BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Konsep dan Teori Kesehatan Urban Perkotaan
Perawatan kesehatan masyarakat adalah suatu upaya pelayanan keperawatan yang

merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh perawat dengan mengikutsertakan tim kesehatan lain dan masyarakat untuk memperoleh tingkat kesehatan yang lebih tinggi dari individu, keluarga dan masyarakat (Depkes RI, 1996). Dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa unsure-unsur perawatan kesehatan masyarakat adalah (1) bagian integral dari pelayanan kesehatan, khususnya keperawatan; (2) merupakan bidang khusus dari keperawatan; (3) gabungan dari ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat, dan ilmu sosial; (4) sasaran pelayanan adalah individu, kelompok, masyarakat yang sehat maupun yang sakit; (5) ruang lingkup kegiatan adalah promotif, prefentif, kuratif, rehabilitatif, resosialitatif; (6) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Keperawatan kesehatan masyarakat memiliki tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum dari keperawatan ini adalah meningkatkan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal agar dapat menjalankan fungsi kehidupan sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki. Sedangkan tujuan khusus dari

keperawatan kesehatan masyarakat adalah meningkatkan berbagai kemampuan individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat dalam hal mengidentifikasi masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi, menetapkan masalah kesehatan/keperawatan dan prioritas masalah, merusmuskan berbagai alternatif pemecahan masalah kesehatan/keperawatan,

menanggulangi masalah kesehatan/keperawatan yang mereka hadapi, meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan secara mandiri ( self care ), serta tertanganinya kelompok-kelompok resiko tinggi yang rawan terhadap masalah kesehatan . Keperawatan kesehatan masyarakat cakupannya sangat luas, tidak hanya menangani suatu permasalahan yang membutuhkan adanya penyembuhan dari suatu penyakit tetapi juga adanya upaya pencegahan. Oleh karena itu di ruang lingkup keperawatan masyarakat mencakup peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan kesehatan (preventif),

pemeliharaan kesehatan dan pengobatan (kuratif),pemulihan kesehatan (rehabilitatif), dan mengembalikan serta memfungsikan kembali baik individu, keluarga dan kelompokkelompok masyarakat kelingkungan sosial dan masyarakat (resosialitatif).
1

2.1.1 Sejarah Perkembangan dan Karakteristik Kota (Urban) Masyarakat perkotaan tentunya memiliki perbedaan dengan masyarakat yang lain. Mereka memiliki ciri dan karakter tersendiri yang membuat mereka memerlukan ruang lingkup area tersendiri dalam bidang keperawatan. Sebelum membahas panjang tentang keperawatan kesehatan masyarakat perkotaan akan dijelaskan terlebih dahulu tentang definisi kota dan masyarakat perkotaan. Menurut Prof. Drs. R. Bintarto kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan corak kehidupan yang materialistik. Sebelum kota menjadi tempat pemukiman yang tetap, pada mulanya kota sebagai suatu tempat orang pulang balik untuk berjumpa secara teratur, terdapat semacam daya tarik pada penghuni luar kota untuk kegiatan rohaniah dan perdagangan serta kegiatan lain, penghuninya sebagian besar telah mampu memenuhi kebutuhannya lewat pasar setempat dan ciri kota ada pasarnya. Dalam suatu kota diisi oleh suatu golongan spesialis non agraris dan yang berpendidikan dan merupakan sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai oleh strata sosial ekonomi yang heterogen serta corak matrialistis. Sedangkan masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang tinggal di kota yaitu di wilayah yang memiliki kegiatan utama bukan pertanian dan biasanya mereka tinggal di kota bertujuan untuk memperbaiki hidup mereka. Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Oleh karena itu urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Gejala urbanisasi di sebuah kota dapat dilihat dari jumlah penduduk yang terus berubah (bertambah) dan terjadi perubahan pada tatanan masyarakat. Keperawatan kesehatan masyarakat perkotaan ini termasuk dalam lingkup keperawatan komunitas. Karena masyarakat perkotaan merupakan komunitas yang tinggal di daerah perkotaan dengan semua keadaan dan kondisi yang ada di lingkungan kota. Keperawatan masyarakat perkotaan memiliki 8 karakteristik dan merupakan hal yang penting dalam melakukan praktik (Allender, 2001) yaitu: a. Merupakan lahan keperawatan b. Merupakan kombinasi antara keperawatan publik dan keperawatan klinik c. Berfokus pada populasi d. Menekankan terhadap pencegahan akan penyakit serta adanya promosi kesehatan dan kesejahteraan diri e. Mempromosikan tanggung jawab klien dan self care f. Menggunakan pengesahan/pengukuran dan analisa g. Menggunakan prinsip teori organisasi h. Melibatkan kolaborasi interprofesional
2

Perawat kesehatan masyarakat memiliki peran dalam mengelola perawatan kesehatan dalam daerah tersebut serta menjadi pendidik kesehatan dalam masyarakat tersebut.

2.1.2 Teori Betty Neuman
Neuman mengemukakan model sistem (sistem model) dalam pendidikan dan praktik keperawatan. Neuman menggunakan pendekatana manusia utuh dengan memasukkn konsep holistik, pendekatan sistem terbuka, dan kosep “stressor”. Model ini menganalisis lima variabel penunjang komunitas yang meliputi fisik, psikologi, sosio kultural, perkembangan, dan spiritual. Adapun tujuan dari model sistem neuman ini adalah untuk mempertahankan stabilitas klien dan keluarga dalam lingkungan yang dinamis. Dalam teorinya, Neuman memiliki asumsi dan definisi tersendiri untuk keperawatan ataupun klien. Berikut ini merupakan asumsi-asumsi Neuman (Neuman, 1995 dalam Meleis 2007): 1. Perawat-klien bersifat dinamis. Keduanya memiliki karakteristik yang unik dan universal dan saling bertukar energi yang konstan dengan lingkungannya. 2. Hubungan antara variabel klien – fisiologi, psikologi, sosiokultural, perkembangan, dan spiritual – mempengaruhi mekanisme protektif klien dan menunjukkan respon kilen. 3. Klien menunjukkan batasan yang normal terhadap respon dengan lingkuangannya yang menunjukkan kesehatan dan stabilitas. 4. Stresor menyerang garis pertahanan yang fleksibel, kemudian garis pertahanan yang normal. 5. Tindakan perawat berfokus pada pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Secara garis besar, konsep model sistem Neuman meliputi stressor, lima variabel (fisik, psikologi, sosio kultural, perkembangan, dan spiritual), garis pertahanan dan perlawanan, stuktur dasar sebagai sumber energi, dan tingkat pencegahan. Stressor adalah kekuatan lingkungan yang menghasilkan ketegangan dan berpotensial untuk menyebabkan sistem tidak stabil. Neuman mengklasifikasi stressor menjadi tiga bagian yaitu intrapersonal, interpersonal, dan ekstrapersonal.

3

Selain itu ada berbagai stressor yang dapat menginvasi garis pertahanan normal jika garis pertahanan fleksibelnya tidak dapat melindungi secara adekuat. Sedangkan garis perlawanan menurut Neuman merupakan serangkaian lingkaran putus-putus yang mengelilingi struktur dasar. Pencegahan primer terjadi sebelum sistem bereaksi terhadap stressor yang meliputi promosi kesehatan dan mempertahankan kesehatan.Garis pertahanan menurut Neuman terdiri dari garis pertahanan normal dan garis pertahanan fleksibel. mengurangi reaksi dan meningkatkan faktor-faktor resisten sehingga melindungi struktur dasar melalui tindakan-tindakan yang tepat sesuai gejala. Pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah 4 . Garis pertahanan normal ini terbentuk dari beberapa variabel dan perilaku seperti pola koping individu. dan perubahan gaya hidup. Strateginya mencakup immunisasi. sistem atau kondisi yang menyertai pengaturan karena adanya stressor yang disebut wellness normal dan digunakan sebagai dasar untuk menentukan adanya deviasi dari keadaan wellness untuk sistem klien. Struktur dasar dari Neuman meliputi range temperatur normal. Pencegahan primer mengutamakan pada penguatan flexible lines of defense ( garis pertahanan fleksibel) dengan cara mencegah stress dan mengurangi faktor-faktor resiko. Garis pertahanan normal ini merupakan bagian dari garis pertahanan fleksibel. pola respon. Tingkat pencegahan ini membantu memelihara keseimbangan yang terdiri dari pencegahan primer. Pencegahan sekunder meliputi berbagai tindakan yang dimulai setelah ada gejala dari stressor. Pencegahan tersier dilakukan setelah sistem ditangani dengan strategi-strategi pencegahan sekunder. Intervensi dilakukan jika resiko atau masalah sudah diidentifikasi tapi sebelum reaksi terjadi. sekunder dan tersier. struktur genetik . Pencegahan sekunder mengutamakan pada penguatan internal lines of resistance (garis perlawanan resisten). kekuatan dan kelemahan organ. Artinya garis resisten ini melindungi struktur dasar dan akan teraktivasi jika ada invasi dari stressor lingkungan melalui garis normal pertahanan (normal line of defense). gaya hidup dan tahap perkembangan. struktr ego dan pengetahuan atau kebiasaan. Selanjutnya. Garis pertahanan normal merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu keadaan stabil untuk individu. Jika pencegahan sekunder tidak berhasil dan rekonstitusi tidak terjadi maka struktur dasar tidak dapat mendukung sistem dan intervensi-intervensinya sehingga bisa menyebabkan kematian. olah raga. Tujuannya adalah untuk memperoleh kestabilan sistem secara optimal dan memelihara energi. pendidikan kesehatan. maka sistem klien akan bereaksi dengan menampakan adanya gejala ketidakstabilan atau sakit dan akan mengurangi kemampuan sistem untuk mengatasi stressor tambahan. Jika itu terjadi. konsep dari model sistem Neuman adalah adanya tingkatan pencegahan.

pendidikan. ekonomi. Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat antara lain subsistem lingkungan. Pengkajian menurut teori ini meliputi demografi.3 Community as a Partner Komunitas sebagai mitra bermanfaat untuk meningkatkan kesempatan bermitra dalam promosi kesehatan (Flynn. pengawasan. a. Stressor dan derajat reaksi menjadi bagian dari diagnose keperawatan. 2009). dan rekreasi. Pengkajian Inti dari pengkajian adalah individu yang membentuk komunitas (Anderson. politik dan pemerintahan. keyakinan. Stressor menjadi tekanan rangsangan yang menghasilkan ketegangan yang potensial menyebabkan ketidakseimbangan di dalam system komunitas. 2002). Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali sehingga dapat mempertahankan energi. 2000). dan sejarah dari penduduk setempat. 2. Roda Pengkajian Komunitas rekreasi lingkungan ekonomi Masyarakat pendidikan komunikasi pelayanan kesehatan & sosial keamanan& transportasi politik& pemerintahan 5 . Derajat reaksi merupakan jumlah ketidakseimbangan akibat stressor yang mengganggu garis pertahanan komunitas. komunikasi. pelayanan kesehatan dan sosial. dan evaluasi implementasi upaya kesehatan masyarakat (Efendi & Makhfudli.stabilitas sistem klien secara optimal. kolaborasi. 1998 dalam Stone et al. Perbedaan antara model komunitas sebagai mitra dengan model komunitas sebagai klien oleh Neuman (1972) adalah model komunitas sebagai mitra menekankan filosofi pelayanan kesehatan primer yang menjadi landasannya (Anderson. dan koalisi sebagai suatu mekanisme peningkatan peran serta aktif masyarakat dalam perencanaan. 2000). Pencegahan tersier cenderung untuk kembali pada pencegahan primer. pelaksanaan.1. Stressor ini dapat bersifat internal maupun eksternal yang menimbulkan gangguan di dalam komunitas. nilai. Fokus dalam model adalah lingkaran pengkajian masyarakat pada puncak model yang menekankan anggota masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan kesehatan dan pelaksanaan proses keperawatan. Model ini berfungsi untuk membangun dukungan. keamanan dan transportasi.

sekunder. 2000). pola koping atau tingkat pendapatan kelas menengah. Seluruh bentuk roda tersebut menjadi parameter pengkajian pekerja komunitas yang memandang komunitas sebagai mitra.Komunitas sebagai mitra mengetahui 6 . 2000). Pencegahannya terdiri dari pencegahan primer. Kedelapan subsistem dibatasi dengan garis putus-putus untuk mengingatkan bahwa subsistem tersebut tidak terpisah tetapi saling mempengaruhi. moralitas bayi yang rendah. Cara mengevaluasinya adalah dengan umpan balik. Contohnya adalah program rujukan. c. Evaluasi Hal-hal yang dievaluasi antara lain intervensi keperawatan komunitas. Parameter pengkajian sering kali digunakan untuk evaluasi. Sedangkan pencegahan tersier dilakukan ketika stressor memasuko garis pertahanan dan muncul derajat reaksi sehingga dilakukan pencegahan agar mencegah ketidakseimbangan tambahan dan meningkatkan keseimbangan.Garis tebal yang mengelilingi komunitas menunjukkan garis pertahanan normal atau tingkat kesehatan komunitas yang dicapai setiap saat. dan keterlibatan anggota komunitas dalam proses keperawatan dalam mencapai kesesuaian dengan komunitas. Tujuannya diperoleh dari stressor dan juga dari penguatan garis pertahanan (Anderson. Pencegahan primer bertujuan menguatkan garis pertahanan sehingga stressor tidak dapat masuk dan menimbulkan reaksi atau melakukan perlawanan terhadap stressor. Intervensi Intervensi komunitas yang menganut komunitas sebagai mitra menganggap semua intervensi keperawatannya bersifat preventif (Anderson. Pencegahan sekunder dilakukan ketika stressor memasuki komunitas sehingga dilakukan pendukungan garis pertahanan dan resistensi untuk meminimalkan derajat reaksi terhadap stressor. b. Garis pertahanan fleksibel digambarkan dengan garis putus-putus yang mengelilingi komunitas dan garis pertahanan normal. dan tersier. d. Kemitraan ini membutuhkan kekuatan dan modal komunitas dan tidak hanya fokus pada kebutuhan dan kekurangan dari suatu komunitas. masing-masing parameter adalah proses kerja perawat dengan komunitas sebagai mitra. Contohnya adalah penambahan tim spesialis di daerah bencana. Diagnosa Diagnosa keperawatan komunitas memberikan arahan dalam mencapai tujuan dan intervensi keperawata. Garis pertahanan normal meliputi angka imunitas yang tinggi. Contohnya adalah imunisasi pada anak prasekolah.

2002).nilai dari komunitas dan pelayanan kesehatan bekerja sama untuk membuat sistem pelayanan kesehatan yang ramah. 2007). bersiat menyeluruh dan berorientasi masa depan seta menjawab pertanyaan bagaimana agar komunitas dapat terstruktur untuk meningkatkan kesehatan. melibatkan berbagai bidang. Masyarakat dapat melakukan tindakan untuk membuat kota lebih sehat dalam merespon gejala. ekologik. Karakteristik dari kebijakan kesehatan public dan kesehatan komunitas dan kota terdiri dari pelayanan kesehatan primer (Flynn dalam Anderson&McFarla. Perawat memberikan pelayanan kesehatan public untuk memberikan kesempatan masyarakat untuk hidup lebih positif dengan mempengaruhi kebijakan public dan kebijakan promosi kesehatan (Royal Collage of Nursing. kompeten agar warga kota dapat memanfaatkannya. perawat meningkatkan jaringan di masyarakat. Untuk meningkatkan keaktifan dari masyarakat dalam praktek kesehatan. dan melakukan tindakan khusus seperti membuat persetujuan dalam masyarakat. 7 . menyelesaikan isu yang ada. serta komunitas sehat di masa depan. Kebijakan public sehat ditunjukkan untuk menciptakan komunitas yang sehat. 2000). memiliki kemampuan untuk memodifikasi diri untuk memenuhi setiap perubahan kebutuhan. kota sehat adalah kota yang harus merespon setiap kebutuhan perkembangan. dan mendidik warga. mudah diakses. Peran perawat adalah merealisasikan perkembangan masa depan dari kebijakan kesehatan public dan kesehatan kota dan komunitas. 1996 dalam Stone et al. Perawata kesehatan komunitas memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja dengan komunitas sebagai mitra dalam memfasilitasi promosi kesehatan komunitas. Warga dapat menciptakan kota yang lebih sehat dengan cara merespon gejal. melakukan kegiatan khusus seperti membuat consensus dari kesepakan seluruh warga. berbudaya. 2000). menggunakan pendekatan teknologi kesehatan yang memadai. Konsep kebijakan public sehat didasarkan pada prinsip pelayanan kesehatan primer dalam mencapai tujuan sehat untuk semua dan kebijakan promosi kesehatan (WHO 1986 dalam Anderson&McFarla. Menurut Duhl (1986 dalam Anderson&McFarla. dan peran serta. menyelesaikan kerusakan sistem dan perpecahan warga. dan responsive terhadap kebutuhan komunitas (Pender. berhadapan dengan masalah dasar. kebijakan public sehat dan kota. Prinsip kebijakan promosi kesehatan mencakup kebijakan multisektoral. 2000). Kemudian perawat berkolaborasi dengan komunitas untuk mengembangkan kebijakan public dan mentargetkan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. berhubungan denganpelayanan kesehatan. tanggung jawab dalam meningkatkan pilihan promosi kesehatan.

Pencegahan ini dilakukan pada periode prepatogenesis. Riwayat alamiah penyakit juga didefinisikan menjadi dua periode yang berbeda yaitu prepatogenesis dan patogenesis (Leavell & Clark. dan kondisi tempat kerja. Prepatogenesis merupakan periode dimana penyakit tidak berkembang tetapi masih berinteraksi dengan host. Pada epidemiologi digunakan sampel grup yang lebih besar sehingga dapat menyimpulkan bagaimana pola distribusi kesehatan. kecacatan. ketersediaan yang adekuat pada penggunaan tempat tinggal. Pencegahan primer terdiri atas promosi kesehatan dan perlindungan spesifik.3 Epidemiologi a. Sedangkan pada perlindungan spesifik hal-hal yang diinformasikan 8 . Pada promosi kesehatan hal-hal yang dapat diinformasikan diantaranya. 2002). Riwayat Alamiah Penyakit dan Tingkat Pencegahannya serta Faktor-faktor Timbulnya suatu Penyakit Menurut Clemen-Stone dkk (2002) konsep kunci dari epidemiologi adalah suatu studi mengenai penyakit di populasi yang lebih signifikan daripada studi kasus penyakit individu. Pencegahan terhadap suatu penyakit salah satunya dapat dilakukan dengan mengadakan promosi kesehatan. sekunder (diagnosa awal. rekreasi. edukasi kesehatan. dan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi dan distribusi penyakit. memberikan perhatian pada perkembangan personal. agent. dan environment yang jika interaksi diantaranya terjadi dapat menimbulkan stimulus penyakit dan meningkatkan potensial host terhadap penyakit atau dapat disimpulkan bahwa prepatogenesis adalah peroide dimana sebelum terjadinya suatu penyakit.1. atau kematian dalam populasi manusia. Sedangkan menurut Effendi dan Makhfudli (2009). 1965 dalam Clemen-Stone dkk. 2002). dan membatasi kecacatan) dan tersier (rehabilitasi). penyakit.  Riwayat Alamiah Penyakit dan Tingkat Pencegahannya Riwayat alamiah penyakit didefinisikan sebagai sebuah perjalanan penyakit dari mulai onset sampai dengan resolusi (Clemen-Stone. Dengan melihat masalah ini tentunya harus dilakukan langkah-langkah pencegahan sebelum munculnya suatu penyakit di masyarakat. pengobatan yang dilakukan dengan segera. definisi dari epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang sifat. Menurut Clemen-Stone dkk (2002) secara tingkat pencegahan terdapat tiga tingkat aktivitas pencegahan yaitu primer (promosi kesahatan dan perlindungan spesifik). dan frekuensi kondisi dari suatu populasi. Sedangkan patogenesis adalah periode dalam riwayat alamiah penyakit dimulai ketika penyakit tersebut memunculkan suatu stimuli dan terdapat perubahan jaringan pada manusia. pengendalian.2. penyebab. standar nutrisi yang baik sesuai dengan fase perkembangan hidup.

pengkonsumsian nutrisi yang spesifik. Host Host adalah keadaan seseorang yang menjadi risiko untuk terjangkitnya suatu penyakit. ibu dapat berisiko terjangkitnya berbagai penyakit tertentu). kebersihan individu. ketersediaan fasilitas untuk membatasi terjadinya kecacatan dan untuk mencegah kematian. perlindungan dari zat karsinogen. serta membatasi terjadinya kecacatan. dan penghindaran terhadap alergen. perlindungan terhadap bahaya pekerjaan.diantaranya. agent. a. jenis kelamin (beberapa penyakit tertentu terkadang cenderung ada pada jenis kelamin tertentu). 9 . pengobatan yang adekuat untuk pertahanan diri dari penyakit dan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dari gejala-gejala yang masih ada. Pencegahan sekunder ini ada pada periode patogenesis. dan environment. terapi bekerja di rumah sakit. penempatan yang selektif. Variable ini dikenal dengan triangle epidemiologi dimana satu sama lain saling berhubungan (Budiarto dan Anggraeni. genetik (penyakit yang memang diturunkan). Untuk membatasi terjadinya kecacatan hal-hal yang dapat disampaikan yaitu. bersama dengan pencegahan tersier. Pencegahan sekunder terdiri atas diagnosa awal dan pengobatan segera. kekebalan (seseorang yang memiliki kekebalan tubuh yang tidak baik jelas cenderung mudah berisiko terserang suatu penyakit). umur (seseorang dengan lanjut usia lebih berisiko untuk terjangkit penyakit). melakukan sebuah pekerjaan sepenuh mungkin. perlindungan dari kecelakaan. Pada diagnosa awal dan pengobatan dengan segera. penggunaan imunisasi yang spesifik. Faktor host yang dapat menjadi risiko terjadinya suatu penyakit diantaranya.  Faktor-faktor Timbulnya Suatu Penyakit Untuk menganalisis riwayat alamiah penyakit diperlukan identifikasi terhadap tiga variable atau faktor-faktor yang menjadi pemicu timbulnya suatu penyakit yaitu host. Jadi faktor host ini adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh manusia atau merupakan faktor intrinsik. keadaan fisiologi (Pada saat kehamilan dan setelah melahirkan. pendidikan masyarakat dan industri untuk memanfaatkan proses rehabilitasi. Pada pencegahan ini hal-hal yang dilakukan yaitu. ketersediaan rumah sakit dan fasilitas komunitas untuk melatih kembali dan sebagai sarana edukasi untuk digunakan secara maksimal dari kapasitas yang tersedia. penyakit yang diderita sebelumnya dan sifat manusia/perilaku seseorang. dan penggunaan koloni yang terlindungi. 2002). penggunaan sanitasi lingkungan. Pencegahan tersier yaitu rehabilitasi. hal-hal yang dilakukan yaitu pengukuran penemuan kasus baik individual dan massa dan mengadakan survey skrining.

Dapat bersifat biologis. Peningkatan ekonomi terkadang dapat menimbulkan gaya hidup yang justru tidak sehat. fauna. kimia. Triangle Epidemiologi Host Agent Environment 10 . Misalnya virus. Urbanisasi. 1) Lingkungan fisik. Perkembangan ekonomi. Flora pada Negara yang berbeda dapat menimbulkan pola penyakit yang berbeda pula. sinar radioaktif. fisik. yaitu lingkungan yang berada di sekitar kita baik flora. dll c. Misalnya pada Negara dengan iklim tropis dengan subtropis jelas akan berbeda permasalahan penyakitnya. rokok. obat-obatan. 3) Lingkungan biologis. Pekerjaan yang berinteraksi dengan bahan-bahan kimia ataupun radioaktif dapat menimbulkan penyakit. Agent Agent adalah sesuatu yang dapat memicu timbulnya suatu penyakit. mekanis. jamur. alkohol. Masalah pada lingkungan ini juga tidak lepas dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Agent dapat berupa suatu unsur mati atau hidup. psikososial. adalah lingkungan berdasarkan letak geografisnya. Bencana alam. Terjadinya bencana alam mengakibatkan terjadinya perubahan ekologi dan terjadi ketidakteraturan di masyarakat yang nantinya memunculkan berbagai macam infeksi. maupun manusia itu sendiri. Faktor ini adalah faktor yang menunjang terjadinya suatu penyakit selain host dan agent. bakteri. 2) Lingkungan sosial ekonomi Pekerjaan.b. Perpindahan penduduk yang secara besar-besaran dan menimbulkan kepadatan penduduk menyebabkan lingkungan menjadi kumuh dan rentan terhadap timbulnya berbagai penyakit. Misalnya pengkonsumsian makanan yang mengandung kolesterol tinggi yang dapat mengakibatkan penyakit hipertensi. Environment/ lingkungan Environment merupakan faktor yang berada di luar dari host atau biasa disebut dengan faktor ekstrinsik. karbonmonoksida.

Tes skrining memiliki tiga tipe yaitu mass screening. dan surveilans. skrining. Misalnya tes kesehatan untuk mahasiswa atau pegawai baru. Contohnya seperti prosedur XRay masal. Investigasi wabah. Skrining dilakukan untuk membedakan antara orang yang tampaknya sehat atau orang yang mungkin memiliki penyakit dengan orang yang mungkin tidak memiliki penyakit. ujian. Faktor-faktor pada host. Penggunaan pendekatan epidemiologi yang kedua yaitu tes skrining. Case finding (penemuan kasus) adalah tipe dari tes skrining dimana seorang klinikus menggunakan tes skrining untuk menemukan penyakit pada pasiennya yang melakukan tes kesehatan atau konsultasi terhadap gejala yang muncul (smptomatik) atau gejala yang belum muncul (asimptomatik). mengidentifikasi orang-orang yang mengalaminya dan berisiko serta bagaimana karakteristiknya. atau prosedur lain yang dapat diterapkan dengan cepat dan tidak mahal untuk suatu populasi. Langkah pencegahan dan penanganan yang tepat serta pengetahuan yang memadai sangat bermanfaat guna terhindarnya ataupun memustusnya rantai suatu penyakit. Selain itu. b. dan multiphasic screening. skrining juga dilakukan untuk mengurangi morbiditas atau mortilitas dari penyakit dengan pengobatan dini terhadap kasus-kasus yang ditemukan. dan yang terakhir rencanakan manajemen wabah seperti pengendalian dan pencegahan. baik yang bersifat menular atau tidak. agent. pada dasarnya memiliki proses atau langkah yang sama. Penggunaan Pendekatan Epidemiologi dalam Keperawatan Komunitas Penggunaan pendekatan epidemiologi dalam keperawatan komunitas diantaranya yaitu investigasi wabah.Terdapat hubungan yang jelas antara terjadinya suatu penyakit dengan faktor-faktor yang menjadi penyebabnya. Multiphasic screening yaitu skrining yang penggunaannya dilakukan beberapa tes skrining pada kesempatan atau waktu yang sama. Langkahlangkah investigasi wabah diantaranya yaitu melakukan evaluasi awal dengan verifikasi diagnosis dan konfirmasi wabah yang sedang terjadi. case finding. Mass screening merupakan tes skrining untuk seluruh populasi atau untuk kelompok yang dipilih secara selektif memiliki risiko tinggi. 11 . environment merupakan faktorfaktor yang saling terkait dan saling berhubungan satu sama lain. Tujuan dari investigasi wabah itu sendiri yaitu untuk mengontrol dan mencegah penyebaran suatu penyakit. Skrining yaitu kegatan mengidentifikasi secara presumptif (dugaan) terhadap penyakit yang belum dikenali dengan melakukan tes. tentukan dan tes hipotesis yang telah dibuat.

Surveilans adalah kegiatan positif mengumpulkan dan menganalisis data serta menyebarluaskan informasi atas dasar hasil analisis tersebut kepada yang berkepentingan (Effendi & Makhfudli. 2009). sedangkan tes diagnostik merupakan tes yang dilakukan ketika gejala sudah datang. dan biaya. biaya murah. Surveilans memiliki beberapa unsur diantaranya pencatatan kematian.Tes skrining memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan dengan tes diagnostik. jika ditemukan hasil tes skrining yang abnormal harus dilanjutkan dengan melakukan tes diagnostik. dan dapat diterima pasien. Umumnya tes skrining ini ditawarkan atau dilakukan pada populasi yang tampak sehat sebagai cara untuk menentukan apakah mereka memiliki penyakit sebelum adanya gejala yang muncul sehingga dapat menginisiasi untuk melakukan treatment dan akan bermanfaat dalam menentukan prognosis untuk pasien. Tujuannya yaitu memberikan pengobatan dan isolasi terhadap penyakit yang timbul pada suatu kasus yang dicurigai dengan segera. penyelidikan tentang distribusi dari vektor dan reservoir penyakit. penyakit kasus. aman. Kriteria-kriteria tersebut antara lain: memiliki sensitifitas dan spesifitas tinggi. laporan wabah. dan vaksin. bukti menunjukkan bahwa prosedur tes ini mendeteksi penyakit pada tahap lebih awal sebelum datangnya gejala pengobatan yang umumnya lebih diterima yaitu yang lebih mudah atau lebih efektif daripada pengobatan yang tersedia saat munculnya gejala. pengobatan yang tersedia dapat diterima oleh pasien yang ditetapkan oleh studi tentang kepatuhan pengobatan prevalensi dari penyakit yang menjadi fokus sasaran harus tinggi pada sebuah populasi untuk dilakukan skrining. memenuhi standar yang dapat diterima: simpel. survei. Namun. yang terakhir adalah surveilans. penyelidikan wabah atau kejadian luar biasa. penyakit yang fokus untuk dilakukan skrining harus cukup dianggap serius dalam hal kejadian. penggunaan obat-obatan. Kriteria tes skrining salah satunya yaitu mendeteksi penyakit sebelum gejala datang. Program skrining harus memenuhi beberapa kriteria. sebagai follow up layanan diagnostik dan pengobatan harus tersedia disertai dengan pemberitahuan yang memadai dan layanan rujukan bagi orang-orang yang pada saat dilakukan skrining Selanjutnya. laporan penyakit. kematian. tes skrining tidak cukup akurat untuk menginisiasi dilakukannya treatment. serum. serta keterangan mengenai penduduk dan lingkungan 12 . pemeriksaan laboratorium. keterbatasan fisik. ketidaknyamanan.

2 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas (Perkesmas) pada Mayarakat Urban (Poor and Homeless) Urbanisasi merupakan proses perpindahan penduduk dari wilayah pedesaan menuju ke wilayah perkotaan. menilai. dan 13 . sebagian besar penduduk kota di wilayah Indonesia merupakan warga miskin yang tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal. Namun. mengurangi kecacatan dan kematian. Sehingga diharapkan prognosis penyakit akan lebih baik. mempercepat kesembuhan. Banyak kaum pria. Menentukan penyakit mana yang diprioritaskan untuk diobati atau diberantas c.Ciri khas yang terdapat pada surveilans yaitu : Pengumpulan data epidemiologi yang sitematis dan teratur secara terus menerus Pengolahan. Maka dari itu. pemuda. Menilai dan memantau pelaksanaan program pemberantasan penyakit menular dan program-program kesehatan lainnya. Meramalkan terjadinya wabah d. yaitu untuk mencegah dan mengontrol penyebaran penyakit pada suatu populasi tertentu. dan lainnya. wanita. program kesehatan gigi. perawat disarankan untuk mempelajari penggunaan pendekatan epidemiologi ini dalam memberikan pelayanan kesehatan komunitas. memperlambat proses penyakit. analisis. pada kenyataan yang terjadi di Indonesia sekarang ini. Fix sampe sini dulu 2. Kebanyakan para urban bertujuan untuk mencari pekerjaan di kota besar dengan alasan sektor mata pencaharian di kampung halaman yang dirasa kurang. Mengetahui & melengkapi gambaran epidemiologi dari suatu penyakit b. penggunaan pendekatan epidemiologi yang telah diuraikan sebelumnya memiliki tujuan yang sama. Peran perawat komunitas disini sangatlah penting demi peningkatan status kesehatan masyarakat. e. seperti program mengatasi kecelakaan. program gizi. dan merencanakan kembali program-program atau pelayanan kesehatan Beberapa kegunaan dari surveilans: a. Mereka menginginkan pekerjaan yang dapat menghasilkan pendapatan yang lebih sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Mengetahui jangkauan atau cakupan dari pelayanan kesehatan Pada intinya. dan interpretasi data yang telah didapat yang menghasilkan suatu informasi Penyebaran hasil informasi (perolehan data) kepada orang-orang atau lembaga yang berkepentingan Menggunakan informasi (data) tersebut dalam rangka memantau.

02 juta jiwa atau mencapai 12. tidak ada aset yang tersimpan. Haywars. tidak berdaya. Stresor yang datang terus menerus akan berdampak pada kesehatan fisik. 49% (BPS. status pekerjaan sangat rendah dan berisiko. 2010). Fasilitas air bersih tidak ada d. tidak ada jaringan kekuasaan. Pada intinya kemiskinan dapat diartikan sebagai keadaan yang sangat kekurangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mencakup sandang. Rector & Warner 2010) kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan penyakit tertentu. Jenis dinding terbuat dari papan/triplek . Jenis lantai hunian sebagian besar tanah atau lainnya c. Luas lantai hunian kurang dari 8 m2 per anggota rumah tangga b. Orang miskin dan kelompok rentan hidup dengan sumber daya yang tidak adekuat. Karena kemiskinan dapat berdampak terhadap kesehatan individu atau anggota keluarga. apabila suatu rumah tangga memenuhi 3 dari 8 kriteria tersebut dapat dikatakan termasuk kategori rumah tangga atau keluarga miskin. terlebih lagi masalah kesehatan yang timbul diantara mereka semakin meningkat (Allender. dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya yang pada akhirnya dapat menyebabkan depresi. Menurut Biro Pusat Statistik ciri-ciri miskin adalah: a. Ciri-ciri keluarga miskin yaitu status sosial rendah di masyarakat ditandai dengan pendapatan yang sangat rendah. Selain itu. Keluarga tersebut perlu difasilitasi atau diadvokasi dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka termasuk pelayanan kesehatan dan keperawatan secara optimal. pendidikan yang sangat rendah. Kemiskinan dapat menyebabkan seseorang tidak mempunyai rumah (homeless). Angka kemiskinan di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 30. Konsumsi lauk pauk dalam seminggu tidak bervariasi g. dan pandangan terhadap kesehatan. 2011). Kemiskinan menurut Allender dan Spradley (2005) dalam Sahar (2008). pangan. & Seeman (2004 dalam Allender.bahkan anak-anak tidak memiliki tempat tinggal. menurut Crimmins. miskin adalah sedikit atau tidak ada barang yang dimiliki atau tidak adekuatnya jangkauan terhadap sumber-sumber keluarga dan komunitas. 14 f. Fasilitas jamban atau WC tidak ada e. Kemampuan membeli pakaian minimal 1 (satu) stel setahun untuk anggota rumah tangga tidak ada h. Banyak stresor terkait kemiskinan yang berdampak pada kesehatan. kesehatan jiwa. dan papan. Kepemilikan aset (kursi tamu) tidak tersedia Berdasarkan ciri tersebut dapat dibedakan antara keluarga miskin dan tidak miskin. Orang yang hidup dalam kemiskinan sering merasa putus asa. peningkatan insiden penurunan kesehatan fisik dan kognitif serta peningkatan angka kematian.

dan aktivitas) dan psikologis (obrolan / celotehan tentang harapan dan saran dan menyediakan variasi). Lingkungan dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dapat dimanipulasi menjadi tempat dimana klien berada pada kondisi yang terbaik agar alam dapat berperan dalam kesehatannya (Selanders. manusia. tujuan keperawatan untuk memfasilitasi proses penyembuhan tubuh dengan memanipulasi lingkungan klien mendapatkan ketenangan. kenyamanan. dan harapan yang sesuai (Potter & Perry. mengatur dirinya sendiri. 2. dan perawat. pengangguran. cahaya. dalam Alligood. Berbagai pendekatan dalam pelayanan keperawatan di suatu komunitas digunakan dalam pelayanan kesehatan pada keluarga miskin sebagai populasi rentan (vulnerable population). Komponen-komponen dari filosofi Florence Nightingale meliputi lingkungan. harga diri rendah berhubungan dengan perlakuan yang tidak menyenangkan seperti disia-sia. Florence Nightingale dalam teorinya lebih banyak menempatkan manusia sebagai seseorang yang menerima perawatan. Terdapat banyak model keperawatan komunitas yang diterapkan guna meningkatkan kesehatan maupun kesejahteraan dalam ruang lingkup komunitas atau masyarakat. dan pergi bekerja. Dengan pendekatan yang spesifik pada klien dan juga didukung dengan penggunaan model keperawatan yang sesuai. kehangatan. atau pilihan pribadi. diperlakukan secara kejam atau perlakuan yang menyebabkan seseorang menjadi homeless. 2010). cahaya. mereka memerlukan motivasi yang tinggi dan tentunya dengan adanya support service. gangguan mental. yang filosofinya berorientasi pada lingkungan.Menurut Maurer & Smith (2005) homeless adalah orang yang tidak mempunyai tempat bermalam yang tetap atau orang yang mempunyai tempat bermalam yang sengaja disediakan untuk menginap atau sebuah tempat umum atau milik pribadi yang tidak diperuntukkan untuk menginap. Untuk dapat hidup dengan baik. kecanduan. berinteraksi interpersonal. sosialisasi. bencana alam. nutrisi.2. 1998. namun dia juga 15 . diharapkan perawat mampu memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal pada masyarakat miskin (poor) dan tidak memiliki tempat tinggal (homeless). Model-model pelayanan keperawatan komunitas meliputi beberapa model yang akan dijelaskan di bawah ini.1 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Florence Nightingale’s (1859) Model pelayanan kesehatan dilihat dari model Florence Nightingale. obat-obatan. 2005). atau faktor tambahan seperti klisis finansial. kebersihan. nutrisi. Gangguan mental. temperatur ruangan. sehat. Komponen berikutnya yaitu manusia. Beberapa orang dengan gangguan mental kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Menurut Florence Nightingale. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang menjadi homeless diantaranya adalah kemiskinan. Teori ini memiliki komponen fisik (ventilasi.

drainase (saluran pembuangan) yang efisien. suara bising dapat mengganggu istirahat. membuat intervensi. mengidentifikasi kebutuhan. Rector. 2010). klien yang rawat jalan yang diperbolehkan beristirahat di rumah akan terganggu istirahatnya dan akan berpengaruh pada proses penyembuhan penyakitnya. Sebagai contoh. Florence Nightingale mengobservasi bahwa penyakit-penyakit umum terjadi dalam lingkungan yang buruk dan kesehatan dapat ditingkatkan dengan menyediakan ventilasi yang adekuat. mendokumentasikan. Komponen ketiga yaitu sehat. dan kebersihan. Dalam hal ini. (Allender. mengimplementasikan rencana perawatan. Dari pernyataan tersebut. kebersihan. tetapi untuk dapat menggunakan setiap kekuatan yang kita miliki dengan baik. kembali mengevaluasi situasi. dan spiritual. Mengontrol pencemaran lingkungan dan melindungi lingkungan merupakan tujuan utama dalam semua setting. Inti dari teori Florence Nightingale yaitu kondisi lingkungan yang buruk. dan mengubah rencana untuk pelayanan kesehatan klien yang lebih baik hingga tujuan asuhan keperawatan tercapai (Alligood. udara segar. Teori lingkungan Florence Nightingale penting dalam keperawatan kesehatan komunitas karena teori ini berfokus pada perawatan preventif populasi. cahaya. general nursing (promosi kesehatan). emosional. intelektual. Perawat mengkaji situasi klien. yaitu nursing proper (merawat klien yang sakit). yaitu: udara bersih. Florence Nightingale meyakini bahwa ada 5 poin yang penting dalam mencapai rumah sehat. 2010). & Warner.meyakini bahwa manusia adalah makhuk yang dinamis dan kompleks yang terdiri dari komponen fisik. dan sosialisasi penting untuk penyembuhan. 2011). sosial. Ada 3 jenis perawat menurut Florence Nightingale. dan pelayanan kesehatan merupakan hal yang penting. Beberapa orang meyakini bahwa disamping lingkungan yang baik. Komponen terakhir yaitu perawat. dan cahaya. 16 . pelayanan sosial seperti transportasi. Florence Nightingale meyakini bahwa perawat harus melakukan observasi akurat dari klien dan harus berpikir kritis tentang perawatan klien serta melakukan tindakan yang tepat dan penting untuk membantu penyembuhan klien (McEwen & Wills. oleh karena itu. 2010). dapat disimpulkan bahwa Florence Nightingale meyakini pencegahan dan promosi kesehatan disamping perawatan klien dari sakit menjadi sehat (Alligood. air bersih. kenyamanan. Florence Nightingale menyatakan bahwa kebersihan. Florence Nightingale meyakini bahwa perawat adalah profesi spiritual yang membantu alam menyembuhkan klien. edukasi. Florence Nightingale meyakini bahwa lingkungan sehat penting untuk penyembuhan sehingga dapat mencegah kematian. air bersih. dan midwifery nursing. sanitasi. ketenangan. Florence Nightingale menuliskan bahwa kesehatan bukan untuk menjadi baik. kehangatan. tidak baik untuk kesehatan dan kondisi lingkungan yang baik dapat mengurangi penyakit.

perawat mencegah pembicaraan tanpa alasan atau memberi saran tanpa fakta dengan berbicara menstimulasi pikiran klien. Terkait kebersihan ruangan dan dinding. serta sikapnya tanpa paksaan dan mempertahankan suasana 17 . dan untuk menerapkan prinsip hubungan manusia pada permasalahan yang timbul di semua level pengalaman (Alligood. kotoran.2 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Hildegard E. dan bau tidak sedap. air bersih. 2. ventilasi yang adekuat. keriput. cahaya matahari dalam ruangan. suhu ruangan. mencatat hasil observasi (faktual atau opini). udara segar.Teori Florence Nightingale yang berorientasi pada lingkungan. Terkait obrolan dan saran. Terkait cahaya. 2010). obrolan dan saran. Terdapat tahapan atau fase dalam model keperawatan komunitas menurut Peplau. Terkait makanan. mengindentifikasi kesulitan yang dirasakannya. Terkait kebersihan personal. perawat dapat mengkaji suhu tubuh klien. 2010). perawat dapat mengkaji kelembaban. dan pencahayaan. cahaya. perawat mengkaji klien kering dan bersih setiap waktu (mengkaji kondisi kulit klien). Terkait kebisingan. Terkait kesehatan rumah. Peplau (1952) membuat model keperawatan interpersonal. yaitu:  Fase orientasi: Lebih difokuskan untuk membantu klien menyadari ketersediaan bantuan dan rasa percaya terhadap kemampuan perawat untuk berperan serta secara efektif dalam pemberian asuhan keperawatan kepada klien. kebersihan (pengolahan sampah). pikiran.  Fase identifikasi: Terjadi ketika perawat menfasilitasi ekspresi perasaan klien dan tetap mampu memberikan asuhan keperawatan yang diperlukan. atau lumut (Alligood. Terkait observasi penyakit. emosi. perawat mengkaji diet klien dan makanan yang disukai atau tidak. perawat mengobservasi semua hal tentang klien. 2010). Terkait tempat tidur. kebersihan ruangan dan dinding. kebersihan personal.  Fase eksplorasi: Perawat membantu klien dalam memberikan gambaran kondisi klien saat ini dengan cara mendorong klien untuk menggali dan mengungkapkan perasaan. serta makanan dan observasi penyakit. perawat mengkaji kelembaban tempat tidur. yang merupakan kemampuan seorang perawat untuk memahami tingkah lakunya guna membantu orang lain. perawat mengkaji level kebisingan pada ruangan dan area sekitar. dapat diaplikasikan ke dalam proses keperawatan sesuai komponen yang ada. drainase. dan berat tempat tidur. perawat mengkaji udara bersih di lingkungan sekitar. kesehatan rumah. Peplau (1952) Hildegard E. Ekspresi perasaan tanpa penolakan diri perawat memungkinkan pengalaman menderita sakit sebagai suatu kesempatan untuk mengorientasikan kembali perasaan dan menguatkan bagian yang positif dari kepribadian klien.2. kebisingan. perawat dapat mengkaji cahaya ruangan yang adekuat. debu. Terkait ventilasi dan kehangatan. tempat tidur. observasi lingkungan dan membuat rencana keperawatan (Alligood. meliputi: ventilasi dan kehangatan.

Manusia Individu dipandang sebagai suatu organisme yang berjuang dengan caranya sendiri untuk mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh kebutuhan. Lingkungan Merupakan kekuatan yang berada di luar organisme dimana budaya. yaitu: a. Kesehatan Suatu perkembangan kepribadian dan proses kemanusiaan yang berkesinambungan ke arah kehidupan yang kreatif.  Asumsi ekplisit memberi pandangan bahwa:  Perawat akan membuat pasien belajar ketika ia menerima penanganan perawatan  Menjalankan fungsi keperawatan dan pendidikan keperawatan dengan membantu perkembangan pasien ke arah kedewasaan  Keperawatan menggunakan prinsip-prinsip dan metode-metode yang membimbing proses ke resolusi dari masalah interpersonal. mempunyai persepsi yang dipelajari dan ide yang telah terbentuk dan penting untuk proses interpersonal.terapeutik yang mendukung. Fase ini merupakan inti hubungan dalam proses interpersonal  Fase resolusi: Secara bertahap klien melepaskan diri dari perawat. dan kebiasaan serta keyakinan merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menghadapi individu c. Resolusi ini memungkinkan penguatan kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan menyalurkan energi ke arah realisasi potensi. b. Pengetahuan diri dalam konteks 18 . Keperawatan Suatu proses interpersonal yang bermakna. Proses interpersonal merupakan maturing force dan alat edukatif baik bagi perawat maupun klien.  Asumsi implisit: mempertegas profesi keperawatan memiliki tanggung jawab legal dalam penggunaan keperawatan secara efektif dan segala konsekuensinya kepada pasien Dalam kaitannya dengan perspektif paradigma keperawatan. Memungkinkan suatu situasi dimana klien dapat merasakan nilai hubungan sesuai pandangan atau persepsinya terhadap situasi. konstruktif dan produktif d. Peplau juga menguraikan secara terperinci berdasarkan 4 komponen dasar. adat istiadat. Setiap individu merupakan makhluk yang unik. Asumsi utama atau asumsi dasar dalam pengembangan model konsep dan teori hubungan interpersonal oleh Peplau dibedakan menjadi asumsi eksplisit dan implisit. Selain itu terdapat asumsi yang dibuat dalam model keperawatan Peplau.

Dengan mengetahui kebutuhan dasar manusia. kebutuhan bermain dan rekreeasi serta kebutuhan belajar. kebutuhan bekerja. kebutuhan eliminasi. Surrogate/Wakil pengganti: membantu individu belajar tentang keunikan tiap manusia sehingga dapat mengatasi konflik interpersonal.3 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Virginia Henderson (1966) Dalam teori Henderson disebutkan bahwa fungsi unik dari perawat adalah membantu individu baik sakit maupun sehat. kebutuhan kebersihan diri. berkomunikasi dengan orang lain dan berekspresi. Stranger/Sebagai orang yang asing: perawat menghadapi klien seperti tamu yang dikenalkan pada suatu sistem baru.interaksi interpersonal merupakan hal yang penting untuk memahami klien dalam mencapai resolusi masalah. kebutuhan akan rasa aman dan nyaman. Resource Person/Narasumber: perawat memberikan jawaban yang spesifik terhadap pertanyaan tentang masalah yang yang ditanyakan.2. gerak dan keseimbangan tubuh. Teacher/Pendidik: mengembangkan hubungan yang demokratis sehingga merangsang individu untuk berperan serta aktif dalam mengarahkan asuhan. maka akan diketahui bagaimana cara keperawatan untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. b. kemauan. hanya saja jika masyarakat tersebut mempunyai biaya untuk mendapatkan pelayanan keperawatan. d. kebutuhan berpakaian. kebutuhan akan nutrisi. Henderson menekankan pada kebutuhan dasar manusia sebagai fokus utama pada praktik keperawatan. c. kebutuhan spiritual. Kebutuhan dasar manusia menurut Henderson atau empat belas kebutuhan dasar manusia meliputi bernapas dengan normal. dan pengetahuan dalam waktu sesingkat mungkin. berkontribusi dalam pemulihan kesehatan atau untuk kondisi kematian yang damai dengan kekuatan. mempertahankan temperatur tubuh dan sirkulasi. f. Menurut Tomey dan Alligood (2006). Counselors/Konselor: meningkatkan pengalaman individu menuju keadaan sehat yaitu kehidupan yang kreatif. Hal ini dikarenakan teori Henderson hanya menilik kebutuhan dasar apa yang belum terpenuhi dari suatu klien. konstruktif dan produktif. perawat juga mempunyai 6 peran yang terdiri dari peran sebagai: a. e. 2. Consequences/Konsekuens: sistem diri dengan kepribadian yang berkembang. Teori Henderson yang lebih berfokus pada empat belas kebutuhan dasar manusia dan praktik keperawatannya yang berusaha membentuk klien untuk melakukan empat belas kebutuhan dasar dapat diterapkan pada masyarakat urban. kebutuhan istirahat dan tidur. tanpa mempertimbangkan kondisi klien dengan keterbatasan ekonomi dan tidak memberikan 19 .

teori ini tidak dapat menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan pada kondisi keterbatasan ekonomi.2. keseluruhan dari tindakan keperawatan merupakan sistem keperawtan. Pada teori sistem keperawatan. Sedangkan teori self care deficit dimaksudkan bahwa perawatan diperlukan karena seseorang dengan keterbatasannya sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perawatan diri sendiri. Namun Rogers mendorong para tenaga kesehatan untuk melanjutkan interaksi mutual dengan manusia sebagai kesatuan sistem energi.5 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Dorothea Orem (1971) Model teori menurut Orem adalah teori keperawatan self care deficit yang mempunyai tiga teori anakan. Sebelumnya para tenaga kesehatan memberikan pelayanan kesehatan dengan membagi-bagi berdasarkan area atau fungsinya. Disini. sosok perawat dibutuhkan ketika terdapat perawatan diri yang kurang. Dalam pengaplikasiannya. kompensasi sebagian.4 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Martha Rogers (1970) Martha Rogers pada tahun 1961 mendeskripsikan teori tentang manusia sebagai satu kesatuan yang utuh. Energi memiliki pola gelombang dan organisasi c. Sejak awal teori tersebut sudah menjadi kontroversi dan bahan perdebatan di kalangan perawat dan petinggi keperawatan.2. model Rogers ini sangat efektif untuk promosi kesehatan. Pada teori self care. teori self care deficit.alternatif agar kebutuhan tersebut terpenuhi. Orem mengemukakan terdapat beberapa macam sistem keperawatan yang dapat digunakan. Bagi masyarakat perkotaan yang mengalami kemiskinan dan tidak memiliki rumah. perawat dapat memberikan pendidikan kesehatan agar masyarakat tersebut minimal dapat mempertahankan status kesehatannya. Maka. 20 . Sehingga para perawat dapat memperhatikan seseorang sebagai satu kesatuan utuh saat merencanakan dan memberikan pelayanan kesehatan. perawatan diri sendiri merupakan perilaku yang dipelajari dan secara disengaja dilakukan sebagai respon untuk memenuhi kebutuhan. yaitu meliputi pelayanan yang seluruhnya terkompensasi. Energi manusia dan lingkungan saling berhubungan dan saling menguntungkan. pelayanan keperawatan komunitas memiliki tiga prinsip dasar dalam mendeskripsikan manusia sebagai “kesatuan” yaitu: a. saling melengkapi dan menyatu Jadi. 2. Proses kehidupan berjalan searah dengan irama spiral b. dan suportif edukatif. yaitu teori self care. Sehinggga membutuhkan banyak tenaga profesional dan para pemberi pelayanan kesehatan tidak mengetahui secara keseluruhan tentang masalah kliennya. dan teori sistem keperawatan. 2.

dan interaksi merupakan elemen penting dalam transaksi. merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan. 2. persepsi untuk pertukaran. komunikasi. Tidak hanya itu. Yang dimaksud dengan dibantu sebagian disini adalah ketika klien dapat mengerjakan sesuatu hal. interaksi. Ketika menjelaskan individu. waktu dan ruang pribadi. maka intervensi keperawatan dibutuhkan. dibantu sebagian. yaitu harus menetapkan standar praktik untuk semua perawat-pasien saling berinteraksi.klien dan keperawatan. koping. Setiap individu membawa satu set yang berbeda dari nilai-nilai. Theory of Goal Attainment. tujuan biasanya tercapai. transaksi. maka klien yang melakukannya. agar klien tidak terlalu terbebani biaya kesehatan. beberapa yang berkaitan dengan interaksi individu. Berdasarkan teori Orem. perawat hanya membantu pada perawatan diri yang tidak bisa dilakukan klien secara mandiri. model ini 21 . atau hanya dukungan atau edukasi. ide. Theory of Goal Attainment terdiri dari konsep persepsi. dapat membantu masyarakat miskin dan tidak mempunyai tempat tinggal dengan memandirikan keluarga tersebut. menetapkan tujuan dan mengambil tindakan untuk mencapai tujuan. Perawat dan pasien membentuk sistem antar pribadi dimana saling mempengaruhi dan keduanya dipengaruhi oleh faktor situasional di lingkungan. Perawat dapat memberikan pelayanan berupa membantu keluarga untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut. Dengan aplikasi teori Orem yaitu teori self care. pertumbuhan. 1991) mengidentifikasi bahwa persepsi. perawat juga dapat memberitahu cara memodifikasi lingkungan agar kesehatan anggota keluarga tersebut tetap terjaga sebagai upaya preventif terhadap masalah kesehatan. Akan tetapi. Perawat dan pasien saling berkomunikasi. Intervensi keperawatan ini dapat diberikan dengan dibantu sepenuhnya. komunikasi. diri. sehingga memerlukan pelayanan yang berbeda. Hanya dengan keadaannya yang terbatas dalam hal ekonomi.2. jika klien dalam hal ini adalah masyarakat urban yang mempunyai keterbatasan ekonomi tidak mampu untuk terlibat perawatan diri secara efektif. Ketika transaksi dilakukan.6 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut King’s (1971) King (1981) menyatakan bahwa Theory of Goal Attainment adalah teori normatif. diharapkan masyarakat miskin dan atau tanpa tempat tinggal dapat menjadi mandiri dalam hal menjaga kesehatan sesuai dengan kondisi ekonomi mereka. perawat . dan stress pengembangan.Masyarakat urban yang lebih difokuskan pada masyarakat miskin dan tidak mempunyai rumah tetap membutuhkan pelayanan keperawatan. Dengan hal itu. stressor. King (1981. semua kembali pada arahan untuk memandirikan klien. peran. sikap.

makhluk bereaksi dan (2) adalah pengendali.      Amati & tindakan: perubahan keadaan pasien dan mengakui perubahan dalam keadaan perawat dengan mengidentifikasi pola perilaku: variabel fisiologis dan psikologis. (2) tujuan..M. M. dan (6) tujuan dari profesionalitas kesehatan dan tujuan dari penerima pelayanan kesehatan mungkin tidak kongruen. rasional. berorientasi tindakan. kesehatan. perasaan. (3) individu memiliki hak untuk berpartisipasi dalam keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. (5) individu memiliki hak untuk menerima atau menolak perawatan. dan pelayanan masyarakat. & King. I. dan nilai-nilai perawat dan klien mempengaruhi proses interaksi. bertujuan. tindakan perawat. dan waktu berorientasi pada perilaku mereka. Perception Nurse Judgment Action Reaction Patient Action Judgment Perception Feedback Interaction Transaction Feedback Mengenai interaksi perawat . maupun nonverbal dikomunikasikan atau diamati). pola diidentifikasi 22 .klien. hidup. faktor dalam sistem. Metodologi dalam pembelajaran proses keperawatan (Daubenmire. dan pikiran harus disimpulkan untuk setiap individu sampai dikomunikasikan melalui perilaku verbal atau nonverbal. kebutuhan. (1973) antara lain sebagai berikut:  Mengakui: perilaku mungkin dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu.menunjukkan bahwa (1) individu sosial. Menganalisa: situasi perawat dan pasien (perilaku fisiologis. King (1981) percaya bahwa (1) persepsi perawat dan klien mempengaruhi proses interaksi. verbal. Menafsirkan: pola perilaku yang didasarkan pada pengetahuan tentang teori dan konsep perilaku manusia Memverifikasi: interpretasi dengan observasi lebih lanjut dan pengukuran dalam situasi perawat-pasien. Persepsi.J. Mensintesis: informasi untuk merencanakan dan melaksanakan tindakan keperawatan untuk meningkatkan sumber daya pasien atau mengubah tekanan bio-psiko-sosio-kultural.

yaitu intrapersonal. Konsep ini memaparkan mengenai keperawatan yang berhubungan dengan garis pertahanan diri dalam menurunkan stress. psikologis. fleksibel. interclient dan ekstraclient. yaitu sesuatu yang ada pada klien yang harus dijaga agar klien tersebut tetap survive. informasi yang dikumpulkan. Garis pertahanan normal merupakan rentang respon normal seseorang terhadap stress.perilaku. Garis pertahanan fleksibel adalah suatu keadaan yang selalu berubah yang disebabkan oleh beberapa faktor dan bersifat fluktuatif. fisiologi. Sedangkan garis pertahanan restisten merupakan faktor internal yang melindungi perlawanan klien terhadap serangan dari stresor. Rekonstitusi merupakan stabilisasi sistem dan membawa sistem ke garis pertahanan normal. Menurut teori Neuman. Kekuatan garis pertahanan resisten dipengaruhi oleh derajat reaksi klien terhadap serangan stresor pada garis pertahanan. Stresor juga dapat diklasifikasikan menjadi tiga. ada satu keluarga miskin. sosiokultural dan spiritual klien. dan ekstrapersonal atau intraclient. eksternal maupun buatan. Stresor dapat muncul dari lingkungan internal. Ayahnya berharap anaknya cepat sembuh. Rasa bersalah ayahnya merupakan stresor intrapersonal. Sebagai contoh. Setiap kali terjadi serangan pada struktur dasar maka sistem akan melakukan rekonstitusi.  Tampilan: proses keperawatan sebagai proses interpersonal yang berkelanjutan yang dinamis di mana perawat dan pasien masing-masing dipengaruhi oleh perilaku dari yang lain dan oleh faktor dalam sistem di mana mereka beroperasi 2. Kekuatan garis pertahanan dan resisten dipengaruhi oleh perkembangan.7 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Betty Neuman (1972) Model Neuman biasanya disebut model Health Care System. Buatan disini misalnya perpindahan tempat tinggal. dan resisten. Stresor intrapersonal yaitu stresor yang terdapat pada individu yang berhubungan dengan lingkungan internal. interpersonal. Harapan ayahnya akan kesembuhan anaknya ini merupakan stresor interpersonal. Stresor ekstrapersonal adalah stresor diluar individu. sedangkan pembayaran biaya perawatan merupakan stresor ekstrapersonal. Stresor interpersonal merupakan stresor yang terjadi pada individu dan berpengaruh pada sistem. Ada anaknya yang sedang sakit dan tidak mampu untuk berobat. Garis pertahanan ini melindungi struktur dasar.2. dan pengetahuan. Rekonstitusi bisa memperluas garis pertahanan normal ke tingkat 23 . garis pertahanan ada tiga yaitu garis pertahanan normal. hubungan diidentifikasi dalam pengamatan. Ayahnya merasa bersalah karena sebagai kepala keluarga dia tidak mampu membiayai anaknya untuk berobat.

Pencegahan sekunder terjadi setelah serangan pada garis pertahanan.2. Disiplin proses keperawatan meliputi komunikasi perawat kepada pasiennya yang sifatnya segera. Pencegahan ini untuk meminimalisir reaksi terhadap stresor. Fungsi profesional yaitu membantu mengenali dan menemukan kebutuhan klien yang bersifat segera. faktor-faktor yang mempengaruhi.sebelumnya. Ketika sistem klien tidak mampu mencegah serangan maka perlu adanya intervensi keperawatan. Asumsi Orlando terhadap paradigma keperawatan hampir seluruhnya terkandung dalam teorinya. Sama dengan teori-teori keperawatan pendahulunya. 2006). mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk membantunya serta untuk melakukan tindakan yang tepat. reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan yang harus dilakukan. maka akan melindungi struktur dasar klien. Serta klien dapat mencapai tingkat kesehatan yang maksimal. sehingga dapat mempertahankan energi. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali atau regresi. dan derajat serangan. dan mengembalikannya pada tingkat semula sebelum sakit. sekunder. yaitu pencegahan primer. Hal itu merupakan tanggung jawab perawat 24 . Sedangkan pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah stabilitas sistem klien secara optimal. diantaranya adalah konsep disiplin proses keperawatan (nursing process discipline) yang juga dikenal dengan sebutan proses disiplin atau proses keperawatan. Orlando juga menggambarkan mengenai konsep disiplin dalam proses keperawatan sebagai interaksi total (total interactive) yang dilakukan tahap demi tahap. apa yang terjadi antara perawat dan pasien dalam hubungan tertentu. Model Neuman dapat digunakan pada masyarakat miskin dan homeless. Pencegahan primer meliputi tindakan sebelum serangan stresor terjadi dan hal ini untuk mencegah adanya serangan dengan meningkatkan kekuatan garis pertahanan atau mengurangi potensi untuk terpapar stresor.8 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Ida Jean Orlando (1972) Ida Jean Orlando (1972) mengemukakan tentang beberapa konsep utama. Apalagi masyarakat miskin dan homeless mengalami banyak stresor dalam waktu yang bersamaan. Dengan adanya garis pertahanan yang kuat. tetapi terdapat empat area ditekuninya: 1. dan tersier. mengidentifikasi permasalahan klien yang disampaikan kepada perawat. asumsi dari Orlando tidak spesifik. Sebelumnya diperlukan pengkajian stresor. Perawat Perawat adalah suatu profesi yang mempunyai fungsi otonomi yang didefinisikan sebagai fungsi profesional keperawatan. menanyakan untuk validasi atau perbaikan (Tomey. perilaku pasien. menstabilkan sistem pada tingkat yang lebih rendah. Ada tiga tingkatan intervensi keperawatan. 2.

Mengenal perilaku klien (Patient’s presenting behavior) Mengenali perilaku klien dengan mengobservasi apa yang dikatakan klien maupun perilaku nonverbal yang ditujukan kepada klien. yaitu: a. dan bertindak dalam situasi yang bersifat segera. Sehat Orlando tidak mendefinisikan tentang sehat. Perawat harus mengetahui benar profesionalnya. dan tindakan perawatan yang dirancang untuk kebaikan klien. aktivitas perawat profesional yaitu tindakan yang dilakukan perawat secara bebas dan bertanggung jawab guna mencapai tujuan dalam membantu klien. dan merasa adekuat dan sejahtera berkontribusi terhadap sehat. serta apa yang mereka katakan dan kerjakan akan saling mempengaruhi. Orlando menggambarkan model teorinya dengan lima konsep utama. berpikir. Manusia Manusia bertindak atau berperiaku secara verbal dan nonverbal. 2. Itu merupakan alat yang dapat perawat gunakan untuk melaksanakan fungsinya dalam merawat pasien. 3. Orlando menyebutnya sebagai “nursing process discipline”. dan akan mengalami distress jika mereka tidak dapat melakukannya. b. Lingkungan Orlando berasumsi bahwa lingkungan merupakan situasi keperawatan yang terjadi ketika perawat dan klien berinteraksi. kadang-kadang dalam situasi tertentu manusia dalam memenuhi kebutuhannya membutuhkan pertolongan. dan keduanya mempersepsikan. Hal ini dijadikan dasar pernyataan bahwa perawat profesional harus berhubungan dengan seseorang yang tidak dapat menolong dirinya dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam teorinya tentang disiplin proses keperawatan mengandung elemen dasar. perawat perlu mengobservasi perilaku pasien untuk mengetahui tanda-tanda distress. Alligood (2010) mengemukakan bahwa teori keperawatan Orlando menekankan adanya hubungan timbal balik antara klien dan perawat.untuk mengetahui kebutuhan klien dan membantu memenuhinya. tetapi berasumsi bahwa bebas dari ketidaknyamanan fisik dan mental. yaitu perilaku klien. merasakan. Pasien dapat mengalami distress terhadap lingkungan terapeutik dalam mencapai tujuannya. 25 . 4. Ketika perawat menggunakan proes ini untuk mengkomunikasikan reaksinya dalam merawat pasien. reaksi perawat. Perasaan adekuat dan sejahtera dalam memenuhi kebutuhannya berkontribusi terhadap sehat. Fungsi keperawatan profesional (Professional nursing function) Tanggung jawab perawat yaitu membantu apapun yang klien butuhkan untuk memenuhi kebutuhannya.

c. Reaksi segera (Immediate reaction) Reaksi segera meliputi persepsi, ide, dan perasaan perawat dan klien. Reaksi segera adalah respon segera atau respon internal dari perawat dan persepsi individu klien. d. Disiplin proses keperawatan (Deliberative nursing process) Disiplin proses keperawatan diartikan sebagai interaksi total (totally interactive) yang dilakukan tahap demi tahap, apa yang terjadi antara perawat dan klien dalam hubungan tertentu, perilaku klien, reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan dalam hubungan yang harus dilakukan, mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk membantunya serta untuk melakukan tindakan yang tepat. e. Peningkatan (Improvement): peningkatan berarti tumbuh lebih, klien menjadi lebih berguna dan produktif.

2.2.9 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Sr Callista Roy (1976) Model adaptasi Roy memandang klien sebagai suatu kesatuan adaptasi untuk menyesuaikan dengan lingkungannya. Ada tiga konsep yang menjadi dasar dalam teori Roy, yaitu manusia / klien, adaptasi, dan perawat. Manusia / klien dalam model adaptasi Roy dipandang secara holistik sebagai suatu sistem adaptasi yang berinteraksi dengan lingkungan. Klien disini tidak hanya individu, melainkan termasuk keluarga, kelompok, maupun komunitas. Tujuan interaksi klien dengan lingkungan adalah respon adaptif positif untuk berubah baik dalam lingkungan internal maupun eksternal sehingga meningkatkan integritas sistem. Kemampuan klien untuk beradaptasi tergantung dari pengalaman dan kemampuan mengatasi / menguasai suatu perubahan. Kemampuan mengatasi perubahan (tingkat adaptasi) dipengaruhi oleh tiga kategori stimulus. (1) Stimulus fokal merupakan stimulus internal dan langsung berhadapan dengan individu. (2) Stimulus kontekstual, yaitu stimulus lain pada situasi sama yang mempengaruhi respon klien terhadap stimulus fokal dan dapat diobservasi. (3) Stimulus Residual, stimulus tambahan yang relevan, tetapi sukar untuk diobservasi (mis. keyakinan, nilai, pengalaman yang lalu). Model Roy dapat langsung digunakan pada perawatan klien baik individu, keluarga, komunitas, maupun pada masyarakat miskin dan homeless. Misalnya pada masyarakat homeless. Remaja wanita homeless rentan terhadap seksual abuse. Pada suatu hari, dia mengetahui bahwa dirinya hamil. Stimulus fokal bagi individu pada kasus ini adalah keadaan kehamilannya itu. Untuk stimulus fokal bagi komunitas yaitu peningkatan jumlah kehamilan pada remaja. Untuk stimulus kontekstualnya yaitu respon remaja tersebut pada kehamilannya, misalnya perilaku dia menjaga kehamilan. Stimulus kontekstual bagi komunitas misalnya
26

sikap komunitas terkait aktivitas seksual. Stimulus residual bagi individunya yaitu umur dan tingkat maturitas remaja. Sedangkan stimulus residual bagi komunitasnya adalah tingkat edukasi. Peran perawat dalam teori Roy adalah membantu klien dalam beradaptasi dengan lingkungannya agar tetap survive. Hal ini dilakukan dengan cara menekan stimulus, meningkatkan tingkat adaptasi klien dan menggali sumber-sumber koping yang dimiliki klien.

2.2.10 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Madeleine Leininger (1978) Model keperawatan Leininger biasa dikenal dengan model keperawatan transkultural, mengingat Leininger menitikberatkan pada aspek kebudayaan yang terkait dengan status kesehatan klien. Keperawatan transkultural merupakan suatu area / wilayah keilmuwan budaya pada proses belajar dan praktik keperawatan yang fokus memandang perbedaan dan kesamaan diantara budaya dengan menghargai asuhan, sehat dan sakit didasarkan pada nilai budaya manusia, kepercayaan dan tindakan, dan ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan khususnya budaya atau keutuhan budaya kepada manusia (Leininger, 2002). Konsep utama yang disoroti dari model keperawatan ini adalah konsep caring dan perbedaan budaya (Leininger, 1980 dalam Leininger, 200). Diharapkan dengan

mempertimbangkan aspek kebudayaan dan memahaminya sebagai perbedaan, seorang perawat bisa menghilangkan stereotype. Mengindari asumsi seperti inilah yang diharapkan dapat membantu seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien dari berbagai latar belakang budaya.

27

Tujuan keperawatan berbasis transkultural ini adalah memberikan perawatan yang konsisten dengan ilmu dan pengetahuan keperawatan dengan caring sebagai fokus sentral (Chinn dan Jacobs, 1995 dalam Tomey, 2006). Model konseptual yang dikembangkan oleh Leininger dalam menjelaskan asuhan keperawatan dalam konteks budaya digambarkan dalam bentuk matahari terbit (Sunrise Model) seperti yang terdapat pada gambar berikut. Dari model tersebut dapat diketahui bahwa terdapat berbagai macam faktor yang mempengaruhi keadaan suatu individu. Factor-faktor inilah yang perlu dikaji untuk dijadikan landasan berpikir untuk menentukan asuhan keperawatan apa yang tepat. Sedangkan untuk strategi keperawatan terkait intervensi menurut Leininger dibagi menjadi tiga, yaitu mempertahankan budaya, negosiasi budaya, dan restrukturisasi budaya.

2.2.11 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Jean Watson (1979) Watson mendefinisikan caring sebagai moral ideal yang berorientasi dan meliputi pada aspek-aspek diluar tindakan yang aktual sebagai hubungan transpersonal antara perawat dan klien yang mana tujuannya adalah meningkatkan kualitas-kualitas dalam kehidupan manusia. Caring science merupakan suatu orientasi human science dan kemanusiaan terhadap proses, fenomena, dan pengalaman human caring. Transpersonal Caring mengakui kesatuan dalam hidup dan hubungan-hubungan yang terdapat dalam lingkaran caring yang konsentrik – dari individu, pada orang lain, pada masyarakat, pada dunia, pada planet Bumi, pada alam semesta (Watson, 2004). Watson mengemukakan terdapat konsep-konsep atau asumsi utama dalam ilmu keperawatan, dimana konsep ini sebaiknya dijadikan landasan dalam perawatan klien yakni: a. Caring dapat diimplementasikan dan di terapkan secara interpersonal. b. Caring berisi carative factor yang menghasilkan kepuasan dari kebutuhan tertentu manusia. c. Caring yang Efektif dapat dijadikan sebagai promosi kesehatan dan pertumbuhan individu dan keluarga d. Respon caring bukan hanya pada momen tertentu sekarang tetapi juga masa depan. e. Lingkungan caring adalah sesuatu yang menawarkan perkembangan dari potensi yang ada, dan di saat yang sama membiarkan sesorang untuk memilih tindakan yang terbaik bagi dirinya saat itu. f. Caring lebih bersifat “Healthogenic” dari pada Curing. g. Praktik Caring lebih merupakan sentral dari keperawatan.

28

yang memiliki keholistikan. “soul care” bagi diri sendiri dan orang yang dirawat. j. g.  Clinical Caritas Process Watson memperkenalkan “clinical caritas process” (CCP). c. keholistikan. dengan melibatkan jiwa dan keberadaan secara spiritual. Hadir dengan sepenuhnya. e. dan kedamaian. i. dan dimensi eksistensial dari kehidupan dan kematian seseorang. Terlibat dalam pengalaman belajar mengajar yang sebenarnya yang mengakui keutuhan diri orang lain dan berusaha untuk memahami sudut pandang orang lain. yang berarti memberi 29 . yang berasal dari bahasa yunani “cherish”. raga dan pikiran. memberikan “human care essentials” yang memunculkan penyesuaian jiwa. f. Menelaah dan menghargai misteri spritual. h. Menggunakan diri sendiri dan semua cara yang diketahui secara kreatif sebagai bagian dari proses caring.praktik spiritual dan transpersonal diri orang lain. Teori Carative Factor Original carative factors kemudian dikembangkan oleh Watson menjadi clinical caritas processes yang menawarkan pandangan yang lebih terbuka (Watson. yaitu: a. Menerapkan perilaku yang penuh kasih sayang dan kebaikan dan ketenangan dalam konteks kesadaran terhadap caring. dengan kesadaran caring yang penuh. untuk menempatkan carative factor-nya. untuk terlibat dalam penerapan caring-healing yang artistik. Hadir untuk menampung dan mendukung ekspresi perasaan positif dan negatif sebagai suatu hubungan dengan semangat yang dalam dari diri sendiri dan orang yang dirawat. keindahan. d. kenyamanan. baik fisik maupun nonfisik. martabat. yang saling membantu dan saling percaya. 2004). lingkungan yang kompleks dari energi dan kesadaran. Membantu terpenuhinya kebutuhan dasar. Menciptakan lingkungan healing pada seluruh tingkatan. Mengembangkan dan mempertahakan suatu hubungan caring yang sebenarnya. dan kesatuan diri dalam seluruh aspek care. melebihi ego dirinya. dan mewujudkan dan mempertahankan sistem kepercayaan yang dalam dan dunia kehidupan subjektif dari dirinya dan orang dirawat. b. Memberikan perhatian terhadap praktik .

status kesehatan. seperti stres menghadapi pola Dengan menggunakan model Pender. 2. & Parsons. seperti ketersediaan makanan sehat Faktor perilaku. supportif dan mampu mengekspresikan perasaan negatif dan positif dari dasar-dasar nilai spiritual diri dalam hubungannya dengan pasien sebagai one-being-cared-for. Model promosi kesehatan Pender ini berusaha untuk menjelaskan perilaku proaktif. perawat diminta untuk berperilaku proaktif dengan memahami teori pembelajaran sosial pada masyarakat urban atau keluarga miskin. Dengan mengetahui pendapat dan persepsi meraka. Jadi.12 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Nola Pender (1982) Nola Pender menggambarkan model keperawatan dengan pelayanan keperawatan intervensi langsung untuk promosi kesehatan. hadir secara jiwa dan raga. Merawat pasien dengan penuh kesadaran. misalnya kontrol persepsi. Pender mendefinisikan promosi atau pelayanan kesehatan sebagai tindakan yang diarahkan berarti termasuk dalam tingkat kesejahteraan dan aktualisasi diri dalam individu atau keompok pada keluarga miskin dan masyarakat urban dalam menyelesaikan stressornya (Pender. seorang perawat kesehatan masyarakt perlu melakukan pengkajian atau wawancara terhadap masyarakat urban atau keluarga miskin atau perumahan penghasilan rendah dengan persepsi mereka tentang bagaimana meningkatkan kesehatan dan keselamatan. Promosi kesehatan merupakan prioritas dalam praktik keperawatan kesehatan masyarakat. 2006).2. dan cinta. Terlibat dalam proses pengalaman belajar mengajar. Lima jenis faktor modifikasi yang mempengaruhi persepsi masyarakat tentang mengejar perilaku promosi kesehatan antara lain: Faktor demografi. yang dihadirkan sebagai kesatuan “menjadi dan berarti” (being and meaning). manfaat meningkatkan kesehatan dan hambatan untuk terlibat dalam mempromosikan kesehatan perilaku. Karena promosi kesehatan merupakan penekanan utama dalam keperawatan kesehatan masyarakat atau komunitas. sepenuh hati dan cinta. Murdaugh. clinical caritas process adalah suatu praktik perawatan pasien dengan sepenuh hati kesadaran. seperti usia dan ras     Karakteristik biologis. perawat dapat mempengaruhi motivasi warga dan kemampuan untuk mengubah keadaan mereka agar dapat 30 . seperti tinggi dan berat badan Pengaruh impersonal.cinta dan perhatian khusus. Jadi dalam model ini. seperti harapan orang lain Faktor-faktor situasional. dan mencoba melihat dan mengacu pada kerangka berpikir orang lain.

Faktor biologis bagi individu akan mencakup adanya masalah kesehatan lain dan mungkin ketidaknyamanan atau tanda kompilasi kehamilan. Komitmen untuk bertindak yang harus mengarah pada kinerja perilaku kesehatan dalam mempromosikan sebenarnya kecuali ada gangguan. Model Keperawatan yang dikemukakan oleh Betty Neuman (1972) yang lebih dikenal dengan istilah model Health Care System juga biasa digunakan. prevalensi kondisi serius lainnya mungkin mencegah perhatian yang memadai terhadap masalah kehamilan remaja. semua yang mungkin memotivasi remaja untuk mencari perawatan sebelum melahirkan. Selain itu model keperawatan menurut Florence Nightingale yang berorientasi pada lingkungan dan Leininger yang mengacu pada keperawatan transkultural. Karakteristik individu dan perilaku spesifik kognisi dapat menyebabkan suatu komitmen untuk meningkatkan kegiatan kesehatan. Faktor-faktor yang sama juga dapat mempengaruhi upaya keluarga untuk mencari perawatan. dan sosial budaya pribadi yang relevan dengan perilaku yang terlibat. keluarga dan kelompok atau komunitas. Fix sampe sini mak 31 . Komitmen ini meliputi intervensi untuk bertindak dan rencana spesifik dari suatu tindakan. Misalnya. perilaku dipengaruhi oleh karakteristik individu meliputi faktor biologis. Dalam model promosi kesehatan Pender. Keempat model keperawatan tersebut dapat mengemukakan intervensi keperawatan yang sebaiknya dilakukan dalam komunitas masyarakat perkotaan khususnya kaum urban yang hidup miskin dan tidak memiliki tempat tinggal. Bagi masyarakat.menyelesaikan masalah yang bisa dilakukan atau warga dapat menemukan koping untuk dirinya sendiri. terdapat beberapa yang diterapkan sebagai pedoman bagi keperawatan komunitas perkotaan bagi masyarakat urban (poor & homeless). niat klien untuk diet dapat digerogoti oleh penyakit serius dari anggota keluarga dan kebutuhan untuk makan di restoran cepat saji dengan berangsur-angsurnya dengan pendekatan model dalam mengubah perilaku dan persepsi yang dibantu oleh perawat sehingga klien dapat kembali ke gaya hidup yang lebih normal. psikologis. Beberapa macam model keperawatan komunitas yang telah disebutkan. Model keperawatan yang sering digunakan adalah model keperawatan menurut Dorothea Orem (1971) yang mengemukakan tentang keperawatan mandiri atau Self Care Deficit Nursing Theory. Model Pender berlaku untuk individu.

Lingkungan dapat mempengaruhi level kesehatan komunitas (polusi yang disebabkan oleh manusia) Pertanyaan Pengkajian Dimana lokasi komunitas?Apakah lokasi bagian dari komunitas yg luas?Apa saja komunitas kecil di dalamnya? Dimana lokasi institusi kesehatan?Apakah dekat dengan komunitas? Apakah geografis mendorong kesehatan?atau merupakan ancaman? aktifitas Berapa rata-rata temperature?Seberapa ekstrim?Apakah berdampak bagi kesehatan? Apakah tumbuhan dan hewan merupakan ancaman bagi kesehatan? Apa industri besar yang ada?Apakah air. jenis kelamin. Praktik kesehatan/ pengetahuan dipengaruhi o/ budaya. Tersedianya tempat rekreasi Iklim yg ekstrim mempengaruhi kesehatan. 1. Terdapat tiga dimensi komunitas sebagai klien yaitu: lokasi. Tanaman beracun atau penyakit yang dibawa o/ hewan dapat mempengaruhi kesehatan komunitas. 2001). Pertanyaan Pengkajian Apakah komunitas kota. Tabel pengkajian dari dimensi populasi Variable Populasi Ukuran Kepadatan Komposisi Rata-rata Pertumbuhan Perbedaan budaya Kelas social Mobilitas Implikasi Kesehatan Komunitas Jumlah individu dan institusi kesehatan Peningkatan penduduk dapat meningkatkan stress. udara. atau kerusakan yang disebabkan karena bencana alam.3. ataupun tanah berdampak bagi manusia? 2. Tinggi rendahnya kepadatan berpengaruh kepada tersedianya pelayanan kesehatan Komposisi dari populasi menentukan tipe kebutuhan kesehatan Kecepatan pertumbuhan penduduk meningkatkan permintaan akan pelayanan kesehatan Kebutuhan akan kesehatan berubah sesuai dengan budaya. populasi dan sistem social (Allender. status perkawinan dalam komunitas? Jumlah populasi yang berubah selama 2 dekade terakhir? Diskriminasi kelompok yang ditunjukkan?apakah kelompok mempunyai keunikan dalam praktik /kebutuhan kesehatan? Apakah kelas yg berbeda menyarankan kebutuhan & pelayanan kesehatan? Bagaimana frekuensi anggota yg masuk & keluar dalam komunitas?? 3. Perbedaan kelas mempengaruhi pemanfaatan terhadap pelayanan kesehatan Mobilisasi mempengaruhi ketersediaan pelayanan. menentukan penyebaran penyakit. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengkajian dalam berbagai dimensi komunitas. Tabel pengkajian dari dimensi lokasi Variable Lokasi Batasan komunitas Lokasi pelayanan kesehatan Geografi Iklim Flora & Fauna Lingkungan yg dibuat manusia Implikasi Kesehatan Komunitas Batasan menentukan terjadinya sehat sakit.1 Pengkajian Keperawatan Komunitas Pengkajian keperawatan komunitas merupakan suatu proses tindakan untuk mengenal komunitas.3 Asuhan Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan 2. Tabel pengkajian dimensi Sistem Sosial Variabel Sistem Sosial Implikasi Kesehatan Komunitas Pertanyaan Pengkajian 32 . Tersedianya akses pelayanan kesehatan Kematian. pinggiran kota atau pedesaan? Seberapa padat populasi? Komposisi umur.2.

keadaan ekonomi. Kesepakatan mengenai sarana untuk mencapai tujuan komunitas. Eigsti. pelayanan kesehatan.Sistem kesehatan Sistem keluarga Sistem ekonomi Sistem pendidikan Sistem agama. grup. Sejarah-Apa yang Anda dapat dari pengamatan sementara diwilayah tersebut? Tanyakan sejarah wilayah tersebut kepada tokoh masyarakat 2.apakah ada tanda dari aktivitas politik Data 33 . atau populasi. Demografi-tipe orang seperti apa yang Anda jumpai? Data usia. sosial dan pemerintah. 2001(hlm. Dalam pengkajian ini perawat dapat menemukan data-data yang berada di masyarakat diantaranya. kegiatan yang menunjang roda perekonomian. Windshield Survei Windshield survei mengumpulkan dan mengunakan data yang telah tersedia di masyarakat untuk mempelajari masalah masyarakat tersebut. iklim. 154)). Kejahatan yang sering terjadi.status ekonomi masyarakat. home care. trotoar. serta kesehatan jiwa komunitas 3. Apakah masyarakat merasa aman? 5. organisasi. keluarga. pusat emergensi.364)) a. tempat pelayanan sosial. Jenis pelayanan perlindungan yang tersedia (contoh. Catat perbedaan dan cirri-ciri tiap suku atau etnis. peta wilayah. Inti komunitas Observasi 1. industry yang ada.2002 ( hlm 471). Komunikasi antar organisasi di setiap sistem.bagaimana penduduk bepergian? Jenis transportasi umum dan individu yang digunakan? Apakah Anda melihat bus. 4. dan data umum yang da di masyarakat. komunikasi Setiap sistem harus memenuhi fungsi dari kesehatan komunitas. Apakah penduduknya homogen? 3. polisi. Lingkungan fisik-keadaan lingkungan atau geografis. rumah sakit. atau fasilitas untuk orang dengan kekurangan fisik. batas wilayah. McGuire. serta jumlah pengangguran 4. tenaga kesehatan. Apa saja fungsi dari setiap sistem utama? Apa saja subsistem utama? Seberapa baik organisasi melakukan fungsinya? Apakah terdapat konflik antar sistem? Apakah ada kesepakatan mengenai tujuan komunitas? Apakah ada sistem yang dominan dibandingkan yg lain? - Tipe Pengkajian Komunitas Jenis pengkajian kebutuhan masyarakat (Allender & Speadley. Kolaborasi antar sistem mengidentifikasi tujuan & mengatasi masalah kesehatan. Berikut komponen-komponen pengkajian dalam windshield survei (Stone. sanitasi). legal. 2009 (hlm. Pelayanan kesehatan dan sosial-masalah akut dan kronik? Unit pelayanan kesehatan baik modern atau tradisional. jalur sepeda. kesejahteraan Sistem politik Sistem rekreasi. jenis kelamin. Pengkajian ini dapat digunakan jika perawat sedang bertugas di dalam keluarga. Kelompok etnis-identifikasi berbagai suku atau etnis yang Anda jumpai. Ekonomi. Nilai dan keyakinan-Apakah disana terdapat rumah ibadah? Apakah tempat itu terlihat homogen? Subsistem 1. taxi. Efendi & Makhfudli. Keamanan dan transportasi. Adakah klinik. pemadam kebakaran. dan kondisi perumahan. Pemerintah dan politik. 2.

dan populasi. perawat komunitas berfokus pada satu dimensi kehidupan komunitas. dan tempat tinggal. legal. media cetak. 4. Kesehatan komunitas dipengaruhi oleh keadaan lingkungan seperti pelayanan kesehatan. kesejahteraan.dimana tempat bermain anak? Fasilitas apa yang tersedia?siapa saja yang berperan serta Persepsi Penduduk-bagaimana pendapat tentang komunitasnya? Identifikasi kekuatan. religious.6. 8. Pengkajian dimulai dengan mereview semua data yang ada di komunitas. 5. dan komunikasi. sosial sistem. 7. Selanjutnya melakukan survei dengan menyusun data-data demografis terutama populasi (termasuk variabel-variabel populasi). Pengkajian Komprehensif (Comprehensive Assessment) Pengkajian komprehensif berusaha menemukan seluruh data kesehatan yang relevan. hewan. Setiap anggota dalam tim mengkaji beberapa variabel di tiap dimensi. Dengan cara ini akan didapatkan gambaran pengkajian yang komprehensif. iklim. pertemuan) partai apa yang mendominasi? Apa hak komunitas dalam pemerintahan? Komunikasi.identifikasi jenis komunikas. Komunitas memiliki tiga dimensi yaitu lingkungan. (contoh poster. Persepsi Anda-pernyataan umum mengenai kesehatan komunitas. status sosial. terdiri dari sepuluh variabel diantaranya sistem kesehatan. Dimensi yang kedua /subsistem yaitu sosial sistem. kepadatan. Variabel populasi antaralain jumlah. 3. 1. Dimensi yang ketiga yaitu populasi. Untuk mendapatkan data yang lebih detail dengan melakukan 34 . perbedaan budaya. Perasaan/ masalah aktual atau potensial. komposisi populasi. tumbuhan. politik. Pengkajian subsistem akan lebih baik jika dilakukan dalam tim. Pengkajian Subsistem Komunitas (Community Subsistem Assessment) Pada pengkajian subsistem komunitas. rekreasi. selanjutnya informasi yang telah didapat dapat di sharing bersama. rata-rata pertumbuhan atau kematian. pemahaman tentang variabel populasi akan mempermudah perawat komunitas dalam melakukan pengkajian. ekonomi. dan mobilitas. Berorientasi Masalah (Problem-Oriented Assessment) Jenis pengkajian kebutuhan masyarakat yang kedua berfokus pada satu masalah yang akan di kaji lebih lanjut di komunitas. keadaan geografis. 2. pendidikan. keluarga. Apakah di institusi pendidikan terdapat unit kesehatan siswa (UKS) Rekreasi. dan elektronik yang biasa dipakai Pendidikan-identifikasi fasilitas dan program kerja institusi pendidikan. Pengkajian berorientasi masalah digunakan jika dengan Windshield Survei tidak cukup untuk menegakkan diagnosa sedangkan jika menggunakan pengkajian komprehensif membutuhkan dana yang terlalu mahal.

kuesioner. studi epidemiologi deskriptif. 2001). 1995) Allender & Speadley. Pengkajian komprehensif tidak hanya menjelaskan sistem dari komunitas tetapi juga bagaimana kekuatan atau kelebihan dapat tersebar. Survei Survei merupakan suatu metode pengkajian dengan beberapa pertanyaan dalam yang akan digunakan untuk menganalisa area atau group rangka mengumpulkan data tertentu. musyawarah a. bagaimana keputusan itu dibuat. 2001). talenta. atau panggilan telepon) Menentukan jumlah sampel 2. sehingga pengkajian ini jarang digunakan.1998) Allender & Speadley. Tiga level pendataan penngkajian asset komunitas 1. dan bagaimana perubahan dapat terjadi ((within & Altschuld. ketertarikan. Tahap perencanaan       Menentukan apa dan kenapa informasi tersebut Menentukan data yang tepat untuk dikumpulkan Memilih populasi yanga akan di survei Memilih metode /instrument survei yang akan digunakan (contoh. 6. Pada pengkajian ini perawat berperan sebagai partner dalam intervensi keperawatan komunitas. survei. Pendataan keahlian. Tahap pengumpulan data Identifikasi data kolektif 35 . Pengkajian asset komunitas (community assets assessment) Pengkajian yang terakhir ini berfokus pada kekuatan dan kemampuan komunitas dari pada masalahnya sendiri ((Ammerman & Parks. dan kemampuan menginvestigasi dengan baik. teknik komunikasi yang efektif. wawancara. Pendataan institusi local Metode Pengkajian Komunitas Pengkajian komunitas dapat dilakukan dengan berbagai macam metode.interview secara langsung dengan masyarakat. Pengumpulan data dalam area komunitas dapat melatih sikap professional perawat dalam membuat keputusan. Metode survei dikembangkan dalam tiga tahap pengkajian(Allender & Speadley. Berikut metode pengkajian komunitas yang dapat digunakan antara lain. Pendataan asosiasi dan organisasi kota lokal 3. 1. Perbedaan metode yang digunakan bukan menjadi suatu masalah asalkan tujuan pengumpulan datanya dapat terpenuhi. Pengkajian ini banyak menghabiskan waktu dan biaya. dan pengalaman individu 2. 2001).

Keuntungan metode ini adalah efisien dan murah. Sumber Nasional Data nasional bersumber dari lembaga pemerintahan yang melakukan survei kesehatan terkait dengan pelayanan kesehatan komunitas. grafika. Pengkajian dengan metode ini sangat baik dilakukan karena perawat dapat mengetahui kapan dan dimana penyebaran penyakit itu berada. Sumber Internasional Data internasional bersumber dari beberapa lembaga salah satunya the World Healthh Organization (WHO). pemuka masyarakat. Musyawarah Musyawarah merupakan pertemuan seluruh warga desa untuk membahas dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan hasil survei (Efeny & Makhfudli. Studi Epidemiologi Deskriptif Pengakajian studi epidemiologi merupakan pengkajian terhadap frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok (Allender & Speadley. Sumber Negara 36 . Anggota yang ada dalam grup berasal dari variable demografik yang sama. Merupakan grup kecil (5-15 orang). Dengan adanya musyawarah masyarakat. c.    Menolak dan menerima penngurus 3. Sumber data yang diperoleh dari sumber utama lebih akurat dan komperhensive. Focus Group Di desain untuk memperoleh opini masyarakat. c. Dengan mengunakan internet perawat dapat mengakses data internasional terkait dengan informasi imigran dan pengungsi local. 2001). dll. b. Tahap analisis dan penyajian data Sajikan data dalam bentuk tabel dan analisi. Menentukan hubungan dan analisis data Menyajikan laopran dalam bentuk tabular. Sumber Data Komunitas Primer Diperoleh secara langsung. Dan dapat menentukan intervensi apa yang akan dilakukan kepada sekelompok masyarakat tersebut. melalui wawancara. a. berasal dari seseorang yang mengetahui komunitas dengan baik dan mencatat apa yang meraka lakukan. Sekunder. dan petugas kesehatn dapat dipertemukan untuk membahas penyelesaian dari masalah yang didapat dari hasil survei. b. 2009). d. dan tekstular.

Kemudian dapat dipaparkan berupa visualisasi berupa chart. 1. Proses validasi ini dapat disebut sebagai evaluasi hipotesa. d. 3. Kemudian hipotesis diuji dengan mengumpulkan data tambahan baik pendukung maupun penghambat diagnsotik. data kemudian harus di intepretasikan. pengkajian data harus diproses dan dialysis. Hipotesis diagnostik merupakan kemungkinana penjelasan dari kondisi klien dan dihasilkan pada dasar dari pola data dan tren. perawat kesehatan komunitas harus memprioritaskan hipotesis yang sesuai dengan isyarak diagnostik yang ada. Gambar 1. interpretasi. 2. Karena data dapat menghasilkan beberapa diagnostik hipotesa. Intepretasi juga mengandung sekelompok petunjuk ke pola yang dapat diketahui dan tren pada data dan membuat kesimpulan berdasarkan data. Sumber Lokal Analisis data Untuk menjadikan keperawatan langsung yang bernilai. Analisis ini meliputi klasifikasi. dan validasi. Kesimpulan ini yang bisa disebut sebagai diagnostik hipotesa. beberapa data dapat merefleksikan dimensi biofisik. Data yang telah divalidasi oleh beberapa prosedur kemudian disimpan. diaman data lain berhubungand negan dimensi sosial. Data ini mennyarankan hipotesis dari kekerasan pada anak untuk menjelaskan lengan patah saat ini. perawat kesehatan komunitas mungkin mencatat bahwa sebagian anak memiliki lebih banyak injuri daripada anak normal pada usia itu. Data-data yang diberikan lebih akurat. Contohnya. Klasifikasi Data pertama kali harus di klasifikasi dan dipisahkan ke kelompok spesifik. Hubungan setiap langkah proses diagnostik Pengumpulan data Analisis data Pengembangan diagnostic hipotesis Evaluasi hipotesis Pernyataan diagnosis 37 . Interpretasi Ketikda data sudah diklasifikasi. Data yang diberikan berupa data statistic kehidupan dan angka kematian. Perawat mengevaluasi hipotesis apakah cocok dengan keadaan klien.Data ini bersumber dari departemen kesehatan pemerintah. Contohnya. Sebagai contoh data mungkin mengandung sejarah injuri yang bisa ditanyakan pda anak dengan pengalaman masalah ekonomi dan tidak adekuatnya dukungan emosi dan sosial. graphic dan table untuk mendukung suatusintesa data. Validasi Aspek terakhir dari analisis data adalah kesimpulan validasi atau hipotesa diagnostik. Intepretasi data meliputi perbandingan spesifik data klien dengan norma yang diketahui dan standar atau syarat diagnostik.

Ialah fisik dan biologic. 4) sex bebas dan lainnya 2. Diagnosa actual dan risikomerupakan focus diagnose maslah keperawatan. pematauan terhadap 38 . dan lainnya 3. Syndrome Syndrom merupakan sekelompok terkait diagnosa actual dan risiko tinggi. Kementrian kesehatan. 3) Merokok yang umum bagi masyrakat kota. 2) makanan yang tinggi kolesterol dan rendah serat. Tipe lain dari diagnosis kesehatan diidentifikasi oleh perawat kesehatan masyarakat adalah positive nursing diagnoses. Lingkungan Lingkungan dibagi 2 berdasatkan bentuknya.Tidak dikonfirmasi 2. kimia. Contoh pelayanan yang ada ialah : Rumah Sakit. Masalah kebiasaan Masalah kebiasaan yang sering muncul ialah seperti : 1) Kurangnya oleh raga. Panduan untuk menyatakan diagnose keperawatan dibagi menjadi 4 tipe konsep (carpenito.2 Diagnosis Keperawatan kesehatan komunitas Terdapat beberapa masalah yang sering muncul pada masyarakat pekotaan ialah : 1. 4. High-risk nursing diagnose Mencerminkan adanya potensi untuk berkembangnya masalah kesehatan karena adanya faktor risiko yang teridentifikasi 3. Fisik meliputi : ketersediaan air. gedung. Diagnosa mungkin lebih baik disebut sebagai helath-promotive nursing diagnoses. tanah. Pelayanan kesehatan Tersedianya Pelayanan kesehatan merupakan hal yang menjadi suatu kewajiban untuk tersedianya di kota. udara. Lingkunga biologik meliputi : agen. ini termasuk tanggapan positif klien di mana tidak ada perubahans diperlukan dan intervensi keperawatan yang terdiri dari penguatan dari keadaan saat ini.3. jalanan. Wellness nursing diagnose Mencerminkan keadaan klien yang dapat ditingkatkan ke tingkat yang lebih tinggi. harga obat. tanaman. Actual Nursing diagnoses Menjelaskan masalah kesehatan yang ada dialami oleh klien 2. 1995): 1. perumahan. hewan dan manusia.mengindikasikan perlunya intervensi untuk secara aktif mempromosikan kesehatan. Temperature.

Sebuah diagnosa yang mungkin bukan merupakan kategori diagnosis. Pada sistem ini mereka menggunakan logika berpikir atau penarikan kesimpulan untuk menggambarkan masalah. b)pelayanan antepartum yang tidak dapat diakses. Gambar 2.00-17:00. Diagnosa keperawatan juga bisa disebut sebagai diagnosa kemungkinan. senin sampai jumat. yang tidak bisa diakses oleh komunitas yang bekerja. c) kurangnya tenaga kesehatan terlatih yang ditunjukan dengan: Angka mortalitas bayi sebesar 17. Jam kerja mulai pukul 08. 39 . Tidak ada bus yang melewati depan klinik.3 tiap 1000 kelahiran hidup. serta identifikasi tanda dan gejala yang menjadi karakteristik masalah. tapi diagnosis disarankan oleh data yang ada saat ini yang cukup untuk konfirmasi. Data klinik yang menyatakan kurangnya tenaga. Contoh diagnose keperawatan kesehatan komunitas: Tingginya angka mortalitas bayi berhubungan dengan a) ketidakmampuan sumber di departemen kesehatan setempat dalam memenuhi kebutuhan antepartum.keadaan promotif dan diagnosa positif mungkin dianggap diagnosa kesehatan. Tanda dan gejala dari diagnosis keperawatan kesehatan komunitas adalah pernyataan kesimpulan yang menjelaskan durasi atau besarnya masalah durasi atau besarnya masalah. Skema kategorisasi diagnose keperawatan Nursing diagnosis Problem focused nursing diagnosis Wellness nursing diagnose Syndromes Actual nursing diagnose Positive diagnoses nursing Health-promotive nursing diagnoses High-risk diagnose Anderson dan Mc Farlane (1996) menggunakan teori Neuman dari komunitas dan menggunakan diagnosis keperawatan berdasarkan sistem penggabungan penarikan nursing kesimpulan. menjelaskan faktor etiologi.

(Allender. . Helvie (1998) berfokus pada konsep energy atau memasukan teori energy di dalam diagnosis keperawatan kesehatan komunitas. fasilitator. Salah satu dari diagnosis menurut Helvie ini adalah sebagai berikut: Defisit energy komunitas berhubungan dnegan ketidakmampuan dan ketidaksesuaian layanan kesehatan bagi masyarakat miskuin yang ditunjukan dengan a) kurangnya fasilitas layanan kesehatan. J. pengelola/manager. The Health Planning Process Hal ini banyak digunakan oleh pendidik kesehatan (health educator) ketika membuat .3. fisiologis. 2001) Omaha System. b) kurangnya pengetahuan terhadap pencegahan. Model ini melibatkan 40 klien bermasalah yang diagi dalam 4 domain: lingkungan. Masing-masing model tersebut membantu mempromosikan pelayanan kesehatan yang efektif . W. & Spradley.3 Perencanaan Langkah-langkah dalam perencanaan yang perlu diperhatikan (Effendy. F. dan perilaku sehat dengan tanda dan gejalanya.- Tidak ada perawat atau bidan yang berlisensi di komunitas Sedangkan Carl O. role model. menetapkan intervensi keperawatan dan hasilnya.A. b. mendesign program program pendidikan.. Omaha system ini menggambarkan situasi yang ditemukan di klien komunitas. & Makhfudli. 2009): a. data yang mendukung 3000 masyarakat miskin tidak mendapatkan layanan kesehatan: 90% (2700 orang) dari populasi ini berobat ke unit gawat darurat untuk kasus yang bukan gawat darurat dan 90% populasi miskin tidak dapat mendiskusikan perilaku pencegahan yang bisa dilakukan. intervensi. tempat bertanya/fasilitator. psikososial. dan nilai skala masalah untuk hasil. Proses keperawatan hamper sama dengan proses perencanaan kesehatan (The health planning process). fokus utama model ini adalah perawatan komunitas yang mempunyai tiga rencana yaitu klasifikasi masalah. koordinator pelayanan kesehatan. menjelaskan sasaran program. B. pendidik. pengamat kesehatan. Menggunakan Model Model digunakan dalam mengidentifikasi karakteristik target populasi untuk intervensi. pengorganisir pelayanan kesehatan. Peranan yang dapat dilakukan oleh perawat dalam menangani masalah kesehatan masyarakat perkotaan yaitu pelaksanan pelayanan keperawatan. pembaharu. Menentukan prioritas 40 .

Kebutuhan Maslow : Aktualisasi diri Kebutuhan Komunitas : Aktualisas komunitas Harga Diri Kasih sayang dan rasa memiliki Kebanggaan komunitas Pendidikan partisipasi Keamanan perlindungan aman Fisiologi Aktivitas yang mendukung kehidupan c. W. Dokumentasi Rencana tindakan keperawatan ditulis dalam suatu bentuk yang bervariasi guna mempromosikan perawatan yang meliputi perawatan individu. J. klien (siapa saja yang ada/hadir dan jumlanhnya). (3)objectives. Rencana tindakan dilaksanakan berdasarkan komponen penyebab dari diagnosis keperawatan. perawat dapat mengidentifikasi respon komunitas yang aktual atau potensial yang memerlukan suatu tindakan. saat dan setelah kegiatan dilakukan. komunikasi .. Beberapa hal yang harus diperhatian dalam dokumentasi (Allender. Kriteria hasil harus menunjukkan “apa yang akan dilakukan komunitas serta kapan dan sejauh mana tindakan akan bisa dilakukan”. (2) Aggregate needs. hingga respon klien sebelum. (1) database (informasi subjektif dan objektif). rencana mendefinisikan suatu aktivitas yang diperlukan untuk membatasi faktor-faktor pendukung terhadap suatu permasalahan.A. Menentukan kriteria hasil Penentuan kriteria hasil (outcomes) harus ditujukan untuk komunitas. perawat dan tenaga kesehatan yang hadir. dan ada batas waktu. merupakan pernyataan yang 41 . Dokumentasikan hal-hal yang telah dilakukan mulai dari waktu. 2001).Melalui pengkajian. dan evaluasi. kegiatan apa saja yang telah dilakukan. Salah satu system yang biasa digunakan adalah hierarki komunitas. d. perawatan yang berkesinambungan . keluarga. dan komunitas . & Spradley. rasional. Menentukan Rencana Tindakan Rencana tindakan adalah desain spesifik intervensi untuk membantu komunitas dalam mencapai kriteria hasil. dapat dicapai. oleh sebab itu. B. e. Kriteria hasil harus spesifik. Dokumentasi ini sebagai bukti legal keperawatan dan juga sangat penting ketika perawat mengevaluasi asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan. merupakan area yang yang berhubungan dengan kesehatan klien yang dapat diidentifikasi untuk intervensi. dapat diukur.

Penetapan rencana kegiatan yang akan dibuat mengacu pada diagnosa keperawatan yang telah ditetapkan. 2001). Berbeda dengan asuhan keperawatan individu ataupun keluarga.4 Implementasi Ruang lingkup praktik keperawatan masyarakat meliputi: upaya-upaya peningkatan kesehatan (promotif). Tujuan ini harus lebih dispesifikasikan lagi kedalam tujuan khusus agar nantinya perawat dapat menentukan indikator/kriteria keberhasilan yang lebih spesifik juga. pencegahan (preventif). Sehingga dapat dikatakan dalam memberikan asuhan keperawatan masyarakat perkotaan (komunitas) kegiatan yang ditekankan adalah upaya preventif dan promotif tapi juga tidak mengabaikan upaya kuratif. - Menetapkan rencana kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan dan keperawatan. tujuan terdiri dari tujuan umum dan khusus. pemeliharaan kesehatan dan pengobatan (kuratif). asuhan keperawatan untuk masyarakat perkotaan berfokus pada pencegahan penyakit pada sebuah populasi (preventif) dan kontrol lingkungan (promotif) (Nies. kelompok dan masyarakat ke lingkungan sosial dan masyarakatnya (resosialisasi). rehabilitatif dan resosialitatif. pemulihan kesehatan (rehabilitatif) dan mengembalikan serta memfungsikan kembali baik individu. aktual dan resiko.menggambarkan tingkah laku dimana perawat dan klien mengharap hal ini dapat terpenuhi/pernyataan spesifik tentang hasil yang diinginkan dalam tingkah laku yang dapat diukur. 42 . .3. Diagnosa tersebut harus disusun berdasarkan masalah yang prioritas. perawat akan menentukan masalahmasalah keperawatan (diagnosa keperawatan) yang terjadi dalam masyarakat perkotaan. Pada tahap sebelumnya dalam proses keperawatan perawat akan melakukan serangkaian pengkajian (mulai dari pengumpulan data serta analisa data yang didapatkan) dan kemudian dari hasil analisa data. Setiap kegiatan yang akan dilakukan harus memiliki dasar pemikiran yang kuat (rasional). keluarga. (5) Outcome measurement. menilai keefektivitasan pencapaian apakah hasil yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan dan keinginan atau tidak.: (4) planned actions merupakan aktivitas yang spesifik atau metode untuk pemenuhan sesuatu yang objektif atau hasil yang diharapkan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah: - Menetapkan tujuan dan sasaran pelayanan. Tujuan umum meliputi hal-hal general berkaitan dengan masalah keperawatan masyarakat perkotaan yang ingin dicapai perawat melalui asuhan keperawatan yang sedang dibuat.

siapa. kapan. Misalnya.- Menetapkan kriteria keberhasilan dari rencana tindakan yang akan dilakukan. Ugem Perawat kesehatan masyarakat harus yakin dan percaya atas kemampuannya dan bertindak dengan sikap optimis bahwa asuhan keperawatan yang diberikan akan tercapai. Prinsip yang umum digunakan dalam pelaksanaan atau implementasi pada keperawatan komunitas adalah : a. 2005). 2005). Dalam persiapannya. e. Implementasi meliputi persiapan dan tindakan. maka perawat harus metapkan pula hal-hal yang menjadi tolak ukur (kriteria/indikator) keberhasilan. Dalam melaksanakan implementasi yang menjadi fokus adalah : program kesehatan komunitas dengan strategi : komuniti organisasi dan partnership in community (model for nursing partnership) (Mubarak. 43 . salah satu tujuan dalam askep ialah masyarakat memahami cara pencegahan DBD. tim kesehatan lain. kelompok dan masyarakat berdasarkan azas kemitraan (Mubarak. 2005). bagaimana. b. keluarga. tenaga professional dan klien harus mempunyai ide yang jelas tentang apa. Inovative Perawat kesehatan masyarakat harus mempunyai wawasan luas dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi (IPTEK) dan berdasar pada iman dan taqwa (IMTAQ) (Mubarak. Rasional Perawat kesehatan masyarakat dalam melakukan asuhan keperawatan harus menggunakan pengetahuan secara rasional demi tercapainya rencana program yang telah disusun (Mubarak. Integrated Perawat kesehatan masyarakat harus mampu bekerjasama dengan sesama profesi. 2005). c. Untuk mengetahui apakah tujuan dari setiap kegiatan yang telah direncanakan tercapai atau tidak. Mampu dan mandiri Perawat kesehatan masyarakat diharapkan mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam melaksanakan asuhan keperawatan serta kompeten (Mubarak. maka indikator keberhasilannya ialah masyarakat (perwakilan/sampel) mampu menyebutkan semua cara yang sebelumnya telah dijelaskan oleh perawat (3M plus). individu. 2005). Setiap asuhan yang diberikan oleh perawat tentunya memiliki tujuan tertentu. - Menetapkan kegiatan alternatif jika kegiatan yang akan dilakukan memiliki potensi sulit dilakukan untuk masyarakat. d.

Kemudian perawat mencocokkan keduanyauntuk memenuhi tugas delegasi yang tepat. contohnya menyediakan kenyamanan dan kemanan klien selama implementasi. d. J. Delegation. Untuk meraih delegasi yang efektif. Menyediakan lingkungan untuk implementasi. Interaksi ini dapat membina hubungan saling percaya antara perawat dan klien. Sedangkan dalam tindakannya. & Spradley. termasuk waktu. tetapi point ini berfungsi untuk melihat kembali beberapa batasan (hambatan) yang mungkin timbul selama perencanaan. 44 . dan peralatan. Perawat membantu memfasilitasi lingkungan yang kondusif untuk melaksanakan rencana seperti ruangan yang tenang yang digunakan untuk sesi belajar (teaching).J. personnel. Contohnya . pemahamannya. Modifikasi membutuhkan observasi yang konstan dan simpangan selama implementasi karena tindakan ini menentukan kesuksesan rencana.A. perawat komunitas perlu mengidentifikasi dengan tepat apa yang dibutuhkan serta harus dilaksanakan dan mana yang menjadi prioritas untuk pencapaian hasil. M. intervensi yang dipilih diidentifikasi selama evaluasi pendekatan alternative untuk menyelesaikan masalah. 1999): a. ada beberapa tindakan yang perlu diambil dalam implementasi. B. Mengakui rintangan dalam implementasi.. c. serta sikap dan degan hati hati. Mengidentifikasi kebutuhan pengetahuan dan kemampuan. e. Rencana dimodifikasi dan kemudian dilaksanakan oleh professional atau klien. pengetahuan tentang tindakan kontrasepsi dan perkembanagan remaja dibutuhkan untuk mengimplementasikan rencana untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi yang marak digunakan pada aktivitas seksual remaja. Perawat dengan tim kesehatan lain menyiapkan klien untuk pelayanan dengan mengkaji pengetahuan klien. 2001) : a. W. Tugas dalam implementasi (Clark. c.. d. diantaranya (Allender. e. Idealnya. mendokumentasikan perkembangan fase implementasi dengan proses evaluasi yang merupakan pencapaian tindakan yang terus menerus dari tindakan perencanaan. b. Menunjukkan tanggungjawab dalam implementasi Tanggungjawab perencaan perawatan dipegang oleh perawat komunitas. Perawat dan tim monitor. Perawat menggunakan teori yang tepat b.dimana dan bagaimana rencana (asuhan keperawatan) akan dilaksanakan. menginterpretasikan rencana kepada klien.

Evaluasi yang dilakukan termasuk dari pendapat/respon peserta (klien) dan juga analisis dari perawat (Nies. Memperkuat Program Tujuan perawatan adalah promosi kesehatan dan peningkatan kepercayaan diri komunitas. Dari situlah perawat dapat menilai apakah kegiatan yg dilakukan optimal atau tidak jika nantinya diberikan kembali ke dalam masyarakat. Melaksanakan aktivitas/tindakan yang direncanakan. 2001). Data evaluasi merupakan hal penting untuk memperbaiki database dan diagnosis keperawatan komunitas yang dihasilkan dari analisis pengkajian data komunitas. Evaluasi memuat keberhasilan proses dan keberhasilan tindakan keperawatan. b. Menggunakan Pendekatan Multipel 45 . Evaluasi membantu pencapaiain ini dengan cara menyediakan proses yang sistematik dan berkelanjutan dalam mengakaji program dampaknya serta hasil akhir program tersebut. Sedangkan keberhasilan tindakan dapat dilihat dengan membandingkan antara tingkat kemandirian masyarakat dalam perilaku kehidupan sehari-hari dan tingkat kemajuan kesehatan masyarakat komunitas dengan tujuan yang telah ditetapkan atau dirumuskan sebelumnya (Mubarak. Penilaian yang dilakukan berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai.f. pelaksanaan (proses) dan hasil akhir (output). Dari evaluasi yang dilakukan perawat akan menemukan kelebihan dan kekurangan dari kegiatan yang telah dilakukan. Pada intinya tujuan dari tahap ini adalah sebagai bahan acuan utnuk tindak lanjut asuhan keperawatan yang akan dilakukan berikutnya. 2005). atau tersier tergantung kebutuhan klien. sesuai dengan perencanaan yang telah disusun semula.3. 2. Tindakan yang direncanakan dilaksanakan oleh seseorang yang diberi tanggungjawab. sekunder. 2009) yaitu: a. Sejalan dengan landasan teoretis dalam menjalin kemitraan dengan komunitas.Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah masukan (input). Keberhasilan proses dapat dilihat dengan membandingkan antara proses dengan pedoman atau rencana proses tersebut. Tindakan ini dapat terjadi pada level pencegahan primer. program evaluasi yang kita jalankan didasarkan pada beberapa prinsip ((Lundy.5 Evaluasi Evaluasi merupakan komponen penting dalam proses keperawatan untuk menilai apakah askep yang telah dilaksanakan berhasil atau tidak. Evaluasi dilakukan atas respon komunitas terhadap program kesehatan dalam upaya mengukur kemajuan terhadap tujuan obyektif program.

Memungkinkan Fleksibilitas Pendekatan evaluasi harus fleksibel dan bersifat prestiktif. Membangun Kapasitas Proses evaluasi. dan perilaku individu yang terlibat didalamnya. c. Efektifitas kerja e. selain mengukur hasil akhir. jika tidak. Dampak : apakah status kesehatan meningkat/menurun. Menciptakan proses partisipasi Apabila anggota komunitas merupakan bagian dari pengkajian. Relevansi atau hubungan antara kenyataan yang ada dengan pelaksanaan b. tetapi metode yang dipilih harus señalan anegan tujuan program. Efisiensi biaya d. dan implementasi. f. akan sulit untuk mendokumentasikan munculnya perubahan yang sering kali meningkat secara tajam dan komplek. Hal ini serupa dengan kontek profesional maupun nonprofesional. Merancang Evaluasi untuk Memenuhi Isu Nyata Program berbasis dan berfokus-komunitas. metode evaluasi mungkin banyak dan bermacammacam. dalam jangka waktu berapa? Perubahan ini dapat diamati seperti gambar dibawah ini: Gambar 2. harus memiliki rancangan evalausi untuk mengukur kriteria mengenai pentingnya program tersebut bagi komunitas. Komponen penting dalam fokus evaluasi (Lundy. merekapun harus menjadi mitra dalam evaluasi.1 Perubahan dampak kesehatan Keterangan: : peran masyarakat : peran perawat 46 . 2009) adalah: a. harus meningkatkan ketrampilan. e. pengetahuan. analisis. Tidak ada satu pendekatan yang lebih unggul. perencanaan. yang berakar pada comunitas nyata dan berdasarkan pengkajian comunitas.Selain pendekatan multidisiplin. d. Perkembangan atau kemajuan proses c.

evaluasi digunakan untuk menentukan keefektifan program kelompok promosi kesehatan yang berhubungan dengan orangtua. Contohnya.A. J.. Kriteria merupakan langkah yang diperlukan untuk mencapai pencapaian besar. perawat dapat menguji beberapa kemungkinan kegagalannya. perempuan penderita diabetes mempunyai masalah kegemukan. merawat anggota keluarga. Proses evaluasi terdiri atas dua tahap yaitu mengukur pencapaian tujuan klien baik kognitif. afektif. B. Evaluasi memerlukan maksud/tujuan. Contohnya . psikomotor. standar yang spesifik dan kriteria yang digunakan untuk menilai/menghakimi. diagnosis yang salah. dan membandingkan data yang terkumpul dengan tujuan dan pencapaian tujuan. sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pemecahan masalah keperawatan melalui proses asuhan keperawatan komunitas. Hasil evaluasi merupakan pengkajian dari intervensi keperawatan. mengambil keputusan tindakan kesehatan. W. & Spradley. dengan mengidentifikasi criteria spesifik seperti pembatasan kalori per harinya dan program latihan. 2001). menciptakan lingkungan yang dapat mendukung upaya peningkatan kesehatan keluarga serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia. maka sasarn tercapai. (Allender. perempuan tadi direncanakan untk mendapatkan sasarannya (goal). rencana yang tidak realistis. W. (Allender. B. Maka perawat komunitas dapat membantunya dengan mnyertakan klien tersebut dalam program penurunan berat badan.Evaluasi ada 2 konsep dasar : hasil evaluasi dan proses evaluasi. sedangkan proses evaluasi merupakan pemeriksaan kualitas dari tindakan yang telah diambil dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil. atau implementasi yang tidak efektif. Jika sasaran tidak tercapai. 2001).. Kesimpulan yang bisa diambil yaitu tujuan akhir perawatan komunitas adalah kemandirian keluarga yang terkait dengan lima tugas kesehatan. diantaranya data yang tidak adekuat. J. Ketika tingkah laku (behavior) klien cocok dengan tingkah laku yang diinginkan.A. 47 . dan perubahan fungsi tubuh serta gejalanya . & Spradley. yaitu sasaran (the goal). dan kemampuan untuk menilai/menghakimi (judgment skills). yaitu: mengenal masalah kesehatan. Mereka mengevaluasi goal mereka dengan menentukan/menilai apakah mereka mendapatkan kriteria tersebut atau tidak. Tujuan dari evaluasi dalam keperawatan adalah untuk menentukan apakah tindakan perencanaan sesuai dengan yang klien butuhkan. Misalnya. Evaluasi memerlukan judgment skills dimana perawat dapat membandingkan hasil yang nyata dengan hasil yang diharapkan dan mencari ketidaksesuainnya.

Balita. dan etnik. Remaja. Health inequities adalah hasil dari keadaan dimana orang tumbuh. Mereka yang hidup di kota cenderung memiliki akses yang lebih besar pada pelayanan sosial dan kesehatan. Karakteristik demografi (usia. tiap tahapan rentang umur memiliki kebutuhan kesehatan dan keamanan khusus. serta Agregat Pekerja di daerah Perkotaan Semakin banyaknya penduduk yang tinggal di perkotaan menunjukkan semakin cepatnya arus urbanisasi. 1) Bayi/ Infant Karakteristik pertumbuhan fisik bayi di tahun pertama kehidupan ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. Perbedaan status ekonomi diantara masyarakat perkotaan 48 . yang dialami oleh populasi yang kurang beruntung secara sosial (CDC. dengan berat lahir biasanya dua kali lipat dalam 6 bulan pertama dan menjadi tiga kali lipat pada akhir tahun pertama. 2010). yang dibentuk oleh kekuatan politik. Dalam masyarakat perkotaan. Urbanisasi menjadi lebih cepat seiring dengan globalisasi industri dan teknologi ke seluruh dunia. Terdapat kesenjangan yang lebar antara orang-orang dari status sosial ekonomi yang berbeda.4 Masalah Kesehatan yang Lazim Terjadi di Daerah Perkotaan terkait dengan Urban Health Disparity 2. merupakan produk sosial (dan karena itu dapat dimodifikasi) (WHO dan UN-HABITAT. Urban health disparity didefinisikan sebagai perbedaan dalam mendapatkan kesempatan atau peluang untuk mencapai level kesehatan yang optimal. Lansia. dan sistem kesehatan yang dapat mereka akses. dan masalah lingkungan yang serius. budaya. Sebenarnya urbanisasi yang terencana akan membawa dampak yang positif terhadap pembangunan ekonomi. jenis kelamin dan status sosio ekonomi penduduk kota) mempengaruhi kesehatan. kerja dan usia. Anak Sekolah.1 Kebutuhan Kesehatan Khusus pada Bayi. sosial dan kesehatan. sebagian besar urbanisasi terjadi secara cepat dan tidak terencana. Dewasa. hidup. Kelompok populasi tertentu memerlukan pertimbangan khusus karena mereka memiliki masalah kesehatan atau kebutuhan tertentu dalam lingkungan perkotaan. ASI. Ketahanan hidup dan keberhasilan tumbuh kembang bayi bergantung pada nutrisi yang baik selama tahun pertama kehidupan. Namun. 2008). Kepadatan jumlah populasi di perkotaan yang tidak terkontrol akan memunculkan adanya kesenjangan. ras.. tingkat melek huruf lebih tinggi dan harapan hidup yang lebih lama. Nutrisi atau pemilihan makanan untuk bayi dipengaruhi oleh faktor sosial-ekonomi.4. Sementara health inequities didefinisikan sebagai kesenjangan kesehatan yang sistematis. sosial dan ekonomi. berbagai bentuk pengucilan dan marjinalisasi. baik di tingkat individu maupun keseluruhan populasi.

Selain itu tingginya angka kematian bayi juga didukung sebagai akibat langsung dari kontaminasi air dan sanitasi yang buruk. Hal ini menyebabkan bayi yang menderita reaksi infeksi dan alergi... Pada masyarakat perkotaan. Bayi yang diberi ASI memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik daripada bayi yang diberi susu formula karena dalam ASI terkandung immunoglobulin yang penting untuk melawan infeksi dan alergi. down syndrome. bayi berada pada tahapan basic trust vs mistrust (Hitchcock et. Pemberian ASI oleh ibu sangat penting pada tahap ini karena dapat menjadi awal terbentuknya ikatan antara ibu dan anak. dan kondisi kronis penyakit. 1999). Kondisi-kondisi seperti bayi dengan berat lahir rendah. Penyakit gastrointestinal dapat menyebabkan kekurangan gizi dan kematian. < 2500 gram) atau bahkan sangat rendah (very low birth weight.all. kecacatan. terutama di kalangan bayi karena imunitasnya belum sempurna berkembang. intestinal atresia. Bayi yang berasal dari keluarga ekonomi lemah. Kasus malnutrisi juga banyak dialami oleh mereka yang status ekonominya rendah. menyebabkan tingginya angka mortalitas dan morbiditas pada bayi di daerah perkotaan (Hitchcock et all. Pneumonia dan penyakit diare adalah penyebab utama kematian anak secara global. kelainan kongenital. Selain itu. ASI yang diberikan kepada bayi kurang mengandung nutrien karena si ibu tidak mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisinya untuk kebutuhan tumbuh kembang si bayi. Jika status gizi ibu terganggu. malnutrisi. bayi yang kurang mendapat asupan nutrisi dapat mengalami kelainan kongenital yang berujung pada kecacatan ataupun penyakit kronis. 1999). bibir sumbing. 1999). Hal ini disebabkan karena kurangnya nutrisi ibu selama kehamilan sehubungan dengan rendahnya pendapatan keluarga untuk menyediakan nutrisi yang cukup. terutama berkaitan dengan imunisasi. para ibu banyak yang bekerja sehingga ada kemungkinan mereka memutuskan untuk tidak menyusui bayinya. dan lebih memillih pemberian susu formula. sebagian besar lahir dengan berat lahir rendah (low birth weight. < 1500 gram) (Hitchcock et all.menyebabkan adanya perbedaan pula terhadap karakteristik kesehatan bayi. dan menjadi masalah tertentu di daerah perkotaan karena kepadatan. 49 . malformasi tulang dsb. Padahal ASI merupakan sumber ideal nutrisi dan energi untuk bayi selama 4 sampai 6 bulan pertama (Hitchcock et all.. maka kemampuannya untuk menghasilkan ASI dengan kandungan nutrisi yang tepat akan terganggu pula.. Pada tahapan perkembangan psikososial. Contoh kondisi kelainan kongenital antara lain adalah hidrocephalus. 1999). polusi udara dan minimnya akses masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan.

maka berdampak pada aspek keamanannya.. DHF. 2000). Keterampilan motorik yang belum matang tidak memungkinkan bayi untuk melarikan diri dari cidera. pneumonia. Balita di daerah perkotaan rentan terhadap kematian akibat penyakit malaria. Sementara itu tahap perkembangan psikososial pada anak prasekolah adalah tahap initiative vs guilt (Hitchcock et all. Bayi seringkali juga mengalami cidera atau injuri. karena kurangnya pengetahuan dan akses 50 . dan minimnya sarana kesehatan. toddler mulai mengembangkan otonomi dan kontrol diri.Perkembangan kognitif bayi berada pada tahap sensorimotorik (Hitchcock et all. Tahap perkembangan kognitif toddler berada pada tahap preoperasional. luka bakar. seharusnya balita masih mendapatkan imunisasi. Tahap perkembangan psikososial pada toddler adalah tahap autonomy vs shame/guilt (Hitchcock et all. Cidera yang seringkali dialami bayi antara lain seperti tersedak. Pada tahap tersebut bayi merasakan kesenangan melalui mulut atau berfokus pada aktivitas oral. Masalah kesehatan yang dialami balita di masyarakat perkotaan hampir sama dengan kelompok bayi. Oleh karena bayi berada pada kedua tahap perkembangan tersebut. bayi berada pada tahap oral. Namun.. Kasus SIDS ditemukan lebih banyak terjadi pada bayi laki-laki dan yang berasal dari status ekonomi rendah (Stanhope & Lancaster. Lingkungan yang buruk seperti polusi udara. Kondisi lain yang turut menyebabkan tingginya angka kematian bayi dan termasuk masalah kesehatan pada bayi adalah SIDS (Sudden Death Infant Syndrome). kurangnya sanitasi dan kontaminasi air. 1999). SIDS lebih sering terjadi pada bayi yang premature dan berat lahirnya rendah dan kemungkinan juga pada bayi dengan infeksi saluran napas atas. Hal ini karena pada masa ini. asma dan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti campak dan tuberkulosis. 1999). Sementara itu berdasarkan tahapan perkembangan psikoseksual. Pada tahap tersebut bayi menggunakan indera dan keterampilan motorik untuk belajar tentang dunia. mempermudah penyebaran penyakit menular (communicable disease). 1999).. aspirasi. kepadatan populasi. Pada tahap ini. Pada tahap ini anak merasa antusias untuk belajar hal yang baru dan berinisiatif. 2000) 2) Balita (Toddler dan Pra Sekolah) Pertumbuhan fisik dan kemampuan motorik agak melambat saat memasuki masa balita. Balita mengalami penurunan nafsu makan dibandingkan pada masa bayi. Bayi memiliki tingkat cidera tertinggi kedua dari semua kelompok anak-anak (Stanhope & Lancaster.

Sebab dan akibat cidera bervariasi dengan level 51 . serta kecelakaan kendaraan bermotor. sehingga menimbulkan penyakit yang disebabkan mikroorganisme patogen. Anak usia sekolah membutuhkan banyak kalori. rasa ingin tahu besar dan memiliki kemampuan logika yang relatif belum matang. menyebabkan terjadinya obesitas pada anak usia sekolah.. cidera jarang terjadi. Selain itu keterampilan motorik balita meningkat dan membuat pengawasan sulit. Keracunan timbal menjadi isu lingkungan utama yang mempengaruhi anak-anak. Kandungan lemak. restoran dan gerai makanan cepat saji yang telah meningkat jumlahnya di sebagian besar kota. membawanya pada peningkatan rasa harga diri dan tingkat kompetensi. dan masyarakat. Pemilihan makanan pada usia ini dipengaruhi oleh teman. Pada tahap ini. Oleh karena itu seringkali anak usia sekolah mengalami masalah pada gigi. Selain itu. gula dan garam yang tinggi pada makanan olahan.. keracunan. Plumbism ditemukan paling sering di antara balita dan anak prasekolah. Balita memiliki karakteristik aktif.. Tahap perkembangan psikososial anak usia sekolah adalah tahap industry vs inferiority (Hitchcock et all. anak usia sekolah banyak mengkonsumsi gula. sekolah. Sementara itu. Keracunan timbal terjadi karena kontaminasi lingkungan oleh limbah industri (Hitchcock et all. pada usia ini anak suka jajan. Kasus keracunan yang seringkali dialami balita yaitu keracunan makanan dan keracunan timbal (plumbism). Oleh karena itu pilihan jajanan atau makanan selingan yang dikonsumsi harus diperhatikan kebersihan dan nutrisinya. Disamping makanan utama. Oleh karena itu. 1999). 3) Anak Sekolah Anak usia sekolah tumbuh lebih lambat dari balita dan bayi. 1999). Mereka mampu melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain dan memikirkan tindakan.terhadap layanan kesehatan mengakibatkan peningkatan jumlah anak yang tidak divaksinasi. Hal ini penting untuk mengembangkan keterampilan kognitif dan sosial Kepuasan anak usia sekolah dalam mencapai sukses untuk mengembangkan keterampilan baru. Pada usia sekolah. makan makanan siap saji dan makanan ringan yang dibeli dari pedagang kaki lima. balita paling sering mengalami jatuh. 1999). tahap perkembangan kognitif anak usia sekolah adalah tahap concrete operation (Hitchcock et all. anak sedang mengembangkan harga diri dan menjadi aktif terlibat dalam beberapa kegiatan di rumah. Di daerah perkotaan sering dijumpai jajanan yang tidak sehat dan kurang bersih. mengantisipasi konsekuensi dan kemungkinan untuk memikirkan kembali tindakan.

persepsi. Pada perempuan.. Gangguan genetik sering ditemukan pada anak dengan perkembangan pubertas yang tertunda. interaksi dengan teman dan tindakan yang tidak dapat diterima (Clark. Karena testis tumbuh.umur dan perkembangan. Kekerasan pada anak dapat kategorikan sebagai kekerasan fisik. disertai dengan timbunan lemak. Pengaruh androgen pada laki-laki dan perempuan. emosional. Kasus kekerasan pada anak juga banyak terjadi pada usia sekolah. dan 52 . perilaku impulsive. 1999). Masalah lain yang kemungkinan bisa terjadi pada anak usia sekolah adalah ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). remaja dan dewasa muda memiliki akses terhadap zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. ADHD dikarakteristikan dengan perhatian yang kurang. seperti penggunaan alkohol. dan alat kelamin. Selama tahap ini perkembangan tinggi dimulai. Kekerasan yang terjadi pada anak menyebabkan tauma fisik dan mental pada anak. Beberapa sindrom tidak dapat didiagnosis hingga usia remaja. seksual atau kombinasi ketiganya (Hitchcock et all. infantilisme seksual. dan tercapai kematangan reproduksi. 1999). karakteristik seksual meningkat. seperti olahraga secara rutin dan diet sehat untuk meningkatkan kesehatan. kelenjar sebasea menjadi aktif. pembesaran payudara merupakan tanda pertama pubertas dimulai. dada. Kulit menjadi lebih tebal dan lebih keras selama masa pubertas. skrotum juga ikut membesar. Rambut tipis sepanjang labia juga muncul. dan seks bebas. 4) Remaja dan Dewasa Muda Remaja dan dewasa muda berumur antara 15 sampai 24 tahun. dan kulit skrotum menjadi lebih gelap dan rambut muncul pada dasarnya. Pada saat ini. Sindrom Turner disebabkan oleh tidak adanya salah satu kromosom X pada wanita dengan 3 ciri-ciri: perawakan pendek. Anak yang hiperaktif memiliki kesulitan dengan sekolah. Pada laki-laki. Hal ini menunjukkan perbedaan kemampuan kognitif. motorik dan bahasa . Selama periode ini. Kelenjar sebaceous dapat menjadi tersumbat dan meradang. Selama tahap kehidupan. anak perempuan memasuki masa puber lebih awal dari anak laki-laki (umur 9 sampai 10 untuk anak perempuan dan 10 sampai 11 untuk anak laki-laki). menyebabkan jerawat yang umum pada remaja. Umumnya. pertumbuhan tinggi badan secara keseluruhan mulai berjalan cepat. punggung atas. terutama pada wajah. dan hiperaktifitas. leher. obat-obatan. tembakau. perkembangan seksual dimulai dengan pembesaran testis. bahu. serta perilaku baik.

3) pembatasan rutinitas sehari-hari. teman-teman yang merokok. Peningkatan aktivitas seksual di kalangan remaja telah menyebabkan peningkatan STD. yaitu berat badan 20% lebih besar dari berat badan ideal untuk tinggi badan tertentu. amenore. 1991). virus yang terkait dengan AIDS meningkat di kalangan remaja. Ancaman lain bagi remaja yaitu kekerasan. yaitu pola makan diikuti dengan muntah paksa dan / atau penggunaan pencahar. Penyalahgunaan zat (tembakau. dan citra tubuh yang terdistorsi. 5) ketersediaan penyedia.amenore. Beberapa hal yang dianggap sebagai pemicu dan dapat mempengaruhi kemungkinan terkena kanker adalah:  Tembakau: penyebab utama kanker di paru-paru. Infeksi virus gangguan imunitas. 2) durasi tanda dan gejala. walaupun juga terjadi pada lakilaki (Neinstain. compotent simpatik. Sindrom Klinefelter disebabkan oleh adanya satu atau lebih tambahan kromosom X pada laki-laki. mereka sering enggan mencari perawatan kesehatan. Obesitas dapat merugikan perkembangan remaja harga diri dan sosial. aktivitas fisik kompulsif. dan harga diri rendah. 1) keparahan penyakit. gizi buruk dapat menghambat pertumbuhan dan menunda pematangan seksual. Tiga faktor risiko lain yang saling terkait yang berkontribusi terhadap penyakit dan kematian pada kelompok usia adalah kurang olahraga. dan obat-obatan terlarang) biasanya terjadi pada remaja yang memiliki prestasi sekolah rendah. 5) Dewasa Tingkat mortalitas untuk orang dewasa telah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. 53 . Meskipun remaja mampu mengidentifikasi masalah kesehatan diri sendiri. Ini merupakan suatu ancaman tersendiri bagi remaja dan sangat tidak bagus untuk perkembangan anak. kegagalan menjaga berat badan yang tepat. Obesitas juga sering terjadi. Faktor-faktor berikut mempengaruhi kesehatan remaja dalam pemanfaatan perawatan layanan. Selain itu terdapat juga prnyakit bulimia nervosa. diikuti oleh penyakit kardiovaskular. Salah satu penyakit yang di derita remaja dan dewasa muda adalah anoreksia nervosa. 6) kesadaran akan kebutuhan untuk perawatan Diet yang seimbang penting untuk pertumbuhan yang optimal selama masa remaja. alkohol. dan konsumsi alkohol. 4) biaya. Gejala yang terjadi mungkin termasuk kelaparan dengan penurunan berat badan yang signifikan. tetapi kanker masih merupakan penyebab utama kematian secara keseluruhan. terutama remaja perempuan.

tranquilizer. (b) Penurunan Fungsi dan Potensi Seksual Penurunan fungsi dan potensi seksual pada lanjut usia sering kali berhubungan dengan berbagai gangguan fisik seperti. Alkohol: berisiko lebih besar terkena beberapa jenis kanker. transportasi. vaginitis. Ada sejumlah pemeriksaan teratur. baik dari segi hidup lebih lama dan tetap fungsional. seperti pemeriksaan untuk hipertensi. misalnya tenaga berkurang. (c) Perubahan Aspek Psikososial 54 . termasuk di beberapa makanan. baru selesai operasi: misalnya prostatektomi. pemeriksaan kesehatan non invasif atau invasif minimal yang direkomendasikan untuk orang dewasa. perawatan kesehatan. seperti antihipertensi. darah tinggi. kulit keriput. perawatan pribadi. dan penggunaan obatobat tertentu. golongan steroid. kolesterol. 6) Lansia Status kesehatan lansia telah meningkat. gigi makin rontok. Hal ini dapat menimbulkan gangguan atau kelainan fungsi fisik. Masyarakat perlu untuk menangani kebutuhan khusus untuk lansia seperti dari pendapatan. misal diabetes mellitus. diabetes. Secara umum kondisi fisik seseorang yang sudah memasuki masa lansia mengalami penurunan secara berlipat ganda. dan kanker. perumahan. Kematian untuk penyakit kardiovaskuler pada orang dewasa telah cukup berkurang. gangguan jantung.   Paparan ultraviolet (UV). Paparan agen penyebab kanker. karsinogen. gangguan metabolisme. Adapun beberapa faktor yang dihadapi para lansia yang sangat mempengaruhi kesehatan jiwa mereka adalah sebagai berikut: (a) Penurunan Kondisi Fisik Setelah memasuki masa lansia umumnya terjadi perubahan patologis. tetapi masalah kesehatan akibat perilaku tidak sehat (seperti merokok dan minum) dapat dikurangi jika dewasa bersedia untuk memodifikasi perilaku mereka. yang selanjutnya dapat menyebabkan suatu keadaan ketergantungan kepada orang lain. di lingkungan. Terlalu banyak terpapar sinar matahari (yang berisi sinar UV) dapat mengakibatkan kanker kulit. psikologik maupun sosial. tulang makin rapuh. kekurangan gizi karena pencernaan kurang sempurna atau nafsu makan sangat kurang. dsb. dan fasilitas masyarakat dan layanan untuk orang tua.

Meskipun tujuan pensiun adalah agar para lansia dapat menikmati hari tua atau jaminan hari tua. Fungsi kognitif meliputi proses belajar.Lansia umumnya mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. (e) Perubahan dalam Peran Sosial di Masyarakat Akibat berkurangnya fungsi indera pendengaran. koordinasi. selama yang bersangkutan masih sanggup. yang berakibat lansia menjadi kurang cekatan. serta kependudukan. Bertentangan dengan perubahan kota yang amat pesat. penglihatan kabur dan sebagainya sehingga sering menimbulkan keterasingan. agar tidak merasa terasing atau diasingkan. gerak fisik dan sebagainya maka muncul gangguan fungsional atau bahkan kecacatan pada lansia. Hal itu sebaiknya dicegah dengan selalu mengajak mereka melakukan aktivitas. perhatian dan lain-lain sehingga menyebabkan reaksi dan perilaku lansia menjadi makin lambat. Sebagai akibat perkembangan kota yang sangat cepat dan dinamis akan 55 . persepsi. pemahaman. karena pensiun sering diartikan sebagai kehilangan penghasilan. perilaku dan akses pelayanan kesehatan. lansia juga mengalami perubahan aspek psikososial yang berkaitan dengan keadaan kepribadian lansia. Pertumbuhan kota biasanya diikuti oleh industrialisasi. namun dalam kenyataannya sering diartikan sebaliknya. munculnya kawasan industri akan menimbulkan derajat pencemaran dan berdampak buruk terhadap lingkungan kehidupan masyarakat perkotaan. 7) Aggregat Pekerja Masalah kesehatan agregat pekerja di perkotaan umumnya berkaitan dengan faktor lingkungan. Sementara fungsi psikomotorik (konatif) meliputi hal-hal yang berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan. Dengan adanya penurunan kedua fungsi tersebut. pengertian. jabatan. (d) Perubahan yang Berkaitan dengan Pekerjaan Pada umumnya perubahan ini diawali ketika masa pensiun. kegiatan. Misalnya badannya menjadi bungkuk. penglihatan. pendengaran sangat berkurang. tindakan. peran. sistem pelayanan kesehatan kota di banyak negara berkembang termasuk Indonesia kurang dinamis dan pendekatannya masih relatif sama dengan pedesaan. kedudukan. position dan harga diri. Reaksi setelah orang memasuki masa pensiun lebih tergantung dari model kepribadiannya seperti yang telah diuraikan pada point tiga di atas.

perilaku kerja. kelainan pendengaran dan polusi udara. glikol. penyakit akibat alcohol. debu kapas. dan lingkungan kerja. Hubungan antara pekerjaan dan pengaruhnya terhadap kesehatan dapat digambarkan melalui bagan berikut. kapasitas. 2009). alveolitis allergika yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat penghirupan debu organik. Lingkungan kerja yang panas. asbestosis) dan silikotuberkolosis yang silikosisnya merupakan faktor utama penyebab cacat atau kematian. penyakit yang disebabkan oleh logam atau persenyawaannya yang beracun.berdampak pada perkembangan dan masalah kesehatan masyarakat yang khas perkotaan (Depkes RI). pencemaran bahan kimia (Ferry & Makhfudli. Ada beberapa jenis penyakit yang sering ditemukan pada agregat pekerja menurut Keputusan Presiden RI Nomor 22/1993 tentang penyakit yang timbul karena hubungan kerja yaitu: Pnemokoniosis yang disebabkan debu mineral pembentuk jaringan parut (silikosis. Hal lain yang berkontribusi mempengaruhi kesehatan pada agregat pekerja adalah lingkungan kerja. berdebu. gas atau uap. asma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi dan zat perangsang. 1996). henep dan sisal (bissinosis). kanker. beban kerja. vlas. bising. penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu logam keras. Beban kerja yang terlalu berat juga dapat memicu terjadinya stress pada agregat pekerja. Contoh kapasitas kerja yang baik adalah ketika seorang pekerja mendapatkan gizi yang baik. 56 . (Stanhope & Lancaster. sehingga dapat menimbulkan gangguan mental dan fisik. Gangguan kesehatan atau penyakit yang didapatkan dari tempat kerja ini bukan hanya membahayakan diri pekerja itu sendiri. tetapi dapat membahayakan keluarga dan orang terdekatnya. Faktor lain yang mempengaruhi status kesehatan agregat pekerja yaitu pelayanan kesehatan kerja. maka pekerja tersebut akan dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. terpapar zat kimia dan lain sebagainya dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada agregat pekerja. memiliki status kesehatan dan kondisi fisik yang prima. Penyakit yang timbul karena hubungan kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja. antrakosilikosis. keton. radiasi.

Polutan gas dapat berupa senyawa belerang. asap. Terdapat tiga tipe utama pencemaran udara yang memiliki dampak buruk terhadap kesehatan manusia. kabut. kabut asap. pestisida. hepatitis dan kehamilan. Pekerja dengan usia menengah berisiko mengalami serangan jantung dan kanker.Host Pekerja & Keluarga Pekerja Agent: Bahaya yang didapatkan dari tempat kerja (biological. nitrogen dioksida. physical. polutan gas (gas dan uap). partikel asap knalpot. dan amonia.2 Penyakit akibat Pencemaran Udara. batubara. Partikel ini dapat berupa gas belerang dioksida. Air. dan asap rokok). Lodh. fisik dan sosial Agregat pekerja yang masih berusia muda rentan mengalami penyakit menular seksual. dan Suara 1) Penyakit akibat Pencemaran Udara Pencemaran udara didefinisikan sebagai berbagai macam partikel yang mengontaminasi udara (debu. Pekerja yang lebih muda lagi berisiko mangalami kecelakaan kerja berhubungan dengan keterbatasan keahlian dan kurang pelatihan kerja. dkk. Pertama. emisi dari pembangkit tenaga listrik dan 57 . ergonomic. psychosocial) (Stanhope & Lancaster. dll. Pekerja di usia lanjut akan rentan mengalami kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh penurunan kapasitas muskuloskeletal dan fungsi sensorik (Mary Jo Clark.4. 1999). 1996) Environment: Seluruh faktor eksternal yang mempengaruhi interaksi host-agent . Sedangkan bau dihasilkan dari pembakaran senyawa-senyawa organik yang mengganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman. 2. serta bau yang mencemari udara (Kjellstrom. senyawa nitrogen. 2006). McMichael. chemical.

juga pembangkit listrik. Semua itu merupakan dampak dari pencemaran udara khusunya di perkotaan. penyakit jantung. seperti penggunaan kendaraan bermotor terutama di perkotaan serta faktor alam seperti angin dan letak geografis (Clark. Penyakit yang timbul karena pencemaran udara indoor ini diantaranya iritasi mata sampai gangguan pernapasan. gangguan hidung. 1995). asbes. sehingga pertukaran udara di dalam ruangan dengan udara di luar menjadi sulit. Polusi udara indoor terjadi karena polutan di dalam ruangan. 1999). seperti menggunakan masker ketika di jalan raya. serta asap rokok. 1981). hidrogen sulfida. photochemical oxidant. pembakaran kayu serta area pertanian. Cara untuk mengatasi pencemaran udara ini adalah dengan mengurangi emisi atau tingkat pencemaran yang ada. Umumnya penyakit tersebut menyerang saluran pernapasan manusia. Bahan-bahan diatas umumnya dihasilkan oleh pabrik maupun kilang. bahan kimia lainnya. kerusakan sistem saraf pusat. tenggorokan. panas yang bercampur dengan hidrokarbon. Penyakit yang timbul biasanya asma. karbon dioksida. Polusi udara outdoor disebabkan oleh pembakaran minyak bumi dan batu bara. Selain itu juga bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan tetap asri agar mampu menetralisir pulosi yang ada. Salah satu faktor yang memperparah yaitu tren bangunan yang memiliki sedikit ventilasi udara. Polusi udara tentunya berdampak pada kesehatan manusia karena menimbulkan berbagai penyakit yang mengancam kehidupan. dan berbagai macam kanker (Clark. Terkait dengan penyakit yang ditimbulkan. seperti polosiklik hidrokarbon yang juga menyebabkan kanker. penyakit pernapasan akut. seperti arang. Misalnya. Beberapa karsinogen juga ditemukan di udara perkotaan.pembakaran fosil yang menimbulkan sulfur oksida serta partikel kompleks yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia. dan karbon monoksida di dalamnya. dan kanker paru-paru (Smith & Maurer. sebaiknya dilakukan pencegahan. 58 . penyakit jantung kronik. limbah industri. biasanya dihasilkan oleh peralatan rumah tangga seperti formaldehid. dan proteksi diri lainnya seperti mengonsumsi makan bergizi maupun vitamin. Ketiga. membangun rumah dengan ventilasi yang memadai. macam-macam polutan individual. 1999). Kedua. oksida nitrogen.Faktor-faktor yang memperparah pencemaran udara. karbon monoksida. dan asbes (Jarvis. penggunaan bensin bebas timbal dan meminimalkan penggunaan solar. polusi udara dibagi menjadi 2. seperti ozon. Sedangkan untuk masalah kesehatan yang sudah ada. yaitu polusi udara outdoor dan indoor.

anemia. Pestisida dan kontaminasi kimia lainnya yang masuk ke saluran air melalui pertanian dan limbah industri dapat bertahan di lingkungan. Terkait dengan masalah kesehatan. sehingga terjadi gangguan reproduksi. yaitu hepatitis. neuropatik peripheral. gagal ginjal. yaitu industri. Ada tiga sumber utama kontaminasi air. dan klorobenzena (WHO 2003). Efek pada perkembangan sistem saraf mencakup gangguan perkembangan mental. gastritis. Selain itu terjadi pula iritasi atau peradangan pada mata dan hidung. sirosis. anomali kongenital. Bahan kimia dalam air minum juga bersifat karsinogenik. esofagitis. Berbagai penyakit yang berasal dari polusi persediaan air. perkembangan dan perilaku. testis. dan penggunaan garam. tembaga. 2002). polutan juga berasal dari pertambangan. merkuri. cacat lahir. iritasi kulit. septictank. cara mengatasi penyakit akibat polusi air yaitu dengan mengonsumsi air yang bersih. dan gangguan hormon yang meyebabkan kanker payudara. simpanan kimia di bawah tanah. dan kanker prostat. dan bahan kimia pertanian (Smith & Maurer. dan kelainan perilaku (WHO and International Programme on Chemical Safety. alopecia. Gangguan endokrin dapat mengurangi kesuburan dan meningkatkan resiko bayi lahir mati. kanker kandung kemih dan kolorektal. kanker perut. Ekskresi bahan kimia melalui ginjal yang toksik bagi ginjal berupa bahan kimia seperti kadmium. limbah air selokan. gangguan system saraf pusat. Walaupun industri menjadi sumber utama polusi. namun masalah kesehatan yang paling berbahaya berhubungan dengan paparan kronis (misalnya. kulit. toksisitas hati) tembaga dan kromium arsenik dalam air minum. Selain itu. pestisida dan pupuk juga bisa mencemari persediaan air yang menyebabkan polusi kimia air. 1995). Menanggulangi pencemaran air dapat dilakukan dengan menambahkan bahan kimia abate ke saluran air untuk meminimalkan kontaminasi. dan memasak air dulu sebelum 59 . Hal lain yang dapat dilakukan adalah pertanian secara organik dan manajemen hama terpadu. tidak tercemar. psikomotor. dan penyakit jantung (Clark.3 Penyakit akibat Pencemaran Air Ketersediaan air yang bersih dan aman sangat diperlukan demi terciptanya kesehatan. polio. Tetapi berbeda dengan realita yang ada. air mengalami kontaminasi yang berbahaya untuk digunakan oleh masyarakat terutama masyarakat perkotaan. dan sistem gastrointestinal. kognitif. 1999). Zat kimia tersebut mengganggu fungsi sistem endokrin. mikroba yang mengakibatkan penyakit gastrointestinal. kejang.

gangguan tidur. 4 Penyakit akibat Pencemaran Suara Level dari pencemaran suara di masyarakat kita mengalami peningkatan secara drastis dan berdampak besar terhadap gangguan pendengaran. Polutan untuk pencemaran suara yang berdampak buruk terhadap kesehatan diantaranya suara bus. dan kondisi patologis seperti aterosklerosis dan penyakit jantung. Hoogenven. Efek psikologikal juga terpengaruhi dengan pencemaran suara ini. dan perlu segera ditanggulangi. Klien juga harus diberi tahu jika level suara tertentu dapat mengakibatkan kerusakan telinga.Tingkat keparahan dari paparan pencemaran suara berkaitan dengan frekuensi dan intensitas kebisingan serta lama paparan. Van Kempen. Secara sosial misalnya kejengkelan. 60 . sakit kepala. dan impotensi. kecelakaan. Langkah yang dapat kita ambil untuk mengatasi pencemaran suara yaitu dengan mengisolasi kebisingan. penyakit kulit. 1999). disritmia jantung. truk. truk sampah. sepeda motor. ketidakmampuan bersosialisasi. Terdapat dua kategori untuk gangguan akibat pencemaran suara ini. dan gangguan jiwa (Hollander. Pendidikan kesehatan juga mungkin dilakukan agar masyarakat semakin sadar dan peduli akan kelestarian air. gunakan alat pelindung telinga untuk mengurangi kebisingan. Sedangkan secara klinis seperti hipertensi. Keadaan darurat dapat berubah menjadi bencana (disaster) yang mengakibatkan banyak korban atau kerusakan Pada tahun 1997. penyakit antung iskemik.diminum. motorboats. Bukti menunjukkan bahwa paparan yang terlalu lama terhadap kebisingan berperan meningkatkan kecemasan dan stress emosional yang mungkin mengakibatkan mual. Jika hal tersebut tidak bisa dilakukan. 2. kendaraan off-road seperti pesawat terbang. baik dengan menggunakan bahan penyerap suara atau dengan memindahkan klien dari sumber kebisingan. mengganggu kegiatan/organisasi/kumunitas.3 Masalah Emergency dan Bencana 1) Masalah Emergency Keadaan darurat (emergency) adalah situasi/kondisi/kejadian yang tidak normal. dan penggunaan obat-obatan. yaitu terjadi tiba-tiba.4. dan kinerja menurun. kereta. penyakit mental. gangguan aktivitas sehari-hari. Masalah lain yang juga berhubungan dengan pencemaran suara meliputi stress. dan yang bersuara keras lainnya (Clark. terutama pendengaran. 2000). yaitu secara sosial dan klinik. Efek lainnya meliputi insomnia.

maka fase isolasi itu akan menjadi lama.Noji mengatakan bahwa kondisi emergency/darurat melibatkan tanggapan langsung terhadap efek dari bencana dan dapat dibagi menjadi dua fase. Mencegah terjadinya bencana jika memungkinkan 2. terdapat delapan prinsip dasar yang seharusnya diikuti oleh semua pihak yang memiliki kepekaan untuk menolong korban bencana. yang terjadi karena dampak dari bencana 4. Keadaan emergency dapat diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk. Peristiwa kebakaran. fase isolasi awal dan fase bantuan kemudian. kecelakaan lalu lintas. pemadaman listrik. Menyediakan pertolongan pertama pada cedera 6. Tujuan utama dari manajemen emergency adalah mencegah ataupun mengurangi tingkat kematian dan kecacatan. 2) Technological hazard. Mencegah berjatuhannya korban selanjutnya. Adapun hal-hal yang biasa dilakukan saat kondisi emergency adalah sebagai berikut:  Pusat Operasi Emergency dan Sistem Medis Emergency: diperlukan dalam keadaan bencana yang menjatuhkan banyak korban dan memerlukan penanganan langsung dari pihak pelayanan kesehatan. gempa bumi. Adapun delapan prinsip tersebut adalah: 1. tanah longsor dan sebagainya yang melibatkan peran serta alam sekitar dalam menciptakan keadaan darurat tersebut. bendungan yang bocor merupakan beberapa bentuk dari technological hazard. angin badai. Menolong korban 5. Mengevakuasikan korban cedera untuk mendapatkan pelayanan medis 7. Beberapa contoh dari natural hazard adalah banjir. Meminimalisir korban jika bencana tidak dapat dicegah 3. Pusat operasi dan sistem medis ini dapat didirikan dekat dengan lokasi bencana. Sedangkan kondisi yang huru-hara seperti kerusuhan dan perang yang melibatkan banyak orang dan juga diselesaikan bersama. Sedangkan fase bantuan adalah fase ketika bantuan datang dari luar komunitas. pertolongan hadir dari kelompok komunitas itu sendiri karena tidak adanya waktu untuk mendatangkan pertolongan dari luar komunitas. Jika lokasi terjadinya kejadian darurat terisolasi dan sulit untuk diakses.  Dasar-dasar Manajemen saat Keadaan Emergency. Pada fase isolasi. yaitu 1) Natural hazard. 3) Huru-hara. Menyediakan pelayanan medis secara pasti 61 . Garb dan Eng pada tahun 1969 mengatakan.

1. 3) Lingkungan fisik sekitar. prioritas kedua. Pasien ini dapat menungggu beberapa jam untuk perawatan tanpa masalah. Menentukan tindakan langsung 62 . Pasien dengan gejala prioritas kedua harus dilakukan observasi lebih teliti. Adalah pasien yang memiliki cedera minimal dan tidak disertai dengan komplikasi sistemik. Perawat berhak memberikan pelayanan saat kondisi emergency muncul. 3.8. Contohnya dalah kebakaran ringan. cedera kepala yang mengeluarkan banyak darah. ataupun mendekati hipoksia. luka robek ringan. dan meninggal atau sudah tidak dapat diselamatkan lagi. 4. Contoh masalah dari kategori ini adalah shock. contohnya adalah fraktur. namun belum shock ataupun hipoksia. diantaranya: 1. terkilir. menjadi prioritas pertama. yaitu prioritas pertama. luka di dada. frkatur terbuka. hipoksia. 1982). Adalah pasien yang memiliki cedera dengan efek sistemik dan komplikasi. 3. Hitam: meninggal atau sudah tidak dapat diselamatkan. Hijau: prioritas ketiga. Merah: sangat penting. Kuning: Penting. prioritas ketiga. Terdapat empat kategori dalam pengklasifikasian korban. 2) Masalah kesehatan yang lalu dan yang sekarang sedang diderita pada komunitas secara umum. Adalah pasien yang tidak lagi memiliki harapan untuk hidup ataupun hanya menyisakan sedikit harapan hidup. pasien yang mendapatkan prioritas pertama adalah pasien dengan kebutuhan akan perawatan cedera. Contohnya adalah pasien yang cedera berat di kepala ataupun dada. Melakukan survey lapangan 2. mungkin saja suatu saat kondisi pasien berubah dan dapat dikategorikan ulang sebagai prioritas pertama. diantaranya dengan membedakan warna (American Red Cross. hemoragik. prioritas kedua. 2. Pengkajian hasil survey Lingkup yang seharusnya menjadi fokus pengkajian adalah 1) Masalah kesehatan individu. Promosikan untuk dapat merekronstruksi kehidupan  Pengklasifikasian Korban: dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Setelah mengkaji dan mendirikan diagnosa dari permasalahan yang perlu diatasi. 2) Masalah akibat Bencana Disaster/bencana adalah setiap kejadian baik perbuatan manusia maupun alami yang menyebabkan kerusakan dan kehancuran yang tidak dapat diatasi tanpa bantuan. 2004). hujan es. banjir. Peran perawat dalam tahap persiapan bencana yaitu seorang perawat memfasilitasi persiapan kerja dan tempat masyarakat. seperti perang konvensional. sekali petugas penyelamat mulai tiba di TKP. 2004). apakah bisa diatasi hanya di pusat kesehatan bencana atau harus dirujuk ke rumah sakit terdekat. perawat dapat membantu memulai atau memperbarui rencana bencana menyediakan program pendidikan dan material mengenai bencana spesifik ke daerah tersebut. transportasi kecelakaan. letusan gunung berapi. Hal ini harus menjadi perhatian perawat. kebakaran. Pertama yang disebabkan oleh alam. hal ini akan memperburuk kondisi kesehatan pasien. 5. seperti angin topan. 6. dan keringanan yang disebabkan kebakaran hutan. mulai muncul kebiasaan buruk berupa ketidakpedulian dengan kebersihan tubuh yang akan menimbulkan penyakit lain. dan juga minat khusus. dalam situasi ini. polusi. respon. rencana langsung untuk triase harus 63 . Peran perawat saat bencana tergantung pada peran di institusi. kekeringan. kimia). kerusuhan demonstrasi) (Stanhope. Kedua akibat perbuatan manusia. Pada dasarnya ada dua jenis bencana yaitu bencana yang alami dan buatan manusia. dan pemulihan. Kebutuhan psikologis saat emergency. sehingga perawat harus memperhatikan aspek psikologis pasien juga untuk melengkapi penyembuhan korban. topan. Pengelolaan bencana termasuk tiga tahap bencana: persiapan. Melaksanakan peran perawat di pusat pertolongan pertama emergeny. bahan beracun. maka perawat harus menempatkan klien pada prioritas penanganan yang tepat. wabah penyakit menular. runtuhnya struktur. dan mengatur latihan bencana (Stanhope. Dalam organisasi. tanah longsor. tornado. Berkonsentrasi pada kondisi kesehatan utama setelah kondisi emergency Setelah keadaan darurat dilalui. kerusuhan sipil (misalnya. pengalaman perawat dan kesiapsiagaan masyarakat. gempa bumi. 4. penting untuk diingat bahwa semua masalah yang mengancam jiwa didahulukan. ledakan/bom. Kondisi-kondisi bencana akan membuat psikologis korban terganggu. pelatihan khusus. nuklir. badai salju. perang nonkonvensional (misalnya.

(4) Pemulihan: tahap keempat merupakan pemulihan dari reaksi krisis. (2) Respon emosional yang kuat: dalam tahap kedua. Hal ini terutama penting bagi korban untuk mengambil tindakan khusus untuk membantu mereka dan keluarga mereka. (3) Penerimaan: selama tahap ketiga. 64 . Untuk orang di daerah dampak fase ini dapat bertahan seumur hidup (misalnya korban bom atom Hiroshima). (1) Prediktabilitas. gelisah. serta tanggapan terhadap peristiwa aktual. Dia merasa lebih penuh harapan dan percaya diri. orang tersebut sadar akan masalah dan menganggapnya sebagai hal yang luar biasa dan tak tertahankan. Korban mungkin ingin menceritakan kembali atau menghidupkan kembali pengalaman bencana berulang-ulang. tinggi. kesulitan berbicara. Kemampuan untuk membuat keputusan dan melaksanakan kembali rencana. sedih. waktu. sensitivitas. Rutinitas menjadi penting lagi. Korban mengembangkan memori realistis dari pengalaman (Smith. Kemajuan dalam meteorologi. Triase adalah proses memisahkan korban dan mengalokasikan pengobatan berdasarkan potensi korban untuk bertahan hidup. Berikut ini merupakan tahap respon emosi para korban bencana: (1) Denial: selama tahap I. 1995) Bencana memiliki jumlah ukuran yang mungkin berbeda baik itu prediktabilitas. dan badai). Masalah yang terjadi ditolak atau belum sepenuhnya "terdaftar. telah membuat lebih layak untuk secara akurat memprediksi kemungkinan beberapa jenis alam. akan memahami masalah tetapi mungkin tampak tidak terpengaruh secara emosional. marah dan pasif. tornado. dan ruang lingkup atau intensitas.dimulai. mengencangkan otot-otot. misalnya. 2004). Rasa kesejahteraan dipulihkan. Korban merasa bahwa mereka kembali normal. Reaksi umum selama tahap ini gemetar. korban mulai menerima masalah yang disebabkan oleh bencana dan membuat upaya terkonsentrasi untuk menyelesaikannya. Pemulihan dimulai selama fase darurat dan berakhir dengan kembalinya ketertiban masyarakat normal dan berfungsi. Dimensi ini mempengaruhi sifat dan kemungkinan perencanaan persiapan. Peran perawat dalam fase pemulihan beragam seperti dalam kesiapan dan fase respon dari bencana. frekuensi. beberapa kejadian lebih mudah diprediksi maka orang lain. cuaca bencana yang terkait (misalnya." Korban mungkin tampak luar biasa tidak peduli. lebih mungkin. korban mungkin menyangkal besarnya masalah atau. pengendalian. Prioritas tertinggi selalu diberikan kepada korban yang memiliki cedera mengancam kehidupan dan yang memiliki probabilitas tinggi untuk bertahan hidup begitu stabil (Stanhope. menangis. banjir. berkeringat.

tidak ada kesempatan untuk memperingatkan rakyat. Kunci untuk manajemen bencana yang efektif adalah pra perencanaan bencana dan persiapan. 1995). pendidikan publik tentang potensi bahaya. perawat harus berperan aktif dalam mempersiapkan bencana dengan berpartisipasi dalam perencanaan masyarakat dan latihan bencana. kematian. Los Angeles sedang dalam proses perkuatan sistem jalan bebas hambatan untuk memperkuat resistensi jalan raya untuk kerusakan gempa ketika gempa bumi 1994 mencapai daerah tersebut.sementara yang lain. dengan kerusakan relatif sedikit dilakukan untuk properti atau individu (Smith. Bencana dapat terkonsentrasi pada daerah yang sangat kecil atau melibatkan wilayah geografis yang sangat besar biasanya mempengaruhi banyak orang. respon darurat yang terkoordinasi. peringatan pra dan tindakan pengendalian yang dapat mengurangi dampak dari bencana. seperti ledakan atau rongsokan. atau kurang intens. dan penilaian yang sistematis dari pengaruh bencana untuk lebih mempersiapkan masa depan . Perawat juga dapat berfungsi sebagai educator dalam mempengaruhi pemahaman masyarakat tentang perlunya persiapan untuk bencana. penggunaan teknik untuk mengurangi risiko. Misalnya. Perawat dapat menjadi relawan atau mungkin diperlukan untuk mengambil bagian dalam persiapan bencana. dan kerusakan properti. (3) Pengendalian. dan durasi yang panjang dari fase dampak. (4) Waktu. negara bagian. Man bencana dibuat. menyebabkan banyak luka. (5) Ruang lingkup dan intensitas. Ada beberapa karakteristik waktu yang berkaitan dengan dampak bencana yaitu kecepatan terjadinya bencana. dan orang yang dekat sistem sungai besar adalah risiko lebih besar untuk banjir daripada orang yang tinggal di tempat lain. Sebagai anggota tim potensial. Tanggung jawab untuk mengatasi kelima bidang perencanaan bencana juga dimiliki oleh wilayah lokal. Contohnya. 65 . seperti gempa bumi tidak diperkirakan. Bencana bisa sangat intens dan sangat merusak. dan lembaga sukarela. Perencanaan untuk bencana melibatkan lima bidang utama yakni penggunaan teknologi untuk acara perkiraan. Meskipun bencana alam relatif jarang. waktu yang tersedia untuk memperingatkan penduduk. Rencana bencana harus dipraktekkan. federal. mereka muncul lebih sering pada lokasi geografis tertentu. juga kurang diprediksi. (2) Frekuensi. penduduk California beresiko untuk gempa bumi. dan panjang sebenarnya waktu dari fase dampak. Kerusakan yang paling umumnya disebabkan oleh kombinasi terburuk yang mungkin dari faktor waktu permulaan yang cepat.

kehilangan salah satu bagian dari korban bencana. mencegah terjadinya bencana bila memungkinkan. Ada beberapa prinsip manajemen bencana diantaranya. mencegah korban lebih lanjut dari terjadi setelah dampak awal bencana. Tujuan ini dicapai berbeda sesuai dengan tipe dari bencana itu sendiri dan juga tipe penyelamat. yaitu merah untuk yang paling mendesak sebagai tanda prioritas pertama. Model dimensi ini dapat digunakan oleh perawat kesehatan komunitas dan yang terlibat dalam respon bencana. Dimensi dari perspektif kesehatan yang bisa digunakan untuk mengkaji efek dari bencana yang terjadi: 1. Kedua. Beberapa bencana telah dicegah oleh penegakan kode bangunan yang baik atau dengan pengelolaan lahan air yang tepat. Dalam kasus epidemi influenza. Kemudian ada model dimensi dan perawatan klien pada setting bencana. memberikan perawatan medis. 1995). Banyak buatan manusia bisa mencegah bencana dengan mengamati tindakan pencegahan keselamatan yang tepat. kuning untuk hal mendesak di prioritas kedua. hijauu untuk prioritas ketiga. Tujuan primer dari manajemen bencana adalah mencegah atau meminimalkan kematian. meminimalkan jumlah korban jika bencana tidak dapat dicegah. cacat. implementasi. beberapa komunitas menggunakan kode warna (Palang Merah Amerika). 1995). perencanaan tanggap bencana untuk membimbing perkembangan. Beberapa jenis bencana khususnya buatan manusia mungkin dapat dicegah sedangkan bencana lain tidak dapat dicegah. Pertama. termasuk perawatan peralatan biasa. pencegahan dan mitigasi. dan evaluasi pada rencana bencana. Dimensi biofisik Biologi manusia juga merupakan faktor dalam memprediksi jenis efek sebagai akibat dari bencana.dievaluasi. mengevakuasi yang terluka ke fasilitas medis. dan hitam untuk korban yang sekarat atau meninggal dunia (Smith. dan promosikan rekonstruksi kehidupan (Smith. menyelamatkan korban. penyakit yang 66 . Hal ini karena sistem ini yang terbaik dan paling mudah dipahami. memberikan pertolongan pertama pada luka. namun dampaknya dapat dikurangi. respon emergency. Pertama. pengkajian dimensi kesehatan pada bencana. 1995). penderitaan. Pendidikan publik adalah strategi lain yang dapat digunakan untuk mengurangi dampak dari situasi berbahaya. Memprioritaskan korban untuk pengobatan dapat dilakukan dengan banyak cara. dan diperbaharui secara berkala oleh seluruh peserta dalam persiapan bencana (Smith.

Pola dan Merokok penggunaan obat dapat misalnya sering dan pengaruhnya konsumsi seperti terhadap kesehatan merokok. Contoh data pengaruh bencana pada biofisik: Longsor. Misalnya. Keempat. 67 . Dimensi sosial Faktor dimensi sosial juga dapat mempengaruhi cara orang untuk respon bencana dan bahkan dapat menimbulkan adanya ketegangan rasial bisa memicu pecahnya kekerasan di beberapa komunitas. Berdasarkan pengkajian faktor biofisik. mungkin panik dan menanggapi mereka yang tidak tepat. psikologis. 1999). dapat menyebabkan sesak napas. Kedua. Perawat kesehatan masyarakat harus menilai sikap anggota masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana. Dimensi Perilaku Faktor perilaku yang berhubungan dengan pola konsumsi dan bahkan kegiatan rekreasi juga dapat mempengaruhi terjadinyabencana anggotamasyarakat. 1999). Dalam ledakan. perawat membuat diagnosa keperawatan sesuai dengan perawatan bencana. Kegiatan yang berkaitan dengan perawatan bencana terjadi di beberapa daerah. sosial dan perilaku/behavioral. 4. sedangkan baru ke daerah. Perang adalah bencana lain yang timbul dari kondisi lingkungan sosial.berpotensi disertai oleh dehidrasi ketidakseimbangan elektrolit dapat diharapkan. dapat menyebabkan radang dingin dan efek lain dari paparan dingin. 2. cedera dapat terdiri dari luka bakar dan trauma. perawat mengidentifikasi faktor-faktor sosial yang mungkin berkontribusi terhadap bencana dan cara orang menanggapi mereka. Dalam menilai sebuah komunitas. menjadi penyebab kebakaranresidental dan kebakaran hutan dan sikat yang mengakibatkanhilangnya nyawa serta kerusakan properti yang luas (Clark. Perencanaan. Ketiga. diagnosa keperawatan. yang belum pernah berpengalaman dan gempa bumi. berkontribusi terhadap bencana. keakraban dengan gempa bumi dapat membatasi panik pada beberapa orang. sedangkan banjir hasil terutama di tenggelam. Evaluasi berfokus pada kecukupan rencana untuk membatasi bencana dan memenuhi kebutuhan mereka yang terlibat di dalamnya (Clark. 3. dapat menyebabkan patah tulang atau bentuk lain dari trauma. Dimensi psikologikal Faktor psikologis yang berpengaruh saat bencana terjadi. minum. evaluasi.

Masalah kesehatan mental dapat dimanifestasikan dalam banyak jalan.4 Masalah Khusus Kejiwaan pada Masyarakat Perkotaan 1) Gangguan Jiwa Berat Gangguan jiwa berat menyerang kemampuan berpikir dan perilaku manusia. Sebagai contoh. Sebagian besar orang dengan gangguan mental berat hidup dalam kemiskinan karena mereka tidak mampu untuk mendapatkan atau mempertahankan standar hidup yang layak. dan memiliki pendidikan rendah. dan tingkat sosial ekonomi. kematian tak terduga maupun yang sudah diantisipasi dalam keluarga dapat mengakibatkan rasa kehilangan yang mungkin mengganggu pola aktivitas pertahanan anggota keluarga. Kematian anggota keluarga dapat memberikan efek pada usia yang berbeda dengan bermacam cara. dan sindrom otak organik. dan aset material dari komunitas. dan dapat terjadi pada semua usia. kesulitan mengambil keputusan dan gangguan pola tidur adalah hal yang umum terjadi saat kehilangan. Kesehatan mental individu dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Penurunan napsu makan. Bagaimanapun juga kehilangan bukan satu-satunya penyebab menurunnya kesehatan mental. Gangguan jiwa berat meliputi gangguan suasana hati dan depresi. dan pada lansia mudah untuk mengalami isolasi sosial. 68 . Misalnya pada bayi dan anak-anak. 2000). skizofrenia. Gangguan jiwa berat bersifat persisten. afektif.2. sedangkan pada dewasa akan meningkatkan risiko stres berhubungan dengan perubahan peran. kekerasan dalam rumah tangga. kognitif. dan fungsi sosial. Karena keterbatasan data. kehilangan pekerjaan. Faktor internal meliputi aspek biopsikososial atau karakteristik kepribadian dari individu. ras. 2) Masalah kesehatan mental pada populasi berisiko tinggi Kesehatan jiwa merupakan proses dinamis yang memungkinkan perkembangan fisik. Insiden tidak terduga atau bahkan kejadian yang sudah diantisipasi dapat mengurangi fungsi fisik. kehilangan pengasuhan dan perhatian dapat memberikan defisit emosional jangka panjang. kecemasan. afektif. dan bencana alam tak terduga (Marcia Stanhope dan Jeanette Lancaster. kognitif. cukup sulit untuk menjelaskan tingkat prevalansi penyakit kejiwaan. kesedihan. keyakinan. seperti nilai. Penyebab lain antara lain masalah kesehatan fisik. Faktor eksternal meliputi tekanan lingkungan sosial. dan fungsi sosial individu. trauma. Gangguan jiwa berat lebih sering terjadi pada wanita dengan penghasilan rendah.4. menarik diri.

Psikotropika. serta dapat menyebabkan ketergantungan baik fisik maupun psikis. persepsi. perilaku. Berikut ini merupakan beberapa obat-obatan psikoaktif yang sering disalahgunakan: Klasifikasi Obat-obatan penenang Obat-obatan Alkohol Penggunaan Kekebalan Ya Ketergantungan fisik Ya Ketergantungan psikis Ya Mengurangi ketegangan. dan Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya (jika tanpa obat mengakibatkan depresi fisik dan psikologis) Ya Sedikit Sedikit Ya Ya Ya ? Tidak Mungkin Tidak Tidak Tidak Tidak ? Tidak Ya Ya Hanya sebagian pemakai ? bagi kecil Hanya untuk pemakai berat 69 . dan zat adiktif lainnya) Napza tergolong dalam zat psikoaktif yang bekerja mempengaruhi kerja sistem penghantar sinyal saraf sel-sel susunan saraf pusat yang dapat menyebabkan terganggunya fungsi kognitif. Kodein menyebabkan Heroin keaddaan santai Morphin dan lamunan yang menyenangkan Metadon Mengobati ketergantungan heroin Obat perangsang Amfetamin Meningkatkan Benzedrine gairah. alkohol. melepaskan hambatanhambatan Obat bius/tidur Menyebabkan keadaan santai dan tidur Obat penenang Mengurangi rasa Miltown cemas dan Valium ketegangan Candu/Narkotik Opium dan Mengurangi rasa sebangsanya sakit.3) Napza (Narkotika. pikiran. Dexedrine mengurangi Methedrine kelesuan Kokain Meningkatkan gairah. mengurangi kelesuan Nikotin Meningkatkan gairah Kafein Meningkatkan gairah Halusinogen LSD* Meluaskan Mescaline* pikiran dan Psilocybin* mengakibatkan Phencyclidine perubahan(PCP)† perubahan Marijuana persepsi.

protokol perawatan. Selanjutnya. dan masih banyak lagi. Dalam dosis tinggi. †PCP adalah obat-obatan sintetik yang digunakan sebagai obat bius bedah hingga reaksi seperti psikotik yang parah terlihat pada pasien. Membantu klien dan keluarga dengan akses yang tepat dan memberikan dukungan merupakan kagiatan perawat yang sangat penting (Judith Ann Allender. strategi pencegahan dan promosi kesehatan. Aspek lain dari peran perawat yaitu sebagai edukator. mescaline. 2005). Atkinson. psilocybin semuanya menunjukkan “cross-tolerance” misalnya pamakai LSD akan mengembangkan toleransi yang meningkat terhadap mescaline. Perawat komunitas kesehatan mental mengajarkan klien secara individu maupun kelompok tentang kondisi kesehatan mental mereka. Perawat melihat peningkatan akses klien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mental. Sebagian besar orang tidak mengetahui dengan pasti peran perawat dalam ketergantungan obat. mengurangi stigma dan meningkatkan pengetahuan masyarakat. dan meningkatkan pelayanan dalam komunitas kesehatan jiwa (Christoffel. Peran perawat dalam masalah kesehatan mental yaitu pertama perawat harus mengakses dan menggunakan data epidemiologi untuk mengetahui dan melayani penyakit mental di populasi. 2000).1 Obat-obatan psikoaktif yang biasa disalahgunakan (Rita L. Peran perawat sangatlah penting dalam meminimalisir masalah kesehatan mental dan ketergantungan terhadap obat-obatan yang terjadi di masyarakat saat ini. Perawat kesehatan komunitas memiliki posisi yang unik dalam menyediakan informasi dan pendidikan tentang efek dan efek samping penggunaaan obat-obatan dan dapat mengkaji tingkat penggunaan atau penyalahgunaan. 70 . 2005) *LSD. cara untuk membuat lebih mandiri dalam komunitas. begitu juga pemakai psilocybin akan membutuhkan mescaline atau LSD lebih banyak ubtuk memperoleh dampak yang sama. peran perawat yaitu sebagai advokat.perasaan Tabel 1. PCP dapat mengakibatkan keadaan koma yang panjang dan kadang-kadang menyebabkan kematian.

(2000). (2008). (2011). Budiarto. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins Alligood. Pengantar psikologi. D.. Spredley. diakses pada tanggal 21 Februari 2012 Best. (2010).id/getfile. C . F. Nursing Theory: utilization and application 4th edition. Atlanta: U. M. (1991). Philadelphia : Lippincott. (2002). Anggregat & Community Practice. Health Promotion Throughout the Life Span. Atkinson. Badan Pusat Statistik. Eko dan Anggraeni. A. Jakarta: EGC. Social Services and Public Safety. Guire. L. G. L.Daftar Pustaka Allender. St. Ontario: Community Health Nurse Association of Canadia. (2010). M. Community Health Nursing: promoting and protecting the public’s health. N. (2001). Departemen Kesehatan RI. 3rd edition. Louis: Mosby 71 . M. Nursing in TheCommunity: dimensions of community health nursing. Philadephia: Lippincott Arias. J. Boulder.bps. Clemen-Stone. C. Media. Clark. Burkhart. Mc. S. Stanford: Appleton and Lange CDC. Eigsti. Walton. J. Jakarta: Erlangga. Clark. L. Pengantar Epidemiologi. R. Nursing in the community: Dimensions of community health nursing.php?news=861.go.. (2005). and citizen response. (2008). Connecticut: Appleton & Lange. CO: Westview. (2003). Comprehensive Community Health Nursing: Family. K. emergency warnings. Community Health Nursing: concepts and practice. Canadian community health nursing: Standard of practice. M. J. D. 3rd Ed. E. & Warner. www. Community Health Nursing: current practice and possible futures Eldeman. Rector.. Profil Kemiskinan di Indonesia. (2002). Anderson. Missouri: Mosby Elsevier Ann. S. Allender. Jakarta: DepKes RI Department of Health.L and Mandle C. M. T. 7th Ed.. K. (1990). Community as partner: Theory and practice in nursing. (1999). Community Health and Program Services (CHAPS): Health Disparities Among Racial/Ethnic Populations.S. Department of Health and Human Services. B. D. Dewi. J. Investigasi dan pengendalian wabah di fasilitas pelayanan kesehatan. 3rd ed. Pembangunan Kesehatan Masyarakat di Indonesia. Missouri: Mosby. R. (2011). 6th ed. et al. (1999). (2006).

& Kotecki. Keperawatan kesehatan komunitas: Teori dan praktik dalam keperawatan.. http://currentnursing. Potter. McMichael.30. Jakarta: Salemba Medika. R. Jakarta: Sagung Seto Jarvis. Community and Public Health Nursing. (2009). 72 . J.com/nursing_theory/unitary_human_beings. Kjellstrom. Community/ public health nursing: promoting the healthy of population (4th Ed). Ranmuthugala. R. Y.com/perawatan/perawat/kesehatan-1092456. Pukul 10. A.. Ilmu Keperawatan Komunitas 1. E. Nurul. Ferry. 3rd Ed.. (2004). dan Thomas. M & McFarland.. S. New York: Delmar Publishing Iqbal Mubarak. (2005). USA: Mc-Graw Hill Companies Lundy. McEwen. J. Afaf I. Theoretical Nursing: development and progress. Tim CHN FIK UI Stanhope. Karen Saucier. Pengantar Keperawatan Komunitas. (2001). and Wills. Philadelphia: F. L. proses. (1999).Wahit. Meleis.G. (2006). Alih bahasa: Asih. Jakarta: EGC. L. F. (2007). Leininger. (2002). Missouri: Sauders Elsevier. Community health nursing: Keeping the public healthy.html Freudenberg. P. (2011). (2009). Theoretical Basis for Nursing. A.. G. Disease Control Priorities in Developing Countries (chapter 43). Transcultural nursing: Concepts. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins Mubarak. Lodh. Wahit Iqbal dan Chayatin. Edisi 4. http://id. Diunduh tanggal 16 Feb 2012.. E. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins McKenzie. M. An introduction to community health ed. Jakarta: Salemba Medika. Davis Company. J. J. Urban health and society. Jakarta: EGC Sahar. Buku ajar fundamental keperawatan: Konsep. dkk. M. R.hicow. McEwen.M. Pinger. (2005). research and practice. dan praktik.. S. Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional. Air and Water Pollution: Burden and Strategies for Control. Nies. Junaiti. Halaman 812-825. & Perry. Schubert. R. (2003). Model Pelayanan Keperawatan Komunitas (Perkesmas) pada Keluaraga Miskin. N et all. T. St Louis: Mosby.. Mary A. M. M. E.M. Hal 93 Hitchcock. T.Efendi. theories.. M and Lancaster.A. (2005). P.. (2009). Shrestha. (2005).. 5th. (1981). & Makhfudli. & Kingsland. A. India : Jones And Bartlett Publishers. Kusnanto. UK: Jones and Barlett Publisher. E. Community Health Nursing: Caring for The Public’s Health 2nd ed.html. Community health nursing: Caring in action. (2008).

Geneva: WHO Press.. & Lancaster. diakses tanggal 20 Februari 2012. Handbook of emergency management: Programs and policies dealing with major hazards and disasters. Geneva: WHO and the International Programme on Chemical Safety.cyh. Davis Company. (2000). Hidden Cities: Unmasking and Overcoming Health Inequities in Urban Settings. Stanhope. B. Global Assessment of the State of Science of Endocrine Disruptors. R. & Community Practice. M. M. WHO dan UN-HABITAT. http://www.com/Health-Conditions www. Smith.T. Philadelphia: F. China: Lippincot Willians & Wilkins. (2002). M. Ward. 6th Edition. Philadelphia: W. Louis: Mosby. Royal Collage of Nursing. S. St.. Community health nursing: Theory and practice. (1990). S. A.nih. Nurses as partner in delivering public health. M. M. Aggregate.2. Edisi 3. 6th ed. (2010). pukul 12 44 WIB. J. S. C. New York: Greenwood Press. Document WHO/PCS/EDC/02. (1999). Epidemiology in health care. Saunders Company. D. B. USA : Library of Congress Cataloging in-Publication Data.int/water_sanitation_health/dwq/guidelines3rd/en/. Alligood.com http://www. Louis: Mosby. G. Valanis. Nursing Theorists and Their Work. & Eigsti.gov http://www. (2011). Ewen and Wills. 73 . (2009).who. 5th Ed. Comprehensive community health nursing: Family. WHO and International Programme on Chemical Safety.nlm. D. A. E.go. M. London: Royal Collage of Nursing. L. 3rd Ed. (1995). Geneva: WHO. 2003.A. S. Mc. (2006). L. Maternal-child nursing care. Jervis. (2007). & Hisley. M. St. Theoretical Basis for Nursing. 3rd ed. Community and public health nursing. & Maurer. Stone. F. McGuire.Tomey. L. Guidelines for Drinking Water Quality. 2002.agingcare. Missouri: Mosby Elsevier Smith.depkes.id. WHO (World Health Organization). http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful