Definisi Kesehatan Reproduksi Remaja

Oleh admin pada Kam, 03/13/2008 - 15:39.

Referensi

Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Batasan usia remaja menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) adalah 12 sampai 24 tahun. Namun jika pada usia remaja seseorang sudah menikah, maka ia tergolong dalam dewasa atau bukan lagi remaja. Sebaliknya, jika usia sudah bukan lagi remaja tetapi masih tergantung pada orang tua (tidak mandiri), maka dimasukkan ke dalam kelompok remaja. Apa yang dimaksud dengan reproduksi? Secara sederhana reproduksi berasal dari kata re = kembali dan produksi = membuat atau menghasilkan, jadi reproduksi mempunyai arti suatu proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidup. Apasih Kesehatan reproduksi itu? KESEHATAN REPRODUKSI (kespro) adalah Keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan fungsi, peran & sistem reproduksi (Konferensi International Kependudukan dan Pembangunan, 1994). Bagaimana cakupan pelayanannya? Cakupan pelayanan kesehatan reproduksi:      konseling dan informasi Keluarga Berencana (KB) pelayanan kehamilan dan persalinan (termasuk: pelayanan aborsi yang aman, pelayanan bayi baru lahir/neonatal) pengobatan infeksi saluran reproduksi (ISR) dan penyakit menular seksual (PMS), termasuk pencegahan kemandulan Konseling dan pelayanan kesehatan reproduksi remaja (KRR) Konseling, informasi dan edukasi (KIE) mengenai kespro

Apa itu Kesehatan Reproduksi Remaja? Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Pengertian sehat disini tidak semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial kultural. Mengapa Remaja Perlu Mengetahui Kesehatan Reproduksi? Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi agar memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada disekitarnya. Dengan informasi yang benar, diharapkan remaja memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi. Pengetahuan dasar apa yang perlu diberikan kepada remaja agar mereka mempunyai kesehatan reproduksi yang baik?   Pengenalan mengenai sistem, proses dan fungsi alat reproduksi (aspek tumbuh kembang remaja) mengapa remaja perlu mendewasakan usia kawin serta bagaimana merencanakan kehamilan agar sesuai dengan keinginnannya dan pasanganya

Konsep Dasar Kesehatan Reproduksi A. kesehatan ibu dan bayi baru lahir 2. Karena itu baik laki-laki maupun perempuan harus tahu dan mengerti mengenai berbagai aspek kesehatan reproduksi. Pencegahan dan penanggulangan komplikasi aborsi 4. (UU Kesehatan No. (Depkes. (BKKBN. ruang lingkup kesehatan reproduksi meliputi : 1. Kesalahan dimana persoalan reproduksi lebih banyak menjadi tanggung jawab perempuan tidak boleh terjadi lagi. serta fungsi dan prosesnya. dan sosial secara utuh. dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi. mental. seimbang antara anggota keluarga dan antara keluarga dan masyarakat dan lingkungan. mampu memenuhi kebutuhan spiritual dan material yang layak. DEFINISI KESEHATAN REPRODUKSI Sehat adalah suatu keadaan sejahtera fisik. 1996) B.      Penyakit menular seksual dan HIV/AIDS serta dampaknya terhadap kondisi kesehatan reproduksi Bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi Pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual Kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya Mengambangkan kemampuan berkomunikasi termasuk memperkuat kepercayaan diri agar mampu menangkal hal-hal yang bersifat negatif Hak-hak reproduksi Siapa saja yang Perlu Diberitahu Perihal Informasi Kesehatan Reproduksi? Proses reproduksi merupakan proses melanjutkan keturunan yang menjadi tanggung jawab bersama laki-laki maupun perempuan. (WHO. 23 Tahun 1992) Kesehatan Reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik. dan sosial yang utuh. kesehatan reproduksi remaja . selaras. jiwa. bertakwa pada Tuhan yang Maha Esa. spiritual memiliki hubungan yang serasi. fisik dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi serta proses dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecacatan serta dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah. penceghan dan penanggulangan infeksi saluran reproduksi (ISR) termasuk HIV/AIDS 3. dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. fungsi serta prosesnya. dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi. mental. RUANG LINGKUP KESEHATAN REPRODUKSI DALAM SIKLUS KEHIDUPAN Secara luas. 2001) Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sehat mental. bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. 1992) Kesehatan adalah keadaan sejahtera badan. yang tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan.

. berbagai aspek kesehatan reproduksi lain. baik kesehatan jasmani maupun rohani. Hak untuk bebas dari segala bentuk diskriminasi dalam kehidupan berkeluarga dan kehidupan reproduksi. termasuk HIV/AIDS Sedangkan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Komprehensif (PKRK) terdiri dari PKRE ditambah kesehatan reproduksi pada usia lanjut. dan pelecehan seksual. termasuk didalamnya kondisi kesehatan organ-organ reproduksi bayinya. Pencegahan dan penanganan infeksi saluran reproduksi. menopause. Hak untuk menentukan jumlah dan jarak kelahiran anak 6. termasuk HIV/AIDS. C. penyiksaan. Keluarga berncana 3. dan terbebas dari paksaan. Hak untuk dilindungi dari kematian karena kehamilan 4. Hak untuk bebas dari penganiayaan dan perlakuan buruk termasuk perlindungan dari perkosaan. hingga meninggal. perilaku seksual yang mana bila kurang pengetahuan dapat tertular penyakit hubungan seksual. 9. misalnya kanker serviks. kanker pada usia lanjut dan osteoporosis 7. bayi. wanita usia subur. Hak mendapatkan informasi dan pendidikan kesehatan reproduksi 2. Hak untuk membangun dan merencanakan keluarga 11. HAK – HAK REPRODUKSI Hak-hak reproduksi menurut kesehatan dalam Konferensi International Kependudukan dan Pembangunan bertujuan untuk mewujudkan kesehatan bagi individu secara utuh. fistula dll. Kesehatan reproduksi ibu dan bayi baru lahir meliputi perkembangan berbagai organ reproduksi mulai dari sejak dalam kandungan. remaja yang mengijnak masa dewasa bila kurang pengetahuan dapat mengakibatkan risiko kehamilan usia muda yang mana mempunyai risiko terhadap kesehatan ibu hamil dan janinnya. Hak atas kebebasan dan kamanan berkaitan dengan kehidupan reproduksinya 7. Hak untuk dilindungi dari kematian karena kehamilan 5. Penerapan pelayanan kesehatan reproduksi oleh Depkes RI dilaksanakan secara integratif memprioritaskan pada empat komponen kesehatan reproduksi yang menjadi masalah pokok di Indonesia yang disebut paket Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial (PKRE) yaitu : 1. Kesehatan reproduksi remaja 4. selain hal tersebut diatas ICPD juga menyebutkan bahwa kesehatan reproduksi juga mengimplikasikan seseorang berhak atas kehidupan seksual yang memuaskan dan aman. Hak mendapatkan pelayanan dan perlindungan kesehatan reproduksi 3. mutilasi genital. kekerasan. Hak atas pelayanan dan kehidupan reproduksi 10. pencegahan dan penganan infertilitas 6. Kesehatan ibu dan bayi baru lahir 2. hubungan seksual dilakukan dengan memahami dan sesuai etika dan budaya yang berlaku. seseorang berhak terbebas dari kemungkinan tertulari penyakit menular seksual yang bisa berpengaruh pada fungsi organ reproduksi. Hak mendapatkan manfaat kemajuan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. kondisi kesehatan seorang ibu hamil mempengaruhi kondisi bayi yang dilahirkannya. meliputi : 1. 8. selain itu juga menyangkut kehidupan remaja memasuki masa perkawinan. remaja.5. klimakterium. permasalahan kesehatan reproduksi remaja termasuk pada saat pertama anak perempuan mengalami haid/menarche yang bisa berisiko timbulnya anemia.

LSM yang memperjuangkan hak-hak reproduksi sangat penting artinya untuk terwujudnya pemenuhan hakhak reproduksi. 3. untuk mewujudkan pemenuhan hak-hak reproduksi : 1. perjanjian internasional mengenai kependudukan memfokuskan kesehatan reproduksi dan hak-hak perempuan sebagai tema sentral. dan swasta. 2. Dukungan swasta dan LSM sangat dibutuhkan karena ruang gerakan pemerintah lebih terbatas. 4. Sistem pelayanan hak-hak reproduksi Hak-hak Perempuan dan Kesehatan Reproduksi Oleh redaksi pada Jum. LSM/LSOM. Advokasi hak-hak reproduksi Advokasi dimaksudkan agar mendapatkan dukungan komitmen dari para tokoh politik. peraturan dan kebijakan yang saat ini berlaku apakah sudah seiring dan mendukung hak-hak reproduksi dengan tidak melupakan kondisi lokal sosial budaya masyarakat.10:28. KIE hak-hak reproduksi Dengan KIE diharapkan masyarakat semakin mengerti hak-hak reproduksi sehingga dapat bersama-sama mewujudkannya. Pelaksanaan upaya pemenuhan hak reproduksi memerlukan dukungan secara polotik. Promosi hak-hak reproduksi Dilaksanakan dengan menganalisis perundang-undangan. 184 negara berkumpul untuk merencanakan suatu kesetaraan antara kehidupan manusia dan sumber daya yang ada. Tantangan yang dihadapi para pembuat kebijakan. dan legislatif sehingga bisa tercipta undang-undang hak reproduksi yang memuat aspek pelanggaran hak-hak reproduksi. Untuk pertama kalinya. 12/21/2007 . Menurut BKKBN 2000. lembaga donor dan kelompok-kelompok perempuan serta organisasi nonpemerintah lainnya untuk menjamin bahwa perjanjian yang telah dibuat tersebut di Kairo secara penuh dapat diterapkan di masing-masing negara. tokoh masyarakat. Dukungan para tokoh sangat membantu memperlancar terciptanya pemenuhan hak-hak reproduksi. Konferensi Internasional ini menyetujui bahwa secara umum akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi harus dapat diwujudkan sampai tahun 2015. kebijakan teknis operasional di Indonesia.12. Hak atas kebebasan berkumpul dan berpertisipasi dalam politik yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. pelaksana-pelaksana program serta para advokator adalah mengajak pemerintah. . tokoh agama.  Referensi Pada bulan September 1994 di Kairo.

. 6. Menerapkan metode yang kompeten dengan standar yang tinggi (maintaining high standards of technical competence).Hak semua pasangan dan individual untuk memutuskan dan bertanggung jawab terhadap jumlah. Komponen yang termasuk di dalam kesehatan reproduksi adalah: 1. persalinan oleh tenaga kesehatan. Pendidikan seksualitas dan jender. aborsi. Pelayanan kesehatan untuk bayi dan anak-anak. Menyediakan pelayanan lanjutan. dan 4. kehamilan.Hak untuk membuat keputusan yang berkenaan dengan reproduksi yang bebas dari diskriminasi. . 3. skrining dan pengobatan infeksi saluran reproduksi. Konseling tentang seksualitas. Merancang pelayanan agar dapat memenuhi kebutuhan klien.Secara intensif melatih dan memberikan supervisi kepada staf dan memberlakukan sistem-sistem yang memberikan kualitas pelayanan yang baik. Melayani klien dengan rasa hormat dan bersahabat.Memperluas jangkauan pelayanan terhadap perempuan yang mempunyai kebutuhan akan hal-hal yang berkaitan dengan masalah reproduksi dan kesehatan seksual. .Merancang pelayanan yang menjaga hak-hak perempuan dan mendorong pemberdayaannya. 2. penyakit menular seksual (PMS). Apakah Hak Reproduksi itu? Yang termasuk di dalam hak reproduksi adalah: . Pemberian informasi yang benar sehingga secara sukarela memilih alat kontrasepsi yang ada. 2. Kualitas pelayanan merupakan prioritas dan ini harus didukung dengan: 1. . dan mengacu kepada program Keluarga Berencana (KB) yang konvensional serta pelayanan kesehatan ibu dan anak. alat kontrasepsi. dan . pelayanan pasca kelahiran.Hak untuk mendapatkan kehidupan seksual dan kesehatan reproduksi yang terbaik serta hak untuk mendapatkan pelayanan dan informasi agar hal tersebut dapat terwujud. jeda dan waktu untuk mempunyai anak serta hak atas informasi yang berkaitan dengan hal tersebut. dan 8. Pencegahan dan pengobatan infertilitas. Tujuan dari programprogram yang terkait serta konfigurasi dari pelayanan tersebut harus menyeluruh. 3. infertilitas. Pencegahan. infeksi dan penyakit. termasuk HIV/AIDS dan masalah kebidanan lainnya. 4. tidak hanya terpaku kepada jumlah klien yang dapat dilayani. pemaksaan dan kekerasan. Konferensi Internasional tentang Kependu-ukan dan Pembangunan memperkirakan bahwa setiap tahun diperlukan dana sekitar US$17 juta sampai tahun 2000 untuk menyediakan pelayanan kesehatan reproduksi di negara-negara miskin yang dapat diakses secara umum. Pelayanan aborsi yang aman. Bagaimana mewujudkannya ? Dengan memodifikasi program KB dan program kesehatan lainnya agar dapat: . 7. 5.Pelayanan Kesehatan Reproduksi Pelayanan kesehatan reproduksi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan perempuan dan lakilaki berhubungan dengan masalah seksualitas dan penjarangan kehamilan. Pelayanan kehamilan.

. metode-metode untuk men-diagnosa PMS. kekerasan.Mendorong dan mendukung peran laki-laki untuk ikut ambil bagian dalam pembagian tanggung jawab terhadap tingkah laku seksual dan reproduksinya.Perempuan dan laki-laki harus bekerja sama untuk mengetahui haknya. Konsep-konsep kesehatan reproduksi dan uraian hak-hak perempuan ini diambil dari hasil kerja International Women’s Health Advocates Worldwide. penjarangan kehamilan.Mempunyai pengalaman dalam kehidupan seksual yang sehat.Rancangan program dan penerapannya harus melibatkan perempuan dari berbagai latar-belakang. lembaga donor dan masyarakat harus mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjamin semua pasangan dan individu yang menginginkan pelayanan kesehatan reproduksi dan kesehatan seksualnya terpenuhi. Bagaimana Hak Reproduksi dapat Terjamin? . . pengobatan PMS yang terjangkau serta pelayanan kegawatdaruratan kebidanan. tanpa melihat status perkawinannya. ketakutan. masa subur. pemaksaan dan kekerasan yang berhubungan dengan sekualitas dan masalah reproduksi.Pemerintah. infeksi PMS dan HIV/AIDS serta kekerasan. dan . atau kematian yang berhubungan dengan reproduksi dan seksualitas . dan kesehatannya serta keberadaan pasangan dan anakanaknya. Hak Reproduksi maupun akses untuk mendapatkan Pelayanan Kesehatan Reproduksi adalah penting. Pelayanan kesehatan reproduksi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan perempuan sebagaimana mereka inginkan. terbebas dari penyakit. Beberapa prinsip yang harus digarisbawahi adalah: . sehingga perempuan dapat: . dan .Mendukung penelitian untuk mengisi kesenjangan terhadap pengetahuan yang berkaitan dengan masalah teknologi dan pelayanan termasuk di dalamnya adalah microbicides.Hukum-hukum dan kebijakan-kebijakan harus dibuat dan dijalankan untuk mencegah diskriminasi. .Program harus mendukung baik laki-laki maupun perempuan dalam hal pembagian tanggung jawab dari tingkah laku seksual. masa kehamilan. ketidakmampuan. . dan .Program-program dan pelayanan harus dirancang sesuai dengan kondisi-kondisi yang ada dan menjamin bahwa pelayanan ini dapat dimanfaatkan dan dijangkau oleh seluruh perempuan.Mengatur kehamilannya secara aman dan efektif sesuai dengan keinginannya. kesehatan ibu dan anak. dan menjaga kehamilan sampai waktu persalinan . mendorong agar pemerintah dapat melindungi hak-hak ini serta membangun dukungan atas hak-hak tersebut melalui pendidikan dan advokasi.Menyediakan informasi dan pelayanan terhadap perempuan yang lebih muda atau lebih tua dari usia reproduksi. serta mengetahui bahwa kebutuhan-kebutuhan ini sangat beragam dan saling terkait satu dengan yang lain. kesakitan. menghentikan kehamilan yang tidak diinginkan.Mendorong dan membesarkan anak-anak yang sehat seperti juga ketika mereka menginginkan kesehatan bagi dirinya sendiri .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful