P. 1
Penyesuaian Diri Remaja

Penyesuaian Diri Remaja

|Views: 632|Likes:

More info:

Published by: Konan Maknae ShepiriaShiseiten on Mar 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2014

pdf

text

original

Penyesuaian Diri Remaja Kategori Individual Oleh : Zainun Mutadin, SPsi. MSi.

Jakarta, 09 April 2002 Penyesuaian diri merupakan salah satu persyaratan penting bagi terciptanya kesehatan jiwa/mental individu. Banyak individu yang menderita dan tidak mampu mencapai kebahagiaan dalam hidupnya, karena ketidak-mampuannya dalam menyesuaikan diri, baik dengan kehidupan keluarga, sekolah, pekerjaan dan dalam masyarakat pada umumnya. Tidak jarang pula ditemui bahwa orang-orang mengalami stres dan depresi disebabkan oleh kegagalan mereka untuk melakukan penyesaian diri dengan kondisi yang penuh tekanan. Pengertian Pengertian penyesuaian diri pada awalnya berasal dari suatu pengertian yang didasarkan pada ilmu biologi yang di utarakan oleh Charles Darwin yang terkenal dengan teori evolusinya. Ia mengatakan: "Genetic changes can improve the ability of organisms to survive, reproduce, and, in animals, raise offspring, this process is called adaptation".(Microsoft Encarta Encyclopedia 2002). Sesuai dengan pengertian tersebut, maka tingkah laku manusia dapat dipandang sebagai reaksi terhadap berbagai tuntutan dan tekanan lingkungan tempat ia hidup seperti cuaca dan berbagai unsur alami lainnya. Semua mahluk hidup secara alami dibekali kemampuan untuk menolong dirinya sendiri dengan cara menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan materi dan alam agar dapat bertahan hidup. Dalam istilah psikologi, penyesuaian (adaptation dalam istilah Biologi) disebut dengan istilah adjusment. Adjustment itu sendiri merupakan suatu proses untuk mencari titik temu antara kondisi diri sendiri dan tuntutan lingkungan (Davidoff, 1991). Manusia dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, kejiwaan dan lingkungan alam sekitarnya. Kehidupan itu sendiri secara alamiah juga mendorong manusia untuk terus-menerus menyesuaikan diri. Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungannya. Atas dasar pengertian tersebut dapat diberikan batasan bahwa kemampuan manusia sanggup untuk membuat hubungan-hubungan yang menyenangkan antara manusia dengan lingkungannya. Aspek-aspek Penyesuaian Diri Pada dasarnya penyesuaian diri memiliki dua aspek yaitu: penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial. Untuk lebih jelasnya kedua aspek tersebut akan diuraikan sebagai berikut : 1. Penyesuaian Pribadi

Penyesuaian pribadi adalah kemampuan individu untuk menerima dirinya sendiri sehingga tercapai hubungan yang harmonis antara dirinya dengan lingkungan sekitarnya. Ia menyadari sepenuhnya siapa dirinya sebenarnya, apa kelebihan dan kekurangannya dan mampu bertindak obyektif sesuai dengan kondisi dirinya tersebut. Keberhasilan penyesuaian pribadi ditandai dengan tidak adanya rasa benci, lari dari kenyataan atau tanggungjawab, dongkol. kecewa, atau tidak percaya pada kondisi dirinya. Kehidupan kejiwaannya ditandai dengan tidak adanya kegoncangan atau kecemasan yang menyertai rasa bersalah, rasa cemas, rasa tidak puas, rasa kurang dan keluhan terhadap nasib yang dialaminya. Sebaliknya kegagalan penyesuaian pribadi ditandai dengan keguncangan emosi, kecemasan, ketidakpuasan dan keluhan terhadap nasib yang dialaminya, sebagai akibat adanya gap antara individu dengan tuntutan yang diharapkan oleh lingkungan. Gap inilah yang menjadi sumber terjadinya konflik yang kemudian terwujud dalam rasa takut dan kecemasan, sehingga untuk meredakannya individu harus melakukan penyesuaian diri. 2. Penyesuaian Sosial Setiap iindividu hidup di dalam masyarakat. Di dalam masyarakat tersebut terdapat proses saling mempengaruhi satu sama lain silih berganti. Dari proses tersebut timbul suatu pola kebudayaan dan tingkah laku sesuai dengan sejumlah aturan, hukum, adat dan nilai-nilai yang mereka patuhi, demi untuk mencapai penyelesaian bagi persoalan-persoalan hidup sehari-hari. Dalam bidang ilmu psikologi sosial, proses ini dikenal dengan proses penyesuaian sosial. Penyesuaian sosial terjadi dalam lingkup hubungan sosial tempat individu hidup dan berinteraksi dengan orang lain. Hubunganhubungan tersebut mencakup hubungan dengan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya, keluarga, sekolah, teman atau masyarakat luas secara umum. Dalam hal ini individu dan masyarakat sebenarnya sama-sama memberikan dampak bagi komunitas. Individu menyerap berbagai informasi, budaya dan adat istiadat yang ada, sementara komunitas (masyarakat) diperkaya oleh eksistensi atau karya yang diberikan oleh sang individu. Apa yang diserap atau dipelajari individu dalam poroses interaksi dengan masyarakat masih belum cukup untuk menyempurnakan penyesuaian sosial yang memungkinkan individu untuk mencapai penyesuaian pribadi dan sosial dengan cukup baik. Proses berikutnya yang harus dilakukan individu dalam penyesuaian sosial adalah kemauan untuk mematuhi norma-norma dan peraturan sosial kemasyarakatan. Setiap masyarakat biasanya memiliki aturan yang tersusun dengan sejumlah ketentuan dan norma atau nilai-nilai tertentu yang mengatur hubungan individu dengan kelompok. Dalam proses penyesuaian sosial individu mulai berkenalan dengan kaidahkaidah dan peraturan-peraturan tersebut lalu mematuhinya sehingga menjadi bagian dari pembentukan jiwa sosial pada dirinya dan menjadi pola tingkah laku kelompok. Kedua hal tersebut merupakan proses pertumbuhan kemampuan individu dalam rangka penyesuaian sosial untuk menahan dan mengendalikan diri. Pertumbuhan kemampuan ketika mengalami proses penyesuaian sosial, berfungsi seperti pengawas yang mengatur kehidupan sosial dan kejiwaan. Boleh jadi hal inilah yang dikatakan Freud sebagai hati nurani (super ego), yang berusaha mengendalikan kehidupan individu dari segi penerimaan dan kerelaannya terhadap beberapa pola perilaku yang disukai dan diterima oleh masyarakat, serta menolak dan menjauhi hal-hal yang tidak diterima oleh masyarakat.

pada penulisan ini beberapa lingkungan yang dianggap dapat menciptakan penyesuaian diri yang cukup sehat bagi remaja. kerabat maupun pembantu. karena remaja sudah lebih matang tingkat pemahamannya. Kemudian dalam lingkungan keluarga individu mempelajari dasar dari cara bergaul dengan orang lain. yang dipelajari melalui permainan. Oleh sebab itu. ia diharapkan dapat berbagi dengan anggota keluarga yang lain. serta menikmati kehidupannya dengan stabil. Rasa dekat dengan keluarga adalah salah satu kebutuhan pokok bagi perkembangan jiwa seorang individu. Berdasarkan kenyataan tersebut diatas maka pemenuhan kebutuhan anak akan rasa kekeluargaan harus diperhatikan. respek. kecuali bila kehidupan orang tersebut benar-benar terhindar dari tekanan. diremehkan bahkan dibenci. dan orang tersebut mampu untuk menghadapi kesukaran dengan cara objektif serta berpengaruh bagi kehidupannya. sandiwara dan pengalaman-pengalaman sehari-hari di dalam keluarga. Tidak diragukan lagi bahwa dorongan semangat dan persaingan antara anggota keluarga yang dilakukan secara sehat memiliki pengaruh yang penting dalam perkembangan kejiwaan seorang individu. orangtua sebaiknya jangan menghadapkan individu pada hal-hal yang tidak dimengerti olehnya atau sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan olehnya. Orang tua harus terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pengasuhan. Dengan demikian penyesuaian diri akan menjadi lebih baik bila dalam keluarga individu merasakan bahwa kehidupannya berarti. adik. sebab hal tersebut memupuk rasa putus asa pada jiwa individu tersebut. pengawasan dan penjagaan pada anaknya. tertarik untuk bekerja. senda gurau. Hal ini seringkali ditanggapi negatif oleh anak dengan merasa bahwa dirinya tidak disayangi. kegoncangan dan ketegangan jiwa yang bermacam-macam. namun tidak menutup kemungkinan pada beberapa remaja kondisi tersebut akan membuat dirinya tertekan. cinta. Dalam keluarga individu juga belajar agar tidak menjadi egois. dan berprestasi. diantaranya adalah sebagai berikut: a. Individu belajar untuk menghargai hak orang lain dan cara penyesuaian diri dengan anggota keluarga. Pada dasarnya penyesuaian diri melibatkan individu dengan lingkungannya. tenang. yang selalu ingin diraih setiap orang. cemas dan stres. toleransi dan kehangatan. kakak. yang biasanya terjadi melalui pengamatan terhadap tingkah laku dan reaksi . mulai orang tua. jangan semata-mata menyerahkannya pada pembantu. merasa senang. Meskipun bagi remaja hal ini kurang berpengaruh.Pembentukan Penyesuaian Diri Penyesuaian diri yang baik. Lingkungan Keluarga Semua konflik dan tekanan yang ada dapat dihindarkan atau dipecahkan bila individu dibesarkan dalam keluarga dimana terdapat keamanan. Bila hal tersebut terjadi berulang-ulang dalam jangka waktu yang cukup panjang (terutama pada masa kanak-kanak) maka akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan individu dalam menyesuaikan diri di kemudian hari. Jangan sampai semua urusan makan dan pakaian diserahkan pada orang lain karena hal demikian dapat membuat anak tidak memiliki rasa aman. tidak akan dapat tercapai. Lingkungan keluarga juga merupakan lahan untuk mengembangkan berbagai kemampuan. Dalam prakteknya banyak orangtua yang mengetahui hal ini namun mengabaikannya dengan alasan mengejar karir dan mencari penghasilan yang besar demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan menjamin masa depan anak-anak.

Ia mengungkapkan kepada mereka secara bebas tentang rencananya. pemikiran dan perasaan. kefanatikan. dari angan-angan. keeratan. ia adalah langkah pertama dalam pembentukan kehidupan yang menuntut individu untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. tetapi juga berperan sebagai pendidik yang menjadi pembentuk masa depan. berpakaian. pembentukan hubungan yang erat diantara kawankawan semakin penting pada masa remaja dibandingkan masa-masa lainnya. ini sangat membantu diri individu dalam memahami pola-pola dan ciri-ciri yang menjadikan dirinya berbeda dari orang lain. Semakin mengerti ia akan dirinya maka individu akan semakin meningkat kebutuhannya untuk berusaha untuk menerima dirinya dan mengetahui kekuatan dan kelemahannya. Lingkungan Sekolah Sekolah mempunyai tugas yang tidak hanya terbatas pada masalah pengetahuan dan informasi saja. Dengan demikian pengertian yang diterima dari temanya akan membantu dirinya dalam penerimaan terhadap keadaan dirinya sendiri. seperti rasa percaya pada orang lain atau diri sendiri. Jadi disini peran guru sangat berperan penting dalam pembentukan kemampuan penyesuaian diri individu. individu mencurahkan kepada teman-temannya apa yang tersimpan di dalam hatinya. orangtua pun dituntut untuk mampu menunjukkan sikap-sikap atau tindakan-tindkan yang mendukung hal tersebut. c. toleransi. Demikian pula dengan guru. duduk dan lain sebagainya. Oleh karena itu. Dalam semua itu individu menemukan telinga yang mau mendengarkan apa yang dikatakannya dan hati yang terbuka untuk bersatu dengannya. Pendidikan remaja hendaknya tidak didasarkan atas tekanan atau sejumlah bentuk kekerasan dan paksaan.orang lain dalam berbagai keadaan. cara berjalan. karena pola pendidikan seperti itu hanya akan membawa kepada pertentangan antara orang dewasa dengan anak-anak sekolah. Dengan demikian ia akan menemukan cara penyesuaian diri yang tepat sessuai dengan potensi yang dimilikinya. kehangatan dan rasa aman karena semua hal tersebut akan berguna bagi masa depannya. Jika para remaja merasa bahwa mereka disayangi dan . Keberhasilan proses ini sangat bergantung pada cara kerja dan metode yang digunakan oleh pendidik dalam penyesuaian tersebut. Biasanya yang menjadi acuan adalah tokoh orang tua atau seseorang yang menjadi idolanya. b. tugasnya tidak hanya mengajar. pengendalian rasa ketakutan. akan tetapi juga mencakup tanggungjawab pendidikan secara luas. cita-citanya dan dorongan-dorongannya. Suatu hal yang sulit bagi remaja menjauh dari temannya. minum. Dalam pengertian ini berarti proses pendidikan merupakan penciptaan penyesuaian antara individu dengan nilainilai yang diharuskan oleh lingkungan menurut kepentingan perkembangan dan spiritual individu. Dalam hasil interaksi dengan keluarganya individu juga mempelajari sejumlah adat dan kebiasaan dalam makan. berbicara. Selain itu dalam keluarga masih banyak hal lain yang sangat berperan dalam proses pembentukan kemampuan penyesuaian diri yang sehat. Lingkungan Teman Sebaya Begitu pula dalam kehidupan pertemanan. Pendidikan modern menuntut guru atau pendidik untuk mengamati perkembangan individu dan mampu menyusun sistem pendidikan sesuai dengan perkembangan tersebut. kerjasama.

kesehatan. Penentu itu dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. belajarya. pemgkondisian. Perkembangan dan kematangan khususnya kematangan intelektual. Berikut akan dijelaskan mengenai faktor – faktor diatas. moral dan emosional. . Kondisi lingkungan khususnya kelurga dan sekolah. Secara sekunder proses penyesuaian ditentukan oleh faktor – faktor yang menentukan kepribadian itu sendiri baik internal maupun eksternal. frustasi dan konflik. 3. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gangguan – gangguan dalam system syaraf. Penentu cultural termasuk agama. termasuk didalamnya pengalaman. Kondisi – kondisi fisik. konstitusi fisik. 1. sosial. tingkah laku dan kepribadian. perilaku sosialnya berubah semakn menyadari keberadaa dirinya. 5. penentua diri (self – determination). kelenjar dan otot merupakan faktor yang penting bagi proses penyesuaian diri. mempengaruhi. sistem otot.5 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Proses Penyesuaian Diri pada Remaja. 2.diterima sebagai teman dalam proses pendidikan dan pengembangan mereka. 4. Secara keseluruhan kepribadian mempunyai fungsi sebagai penentu primer dalam penyesuaian diri. penyakit dan sebagainya. maka tidak akan ada kesempatan untuk terjadi pertentangan antar generasi. 2. kelenjar dan otot menimbulkan gejala – gejala gangguan mental. Sebagaimana telah dipahami bahwa dalam perkembangannya manusia akan melewati masa remaja. Badannya tumbuh berkembang menunjukkan tanda – tanda orang dewasa. atau menimbulkn efek bagi proses penyesuaian. Penentu penyesuaian identik dengan faktor – faktor yang mengatur perkembangan dan terbentuknya pribadi secara bertahap. susunan saraf kelenjar. Dengan demikian. Pemahaman tentang faktor – faktor diatas dan bagamana fungsinya dalam penyesuaian merupakan syarat untuk memahami proses penyesuaian diri. termasuk didalamnya keturunan. Penentu psikologis. Dalam masa ini tubuhnya berkembang sedemikian pesat dan terjadi perubahan – perubahan dalam bentuk fisk dan psikis. Remaja adalah anak manusia yang sedang tumbuh selepas masa anak – anak menjelang dewasa. Kondisi Jasmaniah Kondisi jasmaniah merupakan kondisi primer bagi tingkah laku maka dapat diperkirakan bahwa system syaraf. ingin diakui dan berkembang pemikiran maupun wawasannya secara lebih luas. kondisi sistem tubuh yang baik merupakan syarat bagi tercapainya proses penyesuaian diri yang baik. Penentu berarti faktor yang mendukung.

Sikap remaja awal yang berkembang terutama menonjol dalam sikap sosial. Kondisi – kondisi perkembangan mempengaruhi setiap aspek kepribadian seperti emosional. perasaan ingin dikasihani dan sebagainya. Dengan kata lain. benda situasi / kondisi sekitarnya. Perkembangan. Pengalaman yang menyenangkan akan menimbulkan penyesuaian diri yang baik dan sebaliknya. 1. Ini berarti bahwa gangguan penyakit jasmaniah yang diderita oleh seseorang akan mengganggu proses penyesuaian dirinya. sehingga pencapaian pola – pola penyesuaian diri pun berbeda pula secara individual. orang lain. Simpati dan merasakan perasaan orang lain telah mulai berkembang dalam usia remaja awal. 1. Sesuai dengan hukum perkembangan. karena melalui belajar ini akan berkembang pola – pola respon yang akan membentuk kepribadian. Determinasi diri . Kualitas penyesuaian diri yang baik hanya dapat diperoleh dan dipelihara dalam kondisi kesehatan jasmaniah yang baik pula. lebih – lebih sikap sosial yang berhubungan dengan teman sebaya. keagamaan dan intelektual. Sikap solider atau senasib seperjuangan dirasakan dalam kehidupan kelompok baik dalam kelompok yang sengaja dibentuk ataupun kelompok yang terbentuk dengan sendirinya. Faktor psikologis ini banyak sekali macamnya diantaranya adalah : 1. ketergantungan. pola penyesuaian diri akan bervariasi sesuai dengan tingkat perkembangan dan kematangan yang dicapainya. perasaan rendah diri. Sikap positif remaja awal terhadap teman sebaya berkembang dengan pesat setelah remaja mengenal adanya kepentingan dan kebutuhan yang sama. Belajar Proses belajar merupakan suatu dasar yang fundamental dalam proses penyesuaian diri. Lebih terperinci lagi sikap dapat diartikan sebagai kecenderungan yang relatif stabil yang dimiliki seseorang dalam mereaksi (baik reaksi negatif maupun reaksi positif) terhadap dirinya sendiri. tingkat kematangan yang dicapai berbeda – beda antara individu yang satu dengan yang lainnya.Disamping itu. Proses belajar ini akan berlangsung sepanjang hayat. Gangguan penyakit yang kronis dapat menimbulkan kurangnya kepercayaan pada diri sendiri. 1. Remaja berusaha bersikap sesuai dengan norma kelompokmya. 1. Sikap dapat diartikan sebagai kesediaan bereaksi indiviu terhadap suatu hal. Penentu psikologis terhadap penyesuaian diri. kesehatan dan penyakit jasmaniah juga berhubungan dengan penyesuaian diri. Pengalaman Tidak semua pengalaman mempunyai arti bagi penyesuaian diri. moral. Sebagaian besar respon dan ciri kepribadian lebih banyak yang diperoleh dari proses belajar daripada yang diperoleh secara diwariskan. kematangan dan penyesuaian diri. sosial.

Dalam mendidik anak dilakukan dengan cara yang masuk akal atau logis. orang itu sendiri menentukan dirinya. Namun ada yang berpandangan bahwa konflik dapat bermanfaat memotivasi seseorang untuk meningkatkan kegiatan. sopan santun dan taat melaksanakan perintah agamanya. Determinasi diri mempunyai peranan penting dalam proses penyesuaian diri karena mempuyai peranan dalam pengendalian arah dan pola penyesuaian diri. dan diperhatikan keluhannya. Faktor – faktor itulah yang disebut determinasi diri. didengar. Kasih sayang orang tua dan anggota keluarga yang lain akan memberi dampak dalam kehidupan mereka. mekanisme konflik secara essensial sama yaitu pertentangan antara motif – motif. mampu menjelaskan mana yang baik dan mana yang buruk. Kondisi Lingkungan  Rumah / keluarga Keluarga sangat besar pengaruhnya dalam kehidupa remaja. Konflik dan Penyesuaian Tanpa memperhatikan tipe – tipe konflik. Dalam keluarga yang bahagia dan sejahtera serta memiliki tauladan keislaman yang baik dari orang tua. Ada beberapa orang dewasa yang mengalami pengalaman penolakan ketika masa kanak – kanak. Insya Allah remaja akan tumbuh dengan rasa aman. . Semua itu tidak lain karena remaja sekarang kritis dan wawasannya berkembang lebih cepat akibat arus informasi dan globalisasi  Lingkungan Sekolah Sekolah adalah rumah kedua. Demikian pula cara mendidik atau cntoh tauladan dalam keluarga khususnya orang tua akan sangat memberi input yang luar biasa. dididik dan diasuh oleh para guru. remaja juga memerukan komunikas yang baik dengan orang tua. karena ia ingin dihargai. tetapi mereka dapat menghindarka diri dari pengaruh negatif karena dapat menentukan sikap atau arah dirinya sendiri. tempat remaja memperoleh pendidikan formal. terdapat faktor kekuatan yang mendorong untuk mencapai taraf penyesuaian yang tinggi. Ada beberapa pandangan bahwa konflik bersifat mengganggu atau merugikan. Dalam masalah ini diperlukan orang tua yang dapat bersikap tegas namun akrab (friendly). melakukan pendekatan persuasif dan memberikan perhatian yang cukup. 1.Dalam proses penyesuaian diri. disamping ditentukan oleh faktor – faktor terebut diatas. berakhlak mulia. Selain pendidikan agama. 1.

baik itu Islami ataupun tidak. teknologi. 1. dan masyarakat secara bertahap dipegaruhi oleh faktor – faktor kutur dan agama. Tidak hanya sekedar menerima tapi mereka juga mampu beradu argumen dengan pengajarnya. bintang film atau penyanyi. kita wajib berhati – hati dalam memilih teman. Contohnya tata cara kehidupan di sekolah. nampak sekali perkembangan intelektualitasnya. sehingga sering kita jumpai remaja berusaha menonjolkan identitas pribadi atau kelompoknya.. Lingkungan dunia luar akan mempengaruhi remaja baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada usia remaja mereka berusaha untuk bebas dari keluarga dan tidak bergantung pada orang tua. baik itu benar ataupun salah. Akan tetap pada waktu yang sama ia takut kehilangan rasa nyaman yang telah diperolehnya selama masa kanak – kanak. di masjid dan semacamnya akan mempengaruhi bagaimana anak menempatkan diri dan bergaul dengan masyarakat sekitarnya. kebut – kebutan bahkan free seks. Dalam lingkungan sekolah guru memegang peranan penting sebab guru bagaikan pengganti orang tua. karena pergaulan yang salah dapat empengaruhi proses dan pola – pola penyesuaian diri. nasional maupun global. Oleh karena itu. seperti guru. sekolah dan teman sepergaulan. Karena itu. mau membimbing dan mendorong anak didik untuk aktif dan maju. sekolah. .  Lingkunga dunia luar Merupakan lingkungan remaja selain keluarga. memahami perkembangan remaja serta seseorang yang dapat dijadikan tauladan. Lingkungan kultural dimana individu berada dan berinteraksi akan menentukan pola penyesuaian diri. bijaksana.Dalam lingkungan inilah remaja berlatih untuk menigkatkan kemampuan daya pikirnya. Peniruan terhadap figure – figure tertentu dan menemukan tokoh – tokoh idla yang digandrungi. transportasi. pahlawan. Dalam beberapa kejadian. Bagi remaja yang sudah menginjak perguruan tinggi. baik lingkungan masyarakat lokal. Kultural dan agama sebagai penentu penyesuaian diri Proses penyesuaian diri anak mulai dari lingkungan keluarga. informasi maupun globalisasi. minuman keras. Naudzubillaahimindzalik…. baik itu teman sekolah.  Lingkungan teman sepergaulan Teman sebaya adalah sangat penting sekali pengaruhnya bagi kehidupan remaja. diperlukan guru yang arif. ulama. organisasi maupun teman bermain. kita dapat temukan adanya kelompok remaja yang membentuk kelompok yang menonjolkan aktivitas penggunaan narkotika. Lingkungan dunia luar semakin besar pengaruhnya disebabkan oleh faktor – faktor kemajuan teknologi. Masa remaja adalah masa pencarian identitas diri.

frustasi dan ketegangan lainnya. Tugas – tugas perkembangan yang bertentangan dengan kebergantungan secara ekonomis. yakin dan tegar . Pelaksanaan tugas perkembangan dala hal mendapatkan kebebasan emosional dari orang tua. yang dbandigkan dengan keadaan dirinya sendiri. Agama memberi tuntunan. Masalah wajar yang berhubungan dengan orang tua antara lain berhubungan dengan : 1. Masalah wajar yang berhubungan dengan diri atau pribadi remaja itu sendri antara lain : 1. Oleh pemilikan semua ini orang akan memperoleh arti hidup. khususnya dalam kelangsungan pendidikan atau sekolah. 2. Banyak penelitian membuktikan bahwa remaja yang hidup dirumah tangga yang retak . konsep dan falsafah hidup yang meyakinkan dan benar.sia. tidak mudah terpengaruh oleh bujukan dan rayuan yang akan membawanya ke jurang kesengsaraan. Remaja ingin bebas menentukan tujuan hidupnya sendiri. 2. 2. kemana tujuan hidup. kasih sayang dari orang tua yang tidak selamanya dapat terpenuhi karena antara lain kesibukan dalam soal ekonomis orang tuanya. mengalami masalah emosi. Remaja ingin berhasil dalam mengerjakan sesuatu. Sikap dan perasaan mengenai kemampuannya. disamping kurng kepekaa terhadap penerimaan sosial dan kurang mampu menahan diri serta lebih gelsah dibandingkjan dengan remaja yang hidup dalam rumah tangga yang wajar. apa yang dicari dalam hidup ini dan bagaimana ia harus berperan dalam hidup sehingga hidupnya di dunia tidak sia. 3.Agama memberikan suasana psikologis tertentu dalam mengurangi konflik. tampak padanya ada kecenderungan yang besar untuk marah. suka menyendiri. Kesemuanya menjadi bahan pemikiran dan dirasakan sebagai pengganggu hidupnya.6 Permasalahan – Permasalahan Penyesuaian Diri Remaja Diantara persoalan terpentingnyan yang dialami oleh remaja dalam kehidupan sehari – hari dan yang menghambat penyesuaian diri yang sehat adalah hubungan remaja dengan orang dewasa terutama orang tua. Ada bentuk badan yang diidam – idamkan dan dipikirkan untuk dicapai. sementara orang tua masih takut memberi tanggung jawab kepada remaja sehingga terus membayangi remajanya. Kebutuhan – kebutuhan akan perhatian. sementara dirumah dan disekolah anak remaja tersebut sering kali menghadapi . Permasalahan penyesuaian diri yang dihadapi remaja dapat berasal dari suasana psikologis kelurga seperti keretakan kelurga. Perasaan dan pikiran mengenai fisik (jasmani)nya. Dengan penemuan makna yang sebenarnya dari kehidupan manusia akan memiliki langkah – langkah yang mantap. Diidamkannya bentuk badan atau wajah bintang film dalam poster – poster atau majalah.

ketegangan. Sikap pandangan diri terhadap nilai – nilai. menatangkan masalah sejak remaja keluar dari ikatan keluarga. 3. Penyesuaian diri merupakan usaha-usaha individu untuk mengatasi kebutuhan dari dalam diri. Ini terjadi pada masa remaja awal dan akhir. Seorang ahli bernama Schneiders ( Gunarso. remaja juga mendapatkan permasalahan yang berasal dari masyarakat ketika mereka melakukan proses penyesuaian diri. 2. dan konflik serta untuk menciptakan keharmonisan atas tuntutantuntutan dalam dunia sekitar. Agustus 09. Informasi tentang hal itu diterima dari lingkungannya. Menurut Daradjat (1972) penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamika yang bertujuan untuk mengubah tingkah laku agar terjadi hubungan yang selaras antara dirinya dan lingkungannya.Lebih jauh ia memberi pengertian bahwa penyesuaian diri itu baik atau buruk selalu melibatkan proses mental dan respon tingkah laku. sejak memperluas pergaulan dari kelompok teman sebaya.an dalam berbagai hal. sekolah dan jabatan menjadi bahan pemikiran. Persiapan dalam masa depan. frustasi. Maka dari itu situs belajar psikologi ini memberikan sedikit pemahaman tentang penyesuaian diri pada remaja. Penyesuaian Diri Pada Remaja Minggu. 1989 ) mengemukakan bahwa penyesuaian diri merupakan suatu proses mental dan tingkah laku yang mendorong seseorang untuk menyesuaikan diri sesuai dengan keinginan yang berasal dari dalam diri sendiri dan dapat diterima oleh lingkungannya. Akibat perkembangan kemampuan pikir. 2009 Pemahaman penyesuaian diri pada remaja sangat penting dipahami oleh setiap remaja karena masa remaja merupakan masa pencarian jati diri. Dirinya kadang – kadang bersifat apatis dan merasa telah gagal. Masalah yang berhubungan degan masyarakat luas antara lan : 1.kegagal. Setiap individu mengalami perubahan baik fisik maupun psikologis. yang benar dan yang salah yang baik dan yang buruk yang patut dan tidak patut. Dikatakan . Tidak hanya masalah – masalah yang berasal dari keluarga atau diri sendiri. Pergaulan sehari hari dalam masyarakat luas. remaja memikirkan tentang nilai – nilai.

karena dengan itu orang tua mampu mengawasi secara tidak langsung kegiatan. maupun kebutuhan luarnya yaitu kebutuhan sosial. kecemasan.bahwa penyesuaian diri mempunyai dua aspek. individu mengadakan penyesuaian diri untuk menghilangkan konflik dan melepaskan rasa ketidak enakan dalam dirinya. Penyesuaian diri merupakan faktor yang penting dalam kehidupan seseorang. yaitu penyesuaian diri pribadi dan penyesuaian diri sosial. Orang tua bertugas untuk memberi tauladan dan mengawasi tindak tanduk tetapi tidak dengan mengekang semua kegiatanya. Pada masa transisi tersebut kemungkinan dapat mengalami masa . fisik dan social (Hurlock. Orang tua hendaknya juga bisa menjadi teman bagi anaknya terutama pada masa remaja sehingga anak bisa terbuka tentang segala masalah yang dihadapinya. baik dengan dirinya sendiri antara kebutuhan jasmani dan rohani. kemarahan sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dengannya terkikis habis. Pada masa penyesuaian diri ini peran orang tua dan lingkungan sangat berpengaruh dalam mencapai keberhasilan dalam melakukan penyesuaian diri untuk membangun jati diri yang baik. Menurut Hillgard (dalam Damayanti. (Prastyawati. Katono (1980) mengartikan penyesuaian diri sebagi usaha untuk mencapai keharmonisan pada diri sendiri dan pada lingkungan sehingga rasa bermusuhan. misalnya berilah kebebasan kepada anak anda untuk bergaul dengan siapapun dan dari strata manapun asalkan tidak membawa pengaruh yang buruk baginya. Sedangakan penyesuaian sosial merupakan suatu proses yang terjadi dalam lingkungan sosial tempat individu hidup dan berinteraksi dengannya. Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri merupakan usaha individu untuk menyelaraskan kebutuhan dalam diri sendiri maupun dengan situasi diluar dirinya guna mendapatkan hubungan yang lebih baik serasi antara diri dan lingkungan yang dihadapinya. 1999). Orang tua hendaknya membiasakan anak untuk mengenal dengan baik lingkungan sekitarnya agar mereka mampu beradaptasi dengan baik dimanapun mereka berada. iri hati. dimana terjadi perubahan juga pada dirinya baik secra psikis. serta memberikan kebebasan yang bertanggung jawab. Menurut Gunarso (1995) penyesuaian diri sebaiknya menjadi dasar dari pembetukan hidup dengan pola-pola yang berintegrasi tanpa tekanan emosi yang berarti. 1973). Setiap saat seseorang mempunyai kebutuhan penyesuaian diri. pasangka. 2002). Geringan (1986) mengatakan bahwa penyesuaian diri adalah mengubah diri sendiri dengan keadaan lingkungan dan juga mengubah lingkungan sesuai dengan keinginannya. dimana usia berkisar antara 13 sampai 16 tahun atau yang sering disebut usia belasan yang tidak menyenangkan.kegiatan yang dilakukannya MAKALAH PENYESUAIAN DIRI REMAJA DALAM SUATU LINGKUNGAN PENDAHULUAN I. dengki. Penyesuaian diri pribadi adalah penyesuaian individu terhadap dirinya sendiri dan percaya pada diri sendiri. Tentu saja hal ini tidak menimbulkan koflik bagi diri sendiri dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Latar Belakang Masalah Masa remaja merupakan masa transisi.

A.1976). Melihat kondisi tersebut jika tidak didukung kondisi lingkungan yang kondusif dan kepribadian yang kurang baik akan menjadi pemicu timbulnya berbagai perilaku penyimpangan dan perbuatan-perbuatan yang negative yang dapat melanggar aturan dan norma-norma yang ada dalam suatu masyarakat diwilayah tertentu. Penyesuaian dapat didefinisikan sebagai interaksi yang kontinyu antara diri individu sendiri. dengan orang lain dan dengan dunia luar. Dari diri sendiri yaitu jumlah keseluruhan dari apa yang telah ada pada diri individu.krisis yang ditandai dengan kecerundungan munculnya perilaku menyimpang. Ketiga faktor ini secara konstan mempengaruhi individu dan hubungan tersebut bersifat timbal balik (Calhoun dan Acocella. Ia menyadari sepenuhnya siapa dirinya sebenarnya. Untuk lebih jelasnya kedua aspek tersebut akan diuraikan sebagai berikut : 1. pada masa remaja dibutuhkan penyesuaian diri dimana pun dia akan berada. maka kesempatan untuk diterima oleh kelompok menjadi lebih besar. lari dari kenyataan atau tanggungjawab. Untuk itu.1993). Penyesuaian Pribadi Penyesuaian pribadi adalah kemampuan individu untuk menerima dirinya sendiri sehingga tercapai hubungan yang harmonis antara dirinya dengan lingkungan sekitarnya. Kehidupan kejiwaannya ditandai dengan tidak adanya kegoncangan atau kecemasan yang . kecewa. Keberhasilan penyesuaian pribadi ditandai dengan tidak adanya rasa benci. Periode penyesuaian diri ini merupakan suatu periode khusus dan sulit dari rentang hidup manusia. Dunia luar yaitu penglihatan dan penciuman serta suara yang mengelilingi individu Proses penyesuaian diri pada manusia tidaklah mudah. (Ekowarni. maka remaja harus menyelaraskan antara tuntutan yang berasal dari dalam dirinya dengan tuntutan-tuntutan yang diharapkan oleh lingkungannya. Pada kondisi tertentu perilaku menyimpang tersebut akan menjadi perilaku yang mengganggu. mengembangkan sikap-sikap sosial baru dan nilai-nilai baru sesuai dengan tugas-tugas baru yang dihadapi (Hurlock. sehingga remaja mendapatkan kepuasan dan memiliki kepribadian yang sehat. tubuh.1980). Manusia diharapkan mampu memainkan peran-peran sosial baru. Aspek-aspek Penyesuaian Diri Pada dasarnya penyesuaian diri memiliki dua aspek yaitu: penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial. Orang lain yaitu orang-orang disekitar individu yang mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan individu. perilaku dan pemikiran serta perasaan. Misalnya sebagian besar remaja mengetahui bahwa para remaja tersebut memakai model pakaian yang sama denga pakaian anggota kelompok yang populer. atau tidak percaya pada kondisi dirinya. dongkol. Hal ini karena didalam kehidupannya manusia terus dihadapkan pada pola-pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial baru. apa kelebihan dan kekurangannya dan mampu bertindak obyektif sesuai dengan kondisi dirinya tersebut. Agar penyesuaian yang dilakukan terhadap lingkungan sosial berhasil (well adjusted). Untuk itu remaja harus mengetahui lebih banyak informasi yang tepat tentang diri dan lingkungannya.

Dari proses tersebut timbul suatu pola kebudayaan dan tingkah laku sesuai dengan sejumlah aturan. sebagai akibat adanya gap antara individu dengan tuntutan yang diharapkan oleh lingkungan. ketidakpuasan dan keluhan terhadap nasib yang dialaminya. budaya dan adat istiadat yang ada. Penyesuaian sosial terjadi dalam lingkup hubungan sosial tempat individu hidup dan berinteraksi dengan orang lain. 2. sekolah. Dalam bidang ilmu psikologi sosial. Gap inilah yang menjadi sumber terjadinya konflik yang kemudian terwujud dalam rasa takut dan kecemasan. rasa cemas. keluarga. Pertumbuhan kemampuan ketika mengalami proses penyesuaian sosial. teman atau masyarakat luas secara umum. sehingga untuk meredakannya individu harus melakukan penyesuaian diri. Di dalam masyarakat tersebut terdapat proses saling mempengaruhi satu sama lain silih berganti. kecemasan. Kedua hal tersebut merupakan proses pertumbuhan kemampuan individu dalam rangka penyesuaian sosial untuk menahan dan mengendalikan diri. sementara komunitas (masyarakat) diperkaya oleh eksistensi atau karya yang diberikan oleh sang individu. Penyesuaian Sosial Setiap iindividu hidup di dalam masyarakat. hukum. proses ini dikenal dengan proses penyesuaian sosial. berfungsi seperti pengawas yang mengatur kehidupan sosial dan kejiwaan. Setiap masyarakat biasanya memiliki aturan yang tersusun dengan sejumlah ketentuan dan norma atau nilai-nilai tertentu yang mengatur hubungan individu dengan kelompok. rasa kurang dan keluhan terhadap nasib yang dialaminya. Hubungan-hubungan tersebut mencakup hubungan dengan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Proses berikutnya yang harus dilakukan individu dalam penyesuaian sosial adalah kemauan untuk mematuhi norma-norma dan peraturan sosial kemasyarakatan. serta menolak dan menjauhi hal-hal yang tidak diterima oleh masyarakat. B. Individu menyerap berbagai informasi. yang berusaha mengendalikan kehidupan individu dari segi penerimaan dan kerelaannya terhadap beberapa pola perilaku yang disukai dan diterima oleh masyarakat. Dalam hal ini individu dan masyarakat sebenarnya samasama memberikan dampak bagi komunitas. Sebaliknya kegagalan penyesuaian pribadi ditandai dengan keguncangan emosi. ]Dalam proses penyesuaian sosial individu mulai berkenalan dengan kaidah-kaidah dan peraturan-peraturan tersebut lalu mematuhinya sehingga menjadi bagian dari pembentukan jiwa sosial pada dirinya dan menjadi pola tingkah laku kelompok. rasa tidak puas. Boleh jadi hal inilah yang dikatakan Freud sebagai hati nurani (super ego). adat dan nilai-nilai yang mereka patuhi. Pembentukan Penyesuaian Diri .menyertai rasa bersalah. Apa yang diserap atau dipelajari individu dalam poroses interaksi dengan masyarakat masih belum cukup untuk menyempurnakan penyesuaian sosial yang memungkinkan individu untuk mencapai penyesuaian pribadi dan sosial dengan cukup baik. demi untuk mencapai penyelesaian bagi persoalan-persoalan hidup sehari-hari.

tidak akan dapat tercapai. serta menikmati kehidupannya dengan stabil. dan berprestasi. dan orang tersebut mampu untuk menghadapi kesukaran dengan cara objektif serta berpengaruh bagi kehidupannya. toleransi dan kehangatan. yang selalu ingin diraih setiap orang. yang dipelajari melalui permainan. senda gurau. Lingkungan keluarga juga merupakan lahan untuk mengembangkan berbagai kemampuan. Orang tua harus terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pengasuhan. Tidak diragukan lagi bahwa dorongan semangat dan persaingan antara anggota keluarga yang dilakukan secara sehat memiliki pengaruh yang penting dalam perkembangan kejiwaan seorang individu.Penyesuaian diri yang baik. Bila hal tersebut terjadi berulangulang dalam jangka waktu yang cukup panjang (terutama pada masa kanak-kanak) maka akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan individu dalam menyesuaikan diri di kemudian hari. pada penulisan ini beberapa lingkungan yang dianggap dapat menciptakan penyesuaian diri yang cukup sehat bagi remaja. kecuali bila kehidupan orang tersebut benar-benar terhindar dari tekanan. sebab hal tersebut memupuk rasa putus asa pada jiwa individu tersebut. Lingkungan Keluarga Semua konflik dan tekanan yang ada dapat dihindarkan atau dipecahkan bila individu dibesarkan dalam keluarga dimana terdapat keamanan. Berdasarkan kenyataan tersebut diatas maka pemenuhan kebutuhan anak akan rasa kekeluargaan harus diperhatikan. Oleh sebab itu. respek. diremehkan bahkan dibenci. karena remaja sudah lebih matang tingkat pemahamannya. cemas dan stres. tenang. namun tidak menutup kemungkinan pada beberapa remaja kondisi tersebut akan membuat dirinya tertekan. jangan semata-mata menyerahkannya pada pembantu. Hal ini seringkali ditanggapi negatif oleh anak dengan merasa bahwa dirinya tidak disayangi. orangtua sebaiknya jangan menghadapkan individu pada hal-hal yang tidak dimengerti olehnya atau sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan olehnya. diantaranya adalah sebagai berikut: a. tertarik untuk bekerja. Rasa dekat dengan keluarga adalah salah satu kebutuhan pokok bagi perkembangan jiwa seorang individu. Dengan demikian penyesuaian diri akan menjadi lebih baik bila dalam keluarga individu merasakan bahwa kehidupannya berarti. kegoncangan dan ketegangan jiwa yang bermacam-macam. Jangan sampai semua urusan makan dan pakaian diserahkan pada orang lain karena hal demikian dapat membuat anak tidak memiliki rasa aman. Dalam prakteknya banyak orangtua yang mengetahui hal ini namun mengabaikannya dengan alasan mengejar karir dan mencari penghasilan yang besar demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan menjamin masa depan anak-anak. Pada dasarnya penyesuaian diri melibatkan individu dengan lingkungannya. pengawasan dan penjagaan pada anaknya. Meskipun bagi remaja hal ini kurang berpengaruh. . sandiwara dan pengalaman-pengalaman sehari-hari di dalam keluarga. cinta. merasa senang.

b. adik. Ia mengungkapkan kepada mereka secara bebas tentang rencananya. Selain itu dalam keluarga masih banyak hal lain yang sangat berperan dalam proses pembentukan kemampuan penyesuaian diri yang sehat. akan tetapi juga mencakup tanggungjawab pendidikan secara luas. Lingkungan Teman Sebaya Begitu pula dalam kehidupan pertemanan. berpakaian. kehangatan dan rasa aman karena semua hal tersebut akan berguna bagi masa depannya. kerabat maupun pembantu. cita-citanya dan dorongan-dorongannya. Dengan demikian ia akan menemukan cara penyesuaian diri yang tepat sessuai dengan potensi yang dimilikinya. ia diharapkan dapat berbagi dengan anggota keluarga yang lain. toleransi. Lingkungan Sekolah Sekolah mempunyai tugas yang tidak hanya terbatas pada masalah pengetahuan dan informasi saja. mulai orang tua. Suatu hal yang sulit bagi remaja menjauh dari temannya. keeratan. tetapi juga berperan sebagai pendidik yang menjadi pembentuk masa depan. berbicara. dari angan-angan. kakak. Dalam hasil interaksi dengan keluarganya individu juga mempelajari sejumlah adat dan kebiasaan dalam makan.Dalam keluarga individu juga belajar agar tidak menjadi egois. orangtua pun dituntut untuk mampu menunjukkan sikap-sikap atau tindakan-tindkan yang mendukung hal tersebut. duduk dan lain sebagainya. ini sangat membantu diri individu dalam memahami polapola dan ciri-ciri yang menjadikan dirinya berbeda dari orang lain. Dalam pengertian ini . yang biasanya terjadi melalui pengamatan terhadap tingkah laku dan reaksi orang lain dalam berbagai keadaan. minum. kefanatikan. cara berjalan. Biasanya yang menjadi acuan adalah tokoh orang tua atau seseorang yang menjadi idolanya. Semakin mengerti ia akan dirinya maka individu akan semakin meningkat kebutuhannya untuk berusaha untuk menerima dirinya dan mengetahui kekuatan dan kelemahannya. Dengan demikian pengertian yang diterima dari temanya akan membantu dirinya dalam penerimaan terhadap keadaan dirinya sendiri. seperti rasa percaya pada orang lain atau diri sendiri. pembentukan hubungan yang erat diantara kawankawan semakin penting pada masa remaja dibandingkan masa-masa lainnya. pemikiran dan perasaan. kerjasama. individu mencurahkan kepada teman-temannya apa yang tersimpan di dalam hatinya. Dalam semua itu individu menemukan telinga yang mau mendengarkan apa yang dikatakannya dan hati yang terbuka untuk bersatu dengannya. ia adalah langkah pertama dalam pembentukan kehidupan yang menuntut individu untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. tugasnya tidak hanya mengajar. Oleh karena itu. pengendalian rasa ketakutan. Individu belajar untuk menghargai hak orang lain dan cara penyesuaian diri dengan anggota keluarga. Kemudian dalam lingkungan keluarga individu mempelajari dasar dari cara bergaul dengan orang lain. Pendidikan modern menuntut guru atau pendidik untuk mengamati perkembangan individu dan mampu menyusun sistem pendidikan sesuai dengan perkembangan tersebut. c. Demikian pula dengan guru.

3. Secara umum.berarti proses pendidikan merupakan penciptaan penyesuaian antara individu dengan nilai-nilai yang diharuskan oleh lingkungan menurut kepentingan perkembangan dan spiritual individu. 2. maka tidak akan ada kesempatan untuk terjadi pertentangan antar generasi. Keberhasilan proses ini sangat bergantung pada cara kerja dan metode yang digunakan oleh pendidik dalam penyesuaian tersebut. Mendeskripsikan penyesuaian diri dilingkungan sekolah. Jadi disini peran guru sangat berperan penting dalam pembentukan kemampuan penyesuaian diri individu. Jika para remaja merasa bahwa mereka disayangi dan diterima sebagai teman dalam proses pendidikan dan pengembangan mereka. Bagaiman subjek menyesuaikan dirinya didalam keluarganya? 3. Mendeskripsikan penyesuaian diri di lingkungan tempat tinggal baru. IV. pertanyaan yang digunakan dalam wawancara menggunakan pertanyaan terbuka dan tidak sepenuhnya berpedoman pada naskah pertanyaan yang telah dibuat sebelumnya. pertanyaan yang akan diajukan tergantung pada konteks jawaban dari interview nantinya. Tujuan Wawancara. penulis membuat makalah tersebut guna untuk : 1. . Rumusan Masalah Pada tahun-tahun pertama perkembangan anak di warnai dengan berbagai kegiatan mulai bersosialisasi dengan lingkungan sehingga pengetahuan dan perasaannya dapat berkembang. Metode Wawancara Metode wawancara yang digunakan dalam wawancara ini adalah semi terstruktur. Masalah sebagai bagian dari kcbutuhan sescorang yang perlu di pccahkan Suharsini Arikunto (1993 : 22) 1. II. Bagaimana subjek menyesuaikan dirinya dilingkungan sekolahnya? III. Berkaitan dengan rumusan masalah diatas. Pendidikan remaja hendaknya tidak didasarkan atas tekanan atau sejumlah bentuk kekerasan dan paksaan. Mendeskripsikan penyesuaian diri dilingkungan keluarga. Bagaimana subjek menyesuaikan dirinya didalam tempat tinggal baru? 2. karena pola pendidikan seperti itu hanya akan membawa kepada pertentangan antara orang dewasa dengan anak-anak sekolah.

PEMBAHASAN I. Asal : Klaten f. Durasi : 54 menit. Fakultas : Farmasi e. Dengan anggota keluarga baru pun subjek dapat menyesuaikan dirinya dengan baik walaupun pada dasarnya subjek adalah seseorang yang pemalu. Umur : 20 tahun c. Nama : A W b. tetapi subjek akan berusaha untuk menyesuaikan dirinya dilingkungan baru tersebut. Karena subjek menganggap orang baru tersebut adalah keluarganya. Subjek merasa nyaman berada dilingkungan keluarganya walaupun terkadang bertengkar sewaktu kecil akan tetapi subjek merasa nyaman berada dengan keluarganya. Sehingga rasa pemalu tersebut membuat dirinya sulit untuk mengajak berkenalan terlebih dahulu dengan orang yang baru saja ditemuinya. subjek akan berusaha menyesuaikan dirinya dengan orang yang baru subjek kenal dengan mengajak bicara dan subjek merasa nyaman berada dalam lingkungan . Identitas Subjek Wawancara a. Tempat : Rumah A W. Yogyakarta b. Alamat : Yogyakarta II. Universitas : swasta d. Pelaksanaan Wawancara a. I. masih dalam batasan-batasan pertanyaan yang relevan dengan tujuan wawancara itu sendiri. Hasil Wawancara Dari wawancara yang telah dilakukan subjek mengidentifikasikan dirinya sebagai orang yang pemalu dalam lingkungan social. subjek termasuk orang yang dekat dengan keluarganya. Tanggal : 23 Mei 2009 c. Dalam lingkungan sekolah / kampus. Subjek juga terkadang merasa tidak mudah menyesuaikan dirinya ditempat yang baru.Namun. Dalam lingkungan keluarga.

Tanya : Apakah anda pemalu? Jawab : Ya. Subjek akan berusaha untuk menyesuaikan dengan orang-orang yang baru dia kenal dengan mengajak bicara dan akan membuat suasana menjadi nyaman dengan beraktifitas yang membuat dia merasa nyaman apabila dalam suatu lingkungan yang baru tersebut subjek merasa nyaman Sehingga subjek dapat merasa nyaman dan tetap dapat berada di lingkungan tersebut. saya pemalu b. LAMPIRAN WAWANCARA Nama : A W Umur : 20 tahun universitas : swasta Fakultas : Farmasi Asal : Klaten A. Lingkungan tempat tinggal a. Tanya : Apakah anda termasuk orang yang suka mengajak orang berkenalan terlebih dahulu? Jawab : Kadang-kadang c. Subjek akan bersikap cuek dengan orang yang subjek tidak sukai. II. Tanya : Apakah anda termasuk orang yang susah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan? . Kesimpulan Subjek adalah seorang yang pemalu tetapi subjek dapat menyesuaikan dirinya dilingkungan sekitarnya dan dapat menempatkan dirinya dalam berbagai lingkungan sesuai dengan posisi dia dalam suatu lingkungan tersebut. subjek berusaha untuk tidak mempunyai musuh dalam lingkungan kampusnya.kelasnya karena orang-orang disekitarnya ramah dan baik. Tanya : Apak anda termasuk orang yang suka menyapa orang yang belum anda kenal apabila bertemu? Jawab : Ya d. Namun.

i. Tanya : Pernah langsung dapat menyesuaikan diri? Jawab : Pernah g.faktor apakah yang menyebabkan anda susah untuk menyesuaikan diri? Jawab : Karena saya anaknya pemalu. f. Tanya : Apakah anda termasuk orang yang betah tinggal di dalam rumah? Jawab : Ya e. h. Tanya : Usaha apa yang dilakukan anda pada saat merasa bosan di kost? Jawab : Saya melakukan aktifitas yang membuat saya tidak merasa kesepian. b. Tanya : Apakah anda sering tidak nyaman dengan keluarga anda? Jawab : Tidak c. sehingga enak untuk diajak kenalan. Tanya : Faktor. Tanya : Apa anda pernah merasa bosan di kost? Jawab : Iya. karena saya sudah besar. Tanya : Apakah anda merasa dekat dengan keluarga? Jawab : Iya. orang tua saya terserah dengan semua kegiatan yang saya lakukan.Jawab : Kadang-kadang e. Kalo sekarang sudah tidak lagi. Lingkungan keluarga a. B. Tanya : Apakah anda sering bertengkar dengan saudara anda? Jika iya. kadang agak bingung untuk memulai suatu pembicaraan. saya termasuk orang yang dekat dengan keluarga. apalagi saat di kost gak ada teman. tidak cuek. Tanya : Apa sebabnya anda merasakan gampang menyesuaikan diri? Jawab : Karena orang yang saya ajak kenalan itu orangnya ramah. d. Tanya : Apakah orang tua anda selalu menekan anda setiap melakukan sesuatu? Jawab : Tidak. tidak pedean. apa penyebabnya? Jawab : Iya. . tapi dulu. tidak jutek.

karena saya sudah merasa sudah menjadi keluarga. saya punya banyak teman di sekolah. Lingkungan sekolah a. b. karena teman saya di kuliah baik-baik. ramah-ramah c. Tanya : Bagaimana anda menyesuaikan diri dengan teman yang baru anda kenal? Jawab : Saya berusaha untuk mempunyai banyak teman dengan bersikap ramah dan tidak membeda-bedakan teman d. pada saat saya harus menuruti keputusan orang tua saya padahal saya tidak menginginkan keputusan itu. h. enak diajak berteman. tetapi saya mempunyai teman yang agak saya tidak sukai e. Tanya : Apakah lingkungan yang tidak nyaman mempengaruhi prestasi anda dan minat belajar anda? . agak terganggu. gak comfort. Tanya : Pernah merasa tertekan dengan keputusan keluarga?kalau iya. g. Tanya : Bagaimana bila anda bertemu dengan teman anda itu? Jawab : Ya saya cuekin aja f. g. Tanya : Apa yang anda rasakan apabila anda masuk dalam komunitas yang tidak anda kenal.f. misal ikut kuliah dengan kelas lain? Jawab : Saya merasa asing. Tanya : Apakah anda langsung dekat dengan hadirnya anggota keluarga yang baru?apa sebabnya? Jawab : Iya. kenapa? Jawab : Iya . Tanya : Apakah dengan teman sekolah mudah menyesuaikan diri? Jawab : Iya. makanya langsung bisa agak dekat. Tanya : Apakah anda merasa mempunyai musuh? Jawab : Tidak. Tanya : Apakah anda mempunyai banyak teman di sekolah? Jawab : Iya. C. Tanya : Bagaimana penyesuaian anda terhadap anggota keluarga yang baru? Jawab : Saya berusaha untuk mengajak ngobrol walaupun saya anaknya pemalu tapi saya akan berusaha untuk mengajak berbincang.

Memahami hakikat perkembangan anak didik 2. Padmono selaku dosen mata kuliah Perkembangan Peserta Didik yang telah memberikan ilmu dan bimbingan sebelum pembuatan makalah ini . H. Y. Makalah Perkembangan Peserta Didik REP | 25 October 2010 | 19:21 Dibaca: 18588 Komentar: 0 Nihil MAKALAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK 1.Jawab : Kadang-kadang h. Tanya : Apa yang anda lakukan agar tetap bisa bertahan dalam komunitas itu? Jawab : Saya berusaha untuk mengenal satu sama lain dan tetap berusaha agar merasa nyaman dan betah di komunitas itu. Memahami konsep dan implikasi perkembangan biologis dan perseptual anak Disusun Oleh : Nama : Dhini Ferry Hidayah NIM : K7110517 Kelas : 1A UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA FKIP UNS KAMPUS VI KEBUMEN TAHUN 2010 Kata Pengantar Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya Penulis mengucapkan terima kasih kepada :  Dr.

Apakah pengaruh faktor hereditas dan lingkungan terhadap perkembangan anak? C. Mengetahui apa yang dimaksud dengan anak adalah totalitas . Latar Belakang Pembuatan makalah ini didasarkan karena adanya mata kuliah Pendidikan Peserta Didik yang mengharuskan setiap mahasisiwa S1 program studi PGSD Universitas Sebelas Maret untuk dapat menyumbangkan karyanya minimal 1 artikel ataupun makalah disetiap akhir penutupan Kompetensi Dasar. Apabila terjadi kesalahan dalam penulisan makalah ini penulis mohon maaf yang setulus-tulusnya. Apakah yang dimaksud kontinuitas dan diskontinuitas dalam perkembangan? 6. Rekan-rekan mahasiswa seperjuangan yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang sudah sangat membantu dalam terselesaikannya makalah ini  Semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung juga membantu dalam pembuatan makalah ini Harapan penulis semoga dengan adanya pembuatan makalah ini dapat membuat bakat dan kreativitas kita sebagai calon guru sekolah dasar dalam bidang tulis menulis semakin bertambah Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh sempurna. Bagaimana perkembangan biologis dan perseptual anak? 7. Tujuan 1. untuk itu penulis harapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca agar menjadi lebih baik dimasa yang akan dating. Mengetahui apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan 2. PENDAHULUAN A. Apa maksud perkembangan sebagai proses holistic? 4. Rumusan Masalah 1. B. Apakah yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan? 2. Apakah yang dimaksud kematangan dan pengalaman? 5. Apa maksud dari anak adalah totalitas? 3.

dan belajar (learning) serta latihan (training). Belajar atau pendidikan menunjukkan kepada perubahan pola-pola sambutan atau perilaku dan aspek-aspek kepribadian tertentu sebagai hasil usaha individu atau organisme yang bersangkutan dalam batas-batas waktu setelah tiba masa pekanya. Mengetahui arti kontinuitas dan diskontinuitas dalam perkembangan 6. Mengetahui pengaruh hereditas dan lingkungan terhadap perkembangan anak PEMBAHASAN A. kematangan (maturation). progresif dan berkesinambungan baik fisik maupun psikis. Contoh perkembangan proses berpikir. Pertumbuhan terbatas pada perubahan-perubahan yang bersifat evolusi (menuju ke arah yang lebih sempurna). Perkembangan individu dapat ditujukan dengan munculnya atau hilangnya. sedangkan perubahan dalam arti pertumbuhan dan kematangan berlangsung secara alamiah menurut jalannya pertambahan waktu atau usia yang ditempuh oleh yang bersangkutan. kematangan dan belajar atau pendidikan dan latihan. dapat dibedakan bahwa perubahan-perubahan perilaku dan pribadi sebagai hasil belajar itu berlangsung secara intensional atau dengan sengaja diusahakan oleh individu yang bersangkutan. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Perkembangan diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dialami oleh individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya yang berlangsung secara sistematis.. Konsep pertumbuhan mempunyai makna luas. . Perubahan-perubahan aspek fisik dapat diidentifikasikan relative lebih mudah manifestasinya karena dapat dilakukan pengamatan langsung seperti tinggi dan berat badan. mencangkup segi-segi kuantitatif dan kualitatif serta aspek-aspek fisik-psikis seperti yang terkandung dalam istilah-istilah pertumbuhan. tanggal dan tumbuhnya gigi dan sebagainya. Mengetahui perkembangan biologis dan perseptual anak 7. Lain halnya dengan segi-segi psikis yang relative sulit diidentifikasi karena kita hanya mengamati dan sampai batas tertentu. Perkembangan juga bertalian dengan beberapa konsep pertumbuhan (growth).3. kemampuan berbahasa dan lain-lain. fungsi-fungsi atau sifat-sifat psikofisis. Pertumbuhan dan Perkembangan Pertumbuhan diartikan sebagai perubahan alamiah secara kuantitatif pada segi jasmaniah atau fisik dan atau menunjukkan kepada suatu fungsi tertentu yang baru (yang tadinya belum tampak) dari organisme atau individu. Mengetahui arti kematangan dan pengalaman 5. Dengan demikian. Mengetahui maksud perkembangan sebagai proses holistic 4. bertambah atau berkurangnya bagian-bagian. yang sampai batas tertentu dapat diamati dan diukur dengan mempergunakan teknik dan instrument yang sesuai.

C. cara berfikir. Karena itu anak dipandang sebagai suatu individu. Reaksi-reaksi psikis anak selalu disertai dengan reaksi fisiknya. Sebagai misal. yakni sebagai suatu kesatuan dari keseluruhan aspek fisik dan psikis yang terdapat dalam dirinya. 2. struktur tulang. Contoh tersebut mengilustrasikan adanya keterkaitan dan perpaduan dalam proses kehidupan dan aktivitas anak. Sesuai dengan konsep anak sebagai suati totalitas atau sebagai individu. dan psikososial. . tetapi anak adalah anak yang dalam keseluruhan aspek dirinya bisa berbeda dengan orang dewasa.B. yaitu : 1. Anak berbeda dari orang dewasa bukan sekedar fisik. Proses Biologis Proses biologis atau perkembangan fisik mencangkup perubahan-perubahan dalam tubuh individu seperti pertumbuhan otak. kaki. Biarlah mereka menjadi diri mereka sendiri. otot. rasionalitas. anak yang dimarahi orang tuanya bisa tidak berselera makan. hormon. tangan. tetapi secara keseluruhan. melainkan melibatkan keseluruhan aspek yang saling terjalin satu sama lain. Keseluruhan aspek fisik dan psikis anak tersebut tidak dapat dapat dipisahkan satu sama lain. Dalam hal ini kita tidak akan memandang anak sebagai kumpulan organ-organ misalnya ada kepala. Jadi jangan memaksa anak sesuai dengan yang kita inginkan karena anak itu juga mempunyai dunianya sendiri. Sebagai suatu totalitas. Anak adalah makhluk hidup yang merupakan suatu kesatuan dari keseluruhan aspek yang terdapat dalam dirinya. perkembangan juga merupakan suatu proses yang sifatnya menyeluruh (holistik). Anak Sebagai Suatu Totalitas Konsep anak sebagai suatu totalitas mengandung tiga pengertian. daya pikir maupun pola pikirnya. dan bagian tubuh yang terpisah satu sama lain. sistem syaraf. yaitu : 1. anak dipandang sebagai makhluk hidup yang utuh. kognitif. anak yang sedang sakit nafsu makannya berkurang dan lain-lain. 3. Perkembangan sebagai Proses Holistik dari aspek biologis. Anak bukan miniature orang dewasa. suatu saat dengan kematangan dan pengalaman mereka akan menjadi dewasa. baik dalam segi fisik. proses perkembangan individu dapat dikelompokkan ke dalam 3 domain. Keseluruhan aspek anak saling terjalin satu sama lain Keseluruhan aspek yang terdapat dalam diri anak tersebut secara terintegrasi saling terjalin dan memberikan dukungan satu sama lain. Secara garis besar. begitu pula sebaliknya. Artinya perkembangan terjadi tidak hanya dalam aspek tertentu.

Namun pengalaman menjadi berbeda ketika pola asuh yan diberikan berbeda E. dan cara individu memperoleh pengetahuan dari lingkungannya. 2. memecahkan soal-soal matematika. menyatukan beberapa kata menjadi satu kalimat. Aspek-aspek tersebut saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Perkembangan adalah perubahan yang sifatnya bertahap dan merupakan akumulasi dari perilaku dan kualitas pribadi yang sama yang sudah diperoleh sebelumnya. Perubahan dalam cara menggunakan tubuh atau keterampila motorik dan perkembangan seksual juga dikelompokkan ke dalam domain ini. Aktivitas-aktivitas seperti mengamati dan mengklasifikasikan benda-benda. sakit. pola asuh dan kesempatan yang diberikan. Kematangan ditentukan oleh beberapa faktor antara lain pengalaman.Pengalaman adalah peristiwa-peristiwa yang dialami individu dalam interaksi dengan lingkungan. dan sejenisnya. . menghafal sajak atau doa.organ-organ indrawi. Tetapi domain perkembangan ini tidak mencangkup perubahan fisik karena kecelakaan. Kematangan dan Pengalaman dalam Perkembangan Anak Kematangan atau masa peka menunjukkan kepada suatu masa tertentu yang merupakan titik kulminasi dari suatu fase pertumbuhan sebagai titik tolak kesiapan (readiness) dari suatu fungsi (psikofisis) untuk menjalankan fungsinya. Kontinuitas dan Diskontinuitas dalam Perkembangan Perkembangan dari segi kesinambungan menjelaskan bahwa perkembangan merupakan perubahan kumulatif yang berlangsung secara bertahap dari masa konsepsi hingga meninggal dunia. 3. dan menceritakan pengalaman merefleksikan peran kognitif dalam perkembangan anak. D. kemahiran bahasa. Proses Psikososial Proses ini melibatkan perubahan-perubahan dalam aspek perasaan. Dalam proses perkembangan ini terjadi penambahan maupun pengurangan keterampilan yang akan dikombinasikan dengan keterampilan yang sudah ada untuk menghasilkan perilaku yang semakin kompleks. Misalnya saja jika seorang anak mengalami gangguan pendengaran maka dia dapat mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa dikarenakan tidak adanya kata-kata yang dapat masuk dan dicerna di otaknya. Secara usia anak yang berusia 7tahun harusnya memiliki pengalaman yang lebih banyak dibandingkan usia 6tahun. emosi dan kepribadian individu serta cara yang bersangkutan berhubungan dengan orang lain. atau peristiwa-peristiwa khusus lainnya. Proses Kognitif Proses ini melibatkan perubahanperubahan dalam kemampuan dan pola berpikir.

ada enam jenis persepsi visual yang dapat dibedakan. lazimnya proporsi tubuh anak sudah mendekati keseimbangan. Dalam hal ini perkembangan individu dianggap berlangsung melalui terjadinya perubahan yang relatif tiba-tiba dari suatu tahap ke tahap berikutnya. Pada kelas-kelas akhir SD. dan lebih kekar 3) Ectomorph. Laju perkembangan seperti ini berlangsung sampai terjadinya perubahan-perubahan besar pada awal masa pubertas. Perkembangan Fisik a. Persepsi merupakan proses pengolahan informasi lebih lanjut dari aktivitas sensasi. a. Kekurangseimbangan ini sedikit demi sedikit berkurang sampai terlihat perbedaannya ketika anak mencapai kelas 5 atau 6. Gerakan-gerakan lepas pada masa sebelumnya sangat menbantu pertumbuhan otot ini. Tiga bentuk primer tubuh tersebut adalah : 1) Endomorph. Massa dan kekuatan otot anak secara bertahap terus meningkat di saat semakin menurunnya kadar „lemak bayi‟. Berdasarkan tipologi Sheldon ada tiga kemungkinan bentuk primer tubuh anak SD. dada pipih. yakni yang tampak jangkung. Tinggi dan Berat Badan Pertumbuhan fisik pada usia SD cenderung lebih lambat dan relatif konsisten. Dilihat dari dimensinya. Perkembangan Biologis dan Perseptual Anak 1. yakni : .Sedangkan dari segi ketidaksinambungan menganggap bahwa perkembangan individu melibatkan tahapan-tahapan yang berbeda. dan seperti tak berotot 2. Kaki anak lazimnya menjadi lebih panjang dan tubuhnya menjadi lebih kurus. Persepsi Visual Adalah persepsi yang didasarkan pada penglihatan dan sangat mengutamakan peran indra penglihatan dalam proses perseptualnya. b. kuat. Proporsi dan Bentuk Tubuh Anak SD kelas awal umumnya masih memiliki proporsi tubuh yang kurang seimbang. yakni yang kelihatannya kokoh. F. lemah. yakni yang tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar 2) Mesomorph. Selama usia SD ini. Perkembangan Perseptual Persepsi adalah interpretasi terhadap informasi yang ditangkap oleh indra penerima. kekuatan fisik anak lazimnya meningkat dua kali lipat.

yaitu: persepsi lokasi pendengaran. disusul terhadap gerakan vertikal.1) Persepsi Konstanitas Ukuran Adalah kemampuan individu untuk mengenal bahwa setiap objek memiliki suatu ukuran yang konstan meskipun jaraknya berbeda. b. dan persepsi pendengaran pokok dan latarnya. . persepsi perbedaan terhadap suara-suara yang mirip. Contohnya anak mampu mempersepsikan bahwa bahwa jalan dipegunungan itu sama lebarnya tetapi ketika digambar semakin jauh semakin kecil. 4) Persepsi Kedalaman Kemampuan seseorang untuk mengukur jarak dari posisi tubuh ke suatu objek. Kemampuan persepsi ini juga sudah mulai dikembangkan sejak bayi terhadap gerakan horizontal. 3) Persepsi Keseluruhan dan Bagian Merupakan kemampuan untuk membedakan bagian-bagian suatu objek atau gambar dari keseluruhannya.persepsi ini memerlukan ketajaman visual yang baik 5) Persepsi Tilikan Ruang Merupakan kemampuan penglihatan untuk mengidentifikasi. 2) Persepsi Objek atau Gambar Pokok dan Latar Persepsi ini memungkinkan individu untuk menempatkan suatu objek yang berada atau tersimpan pada suatu latar yang membingungkan. Kemampuan ini akan terlihat dalam gambar anak. Misalnya kemampuan anak dalam menggambar gambar yang tertutup oleh gambar lain. tetapi yang belum mengerti mereka akan menjawab dengan sekenanya “ Emang dari dulu gambarnya gitu bu !”. Persepsi Pendengaran Persepsi pendengaran merupakan pengamatan dan penilaian terhadap suara yang diterima oleh bagian telinga. dan mengukur dimensi 6) Persepsi Gerakan Melibatkan kemampuan memperkirakan dan mengikuti gerakan atau perpindahan suatu objek oleh mata. gerakan diagonal. Seperti halnya persepsi penglihatan. Anak yang sudah mengerti tentang konsep ini akan menjawab bahwa ini berkaitan dengan jarak. perkembangan persepsi pendengaran mencakup beberapa dimensi. dan terakhir terhadap gerakan berputar. mengenal.

yaitu: a.1) Persepsi Lokasi Pendengaran Persepsi ini berkenaan dengan kemampuan mendeteksi tempat munculnya suatu sumber suara. Disini terjadi totalitas karakter dari orang tua kepada anak. lingkungan psikologi. maupun lingkungan social. G. maka ia memusatkan perhatiannya ke arah sumber suara tersebut 2) Persepsi Perbedaan 3) Persepsi Pendengaran Utama dan Latarnya Kemampuan untuk memperhatikan suara-suara tertentu dengan mengabaikan suara-suara lain yang tidak berhubungan. kalau ada pada langit langit ada suara yang menakutkan. maka ia menenggok ke sebelah kiri. Faktor Hereditas Faktor hereditas ada dalam diri manusia itu sendiri. Selain dengan interaksi hubungan antara hereditas dan lingkungan dapat pula digambarkan sebagai additive contribution (sama-sama menyumbang bagi pertumbuhan dan perkembangan fisiologi dan juga tingkah laku. Setiap individu lahir dengan hereditas tertentu. Misalnya. Faktor Hereditas dan Lingkungan dalam Perkembangan Anak Setiap manusia mempunyai pola pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda. Namun individu itu tumbuh dan berkembang tidak lepas dari lingkungannya baik lingkungan fisik. Hubungan antara faktor hereditas dan lingkungan. b. . faktor hereditas beroperasi dengan cara yang berbeda-beda menurut kondisi dan keadaan lingkungan yang berbeda-beda pula. dari sini pula kepribadian anak mulai terbentuk karena didikan orang tua. kalau si anak dipanggil dari sebelah kiri. Dengan faktor tertentu dan faktor lingkungan tertentu pula maka akan menghasilkan pola pertumbuhan dan perkembangan tertentu pula. Dalam lingkungan anak diajarkan tentang nilai-nilai budaya setempat. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor Lingkungan Faktor ini juga dapat disebut dengan faktor luar. Setiap pertumbuhan dan perkembangan yang kompleks merupakan hasil interaksi dari hereditas dan lingkungan. Misalnya kita perlu mendengarkan suara guru yang sedang mengajar sambil mengabaikan suara-suara gaduh yang datang dari luar kelas.

Tidak selamanya yang diinginkan lingkungan kepada seorang anak akan menjadi kenyataan. .Diantara kedua faktor tersebut tidak ada faktor yang lebih dominan karena keduanya saling mengisi dan mempengaruhi satu sama lain. begitu pula sebaliknya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->