P. 1
Percobaan IV Analisis Anion

Percobaan IV Analisis Anion

|Views: 1,365|Likes:
Published by Ayang S Ichsaniyah

More info:

Published by: Ayang S Ichsaniyah on Mar 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2013

pdf

text

original

Abstrak

Telah dilakukan percobaan yang berjudul “Analisis Anion” dengan tujuan dapat mengidentifikasi anion-anion dalam larutan dan padatan ‘unknown’ dengan menggunakan metode pemisahan ‘kemikalia cair’ yang didasarkan pada kelakuan ion-ion yang berbeda ketika direaksikan dengan reagen-reagen tertentu. Prinsip yang digunakan adalah reaksi spesifik dan selektif ion. Metode dalam percobaan ini adalah pemisahan ‘kemikalia cair’. Hasil dari sample known NaCl + AgNO3  AgCl + HNO3 terbentuk endapan , menjadi panas dan timbul gas. KBr + AgNO3  AgBr + HNO3 terbentuk endapan , menjadi panas dan gas. KI +AgNO3  AgI + HNO3 terbentuk endapan hitam, panas, baud an gas. Pada hasil unknown sample 3 + AgNO3 terbentuk endapan putih setelah ditambah HNO3 timbul gas, panas dan endapan tidak larut. Pada sample 3 + Ba[CH3COO]2 terbentuk endapan putih + HCl endapan larut maka sampel 3 merupakan ion Br-. Pada sampel 4 + AgNO3 terbentuk endapan + HCl maka endapan larut, saat sampel 4 ditambah Ba[CH3COO]2 terbentuk endapan putih + HCl endapan tidak larut, menunjukkan sampel 4 mengandung ion SO4. Sampel 6 di uji dengan test 3 dengan + AgNO3 tidak terbentuk endapan dan timbul warna coklat, saat sampel 6 ditambah Ba(CH3COO)2 terbentuk endapan dan larutan berwarna kuning kemudian ditambah HCl endapan larut dan warna menjadi orang maka sampel 6 adalah ion CrO4-. Sampel 5 di test dengan test 5 dengan ditambah H2SO4 + FeSO4 terbentuk cincin coklat maka ion yang terbentuk adalah NO3-.

PERCOBAAN IV ANALISIS ANION

I.

TUJUAN PERCOBAAN Dapat mengidentifikasi anion-anion dalam larutan dan padatan

‘unknown’ dengan menggunakan metode pemisahan ‘kemikalia cair’ yang didasarkan pada kelakuan ion-ion yang berbeda ketika direaksikan dengan reagen-reagen tertentu.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

I.1 Analisa Kualitatif

Dalam analisa kualitatif ada 2 macam uji yaitu reaksi kering dan basah. Reaksi kering dapat ditetapkan untuk zat-zat padat dan reaksi basah digunakan untuk zat dalam larutan. Kebanyakan reaksi kering yang diuraikan dapat digunakan untuk analisis semimikro dengan hanya identifikasi kecil. Uji ini benar-benar memberikan informasi yang bermanfaat dalam waktu yang singkat. Teknik yang berbeda digunakan untuk reaksi basah dalam analisis makro, semimikro, mikro. ( Vogel,1985 )
I.2 Metode Pengendapan

Kelarutan zat adalah jumlahnya jika dilarutkan pada pelarut yang di ketahui beratnya dan zat tersebut mempunyai kesetimbangan dengan pelarut itu. Larutan lewat jenuh adalah larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih besar dibanding dalam keadaan setimbang pada suhu tertentu. Kelarutan

Endapan terbentuk dengan larutan itu menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. hasil kali konsentrasi ion perak dan ion klorida adalah konstan. Teapan kesetimbangan dapat ditulis sebagai: K= [Ag ] [Cl ] + - [ AgCl ] Konsentrasi perak klorida dalam fase padat tidak berubah dan karenanya dapat dimasukkan ke dalam suatu tetapan baru. sedangkan ion-ion Ag+ dan Cl.dan vbBn- . Pengendapan dilakukan dengan larutan encer yang ditambahkan pereaksi perlahan-lahan dengan pengadukan yang teratur. maka kesetimbangan yang terjadi: AgCl Ag+ + Cl- Reaksi diatas merupakan kesetimbangan heterogen. Ksp dinamakan hasil kali kelarutan: Ksp = Ag + [ ] [Cl ] − Jadi dalam larutan perak klorida. Bvb yang terion menjadi ion-ion va Am. Kelarutan endapan sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya.1985) I.ada dalam fase tersebut. ( Vogel. misalnya: jika endapan perak klorida ada dalam kesetimbangan dengan larutan jenuhnya.bertambah dengan bertambahnya temperatur. karena AgCl ada dalam fase padat.3 Hasil Kali Kelarutan Larutan jenuh suatu garam yang juga mengandung garam tersebut yang tak larut. Untuk larutan jenuh suatu elektrolit Ava . dengan kelebihan merupakan suatu sistem kesetimbangan terhadap hukum massa dapat diberlakukan. pada suhu dan tekanan konstan.

dengan konsentrasi ion dipangkatkan dengan bilangan yang sama dengan jumlah masing-masing ion yang dihasilkan oleh disosiasi dari suatu molekul elektrolit (Vogel.Ava Bvb Hasil kali kelarutan [K] dapat dinyatakan sebagai: Ksp = A m − [ ] × [B ] va n − vb Sehingga dapat dinyatakan bahwa dalam larutan jenuh suatu elektrolit yang sedikit larut. Larutan harus mudah menguap agar endapannya mudah untuk ditimbang. hasil kali konsentrasi dari ion-ion pembentuknya untuk setiap suhu tertentu adalah konstan. Larutan pencuci dibagi menjadi 3 kelompok. Larutan yang dapat mencegah hidrolosis garam dari basa lemah atau asam lemah 3. 1985) I. Larutan yang dapat mencegah terbentuknya koloid yang mengakibatkan dapat lolos pada kertas saring (Vogel. Larutan yang dapat mengurangi kelarutan dari endapannya 2.5 Reaksi Pembentukan Kompleks Dalam pelaksanaan analisis anorganik kualitatif banyak digunakan reaksi yang menghasilkan pembentukan kompleks.4 Pencucian Endapan Pencucian endapan bertujuan untuk menghilangkan kontaminasi (zat-zat pengotor) pada permukaan endapan. yaitu: 1. 1985) I. Pencucian endapan menggunakan larutan elektrolit kuat yang mengandung ion sejenis yang sama dengan endapan agar kelarutan endapan berkurang. Suatu ion kompleks dari .

CuCl.000).5 mg Cl¯ (batas konsentrasi 1 dalam 30.3 Iodida Kelarutan iodide adalah serupa dengan klorida dan bromida.merkurium (II). Semua bromide lainnya larut. tembaga (I) dan timbel iodide adalah garam-garam yang sedikit larut. (Vogel.6.000). perak klorida.suatu atom (ion) pusatnya dan sejumlah ligan yang terikat erat dengan atom pusat itu.6. 1985) I. 1985) 2. BiOCl. yang ini sangat sedikit larut dalam air dingin. Kepekaan 2 mg Br2 (batas konsentrasi 1 dalam 25.6.000).6 Analisis Anion 2. tak larut dalam air. (Vogel.4 Nitrat . Meskipun ini tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk atau lingkup konsep valensi yang klasik. Hg. HgOCl tak larut dalam air.Perak. 1985) 2. Kepekaan 1. tetapi mudah larut dalam air panas atau mendidih. SbOCL. tetapi lebih larut dalam air mendidih. Kepekaan 2 mg I2 (batas konsentrasi 1 dalam 20. 1985) 2.3 mg Cl¯ (batas konsentrasi 1 dalam 150.2 Bromida Kelarutan Ag.1 Klorida Kebanyakan klorida larut dalam air. (Vogel. Jumlah relatif komponen ini dalam kompleks yang stabil nampak mengikuti stoikiometri yang sangat tertentu.6.000) dan 0. (Vogel. merkurium klorida. Timbel bromide sangat sedikit larut dalam air dingin. Cu.

(Vogel. merupakan asam kuat. titik didih: 97°C. yaitu ion-ion hydrogen. 1985) 2. 1994) I.Semua nitrat larut dalam air. densitas: 1. bersifat korosif.7 Analisa Bahan I. 1985) 2. densitas: 1. tidak berbau. asam kuat. titik leleh: -10°C. Kepekaan 0.8. nutrat dari merkurium dan bismuth menghasilkan garam basa setelah diolah dengan air.7. (Daintith. Sulfat dari merkurium (II) dan kalsium larut sedikit dan kebanyakan sulfat dari logam-logam sisanya larut. kromat.6. agak kental. reagen analitik.6 Kromat Kromat logam biasanya adalah zat-zat padat warna yang menghasilkan larutan kuning bila larut dalam air.05 mg Nitrat dengan batas konsentrasi 1 dalam 1 juta.1 AgNO3 Sifat fisik: Padatan kristal tidak berwarna. 1985) I. titik leleh: 59°C.Garamgaram ini larut dalam asam nitrat encer. berubah menjadi dikromat. Sifat kimia: digunakan sebagai katalis. higroskopis.7.2 H2SO4 Sifat fisik: cairan jernih tidak berwarna. Asam mineral encer. (Vogel.5 Sulfat Sulfat dari barium. Sifat kimia: Larut dalam asam nitrat encer.82. titik didih 315-338°C. (Vogel. stronsium dan timbale praktis tidak larut dalam air. .6.

tidak berbau.5 Aquades Sifat fisik: berat molekul18. (Basri.7. 1996) I.1°C.4 HCl Sifat fisik : tidak berwarna. agak kekuningan.3 HNO3 Sifat fisik: Asam anorganik. Sifat kimia: bersifat polar dan sebagai pelarut universal. densitas: 1.7.08. titik leleh 0°C.7. Sifat kimia: sebagai oksidator. (Basri. termasuk asam kuat. (Basri. tidak berwarna. titik didih 100°C. berbau tajam. 1996) I.89. 1996) I. dilarutkan dengan mereaksikan NaCl dengan H2SO4 pekat.9°C Sifat kimia: larut dalam pelarut air. titik didih: 84. titik leleh: -4.(Basri. bersifat korosif. 1996) . titik didih: 83°C. Densitas 1.

III. Gelas ukur 3. H2SO4 3. AgNO3 2.1 Alat 1. Tabung reaksi 2.2 Bahan 1. Gelas beker 4. Penjepit 5.1.1. HCl 4.1 Alat dan Bahan 3.2 Gambar Alat . Erlenmeyer 3. Aquades 3. HNO3 5. METODE PERCOBAAN 3.

1 Test 3 Garam known Tabung reaksi Penambahan 10 tetes HNO3 Pengamatan Larutan Endapan Penambahan HCl Pengamatan .3.3 Skema Kerja 3.Tabung Erlenmeyer Reaksi gelas ukur gelas beaker penjepit 3.

3.2 Test 4 5 tetes larutan garam Tabung reaksi Penambahan 2-3 tetes Ba(C2H3O2)2 Pengamatan Larutan Endapan Penambahan HCl Pengamatan Hasil 3.3.3 Test 5 .Hasil 3.

HIPOTESISSIS .1 Larutan known & unknown Ion yang diuji BrICrO42NO3C2O42Cl- test 3 AgNO3 HNO3 test 4 Ba Asetat HCl H2SO4 test 5 FeSO4 V.2 tetes larutan nitrat Tabung reaksi Penambahan 10 tetes H2SO4 Pencampuran dan Pendiaman sampai dingin Penambahan 3-4 tetes FeSO4 Hasil IV. DATA PENGAMATAN 4.

direaksikan dengan Ba (C2H2O2)2 + HO menghasilkan endapan putih .direaksikan dengan H2SO4 pekat ditambah FeSO4 menghasilkan cincin coklat .direaksika dengan AgNO3 + HNO3  endapan putih kekunigan Larutan I.direaksikan dengan AgNO3 dan HNO3 akan dibentuk endapan putih .direaksikan dengan AgNO3 + HNO3  endapan kuning Larutan SO3. Metode yang digunakan adalah pemisahan kemikalia cair yang didasarkan pada kelakuan-kelakuan ion-ion yang berbeda ketika direaksikan dengan reagenreagen tertentu.dan SO42. Prinsip yang digunakan yaitu didasarkan pada reaksi spesifik dan reaksi selektf ion. Sendangkan. Larutan Br. Metode dalam percobaan ini yakni pengendapan dan pembentukan kompleks kemungkinan hasil yang diperoleh yakni bila larutan Cl. reaksi selektif ion . VI. Reaksi speifik yaitu penambahan suatu bahan atau reagen yang hanya dapat bereaksi dengan satu ion tertentu. HNO3 . AgNO3. PEMBAHASAN Percobaan yang berjudul “Analisis Anion” ini yang bertujuan untuk mengidentifikasi anion-anion dalam larutan dan padatan ‘unkown’ maupun ‘known’.direaksikan dengan Ba (C2H2O2)2 menghasilkan endapan putih Larutan NO3. Larutan CrO42.Percobaan analisis anion yang dalam bentuk larutan dari padatan unknown diidentifikasi dengan metode pemisahan dan yang direaksikan dengan reagen-reagen tertentu seperti H2SO4.

digunakan test 3 yaitu dengan penambhan reagen AgNO3. reaksinya: Ag+ + Cl( Svehla. Kemudian ditambahankan HNO3 jika terdpat endapan. Fungsi penambahan AgNO3 untuk mengendapkan Cl. Ksp dari AgCl yaitu sebesar 1x10-12.sebagai AgCl. Setelah itu ditambahkan HNO3 yang bertujuan melarutkan endapan AgCl atau uji devinitif lebih lanjut diperoleh larutan menjadi lebih jernih dibandingkan sebelumnya namun endapan tidak larut. atau dapat ditulis Qc>Ksp. 1985 ) Endapan tersebut dapat terbentuk karena hasil kali kelarutan dari larutan dari larutan tersebut telah terlampui oleh hasil kali konsentrasi ion-ion yang terlibat. Pada uji ini untuk mengidentifikasi nitrat digunakan reagensia yang lain daripada yang digunakan pada umunya karena garam-garam nitrat sangat mudah larut. Selain itu AgCl (putih) . Test kedua yaitu penambahan reagen Ba(C2H3O2)2 dan HCl. Warna dari larutan sample yaitu bening dan setelah ditambahkan AgNO3 menjadi putih keruh dan terdapat endapan putih. Larutan tersebut dikatakan pula telah jenuh karena apabila larutan telah jenuh dengan zat yang bersangkutan maka endapan dapat terbentuk. Pada percobaan ini ada beberapa anion yang akan diidentifikasi. diantaranya: Analisis Sampel Known Cl.( Klorida ) Untuk mengidentifikasi adanya ion Cl.sudah cukup stabil dan memiliki kerapatan yang tinggi maka sulit untuk memutuskan dengan penambahan HNO3encer. Test yang pertama yaitu penambahn reagen AgNO3 pada sample yang bertujuan untuk mengendapkan beberapa anion yang mungkin akan mengendapkan dalam bentuk garam dengan kation Ag+. maka dilakukan beberapa test untuk mengujina. Test ketiga yaitu uji khusus untuk anion nitrat. baik itu larutan ‘unkown’ ataupun ‘known’.adalah penambahan suatu bahan atau reagen yang bereaksi atas sekelompok ion yang berbeda-beda. Dalam mengidentifikasi anion-anion yang ada pada sample.dalam larutan sample. Ini disebabkan karena senyawa AgCl.

Reaksinya: AgCl (s) + HNO3  AgCl (s) + H2O + NO3Endapan putih ( Svehla. Larutan KBr ini berwarna bening. Hasil yang diperoleh yaitu larutan menjadi lebih . Reaksinya: Ag+ + Br. 1985 ) Br. Ksp AgBr yaitu sebesar 4x10-13. AgCl dapat larut dalam ammonia encer yang menunjukkan sample mengandung ion Cl-. pada uji ini penambahan HNO3 bertujuan untuk menguatkan identifikasi bahwa adanya ion Cl-. Jadi. Kemudian direaksikan dengan AgNO3 dan warna larutan menjadi putih agak keruh dan terdapat endapan berwarna kuning pucat.menjadi AgBr.( Bromida) Anion Br. 1985 ) Penambahan AgNO3 bertujuan untuk mengendapkan Br. Selanjutnya untuk memastikan bahwa sampel tersebut adalah ion Br-. Endapan ini terbentuk karena larutan telah terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan dan hasil kali konsentrasi ion-ionnya telah melampui harga hasil kali kelarutannya atau dapat ditulis Qc>Ksp. larutan ditambahkan HNO3 ( asam nitrat ). AgBr (s) kuning pucat ( Svehla.ini diidentifikasi dengan test 3.AgCl memiliki Ksp sangat kecil ( 1x10-12 ) maka tidak larut dengan penambahan HNO3 yang memiliki konsentrasi rendah. dimana terbentuknya endapan AgCl yang tidak larut dengan HNO3encer.

Lalu direaksikan dengan AgNO3 dan warna larutan menjadi kuning dan terbentuk endapan kuning. 1985 ) Endapan ini terbentuk karena larutan telah terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan dan hasil kali konsentrasi ion-ion telah melampui harga hasil kali kelarutannya atau dapat ditulis Qc>Ksp. larutan KI ini berwarna bening. Tujuan dari penambahan AgNO3 untuk menegndapkan Iodida.( Iodida ) Anion I. Hal ini dikuatkan pada literature yang menyatakan bahwa endapan AgBr tidak dapat larut dalam asam nitrat encer. Ksp AgI sebesar 10-16.jernih namun endapan AgBr sudah cukup stabil dan memiliki kerapatn yang tinggi sehingga susah diputus dengan penambahan HNO3encer. Reaksi: Ag+ + Ikuning ( Svehla.ini diidentifikasi dengan test 3. Jadi pada test ini. penambahan HNO3 bertujuan untuk menguatkan identifikasi bahwa terdapat ion Br. AgBr akan larut dalam ammonia pekat. Hasil yang diperoleh yaitu menjadi lebih jernih namun endapan tidak larut. Kemudian larutan ditambahkan HNO3.pada sample. Reaksi: AgBr (s) + HNO3  AgBr (s) + H2O + NO3- Endapan kuning Pucat ( Petrucci. Ini disebabkan senyawa AgI ini stabil dan  AgI(s) . selain itu AgBr memiliki Ksp yang lebih kecil daripada AgNO3. 1992 ) I. kolium sianida dan natrium tiosulfat. maka sample terbukti ion Br-. yang bertujuan untuk memastikan bahwa endapan kuning merupakan endapan AgI.

juga akibat dari pengaruh dari efek ion sekutu yaitu NO3. Setelah itu penambahan Ba asetat kuning dan ada endapan kuning.+ Ba2+ ( Sevhla. Endapan AgI akan larut sedikit dalam ammonium pekat dan sangat larut dalam natrium tioulfat. Hal ini menunjukkan adanya reaksi terhadap HCl.ini diidentifikasi dengan test 4.memiliki kerapatan yang tinggi maka susah untuk diputus ikatannya dengan penambahan HNO3encer. Reaksi: CrO42. Selain itu HCl bertujuan untuk melarutkan endapan. Endapan terbentuk karena larutan telah terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan dan hasil kali konsentrasi ion-ion telah terlampui harga kali kelarutannya atau dapat ditulis Qc>Ksp. Selain itu.yang berwarna kuning direaksikan dengan Ba asetet yang bertujuan untuk mengendapkan kromat dari barium kromat. Saat setelah penambahan HCl. endapan ang terbentuk yaitu endapan putih. larutan CrO4. karena [ BaCl ] < [BaCrO4].dimana efek ion sekutu dalam larutan akan menurunkan kelarutan endapan.( Kromat ) Anion CrO4.pada sample. Berarti sample terbukti ion kromat. 1985 ) CrO42. sehingg endapan ang terbentuk tidak akan melarut kembali. 1985 ) Setelah itu ditambahkan HCl yang bertujuan untuk uji desintif dan untuk BaCrO4 menguatkan identifikasi bahwa terdapat ion Cr2. BaCrO4 + 2HCl BaCl2 + H2Cr2O4 . Reaksi: Ag+ + NO3 AgI + H2O + NO3- Endapan kuning ( Svehla.

1985 ) Endapan dapat terbentuk karena larutan terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan dan hasil kali konsentrasi ion-ion telah terlampaui harga kali kelarutannya atau dapat ditulis Qc>Ksp. Setelah penambahan Ba-asetat. Reaksi: Ba2+ + C2O42( Svehla.( Oksalat ) Anion C2O42. larutan C2O42.( Svehla.yang berwarna bening direaksikan dengan Ba-asetat.hal ini . Endapan BaCl2 tidak dapat larut karena rapatan muatan anatara Ba.kemudian ditambahkan larutan HNO3 dan membentuk endapan tetap putih. terdapat endapan putih dan larytan berwarna orange.dan Cl. 1985 ) Analisis Sampel Unknown Sampel III Test 3 Pada test 3 sample larutan yang berwarna bening direaksikan dengan AgNO3 dan terbentuk endapan berwarna putih. Setelah doreaksikan dengan HCl dan endapan tdak dapat larut.timbul gas dan panas. Reaksi: BaC2O4 + HCl BaCl2 + H2C2O4 Ba ( C2O4 ) ( Svehla. 1985 ) C2O42. Tujuan dari penambahan Ba-asetat untuk mengendapkan ion oksalat.lebih tinggi daripada rapat muatan BaC2O4.ini diidentifikasi dengan test 4. Selain itu HCl juga berfungsi untuk melarutkan endapan. Tujuan penambahan HCl untuk uji definitive dan menguatkan identifikasi bahwa terdapat ion oksalat pada sample.

karena menunjukkan hasil positif terhadap anion Cl-.1985) Keterangan: Endapan AgCl terbentuk karena hasil kali konsentrasi ion Ag+ dan Clmelampaui Ksp AgNO3. Reaksi: Cl.+ AgNO3 AgCl (s) + NO3Endapan putih AgCl + HNO3 endapan tidak larut (svehla.menunjukkan hasil positif adanya ion perak.dapat terbentuk endapan karena harga QC > KSP dan larutan telah melewati titik jenuh. Berdasarkan test yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa sampel mengandung anion Cl.fungsi penambahan AgNO3 yaitu untuk mengendapkan anion.sedangkan HNO3 berfungsi untuk uji definitif yaitu untuk menguatkan adanya ion perak pda sampel.+ Ba(CH3COO)2 BaCl2 (s) + CH3COO- BaCl2 + HCl endapan larut Keterangan: . Pada penambahan HNO3 endapan tidak larut karena Ksp AgCl lebih kecil dari Ksp AgNO3 Test 4 Pada test 4 sampel 3 yang berwarna bening direaksikan dengan Barium asetat terbentuk endapan putih kemudian ditambahkan HCl yang berfungsi untuk uji definitif endapan larut. Reaksi: Cl.

+ 2 Ag+ Ag2SO4 (s) Ag2SO4 (s) + HNO3  endapan tidak larut + panas + gas Test 4 Pada test 4 sampel larutan yang berwarna kuning bening ditambahkan Barium asetat terbentuk endapan putih. Reaksi: SO42.Anion Cl. Sedangkan penambahan HCl berfungsi untuk uji definitif anion golongan kal-bar-si.dapat terendapkan oleh Barium asetat menjadi endapan putih BaCl2. Penambahan AgNO3 berfungsi untuk mengendapkan anion golongan perak dan penambahan HNO3 berfungsi untuk uji definitif untuk menguatkan adanya anion golongan perak pada sampel. Sampel IV Test 3 Pada test 3 sampel larutan yang berwarna kuning bening ditambahkan AgNO3 terbentuk endapan putih. endapan putih tidak larut. Kemudian ditambah HNO3 endapan larut dan membentuk gas serta panas. Endapan terbentuk karena larutan kelewat jenuh dan hasil kali konsentrasi ion-ion BaCl2 melampaui Ksp Barium asetat. Sampel termasuk dalam golongan anion kal-bar-si karena sampel tersebut terendapkan oleh Barium asetat dan tidak larut dalam HCl. Sampel tidak termasuk dalam golongan perak karena pada uji definitif pada penambahn HNO3 endapan tidak larut. kemudian ditambahkan HCl. Penambahan Barium asetat berfungsi untuk mengendapkan anion golongan kalsium-barium-besi. maka dapat disimpulkan .

Reaksi: SO42.karena anion tersebut mempunyai selektifitas ion yaitu pada penambahan HCl endapan tidak dapat larut. KESIMPULAN .bahwa anion yang terkandung dalam sampel adalah ion SO42.+ Ba2+  BaSO4 (s) BaSO4 (s) + HCl  endapan tidak larut Sampel V Sampel VI VII.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->