KODE ETIK GURU

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Profesi Kependidikan Dosen Pengampu :Bp. Wiyana M.Pd

Disusun oleh : NAMA NIM : MAELINE YOGASARI : 1013102283

SEMESTER : IV C

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA IV C FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN 2011/2012

B. kreatif. bertakwa dan berakhlak mulia serta mengusai ilmu pengetahuan. berakhlak mulia. teknologi dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju. pendidikan dasar. berilmu.makmur. dan beradap.Profesi adalah suatu hal yang harus dibarengi dengan keahlian dan etika. Tujuan Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Profesi Kependidikan. mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Untuk itu penulis akan membahas pengertian dari kode etik profesi dan sanksi atas pelanggaran kode etik profesi.Meskipun sudah ada aturan yang mengatur tentang kode etik profesi. membimbing. Melatih menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal.Selain itu agar para professional bisa menjalankan profesi nya secara baik. . Dalam melaksanakan tugas profesinya guru indonesia menyadari sepenuhnya bahwa perlu ditetapkan Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman bersikap dan berperilaku yang mengejewantah dalam bentuk nilai-nilai moral dan etika dalam jabatan guru sebagai pendidik putera-puteri bangsa. Jabatan guru adalah suatu profesi yang terhormat dan mulia. cakap. yang menjadi permasalahan apakah perlu dengan adanya peraturan kode etik guru. Guru Indonesia selalu tampil secara profesional dengan tugas utama mendidik. mengarahkan. sehat.KODE ETIK GURU Pendahuluan A. Guru Indonesia memiliki kehandalan yang tinggi sebagai sumber daya utama untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Guru mengabdikan diri dan berbakti untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia indonesia yang bermain. dan pendidikan menengah. Latar Belakang Saat ini banyak sekali perbincangan tentang kode etik guru. adil. namun seperti kita lihat saat ini masih sangat banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran ataupun penyalah gunaan profesi. mengajar.

(Chung. anggota masyarakat dan warga negara. kode etik tersebut sekaligus sebagai pedoman. tulisan atau benda yang disepakati untuk maksudmaksud tertentu. bahwa kode etik merupakan tata cara atau aturan yang menjadi standart kegiatan anggota suatu profesi. Sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis Kode Etik Dapat diartikan pola aturan. Masyarakat pun menjadikan sebagai pedoman dengan tujuan mengantisipasi terjadinya bias interaksi antara anggota profesi.Nilai professional paling utama adalah keinginan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat. tata cara. Nilai professional dapat disebut juga dengan istilah asas etis. 1981 )mengemukakan empat asas etis. PENGERTIAN KODE ETIK Kode yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata. Integritas dalam hubungan (4). Dalam kaitannya dengan profesi. Kode Etik Guru Indonesia adalah norma dan asas yang disepakati dan diterima oleh guru-guru Indonesia.Pembahasan A. Tanggung jawab terhadap masyarakat. yaitu : (1). Bias interaksi merupakan monopoli profesi. tanda. keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Suatu kode etik menggambarkan nilai-nilai professional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standaart perilaku anggotanya. Kode etik dijadikan standart aktivitas anggota profesi. yaitu memanfaatkan kekuasan dan hak-hak istimewa yang melindungi kepentingan pribadi yang betentangan dengan masyarakat. . Peduli dan bertanggung jawab (3). misalnya untuk menjamin suatu berita. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Menghargai harkat dan martabat (2). pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Oteng/ Sutisna (1986: 364) mendefisikan bahwa kode etik sebagai pedoman yang memaksa perilaku etis anggota profesi.

etika dan kemanusiaan. teman sekerja.B. Sebagai pegangan dan pedoman tingkah laku guru agar lebih bertanggung jawab pada profesinya.Melindungi para praktisi dari kesalahan praktik suatu profesi. 2.Guru sangat perlu memelihara hubungan baik dengan masyarakat untuk kepentingan pendidikan. Melindungi suatu profesi dari campur tangan pemerintah. 4. dan pemerintah sesuai dengan nilainilai agama. Kode Etik Guru Indonesia berfungsi sebagai seperangkat prinsip dan norma moral yang melandasi pelaksanaan tugas dan layanan profesional guru dalam hubungannya dengan peserta didik. masyarakat dan pemerintah. Biggs dan Blocher ( 1986 : 10) mengemukakan tiga fungsi kode etik yaitu : 1. sosial. organisasi profesi. Agar guru terhindar dari penyimpangan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. orangtua/wali siswa. pendidikan. Bahwa guru percaya kepada pimpinan dalam memberi tugas dapat dan sesuai dengan kemampuan serta guru percaya setiap apa yang telah dikerjakan mendapatkan imbalan dan sebaliknya bahwa pimpinan harus yakin bahwa tugas yang telah diberikan telah dapat untuk dilaksanakan. sekolah dan rekan seprofesi. Fungsi seperti itu sama seperti apa yang dikemukakan Gibson dan Michel (1945 : 449) yang lebih mementingkan pada kode etik sebagai pedoman pelaksanaan tugas prosefional dan pedoman bagi masyarakat sebagai seorang professional. Untuk mengatur hubungan guru dengan murid. antara lain : 1. Mencegah terjadinya pertentangan internal dalam suatu profesi. Etika Hubungan garis dengan pimpinan di sekolah menuntut adanya kepercayaan. 2. . Seorang guru apabila ingin menjadi guru yang professional harusnya mendalami serta memiliki etika diatas tersebut. 3. FUNGSI KODE ETIK Pada dasarnya kode etik memiliki fungsi ganda yaitu sebagai perlindungan dan pengembangan bagi profesi. Sutan Zahri dan Syahmiar Syahrun (1992) mengemukakan empat fungsi kode etik guru bagi guru itu sendiri. 3. Pemberi arah dan petunjuk yang benar kepada mereka yang menggunakan profesinya dalam melaksanakan tugas. Guru juga harus menghayati apa saja yang menjadi tanggung jawab tugasnya.

seperti kode itu berasal dari niat profesi mengatur dirinya sendiri. apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang professional . Sanksi moral b. seringkali kode etik juga berisikan ketentuan-ketentuan profesional. Sanksi dikeluarkan dari organisasi Kasus-kasus pelanggaran kode etik akan ditindak dan dinilai oleh suatu dewan kehormatan atau komisi yang dibentuk khusus untuk itu. karena tujuan yang sebenarnya adalah menempatkan etika profesi di atas pertimbanganpertimbangan lain. Ketentuan itu merupakan akibat logis dari self regulation yang terwujud dalam kode etik. dalam praktek sehari-hari control ini tidak berjalan dengan mulus karena rasa solidaritas tertanam kuat dalam anggota-anggota profesi.C. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik. Lebih lanjut masing-masing pelaksana profesi harus memahami betul tujuan kode etik profesi baru kemudian dapat melaksanakannya. seorang profesional mudah merasa segan melaporkan teman sejawat yang melakukan pelanggaran. seperti kewajiban melapor jika ketahuan teman sejawat melanggar kode etik.Kode etik ini lebih memperjelas. SANKSI PELANGGARAN KODE ETIK Sanksi-sanksi pelanggaran kode etik antara lain sebagai berikut : a.Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya norma-norma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi. demikian juga diharapkan kesediaan profesi untuk menjalankan kontrol terhadap pelanggar.Namun demikian. Tetapi dengan perilaku semacam itu solidaritas antar kolega ditempatkan di atas kode etik profesi dan dengan demikian maka kode etik profesi itu tidak tercapai. Karena tujuannya adalah mencegah terjadinya perilaku yang tidak etis.

Akan semakin banyak terjadi penyalah gunaan profesi. 4. YANG AKAN TERJADI JIKA KODE ETIK PROFESI TIDAK ADA Kode etik profesi berfungsi sebagai pelindung dan pengembangan profesi. . Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. F. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi. Apabila kode etik itu telah diterapkan maka konselor ketika berhadapan dalam bidang apapun demi lancarnya pendidikan diharapkan memiliki kepercayaan dengan clientnya dan tidak membuat clientnya merasa terseinggung. 3.D. manusiawi). 5. masih banyak kita temui pelanggaran-pelanggaran ataupun penyalahgunaan profesi. secara fisik dan psikis. Untuk meningkatkan mutu profesi. Menentukan baku standarnya sendiri. TUJUAN KODE ETIK Tujuan dari kode etik itu sendiri adalah antara lain sebagai berikut : 1. Inilah bunyi kode etik guru yang perrtama dengan istilah “bebakti membimbing” yang artinya mengabdi tanpa pamrih dan tidak pandang bulu dengan membantu (tanpa paksaan. 8. 7. maka akan semakin banyak terjadi pelanggaran. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.Jadi guru harus berupaya dalam membentuk manusia pembangunan pancasila harus seutuhnya tanpa pamrih. Kode Etik Guru Pembimbing/ Konselor Sekolah “ Konselor harus menghormati harkat pribadi. 2.Istilah seutuhnya lahir batin. CONTOH PENERAPAN KODE ETIK Kode Etik Guru “ Guru memiliki kewajiban untuk membimbing anak didik seutuhnya dengan tujuan membentuk manusia pembangunan yang pancasila”. integritas dan keyakinan kliennya”. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota. Apalagi jika kode etik profesi tidak ada. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. 6.Dengan telah adanya kode etik profesi. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi. E.

karena tidak akan dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam kalangan profesi itu sendiri. salah satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik itu dibuat oleh profesi sendiri. Hanya kode etik yang berisikan nilainilai dan cita-cita yang diterima oleh profesi itu sendiri yang bisa mendarah daging dengannya dan menjadi tumpuan harapan untuk dilaksanakan untuk dilaksanakan juga dengan tekun dan konsekuen. Kode etik tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi lain. Supaya kode etik dapat berfungsi dengan semestinya. profesi sendiri akan menetapkan hitam atas putih niatnya untuk mewujudkan nilai nilai moral yang dianggapnya hakiki. Syarat lain yang harus dipenuhi agar kode etik dapat berhasil dengan baik adalah bahwa pelaksanaannya di awasi terus menerus.Kesimpulan Kode etik bisa dilihat sebagai produk dari etika terapan. Hal ini tidak akan pernah bisa dipaksakan dari luar. sebab dihasilkan berkat penerapan pemikiran etis atas suatu wilayah tertentu. Instansi dari luar bisa menganjurkan membuat kode etik dan barang kali dapat juga membantu dalam merumuskan.Supaya dapat berfungsi dengan baik.Kode etik tidak menggantikan pemikiran etis. pemikiran etis tidak berhenti. tetapi pembuatan kode etik itu sendiri harus dilakukan oleh profesi yang bersangkutan. kode etik itu sendiri harus menjadi hasil SELF REGULATION (pengaturan diri) dari profesi. . tapi sebaliknya selalu didampingi refleksi etis.Tetapi setelah kode etik ada. yaitu profesi. Dengan membuat kode etik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful