P. 1
ASPAL BETON

ASPAL BETON

|Views: 207|Likes:
Published by Luzz Niie Cute'zz
teknologi bahan
teknologi bahan

More info:

Published by: Luzz Niie Cute'zz on Mar 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2015

pdf

text

original

PENGERTIAN

 Aspal

beton adalah campuran agregat halus dengan agregat kasar, dan bahan pengisi ( Filler ) dengan bahan pengikat aspal dalam kondisi suhu panas tinggi. Dengan komposisi yang diteliti dan diatur oleh spesifikasi teknis.

CARA PEMBUATAN

Pembuatan aspal beton harus memperhatikan kombinasi proporsi dari bahan campuran agregat dan aspal harus tepat. Pemilihan jenis filler sangat mempengaruhi nilai stabilitasnya. Stabilitas campuran adalah kemampuan campuran untuk menerima beban lalu lintas diatasnya tanpa mengalami perubahan bentuk seperti gelombang, alur, atau retak buaya. Pemakaian semen akan memberikan nilai stabilitas yang lebih baim dibandingkan dengan pemakaian kapur yang mempunyai stabilits 725 kg. Kdar filler yang optimum untuk semen adalah 5,50 % sedang untuk kapur 6,50%.

CARA PEMASANGAN
Pengecoran Pengecoran beton harus dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi segregasi. Tinggi jatuh adukan beton harus diperhatikan antara 0,90 m – 1,50 m tergantung dari konsentrasi adukan. Apabila dalam pengecoran digunakan mesin pengaduk di tempat, penuangan adukan beton dapat dituangkan di atas permukaan yang telah di persiapkan di mesin penghampar. Harus diusahakan agar penumpahan adukan beton dari adukan ke adukan berikutnya berlangsung secara berkesinambungan sebelum terjadi pengikatan akhir (final setting).

Gambar. Proses Pengecoran

Penghamparan Ada dua metoda penghamparan beton semen. Metoda menerus Pada metoda ini beton dicor secara menerus. Sambungan-sambungan melintang dapat dibuat ketika beton masih basah. Metoda panel berselang Pada metoda ini beton dicor dengan sistem panel berselang. Panel-panel yang kosong diantara panel-panel yang sudah dicor, pengecorannya dikerjakan setelah 4-7 hari berikutnya. Beton harus dihampar dengan ketebalan yang sesuai dengan ketebalan yang sesuai dengan tipe dan kapasitas alat pemadat. Apabila perkerasan beton menggunakan tulangan, pemasangan tulangan harus diperkuat oleh dudukan kemudian beton dicor dan dipadatkan dari atas. Pemadatan Adukan beton harus dipadatkan dengan sebaik-baiknya. Ada dua metoda untuk memadatkan beton, yaitu : pemadatan dengan tangan dan pemadatan dengan getaran. a). Pemadatan dengan tangan Alat ini biasanya digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan kecil. Alat ini dapat dibuat dari balok kayu berukuran 22,5x7,5 mm2 dengan panjang sesuai lebar jalur yang dicor. Untuk memadatkan beton, mula-mula alat ini dipasang mendatar di atas permukaan beton, kemudian diangkat dan dijatuhkan secara berulang-ulang. Setelah pemadatan selesai, alat ini bisa sekaligus dipakai untuk meratakan dan merapikan permukaan beton. b). Pemadatan dengan getaran yang dioperasikan dengan tangan Alat ini berupa balok yang bertumpu di atas acuan-acuan samping. Kepadatan beton dicapai dengan menggetarkan satu unit balok penggetar yang dioperasikan secara manual.

Gambar. Proses Pemadatan dengan getaran

Pembentukan tekstur permukaan Setelah beton dipadatkan , permukaan beton harus diratakan dan dirapihkan dengan alat perata. Beton yang masih dalam keadaan plastis diberi tekstur untuk memberikan kekesatan permukaan. Permukaan yang kasar bisa dicapai dengan beberapa cara.

Gambar. Pembentujan Permukaan

KEUNGGULAN
 Dapat

berat  Tahan terhadap genangan air dan banjir  Biaya perawatan lebih murah dibanding jalan aspal  Dapat digunakan pada struktur tanah lemah tanpa perbaikan struktur tanahnya terlebih dahulu  Pengadaan material lebih mudah didapat

menahan beban kendaraan yang

KELEMAHAN

Kualitas jalan beton sangat tergantung pada proses pelaksanaannya, misalnya pengeringan yang terlalu cepat dapat menimbulkan keretakan jalan, untuk mengatasi hal ini dapat menambahkan zat kimia pada campuran beton atau dengan menutup beton pasca pengecoran dengan kain basah untuk memperlambat proses pengeringan Untuk penggunaan pada jalan raya dengan kapasitas kendaraan yang tinggi, maka biaya konstruksi jalan beton lebih mahal dibanding jalan aspal, namun lebih murah paaada masa perawatan Kehalusan dan gelombang jalan sangat ditentukan pada saat proses pengecoran sehingga diperlukan pengawasan yang ketat Proses perbaikan jalan dengan cara menumpang pada koonstruksi jalan beton yang lama, sehingga menaikkan ketinggian elevasi jalan, sehingga terkadang elevasi jalan lebih tinggi daripada rumah disampingnya Warna beton membuat suasana jalan menjadi keras dan gersang sehingga menimbukan efek kehati-hatian bagi pengendara diatasnya.

PERAWATAN

Perawatan perlu dilakukan dengan seksama karena sangat menentukan mutu akhir beton. Setelah pelaksanaan pelaksanaan akhir dan pengteksturan seluruh permukaan beton harus dirawat. Salah satu perawatan yang baik adalah dengan cara penyemprotan bahan larutan yang sesuai, seperti pigmen putih (white pigmented), bahan dasar resin (resin based) atau bahan dasar karet klorinat ( chlorinated rubber base). Bidang-bidang tepi perkerasan harus segera dilapisi paling lambat 60 menit setelah acuan dibongkar. Apabila pada masa perawatan terjadi kerusakan lapisan perawatan, maka lapisan tersebut harus segera diperbaiki. Metoda perawatan yang lain seperti dengan lembaran plastik putih dapat dilakukan bilamana perawatan dengan selaput kompon tidak memungkinkan. Penempatan lembaran plastik putih harus dilaksanakan pada saat permukaan beton masih basah. Jika permukaan terlihat kering sebelum beton mengeras, harus dibasahi dengan cara pengkabutan sebelum lembaran plastik itu dipasang. Sambungan lembaran penutup harus dipasang tumpang tindih selebar 50 cm dan haru dibebani sedemikian rupa sehingga dapat menutup sisi samping dari permukaan pelat beton setelah acuan samping dibuka. Lembaran tersebut hendaknya masih berada pada tempatnya selama waktu perawatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->