PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP DISIPLIN KERJA KARYAWAN PADA PT.

X Proposal
Oleh :

NPM : 0405160021 PROGRAM STUDI : MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA . 2008

DAFTAR ISI
Halaman KATA PENGANTAR ................................................................................... DAFTAR ISI .................................................................................................. DAFTAR TABEL .......................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN ........................................................................ A. Latar Belakang Masalah ......................................................... B. Identifikasi Masalah ............................................................... C. Batasan dan Rumusan Masalah ............................................. D. Tujuan dan Manfaat Penelitian ............................................. BAB II. LANDASAN TEORI .................................................................... A. Uraian Teoritis ........................................................................ 1. Disiplin Kerja .................................................................. a. Pengertian Disiplin Kerja ......................................... b. Macam-macam Disiplin Kerja ................................ c. Pendekatan-pendekatan Disiplin Kerja ................... d. Pelaksanaan Sanksi Terhadap Disiplin Kerja .......... e. Faktor yang mempengaruhi Disiplin Kerja ............ f. 2. Indikator Disiplin Kerja ........................................... iii vi viii 1 1 3 4 4 6 6 6 6 7 8 9 12 14 15 15 17

Kepemimpinan ............................................................... a. Pengertian Kepemimpinan ...................................... b. Fungsi dan Sifat Kepemimpinan ............................. 2

3 c. Faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan ........... d. Indikator Kepemimpinan ......................................... B. Kerangka Konseptual ............................................................. C. Hipotesis ............................................................................... BAB III. METODOLOGI PENELITIAN .................................................... A. Defenisi Operasional .............................................................. B. Tempat dan Waktu Penelitian ............................................... C. Populasi dan Sampel............................................................... D. Teknik Pengumpulan Data ..................................................... E. Teknik Analisis Data ............................................................. 20 23 24 26 27 27 28 28 30 32

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

Tanpa disiplin yang baik dari karyawan. PT. Karena kedisiplinan merupakan kunci keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan. Disiplin yang baik mencerminkan besarnya tanggung jawab seorang karyawan terhadap semua pekerjaan yang diberikan kepadanya. Kedisiplinan merupakan salah satu fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting karena semakin baik disiplin seorang karyawan maka akan semakin tinggi produktivitas yang dapat dicapai oleh karyawan. maka akan sulit bagi perusahaan untuk mencapai hasil yang optimal. Perusahaan yang menitik beratkan pada pengorganisasian manajemen sumber daya manusia dan pengembangan karyawan yang dapat . Tindakan pendisiplinan diberikan untuk mencegah kesalahan yang sama dimasa yang akan datang. X adalah sebuah perusahaan pembotolan yang bergerak dalam bidang minuman ringan.314): “Disiplin merupakan bentuk pelatihan yang menegakkan peraturan-peraturan perusahaan”. hal. bukan untuk memvonis secara fisik karyawan. Latar Belakang Masalah Pendisiplinan dianggap sebagai bentuk pelatihan yang terbaik.4 BAB I PENDAHULUAN A. tindakan tersebut salah satu upaya perusahaan untuk meningkatkan kualitas kerja karyawan. Hal ini mendorong gairah kerja dan semangat kerja sehingga dapat terwujudnya tujuan perusahaan. Menurut Mathis dan Jackson (2002.

jika para bawahannya berdisiplin baik”. karena banyak factor yang mempengaruhinya. sebelum waktu istirahat karyawan sudah keluar dan belum masuk kantor setelah waktu istirahat selesai serta masih rendahnya tingkat tanggung jawab karyawan terhadap pekerjaan yang sesuai dengan uraian jabatan dan tidak memiliki rencana kerja secara menyeluruh dalam menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu. Salah satunya adalah kepemimpinan memberikan pengaruh yang cukup kuat dalam menciptakan displin kerja yang tinggi diantara karyawan. Untuk memelihara dan meningkatkan kedisiplinan yang baik merupakan hal yang sulit. . hal ini tercermin dari masih adanya karyawan yang kurang disiplin seperti jumlah absensi karyawan. Menurut Hasibuan (2001. Tindakan pendisiplinan sudah dilakukan oleh perusahaan namun belum sepenuhnya berjalan dengan baik. yang dimana kinerja dan kualitas kerja yang dimiliki oleh seorang karyawan merupakan asset perusahaan yang sangat berharga. Disiplin merupakan suatu sikap yang diwujudkan dengan perbuatan dalam melaksanakan tugas atau peraturan sesuai dengan waktu dan ketentuan yang ditetapkan.190) bahwa: “seorang manajer dikatakan efektif dalam kepemimpinannya. masuk kerja yang terlambat. Kemampuan seorang pemimpin sebagai atasan dapat menentukan kualitas kerja karyawannya.5 meningkatkan kinerja karyawan. dimana dengan tipe kepemimpinan yang tepat sesuai dengan keinginan karyawan maka dengan sendirinya akan timbul rasa kedisiplinan yang tinggi dari karyawan. hal.

. Untuk mengetahui lebih jelas tentang kebijaksanaan yang diambil oleh perusahaan. Dalam hal kepemimpinan diperusahaan. maka penulis tertarik untuk membahas dan menyusunnya dengan judul “Pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin kerja karyawan pada PT. 2) Masih ada karyawan yang kurang disiplin. agar karyawan tersebut dapat lebih disiplin dalam bekerja. sehingga dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu. Seorang pemimpin harus dapat memberikan motivasi dan tauladan yang baik kepada karyawannya. Pemimpin hanya memprioritaskan pada pekerjaan yang dilakukan karyawan dan target yang dicapai oleh karyawan.6 Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi. B. Hal ini berdampak pada karyawan karena karyawan beranggapan bahwa disiplin kerja harus dimulai dari pimpinan. pemimpin masih kurang mampu menempatkan posisinya sebagai pemimpin. menggerakkan dan mengarahkan suatu tindakan pada diri seorang karyawan untuk mencapai tujuan tertentu. Identifikasi Masalah Adapun identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Tindakan pendisiplinan sudah dilakukan oleh perusahaan namun belum sepenuhnya berjalan dengan baik. hal tersebut sebagai indikasi kepemimpinan yang kurang efektif. X. Pimpinan juga sering datang di siang hari bahkan jarang masuk.

. Batasan Masalah Mengingat luasnya permasalahan yang ada dan juga keterbatasan penulis. C. adapun tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui bagaimana pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin kerja karyawan pada PT. 2. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. 2. D. maka penulis hanya membatasi pada karyawan tetap PT.. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas. X. Batasan dan Rumusan Masalah 1.7 3) Kepemimpinan yang diterapkan diperusahaan kurang memberikan keleluasaan kepada bawahan untuk menuangkan aspirasinya dalam penyelesaian pekerjaan. X. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: 1) Sebagai bahan masukan dan ilmu pengetahuan bagi penulis tentang kepemimpinan dan disiplin kerja karyawan . X. Rumusan Masalah Rumusan masalahnya yaitu: “Apakah ada pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin kerja karyawan pada PT.

3) Sebagai referensi bagi penelitian dimasa yang akan datang .8 2) Sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam melaksanakan kepemimpinan dan peningkatan disiplin kerja karyawan.

Pengertian Disiplin Kerja Kedisiplinan adalah fungsi operatif keenam dari manajemen sumber daya manusia. sulit bagi perusahaan mencapai hasil yang optimal. Tanpa disiplin karyawan yang baik. Menurut Keith Davis dalam Mangkunegara (2007. Kedisiplinan merupakan fungsi MSDM yang terpenting karena semakin baik disiplin karyawan. Sedangkan menurut Mathis dan Jackson (2002. Disiplin Kerja a.314): “Disiplin merupakan bentuk pelatihan yang menegakkan peraturan-peraturan perusahaan”. Jika perusahaan gagal menghadapi 9 . hal. Disiplin merupakan suatu sikap yang diwujudkan dengan perbuatan dalam melaksanakan tugas atau peraturan sesuai dengan waktu dan ketentuan yang ditetapkan. Uarian Teoritis 1. hal.BAB II LANDASAN TEORI A. maka semakin tinggi produktifitas yang dapat dicapai.129) mengemukakan bahwa: “Disiplin kerja dapat diartikan sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman organisasi”. Mereka yang sering kali dipengaruhi oleh sistem disiplin didalam perusahaan adalah para karyawan yang bermasalah.

10 masalah karyawan yang tidak disiplin. dan bukannya kepada karyawannya secara pribadi. serta dapat mempertimbangkan perasaan karyawan dalam hal tindakan pendisiplinan tidak dilakukan didepan orang banyak. “ Disiplin preventif dan disiplin korektif”. Karena alasan pendisiplinan adalah untuk meningkatkan kinerja. b. tanpa dukungan disiplin yang baik sulit bagi perusahaan untuk mencapi tujuannya. Disiplin yang efektif sebaiknya diarahkan kepada perilakunya. ada dua bentuk disiplin kerja. Macam-Macam Disiplin Kerja Disiplin yang baik mencerminkan besarnya tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. yaitu. aturan-aturan yang telah digariskan oleh perusahaan. hal. Jadi kedisiplinan harus ditegakkan dalam suatu perusahaan. Tujuan dasarnya adalah untuk menggerakkan pegawai berdisiplin diri. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut: 1) Disiplin Preventif Suatu upaya untuk menggerakkan pegawai mengikuti dan mematuhi pedoman kerja. .129). Para manajer harus memahami disiplin dan bagaimana mengadministrasikannya secara tepat. efeknya negatif kepada para karyawan lainnya dan kelompok kerja lainnya akan timbul. Menurut Mangkunegara (2007.

Pada disiplin korektif. Peraturan tanpa dibarengi pemberian hukuman yang tegas bagi pelanggarnya bukan menjadi alat pendidik bagi karyawan. karyawan dapat memelihara dirinya terhadap peraturan-peraturan perusahaan. memelihara peraturan yang berlaku dan memberikan pelajaran kapada pelanggar. yaitu:”Pendekatan disiplin modern.11 Degan cara preventif. hal. Menurut Mangkunegara (2007. Dengan keadilan dan ketegasan. Tujuan pemberian sanksi adalah untuk memperbaiki karyawan pelanggar.130). sasaran pemberian hukuman akan tercapai. Pendekatan Disiplin Kerja Dalam pemberian hukuman terhadap karyawan yang melanggar peraturan harus secara adil dan tegas. ada tiga pendekatan disiplin. c. pendekatan disiplin tradisional dan pendekatan disiplin bertujuan” . karyawan yang melanggar disiplin perlu diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. 2) Disiplin Korektif Suatu upaya menggerakkan karyawan dalam menyatukan suatu peraturan dan mengarahkan untuk tetap mematuhi peraturan sesuai dengan pedoman yang berlaku pada perusahaan.

12 Agar lebih jelas akan diuraikan sebagai berikut: 1) Pendekatan disiplin modern Mempertemukan sejumlah keperluan atau kebutuhan baru diluar hukuman. Pendekatan ini berasumsi: a) Disiplin modern merupakan suatu cara menghindarkan bentuk hukuman secara fisik. pelaksanaannya harus disesuaikan dengan tingkat pelanggarannya. dan tidak pernah ada peninjauan kembali bila telah diputuskan b) Disiplin adalah hukuman untuk pelanggar. . 2) Pendekatan disiplin tradisi Pendekatan disiplin dengan cara memberikan hukuman. b) Melindungi tuduhan yang benar untuk diteruskan pada proses yang berlaku. c) Keputusan-keputusan yang semaunya terhadap kesalahan atau prasangka harus diperbaiki dengan mengadakan proses penyuluhan dengan mendapatkan fakta-faktanya d) Melakukan protes terhadap keputusan yang berat sebelah pihak terhadap kasus disiplin. Pendekatan ini berasumsi: a) Disiplin dilakukan oleh atasan kepada bawahan.

Pelaksanaan Sanksi Pelanggaran Disiplin Kerja Sanksi atau hukuman yang diberikan guna meningkatkan kedisiplinan dan mendidik karyawan agar menaati semua peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. bukan secara fisik karyawan. d. 3) Pendekatan disiplin bertujuan Pendekatan disiplin bertujuan berasumsi bahwa: a) Disiplin kerja harus ditrima dan dipahami oleh semua pegawai b) Disiplin bukanlah suatu hukuman. .13 c) Pengaruh hukuman untuk memberikan pelajaran kepada pelanggar maupun pegawai lainnya. d) Peningkatan perbuatan pelanggaran diperlukan hukuman yang lebih keras e) Pemberian hukuman terhadap pegawai yang melanggar kedua kalinya harus diberi hukuman yang lebih berat. Pemberian hukuman harus adil dan tegas serta konsisten. Tindakan pendisiplinan diberikan kepada perilakunya. Kedisiplinan diberikan bertujuan guna meningkatkan kinerja karyawan. tetapi merupakan pembentukan perilaku c) Disiplin ditujukan untuk perubahan perlaku yang lebih baik d) Disiplin pegawai bertujuan agar pegawai bertanggung jawab terhadap perbuatannya.

. hal. pria wanita tetap diberlakukan sama sesuai dengan peraturan yang berlaku diperusahaan.131): “pelaksanaan sanksi terhadap pelanggar disiplin dengan memberikan peringatan. ringannya sanksi dan pengabaian disiplin. konsisten dan impersonal”. 3) Pemberian sanksi haru konsisten Hal ini bertujuan agar pegawai sadar dan menghargai peraturan-peraturan yang berlaku diperusahaan. Tujuannya. 2) Pemberian sanksi harus segera Pegawai yang melanggar disiplin harus segera diberikan sanksi yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. agar pegawai yang bersangkutan memahami sanksi akan memperlemah disiplin yang ada. harus segera.14 Menurut Mangkunegara (2007. 4) Pemberian sanksi harus impersonal Pemberian sanksi pelanggaran disiplin tidak harus membeda-bedakan pegawai tua muda. Ketidakkonsistenan pemberian sanksi dapat mengakibatkan pegawai merasakan adanya diskriminasi pegawai. Surat peringatan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memberikan penilaian kondite pegawai. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut: 1) Pemberian peringatan Tujuan pemberian peringatan adalah agar pegawai yang bersangkutan meyadari pelanggaran yang telah dilakukannya.

Tujuan yang akan dicapai harus jelas dan ditetapkan secara ideal serta cukup menantang bagi kemampuan karyawan.15 e. agar dia bekerja sungguhsungguh dan disiplin dalam mengerjakan. 2) Teladan pimpinan Teladan pimpinan sangat berperan dalam menentukan kedisiplinan karyawan karena pimpinan dijadikan teladan dan panutan oleh para .191). hal. 1) Tujuan dan kemampuan Tujuan dan kemampuan ikut mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kedisiplinan Kedisiplinan adalah kunci keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan. Hal ini berati bahwa tujuan (pekerjaan) yang dibebankan kepada karyawan harus sesuai dengan kemampuan karyawan bersangkutan. ada beberapa faktor kedisiplinan diantaranya adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) tujuan dan kemampuan teladan pimpinan balas jasa keadilan waskat sanksi hukuman ketegasan hubungan kemanusiaan Berikut akan dijelaskan indikator tersebut satu per satu. Menurut Hasibuan (2001. Dan pada dasarnya banyak indikator yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan suatu organisasi.

4) Keadilan Keadilan ikut mendorong terwujudnya kedisiplinan karyawan.16 bawahannya. . dan pengawasan dari atasannya. Dengan keadilan yang baik akan menciptakan kedisiplinan yang baik pula. Karyawan sulit untuk berdisiplin baik selama kebutuhankebutuhan primernya tidak terpenuhi dengan baik. Artinya semakin besar balas jasa semakin baik kedisiplinan karyawan. Sebaliknya. karena ego dan sifat manusia yang selalu merasa dirinya penting minta diperlakukan sama dengan manusia lainnya. 3) Balas jasa Balas jasa berperan pentinf\g untuk menciptakan kedisiplinan karyawan. kedisiplinan bawahan pun ikut baik. Dengan teladan pimpinan yang baik. Karyawan merasa mendapat perhatian. bimbingan. apabila balas jasa kecil kedisiplinan karyawan menjadi rendah. Waskat efektif merangsang kedisiplinan dan moral kerja karyawan. petunjuk. Jadi. keadilan harus diterapkan dengan baik pada setiap perusahaan supaya kedisiplinan karyawan perusahaan baik pula. pengarahan. Jika pimpinan kurang berdisiplin para bawahan pun akan kurang disiplin. 5) Waskat Waskat (pengawasan melekat) adalah tindakan nyata dan paling efektif dalam mewujudkan kedisiplinan karyawan perusahaan.

8) Hubungan kemanusiaan Manajer harus berusaha menciptakan suasana hubungan kemanusiaan yang harmonis. Terciptanya hubungan kemanusiaan yang serasi akan mewujudkan lingkungan dan suasana kerja yang nyaman. Dengan sanksi hukuman yang semakin berat.17 6) Sanksi hukuman Sanksi hukuman berperan penting dalam memelihara kedisiplinan karyawan. Hal ini akan termotivasi kedisiplinan yang baik diperusahaan. f. vertikal maupun horizontal diantara karyawannya. karyawan akan semakin takut melanggar peraturan-peraturan perusahaan. bertindak untuk menghukum setiap karyawan yang indisipliner sesuai dengan sanksi hukuman yang telah ditetapkan. 7) Ketegasan Ketegasan pimpinan dalam melakukan tindakan akan mempengaruhi kedisiplinan karyawan perusahaan. serasi serta mengikat. Indikator Disiplin Kerja Pada dasarnya banyak indikator yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan kerja para karyawan. Menurut Hasibuan (2001. hal.191) yaitu sebagai berikut: 1) ketaatan waktu 2) ketaatan proses kerja . sikap dan perilaku indisipliner karyawan akan berkurang. Pimpinan harus berani dan tegas.

Disiplin merupakan suatu sikap yang diwujudkan dengan perbuatan dalam melaksanakan tugas atau peraturan sesuai dengan waktu dan ketentuan yang telah ditetapkan.18 3) ketaatan hasil kerja Untuk lebih jelasnya berikut akan diuraikan dari ketiga indikator diatas: 1) Ketaatan waktu Tingkat kedisiplinan para karyawan dapat dilihat dari ketaatan mereka datang tepat waktu sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Kepemimpinan a. 2) Ketaatan proses kerja Dalam menjalankan seluruh tugas. 3) Ketaatan hasil kerja Hasil kerja yang dilakukan oleh para karyawan harus sesuai dengan apa yang diberikan kepada karyawan tersebut serta sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pimpinan dan perusahaan. para karyawan harus sesuai dengan prosedur kerja dan job discription yang telah ditentukan oleh perusahaan. 2. mengikat suatu kelompok bersama dan memberi motivasi untuk tercapainya tujuan yang telah . agar tercapainya tujuan perusahaan. Pengertian Kepemimpinan Kepemimpinan adalah suatu faktor kemanusiaan.

tidak puas dan kurang termotivasi. lalu bawahan menghormatinya. Tanpa kepemimpinan yang efektf. Menurut Terry dan Frankin dalam Amirullah dan Haris Budiyono (2004. Kepemimpinan dikatakan efektif manakala para bawahan merespon pimpinan. mempunyai kemampuan untuk membujuk atau mempengaruhi orang lain (bawahan) melalui pola hubungan baik guna mencapai tujuan yang telah ditentukan”. Sedangkan menurut Amirullah dan Haris Budiyono (2004.19 ditetapkan organisasi sebelumnya. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpilkan bahwa kepemimpinan adalah suatu sikap dan perilaku seseorang untuk mempengaruhi para bawahan agar mereka mampu bekerja sama. sehingga membentuk jalinan kerja sama yang harmonis untuk mencapai tujuan tertentu.245) mendefinisikan: “Kepemimpinan sebagai hubungan dimana seseorang (pemimpin) mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama melaksanakan tugas-tugas yang saling berkaitan guna mencapai tujuan yang diinginkan pemimpin dan atau kelompok”. hal. karena ingin melakukan tugas dan menemukan kompensasinya. hal.140): “Kepemimpinan dapat diartikan sebagi suatu keadaan dimana satu individu melakukan satu tindakan sesuai dengan kesepakatan”. patuh dan taat kepada pimpinan. hal. dan sengan hati .245): “Kepemimpinan merupakan orang yang memiliki wewenang untuk memberi tugas. Selanjutnya menurut Amini (2004. karyawan cenderung tidak memiliki arah.

20 bekerja sama dengannya. Kriteria yang penting untuk memperhatikan dalam menilai efektivitas kepemimpinan seseorang adalah kemampuan seorang pemimpin dalam menjalankan berbagai fungsi kepemimpinan. Kemudian merealisasi bahwa permintaan pemimpin konsisten dengan beberapa tujuan pribadi bawahan. Sondang P. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut: 1) Fungsi Penentu Arah Keterbatasan sumber daya organisasi mengharuskan pemimpin untuk mengelolanya dengan efektif . Arah yang dimaksud tertuang dalam strategi dan taktik yang disusun oleh pimpinan dalam organisasi. . dengan kata lain arah yang hendak dicapai oleh organisasi menuju tujuannya harus sdemikian rupa sehingga mengoptimalkan pemanfaatan dari segala saran dan prasarana yang ada. komunikator. Fungsi dan Sifat Kepemimpinan Salah satu kriteria dalam menilai efektivitas kepemimpinan adalah kemampuan dalam mengambil keputusan. hal 245) mengemukakan bahwa terdapat lima fungsi kepemimpinan yang hakiki. juru bicara. b. mediator dan integrator”. yaitu:”Fungsi penentu arah. Siagian dalam Amirullah dan Haris Budiyono (2004.

diperlukan intergrator terutama pada hirarki puncak organisasi. Peran ini sangat penting karena disadari bahwa tidak ada satupun organisasi yang hidup tanpa bantuan dari pihak lain. Dengan perkataan lain. perilaku dan tindakan berkotak-kotak dan oleh karananya tidak boleh dibiarkan berlangsung terus menerus. 3) Fungsi komunikator Fungsi pemimpin sebagai komunikator lebih ditekankan pada kemampuannya untuk mengkomunikasikan sasaran-sasaran. 5) Fungsi Integrator Adanya pembagian tugas. dan tindakan yang harus dilakukan oleh bawahan 4) Fungsi Mediator Konflik-konflik yang terjadi atau adanya perbadaan-perbedaan kepentingan dalam organisasi menuntut kehadiran seorang pemimpin dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. . Integrator itu adalah pimpinan. sistem alokasi daya. strategi. dana dan tenaga serta diperlukannya spesialisasi pengetahuan dan keterampilan dapat menimbulkan sikap.21 2) Fungsi Juru Bicara Fungsi ini mengharuskan seorang pemimpin untuk berperan sebagai penghubung antara organisasi perusahaan dengan pihak-pihak luar yang berkaitan dan berkepentingan.

motivasi dan moral para bawahan. agar bawahan dapat mempercayainya. 3) Memahami kondisi lingkungan Seorang pemimpin harus memiliki pengertian yang memadai sehingga dapat mengevaluasi perbedaan kondisi organisasi dan para bawahannya. . intelegensi yang tinggi. seorang pemimpin harus mempunyai watak dan kepribadian yang terpuji. keinginan melayani bawahan. berorientasi kedepan.22 Menurut Amirullah dan Haris Budiyono (2004. sumber identifikasi. 2) Keinginan melayani bawahan Seorang pemimpin harus percaya pada bawahan serta dapat mendengarkan pendapat dan keinginan bawahan untuk membantu mengembangkan keterampilan agar karir mereka meningkat. serta sikap terbuka dan lugas”. belajar dengan cepat dan memiliki minat untuk mendalami dan menggali ilmu. Oleh karena itu. 4) Intelegensi yang tinggi Seorang pemimpin dituntut untuk mampu menganalisis problem dengan efektif. Agar lebih jelas berikut akan diuraikan: 1) Watak dan kepribadian yang terpuji Pimpinan adalah cermin dari bawahan. memahami kondisi lingkungan. hal 249). sifat-sifat dan ciri dari kepemimpinan yang sukses itu adalah:”watak dan kepribadian yang terpuji.

pengalaman masa lampau dan harapan dari pemimpin yang bersangkutan. agar tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dapat tercapai. 6) Sikap terbuka dan lugas Pemimpin harus sanggup mempertimbangkan fakta-fakta dan inovasi yang baru. harapan dan perilaku bawahan 4) Persyaratan tugas 5) Kultur dan kebijakan organisasi 6) Harapan serta perilaku rekan kerja Untuk lebih jelas akan diuraikan sebagai berikut: 1) Kepribadian. kemampuan memprediksi. c. Seorang pemimpin harus dapat menjalankan fungsinya sebagi seorang pemimpin yang baik. Lugas namun konsisten pendiriannya. hal 267). Menurut Amirullah dan Haris Budiyono (2004. pengalaman masa lampau dan harapan dari pemimpin yang bersangkutan 2) Harapan dan perilaku atasan 3) Karakteristik.23 5) Berorientasi kedepan Seorang pemimpin harus memiliki intuisi. batasan yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan itu mencakup: 1) Kepribadian. . dan visi sehingga sejak awal tentang kemungkinan-kemungkinan apa yang dapat mempengaruhi organisasi yang dikelolanya. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keefektifan Kepemimpinan Kepemimpinan yang efektif banyak tergantung pada beberapa variabel.

Serta sikap bawahan juga akan menjadi determinasi yang mempengaruhi gaya kepemimpinan. Bawahan yang sangat terampil dan motivasinya tinggi mungkin mengharapkan pemimpin yang tidak ikut campur. Sebaliknya bawahan yang dihadapkan . Bawahan yang aktivitasnya tinggi biasanya kurang memerlukan ancangan yang bersifat perintah. harapan dan perilaku bawahan Karakteristik bawahan juga mempengaruhi gaya kepemimpinan seorang pemimpin. maka pemimpin itu dirasakan tidak lagi efektif. Dengan demikian. akan tetapi tidak berarti bahwa gaya tersebut tidak dapat diubah. Seorang pemimpin tentu memiliki harapan-harapan terhadap hasil kerja pemimpin bawahannya. 3) Karakteristik. Manakala harapan itu tidak dapat dipenuhi oleh pemimpin dibawahnya. 3) Harapan dan perilaku atasan Jenjang hierarki dalam suatu organisasi mencerminkan kepada siapa mereka melaporkan hasil tugasnya. dan pengaruh ini dapat ditemukan dalam keterampilan dan pelatihan bawahan mempengaruhi pilihan gaya pemimpin yang efektif. Pemimpin yang efektif akan sadar bahwa gaya tertentu akan memberikan hasil yang lebih baik bagi mereka daripada gaya lainnya.24 Kepribadian dan pengalaman masa lampau dari seorang pemimpin membantu membentuk gaya kepemimpinannya. laporan-laporan yang disampaiakan itu seharusnya sesuai dengan harapan dan prilaku atasannya.

umumnya bawahan lebih menyukai pemimpin yang berorientasi pada orang.25 pada tugas baru yang menantang mungkin mengharapkan instruksi dan mungkin akan kecewa apabila ternyata harapan tersebut hampa. baik langsung maupun tidak langsung akan membentuk perilaku pemimpin maupun harapan bawahan. Gaya . Memiliki rekan kerja yang sportif akan lebih meningkatkan semangat dalam bekerja. Kebijakan organisasi yang telah ditentukan juga mempengaruhi gaya kepemimpinan seorang pemimpin. Pekerjaan yang memerlukan intruksi yang tepat menuntut suatu gaya yang berorientasi tugas daripada pekerjaan yang prosedur operasinya sebagian besar diserahkan kepada kelompok atau serikat kerja tertentu. Perilaku para bawahan dapat mempengaruhi gaya kepemimpinan yang dijalankan oleh seorang pemimpin itu sudah efektif atau belum. 4) Persyaratan tugas Sifat tanggung jawab bekerja bawahan juga akan mempengaruhi gaya kepemimpinan yang akan digunakan seorang pemimpin. sehingga dapat meningkatkan jenjang karir. 6) Harapan serta perilaku rekan kerja Pada pekerjaan yang melibatkan kerja sama dan kerja kelompok. 5) Kultur dan kebijakan organisasi Kultur organisasi. Sedangkan mereka yang bekerja mandiri lebih menyukai pengarahan yang lebih berorientasi pada tugas.

2) Aktif dalam aktivitas pekerjaan Pemimpin adalah seorang yang menduduki suatu posisi manajemen atau seorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin. Menurut Hasibuan (2002. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melihat apakah pemimpin itu efektif atau tidak.26 kepemimpinan dipandang sebagai mempengaruhi aktivitas orang lain. Oleh karena itu . hal 172) ada beberapa indikator kepemimpinan adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) Menjelaskan prosedur kerja Aktif dalam aktivitas pekerjaan Memberikan dorongan moril Memberikan kebebasan atas aspirasi Memberikan tauladan kepada bawahannya Untuk lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut: 1) Menjelaskan prosedur kerja Pemimpin yang baik ialah seorang yang membantu mengembangkan orang lain. sehingga mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnanya itu. Seorang pemimpin adalah seorang manajer yang efektif. Indikator-Indikator Kepemimpinan Pemimipin adalah seorang yang berperilaku untuk mengarahkan aktivitas bawahannya ketujuan yang diinginkan. Seorang pemimpin juga harus mampu menjelaskan prosedur kerja secara terurai dan jelas agar para bawahan dapat bekerja dengan baik. sehingga dapat tercapainya tujuan perusahaan. perilaku yang diterapkan pada saat d.

5) Memberikan tauladan kepada bawahannya Perilaku pimpinan merupakan cerminan para bawahannya. B. semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Seorang pemimpin bukan hanya memberikan imbalan materi semata. menuntun dan membimbing bawahannya. 4) Memberikan kebebasan atas aspirasi Seorang pemimpin harus mampu membangkitkan semangat dan berkreasi kapada para bawahannya dalam bekerja serta memberikan kebebasan dan mendengarkan atas aspirasi para bawahannya. agar karyawan dapat bekerja dengan efektif dan efisien. Kerangka Konseptual Kedisiplinan merupakan fungsi MSDM yang terpenting karena semakin baik disiplin karyawan. Tanpa disiplin karyawan yang baik. Oleh karena itu pemimpin harus dapat memberikan tauladan yang baik kepada para bawahannya. tetapi harus dapat membreikan dukungan moril. seperti membina hubungan yang harmonis dengan para bawahannya. . agar para bawahan juga termotivasi dalam bekerja. Karena perilaku pimpinan merupakan cerminan para bawahan.27 seorang pemimpin harus aktif dalam aktivitas pekrjaan. sulit bagi perusahaan mencapai hasil yang optimal. 3) Memberikan dorongan moril Seorang pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong.

Oleh karena itu setiap manajer selalu berusaha agar bawahannya mempunyai disiplin yang baik. dan memberi motivasi untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan perusahaan.208):”Kepemimpinan adalah perilaku dari seseorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai bersama sedangkan didiplin kerja adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standart-standart organisasional”. Hani Handoko (2000. tidak puas dan kurang termotivasi.28 Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Seorang pemimpin harus dapat memimpin dan mengarahkan individu atau suatu kelompok agar tercapainya suatu tujuan yang dimana dalam menjalankan tugas para karyawan harus memiliki disiplin yang baik. karyawan dan masyarakat. karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Untuk memelihara dan meningkatkan disiplin yang baik adalah hal yang sulit. . Hal ini mendorong gairah kerja. Menurut T. Untuk menunjang keberhasilan fungsi manajemen dalam organisasi tentunya membutuhkan seorang pemimpin yang dapat melaksanakan tugas atau fungsi manajemen. Tanpa kepemimpinan yang efektif karyawan cenderung tidak memiliki arah. semangat kerja dan terwujudnya tujuan perusahaan. Kepemimpinan adalah suatu faktor kemanusiaan. Salah satunya adalah kepemimpinan yang memberikan pengaruh yang kuat dalam menciptakan disiplin kerja yang tinggi diantara karyawan. mengikat suatu kelompok bersama. hal.

190): “Seorang manajer dikatakan efektif dalam kepemimpinannya. Pengaruh tersebut dapat digambarkan dalam paradigma penelitian dibawah ini: Kepemimpinan X Disiplin Kerja Y Gambar II-1: Paradigma Penelitian C. jika para bawahannya berdisiplin baik”. hal.”. Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan yang efektif dapat meningkatkan disiplin karyawan yang baik. maka karyawan akan bertindak kurang disiplin. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: “Ada pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin kerja karyawan pada PT. Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap suatu masalah yang diteliti yang harus dibuktikan secara empiris kebenarannya.29 Selanjutnya menurut Hasibuan (2001. X. Dan sebaliknya jika kepemimpinan kurang efektif dan tidak berjalan dengan baik. .

191). Defenisi Operasional 1. indikator dari kedisiplinan yaitu sebagai berikut: 1) Ketaatan waktu 2) Ketaatan proses kerja 3) Ketaatan hasil kerja 2. hal. Variabel Y – Kepemimpinan kepemimpinan adalah suatu sikap dan perilaku seseorang untuk mempengaruhi para bawahan agar mereka mampu bekerja sama. Indikator dari kepemimpinan menurut Hasibuan (2002. sehingga membentuk jalinan kerja sama yang harmonis untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Hasibuan (2001. hal.172) yaitu sebagai berikut: 1) Menjelaskan prosedur kerja 2) Aktif dalam aktivitas pekerjaan 3) Memberikan kebebasan atas aspirasi .BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Variabel X – Disiplin Kerja Disiplin merupakan suatu sikap yang diwujudkan dengan perbuatan dalam melaksanakan tugas atau peraturan sesuai dengan waktu dan ketentuan yang ditetapkan.

.4) Memberikan dukungan moril 5) Memberikan tauladan kepada bawahannya.

Rineka Cipta. Robert dan Jackson. Mathis. Pengantar Manajemen. Mangkunegara. Jhon H (2002). Anwar Prabu (2007). MSDM. Bandung: CV. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Pustaka Belajar. Bandung: PT. AA. Suharsimi Arikunto (2006). Bumi Aksara.P (2001). Saifuddin Azwar (2001). Hasibuan. Edisi Revisi. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Husein Umar (2007). Yogyakarta: Graha Ilmu. Jakarta: PT. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Perilaku Organisasi. Sugiyono (2003). Alfabeta. Hani Handoko (2000). Metode Penelitian Bisnis. Jakarta : PT. . T. MSDM. Bandung: Citapustaka Media. Manajemen Personalia. MSDM Perusahaan. Edisi Revisi.DAFTAR PUSTAKA Amirullah dan Haris Budiyono (2004). Rajagrafindo Persada. Penyusunan Skala Psikologi. Jakarta: Salemba Empat. Malayu S. Penerjemah: Jimmy Sadeli dan Bayu Prawira Hie. Amini (2004).Jakarta: BPFE. Edisi Revisi. Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.