A.

Sejarah Kampanye
Kampanye sebenarnya telah ada sejak era pemilihan umum dalam dunia politik. Seringkali kampanye dimulai oleh sudut pandang yang kurang beruntung atau anti kemapanan (seperti terhadap kepentingan yang lebih kuat). Fenomena kampanye ini erat terkait dengan kelompok-kelompok pemilik kepentingan dan partai politik Demokrasi masyarakat memiliki kampanye pemilihan biasa, tetapi kampanye politik dapat terjadi pada isu-isu tertentu bahkan di non-demokrasi selama kebebasan berekspresi diperbolehkan. Kampanye pemilu Amerika di abad ke-19 menciptakan massa-basis partai politik pertama dan menciptakan banyak teknik kampanye massa. Dalam catatan sejarahnya kampanye memang sudah sama tuanya dengan sejarah Pemilu. Barangkali kita tidak pernah terlintas untuk mengukur apakah kampanye yang dilakukan selama ini efektif ataukah tidak. Kampanye seolah telah menjadi conditio sine qua non dari Pemilu. Tak peduli kampanye itu berpengaruh ataukah tidak pada hasil Pemilu.Apalagi menjawab pertanyaan, berpengaruh ataukah tidak pada masa depan kehidupan rakyat. Apakah rakyat mengerti yang disampaikan lewat kampanye, ataukah justru kampanye telah menjadi entitas yang terpisah untuk memenuhi egonya sendiri yang identik dengan mengumbar dana besar, pengerahan massa, hura-hura, yang ujungnya untuk kekuasaan. Lima puluh tahun yang lalu yang lalu mayoritas orang yang masih mempercayai kesimpulan keliru tentang kampanye. Mereka berpendapat bahwa berkampanye lewat media massa hanya memberikan kontribusi yang sangat kecil

Optimisme semcam itu berkembang terutama setelah hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh mendelsohn (perloff. “some reason why communication campaign fail” yang ditulis oleh Hyman dan Sheatsley pada tahun 1947. Artikel pertama bertajuk. Pada kondisi tertentu sebuah prgram kampanye berpeluang besar untuk sukses namun pada keaadaan lain program tersebut gagal. Mereka juga menyadari bahwa keberhasilan sebuah . Nash. Warner (1997) . Masa ini kemudian dikenal sebagai era kesuksesan kampanye. Meyer. Maccoby dan Farquhar (Perry. Mcalister. A.dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku publik. 2002) dipublikasikan semua laporan penelitian tersebut pada prinsipnya menegaskan bahwa sebuah kampanye yang dikonstruksi dengan baik akan memberikan efek yang luar biasa terhadap khalayak sasarannya.artikel kedua berupa laporan Hughes (1950) tentang kegagalan kampanye mengenai perserikatan bangsa-bangsa di cincinatiohio USA. Kedua tulisan ini sempat mematikan semangat para ilmuwan komunikasi untuk mengaji dan menerapkan kampanye selama puluhan tahun. 1993) . Pada masa ini ahli komunikasi menyadari bahwa efek kampanye lebih bersifat moderat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. bahkan membuat mereka mengabaikan fenomena kampanye. Memasuki paruh kedua dasawarsa tahun 70an minat untuk menguji kampanye marak pakar komunikasi memancarkan harapan baru akan potensi kampanye dalam mendorong perubahan sosial dan prospeknya bagi penelitian komunikasi. J . Pada masa itu ada 2 buah artikel yang sering dikutip untuk membuktikan ketidakefektifan kampanye.

Simmons (1990) .kemampuan semcam itu. Hal ini sepenuhnya sejalan dengan pendapat Robert E.kampanye sangat dipengaruhi oleh kemampuan pelaku kampanye dalam merancang program dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada. menerapkan dan mengevaluasi program kampanye secara sistematis dan strategis. harus dilandasi oleh pemahaman teoretis terhadap berbagai dimensi kampanye serta keckapan teknis dalam menerapkannya. yang menegaskan bahwa keberhasilan mencapai tujuan kampanye banyak ditentukan oleh kemampuan kita dalam merancang. professor ilmu komunikasi dari universitas boston amerika serikat. . lanjut Simmons.

Jadi pada kenyataanya memang ada beberapa kemiripan diantara kedua konsep tersebut. . kerap disertai tekanan berupa penonjolan dari dampak buruk yang bisa terjadi jika massa tak bertindak seperti apa yang dipropagandakan. Kampanye dan propaganda juga sama-sama menggunkan berbagai saluran komunikasi untuk menyampaikan gagasan-gagasan mereka. sekalipun dasarnya sangat persuasif. dipersatukan secara psikologis melalui manipulasi psikologis dan digabungkan di dalam suatu. Pengertian dan Makna Kampanye Orang sering mempersamakan kampanye dengan propaganda. Kalau pun.B. Pada dasarnya tak ada yang berbeda antara kampanye dan propaganda.Selain itu istilah propaganda telah dikenal terlebih dahulu dan memiliki konotasi yang negatif sementara istilah kampanye baru memasyarakat pada tujuh puluh tahun terakhir serta memiliki citra postif dan akademis. kepercayaan atau perilaku orang melalui transmisi pesan. kemudian keduanya tampak berbeda. Propaganda sendiri. Hal ini tidak sepenuhnya salah karena keduanya memang merupakan wujud tindakan komunikasi yang terencana dan sama-sama ditujukan untuk mempengaruhi khalayak. itu karena pendekatan dan metoda yang dipakainya. biasa digunakan oleh suatu kelompok terorganisasi yang ingin menciptakan partisipasi aktif atau pasif dalam tindakan-tindakan suatu massa yang terdiri atas individu-individu. Kampanye kerap dinilai lebih bersifat persuasif karena disertai bujukan dan iming-iming. persuasi yang dimaksud tak lain adalah usaha yang disadari untuk mengubah sikap. Sekadar menyamakan persepsi. Sementara propaganda.

sementara propagana tidak terikat oleh batasan waktu. Tujuan kampanye selalu jelas dan spesifik. Nama lembaga yang menjadi kampanye (campaign makers). Tujuan kampanye juga sangat bervariasi tergantung pada jenisnya.Setidaknya ada 7 perbedaan mendasar antara kampanye dengan propaganda : 1. Bahkan sebagian besar program kampanye memiliki tujuan yang dapat diukur dengan mudah. sedangkan dalam propaganda aturan semcam itu tidak pernah dikenal. 3. Kapan dan berapa lama sebuah program kampanye akan dilakukan dengan jelas. Kampanye dalam hal ini memiliki kode etik yang mengatur cara dilakukannya kegiatan. Sumber kampanye selalu dapat diidentifikasikan secara jelas. 4. Dalam hal ini kampanye senantiasa dilakukan dalam periode waktu tertentu. Sementara propaganda diubah untuk mengubah belief system dari khalayak dan tersebut tidak pernah dinyatakan dengan jelas. menekankan sementara kesukarelaan propaganda dan menghindari mementingkan tidak kusukarelaan dan menghalakan cara paksaan 6. . Perbedaan selanjutnya terkait dengan batasan waktu. Sebaliknya propaganda cenderung menyembunikan identitias mereka 2. Sifat gagasan-gagasan kampanye terbuka untuk diperdebatkan sedangkan propaganda menganggap gagasan-gagasan mereka mutlak benar atau sudah self-evident. Kampanye pendekatan sangat koersif. 5.

sementara propaganda hanya menimbang kepentingan sepihak dari propagandis. Dari semua definisi yang ada. Tetapi sejak fenomena kampanye menjadi perhatian ilmuwan dan praktisi komunikasi di tahun 1940-an telah muncul sekitar 20 definisi tentang kampanye. Definis tersebut merentang dari yang menenkankan aspek pesan. . 1987) adalah yang paling lengkap dan sesuai dengan tujuan kampanye itu sendiri. aspek pengorganisasian tindakan hingga yang memfokuskan pada efek. mengadakan aksi. dsb). Kampanye kepentingan kedua belah pihak perlu diperhatikan agar tujuan dapat tercapai. Kampanye dalam arti sempit bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan khalayak sasaran (target audince) untuk merebut perhatian serta menumbuhkan persepsi atau opini yang positif terhadap suatu kegiatan dari suatu lembaga atau organisasi (corporate activities) agar tercipta suatu kepercayaan dan citra yang baik dari masyarakat melalui penyampaian pesan secara intensif dengan proses komunikasi dan jangka waktu tertentu yang berkelanjutan. batasan yang disampaikan Rogers dan storey dalam tulisan mereka yang bertajuk communication campaigns (Berger & Chaffe. kampanye berarti gerakan (tindakan) serentak (untuk melawan. Dikatakan juga sebagai kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi politik atau calon yang bersaing memperebutkan kedudukan untuk mendapat dukungan massa pemilih dalam suatu pemungutan suara. Lalu kampanye itu sendiri apa? Secara harfiah.7.

definisi tersebut secara tegas menyatakan bahwa kampanye merupakan wujud tindakan komunikasi. Rogers dan Storey (1987) mendefinisikan kampanye sebagai “serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan untuk menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu Beberapa ahli komunikasi mengakui bahwa definisi yang diberikan Rogers dan Storey adalah yang paling popular dan dapat diterima dikalangan ilmuwan komunikasi (Grossberg. bertahap dan berkelanjutan yang dilaksanakan pada rentang waktu tertentu dengan tujuan mempengaruhi khalayak sasaran yang telah diterapkan). . Beberapa definisi lain yang sejalan dengan batasan yang disampaikan Rogers dan Storey diantaranya sebagai berikut : Pfau dan Parrot (1993) “A campaigns is conscious. sustained and incremental process designed to be implemented over a specified period of time for the purpose of influencing a specified audience” (Kampanye adalah suatu proses yang dirancang secara sadar. Hal ini didasarkan kepada dua alasan.Kampanye pada prinsipnya merupakan suatu proses kegiatan komunikasi individu atau kelompok yang dilakukan secara terlembaga dan bertujuan untuk menciptakan suatu efek atau dampak tertentu. 2002). Snyder. Pertama. 2002. dan alasan kedua adalah bahwa definisi tersebut dapat mencakup keseluruhan proses dan fenomena praktik kampanye yang terjadi dilapangan Definisi Rogersda Storey juga umumnya dirujuk oleh berbagai ahli dari disiplin ilmu yang berbeda seperti ilmu politik dan kesehatan masyarakat. 1998. Klingemann & Rommele.

Melalui serangkaian tindakan komunikasi yang terorganisasi . 4. Biasanya dipusatkan dalam kurun waktu tertentu. 2. directed at a particular audience.Leslie B. 2002) “A communication campaigns is an organized communication activity. for a particular period of time. Merujuk pada definisi ini maka setiap aktifitas kampanye komunikasi setidaknya harus mengandung 4 hal yaitu: 1. Snyder (Gudykunst & Mody. to achieve a particular goal” (Kampanye komunikasi adalah tindakan komunikasi yang terorganisasi yang diarahkan pada khalayak tertentu. 3. Jumlah khalayak sasaran yang besar. pada periode waktu tertentu guna mencapai tujuan tertentu) Rajasundarman (1981) “A campaigns is acoordinated use of different methods of communication aimed at focusing attention on a particular problem and its solution over a period of time” (Kampanye dapat diartikan sebagai pemanfaatan berbagai metode komunikasi yang berbeda secara terkoordinasi dalam periode waktu tertentu yang ditujukan untuk mengarahkan khalayak pada masalah tertentu berikut pemecahannya). Tindakan kampanye yang ditujukan untuk menciptakan efek atau dampak tertentu.

. yaitu mengajak dn mendorong public untuk menerima atau melakukan sesuatu yang dianjurkan atas dasar kesukarelaan. sehingga setiap individu yang menerima pesan kampanye dapat mengidentifikasi bahkan mengevaluasi kredibilitas sumber pesan tersebut setiap saat. yang menjadi penggagas. Pesan-pesan kampanye juga terbuka untuk didiskusikan. Segala tindakan dalam kegiatan kampanye dilandasi olehprinsip persuasi. bahkan gagasangagasan pokok yang melatarbelakangi diselengarakannya kampanye juga terbuka untuk dikritisi. yaitu sumber yang jelas. Dalam ungkapan Perloff (1993) dikatakan “Campaigns generally exemplify persuasion in action”. perancang. kmpanye juga memiliki cirri atau karakteristik yang lainnya. Keterbukaan seperti ini dimungkinkan karena gagasan dan tujuan kampanye pada dasarnya mengandung kebaikan untuk publik.Selain empat pokok ciri diatas. penyampai sekaligus penanggung jawab suatu produk kampanye (campaign makers). Dengan demikian kampanye pada prinsipnya adalah contoh tindakan persuasi secara nyata.

Manajemen Kampanye. Drs.Daftar Pustaka Antar Venus. 2009. M.com/arti-332731-kampanye.id/2008/09/25/kampanye-untuk-siapa/ .uns.staff.A.html http://andrerahman.ac. Bandung : Simbiosa Rekatama Media http://artikata.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful