METODE PEMBELAJARAN KELOMPOK TUTORIAL

Tutorial Tutorial (tutoring) adalah bantuan atau bimbingan belajar yang bersifat akademik oleh tutor kepada mahasiswa (tutee) untuk membantu kelancaran proses belajar madiri mahasiswa secara perorangan atau kelompok berkaitan dengan materi ajar. Tutorial dilaksanakan secara tatap muka atau jarak jauh berdasarkan konsep belajar mandiri. Konsep belajar mandiri dalam tutorial mengandung pengertian, bahwa tutorial merupakan bantuan belajar dalam upaya memicu dan memacu kemandirian, disiplin, dan inisiatif diri mahasiswa dalam belajar dengan minimalisasi intervensi dari pihak pembelajar/tutor. Prinsip pokok tutorial adalah “kemandirian mahasiswa” (student’s independency). Tutorial tidak ada, jika kemandirian tidak ada. Jika mahasiswa tidak belajar di rumah, dan datang ke tutorial dengan ‘kepala kosong’, maka yang terjadi adalah “perkuliahan” biasa, bukan tutorial. Dengan demikian, secara konseptual tutorial perlu dibedakan secara tegas dengan “kuliah” (lecturing) yang umum berlaku di perguruan tinggi tatap muka, di mana peran dosen sangat besar. Peran utama tutor dalam tutorial adalah: (1) “pemicu” dan “pemacu” kemandirian belajar mahasiswa, berpikir dan berdiskusi; dan (2) “pembimbing, fasilitator, dan mediator” mahasiswa dalam membangun pengetahuan, nilai, sikap dan keterampilan akademik dan profesional secara mandiri, dan/atau dalam menghadapi atau memecahkan masalah-masalah dalam belajar mandirinya; memberikan bimbingan dan panduan agar mahasiswa secara mandiri memahami materi mata kuliah; memberikan umpan balik kepada mahasiswa secara tatap muka atau melalui alat komunikasi; memberikan dukungan dan bimbingan, termasuk memotivasi dan membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan belajarnya. Agar tutorial tidak terjebak dalam situasi perkuliahan biasa, terbina hubungan bersetara, mampu memainkan peran-peran di atas, dan tutorial berjalan efektif, tutor perlu menyiapkan pertanyaanpertanyaan yang berfungsi untuk: (1) membangkitkan minat mahasiswa terhadap materi yang sedang dibahas, (2) menguji pemahaman mahasiswa terhadap materi pelajaran, (3) memancing mahasiswa agar berpartisipasi aktif dalam kegiatan tutorial, (4) mendiagnosis kelemahankelemahan mahasiswa, dan (5) menuntun mahasiswa untuk dapat menjawab masalah yang sedang dihadapi (Hyman, dalam Suroso, 1992). Tutor juga menstimulasi mahasiswa untk terlibat aktif dalam pembahasan: (1) masalah yang ditemukan mahasiswa dalam mempelajari modul; (2) kompetensi atau konsep esensial matakuliah; (3) persoalan yang terkait dengan unjuk kerja (praktik/praktikum) mahasiswa di dalam/di luar kelas tutorial; dan (4) masalah yang berkaitan dengan profesi keguruan yang ditemukan ketika mahasiswa menjalankan tugas sehari-hari sebagai guru. Untuk mendukung pelaksanaan peran dan fungsi-fungsi di atas, tutor perlu menguasai secara trampil sejumlah keterampilan dasar tutorial, yakni: (1) membuka dan menutup tutorial; (2) bertanya lanjut; (3) memberi penguatan; (4) mengadakan variasi; (5) menjelaskan; (6) memimpin diskusi kelompok kecil; (7) mengelola kelas; dan (8) mengajar kelompok kecil dan perorangan. Kedelapan jenis keterampilan dasar tutorial ini pada dasarnya sama dengan keterampilan dasar mengajar, yang diadaptasi dari perangkat “Sydney Micro Skills” yang dikembangkan oleh Sydney University tahun 1973.

B. Prinsip-prinsip Tutorial Beberapa prinsip dasar tutorial yang sebaiknya dipahami oleh tutor agar penyelenggaraan tutorial yang efektif, dan tidak terjebak pada situasi perkuliahan biasa, adalah: 1. interaksi tutor-tutee sebaiknya berlangsung pada tingkat metakognitif, yaitu tingkatan berpikir yang menekankan pada pembentukan keterampilan “learning how to learn” atau “think how to think” (mengapa demikian, bagaimana hal itu bisa terjadi, dsb). 2. tutor harus membimbing tutee dengan teliti dalam keseluruhan langkah proses belajar yang dijalani oleh tutee. 3. tutor harus mampu mendorong tutee sampai pada taraf pengertian (understanding = C2) yang mendalam sehingga mampu menghasilkan pengetahuan (create = C6) yang tahan lama. 4. tutor seyogianya menghindarkan diri dari pemberian informasi semata (transfer of knowledge/information), dan menantang tutee untuk menggali informasi/pengetahuan sendiri dari berbagai sumber belajar dan pengalaman lapangan. 5. tutor sebaiknya menghindarkan diri dari upaya memberikan pendapat terhadap kebenaran dan kualitas komentar atau sumbang pikiran (brainstroming) tutee. 6. tutor harus mampu menumbuhkan diskusi, komentar dan kritik antartutee, sehingga dapat meningkatkan kemampuan intelektual, psikomotorik, sikap demokrasi, kerjasama, dan interaksi antartutee. 7. segala kuputusan dalam tutorial sebaiknya diambil melalui proses dinamika kelompok di mana setiap tutee dalam kelompok memberikan sumbang pikirannya. 8. tutor sebaiknya menghindari pola interaksi tutor-tutee, dan mengembangkan pola interaksi tuteetutee. 9. tutor perlu melakukan pelacakan lebih jauh (probing) terhadap setiap kebenaran jawaban atau pendapat tutee, untuk lebih meyakinkan tutee atas kebenaran jawaban atau pendapat yang dikemukakan tutee. (Anda yakin demikian, mengapa, apa alasannya?). 10. tutor seyogianya mampu membuat variasi stimulasi/rangsangan untuk belajar, sehingga tutee tidak merasa bosan, jenuh, dan/atau putus asa. 11. tutor selayaknya memantau kualitas kemajuan belajar tutee dengan mengarahkan kajian sampai pada taraf pengertian yang mendalam (indepth understanding). 12. tutur perlu menyadari kemungkinan munculnya potensi masalah interpersonal dalam kelompok, dengan segera melakukan intervensi skala kecil untuk memelihara efektivitas proses kerja dan dinamika kelompok. tutor perlu senantiasa bekerjasama (power with) dengan tutee, dan selalu bertanggungjawab atas proses belajar dalam kelompok. Akan tetapi, sewaktu-waktu tutor juga harus lepas tangan (power off) bila proses belajar tutee telah berjalan dengan baik. C. Model-model Tutorial Model tutorial adalah suatu analog konseptual tentang tutorial yang digunakan untuk menyarankan bagaimana sebuah proses tutorial selayaknya dilakukan. Model tutorial juga dapat diartikan sebagai sebuah struktur konseptual tentang tutorial yang dapat membantu memberikan bimbingan atau arahan kepada tutor di dalam mengelola dan mengembangkan aktivitas tutorial, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan secara efektif. Sebuah model tutorial, dikembangkan atas dasar pertimbangan-pertimbangan filosofis, psikologis, sosial, kultural tentang hakikat tutee, tutor, materi, dsb. Pada dasarnya, terdapat ragam model tutorial yang dikenal dalam kepustakaan tutorial. Beberapa model tutorial yang bisa digunakan oleh para tutor secara terampil untuk keperluan tutorial di

siswa perlu mengajukan calon tutor. setiap kelompok harus terus dipacu untuk menjadi kelompok yang terbaik. Dengan menggunakan model tutor sebaya diharapkan setiap anggota lebih mudah dan leluasa dalam menyampaikan masalah yang dihadapi sehingga siswa yang bersangkutan terpacu semangatnya untuk mempelajari materi ajar dengan baik. (3) menyampaikan permasalahan kepada guru pembimbing apabila ada materi ajar yang belum dikuasai. yakni: (1) PAT-UT I. Konstruktivisme.Universitas Terbuka di antaranya model-model tutorial tersebut sengaja dikembangkan dalam rangka Program Akreditasi Tutor UT (PAT-UT). Latihan Keterampilan. dan (3) PAT-UT III. berarti ada 9 kelompok dengan catatan ada satu kelompok yang terdiri atas 6 siswa. dan (7) suka membantu sesamanya yang mengalami kesulitan. tutorial elektorik (tutel) lewat televisi. Modus Tutorial Ada empat modus tutorial. (2) mampu menjalin kerja sama dengan sesama siswa. (6) bersikap rendah hati. dan bertanggung jawab. Tutor atau ketua kelompok memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: (1) memberikan tutorial kepada anggota terhadap materi ajar yang sedang dipelajari. Tutur sebaya adalah siswa di kelas tertentu yang memiliki kemampuan di atas rata-rata anggotanya yang memiliki tugas untuk membantu kesulitan anggota dalam memahami materi ajar. radio. dan tutorial online (tuton) lewat internet. Ketua kelompok dipilih secara demokratis oleh seluruh siswa. Bagi mahasiswa PENDAS ada dua modus tutorial yang disediakan. (4) menyusun jadwal diskusi bersama anggota kelompok. meliputi Tutorial Tatap Muka Wajib (TTM) dan Tutorial Tatap Muka Atas Dasar Permintaan Mahasiswa (TTM-ATPEM). tutorial tertulis (tutis) lewat suratmenyurat/krespondensi. yakni: tutorial tatap muka (TTM). (2) PAT-UT II. Oleh karena itu. Pemecahan Masalah/Studi Kasus. Diskusi kelompok terbimbing dengan model tutur merupakan kelompok diskusi yang beranggotakan 5-6 siswa pada setiap kelas di bawah bimbingan guru mata pelajaran dengan menggunakan tutor sebaya. Sebelum diskusi kelompok terbentuk. Seorang tutor hendaknya memiliki kriteria: (1) memiliki kemampuan akademis di atas rata-rata siswa satu kelas. secara rutin dan insidental untuk memecahkan masalah yang dihadapi. baik pada saat tatap muka di kelas maupun di luar kelas. peran ketua kelompok atau tutor sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan kelompok dalam mempelajari materi ajar yang disajikan.dan (2) tutorial online (tuton) lewat internet. jika di suatu kelas terdapat 46 siswa. (4) melaporkan perkembangan akademis kelompoknya kepada guru pembimbing pada setiap materi yang dipelajari. (3) memiliki motivasi tinggi untuk meraih prestasi akademis yang baik. (4) memiliki sikap toleransi dan tenggang rasa dengan sesama. (5) memiliki motivasi tinggi untuk menjadikan kelompok diskusinya sebagai yang terbaik. yaitu (1) Tutorial Tatap muka (TTM). Misalnya. E Langkah-langkah Untuk menghidupkan suasana kompetitif. Jigsaw I dan II. pemberani. Peran guru dalam metode diskusi kelompok terbimbing model tutor sebaya hanyalah sebagai . (2) mengkoordinir proses diskusi agar berlangsung kreatif dan dinamis. Selain itu para tutor juga dapat menggunakan model-model tutorial yang aktif-kreatif inovatif yang banyak berkembang dan digunakan dalam pembelajaran di Indonesia seperti: Cooperative Learning. selain aktivitas anggota kelompok. media massa. atau Model Pembelajaran Orang Dewasa. dan internet. Simulasi & Bermain Peran. Model Kreatif & Produktif. D.

Internet Internet computer tutorials can take the form of a screen recording. or . Academia A tutorial is one method of transferring knowledge and may be used as a part of a learning process. Computer In computer-based education. Tutorials can be linear or branching. ranging from a set of instructions to complete a task to an interactive problem solving session (usually in academia). Some method of review that reinforces or tests understanding of the content in the related module or section. While many writers refer to a mere list of instructions or tips as a tutorial. where a person will give step by step instructions on how to do something. or an audio file.wordpress. More interactive and specific than a book or a lecture. this usage can be misleading. operating system interface. Tutorials usually have the following characteristics: • • • A presentation of content. a written document (either online or downloadable). a tutorial is a computer program whose purpose it is to assist users in learning how to use (parts of) a software product such as an office suite or any other application. Depending on the context a tutorial can take one of many forms. Depending on the context a tutorial can take one of many forms.fasilitator dan pembimbing terbatas. ranging from a set of instructions to complete a task to an interactive problem solving session (usually in academia). guru hanya melakukan intervensi ketika betul-betul diperlukan oleh siswa. More interactive and specific than a book or a lecture. usually with an example or examples. a tutorial seeks to teach by example and supply the information to complete a certain task. http://zaifbio.com/2009/06/20/metode-pembelajaran-kelompok-tutorial/ A tutorial is one method of transferring knowledge and may be used as a part of a learning process. Artinya. often broken up into discrete modules or sections. programming tool. a tutorial seeks to teach by example and supply the information to complete a certain task. A transition to additional modules or sections that builds on the instructions already provided.

Metode Diskusi Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan penyajian materi melalui pemecahan masalah. Tata caranya adalah sebagai berikut: harus ada pimpinan . b. whereupon he/she does the tutorial exercises and receives feedback depending on his/her actions. Metode Tanya jawab Metode tanya jawab adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan mengahasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi tersebut. Suatu diskusi dinilai menunjang keaktifan siswa bila diskusi itu melibatkan semua anggota diskusi dan menghasilkan suatu pemecahan masalah. Dalam metode ceramah proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru umumnya didominasi dengan cara ceramah. There are two kinds of software tutorials: movie tutorials that the user views. meliputi pertanyaan tertutup (pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka (pertanyaan dengan banyak kemungkinan jawaban). http://en. Metoda Tanya Jawab akan menjadi efektif bila materi yang menjadi topik bahasan menarik. Metode ceramah. antusiasme siswa untuk terlibat dalam forum ini sangat tinggi. Dalam pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar (TIK).org/wiki/Tutorial Macam-Macam Metode Pembelajaran OPINI | 08 June 2009 | 21:45 71221 5 1 dari 1 Kompasianer menilai bermanfaat Metode adalah cara yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas sebagai upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. serta disajikan dengan cara yang menarik.game. Jika metoda ini dikelola dengan baik. Some computer based tutorials can also be put up on the Web. and interactive tutorials where the user follows on-screen instructions (and—in some cases—watches short instruction movies). diantaranya adalah : a. menantang dan memiliki nilai aplikasi tinggi. Pertanyaaan yang diajukan bervariasi. atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya sangat terbuka.wikipedia. ada beberapa motode yang umum digunakan.

menganalisis. Percobaan ini dapat dilakukan dengan demonstrasi. Di dalam TIK. c. benda. situasi. membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya. Pemberian tugas untuk setiap siswa atau kelompok dapat sama dan dapat pula berbeda. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses. dan suasana diskusi tanpa tekanan. 2) hasil dari kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan presentasi oleh siswa dari satu kelompok dan ditanggapi oleh siswa dari kelompok yang lain atau oleh guru yang bersangkutan. mengamati suatu obyek. maka: 1) tugas harus bisa dikerjakan oleh siswa atau kelompok siswa. Demontrasi dapat dilakukan dengan menunjukkan benda baik yang sebenarnya. e. Metode Eksperimen Metode eksperimen adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Hal ini tergantung dari tujuan dan makna percobaan atau jumlah alat yang tersedia. Agar pemberian tugas dapat menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Percobaan dapat dilakukan melalui kegiatan individual atau kelompok. d. Metoda ini dapat dilakukan untuk kegiatan yang alatnya terbatas tetapi akan dilakukan terus-menerus dan berulang-ulang oleh siswa. model. . Pemberian tugas dapat secara individual atau kelompok. peserta diskusi dapat menerima dan memberi. topik yang menjadi bahan diskusi harus jelas dan menarik. bila alat yang tersedia hanya satu atau dua perangkat saja. maupun tiruannya dan disertai dengan penjelasan lisan. Metode Demonstrasi Metode demonstrasi adalah cara pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses. f. serta 3) di akhir kegiatan ada kesimpulan yang didapat. Metode Pemberian Tugas Metode pemberian tugas adalah cara mengajar atau penyajian materi melalui penugasan siswa untuk melakukan suatu pekerjaan. atau cara kerja suatu produk teknologi yang sedang dipelajari. Demonstrasi akan menjadi aktif jika dilakukan dengan baik oleh guru dan selanjutnya dilakukan oleh siswa. Metode Tutorial/Bimbingan Metode tutorial adalah suatu proses pengelolaan pembelajaran yang dilakukan melalui proses bimbingan yang diberikan/dilakukan oleh guru kepada siswa baik secara perorangan atau kelompok kecil siswa.diskusi. percobaan banyak dilakukan pada pendekatan pembelajaran analisis sistem terhadap produk teknik atau bahan. Disamping metoda yang lain.

para siswa memperoleh kebiasaan tentang bagaimana mencari informasi yang diperlukan. . Latar Belakang Dalam pembelajaran matematika sebenarnya telah banyak upaya yang dilakukan oleh guru kelas untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. .Sementara para siswa mempelajari maupun mengerjakan tugas-tugas. Peran guru sebagi fasilitator. mendengar. metoda ini banyak sekali digunakan. .kompasiana. http://umum. motivator dan pembimbing sangat dibutuhkan oleh siswa untuk mendampingi mereka membahas dan menyelesaikan tugas-tugasnya Penyelenggaraan metoda tutorial dapat dilakukan seperti contoh berikut ini: . guru berkeliling diantara para siswa. khususnya pada saat siswa sudah terlibat dalam kerja kelompok. Namun usaha itu belum menunjukan hasil yang optimal. dan membimbing mereka untuk memecahkan problemanya. Perhatian guru dapat diberikan lebih intensif kepada siswa yang sedang mengoperasikan alatalat yang belum biasa digunakan. Untuk itu perlu diupayakan pula agar rentang nilai antar siswa tersebut tidak terlalu jauh yaitu dengan memanfaatkan siswa yang pandai untuk menularkan kemampuannya pada siswa lain yang kemampuannya lebih rendah. selanjutnya dilakukan rotasi antar kelompok.Misalkan sebuah kelas dalam bahan ajar Pengerjaan Kayu 2.Kemudian para siswa dibagi menjadi empat kelompok untuk membahas pokok bahasan yang berbeda.Dengan bantuan guru. jam pelajaran pertama digunakan dalam bentuk kegiatan klasikal untuk menjelaskan secara umum tentang teori dan prinsip. Pembelajaran tersebut adalah pembelajaran tutor sebaya.Sisi lain yang menjadikan matematika . Tentu saja guru yang menjadi perancang model pembelajaran harus mengubah bentuk pembelajaran yang lain.com/2009/06/08/macam-macam-metode-pembelajaran/ BAB I PENDAHULUAN A. menjelaskan teori.dalam pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar. Rentang nilai siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai terlalu mencolok. belajar sendiri dan berfikir sendiri. moderator.

Untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah perlu dikembangkan keterampilan memahami masalah. masalah terbuka dengan solusi tidak tunggal. Bagaimanakah langkah-langkah pelaksanaan problem solving? 7. B. Tujuan Masalah 1. Untuk mengetahui prosedur/langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran tutor sebaya . Bagaimana prosedur/langkah-langkah pelaksanaan tutor sebaya 3. maka rumusan permasalahannya adalah: 1. C. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran tutor sebaya? 2. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran problem solving? 5. Apa keunggulan dan kelemahan dari model pembelajaran problem solving?.dianggap siswa pelajaran yang sulit adalah bahasa yang digunakan oleh guru. Kemudian Pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika yang mencakup masalah tertutup dengan solusi tunggal. Dalam hal tertentu siswa lebih paham dengan bahasa teman sebayanya daripada bahasa guru. dan masalah dengan berbagai cara penyelesaian. Apakah hakikat masalah dalam problem solving? 6. Untuk mengetahui maksud dari model pembelajaran tutor sebaya 2. Apa keunggulan dan kelemahan dari model pembelajaran tutor sebaya ? 4. Dari latar belakang yang telah disebutkan di atas maka penulis tertarik untuk membahas model dari pembelajaran matematika yaitu tentang “Tutor Sebaya dan Problem Solving”. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan.

36) mengemukakan bahwa: “Tutor sebaya adalah seorang atau beberapa orang siswa yang ditunjuk dan ditugaskan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. BAB II MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA A. Tutor dibagi pula menjadi dua macam. sumber belajar bukan hanya guru. yaitu tutor sebaya dan tutor kakak. Sumber belajar yang bukan guru dan berasal dari orang yang lebih pandai disebut tutor. Untuk mengetahui hakikat masalah dalam problem solving 6. Untuk mengetahui langkah-langkah pelaksanaan dari model pembelajaran problem solving 7. Orang lain yang bukan guru juga dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan dari model pembelajaran problem solving. Untuk mengetahui maksud dari model pembelajaran problem solving 5. diantaraya adalah: Dedi Supriyadi (1985. Begitu juga dengan sumber belajar. tetapi dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor yang dapat menunjang keberhasilan. . Untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan model pembelajaran tutor sebaya 4. PENGAJARAN TEMAN SEBAYA Untuk meningkatkan keberhasilan suatu program pengajaran di sekolah tidak hanya disebabkan oleh satu macam faktor saja. dan tutor kakak adalah tutor dari kelas yang lebih tinggi. h. Tutor sebaya adalah teman sebaya yang lebih pandai. teman dari kelas yang lebih tinggi atau keluarga di rumah. Tutor tersebut diambil dari kelompok yang prestasinya lebih tinggi”. seperti teman sekelas. Ada beberapa pendapat mengenai tutor sebaya.3.

Ischak dan Warji (1987. Prosedur penyelenggaraan tutor sebaya1 a.44) mengemukakan bahwa: “Tutor sebaya adalah kelompok siswa yang telah tuntas terhadap bahan pelajaran. Jadi secara umum tutor sebaya ialah sumber belajar selain guru. Sedangkan Conny Semiawan. yaitu teman sebaya yang lebih pandai yang memberikan bantuan belajar kepada teman-teman sekelasnya di sekolah.70) mengemukakan bahwa tutor sebaya itu adalah: “siswa yang pandai dapat memberikan bantuan belajar kepada siswa yang kurang pandai. (1987. dkk. Student to tutor [1] . Bantuan tersebut dapat dilakukan kepada teman-teman sekelasnya di luar sekolah”. h. h. memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami bahan pelajaran yang dipelajarinya”.

Metode ini banyak sekali manfaatnya baik dari sisi siswa yang berperan sebagai tutor maupun bagi siswa yang diajarkan. Peran guru adalah mengawasi kelancaran pelaksanaan metode ini dengan memberi pengarahan dan lain-lain. Student to student Tutor Sebaya dikenal dengan pembelajaran teman Sebaya atau antar peserta didik. . hal ini bisa terjadi ketika peserta didik yang lebih mampu menyelesaikan pekerjaannya sendiri dan kemudian membantu peserta didik lain yang kurang mampu. Group to tutor c.b.

Tidak semua siswa dapat menjawab pertanyaan temannya. Penjelasan Tutor Sebaya kepada temannya lebih memungkinkan berhasil dibandingkan guru. Hal ini membantu memperkuat apa yang telah dipelajari dan diperolehnya atas tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. rendah diri.….(diisi oleh siswa) .….[2] Tutor Sebaya akan merasa bangga atas perannya dan juga belajar dari pengalamannya.[3] Dalam penggunaan metode pembelajaran tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan.…. malu.…. Bantuan belajar oleh teman sebaya yang lebih pandai dapat menghilangkan kecanggungan dan bahasa teman sebaya lebih mudah dipahami. dan memahami apa yang dipelajari dengan cara yang bermakna. Uraian di atas adalah beberapa kelebihan dari metode tutor sebaya sementara kekurangan metode ini antara lain: 1. 2. peserta didik juga mengembangkan kemampuan yang lebih baik untuk mendengarkan. Rasa saling menghargai dan mengerti dibina di antara peserta didik yang bekerja bersama. Kelipatan dari 18 adalah : 18. 36. dan sebagainya untuk bertanya atau meminta bantuan.(diisi oleh siswa). Pilih materi yang memungkinkan materi tersebut dapat dipelajari siswa secara mandiri. Faktor dari 24 adalah : …. Misalnya siswa diberi soal latihan tentukan KPK dan FPB dari pasangan bilangan 24 dan 18.….Tutor Sebaya merupakan salah satu strategi pembelajaran untuk membantu memenuhi kebutuhan peserta didik. Peserta didik melihat masalah dengan cara yang berbeda dibandingkan orang dewasa dan mereka menggunakan bahasa yang lebih akrab.(diisi oleh siswa) . Faktor dari 18 adalah : …. Tidak semua siswa dapat menjelaskan kepada temannya. seperti halnya tutor sebaya.[4] Menurut Hisyam Zaini (2001:1) (dalam Amin Suyitno. Kelipatan dari 24 adalah : 24. maka segmen materi yang diberikan adalah sebagai berikut. 48.…. Materi pengajaran dibagi dalam sub-sub materi (segmen materi). Ini merupakan pendekatan kooperatif bukan kompetitif. Ketika mereka belajar dengan “Tutor Sebaya”.(diisi oleh siswa).…. berkonsentrasi. Dengan teman sebaya tidak ada rasa enggan. 2004:34) maka langkah-langkah pelaksanaan metode tutor sebaya adalah sebagai berikut: 1.….

Setelah semua kelompok menyampaikan tugasnya secara barurutan sesuai dengan urutan sub materi.2. Untuk mengaplikasikan SPBM. sebanyak sub-sub materi yang akan disampaikan guru. 5. 3. Bagilah para siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen. Beri mereka waktu yang cukup untuk persiapan. mengobservasi problem. mencari hubungan antara berbagai data yang terkumpul kemudian menarik kesimpulan yang merupakan hasil pemecahan masalah. Masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari satu sub materi. Guru bertindak sebagai nara sumber utama. [5] B. Setiap kelompok dibantu oleh siswa yang pandai sebagai tutor sebaya. Konsep Dasar SPBM atau Problem Solving Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM) atau yang dikenal dengan istilah Problem Solving adalah suatu cara mengajar dengan mengahadapkan siswa kepada suatu masalah agar dipecahkan atau diselesaikan. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. guru perlu memilih bahan pelajaran yang memiliki permasalahan yang dapat dipecahkan. beri kesimpulan dan klarifikasi seandainya ada pemahaman siswa yang perlu diluruskan. Setiap kelompok melalui wakilnya menyampaikan sub materi sesuai dengan tugas yang telah diberikan. Siswa-siswa pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya. Guru bisa mengambil permasalahan tersebut dari buku teks . 4. Dari uraian tersebut di atas selanjutnya dapat dikembangkan dalam bentuk soal yang lain untuk dijadikan bahan pembelajaran dalamkelompokkelompok kecil. 6. Metode ini menuntut kemampuan untuk melihat sebab akibat. Dengan demikian oleh model pembelajaran ini dalam diri siswa akan tertanam kebiasaan saling membantu antar teman sebaya. PROBLEM SOLVING 1.

Manakala guru menginginkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah serta membuat tantangan intelektual siswa. Adapun strategi pembelajaran dengan pemecahan masalah dapat diterapkan: 1. namun guru tidak secara lansung menyampaikannya kepada siswa .[6] 2. jawaban dari masalah itu sudah pasti. Manakala guru menginginkan agar siswa tidak hanya sekedar dapat mengingat materi pelajaran. oleh sebab itu jawaban dari masalah yang dikaji itu sebenarnya guru sudah mengetahui dan memahamiya. 4. Setiap siswa. Perbedaan tersebut terletak pada jenis serta tujuan yang ingin dicapai. dapat mengembangkan . masalah dalam SPBM adalah masalah yang bersifat terbuka. mengenal adanya perbedaan antara fakta dan pendapat. akan tetapi menguasai dan memahaminya secara penuh.atau dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar. 5. menerapkan pengetahuan yang mereka miliki dalam situasi baru. Jika guru ingin agar siswa memahami hubungan antara apa yang dipelajari dengan kenyataan dalam kehidupannya (hubungan antara teori dengan kenyataan). Masalah dala SPI adalah masalah yang bersifat tertutup. dari peristiwa keluarga atau peristiwa kemasyarakatan. 2. Berbeda dengan SPI. Tugas guru menggiring siswa melalui proses tanya jawab kepada jawaban yang sebenarnya sudah pasti. yaitu kemampuan menganalisis situasi. bahkan guru. Tujuan yang ingin dicapai oleh SPI menumbuhkan keyakinan dalam diri siswa tentang jawaban dari suatu masalah. Artinya jawaban dari masalah tersebut belum pasti. 3. Artinya. Hakikat Masalah dalam SPBM Antara strategi pembelajaran inkuiri (SPI) dan strategi pembelajaran berbasis masalah (SPBM) menmiliki perbedaan. Jika guru ingin mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajarnya. Apabila guru bermaksud untuk mengembangkan keterampilan berpikir rasional siswa.

yaitu langkah siswa meninjau masalah secara kritis dari berbagai sudut pandang. Menganalisis masalah. Tahapan-tahapan SPBM Seorang ahli pendidikan berkebangsaan Amerika menjelaskan 6 langkah SPBM yang kemudian dia namakan metode pemecahan masalah (problem solving).[8] 3. tidak terlalu mudah dan juga tidak terlalu sulit sehingga tidak bisa dipecahkan oleh para siswa. Jelas. Menarik minat anak. 3. sistematis. yaitu langkah siswa menentukan masalah yang akan dipecahkan. [7] Problem yang dihadapkan kepada murid harus mengandung kesulitan baik yang bersifat psikis atau fisik. 4. b. dan logis untuk menemukan alternatif pemecahan masalah melalui eksplorasi data secara empiris dalam rangka menumbuhkan sikap ilmiah. Sesuai dengan pelajaran anak diwaktu yang lalu. Problem atau masalah yang dihadapkan kepada siswa itu hendaknya: 1. Merumuskan masalah. SPBM memberikan kesempatan pada siswa untuk bereksplorasi mengumpulkan dan menganalisis data secara lengkap untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Maksudnya persoalan itu memerlukan otak/otot untuk dapat memecahkannya. 5. yaitu: a. Tujuan yang ingin dicapai oleh SPBM adalah kemampuan siswa untuk berpikir kritis. 2. Praktis dalam arti mungkin dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. sekarang maupun dimasa mendatang. . bersih dari kesalahan dan tidak memiliki dua pengertian yang berbeda. Dengan demikian. atau antara kenyataan yang terjadi dengan apa yang diharapkan. analitis.kemungkinan jawaban. Hakikat masalah dalam SPBM adalah gap atau kesenjangan antara situasi nyata dan kondisi yang diharapkan. Sesuai dengan kemampuan anak.

Pengujian hipotesis. spesifik. e. Kemampuan yang diharapkan dari siswa dalam tahap ini adalah siswa dapat menentukan prioritas masalah. yaitu langkah siswa merumuskan berbagai kemungkinan pemecahan sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Sesuai dengan tujuan SPBM adalah untuk menumbuhkan sikap ilmiah. sebab selanjutnya berhubungan dengan kejelasan dan kesamaan persepsi tentang masalah dan berkatian dengan data-data apa yang harus dikumpulkan untuk menyelesaikannya.c. b. Menyadari Masalah Implementasinya SPBM harus dimulai dengan kesadaran adanya masalah yang harus dipecahkan. dan menganalisis masalah sehingga pada akhirnya muncul rumusan masalah yang jelas. yaitu langkah siswa menggambarkan rekomendasi yang dapat dilakukan sesuai rumusan hasil pengujian hipotesis dan rumusan kesimpulan. Pada tahapan ini guru membimbing siswa pada kesadaran adanya masalah yang harus dipecahkan. Mengumpulkan data. Siswa dapat memanfaatkan pengetahuannya untuk menguji. Merumuskan Masalah Rumusan masalah sangat penting. f. Merumuskan hipotesis. yaitu langkah siswa mengambil atau merumuskan kesimpulan sesuai dengan penerimaan dan penolakan hipotesis yang diajukan. dari beberapa bentuk SPBM yang dikemukakan oleh para ahli maka secara umum SPBM bisa dilkukan degan langkahlangkah: a. . dan dapat dipecahkan. Pada tahapan ini guru membimbing siswa pada kesadaran adanya kesenjangan atau gap yang dirasakan oleh manusia atau lingkungan sosial. yaitu langkah siswa mencari dan menggambarkan informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah. d. Kemampuan yang harus dicapai oleh siswa pada tahapan ini adalah siswa dapat menentukan atau menangkap kesenjangan yang terjadi dari berbagai fenomena yang ada. memerinci. Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah.

e. d. Kemampuan siswa yang diharapkan dalam tahapan ini adalah kecakapan menelaah data dan sekaligus membahasnya untuk melihat hubungannya dengan masalah yang dikaji. Keunggulan Sebagai suatu strategi pembelajaran. Menguji Hipotesis Berdasarkan data yang diterima dan ditolak siswa dapat menentukan hipotesis mana yang diterima dan hipotesis mana yang ditolak. f. SPBM memiliki beberapa keunggulan. Merumuskan Hipotesis Kemampuan yang diharapkan dari siswa dalam tahap ini adalah siswa dapat menentukan sebab akibat dari masalah yang ingin diselesaikan. Mengumpulkan Data Menentukan cara penyelesaian masalah sesuai dengan hipotesis yang diajukan harus sesuai dengan data yang ada. .c. kemudian memetakan dan menyajikan dalam berbagai tampilan sehingga mudah dipahami. Keunggulan dan Kelemahan SPBM a. Kemampuan yang diharapkan dari tahapan ini adalah kecakapan memilih alternatif penyelesaian yang memungkinkan dapat dilakukan serta dapat memperhitungkan kemungkinan yang akan terjadi sehubungan dengan alternatif yang dipilihnya. yang pada akhirnya siswa dapat menentukan berbagai kemungkinan dari penyelesaian masalah tersebut.[9] 4. Menentukan Pilihan Penyelesaian Ini merupakan tahap terakhir dari proses SPBM. diantaranya: 1) Pemecahan masalah (problem solving) merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi pelajaran. Mengumpulkan dan memilah data. Oleh karena itu pada tahapan ini siswa didorong untuk mengumpulkan data yang relevan.

dan sesuatu yang harus dimengerti oleh siswa. 9) Pemecahan masalah (problem solving) dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata. b. Kelemahan . 3) Pemecahan masalah (problem solving) dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa. 7) Pemecahan masalah (problem solving) dianggap lebih menyenangkan dan disukai oleh siswa. 4) Pemecahan masalah (problem solving) dapat membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata. 8) Pemecahan masalah (problem solving) dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis. dan lain-lain). 5) Pemecahan masalah (problem solving) dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan.2) Pemecahan masalah (problem solving) dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa. bukan hanya sekadar belajar dari guru atau dari buku-buku saja. 6) Melalui pemecahan masalah (problem solving) bisa memperlihatkan kepada siswa bahwa setiap mata pelajaran (matematika. 10) Pemecahan masalah (problem solving) dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terus-menerus belajar sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir. sejarah. pada dasarnya merupakan cara berpikir. IPA.

Di samping keunggunlan. yaitu teman sebaya yang lebih pandai yang memberikan bantuan belajar kepada teman-teman sekelasnya di sekolah. 5.[10] BAB III PENUTUP A. 2. Problem Solving adalah suatu cara mengajar dengan mengahadapkan siswa kepada suatu masalah agar dipecahkan atau diselesaikan. di caranya: 1) Manakala siswa tidak memiliki minat atau kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan. atau antara kenyataan yang terjadi dengan apa yang diharapkan. 2) Keberhasilan strategi pembelajaran melalui problem solving membutuhkan cukup waktu untuk persiapan. 4. maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba. Prosedur penyelenggaraan tutor sebaya ada 3 macam: a) Student to tutor b) Group to tutor c) Student to student 3. Secara umum tutor sebaya ialah sumber belajar selain guru. SPBM juga memiliki kelemahan. Secara umum SPBM bisa dilkukan degan langkah-langkah: . 3) Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari. maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari. Hakikat masalah dalam SPBM adalah gap atau kesenjangan antara situasi nyata dan kondisi yang diharapkan. Kesimpulan 1.

pada dasarnya merupakan cara berpikir. Keunggulan dan kelemahan SPBM (problem solving) a. dan sesuatu yang harus dimengerti oleh siswa. 2) Problem solving dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa. 7) Problem solving dianggap lebih menyenangkan dan disukai oleh siswa.a) Menyadari masalah b) Merumuskan masalah c) Merumuskan hipotesis d) Menguji hipotesis e) Menentukan pilihan penyelesaian. . 6) Problem solving bisa memperlihatkan kepada siswa bahwa setiap mata pelajaran. 6. Keunggulan 1) Problem solving merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi pelajaran. bukan hanya sekadar belajar dari guru atau dari bukubuku saja. 8) Problem solving dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis. 5) Problem solving dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan. 4) Problem solving dapat membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata. 3) Problem solving dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa.

Kelemahan 1) Manakala siswa tidak memiliki minat atau kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan. maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba.9) Problem solving dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.blogspot. B. http://matahariku-fijra. Namun penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan. 10) Problem solving dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terusmenerus belajar sekalipun belajar pada pendidikan Di samping keunggunlan. maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari. SPBM juga memiliki kelemahan. b.com/2011/04/v-behaviorurldefaultvml-o. 2) Keberhasilan strategi pembelajaran melalui problem solving membutuhkan cukup waktu untuk persiapan. Oleh sebab itu. di caranya: 11) Manakala siswa tidak memiliki minat atau kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan formal telah berakhir. penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk perbaikan dimasa yang akan datang.html . 3) Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari. Mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan pembaca tentang model pembelajaran matematika yaitu tentang tutor sebaya dan problem solving. Saran Demikianlah makalah ini penulis sampaikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful