupakan senyawa ester dari turunan alkohol yang tersusun dari atom karbon. 2. Lemak dan Minyak Lemak dan minyak ditemukan mengapung di atas permukaan air meskipun sebagian terdapat dibawah permukaan air. zat. sehingga dibutuhkan bantuan pereaksi oksidator sebagai sumber oksigen. Nilai COD ini akan menunjukan kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk menguraikan kandungan bahan organik dalam air secara kimiawi khususnya bagi senyawaan organik yang tidak dapat teruraikan karena proses biologis. Oksigen itu dibutuhkan bagi mikroba untuk kehidupannya dan untuk menguraikan senyawaan organik tersebut sehingga kadar oksigen akan menurun yang menyebabkan air menjadi keruh dan berbau. Salah satu contoh pencemaran lingkungan adalah pencemaran air. tumbuhan atau benda lainnya. Jenis ukuran pencemaran air antara lain : 1. Pencemaran air adalah masuk atau dimasukannya makhluk hidup. Pelaksanakan ditetapkan. Lemak sukar diuraikan oleh penilaian terhadap kualitas air. belerang. yaitu membandingkan beberapa ukuran/parameter kunci dengan bakumutu yang .

peternakan dan kegiatan domestik. industri tekstil. industri kimia . Berdasarkan jenis kegiatannya maka sumber pencemaran air dibedakan menjadi: a. Dalam kondisi aeribik dan dalam waktu tertentu bakteri dapat mengoksidasi amonia menjadi nitrit dan nirtat. 4. bikarbonat. Besar kecilnya pencemaran akan tergantung dari jumlah dan kualitas limbah yang dibuang kesungai. 6. terapung maupun mengendap. lahan pertanian. baik limbah padat maupun cair. Total Disolved Solid (TDS) Padatan terlarut dalam air (TDS) banyak ditemukan dalam air adalah golongan senyawa alkali seperti karbonat. Effluent industri pengolahan Effluent adalah pencurahan limbah cair yang masuk kedalam air bersumber dari pembuangan sisa produksi. industri miniman. 5. Suspended Solids (SS) Padatan tersuspensi (SS) dalam air atau padatan tidak terlarut dalam air adalah senyawa kimia yang terdapat dalam air baik dalam keadaan melayang. babi dan kambing). Pencemaran air pada umumnya diakibatkan oleh kegiatan manusia. dan hidroksida. dalam air pada umumnya terdapat dalam bentuk organik dan bakteri merubahnya menjadi ammonia. Nitrogen Gas yang tidak berwarna dan tidak beracun. Dari hasil statistik industri di DKI Jakarta. industri kulit. industri pengolahan makanan. Padatan tidak terlarut ini menyebabkan air berwarna keruh. Adanya minyak dan lemak dipermukaan air akan menghambat proses biologis dalam air sehingga tidak terjadi proses fotosintesa. sumber industri pengolahan yang menjadi sumber pencemaran air yaitu agro industri (peternakan sapi. Senyawa ini dijumpai dalam bentuk organik maupun anorganik.bakteri tetapi dapat dihidrolisa oleh alkali sehingga membentuk senyawa sabun yang mudah larut.

tetapi menambah kuantitas. pertokoan dan rumah sakit. pemutih. industri mineral non logam. yang digunakan untuk membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Sodium klorida. b. Builder (pembentuk) berfungsi meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan dengan cara menon-aktifkan mineral penyebab kesadahan air. Surfaktan (surface active agent) merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Sifat kimianya dapat melarutkan lemak dan tidak dipengaruhi oleh kesadahan air. pelarut. Pada umumnya deterjen mengandung surfaktan.. Dibanding dengan sabun. filler dan aditif. Bahan aktif ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan. Dan aditif merupakan bahan suplemen / tambahan untuk membuat produk lebih menarik. tempat ibadah. Contoh : Enzim.dasar. Additives ditambahkan lebih untuk maksud komersialisasi produk. pasar. Boraks. Deterjen adalah campuran berbagai bahan. industri hasil olahan logam dan industri listrik dan gas. . deterjen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air. Carboxy Methyl Cellulose (CMC). Contoh Sodium sulfat. kantor. builder. tidak berhubungan langsung dengan daya cuci deterjen. Sumber domestik/buangan rumah tangga Menurut peraturan Menteri Kesehatan. Deterjen mempunyai sifat fisis antara lain polar dan non polar. Limbah domestik sering kali mengandung deterjen. pewarna dst. hotel. tempat hiburan. restoran. Filler (pengisi) adalah bahan tambahan deterjen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan daya cuci. misalnya pewangi. Bila terhadap jasad renik rantai C yang lurus bersifat biogradable dan rantai C yang bercabang bersifat unbiogradable. industri logam dasar. yang dimaksud dengan buangan rumah tangga adalah buangan yang berasal bukan dari industri melainkan berasal dari rumah tangga.

ABS tidak dapat terurai. meskipun belum dapat dikatakan ramah lingkungan. Surfaktan dapat menyebabkan permukaan kulit kasar. harus diakui bahwa bahan kimia yang digunakan pada deterjen dapat menimbulkan dampak negatif baik terhadap kesehatan maupun lingkungan. sekitar 50% bahan aktif ABS lolos dari pengolahan dan masuk dalam sistem pembuangan. Surfaktan kationik bersifat toksik jika tertelan dibandingkan dengan surfaktan anionik dan non-ionik. Namun karena ditemukan bukti-bukti bahwa ABS mempunyai risiko tinggi terhadap lingkungan. LAS mempunyai karakteristik lebih baik. Dalam pengolahan limbah konvensional. Pada awalnya surfaktan jenis ABS banyak digunakan oleh industri deterjen. . LAS mempunyai gugus alkil lurus / tidak bercabang yang dengan mudah dapat diurai oleh mikroorganisme. hilangnya kelembaban alami yang ada pada permukan kulit dan meningkatkan permeabilitas permukaan luar. Ada dua ukuran yang digunakan untuk melihat sejauh mana produk kimia aman di lingkungan yaitu daya racun (toksisitas) dan daya urai (biodegradable). sehingga deterjen ini dikategorikan sebagai ‘nonbiodegradable’. Sisa bahan surfaktan yang terdapat dalam deterjen dapat membentuk chlorbenzene pada proses klorinisasi pengolahan air minum PDAM. bahan ini sekarang telah digantikan dengan bahan lain yaitu LAS. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa kulit manusia hanya mampu memiliki toleransi kontak dengan bahan kimia dengan kandungan 1 % LAS dan AOS dengan akibat iritasi ‘sedang’ pada kulit. Dua bahan terpenting dari pembentuk deterjen yakni surfaktan dan builders. Hal ini dapat menimbulkan masalah keracunan pada biota air dan penurunan kualitas air. ABS dalam lingkungan mempunyai tingkat biodegradable sangat rendah. Chlorbenzene merupakan senyawa kimia yang bersifat racun dan berbahaya bagi kesehatan.Tanpa mengurangi makna manfaat deterjen dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. diidentifikasi mempunyai pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap manusia dan lingkungannya.

Dalam laporan lain disebutkan deterjen dalam badan air dapat merusak insang dan organ pernafasan ikan yang mengakibatkan toleransi ikan terhadap badan air yang kandungan oksigennya rendah menjadi menurun. sehingga badan air kekurangan oksigen akibat dari pertumbuhan algae (phytoplankton) yang berlebihan yang merupakan makanan bakteri. salah satu yang paling banyak dimanfaatkan di dalam deterjen adalah phosphate. Bawang merah termasuk sayuran umbi yang multiguna paling utama kegunaannya adalah sebagai bumbu penyedap masakkan. ammonia dan allisin anti mikroba yang bersifat bakterisida. Sebagai alternatif. Berkat aksi softenernya. . Di beberapa negara. Builders. phosphate dapat menyebabkan pengkayaan unsur hara (eutrofikasi) yang berlebihan di badan air. Keberadaan busa-busa di permukaan air menjadi salah satu penyebab kontak udara dan air terbatas sehingga menurunkan oksigen terlarut. Populasi bakteri yang berlebihan akan menggunakan oksigen yang terdapat dalam air sampai suatu saat terjadi kekurangan oksigen di badan air dan pada akhirnya justru membahayakan kehidupan mahluk air dan sekitarnya. Dengan demikian akan menyebabkan organisme air kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan kematian. penggunaan phosphate dalam deterjen telah dilarang. Kegunaan lain bawang merah adalah sebagai obat tradisional. Phosphate memegang peranan penting dalam produk deterjen. bawang merah dikenal sebagai obat karena mengandung efek antiseptik dari senyawa alliin atau allisin yang oleh enzim alliin liase diubah menjadi asam piruvat. Tetapi dalam jumlah yang terlalu banyak. Bahan ini mampu menurunkan kesadahan air dengan cara mengikat ion kalsium dan magnesium. telah dikembangkan penggunaan zeolite dan citrate sebagai builder dalam deterjen. sebagai softener air. bahkan sebaliknya merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan mahluk hidup. Phosphate yang biasa dijumpai pada umumnya berbentuk Sodium Tri Poly Phosphate (STPP). efektivitas dari daya cuci deterjen meningkat. Phosphate tidak memiliki daya racun.

Fase awal pertumbuan dimulai sejak umbi ditanam sampai semua umbi tumbuh seragam. Pada fase ini bawang merah relatif banyak memerlukan air. Gambar 1. Daun bawang merah hanya memiliki satu permukaan berbentuk bulat memanjang yang di dalamnya terdapat rongga udara/ruangan seperti pipa dimana semakin jauh dari akar. energi/unsur hara yang tersedia digunakan untuk membentuk tunas dan daun. tepung bawang dan lain-lain. Pertumbuhan bawang merah dimulai dengan fase awal pertumbuhan. Fase pertumbuhan vegetatif berlangsung selama tanaman membentuk tunas dan daun. semakin runcing. Tanaman ini merupakan tanaman sayuran semusim yang berumbi lapis (bulb). sop kalengan. yang berguna untuk mempercepat pertumbuhan yang serempak.Dalam dunia industri makanan bawang merah sering diawetkan dalam kaleng (canning). pola pertumbuhannya berupa energi/unsur hara yang tersedia dialihkan untuk pembentukan umbi. sehingga menghasilkan umbi bawang merah.wikipedia. Tanaman bawang merah mengalami beberapa fase pertumbuhan yang penting. berakar serabut dan berdaun bentuk silindris. Tanaman bawang merah dalam taksonominya digolongkan ke dalam famili Liliaceae. bawang merah (http://id. Pangkal daun bersatu membentuk batang semu yang berubah bentuk dan fungsinya.org/wiki/Bawang_merah) . Pada fase pembentukan dan pematangan umbi. fase pertumbuhan vegetatif. sous. fase pertumbuhan umbi dan fase pematangan umbi. membengkak membentuk seperti umbi.

Setelah 72 jam bawang merah diangkat lalu dihitung panjang akarnya. 3.ALAT DAN BAHAN Alat a.5%. 12. Bagian akar primordial yang berwarna kecoklatan dikupas. Setiap konsentrasi yang sama diisikan ke dalam gelas air mineral. Gelas plastik air mineral 14 buah c. 50%. Detergen RINSO Anti noda sebanyak 1 gram IV. a. Bawang merah 14 siung b.1%. Pertumbuhan akar diamati setiap 24 jam. e. Menyiapkan larutan deterjen dengan berbagai konsentrasi 100%. Larutan deterjen yang sudah disediakan dimasukkan dalam gelas air mineral. 25%. 6. Neraca analitik 1 buah b. Kertas untuk label secukupnya f. d. .III. Menyediakan bawang merah berukuran dan berdiameter hampir sama berjumlah 12 buah. Mistar skala 1 mm 1 buah e. Air PDAM secukupnya Bahan a. CARA/ALUR KERJA 1. c. Bawang merah diletakkan dengan posisi calon akar primordial berada di bawah larutan deterjen. Botol air mineral 7 buah d. Kulit epidermis dikupas untuk menghindari sisa ahan kimia yang tertinggal di kulit epidermis.25%. b. Panjang akar dirata-rata pada setiap perlakuan.

Setelah 72 jam bawang merah diangkat lalu dihitung panjang akarnya. Hambatan pertumbuhan dihitung untuk setiap konsentrasi larutan dengan menggunakan rumus: IG = rata − rata panjang akar kontrol − rata − rata panjang akar konsentrasi ×100% rata − rata panjang akar kontrol g. Setiap konsentrasi yang sama diisikan ke dalam gelas air mineral. Hambatan pertumbuhan dihitung untuk air PDAM sebagai kontrol. Bawang merah diletakkan dengan posisi calon akar primordial berada di bawah air PDAM. Kulit epidermis dikupas untuk menghindari sisa ahan kimia yang tertinggal di kulit epidermis. e. Menyediakan bawang merah berukuran dan berdiameter hampir sama berjumlah 2 buah. Buatlah grafik IG 50/hambatan pertumbuhannya. . Bagian akar primordial yang berwarna kecoklatan dikupas. Menyiapkan air PDAM sebagai kontrol.f. f. b. Panjang akar dirata-rata pada setiap perlakuan. Pertumbuhan akar diamati setiap 24 jam. c. a. Air PDAM yang sudah disediakan dimasukkan dalam gelas air mineral. d. 2.

12. 50%.5%.Cara menyediakan Larutan deterjen dengan berbagai konsentrasi 100%.50 % 500 mL diambil 1L -diencerkan hingga 1 L 6. 6.25 % 500 mL diambil 1L -diencerkan hingga 1 L 3.10 % 500 mL diambil 1L . 1 gram detergen bubuk -diencerkan hingga 1 L 100 % 500 mL diambil 1L -diencerkan hingga 1 L 50 % 500 mL diambil 1L -diencerkan hingga 1 L 25 % 500 mL diambil 1L -diencerkan hingga 1 L 12.25%. 25%. 3.1%.

0. Deterjen 3. Deterjen 100% 1.40 0 0. 2. 2.25% 1. DATA PENGAMATAN Larutan Kontrol 1.V.5% 1. 2. Deterjen 12. Deterjen 25% 1.09 2.45 0 Busuk Busuk 0 0 0 0 Rata-rata panjang akar primordial 24 jam 48 jam 72 jam VI. 2.85 2. 2.40 0 Busuk Busuk 0 0 0 0 2.05 0 0.05 0 0. Deterjen 6. 2.45 0 3.40 0 Busuk Busuk 0 0 0 0 2. Deterjen 50% 1. 2.40 0 0. PEMBAHASAN .04 0 0.1% 1.09 2.

12. Grafik antara IG dengan konsentrasi deterjen . diidentifikasi mempunyai pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap manusia dan lingkungannya.Limbah domestik yang selama ini sering kali digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah deterjen.5% memiliki IG = 98.2 1 0. 50% memiliki IG =1 3. 3. filler dan aditif.8 IG 0.95% Grafik IG Vs Konsentrasi Deterjen 1.1% memiliki IG = 29. 100% memiliki IG = 1 2. Dari data pengamatan dapat dilihat bahwa makin tinggi konsentrasi deterjen menyebabkan terhambatnya pertumbuhan akar primordial bawang merah.65% 5.4 0. 25% memiliki IG =1 4.25% memiliki IG = 90. Dua bahan terpenting dari pembentuk deterjen yakni surfaktan dan builders.2 0 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120% Konsentrasi Gambar 2. Percobaan ini menggunakan tanaman bawang merah karena bawang merupakan salah satu tanaman yang sangat mudah diamati tahapan mitosisnya karena bisa langsung diamati dengan bantuan mikroskop dan tahapan pembelahan selnya bisa terlihat jelas.6 0. 6. Deterjen mengandung surfaktan. builder. Hal ini dapat dilihat dari nilai IG untuk setiap konsentrasi larutan deterjen: 1. Bagian yang digunakan adalah akar karena pada akar primordial merupakan meristem yang masih berkembang dengan baik sehingga masih mudah untuk diamati.04% 6.

04%.65%.5%. VIII.10 % memiliki IG adalah 29. VII.PERTANYAAN Berapa konsentrasi larutan deterjen minimum yang menghentikan proses pertumbuhan akarnya? 25 %. salah satu yang paling banyak dimanfaatkan di dalam deterjen adalah phosphate. Sehingga pada konsentrasi larutan deterjen 100%. phosphate dapat menyebabkan pengkayaan unsur hara (eutrofikasi) dalam air menurun. Dengan demikian akan menyebabkan organisme air kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan kematian.25% dan 3. .Terhambatnya pertumbuhan akar primordial bawang merah dikarenakan adanya surfaktan dan builders. Hal ini dikarenakan kelebihan dalam penambahan larutan. Pada hasil pengamatan terlihat beberapa akar primordial tumbuh tidak optimal pada konsentrasi 12. Builders. Tetapi dalam jumlah yang terlalu banyak. 6. Pada konsentrasi larutan deterjen 6. 50%. Kekurangan dan kelebihan air mengakibatkan tanaman mengalami stress.5 % memiliki IG adalah 98. Pada konsentrasi larutan deterjen 3.KESIMPULAN Semakin tinggi konsentrasi deterjen menyebabkan terhambatnya pertumbuhan akar primordial bawang merah. dan 25 % menghentikan proses pertumbuhan akarnya.25 % memiliki IG adalah 90. Pada konsentrasi larutan deterjen 100 %. 50 %. Deterjen yang lebih pekat dapat menyebabkan permukaan air tertutup sehingga sinar matahari dan oksigen yang diperlukan untuk pertumbuhan akar bawang merah ini tidak dapat menembus permukaan air yang masuk dalam air. Adanya surfaktan menyebabkan busa-busa di permukaan air sehingga menurunkan oksigen terlarut.95%. dan 25 % memiliki IG adalah 1 Pada konsentrasi larutan deterjen 12. Perkembangan tanaman bawang merah akan menurun dengan penurunan derajad stress air dan tanaman ini sangat peka terhadap stress air.10%.

416667 3.100% 3.45 = 100% = Konsentrasi larutan deterjen 12.45 = 90.65% = Konsentrasi larutan deterjen 6.05 0.45 − 0.IX.046667 0.04 0.100% 3.45 − 0.85 2.05 0. 50%.343333 .4 48 jam 0 0 0 0.45 = 98.10% Kontrol (air PDAM) 24 jam 0 0 0 0.4 3. PERHITUNGAN Tabel 1 Konsentrasi 100% 50% 25% 12.5 Rata-rata panjang akar 0 0 0 0.25% 3.25 % IG = rata − rata panjang akar kontrol − rata − rata panjang akar konsentrasi ×100% rata − rata panjang akar kontrol 3.04% = Konsentrasi larutan deterjen 3.45 72 jam 0 0 0 0.5 % IG = rata − rata panjang akar kontrol − rata − rata panjang akar konsentrasi ×100% rata − rata panjang akar kontrol 3.5% 6.4 3.45 3.45 Konsentrasi larutan deterjen 100 %.100% 3.09 2.046667 .343333 2.10 % . dan 25% IG = rata − rata panjang akar kontrol − rata − rata panjang akar konsentrasi ×100% rata − rata panjang akar kontrol 3.09 2.45 − 0 .

id/slpht/sl_sayuran_02. DAFTAR PUSTAKA http://organisasi.com/ http://72.go.95% = X.wikipedia.htm+pertu mbuhan+bawang+merah&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a http://id.htm .45 − 2.14.org/wiki/Deterjen http://www.org/penyebab_sebab_dan_akibat_pencemaran_lingkungan_ pada_air_dan_tanah_kesehatan_lingkungan_ilmu_sains_biologi http://one.blogspot.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/ilmu-kalamandasar/dampak-pencemaran-lingkungan-terhadap-kesehatan-0 http://id.hortikultura.235.deptan.wikipedia.org/wiki/Kesadahan_air http://www.100% 3.45 = 29.IG = rata − rata panjang akar kontrol − rata − rata panjang akar konsentrasi ×100% rata − rata panjang akar kontrol 3.com/abdi14/hal3401.petaniwahid.132/search?q=cache:kFfgPeMACcJ:ditlin.tanindo.416667 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful