P. 1
Standar praktik keperawatan

Standar praktik keperawatan

|Views: 265|Likes:

More info:

Published by: Junastri Anandi Anggoro on Mar 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/04/2014

pdf

text

original

0inShare Share 5

Standar Profesional dalam Praktik Keperawatan
REP | 12 May 2011 | 10:07 Dibaca: 2309 Komentar: 5 Nihil STANDAR PROFESIONAL DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN Mindyarina, 1006672724 FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA 2011 Praktek keperawatan di Indonesia sering kali diasumsikan sama dengan praktek kedokteran, baik oleh masyarakat atau perawat itu sendiri. Penyebab utama hal ini adalah kurangnya pengetahuan tentang praktek keperawatan profesional dan seringkali

dilatarbelakangi oleh motif ekonomi yang menjadikan praktek tersebut sebagai lahan bisnis. Upaya untuk tetap dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan baru merupakan hal yang yang menarik dan menantang. Upaya ini tidak hanya menyangkut pembenahan kualitas praktik keperawatan tetapi juga pembenahan aspek hukum yang melindungi perawat sebagai tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan dan masyarakat yang menerima layanan

kesehatan. essai

ini akan membahas tentang penyebab utama

terjadinya ketidakprofesionalan pelayanan keperawatan sesuai hukum, etika, dan peran perawat. Selain itu, akan dibahas pula solusi-solusi dalam proses pelayanannya. Sebelum membahas jauh tentang faktor penyebab utama terjadinya ketidakprofesionalan praktik keperawatan, akan lebih baik sekali jika memahami pengertian perawat dan keperawatan itu sendiri. Sesuai Surat Keputusan Menteri Negara Perdagangan Aparatur

definisi keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. 1995). Pelayanannya juga ditujukan kepada individu. dan unit pelayanan kesehatn lainnya). 1995). 1. . 1995). dan mendemonstrasikan etik dan tanggung jawab terhadap pekerjaannya (Ellis dan Hartley. Lebih lanjut. bukan berarti perawat yang bekerja di sektor swasta tidak dapat disebut sebagai perawat. puskesmas. 1980 dalam Priharjo 1995). ini berarti perawat harus memiliki otoritas dan akuntabilitas terhadap tindakan yang ia lakukan sehingga tindakan keperawatan yang dilakukan sesuai standar profesional. dan masyarakat. berbentuk pelayanan bio-psiko-sosiospiritual yang komprehensif (dikutip oleh Priharjo. Secara umum. Pada SK ini. Ellis dan Hartley menjelaskan ciri-ciri pekerja profesional yang diambil dari Public Law 93-360 sebagai berikut. keluarga. disebutkan bahwa yang dimaksud dengan tenaga perawatan adalah pegawai negeri sipil yang berijazah perawatan yang diberi tugas secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pada unit pelayanan kesehatan (rumah sakit. hal ini antara lain dinyatakan dengan kalimat “didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan”. tenaga profesional sering didefinisikan sebagai seorang yang serius terhadapa pekerjaannya. Definisi ini juga mempertegas bahwa keperawatan merupakan profesi bukana sekedar pekerjaan atau vokasi. Menurut Lokakarya Keperawatan Nasional tahun 1983. Kesimpulan yang dapat diambil dari definisi keperawatan hasil lokakarya 1983 seperti disebutkan di atas yaitu keperawatan di Indonesia merupakan pelayanan yang diberikan secara profesional. (dikutip dari Priharjo. dan mental. pedoman. Sesuai definisi Surat Keputusan Menpan di atas. baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh siklus kehidupan manusia. Untuk memenuhi syarat sebagai profesi.Negara Nomor 94/MENPAN/1986. berpenampilan sangat baik. SK dari Menpan ini pada dasarnya diberlakukan bagi perawat yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil (Priharjo. Setiap pekerja yang bekerja (a) mengutamakan intelektual dan memiliki ciri khas yang bervariasi sehingga tidak bekerja berdasarkan rutinitas fisik. yang perlu diperhatikan adalah adanya pernyataan “diberi tugas secara penuh” . tanggal 4 November 1986. mekanik. suatu bidang garap harus membutuhkan pengetahuan dan keterampilan penyiapan khusus.

1995). dan tenaga profesional di atas. dkk. keperawatan. 1995). Penggolongan tenaga keperawatan di Indonesia secara sederhana dapat diketahui dari tujuan pendidikan. Suatu penanganan keperawatan harus konsisten dengan tidak boleh menyimpang dari penatalaksanaan medis. Untuk saat ini. pengertian dari praktik keperawatan profesional yang dilakukan oleh seorang registered professional nurse didefinisakn sebagai penegakkan diagnosa dan penanganan respons manusia terhadap masalah kesehatan aktual atau potensial melalui pelayanan seperti penemuan masalah. 2.(b) melakukan latihan pembuatan keputusan dan kebijakan tindakan secara teratur. pendidikan kesehatan. Diploma Tiga keperawatan yang diselenggarakan oleh Akademi Keperawatan atau Pendidikan Ahli Madya Keperawatan yang lulusannya disebut sebagai Ahli Madya Keperawatan (perawat profesional . Setiap pekerja yang telah menyelesaikan pendidikan dengan instruksi intelektual khusus dan pendidikan seperti yang disebutkan dalam pernyataan “(d)” dan “(b)” yang menjalankan pekerjaan di bawah supervisi pekerja profesional seperti yang telah dijelaskan pada poin pertama. dan memberikan perawatan untuk meningkatkan atau memulihkan hidup atau kesehatan.. Praktik keperawatan profesional mengandung arti praktik yang dilakukan perawat profesional. Setelah meninjau beebrapa pengertian perawat. (c) mempunyai ciri dimana produksi atau hasil kerja yang tidak dapat distandarisasi dalam hubungannya dengan waktu yang diberikan. (d) memerlukan pengetahuan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang maju atau pendidikan yang diperoleh yang diperoleh dari suatu pendidikan jangka panjang dengan instruksional intelektual khusus dan pendidikan di institusi pendidikan tinggi atau runah sakit. 1974 dalam Priharjo. dan melakukan penanganan medis sesuai yang dipesan oleh dokter yang sah ( American Nursing Association dalam Priharjo. walaupun perawat profesional mungkin mengerjakan berbagai tugas keterampian teknik. yaitu perawat lulusan program baccalaureate keperawatan (rata-rata empat tahun pendidikan di universitas) atau lulusan pendidikan keperawatan lebih tinggi. yaitu Sekolah Perawat Kesehatan yang lulusannya disebut perawat kesehatan (tenaga keperawatn dasar) dengan masa pendidikan tiga tahun SMP. kita mengenal tiga kategori pendidikan keperawatan di Indonesia. namun kemampuan dan potensinya mencerminkan ruang kingkup pengetahuan yang berdasarkan kurikulum S1 keperawatan (Kohne.

3%). tidak selesai SMP/SMA (9%). standar pelayanan keperawatan mengukur tindakan keperawatan dan menentukan apakah perawat melakukan tindakan yang layak dan bijaksana seperti yang dilakukan perawat lainnya dalam situasi yang sama.6%) . tidak selesai SD (28. dan lulusan perguruan tinggi (1. (Priharjo. (dikutip dari Priharjo. Hal ini erat kaitannya dengan tingkat ekonomi serta ratarata latar belakang pendidikan masyarakat. Nurse Practice Art menentukan kebutuhan pendidikan bagi perawat.6%).pemula).2%). 1992) komposisi tenaga kerja Indonesia tahun 1988 terdiri dari tidak sekolah (16. dan secara umum mendefinisikan cakupan praktik keperawatan (Potter dan Perry. 1995). Data ini menunjukkan bahwa masih rendahnya standar pendidikan yang mngakibatkan rendahnya standar pelayanan pula. Standar pelayanan merupakan pedoman legal bagi praktik keperawatan dan memberikan batasan minimum pelayanan keperawatan yang dapat diterima. Perawat harus mengetahui berbagai konsep hukum yang berkaitan dengan praktik keperawatan karena perawat memiliki akuntabilitas . Hukum mendefinisikan standar pelayanan keperawatn yang harus dipatuhi perawat. lulusan SD (34. Selain itu. lulusan SMA (9. Pelanggaran terhadap standar pelayanan keperawatan merupakan salah satu elemen yang harus dibuktikan dalam kasus kelalaian atau malpraktik keperawatan.5%). membedakan antara praktik keperawatan dan medis. 1995). Kondisi di Indonesia saat ini belum dapat menyediakan pemberi pelayanan keperawatan yang semuanya tenaga perofesional. ketidakprofesionalan diakibatkan masih rendahnya tingkat kesadaran dan kepatuhan terhadap etika dan hukum sehingga masih banyak perawat-perawat profesional yang membuka praktek keperawatan secara ilegal dan menyalahi standar pelayanannya. Dalam suatu tuntutan malpraktek. 2009). Keperawatan sebagai suatu profesi harus memiliki suatu landasan dan lindungan hukum yang jelas. dan Program Strata Satu Keperawatan di universitas yang lulusannya disebut Sarjana Keperawatan (perawat profesional). Standar tersebut mencerminkan nilai-nilai prioritas profesi. 2006 dalam Potter dan Perry. Standar pelayanan keperawatan ditentukan dalam setiap Nurse Practice Act negara bagian oleh hukum negara bagian dan federal (tentang rumah sakit dan istitusi pelyanan kesahatan lainnya) oleh organisasi keperawatan spesialis dan profesional. Menurut data dari Psacharopalus dan Ariagada (1986. dan oleh kebijakan dan prosedur yang ditentukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan dimana perawat bekerja (Guido. 2009).

pemerintah harus mampu meningkatkan kesejahteraan perawat Indonesia sesuai dengan pengabdian yang telah dilakukannya. Daftar Pustaka: Potter. merasa frustasi karena tidak adanya kejelasan tentang peran. Hal ini juga menyebabkan semua perawat dianggap sama pengetahuan dan keterampilannya tanpa memerhatikan latar belakang ilmiah yang mereka miliki. dan kewenangannya. Jakarta: Salemba Medika. Dengan essai ini. mahasiswa keperawatan diharapkan mampu memahami praktik dan hukum yang berkaitan dengan keperawatan sehingga terbentuklah tunas-tunas perawat profesional. Keperawatan sebagai suatu profesi harus memiliki suatu landasan dan pelindungan yang jelas agar para perawat tidak melakukan malpraktik yang dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya sendiri dan kliennya. (Terj. fungsi. Tumpang tindih antara tugas dokter dan perawat masih sering terjadi dan beberapa perawat baik lulusan SPK. Selain itu. Inti dari pembahasan di atas yaitu bahwa perawat merupakan tenaga kesehatan yang berijazah perawatan yang diberi tugas secara penuh oleh pejabat yang berwenag untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Perawat juga harus memiliki otoritas dan akuntabilitas terhadap tindakan keperawatan sehingga terbentuklah prefesionalisme pelayanan. diploma maupun perguruan tinggi. Seven Edition. Fundamental of Nursing. Atas segala perhatian dan dukungannya. Undang-Undang Praktik Keperawatan sudah lama menjadi bahan diskusi para perawat. (2009).. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pada Konggres Nasional keduanya di Surabaya tahun 1980 mulai merekomendasikan perlunya bahan-bahan perundang-undangan sebagai perlindungan hukum bagi tenaga keperawatan (Priharjo. 1995). P. Tidak adanya undang-undang perlindungan bagi perawat menyebabkan perawat secara penuh belum dapat bertanggung jawab terhadap pelayanan yang mereka lakukan.terhadap keputusan dan tindakan profesional yang dilakukan.G. . Konsep hukum tersebut biasanya berupa undang-undang. Andrina Ferderika). penulis mengucapkan terima kasih.A. misalnya Undang-Undang Keperawatan. Ini merupakan suatu usaha formil dari perawat-perawat Indonesia yang membutuhkan keabsahan dalam praktiknya. dan Perry. A.

Praktik Keperawatan Profesional: Konsep Dasar dan Hukum.Priharjo. R. (1995). Jakarta: EGC. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->