TUGAS MAKALAH TEORI HUKUM DAN KONSTITUSI “MAHKAMAH KONSTITUSI”

OLEH
INZUMIRAD

13256/2009

Pendidikan Kewarganegaraan Jurusan Ilmu Sosial Politik

Fakultas Ilmu Sosial

UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2011

Selain itu saya berharap makala ini bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian. Penulis. dan saya meminta kritikan dan saran dari pembaca untuk lebih baiknya kedepan.Kata Pengantar Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberi saya kesehatan sehingga saya bisa mengerjakan makalah ini hingga selesai. Makalah ini saya buat untuk melengkapi tugas semester yang disuruh oleh dosen yang bersangkutan untu tugas akhir semester. Jika terdapat kesalahan dalam makalah ini saya mohon maaf. Terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah teori hukum dan konstitusi karena makalah ini tak luput dari usah jerih payahnya dalam mengajar kami tentang konstitusi sehingga saya bisa lebih mengerti tentang konstitusi sehingga makalah ini bisa saya buat. Shalawat dan salam saya kirimkan ke roh nabi besar Muhammad SAW karena jasanya lah kita bisa menempuh alam modern seperti saat sekarang ini. Inzumirad .

... Perbandingan MK dengan Negara lain ................. a............................................................. Tanggung jawab dan akuntabilitas MK .......................... ...................................... ...................................................... c.......................DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi BAB I Pendahuluan a............................................................................................................................ Kewenangan dan hak MK ...................................................................... ....................................... Sejarah MK ......................................................... ................................................................................................................................................. b....................... Hakim Konstitusi ................................. BAB II Pembahasan ................................................. c........................... Latar Belakang Tujuan Penulisan Rumusan masalah Sistematika Penulisan ......... .................................................. BAB III Penutup Kesimpulan Saran ....................................... Pengertian MK ............................ d....................... ............................. b..................... ..................

Sebagai akibat perubahan tersebut. Bangsa itu telah mengadopsi prinsip-prinsip baru dalam sistem ketenegaraan. Latar Belakang Pembentukan Mahkamah Konstitusi (MK) pada pokoknya memang diperlukan karena bangsa kita telah melakukan perubahan-perubahan yang mendasar atas dasar undang-undang dasar 1945. Disamping itu juga diperlukan adanya mekanisme untuk memutuskan berbagai persengketaan yang timbul dan tidak dapat diseleseaikan melalui proses peradilan yang biasa. seperti sengketa Pemilu dan tuntutan pembubaran suatu partai politik. yang kewenanganya ditentukan dalam Undang-Undang Dasar serta perlu dilembagakannya peranan hukum dan hakim yang dapat mengontrol proses dan produk keputusan-keputusan politik yang hanya mendasarkan diri pada prinsip. The Rule of Majority”.BAB 1 PENDAHULUAN A. maka perlu diadakan mekanisme untuk memutuskan sengketa kewenangan yang mungkin terjadi antara lembaga-lembaga yang mempunyai kedudukan yang satu sama lain bersifat sederajat. yaitu antara lain dengan adanya sistem prinsip “Pemisahan kekuasaan dan cheeks and balance” sebagai pengganti system supremasi parlemen yang berlaku sebelumnya. Dalam rangka perubahan pertama sampai dengan perubahan keempat UUD 1945. . Perkara-perkara semacam ini berkaitan erat dengan hak dan kebebasan para warganegara dalam dinamika system politik demokratis yang dijamin oleh UUD 1945. fungsi-fungsi Judicial Review atas konstitusionalitas Undang-Undang dan proses pengujian hukum atas tuntutan pemberhentian terhadap Presiden dan / Wakil Preseiden dikaitkan dengan fungsi MK. Karena itu.

Tujuan Penulisan Karya ilmiah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Teori Hukum dan Konstitusi serta agar ingin lebih megkaji dan memahami tentang Hukum dan mahkamah konstitusi. Apakah yang dimaksud dengan Mahkamah Konstitusi ? 2. rumusan masalah. Apa saja Kewenangan dan Hak Mahkamah Konstitusi ? 3.Bab III adalah merupakan bab peutup yang berisikan kesimpulan dan saran. . Sistematika Penulisan . C. Rumusan Masalah 1. tujuan penulisan. Bagaimana Tanggung Jawab dan Akuntabilitas Mahkamah Konstitusi ? D.Bab II merupakan bab Pembahasan yang merupakan esensi dari isi makalah tersebut ini .Bab I merupakan bab pendahuluan yang berisi latar belakang. .B. dan sistematika penulisan.

tindak pidana berat lainnya. atau pendapat DPR bahwa Presiden dan / Wakil Presiden diduga telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap Negara. 2. . 3. 4. atau perbuatan tercela. Sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diatur oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Mahkamah Konstitusi adalah salah satu pelaku kekuasaan kehakiman sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Perselisihan tentang hasil pemilihan umum. korupsi. 2. dan / atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/ atau Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pengujian undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. penyuapan.BAB II PEMBAHASAN A. Permohonan adalah permohonan yang diatur secara tertulis kepada Mahkamah Konstitusi mengenai : 1. 3. Dewan Perwakilan Rakyat yang selanjutnya disebut DPR adalah Dewan Perwakilan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pembubaran partai politik. Pengertian MK Dalam Undang-Undang dijelaskan bahwa: 1.

dan /atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan / atau Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Neagra Indonesia Tahunjh 1945. tindak pidana berat lainnya. Pengkhianatan terhadap Negara adalah tindak pidana terhadap keamanan Negara sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang. 3. kewajiban dan kewenangan Mahkamah Konstitusi adalah : 1. penyuapan. dan Memutuskan perselisihan tentang hasil Pemilihan Umum Wajib memberi putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut UUD 1945 2.Berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusnya bersifat final untuk:   Menguji Undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar 1945 Memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945    Memutuskan pembubaran partai politik. atau perbuatan tercela. mahkamah Knstitusi wajib memberikan putusan atas pendapat DPR bahwa Presiden dan Wakil Presiden diduga telah melakukan pelanggaran hukum beruppa pengkhiyanatan terhadap Negara.Kewenangan dan Hak MK Menurut Undang-Undang Dasar 1945. .Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa : a.

Tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/ Wakil Presiden adalah syarat sebagaimana ditentukan dalam pasal 6 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Undang-Undang Dasar 1945 menentukan bahwa Mk mempunyai 4 Kewenangan Konstitusional yaitu : 1. 3. Tanpa harus mengecilkan arti kewenangan lainnya dan apalagi tidak cukup ruang untuk membahasnya dalam makalah singkat ini. Memutuskan pembubaran partai politik Sementara kewajiban Konstitusi MK adalah memutuskan pendapat DPR bahwa Presiden dan/ atau Wakil Presiden telah bersalah melakukan pelanggaran hukum ataupun tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai Presiden dan/ atau Wakil Presiden seperti yang dimaksud dalam UUD 1945. Menguji undang-undang terhadap UUD 2. Perbuatan yang tercela adalah perbuatan yang dapat merendahkan martabat Presiden dan /atau Wakil Presiden e. Memutuskan sengketa hasil pemilu 4. Memutuskan sengketa kewenangan antara lembaga yang kewenangannya diberikan oleh UUD. Korupsi dan penyuapan adalah tindak pidana korupsi atau penyuapan sebagaiana diatur dalam Undang-Undang c. maka dari keempat kewenangan dan satu .b. Tindak pidana berat lainnya adalah tindak pidana yang diancam dengan pudana penjara 5 (lima ) tahun atau lebih d.

yang dapat dikatakan paling banyak mendapat sorotan di dunia ilmu pengetahuan adalah pengujian atas Konstitusionalitas. dan 3.kewajiban konstitusional tersebut. personalia. Negarawan yang menguasai konstitusi dan ketatanegaraan. Laporan sebagaimana dimaksud diatas dimuat dalam berita berkala yang diterbitkan oleh Mahkamah Konstitusi. Untuk dapat diangkat menjadi hakim konstitusi seorang calon harus memenuhi syarat diantaranya : 1. Tanggung Jawab dan akuntabilitas MK Mahkamah Konstitusi bertanggung jawab mengatur organoisasi. diperiksa. dan keuangan sesuai dengan prinsip pemerintahan yang baik dan bersih. Mahkamah Konstitusi wajib mengumumkan laporan berkala kepada masyarakat secara terbuka mengenai :   Permohonan yang terdaftar. Berusia sekurang-kurangnya 40 tahun pada saat pengangkatan . Memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela 2. administrasi. Hakim Konstitusi Hakim Konstitusi harus mempunyai syarat sebagai berikut : 1. Berpendidikan sarjana hukum 3. Warga Negara Indonesia 2. Adil. Pengelolaan keuangan dan tugas administrasi Negara lainnya. dan diputuskan.

Achmad Roestandi 5. Jimly Asshiddiqie 2. dan dapat dipilih kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan berikutnya. Hakim Konstitusi Periode 2003-2008 adalah : 1.S. Hakim Konstitusi diajukan masing-masing 3 orang oleh Mahkamah Agung. Masa jabatan Konstitusi adalah 5 tahun. Maruarar Siahaan . Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang lebih memperoleh kekuatan hukum tetap karena tidak melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih . 5. Mohammad Laela Marzuki 3. Mempunyai pengalaman kerja dibidang hukum sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun Mahkamah Konstitusi mempunyai 9 Hakim Konstitusi yang ditetapkan olehPresiden. Abdul Muktie Fadjar 4.A. 3 orang oleh Dewan Perwakilan Rakyat . H.4. Harjono 7. Natabaya 6. dan tiga orang oleh Presiden. I Dewa Gede Palguna 8. Tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan . dan 6.

maka dalam rangka menunggu pembentukan Mahkamah Konstitusi. . Dua hari kemudian. Ssetelah disahkannya Perubahan Ketiga UUD 1945. Presiden mengambil sumpah jabatan para hakim konstitusi diistana Negara pada tanggal 16 agustus 2003. DPR dan Pemerintah menyetujui secara bersama Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang mahkamah Konstitusi pada 13 agustus 2003 dan disahkan oleh Presiden pada hari itu. Sejarah MK Sejarah berdirinya lembaga Mahkamah Konstitusi diawali dengan Perubahan Ketiga UUD 1945 dalam pasal 24 ayat (2). dan pasal 7B yang disahkan pada 9 November 2001. MPR menetapkan Mahkamah Agung menjalankan fungsi MK untuk sebagaimana diatur dalam pasal III aturan peralihan UUD 1945 hasil perubahan Keempat. pasal 24C. jimli Asshiddiqie SH. Guru Besar hukum tata Negara Unoversitas Indonesia kelahiran 17 April 1956 ini terpilih pada rapat internal antara anggota hukum Mahkamah Konstitusi tanggal 19 Agustus 2003. dr . pada tanggal 15 Agustus 2003. Setelah melalui pembahasan mendalam . Ketua Mahkamah Konstitusi RI yang pertama adalah Prof. Soedarsono B. DPR dan Pemerintah kemudian membuat Rancangan Undang-Undang tantang Mahkamah Konstitusi.9.

fungsi . Karena Presiden dan/ atau Wakil Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat maka disamping MPR. ide penguji UU menjadi popular dan secara luas didiskusikan dimanamana. Ide ini juga mempengaruhi sehingga “ The Fouding Fathers “ Indonesi dalam siding BPUPKI tanggal 15 juli 1945 mendiskusikannya secara mendalam.Perbandingan MK dengan Negara lain Sejarah pengujian (judicial review) dapat dikatakan dimulai sejak kasus Marbury versus Madison ketika Mahkamah Agung Amerika Serikat yang dipimpin oleh Marsall pada tahun 1803. dan DPD sebagai pelaku kedaulatan rakyat dibidang legislative. Bahkan seperti itu juga terjadi disemua Negara-negara lain yang sebelumnya menganut system supremasi parlemen dan kemudian berubah menjadi Negara demokrasi. UUD 1945 tidak lagi mengenal prinsip supremasi parlemen seperti sebelumnya. Namun sekarang setelah UUD 1945 mengalami perubahan 4 kali paradigma pemikiran yang terkandung didalamnya jelas sudah berubah secara mendasar. jika sebelumnya MPR dianggap sebagai pelaku kedaulatan rakyat sepenhnya dan sebagai penjelmaan seluruh rakyat yang mempunyai kedudukan tertinggi dan dengan kekuasaan yang tidak terbatas. maka sekarang setelah perubahan keempat UUD 1945. sehingga tidak memungkinkan ide pengujian UU dapat diadopsikan kedalam UUD 1945. DPR. sejak itu. Akan tetapi ide ini ditolak oleh Soepomo karena dinilai tidak sesuai dengan paradigma yang telah disepakati dalam rangka penyusunan UUD 1945. Sekarang. Muhammad Yamin yang pertama sekali mengusulkan agar Mahkamah Agung diberikan kewenangan untuk “ …membandingkan UU…” demikian setelah itu.C. MPR itu bukan lagi lembaga satu-satunya sebagai pelaku kedaulatan rakyat. yaitu bahwa UUD Indonesia menganut system supremasi MPR dan tidak menganut ajaran “ trias politica “.

Karena itu para anggotanya tidak disebut Hakim. . Orang-orang Prancis cenderung demikian . Kecenderungan seperti ini dapat dilihat disemua Negara eks komunis yang sebelumnya menganut prinsip supremasi parlemen lalu kemudian berubah menjadi demokrasi. Mahkamah Konstitusi dilembagakan tersendiri diluar Mahkamah Agung. karena lembaga ini tidak menganggap sebagai peradilan dalam arti Lazim. yang jelas di 78 negara itu. Namun. Seperti nagara Venezuela dimana Mahkamah Konstitusinya berada dalam Mahkamah Agung. Terlepas dari perbedaan ini. Akan tetapi. Negara-Negara yang dipengaruhi oleh Prancis menyebutnya Dewan Konstitusi.pengujian UU ditambah fungsi-fungsi lainnya itu selalu dilembagakan kedalam fungsi lembaga Mahkamah Konstitusi yang berdiri sendiri diluar Mahkamah Agung. sementara Belgia menyebutnya Arbitrase Konstitusional. sampai sekarang diseluruh dunia terdapat 78 negara yang melembagakan bentuk-bentuk organ konstitusi ini sebagai lembagatersendiri diluar lembaga Mahkamah Agung. diantara ke-78 negara itu tidak semua menyebutkan dengan Mahkamah Konstitusi. dan terakhir adalah Thailand tahun 1998 dan selanjutnya Indonesia yang menjadi Negara ke-78 yang membentuk lembaga baru ini diluar Mahkamah Agung. Ada pula Negara yang tidak membentuk lembaganya sendiri. Amerika serikat dan semua Negara yang dipengaruhinya menganut pandangan seperti ini juga. melainkan menganggapnya cukup mengaitkan fungsi mahkamah ini sebagai salah satu fungsi tambahan dari fungsi Mahkamah Agung yang telah ada. Negara pertama yang tercatat mempelopori pembentukan lembaga baru ini adalah Austria tahun 1920. selalu membentuk MK yang berdiri sensiri diluar MA Ada beberapa jenis lembaga Mahkamah Konstitusi yang berbeda dari Negara yang satu dengan yang lainnya.

Awalnya semua kegiatan diserahkan kepada Mahkamah Konstitusi sehingga Mahkamah Agung dapat berkonsentrasi menangani perkara-perkara yang diharapkan dapat mewujudkan suatu rasa keadilan bagi setiap warga negaranya.ebih berkenaan dengan “ Lembaga Peradilan Hukum“. DPR dan pemerintah membuat rancangan Undang-Undang tentang Mahkamh Konstitusi. Mahkamah Konstitusi diberi tugas dan kewajiban memutuskan dan membuktikan unsur-unsur kesalahan dan tanggung jawab Pidana Presiden dan/ atau Wakil Presiden yang menurut pendapat DPR telah melakukan pelanggaran hukum menurut UUD.Kedua nilai ini perlu dipisahkan karena pada hakikatnya keduanya memang berbeda. Memang tidak dapat dibedakan seratus persen dan mutlak sebagai “ Court of Justice versus Court of Law “ yang sering didiskusikan sebelimnya . seperti sengketa Pemilu dan tuntutan pembubaran suatu partai politik. Setelah melalui pembahasan mendalam kemudian menyetujui Undang-Undang tersebut. Karena itu. Mahkamah Agung lebih merupakan “ Pengadilan Keadilan “ Sedangkan Mahkamah Konstitusi l. Perkara-perkara semacam ini berkaitan erat dengan hak dan kebebasan para warganegara dalam dinamika system politik demokratis yang dijamin oleh UUD 1945. ketua Mahkamah Konstitusi RI yang pertama Guu Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia terpilih dalam rapat internal antar anggota hakim Mahkamah Konstitusi pada tanggal 19 Agustus 2003 dan menjadi orang pertama dalam Mahkamah Konstitusi. fungsi-fungsi penyelesaian sengketa atas hasil pemilihan umum dan pembubaran partai politik juga . Nyatanya UUDE 1945 tetap memberikan kewenangan pengujian terhadap peraturan dibawah UU kepada Mahkamah Agung. Dipihak lain. Akan tetapi.

melainkan menganggapnya cukup mengaitkan fungsi mahkamah ini sebagai salah satu fungsi tambahan dari fungsi Mahkamah Agung yang telah ada.dikaitkan dengan kewenangan. Amerika serikat dan semua Negara yang dipengaruhinya menganut pandangan seperti ini juga. .

UUD 1945 adalah dibentuknya MK yang kedudukannya sederajat dengan dan diluar Mahkamah Agung (MA). 2. ekonomi. Kesimpulan Salah satu produk informasi ketatanegaraan yang kita bangun setelah perubahan pertama (1999). yang mengkaji Undang-undang dengan UUD 1945.BAB III PENUTUP 1. Undang-undang. Mahkamah Agung hanya memperhubungkan dengan Undang-Undang. dimana Hukumlah yang menjadi factor bagi penentu bagi keseluruhan dinamika kehidupan sosial. ketiga (2001). Saran Berdasarkan hal tersebut diatas sudahlah pasti Mahkamah Konstitusi merupakan salah satu Mahkamah yang paling tinggi bersama Mahkamah Agung . dan politik suatu bangsa. dan keempat (2002). MK dibentuk dengan maksud mengawal dan menjaga agar konstitusi sebagai Hukum tertinggi (the supreme law of the land ) benar-benar dijalankan atau ditegakan dalam penyelenggaran kehidupan kenegaraan sesuai dengan prinsip-prinsip negara Hukum modern. Agar maksud tersebut bisa dicanangkan maka hendaklah pemerintah seperti Presiden dan/ atau Wakil Presiden tidak melakukan hal-hal yang membuat kesalahan yang tidak bertanggung jawab karena Mahkamah Konstitusi akan menindak tegasnya. kedua (2000). sedangkan Mahkamah Konstitusi (Judicial review) menempatkan UUD 1945. dan Peraturan Daerah. .

PT Rajagrafindo Persada.dkk. Jakarta.go.2006.id/ .com/ http://www. Teori Hukum dan Konstitusi .pikiran-rakyat.mpr.DAFTAR PUSTAKA Thaib Dahlan. Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen ke 4 http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful