P. 1
EMBRIOLOGI PEMBENTUKAN MANUSIA

EMBRIOLOGI PEMBENTUKAN MANUSIA

|Views: 371|Likes:
Published by Milatun Nikmah

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Milatun Nikmah on Mar 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2014

pdf

text

original

Proses Penciptaan Manusia

Disusun oleh: MILATUN NIKMAH 08680009

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2012

2

Pendahuluan
Berbicara mengenai agama tidak dapat dilepaskan dengan masalah ketuhanan, dimana kelompok agamawan meyakini yang serba supranatural yang mempunyai kekuasaan “supra” atau “maha “ baik dalam sifat dan kehendak. Bahwa yang ada didalam alam ini adalah ciptaanNya karena tuhan merupakan sosok pencipta agung, great creator. Begitu besarnya sifat dan kekuasan tuhan seperti dalam islam yang tertulis dalam kitab sucinya al Qur’an, dalam surat yasin ayat 82 disebutkan’’Apabila dia (Allah) menghendaki sesuatu hanyalah bersabda kepadanya: kun fayakuun yang artinya “jadilah” maka terjadilah ia. Dengan konsepsi tuhan yang demikian menempatkan tuhan sebagai yang mengusai segalanya. Bahwa segala yang ada terjadi di alam ini merupakan ciptaan dan kehendaknya. Sehingga segala apa yang ada dan terjadi tidak bisa dilepaskan dengan sifat dan kehendak tuhan , seperti disebutkan dalam alqur’an surah yasin ayat 81 “Tuhan yang menciptakan langit dan bumi” dan dalam surah Al Qomar ayat 49 disebutkan “ sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran “.ilmuan menurut pandangan agamawan hanya mencoba mencari penjelasan tentang keteraturan-keteraturan yang terjadi di alam (sunatullah) yang telah ditetapkan. Ia hanya mempelajari sebagian dari ilmu ( ketetapan) allah. Sehingga sains hakikatnya adalah suatu kaidah tentang keteraturan itu sendiri. berdasarkan dari uraian diatas maka kami akan menguak masalah proses penciptaan manusia dari sudut pandang agama dan sains. Sungguhnya Al-Qur’an adalah sumber ilmu pengetahuan seperti yang telah dijelaskan dalan surat Al-kahfi ayat 109 “ kalau kiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat tuhan ku, sesungguhnya habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat tuhanku, meskipun kami datangkan sebanyak itu (pula ). Fenomena alam yang terjadi menunjukan kekuasaan dan keesaan-Nya. Allah berfirman bahwa akan menunjukan kekuasaannya dalam berbagai hal seperti terlihat dalam Al-Fushilat ayat 53 “kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan ) kami disegenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa AlQur’an itu adalah benar”. Tujuan dari pemilihan tema ini adalah untuk membuktikan bahwa penciptaan manusia tidaklah terjadi dengan begitu saja dan tidaklah melalui evolusi yang sangat mengerikan. Dari

3

awal manusia sudah tercipta dengan sangat sempurna bentuknya, menariknya dalam penciptaan manusia kita bisa memjelaskan antara doktrin agama dan sains secara sinergi.

Pembahasan
Allohu Akbar… Maha Besar Alloh, yang telah menciptakan manusia dengan bentuknya yang sempurna, kemudian Alloh anugerahkan mereka dengan kecerdasan dan otak supaya mereka ini mau berpikir akan ciptaan Alloh. Alloh Ta’ala berfirman : َ‫وﻓِﻲْ اﻷَرْ ض ءَاﯾَﺎتٌ ﻟِﻠﻤُﻮْ ﻗِﻨِﯿْﻦَ وﻓِﻲْ أَﻧﻔُﺴﻜﻢ أَﻓَﻼَ ﺗُﺒْﺼِ ﺮُوْ ن‬ ُْ ِ ْ َ ْ ِ َ “Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS Adz-Dzaariyat : 2021) Al-Imam ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di menjelaskan ayat di atas : “Alloh Ta’ala berfirman menyeru hamba-hamba-Nya untuk bertafakkur (berfikir) dan mengambil i’tibar (pelajaran) : “Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin” yang mencakup bumi itu sendiri dan apa-apa yang ada padanya seperti pegunungan, lautan, sungai, pepohonan dan tetumbuhan, yang menunjukkan orang yang memikirkannya dan merenungkan maknanya, akan keagungan pencipta-Nya, kekuasannya-Nya yang maha luas, kebaikan-Nya yang umum mencakup semuanya dan ilmu-Nya yang mencakup zhahir dan bathin. Demikian pula, bahwa di dalam diri seorang hamba itu ada pelajaran, hikmah dan rahmat yang menunjukkan bahwa Alloh itu maha tunggal al-Ahad…” [Taysir Karimir Rahman, tafsir surat adz-Dzariyat, juz 29, hal. 809). Ada tiga tipe penciptaan: 1. Nabi Adam AS diciptakan tanpa seorang ayah maupun ibu. 2. Hawa diciptakan tanpa seorang ibu. 3. Nabi Isa AS diciptakan tanpa seorang ayah.

4

Oleh karena itu, hanya Allah yang bisa menciptakan Adam tanpa seorang ayah maupun ibu yang juga bisa menciptakan Nabi Isa AS dari seorang ibu tetapi tanpa seorang ayah. Namun demikian, umat Nasrani masih melanjutkan perdebatan mereka meskipun Allah telah mengirim bukti petunjuk kepada mereka setelah adanya bukti. Kemudian, ketika mereka tetap mempertahankan kontroversi ini, mereka menjawab bahwa mereka tidak pernah melihat atau mendengar seseorang yang diciptakan tanpa seorang ayah dan seorang ibu. Tetapi ilmu pengetahuan modern sekarang telah mengungkapkan bahwa beberapa binatang yang ada di muka bumi ini dilahirkan dan direproduksi tanpa perbuatan dari spesies jantan. Sebagai contoh, lebah jantan memiliki telur tidak lebih dari satu yang mana telur tersebut tidak dibuahi oleh pejantan, sedangkan telur yang dibuahi pejantan itu berfungsi sebagai betina. Lagi pula, lebah jantan diciptakan dari telur ratu tetapi tidak mengalami pembuahan dari pejantan. Ada beberapa contoh lain selain contoh binatang ini di muka bumi. Terlebih Iagi manusia sekarang memiliki peralatan ilmiah yang membangkitkan semangat telur betina dari beberapa organisme untuk itulah telur ini berkembang tanpa pembuahan dari pejantan. Manusia zaman dahulu tidak mengetahui bahwa mereka mengalami perkembangan di dalam perut (uterus ibu mereka) hingga akhirnya sains modern menguaknya. Ilustrasi pertama yang diketahui tentang sebuah janin digambar oleh Leonardo Da Vinci pada abad ke-15. Pada abad ke-2 Masehi, Galen menggambarkan Plasenta dan membran fetal di bukunya yang berjudul ‘On the Formation of the Fetus’. Mungkin, karena inilah para dokter pada abad ke-7 M kemungkinan besar telah mengetahui bahwa embrio manusia berkembang di dalam uterus, namun tetap saja tidak mungkin mereka mengetahui bahwa embrio tersebut berkembang secara bertahap, walaupun Aristoteles telah menggambarkan tahap-tahap perkembangan embrio ayam pada abad ke-4 sebelum masehi. Pemahaman bahwa embrio manusia berkembang secara bertahap tidak dibahas dan diilustrasikan sampai abad ke-15. Baru setelah Mikroskop ditemukan pada abad ke-17 oleh Leueewenhoek, deskripsi tentang embrio ayam dibuat, namun pengetahuan akan perkembangan embriologi manusia tidaklah diketahui secara mendetail melainkan setelah abad ke-20 setelah Streeter (1941) mengembangkan sistem pertama kali tentang tahap perkembangan embrio yang kemudian digantikan oleh sistem yang lebih akurat yang dikemukakan oleh O’Rahilly (1972).

5

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam telah menjelaskan perkembangan embrio ini secara mendetail 14 abad yang lalu, dimana pada zaman itu mikroskop, USG dan semisalnya belum ditemukan. Alloh Ta’ala berfirman : ‫ﯾَﺨْ ﻠُﻘُﻜﻢ ﻓِﻲْ ﺑُﻄُﻮْ ن أُﻣﮭَﺎﺗِﻜﻢ ﺧَ ﻠﻘًﺎ ﻣِﻦْ ﺑَﻌﺾ ﺧَ ﻠﻖ ﻓِﻲْ ظُﻠُﻤَﺎت ﺛَﻼَث‬ ٍ ٍ ٍ ْ ِ ْ ْ ُْ ‫ِ ﱠ‬ ُْ “Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.” (QS az-Zumar : 6) Syaikh Ibnu Sa’di rahimahullahu menjelaskan penafsiran ayat ini : “yaitu Alloh menciptakan kalian thur ba’da thur (tahap demi tahap bentuknya), dan kalian dalam keadaan dimana tidak ada tangan satu makhlukpun memegang kalian dan mata melihat kalian, dan Dialah Alloh yang memelihara kalian di dalam tempat yang sempit tersebut (perut ibu, uterus), “dalam tiga kegelapan” yaitu kegelapan perut [zhulmatul Bathni], kegelapan rahim [zhulmatur rahmi] kemudian kegelapan tembuni/ari-ari [zhulmatu masyimah]. Sains modern menjelaskan bahwa tahapan perkembangan embrio di dalam uterus memang terjadi secara bertahap, bentuk demi bentuk. Dan sains modern menjelaskan bahwa janin manusia berada pada tiga lapisan, yaitu : 1. Dinding anterior abdomen 2. Dinding uterus 3. Membran Amniochorionic (lihat Gambar 1)

(Gambar 1. Gambar irisan sagital dari abdomen dan pelvis (tulang kelamin) wanita menunjukkan janin di dalam uterus. Tiga kegelapan tersebut adalah : (1) Dinding anterior abdomen, (2) Dinding uterus, dan (3) Membran Amniochorionic.)

6

Penafsiran di atas tidak menyelisihi penjelasan sains modern, dimana “tiga kegelapan” tersebut yang dijelaskan oleh Syaikh as-Sa’di adalah sama dengan yang disebutkan di dalam sains modern. Zhulmatul Bathni (kegelapan perut) bisa diinterpretasikan sama dengan dinding anterior abdomen. Karena bathnun sama dengan abdomen. Zhulmatur rahmi (kegelapan rahim) sama dengan dinding uterus, karena rahim yang dimaksud adalah uterus. Zhulmatul Masyimah (kegelapan tembuni) identik dengan membran amnichorionic. Alloh Ta’ala berfirman : ٍ‫ﺛُﻢ ﺟَ ﻌﻠﻨَﺎ ﻧُﻄﻔَﺔً ﻓِﻲْ ﻗَﺮَ ار ﻣﻜﯿْﻦ‬ ِ‫ٍ ﱠ‬ ْ َْ ‫ﱠ‬ “Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).” (QS Al-Mu’minun : 13) Syaikh as-Sa’di rahimahullahu berkata : “Nuthfah adalah sesuatu yang keluar dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan kemudian menetap di “tempat yang kokoh” yaitu rahim, yang memeliharanya dari rusak, cedera dan selainnya.” Sesuatu yang keluar dari sulbi laki-laki adalah spermatozoa dan yang keluar dari wanita adalah ovum. Lantas keduanya bercampur sebagaimana dalam firman Alloh Ta’ala : ‫إِﻧﱠﺎ ﺧَ ﻠَﻘﻨَﺎ اﻹﻧﺴَﺎنَ ﻣِﻦْ ﻧُﻄﻔَﻂٍ أَﻣﺸَﺎج‬ ٍ ْ ْ ِْ ْ “Sesungguhnya kami menciptakan manusia dari tetesan air yang bercampur.” (QS Al-Insan : 2) Campuran keduanya ini membentuk zigot yang membelah diri membentuk blastocyst yang tertanam secara kuat diuterus (tempat yang kokoh). (Gambar 2)

7

Gambar 2 : Blastocyst yang tertanam dalam uterus Kemudian Alloh Ta’ala berfirman : ً‫ﺛُﻢ ﺧَ ﻠَﻘﻨَﺎ اﻟﻨُﻄﻔَﺔَ ﻋﻠَﻘَﺔ‬ َ ْ ْ ‫ﱠ‬ “Kemudian nuthfah itu Kami jadikan ‘alaqoh” (QS Al-Mu’minun : 14) Kata ‘Alaqoh dari sisi bahasa Arab bermakna 3, yaitu : 1. Bermakna lintah. 2. Bermakna sesuatu yang tergantung. 3. Bermakna segumpal darah. Dan maha suci Alloh, ternyata tiga makna yang terkandung di dalam kata ’Alaqoh ini tidak ada yang menyelisihi fakta saintifik modern sedikitpun. ‘Alaqoh bermakna sebagai lintah, Ini adalah deskripsi yang tepat bagi embrio manusia sejak berusia 1-24 hari ketika menempel di endometrium pada uterus, serupa sebagaimana ‘lintah’ menempel di kulit. Serupa pula dengan ‘lintah’ yang memperoleh darah dari inangnya, embrio manusia juga memperoleh darah dari “endometrium deciduas” saat hamil. Hal ini sangat luar biasa bagaimana embrio yang berumur 23-24 hari bisa menyerupai seekor lintah (Gambar 3). Selama mikroskop dan lensa belum ditemukan pada abad ke-7, para dokter tidak akan tahu bahwa embrio manusia memiliki penampakan seperti lintah. Ketika membandingkan lintah air tawar dengan embrio pada tahap ‘alaqoh, Profesor Moore, seorang profesor Emeritus ahi anatomi dan embriologi dari Universitas Toronto Kanada,

8

menemukan kesamaan yang banyak pada keduanya. Beliau berkesimpulan bahwa embrio selama tahap ‘alaqoh memiliki penampakan yang sangat mirip dengan lintah. Profesor Moore lantas menempatkan sebuah gambar embrio dan lintah bersebelahan . (Gambar 3).

Gambar 3 : Atas, sebuah gambar dari lintah. Bawah, sebuah gambar dari embrio berusia 24 hari. Perhatikan penampakan seperti lintah pada embrio manusia dalam tahap ini. Arti kedua, ‘alaqoh adalah ‘sesuatu yang tergantung’, dan hal ini adalah apa yang dapat kita lihat pada penempelan embrio di uterus/rahim selama tahap ‘alaqoh. Dan ini adalah suatu fakta ilmiah. Arti ketiga adalah ‘segumpal darah’. Hal ini signifikan untuk mengamati sebagaimana pernyataan Profesor Moore, bahwa embrio selama tahap ‘alaqoh mengalami peristiwa internal yang sudah dikenal, seperti pembentukan darah pada pembuluh tertutup, sampai siklus metabolisme selesai di plasenta. Selama tahap ‘alaqoh, darah ditangkap di dalam pembuluh tertutup dan inilah alasan mengapa embrio memiliki penampakan seperti gumpalan darah. Ketiga deskripsi tersebut secara mengagumkan disodorkan oleh satu kata ‘alaqoh dalam Qur’an. Maha suci Alloh. Alloh Ta’ala berfirman : ً‫ﺛُﻢ ﺧَ ﻠَﻘﻨَﺎ اﻟﻌﻠَﻘَﺔً ﻣُﻀْ ﻐﺔ‬ َ َ ْ ‫ﱠ‬ “Kemudian ‘alaqoh itu kami jadikan mudhghoh” (QS Al-Mu’minun : 14) Kata Mudghah bisa bermakna “segumpal daging” dan bisa juga bermakna “sesuatu yang dikunyah”. Akhir minggu ke empat, embrio manusia tampak seperti gumpalan daging atau sesuatu yang dikunyah (gambar 4). Penampakan seperti bekas kunyahan menunjukkan somit

9

yang menyerupai tanda gigi. Somit merepresentasikan permulaan primordia dari vertebrae (bakal tulang belakang)

Gambar 4. Kiri, model plastik embrio manusia yang memiliki penampakan gumpalan daging. Kanan, sebuah gambar embrio berusia 28 hari yang menunjukkan beberapa somit seperti manikmanik yang menyerupai tanda gigi pada pada model yang ditunjukkan di kiri.

Allah Ta’ala berfirman : ً‫ﻓَﺨَ ﻠَﻘﻨَﺎ اﻟﻤُﻀْ ﻐﺔَ ﻋﻈَﺎﻣًﺎ ﻓَﻜﺴَﻮْ ﻧَﺎ اﻟﻌﻈَﺎم ﻟﺤَ ﻤﺎ‬ ْ َ ِ َ ِ َ ْ “Kemudian kami jadikan mudghoh itu ‘idhoman (tulang belulang), lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan lahma (daging/otot)” (QS Al-Mu’minun : 14) Ayat di atas mengindikasikan bahwa setelah tahap mudhghoh, tulang belulang dan otot terbentuk. Hal ini sesuai dengan perkembangan embriologi. Pertama tulang terbentuk sebagai model kartilago (tulang rawan) dan otot (daging) berkembang menyelimutinya dari mesodermal somatik. Allah Ta’ala berfirman : َ‫ﺛُﻢ أَﻧﺸﺄْﻧَﺎ ُه ﺧَ ﻠﻘًﺎ ءَاﺧَ ﺮ‬ ْ َ ْ ‫ﱠ‬ “Kemudian kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain” (QS Al-Mu’minun : 14) Ayat di atas mengimplikasikan bahwa tulang dan otot menghasilkan bentukan/formasi makhluk dengan bentuk yang lain. Hal ini bisa mengacu pada manusia yang masih berupa embrio yang terbentuk di akhir minggu ke delapan. Pada tahap ini, embrio memiliki karekteristik

10

khusus dan memiliki primordia (bakal) seluruh organ dan bagian-bagiannya baik internal maupun eksternal. Setelah minggu ke delapan, embrio ini disebut fetus. Hal ini menjadikannya sebagai makhluk yang baru yang berbentuk lain. Maha Suci Alloh, Pencipta yang paling baik. Allah Ta’ala berfirman : َ‫وَﺟَ ﻌﻞ ﻟَﻜﻢ اﻟﺴﻤﻊ واﻷَﺑْﺼَﺎرَ وَ اﻷَﻓﺌِﺪة‬ َ ْ َ َ ْ‫َ َ ُُ ﱠ‬ “dan Ia menjadikan bagimu pendengaran, pengelihatan dan pemahaman (hati)” (QS an-Nahl : 78) Ayat di atas mengindikasikan bahwa indera khusus seperti pendengaran, pengelihatan dan peraba berkembang pada tahap ini, adalah benar. Primordia (bakal) telinga internal nampak sebelum permulaan perkembangan mata, dan otak (tempatnya pemahaman) berdiferensiasi terakhir kali. Allah Ta’ala berfirman : ‫ﺛُﻢ ﻣِﻦْ ﻣُﻀْ ﻐﺔ ﻣُﺨَ ﻠﱠﻘَﺔ وَ ﻏﯿﺮﻣُﺨَ ﻠﱠﻘَﺔ‬ ٍ ِ َْ ٍ ٍ َ ‫ﱠ‬ “Kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna” (QS Al-Hajj : 5) Penggalan ayat di atas mengindikasikan bahwa embrio tersusun atas jaringan yang berdiferensiasi (sempurna kejadiannya) dan jaringan yang tak berdiferensiasi (tidak sempurna). Sebagai contoh, ketika tulang kartilago (rawan) berdiferensiasi, jaringan ikat embrio atau mesenkim yang menyelubunginya tak berdifirensiasi. Ia akan berdiferensiasi kemudian menjadi otot dan ligamen yang menempel di tulang. Dan ini adalah suatu fakta ilmiah yang tak terbantahkan. Allah Ta’ala berfirman : ‫ﻟِﻨُﺒَﯿﱢﻦَ ﻟَﻜﻢ وﻧُﻘِﺮﱡ ﻓِﻲْ اﻷَرْ ﺣَ ﺎمِ ﻣَﺎ ﻧَﺸَﺎء إِﻟَﻰ أَﺟَ ﻞٍ ﻣﺴﻤًﻰ‬ َّ ُ ُ َ ُْ “Agar kami jelaskan kepadamu dan kami tetapkan di dalam rahim (uterus), apa yang kami kehendaki sampai waktu yang telah ditentukan” (QS Al-Hajj : 5)

11

Penggalan ayat di atas menyatakan bahwa Alloh telah menetapkan dan menentukan embrio di dalam uterus sampai masa penuhnya (kehamilan 9 bulan). Hal ini juga diketahui secara jelas bahwa banyak embrio gagal berkembang selama bulan pertama perkembangannya, dan hanya sekitar 30% zigot yang terbentuk, berkembang menjadi fetus yang selamat hingga kelahiran. Di dalam buku “Developing Human”, DR. Moore menyatakan bahwa klasifikasi modern tentang tahap perkembangan embrionik, yang telah diadopsi hampir di seluruh dunia, adalah pengkasifikasian yang terlalu rumit dan tidak komprehensif. Klasifikasi modern di atas tidak memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai tahapan perkembangan embrionik secara mudah dan jelas, karena tahap-tahap tersebut berdasarkan bentuk numerik, yaitu, tahap 1, tahap 2, tahap 3, dst. Pembelahan yang telah disebutkan di dalam al-Qur’an tidaklah bergantung pada sistem numerik. Lebih jauh, klasifikasi perkembangan embrio yang terdapat di al-Qur’an berdasarkan pada pengidentifikasian bentuk (morfologi) dan ukuran yang lebih akurat, mudah difahami dan jelas. Al-Qur’an mengeidentifikasikan tahapan perkembangan prenatal sebagai berikut:       Nuthfah, yang berarti “setetes” atau “sejumlah kecil air” ‘Alaqoh yang berarti “struktur seperti lintah”, “segumpal daging” atau “sesuatu yang tergantung”. Mudghah yang berarti “struktur bekas kunyahan” atau “segumpal daging” ‘Idhaam yang berarti “tulang” atau “rangka” Kisaa al-‘Idham bil laham, yang bermakna membungkus tulang dengan daging atau otot. An-Nasy’a yang berarti “formasi/pembentukan fetus yang sudah jelas” Prof Moore telah menjelaskan bahwa pembelahan versi Qur’an ini benar-benar berdasarkan pada fase yang berbeda pada perkembangan prenatal. Beliau telah menggarisbawahi bahwa deskripsi saintifis yang elegan ini lebih komprehensif dan praktis. Dan seharusnya para saintis modern menjadikan dasar klasifikasi perkembangan embriologi di dalam Al-Qur’an ini sebagai dasar klasifikasi yang dipegang, karena lebih mudah difahami, akurat dan saintifis.

12

Dari paparan di atas, apakah mungkin Al-Qur’an yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Salam ini adalah kitab suci yang diada-adakan oleh beliau sebagaimana tuduhan kaum kuffar dan atheis? Bagi orang-orang yang mempergunakan akal sehatnya tentu akan mengatakan, “Maha Suci Alloh, sesungguhnya ini semua berasal dari sisiMu. Setiap rasul yang menyampaikan ajaran Allah SWT, selalu dilengkapi dengan mukjizat yang sesuai dengan perkembangan dan kemajuan kaum masing-masing. Tujuan utamanya adalah untuk membuktikan kebenaran kerasulan mereka di tengah umatnya. Nabi Isa, bangkit di masa berkembangnya ilmu kedokteran. Nabi Isa menghadapi kaum yang tunduk kepada hukum-hukum kebendaan dan tidak mengakui apa yang ada di luar alam kebendaan. Nabi Isa diutus Allah SWT untuk membuktikan, bahwa ada sesuatu di luar alam benda ini, yaitu alam ruh. Tuhan membuktikan itu dengan kelahirannya dan kesanggupannya menghidupkan orang yang sudah mati, serta menyembuhkan orang yang buta dan lepra. Sebagai rasul akhir zaman, Nabi Muhammad SAW diberi Mukjizat yang sifatnya khusus dan berbeda. Seperti mukjizat yang ada di dalam ayat Al Qur’an tentang proses pembentukan manusia, meski beliau bukan seorang ilmuwan atau cendekiawan, tapi apa yang diterangkan di dalam Al-Qur’an mengenai pembentukan manusia sangat jelas dan detail. Hal ini menunjukkan bahwa beliau adalah pembawa pesan dari Allah SWT, dan apa yang ada di dalam Al-Qur’an benar-benar pernyataan atau firman Allah SWT.

Proses pembuktian
Prof Dr Roger Garaudy dan Dr Maurice Bucaille di Perancis pernah mengkaji dan menguji Alquran dari segi isinya. Di antaranya, Maurice Bucaille mencoba menguji seberapa jauh kebenaran ilmiah ayat-ayat yang bersangkutan dengan proses kejadian manusia dalam Surat Al Hajj ayat 5 (22:5). Dr Maurice Bucaille menemukan bahwa ternyata penjelasan dari Alquran yang turun 14 abad yang lalu itu dalam menggambarkan asal muasal manusia lebih tepat dari ilmu embriologi mutakhir. Hal itu secara jelas ditulis dalam bukunya yang berjudul 'The Origin of Man'.

13

Seorang ahli anatomi dan embriologi dari Kanada, Prof. Dr. Keith Moore sangat terkejut dengan keakuratan pernyataan yang ada dalam Al-Qur’an (yang ada pada abad 7Masehi) jauh sebelum ilmu embriologi ada. Hal ini beliau dapati pertama kali saat dia bekerja dengan the Embryology Committee of King Abdulaziz University in Jeddah, Saudi Arabia. Saat itu dia diminta membantu mereka menginterpretasikan berbagai pernyataan di dalam Al-Qur’an dan Hadits mengenai reproduksi manusia dan perkembangan prenatal. Sejak itu Professor yang dengan berbagai karya ilmiahnya mendapatkan beberapa penghargaan di dunia kedokteran itu mulai aktif meneliti kedokteran modern dengan mengacu ayat-ayat dalam Al-Qur’an dan Hadist. EMBRIOLOGI 1. Sperma Sel germinatif disebut sel spermatigonia. Sel – sel ini berada di dasar tubulus, selapis. dengan jaringan interistitial di batasi oleh lanmina basalis. Spermatogonia berfoliperasi terus menerus membentuk sel spermatogenetik : Spematosit, Spermatid, spermatozoa. Spermatogonia adalah sel iniduk gamet, spematozoa adalah gamet matang.Sel – sel spermatogenik di atas berada di arah ke ronga saluran, membentuk 4 – 8 lapis sel. Sel – sel spermatogenik ini diselaputi oleh tonjolan – tonjolan halus sel,pemelihara. Sel pemelihara itu di sebut Sel sertoli, yang berfungsi untuk memelihara, memberi makan dan melindungi sel – sel spermatogenik dari perubahan pH, radiasi sinar radioaktif, dan serangan anti body yang mungkin hadir di dalam darah atau lumen tubulus. Sel sertoli terletak di antara spermatogonia, tegak pada lamina basalis, dan puncaknya mencapai lumen. Di bawah mikroskop elektron sel Sertoli banyak mengandung retikulum endoplasma halus, dan sedikit retikulum endoplasma kasar. Alat golgi besar, banyak mitokondria dan lisosom. Inti lonjong , sering bersegi tiga dan keryotheca atau nuklear envelope itu berceruk – ceruk. Kromatin kurang jelas, nukleus besar. Fungsi sel Sertoli : 1. Malindungi dan memberi nutrisi sel – sel spermatogenik 2. Phagocytosis, yakni memakan sel – sel spermatogenik yang abnormal dan sisa spermatid. 3. Menggetahkan lendir yang ikut membina plasma seman

14

4.

Diduga juga menggetahkan hormon estrogen Leydig

5. Menggetahkan Androgen- Binding- Protein ( ABP ) untuk mengikat Androgen dari sel

Jaringan Interstitial Rongga antara tubuli seminiferi dalam tiap lobula testis diisi oleh jaringan interstitial. Di dalamnya terdapat jaringan saraf, urat saraf, pembuluh darah, dan pembuluh limfa. Dalam jaringan ikat terkandung fibroblas, sel mast, dan makrofag. SALURAN DAN KELENJAR Bagian tubuli semiferi yang lurus terletak di daerah puncak lobula, disebut tubuli recti. Ini bermuara di Rete testis, suatu sistem celah berlapis sel- sel epitel jaringan ikat. Rete testis berada dalam mediastinum. Tubuli recti dan rete memiliki selapis sel epitel berbentuk batang bermikrovili. Beberapa sel itu juga ada yang berflagelum. Rete testis menyalurkan semen kedutuli efferentes, saluran yang berpilin- pilin yang membentuk 5 – 10 badan bentuk krucut di puncak testis. Ada 2 macamsel epitel pada lapisan ke lumen ductuli eferentes: 1. bersilia; 2. brmikrivilli memiliki banyak cekukan di permukaan , karena banyak endositosis. Ductus epididimis, melilit banyak sekali, jika dibentangkan 6 m panjang . Lapisan epitel membuat cairan lingkunan yang cocok bagi pematangan spermatozoa. Disebelah luar lapisan epitel lapisan otot polos dan yang paling luar sekali ialah lapisan jaringan ikat yang kaya dengan pembuluh kapiler. Epididimis terdiri dari 3 daerah : 1. Caput: ialah daerah kepala, tempat bermuara ductuli eferentes, 2. Orpus: bagian tengah 3. cauda bagian ekor atau ujung, bertemu dengan vas deferens. Epididimis adalah daerah tempat pematangan dan penyimpanan spermatozoa. Secara berangsur, sejak dari caput sampai ke cauda sel epitel berstereocilia itu semakin rendah. Lapisan otot polos epididimis itu semakin ujung semakin tebal. Vas deferens, berlumen lebih besar dan berdinding lebih tebal daripada lapisan sebelumnya. Lapisan terdalam di sebut lapisan mukasa yang membentuk lapisan longitudinal. Terdiri dari se epitel beberapa lapis . Yang paling dalam,

15

ke lumen, berbentuk batang dan berstereosilia. Lapisan propria, jaringan ikat di bawah mukosa, mengandung jaringan serat elastis. Vas deferens Meninggalkan skotom lewat integunal canal, dalam spermatid cord. Integunal canal adalah lobang yang menghubungkan rongga abdomen dengan srotum, yang secara normal tertutup dan hanya di lewati spermatid cord. Dalam spermatid cord itu terdapat pula pembuluh darah, pembuluh limfa, urat saraf dan semua diselaputi oleh otot cremaster. Setelah mingilang ureter dalam ronga abdomen, saliuran ini menjadi membesar yang disebut bagian ampula.Vesicula seminalis, sepasang panjang 15 cm. Lapisan dalamnya terdiri dari lapisan mukosa yang berlipat- lipat dan bercabang banyak. Pada Rodentia vesicula seminalis berupa sepasang kantong yang panjang besar dan lumennya sering ditemukan kristal getahan. Pengaruh testosteron besar sekali terhadap kelenjar ini. Jika hormon ini kuran sel epitel beratrofi dan keseluruhan kelenjar jadi kecil sekali. Prostata, disingkat prostat. Pada orang untaian 30-50 kelenjar tubolo alveolar yang bercabang – cabang . Pda mamalia lain, seperti rodentia, terdiri dari 3 pasang lobi: 1. Kelenjar koagulasi; 2 lobi dorsal; 3. lobi ventral Pada oramg saluran kelenjar berpuluh- puluh banyaknya, bermuara ke urethra, di kadua sisi. Seperti halnya vesicula seminalis, kelenjar ini dinina oleh lapisan mukosa, lapisan otot polos, dan lapisan jaringan ikat paling luar. Cairan yang digetahkan prostat banyak menghasilkan asam sitrat, enzim fosfatase, amilase dan glukorunidase. Juga spermin seminin dan postaglandin. Memeriksa kadar aam sitrat dan enzim posfatase dalam semen untuk mengetahui keadaan kelenjar ini. Kelenjar bulbourethralis atau Cowper, terletak di belakang urethra, sebelum penis. Kelenjar Littre, ialah kelenjar yang terdapat banyak sepanjang urethra, beberapa langsung menyalurkan getahan ke epitel urethra, beberapa memiliki saluran sendiri yang bermuara ke urethra itu.

16

GENITALIA LUAR Penis adalah genitalia luar jantan, untuk menyalurkan sperma ke dalam tubuh betina. Terdiri dari tiga batang silinder jaringan yang erektif ( dapat bereaksi ) 2 batang corpora cavernosa sebelah atas, 1 batang corpus spongiosum di bawah. Fase tutup, saat gelembung akrosom akrosom makin besar, membentuk lipatan tipis melingkupi bagian kutup yang bakal jadi bagian depan. Akhirnya terbentuk semacam tutup atau topi spermatozoon. Fase akrosom, terdiri retribusi bahan akrosom. Nukleoplasma berkomdensasi, sementara itu spermatid memanjang. Bahan akrsom kemudian menyebar membentuk lapisan tipis miliputi kepala tutup, sampai akrosom dan tutup kepala membentuk tutup akrosom. Fase pematangan, terjadi perubahan bentuk spermatid sesuai dengan ciri spesies. Butiran inti akhirnya bersatu, dan inti gepeng membentuk pyriform, sebagai ciri spermatozoa primata dan khususnya manusia. Ketika akrosom terbentuk di bakal jadi bagian depan spermatozoa, sentrior pun bergerak bersebrangan. Sentrol terdepan membentuk flagelum, sentriol satu lagi membentuk kelepak sekeliling pangkal ekor. Mitokondria membentuk cincin – cincin di bagain midle piece eker, dan seludang fibrosa di luarnya. Mikrotubul muncul dan berkumpul bagian sampuing spermatid membentuk satu batang besar, disebut manchette. Manchette ini membentuk inti sehingga jadi lonjong, sememtera spermatid sendiri memanjang, dan sitoplasma terdesak ke belakang inti. Ketika ekor mengalami diferensiasi sitoplasma sisa yang diselaputi membran, melepaskan diri ke samping, disebut recidual body of Regnaud.

SPERMATOZOA Spematozoa untuk pertama kali dilihat oleh Johan Hamm dalam tahun 1677. hasil percobaanya dilaporkan kapada Anton van Leeuwen hoek yang kemudian menguraikan morfologinya secara mendetail kepada Royal Society di London. Akan tetapi peranan Spermatozoa dalam pembuahan baru diketahui 200 tahun kemudian.

17

Dalam tahun 1784 Lazzaro Spalanzia menyaring mani anjig untuk memisahkan spermatozoa dari bahan lainnya. Kemudian baru diketahui bahwa spermatozoa itu diperlukan untuk membuat anjing betina bunting. Mungkin percobaan itu merupakan percobaan pertama dalam bidang inseminasi buatan (kawin suntik). Suatu tehnik yang kini umum dilakukan oleh hewan ternak. Orang laki-laki mencapai akil balig umur 12-16 tahun. Permulaan akil balig ini dimulai dengan menghasilkan Hormongonodotofin yang dihasilkan oleh kelenjar Pituari.Spermatozoa jika dilihat dari ilmu genetis berasal dari sel primordial yang diploid yang disebut Spermatosit primer, yang mengandung 46 kromosom, yaitu 44 kromososm autosom dan 2 kromosom kelamin 9pada pria merupakan kromosom X dan Y). setelah mengalami pembelahan meosiss I maka jumlah kromosom diparoh dan terjadilah 2 macam Spermatosit sekunder yang haploid yaitu yang satu mengandung 22 kromosom autosom + sebuah kromosom X dan yang lainnya mengandung 22 kromosom autosom + sebuah kromosom Y. Bila pembelahan meosis II yang berlangsung sebagai pembelahan biasa selesai, mak terbentuklah 4 sel spermatid yang masing-masing haploid, dua buah spermatid masing-masing mengandung 22 kromosom autosom + sebuah kromosom X dan dua buah lainnya mengandung 22 kromosom autosom + sebuah kromosom Y. selanjutnya Spermatid akan berkembang menjadiSpermatozoa. Nukleus dari spermatid membentuk bagian yang terpenting dari kepala Spermatozoa. Dalam sitoplasma spermatid terdapat butir-butir halus disebut motokondria dan sentriol. Jutaan sel Diploid mengalami perkembangan ini di dalam tubus seminiferus yang terdapat di dalam buah zakar (testis).mengalami perkembangan ini di dalam tubus seminiferus yang terdapat di dalam buah zakar (testis).kembangan dari sel Diploid sampai terbentuknya Spermatozoa mencapai waktu kira-kira 64-72 hari. Akan tetapi karema setiap hari ada sel-sel baru yang mengalami proses perkembangan itu , maka seorang pria normal dan sehat tidak akan kekurangan sperma.Pada waktu ejakulasi dikeluarkan air mani atau semen maka semen mengandung rata-rata 250-500 juta spermatozoa. Jiak spermatozoa yang abnormal melebihi 25 %, maka pria iru biasanya mandul atau steril. Kira-kira 4 dari 10 perkawinan infertil terutama disebabkan karena jumlah spermatozoa terlalu sedikit atau mengalami kelainan.

18

Macam spermatozoa menurut stuktur
Ada 2 kelompok: 1. Tak berflagelum 2. Berflagelum Yang tak berflagelum terdapat pada beberapa janis Evertebrata, yakni Nematoda, Crustacea, Diplopoda. Yang berflagelum yang umum terdapat pada hewan. Flagelum itu ada yang satu ( umum ) ada yang dua ( jarang ). Yang berflagelum lazim memiliki bagian – bagian : kepala dan ekor. Kepala sebagai penerobos jalan menuju dan masuk ke ovum, dan membawa bahan genetis yang akan diwariskan pada anak cucu. Ekor untuk pergerakan menuju tempat pembuahan dan untuk mendorong kepala menerobos selaput ovum. Dalam kepala ada inti dan akrosom. Inti mengandung bahan genetis, akrosom mengandung bahan lysin. Akrosom adalah lisosom spermatozoon, untuk melysis lendir penghalang saluran kelamin betina dan selaput ovum. Seperti halnya lisosom umumnya, akrosom pun di produksi oleh alat Golgi. Ekor berporoskan flagellum. Flagellum ini memiliki rangka dasar, disebut aksonem, di bina atas 9 duplet dan 2 singlet mikrotubul. Ekor mengandung sentrior ( sepasang ), mitokondria, dan serat fibrosa.

Fakta ilmiah:
Sperma dibentuk oleh testicles (testis). Cairan laki-laki (yang disebut semen) ini terutama berisi beberapa komponen: 1. sperma yang dalam keadaan normal (agar dapat menyebabkan fertilisasi) bersifat gushing dan aktif bergerak, 2. prostaglandin yang menyebabkan kontraksi uterus sehingga membantu transpor sperma ke tempat fertilisasi. Semen juga mengandung gula yang diperlukan untuk mensuply energi untuk sperma; beberapa cairan yang berbeda untuk menetralisir

19

keasaman pada mulut/pintu masuk rahim dan menciptakan/membuat lingkungannya licin sehingga memudahkan gerakan sperma ke dalam rahim. Meski ratusan juta sperma (500-600juta) masuk melalui vagina ke dalam leher rahim, hanya ada satu sperma yang dapat membuahi ovum, sperma ini kemudian melewati perjalanan panjang untuk sampai ke tempat fertilisasi yang disebut tuba falopii yang menghubungkan ovarium/kandung telur dengan rahim. Jarak/perjalanan ini penuh dengan hambatan yang bisa kita samakan dengan perjalanan manusia untuk mencapai ke bulan! Setelah terjadi fertilisasi/pembuahan, terjadi perubahan yang cepat pada membran ovum untuk mencegah masuknya sisa/sperma yang lain.Sperma terdiri dari 23 kromosom, dimana 1 kromosom menentukan jenis kelamin embrio. Kromosom di ovum selalu X. Bila kromosom Y bercampur dengan kromosom X dari ovum akan menjadi laki-laki (XY), bila sperma X bercampur dengan Xovum akan menjadi jenis kelamin perempuan(XX).Uterus/rahim merupakan tempat pertumbuhan embrio dan berkembang sebelum nanti akhirnya keluar sebagai bentuk sempurna seorang bayi. Uterus merupakan tempat yang aman untuk pertumbuhan embrio karena beberapa alasan: 1. Lokasi uterus ada di tulang pelvis wanita, yand dilindungi oleh ligament/tali pengikat dan fascia/lembaran2 yang mensuppot/menahan uterus dari samping dan membuat rahim tetap bisa mobile dan tumbuh hingga ratusan kali pada kehamilan cukup bulan. 2. 3. 4. Otot pelvis dan perineum mengfiksasi uterus pada tempatnya. Adanya hormon progesteron(hormon kehamilan) membantu menstabilkan rahim dan mengurangi kontraksi uterus selama kehamilan. Embrio di dalam rahim dikelilingi oleh membran2 yang berbeda yang menghasilkan cairan amnion/ketuban yang menyebabkan embrio dapat berenang di dalamnya dan melindungi embrio dari efek trauma luar. Proses pembuahan dan perjalanan/transport zigot ke dalam rahim berlangsung kurang lebih 6 hari dan kemudian terjadi implantasi zigot (dikenal sebagai blastosit) dan tumbuh dalam dinding uterus selama 15 hari, saat tahap Alaqa (darah beku tebal) dimulai.

20

Refleksi dan kebenaran dalam ayat Al-Qur’an: “Nutfa” dalam bahasa Arab berarti „air yang sangat kecil“ atau „setetes air“. Ini sesuai dengan cairan laki-laki yang mengandung sperma sebagai salah satu komponennnya. Sperma dihasilkan dari air yang hina/tidak penting (nutfa) dan berbentuk seperti ikan dengan ekor yang panjang (ini salah satu arti/pengertian Sulalah-air mani). Allah SWT berfirman dalan surat As Sajadah 32:7-8: Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang Memulai Penciptaan dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani/Sulalah)“. Pengertian lain Sulalah adalah ‚ekstrak’, yang berarti esensial atau bagian terbaik dari sesuatu. Dengan kedua implikasi ini, berarti ‚bagian dari segalanya’ menindikasikan bahwa asal usul penciptaan manusia hanya berasal dari bagian cairan manusia dan bukan dari semuanya (sperma hanya bagian dari isi cairan manusia- seperti telah disebutkan di atas). Penjelasan peran nutfa dalam penciptaan-Nya, Allah SWT berfirman dalam surat AthThariq (86:5-6): Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan. Dia diciptakan dari air yang terpancar“ Juga dalam surat An Nahl (16:4): „Dia telah menciptakan manusia dari mani (fluid drop), tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata“ Dan Allah berfirman dalam Al Insan (76:2): „Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani (nutfa) yang bercampur (antara benih laki-laki dan perempuan- amshaj) yang kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat“. Campuran nutfa pada ayat ini menunjukkan keajaiban/kebenaran Al-Qur’an. Nutfa yang dalam bahasa Arab berarti setetes kecil air, tapi di sini digambarkan sebagai amshaj yang berarti

21

struktur yang berisi campuran kombinasi. Ini sesuai dengan penemuan scientific, bahwa zigot berbentuk drop/tetes air yang secara simultan merupakan campuran kromoson cairan laki-laki dan kromosom ovum wanita. Adakah orang pernah berfikir, sebelum dalam Al Qur’an terungkap bahwa mani/nutfa manusia, bila dikeluarkan/diejeksikan bertanggung jawab untuk menentukan bahwa embrio akan menjadi laki-laki atau perempuan. Pernahkah pemikiran ini terlintas dalam pemikiran seseorang? Al Qur’an dalam surat An Najm (53:45-46) menyebutkan: „Bahwasanya Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, dari air mani, apabila dipancarkan“. Siapa yang memberitahukan Nabi Muhammad SAW bahwa sperma(nutfa) dengan salah satu tipenya (Y atau X) bertanggung jawab untuk menentukan jenis kelamin embrio? Pertanyaan ini tidak bisa dijawab sebelum adanya peran mikroskop pada beberapa abad yang lalu. Sedangkan dalam Al-Qur’an di mana telah ada sejak 14 abad yang lalu, kenyataan ini telah dipaparkan secara jelas di dalamnya. Tahap Al Alaqa ( Leech-like clot- segumpal darah) Fakta ilmiah: Pada tahap pertama ini dimulai pada hari ke 15 dan berakhir pada hari ke-23 atau 24. Zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.Refleksi dan kesesuaian dalam ayat Al-Qur’an: Dalam surat Al Mu’minun (23:14): „Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah ( a leech-like clot), lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging (Mudgha-chewed-like lump)“

22

Alaqa dalam bahasa Arab mengandung beberapa pengertian: A. Gumpalan yang hidup dalam ponds(tempat kecil dalam air) dan menghisap darah dari sesuatu yang hidup (dalam hal ini rahim ibu), B. Sesuatu yang menempel atau tergantung pada sesuatu C. Gumpalan atau darah bergumpal Semua pengertian ini semua sesuai dengan kenyataan embrio manusia setelah implantasi/ menempel kuat pada dinding rahim (endometrium) sebagai embrio tampak seperti gumpalan yang menempel kuat pada endometrium melalui tali pusat, pembuluh darah yang mengalirinya memberikan bentuk menyerupai gumpalan darah. Tahap Al Mudgha (chewed-like lump of flesh -segumpal daging) Embrio ditranformasikan dari tahap Alaqa ke awal tahap mudgha pada hari ke 24 sampai 26, merupakan periode yang sangat singkat dibandingkan dengan perubahan periode nutfa ke Alaqa.Pada masa ini bayi disebut sebagai “embrio”. Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut.Refleksi dan kesesuaian dalam ayat Al-Qur’an: Al Qur’an surat Al-Hajj (22:5): „Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami Kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan“ Untuk itu ada 2 tipe mudgha: sempurna dan tidak sempurna. Sempurna disini adalah embrio itu sendiri yang mulai membentuk beberapa organ yang berbeda dengan fungsi spesifik dan tidak sempurna yang dimaksud di sini adalah plasenta yang mulai berkembang pada minggu ke-5 tahap mudgha. Dan Allah mengetahui yang terbaik! Tahap pembentukan tulang Dalam minggu ke-6, tulang rawan mulai tumbuh di dalam tubuh. Transformasi dari mudgha ke awal pembentukan tulang terjadi dalam periode yang singkat pada akhir minggu ke-6

23

dan awal minggu ke-7. Tahap ini ditandai dengan kemunculan tulang/skeleton yang memberi gambaran embrio seperti manusia. Refleksi dan kesesuaian dalam ayat Al-Qur’an dan Hadits: Dalam surat Al Mu’minun (23:14): “lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging (Mudgha-chewed-like lump), dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia mahluk yang berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang paling Baik.“ Tahap pembentukan otot (clothing with flesh) Tahap ini ditandai dengan pembentukan otot yang mengelilingi dan menempel ketat di tulang. Dengan terbentuknya pembungkus tulang yang membungkus otot dan tulang secara komplet dan pembentukan otot selesai, maka embrio dapat mulai bergerak. Ahli embriologi menyebutkan tahap ini berakhir pada minggu ke-8 dan dilanjutkan sebagai tahap fetus (Nash’ah). Hal ini sesuai dengan Al Qur’an dalam surat Al Mu’minun (23:14): “...lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia mahluk yang berbentuk) lain...“ Tahap Nash’ah dan viability (Tahap fetus) Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai fetus. Tahap ini dimulai sejak kehamilan akhir minggu kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organ telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran. Pada tahap ini organ dan semua sistem dipersiapkan fungsinya dengan sebaik-baiknya. Fetus siap untuk hidup di luar rahim mulai umur 22 minggu hingga 26 minggu (misal setelah akhir bulan ke-6 kehamilan), bila sistem pernafasan telah cukup untuk berfungsi (normalnya pembentukan surfaktan lengkap umur kehamilan 24 minggu) dan sistem saraf mampu beradaptasi terhadap perubahan suhu tubuh fetus. Indera pertama yang berkembang pada embrio

24

adalah indera pendengaran. Fetus dapat mendengarkan suara setelah umur 24minggu. Selanjutnya, indera penglihatan berkembang pada umur kehamilan 28minggu, saat ini retina menjadi sensitif terhadap cahaya. Pada tahap ini tidak ada pembentukan organ baru, yang ada hanyalah pematangan atau perkembangan organ dan sistem, untuk itu diperlukan makanan dan lingkungan yang baik bagi fetus agar dapat berkembang dengan baik hingga tahap kelahiran. Refleksi dan kesesuaian dalam ayat Al-Qur’an: Dalam surat Az- Zumar Allah SWT berfirman (39:6): ..Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan“ (tiga kegelapan itu ialah kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim Ahli embriologi menerangkan bahwa fetus dalam tahap perkembangannya dikelilingi oleh tiga membran: A. Membran amnion yang berisi cairan yang menjadikan fetus selalu dalam keadaan berenang, dengan demikian melindunginya dari trauma dan membantu pergerakan fetus untukmelakukan re-posisi secara halus pada saat tahap kelahiran berlangsung. B. Membran chorion C. Membran desidua. Beberapa ahli menginterpretasikan tiga lembar kegelapan dengan membran amnion yang mengelilingi uterus, dinding uterus dan dinding abdomen. Wallahu’alam. Seperti disebutkan sebelumnya, bahwa fetus siap untuk hidup di luar rahim setelah akhir bulan ke-6 (akhir trismester 2). Ini sesuai dengan surat Ahqaf bahwa tahap konsepsi dan menyapih membutuhkan waktu 30 bulan (46:15): „Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan..“ Sedangkan dalam surat Al Luqman (31:14) menyebutkan lama menyusui adalah 24 bulan: “ ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun“.

25

Dengan perhitungan yang mudah, maka kita dapat menyimpulkan bahwa pernyataan dalam Al-Qur’an menentukan periode konsepsi minimal adalah 6 bulan, ini sesuai dengan kenyataan dari para ahli bahwa tahap konsepsi sebelum 22 minggu bila fetus tidak bisa tahan hidup dikatakan abortus/keguguran.Seperti disebutkan sebelumnya bahwa indera pertama yang berkembang dalam perkembangan embrio adalah pendengaran. Ini sesuai dengan pernyataan Allah SWT dalam surat As Sajdah (32:29): „ Kemudian Dia menyempurnakan dan Meniupkan ke dalam tubuhnya Roh dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati “ Al-Insan (76:2): „ Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat“. Al-Mu’minun (23:78):“ Dan Dia-lah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian pendengaran, penglihatan dan hati “ Dari ketiga ayat di atas selalu menyebutkan indera pendengaran sebelum penglihatan. Hal ini sesuai dengan ilmu embriologi modern yang menyatakan bahwa indera pendengaran berkembang sebelum indera penglihatan.

KESIMPULAN

Keajaiban pembentukan manusia di dalam kitab Al-Qur’an merupakan salah satu dari banyak keajaiban dalam ilmu kedokteran. Penjelasan dalam Al-Qur’an berisi ekspresi atau penekanan secara komprehensif untuk manusia dari berbagai latar belakang, yang setiap saat menjadi acuan atau refensi para ahli untuk membuktikannya. Fakta ini telah dibuktikan oleh ahli embriologi Professor Keith Moore dan ahli non muslim lainnya.

26

Para ahli non-muslim saat itu percaya bahwa manusia dibentuk dari darah menstruasi. Pada abad ke-17, mereka percaya bahwa embrio berasal sepenuhnya dari sperma manusia dan kemudian berkembang setelah masuk ke dalam rahim. Maka mereka mengenal manusia sebagai selaput/kulit yang menjadi bentuk setes kecil sperma. Anggapan ini masih tetap bertahan hingga abad 18, saat itu dengan mikroskop membuktikan bahwa sperma dan ovum keduanya diperlukan untuk kehamilan. Penemuan ini dinyatakan beberapa abad setelah apa yang tertulis di dalam AlQur’an digali/dikemukakan bersama.Seperti telah disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surat Ass-Syura (42:53): „Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (Kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar“.

REFERENSI
Clinical Anatomy . By Richard Snell ( 3ed edition) published in 1986 - Little, Brown Etika Kedokteran Indonesia, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawikoharjo, Jakarta, 2001. Prof. Dr. Ratna Suprapti Samil, SPOG Human Development as Described in the Qur'an and Sunnah, By : Keith L. Moore ; E. Marshall Johnson ; T.V.N Persaud, ; Gerald C. Goeringer ; Abdul-Majeed Zindani, ; and Mustafa A Ahmed , 1992, ISBN 0-9627236-1-4. Collection of papers that were originally presented in the First International Conference on Scientific Signs of the Qur'an and Sunnah, held in Islamabad, Pakistan, 1987. The Developing Human ( Prof. Keith Moor & Prof. T. Persaud) Edition 6 – 1998 The Holy Quran

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->