P. 1
Likuidasi Berangsur & Joint Venture

Likuidasi Berangsur & Joint Venture

|Views: 666|Likes:
Published by beby_decious

More info:

Published by: beby_decious on Mar 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

T U G A S Resume “Akuntansi Keuangan Lanjutan 1”

OLEH:
Wa Ode Anita Yurliani Ajasma Astina 110 320 057 09 320 014

FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN

BAU – BAU 2012
1

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia serta hidayahNya Kepada kami semua. Untuk tujuan itulah maka kami susun. Pada hakekatnya belajar adalah cara melatih diri untuk mengetahui. sebagaimana pepatah mengatakan bahwa “Buku adalah guru yang paling besar”. kami mengajak kepada seluruh pembaca makalah ini agar senantiasa bertawakal dan berserah diri kepada Allah SWT. 2 . Oleh karena itu. Makalah yang akan kami susun ini berjudul “Likuidasi Berangsur Dalam Persekutuan & Joint Venture”. Pemahaman anda akan jauh lebih luas bila anda banyak membaca buku.wb. sehingga dapat menyusun makalah ini dengan baik. maka dengan senang hati kami menyusun makalah ini agar dapat menjadi pedoman untuk belajar bagi kita semua. Saran yang positif untuk penyempurnaannya akan kami terima dengan lapang dada. kami akan menerimanya sebagai koreksi untuk lebih menyempurnakannya dan kami mengucapkan terima kasih.KATA PENGANTAR Assalamu alaikum wr. semoga banyak manfaat yang akan dipetik oleh para pembaca. Tentu saja makalah ini masih jauh dari kesempurnaan namun jika ada kritik dan saran yang sifatnya membangun dari para pembaca.

.. 8 Akuntansi Untuk Joint Venture Tidak Diselenggarakan Secara Terpisah................................ 5 Penyusunan Rencana Prioritas Pembayaran Kepada Anggota Sebelum Proses Likuidasi Berlangsung......................................................................................................................................... 7 Akuntansi Untuk Joint Venture........................................................... 7 Akuntansi Untuk Joint Venture yang Diselenggarakan Secara Terpisah Dari Pembukuan Masing – Masing Anggota..............ii DAFTAR ISI......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 6 JOINT VENTURE...................................................................... i KATA PENGANTAR.... 9 3 ................................DAFTAR ISI COVER DEPAN.............iii LIKUIDASI BERANGSUR DALAM PERSEKUTUAN................................................................................................................................... 4 Pembayaran Kembali Hak Penyertaan Ditentukan Secara Periodik atau Setiap Kali Aktiva Dapat Direalisasikan..........................................................................................

Ada dua metode yang dapat dipakai untuk menentukan besarnya setiap kali pembayaran kembali hak penyertaan anggota agar dapat dijamin penerimaan masing – masing anggota itu sesuai dengan hak – hak yang bersangkutan sebagai berikut : 1. maka pembayaran kembali penyertaan para anggota dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan jumlah uang kas yang tersedia. Kemungkinan rugi sebagai akibat tidak dapat direalisasikannya aktiva (non kas) yang ada. Pembayaran kembali hak penyertaan para anggota dilakukan sesudah semua kewajiban – kewajiban persekutuan (hutang – hutang kepada kreditur bersaing) dibayar lunas. sehingga pembayaran dapat segera dilakukan sesuai dengan jumlah uang yang tersedia. Besarnya pembayaran kembali hak penyertaan ditentukan secara periodik atau setiap kali aktiva dapat direalisasikan (dijual).LIKUIDASI BERANGSUR DALAM PERSEKUTUAN Apabila pelaksanaan likuidasi memerlukan waktu yang agak lama (karena realisasi aktiva tidak bisa sekaligus). Oleh karena itu untuk menjamin agar penyelesaian dapat dilakukan sesuai dengan hak – hak para anggota. sehingga tidak mampu menyelesaikan kewajiban – kewajibannya kepada persekutuan. 2. Penyusunan rencana prioritas pembayaran kepada anggota sebelum proses likuidasi berlangsung. Pembayaran demikian itu tidak boleh melampaui saldo kredit atas rekening modal anggota yang bersangkutan. Proses likuidasi demikian disebut sebagai likuidasi berangsur. 2. Kemungkinan adanya anggota – anggota yang mengalami defisit modalnya. pembayaran bertahap harus diatur sebagai berikut : “Pembayaran hanya dilakukan kepada anggota yang mempunyai saldo kredit atas rekening modalnya setelah mempertimbangkan seluruh jumlah kemungkinan rugi yang akan terjadi. 4 . Pembayaran Kembali Hak Penyertaan Ditentukan Secara Periodik atau Setiap Kali Aktiva Dapat Direalisasikan.” Ada dua kemungkinan rugi yang maksimum harus ditanggung oleh setiap anggota yaitu: 1.

5000. 31 Agustus 1980 Aktiva Kas Aktiva Lain – Lain Rp 25. yang disusun sesaat sebelum likuidasi adalah sebagai berikut : Persekutuan ABC Neraca.00 Rp 175.00 Rp 525.000. Pada Bulan Oktober 1980 aktiva lain – lain sebesar nilai buku Rp 150.00 Rp 125.Penentuan besarnya jumlah pembayaran kembali hak penyertaan kepada masing – masing anggota.000. Tuan A. setelah pembayaran tahap pertama dilakukan. Neraca per 31 Agustus 1980.00 Hutang Dagang Modal.000. B dan C adalah anggota persekutuan yang membagi laba (rugi) dalam perbandingan 2 : 1 : 1. 5 . A Modal.00.00 dengan harga Rp 237.00.000.000. Contoh : Saldo Modal masing – masing anggota menunjukkan keadaan sesuai dengan perbandingan laba (rugi).500.000.00 Proses likuidasi yang berlangsung sejak tanggal 1 September 1980.500. B Modal.00 dapat dijual dengan harga Rp 112.000. C Jumlah Aktiva Rp 525.000. adalah sebagai berikut : Pada pelanggan pertama hanya dapat dijual aktiva lain – lain yang mempunyai nilai buku Rp 312. sebelum laba (rugi) likuidasi dapat ditentukan secara pasti (karena belum semua aktiva dapat direalisasikan) harus dilakukan sedemikian rupa sehingga dihindarkan kemungkinan terjadinya pembayaran dalam jumlah yang berlebihan kepada anggota tertentu dengan mengurangi hak – hak dari anggota lainnya.00 Rp 100.00 Rp 500.00 Jumlah Pasiva Pasiva Rp 125.000.

00 Penyusunan Rencana Prioritas Pembayaran Kepada Anggota Sebelum Proses Likuidasi Berlangsung Penyusunan rencana prioritas pembayaran kepada anggota.875. 3.00 34.250.00 93.500. kemudian disusun suatu skedul pembayarannya.500.Pada bulan November 1980 sisa aktiva lain – lain sebesar nilai buku Rp 37.00 59.00 (dibagi 2 : 1 : 1) Jumlah yang dapat dibayarkan kepada masing – masing anggota 137. Atas dasar hak prioritas pembayaran yang telah ditentukan dalam tahap kedua.000. 2.00 106.00 Laporan likuidasi Persekutuan ABC dan perhitungan pembayaran kembali hak penyertaan para anggota pada bulan September setelah kewajiban – kewajiban kepada kreditur selesai dibayar akan terlihat seperti tabel – tabel yang berikut : (periksa tabel hal.375.00 46.00 43.500. 6 . 78) Daftar 1 – Perhitungan Jumlah Uang Yang Dapat Dibayarkan Kepada Para Anggota Saldo modal sebelum pembayaran kepada anggota Pembebanan kemungkinan rugi karena aktiva lain – lain tidak dapat direalisasikan sebesar Rp 187.00 81.00 dapat dijual dengan harga Rp 45. Menentukan besarnya hak prioritas pembayaran diantara anggota – anggota persekutuan.375.750. Menentukan jumlah kerugian maksimum yang dapat dibebankan kepada saldo hak – hak penyertaan dari masing – masing anggota.00 46.875.250. dilakukan melalui tiga tahap sebagai berikut : 1.750.

bonus. adalah kerjasama diantara dua orang/badan usaha atau lebih untuk mengusahakan usaha tersebut. dengan mendebit bila terjadi biaya dan mengkredit bila diperoleh pendapatan atau keuntungan. Dalam hal ini cukup dibentuk suatu rekening tersendiri yang disebutnya ‘’Venture Account’’. untuk pihak-pihak yang berjasa. Buku-buku diselenggarakan terpisah dari pembukuan masing-masing anggota 2. Joint venture. Saldo debit dan kredit pada akhir periode dipindahkan ke rekening modal. Rekening-rekening untuk setiap transaksi dalam joint venture ada dan dicatat di dalam buku masing-masing anggota (tidak diselenggarakan pembukuan secara terpisah terhadap aktivitas joint venture). Sebelum pembagian keuntungan biasanya diperhitungkan terlebih dahulu bunga modal. komisi. Bentuk venture ada 2 (dua) macam : 1. Masing-masing pihak dapat menyerahkan barang atau uang sebagai kontribusi terhadap usaha bersama itu. 7 .JOINT VENTURE Istilah venture pada umumnya diterapkan untuk memikul bersama atas tanggungjawab yang mempunyai resiko besar/berbahaya yang meliputi pengiriman barang-barang dengan kapal kepelabuhan-pelabuhan yang jauh dan melanjutkan pengiriman barang-barang ke tujuantujuan tertentu. Single venture 2. Joint venture Single venture. Keuntungan atau kerugian dibagi sama. dan lain-lain . adalah perusahaan suatu proyek tertentu yang di lakukan oleh satu unit tertentu. Akuntansi untuk joint venture Pada prinsipnya ada (dua) metode : 1. Dalam joint venture ini waktunya terbatas.

Pendapatan. Pembagian laba : Tuan C diberi komisi 10% dari penjualan. Rekening-rekening pembukuan di idalam joint venture meliputi rekening-rekening Aktiva. Contoh.00.00 Tuan B menyerahkan uang tunai sebesar Rp 2. pada prinsipnya harus sama dengan saldo debit ‘’Rekening Investasinya’’ di dalam pembukuan yang diselenggarakan anggota yang bersangkutan. Aktivitas : Tuan C ditunjuk sebagai pimpinan (managing partner). dengan ketentuan sebagai berikut : Investasi : Tuan A dan C menyerahkan barang dagang sebagai penyertaanseharga Rp 3000. B dan C bersepakat mengadakan suatu kerjasama dalam suatu usaha (joint venture) penjualan buku-buku novel selama masa liburan panas. Saldo kredit rekening modal anggota di dalam joint venture. bunga modal diberikan kepada masing-masing anggota sebesar 8% dari laba usaha dan selebihnya dibagi sama joint venture dimulai pada tanggal 1 oktober dan berakhir 31 desember 19A. maka joint venture dianggap sebagai suatu unit usaha yang terpisah dari pemiliknya.500. Biaya-biaya.Akuntansi untuk Joint Venture yang diselenggarakan secara terpisah dari pembukuan masing-masing anggota Apabila terhadap aktivitas joint venture di selenggarakan pembukuan secara terpisah dari pembukuan masing-masing anggota. 1: Tuan A.00 dan Rp 4. dan Modal yang di selenggarakan untuk tiap-tiap anggota. Ia setuju untuk menjadi pedagang keliling dan menyampaikan laporan-laporan yang berhubungan dengan transaksi-transaksi venture. Pembukuan untuk joint venture dan pembukuan yang diselenggarakan oleh 8 atas nama joint . Hutang.500.

00 Transaksi berikut : No. Akuntansi Untuk Joint Venture tidak diselenggarakan secara terpisah Dalam hal ini semua aktivitas joint venture akan diikhtisarkan dalam buku masingmasing anggota.500. Sedangkan bunga modal 8% adalah untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Saldo kredit atau sebaliknya di dalam rekening joint venture merupakan laba atau sebaliknya rugi joint venture tersebut.Masing-masing anggota dapat dilihat dibawah ini : Penjelasan : Transaksi No. Akan tetapi meskipun masing-masing partner mencatat transaksi-transaksi yang terjadi . Masing-masing anggota harus mempunyai joint venture pada buku-bukunya.000.00 =Rp 60.000. 60/360 x 6% x Rp 1000.00 = RRp 10. pada buku-buku managing partner tetap harus dibentuk rekening-rekening aktiva dan hutang joint venture ters endiri.00 (jangka waktu joint venture adalah tanggal 1 oktober sampai dengan 31 desember 19 A = 3 bulan. : 3) Bunga wesel (promes) yang di tarik dengan bunga 6% setahun. Rekening joint venture didebit untuk semua biaya-biaya. untuk jangka waktu 60 hari.00 C = 8% X 3/12 Rp 4.00 = Rp 90. dan dikredit semua pendapatanpendapatan dari joint venture.00 B = 8% X 3/12 X Rp 2. Seperti misalnya rekeningrekening : 9 .00 =Rp 50. Selanjutnya saldo rekening ‘’Joint Venture’’ dan rekening anggota-anggota lainnya pada buku masing-masing anggota akan menunjukan saldo yang sama selama hubungan kerjasama masih ada (belum dibubarkan).500. : 9) Bunga modal untuk masing-masing anggota dihitung sebagai A = 8% x 3/12 x Rp3.

10 . Kas – Joint Venture 2.1. apabila usaha yang menjadi obyeknyasudah selesai. Akan tetapi dalam hal pembukuan diselenggarakan tidak secara terpisah khususnya bagi anggota-anggota selain managing partner merupakan persoalan tersendiri. Dan lain-lain Kerjasama yang belum selesai ( Uncompleted Ventures) apabila pembukuan joint venture tidak diselenggarakan secara terpisah Apabila sampai dengan akhir periode akuntansi. Menurut ketentuannya joint venture baru dapat menghitung rugi laba. untuk keperluan buku-buku masing-masing partner. Piutang – Joint Venture 3. maka pada tiap-tiap akhir periode akuntansi perlu keterangan yang lengkap tentang hasil-hasil operasi perusahaan seluruhnya. suatu persetujuan joint venture belum bisa di akhiri.maka perlu ada perhitungan laba ( rugi ) joint venture. Hutang – Joint Venture 4. persoalan tutup buku di dalam joint venture yang pembukuannya dilakukan secara trpisah. Tetapi apabila joint venture diadakan diantara pengusahapengusaha / perusahaan yang sudah memiliki pembukuan yang teratur. dapat dilakukan tanpa mengalami kesulitan apapun.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->