P. 1
RESUME KKMP Model Pelayanan Keperawatan Komunitas

RESUME KKMP Model Pelayanan Keperawatan Komunitas

|Views: 2,400|Likes:
Published by Puput Wulandari

More info:

Published by: Puput Wulandari on Mar 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2013

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Konsep dan Teori Kesehatan Urban Perkotaan
Perawatan kesehatan masyarakat adalah suatu upaya pelayanan keperawatan yang

merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh perawat dengan mengikutsertakan tim kesehatan lain dan masyarakat untuk memperoleh tingkat kesehatan yang lebih tinggi dari individu, keluarga dan masyarakat (Depkes RI, 1996). Dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa unsure-unsur perawatan kesehatan masyarakat adalah (1) bagian integral dari pelayanan kesehatan, khususnya keperawatan; (2) merupakan bidang khusus dari keperawatan; (3) gabungan dari ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat, dan ilmu sosial; (4) sasaran pelayanan adalah individu, kelompok, masyarakat yang sehat maupun yang sakit; (5) ruang lingkup kegiatan adalah promotif, prefentif, kuratif, rehabilitatif, resosialitatif; (6) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Keperawatan kesehatan masyarakat memiliki tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum dari keperawatan ini adalah meningkatkan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal agar dapat menjalankan fungsi kehidupan sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki. Sedangkan tujuan khusus dari

keperawatan kesehatan masyarakat adalah meningkatkan berbagai kemampuan individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat dalam hal mengidentifikasi masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi, menetapkan masalah kesehatan/keperawatan dan prioritas masalah, merusmuskan berbagai alternatif pemecahan masalah kesehatan/keperawatan,

menanggulangi masalah kesehatan/keperawatan yang mereka hadapi, meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan secara mandiri ( self care ), serta tertanganinya kelompok-kelompok resiko tinggi yang rawan terhadap masalah kesehatan . Keperawatan kesehatan masyarakat cakupannya sangat luas, tidak hanya menangani suatu permasalahan yang membutuhkan adanya penyembuhan dari suatu penyakit tetapi juga adanya upaya pencegahan. Oleh karena itu di ruang lingkup keperawatan masyarakat mencakup peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan kesehatan (preventif),

pemeliharaan kesehatan dan pengobatan (kuratif),pemulihan kesehatan (rehabilitatif), dan mengembalikan serta memfungsikan kembali baik individu, keluarga dan kelompokkelompok masyarakat kelingkungan sosial dan masyarakat (resosialitatif).
1

2.1.1 Sejarah Perkembangan dan Karakteristik Kota (Urban) Masyarakat perkotaan tentunya memiliki perbedaan dengan masyarakat yang lain. Mereka memiliki ciri dan karakter tersendiri yang membuat mereka memerlukan ruang lingkup area tersendiri dalam bidang keperawatan. Sebelum membahas panjang tentang keperawatan kesehatan masyarakat perkotaan akan dijelaskan terlebih dahulu tentang definisi kota dan masyarakat perkotaan. Menurut Prof. Drs. R. Bintarto kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan corak kehidupan yang materialistik. Sebelum kota menjadi tempat pemukiman yang tetap, pada mulanya kota sebagai suatu tempat orang pulang balik untuk berjumpa secara teratur, terdapat semacam daya tarik pada penghuni luar kota untuk kegiatan rohaniah dan perdagangan serta kegiatan lain, penghuninya sebagian besar telah mampu memenuhi kebutuhannya lewat pasar setempat dan ciri kota ada pasarnya. Dalam suatu kota diisi oleh suatu golongan spesialis non agraris dan yang berpendidikan dan merupakan sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai oleh strata sosial ekonomi yang heterogen serta corak matrialistis. Sedangkan masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang tinggal di kota yaitu di wilayah yang memiliki kegiatan utama bukan pertanian dan biasanya mereka tinggal di kota bertujuan untuk memperbaiki hidup mereka. Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Oleh karena itu urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Gejala urbanisasi di sebuah kota dapat dilihat dari jumlah penduduk yang terus berubah (bertambah) dan terjadi perubahan pada tatanan masyarakat. Keperawatan kesehatan masyarakat perkotaan ini termasuk dalam lingkup keperawatan komunitas. Karena masyarakat perkotaan merupakan komunitas yang tinggal di daerah perkotaan dengan semua keadaan dan kondisi yang ada di lingkungan kota. Keperawatan masyarakat perkotaan memiliki 8 karakteristik dan merupakan hal yang penting dalam melakukan praktik (Allender, 2001) yaitu: a. Merupakan lahan keperawatan b. Merupakan kombinasi antara keperawatan publik dan keperawatan klinik c. Berfokus pada populasi d. Menekankan terhadap pencegahan akan penyakit serta adanya promosi kesehatan dan kesejahteraan diri e. Mempromosikan tanggung jawab klien dan self care f. Menggunakan pengesahan/pengukuran dan analisa g. Menggunakan prinsip teori organisasi h. Melibatkan kolaborasi interprofesional
2

Perawat kesehatan masyarakat memiliki peran dalam mengelola perawatan kesehatan dalam daerah tersebut serta menjadi pendidik kesehatan dalam masyarakat tersebut.

2.1.2 Teori Betty Neuman
Neuman mengemukakan model sistem (sistem model) dalam pendidikan dan praktik keperawatan. Neuman menggunakan pendekatana manusia utuh dengan memasukkn konsep holistik, pendekatan sistem terbuka, dan kosep “stressor”. Model ini menganalisis lima variabel penunjang komunitas yang meliputi fisik, psikologi, sosio kultural, perkembangan, dan spiritual. Adapun tujuan dari model sistem neuman ini adalah untuk mempertahankan stabilitas klien dan keluarga dalam lingkungan yang dinamis. Dalam teorinya, Neuman memiliki asumsi dan definisi tersendiri untuk keperawatan ataupun klien. Berikut ini merupakan asumsi-asumsi Neuman (Neuman, 1995 dalam Meleis 2007): 1. Perawat-klien bersifat dinamis. Keduanya memiliki karakteristik yang unik dan universal dan saling bertukar energi yang konstan dengan lingkungannya. 2. Hubungan antara variabel klien – fisiologi, psikologi, sosiokultural, perkembangan, dan spiritual – mempengaruhi mekanisme protektif klien dan menunjukkan respon kilen. 3. Klien menunjukkan batasan yang normal terhadap respon dengan lingkuangannya yang menunjukkan kesehatan dan stabilitas. 4. Stresor menyerang garis pertahanan yang fleksibel, kemudian garis pertahanan yang normal. 5. Tindakan perawat berfokus pada pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Secara garis besar, konsep model sistem Neuman meliputi stressor, lima variabel (fisik, psikologi, sosio kultural, perkembangan, dan spiritual), garis pertahanan dan perlawanan, stuktur dasar sebagai sumber energi, dan tingkat pencegahan. Stressor adalah kekuatan lingkungan yang menghasilkan ketegangan dan berpotensial untuk menyebabkan sistem tidak stabil. Neuman mengklasifikasi stressor menjadi tiga bagian yaitu intrapersonal, interpersonal, dan ekstrapersonal.

3

pendidikan kesehatan. Struktur dasar dari Neuman meliputi range temperatur normal. Garis pertahanan normal ini merupakan bagian dari garis pertahanan fleksibel. struktur genetik . Jika pencegahan sekunder tidak berhasil dan rekonstitusi tidak terjadi maka struktur dasar tidak dapat mendukung sistem dan intervensi-intervensinya sehingga bisa menyebabkan kematian. Tujuannya adalah untuk memperoleh kestabilan sistem secara optimal dan memelihara energi. Selanjutnya. Garis pertahanan normal ini terbentuk dari beberapa variabel dan perilaku seperti pola koping individu. olah raga. gaya hidup dan tahap perkembangan. Strateginya mencakup immunisasi. Pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah 4 .Garis pertahanan menurut Neuman terdiri dari garis pertahanan normal dan garis pertahanan fleksibel. Tingkat pencegahan ini membantu memelihara keseimbangan yang terdiri dari pencegahan primer. pola respon. kekuatan dan kelemahan organ. konsep dari model sistem Neuman adalah adanya tingkatan pencegahan. struktr ego dan pengetahuan atau kebiasaan. Garis pertahanan normal merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu keadaan stabil untuk individu. Pencegahan tersier dilakukan setelah sistem ditangani dengan strategi-strategi pencegahan sekunder. Pencegahan sekunder meliputi berbagai tindakan yang dimulai setelah ada gejala dari stressor. Artinya garis resisten ini melindungi struktur dasar dan akan teraktivasi jika ada invasi dari stressor lingkungan melalui garis normal pertahanan (normal line of defense). mengurangi reaksi dan meningkatkan faktor-faktor resisten sehingga melindungi struktur dasar melalui tindakan-tindakan yang tepat sesuai gejala. sistem atau kondisi yang menyertai pengaturan karena adanya stressor yang disebut wellness normal dan digunakan sebagai dasar untuk menentukan adanya deviasi dari keadaan wellness untuk sistem klien. Pencegahan sekunder mengutamakan pada penguatan internal lines of resistance (garis perlawanan resisten). maka sistem klien akan bereaksi dengan menampakan adanya gejala ketidakstabilan atau sakit dan akan mengurangi kemampuan sistem untuk mengatasi stressor tambahan. dan perubahan gaya hidup. Selain itu ada berbagai stressor yang dapat menginvasi garis pertahanan normal jika garis pertahanan fleksibelnya tidak dapat melindungi secara adekuat. sekunder dan tersier. Sedangkan garis perlawanan menurut Neuman merupakan serangkaian lingkaran putus-putus yang mengelilingi struktur dasar. Jika itu terjadi. Pencegahan primer terjadi sebelum sistem bereaksi terhadap stressor yang meliputi promosi kesehatan dan mempertahankan kesehatan. Pencegahan primer mengutamakan pada penguatan flexible lines of defense ( garis pertahanan fleksibel) dengan cara mencegah stress dan mengurangi faktor-faktor resiko. Intervensi dilakukan jika resiko atau masalah sudah diidentifikasi tapi sebelum reaksi terjadi.

3 Community as a Partner Komunitas sebagai mitra bermanfaat untuk meningkatkan kesempatan bermitra dalam promosi kesehatan (Flynn. dan koalisi sebagai suatu mekanisme peningkatan peran serta aktif masyarakat dalam perencanaan. 2000). komunikasi. dan rekreasi. 2000). Stressor dan derajat reaksi menjadi bagian dari diagnose keperawatan. ekonomi. 2009). Pengkajian menurut teori ini meliputi demografi.stabilitas sistem klien secara optimal. Pengkajian Inti dari pengkajian adalah individu yang membentuk komunitas (Anderson. keamanan dan transportasi. pelayanan kesehatan dan sosial. pendidikan. kolaborasi. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali sehingga dapat mempertahankan energi. Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat antara lain subsistem lingkungan.1. Derajat reaksi merupakan jumlah ketidakseimbangan akibat stressor yang mengganggu garis pertahanan komunitas. politik dan pemerintahan. 2. pengawasan. Pencegahan tersier cenderung untuk kembali pada pencegahan primer. keyakinan. dan sejarah dari penduduk setempat. Stressor ini dapat bersifat internal maupun eksternal yang menimbulkan gangguan di dalam komunitas. Perbedaan antara model komunitas sebagai mitra dengan model komunitas sebagai klien oleh Neuman (1972) adalah model komunitas sebagai mitra menekankan filosofi pelayanan kesehatan primer yang menjadi landasannya (Anderson. nilai. 1998 dalam Stone et al. pelaksanaan. 2002). Roda Pengkajian Komunitas rekreasi lingkungan ekonomi Masyarakat pendidikan komunikasi pelayanan kesehatan & sosial keamanan& transportasi politik& pemerintahan 5 . a. Model ini berfungsi untuk membangun dukungan. Stressor menjadi tekanan rangsangan yang menghasilkan ketegangan yang potensial menyebabkan ketidakseimbangan di dalam system komunitas. dan evaluasi implementasi upaya kesehatan masyarakat (Efendi & Makhfudli. Fokus dalam model adalah lingkaran pengkajian masyarakat pada puncak model yang menekankan anggota masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan kesehatan dan pelaksanaan proses keperawatan.

b. Tujuannya diperoleh dari stressor dan juga dari penguatan garis pertahanan (Anderson. Pencegahannya terdiri dari pencegahan primer. moralitas bayi yang rendah. Seluruh bentuk roda tersebut menjadi parameter pengkajian pekerja komunitas yang memandang komunitas sebagai mitra. dan tersier. pola koping atau tingkat pendapatan kelas menengah. Intervensi Intervensi komunitas yang menganut komunitas sebagai mitra menganggap semua intervensi keperawatannya bersifat preventif (Anderson. Pencegahan primer bertujuan menguatkan garis pertahanan sehingga stressor tidak dapat masuk dan menimbulkan reaksi atau melakukan perlawanan terhadap stressor. Diagnosa Diagnosa keperawatan komunitas memberikan arahan dalam mencapai tujuan dan intervensi keperawata. Contohnya adalah imunisasi pada anak prasekolah. 2000). Contohnya adalah penambahan tim spesialis di daerah bencana. c. Garis pertahanan normal meliputi angka imunitas yang tinggi. d. Sedangkan pencegahan tersier dilakukan ketika stressor memasuko garis pertahanan dan muncul derajat reaksi sehingga dilakukan pencegahan agar mencegah ketidakseimbangan tambahan dan meningkatkan keseimbangan. sekunder. Garis pertahanan fleksibel digambarkan dengan garis putus-putus yang mengelilingi komunitas dan garis pertahanan normal. masing-masing parameter adalah proses kerja perawat dengan komunitas sebagai mitra. 2000). Pencegahan sekunder dilakukan ketika stressor memasuki komunitas sehingga dilakukan pendukungan garis pertahanan dan resistensi untuk meminimalkan derajat reaksi terhadap stressor. Kemitraan ini membutuhkan kekuatan dan modal komunitas dan tidak hanya fokus pada kebutuhan dan kekurangan dari suatu komunitas.Garis tebal yang mengelilingi komunitas menunjukkan garis pertahanan normal atau tingkat kesehatan komunitas yang dicapai setiap saat. Contohnya adalah program rujukan. Evaluasi Hal-hal yang dievaluasi antara lain intervensi keperawatan komunitas.Komunitas sebagai mitra mengetahui 6 . Kedelapan subsistem dibatasi dengan garis putus-putus untuk mengingatkan bahwa subsistem tersebut tidak terpisah tetapi saling mempengaruhi. Parameter pengkajian sering kali digunakan untuk evaluasi. Cara mengevaluasinya adalah dengan umpan balik. dan keterlibatan anggota komunitas dalam proses keperawatan dalam mencapai kesesuaian dengan komunitas.

2007). Untuk meningkatkan keaktifan dari masyarakat dalam praktek kesehatan. menyelesaikan kerusakan sistem dan perpecahan warga. Karakteristik dari kebijakan kesehatan public dan kesehatan komunitas dan kota terdiri dari pelayanan kesehatan primer (Flynn dalam Anderson&McFarla. menggunakan pendekatan teknologi kesehatan yang memadai. berhubungan denganpelayanan kesehatan. mudah diakses. melakukan kegiatan khusus seperti membuat consensus dari kesepakan seluruh warga. dan mendidik warga. Masyarakat dapat melakukan tindakan untuk membuat kota lebih sehat dalam merespon gejala. Warga dapat menciptakan kota yang lebih sehat dengan cara merespon gejal. Perawat memberikan pelayanan kesehatan public untuk memberikan kesempatan masyarakat untuk hidup lebih positif dengan mempengaruhi kebijakan public dan kebijakan promosi kesehatan (Royal Collage of Nursing. memiliki kemampuan untuk memodifikasi diri untuk memenuhi setiap perubahan kebutuhan. 1996 dalam Stone et al. Konsep kebijakan public sehat didasarkan pada prinsip pelayanan kesehatan primer dalam mencapai tujuan sehat untuk semua dan kebijakan promosi kesehatan (WHO 1986 dalam Anderson&McFarla. Prinsip kebijakan promosi kesehatan mencakup kebijakan multisektoral. bersiat menyeluruh dan berorientasi masa depan seta menjawab pertanyaan bagaimana agar komunitas dapat terstruktur untuk meningkatkan kesehatan. dan responsive terhadap kebutuhan komunitas (Pender. berbudaya. serta komunitas sehat di masa depan.nilai dari komunitas dan pelayanan kesehatan bekerja sama untuk membuat sistem pelayanan kesehatan yang ramah. Perawata kesehatan komunitas memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja dengan komunitas sebagai mitra dalam memfasilitasi promosi kesehatan komunitas. tanggung jawab dalam meningkatkan pilihan promosi kesehatan. Peran perawat adalah merealisasikan perkembangan masa depan dari kebijakan kesehatan public dan kesehatan kota dan komunitas. 2000). dan melakukan tindakan khusus seperti membuat persetujuan dalam masyarakat. perawat meningkatkan jaringan di masyarakat. kebijakan public sehat dan kota. melibatkan berbagai bidang. Kebijakan public sehat ditunjukkan untuk menciptakan komunitas yang sehat. 7 . berhadapan dengan masalah dasar. Kemudian perawat berkolaborasi dengan komunitas untuk mengembangkan kebijakan public dan mentargetkan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. dan peran serta. kompeten agar warga kota dapat memanfaatkannya. kota sehat adalah kota yang harus merespon setiap kebutuhan perkembangan. Menurut Duhl (1986 dalam Anderson&McFarla. 2002). ekologik. menyelesaikan isu yang ada. 2000). 2000).

Pencegahan primer terdiri atas promosi kesehatan dan perlindungan spesifik. dan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi dan distribusi penyakit. 2002). atau kematian dalam populasi manusia.1. 2002). Dengan melihat masalah ini tentunya harus dilakukan langkah-langkah pencegahan sebelum munculnya suatu penyakit di masyarakat. definisi dari epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang sifat. pengobatan yang dilakukan dengan segera. Riwayat Alamiah Penyakit dan Tingkat Pencegahannya serta Faktor-faktor Timbulnya suatu Penyakit Menurut Clemen-Stone dkk (2002) konsep kunci dari epidemiologi adalah suatu studi mengenai penyakit di populasi yang lebih signifikan daripada studi kasus penyakit individu.3 Epidemiologi a. dan kondisi tempat kerja. dan environment yang jika interaksi diantaranya terjadi dapat menimbulkan stimulus penyakit dan meningkatkan potensial host terhadap penyakit atau dapat disimpulkan bahwa prepatogenesis adalah peroide dimana sebelum terjadinya suatu penyakit. penyebab. Sedangkan patogenesis adalah periode dalam riwayat alamiah penyakit dimulai ketika penyakit tersebut memunculkan suatu stimuli dan terdapat perubahan jaringan pada manusia. sekunder (diagnosa awal. Pencegahan ini dilakukan pada periode prepatogenesis. penyakit. Menurut Clemen-Stone dkk (2002) secara tingkat pencegahan terdapat tiga tingkat aktivitas pencegahan yaitu primer (promosi kesahatan dan perlindungan spesifik). edukasi kesehatan. rekreasi. Prepatogenesis merupakan periode dimana penyakit tidak berkembang tetapi masih berinteraksi dengan host. Pencegahan terhadap suatu penyakit salah satunya dapat dilakukan dengan mengadakan promosi kesehatan. agent. Sedangkan pada perlindungan spesifik hal-hal yang diinformasikan 8 . dan frekuensi kondisi dari suatu populasi. memberikan perhatian pada perkembangan personal. dan membatasi kecacatan) dan tersier (rehabilitasi). standar nutrisi yang baik sesuai dengan fase perkembangan hidup. kecacatan. pengendalian. Pada promosi kesehatan hal-hal yang dapat diinformasikan diantaranya. Riwayat alamiah penyakit juga didefinisikan menjadi dua periode yang berbeda yaitu prepatogenesis dan patogenesis (Leavell & Clark.  Riwayat Alamiah Penyakit dan Tingkat Pencegahannya Riwayat alamiah penyakit didefinisikan sebagai sebuah perjalanan penyakit dari mulai onset sampai dengan resolusi (Clemen-Stone.2. Sedangkan menurut Effendi dan Makhfudli (2009). Pada epidemiologi digunakan sampel grup yang lebih besar sehingga dapat menyimpulkan bagaimana pola distribusi kesehatan. ketersediaan yang adekuat pada penggunaan tempat tinggal. 1965 dalam Clemen-Stone dkk.

perlindungan dari kecelakaan. ketersediaan rumah sakit dan fasilitas komunitas untuk melatih kembali dan sebagai sarana edukasi untuk digunakan secara maksimal dari kapasitas yang tersedia. umur (seseorang dengan lanjut usia lebih berisiko untuk terjangkit penyakit). a. ibu dapat berisiko terjangkitnya berbagai penyakit tertentu). penggunaan imunisasi yang spesifik. keadaan fisiologi (Pada saat kehamilan dan setelah melahirkan. 9 . Faktor host yang dapat menjadi risiko terjadinya suatu penyakit diantaranya. Host Host adalah keadaan seseorang yang menjadi risiko untuk terjangkitnya suatu penyakit. serta membatasi terjadinya kecacatan. Jadi faktor host ini adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh manusia atau merupakan faktor intrinsik. pengobatan yang adekuat untuk pertahanan diri dari penyakit dan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dari gejala-gejala yang masih ada. ketersediaan fasilitas untuk membatasi terjadinya kecacatan dan untuk mencegah kematian. dan environment. penyakit yang diderita sebelumnya dan sifat manusia/perilaku seseorang. perlindungan terhadap bahaya pekerjaan. pendidikan masyarakat dan industri untuk memanfaatkan proses rehabilitasi. Variable ini dikenal dengan triangle epidemiologi dimana satu sama lain saling berhubungan (Budiarto dan Anggraeni. Pada pencegahan ini hal-hal yang dilakukan yaitu. Pada diagnosa awal dan pengobatan dengan segera. genetik (penyakit yang memang diturunkan). Pencegahan tersier yaitu rehabilitasi. Pencegahan sekunder terdiri atas diagnosa awal dan pengobatan segera. kekebalan (seseorang yang memiliki kekebalan tubuh yang tidak baik jelas cenderung mudah berisiko terserang suatu penyakit).  Faktor-faktor Timbulnya Suatu Penyakit Untuk menganalisis riwayat alamiah penyakit diperlukan identifikasi terhadap tiga variable atau faktor-faktor yang menjadi pemicu timbulnya suatu penyakit yaitu host. jenis kelamin (beberapa penyakit tertentu terkadang cenderung ada pada jenis kelamin tertentu). bersama dengan pencegahan tersier. perlindungan dari zat karsinogen. terapi bekerja di rumah sakit. Untuk membatasi terjadinya kecacatan hal-hal yang dapat disampaikan yaitu. Pencegahan sekunder ini ada pada periode patogenesis. kebersihan individu. dan penggunaan koloni yang terlindungi. hal-hal yang dilakukan yaitu pengukuran penemuan kasus baik individual dan massa dan mengadakan survey skrining. pengkonsumsian nutrisi yang spesifik. 2002). melakukan sebuah pekerjaan sepenuh mungkin. penempatan yang selektif. dan penghindaran terhadap alergen. agent. penggunaan sanitasi lingkungan.diantaranya.

yaitu lingkungan yang berada di sekitar kita baik flora. rokok. Agent Agent adalah sesuatu yang dapat memicu timbulnya suatu penyakit. Misalnya pada Negara dengan iklim tropis dengan subtropis jelas akan berbeda permasalahan penyakitnya. Peningkatan ekonomi terkadang dapat menimbulkan gaya hidup yang justru tidak sehat. 2) Lingkungan sosial ekonomi Pekerjaan. mekanis. adalah lingkungan berdasarkan letak geografisnya. obat-obatan. maupun manusia itu sendiri. Agent dapat berupa suatu unsur mati atau hidup. kimia. psikososial. sinar radioaktif. dll c. 3) Lingkungan biologis. Dapat bersifat biologis. karbonmonoksida. Perkembangan ekonomi.b. jamur. Faktor ini adalah faktor yang menunjang terjadinya suatu penyakit selain host dan agent. Masalah pada lingkungan ini juga tidak lepas dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Urbanisasi. Terjadinya bencana alam mengakibatkan terjadinya perubahan ekologi dan terjadi ketidakteraturan di masyarakat yang nantinya memunculkan berbagai macam infeksi. Flora pada Negara yang berbeda dapat menimbulkan pola penyakit yang berbeda pula. Pekerjaan yang berinteraksi dengan bahan-bahan kimia ataupun radioaktif dapat menimbulkan penyakit. 1) Lingkungan fisik. alkohol. Perpindahan penduduk yang secara besar-besaran dan menimbulkan kepadatan penduduk menyebabkan lingkungan menjadi kumuh dan rentan terhadap timbulnya berbagai penyakit. fisik. Misalnya pengkonsumsian makanan yang mengandung kolesterol tinggi yang dapat mengakibatkan penyakit hipertensi. Misalnya virus. bakteri. fauna. Bencana alam. Triangle Epidemiologi Host Agent Environment 10 . Environment/ lingkungan Environment merupakan faktor yang berada di luar dari host atau biasa disebut dengan faktor ekstrinsik.

Misalnya tes kesehatan untuk mahasiswa atau pegawai baru. Tujuan dari investigasi wabah itu sendiri yaitu untuk mengontrol dan mencegah penyebaran suatu penyakit. pada dasarnya memiliki proses atau langkah yang sama. Penggunaan pendekatan epidemiologi yang kedua yaitu tes skrining. Langkah pencegahan dan penanganan yang tepat serta pengetahuan yang memadai sangat bermanfaat guna terhindarnya ataupun memustusnya rantai suatu penyakit. case finding. Selain itu. baik yang bersifat menular atau tidak. ujian. environment merupakan faktorfaktor yang saling terkait dan saling berhubungan satu sama lain. 11 . Langkahlangkah investigasi wabah diantaranya yaitu melakukan evaluasi awal dengan verifikasi diagnosis dan konfirmasi wabah yang sedang terjadi. mengidentifikasi orang-orang yang mengalaminya dan berisiko serta bagaimana karakteristiknya. Investigasi wabah. Tes skrining memiliki tiga tipe yaitu mass screening. skrining juga dilakukan untuk mengurangi morbiditas atau mortilitas dari penyakit dengan pengobatan dini terhadap kasus-kasus yang ditemukan. tentukan dan tes hipotesis yang telah dibuat. Mass screening merupakan tes skrining untuk seluruh populasi atau untuk kelompok yang dipilih secara selektif memiliki risiko tinggi. Skrining dilakukan untuk membedakan antara orang yang tampaknya sehat atau orang yang mungkin memiliki penyakit dengan orang yang mungkin tidak memiliki penyakit. b. dan multiphasic screening. Contohnya seperti prosedur XRay masal. agent. skrining. Skrining yaitu kegatan mengidentifikasi secara presumptif (dugaan) terhadap penyakit yang belum dikenali dengan melakukan tes. Faktor-faktor pada host.Terdapat hubungan yang jelas antara terjadinya suatu penyakit dengan faktor-faktor yang menjadi penyebabnya. atau prosedur lain yang dapat diterapkan dengan cepat dan tidak mahal untuk suatu populasi. Multiphasic screening yaitu skrining yang penggunaannya dilakukan beberapa tes skrining pada kesempatan atau waktu yang sama. Case finding (penemuan kasus) adalah tipe dari tes skrining dimana seorang klinikus menggunakan tes skrining untuk menemukan penyakit pada pasiennya yang melakukan tes kesehatan atau konsultasi terhadap gejala yang muncul (smptomatik) atau gejala yang belum muncul (asimptomatik). dan surveilans. Penggunaan Pendekatan Epidemiologi dalam Keperawatan Komunitas Penggunaan pendekatan epidemiologi dalam keperawatan komunitas diantaranya yaitu investigasi wabah. dan yang terakhir rencanakan manajemen wabah seperti pengendalian dan pencegahan.

pemeriksaan laboratorium. kematian. biaya murah. jika ditemukan hasil tes skrining yang abnormal harus dilanjutkan dengan melakukan tes diagnostik. laporan wabah. Program skrining harus memenuhi beberapa kriteria. Surveilans adalah kegiatan positif mengumpulkan dan menganalisis data serta menyebarluaskan informasi atas dasar hasil analisis tersebut kepada yang berkepentingan (Effendi & Makhfudli. yang terakhir adalah surveilans. Surveilans memiliki beberapa unsur diantaranya pencatatan kematian. 2009). Namun. laporan penyakit. ketidaknyamanan. sedangkan tes diagnostik merupakan tes yang dilakukan ketika gejala sudah datang. dan dapat diterima pasien. serta keterangan mengenai penduduk dan lingkungan 12 . Kriteria tes skrining salah satunya yaitu mendeteksi penyakit sebelum gejala datang. dan vaksin. aman. Tujuannya yaitu memberikan pengobatan dan isolasi terhadap penyakit yang timbul pada suatu kasus yang dicurigai dengan segera. serum. keterbatasan fisik. penyelidikan tentang distribusi dari vektor dan reservoir penyakit. tes skrining tidak cukup akurat untuk menginisiasi dilakukannya treatment. penyakit kasus. survei. dan biaya.Tes skrining memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan dengan tes diagnostik. pengobatan yang tersedia dapat diterima oleh pasien yang ditetapkan oleh studi tentang kepatuhan pengobatan prevalensi dari penyakit yang menjadi fokus sasaran harus tinggi pada sebuah populasi untuk dilakukan skrining. bukti menunjukkan bahwa prosedur tes ini mendeteksi penyakit pada tahap lebih awal sebelum datangnya gejala pengobatan yang umumnya lebih diterima yaitu yang lebih mudah atau lebih efektif daripada pengobatan yang tersedia saat munculnya gejala. penyakit yang fokus untuk dilakukan skrining harus cukup dianggap serius dalam hal kejadian. penggunaan obat-obatan. sebagai follow up layanan diagnostik dan pengobatan harus tersedia disertai dengan pemberitahuan yang memadai dan layanan rujukan bagi orang-orang yang pada saat dilakukan skrining Selanjutnya. Kriteria-kriteria tersebut antara lain: memiliki sensitifitas dan spesifitas tinggi. Umumnya tes skrining ini ditawarkan atau dilakukan pada populasi yang tampak sehat sebagai cara untuk menentukan apakah mereka memiliki penyakit sebelum adanya gejala yang muncul sehingga dapat menginisiasi untuk melakukan treatment dan akan bermanfaat dalam menentukan prognosis untuk pasien. penyelidikan wabah atau kejadian luar biasa. memenuhi standar yang dapat diterima: simpel.

analisis. mempercepat kesembuhan. yaitu untuk mencegah dan mengontrol penyebaran penyakit pada suatu populasi tertentu. program gizi. Mengetahui & melengkapi gambaran epidemiologi dari suatu penyakit b.2 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas (Perkesmas) pada Mayarakat Urban (Poor and Homeless) Urbanisasi merupakan proses perpindahan penduduk dari wilayah pedesaan menuju ke wilayah perkotaan. menilai. Banyak kaum pria. Menilai dan memantau pelaksanaan program pemberantasan penyakit menular dan program-program kesehatan lainnya. Meramalkan terjadinya wabah d. sebagian besar penduduk kota di wilayah Indonesia merupakan warga miskin yang tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal. Mereka menginginkan pekerjaan yang dapat menghasilkan pendapatan yang lebih sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas hidupnya. memperlambat proses penyakit. perawat disarankan untuk mempelajari penggunaan pendekatan epidemiologi ini dalam memberikan pelayanan kesehatan komunitas. seperti program mengatasi kecelakaan. dan interpretasi data yang telah didapat yang menghasilkan suatu informasi Penyebaran hasil informasi (perolehan data) kepada orang-orang atau lembaga yang berkepentingan Menggunakan informasi (data) tersebut dalam rangka memantau. Kebanyakan para urban bertujuan untuk mencari pekerjaan di kota besar dengan alasan sektor mata pencaharian di kampung halaman yang dirasa kurang. Mengetahui jangkauan atau cakupan dari pelayanan kesehatan Pada intinya. e. dan merencanakan kembali program-program atau pelayanan kesehatan Beberapa kegunaan dari surveilans: a. dan lainnya. dan 13 . wanita. pada kenyataan yang terjadi di Indonesia sekarang ini. Maka dari itu. Sehingga diharapkan prognosis penyakit akan lebih baik.Ciri khas yang terdapat pada surveilans yaitu : Pengumpulan data epidemiologi yang sitematis dan teratur secara terus menerus Pengolahan. mengurangi kecacatan dan kematian. Peran perawat komunitas disini sangatlah penting demi peningkatan status kesehatan masyarakat. penggunaan pendekatan epidemiologi yang telah diuraikan sebelumnya memiliki tujuan yang sama. Fix sampe sini dulu 2. pemuda. Menentukan penyakit mana yang diprioritaskan untuk diobati atau diberantas c. program kesehatan gigi. Namun.

Pada intinya kemiskinan dapat diartikan sebagai keadaan yang sangat kekurangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mencakup sandang. tidak ada aset yang tersimpan. dan papan. Kemampuan membeli pakaian minimal 1 (satu) stel setahun untuk anggota rumah tangga tidak ada h. Haywars. kesehatan jiwa. terlebih lagi masalah kesehatan yang timbul diantara mereka semakin meningkat (Allender. Selain itu. & Seeman (2004 dalam Allender. pendidikan yang sangat rendah. Jenis lantai hunian sebagian besar tanah atau lainnya c. 14 f.02 juta jiwa atau mencapai 12. Jenis dinding terbuat dari papan/triplek . Kemiskinan menurut Allender dan Spradley (2005) dalam Sahar (2008). status pekerjaan sangat rendah dan berisiko. Luas lantai hunian kurang dari 8 m2 per anggota rumah tangga b. dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya yang pada akhirnya dapat menyebabkan depresi. tidak berdaya. Kemiskinan dapat menyebabkan seseorang tidak mempunyai rumah (homeless). Kepemilikan aset (kursi tamu) tidak tersedia Berdasarkan ciri tersebut dapat dibedakan antara keluarga miskin dan tidak miskin. Rector & Warner 2010) kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan penyakit tertentu. pangan. miskin adalah sedikit atau tidak ada barang yang dimiliki atau tidak adekuatnya jangkauan terhadap sumber-sumber keluarga dan komunitas. Angka kemiskinan di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 30. menurut Crimmins. Orang yang hidup dalam kemiskinan sering merasa putus asa. Ciri-ciri keluarga miskin yaitu status sosial rendah di masyarakat ditandai dengan pendapatan yang sangat rendah. Konsumsi lauk pauk dalam seminggu tidak bervariasi g. Orang miskin dan kelompok rentan hidup dengan sumber daya yang tidak adekuat. Menurut Biro Pusat Statistik ciri-ciri miskin adalah: a. dan pandangan terhadap kesehatan. Karena kemiskinan dapat berdampak terhadap kesehatan individu atau anggota keluarga. 49% (BPS. tidak ada jaringan kekuasaan. apabila suatu rumah tangga memenuhi 3 dari 8 kriteria tersebut dapat dikatakan termasuk kategori rumah tangga atau keluarga miskin. Fasilitas air bersih tidak ada d. Fasilitas jamban atau WC tidak ada e. 2010).bahkan anak-anak tidak memiliki tempat tinggal. Banyak stresor terkait kemiskinan yang berdampak pada kesehatan. Keluarga tersebut perlu difasilitasi atau diadvokasi dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka termasuk pelayanan kesehatan dan keperawatan secara optimal. 2011). Stresor yang datang terus menerus akan berdampak pada kesehatan fisik. peningkatan insiden penurunan kesehatan fisik dan kognitif serta peningkatan angka kematian.

mereka memerlukan motivasi yang tinggi dan tentunya dengan adanya support service. Model-model pelayanan keperawatan komunitas meliputi beberapa model yang akan dijelaskan di bawah ini. mengatur dirinya sendiri. 2. kehangatan. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang menjadi homeless diantaranya adalah kemiskinan. manusia. pengangguran. cahaya. kenyamanan. Lingkungan dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dapat dimanipulasi menjadi tempat dimana klien berada pada kondisi yang terbaik agar alam dapat berperan dalam kesehatannya (Selanders.2. dan perawat. diperlakukan secara kejam atau perlakuan yang menyebabkan seseorang menjadi homeless. temperatur ruangan. nutrisi. yang filosofinya berorientasi pada lingkungan. Florence Nightingale dalam teorinya lebih banyak menempatkan manusia sebagai seseorang yang menerima perawatan. dan pergi bekerja. obat-obatan. dan harapan yang sesuai (Potter & Perry. dalam Alligood.Menurut Maurer & Smith (2005) homeless adalah orang yang tidak mempunyai tempat bermalam yang tetap atau orang yang mempunyai tempat bermalam yang sengaja disediakan untuk menginap atau sebuah tempat umum atau milik pribadi yang tidak diperuntukkan untuk menginap. Komponen-komponen dari filosofi Florence Nightingale meliputi lingkungan. Dengan pendekatan yang spesifik pada klien dan juga didukung dengan penggunaan model keperawatan yang sesuai. Teori ini memiliki komponen fisik (ventilasi. Komponen berikutnya yaitu manusia. cahaya. Berbagai pendekatan dalam pelayanan keperawatan di suatu komunitas digunakan dalam pelayanan kesehatan pada keluarga miskin sebagai populasi rentan (vulnerable population). nutrisi. Beberapa orang dengan gangguan mental kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 1998.1 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Florence Nightingale’s (1859) Model pelayanan kesehatan dilihat dari model Florence Nightingale. Terdapat banyak model keperawatan komunitas yang diterapkan guna meningkatkan kesehatan maupun kesejahteraan dalam ruang lingkup komunitas atau masyarakat. namun dia juga 15 . sehat. Menurut Florence Nightingale. sosialisasi. atau faktor tambahan seperti klisis finansial. gangguan mental. Gangguan mental. harga diri rendah berhubungan dengan perlakuan yang tidak menyenangkan seperti disia-sia. diharapkan perawat mampu memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal pada masyarakat miskin (poor) dan tidak memiliki tempat tinggal (homeless). kecanduan. dan aktivitas) dan psikologis (obrolan / celotehan tentang harapan dan saran dan menyediakan variasi). Untuk dapat hidup dengan baik. kebersihan. 2005). tujuan keperawatan untuk memfasilitasi proses penyembuhan tubuh dengan memanipulasi lingkungan klien mendapatkan ketenangan. berinteraksi interpersonal. atau pilihan pribadi. bencana alam. 2010).

dan mengubah rencana untuk pelayanan kesehatan klien yang lebih baik hingga tujuan asuhan keperawatan tercapai (Alligood. & Warner. Komponen ketiga yaitu sehat. yaitu nursing proper (merawat klien yang sakit). cahaya. oleh karena itu. yaitu: udara bersih. air bersih. Perawat mengkaji situasi klien. tidak baik untuk kesehatan dan kondisi lingkungan yang baik dapat mengurangi penyakit. Florence Nightingale mengobservasi bahwa penyakit-penyakit umum terjadi dalam lingkungan yang buruk dan kesehatan dapat ditingkatkan dengan menyediakan ventilasi yang adekuat. 16 . Florence Nightingale menyatakan bahwa kebersihan. kembali mengevaluasi situasi. Dari pernyataan tersebut. sanitasi. klien yang rawat jalan yang diperbolehkan beristirahat di rumah akan terganggu istirahatnya dan akan berpengaruh pada proses penyembuhan penyakitnya.meyakini bahwa manusia adalah makhuk yang dinamis dan kompleks yang terdiri dari komponen fisik. pelayanan sosial seperti transportasi. 2010). Teori lingkungan Florence Nightingale penting dalam keperawatan kesehatan komunitas karena teori ini berfokus pada perawatan preventif populasi. dan cahaya. drainase (saluran pembuangan) yang efisien. Rector. membuat intervensi. Ada 3 jenis perawat menurut Florence Nightingale. dapat disimpulkan bahwa Florence Nightingale meyakini pencegahan dan promosi kesehatan disamping perawatan klien dari sakit menjadi sehat (Alligood. Inti dari teori Florence Nightingale yaitu kondisi lingkungan yang buruk. mendokumentasikan. Mengontrol pencemaran lingkungan dan melindungi lingkungan merupakan tujuan utama dalam semua setting. kenyamanan. tetapi untuk dapat menggunakan setiap kekuatan yang kita miliki dengan baik. Beberapa orang meyakini bahwa disamping lingkungan yang baik. (Allender. dan pelayanan kesehatan merupakan hal yang penting. udara segar. dan sosialisasi penting untuk penyembuhan. 2011). kehangatan. kebersihan. dan kebersihan. edukasi. Sebagai contoh. dan midwifery nursing. Dalam hal ini. Florence Nightingale meyakini bahwa lingkungan sehat penting untuk penyembuhan sehingga dapat mencegah kematian. suara bising dapat mengganggu istirahat. mengimplementasikan rencana perawatan. Florence Nightingale menuliskan bahwa kesehatan bukan untuk menjadi baik. Florence Nightingale meyakini bahwa ada 5 poin yang penting dalam mencapai rumah sehat. emosional. 2010). ketenangan. Komponen terakhir yaitu perawat. 2010). intelektual. general nursing (promosi kesehatan). sosial. Florence Nightingale meyakini bahwa perawat harus melakukan observasi akurat dari klien dan harus berpikir kritis tentang perawatan klien serta melakukan tindakan yang tepat dan penting untuk membantu penyembuhan klien (McEwen & Wills. Florence Nightingale meyakini bahwa perawat adalah profesi spiritual yang membantu alam menyembuhkan klien. air bersih. dan spiritual. mengidentifikasi kebutuhan.

perawat dapat mengkaji cahaya ruangan yang adekuat. mengindentifikasi kesulitan yang dirasakannya. perawat mengkaji udara bersih di lingkungan sekitar.  Fase eksplorasi: Perawat membantu klien dalam memberikan gambaran kondisi klien saat ini dengan cara mendorong klien untuk menggali dan mengungkapkan perasaan. drainase. yang merupakan kemampuan seorang perawat untuk memahami tingkah lakunya guna membantu orang lain. Terkait observasi penyakit. observasi lingkungan dan membuat rencana keperawatan (Alligood. Terkait ventilasi dan kehangatan. 2. Terkait kebersihan ruangan dan dinding. 2010). Peplau (1952) membuat model keperawatan interpersonal. kotoran. suhu ruangan. kebersihan ruangan dan dinding. udara segar. air bersih. mencatat hasil observasi (faktual atau opini).2. tempat tidur. dan pencahayaan. Terkait kesehatan rumah. kebersihan (pengolahan sampah). serta sikapnya tanpa paksaan dan mempertahankan suasana 17 . Terkait cahaya. perawat mengobservasi semua hal tentang klien. meliputi: ventilasi dan kehangatan. cahaya matahari dalam ruangan. kebersihan personal. perawat mengkaji klien kering dan bersih setiap waktu (mengkaji kondisi kulit klien). perawat dapat mengkaji kelembaban. emosi. dapat diaplikasikan ke dalam proses keperawatan sesuai komponen yang ada.  Fase identifikasi: Terjadi ketika perawat menfasilitasi ekspresi perasaan klien dan tetap mampu memberikan asuhan keperawatan yang diperlukan. Terkait tempat tidur. perawat mengkaji level kebisingan pada ruangan dan area sekitar. Terdapat tahapan atau fase dalam model keperawatan komunitas menurut Peplau. Peplau (1952) Hildegard E.2 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Hildegard E. Terkait kebersihan personal. Terkait kebisingan. perawat dapat mengkaji suhu tubuh klien. Terkait obrolan dan saran. kesehatan rumah. perawat mengkaji kelembaban tempat tidur. 2010). serta makanan dan observasi penyakit. dan bau tidak sedap. perawat mengkaji diet klien dan makanan yang disukai atau tidak. Ekspresi perasaan tanpa penolakan diri perawat memungkinkan pengalaman menderita sakit sebagai suatu kesempatan untuk mengorientasikan kembali perasaan dan menguatkan bagian yang positif dari kepribadian klien. perawat mencegah pembicaraan tanpa alasan atau memberi saran tanpa fakta dengan berbicara menstimulasi pikiran klien. atau lumut (Alligood. ventilasi yang adekuat. cahaya. pikiran. debu. 2010). Terkait makanan. dan untuk menerapkan prinsip hubungan manusia pada permasalahan yang timbul di semua level pengalaman (Alligood. yaitu:  Fase orientasi: Lebih difokuskan untuk membantu klien menyadari ketersediaan bantuan dan rasa percaya terhadap kemampuan perawat untuk berperan serta secara efektif dalam pemberian asuhan keperawatan kepada klien.Teori Florence Nightingale yang berorientasi pada lingkungan. keriput. kebisingan. dan berat tempat tidur. obrolan dan saran.

Resolusi ini memungkinkan penguatan kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan menyalurkan energi ke arah realisasi potensi. Memungkinkan suatu situasi dimana klien dapat merasakan nilai hubungan sesuai pandangan atau persepsinya terhadap situasi. Selain itu terdapat asumsi yang dibuat dalam model keperawatan Peplau. dan kebiasaan serta keyakinan merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menghadapi individu c.  Asumsi ekplisit memberi pandangan bahwa:  Perawat akan membuat pasien belajar ketika ia menerima penanganan perawatan  Menjalankan fungsi keperawatan dan pendidikan keperawatan dengan membantu perkembangan pasien ke arah kedewasaan  Keperawatan menggunakan prinsip-prinsip dan metode-metode yang membimbing proses ke resolusi dari masalah interpersonal. b.terapeutik yang mendukung.  Asumsi implisit: mempertegas profesi keperawatan memiliki tanggung jawab legal dalam penggunaan keperawatan secara efektif dan segala konsekuensinya kepada pasien Dalam kaitannya dengan perspektif paradigma keperawatan. Lingkungan Merupakan kekuatan yang berada di luar organisme dimana budaya. Peplau juga menguraikan secara terperinci berdasarkan 4 komponen dasar. Manusia Individu dipandang sebagai suatu organisme yang berjuang dengan caranya sendiri untuk mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh kebutuhan. yaitu: a. mempunyai persepsi yang dipelajari dan ide yang telah terbentuk dan penting untuk proses interpersonal. Keperawatan Suatu proses interpersonal yang bermakna. Kesehatan Suatu perkembangan kepribadian dan proses kemanusiaan yang berkesinambungan ke arah kehidupan yang kreatif. Pengetahuan diri dalam konteks 18 . adat istiadat. Asumsi utama atau asumsi dasar dalam pengembangan model konsep dan teori hubungan interpersonal oleh Peplau dibedakan menjadi asumsi eksplisit dan implisit. Proses interpersonal merupakan maturing force dan alat edukatif baik bagi perawat maupun klien. konstruktif dan produktif d. Setiap individu merupakan makhluk yang unik. Fase ini merupakan inti hubungan dalam proses interpersonal  Fase resolusi: Secara bertahap klien melepaskan diri dari perawat.

kebutuhan bekerja. Teori Henderson yang lebih berfokus pada empat belas kebutuhan dasar manusia dan praktik keperawatannya yang berusaha membentuk klien untuk melakukan empat belas kebutuhan dasar dapat diterapkan pada masyarakat urban. kebutuhan eliminasi. Surrogate/Wakil pengganti: membantu individu belajar tentang keunikan tiap manusia sehingga dapat mengatasi konflik interpersonal. d. kemauan. Hal ini dikarenakan teori Henderson hanya menilik kebutuhan dasar apa yang belum terpenuhi dari suatu klien.2.interaksi interpersonal merupakan hal yang penting untuk memahami klien dalam mencapai resolusi masalah. b. perawat juga mempunyai 6 peran yang terdiri dari peran sebagai: a. tanpa mempertimbangkan kondisi klien dengan keterbatasan ekonomi dan tidak memberikan 19 . gerak dan keseimbangan tubuh. Kebutuhan dasar manusia menurut Henderson atau empat belas kebutuhan dasar manusia meliputi bernapas dengan normal. kebutuhan istirahat dan tidur. Menurut Tomey dan Alligood (2006). Dengan mengetahui kebutuhan dasar manusia. kebutuhan bermain dan rekreeasi serta kebutuhan belajar. kebutuhan akan nutrisi. Counselors/Konselor: meningkatkan pengalaman individu menuju keadaan sehat yaitu kehidupan yang kreatif. Consequences/Konsekuens: sistem diri dengan kepribadian yang berkembang. c. Resource Person/Narasumber: perawat memberikan jawaban yang spesifik terhadap pertanyaan tentang masalah yang yang ditanyakan. berkontribusi dalam pemulihan kesehatan atau untuk kondisi kematian yang damai dengan kekuatan.3 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Virginia Henderson (1966) Dalam teori Henderson disebutkan bahwa fungsi unik dari perawat adalah membantu individu baik sakit maupun sehat. berkomunikasi dengan orang lain dan berekspresi. hanya saja jika masyarakat tersebut mempunyai biaya untuk mendapatkan pelayanan keperawatan. kebutuhan berpakaian. dan pengetahuan dalam waktu sesingkat mungkin. kebutuhan akan rasa aman dan nyaman. Henderson menekankan pada kebutuhan dasar manusia sebagai fokus utama pada praktik keperawatan. Stranger/Sebagai orang yang asing: perawat menghadapi klien seperti tamu yang dikenalkan pada suatu sistem baru. Teacher/Pendidik: mengembangkan hubungan yang demokratis sehingga merangsang individu untuk berperan serta aktif dalam mengarahkan asuhan. kebutuhan kebersihan diri. maka akan diketahui bagaimana cara keperawatan untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. f. 2. kebutuhan spiritual. e. konstruktif dan produktif. mempertahankan temperatur tubuh dan sirkulasi.

Namun Rogers mendorong para tenaga kesehatan untuk melanjutkan interaksi mutual dengan manusia sebagai kesatuan sistem energi. Maka. dan teori sistem keperawatan. teori ini tidak dapat menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan pada kondisi keterbatasan ekonomi. Sebelumnya para tenaga kesehatan memberikan pelayanan kesehatan dengan membagi-bagi berdasarkan area atau fungsinya. Pada teori self care. pelayanan keperawatan komunitas memiliki tiga prinsip dasar dalam mendeskripsikan manusia sebagai “kesatuan” yaitu: a. perawat dapat memberikan pendidikan kesehatan agar masyarakat tersebut minimal dapat mempertahankan status kesehatannya. keseluruhan dari tindakan keperawatan merupakan sistem keperawtan. teori self care deficit. perawatan diri sendiri merupakan perilaku yang dipelajari dan secara disengaja dilakukan sebagai respon untuk memenuhi kebutuhan. Sedangkan teori self care deficit dimaksudkan bahwa perawatan diperlukan karena seseorang dengan keterbatasannya sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perawatan diri sendiri. kompensasi sebagian. 20 .2. Sejak awal teori tersebut sudah menjadi kontroversi dan bahan perdebatan di kalangan perawat dan petinggi keperawatan. model Rogers ini sangat efektif untuk promosi kesehatan.4 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Martha Rogers (1970) Martha Rogers pada tahun 1961 mendeskripsikan teori tentang manusia sebagai satu kesatuan yang utuh. 2. Sehinggga membutuhkan banyak tenaga profesional dan para pemberi pelayanan kesehatan tidak mengetahui secara keseluruhan tentang masalah kliennya. dan suportif edukatif. Pada teori sistem keperawatan. Energi memiliki pola gelombang dan organisasi c. saling melengkapi dan menyatu Jadi. yaitu teori self care. Orem mengemukakan terdapat beberapa macam sistem keperawatan yang dapat digunakan. Sehingga para perawat dapat memperhatikan seseorang sebagai satu kesatuan utuh saat merencanakan dan memberikan pelayanan kesehatan. Bagi masyarakat perkotaan yang mengalami kemiskinan dan tidak memiliki rumah. Proses kehidupan berjalan searah dengan irama spiral b.5 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Dorothea Orem (1971) Model teori menurut Orem adalah teori keperawatan self care deficit yang mempunyai tiga teori anakan. Disini.alternatif agar kebutuhan tersebut terpenuhi. sosok perawat dibutuhkan ketika terdapat perawatan diri yang kurang.2. Energi manusia dan lingkungan saling berhubungan dan saling menguntungkan. yaitu meliputi pelayanan yang seluruhnya terkompensasi. Dalam pengaplikasiannya. 2.

King (1981. stressor. Setiap individu membawa satu set yang berbeda dari nilai-nilai.klien dan keperawatan. 1991) mengidentifikasi bahwa persepsi. komunikasi.2. agar klien tidak terlalu terbebani biaya kesehatan. sehingga memerlukan pelayanan yang berbeda. model ini 21 . Tidak hanya itu. dan stress pengembangan. transaksi. persepsi untuk pertukaran. Perawat dan pasien membentuk sistem antar pribadi dimana saling mempengaruhi dan keduanya dipengaruhi oleh faktor situasional di lingkungan. Theory of Goal Attainment. Dengan aplikasi teori Orem yaitu teori self care. Hanya dengan keadaannya yang terbatas dalam hal ekonomi.Masyarakat urban yang lebih difokuskan pada masyarakat miskin dan tidak mempunyai rumah tetap membutuhkan pelayanan keperawatan. ide. semua kembali pada arahan untuk memandirikan klien. merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan. Akan tetapi. peran. interaksi. Theory of Goal Attainment terdiri dari konsep persepsi. komunikasi. tujuan biasanya tercapai. waktu dan ruang pribadi. Yang dimaksud dengan dibantu sebagian disini adalah ketika klien dapat mengerjakan sesuatu hal. jika klien dalam hal ini adalah masyarakat urban yang mempunyai keterbatasan ekonomi tidak mampu untuk terlibat perawatan diri secara efektif. dapat membantu masyarakat miskin dan tidak mempunyai tempat tinggal dengan memandirikan keluarga tersebut. maka klien yang melakukannya. atau hanya dukungan atau edukasi. dan interaksi merupakan elemen penting dalam transaksi. Perawat dan pasien saling berkomunikasi. Ketika menjelaskan individu. menetapkan tujuan dan mengambil tindakan untuk mencapai tujuan. perawat hanya membantu pada perawatan diri yang tidak bisa dilakukan klien secara mandiri. yaitu harus menetapkan standar praktik untuk semua perawat-pasien saling berinteraksi. dibantu sebagian. beberapa yang berkaitan dengan interaksi individu. diri. 2.6 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut King’s (1971) King (1981) menyatakan bahwa Theory of Goal Attainment adalah teori normatif. Intervensi keperawatan ini dapat diberikan dengan dibantu sepenuhnya. maka intervensi keperawatan dibutuhkan. pertumbuhan. perawat . perawat juga dapat memberitahu cara memodifikasi lingkungan agar kesehatan anggota keluarga tersebut tetap terjaga sebagai upaya preventif terhadap masalah kesehatan. koping. Dengan hal itu. Berdasarkan teori Orem. Perawat dapat memberikan pelayanan berupa membantu keluarga untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut. Ketika transaksi dilakukan. diharapkan masyarakat miskin dan atau tanpa tempat tinggal dapat menjadi mandiri dalam hal menjaga kesehatan sesuai dengan kondisi ekonomi mereka. sikap.

kebutuhan. berorientasi tindakan. Persepsi. dan (6) tujuan dari profesionalitas kesehatan dan tujuan dari penerima pelayanan kesehatan mungkin tidak kongruen.M. & King. (3) individu memiliki hak untuk berpartisipasi dalam keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. (1973) antara lain sebagai berikut:  Mengakui: perilaku mungkin dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu. Menafsirkan: pola perilaku yang didasarkan pada pengetahuan tentang teori dan konsep perilaku manusia Memverifikasi: interpretasi dengan observasi lebih lanjut dan pengukuran dalam situasi perawat-pasien.      Amati & tindakan: perubahan keadaan pasien dan mengakui perubahan dalam keadaan perawat dengan mengidentifikasi pola perilaku: variabel fisiologis dan psikologis. dan nilai-nilai perawat dan klien mempengaruhi proses interaksi. Perception Nurse Judgment Action Reaction Patient Action Judgment Perception Feedback Interaction Transaction Feedback Mengenai interaksi perawat . faktor dalam sistem. hidup. perasaan. M. maupun nonverbal dikomunikasikan atau diamati). Metodologi dalam pembelajaran proses keperawatan (Daubenmire.klien.J. dan pelayanan masyarakat.menunjukkan bahwa (1) individu sosial. I. kesehatan. verbal. bertujuan. pola diidentifikasi 22 . King (1981) percaya bahwa (1) persepsi perawat dan klien mempengaruhi proses interaksi. dan waktu berorientasi pada perilaku mereka. (5) individu memiliki hak untuk menerima atau menolak perawatan. rasional. Mensintesis: informasi untuk merencanakan dan melaksanakan tindakan keperawatan untuk meningkatkan sumber daya pasien atau mengubah tekanan bio-psiko-sosio-kultural. makhluk bereaksi dan (2) adalah pengendali. dan pikiran harus disimpulkan untuk setiap individu sampai dikomunikasikan melalui perilaku verbal atau nonverbal. Menganalisa: situasi perawat dan pasien (perilaku fisiologis.. (2) tujuan. tindakan perawat.

psikologis. sedangkan pembayaran biaya perawatan merupakan stresor ekstrapersonal. eksternal maupun buatan. Garis pertahanan ini melindungi struktur dasar. ada satu keluarga miskin. Stresor ekstrapersonal adalah stresor diluar individu. hubungan diidentifikasi dalam pengamatan. Menurut teori Neuman. fleksibel. Rekonstitusi bisa memperluas garis pertahanan normal ke tingkat 23 . fisiologi. Kekuatan garis pertahanan resisten dipengaruhi oleh derajat reaksi klien terhadap serangan stresor pada garis pertahanan. yaitu sesuatu yang ada pada klien yang harus dijaga agar klien tersebut tetap survive. Ada anaknya yang sedang sakit dan tidak mampu untuk berobat.7 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Betty Neuman (1972) Model Neuman biasanya disebut model Health Care System.2.perilaku. Sebagai contoh. Rasa bersalah ayahnya merupakan stresor intrapersonal. Setiap kali terjadi serangan pada struktur dasar maka sistem akan melakukan rekonstitusi. Buatan disini misalnya perpindahan tempat tinggal. Stresor intrapersonal yaitu stresor yang terdapat pada individu yang berhubungan dengan lingkungan internal. yaitu intrapersonal. Harapan ayahnya akan kesembuhan anaknya ini merupakan stresor interpersonal. Stresor juga dapat diklasifikasikan menjadi tiga. Rekonstitusi merupakan stabilisasi sistem dan membawa sistem ke garis pertahanan normal. Garis pertahanan normal merupakan rentang respon normal seseorang terhadap stress. dan resisten. Stresor dapat muncul dari lingkungan internal. dan pengetahuan. Konsep ini memaparkan mengenai keperawatan yang berhubungan dengan garis pertahanan diri dalam menurunkan stress. informasi yang dikumpulkan.  Tampilan: proses keperawatan sebagai proses interpersonal yang berkelanjutan yang dinamis di mana perawat dan pasien masing-masing dipengaruhi oleh perilaku dari yang lain dan oleh faktor dalam sistem di mana mereka beroperasi 2. Ayahnya merasa bersalah karena sebagai kepala keluarga dia tidak mampu membiayai anaknya untuk berobat. Kekuatan garis pertahanan dan resisten dipengaruhi oleh perkembangan. garis pertahanan ada tiga yaitu garis pertahanan normal. interpersonal. interclient dan ekstraclient. Sedangkan garis pertahanan restisten merupakan faktor internal yang melindungi perlawanan klien terhadap serangan dari stresor. dan ekstrapersonal atau intraclient. Stresor interpersonal merupakan stresor yang terjadi pada individu dan berpengaruh pada sistem. Garis pertahanan fleksibel adalah suatu keadaan yang selalu berubah yang disebabkan oleh beberapa faktor dan bersifat fluktuatif. sosiokultural dan spiritual klien. Ayahnya berharap anaknya cepat sembuh.

asumsi dari Orlando tidak spesifik. Apalagi masyarakat miskin dan homeless mengalami banyak stresor dalam waktu yang bersamaan. Asumsi Orlando terhadap paradigma keperawatan hampir seluruhnya terkandung dalam teorinya. faktor-faktor yang mempengaruhi. Model Neuman dapat digunakan pada masyarakat miskin dan homeless. Sedangkan pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah stabilitas sistem klien secara optimal. Pencegahan ini untuk meminimalisir reaksi terhadap stresor. Fungsi profesional yaitu membantu mengenali dan menemukan kebutuhan klien yang bersifat segera. menanyakan untuk validasi atau perbaikan (Tomey. Perawat Perawat adalah suatu profesi yang mempunyai fungsi otonomi yang didefinisikan sebagai fungsi profesional keperawatan. mengidentifikasi permasalahan klien yang disampaikan kepada perawat. tetapi terdapat empat area ditekuninya: 1. Disiplin proses keperawatan meliputi komunikasi perawat kepada pasiennya yang sifatnya segera.2. 2006).sebelumnya. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali atau regresi. Pencegahan primer meliputi tindakan sebelum serangan stresor terjadi dan hal ini untuk mencegah adanya serangan dengan meningkatkan kekuatan garis pertahanan atau mengurangi potensi untuk terpapar stresor. dan derajat serangan. sekunder. reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan yang harus dilakukan. apa yang terjadi antara perawat dan pasien dalam hubungan tertentu. mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk membantunya serta untuk melakukan tindakan yang tepat. sehingga dapat mempertahankan energi. Ada tiga tingkatan intervensi keperawatan. Dengan adanya garis pertahanan yang kuat. maka akan melindungi struktur dasar klien. Orlando juga menggambarkan mengenai konsep disiplin dalam proses keperawatan sebagai interaksi total (total interactive) yang dilakukan tahap demi tahap. menstabilkan sistem pada tingkat yang lebih rendah. Serta klien dapat mencapai tingkat kesehatan yang maksimal. Hal itu merupakan tanggung jawab perawat 24 . 2. Sama dengan teori-teori keperawatan pendahulunya. dan mengembalikannya pada tingkat semula sebelum sakit. perilaku pasien. Ketika sistem klien tidak mampu mencegah serangan maka perlu adanya intervensi keperawatan. diantaranya adalah konsep disiplin proses keperawatan (nursing process discipline) yang juga dikenal dengan sebutan proses disiplin atau proses keperawatan. Sebelumnya diperlukan pengkajian stresor. dan tersier. yaitu pencegahan primer. Pencegahan sekunder terjadi setelah serangan pada garis pertahanan.8 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Ida Jean Orlando (1972) Ida Jean Orlando (1972) mengemukakan tentang beberapa konsep utama.

berpikir. tetapi berasumsi bahwa bebas dari ketidaknyamanan fisik dan mental. Manusia Manusia bertindak atau berperiaku secara verbal dan nonverbal. aktivitas perawat profesional yaitu tindakan yang dilakukan perawat secara bebas dan bertanggung jawab guna mencapai tujuan dalam membantu klien. Fungsi keperawatan profesional (Professional nursing function) Tanggung jawab perawat yaitu membantu apapun yang klien butuhkan untuk memenuhi kebutuhannya. Perawat harus mengetahui benar profesionalnya. 2. 3.untuk mengetahui kebutuhan klien dan membantu memenuhinya. merasakan. Alligood (2010) mengemukakan bahwa teori keperawatan Orlando menekankan adanya hubungan timbal balik antara klien dan perawat. Orlando menggambarkan model teorinya dengan lima konsep utama. yaitu perilaku klien. yaitu: a. Ketika perawat menggunakan proes ini untuk mengkomunikasikan reaksinya dalam merawat pasien. reaksi perawat. kadang-kadang dalam situasi tertentu manusia dalam memenuhi kebutuhannya membutuhkan pertolongan. b. Orlando menyebutnya sebagai “nursing process discipline”. dan akan mengalami distress jika mereka tidak dapat melakukannya. Hal ini dijadikan dasar pernyataan bahwa perawat profesional harus berhubungan dengan seseorang yang tidak dapat menolong dirinya dalam memenuhi kebutuhannya. Perasaan adekuat dan sejahtera dalam memenuhi kebutuhannya berkontribusi terhadap sehat. Itu merupakan alat yang dapat perawat gunakan untuk melaksanakan fungsinya dalam merawat pasien. Mengenal perilaku klien (Patient’s presenting behavior) Mengenali perilaku klien dengan mengobservasi apa yang dikatakan klien maupun perilaku nonverbal yang ditujukan kepada klien. dan merasa adekuat dan sejahtera berkontribusi terhadap sehat. perawat perlu mengobservasi perilaku pasien untuk mengetahui tanda-tanda distress. Pasien dapat mengalami distress terhadap lingkungan terapeutik dalam mencapai tujuannya. Sehat Orlando tidak mendefinisikan tentang sehat. 25 . dan keduanya mempersepsikan. Lingkungan Orlando berasumsi bahwa lingkungan merupakan situasi keperawatan yang terjadi ketika perawat dan klien berinteraksi. dan tindakan perawatan yang dirancang untuk kebaikan klien. dan bertindak dalam situasi yang bersifat segera. serta apa yang mereka katakan dan kerjakan akan saling mempengaruhi. 4. Dalam teorinya tentang disiplin proses keperawatan mengandung elemen dasar.

c. Reaksi segera (Immediate reaction) Reaksi segera meliputi persepsi, ide, dan perasaan perawat dan klien. Reaksi segera adalah respon segera atau respon internal dari perawat dan persepsi individu klien. d. Disiplin proses keperawatan (Deliberative nursing process) Disiplin proses keperawatan diartikan sebagai interaksi total (totally interactive) yang dilakukan tahap demi tahap, apa yang terjadi antara perawat dan klien dalam hubungan tertentu, perilaku klien, reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan dalam hubungan yang harus dilakukan, mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk membantunya serta untuk melakukan tindakan yang tepat. e. Peningkatan (Improvement): peningkatan berarti tumbuh lebih, klien menjadi lebih berguna dan produktif.

2.2.9 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Sr Callista Roy (1976) Model adaptasi Roy memandang klien sebagai suatu kesatuan adaptasi untuk menyesuaikan dengan lingkungannya. Ada tiga konsep yang menjadi dasar dalam teori Roy, yaitu manusia / klien, adaptasi, dan perawat. Manusia / klien dalam model adaptasi Roy dipandang secara holistik sebagai suatu sistem adaptasi yang berinteraksi dengan lingkungan. Klien disini tidak hanya individu, melainkan termasuk keluarga, kelompok, maupun komunitas. Tujuan interaksi klien dengan lingkungan adalah respon adaptif positif untuk berubah baik dalam lingkungan internal maupun eksternal sehingga meningkatkan integritas sistem. Kemampuan klien untuk beradaptasi tergantung dari pengalaman dan kemampuan mengatasi / menguasai suatu perubahan. Kemampuan mengatasi perubahan (tingkat adaptasi) dipengaruhi oleh tiga kategori stimulus. (1) Stimulus fokal merupakan stimulus internal dan langsung berhadapan dengan individu. (2) Stimulus kontekstual, yaitu stimulus lain pada situasi sama yang mempengaruhi respon klien terhadap stimulus fokal dan dapat diobservasi. (3) Stimulus Residual, stimulus tambahan yang relevan, tetapi sukar untuk diobservasi (mis. keyakinan, nilai, pengalaman yang lalu). Model Roy dapat langsung digunakan pada perawatan klien baik individu, keluarga, komunitas, maupun pada masyarakat miskin dan homeless. Misalnya pada masyarakat homeless. Remaja wanita homeless rentan terhadap seksual abuse. Pada suatu hari, dia mengetahui bahwa dirinya hamil. Stimulus fokal bagi individu pada kasus ini adalah keadaan kehamilannya itu. Untuk stimulus fokal bagi komunitas yaitu peningkatan jumlah kehamilan pada remaja. Untuk stimulus kontekstualnya yaitu respon remaja tersebut pada kehamilannya, misalnya perilaku dia menjaga kehamilan. Stimulus kontekstual bagi komunitas misalnya
26

sikap komunitas terkait aktivitas seksual. Stimulus residual bagi individunya yaitu umur dan tingkat maturitas remaja. Sedangkan stimulus residual bagi komunitasnya adalah tingkat edukasi. Peran perawat dalam teori Roy adalah membantu klien dalam beradaptasi dengan lingkungannya agar tetap survive. Hal ini dilakukan dengan cara menekan stimulus, meningkatkan tingkat adaptasi klien dan menggali sumber-sumber koping yang dimiliki klien.

2.2.10 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Madeleine Leininger (1978) Model keperawatan Leininger biasa dikenal dengan model keperawatan transkultural, mengingat Leininger menitikberatkan pada aspek kebudayaan yang terkait dengan status kesehatan klien. Keperawatan transkultural merupakan suatu area / wilayah keilmuwan budaya pada proses belajar dan praktik keperawatan yang fokus memandang perbedaan dan kesamaan diantara budaya dengan menghargai asuhan, sehat dan sakit didasarkan pada nilai budaya manusia, kepercayaan dan tindakan, dan ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan khususnya budaya atau keutuhan budaya kepada manusia (Leininger, 2002). Konsep utama yang disoroti dari model keperawatan ini adalah konsep caring dan perbedaan budaya (Leininger, 1980 dalam Leininger, 200). Diharapkan dengan

mempertimbangkan aspek kebudayaan dan memahaminya sebagai perbedaan, seorang perawat bisa menghilangkan stereotype. Mengindari asumsi seperti inilah yang diharapkan dapat membantu seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien dari berbagai latar belakang budaya.

27

Tujuan keperawatan berbasis transkultural ini adalah memberikan perawatan yang konsisten dengan ilmu dan pengetahuan keperawatan dengan caring sebagai fokus sentral (Chinn dan Jacobs, 1995 dalam Tomey, 2006). Model konseptual yang dikembangkan oleh Leininger dalam menjelaskan asuhan keperawatan dalam konteks budaya digambarkan dalam bentuk matahari terbit (Sunrise Model) seperti yang terdapat pada gambar berikut. Dari model tersebut dapat diketahui bahwa terdapat berbagai macam faktor yang mempengaruhi keadaan suatu individu. Factor-faktor inilah yang perlu dikaji untuk dijadikan landasan berpikir untuk menentukan asuhan keperawatan apa yang tepat. Sedangkan untuk strategi keperawatan terkait intervensi menurut Leininger dibagi menjadi tiga, yaitu mempertahankan budaya, negosiasi budaya, dan restrukturisasi budaya.

2.2.11 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Jean Watson (1979) Watson mendefinisikan caring sebagai moral ideal yang berorientasi dan meliputi pada aspek-aspek diluar tindakan yang aktual sebagai hubungan transpersonal antara perawat dan klien yang mana tujuannya adalah meningkatkan kualitas-kualitas dalam kehidupan manusia. Caring science merupakan suatu orientasi human science dan kemanusiaan terhadap proses, fenomena, dan pengalaman human caring. Transpersonal Caring mengakui kesatuan dalam hidup dan hubungan-hubungan yang terdapat dalam lingkaran caring yang konsentrik – dari individu, pada orang lain, pada masyarakat, pada dunia, pada planet Bumi, pada alam semesta (Watson, 2004). Watson mengemukakan terdapat konsep-konsep atau asumsi utama dalam ilmu keperawatan, dimana konsep ini sebaiknya dijadikan landasan dalam perawatan klien yakni: a. Caring dapat diimplementasikan dan di terapkan secara interpersonal. b. Caring berisi carative factor yang menghasilkan kepuasan dari kebutuhan tertentu manusia. c. Caring yang Efektif dapat dijadikan sebagai promosi kesehatan dan pertumbuhan individu dan keluarga d. Respon caring bukan hanya pada momen tertentu sekarang tetapi juga masa depan. e. Lingkungan caring adalah sesuatu yang menawarkan perkembangan dari potensi yang ada, dan di saat yang sama membiarkan sesorang untuk memilih tindakan yang terbaik bagi dirinya saat itu. f. Caring lebih bersifat “Healthogenic” dari pada Curing. g. Praktik Caring lebih merupakan sentral dari keperawatan.

28

g. j. lingkungan yang kompleks dari energi dan kesadaran. i. e. yang saling membantu dan saling percaya. dan mewujudkan dan mempertahankan sistem kepercayaan yang dalam dan dunia kehidupan subjektif dari dirinya dan orang dirawat. Hadir untuk menampung dan mendukung ekspresi perasaan positif dan negatif sebagai suatu hubungan dengan semangat yang dalam dari diri sendiri dan orang yang dirawat. Menelaah dan menghargai misteri spritual. Menggunakan diri sendiri dan semua cara yang diketahui secara kreatif sebagai bagian dari proses caring. raga dan pikiran. Mengembangkan dan mempertahakan suatu hubungan caring yang sebenarnya. dengan melibatkan jiwa dan keberadaan secara spiritual. yang berarti memberi 29 . memberikan “human care essentials” yang memunculkan penyesuaian jiwa. melebihi ego dirinya. Teori Carative Factor Original carative factors kemudian dikembangkan oleh Watson menjadi clinical caritas processes yang menawarkan pandangan yang lebih terbuka (Watson. Menerapkan perilaku yang penuh kasih sayang dan kebaikan dan ketenangan dalam konteks kesadaran terhadap caring. dan kedamaian.  Clinical Caritas Process Watson memperkenalkan “clinical caritas process” (CCP). untuk menempatkan carative factor-nya. Menciptakan lingkungan healing pada seluruh tingkatan. Membantu terpenuhinya kebutuhan dasar. c. b. Hadir dengan sepenuhnya. untuk terlibat dalam penerapan caring-healing yang artistik. keholistikan. keindahan. h. yang memiliki keholistikan. baik fisik maupun nonfisik. yaitu: a. martabat. “soul care” bagi diri sendiri dan orang yang dirawat.praktik spiritual dan transpersonal diri orang lain. yang berasal dari bahasa yunani “cherish”. Terlibat dalam pengalaman belajar mengajar yang sebenarnya yang mengakui keutuhan diri orang lain dan berusaha untuk memahami sudut pandang orang lain. dan dimensi eksistensial dari kehidupan dan kematian seseorang. dengan kesadaran caring yang penuh. f. d. 2004). dan kesatuan diri dalam seluruh aspek care. kenyamanan. Memberikan perhatian terhadap praktik .

seorang perawat kesehatan masyarakt perlu melakukan pengkajian atau wawancara terhadap masyarakat urban atau keluarga miskin atau perumahan penghasilan rendah dengan persepsi mereka tentang bagaimana meningkatkan kesehatan dan keselamatan.2. manfaat meningkatkan kesehatan dan hambatan untuk terlibat dalam mempromosikan kesehatan perilaku. seperti tinggi dan berat badan Pengaruh impersonal. 2006). Jadi dalam model ini. supportif dan mampu mengekspresikan perasaan negatif dan positif dari dasar-dasar nilai spiritual diri dalam hubungannya dengan pasien sebagai one-being-cared-for. seperti stres menghadapi pola Dengan menggunakan model Pender. Dengan mengetahui pendapat dan persepsi meraka. Karena promosi kesehatan merupakan penekanan utama dalam keperawatan kesehatan masyarakat atau komunitas. Model promosi kesehatan Pender ini berusaha untuk menjelaskan perilaku proaktif. clinical caritas process adalah suatu praktik perawatan pasien dengan sepenuh hati kesadaran.12 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Nola Pender (1982) Nola Pender menggambarkan model keperawatan dengan pelayanan keperawatan intervensi langsung untuk promosi kesehatan. seperti usia dan ras     Karakteristik biologis. hadir secara jiwa dan raga. misalnya kontrol persepsi. perawat dapat mempengaruhi motivasi warga dan kemampuan untuk mengubah keadaan mereka agar dapat 30 . Promosi kesehatan merupakan prioritas dalam praktik keperawatan kesehatan masyarakat. Terlibat dalam proses pengalaman belajar mengajar. dan cinta. Merawat pasien dengan penuh kesadaran. dan mencoba melihat dan mengacu pada kerangka berpikir orang lain. Lima jenis faktor modifikasi yang mempengaruhi persepsi masyarakat tentang mengejar perilaku promosi kesehatan antara lain: Faktor demografi. 2. status kesehatan. & Parsons. seperti harapan orang lain Faktor-faktor situasional. Jadi. yang dihadirkan sebagai kesatuan “menjadi dan berarti” (being and meaning).cinta dan perhatian khusus. perawat diminta untuk berperilaku proaktif dengan memahami teori pembelajaran sosial pada masyarakat urban atau keluarga miskin. seperti ketersediaan makanan sehat Faktor perilaku. sepenuh hati dan cinta. Pender mendefinisikan promosi atau pelayanan kesehatan sebagai tindakan yang diarahkan berarti termasuk dalam tingkat kesejahteraan dan aktualisasi diri dalam individu atau keompok pada keluarga miskin dan masyarakat urban dalam menyelesaikan stressornya (Pender. Murdaugh.

Model keperawatan yang sering digunakan adalah model keperawatan menurut Dorothea Orem (1971) yang mengemukakan tentang keperawatan mandiri atau Self Care Deficit Nursing Theory. Model Keperawatan yang dikemukakan oleh Betty Neuman (1972) yang lebih dikenal dengan istilah model Health Care System juga biasa digunakan. Selain itu model keperawatan menurut Florence Nightingale yang berorientasi pada lingkungan dan Leininger yang mengacu pada keperawatan transkultural. Model Pender berlaku untuk individu. Fix sampe sini mak 31 . perilaku dipengaruhi oleh karakteristik individu meliputi faktor biologis. keluarga dan kelompok atau komunitas. Komitmen untuk bertindak yang harus mengarah pada kinerja perilaku kesehatan dalam mempromosikan sebenarnya kecuali ada gangguan. Bagi masyarakat. Beberapa macam model keperawatan komunitas yang telah disebutkan. Keempat model keperawatan tersebut dapat mengemukakan intervensi keperawatan yang sebaiknya dilakukan dalam komunitas masyarakat perkotaan khususnya kaum urban yang hidup miskin dan tidak memiliki tempat tinggal. Faktor biologis bagi individu akan mencakup adanya masalah kesehatan lain dan mungkin ketidaknyamanan atau tanda kompilasi kehamilan. Faktor-faktor yang sama juga dapat mempengaruhi upaya keluarga untuk mencari perawatan. semua yang mungkin memotivasi remaja untuk mencari perawatan sebelum melahirkan. Karakteristik individu dan perilaku spesifik kognisi dapat menyebabkan suatu komitmen untuk meningkatkan kegiatan kesehatan. niat klien untuk diet dapat digerogoti oleh penyakit serius dari anggota keluarga dan kebutuhan untuk makan di restoran cepat saji dengan berangsur-angsurnya dengan pendekatan model dalam mengubah perilaku dan persepsi yang dibantu oleh perawat sehingga klien dapat kembali ke gaya hidup yang lebih normal. Misalnya. Komitmen ini meliputi intervensi untuk bertindak dan rencana spesifik dari suatu tindakan. Dalam model promosi kesehatan Pender.menyelesaikan masalah yang bisa dilakukan atau warga dapat menemukan koping untuk dirinya sendiri. dan sosial budaya pribadi yang relevan dengan perilaku yang terlibat. psikologis. terdapat beberapa yang diterapkan sebagai pedoman bagi keperawatan komunitas perkotaan bagi masyarakat urban (poor & homeless). prevalensi kondisi serius lainnya mungkin mencegah perhatian yang memadai terhadap masalah kehamilan remaja.

2001). Lingkungan dapat mempengaruhi level kesehatan komunitas (polusi yang disebabkan oleh manusia) Pertanyaan Pengkajian Dimana lokasi komunitas?Apakah lokasi bagian dari komunitas yg luas?Apa saja komunitas kecil di dalamnya? Dimana lokasi institusi kesehatan?Apakah dekat dengan komunitas? Apakah geografis mendorong kesehatan?atau merupakan ancaman? aktifitas Berapa rata-rata temperature?Seberapa ekstrim?Apakah berdampak bagi kesehatan? Apakah tumbuhan dan hewan merupakan ancaman bagi kesehatan? Apa industri besar yang ada?Apakah air.1 Pengkajian Keperawatan Komunitas Pengkajian keperawatan komunitas merupakan suatu proses tindakan untuk mengenal komunitas. Tinggi rendahnya kepadatan berpengaruh kepada tersedianya pelayanan kesehatan Komposisi dari populasi menentukan tipe kebutuhan kesehatan Kecepatan pertumbuhan penduduk meningkatkan permintaan akan pelayanan kesehatan Kebutuhan akan kesehatan berubah sesuai dengan budaya. atau kerusakan yang disebabkan karena bencana alam. Terdapat tiga dimensi komunitas sebagai klien yaitu: lokasi. Perbedaan kelas mempengaruhi pemanfaatan terhadap pelayanan kesehatan Mobilisasi mempengaruhi ketersediaan pelayanan. 1. Tersedianya tempat rekreasi Iklim yg ekstrim mempengaruhi kesehatan. Pertanyaan Pengkajian Apakah komunitas kota. Tersedianya akses pelayanan kesehatan Kematian. jenis kelamin. status perkawinan dalam komunitas? Jumlah populasi yang berubah selama 2 dekade terakhir? Diskriminasi kelompok yang ditunjukkan?apakah kelompok mempunyai keunikan dalam praktik /kebutuhan kesehatan? Apakah kelas yg berbeda menyarankan kebutuhan & pelayanan kesehatan? Bagaimana frekuensi anggota yg masuk & keluar dalam komunitas?? 3. Tabel pengkajian dari dimensi populasi Variable Populasi Ukuran Kepadatan Komposisi Rata-rata Pertumbuhan Perbedaan budaya Kelas social Mobilitas Implikasi Kesehatan Komunitas Jumlah individu dan institusi kesehatan Peningkatan penduduk dapat meningkatkan stress. Praktik kesehatan/ pengetahuan dipengaruhi o/ budaya. Tabel pengkajian dimensi Sistem Sosial Variabel Sistem Sosial Implikasi Kesehatan Komunitas Pertanyaan Pengkajian 32 . Tabel pengkajian dari dimensi lokasi Variable Lokasi Batasan komunitas Lokasi pelayanan kesehatan Geografi Iklim Flora & Fauna Lingkungan yg dibuat manusia Implikasi Kesehatan Komunitas Batasan menentukan terjadinya sehat sakit. ataupun tanah berdampak bagi manusia? 2. Tanaman beracun atau penyakit yang dibawa o/ hewan dapat mempengaruhi kesehatan komunitas. populasi dan sistem social (Allender. udara. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengkajian dalam berbagai dimensi komunitas.3 Asuhan Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan 2. menentukan penyebaran penyakit.2.3. pinggiran kota atau pedesaan? Seberapa padat populasi? Komposisi umur.

sanitasi). tempat pelayanan sosial. Eigsti. jalur sepeda. atau populasi. organisasi. keluarga. pusat emergensi. 2. Windshield Survei Windshield survei mengumpulkan dan mengunakan data yang telah tersedia di masyarakat untuk mempelajari masalah masyarakat tersebut. serta jumlah pengangguran 4. Keamanan dan transportasi. Apakah masyarakat merasa aman? 5. Komunikasi antar organisasi di setiap sistem. komunikasi Setiap sistem harus memenuhi fungsi dari kesehatan komunitas. taxi. Nilai dan keyakinan-Apakah disana terdapat rumah ibadah? Apakah tempat itu terlihat homogen? Subsistem 1. Apa saja fungsi dari setiap sistem utama? Apa saja subsistem utama? Seberapa baik organisasi melakukan fungsinya? Apakah terdapat konflik antar sistem? Apakah ada kesepakatan mengenai tujuan komunitas? Apakah ada sistem yang dominan dibandingkan yg lain? - Tipe Pengkajian Komunitas Jenis pengkajian kebutuhan masyarakat (Allender & Speadley. iklim. 2009 (hlm. Pelayanan kesehatan dan sosial-masalah akut dan kronik? Unit pelayanan kesehatan baik modern atau tradisional. dan data umum yang da di masyarakat. Inti komunitas Observasi 1. Berikut komponen-komponen pengkajian dalam windshield survei (Stone. Pengkajian ini dapat digunakan jika perawat sedang bertugas di dalam keluarga.apakah ada tanda dari aktivitas politik Data 33 . Lingkungan fisik-keadaan lingkungan atau geografis. peta wilayah. Jenis pelayanan perlindungan yang tersedia (contoh. 154)).Sistem kesehatan Sistem keluarga Sistem ekonomi Sistem pendidikan Sistem agama. serta kesehatan jiwa komunitas 3. batas wilayah. sosial dan pemerintah. grup. Demografi-tipe orang seperti apa yang Anda jumpai? Data usia. polisi.bagaimana penduduk bepergian? Jenis transportasi umum dan individu yang digunakan? Apakah Anda melihat bus. Kolaborasi antar sistem mengidentifikasi tujuan & mengatasi masalah kesehatan. Catat perbedaan dan cirri-ciri tiap suku atau etnis. keadaan ekonomi. Kejahatan yang sering terjadi. 4. jenis kelamin. pelayanan kesehatan.364)) a. atau fasilitas untuk orang dengan kekurangan fisik. legal. kegiatan yang menunjang roda perekonomian. Kelompok etnis-identifikasi berbagai suku atau etnis yang Anda jumpai. Efendi & Makhfudli. Ekonomi. trotoar.status ekonomi masyarakat. home care. tenaga kesehatan. Apakah penduduknya homogen? 3. kesejahteraan Sistem politik Sistem rekreasi. industry yang ada. Kesepakatan mengenai sarana untuk mencapai tujuan komunitas. 2001(hlm. Sejarah-Apa yang Anda dapat dari pengamatan sementara diwilayah tersebut? Tanyakan sejarah wilayah tersebut kepada tokoh masyarakat 2. Adakah klinik.2002 ( hlm 471). McGuire. Dalam pengkajian ini perawat dapat menemukan data-data yang berada di masyarakat diantaranya. dan kondisi perumahan. pemadam kebakaran. rumah sakit. Pemerintah dan politik.

Pengkajian berorientasi masalah digunakan jika dengan Windshield Survei tidak cukup untuk menegakkan diagnosa sedangkan jika menggunakan pengkajian komprehensif membutuhkan dana yang terlalu mahal. (contoh poster. Komunitas memiliki tiga dimensi yaitu lingkungan. perbedaan budaya.6. 7. 2. sosial sistem. iklim. dan tempat tinggal. perawat komunitas berfokus pada satu dimensi kehidupan komunitas. Persepsi Anda-pernyataan umum mengenai kesehatan komunitas. 3. Perasaan/ masalah aktual atau potensial. komposisi populasi. keluarga. tumbuhan. legal. pemahaman tentang variabel populasi akan mempermudah perawat komunitas dalam melakukan pengkajian. pendidikan. 8. dan elektronik yang biasa dipakai Pendidikan-identifikasi fasilitas dan program kerja institusi pendidikan. kesejahteraan. rekreasi. Pengkajian Komprehensif (Comprehensive Assessment) Pengkajian komprehensif berusaha menemukan seluruh data kesehatan yang relevan. ekonomi. Variabel populasi antaralain jumlah. Pengkajian dimulai dengan mereview semua data yang ada di komunitas. Selanjutnya melakukan survei dengan menyusun data-data demografis terutama populasi (termasuk variabel-variabel populasi). kepadatan. 4.identifikasi jenis komunikas. religious. politik. Berorientasi Masalah (Problem-Oriented Assessment) Jenis pengkajian kebutuhan masyarakat yang kedua berfokus pada satu masalah yang akan di kaji lebih lanjut di komunitas. Dimensi yang ketiga yaitu populasi. media cetak. dan populasi. dan komunikasi. rata-rata pertumbuhan atau kematian. Setiap anggota dalam tim mengkaji beberapa variabel di tiap dimensi. Apakah di institusi pendidikan terdapat unit kesehatan siswa (UKS) Rekreasi. status sosial. terdiri dari sepuluh variabel diantaranya sistem kesehatan. Untuk mendapatkan data yang lebih detail dengan melakukan 34 . selanjutnya informasi yang telah didapat dapat di sharing bersama. 1. Pengkajian Subsistem Komunitas (Community Subsistem Assessment) Pada pengkajian subsistem komunitas. Dengan cara ini akan didapatkan gambaran pengkajian yang komprehensif. pertemuan) partai apa yang mendominasi? Apa hak komunitas dalam pemerintahan? Komunikasi.dimana tempat bermain anak? Fasilitas apa yang tersedia?siapa saja yang berperan serta Persepsi Penduduk-bagaimana pendapat tentang komunitasnya? Identifikasi kekuatan. Kesehatan komunitas dipengaruhi oleh keadaan lingkungan seperti pelayanan kesehatan. hewan. 5. Pengkajian subsistem akan lebih baik jika dilakukan dalam tim. keadaan geografis. dan mobilitas. Dimensi yang kedua /subsistem yaitu sosial sistem.

sehingga pengkajian ini jarang digunakan. Pendataan keahlian.interview secara langsung dengan masyarakat. 1995) Allender & Speadley. dan bagaimana perubahan dapat terjadi ((within & Altschuld. Survei Survei merupakan suatu metode pengkajian dengan beberapa pertanyaan dalam yang akan digunakan untuk menganalisa area atau group rangka mengumpulkan data tertentu. 2001). teknik komunikasi yang efektif. atau panggilan telepon) Menentukan jumlah sampel 2. ketertarikan. dan pengalaman individu 2. dan kemampuan menginvestigasi dengan baik. Pengkajian ini banyak menghabiskan waktu dan biaya. wawancara. Pengkajian komprehensif tidak hanya menjelaskan sistem dari komunitas tetapi juga bagaimana kekuatan atau kelebihan dapat tersebar. Tahap perencanaan       Menentukan apa dan kenapa informasi tersebut Menentukan data yang tepat untuk dikumpulkan Memilih populasi yanga akan di survei Memilih metode /instrument survei yang akan digunakan (contoh. Metode survei dikembangkan dalam tiga tahap pengkajian(Allender & Speadley. Pengumpulan data dalam area komunitas dapat melatih sikap professional perawat dalam membuat keputusan.1998) Allender & Speadley. Tahap pengumpulan data Identifikasi data kolektif 35 . talenta. studi epidemiologi deskriptif. kuesioner. Perbedaan metode yang digunakan bukan menjadi suatu masalah asalkan tujuan pengumpulan datanya dapat terpenuhi. Pendataan institusi local Metode Pengkajian Komunitas Pengkajian komunitas dapat dilakukan dengan berbagai macam metode. bagaimana keputusan itu dibuat. survei. Tiga level pendataan penngkajian asset komunitas 1. Pengkajian asset komunitas (community assets assessment) Pengkajian yang terakhir ini berfokus pada kekuatan dan kemampuan komunitas dari pada masalahnya sendiri ((Ammerman & Parks. musyawarah a. 1. 6. Pada pengkajian ini perawat berperan sebagai partner dalam intervensi keperawatan komunitas. 2001). Berikut metode pengkajian komunitas yang dapat digunakan antara lain. 2001). Pendataan asosiasi dan organisasi kota lokal 3.

Sumber Negara 36 . berasal dari seseorang yang mengetahui komunitas dengan baik dan mencatat apa yang meraka lakukan. dll. Dengan mengunakan internet perawat dapat mengakses data internasional terkait dengan informasi imigran dan pengungsi local. d. Musyawarah Musyawarah merupakan pertemuan seluruh warga desa untuk membahas dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan hasil survei (Efeny & Makhfudli. Sumber Data Komunitas Primer Diperoleh secara langsung. pemuka masyarakat. Dengan adanya musyawarah masyarakat. Studi Epidemiologi Deskriptif Pengakajian studi epidemiologi merupakan pengkajian terhadap frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok (Allender & Speadley. Menentukan hubungan dan analisis data Menyajikan laopran dalam bentuk tabular. grafika. Tahap analisis dan penyajian data Sajikan data dalam bentuk tabel dan analisi. 2001). 2009). dan petugas kesehatn dapat dipertemukan untuk membahas penyelesaian dari masalah yang didapat dari hasil survei. Sumber Nasional Data nasional bersumber dari lembaga pemerintahan yang melakukan survei kesehatan terkait dengan pelayanan kesehatan komunitas. c. a. Sumber Internasional Data internasional bersumber dari beberapa lembaga salah satunya the World Healthh Organization (WHO). Sumber data yang diperoleh dari sumber utama lebih akurat dan komperhensive. melalui wawancara. Keuntungan metode ini adalah efisien dan murah. Anggota yang ada dalam grup berasal dari variable demografik yang sama. Focus Group Di desain untuk memperoleh opini masyarakat. dan tekstular. Dan dapat menentukan intervensi apa yang akan dilakukan kepada sekelompok masyarakat tersebut. Pengkajian dengan metode ini sangat baik dilakukan karena perawat dapat mengetahui kapan dan dimana penyebaran penyakit itu berada.    Menolak dan menerima penngurus 3. c. b. b. Merupakan grup kecil (5-15 orang). Sekunder.

Contohnya. Hipotesis diagnostik merupakan kemungkinana penjelasan dari kondisi klien dan dihasilkan pada dasar dari pola data dan tren. perawat kesehatan komunitas harus memprioritaskan hipotesis yang sesuai dengan isyarak diagnostik yang ada. 2. Data ini mennyarankan hipotesis dari kekerasan pada anak untuk menjelaskan lengan patah saat ini. Sumber Lokal Analisis data Untuk menjadikan keperawatan langsung yang bernilai. Kesimpulan ini yang bisa disebut sebagai diagnostik hipotesa. Hubungan setiap langkah proses diagnostik Pengumpulan data Analisis data Pengembangan diagnostic hipotesis Evaluasi hipotesis Pernyataan diagnosis 37 . Analisis ini meliputi klasifikasi. pengkajian data harus diproses dan dialysis. 1. Klasifikasi Data pertama kali harus di klasifikasi dan dipisahkan ke kelompok spesifik. beberapa data dapat merefleksikan dimensi biofisik. Intepretasi juga mengandung sekelompok petunjuk ke pola yang dapat diketahui dan tren pada data dan membuat kesimpulan berdasarkan data. Data yang diberikan berupa data statistic kehidupan dan angka kematian. Kemudian dapat dipaparkan berupa visualisasi berupa chart. Contohnya. Data yang telah divalidasi oleh beberapa prosedur kemudian disimpan. dan validasi. interpretasi. Kemudian hipotesis diuji dengan mengumpulkan data tambahan baik pendukung maupun penghambat diagnsotik. Sebagai contoh data mungkin mengandung sejarah injuri yang bisa ditanyakan pda anak dengan pengalaman masalah ekonomi dan tidak adekuatnya dukungan emosi dan sosial. data kemudian harus di intepretasikan. Data-data yang diberikan lebih akurat.Data ini bersumber dari departemen kesehatan pemerintah. Karena data dapat menghasilkan beberapa diagnostik hipotesa. Intepretasi data meliputi perbandingan spesifik data klien dengan norma yang diketahui dan standar atau syarat diagnostik. Proses validasi ini dapat disebut sebagai evaluasi hipotesa. Gambar 1. Validasi Aspek terakhir dari analisis data adalah kesimpulan validasi atau hipotesa diagnostik. Interpretasi Ketikda data sudah diklasifikasi. perawat kesehatan komunitas mungkin mencatat bahwa sebagian anak memiliki lebih banyak injuri daripada anak normal pada usia itu. diaman data lain berhubungand negan dimensi sosial. 3. d. graphic dan table untuk mendukung suatusintesa data. Perawat mengevaluasi hipotesis apakah cocok dengan keadaan klien.

udara.2 Diagnosis Keperawatan kesehatan komunitas Terdapat beberapa masalah yang sering muncul pada masyarakat pekotaan ialah : 1. kimia. Kementrian kesehatan. jalanan. tanah. High-risk nursing diagnose Mencerminkan adanya potensi untuk berkembangnya masalah kesehatan karena adanya faktor risiko yang teridentifikasi 3. Lingkungan Lingkungan dibagi 2 berdasatkan bentuknya. Tipe lain dari diagnosis kesehatan diidentifikasi oleh perawat kesehatan masyarakat adalah positive nursing diagnoses. Lingkunga biologik meliputi : agen. Actual Nursing diagnoses Menjelaskan masalah kesehatan yang ada dialami oleh klien 2. tanaman. Contoh pelayanan yang ada ialah : Rumah Sakit. 2) makanan yang tinggi kolesterol dan rendah serat. Diagnosa actual dan risikomerupakan focus diagnose maslah keperawatan.3. 4) sex bebas dan lainnya 2. Panduan untuk menyatakan diagnose keperawatan dibagi menjadi 4 tipe konsep (carpenito.Tidak dikonfirmasi 2. Syndrome Syndrom merupakan sekelompok terkait diagnosa actual dan risiko tinggi. 1995): 1. 3) Merokok yang umum bagi masyrakat kota. Masalah kebiasaan Masalah kebiasaan yang sering muncul ialah seperti : 1) Kurangnya oleh raga. perumahan. Fisik meliputi : ketersediaan air. Temperature.mengindikasikan perlunya intervensi untuk secara aktif mempromosikan kesehatan. Ialah fisik dan biologic. gedung. Pelayanan kesehatan Tersedianya Pelayanan kesehatan merupakan hal yang menjadi suatu kewajiban untuk tersedianya di kota. ini termasuk tanggapan positif klien di mana tidak ada perubahans diperlukan dan intervensi keperawatan yang terdiri dari penguatan dari keadaan saat ini. Wellness nursing diagnose Mencerminkan keadaan klien yang dapat ditingkatkan ke tingkat yang lebih tinggi. Diagnosa mungkin lebih baik disebut sebagai helath-promotive nursing diagnoses. hewan dan manusia. harga obat. dan lainnya 3. pematauan terhadap 38 . 4.

Tidak ada bus yang melewati depan klinik. Diagnosa keperawatan juga bisa disebut sebagai diagnosa kemungkinan.keadaan promotif dan diagnosa positif mungkin dianggap diagnosa kesehatan. Contoh diagnose keperawatan kesehatan komunitas: Tingginya angka mortalitas bayi berhubungan dengan a) ketidakmampuan sumber di departemen kesehatan setempat dalam memenuhi kebutuhan antepartum. tapi diagnosis disarankan oleh data yang ada saat ini yang cukup untuk konfirmasi. b)pelayanan antepartum yang tidak dapat diakses. Jam kerja mulai pukul 08. 39 . yang tidak bisa diakses oleh komunitas yang bekerja. Sebuah diagnosa yang mungkin bukan merupakan kategori diagnosis. Tanda dan gejala dari diagnosis keperawatan kesehatan komunitas adalah pernyataan kesimpulan yang menjelaskan durasi atau besarnya masalah durasi atau besarnya masalah.00-17:00. serta identifikasi tanda dan gejala yang menjadi karakteristik masalah. senin sampai jumat. menjelaskan faktor etiologi. Pada sistem ini mereka menggunakan logika berpikir atau penarikan kesimpulan untuk menggambarkan masalah.3 tiap 1000 kelahiran hidup. c) kurangnya tenaga kesehatan terlatih yang ditunjukan dengan: Angka mortalitas bayi sebesar 17. Skema kategorisasi diagnose keperawatan Nursing diagnosis Problem focused nursing diagnosis Wellness nursing diagnose Syndromes Actual nursing diagnose Positive diagnoses nursing Health-promotive nursing diagnoses High-risk diagnose Anderson dan Mc Farlane (1996) menggunakan teori Neuman dari komunitas dan menggunakan diagnosis keperawatan berdasarkan sistem penggabungan penarikan nursing kesimpulan. Gambar 2. Data klinik yang menyatakan kurangnya tenaga.

fokus utama model ini adalah perawatan komunitas yang mempunyai tiga rencana yaitu klasifikasi masalah. F. b) kurangnya pengetahuan terhadap pencegahan. mendesign program program pendidikan.3. 2001) Omaha System. Salah satu dari diagnosis menurut Helvie ini adalah sebagai berikut: Defisit energy komunitas berhubungan dnegan ketidakmampuan dan ketidaksesuaian layanan kesehatan bagi masyarakat miskuin yang ditunjukan dengan a) kurangnya fasilitas layanan kesehatan. pengelola/manager.- Tidak ada perawat atau bidan yang berlisensi di komunitas Sedangkan Carl O. psikososial. koordinator pelayanan kesehatan. fisiologis. dan perilaku sehat dengan tanda dan gejalanya. data yang mendukung 3000 masyarakat miskin tidak mendapatkan layanan kesehatan: 90% (2700 orang) dari populasi ini berobat ke unit gawat darurat untuk kasus yang bukan gawat darurat dan 90% populasi miskin tidak dapat mendiskusikan perilaku pencegahan yang bisa dilakukan. pengorganisir pelayanan kesehatan. Masing-masing model tersebut membantu mempromosikan pelayanan kesehatan yang efektif . .3 Perencanaan Langkah-langkah dalam perencanaan yang perlu diperhatikan (Effendy. intervensi. & Makhfudli.A. (Allender. Model ini melibatkan 40 klien bermasalah yang diagi dalam 4 domain: lingkungan. Helvie (1998) berfokus pada konsep energy atau memasukan teori energy di dalam diagnosis keperawatan kesehatan komunitas. menjelaskan sasaran program. J. Omaha system ini menggambarkan situasi yang ditemukan di klien komunitas. Menentukan prioritas 40 . & Spradley.. Peranan yang dapat dilakukan oleh perawat dalam menangani masalah kesehatan masyarakat perkotaan yaitu pelaksanan pelayanan keperawatan. pendidik. The Health Planning Process Hal ini banyak digunakan oleh pendidik kesehatan (health educator) ketika membuat . pengamat kesehatan. menetapkan intervensi keperawatan dan hasilnya. tempat bertanya/fasilitator. W. role model. dan nilai skala masalah untuk hasil. 2009): a. pembaharu. Proses keperawatan hamper sama dengan proses perencanaan kesehatan (The health planning process). B. Menggunakan Model Model digunakan dalam mengidentifikasi karakteristik target populasi untuk intervensi. fasilitator. b.

Menentukan kriteria hasil Penentuan kriteria hasil (outcomes) harus ditujukan untuk komunitas. keluarga. saat dan setelah kegiatan dilakukan. kegiatan apa saja yang telah dilakukan. dapat diukur. rasional. Salah satu system yang biasa digunakan adalah hierarki komunitas. hingga respon klien sebelum. rencana mendefinisikan suatu aktivitas yang diperlukan untuk membatasi faktor-faktor pendukung terhadap suatu permasalahan. merupakan pernyataan yang 41 . oleh sebab itu. B. Menentukan Rencana Tindakan Rencana tindakan adalah desain spesifik intervensi untuk membantu komunitas dalam mencapai kriteria hasil. W. Rencana tindakan dilaksanakan berdasarkan komponen penyebab dari diagnosis keperawatan. klien (siapa saja yang ada/hadir dan jumlanhnya). Dokumentasi Rencana tindakan keperawatan ditulis dalam suatu bentuk yang bervariasi guna mempromosikan perawatan yang meliputi perawatan individu. (2) Aggregate needs.A. (1) database (informasi subjektif dan objektif). e. d. dan evaluasi. (3)objectives. & Spradley.. dan komunitas . komunikasi . J.Melalui pengkajian. Kriteria hasil harus spesifik. dan ada batas waktu. perawatan yang berkesinambungan . dapat dicapai. Kriteria hasil harus menunjukkan “apa yang akan dilakukan komunitas serta kapan dan sejauh mana tindakan akan bisa dilakukan”. merupakan area yang yang berhubungan dengan kesehatan klien yang dapat diidentifikasi untuk intervensi. Dokumentasi ini sebagai bukti legal keperawatan dan juga sangat penting ketika perawat mengevaluasi asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan. Kebutuhan Maslow : Aktualisasi diri Kebutuhan Komunitas : Aktualisas komunitas Harga Diri Kasih sayang dan rasa memiliki Kebanggaan komunitas Pendidikan partisipasi Keamanan perlindungan aman Fisiologi Aktivitas yang mendukung kehidupan c. Dokumentasikan hal-hal yang telah dilakukan mulai dari waktu. 2001). perawat dan tenaga kesehatan yang hadir. perawat dapat mengidentifikasi respon komunitas yang aktual atau potensial yang memerlukan suatu tindakan. Beberapa hal yang harus diperhatian dalam dokumentasi (Allender.

kelompok dan masyarakat ke lingkungan sosial dan masyarakatnya (resosialisasi).menggambarkan tingkah laku dimana perawat dan klien mengharap hal ini dapat terpenuhi/pernyataan spesifik tentang hasil yang diinginkan dalam tingkah laku yang dapat diukur. Tujuan ini harus lebih dispesifikasikan lagi kedalam tujuan khusus agar nantinya perawat dapat menentukan indikator/kriteria keberhasilan yang lebih spesifik juga. Diagnosa tersebut harus disusun berdasarkan masalah yang prioritas. pencegahan (preventif). menilai keefektivitasan pencapaian apakah hasil yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan dan keinginan atau tidak.4 Implementasi Ruang lingkup praktik keperawatan masyarakat meliputi: upaya-upaya peningkatan kesehatan (promotif). asuhan keperawatan untuk masyarakat perkotaan berfokus pada pencegahan penyakit pada sebuah populasi (preventif) dan kontrol lingkungan (promotif) (Nies. pemulihan kesehatan (rehabilitatif) dan mengembalikan serta memfungsikan kembali baik individu. Tujuan umum meliputi hal-hal general berkaitan dengan masalah keperawatan masyarakat perkotaan yang ingin dicapai perawat melalui asuhan keperawatan yang sedang dibuat. Penetapan rencana kegiatan yang akan dibuat mengacu pada diagnosa keperawatan yang telah ditetapkan.: (4) planned actions merupakan aktivitas yang spesifik atau metode untuk pemenuhan sesuatu yang objektif atau hasil yang diharapkan. Berbeda dengan asuhan keperawatan individu ataupun keluarga. Sehingga dapat dikatakan dalam memberikan asuhan keperawatan masyarakat perkotaan (komunitas) kegiatan yang ditekankan adalah upaya preventif dan promotif tapi juga tidak mengabaikan upaya kuratif. aktual dan resiko. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah: - Menetapkan tujuan dan sasaran pelayanan. rehabilitatif dan resosialitatif.3. tujuan terdiri dari tujuan umum dan khusus. keluarga. perawat akan menentukan masalahmasalah keperawatan (diagnosa keperawatan) yang terjadi dalam masyarakat perkotaan. (5) Outcome measurement. . - Menetapkan rencana kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan dan keperawatan. 2001). pemeliharaan kesehatan dan pengobatan (kuratif). 42 . Pada tahap sebelumnya dalam proses keperawatan perawat akan melakukan serangkaian pengkajian (mulai dari pengumpulan data serta analisa data yang didapatkan) dan kemudian dari hasil analisa data. Setiap kegiatan yang akan dilakukan harus memiliki dasar pemikiran yang kuat (rasional).

tenaga professional dan klien harus mempunyai ide yang jelas tentang apa. b. 43 . d. Implementasi meliputi persiapan dan tindakan. Prinsip yang umum digunakan dalam pelaksanaan atau implementasi pada keperawatan komunitas adalah : a. Untuk mengetahui apakah tujuan dari setiap kegiatan yang telah direncanakan tercapai atau tidak. 2005). Rasional Perawat kesehatan masyarakat dalam melakukan asuhan keperawatan harus menggunakan pengetahuan secara rasional demi tercapainya rencana program yang telah disusun (Mubarak. 2005). siapa. Setiap asuhan yang diberikan oleh perawat tentunya memiliki tujuan tertentu. c. Inovative Perawat kesehatan masyarakat harus mempunyai wawasan luas dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi (IPTEK) dan berdasar pada iman dan taqwa (IMTAQ) (Mubarak. Ugem Perawat kesehatan masyarakat harus yakin dan percaya atas kemampuannya dan bertindak dengan sikap optimis bahwa asuhan keperawatan yang diberikan akan tercapai. keluarga. maka indikator keberhasilannya ialah masyarakat (perwakilan/sampel) mampu menyebutkan semua cara yang sebelumnya telah dijelaskan oleh perawat (3M plus). kapan. maka perawat harus metapkan pula hal-hal yang menjadi tolak ukur (kriteria/indikator) keberhasilan. Dalam melaksanakan implementasi yang menjadi fokus adalah : program kesehatan komunitas dengan strategi : komuniti organisasi dan partnership in community (model for nursing partnership) (Mubarak.- Menetapkan kriteria keberhasilan dari rencana tindakan yang akan dilakukan. bagaimana. kelompok dan masyarakat berdasarkan azas kemitraan (Mubarak. e. - Menetapkan kegiatan alternatif jika kegiatan yang akan dilakukan memiliki potensi sulit dilakukan untuk masyarakat. Dalam persiapannya. individu. 2005). Mampu dan mandiri Perawat kesehatan masyarakat diharapkan mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam melaksanakan asuhan keperawatan serta kompeten (Mubarak. 2005). Integrated Perawat kesehatan masyarakat harus mampu bekerjasama dengan sesama profesi. salah satu tujuan dalam askep ialah masyarakat memahami cara pencegahan DBD. 2005). Misalnya. tim kesehatan lain.

Rencana dimodifikasi dan kemudian dilaksanakan oleh professional atau klien. diantaranya (Allender. 2001) : a. serta sikap dan degan hati hati. contohnya menyediakan kenyamanan dan kemanan klien selama implementasi. Interaksi ini dapat membina hubungan saling percaya antara perawat dan klien. Menyediakan lingkungan untuk implementasi. c. mendokumentasikan perkembangan fase implementasi dengan proses evaluasi yang merupakan pencapaian tindakan yang terus menerus dari tindakan perencanaan. Menunjukkan tanggungjawab dalam implementasi Tanggungjawab perencaan perawatan dipegang oleh perawat komunitas. dan peralatan. e. Delegation. Untuk meraih delegasi yang efektif. M. Tugas dalam implementasi (Clark. c. Perawat dengan tim kesehatan lain menyiapkan klien untuk pelayanan dengan mengkaji pengetahuan klien. d. Contohnya . & Spradley. termasuk waktu. pemahamannya. menginterpretasikan rencana kepada klien. W. J. Idealnya... intervensi yang dipilih diidentifikasi selama evaluasi pendekatan alternative untuk menyelesaikan masalah. tetapi point ini berfungsi untuk melihat kembali beberapa batasan (hambatan) yang mungkin timbul selama perencanaan.J. personnel. Perawat dan tim monitor. d. 1999): a. Perawat menggunakan teori yang tepat b. Mengakui rintangan dalam implementasi. e.A. b. ada beberapa tindakan yang perlu diambil dalam implementasi.dimana dan bagaimana rencana (asuhan keperawatan) akan dilaksanakan. Modifikasi membutuhkan observasi yang konstan dan simpangan selama implementasi karena tindakan ini menentukan kesuksesan rencana. Mengidentifikasi kebutuhan pengetahuan dan kemampuan. Perawat membantu memfasilitasi lingkungan yang kondusif untuk melaksanakan rencana seperti ruangan yang tenang yang digunakan untuk sesi belajar (teaching). B. 44 . perawat komunitas perlu mengidentifikasi dengan tepat apa yang dibutuhkan serta harus dilaksanakan dan mana yang menjadi prioritas untuk pencapaian hasil. Kemudian perawat mencocokkan keduanyauntuk memenuhi tugas delegasi yang tepat. pengetahuan tentang tindakan kontrasepsi dan perkembanagan remaja dibutuhkan untuk mengimplementasikan rencana untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi yang marak digunakan pada aktivitas seksual remaja. Sedangkan dalam tindakannya.

f. Pada intinya tujuan dari tahap ini adalah sebagai bahan acuan utnuk tindak lanjut asuhan keperawatan yang akan dilakukan berikutnya. Memperkuat Program Tujuan perawatan adalah promosi kesehatan dan peningkatan kepercayaan diri komunitas. 2009) yaitu: a. sekunder. Dari situlah perawat dapat menilai apakah kegiatan yg dilakukan optimal atau tidak jika nantinya diberikan kembali ke dalam masyarakat. program evaluasi yang kita jalankan didasarkan pada beberapa prinsip ((Lundy. Tindakan ini dapat terjadi pada level pencegahan primer. Tindakan yang direncanakan dilaksanakan oleh seseorang yang diberi tanggungjawab. 2.5 Evaluasi Evaluasi merupakan komponen penting dalam proses keperawatan untuk menilai apakah askep yang telah dilaksanakan berhasil atau tidak.3. Evaluasi membantu pencapaiain ini dengan cara menyediakan proses yang sistematik dan berkelanjutan dalam mengakaji program dampaknya serta hasil akhir program tersebut. Data evaluasi merupakan hal penting untuk memperbaiki database dan diagnosis keperawatan komunitas yang dihasilkan dari analisis pengkajian data komunitas. Evaluasi yang dilakukan termasuk dari pendapat/respon peserta (klien) dan juga analisis dari perawat (Nies. Dari evaluasi yang dilakukan perawat akan menemukan kelebihan dan kekurangan dari kegiatan yang telah dilakukan.Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah masukan (input). pelaksanaan (proses) dan hasil akhir (output). Keberhasilan proses dapat dilihat dengan membandingkan antara proses dengan pedoman atau rencana proses tersebut. atau tersier tergantung kebutuhan klien. 2005). Evaluasi memuat keberhasilan proses dan keberhasilan tindakan keperawatan. Menggunakan Pendekatan Multipel 45 . Sedangkan keberhasilan tindakan dapat dilihat dengan membandingkan antara tingkat kemandirian masyarakat dalam perilaku kehidupan sehari-hari dan tingkat kemajuan kesehatan masyarakat komunitas dengan tujuan yang telah ditetapkan atau dirumuskan sebelumnya (Mubarak. Evaluasi dilakukan atas respon komunitas terhadap program kesehatan dalam upaya mengukur kemajuan terhadap tujuan obyektif program. sesuai dengan perencanaan yang telah disusun semula. Penilaian yang dilakukan berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai. 2001). Sejalan dengan landasan teoretis dalam menjalin kemitraan dengan komunitas. b. Melaksanakan aktivitas/tindakan yang direncanakan.

metode evaluasi mungkin banyak dan bermacammacam. d. harus memiliki rancangan evalausi untuk mengukur kriteria mengenai pentingnya program tersebut bagi komunitas. f.Selain pendekatan multidisiplin. Relevansi atau hubungan antara kenyataan yang ada dengan pelaksanaan b. Hal ini serupa dengan kontek profesional maupun nonprofesional. Perkembangan atau kemajuan proses c. e. pengetahuan. Memungkinkan Fleksibilitas Pendekatan evaluasi harus fleksibel dan bersifat prestiktif. 2009) adalah: a. Dampak : apakah status kesehatan meningkat/menurun.1 Perubahan dampak kesehatan Keterangan: : peran masyarakat : peran perawat 46 . c. Merancang Evaluasi untuk Memenuhi Isu Nyata Program berbasis dan berfokus-komunitas. Komponen penting dalam fokus evaluasi (Lundy. Efektifitas kerja e. dan implementasi. Membangun Kapasitas Proses evaluasi. dalam jangka waktu berapa? Perubahan ini dapat diamati seperti gambar dibawah ini: Gambar 2. harus meningkatkan ketrampilan. analisis. dan perilaku individu yang terlibat didalamnya. Efisiensi biaya d. tetapi metode yang dipilih harus señalan anegan tujuan program. merekapun harus menjadi mitra dalam evaluasi. perencanaan. akan sulit untuk mendokumentasikan munculnya perubahan yang sering kali meningkat secara tajam dan komplek. Tidak ada satu pendekatan yang lebih unggul. selain mengukur hasil akhir. jika tidak. Menciptakan proses partisipasi Apabila anggota komunitas merupakan bagian dari pengkajian. yang berakar pada comunitas nyata dan berdasarkan pengkajian comunitas.

Evaluasi memerlukan judgment skills dimana perawat dapat membandingkan hasil yang nyata dengan hasil yang diharapkan dan mencari ketidaksesuainnya.A. Misalnya. W. Contohnya . J. (Allender. mengambil keputusan tindakan kesehatan. sedangkan proses evaluasi merupakan pemeriksaan kualitas dari tindakan yang telah diambil dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil. standar yang spesifik dan kriteria yang digunakan untuk menilai/menghakimi. 47 . & Spradley. W.Evaluasi ada 2 konsep dasar : hasil evaluasi dan proses evaluasi. B. maka sasarn tercapai.. J. Tujuan dari evaluasi dalam keperawatan adalah untuk menentukan apakah tindakan perencanaan sesuai dengan yang klien butuhkan. dan perubahan fungsi tubuh serta gejalanya . & Spradley. Contohnya. Hasil evaluasi merupakan pengkajian dari intervensi keperawatan. afektif.A. atau implementasi yang tidak efektif. merawat anggota keluarga. B. Kriteria merupakan langkah yang diperlukan untuk mencapai pencapaian besar. yaitu: mengenal masalah kesehatan. 2001). dan membandingkan data yang terkumpul dengan tujuan dan pencapaian tujuan. sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pemecahan masalah keperawatan melalui proses asuhan keperawatan komunitas. Jika sasaran tidak tercapai. perawat dapat menguji beberapa kemungkinan kegagalannya. rencana yang tidak realistis. perempuan tadi direncanakan untk mendapatkan sasarannya (goal). Maka perawat komunitas dapat membantunya dengan mnyertakan klien tersebut dalam program penurunan berat badan. Mereka mengevaluasi goal mereka dengan menentukan/menilai apakah mereka mendapatkan kriteria tersebut atau tidak. Kesimpulan yang bisa diambil yaitu tujuan akhir perawatan komunitas adalah kemandirian keluarga yang terkait dengan lima tugas kesehatan. dengan mengidentifikasi criteria spesifik seperti pembatasan kalori per harinya dan program latihan. Evaluasi memerlukan maksud/tujuan. evaluasi digunakan untuk menentukan keefektifan program kelompok promosi kesehatan yang berhubungan dengan orangtua.. menciptakan lingkungan yang dapat mendukung upaya peningkatan kesehatan keluarga serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia. diagnosis yang salah. (Allender. dan kemampuan untuk menilai/menghakimi (judgment skills). diantaranya data yang tidak adekuat. psikomotor. Ketika tingkah laku (behavior) klien cocok dengan tingkah laku yang diinginkan. yaitu sasaran (the goal). Proses evaluasi terdiri atas dua tahap yaitu mengukur pencapaian tujuan klien baik kognitif. perempuan penderita diabetes mempunyai masalah kegemukan. 2001).

sosial dan kesehatan. Health inequities adalah hasil dari keadaan dimana orang tumbuh.4. 1) Bayi/ Infant Karakteristik pertumbuhan fisik bayi di tahun pertama kehidupan ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. Lansia. budaya. hidup. Kepadatan jumlah populasi di perkotaan yang tidak terkontrol akan memunculkan adanya kesenjangan. yang dialami oleh populasi yang kurang beruntung secara sosial (CDC. dengan berat lahir biasanya dua kali lipat dalam 6 bulan pertama dan menjadi tiga kali lipat pada akhir tahun pertama. Dalam masyarakat perkotaan. Remaja. sosial dan ekonomi. Karakteristik demografi (usia. Anak Sekolah. baik di tingkat individu maupun keseluruhan populasi. Urbanisasi menjadi lebih cepat seiring dengan globalisasi industri dan teknologi ke seluruh dunia.1 Kebutuhan Kesehatan Khusus pada Bayi. berbagai bentuk pengucilan dan marjinalisasi. Kelompok populasi tertentu memerlukan pertimbangan khusus karena mereka memiliki masalah kesehatan atau kebutuhan tertentu dalam lingkungan perkotaan. Sementara health inequities didefinisikan sebagai kesenjangan kesehatan yang sistematis. Urban health disparity didefinisikan sebagai perbedaan dalam mendapatkan kesempatan atau peluang untuk mencapai level kesehatan yang optimal. tingkat melek huruf lebih tinggi dan harapan hidup yang lebih lama. dan etnik. Mereka yang hidup di kota cenderung memiliki akses yang lebih besar pada pelayanan sosial dan kesehatan. Namun. tiap tahapan rentang umur memiliki kebutuhan kesehatan dan keamanan khusus. serta Agregat Pekerja di daerah Perkotaan Semakin banyaknya penduduk yang tinggal di perkotaan menunjukkan semakin cepatnya arus urbanisasi. sebagian besar urbanisasi terjadi secara cepat dan tidak terencana.4 Masalah Kesehatan yang Lazim Terjadi di Daerah Perkotaan terkait dengan Urban Health Disparity 2.. dan sistem kesehatan yang dapat mereka akses. Balita. Terdapat kesenjangan yang lebar antara orang-orang dari status sosial ekonomi yang berbeda. ASI. 2010). Nutrisi atau pemilihan makanan untuk bayi dipengaruhi oleh faktor sosial-ekonomi. yang dibentuk oleh kekuatan politik. 2008). Sebenarnya urbanisasi yang terencana akan membawa dampak yang positif terhadap pembangunan ekonomi. dan masalah lingkungan yang serius. ras. Perbedaan status ekonomi diantara masyarakat perkotaan 48 . kerja dan usia. Ketahanan hidup dan keberhasilan tumbuh kembang bayi bergantung pada nutrisi yang baik selama tahun pertama kehidupan. jenis kelamin dan status sosio ekonomi penduduk kota) mempengaruhi kesehatan. Dewasa. merupakan produk sosial (dan karena itu dapat dimodifikasi) (WHO dan UN-HABITAT.

all. dan lebih memillih pemberian susu formula. Kasus malnutrisi juga banyak dialami oleh mereka yang status ekonominya rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya nutrisi ibu selama kehamilan sehubungan dengan rendahnya pendapatan keluarga untuk menyediakan nutrisi yang cukup. 49 . maka kemampuannya untuk menghasilkan ASI dengan kandungan nutrisi yang tepat akan terganggu pula. bibir sumbing. Pemberian ASI oleh ibu sangat penting pada tahap ini karena dapat menjadi awal terbentuknya ikatan antara ibu dan anak. 1999). down syndrome. Selain itu.menyebabkan adanya perbedaan pula terhadap karakteristik kesehatan bayi. Contoh kondisi kelainan kongenital antara lain adalah hidrocephalus.. Pada masyarakat perkotaan. Jika status gizi ibu terganggu. Bayi yang berasal dari keluarga ekonomi lemah. 1999). bayi berada pada tahapan basic trust vs mistrust (Hitchcock et. terutama di kalangan bayi karena imunitasnya belum sempurna berkembang. menyebabkan tingginya angka mortalitas dan morbiditas pada bayi di daerah perkotaan (Hitchcock et all. polusi udara dan minimnya akses masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan. para ibu banyak yang bekerja sehingga ada kemungkinan mereka memutuskan untuk tidak menyusui bayinya. kecacatan. Pada tahapan perkembangan psikososial. Padahal ASI merupakan sumber ideal nutrisi dan energi untuk bayi selama 4 sampai 6 bulan pertama (Hitchcock et all. Penyakit gastrointestinal dapat menyebabkan kekurangan gizi dan kematian. intestinal atresia. 1999). Hal ini menyebabkan bayi yang menderita reaksi infeksi dan alergi. kelainan kongenital.. Bayi yang diberi ASI memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik daripada bayi yang diberi susu formula karena dalam ASI terkandung immunoglobulin yang penting untuk melawan infeksi dan alergi. < 1500 gram) (Hitchcock et all. Selain itu tingginya angka kematian bayi juga didukung sebagai akibat langsung dari kontaminasi air dan sanitasi yang buruk. Kondisi-kondisi seperti bayi dengan berat lahir rendah. ASI yang diberikan kepada bayi kurang mengandung nutrien karena si ibu tidak mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisinya untuk kebutuhan tumbuh kembang si bayi. Pneumonia dan penyakit diare adalah penyebab utama kematian anak secara global.. malnutrisi. 1999). terutama berkaitan dengan imunisasi. dan menjadi masalah tertentu di daerah perkotaan karena kepadatan. sebagian besar lahir dengan berat lahir rendah (low birth weight. dan kondisi kronis penyakit. bayi yang kurang mendapat asupan nutrisi dapat mengalami kelainan kongenital yang berujung pada kecacatan ataupun penyakit kronis.. < 2500 gram) atau bahkan sangat rendah (very low birth weight. malformasi tulang dsb.

maka berdampak pada aspek keamanannya. kurangnya sanitasi dan kontaminasi air. toddler mulai mengembangkan otonomi dan kontrol diri. luka bakar. Bayi memiliki tingkat cidera tertinggi kedua dari semua kelompok anak-anak (Stanhope & Lancaster. aspirasi.. Bayi seringkali juga mengalami cidera atau injuri. Keterampilan motorik yang belum matang tidak memungkinkan bayi untuk melarikan diri dari cidera. 1999). Oleh karena bayi berada pada kedua tahap perkembangan tersebut. Pada tahap tersebut bayi menggunakan indera dan keterampilan motorik untuk belajar tentang dunia.. bayi berada pada tahap oral. mempermudah penyebaran penyakit menular (communicable disease). Cidera yang seringkali dialami bayi antara lain seperti tersedak. Balita di daerah perkotaan rentan terhadap kematian akibat penyakit malaria. seharusnya balita masih mendapatkan imunisasi. Pada tahap ini anak merasa antusias untuk belajar hal yang baru dan berinisiatif. Kondisi lain yang turut menyebabkan tingginya angka kematian bayi dan termasuk masalah kesehatan pada bayi adalah SIDS (Sudden Death Infant Syndrome). Pada tahap ini. asma dan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti campak dan tuberkulosis. SIDS lebih sering terjadi pada bayi yang premature dan berat lahirnya rendah dan kemungkinan juga pada bayi dengan infeksi saluran napas atas. dan minimnya sarana kesehatan. Masalah kesehatan yang dialami balita di masyarakat perkotaan hampir sama dengan kelompok bayi. 1999). pneumonia. Lingkungan yang buruk seperti polusi udara. kepadatan populasi. DHF. Kasus SIDS ditemukan lebih banyak terjadi pada bayi laki-laki dan yang berasal dari status ekonomi rendah (Stanhope & Lancaster. 2000) 2) Balita (Toddler dan Pra Sekolah) Pertumbuhan fisik dan kemampuan motorik agak melambat saat memasuki masa balita. karena kurangnya pengetahuan dan akses 50 . Sementara itu tahap perkembangan psikososial pada anak prasekolah adalah tahap initiative vs guilt (Hitchcock et all. Tahap perkembangan kognitif toddler berada pada tahap preoperasional. Pada tahap tersebut bayi merasakan kesenangan melalui mulut atau berfokus pada aktivitas oral. Balita mengalami penurunan nafsu makan dibandingkan pada masa bayi. Tahap perkembangan psikososial pada toddler adalah tahap autonomy vs shame/guilt (Hitchcock et all. Namun. Hal ini karena pada masa ini. Sementara itu berdasarkan tahapan perkembangan psikoseksual.Perkembangan kognitif bayi berada pada tahap sensorimotorik (Hitchcock et all. 2000).. 1999).

Selain itu. pada usia ini anak suka jajan. cidera jarang terjadi. Tahap perkembangan psikososial anak usia sekolah adalah tahap industry vs inferiority (Hitchcock et all.. 1999). balita paling sering mengalami jatuh. gula dan garam yang tinggi pada makanan olahan. Oleh karena itu. Pada tahap ini. Plumbism ditemukan paling sering di antara balita dan anak prasekolah. Selain itu keterampilan motorik balita meningkat dan membuat pengawasan sulit. Pada usia sekolah. Kandungan lemak. tahap perkembangan kognitif anak usia sekolah adalah tahap concrete operation (Hitchcock et all. Kasus keracunan yang seringkali dialami balita yaitu keracunan makanan dan keracunan timbal (plumbism). Anak usia sekolah membutuhkan banyak kalori. Keracunan timbal menjadi isu lingkungan utama yang mempengaruhi anak-anak.terhadap layanan kesehatan mengakibatkan peningkatan jumlah anak yang tidak divaksinasi. rasa ingin tahu besar dan memiliki kemampuan logika yang relatif belum matang. anak sedang mengembangkan harga diri dan menjadi aktif terlibat dalam beberapa kegiatan di rumah. Pemilihan makanan pada usia ini dipengaruhi oleh teman. Oleh karena itu pilihan jajanan atau makanan selingan yang dikonsumsi harus diperhatikan kebersihan dan nutrisinya. menyebabkan terjadinya obesitas pada anak usia sekolah. sehingga menimbulkan penyakit yang disebabkan mikroorganisme patogen. 1999). 1999). restoran dan gerai makanan cepat saji yang telah meningkat jumlahnya di sebagian besar kota. Keracunan timbal terjadi karena kontaminasi lingkungan oleh limbah industri (Hitchcock et all. Disamping makanan utama. Sementara itu. anak usia sekolah banyak mengkonsumsi gula. serta kecelakaan kendaraan bermotor. sekolah. Oleh karena itu seringkali anak usia sekolah mengalami masalah pada gigi. dan masyarakat. Mereka mampu melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain dan memikirkan tindakan. makan makanan siap saji dan makanan ringan yang dibeli dari pedagang kaki lima. Di daerah perkotaan sering dijumpai jajanan yang tidak sehat dan kurang bersih. Sebab dan akibat cidera bervariasi dengan level 51 .. keracunan. membawanya pada peningkatan rasa harga diri dan tingkat kompetensi.. mengantisipasi konsekuensi dan kemungkinan untuk memikirkan kembali tindakan. Balita memiliki karakteristik aktif. 3) Anak Sekolah Anak usia sekolah tumbuh lebih lambat dari balita dan bayi. Hal ini penting untuk mengembangkan keterampilan kognitif dan sosial Kepuasan anak usia sekolah dalam mencapai sukses untuk mengembangkan keterampilan baru.

pertumbuhan tinggi badan secara keseluruhan mulai berjalan cepat. perilaku impulsive. seperti olahraga secara rutin dan diet sehat untuk meningkatkan kesehatan. punggung atas. Umumnya. Sindrom Turner disebabkan oleh tidak adanya salah satu kromosom X pada wanita dengan 3 ciri-ciri: perawakan pendek. dan kulit skrotum menjadi lebih gelap dan rambut muncul pada dasarnya. Kasus kekerasan pada anak juga banyak terjadi pada usia sekolah. Selama tahap ini perkembangan tinggi dimulai. Selama periode ini. karakteristik seksual meningkat. disertai dengan timbunan lemak.umur dan perkembangan. Selama tahap kehidupan. infantilisme seksual. skrotum juga ikut membesar. dada. Rambut tipis sepanjang labia juga muncul. Anak yang hiperaktif memiliki kesulitan dengan sekolah. bahu. persepsi. motorik dan bahasa . dan alat kelamin. terutama pada wajah. serta perilaku baik. Kelenjar sebaceous dapat menjadi tersumbat dan meradang. leher. kelenjar sebasea menjadi aktif. Beberapa sindrom tidak dapat didiagnosis hingga usia remaja. Kekerasan pada anak dapat kategorikan sebagai kekerasan fisik. Pada perempuan. anak perempuan memasuki masa puber lebih awal dari anak laki-laki (umur 9 sampai 10 untuk anak perempuan dan 10 sampai 11 untuk anak laki-laki). pembesaran payudara merupakan tanda pertama pubertas dimulai. Karena testis tumbuh. emosional. Gangguan genetik sering ditemukan pada anak dengan perkembangan pubertas yang tertunda. Hal ini menunjukkan perbedaan kemampuan kognitif. interaksi dengan teman dan tindakan yang tidak dapat diterima (Clark. remaja dan dewasa muda memiliki akses terhadap zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. dan seks bebas. Pada laki-laki. Pada saat ini. Kekerasan yang terjadi pada anak menyebabkan tauma fisik dan mental pada anak. menyebabkan jerawat yang umum pada remaja. seperti penggunaan alkohol. dan hiperaktifitas. obat-obatan. ADHD dikarakteristikan dengan perhatian yang kurang. 1999). 1999). dan tercapai kematangan reproduksi.. perkembangan seksual dimulai dengan pembesaran testis. Masalah lain yang kemungkinan bisa terjadi pada anak usia sekolah adalah ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). 4) Remaja dan Dewasa Muda Remaja dan dewasa muda berumur antara 15 sampai 24 tahun. Kulit menjadi lebih tebal dan lebih keras selama masa pubertas. tembakau. dan 52 . Pengaruh androgen pada laki-laki dan perempuan. seksual atau kombinasi ketiganya (Hitchcock et all.

diikuti oleh penyakit kardiovaskular. mereka sering enggan mencari perawatan kesehatan. Penyalahgunaan zat (tembakau. Faktor-faktor berikut mempengaruhi kesehatan remaja dalam pemanfaatan perawatan layanan. 5) ketersediaan penyedia. aktivitas fisik kompulsif. Obesitas dapat merugikan perkembangan remaja harga diri dan sosial. Ancaman lain bagi remaja yaitu kekerasan. 2) durasi tanda dan gejala. alkohol. gizi buruk dapat menghambat pertumbuhan dan menunda pematangan seksual. tetapi kanker masih merupakan penyebab utama kematian secara keseluruhan. walaupun juga terjadi pada lakilaki (Neinstain. yaitu berat badan 20% lebih besar dari berat badan ideal untuk tinggi badan tertentu. Salah satu penyakit yang di derita remaja dan dewasa muda adalah anoreksia nervosa. Sindrom Klinefelter disebabkan oleh adanya satu atau lebih tambahan kromosom X pada laki-laki. Beberapa hal yang dianggap sebagai pemicu dan dapat mempengaruhi kemungkinan terkena kanker adalah:  Tembakau: penyebab utama kanker di paru-paru. Infeksi virus gangguan imunitas. 1) keparahan penyakit. dan obat-obatan terlarang) biasanya terjadi pada remaja yang memiliki prestasi sekolah rendah.amenore. Ini merupakan suatu ancaman tersendiri bagi remaja dan sangat tidak bagus untuk perkembangan anak. 5) Dewasa Tingkat mortalitas untuk orang dewasa telah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. 1991). Meskipun remaja mampu mengidentifikasi masalah kesehatan diri sendiri. Tiga faktor risiko lain yang saling terkait yang berkontribusi terhadap penyakit dan kematian pada kelompok usia adalah kurang olahraga. 3) pembatasan rutinitas sehari-hari. virus yang terkait dengan AIDS meningkat di kalangan remaja. Obesitas juga sering terjadi. terutama remaja perempuan. dan harga diri rendah. yaitu pola makan diikuti dengan muntah paksa dan / atau penggunaan pencahar. Selain itu terdapat juga prnyakit bulimia nervosa. 4) biaya. teman-teman yang merokok. kegagalan menjaga berat badan yang tepat. Gejala yang terjadi mungkin termasuk kelaparan dengan penurunan berat badan yang signifikan. dan konsumsi alkohol. 53 . amenore. Peningkatan aktivitas seksual di kalangan remaja telah menyebabkan peningkatan STD. dan citra tubuh yang terdistorsi. 6) kesadaran akan kebutuhan untuk perawatan Diet yang seimbang penting untuk pertumbuhan yang optimal selama masa remaja. compotent simpatik.

seperti pemeriksaan untuk hipertensi. dan penggunaan obatobat tertentu. tetapi masalah kesehatan akibat perilaku tidak sehat (seperti merokok dan minum) dapat dikurangi jika dewasa bersedia untuk memodifikasi perilaku mereka. misalnya tenaga berkurang. vaginitis. perawatan kesehatan. gangguan metabolisme. dan kanker. gangguan jantung. Ada sejumlah pemeriksaan teratur. transportasi. perawatan pribadi. Kematian untuk penyakit kardiovaskuler pada orang dewasa telah cukup berkurang. baik dari segi hidup lebih lama dan tetap fungsional. Terlalu banyak terpapar sinar matahari (yang berisi sinar UV) dapat mengakibatkan kanker kulit. Adapun beberapa faktor yang dihadapi para lansia yang sangat mempengaruhi kesehatan jiwa mereka adalah sebagai berikut: (a) Penurunan Kondisi Fisik Setelah memasuki masa lansia umumnya terjadi perubahan patologis. termasuk di beberapa makanan. seperti antihipertensi.   Paparan ultraviolet (UV). 6) Lansia Status kesehatan lansia telah meningkat. diabetes. (b) Penurunan Fungsi dan Potensi Seksual Penurunan fungsi dan potensi seksual pada lanjut usia sering kali berhubungan dengan berbagai gangguan fisik seperti. baru selesai operasi: misalnya prostatektomi. gigi makin rontok. pemeriksaan kesehatan non invasif atau invasif minimal yang direkomendasikan untuk orang dewasa. karsinogen. psikologik maupun sosial. di lingkungan. Paparan agen penyebab kanker. darah tinggi. kulit keriput. misal diabetes mellitus. (c) Perubahan Aspek Psikososial 54 . tranquilizer. golongan steroid. Secara umum kondisi fisik seseorang yang sudah memasuki masa lansia mengalami penurunan secara berlipat ganda. Alkohol: berisiko lebih besar terkena beberapa jenis kanker. perumahan. dan fasilitas masyarakat dan layanan untuk orang tua. Hal ini dapat menimbulkan gangguan atau kelainan fungsi fisik. Masyarakat perlu untuk menangani kebutuhan khusus untuk lansia seperti dari pendapatan. dsb. tulang makin rapuh. yang selanjutnya dapat menyebabkan suatu keadaan ketergantungan kepada orang lain. kolesterol. kekurangan gizi karena pencernaan kurang sempurna atau nafsu makan sangat kurang.

Meskipun tujuan pensiun adalah agar para lansia dapat menikmati hari tua atau jaminan hari tua. penglihatan kabur dan sebagainya sehingga sering menimbulkan keterasingan. peran. tindakan. Hal itu sebaiknya dicegah dengan selalu mengajak mereka melakukan aktivitas. perhatian dan lain-lain sehingga menyebabkan reaksi dan perilaku lansia menjadi makin lambat. Misalnya badannya menjadi bungkuk. lansia juga mengalami perubahan aspek psikososial yang berkaitan dengan keadaan kepribadian lansia. (e) Perubahan dalam Peran Sosial di Masyarakat Akibat berkurangnya fungsi indera pendengaran. serta kependudukan. selama yang bersangkutan masih sanggup. gerak fisik dan sebagainya maka muncul gangguan fungsional atau bahkan kecacatan pada lansia. (d) Perubahan yang Berkaitan dengan Pekerjaan Pada umumnya perubahan ini diawali ketika masa pensiun. munculnya kawasan industri akan menimbulkan derajat pencemaran dan berdampak buruk terhadap lingkungan kehidupan masyarakat perkotaan. koordinasi. Reaksi setelah orang memasuki masa pensiun lebih tergantung dari model kepribadiannya seperti yang telah diuraikan pada point tiga di atas. Pertumbuhan kota biasanya diikuti oleh industrialisasi. penglihatan. karena pensiun sering diartikan sebagai kehilangan penghasilan. agar tidak merasa terasing atau diasingkan. Dengan adanya penurunan kedua fungsi tersebut. pengertian. pendengaran sangat berkurang. yang berakibat lansia menjadi kurang cekatan. sistem pelayanan kesehatan kota di banyak negara berkembang termasuk Indonesia kurang dinamis dan pendekatannya masih relatif sama dengan pedesaan. jabatan. kegiatan. Sebagai akibat perkembangan kota yang sangat cepat dan dinamis akan 55 . namun dalam kenyataannya sering diartikan sebaliknya. 7) Aggregat Pekerja Masalah kesehatan agregat pekerja di perkotaan umumnya berkaitan dengan faktor lingkungan. pemahaman.Lansia umumnya mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Sementara fungsi psikomotorik (konatif) meliputi hal-hal yang berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan. position dan harga diri. Bertentangan dengan perubahan kota yang amat pesat. persepsi. kedudukan. perilaku dan akses pelayanan kesehatan. Fungsi kognitif meliputi proses belajar.

kelainan pendengaran dan polusi udara. Beban kerja yang terlalu berat juga dapat memicu terjadinya stress pada agregat pekerja. glikol. Faktor lain yang mempengaruhi status kesehatan agregat pekerja yaitu pelayanan kesehatan kerja. 2009). (Stanhope & Lancaster. Hal lain yang berkontribusi mempengaruhi kesehatan pada agregat pekerja adalah lingkungan kerja. penyakit yang disebabkan oleh logam atau persenyawaannya yang beracun. pencemaran bahan kimia (Ferry & Makhfudli. Hubungan antara pekerjaan dan pengaruhnya terhadap kesehatan dapat digambarkan melalui bagan berikut. Penyakit yang timbul karena hubungan kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja. antrakosilikosis. tetapi dapat membahayakan keluarga dan orang terdekatnya. Gangguan kesehatan atau penyakit yang didapatkan dari tempat kerja ini bukan hanya membahayakan diri pekerja itu sendiri. radiasi. Lingkungan kerja yang panas. penyakit akibat alcohol. bising. dan lingkungan kerja. maka pekerja tersebut akan dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. henep dan sisal (bissinosis). gas atau uap. vlas. asbestosis) dan silikotuberkolosis yang silikosisnya merupakan faktor utama penyebab cacat atau kematian. alveolitis allergika yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat penghirupan debu organik. debu kapas. 1996). keton. kapasitas. asma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi dan zat perangsang.berdampak pada perkembangan dan masalah kesehatan masyarakat yang khas perkotaan (Depkes RI). terpapar zat kimia dan lain sebagainya dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada agregat pekerja. penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu logam keras. Ada beberapa jenis penyakit yang sering ditemukan pada agregat pekerja menurut Keputusan Presiden RI Nomor 22/1993 tentang penyakit yang timbul karena hubungan kerja yaitu: Pnemokoniosis yang disebabkan debu mineral pembentuk jaringan parut (silikosis. 56 . perilaku kerja. Contoh kapasitas kerja yang baik adalah ketika seorang pekerja mendapatkan gizi yang baik. berdebu. memiliki status kesehatan dan kondisi fisik yang prima. sehingga dapat menimbulkan gangguan mental dan fisik. beban kerja. kanker.

dan Suara 1) Penyakit akibat Pencemaran Udara Pencemaran udara didefinisikan sebagai berbagai macam partikel yang mengontaminasi udara (debu. 2006). Air. Pertama. partikel asap knalpot. 1999). 2. ergonomic. kabut asap. senyawa nitrogen. pestisida.Host Pekerja & Keluarga Pekerja Agent: Bahaya yang didapatkan dari tempat kerja (biological. Terdapat tiga tipe utama pencemaran udara yang memiliki dampak buruk terhadap kesehatan manusia. kabut. Pekerja dengan usia menengah berisiko mengalami serangan jantung dan kanker. physical. psychosocial) (Stanhope & Lancaster. dll. fisik dan sosial Agregat pekerja yang masih berusia muda rentan mengalami penyakit menular seksual. dan asap rokok). dkk. nitrogen dioksida. asap. McMichael. Sedangkan bau dihasilkan dari pembakaran senyawa-senyawa organik yang mengganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman. polutan gas (gas dan uap). hepatitis dan kehamilan. batubara. Pekerja di usia lanjut akan rentan mengalami kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh penurunan kapasitas muskuloskeletal dan fungsi sensorik (Mary Jo Clark. emisi dari pembangkit tenaga listrik dan 57 . Polutan gas dapat berupa senyawa belerang. Lodh. Pekerja yang lebih muda lagi berisiko mangalami kecelakaan kerja berhubungan dengan keterbatasan keahlian dan kurang pelatihan kerja. Partikel ini dapat berupa gas belerang dioksida. dan amonia.2 Penyakit akibat Pencemaran Udara. 1996) Environment: Seluruh faktor eksternal yang mempengaruhi interaksi host-agent . serta bau yang mencemari udara (Kjellstrom.4. chemical.

sehingga pertukaran udara di dalam ruangan dengan udara di luar menjadi sulit. hidrogen sulfida. yaitu polusi udara outdoor dan indoor. seperti arang. Polusi udara tentunya berdampak pada kesehatan manusia karena menimbulkan berbagai penyakit yang mengancam kehidupan. membangun rumah dengan ventilasi yang memadai. tenggorokan. 1981). Penyakit yang timbul karena pencemaran udara indoor ini diantaranya iritasi mata sampai gangguan pernapasan. 58 . seperti polosiklik hidrokarbon yang juga menyebabkan kanker. Bahan-bahan diatas umumnya dihasilkan oleh pabrik maupun kilang. serta asap rokok. macam-macam polutan individual. 1995). Umumnya penyakit tersebut menyerang saluran pernapasan manusia. kerusakan sistem saraf pusat. Misalnya. Semua itu merupakan dampak dari pencemaran udara khusunya di perkotaan. pembakaran kayu serta area pertanian. Kedua. dan asbes (Jarvis. biasanya dihasilkan oleh peralatan rumah tangga seperti formaldehid. Polusi udara indoor terjadi karena polutan di dalam ruangan. sebaiknya dilakukan pencegahan. juga pembangkit listrik. Cara untuk mengatasi pencemaran udara ini adalah dengan mengurangi emisi atau tingkat pencemaran yang ada. seperti menggunakan masker ketika di jalan raya. penyakit jantung. Ketiga. dan karbon monoksida di dalamnya.pembakaran fosil yang menimbulkan sulfur oksida serta partikel kompleks yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia. asbes. Sedangkan untuk masalah kesehatan yang sudah ada. 1999). panas yang bercampur dengan hidrokarbon. oksida nitrogen. penyakit jantung kronik. dan berbagai macam kanker (Clark. 1999).Faktor-faktor yang memperparah pencemaran udara. bahan kimia lainnya. seperti penggunaan kendaraan bermotor terutama di perkotaan serta faktor alam seperti angin dan letak geografis (Clark. seperti ozon. photochemical oxidant. Beberapa karsinogen juga ditemukan di udara perkotaan. Salah satu faktor yang memperparah yaitu tren bangunan yang memiliki sedikit ventilasi udara. penggunaan bensin bebas timbal dan meminimalkan penggunaan solar. polusi udara dibagi menjadi 2. limbah industri. gangguan hidung. Terkait dengan penyakit yang ditimbulkan. Penyakit yang timbul biasanya asma. penyakit pernapasan akut. karbon monoksida. Selain itu juga bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan tetap asri agar mampu menetralisir pulosi yang ada. karbon dioksida. Polusi udara outdoor disebabkan oleh pembakaran minyak bumi dan batu bara. dan proteksi diri lainnya seperti mengonsumsi makan bergizi maupun vitamin. dan kanker paru-paru (Smith & Maurer.

gagal ginjal. kejang. anemia. Efek pada perkembangan sistem saraf mencakup gangguan perkembangan mental. cara mengatasi penyakit akibat polusi air yaitu dengan mengonsumsi air yang bersih. Tetapi berbeda dengan realita yang ada. psikomotor. gangguan system saraf pusat. Ada tiga sumber utama kontaminasi air. namun masalah kesehatan yang paling berbahaya berhubungan dengan paparan kronis (misalnya. dan kanker prostat. dan gangguan hormon yang meyebabkan kanker payudara. merkuri. Zat kimia tersebut mengganggu fungsi sistem endokrin. limbah air selokan. dan penyakit jantung (Clark. 1995). alopecia. polio. anomali kongenital. perkembangan dan perilaku. esofagitis. sirosis. yaitu hepatitis. tidak tercemar. kulit. tembaga. simpanan kimia di bawah tanah. Pestisida dan kontaminasi kimia lainnya yang masuk ke saluran air melalui pertanian dan limbah industri dapat bertahan di lingkungan. dan klorobenzena (WHO 2003). iritasi kulit. mikroba yang mengakibatkan penyakit gastrointestinal. pestisida dan pupuk juga bisa mencemari persediaan air yang menyebabkan polusi kimia air. Walaupun industri menjadi sumber utama polusi. gastritis. yaitu industri. Berbagai penyakit yang berasal dari polusi persediaan air. dan bahan kimia pertanian (Smith & Maurer. Selain itu. neuropatik peripheral. Menanggulangi pencemaran air dapat dilakukan dengan menambahkan bahan kimia abate ke saluran air untuk meminimalkan kontaminasi. Bahan kimia dalam air minum juga bersifat karsinogenik. sehingga terjadi gangguan reproduksi. Ekskresi bahan kimia melalui ginjal yang toksik bagi ginjal berupa bahan kimia seperti kadmium. Hal lain yang dapat dilakukan adalah pertanian secara organik dan manajemen hama terpadu. septictank. Gangguan endokrin dapat mengurangi kesuburan dan meningkatkan resiko bayi lahir mati. testis.3 Penyakit akibat Pencemaran Air Ketersediaan air yang bersih dan aman sangat diperlukan demi terciptanya kesehatan. Terkait dengan masalah kesehatan. polutan juga berasal dari pertambangan. dan sistem gastrointestinal. kognitif. Selain itu terjadi pula iritasi atau peradangan pada mata dan hidung. cacat lahir. toksisitas hati) tembaga dan kromium arsenik dalam air minum. 2002). air mengalami kontaminasi yang berbahaya untuk digunakan oleh masyarakat terutama masyarakat perkotaan. kanker kandung kemih dan kolorektal. kanker perut. dan kelainan perilaku (WHO and International Programme on Chemical Safety. 1999). dan penggunaan garam. dan memasak air dulu sebelum 59 .

dan kondisi patologis seperti aterosklerosis dan penyakit jantung. 2000). Secara sosial misalnya kejengkelan. penyakit antung iskemik. penyakit mental. disritmia jantung. truk. dan penggunaan obat-obatan. Hoogenven. Sedangkan secara klinis seperti hipertensi.Tingkat keparahan dari paparan pencemaran suara berkaitan dengan frekuensi dan intensitas kebisingan serta lama paparan. 4 Penyakit akibat Pencemaran Suara Level dari pencemaran suara di masyarakat kita mengalami peningkatan secara drastis dan berdampak besar terhadap gangguan pendengaran. dan kinerja menurun. gunakan alat pelindung telinga untuk mengurangi kebisingan.4. kereta. gangguan aktivitas sehari-hari. baik dengan menggunakan bahan penyerap suara atau dengan memindahkan klien dari sumber kebisingan. sakit kepala.3 Masalah Emergency dan Bencana 1) Masalah Emergency Keadaan darurat (emergency) adalah situasi/kondisi/kejadian yang tidak normal. 1999). Van Kempen. truk sampah. Jika hal tersebut tidak bisa dilakukan. Keadaan darurat dapat berubah menjadi bencana (disaster) yang mengakibatkan banyak korban atau kerusakan Pada tahun 1997. Polutan untuk pencemaran suara yang berdampak buruk terhadap kesehatan diantaranya suara bus. penyakit kulit. 60 . kendaraan off-road seperti pesawat terbang. mengganggu kegiatan/organisasi/kumunitas. Klien juga harus diberi tahu jika level suara tertentu dapat mengakibatkan kerusakan telinga. dan yang bersuara keras lainnya (Clark. Efek psikologikal juga terpengaruhi dengan pencemaran suara ini. yaitu secara sosial dan klinik. Efek lainnya meliputi insomnia. dan perlu segera ditanggulangi. Masalah lain yang juga berhubungan dengan pencemaran suara meliputi stress. Langkah yang dapat kita ambil untuk mengatasi pencemaran suara yaitu dengan mengisolasi kebisingan. 2. sepeda motor. Terdapat dua kategori untuk gangguan akibat pencemaran suara ini. yaitu terjadi tiba-tiba. terutama pendengaran. motorboats.diminum. dan gangguan jiwa (Hollander. kecelakaan. dan impotensi. gangguan tidur. Bukti menunjukkan bahwa paparan yang terlalu lama terhadap kebisingan berperan meningkatkan kecemasan dan stress emosional yang mungkin mengakibatkan mual. ketidakmampuan bersosialisasi. Pendidikan kesehatan juga mungkin dilakukan agar masyarakat semakin sadar dan peduli akan kelestarian air.

pemadaman listrik. Peristiwa kebakaran. Beberapa contoh dari natural hazard adalah banjir. Adapun delapan prinsip tersebut adalah: 1. Keadaan emergency dapat diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk. Sedangkan fase bantuan adalah fase ketika bantuan datang dari luar komunitas.  Dasar-dasar Manajemen saat Keadaan Emergency. gempa bumi. Jika lokasi terjadinya kejadian darurat terisolasi dan sulit untuk diakses. tanah longsor dan sebagainya yang melibatkan peran serta alam sekitar dalam menciptakan keadaan darurat tersebut. Tujuan utama dari manajemen emergency adalah mencegah ataupun mengurangi tingkat kematian dan kecacatan. fase isolasi awal dan fase bantuan kemudian. terdapat delapan prinsip dasar yang seharusnya diikuti oleh semua pihak yang memiliki kepekaan untuk menolong korban bencana. Garb dan Eng pada tahun 1969 mengatakan. Mencegah berjatuhannya korban selanjutnya. yaitu 1) Natural hazard. Meminimalisir korban jika bencana tidak dapat dicegah 3. Menolong korban 5. Mencegah terjadinya bencana jika memungkinkan 2. maka fase isolasi itu akan menjadi lama. 2) Technological hazard. bendungan yang bocor merupakan beberapa bentuk dari technological hazard. Menyediakan pelayanan medis secara pasti 61 . angin badai. kecelakaan lalu lintas. Sedangkan kondisi yang huru-hara seperti kerusuhan dan perang yang melibatkan banyak orang dan juga diselesaikan bersama. yang terjadi karena dampak dari bencana 4. Menyediakan pertolongan pertama pada cedera 6. pertolongan hadir dari kelompok komunitas itu sendiri karena tidak adanya waktu untuk mendatangkan pertolongan dari luar komunitas. Adapun hal-hal yang biasa dilakukan saat kondisi emergency adalah sebagai berikut:  Pusat Operasi Emergency dan Sistem Medis Emergency: diperlukan dalam keadaan bencana yang menjatuhkan banyak korban dan memerlukan penanganan langsung dari pihak pelayanan kesehatan.Noji mengatakan bahwa kondisi emergency/darurat melibatkan tanggapan langsung terhadap efek dari bencana dan dapat dibagi menjadi dua fase. Pada fase isolasi. Pusat operasi dan sistem medis ini dapat didirikan dekat dengan lokasi bencana. 3) Huru-hara. Mengevakuasikan korban cedera untuk mendapatkan pelayanan medis 7.

Adalah pasien yang memiliki cedera minimal dan tidak disertai dengan komplikasi sistemik. 3. hipoksia. yaitu prioritas pertama. Terdapat empat kategori dalam pengklasifikasian korban. 4. Melakukan survey lapangan 2. Merah: sangat penting. 1982). prioritas kedua. 3) Lingkungan fisik sekitar. Pasien dengan gejala prioritas kedua harus dilakukan observasi lebih teliti. Promosikan untuk dapat merekronstruksi kehidupan  Pengklasifikasian Korban: dapat dilakukan dengan berbagai cara. Hitam: meninggal atau sudah tidak dapat diselamatkan. 3. Contohnya dalah kebakaran ringan. Kuning: Penting. luka di dada. Adalah pasien yang memiliki cedera dengan efek sistemik dan komplikasi. Contoh masalah dari kategori ini adalah shock. prioritas ketiga. cedera kepala yang mengeluarkan banyak darah. dan meninggal atau sudah tidak dapat diselamatkan lagi. contohnya adalah fraktur. Adalah pasien yang tidak lagi memiliki harapan untuk hidup ataupun hanya menyisakan sedikit harapan hidup.8. diantaranya: 1. 2. namun belum shock ataupun hipoksia. Pengkajian hasil survey Lingkup yang seharusnya menjadi fokus pengkajian adalah 1) Masalah kesehatan individu. terkilir. diantaranya dengan membedakan warna (American Red Cross. 1. Pasien ini dapat menungggu beberapa jam untuk perawatan tanpa masalah. menjadi prioritas pertama. hemoragik. luka robek ringan. Perawat berhak memberikan pelayanan saat kondisi emergency muncul. ataupun mendekati hipoksia. frkatur terbuka. Menentukan tindakan langsung 62 . Contohnya adalah pasien yang cedera berat di kepala ataupun dada. Hijau: prioritas ketiga. 2) Masalah kesehatan yang lalu dan yang sekarang sedang diderita pada komunitas secara umum. mungkin saja suatu saat kondisi pasien berubah dan dapat dikategorikan ulang sebagai prioritas pertama. prioritas kedua. pasien yang mendapatkan prioritas pertama adalah pasien dengan kebutuhan akan perawatan cedera.

hujan es. pelatihan khusus. wabah penyakit menular.Setelah mengkaji dan mendirikan diagnosa dari permasalahan yang perlu diatasi. ledakan/bom. Peran perawat saat bencana tergantung pada peran di institusi. tanah longsor. tornado. Pengelolaan bencana termasuk tiga tahap bencana: persiapan. 4. hal ini akan memperburuk kondisi kesehatan pasien. transportasi kecelakaan. Kedua akibat perbuatan manusia. mulai muncul kebiasaan buruk berupa ketidakpedulian dengan kebersihan tubuh yang akan menimbulkan penyakit lain. letusan gunung berapi. Berkonsentrasi pada kondisi kesehatan utama setelah kondisi emergency Setelah keadaan darurat dilalui. runtuhnya struktur. penting untuk diingat bahwa semua masalah yang mengancam jiwa didahulukan. apakah bisa diatasi hanya di pusat kesehatan bencana atau harus dirujuk ke rumah sakit terdekat. Pada dasarnya ada dua jenis bencana yaitu bencana yang alami dan buatan manusia. Pertama yang disebabkan oleh alam. pengalaman perawat dan kesiapsiagaan masyarakat. banjir. Peran perawat dalam tahap persiapan bencana yaitu seorang perawat memfasilitasi persiapan kerja dan tempat masyarakat. Hal ini harus menjadi perhatian perawat. gempa bumi. dan juga minat khusus. kerusuhan sipil (misalnya. perang nonkonvensional (misalnya. 2004). dan keringanan yang disebabkan kebakaran hutan. dan pemulihan. kekeringan. Kondisi-kondisi bencana akan membuat psikologis korban terganggu. dan mengatur latihan bencana (Stanhope. 2004). perawat dapat membantu memulai atau memperbarui rencana bencana menyediakan program pendidikan dan material mengenai bencana spesifik ke daerah tersebut. 6. polusi. respon. sehingga perawat harus memperhatikan aspek psikologis pasien juga untuk melengkapi penyembuhan korban. Dalam organisasi. seperti perang konvensional. sekali petugas penyelamat mulai tiba di TKP. dalam situasi ini. kebakaran. kerusuhan demonstrasi) (Stanhope. nuklir. topan. kimia). Melaksanakan peran perawat di pusat pertolongan pertama emergeny. badai salju. seperti angin topan. Kebutuhan psikologis saat emergency. 2) Masalah akibat Bencana Disaster/bencana adalah setiap kejadian baik perbuatan manusia maupun alami yang menyebabkan kerusakan dan kehancuran yang tidak dapat diatasi tanpa bantuan. 5. maka perawat harus menempatkan klien pada prioritas penanganan yang tepat. rencana langsung untuk triase harus 63 . bahan beracun.

Korban mungkin ingin menceritakan kembali atau menghidupkan kembali pengalaman bencana berulang-ulang. dan badai). Pemulihan dimulai selama fase darurat dan berakhir dengan kembalinya ketertiban masyarakat normal dan berfungsi. lebih mungkin. Rutinitas menjadi penting lagi. Rasa kesejahteraan dipulihkan. korban mungkin menyangkal besarnya masalah atau. tinggi. Peran perawat dalam fase pemulihan beragam seperti dalam kesiapan dan fase respon dari bencana. Kemampuan untuk membuat keputusan dan melaksanakan kembali rencana. telah membuat lebih layak untuk secara akurat memprediksi kemungkinan beberapa jenis alam. cuaca bencana yang terkait (misalnya. pengendalian. Berikut ini merupakan tahap respon emosi para korban bencana: (1) Denial: selama tahap I. Korban mengembangkan memori realistis dari pengalaman (Smith. Hal ini terutama penting bagi korban untuk mengambil tindakan khusus untuk membantu mereka dan keluarga mereka. kesulitan berbicara. (2) Respon emosional yang kuat: dalam tahap kedua. beberapa kejadian lebih mudah diprediksi maka orang lain. 64 . (3) Penerimaan: selama tahap ketiga. Prioritas tertinggi selalu diberikan kepada korban yang memiliki cedera mengancam kehidupan dan yang memiliki probabilitas tinggi untuk bertahan hidup begitu stabil (Stanhope. Kemajuan dalam meteorologi. frekuensi. (4) Pemulihan: tahap keempat merupakan pemulihan dari reaksi krisis. 2004). tornado. mengencangkan otot-otot. Dimensi ini mempengaruhi sifat dan kemungkinan perencanaan persiapan. Untuk orang di daerah dampak fase ini dapat bertahan seumur hidup (misalnya korban bom atom Hiroshima).dimulai. serta tanggapan terhadap peristiwa aktual. 1995) Bencana memiliki jumlah ukuran yang mungkin berbeda baik itu prediktabilitas. Korban merasa bahwa mereka kembali normal. marah dan pasif. korban mulai menerima masalah yang disebabkan oleh bencana dan membuat upaya terkonsentrasi untuk menyelesaikannya. waktu. sedih. dan ruang lingkup atau intensitas. Dia merasa lebih penuh harapan dan percaya diri." Korban mungkin tampak luar biasa tidak peduli. Reaksi umum selama tahap ini gemetar. akan memahami masalah tetapi mungkin tampak tidak terpengaruh secara emosional. (1) Prediktabilitas. banjir. menangis. berkeringat. misalnya. gelisah. Triase adalah proses memisahkan korban dan mengalokasikan pengobatan berdasarkan potensi korban untuk bertahan hidup. orang tersebut sadar akan masalah dan menganggapnya sebagai hal yang luar biasa dan tak tertahankan. sensitivitas. Masalah yang terjadi ditolak atau belum sepenuhnya "terdaftar.

penduduk California beresiko untuk gempa bumi. waktu yang tersedia untuk memperingatkan penduduk.sementara yang lain. Ada beberapa karakteristik waktu yang berkaitan dengan dampak bencana yaitu kecepatan terjadinya bencana. (3) Pengendalian. dengan kerusakan relatif sedikit dilakukan untuk properti atau individu (Smith. Bencana dapat terkonsentrasi pada daerah yang sangat kecil atau melibatkan wilayah geografis yang sangat besar biasanya mempengaruhi banyak orang. Los Angeles sedang dalam proses perkuatan sistem jalan bebas hambatan untuk memperkuat resistensi jalan raya untuk kerusakan gempa ketika gempa bumi 1994 mencapai daerah tersebut. menyebabkan banyak luka. (2) Frekuensi. Contohnya. 1995). kematian. Man bencana dibuat. Meskipun bencana alam relatif jarang. Perencanaan untuk bencana melibatkan lima bidang utama yakni penggunaan teknologi untuk acara perkiraan. tidak ada kesempatan untuk memperingatkan rakyat. Perawat juga dapat berfungsi sebagai educator dalam mempengaruhi pemahaman masyarakat tentang perlunya persiapan untuk bencana. Perawat dapat menjadi relawan atau mungkin diperlukan untuk mengambil bagian dalam persiapan bencana. (4) Waktu. dan lembaga sukarela. dan penilaian yang sistematis dari pengaruh bencana untuk lebih mempersiapkan masa depan . Bencana bisa sangat intens dan sangat merusak. Kunci untuk manajemen bencana yang efektif adalah pra perencanaan bencana dan persiapan. Tanggung jawab untuk mengatasi kelima bidang perencanaan bencana juga dimiliki oleh wilayah lokal. federal. dan panjang sebenarnya waktu dari fase dampak. seperti ledakan atau rongsokan. Kerusakan yang paling umumnya disebabkan oleh kombinasi terburuk yang mungkin dari faktor waktu permulaan yang cepat. Rencana bencana harus dipraktekkan. respon darurat yang terkoordinasi. Misalnya. mereka muncul lebih sering pada lokasi geografis tertentu. negara bagian. penggunaan teknik untuk mengurangi risiko. dan orang yang dekat sistem sungai besar adalah risiko lebih besar untuk banjir daripada orang yang tinggal di tempat lain. peringatan pra dan tindakan pengendalian yang dapat mengurangi dampak dari bencana. (5) Ruang lingkup dan intensitas. perawat harus berperan aktif dalam mempersiapkan bencana dengan berpartisipasi dalam perencanaan masyarakat dan latihan bencana. seperti gempa bumi tidak diperkirakan. juga kurang diprediksi. Sebagai anggota tim potensial. dan durasi yang panjang dari fase dampak. pendidikan publik tentang potensi bahaya. dan kerusakan properti. atau kurang intens. 65 .

Dimensi biofisik Biologi manusia juga merupakan faktor dalam memprediksi jenis efek sebagai akibat dari bencana. Dimensi dari perspektif kesehatan yang bisa digunakan untuk mengkaji efek dari bencana yang terjadi: 1. Tujuan ini dicapai berbeda sesuai dengan tipe dari bencana itu sendiri dan juga tipe penyelamat. cacat. 1995). Kemudian ada model dimensi dan perawatan klien pada setting bencana. implementasi. meminimalkan jumlah korban jika bencana tidak dapat dicegah. penderitaan. memberikan pertolongan pertama pada luka. Pertama. perencanaan tanggap bencana untuk membimbing perkembangan. Kedua.dievaluasi. namun dampaknya dapat dikurangi. dan diperbaharui secara berkala oleh seluruh peserta dalam persiapan bencana (Smith. dan promosikan rekonstruksi kehidupan (Smith. menyelamatkan korban. Beberapa bencana telah dicegah oleh penegakan kode bangunan yang baik atau dengan pengelolaan lahan air yang tepat. memberikan perawatan medis. hijauu untuk prioritas ketiga. 1995). pencegahan dan mitigasi. Pendidikan publik adalah strategi lain yang dapat digunakan untuk mengurangi dampak dari situasi berbahaya. Pertama. 1995). kehilangan salah satu bagian dari korban bencana. dan hitam untuk korban yang sekarat atau meninggal dunia (Smith. pengkajian dimensi kesehatan pada bencana. termasuk perawatan peralatan biasa. dan evaluasi pada rencana bencana. mencegah terjadinya bencana bila memungkinkan. mencegah korban lebih lanjut dari terjadi setelah dampak awal bencana. kuning untuk hal mendesak di prioritas kedua. Tujuan primer dari manajemen bencana adalah mencegah atau meminimalkan kematian. Banyak buatan manusia bisa mencegah bencana dengan mengamati tindakan pencegahan keselamatan yang tepat. Ada beberapa prinsip manajemen bencana diantaranya. respon emergency. Beberapa jenis bencana khususnya buatan manusia mungkin dapat dicegah sedangkan bencana lain tidak dapat dicegah. mengevakuasi yang terluka ke fasilitas medis. Model dimensi ini dapat digunakan oleh perawat kesehatan komunitas dan yang terlibat dalam respon bencana. penyakit yang 66 . Memprioritaskan korban untuk pengobatan dapat dilakukan dengan banyak cara. Hal ini karena sistem ini yang terbaik dan paling mudah dipahami. yaitu merah untuk yang paling mendesak sebagai tanda prioritas pertama. Dalam kasus epidemi influenza. beberapa komunitas menggunakan kode warna (Palang Merah Amerika).

Kegiatan yang berkaitan dengan perawatan bencana terjadi di beberapa daerah. dapat menyebabkan sesak napas. 1999). minum. Misalnya. 4. Dalam ledakan. Perawat kesehatan masyarakat harus menilai sikap anggota masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana. yang belum pernah berpengalaman dan gempa bumi. cedera dapat terdiri dari luka bakar dan trauma. Ketiga. sosial dan perilaku/behavioral. evaluasi. Keempat. Dimensi Perilaku Faktor perilaku yang berhubungan dengan pola konsumsi dan bahkan kegiatan rekreasi juga dapat mempengaruhi terjadinyabencana anggotamasyarakat. 3. keakraban dengan gempa bumi dapat membatasi panik pada beberapa orang. Kedua. Contoh data pengaruh bencana pada biofisik: Longsor. dapat menyebabkan radang dingin dan efek lain dari paparan dingin. Perang adalah bencana lain yang timbul dari kondisi lingkungan sosial. perawat membuat diagnosa keperawatan sesuai dengan perawatan bencana. menjadi penyebab kebakaranresidental dan kebakaran hutan dan sikat yang mengakibatkanhilangnya nyawa serta kerusakan properti yang luas (Clark. Pola dan Merokok penggunaan obat dapat misalnya sering dan pengaruhnya konsumsi seperti terhadap kesehatan merokok. diagnosa keperawatan. Dimensi sosial Faktor dimensi sosial juga dapat mempengaruhi cara orang untuk respon bencana dan bahkan dapat menimbulkan adanya ketegangan rasial bisa memicu pecahnya kekerasan di beberapa komunitas. Perencanaan. mungkin panik dan menanggapi mereka yang tidak tepat. Berdasarkan pengkajian faktor biofisik. 2. psikologis. Dalam menilai sebuah komunitas. perawat mengidentifikasi faktor-faktor sosial yang mungkin berkontribusi terhadap bencana dan cara orang menanggapi mereka. 1999). berkontribusi terhadap bencana. dapat menyebabkan patah tulang atau bentuk lain dari trauma.berpotensi disertai oleh dehidrasi ketidakseimbangan elektrolit dapat diharapkan. Dimensi psikologikal Faktor psikologis yang berpengaruh saat bencana terjadi. Evaluasi berfokus pada kecukupan rencana untuk membatasi bencana dan memenuhi kebutuhan mereka yang terlibat di dalamnya (Clark. sedangkan banjir hasil terutama di tenggelam. 67 . sedangkan baru ke daerah.

kecemasan. kematian tak terduga maupun yang sudah diantisipasi dalam keluarga dapat mengakibatkan rasa kehilangan yang mungkin mengganggu pola aktivitas pertahanan anggota keluarga. ras. kekerasan dalam rumah tangga. 68 . Misalnya pada bayi dan anak-anak. kehilangan pengasuhan dan perhatian dapat memberikan defisit emosional jangka panjang. Sebagian besar orang dengan gangguan mental berat hidup dalam kemiskinan karena mereka tidak mampu untuk mendapatkan atau mempertahankan standar hidup yang layak. dan fungsi sosial individu. seperti nilai. Bagaimanapun juga kehilangan bukan satu-satunya penyebab menurunnya kesehatan mental. Faktor eksternal meliputi tekanan lingkungan sosial.2. kesedihan. afektif. skizofrenia. dan dapat terjadi pada semua usia. Masalah kesehatan mental dapat dimanifestasikan dalam banyak jalan. trauma. sedangkan pada dewasa akan meningkatkan risiko stres berhubungan dengan perubahan peran. afektif. Kematian anggota keluarga dapat memberikan efek pada usia yang berbeda dengan bermacam cara. dan memiliki pendidikan rendah.4 Masalah Khusus Kejiwaan pada Masyarakat Perkotaan 1) Gangguan Jiwa Berat Gangguan jiwa berat menyerang kemampuan berpikir dan perilaku manusia. cukup sulit untuk menjelaskan tingkat prevalansi penyakit kejiwaan. Gangguan jiwa berat bersifat persisten. dan sindrom otak organik. kognitif. kesulitan mengambil keputusan dan gangguan pola tidur adalah hal yang umum terjadi saat kehilangan. Kesehatan mental individu dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.4. Gangguan jiwa berat meliputi gangguan suasana hati dan depresi. 2) Masalah kesehatan mental pada populasi berisiko tinggi Kesehatan jiwa merupakan proses dinamis yang memungkinkan perkembangan fisik. dan aset material dari komunitas. menarik diri. kehilangan pekerjaan. keyakinan. Penurunan napsu makan. dan tingkat sosial ekonomi. kognitif. Penyebab lain antara lain masalah kesehatan fisik. Gangguan jiwa berat lebih sering terjadi pada wanita dengan penghasilan rendah. 2000). dan fungsi sosial. Faktor internal meliputi aspek biopsikososial atau karakteristik kepribadian dari individu. Insiden tidak terduga atau bahkan kejadian yang sudah diantisipasi dapat mengurangi fungsi fisik. dan bencana alam tak terduga (Marcia Stanhope dan Jeanette Lancaster. Sebagai contoh. dan pada lansia mudah untuk mengalami isolasi sosial. Karena keterbatasan data.

persepsi. Psikotropika. Berikut ini merupakan beberapa obat-obatan psikoaktif yang sering disalahgunakan: Klasifikasi Obat-obatan penenang Obat-obatan Alkohol Penggunaan Kekebalan Ya Ketergantungan fisik Ya Ketergantungan psikis Ya Mengurangi ketegangan. alkohol. dan Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya (jika tanpa obat mengakibatkan depresi fisik dan psikologis) Ya Sedikit Sedikit Ya Ya Ya ? Tidak Mungkin Tidak Tidak Tidak Tidak ? Tidak Ya Ya Hanya sebagian pemakai ? bagi kecil Hanya untuk pemakai berat 69 . Dexedrine mengurangi Methedrine kelesuan Kokain Meningkatkan gairah. Kodein menyebabkan Heroin keaddaan santai Morphin dan lamunan yang menyenangkan Metadon Mengobati ketergantungan heroin Obat perangsang Amfetamin Meningkatkan Benzedrine gairah. dan zat adiktif lainnya) Napza tergolong dalam zat psikoaktif yang bekerja mempengaruhi kerja sistem penghantar sinyal saraf sel-sel susunan saraf pusat yang dapat menyebabkan terganggunya fungsi kognitif. mengurangi kelesuan Nikotin Meningkatkan gairah Kafein Meningkatkan gairah Halusinogen LSD* Meluaskan Mescaline* pikiran dan Psilocybin* mengakibatkan Phencyclidine perubahan(PCP)† perubahan Marijuana persepsi. perilaku. serta dapat menyebabkan ketergantungan baik fisik maupun psikis.3) Napza (Narkotika. pikiran. melepaskan hambatanhambatan Obat bius/tidur Menyebabkan keadaan santai dan tidur Obat penenang Mengurangi rasa Miltown cemas dan Valium ketegangan Candu/Narkotik Opium dan Mengurangi rasa sebangsanya sakit.

strategi pencegahan dan promosi kesehatan. Atkinson. Dalam dosis tinggi. 2005). begitu juga pemakai psilocybin akan membutuhkan mescaline atau LSD lebih banyak ubtuk memperoleh dampak yang sama. Perawat komunitas kesehatan mental mengajarkan klien secara individu maupun kelompok tentang kondisi kesehatan mental mereka. Membantu klien dan keluarga dengan akses yang tepat dan memberikan dukungan merupakan kagiatan perawat yang sangat penting (Judith Ann Allender. Perawat melihat peningkatan akses klien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mental. Perawat kesehatan komunitas memiliki posisi yang unik dalam menyediakan informasi dan pendidikan tentang efek dan efek samping penggunaaan obat-obatan dan dapat mengkaji tingkat penggunaan atau penyalahgunaan.1 Obat-obatan psikoaktif yang biasa disalahgunakan (Rita L. Selanjutnya. mescaline. Peran perawat sangatlah penting dalam meminimalisir masalah kesehatan mental dan ketergantungan terhadap obat-obatan yang terjadi di masyarakat saat ini. Aspek lain dari peran perawat yaitu sebagai edukator. Peran perawat dalam masalah kesehatan mental yaitu pertama perawat harus mengakses dan menggunakan data epidemiologi untuk mengetahui dan melayani penyakit mental di populasi. protokol perawatan. cara untuk membuat lebih mandiri dalam komunitas. 2005) *LSD. 70 . Sebagian besar orang tidak mengetahui dengan pasti peran perawat dalam ketergantungan obat. dan masih banyak lagi.perasaan Tabel 1. mengurangi stigma dan meningkatkan pengetahuan masyarakat. psilocybin semuanya menunjukkan “cross-tolerance” misalnya pamakai LSD akan mengembangkan toleransi yang meningkat terhadap mescaline. 2000). dan meningkatkan pelayanan dalam komunitas kesehatan jiwa (Christoffel. PCP dapat mengakibatkan keadaan koma yang panjang dan kadang-kadang menyebabkan kematian. peran perawat yaitu sebagai advokat. †PCP adalah obat-obatan sintetik yang digunakan sebagai obat bius bedah hingga reaksi seperti psikotik yang parah terlihat pada pasien.

Pembangunan Kesehatan Masyarakat di Indonesia. L. Clark. Community Health and Program Services (CHAPS): Health Disparities Among Racial/Ethnic Populations. J. Canadian community health nursing: Standard of practice. Atlanta: U. Guire.bps. Health Promotion Throughout the Life Span. www. E. Department of Health and Human Services. Pengantar psikologi. M. (1999). Connecticut: Appleton & Lange. C . (2008). A. Community as partner: Theory and practice in nursing. Nursing in TheCommunity: dimensions of community health nursing. Stanford: Appleton and Lange CDC.id/getfile. Departemen Kesehatan RI. (1990). Spredley. Mc. Atkinson. et al. Eigsti.. D. 6th ed. diakses pada tanggal 21 Februari 2012 Best. Community Health Nursing: concepts and practice. Social Services and Public Safety. Clemen-Stone. K. Louis: Mosby 71 . S. B. (1991). Missouri: Mosby Elsevier Ann. Dewi. M. Badan Pusat Statistik. T. Jakarta: Erlangga. F. Boulder.php?news=861. Allender. R. Anggregat & Community Practice. K. Budiarto. Burkhart. L. S.. D.S. St. Community Health Nursing: current practice and possible futures Eldeman. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC. (2000). C. D. Walton. Anderson. Clark. L. M. M.. (2010). N. emergency warnings. Comprehensive Community Health Nursing: Family. (2003). 3rd edition. Jakarta: DepKes RI Department of Health. (2006). (2001). R. (2002). (1999).. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins Alligood. CO: Westview. Philadelphia : Lippincott. Nursing in the community: Dimensions of community health nursing. (2010). & Warner. Missouri: Mosby. J. Investigasi dan pengendalian wabah di fasilitas pelayanan kesehatan. (2011). Eko dan Anggraeni. 3rd ed. Pengantar Epidemiologi. Nursing Theory: utilization and application 4th edition.Daftar Pustaka Allender. J. Profil Kemiskinan di Indonesia.go. 3rd Ed. J. M. (2011). Rector. (2002). (2008). Community Health Nursing: promoting and protecting the public’s health. 7th Ed. Philadephia: Lippincott Arias. Ontario: Community Health Nurse Association of Canadia.L and Mandle C. (2005). Media. and citizen response. Jakarta: EGC. G.

Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins Mubarak. Y. Disease Control Priorities in Developing Countries (chapter 43). (2005).. (2001). Schubert. E. Wahit Iqbal dan Chayatin.. Theoretical Nursing: development and progress. Tim CHN FIK UI Stanhope. E. L. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins McKenzie. Afaf I. Jakarta: Salemba Medika. T.. Jakarta: Salemba Medika.com/perawatan/perawat/kesehatan-1092456. Community and Public Health Nursing. E. & Perry.30. Ranmuthugala.G. McEwen. A. Potter. N et all. R. Kjellstrom. F. New York: Delmar Publishing Iqbal Mubarak. P. http://id.. J. theories. Urban health and society. & Makhfudli. (2004).. Nurul. Ilmu Keperawatan Komunitas 1. Philadelphia: F. & Kingsland. A. Community health nursing: Keeping the public healthy. Jakarta: Sagung Seto Jarvis. T. (2009). Community Health Nursing: Caring for The Public’s Health 2nd ed. (2006).html Freudenberg. Junaiti. (2005). Buku ajar fundamental keperawatan: Konsep.Efendi.. M. Community/ public health nursing: promoting the healthy of population (4th Ed). Community health nursing: Caring in action. 5th. Pengantar Keperawatan Komunitas. Shrestha. (2003). G. Ferry.hicow. (2007). Model Pelayanan Keperawatan Komunitas (Perkesmas) pada Keluaraga Miskin. Karen Saucier. J. dan praktik. Theoretical Basis for Nursing. Davis Company. (2005).Wahit. M. St Louis: Mosby. Missouri: Sauders Elsevier. Alih bahasa: Asih. Leininger. M. (2002). dkk. (1981). Kusnanto. (2005). USA: Mc-Graw Hill Companies Lundy. (2009). R. http://currentnursing.M. (1999). R. India : Jones And Bartlett Publishers. Mary A.A. Transcultural nursing: Concepts. Nies. J. An introduction to community health ed.. Jakarta: EGC Sahar. dan Thomas.M. McEwen. M.. Keperawatan kesehatan komunitas: Teori dan praktik dalam keperawatan. J. 3rd Ed. Jakarta: EGC. Pukul 10. S. (2011). A. (2008). UK: Jones and Barlett Publisher. M & McFarland. Lodh. Air and Water Pollution: Burden and Strategies for Control. S..com/nursing_theory/unitary_human_beings. Diunduh tanggal 16 Feb 2012. R.html. Hal 93 Hitchcock. 72 . proses. Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional.. Meleis. & Kotecki. Halaman 812-825.. P. research and practice. (2009). Pinger. L. Edisi 4. E. M and Lancaster. and Wills. McMichael.

B. (2000). diakses tanggal 20 Februari 2012. R. M. A. Davis Company.. Philadelphia: F. C. 5th Ed. Theoretical Basis for Nursing.Tomey. McGuire. 6th Edition. (2006). L. Geneva: WHO and the International Programme on Chemical Safety.2.A.int/water_sanitation_health/dwq/guidelines3rd/en/. Missouri: Mosby Elsevier Smith. Nurses as partner in delivering public health.com http://www. (1990). (2007). G. Philadelphia: W. L. WHO and International Programme on Chemical Safety. S.agingcare. pukul 12 44 WIB. (2009). Hidden Cities: Unmasking and Overcoming Health Inequities in Urban Settings.nlm.nih. Geneva: WHO. (1995).depkes. S. Alligood. Aggregate. Guidelines for Drinking Water Quality. 2002. Comprehensive community health nursing: Family. D. Louis: Mosby. USA : Library of Congress Cataloging in-Publication Data. Global Assessment of the State of Science of Endocrine Disruptors. M. M. E. Stanhope. & Lancaster. Stone. S.who. (1999). WHO dan UN-HABITAT. J. M. Community and public health nursing. 3rd ed. Handbook of emergency management: Programs and policies dealing with major hazards and disasters. London: Royal Collage of Nursing. 2003. Ward. 6th ed. Edisi 3. F. Ewen and Wills.go. China: Lippincot Willians & Wilkins. Nursing Theorists and Their Work. Royal Collage of Nursing. 73 . Community health nursing: Theory and practice. St. Mc. Jervis.T. Saunders Company. New York: Greenwood Press. Geneva: WHO Press. 3rd Ed. M. L. Louis: Mosby.com/Health-Conditions www. Maternal-child nursing care. http://www.gov http://www. WHO (World Health Organization). Epidemiology in health care. St. & Eigsti. M. Smith. & Community Practice. (2010). M. A.cyh. (2002).. http://www. Document WHO/PCS/EDC/02. S. (2011). & Hisley. B. D. Valanis.id. & Maurer.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->