TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA

Lampiran Peraturan Kasau Nomor Perkasau/122/XII/2009 Tanggal 3 Desember 2009

BUKU PETUNJUK TEKNIS TNI AU TENTANG PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL

BAB I PENDAHULUAN

1.

Umum. a. Pembinaan kesehatan merupakan bagian integral dari sistem pembinaan personel TNI AU yang menyelenggarakan upaya-upaya kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitasi bagi personel TNI AU beserta keluarganya sehingga diperlukan peran tenaga kesehatan yang profesional. b. Peran tenaga kesehatan pegawai negeri sipil (PNS) TNI AU sampai saat ini masih sangat diperlukan dalam pembinaan pelayanan kesehatan di lingkungan TNI AU. Salah satu keberhasilan pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh kualitas dan kemampuan tenaga kesehatan yang profesional. Untuk itu tenaga fungsional kesehatan PNS perlu dibina dan diwadahi dalam jabatan fungsional kesehatan sebagai sarana pembinaan karier serta pengembangan profesionalisme tenaga kesehatan. c. Agar pembinaan jabatan fungsional kesehatan pegawai negeri sipil di lingkungan TNI AU dapat terlaksana sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sesuai dengan kebutuhan organisasi TNI AU, perlu ditetapkan Buku Petunjuk Teknis TNI AU Tentang Pembinaan Jabatan Fungsional Kesehatan Pegawai Negeri Sipil.

2. Maksud dan Tujuan. Maksud penyusunan Buku Petunjuk Teknis TNI AU Tentang Pembinaan Jabatan Fungsional Kesehatan Pegawai Negeri Sipil sebagai pedoman bagi pejabat yang terkait dalam pembinaan PNS kesehatan di lingkungan TNI AU dengan tujuan agar pembinaan jabatan fungsional kesehatan bagi PNS dapat dilaksanakan secara seragam, benar, tertib, dan lancar. 3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. Ruang lingkup penyusunan Buku Petunjuk Teknis TNI AU Tentang Pembinaan Jabatan Fungsional Kesehatan Pegawai Negeri Sipil meliputi jabatan fungsional kesehatan dan pembinaan tenaga fungsional kesehatan PNS di lingkungan TNI AU, dengan tata urut sebagai berikut : a. b. c. Bab I Bab II Bab III Pendahuluan. Ketentuan Umum. Kedudukan, Tugas, Jabatan, dan Pangkat Tenaga Fungsional Kesehatan.

2

d. e. f.

Bab IV Bab V Bab VI

Kegiatan Tenaga Fungsional Kesehatan. Nilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Kesehatan. Pengangkatan, Pembebasan Sementara, Pemberhentian, dan Kenaikan Jabatan/Pangkat dalam Jabatan Fungsional Kesehatan. Tataran Kewenangan. Penutup.

g. h.

Bab VII Bab VIII

4. Landasan. Buku Petunjuk Teknis TNI AU Tentang Pembinaan Jabatan Fungsional Kesehatan Pegawai Negeri Sipil ini disusun dengan menggunakan landasan sebagai berikut : a. Peraturan Pemerintah RI Nomor 100 Tahun 2000 tanggal 26 Juli 2000 tentang Tunjangan Tenaga Kesehatan. b. Peraturan Pemerintah RI Nomor 47 Tahun 2006 tanggal 26 Mei 2006 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Dokter, Dokter Gigi, Apoteker, Asisten Apoteker, Pranata Laboratorium Kesehatan, Epidemiolog Kesehatan, Entomolog Kesehatan, Sanitarian, Administrator Kesehatan, Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Perawat Gigi, Nutrisionis, Bidan, Perawat, Radiografer, Perekam Medis, dan Teknisi Elektromedis. c. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2008 tanggal 15 Mei 2008 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Fisioterapis, Refraksionis Optisien, Terapis Wicara, Okupasi Terapis, Ortotis Prostetis, Teknisi Tranfusi Darah dan Teknisi Gigi. d. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/ 47/M.PAN/ 4/2005 tanggal 10 April 2005 tentang Jabatan Fungsional Refraksionis Optisien dan Angka Kreditnya. e. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/ 1227/M.PAN/ 12/2005 tanggal 15 Desember 2005 Tentang Jabatan Fungsional Ortotis Prostetis dan Angka Kreditnya. f. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/ 123/M.PAN/ 12/2005 tanggal 30 Desember 2005 tentang Jabatan Fungsional Okupasi terapis dan Angka Kreditnya. g. Peraturan Menteri Pertahanan Nomor Per/02/M/V/2006 tanggal 5 Mei 2006 tentang Jabatan Fungsional PNS Departemen Pertahanan. h. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/ 01/M.PAN/ 1/2007 tanggal 5 Januari 2007 tentang Jabatan Fungsional Bidan dan Angka Kreditnya.

3

i. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/ 05/M.PAN/ 4/2007 tanggal 5 April 2007 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Transfusi Darah dan Angka Kreditnya. j. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/ 06/M.PAN/ 4/2007 tanggal 10 April 2007 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Gigi dan Angka Kreditnya. k. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/ 07/M.PAN/ 4/2008 tanggal 10 April 2008 tentang Jabatan Fungsional Apoteker dan Angka Kreditnya. l. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Per/07/M.PAN/5/2007 tanggal 3 Mei 2007 tentang Jabatan Fungsional Kataloger dan Angka Kreditnya. m. Peraturan Bersama Menhan dan KA BKN Nomor Per/05/M/IV/2008 tanggal 4 April 2008 tentang Jabatan Fungsional Kataloger dan Angka Kreditnya. n. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/168/VII/1997 tanggal 4 Agustus 1997 tentang Jabatan Fungsional Dokter Gigi dan Angka Kreditnya o. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 07/Kep/M.PAN/12/1999 tanggal 20 Desember 1999 tentang Jabatan Fungsional Asisten Apoteker dan Angka Kreditnya. p. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 07/Kep/M.PAN/2/2000 tanggal 7 Februari 2000 tentang Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Kesehatan dan Angka Kreditnya. q. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 17/Kep/M.PAN/11/2000 tanggal 30 November 2000 tentang Jabatan Fungsional Epidemiolog Kesehatan dan Angka Kreditnya. r. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 18/Kep/M.PAN/11/2000 tanggal 30 November 2000 tentang Jabatan Fungsional Entemolog Kesehatan dan Angka Kreditnya. s. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 19/Kep/M.PAN/11/2000 tanggal 30 November 2000 tentang Jabatan Fungsional Sanitarian dan Angka Kreditnya. t. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 22/Kep/M.PAN/4/2001 tanggal 4 April 2001 tentang Jabatan Fungsional Perawat Gigi dan Angka Kreditnya. u. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 23/Kep/M.PAN/4/2001 tanggal 7 April 2001 tentang Jabatan Fungsional Nutrisionis dan Angka Kreditnya.

Pegawai negeri sipil (PNS) TNI AU adalah PNS yang bekerja di lingkungan TNI AU. Peraturan Panglima TNI Nomor Perpang/28/X/2007 tanggal 3 Oktober 2007 tentang Petunjuk Administrasi Pembinaan Personel PNS TNI. ac.PAN/ 4/2003 tanggal 30 April 2003 tentang Jabatan Fungsional Teknisi Elektromedis dan Angka Kreditnya.PAN/ 1/2004 tanggal 19 Januari 2004 tentang Jabatan Fungsional Fisioterapis dan Angka Kreditnya. y. Pegawai Negeri Sipil TNI AU. Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Skep / 277/ IV/2002 tanggal 5 April 2002 tentang Petunjuk Administrasi Jabatan Fungsional Kesehatan di Jajaran TNI. ad. aa.PAN/11/2003 tanggal 7 November 2003 tentang Jabatan Fungsional Dokter dan Angka Kreditnya. z. Pengertian.PAN/11/2001 tanggal 7 November 2001 tentang Jabatan Fungsional Perawat dan Angka Kreditnya. Kedudukan. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 94/KEP/M. Untuk mendapatkan persamaan persepsi dan istilah yang digunakan dalam buku petunjuk teknis ini telah disusun pengertian-pengertian sebagai berikut : a. af. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41/ KEP/M.PAN/ 12/2000 tanggal 22 Desember 2000 tentang Jabatan Fungsional Administrator Kesehatan dan dan Angka Kreditnya. Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Skep/272/III/2002 tanggal 28 Maret 2002 tentang Petunjuk Induk Jabatan Fungsional di Jajaran TNI. x. . Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 42/ KEP/M. Surat Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Nomor Skep/454/XII/2005 tanggal 30 Desember 2005 tentang Petunjuk Teknis Pembinaan Buku Petunjuk di Lingkungan TNI AU. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 04/ KEP/M. Peraturan Kepala Staf TNI Angakatan Udara Nomor Perkasau/60/VIII/2008 tanggal 29 Agustus 2008 tentang Buku Petunjuk Pelaksanaan TNI AU Tentang Jabatan Fungsional Kesehatan Pegawai Negeri Sipil. w. ae. Buku Petunjuk Teknis TNI AU Tentang Pembinaan Jabatan Fungsional Kesehatan Pegawai Negeri Sipil ini berkedudukan satu tingkat di bawah Buku Petunjuk Pelaksanaan TNI AU Tentang Jabatan Fungsional Kesehatan Pegawai Negeri Sipil serta merupakan sumber perumusan dalam penyusunan buku petunjuk di bawahnya. 5. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 139/KEP/M. Surat Keputusan Kasau Nomor Skep/227/VII/ 2006 tanggal 25 Juli 2006 tentang Buku Petunjuk Teknis TNI AU Tentang Perawatan Personel.4 v. 6. ab.

penyuluh kesehatan masyarakat. Jabatan Fungsional Kesehatan. Tim penilai adalah suatu tim yang terdiri atas beberapa orang anggota yang ditetapkan sesuai dengan tataran wewenang. terapis wicara. c. Instansi pembina jabatan fungsional adalah instansi yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara untuk melakukan pembinaan pada masing-masing jabatan fungsional yang pelaksanaannya ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. bidan. Tenaga Fungsional Kesehatan PNS TNI AU. Angka Kredit. e. di samping jabatan struktural yang ada. asisten apoteker. j.5 b. i. okupasi terapis. administrator kesehatan. entomolog kesehatan. ortotis prostetis. perekam medis. epidemiolog kesehatan. Tenaga fungsional kesehatan TNI AU terdiri dari dokter. perawat gigi. Jabatan Fungsional Keahlian. teknisi elektromedis. apoteker. Tenaga fungsional kesehatan PNS TNI AU adalah PNS TNI AU yang memiliki pendidikan keahlian dan kemampuan teknis/ keterampilan di bidang kesehatan. Rumpun jabatan fungsional kesehatan adalah himpunan jabatan fungsional keahlian dan atau jabatan fungsional keterampilan yang mempunyai fungsi dan tugas yang berkaitan erat satu sama lain dalam melaksanakan salah satu tugas umum pemerintah. Instansi Pembina Jabatan Fungsional. . Jabatan Fungsional Keterampilan. Tim Penilai. Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/ akumulasi butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seseorang dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya. Etika Profesi. Tugas utama jabatan fungsional keahlian meliputi pengembangan pengetahuan. penerapan konsep dan teori. Jabatan fungsional kesehatan adalah jabatan teknis yang terdiri atas jabatan fungsional keahlian/spesialis dan jabatan fungsional keterampilan yang berada dalam struktur organisasi keahlian TNI. d. teknisi tranfusi darah dan teknisi gigi. dokter gigi. radiografer. refraksionis optisien. Jabatan fungsional keahlian adalah jabatan fungsional kualifikasi profesional yang teknis tugas dan fungsinya mensyaratkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang keahliannya. sanitarian. memenuhi persyaratan tertentu serta diangkat dalam jabatan fungsional dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Tugas utama jabatan fungsional keterampilan meliputi teknis kegiatan yang berkaitan dengan penerapan konsep dan metode operasional. bertugas untuk melakukan penilaian dan penetapan angka kredit bagi tenaga fungsional kesehatan. Jabatan fungsional keterampilan adalah jabatan fungsional kualifikasi teknis atau penunjang profesional yang teknis tugas dan fungsinya mensyaratkan penguasaan pengetahuan teknis di satu bidang ilmu pengetahuan atau lebih. perawat. g. ilmu dan seni untuk pemecahan masalah dan pemberian pengajaran dengan cara yang sistematis. fisioterapis. h. pranata laboratorium kesehatan. Rumpun Jabatan Fungsional Kesehatan. f. Etika profesi adalah norma-norma atau kaidah-kaidah yang ditetapkan oleh disiplin ilmu pengetahuan dan organisasi profesi yang harus dipatuhi oleh pejabat fungsional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. nutrisionis.

Asas Manfaat. Pembinaan tenaga fungsional kesehatan PNS TNI AU dapat mengakomodasikan perkembangan di dalam maupun di luar jajaran TNI AU. 9. Asas Keseimbangan. terpadu. dedikasi. dan berlanjut. agar mampu mengemban tugas sebaik-baiknya. Terselenggaranya pembinaan jabatan fungsional yang memberikan keleluasaan untuk mengembangkan profesi keahlian/keterampilan sehingga tersedia tenaga teknis yang profesional serta mampu menjawab tantangan tugas masa depan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 10. Sasaran pembinaan jabatan fungsional kesehatan adalah : a. Tujuan pembinaan jabatan fungsional kesehatan adalah : a. b. 8. saran. Agar pembinaan jabatan fungsional terlaksana secara efektif dan efisien dalam penyelenggaraannya diperlukan ketentuan umum yang meliputi tujuan. d. Pembinaan Tenaga Fungsional Kesehatan. Penggunaan tenaga fungsional secara tepat dan bermanfaat bagi kepentingan organisasi. b. . asas. prinsip. Umum. Asas Pembinaan Terbuka. Terlaksananya penempatan dan pembinaan karier serta profesi tenaga fungsional kesehatan yang proporsional sehingga dapat memperkecil kekurangan tenaga ahli untuk kegiatan pelayanan kesehatan. sesuai dengan kebutuhan organisasi. c. Pembinaan Jabatan Fungsional Kesehatan. Pembinaan pembinaan tenaga fungsional di tingkat Mabesau sampai dengan tingkat pelaksana baik secara vertikal maupun horizontal dilaksanakan dengan keselarasan dan keterpaduan. Untuk memperoleh tenaga fungsional kesehatan yang berkualitas dengan tingkat kemampuan profesional dan jiwa kejuangan yang tinggi. Asas ini bertujuan untuk mendasari pemikiran pembinaan tenaga fungsional PNS TNI AU dengan berbagai klasifikasi dan kualifikasinya. serta dikembangkan secara mendalam dan komprehensif. Asas pembinaan jabatan fungsional adalah : a. c. Tujuan. proporsional sesuai dengan kebutuhan organisasi TNI AU. Sasaran. b. Pembinaan jabatan fungsional kesehatan tercapai secara optimal. Pembinaan jabatan fungsional kesehatan pegawai negeri sipil TNI AU merupakan kegiatan yang dilakukan secara terarah.6 BAB II KETENTUAN UMUM 7. Terwujudnya tenaga fungsional kesehatan yang memiliki motivasi. dan kriteria jabatan fungsional. semangat juang dan kepercayaan diri yang tinggi agar dapat melaksanakan tugas serta dapat mengembangkan profesi secara optimal. Asas Keterpaduan. Asas.

analisis. tidak boleh melebihi pangkat pejabat struktural tertinggi dalam satkernya. melatih. 1) Jabatan fungsional kesehatan PNS TNI AU dijabat oleh tenaga fungsional kesehatan sesuai dengan bidang profesinya serta berhak melaksanakan kegiatan berdasarkan keahlian dan keterampilan serta bersifat mandiri. Kriteria jabatan fungsional adalah : a. a. dan memberikan pelayanan teknis sesuai bidangnya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi teknis tugas. Prinsip dalam pembinaan jabatan fungsional kesehatan adalah : Jabatan Fungsional Kesehatan Pegawai Negeri Sipil TNI AU. 3) Untuk diangkat dalam jabatan fungsional kesehatan. teknis. 12. Kriteria Jabatan Fungsional.7 e. teknik dan prosedur kerja yang didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan dan/ atau pelatihan teknis tertentu dengan sertifikasi. 4) Jenjang kepangkatan tenaga fungsional kesehatan diatur sesuai dengan jenjang jabatan fungsional kesehatan dalam organisasi. . menganalisis. Pertanggungjawaban atas tugas tambahan berada pada pejabat atasan yang memberi tugas tambahan tersebut. mengevaluasi. 4) Penempatan tenaga fungsional kesehatan dalam jabatan fungsional kesehatan tidak boleh dirangkap dengan jabatan struktural. 11. dengan tidak mengganggu teknis tugasnya. 2) Pejabat tenaga fungsional kesehatan dapat diberikan tugas tambahan. seorang tenaga fungsional kesehatan harus memenuhi persyaratan keahlian/keterampilan serta jumlah angka kredit yang telah ditetapkan dan tidak terikat pada golongan yang dimiliki. atas kebutuhan 3) Jabatan fungsional kesehatan sebagai upaya dalam mengoptimalkan penggunaan tenaga fungsional kesehatan. menulis. Mempunyai metodologi. Asas Kejujuran. Tenaga Fungsional Kesehatan Pegawai Negeri Sipil TNI AU. 5) Jabatan fungsional kesehatan PNS TNI AU terdiri atas jabatan fungsional kesehatan keahlian dan jabatan fungsional kesehatan keterampilan. Prinsip. mengajar. Penilaian dan penetapan angka kredit sebagai hasil prestasi kerja para pejabat fungsional dilaksanakan secara jujur dan bertanggung jawab. 1) Tenaga fungsional kesehatan secara aktif mengkaji. mengembangkan. meneliti. 2) Teknis jabatan fungsional kesehatan didasarkan organisasi guna terlaksananya tugas organisasi. b. 5) Pangkat tenaga fungsional kesehatan dapat mencapai pangkat tertinggi pada jabatan fungsional.

a. preventif. e. Teknis tugasnya bersifat mandiri. kuratif. (1) (2) (3) (4) Dokter utama. dan rehabilitatif untuk meningkatkan derajat kesehatan personel TNI AU dan keluarganya serta masyarakat. Jenjang Jabatan Fungsional Kesehatan. Tenaga fungsional kesehatan adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh seorang yang telah berstatus sebagai PNS. c. serta jenjang jabatan dan pangkat tenaga fungsional kesehatan. Tugas tenaga fungsional kesehatan adalah memberikan pelayanan kesehatan yang meliputi promotif. Jenjang jabatan fungsional kesehatan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang dimiliki. Umum. Dokter muda. 15. Dokter pertama. Penyelenggaraan pembinaan jabatan fungsional kesehatan dilaksanakan berdasarkan persyaratan dan angka kredit keahlian/keterampilan. . Jabatan dan Pangkat Tenaga Fungsional Kesehatan. Tenaga fungsional kesehatan masuk dalam rumpun kesehatan di bawah pembinaan Departemen Kesehatan. Jabatan fungsional diperlukan dalam teknis tugas dan fungsi organisasi. 14.8 b. pegawai negeri sipil TNI AU perlu memperhatikan kedudukan dan tugas. terdiri atas : 1) Jenjang Jabatan Fungsional Kesehatan Keahlian : a) Jabatan fungsional dokter. Dapat disusun dalam suatu jenjang jabatan berdasarkan tingkat keahlian dan keterampilan. Dokter madya. c. sebagai berikut : a. d. Untuk menduduki jabatan dan kepangkatan tenaga fungsional kesehatan. Kedudukan dan Tugas. Tenaga fungsional kesehatan berkedudukan sebagai pelaksana teknis di bidang pelayanan kesehatan di lingkungan TNI AU. Jabatan dan pangkat tenaga fungsional kesehatan sesuai dengan ketentuan terdiri atas jenjang jabatan fungsional kesehatan dan jenjang pangkat fungsional kesehatan. Memiliki etika profesi yang ditetapkan oleh organisasi profesi. b. BAB III PENYELENGGARAAN PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN 13.

e) Jabatan fungsional epidemiolog kesehatan ahli. . (1) (2) (3) (4) Apoteker utama.9 b) Jabatan fungsional dokter gigi (1) (2) (3) (4) Dokter gigi utama. Pranata laboratorium kesehatan muda. Apoteker muda. (1) (2) (3) Sanitarian madya. Dokter gigi pertama. Epidemiolog kesehatan pertama. Dokter gigi madya. Apoteker pertama. c) Jabatan fungsional apoteker. Apoteker madya. (1) (2) (3) Pranata laboratorium kesehatan madya. Sanitarian muda. Sanitarian pertama. Entomolog kesehatan pertama. Pranata laboratorium kesehatan pertama. Epidemiolog kesehatan muda. Entomolog kesehatan muda. g) Jabatan fungsional sanitarian ahli. (1) (2) (3) Epidemiolog kesehatan madya. d) Jabatan fungsional pranata laboratorium kesehatan ahli. Dokter gigi muda. f) Jabatan fungsional entomolog kesehatan ahli. (1) (2) (3) Entomolog kesehatan madya.

Asisten apoteker pelaksana . i) Jabatan fungsional penyuluh kesehatan masyarakat ahli. Fisioterapis pertama. Asisten apoteker pelaksana lanjutan. Nutrisionis pertama. (1) (2) (3) Penyuluh kesehatan masyarakat madya. . (1) (2) (3) (4) Asisten apoteker penyelia. Administrator kesehatan muda. Perawat pertama. 2) Jenjang jabatan fungsional kesehatan keterampilan: a) Jabatan fungsional asisten apoteker. l) Jabatan fungsional fisioterapis ahli (1) (2) (3) Fisioterapis madya. Asisten apoteker pelaksana pemula. Perawat muda.10 h) Jabatan fungsional administrator kesehatan. k) Jabatan fungsional perawat ahli. Penyuluh kesehatan masyarakat muda. j) Jabatan fungsional nutrisionis ahli. (1) (2) (3) Perawat madya. Nutrisionis muda. Penyuluh kesehatan masyarakat pertama. (1) (2) (3) Nutrisionis madya. Fisioterapis muda. Administrator kesehatan pertama. (1) (2) (3) Administrator kesehatan madya.

(1) (2) (3) (4) Entomolog kesehatan penyelia. g) Jabatan fungsional perawat gigi. f) Jabatan fungsional penyuluh kesehatan masyarakat terampil. Entomolog kesehatan pelaksana lanjutan. e) Jabatan fungsional sanitarian terampil. Pranata laboratorium kesehatan pelaksana. (1) (2) (3) (4) Epidemiolog kesehatan penyelia. (1) Perawat gigi penyelia. d) Jabatan fungsional entomolog kesehatan terampil. Sanitarian pelaksana pemula. Sanitarian pelaksana. (1) (2) (3) (4) Pranata laboratorium kesehatan penyelia. (1) (2) (3) Penyuluh kesehatan masyarakat penyelia. Entomolog kesehatan pelaksana pemula. c) Jabatan fungsional epidemiolog kesehatan terampil. Epidemiolog kesehatan pelaksana pemula. Epidemiolog kesehatan pelaksana lanjutan. Sanitarian pelaksana lanjutan. Entomolog kesehatan pelaksana. Penyuluh kesehatan masyarakat pelaksana. Pranata laboratorium kesehatan pelaksana lanjutan. (1) (2) (3) (4) Sanitarian penyelia. . Pranata laboratorium kesehatan pelaksana pemula. Penyuluh kesehatan masyarakat pelaksana lanjutan. Epidemiolog kesehatan pelaksana.11 b) Jabatan fungsional pranata laboratorium kesehatan terampil.

Bidan pelaksana lanjutan. Perawat pelaksana pemula. (1) Teknisi elektromedis penyelia. Perawat pelaksana lanjutan. Perawat gigi pelaksana. m) Jabatan fungsional teknisi elektromedis. (1) (2) (3) (4) Perawat pelaksana penyelia. Radiografer pelaksana lanjutan. (1) (2) (3) Perekam medis penyelia. l) Jabatan fungsional perekam medis. Perawat gigi pelaksana pemula. (1) (2) (3) Radiografer penyelia. Radiografer pelaksana. Perekam medis pelaksana. k) Jabatan fungsional radiografer. (1) (2) (3) Nutrisionis penyelia. Nutrisionis pelaksana. . Perekam medis pelaksana lanjutan. Jabatan fungsional nutrisionis terampil. (1) (2) (3) Bidan penyelia. Perawat pelaksana. Bidan pelaksana.12 (2) (3) (4) h) Perawat gigi pelaksana lanjutan. Nutrisionis pelaksana lanjutan. i) Jabatan fungsional bidan terampil. j) Jabatan fungsional perawat terampil.

s) Jabatan fungsional teknisi tranfusi darah. (1) (2) (3) Teknisi tranfusi darah penyelia. (1) (2) (3) Okupasi terapis penyelia. q) Jabatan fungsional okupasi terapis. Jabatan fungsional fisioterapis. r) Jabatan fungsional ortotis prostetis. Ortotis prostetis pelaksana.13 (2) (3) n) Teknisi elektromedis pelaksana lanjutan. (1) (2) (3) Terapis wicara penyelia. Teknisi tranfusi darah pelaksana. (1) (2) (3) Ortotis prostetis penyelia. . Terapis wicara pelaksana. Fisioterapis pelaksana lanjutan. (1) (2) (3) Fisioterapis penyelia. Terapis wicara pelaksana lanjutan. Teknisi elektromedis pelaksana. Fisioterapis pelaksana. o) Jabatan fungsional refraksionis optisien. p) Jabatan fungsional terapis wicara. (1) (2) (3) Refraksionis optisien penyelia. Teknisi tranfusi darah pelaksana lanjutan. Refraksionis optisien pelaksana. Okupasi terapis pelaksana. Refraksionis optisien pelaksana lanjutan. Ortotis prostetis pelaksana lanjutan. Okupasi terapis pelaksana lanjutan.

b. (1) (2) (3) Teknisi gigi penyelia. Jenjang Pangkat Fungsional Kesehatan. Teknisi gigi pelaksana lanjutan.14 t) Jabatan fungsional teknisi gigi. terdiri atas : 1) Jenjang pangkat fungsional kesehatan keahlian. JENJANG JABATAN PANGKAT/ GOLONGAN Jenjang Utama Pembina Utama ( IV/e ) Pembina Utama Madya (Gol IV/d) Pembina Utama Muda ( Gol IV/c ) Pembina Tk I (Gol IV/b) Pembina ( Gol IV/a) Penata Tk I (Gol III/d) Penata (Gol III/c) Penata Muda Tk I (Gol III/b) Penata Muda (Gol III/a) Jenjang Madya Jenjang Muda Jenjang Pertama 2) Jenjang pangkat fungsional kesehatan keterampilan. JENJANG JABATAN PANGKAT/ GOLONGAN Jenjang Penyelia Penata Tk I ( Gol III/d ) Penata ( Gol III/c ) Penata Muda Tk I (Gol III/b) Penata Muda (Gol III/a) Pengatur Tk I (Gol II/d) Pengatur (Gol II/c) Pengatur Muda Tk I (Gol II/b) Pengatur Muda ( Gol II/a) Jenjang Pelaksana Lanjutan Jenjang Pelaksana Jenjang Pelaksana Pemula . Jenjang pangkat untuk masingmasing jabatan fungsional kesehatan adalah jenjang pangkat dan jabatan sesuai jumlah angka kredit yang di miliki. Teknisi gigi pelaksana.

Pemulihan kesehatan akibat penyakit. Pelayanan kesehatan lainnya untuk masyarakat. Unsur dan Subunsur Kegiatan Tenaga Fungsional Kesehatan. meliputi: 1) 2) Penyembuhan penyakit. Penerjemahan/penyaduran buku dan bahan lainnya di bidang kesehatan. 3) Peningkatan derajat kesehatan masyarakat/personel TNI AU dan pencegahan penyakit. Tenaga fungsional kesehatan bekerja sesuai dengan keahlian/ keterampilannya dengan melaksanakan beberapa kegiatan yang mempengaruhi pencapaian angka kredit tenaga fungsional kesehatan telah ditetapkan sesuai dengan rincian kegiatan agar mencapai angka kredit yang telah ditentukan. a. meliputi: 1) 2) Pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang kesehatan. 3) Pembuatan buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang kesehatan. Umum. Pelayanan kesehatan. Pelaksanaan penanggulangan penyakit/wabah tertentu. 17.15 BAB IV KEGIATAN TENAGA FUNGSIONAL KESEHATAN 16. Pelaksanaan tugas lapangan di bidang kesehatan. b. meliputi: 1) 2) 3) d. 4) Penemuan teknologi tepat guna di bidang kesehatan. 4) 5) Pembuatan catatan medik untuk pasien rawat jalan dan rawat inap. . 6) Pembinaan peran serta masyarakat/personel TNI AU dalam rangka kemandirian di bidang kesehatan. Pendidikan. meliputi: 1) Pendidikan formal dan mendapat gelar/ijazah. 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang kesehatan dan memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan latihan (STTPL) atau sertifikat. Pengembangan profesi. Pengabdian pada masyarakat. c. Pelaksanaan kegiatan bantuan/partisipasi kesehatan.

Jabatan fungsional dokter. BAB V NILAI ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN 18. i. Jabatan fungsional sanitarian terampil. Peran serta dalam kegiatan seminar/lokakarya di bidang kesehatan. l. pengumpulan angka kredit. c. m. penilaian angka kredit. Jabatan fungsional kesehatan terdiri atas: . Angka kredit jabatan fungsional kesehatan berpengaruh terhadap kenaikan pangkat dan jabatan fungsional kesehatan. e. Jabatan fungsional pranata laboratorium kesehatan ahli. Angka kredit jabatan fungsional kesehatan diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja tenaga fungsional kesehatan. d. g. Pemberian nilai angka kredit jabatan fungsional kesehatan perlu memperhatikan jabatan fungsional kesehatan. j. Jabatan fungsional sanitarian ahli . Jabatan fungsional entomolog kesehatan ahli. Perolehan piagam kehormatan. Jabatan fungsional pranata laboratorium kesehatan terampil. Jabatan fungsional apoteker. Jabatan fungsional epidemiolog kesehatan terampil. Jabatan fungsional entomolog kesehatan terampil. meliputi: 1) 2) 3) 4) 5) Pengajar/pelatih dalam bidang kesehatan.16 e. f. k. Jabatan fungsional epidemiolog kesehatan ahli . dan penetapan nilai angka kredit. Jabatan Fungsional Kesehatan. a. Keanggotan dalam tim penilai jabatan fungsional tenaga kesehatan. Umum. Penunjang tugas tenaga fungsional kesehatan. h. b. 19. Jabatan fungsional dokter gigi. Jabatan fungsional administrator kesehatan ahli. Jabatan fungsional asisten apoteker. Keanggotaan dalam organisasi profesi.

v. maka nilai kredit yang . Angka kredit untuk pendidikan formal merupakan angka kredit kumulatif. b. Pengumpulan Angka Kredit. Jabatan fungsional fisioterapis ahli. Jabatan fungsional perawat gigi. p. Jabatan fungsional perekam medis. Apabila tenaga fungsional kesehatan memperoleh pendidikan formal yang lebih tinggi daripada pendidikan formal yang dimiliki sebelumnya.17 n. Jabatan fungsional bidan. Jabatan fungsional fisioterapis terampil. ab. ad. c. ac. Jabatan fungsional perawat ahli. x. Jabatan fungsional perawat terampil. 20. Jabatan fungsional okupasi terapis. w. aa. Jabatan fungsional teknisi gigi. Jabatan fungsional radiografer. q. Jabatan fungsional nutrisionis terampil. Jabatan fungsional nutrisionis ahli. a. Jabatan fungsional ortotis prostetis. Pengumpulan angka kredit diperoleh dari unsur utama sekurang-kurangnya 80 % dan unsur penunjang sebanyak-banyaknya 20 %. af. Jabatan fungsional refraksionis optisien. z. u. Jabatan fungsional penyuluh kesmas terampil. y. ae. Jabatan fungsional penyuluh kesmas ahli. r. Jabatan fungsional teknisi elektromedis. t. Angka kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi yang sudah dicapai seorang tenaga fungsional kesehatan dalam mengerjakan butir-butir rincian kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan tenaga fungsional kesehatan. Jabatan fungsional terapis wicara . s. Jabatan fungsional teknisi transfusi darah. o.

f. Pemberian angka kredit untuk masing-masing unsur kegiatan harus berpedoman pada ketentuan yang berlaku. meliputi : a) b) c) d) Pendidikan. yaitu pada minggu pertama bulan Juli untuk perolehan angka kredit bulan Januari s. h. b. Pengembangan profesi. dan menilai kembali berkas usulan secara saksama dan objektif. sehingga dapat mendukung penggunaan PNS secara tepat tugas dan tepat jabatan. Pengabdian masyarakat. . Beberapa unsur kegiatan yang bukan merupakan kegiatan pokok jabatan fungsional tenaga kesehatan boleh dilakukan oleh yang bersangkutan dan perolehan angka kreditnya sesuai dengan ketentuan. Dalam teknis tugasnya tim penilai menyelenggarakan rapat pada : a) b) Bulan Januari untuk usulan kenaikan pangkat periode April. Desember tahun sebelumnya. g.d. Penilaian Angka Kredit.18 diberikan adalah selisih angka kredit pendidikan formal terakhir dengan angka kredit pendidikan yang dimiliki sebelumnya. Penilaian hanya dapat dilakukan apabila daftar usulan penetapan angka kredit (DUPAK) serta berkas-berkas yang dianjurkan dengan salinan bukti-bukti yang sah dan lampiran-lampiran yang dipersyaratkan telah diterima oleh tim penilai. d. Penilaian PNS harus bersifat objektif.d. Penilaian. 21. penilaian dilaksanakan oleh tim penilai. bulan Juni. Bagi tenaga fungsional kesehatan yang tidak mengirimkan angka kredit dalam setiap periode sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan akan diberikan surat pemberitahuan/teguran sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Penilai Angka Kredit. Unsur yang dinilai dititikberatkan pada prioritas bidang penugasan meliputi unsur utama dan unsur penunjang sebagai berikut : 1) Unsur Utama. 2) 3) Tim penilai menilai dan menetapkan angka kredit. a. besarnya angka kredit sesuai dengan ketentuan dalam tabel rincian angka kredit. 1) Tim penilai mempelajari. Pelayanan kesehatan. Pada minggu pertama bulan Januari untuk perolehan angka kredit bulan Juli s. Bulan Juli untuk usulan kenaikan pangkat periode Oktober. e. Angka kredit dikirimkan satu tahun dua kali. meneliti.

maka tenaga fungsional kesehatan (seprofesi) yang berada satu tingkat di atas atau satu tingkat di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut berdasarkan penugasan secara tertulis dari karumkit/kasatker yang bersangkutan. 1) Apabila pada satu unit kerja tidak terdapat tenaga fungsional kesehatan yang sesuai dengan jenjang jabatannya untuk melaksanakan kegiatan. angka kredit yang diperoleh ditetapkan sama dengan angka kredit dari setiap kegiatan.19 2) Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas tenaga fungsional kesehatan. kelebihan angka kredit tersebut dapat diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. 4) Tenaga fungsional kesehatan yang telah memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang telah ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80 % dari angka kredit setiap kegiatan. 3) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat tenaga fungsional kesehatan dengan ketentuan: a) Sekurang-kurangnya 80% angka kredit berasal dari unsur utama. 6) Tenaga fungsional kesehatan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi pada tahun pertama dalam . b) Tenaga fungsional kesehatan yang melaksanakan tugas satu tingkat di bawah jenjang jabatannya. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Penilaian Angka Kredit. b) Sebanyak-banyaknya 20% angka kredit berasal dari unsur penunjang. b) Setiap unsur penilaian dalam DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam satu tahun terakhir. 5) Apabila kelebihan jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud memenuhi jumlah angka kredit untuk kenaikan jabatan dua tingkat atau lebih dari jabatan terakhir. maka tenaga fungsional kesehatan yang bersangkutan dapat diangkat dalam jenjang jabatan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki dengan ketentuan : a) Sekurang-kurangnya telah satu tahun dalam jabatan. 2) Penilaian angka kredit pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud subpasal a ditetapkan sebagai berikut : a) Tenaga fungsional kesehatan yang melaksanakan tugas satu tingkat di atas jenjang jabatannya. c.

dalam jenjang jabatan sebagai berikut : 1) Angka kredit yang harus dipenuhi Angka kredit jabatan fungsional kesehatan keahlian. pada tahun berikutnya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan pelayanan kesehatan dan atau pengembangan profesi. a. 22. 7) Kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi menjadi tenaga fungsional kesehatan madya pangkat pembina tingkat I golongan ruang IV/b sampai dengan tenaga fungsional kesehatan utama pangkat pembina utama golongan ruang IV/e.20 masa jabatan/pangkat yang diduduki. pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut: a) b) c) 60 % bagi penulis utama. golongan ruang IV/e setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 25 dari kegiatan pelayanan kesehatan dan atau pengembangan profesi. diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 angka kredit dari unsur pengembangan profesi. Jumlah penulis pembantu sebanyak-banyaknya tiga orang. Angka Kredit Jabatan Fungsional. 8) Tenaga fungsional kesehatan utama pangkat pembina utama. 9) Tenaga fungsional kesehatan yang secara bersama-sama membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang kesehatan. 40 % dibagi rata untuk semua penulis pembantu. ANGKA KREDIT YANG HARUS DIPENUHI 1.050 850 700 550 400 300 200 150 100 JENJANG JABATAN Jenjang Utama PANGKAT/ GOLONGAN Pembina Utama ( IV / e ) Pembina Utama Madya (Gol IV/d) Pembina Utama Muda (Gol IV/c) Pembina Tk I (Gol IV/b) Pembina ( Gol IV/a) Penata Tk I ( Gol III/d) Penata ( Gol III/c ) Penata Muda Tk I (Gol III/b) Penata Muda (Gol III/a) Jenjang Madya Jenjang Muda Jenjang Pertama . Penetapan Angka Kredit (PAK).

JENJANG JABATAN PANGKAT /GOLONGAN ANGKA KREDIT YANG HARUS DIPENUHI Jenjang Penyelia Penata Tk I ( Gol III/d ) Penata ( Gol III/c ) Penata Muda Tk I ( Gol III/b ) Penata Muda ( Gol III/a ) 300 200 150 100 Jenjang Pelaksana Lanjutan Jenjang Pelaksana Pengatur Tk I ( Gol II/d ) Pengatur ( Gol II/c ) Pengatur Muda Tk I (Gol II/b) Pengatur Muda ( Gol II/a ) 80 60 40 25 Jenjang Pelaksana Pemula b. (5) Surat pernyataan telah melakukan dukungan pelayanan lain-lain. Angka kredit yang diperoleh dari hasil prestasi kerja pejabat fungsional diajukan kepada Tim Penilai melalui Karumkit/ Kasatker untuk diteliti dan dinilai kebenarannya. . Angka kredit disusun oleh pejabat fungsional secara jujur sesuai dengan unsur kegiatan dan besaran angka kredit dilengkapi dengan data yang diperlukan dibuat dalam rangkap tiga kemudian diajukan kepada Karumkit/ Kasatker dengan dilengkapi : a) b) Salinan sah pengangkatan jabatan fungsional. Makalah. Salinan sah bukti-bukti mengenai : (1) (2) (3) Pendidikan. 1) Perolehan angka kredit.21 2) Angka kredit jabatan fungsional kesehatan keterampilan. Surat penugasan. Pengajuan Penetapan Angka Kredit. 2) Kelengkapan berkas pengajuan. (4) Surat pernyataan telah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat.

d) Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK) yang telah diteliti kebenaran dan kelengkapannya diajukan kepada Karumkit/ Kasatker untuk diusulkan kepada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit.22 (6) Karumkit/ Kasatker. diproses dan disampaikan oleh Mabesau kepada Mabes TNI dan selanjutnya diteruskan ke Dephan untuk mendapatkan pengesahan. kemudian diteruskan kepada tim penilai sesuai dengan tataran kewenangan. Mengkompilasi seluruh usulan angka kredit pejabat fungsional di jajarannya. c) Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK) disertai bukti-bukti sah yang diperlukan sebelum disampaikan kepada Karumkit/ Kasatker harus diteliti terlebih dahulu kelengkapan dan kebenarannya. e) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit tenaga fungsional kesehatan menyerahkan berkas Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK) kepada Tim Penilai Angka Kredit. 23. a) Tenaga fungsional kesehatan yang akan dinilai wajib menyampaikan bukti-bukti yang diperlukan sesuai dengan unsur-unsur kegiatan yang telah diselesaikan kemudian melakukan penilaian sendiri terhadap unsur kegiatan tersebut. Sedangkan bagi PNS TNI AU gol III dan II yang menduduki jabatan fungsional lainnya digunakan untuk pembinaan karier PNS yang bersangkutan sesuai dengan tataran kewenangan. selanjutnya meneliti kelengkapan administrasinya. Hasil penilaian dan penetapan angka kredit disampaikan kepada karumkit/ kasatker untuk dijadikan salah satu persyaratan kenaikan jabatan fungsional dan kenaikan pangkat. b. a. berwenang menetapkan angka kredit adalah sebagai berikut : Pejabat yang 1) Menteri Kesehatan selaku Pejabat Instansi Pembina Jabatan Fungsional Kesehatan . 3) Tata cara pengajuan penetapan angka kredit. 2) Aspers Kasau selaku Pejabat Penerima Delegasi/Kuasa dari Pejabat Pembina Kepegawaian Departemen Pertahanan di lingkungan TNI AU. . Pejabat yang Berwenang Menetapkan Angka Kredit. Angka kredit untuk PNS di lingkungan TNI AU golongan IV yang menduduki jabatan fungsional Jenjang Utama dan Jenjang Madya. b) Hasil penilaian tersebut diisikan pada Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit (DUPAK) disertai pengisian dengan ketentuan keteranganketerangan yang diperlukan. c. Hasil Penilaian dan Penetapan Angka Kredit.

Jabatan fungsional kesehatan diberikan kepada PNS TNI AU bila memenuhi angka kredit yang ditetapkan. a) Calon jabatan fungsional tenaga menyampaikan permohonan pengangkatan Karumkit/Kasatker. b) Telah memenuhi jumlah minimal angka kredit yang dipersyaratkan untuk jabatan fungsional tersebut. Pembinaan dalam jabatan fungsional kesehatan meliputi pengangkatan. Umum. a. fungsional kesehatan pertama kali kepada b) Karumkit/ Kasatker membuat surat permohonan tersebut secara berjenjang ke atas untuk pengusulan pengangkatan pertama kali. pembebasan sementara. Pembebasan Sementara dan Pemberhentian. 4) Tata cara pengangkatan pertama. PEMBEBASAN SEMENTARA. Pengangkatan. 2) PNS TNI AU dapat diangkat dalam jabatan fungsional kesehatan keterampilan dengan persyaratan meliputi : a) Memiliki kualifikasi teknisi profesional dan atau penunjang profesional dengan pendidikan serendah-rendahnya Sekolah Menengah Umum atau Sekolah Menengah Kejuruan dan setinggi-tingginya Diploma III. dengan pembinaannya mencakup persyaratan. PEMBERHENTIAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT DALAM JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN 24.23 BAB VI PENGANGKATAN. 25. 3) Pengangkatan PNS TNI AU dalam jabatan fungsional tidak terikat dengan golongan yang telah dimiliki. 1) PNS TNI AU dapat diangkat dalam jabatan fungsional kesehatan keahlian dengan persyaratan meliputi : a) Memiliki kualifikasi profesional dengan pendidikan serendahrendahnya berijazah Sarjana ( Strata –1). dengan terlebih dahulu memeriksa kelengkapan berkas administrasi yang ditentukan . Pengangkatan Dalam Jabatan Fungsional. namun diwajibkan memenuhi angka kredit yang ditentukan. b) Telah memenuhi jumlah minimal angka kredit yang dipersyaratkan untuk jabatan fungsional tersebut. tata cara pembinaan dan kelengkapan berkas. pemberhentian dan kenaikan jabatan/pangkat dalam jabatan fungsional kesehatan.

e) Fotokopi ijazah/Surat Tanda Tamat Pendidikan dal Latihan yang telah diligalisir oleh pejabat yang berwenang. 5) Kelengkapan berkas. 1) Pembebasan sementara dari jabatan fungsional. Fotokopi keputusan kenaikan pangkat terakhir. d) Menteri Pertahanan (untuk pengusulan jabatan fungsional golongan IV) dan Kepala Staf Angkatan Udara (untuk pengusulan jabatan fungsional golongan III dan II) menerbitkan keputusan pengangkatan pertama. f) g) Penetapan Angka Kredit (PAK). menilai dan merekomendasikan ke Sekjen Dephan/ Aspers Kasau usulan PNS yang akan menduduki jabatan fungsional untuk dibuatkan keputusan pengangkatan pertama. c) Tidak dapat melaksanakan tugas pokoknya secara penuh karena : (1) (2) (3) Ditugaskan secara penuh di luar jabatan fungsional.24 c) Tim penilai tingkat Mabesau (untuk pengusulan jabatan fungsional golongan IV) dan tim penilai tingkat kotama/satker (untuk pengusulan jabatan fungsional golongan III dan II) meneliti. Fotokopi Kartu Pegawai (Karpeg). a) b) c) d) Surat usul pengangkatan dalam jabatan fungsional. Pembebasan Sementara Dalam Jabatan Fungsional. h) Surat perintah melaksanakan tugas/surat pernyataan melaksanakan tugas yang ditandatangani oleh Komandan Satuan. Fotocopi DP-3 satu tahun terakhir. Cuti di luar tanggungan negara. b) Tidak dapat memenuhi angka kredit minimal dalam waktu yang ditentukan. Tugas belajar lebih dari enam bulan. dapat dilakukan apabila : a) Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 30 Tahun 1980. b. Fotokopi keputusan pengangkatan PNS. .

Keputusan Penetapan Angka Kredit (PAK) terakhir. a) Fotokopi keputusan pengangkatan ke dalam jabatan fungsional terakhir. Pemberhentian. . g) Surat cuti di luar tanggungan negara (bagi yang melaksanakan cuti di luar tanggungan negara). 2) Ditugaskan secara penuh dalam jabatan struktural. sebagai 1) Tidak mampu memenuhi kewajibannya selama pembebasan sementara dari jabatan fungsional. 4) Tata cara pembebasan sementara dalam jabatan fungsional. a) Karumkit/ Kasatker mengajukan usulan secara berjenjang ke atas untuk pembebasan sementara dalam jabatan fungsional tenaga fungsional kesehatan dengan melampirkan data pendukung. dapat diperhitungkan kenaikan pangkatnya dengan kenaikan pangkat reguler sesuai dengan ketentuan. e) f) Fotokopi Kartu Pegawai (Karpeg). d) Keputusan hukuman disiplin sedang atau berat bagi yang terkenan hukuman disiplin sedang atau berat. c) Surat perintah tugas belajar bagi yang tugas belajar lebih dari enam bulan. 3) Pejabat fungsional kesehatan yang dibebaskan sementara karena hukuman disiplin dapat tetap melakukan tugas pokoknya tetapi kegiatan tersebut tidak diberi nilai angka kredit. c. menilai dan merekomendasi kepada Sekjen Dephan/ Aspers Kasau usulan PNS yang akan dibebaskan sementara dalam jabatan fungsional untuk dibuatkan keputusan pembebasan sementara dalam jabatan. b) Fotokopi keputusan kenaikan pangkat terakhir. c) Menteri Pertahanan (untuk jabatan fungsional golongan IV) dan Kepala Staf Angkatan Udara (untuk jabatan fungsional golongan III dan II) menerbitkan keputusan pembebasan sementara dalam jabatan. 5) Kelengkapan berkas. berikut : Ketentuan pemberhentian dari jabatan fungsional.25 2) Pejabat fungsional kesehatan yang dibebaskan sementara karena tugas belajar lebih dari enam bulan. b) Tim penilai tingkat Mabesau (untuk jabatan fungsional golongan IV) dan tim penilai tingkat kotama/ satker (untuk jabatan fungsional golongan III dan II) meneliti.

2) Tim penilai tingkat Mabesau (untuk jabatan fungsional golongan IV) dan tim penilai tingkat kotama/ satker (untuk jabatan fungsional golongan III dan II) meneliti. Telah selesai melaksanakan tugas belajar lebih dari enam bulan. 3) Menteri Pertahanan (untuk jabatan fungsional golongan IV) dan Kepala Staf Angkatan Udara (untuk jabatan fungsional golongan III dan II) menerbitkan keputusan pemberhentian. diangkat kembali dalam jabatan fungsional apabila : 1) 2) Telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan fungsional. Tenaga fungsional dapat d. a) Keputusan pemberhentian sementara. 6) Kelengkapan berkas. 3) Telah selesai menjalankan cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. b) Keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.26 3) Dijatuhkan hukuman disiplin berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. 1) Karumkit/ Kasatker mengajukan usulan secara berjenjang ke atas untuk pemberhentian jabatan fungsional tenaga fungsional kesehatan dengan melampirkan data pendukung. menilai dan merekomendasi kepada Sekjen Dephan/ Aspers Kasau usulan PNS yang akan diberhentikan untuk dibuatkan keputusan pemberhentian. 6) Tata cara pengangkatan kembali dalam jabatan fungsional. 5) Tata cara pemberhentian. . c) Fotocopi Kartu Pegawai (Karpeg). 4) Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi PNS TNI AU yang bersangkutan harus diberhentikan dari jabatannya. 4) Tenaga fungsional yang diangkat kembali dalam jabatan fungsional. Pengangkatan kembali dalam jabatan fungsional. ditetapkan berdasarkan angka kredit kumulatif terakhir yang dimiliki. 5) Proses perkara disiplin telah selesai dan dinyatakan tidak bersalah yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

d) Keputusan selesai menjalani hukuman disiplin sedang atau berat bagi yang terkenan hukuman disiplin sedang atau berat. Kenaikan jabatan fungsional dapat dipertimbangkan apabila : 1) Sekurang-kurangnya telah satu tahun dalam jabatan terakhir. c) Surat perintah selesai tugas belajar bagi yang tugas belajar lebih dari enam bulan. c) Menteri Pertahanan (untuk jabatan fungsional golongan IV) dan Kepala Staf Angkatan Udara (untuk jabatan fungsional golongan III dan II) menerbitkan keputusan pengangkatan kembali. a. menilai dan merekomendasi kepada Sekjen Dephan/ Aspers Kasau usulan PNS yang akan diangkat kembali dalam jabatan fungsional untuk dibuatkan keputusan pengangkatan kembali. b) Fotokopi keputusan kenaikan pangkat terakhir. 4) Setiap unsur penilaian teknis pekerjaan dalam DP3/ Dapen bernilai baik dalam dua tahun terakhir. 26. Kenaikan Jabatan dan Pangkat. b) Tim penilai tingkat Mabesau (untuk jabatan fungsional golongan IV) dan tim penilai tingkat kotama/satker (untuk jabatan fungsional golongan III dan II) meneliti. 2) Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. e) f) Fotokopi Kartu Pegawai (Karpeg). 3) Tidak ada keberatan dari pejabat yang berwenang dan dinyatakan secara tertulis.27 a) Karumkit/ Kasatker mengajukan usulan secara berjenjang ke atas untuk pengangkatan kembali dalam jabatan fungsional tenaga fungsional kesehatan dengan melampirkan data pendukung. g) Surat keterangan selesai cuti di luar tanggungan negara (bagi yang melaksanakan cuti di luar tanggungan negara). 7) Kelengkapan berkas. Keputusan Penetapan Angka Kredit (PAK) terakhir. 5) Kenaikan jabatan fungsional PNS ditetapkan oleh pejabat sesuai dengan tataran wewenang selanjutnya disampaikan kepada yang berkepentingan dan . a) Fotokopi keputusan pengangkatan ke dalam jabatan fungsional terakhir.

a) b) c) d) e) f) g) b. PAK beserta bukti fisiknya. Fotokopi PAK terakhir. Fotokopi DP-3 dua tahun terakhir. c) Tim penilai tingkat Mabesau (untuk jabatan fungsional golongan IV) dan tim penilai tingkat kotama/satker (untuk jabatan fungsional golongan III dan II) meneliti. Fotokopi keputusan pangkat terakhir. Kenaikan pangkat dapat dipertimbangkan apabila : 1) Sekurang-kurangnya telah dua tahun dalam pangkat terakhir.28 petikannya dibuat sesuai dengan keperluan serta disampaikan kepada pejabat dan atau instansi terkait. Fotokopi keputusan jabatan terakhir. Fotokopi Karu Pegawai (Karpeg). 2) Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. 8) Kelengkapan berkas. kelebihan angka kreditnya diperhitungkan untuk kenaikan jenjang jabatan berikutnya. d) Menteri Pertahanan (untuk jabatan fungsional golongan IV) dan Kepala Staf Angkatan Udara (untuk jabatan fungsional golongan III dan II) menerbitkan keputusan kenaikan jabatan. sesuai dengan angka kredit yang diperolehnya pada Keputusan Penetapan Angka Kredit (PAK) yang telah dimilikinya. 7) Tatacara pengusulan kenaikan jabatan fungsional PNS. Surat usul kenaikan jabatan fungsional. . a) Pejabat personel rumkit/satker mengusulkan kepada Karumkit/ Kasatker. b) Karumkit/Kasatker mengusulkan pejabat fungsional kesehatan tersebut secara berjenjang ke atas dengan melampirkan kelengkapan administrasi yang diperlukan untuk kenaikan jabatan. 6) Apabila angka kredit yang dimiliki melebihi ketentuan yang dipersyaratkan untuk kenaikan jenjang jabatannya. menilai dan merekomendasi kepada Sekjen Dephan/Aspers Kasau PNS yang akan diusulkan naik jabatan untuk dibuatkan keputusan kenaikan jabatan. bahwa pejabat fungsional kesehatan yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan untuk naik jabatan satu tingkat lebih tinggi dari jabatan semula.

6) Tata cara pengusulan kenaikan pangkat. a) b) c) d) e) f) g) Surat usul kenaikan pangkat. Fotokopi DP-3 dua tahun terakhir. d) Menteri Pertahanan (untuk jabatan fungsional golongan IV) dan Kepala Staf Angkatan Udara (untuk jabatan fungsional golongan III dan II) menerbitkan keputusan kenaikan pangkat. sesuai dengan angka kredit yang diperolehnya pada Keputusan Penetapan Angka Kredit (PAK) yang telah dimilikinya. bahwa pejabat fungsional kesehatan yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan untuk naik pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula. menilai dan merekomendasi kepada Sekjen Dephan/ Aspers Kasau usulan PNS yang akan diusulkan naik pangkat untuk dibuatkan keputusan kenaikan pangkat. 5) Kenaikan pangkat PNS TNI AU yang menduduki jabatan fungsional ditetapkan oleh pejabat yang diberi wewenang (PDW) disampaikan kepada yang berkepentingan dan petikan dibuat sesuai dengan keperluan serta disampaikan kepada pejabat dan atau instansi terkait. Fotokopi keputusan jabatan terakhir. 4) Setiap unsur penilaian teknis pekerjaan dalam DP3 bernilai baik dalam dua tahun terakhir. .29 3) Tidak ada keberatan dari pejabat yang berwenang dan dinyatakan secara tertulis. c) Tim penilai tingkat Mabesau (untuk jabatan fungsional golongan IV) dan tim penilai tingkat Kotama/Satker (untuk jabatan fungsional golongan III dan II) meneliti. 7) Kelengkapan berkas. Fotokopi keputusan pangkat terakhir. PAK beserta bukti fisiknya. b) Karumkit/Kasatker mengusulkan pejabat fungsional kesehatan tersebut secara berjenjang ke atas dengan melampirkan kelengkapan administrasi yang diperlukan untuk kenaikan pangkat. Fotokopi Kartu Pegawai (Karpeg). Fotokopi PAK terakhir. a) Pejabat personel rumkit/satker mengusulkan kepada Karumkit/ Kasatker.

Umum. Kadiskesau sebagai wakil ketua merangkap anggota. 2) Tim penilai tingkat kotama/satker. Untuk mendapatkan objektivitas dan kelancaran pembinaan karier tenaga fungsional kesehatan yang memangku jabatan fungsional. c) Pejabat personel sebagai Sekretaris. Kasubdismin PNS Disminpersau sebagai anggota. Sesdiskesau sebagai sekretaris merangkap anggota. a. Tim Penilai. 28. Tataran Wewenang. Kalakespra dan kalaknis sebagai anggota. Tataran wewenang. Tataran wewenang dalam penilaian jabatan fungsional kesehatan PNS diatur sebagai berikut : a. . b) Karumkit/pejabat kesehatan sebagai Wakil Ketua merangkap anggota. dan tanggung jawab dalam teknis jabatan fungsional kesehatan di jajaran TNI AU disusun dalam tingkat jabatan fungsional kesehatan dengan membentuk organisasi tim penilai yang bertugas membantu pimpinan TNI AU dalam melakukan evaluasi dan penetapan angka kredit tenaga fungsional kesehatan. terdiri atas : a) b) c) d) e) Aspers Kasau sebagai ketua merangkap anggota. 3) Tim penilai tingkat laknis Diskesau/Lakespra. 1) Susunan tim penilai angka kredit jabatan fungsional kesehatan. tugas. f) Empat orang tenaga kesehatan fungsional kesehatan sebagai anggota.30 BAB VII TATARAN KEWENANGAN 27. dibentuk tim penilai yang terdiri atas tim penilai tingkat Mabesau dan tim penilai tingkat kotama/ satker. terdiri atas : a) Kalaknis/Kalakespra sebagai Ketua merangkap anggota. terdiri atas : a) Kakes/Kasatker sebagai Ketua merangkap anggota. Tim penilai tingkat Mabesau. d) Empat orang tenaga kesehatan fungsional kesehatan sebagai anggota. b.

2) Kadiskesau. Tugas dan Tanggung Jawab. 2) PNS golongan III dan II wewenang penilaian dilaksanakan oleh tim penilai tingkat kotama/laknis Diskesau/satker. c) Menilai dan merekomendasi tenaga fungsional yang akan diusulkan menduduki jabatan fungsional. Wewenang. baik pengangkatan/ pemberhentian maupun pengangkatan kembali. bertugas menyelenggarakan jabatan fungsional kesehatan secara proposional sesuai dengan kebutuhan organisasi. Tanggung jawab. dan Sekretaris tim penilai dijabat secara fungsional ( ex oficio ). 3) Tim penilai angka kredit jabatan fungsional kesehatan bertugas : a) Meneliti kebenaran dan menilai kembali usulan angka kredit pejabat fungsional yang disampaikan oleh pimpinan organisasi kesehatan tempat pejabat fungsional bertugas.31 b) c) Seslaknis/Seslakespra sebagai Wakil Ketua merangkap anggota Pejabat personel sebagai Sekretaris. sebagai berikut : Wewenang penilaian jabatan fungsional kesehatan PNS diatur 1) PNS golongan IV wewenang penilaian dilaksanakan oleh tim penilai tingkat Mabesau. . 1) Aspers Kasau. bertanggung jawab atas pembinaan jabatan fungsional kesehatan. a. Tugas. dan tim penilai Kotama diangkat oleh pejabat berwenang selama lima tahun dan dapat diperpanjang. dan mengawasi pembinaan jabatan fungsional kesehatan di jajaran TNI AU. 4) Untuk jabatan Ketua. 1) Aspers Kasau. baik tim penilai tingkat Mabesau. d) Empat orang tenaga kesehatan fungsional kesehatan sebagai anggota. bertugas mengarahkan. 5) Tim Penilai. b) Merekomendasi hasil penelitian/penilaian kembali besaran angka kredit jabatan fungsional kepada pejabat yang diberi wewenang dari pejabat fungsional yang bersangkutan. 29. b. Wakil Ketua. mengendalikan. b.

b. b) Kebenaran rekomendasi hasil penelitian/penilaian besaran angka kredit pejabat fungsional yang disampaikan kepada pejabat yang diberi wewenang. jenjang jabatan tetap terikat pada golongan yang dimiliki dengan ketentuan sebagai berikut : a. Bagi pegawai negeri sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional kesehatan. A. Untuk tenaga fungsional kesehatan yang berasal dari struktural diberikan angka kredit minimal yang dipersyaratkan pada jenjang jabatannya.32 2) Kadiskesau. dengan diberlakukannya buku petunjuk teknis ini di satkes pengguna. c) Kebenaran penilaian dan rekomendasi yang disampaikan untuk pengangkatan/pemberhentian maupun pengangkatan kembali dalam jabatan fungsional. 3) Tim penilai bertanggung jawab atas : a) Objektivitas dan kebenaran hasil penelitian dan penilaian terhadap usulan angka kredit pejabat fungsional kesehatan yang menjadi tugas kewajibannya. Kepala Staf Angkatan Udara Asisten Personel Waaspers Kasau Kadiskumau Kadiskesau Kasetumau : : : : Sudjadijono.n. S. Untuk tenaga fungsional kesehatan yang sebelumnya melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi/profesinya. 31. bertanggung jawab atas pembinaan jabatan fungsional kesehatan di jajaran kesehatan.E. Ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh departemen/instansi pembina teknis jabatan fungsional (Depkes) merupakan kelengkapan yang tidak terpisahkan dari petunjuk teknis jabatan fungsional kesehatan ini. Marsekal Muda TNI Kasubdismin PNS Disminpersau : . BAB VIII PENUTUP 30. diberikan angka kredit minimal pada jenjang jabatannya dengan memperhitungkan masa kerja dalam golongan setinggi-tingginya 75% dari angka kredit yang dibutuhkan untuk kenaikan golongan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful