BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Konsep dan Teori Kesehatan Urban Perkotaan
Perawatan kesehatan masyarakat adalah suatu upaya pelayanan keperawatan yang

merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh perawat dengan mengikutsertakan tim kesehatan lain dan masyarakat untuk memperoleh tingkat kesehatan yang lebih tinggi dari individu, keluarga dan masyarakat (Depkes RI, 1996). Dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa unsure-unsur perawatan kesehatan masyarakat adalah (1) bagian integral dari pelayanan kesehatan, khususnya keperawatan; (2) merupakan bidang khusus dari keperawatan; (3) gabungan dari ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat, dan ilmu sosial; (4) sasaran pelayanan adalah individu, kelompok, masyarakat yang sehat maupun yang sakit; (5) ruang lingkup kegiatan adalah promotif, prefentif, kuratif, rehabilitatif, resosialitatif; (6) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Keperawatan kesehatan masyarakat memiliki tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum dari keperawatan ini adalah meningkatkan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal agar dapat menjalankan fungsi kehidupan sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki. Sedangkan tujuan khusus dari

keperawatan kesehatan masyarakat adalah meningkatkan berbagai kemampuan individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat dalam hal mengidentifikasi masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi, menetapkan masalah kesehatan/keperawatan dan prioritas masalah, merusmuskan berbagai alternatif pemecahan masalah kesehatan/keperawatan,

menanggulangi masalah kesehatan/keperawatan yang mereka hadapi, meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan secara mandiri ( self care ), serta tertanganinya kelompok-kelompok resiko tinggi yang rawan terhadap masalah kesehatan . Keperawatan kesehatan masyarakat cakupannya sangat luas, tidak hanya menangani suatu permasalahan yang membutuhkan adanya penyembuhan dari suatu penyakit tetapi juga adanya upaya pencegahan. Oleh karena itu di ruang lingkup keperawatan masyarakat mencakup peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan kesehatan (preventif),

pemeliharaan kesehatan dan pengobatan (kuratif),pemulihan kesehatan (rehabilitatif), dan mengembalikan serta memfungsikan kembali baik individu, keluarga dan kelompokkelompok masyarakat kelingkungan sosial dan masyarakat (resosialitatif).
1

2.1.1 Sejarah Perkembangan dan Karakteristik Kota (Urban) Masyarakat perkotaan tentunya memiliki perbedaan dengan masyarakat yang lain. Mereka memiliki ciri dan karakter tersendiri yang membuat mereka memerlukan ruang lingkup area tersendiri dalam bidang keperawatan. Sebelum membahas panjang tentang keperawatan kesehatan masyarakat perkotaan akan dijelaskan terlebih dahulu tentang definisi kota dan masyarakat perkotaan. Menurut Prof. Drs. R. Bintarto kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan corak kehidupan yang materialistik. Sebelum kota menjadi tempat pemukiman yang tetap, pada mulanya kota sebagai suatu tempat orang pulang balik untuk berjumpa secara teratur, terdapat semacam daya tarik pada penghuni luar kota untuk kegiatan rohaniah dan perdagangan serta kegiatan lain, penghuninya sebagian besar telah mampu memenuhi kebutuhannya lewat pasar setempat dan ciri kota ada pasarnya. Dalam suatu kota diisi oleh suatu golongan spesialis non agraris dan yang berpendidikan dan merupakan sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai oleh strata sosial ekonomi yang heterogen serta corak matrialistis. Sedangkan masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang tinggal di kota yaitu di wilayah yang memiliki kegiatan utama bukan pertanian dan biasanya mereka tinggal di kota bertujuan untuk memperbaiki hidup mereka. Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Oleh karena itu urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Gejala urbanisasi di sebuah kota dapat dilihat dari jumlah penduduk yang terus berubah (bertambah) dan terjadi perubahan pada tatanan masyarakat. Keperawatan kesehatan masyarakat perkotaan ini termasuk dalam lingkup keperawatan komunitas. Karena masyarakat perkotaan merupakan komunitas yang tinggal di daerah perkotaan dengan semua keadaan dan kondisi yang ada di lingkungan kota. Keperawatan masyarakat perkotaan memiliki 8 karakteristik dan merupakan hal yang penting dalam melakukan praktik (Allender, 2001) yaitu: a. Merupakan lahan keperawatan b. Merupakan kombinasi antara keperawatan publik dan keperawatan klinik c. Berfokus pada populasi d. Menekankan terhadap pencegahan akan penyakit serta adanya promosi kesehatan dan kesejahteraan diri e. Mempromosikan tanggung jawab klien dan self care f. Menggunakan pengesahan/pengukuran dan analisa g. Menggunakan prinsip teori organisasi h. Melibatkan kolaborasi interprofesional
2

Perawat kesehatan masyarakat memiliki peran dalam mengelola perawatan kesehatan dalam daerah tersebut serta menjadi pendidik kesehatan dalam masyarakat tersebut.

2.1.2 Teori Betty Neuman
Neuman mengemukakan model sistem (sistem model) dalam pendidikan dan praktik keperawatan. Neuman menggunakan pendekatana manusia utuh dengan memasukkn konsep holistik, pendekatan sistem terbuka, dan kosep “stressor”. Model ini menganalisis lima variabel penunjang komunitas yang meliputi fisik, psikologi, sosio kultural, perkembangan, dan spiritual. Adapun tujuan dari model sistem neuman ini adalah untuk mempertahankan stabilitas klien dan keluarga dalam lingkungan yang dinamis. Dalam teorinya, Neuman memiliki asumsi dan definisi tersendiri untuk keperawatan ataupun klien. Berikut ini merupakan asumsi-asumsi Neuman (Neuman, 1995 dalam Meleis 2007): 1. Perawat-klien bersifat dinamis. Keduanya memiliki karakteristik yang unik dan universal dan saling bertukar energi yang konstan dengan lingkungannya. 2. Hubungan antara variabel klien – fisiologi, psikologi, sosiokultural, perkembangan, dan spiritual – mempengaruhi mekanisme protektif klien dan menunjukkan respon kilen. 3. Klien menunjukkan batasan yang normal terhadap respon dengan lingkuangannya yang menunjukkan kesehatan dan stabilitas. 4. Stresor menyerang garis pertahanan yang fleksibel, kemudian garis pertahanan yang normal. 5. Tindakan perawat berfokus pada pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Secara garis besar, konsep model sistem Neuman meliputi stressor, lima variabel (fisik, psikologi, sosio kultural, perkembangan, dan spiritual), garis pertahanan dan perlawanan, stuktur dasar sebagai sumber energi, dan tingkat pencegahan. Stressor adalah kekuatan lingkungan yang menghasilkan ketegangan dan berpotensial untuk menyebabkan sistem tidak stabil. Neuman mengklasifikasi stressor menjadi tiga bagian yaitu intrapersonal, interpersonal, dan ekstrapersonal.

3

Garis pertahanan normal merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu keadaan stabil untuk individu. Struktur dasar dari Neuman meliputi range temperatur normal. maka sistem klien akan bereaksi dengan menampakan adanya gejala ketidakstabilan atau sakit dan akan mengurangi kemampuan sistem untuk mengatasi stressor tambahan. struktur genetik . struktr ego dan pengetahuan atau kebiasaan. Jika pencegahan sekunder tidak berhasil dan rekonstitusi tidak terjadi maka struktur dasar tidak dapat mendukung sistem dan intervensi-intervensinya sehingga bisa menyebabkan kematian. Pencegahan sekunder mengutamakan pada penguatan internal lines of resistance (garis perlawanan resisten). Tujuannya adalah untuk memperoleh kestabilan sistem secara optimal dan memelihara energi. mengurangi reaksi dan meningkatkan faktor-faktor resisten sehingga melindungi struktur dasar melalui tindakan-tindakan yang tepat sesuai gejala. Pencegahan sekunder meliputi berbagai tindakan yang dimulai setelah ada gejala dari stressor. gaya hidup dan tahap perkembangan. Pencegahan primer mengutamakan pada penguatan flexible lines of defense ( garis pertahanan fleksibel) dengan cara mencegah stress dan mengurangi faktor-faktor resiko. Pencegahan primer terjadi sebelum sistem bereaksi terhadap stressor yang meliputi promosi kesehatan dan mempertahankan kesehatan. sistem atau kondisi yang menyertai pengaturan karena adanya stressor yang disebut wellness normal dan digunakan sebagai dasar untuk menentukan adanya deviasi dari keadaan wellness untuk sistem klien. kekuatan dan kelemahan organ. Tingkat pencegahan ini membantu memelihara keseimbangan yang terdiri dari pencegahan primer.Garis pertahanan menurut Neuman terdiri dari garis pertahanan normal dan garis pertahanan fleksibel. Strateginya mencakup immunisasi. Jika itu terjadi. Garis pertahanan normal ini terbentuk dari beberapa variabel dan perilaku seperti pola koping individu. Pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah 4 . Pencegahan tersier dilakukan setelah sistem ditangani dengan strategi-strategi pencegahan sekunder. konsep dari model sistem Neuman adalah adanya tingkatan pencegahan. Sedangkan garis perlawanan menurut Neuman merupakan serangkaian lingkaran putus-putus yang mengelilingi struktur dasar. sekunder dan tersier. Selanjutnya. olah raga. Artinya garis resisten ini melindungi struktur dasar dan akan teraktivasi jika ada invasi dari stressor lingkungan melalui garis normal pertahanan (normal line of defense). Intervensi dilakukan jika resiko atau masalah sudah diidentifikasi tapi sebelum reaksi terjadi. pola respon. pendidikan kesehatan. dan perubahan gaya hidup. Selain itu ada berbagai stressor yang dapat menginvasi garis pertahanan normal jika garis pertahanan fleksibelnya tidak dapat melindungi secara adekuat. Garis pertahanan normal ini merupakan bagian dari garis pertahanan fleksibel.

pengawasan. Pengkajian menurut teori ini meliputi demografi. Model ini berfungsi untuk membangun dukungan.1. dan sejarah dari penduduk setempat. keamanan dan transportasi. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali sehingga dapat mempertahankan energi. komunikasi. politik dan pemerintahan. 1998 dalam Stone et al. Fokus dalam model adalah lingkaran pengkajian masyarakat pada puncak model yang menekankan anggota masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan kesehatan dan pelaksanaan proses keperawatan. 2009). 2000). Pencegahan tersier cenderung untuk kembali pada pencegahan primer. keyakinan.3 Community as a Partner Komunitas sebagai mitra bermanfaat untuk meningkatkan kesempatan bermitra dalam promosi kesehatan (Flynn. Faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat antara lain subsistem lingkungan. Pengkajian Inti dari pengkajian adalah individu yang membentuk komunitas (Anderson. Derajat reaksi merupakan jumlah ketidakseimbangan akibat stressor yang mengganggu garis pertahanan komunitas. dan rekreasi. Stressor dan derajat reaksi menjadi bagian dari diagnose keperawatan. 2. Perbedaan antara model komunitas sebagai mitra dengan model komunitas sebagai klien oleh Neuman (1972) adalah model komunitas sebagai mitra menekankan filosofi pelayanan kesehatan primer yang menjadi landasannya (Anderson. 2002). ekonomi. kolaborasi. dan evaluasi implementasi upaya kesehatan masyarakat (Efendi & Makhfudli. Stressor ini dapat bersifat internal maupun eksternal yang menimbulkan gangguan di dalam komunitas. pelayanan kesehatan dan sosial. dan koalisi sebagai suatu mekanisme peningkatan peran serta aktif masyarakat dalam perencanaan. a. nilai. Roda Pengkajian Komunitas rekreasi lingkungan ekonomi Masyarakat pendidikan komunikasi pelayanan kesehatan & sosial keamanan& transportasi politik& pemerintahan 5 . pendidikan. 2000). pelaksanaan. Stressor menjadi tekanan rangsangan yang menghasilkan ketegangan yang potensial menyebabkan ketidakseimbangan di dalam system komunitas.stabilitas sistem klien secara optimal.

Garis tebal yang mengelilingi komunitas menunjukkan garis pertahanan normal atau tingkat kesehatan komunitas yang dicapai setiap saat. Seluruh bentuk roda tersebut menjadi parameter pengkajian pekerja komunitas yang memandang komunitas sebagai mitra. masing-masing parameter adalah proses kerja perawat dengan komunitas sebagai mitra. Pencegahan primer bertujuan menguatkan garis pertahanan sehingga stressor tidak dapat masuk dan menimbulkan reaksi atau melakukan perlawanan terhadap stressor. c. sekunder. pola koping atau tingkat pendapatan kelas menengah. Sedangkan pencegahan tersier dilakukan ketika stressor memasuko garis pertahanan dan muncul derajat reaksi sehingga dilakukan pencegahan agar mencegah ketidakseimbangan tambahan dan meningkatkan keseimbangan. Intervensi Intervensi komunitas yang menganut komunitas sebagai mitra menganggap semua intervensi keperawatannya bersifat preventif (Anderson. Garis pertahanan normal meliputi angka imunitas yang tinggi. dan keterlibatan anggota komunitas dalam proses keperawatan dalam mencapai kesesuaian dengan komunitas. Pencegahan sekunder dilakukan ketika stressor memasuki komunitas sehingga dilakukan pendukungan garis pertahanan dan resistensi untuk meminimalkan derajat reaksi terhadap stressor. moralitas bayi yang rendah. b. Evaluasi Hal-hal yang dievaluasi antara lain intervensi keperawatan komunitas. Parameter pengkajian sering kali digunakan untuk evaluasi.Komunitas sebagai mitra mengetahui 6 . 2000). Cara mengevaluasinya adalah dengan umpan balik. Kedelapan subsistem dibatasi dengan garis putus-putus untuk mengingatkan bahwa subsistem tersebut tidak terpisah tetapi saling mempengaruhi. Diagnosa Diagnosa keperawatan komunitas memberikan arahan dalam mencapai tujuan dan intervensi keperawata. 2000). Tujuannya diperoleh dari stressor dan juga dari penguatan garis pertahanan (Anderson. Pencegahannya terdiri dari pencegahan primer. Kemitraan ini membutuhkan kekuatan dan modal komunitas dan tidak hanya fokus pada kebutuhan dan kekurangan dari suatu komunitas. Contohnya adalah program rujukan. Contohnya adalah imunisasi pada anak prasekolah. dan tersier. Garis pertahanan fleksibel digambarkan dengan garis putus-putus yang mengelilingi komunitas dan garis pertahanan normal. d. Contohnya adalah penambahan tim spesialis di daerah bencana.

Karakteristik dari kebijakan kesehatan public dan kesehatan komunitas dan kota terdiri dari pelayanan kesehatan primer (Flynn dalam Anderson&McFarla. perawat meningkatkan jaringan di masyarakat. Kebijakan public sehat ditunjukkan untuk menciptakan komunitas yang sehat. Kemudian perawat berkolaborasi dengan komunitas untuk mengembangkan kebijakan public dan mentargetkan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. 2000). dan peran serta. melibatkan berbagai bidang. 2007). kompeten agar warga kota dapat memanfaatkannya.nilai dari komunitas dan pelayanan kesehatan bekerja sama untuk membuat sistem pelayanan kesehatan yang ramah. melakukan kegiatan khusus seperti membuat consensus dari kesepakan seluruh warga. 2000). menyelesaikan kerusakan sistem dan perpecahan warga. 2002). 2000). menggunakan pendekatan teknologi kesehatan yang memadai. Masyarakat dapat melakukan tindakan untuk membuat kota lebih sehat dalam merespon gejala. 7 . mudah diakses. berhubungan denganpelayanan kesehatan. Konsep kebijakan public sehat didasarkan pada prinsip pelayanan kesehatan primer dalam mencapai tujuan sehat untuk semua dan kebijakan promosi kesehatan (WHO 1986 dalam Anderson&McFarla. kota sehat adalah kota yang harus merespon setiap kebutuhan perkembangan. berhadapan dengan masalah dasar. menyelesaikan isu yang ada. Menurut Duhl (1986 dalam Anderson&McFarla. 1996 dalam Stone et al. kebijakan public sehat dan kota. ekologik. berbudaya. memiliki kemampuan untuk memodifikasi diri untuk memenuhi setiap perubahan kebutuhan. Prinsip kebijakan promosi kesehatan mencakup kebijakan multisektoral. Peran perawat adalah merealisasikan perkembangan masa depan dari kebijakan kesehatan public dan kesehatan kota dan komunitas. dan melakukan tindakan khusus seperti membuat persetujuan dalam masyarakat. dan responsive terhadap kebutuhan komunitas (Pender. serta komunitas sehat di masa depan. Perawata kesehatan komunitas memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja dengan komunitas sebagai mitra dalam memfasilitasi promosi kesehatan komunitas. Untuk meningkatkan keaktifan dari masyarakat dalam praktek kesehatan. bersiat menyeluruh dan berorientasi masa depan seta menjawab pertanyaan bagaimana agar komunitas dapat terstruktur untuk meningkatkan kesehatan. dan mendidik warga. tanggung jawab dalam meningkatkan pilihan promosi kesehatan. Perawat memberikan pelayanan kesehatan public untuk memberikan kesempatan masyarakat untuk hidup lebih positif dengan mempengaruhi kebijakan public dan kebijakan promosi kesehatan (Royal Collage of Nursing. Warga dapat menciptakan kota yang lebih sehat dengan cara merespon gejal.

Menurut Clemen-Stone dkk (2002) secara tingkat pencegahan terdapat tiga tingkat aktivitas pencegahan yaitu primer (promosi kesahatan dan perlindungan spesifik). edukasi kesehatan. dan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi dan distribusi penyakit. Prepatogenesis merupakan periode dimana penyakit tidak berkembang tetapi masih berinteraksi dengan host. Pencegahan terhadap suatu penyakit salah satunya dapat dilakukan dengan mengadakan promosi kesehatan. 1965 dalam Clemen-Stone dkk. Sedangkan patogenesis adalah periode dalam riwayat alamiah penyakit dimulai ketika penyakit tersebut memunculkan suatu stimuli dan terdapat perubahan jaringan pada manusia. Sedangkan pada perlindungan spesifik hal-hal yang diinformasikan 8 . 2002). sekunder (diagnosa awal. Pada promosi kesehatan hal-hal yang dapat diinformasikan diantaranya. ketersediaan yang adekuat pada penggunaan tempat tinggal. Pencegahan ini dilakukan pada periode prepatogenesis. rekreasi.1. pengobatan yang dilakukan dengan segera. definisi dari epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang sifat. kecacatan. 2002). Riwayat alamiah penyakit juga didefinisikan menjadi dua periode yang berbeda yaitu prepatogenesis dan patogenesis (Leavell & Clark. Dengan melihat masalah ini tentunya harus dilakukan langkah-langkah pencegahan sebelum munculnya suatu penyakit di masyarakat. memberikan perhatian pada perkembangan personal. Sedangkan menurut Effendi dan Makhfudli (2009). dan environment yang jika interaksi diantaranya terjadi dapat menimbulkan stimulus penyakit dan meningkatkan potensial host terhadap penyakit atau dapat disimpulkan bahwa prepatogenesis adalah peroide dimana sebelum terjadinya suatu penyakit.  Riwayat Alamiah Penyakit dan Tingkat Pencegahannya Riwayat alamiah penyakit didefinisikan sebagai sebuah perjalanan penyakit dari mulai onset sampai dengan resolusi (Clemen-Stone. pengendalian. agent.2. dan membatasi kecacatan) dan tersier (rehabilitasi). penyakit.3 Epidemiologi a. Pada epidemiologi digunakan sampel grup yang lebih besar sehingga dapat menyimpulkan bagaimana pola distribusi kesehatan. Pencegahan primer terdiri atas promosi kesehatan dan perlindungan spesifik. standar nutrisi yang baik sesuai dengan fase perkembangan hidup. atau kematian dalam populasi manusia. penyebab. Riwayat Alamiah Penyakit dan Tingkat Pencegahannya serta Faktor-faktor Timbulnya suatu Penyakit Menurut Clemen-Stone dkk (2002) konsep kunci dari epidemiologi adalah suatu studi mengenai penyakit di populasi yang lebih signifikan daripada studi kasus penyakit individu. dan kondisi tempat kerja. dan frekuensi kondisi dari suatu populasi.

Pada diagnosa awal dan pengobatan dengan segera. serta membatasi terjadinya kecacatan. terapi bekerja di rumah sakit. Pada pencegahan ini hal-hal yang dilakukan yaitu. hal-hal yang dilakukan yaitu pengukuran penemuan kasus baik individual dan massa dan mengadakan survey skrining. a. melakukan sebuah pekerjaan sepenuh mungkin. pengkonsumsian nutrisi yang spesifik. agent. Pencegahan sekunder ini ada pada periode patogenesis. penggunaan sanitasi lingkungan. perlindungan dari kecelakaan. dan penghindaran terhadap alergen. kebersihan individu. jenis kelamin (beberapa penyakit tertentu terkadang cenderung ada pada jenis kelamin tertentu). umur (seseorang dengan lanjut usia lebih berisiko untuk terjangkit penyakit). Pencegahan tersier yaitu rehabilitasi. Pencegahan sekunder terdiri atas diagnosa awal dan pengobatan segera. dan penggunaan koloni yang terlindungi. ketersediaan fasilitas untuk membatasi terjadinya kecacatan dan untuk mencegah kematian. Faktor host yang dapat menjadi risiko terjadinya suatu penyakit diantaranya. Untuk membatasi terjadinya kecacatan hal-hal yang dapat disampaikan yaitu. dan environment. penggunaan imunisasi yang spesifik.diantaranya. 2002). pendidikan masyarakat dan industri untuk memanfaatkan proses rehabilitasi. genetik (penyakit yang memang diturunkan). Variable ini dikenal dengan triangle epidemiologi dimana satu sama lain saling berhubungan (Budiarto dan Anggraeni. penyakit yang diderita sebelumnya dan sifat manusia/perilaku seseorang. 9 . keadaan fisiologi (Pada saat kehamilan dan setelah melahirkan. pengobatan yang adekuat untuk pertahanan diri dari penyakit dan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dari gejala-gejala yang masih ada. ketersediaan rumah sakit dan fasilitas komunitas untuk melatih kembali dan sebagai sarana edukasi untuk digunakan secara maksimal dari kapasitas yang tersedia. Host Host adalah keadaan seseorang yang menjadi risiko untuk terjangkitnya suatu penyakit. kekebalan (seseorang yang memiliki kekebalan tubuh yang tidak baik jelas cenderung mudah berisiko terserang suatu penyakit). perlindungan terhadap bahaya pekerjaan. ibu dapat berisiko terjangkitnya berbagai penyakit tertentu). perlindungan dari zat karsinogen. Jadi faktor host ini adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh manusia atau merupakan faktor intrinsik. bersama dengan pencegahan tersier.  Faktor-faktor Timbulnya Suatu Penyakit Untuk menganalisis riwayat alamiah penyakit diperlukan identifikasi terhadap tiga variable atau faktor-faktor yang menjadi pemicu timbulnya suatu penyakit yaitu host. penempatan yang selektif.

Environment/ lingkungan Environment merupakan faktor yang berada di luar dari host atau biasa disebut dengan faktor ekstrinsik. Faktor ini adalah faktor yang menunjang terjadinya suatu penyakit selain host dan agent. adalah lingkungan berdasarkan letak geografisnya. yaitu lingkungan yang berada di sekitar kita baik flora. Peningkatan ekonomi terkadang dapat menimbulkan gaya hidup yang justru tidak sehat. Agent dapat berupa suatu unsur mati atau hidup. 2) Lingkungan sosial ekonomi Pekerjaan. Triangle Epidemiologi Host Agent Environment 10 . Agent Agent adalah sesuatu yang dapat memicu timbulnya suatu penyakit. kimia. 3) Lingkungan biologis. alkohol. mekanis. karbonmonoksida. bakteri. jamur. sinar radioaktif. Misalnya pada Negara dengan iklim tropis dengan subtropis jelas akan berbeda permasalahan penyakitnya. Misalnya virus.b. Terjadinya bencana alam mengakibatkan terjadinya perubahan ekologi dan terjadi ketidakteraturan di masyarakat yang nantinya memunculkan berbagai macam infeksi. Urbanisasi. maupun manusia itu sendiri. obat-obatan. Misalnya pengkonsumsian makanan yang mengandung kolesterol tinggi yang dapat mengakibatkan penyakit hipertensi. Perpindahan penduduk yang secara besar-besaran dan menimbulkan kepadatan penduduk menyebabkan lingkungan menjadi kumuh dan rentan terhadap timbulnya berbagai penyakit. rokok. 1) Lingkungan fisik. Dapat bersifat biologis. fauna. Bencana alam. Perkembangan ekonomi. psikososial. Flora pada Negara yang berbeda dapat menimbulkan pola penyakit yang berbeda pula. Masalah pada lingkungan ini juga tidak lepas dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. dll c. fisik. Pekerjaan yang berinteraksi dengan bahan-bahan kimia ataupun radioaktif dapat menimbulkan penyakit.

Tes skrining memiliki tiga tipe yaitu mass screening. Penggunaan Pendekatan Epidemiologi dalam Keperawatan Komunitas Penggunaan pendekatan epidemiologi dalam keperawatan komunitas diantaranya yaitu investigasi wabah. mengidentifikasi orang-orang yang mengalaminya dan berisiko serta bagaimana karakteristiknya. Tujuan dari investigasi wabah itu sendiri yaitu untuk mengontrol dan mencegah penyebaran suatu penyakit. Mass screening merupakan tes skrining untuk seluruh populasi atau untuk kelompok yang dipilih secara selektif memiliki risiko tinggi. Multiphasic screening yaitu skrining yang penggunaannya dilakukan beberapa tes skrining pada kesempatan atau waktu yang sama. Contohnya seperti prosedur XRay masal. atau prosedur lain yang dapat diterapkan dengan cepat dan tidak mahal untuk suatu populasi. agent. tentukan dan tes hipotesis yang telah dibuat. dan multiphasic screening. Selain itu. case finding. Langkah pencegahan dan penanganan yang tepat serta pengetahuan yang memadai sangat bermanfaat guna terhindarnya ataupun memustusnya rantai suatu penyakit. dan surveilans. ujian. 11 .Terdapat hubungan yang jelas antara terjadinya suatu penyakit dengan faktor-faktor yang menjadi penyebabnya. dan yang terakhir rencanakan manajemen wabah seperti pengendalian dan pencegahan. Misalnya tes kesehatan untuk mahasiswa atau pegawai baru. Case finding (penemuan kasus) adalah tipe dari tes skrining dimana seorang klinikus menggunakan tes skrining untuk menemukan penyakit pada pasiennya yang melakukan tes kesehatan atau konsultasi terhadap gejala yang muncul (smptomatik) atau gejala yang belum muncul (asimptomatik). skrining juga dilakukan untuk mengurangi morbiditas atau mortilitas dari penyakit dengan pengobatan dini terhadap kasus-kasus yang ditemukan. Penggunaan pendekatan epidemiologi yang kedua yaitu tes skrining. pada dasarnya memiliki proses atau langkah yang sama. Investigasi wabah. b. baik yang bersifat menular atau tidak. Faktor-faktor pada host. Langkahlangkah investigasi wabah diantaranya yaitu melakukan evaluasi awal dengan verifikasi diagnosis dan konfirmasi wabah yang sedang terjadi. environment merupakan faktorfaktor yang saling terkait dan saling berhubungan satu sama lain. Skrining yaitu kegatan mengidentifikasi secara presumptif (dugaan) terhadap penyakit yang belum dikenali dengan melakukan tes. Skrining dilakukan untuk membedakan antara orang yang tampaknya sehat atau orang yang mungkin memiliki penyakit dengan orang yang mungkin tidak memiliki penyakit. skrining.

yang terakhir adalah surveilans. ketidaknyamanan. sedangkan tes diagnostik merupakan tes yang dilakukan ketika gejala sudah datang. survei. Program skrining harus memenuhi beberapa kriteria. kematian. laporan penyakit.Tes skrining memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan dengan tes diagnostik. Surveilans adalah kegiatan positif mengumpulkan dan menganalisis data serta menyebarluaskan informasi atas dasar hasil analisis tersebut kepada yang berkepentingan (Effendi & Makhfudli. 2009). penggunaan obat-obatan. bukti menunjukkan bahwa prosedur tes ini mendeteksi penyakit pada tahap lebih awal sebelum datangnya gejala pengobatan yang umumnya lebih diterima yaitu yang lebih mudah atau lebih efektif daripada pengobatan yang tersedia saat munculnya gejala. Tujuannya yaitu memberikan pengobatan dan isolasi terhadap penyakit yang timbul pada suatu kasus yang dicurigai dengan segera. penyelidikan wabah atau kejadian luar biasa. memenuhi standar yang dapat diterima: simpel. Kriteria-kriteria tersebut antara lain: memiliki sensitifitas dan spesifitas tinggi. Surveilans memiliki beberapa unsur diantaranya pencatatan kematian. sebagai follow up layanan diagnostik dan pengobatan harus tersedia disertai dengan pemberitahuan yang memadai dan layanan rujukan bagi orang-orang yang pada saat dilakukan skrining Selanjutnya. Umumnya tes skrining ini ditawarkan atau dilakukan pada populasi yang tampak sehat sebagai cara untuk menentukan apakah mereka memiliki penyakit sebelum adanya gejala yang muncul sehingga dapat menginisiasi untuk melakukan treatment dan akan bermanfaat dalam menentukan prognosis untuk pasien. laporan wabah. tes skrining tidak cukup akurat untuk menginisiasi dilakukannya treatment. biaya murah. jika ditemukan hasil tes skrining yang abnormal harus dilanjutkan dengan melakukan tes diagnostik. aman. penyakit yang fokus untuk dilakukan skrining harus cukup dianggap serius dalam hal kejadian. penyelidikan tentang distribusi dari vektor dan reservoir penyakit. serum. pemeriksaan laboratorium. serta keterangan mengenai penduduk dan lingkungan 12 . Namun. dan dapat diterima pasien. penyakit kasus. Kriteria tes skrining salah satunya yaitu mendeteksi penyakit sebelum gejala datang. dan biaya. dan vaksin. pengobatan yang tersedia dapat diterima oleh pasien yang ditetapkan oleh studi tentang kepatuhan pengobatan prevalensi dari penyakit yang menjadi fokus sasaran harus tinggi pada sebuah populasi untuk dilakukan skrining. keterbatasan fisik.

yaitu untuk mencegah dan mengontrol penyebaran penyakit pada suatu populasi tertentu. pemuda. Peran perawat komunitas disini sangatlah penting demi peningkatan status kesehatan masyarakat. program gizi. Sehingga diharapkan prognosis penyakit akan lebih baik. seperti program mengatasi kecelakaan. mempercepat kesembuhan.2 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas (Perkesmas) pada Mayarakat Urban (Poor and Homeless) Urbanisasi merupakan proses perpindahan penduduk dari wilayah pedesaan menuju ke wilayah perkotaan. sebagian besar penduduk kota di wilayah Indonesia merupakan warga miskin yang tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal. Mengetahui jangkauan atau cakupan dari pelayanan kesehatan Pada intinya. Namun. Menentukan penyakit mana yang diprioritaskan untuk diobati atau diberantas c. dan interpretasi data yang telah didapat yang menghasilkan suatu informasi Penyebaran hasil informasi (perolehan data) kepada orang-orang atau lembaga yang berkepentingan Menggunakan informasi (data) tersebut dalam rangka memantau. Banyak kaum pria. memperlambat proses penyakit. dan merencanakan kembali program-program atau pelayanan kesehatan Beberapa kegunaan dari surveilans: a. wanita. Meramalkan terjadinya wabah d. Menilai dan memantau pelaksanaan program pemberantasan penyakit menular dan program-program kesehatan lainnya. menilai. e. Mengetahui & melengkapi gambaran epidemiologi dari suatu penyakit b. Maka dari itu. Mereka menginginkan pekerjaan yang dapat menghasilkan pendapatan yang lebih sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas hidupnya. mengurangi kecacatan dan kematian. penggunaan pendekatan epidemiologi yang telah diuraikan sebelumnya memiliki tujuan yang sama. dan lainnya. Kebanyakan para urban bertujuan untuk mencari pekerjaan di kota besar dengan alasan sektor mata pencaharian di kampung halaman yang dirasa kurang. Fix sampe sini dulu 2. dan 13 .Ciri khas yang terdapat pada surveilans yaitu : Pengumpulan data epidemiologi yang sitematis dan teratur secara terus menerus Pengolahan. perawat disarankan untuk mempelajari penggunaan pendekatan epidemiologi ini dalam memberikan pelayanan kesehatan komunitas. pada kenyataan yang terjadi di Indonesia sekarang ini. program kesehatan gigi. analisis.

tidak ada aset yang tersimpan.02 juta jiwa atau mencapai 12. peningkatan insiden penurunan kesehatan fisik dan kognitif serta peningkatan angka kematian. Rector & Warner 2010) kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan penyakit tertentu. 2011). Fasilitas jamban atau WC tidak ada e. kesehatan jiwa. Jenis lantai hunian sebagian besar tanah atau lainnya c. Konsumsi lauk pauk dalam seminggu tidak bervariasi g. 49% (BPS. Menurut Biro Pusat Statistik ciri-ciri miskin adalah: a. pendidikan yang sangat rendah. Karena kemiskinan dapat berdampak terhadap kesehatan individu atau anggota keluarga. Orang miskin dan kelompok rentan hidup dengan sumber daya yang tidak adekuat. tidak berdaya. Angka kemiskinan di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 30. miskin adalah sedikit atau tidak ada barang yang dimiliki atau tidak adekuatnya jangkauan terhadap sumber-sumber keluarga dan komunitas. 2010). Kemampuan membeli pakaian minimal 1 (satu) stel setahun untuk anggota rumah tangga tidak ada h. Orang yang hidup dalam kemiskinan sering merasa putus asa. dan pandangan terhadap kesehatan. pangan. Keluarga tersebut perlu difasilitasi atau diadvokasi dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka termasuk pelayanan kesehatan dan keperawatan secara optimal. 14 f. terlebih lagi masalah kesehatan yang timbul diantara mereka semakin meningkat (Allender. Stresor yang datang terus menerus akan berdampak pada kesehatan fisik. menurut Crimmins. tidak ada jaringan kekuasaan. Fasilitas air bersih tidak ada d. & Seeman (2004 dalam Allender. Jenis dinding terbuat dari papan/triplek . Banyak stresor terkait kemiskinan yang berdampak pada kesehatan. Luas lantai hunian kurang dari 8 m2 per anggota rumah tangga b. Kemiskinan dapat menyebabkan seseorang tidak mempunyai rumah (homeless). dan papan. Selain itu.bahkan anak-anak tidak memiliki tempat tinggal. status pekerjaan sangat rendah dan berisiko. Pada intinya kemiskinan dapat diartikan sebagai keadaan yang sangat kekurangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mencakup sandang. apabila suatu rumah tangga memenuhi 3 dari 8 kriteria tersebut dapat dikatakan termasuk kategori rumah tangga atau keluarga miskin. Haywars. Ciri-ciri keluarga miskin yaitu status sosial rendah di masyarakat ditandai dengan pendapatan yang sangat rendah. Kemiskinan menurut Allender dan Spradley (2005) dalam Sahar (2008). Kepemilikan aset (kursi tamu) tidak tersedia Berdasarkan ciri tersebut dapat dibedakan antara keluarga miskin dan tidak miskin. dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya yang pada akhirnya dapat menyebabkan depresi.

Lingkungan dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dapat dimanipulasi menjadi tempat dimana klien berada pada kondisi yang terbaik agar alam dapat berperan dalam kesehatannya (Selanders. temperatur ruangan. atau faktor tambahan seperti klisis finansial. Untuk dapat hidup dengan baik. 2010). tujuan keperawatan untuk memfasilitasi proses penyembuhan tubuh dengan memanipulasi lingkungan klien mendapatkan ketenangan. Dengan pendekatan yang spesifik pada klien dan juga didukung dengan penggunaan model keperawatan yang sesuai. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang menjadi homeless diantaranya adalah kemiskinan. kehangatan.1 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Florence Nightingale’s (1859) Model pelayanan kesehatan dilihat dari model Florence Nightingale. nutrisi. sosialisasi. Gangguan mental. kebersihan. dan harapan yang sesuai (Potter & Perry. kenyamanan. Menurut Florence Nightingale. pengangguran.Menurut Maurer & Smith (2005) homeless adalah orang yang tidak mempunyai tempat bermalam yang tetap atau orang yang mempunyai tempat bermalam yang sengaja disediakan untuk menginap atau sebuah tempat umum atau milik pribadi yang tidak diperuntukkan untuk menginap. Teori ini memiliki komponen fisik (ventilasi. mereka memerlukan motivasi yang tinggi dan tentunya dengan adanya support service. obat-obatan. cahaya. Model-model pelayanan keperawatan komunitas meliputi beberapa model yang akan dijelaskan di bawah ini. dan perawat. Berbagai pendekatan dalam pelayanan keperawatan di suatu komunitas digunakan dalam pelayanan kesehatan pada keluarga miskin sebagai populasi rentan (vulnerable population). cahaya. Florence Nightingale dalam teorinya lebih banyak menempatkan manusia sebagai seseorang yang menerima perawatan. atau pilihan pribadi. 1998.2. Beberapa orang dengan gangguan mental kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. harga diri rendah berhubungan dengan perlakuan yang tidak menyenangkan seperti disia-sia. 2005). Komponen berikutnya yaitu manusia. mengatur dirinya sendiri. Terdapat banyak model keperawatan komunitas yang diterapkan guna meningkatkan kesehatan maupun kesejahteraan dalam ruang lingkup komunitas atau masyarakat. yang filosofinya berorientasi pada lingkungan. manusia. namun dia juga 15 . berinteraksi interpersonal. diharapkan perawat mampu memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal pada masyarakat miskin (poor) dan tidak memiliki tempat tinggal (homeless). 2. dan pergi bekerja. sehat. dan aktivitas) dan psikologis (obrolan / celotehan tentang harapan dan saran dan menyediakan variasi). diperlakukan secara kejam atau perlakuan yang menyebabkan seseorang menjadi homeless. Komponen-komponen dari filosofi Florence Nightingale meliputi lingkungan. kecanduan. gangguan mental. bencana alam. dalam Alligood. nutrisi.

dan kebersihan. air bersih. mendokumentasikan. klien yang rawat jalan yang diperbolehkan beristirahat di rumah akan terganggu istirahatnya dan akan berpengaruh pada proses penyembuhan penyakitnya. tetapi untuk dapat menggunakan setiap kekuatan yang kita miliki dengan baik. Teori lingkungan Florence Nightingale penting dalam keperawatan kesehatan komunitas karena teori ini berfokus pada perawatan preventif populasi. 2011). dan sosialisasi penting untuk penyembuhan. Perawat mengkaji situasi klien. yaitu: udara bersih. kehangatan. Florence Nightingale menuliskan bahwa kesehatan bukan untuk menjadi baik. Dari pernyataan tersebut. kebersihan. dapat disimpulkan bahwa Florence Nightingale meyakini pencegahan dan promosi kesehatan disamping perawatan klien dari sakit menjadi sehat (Alligood. Sebagai contoh. 2010). 2010). Florence Nightingale meyakini bahwa perawat adalah profesi spiritual yang membantu alam menyembuhkan klien. edukasi. udara segar. Komponen ketiga yaitu sehat. dan mengubah rencana untuk pelayanan kesehatan klien yang lebih baik hingga tujuan asuhan keperawatan tercapai (Alligood. drainase (saluran pembuangan) yang efisien. Ada 3 jenis perawat menurut Florence Nightingale. Florence Nightingale menyatakan bahwa kebersihan. oleh karena itu. tidak baik untuk kesehatan dan kondisi lingkungan yang baik dapat mengurangi penyakit. membuat intervensi. (Allender. emosional. Inti dari teori Florence Nightingale yaitu kondisi lingkungan yang buruk. sosial. intelektual. dan pelayanan kesehatan merupakan hal yang penting. pelayanan sosial seperti transportasi. Dalam hal ini. Komponen terakhir yaitu perawat. kembali mengevaluasi situasi. Florence Nightingale meyakini bahwa lingkungan sehat penting untuk penyembuhan sehingga dapat mencegah kematian. Florence Nightingale meyakini bahwa ada 5 poin yang penting dalam mencapai rumah sehat. cahaya. dan cahaya. general nursing (promosi kesehatan). 2010). dan spiritual. sanitasi. 16 .meyakini bahwa manusia adalah makhuk yang dinamis dan kompleks yang terdiri dari komponen fisik. Florence Nightingale mengobservasi bahwa penyakit-penyakit umum terjadi dalam lingkungan yang buruk dan kesehatan dapat ditingkatkan dengan menyediakan ventilasi yang adekuat. kenyamanan. mengidentifikasi kebutuhan. Florence Nightingale meyakini bahwa perawat harus melakukan observasi akurat dari klien dan harus berpikir kritis tentang perawatan klien serta melakukan tindakan yang tepat dan penting untuk membantu penyembuhan klien (McEwen & Wills. suara bising dapat mengganggu istirahat. Mengontrol pencemaran lingkungan dan melindungi lingkungan merupakan tujuan utama dalam semua setting. yaitu nursing proper (merawat klien yang sakit). ketenangan. air bersih. dan midwifery nursing. Rector. mengimplementasikan rencana perawatan. Beberapa orang meyakini bahwa disamping lingkungan yang baik. & Warner.

kesehatan rumah. meliputi: ventilasi dan kehangatan. perawat mengkaji udara bersih di lingkungan sekitar. Terkait obrolan dan saran.  Fase identifikasi: Terjadi ketika perawat menfasilitasi ekspresi perasaan klien dan tetap mampu memberikan asuhan keperawatan yang diperlukan. ventilasi yang adekuat. Terdapat tahapan atau fase dalam model keperawatan komunitas menurut Peplau. Peplau (1952) Hildegard E. kebersihan personal. tempat tidur. mencatat hasil observasi (faktual atau opini). Terkait kebersihan ruangan dan dinding. Terkait ventilasi dan kehangatan. Terkait cahaya. perawat dapat mengkaji kelembaban. perawat mengkaji klien kering dan bersih setiap waktu (mengkaji kondisi kulit klien). Terkait kesehatan rumah. yang merupakan kemampuan seorang perawat untuk memahami tingkah lakunya guna membantu orang lain. drainase. dan pencahayaan. 2. Terkait observasi penyakit.  Fase eksplorasi: Perawat membantu klien dalam memberikan gambaran kondisi klien saat ini dengan cara mendorong klien untuk menggali dan mengungkapkan perasaan. dan bau tidak sedap.Teori Florence Nightingale yang berorientasi pada lingkungan. suhu ruangan.2. udara segar. perawat dapat mengkaji suhu tubuh klien. 2010). perawat mengkaji kelembaban tempat tidur. Terkait kebisingan. serta makanan dan observasi penyakit. Peplau (1952) membuat model keperawatan interpersonal. cahaya matahari dalam ruangan. dan berat tempat tidur. yaitu:  Fase orientasi: Lebih difokuskan untuk membantu klien menyadari ketersediaan bantuan dan rasa percaya terhadap kemampuan perawat untuk berperan serta secara efektif dalam pemberian asuhan keperawatan kepada klien. Ekspresi perasaan tanpa penolakan diri perawat memungkinkan pengalaman menderita sakit sebagai suatu kesempatan untuk mengorientasikan kembali perasaan dan menguatkan bagian yang positif dari kepribadian klien. 2010). atau lumut (Alligood. kotoran. obrolan dan saran. Terkait tempat tidur. air bersih. perawat mencegah pembicaraan tanpa alasan atau memberi saran tanpa fakta dengan berbicara menstimulasi pikiran klien. mengindentifikasi kesulitan yang dirasakannya. debu. perawat dapat mengkaji cahaya ruangan yang adekuat. observasi lingkungan dan membuat rencana keperawatan (Alligood.2 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Hildegard E. kebersihan ruangan dan dinding. cahaya. emosi. Terkait makanan. pikiran. Terkait kebersihan personal. kebersihan (pengolahan sampah). kebisingan. perawat mengkaji diet klien dan makanan yang disukai atau tidak. serta sikapnya tanpa paksaan dan mempertahankan suasana 17 . dapat diaplikasikan ke dalam proses keperawatan sesuai komponen yang ada. 2010). perawat mengobservasi semua hal tentang klien. dan untuk menerapkan prinsip hubungan manusia pada permasalahan yang timbul di semua level pengalaman (Alligood. keriput. perawat mengkaji level kebisingan pada ruangan dan area sekitar.

Setiap individu merupakan makhluk yang unik. Kesehatan Suatu perkembangan kepribadian dan proses kemanusiaan yang berkesinambungan ke arah kehidupan yang kreatif. Lingkungan Merupakan kekuatan yang berada di luar organisme dimana budaya.  Asumsi ekplisit memberi pandangan bahwa:  Perawat akan membuat pasien belajar ketika ia menerima penanganan perawatan  Menjalankan fungsi keperawatan dan pendidikan keperawatan dengan membantu perkembangan pasien ke arah kedewasaan  Keperawatan menggunakan prinsip-prinsip dan metode-metode yang membimbing proses ke resolusi dari masalah interpersonal. Proses interpersonal merupakan maturing force dan alat edukatif baik bagi perawat maupun klien. Fase ini merupakan inti hubungan dalam proses interpersonal  Fase resolusi: Secara bertahap klien melepaskan diri dari perawat. Pengetahuan diri dalam konteks 18 . Resolusi ini memungkinkan penguatan kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan menyalurkan energi ke arah realisasi potensi. adat istiadat. konstruktif dan produktif d.terapeutik yang mendukung. Memungkinkan suatu situasi dimana klien dapat merasakan nilai hubungan sesuai pandangan atau persepsinya terhadap situasi. Peplau juga menguraikan secara terperinci berdasarkan 4 komponen dasar.  Asumsi implisit: mempertegas profesi keperawatan memiliki tanggung jawab legal dalam penggunaan keperawatan secara efektif dan segala konsekuensinya kepada pasien Dalam kaitannya dengan perspektif paradigma keperawatan. dan kebiasaan serta keyakinan merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menghadapi individu c. yaitu: a. Selain itu terdapat asumsi yang dibuat dalam model keperawatan Peplau. b. Asumsi utama atau asumsi dasar dalam pengembangan model konsep dan teori hubungan interpersonal oleh Peplau dibedakan menjadi asumsi eksplisit dan implisit. mempunyai persepsi yang dipelajari dan ide yang telah terbentuk dan penting untuk proses interpersonal. Manusia Individu dipandang sebagai suatu organisme yang berjuang dengan caranya sendiri untuk mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh kebutuhan. Keperawatan Suatu proses interpersonal yang bermakna.

tanpa mempertimbangkan kondisi klien dengan keterbatasan ekonomi dan tidak memberikan 19 .interaksi interpersonal merupakan hal yang penting untuk memahami klien dalam mencapai resolusi masalah. kebutuhan eliminasi. kebutuhan akan nutrisi. Teori Henderson yang lebih berfokus pada empat belas kebutuhan dasar manusia dan praktik keperawatannya yang berusaha membentuk klien untuk melakukan empat belas kebutuhan dasar dapat diterapkan pada masyarakat urban. b. gerak dan keseimbangan tubuh. kebutuhan berpakaian. Consequences/Konsekuens: sistem diri dengan kepribadian yang berkembang. d.3 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Virginia Henderson (1966) Dalam teori Henderson disebutkan bahwa fungsi unik dari perawat adalah membantu individu baik sakit maupun sehat. Henderson menekankan pada kebutuhan dasar manusia sebagai fokus utama pada praktik keperawatan. Dengan mengetahui kebutuhan dasar manusia. Counselors/Konselor: meningkatkan pengalaman individu menuju keadaan sehat yaitu kehidupan yang kreatif.2. hanya saja jika masyarakat tersebut mempunyai biaya untuk mendapatkan pelayanan keperawatan. c. maka akan diketahui bagaimana cara keperawatan untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Surrogate/Wakil pengganti: membantu individu belajar tentang keunikan tiap manusia sehingga dapat mengatasi konflik interpersonal. berkomunikasi dengan orang lain dan berekspresi. kemauan. kebutuhan bermain dan rekreeasi serta kebutuhan belajar. 2. Teacher/Pendidik: mengembangkan hubungan yang demokratis sehingga merangsang individu untuk berperan serta aktif dalam mengarahkan asuhan. Hal ini dikarenakan teori Henderson hanya menilik kebutuhan dasar apa yang belum terpenuhi dari suatu klien. e. kebutuhan akan rasa aman dan nyaman. dan pengetahuan dalam waktu sesingkat mungkin. kebutuhan bekerja. Menurut Tomey dan Alligood (2006). kebutuhan kebersihan diri. konstruktif dan produktif. Stranger/Sebagai orang yang asing: perawat menghadapi klien seperti tamu yang dikenalkan pada suatu sistem baru. kebutuhan istirahat dan tidur. mempertahankan temperatur tubuh dan sirkulasi. Kebutuhan dasar manusia menurut Henderson atau empat belas kebutuhan dasar manusia meliputi bernapas dengan normal. perawat juga mempunyai 6 peran yang terdiri dari peran sebagai: a. f. Resource Person/Narasumber: perawat memberikan jawaban yang spesifik terhadap pertanyaan tentang masalah yang yang ditanyakan. kebutuhan spiritual. berkontribusi dalam pemulihan kesehatan atau untuk kondisi kematian yang damai dengan kekuatan.

Pada teori self care. perawatan diri sendiri merupakan perilaku yang dipelajari dan secara disengaja dilakukan sebagai respon untuk memenuhi kebutuhan. teori self care deficit. yaitu meliputi pelayanan yang seluruhnya terkompensasi. Proses kehidupan berjalan searah dengan irama spiral b. Dalam pengaplikasiannya. Bagi masyarakat perkotaan yang mengalami kemiskinan dan tidak memiliki rumah. Orem mengemukakan terdapat beberapa macam sistem keperawatan yang dapat digunakan. teori ini tidak dapat menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan pada kondisi keterbatasan ekonomi. sosok perawat dibutuhkan ketika terdapat perawatan diri yang kurang. Pada teori sistem keperawatan. pelayanan keperawatan komunitas memiliki tiga prinsip dasar dalam mendeskripsikan manusia sebagai “kesatuan” yaitu: a. 2.alternatif agar kebutuhan tersebut terpenuhi. 2. Sebelumnya para tenaga kesehatan memberikan pelayanan kesehatan dengan membagi-bagi berdasarkan area atau fungsinya. Energi memiliki pola gelombang dan organisasi c. Sejak awal teori tersebut sudah menjadi kontroversi dan bahan perdebatan di kalangan perawat dan petinggi keperawatan. 20 . Energi manusia dan lingkungan saling berhubungan dan saling menguntungkan.2. Sedangkan teori self care deficit dimaksudkan bahwa perawatan diperlukan karena seseorang dengan keterbatasannya sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perawatan diri sendiri. dan teori sistem keperawatan.4 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Martha Rogers (1970) Martha Rogers pada tahun 1961 mendeskripsikan teori tentang manusia sebagai satu kesatuan yang utuh. perawat dapat memberikan pendidikan kesehatan agar masyarakat tersebut minimal dapat mempertahankan status kesehatannya.2. Maka. Disini. Namun Rogers mendorong para tenaga kesehatan untuk melanjutkan interaksi mutual dengan manusia sebagai kesatuan sistem energi. kompensasi sebagian. Sehinggga membutuhkan banyak tenaga profesional dan para pemberi pelayanan kesehatan tidak mengetahui secara keseluruhan tentang masalah kliennya. model Rogers ini sangat efektif untuk promosi kesehatan. yaitu teori self care.5 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Dorothea Orem (1971) Model teori menurut Orem adalah teori keperawatan self care deficit yang mempunyai tiga teori anakan. dan suportif edukatif. saling melengkapi dan menyatu Jadi. Sehingga para perawat dapat memperhatikan seseorang sebagai satu kesatuan utuh saat merencanakan dan memberikan pelayanan kesehatan. keseluruhan dari tindakan keperawatan merupakan sistem keperawtan.

peran. dan stress pengembangan.klien dan keperawatan. dan interaksi merupakan elemen penting dalam transaksi. sikap. Ketika menjelaskan individu. diharapkan masyarakat miskin dan atau tanpa tempat tinggal dapat menjadi mandiri dalam hal menjaga kesehatan sesuai dengan kondisi ekonomi mereka. Perawat dan pasien membentuk sistem antar pribadi dimana saling mempengaruhi dan keduanya dipengaruhi oleh faktor situasional di lingkungan. persepsi untuk pertukaran.Masyarakat urban yang lebih difokuskan pada masyarakat miskin dan tidak mempunyai rumah tetap membutuhkan pelayanan keperawatan. yaitu harus menetapkan standar praktik untuk semua perawat-pasien saling berinteraksi. Berdasarkan teori Orem. Setiap individu membawa satu set yang berbeda dari nilai-nilai. ide. sehingga memerlukan pelayanan yang berbeda. dibantu sebagian. dapat membantu masyarakat miskin dan tidak mempunyai tempat tinggal dengan memandirikan keluarga tersebut. King (1981. jika klien dalam hal ini adalah masyarakat urban yang mempunyai keterbatasan ekonomi tidak mampu untuk terlibat perawatan diri secara efektif. waktu dan ruang pribadi. 1991) mengidentifikasi bahwa persepsi. stressor. Ketika transaksi dilakukan. komunikasi. Hanya dengan keadaannya yang terbatas dalam hal ekonomi. maka klien yang melakukannya. Perawat dan pasien saling berkomunikasi. komunikasi. tujuan biasanya tercapai. Perawat dapat memberikan pelayanan berupa membantu keluarga untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut. Dengan hal itu. semua kembali pada arahan untuk memandirikan klien.6 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut King’s (1971) King (1981) menyatakan bahwa Theory of Goal Attainment adalah teori normatif. koping. Dengan aplikasi teori Orem yaitu teori self care. transaksi. pertumbuhan. perawat . interaksi. atau hanya dukungan atau edukasi. Yang dimaksud dengan dibantu sebagian disini adalah ketika klien dapat mengerjakan sesuatu hal. 2. menetapkan tujuan dan mengambil tindakan untuk mencapai tujuan. agar klien tidak terlalu terbebani biaya kesehatan. Tidak hanya itu. merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan. maka intervensi keperawatan dibutuhkan. Intervensi keperawatan ini dapat diberikan dengan dibantu sepenuhnya. beberapa yang berkaitan dengan interaksi individu. Theory of Goal Attainment. perawat juga dapat memberitahu cara memodifikasi lingkungan agar kesehatan anggota keluarga tersebut tetap terjaga sebagai upaya preventif terhadap masalah kesehatan. model ini 21 .2. perawat hanya membantu pada perawatan diri yang tidak bisa dilakukan klien secara mandiri. Akan tetapi. Theory of Goal Attainment terdiri dari konsep persepsi. diri.

perasaan. dan nilai-nilai perawat dan klien mempengaruhi proses interaksi. I. dan pelayanan masyarakat. King (1981) percaya bahwa (1) persepsi perawat dan klien mempengaruhi proses interaksi. Menafsirkan: pola perilaku yang didasarkan pada pengetahuan tentang teori dan konsep perilaku manusia Memverifikasi: interpretasi dengan observasi lebih lanjut dan pengukuran dalam situasi perawat-pasien. (5) individu memiliki hak untuk menerima atau menolak perawatan. Menganalisa: situasi perawat dan pasien (perilaku fisiologis. makhluk bereaksi dan (2) adalah pengendali. verbal. Metodologi dalam pembelajaran proses keperawatan (Daubenmire. hidup. faktor dalam sistem.menunjukkan bahwa (1) individu sosial. tindakan perawat. & King. pola diidentifikasi 22 . dan (6) tujuan dari profesionalitas kesehatan dan tujuan dari penerima pelayanan kesehatan mungkin tidak kongruen.      Amati & tindakan: perubahan keadaan pasien dan mengakui perubahan dalam keadaan perawat dengan mengidentifikasi pola perilaku: variabel fisiologis dan psikologis. maupun nonverbal dikomunikasikan atau diamati). dan waktu berorientasi pada perilaku mereka. dan pikiran harus disimpulkan untuk setiap individu sampai dikomunikasikan melalui perilaku verbal atau nonverbal. kesehatan.. (3) individu memiliki hak untuk berpartisipasi dalam keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. bertujuan. Persepsi. berorientasi tindakan. rasional.M. Perception Nurse Judgment Action Reaction Patient Action Judgment Perception Feedback Interaction Transaction Feedback Mengenai interaksi perawat .J.klien. kebutuhan. (1973) antara lain sebagai berikut:  Mengakui: perilaku mungkin dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu. M. Mensintesis: informasi untuk merencanakan dan melaksanakan tindakan keperawatan untuk meningkatkan sumber daya pasien atau mengubah tekanan bio-psiko-sosio-kultural. (2) tujuan.

Kekuatan garis pertahanan dan resisten dipengaruhi oleh perkembangan. Garis pertahanan fleksibel adalah suatu keadaan yang selalu berubah yang disebabkan oleh beberapa faktor dan bersifat fluktuatif. sosiokultural dan spiritual klien. Harapan ayahnya akan kesembuhan anaknya ini merupakan stresor interpersonal.  Tampilan: proses keperawatan sebagai proses interpersonal yang berkelanjutan yang dinamis di mana perawat dan pasien masing-masing dipengaruhi oleh perilaku dari yang lain dan oleh faktor dalam sistem di mana mereka beroperasi 2. garis pertahanan ada tiga yaitu garis pertahanan normal. Stresor interpersonal merupakan stresor yang terjadi pada individu dan berpengaruh pada sistem. Rekonstitusi bisa memperluas garis pertahanan normal ke tingkat 23 . Ada anaknya yang sedang sakit dan tidak mampu untuk berobat. sedangkan pembayaran biaya perawatan merupakan stresor ekstrapersonal. Konsep ini memaparkan mengenai keperawatan yang berhubungan dengan garis pertahanan diri dalam menurunkan stress. Garis pertahanan ini melindungi struktur dasar. hubungan diidentifikasi dalam pengamatan. Stresor intrapersonal yaitu stresor yang terdapat pada individu yang berhubungan dengan lingkungan internal. Buatan disini misalnya perpindahan tempat tinggal. Stresor juga dapat diklasifikasikan menjadi tiga. interpersonal. eksternal maupun buatan. interclient dan ekstraclient.perilaku. Menurut teori Neuman.7 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Betty Neuman (1972) Model Neuman biasanya disebut model Health Care System. Sedangkan garis pertahanan restisten merupakan faktor internal yang melindungi perlawanan klien terhadap serangan dari stresor. psikologis.2. dan resisten. ada satu keluarga miskin. Rekonstitusi merupakan stabilisasi sistem dan membawa sistem ke garis pertahanan normal. Rasa bersalah ayahnya merupakan stresor intrapersonal. Sebagai contoh. Stresor ekstrapersonal adalah stresor diluar individu. yaitu intrapersonal. Kekuatan garis pertahanan resisten dipengaruhi oleh derajat reaksi klien terhadap serangan stresor pada garis pertahanan. Ayahnya berharap anaknya cepat sembuh. Stresor dapat muncul dari lingkungan internal. dan ekstrapersonal atau intraclient. Setiap kali terjadi serangan pada struktur dasar maka sistem akan melakukan rekonstitusi. fisiologi. yaitu sesuatu yang ada pada klien yang harus dijaga agar klien tersebut tetap survive. fleksibel. Ayahnya merasa bersalah karena sebagai kepala keluarga dia tidak mampu membiayai anaknya untuk berobat. dan pengetahuan. Garis pertahanan normal merupakan rentang respon normal seseorang terhadap stress. informasi yang dikumpulkan.

Dengan adanya garis pertahanan yang kuat. faktor-faktor yang mempengaruhi. Fungsi profesional yaitu membantu mengenali dan menemukan kebutuhan klien yang bersifat segera.8 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Ida Jean Orlando (1972) Ida Jean Orlando (1972) mengemukakan tentang beberapa konsep utama. Model Neuman dapat digunakan pada masyarakat miskin dan homeless. 2. Asumsi Orlando terhadap paradigma keperawatan hampir seluruhnya terkandung dalam teorinya. Hal itu merupakan tanggung jawab perawat 24 . sekunder. Sedangkan pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah stabilitas sistem klien secara optimal. perilaku pasien. asumsi dari Orlando tidak spesifik. Orlando juga menggambarkan mengenai konsep disiplin dalam proses keperawatan sebagai interaksi total (total interactive) yang dilakukan tahap demi tahap. diantaranya adalah konsep disiplin proses keperawatan (nursing process discipline) yang juga dikenal dengan sebutan proses disiplin atau proses keperawatan. tetapi terdapat empat area ditekuninya: 1. reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan yang harus dilakukan. Pencegahan primer meliputi tindakan sebelum serangan stresor terjadi dan hal ini untuk mencegah adanya serangan dengan meningkatkan kekuatan garis pertahanan atau mengurangi potensi untuk terpapar stresor. Pencegahan sekunder terjadi setelah serangan pada garis pertahanan. Disiplin proses keperawatan meliputi komunikasi perawat kepada pasiennya yang sifatnya segera. apa yang terjadi antara perawat dan pasien dalam hubungan tertentu. menstabilkan sistem pada tingkat yang lebih rendah.2. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat resistansi terhadap stressor untuk mencegah reaksi timbul kembali atau regresi. Perawat Perawat adalah suatu profesi yang mempunyai fungsi otonomi yang didefinisikan sebagai fungsi profesional keperawatan. yaitu pencegahan primer. mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk membantunya serta untuk melakukan tindakan yang tepat. Ada tiga tingkatan intervensi keperawatan. Pencegahan ini untuk meminimalisir reaksi terhadap stresor. dan tersier. sehingga dapat mempertahankan energi. dan mengembalikannya pada tingkat semula sebelum sakit. dan derajat serangan. Serta klien dapat mencapai tingkat kesehatan yang maksimal. menanyakan untuk validasi atau perbaikan (Tomey. 2006). maka akan melindungi struktur dasar klien. mengidentifikasi permasalahan klien yang disampaikan kepada perawat. Sebelumnya diperlukan pengkajian stresor. Apalagi masyarakat miskin dan homeless mengalami banyak stresor dalam waktu yang bersamaan. Ketika sistem klien tidak mampu mencegah serangan maka perlu adanya intervensi keperawatan. Sama dengan teori-teori keperawatan pendahulunya.sebelumnya.

Orlando menggambarkan model teorinya dengan lima konsep utama. dan bertindak dalam situasi yang bersifat segera. tetapi berasumsi bahwa bebas dari ketidaknyamanan fisik dan mental. Dalam teorinya tentang disiplin proses keperawatan mengandung elemen dasar. yaitu perilaku klien. merasakan. b. Ketika perawat menggunakan proes ini untuk mengkomunikasikan reaksinya dalam merawat pasien. Fungsi keperawatan profesional (Professional nursing function) Tanggung jawab perawat yaitu membantu apapun yang klien butuhkan untuk memenuhi kebutuhannya. Itu merupakan alat yang dapat perawat gunakan untuk melaksanakan fungsinya dalam merawat pasien. Lingkungan Orlando berasumsi bahwa lingkungan merupakan situasi keperawatan yang terjadi ketika perawat dan klien berinteraksi. serta apa yang mereka katakan dan kerjakan akan saling mempengaruhi. Mengenal perilaku klien (Patient’s presenting behavior) Mengenali perilaku klien dengan mengobservasi apa yang dikatakan klien maupun perilaku nonverbal yang ditujukan kepada klien. dan akan mengalami distress jika mereka tidak dapat melakukannya. Perawat harus mengetahui benar profesionalnya. Sehat Orlando tidak mendefinisikan tentang sehat. Manusia Manusia bertindak atau berperiaku secara verbal dan nonverbal. berpikir.untuk mengetahui kebutuhan klien dan membantu memenuhinya. 4. dan tindakan perawatan yang dirancang untuk kebaikan klien. Perasaan adekuat dan sejahtera dalam memenuhi kebutuhannya berkontribusi terhadap sehat. reaksi perawat. aktivitas perawat profesional yaitu tindakan yang dilakukan perawat secara bebas dan bertanggung jawab guna mencapai tujuan dalam membantu klien. Hal ini dijadikan dasar pernyataan bahwa perawat profesional harus berhubungan dengan seseorang yang tidak dapat menolong dirinya dalam memenuhi kebutuhannya. kadang-kadang dalam situasi tertentu manusia dalam memenuhi kebutuhannya membutuhkan pertolongan. Pasien dapat mengalami distress terhadap lingkungan terapeutik dalam mencapai tujuannya. dan keduanya mempersepsikan. 2. 25 . perawat perlu mengobservasi perilaku pasien untuk mengetahui tanda-tanda distress. Alligood (2010) mengemukakan bahwa teori keperawatan Orlando menekankan adanya hubungan timbal balik antara klien dan perawat. 3. Orlando menyebutnya sebagai “nursing process discipline”. yaitu: a. dan merasa adekuat dan sejahtera berkontribusi terhadap sehat.

c. Reaksi segera (Immediate reaction) Reaksi segera meliputi persepsi, ide, dan perasaan perawat dan klien. Reaksi segera adalah respon segera atau respon internal dari perawat dan persepsi individu klien. d. Disiplin proses keperawatan (Deliberative nursing process) Disiplin proses keperawatan diartikan sebagai interaksi total (totally interactive) yang dilakukan tahap demi tahap, apa yang terjadi antara perawat dan klien dalam hubungan tertentu, perilaku klien, reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan tindakan dalam hubungan yang harus dilakukan, mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk membantunya serta untuk melakukan tindakan yang tepat. e. Peningkatan (Improvement): peningkatan berarti tumbuh lebih, klien menjadi lebih berguna dan produktif.

2.2.9 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Sr Callista Roy (1976) Model adaptasi Roy memandang klien sebagai suatu kesatuan adaptasi untuk menyesuaikan dengan lingkungannya. Ada tiga konsep yang menjadi dasar dalam teori Roy, yaitu manusia / klien, adaptasi, dan perawat. Manusia / klien dalam model adaptasi Roy dipandang secara holistik sebagai suatu sistem adaptasi yang berinteraksi dengan lingkungan. Klien disini tidak hanya individu, melainkan termasuk keluarga, kelompok, maupun komunitas. Tujuan interaksi klien dengan lingkungan adalah respon adaptif positif untuk berubah baik dalam lingkungan internal maupun eksternal sehingga meningkatkan integritas sistem. Kemampuan klien untuk beradaptasi tergantung dari pengalaman dan kemampuan mengatasi / menguasai suatu perubahan. Kemampuan mengatasi perubahan (tingkat adaptasi) dipengaruhi oleh tiga kategori stimulus. (1) Stimulus fokal merupakan stimulus internal dan langsung berhadapan dengan individu. (2) Stimulus kontekstual, yaitu stimulus lain pada situasi sama yang mempengaruhi respon klien terhadap stimulus fokal dan dapat diobservasi. (3) Stimulus Residual, stimulus tambahan yang relevan, tetapi sukar untuk diobservasi (mis. keyakinan, nilai, pengalaman yang lalu). Model Roy dapat langsung digunakan pada perawatan klien baik individu, keluarga, komunitas, maupun pada masyarakat miskin dan homeless. Misalnya pada masyarakat homeless. Remaja wanita homeless rentan terhadap seksual abuse. Pada suatu hari, dia mengetahui bahwa dirinya hamil. Stimulus fokal bagi individu pada kasus ini adalah keadaan kehamilannya itu. Untuk stimulus fokal bagi komunitas yaitu peningkatan jumlah kehamilan pada remaja. Untuk stimulus kontekstualnya yaitu respon remaja tersebut pada kehamilannya, misalnya perilaku dia menjaga kehamilan. Stimulus kontekstual bagi komunitas misalnya
26

sikap komunitas terkait aktivitas seksual. Stimulus residual bagi individunya yaitu umur dan tingkat maturitas remaja. Sedangkan stimulus residual bagi komunitasnya adalah tingkat edukasi. Peran perawat dalam teori Roy adalah membantu klien dalam beradaptasi dengan lingkungannya agar tetap survive. Hal ini dilakukan dengan cara menekan stimulus, meningkatkan tingkat adaptasi klien dan menggali sumber-sumber koping yang dimiliki klien.

2.2.10 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Madeleine Leininger (1978) Model keperawatan Leininger biasa dikenal dengan model keperawatan transkultural, mengingat Leininger menitikberatkan pada aspek kebudayaan yang terkait dengan status kesehatan klien. Keperawatan transkultural merupakan suatu area / wilayah keilmuwan budaya pada proses belajar dan praktik keperawatan yang fokus memandang perbedaan dan kesamaan diantara budaya dengan menghargai asuhan, sehat dan sakit didasarkan pada nilai budaya manusia, kepercayaan dan tindakan, dan ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan khususnya budaya atau keutuhan budaya kepada manusia (Leininger, 2002). Konsep utama yang disoroti dari model keperawatan ini adalah konsep caring dan perbedaan budaya (Leininger, 1980 dalam Leininger, 200). Diharapkan dengan

mempertimbangkan aspek kebudayaan dan memahaminya sebagai perbedaan, seorang perawat bisa menghilangkan stereotype. Mengindari asumsi seperti inilah yang diharapkan dapat membantu seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien dari berbagai latar belakang budaya.

27

Tujuan keperawatan berbasis transkultural ini adalah memberikan perawatan yang konsisten dengan ilmu dan pengetahuan keperawatan dengan caring sebagai fokus sentral (Chinn dan Jacobs, 1995 dalam Tomey, 2006). Model konseptual yang dikembangkan oleh Leininger dalam menjelaskan asuhan keperawatan dalam konteks budaya digambarkan dalam bentuk matahari terbit (Sunrise Model) seperti yang terdapat pada gambar berikut. Dari model tersebut dapat diketahui bahwa terdapat berbagai macam faktor yang mempengaruhi keadaan suatu individu. Factor-faktor inilah yang perlu dikaji untuk dijadikan landasan berpikir untuk menentukan asuhan keperawatan apa yang tepat. Sedangkan untuk strategi keperawatan terkait intervensi menurut Leininger dibagi menjadi tiga, yaitu mempertahankan budaya, negosiasi budaya, dan restrukturisasi budaya.

2.2.11 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Jean Watson (1979) Watson mendefinisikan caring sebagai moral ideal yang berorientasi dan meliputi pada aspek-aspek diluar tindakan yang aktual sebagai hubungan transpersonal antara perawat dan klien yang mana tujuannya adalah meningkatkan kualitas-kualitas dalam kehidupan manusia. Caring science merupakan suatu orientasi human science dan kemanusiaan terhadap proses, fenomena, dan pengalaman human caring. Transpersonal Caring mengakui kesatuan dalam hidup dan hubungan-hubungan yang terdapat dalam lingkaran caring yang konsentrik – dari individu, pada orang lain, pada masyarakat, pada dunia, pada planet Bumi, pada alam semesta (Watson, 2004). Watson mengemukakan terdapat konsep-konsep atau asumsi utama dalam ilmu keperawatan, dimana konsep ini sebaiknya dijadikan landasan dalam perawatan klien yakni: a. Caring dapat diimplementasikan dan di terapkan secara interpersonal. b. Caring berisi carative factor yang menghasilkan kepuasan dari kebutuhan tertentu manusia. c. Caring yang Efektif dapat dijadikan sebagai promosi kesehatan dan pertumbuhan individu dan keluarga d. Respon caring bukan hanya pada momen tertentu sekarang tetapi juga masa depan. e. Lingkungan caring adalah sesuatu yang menawarkan perkembangan dari potensi yang ada, dan di saat yang sama membiarkan sesorang untuk memilih tindakan yang terbaik bagi dirinya saat itu. f. Caring lebih bersifat “Healthogenic” dari pada Curing. g. Praktik Caring lebih merupakan sentral dari keperawatan.

28

d. keindahan. dan kesatuan diri dalam seluruh aspek care. raga dan pikiran. Memberikan perhatian terhadap praktik . Hadir untuk menampung dan mendukung ekspresi perasaan positif dan negatif sebagai suatu hubungan dengan semangat yang dalam dari diri sendiri dan orang yang dirawat. memberikan “human care essentials” yang memunculkan penyesuaian jiwa. lingkungan yang kompleks dari energi dan kesadaran. dan dimensi eksistensial dari kehidupan dan kematian seseorang. Hadir dengan sepenuhnya. Menelaah dan menghargai misteri spritual.praktik spiritual dan transpersonal diri orang lain. dan kedamaian. e. Terlibat dalam pengalaman belajar mengajar yang sebenarnya yang mengakui keutuhan diri orang lain dan berusaha untuk memahami sudut pandang orang lain. Menciptakan lingkungan healing pada seluruh tingkatan. yang saling membantu dan saling percaya.  Clinical Caritas Process Watson memperkenalkan “clinical caritas process” (CCP). Mengembangkan dan mempertahakan suatu hubungan caring yang sebenarnya. untuk terlibat dalam penerapan caring-healing yang artistik. b. yang memiliki keholistikan. Menerapkan perilaku yang penuh kasih sayang dan kebaikan dan ketenangan dalam konteks kesadaran terhadap caring. dengan melibatkan jiwa dan keberadaan secara spiritual. Membantu terpenuhinya kebutuhan dasar. Menggunakan diri sendiri dan semua cara yang diketahui secara kreatif sebagai bagian dari proses caring. “soul care” bagi diri sendiri dan orang yang dirawat. melebihi ego dirinya. dan mewujudkan dan mempertahankan sistem kepercayaan yang dalam dan dunia kehidupan subjektif dari dirinya dan orang dirawat. yang berarti memberi 29 . baik fisik maupun nonfisik. Teori Carative Factor Original carative factors kemudian dikembangkan oleh Watson menjadi clinical caritas processes yang menawarkan pandangan yang lebih terbuka (Watson. 2004). kenyamanan. c. keholistikan. h. i. dengan kesadaran caring yang penuh. g. untuk menempatkan carative factor-nya. f. martabat. yaitu: a. yang berasal dari bahasa yunani “cherish”. j.

misalnya kontrol persepsi. dan cinta.cinta dan perhatian khusus. hadir secara jiwa dan raga. clinical caritas process adalah suatu praktik perawatan pasien dengan sepenuh hati kesadaran. seperti stres menghadapi pola Dengan menggunakan model Pender. Karena promosi kesehatan merupakan penekanan utama dalam keperawatan kesehatan masyarakat atau komunitas. sepenuh hati dan cinta. Terlibat dalam proses pengalaman belajar mengajar. 2.2. seperti harapan orang lain Faktor-faktor situasional. Dengan mengetahui pendapat dan persepsi meraka. Pender mendefinisikan promosi atau pelayanan kesehatan sebagai tindakan yang diarahkan berarti termasuk dalam tingkat kesejahteraan dan aktualisasi diri dalam individu atau keompok pada keluarga miskin dan masyarakat urban dalam menyelesaikan stressornya (Pender. seperti tinggi dan berat badan Pengaruh impersonal. Model promosi kesehatan Pender ini berusaha untuk menjelaskan perilaku proaktif. manfaat meningkatkan kesehatan dan hambatan untuk terlibat dalam mempromosikan kesehatan perilaku. 2006). dan mencoba melihat dan mengacu pada kerangka berpikir orang lain. status kesehatan. supportif dan mampu mengekspresikan perasaan negatif dan positif dari dasar-dasar nilai spiritual diri dalam hubungannya dengan pasien sebagai one-being-cared-for. Murdaugh. Merawat pasien dengan penuh kesadaran.12 Model Pelayanan Keperawatan Komunitas Menurut Nola Pender (1982) Nola Pender menggambarkan model keperawatan dengan pelayanan keperawatan intervensi langsung untuk promosi kesehatan. & Parsons. Jadi dalam model ini. yang dihadirkan sebagai kesatuan “menjadi dan berarti” (being and meaning). Lima jenis faktor modifikasi yang mempengaruhi persepsi masyarakat tentang mengejar perilaku promosi kesehatan antara lain: Faktor demografi. seperti usia dan ras     Karakteristik biologis. perawat diminta untuk berperilaku proaktif dengan memahami teori pembelajaran sosial pada masyarakat urban atau keluarga miskin. seperti ketersediaan makanan sehat Faktor perilaku. perawat dapat mempengaruhi motivasi warga dan kemampuan untuk mengubah keadaan mereka agar dapat 30 . seorang perawat kesehatan masyarakt perlu melakukan pengkajian atau wawancara terhadap masyarakat urban atau keluarga miskin atau perumahan penghasilan rendah dengan persepsi mereka tentang bagaimana meningkatkan kesehatan dan keselamatan. Jadi. Promosi kesehatan merupakan prioritas dalam praktik keperawatan kesehatan masyarakat.

Model keperawatan yang sering digunakan adalah model keperawatan menurut Dorothea Orem (1971) yang mengemukakan tentang keperawatan mandiri atau Self Care Deficit Nursing Theory. prevalensi kondisi serius lainnya mungkin mencegah perhatian yang memadai terhadap masalah kehamilan remaja. Bagi masyarakat. Karakteristik individu dan perilaku spesifik kognisi dapat menyebabkan suatu komitmen untuk meningkatkan kegiatan kesehatan. Komitmen ini meliputi intervensi untuk bertindak dan rencana spesifik dari suatu tindakan.menyelesaikan masalah yang bisa dilakukan atau warga dapat menemukan koping untuk dirinya sendiri. psikologis. Model Keperawatan yang dikemukakan oleh Betty Neuman (1972) yang lebih dikenal dengan istilah model Health Care System juga biasa digunakan. keluarga dan kelompok atau komunitas. niat klien untuk diet dapat digerogoti oleh penyakit serius dari anggota keluarga dan kebutuhan untuk makan di restoran cepat saji dengan berangsur-angsurnya dengan pendekatan model dalam mengubah perilaku dan persepsi yang dibantu oleh perawat sehingga klien dapat kembali ke gaya hidup yang lebih normal. Selain itu model keperawatan menurut Florence Nightingale yang berorientasi pada lingkungan dan Leininger yang mengacu pada keperawatan transkultural. semua yang mungkin memotivasi remaja untuk mencari perawatan sebelum melahirkan. perilaku dipengaruhi oleh karakteristik individu meliputi faktor biologis. Keempat model keperawatan tersebut dapat mengemukakan intervensi keperawatan yang sebaiknya dilakukan dalam komunitas masyarakat perkotaan khususnya kaum urban yang hidup miskin dan tidak memiliki tempat tinggal. Faktor-faktor yang sama juga dapat mempengaruhi upaya keluarga untuk mencari perawatan. terdapat beberapa yang diterapkan sebagai pedoman bagi keperawatan komunitas perkotaan bagi masyarakat urban (poor & homeless). Beberapa macam model keperawatan komunitas yang telah disebutkan. Fix sampe sini mak 31 . Model Pender berlaku untuk individu. Dalam model promosi kesehatan Pender. Faktor biologis bagi individu akan mencakup adanya masalah kesehatan lain dan mungkin ketidaknyamanan atau tanda kompilasi kehamilan. Komitmen untuk bertindak yang harus mengarah pada kinerja perilaku kesehatan dalam mempromosikan sebenarnya kecuali ada gangguan. dan sosial budaya pribadi yang relevan dengan perilaku yang terlibat. Misalnya.

1 Pengkajian Keperawatan Komunitas Pengkajian keperawatan komunitas merupakan suatu proses tindakan untuk mengenal komunitas. Terdapat tiga dimensi komunitas sebagai klien yaitu: lokasi. status perkawinan dalam komunitas? Jumlah populasi yang berubah selama 2 dekade terakhir? Diskriminasi kelompok yang ditunjukkan?apakah kelompok mempunyai keunikan dalam praktik /kebutuhan kesehatan? Apakah kelas yg berbeda menyarankan kebutuhan & pelayanan kesehatan? Bagaimana frekuensi anggota yg masuk & keluar dalam komunitas?? 3. Praktik kesehatan/ pengetahuan dipengaruhi o/ budaya. Tersedianya akses pelayanan kesehatan Kematian. Perbedaan kelas mempengaruhi pemanfaatan terhadap pelayanan kesehatan Mobilisasi mempengaruhi ketersediaan pelayanan. atau kerusakan yang disebabkan karena bencana alam. pinggiran kota atau pedesaan? Seberapa padat populasi? Komposisi umur. 1. jenis kelamin. udara. Pertanyaan Pengkajian Apakah komunitas kota. Tersedianya tempat rekreasi Iklim yg ekstrim mempengaruhi kesehatan. 2001). Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengkajian dalam berbagai dimensi komunitas. populasi dan sistem social (Allender. Tinggi rendahnya kepadatan berpengaruh kepada tersedianya pelayanan kesehatan Komposisi dari populasi menentukan tipe kebutuhan kesehatan Kecepatan pertumbuhan penduduk meningkatkan permintaan akan pelayanan kesehatan Kebutuhan akan kesehatan berubah sesuai dengan budaya.3 Asuhan Keperawatan Kesehatan Masyarakat Perkotaan 2. Tanaman beracun atau penyakit yang dibawa o/ hewan dapat mempengaruhi kesehatan komunitas.3. Tabel pengkajian dari dimensi populasi Variable Populasi Ukuran Kepadatan Komposisi Rata-rata Pertumbuhan Perbedaan budaya Kelas social Mobilitas Implikasi Kesehatan Komunitas Jumlah individu dan institusi kesehatan Peningkatan penduduk dapat meningkatkan stress. menentukan penyebaran penyakit. Lingkungan dapat mempengaruhi level kesehatan komunitas (polusi yang disebabkan oleh manusia) Pertanyaan Pengkajian Dimana lokasi komunitas?Apakah lokasi bagian dari komunitas yg luas?Apa saja komunitas kecil di dalamnya? Dimana lokasi institusi kesehatan?Apakah dekat dengan komunitas? Apakah geografis mendorong kesehatan?atau merupakan ancaman? aktifitas Berapa rata-rata temperature?Seberapa ekstrim?Apakah berdampak bagi kesehatan? Apakah tumbuhan dan hewan merupakan ancaman bagi kesehatan? Apa industri besar yang ada?Apakah air. ataupun tanah berdampak bagi manusia? 2. Tabel pengkajian dari dimensi lokasi Variable Lokasi Batasan komunitas Lokasi pelayanan kesehatan Geografi Iklim Flora & Fauna Lingkungan yg dibuat manusia Implikasi Kesehatan Komunitas Batasan menentukan terjadinya sehat sakit.2. Tabel pengkajian dimensi Sistem Sosial Variabel Sistem Sosial Implikasi Kesehatan Komunitas Pertanyaan Pengkajian 32 .

dan data umum yang da di masyarakat. Kejahatan yang sering terjadi. kegiatan yang menunjang roda perekonomian. grup. atau fasilitas untuk orang dengan kekurangan fisik. trotoar. Kolaborasi antar sistem mengidentifikasi tujuan & mengatasi masalah kesehatan. Komunikasi antar organisasi di setiap sistem. komunikasi Setiap sistem harus memenuhi fungsi dari kesehatan komunitas. taxi. Berikut komponen-komponen pengkajian dalam windshield survei (Stone. industry yang ada. home care. 2001(hlm. batas wilayah. Keamanan dan transportasi. Efendi & Makhfudli. Pengkajian ini dapat digunakan jika perawat sedang bertugas di dalam keluarga. Apakah masyarakat merasa aman? 5. serta jumlah pengangguran 4. Demografi-tipe orang seperti apa yang Anda jumpai? Data usia. Adakah klinik. 154)). Lingkungan fisik-keadaan lingkungan atau geografis. tenaga kesehatan. Pelayanan kesehatan dan sosial-masalah akut dan kronik? Unit pelayanan kesehatan baik modern atau tradisional. 4. kesejahteraan Sistem politik Sistem rekreasi. Windshield Survei Windshield survei mengumpulkan dan mengunakan data yang telah tersedia di masyarakat untuk mempelajari masalah masyarakat tersebut. 2009 (hlm. 2.bagaimana penduduk bepergian? Jenis transportasi umum dan individu yang digunakan? Apakah Anda melihat bus.364)) a. Ekonomi. sanitasi). iklim. McGuire. Apakah penduduknya homogen? 3. Apa saja fungsi dari setiap sistem utama? Apa saja subsistem utama? Seberapa baik organisasi melakukan fungsinya? Apakah terdapat konflik antar sistem? Apakah ada kesepakatan mengenai tujuan komunitas? Apakah ada sistem yang dominan dibandingkan yg lain? - Tipe Pengkajian Komunitas Jenis pengkajian kebutuhan masyarakat (Allender & Speadley. tempat pelayanan sosial. Catat perbedaan dan cirri-ciri tiap suku atau etnis. Kesepakatan mengenai sarana untuk mencapai tujuan komunitas. Jenis pelayanan perlindungan yang tersedia (contoh. serta kesehatan jiwa komunitas 3. jenis kelamin. Inti komunitas Observasi 1. peta wilayah.2002 ( hlm 471). legal. pelayanan kesehatan. sosial dan pemerintah. Eigsti.Sistem kesehatan Sistem keluarga Sistem ekonomi Sistem pendidikan Sistem agama. keadaan ekonomi. pemadam kebakaran. Nilai dan keyakinan-Apakah disana terdapat rumah ibadah? Apakah tempat itu terlihat homogen? Subsistem 1. Dalam pengkajian ini perawat dapat menemukan data-data yang berada di masyarakat diantaranya. organisasi. rumah sakit. Kelompok etnis-identifikasi berbagai suku atau etnis yang Anda jumpai.apakah ada tanda dari aktivitas politik Data 33 . polisi. keluarga.status ekonomi masyarakat. atau populasi. Sejarah-Apa yang Anda dapat dari pengamatan sementara diwilayah tersebut? Tanyakan sejarah wilayah tersebut kepada tokoh masyarakat 2. dan kondisi perumahan. jalur sepeda. pusat emergensi. Pemerintah dan politik.

perbedaan budaya. keadaan geografis. selanjutnya informasi yang telah didapat dapat di sharing bersama. rata-rata pertumbuhan atau kematian. Dengan cara ini akan didapatkan gambaran pengkajian yang komprehensif. Apakah di institusi pendidikan terdapat unit kesehatan siswa (UKS) Rekreasi. kepadatan. tumbuhan. Variabel populasi antaralain jumlah. dan elektronik yang biasa dipakai Pendidikan-identifikasi fasilitas dan program kerja institusi pendidikan.identifikasi jenis komunikas. (contoh poster. terdiri dari sepuluh variabel diantaranya sistem kesehatan. keluarga. 3. iklim. dan populasi. pertemuan) partai apa yang mendominasi? Apa hak komunitas dalam pemerintahan? Komunikasi. Dimensi yang ketiga yaitu populasi. dan komunikasi. politik. Dimensi yang kedua /subsistem yaitu sosial sistem. rekreasi. 4. 8.dimana tempat bermain anak? Fasilitas apa yang tersedia?siapa saja yang berperan serta Persepsi Penduduk-bagaimana pendapat tentang komunitasnya? Identifikasi kekuatan. Pengkajian subsistem akan lebih baik jika dilakukan dalam tim. kesejahteraan. Pengkajian Subsistem Komunitas (Community Subsistem Assessment) Pada pengkajian subsistem komunitas. pendidikan. Pengkajian berorientasi masalah digunakan jika dengan Windshield Survei tidak cukup untuk menegakkan diagnosa sedangkan jika menggunakan pengkajian komprehensif membutuhkan dana yang terlalu mahal. komposisi populasi. ekonomi. 1. Perasaan/ masalah aktual atau potensial. perawat komunitas berfokus pada satu dimensi kehidupan komunitas. dan mobilitas. legal. sosial sistem. Selanjutnya melakukan survei dengan menyusun data-data demografis terutama populasi (termasuk variabel-variabel populasi). 7. religious. Setiap anggota dalam tim mengkaji beberapa variabel di tiap dimensi. pemahaman tentang variabel populasi akan mempermudah perawat komunitas dalam melakukan pengkajian. Pengkajian Komprehensif (Comprehensive Assessment) Pengkajian komprehensif berusaha menemukan seluruh data kesehatan yang relevan. Pengkajian dimulai dengan mereview semua data yang ada di komunitas.6. Komunitas memiliki tiga dimensi yaitu lingkungan. 5. dan tempat tinggal. Kesehatan komunitas dipengaruhi oleh keadaan lingkungan seperti pelayanan kesehatan. Berorientasi Masalah (Problem-Oriented Assessment) Jenis pengkajian kebutuhan masyarakat yang kedua berfokus pada satu masalah yang akan di kaji lebih lanjut di komunitas. status sosial. hewan. Untuk mendapatkan data yang lebih detail dengan melakukan 34 . Persepsi Anda-pernyataan umum mengenai kesehatan komunitas. media cetak. 2.

teknik komunikasi yang efektif. Metode survei dikembangkan dalam tiga tahap pengkajian(Allender & Speadley. Survei Survei merupakan suatu metode pengkajian dengan beberapa pertanyaan dalam yang akan digunakan untuk menganalisa area atau group rangka mengumpulkan data tertentu. Tahap perencanaan       Menentukan apa dan kenapa informasi tersebut Menentukan data yang tepat untuk dikumpulkan Memilih populasi yanga akan di survei Memilih metode /instrument survei yang akan digunakan (contoh. Perbedaan metode yang digunakan bukan menjadi suatu masalah asalkan tujuan pengumpulan datanya dapat terpenuhi. Pengumpulan data dalam area komunitas dapat melatih sikap professional perawat dalam membuat keputusan. sehingga pengkajian ini jarang digunakan. 1. dan pengalaman individu 2. bagaimana keputusan itu dibuat. Pengkajian asset komunitas (community assets assessment) Pengkajian yang terakhir ini berfokus pada kekuatan dan kemampuan komunitas dari pada masalahnya sendiri ((Ammerman & Parks. wawancara. 6. Pendataan keahlian. Pendataan asosiasi dan organisasi kota lokal 3. Pengkajian ini banyak menghabiskan waktu dan biaya. dan bagaimana perubahan dapat terjadi ((within & Altschuld. dan kemampuan menginvestigasi dengan baik. Pengkajian komprehensif tidak hanya menjelaskan sistem dari komunitas tetapi juga bagaimana kekuatan atau kelebihan dapat tersebar. talenta. Pada pengkajian ini perawat berperan sebagai partner dalam intervensi keperawatan komunitas. 2001). musyawarah a. Berikut metode pengkajian komunitas yang dapat digunakan antara lain.interview secara langsung dengan masyarakat. 2001). studi epidemiologi deskriptif. atau panggilan telepon) Menentukan jumlah sampel 2. ketertarikan.1998) Allender & Speadley. Tahap pengumpulan data Identifikasi data kolektif 35 . 1995) Allender & Speadley. kuesioner. 2001). Tiga level pendataan penngkajian asset komunitas 1. Pendataan institusi local Metode Pengkajian Komunitas Pengkajian komunitas dapat dilakukan dengan berbagai macam metode. survei.

Sumber Negara 36 . dll. Dengan mengunakan internet perawat dapat mengakses data internasional terkait dengan informasi imigran dan pengungsi local. Sumber Internasional Data internasional bersumber dari beberapa lembaga salah satunya the World Healthh Organization (WHO). 2009). Tahap analisis dan penyajian data Sajikan data dalam bentuk tabel dan analisi. dan tekstular. grafika. Sumber data yang diperoleh dari sumber utama lebih akurat dan komperhensive. a. pemuka masyarakat. melalui wawancara. Anggota yang ada dalam grup berasal dari variable demografik yang sama.    Menolak dan menerima penngurus 3. berasal dari seseorang yang mengetahui komunitas dengan baik dan mencatat apa yang meraka lakukan. b. Sumber Data Komunitas Primer Diperoleh secara langsung. c. Pengkajian dengan metode ini sangat baik dilakukan karena perawat dapat mengetahui kapan dan dimana penyebaran penyakit itu berada. Musyawarah Musyawarah merupakan pertemuan seluruh warga desa untuk membahas dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan hasil survei (Efeny & Makhfudli. Dengan adanya musyawarah masyarakat. d. c. Keuntungan metode ini adalah efisien dan murah. Sekunder. Studi Epidemiologi Deskriptif Pengakajian studi epidemiologi merupakan pengkajian terhadap frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok (Allender & Speadley. 2001). Merupakan grup kecil (5-15 orang). Dan dapat menentukan intervensi apa yang akan dilakukan kepada sekelompok masyarakat tersebut. b. Menentukan hubungan dan analisis data Menyajikan laopran dalam bentuk tabular. Sumber Nasional Data nasional bersumber dari lembaga pemerintahan yang melakukan survei kesehatan terkait dengan pelayanan kesehatan komunitas. Focus Group Di desain untuk memperoleh opini masyarakat. dan petugas kesehatn dapat dipertemukan untuk membahas penyelesaian dari masalah yang didapat dari hasil survei.

Data yang telah divalidasi oleh beberapa prosedur kemudian disimpan. d. Sumber Lokal Analisis data Untuk menjadikan keperawatan langsung yang bernilai. Data-data yang diberikan lebih akurat. perawat kesehatan komunitas harus memprioritaskan hipotesis yang sesuai dengan isyarak diagnostik yang ada. graphic dan table untuk mendukung suatusintesa data.Data ini bersumber dari departemen kesehatan pemerintah. Contohnya. Data ini mennyarankan hipotesis dari kekerasan pada anak untuk menjelaskan lengan patah saat ini. Validasi Aspek terakhir dari analisis data adalah kesimpulan validasi atau hipotesa diagnostik. Klasifikasi Data pertama kali harus di klasifikasi dan dipisahkan ke kelompok spesifik. beberapa data dapat merefleksikan dimensi biofisik. Perawat mengevaluasi hipotesis apakah cocok dengan keadaan klien. data kemudian harus di intepretasikan. diaman data lain berhubungand negan dimensi sosial. Interpretasi Ketikda data sudah diklasifikasi. Data yang diberikan berupa data statistic kehidupan dan angka kematian. perawat kesehatan komunitas mungkin mencatat bahwa sebagian anak memiliki lebih banyak injuri daripada anak normal pada usia itu. dan validasi. Intepretasi data meliputi perbandingan spesifik data klien dengan norma yang diketahui dan standar atau syarat diagnostik. Kemudian dapat dipaparkan berupa visualisasi berupa chart. 2. 3. Intepretasi juga mengandung sekelompok petunjuk ke pola yang dapat diketahui dan tren pada data dan membuat kesimpulan berdasarkan data. Hubungan setiap langkah proses diagnostik Pengumpulan data Analisis data Pengembangan diagnostic hipotesis Evaluasi hipotesis Pernyataan diagnosis 37 . Proses validasi ini dapat disebut sebagai evaluasi hipotesa. interpretasi. pengkajian data harus diproses dan dialysis. Kesimpulan ini yang bisa disebut sebagai diagnostik hipotesa. Gambar 1. Analisis ini meliputi klasifikasi. Karena data dapat menghasilkan beberapa diagnostik hipotesa. Contohnya. Hipotesis diagnostik merupakan kemungkinana penjelasan dari kondisi klien dan dihasilkan pada dasar dari pola data dan tren. 1. Sebagai contoh data mungkin mengandung sejarah injuri yang bisa ditanyakan pda anak dengan pengalaman masalah ekonomi dan tidak adekuatnya dukungan emosi dan sosial. Kemudian hipotesis diuji dengan mengumpulkan data tambahan baik pendukung maupun penghambat diagnsotik.

pematauan terhadap 38 . dan lainnya 3. perumahan. udara. tanah.3.mengindikasikan perlunya intervensi untuk secara aktif mempromosikan kesehatan. harga obat. Fisik meliputi : ketersediaan air. 2) makanan yang tinggi kolesterol dan rendah serat. Contoh pelayanan yang ada ialah : Rumah Sakit. ini termasuk tanggapan positif klien di mana tidak ada perubahans diperlukan dan intervensi keperawatan yang terdiri dari penguatan dari keadaan saat ini. jalanan. Temperature. Kementrian kesehatan. 3) Merokok yang umum bagi masyrakat kota. hewan dan manusia. Diagnosa mungkin lebih baik disebut sebagai helath-promotive nursing diagnoses. kimia. Diagnosa actual dan risikomerupakan focus diagnose maslah keperawatan. gedung. Tipe lain dari diagnosis kesehatan diidentifikasi oleh perawat kesehatan masyarakat adalah positive nursing diagnoses. Lingkungan Lingkungan dibagi 2 berdasatkan bentuknya. High-risk nursing diagnose Mencerminkan adanya potensi untuk berkembangnya masalah kesehatan karena adanya faktor risiko yang teridentifikasi 3.2 Diagnosis Keperawatan kesehatan komunitas Terdapat beberapa masalah yang sering muncul pada masyarakat pekotaan ialah : 1. 4) sex bebas dan lainnya 2. Actual Nursing diagnoses Menjelaskan masalah kesehatan yang ada dialami oleh klien 2. Panduan untuk menyatakan diagnose keperawatan dibagi menjadi 4 tipe konsep (carpenito. tanaman.Tidak dikonfirmasi 2. Pelayanan kesehatan Tersedianya Pelayanan kesehatan merupakan hal yang menjadi suatu kewajiban untuk tersedianya di kota. 1995): 1. Masalah kebiasaan Masalah kebiasaan yang sering muncul ialah seperti : 1) Kurangnya oleh raga. 4. Lingkunga biologik meliputi : agen. Syndrome Syndrom merupakan sekelompok terkait diagnosa actual dan risiko tinggi. Ialah fisik dan biologic. Wellness nursing diagnose Mencerminkan keadaan klien yang dapat ditingkatkan ke tingkat yang lebih tinggi.

39 . b)pelayanan antepartum yang tidak dapat diakses. Data klinik yang menyatakan kurangnya tenaga. serta identifikasi tanda dan gejala yang menjadi karakteristik masalah. yang tidak bisa diakses oleh komunitas yang bekerja.keadaan promotif dan diagnosa positif mungkin dianggap diagnosa kesehatan. tapi diagnosis disarankan oleh data yang ada saat ini yang cukup untuk konfirmasi. Tidak ada bus yang melewati depan klinik. Diagnosa keperawatan juga bisa disebut sebagai diagnosa kemungkinan. Sebuah diagnosa yang mungkin bukan merupakan kategori diagnosis. Jam kerja mulai pukul 08. menjelaskan faktor etiologi.3 tiap 1000 kelahiran hidup. Pada sistem ini mereka menggunakan logika berpikir atau penarikan kesimpulan untuk menggambarkan masalah. c) kurangnya tenaga kesehatan terlatih yang ditunjukan dengan: Angka mortalitas bayi sebesar 17. senin sampai jumat. Contoh diagnose keperawatan kesehatan komunitas: Tingginya angka mortalitas bayi berhubungan dengan a) ketidakmampuan sumber di departemen kesehatan setempat dalam memenuhi kebutuhan antepartum.00-17:00. Skema kategorisasi diagnose keperawatan Nursing diagnosis Problem focused nursing diagnosis Wellness nursing diagnose Syndromes Actual nursing diagnose Positive diagnoses nursing Health-promotive nursing diagnoses High-risk diagnose Anderson dan Mc Farlane (1996) menggunakan teori Neuman dari komunitas dan menggunakan diagnosis keperawatan berdasarkan sistem penggabungan penarikan nursing kesimpulan. Tanda dan gejala dari diagnosis keperawatan kesehatan komunitas adalah pernyataan kesimpulan yang menjelaskan durasi atau besarnya masalah durasi atau besarnya masalah. Gambar 2.

pendidik. data yang mendukung 3000 masyarakat miskin tidak mendapatkan layanan kesehatan: 90% (2700 orang) dari populasi ini berobat ke unit gawat darurat untuk kasus yang bukan gawat darurat dan 90% populasi miskin tidak dapat mendiskusikan perilaku pencegahan yang bisa dilakukan. fisiologis. W. F. tempat bertanya/fasilitator. fokus utama model ini adalah perawatan komunitas yang mempunyai tiga rencana yaitu klasifikasi masalah. mendesign program program pendidikan. 2009): a. koordinator pelayanan kesehatan.A. Masing-masing model tersebut membantu mempromosikan pelayanan kesehatan yang efektif . Menggunakan Model Model digunakan dalam mengidentifikasi karakteristik target populasi untuk intervensi. pengorganisir pelayanan kesehatan. menetapkan intervensi keperawatan dan hasilnya. 2001) Omaha System. b. role model. Salah satu dari diagnosis menurut Helvie ini adalah sebagai berikut: Defisit energy komunitas berhubungan dnegan ketidakmampuan dan ketidaksesuaian layanan kesehatan bagi masyarakat miskuin yang ditunjukan dengan a) kurangnya fasilitas layanan kesehatan.3 Perencanaan Langkah-langkah dalam perencanaan yang perlu diperhatikan (Effendy. psikososial. pengelola/manager. Proses keperawatan hamper sama dengan proses perencanaan kesehatan (The health planning process).- Tidak ada perawat atau bidan yang berlisensi di komunitas Sedangkan Carl O. pembaharu.3. pengamat kesehatan. J. intervensi. Peranan yang dapat dilakukan oleh perawat dalam menangani masalah kesehatan masyarakat perkotaan yaitu pelaksanan pelayanan keperawatan. fasilitator. (Allender.. & Makhfudli. b) kurangnya pengetahuan terhadap pencegahan. . The Health Planning Process Hal ini banyak digunakan oleh pendidik kesehatan (health educator) ketika membuat . dan nilai skala masalah untuk hasil. Omaha system ini menggambarkan situasi yang ditemukan di klien komunitas. Model ini melibatkan 40 klien bermasalah yang diagi dalam 4 domain: lingkungan. & Spradley. Helvie (1998) berfokus pada konsep energy atau memasukan teori energy di dalam diagnosis keperawatan kesehatan komunitas. B. dan perilaku sehat dengan tanda dan gejalanya. Menentukan prioritas 40 . menjelaskan sasaran program.

Dokumentasi ini sebagai bukti legal keperawatan dan juga sangat penting ketika perawat mengevaluasi asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan. rencana mendefinisikan suatu aktivitas yang diperlukan untuk membatasi faktor-faktor pendukung terhadap suatu permasalahan. e. saat dan setelah kegiatan dilakukan. (2) Aggregate needs. Dokumentasi Rencana tindakan keperawatan ditulis dalam suatu bentuk yang bervariasi guna mempromosikan perawatan yang meliputi perawatan individu. Salah satu system yang biasa digunakan adalah hierarki komunitas. B. 2001).. & Spradley. klien (siapa saja yang ada/hadir dan jumlanhnya). dan evaluasi. Beberapa hal yang harus diperhatian dalam dokumentasi (Allender. dapat diukur. W.A. Kriteria hasil harus menunjukkan “apa yang akan dilakukan komunitas serta kapan dan sejauh mana tindakan akan bisa dilakukan”. dan ada batas waktu. perawat dapat mengidentifikasi respon komunitas yang aktual atau potensial yang memerlukan suatu tindakan. Kebutuhan Maslow : Aktualisasi diri Kebutuhan Komunitas : Aktualisas komunitas Harga Diri Kasih sayang dan rasa memiliki Kebanggaan komunitas Pendidikan partisipasi Keamanan perlindungan aman Fisiologi Aktivitas yang mendukung kehidupan c. Menentukan kriteria hasil Penentuan kriteria hasil (outcomes) harus ditujukan untuk komunitas. kegiatan apa saja yang telah dilakukan. Kriteria hasil harus spesifik. Rencana tindakan dilaksanakan berdasarkan komponen penyebab dari diagnosis keperawatan. rasional. J. hingga respon klien sebelum.Melalui pengkajian. Menentukan Rencana Tindakan Rencana tindakan adalah desain spesifik intervensi untuk membantu komunitas dalam mencapai kriteria hasil. merupakan pernyataan yang 41 . merupakan area yang yang berhubungan dengan kesehatan klien yang dapat diidentifikasi untuk intervensi. d. oleh sebab itu. (3)objectives. keluarga. Dokumentasikan hal-hal yang telah dilakukan mulai dari waktu. (1) database (informasi subjektif dan objektif). perawat dan tenaga kesehatan yang hadir. dapat dicapai. perawatan yang berkesinambungan . dan komunitas . komunikasi .

tujuan terdiri dari tujuan umum dan khusus. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah: - Menetapkan tujuan dan sasaran pelayanan. Diagnosa tersebut harus disusun berdasarkan masalah yang prioritas. 42 .4 Implementasi Ruang lingkup praktik keperawatan masyarakat meliputi: upaya-upaya peningkatan kesehatan (promotif).: (4) planned actions merupakan aktivitas yang spesifik atau metode untuk pemenuhan sesuatu yang objektif atau hasil yang diharapkan. .menggambarkan tingkah laku dimana perawat dan klien mengharap hal ini dapat terpenuhi/pernyataan spesifik tentang hasil yang diinginkan dalam tingkah laku yang dapat diukur. perawat akan menentukan masalahmasalah keperawatan (diagnosa keperawatan) yang terjadi dalam masyarakat perkotaan. keluarga. Setiap kegiatan yang akan dilakukan harus memiliki dasar pemikiran yang kuat (rasional). 2001). pencegahan (preventif). Pada tahap sebelumnya dalam proses keperawatan perawat akan melakukan serangkaian pengkajian (mulai dari pengumpulan data serta analisa data yang didapatkan) dan kemudian dari hasil analisa data. menilai keefektivitasan pencapaian apakah hasil yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan dan keinginan atau tidak. rehabilitatif dan resosialitatif. Tujuan ini harus lebih dispesifikasikan lagi kedalam tujuan khusus agar nantinya perawat dapat menentukan indikator/kriteria keberhasilan yang lebih spesifik juga. Tujuan umum meliputi hal-hal general berkaitan dengan masalah keperawatan masyarakat perkotaan yang ingin dicapai perawat melalui asuhan keperawatan yang sedang dibuat.3. asuhan keperawatan untuk masyarakat perkotaan berfokus pada pencegahan penyakit pada sebuah populasi (preventif) dan kontrol lingkungan (promotif) (Nies. - Menetapkan rencana kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan dan keperawatan. Sehingga dapat dikatakan dalam memberikan asuhan keperawatan masyarakat perkotaan (komunitas) kegiatan yang ditekankan adalah upaya preventif dan promotif tapi juga tidak mengabaikan upaya kuratif. aktual dan resiko. (5) Outcome measurement. pemeliharaan kesehatan dan pengobatan (kuratif). Penetapan rencana kegiatan yang akan dibuat mengacu pada diagnosa keperawatan yang telah ditetapkan. Berbeda dengan asuhan keperawatan individu ataupun keluarga. kelompok dan masyarakat ke lingkungan sosial dan masyarakatnya (resosialisasi). pemulihan kesehatan (rehabilitatif) dan mengembalikan serta memfungsikan kembali baik individu.

Ugem Perawat kesehatan masyarakat harus yakin dan percaya atas kemampuannya dan bertindak dengan sikap optimis bahwa asuhan keperawatan yang diberikan akan tercapai. Dalam melaksanakan implementasi yang menjadi fokus adalah : program kesehatan komunitas dengan strategi : komuniti organisasi dan partnership in community (model for nursing partnership) (Mubarak. Implementasi meliputi persiapan dan tindakan. b. individu. maka perawat harus metapkan pula hal-hal yang menjadi tolak ukur (kriteria/indikator) keberhasilan. Prinsip yang umum digunakan dalam pelaksanaan atau implementasi pada keperawatan komunitas adalah : a. salah satu tujuan dalam askep ialah masyarakat memahami cara pencegahan DBD. Rasional Perawat kesehatan masyarakat dalam melakukan asuhan keperawatan harus menggunakan pengetahuan secara rasional demi tercapainya rencana program yang telah disusun (Mubarak. bagaimana. tenaga professional dan klien harus mempunyai ide yang jelas tentang apa. 43 . Misalnya. siapa. d. 2005). tim kesehatan lain. kapan. Untuk mengetahui apakah tujuan dari setiap kegiatan yang telah direncanakan tercapai atau tidak.- Menetapkan kriteria keberhasilan dari rencana tindakan yang akan dilakukan. Integrated Perawat kesehatan masyarakat harus mampu bekerjasama dengan sesama profesi. 2005). Mampu dan mandiri Perawat kesehatan masyarakat diharapkan mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam melaksanakan asuhan keperawatan serta kompeten (Mubarak. - Menetapkan kegiatan alternatif jika kegiatan yang akan dilakukan memiliki potensi sulit dilakukan untuk masyarakat. e. Dalam persiapannya. c. Inovative Perawat kesehatan masyarakat harus mempunyai wawasan luas dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi (IPTEK) dan berdasar pada iman dan taqwa (IMTAQ) (Mubarak. maka indikator keberhasilannya ialah masyarakat (perwakilan/sampel) mampu menyebutkan semua cara yang sebelumnya telah dijelaskan oleh perawat (3M plus). kelompok dan masyarakat berdasarkan azas kemitraan (Mubarak. Setiap asuhan yang diberikan oleh perawat tentunya memiliki tujuan tertentu. 2005). 2005). keluarga. 2005).

Interaksi ini dapat membina hubungan saling percaya antara perawat dan klien. perawat komunitas perlu mengidentifikasi dengan tepat apa yang dibutuhkan serta harus dilaksanakan dan mana yang menjadi prioritas untuk pencapaian hasil. Rencana dimodifikasi dan kemudian dilaksanakan oleh professional atau klien. mendokumentasikan perkembangan fase implementasi dengan proses evaluasi yang merupakan pencapaian tindakan yang terus menerus dari tindakan perencanaan. e. Contohnya . Sedangkan dalam tindakannya. dan peralatan. Kemudian perawat mencocokkan keduanyauntuk memenuhi tugas delegasi yang tepat. intervensi yang dipilih diidentifikasi selama evaluasi pendekatan alternative untuk menyelesaikan masalah.. Untuk meraih delegasi yang efektif. Mengidentifikasi kebutuhan pengetahuan dan kemampuan.J.. pemahamannya. J. Perawat menggunakan teori yang tepat b. Idealnya. Menyediakan lingkungan untuk implementasi. c. 1999): a. d. contohnya menyediakan kenyamanan dan kemanan klien selama implementasi. ada beberapa tindakan yang perlu diambil dalam implementasi.A. Mengakui rintangan dalam implementasi. c.dimana dan bagaimana rencana (asuhan keperawatan) akan dilaksanakan. termasuk waktu. b. pengetahuan tentang tindakan kontrasepsi dan perkembanagan remaja dibutuhkan untuk mengimplementasikan rencana untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi yang marak digunakan pada aktivitas seksual remaja. tetapi point ini berfungsi untuk melihat kembali beberapa batasan (hambatan) yang mungkin timbul selama perencanaan. Tugas dalam implementasi (Clark. & Spradley. diantaranya (Allender. personnel. M. W. 44 . menginterpretasikan rencana kepada klien. serta sikap dan degan hati hati. Perawat dan tim monitor. Modifikasi membutuhkan observasi yang konstan dan simpangan selama implementasi karena tindakan ini menentukan kesuksesan rencana. B. d. e. Menunjukkan tanggungjawab dalam implementasi Tanggungjawab perencaan perawatan dipegang oleh perawat komunitas. Perawat membantu memfasilitasi lingkungan yang kondusif untuk melaksanakan rencana seperti ruangan yang tenang yang digunakan untuk sesi belajar (teaching). Delegation. 2001) : a. Perawat dengan tim kesehatan lain menyiapkan klien untuk pelayanan dengan mengkaji pengetahuan klien.

5 Evaluasi Evaluasi merupakan komponen penting dalam proses keperawatan untuk menilai apakah askep yang telah dilaksanakan berhasil atau tidak. atau tersier tergantung kebutuhan klien.3. b. Keberhasilan proses dapat dilihat dengan membandingkan antara proses dengan pedoman atau rencana proses tersebut. Melaksanakan aktivitas/tindakan yang direncanakan. Penilaian yang dilakukan berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai. Menggunakan Pendekatan Multipel 45 . Sejalan dengan landasan teoretis dalam menjalin kemitraan dengan komunitas. Evaluasi yang dilakukan termasuk dari pendapat/respon peserta (klien) dan juga analisis dari perawat (Nies. Dari situlah perawat dapat menilai apakah kegiatan yg dilakukan optimal atau tidak jika nantinya diberikan kembali ke dalam masyarakat.f. 2. Tindakan yang direncanakan dilaksanakan oleh seseorang yang diberi tanggungjawab.Hal-hal yang perlu dievaluasi adalah masukan (input). Evaluasi dilakukan atas respon komunitas terhadap program kesehatan dalam upaya mengukur kemajuan terhadap tujuan obyektif program. 2005). program evaluasi yang kita jalankan didasarkan pada beberapa prinsip ((Lundy. Evaluasi memuat keberhasilan proses dan keberhasilan tindakan keperawatan. 2001). Data evaluasi merupakan hal penting untuk memperbaiki database dan diagnosis keperawatan komunitas yang dihasilkan dari analisis pengkajian data komunitas. Evaluasi membantu pencapaiain ini dengan cara menyediakan proses yang sistematik dan berkelanjutan dalam mengakaji program dampaknya serta hasil akhir program tersebut. Pada intinya tujuan dari tahap ini adalah sebagai bahan acuan utnuk tindak lanjut asuhan keperawatan yang akan dilakukan berikutnya. Memperkuat Program Tujuan perawatan adalah promosi kesehatan dan peningkatan kepercayaan diri komunitas. Sedangkan keberhasilan tindakan dapat dilihat dengan membandingkan antara tingkat kemandirian masyarakat dalam perilaku kehidupan sehari-hari dan tingkat kemajuan kesehatan masyarakat komunitas dengan tujuan yang telah ditetapkan atau dirumuskan sebelumnya (Mubarak. Tindakan ini dapat terjadi pada level pencegahan primer. 2009) yaitu: a. sesuai dengan perencanaan yang telah disusun semula. Dari evaluasi yang dilakukan perawat akan menemukan kelebihan dan kekurangan dari kegiatan yang telah dilakukan. pelaksanaan (proses) dan hasil akhir (output). sekunder.

perencanaan. e. Memungkinkan Fleksibilitas Pendekatan evaluasi harus fleksibel dan bersifat prestiktif. akan sulit untuk mendokumentasikan munculnya perubahan yang sering kali meningkat secara tajam dan komplek. c. dan implementasi. 2009) adalah: a. tetapi metode yang dipilih harus señalan anegan tujuan program. Relevansi atau hubungan antara kenyataan yang ada dengan pelaksanaan b.Selain pendekatan multidisiplin. Efisiensi biaya d. jika tidak. Komponen penting dalam fokus evaluasi (Lundy. Efektifitas kerja e. Menciptakan proses partisipasi Apabila anggota komunitas merupakan bagian dari pengkajian. yang berakar pada comunitas nyata dan berdasarkan pengkajian comunitas. f. Tidak ada satu pendekatan yang lebih unggul. analisis. pengetahuan. dan perilaku individu yang terlibat didalamnya. Dampak : apakah status kesehatan meningkat/menurun. merekapun harus menjadi mitra dalam evaluasi. metode evaluasi mungkin banyak dan bermacammacam. dalam jangka waktu berapa? Perubahan ini dapat diamati seperti gambar dibawah ini: Gambar 2. d. Hal ini serupa dengan kontek profesional maupun nonprofesional. Perkembangan atau kemajuan proses c. Merancang Evaluasi untuk Memenuhi Isu Nyata Program berbasis dan berfokus-komunitas. selain mengukur hasil akhir. harus meningkatkan ketrampilan. harus memiliki rancangan evalausi untuk mengukur kriteria mengenai pentingnya program tersebut bagi komunitas.1 Perubahan dampak kesehatan Keterangan: : peran masyarakat : peran perawat 46 . Membangun Kapasitas Proses evaluasi.

dan membandingkan data yang terkumpul dengan tujuan dan pencapaian tujuan.A. J. mengambil keputusan tindakan kesehatan. 2001). (Allender. afektif. W. standar yang spesifik dan kriteria yang digunakan untuk menilai/menghakimi. B. Contohnya. 47 . dan kemampuan untuk menilai/menghakimi (judgment skills). Proses evaluasi terdiri atas dua tahap yaitu mengukur pencapaian tujuan klien baik kognitif. Evaluasi memerlukan maksud/tujuan. diantaranya data yang tidak adekuat. Tujuan dari evaluasi dalam keperawatan adalah untuk menentukan apakah tindakan perencanaan sesuai dengan yang klien butuhkan. B. dan perubahan fungsi tubuh serta gejalanya .. Hasil evaluasi merupakan pengkajian dari intervensi keperawatan. perempuan penderita diabetes mempunyai masalah kegemukan.Evaluasi ada 2 konsep dasar : hasil evaluasi dan proses evaluasi. Evaluasi memerlukan judgment skills dimana perawat dapat membandingkan hasil yang nyata dengan hasil yang diharapkan dan mencari ketidaksesuainnya.. & Spradley. sedangkan proses evaluasi merupakan pemeriksaan kualitas dari tindakan yang telah diambil dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil. merawat anggota keluarga. & Spradley. Ketika tingkah laku (behavior) klien cocok dengan tingkah laku yang diinginkan. J. menciptakan lingkungan yang dapat mendukung upaya peningkatan kesehatan keluarga serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia. evaluasi digunakan untuk menentukan keefektifan program kelompok promosi kesehatan yang berhubungan dengan orangtua. psikomotor. Misalnya. Contohnya . rencana yang tidak realistis. Kesimpulan yang bisa diambil yaitu tujuan akhir perawatan komunitas adalah kemandirian keluarga yang terkait dengan lima tugas kesehatan. dengan mengidentifikasi criteria spesifik seperti pembatasan kalori per harinya dan program latihan. (Allender. sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pemecahan masalah keperawatan melalui proses asuhan keperawatan komunitas.A. 2001). perempuan tadi direncanakan untk mendapatkan sasarannya (goal). maka sasarn tercapai. yaitu sasaran (the goal). Kriteria merupakan langkah yang diperlukan untuk mencapai pencapaian besar. Maka perawat komunitas dapat membantunya dengan mnyertakan klien tersebut dalam program penurunan berat badan. W. yaitu: mengenal masalah kesehatan. Mereka mengevaluasi goal mereka dengan menentukan/menilai apakah mereka mendapatkan kriteria tersebut atau tidak. perawat dapat menguji beberapa kemungkinan kegagalannya. atau implementasi yang tidak efektif. Jika sasaran tidak tercapai. diagnosis yang salah.

Remaja. Ketahanan hidup dan keberhasilan tumbuh kembang bayi bergantung pada nutrisi yang baik selama tahun pertama kehidupan. hidup. dengan berat lahir biasanya dua kali lipat dalam 6 bulan pertama dan menjadi tiga kali lipat pada akhir tahun pertama. baik di tingkat individu maupun keseluruhan populasi. Karakteristik demografi (usia. Terdapat kesenjangan yang lebar antara orang-orang dari status sosial ekonomi yang berbeda. Dewasa. Nutrisi atau pemilihan makanan untuk bayi dipengaruhi oleh faktor sosial-ekonomi.. tiap tahapan rentang umur memiliki kebutuhan kesehatan dan keamanan khusus. Kelompok populasi tertentu memerlukan pertimbangan khusus karena mereka memiliki masalah kesehatan atau kebutuhan tertentu dalam lingkungan perkotaan. Lansia. berbagai bentuk pengucilan dan marjinalisasi. budaya. Sebenarnya urbanisasi yang terencana akan membawa dampak yang positif terhadap pembangunan ekonomi. 2008). sebagian besar urbanisasi terjadi secara cepat dan tidak terencana. yang dialami oleh populasi yang kurang beruntung secara sosial (CDC. kerja dan usia. 2010). ras. dan masalah lingkungan yang serius. merupakan produk sosial (dan karena itu dapat dimodifikasi) (WHO dan UN-HABITAT. dan etnik. Anak Sekolah. Balita. Mereka yang hidup di kota cenderung memiliki akses yang lebih besar pada pelayanan sosial dan kesehatan. tingkat melek huruf lebih tinggi dan harapan hidup yang lebih lama.4.4 Masalah Kesehatan yang Lazim Terjadi di Daerah Perkotaan terkait dengan Urban Health Disparity 2. sosial dan kesehatan. ASI. Kepadatan jumlah populasi di perkotaan yang tidak terkontrol akan memunculkan adanya kesenjangan. serta Agregat Pekerja di daerah Perkotaan Semakin banyaknya penduduk yang tinggal di perkotaan menunjukkan semakin cepatnya arus urbanisasi. Urban health disparity didefinisikan sebagai perbedaan dalam mendapatkan kesempatan atau peluang untuk mencapai level kesehatan yang optimal.1 Kebutuhan Kesehatan Khusus pada Bayi. Sementara health inequities didefinisikan sebagai kesenjangan kesehatan yang sistematis. 1) Bayi/ Infant Karakteristik pertumbuhan fisik bayi di tahun pertama kehidupan ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. Perbedaan status ekonomi diantara masyarakat perkotaan 48 . Namun. Urbanisasi menjadi lebih cepat seiring dengan globalisasi industri dan teknologi ke seluruh dunia. dan sistem kesehatan yang dapat mereka akses. jenis kelamin dan status sosio ekonomi penduduk kota) mempengaruhi kesehatan. Health inequities adalah hasil dari keadaan dimana orang tumbuh. Dalam masyarakat perkotaan. yang dibentuk oleh kekuatan politik. sosial dan ekonomi.

Selain itu.. dan lebih memillih pemberian susu formula. kecacatan. Hal ini menyebabkan bayi yang menderita reaksi infeksi dan alergi. 1999). Contoh kondisi kelainan kongenital antara lain adalah hidrocephalus. intestinal atresia. dan menjadi masalah tertentu di daerah perkotaan karena kepadatan. ASI yang diberikan kepada bayi kurang mengandung nutrien karena si ibu tidak mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisinya untuk kebutuhan tumbuh kembang si bayi. Selain itu tingginya angka kematian bayi juga didukung sebagai akibat langsung dari kontaminasi air dan sanitasi yang buruk. malnutrisi. Kondisi-kondisi seperti bayi dengan berat lahir rendah. para ibu banyak yang bekerja sehingga ada kemungkinan mereka memutuskan untuk tidak menyusui bayinya. Penyakit gastrointestinal dapat menyebabkan kekurangan gizi dan kematian. 1999). < 1500 gram) (Hitchcock et all. bayi yang kurang mendapat asupan nutrisi dapat mengalami kelainan kongenital yang berujung pada kecacatan ataupun penyakit kronis. sebagian besar lahir dengan berat lahir rendah (low birth weight. malformasi tulang dsb..menyebabkan adanya perbedaan pula terhadap karakteristik kesehatan bayi. 1999). terutama di kalangan bayi karena imunitasnya belum sempurna berkembang. Jika status gizi ibu terganggu. down syndrome. menyebabkan tingginya angka mortalitas dan morbiditas pada bayi di daerah perkotaan (Hitchcock et all. dan kondisi kronis penyakit. Pada tahapan perkembangan psikososial. polusi udara dan minimnya akses masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan. < 2500 gram) atau bahkan sangat rendah (very low birth weight. 49 . Pada masyarakat perkotaan.. maka kemampuannya untuk menghasilkan ASI dengan kandungan nutrisi yang tepat akan terganggu pula. kelainan kongenital. Bayi yang diberi ASI memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik daripada bayi yang diberi susu formula karena dalam ASI terkandung immunoglobulin yang penting untuk melawan infeksi dan alergi.. Kasus malnutrisi juga banyak dialami oleh mereka yang status ekonominya rendah. terutama berkaitan dengan imunisasi. 1999). Bayi yang berasal dari keluarga ekonomi lemah. Hal ini disebabkan karena kurangnya nutrisi ibu selama kehamilan sehubungan dengan rendahnya pendapatan keluarga untuk menyediakan nutrisi yang cukup. Pneumonia dan penyakit diare adalah penyebab utama kematian anak secara global. Pemberian ASI oleh ibu sangat penting pada tahap ini karena dapat menjadi awal terbentuknya ikatan antara ibu dan anak. Padahal ASI merupakan sumber ideal nutrisi dan energi untuk bayi selama 4 sampai 6 bulan pertama (Hitchcock et all. bayi berada pada tahapan basic trust vs mistrust (Hitchcock et. bibir sumbing.all.

Kondisi lain yang turut menyebabkan tingginya angka kematian bayi dan termasuk masalah kesehatan pada bayi adalah SIDS (Sudden Death Infant Syndrome). 1999). Sementara itu tahap perkembangan psikososial pada anak prasekolah adalah tahap initiative vs guilt (Hitchcock et all. Cidera yang seringkali dialami bayi antara lain seperti tersedak. 2000) 2) Balita (Toddler dan Pra Sekolah) Pertumbuhan fisik dan kemampuan motorik agak melambat saat memasuki masa balita. Pada tahap tersebut bayi merasakan kesenangan melalui mulut atau berfokus pada aktivitas oral. Tahap perkembangan kognitif toddler berada pada tahap preoperasional. Balita mengalami penurunan nafsu makan dibandingkan pada masa bayi. Bayi seringkali juga mengalami cidera atau injuri. Masalah kesehatan yang dialami balita di masyarakat perkotaan hampir sama dengan kelompok bayi. Lingkungan yang buruk seperti polusi udara. Sementara itu berdasarkan tahapan perkembangan psikoseksual. asma dan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti campak dan tuberkulosis. 1999).. dan minimnya sarana kesehatan. 1999). aspirasi. toddler mulai mengembangkan otonomi dan kontrol diri. Hal ini karena pada masa ini. maka berdampak pada aspek keamanannya. mempermudah penyebaran penyakit menular (communicable disease). 2000). Kasus SIDS ditemukan lebih banyak terjadi pada bayi laki-laki dan yang berasal dari status ekonomi rendah (Stanhope & Lancaster. Bayi memiliki tingkat cidera tertinggi kedua dari semua kelompok anak-anak (Stanhope & Lancaster. kepadatan populasi. SIDS lebih sering terjadi pada bayi yang premature dan berat lahirnya rendah dan kemungkinan juga pada bayi dengan infeksi saluran napas atas. Keterampilan motorik yang belum matang tidak memungkinkan bayi untuk melarikan diri dari cidera. DHF. seharusnya balita masih mendapatkan imunisasi. Tahap perkembangan psikososial pada toddler adalah tahap autonomy vs shame/guilt (Hitchcock et all. Pada tahap tersebut bayi menggunakan indera dan keterampilan motorik untuk belajar tentang dunia.Perkembangan kognitif bayi berada pada tahap sensorimotorik (Hitchcock et all. luka bakar. Balita di daerah perkotaan rentan terhadap kematian akibat penyakit malaria. Oleh karena bayi berada pada kedua tahap perkembangan tersebut. pneumonia. karena kurangnya pengetahuan dan akses 50 . Pada tahap ini.. Pada tahap ini anak merasa antusias untuk belajar hal yang baru dan berinisiatif. kurangnya sanitasi dan kontaminasi air. bayi berada pada tahap oral. Namun..

serta kecelakaan kendaraan bermotor. Tahap perkembangan psikososial anak usia sekolah adalah tahap industry vs inferiority (Hitchcock et all. makan makanan siap saji dan makanan ringan yang dibeli dari pedagang kaki lima. 1999). anak usia sekolah banyak mengkonsumsi gula. Keracunan timbal menjadi isu lingkungan utama yang mempengaruhi anak-anak.. Sebab dan akibat cidera bervariasi dengan level 51 . sekolah. pada usia ini anak suka jajan. Anak usia sekolah membutuhkan banyak kalori. balita paling sering mengalami jatuh. mengantisipasi konsekuensi dan kemungkinan untuk memikirkan kembali tindakan. Plumbism ditemukan paling sering di antara balita dan anak prasekolah. Disamping makanan utama. Oleh karena itu seringkali anak usia sekolah mengalami masalah pada gigi. Hal ini penting untuk mengembangkan keterampilan kognitif dan sosial Kepuasan anak usia sekolah dalam mencapai sukses untuk mengembangkan keterampilan baru. Pada tahap ini. dan masyarakat. 3) Anak Sekolah Anak usia sekolah tumbuh lebih lambat dari balita dan bayi. sehingga menimbulkan penyakit yang disebabkan mikroorganisme patogen. Selain itu keterampilan motorik balita meningkat dan membuat pengawasan sulit. cidera jarang terjadi. 1999). Oleh karena itu.. Pemilihan makanan pada usia ini dipengaruhi oleh teman. anak sedang mengembangkan harga diri dan menjadi aktif terlibat dalam beberapa kegiatan di rumah. Oleh karena itu pilihan jajanan atau makanan selingan yang dikonsumsi harus diperhatikan kebersihan dan nutrisinya. 1999). Di daerah perkotaan sering dijumpai jajanan yang tidak sehat dan kurang bersih. Selain itu. keracunan. Balita memiliki karakteristik aktif. Mereka mampu melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain dan memikirkan tindakan. Pada usia sekolah. Keracunan timbal terjadi karena kontaminasi lingkungan oleh limbah industri (Hitchcock et all. Kandungan lemak. membawanya pada peningkatan rasa harga diri dan tingkat kompetensi. gula dan garam yang tinggi pada makanan olahan. restoran dan gerai makanan cepat saji yang telah meningkat jumlahnya di sebagian besar kota. Sementara itu. rasa ingin tahu besar dan memiliki kemampuan logika yang relatif belum matang. Kasus keracunan yang seringkali dialami balita yaitu keracunan makanan dan keracunan timbal (plumbism). menyebabkan terjadinya obesitas pada anak usia sekolah.terhadap layanan kesehatan mengakibatkan peningkatan jumlah anak yang tidak divaksinasi.. tahap perkembangan kognitif anak usia sekolah adalah tahap concrete operation (Hitchcock et all.

ADHD dikarakteristikan dengan perhatian yang kurang. dada. anak perempuan memasuki masa puber lebih awal dari anak laki-laki (umur 9 sampai 10 untuk anak perempuan dan 10 sampai 11 untuk anak laki-laki). Kekerasan yang terjadi pada anak menyebabkan tauma fisik dan mental pada anak. Masalah lain yang kemungkinan bisa terjadi pada anak usia sekolah adalah ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). 4) Remaja dan Dewasa Muda Remaja dan dewasa muda berumur antara 15 sampai 24 tahun. 1999). infantilisme seksual. skrotum juga ikut membesar. bahu. Pada saat ini. seksual atau kombinasi ketiganya (Hitchcock et all. 1999). menyebabkan jerawat yang umum pada remaja. Kekerasan pada anak dapat kategorikan sebagai kekerasan fisik. Selama periode ini. punggung atas. Kasus kekerasan pada anak juga banyak terjadi pada usia sekolah. Pengaruh androgen pada laki-laki dan perempuan. Sindrom Turner disebabkan oleh tidak adanya salah satu kromosom X pada wanita dengan 3 ciri-ciri: perawakan pendek. dan seks bebas. tembakau. pertumbuhan tinggi badan secara keseluruhan mulai berjalan cepat. Karena testis tumbuh. Hal ini menunjukkan perbedaan kemampuan kognitif. Selama tahap ini perkembangan tinggi dimulai. perkembangan seksual dimulai dengan pembesaran testis. persepsi. Umumnya. pembesaran payudara merupakan tanda pertama pubertas dimulai. karakteristik seksual meningkat. leher.umur dan perkembangan. Pada laki-laki.. obat-obatan. emosional. dan alat kelamin. Rambut tipis sepanjang labia juga muncul. dan hiperaktifitas. interaksi dengan teman dan tindakan yang tidak dapat diterima (Clark. remaja dan dewasa muda memiliki akses terhadap zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. Kulit menjadi lebih tebal dan lebih keras selama masa pubertas. dan kulit skrotum menjadi lebih gelap dan rambut muncul pada dasarnya. motorik dan bahasa . disertai dengan timbunan lemak. dan 52 . terutama pada wajah. Selama tahap kehidupan. Gangguan genetik sering ditemukan pada anak dengan perkembangan pubertas yang tertunda. seperti olahraga secara rutin dan diet sehat untuk meningkatkan kesehatan. serta perilaku baik. Kelenjar sebaceous dapat menjadi tersumbat dan meradang. perilaku impulsive. seperti penggunaan alkohol. Pada perempuan. Beberapa sindrom tidak dapat didiagnosis hingga usia remaja. kelenjar sebasea menjadi aktif. Anak yang hiperaktif memiliki kesulitan dengan sekolah. dan tercapai kematangan reproduksi.

alkohol. dan konsumsi alkohol. dan obat-obatan terlarang) biasanya terjadi pada remaja yang memiliki prestasi sekolah rendah. Tiga faktor risiko lain yang saling terkait yang berkontribusi terhadap penyakit dan kematian pada kelompok usia adalah kurang olahraga. Gejala yang terjadi mungkin termasuk kelaparan dengan penurunan berat badan yang signifikan. terutama remaja perempuan. amenore. 5) ketersediaan penyedia. virus yang terkait dengan AIDS meningkat di kalangan remaja. gizi buruk dapat menghambat pertumbuhan dan menunda pematangan seksual. walaupun juga terjadi pada lakilaki (Neinstain.amenore. Obesitas dapat merugikan perkembangan remaja harga diri dan sosial. aktivitas fisik kompulsif. Infeksi virus gangguan imunitas. dan citra tubuh yang terdistorsi. mereka sering enggan mencari perawatan kesehatan. Selain itu terdapat juga prnyakit bulimia nervosa. tetapi kanker masih merupakan penyebab utama kematian secara keseluruhan. 1) keparahan penyakit. Meskipun remaja mampu mengidentifikasi masalah kesehatan diri sendiri. Peningkatan aktivitas seksual di kalangan remaja telah menyebabkan peningkatan STD. 4) biaya. 5) Dewasa Tingkat mortalitas untuk orang dewasa telah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Faktor-faktor berikut mempengaruhi kesehatan remaja dalam pemanfaatan perawatan layanan. Ancaman lain bagi remaja yaitu kekerasan. Beberapa hal yang dianggap sebagai pemicu dan dapat mempengaruhi kemungkinan terkena kanker adalah:  Tembakau: penyebab utama kanker di paru-paru. teman-teman yang merokok. Penyalahgunaan zat (tembakau. Ini merupakan suatu ancaman tersendiri bagi remaja dan sangat tidak bagus untuk perkembangan anak. yaitu berat badan 20% lebih besar dari berat badan ideal untuk tinggi badan tertentu. 6) kesadaran akan kebutuhan untuk perawatan Diet yang seimbang penting untuk pertumbuhan yang optimal selama masa remaja. yaitu pola makan diikuti dengan muntah paksa dan / atau penggunaan pencahar. compotent simpatik. 53 . diikuti oleh penyakit kardiovaskular. Obesitas juga sering terjadi. Sindrom Klinefelter disebabkan oleh adanya satu atau lebih tambahan kromosom X pada laki-laki. 1991). 3) pembatasan rutinitas sehari-hari. Salah satu penyakit yang di derita remaja dan dewasa muda adalah anoreksia nervosa. 2) durasi tanda dan gejala. dan harga diri rendah. kegagalan menjaga berat badan yang tepat.

   Paparan ultraviolet (UV). transportasi. baik dari segi hidup lebih lama dan tetap fungsional. dan fasilitas masyarakat dan layanan untuk orang tua. Kematian untuk penyakit kardiovaskuler pada orang dewasa telah cukup berkurang. diabetes. Ada sejumlah pemeriksaan teratur. baru selesai operasi: misalnya prostatektomi. termasuk di beberapa makanan. Adapun beberapa faktor yang dihadapi para lansia yang sangat mempengaruhi kesehatan jiwa mereka adalah sebagai berikut: (a) Penurunan Kondisi Fisik Setelah memasuki masa lansia umumnya terjadi perubahan patologis. Paparan agen penyebab kanker. yang selanjutnya dapat menyebabkan suatu keadaan ketergantungan kepada orang lain. seperti antihipertensi. gigi makin rontok. seperti pemeriksaan untuk hipertensi. tranquilizer. (b) Penurunan Fungsi dan Potensi Seksual Penurunan fungsi dan potensi seksual pada lanjut usia sering kali berhubungan dengan berbagai gangguan fisik seperti. 6) Lansia Status kesehatan lansia telah meningkat. Alkohol: berisiko lebih besar terkena beberapa jenis kanker. dan penggunaan obatobat tertentu. gangguan jantung. tulang makin rapuh. kolesterol. dan kanker. misalnya tenaga berkurang. Masyarakat perlu untuk menangani kebutuhan khusus untuk lansia seperti dari pendapatan. tetapi masalah kesehatan akibat perilaku tidak sehat (seperti merokok dan minum) dapat dikurangi jika dewasa bersedia untuk memodifikasi perilaku mereka. vaginitis. kulit keriput. Secara umum kondisi fisik seseorang yang sudah memasuki masa lansia mengalami penurunan secara berlipat ganda. Terlalu banyak terpapar sinar matahari (yang berisi sinar UV) dapat mengakibatkan kanker kulit. dsb. kekurangan gizi karena pencernaan kurang sempurna atau nafsu makan sangat kurang. pemeriksaan kesehatan non invasif atau invasif minimal yang direkomendasikan untuk orang dewasa. (c) Perubahan Aspek Psikososial 54 . perawatan pribadi. psikologik maupun sosial. di lingkungan. misal diabetes mellitus. perumahan. golongan steroid. darah tinggi. karsinogen. Hal ini dapat menimbulkan gangguan atau kelainan fungsi fisik. perawatan kesehatan. gangguan metabolisme.

munculnya kawasan industri akan menimbulkan derajat pencemaran dan berdampak buruk terhadap lingkungan kehidupan masyarakat perkotaan. lansia juga mengalami perubahan aspek psikososial yang berkaitan dengan keadaan kepribadian lansia. Reaksi setelah orang memasuki masa pensiun lebih tergantung dari model kepribadiannya seperti yang telah diuraikan pada point tiga di atas. Misalnya badannya menjadi bungkuk. jabatan. Meskipun tujuan pensiun adalah agar para lansia dapat menikmati hari tua atau jaminan hari tua. yang berakibat lansia menjadi kurang cekatan. perilaku dan akses pelayanan kesehatan. pengertian. tindakan. penglihatan. agar tidak merasa terasing atau diasingkan. Sementara fungsi psikomotorik (konatif) meliputi hal-hal yang berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan. perhatian dan lain-lain sehingga menyebabkan reaksi dan perilaku lansia menjadi makin lambat. (e) Perubahan dalam Peran Sosial di Masyarakat Akibat berkurangnya fungsi indera pendengaran. namun dalam kenyataannya sering diartikan sebaliknya. kedudukan. Pertumbuhan kota biasanya diikuti oleh industrialisasi. peran. Sebagai akibat perkembangan kota yang sangat cepat dan dinamis akan 55 . pemahaman. selama yang bersangkutan masih sanggup. serta kependudukan. koordinasi. karena pensiun sering diartikan sebagai kehilangan penghasilan. persepsi. pendengaran sangat berkurang. kegiatan. Dengan adanya penurunan kedua fungsi tersebut. Bertentangan dengan perubahan kota yang amat pesat.Lansia umumnya mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor. sistem pelayanan kesehatan kota di banyak negara berkembang termasuk Indonesia kurang dinamis dan pendekatannya masih relatif sama dengan pedesaan. Hal itu sebaiknya dicegah dengan selalu mengajak mereka melakukan aktivitas. position dan harga diri. 7) Aggregat Pekerja Masalah kesehatan agregat pekerja di perkotaan umumnya berkaitan dengan faktor lingkungan. Fungsi kognitif meliputi proses belajar. penglihatan kabur dan sebagainya sehingga sering menimbulkan keterasingan. (d) Perubahan yang Berkaitan dengan Pekerjaan Pada umumnya perubahan ini diawali ketika masa pensiun. gerak fisik dan sebagainya maka muncul gangguan fungsional atau bahkan kecacatan pada lansia.

Gangguan kesehatan atau penyakit yang didapatkan dari tempat kerja ini bukan hanya membahayakan diri pekerja itu sendiri. 2009). antrakosilikosis. Ada beberapa jenis penyakit yang sering ditemukan pada agregat pekerja menurut Keputusan Presiden RI Nomor 22/1993 tentang penyakit yang timbul karena hubungan kerja yaitu: Pnemokoniosis yang disebabkan debu mineral pembentuk jaringan parut (silikosis. asma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitisasi dan zat perangsang. vlas. perilaku kerja. berdebu. bising. Hal lain yang berkontribusi mempengaruhi kesehatan pada agregat pekerja adalah lingkungan kerja. Faktor lain yang mempengaruhi status kesehatan agregat pekerja yaitu pelayanan kesehatan kerja. kelainan pendengaran dan polusi udara. maka pekerja tersebut akan dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. radiasi. Contoh kapasitas kerja yang baik adalah ketika seorang pekerja mendapatkan gizi yang baik. keton. asbestosis) dan silikotuberkolosis yang silikosisnya merupakan faktor utama penyebab cacat atau kematian. Lingkungan kerja yang panas. penyakit akibat alcohol. beban kerja. penyakit yang disebabkan oleh logam atau persenyawaannya yang beracun. henep dan sisal (bissinosis). tetapi dapat membahayakan keluarga dan orang terdekatnya. penyakit paru dan saluran pernapasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu logam keras. Penyakit yang timbul karena hubungan kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja. terpapar zat kimia dan lain sebagainya dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada agregat pekerja. 1996). gas atau uap. alveolitis allergika yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat penghirupan debu organik. debu kapas. sehingga dapat menimbulkan gangguan mental dan fisik. memiliki status kesehatan dan kondisi fisik yang prima. Beban kerja yang terlalu berat juga dapat memicu terjadinya stress pada agregat pekerja. pencemaran bahan kimia (Ferry & Makhfudli. Hubungan antara pekerjaan dan pengaruhnya terhadap kesehatan dapat digambarkan melalui bagan berikut. glikol.berdampak pada perkembangan dan masalah kesehatan masyarakat yang khas perkotaan (Depkes RI). kanker. kapasitas. 56 . dan lingkungan kerja. (Stanhope & Lancaster.

2 Penyakit akibat Pencemaran Udara. 2006). dan Suara 1) Penyakit akibat Pencemaran Udara Pencemaran udara didefinisikan sebagai berbagai macam partikel yang mengontaminasi udara (debu. ergonomic. partikel asap knalpot. kabut. 1996) Environment: Seluruh faktor eksternal yang mempengaruhi interaksi host-agent . nitrogen dioksida. Pertama. asap. batubara. Sedangkan bau dihasilkan dari pembakaran senyawa-senyawa organik yang mengganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman.4. McMichael. senyawa nitrogen. 2. polutan gas (gas dan uap). emisi dari pembangkit tenaga listrik dan 57 . Partikel ini dapat berupa gas belerang dioksida. 1999). dll. dkk. physical. psychosocial) (Stanhope & Lancaster. kabut asap. serta bau yang mencemari udara (Kjellstrom. chemical. fisik dan sosial Agregat pekerja yang masih berusia muda rentan mengalami penyakit menular seksual. dan amonia. Pekerja dengan usia menengah berisiko mengalami serangan jantung dan kanker. hepatitis dan kehamilan. dan asap rokok). Air.Host Pekerja & Keluarga Pekerja Agent: Bahaya yang didapatkan dari tempat kerja (biological. pestisida. Pekerja di usia lanjut akan rentan mengalami kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh penurunan kapasitas muskuloskeletal dan fungsi sensorik (Mary Jo Clark. Terdapat tiga tipe utama pencemaran udara yang memiliki dampak buruk terhadap kesehatan manusia. Pekerja yang lebih muda lagi berisiko mangalami kecelakaan kerja berhubungan dengan keterbatasan keahlian dan kurang pelatihan kerja. Polutan gas dapat berupa senyawa belerang. Lodh.

1999). Misalnya. macam-macam polutan individual. 1995). hidrogen sulfida. Semua itu merupakan dampak dari pencemaran udara khusunya di perkotaan. penyakit jantung. sebaiknya dilakukan pencegahan. seperti polosiklik hidrokarbon yang juga menyebabkan kanker. karbon monoksida. penyakit jantung kronik. bahan kimia lainnya. oksida nitrogen. Polusi udara tentunya berdampak pada kesehatan manusia karena menimbulkan berbagai penyakit yang mengancam kehidupan. dan proteksi diri lainnya seperti mengonsumsi makan bergizi maupun vitamin. Kedua. polusi udara dibagi menjadi 2. photochemical oxidant. Penyakit yang timbul biasanya asma.Faktor-faktor yang memperparah pencemaran udara. Salah satu faktor yang memperparah yaitu tren bangunan yang memiliki sedikit ventilasi udara. dan asbes (Jarvis. yaitu polusi udara outdoor dan indoor. membangun rumah dengan ventilasi yang memadai. Selain itu juga bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan tetap asri agar mampu menetralisir pulosi yang ada. Polusi udara indoor terjadi karena polutan di dalam ruangan. seperti arang. Sedangkan untuk masalah kesehatan yang sudah ada. seperti penggunaan kendaraan bermotor terutama di perkotaan serta faktor alam seperti angin dan letak geografis (Clark. biasanya dihasilkan oleh peralatan rumah tangga seperti formaldehid. penggunaan bensin bebas timbal dan meminimalkan penggunaan solar. dan berbagai macam kanker (Clark. sehingga pertukaran udara di dalam ruangan dengan udara di luar menjadi sulit. panas yang bercampur dengan hidrokarbon. asbes. Cara untuk mengatasi pencemaran udara ini adalah dengan mengurangi emisi atau tingkat pencemaran yang ada. kerusakan sistem saraf pusat. juga pembangkit listrik. Umumnya penyakit tersebut menyerang saluran pernapasan manusia. limbah industri. karbon dioksida. Polusi udara outdoor disebabkan oleh pembakaran minyak bumi dan batu bara. Ketiga. 58 . pembakaran kayu serta area pertanian. Bahan-bahan diatas umumnya dihasilkan oleh pabrik maupun kilang. penyakit pernapasan akut. Penyakit yang timbul karena pencemaran udara indoor ini diantaranya iritasi mata sampai gangguan pernapasan. Terkait dengan penyakit yang ditimbulkan. seperti ozon. tenggorokan. dan karbon monoksida di dalamnya. seperti menggunakan masker ketika di jalan raya. 1999). Beberapa karsinogen juga ditemukan di udara perkotaan.pembakaran fosil yang menimbulkan sulfur oksida serta partikel kompleks yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia. dan kanker paru-paru (Smith & Maurer. gangguan hidung. 1981). serta asap rokok.

cara mengatasi penyakit akibat polusi air yaitu dengan mengonsumsi air yang bersih. Hal lain yang dapat dilakukan adalah pertanian secara organik dan manajemen hama terpadu. Ekskresi bahan kimia melalui ginjal yang toksik bagi ginjal berupa bahan kimia seperti kadmium. psikomotor. Gangguan endokrin dapat mengurangi kesuburan dan meningkatkan resiko bayi lahir mati. dan memasak air dulu sebelum 59 . Terkait dengan masalah kesehatan. anemia. Ada tiga sumber utama kontaminasi air. simpanan kimia di bawah tanah. Pestisida dan kontaminasi kimia lainnya yang masuk ke saluran air melalui pertanian dan limbah industri dapat bertahan di lingkungan.3 Penyakit akibat Pencemaran Air Ketersediaan air yang bersih dan aman sangat diperlukan demi terciptanya kesehatan. namun masalah kesehatan yang paling berbahaya berhubungan dengan paparan kronis (misalnya. cacat lahir. Selain itu. tidak tercemar. Selain itu terjadi pula iritasi atau peradangan pada mata dan hidung. yaitu industri. mikroba yang mengakibatkan penyakit gastrointestinal. Walaupun industri menjadi sumber utama polusi. anomali kongenital. dan kanker prostat. kulit. air mengalami kontaminasi yang berbahaya untuk digunakan oleh masyarakat terutama masyarakat perkotaan. Menanggulangi pencemaran air dapat dilakukan dengan menambahkan bahan kimia abate ke saluran air untuk meminimalkan kontaminasi. 1999). Tetapi berbeda dengan realita yang ada. dan kelainan perilaku (WHO and International Programme on Chemical Safety. toksisitas hati) tembaga dan kromium arsenik dalam air minum. Efek pada perkembangan sistem saraf mencakup gangguan perkembangan mental. dan penggunaan garam. kejang. limbah air selokan. merkuri. perkembangan dan perilaku. polutan juga berasal dari pertambangan. yaitu hepatitis. gangguan system saraf pusat. dan bahan kimia pertanian (Smith & Maurer. testis. iritasi kulit. kanker perut. pestisida dan pupuk juga bisa mencemari persediaan air yang menyebabkan polusi kimia air. polio. kognitif. gastritis. Berbagai penyakit yang berasal dari polusi persediaan air. Bahan kimia dalam air minum juga bersifat karsinogenik. septictank. sehingga terjadi gangguan reproduksi. tembaga. kanker kandung kemih dan kolorektal. 2002). dan sistem gastrointestinal. 1995). neuropatik peripheral. gagal ginjal. alopecia. esofagitis. sirosis. dan klorobenzena (WHO 2003). dan gangguan hormon yang meyebabkan kanker payudara. dan penyakit jantung (Clark. Zat kimia tersebut mengganggu fungsi sistem endokrin.

Secara sosial misalnya kejengkelan. dan yang bersuara keras lainnya (Clark. kecelakaan. Sedangkan secara klinis seperti hipertensi. penyakit mental. sakit kepala. Efek psikologikal juga terpengaruhi dengan pencemaran suara ini. motorboats. disritmia jantung. yaitu secara sosial dan klinik. ketidakmampuan bersosialisasi. gunakan alat pelindung telinga untuk mengurangi kebisingan. dan penggunaan obat-obatan. Keadaan darurat dapat berubah menjadi bencana (disaster) yang mengakibatkan banyak korban atau kerusakan Pada tahun 1997. Masalah lain yang juga berhubungan dengan pencemaran suara meliputi stress. gangguan aktivitas sehari-hari. dan impotensi. dan kinerja menurun. Jika hal tersebut tidak bisa dilakukan. Klien juga harus diberi tahu jika level suara tertentu dapat mengakibatkan kerusakan telinga. gangguan tidur. 2000). penyakit antung iskemik. sepeda motor. Langkah yang dapat kita ambil untuk mengatasi pencemaran suara yaitu dengan mengisolasi kebisingan. 60 . terutama pendengaran.Tingkat keparahan dari paparan pencemaran suara berkaitan dengan frekuensi dan intensitas kebisingan serta lama paparan. 4 Penyakit akibat Pencemaran Suara Level dari pencemaran suara di masyarakat kita mengalami peningkatan secara drastis dan berdampak besar terhadap gangguan pendengaran. Terdapat dua kategori untuk gangguan akibat pencemaran suara ini. truk.diminum. 1999). dan kondisi patologis seperti aterosklerosis dan penyakit jantung. kereta. truk sampah.3 Masalah Emergency dan Bencana 1) Masalah Emergency Keadaan darurat (emergency) adalah situasi/kondisi/kejadian yang tidak normal. Hoogenven. Bukti menunjukkan bahwa paparan yang terlalu lama terhadap kebisingan berperan meningkatkan kecemasan dan stress emosional yang mungkin mengakibatkan mual. mengganggu kegiatan/organisasi/kumunitas. Efek lainnya meliputi insomnia. Polutan untuk pencemaran suara yang berdampak buruk terhadap kesehatan diantaranya suara bus. kendaraan off-road seperti pesawat terbang. dan perlu segera ditanggulangi. yaitu terjadi tiba-tiba. 2. penyakit kulit. dan gangguan jiwa (Hollander. Pendidikan kesehatan juga mungkin dilakukan agar masyarakat semakin sadar dan peduli akan kelestarian air. baik dengan menggunakan bahan penyerap suara atau dengan memindahkan klien dari sumber kebisingan.4. Van Kempen.

yaitu 1) Natural hazard. tanah longsor dan sebagainya yang melibatkan peran serta alam sekitar dalam menciptakan keadaan darurat tersebut. 2) Technological hazard. Keadaan emergency dapat diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk. Menyediakan pertolongan pertama pada cedera 6. Garb dan Eng pada tahun 1969 mengatakan. Adapun hal-hal yang biasa dilakukan saat kondisi emergency adalah sebagai berikut:  Pusat Operasi Emergency dan Sistem Medis Emergency: diperlukan dalam keadaan bencana yang menjatuhkan banyak korban dan memerlukan penanganan langsung dari pihak pelayanan kesehatan. maka fase isolasi itu akan menjadi lama. Menolong korban 5. 3) Huru-hara. Menyediakan pelayanan medis secara pasti 61 . Jika lokasi terjadinya kejadian darurat terisolasi dan sulit untuk diakses.  Dasar-dasar Manajemen saat Keadaan Emergency. Pada fase isolasi. Beberapa contoh dari natural hazard adalah banjir. kecelakaan lalu lintas. pertolongan hadir dari kelompok komunitas itu sendiri karena tidak adanya waktu untuk mendatangkan pertolongan dari luar komunitas. gempa bumi. Mencegah berjatuhannya korban selanjutnya. yang terjadi karena dampak dari bencana 4. Pusat operasi dan sistem medis ini dapat didirikan dekat dengan lokasi bencana. Peristiwa kebakaran. Adapun delapan prinsip tersebut adalah: 1. bendungan yang bocor merupakan beberapa bentuk dari technological hazard. terdapat delapan prinsip dasar yang seharusnya diikuti oleh semua pihak yang memiliki kepekaan untuk menolong korban bencana. Sedangkan fase bantuan adalah fase ketika bantuan datang dari luar komunitas. Mengevakuasikan korban cedera untuk mendapatkan pelayanan medis 7. Meminimalisir korban jika bencana tidak dapat dicegah 3. pemadaman listrik. Mencegah terjadinya bencana jika memungkinkan 2. Sedangkan kondisi yang huru-hara seperti kerusuhan dan perang yang melibatkan banyak orang dan juga diselesaikan bersama. fase isolasi awal dan fase bantuan kemudian. angin badai.Noji mengatakan bahwa kondisi emergency/darurat melibatkan tanggapan langsung terhadap efek dari bencana dan dapat dibagi menjadi dua fase. Tujuan utama dari manajemen emergency adalah mencegah ataupun mengurangi tingkat kematian dan kecacatan.

yaitu prioritas pertama. Pengkajian hasil survey Lingkup yang seharusnya menjadi fokus pengkajian adalah 1) Masalah kesehatan individu. 3. Merah: sangat penting. 1. contohnya adalah fraktur. Perawat berhak memberikan pelayanan saat kondisi emergency muncul. 3) Lingkungan fisik sekitar. 1982). Adalah pasien yang memiliki cedera dengan efek sistemik dan komplikasi. Contoh masalah dari kategori ini adalah shock. namun belum shock ataupun hipoksia. diantaranya: 1. Contohnya dalah kebakaran ringan. Contohnya adalah pasien yang cedera berat di kepala ataupun dada. cedera kepala yang mengeluarkan banyak darah. pasien yang mendapatkan prioritas pertama adalah pasien dengan kebutuhan akan perawatan cedera. hemoragik. prioritas ketiga. mungkin saja suatu saat kondisi pasien berubah dan dapat dikategorikan ulang sebagai prioritas pertama.8. Hijau: prioritas ketiga. Menentukan tindakan langsung 62 . menjadi prioritas pertama. Kuning: Penting. 4. 3. Terdapat empat kategori dalam pengklasifikasian korban. Melakukan survey lapangan 2. ataupun mendekati hipoksia. Pasien ini dapat menungggu beberapa jam untuk perawatan tanpa masalah. terkilir. luka di dada. luka robek ringan. Promosikan untuk dapat merekronstruksi kehidupan  Pengklasifikasian Korban: dapat dilakukan dengan berbagai cara. 2) Masalah kesehatan yang lalu dan yang sekarang sedang diderita pada komunitas secara umum. Pasien dengan gejala prioritas kedua harus dilakukan observasi lebih teliti. Adalah pasien yang tidak lagi memiliki harapan untuk hidup ataupun hanya menyisakan sedikit harapan hidup. prioritas kedua. Adalah pasien yang memiliki cedera minimal dan tidak disertai dengan komplikasi sistemik. prioritas kedua. Hitam: meninggal atau sudah tidak dapat diselamatkan. 2. dan meninggal atau sudah tidak dapat diselamatkan lagi. diantaranya dengan membedakan warna (American Red Cross. frkatur terbuka. hipoksia.

pengalaman perawat dan kesiapsiagaan masyarakat. badai salju. kebakaran. hal ini akan memperburuk kondisi kesehatan pasien. penting untuk diingat bahwa semua masalah yang mengancam jiwa didahulukan. 2004). 6. mulai muncul kebiasaan buruk berupa ketidakpedulian dengan kebersihan tubuh yang akan menimbulkan penyakit lain. wabah penyakit menular. kimia). tornado. seperti perang konvensional. Pada dasarnya ada dua jenis bencana yaitu bencana yang alami dan buatan manusia. dan pemulihan. kekeringan. perawat dapat membantu memulai atau memperbarui rencana bencana menyediakan program pendidikan dan material mengenai bencana spesifik ke daerah tersebut. Kedua akibat perbuatan manusia. dan juga minat khusus. tanah longsor. Berkonsentrasi pada kondisi kesehatan utama setelah kondisi emergency Setelah keadaan darurat dilalui. seperti angin topan. Peran perawat saat bencana tergantung pada peran di institusi. maka perawat harus menempatkan klien pada prioritas penanganan yang tepat. 2) Masalah akibat Bencana Disaster/bencana adalah setiap kejadian baik perbuatan manusia maupun alami yang menyebabkan kerusakan dan kehancuran yang tidak dapat diatasi tanpa bantuan. Peran perawat dalam tahap persiapan bencana yaitu seorang perawat memfasilitasi persiapan kerja dan tempat masyarakat. Pengelolaan bencana termasuk tiga tahap bencana: persiapan. polusi. Hal ini harus menjadi perhatian perawat. gempa bumi. topan. transportasi kecelakaan. Pertama yang disebabkan oleh alam. banjir. apakah bisa diatasi hanya di pusat kesehatan bencana atau harus dirujuk ke rumah sakit terdekat. ledakan/bom. rencana langsung untuk triase harus 63 . dalam situasi ini. kerusuhan sipil (misalnya. 4. 5. sekali petugas penyelamat mulai tiba di TKP. kerusuhan demonstrasi) (Stanhope. letusan gunung berapi. Dalam organisasi. dan mengatur latihan bencana (Stanhope.Setelah mengkaji dan mendirikan diagnosa dari permasalahan yang perlu diatasi. sehingga perawat harus memperhatikan aspek psikologis pasien juga untuk melengkapi penyembuhan korban. 2004). nuklir. respon. pelatihan khusus. Kondisi-kondisi bencana akan membuat psikologis korban terganggu. hujan es. Melaksanakan peran perawat di pusat pertolongan pertama emergeny. runtuhnya struktur. dan keringanan yang disebabkan kebakaran hutan. Kebutuhan psikologis saat emergency. perang nonkonvensional (misalnya. bahan beracun.

korban mulai menerima masalah yang disebabkan oleh bencana dan membuat upaya terkonsentrasi untuk menyelesaikannya. akan memahami masalah tetapi mungkin tampak tidak terpengaruh secara emosional. (2) Respon emosional yang kuat: dalam tahap kedua. telah membuat lebih layak untuk secara akurat memprediksi kemungkinan beberapa jenis alam.dimulai. 1995) Bencana memiliki jumlah ukuran yang mungkin berbeda baik itu prediktabilitas. 64 . (1) Prediktabilitas. frekuensi. Peran perawat dalam fase pemulihan beragam seperti dalam kesiapan dan fase respon dari bencana. lebih mungkin. pengendalian. waktu. Dia merasa lebih penuh harapan dan percaya diri. (4) Pemulihan: tahap keempat merupakan pemulihan dari reaksi krisis. Rutinitas menjadi penting lagi. cuaca bencana yang terkait (misalnya. sensitivitas. (3) Penerimaan: selama tahap ketiga. Hal ini terutama penting bagi korban untuk mengambil tindakan khusus untuk membantu mereka dan keluarga mereka. marah dan pasif. Prioritas tertinggi selalu diberikan kepada korban yang memiliki cedera mengancam kehidupan dan yang memiliki probabilitas tinggi untuk bertahan hidup begitu stabil (Stanhope." Korban mungkin tampak luar biasa tidak peduli. Pemulihan dimulai selama fase darurat dan berakhir dengan kembalinya ketertiban masyarakat normal dan berfungsi. banjir. sedih. Reaksi umum selama tahap ini gemetar. serta tanggapan terhadap peristiwa aktual. kesulitan berbicara. tinggi. misalnya. Masalah yang terjadi ditolak atau belum sepenuhnya "terdaftar. gelisah. Korban merasa bahwa mereka kembali normal. menangis. Triase adalah proses memisahkan korban dan mengalokasikan pengobatan berdasarkan potensi korban untuk bertahan hidup. korban mungkin menyangkal besarnya masalah atau. mengencangkan otot-otot. berkeringat. dan ruang lingkup atau intensitas. 2004). Korban mungkin ingin menceritakan kembali atau menghidupkan kembali pengalaman bencana berulang-ulang. tornado. Korban mengembangkan memori realistis dari pengalaman (Smith. orang tersebut sadar akan masalah dan menganggapnya sebagai hal yang luar biasa dan tak tertahankan. Dimensi ini mempengaruhi sifat dan kemungkinan perencanaan persiapan. Kemajuan dalam meteorologi. beberapa kejadian lebih mudah diprediksi maka orang lain. dan badai). Rasa kesejahteraan dipulihkan. Berikut ini merupakan tahap respon emosi para korban bencana: (1) Denial: selama tahap I. Untuk orang di daerah dampak fase ini dapat bertahan seumur hidup (misalnya korban bom atom Hiroshima). Kemampuan untuk membuat keputusan dan melaksanakan kembali rencana.

perawat harus berperan aktif dalam mempersiapkan bencana dengan berpartisipasi dalam perencanaan masyarakat dan latihan bencana. respon darurat yang terkoordinasi. (3) Pengendalian. Perawat juga dapat berfungsi sebagai educator dalam mempengaruhi pemahaman masyarakat tentang perlunya persiapan untuk bencana. (5) Ruang lingkup dan intensitas. Meskipun bencana alam relatif jarang. dengan kerusakan relatif sedikit dilakukan untuk properti atau individu (Smith. mereka muncul lebih sering pada lokasi geografis tertentu. dan penilaian yang sistematis dari pengaruh bencana untuk lebih mempersiapkan masa depan . Los Angeles sedang dalam proses perkuatan sistem jalan bebas hambatan untuk memperkuat resistensi jalan raya untuk kerusakan gempa ketika gempa bumi 1994 mencapai daerah tersebut. Contohnya.sementara yang lain. Kunci untuk manajemen bencana yang efektif adalah pra perencanaan bencana dan persiapan. Kerusakan yang paling umumnya disebabkan oleh kombinasi terburuk yang mungkin dari faktor waktu permulaan yang cepat. (2) Frekuensi. kematian. atau kurang intens. negara bagian. Bencana bisa sangat intens dan sangat merusak. dan panjang sebenarnya waktu dari fase dampak. seperti gempa bumi tidak diperkirakan. juga kurang diprediksi. Perawat dapat menjadi relawan atau mungkin diperlukan untuk mengambil bagian dalam persiapan bencana. menyebabkan banyak luka. 65 . Bencana dapat terkonsentrasi pada daerah yang sangat kecil atau melibatkan wilayah geografis yang sangat besar biasanya mempengaruhi banyak orang. penduduk California beresiko untuk gempa bumi. Tanggung jawab untuk mengatasi kelima bidang perencanaan bencana juga dimiliki oleh wilayah lokal. dan durasi yang panjang dari fase dampak. (4) Waktu. seperti ledakan atau rongsokan. federal. dan lembaga sukarela. Sebagai anggota tim potensial. Rencana bencana harus dipraktekkan. Man bencana dibuat. Ada beberapa karakteristik waktu yang berkaitan dengan dampak bencana yaitu kecepatan terjadinya bencana. Perencanaan untuk bencana melibatkan lima bidang utama yakni penggunaan teknologi untuk acara perkiraan. Misalnya. tidak ada kesempatan untuk memperingatkan rakyat. waktu yang tersedia untuk memperingatkan penduduk. dan kerusakan properti. dan orang yang dekat sistem sungai besar adalah risiko lebih besar untuk banjir daripada orang yang tinggal di tempat lain. peringatan pra dan tindakan pengendalian yang dapat mengurangi dampak dari bencana. penggunaan teknik untuk mengurangi risiko. pendidikan publik tentang potensi bahaya. 1995).

perencanaan tanggap bencana untuk membimbing perkembangan. 1995). Pertama. Banyak buatan manusia bisa mencegah bencana dengan mengamati tindakan pencegahan keselamatan yang tepat. Dimensi biofisik Biologi manusia juga merupakan faktor dalam memprediksi jenis efek sebagai akibat dari bencana. Dalam kasus epidemi influenza. Tujuan ini dicapai berbeda sesuai dengan tipe dari bencana itu sendiri dan juga tipe penyelamat. mencegah terjadinya bencana bila memungkinkan. penyakit yang 66 . Memprioritaskan korban untuk pengobatan dapat dilakukan dengan banyak cara. memberikan pertolongan pertama pada luka. dan promosikan rekonstruksi kehidupan (Smith. namun dampaknya dapat dikurangi. mencegah korban lebih lanjut dari terjadi setelah dampak awal bencana. Pendidikan publik adalah strategi lain yang dapat digunakan untuk mengurangi dampak dari situasi berbahaya. penderitaan. yaitu merah untuk yang paling mendesak sebagai tanda prioritas pertama. dan diperbaharui secara berkala oleh seluruh peserta dalam persiapan bencana (Smith. pengkajian dimensi kesehatan pada bencana. respon emergency. Ada beberapa prinsip manajemen bencana diantaranya. Hal ini karena sistem ini yang terbaik dan paling mudah dipahami. hijauu untuk prioritas ketiga. 1995).dievaluasi. mengevakuasi yang terluka ke fasilitas medis. kuning untuk hal mendesak di prioritas kedua. Kedua. Beberapa jenis bencana khususnya buatan manusia mungkin dapat dicegah sedangkan bencana lain tidak dapat dicegah. termasuk perawatan peralatan biasa. menyelamatkan korban. pencegahan dan mitigasi. implementasi. kehilangan salah satu bagian dari korban bencana. meminimalkan jumlah korban jika bencana tidak dapat dicegah. beberapa komunitas menggunakan kode warna (Palang Merah Amerika). Dimensi dari perspektif kesehatan yang bisa digunakan untuk mengkaji efek dari bencana yang terjadi: 1. dan hitam untuk korban yang sekarat atau meninggal dunia (Smith. Model dimensi ini dapat digunakan oleh perawat kesehatan komunitas dan yang terlibat dalam respon bencana. cacat. Tujuan primer dari manajemen bencana adalah mencegah atau meminimalkan kematian. Kemudian ada model dimensi dan perawatan klien pada setting bencana. memberikan perawatan medis. Beberapa bencana telah dicegah oleh penegakan kode bangunan yang baik atau dengan pengelolaan lahan air yang tepat. 1995). Pertama. dan evaluasi pada rencana bencana.

Perang adalah bencana lain yang timbul dari kondisi lingkungan sosial. Perawat kesehatan masyarakat harus menilai sikap anggota masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana. dapat menyebabkan sesak napas. minum. yang belum pernah berpengalaman dan gempa bumi. sosial dan perilaku/behavioral. Perencanaan. keakraban dengan gempa bumi dapat membatasi panik pada beberapa orang. Evaluasi berfokus pada kecukupan rencana untuk membatasi bencana dan memenuhi kebutuhan mereka yang terlibat di dalamnya (Clark. Dalam ledakan. 67 . Berdasarkan pengkajian faktor biofisik. mungkin panik dan menanggapi mereka yang tidak tepat. Keempat. Dimensi Perilaku Faktor perilaku yang berhubungan dengan pola konsumsi dan bahkan kegiatan rekreasi juga dapat mempengaruhi terjadinyabencana anggotamasyarakat. perawat membuat diagnosa keperawatan sesuai dengan perawatan bencana. Dimensi psikologikal Faktor psikologis yang berpengaruh saat bencana terjadi. Contoh data pengaruh bencana pada biofisik: Longsor. sedangkan banjir hasil terutama di tenggelam. perawat mengidentifikasi faktor-faktor sosial yang mungkin berkontribusi terhadap bencana dan cara orang menanggapi mereka. Dalam menilai sebuah komunitas. berkontribusi terhadap bencana. 1999). Misalnya. 3. Pola dan Merokok penggunaan obat dapat misalnya sering dan pengaruhnya konsumsi seperti terhadap kesehatan merokok. Kedua. diagnosa keperawatan. 4. dapat menyebabkan radang dingin dan efek lain dari paparan dingin. Kegiatan yang berkaitan dengan perawatan bencana terjadi di beberapa daerah. Dimensi sosial Faktor dimensi sosial juga dapat mempengaruhi cara orang untuk respon bencana dan bahkan dapat menimbulkan adanya ketegangan rasial bisa memicu pecahnya kekerasan di beberapa komunitas. sedangkan baru ke daerah. 2. cedera dapat terdiri dari luka bakar dan trauma. menjadi penyebab kebakaranresidental dan kebakaran hutan dan sikat yang mengakibatkanhilangnya nyawa serta kerusakan properti yang luas (Clark. dapat menyebabkan patah tulang atau bentuk lain dari trauma.berpotensi disertai oleh dehidrasi ketidakseimbangan elektrolit dapat diharapkan. psikologis. 1999). Ketiga. evaluasi.

dan bencana alam tak terduga (Marcia Stanhope dan Jeanette Lancaster. dan memiliki pendidikan rendah. seperti nilai. Sebagai contoh. sedangkan pada dewasa akan meningkatkan risiko stres berhubungan dengan perubahan peran. dan aset material dari komunitas. 2) Masalah kesehatan mental pada populasi berisiko tinggi Kesehatan jiwa merupakan proses dinamis yang memungkinkan perkembangan fisik. cukup sulit untuk menjelaskan tingkat prevalansi penyakit kejiwaan. kematian tak terduga maupun yang sudah diantisipasi dalam keluarga dapat mengakibatkan rasa kehilangan yang mungkin mengganggu pola aktivitas pertahanan anggota keluarga. dan pada lansia mudah untuk mengalami isolasi sosial.2. Misalnya pada bayi dan anak-anak. kehilangan pekerjaan. kehilangan pengasuhan dan perhatian dapat memberikan defisit emosional jangka panjang. Insiden tidak terduga atau bahkan kejadian yang sudah diantisipasi dapat mengurangi fungsi fisik. afektif. afektif. trauma. Penyebab lain antara lain masalah kesehatan fisik. ras. kesulitan mengambil keputusan dan gangguan pola tidur adalah hal yang umum terjadi saat kehilangan. kognitif. dan sindrom otak organik. Gangguan jiwa berat bersifat persisten. Karena keterbatasan data. 68 . Bagaimanapun juga kehilangan bukan satu-satunya penyebab menurunnya kesehatan mental. menarik diri. dan dapat terjadi pada semua usia. Faktor eksternal meliputi tekanan lingkungan sosial. kesedihan.4. Penurunan napsu makan. keyakinan. dan tingkat sosial ekonomi. dan fungsi sosial. Gangguan jiwa berat meliputi gangguan suasana hati dan depresi. skizofrenia. kekerasan dalam rumah tangga. dan fungsi sosial individu. 2000). Kematian anggota keluarga dapat memberikan efek pada usia yang berbeda dengan bermacam cara. kecemasan. Gangguan jiwa berat lebih sering terjadi pada wanita dengan penghasilan rendah. Faktor internal meliputi aspek biopsikososial atau karakteristik kepribadian dari individu. Sebagian besar orang dengan gangguan mental berat hidup dalam kemiskinan karena mereka tidak mampu untuk mendapatkan atau mempertahankan standar hidup yang layak. Kesehatan mental individu dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Masalah kesehatan mental dapat dimanifestasikan dalam banyak jalan.4 Masalah Khusus Kejiwaan pada Masyarakat Perkotaan 1) Gangguan Jiwa Berat Gangguan jiwa berat menyerang kemampuan berpikir dan perilaku manusia. kognitif.

mengurangi kelesuan Nikotin Meningkatkan gairah Kafein Meningkatkan gairah Halusinogen LSD* Meluaskan Mescaline* pikiran dan Psilocybin* mengakibatkan Phencyclidine perubahan(PCP)† perubahan Marijuana persepsi. perilaku. dan zat adiktif lainnya) Napza tergolong dalam zat psikoaktif yang bekerja mempengaruhi kerja sistem penghantar sinyal saraf sel-sel susunan saraf pusat yang dapat menyebabkan terganggunya fungsi kognitif. Dexedrine mengurangi Methedrine kelesuan Kokain Meningkatkan gairah. alkohol. Psikotropika. Kodein menyebabkan Heroin keaddaan santai Morphin dan lamunan yang menyenangkan Metadon Mengobati ketergantungan heroin Obat perangsang Amfetamin Meningkatkan Benzedrine gairah. melepaskan hambatanhambatan Obat bius/tidur Menyebabkan keadaan santai dan tidur Obat penenang Mengurangi rasa Miltown cemas dan Valium ketegangan Candu/Narkotik Opium dan Mengurangi rasa sebangsanya sakit. persepsi. dan Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya (jika tanpa obat mengakibatkan depresi fisik dan psikologis) Ya Sedikit Sedikit Ya Ya Ya ? Tidak Mungkin Tidak Tidak Tidak Tidak ? Tidak Ya Ya Hanya sebagian pemakai ? bagi kecil Hanya untuk pemakai berat 69 . pikiran. serta dapat menyebabkan ketergantungan baik fisik maupun psikis. Berikut ini merupakan beberapa obat-obatan psikoaktif yang sering disalahgunakan: Klasifikasi Obat-obatan penenang Obat-obatan Alkohol Penggunaan Kekebalan Ya Ketergantungan fisik Ya Ketergantungan psikis Ya Mengurangi ketegangan.3) Napza (Narkotika.

Dalam dosis tinggi. Membantu klien dan keluarga dengan akses yang tepat dan memberikan dukungan merupakan kagiatan perawat yang sangat penting (Judith Ann Allender. Sebagian besar orang tidak mengetahui dengan pasti peran perawat dalam ketergantungan obat. cara untuk membuat lebih mandiri dalam komunitas. begitu juga pemakai psilocybin akan membutuhkan mescaline atau LSD lebih banyak ubtuk memperoleh dampak yang sama. Peran perawat sangatlah penting dalam meminimalisir masalah kesehatan mental dan ketergantungan terhadap obat-obatan yang terjadi di masyarakat saat ini. Peran perawat dalam masalah kesehatan mental yaitu pertama perawat harus mengakses dan menggunakan data epidemiologi untuk mengetahui dan melayani penyakit mental di populasi. dan meningkatkan pelayanan dalam komunitas kesehatan jiwa (Christoffel. 70 . Atkinson.perasaan Tabel 1. mescaline. psilocybin semuanya menunjukkan “cross-tolerance” misalnya pamakai LSD akan mengembangkan toleransi yang meningkat terhadap mescaline. Selanjutnya. protokol perawatan. 2000). PCP dapat mengakibatkan keadaan koma yang panjang dan kadang-kadang menyebabkan kematian. mengurangi stigma dan meningkatkan pengetahuan masyarakat. peran perawat yaitu sebagai advokat. 2005). †PCP adalah obat-obatan sintetik yang digunakan sebagai obat bius bedah hingga reaksi seperti psikotik yang parah terlihat pada pasien. Perawat komunitas kesehatan mental mengajarkan klien secara individu maupun kelompok tentang kondisi kesehatan mental mereka.1 Obat-obatan psikoaktif yang biasa disalahgunakan (Rita L. strategi pencegahan dan promosi kesehatan. Perawat kesehatan komunitas memiliki posisi yang unik dalam menyediakan informasi dan pendidikan tentang efek dan efek samping penggunaaan obat-obatan dan dapat mengkaji tingkat penggunaan atau penyalahgunaan. Aspek lain dari peran perawat yaitu sebagai edukator. Perawat melihat peningkatan akses klien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mental. 2005) *LSD. dan masih banyak lagi.

K.php?news=861. www.. S. N.. Ontario: Community Health Nurse Association of Canadia. S. Comprehensive Community Health Nursing: Family. B. CO: Westview. Community as partner: Theory and practice in nursing. (2002). Philadephia: Lippincott Arias. Stanford: Appleton and Lange CDC. Spredley. Burkhart. Missouri: Mosby. A. 7th Ed. 3rd ed. & Warner. Clark. D. Mc. (2011). M. Eigsti. Walton. Department of Health and Human Services. (2008). Philadelphia : Lippincott. M. (2001). G. Budiarto. Community Health and Program Services (CHAPS): Health Disparities Among Racial/Ethnic Populations. J. Social Services and Public Safety. F. 3rd Ed. (2005). Jakarta: Erlangga. (2000). Missouri: Mosby Elsevier Ann. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins Alligood. C. R. Jakarta: DepKes RI Department of Health. J. Investigasi dan pengendalian wabah di fasilitas pelayanan kesehatan. Pengantar Epidemiologi. M. emergency warnings. Departemen Kesehatan RI. and citizen response. Dewi. (2008). (2010). Community Health Nursing: current practice and possible futures Eldeman. J.. (2002). Eko dan Anggraeni. Pengantar psikologi. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC. Atkinson. 3rd edition. Clark. et al. K. Clemen-Stone. D. (1991). (2010). St. D. Community Health Nursing: concepts and practice. Pembangunan Kesehatan Masyarakat di Indonesia. Health Promotion Throughout the Life Span.Daftar Pustaka Allender. 6th ed.L and Mandle C. M. E. Louis: Mosby 71 . Rector. L. Connecticut: Appleton & Lange.. Canadian community health nursing: Standard of practice. M.S. J. (1999). (2003). Badan Pusat Statistik. Guire. Anggregat & Community Practice. (1990). (1999). R. (2011). L. Profil Kemiskinan di Indonesia. Nursing in the community: Dimensions of community health nursing.id/getfile. C . diakses pada tanggal 21 Februari 2012 Best.bps. (2006).go. L. T. Boulder. Jakarta: EGC. Nursing Theory: utilization and application 4th edition. Media. Anderson. Atlanta: U. Nursing in TheCommunity: dimensions of community health nursing. Allender. Community Health Nursing: promoting and protecting the public’s health.

72 . Alih bahasa: Asih. M & McFarland.com/perawatan/perawat/kesehatan-1092456. Community and Public Health Nursing. McEwen. Transcultural nursing: Concepts. E. R. McEwen. A. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins McKenzie. Ranmuthugala. J. Y.. India : Jones And Bartlett Publishers. (2008).A. E. Jakarta: Salemba Medika. (1981). Edisi 4.. (2002). Tim CHN FIK UI Stanhope. N et all. P. E.html Freudenberg.Efendi. Theoretical Basis for Nursing. Air and Water Pollution: Burden and Strategies for Control. Hal 93 Hitchcock. P. http://id. Nurul. Potter. Kusnanto. Theoretical Nursing: development and progress. Philadelphia: F.. M..M. Lodh. research and practice. Jakarta: Salemba Medika. McMichael. S. G.M. & Perry. A. Jakarta: EGC Sahar. dan praktik. & Kotecki. J. USA: Mc-Graw Hill Companies Lundy. Davis Company. (2005).html. (1999).. & Kingsland. J. R. (2005). Shrestha. Ferry. Mary A.. Meleis. (2009). Ilmu Keperawatan Komunitas 1. Urban health and society. Community health nursing: Caring in action. Jakarta: Sagung Seto Jarvis.G.Wahit. (2009). Community Health Nursing: Caring for The Public’s Health 2nd ed. Junaiti. Nies. Diunduh tanggal 16 Feb 2012. (2001). Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional. Karen Saucier. UK: Jones and Barlett Publisher. and Wills. Wahit Iqbal dan Chayatin.. Leininger. Community/ public health nursing: promoting the healthy of population (4th Ed). R. New York: Delmar Publishing Iqbal Mubarak.. T. dan Thomas. A. & Makhfudli. Schubert. F. Halaman 812-825. M and Lancaster.com/nursing_theory/unitary_human_beings.. Jakarta: EGC. (2004). Disease Control Priorities in Developing Countries (chapter 43).hicow. (2005). M. S.. Keperawatan kesehatan komunitas: Teori dan praktik dalam keperawatan. http://currentnursing. Missouri: Sauders Elsevier. (2005). R. L. Pengantar Keperawatan Komunitas. Community health nursing: Keeping the public healthy. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins Mubarak. (2006). Kjellstrom. Buku ajar fundamental keperawatan: Konsep. (2003). An introduction to community health ed. theories. Model Pelayanan Keperawatan Komunitas (Perkesmas) pada Keluaraga Miskin. proses. Pukul 10. J. E. (2007). (2009). Pinger. 5th.. (2011). St Louis: Mosby.30. M. M. T. Afaf I. dkk. L. 3rd Ed.

WHO (World Health Organization). Ewen and Wills. M. McGuire. (1995). S.int/water_sanitation_health/dwq/guidelines3rd/en/. A. B. & Lancaster. Missouri: Mosby Elsevier Smith.T. Jervis. 2002. J. Edisi 3. Philadelphia: F.com/Health-Conditions www. USA : Library of Congress Cataloging in-Publication Data. St. S. Community and public health nursing. (2007). M. St.depkes. M. C. Geneva: WHO. & Eigsti. Nurses as partner in delivering public health.. Theoretical Basis for Nursing.Tomey. China: Lippincot Willians & Wilkins. M. (2011). pukul 12 44 WIB. London: Royal Collage of Nursing. R.id. Geneva: WHO and the International Programme on Chemical Safety.go. (2010). Mc. Geneva: WHO Press. & Maurer. Stanhope. (1999). Aggregate. E. B. Louis: Mosby. Alligood. G. M. & Hisley. Handbook of emergency management: Programs and policies dealing with major hazards and disasters. L. Saunders Company. 5th Ed.nih. (2009). Smith. Stone. Valanis. WHO dan UN-HABITAT. Global Assessment of the State of Science of Endocrine Disruptors. S. 3rd ed. L. F. (2000). Document WHO/PCS/EDC/02. Community health nursing: Theory and practice. M. http://www.com http://www. Nursing Theorists and Their Work. WHO and International Programme on Chemical Safety. Royal Collage of Nursing. Philadelphia: W. L. S. diakses tanggal 20 Februari 2012. (2002).. D. Maternal-child nursing care. Louis: Mosby. Ward.nlm.2. 6th ed. D.cyh.gov http://www.A. 2003. (2006). A. New York: Greenwood Press. Epidemiology in health care.who.agingcare. Guidelines for Drinking Water Quality. Comprehensive community health nursing: Family. http://www. 6th Edition. M. (1990). Davis Company. & Community Practice. 3rd Ed. Hidden Cities: Unmasking and Overcoming Health Inequities in Urban Settings. 73 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful