Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam

Oleh: Dr. Siti Zubaidah, M.Ag

I. Pendahuluan Dalam al-Qur’an dan al-Hadits, dapat dijumpai berbagai ungkapan yang menunjukkan dorongan kepada setiap orang muslim dan mukmin untuk selalu rajin belajar. Anjuran menuntut ilmu tersebut dibarengi dengan urgennya faktor-faktor pendukung guna makin meningkatkan semangat belajar bagi setiap orang. Salah satu faktor yang utama adalah motivasi, baik itu motivasi yang datang dari dalam diri sendiri, maupun motivasi yang ditumbuhkan dari peranan lingkungan sosialnya. Motivasi belajar (menuntut ilmu) bagi setiap penuntut ilmu memang dibutuhkan, bahkan begitu banyak hadits-hadits yang memberikan pemahaman tentang manfaat menuntut ilmu dan perintah yang menganjurkan untuk belajar. Semua ungkapan dalam hadits-hadits tersebut merupakan dalil-dalil yang dapat menjadi pedoman sebagai alat untuk memotivasi setiap umat Islam untuk terus menuntut ilmu. Sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan artikel ini ialah Kitab-Kitab hadits, buku-buku hasil karya tulis dari beberapa ahli dan sejarawan pendidikan serta ulama-ulama hadits. Adapun pendekatan yang digunakan untuk membahas cakupan materi di artikel ini ialah dengan menggunakan metode analisa hadits, yakni memilih hadits-hadits yang sesuai dan punya kaitan dengan motivasi belajar/menuntut ilmu, merangkumnya, kemudian menganalisanya berdasarkan pemahaman penulis dan juga berdasarkan ulasan pendapat beberapa ulama tentang hadits-hadits tersebut.

1

t. pertanyaan yang berhubungan dengan bantuan perilaku belajar. Semua bentuk belajar memerlukan dua atau lebih rangsangan-rangsangan yang terjadi dalam kesinambungannya. adalah pertanyaan tentang aturan berperilaku. yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan Tidak ada kesepakatan umum di antara para ahli psikologi tentang bagaimana “motivasi” dan “faktor-faktor motivasi” seharusnya didefenisikan atau dianalisa secara teoritis. 688.3 Secara etimologi. Lebih lanjut baca Lee C. 1994)..D. 1 . Istilah tersebut secara umum digunakan berkaitan dengan tiga pertanyaan yang saling terkait yang harus dijawab sebelum perilaku dipaparkan untuk menjadi suatu keterangan. h. h.2 dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan sesuatu tindakan sesuai tujuan tertentu. 2000). 408. Dagun. 4 M. Pertama. 3 Save M. Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya.J. 6 (USA: The Macmillan Company & the Free Press. motivasi merupakan dorongan yang mendasari dan mempengaruhi setiap usaha serta kegiatan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. h.2 Dalam artikel ini akan dibahas perihal motivasi belajar. motivasi1 adalah dorongan (dengan sokongan morel). mencakup: Apa pengertian Motivasi Belajar? Apa Jenis-Jenis Motivasi Belajar? Apa Fungsi Motivasi Belajar? Dan Bagaimana Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam? II. Pembahasan A. seperti berpikir). Ketiga. Perilaku ditentukan bersamaan dengan adanya dorongan eksternal dirasakan melalui alat panca indera dan oleh kondisi-kondisi dalam diri organism. Ngalim Purwanto MP. Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara. h..4 Dalam kegiatan belajar. 273.). Vol. The Encyclopedia of Education. dkk. pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan faktor-faktor yang menentukan perubahan-perubahan dalam intensitas perilaku (pada istilah ini masuk dalam kategori perilaku internal. Pengertian Motivasi Belajar Secara terminologi. 104. t. Kedua. 1996). maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. 2 M. Kamus Peristilahan Modern dan Populer (Surabaya: Indah.al-Barry. Deighton.

Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan).M. Interaksi dan Motivasi. Motif juga dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitasaktifitas tertentu demi mencapai sutau tujuan.. Jadi memang motivasi Sardiman A. Motivasi Intrinsik. h. Keinginan atau dorongan untuk belajar inilah yang disebut dengan motivasi. kegiatan belajar sulit untuk berhasil. Jenis-Jenis Motivasi Belajar Seseorang akan berhasil dalam belajar kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar. tidak mungkin menjadi ahli. 1993). 160. 73. yang berpengetahuan. yaitu motif-motif6 yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Tanpa motivasi. Kamus Filsafat dan Psikologi (Jakarta: Rineka Cipta. kebutuhan yang berisikan keharusan untuk menjadi orang yang terdidik dan berpengetahuan. yang ahli dalam bidang studi tertentu. tanpa belajar tidak mungkin mendapat pengetahuan. Secara umum. h. 71. Satu-satunya jalan untuk menuju ke tujuan yang ingin dicapai ialah belajar. Op. ada 2 jenis motivasi yang mempengaruhi kegiatan belajar seseorang: a. Dorongan yang menggerakkan itu bersumber pada suatu kebutuhan. karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Motivasi dalam hal ini meliputi dua hal: (1) mengetahui apa yang akan dipelajari.3 yang memberikan arah pada kegiatan belajar. h.cit. 6 Motif diartikan sebagai suatu kekuatan atau daya pendorong yang menyebabkan orang mulai bergerak atau mengambil suatu tindakan. 2000).. Siswa yang memiliki motivasi intrinsik akan memiliki tujuan menjadi orang yang terdidik. 5 . Sudarsono. sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. dan (2) memahami mengapa hal tersebut patut dipelajari.5 B. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: RajaGrafindo Persada. Lihat Sardiman.

37.cit. Mendorong manusia untuk berbuat. h. . b. adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar.sehubungan dengan hal tersebut. Fungsi Motivasi dalam Belajar Motivasi merupakan hal yang essensial dalam belajar. dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.4 itu muncul dari kesadaran diri sendiri dengan tujuan secara esensial. guna mencapai tujuan. C.cit. Motivasi Ekstrinsik. Menentukan arah perbuatan.7 Motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang didalamnya aktifitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktifitas belajar. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang sesuai.. ada juga fungsi-fungsi lain. Sardiman. 2. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Interaksi dan Motivasi. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Di samping itu. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Makin tepat motivasi yang diberikan. Menyeleksi perbuatan. Dalam hal ini motivasi merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. Hasil belajar akan menjadi optimal kalau ada motivasi. h. 83. 3. yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Op. Interaksi dan Motivasi. 87-89.. bukan sekedar simbol dan seremonial. Op. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar. 7 8 Selanjutnya lihat Sardiman. ada tiga fungsi motivasi:8 1. akan makin berhasil pula pelajaran itu.

Rifa’i (Semarang: Wicaksana. karena Allah memerintahkan kepada setiap mukmin untuk menuntut ilmu.12 Nabi bersabda: Muhammad al-Ghazali. hadits tersebut lebih otentik dengan anjuran bagi seluruh muslim. Moh. 1974). sebagaimana sabdanya: “Dari Anas ra. Oleh karena itu pengetahuan bagi Islam bagaikan ruh (nyawa) bagi manusia. 445. Baihaqi) Menuntut ilmu itu adalah suatu kewajiban bagi setiap insan yang beriman kepada Allah.5 D. ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap muslim10” (HR. 11 M. A Manual of Hadith (Lahore: The Ahmadiyya Anjuman Ishaat Islam. h. research dan studi. 1993). Islam tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan.9 Dalam belajar (menuntut ilmu). t. Islam tidak saja membatasi pada anjuran supaya belajar. h. h. Persiapan Menghadapi Hari Esok (Jakarta: Pondok Pesantren Asshiddiqiyah. Motivasi Belajar dalam Perspektif Islam Islam menganggap bahwa agama tidak akan mendapat tempat yang baik apabila orang-orang Islam tidak mempunyai pengetahuan yang matang dan fikiran yang sehat. 9 . Syureich. Terj. h. Bagaimanapun. Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam.).11 Tanpa ada pembedaan. juga untuk mengembangkan dan menyebarkan ilmunya. 12 Muhammad ‘Athiyah al-Abrasyi. sementara versi (hadits) yang lain menambahkan dan muslimah. bahkan menghendaki supaya seseorang itu terus menerus melakukan pembahasan. Gani dan Djohar Bahry (Jakarta: Bulan Bintang. 44. Terj.t. 39. 46. Lihat Maulana Muhammad Ali. agama Islam menganjurkan setiap lelaki dan perempuan belajar serta menggunakan ilmu yang dimilikinya. Akhlaq seorang Muslim. laki-laki dan perempuan untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Bustami A. 1991). 10 Kata setiap muslim menunjukkan laki-laki dan perempuan. dan orang Islam yang menuntut ilmu berarti ia telah mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya. Otoritas (penambahan kata dan muslimah) justru cenderung menjadikan hadits ini dhaif (lemah).

178. h. h. apabila ia menyangka bahwa ia sudah serba tahu. dan pemerintah. Pengantar Pendidikan Sepanjang Hayat. Kelompok LSIK (Jakarta: Gunung Agung. Terlepas dari benar tidaknya penisbahan ungkapan tersebut kepada Nabi. Membumikan al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan. 41-55. atau dengan kata lain pendidikan yang berlangsung seumur hidup menjadi tanggungjawab bersama keluarga. Perbandingan orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. antara lain: 1.14 Kalau diperhatikan dengan seksama.6 “Seseorang itu dapat dianggap seorang yang alim dan berilmu. 1995).13 Pendidikan seumur hidup yang dikemukakan ini tentunya tidak hanya terlaksana melalui jalur-jalur formal.15 Perbedaan antara keduanya. dalam al-Hadits akan dijumpai berbagai ungkapan yang menunjukkan dorongan kepada setiap orang muslim dan mukmin untuk selalu rajin belajar. 15 Abubakar Muhammad. selama ia masih terus belajar. yang jelas ia sejalan dengan konsepsi al-Qur'an tentang keharusan menuntut ilmu dan memperoleh pendidikan sepanjang hayat. maka ia sesungguhnya seorang jahil”. tetapi juga jalur informal dan nonformal. Hadits Tarbiyah I (Surabaya: al-Ikhlas. di antaranya sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw dalam hadits: “Dari Abu Umamah ra: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah (tanpa Selanjutnya lihat Quraish Shihab. 1981). 13 . Beberapa ungkapan yang dapat menjadi motivasi belajar. 221. Sangat popular apa yang oleh sementara orang dianggap sebagai hadits Nabi saw yang berbunyi: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat!”. 1994). 14 Baca Paul Lengrand. masyarakat. Terj. h.

16 Di antara derajat yang diperoleh orang yang berilmu itu ialah mereka termasuk pewaris para Nabi. 2.7 ilmu) itu seperti seperti kelebihan saya dari orang yang paling rendah dari para shahabatku”. 227. dan Ibnu Hibban) 3. Maksudnya bahwa tidak sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. katanya Rasulullah saw bersabda: “Ulama itu pewaris para Nabi”.cit. h. Op. (HR. Abubakar Muhammad. At-Tarmidzi. 228. Ibnu Majah.cit. Hadits Tarbiyah I. Mendorong orang menuntut ilmu dengan janji pemberian beberapa derajat bagi orang-orang yang berilmu dan beriman.. beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: 16 17 Abubakar Muhammad.. . Hadits Tarbiyah I. Op. Orang yang beriman dan berilmu itu termasuk orang terdekat kepada derajat para Nabi. at-Tarmidzi.17 Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas. (HR. ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: …dan sesungguhnya kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah (tanpa ilmu) bagaikan kelebihan bulan pada malam purnama dari semua bintang-bintang yang lain”. hadits Hasan) Juga seperti yang disebutkan dalam hadits berikut ini: “Dari Abi Darda’ ra. h. Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Darda’. Abu Dawud.

Menuntut ilmu itu mengandung nilai jihad yang tinggi. Op. Abubakar Muhammad. Sedangkan orang-orang yang berjihad itu berjuang dengan pedangpedang mereka untuk membela apa yang dibawa oleh para Rasul itu”. dan sahabat sewaktu kesepian. Status sosial yang sangat terhormat bagi orang-orang yang berilmu itu menjadi motivasi yang kuat bagi orang-orang yang beriman untuk terus menuntut ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupan dunia dan akhirat kelak. 233. (HR. beliau bersabda: “Pelajarilah ilmu. maka mereka itu memberi petunjuk kepada manusia berdasarkan apa yang dibawa oleh para Rasul. Ibnu Hibban & Mu’adz) 5. …”. Menuntutnya adalah ibadah. Hadits Tarbiyah I. mengajarkannya kepada orang yang tidak tahu menjadi sedeqah. 4. mengulang-ulangnya adalah tasbih.. karena sesungguhnya mempelajarinya karena Allah adalah takut kepada Allah. pembahasannya adalah jihad. h. Ilmu yang bermanfaat itu termasuk salah satu (dari tiga) amalan yang terus berguna hingga mati. 229. Hadits Tarbiyah I.cit.. . memberikannya kepada ahlinya adalah pendekatan diri kepada Allah.18 Ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Mu’adz yang bersambung sanadnya hingga Rasulullah saw.8 “Manusia yang paling dekat kepada derajat kenabian itu ialah orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang berjihad.19 Dasarnya hadits berikut ini: 18 19 Abubakar Muhammad. h.cit. Adapun orang-orang yang berilmu. Op. Ilmu itu teman sewaktu sendirian.

maka putuslah pahala amalnya selain dari tiga yaitu: sedekah jariyah. katanya: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: Apabila manusia sudah mati. Penutup Selanjutnya baca Yusuf al-Qaradlawi. 235-236. ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang shaleh yang mendo’akan”. Fiqih Peradaban: Sunnah sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan. 233. Islam tidak hanya tidak melarang umatnya mempelajari bahasa asing. Terj. atau memiliki hikmah yang bisa dipetik manfaatnya– sehingga tidak ada jalan lain untuk memanfaatkan kelebihan mereka tanpa memahami bahasa mereka. Muslim) Selain beberapa point motivasi belajar yang telah dipaparkan tersebut. perlu ditekankan kembali bahwa di antara ajaran Islam yang mengajak masyarakat untuk melahirkan berbagai pemikiran dan karya ilmiah ialah memasyarakatkan pendidikan dan memberantas kebodohan. 1997). h.9 “Dari Abu Hurairah ra. karena bahasa merupakan sarana terpenting untuk menyebarkan dakwah ke seluruh dunia. Kemudian di antara ajaran terpenting untuk mewujudkan suasana ilmiah ialah belajar bahasa asing jika dipandang perlu –khususnya bila pemilik bahasa itu mempunyai ilmu yang harus dipelajari. III. (HR. bahkan menganjurkan mempelajari berbagai bahasa. 20 .20 Demikian beberapa hal mengenai motivasi belajar yang dapat dirangkum berdasarkan penafsiran yang dapat dipahami secara umum dan dianggap bisa mewakili perspektif Islam tentang motivasi dalam menuntut ilmu. Faizah Firdaus (Surabaya: Dunia Ilmu.

10 Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak dan pendorong dalam tiap diri seseorang (siswa) yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin arah pada kelangsungan kegiatan kegiatan belajarnya tujuan serta yang memberikan belajar. Banyak nash al-Qur'an dan hadits suci yang menjelaskan mengenai keutamaan belajar (menuntut ilmu). semuanya diungkapkan secara rinci. bersaing untuk berhasil. Terus berjuang untuk meraihnya. derajat tinggi yang diberikan kepada pemiliknya. sehingga dikehendaki oleh siswa (penuntut ilmu) itu dapat tercapai. dorongan untuk mencarinya. Dan keutamaankeutamaan tersebut cukup menjadi dasar yang kuat guna memotivasi (mendorong) setiap orang untuk selalu belajar dan mencari ilmu hingga akhir hayatnya. keharusan untuk selalu berusaha menambah atau memperbanyaknya. . serta menjelaskan kedudukan menuntut ilmu.

Purwanto MP. Akhlaq seorang (Semarang: Wicaksana...11 DAFTAR LITERATUR al-Abrasyi. Yusuf.. Belajar Mengajar (Jakarta: Shihab. al-Ghazali. Paul. 1981). Kelompok LSIK (Jakarta: Gunung Agung. Ngalim. Membumikan al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan. Syureich. A Manual of Hadith (Lahore: The Ahmadiyya Anjuman Ishaat Islam. Maulana Muhammad. Gani dan Djohar Bahry (Jakarta: Bulan Bintang.).t. Terj.. al-Qaradlawi. Abubakar.. Muhammad. 1993). Kamus Peristilahan Modern dan Populer (Surabaya: Indah.J. 1996). Sudarsono. Rifa’i Lengrand. Deighton. Persiapan Menghadapi Hari Esok (Jakarta: Pondok Pesantren Asshiddiqiyah. M. Quraish. 1974). Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara.M.. Kamus Filsafat dan Psikologi (Jakarta: Rineka Cipta. Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya. 1993).). Sardiman A. Hadits Tarbiyah I (Surabaya: al-Ikhlas. Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam. t. Ali. t. Muhammad ‘Athiyah.t. Vol. 1991). 1994). 2000). Pengantar Pendidikan Sepanjang Hayat. Muslim.. Fiqih Peradaban: Sunnah sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan. Faizah Firdaus (Surabaya: Dunia Ilmu. Muhammad. Save M. . Terj.D. M. 1995). 1994). Moh. Dagun. 1997). 6 (USA: The Macmillan Company & the Free Press. Lee C. al-Barry. 2000). M. Interaksi dan Motivasi RajaGrafindo Persada. Terj. Bustami A. The Encyclopedia of Education. Terj. dkk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful