PILULAE

Disusun oleh Muhammad Mirza Hardiansyah NIM 1110102000081

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2011
0

SYARAT PIL YANG BAIK 5.I. LATAR BELAKANG 2. SYARAT PIL DALAM F. PEMBUATAN PIL YANG MENGHENDAKI TINDAKAN KHUSUS 8. GRANULA 3 3 3 4 4 5 5 6 10 III.DAFTAR ISI I. PENGERTIAN 2. TUJUAN PEMBERIAN SEDIAAN PIL 4. PEMBAHASAN 1. III 6. PENDAHULUAN 1. DAFTAR PUSTAKA 11 1 . CARA PEMBUATAN SEDIAAN PIL 7. ED. TUJUAN 2 2 2 II. FORMULASI SEDIAAN PIL 3.

Oleh sebap itu sedian pil masih sangat diterima oleh masyarakat luas. 4. Namun bagi para pembuat yang masih baru pertama membuat terkadang masih banyak hambatan yang terjadi. 8. 3. pil obat magg dan lainlain.BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Pil merupakan salah satu sediaan farmasi yang sudah lama digunakan. Sedian pil sudah dikenal sebelum keluarnya produk obat modern. 7. Selain itu. Sedian pil bisa di buat dengan cara tradisional dan cara modern. 2. 6. Oleh karena itu. Masyarakat lebih menggemari obat-obat tardisional dalam bentuk sedian pil dari pada sedian yang lain seperti jamu cair dan jamu serbuk. dahulu pil dibuat dengan cara tradisional akan tetapi untuk saat ini pil lebih mudah dibuat dengan cara yang lebih modern. TUJUAN 1. Mengetahui bagaimana sedian pil itu Mengetahui persyaratan sedian pil yang baik Mengetahui macam-macam bentuk sedian pil Mengetahui berbagai macam keuntungan dari sedian pil Mengetahui kerugian dari sedian pil Mengetahui zat-zat yang perlu ditambahkan pada pembuatan sedian pil Mengtahui bagaimana tahapan peracikan sedian pil Mengetahui apa saja yang harus diperhatikan dalam pembuatan sedian pil 2 . 5. banyak juga bahan–bahan yang digunakan untuk membuat sediaan pil. karena pil sangat evisien dikonsumsi tidak berasa pahit dan cara minum yang sangat mudah dari pada sedian yang lain. seperti halanya pil KB. Oleh sebab itu sedian ini masih diajarkan dan di kembangkaan dalam lingkungan sekolah dibidang kefarmasian. Itu disebabkan karena banyak bahan obat yang perlu diperlakukan secara khusus. cara–cara pembuatan pil harus dipahami oleh para pembuat. Tidak menutup kemungkinan sedian pil juga dikembangkan dalam pembuatan obat-obat sintesis dan obat-obat modern.

dalam hal khusus untuk zat oksidator digunakan Bolus alba. semisolid. Macam sediaan pil yaitu :     Bolus. Saccharum Lactis. dan Liquiritiae Radix sama banyak (pulvis pro pilulae) dan bahan lain yang cocok. Sebagai zat pengisi digunakan Liquritiae Radix. dan lain-lain. pil … Bahan obat/ medukamen dapat berupa padatan. Pil kecil yang beratnya kira-kira 30 mg disebut granula dan pil besar yang beratnya lebih dari 500 mg disebut boli. zat pemecah. granula mengandung bahan obat berkhasiat 1 mg. Bahan tambahan yang dapat ditambahkan yaitu : zat pengisi. mempunyai berat < 1/3 grain FORMULASI SEDIAAN PIL Formulasi umum : R/ Bahan Obat Bahan Tambahan m. Berat pil berkisar antara 100 mg sampai 500 mg. mempunyai berat > 300 mg Pil. dan zat penabur. dan cairan. Boli biasanya dugunakan untuk pengobatan hewan seperti sapi. zat pengikat. zat penyalut. campuran Succus Liuiritiae. Tujuannya untuk memperbesar masa pil (apabila BO terlalu keci) 3 . pila. Bila tidak disebut lain. zat pembasah. mempunyai berat 30-60 mg Granul. artinya bola .8 mg) Parvul. Pil berasal dari bahasa latin. mempunyai berat 1/3-1 grain (1grain=64.f.BAB II PEMBAHASAN PENGERTIAN Pil adalah suatu sediaan yang berbentuk bulat seperti kelereng yang mengandung satu atau lebih bahan obat. kuda.

misalnya kathartika Kerugian sediaan pil :    Obat-obat yang dikehendaki aksinya cepat Obat-obat yang dalam keadaan larutan pekat dapat mengiritasi lambung Bahan obat padat voluminous dan bahan obat cair dalam jumlah yang sangat besar SYARAT PIL YANG BAIK    Homogen dalam ukuran. Pulvis Gummosus (campuran P. P. Oleum Cacao. gula atau bahan lain yang cocok. Vaselinum. Sebagai zat penyalut digunakan perak. sirup simplex. liquiritiae radix. Sebagai zat pemecah digunakan NaHCO3. Salol. aqua gliserinata.A. Tragakan. Tujuannya agar pil tidak lengket satu sama lain atau lengket pada alat. amilum oryzae. Serlak. Adeps Lanae. warna. kolodium. memperbaiki penampilan pil. Jumlah pemakaian secukupnya. Sebagai bahan penabur digunakan likopodium. adeps lanae/vaselin album. mencegah pil pecah di lambung. TUJUAN PEMBERIAN SEDIAAN PIL Kelebihan sediaan pil :     Mudah digunakan/ditelan Rasa obat yang tidak enak dapat tertutupi Relative lebih stabil dibandingkan dengan serbuk dan solution Sangat baik entuk sediaan yang penyerapannya dikehendaki secara lambat. madu.G.Sebagai zat pengikat digunakan Succus Liquiritiae. Tragachantae.. dan dosis Mempunyai kekenyalan.G. Sebagai zat pembasah digunakan air. Balsamum Tolulatum. dan kekerasan tertentu Mempunyai waktu hancur tertentu 4 . yalk. Gelatin. MgCO3. diperlukan zat pengikat. dan Saccharum album). menutupi rasa dan bau bahan obat yang tidak enak.. Dalam hal ini adalh pil yang menggunakan zat pengikat adeps lanae/vaselin album.A. daya rekat. bentuk. dan bahan lain yang cocok. Apabila bahan obat non kohesif. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pil.

tidak begitu keras sehingga dapat hancur dalam saluran pencernaan. Untuk mencegah masa pil melekat pada alat. Memenuhi keseimbangan bobot. zat pengisi. Lalu batang masa ini digulung-gulungkan seperti tersebut di atas dibuat sampai panjang tertentu dan dipotong dengan pisau pemotong yang ada pada alat papan pil.5 % Penyimpangan terbesar 2 pil 20 % 15 % 3. maka dalam 60 menit pengujian. lalu dipindahkan dalam larutan dapar pH 6. biasanya digunakan Aqua masa yang saling mengikat dan plastis. Setelah pil menjadi bulat lalu digelindingkan 5 .8 dengan suhu 36⁰-38⁰ C. dan pil salut enteric tidak hancur dalam lambung tetapi dalam usus halus. lalu pil yang belum bulat itu digelindingkan pada papan pembuat pil agar besarnya menyesuaikan dengan lubang kanan pada alat tersebut.06 N selama 3 jam. Timbang 20 pil satu persatu. Sedangkan untuk pil bersalut enteric. Setelah campuran serbuk ditetesi dengan zat pembasah. penyimpangan terbesar terhadap bobot rata-rata adalah : Bobot rata-rata pil 100 mg sampai 250 mg 250 mg sampai 500 mg 18 pil 10 % 7. bila perlu dibagi dengan cara ditimbang atau dibuat batang dengan cara digulung-gulungkan dengan papan kayu yang datar pada alat papan pil lalu dipotong menurut panjang batang masa pil yang sama. Memenuhi waktu hancur seperti tertera pada compressi yaitu dalam air dengan suhu 36⁰-38⁰ C selama 15 menit untuk pil yang tidak bersalut dan 60 menit untuk pil yang bersalut. direndam dahulu dalam larutan HCL 0. hitung bobot rata-rata. CARA PEMBUATAN SEDIAAN PIL Dibuat masa pil dengan cara mencampur serbuk obat. III 1. Setelah terbentuk masa pil.I. Ed. Pemberian Aqua Glycerinata dapat mencegah pil mengeras pada saat pentimpanan karena gliserin tidak mudah menguap. pil sudah hancur. ekstrak kental seperti Liquiritiae Extractum. dan zat pengikat dan digerus yang halus. Untuk memperoleh pil yang baik bukan karena pemberian zat pemmbasah yang berlebihan tetapi tergantung cara penggerusan dan cara penekanan pada masa yang baik.SYARAT PIL DALAM F. Sebagai pembasah dapat pula digunakan Sirupus Simplex. 2. Pada penyimpanan bentuknya tidak boleh berubah. Tetapi pemberiannya pun tidak boleh terlalu banyak karena akan menyebabkan pil menjadi lembek. maka papan ditaburi dengan Lycopodium yang merupakan lapisan tipis agar pil pil tidak berbintik.

2. Helmitol. dengan sama berat Liquiritiae Radix dan air. Untuk garam-garam norlam beratnya dapat disamakan dengan berat serbuk tumbuh-tumbuhan. digunakan pula sebagai zat pengikat Pulvis Gummosus.pada papan pil yang dilapisi Lycopodiun yang lebih yebal agar diperoleh pil dengan lapisan Lycopodium yang rata dan lalu pil tersebut dihitung melalui lubang pada alat pembuat pil. Penggunaan Pulvis Gummosus adalah 300 mg untuk 30 pil. Ascal. Adannya air merusak obatnya.A. Codeinum dengan Aminii Chloridum. Dalam keadaan terpaksa digunakan pula Adeps Lanae atau Vaselin seperti pada kejadian : 1. P. Untuk bahan obat yang hogroskopis seperti Calcii Bromidum dan kalcii Bromidum dapat dibuat dengan menggunakan Liquiritiae Radix dan Adeps Lanae tapi kurang baik. 6 . Pil yang mengandung senyawa Hydragyrum. Acetosal dengan Bicarbonal Natricus. dan Saccharum album sama banyak. Diuretin dengan Ichtammolum. PEMBUATAN PIL YANG MENGHENDAKI TINDAKAN KHUSUS 1. Bila jumlah Hydragyrum kecil maka dapat ditambahkan Succuc dan Liquiritiae Radix dalam perbandingan 1 : 2. Sedangkan untuk garam Yang berat seperti KI hanya dihitung 1/3 berat garam setara dengan berat serbuk tumbuhuntuk Ferrum reductum dan pulveratum maupun garam-garam Fe adalah 1/5 beratnya. misalnya Digitalis folia dengan adanya air. Contoh obat yang terurai karena adanya air adalah Acetosal.G. yaoitu terdiri dari Tragacanth. sebab Hg dan Cu akan membentuk amalgam. misalnya Meditrenum. Setelah tidak terlihat butir Hydragyrum (mati) maka masa ditambah Liquiritiae Radix dan Succuc Liquiritiae secukupnya sampai mendapat masa pil yang cocok. Dalam hal ini sebagai zat pengikat digunakan Oleum Cacao. dibuat dengan menggerus Hydragyrum. enzim yang ada pada folia akan aktif dan menjadikan glikosida jantung tidak berkhasiat karena terurai. Pil yang mengandung Ferrosi Carbonas dan Ferrosi Iodidum. Phenytoinum dengan Ichtammolum. Selain Succus Liquiritiae. Terjadi reaksi antara zat berkhasiat dengan adanya air. Untuk Calcii Bromidum dapat digunakan garamnya yang eksikatus. 2. Ferrum reductum dengan Acidum Citricum. bila pl terdiri dari zat yang volumines digunakan kira-kira 1 gram untuk 30 pil. Sebagai zat pengikat digunakan Succus Liquiritiae sebanyak 2 gram untuk 60 pil. Untuk memperoleh pil dengan besar normal dapat dibuat dengan 125 mg serbuk tumbuhtumbuhan. Dalam pembuatan pil yang mengandung Hydragyrum agar menggunakan alat papan pil dari ebonite.

calcii chloridum. kalii acetas. Dibuat dengan mereaksikan Ferrosi Sulfan dengan Natrii Bicarbonas di atas tangas air.aren. Sebagai pereduksi adalah Mel dan sebagai zat pembasah gliserin dan air sampai berat tertentu. CCC 36 22 7 1 47 5 5 9 3. 4. 5.5 gram untuk setiap 7 gram garam obat tersebut. seperti natrii bromidum dan natrii iodidum sering tejadi penggumpalan sehingga sulit dibuat masa pil yang baik. untuk pil Ferrosi Carbonas setiap pil mengandung 50 mg dan formula untuk pembuatan 300 pil jadi seluruh formula mengandung 15 gram Ferrosi Carbonas. kalii iodidum. Harus diingat bahwa jangan mengauapkan larutan Ferri Chloridum karena garam Ferrinya akan terurai. Liquiritiae Radicis m. Penambahan Succus Liquiritiae dan Pulvis LIquiritiae Radicis diperlukan kira-kira 1. Untuk mencegahnya maka perlu diberi air secukupnya agar larut dan setelah itu dibuat masa pilnya. Pil yang mengandung senyawa yang sangat higroskopis. Jika dalam resep tertulis garamnya. Yaitu gas CO2 yang terjadi hilang. seperti calcii bromidum. Ad grammatum adde Pulvis Gummi Arabic Sacchari albi Pulv. digunakan sebagai larutan. Hal ini dimaksudkan agar reaksi pembentukan ferrosi carbonas berjalan sempurna.baln. 7 . Pil yang mengandung zat-zat yang higroskopis seperti kalii bromidum. Pil yang mengandung garam-garam yang dapat menyerap air.pil No.Formula dapat dilihat di Farmakope Belanda edisi V. maka diambil sebagai larutannya yang sebanding :     Solution Kalii Acetatis mengandung 331/3 % Kalii Acetas Solution Calcii Bromidi mengandung 25 % Calcii Bromidum Solution Calcii Chloridi mengandung 25 % Calcii Chloridum Solution Ferri Chloridi mengandung 75 % Ferri Chloridum Larutan tersebut setalah ditimbang lalu diuapkan sampai sisa airnya kia-kira kurang dari 1 gram untuk setiap 30 pil. dan natrii salicylas digerus halus di dalam mortar yang panas. Perlu diingat bahwa pil yang mengandung zat yang higroskopis tidak boleh menggunakan aqua gliserinata sebagai zat pembasah. Contoh resep : R/ Ferrosi sulfas Natrii bicarbonas Mallis Glycerini Calefac c.f.

Supaya tidak terjadi maka jangan gunakan zat pembasah air tetapi menggunakan zat pengikat yang lain seperti : Pil yang mengandung ferrosi carbona dengan acidum citricum akan menimbulkan gas CO2  Pil yang mengandung meditrenum akan timbul gas CO2 karena terjadi reaksi antara iodochloroxychinolin sulfonat dengan natrii bicarbonas. Succus Liquiritiae. M Sedangkan untuk pil quinine sulfat yang putih digunakan formula : R/ Quinini Sulfat 50 Pulv. 7. Qs. M Penggunaan Saccharum album sebagai pengganti Liquiritiae Radix untuk mencegah masa pil cepat menjadi keras. Pil yang mengandung senyawa Codeinum base dengan garam Ammonium atai Ichtammolum. Bahan tersebut akan bereaksi dengan ferrum reductum.6.  Pil yang mengandung ferrum reductum atau pulveratum dengan asam seperti acidum citricum akan bereaksi dan timbul gas H2 yang akan memecah pil 8. Pil yang mengandung Quinini Sulfas ada dua macam. Karena Codeinum base terhitung mudah larut dalam air dan merupakan base yang lebih kuat disbanding garam Ammonium. maka perlu Hydragyri Chloridum dalam keadaan yang halus. maka akan bereaksi dan timbul gas NH3 yang bebas serta membuat pil menjadi pecah. 10. Pil yang dapat pecah karena zat-zat yang terkandung dapat bereaksi hingga menimbulkan gas yang memecah pil. Untuk itu perlu penambahan natrii chloridum untuk memudahkan hydragyri chloridum larut dalam air. formula Pilulae Chinini Sulfat : R/ Quinini Sulfat 50 Succi Liquiritiae Sacchari albi aa 37. Gummosus Sacchari albi aa 25 Aquae dest. 11. dan Liquiritiae Extractum. hingga susah membentuk pil. Pil yang mengandung Diphantoinum Natrium jangan menggunakan liquiritiae radix tetapi menggunakan succus liquiritiae 1 bagian dan amylum 3 bagian dan zat pembasah menggunakan sirupus simplex.5 Aquae q. ad pil No.s. Pil yang mengandung Hydragyri Chloridum akan menghilangkan selaput lendir dari lambung dan usus. Ad pil No. yaitu yang berwarna coklat dan berwarna putih. Pil yang mengandung zat pengikat yang bereaksi asam seperti Gentiane Extractum. Penambahan natrii chloridum adalah setengah bera sublimat dan dilarutkan dulu dengan air sama berat (dalam mortar) 9. ferrum pulveratum yang menimbulkan gas H2 serta menyebabkan 8  . Untuk quinine sulfas yang berwarna coklat dapat dilihat dalam Farmakope Belanda V. Hal ini untuk menjaga agar pil lekas hancur dalam lambung.

pil menjadi menggelembung dan pecah. Dilakukan dalam botol mulut lebar. Pil yang mengandung ekstrak kering dikerjakan sebagai berikut :  Aloe Extractum Aquosum siccum. Pil yang disalutkan demikian antara lain ialah gentian violet dan obat cacing. Didunakan dahulu sebagai penyalut larutan 10% shellac dalam larutan ammonia dan spiritus sama banyak. Bahan tersebut akan bereaksi pula dengan natrii bicarbonas. Untuk menghindari agar pil tidak pecah dalam lambung. Maka dari itu Succus Liquiritiae. Rhamni Phursianae Extractum siccum. 12. Penyalutan dapat bagus apabila pil tidak lembek dan tertabur dengan sedikit talk. Peil dengan ekstrak kering supaya dibuat keras jangan lembek agar tidak berubah bentuk. 5 bagian tolubalsem dan 2. Rhamni Frangulae Extractum Aquosum siccum. Sebagai zat penyalut digunakan shellac dalam dua lapis. 2. pilpil disiram dengan sedikit larutan Tolubalsem tersebut dan digojog keraskeras lalu dipindahkan pada piring dan digerak-gerakkan agar tidak melengket sampai kering. Rhei Extractum siccum dapat dibuat pil cukup dengan Liquiritiae Radix dan zat pembasah Aqua Glycerinata. karena :  Zat aktifnya tidak dikehendaki bekerja dalam lambung.5 bagian asam stearat dalam 50 bagian aether cum spiritu. Untuk menghindarioksidasi zat aktifnya. dimaksudkan : 1. ferrosi carbonas yang menimbulkan gas CO2 serta menyebabkan pil menjadi menggelembung dan pecah. Cara penyalutan seperti penyalutan dengan balsamum tolutanum. tetapi dalam usus. Liuiritiae Extractum dan Gentianae Extractum harus dinetralkan dulu dengan MgO 50 mg tiap gram ekstrak dan succus.   Penyalutan pil. Cinchonae Extractum siccum dan Colae Extractum siccum memerlukan Succuc Liquiritiae sebagai zat pengikat untuk dapat dibuat masa pil. artinya pil tidak boleh pecah dalam lambung. Penyalutan dilakukan dengan larutan Balsamum Tolutanum 1 bagian dalam 9 bagian Chlorofornum.  Zat aktifnya mengiritasi lambung  Zat aktifnya rusak karena adanya asam lambung Dalam resep tertulis “fac pilulas nonsolubiles in succo gastric”. Dan sebagai lapisan kedua digunakan larutan 5 bagian shellac. 9 .

d.Colchicin S.1 mg Cara pembuatan dapat menggunakan ketentuan Farmakope Belanda Ed. 10 .1 gran No. Dapat pula dibuat dengan succus liquiritiae radix. biasanya berwarna putih atau merah karmin.d. XXX S.t.f.HBr m.t. Untuk obat yang dosisnya di bawah 1 mg seperti Scopolamini HBr dan sebagainya harus dibuat dengan obat berkhasiat sesuai dosisnya.d.d.gran. Berat kirakira 30 mg dan bila tidak dinyatakan lain mengandung 1 mg zat berkhasiat.2.c. R/ Gran. untuk tiap granul diambil 5 mg succus liquiritiae dan 20 mg liquiritiae radix dan sebagai pembasah digunakan aqua gliserinata.1 gram 0. L R/ Scopolamin.d.d. No. V sebagai berikut :   Tiap granul digunakan 22 mg saccharum pulveratum dan 3 mg pulvis gummosus dan zat pembasah aqua gliserinata.GRANULA Granula adalah pil kecil.

1987 ILMU MERACIK OBAT. Drs. Apoteker. Yogyakarta 11 . Gadjah Mada University Press. Teori dan Praktik. Anief.DAFTAR PUSTAKA “Farmakope Indonesia edisi III” Departemen Kesehatan RI tahun 1979 “Farmakope Indonesia edisi IV” Departemen Kesehatan RI tahun 1995 Moh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful