Abstrak

Telah dilakukan percobaan yang berjudul “Analisis Anion” dengan tujuan dapat mengidentifikasi anion-anion dalam larutan dan padatan ‘unknown’ dengan menggunakan metode pemisahan ‘kemikalia cair’ yang didasarkan pada kelakuan ion-ion yang berbeda ketika direaksikan dengan reagen-reagen tertentu. Prinsip yang digunakan adalah reaksi spesifik dan selektif ion. Metode dalam percobaan ini adalah pemisahan ‘kemikalia cair’. Hasil dari sample known NaCl + AgNO3  AgCl + HNO3 terbentuk endapan , menjadi panas dan timbul gas. KBr + AgNO3  AgBr + HNO3 terbentuk endapan , menjadi panas dan gas. KI +AgNO3  AgI + HNO3 terbentuk endapan hitam, panas, baud an gas. Pada hasil unknown sample 3 + AgNO3 terbentuk endapan putih setelah ditambah HNO3 timbul gas, panas dan endapan tidak larut. Pada sample 3 + Ba[CH3COO]2 terbentuk endapan putih + HCl endapan larut maka sampel 3 merupakan ion Br-. Pada sampel 4 + AgNO3 terbentuk endapan + HCl maka endapan larut, saat sampel 4 ditambah Ba[CH3COO]2 terbentuk endapan putih + HCl endapan tidak larut, menunjukkan sampel 4 mengandung ion SO4. Sampel 6 di uji dengan test 3 dengan + AgNO3 tidak terbentuk endapan dan timbul warna coklat, saat sampel 6 ditambah Ba(CH3COO)2 terbentuk endapan dan larutan berwarna kuning kemudian ditambah HCl endapan larut dan warna menjadi orang maka sampel 6 adalah ion CrO4-. Sampel 5 di test dengan test 5 dengan ditambah H2SO4 + FeSO4 terbentuk cincin coklat maka ion yang terbentuk adalah NO3-.

PERCOBAAN IV ANALISIS ANION

I.

TUJUAN PERCOBAAN Dapat mengidentifikasi anion-anion dalam larutan dan padatan

‘unknown’ dengan menggunakan metode pemisahan ‘kemikalia cair’ yang didasarkan pada kelakuan ion-ion yang berbeda ketika direaksikan dengan reagen-reagen tertentu.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

I.1 Analisa Kualitatif

Dalam analisa kualitatif ada 2 macam uji yaitu reaksi kering dan basah. Reaksi kering dapat ditetapkan untuk zat-zat padat dan reaksi basah digunakan untuk zat dalam larutan. Kebanyakan reaksi kering yang diuraikan dapat digunakan untuk analisis semimikro dengan hanya identifikasi kecil. Uji ini benar-benar memberikan informasi yang bermanfaat dalam waktu yang singkat. Teknik yang berbeda digunakan untuk reaksi basah dalam analisis makro, semimikro, mikro. ( Vogel,1985 )
I.2 Metode Pengendapan

Kelarutan zat adalah jumlahnya jika dilarutkan pada pelarut yang di ketahui beratnya dan zat tersebut mempunyai kesetimbangan dengan pelarut itu. Larutan lewat jenuh adalah larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih besar dibanding dalam keadaan setimbang pada suhu tertentu. Kelarutan

Untuk larutan jenuh suatu elektrolit Ava . pada suhu dan tekanan konstan. dengan kelebihan merupakan suatu sistem kesetimbangan terhadap hukum massa dapat diberlakukan. Pengendapan dilakukan dengan larutan encer yang ditambahkan pereaksi perlahan-lahan dengan pengadukan yang teratur. Ksp dinamakan hasil kali kelarutan: Ksp = Ag + [ ] [Cl ] − Jadi dalam larutan perak klorida. Endapan terbentuk dengan larutan itu menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. sedangkan ion-ion Ag+ dan Cl. Kelarutan endapan sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya. maka kesetimbangan yang terjadi: AgCl Ag+ + Cl- Reaksi diatas merupakan kesetimbangan heterogen. misalnya: jika endapan perak klorida ada dalam kesetimbangan dengan larutan jenuhnya.bertambah dengan bertambahnya temperatur.1985) I.3 Hasil Kali Kelarutan Larutan jenuh suatu garam yang juga mengandung garam tersebut yang tak larut. hasil kali konsentrasi ion perak dan ion klorida adalah konstan. ( Vogel.ada dalam fase tersebut. karena AgCl ada dalam fase padat. Bvb yang terion menjadi ion-ion va Am.dan vbBn- . Teapan kesetimbangan dapat ditulis sebagai: K= [Ag ] [Cl ] + - [ AgCl ] Konsentrasi perak klorida dalam fase padat tidak berubah dan karenanya dapat dimasukkan ke dalam suatu tetapan baru.

1985) I.5 Reaksi Pembentukan Kompleks Dalam pelaksanaan analisis anorganik kualitatif banyak digunakan reaksi yang menghasilkan pembentukan kompleks.Ava Bvb Hasil kali kelarutan [K] dapat dinyatakan sebagai: Ksp = A m − [ ] × [B ] va n − vb Sehingga dapat dinyatakan bahwa dalam larutan jenuh suatu elektrolit yang sedikit larut.4 Pencucian Endapan Pencucian endapan bertujuan untuk menghilangkan kontaminasi (zat-zat pengotor) pada permukaan endapan. Larutan pencuci dibagi menjadi 3 kelompok. Larutan yang dapat mencegah terbentuknya koloid yang mengakibatkan dapat lolos pada kertas saring (Vogel. Larutan yang dapat mengurangi kelarutan dari endapannya 2. hasil kali konsentrasi dari ion-ion pembentuknya untuk setiap suhu tertentu adalah konstan. dengan konsentrasi ion dipangkatkan dengan bilangan yang sama dengan jumlah masing-masing ion yang dihasilkan oleh disosiasi dari suatu molekul elektrolit (Vogel. 1985) I. Pencucian endapan menggunakan larutan elektrolit kuat yang mengandung ion sejenis yang sama dengan endapan agar kelarutan endapan berkurang. yaitu: 1. Larutan harus mudah menguap agar endapannya mudah untuk ditimbang. Suatu ion kompleks dari . Larutan yang dapat mencegah hidrolosis garam dari basa lemah atau asam lemah 3.

2 Bromida Kelarutan Ag.6. tetapi mudah larut dalam air panas atau mendidih. tak larut dalam air. (Vogel. Jumlah relatif komponen ini dalam kompleks yang stabil nampak mengikuti stoikiometri yang sangat tertentu.3 Iodida Kelarutan iodide adalah serupa dengan klorida dan bromida. SbOCL. (Vogel.000).1 Klorida Kebanyakan klorida larut dalam air.5 mg Cl¯ (batas konsentrasi 1 dalam 30.6. yang ini sangat sedikit larut dalam air dingin.6.Perak. (Vogel.suatu atom (ion) pusatnya dan sejumlah ligan yang terikat erat dengan atom pusat itu.4 Nitrat . Timbel bromide sangat sedikit larut dalam air dingin. (Vogel. Cu. tembaga (I) dan timbel iodide adalah garam-garam yang sedikit larut.000) dan 0. HgOCl tak larut dalam air. merkurium klorida. Semua bromide lainnya larut. 1985) 2. tetapi lebih larut dalam air mendidih. CuCl. 1985) 2. Kepekaan 1. Kepekaan 2 mg I2 (batas konsentrasi 1 dalam 20.000). Hg.merkurium (II). 1985) 2. 1985) I.6 Analisis Anion 2. BiOCl. Kepekaan 2 mg Br2 (batas konsentrasi 1 dalam 25.000).6. Meskipun ini tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk atau lingkup konsep valensi yang klasik.3 mg Cl¯ (batas konsentrasi 1 dalam 150. perak klorida.

agak kental. Asam mineral encer.7.Garamgaram ini larut dalam asam nitrat encer.2 H2SO4 Sifat fisik: cairan jernih tidak berwarna. kromat. tidak berbau.7. (Vogel. Kepekaan 0.6. 1985) I. titik didih 315-338°C. (Vogel. bersifat korosif.1 AgNO3 Sifat fisik: Padatan kristal tidak berwarna.5 Sulfat Sulfat dari barium.7 Analisa Bahan I. 1985) 2.82. higroskopis.6. berubah menjadi dikromat.6 Kromat Kromat logam biasanya adalah zat-zat padat warna yang menghasilkan larutan kuning bila larut dalam air. (Daintith. (Vogel.05 mg Nitrat dengan batas konsentrasi 1 dalam 1 juta. merupakan asam kuat. densitas: 1. densitas: 1. 1985) 2. Sifat kimia: Larut dalam asam nitrat encer. asam kuat. . nutrat dari merkurium dan bismuth menghasilkan garam basa setelah diolah dengan air. stronsium dan timbale praktis tidak larut dalam air. titik didih: 97°C. titik leleh: 59°C. reagen analitik.Semua nitrat larut dalam air. titik leleh: -10°C. Sulfat dari merkurium (II) dan kalsium larut sedikit dan kebanyakan sulfat dari logam-logam sisanya larut. Sifat kimia: digunakan sebagai katalis.8. yaitu ion-ion hydrogen. 1994) I.

titik didih: 83°C. titik leleh 0°C. densitas: 1.4 HCl Sifat fisik : tidak berwarna.7.(Basri.7. (Basri.3 HNO3 Sifat fisik: Asam anorganik. 1996) I. tidak berwarna.9°C Sifat kimia: larut dalam pelarut air. 1996) . tidak berbau. agak kekuningan. Sifat kimia: sebagai oksidator. titik didih 100°C. bersifat korosif. termasuk asam kuat.7. (Basri. titik didih: 84. 1996) I. (Basri. Sifat kimia: bersifat polar dan sebagai pelarut universal. 1996) I.1°C. Densitas 1.89. dilarutkan dengan mereaksikan NaCl dengan H2SO4 pekat.5 Aquades Sifat fisik: berat molekul18.08. berbau tajam. titik leleh: -4.

Aquades 3.1 Alat 1.1. Tabung reaksi 2. Erlenmeyer 3. Gelas beker 4. Penjepit 5. HCl 4.1 Alat dan Bahan 3.III.2 Bahan 1. AgNO3 2. H2SO4 3. HNO3 5.1.2 Gambar Alat . METODE PERCOBAAN 3. Gelas ukur 3.

1 Test 3 Garam known Tabung reaksi Penambahan 10 tetes HNO3 Pengamatan Larutan Endapan Penambahan HCl Pengamatan .3 Skema Kerja 3.3.Tabung Erlenmeyer Reaksi gelas ukur gelas beaker penjepit 3.

3.2 Test 4 5 tetes larutan garam Tabung reaksi Penambahan 2-3 tetes Ba(C2H3O2)2 Pengamatan Larutan Endapan Penambahan HCl Pengamatan Hasil 3.3.3 Test 5 .Hasil 3.

HIPOTESISSIS . DATA PENGAMATAN 4.2 tetes larutan nitrat Tabung reaksi Penambahan 10 tetes H2SO4 Pencampuran dan Pendiaman sampai dingin Penambahan 3-4 tetes FeSO4 Hasil IV.1 Larutan known & unknown Ion yang diuji BrICrO42NO3C2O42Cl- test 3 AgNO3 HNO3 test 4 Ba Asetat HCl H2SO4 test 5 FeSO4 V.

AgNO3. reaksi selektif ion .direaksikan dengan AgNO3 + HNO3  endapan kuning Larutan SO3. VI.direaksikan dengan H2SO4 pekat ditambah FeSO4 menghasilkan cincin coklat . Metode dalam percobaan ini yakni pengendapan dan pembentukan kompleks kemungkinan hasil yang diperoleh yakni bila larutan Cl. Sendangkan. Prinsip yang digunakan yaitu didasarkan pada reaksi spesifik dan reaksi selektf ion. Larutan Br. Larutan CrO42.dan SO42.direaksika dengan AgNO3 + HNO3  endapan putih kekunigan Larutan I.direaksikan dengan Ba (C2H2O2)2 menghasilkan endapan putih Larutan NO3. Reaksi speifik yaitu penambahan suatu bahan atau reagen yang hanya dapat bereaksi dengan satu ion tertentu. PEMBAHASAN Percobaan yang berjudul “Analisis Anion” ini yang bertujuan untuk mengidentifikasi anion-anion dalam larutan dan padatan ‘unkown’ maupun ‘known’.direaksikan dengan AgNO3 dan HNO3 akan dibentuk endapan putih .Percobaan analisis anion yang dalam bentuk larutan dari padatan unknown diidentifikasi dengan metode pemisahan dan yang direaksikan dengan reagen-reagen tertentu seperti H2SO4. Metode yang digunakan adalah pemisahan kemikalia cair yang didasarkan pada kelakuan-kelakuan ion-ion yang berbeda ketika direaksikan dengan reagenreagen tertentu. HNO3 .direaksikan dengan Ba (C2H2O2)2 + HO menghasilkan endapan putih .

Setelah itu ditambahkan HNO3 yang bertujuan melarutkan endapan AgCl atau uji devinitif lebih lanjut diperoleh larutan menjadi lebih jernih dibandingkan sebelumnya namun endapan tidak larut. diantaranya: Analisis Sampel Known Cl. baik itu larutan ‘unkown’ ataupun ‘known’. maka dilakukan beberapa test untuk mengujina. digunakan test 3 yaitu dengan penambhan reagen AgNO3. Warna dari larutan sample yaitu bening dan setelah ditambahkan AgNO3 menjadi putih keruh dan terdapat endapan putih.sudah cukup stabil dan memiliki kerapatan yang tinggi maka sulit untuk memutuskan dengan penambahan HNO3encer. Test kedua yaitu penambahan reagen Ba(C2H3O2)2 dan HCl. 1985 ) Endapan tersebut dapat terbentuk karena hasil kali kelarutan dari larutan dari larutan tersebut telah terlampui oleh hasil kali konsentrasi ion-ion yang terlibat. Ini disebabkan karena senyawa AgCl. Test ketiga yaitu uji khusus untuk anion nitrat.dalam larutan sample.sebagai AgCl. Larutan tersebut dikatakan pula telah jenuh karena apabila larutan telah jenuh dengan zat yang bersangkutan maka endapan dapat terbentuk.adalah penambahan suatu bahan atau reagen yang bereaksi atas sekelompok ion yang berbeda-beda.( Klorida ) Untuk mengidentifikasi adanya ion Cl. Dalam mengidentifikasi anion-anion yang ada pada sample. Ksp dari AgCl yaitu sebesar 1x10-12. Pada percobaan ini ada beberapa anion yang akan diidentifikasi. reaksinya: Ag+ + Cl( Svehla. atau dapat ditulis Qc>Ksp. Fungsi penambahan AgNO3 untuk mengendapkan Cl. Pada uji ini untuk mengidentifikasi nitrat digunakan reagensia yang lain daripada yang digunakan pada umunya karena garam-garam nitrat sangat mudah larut. Test yang pertama yaitu penambahn reagen AgNO3 pada sample yang bertujuan untuk mengendapkan beberapa anion yang mungkin akan mengendapkan dalam bentuk garam dengan kation Ag+. Kemudian ditambahankan HNO3 jika terdpat endapan. Selain itu AgCl (putih) .

1985 ) Penambahan AgNO3 bertujuan untuk mengendapkan Br. Ksp AgBr yaitu sebesar 4x10-13. Kemudian direaksikan dengan AgNO3 dan warna larutan menjadi putih agak keruh dan terdapat endapan berwarna kuning pucat. Endapan ini terbentuk karena larutan telah terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan dan hasil kali konsentrasi ion-ionnya telah melampui harga hasil kali kelarutannya atau dapat ditulis Qc>Ksp. 1985 ) Br. Hasil yang diperoleh yaitu larutan menjadi lebih . larutan ditambahkan HNO3 ( asam nitrat ). Jadi. dimana terbentuknya endapan AgCl yang tidak larut dengan HNO3encer. AgBr (s) kuning pucat ( Svehla.menjadi AgBr. Reaksinya: AgCl (s) + HNO3  AgCl (s) + H2O + NO3Endapan putih ( Svehla. AgCl dapat larut dalam ammonia encer yang menunjukkan sample mengandung ion Cl-. Selanjutnya untuk memastikan bahwa sampel tersebut adalah ion Br-.( Bromida) Anion Br. pada uji ini penambahan HNO3 bertujuan untuk menguatkan identifikasi bahwa adanya ion Cl-. Larutan KBr ini berwarna bening.ini diidentifikasi dengan test 3. Reaksinya: Ag+ + Br.AgCl memiliki Ksp sangat kecil ( 1x10-12 ) maka tidak larut dengan penambahan HNO3 yang memiliki konsentrasi rendah.

Kemudian larutan ditambahkan HNO3.pada sample. Reaksi: AgBr (s) + HNO3  AgBr (s) + H2O + NO3- Endapan kuning Pucat ( Petrucci. Lalu direaksikan dengan AgNO3 dan warna larutan menjadi kuning dan terbentuk endapan kuning. maka sample terbukti ion Br-. AgBr akan larut dalam ammonia pekat.ini diidentifikasi dengan test 3. larutan KI ini berwarna bening. 1992 ) I. 1985 ) Endapan ini terbentuk karena larutan telah terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan dan hasil kali konsentrasi ion-ion telah melampui harga hasil kali kelarutannya atau dapat ditulis Qc>Ksp. Hasil yang diperoleh yaitu menjadi lebih jernih namun endapan tidak larut. Tujuan dari penambahan AgNO3 untuk menegndapkan Iodida. Ksp AgI sebesar 10-16. kolium sianida dan natrium tiosulfat.( Iodida ) Anion I. Jadi pada test ini. Ini disebabkan senyawa AgI ini stabil dan  AgI(s) .jernih namun endapan AgBr sudah cukup stabil dan memiliki kerapatn yang tinggi sehingga susah diputus dengan penambahan HNO3encer. Reaksi: Ag+ + Ikuning ( Svehla. selain itu AgBr memiliki Ksp yang lebih kecil daripada AgNO3. penambahan HNO3 bertujuan untuk menguatkan identifikasi bahwa terdapat ion Br. Hal ini dikuatkan pada literature yang menyatakan bahwa endapan AgBr tidak dapat larut dalam asam nitrat encer. yang bertujuan untuk memastikan bahwa endapan kuning merupakan endapan AgI.

Hal ini menunjukkan adanya reaksi terhadap HCl. Reaksi: CrO42. Berarti sample terbukti ion kromat. Saat setelah penambahan HCl. karena [ BaCl ] < [BaCrO4].( Kromat ) Anion CrO4. Endapan AgI akan larut sedikit dalam ammonium pekat dan sangat larut dalam natrium tioulfat.+ Ba2+ ( Sevhla. BaCrO4 + 2HCl BaCl2 + H2Cr2O4 .memiliki kerapatan yang tinggi maka susah untuk diputus ikatannya dengan penambahan HNO3encer. sehingg endapan ang terbentuk tidak akan melarut kembali. Reaksi: Ag+ + NO3 AgI + H2O + NO3- Endapan kuning ( Svehla. endapan ang terbentuk yaitu endapan putih. Setelah itu penambahan Ba asetat kuning dan ada endapan kuning.ini diidentifikasi dengan test 4.juga akibat dari pengaruh dari efek ion sekutu yaitu NO3.yang berwarna kuning direaksikan dengan Ba asetet yang bertujuan untuk mengendapkan kromat dari barium kromat.pada sample. Selain itu HCl bertujuan untuk melarutkan endapan. Endapan terbentuk karena larutan telah terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan dan hasil kali konsentrasi ion-ion telah terlampui harga kali kelarutannya atau dapat ditulis Qc>Ksp.dimana efek ion sekutu dalam larutan akan menurunkan kelarutan endapan. 1985 ) CrO42. larutan CrO4. 1985 ) Setelah itu ditambahkan HCl yang bertujuan untuk uji desintif dan untuk BaCrO4 menguatkan identifikasi bahwa terdapat ion Cr2. Selain itu.

Reaksi: BaC2O4 + HCl BaCl2 + H2C2O4 Ba ( C2O4 ) ( Svehla.lebih tinggi daripada rapat muatan BaC2O4. Endapan BaCl2 tidak dapat larut karena rapatan muatan anatara Ba. Tujuan penambahan HCl untuk uji definitive dan menguatkan identifikasi bahwa terdapat ion oksalat pada sample. Selain itu HCl juga berfungsi untuk melarutkan endapan.dan Cl. 1985 ) Endapan dapat terbentuk karena larutan terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan dan hasil kali konsentrasi ion-ion telah terlampaui harga kali kelarutannya atau dapat ditulis Qc>Ksp. terdapat endapan putih dan larytan berwarna orange. Reaksi: Ba2+ + C2O42( Svehla.ini diidentifikasi dengan test 4. Tujuan dari penambahan Ba-asetat untuk mengendapkan ion oksalat.kemudian ditambahkan larutan HNO3 dan membentuk endapan tetap putih.hal ini .( Svehla.timbul gas dan panas. 1985 ) C2O42. larutan C2O42. Setelah penambahan Ba-asetat.( Oksalat ) Anion C2O42.yang berwarna bening direaksikan dengan Ba-asetat. Setelah doreaksikan dengan HCl dan endapan tdak dapat larut. 1985 ) Analisis Sampel Unknown Sampel III Test 3 Pada test 3 sample larutan yang berwarna bening direaksikan dengan AgNO3 dan terbentuk endapan berwarna putih.

Reaksi: Cl.karena menunjukkan hasil positif terhadap anion Cl-.dapat terbentuk endapan karena harga QC > KSP dan larutan telah melewati titik jenuh. Berdasarkan test yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa sampel mengandung anion Cl. Reaksi: Cl.fungsi penambahan AgNO3 yaitu untuk mengendapkan anion.+ Ba(CH3COO)2 BaCl2 (s) + CH3COO- BaCl2 + HCl endapan larut Keterangan: .+ AgNO3 AgCl (s) + NO3Endapan putih AgCl + HNO3 endapan tidak larut (svehla.menunjukkan hasil positif adanya ion perak.1985) Keterangan: Endapan AgCl terbentuk karena hasil kali konsentrasi ion Ag+ dan Clmelampaui Ksp AgNO3.sedangkan HNO3 berfungsi untuk uji definitif yaitu untuk menguatkan adanya ion perak pda sampel. Pada penambahan HNO3 endapan tidak larut karena Ksp AgCl lebih kecil dari Ksp AgNO3 Test 4 Pada test 4 sampel 3 yang berwarna bening direaksikan dengan Barium asetat terbentuk endapan putih kemudian ditambahkan HCl yang berfungsi untuk uji definitif endapan larut.

Sampel IV Test 3 Pada test 3 sampel larutan yang berwarna kuning bening ditambahkan AgNO3 terbentuk endapan putih. Sedangkan penambahan HCl berfungsi untuk uji definitif anion golongan kal-bar-si.dapat terendapkan oleh Barium asetat menjadi endapan putih BaCl2. Sampel tidak termasuk dalam golongan perak karena pada uji definitif pada penambahn HNO3 endapan tidak larut. Reaksi: SO42.Anion Cl. endapan putih tidak larut. Penambahan AgNO3 berfungsi untuk mengendapkan anion golongan perak dan penambahan HNO3 berfungsi untuk uji definitif untuk menguatkan adanya anion golongan perak pada sampel. Endapan terbentuk karena larutan kelewat jenuh dan hasil kali konsentrasi ion-ion BaCl2 melampaui Ksp Barium asetat. Kemudian ditambah HNO3 endapan larut dan membentuk gas serta panas. Sampel termasuk dalam golongan anion kal-bar-si karena sampel tersebut terendapkan oleh Barium asetat dan tidak larut dalam HCl. kemudian ditambahkan HCl. Penambahan Barium asetat berfungsi untuk mengendapkan anion golongan kalsium-barium-besi.+ 2 Ag+ Ag2SO4 (s) Ag2SO4 (s) + HNO3  endapan tidak larut + panas + gas Test 4 Pada test 4 sampel larutan yang berwarna kuning bening ditambahkan Barium asetat terbentuk endapan putih. maka dapat disimpulkan .

bahwa anion yang terkandung dalam sampel adalah ion SO42.karena anion tersebut mempunyai selektifitas ion yaitu pada penambahan HCl endapan tidak dapat larut. Reaksi: SO42. KESIMPULAN .+ Ba2+  BaSO4 (s) BaSO4 (s) + HCl  endapan tidak larut Sampel V Sampel VI VII.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.