BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Konsep dan Teori Kesehatan Urban Perkotaan
Perawatan kesehatan masyarakat adalah suatu upaya pelayanan keperawatan yang

merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh perawat dengan mengikutsertakan tim kesehatan lain dan masyarakat untuk memperoleh tingkat kesehatan yang lebih tinggi dari individu, keluarga dan masyarakat (Depkes RI, 1996). Dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa unsure-unsur perawatan kesehatan masyarakat adalah (1) bagian integral dari pelayanan kesehatan, khususnya keperawatan; (2) merupakan bidang khusus dari keperawatan; (3) gabungan dari ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat, dan ilmu sosial; (4) sasaran pelayanan adalah individu, kelompok, masyarakat yang sehat maupun yang sakit; (5) ruang lingkup kegiatan adalah promotif, prefentif, kuratif, rehabilitatif, resosialitatif; (6) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Keperawatan kesehatan masyarakat memiliki tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum dari keperawatan ini adalah meningkatkan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal agar dapat menjalankan fungsi kehidupan sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki. Sedangkan tujuan khusus dari

keperawatan kesehatan masyarakat adalah meningkatkan berbagai kemampuan individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat dalam hal mengidentifikasi masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi, menetapkan masalah kesehatan/keperawatan dan prioritas masalah, merusmuskan berbagai alternatif pemecahan masalah kesehatan/keperawatan,

menanggulangi masalah kesehatan/keperawatan yang mereka hadapi, meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan secara mandiri ( self care ), serta tertanganinya kelompok-kelompok resiko tinggi yang rawan terhadap masalah kesehatan . Keperawatan kesehatan masyarakat cakupannya sangat luas, tidak hanya menangani suatu permasalahan yang membutuhkan adanya penyembuhan dari suatu penyakit tetapi juga adanya upaya pencegahan. Oleh karena itu di ruang lingkup keperawatan masyarakat mencakup peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan kesehatan (preventif),

pemeliharaan kesehatan dan pengobatan (kuratif),pemulihan kesehatan (rehabilitatif), dan mengembalikan serta memfungsikan kembali baik individu, keluarga dan kelompokkelompok masyarakat kelingkungan sosial dan masyarakat (resosialitatif).
1

2.1.1 Sejarah Perkembangan dan Karakteristik Kota (Urban) Masyarakat perkotaan tentunya memiliki perbedaan dengan masyarakat yang lain. Mereka memiliki ciri dan karakter tersendiri yang membuat mereka memerlukan ruang lingkup area tersendiri dalam bidang keperawatan. Sebelum membahas panjang tentang keperawatan kesehatan masyarakat perkotaan akan dijelaskan terlebih dahulu tentang definisi kota dan masyarakat perkotaan. Menurut Prof. Drs. R. Bintarto kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan corak kehidupan yang materialistik. Sebelum kota menjadi tempat pemukiman yang tetap, pada mulanya kota sebagai suatu tempat orang pulang balik untuk berjumpa secara teratur, terdapat semacam daya tarik pada penghuni luar kota untuk kegiatan rohaniah dan perdagangan serta kegiatan lain, penghuninya sebagian besar telah mampu memenuhi kebutuhannya lewat pasar setempat dan ciri kota ada pasarnya. Dalam suatu kota diisi oleh suatu golongan spesialis non agraris dan yang berpendidikan dan merupakan sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai oleh strata sosial ekonomi yang heterogen serta corak matrialistis. Sedangkan masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang tinggal di kota yaitu di wilayah yang memiliki kegiatan utama bukan pertanian dan biasanya mereka tinggal di kota bertujuan untuk memperbaiki hidup mereka. Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Oleh karena itu urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Gejala urbanisasi di sebuah kota dapat dilihat dari jumlah penduduk yang terus berubah (bertambah) dan terjadi perubahan pada tatanan masyarakat. Keperawatan kesehatan masyarakat perkotaan ini termasuk dalam lingkup keperawatan komunitas. Karena masyarakat perkotaan merupakan komunitas yang tinggal di daerah perkotaan dengan semua keadaan dan kondisi yang ada di lingkungan kota. Keperawatan masyarakat perkotaan memiliki 8 karakteristik dan merupakan hal yang penting dalam melakukan praktik (Allender, 2001) yaitu: a. Merupakan lahan keperawatan b. Merupakan kombinasi antara keperawatan publik dan keperawatan klinik c. Berfokus pada populasi d. Menekankan terhadap pencegahan akan penyakit serta adanya promosi kesehatan dan kesejahteraan diri e. Mempromosikan tanggung jawab klien dan self care f. Menggunakan pengesahan/pengukuran dan analisa g. Menggunakan prinsip teori organisasi h. Melibatkan kolaborasi interprofesional
2

Perawat kesehatan masyarakat memiliki peran dalam mengelola perawatan kesehatan dalam daerah tersebut serta menjadi pendidik kesehatan dalam masyarakat tersebut.

2.1.2 Teori Betty Neuman
Neuman mengemukakan model sistem (sistem model) dalam pendidikan dan praktik keperawatan. Neuman menggunakan pendekatana manusia utuh dengan memasukkn konsep holistik, pendekatan sistem terbuka, dan kosep “stressor”. Model ini menganalisis lima variabel penunjang komunitas yang meliputi fisik, psikologi, sosio kultural, perkembangan, dan spiritual. Adapun tujuan dari model sistem neuman ini adalah untuk mempertahankan stabilitas klien dan keluarga dalam lingkungan yang dinamis. Dalam teorinya, Neuman memiliki asumsi dan definisi tersendiri untuk keperawatan ataupun klien. Berikut ini merupakan asumsi-asumsi Neuman (Neuman, 1995 dalam Meleis 2007): 1. Perawat-klien bersifat dinamis. Keduanya memiliki karakteristik yang unik dan universal dan saling bertukar energi yang konstan dengan lingkungannya. 2. Hubungan antara variabel klien – fisiologi, psikologi, sosiokultural, perkembangan, dan spiritual – mempengaruhi mekanisme protektif klien dan menunjukkan respon kilen. 3. Klien menunjukkan batasan yang normal terhadap respon dengan lingkuangannya yang menunjukkan kesehatan dan stabilitas. 4. Stresor menyerang garis pertahanan yang fleksibel, kemudian garis pertahanan yang normal. 5. Tindakan perawat berfokus pada pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Secara garis besar, konsep model sistem Neuman meliputi stressor, lima variabel (fisik, psikologi, sosio kultural, perkembangan, dan spiritual), garis pertahanan dan perlawanan, stuktur dasar sebagai sumber energi, dan tingkat pencegahan. Stressor adalah kekuatan lingkungan yang menghasilkan ketegangan dan berpotensial untuk menyebabkan sistem tidak stabil. Neuman mengklasifikasi stressor menjadi tiga bagian yaitu intrapersonal, interpersonal, dan ekstrapersonal.

3

Pencegahan tersier dilakukan setelah sistem ditangani dengan strategi-strategi pencegahan sekunder. Struktur dasar dari Neuman meliputi range temperatur normal. sistem atau kondisi yang menyertai pengaturan karena adanya stressor yang disebut wellness normal dan digunakan sebagai dasar untuk menentukan adanya deviasi dari keadaan wellness untuk sistem klien. struktr ego dan pengetahuan atau kebiasaan. Garis pertahanan normal merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu keadaan stabil untuk individu. Pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah 4 . Pencegahan primer mengutamakan pada penguatan flexible lines of defense ( garis pertahanan fleksibel) dengan cara mencegah stress dan mengurangi faktor-faktor resiko. Selain itu ada berbagai stressor yang dapat menginvasi garis pertahanan normal jika garis pertahanan fleksibelnya tidak dapat melindungi secara adekuat. Intervensi dilakukan jika resiko atau masalah sudah diidentifikasi tapi sebelum reaksi terjadi. pola respon. struktur genetik . sekunder dan tersier. pendidikan kesehatan. Jika itu terjadi. Strateginya mencakup immunisasi. Pencegahan sekunder meliputi berbagai tindakan yang dimulai setelah ada gejala dari stressor. Selanjutnya. Jika pencegahan sekunder tidak berhasil dan rekonstitusi tidak terjadi maka struktur dasar tidak dapat mendukung sistem dan intervensi-intervensinya sehingga bisa menyebabkan kematian. Tujuannya adalah untuk memperoleh kestabilan sistem secara optimal dan memelihara energi. Garis pertahanan normal ini merupakan bagian dari garis pertahanan fleksibel.Garis pertahanan menurut Neuman terdiri dari garis pertahanan normal dan garis pertahanan fleksibel. mengurangi reaksi dan meningkatkan faktor-faktor resisten sehingga melindungi struktur dasar melalui tindakan-tindakan yang tepat sesuai gejala. Pencegahan primer terjadi sebelum sistem bereaksi terhadap stressor yang meliputi promosi kesehatan dan mempertahankan kesehatan. konsep dari model sistem Neuman adalah adanya tingkatan pencegahan. gaya hidup dan tahap perkembangan. Pencegahan sekunder mengutamakan pada penguatan internal lines of resistance (garis perlawanan resisten). Tingkat pencegahan ini membantu memelihara keseimbangan yang terdiri dari pencegahan primer. Garis pertahanan normal ini terbentuk dari beberapa variabel dan perilaku seperti pola koping individu. kekuatan dan kelemahan organ. dan perubahan gaya hidup. Sedangkan garis perlawanan menurut Neuman merupakan serangkaian lingkaran putus-putus yang mengelilingi struktur dasar. Artinya garis resisten ini melindungi struktur dasar dan akan teraktivasi jika ada invasi dari stressor lingkungan melalui garis normal pertahanan (normal line of defense). maka sistem klien akan bereaksi dengan menampakan adanya gejala ketidakstabilan atau sakit dan akan mengurangi kemampuan sistem untuk mengatasi stressor tambahan. olah raga.

Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali sehingga dapat mempertahankan energi. 2009). 1998 dalam Stone et al. pelaksanaan. Stressor ini dapat bersifat internal maupun eksternal yang menimbulkan gangguan di dalam komunitas. Pengkajian menurut teori ini meliputi demografi.1. Stressor menjadi tekanan rangsangan yang menghasilkan ketegangan yang potensial menyebabkan ketidakseimbangan di dalam system komunitas. 2.stabilitas sistem klien secara optimal. dan koalisi sebagai suatu mekanisme peningkatan peran serta aktif masyarakat dalam perencanaan. pelayanan kesehatan dan sosial. komunikasi. dan evaluasi implementasi upaya kesehatan masyarakat (Efendi & Makhfudli. keamanan dan transportasi.3 Community as a Partner Komunitas sebagai mitra bermanfaat untuk meningkatkan kesempatan bermitra dalam promosi kesehatan (Flynn. Pencegahan tersier cenderung untuk kembali pada pencegahan primer. 2000). dan sejarah dari penduduk setempat. keyakinan. ekonomi. Stressor dan derajat reaksi menjadi bagian dari diagnose keperawatan. pengawasan. pendidikan. Pengkajian Inti dari pengkajian adalah individu yang membentuk komunitas (Anderson. Model ini berfungsi untuk membangun dukungan. dan rekreasi. kolaborasi. nilai. Perbedaan antara model komunitas sebagai mitra dengan model komunitas sebagai klien oleh Neuman (1972) adalah model komunitas sebagai mitra menekankan filosofi pelayanan kesehatan primer yang menjadi landasannya (Anderson. Derajat reaksi merupakan jumlah ketidakseimbangan akibat stressor yang mengganggu garis pertahanan komunitas. politik dan pemerintahan. a. 2002). Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat antara lain subsistem lingkungan. 2000). Roda Pengkajian Komunitas rekreasi lingkungan ekonomi Masyarakat pendidikan komunikasi pelayanan kesehatan & sosial keamanan& transportasi politik& pemerintahan 5 . Fokus dalam model adalah lingkaran pengkajian masyarakat pada puncak model yang menekankan anggota masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan kesehatan dan pelaksanaan proses keperawatan.

Intervensi Intervensi komunitas yang menganut komunitas sebagai mitra menganggap semua intervensi keperawatannya bersifat preventif (Anderson. pola koping atau tingkat pendapatan kelas menengah. dan keterlibatan anggota komunitas dalam proses keperawatan dalam mencapai kesesuaian dengan komunitas. Pencegahan sekunder dilakukan ketika stressor memasuki komunitas sehingga dilakukan pendukungan garis pertahanan dan resistensi untuk meminimalkan derajat reaksi terhadap stressor. b. sekunder. Cara mengevaluasinya adalah dengan umpan balik. Seluruh bentuk roda tersebut menjadi parameter pengkajian pekerja komunitas yang memandang komunitas sebagai mitra. Contohnya adalah program rujukan.Komunitas sebagai mitra mengetahui 6 . dan tersier. Evaluasi Hal-hal yang dievaluasi antara lain intervensi keperawatan komunitas. Kemitraan ini membutuhkan kekuatan dan modal komunitas dan tidak hanya fokus pada kebutuhan dan kekurangan dari suatu komunitas. 2000). Contohnya adalah imunisasi pada anak prasekolah. Kedelapan subsistem dibatasi dengan garis putus-putus untuk mengingatkan bahwa subsistem tersebut tidak terpisah tetapi saling mempengaruhi. Diagnosa Diagnosa keperawatan komunitas memberikan arahan dalam mencapai tujuan dan intervensi keperawata. c. d. Sedangkan pencegahan tersier dilakukan ketika stressor memasuko garis pertahanan dan muncul derajat reaksi sehingga dilakukan pencegahan agar mencegah ketidakseimbangan tambahan dan meningkatkan keseimbangan. Pencegahannya terdiri dari pencegahan primer. Tujuannya diperoleh dari stressor dan juga dari penguatan garis pertahanan (Anderson.Garis tebal yang mengelilingi komunitas menunjukkan garis pertahanan normal atau tingkat kesehatan komunitas yang dicapai setiap saat. Garis pertahanan fleksibel digambarkan dengan garis putus-putus yang mengelilingi komunitas dan garis pertahanan normal. masing-masing parameter adalah proses kerja perawat dengan komunitas sebagai mitra. Parameter pengkajian sering kali digunakan untuk evaluasi. moralitas bayi yang rendah. Contohnya adalah penambahan tim spesialis di daerah bencana. Pencegahan primer bertujuan menguatkan garis pertahanan sehingga stressor tidak dapat masuk dan menimbulkan reaksi atau melakukan perlawanan terhadap stressor. Garis pertahanan normal meliputi angka imunitas yang tinggi. 2000).

berhadapan dengan masalah dasar. kebijakan public sehat dan kota. menyelesaikan isu yang ada. berbudaya. Perawata kesehatan komunitas memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja dengan komunitas sebagai mitra dalam memfasilitasi promosi kesehatan komunitas. dan peran serta. bersiat menyeluruh dan berorientasi masa depan seta menjawab pertanyaan bagaimana agar komunitas dapat terstruktur untuk meningkatkan kesehatan. Peran perawat adalah merealisasikan perkembangan masa depan dari kebijakan kesehatan public dan kesehatan kota dan komunitas. Perawat memberikan pelayanan kesehatan public untuk memberikan kesempatan masyarakat untuk hidup lebih positif dengan mempengaruhi kebijakan public dan kebijakan promosi kesehatan (Royal Collage of Nursing. 2002). Kebijakan public sehat ditunjukkan untuk menciptakan komunitas yang sehat. berhubungan denganpelayanan kesehatan. 1996 dalam Stone et al. kota sehat adalah kota yang harus merespon setiap kebutuhan perkembangan. serta komunitas sehat di masa depan. 2000). Prinsip kebijakan promosi kesehatan mencakup kebijakan multisektoral. 2000). Untuk meningkatkan keaktifan dari masyarakat dalam praktek kesehatan. dan mendidik warga. menggunakan pendekatan teknologi kesehatan yang memadai. perawat meningkatkan jaringan di masyarakat. dan responsive terhadap kebutuhan komunitas (Pender. Menurut Duhl (1986 dalam Anderson&McFarla. kompeten agar warga kota dapat memanfaatkannya. melibatkan berbagai bidang. melakukan kegiatan khusus seperti membuat consensus dari kesepakan seluruh warga. 2000). Karakteristik dari kebijakan kesehatan public dan kesehatan komunitas dan kota terdiri dari pelayanan kesehatan primer (Flynn dalam Anderson&McFarla. Warga dapat menciptakan kota yang lebih sehat dengan cara merespon gejal. Kemudian perawat berkolaborasi dengan komunitas untuk mengembangkan kebijakan public dan mentargetkan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Konsep kebijakan public sehat didasarkan pada prinsip pelayanan kesehatan primer dalam mencapai tujuan sehat untuk semua dan kebijakan promosi kesehatan (WHO 1986 dalam Anderson&McFarla. 2007).nilai dari komunitas dan pelayanan kesehatan bekerja sama untuk membuat sistem pelayanan kesehatan yang ramah. memiliki kemampuan untuk memodifikasi diri untuk memenuhi setiap perubahan kebutuhan. tanggung jawab dalam meningkatkan pilihan promosi kesehatan. 7 . dan melakukan tindakan khusus seperti membuat persetujuan dalam masyarakat. ekologik. menyelesaikan kerusakan sistem dan perpecahan warga. Masyarakat dapat melakukan tindakan untuk membuat kota lebih sehat dalam merespon gejala. mudah diakses.

2. 2002). Pencegahan primer terdiri atas promosi kesehatan dan perlindungan spesifik. definisi dari epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang sifat. dan membatasi kecacatan) dan tersier (rehabilitasi). standar nutrisi yang baik sesuai dengan fase perkembangan hidup. pengendalian. atau kematian dalam populasi manusia. Prepatogenesis merupakan periode dimana penyakit tidak berkembang tetapi masih berinteraksi dengan host. Pada promosi kesehatan hal-hal yang dapat diinformasikan diantaranya.3 Epidemiologi a. Sedangkan pada perlindungan spesifik hal-hal yang diinformasikan 8 . Riwayat Alamiah Penyakit dan Tingkat Pencegahannya serta Faktor-faktor Timbulnya suatu Penyakit Menurut Clemen-Stone dkk (2002) konsep kunci dari epidemiologi adalah suatu studi mengenai penyakit di populasi yang lebih signifikan daripada studi kasus penyakit individu.1. Pencegahan ini dilakukan pada periode prepatogenesis. Sedangkan menurut Effendi dan Makhfudli (2009). kecacatan. penyebab. sekunder (diagnosa awal. dan frekuensi kondisi dari suatu populasi. Sedangkan patogenesis adalah periode dalam riwayat alamiah penyakit dimulai ketika penyakit tersebut memunculkan suatu stimuli dan terdapat perubahan jaringan pada manusia. ketersediaan yang adekuat pada penggunaan tempat tinggal. penyakit. Pencegahan terhadap suatu penyakit salah satunya dapat dilakukan dengan mengadakan promosi kesehatan. 1965 dalam Clemen-Stone dkk. Menurut Clemen-Stone dkk (2002) secara tingkat pencegahan terdapat tiga tingkat aktivitas pencegahan yaitu primer (promosi kesahatan dan perlindungan spesifik). dan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi dan distribusi penyakit. dan environment yang jika interaksi diantaranya terjadi dapat menimbulkan stimulus penyakit dan meningkatkan potensial host terhadap penyakit atau dapat disimpulkan bahwa prepatogenesis adalah peroide dimana sebelum terjadinya suatu penyakit. 2002). pengobatan yang dilakukan dengan segera. rekreasi. Dengan melihat masalah ini tentunya harus dilakukan langkah-langkah pencegahan sebelum munculnya suatu penyakit di masyarakat. Pada epidemiologi digunakan sampel grup yang lebih besar sehingga dapat menyimpulkan bagaimana pola distribusi kesehatan. agent. Riwayat alamiah penyakit juga didefinisikan menjadi dua periode yang berbeda yaitu prepatogenesis dan patogenesis (Leavell & Clark.  Riwayat Alamiah Penyakit dan Tingkat Pencegahannya Riwayat alamiah penyakit didefinisikan sebagai sebuah perjalanan penyakit dari mulai onset sampai dengan resolusi (Clemen-Stone. dan kondisi tempat kerja. memberikan perhatian pada perkembangan personal. edukasi kesehatan.

hal-hal yang dilakukan yaitu pengukuran penemuan kasus baik individual dan massa dan mengadakan survey skrining. genetik (penyakit yang memang diturunkan). dan environment. Pada diagnosa awal dan pengobatan dengan segera. ibu dapat berisiko terjangkitnya berbagai penyakit tertentu). 2002). a. bersama dengan pencegahan tersier. terapi bekerja di rumah sakit. dan penghindaran terhadap alergen. jenis kelamin (beberapa penyakit tertentu terkadang cenderung ada pada jenis kelamin tertentu). dan penggunaan koloni yang terlindungi. Pencegahan sekunder terdiri atas diagnosa awal dan pengobatan segera. 9 . pengobatan yang adekuat untuk pertahanan diri dari penyakit dan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dari gejala-gejala yang masih ada. Untuk membatasi terjadinya kecacatan hal-hal yang dapat disampaikan yaitu. serta membatasi terjadinya kecacatan. keadaan fisiologi (Pada saat kehamilan dan setelah melahirkan. agent.diantaranya. kebersihan individu. Pencegahan sekunder ini ada pada periode patogenesis. penempatan yang selektif. penggunaan sanitasi lingkungan. Jadi faktor host ini adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh manusia atau merupakan faktor intrinsik.  Faktor-faktor Timbulnya Suatu Penyakit Untuk menganalisis riwayat alamiah penyakit diperlukan identifikasi terhadap tiga variable atau faktor-faktor yang menjadi pemicu timbulnya suatu penyakit yaitu host. perlindungan terhadap bahaya pekerjaan. Variable ini dikenal dengan triangle epidemiologi dimana satu sama lain saling berhubungan (Budiarto dan Anggraeni. kekebalan (seseorang yang memiliki kekebalan tubuh yang tidak baik jelas cenderung mudah berisiko terserang suatu penyakit). ketersediaan rumah sakit dan fasilitas komunitas untuk melatih kembali dan sebagai sarana edukasi untuk digunakan secara maksimal dari kapasitas yang tersedia. pengkonsumsian nutrisi yang spesifik. melakukan sebuah pekerjaan sepenuh mungkin. Host Host adalah keadaan seseorang yang menjadi risiko untuk terjangkitnya suatu penyakit. perlindungan dari zat karsinogen. penggunaan imunisasi yang spesifik. umur (seseorang dengan lanjut usia lebih berisiko untuk terjangkit penyakit). perlindungan dari kecelakaan. pendidikan masyarakat dan industri untuk memanfaatkan proses rehabilitasi. ketersediaan fasilitas untuk membatasi terjadinya kecacatan dan untuk mencegah kematian. Faktor host yang dapat menjadi risiko terjadinya suatu penyakit diantaranya. Pencegahan tersier yaitu rehabilitasi. penyakit yang diderita sebelumnya dan sifat manusia/perilaku seseorang. Pada pencegahan ini hal-hal yang dilakukan yaitu.

1) Lingkungan fisik. dll c. Perkembangan ekonomi. Perpindahan penduduk yang secara besar-besaran dan menimbulkan kepadatan penduduk menyebabkan lingkungan menjadi kumuh dan rentan terhadap timbulnya berbagai penyakit. alkohol. Misalnya pada Negara dengan iklim tropis dengan subtropis jelas akan berbeda permasalahan penyakitnya. 2) Lingkungan sosial ekonomi Pekerjaan. maupun manusia itu sendiri. mekanis. yaitu lingkungan yang berada di sekitar kita baik flora. Agent dapat berupa suatu unsur mati atau hidup. rokok. fisik. karbonmonoksida. 3) Lingkungan biologis. obat-obatan. adalah lingkungan berdasarkan letak geografisnya. sinar radioaktif. Environment/ lingkungan Environment merupakan faktor yang berada di luar dari host atau biasa disebut dengan faktor ekstrinsik. jamur. fauna. Faktor ini adalah faktor yang menunjang terjadinya suatu penyakit selain host dan agent.b. Bencana alam. kimia. Masalah pada lingkungan ini juga tidak lepas dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Triangle Epidemiologi Host Agent Environment 10 . Urbanisasi. bakteri. psikososial. Peningkatan ekonomi terkadang dapat menimbulkan gaya hidup yang justru tidak sehat. Pekerjaan yang berinteraksi dengan bahan-bahan kimia ataupun radioaktif dapat menimbulkan penyakit. Misalnya pengkonsumsian makanan yang mengandung kolesterol tinggi yang dapat mengakibatkan penyakit hipertensi. Agent Agent adalah sesuatu yang dapat memicu timbulnya suatu penyakit. Terjadinya bencana alam mengakibatkan terjadinya perubahan ekologi dan terjadi ketidakteraturan di masyarakat yang nantinya memunculkan berbagai macam infeksi. Dapat bersifat biologis. Misalnya virus. Flora pada Negara yang berbeda dapat menimbulkan pola penyakit yang berbeda pula.

Skrining yaitu kegatan mengidentifikasi secara presumptif (dugaan) terhadap penyakit yang belum dikenali dengan melakukan tes. Case finding (penemuan kasus) adalah tipe dari tes skrining dimana seorang klinikus menggunakan tes skrining untuk menemukan penyakit pada pasiennya yang melakukan tes kesehatan atau konsultasi terhadap gejala yang muncul (smptomatik) atau gejala yang belum muncul (asimptomatik). Faktor-faktor pada host. baik yang bersifat menular atau tidak. Selain itu. b. dan surveilans. Tujuan dari investigasi wabah itu sendiri yaitu untuk mengontrol dan mencegah penyebaran suatu penyakit. Contohnya seperti prosedur XRay masal. Penggunaan pendekatan epidemiologi yang kedua yaitu tes skrining. pada dasarnya memiliki proses atau langkah yang sama. Multiphasic screening yaitu skrining yang penggunaannya dilakukan beberapa tes skrining pada kesempatan atau waktu yang sama. mengidentifikasi orang-orang yang mengalaminya dan berisiko serta bagaimana karakteristiknya. Mass screening merupakan tes skrining untuk seluruh populasi atau untuk kelompok yang dipilih secara selektif memiliki risiko tinggi. atau prosedur lain yang dapat diterapkan dengan cepat dan tidak mahal untuk suatu populasi. case finding. skrining. agent. dan yang terakhir rencanakan manajemen wabah seperti pengendalian dan pencegahan. Skrining dilakukan untuk membedakan antara orang yang tampaknya sehat atau orang yang mungkin memiliki penyakit dengan orang yang mungkin tidak memiliki penyakit. 11 . environment merupakan faktorfaktor yang saling terkait dan saling berhubungan satu sama lain. tentukan dan tes hipotesis yang telah dibuat.Terdapat hubungan yang jelas antara terjadinya suatu penyakit dengan faktor-faktor yang menjadi penyebabnya. Langkah pencegahan dan penanganan yang tepat serta pengetahuan yang memadai sangat bermanfaat guna terhindarnya ataupun memustusnya rantai suatu penyakit. dan multiphasic screening. skrining juga dilakukan untuk mengurangi morbiditas atau mortilitas dari penyakit dengan pengobatan dini terhadap kasus-kasus yang ditemukan. Investigasi wabah. ujian. Penggunaan Pendekatan Epidemiologi dalam Keperawatan Komunitas Penggunaan pendekatan epidemiologi dalam keperawatan komunitas diantaranya yaitu investigasi wabah. Langkahlangkah investigasi wabah diantaranya yaitu melakukan evaluasi awal dengan verifikasi diagnosis dan konfirmasi wabah yang sedang terjadi. Tes skrining memiliki tiga tipe yaitu mass screening. Misalnya tes kesehatan untuk mahasiswa atau pegawai baru.

pengobatan yang tersedia dapat diterima oleh pasien yang ditetapkan oleh studi tentang kepatuhan pengobatan prevalensi dari penyakit yang menjadi fokus sasaran harus tinggi pada sebuah populasi untuk dilakukan skrining. sebagai follow up layanan diagnostik dan pengobatan harus tersedia disertai dengan pemberitahuan yang memadai dan layanan rujukan bagi orang-orang yang pada saat dilakukan skrining Selanjutnya. penggunaan obat-obatan. penyelidikan tentang distribusi dari vektor dan reservoir penyakit.Tes skrining memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan dengan tes diagnostik. Kriteria-kriteria tersebut antara lain: memiliki sensitifitas dan spesifitas tinggi. aman. laporan wabah. penyelidikan wabah atau kejadian luar biasa. laporan penyakit. Tujuannya yaitu memberikan pengobatan dan isolasi terhadap penyakit yang timbul pada suatu kasus yang dicurigai dengan segera. dan vaksin. survei. Kriteria tes skrining salah satunya yaitu mendeteksi penyakit sebelum gejala datang. dan dapat diterima pasien. pemeriksaan laboratorium. Program skrining harus memenuhi beberapa kriteria. kematian. tes skrining tidak cukup akurat untuk menginisiasi dilakukannya treatment. keterbatasan fisik. jika ditemukan hasil tes skrining yang abnormal harus dilanjutkan dengan melakukan tes diagnostik. sedangkan tes diagnostik merupakan tes yang dilakukan ketika gejala sudah datang. yang terakhir adalah surveilans. Umumnya tes skrining ini ditawarkan atau dilakukan pada populasi yang tampak sehat sebagai cara untuk menentukan apakah mereka memiliki penyakit sebelum adanya gejala yang muncul sehingga dapat menginisiasi untuk melakukan treatment dan akan bermanfaat dalam menentukan prognosis untuk pasien. dan biaya. bukti menunjukkan bahwa prosedur tes ini mendeteksi penyakit pada tahap lebih awal sebelum datangnya gejala pengobatan yang umumnya lebih diterima yaitu yang lebih mudah atau lebih efektif daripada pengobatan yang tersedia saat munculnya gejala. Surveilans adalah kegiatan positif mengumpulkan dan menganalisis data serta menyebarluaskan informasi atas dasar hasil analisis tersebut kepada yang berkepentingan (Effendi & Makhfudli. Namun. 2009). serum. serta keterangan mengenai penduduk dan lingkungan 12 . memenuhi standar yang dapat diterima: simpel. Surveilans memiliki beberapa unsur diantaranya pencatatan kematian. penyakit kasus. ketidaknyamanan. biaya murah. penyakit yang fokus untuk dilakukan skrining harus cukup dianggap serius dalam hal kejadian.

mengurangi kecacatan dan kematian. seperti program mengatasi kecelakaan. Sehingga diharapkan prognosis penyakit akan lebih baik. Namun. e. yaitu untuk mencegah dan mengontrol penyebaran penyakit pada suatu populasi tertentu. program kesehatan gigi. dan 13 . Maka dari itu. Fix sampe sini dulu 2. analisis. Menilai dan memantau pelaksanaan program pemberantasan penyakit menular dan program-program kesehatan lainnya. wanita. Banyak kaum pria.Ciri khas yang terdapat pada surveilans yaitu : Pengumpulan data epidemiologi yang sitematis dan teratur secara terus menerus Pengolahan. Kebanyakan para urban bertujuan untuk mencari pekerjaan di kota besar dengan alasan sektor mata pencaharian di kampung halaman yang dirasa kurang. penggunaan pendekatan epidemiologi yang telah diuraikan sebelumnya memiliki tujuan yang sama. Mengetahui & melengkapi gambaran epidemiologi dari suatu penyakit b. dan merencanakan kembali program-program atau pelayanan kesehatan Beberapa kegunaan dari surveilans: a. pada kenyataan yang terjadi di Indonesia sekarang ini. dan lainnya. sebagian besar penduduk kota di wilayah Indonesia merupakan warga miskin yang tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal. perawat disarankan untuk mempelajari penggunaan pendekatan epidemiologi ini dalam memberikan pelayanan kesehatan komunitas. Peran perawat komunitas disini sangatlah penting demi peningkatan status kesehatan masyarakat. program gizi. Menentukan penyakit mana yang diprioritaskan untuk diobati atau diberantas c. pemuda. Mereka menginginkan pekerjaan yang dapat menghasilkan pendapatan yang lebih sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas hidupnya. memperlambat proses penyakit.2 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas (Perkesmas) pada Mayarakat Urban (Poor and Homeless) Urbanisasi merupakan proses perpindahan penduduk dari wilayah pedesaan menuju ke wilayah perkotaan. dan interpretasi data yang telah didapat yang menghasilkan suatu informasi Penyebaran hasil informasi (perolehan data) kepada orang-orang atau lembaga yang berkepentingan Menggunakan informasi (data) tersebut dalam rangka memantau. Meramalkan terjadinya wabah d. Mengetahui jangkauan atau cakupan dari pelayanan kesehatan Pada intinya. menilai. mempercepat kesembuhan.

tidak ada jaringan kekuasaan. Jenis lantai hunian sebagian besar tanah atau lainnya c. Banyak stresor terkait kemiskinan yang berdampak pada kesehatan. & Seeman (2004 dalam Allender. tidak berdaya. Fasilitas jamban atau WC tidak ada e. Stresor yang datang terus menerus akan berdampak pada kesehatan fisik. kesehatan jiwa. status pekerjaan sangat rendah dan berisiko. Karena kemiskinan dapat berdampak terhadap kesehatan individu atau anggota keluarga. menurut Crimmins. Jenis dinding terbuat dari papan/triplek . peningkatan insiden penurunan kesehatan fisik dan kognitif serta peningkatan angka kematian. apabila suatu rumah tangga memenuhi 3 dari 8 kriteria tersebut dapat dikatakan termasuk kategori rumah tangga atau keluarga miskin. Selain itu. Ciri-ciri keluarga miskin yaitu status sosial rendah di masyarakat ditandai dengan pendapatan yang sangat rendah. Orang yang hidup dalam kemiskinan sering merasa putus asa. 49% (BPS. 14 f. Keluarga tersebut perlu difasilitasi atau diadvokasi dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka termasuk pelayanan kesehatan dan keperawatan secara optimal. Kemiskinan menurut Allender dan Spradley (2005) dalam Sahar (2008). pendidikan yang sangat rendah. terlebih lagi masalah kesehatan yang timbul diantara mereka semakin meningkat (Allender. dan pandangan terhadap kesehatan. Haywars. Kemiskinan dapat menyebabkan seseorang tidak mempunyai rumah (homeless). Pada intinya kemiskinan dapat diartikan sebagai keadaan yang sangat kekurangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mencakup sandang. Fasilitas air bersih tidak ada d. pangan. Rector & Warner 2010) kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan penyakit tertentu. Konsumsi lauk pauk dalam seminggu tidak bervariasi g. 2010). 2011).bahkan anak-anak tidak memiliki tempat tinggal. tidak ada aset yang tersimpan. Luas lantai hunian kurang dari 8 m2 per anggota rumah tangga b. Kemampuan membeli pakaian minimal 1 (satu) stel setahun untuk anggota rumah tangga tidak ada h.02 juta jiwa atau mencapai 12. Angka kemiskinan di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 30. Orang miskin dan kelompok rentan hidup dengan sumber daya yang tidak adekuat. miskin adalah sedikit atau tidak ada barang yang dimiliki atau tidak adekuatnya jangkauan terhadap sumber-sumber keluarga dan komunitas. Menurut Biro Pusat Statistik ciri-ciri miskin adalah: a. dan papan. Kepemilikan aset (kursi tamu) tidak tersedia Berdasarkan ciri tersebut dapat dibedakan antara keluarga miskin dan tidak miskin. dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya yang pada akhirnya dapat menyebabkan depresi.

temperatur ruangan. Komponen berikutnya yaitu manusia. dalam Alligood. sosialisasi. pengangguran. kehangatan. sehat. Berbagai pendekatan dalam pelayanan keperawatan di suatu komunitas digunakan dalam pelayanan kesehatan pada keluarga miskin sebagai populasi rentan (vulnerable population). Florence Nightingale dalam teorinya lebih banyak menempatkan manusia sebagai seseorang yang menerima perawatan. berinteraksi interpersonal. atau faktor tambahan seperti klisis finansial. manusia. nutrisi. Untuk dapat hidup dengan baik. atau pilihan pribadi. Model-model pelayanan keperawatan komunitas meliputi beberapa model yang akan dijelaskan di bawah ini. dan aktivitas) dan psikologis (obrolan / celotehan tentang harapan dan saran dan menyediakan variasi). Beberapa orang dengan gangguan mental kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. namun dia juga 15 .Menurut Maurer & Smith (2005) homeless adalah orang yang tidak mempunyai tempat bermalam yang tetap atau orang yang mempunyai tempat bermalam yang sengaja disediakan untuk menginap atau sebuah tempat umum atau milik pribadi yang tidak diperuntukkan untuk menginap. obat-obatan. kecanduan. dan perawat. diharapkan perawat mampu memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal pada masyarakat miskin (poor) dan tidak memiliki tempat tinggal (homeless).1 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Florence Nightingale’s (1859) Model pelayanan kesehatan dilihat dari model Florence Nightingale. dan harapan yang sesuai (Potter & Perry. bencana alam. mereka memerlukan motivasi yang tinggi dan tentunya dengan adanya support service. 2010). harga diri rendah berhubungan dengan perlakuan yang tidak menyenangkan seperti disia-sia. tujuan keperawatan untuk memfasilitasi proses penyembuhan tubuh dengan memanipulasi lingkungan klien mendapatkan ketenangan. Lingkungan dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dapat dimanipulasi menjadi tempat dimana klien berada pada kondisi yang terbaik agar alam dapat berperan dalam kesehatannya (Selanders. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang menjadi homeless diantaranya adalah kemiskinan. Komponen-komponen dari filosofi Florence Nightingale meliputi lingkungan. 1998. 2. kenyamanan. kebersihan. Teori ini memiliki komponen fisik (ventilasi. nutrisi. dan pergi bekerja. cahaya. yang filosofinya berorientasi pada lingkungan. diperlakukan secara kejam atau perlakuan yang menyebabkan seseorang menjadi homeless. 2005). Menurut Florence Nightingale. Dengan pendekatan yang spesifik pada klien dan juga didukung dengan penggunaan model keperawatan yang sesuai. Gangguan mental. Terdapat banyak model keperawatan komunitas yang diterapkan guna meningkatkan kesehatan maupun kesejahteraan dalam ruang lingkup komunitas atau masyarakat.2. mengatur dirinya sendiri. cahaya. gangguan mental.

Rector. yaitu: udara bersih. kehangatan. kembali mengevaluasi situasi. Florence Nightingale mengobservasi bahwa penyakit-penyakit umum terjadi dalam lingkungan yang buruk dan kesehatan dapat ditingkatkan dengan menyediakan ventilasi yang adekuat. udara segar.meyakini bahwa manusia adalah makhuk yang dinamis dan kompleks yang terdiri dari komponen fisik. dapat disimpulkan bahwa Florence Nightingale meyakini pencegahan dan promosi kesehatan disamping perawatan klien dari sakit menjadi sehat (Alligood. mendokumentasikan. edukasi. dan mengubah rencana untuk pelayanan kesehatan klien yang lebih baik hingga tujuan asuhan keperawatan tercapai (Alligood. 2010). kenyamanan. Florence Nightingale meyakini bahwa ada 5 poin yang penting dalam mencapai rumah sehat. Perawat mengkaji situasi klien. Dari pernyataan tersebut. klien yang rawat jalan yang diperbolehkan beristirahat di rumah akan terganggu istirahatnya dan akan berpengaruh pada proses penyembuhan penyakitnya. Mengontrol pencemaran lingkungan dan melindungi lingkungan merupakan tujuan utama dalam semua setting. Teori lingkungan Florence Nightingale penting dalam keperawatan kesehatan komunitas karena teori ini berfokus pada perawatan preventif populasi. drainase (saluran pembuangan) yang efisien. oleh karena itu. mengimplementasikan rencana perawatan. Florence Nightingale meyakini bahwa perawat adalah profesi spiritual yang membantu alam menyembuhkan klien. Komponen ketiga yaitu sehat. general nursing (promosi kesehatan). suara bising dapat mengganggu istirahat. Komponen terakhir yaitu perawat. tetapi untuk dapat menggunakan setiap kekuatan yang kita miliki dengan baik. ketenangan. membuat intervensi. sanitasi. dan midwifery nursing. Florence Nightingale menuliskan bahwa kesehatan bukan untuk menjadi baik. intelektual. Inti dari teori Florence Nightingale yaitu kondisi lingkungan yang buruk. emosional. dan kebersihan. yaitu nursing proper (merawat klien yang sakit). Florence Nightingale meyakini bahwa perawat harus melakukan observasi akurat dari klien dan harus berpikir kritis tentang perawatan klien serta melakukan tindakan yang tepat dan penting untuk membantu penyembuhan klien (McEwen & Wills. & Warner. tidak baik untuk kesehatan dan kondisi lingkungan yang baik dapat mengurangi penyakit. Sebagai contoh. kebersihan. (Allender. air bersih. dan sosialisasi penting untuk penyembuhan. air bersih. Florence Nightingale meyakini bahwa lingkungan sehat penting untuk penyembuhan sehingga dapat mencegah kematian. Beberapa orang meyakini bahwa disamping lingkungan yang baik. 2010). Dalam hal ini. cahaya. 2010). dan pelayanan kesehatan merupakan hal yang penting. mengidentifikasi kebutuhan. Florence Nightingale menyatakan bahwa kebersihan. 16 . Ada 3 jenis perawat menurut Florence Nightingale. 2011). dan spiritual. dan cahaya. pelayanan sosial seperti transportasi. sosial.

2. cahaya. ventilasi yang adekuat. drainase. observasi lingkungan dan membuat rencana keperawatan (Alligood. 2010). serta makanan dan observasi penyakit. meliputi: ventilasi dan kehangatan. Terkait cahaya. kebisingan. Terkait kebisingan. perawat mengkaji diet klien dan makanan yang disukai atau tidak. kotoran. Terkait tempat tidur. dan berat tempat tidur. Peplau (1952) membuat model keperawatan interpersonal. perawat mengkaji klien kering dan bersih setiap waktu (mengkaji kondisi kulit klien). atau lumut (Alligood.Teori Florence Nightingale yang berorientasi pada lingkungan. 2010). udara segar. perawat dapat mengkaji suhu tubuh klien. yang merupakan kemampuan seorang perawat untuk memahami tingkah lakunya guna membantu orang lain. perawat mengkaji udara bersih di lingkungan sekitar. dan bau tidak sedap. perawat mengobservasi semua hal tentang klien. perawat mengkaji level kebisingan pada ruangan dan area sekitar. kebersihan personal. serta sikapnya tanpa paksaan dan mempertahankan suasana 17 . emosi. pikiran. Terkait kebersihan personal. kebersihan (pengolahan sampah). suhu ruangan. Terkait makanan. kebersihan ruangan dan dinding. 2010). dan pencahayaan. cahaya matahari dalam ruangan. Terkait ventilasi dan kehangatan. Terdapat tahapan atau fase dalam model keperawatan komunitas menurut Peplau. Terkait observasi penyakit.2.2 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Hildegard E. air bersih. perawat dapat mengkaji kelembaban. keriput. dapat diaplikasikan ke dalam proses keperawatan sesuai komponen yang ada. Ekspresi perasaan tanpa penolakan diri perawat memungkinkan pengalaman menderita sakit sebagai suatu kesempatan untuk mengorientasikan kembali perasaan dan menguatkan bagian yang positif dari kepribadian klien. perawat mencegah pembicaraan tanpa alasan atau memberi saran tanpa fakta dengan berbicara menstimulasi pikiran klien. yaitu:  Fase orientasi: Lebih difokuskan untuk membantu klien menyadari ketersediaan bantuan dan rasa percaya terhadap kemampuan perawat untuk berperan serta secara efektif dalam pemberian asuhan keperawatan kepada klien. Peplau (1952) Hildegard E. Terkait kesehatan rumah. perawat mengkaji kelembaban tempat tidur. dan untuk menerapkan prinsip hubungan manusia pada permasalahan yang timbul di semua level pengalaman (Alligood. mencatat hasil observasi (faktual atau opini).  Fase identifikasi: Terjadi ketika perawat menfasilitasi ekspresi perasaan klien dan tetap mampu memberikan asuhan keperawatan yang diperlukan. Terkait obrolan dan saran. perawat dapat mengkaji cahaya ruangan yang adekuat. Terkait kebersihan ruangan dan dinding. kesehatan rumah. mengindentifikasi kesulitan yang dirasakannya.  Fase eksplorasi: Perawat membantu klien dalam memberikan gambaran kondisi klien saat ini dengan cara mendorong klien untuk menggali dan mengungkapkan perasaan. debu. tempat tidur. obrolan dan saran.

Memungkinkan suatu situasi dimana klien dapat merasakan nilai hubungan sesuai pandangan atau persepsinya terhadap situasi.  Asumsi implisit: mempertegas profesi keperawatan memiliki tanggung jawab legal dalam penggunaan keperawatan secara efektif dan segala konsekuensinya kepada pasien Dalam kaitannya dengan perspektif paradigma keperawatan. Peplau juga menguraikan secara terperinci berdasarkan 4 komponen dasar. dan kebiasaan serta keyakinan merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menghadapi individu c. Fase ini merupakan inti hubungan dalam proses interpersonal  Fase resolusi: Secara bertahap klien melepaskan diri dari perawat. adat istiadat. mempunyai persepsi yang dipelajari dan ide yang telah terbentuk dan penting untuk proses interpersonal. Proses interpersonal merupakan maturing force dan alat edukatif baik bagi perawat maupun klien. b. Pengetahuan diri dalam konteks 18 . Setiap individu merupakan makhluk yang unik. konstruktif dan produktif d. Resolusi ini memungkinkan penguatan kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan menyalurkan energi ke arah realisasi potensi. Keperawatan Suatu proses interpersonal yang bermakna. Lingkungan Merupakan kekuatan yang berada di luar organisme dimana budaya. yaitu: a. Selain itu terdapat asumsi yang dibuat dalam model keperawatan Peplau. Kesehatan Suatu perkembangan kepribadian dan proses kemanusiaan yang berkesinambungan ke arah kehidupan yang kreatif. Asumsi utama atau asumsi dasar dalam pengembangan model konsep dan teori hubungan interpersonal oleh Peplau dibedakan menjadi asumsi eksplisit dan implisit. Manusia Individu dipandang sebagai suatu organisme yang berjuang dengan caranya sendiri untuk mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh kebutuhan.  Asumsi ekplisit memberi pandangan bahwa:  Perawat akan membuat pasien belajar ketika ia menerima penanganan perawatan  Menjalankan fungsi keperawatan dan pendidikan keperawatan dengan membantu perkembangan pasien ke arah kedewasaan  Keperawatan menggunakan prinsip-prinsip dan metode-metode yang membimbing proses ke resolusi dari masalah interpersonal.terapeutik yang mendukung.

hanya saja jika masyarakat tersebut mempunyai biaya untuk mendapatkan pelayanan keperawatan. Menurut Tomey dan Alligood (2006). perawat juga mempunyai 6 peran yang terdiri dari peran sebagai: a. Hal ini dikarenakan teori Henderson hanya menilik kebutuhan dasar apa yang belum terpenuhi dari suatu klien. b. Resource Person/Narasumber: perawat memberikan jawaban yang spesifik terhadap pertanyaan tentang masalah yang yang ditanyakan. konstruktif dan produktif. Dengan mengetahui kebutuhan dasar manusia. c. berkontribusi dalam pemulihan kesehatan atau untuk kondisi kematian yang damai dengan kekuatan. kemauan. mempertahankan temperatur tubuh dan sirkulasi.2. tanpa mempertimbangkan kondisi klien dengan keterbatasan ekonomi dan tidak memberikan 19 . Teori Henderson yang lebih berfokus pada empat belas kebutuhan dasar manusia dan praktik keperawatannya yang berusaha membentuk klien untuk melakukan empat belas kebutuhan dasar dapat diterapkan pada masyarakat urban. Consequences/Konsekuens: sistem diri dengan kepribadian yang berkembang. maka akan diketahui bagaimana cara keperawatan untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. d. kebutuhan kebersihan diri. kebutuhan spiritual. kebutuhan bekerja. Henderson menekankan pada kebutuhan dasar manusia sebagai fokus utama pada praktik keperawatan. Stranger/Sebagai orang yang asing: perawat menghadapi klien seperti tamu yang dikenalkan pada suatu sistem baru. Kebutuhan dasar manusia menurut Henderson atau empat belas kebutuhan dasar manusia meliputi bernapas dengan normal. kebutuhan akan rasa aman dan nyaman. e. kebutuhan akan nutrisi. gerak dan keseimbangan tubuh. Teacher/Pendidik: mengembangkan hubungan yang demokratis sehingga merangsang individu untuk berperan serta aktif dalam mengarahkan asuhan. kebutuhan bermain dan rekreeasi serta kebutuhan belajar.3 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Virginia Henderson (1966) Dalam teori Henderson disebutkan bahwa fungsi unik dari perawat adalah membantu individu baik sakit maupun sehat.interaksi interpersonal merupakan hal yang penting untuk memahami klien dalam mencapai resolusi masalah. Counselors/Konselor: meningkatkan pengalaman individu menuju keadaan sehat yaitu kehidupan yang kreatif. dan pengetahuan dalam waktu sesingkat mungkin. f. berkomunikasi dengan orang lain dan berekspresi. Surrogate/Wakil pengganti: membantu individu belajar tentang keunikan tiap manusia sehingga dapat mengatasi konflik interpersonal. kebutuhan istirahat dan tidur. kebutuhan eliminasi. kebutuhan berpakaian. 2.

Proses kehidupan berjalan searah dengan irama spiral b. dan suportif edukatif.2. Energi manusia dan lingkungan saling berhubungan dan saling menguntungkan. Maka. sosok perawat dibutuhkan ketika terdapat perawatan diri yang kurang. keseluruhan dari tindakan keperawatan merupakan sistem keperawtan. Namun Rogers mendorong para tenaga kesehatan untuk melanjutkan interaksi mutual dengan manusia sebagai kesatuan sistem energi. 2. Orem mengemukakan terdapat beberapa macam sistem keperawatan yang dapat digunakan. yaitu teori self care. Sehingga para perawat dapat memperhatikan seseorang sebagai satu kesatuan utuh saat merencanakan dan memberikan pelayanan kesehatan. kompensasi sebagian. teori ini tidak dapat menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan pada kondisi keterbatasan ekonomi. Pada teori self care. Energi memiliki pola gelombang dan organisasi c.2. teori self care deficit. Dalam pengaplikasiannya. dan teori sistem keperawatan. Sejak awal teori tersebut sudah menjadi kontroversi dan bahan perdebatan di kalangan perawat dan petinggi keperawatan. Bagi masyarakat perkotaan yang mengalami kemiskinan dan tidak memiliki rumah.5 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Dorothea Orem (1971) Model teori menurut Orem adalah teori keperawatan self care deficit yang mempunyai tiga teori anakan. saling melengkapi dan menyatu Jadi. model Rogers ini sangat efektif untuk promosi kesehatan. Sedangkan teori self care deficit dimaksudkan bahwa perawatan diperlukan karena seseorang dengan keterbatasannya sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perawatan diri sendiri.4 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Martha Rogers (1970) Martha Rogers pada tahun 1961 mendeskripsikan teori tentang manusia sebagai satu kesatuan yang utuh. pelayanan keperawatan komunitas memiliki tiga prinsip dasar dalam mendeskripsikan manusia sebagai “kesatuan” yaitu: a. perawatan diri sendiri merupakan perilaku yang dipelajari dan secara disengaja dilakukan sebagai respon untuk memenuhi kebutuhan. 2. perawat dapat memberikan pendidikan kesehatan agar masyarakat tersebut minimal dapat mempertahankan status kesehatannya. Sebelumnya para tenaga kesehatan memberikan pelayanan kesehatan dengan membagi-bagi berdasarkan area atau fungsinya. Disini.alternatif agar kebutuhan tersebut terpenuhi. yaitu meliputi pelayanan yang seluruhnya terkompensasi. Pada teori sistem keperawatan. 20 . Sehinggga membutuhkan banyak tenaga profesional dan para pemberi pelayanan kesehatan tidak mengetahui secara keseluruhan tentang masalah kliennya.

menetapkan tujuan dan mengambil tindakan untuk mencapai tujuan. komunikasi. Theory of Goal Attainment. Tidak hanya itu. Ketika menjelaskan individu. koping. perawat juga dapat memberitahu cara memodifikasi lingkungan agar kesehatan anggota keluarga tersebut tetap terjaga sebagai upaya preventif terhadap masalah kesehatan. stressor.2. Perawat dan pasien membentuk sistem antar pribadi dimana saling mempengaruhi dan keduanya dipengaruhi oleh faktor situasional di lingkungan. Intervensi keperawatan ini dapat diberikan dengan dibantu sepenuhnya. Berdasarkan teori Orem. beberapa yang berkaitan dengan interaksi individu. perawat .Masyarakat urban yang lebih difokuskan pada masyarakat miskin dan tidak mempunyai rumah tetap membutuhkan pelayanan keperawatan. dapat membantu masyarakat miskin dan tidak mempunyai tempat tinggal dengan memandirikan keluarga tersebut. Yang dimaksud dengan dibantu sebagian disini adalah ketika klien dapat mengerjakan sesuatu hal. 1991) mengidentifikasi bahwa persepsi. semua kembali pada arahan untuk memandirikan klien. perawat hanya membantu pada perawatan diri yang tidak bisa dilakukan klien secara mandiri. interaksi.klien dan keperawatan. yaitu harus menetapkan standar praktik untuk semua perawat-pasien saling berinteraksi. Theory of Goal Attainment terdiri dari konsep persepsi. diri. Akan tetapi. agar klien tidak terlalu terbebani biaya kesehatan. dan interaksi merupakan elemen penting dalam transaksi. Dengan hal itu. Perawat dan pasien saling berkomunikasi. jika klien dalam hal ini adalah masyarakat urban yang mempunyai keterbatasan ekonomi tidak mampu untuk terlibat perawatan diri secara efektif. merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan. sehingga memerlukan pelayanan yang berbeda. atau hanya dukungan atau edukasi. Perawat dapat memberikan pelayanan berupa membantu keluarga untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut.6 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut King’s (1971) King (1981) menyatakan bahwa Theory of Goal Attainment adalah teori normatif. King (1981. waktu dan ruang pribadi. tujuan biasanya tercapai. dibantu sebagian. dan stress pengembangan. ide. maka klien yang melakukannya. peran. transaksi. Dengan aplikasi teori Orem yaitu teori self care. maka intervensi keperawatan dibutuhkan. persepsi untuk pertukaran. komunikasi. model ini 21 . 2. Setiap individu membawa satu set yang berbeda dari nilai-nilai. sikap. Hanya dengan keadaannya yang terbatas dalam hal ekonomi. pertumbuhan. Ketika transaksi dilakukan. diharapkan masyarakat miskin dan atau tanpa tempat tinggal dapat menjadi mandiri dalam hal menjaga kesehatan sesuai dengan kondisi ekonomi mereka.

dan nilai-nilai perawat dan klien mempengaruhi proses interaksi. rasional. hidup. kesehatan. dan pikiran harus disimpulkan untuk setiap individu sampai dikomunikasikan melalui perilaku verbal atau nonverbal. & King.klien. Persepsi. faktor dalam sistem. (1973) antara lain sebagai berikut:  Mengakui: perilaku mungkin dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu. Menafsirkan: pola perilaku yang didasarkan pada pengetahuan tentang teori dan konsep perilaku manusia Memverifikasi: interpretasi dengan observasi lebih lanjut dan pengukuran dalam situasi perawat-pasien. Mensintesis: informasi untuk merencanakan dan melaksanakan tindakan keperawatan untuk meningkatkan sumber daya pasien atau mengubah tekanan bio-psiko-sosio-kultural.. (2) tujuan. M. berorientasi tindakan.M. maupun nonverbal dikomunikasikan atau diamati). verbal. dan (6) tujuan dari profesionalitas kesehatan dan tujuan dari penerima pelayanan kesehatan mungkin tidak kongruen. bertujuan. tindakan perawat. makhluk bereaksi dan (2) adalah pengendali. pola diidentifikasi 22 .menunjukkan bahwa (1) individu sosial. Metodologi dalam pembelajaran proses keperawatan (Daubenmire. Menganalisa: situasi perawat dan pasien (perilaku fisiologis. perasaan. kebutuhan. dan waktu berorientasi pada perilaku mereka.J. (3) individu memiliki hak untuk berpartisipasi dalam keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. Perception Nurse Judgment Action Reaction Patient Action Judgment Perception Feedback Interaction Transaction Feedback Mengenai interaksi perawat . I.      Amati & tindakan: perubahan keadaan pasien dan mengakui perubahan dalam keadaan perawat dengan mengidentifikasi pola perilaku: variabel fisiologis dan psikologis. King (1981) percaya bahwa (1) persepsi perawat dan klien mempengaruhi proses interaksi. dan pelayanan masyarakat. (5) individu memiliki hak untuk menerima atau menolak perawatan.

Ayahnya berharap anaknya cepat sembuh. Stresor intrapersonal yaitu stresor yang terdapat pada individu yang berhubungan dengan lingkungan internal. Menurut teori Neuman. Sebagai contoh. hubungan diidentifikasi dalam pengamatan. dan pengetahuan. fisiologi. eksternal maupun buatan.7 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Betty Neuman (1972) Model Neuman biasanya disebut model Health Care System. Garis pertahanan ini melindungi struktur dasar.2. dan resisten. Konsep ini memaparkan mengenai keperawatan yang berhubungan dengan garis pertahanan diri dalam menurunkan stress. Setiap kali terjadi serangan pada struktur dasar maka sistem akan melakukan rekonstitusi. informasi yang dikumpulkan. Rekonstitusi bisa memperluas garis pertahanan normal ke tingkat 23 .perilaku. Stresor ekstrapersonal adalah stresor diluar individu. interclient dan ekstraclient. Rekonstitusi merupakan stabilisasi sistem dan membawa sistem ke garis pertahanan normal. Harapan ayahnya akan kesembuhan anaknya ini merupakan stresor interpersonal. garis pertahanan ada tiga yaitu garis pertahanan normal. Sedangkan garis pertahanan restisten merupakan faktor internal yang melindungi perlawanan klien terhadap serangan dari stresor. Garis pertahanan normal merupakan rentang respon normal seseorang terhadap stress. sedangkan pembayaran biaya perawatan merupakan stresor ekstrapersonal. Kekuatan garis pertahanan resisten dipengaruhi oleh derajat reaksi klien terhadap serangan stresor pada garis pertahanan. Ada anaknya yang sedang sakit dan tidak mampu untuk berobat. ada satu keluarga miskin. Stresor interpersonal merupakan stresor yang terjadi pada individu dan berpengaruh pada sistem. Ayahnya merasa bersalah karena sebagai kepala keluarga dia tidak mampu membiayai anaknya untuk berobat. sosiokultural dan spiritual klien. dan ekstrapersonal atau intraclient.  Tampilan: proses keperawatan sebagai proses interpersonal yang berkelanjutan yang dinamis di mana perawat dan pasien masing-masing dipengaruhi oleh perilaku dari yang lain dan oleh faktor dalam sistem di mana mereka beroperasi 2. fleksibel. Garis pertahanan fleksibel adalah suatu keadaan yang selalu berubah yang disebabkan oleh beberapa faktor dan bersifat fluktuatif. interpersonal. Rasa bersalah ayahnya merupakan stresor intrapersonal. yaitu intrapersonal. Stresor dapat muncul dari lingkungan internal. psikologis. yaitu sesuatu yang ada pada klien yang harus dijaga agar klien tersebut tetap survive. Buatan disini misalnya perpindahan tempat tinggal. Kekuatan garis pertahanan dan resisten dipengaruhi oleh perkembangan. Stresor juga dapat diklasifikasikan menjadi tiga.

Apalagi masyarakat miskin dan homeless mengalami banyak stresor dalam waktu yang bersamaan. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali atau regresi. Orlando juga menggambarkan mengenai konsep disiplin dalam proses keperawatan sebagai interaksi total (total interactive) yang dilakukan tahap demi tahap. reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan yang harus dilakukan. Pencegahan primer meliputi tindakan sebelum serangan stresor terjadi dan hal ini untuk mencegah adanya serangan dengan meningkatkan kekuatan garis pertahanan atau mengurangi potensi untuk terpapar stresor. Sedangkan pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah stabilitas sistem klien secara optimal. Sebelumnya diperlukan pengkajian stresor. Asumsi Orlando terhadap paradigma keperawatan hampir seluruhnya terkandung dalam teorinya. Hal itu merupakan tanggung jawab perawat 24 . Pencegahan ini untuk meminimalisir reaksi terhadap stresor. sehingga dapat mempertahankan energi. asumsi dari Orlando tidak spesifik. sekunder. mengidentifikasi permasalahan klien yang disampaikan kepada perawat.2. dan tersier. faktor-faktor yang mempengaruhi. Disiplin proses keperawatan meliputi komunikasi perawat kepada pasiennya yang sifatnya segera. Ketika sistem klien tidak mampu mencegah serangan maka perlu adanya intervensi keperawatan. Serta klien dapat mencapai tingkat kesehatan yang maksimal. tetapi terdapat empat area ditekuninya: 1. Dengan adanya garis pertahanan yang kuat. apa yang terjadi antara perawat dan pasien dalam hubungan tertentu.sebelumnya. 2006). dan derajat serangan. Perawat Perawat adalah suatu profesi yang mempunyai fungsi otonomi yang didefinisikan sebagai fungsi profesional keperawatan. diantaranya adalah konsep disiplin proses keperawatan (nursing process discipline) yang juga dikenal dengan sebutan proses disiplin atau proses keperawatan. 2. dan mengembalikannya pada tingkat semula sebelum sakit. Ada tiga tingkatan intervensi keperawatan. Pencegahan sekunder terjadi setelah serangan pada garis pertahanan. menstabilkan sistem pada tingkat yang lebih rendah. maka akan melindungi struktur dasar klien. menanyakan untuk validasi atau perbaikan (Tomey. Model Neuman dapat digunakan pada masyarakat miskin dan homeless. Sama dengan teori-teori keperawatan pendahulunya. perilaku pasien. mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk membantunya serta untuk melakukan tindakan yang tepat. yaitu pencegahan primer.8 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Ida Jean Orlando (1972) Ida Jean Orlando (1972) mengemukakan tentang beberapa konsep utama. Fungsi profesional yaitu membantu mengenali dan menemukan kebutuhan klien yang bersifat segera.

untuk mengetahui kebutuhan klien dan membantu memenuhinya. dan tindakan perawatan yang dirancang untuk kebaikan klien. aktivitas perawat profesional yaitu tindakan yang dilakukan perawat secara bebas dan bertanggung jawab guna mencapai tujuan dalam membantu klien. 3. Perasaan adekuat dan sejahtera dalam memenuhi kebutuhannya berkontribusi terhadap sehat. 4. Pasien dapat mengalami distress terhadap lingkungan terapeutik dalam mencapai tujuannya. berpikir. Fungsi keperawatan profesional (Professional nursing function) Tanggung jawab perawat yaitu membantu apapun yang klien butuhkan untuk memenuhi kebutuhannya. tetapi berasumsi bahwa bebas dari ketidaknyamanan fisik dan mental. 25 . yaitu: a. perawat perlu mengobservasi perilaku pasien untuk mengetahui tanda-tanda distress. dan merasa adekuat dan sejahtera berkontribusi terhadap sehat. reaksi perawat. b. kadang-kadang dalam situasi tertentu manusia dalam memenuhi kebutuhannya membutuhkan pertolongan. Sehat Orlando tidak mendefinisikan tentang sehat. Orlando menyebutnya sebagai “nursing process discipline”. Ketika perawat menggunakan proes ini untuk mengkomunikasikan reaksinya dalam merawat pasien. Perawat harus mengetahui benar profesionalnya. Manusia Manusia bertindak atau berperiaku secara verbal dan nonverbal. Orlando menggambarkan model teorinya dengan lima konsep utama. Lingkungan Orlando berasumsi bahwa lingkungan merupakan situasi keperawatan yang terjadi ketika perawat dan klien berinteraksi. Hal ini dijadikan dasar pernyataan bahwa perawat profesional harus berhubungan dengan seseorang yang tidak dapat menolong dirinya dalam memenuhi kebutuhannya. Mengenal perilaku klien (Patient’s presenting behavior) Mengenali perilaku klien dengan mengobservasi apa yang dikatakan klien maupun perilaku nonverbal yang ditujukan kepada klien. yaitu perilaku klien. dan bertindak dalam situasi yang bersifat segera. merasakan. Dalam teorinya tentang disiplin proses keperawatan mengandung elemen dasar. dan keduanya mempersepsikan. dan akan mengalami distress jika mereka tidak dapat melakukannya. Alligood (2010) mengemukakan bahwa teori keperawatan Orlando menekankan adanya hubungan timbal balik antara klien dan perawat. 2. Itu merupakan alat yang dapat perawat gunakan untuk melaksanakan fungsinya dalam merawat pasien. serta apa yang mereka katakan dan kerjakan akan saling mempengaruhi.

c. Reaksi segera (Immediate reaction) Reaksi segera meliputi persepsi, ide, dan perasaan perawat dan klien. Reaksi segera adalah respon segera atau respon internal dari perawat dan persepsi individu klien. d. Disiplin proses keperawatan (Deliberative nursing process) Disiplin proses keperawatan diartikan sebagai interaksi total (totally interactive) yang dilakukan tahap demi tahap, apa yang terjadi antara perawat dan klien dalam hubungan tertentu, perilaku klien, reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan dalam hubungan yang harus dilakukan, mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk membantunya serta untuk melakukan tindakan yang tepat. e. Peningkatan (Improvement): peningkatan berarti tumbuh lebih, klien menjadi lebih berguna dan produktif.

2.2.9 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Sr Callista Roy (1976) Model adaptasi Roy memandang klien sebagai suatu kesatuan adaptasi untuk menyesuaikan dengan lingkungannya. Ada tiga konsep yang menjadi dasar dalam teori Roy, yaitu manusia / klien, adaptasi, dan perawat. Manusia / klien dalam model adaptasi Roy dipandang secara holistik sebagai suatu sistem adaptasi yang berinteraksi dengan lingkungan. Klien disini tidak hanya individu, melainkan termasuk keluarga, kelompok, maupun komunitas. Tujuan interaksi klien dengan lingkungan adalah respon adaptif positif untuk berubah baik dalam lingkungan internal maupun eksternal sehingga meningkatkan integritas sistem. Kemampuan klien untuk beradaptasi tergantung dari pengalaman dan kemampuan mengatasi / menguasai suatu perubahan. Kemampuan mengatasi perubahan (tingkat adaptasi) dipengaruhi oleh tiga kategori stimulus. (1) Stimulus fokal merupakan stimulus internal dan langsung berhadapan dengan individu. (2) Stimulus kontekstual, yaitu stimulus lain pada situasi sama yang mempengaruhi respon klien terhadap stimulus fokal dan dapat diobservasi. (3) Stimulus Residual, stimulus tambahan yang relevan, tetapi sukar untuk diobservasi (mis. keyakinan, nilai, pengalaman yang lalu). Model Roy dapat langsung digunakan pada perawatan klien baik individu, keluarga, komunitas, maupun pada masyarakat miskin dan homeless. Misalnya pada masyarakat homeless. Remaja wanita homeless rentan terhadap seksual abuse. Pada suatu hari, dia mengetahui bahwa dirinya hamil. Stimulus fokal bagi individu pada kasus ini adalah keadaan kehamilannya itu. Untuk stimulus fokal bagi komunitas yaitu peningkatan jumlah kehamilan pada remaja. Untuk stimulus kontekstualnya yaitu respon remaja tersebut pada kehamilannya, misalnya perilaku dia menjaga kehamilan. Stimulus kontekstual bagi komunitas misalnya
26

sikap komunitas terkait aktivitas seksual. Stimulus residual bagi individunya yaitu umur dan tingkat maturitas remaja. Sedangkan stimulus residual bagi komunitasnya adalah tingkat edukasi. Peran perawat dalam teori Roy adalah membantu klien dalam beradaptasi dengan lingkungannya agar tetap survive. Hal ini dilakukan dengan cara menekan stimulus, meningkatkan tingkat adaptasi klien dan menggali sumber-sumber koping yang dimiliki klien.

2.2.10 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Madeleine Leininger (1978) Model keperawatan Leininger biasa dikenal dengan model keperawatan transkultural, mengingat Leininger menitikberatkan pada aspek kebudayaan yang terkait dengan status kesehatan klien. Keperawatan transkultural merupakan suatu area / wilayah keilmuwan budaya pada proses belajar dan praktik keperawatan yang fokus memandang perbedaan dan kesamaan diantara budaya dengan menghargai asuhan, sehat dan sakit didasarkan pada nilai budaya manusia, kepercayaan dan tindakan, dan ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan khususnya budaya atau keutuhan budaya kepada manusia (Leininger, 2002). Konsep utama yang disoroti dari model keperawatan ini adalah konsep caring dan perbedaan budaya (Leininger, 1980 dalam Leininger, 200). Diharapkan dengan

mempertimbangkan aspek kebudayaan dan memahaminya sebagai perbedaan, seorang perawat bisa menghilangkan stereotype. Mengindari asumsi seperti inilah yang diharapkan dapat membantu seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien dari berbagai latar belakang budaya.

27

Tujuan keperawatan berbasis transkultural ini adalah memberikan perawatan yang konsisten dengan ilmu dan pengetahuan keperawatan dengan caring sebagai fokus sentral (Chinn dan Jacobs, 1995 dalam Tomey, 2006). Model konseptual yang dikembangkan oleh Leininger dalam menjelaskan asuhan keperawatan dalam konteks budaya digambarkan dalam bentuk matahari terbit (Sunrise Model) seperti yang terdapat pada gambar berikut. Dari model tersebut dapat diketahui bahwa terdapat berbagai macam faktor yang mempengaruhi keadaan suatu individu. Factor-faktor inilah yang perlu dikaji untuk dijadikan landasan berpikir untuk menentukan asuhan keperawatan apa yang tepat. Sedangkan untuk strategi keperawatan terkait intervensi menurut Leininger dibagi menjadi tiga, yaitu mempertahankan budaya, negosiasi budaya, dan restrukturisasi budaya.

2.2.11 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Jean Watson (1979) Watson mendefinisikan caring sebagai moral ideal yang berorientasi dan meliputi pada aspek-aspek diluar tindakan yang aktual sebagai hubungan transpersonal antara perawat dan klien yang mana tujuannya adalah meningkatkan kualitas-kualitas dalam kehidupan manusia. Caring science merupakan suatu orientasi human science dan kemanusiaan terhadap proses, fenomena, dan pengalaman human caring. Transpersonal Caring mengakui kesatuan dalam hidup dan hubungan-hubungan yang terdapat dalam lingkaran caring yang konsentrik – dari individu, pada orang lain, pada masyarakat, pada dunia, pada planet Bumi, pada alam semesta (Watson, 2004). Watson mengemukakan terdapat konsep-konsep atau asumsi utama dalam ilmu keperawatan, dimana konsep ini sebaiknya dijadikan landasan dalam perawatan klien yakni: a. Caring dapat diimplementasikan dan di terapkan secara interpersonal. b. Caring berisi carative factor yang menghasilkan kepuasan dari kebutuhan tertentu manusia. c. Caring yang Efektif dapat dijadikan sebagai promosi kesehatan dan pertumbuhan individu dan keluarga d. Respon caring bukan hanya pada momen tertentu sekarang tetapi juga masa depan. e. Lingkungan caring adalah sesuatu yang menawarkan perkembangan dari potensi yang ada, dan di saat yang sama membiarkan sesorang untuk memilih tindakan yang terbaik bagi dirinya saat itu. f. Caring lebih bersifat “Healthogenic” dari pada Curing. g. Praktik Caring lebih merupakan sentral dari keperawatan.

28

dan dimensi eksistensial dari kehidupan dan kematian seseorang. Terlibat dalam pengalaman belajar mengajar yang sebenarnya yang mengakui keutuhan diri orang lain dan berusaha untuk memahami sudut pandang orang lain. dan kesatuan diri dalam seluruh aspek care. e. yang berasal dari bahasa yunani “cherish”. yaitu: a. dan kedamaian. untuk terlibat dalam penerapan caring-healing yang artistik. Menelaah dan menghargai misteri spritual. lingkungan yang kompleks dari energi dan kesadaran. “soul care” bagi diri sendiri dan orang yang dirawat. Mengembangkan dan mempertahakan suatu hubungan caring yang sebenarnya. raga dan pikiran. Teori Carative Factor Original carative factors kemudian dikembangkan oleh Watson menjadi clinical caritas processes yang menawarkan pandangan yang lebih terbuka (Watson. martabat. baik fisik maupun nonfisik. Membantu terpenuhinya kebutuhan dasar. h. Menerapkan perilaku yang penuh kasih sayang dan kebaikan dan ketenangan dalam konteks kesadaran terhadap caring. dan mewujudkan dan mempertahankan sistem kepercayaan yang dalam dan dunia kehidupan subjektif dari dirinya dan orang dirawat.praktik spiritual dan transpersonal diri orang lain. untuk menempatkan carative factor-nya. melebihi ego dirinya. memberikan “human care essentials” yang memunculkan penyesuaian jiwa. Memberikan perhatian terhadap praktik . kenyamanan. yang memiliki keholistikan. Menggunakan diri sendiri dan semua cara yang diketahui secara kreatif sebagai bagian dari proses caring. g. yang berarti memberi 29 . Menciptakan lingkungan healing pada seluruh tingkatan. yang saling membantu dan saling percaya. dengan kesadaran caring yang penuh.  Clinical Caritas Process Watson memperkenalkan “clinical caritas process” (CCP). j. c. i. b. dengan melibatkan jiwa dan keberadaan secara spiritual. 2004). f. Hadir dengan sepenuhnya. keindahan. keholistikan. d. Hadir untuk menampung dan mendukung ekspresi perasaan positif dan negatif sebagai suatu hubungan dengan semangat yang dalam dari diri sendiri dan orang yang dirawat.

Jadi dalam model ini. Merawat pasien dengan penuh kesadaran. seperti harapan orang lain Faktor-faktor situasional. Jadi. Lima jenis faktor modifikasi yang mempengaruhi persepsi masyarakat tentang mengejar perilaku promosi kesehatan antara lain: Faktor demografi. dan mencoba melihat dan mengacu pada kerangka berpikir orang lain. Dengan mengetahui pendapat dan persepsi meraka. sepenuh hati dan cinta. Murdaugh.12 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Nola Pender (1982) Nola Pender menggambarkan model keperawatan dengan pelayanan keperawatan intervensi langsung untuk promosi kesehatan. 2006). hadir secara jiwa dan raga. seperti ketersediaan makanan sehat Faktor perilaku. yang dihadirkan sebagai kesatuan “menjadi dan berarti” (being and meaning). clinical caritas process adalah suatu praktik perawatan pasien dengan sepenuh hati kesadaran. perawat diminta untuk berperilaku proaktif dengan memahami teori pembelajaran sosial pada masyarakat urban atau keluarga miskin. Model promosi kesehatan Pender ini berusaha untuk menjelaskan perilaku proaktif. Promosi kesehatan merupakan prioritas dalam praktik keperawatan kesehatan masyarakat. Karena promosi kesehatan merupakan penekanan utama dalam keperawatan kesehatan masyarakat atau komunitas. Terlibat dalam proses pengalaman belajar mengajar.2.cinta dan perhatian khusus. manfaat meningkatkan kesehatan dan hambatan untuk terlibat dalam mempromosikan kesehatan perilaku. dan cinta. status kesehatan. Pender mendefinisikan promosi atau pelayanan kesehatan sebagai tindakan yang diarahkan berarti termasuk dalam tingkat kesejahteraan dan aktualisasi diri dalam individu atau keompok pada keluarga miskin dan masyarakat urban dalam menyelesaikan stressornya (Pender. seperti tinggi dan berat badan Pengaruh impersonal. seperti stres menghadapi pola Dengan menggunakan model Pender. misalnya kontrol persepsi. supportif dan mampu mengekspresikan perasaan negatif dan positif dari dasar-dasar nilai spiritual diri dalam hubungannya dengan pasien sebagai one-being-cared-for. perawat dapat mempengaruhi motivasi warga dan kemampuan untuk mengubah keadaan mereka agar dapat 30 . & Parsons. seorang perawat kesehatan masyarakt perlu melakukan pengkajian atau wawancara terhadap masyarakat urban atau keluarga miskin atau perumahan penghasilan rendah dengan persepsi mereka tentang bagaimana meningkatkan kesehatan dan keselamatan. 2. seperti usia dan ras     Karakteristik biologis.

niat klien untuk diet dapat digerogoti oleh penyakit serius dari anggota keluarga dan kebutuhan untuk makan di restoran cepat saji dengan berangsur-angsurnya dengan pendekatan model dalam mengubah perilaku dan persepsi yang dibantu oleh perawat sehingga klien dapat kembali ke gaya hidup yang lebih normal. terdapat beberapa yang diterapkan sebagai pedoman bagi keperawatan komunitas perkotaan bagi masyarakat urban (poor & homeless). Faktor biologis bagi individu akan mencakup adanya masalah kesehatan lain dan mungkin ketidaknyamanan atau tanda kompilasi kehamilan. Faktor-faktor yang sama juga dapat mempengaruhi upaya keluarga untuk mencari perawatan. Karakteristik individu dan perilaku spesifik kognisi dapat menyebabkan suatu komitmen untuk meningkatkan kegiatan kesehatan. Bagi masyarakat. Model Keperawatan yang dikemukakan oleh Betty Neuman (1972) yang lebih dikenal dengan istilah model Health Care System juga biasa digunakan. psikologis. perilaku dipengaruhi oleh karakteristik individu meliputi faktor biologis. Model Pender berlaku untuk individu.menyelesaikan masalah yang bisa dilakukan atau warga dapat menemukan koping untuk dirinya sendiri. dan sosial budaya pribadi yang relevan dengan perilaku yang terlibat. prevalensi kondisi serius lainnya mungkin mencegah perhatian yang memadai terhadap masalah kehamilan remaja. keluarga dan kelompok atau komunitas. Dalam model promosi kesehatan Pender. Keempat model keperawatan tersebut dapat mengemukakan intervensi keperawatan yang sebaiknya dilakukan dalam komunitas masyarakat perkotaan khususnya kaum urban yang hidup miskin dan tidak memiliki tempat tinggal. semua yang mungkin memotivasi remaja untuk mencari perawatan sebelum melahirkan. Selain itu model keperawatan menurut Florence Nightingale yang berorientasi pada lingkungan dan Leininger yang mengacu pada keperawatan transkultural. Fix sampe sini mak 31 . Komitmen ini meliputi intervensi untuk bertindak dan rencana spesifik dari suatu tindakan. Model keperawatan yang sering digunakan adalah model keperawatan menurut Dorothea Orem (1971) yang mengemukakan tentang keperawatan mandiri atau Self Care Deficit Nursing Theory. Beberapa macam model keperawatan komunitas yang telah disebutkan. Komitmen untuk bertindak yang harus mengarah pada kinerja perilaku kesehatan dalam mempromosikan sebenarnya kecuali ada gangguan. Misalnya.

ataupun tanah berdampak bagi manusia? 2. status perkawinan dalam komunitas? Jumlah populasi yang berubah selama 2 dekade terakhir? Diskriminasi kelompok yang ditunjukkan?apakah kelompok mempunyai keunikan dalam praktik /kebutuhan kesehatan? Apakah kelas yg berbeda menyarankan kebutuhan & pelayanan kesehatan? Bagaimana frekuensi anggota yg masuk & keluar dalam komunitas?? 3.3. Praktik kesehatan/ pengetahuan dipengaruhi o/ budaya. Tersedianya akses pelayanan kesehatan Kematian. atau kerusakan yang disebabkan karena bencana alam. Perbedaan kelas mempengaruhi pemanfaatan terhadap pelayanan kesehatan Mobilisasi mempengaruhi ketersediaan pelayanan. populasi dan sistem social (Allender. 1. 2001). Tersedianya tempat rekreasi Iklim yg ekstrim mempengaruhi kesehatan. udara. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengkajian dalam berbagai dimensi komunitas. Tabel pengkajian dari dimensi populasi Variable Populasi Ukuran Kepadatan Komposisi Rata-rata Pertumbuhan Perbedaan budaya Kelas social Mobilitas Implikasi Kesehatan Komunitas Jumlah individu dan institusi kesehatan Peningkatan penduduk dapat meningkatkan stress. Terdapat tiga dimensi komunitas sebagai klien yaitu: lokasi. Tanaman beracun atau penyakit yang dibawa o/ hewan dapat mempengaruhi kesehatan komunitas. jenis kelamin.2. Tabel pengkajian dari dimensi lokasi Variable Lokasi Batasan komunitas Lokasi pelayanan kesehatan Geografi Iklim Flora & Fauna Lingkungan yg dibuat manusia Implikasi Kesehatan Komunitas Batasan menentukan terjadinya sehat sakit. Tabel pengkajian dimensi Sistem Sosial Variabel Sistem Sosial Implikasi Kesehatan Komunitas Pertanyaan Pengkajian 32 . Tinggi rendahnya kepadatan berpengaruh kepada tersedianya pelayanan kesehatan Komposisi dari populasi menentukan tipe kebutuhan kesehatan Kecepatan pertumbuhan penduduk meningkatkan permintaan akan pelayanan kesehatan Kebutuhan akan kesehatan berubah sesuai dengan budaya. pinggiran kota atau pedesaan? Seberapa padat populasi? Komposisi umur.3 Asuhan Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan 2. menentukan penyebaran penyakit. Pertanyaan Pengkajian Apakah komunitas kota.1 Pengkajian Keperawatan Komunitas Pengkajian keperawatan komunitas merupakan suatu proses tindakan untuk mengenal komunitas. Lingkungan dapat mempengaruhi level kesehatan komunitas (polusi yang disebabkan oleh manusia) Pertanyaan Pengkajian Dimana lokasi komunitas?Apakah lokasi bagian dari komunitas yg luas?Apa saja komunitas kecil di dalamnya? Dimana lokasi institusi kesehatan?Apakah dekat dengan komunitas? Apakah geografis mendorong kesehatan?atau merupakan ancaman? aktifitas Berapa rata-rata temperature?Seberapa ekstrim?Apakah berdampak bagi kesehatan? Apakah tumbuhan dan hewan merupakan ancaman bagi kesehatan? Apa industri besar yang ada?Apakah air.

atau populasi. 2009 (hlm. industry yang ada. jalur sepeda. pelayanan kesehatan. Apa saja fungsi dari setiap sistem utama? Apa saja subsistem utama? Seberapa baik organisasi melakukan fungsinya? Apakah terdapat konflik antar sistem? Apakah ada kesepakatan mengenai tujuan komunitas? Apakah ada sistem yang dominan dibandingkan yg lain? - Tipe Pengkajian Komunitas Jenis pengkajian kebutuhan masyarakat (Allender & Speadley. Adakah klinik. batas wilayah. keluarga. pemadam kebakaran. trotoar.bagaimana penduduk bepergian? Jenis transportasi umum dan individu yang digunakan? Apakah Anda melihat bus. Pemerintah dan politik. Keamanan dan transportasi. legal. Eigsti. McGuire. Ekonomi. atau fasilitas untuk orang dengan kekurangan fisik. polisi. rumah sakit. keadaan ekonomi.364)) a. jenis kelamin. Komunikasi antar organisasi di setiap sistem. taxi. 2001(hlm. Kolaborasi antar sistem mengidentifikasi tujuan & mengatasi masalah kesehatan.2002 ( hlm 471). Apakah penduduknya homogen? 3. 4. organisasi. tenaga kesehatan. Kesepakatan mengenai sarana untuk mencapai tujuan komunitas. kegiatan yang menunjang roda perekonomian. Apakah masyarakat merasa aman? 5. Berikut komponen-komponen pengkajian dalam windshield survei (Stone. Kejahatan yang sering terjadi. Kelompok etnis-identifikasi berbagai suku atau etnis yang Anda jumpai. dan kondisi perumahan.Sistem kesehatan Sistem keluarga Sistem ekonomi Sistem pendidikan Sistem agama. peta wilayah. Nilai dan keyakinan-Apakah disana terdapat rumah ibadah? Apakah tempat itu terlihat homogen? Subsistem 1. Windshield Survei Windshield survei mengumpulkan dan mengunakan data yang telah tersedia di masyarakat untuk mempelajari masalah masyarakat tersebut. komunikasi Setiap sistem harus memenuhi fungsi dari kesehatan komunitas. Jenis pelayanan perlindungan yang tersedia (contoh. iklim. kesejahteraan Sistem politik Sistem rekreasi. pusat emergensi. serta kesehatan jiwa komunitas 3.apakah ada tanda dari aktivitas politik Data 33 . grup. dan data umum yang da di masyarakat. Efendi & Makhfudli. sanitasi).status ekonomi masyarakat. 2. 154)). Sejarah-Apa yang Anda dapat dari pengamatan sementara diwilayah tersebut? Tanyakan sejarah wilayah tersebut kepada tokoh masyarakat 2. Demografi-tipe orang seperti apa yang Anda jumpai? Data usia. sosial dan pemerintah. tempat pelayanan sosial. Pengkajian ini dapat digunakan jika perawat sedang bertugas di dalam keluarga. Catat perbedaan dan cirri-ciri tiap suku atau etnis. serta jumlah pengangguran 4. home care. Pelayanan kesehatan dan sosial-masalah akut dan kronik? Unit pelayanan kesehatan baik modern atau tradisional. Lingkungan fisik-keadaan lingkungan atau geografis. Inti komunitas Observasi 1. Dalam pengkajian ini perawat dapat menemukan data-data yang berada di masyarakat diantaranya.

tumbuhan. keadaan geografis. hewan. pemahaman tentang variabel populasi akan mempermudah perawat komunitas dalam melakukan pengkajian. iklim. 5. Variabel populasi antaralain jumlah.dimana tempat bermain anak? Fasilitas apa yang tersedia?siapa saja yang berperan serta Persepsi Penduduk-bagaimana pendapat tentang komunitasnya? Identifikasi kekuatan. terdiri dari sepuluh variabel diantaranya sistem kesehatan. pendidikan. media cetak.identifikasi jenis komunikas. kepadatan. Untuk mendapatkan data yang lebih detail dengan melakukan 34 . ekonomi. Pengkajian subsistem akan lebih baik jika dilakukan dalam tim. religious. Komunitas memiliki tiga dimensi yaitu lingkungan. dan populasi. Pengkajian dimulai dengan mereview semua data yang ada di komunitas. perawat komunitas berfokus pada satu dimensi kehidupan komunitas. status sosial. dan mobilitas. Pengkajian berorientasi masalah digunakan jika dengan Windshield Survei tidak cukup untuk menegakkan diagnosa sedangkan jika menggunakan pengkajian komprehensif membutuhkan dana yang terlalu mahal. kesejahteraan. dan elektronik yang biasa dipakai Pendidikan-identifikasi fasilitas dan program kerja institusi pendidikan. rata-rata pertumbuhan atau kematian. Setiap anggota dalam tim mengkaji beberapa variabel di tiap dimensi. perbedaan budaya. Persepsi Anda-pernyataan umum mengenai kesehatan komunitas. Berorientasi Masalah (Problem-Oriented Assessment) Jenis pengkajian kebutuhan masyarakat yang kedua berfokus pada satu masalah yang akan di kaji lebih lanjut di komunitas. Dengan cara ini akan didapatkan gambaran pengkajian yang komprehensif. Kesehatan komunitas dipengaruhi oleh keadaan lingkungan seperti pelayanan kesehatan. rekreasi. Selanjutnya melakukan survei dengan menyusun data-data demografis terutama populasi (termasuk variabel-variabel populasi). Perasaan/ masalah aktual atau potensial. 8. Dimensi yang ketiga yaitu populasi. pertemuan) partai apa yang mendominasi? Apa hak komunitas dalam pemerintahan? Komunikasi. 7.6. (contoh poster. 2. dan komunikasi. 4. Dimensi yang kedua /subsistem yaitu sosial sistem. 3. 1. Pengkajian Komprehensif (Comprehensive Assessment) Pengkajian komprehensif berusaha menemukan seluruh data kesehatan yang relevan. legal. Pengkajian Subsistem Komunitas (Community Subsistem Assessment) Pada pengkajian subsistem komunitas. dan tempat tinggal. komposisi populasi. selanjutnya informasi yang telah didapat dapat di sharing bersama. keluarga. Apakah di institusi pendidikan terdapat unit kesehatan siswa (UKS) Rekreasi. sosial sistem. politik.

1. Pengkajian asset komunitas (community assets assessment) Pengkajian yang terakhir ini berfokus pada kekuatan dan kemampuan komunitas dari pada masalahnya sendiri ((Ammerman & Parks. 6. Pengkajian ini banyak menghabiskan waktu dan biaya. Pendataan keahlian. Pengkajian komprehensif tidak hanya menjelaskan sistem dari komunitas tetapi juga bagaimana kekuatan atau kelebihan dapat tersebar. wawancara. dan pengalaman individu 2. atau panggilan telepon) Menentukan jumlah sampel 2. 1995) Allender & Speadley. Tahap perencanaan       Menentukan apa dan kenapa informasi tersebut Menentukan data yang tepat untuk dikumpulkan Memilih populasi yanga akan di survei Memilih metode /instrument survei yang akan digunakan (contoh. Survei Survei merupakan suatu metode pengkajian dengan beberapa pertanyaan dalam yang akan digunakan untuk menganalisa area atau group rangka mengumpulkan data tertentu. Perbedaan metode yang digunakan bukan menjadi suatu masalah asalkan tujuan pengumpulan datanya dapat terpenuhi. sehingga pengkajian ini jarang digunakan. Pengumpulan data dalam area komunitas dapat melatih sikap professional perawat dalam membuat keputusan. survei. 2001). Metode survei dikembangkan dalam tiga tahap pengkajian(Allender & Speadley. Tahap pengumpulan data Identifikasi data kolektif 35 . kuesioner. ketertarikan. Tiga level pendataan penngkajian asset komunitas 1. dan kemampuan menginvestigasi dengan baik.1998) Allender & Speadley. dan bagaimana perubahan dapat terjadi ((within & Altschuld. bagaimana keputusan itu dibuat. Pendataan asosiasi dan organisasi kota lokal 3. 2001). 2001). Pada pengkajian ini perawat berperan sebagai partner dalam intervensi keperawatan komunitas. musyawarah a. Berikut metode pengkajian komunitas yang dapat digunakan antara lain. teknik komunikasi yang efektif. studi epidemiologi deskriptif. Pendataan institusi local Metode Pengkajian Komunitas Pengkajian komunitas dapat dilakukan dengan berbagai macam metode.interview secara langsung dengan masyarakat. talenta.

Sumber Internasional Data internasional bersumber dari beberapa lembaga salah satunya the World Healthh Organization (WHO). c. c. Sumber Nasional Data nasional bersumber dari lembaga pemerintahan yang melakukan survei kesehatan terkait dengan pelayanan kesehatan komunitas. Sumber Data Komunitas Primer Diperoleh secara langsung. Sumber Negara 36 . Musyawarah Musyawarah merupakan pertemuan seluruh warga desa untuk membahas dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan hasil survei (Efeny & Makhfudli. 2009). grafika. Sekunder. Studi Epidemiologi Deskriptif Pengakajian studi epidemiologi merupakan pengkajian terhadap frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok (Allender & Speadley. melalui wawancara. dll. dan petugas kesehatn dapat dipertemukan untuk membahas penyelesaian dari masalah yang didapat dari hasil survei. a. pemuka masyarakat. Tahap analisis dan penyajian data Sajikan data dalam bentuk tabel dan analisi. d. dan tekstular. berasal dari seseorang yang mengetahui komunitas dengan baik dan mencatat apa yang meraka lakukan. 2001). b. Keuntungan metode ini adalah efisien dan murah. Anggota yang ada dalam grup berasal dari variable demografik yang sama. Menentukan hubungan dan analisis data Menyajikan laopran dalam bentuk tabular.    Menolak dan menerima penngurus 3. Dengan adanya musyawarah masyarakat. Dengan mengunakan internet perawat dapat mengakses data internasional terkait dengan informasi imigran dan pengungsi local. Sumber data yang diperoleh dari sumber utama lebih akurat dan komperhensive. Pengkajian dengan metode ini sangat baik dilakukan karena perawat dapat mengetahui kapan dan dimana penyebaran penyakit itu berada. Dan dapat menentukan intervensi apa yang akan dilakukan kepada sekelompok masyarakat tersebut. Merupakan grup kecil (5-15 orang). b. Focus Group Di desain untuk memperoleh opini masyarakat.

Analisis ini meliputi klasifikasi. Kemudian hipotesis diuji dengan mengumpulkan data tambahan baik pendukung maupun penghambat diagnsotik. 2. Data ini mennyarankan hipotesis dari kekerasan pada anak untuk menjelaskan lengan patah saat ini. graphic dan table untuk mendukung suatusintesa data. 3. Intepretasi data meliputi perbandingan spesifik data klien dengan norma yang diketahui dan standar atau syarat diagnostik. Data yang diberikan berupa data statistic kehidupan dan angka kematian. perawat kesehatan komunitas mungkin mencatat bahwa sebagian anak memiliki lebih banyak injuri daripada anak normal pada usia itu. Sumber Lokal Analisis data Untuk menjadikan keperawatan langsung yang bernilai. Data yang telah divalidasi oleh beberapa prosedur kemudian disimpan. beberapa data dapat merefleksikan dimensi biofisik. Contohnya. pengkajian data harus diproses dan dialysis. Proses validasi ini dapat disebut sebagai evaluasi hipotesa. Klasifikasi Data pertama kali harus di klasifikasi dan dipisahkan ke kelompok spesifik.Data ini bersumber dari departemen kesehatan pemerintah. perawat kesehatan komunitas harus memprioritaskan hipotesis yang sesuai dengan isyarak diagnostik yang ada. Sebagai contoh data mungkin mengandung sejarah injuri yang bisa ditanyakan pda anak dengan pengalaman masalah ekonomi dan tidak adekuatnya dukungan emosi dan sosial. Hubungan setiap langkah proses diagnostik Pengumpulan data Analisis data Pengembangan diagnostic hipotesis Evaluasi hipotesis Pernyataan diagnosis 37 . dan validasi. Kesimpulan ini yang bisa disebut sebagai diagnostik hipotesa. Contohnya. diaman data lain berhubungand negan dimensi sosial. interpretasi. Gambar 1. Karena data dapat menghasilkan beberapa diagnostik hipotesa. Hipotesis diagnostik merupakan kemungkinana penjelasan dari kondisi klien dan dihasilkan pada dasar dari pola data dan tren. d. Perawat mengevaluasi hipotesis apakah cocok dengan keadaan klien. 1. Intepretasi juga mengandung sekelompok petunjuk ke pola yang dapat diketahui dan tren pada data dan membuat kesimpulan berdasarkan data. Validasi Aspek terakhir dari analisis data adalah kesimpulan validasi atau hipotesa diagnostik. Interpretasi Ketikda data sudah diklasifikasi. Data-data yang diberikan lebih akurat. Kemudian dapat dipaparkan berupa visualisasi berupa chart. data kemudian harus di intepretasikan.

harga obat. 4) sex bebas dan lainnya 2. Tipe lain dari diagnosis kesehatan diidentifikasi oleh perawat kesehatan masyarakat adalah positive nursing diagnoses.3. Wellness nursing diagnose Mencerminkan keadaan klien yang dapat ditingkatkan ke tingkat yang lebih tinggi. Diagnosa actual dan risikomerupakan focus diagnose maslah keperawatan. Lingkunga biologik meliputi : agen. jalanan. perumahan. Pelayanan kesehatan Tersedianya Pelayanan kesehatan merupakan hal yang menjadi suatu kewajiban untuk tersedianya di kota. Fisik meliputi : ketersediaan air. Temperature. ini termasuk tanggapan positif klien di mana tidak ada perubahans diperlukan dan intervensi keperawatan yang terdiri dari penguatan dari keadaan saat ini. 3) Merokok yang umum bagi masyrakat kota. hewan dan manusia. tanaman. Lingkungan Lingkungan dibagi 2 berdasatkan bentuknya.Tidak dikonfirmasi 2. kimia. High-risk nursing diagnose Mencerminkan adanya potensi untuk berkembangnya masalah kesehatan karena adanya faktor risiko yang teridentifikasi 3. 1995): 1. 2) makanan yang tinggi kolesterol dan rendah serat.2 Diagnosis Keperawatan kesehatan komunitas Terdapat beberapa masalah yang sering muncul pada masyarakat pekotaan ialah : 1. 4. gedung. Syndrome Syndrom merupakan sekelompok terkait diagnosa actual dan risiko tinggi. Diagnosa mungkin lebih baik disebut sebagai helath-promotive nursing diagnoses. Masalah kebiasaan Masalah kebiasaan yang sering muncul ialah seperti : 1) Kurangnya oleh raga. Actual Nursing diagnoses Menjelaskan masalah kesehatan yang ada dialami oleh klien 2. dan lainnya 3. pematauan terhadap 38 . Kementrian kesehatan. tanah. Contoh pelayanan yang ada ialah : Rumah Sakit. udara. Panduan untuk menyatakan diagnose keperawatan dibagi menjadi 4 tipe konsep (carpenito.mengindikasikan perlunya intervensi untuk secara aktif mempromosikan kesehatan. Ialah fisik dan biologic.

Diagnosa keperawatan juga bisa disebut sebagai diagnosa kemungkinan. c) kurangnya tenaga kesehatan terlatih yang ditunjukan dengan: Angka mortalitas bayi sebesar 17. Gambar 2. Skema kategorisasi diagnose keperawatan Nursing diagnosis Problem focused nursing diagnosis Wellness nursing diagnose Syndromes Actual nursing diagnose Positive diagnoses nursing Health-promotive nursing diagnoses High-risk diagnose Anderson dan Mc Farlane (1996) menggunakan teori Neuman dari komunitas dan menggunakan diagnosis keperawatan berdasarkan sistem penggabungan penarikan nursing kesimpulan. menjelaskan faktor etiologi. Jam kerja mulai pukul 08. b)pelayanan antepartum yang tidak dapat diakses. serta identifikasi tanda dan gejala yang menjadi karakteristik masalah. tapi diagnosis disarankan oleh data yang ada saat ini yang cukup untuk konfirmasi. 39 . Sebuah diagnosa yang mungkin bukan merupakan kategori diagnosis.keadaan promotif dan diagnosa positif mungkin dianggap diagnosa kesehatan. Tanda dan gejala dari diagnosis keperawatan kesehatan komunitas adalah pernyataan kesimpulan yang menjelaskan durasi atau besarnya masalah durasi atau besarnya masalah. yang tidak bisa diakses oleh komunitas yang bekerja. Pada sistem ini mereka menggunakan logika berpikir atau penarikan kesimpulan untuk menggambarkan masalah. senin sampai jumat. Tidak ada bus yang melewati depan klinik. Contoh diagnose keperawatan kesehatan komunitas: Tingginya angka mortalitas bayi berhubungan dengan a) ketidakmampuan sumber di departemen kesehatan setempat dalam memenuhi kebutuhan antepartum.00-17:00. Data klinik yang menyatakan kurangnya tenaga.3 tiap 1000 kelahiran hidup.

Masing-masing model tersebut membantu mempromosikan pelayanan kesehatan yang efektif . fisiologis. data yang mendukung 3000 masyarakat miskin tidak mendapatkan layanan kesehatan: 90% (2700 orang) dari populasi ini berobat ke unit gawat darurat untuk kasus yang bukan gawat darurat dan 90% populasi miskin tidak dapat mendiskusikan perilaku pencegahan yang bisa dilakukan. fokus utama model ini adalah perawatan komunitas yang mempunyai tiga rencana yaitu klasifikasi masalah. F. Helvie (1998) berfokus pada konsep energy atau memasukan teori energy di dalam diagnosis keperawatan kesehatan komunitas. b) kurangnya pengetahuan terhadap pencegahan. (Allender. fasilitator. pengorganisir pelayanan kesehatan. intervensi. The Health Planning Process Hal ini banyak digunakan oleh pendidik kesehatan (health educator) ketika membuat . pengelola/manager. b. . 2009): a. & Spradley. Proses keperawatan hamper sama dengan proses perencanaan kesehatan (The health planning process). koordinator pelayanan kesehatan. mendesign program program pendidikan. Menggunakan Model Model digunakan dalam mengidentifikasi karakteristik target populasi untuk intervensi. menjelaskan sasaran program. B. Omaha system ini menggambarkan situasi yang ditemukan di klien komunitas. role model. J. menetapkan intervensi keperawatan dan hasilnya. W. psikososial.3. 2001) Omaha System. dan nilai skala masalah untuk hasil.3 Perencanaan Langkah-langkah dalam perencanaan yang perlu diperhatikan (Effendy.. dan perilaku sehat dengan tanda dan gejalanya. Menentukan prioritas 40 .A. Model ini melibatkan 40 klien bermasalah yang diagi dalam 4 domain: lingkungan. pendidik. tempat bertanya/fasilitator.- Tidak ada perawat atau bidan yang berlisensi di komunitas Sedangkan Carl O. & Makhfudli. Salah satu dari diagnosis menurut Helvie ini adalah sebagai berikut: Defisit energy komunitas berhubungan dnegan ketidakmampuan dan ketidaksesuaian layanan kesehatan bagi masyarakat miskuin yang ditunjukan dengan a) kurangnya fasilitas layanan kesehatan. pengamat kesehatan. Peranan yang dapat dilakukan oleh perawat dalam menangani masalah kesehatan masyarakat perkotaan yaitu pelaksanan pelayanan keperawatan. pembaharu.

e. merupakan pernyataan yang 41 .A. Kriteria hasil harus spesifik. Rencana tindakan dilaksanakan berdasarkan komponen penyebab dari diagnosis keperawatan. W. (3)objectives. hingga respon klien sebelum. d. merupakan area yang yang berhubungan dengan kesehatan klien yang dapat diidentifikasi untuk intervensi. dapat dicapai. (2) Aggregate needs. perawatan yang berkesinambungan . keluarga. kegiatan apa saja yang telah dilakukan. komunikasi . saat dan setelah kegiatan dilakukan. Salah satu system yang biasa digunakan adalah hierarki komunitas. Dokumentasi Rencana tindakan keperawatan ditulis dalam suatu bentuk yang bervariasi guna mempromosikan perawatan yang meliputi perawatan individu. Dokumentasi ini sebagai bukti legal keperawatan dan juga sangat penting ketika perawat mengevaluasi asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan. perawat dan tenaga kesehatan yang hadir. Beberapa hal yang harus diperhatian dalam dokumentasi (Allender. oleh sebab itu. Kriteria hasil harus menunjukkan “apa yang akan dilakukan komunitas serta kapan dan sejauh mana tindakan akan bisa dilakukan”. klien (siapa saja yang ada/hadir dan jumlanhnya). (1) database (informasi subjektif dan objektif). & Spradley. dapat diukur. perawat dapat mengidentifikasi respon komunitas yang aktual atau potensial yang memerlukan suatu tindakan. B. rencana mendefinisikan suatu aktivitas yang diperlukan untuk membatasi faktor-faktor pendukung terhadap suatu permasalahan. rasional. Dokumentasikan hal-hal yang telah dilakukan mulai dari waktu. dan komunitas .Melalui pengkajian. Menentukan Rencana Tindakan Rencana tindakan adalah desain spesifik intervensi untuk membantu komunitas dalam mencapai kriteria hasil. dan evaluasi.. dan ada batas waktu. Menentukan kriteria hasil Penentuan kriteria hasil (outcomes) harus ditujukan untuk komunitas. Kebutuhan Maslow : Aktualisasi diri Kebutuhan Komunitas : Aktualisas komunitas Harga Diri Kasih sayang dan rasa memiliki Kebanggaan komunitas Pendidikan partisipasi Keamanan perlindungan aman Fisiologi Aktivitas yang mendukung kehidupan c. J. 2001).

.menggambarkan tingkah laku dimana perawat dan klien mengharap hal ini dapat terpenuhi/pernyataan spesifik tentang hasil yang diinginkan dalam tingkah laku yang dapat diukur.4 Implementasi Ruang lingkup praktik keperawatan masyarakat meliputi: upaya-upaya peningkatan kesehatan (promotif). Pada tahap sebelumnya dalam proses keperawatan perawat akan melakukan serangkaian pengkajian (mulai dari pengumpulan data serta analisa data yang didapatkan) dan kemudian dari hasil analisa data. - Menetapkan rencana kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan dan keperawatan. menilai keefektivitasan pencapaian apakah hasil yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan dan keinginan atau tidak. Setiap kegiatan yang akan dilakukan harus memiliki dasar pemikiran yang kuat (rasional). Diagnosa tersebut harus disusun berdasarkan masalah yang prioritas. rehabilitatif dan resosialitatif. tujuan terdiri dari tujuan umum dan khusus. asuhan keperawatan untuk masyarakat perkotaan berfokus pada pencegahan penyakit pada sebuah populasi (preventif) dan kontrol lingkungan (promotif) (Nies. (5) Outcome measurement. 42 . pemeliharaan kesehatan dan pengobatan (kuratif). Sehingga dapat dikatakan dalam memberikan asuhan keperawatan masyarakat perkotaan (komunitas) kegiatan yang ditekankan adalah upaya preventif dan promotif tapi juga tidak mengabaikan upaya kuratif.: (4) planned actions merupakan aktivitas yang spesifik atau metode untuk pemenuhan sesuatu yang objektif atau hasil yang diharapkan. Penetapan rencana kegiatan yang akan dibuat mengacu pada diagnosa keperawatan yang telah ditetapkan. 2001). pemulihan kesehatan (rehabilitatif) dan mengembalikan serta memfungsikan kembali baik individu. aktual dan resiko.3. keluarga. perawat akan menentukan masalahmasalah keperawatan (diagnosa keperawatan) yang terjadi dalam masyarakat perkotaan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah: - Menetapkan tujuan dan sasaran pelayanan. Tujuan ini harus lebih dispesifikasikan lagi kedalam tujuan khusus agar nantinya perawat dapat menentukan indikator/kriteria keberhasilan yang lebih spesifik juga. pencegahan (preventif). kelompok dan masyarakat ke lingkungan sosial dan masyarakatnya (resosialisasi). Tujuan umum meliputi hal-hal general berkaitan dengan masalah keperawatan masyarakat perkotaan yang ingin dicapai perawat melalui asuhan keperawatan yang sedang dibuat. Berbeda dengan asuhan keperawatan individu ataupun keluarga.

c. 2005). 2005). d. 2005). Implementasi meliputi persiapan dan tindakan. individu. 2005). siapa. Setiap asuhan yang diberikan oleh perawat tentunya memiliki tujuan tertentu. kelompok dan masyarakat berdasarkan azas kemitraan (Mubarak. kapan. Integrated Perawat kesehatan masyarakat harus mampu bekerjasama dengan sesama profesi. Dalam melaksanakan implementasi yang menjadi fokus adalah : program kesehatan komunitas dengan strategi : komuniti organisasi dan partnership in community (model for nursing partnership) (Mubarak. Untuk mengetahui apakah tujuan dari setiap kegiatan yang telah direncanakan tercapai atau tidak. 43 .- Menetapkan kriteria keberhasilan dari rencana tindakan yang akan dilakukan. bagaimana. maka indikator keberhasilannya ialah masyarakat (perwakilan/sampel) mampu menyebutkan semua cara yang sebelumnya telah dijelaskan oleh perawat (3M plus). keluarga. salah satu tujuan dalam askep ialah masyarakat memahami cara pencegahan DBD. Dalam persiapannya. Prinsip yang umum digunakan dalam pelaksanaan atau implementasi pada keperawatan komunitas adalah : a. maka perawat harus metapkan pula hal-hal yang menjadi tolak ukur (kriteria/indikator) keberhasilan. tenaga professional dan klien harus mempunyai ide yang jelas tentang apa. Mampu dan mandiri Perawat kesehatan masyarakat diharapkan mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam melaksanakan asuhan keperawatan serta kompeten (Mubarak. Ugem Perawat kesehatan masyarakat harus yakin dan percaya atas kemampuannya dan bertindak dengan sikap optimis bahwa asuhan keperawatan yang diberikan akan tercapai. - Menetapkan kegiatan alternatif jika kegiatan yang akan dilakukan memiliki potensi sulit dilakukan untuk masyarakat. Misalnya. 2005). b. Rasional Perawat kesehatan masyarakat dalam melakukan asuhan keperawatan harus menggunakan pengetahuan secara rasional demi tercapainya rencana program yang telah disusun (Mubarak. e. Inovative Perawat kesehatan masyarakat harus mempunyai wawasan luas dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi (IPTEK) dan berdasar pada iman dan taqwa (IMTAQ) (Mubarak. tim kesehatan lain.

.J.A. 44 . pengetahuan tentang tindakan kontrasepsi dan perkembanagan remaja dibutuhkan untuk mengimplementasikan rencana untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi yang marak digunakan pada aktivitas seksual remaja. diantaranya (Allender. Rencana dimodifikasi dan kemudian dilaksanakan oleh professional atau klien. Mengakui rintangan dalam implementasi. Menunjukkan tanggungjawab dalam implementasi Tanggungjawab perencaan perawatan dipegang oleh perawat komunitas. c. menginterpretasikan rencana kepada klien. Interaksi ini dapat membina hubungan saling percaya antara perawat dan klien. d. Perawat dan tim monitor. ada beberapa tindakan yang perlu diambil dalam implementasi. e. Sedangkan dalam tindakannya. Delegation. Mengidentifikasi kebutuhan pengetahuan dan kemampuan. Menyediakan lingkungan untuk implementasi. Contohnya . perawat komunitas perlu mengidentifikasi dengan tepat apa yang dibutuhkan serta harus dilaksanakan dan mana yang menjadi prioritas untuk pencapaian hasil. Modifikasi membutuhkan observasi yang konstan dan simpangan selama implementasi karena tindakan ini menentukan kesuksesan rencana. d. mendokumentasikan perkembangan fase implementasi dengan proses evaluasi yang merupakan pencapaian tindakan yang terus menerus dari tindakan perencanaan. & Spradley. Tugas dalam implementasi (Clark. Idealnya. tetapi point ini berfungsi untuk melihat kembali beberapa batasan (hambatan) yang mungkin timbul selama perencanaan. 2001) : a. intervensi yang dipilih diidentifikasi selama evaluasi pendekatan alternative untuk menyelesaikan masalah. B. 1999): a. pemahamannya. termasuk waktu.dimana dan bagaimana rencana (asuhan keperawatan) akan dilaksanakan. b. Perawat dengan tim kesehatan lain menyiapkan klien untuk pelayanan dengan mengkaji pengetahuan klien. Perawat membantu memfasilitasi lingkungan yang kondusif untuk melaksanakan rencana seperti ruangan yang tenang yang digunakan untuk sesi belajar (teaching). M.. Perawat menggunakan teori yang tepat b. e. W. contohnya menyediakan kenyamanan dan kemanan klien selama implementasi. Untuk meraih delegasi yang efektif. serta sikap dan degan hati hati. J. dan peralatan. Kemudian perawat mencocokkan keduanyauntuk memenuhi tugas delegasi yang tepat. c. personnel.

2009) yaitu: a. Dari situlah perawat dapat menilai apakah kegiatan yg dilakukan optimal atau tidak jika nantinya diberikan kembali ke dalam masyarakat. Pada intinya tujuan dari tahap ini adalah sebagai bahan acuan utnuk tindak lanjut asuhan keperawatan yang akan dilakukan berikutnya. 2005). Sejalan dengan landasan teoretis dalam menjalin kemitraan dengan komunitas. Evaluasi dilakukan atas respon komunitas terhadap program kesehatan dalam upaya mengukur kemajuan terhadap tujuan obyektif program. b. Dari evaluasi yang dilakukan perawat akan menemukan kelebihan dan kekurangan dari kegiatan yang telah dilakukan. Evaluasi membantu pencapaiain ini dengan cara menyediakan proses yang sistematik dan berkelanjutan dalam mengakaji program dampaknya serta hasil akhir program tersebut. 2001). Melaksanakan aktivitas/tindakan yang direncanakan. 2.5 Evaluasi Evaluasi merupakan komponen penting dalam proses keperawatan untuk menilai apakah askep yang telah dilaksanakan berhasil atau tidak. sekunder.Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah masukan (input). atau tersier tergantung kebutuhan klien. Tindakan ini dapat terjadi pada level pencegahan primer. Sedangkan keberhasilan tindakan dapat dilihat dengan membandingkan antara tingkat kemandirian masyarakat dalam perilaku kehidupan sehari-hari dan tingkat kemajuan kesehatan masyarakat komunitas dengan tujuan yang telah ditetapkan atau dirumuskan sebelumnya (Mubarak. Evaluasi memuat keberhasilan proses dan keberhasilan tindakan keperawatan. Memperkuat Program Tujuan perawatan adalah promosi kesehatan dan peningkatan kepercayaan diri komunitas. Data evaluasi merupakan hal penting untuk memperbaiki database dan diagnosis keperawatan komunitas yang dihasilkan dari analisis pengkajian data komunitas. Keberhasilan proses dapat dilihat dengan membandingkan antara proses dengan pedoman atau rencana proses tersebut. Evaluasi yang dilakukan termasuk dari pendapat/respon peserta (klien) dan juga analisis dari perawat (Nies.3. Tindakan yang direncanakan dilaksanakan oleh seseorang yang diberi tanggungjawab. pelaksanaan (proses) dan hasil akhir (output). Penilaian yang dilakukan berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai. sesuai dengan perencanaan yang telah disusun semula. program evaluasi yang kita jalankan didasarkan pada beberapa prinsip ((Lundy.f. Menggunakan Pendekatan Multipel 45 .

Memungkinkan Fleksibilitas Pendekatan evaluasi harus fleksibel dan bersifat prestiktif. merekapun harus menjadi mitra dalam evaluasi. Membangun Kapasitas Proses evaluasi. selain mengukur hasil akhir. akan sulit untuk mendokumentasikan munculnya perubahan yang sering kali meningkat secara tajam dan komplek. dalam jangka waktu berapa? Perubahan ini dapat diamati seperti gambar dibawah ini: Gambar 2. c. pengetahuan. harus memiliki rancangan evalausi untuk mengukur kriteria mengenai pentingnya program tersebut bagi komunitas. Perkembangan atau kemajuan proses c. e. Efisiensi biaya d. Dampak : apakah status kesehatan meningkat/menurun. dan perilaku individu yang terlibat didalamnya. harus meningkatkan ketrampilan. Hal ini serupa dengan kontek profesional maupun nonprofesional. yang berakar pada comunitas nyata dan berdasarkan pengkajian comunitas.Selain pendekatan multidisiplin. tetapi metode yang dipilih harus señalan anegan tujuan program. Relevansi atau hubungan antara kenyataan yang ada dengan pelaksanaan b. perencanaan. metode evaluasi mungkin banyak dan bermacammacam. dan implementasi. Efektifitas kerja e.1 Perubahan dampak kesehatan Keterangan: : peran masyarakat : peran perawat 46 . analisis. d. f. Menciptakan proses partisipasi Apabila anggota komunitas merupakan bagian dari pengkajian. Tidak ada satu pendekatan yang lebih unggul. 2009) adalah: a. jika tidak. Komponen penting dalam fokus evaluasi (Lundy. Merancang Evaluasi untuk Memenuhi Isu Nyata Program berbasis dan berfokus-komunitas.

Jika sasaran tidak tercapai. Kesimpulan yang bisa diambil yaitu tujuan akhir perawatan komunitas adalah kemandirian keluarga yang terkait dengan lima tugas kesehatan. J. Kriteria merupakan langkah yang diperlukan untuk mencapai pencapaian besar. perempuan penderita diabetes mempunyai masalah kegemukan. W. yaitu sasaran (the goal). Ketika tingkah laku (behavior) klien cocok dengan tingkah laku yang diinginkan. Contohnya . rencana yang tidak realistis. 2001). Mereka mengevaluasi goal mereka dengan menentukan/menilai apakah mereka mendapatkan kriteria tersebut atau tidak. J. Contohnya. Evaluasi memerlukan maksud/tujuan. merawat anggota keluarga. 47 . B. perempuan tadi direncanakan untk mendapatkan sasarannya (goal). 2001). dan perubahan fungsi tubuh serta gejalanya . menciptakan lingkungan yang dapat mendukung upaya peningkatan kesehatan keluarga serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia. (Allender.A. perawat dapat menguji beberapa kemungkinan kegagalannya. psikomotor. (Allender. maka sasarn tercapai. Proses evaluasi terdiri atas dua tahap yaitu mengukur pencapaian tujuan klien baik kognitif. standar yang spesifik dan kriteria yang digunakan untuk menilai/menghakimi. dan kemampuan untuk menilai/menghakimi (judgment skills). Tujuan dari evaluasi dalam keperawatan adalah untuk menentukan apakah tindakan perencanaan sesuai dengan yang klien butuhkan. mengambil keputusan tindakan kesehatan. yaitu: mengenal masalah kesehatan. Maka perawat komunitas dapat membantunya dengan mnyertakan klien tersebut dalam program penurunan berat badan. evaluasi digunakan untuk menentukan keefektifan program kelompok promosi kesehatan yang berhubungan dengan orangtua. Hasil evaluasi merupakan pengkajian dari intervensi keperawatan. dengan mengidentifikasi criteria spesifik seperti pembatasan kalori per harinya dan program latihan. atau implementasi yang tidak efektif. diantaranya data yang tidak adekuat. & Spradley..Evaluasi ada 2 konsep dasar : hasil evaluasi dan proses evaluasi. Misalnya. diagnosis yang salah. W. dan membandingkan data yang terkumpul dengan tujuan dan pencapaian tujuan.. sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pemecahan masalah keperawatan melalui proses asuhan keperawatan komunitas.A. & Spradley. afektif. Evaluasi memerlukan judgment skills dimana perawat dapat membandingkan hasil yang nyata dengan hasil yang diharapkan dan mencari ketidaksesuainnya. B. sedangkan proses evaluasi merupakan pemeriksaan kualitas dari tindakan yang telah diambil dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil.

dan masalah lingkungan yang serius. Anak Sekolah. Ketahanan hidup dan keberhasilan tumbuh kembang bayi bergantung pada nutrisi yang baik selama tahun pertama kehidupan. Balita. Perbedaan status ekonomi diantara masyarakat perkotaan 48 . tiap tahapan rentang umur memiliki kebutuhan kesehatan dan keamanan khusus. ras. Lansia.4. merupakan produk sosial (dan karena itu dapat dimodifikasi) (WHO dan UN-HABITAT. yang dibentuk oleh kekuatan politik. Urbanisasi menjadi lebih cepat seiring dengan globalisasi industri dan teknologi ke seluruh dunia. baik di tingkat individu maupun keseluruhan populasi. Dalam masyarakat perkotaan. Kelompok populasi tertentu memerlukan pertimbangan khusus karena mereka memiliki masalah kesehatan atau kebutuhan tertentu dalam lingkungan perkotaan. berbagai bentuk pengucilan dan marjinalisasi. ASI. jenis kelamin dan status sosio ekonomi penduduk kota) mempengaruhi kesehatan. Sementara health inequities didefinisikan sebagai kesenjangan kesehatan yang sistematis. Sebenarnya urbanisasi yang terencana akan membawa dampak yang positif terhadap pembangunan ekonomi. 1) Bayi/ Infant Karakteristik pertumbuhan fisik bayi di tahun pertama kehidupan ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. sosial dan kesehatan. Health inequities adalah hasil dari keadaan dimana orang tumbuh. dan etnik. 2010). dengan berat lahir biasanya dua kali lipat dalam 6 bulan pertama dan menjadi tiga kali lipat pada akhir tahun pertama. kerja dan usia. 2008). Nutrisi atau pemilihan makanan untuk bayi dipengaruhi oleh faktor sosial-ekonomi.4 Masalah Kesehatan yang Lazim Terjadi di Daerah Perkotaan terkait dengan Urban Health Disparity 2. Urban health disparity didefinisikan sebagai perbedaan dalam mendapatkan kesempatan atau peluang untuk mencapai level kesehatan yang optimal. serta Agregat Pekerja di daerah Perkotaan Semakin banyaknya penduduk yang tinggal di perkotaan menunjukkan semakin cepatnya arus urbanisasi. Dewasa. yang dialami oleh populasi yang kurang beruntung secara sosial (CDC. hidup. Remaja. sosial dan ekonomi. Karakteristik demografi (usia.. Mereka yang hidup di kota cenderung memiliki akses yang lebih besar pada pelayanan sosial dan kesehatan. budaya. sebagian besar urbanisasi terjadi secara cepat dan tidak terencana.1 Kebutuhan Kesehatan Khusus pada Bayi. Kepadatan jumlah populasi di perkotaan yang tidak terkontrol akan memunculkan adanya kesenjangan. Namun. tingkat melek huruf lebih tinggi dan harapan hidup yang lebih lama. Terdapat kesenjangan yang lebar antara orang-orang dari status sosial ekonomi yang berbeda. dan sistem kesehatan yang dapat mereka akses.

. Hal ini menyebabkan bayi yang menderita reaksi infeksi dan alergi. Bayi yang diberi ASI memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik daripada bayi yang diberi susu formula karena dalam ASI terkandung immunoglobulin yang penting untuk melawan infeksi dan alergi. para ibu banyak yang bekerja sehingga ada kemungkinan mereka memutuskan untuk tidak menyusui bayinya. Pada masyarakat perkotaan. dan kondisi kronis penyakit. Pada tahapan perkembangan psikososial. Pneumonia dan penyakit diare adalah penyebab utama kematian anak secara global. terutama di kalangan bayi karena imunitasnya belum sempurna berkembang.all. polusi udara dan minimnya akses masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan. sebagian besar lahir dengan berat lahir rendah (low birth weight. Selain itu. Bayi yang berasal dari keluarga ekonomi lemah. Padahal ASI merupakan sumber ideal nutrisi dan energi untuk bayi selama 4 sampai 6 bulan pertama (Hitchcock et all..menyebabkan adanya perbedaan pula terhadap karakteristik kesehatan bayi. maka kemampuannya untuk menghasilkan ASI dengan kandungan nutrisi yang tepat akan terganggu pula. < 2500 gram) atau bahkan sangat rendah (very low birth weight. 1999). dan lebih memillih pemberian susu formula. menyebabkan tingginya angka mortalitas dan morbiditas pada bayi di daerah perkotaan (Hitchcock et all. 1999). intestinal atresia. Kasus malnutrisi juga banyak dialami oleh mereka yang status ekonominya rendah. kelainan kongenital. ASI yang diberikan kepada bayi kurang mengandung nutrien karena si ibu tidak mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisinya untuk kebutuhan tumbuh kembang si bayi. down syndrome. Jika status gizi ibu terganggu. bayi yang kurang mendapat asupan nutrisi dapat mengalami kelainan kongenital yang berujung pada kecacatan ataupun penyakit kronis. dan menjadi masalah tertentu di daerah perkotaan karena kepadatan. Kondisi-kondisi seperti bayi dengan berat lahir rendah. bayi berada pada tahapan basic trust vs mistrust (Hitchcock et. Contoh kondisi kelainan kongenital antara lain adalah hidrocephalus. Penyakit gastrointestinal dapat menyebabkan kekurangan gizi dan kematian. kecacatan. 49 . Hal ini disebabkan karena kurangnya nutrisi ibu selama kehamilan sehubungan dengan rendahnya pendapatan keluarga untuk menyediakan nutrisi yang cukup. Pemberian ASI oleh ibu sangat penting pada tahap ini karena dapat menjadi awal terbentuknya ikatan antara ibu dan anak. malnutrisi.. Selain itu tingginya angka kematian bayi juga didukung sebagai akibat langsung dari kontaminasi air dan sanitasi yang buruk. 1999). terutama berkaitan dengan imunisasi. malformasi tulang dsb. 1999). bibir sumbing. < 1500 gram) (Hitchcock et all..

Namun.Perkembangan kognitif bayi berada pada tahap sensorimotorik (Hitchcock et all. Pada tahap ini anak merasa antusias untuk belajar hal yang baru dan berinisiatif. Kondisi lain yang turut menyebabkan tingginya angka kematian bayi dan termasuk masalah kesehatan pada bayi adalah SIDS (Sudden Death Infant Syndrome). bayi berada pada tahap oral. kepadatan populasi. seharusnya balita masih mendapatkan imunisasi. Balita di daerah perkotaan rentan terhadap kematian akibat penyakit malaria. luka bakar. 2000) 2) Balita (Toddler dan Pra Sekolah) Pertumbuhan fisik dan kemampuan motorik agak melambat saat memasuki masa balita.. Masalah kesehatan yang dialami balita di masyarakat perkotaan hampir sama dengan kelompok bayi. 2000). maka berdampak pada aspek keamanannya. Cidera yang seringkali dialami bayi antara lain seperti tersedak. dan minimnya sarana kesehatan. toddler mulai mengembangkan otonomi dan kontrol diri.. Kasus SIDS ditemukan lebih banyak terjadi pada bayi laki-laki dan yang berasal dari status ekonomi rendah (Stanhope & Lancaster. SIDS lebih sering terjadi pada bayi yang premature dan berat lahirnya rendah dan kemungkinan juga pada bayi dengan infeksi saluran napas atas. Tahap perkembangan psikososial pada toddler adalah tahap autonomy vs shame/guilt (Hitchcock et all. Balita mengalami penurunan nafsu makan dibandingkan pada masa bayi. Pada tahap tersebut bayi merasakan kesenangan melalui mulut atau berfokus pada aktivitas oral. Oleh karena bayi berada pada kedua tahap perkembangan tersebut. aspirasi. asma dan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti campak dan tuberkulosis. mempermudah penyebaran penyakit menular (communicable disease). 1999). Lingkungan yang buruk seperti polusi udara. pneumonia. karena kurangnya pengetahuan dan akses 50 . Bayi seringkali juga mengalami cidera atau injuri.. Keterampilan motorik yang belum matang tidak memungkinkan bayi untuk melarikan diri dari cidera. Sementara itu tahap perkembangan psikososial pada anak prasekolah adalah tahap initiative vs guilt (Hitchcock et all. Pada tahap ini. Tahap perkembangan kognitif toddler berada pada tahap preoperasional. Sementara itu berdasarkan tahapan perkembangan psikoseksual. Hal ini karena pada masa ini. kurangnya sanitasi dan kontaminasi air. Pada tahap tersebut bayi menggunakan indera dan keterampilan motorik untuk belajar tentang dunia. Bayi memiliki tingkat cidera tertinggi kedua dari semua kelompok anak-anak (Stanhope & Lancaster. 1999). DHF. 1999).

Selain itu. Tahap perkembangan psikososial anak usia sekolah adalah tahap industry vs inferiority (Hitchcock et all.. anak usia sekolah banyak mengkonsumsi gula. pada usia ini anak suka jajan. Keracunan timbal menjadi isu lingkungan utama yang mempengaruhi anak-anak. Pada usia sekolah. Kasus keracunan yang seringkali dialami balita yaitu keracunan makanan dan keracunan timbal (plumbism). makan makanan siap saji dan makanan ringan yang dibeli dari pedagang kaki lima. menyebabkan terjadinya obesitas pada anak usia sekolah. rasa ingin tahu besar dan memiliki kemampuan logika yang relatif belum matang. dan masyarakat. Hal ini penting untuk mengembangkan keterampilan kognitif dan sosial Kepuasan anak usia sekolah dalam mencapai sukses untuk mengembangkan keterampilan baru. mengantisipasi konsekuensi dan kemungkinan untuk memikirkan kembali tindakan. Keracunan timbal terjadi karena kontaminasi lingkungan oleh limbah industri (Hitchcock et all.terhadap layanan kesehatan mengakibatkan peningkatan jumlah anak yang tidak divaksinasi. 3) Anak Sekolah Anak usia sekolah tumbuh lebih lambat dari balita dan bayi. Sementara itu. Balita memiliki karakteristik aktif.. Oleh karena itu. cidera jarang terjadi. gula dan garam yang tinggi pada makanan olahan. sehingga menimbulkan penyakit yang disebabkan mikroorganisme patogen. anak sedang mengembangkan harga diri dan menjadi aktif terlibat dalam beberapa kegiatan di rumah. membawanya pada peningkatan rasa harga diri dan tingkat kompetensi. Selain itu keterampilan motorik balita meningkat dan membuat pengawasan sulit. Di daerah perkotaan sering dijumpai jajanan yang tidak sehat dan kurang bersih. Plumbism ditemukan paling sering di antara balita dan anak prasekolah.. Kandungan lemak. restoran dan gerai makanan cepat saji yang telah meningkat jumlahnya di sebagian besar kota. Disamping makanan utama. balita paling sering mengalami jatuh. Pemilihan makanan pada usia ini dipengaruhi oleh teman. Oleh karena itu pilihan jajanan atau makanan selingan yang dikonsumsi harus diperhatikan kebersihan dan nutrisinya. sekolah. serta kecelakaan kendaraan bermotor. Oleh karena itu seringkali anak usia sekolah mengalami masalah pada gigi. 1999). Sebab dan akibat cidera bervariasi dengan level 51 . Mereka mampu melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain dan memikirkan tindakan. keracunan. 1999). tahap perkembangan kognitif anak usia sekolah adalah tahap concrete operation (Hitchcock et all. Anak usia sekolah membutuhkan banyak kalori. Pada tahap ini. 1999).

serta perilaku baik. disertai dengan timbunan lemak. Gangguan genetik sering ditemukan pada anak dengan perkembangan pubertas yang tertunda. Kasus kekerasan pada anak juga banyak terjadi pada usia sekolah. dan 52 . dan seks bebas. ADHD dikarakteristikan dengan perhatian yang kurang. tembakau. pembesaran payudara merupakan tanda pertama pubertas dimulai. skrotum juga ikut membesar. Pada saat ini. Kulit menjadi lebih tebal dan lebih keras selama masa pubertas. Selama tahap ini perkembangan tinggi dimulai. dan kulit skrotum menjadi lebih gelap dan rambut muncul pada dasarnya. 1999). remaja dan dewasa muda memiliki akses terhadap zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. Sindrom Turner disebabkan oleh tidak adanya salah satu kromosom X pada wanita dengan 3 ciri-ciri: perawakan pendek. Hal ini menunjukkan perbedaan kemampuan kognitif. seperti penggunaan alkohol.umur dan perkembangan. 4) Remaja dan Dewasa Muda Remaja dan dewasa muda berumur antara 15 sampai 24 tahun. Kelenjar sebaceous dapat menjadi tersumbat dan meradang. menyebabkan jerawat yang umum pada remaja. terutama pada wajah.. Beberapa sindrom tidak dapat didiagnosis hingga usia remaja. emosional. bahu. dan tercapai kematangan reproduksi. Selama tahap kehidupan. Pada laki-laki. obat-obatan. seksual atau kombinasi ketiganya (Hitchcock et all. motorik dan bahasa . Masalah lain yang kemungkinan bisa terjadi pada anak usia sekolah adalah ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). anak perempuan memasuki masa puber lebih awal dari anak laki-laki (umur 9 sampai 10 untuk anak perempuan dan 10 sampai 11 untuk anak laki-laki). dan alat kelamin. Kekerasan pada anak dapat kategorikan sebagai kekerasan fisik. 1999). dan hiperaktifitas. Karena testis tumbuh. dada. perkembangan seksual dimulai dengan pembesaran testis. Kekerasan yang terjadi pada anak menyebabkan tauma fisik dan mental pada anak. infantilisme seksual. Pengaruh androgen pada laki-laki dan perempuan. pertumbuhan tinggi badan secara keseluruhan mulai berjalan cepat. seperti olahraga secara rutin dan diet sehat untuk meningkatkan kesehatan. Umumnya. persepsi. interaksi dengan teman dan tindakan yang tidak dapat diterima (Clark. punggung atas. perilaku impulsive. Rambut tipis sepanjang labia juga muncul. Pada perempuan. kelenjar sebasea menjadi aktif. karakteristik seksual meningkat. Selama periode ini. Anak yang hiperaktif memiliki kesulitan dengan sekolah. leher.

yaitu berat badan 20% lebih besar dari berat badan ideal untuk tinggi badan tertentu. mereka sering enggan mencari perawatan kesehatan. Ancaman lain bagi remaja yaitu kekerasan. Peningkatan aktivitas seksual di kalangan remaja telah menyebabkan peningkatan STD. Penyalahgunaan zat (tembakau. terutama remaja perempuan. Ini merupakan suatu ancaman tersendiri bagi remaja dan sangat tidak bagus untuk perkembangan anak. virus yang terkait dengan AIDS meningkat di kalangan remaja. 3) pembatasan rutinitas sehari-hari. 1) keparahan penyakit. dan harga diri rendah. compotent simpatik. Tiga faktor risiko lain yang saling terkait yang berkontribusi terhadap penyakit dan kematian pada kelompok usia adalah kurang olahraga. Gejala yang terjadi mungkin termasuk kelaparan dengan penurunan berat badan yang signifikan. dan konsumsi alkohol. Meskipun remaja mampu mengidentifikasi masalah kesehatan diri sendiri. tetapi kanker masih merupakan penyebab utama kematian secara keseluruhan. Selain itu terdapat juga prnyakit bulimia nervosa. Infeksi virus gangguan imunitas. 2) durasi tanda dan gejala. dan obat-obatan terlarang) biasanya terjadi pada remaja yang memiliki prestasi sekolah rendah. aktivitas fisik kompulsif. Beberapa hal yang dianggap sebagai pemicu dan dapat mempengaruhi kemungkinan terkena kanker adalah:  Tembakau: penyebab utama kanker di paru-paru. Faktor-faktor berikut mempengaruhi kesehatan remaja dalam pemanfaatan perawatan layanan. Obesitas dapat merugikan perkembangan remaja harga diri dan sosial. gizi buruk dapat menghambat pertumbuhan dan menunda pematangan seksual. amenore. 4) biaya.amenore. Sindrom Klinefelter disebabkan oleh adanya satu atau lebih tambahan kromosom X pada laki-laki. teman-teman yang merokok. Obesitas juga sering terjadi. kegagalan menjaga berat badan yang tepat. Salah satu penyakit yang di derita remaja dan dewasa muda adalah anoreksia nervosa. 5) Dewasa Tingkat mortalitas untuk orang dewasa telah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. 53 . diikuti oleh penyakit kardiovaskular. yaitu pola makan diikuti dengan muntah paksa dan / atau penggunaan pencahar. dan citra tubuh yang terdistorsi. walaupun juga terjadi pada lakilaki (Neinstain. alkohol. 5) ketersediaan penyedia. 1991). 6) kesadaran akan kebutuhan untuk perawatan Diet yang seimbang penting untuk pertumbuhan yang optimal selama masa remaja.

kulit keriput. Paparan agen penyebab kanker. misal diabetes mellitus. tranquilizer. diabetes. dan fasilitas masyarakat dan layanan untuk orang tua. kolesterol. seperti pemeriksaan untuk hipertensi. Alkohol: berisiko lebih besar terkena beberapa jenis kanker. di lingkungan. tetapi masalah kesehatan akibat perilaku tidak sehat (seperti merokok dan minum) dapat dikurangi jika dewasa bersedia untuk memodifikasi perilaku mereka. transportasi. 6) Lansia Status kesehatan lansia telah meningkat. dsb. Terlalu banyak terpapar sinar matahari (yang berisi sinar UV) dapat mengakibatkan kanker kulit. dan penggunaan obatobat tertentu. Adapun beberapa faktor yang dihadapi para lansia yang sangat mempengaruhi kesehatan jiwa mereka adalah sebagai berikut: (a) Penurunan Kondisi Fisik Setelah memasuki masa lansia umumnya terjadi perubahan patologis. karsinogen. gigi makin rontok. (c) Perubahan Aspek Psikososial 54 . baru selesai operasi: misalnya prostatektomi. seperti antihipertensi. Secara umum kondisi fisik seseorang yang sudah memasuki masa lansia mengalami penurunan secara berlipat ganda. dan kanker. vaginitis. gangguan jantung. psikologik maupun sosial. Hal ini dapat menimbulkan gangguan atau kelainan fungsi fisik. Kematian untuk penyakit kardiovaskuler pada orang dewasa telah cukup berkurang. yang selanjutnya dapat menyebabkan suatu keadaan ketergantungan kepada orang lain.   Paparan ultraviolet (UV). golongan steroid. tulang makin rapuh. Masyarakat perlu untuk menangani kebutuhan khusus untuk lansia seperti dari pendapatan. (b) Penurunan Fungsi dan Potensi Seksual Penurunan fungsi dan potensi seksual pada lanjut usia sering kali berhubungan dengan berbagai gangguan fisik seperti. perawatan pribadi. darah tinggi. gangguan metabolisme. perumahan. perawatan kesehatan. baik dari segi hidup lebih lama dan tetap fungsional. Ada sejumlah pemeriksaan teratur. kekurangan gizi karena pencernaan kurang sempurna atau nafsu makan sangat kurang. misalnya tenaga berkurang. pemeriksaan kesehatan non invasif atau invasif minimal yang direkomendasikan untuk orang dewasa. termasuk di beberapa makanan.

serta kependudukan. selama yang bersangkutan masih sanggup. (e) Perubahan dalam Peran Sosial di Masyarakat Akibat berkurangnya fungsi indera pendengaran. karena pensiun sering diartikan sebagai kehilangan penghasilan. jabatan. Misalnya badannya menjadi bungkuk. 7) Aggregat Pekerja Masalah kesehatan agregat pekerja di perkotaan umumnya berkaitan dengan faktor lingkungan. pengertian. penglihatan kabur dan sebagainya sehingga sering menimbulkan keterasingan. peran. (d) Perubahan yang Berkaitan dengan Pekerjaan Pada umumnya perubahan ini diawali ketika masa pensiun. sistem pelayanan kesehatan kota di banyak negara berkembang termasuk Indonesia kurang dinamis dan pendekatannya masih relatif sama dengan pedesaan. pemahaman. Sementara fungsi psikomotorik (konatif) meliputi hal-hal yang berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan. Bertentangan dengan perubahan kota yang amat pesat. penglihatan. Fungsi kognitif meliputi proses belajar. position dan harga diri.Lansia umumnya mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. Sebagai akibat perkembangan kota yang sangat cepat dan dinamis akan 55 . yang berakibat lansia menjadi kurang cekatan. Pertumbuhan kota biasanya diikuti oleh industrialisasi. kegiatan. Dengan adanya penurunan kedua fungsi tersebut. persepsi. Hal itu sebaiknya dicegah dengan selalu mengajak mereka melakukan aktivitas. kedudukan. Meskipun tujuan pensiun adalah agar para lansia dapat menikmati hari tua atau jaminan hari tua. perilaku dan akses pelayanan kesehatan. munculnya kawasan industri akan menimbulkan derajat pencemaran dan berdampak buruk terhadap lingkungan kehidupan masyarakat perkotaan. tindakan. namun dalam kenyataannya sering diartikan sebaliknya. koordinasi. pendengaran sangat berkurang. perhatian dan lain-lain sehingga menyebabkan reaksi dan perilaku lansia menjadi makin lambat. gerak fisik dan sebagainya maka muncul gangguan fungsional atau bahkan kecacatan pada lansia. lansia juga mengalami perubahan aspek psikososial yang berkaitan dengan keadaan kepribadian lansia. Reaksi setelah orang memasuki masa pensiun lebih tergantung dari model kepribadiannya seperti yang telah diuraikan pada point tiga di atas. agar tidak merasa terasing atau diasingkan.

alveolitis allergika yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat penghirupan debu organik. berdebu. Ada beberapa jenis penyakit yang sering ditemukan pada agregat pekerja menurut Keputusan Presiden RI Nomor 22/1993 tentang penyakit yang timbul karena hubungan kerja yaitu: Pnemokoniosis yang disebabkan debu mineral pembentuk jaringan parut (silikosis. Hubungan antara pekerjaan dan pengaruhnya terhadap kesehatan dapat digambarkan melalui bagan berikut. Lingkungan kerja yang panas. asma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi dan zat perangsang. radiasi. Faktor lain yang mempengaruhi status kesehatan agregat pekerja yaitu pelayanan kesehatan kerja. Beban kerja yang terlalu berat juga dapat memicu terjadinya stress pada agregat pekerja. henep dan sisal (bissinosis). pencemaran bahan kimia (Ferry & Makhfudli. glikol. penyakit akibat alcohol.berdampak pada perkembangan dan masalah kesehatan masyarakat yang khas perkotaan (Depkes RI). Penyakit yang timbul karena hubungan kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja. penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu logam keras. asbestosis) dan silikotuberkolosis yang silikosisnya merupakan faktor utama penyebab cacat atau kematian. memiliki status kesehatan dan kondisi fisik yang prima. antrakosilikosis. 1996). kapasitas. penyakit yang disebabkan oleh logam atau persenyawaannya yang beracun. gas atau uap. kanker. Contoh kapasitas kerja yang baik adalah ketika seorang pekerja mendapatkan gizi yang baik. (Stanhope & Lancaster. maka pekerja tersebut akan dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. vlas. 2009). 56 . dan lingkungan kerja. perilaku kerja. Gangguan kesehatan atau penyakit yang didapatkan dari tempat kerja ini bukan hanya membahayakan diri pekerja itu sendiri. bising. Hal lain yang berkontribusi mempengaruhi kesehatan pada agregat pekerja adalah lingkungan kerja. sehingga dapat menimbulkan gangguan mental dan fisik. kelainan pendengaran dan polusi udara. tetapi dapat membahayakan keluarga dan orang terdekatnya. terpapar zat kimia dan lain sebagainya dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada agregat pekerja. keton. debu kapas. beban kerja.

psychosocial) (Stanhope & Lancaster. Pertama. 1999). serta bau yang mencemari udara (Kjellstrom. nitrogen dioksida. McMichael. emisi dari pembangkit tenaga listrik dan 57 . dan asap rokok). asap. ergonomic. 2. chemical. Partikel ini dapat berupa gas belerang dioksida. Air. Polutan gas dapat berupa senyawa belerang. pestisida. physical. Terdapat tiga tipe utama pencemaran udara yang memiliki dampak buruk terhadap kesehatan manusia. Pekerja di usia lanjut akan rentan mengalami kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh penurunan kapasitas muskuloskeletal dan fungsi sensorik (Mary Jo Clark. kabut asap. hepatitis dan kehamilan. 1996) Environment: Seluruh faktor eksternal yang mempengaruhi interaksi host-agent . 2006). Lodh. Pekerja yang lebih muda lagi berisiko mangalami kecelakaan kerja berhubungan dengan keterbatasan keahlian dan kurang pelatihan kerja. senyawa nitrogen.2 Penyakit akibat Pencemaran Udara. Pekerja dengan usia menengah berisiko mengalami serangan jantung dan kanker. kabut. partikel asap knalpot. fisik dan sosial Agregat pekerja yang masih berusia muda rentan mengalami penyakit menular seksual. dll. dkk.Host Pekerja & Keluarga Pekerja Agent: Bahaya yang didapatkan dari tempat kerja (biological. batubara. polutan gas (gas dan uap). dan amonia.4. Sedangkan bau dihasilkan dari pembakaran senyawa-senyawa organik yang mengganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman. dan Suara 1) Penyakit akibat Pencemaran Udara Pencemaran udara didefinisikan sebagai berbagai macam partikel yang mengontaminasi udara (debu.

pembakaran fosil yang menimbulkan sulfur oksida serta partikel kompleks yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia. Ketiga. Cara untuk mengatasi pencemaran udara ini adalah dengan mengurangi emisi atau tingkat pencemaran yang ada. yaitu polusi udara outdoor dan indoor. asbes. dan berbagai macam kanker (Clark. Penyakit yang timbul karena pencemaran udara indoor ini diantaranya iritasi mata sampai gangguan pernapasan. Kedua. seperti penggunaan kendaraan bermotor terutama di perkotaan serta faktor alam seperti angin dan letak geografis (Clark. seperti arang. penyakit jantung. macam-macam polutan individual. penggunaan bensin bebas timbal dan meminimalkan penggunaan solar. serta asap rokok. membangun rumah dengan ventilasi yang memadai. 58 . dan karbon monoksida di dalamnya. hidrogen sulfida. oksida nitrogen. dan proteksi diri lainnya seperti mengonsumsi makan bergizi maupun vitamin. sebaiknya dilakukan pencegahan. kerusakan sistem saraf pusat. Semua itu merupakan dampak dari pencemaran udara khusunya di perkotaan. Bahan-bahan diatas umumnya dihasilkan oleh pabrik maupun kilang. bahan kimia lainnya. Polusi udara indoor terjadi karena polutan di dalam ruangan. penyakit pernapasan akut. 1995). Beberapa karsinogen juga ditemukan di udara perkotaan. juga pembangkit listrik. seperti ozon. tenggorokan. Umumnya penyakit tersebut menyerang saluran pernapasan manusia. 1981). limbah industri. dan kanker paru-paru (Smith & Maurer.Faktor-faktor yang memperparah pencemaran udara. dan asbes (Jarvis. pembakaran kayu serta area pertanian. Terkait dengan penyakit yang ditimbulkan. Penyakit yang timbul biasanya asma. Misalnya. seperti menggunakan masker ketika di jalan raya. sehingga pertukaran udara di dalam ruangan dengan udara di luar menjadi sulit. 1999). Polusi udara tentunya berdampak pada kesehatan manusia karena menimbulkan berbagai penyakit yang mengancam kehidupan. gangguan hidung. polusi udara dibagi menjadi 2. Polusi udara outdoor disebabkan oleh pembakaran minyak bumi dan batu bara. Sedangkan untuk masalah kesehatan yang sudah ada. penyakit jantung kronik. Selain itu juga bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan tetap asri agar mampu menetralisir pulosi yang ada. seperti polosiklik hidrokarbon yang juga menyebabkan kanker. Salah satu faktor yang memperparah yaitu tren bangunan yang memiliki sedikit ventilasi udara. karbon monoksida. 1999). karbon dioksida. photochemical oxidant. panas yang bercampur dengan hidrokarbon. biasanya dihasilkan oleh peralatan rumah tangga seperti formaldehid.

gagal ginjal. anemia. Berbagai penyakit yang berasal dari polusi persediaan air. pestisida dan pupuk juga bisa mencemari persediaan air yang menyebabkan polusi kimia air. kanker perut. dan kelainan perilaku (WHO and International Programme on Chemical Safety. simpanan kimia di bawah tanah. mikroba yang mengakibatkan penyakit gastrointestinal. psikomotor. dan kanker prostat. tembaga. toksisitas hati) tembaga dan kromium arsenik dalam air minum. Ada tiga sumber utama kontaminasi air. 1999). air mengalami kontaminasi yang berbahaya untuk digunakan oleh masyarakat terutama masyarakat perkotaan. cacat lahir. polutan juga berasal dari pertambangan. 1995). kanker kandung kemih dan kolorektal. Pestisida dan kontaminasi kimia lainnya yang masuk ke saluran air melalui pertanian dan limbah industri dapat bertahan di lingkungan. Bahan kimia dalam air minum juga bersifat karsinogenik. Menanggulangi pencemaran air dapat dilakukan dengan menambahkan bahan kimia abate ke saluran air untuk meminimalkan kontaminasi. Ekskresi bahan kimia melalui ginjal yang toksik bagi ginjal berupa bahan kimia seperti kadmium. gastritis. testis. Efek pada perkembangan sistem saraf mencakup gangguan perkembangan mental. Selain itu terjadi pula iritasi atau peradangan pada mata dan hidung. dan penggunaan garam. sehingga terjadi gangguan reproduksi. septictank. anomali kongenital. yaitu hepatitis. yaitu industri. Tetapi berbeda dengan realita yang ada. dan klorobenzena (WHO 2003). cara mengatasi penyakit akibat polusi air yaitu dengan mengonsumsi air yang bersih. kognitif. 2002). iritasi kulit. dan sistem gastrointestinal. Walaupun industri menjadi sumber utama polusi. neuropatik peripheral. gangguan system saraf pusat. kulit.3 Penyakit akibat Pencemaran Air Ketersediaan air yang bersih dan aman sangat diperlukan demi terciptanya kesehatan. esofagitis. tidak tercemar. sirosis. Gangguan endokrin dapat mengurangi kesuburan dan meningkatkan resiko bayi lahir mati. dan memasak air dulu sebelum 59 . polio. kejang. merkuri. Zat kimia tersebut mengganggu fungsi sistem endokrin. dan penyakit jantung (Clark. namun masalah kesehatan yang paling berbahaya berhubungan dengan paparan kronis (misalnya. perkembangan dan perilaku. dan bahan kimia pertanian (Smith & Maurer. Selain itu. limbah air selokan. Hal lain yang dapat dilakukan adalah pertanian secara organik dan manajemen hama terpadu. dan gangguan hormon yang meyebabkan kanker payudara. Terkait dengan masalah kesehatan. alopecia.

4.Tingkat keparahan dari paparan pencemaran suara berkaitan dengan frekuensi dan intensitas kebisingan serta lama paparan. Keadaan darurat dapat berubah menjadi bencana (disaster) yang mengakibatkan banyak korban atau kerusakan Pada tahun 1997. motorboats. gangguan aktivitas sehari-hari. dan gangguan jiwa (Hollander. penyakit antung iskemik. ketidakmampuan bersosialisasi. sakit kepala. dan kondisi patologis seperti aterosklerosis dan penyakit jantung. 2. Klien juga harus diberi tahu jika level suara tertentu dapat mengakibatkan kerusakan telinga. dan perlu segera ditanggulangi. Terdapat dua kategori untuk gangguan akibat pencemaran suara ini. Hoogenven. kendaraan off-road seperti pesawat terbang.diminum. Bukti menunjukkan bahwa paparan yang terlalu lama terhadap kebisingan berperan meningkatkan kecemasan dan stress emosional yang mungkin mengakibatkan mual. Langkah yang dapat kita ambil untuk mengatasi pencemaran suara yaitu dengan mengisolasi kebisingan. Pendidikan kesehatan juga mungkin dilakukan agar masyarakat semakin sadar dan peduli akan kelestarian air. 1999). truk sampah. penyakit mental. kereta. yaitu secara sosial dan klinik. baik dengan menggunakan bahan penyerap suara atau dengan memindahkan klien dari sumber kebisingan. Efek lainnya meliputi insomnia. Sedangkan secara klinis seperti hipertensi. dan penggunaan obat-obatan. dan yang bersuara keras lainnya (Clark. yaitu terjadi tiba-tiba. 4 Penyakit akibat Pencemaran Suara Level dari pencemaran suara di masyarakat kita mengalami peningkatan secara drastis dan berdampak besar terhadap gangguan pendengaran. dan kinerja menurun. terutama pendengaran. truk. mengganggu kegiatan/organisasi/kumunitas. Masalah lain yang juga berhubungan dengan pencemaran suara meliputi stress. 2000). 60 . penyakit kulit. gunakan alat pelindung telinga untuk mengurangi kebisingan. Jika hal tersebut tidak bisa dilakukan. kecelakaan. Efek psikologikal juga terpengaruhi dengan pencemaran suara ini. gangguan tidur.3 Masalah Emergency dan Bencana 1) Masalah Emergency Keadaan darurat (emergency) adalah situasi/kondisi/kejadian yang tidak normal. Secara sosial misalnya kejengkelan. disritmia jantung. dan impotensi. Polutan untuk pencemaran suara yang berdampak buruk terhadap kesehatan diantaranya suara bus. Van Kempen. sepeda motor.

maka fase isolasi itu akan menjadi lama. Garb dan Eng pada tahun 1969 mengatakan. yaitu 1) Natural hazard. angin badai. Pusat operasi dan sistem medis ini dapat didirikan dekat dengan lokasi bencana. tanah longsor dan sebagainya yang melibatkan peran serta alam sekitar dalam menciptakan keadaan darurat tersebut. Menyediakan pelayanan medis secara pasti 61 . kecelakaan lalu lintas. fase isolasi awal dan fase bantuan kemudian. Mengevakuasikan korban cedera untuk mendapatkan pelayanan medis 7. Menolong korban 5.  Dasar-dasar Manajemen saat Keadaan Emergency. Mencegah berjatuhannya korban selanjutnya. pemadaman listrik. gempa bumi. Adapun hal-hal yang biasa dilakukan saat kondisi emergency adalah sebagai berikut:  Pusat Operasi Emergency dan Sistem Medis Emergency: diperlukan dalam keadaan bencana yang menjatuhkan banyak korban dan memerlukan penanganan langsung dari pihak pelayanan kesehatan. bendungan yang bocor merupakan beberapa bentuk dari technological hazard. Mencegah terjadinya bencana jika memungkinkan 2. Pada fase isolasi. 3) Huru-hara. Sedangkan kondisi yang huru-hara seperti kerusuhan dan perang yang melibatkan banyak orang dan juga diselesaikan bersama. Sedangkan fase bantuan adalah fase ketika bantuan datang dari luar komunitas. Keadaan emergency dapat diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk. Meminimalisir korban jika bencana tidak dapat dicegah 3. terdapat delapan prinsip dasar yang seharusnya diikuti oleh semua pihak yang memiliki kepekaan untuk menolong korban bencana. Adapun delapan prinsip tersebut adalah: 1. Jika lokasi terjadinya kejadian darurat terisolasi dan sulit untuk diakses.Noji mengatakan bahwa kondisi emergency/darurat melibatkan tanggapan langsung terhadap efek dari bencana dan dapat dibagi menjadi dua fase. 2) Technological hazard. yang terjadi karena dampak dari bencana 4. Peristiwa kebakaran. pertolongan hadir dari kelompok komunitas itu sendiri karena tidak adanya waktu untuk mendatangkan pertolongan dari luar komunitas. Beberapa contoh dari natural hazard adalah banjir. Tujuan utama dari manajemen emergency adalah mencegah ataupun mengurangi tingkat kematian dan kecacatan. Menyediakan pertolongan pertama pada cedera 6.

terkilir. prioritas kedua. 3. 2. 3) Lingkungan fisik sekitar. diantaranya: 1. Merah: sangat penting. pasien yang mendapatkan prioritas pertama adalah pasien dengan kebutuhan akan perawatan cedera. Contohnya dalah kebakaran ringan. Promosikan untuk dapat merekronstruksi kehidupan  Pengklasifikasian Korban: dapat dilakukan dengan berbagai cara. mungkin saja suatu saat kondisi pasien berubah dan dapat dikategorikan ulang sebagai prioritas pertama. Contohnya adalah pasien yang cedera berat di kepala ataupun dada. Terdapat empat kategori dalam pengklasifikasian korban. diantaranya dengan membedakan warna (American Red Cross. frkatur terbuka. Melakukan survey lapangan 2. Pasien dengan gejala prioritas kedua harus dilakukan observasi lebih teliti. Menentukan tindakan langsung 62 . ataupun mendekati hipoksia. dan meninggal atau sudah tidak dapat diselamatkan lagi. 1. Adalah pasien yang tidak lagi memiliki harapan untuk hidup ataupun hanya menyisakan sedikit harapan hidup. hemoragik. 2) Masalah kesehatan yang lalu dan yang sekarang sedang diderita pada komunitas secara umum. Pengkajian hasil survey Lingkup yang seharusnya menjadi fokus pengkajian adalah 1) Masalah kesehatan individu. Adalah pasien yang memiliki cedera minimal dan tidak disertai dengan komplikasi sistemik. Hitam: meninggal atau sudah tidak dapat diselamatkan. Pasien ini dapat menungggu beberapa jam untuk perawatan tanpa masalah. prioritas ketiga. yaitu prioritas pertama. luka di dada. hipoksia. Kuning: Penting. prioritas kedua. 1982). Adalah pasien yang memiliki cedera dengan efek sistemik dan komplikasi. Hijau: prioritas ketiga. cedera kepala yang mengeluarkan banyak darah. Contoh masalah dari kategori ini adalah shock. contohnya adalah fraktur. 3. luka robek ringan.8. namun belum shock ataupun hipoksia. menjadi prioritas pertama. Perawat berhak memberikan pelayanan saat kondisi emergency muncul. 4.

2) Masalah akibat Bencana Disaster/bencana adalah setiap kejadian baik perbuatan manusia maupun alami yang menyebabkan kerusakan dan kehancuran yang tidak dapat diatasi tanpa bantuan. dan mengatur latihan bencana (Stanhope. bahan beracun. Kedua akibat perbuatan manusia. Kondisi-kondisi bencana akan membuat psikologis korban terganggu. tanah longsor. polusi. Kebutuhan psikologis saat emergency. kekeringan. letusan gunung berapi. dan juga minat khusus. pelatihan khusus. nuklir. 2004). transportasi kecelakaan. sekali petugas penyelamat mulai tiba di TKP. banjir. Hal ini harus menjadi perhatian perawat. hal ini akan memperburuk kondisi kesehatan pasien. respon. apakah bisa diatasi hanya di pusat kesehatan bencana atau harus dirujuk ke rumah sakit terdekat. sehingga perawat harus memperhatikan aspek psikologis pasien juga untuk melengkapi penyembuhan korban. badai salju. ledakan/bom. dan keringanan yang disebabkan kebakaran hutan. 6. mulai muncul kebiasaan buruk berupa ketidakpedulian dengan kebersihan tubuh yang akan menimbulkan penyakit lain.Setelah mengkaji dan mendirikan diagnosa dari permasalahan yang perlu diatasi. 2004). 4. pengalaman perawat dan kesiapsiagaan masyarakat. topan. Berkonsentrasi pada kondisi kesehatan utama setelah kondisi emergency Setelah keadaan darurat dilalui. hujan es. Pertama yang disebabkan oleh alam. runtuhnya struktur. penting untuk diingat bahwa semua masalah yang mengancam jiwa didahulukan. perang nonkonvensional (misalnya. dan pemulihan. Peran perawat dalam tahap persiapan bencana yaitu seorang perawat memfasilitasi persiapan kerja dan tempat masyarakat. kebakaran. dalam situasi ini. kerusuhan demonstrasi) (Stanhope. Pengelolaan bencana termasuk tiga tahap bencana: persiapan. rencana langsung untuk triase harus 63 . tornado. Dalam organisasi. maka perawat harus menempatkan klien pada prioritas penanganan yang tepat. Melaksanakan peran perawat di pusat pertolongan pertama emergeny. 5. gempa bumi. wabah penyakit menular. seperti angin topan. kimia). seperti perang konvensional. Pada dasarnya ada dua jenis bencana yaitu bencana yang alami dan buatan manusia. Peran perawat saat bencana tergantung pada peran di institusi. kerusuhan sipil (misalnya. perawat dapat membantu memulai atau memperbarui rencana bencana menyediakan program pendidikan dan material mengenai bencana spesifik ke daerah tersebut.

cuaca bencana yang terkait (misalnya. lebih mungkin. tinggi. Kemajuan dalam meteorologi. (4) Pemulihan: tahap keempat merupakan pemulihan dari reaksi krisis. Dimensi ini mempengaruhi sifat dan kemungkinan perencanaan persiapan.dimulai. Masalah yang terjadi ditolak atau belum sepenuhnya "terdaftar. berkeringat. Untuk orang di daerah dampak fase ini dapat bertahan seumur hidup (misalnya korban bom atom Hiroshima). menangis. kesulitan berbicara. akan memahami masalah tetapi mungkin tampak tidak terpengaruh secara emosional. korban mulai menerima masalah yang disebabkan oleh bencana dan membuat upaya terkonsentrasi untuk menyelesaikannya. dan badai). Prioritas tertinggi selalu diberikan kepada korban yang memiliki cedera mengancam kehidupan dan yang memiliki probabilitas tinggi untuk bertahan hidup begitu stabil (Stanhope. banjir. Dia merasa lebih penuh harapan dan percaya diri. sensitivitas. beberapa kejadian lebih mudah diprediksi maka orang lain. 1995) Bencana memiliki jumlah ukuran yang mungkin berbeda baik itu prediktabilitas. Korban mungkin ingin menceritakan kembali atau menghidupkan kembali pengalaman bencana berulang-ulang. mengencangkan otot-otot." Korban mungkin tampak luar biasa tidak peduli. sedih. pengendalian. misalnya. 64 . Kemampuan untuk membuat keputusan dan melaksanakan kembali rencana. (3) Penerimaan: selama tahap ketiga. Rasa kesejahteraan dipulihkan. tornado. frekuensi. Pemulihan dimulai selama fase darurat dan berakhir dengan kembalinya ketertiban masyarakat normal dan berfungsi. dan ruang lingkup atau intensitas. (2) Respon emosional yang kuat: dalam tahap kedua. orang tersebut sadar akan masalah dan menganggapnya sebagai hal yang luar biasa dan tak tertahankan. serta tanggapan terhadap peristiwa aktual. Reaksi umum selama tahap ini gemetar. waktu. korban mungkin menyangkal besarnya masalah atau. 2004). Rutinitas menjadi penting lagi. Triase adalah proses memisahkan korban dan mengalokasikan pengobatan berdasarkan potensi korban untuk bertahan hidup. telah membuat lebih layak untuk secara akurat memprediksi kemungkinan beberapa jenis alam. Peran perawat dalam fase pemulihan beragam seperti dalam kesiapan dan fase respon dari bencana. (1) Prediktabilitas. Korban mengembangkan memori realistis dari pengalaman (Smith. gelisah. marah dan pasif. Hal ini terutama penting bagi korban untuk mengambil tindakan khusus untuk membantu mereka dan keluarga mereka. Korban merasa bahwa mereka kembali normal. Berikut ini merupakan tahap respon emosi para korban bencana: (1) Denial: selama tahap I.

seperti gempa bumi tidak diperkirakan. Man bencana dibuat. menyebabkan banyak luka. Sebagai anggota tim potensial. Kunci untuk manajemen bencana yang efektif adalah pra perencanaan bencana dan persiapan. Perencanaan untuk bencana melibatkan lima bidang utama yakni penggunaan teknologi untuk acara perkiraan. dan durasi yang panjang dari fase dampak. mereka muncul lebih sering pada lokasi geografis tertentu. seperti ledakan atau rongsokan. penduduk California beresiko untuk gempa bumi. juga kurang diprediksi. 1995). Bencana bisa sangat intens dan sangat merusak. waktu yang tersedia untuk memperingatkan penduduk. tidak ada kesempatan untuk memperingatkan rakyat. negara bagian. Rencana bencana harus dipraktekkan. Misalnya. peringatan pra dan tindakan pengendalian yang dapat mengurangi dampak dari bencana. Kerusakan yang paling umumnya disebabkan oleh kombinasi terburuk yang mungkin dari faktor waktu permulaan yang cepat. Los Angeles sedang dalam proses perkuatan sistem jalan bebas hambatan untuk memperkuat resistensi jalan raya untuk kerusakan gempa ketika gempa bumi 1994 mencapai daerah tersebut. Perawat dapat menjadi relawan atau mungkin diperlukan untuk mengambil bagian dalam persiapan bencana. (4) Waktu. atau kurang intens. 65 . Bencana dapat terkonsentrasi pada daerah yang sangat kecil atau melibatkan wilayah geografis yang sangat besar biasanya mempengaruhi banyak orang. (2) Frekuensi. dan lembaga sukarela. Ada beberapa karakteristik waktu yang berkaitan dengan dampak bencana yaitu kecepatan terjadinya bencana. dan panjang sebenarnya waktu dari fase dampak.sementara yang lain. dan kerusakan properti. federal. dan penilaian yang sistematis dari pengaruh bencana untuk lebih mempersiapkan masa depan . Contohnya. dan orang yang dekat sistem sungai besar adalah risiko lebih besar untuk banjir daripada orang yang tinggal di tempat lain. Meskipun bencana alam relatif jarang. kematian. perawat harus berperan aktif dalam mempersiapkan bencana dengan berpartisipasi dalam perencanaan masyarakat dan latihan bencana. pendidikan publik tentang potensi bahaya. respon darurat yang terkoordinasi. Perawat juga dapat berfungsi sebagai educator dalam mempengaruhi pemahaman masyarakat tentang perlunya persiapan untuk bencana. Tanggung jawab untuk mengatasi kelima bidang perencanaan bencana juga dimiliki oleh wilayah lokal. (5) Ruang lingkup dan intensitas. penggunaan teknik untuk mengurangi risiko. (3) Pengendalian. dengan kerusakan relatif sedikit dilakukan untuk properti atau individu (Smith.

mencegah terjadinya bencana bila memungkinkan. kehilangan salah satu bagian dari korban bencana. dan hitam untuk korban yang sekarat atau meninggal dunia (Smith. dan evaluasi pada rencana bencana. beberapa komunitas menggunakan kode warna (Palang Merah Amerika). memberikan pertolongan pertama pada luka. meminimalkan jumlah korban jika bencana tidak dapat dicegah. Pertama. Dimensi biofisik Biologi manusia juga merupakan faktor dalam memprediksi jenis efek sebagai akibat dari bencana. Beberapa jenis bencana khususnya buatan manusia mungkin dapat dicegah sedangkan bencana lain tidak dapat dicegah. hijauu untuk prioritas ketiga. implementasi. Beberapa bencana telah dicegah oleh penegakan kode bangunan yang baik atau dengan pengelolaan lahan air yang tepat. Tujuan primer dari manajemen bencana adalah mencegah atau meminimalkan kematian. Hal ini karena sistem ini yang terbaik dan paling mudah dipahami. Pendidikan publik adalah strategi lain yang dapat digunakan untuk mengurangi dampak dari situasi berbahaya. termasuk perawatan peralatan biasa. penderitaan. kuning untuk hal mendesak di prioritas kedua. Kedua. Memprioritaskan korban untuk pengobatan dapat dilakukan dengan banyak cara. perencanaan tanggap bencana untuk membimbing perkembangan. Banyak buatan manusia bisa mencegah bencana dengan mengamati tindakan pencegahan keselamatan yang tepat. Tujuan ini dicapai berbeda sesuai dengan tipe dari bencana itu sendiri dan juga tipe penyelamat. respon emergency. mencegah korban lebih lanjut dari terjadi setelah dampak awal bencana. memberikan perawatan medis.dievaluasi. yaitu merah untuk yang paling mendesak sebagai tanda prioritas pertama. Kemudian ada model dimensi dan perawatan klien pada setting bencana. 1995). dan promosikan rekonstruksi kehidupan (Smith. namun dampaknya dapat dikurangi. Model dimensi ini dapat digunakan oleh perawat kesehatan komunitas dan yang terlibat dalam respon bencana. cacat. mengevakuasi yang terluka ke fasilitas medis. Dimensi dari perspektif kesehatan yang bisa digunakan untuk mengkaji efek dari bencana yang terjadi: 1. 1995). 1995). penyakit yang 66 . menyelamatkan korban. dan diperbaharui secara berkala oleh seluruh peserta dalam persiapan bencana (Smith. pencegahan dan mitigasi. Dalam kasus epidemi influenza. Pertama. Ada beberapa prinsip manajemen bencana diantaranya. pengkajian dimensi kesehatan pada bencana.

dapat menyebabkan sesak napas. cedera dapat terdiri dari luka bakar dan trauma. evaluasi. Perencanaan. Dalam ledakan. perawat membuat diagnosa keperawatan sesuai dengan perawatan bencana. menjadi penyebab kebakaranresidental dan kebakaran hutan dan sikat yang mengakibatkanhilangnya nyawa serta kerusakan properti yang luas (Clark. Dimensi sosial Faktor dimensi sosial juga dapat mempengaruhi cara orang untuk respon bencana dan bahkan dapat menimbulkan adanya ketegangan rasial bisa memicu pecahnya kekerasan di beberapa komunitas. berkontribusi terhadap bencana. dapat menyebabkan radang dingin dan efek lain dari paparan dingin. yang belum pernah berpengalaman dan gempa bumi. sosial dan perilaku/behavioral. Dimensi psikologikal Faktor psikologis yang berpengaruh saat bencana terjadi. Perang adalah bencana lain yang timbul dari kondisi lingkungan sosial. keakraban dengan gempa bumi dapat membatasi panik pada beberapa orang. sedangkan banjir hasil terutama di tenggelam. Kedua. 3. Evaluasi berfokus pada kecukupan rencana untuk membatasi bencana dan memenuhi kebutuhan mereka yang terlibat di dalamnya (Clark. Perawat kesehatan masyarakat harus menilai sikap anggota masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana. psikologis. 1999). Berdasarkan pengkajian faktor biofisik. Pola dan Merokok penggunaan obat dapat misalnya sering dan pengaruhnya konsumsi seperti terhadap kesehatan merokok. 2. 67 . mungkin panik dan menanggapi mereka yang tidak tepat. Dalam menilai sebuah komunitas. 4. sedangkan baru ke daerah.berpotensi disertai oleh dehidrasi ketidakseimbangan elektrolit dapat diharapkan. perawat mengidentifikasi faktor-faktor sosial yang mungkin berkontribusi terhadap bencana dan cara orang menanggapi mereka. diagnosa keperawatan. Kegiatan yang berkaitan dengan perawatan bencana terjadi di beberapa daerah. minum. Misalnya. dapat menyebabkan patah tulang atau bentuk lain dari trauma. Contoh data pengaruh bencana pada biofisik: Longsor. Dimensi Perilaku Faktor perilaku yang berhubungan dengan pola konsumsi dan bahkan kegiatan rekreasi juga dapat mempengaruhi terjadinyabencana anggotamasyarakat. 1999). Ketiga. Keempat.

ras. Gangguan jiwa berat bersifat persisten. kecemasan. kesedihan. sedangkan pada dewasa akan meningkatkan risiko stres berhubungan dengan perubahan peran.4 Masalah Khusus Kejiwaan pada Masyarakat Perkotaan 1) Gangguan Jiwa Berat Gangguan jiwa berat menyerang kemampuan berpikir dan perilaku manusia. kognitif. Gangguan jiwa berat meliputi gangguan suasana hati dan depresi. dan tingkat sosial ekonomi. Gangguan jiwa berat lebih sering terjadi pada wanita dengan penghasilan rendah. seperti nilai. Kesehatan mental individu dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Masalah kesehatan mental dapat dimanifestasikan dalam banyak jalan. kekerasan dalam rumah tangga. kehilangan pekerjaan. dan pada lansia mudah untuk mengalami isolasi sosial. Misalnya pada bayi dan anak-anak. Sebagai contoh. Insiden tidak terduga atau bahkan kejadian yang sudah diantisipasi dapat mengurangi fungsi fisik. dan dapat terjadi pada semua usia. keyakinan. 2000). kematian tak terduga maupun yang sudah diantisipasi dalam keluarga dapat mengakibatkan rasa kehilangan yang mungkin mengganggu pola aktivitas pertahanan anggota keluarga. kehilangan pengasuhan dan perhatian dapat memberikan defisit emosional jangka panjang. kesulitan mengambil keputusan dan gangguan pola tidur adalah hal yang umum terjadi saat kehilangan. Kematian anggota keluarga dapat memberikan efek pada usia yang berbeda dengan bermacam cara. cukup sulit untuk menjelaskan tingkat prevalansi penyakit kejiwaan. 2) Masalah kesehatan mental pada populasi berisiko tinggi Kesehatan jiwa merupakan proses dinamis yang memungkinkan perkembangan fisik. trauma. skizofrenia. Penyebab lain antara lain masalah kesehatan fisik. dan fungsi sosial. Faktor eksternal meliputi tekanan lingkungan sosial. Faktor internal meliputi aspek biopsikososial atau karakteristik kepribadian dari individu. dan bencana alam tak terduga (Marcia Stanhope dan Jeanette Lancaster. kognitif. Penurunan napsu makan. dan memiliki pendidikan rendah. Bagaimanapun juga kehilangan bukan satu-satunya penyebab menurunnya kesehatan mental. Karena keterbatasan data.4. dan aset material dari komunitas. dan fungsi sosial individu. menarik diri. 68 . Sebagian besar orang dengan gangguan mental berat hidup dalam kemiskinan karena mereka tidak mampu untuk mendapatkan atau mempertahankan standar hidup yang layak.2. afektif. dan sindrom otak organik. afektif.

alkohol. Psikotropika.3) Napza (Narkotika. serta dapat menyebabkan ketergantungan baik fisik maupun psikis. melepaskan hambatanhambatan Obat bius/tidur Menyebabkan keadaan santai dan tidur Obat penenang Mengurangi rasa Miltown cemas dan Valium ketegangan Candu/Narkotik Opium dan Mengurangi rasa sebangsanya sakit. Dexedrine mengurangi Methedrine kelesuan Kokain Meningkatkan gairah. dan Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya (jika tanpa obat mengakibatkan depresi fisik dan psikologis) Ya Sedikit Sedikit Ya Ya Ya ? Tidak Mungkin Tidak Tidak Tidak Tidak ? Tidak Ya Ya Hanya sebagian pemakai ? bagi kecil Hanya untuk pemakai berat 69 . Berikut ini merupakan beberapa obat-obatan psikoaktif yang sering disalahgunakan: Klasifikasi Obat-obatan penenang Obat-obatan Alkohol Penggunaan Kekebalan Ya Ketergantungan fisik Ya Ketergantungan psikis Ya Mengurangi ketegangan. mengurangi kelesuan Nikotin Meningkatkan gairah Kafein Meningkatkan gairah Halusinogen LSD* Meluaskan Mescaline* pikiran dan Psilocybin* mengakibatkan Phencyclidine perubahan(PCP)† perubahan Marijuana persepsi. Kodein menyebabkan Heroin keaddaan santai Morphin dan lamunan yang menyenangkan Metadon Mengobati ketergantungan heroin Obat perangsang Amfetamin Meningkatkan Benzedrine gairah. pikiran. persepsi. dan zat adiktif lainnya) Napza tergolong dalam zat psikoaktif yang bekerja mempengaruhi kerja sistem penghantar sinyal saraf sel-sel susunan saraf pusat yang dapat menyebabkan terganggunya fungsi kognitif. perilaku.

dan meningkatkan pelayanan dalam komunitas kesehatan jiwa (Christoffel.1 Obat-obatan psikoaktif yang biasa disalahgunakan (Rita L. Sebagian besar orang tidak mengetahui dengan pasti peran perawat dalam ketergantungan obat. 70 . Selanjutnya. begitu juga pemakai psilocybin akan membutuhkan mescaline atau LSD lebih banyak ubtuk memperoleh dampak yang sama. strategi pencegahan dan promosi kesehatan. mengurangi stigma dan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Peran perawat dalam masalah kesehatan mental yaitu pertama perawat harus mengakses dan menggunakan data epidemiologi untuk mengetahui dan melayani penyakit mental di populasi. psilocybin semuanya menunjukkan “cross-tolerance” misalnya pamakai LSD akan mengembangkan toleransi yang meningkat terhadap mescaline.perasaan Tabel 1. dan masih banyak lagi. Peran perawat sangatlah penting dalam meminimalisir masalah kesehatan mental dan ketergantungan terhadap obat-obatan yang terjadi di masyarakat saat ini. 2005) *LSD. Aspek lain dari peran perawat yaitu sebagai edukator. Perawat komunitas kesehatan mental mengajarkan klien secara individu maupun kelompok tentang kondisi kesehatan mental mereka. Perawat melihat peningkatan akses klien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mental. Dalam dosis tinggi. PCP dapat mengakibatkan keadaan koma yang panjang dan kadang-kadang menyebabkan kematian. Perawat kesehatan komunitas memiliki posisi yang unik dalam menyediakan informasi dan pendidikan tentang efek dan efek samping penggunaaan obat-obatan dan dapat mengkaji tingkat penggunaan atau penyalahgunaan. cara untuk membuat lebih mandiri dalam komunitas. 2000). Atkinson. †PCP adalah obat-obatan sintetik yang digunakan sebagai obat bius bedah hingga reaksi seperti psikotik yang parah terlihat pada pasien. mescaline. 2005). Membantu klien dan keluarga dengan akses yang tepat dan memberikan dukungan merupakan kagiatan perawat yang sangat penting (Judith Ann Allender. protokol perawatan. peran perawat yaitu sebagai advokat.

Philadephia: Lippincott Arias. S. Jakarta: EGC. Connecticut: Appleton & Lange. M. E. Eigsti. Louis: Mosby 71 . et al.go. Rector. (2006). C . B. Nursing in TheCommunity: dimensions of community health nursing. (2002). Pengantar psikologi. L. (2005). J. Anderson. (2008). Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins Alligood. Social Services and Public Safety. Community Health and Program Services (CHAPS): Health Disparities Among Racial/Ethnic Populations.id/getfile. (2002). Spredley. (1990).php?news=861. Stanford: Appleton and Lange CDC. and citizen response. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC. Investigasi dan pengendalian wabah di fasilitas pelayanan kesehatan. www. Allender. Philadelphia : Lippincott.. L. D. M. (2010). M. Walton. Dewi. (2008). (2000). M. St. (2010). Pembangunan Kesehatan Masyarakat di Indonesia. 3rd Ed. 3rd ed. Eko dan Anggraeni.L and Mandle C. diakses pada tanggal 21 Februari 2012 Best. Health Promotion Throughout the Life Span.. Departemen Kesehatan RI.Daftar Pustaka Allender.. 3rd edition. Comprehensive Community Health Nursing: Family. Boulder. A. Mc. J. emergency warnings. (1999). J. Anggregat & Community Practice. K. Guire. D. N. Nursing Theory: utilization and application 4th edition. Canadian community health nursing: Standard of practice. Clark. (2001). (2003). Pengantar Epidemiologi. Budiarto. Missouri: Mosby.. (2011). S. G. Jakarta: Erlangga. Community Health Nursing: concepts and practice. Department of Health and Human Services. Ontario: Community Health Nurse Association of Canadia. Burkhart. Atkinson. L. Community Health Nursing: current practice and possible futures Eldeman. Missouri: Mosby Elsevier Ann. Media. T. Nursing in the community: Dimensions of community health nursing. CO: Westview. & Warner. Badan Pusat Statistik. K.bps. Jakarta: DepKes RI Department of Health. (1999). Clark. Clemen-Stone. F. Community as partner: Theory and practice in nursing. Community Health Nursing: promoting and protecting the public’s health. 6th ed. (1991). C. D. Profil Kemiskinan di Indonesia.S. J. R. R. (2011). M. Atlanta: U. 7th Ed.

(2009). (2003). Transcultural nursing: Concepts. Leininger. (2002). Jakarta: EGC. E. Potter.Wahit.html. (2007). J. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins McKenzie.. 72 . M. R. Air and Water Pollution: Burden and Strategies for Control.. Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional. (1981). Buku ajar fundamental keperawatan: Konsep. & Makhfudli. & Kingsland. and Wills. (2004). Schubert. J. & Perry. Nurul. T. Halaman 812-825. Hal 93 Hitchcock. Afaf I. Missouri: Sauders Elsevier.M. Urban health and society.com/nursing_theory/unitary_human_beings. Jakarta: Salemba Medika..M. T. L. dkk. F. Pukul 10. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins Mubarak. P.Efendi.com/perawatan/perawat/kesehatan-1092456. N et all. J. Junaiti. (2005). L. Kusnanto. M. G. McMichael. Pinger. dan Thomas. M and Lancaster. Jakarta: Salemba Medika. 5th. research and practice... (2009). McEwen.. 3rd Ed. Ilmu Keperawatan Komunitas 1.html Freudenberg. Community and Public Health Nursing. A.hicow.30. Alih bahasa: Asih. New York: Delmar Publishing Iqbal Mubarak. proses. Community/ public health nursing: promoting the healthy of population (4th Ed). (2005). Meleis. A. Karen Saucier. Shrestha. R. M..A. Diunduh tanggal 16 Feb 2012. (1999). http://currentnursing. Theoretical Nursing: development and progress. Community health nursing: Caring in action. Lodh. dan praktik. Edisi 4. R. Mary A.. Disease Control Priorities in Developing Countries (chapter 43). Jakarta: Sagung Seto Jarvis. Philadelphia: F.. Ferry. An introduction to community health ed. Jakarta: EGC Sahar. (2011). E.G. (2009).. Ranmuthugala. India : Jones And Bartlett Publishers. McEwen. Theoretical Basis for Nursing. S. (2001). R. Kjellstrom. St Louis: Mosby. (2008). Community Health Nursing: Caring for The Public’s Health 2nd ed. M & McFarland. (2006). Davis Company. E.. Nies. Community health nursing: Keeping the public healthy. A. E. UK: Jones and Barlett Publisher. Wahit Iqbal dan Chayatin. USA: Mc-Graw Hill Companies Lundy. Pengantar Keperawatan Komunitas. (2005). S. P. (2005). Keperawatan kesehatan komunitas: Teori dan praktik dalam keperawatan. Y. http://id. J. theories. Model Pelayanan Keperawatan Komunitas (Perkesmas) pada Keluaraga Miskin. Tim CHN FIK UI Stanhope. M. & Kotecki.

Geneva: WHO. Global Assessment of the State of Science of Endocrine Disruptors. China: Lippincot Willians & Wilkins. Geneva: WHO Press. M. (2000). M. 2003. Missouri: Mosby Elsevier Smith. M. Smith. Royal Collage of Nursing. Hidden Cities: Unmasking and Overcoming Health Inequities in Urban Settings. L. B. 6th ed. (1999). McGuire. Guidelines for Drinking Water Quality. B. Community health nursing: Theory and practice. Jervis. M. A. S.go. F. Louis: Mosby. St.id. 73 . 6th Edition. Saunders Company. 2002. A. J. http://www. Valanis. & Eigsti. diakses tanggal 20 Februari 2012. Aggregate. Theoretical Basis for Nursing.who. St. (2010). Nurses as partner in delivering public health.agingcare.com http://www.2. (2009). Mc. S. WHO dan UN-HABITAT. Ewen and Wills. M. (1995).com/Health-Conditions www. Davis Company. Epidemiology in health care. D. L. Stone. C.. http://www. (2002). Comprehensive community health nursing: Family. & Hisley..int/water_sanitation_health/dwq/guidelines3rd/en/. Nursing Theorists and Their Work. USA : Library of Congress Cataloging in-Publication Data.nih. Geneva: WHO and the International Programme on Chemical Safety. Community and public health nursing. Handbook of emergency management: Programs and policies dealing with major hazards and disasters. 3rd ed. M. 5th Ed. (1990).depkes. S. pukul 12 44 WIB. (2006).nlm.A. Stanhope. New York: Greenwood Press. S.Tomey. M. Alligood.gov http://www. Maternal-child nursing care. London: Royal Collage of Nursing. (2007). 3rd Ed. G. WHO and International Programme on Chemical Safety. Philadelphia: W. E. R. Philadelphia: F. Louis: Mosby. (2011). Ward. WHO (World Health Organization).cyh. & Lancaster. Edisi 3.T. & Maurer. & Community Practice. Document WHO/PCS/EDC/02. D. L.