P. 1
Makalah Klimakterio Menopause

Makalah Klimakterio Menopause

|Views: 1,622|Likes:
Published by Isa Mandai Tiwadak

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Isa Mandai Tiwadak on Mar 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2013

pdf

text

original

MAKALAH GIZI KLIMAKTERIUM MENOPAUSE

DI SUSUN OLEH : KELOMPOK 4

RICHA DESIE AGUSTINA YULIANA NORILIEN

AKADEMI KEBIDANAN BANUA BINA HUSADA BANJARBARU 2012

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat-Nya lah sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Gizi Klimakterium Menopuase” dalam bentuk dan isinya yang sangat sederhana. Harapan saya semoga makalah ini dapat membantu menambah pengetahuan, pengalaman dan informasi bagi para pembaca sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini agar kedepannya lebih baik lagi. Saya mengakui bahwa dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki masih sangat kurang. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik, saran dan masukan dari para pembaca untuk kesempurnaan makalah ini.

Banjarbaru, Pebruari 2012

Penulis

ii

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL................................................................................... KATA PENGANTAR ................................................................................ DAFTAR ISI ............................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... A. Latar Belakang ......................................................................... B. Rumusan Masalah ..................................................................... C. Tujuan ....................................................................................... D. Manfaat ..................................................................................... BAB II PEMBAHASAN ........................................................................... A. Klimakterium ............................................................................ B. Menopause ................................................................................ C. Kebutuhan Gizi Klimakterium Menopause .............................. BAB III PENUTUP .................................................................................... A. Kesimpulan ............................................................................... B. Saran .......................................................................................... DAFTAR PUSTAKA i ii iii 1 1 1 1 1 2 2 3 6 7 7 7

iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kesehatan reproduksi merupakan keadaan sehat secara menyeluruh, meliputi aspek fisik, mental, sosial, dan bukan hanya bebas dari penyakit yang berkaitan dengan sistem reproduksi dan fungsinya. Kesehatan reproduksi bukan hanya membahas masalah kehamilan atau persalinan, tetapi mencakup seluruh siklus kehidupan wanita yang salah satunya adalah masa menopause, yaitu suatu masa yang dimulai pada akhir masa reproduksi dan berakhir pada masa senium (lanjut usia), yaitu pada usia 40-65 tahun. Pada usia ini akan banyak muncul masalah kesehatan karena masalah kesehatan sangat erat kaitannya dengan peningkatan usia.

B. Perumusan Masalah Dari uraian di atas maka penulis membuat rumusan masalah : 1. Bagaimanakah yang dimaksud dengan Gizi Klimakterium Menopause ?

C. Tujuan 1. Untuk mengetahui gizi klimakterium menopause ?

D. Manfaat 1. Menambah pengetahuan dan pengalaman untuk penerapan ilmu yang telah di dapat selama kuliah, dalam rangka pemahaman pengetahuan wanita tentang menopause.

1

BAB II PEMBAHASAN

A. Klimakterium 1. Pengertian Klimakterium adalah masa yang bermula dari akhir tahap reproduksi, berakhir pada awal senium dan terjadi pada wanita yang berumur 40 – 65 tahun. Masa ini ditandai dengan berbagai macam keluhan endokrinologis dan vegetatif. Gangguan neurovegetatif yang disebut juga gangguan vasomotorik dapat muncul sebagai gejolak panas ( hot flushes ), berkeringat banyak, rasa kedinginan, sakit kepala, desing dalan telinga, tekanan darah yang goyah, berdebar – debar, susah bernafas, jari – jari atrofi dan gangguan usus. Ganggun psikis muncul dalam bentuk mudah tersinggung, depresi kelelahan, semangat berkurang dan susah tidur. Gangguan somatic, selain gangguan haid atau amenorrhea, mencakup pula kolpitis atrofikans, ektropium uretra, inkontinesia urin, disuria, desensus, prolaps, penyakit kulit klimakterik, osteoporosis, arthritis, oterosklerosis, skerosis koroner dan adipositas.

2. Pengobatan dasar bagi sindrom klimakterik meliputi : a. Psikoterapi b. Sedativa, psikofarmaka c. Balneoterapi ( pengaturan diet ) d. Substitusi hormonal

3. Pencegahan Terhadap Sindrom Klimakterium, meliputi : a. Pengaturan makanan ( rendah lemak / kolesterol, cukup vitamin A, C, D, E dan cukup serat ). b. Mengkonsumsi makanan yang mengandung fitoestrogen : a. Isiflavon, terdapat pada kacang-kacangan, b. Lignan; terdapat pada padi, sereal

2

dan sayur-sayuran, c. Caumestran ; terdapat pada daun semanggi. Mengkonsumsi makanan dengan kadar gula rendah dan tidak berlebihan. c. Tambahan Asupan Kalsium 1000-15000 mg / hari dan vitamin D. d. Kontrol rutin 1 tahun sekali ( Pap Smear ).

B. Menopause 1. Pengertian Menopause merupakan pengertian dari berhentinya masa

kesuburan dan masa reproduksi wanita yang ditandai dengan berhentinya masa menstruasi atau siklus bulanan seiring bertambahnya usia dan penurunan hormon. Menopause berasal dari kata “mens” yang artinya siklus menstruasi dan “pausis yang berasal dari bahasa Yunani yang artinya penghentian. Dapat disimpulkan secara singkat Menopause merupakan masa berhentinya siklus mentruasi seorang wanita

3

Webster’s Ninth New Collgiate Dictionary mendefinisikan menopause sebagai periode berhentinya haid secara alamiah yang biasanya terjadi antara usia 40–50 tahun. Menopause kadang-kadang juga dinyatakan sebagai masa berhentinya haid sama sekali. Dapat didiagnosa setekah 1 tahun tidak mengalami menstruasi. Masa pancaroba ini disertai dengan gejala-gejala yang khas. Pada premenopause timbul kelainan haid, sedangkan dalam postmenopause terjadi gangguan vegetatif seperti panas, berkeringat dan palpitari, gangguan psikis berupa labilitas emosi dan gangguan organis yang bersifat atrofi alat kandungan dan tulang. a) Menopause premature Menopause premature terjadi pada usia dibawah 40 tahun. Diagnosa menopause premature yaitu apabila ada penghentian haid sebelum waktunya disertai dengan hot flushes serta peningkatan kadar hormone gonadotropin. Apabila kedua gejala yang terkhir tidak ada, perlu dilakukan penyelidikan terhadap sebab-sebab lain dari terganggunya fungsi ovarium. Faktor- faktor yang dapat menyebabkan menopause premature adalah heriditer, gangguan gizi yang cukup berat, penyakit menahun dan penyakit yang merusak jaringan kedua ovarium. Menopause premature tidak memerlukan terapi, kecuali pemberian penerangan kepada wanita yang bersangkutan. b) Menopause terlambat Batas terjadinya menopause umumnya adalah 52 tahun. Apabila seorang wanita masih mendapat haid diatas 52 tahun, maka hal itu merupakan indikasi untuk penyelidikan lebih lanjut. Sebab-sebab yang dapat dihubungkan dengan menopause terlambat ialah : konstitusional, fibromioma uteri dan tumor ovarium yang menghasilkan estrogen. Wanita dengan karsinoma endometrium sering dalam anamnesis mengemukakan menopausenya terlambat.

4

2. Beberapa faktor yang mempengaruhi kapan seorang wanita mengalami menopause : a) Usia saat haid pertama kali ( menarche ) Semakin muda seorang mengalami haid pertama kali, semakin tua atau lama ia memasuki masa menopause. b) Faktor psikis Wanita yang tidak menikah dan bekerja diduga mempengaruhi perkembangan psikis seorang wanita. Menurut beberapa penelitian mereka akan mengalami masa menopause lebih muda, dibandingkan mereka yang menikah dan bekerja / bekerja atau tdak menikah dan tidak bekerja. c) Jumlah anak Beberapa penelitian menemukan bahwa makin sering seorang wanita melahirkan, maka makin tua merka memasuki masa menopause. d) Usia melahirkan Semakin tua seseorang melahirkan anak, semakin tua ia mulai memasuki usia menopause. Hal ini terjadi karena kehamilan dan persalinan akan memperlambat system kerja organ reproduksi. Bahkan memperlambat proses penuaan tubuh. e) Pemakaian kontrasepsi Pemakaian kontrasepsi hormonal akan memperlambat menopause. f) Merokok Diduga, wanita perokok akan lebih cepat memasuki masa menopause. g) Sosial ekonomi Meskipun data pasti belum diperoleh, dalam bukunya DR. Faisal menyebutkan bahwa menopause dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, disamping pendidikan dan pekerjaan suami. 3. Gejala – gejala menopause : a) Ketidakteraturan siklus haid b) Gejolak rasa panas c) Kekeringan vagina

5

d) Perubahan kulit e) Keringat dimalam hari f) Sulit tidur

g) Perubahan pada mulut h) Kerapuhan tulang i) j) Badan menjadi gemuk Penyakit

C. Kebutuhan Gizi Klimakterium Menopause Fase akhir dalam kehidupan wanita setelah masa reproduksi berakhir di sebut klimakterium yang berlangsung secara bertahap. Premenopause yaitu sejak fungsi reproduksinya mulai menurun,sampai timbul keluhan-keluhan atau tanda-tanda menopause. Perimenopause yaitu periode dengan keluhan memuncak dengan rentangan 1-2 tahun sebelum dan 1-2 tahun sesudah menopause, masa wanita mengalami akhir dari datangnya haid sampi berhenti sama sekali. Postmenopause yaitu masa setelah primenopause sampai senilis. Gizi seimbang adalah memenuhi kebutuhan gizi perhari dengan asupan zat-zat gizi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Kebutuhan gizi orang dewasa dengan berat normal adalah sekitar 2000-2200 Kkal perhari. Selain itu, jangan lupa cukup mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin D, seperti ikan tuna, salmon, minyak ikan, telur, dan susu. Hal yang harus di perhatikan adalah ketika tubuh mulai tua,umumnya memiliki kelelahan atau gangguan.karena untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh, zat-zat gizi lain di butuhkan untuk proses metabolismenya. Penting mengurangi atau tidak mengkonsumsi bahan-bahan yang memang tidak baik bagi penyakit atau tubuh di masa tua sehingga tidak memicu penyakit atau menurunkan kondisi kesehatannya.

6

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Klimakterium hampir sama dengan menopause yakni masa yang berawal dari akhir tahap reproduksi, berakhir pada awal senium dan terjadi pada wanita di usia 40 – 65 tahun. Masa ini ditandai dengan berbagai macam keluhan endokrinologis dan vegetatif. Gangguan neurovegetatif yang disebut juga gangguan vasimotorik dapat muncul sebagai gejolak panas ( hot flushes ), mengeluarkan banyak keringat, merasa kedinginan, sakit kepala, bising telinga, jantung berdebar-debar, gangguan pernapasan, jari-jari atrofi dan gangguan usus. Gangguan psikis ditandai dengan perubahan mood dan perasaan sensitif, mudah tersinggung, depresi, kelelahan, semangat berkurang dan insomnia. Gangguan somatic, selain gangguan haid atau amenorrhea, mencakup pula kolpitis atrofikans, ektropium uretra, inkontinesia urin, disuria, desensus, prolaps, penyakit kulit klimakterik, osteoporosis, arthritis, oterosklerosis, skerosis koroner dan adipositas. Menopause dalam bahasa biologis merupakan akhir dari siklus kehidupan menstruasi seorang wanita yang terjadi di pertengahan usia empat puluh tahun keatas. Selama masa transisi ini, ovarium mulai melemah sehingga tingkat gairah seksual pun semakin menurun secara alami dari hormon esterogen dan progesteron. Hormon estrogen berfungsi sebagai pengawas siklus ovulasi yakni saat indung telur mulai melepas sel telur ke dalam tuba falopi dan mengembangkan payudara wanita serta rahim. Hormon estrogen memiliki pengaruh yang cukup besar dalam tingkat kesehatan wanita baik fisik maupun psikologis (emosional). Hormon progesteron bertugas mengawasi menstruasi dan mempersiapkan rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi.

B. Saran Bertambahnya usia menyebabkan beberapa organ tidak melakukan proses perbaikan (remodelling) diri lagi.misalnya,massa tulang tidak melakukan

7

pembentukan kembali. selain itu,semakin tua aktifitas gerak yang di lakukan juga tidak sekuat dulu sehingga kalori yang di keluarkan juga berkurang. Selain itu, kebutuhan kalori untuk metabolisme tubuh juga menurun.perlu di ketahui tidak ada bahan makanan yang memiliki kandungan zat gizi yang lengkap.

8

DAFTAR PUSTAKA

1. Wiknjosatro, Hanifa, Prof, dr, DSOG. 1999. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo 2. Mansjoer, Arief. 2001. Kapita Selekta Kedokteran Jilid I. Jakarta: Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 3. Varney, Helen; Kriebs, Jan M; Gegor, Carolyn L. 2002. Buku Saku Bidan. Jakarta: EGC

9

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->