P. 1
Pengetahuan Dan Persepsi Pemilih Perempuan

Pengetahuan Dan Persepsi Pemilih Perempuan

|Views: 185|Likes:
Published by Nurul Aeni

More info:

Published by: Nurul Aeni on Mar 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2015

pdf

text

original

PENGETAHUAN TENTANG WAKTU PELAKSANAAN DAN PERSEPSI TERHADAP KEPENTINGAN PILKADA LANGSUNG (Studi pada Pemilih Perempuan dalam

Pilkada Langsung Kab. Pati)
Nurul Aeni
Kantor Penelitian dan Pengembangan Kab. Pati 59311 aeni_240884@yahoo.co.id

Abstract
Women voters have lack of political information and education, despite their better quantities than men voters. That condition buffers women voter from being smart voters. This research aimed: (1) to describe the women voter’s knowledge of direct local election’s date (2) to describe perception toward direct local election’s importance level from women voters. This research used quantitative-qualitative and descriptive approaches. It used 400 respondents who were obtained by proportional area random sampling. This research resulted: (1) all respondents knew that Pati Regency would hold direct local election, but almost respondents (86%) exactly didn’t know the date of direct local election. Socio demographic factors which were related to respondent’s responses were level of education, vacancies, and level of income (2) Seventy percent respondents considered that direct local election was important, but 40% respondents didn’t know commitment of next elected head regency toward women development. Socio demographic factors were related to respondent’s conviction were marital status, level of education, age, and vacancies. Keywords: conviction toward commitment of next elected head regency, knowledge of direct local election’s date, perception toward direct local election’s importance level, women voters

PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Tolok ukur keberhasilan sistem negara demokrasi adalah tingkat partisipasi politik warga negaranya. Semakin tinggi partisipasi politik warga negara, semakin baik sistem demokrasi yang dijalankan dan begitu sebaliknya. Menurut Surbakti (2007) faktor-faktor yang menyebabkan tinggi rendahnya partisipasi warga negara adalah kesadaran politik dan kepercayaan kepada pemerintahah (sistem politik). Bentuk partisipasi politik yang paling umum adalah keikutsertaan warga negara dalam proses pemungutan suara, seperti dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada). Sejak tahun 2005, pilkada dilakukan melalui mekanisme pemilihan langsung. Pilkada langsung diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sehingga terpilih pemimpin yang sesuai dengan harapan rakyat dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

1

yaitu lemahnya sistem sosialisasi.2008). Suatu penelitian terhadap hasil Pilkada langsung di Jawa Tengah menyimpulkan bahwa dari 26 Pilkada yang terselenggara. persentase rata-rata golput adalah 31. Kondisi tersebut tentu saja menyulitkan proses sosialisasi Pilkada sehingga informasi Pilkada yang diterima masyarakat kurang memadai (Gama &Widarti. Hal tersebut merupakan hal yang ironis mengingat hampir di sebagian besar wilayah.2008). persentase rata-rata golput mencapai 36. Pelaksanaan Pilkada di beberapa daerah juga dibayangi dengan permasalahan lain. Selain itu. Selama ini. proses sosialisasi yang dilakukan oleh lembaga pelaksana Pilkada belum menyentuh semua lapisan. diantaranya pemilih perempuan. Rendahnya perilaku memilih pada Pilkada langsung menunjukkan semakin menurunnya kepercayaan masyarakat bahwa Pilkada mampu menghasilkan perubahan berarti bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan rational choice theory (teori pilihan rasional). perilaku memilih merupakan reaksi bukan aksi dan oleh karenanya perilaku memilih merupakan kalkulasi untung rugi. jumlah partisipasi politik menurun dan di sisi lain jumlah perilaku tidak memilih atau golput meningkat. bahkan di 11 kabupaten/kota.2008).74% (Prihatmoko. pada beberapa pelaksanaan Pilkada. perilaku tidak memilih (golput) merupakan reaksi terhadap situasi-situasi yang tidak menguntungkan. penduduk pedesaan di daerah tersebar dalam wilayah yang luas. kultur sosial kemasyarakatan menempatkan 2 . Penyebab utamanya adalah terbatasnya media yang dimiliki daerah serta keterbatasan akses terhadap media-media tersebut. Dalam hal ini.83%.Namun demikian. Tidak seperti penduduk kota yang terkonsentrasi di satu wilayah. jumlah pemilih perempuan lebih banyak daripada pemilih laki-laki. Pilkada langsung juga dianggap tidak mampu mencetak pemimpin yang berintegritas tinggi (Soebagyo.

2 Menggambarkan persepsi pemilih perempuan tentang kepentingan Pilkada langsung Kab. Pati dan keyakinan terhadap komitmen Bupati yang terpilih nantinya dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan KAJIAN PUSTAKA 3 . Berdasarkan paparan tersebut.1 Menggambarkan pengetahuan pemilih perempuan tentang waktu pelaksanaan Pilkada langsung Kab Pati 2. Tujuan Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan tersebut. Kurangnya pendidikan politik dan sosialisasi Pilkada kepada pemilih perempuan pada dasarnya merupakan kerugian besar bagi pelaksanaan demokrasi di daerah karena kondisi tersebut pilihan politik pemilih perempuan tidak didasarkan pada pengetahuan dan informasi yang memadai. dapat dituliskan permasalahan yang mendasari penelitian ini adalah Bagaimana pengetahuan pemilih perempuan tentang waktu pelaksanaan Pilkada langsung di Kabupaten Pati? Bagaimana persepsi pemilih perempuan terhadap kepentingan Pilkada langsung serta keyakinan terhadap komitmen bupati yang terpilih nantinya dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan? 2. Sebagai akibatnya. hasil Pilkada tidak memuaskan karena tidak menghasilkan pemimpin yang berjuang untuk rakyat.perempuan sebagai anggota masyarakat kelas dua sehingga permasalahan perempuan jarang diangkat sebagai isu sentral dalam kampanye. dapat dituliskan tujuan penelitian ini adalah 2.

penginterpretasian terhadap stimulus yang diterima oleh organisme atau individu sehingga merupakan suatu yang berarti. dan merupakan aktivitas yang terintegrasi dalam diri individu. Pilkada langsung memiliki arti penting sebagai perwujudan kontrol rakyat terhadap pemerintahan. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. penciuman. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui pendidikan. dan juga tentang keadaan diri individu yang bersangkutan (Davidoff dalam Walgito. rakyat berperan secara 4 . pendengaran. Dengan persepsi. pengalaman orang lain. sehingga dapat dikatakan bahwa pengetahuan merupakan fakta yang mendukung tindakan seseorang. media massa. rasa. 2002). dan raba. maupun lingkungan (Notoatmodjo. Pengetahuan diperlukan sebagai dukungan dalam menumbuhkan rasa percaya diri maupun sikap dan perilaku setiap hari. Berdasarkan definisi tersebut. dapat mengerti tentang keadaan lingkungan yang ada di sekitarnya.1. individu dapat menyadari. Pilkada langsung memberikan kesempatan kepada rakyat di daerah sebagai salah satu infrastruktur politik untuk memilih kepala daerahnya secara langsung melalui mekanisme pemungutan suara. dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang waktu pelaksanaan Pilkada langsung adalah informasi atau kesadaran yang diterima oleh pemilih berkaitan dengan tanggal pelaksanaan Pilkada langsung. Walauapun tidak terlibat secara langsung dalam penga. Pengetahuan tentang Waktu Pelaksanaan Pilkada Langsung Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertutup.2005). 2002) mengartikan persepsi sebagai proses pengorganisasian. Persepsi terhadap Kepentingan Pelaksanaan Pilkada Langsung Moskowitz dan Orgel (dalam Walgito. Penginderaan terjadi melalui panca indera penglihatan. 2.bilan keputusan pemerintahan sehari-hari.

Adapun perangkat yang digunakan untuk mengolah data adalah SPSS versi 16.0 HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Berdasarkan uraian di atas dapat dirangkum pengertian persepsi terhadap kepentingan Pilkada adalah kesadaran yang dimililki oleh para pemilih bahwa Pilkada langsung merupakan hal yang penting dalam menentukan kepala daerah demi kelangsungan pembangunan di daerah. Chi square digunakan untuk menguji hubungan atau pengaruh variabel sosio demografi terhadap pengetahuan tentang waktu pelaksanaan Pilkada langsung dan persepsi terhadap kepentingan Pilkada langsung. Sedangkan analisis korespondensi digunakan untuk mengambarkan hubungan antara variabel sosio demografi dengan keyakinan pemilih perempuan terhadap komitmen bupati yang terpilih nantinya dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan.5%. responden yang menikah adalah 94.5%. Berdasarkan status pernikahan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juli 2011 di Kabupaten Pati Jawa Tengah. responden tamat SD 27. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah 400 pemilih perempuan yang didapatkan melalui metode proporsional area random sampling.langsung dalam proses pemilihan kepala daerah (Ikhsan.5% dan responden yang tidak menikah adalah 5. Sumber data yang digunakan adalah data primer berupa pengolahan kuesioner serta data sekunder berupa dokumen dari intansi terkait dan literatur yang relevan.5%. Berdasarkan latar belakang pendidikan presentase responden yang tidak tamat SD adalah 15. responden 5 . METODE PENELITIAN Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif-kualitatif.2006). Deskripsi Responden Penelitian Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 400 responden. tamat SMP 21%. 2008). Analisis data yang digunakan adalah uji Chi Square dan analisis korespondensi (Hermawan.

responden yang tidak memiliki pekerjaan berjumlah 2%. responden yang merupakan pelajar/mahasiswi berjumlah 1.207 46. responden yang berusia 26-37 tahun adalah 34. responden dengan pekerjaan wiraswasta berjumlah 20%. responden yang bekerja sebagai PNS/pemerintahan berjumlah 5. Pengetahuan tentang Waktu Pelaksanaan Pilkada Langsung Kab. Uji Chi Square Variabel Sosio Demografi dengan Pengetahuan Waktu Pelaksanaan Pilkada Langsung Sosio demografi Status Pernikahan Pendidikan Usia Pekerjaan Pendapatan χ2 0. Berdasarkan pekerjaan.8%.173 1.2 %. responden yang merupakan ibu rumah tangga adalah 40%. Pati Berdasarkan survey lapangan.5% 2.03 26. responden yang bekerja dalam bidang swasta berjumlah 14. Pati mencapai 86% atau sekitar 344 responden.000 0. Pati.751 0. diketahui bahwa semua responden mengetahui pada tahun 2011 di Kabupaten Pati akan diselenggarakan Pilkada langsung untuk memilih bupati dan wakil bupati periode 2011-2016.yang tamat SMA berjumlah 27%. Namun demikian. Jumlah responden yang tidak mengetahui waktu pelaksanaan Pilkada langsung Kab.486 22. responden yang berusia 37-47 tahun adalah 31% dan responden yang berusia >48 tahun berjumlah 23.5%. dan responden dengan latar belakang pendidikan D3/S1/S2/S3 berjumlah 9%. sedangkan responden yang mengetahui waktu pelaksanaan pilkada berjumlah 56 atau sekitar 14%.000 0.663 p 0.960 0.2%. dan responden yang bekerja sebagai petani berjumlah 16.000 Berdasarkan pengujian chi square (tabel 1) didapatkan hasil bahwa variabel sosio demografi yang berkaitan dengan pengetahuan tentang waktu pelaksanaan pilkada 6 . responden yang berusia 15-25 tahun adalah 11. Tabel 1.5%. sebagian besar responden tidak mengetahui waktu pasti pelaksanaan pilkada langsung Kab.2%. Berdasarkan usia.

05. Tabel 2. Sedangkan variabel yang tidak berkaitan dengan pengetahuan tentang waktu pelaksanaan Pilkada langsung adalah status perkawinan dan usia responden (p>0. Surbakti (2007) menyatakan bahwasanya kesadaran politik dan serta kepercayaan kepada pemerintah merupakan variabel intervening (antara) dari partisipasi politik. Individu dengan kemampuan ekonomi tinggi. Tabel 3. variabel ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya status sosial ekonomi. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Waktu Pilkada Langsung Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Tahu Pengetahuan Tidak tahu Total 7 . diantaranya informasi tentang waktu pelaksanaan Pilkada. Pati adalah pendidikan. sedangkan responden yang tidak mengetahui waktu pelaksanaan Pilkada sebagian besar memiliki tingkat pendidikan Sekolah Dasar dan jumlah paling kecil memiliki tingkat pendidikan D3/S1/S2/S3. pekerjaan dan pendapatan yang ditunjukkan dengan nilai p lebih kecil dari 0.langsung Kab. pendidikan yang memadai serta pekerjaan dengan kemudahan akses terhadap ruang publik berpotensi membuat individu terpapar informasi dan sosialisasi yang berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada langsung. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Waktu Pilkada Langsung Berdasarkan Pendidikan Pendidikan Tidak Tamat SD SD SMP SMA D3/S1/S2/S3 Total Pengetahuan Tahu Tidak tahu 2 60 11 99 13 71 16 92 14 22 56 344 Total 62 110 84 108 36 400 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat. afiliasi politik orang tua dan pengalaman berorganisasi. responden yang mengetahui waktu pelaksanaan Pilkada langsung paling banyak memiliki tingkat pendidikan SMA dan paling sedikit memiliki tingkat pendidikan tidak tamat SD.05).

Sedangkan responden yang tidak mengetahui waktu pelaksanaan Pilkada langsung.Ibu rumah tangga PNS/Pemerintahan Swasta Wiraswasta Tidak bekerja Pelajar/Mahasiswa Petani Total 22 13 5 11 1 1 3 56 138 8 54 69 7 5 66 344 160 21 59 80 8 6 66 400 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat apabila responden yang mengetahui waktu pelaksanaan Pilkada langsung sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga dan paling sedikit mengetahui waktu pelaksanaan Pilkada langsung adalah responden pelajar/mahasiswa dan tidak bekerja.5 juta rupiah.5 juta > 2. Sedangkan responden yang mengetahui waktu pelaksanaan Pilkada langsung sebagian besar berasal dari kelompok pendapatan <1 juta rupiah dan paling sedikit berasal dari kelompok pendapatan >2.5 juta rupiah. Tabel 4. Penelitian ini juga mengungkapkan sumber informasi yang paling banyak diakses oleh responden untuk mendapatkan informasi tentang Pilkada. didominasi oleh kelompok pekerjaan ibu rumah tangga dan paling sedikit berasal dari kelompok pekerjaan pelajar/mahasiswa. responden yang mengetahui waktu pelaksanaan Pilkada langsung didominasi oleh kelompok pendapatan >1 juta rupiah dan paling sedikit berasal dari kelompok pendapatan > 2. sebagian besar responden menjawab aparat desa (274 responden) sebagai sumber informasi Pilkada. Berdasarkan hasil penghitungan. 8 . Distribusi Frekuensi Pengetahuan Waktu Pilkada Langsung Berdasarkan Pendapatan Pendapatan < 1 juta 1 – 2.5 juta Total Tahu 41 12 3 56 Pengetahuan Tidak tahu 321 18 5 344 Total 362 30 8 400 Berdasarkan tabel di atas.

Pati 3. responden mendapatkan informasi tentang Pilkada langsung di Kabupaten Pati dari masyarakat terutama pada saat mengikuti kegiatan kemasyarakatan seperti pengajian dan arisan atau keterlibatan responden dalam pembicaraan dengan anggota masyarakat lain. KPUD menyerahkan proses tersebut kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sebagian besar diisi oleh para aparat desa. Diagram yang menyajikan media yang diakses oleh responden untuk mendapatkan informasi tentang Pilkada langsung di Kabupaten Pati dapat dilihat pada gambar di bawah ini Gambar 1. Rekapitulasi hasil lengkap jawaban responden disajikan dalam tabel di bawah ini 9 .Dalam proses pendataan pemilih khususnya di tingkat desa. Pati Berdasarkan hasil analisis data sebagian besar responden menganggap bahwa Pilkada langsung di Kabupaten Pati merupakan hal yang penting. Media informasi yang paling sedikit diakes oleh responden dalam mendapatkan informasi tentang pelaksanaan Pilkada langsung di Kabupaten Pati adalah koran dan radio. Oleh karenanya tidak mengherankan apabila aparat desa menjadi pihak yang paling banyak memberikan informasi kepada responden tentang pelaksanaan Pilkada langsung. Media Informasi Pilkada Langsung Kab. Berdasarkan wawancara didapatkan hasil bahwa para responden tidak banyak bersentuhan dengan kedua media tersebut. Persepsi terhadap Kepentingan Pilkada langsung Kab. Selain aparat desa.

responden yang menjawab penting dan sangat penting beranggapan bahwa bupati dan wakil bupati merupakan sosok yang penting dalam pemerintahan daerah karena berperan sebagai pemimpin atau bapak bagi rakyatnya.8 Berdasarkan hasil wawancara. Pati 2011 Tingkat Kepentingan Sangat Tidak Penting Tidak Penting Penting Sangat Penting Jumlah 2 15 280 103 Responden Persentase (%) 0. Para responden tersebut berharap dengan adanya pemimpin. Responden yang menjawab yakin beralasan mereka tetap berharap bupati dan wakil bupati yang terpilih nantinya dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati.5 3. Sedangkan para responden yang menjawab tidak penting dan sangat tidak penting beranggapan bahwa hasil Pilkada nantinya tidak akan membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat di Kabupaten Pati. Persepsi terhadap Kepentingan Pilkada Langsung Kab. Dalam penelitian ini juga diungkapkan keyakinan terhadap komitmen bupati dan wakil bupati terpilih nantinya dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan. 122 responden menyatakan tidak yakin (30. Responden yang menjawab tidak tahu beralasan bahwa mereka tidak mengenal baik para pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan mengikuti Pilkada langsung. Berdasarkan hasil rekapitulasi. Sedangkan responden yang menjawab tidak yakin beranggapan para pasangan calon bupati dan wakil bupati yang mengikuti Pilkada langsung tidak memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan perubahan bagi masyarakat Kabupaten Pati.8 70 25.5%) dan 160 responden (40%) tidak bisa memutuskan.Tabel 5. 10 . pembangunan di daerah dapat berjalan optimal.5%) menyatakan yakin. didapatkan hasil 118 responden (29.

298 31. dan pekerjaan (p<0.Menggunakan uji chi square diuji asosiasi jawaban responden dengan variabel sosio demografi.346 Berdasarkan status pernikahan. Hasil pengujian menunjukkan variabel sosio demografi yang berasosiasi dengan keyakinan terhadap komitmen bupati terpilih nantinya dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan adalah status pernikahan.000 0. Hasil lengkap tabulasi silang keyakinan responden terhadap komitmen bupati dan wakil bupati terpilih dalam peningkatan kesejahteraan perempuan dan status pernikahan responden tersaji dalam tabel di bawah ini Tabel 7. pendidikan.041 0.367 37. responden yang menjawab yakin. usia.012 0. tidak yakin.741 4. dan tidak tahu didominasi oleh responden yang sudah menikah. Uji Chi Square Variabel Sosio Demografi dengan Keyakinan terhadap Komitmen Bupati Terpilih dalam Meningkatkan Kesejahteraan Perempuan Sosio demografi Status Pernikahan Pendidikan Usia Pekerjaan Pendapatan χ2 6.959 25.05).000 0. sedangkan variabel sosio demografi yang tidak berasosiasi dengan keyakinan responden adalah pendapatan. Hasil lengkap uji chi square asosiasi variabel sosio demografi dengan keyakinan terhadap komitmen bupati terpilih dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 6. Distribusi Frekuensi Keyakinan terhadap Komitmen Bupati Terpilih dalam Peningkatan Kesejahteraan Perempuan Berdasarkan Status Pernikahan Status Menikah Tidak Menikah Total Yakin 114 4 118 Keyakinan Tidak yakin 110 12 122 Total Tidak tahu 154 6 160 378 22 400 Hubungan antara tingkat pendidikan dengan keyakinan terhadap komitmen bupati ditampilkan dalam diagram analisis korespondensi di bawah ini 11 .471 p 0.

Hal tersebut dibuktikan melalui gambar 2 bahwa responden dengan pendidikan SMA dan perguruan tinggi (D3/S1/S2/S3) cenderung menjawab tidak yakin. Asosiasi keyakinan responden terhadap komitmen bupati dan wakil bupati terpilih dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan disajikan melalui analisis korespondensi di bawah ini 12 . seperti isu kampanye para peserta Pilkada. Informasi tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan penilaian dan membentuk keyakinan terhadap kemampuan para peserta Pilkada tersebut. responden dengan pendidikan SD menjawab yakin dan responden dengan pendidikan tidak tamat SD cenderung menjawab tidak tahu.Gambar 2 Analisis Korespondensi Pendidikan dengan Keyakinan Responden terhadap Komitmen Bupati dan Wakil Bupati Terpilih dalam Meningkatkan Kesejahteraan Perempuan Semakin tinggi tingkat pendidikan responden. cenderung memiliki pengetahuan yang lebih memadai serta akses terhadap informasi yang lebih besar.

Sedangkan kelompok responden usia 37-47 tahun cenderung menjawab tidak tahu. responden yang berada pada usia tersebut cenderung menjawab yakin. Korelasi jenis pekerjaan dengan keyakinan terhadap Komitmen bupati terpilih dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan digambarkan melalui diagram di bawah ini 13 .Gambar 3 Analisis Korespondensi Usia Responden dengan Keyakinan Responden terhadap Komitmen Bupati Terpilih dalam Meningkatkan Kesejahteraan Perempuan Berdasarkan diagram di atas dapat diketahui apabila. dan kelompok responden usia 15-25 tahun cenderung menjawan tidak yakin. Artinya. kelompok responden usia >48 terletak beredekatan dengan plot yakin.

pekerjaan. Pati akan melaksanakan pemilihan bupati/wakil bupati secara langsung. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Responden yang merasa tidak yakin berasal dari kelompok pekerjaan swasta.1 Keseluruhan responden mengetahui bahwa Kab. Sedangkan sumber informasi pilkada yang paling banyak diakses pemilih perempuan adalah pemerintah desa serta masyarakat. 14 . dan responden yang tidak tahu berasal dari kelompok pekerjaan petani.Gambar 4 Analisis Korespondensi Pekerjaan Responden dengan Keyakinan Responden terhadap Komitmen Bupati Terpilih dalam Meningkatkan Kesejahteraan Perempuan Berdasarkan diagram di atas. dapat disimpulkan bahwa kelompok responden yang merasa yakin dengan komitmen bupati yang terpilih nantinya dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan berasal dari kelompok pekerjaan wiraswasta. namun mayoritas responden (86%) tidak mengetahui secara pasti waktu pelaksanaan pilkada langsung. Kesimpulan 1. Variabel sosio demografi yang bekaitan dengan pengetahuan responden adalah pendidikan. dan pendapatan.

http://www. 2011. Rineka Cipta 15 . Pati Notoatmodjo. Variabel sosio demografi yang berpengaruh terhadap keyakinan responden adalah status pernikahan.5%) merasa yakin terhadap komitmen bupati yang terpilih dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan. Pati.2 Tujuh puluh persen responden beranggapan Pilkada langsung adalah hal yang penting dan 25.ac. Sebanyak 122 responden (30. M. dan sekitar 118 responden (29. usia. perlu dilakukan sosialisasi secara merata dan perlu di pilih media yang tepat sehingga mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. dan pekerjaan. W.1. B.id/artikel%20m%20ikhsan. pendidikan. Diakes tanggal 23 Desember 2010 Komisi Pemilihan Umum Kab. Namun demikian. Hubungan antara Kampanye Kandidat Kepala Daerah dan Perilaku Pemilih Partisipasi Politik Wanita (Studi pada Ibu-Ibu Rumah Tangga dalam Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Sukoharjo). Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Pemilihan Umum Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2011 Kabupaten Pati. Jurnal Ilmiah Scriptura. Jakarta: PT. Metodologi Penelitian Kesehatan.8% responden menganggap sangat penting untuk menentukan bupati dan wakil bupati. Dalam pelaksanaan Pilkada. DAFTAR PUSTAKA Gama. 2005. 2 Saran Untuk meningkatkan kesadaran politik perempuan perlu adanya pendidikan politik kepada perempuan. 2006.5%) merasa tidak yakin terhadap komitmen bupati terpilih dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan. Vol 2 (1) Januari: 63-80 Ikhsan. Nunun T. Evaluasi Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung di Kabupaten/Kota. 2008.stialan. sebagian besar responden (160/40%) tidak mengetahui komitmen bupati yang terpilih nantinya dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan.pdf.

A. B. Jakarta: PT. Mendemokratiskan Pemilu dari Sistem Sampai Elemen Teknis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Reber. J. Vol. Implikasi Golongan Putih dalam Perspektif Pembangunan Demokrasi di Indonesia. 2007. R. 12(2): 82-86 Surbakti. S and E. Gramedia Walgito. Memahami Ilmu Politik.Prihatmoko. 2008. Yogyakarta: Penerbit Andi 16 . 2002. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Soebagio. 2010. 2008. S. Kamus Psikologi (terjemahan: Yudi Santoso). Sosial Humaniora. Psikologi Sosial. Makara. Reber.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->