RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP

)
1. Identitas Nama Sekolah Kompetensi Keahlian Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Ajaran Alokasi Waktu Pertemuan ke : SMK Negeri 1 Tanggeung - Cianjur : AP, PS, TKR, THPP, ATU dan ATPH : Kewirausahaan : X/I : 2011/2012 : 8 Jam @ 45 Menit (4 Pertemuan) :1–4

2. Standar Kompetensi

: 1. Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha

3. Kompetensi Dasar

: 1.1 Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausaha

4. Indikator Pencapaian Kompetensi • • • Disiplin, komitmen tinggi, jujur, kreatif dan inovasi, mandiri dan selalu bekerja dengan berprestasi Kebeberhasilan dan kegagalan wirausahawan diidentifikasi berdasarkan sikap dan perilakunya dalam keseharian Pengertian, tujuan, perkembangan, ruang lingkup kewirausahaan, karakteristik wirausaha dan sikap dan perilaku wirausaha dijelaskan dengan baik dan diterapkan dengan disiplin, jujur, kreatif, mandiri dan kerja keras dalam kehidupan sehari-hari. • Faktor kegagalan dan keberhasilan wirausaha, mitos yang salah tentang kewirausahaan dipahami dengan baik, alasan seseorang tidak berminat menjadi entrepreneur dan tingkat kemampuan wirausaha dalam mengatasi rasa takutnya disebutkan dan dipahami dengan baik

5. Tujuan Pembelajaran Melalui diskusi kelompok dan praktek, peserta didik mampu: • Menjelaskan pengertian, tujuan, perkembangan, ruang lingkup kewirausahaan,

karakteristik wirausaha, sikap dan perilaku wirausaha dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. • Menyebutkan dan memahami faktor kegagalan dan keberhasilan wirausaha, mitos yang salah tentang kewirausahaan, alasan seseorang tidak berminat menjadi entrepreneur, dan tingkat kemampuan wirausaha dalam mengatasi rasa takutnya.

6. Materi Ajar Pengertian, Tujuan, Perkembangan, dan Ruang Lingkup Kewirausahaan • Wirausaha adalah seseorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru, menentukan

1

dan kemampuan kreativitasnya untuk meghasilkan suatu produk atau usaha yang berguna bagi dirinya dan bagi orang lain.cara produksi baru. bekerja dan keluarga Ruang lingkup eksternal: dunia usaha. Karakteristik Wirausaha • Karakteristik wirausaha yang mandiri • Dream (mimpi) Decisiveness (ketegasan) Doing (bertindak) Determination (ketetapan hati/kebulatan tekad) Dedication (pengabdian) Devotion (kecintaan/kesetiaan) Details (terperinci) Destiny (nasib) Dollars (materi/uang) Distribute (menyalurkan/mendistribusikan) Karakteristik wirausaha dalam kehidupan sehari-hari kemampuan mengatasi masalah mental kemampuan menarik sisi positif dan hikmahnya kemampuan mencari modal dan rekan 2 . intelektual. • Tujuan kewirausahaan bagi anda dan dunia pendidikan adalah sebagai berikut: Mempersiapkan bekal masa depan agar menjadi terampil Mempersiapkan agar memiliki kecakapan untuk berkarir di bidang apapun Memberikan ilmu untuk bertahan hidup dan mencari nafkah bila terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) Mewujudkan kesuksesan di dunia kerja atau usaha mandiri melalui kewirausahaan Memajukan perekonomian Indonesia dan menjadi lokomotif serta kemakmuran bangsa Indonesia • Meningkatkan pendapatan keluarga dan daerah Membuat berprestasi di sekolah Membudayakan sikap unggul. • Kewirausahaan adalah kemampuan seorang manajer risiko (risk manager) dalam mengoptimalkan segala sumber daya yang ada baik itu materil. dunia masyarakat dan kenegaraan. menyusun operasi untuk pengadaan produk baru. waktu. berprilaku positif dan kretaif Perkembangan kewirausahaan: Kewirausahaan sebelum abad pertengahan Kewirausahaan pada abad pertengahan (sebelum abad 17) Kewirausahaan pada abad/era industri Kewirausahaan pada abad 19 dan 20 Kewirausahaan pada abad 21 • Ruang lingkup kewirausahaan: Ruang lingkup internal: kehidupan sehari-hari. memasarkannya serta mengatur permodalan operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai tinggi.

berpikiran maju. yaitu: Perilaku wirausaha secara individu Perilaku wirausaha secara sosial dan lingkungan Perilaku wirausaha dalam pekerjaan Perilaku wirausaha dalam menghadapi risiko Perilaku wirausaha dalam kepemimpinan • Keterampilan wirausaha: Keterampilan manajerial Keterampilan konseptual Keterampilan mengelola sumber daya manusia Keterampilan merumuskan masalah dan mengambil keputusan Keterampilan mengelola waktu Keterampilan teknis Faktor Kegagalan dan Keberhasilan Wirausaha • Menjadi wirausaha: • Strategic thinker Motivator Ambitious Risk Manager Totalitas Faktor keberhasilan wirausaha: Faktor peluang 3 . tekanan. Perilaku wirausaha dibagi menjadi lima kelompok. • Tidak gentar saat melihat pesaing. kesulitan. dan pola pikir individu (mind set) individu terhadap hal yang dihadapinya. saran. dan tidak mudah terlena oleh hal-hal yang sudah berlalu. Sikap wirausaha antara lain: Selalu berpikir positif dalam meghadapi segala hal Berorientasi jauh ke depan. namun justru bersyukur mempunyai pesaing Selalu ingin tahu dan mencari jalan keluar untuk maju Ingin memberi yang terbaik untuk orang lain Penuh semangat dan dan berjuang keras Perilaku wirausaha: Langkah dan tindakan yang dilakukan untuk menghadapi dan menyiasati pekerjaan sehari-hari. dan hambatan dalam menjalankan usaha. cara pandang.• kemampuan merumuskan visi dan misi serta tujuan usaha kemampuan memotivasi diri kemampuan berinovasi kemampuan untuk mengatur waktu kerja Karakteristik wirausaha di lingkungan sekolah: Bila mata pelajaran dijadikan jenis pekerjaan dan belajar adalah proses maka ujian atau ulangan atau tes adalah tantangan yang harus dihadapi untuk segera dilewati. cobaan. Sikap dan Perilaku Wirausaha • Sikap wirausaha: Respon. kritikan. seperti rasa takut.

ekonomi. pengalaman atau kesukaan wirausaha Lokasi yang tidak tepat untuk usaha Tidak memiliki specialist person (karyawan yang ahli0 Perencanaan usaha yang tidaak berorientasi ke depan Tidak melakukan riset dan analisa pasar Masalah legalitas dan perijinan Tidak kretaif dan inovatif Cepat puas diri One man show or the boss (dominan) Anggota keluarga ikut masuk ke dalamnya kesulitan keuangan terjadi bencana Faktor lain-lain: • • • • • • • • • • • Berkaitan dengan pasar Berkaitan dengan aspek keuangan Berkaitan dengan manajemen Mitos yang Salah Tentang Kewirausahaan Menjadi wirausaha yang sukses itu adalah bakat Menjadi wirausaha itu faktor keturunan Menjadi wirausaha membutuhkan modal uang yang banyak Menjadi wirausaha itu harus punya peluang emas dulu Menjadi wirausaha itu harus nekat Alasan Seseorang Tidak Berminat Menjadi Entrepreneur Tidak tahu bagaimana caranya Tidak mempunyai pengalaman Tidak punya modal Tidak punya keberanian Tidak ada yang menuntun Takut untuk keluar dari zona nyaman Solusinya 4 . politik. sosial. dan budaya (poleksosbud) catatan bisnis Faktor kegagalan wirausaha: Tidak pernah/jarang membuat perencanaan usaha secara tertulis Usaha yang dijalankan bertentangan dengan pendidikan.• Faktor manusia Faktor keuangan Faktor organisasi Faktor perencanaan Faktor pengelolaan usaha Faktor pemasaran dan penjualan Faktor administrasi Faktor peraturan pemerintah. latar belakang.

percaya diri. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke-1 (2 jam @ 45 menit) a. • Memiliki soft skill: Kemampuan berkomunikasi Emotional Intelligence (kecerdasan emosional). bahkan bisa sedikit mengadu keberuntungan. Kegiatan Awal (20’) 1. • Kedisiplinan Keterampilan presentasi di depan banyak orang Pantang menyerah Tingkat Kemampuan Wirausaha dalam Mengatasi Rasa Takutnya Tingkat kemampuan dalam menghadapi rasa takut: kecil sekali Pada tingkat ini seseorang cenderung menghindari risiko (avoid a risk). Metode Pembelajaran • • Berceramah dan berdiskusi Studi kasus 8. Salam dan mengecek siswa yang tidak hadir dan memberikan orientasi 10’ 2. 7. mengembangkan produk. Tingkatan ini disebut manajer risiko bagi dirinya (risk manager). mengendalikan. • Tingkat kemampuan dalam menghadapi rasa takut: kompleks Pada tingkat ini kemampuan memperhitungkan. sering disebut risk avoider or averter (penghindar risiko). kelompok. dan bersikap positif. • Tingkat kemampuan dalam menghadapi rasa takut: sangat tinggi Pada tingkat ini kemampuan seseorang dalam hal mengatasi rasa takut akan kegagalan cukup besar sehingga cenderung mengambil keputusan menggunakan intuisinya yang kuat sekali. pengelolaan emosi.• Intrapreneurship adalah kewirausahaan yang dibangin dalam diri karyawan suatu perusahaan untuk menghasilkan. Tingkat ini disebut compfort risk calculation taker (orang yang selalu menghitung risiko yang ditanggung harus lebih kecil dari keuntungan yang diperoleh). Tingkatan ini disebut risk calculation taker atau berani mengambil risiko usaha dengan perhitungan risiko yang optimal. • Tingkat kemampuan dalam menghadapi rasa takut: sedang Pada tingkat ini seseorang seseorang menggunakan pengetahuannya untuk bekerja lebih baik. mengatasi. dan menanggung risiko kegagalan usahanya lebih besar dibanding dengan tingkatan di atas. Tingkatan ini disebut risk taker atau pengambil risiko.. departemen dan perusahaan. melaksanakan dan menemukan strategi baru dengan kreativitasnya sesuai dengan keinginan pasar sehingga akan memberikan kontribusi bagi tim. • Tingkat kemampuan dalam menghadapi rasa takut: tinggi Pada tingkat ini seseorang berani menanggung atau mengatasi risiko kegagalan dan berani menghadapi rasa takutnya. Apersepsi mengenai materi sebelumnya dan memberikan motivasi dan acuan 10’ 5 .

Ketika menjelaskan guru juga mengecek pemahaman siswa melalui tanya jawab 30’ 2. Siswa menyimpulkan materi tentang yang telah dipelajari 5’ 2. faktor kegagalan dan keberhasilan wirausaha. dan ruang lingkup kewirausahaan. memberikan arahan agar siswa dapat menerapkan materi yang telah dipelajari dan mempelajari materi yang akan dipelajari selanjutnya serta menutup pelajaran 5’ Pertemuan ke-2 a. Salam dan mengecek siswa yang tidak hadir dan memberikan orientasi 5’ 2. memberikan arahan agar siswa dapat menerapkan materi yang telah dipelajari dan mempelajari materi yang akan dipelajari selanjutnya serta menutup pelajaran 5’ Pertemuan ke-3 a. Guru menyempurnakan kesimpulan. Siswa diberikan tugas untuk mengerjakan latihan soal mengenai mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausaha 50’ 3. Ketika menjelaskan guru juga mengecek pemahaman siswa melalui tanya jawab 15’ 2. Kegiatan Inti (60’) 1. Siswa menyimpulkan materi dan guru menyempurnakan kesimpulan. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang tidak dipahami 5’ c. Apersepsi mengenai materi sebelumnya dan memberikan motivasi dan acuan 10’ b. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang tidak dipahami 10’ c. Ketika menjelaskan guru juga mengecek pemahaman siswa melalui tanya jawab 45’ 2. Guru menjelaskan materi mengenai pengertian. Kegiatan penutup (10’) 1. Apersepsi mengenai materi sebelumnya dan memberikan motivasi dan acuan 10’ b. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang tidak dipahami 15’ c. Kegiatan Inti (60’) 1. Kegiatan penutup (10’) 1. Kegiatan Awal (15’) 1. Kegiatan penutup (5’) 1. Guru menyempurnakan kesimpulan. Kegiatan Awal (15’) 6 .b. Siswa diberikan studi kasus 20’ 3. serta karakteristik wirausaha. Siswa menyimpulkan materi tentang yang telah dipelajari 5’ 2. Kegiatan Awal (20’) 1. Salam dan mengecek siswa yang tidak hadir dan memberikan orientasi 10’ 2. serta mitos yang salah tentang kewirausahaan. Kegiatan Inti (70’) 1. Guru menjelaskan materi alasan seseorang tidak berminat menjadi entreupreneur dan tingkat kemampuan wirausaha dalam mengatasi rasa takutnya. tujuan. Guru menjelaskan materi mengenai sikap dan perilaku wirausaha. memberikan arahan agar siswa dapat menerapkan materi yang telah dipelajari dan mempelajari materi yang akan dipelajari selanjutnya serta menutup pelajaran 5’ Pertemuan ke-4 a. perkembangan.

Apersepsi mengenai materi sebelumnya dan memberikan motivasi dan acuan 10’ b. Memberikan arahan agar siswa dapat menerapkan materi yang telah dipelajari dan mempelajari materi yang akan dipelajari selanjutnya serta menutup pelajaran 5’ 9. 2011 Guru Mata Pelajaran Dra. Salam dan mengecek siswa yang tidak hadir dan memberikan orientasi 5’ 2. 19650630 1992 2 001 A. Kegiatan penutup (5’) 1. spidol dan papan tulis Slide power point.1. S. Pembahasan tugas 70’ c. Sumber dan Media Pembelajararan • • • Buku Kewirausahaan untuk SMK Kelas X. Penilaian • • • Guru menilai keaktifan siswa dari tanya jawab singkat pada saat KBM Penilaian dalam studi kasus Penilaian dalam penugasan yaitu soal PG dan Essay Mengetahui Kepala SMK Negeri 1 Tanggeung Juli.Pd NIP. laptop dan infokus 10. 19880611 201101 1 001 7 . Rahmat Dimyati. Penerbit Erlangga Ilustrasi kasus. Ida Yuniati Surtika NIP. Kegiatan Inti (70’) 1.

2. c b a a d b. d. 20. b 10. dan kreatif. Kewirausahaan : Kemampuan seorang manajer risiko (risk manager) dalam mengoptimalkan segala sumber daya yang ada. kemudian carilah profile (riwayat) tentang wirausaha yang sukses. Latihan Soal 1 Soal terdapat dalam buku paket kewirausahaan halaman 42-46. f. b. dan pola pikir (mind set) individu terhadap hal yang dihadapinya. e. 19. 25. kesulitan. h. 3. Mempersiapkan Anda agar memiliki kecakapan untuk berkarir di bidang apapun. Kemampuan merumuskan visi dan misi serta tujuan usaha. Membuat Anda berprestasi di sekolah. f. Minimal temukan 3 (tiga) artikel wirausaha dengan jenis usaha yang berbeda. 12. menentukan cara produksi baru. 24. d. a a e b c 16. 4. uraikan bagaimana awal ia menjadi wirausaha dan apa latar belakang ia berubah menjadi wirausaha. 13. 14. waktu dan kemampuan kreativitasnya untuk menghasilkan suatu produk atau usaha yang berguna bagi dirinya dan bagi orang lain. 3. kritikan. Pengertian dari : a. Kemampuan berinovasi. Mewujudkan kesuksesan di dunia kerja atau usaha mandiri melalui kewirausahaan. Tugas 1 Carilah artikel dari media cetak maupun internet mengenai wirausaha yang sukses. b b c a b 11. berperilaku positif. baik itu materil. intelektual.  Perilaku wirausaha: Langkah dan tindakan yang dilakukan untuk menghadapi dan menyiasati pekerjaan sehari-hari. a 6. Memberikan ilmu untuk mencari nafkah bila Anda terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Studi Kasus 1 Buatlah kelompok yang terdiri dari 4 orang anggota. 23. Tujuan kewirausahaan untuk siswa dan dunia pendidikan : a. 8 . c. memasarkannya. serta mengatur permodalan operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai tinggi. c. 5. cara pandang. Mempersiapkan bekal masa depan Anda agar menjadi terampil b. saran. Kemampuan mengatasi masalah mental diri (emotional attachment) dan kecerdasan spiritual (spiritual quotient). 4. d 9. e b c c d 21. Wirausaha : Seseorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya yang meliputi kepandaian mengenali produk baru. Sikap wirausaha yang baik dan perilaku wirausaha yang baik:  Sikap wirausaha: Respon. e.LAMPIRAN 1. Meningkatkan pendapatan keluarga dan daerah. g. tekanan dan hambatan dalam menjalankan usaha. 3. Kemampuan menarik sisi positif dan hikmah. d 7. Uraian 1. 2. b. Membudayakan sikap unggul. cobaan. 22. Kemampuan memotivasi diri. 18. menyusun operasi untuk pengadaan produk baru. Memajukan perekonomian Indonesia dan menjadi lokomotif serta kemakmuran bangsa Indonesia. Kemampuan mencari modal dan rekan (partner). 17. 2. b 8. a. Pilihan ganda 1. seperti rasa takut. Jenis kemampuan yang diperlukan dalam kewirausahaan: a. 15.

RT. Menjadi wirausaha yang sukses itu adalah bakat Menjadi wirausaha yang sukses itu tergantung pada kemampuan mengatasi dan mengelola risiko. Kemampuan mengelola sumber daya manusia (human skills). Keterampilan yang perlu dimiliki seorang wirausaha: a. tetapi biaya yang tinggi juga belum tentu menghasilkan mutu yang baik. b. Berupa era argo (pertanian). Tiga faktor penting operasional yang dibutuhkan oleh wirausaha cerdas: 1) Quality (kualitas): mutu produk. ialah keterampilan dalam merancang suatu rencana. perilaku wirausaha dalam pekerjaan. Kemampuan untuk mengatur waktu kerja. 2) Dalam dunia masyarakat: untuk menjadi contoh orang yang sukses dan menjadi teladan bagi lingkungan. mendapatkan penghasilan dan mengatasi keterbatasan. dan mengorganisasi suatu pekerjaan agar dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Kemampuan mengelola waktu (time management skills). Kewirausahaan pada abad/era industri. Wirausaha adalah contractor. contoh teguh pendiriannya. b. 7. waktu perbaikan juga penting dan menunjang mutu produk. berempati. c. Kemampuan teknis (technical skills) sebagai keterampilan int. 5. contoh orientasi pada tujuan dan tetap berkeinginan kuat pada hasil yang sempurna. 3) Cost (biaya): mutu yang baik memerlukan biaya. Mitos yang salah tentang kewirausahaan: a. 8. memotivasi. contoh mengevaluasi risiko dan dampaknya terlebih dahulu. 2) Time (waktu): waktu penyelesaian produk. konsep dan visi serta misi agar memiliki arah yang jelas. Terdapat unsur kemampuan dan keberanian menanggung semua risiko. b. c. Kemampuan merumuskan masalah dan mengambil keputusan (decision making) e. Kewirausahaan pada abad 19 dan 20. berkomunikasi. perilaku wirausaha secara sosial lingkungan. Kemampuan konseptual (conceptual skills). 10. waktu pekerjaan. Keterampilan manajerial (managerial skills). dan mutu pelayanan harus baik. memberi contoh dan menjadi teladan bagi orang lain serta berhubungan baik dengan pelanggan. e. serta menjadi lokomotif kemajuan ekonomi suatu negara. b. perilaku wirausaha dalam menghadapi risiko. 3) Dalam keluarga: untuk menjadi lokomotif ekonomi keluarga. untuk tetap bertahan hidup. mutu operasional. Kewirausahaan pada abad pertengahan (sebelum abad 17). 6. perilaku wirausaha secara individu. ialah pandai mengelola waktu secara efektif dan efisien agar memperoleh hasil yang optimal. Lima macam perilaku wirausaha dan contohnya: a. Ruang lingkup eksternal 1) Dalam dunia usaha: untuk menjadi wirausaha yang sukses. ialah ketermpilan memahami orang lain. waktu. d. 9. dan nama baik yang tidak ada di era sebelumnya. d. contoh berpenampilan rapi dan banyak disukai orang. contoh berani mengambil keputusan. RW dan juga membantu orang lain mendapatkan nafkah bagi keluarganya. melaksanakan. f. Ruang lingkup internal 1) Dalam kehidupan sehari-hari: untuk keluar dari kesulitan. Kreativitas usaha menjadi tulang punggung sebuah bisnis. 2) Dalam bekerja: untuk meraih kesuksesan dalam karir. Perkembangan kewirausahaan: a. digunakan untuk merencanakan. e. baik modal. Ruang lingkup wirausaha: a. 3) Dalam kenegaraan: untuk membantu program pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran yang tinggi dan mengatasi pengentasan kemiskinan.g. yaitu pemborong/orang yang melakukan kesepakatan kerja atas sejumlah pekerjaan yang ditantukan sebelumnya dnegan kompensasinya. d. c. menyusun. Kewirausahaan sebelum abad pertengahan. Kewirausahaan disebut juga join venture capital (adanya aspek strategi dalam penyediaan modal). 9 . Kewirausahaan pada abad 21. perilaku wirausahadalam kepemimpinan (leadership).

Tingkat Kemampuan wirausaha dalam mengatasi rasa takut akan kegagalan yang dihadapinya: a. Dream (mimpi) Tidak ada wirausaha yang tidak punya mimpi. Details (terperinci) 10 . mempunyai pengetahuan. Tingkat kemampuan dalam mengatasi rasa takut: tinggi. Pada tingkat ini seseorang berani atau mengatasi risiko kegagalan dan berani menghadapi rasa takutnya karena ia merasa mampu. mengendalikan. energi. g. Tingkat kemampuan dalam mengatasi rasa takut: sangat tinggi. Decisiveness (ketegasan) Seorang wirausaha mempunyai hasrat ingin maju. sehingga wirausaha harus mencintai pekerjaannya dan pandai membagi waktu. d. namun yang pasti orang tua pedagang tersebut cenderung menginginkan anaknya menjadi pedagang. Tingkatan ini disebut risk calculation taker atau berani mengambil risiko usaha dengan perhitungan risiko yang paling optimal. terjun ke lapangan. Tingkatan ini disebut manajer risiko bagi diri sendiri (risk manager).b. e. bahkan bisa cenderung mengadu keberuntungan. e. salah satunya bekerja sama dengan pemilik modal atau meminjam uang ke bank. penuh semangat. Menjadi wirausaha itu harus nekat Nekat juga perlu alasan yang kuat. Tingkat ini disebut comfort risk calculation taker (orang yang selalu menghitung risiko yang ditanggung harus lebih kecil dari keuntungan yang diperoleh). 11. tenaga. Selain punya keberanian. Tingkat kemampuan dalam mengatasi rasa takut: sedang. Devotion (kecintaan/kesetiaan) Bisnis akan menyita banyak waktu. b. Pada tingkat ini kemampuan seseorang dalam mengatasi rasa takut akan kegagalan cukup besar sehingga cenderung mengambil keputusan menggunakan intuisinya yang kuat sekali. Determination (ketetapan hati/kebulatan tekad) Seorang wirausaha mempunyai keteguhan hati serta rasa tanggung jawab yang tinggi sehingga tidak pernah menyerah begitu saja ketika menghadapi persoalan. Doing (bertindak) Wirausaha tidak suka menunda pekerjaan dan selalu menindaklanjuti keputusan yang telah dibuat. Tingkatan ini disebut risk taker atau pengambil risiko. percobaan. f. Anda juga harus membuat dahulu perencanaan. Sepuluh karakteristik kewirausahaan menurut Bygrave. sering disebut rosk avioder atau risk averter (penghindar risiko). e. pikiran. strategi. Menjadi wirausaha membutuhkan modal uang yang banyak Modal bisa diperoleh dari mana saja. c. penelitian dan konsep wirausaha. 12. Pada tingkat ini seseorang cenderung menghindari risiko (avoid a risk). Menjadi wirausaha itu harus punya peluang emas dulu Peluang didapat setelah diteliti. Pada tingkat ini kemampuan memperhitungkan. b. Tingkat kemampuan dalam mengatasi rasa takut: kecil sekali. mempunyai kecepatan dan tenaga ekstra dalam bertindak dibanding yang lain. Tingkat kemampuan dalam mengatasi rasa takut: kompleks. Dedication (pengabdian) Seorang wirausaha yang cerdas mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap bisnisnya. Menjadi wirausaha itu faktor keturunan Belum tentu pedagang mempunyai anak yang menjadi pedagang juga. dan akan lebih sukses lagi bila mempunyai visi dan misi ke depan disertai dengan kemampuan untuk mewujudkannya. seorang pakar kewirausahaan: a. dan tidak bekerja lambat. energik. c. Pada tingkat ini seseorang selalu menggunakan pengetahuannya untuk bekerja lebih baik lagi. tegas. d. dan sering mengamati pasar atau industri terlebih dahulu baru dihubungkan dengan kepribadian. d. taktik. mengatasi dan menanggung risiko kegagalan usahanya lebih besar dibandingkan ketiga tingkatan diatas. fokus dan semangat wirausaha. dan pengalaman kerja sesuai dengan apa yang ia kerjakan dalam bisnisnya. c.

merupakan pengetahuan dan keterampilan yang bukan bersifat menggunakan otot tetapi lebih menitikberatkan pada otak. Tidak pernah/jarang membuat perencanaan usaha secara tertulis. wirausaha harus berpikir detail (terperinci) karena ketika menjalankan usaha. pengalaman. j. c. i. e. 15. Cepat puas diri. pikiran. ekonomi. tetapi hindari menjadi seorang wirausaha yang materialistis karena itu berbahaya. Faktor administrasi. agar pelanggannya senantiasa setia dan selalu membeli barang dan/atau jasa. departemen. h. aspek keuangan dan perencanaan strategi memerlukan pemikiran secara detail. dan perusahaan. latar belakang. Faktor keuangan. i. Kesulitan keuangan. Distribute (menyalurkan/mendistribusikan) Wirausaha yang baik selalu berorientasi untuk memberi dan mendistribusikan kesuksesannya. b. kelompok. Faktor manusia (SDM). 13. h. h. Faktor pengelolaan usaha. strategi dan usaha ditinjau dari nilai mata uang. b. Tidak melakukan riset dan analisis pasar.Untuk mencapai kesuksesan. Faktor kegagalan wirausaha: a. Soft skill (kemampuan mengelola diri). kepemilikannya. adalah kewirausahaan yang dibangun dalam diri karyawan suatu perusahaan untuk menghasilkan. Perencanaan usaha tidak berorientasi ke depan. filosofinya. Lokasi yang tidak tepat untuk usaha. m. j. ide. Faktor organisasi. uang yang dimilikinya untuk kesejahteraan para karyawan dan tentunya mendistribusikan kemampuan. Usaha yang dijalankan bertentangan dengan pendidikan. Faktor perencanaan. atau kesukaan wirausaha. Destiny (nasib) Wirausaha membutuhkan keberuntungan dan ia harus mulai berusaha untuk memprediksi kapan keberuntungan datang menghampirinya. Catatan bisnis. g. Faktor keberhasilan wirausaha: a. i. One man show atau menjadi the boss (dominan). politik. otak hati dan watak) menyatu menjadi sebuah sinergi yang utuh. Dollars (materi/uang) Seorang wirausaha sangat memperhitungkan nilai waktu. dan watak untuk menunjang pekerjaan sehingga keempat aspek tersebut (otot. Anggota keluarga ikut masuk kedalam. l. Masalah legalitas dan perijinan. Faktor peraturan pemerintah. j. d. 14. ilmunya. tenaga. sosial dan budaya (poleksosbud). b. Keterampilan yang menunjang kompetensi bisnis dalam berwirausaha: a. Intrapreneurship. Faktor peluang. e. f. Tidak memiliki specialist person (karyawan yang ahli). g. Terjadi bencana (force majeure). Faktor pemasaran dan penjualan. c. d. f. k. hati. Tidak kreatif dan inovatif. saran dan inspirasi kreatifnya untuk membantu mengembangkan bisnis. Penilaian: Nilai PG Nilai Essai Total = Jumlah betul x 1 = 15 x 5 = 25 (maksimal) = 75 (tiap soal maksmal 5 point minimal 0) = 100 (nilai maksimal) 11 . melaksanakan dan menemukan strategi baru dengan kreativitasnya yang sesuai dengan keinginan pasar sehingga memberikan kontribusi bagi tim. mengembangkan produk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful