A.

Gaya Inti Didalam inti atom terdapat interaksi gaya gravitasi atau gaya tarik menarik antara nuklida-nuklida (proton dan neuton). Namun, besar gaya gravitasi ini bisa diabaikan dibandingkan dengan besarnya gaya tolak menolak secara listrik (gaya Coulomb) antar proton. Karakteristik gaya inti yaitu : 1. 2. 3. Gaya inti merupakan gaya tarik –menarik, yang lebih besar dari gaya Coulomb dalam inti atom. Gaya inti bekerja pada kisaran jarak yang sangat pendek. Ini artinya, nuklida-nuklida berinteraksi hanya dengan nuklida terdekatnya. Gaya inti bekerja diantara dua proton, dua neutron, atau antara proton dan neutron. B. Energi Ikat Inti Apabila kita memiliki isotop dengan jumlah proton sebanyak Z dan jumlah neutron sebanyak (A – Z),maka menurut perhitungan,massa inti seharusnya sebesar [Zmp+(A-Z)mn] dengan mp dan mn masing-masing adalah massa satu proton dan massa satu neutron. Akan tetepi, berdasarkan hasil pengukuran dengan spectrometer massa diperoleh bahwa massa inti lebih kecil dari jumlah massa proton dan neutron pembentuk inti (massa nucleon). Berdasarkan hukum kesetaraan massa dan energi Einstein, berkurangnya massa inti atom, yang disebut defek massa, karena diubah menjadi energi ikat inti. Defek massa dapat dihitung dengan menggunakan persamaan. ∆m=[Zmp + (A – Z) mn – mi] Dengan mi adalah massa inti atom. Energi ikat inti dapat dihitung dengan menggunakan hukum kesetaraaan massa dan energi Einstein, yaitu E = ∆mc2 Dengan c adalah kecepatan cahaya (c = 3 x 108 m/s). Untuk keperluan praktis biasanya defek massa ∆m dinyatakan dalam satuan sma dan energy E dalam satuan MeV dengan kesataraan 1 sma = 931,5 MeV. Oleh karena itu, persamaan diatas dapat ditulis menjadi E = ∆m x (931,5 MeV / sma)

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful