BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Konsep dan Teori Kesehatan Urban Perkotaan
Perawatan kesehatan masyarakat adalah suatu upaya pelayanan keperawatan yang

merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh perawat dengan mengikutsertakan tim kesehatan lain dan masyarakat untuk memperoleh tingkat kesehatan yang lebih tinggi dari individu, keluarga dan masyarakat (Depkes RI, 1996). Dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa unsure-unsur perawatan kesehatan masyarakat adalah (1) bagian integral dari pelayanan kesehatan, khususnya keperawatan; (2) merupakan bidang khusus dari keperawatan; (3) gabungan dari ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat, dan ilmu sosial; (4) sasaran pelayanan adalah individu, kelompok, masyarakat yang sehat maupun yang sakit; (5) ruang lingkup kegiatan adalah promotif, prefentif, kuratif, rehabilitatif, resosialitatif; (6) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Keperawatan kesehatan masyarakat memiliki tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum dari keperawatan ini adalah meningkatkan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal agar dapat menjalankan fungsi kehidupan sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki. Sedangkan tujuan khusus dari

keperawatan kesehatan masyarakat adalah meningkatkan berbagai kemampuan individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat dalam hal mengidentifikasi masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi, menetapkan masalah kesehatan/keperawatan dan prioritas masalah, merusmuskan berbagai alternatif pemecahan masalah kesehatan/keperawatan,

menanggulangi masalah kesehatan/keperawatan yang mereka hadapi, meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan secara mandiri ( self care ), serta tertanganinya kelompok-kelompok resiko tinggi yang rawan terhadap masalah kesehatan . Keperawatan kesehatan masyarakat cakupannya sangat luas, tidak hanya menangani suatu permasalahan yang membutuhkan adanya penyembuhan dari suatu penyakit tetapi juga adanya upaya pencegahan. Oleh karena itu di ruang lingkup keperawatan masyarakat mencakup peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan kesehatan (preventif),

pemeliharaan kesehatan dan pengobatan (kuratif),pemulihan kesehatan (rehabilitatif), dan mengembalikan serta memfungsikan kembali baik individu, keluarga dan kelompokkelompok masyarakat kelingkungan sosial dan masyarakat (resosialitatif).
1

2.1.1 Sejarah Perkembangan dan Karakteristik Kota (Urban) Masyarakat perkotaan tentunya memiliki perbedaan dengan masyarakat yang lain. Mereka memiliki ciri dan karakter tersendiri yang membuat mereka memerlukan ruang lingkup area tersendiri dalam bidang keperawatan. Sebelum membahas panjang tentang keperawatan kesehatan masyarakat perkotaan akan dijelaskan terlebih dahulu tentang definisi kota dan masyarakat perkotaan. Menurut Prof. Drs. R. Bintarto kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan corak kehidupan yang materialistik. Sebelum kota menjadi tempat pemukiman yang tetap, pada mulanya kota sebagai suatu tempat orang pulang balik untuk berjumpa secara teratur, terdapat semacam daya tarik pada penghuni luar kota untuk kegiatan rohaniah dan perdagangan serta kegiatan lain, penghuninya sebagian besar telah mampu memenuhi kebutuhannya lewat pasar setempat dan ciri kota ada pasarnya. Dalam suatu kota diisi oleh suatu golongan spesialis non agraris dan yang berpendidikan dan merupakan sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai oleh strata sosial ekonomi yang heterogen serta corak matrialistis. Sedangkan masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang tinggal di kota yaitu di wilayah yang memiliki kegiatan utama bukan pertanian dan biasanya mereka tinggal di kota bertujuan untuk memperbaiki hidup mereka. Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Oleh karena itu urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Gejala urbanisasi di sebuah kota dapat dilihat dari jumlah penduduk yang terus berubah (bertambah) dan terjadi perubahan pada tatanan masyarakat. Keperawatan kesehatan masyarakat perkotaan ini termasuk dalam lingkup keperawatan komunitas. Karena masyarakat perkotaan merupakan komunitas yang tinggal di daerah perkotaan dengan semua keadaan dan kondisi yang ada di lingkungan kota. Keperawatan masyarakat perkotaan memiliki 8 karakteristik dan merupakan hal yang penting dalam melakukan praktik (Allender, 2001) yaitu: a. Merupakan lahan keperawatan b. Merupakan kombinasi antara keperawatan publik dan keperawatan klinik c. Berfokus pada populasi d. Menekankan terhadap pencegahan akan penyakit serta adanya promosi kesehatan dan kesejahteraan diri e. Mempromosikan tanggung jawab klien dan self care f. Menggunakan pengesahan/pengukuran dan analisa g. Menggunakan prinsip teori organisasi h. Melibatkan kolaborasi interprofesional
2

Perawat kesehatan masyarakat memiliki peran dalam mengelola perawatan kesehatan dalam daerah tersebut serta menjadi pendidik kesehatan dalam masyarakat tersebut.

2.1.2 Teori Betty Neuman
Neuman mengemukakan model sistem (sistem model) dalam pendidikan dan praktik keperawatan. Neuman menggunakan pendekatana manusia utuh dengan memasukkn konsep holistik, pendekatan sistem terbuka, dan kosep “stressor”. Model ini menganalisis lima variabel penunjang komunitas yang meliputi fisik, psikologi, sosio kultural, perkembangan, dan spiritual. Adapun tujuan dari model sistem neuman ini adalah untuk mempertahankan stabilitas klien dan keluarga dalam lingkungan yang dinamis. Dalam teorinya, Neuman memiliki asumsi dan definisi tersendiri untuk keperawatan ataupun klien. Berikut ini merupakan asumsi-asumsi Neuman (Neuman, 1995 dalam Meleis 2007): 1. Perawat-klien bersifat dinamis. Keduanya memiliki karakteristik yang unik dan universal dan saling bertukar energi yang konstan dengan lingkungannya. 2. Hubungan antara variabel klien – fisiologi, psikologi, sosiokultural, perkembangan, dan spiritual – mempengaruhi mekanisme protektif klien dan menunjukkan respon kilen. 3. Klien menunjukkan batasan yang normal terhadap respon dengan lingkuangannya yang menunjukkan kesehatan dan stabilitas. 4. Stresor menyerang garis pertahanan yang fleksibel, kemudian garis pertahanan yang normal. 5. Tindakan perawat berfokus pada pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Secara garis besar, konsep model sistem Neuman meliputi stressor, lima variabel (fisik, psikologi, sosio kultural, perkembangan, dan spiritual), garis pertahanan dan perlawanan, stuktur dasar sebagai sumber energi, dan tingkat pencegahan. Stressor adalah kekuatan lingkungan yang menghasilkan ketegangan dan berpotensial untuk menyebabkan sistem tidak stabil. Neuman mengklasifikasi stressor menjadi tiga bagian yaitu intrapersonal, interpersonal, dan ekstrapersonal.

3

sistem atau kondisi yang menyertai pengaturan karena adanya stressor yang disebut wellness normal dan digunakan sebagai dasar untuk menentukan adanya deviasi dari keadaan wellness untuk sistem klien. Pencegahan sekunder mengutamakan pada penguatan internal lines of resistance (garis perlawanan resisten). pendidikan kesehatan. kekuatan dan kelemahan organ. konsep dari model sistem Neuman adalah adanya tingkatan pencegahan. Tujuannya adalah untuk memperoleh kestabilan sistem secara optimal dan memelihara energi. gaya hidup dan tahap perkembangan. Sedangkan garis perlawanan menurut Neuman merupakan serangkaian lingkaran putus-putus yang mengelilingi struktur dasar. struktur genetik . Garis pertahanan normal ini merupakan bagian dari garis pertahanan fleksibel. mengurangi reaksi dan meningkatkan faktor-faktor resisten sehingga melindungi struktur dasar melalui tindakan-tindakan yang tepat sesuai gejala. Garis pertahanan normal ini terbentuk dari beberapa variabel dan perilaku seperti pola koping individu. Intervensi dilakukan jika resiko atau masalah sudah diidentifikasi tapi sebelum reaksi terjadi. Selain itu ada berbagai stressor yang dapat menginvasi garis pertahanan normal jika garis pertahanan fleksibelnya tidak dapat melindungi secara adekuat.Garis pertahanan menurut Neuman terdiri dari garis pertahanan normal dan garis pertahanan fleksibel. Jika pencegahan sekunder tidak berhasil dan rekonstitusi tidak terjadi maka struktur dasar tidak dapat mendukung sistem dan intervensi-intervensinya sehingga bisa menyebabkan kematian. Pencegahan sekunder meliputi berbagai tindakan yang dimulai setelah ada gejala dari stressor. maka sistem klien akan bereaksi dengan menampakan adanya gejala ketidakstabilan atau sakit dan akan mengurangi kemampuan sistem untuk mengatasi stressor tambahan. Tingkat pencegahan ini membantu memelihara keseimbangan yang terdiri dari pencegahan primer. struktr ego dan pengetahuan atau kebiasaan. Jika itu terjadi. olah raga. Garis pertahanan normal merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu keadaan stabil untuk individu. dan perubahan gaya hidup. Artinya garis resisten ini melindungi struktur dasar dan akan teraktivasi jika ada invasi dari stressor lingkungan melalui garis normal pertahanan (normal line of defense). Strateginya mencakup immunisasi. Selanjutnya. Pencegahan primer mengutamakan pada penguatan flexible lines of defense ( garis pertahanan fleksibel) dengan cara mencegah stress dan mengurangi faktor-faktor resiko. pola respon. sekunder dan tersier. Pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah 4 . Pencegahan primer terjadi sebelum sistem bereaksi terhadap stressor yang meliputi promosi kesehatan dan mempertahankan kesehatan. Pencegahan tersier dilakukan setelah sistem ditangani dengan strategi-strategi pencegahan sekunder. Struktur dasar dari Neuman meliputi range temperatur normal.

keyakinan. pelaksanaan. Pengkajian menurut teori ini meliputi demografi. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali sehingga dapat mempertahankan energi. Pencegahan tersier cenderung untuk kembali pada pencegahan primer.1. dan sejarah dari penduduk setempat. Stressor dan derajat reaksi menjadi bagian dari diagnose keperawatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat antara lain subsistem lingkungan. Model ini berfungsi untuk membangun dukungan. ekonomi. nilai. a. Roda Pengkajian Komunitas rekreasi lingkungan ekonomi Masyarakat pendidikan komunikasi pelayanan kesehatan & sosial keamanan& transportasi politik& pemerintahan 5 .stabilitas sistem klien secara optimal. 2000). 1998 dalam Stone et al. 2000). 2. 2009). Stressor menjadi tekanan rangsangan yang menghasilkan ketegangan yang potensial menyebabkan ketidakseimbangan di dalam system komunitas. komunikasi. politik dan pemerintahan. Stressor ini dapat bersifat internal maupun eksternal yang menimbulkan gangguan di dalam komunitas. pelayanan kesehatan dan sosial. 2002). pengawasan. dan koalisi sebagai suatu mekanisme peningkatan peran serta aktif masyarakat dalam perencanaan. Pengkajian Inti dari pengkajian adalah individu yang membentuk komunitas (Anderson. keamanan dan transportasi.3 Community as a Partner Komunitas sebagai mitra bermanfaat untuk meningkatkan kesempatan bermitra dalam promosi kesehatan (Flynn. pendidikan. Fokus dalam model adalah lingkaran pengkajian masyarakat pada puncak model yang menekankan anggota masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan kesehatan dan pelaksanaan proses keperawatan. dan evaluasi implementasi upaya kesehatan masyarakat (Efendi & Makhfudli. dan rekreasi. kolaborasi. Derajat reaksi merupakan jumlah ketidakseimbangan akibat stressor yang mengganggu garis pertahanan komunitas. Perbedaan antara model komunitas sebagai mitra dengan model komunitas sebagai klien oleh Neuman (1972) adalah model komunitas sebagai mitra menekankan filosofi pelayanan kesehatan primer yang menjadi landasannya (Anderson.

Contohnya adalah imunisasi pada anak prasekolah. Garis pertahanan normal meliputi angka imunitas yang tinggi. Garis pertahanan fleksibel digambarkan dengan garis putus-putus yang mengelilingi komunitas dan garis pertahanan normal. Diagnosa Diagnosa keperawatan komunitas memberikan arahan dalam mencapai tujuan dan intervensi keperawata. b. Pencegahan primer bertujuan menguatkan garis pertahanan sehingga stressor tidak dapat masuk dan menimbulkan reaksi atau melakukan perlawanan terhadap stressor. c. Contohnya adalah penambahan tim spesialis di daerah bencana. 2000). 2000). pola koping atau tingkat pendapatan kelas menengah. dan keterlibatan anggota komunitas dalam proses keperawatan dalam mencapai kesesuaian dengan komunitas. Intervensi Intervensi komunitas yang menganut komunitas sebagai mitra menganggap semua intervensi keperawatannya bersifat preventif (Anderson. moralitas bayi yang rendah. Kedelapan subsistem dibatasi dengan garis putus-putus untuk mengingatkan bahwa subsistem tersebut tidak terpisah tetapi saling mempengaruhi. dan tersier. Cara mengevaluasinya adalah dengan umpan balik. Tujuannya diperoleh dari stressor dan juga dari penguatan garis pertahanan (Anderson. masing-masing parameter adalah proses kerja perawat dengan komunitas sebagai mitra. Seluruh bentuk roda tersebut menjadi parameter pengkajian pekerja komunitas yang memandang komunitas sebagai mitra.Garis tebal yang mengelilingi komunitas menunjukkan garis pertahanan normal atau tingkat kesehatan komunitas yang dicapai setiap saat. Evaluasi Hal-hal yang dievaluasi antara lain intervensi keperawatan komunitas. Pencegahan sekunder dilakukan ketika stressor memasuki komunitas sehingga dilakukan pendukungan garis pertahanan dan resistensi untuk meminimalkan derajat reaksi terhadap stressor. sekunder. Pencegahannya terdiri dari pencegahan primer. Kemitraan ini membutuhkan kekuatan dan modal komunitas dan tidak hanya fokus pada kebutuhan dan kekurangan dari suatu komunitas. Sedangkan pencegahan tersier dilakukan ketika stressor memasuko garis pertahanan dan muncul derajat reaksi sehingga dilakukan pencegahan agar mencegah ketidakseimbangan tambahan dan meningkatkan keseimbangan. Parameter pengkajian sering kali digunakan untuk evaluasi. d.Komunitas sebagai mitra mengetahui 6 . Contohnya adalah program rujukan.

kebijakan public sehat dan kota. ekologik. kota sehat adalah kota yang harus merespon setiap kebutuhan perkembangan. Kemudian perawat berkolaborasi dengan komunitas untuk mengembangkan kebijakan public dan mentargetkan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. memiliki kemampuan untuk memodifikasi diri untuk memenuhi setiap perubahan kebutuhan. melakukan kegiatan khusus seperti membuat consensus dari kesepakan seluruh warga. 2000). 7 . 2007). melibatkan berbagai bidang. Kebijakan public sehat ditunjukkan untuk menciptakan komunitas yang sehat. menggunakan pendekatan teknologi kesehatan yang memadai. berhadapan dengan masalah dasar. berhubungan denganpelayanan kesehatan. Prinsip kebijakan promosi kesehatan mencakup kebijakan multisektoral. 2000). Peran perawat adalah merealisasikan perkembangan masa depan dari kebijakan kesehatan public dan kesehatan kota dan komunitas. berbudaya. Karakteristik dari kebijakan kesehatan public dan kesehatan komunitas dan kota terdiri dari pelayanan kesehatan primer (Flynn dalam Anderson&McFarla. Konsep kebijakan public sehat didasarkan pada prinsip pelayanan kesehatan primer dalam mencapai tujuan sehat untuk semua dan kebijakan promosi kesehatan (WHO 1986 dalam Anderson&McFarla. Masyarakat dapat melakukan tindakan untuk membuat kota lebih sehat dalam merespon gejala. 1996 dalam Stone et al. bersiat menyeluruh dan berorientasi masa depan seta menjawab pertanyaan bagaimana agar komunitas dapat terstruktur untuk meningkatkan kesehatan. Perawat memberikan pelayanan kesehatan public untuk memberikan kesempatan masyarakat untuk hidup lebih positif dengan mempengaruhi kebijakan public dan kebijakan promosi kesehatan (Royal Collage of Nursing. dan peran serta. 2000). serta komunitas sehat di masa depan. kompeten agar warga kota dapat memanfaatkannya. perawat meningkatkan jaringan di masyarakat. menyelesaikan kerusakan sistem dan perpecahan warga. mudah diakses. dan responsive terhadap kebutuhan komunitas (Pender. dan melakukan tindakan khusus seperti membuat persetujuan dalam masyarakat. dan mendidik warga. menyelesaikan isu yang ada. 2002). Untuk meningkatkan keaktifan dari masyarakat dalam praktek kesehatan.nilai dari komunitas dan pelayanan kesehatan bekerja sama untuk membuat sistem pelayanan kesehatan yang ramah. Perawata kesehatan komunitas memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja dengan komunitas sebagai mitra dalam memfasilitasi promosi kesehatan komunitas. Warga dapat menciptakan kota yang lebih sehat dengan cara merespon gejal. Menurut Duhl (1986 dalam Anderson&McFarla. tanggung jawab dalam meningkatkan pilihan promosi kesehatan.

Pencegahan ini dilakukan pada periode prepatogenesis. ketersediaan yang adekuat pada penggunaan tempat tinggal. definisi dari epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang sifat. rekreasi. 1965 dalam Clemen-Stone dkk. 2002). agent. kecacatan. pengendalian. Dengan melihat masalah ini tentunya harus dilakukan langkah-langkah pencegahan sebelum munculnya suatu penyakit di masyarakat. Riwayat alamiah penyakit juga didefinisikan menjadi dua periode yang berbeda yaitu prepatogenesis dan patogenesis (Leavell & Clark. penyebab. memberikan perhatian pada perkembangan personal.1. Pencegahan terhadap suatu penyakit salah satunya dapat dilakukan dengan mengadakan promosi kesehatan. Sedangkan menurut Effendi dan Makhfudli (2009). Pada promosi kesehatan hal-hal yang dapat diinformasikan diantaranya. Sedangkan pada perlindungan spesifik hal-hal yang diinformasikan 8 . dan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi dan distribusi penyakit. standar nutrisi yang baik sesuai dengan fase perkembangan hidup. Prepatogenesis merupakan periode dimana penyakit tidak berkembang tetapi masih berinteraksi dengan host. Menurut Clemen-Stone dkk (2002) secara tingkat pencegahan terdapat tiga tingkat aktivitas pencegahan yaitu primer (promosi kesahatan dan perlindungan spesifik). dan environment yang jika interaksi diantaranya terjadi dapat menimbulkan stimulus penyakit dan meningkatkan potensial host terhadap penyakit atau dapat disimpulkan bahwa prepatogenesis adalah peroide dimana sebelum terjadinya suatu penyakit. dan kondisi tempat kerja. pengobatan yang dilakukan dengan segera. edukasi kesehatan. penyakit. sekunder (diagnosa awal. atau kematian dalam populasi manusia. dan membatasi kecacatan) dan tersier (rehabilitasi).3 Epidemiologi a. Riwayat Alamiah Penyakit dan Tingkat Pencegahannya serta Faktor-faktor Timbulnya suatu Penyakit Menurut Clemen-Stone dkk (2002) konsep kunci dari epidemiologi adalah suatu studi mengenai penyakit di populasi yang lebih signifikan daripada studi kasus penyakit individu. 2002). dan frekuensi kondisi dari suatu populasi. Pencegahan primer terdiri atas promosi kesehatan dan perlindungan spesifik.2. Sedangkan patogenesis adalah periode dalam riwayat alamiah penyakit dimulai ketika penyakit tersebut memunculkan suatu stimuli dan terdapat perubahan jaringan pada manusia. Pada epidemiologi digunakan sampel grup yang lebih besar sehingga dapat menyimpulkan bagaimana pola distribusi kesehatan.  Riwayat Alamiah Penyakit dan Tingkat Pencegahannya Riwayat alamiah penyakit didefinisikan sebagai sebuah perjalanan penyakit dari mulai onset sampai dengan resolusi (Clemen-Stone.

hal-hal yang dilakukan yaitu pengukuran penemuan kasus baik individual dan massa dan mengadakan survey skrining. perlindungan dari kecelakaan. kekebalan (seseorang yang memiliki kekebalan tubuh yang tidak baik jelas cenderung mudah berisiko terserang suatu penyakit). Pada diagnosa awal dan pengobatan dengan segera. penyakit yang diderita sebelumnya dan sifat manusia/perilaku seseorang.diantaranya. Jadi faktor host ini adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh manusia atau merupakan faktor intrinsik. pengobatan yang adekuat untuk pertahanan diri dari penyakit dan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dari gejala-gejala yang masih ada. terapi bekerja di rumah sakit. ibu dapat berisiko terjangkitnya berbagai penyakit tertentu). penggunaan sanitasi lingkungan. serta membatasi terjadinya kecacatan. Pada pencegahan ini hal-hal yang dilakukan yaitu. dan environment. keadaan fisiologi (Pada saat kehamilan dan setelah melahirkan. Untuk membatasi terjadinya kecacatan hal-hal yang dapat disampaikan yaitu. ketersediaan fasilitas untuk membatasi terjadinya kecacatan dan untuk mencegah kematian. Host Host adalah keadaan seseorang yang menjadi risiko untuk terjangkitnya suatu penyakit. 2002). dan penggunaan koloni yang terlindungi. jenis kelamin (beberapa penyakit tertentu terkadang cenderung ada pada jenis kelamin tertentu).  Faktor-faktor Timbulnya Suatu Penyakit Untuk menganalisis riwayat alamiah penyakit diperlukan identifikasi terhadap tiga variable atau faktor-faktor yang menjadi pemicu timbulnya suatu penyakit yaitu host. Variable ini dikenal dengan triangle epidemiologi dimana satu sama lain saling berhubungan (Budiarto dan Anggraeni. 9 . pendidikan masyarakat dan industri untuk memanfaatkan proses rehabilitasi. dan penghindaran terhadap alergen. ketersediaan rumah sakit dan fasilitas komunitas untuk melatih kembali dan sebagai sarana edukasi untuk digunakan secara maksimal dari kapasitas yang tersedia. genetik (penyakit yang memang diturunkan). a. Pencegahan sekunder terdiri atas diagnosa awal dan pengobatan segera. agent. perlindungan dari zat karsinogen. kebersihan individu. penempatan yang selektif. umur (seseorang dengan lanjut usia lebih berisiko untuk terjangkit penyakit). Faktor host yang dapat menjadi risiko terjadinya suatu penyakit diantaranya. pengkonsumsian nutrisi yang spesifik. bersama dengan pencegahan tersier. melakukan sebuah pekerjaan sepenuh mungkin. perlindungan terhadap bahaya pekerjaan. Pencegahan sekunder ini ada pada periode patogenesis. penggunaan imunisasi yang spesifik. Pencegahan tersier yaitu rehabilitasi.

karbonmonoksida. Misalnya virus. Triangle Epidemiologi Host Agent Environment 10 . yaitu lingkungan yang berada di sekitar kita baik flora. Misalnya pengkonsumsian makanan yang mengandung kolesterol tinggi yang dapat mengakibatkan penyakit hipertensi. adalah lingkungan berdasarkan letak geografisnya. Flora pada Negara yang berbeda dapat menimbulkan pola penyakit yang berbeda pula. Misalnya pada Negara dengan iklim tropis dengan subtropis jelas akan berbeda permasalahan penyakitnya. obat-obatan. Agent dapat berupa suatu unsur mati atau hidup. bakteri. sinar radioaktif. kimia. Bencana alam. 1) Lingkungan fisik. Dapat bersifat biologis. Masalah pada lingkungan ini juga tidak lepas dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Urbanisasi. Terjadinya bencana alam mengakibatkan terjadinya perubahan ekologi dan terjadi ketidakteraturan di masyarakat yang nantinya memunculkan berbagai macam infeksi. dll c. Environment/ lingkungan Environment merupakan faktor yang berada di luar dari host atau biasa disebut dengan faktor ekstrinsik. 3) Lingkungan biologis. mekanis. alkohol. rokok. maupun manusia itu sendiri. 2) Lingkungan sosial ekonomi Pekerjaan. Perkembangan ekonomi. Faktor ini adalah faktor yang menunjang terjadinya suatu penyakit selain host dan agent. Agent Agent adalah sesuatu yang dapat memicu timbulnya suatu penyakit. fisik. Pekerjaan yang berinteraksi dengan bahan-bahan kimia ataupun radioaktif dapat menimbulkan penyakit. jamur. psikososial. Peningkatan ekonomi terkadang dapat menimbulkan gaya hidup yang justru tidak sehat.b. fauna. Perpindahan penduduk yang secara besar-besaran dan menimbulkan kepadatan penduduk menyebabkan lingkungan menjadi kumuh dan rentan terhadap timbulnya berbagai penyakit.

pada dasarnya memiliki proses atau langkah yang sama. Tes skrining memiliki tiga tipe yaitu mass screening. Selain itu. Penggunaan Pendekatan Epidemiologi dalam Keperawatan Komunitas Penggunaan pendekatan epidemiologi dalam keperawatan komunitas diantaranya yaitu investigasi wabah. Mass screening merupakan tes skrining untuk seluruh populasi atau untuk kelompok yang dipilih secara selektif memiliki risiko tinggi. agent. skrining juga dilakukan untuk mengurangi morbiditas atau mortilitas dari penyakit dengan pengobatan dini terhadap kasus-kasus yang ditemukan. Multiphasic screening yaitu skrining yang penggunaannya dilakukan beberapa tes skrining pada kesempatan atau waktu yang sama. atau prosedur lain yang dapat diterapkan dengan cepat dan tidak mahal untuk suatu populasi. mengidentifikasi orang-orang yang mengalaminya dan berisiko serta bagaimana karakteristiknya. Contohnya seperti prosedur XRay masal. Langkah pencegahan dan penanganan yang tepat serta pengetahuan yang memadai sangat bermanfaat guna terhindarnya ataupun memustusnya rantai suatu penyakit. Misalnya tes kesehatan untuk mahasiswa atau pegawai baru. Faktor-faktor pada host. Investigasi wabah. b.Terdapat hubungan yang jelas antara terjadinya suatu penyakit dengan faktor-faktor yang menjadi penyebabnya. tentukan dan tes hipotesis yang telah dibuat. dan surveilans. Tujuan dari investigasi wabah itu sendiri yaitu untuk mengontrol dan mencegah penyebaran suatu penyakit. case finding. Langkahlangkah investigasi wabah diantaranya yaitu melakukan evaluasi awal dengan verifikasi diagnosis dan konfirmasi wabah yang sedang terjadi. baik yang bersifat menular atau tidak. Penggunaan pendekatan epidemiologi yang kedua yaitu tes skrining. skrining. 11 . dan multiphasic screening. dan yang terakhir rencanakan manajemen wabah seperti pengendalian dan pencegahan. Skrining dilakukan untuk membedakan antara orang yang tampaknya sehat atau orang yang mungkin memiliki penyakit dengan orang yang mungkin tidak memiliki penyakit. Skrining yaitu kegatan mengidentifikasi secara presumptif (dugaan) terhadap penyakit yang belum dikenali dengan melakukan tes. ujian. environment merupakan faktorfaktor yang saling terkait dan saling berhubungan satu sama lain. Case finding (penemuan kasus) adalah tipe dari tes skrining dimana seorang klinikus menggunakan tes skrining untuk menemukan penyakit pada pasiennya yang melakukan tes kesehatan atau konsultasi terhadap gejala yang muncul (smptomatik) atau gejala yang belum muncul (asimptomatik).

Program skrining harus memenuhi beberapa kriteria. Umumnya tes skrining ini ditawarkan atau dilakukan pada populasi yang tampak sehat sebagai cara untuk menentukan apakah mereka memiliki penyakit sebelum adanya gejala yang muncul sehingga dapat menginisiasi untuk melakukan treatment dan akan bermanfaat dalam menentukan prognosis untuk pasien. pengobatan yang tersedia dapat diterima oleh pasien yang ditetapkan oleh studi tentang kepatuhan pengobatan prevalensi dari penyakit yang menjadi fokus sasaran harus tinggi pada sebuah populasi untuk dilakukan skrining. dan biaya. penyelidikan wabah atau kejadian luar biasa. Surveilans adalah kegiatan positif mengumpulkan dan menganalisis data serta menyebarluaskan informasi atas dasar hasil analisis tersebut kepada yang berkepentingan (Effendi & Makhfudli. keterbatasan fisik. penyakit yang fokus untuk dilakukan skrining harus cukup dianggap serius dalam hal kejadian. pemeriksaan laboratorium. tes skrining tidak cukup akurat untuk menginisiasi dilakukannya treatment. Tujuannya yaitu memberikan pengobatan dan isolasi terhadap penyakit yang timbul pada suatu kasus yang dicurigai dengan segera. penyakit kasus. kematian. dan dapat diterima pasien. biaya murah. serum. yang terakhir adalah surveilans. penggunaan obat-obatan. Namun. penyelidikan tentang distribusi dari vektor dan reservoir penyakit. sebagai follow up layanan diagnostik dan pengobatan harus tersedia disertai dengan pemberitahuan yang memadai dan layanan rujukan bagi orang-orang yang pada saat dilakukan skrining Selanjutnya.Tes skrining memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan dengan tes diagnostik. Surveilans memiliki beberapa unsur diantaranya pencatatan kematian. memenuhi standar yang dapat diterima: simpel. 2009). bukti menunjukkan bahwa prosedur tes ini mendeteksi penyakit pada tahap lebih awal sebelum datangnya gejala pengobatan yang umumnya lebih diterima yaitu yang lebih mudah atau lebih efektif daripada pengobatan yang tersedia saat munculnya gejala. jika ditemukan hasil tes skrining yang abnormal harus dilanjutkan dengan melakukan tes diagnostik. survei. Kriteria-kriteria tersebut antara lain: memiliki sensitifitas dan spesifitas tinggi. laporan wabah. serta keterangan mengenai penduduk dan lingkungan 12 . aman. ketidaknyamanan. laporan penyakit. Kriteria tes skrining salah satunya yaitu mendeteksi penyakit sebelum gejala datang. sedangkan tes diagnostik merupakan tes yang dilakukan ketika gejala sudah datang. dan vaksin.

Kebanyakan para urban bertujuan untuk mencari pekerjaan di kota besar dengan alasan sektor mata pencaharian di kampung halaman yang dirasa kurang. Maka dari itu. Menentukan penyakit mana yang diprioritaskan untuk diobati atau diberantas c. dan lainnya. program gizi. Sehingga diharapkan prognosis penyakit akan lebih baik. program kesehatan gigi. pada kenyataan yang terjadi di Indonesia sekarang ini. Fix sampe sini dulu 2. Namun. Banyak kaum pria. Mengetahui jangkauan atau cakupan dari pelayanan kesehatan Pada intinya. sebagian besar penduduk kota di wilayah Indonesia merupakan warga miskin yang tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal. seperti program mengatasi kecelakaan.2 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas (Perkesmas) pada Mayarakat Urban (Poor and Homeless) Urbanisasi merupakan proses perpindahan penduduk dari wilayah pedesaan menuju ke wilayah perkotaan. dan 13 . perawat disarankan untuk mempelajari penggunaan pendekatan epidemiologi ini dalam memberikan pelayanan kesehatan komunitas. Mereka menginginkan pekerjaan yang dapat menghasilkan pendapatan yang lebih sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas hidupnya. pemuda. mengurangi kecacatan dan kematian. Peran perawat komunitas disini sangatlah penting demi peningkatan status kesehatan masyarakat. dan merencanakan kembali program-program atau pelayanan kesehatan Beberapa kegunaan dari surveilans: a. mempercepat kesembuhan. dan interpretasi data yang telah didapat yang menghasilkan suatu informasi Penyebaran hasil informasi (perolehan data) kepada orang-orang atau lembaga yang berkepentingan Menggunakan informasi (data) tersebut dalam rangka memantau. analisis. menilai. wanita. Menilai dan memantau pelaksanaan program pemberantasan penyakit menular dan program-program kesehatan lainnya. Mengetahui & melengkapi gambaran epidemiologi dari suatu penyakit b.Ciri khas yang terdapat pada surveilans yaitu : Pengumpulan data epidemiologi yang sitematis dan teratur secara terus menerus Pengolahan. yaitu untuk mencegah dan mengontrol penyebaran penyakit pada suatu populasi tertentu. memperlambat proses penyakit. Meramalkan terjadinya wabah d. e. penggunaan pendekatan epidemiologi yang telah diuraikan sebelumnya memiliki tujuan yang sama.

Kepemilikan aset (kursi tamu) tidak tersedia Berdasarkan ciri tersebut dapat dibedakan antara keluarga miskin dan tidak miskin. Angka kemiskinan di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 30. dan papan. Ciri-ciri keluarga miskin yaitu status sosial rendah di masyarakat ditandai dengan pendapatan yang sangat rendah. miskin adalah sedikit atau tidak ada barang yang dimiliki atau tidak adekuatnya jangkauan terhadap sumber-sumber keluarga dan komunitas. 2011). Orang miskin dan kelompok rentan hidup dengan sumber daya yang tidak adekuat. tidak ada aset yang tersimpan. Fasilitas air bersih tidak ada d. Orang yang hidup dalam kemiskinan sering merasa putus asa. & Seeman (2004 dalam Allender. Banyak stresor terkait kemiskinan yang berdampak pada kesehatan. tidak ada jaringan kekuasaan. Jenis lantai hunian sebagian besar tanah atau lainnya c. Fasilitas jamban atau WC tidak ada e. 14 f. Haywars. Kemampuan membeli pakaian minimal 1 (satu) stel setahun untuk anggota rumah tangga tidak ada h.02 juta jiwa atau mencapai 12. Kemiskinan menurut Allender dan Spradley (2005) dalam Sahar (2008). dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya yang pada akhirnya dapat menyebabkan depresi. pendidikan yang sangat rendah. kesehatan jiwa. Pada intinya kemiskinan dapat diartikan sebagai keadaan yang sangat kekurangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mencakup sandang. peningkatan insiden penurunan kesehatan fisik dan kognitif serta peningkatan angka kematian. Menurut Biro Pusat Statistik ciri-ciri miskin adalah: a.bahkan anak-anak tidak memiliki tempat tinggal. tidak berdaya. Rector & Warner 2010) kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan penyakit tertentu. dan pandangan terhadap kesehatan. Jenis dinding terbuat dari papan/triplek . apabila suatu rumah tangga memenuhi 3 dari 8 kriteria tersebut dapat dikatakan termasuk kategori rumah tangga atau keluarga miskin. Stresor yang datang terus menerus akan berdampak pada kesehatan fisik. 49% (BPS. Keluarga tersebut perlu difasilitasi atau diadvokasi dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka termasuk pelayanan kesehatan dan keperawatan secara optimal. 2010). Selain itu. status pekerjaan sangat rendah dan berisiko. pangan. Karena kemiskinan dapat berdampak terhadap kesehatan individu atau anggota keluarga. menurut Crimmins. Luas lantai hunian kurang dari 8 m2 per anggota rumah tangga b. terlebih lagi masalah kesehatan yang timbul diantara mereka semakin meningkat (Allender. Konsumsi lauk pauk dalam seminggu tidak bervariasi g. Kemiskinan dapat menyebabkan seseorang tidak mempunyai rumah (homeless).

mereka memerlukan motivasi yang tinggi dan tentunya dengan adanya support service. dan perawat. diperlakukan secara kejam atau perlakuan yang menyebabkan seseorang menjadi homeless. diharapkan perawat mampu memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal pada masyarakat miskin (poor) dan tidak memiliki tempat tinggal (homeless). sosialisasi. 2005). pengangguran. nutrisi. gangguan mental. Berbagai pendekatan dalam pelayanan keperawatan di suatu komunitas digunakan dalam pelayanan kesehatan pada keluarga miskin sebagai populasi rentan (vulnerable population). dalam Alligood. Komponen berikutnya yaitu manusia. kenyamanan. berinteraksi interpersonal. Komponen-komponen dari filosofi Florence Nightingale meliputi lingkungan. kebersihan. kehangatan. Model-model pelayanan keperawatan komunitas meliputi beberapa model yang akan dijelaskan di bawah ini. atau faktor tambahan seperti klisis finansial. cahaya. Teori ini memiliki komponen fisik (ventilasi.Menurut Maurer & Smith (2005) homeless adalah orang yang tidak mempunyai tempat bermalam yang tetap atau orang yang mempunyai tempat bermalam yang sengaja disediakan untuk menginap atau sebuah tempat umum atau milik pribadi yang tidak diperuntukkan untuk menginap. Dengan pendekatan yang spesifik pada klien dan juga didukung dengan penggunaan model keperawatan yang sesuai. Gangguan mental. 2. sehat. dan aktivitas) dan psikologis (obrolan / celotehan tentang harapan dan saran dan menyediakan variasi).1 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Florence Nightingale’s (1859) Model pelayanan kesehatan dilihat dari model Florence Nightingale. dan pergi bekerja. Beberapa orang dengan gangguan mental kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. mengatur dirinya sendiri. Florence Nightingale dalam teorinya lebih banyak menempatkan manusia sebagai seseorang yang menerima perawatan. Untuk dapat hidup dengan baik. yang filosofinya berorientasi pada lingkungan. harga diri rendah berhubungan dengan perlakuan yang tidak menyenangkan seperti disia-sia. cahaya. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang menjadi homeless diantaranya adalah kemiskinan. namun dia juga 15 . tujuan keperawatan untuk memfasilitasi proses penyembuhan tubuh dengan memanipulasi lingkungan klien mendapatkan ketenangan. Terdapat banyak model keperawatan komunitas yang diterapkan guna meningkatkan kesehatan maupun kesejahteraan dalam ruang lingkup komunitas atau masyarakat. bencana alam. manusia. Menurut Florence Nightingale. temperatur ruangan. atau pilihan pribadi. 2010). kecanduan. Lingkungan dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dapat dimanipulasi menjadi tempat dimana klien berada pada kondisi yang terbaik agar alam dapat berperan dalam kesehatannya (Selanders. dan harapan yang sesuai (Potter & Perry. obat-obatan.2. nutrisi. 1998.

Ada 3 jenis perawat menurut Florence Nightingale. dan sosialisasi penting untuk penyembuhan. intelektual. kembali mengevaluasi situasi. emosional. air bersih. 2010). Dalam hal ini. Teori lingkungan Florence Nightingale penting dalam keperawatan kesehatan komunitas karena teori ini berfokus pada perawatan preventif populasi. air bersih. oleh karena itu. kenyamanan. dan mengubah rencana untuk pelayanan kesehatan klien yang lebih baik hingga tujuan asuhan keperawatan tercapai (Alligood. edukasi. Florence Nightingale mengobservasi bahwa penyakit-penyakit umum terjadi dalam lingkungan yang buruk dan kesehatan dapat ditingkatkan dengan menyediakan ventilasi yang adekuat. dan spiritual. drainase (saluran pembuangan) yang efisien. dapat disimpulkan bahwa Florence Nightingale meyakini pencegahan dan promosi kesehatan disamping perawatan klien dari sakit menjadi sehat (Alligood. Rector. Komponen terakhir yaitu perawat. sosial. mengidentifikasi kebutuhan. klien yang rawat jalan yang diperbolehkan beristirahat di rumah akan terganggu istirahatnya dan akan berpengaruh pada proses penyembuhan penyakitnya. pelayanan sosial seperti transportasi. dan midwifery nursing. Mengontrol pencemaran lingkungan dan melindungi lingkungan merupakan tujuan utama dalam semua setting. Dari pernyataan tersebut. yaitu nursing proper (merawat klien yang sakit). Florence Nightingale meyakini bahwa ada 5 poin yang penting dalam mencapai rumah sehat. mendokumentasikan. Florence Nightingale menyatakan bahwa kebersihan. kebersihan. Beberapa orang meyakini bahwa disamping lingkungan yang baik. Sebagai contoh. Florence Nightingale meyakini bahwa perawat adalah profesi spiritual yang membantu alam menyembuhkan klien. Florence Nightingale menuliskan bahwa kesehatan bukan untuk menjadi baik. Florence Nightingale meyakini bahwa lingkungan sehat penting untuk penyembuhan sehingga dapat mencegah kematian. tetapi untuk dapat menggunakan setiap kekuatan yang kita miliki dengan baik. cahaya. (Allender. kehangatan. tidak baik untuk kesehatan dan kondisi lingkungan yang baik dapat mengurangi penyakit. dan pelayanan kesehatan merupakan hal yang penting. Perawat mengkaji situasi klien. 2011). yaitu: udara bersih. Komponen ketiga yaitu sehat. udara segar. mengimplementasikan rencana perawatan. 2010). Florence Nightingale meyakini bahwa perawat harus melakukan observasi akurat dari klien dan harus berpikir kritis tentang perawatan klien serta melakukan tindakan yang tepat dan penting untuk membantu penyembuhan klien (McEwen & Wills. membuat intervensi. & Warner. dan cahaya. Inti dari teori Florence Nightingale yaitu kondisi lingkungan yang buruk. suara bising dapat mengganggu istirahat. 16 . 2010).meyakini bahwa manusia adalah makhuk yang dinamis dan kompleks yang terdiri dari komponen fisik. general nursing (promosi kesehatan). dan kebersihan. ketenangan. sanitasi.

debu. dan untuk menerapkan prinsip hubungan manusia pada permasalahan yang timbul di semua level pengalaman (Alligood. Peplau (1952) Hildegard E. Terkait tempat tidur. perawat mengkaji kelembaban tempat tidur.  Fase eksplorasi: Perawat membantu klien dalam memberikan gambaran kondisi klien saat ini dengan cara mendorong klien untuk menggali dan mengungkapkan perasaan. Terkait kebersihan personal. dapat diaplikasikan ke dalam proses keperawatan sesuai komponen yang ada.  Fase identifikasi: Terjadi ketika perawat menfasilitasi ekspresi perasaan klien dan tetap mampu memberikan asuhan keperawatan yang diperlukan.2 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Hildegard E. kebersihan personal. observasi lingkungan dan membuat rencana keperawatan (Alligood. tempat tidur. perawat dapat mengkaji kelembaban. suhu ruangan. Ekspresi perasaan tanpa penolakan diri perawat memungkinkan pengalaman menderita sakit sebagai suatu kesempatan untuk mengorientasikan kembali perasaan dan menguatkan bagian yang positif dari kepribadian klien. kebersihan (pengolahan sampah). meliputi: ventilasi dan kehangatan. 2010).2. atau lumut (Alligood. dan pencahayaan. Terkait makanan. kesehatan rumah. obrolan dan saran. perawat dapat mengkaji suhu tubuh klien. pikiran. perawat mengkaji klien kering dan bersih setiap waktu (mengkaji kondisi kulit klien). ventilasi yang adekuat. 2. keriput. dan berat tempat tidur. Terkait kesehatan rumah. dan bau tidak sedap. Terkait observasi penyakit. drainase. kebersihan ruangan dan dinding. Terkait ventilasi dan kehangatan. air bersih. perawat mengkaji udara bersih di lingkungan sekitar. cahaya. Peplau (1952) membuat model keperawatan interpersonal. kebisingan. Terkait obrolan dan saran. cahaya matahari dalam ruangan. perawat mengkaji diet klien dan makanan yang disukai atau tidak. udara segar. serta makanan dan observasi penyakit. 2010). mencatat hasil observasi (faktual atau opini). mengindentifikasi kesulitan yang dirasakannya. yaitu:  Fase orientasi: Lebih difokuskan untuk membantu klien menyadari ketersediaan bantuan dan rasa percaya terhadap kemampuan perawat untuk berperan serta secara efektif dalam pemberian asuhan keperawatan kepada klien. serta sikapnya tanpa paksaan dan mempertahankan suasana 17 . perawat mengkaji level kebisingan pada ruangan dan area sekitar. emosi. Terkait kebisingan. Terkait kebersihan ruangan dan dinding. perawat mengobservasi semua hal tentang klien. kotoran. 2010). Terdapat tahapan atau fase dalam model keperawatan komunitas menurut Peplau. Terkait cahaya.Teori Florence Nightingale yang berorientasi pada lingkungan. yang merupakan kemampuan seorang perawat untuk memahami tingkah lakunya guna membantu orang lain. perawat mencegah pembicaraan tanpa alasan atau memberi saran tanpa fakta dengan berbicara menstimulasi pikiran klien. perawat dapat mengkaji cahaya ruangan yang adekuat.

Proses interpersonal merupakan maturing force dan alat edukatif baik bagi perawat maupun klien. Asumsi utama atau asumsi dasar dalam pengembangan model konsep dan teori hubungan interpersonal oleh Peplau dibedakan menjadi asumsi eksplisit dan implisit. adat istiadat. Lingkungan Merupakan kekuatan yang berada di luar organisme dimana budaya. mempunyai persepsi yang dipelajari dan ide yang telah terbentuk dan penting untuk proses interpersonal. yaitu: a. dan kebiasaan serta keyakinan merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menghadapi individu c. Kesehatan Suatu perkembangan kepribadian dan proses kemanusiaan yang berkesinambungan ke arah kehidupan yang kreatif. Pengetahuan diri dalam konteks 18 . Fase ini merupakan inti hubungan dalam proses interpersonal  Fase resolusi: Secara bertahap klien melepaskan diri dari perawat. Memungkinkan suatu situasi dimana klien dapat merasakan nilai hubungan sesuai pandangan atau persepsinya terhadap situasi.  Asumsi ekplisit memberi pandangan bahwa:  Perawat akan membuat pasien belajar ketika ia menerima penanganan perawatan  Menjalankan fungsi keperawatan dan pendidikan keperawatan dengan membantu perkembangan pasien ke arah kedewasaan  Keperawatan menggunakan prinsip-prinsip dan metode-metode yang membimbing proses ke resolusi dari masalah interpersonal.terapeutik yang mendukung. Keperawatan Suatu proses interpersonal yang bermakna. Peplau juga menguraikan secara terperinci berdasarkan 4 komponen dasar. konstruktif dan produktif d. b. Selain itu terdapat asumsi yang dibuat dalam model keperawatan Peplau. Manusia Individu dipandang sebagai suatu organisme yang berjuang dengan caranya sendiri untuk mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh kebutuhan. Resolusi ini memungkinkan penguatan kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan menyalurkan energi ke arah realisasi potensi. Setiap individu merupakan makhluk yang unik.  Asumsi implisit: mempertegas profesi keperawatan memiliki tanggung jawab legal dalam penggunaan keperawatan secara efektif dan segala konsekuensinya kepada pasien Dalam kaitannya dengan perspektif paradigma keperawatan.

Hal ini dikarenakan teori Henderson hanya menilik kebutuhan dasar apa yang belum terpenuhi dari suatu klien. Kebutuhan dasar manusia menurut Henderson atau empat belas kebutuhan dasar manusia meliputi bernapas dengan normal. kebutuhan bermain dan rekreeasi serta kebutuhan belajar. gerak dan keseimbangan tubuh. tanpa mempertimbangkan kondisi klien dengan keterbatasan ekonomi dan tidak memberikan 19 . konstruktif dan produktif. e. d. b. berkontribusi dalam pemulihan kesehatan atau untuk kondisi kematian yang damai dengan kekuatan. Teacher/Pendidik: mengembangkan hubungan yang demokratis sehingga merangsang individu untuk berperan serta aktif dalam mengarahkan asuhan. Teori Henderson yang lebih berfokus pada empat belas kebutuhan dasar manusia dan praktik keperawatannya yang berusaha membentuk klien untuk melakukan empat belas kebutuhan dasar dapat diterapkan pada masyarakat urban. kebutuhan akan rasa aman dan nyaman. kebutuhan spiritual. f. kebutuhan istirahat dan tidur. kebutuhan eliminasi.2. Stranger/Sebagai orang yang asing: perawat menghadapi klien seperti tamu yang dikenalkan pada suatu sistem baru. mempertahankan temperatur tubuh dan sirkulasi.3 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Virginia Henderson (1966) Dalam teori Henderson disebutkan bahwa fungsi unik dari perawat adalah membantu individu baik sakit maupun sehat. maka akan diketahui bagaimana cara keperawatan untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Menurut Tomey dan Alligood (2006). c. perawat juga mempunyai 6 peran yang terdiri dari peran sebagai: a. Counselors/Konselor: meningkatkan pengalaman individu menuju keadaan sehat yaitu kehidupan yang kreatif. 2. kebutuhan berpakaian. kebutuhan kebersihan diri. Dengan mengetahui kebutuhan dasar manusia. kebutuhan akan nutrisi. hanya saja jika masyarakat tersebut mempunyai biaya untuk mendapatkan pelayanan keperawatan.interaksi interpersonal merupakan hal yang penting untuk memahami klien dalam mencapai resolusi masalah. Resource Person/Narasumber: perawat memberikan jawaban yang spesifik terhadap pertanyaan tentang masalah yang yang ditanyakan. Surrogate/Wakil pengganti: membantu individu belajar tentang keunikan tiap manusia sehingga dapat mengatasi konflik interpersonal. dan pengetahuan dalam waktu sesingkat mungkin. kebutuhan bekerja. Henderson menekankan pada kebutuhan dasar manusia sebagai fokus utama pada praktik keperawatan. berkomunikasi dengan orang lain dan berekspresi. Consequences/Konsekuens: sistem diri dengan kepribadian yang berkembang. kemauan.

yaitu teori self care.2. teori ini tidak dapat menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan pada kondisi keterbatasan ekonomi. Proses kehidupan berjalan searah dengan irama spiral b. keseluruhan dari tindakan keperawatan merupakan sistem keperawtan. saling melengkapi dan menyatu Jadi. Disini. Sejak awal teori tersebut sudah menjadi kontroversi dan bahan perdebatan di kalangan perawat dan petinggi keperawatan. Bagi masyarakat perkotaan yang mengalami kemiskinan dan tidak memiliki rumah. perawatan diri sendiri merupakan perilaku yang dipelajari dan secara disengaja dilakukan sebagai respon untuk memenuhi kebutuhan. Pada teori self care. Energi manusia dan lingkungan saling berhubungan dan saling menguntungkan. kompensasi sebagian. pelayanan keperawatan komunitas memiliki tiga prinsip dasar dalam mendeskripsikan manusia sebagai “kesatuan” yaitu: a. Dalam pengaplikasiannya. model Rogers ini sangat efektif untuk promosi kesehatan. sosok perawat dibutuhkan ketika terdapat perawatan diri yang kurang.4 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Martha Rogers (1970) Martha Rogers pada tahun 1961 mendeskripsikan teori tentang manusia sebagai satu kesatuan yang utuh. Sedangkan teori self care deficit dimaksudkan bahwa perawatan diperlukan karena seseorang dengan keterbatasannya sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perawatan diri sendiri. Namun Rogers mendorong para tenaga kesehatan untuk melanjutkan interaksi mutual dengan manusia sebagai kesatuan sistem energi. Orem mengemukakan terdapat beberapa macam sistem keperawatan yang dapat digunakan. teori self care deficit. dan teori sistem keperawatan. 2.2. 20 . Maka. Pada teori sistem keperawatan.alternatif agar kebutuhan tersebut terpenuhi. 2. perawat dapat memberikan pendidikan kesehatan agar masyarakat tersebut minimal dapat mempertahankan status kesehatannya. yaitu meliputi pelayanan yang seluruhnya terkompensasi. dan suportif edukatif. Sehinggga membutuhkan banyak tenaga profesional dan para pemberi pelayanan kesehatan tidak mengetahui secara keseluruhan tentang masalah kliennya. Sehingga para perawat dapat memperhatikan seseorang sebagai satu kesatuan utuh saat merencanakan dan memberikan pelayanan kesehatan.5 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Dorothea Orem (1971) Model teori menurut Orem adalah teori keperawatan self care deficit yang mempunyai tiga teori anakan. Sebelumnya para tenaga kesehatan memberikan pelayanan kesehatan dengan membagi-bagi berdasarkan area atau fungsinya. Energi memiliki pola gelombang dan organisasi c.

Hanya dengan keadaannya yang terbatas dalam hal ekonomi. Dengan hal itu. maka klien yang melakukannya.klien dan keperawatan. perawat hanya membantu pada perawatan diri yang tidak bisa dilakukan klien secara mandiri.2. menetapkan tujuan dan mengambil tindakan untuk mencapai tujuan. koping. beberapa yang berkaitan dengan interaksi individu. Berdasarkan teori Orem. waktu dan ruang pribadi. sikap. yaitu harus menetapkan standar praktik untuk semua perawat-pasien saling berinteraksi.6 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut King’s (1971) King (1981) menyatakan bahwa Theory of Goal Attainment adalah teori normatif. perawat . Ketika transaksi dilakukan. model ini 21 . maka intervensi keperawatan dibutuhkan. King (1981. Ketika menjelaskan individu. atau hanya dukungan atau edukasi. 1991) mengidentifikasi bahwa persepsi. Perawat dan pasien membentuk sistem antar pribadi dimana saling mempengaruhi dan keduanya dipengaruhi oleh faktor situasional di lingkungan.Masyarakat urban yang lebih difokuskan pada masyarakat miskin dan tidak mempunyai rumah tetap membutuhkan pelayanan keperawatan. perawat juga dapat memberitahu cara memodifikasi lingkungan agar kesehatan anggota keluarga tersebut tetap terjaga sebagai upaya preventif terhadap masalah kesehatan. dibantu sebagian. dapat membantu masyarakat miskin dan tidak mempunyai tempat tinggal dengan memandirikan keluarga tersebut. Intervensi keperawatan ini dapat diberikan dengan dibantu sepenuhnya. merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan. Perawat dan pasien saling berkomunikasi. stressor. ide. Perawat dapat memberikan pelayanan berupa membantu keluarga untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut. sehingga memerlukan pelayanan yang berbeda. pertumbuhan. semua kembali pada arahan untuk memandirikan klien. dan interaksi merupakan elemen penting dalam transaksi. dan stress pengembangan. diharapkan masyarakat miskin dan atau tanpa tempat tinggal dapat menjadi mandiri dalam hal menjaga kesehatan sesuai dengan kondisi ekonomi mereka. transaksi. Theory of Goal Attainment terdiri dari konsep persepsi. komunikasi. Setiap individu membawa satu set yang berbeda dari nilai-nilai. jika klien dalam hal ini adalah masyarakat urban yang mempunyai keterbatasan ekonomi tidak mampu untuk terlibat perawatan diri secara efektif. persepsi untuk pertukaran. diri. 2. agar klien tidak terlalu terbebani biaya kesehatan. Theory of Goal Attainment. komunikasi. Yang dimaksud dengan dibantu sebagian disini adalah ketika klien dapat mengerjakan sesuatu hal. Akan tetapi. interaksi. Dengan aplikasi teori Orem yaitu teori self care. Tidak hanya itu. tujuan biasanya tercapai. peran.

pola diidentifikasi 22 . (3) individu memiliki hak untuk berpartisipasi dalam keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. rasional. dan (6) tujuan dari profesionalitas kesehatan dan tujuan dari penerima pelayanan kesehatan mungkin tidak kongruen. makhluk bereaksi dan (2) adalah pengendali. Metodologi dalam pembelajaran proses keperawatan (Daubenmire.      Amati & tindakan: perubahan keadaan pasien dan mengakui perubahan dalam keadaan perawat dengan mengidentifikasi pola perilaku: variabel fisiologis dan psikologis. dan pelayanan masyarakat. I. faktor dalam sistem. Persepsi. tindakan perawat. Menafsirkan: pola perilaku yang didasarkan pada pengetahuan tentang teori dan konsep perilaku manusia Memverifikasi: interpretasi dengan observasi lebih lanjut dan pengukuran dalam situasi perawat-pasien.menunjukkan bahwa (1) individu sosial. Perception Nurse Judgment Action Reaction Patient Action Judgment Perception Feedback Interaction Transaction Feedback Mengenai interaksi perawat . & King. (5) individu memiliki hak untuk menerima atau menolak perawatan. dan nilai-nilai perawat dan klien mempengaruhi proses interaksi. dan pikiran harus disimpulkan untuk setiap individu sampai dikomunikasikan melalui perilaku verbal atau nonverbal. kebutuhan. (1973) antara lain sebagai berikut:  Mengakui: perilaku mungkin dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu. dan waktu berorientasi pada perilaku mereka. King (1981) percaya bahwa (1) persepsi perawat dan klien mempengaruhi proses interaksi. maupun nonverbal dikomunikasikan atau diamati). bertujuan.. Mensintesis: informasi untuk merencanakan dan melaksanakan tindakan keperawatan untuk meningkatkan sumber daya pasien atau mengubah tekanan bio-psiko-sosio-kultural. M.J. verbal.M. (2) tujuan. Menganalisa: situasi perawat dan pasien (perilaku fisiologis.klien. kesehatan. hidup. perasaan. berorientasi tindakan.

sosiokultural dan spiritual klien. Sebagai contoh. informasi yang dikumpulkan. yaitu intrapersonal. Stresor juga dapat diklasifikasikan menjadi tiga. Buatan disini misalnya perpindahan tempat tinggal. Kekuatan garis pertahanan resisten dipengaruhi oleh derajat reaksi klien terhadap serangan stresor pada garis pertahanan. Garis pertahanan fleksibel adalah suatu keadaan yang selalu berubah yang disebabkan oleh beberapa faktor dan bersifat fluktuatif. Garis pertahanan normal merupakan rentang respon normal seseorang terhadap stress. Stresor dapat muncul dari lingkungan internal.2. Stresor intrapersonal yaitu stresor yang terdapat pada individu yang berhubungan dengan lingkungan internal. Ayahnya merasa bersalah karena sebagai kepala keluarga dia tidak mampu membiayai anaknya untuk berobat. eksternal maupun buatan. ada satu keluarga miskin. dan resisten. Ada anaknya yang sedang sakit dan tidak mampu untuk berobat. dan pengetahuan. hubungan diidentifikasi dalam pengamatan. Stresor interpersonal merupakan stresor yang terjadi pada individu dan berpengaruh pada sistem. Stresor ekstrapersonal adalah stresor diluar individu.perilaku. psikologis. fisiologi. Konsep ini memaparkan mengenai keperawatan yang berhubungan dengan garis pertahanan diri dalam menurunkan stress. Menurut teori Neuman. yaitu sesuatu yang ada pada klien yang harus dijaga agar klien tersebut tetap survive. dan ekstrapersonal atau intraclient. Rasa bersalah ayahnya merupakan stresor intrapersonal. Rekonstitusi merupakan stabilisasi sistem dan membawa sistem ke garis pertahanan normal. Sedangkan garis pertahanan restisten merupakan faktor internal yang melindungi perlawanan klien terhadap serangan dari stresor.7 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Betty Neuman (1972) Model Neuman biasanya disebut model Health Care System. Setiap kali terjadi serangan pada struktur dasar maka sistem akan melakukan rekonstitusi. Rekonstitusi bisa memperluas garis pertahanan normal ke tingkat 23 .  Tampilan: proses keperawatan sebagai proses interpersonal yang berkelanjutan yang dinamis di mana perawat dan pasien masing-masing dipengaruhi oleh perilaku dari yang lain dan oleh faktor dalam sistem di mana mereka beroperasi 2. interclient dan ekstraclient. fleksibel. Garis pertahanan ini melindungi struktur dasar. Ayahnya berharap anaknya cepat sembuh. Harapan ayahnya akan kesembuhan anaknya ini merupakan stresor interpersonal. sedangkan pembayaran biaya perawatan merupakan stresor ekstrapersonal. Kekuatan garis pertahanan dan resisten dipengaruhi oleh perkembangan. garis pertahanan ada tiga yaitu garis pertahanan normal. interpersonal.

dan tersier. asumsi dari Orlando tidak spesifik.2. Serta klien dapat mencapai tingkat kesehatan yang maksimal. sehingga dapat mempertahankan energi. Sedangkan pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah stabilitas sistem klien secara optimal. Dengan adanya garis pertahanan yang kuat. menanyakan untuk validasi atau perbaikan (Tomey. maka akan melindungi struktur dasar klien. Sama dengan teori-teori keperawatan pendahulunya. perilaku pasien. Pencegahan sekunder terjadi setelah serangan pada garis pertahanan. Model Neuman dapat digunakan pada masyarakat miskin dan homeless. Fungsi profesional yaitu membantu mengenali dan menemukan kebutuhan klien yang bersifat segera. Ketika sistem klien tidak mampu mencegah serangan maka perlu adanya intervensi keperawatan. mengidentifikasi permasalahan klien yang disampaikan kepada perawat. mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk membantunya serta untuk melakukan tindakan yang tepat. Perawat Perawat adalah suatu profesi yang mempunyai fungsi otonomi yang didefinisikan sebagai fungsi profesional keperawatan. Orlando juga menggambarkan mengenai konsep disiplin dalam proses keperawatan sebagai interaksi total (total interactive) yang dilakukan tahap demi tahap. Hal itu merupakan tanggung jawab perawat 24 . diantaranya adalah konsep disiplin proses keperawatan (nursing process discipline) yang juga dikenal dengan sebutan proses disiplin atau proses keperawatan. yaitu pencegahan primer. tetapi terdapat empat area ditekuninya: 1. Disiplin proses keperawatan meliputi komunikasi perawat kepada pasiennya yang sifatnya segera. 2006). faktor-faktor yang mempengaruhi.sebelumnya. dan mengembalikannya pada tingkat semula sebelum sakit. Asumsi Orlando terhadap paradigma keperawatan hampir seluruhnya terkandung dalam teorinya. menstabilkan sistem pada tingkat yang lebih rendah. sekunder. Pencegahan primer meliputi tindakan sebelum serangan stresor terjadi dan hal ini untuk mencegah adanya serangan dengan meningkatkan kekuatan garis pertahanan atau mengurangi potensi untuk terpapar stresor. apa yang terjadi antara perawat dan pasien dalam hubungan tertentu. Pencegahan ini untuk meminimalisir reaksi terhadap stresor. Ada tiga tingkatan intervensi keperawatan. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali atau regresi. 2.8 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Ida Jean Orlando (1972) Ida Jean Orlando (1972) mengemukakan tentang beberapa konsep utama. Sebelumnya diperlukan pengkajian stresor. dan derajat serangan. reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan yang harus dilakukan. Apalagi masyarakat miskin dan homeless mengalami banyak stresor dalam waktu yang bersamaan.

Orlando menggambarkan model teorinya dengan lima konsep utama. dan keduanya mempersepsikan. b. perawat perlu mengobservasi perilaku pasien untuk mengetahui tanda-tanda distress. Manusia Manusia bertindak atau berperiaku secara verbal dan nonverbal. Mengenal perilaku klien (Patient’s presenting behavior) Mengenali perilaku klien dengan mengobservasi apa yang dikatakan klien maupun perilaku nonverbal yang ditujukan kepada klien. Dalam teorinya tentang disiplin proses keperawatan mengandung elemen dasar. Ketika perawat menggunakan proes ini untuk mengkomunikasikan reaksinya dalam merawat pasien. kadang-kadang dalam situasi tertentu manusia dalam memenuhi kebutuhannya membutuhkan pertolongan. yaitu perilaku klien.untuk mengetahui kebutuhan klien dan membantu memenuhinya. aktivitas perawat profesional yaitu tindakan yang dilakukan perawat secara bebas dan bertanggung jawab guna mencapai tujuan dalam membantu klien. serta apa yang mereka katakan dan kerjakan akan saling mempengaruhi. Alligood (2010) mengemukakan bahwa teori keperawatan Orlando menekankan adanya hubungan timbal balik antara klien dan perawat. dan tindakan perawatan yang dirancang untuk kebaikan klien. 3. tetapi berasumsi bahwa bebas dari ketidaknyamanan fisik dan mental. 4. Pasien dapat mengalami distress terhadap lingkungan terapeutik dalam mencapai tujuannya. 25 . Itu merupakan alat yang dapat perawat gunakan untuk melaksanakan fungsinya dalam merawat pasien. reaksi perawat. Sehat Orlando tidak mendefinisikan tentang sehat. yaitu: a. Fungsi keperawatan profesional (Professional nursing function) Tanggung jawab perawat yaitu membantu apapun yang klien butuhkan untuk memenuhi kebutuhannya. berpikir. Hal ini dijadikan dasar pernyataan bahwa perawat profesional harus berhubungan dengan seseorang yang tidak dapat menolong dirinya dalam memenuhi kebutuhannya. merasakan. 2. dan merasa adekuat dan sejahtera berkontribusi terhadap sehat. dan bertindak dalam situasi yang bersifat segera. Perawat harus mengetahui benar profesionalnya. Lingkungan Orlando berasumsi bahwa lingkungan merupakan situasi keperawatan yang terjadi ketika perawat dan klien berinteraksi. dan akan mengalami distress jika mereka tidak dapat melakukannya. Perasaan adekuat dan sejahtera dalam memenuhi kebutuhannya berkontribusi terhadap sehat. Orlando menyebutnya sebagai “nursing process discipline”.

c. Reaksi segera (Immediate reaction) Reaksi segera meliputi persepsi, ide, dan perasaan perawat dan klien. Reaksi segera adalah respon segera atau respon internal dari perawat dan persepsi individu klien. d. Disiplin proses keperawatan (Deliberative nursing process) Disiplin proses keperawatan diartikan sebagai interaksi total (totally interactive) yang dilakukan tahap demi tahap, apa yang terjadi antara perawat dan klien dalam hubungan tertentu, perilaku klien, reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan dalam hubungan yang harus dilakukan, mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk membantunya serta untuk melakukan tindakan yang tepat. e. Peningkatan (Improvement): peningkatan berarti tumbuh lebih, klien menjadi lebih berguna dan produktif.

2.2.9 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Sr Callista Roy (1976) Model adaptasi Roy memandang klien sebagai suatu kesatuan adaptasi untuk menyesuaikan dengan lingkungannya. Ada tiga konsep yang menjadi dasar dalam teori Roy, yaitu manusia / klien, adaptasi, dan perawat. Manusia / klien dalam model adaptasi Roy dipandang secara holistik sebagai suatu sistem adaptasi yang berinteraksi dengan lingkungan. Klien disini tidak hanya individu, melainkan termasuk keluarga, kelompok, maupun komunitas. Tujuan interaksi klien dengan lingkungan adalah respon adaptif positif untuk berubah baik dalam lingkungan internal maupun eksternal sehingga meningkatkan integritas sistem. Kemampuan klien untuk beradaptasi tergantung dari pengalaman dan kemampuan mengatasi / menguasai suatu perubahan. Kemampuan mengatasi perubahan (tingkat adaptasi) dipengaruhi oleh tiga kategori stimulus. (1) Stimulus fokal merupakan stimulus internal dan langsung berhadapan dengan individu. (2) Stimulus kontekstual, yaitu stimulus lain pada situasi sama yang mempengaruhi respon klien terhadap stimulus fokal dan dapat diobservasi. (3) Stimulus Residual, stimulus tambahan yang relevan, tetapi sukar untuk diobservasi (mis. keyakinan, nilai, pengalaman yang lalu). Model Roy dapat langsung digunakan pada perawatan klien baik individu, keluarga, komunitas, maupun pada masyarakat miskin dan homeless. Misalnya pada masyarakat homeless. Remaja wanita homeless rentan terhadap seksual abuse. Pada suatu hari, dia mengetahui bahwa dirinya hamil. Stimulus fokal bagi individu pada kasus ini adalah keadaan kehamilannya itu. Untuk stimulus fokal bagi komunitas yaitu peningkatan jumlah kehamilan pada remaja. Untuk stimulus kontekstualnya yaitu respon remaja tersebut pada kehamilannya, misalnya perilaku dia menjaga kehamilan. Stimulus kontekstual bagi komunitas misalnya
26

sikap komunitas terkait aktivitas seksual. Stimulus residual bagi individunya yaitu umur dan tingkat maturitas remaja. Sedangkan stimulus residual bagi komunitasnya adalah tingkat edukasi. Peran perawat dalam teori Roy adalah membantu klien dalam beradaptasi dengan lingkungannya agar tetap survive. Hal ini dilakukan dengan cara menekan stimulus, meningkatkan tingkat adaptasi klien dan menggali sumber-sumber koping yang dimiliki klien.

2.2.10 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Madeleine Leininger (1978) Model keperawatan Leininger biasa dikenal dengan model keperawatan transkultural, mengingat Leininger menitikberatkan pada aspek kebudayaan yang terkait dengan status kesehatan klien. Keperawatan transkultural merupakan suatu area / wilayah keilmuwan budaya pada proses belajar dan praktik keperawatan yang fokus memandang perbedaan dan kesamaan diantara budaya dengan menghargai asuhan, sehat dan sakit didasarkan pada nilai budaya manusia, kepercayaan dan tindakan, dan ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan khususnya budaya atau keutuhan budaya kepada manusia (Leininger, 2002). Konsep utama yang disoroti dari model keperawatan ini adalah konsep caring dan perbedaan budaya (Leininger, 1980 dalam Leininger, 200). Diharapkan dengan

mempertimbangkan aspek kebudayaan dan memahaminya sebagai perbedaan, seorang perawat bisa menghilangkan stereotype. Mengindari asumsi seperti inilah yang diharapkan dapat membantu seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien dari berbagai latar belakang budaya.

27

Tujuan keperawatan berbasis transkultural ini adalah memberikan perawatan yang konsisten dengan ilmu dan pengetahuan keperawatan dengan caring sebagai fokus sentral (Chinn dan Jacobs, 1995 dalam Tomey, 2006). Model konseptual yang dikembangkan oleh Leininger dalam menjelaskan asuhan keperawatan dalam konteks budaya digambarkan dalam bentuk matahari terbit (Sunrise Model) seperti yang terdapat pada gambar berikut. Dari model tersebut dapat diketahui bahwa terdapat berbagai macam faktor yang mempengaruhi keadaan suatu individu. Factor-faktor inilah yang perlu dikaji untuk dijadikan landasan berpikir untuk menentukan asuhan keperawatan apa yang tepat. Sedangkan untuk strategi keperawatan terkait intervensi menurut Leininger dibagi menjadi tiga, yaitu mempertahankan budaya, negosiasi budaya, dan restrukturisasi budaya.

2.2.11 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Jean Watson (1979) Watson mendefinisikan caring sebagai moral ideal yang berorientasi dan meliputi pada aspek-aspek diluar tindakan yang aktual sebagai hubungan transpersonal antara perawat dan klien yang mana tujuannya adalah meningkatkan kualitas-kualitas dalam kehidupan manusia. Caring science merupakan suatu orientasi human science dan kemanusiaan terhadap proses, fenomena, dan pengalaman human caring. Transpersonal Caring mengakui kesatuan dalam hidup dan hubungan-hubungan yang terdapat dalam lingkaran caring yang konsentrik – dari individu, pada orang lain, pada masyarakat, pada dunia, pada planet Bumi, pada alam semesta (Watson, 2004). Watson mengemukakan terdapat konsep-konsep atau asumsi utama dalam ilmu keperawatan, dimana konsep ini sebaiknya dijadikan landasan dalam perawatan klien yakni: a. Caring dapat diimplementasikan dan di terapkan secara interpersonal. b. Caring berisi carative factor yang menghasilkan kepuasan dari kebutuhan tertentu manusia. c. Caring yang Efektif dapat dijadikan sebagai promosi kesehatan dan pertumbuhan individu dan keluarga d. Respon caring bukan hanya pada momen tertentu sekarang tetapi juga masa depan. e. Lingkungan caring adalah sesuatu yang menawarkan perkembangan dari potensi yang ada, dan di saat yang sama membiarkan sesorang untuk memilih tindakan yang terbaik bagi dirinya saat itu. f. Caring lebih bersifat “Healthogenic” dari pada Curing. g. Praktik Caring lebih merupakan sentral dari keperawatan.

28

raga dan pikiran. dan kedamaian. dan kesatuan diri dalam seluruh aspek care. Hadir untuk menampung dan mendukung ekspresi perasaan positif dan negatif sebagai suatu hubungan dengan semangat yang dalam dari diri sendiri dan orang yang dirawat. yaitu: a. memberikan “human care essentials” yang memunculkan penyesuaian jiwa. yang memiliki keholistikan. keholistikan. Menggunakan diri sendiri dan semua cara yang diketahui secara kreatif sebagai bagian dari proses caring. Menerapkan perilaku yang penuh kasih sayang dan kebaikan dan ketenangan dalam konteks kesadaran terhadap caring. dan mewujudkan dan mempertahankan sistem kepercayaan yang dalam dan dunia kehidupan subjektif dari dirinya dan orang dirawat. untuk terlibat dalam penerapan caring-healing yang artistik. i. Teori Carative Factor Original carative factors kemudian dikembangkan oleh Watson menjadi clinical caritas processes yang menawarkan pandangan yang lebih terbuka (Watson. dengan melibatkan jiwa dan keberadaan secara spiritual. kenyamanan. Memberikan perhatian terhadap praktik . “soul care” bagi diri sendiri dan orang yang dirawat. j. keindahan. yang saling membantu dan saling percaya. dan dimensi eksistensial dari kehidupan dan kematian seseorang. baik fisik maupun nonfisik. h. martabat. f.  Clinical Caritas Process Watson memperkenalkan “clinical caritas process” (CCP). melebihi ego dirinya. e. lingkungan yang kompleks dari energi dan kesadaran. b. c. Terlibat dalam pengalaman belajar mengajar yang sebenarnya yang mengakui keutuhan diri orang lain dan berusaha untuk memahami sudut pandang orang lain. Menelaah dan menghargai misteri spritual. Hadir dengan sepenuhnya. untuk menempatkan carative factor-nya. yang berasal dari bahasa yunani “cherish”. yang berarti memberi 29 .praktik spiritual dan transpersonal diri orang lain. 2004). d. dengan kesadaran caring yang penuh. g. Mengembangkan dan mempertahakan suatu hubungan caring yang sebenarnya. Menciptakan lingkungan healing pada seluruh tingkatan. Membantu terpenuhinya kebutuhan dasar.

dan mencoba melihat dan mengacu pada kerangka berpikir orang lain.2.12 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Nola Pender (1982) Nola Pender menggambarkan model keperawatan dengan pelayanan keperawatan intervensi langsung untuk promosi kesehatan. dan cinta. perawat dapat mempengaruhi motivasi warga dan kemampuan untuk mengubah keadaan mereka agar dapat 30 . sepenuh hati dan cinta. Model promosi kesehatan Pender ini berusaha untuk menjelaskan perilaku proaktif. seperti usia dan ras     Karakteristik biologis. Karena promosi kesehatan merupakan penekanan utama dalam keperawatan kesehatan masyarakat atau komunitas. Merawat pasien dengan penuh kesadaran. Murdaugh. Terlibat dalam proses pengalaman belajar mengajar. seorang perawat kesehatan masyarakt perlu melakukan pengkajian atau wawancara terhadap masyarakat urban atau keluarga miskin atau perumahan penghasilan rendah dengan persepsi mereka tentang bagaimana meningkatkan kesehatan dan keselamatan. seperti stres menghadapi pola Dengan menggunakan model Pender. clinical caritas process adalah suatu praktik perawatan pasien dengan sepenuh hati kesadaran. misalnya kontrol persepsi. supportif dan mampu mengekspresikan perasaan negatif dan positif dari dasar-dasar nilai spiritual diri dalam hubungannya dengan pasien sebagai one-being-cared-for. Jadi. 2006). seperti harapan orang lain Faktor-faktor situasional. manfaat meningkatkan kesehatan dan hambatan untuk terlibat dalam mempromosikan kesehatan perilaku. Promosi kesehatan merupakan prioritas dalam praktik keperawatan kesehatan masyarakat. status kesehatan. Pender mendefinisikan promosi atau pelayanan kesehatan sebagai tindakan yang diarahkan berarti termasuk dalam tingkat kesejahteraan dan aktualisasi diri dalam individu atau keompok pada keluarga miskin dan masyarakat urban dalam menyelesaikan stressornya (Pender. Lima jenis faktor modifikasi yang mempengaruhi persepsi masyarakat tentang mengejar perilaku promosi kesehatan antara lain: Faktor demografi. Jadi dalam model ini. seperti tinggi dan berat badan Pengaruh impersonal. perawat diminta untuk berperilaku proaktif dengan memahami teori pembelajaran sosial pada masyarakat urban atau keluarga miskin. & Parsons. yang dihadirkan sebagai kesatuan “menjadi dan berarti” (being and meaning). Dengan mengetahui pendapat dan persepsi meraka. hadir secara jiwa dan raga. 2.cinta dan perhatian khusus. seperti ketersediaan makanan sehat Faktor perilaku.

psikologis. Keempat model keperawatan tersebut dapat mengemukakan intervensi keperawatan yang sebaiknya dilakukan dalam komunitas masyarakat perkotaan khususnya kaum urban yang hidup miskin dan tidak memiliki tempat tinggal. semua yang mungkin memotivasi remaja untuk mencari perawatan sebelum melahirkan. Komitmen ini meliputi intervensi untuk bertindak dan rencana spesifik dari suatu tindakan. Beberapa macam model keperawatan komunitas yang telah disebutkan. Model Keperawatan yang dikemukakan oleh Betty Neuman (1972) yang lebih dikenal dengan istilah model Health Care System juga biasa digunakan. niat klien untuk diet dapat digerogoti oleh penyakit serius dari anggota keluarga dan kebutuhan untuk makan di restoran cepat saji dengan berangsur-angsurnya dengan pendekatan model dalam mengubah perilaku dan persepsi yang dibantu oleh perawat sehingga klien dapat kembali ke gaya hidup yang lebih normal. Komitmen untuk bertindak yang harus mengarah pada kinerja perilaku kesehatan dalam mempromosikan sebenarnya kecuali ada gangguan. dan sosial budaya pribadi yang relevan dengan perilaku yang terlibat. Fix sampe sini mak 31 . Misalnya. prevalensi kondisi serius lainnya mungkin mencegah perhatian yang memadai terhadap masalah kehamilan remaja.menyelesaikan masalah yang bisa dilakukan atau warga dapat menemukan koping untuk dirinya sendiri. Bagi masyarakat. terdapat beberapa yang diterapkan sebagai pedoman bagi keperawatan komunitas perkotaan bagi masyarakat urban (poor & homeless). Faktor-faktor yang sama juga dapat mempengaruhi upaya keluarga untuk mencari perawatan. keluarga dan kelompok atau komunitas. Faktor biologis bagi individu akan mencakup adanya masalah kesehatan lain dan mungkin ketidaknyamanan atau tanda kompilasi kehamilan. Karakteristik individu dan perilaku spesifik kognisi dapat menyebabkan suatu komitmen untuk meningkatkan kegiatan kesehatan. Model keperawatan yang sering digunakan adalah model keperawatan menurut Dorothea Orem (1971) yang mengemukakan tentang keperawatan mandiri atau Self Care Deficit Nursing Theory. Selain itu model keperawatan menurut Florence Nightingale yang berorientasi pada lingkungan dan Leininger yang mengacu pada keperawatan transkultural. Model Pender berlaku untuk individu. perilaku dipengaruhi oleh karakteristik individu meliputi faktor biologis. Dalam model promosi kesehatan Pender.

Perbedaan kelas mempengaruhi pemanfaatan terhadap pelayanan kesehatan Mobilisasi mempengaruhi ketersediaan pelayanan.3 Asuhan Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan 2. Tersedianya tempat rekreasi Iklim yg ekstrim mempengaruhi kesehatan. 1. Lingkungan dapat mempengaruhi level kesehatan komunitas (polusi yang disebabkan oleh manusia) Pertanyaan Pengkajian Dimana lokasi komunitas?Apakah lokasi bagian dari komunitas yg luas?Apa saja komunitas kecil di dalamnya? Dimana lokasi institusi kesehatan?Apakah dekat dengan komunitas? Apakah geografis mendorong kesehatan?atau merupakan ancaman? aktifitas Berapa rata-rata temperature?Seberapa ekstrim?Apakah berdampak bagi kesehatan? Apakah tumbuhan dan hewan merupakan ancaman bagi kesehatan? Apa industri besar yang ada?Apakah air.2. Tabel pengkajian dari dimensi lokasi Variable Lokasi Batasan komunitas Lokasi pelayanan kesehatan Geografi Iklim Flora & Fauna Lingkungan yg dibuat manusia Implikasi Kesehatan Komunitas Batasan menentukan terjadinya sehat sakit. Tabel pengkajian dimensi Sistem Sosial Variabel Sistem Sosial Implikasi Kesehatan Komunitas Pertanyaan Pengkajian 32 . Pertanyaan Pengkajian Apakah komunitas kota. Tanaman beracun atau penyakit yang dibawa o/ hewan dapat mempengaruhi kesehatan komunitas. jenis kelamin. udara. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengkajian dalam berbagai dimensi komunitas. populasi dan sistem social (Allender. atau kerusakan yang disebabkan karena bencana alam. menentukan penyebaran penyakit.1 Pengkajian Keperawatan Komunitas Pengkajian keperawatan komunitas merupakan suatu proses tindakan untuk mengenal komunitas. 2001). Terdapat tiga dimensi komunitas sebagai klien yaitu: lokasi. pinggiran kota atau pedesaan? Seberapa padat populasi? Komposisi umur. ataupun tanah berdampak bagi manusia? 2. Praktik kesehatan/ pengetahuan dipengaruhi o/ budaya.3. Tabel pengkajian dari dimensi populasi Variable Populasi Ukuran Kepadatan Komposisi Rata-rata Pertumbuhan Perbedaan budaya Kelas social Mobilitas Implikasi Kesehatan Komunitas Jumlah individu dan institusi kesehatan Peningkatan penduduk dapat meningkatkan stress. status perkawinan dalam komunitas? Jumlah populasi yang berubah selama 2 dekade terakhir? Diskriminasi kelompok yang ditunjukkan?apakah kelompok mempunyai keunikan dalam praktik /kebutuhan kesehatan? Apakah kelas yg berbeda menyarankan kebutuhan & pelayanan kesehatan? Bagaimana frekuensi anggota yg masuk & keluar dalam komunitas?? 3. Tinggi rendahnya kepadatan berpengaruh kepada tersedianya pelayanan kesehatan Komposisi dari populasi menentukan tipe kebutuhan kesehatan Kecepatan pertumbuhan penduduk meningkatkan permintaan akan pelayanan kesehatan Kebutuhan akan kesehatan berubah sesuai dengan budaya. Tersedianya akses pelayanan kesehatan Kematian.

2009 (hlm. Apakah masyarakat merasa aman? 5.bagaimana penduduk bepergian? Jenis transportasi umum dan individu yang digunakan? Apakah Anda melihat bus. Kesepakatan mengenai sarana untuk mencapai tujuan komunitas. pelayanan kesehatan.364)) a. peta wilayah. sosial dan pemerintah. Jenis pelayanan perlindungan yang tersedia (contoh. Adakah klinik. Pemerintah dan politik. Catat perbedaan dan cirri-ciri tiap suku atau etnis. iklim. taxi. Berikut komponen-komponen pengkajian dalam windshield survei (Stone. Efendi & Makhfudli. serta jumlah pengangguran 4. pusat emergensi. Lingkungan fisik-keadaan lingkungan atau geografis. polisi.Sistem kesehatan Sistem keluarga Sistem ekonomi Sistem pendidikan Sistem agama. kesejahteraan Sistem politik Sistem rekreasi. Dalam pengkajian ini perawat dapat menemukan data-data yang berada di masyarakat diantaranya.apakah ada tanda dari aktivitas politik Data 33 . Apakah penduduknya homogen? 3. trotoar. Kolaborasi antar sistem mengidentifikasi tujuan & mengatasi masalah kesehatan. Sejarah-Apa yang Anda dapat dari pengamatan sementara diwilayah tersebut? Tanyakan sejarah wilayah tersebut kepada tokoh masyarakat 2. serta kesehatan jiwa komunitas 3. McGuire. Komunikasi antar organisasi di setiap sistem. batas wilayah. organisasi.status ekonomi masyarakat. keluarga. Keamanan dan transportasi. jenis kelamin. atau fasilitas untuk orang dengan kekurangan fisik. Kelompok etnis-identifikasi berbagai suku atau etnis yang Anda jumpai. rumah sakit. 154)). Pelayanan kesehatan dan sosial-masalah akut dan kronik? Unit pelayanan kesehatan baik modern atau tradisional. keadaan ekonomi. Demografi-tipe orang seperti apa yang Anda jumpai? Data usia. sanitasi). tempat pelayanan sosial. jalur sepeda. grup. komunikasi Setiap sistem harus memenuhi fungsi dari kesehatan komunitas. Inti komunitas Observasi 1. 2. 4. atau populasi. Kejahatan yang sering terjadi. Ekonomi. Eigsti. 2001(hlm. pemadam kebakaran. tenaga kesehatan. dan data umum yang da di masyarakat. home care. legal. industry yang ada. dan kondisi perumahan. Nilai dan keyakinan-Apakah disana terdapat rumah ibadah? Apakah tempat itu terlihat homogen? Subsistem 1. Apa saja fungsi dari setiap sistem utama? Apa saja subsistem utama? Seberapa baik organisasi melakukan fungsinya? Apakah terdapat konflik antar sistem? Apakah ada kesepakatan mengenai tujuan komunitas? Apakah ada sistem yang dominan dibandingkan yg lain? - Tipe Pengkajian Komunitas Jenis pengkajian kebutuhan masyarakat (Allender & Speadley. Pengkajian ini dapat digunakan jika perawat sedang bertugas di dalam keluarga. kegiatan yang menunjang roda perekonomian.2002 ( hlm 471). Windshield Survei Windshield survei mengumpulkan dan mengunakan data yang telah tersedia di masyarakat untuk mempelajari masalah masyarakat tersebut.

4. iklim. Berorientasi Masalah (Problem-Oriented Assessment) Jenis pengkajian kebutuhan masyarakat yang kedua berfokus pada satu masalah yang akan di kaji lebih lanjut di komunitas. 7. media cetak. Pengkajian Subsistem Komunitas (Community Subsistem Assessment) Pada pengkajian subsistem komunitas. 2. pertemuan) partai apa yang mendominasi? Apa hak komunitas dalam pemerintahan? Komunikasi. perbedaan budaya. kesejahteraan. 3. rata-rata pertumbuhan atau kematian. 5. dan elektronik yang biasa dipakai Pendidikan-identifikasi fasilitas dan program kerja institusi pendidikan. 8. Untuk mendapatkan data yang lebih detail dengan melakukan 34 . (contoh poster. Persepsi Anda-pernyataan umum mengenai kesehatan komunitas.identifikasi jenis komunikas. rekreasi. Dimensi yang ketiga yaitu populasi. dan mobilitas. komposisi populasi. pemahaman tentang variabel populasi akan mempermudah perawat komunitas dalam melakukan pengkajian. Pengkajian subsistem akan lebih baik jika dilakukan dalam tim. sosial sistem. 1. terdiri dari sepuluh variabel diantaranya sistem kesehatan. religious.6. Selanjutnya melakukan survei dengan menyusun data-data demografis terutama populasi (termasuk variabel-variabel populasi). keluarga. Perasaan/ masalah aktual atau potensial.dimana tempat bermain anak? Fasilitas apa yang tersedia?siapa saja yang berperan serta Persepsi Penduduk-bagaimana pendapat tentang komunitasnya? Identifikasi kekuatan. Pengkajian dimulai dengan mereview semua data yang ada di komunitas. ekonomi. Komunitas memiliki tiga dimensi yaitu lingkungan. selanjutnya informasi yang telah didapat dapat di sharing bersama. Variabel populasi antaralain jumlah. dan tempat tinggal. perawat komunitas berfokus pada satu dimensi kehidupan komunitas. Setiap anggota dalam tim mengkaji beberapa variabel di tiap dimensi. Apakah di institusi pendidikan terdapat unit kesehatan siswa (UKS) Rekreasi. Pengkajian berorientasi masalah digunakan jika dengan Windshield Survei tidak cukup untuk menegakkan diagnosa sedangkan jika menggunakan pengkajian komprehensif membutuhkan dana yang terlalu mahal. keadaan geografis. kepadatan. hewan. dan komunikasi. dan populasi. Dimensi yang kedua /subsistem yaitu sosial sistem. pendidikan. status sosial. legal. Pengkajian Komprehensif (Comprehensive Assessment) Pengkajian komprehensif berusaha menemukan seluruh data kesehatan yang relevan. Dengan cara ini akan didapatkan gambaran pengkajian yang komprehensif. politik. tumbuhan. Kesehatan komunitas dipengaruhi oleh keadaan lingkungan seperti pelayanan kesehatan.

bagaimana keputusan itu dibuat. Metode survei dikembangkan dalam tiga tahap pengkajian(Allender & Speadley. 2001).interview secara langsung dengan masyarakat. Pengkajian ini banyak menghabiskan waktu dan biaya. Tahap perencanaan       Menentukan apa dan kenapa informasi tersebut Menentukan data yang tepat untuk dikumpulkan Memilih populasi yanga akan di survei Memilih metode /instrument survei yang akan digunakan (contoh. 1995) Allender & Speadley. dan pengalaman individu 2. 6. studi epidemiologi deskriptif. dan bagaimana perubahan dapat terjadi ((within & Altschuld. 2001). Pengkajian komprehensif tidak hanya menjelaskan sistem dari komunitas tetapi juga bagaimana kekuatan atau kelebihan dapat tersebar. wawancara. Pendataan institusi local Metode Pengkajian Komunitas Pengkajian komunitas dapat dilakukan dengan berbagai macam metode. musyawarah a. Tahap pengumpulan data Identifikasi data kolektif 35 . Perbedaan metode yang digunakan bukan menjadi suatu masalah asalkan tujuan pengumpulan datanya dapat terpenuhi. Pengkajian asset komunitas (community assets assessment) Pengkajian yang terakhir ini berfokus pada kekuatan dan kemampuan komunitas dari pada masalahnya sendiri ((Ammerman & Parks. survei. Survei Survei merupakan suatu metode pengkajian dengan beberapa pertanyaan dalam yang akan digunakan untuk menganalisa area atau group rangka mengumpulkan data tertentu. 2001). atau panggilan telepon) Menentukan jumlah sampel 2. Pendataan keahlian.1998) Allender & Speadley. ketertarikan. sehingga pengkajian ini jarang digunakan. Pada pengkajian ini perawat berperan sebagai partner dalam intervensi keperawatan komunitas. Tiga level pendataan penngkajian asset komunitas 1. Pendataan asosiasi dan organisasi kota lokal 3. dan kemampuan menginvestigasi dengan baik. 1. kuesioner. teknik komunikasi yang efektif. Pengumpulan data dalam area komunitas dapat melatih sikap professional perawat dalam membuat keputusan. Berikut metode pengkajian komunitas yang dapat digunakan antara lain. talenta.

Sumber Internasional Data internasional bersumber dari beberapa lembaga salah satunya the World Healthh Organization (WHO). Studi Epidemiologi Deskriptif Pengakajian studi epidemiologi merupakan pengkajian terhadap frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok (Allender & Speadley. Pengkajian dengan metode ini sangat baik dilakukan karena perawat dapat mengetahui kapan dan dimana penyebaran penyakit itu berada. grafika. c. Sumber Data Komunitas Primer Diperoleh secara langsung. d. Sumber Negara 36 . b. Anggota yang ada dalam grup berasal dari variable demografik yang sama. melalui wawancara. a. Merupakan grup kecil (5-15 orang). Dengan adanya musyawarah masyarakat. Musyawarah Musyawarah merupakan pertemuan seluruh warga desa untuk membahas dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan hasil survei (Efeny & Makhfudli. 2001). 2009).    Menolak dan menerima penngurus 3. Keuntungan metode ini adalah efisien dan murah. berasal dari seseorang yang mengetahui komunitas dengan baik dan mencatat apa yang meraka lakukan. Dengan mengunakan internet perawat dapat mengakses data internasional terkait dengan informasi imigran dan pengungsi local. dll. dan petugas kesehatn dapat dipertemukan untuk membahas penyelesaian dari masalah yang didapat dari hasil survei. Sumber Nasional Data nasional bersumber dari lembaga pemerintahan yang melakukan survei kesehatan terkait dengan pelayanan kesehatan komunitas. Dan dapat menentukan intervensi apa yang akan dilakukan kepada sekelompok masyarakat tersebut. c. Sumber data yang diperoleh dari sumber utama lebih akurat dan komperhensive. pemuka masyarakat. dan tekstular. Menentukan hubungan dan analisis data Menyajikan laopran dalam bentuk tabular. b. Focus Group Di desain untuk memperoleh opini masyarakat. Sekunder. Tahap analisis dan penyajian data Sajikan data dalam bentuk tabel dan analisi.

Kemudian dapat dipaparkan berupa visualisasi berupa chart. Perawat mengevaluasi hipotesis apakah cocok dengan keadaan klien. Intepretasi data meliputi perbandingan spesifik data klien dengan norma yang diketahui dan standar atau syarat diagnostik. perawat kesehatan komunitas mungkin mencatat bahwa sebagian anak memiliki lebih banyak injuri daripada anak normal pada usia itu. Klasifikasi Data pertama kali harus di klasifikasi dan dipisahkan ke kelompok spesifik. perawat kesehatan komunitas harus memprioritaskan hipotesis yang sesuai dengan isyarak diagnostik yang ada. pengkajian data harus diproses dan dialysis. Contohnya. diaman data lain berhubungand negan dimensi sosial. graphic dan table untuk mendukung suatusintesa data. Validasi Aspek terakhir dari analisis data adalah kesimpulan validasi atau hipotesa diagnostik.Data ini bersumber dari departemen kesehatan pemerintah. Karena data dapat menghasilkan beberapa diagnostik hipotesa. Data yang telah divalidasi oleh beberapa prosedur kemudian disimpan. Gambar 1. data kemudian harus di intepretasikan. Sumber Lokal Analisis data Untuk menjadikan keperawatan langsung yang bernilai. 1. 2. Hubungan setiap langkah proses diagnostik Pengumpulan data Analisis data Pengembangan diagnostic hipotesis Evaluasi hipotesis Pernyataan diagnosis 37 . Sebagai contoh data mungkin mengandung sejarah injuri yang bisa ditanyakan pda anak dengan pengalaman masalah ekonomi dan tidak adekuatnya dukungan emosi dan sosial. Data-data yang diberikan lebih akurat. Data yang diberikan berupa data statistic kehidupan dan angka kematian. Kemudian hipotesis diuji dengan mengumpulkan data tambahan baik pendukung maupun penghambat diagnsotik. dan validasi. 3. Hipotesis diagnostik merupakan kemungkinana penjelasan dari kondisi klien dan dihasilkan pada dasar dari pola data dan tren. Data ini mennyarankan hipotesis dari kekerasan pada anak untuk menjelaskan lengan patah saat ini. Analisis ini meliputi klasifikasi. Contohnya. Intepretasi juga mengandung sekelompok petunjuk ke pola yang dapat diketahui dan tren pada data dan membuat kesimpulan berdasarkan data. Kesimpulan ini yang bisa disebut sebagai diagnostik hipotesa. d. Interpretasi Ketikda data sudah diklasifikasi. Proses validasi ini dapat disebut sebagai evaluasi hipotesa. beberapa data dapat merefleksikan dimensi biofisik. interpretasi.

Lingkungan Lingkungan dibagi 2 berdasatkan bentuknya. ini termasuk tanggapan positif klien di mana tidak ada perubahans diperlukan dan intervensi keperawatan yang terdiri dari penguatan dari keadaan saat ini. dan lainnya 3. High-risk nursing diagnose Mencerminkan adanya potensi untuk berkembangnya masalah kesehatan karena adanya faktor risiko yang teridentifikasi 3.mengindikasikan perlunya intervensi untuk secara aktif mempromosikan kesehatan. Temperature. Diagnosa mungkin lebih baik disebut sebagai helath-promotive nursing diagnoses. Contoh pelayanan yang ada ialah : Rumah Sakit. Panduan untuk menyatakan diagnose keperawatan dibagi menjadi 4 tipe konsep (carpenito. gedung. Fisik meliputi : ketersediaan air. pematauan terhadap 38 . Masalah kebiasaan Masalah kebiasaan yang sering muncul ialah seperti : 1) Kurangnya oleh raga. hewan dan manusia. 1995): 1. jalanan.Tidak dikonfirmasi 2. Ialah fisik dan biologic. Pelayanan kesehatan Tersedianya Pelayanan kesehatan merupakan hal yang menjadi suatu kewajiban untuk tersedianya di kota. 3) Merokok yang umum bagi masyrakat kota. kimia. 4) sex bebas dan lainnya 2. Tipe lain dari diagnosis kesehatan diidentifikasi oleh perawat kesehatan masyarakat adalah positive nursing diagnoses. Actual Nursing diagnoses Menjelaskan masalah kesehatan yang ada dialami oleh klien 2. Wellness nursing diagnose Mencerminkan keadaan klien yang dapat ditingkatkan ke tingkat yang lebih tinggi. tanah. 4. udara. Kementrian kesehatan. tanaman. Lingkunga biologik meliputi : agen. Syndrome Syndrom merupakan sekelompok terkait diagnosa actual dan risiko tinggi.2 Diagnosis Keperawatan kesehatan komunitas Terdapat beberapa masalah yang sering muncul pada masyarakat pekotaan ialah : 1. Diagnosa actual dan risikomerupakan focus diagnose maslah keperawatan. 2) makanan yang tinggi kolesterol dan rendah serat.3. perumahan. harga obat.

yang tidak bisa diakses oleh komunitas yang bekerja.keadaan promotif dan diagnosa positif mungkin dianggap diagnosa kesehatan. Tidak ada bus yang melewati depan klinik. Skema kategorisasi diagnose keperawatan Nursing diagnosis Problem focused nursing diagnosis Wellness nursing diagnose Syndromes Actual nursing diagnose Positive diagnoses nursing Health-promotive nursing diagnoses High-risk diagnose Anderson dan Mc Farlane (1996) menggunakan teori Neuman dari komunitas dan menggunakan diagnosis keperawatan berdasarkan sistem penggabungan penarikan nursing kesimpulan. b)pelayanan antepartum yang tidak dapat diakses. Contoh diagnose keperawatan kesehatan komunitas: Tingginya angka mortalitas bayi berhubungan dengan a) ketidakmampuan sumber di departemen kesehatan setempat dalam memenuhi kebutuhan antepartum. Sebuah diagnosa yang mungkin bukan merupakan kategori diagnosis. Diagnosa keperawatan juga bisa disebut sebagai diagnosa kemungkinan. Jam kerja mulai pukul 08. Data klinik yang menyatakan kurangnya tenaga. menjelaskan faktor etiologi.00-17:00. Pada sistem ini mereka menggunakan logika berpikir atau penarikan kesimpulan untuk menggambarkan masalah. tapi diagnosis disarankan oleh data yang ada saat ini yang cukup untuk konfirmasi. Tanda dan gejala dari diagnosis keperawatan kesehatan komunitas adalah pernyataan kesimpulan yang menjelaskan durasi atau besarnya masalah durasi atau besarnya masalah. senin sampai jumat. c) kurangnya tenaga kesehatan terlatih yang ditunjukan dengan: Angka mortalitas bayi sebesar 17.3 tiap 1000 kelahiran hidup. 39 . Gambar 2. serta identifikasi tanda dan gejala yang menjadi karakteristik masalah.

The Health Planning Process Hal ini banyak digunakan oleh pendidik kesehatan (health educator) ketika membuat . menjelaskan sasaran program. dan nilai skala masalah untuk hasil. Menggunakan Model Model digunakan dalam mengidentifikasi karakteristik target populasi untuk intervensi. mendesign program program pendidikan. Helvie (1998) berfokus pada konsep energy atau memasukan teori energy di dalam diagnosis keperawatan kesehatan komunitas. J. 2001) Omaha System.- Tidak ada perawat atau bidan yang berlisensi di komunitas Sedangkan Carl O. . 2009): a. dan perilaku sehat dengan tanda dan gejalanya. & Spradley. pembaharu. B. fisiologis. Model ini melibatkan 40 klien bermasalah yang diagi dalam 4 domain: lingkungan. fokus utama model ini adalah perawatan komunitas yang mempunyai tiga rencana yaitu klasifikasi masalah. b. psikososial. (Allender. Omaha system ini menggambarkan situasi yang ditemukan di klien komunitas. & Makhfudli. F. role model. b) kurangnya pengetahuan terhadap pencegahan. pengorganisir pelayanan kesehatan. menetapkan intervensi keperawatan dan hasilnya. fasilitator.. Masing-masing model tersebut membantu mempromosikan pelayanan kesehatan yang efektif .A. tempat bertanya/fasilitator. koordinator pelayanan kesehatan. data yang mendukung 3000 masyarakat miskin tidak mendapatkan layanan kesehatan: 90% (2700 orang) dari populasi ini berobat ke unit gawat darurat untuk kasus yang bukan gawat darurat dan 90% populasi miskin tidak dapat mendiskusikan perilaku pencegahan yang bisa dilakukan. pengelola/manager.3 Perencanaan Langkah-langkah dalam perencanaan yang perlu diperhatikan (Effendy. intervensi.3. Peranan yang dapat dilakukan oleh perawat dalam menangani masalah kesehatan masyarakat perkotaan yaitu pelaksanan pelayanan keperawatan. Salah satu dari diagnosis menurut Helvie ini adalah sebagai berikut: Defisit energy komunitas berhubungan dnegan ketidakmampuan dan ketidaksesuaian layanan kesehatan bagi masyarakat miskuin yang ditunjukan dengan a) kurangnya fasilitas layanan kesehatan. Proses keperawatan hamper sama dengan proses perencanaan kesehatan (The health planning process). pengamat kesehatan. pendidik. Menentukan prioritas 40 . W.

rencana mendefinisikan suatu aktivitas yang diperlukan untuk membatasi faktor-faktor pendukung terhadap suatu permasalahan. rasional. Rencana tindakan dilaksanakan berdasarkan komponen penyebab dari diagnosis keperawatan. (1) database (informasi subjektif dan objektif). dan ada batas waktu. Menentukan kriteria hasil Penentuan kriteria hasil (outcomes) harus ditujukan untuk komunitas. Beberapa hal yang harus diperhatian dalam dokumentasi (Allender. Dokumentasi Rencana tindakan keperawatan ditulis dalam suatu bentuk yang bervariasi guna mempromosikan perawatan yang meliputi perawatan individu.A.Melalui pengkajian. B. perawat dan tenaga kesehatan yang hadir. dapat dicapai. dan komunitas . dan evaluasi. hingga respon klien sebelum. (3)objectives. e. merupakan pernyataan yang 41 . Salah satu system yang biasa digunakan adalah hierarki komunitas. & Spradley. komunikasi . klien (siapa saja yang ada/hadir dan jumlanhnya). Kriteria hasil harus spesifik. Dokumentasikan hal-hal yang telah dilakukan mulai dari waktu. oleh sebab itu. perawat dapat mengidentifikasi respon komunitas yang aktual atau potensial yang memerlukan suatu tindakan. keluarga. 2001). W. merupakan area yang yang berhubungan dengan kesehatan klien yang dapat diidentifikasi untuk intervensi. d.. Kebutuhan Maslow : Aktualisasi diri Kebutuhan Komunitas : Aktualisas komunitas Harga Diri Kasih sayang dan rasa memiliki Kebanggaan komunitas Pendidikan partisipasi Keamanan perlindungan aman Fisiologi Aktivitas yang mendukung kehidupan c. Menentukan Rencana Tindakan Rencana tindakan adalah desain spesifik intervensi untuk membantu komunitas dalam mencapai kriteria hasil. dapat diukur. kegiatan apa saja yang telah dilakukan. J. perawatan yang berkesinambungan . Kriteria hasil harus menunjukkan “apa yang akan dilakukan komunitas serta kapan dan sejauh mana tindakan akan bisa dilakukan”. (2) Aggregate needs. Dokumentasi ini sebagai bukti legal keperawatan dan juga sangat penting ketika perawat mengevaluasi asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan. saat dan setelah kegiatan dilakukan.

perawat akan menentukan masalahmasalah keperawatan (diagnosa keperawatan) yang terjadi dalam masyarakat perkotaan. Tujuan ini harus lebih dispesifikasikan lagi kedalam tujuan khusus agar nantinya perawat dapat menentukan indikator/kriteria keberhasilan yang lebih spesifik juga. - Menetapkan rencana kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan dan keperawatan. rehabilitatif dan resosialitatif. keluarga.4 Implementasi Ruang lingkup praktik keperawatan masyarakat meliputi: upaya-upaya peningkatan kesehatan (promotif). pencegahan (preventif).3. aktual dan resiko. (5) Outcome measurement. Penetapan rencana kegiatan yang akan dibuat mengacu pada diagnosa keperawatan yang telah ditetapkan. 42 . 2001). Sehingga dapat dikatakan dalam memberikan asuhan keperawatan masyarakat perkotaan (komunitas) kegiatan yang ditekankan adalah upaya preventif dan promotif tapi juga tidak mengabaikan upaya kuratif. . pemulihan kesehatan (rehabilitatif) dan mengembalikan serta memfungsikan kembali baik individu. kelompok dan masyarakat ke lingkungan sosial dan masyarakatnya (resosialisasi). asuhan keperawatan untuk masyarakat perkotaan berfokus pada pencegahan penyakit pada sebuah populasi (preventif) dan kontrol lingkungan (promotif) (Nies. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah: - Menetapkan tujuan dan sasaran pelayanan. Pada tahap sebelumnya dalam proses keperawatan perawat akan melakukan serangkaian pengkajian (mulai dari pengumpulan data serta analisa data yang didapatkan) dan kemudian dari hasil analisa data. pemeliharaan kesehatan dan pengobatan (kuratif). menilai keefektivitasan pencapaian apakah hasil yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan dan keinginan atau tidak. tujuan terdiri dari tujuan umum dan khusus.menggambarkan tingkah laku dimana perawat dan klien mengharap hal ini dapat terpenuhi/pernyataan spesifik tentang hasil yang diinginkan dalam tingkah laku yang dapat diukur. Setiap kegiatan yang akan dilakukan harus memiliki dasar pemikiran yang kuat (rasional). Diagnosa tersebut harus disusun berdasarkan masalah yang prioritas. Tujuan umum meliputi hal-hal general berkaitan dengan masalah keperawatan masyarakat perkotaan yang ingin dicapai perawat melalui asuhan keperawatan yang sedang dibuat.: (4) planned actions merupakan aktivitas yang spesifik atau metode untuk pemenuhan sesuatu yang objektif atau hasil yang diharapkan. Berbeda dengan asuhan keperawatan individu ataupun keluarga.

2005). 43 . c. Untuk mengetahui apakah tujuan dari setiap kegiatan yang telah direncanakan tercapai atau tidak. 2005). maka perawat harus metapkan pula hal-hal yang menjadi tolak ukur (kriteria/indikator) keberhasilan. Ugem Perawat kesehatan masyarakat harus yakin dan percaya atas kemampuannya dan bertindak dengan sikap optimis bahwa asuhan keperawatan yang diberikan akan tercapai. Dalam melaksanakan implementasi yang menjadi fokus adalah : program kesehatan komunitas dengan strategi : komuniti organisasi dan partnership in community (model for nursing partnership) (Mubarak. tenaga professional dan klien harus mempunyai ide yang jelas tentang apa. Mampu dan mandiri Perawat kesehatan masyarakat diharapkan mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam melaksanakan asuhan keperawatan serta kompeten (Mubarak. salah satu tujuan dalam askep ialah masyarakat memahami cara pencegahan DBD. - Menetapkan kegiatan alternatif jika kegiatan yang akan dilakukan memiliki potensi sulit dilakukan untuk masyarakat. keluarga. Dalam persiapannya. Setiap asuhan yang diberikan oleh perawat tentunya memiliki tujuan tertentu. Implementasi meliputi persiapan dan tindakan. Rasional Perawat kesehatan masyarakat dalam melakukan asuhan keperawatan harus menggunakan pengetahuan secara rasional demi tercapainya rencana program yang telah disusun (Mubarak.- Menetapkan kriteria keberhasilan dari rencana tindakan yang akan dilakukan. d. siapa. individu. 2005). b. bagaimana. Integrated Perawat kesehatan masyarakat harus mampu bekerjasama dengan sesama profesi. Misalnya. maka indikator keberhasilannya ialah masyarakat (perwakilan/sampel) mampu menyebutkan semua cara yang sebelumnya telah dijelaskan oleh perawat (3M plus). tim kesehatan lain. Prinsip yang umum digunakan dalam pelaksanaan atau implementasi pada keperawatan komunitas adalah : a. kelompok dan masyarakat berdasarkan azas kemitraan (Mubarak. e. Inovative Perawat kesehatan masyarakat harus mempunyai wawasan luas dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi (IPTEK) dan berdasar pada iman dan taqwa (IMTAQ) (Mubarak. 2005). kapan. 2005).

Perawat dan tim monitor. Idealnya. termasuk waktu. pemahamannya. Mengidentifikasi kebutuhan pengetahuan dan kemampuan. perawat komunitas perlu mengidentifikasi dengan tepat apa yang dibutuhkan serta harus dilaksanakan dan mana yang menjadi prioritas untuk pencapaian hasil. menginterpretasikan rencana kepada klien. Contohnya . mendokumentasikan perkembangan fase implementasi dengan proses evaluasi yang merupakan pencapaian tindakan yang terus menerus dari tindakan perencanaan. B. b. Kemudian perawat mencocokkan keduanyauntuk memenuhi tugas delegasi yang tepat. c. personnel.A. intervensi yang dipilih diidentifikasi selama evaluasi pendekatan alternative untuk menyelesaikan masalah.dimana dan bagaimana rencana (asuhan keperawatan) akan dilaksanakan. Perawat membantu memfasilitasi lingkungan yang kondusif untuk melaksanakan rencana seperti ruangan yang tenang yang digunakan untuk sesi belajar (teaching). serta sikap dan degan hati hati. d. Interaksi ini dapat membina hubungan saling percaya antara perawat dan klien. & Spradley.. c. Mengakui rintangan dalam implementasi.J. 2001) : a. M. ada beberapa tindakan yang perlu diambil dalam implementasi. Untuk meraih delegasi yang efektif. diantaranya (Allender. Delegation. d. tetapi point ini berfungsi untuk melihat kembali beberapa batasan (hambatan) yang mungkin timbul selama perencanaan.. Modifikasi membutuhkan observasi yang konstan dan simpangan selama implementasi karena tindakan ini menentukan kesuksesan rencana. e. Perawat dengan tim kesehatan lain menyiapkan klien untuk pelayanan dengan mengkaji pengetahuan klien. Perawat menggunakan teori yang tepat b. Menyediakan lingkungan untuk implementasi. Rencana dimodifikasi dan kemudian dilaksanakan oleh professional atau klien. dan peralatan. pengetahuan tentang tindakan kontrasepsi dan perkembanagan remaja dibutuhkan untuk mengimplementasikan rencana untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi yang marak digunakan pada aktivitas seksual remaja. 44 . Sedangkan dalam tindakannya. Tugas dalam implementasi (Clark. J. W. contohnya menyediakan kenyamanan dan kemanan klien selama implementasi. 1999): a. e. Menunjukkan tanggungjawab dalam implementasi Tanggungjawab perencaan perawatan dipegang oleh perawat komunitas.

sekunder. Evaluasi memuat keberhasilan proses dan keberhasilan tindakan keperawatan. Evaluasi membantu pencapaiain ini dengan cara menyediakan proses yang sistematik dan berkelanjutan dalam mengakaji program dampaknya serta hasil akhir program tersebut. 2009) yaitu: a. Dari evaluasi yang dilakukan perawat akan menemukan kelebihan dan kekurangan dari kegiatan yang telah dilakukan. 2005). Evaluasi yang dilakukan termasuk dari pendapat/respon peserta (klien) dan juga analisis dari perawat (Nies.Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah masukan (input). atau tersier tergantung kebutuhan klien.f. Penilaian yang dilakukan berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai. b. Pada intinya tujuan dari tahap ini adalah sebagai bahan acuan utnuk tindak lanjut asuhan keperawatan yang akan dilakukan berikutnya.3. pelaksanaan (proses) dan hasil akhir (output). Sejalan dengan landasan teoretis dalam menjalin kemitraan dengan komunitas. Tindakan yang direncanakan dilaksanakan oleh seseorang yang diberi tanggungjawab. sesuai dengan perencanaan yang telah disusun semula. Tindakan ini dapat terjadi pada level pencegahan primer. Memperkuat Program Tujuan perawatan adalah promosi kesehatan dan peningkatan kepercayaan diri komunitas. Melaksanakan aktivitas/tindakan yang direncanakan.5 Evaluasi Evaluasi merupakan komponen penting dalam proses keperawatan untuk menilai apakah askep yang telah dilaksanakan berhasil atau tidak. Menggunakan Pendekatan Multipel 45 . Sedangkan keberhasilan tindakan dapat dilihat dengan membandingkan antara tingkat kemandirian masyarakat dalam perilaku kehidupan sehari-hari dan tingkat kemajuan kesehatan masyarakat komunitas dengan tujuan yang telah ditetapkan atau dirumuskan sebelumnya (Mubarak. Dari situlah perawat dapat menilai apakah kegiatan yg dilakukan optimal atau tidak jika nantinya diberikan kembali ke dalam masyarakat. Data evaluasi merupakan hal penting untuk memperbaiki database dan diagnosis keperawatan komunitas yang dihasilkan dari analisis pengkajian data komunitas. Keberhasilan proses dapat dilihat dengan membandingkan antara proses dengan pedoman atau rencana proses tersebut. Evaluasi dilakukan atas respon komunitas terhadap program kesehatan dalam upaya mengukur kemajuan terhadap tujuan obyektif program. program evaluasi yang kita jalankan didasarkan pada beberapa prinsip ((Lundy. 2. 2001).

Selain pendekatan multidisiplin. Efektifitas kerja e. pengetahuan. analisis. dalam jangka waktu berapa? Perubahan ini dapat diamati seperti gambar dibawah ini: Gambar 2. merekapun harus menjadi mitra dalam evaluasi. e. jika tidak. Merancang Evaluasi untuk Memenuhi Isu Nyata Program berbasis dan berfokus-komunitas. d. Efisiensi biaya d. selain mengukur hasil akhir. harus memiliki rancangan evalausi untuk mengukur kriteria mengenai pentingnya program tersebut bagi komunitas. f. Perkembangan atau kemajuan proses c. harus meningkatkan ketrampilan. c. tetapi metode yang dipilih harus señalan anegan tujuan program. perencanaan. dan implementasi.1 Perubahan dampak kesehatan Keterangan: : peran masyarakat : peran perawat 46 . Membangun Kapasitas Proses evaluasi. metode evaluasi mungkin banyak dan bermacammacam. 2009) adalah: a. Relevansi atau hubungan antara kenyataan yang ada dengan pelaksanaan b. yang berakar pada comunitas nyata dan berdasarkan pengkajian comunitas. dan perilaku individu yang terlibat didalamnya. Menciptakan proses partisipasi Apabila anggota komunitas merupakan bagian dari pengkajian. Hal ini serupa dengan kontek profesional maupun nonprofesional. Tidak ada satu pendekatan yang lebih unggul. akan sulit untuk mendokumentasikan munculnya perubahan yang sering kali meningkat secara tajam dan komplek. Memungkinkan Fleksibilitas Pendekatan evaluasi harus fleksibel dan bersifat prestiktif. Dampak : apakah status kesehatan meningkat/menurun. Komponen penting dalam fokus evaluasi (Lundy.

Kesimpulan yang bisa diambil yaitu tujuan akhir perawatan komunitas adalah kemandirian keluarga yang terkait dengan lima tugas kesehatan. (Allender. Maka perawat komunitas dapat membantunya dengan mnyertakan klien tersebut dalam program penurunan berat badan. menciptakan lingkungan yang dapat mendukung upaya peningkatan kesehatan keluarga serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia. 2001).A. merawat anggota keluarga. Hasil evaluasi merupakan pengkajian dari intervensi keperawatan. Ketika tingkah laku (behavior) klien cocok dengan tingkah laku yang diinginkan. W. B. Evaluasi memerlukan maksud/tujuan. standar yang spesifik dan kriteria yang digunakan untuk menilai/menghakimi. sedangkan proses evaluasi merupakan pemeriksaan kualitas dari tindakan yang telah diambil dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil. perempuan penderita diabetes mempunyai masalah kegemukan. dengan mengidentifikasi criteria spesifik seperti pembatasan kalori per harinya dan program latihan. diantaranya data yang tidak adekuat. afektif.. J. J. & Spradley. Contohnya. dan membandingkan data yang terkumpul dengan tujuan dan pencapaian tujuan. Proses evaluasi terdiri atas dua tahap yaitu mengukur pencapaian tujuan klien baik kognitif. sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pemecahan masalah keperawatan melalui proses asuhan keperawatan komunitas. W. perawat dapat menguji beberapa kemungkinan kegagalannya. evaluasi digunakan untuk menentukan keefektifan program kelompok promosi kesehatan yang berhubungan dengan orangtua. yaitu: mengenal masalah kesehatan. & Spradley. mengambil keputusan tindakan kesehatan. maka sasarn tercapai. perempuan tadi direncanakan untk mendapatkan sasarannya (goal). B. diagnosis yang salah. Tujuan dari evaluasi dalam keperawatan adalah untuk menentukan apakah tindakan perencanaan sesuai dengan yang klien butuhkan.. 47 . 2001). psikomotor.Evaluasi ada 2 konsep dasar : hasil evaluasi dan proses evaluasi. rencana yang tidak realistis. Contohnya . yaitu sasaran (the goal). dan perubahan fungsi tubuh serta gejalanya . dan kemampuan untuk menilai/menghakimi (judgment skills). Jika sasaran tidak tercapai. atau implementasi yang tidak efektif.A. Misalnya. (Allender. Mereka mengevaluasi goal mereka dengan menentukan/menilai apakah mereka mendapatkan kriteria tersebut atau tidak. Kriteria merupakan langkah yang diperlukan untuk mencapai pencapaian besar. Evaluasi memerlukan judgment skills dimana perawat dapat membandingkan hasil yang nyata dengan hasil yang diharapkan dan mencari ketidaksesuainnya.

merupakan produk sosial (dan karena itu dapat dimodifikasi) (WHO dan UN-HABITAT.. Kelompok populasi tertentu memerlukan pertimbangan khusus karena mereka memiliki masalah kesehatan atau kebutuhan tertentu dalam lingkungan perkotaan. Perbedaan status ekonomi diantara masyarakat perkotaan 48 . Terdapat kesenjangan yang lebar antara orang-orang dari status sosial ekonomi yang berbeda. jenis kelamin dan status sosio ekonomi penduduk kota) mempengaruhi kesehatan. dan sistem kesehatan yang dapat mereka akses.4. 1) Bayi/ Infant Karakteristik pertumbuhan fisik bayi di tahun pertama kehidupan ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. dan etnik. Lansia.1 Kebutuhan Kesehatan Khusus pada Bayi. tiap tahapan rentang umur memiliki kebutuhan kesehatan dan keamanan khusus. yang dibentuk oleh kekuatan politik. sosial dan ekonomi. tingkat melek huruf lebih tinggi dan harapan hidup yang lebih lama. 2010). Health inequities adalah hasil dari keadaan dimana orang tumbuh. sebagian besar urbanisasi terjadi secara cepat dan tidak terencana. Dewasa. ras. yang dialami oleh populasi yang kurang beruntung secara sosial (CDC. Nutrisi atau pemilihan makanan untuk bayi dipengaruhi oleh faktor sosial-ekonomi. Sementara health inequities didefinisikan sebagai kesenjangan kesehatan yang sistematis. hidup. baik di tingkat individu maupun keseluruhan populasi. Sebenarnya urbanisasi yang terencana akan membawa dampak yang positif terhadap pembangunan ekonomi. dengan berat lahir biasanya dua kali lipat dalam 6 bulan pertama dan menjadi tiga kali lipat pada akhir tahun pertama. Dalam masyarakat perkotaan. 2008). berbagai bentuk pengucilan dan marjinalisasi. Urban health disparity didefinisikan sebagai perbedaan dalam mendapatkan kesempatan atau peluang untuk mencapai level kesehatan yang optimal.4 Masalah Kesehatan yang Lazim Terjadi di Daerah Perkotaan terkait dengan Urban Health Disparity 2. Balita. Mereka yang hidup di kota cenderung memiliki akses yang lebih besar pada pelayanan sosial dan kesehatan. kerja dan usia. dan masalah lingkungan yang serius. budaya. Remaja. Namun. ASI. Anak Sekolah. sosial dan kesehatan. Karakteristik demografi (usia. serta Agregat Pekerja di daerah Perkotaan Semakin banyaknya penduduk yang tinggal di perkotaan menunjukkan semakin cepatnya arus urbanisasi. Kepadatan jumlah populasi di perkotaan yang tidak terkontrol akan memunculkan adanya kesenjangan. Ketahanan hidup dan keberhasilan tumbuh kembang bayi bergantung pada nutrisi yang baik selama tahun pertama kehidupan. Urbanisasi menjadi lebih cepat seiring dengan globalisasi industri dan teknologi ke seluruh dunia.

para ibu banyak yang bekerja sehingga ada kemungkinan mereka memutuskan untuk tidak menyusui bayinya. Bayi yang diberi ASI memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik daripada bayi yang diberi susu formula karena dalam ASI terkandung immunoglobulin yang penting untuk melawan infeksi dan alergi. menyebabkan tingginya angka mortalitas dan morbiditas pada bayi di daerah perkotaan (Hitchcock et all. Bayi yang berasal dari keluarga ekonomi lemah. malnutrisi. Jika status gizi ibu terganggu. sebagian besar lahir dengan berat lahir rendah (low birth weight.all. maka kemampuannya untuk menghasilkan ASI dengan kandungan nutrisi yang tepat akan terganggu pula. Hal ini menyebabkan bayi yang menderita reaksi infeksi dan alergi. Pemberian ASI oleh ibu sangat penting pada tahap ini karena dapat menjadi awal terbentuknya ikatan antara ibu dan anak. down syndrome. 1999). Contoh kondisi kelainan kongenital antara lain adalah hidrocephalus.. bayi berada pada tahapan basic trust vs mistrust (Hitchcock et. Hal ini disebabkan karena kurangnya nutrisi ibu selama kehamilan sehubungan dengan rendahnya pendapatan keluarga untuk menyediakan nutrisi yang cukup. 49 . Pada tahapan perkembangan psikososial. 1999). < 2500 gram) atau bahkan sangat rendah (very low birth weight. dan menjadi masalah tertentu di daerah perkotaan karena kepadatan. ASI yang diberikan kepada bayi kurang mengandung nutrien karena si ibu tidak mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisinya untuk kebutuhan tumbuh kembang si bayi. dan lebih memillih pemberian susu formula. terutama berkaitan dengan imunisasi. polusi udara dan minimnya akses masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan. terutama di kalangan bayi karena imunitasnya belum sempurna berkembang. Kasus malnutrisi juga banyak dialami oleh mereka yang status ekonominya rendah. intestinal atresia.. Pneumonia dan penyakit diare adalah penyebab utama kematian anak secara global. dan kondisi kronis penyakit. 1999)..menyebabkan adanya perbedaan pula terhadap karakteristik kesehatan bayi. Padahal ASI merupakan sumber ideal nutrisi dan energi untuk bayi selama 4 sampai 6 bulan pertama (Hitchcock et all. kecacatan. Pada masyarakat perkotaan. bibir sumbing. kelainan kongenital. Selain itu. Selain itu tingginya angka kematian bayi juga didukung sebagai akibat langsung dari kontaminasi air dan sanitasi yang buruk. 1999).. < 1500 gram) (Hitchcock et all. malformasi tulang dsb. Penyakit gastrointestinal dapat menyebabkan kekurangan gizi dan kematian. bayi yang kurang mendapat asupan nutrisi dapat mengalami kelainan kongenital yang berujung pada kecacatan ataupun penyakit kronis. Kondisi-kondisi seperti bayi dengan berat lahir rendah.

kepadatan populasi. kurangnya sanitasi dan kontaminasi air. Cidera yang seringkali dialami bayi antara lain seperti tersedak. toddler mulai mengembangkan otonomi dan kontrol diri. SIDS lebih sering terjadi pada bayi yang premature dan berat lahirnya rendah dan kemungkinan juga pada bayi dengan infeksi saluran napas atas. asma dan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti campak dan tuberkulosis. Pada tahap ini anak merasa antusias untuk belajar hal yang baru dan berinisiatif.. 2000) 2) Balita (Toddler dan Pra Sekolah) Pertumbuhan fisik dan kemampuan motorik agak melambat saat memasuki masa balita. Pada tahap tersebut bayi menggunakan indera dan keterampilan motorik untuk belajar tentang dunia. Lingkungan yang buruk seperti polusi udara.. karena kurangnya pengetahuan dan akses 50 .Perkembangan kognitif bayi berada pada tahap sensorimotorik (Hitchcock et all. 1999). seharusnya balita masih mendapatkan imunisasi. Kasus SIDS ditemukan lebih banyak terjadi pada bayi laki-laki dan yang berasal dari status ekonomi rendah (Stanhope & Lancaster. Pada tahap ini. aspirasi. Balita di daerah perkotaan rentan terhadap kematian akibat penyakit malaria. Sementara itu tahap perkembangan psikososial pada anak prasekolah adalah tahap initiative vs guilt (Hitchcock et all. Bayi seringkali juga mengalami cidera atau injuri. Namun. mempermudah penyebaran penyakit menular (communicable disease). DHF. Sementara itu berdasarkan tahapan perkembangan psikoseksual. Bayi memiliki tingkat cidera tertinggi kedua dari semua kelompok anak-anak (Stanhope & Lancaster. Tahap perkembangan psikososial pada toddler adalah tahap autonomy vs shame/guilt (Hitchcock et all. Balita mengalami penurunan nafsu makan dibandingkan pada masa bayi. 1999). bayi berada pada tahap oral. Oleh karena bayi berada pada kedua tahap perkembangan tersebut. Hal ini karena pada masa ini. Keterampilan motorik yang belum matang tidak memungkinkan bayi untuk melarikan diri dari cidera. Tahap perkembangan kognitif toddler berada pada tahap preoperasional. Masalah kesehatan yang dialami balita di masyarakat perkotaan hampir sama dengan kelompok bayi.. Pada tahap tersebut bayi merasakan kesenangan melalui mulut atau berfokus pada aktivitas oral. pneumonia. luka bakar. maka berdampak pada aspek keamanannya. 1999). 2000). Kondisi lain yang turut menyebabkan tingginya angka kematian bayi dan termasuk masalah kesehatan pada bayi adalah SIDS (Sudden Death Infant Syndrome). dan minimnya sarana kesehatan.

Pada usia sekolah. membawanya pada peningkatan rasa harga diri dan tingkat kompetensi. Anak usia sekolah membutuhkan banyak kalori.terhadap layanan kesehatan mengakibatkan peningkatan jumlah anak yang tidak divaksinasi. Plumbism ditemukan paling sering di antara balita dan anak prasekolah. Oleh karena itu seringkali anak usia sekolah mengalami masalah pada gigi. sekolah. Sebab dan akibat cidera bervariasi dengan level 51 .. Sementara itu. anak sedang mengembangkan harga diri dan menjadi aktif terlibat dalam beberapa kegiatan di rumah. Selain itu keterampilan motorik balita meningkat dan membuat pengawasan sulit. 1999). Oleh karena itu pilihan jajanan atau makanan selingan yang dikonsumsi harus diperhatikan kebersihan dan nutrisinya. pada usia ini anak suka jajan. rasa ingin tahu besar dan memiliki kemampuan logika yang relatif belum matang. menyebabkan terjadinya obesitas pada anak usia sekolah. serta kecelakaan kendaraan bermotor. Oleh karena itu. dan masyarakat. Keracunan timbal menjadi isu lingkungan utama yang mempengaruhi anak-anak. Pemilihan makanan pada usia ini dipengaruhi oleh teman. makan makanan siap saji dan makanan ringan yang dibeli dari pedagang kaki lima. Kandungan lemak. restoran dan gerai makanan cepat saji yang telah meningkat jumlahnya di sebagian besar kota. Mereka mampu melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain dan memikirkan tindakan.. mengantisipasi konsekuensi dan kemungkinan untuk memikirkan kembali tindakan. Disamping makanan utama. 1999). Pada tahap ini. keracunan. Balita memiliki karakteristik aktif. balita paling sering mengalami jatuh. 1999). Selain itu. 3) Anak Sekolah Anak usia sekolah tumbuh lebih lambat dari balita dan bayi.. cidera jarang terjadi. anak usia sekolah banyak mengkonsumsi gula. Tahap perkembangan psikososial anak usia sekolah adalah tahap industry vs inferiority (Hitchcock et all. gula dan garam yang tinggi pada makanan olahan. Keracunan timbal terjadi karena kontaminasi lingkungan oleh limbah industri (Hitchcock et all. Di daerah perkotaan sering dijumpai jajanan yang tidak sehat dan kurang bersih. Hal ini penting untuk mengembangkan keterampilan kognitif dan sosial Kepuasan anak usia sekolah dalam mencapai sukses untuk mengembangkan keterampilan baru. tahap perkembangan kognitif anak usia sekolah adalah tahap concrete operation (Hitchcock et all. Kasus keracunan yang seringkali dialami balita yaitu keracunan makanan dan keracunan timbal (plumbism). sehingga menimbulkan penyakit yang disebabkan mikroorganisme patogen.

seperti penggunaan alkohol. infantilisme seksual. punggung atas. anak perempuan memasuki masa puber lebih awal dari anak laki-laki (umur 9 sampai 10 untuk anak perempuan dan 10 sampai 11 untuk anak laki-laki). interaksi dengan teman dan tindakan yang tidak dapat diterima (Clark. dan alat kelamin. dan tercapai kematangan reproduksi. Sindrom Turner disebabkan oleh tidak adanya salah satu kromosom X pada wanita dengan 3 ciri-ciri: perawakan pendek. terutama pada wajah. Gangguan genetik sering ditemukan pada anak dengan perkembangan pubertas yang tertunda. kelenjar sebasea menjadi aktif. emosional. ADHD dikarakteristikan dengan perhatian yang kurang. perkembangan seksual dimulai dengan pembesaran testis. Pengaruh androgen pada laki-laki dan perempuan. motorik dan bahasa . pembesaran payudara merupakan tanda pertama pubertas dimulai. Pada saat ini. serta perilaku baik. bahu. Kekerasan yang terjadi pada anak menyebabkan tauma fisik dan mental pada anak. Kelenjar sebaceous dapat menjadi tersumbat dan meradang.. Beberapa sindrom tidak dapat didiagnosis hingga usia remaja. dan hiperaktifitas. menyebabkan jerawat yang umum pada remaja. Selama tahap ini perkembangan tinggi dimulai. Kulit menjadi lebih tebal dan lebih keras selama masa pubertas. 4) Remaja dan Dewasa Muda Remaja dan dewasa muda berumur antara 15 sampai 24 tahun. karakteristik seksual meningkat. dan kulit skrotum menjadi lebih gelap dan rambut muncul pada dasarnya. remaja dan dewasa muda memiliki akses terhadap zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. dan 52 . obat-obatan. disertai dengan timbunan lemak. perilaku impulsive. tembakau. dada. Rambut tipis sepanjang labia juga muncul. skrotum juga ikut membesar. Selama tahap kehidupan. pertumbuhan tinggi badan secara keseluruhan mulai berjalan cepat. Kekerasan pada anak dapat kategorikan sebagai kekerasan fisik. Pada perempuan. dan seks bebas. Umumnya.umur dan perkembangan. seperti olahraga secara rutin dan diet sehat untuk meningkatkan kesehatan. 1999). 1999). leher. Karena testis tumbuh. Masalah lain yang kemungkinan bisa terjadi pada anak usia sekolah adalah ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Selama periode ini. Hal ini menunjukkan perbedaan kemampuan kognitif. seksual atau kombinasi ketiganya (Hitchcock et all. Kasus kekerasan pada anak juga banyak terjadi pada usia sekolah. Anak yang hiperaktif memiliki kesulitan dengan sekolah. persepsi. Pada laki-laki.

4) biaya. 6) kesadaran akan kebutuhan untuk perawatan Diet yang seimbang penting untuk pertumbuhan yang optimal selama masa remaja. diikuti oleh penyakit kardiovaskular. teman-teman yang merokok. 53 . alkohol. compotent simpatik. 5) Dewasa Tingkat mortalitas untuk orang dewasa telah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. amenore.amenore. Salah satu penyakit yang di derita remaja dan dewasa muda adalah anoreksia nervosa. dan konsumsi alkohol. dan citra tubuh yang terdistorsi. dan harga diri rendah. Infeksi virus gangguan imunitas. Sindrom Klinefelter disebabkan oleh adanya satu atau lebih tambahan kromosom X pada laki-laki. Peningkatan aktivitas seksual di kalangan remaja telah menyebabkan peningkatan STD. Beberapa hal yang dianggap sebagai pemicu dan dapat mempengaruhi kemungkinan terkena kanker adalah:  Tembakau: penyebab utama kanker di paru-paru. mereka sering enggan mencari perawatan kesehatan. virus yang terkait dengan AIDS meningkat di kalangan remaja. Obesitas dapat merugikan perkembangan remaja harga diri dan sosial. yaitu pola makan diikuti dengan muntah paksa dan / atau penggunaan pencahar. yaitu berat badan 20% lebih besar dari berat badan ideal untuk tinggi badan tertentu. 2) durasi tanda dan gejala. kegagalan menjaga berat badan yang tepat. aktivitas fisik kompulsif. Ancaman lain bagi remaja yaitu kekerasan. Gejala yang terjadi mungkin termasuk kelaparan dengan penurunan berat badan yang signifikan. Meskipun remaja mampu mengidentifikasi masalah kesehatan diri sendiri. Obesitas juga sering terjadi. walaupun juga terjadi pada lakilaki (Neinstain. 1991). tetapi kanker masih merupakan penyebab utama kematian secara keseluruhan. Selain itu terdapat juga prnyakit bulimia nervosa. Ini merupakan suatu ancaman tersendiri bagi remaja dan sangat tidak bagus untuk perkembangan anak. Faktor-faktor berikut mempengaruhi kesehatan remaja dalam pemanfaatan perawatan layanan. dan obat-obatan terlarang) biasanya terjadi pada remaja yang memiliki prestasi sekolah rendah. 1) keparahan penyakit. terutama remaja perempuan. 5) ketersediaan penyedia. gizi buruk dapat menghambat pertumbuhan dan menunda pematangan seksual. 3) pembatasan rutinitas sehari-hari. Tiga faktor risiko lain yang saling terkait yang berkontribusi terhadap penyakit dan kematian pada kelompok usia adalah kurang olahraga. Penyalahgunaan zat (tembakau.

psikologik maupun sosial. tranquilizer. gangguan metabolisme.   Paparan ultraviolet (UV). kekurangan gizi karena pencernaan kurang sempurna atau nafsu makan sangat kurang. di lingkungan. Alkohol: berisiko lebih besar terkena beberapa jenis kanker. Ada sejumlah pemeriksaan teratur. misalnya tenaga berkurang. Terlalu banyak terpapar sinar matahari (yang berisi sinar UV) dapat mengakibatkan kanker kulit. seperti pemeriksaan untuk hipertensi. Adapun beberapa faktor yang dihadapi para lansia yang sangat mempengaruhi kesehatan jiwa mereka adalah sebagai berikut: (a) Penurunan Kondisi Fisik Setelah memasuki masa lansia umumnya terjadi perubahan patologis. transportasi. gigi makin rontok. perumahan. perawatan pribadi. Paparan agen penyebab kanker. dsb. perawatan kesehatan. 6) Lansia Status kesehatan lansia telah meningkat. kulit keriput. tulang makin rapuh. (b) Penurunan Fungsi dan Potensi Seksual Penurunan fungsi dan potensi seksual pada lanjut usia sering kali berhubungan dengan berbagai gangguan fisik seperti. misal diabetes mellitus. vaginitis. dan penggunaan obatobat tertentu. dan kanker. (c) Perubahan Aspek Psikososial 54 . gangguan jantung. baru selesai operasi: misalnya prostatektomi. diabetes. seperti antihipertensi. darah tinggi. dan fasilitas masyarakat dan layanan untuk orang tua. termasuk di beberapa makanan. golongan steroid. tetapi masalah kesehatan akibat perilaku tidak sehat (seperti merokok dan minum) dapat dikurangi jika dewasa bersedia untuk memodifikasi perilaku mereka. Kematian untuk penyakit kardiovaskuler pada orang dewasa telah cukup berkurang. yang selanjutnya dapat menyebabkan suatu keadaan ketergantungan kepada orang lain. pemeriksaan kesehatan non invasif atau invasif minimal yang direkomendasikan untuk orang dewasa. baik dari segi hidup lebih lama dan tetap fungsional. Masyarakat perlu untuk menangani kebutuhan khusus untuk lansia seperti dari pendapatan. karsinogen. Secara umum kondisi fisik seseorang yang sudah memasuki masa lansia mengalami penurunan secara berlipat ganda. Hal ini dapat menimbulkan gangguan atau kelainan fungsi fisik. kolesterol.

pemahaman. Bertentangan dengan perubahan kota yang amat pesat.Lansia umumnya mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. (e) Perubahan dalam Peran Sosial di Masyarakat Akibat berkurangnya fungsi indera pendengaran. Dengan adanya penurunan kedua fungsi tersebut. tindakan. munculnya kawasan industri akan menimbulkan derajat pencemaran dan berdampak buruk terhadap lingkungan kehidupan masyarakat perkotaan. yang berakibat lansia menjadi kurang cekatan. lansia juga mengalami perubahan aspek psikososial yang berkaitan dengan keadaan kepribadian lansia. Misalnya badannya menjadi bungkuk. penglihatan. namun dalam kenyataannya sering diartikan sebaliknya. perilaku dan akses pelayanan kesehatan. gerak fisik dan sebagainya maka muncul gangguan fungsional atau bahkan kecacatan pada lansia. Meskipun tujuan pensiun adalah agar para lansia dapat menikmati hari tua atau jaminan hari tua. Hal itu sebaiknya dicegah dengan selalu mengajak mereka melakukan aktivitas. Reaksi setelah orang memasuki masa pensiun lebih tergantung dari model kepribadiannya seperti yang telah diuraikan pada point tiga di atas. pendengaran sangat berkurang. Sebagai akibat perkembangan kota yang sangat cepat dan dinamis akan 55 . Fungsi kognitif meliputi proses belajar. peran. serta kependudukan. Sementara fungsi psikomotorik (konatif) meliputi hal-hal yang berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan. perhatian dan lain-lain sehingga menyebabkan reaksi dan perilaku lansia menjadi makin lambat. (d) Perubahan yang Berkaitan dengan Pekerjaan Pada umumnya perubahan ini diawali ketika masa pensiun. koordinasi. persepsi. kegiatan. penglihatan kabur dan sebagainya sehingga sering menimbulkan keterasingan. kedudukan. karena pensiun sering diartikan sebagai kehilangan penghasilan. Pertumbuhan kota biasanya diikuti oleh industrialisasi. 7) Aggregat Pekerja Masalah kesehatan agregat pekerja di perkotaan umumnya berkaitan dengan faktor lingkungan. jabatan. agar tidak merasa terasing atau diasingkan. position dan harga diri. sistem pelayanan kesehatan kota di banyak negara berkembang termasuk Indonesia kurang dinamis dan pendekatannya masih relatif sama dengan pedesaan. pengertian. selama yang bersangkutan masih sanggup.

dan lingkungan kerja. beban kerja. 56 . alveolitis allergika yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat penghirupan debu organik. sehingga dapat menimbulkan gangguan mental dan fisik. penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu logam keras. berdebu. Ada beberapa jenis penyakit yang sering ditemukan pada agregat pekerja menurut Keputusan Presiden RI Nomor 22/1993 tentang penyakit yang timbul karena hubungan kerja yaitu: Pnemokoniosis yang disebabkan debu mineral pembentuk jaringan parut (silikosis. Hubungan antara pekerjaan dan pengaruhnya terhadap kesehatan dapat digambarkan melalui bagan berikut. 2009). vlas. debu kapas. kelainan pendengaran dan polusi udara. keton. Hal lain yang berkontribusi mempengaruhi kesehatan pada agregat pekerja adalah lingkungan kerja. penyakit akibat alcohol. Contoh kapasitas kerja yang baik adalah ketika seorang pekerja mendapatkan gizi yang baik. 1996). kapasitas. gas atau uap. glikol. Lingkungan kerja yang panas. Penyakit yang timbul karena hubungan kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja. (Stanhope & Lancaster. memiliki status kesehatan dan kondisi fisik yang prima. penyakit yang disebabkan oleh logam atau persenyawaannya yang beracun.berdampak pada perkembangan dan masalah kesehatan masyarakat yang khas perkotaan (Depkes RI). terpapar zat kimia dan lain sebagainya dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada agregat pekerja. perilaku kerja. antrakosilikosis. pencemaran bahan kimia (Ferry & Makhfudli. radiasi. tetapi dapat membahayakan keluarga dan orang terdekatnya. Beban kerja yang terlalu berat juga dapat memicu terjadinya stress pada agregat pekerja. bising. asbestosis) dan silikotuberkolosis yang silikosisnya merupakan faktor utama penyebab cacat atau kematian. maka pekerja tersebut akan dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Faktor lain yang mempengaruhi status kesehatan agregat pekerja yaitu pelayanan kesehatan kerja. henep dan sisal (bissinosis). Gangguan kesehatan atau penyakit yang didapatkan dari tempat kerja ini bukan hanya membahayakan diri pekerja itu sendiri. asma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi dan zat perangsang. kanker.

Air. fisik dan sosial Agregat pekerja yang masih berusia muda rentan mengalami penyakit menular seksual. dkk. hepatitis dan kehamilan. dll. dan amonia. Pekerja di usia lanjut akan rentan mengalami kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh penurunan kapasitas muskuloskeletal dan fungsi sensorik (Mary Jo Clark. emisi dari pembangkit tenaga listrik dan 57 .Host Pekerja & Keluarga Pekerja Agent: Bahaya yang didapatkan dari tempat kerja (biological. Pekerja dengan usia menengah berisiko mengalami serangan jantung dan kanker. 1996) Environment: Seluruh faktor eksternal yang mempengaruhi interaksi host-agent . nitrogen dioksida. batubara. asap. Pekerja yang lebih muda lagi berisiko mangalami kecelakaan kerja berhubungan dengan keterbatasan keahlian dan kurang pelatihan kerja. Polutan gas dapat berupa senyawa belerang. 2006). partikel asap knalpot. dan Suara 1) Penyakit akibat Pencemaran Udara Pencemaran udara didefinisikan sebagai berbagai macam partikel yang mengontaminasi udara (debu.4. kabut. pestisida. Lodh. Terdapat tiga tipe utama pencemaran udara yang memiliki dampak buruk terhadap kesehatan manusia. Partikel ini dapat berupa gas belerang dioksida. psychosocial) (Stanhope & Lancaster. 1999). 2. ergonomic. kabut asap. physical. polutan gas (gas dan uap).2 Penyakit akibat Pencemaran Udara. Sedangkan bau dihasilkan dari pembakaran senyawa-senyawa organik yang mengganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman. dan asap rokok). serta bau yang mencemari udara (Kjellstrom. Pertama. senyawa nitrogen. chemical. McMichael.

seperti penggunaan kendaraan bermotor terutama di perkotaan serta faktor alam seperti angin dan letak geografis (Clark.pembakaran fosil yang menimbulkan sulfur oksida serta partikel kompleks yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia. gangguan hidung. Penyakit yang timbul biasanya asma. panas yang bercampur dengan hidrokarbon. serta asap rokok. Umumnya penyakit tersebut menyerang saluran pernapasan manusia. yaitu polusi udara outdoor dan indoor.Faktor-faktor yang memperparah pencemaran udara. sehingga pertukaran udara di dalam ruangan dengan udara di luar menjadi sulit. pembakaran kayu serta area pertanian. dan asbes (Jarvis. Penyakit yang timbul karena pencemaran udara indoor ini diantaranya iritasi mata sampai gangguan pernapasan. karbon dioksida. dan berbagai macam kanker (Clark. juga pembangkit listrik. dan kanker paru-paru (Smith & Maurer. penyakit jantung kronik. Semua itu merupakan dampak dari pencemaran udara khusunya di perkotaan. oksida nitrogen. Cara untuk mengatasi pencemaran udara ini adalah dengan mengurangi emisi atau tingkat pencemaran yang ada. macam-macam polutan individual. Beberapa karsinogen juga ditemukan di udara perkotaan. membangun rumah dengan ventilasi yang memadai. Polusi udara tentunya berdampak pada kesehatan manusia karena menimbulkan berbagai penyakit yang mengancam kehidupan. seperti ozon. Selain itu juga bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan tetap asri agar mampu menetralisir pulosi yang ada. bahan kimia lainnya. Salah satu faktor yang memperparah yaitu tren bangunan yang memiliki sedikit ventilasi udara. Polusi udara indoor terjadi karena polutan di dalam ruangan. Sedangkan untuk masalah kesehatan yang sudah ada. 1999). tenggorokan. polusi udara dibagi menjadi 2. biasanya dihasilkan oleh peralatan rumah tangga seperti formaldehid. 1999). dan karbon monoksida di dalamnya. penggunaan bensin bebas timbal dan meminimalkan penggunaan solar. seperti arang. 58 . asbes. seperti menggunakan masker ketika di jalan raya. dan proteksi diri lainnya seperti mengonsumsi makan bergizi maupun vitamin. penyakit pernapasan akut. 1995). penyakit jantung. 1981). karbon monoksida. hidrogen sulfida. seperti polosiklik hidrokarbon yang juga menyebabkan kanker. Ketiga. sebaiknya dilakukan pencegahan. limbah industri. kerusakan sistem saraf pusat. Terkait dengan penyakit yang ditimbulkan. Misalnya. photochemical oxidant. Kedua. Polusi udara outdoor disebabkan oleh pembakaran minyak bumi dan batu bara. Bahan-bahan diatas umumnya dihasilkan oleh pabrik maupun kilang.

yaitu industri. dan gangguan hormon yang meyebabkan kanker payudara. Walaupun industri menjadi sumber utama polusi. Tetapi berbeda dengan realita yang ada. septictank. 2002). yaitu hepatitis. dan bahan kimia pertanian (Smith & Maurer. cara mengatasi penyakit akibat polusi air yaitu dengan mengonsumsi air yang bersih. simpanan kimia di bawah tanah. Selain itu terjadi pula iritasi atau peradangan pada mata dan hidung. gastritis. Berbagai penyakit yang berasal dari polusi persediaan air. kognitif. perkembangan dan perilaku. kanker kandung kemih dan kolorektal. Menanggulangi pencemaran air dapat dilakukan dengan menambahkan bahan kimia abate ke saluran air untuk meminimalkan kontaminasi. dan penyakit jantung (Clark. psikomotor.3 Penyakit akibat Pencemaran Air Ketersediaan air yang bersih dan aman sangat diperlukan demi terciptanya kesehatan. 1999). dan penggunaan garam. dan sistem gastrointestinal. polutan juga berasal dari pertambangan. sirosis. Ada tiga sumber utama kontaminasi air. Bahan kimia dalam air minum juga bersifat karsinogenik. Gangguan endokrin dapat mengurangi kesuburan dan meningkatkan resiko bayi lahir mati. dan memasak air dulu sebelum 59 . mikroba yang mengakibatkan penyakit gastrointestinal. dan klorobenzena (WHO 2003). kulit. limbah air selokan. gangguan system saraf pusat. air mengalami kontaminasi yang berbahaya untuk digunakan oleh masyarakat terutama masyarakat perkotaan. pestisida dan pupuk juga bisa mencemari persediaan air yang menyebabkan polusi kimia air. toksisitas hati) tembaga dan kromium arsenik dalam air minum. tidak tercemar. anemia. gagal ginjal. testis. neuropatik peripheral. Efek pada perkembangan sistem saraf mencakup gangguan perkembangan mental. sehingga terjadi gangguan reproduksi. 1995). merkuri. alopecia. dan kelainan perilaku (WHO and International Programme on Chemical Safety. esofagitis. kejang. Zat kimia tersebut mengganggu fungsi sistem endokrin. Pestisida dan kontaminasi kimia lainnya yang masuk ke saluran air melalui pertanian dan limbah industri dapat bertahan di lingkungan. anomali kongenital. Ekskresi bahan kimia melalui ginjal yang toksik bagi ginjal berupa bahan kimia seperti kadmium. polio. kanker perut. cacat lahir. iritasi kulit. Selain itu. Terkait dengan masalah kesehatan. namun masalah kesehatan yang paling berbahaya berhubungan dengan paparan kronis (misalnya. dan kanker prostat. Hal lain yang dapat dilakukan adalah pertanian secara organik dan manajemen hama terpadu. tembaga.

dan gangguan jiwa (Hollander. 1999). dan kinerja menurun. dan impotensi. gangguan aktivitas sehari-hari. Hoogenven. yaitu secara sosial dan klinik.Tingkat keparahan dari paparan pencemaran suara berkaitan dengan frekuensi dan intensitas kebisingan serta lama paparan. penyakit antung iskemik. Pendidikan kesehatan juga mungkin dilakukan agar masyarakat semakin sadar dan peduli akan kelestarian air. Langkah yang dapat kita ambil untuk mengatasi pencemaran suara yaitu dengan mengisolasi kebisingan.3 Masalah Emergency dan Bencana 1) Masalah Emergency Keadaan darurat (emergency) adalah situasi/kondisi/kejadian yang tidak normal. Jika hal tersebut tidak bisa dilakukan. kendaraan off-road seperti pesawat terbang. Efek psikologikal juga terpengaruhi dengan pencemaran suara ini.diminum. Masalah lain yang juga berhubungan dengan pencemaran suara meliputi stress. Efek lainnya meliputi insomnia. dan kondisi patologis seperti aterosklerosis dan penyakit jantung. ketidakmampuan bersosialisasi. Secara sosial misalnya kejengkelan. 4 Penyakit akibat Pencemaran Suara Level dari pencemaran suara di masyarakat kita mengalami peningkatan secara drastis dan berdampak besar terhadap gangguan pendengaran. Van Kempen. 2. motorboats. dan perlu segera ditanggulangi. truk. Bukti menunjukkan bahwa paparan yang terlalu lama terhadap kebisingan berperan meningkatkan kecemasan dan stress emosional yang mungkin mengakibatkan mual. baik dengan menggunakan bahan penyerap suara atau dengan memindahkan klien dari sumber kebisingan. sepeda motor. dan yang bersuara keras lainnya (Clark. yaitu terjadi tiba-tiba. mengganggu kegiatan/organisasi/kumunitas. 2000). terutama pendengaran. Klien juga harus diberi tahu jika level suara tertentu dapat mengakibatkan kerusakan telinga. penyakit mental. truk sampah. kecelakaan. Keadaan darurat dapat berubah menjadi bencana (disaster) yang mengakibatkan banyak korban atau kerusakan Pada tahun 1997. disritmia jantung. kereta. Terdapat dua kategori untuk gangguan akibat pencemaran suara ini. sakit kepala.4. 60 . Sedangkan secara klinis seperti hipertensi. Polutan untuk pencemaran suara yang berdampak buruk terhadap kesehatan diantaranya suara bus. gangguan tidur. gunakan alat pelindung telinga untuk mengurangi kebisingan. dan penggunaan obat-obatan. penyakit kulit.

Mencegah terjadinya bencana jika memungkinkan 2. Peristiwa kebakaran. terdapat delapan prinsip dasar yang seharusnya diikuti oleh semua pihak yang memiliki kepekaan untuk menolong korban bencana. fase isolasi awal dan fase bantuan kemudian. yaitu 1) Natural hazard. pertolongan hadir dari kelompok komunitas itu sendiri karena tidak adanya waktu untuk mendatangkan pertolongan dari luar komunitas. Sedangkan fase bantuan adalah fase ketika bantuan datang dari luar komunitas. bendungan yang bocor merupakan beberapa bentuk dari technological hazard. Pada fase isolasi. Tujuan utama dari manajemen emergency adalah mencegah ataupun mengurangi tingkat kematian dan kecacatan. Adapun hal-hal yang biasa dilakukan saat kondisi emergency adalah sebagai berikut:  Pusat Operasi Emergency dan Sistem Medis Emergency: diperlukan dalam keadaan bencana yang menjatuhkan banyak korban dan memerlukan penanganan langsung dari pihak pelayanan kesehatan. Sedangkan kondisi yang huru-hara seperti kerusuhan dan perang yang melibatkan banyak orang dan juga diselesaikan bersama. Pusat operasi dan sistem medis ini dapat didirikan dekat dengan lokasi bencana. Menolong korban 5. Meminimalisir korban jika bencana tidak dapat dicegah 3. Mencegah berjatuhannya korban selanjutnya. Adapun delapan prinsip tersebut adalah: 1. Menyediakan pelayanan medis secara pasti 61 . 3) Huru-hara. Menyediakan pertolongan pertama pada cedera 6. Keadaan emergency dapat diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk. yang terjadi karena dampak dari bencana 4. angin badai.Noji mengatakan bahwa kondisi emergency/darurat melibatkan tanggapan langsung terhadap efek dari bencana dan dapat dibagi menjadi dua fase. Garb dan Eng pada tahun 1969 mengatakan. pemadaman listrik.  Dasar-dasar Manajemen saat Keadaan Emergency. Mengevakuasikan korban cedera untuk mendapatkan pelayanan medis 7. kecelakaan lalu lintas. tanah longsor dan sebagainya yang melibatkan peran serta alam sekitar dalam menciptakan keadaan darurat tersebut. 2) Technological hazard. gempa bumi. Jika lokasi terjadinya kejadian darurat terisolasi dan sulit untuk diakses. maka fase isolasi itu akan menjadi lama. Beberapa contoh dari natural hazard adalah banjir.

luka di dada. Adalah pasien yang tidak lagi memiliki harapan untuk hidup ataupun hanya menyisakan sedikit harapan hidup. yaitu prioritas pertama. luka robek ringan. Contoh masalah dari kategori ini adalah shock. Menentukan tindakan langsung 62 . Contohnya dalah kebakaran ringan. prioritas ketiga. Adalah pasien yang memiliki cedera minimal dan tidak disertai dengan komplikasi sistemik. 3. Kuning: Penting. Terdapat empat kategori dalam pengklasifikasian korban. dan meninggal atau sudah tidak dapat diselamatkan lagi. 3) Lingkungan fisik sekitar. terkilir. prioritas kedua. Pasien dengan gejala prioritas kedua harus dilakukan observasi lebih teliti. prioritas kedua. Promosikan untuk dapat merekronstruksi kehidupan  Pengklasifikasian Korban: dapat dilakukan dengan berbagai cara.8. 1. contohnya adalah fraktur. 1982). Pengkajian hasil survey Lingkup yang seharusnya menjadi fokus pengkajian adalah 1) Masalah kesehatan individu. Pasien ini dapat menungggu beberapa jam untuk perawatan tanpa masalah. Melakukan survey lapangan 2. namun belum shock ataupun hipoksia. Adalah pasien yang memiliki cedera dengan efek sistemik dan komplikasi. 2. diantaranya: 1. Hitam: meninggal atau sudah tidak dapat diselamatkan. 3. Contohnya adalah pasien yang cedera berat di kepala ataupun dada. menjadi prioritas pertama. Perawat berhak memberikan pelayanan saat kondisi emergency muncul. hemoragik. diantaranya dengan membedakan warna (American Red Cross. Hijau: prioritas ketiga. 2) Masalah kesehatan yang lalu dan yang sekarang sedang diderita pada komunitas secara umum. hipoksia. 4. ataupun mendekati hipoksia. Merah: sangat penting. pasien yang mendapatkan prioritas pertama adalah pasien dengan kebutuhan akan perawatan cedera. mungkin saja suatu saat kondisi pasien berubah dan dapat dikategorikan ulang sebagai prioritas pertama. cedera kepala yang mengeluarkan banyak darah. frkatur terbuka.

2) Masalah akibat Bencana Disaster/bencana adalah setiap kejadian baik perbuatan manusia maupun alami yang menyebabkan kerusakan dan kehancuran yang tidak dapat diatasi tanpa bantuan. hal ini akan memperburuk kondisi kesehatan pasien. perawat dapat membantu memulai atau memperbarui rencana bencana menyediakan program pendidikan dan material mengenai bencana spesifik ke daerah tersebut. bahan beracun. Melaksanakan peran perawat di pusat pertolongan pertama emergeny. Berkonsentrasi pada kondisi kesehatan utama setelah kondisi emergency Setelah keadaan darurat dilalui. kerusuhan sipil (misalnya. Peran perawat saat bencana tergantung pada peran di institusi. Kondisi-kondisi bencana akan membuat psikologis korban terganggu. wabah penyakit menular. 2004). 4. badai salju. maka perawat harus menempatkan klien pada prioritas penanganan yang tepat. nuklir. Pengelolaan bencana termasuk tiga tahap bencana: persiapan. 6. 5. Pertama yang disebabkan oleh alam. dalam situasi ini. gempa bumi. Kedua akibat perbuatan manusia. letusan gunung berapi. Kebutuhan psikologis saat emergency. Pada dasarnya ada dua jenis bencana yaitu bencana yang alami dan buatan manusia. sehingga perawat harus memperhatikan aspek psikologis pasien juga untuk melengkapi penyembuhan korban.Setelah mengkaji dan mendirikan diagnosa dari permasalahan yang perlu diatasi. pengalaman perawat dan kesiapsiagaan masyarakat. Dalam organisasi. Hal ini harus menjadi perhatian perawat. mulai muncul kebiasaan buruk berupa ketidakpedulian dengan kebersihan tubuh yang akan menimbulkan penyakit lain. penting untuk diingat bahwa semua masalah yang mengancam jiwa didahulukan. ledakan/bom. dan juga minat khusus. banjir. kerusuhan demonstrasi) (Stanhope. dan pemulihan. seperti angin topan. dan keringanan yang disebabkan kebakaran hutan. Peran perawat dalam tahap persiapan bencana yaitu seorang perawat memfasilitasi persiapan kerja dan tempat masyarakat. seperti perang konvensional. kekeringan. rencana langsung untuk triase harus 63 . pelatihan khusus. 2004). respon. dan mengatur latihan bencana (Stanhope. perang nonkonvensional (misalnya. kebakaran. polusi. sekali petugas penyelamat mulai tiba di TKP. hujan es. kimia). transportasi kecelakaan. tornado. topan. runtuhnya struktur. tanah longsor. apakah bisa diatasi hanya di pusat kesehatan bencana atau harus dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Rasa kesejahteraan dipulihkan. Reaksi umum selama tahap ini gemetar. dan badai). Masalah yang terjadi ditolak atau belum sepenuhnya "terdaftar. frekuensi. (3) Penerimaan: selama tahap ketiga. korban mungkin menyangkal besarnya masalah atau. tinggi. serta tanggapan terhadap peristiwa aktual. Prioritas tertinggi selalu diberikan kepada korban yang memiliki cedera mengancam kehidupan dan yang memiliki probabilitas tinggi untuk bertahan hidup begitu stabil (Stanhope. (4) Pemulihan: tahap keempat merupakan pemulihan dari reaksi krisis. Triase adalah proses memisahkan korban dan mengalokasikan pengobatan berdasarkan potensi korban untuk bertahan hidup. (1) Prediktabilitas. gelisah. Kemajuan dalam meteorologi. Kemampuan untuk membuat keputusan dan melaksanakan kembali rencana. Korban mengembangkan memori realistis dari pengalaman (Smith. 64 . Dia merasa lebih penuh harapan dan percaya diri. Korban mungkin ingin menceritakan kembali atau menghidupkan kembali pengalaman bencana berulang-ulang. Berikut ini merupakan tahap respon emosi para korban bencana: (1) Denial: selama tahap I. Rutinitas menjadi penting lagi. marah dan pasif. beberapa kejadian lebih mudah diprediksi maka orang lain. orang tersebut sadar akan masalah dan menganggapnya sebagai hal yang luar biasa dan tak tertahankan. Hal ini terutama penting bagi korban untuk mengambil tindakan khusus untuk membantu mereka dan keluarga mereka. Pemulihan dimulai selama fase darurat dan berakhir dengan kembalinya ketertiban masyarakat normal dan berfungsi. Untuk orang di daerah dampak fase ini dapat bertahan seumur hidup (misalnya korban bom atom Hiroshima).dimulai. Peran perawat dalam fase pemulihan beragam seperti dalam kesiapan dan fase respon dari bencana. waktu. lebih mungkin. Korban merasa bahwa mereka kembali normal. akan memahami masalah tetapi mungkin tampak tidak terpengaruh secara emosional." Korban mungkin tampak luar biasa tidak peduli. sensitivitas. telah membuat lebih layak untuk secara akurat memprediksi kemungkinan beberapa jenis alam. Dimensi ini mempengaruhi sifat dan kemungkinan perencanaan persiapan. korban mulai menerima masalah yang disebabkan oleh bencana dan membuat upaya terkonsentrasi untuk menyelesaikannya. (2) Respon emosional yang kuat: dalam tahap kedua. pengendalian. 2004). kesulitan berbicara. sedih. menangis. misalnya. cuaca bencana yang terkait (misalnya. dan ruang lingkup atau intensitas. banjir. mengencangkan otot-otot. 1995) Bencana memiliki jumlah ukuran yang mungkin berbeda baik itu prediktabilitas. berkeringat. tornado.

Perawat juga dapat berfungsi sebagai educator dalam mempengaruhi pemahaman masyarakat tentang perlunya persiapan untuk bencana. penggunaan teknik untuk mengurangi risiko. pendidikan publik tentang potensi bahaya. Kunci untuk manajemen bencana yang efektif adalah pra perencanaan bencana dan persiapan. waktu yang tersedia untuk memperingatkan penduduk. mereka muncul lebih sering pada lokasi geografis tertentu. dengan kerusakan relatif sedikit dilakukan untuk properti atau individu (Smith. Sebagai anggota tim potensial. dan penilaian yang sistematis dari pengaruh bencana untuk lebih mempersiapkan masa depan . Perawat dapat menjadi relawan atau mungkin diperlukan untuk mengambil bagian dalam persiapan bencana. federal. dan durasi yang panjang dari fase dampak. peringatan pra dan tindakan pengendalian yang dapat mengurangi dampak dari bencana. Los Angeles sedang dalam proses perkuatan sistem jalan bebas hambatan untuk memperkuat resistensi jalan raya untuk kerusakan gempa ketika gempa bumi 1994 mencapai daerah tersebut. Meskipun bencana alam relatif jarang. 65 . dan lembaga sukarela. seperti ledakan atau rongsokan. (3) Pengendalian. Ada beberapa karakteristik waktu yang berkaitan dengan dampak bencana yaitu kecepatan terjadinya bencana. atau kurang intens. Perencanaan untuk bencana melibatkan lima bidang utama yakni penggunaan teknologi untuk acara perkiraan. Rencana bencana harus dipraktekkan. dan kerusakan properti. menyebabkan banyak luka. (2) Frekuensi. 1995). perawat harus berperan aktif dalam mempersiapkan bencana dengan berpartisipasi dalam perencanaan masyarakat dan latihan bencana. Misalnya. juga kurang diprediksi. Bencana dapat terkonsentrasi pada daerah yang sangat kecil atau melibatkan wilayah geografis yang sangat besar biasanya mempengaruhi banyak orang. negara bagian. tidak ada kesempatan untuk memperingatkan rakyat. dan panjang sebenarnya waktu dari fase dampak.sementara yang lain. dan orang yang dekat sistem sungai besar adalah risiko lebih besar untuk banjir daripada orang yang tinggal di tempat lain. Bencana bisa sangat intens dan sangat merusak. Tanggung jawab untuk mengatasi kelima bidang perencanaan bencana juga dimiliki oleh wilayah lokal. respon darurat yang terkoordinasi. (4) Waktu. Contohnya. Kerusakan yang paling umumnya disebabkan oleh kombinasi terburuk yang mungkin dari faktor waktu permulaan yang cepat. penduduk California beresiko untuk gempa bumi. Man bencana dibuat. (5) Ruang lingkup dan intensitas. seperti gempa bumi tidak diperkirakan. kematian.

implementasi. Dalam kasus epidemi influenza. dan diperbaharui secara berkala oleh seluruh peserta dalam persiapan bencana (Smith. termasuk perawatan peralatan biasa. Kedua. mencegah terjadinya bencana bila memungkinkan. mengevakuasi yang terluka ke fasilitas medis. mencegah korban lebih lanjut dari terjadi setelah dampak awal bencana. namun dampaknya dapat dikurangi. Pertama. kuning untuk hal mendesak di prioritas kedua. Tujuan ini dicapai berbeda sesuai dengan tipe dari bencana itu sendiri dan juga tipe penyelamat. respon emergency. Pendidikan publik adalah strategi lain yang dapat digunakan untuk mengurangi dampak dari situasi berbahaya. cacat. Model dimensi ini dapat digunakan oleh perawat kesehatan komunitas dan yang terlibat dalam respon bencana. memberikan pertolongan pertama pada luka. pencegahan dan mitigasi. 1995). dan hitam untuk korban yang sekarat atau meninggal dunia (Smith. 1995). Kemudian ada model dimensi dan perawatan klien pada setting bencana. memberikan perawatan medis. penderitaan. Memprioritaskan korban untuk pengobatan dapat dilakukan dengan banyak cara.dievaluasi. menyelamatkan korban. Beberapa jenis bencana khususnya buatan manusia mungkin dapat dicegah sedangkan bencana lain tidak dapat dicegah. Tujuan primer dari manajemen bencana adalah mencegah atau meminimalkan kematian. hijauu untuk prioritas ketiga. pengkajian dimensi kesehatan pada bencana. 1995). Ada beberapa prinsip manajemen bencana diantaranya. perencanaan tanggap bencana untuk membimbing perkembangan. dan evaluasi pada rencana bencana. Pertama. beberapa komunitas menggunakan kode warna (Palang Merah Amerika). dan promosikan rekonstruksi kehidupan (Smith. Dimensi dari perspektif kesehatan yang bisa digunakan untuk mengkaji efek dari bencana yang terjadi: 1. yaitu merah untuk yang paling mendesak sebagai tanda prioritas pertama. meminimalkan jumlah korban jika bencana tidak dapat dicegah. Dimensi biofisik Biologi manusia juga merupakan faktor dalam memprediksi jenis efek sebagai akibat dari bencana. Banyak buatan manusia bisa mencegah bencana dengan mengamati tindakan pencegahan keselamatan yang tepat. penyakit yang 66 . kehilangan salah satu bagian dari korban bencana. Hal ini karena sistem ini yang terbaik dan paling mudah dipahami. Beberapa bencana telah dicegah oleh penegakan kode bangunan yang baik atau dengan pengelolaan lahan air yang tepat.

Dalam menilai sebuah komunitas. 4. perawat membuat diagnosa keperawatan sesuai dengan perawatan bencana. minum. Kegiatan yang berkaitan dengan perawatan bencana terjadi di beberapa daerah. 1999). sosial dan perilaku/behavioral. Dimensi psikologikal Faktor psikologis yang berpengaruh saat bencana terjadi. Keempat. sedangkan banjir hasil terutama di tenggelam. diagnosa keperawatan. 2. Evaluasi berfokus pada kecukupan rencana untuk membatasi bencana dan memenuhi kebutuhan mereka yang terlibat di dalamnya (Clark. dapat menyebabkan radang dingin dan efek lain dari paparan dingin. dapat menyebabkan sesak napas. sedangkan baru ke daerah. Kedua. Ketiga. Berdasarkan pengkajian faktor biofisik. Dimensi Perilaku Faktor perilaku yang berhubungan dengan pola konsumsi dan bahkan kegiatan rekreasi juga dapat mempengaruhi terjadinyabencana anggotamasyarakat. Perencanaan. Misalnya. Dalam ledakan. berkontribusi terhadap bencana. Dimensi sosial Faktor dimensi sosial juga dapat mempengaruhi cara orang untuk respon bencana dan bahkan dapat menimbulkan adanya ketegangan rasial bisa memicu pecahnya kekerasan di beberapa komunitas. mungkin panik dan menanggapi mereka yang tidak tepat. 3. Pola dan Merokok penggunaan obat dapat misalnya sering dan pengaruhnya konsumsi seperti terhadap kesehatan merokok. dapat menyebabkan patah tulang atau bentuk lain dari trauma.berpotensi disertai oleh dehidrasi ketidakseimbangan elektrolit dapat diharapkan. Contoh data pengaruh bencana pada biofisik: Longsor. 1999). Perawat kesehatan masyarakat harus menilai sikap anggota masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana. 67 . keakraban dengan gempa bumi dapat membatasi panik pada beberapa orang. menjadi penyebab kebakaranresidental dan kebakaran hutan dan sikat yang mengakibatkanhilangnya nyawa serta kerusakan properti yang luas (Clark. perawat mengidentifikasi faktor-faktor sosial yang mungkin berkontribusi terhadap bencana dan cara orang menanggapi mereka. evaluasi. Perang adalah bencana lain yang timbul dari kondisi lingkungan sosial. cedera dapat terdiri dari luka bakar dan trauma. psikologis. yang belum pernah berpengalaman dan gempa bumi.

Kematian anggota keluarga dapat memberikan efek pada usia yang berbeda dengan bermacam cara. kesedihan. Faktor eksternal meliputi tekanan lingkungan sosial. kognitif. dan pada lansia mudah untuk mengalami isolasi sosial. 2) Masalah kesehatan mental pada populasi berisiko tinggi Kesehatan jiwa merupakan proses dinamis yang memungkinkan perkembangan fisik. 2000). dan fungsi sosial individu. dan sindrom otak organik. trauma. kehilangan pekerjaan. Bagaimanapun juga kehilangan bukan satu-satunya penyebab menurunnya kesehatan mental. Penurunan napsu makan. Misalnya pada bayi dan anak-anak. Faktor internal meliputi aspek biopsikososial atau karakteristik kepribadian dari individu. kecemasan. Gangguan jiwa berat lebih sering terjadi pada wanita dengan penghasilan rendah. dan fungsi sosial. Penyebab lain antara lain masalah kesehatan fisik. afektif. Kesehatan mental individu dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Insiden tidak terduga atau bahkan kejadian yang sudah diantisipasi dapat mengurangi fungsi fisik. ras. dan aset material dari komunitas. 68 . kesulitan mengambil keputusan dan gangguan pola tidur adalah hal yang umum terjadi saat kehilangan. dan tingkat sosial ekonomi.4 Masalah Khusus Kejiwaan pada Masyarakat Perkotaan 1) Gangguan Jiwa Berat Gangguan jiwa berat menyerang kemampuan berpikir dan perilaku manusia. kognitif. Karena keterbatasan data. Gangguan jiwa berat meliputi gangguan suasana hati dan depresi.4. menarik diri.2. Sebagai contoh. Sebagian besar orang dengan gangguan mental berat hidup dalam kemiskinan karena mereka tidak mampu untuk mendapatkan atau mempertahankan standar hidup yang layak. cukup sulit untuk menjelaskan tingkat prevalansi penyakit kejiwaan. dan memiliki pendidikan rendah. dan dapat terjadi pada semua usia. afektif. kekerasan dalam rumah tangga. Gangguan jiwa berat bersifat persisten. Masalah kesehatan mental dapat dimanifestasikan dalam banyak jalan. seperti nilai. keyakinan. kematian tak terduga maupun yang sudah diantisipasi dalam keluarga dapat mengakibatkan rasa kehilangan yang mungkin mengganggu pola aktivitas pertahanan anggota keluarga. dan bencana alam tak terduga (Marcia Stanhope dan Jeanette Lancaster. kehilangan pengasuhan dan perhatian dapat memberikan defisit emosional jangka panjang. skizofrenia. sedangkan pada dewasa akan meningkatkan risiko stres berhubungan dengan perubahan peran.

Psikotropika. Dexedrine mengurangi Methedrine kelesuan Kokain Meningkatkan gairah. Berikut ini merupakan beberapa obat-obatan psikoaktif yang sering disalahgunakan: Klasifikasi Obat-obatan penenang Obat-obatan Alkohol Penggunaan Kekebalan Ya Ketergantungan fisik Ya Ketergantungan psikis Ya Mengurangi ketegangan. dan zat adiktif lainnya) Napza tergolong dalam zat psikoaktif yang bekerja mempengaruhi kerja sistem penghantar sinyal saraf sel-sel susunan saraf pusat yang dapat menyebabkan terganggunya fungsi kognitif. alkohol. pikiran. melepaskan hambatanhambatan Obat bius/tidur Menyebabkan keadaan santai dan tidur Obat penenang Mengurangi rasa Miltown cemas dan Valium ketegangan Candu/Narkotik Opium dan Mengurangi rasa sebangsanya sakit. persepsi. Kodein menyebabkan Heroin keaddaan santai Morphin dan lamunan yang menyenangkan Metadon Mengobati ketergantungan heroin Obat perangsang Amfetamin Meningkatkan Benzedrine gairah. serta dapat menyebabkan ketergantungan baik fisik maupun psikis.3) Napza (Narkotika. perilaku. dan Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya (jika tanpa obat mengakibatkan depresi fisik dan psikologis) Ya Sedikit Sedikit Ya Ya Ya ? Tidak Mungkin Tidak Tidak Tidak Tidak ? Tidak Ya Ya Hanya sebagian pemakai ? bagi kecil Hanya untuk pemakai berat 69 . mengurangi kelesuan Nikotin Meningkatkan gairah Kafein Meningkatkan gairah Halusinogen LSD* Meluaskan Mescaline* pikiran dan Psilocybin* mengakibatkan Phencyclidine perubahan(PCP)† perubahan Marijuana persepsi.

Aspek lain dari peran perawat yaitu sebagai edukator. Sebagian besar orang tidak mengetahui dengan pasti peran perawat dalam ketergantungan obat. peran perawat yaitu sebagai advokat. 2000). 70 . begitu juga pemakai psilocybin akan membutuhkan mescaline atau LSD lebih banyak ubtuk memperoleh dampak yang sama. cara untuk membuat lebih mandiri dalam komunitas. Perawat komunitas kesehatan mental mengajarkan klien secara individu maupun kelompok tentang kondisi kesehatan mental mereka. Perawat kesehatan komunitas memiliki posisi yang unik dalam menyediakan informasi dan pendidikan tentang efek dan efek samping penggunaaan obat-obatan dan dapat mengkaji tingkat penggunaan atau penyalahgunaan.1 Obat-obatan psikoaktif yang biasa disalahgunakan (Rita L. dan meningkatkan pelayanan dalam komunitas kesehatan jiwa (Christoffel. †PCP adalah obat-obatan sintetik yang digunakan sebagai obat bius bedah hingga reaksi seperti psikotik yang parah terlihat pada pasien. Dalam dosis tinggi.perasaan Tabel 1. Membantu klien dan keluarga dengan akses yang tepat dan memberikan dukungan merupakan kagiatan perawat yang sangat penting (Judith Ann Allender. dan masih banyak lagi. Peran perawat sangatlah penting dalam meminimalisir masalah kesehatan mental dan ketergantungan terhadap obat-obatan yang terjadi di masyarakat saat ini. protokol perawatan. Peran perawat dalam masalah kesehatan mental yaitu pertama perawat harus mengakses dan menggunakan data epidemiologi untuk mengetahui dan melayani penyakit mental di populasi. mescaline. 2005). Selanjutnya. Atkinson. mengurangi stigma dan meningkatkan pengetahuan masyarakat. strategi pencegahan dan promosi kesehatan. psilocybin semuanya menunjukkan “cross-tolerance” misalnya pamakai LSD akan mengembangkan toleransi yang meningkat terhadap mescaline. PCP dapat mengakibatkan keadaan koma yang panjang dan kadang-kadang menyebabkan kematian. 2005) *LSD. Perawat melihat peningkatan akses klien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mental.

Ontario: Community Health Nurse Association of Canadia. M. Departemen Kesehatan RI. Nursing in TheCommunity: dimensions of community health nursing. Missouri: Mosby Elsevier Ann. (1999). (1990). Rector. Comprehensive Community Health Nursing: Family. (2005). C. Pengantar psikologi. A. B. (2008). Badan Pusat Statistik. 6th ed. Louis: Mosby 71 . Jakarta: Erlangga. (2010). Boulder. emergency warnings. (2002). L. T. Dewi.. Clark. M. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins Alligood. D. R.S. and citizen response. Stanford: Appleton and Lange CDC. Jakarta: DepKes RI Department of Health. Anderson. Pembangunan Kesehatan Masyarakat di Indonesia. D.. (2002). Health Promotion Throughout the Life Span. Nursing Theory: utilization and application 4th edition.php?news=861. K. Department of Health and Human Services. (1999).. Missouri: Mosby. L. Community Health Nursing: concepts and practice.L and Mandle C. J. J. Spredley. (2011). E. M. CO: Westview. 7th Ed. Community Health and Program Services (CHAPS): Health Disparities Among Racial/Ethnic Populations. Profil Kemiskinan di Indonesia. diakses pada tanggal 21 Februari 2012 Best. 3rd edition. www. Media. Walton. Canadian community health nursing: Standard of practice. (2001). 3rd ed. K. Burkhart.go. Community Health Nursing: promoting and protecting the public’s health. Nursing in the community: Dimensions of community health nursing. R. S. & Warner. Community Health Nursing: current practice and possible futures Eldeman.id/getfile. et al. F. Pengantar Epidemiologi. Budiarto. L. Eko dan Anggraeni.. Jakarta: EGC. Atkinson. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC. Guire. Atlanta: U. Clark. G. M. (2011). 3rd Ed. Connecticut: Appleton & Lange. C . Anggregat & Community Practice. J. St. S. M.Daftar Pustaka Allender. Clemen-Stone. Community as partner: Theory and practice in nursing. Investigasi dan pengendalian wabah di fasilitas pelayanan kesehatan. (2006).bps. Mc. (2008). Philadephia: Lippincott Arias. Eigsti. (1991). (2010). (2000). D. Social Services and Public Safety. Allender. Philadelphia : Lippincott. (2003). J. N.

(2005). (2011). S.com/nursing_theory/unitary_human_beings. (2009). research and practice. P. theories. (2005). and Wills. St Louis: Mosby.. Transcultural nursing: Concepts. & Perry. Jakarta: Sagung Seto Jarvis. McEwen. Kjellstrom. dkk. Ilmu Keperawatan Komunitas 1. Junaiti. dan praktik. E.G. Community and Public Health Nursing. (2002). Community health nursing: Caring in action. (2004). R. T. M.M. proses.A.com/perawatan/perawat/kesehatan-1092456. R.hicow. Urban health and society.M. Meleis.. E. M. (2005).html. Lodh. Jakarta: Salemba Medika. Potter. New York: Delmar Publishing Iqbal Mubarak. Jakarta: EGC. Karen Saucier. R. J. S. M and Lancaster. Nies. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins McKenzie. http://currentnursing. L.30. Halaman 812-825. Alih bahasa: Asih. Mary A. 72 . (2007). R. 5th. 3rd Ed.html Freudenberg. Jakarta: Salemba Medika. A.. Schubert. N et all. A. India : Jones And Bartlett Publishers. M & McFarland. UK: Jones and Barlett Publisher. Philadelphia: F. Shrestha. T. (2003). J. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins Mubarak. & Makhfudli. Model Pelayanan Keperawatan Komunitas (Perkesmas) pada Keluaraga Miskin. Theoretical Nursing: development and progress. Community/ public health nursing: promoting the healthy of population (4th Ed).. F. (1999). Jakarta: EGC Sahar. Diunduh tanggal 16 Feb 2012.. Keperawatan kesehatan komunitas: Teori dan praktik dalam keperawatan. E. M. Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional.Efendi. L. Theoretical Basis for Nursing. Air and Water Pollution: Burden and Strategies for Control. Nurul.. An introduction to community health ed. P.. J. (2008). http://id. J. dan Thomas. Wahit Iqbal dan Chayatin. Davis Company. & Kotecki.. Kusnanto. Pukul 10. (2005)..Wahit. Pinger. Hal 93 Hitchcock. Missouri: Sauders Elsevier. USA: Mc-Graw Hill Companies Lundy. (2009). Leininger. McEwen. A. (2001).. E. Afaf I. G.. Tim CHN FIK UI Stanhope. (1981). (2006). Buku ajar fundamental keperawatan: Konsep. Community health nursing: Keeping the public healthy. Pengantar Keperawatan Komunitas. (2009). & Kingsland. Y. Disease Control Priorities in Developing Countries (chapter 43). Community Health Nursing: Caring for The Public’s Health 2nd ed. M. Ranmuthugala. McMichael. Edisi 4. Ferry.

who. M. C.int/water_sanitation_health/dwq/guidelines3rd/en/. Guidelines for Drinking Water Quality. Alligood. Ewen and Wills. (1995). M.Tomey. Mc. (2006). Theoretical Basis for Nursing. Geneva: WHO. Jervis. diakses tanggal 20 Februari 2012. S.cyh. Geneva: WHO and the International Programme on Chemical Safety. Davis Company. (2009). Saunders Company.com http://www. Maternal-child nursing care. Philadelphia: W. R. New York: Greenwood Press.nih. Smith. Louis: Mosby. 5th Ed.com/Health-Conditions www. M.. Stone. Epidemiology in health care. http://www. 73 . Community health nursing: Theory and practice. Philadelphia: F. Stanhope. E. & Community Practice. L. D. Valanis.go. Global Assessment of the State of Science of Endocrine Disruptors. 3rd ed. B. A. (2010). 2003. Community and public health nursing.A. G.id. M. Comprehensive community health nursing: Family. 6th ed.2. McGuire. WHO dan UN-HABITAT.. F. (2000). Document WHO/PCS/EDC/02.nlm. St. St. & Maurer.depkes. S. M. 6th Edition. B. & Lancaster.T. Geneva: WHO Press.gov http://www. London: Royal Collage of Nursing. (2007). http://www. S. (2002). Louis: Mosby. Royal Collage of Nursing. pukul 12 44 WIB. WHO and International Programme on Chemical Safety. D. WHO (World Health Organization). China: Lippincot Willians & Wilkins. A. 3rd Ed. Nursing Theorists and Their Work. Nurses as partner in delivering public health. 2002. & Eigsti. USA : Library of Congress Cataloging in-Publication Data. L. & Hisley. Ward. Edisi 3. S. (1990). M. L. Hidden Cities: Unmasking and Overcoming Health Inequities in Urban Settings. M. Handbook of emergency management: Programs and policies dealing with major hazards and disasters. J. Aggregate. (1999). (2011). Missouri: Mosby Elsevier Smith.agingcare.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful