Abstrak

Telah dilakukan percobaan yang berjudul “Analisis Anion” dengan tujuan dapat mengidentifikasi anion-anion dalam larutan dan padatan ‘unknown’ dengan menggunakan metode pemisahan ‘kemikalia cair’ yang didasarkan pada kelakuan ion-ion yang berbeda ketika direaksikan dengan reagen-reagen tertentu. Prinsip yang digunakan adalah reaksi spesifik dan selektif ion. Metode dalam percobaan ini adalah pemisahan ‘kemikalia cair’. Hasil dari sample known NaCl + AgNO3  AgCl + HNO3 terbentuk endapan , menjadi panas dan timbul gas. KBr + AgNO3  AgBr + HNO3 terbentuk endapan , menjadi panas dan gas. KI +AgNO3  AgI + HNO3 terbentuk endapan hitam, panas, baud an gas. Pada hasil unknown sample 3 + AgNO3 terbentuk endapan putih setelah ditambah HNO3 timbul gas, panas dan endapan tidak larut. Pada sample 3 + Ba[CH3COO]2 terbentuk endapan putih + HCl endapan larut maka sampel 3 merupakan ion Br-. Pada sampel 4 + AgNO3 terbentuk endapan + HCl maka endapan larut, saat sampel 4 ditambah Ba[CH3COO]2 terbentuk endapan putih + HCl endapan tidak larut, menunjukkan sampel 4 mengandung ion SO4. Sampel 6 di uji dengan test 3 dengan + AgNO3 tidak terbentuk endapan dan timbul warna coklat, saat sampel 6 ditambah Ba(CH3COO)2 terbentuk endapan dan larutan berwarna kuning kemudian ditambah HCl endapan larut dan warna menjadi orang maka sampel 6 adalah ion CrO4-. Sampel 5 di test dengan test 5 dengan ditambah H2SO4 + FeSO4 terbentuk cincin coklat maka ion yang terbentuk adalah NO3-.

PERCOBAAN IV ANALISIS ANION

I.

TUJUAN PERCOBAAN Dapat mengidentifikasi anion-anion dalam larutan dan padatan

‘unknown’ dengan menggunakan metode pemisahan ‘kemikalia cair’ yang didasarkan pada kelakuan ion-ion yang berbeda ketika direaksikan dengan reagen-reagen tertentu.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

I.1 Analisa Kualitatif

Dalam analisa kualitatif ada 2 macam uji yaitu reaksi kering dan basah. Reaksi kering dapat ditetapkan untuk zat-zat padat dan reaksi basah digunakan untuk zat dalam larutan. Kebanyakan reaksi kering yang diuraikan dapat digunakan untuk analisis semimikro dengan hanya identifikasi kecil. Uji ini benar-benar memberikan informasi yang bermanfaat dalam waktu yang singkat. Teknik yang berbeda digunakan untuk reaksi basah dalam analisis makro, semimikro, mikro. ( Vogel,1985 )
I.2 Metode Pengendapan

Kelarutan zat adalah jumlahnya jika dilarutkan pada pelarut yang di ketahui beratnya dan zat tersebut mempunyai kesetimbangan dengan pelarut itu. Larutan lewat jenuh adalah larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih besar dibanding dalam keadaan setimbang pada suhu tertentu. Kelarutan

Bvb yang terion menjadi ion-ion va Am.bertambah dengan bertambahnya temperatur. Ksp dinamakan hasil kali kelarutan: Ksp = Ag + [ ] [Cl ] − Jadi dalam larutan perak klorida.dan vbBn- . dengan kelebihan merupakan suatu sistem kesetimbangan terhadap hukum massa dapat diberlakukan. Endapan terbentuk dengan larutan itu menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. maka kesetimbangan yang terjadi: AgCl Ag+ + Cl- Reaksi diatas merupakan kesetimbangan heterogen. Kelarutan endapan sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya. hasil kali konsentrasi ion perak dan ion klorida adalah konstan.3 Hasil Kali Kelarutan Larutan jenuh suatu garam yang juga mengandung garam tersebut yang tak larut.1985) I. karena AgCl ada dalam fase padat. Untuk larutan jenuh suatu elektrolit Ava . sedangkan ion-ion Ag+ dan Cl. misalnya: jika endapan perak klorida ada dalam kesetimbangan dengan larutan jenuhnya. Teapan kesetimbangan dapat ditulis sebagai: K= [Ag ] [Cl ] + - [ AgCl ] Konsentrasi perak klorida dalam fase padat tidak berubah dan karenanya dapat dimasukkan ke dalam suatu tetapan baru. Pengendapan dilakukan dengan larutan encer yang ditambahkan pereaksi perlahan-lahan dengan pengadukan yang teratur. pada suhu dan tekanan konstan. ( Vogel.ada dalam fase tersebut.

Suatu ion kompleks dari . hasil kali konsentrasi dari ion-ion pembentuknya untuk setiap suhu tertentu adalah konstan. dengan konsentrasi ion dipangkatkan dengan bilangan yang sama dengan jumlah masing-masing ion yang dihasilkan oleh disosiasi dari suatu molekul elektrolit (Vogel. 1985) I. 1985) I. Larutan harus mudah menguap agar endapannya mudah untuk ditimbang. Pencucian endapan menggunakan larutan elektrolit kuat yang mengandung ion sejenis yang sama dengan endapan agar kelarutan endapan berkurang. Larutan yang dapat mencegah terbentuknya koloid yang mengakibatkan dapat lolos pada kertas saring (Vogel. Larutan pencuci dibagi menjadi 3 kelompok.5 Reaksi Pembentukan Kompleks Dalam pelaksanaan analisis anorganik kualitatif banyak digunakan reaksi yang menghasilkan pembentukan kompleks. Larutan yang dapat mengurangi kelarutan dari endapannya 2. yaitu: 1.4 Pencucian Endapan Pencucian endapan bertujuan untuk menghilangkan kontaminasi (zat-zat pengotor) pada permukaan endapan.Ava Bvb Hasil kali kelarutan [K] dapat dinyatakan sebagai: Ksp = A m − [ ] × [B ] va n − vb Sehingga dapat dinyatakan bahwa dalam larutan jenuh suatu elektrolit yang sedikit larut. Larutan yang dapat mencegah hidrolosis garam dari basa lemah atau asam lemah 3.

tetapi mudah larut dalam air panas atau mendidih. yang ini sangat sedikit larut dalam air dingin.6. tembaga (I) dan timbel iodide adalah garam-garam yang sedikit larut.3 mg Cl¯ (batas konsentrasi 1 dalam 150.6. BiOCl. (Vogel. 1985) 2.000).merkurium (II). merkurium klorida. Kepekaan 1.4 Nitrat . Jumlah relatif komponen ini dalam kompleks yang stabil nampak mengikuti stoikiometri yang sangat tertentu. 1985) I. (Vogel. Meskipun ini tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk atau lingkup konsep valensi yang klasik. perak klorida. Semua bromide lainnya larut. CuCl. Cu.suatu atom (ion) pusatnya dan sejumlah ligan yang terikat erat dengan atom pusat itu. Timbel bromide sangat sedikit larut dalam air dingin. (Vogel. tetapi lebih larut dalam air mendidih. SbOCL. 1985) 2.1 Klorida Kebanyakan klorida larut dalam air.6. tak larut dalam air. Kepekaan 2 mg Br2 (batas konsentrasi 1 dalam 25.000). HgOCl tak larut dalam air. (Vogel.Perak.6.3 Iodida Kelarutan iodide adalah serupa dengan klorida dan bromida. Kepekaan 2 mg I2 (batas konsentrasi 1 dalam 20. 1985) 2.6 Analisis Anion 2.000). Hg.2 Bromida Kelarutan Ag.5 mg Cl¯ (batas konsentrasi 1 dalam 30.000) dan 0.

(Vogel. yaitu ion-ion hydrogen.Garamgaram ini larut dalam asam nitrat encer.6. titik leleh: 59°C. titik leleh: -10°C.8. merupakan asam kuat. (Daintith. . (Vogel.6. stronsium dan timbale praktis tidak larut dalam air. higroskopis. Sifat kimia: Larut dalam asam nitrat encer.7 Analisa Bahan I. 1985) 2.82. titik didih: 97°C. tidak berbau. asam kuat. nutrat dari merkurium dan bismuth menghasilkan garam basa setelah diolah dengan air.5 Sulfat Sulfat dari barium. reagen analitik.05 mg Nitrat dengan batas konsentrasi 1 dalam 1 juta.6 Kromat Kromat logam biasanya adalah zat-zat padat warna yang menghasilkan larutan kuning bila larut dalam air. Sulfat dari merkurium (II) dan kalsium larut sedikit dan kebanyakan sulfat dari logam-logam sisanya larut. agak kental. densitas: 1. densitas: 1. 1994) I. (Vogel.7.1 AgNO3 Sifat fisik: Padatan kristal tidak berwarna. Asam mineral encer. Kepekaan 0. Sifat kimia: digunakan sebagai katalis.2 H2SO4 Sifat fisik: cairan jernih tidak berwarna.Semua nitrat larut dalam air. kromat. berubah menjadi dikromat.7. 1985) 2. titik didih 315-338°C. 1985) I. bersifat korosif.

(Basri. (Basri. 1996) I. titik didih: 84. 1996) I.4 HCl Sifat fisik : tidak berwarna. Densitas 1.08. (Basri. 1996) . termasuk asam kuat. titik leleh: -4. titik didih 100°C.7. agak kekuningan. 1996) I. bersifat korosif. tidak berbau. densitas: 1. Sifat kimia: bersifat polar dan sebagai pelarut universal. titik leleh 0°C. berbau tajam.1°C.7.3 HNO3 Sifat fisik: Asam anorganik.89. tidak berwarna. titik didih: 83°C.5 Aquades Sifat fisik: berat molekul18.9°C Sifat kimia: larut dalam pelarut air. Sifat kimia: sebagai oksidator.7. dilarutkan dengan mereaksikan NaCl dengan H2SO4 pekat. (Basri.

III.1. Erlenmeyer 3. HNO3 5. HCl 4. Penjepit 5.2 Gambar Alat . AgNO3 2. Gelas beker 4.1.1 Alat dan Bahan 3. Tabung reaksi 2. Gelas ukur 3. H2SO4 3. Aquades 3.2 Bahan 1. METODE PERCOBAAN 3.1 Alat 1.

3 Skema Kerja 3.3.Tabung Erlenmeyer Reaksi gelas ukur gelas beaker penjepit 3.1 Test 3 Garam known Tabung reaksi Penambahan 10 tetes HNO3 Pengamatan Larutan Endapan Penambahan HCl Pengamatan .

2 Test 4 5 tetes larutan garam Tabung reaksi Penambahan 2-3 tetes Ba(C2H3O2)2 Pengamatan Larutan Endapan Penambahan HCl Pengamatan Hasil 3.3 Test 5 .3.3.Hasil 3.

2 tetes larutan nitrat Tabung reaksi Penambahan 10 tetes H2SO4 Pencampuran dan Pendiaman sampai dingin Penambahan 3-4 tetes FeSO4 Hasil IV.1 Larutan known & unknown Ion yang diuji BrICrO42NO3C2O42Cl- test 3 AgNO3 HNO3 test 4 Ba Asetat HCl H2SO4 test 5 FeSO4 V. HIPOTESISSIS . DATA PENGAMATAN 4.

Prinsip yang digunakan yaitu didasarkan pada reaksi spesifik dan reaksi selektf ion. AgNO3. Metode yang digunakan adalah pemisahan kemikalia cair yang didasarkan pada kelakuan-kelakuan ion-ion yang berbeda ketika direaksikan dengan reagenreagen tertentu.dan SO42. Sendangkan.direaksika dengan AgNO3 + HNO3  endapan putih kekunigan Larutan I. PEMBAHASAN Percobaan yang berjudul “Analisis Anion” ini yang bertujuan untuk mengidentifikasi anion-anion dalam larutan dan padatan ‘unkown’ maupun ‘known’.direaksikan dengan Ba (C2H2O2)2 + HO menghasilkan endapan putih . Larutan Br.direaksikan dengan H2SO4 pekat ditambah FeSO4 menghasilkan cincin coklat .direaksikan dengan AgNO3 + HNO3  endapan kuning Larutan SO3. Metode dalam percobaan ini yakni pengendapan dan pembentukan kompleks kemungkinan hasil yang diperoleh yakni bila larutan Cl. Larutan CrO42. HNO3 .direaksikan dengan Ba (C2H2O2)2 menghasilkan endapan putih Larutan NO3. Reaksi speifik yaitu penambahan suatu bahan atau reagen yang hanya dapat bereaksi dengan satu ion tertentu.Percobaan analisis anion yang dalam bentuk larutan dari padatan unknown diidentifikasi dengan metode pemisahan dan yang direaksikan dengan reagen-reagen tertentu seperti H2SO4.direaksikan dengan AgNO3 dan HNO3 akan dibentuk endapan putih . reaksi selektif ion . VI.

Dalam mengidentifikasi anion-anion yang ada pada sample.dalam larutan sample.( Klorida ) Untuk mengidentifikasi adanya ion Cl. Ksp dari AgCl yaitu sebesar 1x10-12. Pada uji ini untuk mengidentifikasi nitrat digunakan reagensia yang lain daripada yang digunakan pada umunya karena garam-garam nitrat sangat mudah larut. Selain itu AgCl (putih) . Larutan tersebut dikatakan pula telah jenuh karena apabila larutan telah jenuh dengan zat yang bersangkutan maka endapan dapat terbentuk. baik itu larutan ‘unkown’ ataupun ‘known’. Test ketiga yaitu uji khusus untuk anion nitrat. Test yang pertama yaitu penambahn reagen AgNO3 pada sample yang bertujuan untuk mengendapkan beberapa anion yang mungkin akan mengendapkan dalam bentuk garam dengan kation Ag+. Pada percobaan ini ada beberapa anion yang akan diidentifikasi. Warna dari larutan sample yaitu bening dan setelah ditambahkan AgNO3 menjadi putih keruh dan terdapat endapan putih. Setelah itu ditambahkan HNO3 yang bertujuan melarutkan endapan AgCl atau uji devinitif lebih lanjut diperoleh larutan menjadi lebih jernih dibandingkan sebelumnya namun endapan tidak larut. Fungsi penambahan AgNO3 untuk mengendapkan Cl. Test kedua yaitu penambahan reagen Ba(C2H3O2)2 dan HCl. Kemudian ditambahankan HNO3 jika terdpat endapan.adalah penambahan suatu bahan atau reagen yang bereaksi atas sekelompok ion yang berbeda-beda. digunakan test 3 yaitu dengan penambhan reagen AgNO3.sudah cukup stabil dan memiliki kerapatan yang tinggi maka sulit untuk memutuskan dengan penambahan HNO3encer. diantaranya: Analisis Sampel Known Cl.sebagai AgCl. Ini disebabkan karena senyawa AgCl. atau dapat ditulis Qc>Ksp. 1985 ) Endapan tersebut dapat terbentuk karena hasil kali kelarutan dari larutan dari larutan tersebut telah terlampui oleh hasil kali konsentrasi ion-ion yang terlibat. reaksinya: Ag+ + Cl( Svehla. maka dilakukan beberapa test untuk mengujina.

ini diidentifikasi dengan test 3.( Bromida) Anion Br.AgCl memiliki Ksp sangat kecil ( 1x10-12 ) maka tidak larut dengan penambahan HNO3 yang memiliki konsentrasi rendah. larutan ditambahkan HNO3 ( asam nitrat ). Reaksinya: Ag+ + Br. Reaksinya: AgCl (s) + HNO3  AgCl (s) + H2O + NO3Endapan putih ( Svehla. Ksp AgBr yaitu sebesar 4x10-13. 1985 ) Br. Jadi.menjadi AgBr. Endapan ini terbentuk karena larutan telah terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan dan hasil kali konsentrasi ion-ionnya telah melampui harga hasil kali kelarutannya atau dapat ditulis Qc>Ksp. Hasil yang diperoleh yaitu larutan menjadi lebih . AgCl dapat larut dalam ammonia encer yang menunjukkan sample mengandung ion Cl-. pada uji ini penambahan HNO3 bertujuan untuk menguatkan identifikasi bahwa adanya ion Cl-. Larutan KBr ini berwarna bening. Selanjutnya untuk memastikan bahwa sampel tersebut adalah ion Br-. 1985 ) Penambahan AgNO3 bertujuan untuk mengendapkan Br. dimana terbentuknya endapan AgCl yang tidak larut dengan HNO3encer. Kemudian direaksikan dengan AgNO3 dan warna larutan menjadi putih agak keruh dan terdapat endapan berwarna kuning pucat. AgBr (s) kuning pucat ( Svehla.

Lalu direaksikan dengan AgNO3 dan warna larutan menjadi kuning dan terbentuk endapan kuning.jernih namun endapan AgBr sudah cukup stabil dan memiliki kerapatn yang tinggi sehingga susah diputus dengan penambahan HNO3encer. Jadi pada test ini. Ini disebabkan senyawa AgI ini stabil dan  AgI(s) .ini diidentifikasi dengan test 3. larutan KI ini berwarna bening.pada sample. Hal ini dikuatkan pada literature yang menyatakan bahwa endapan AgBr tidak dapat larut dalam asam nitrat encer. Reaksi: Ag+ + Ikuning ( Svehla. selain itu AgBr memiliki Ksp yang lebih kecil daripada AgNO3. AgBr akan larut dalam ammonia pekat. Reaksi: AgBr (s) + HNO3  AgBr (s) + H2O + NO3- Endapan kuning Pucat ( Petrucci. maka sample terbukti ion Br-. Ksp AgI sebesar 10-16.( Iodida ) Anion I. penambahan HNO3 bertujuan untuk menguatkan identifikasi bahwa terdapat ion Br. Kemudian larutan ditambahkan HNO3. Hasil yang diperoleh yaitu menjadi lebih jernih namun endapan tidak larut. yang bertujuan untuk memastikan bahwa endapan kuning merupakan endapan AgI. kolium sianida dan natrium tiosulfat. 1992 ) I. 1985 ) Endapan ini terbentuk karena larutan telah terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan dan hasil kali konsentrasi ion-ion telah melampui harga hasil kali kelarutannya atau dapat ditulis Qc>Ksp. Tujuan dari penambahan AgNO3 untuk menegndapkan Iodida.

( Kromat ) Anion CrO4. Berarti sample terbukti ion kromat. larutan CrO4. BaCrO4 + 2HCl BaCl2 + H2Cr2O4 . Selain itu.juga akibat dari pengaruh dari efek ion sekutu yaitu NO3. Selain itu HCl bertujuan untuk melarutkan endapan. sehingg endapan ang terbentuk tidak akan melarut kembali. 1985 ) CrO42. Reaksi: Ag+ + NO3 AgI + H2O + NO3- Endapan kuning ( Svehla.dimana efek ion sekutu dalam larutan akan menurunkan kelarutan endapan. Reaksi: CrO42. Setelah itu penambahan Ba asetat kuning dan ada endapan kuning. Saat setelah penambahan HCl. Endapan AgI akan larut sedikit dalam ammonium pekat dan sangat larut dalam natrium tioulfat.+ Ba2+ ( Sevhla.ini diidentifikasi dengan test 4. Hal ini menunjukkan adanya reaksi terhadap HCl.yang berwarna kuning direaksikan dengan Ba asetet yang bertujuan untuk mengendapkan kromat dari barium kromat. 1985 ) Setelah itu ditambahkan HCl yang bertujuan untuk uji desintif dan untuk BaCrO4 menguatkan identifikasi bahwa terdapat ion Cr2.memiliki kerapatan yang tinggi maka susah untuk diputus ikatannya dengan penambahan HNO3encer. endapan ang terbentuk yaitu endapan putih.pada sample. karena [ BaCl ] < [BaCrO4]. Endapan terbentuk karena larutan telah terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan dan hasil kali konsentrasi ion-ion telah terlampui harga kali kelarutannya atau dapat ditulis Qc>Ksp.

Selain itu HCl juga berfungsi untuk melarutkan endapan.timbul gas dan panas. 1985 ) Analisis Sampel Unknown Sampel III Test 3 Pada test 3 sample larutan yang berwarna bening direaksikan dengan AgNO3 dan terbentuk endapan berwarna putih.( Svehla. terdapat endapan putih dan larytan berwarna orange. Setelah doreaksikan dengan HCl dan endapan tdak dapat larut. Reaksi: Ba2+ + C2O42( Svehla. Setelah penambahan Ba-asetat. Tujuan penambahan HCl untuk uji definitive dan menguatkan identifikasi bahwa terdapat ion oksalat pada sample.hal ini .kemudian ditambahkan larutan HNO3 dan membentuk endapan tetap putih. larutan C2O42.yang berwarna bening direaksikan dengan Ba-asetat.ini diidentifikasi dengan test 4. 1985 ) Endapan dapat terbentuk karena larutan terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan dan hasil kali konsentrasi ion-ion telah terlampaui harga kali kelarutannya atau dapat ditulis Qc>Ksp. 1985 ) C2O42.dan Cl. Tujuan dari penambahan Ba-asetat untuk mengendapkan ion oksalat. Reaksi: BaC2O4 + HCl BaCl2 + H2C2O4 Ba ( C2O4 ) ( Svehla.lebih tinggi daripada rapat muatan BaC2O4.( Oksalat ) Anion C2O42. Endapan BaCl2 tidak dapat larut karena rapatan muatan anatara Ba.

dapat terbentuk endapan karena harga QC > KSP dan larutan telah melewati titik jenuh. Pada penambahan HNO3 endapan tidak larut karena Ksp AgCl lebih kecil dari Ksp AgNO3 Test 4 Pada test 4 sampel 3 yang berwarna bening direaksikan dengan Barium asetat terbentuk endapan putih kemudian ditambahkan HCl yang berfungsi untuk uji definitif endapan larut.fungsi penambahan AgNO3 yaitu untuk mengendapkan anion.sedangkan HNO3 berfungsi untuk uji definitif yaitu untuk menguatkan adanya ion perak pda sampel. Reaksi: Cl. Reaksi: Cl.karena menunjukkan hasil positif terhadap anion Cl-. Berdasarkan test yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa sampel mengandung anion Cl.+ AgNO3 AgCl (s) + NO3Endapan putih AgCl + HNO3 endapan tidak larut (svehla.1985) Keterangan: Endapan AgCl terbentuk karena hasil kali konsentrasi ion Ag+ dan Clmelampaui Ksp AgNO3.+ Ba(CH3COO)2 BaCl2 (s) + CH3COO- BaCl2 + HCl endapan larut Keterangan: .menunjukkan hasil positif adanya ion perak.

Sampel IV Test 3 Pada test 3 sampel larutan yang berwarna kuning bening ditambahkan AgNO3 terbentuk endapan putih.dapat terendapkan oleh Barium asetat menjadi endapan putih BaCl2. Sampel tidak termasuk dalam golongan perak karena pada uji definitif pada penambahn HNO3 endapan tidak larut. Sampel termasuk dalam golongan anion kal-bar-si karena sampel tersebut terendapkan oleh Barium asetat dan tidak larut dalam HCl.+ 2 Ag+ Ag2SO4 (s) Ag2SO4 (s) + HNO3  endapan tidak larut + panas + gas Test 4 Pada test 4 sampel larutan yang berwarna kuning bening ditambahkan Barium asetat terbentuk endapan putih. maka dapat disimpulkan . Reaksi: SO42. endapan putih tidak larut. Sedangkan penambahan HCl berfungsi untuk uji definitif anion golongan kal-bar-si. Kemudian ditambah HNO3 endapan larut dan membentuk gas serta panas.Anion Cl. kemudian ditambahkan HCl. Penambahan AgNO3 berfungsi untuk mengendapkan anion golongan perak dan penambahan HNO3 berfungsi untuk uji definitif untuk menguatkan adanya anion golongan perak pada sampel. Endapan terbentuk karena larutan kelewat jenuh dan hasil kali konsentrasi ion-ion BaCl2 melampaui Ksp Barium asetat. Penambahan Barium asetat berfungsi untuk mengendapkan anion golongan kalsium-barium-besi.

Reaksi: SO42.bahwa anion yang terkandung dalam sampel adalah ion SO42.+ Ba2+  BaSO4 (s) BaSO4 (s) + HCl  endapan tidak larut Sampel V Sampel VI VII.karena anion tersebut mempunyai selektifitas ion yaitu pada penambahan HCl endapan tidak dapat larut. KESIMPULAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful