Pengertian Media Pembelajaran Menurut Beberapa Ahli Pengertian media mengarah pada sesuatu yang mengantar/meneruskan informasi

(pesan) antara sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan. Media adalah segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi (AECT Task Force,1977:162) ( dalam Latuheru,1988:11). Robert Heinich dkk (1985:6) mengemukakan definisi medium sebagai sesuatu yang membawa informasi antara sumber (source) dan penerima (receiver) informasi. Masih dari sudut pandang yang sama, Kemp dan Dayton (1985:3), mengemukakan bahwa peran media dalam proses komunikasi adalah sebagai alat pengirim (transfer) yang mentransmisikan pesan dari pengirim (sander) kepada penerima pesan atau informasi (receiver). Sumber: Laria, Kartika 2008. Kajian Pustaka: Media Pembelajaran. (http://www.infoskripsi.com/Article/Kajian-Pustaka-Media-Pembelajaran.html) ,diakses 7 September 2009 Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman,2002:6). Latuheru(1988:14), menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna. Berdasarkan definisi tersebut, media pembelajaran memiliki manfaat yang besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran. Media pembelajaran yang digunakan harus dapat menarik perhatian siswa pada kegiatan belajar mengajar dan lebih merangsang kegiatan belajar siswa. Sumber: Haryalesmana,Devid 2008. Pengertian Media Pembelajaran. (http://www.guruit07.blogspot.com/2009/01/pengertian-media-pembelajaran.htm) ,diakses 7 September 2009 Kata media berasal dari bahasa Latin Medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Tetapi secara lebih khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa, sehingga dapat terdorong terlibat dalam proses pembelajaran. Gagne mengartikan media sebagai berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Heinich, Molenda, Russel (1996:8) menyatakan bahwa : “A medium (plural media) is a channel of communication, example include film, television, diagram, printed materials, computers, and instructors. (Media adalah saluran komunikasi termasuk film, televisi, diagram, materi tercetak, komputer, dan instruktur). AECT (Assosiation of Education and Communication Technology, 1977), memberikan batasan media sebagai segala bentuk saluran yang dipergunakan untuk menyampaikan

Menurut EACT yang dikutip oleh Rohani (1997 : 2) “media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi”. perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”. audio visual. Sumber: Nursidik. perasaan. Media Pembelajaran.com/2007/11/mediapembelajaran.Yahya 2008.diakses 7 September 2009 .blogspot.Wijaya 2007.diakses 7 September 2009 Kata media berasal dari kata medium yang secara harfiah artinya perantara atau pengantar. Media Pembelajaran.blogspot. Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4) yaitu : “media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. NEA (National Education Assosiation) memberikan batasan media sebagai bentukbentuk komunikasi baik tercetak.html) . (http://apadefinisinya.com/2008/05/media-pembelajaran.html) . Banyak pakar tentang media pembelajaran yang memberikan batasan tentang pengertian media. (http://wijayalabs. serta peralatanya. Sumber: Kusumah. Sedangkan pengertian media menurut Djamarah (1995 : 136) adalah “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai Tujuan pembelajaran”.pesan atau informasi.

termasuk teknologi perangkat keras. kita dapat melihat media karakteristik ekonomisnya. maka sedapat mungkin dalam penyampaian pesan (isi/materi ajar) dibantu dengan menggunakan media pembelajaran. namun belajar itu harus aktif dan dinamis. karakteristik media. Dia mengatakan “The question of what media attributesare necessary for a given learnign for situation becomes the basis for media selection”. Upaya pengklasifikasian media dapat mengungkapkan karakteristik atau ciri-ciri suatu media berbeda menurut tujuan atau maksudnya pengelompokannya. (ii) fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. (Gagne. video dan sebagainya. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan. dan sebagainya. Sedangkan. sedangkan tugas guru adalah memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa.Hudoyo (1998) menyatakan bahwa belajar matematika merupakan proses membangun/ mengkonstruksi konsep-konsep dan prinsip-prinsip. dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. (v) pemilihan dan penggunaan media pembelajaran. pendengaran. pengecapan maupun penciuman atau kesesuaiannya dengan tingkat hierarki belajar seperti yang digarap oleh Gagne. (iv) nilai atau manfaat media dalam pengajaran. Pada mulanya. (Hamalik. Dari contoh pengelompokan yang diadakan oleh para ahli (Schramm). media . Karakteristik media inisebagaimana dikemukakan oleh Kemp (1975) merupakan dasar pemilihan media sesuai dengan situasi belajar tertentu. dapat merangsang fikiran. dan (vii) usaha inovasi dalam pengadaan media pembelajaran. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. yang meliputi: (i) media sebagai alat komunikasi agar lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. Sementara itu. proses komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih efektif dan efisien. lingkup sasarannya yang dapat diliput. (vi) berbagai jenis alat dan teknik media pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pandangan konstuktivis yaitu suatu pandangan dalam mengajar dan belajar. tidak sekedar pengrojokan yang terkesan pasif dan statis. 1985) Untuk mengatasi kemungkinan hambatan-hambatan yang terjadi selama proses penafsiran dan agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. dimana siswa membangun sendiri arti dari pengalamannya dan interaksi dengan orang lain. Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku. Karakteristik media juga dapat dilihat menurut kemampuan membangkitkan rangsangan indera penglihatan. dan pemilihan media merupakan kesatuan yang tak terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran. (iii) hubugan antara metode mengajar dengan media yang digunakan. 1994) guru (pengajar) harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran. National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar. dan kemudahan kontrol pemakai. film. Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Jadi klasifikasi media. perabaan. Diharapkan dengan pemanfaatan sumber belajar berupa media pembelajaran. perasaan.

khususnya media visual juga dikemukakan oleh Levie dan Lentz. dan tugas atau respon yang diharapkan dari pebelajar. Fungsi afektif dari media visual dapat diamati dari tingkat “kenikmatan” siswa ketika belajar (membaca) teks bergambar. dan fungsi kompensatoris. (Arsyad. fungsi kognitif. merupakan kata yang berasal dari bahasa latin medius. Berdasarkan temuan-temuan penelitian diungkapkan bahwa fungsi kognitif media visual melalui gambar atau lambang visual dapat mempercepat pencapaian tujuan pembelajaran untuk memahami dan mengingat pesan/informasi yang terkandung dalam gambar atau lambang visual tersebut. Arsyad (2002) mengklasifikasikan media pembelajaran menjadi empat kelompok berdasarkan teknologi. selebaran. laboratorium. pusat-pusat sumber belajar. Dalam kondisi seperti ini. perpustakaan. Dalam hal ini gambar atau simbul visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa. media visual dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran. media hasil teknologi berdasarkan komputer. . karakteristik pebelajar. Oleh karena itu. Dalam tahun-tahun belakangan ini telah terjadi pergeseran paradigma dalam pembelajaran ke arah paradigma konstruktivisme. Fungsi kompensatoris media pembelajaran adalah memberikan konteks kepada siswa yang kemampuannya lemah dalam mengorganisasikan dan mengingat kembali informasi dalam teks. Menurut pandangan ini bahwa pengetahuan tidak begitu saja bisa ditransfer oleh guru ke pikiran siswa. Dalam arti bahwa harus ada kesesuaian di antara keduanya untuk mewujudkan tujuan pembelajaran. media dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. petugas perpustakaan. Lingkungan yang dimaksud (menurut Arsyad. guru atau pengajar lebih banyak berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran. 2002) Efektivitas proses belajar mengajar (pembelajaran) sangat dipengaruhi oleh faktor metode dan media pembelajaran yang digunakan. radio. Jadi. televisi. termasuk alam sekitar). Keduanya saling berkaitan. komputer. Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi siswa (teacher centered). yaitu: media hasil teknologi cetak. atau audio. Sadiman. seperti: konteks pembelajaran. berupa lingkungan. bahan atau materi ajar (berupa buku. Dalam fungsi atensi. media hasil teknologi audio-visual. „perantara‟ atau „pengantar‟ (Arsyad. modul. dan media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer. rekaman video. di mana pemilihan metode tertentu akan berpengaruh terhadap jenis media yang akan digunakan. siswa lain. tetapi yang lebih diharapkan adalah bahwa pembelajaran berpusat pada siswa (student centered). 1990). Walaupun ada hal-hal lain yang juga perlu diperhatikan dalam pemilihan media. Media (bentuk jamak dari kata medium). 2002) adalah guru itu sendiri. Dengan kata lain bahwa media pembelajaran ini berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat dalam menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dalam bentuk teks (disampaikan secara verbal). perekam pita audio dan video. Media dapat berupa sesuatu bahan (software) dan/atau alat (hardware). tetapi pengetahuan tersebut dikonstruksi di dalam pikiran siswa itu sendiri. siswa atau pebelajar sebaiknya secara aktif berinteraksi dengan sumber belajar.. dkk. majalah.pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. fungsi afektif. Fungsi media. seperti yang dikutip oleh Arsyad (2002) bahwa media tersebut memiliki empat fungsi yaitu: fungsi atensi. 2002. dan yang sejenis). kepala sekolah. yang secara harfiah berarti „tengah‟. dan berbagai sumber belajar serta fasilitas (OHP. Masingmasing kelompok media tersebut memiliki karakteristik yang khas dan berbeda satu dengan yang lainnya.

melakukan langsung. (iii) metode mengajar akan lebih bervariasi.Sedangkan menurut Gerlach & Ely (dalam Arsyad. yang selanjutya ditafsirkan oleh penerima pesan (Hamalik. . dan (iv) siswa lebih banyak melakukan aktivitas selama kegiatan belajar. mendemonstrasikan. memungkinkan siswa belajar sendiri berdasarkan minat dan kemampuannya. penyajian data/informasi lebih menarik dan terpercaya. Penyampaian pesan ini bisa dilakukan melalui simbul-simbul komunikasi berupa simbulsimbul verbal dan non-verbal atau visual. Bertitik tolak dari kenyataan tersebut di atas. (iii) meningkatkan kegairahan belajar. rangkaian dan strategi pembelajaran adalah kriteria untuk seleksi dan produksi media. tidak hanya mendengarkan tetapi juga mengamati. Pengertian ini sejalan dengan batasan yang disampaikan oleh Gagne (1985). keterampilan. yang menyatakan bahwa media merupakan berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar. (Criticos. 1996). Sedangkan menurut Criticos (1996). guru. Jadi menurut pengertian ini. atau kejadian yang membangun kondisi. materi. fota atau film bingkai. tujuan pembelajaran. buku teks. peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat film. dan (iv) memberikan rangsangan yang sama. 2002). Sadiman. dan daya indera. yaitu: (i) dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa karena pengajaran akan lebih menarik perhatian mereka. isi materi ajar. penataan pembelajaran (iklim. Selanjutnya diungkapkan bahwa penggunaan media pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian informasi (pesan dan isi pelajaran) pada saat itu. Kehadiran media dalam pembelajaran juga dikatakan dapat membantu peningkatan pemahaman siswa. meningkatkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. dan lingkungan belajar) yang dilakukan oleh seorang pengajar dipengaruhi oleh peran media yang digunakan.. bahwa media jika dipahami secara garis besar adalah manusia. video. yang menyebabkan siswa mampu memperoleh pengetahuan. hasil belajar. teman sebaya. adalah sebagai berikut: (i) memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat visual. Sudjana dan Rivai (1992) mengemukakan beberapa manfaat media dalam proses belajar siswa. yaitu proses penyampaian pesan (isi atau materi ajar) dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan (siswa/pebelajar atau mungkin juga guru). dan bahkan berpengaruh secara psikologis kepada siswa. dkk (1990) menyampaikan fungsi media (media pendidikan) secara umum. atau sikap. lingkungan sekolah dan luar sekolah. dan mengatasi sikap pasif siswa. bagi seorang siswa merupakan media. dan memadatkan informasi. tidak semata-mata didasarkan atas komunikasi verbal melalui kata-kata. kondisi. Dengan demikian. (ii) makna bahan pengajaran akan menjadi lebih jelas sehingga dapat dipahami siswa dan memungkinkan terjadinya penguasaan serta pencapaian tujuan pengajaran. maka proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah suatu proses komunikasi. slide. memudahkan penafsiran data. dapat menyamakan pengalaman dan persepsi siswa terhadap isi pelajaran. Dengan menggunakan istilah media pengajaran. dsb. dan memerankan. (ii) mengatasi keterbatasan ruang. Jadi dalam hal ini dikatakan bahwa fungsi media adalah sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar. waktu. 1986) Pemanfaatan media dalam pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat baru. misal objek yang terlalu besar untuk dibawa ke kelas dapat diganti dengan gambar.

dan komputer adalah merupakan media pembelajaran. Media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan komputer. penuntun. et al. radio. gambar. film. f. alat bantu kerja.. dan lembaran lepas) c. perhatian. 1996.. tape recorder. b. Dalam pengertian ini. camera video. Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan Proses pembelajaran lebih jelas dan menarik Proses pembelajaran menjadi interaktif Efisiensi waktu dan tenaga Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa Media memungkinkan proses pembelajaran dapat dilakukan dimana saja Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar Leshin. dan televisi) e. transparansi. perasaan. peta. program slide-tape. foto. Media berbasis cetak (buku. kaset. dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar memiliki pengaruh yang besar terhadap alat-alat indera. yaitu: a. main-peran. dkk. Media berbasis manusia (guru. Miarso (1980) menegaskan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran. bagan. Secara umum media pembelajaran berfungsi untuk memperlancar interaksi antara guru dengan peserta didik sehingga pembelajaran lebih efektif dan efisien. Tentu hal ini berpengaruh terhadap semangat mereka belajar dan kondisi . instruktur. Media berbasis visual (buku. 1990). dan kegiatan kelompok) b. g. sering kali istilah alat bantu atau media komunikasi digunakan secara bergantian atau sebagai pengganti istilah media pendidikan (pembelajaran). e. Batasan media seperti ini juga dikemukakan oleh Reiser dan Gagne (dalam Criticos. grafik. video recorder. Gagne. Seperti yang dikemukakan oleh Hamalik (1994) bahwa dengan penggunaan alat bantu berupa media komunikasi. tutor. televisi.Dalam dunia pendidikan. film. hubungan komunikasi akan dapat berjalan dengan lancar dan dengan hasil yang maksimal.sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. dan slide) d. Penggunaan media akan lebih menjamin terjadinya pemahaman dan retensi yang lebih baik terhadap isi pelajaran. buku/modul. Menurut National Education Association -NEA (dalam Sadiman. slide. alat bantu kerja. interaktif video dan hypertext) Berdasarkan atas beberapa fungsi media pembelajaran yang dikemukakan oleh para ahli. yang secara implisit menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran. dan kemampuan anak didik. c. Manfaat media pembelajaran yang lebih rinci dikemukakan oleh Kemp dan Dayton (1985) yaitu : a. Media berbasis audio-visual (video. gambar. buku latihan. d. di mana ada keterlibatan emosianal dan mental. Media pembelajaran juga mampu membangkitkan dan membawa pebelajar ke dalam suasana rasa senang dan gembira. media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik yang tercetak maupun audio visual beserta peralatannya. Pollock & Reigeluth (1992) Mengklasifikasi media ke dalam lima kelompok. 1988).

Dilihat dari bentuknya media dapat digolongkan menjadi media grafis (dua dimensi). atau overhead proyektor. maka materi pembelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh siswa.pembelajaran yang lebih “hidup”. 4. Kata media berasal dari kata medium yang secara harfiah artinya perantara atau pengantar. Jenis-jenis Media pembelajaran Banyak sekali jenis media yang sudah dikenal dan digunakan dalam penyampaian informasi dan pesan-pesan pembelajaran. yang nantinya bermuara kepada peningkatan pemahaman pebelajar terhadap materi ajar. Setiap jenis atau bagian dapat pula dikelompokkan sesuai dengan karakteristik dan sifat-sifat media tersebut. slide. Instruksional berprograma ataupun CAI (Computer Assisten Instruction). Penggolongan media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani (1997:16) yaitu : 1. simulasi maupun model. a. Televisi 5. Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni (2001:4) yaitu : “media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. 2001). Karena memang gurulah yang menghendaki untuk memudahkan tugasnya dalam menyampaikan pesan – pesan atau materi pembelajaran kepada siswanya. baik dalam bentuk teks. 3. dan media elektronik. Sedangkan pengertian media menurut Djamarah (1995:136) adalah “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai Tujuan pembelajaran”. Dilihat dari jenisnya media dapat digolongkan menjadi media Audio. bulletin. Setiap materi pembelajaran mempunyai tingkat . film strip. Dilihat dari bahan pembuatannya media dapat digolongkan menjadi media sederhana (murah dan mudah memperolehnya) dan media komplek. Dilihat dari daya liputnya media dapat digolongkan menjadi media dengan daya liput luas dan serentak. 2. Gambar diam. Jadi banyak tenaga ahli mengelompokkan atau membuat klasifikasi media akan tergantung dari sudut mana mereka memandang dan menilai media tersebut. 2. baik hitam putih. Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang baku dalam mengelompokkan media. jika dilihat dari berbagai sudut pandang adalah sebagai berikut : 1. Benda-benda hidup.Banyak pakar tentang media pembelajaran yang memberikan batasan tentang pengertian media. media tiga dimensi. sasaran akhir penggunaan media adalah untuk memudahkan belajar. Gambar gerak. perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”. b. Penggolongan media yang lain. Guru sadar bahwa tanpa bantuan media. terutama materi pembelajaran yang rumit dan komplek. Rekaman bersuara baik dalam kaset maupun piringan hitam. bukan kemudahan mengajar (Degeng. 4. perasaan. media Visual dan media Audio Visual. papan display. Manfaat media pembelajaran Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses belajar dan pembelajaran adalah suatu kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri keberadaannya. 3. media dengan daya liput yang terbatas dengan ruang dan tempat dan media pengajaran individual. Jadi. 6. baik yang bersuara maupun yang tidak bersuara. berwarna. Menurut EACT yang dikutip oleh Rohani (1997:2) “media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi”.

dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. misalnya untuk menjelaskan peredaran darah. dapat merangsang fikiran. video dan sebagainya. Pada satu sisi ada bahan pembelajaran yang tidak memerlukan media pembelajaran. Secara umum manfaat media pembelajaran menurut Harjanto (1997:245) adalah : 1) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis ( tahu kata-katanya. perasaan. 4) Dapat menimbulkan persepsi yang sama terhadap suatu masalah. bahan belajar yang dibuat oleh guru dan “audiovisual”.kesukaran yang bervariasi. termasuk teknologi perangkat keras. Menurut Edgar Dale. 9) Menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan. tetapi tidak tahu maksudnya) 2) Mengatasi keterbatasan ruang. . penggunaan media pembelajaran seringkali menggunakan prinsip Kerucut Pengalaman. dalam dunia pendidikan. Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku. apalagi oleh siswa yang kurang menyukai materi pembelajaran yang disampaikan. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandangdengar. Selanjutnya menurut Purnamawati dan Eldarni (2001:4) yaitu : 1) Membuat konkrit konsep yang abstrak. Materi pembelajaran yang mempunyai tingkat kesukaran tinggi tentu sukar dipahami oleh siswa. 6) Memungkinkan siswa dapat berinteraksi langsung dengan lingkungannyan 7) Membangkitkan motivasi belajar 8) Memberi kesan perhatian individu untuk seluruh anggota kelompok belajar. 4) Menampilkan obyek yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang. film. waktu dan daya indera. tetapi dilain sisi ada bahan pembelajaran yang memerlukan media pembelajaran. 3) Manampilkan obyek yang terlalu besar. candi. 10) Menyajikan informasi belajar secara serempak (mengatasi waktu dan ruang) 11) Mengontrol arah maupun kecepatan belajar siswa. misalnya pasar. yang membutuhkan media seperti buku teks. 2) Membawa obyek yang berbahaya atau sukar didapat di dalam lingkungan belajar. 5) Memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat. Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan. 3) Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa.

VTR). masyarakat. dan sejenisnya Projected still media : slide. 2. over head projektor (OHP). DVD. bangsa dan Negara.Ada beberapa jenis media pembelajaran. dan (3) karakteristik penerima pesan. Hal 1 Penerbit = ALFABETA Uraian . perlu diperhatikan ketiga faktor tersebut. 3. komputer dan sejenisnya. Dengan demikian dalam memilih dan menggunakan media. (2) cara menjelaskan pesan. Pendidikan Menurut = Carter V. bagan. Pada hakikatnya bukan media pembelajaran itu sendiri yang menentukan hasil belajar. pengendalian diri. 1. akhlak mulia. Apabila ketiga faktor tersebut mampu disampaikan dalam media pembelajaran tentunya akan memberikan hasil yang maksimal. tape recorder. Ternyata keberhasilan menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan. komik Media Audial : radio. in focus dan sejenisnya Projected motion media : film. 2. kepribadian. Pendidikan Menurut = UU Sisdiknas Judul Buku = Dasar Konsep Pendidikan Moral Tahun 2003. televisi. diantaranya : 1. kecerdasan. kartun. Good Judul Buku = Dasar Konsep Pendidikan Moral Tahun 1977. chart. Hal 1 Penerbit = ALFABETA Uraian Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. video (VCD. poster. Media Visual : grafik. diagram. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. laboratorium bahasa. 4.

5.to decide what kind of a world‘’. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin (khususnya di sekolah) sehingga iya dapat mencapai kecakapan sosial dan mengembangkan kepribadiannya. Hal 2 Penerbit = ALFABETA Uraian UNESCO menyebutkan bahwa: “education is now engaged is preparinment for a tife Society which does not yet exist” atau bahwa pendidikan itu sekarang adalah untuk mempersiapkan manusia bagi suatu tipe masyarakat yang masih belum ada. Hal 2 Penerbit = ALFABETA Uraian ‘’Education as power means copetent and strong enough to enable us. pikiranya dan perasaannya. Pendidikan Menurut = UNESCO Judul Buku = Dasar Konsep Pendidikan Moral Tahun 1999. 4. Konsep system pendidikan mungkin saja berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat dan pengalihan nilai-nilai kebudayaan (transfer of culture value). 6.the majority of people. Pendidikan Menurut = Thedore Brameld Judul Buku = Dasar Konsep Pendidikan Moral Tahun 1999. Hal 2 Penerbit = ALFABETA . (Pendidikan sebagai kekuatan berarti mempunyai kewenangan dan cukup kuat bagi kita. Pendidikan Menurut = Godfrey Thomson Judul Buku = Dasar Konsep Pendidikan Moral Tahun 1977.sekarang. bagi rakyat banyak untuk menentukan suatu dunia yang macam apa yang kita inginkan dan macam mana mencapai tujuan semacam itu). Konsep pendidikan saat ini tidak dapat dilepaskan dari pendidikan yang harus sesuai dengan tuntutan kebutuhan pendidikan masa lalu.Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakatnya. 3. Hal 2 Penerbit = ALFABETA Uraian Pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan yang tepat didalam kebiasaan tingkah lakunya. Pendidikan Menurut = Thedore Brameld Judul Buku = Dasar Konsep Pendidikan Moral Tahun 1999.dan masa datang.

dan karakteristik beberapa jenis media. In Communities this function is specialzed and institutionalized in formal education. berdasarkan deskripsi di atas. kegiatan. terutama membawa warga masyarakat yang baru mengenal tanggung jawab bersama di dalam masyarakat.Uraian Robert W. Jadi pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung di dalam sekolah saja. fungsi pendidikan ini mengalami spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal yang senantiasa tetap berhubungan dengan proses pendidikan informal di luar sekolah). Education is thus a far broader process than that which occurs in schools. lebih jauh perlu dibahas tentang arti. Semoga bermanfaat buat kemajuan dunia pendidikan kita. pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkingan belajar. but there is always the education. maka media adalah bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. Sedangkan komponen-komponen dalam pembelajaran adalah tujuan. Salam Pendidikan | Ayo Berbagi!! Pengertian Pembelajaran Menurut Gagne. . dan evaluasi pembelajaran. Oleh karena itu. posisi. beberapa pengertian "Pendidikan" menurut para ahli. klasifikasi. dan peningkatan proses belajar siswa. terutama untuk mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri. It is an essential social activity by which communities continue to exist. richey menyebutkan bahwa. Menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas. Ciri utama dari pembelajaran adalah inisiasi. out side the school with which the formal process is related. Demikian. fasilitasi. fungsi. (Istilah pendidikan mengandung fungsi yang luas dari pemelihara dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat. materi. Winataputra (2008) pengertian pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa. dan wagner dalam Udin S. Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial yang memungkinkan masyarakat tetap ada dan berkembang. The term “Education” refers to the broad funcition of preserving and improving the life of the group through bringing new members into its shared concem. untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman sebelum menggunakan atau mungkin memproduksi media pembelajaran. Briggs. Di dalam masyarakat yang kompleks.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful