GERAKAN SEPARATIS ORGANISASI PAPUA MERDEKA SEBAGAI BENTUK MASALAH INTEGRASI Click to edit Master subtitle style

Oleh: Neneng Ridayanti NIM. A4D009013

PENDAHULUAN • • Nasionalisme akan terhambat apabila terjadi disintegrasi dalam suatu negara. penulis sangat tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenai masalah integrasi di Irian Jaya dikaitkan dengan teori integrasi. Berkaitan dengan masalah integrasi yang terjdadi di Irian Jaya tersebut. Maka dari penjelasan tersebut penulis berupaya membuat makalah dengan judul “Gerakan Separatis Organisasi Papua Merdeka Sebagai Masalah Integrasi di Indonesia “ . Indonesia memiliki banyak maslah integrasi yang di sebabkan dengan berbagai faktor. Sebagai contoh masalah integrasi yang sangat menonjol di Irian Jaya. Mencoloknya masalah integrasi yang terjadi di Irian jaya ini terutama mencakup dua hal. pertama masalah integrasi di Irian Jaya banyak diwarnai oleh dimensi horizontal yakni integrasi yang disebabkan perbedaan teritorial.

Dalam makalah ini ruang lingkup permasalahnnya akan di batasi pada: • Apakah yang dimaksud dengan Integrasi? • Apakah yang menjadi faktor penyebab terjadinya permasalahan integrasi di Irian Jaya sehingga memunculkan gerakan sparatis OPM? .Identifikasi Masalah • Permasalahan integrasi di Irian Jaya (papua) merupakan suatu bentuk ancaman terhadap kesatuan negara kita.

Bagaimana membuat rakyat tunduk dan patuh kepada tuntutan-tuntutan negara. 1. . consensus ini tumbuh dan berkembang diatas nilainilai dasar yang dimiliki bangsa secara keseluruhan. yang mencakup perkara pengakuan rakyat terhadap hak-hak yang dimiliki negara.Penger tian Integrasi • Menurut Claude Ake integrasi nasional pada dasarnya mencakup dua masalah pokok Yaitu : 1. Bagaimana meningkatkan consensus normatif yang mengatur prilaku politik setiap anggota masyarakat.

• .Pengertian Integraasi Menurut pakar sosiologi. mengatakan sebagai berikut: “Integrasi didefinisikan sebagai “dibangunnya interdependensi yang lebih rapat antara bagianbagian antara organisme hidup atau antar anggota-anggota dalam masarakat” sehingga integrasi adalah proses mempersatukan masyarakat. Maurice Duverger dalam bukunya.yang cenderung membuatnya menjadi suatu kata yang harmonis yang didasarkan pada tatanan yang oleh angotaanggotanya dianggap sama harminisnya.

istilah integrasi politik bersifat vertikal dan bertujuan untuk menjembantani celah perbedaan yang mungkin ada di antara elit dan massa dalam rangka perkembangan suatu proses politik terpadu dan masyarakat politik yang berpartisipasi. integrasi nasional mempunyai dua dimensi. Menurut mereka. Coleman dan Carl G. Rosberg.Pengertian Integraasi • Dua orang sarjana barat. Dan yang dimaksudkan mereka dengan integrsi dalam bidang horizontal dengan tujuan untuk mengurangi diskontinuitas dan ketegangan kultur kedaerahan dalam rangka proses penciptaan suatu masyarakat politik yang homogen . James J. melihat integrasi politik sebagai suatu bagian dari integrasi nasional. yaitu vertikal (elit-masa) dan horizontal (teritorial). Dalam pandangan mereka.

sehingga terjadi kesepakatan bersama dalam mencapai tujuan tujuan nasional dimasa depan untuk kepentingan bersama.Pengertian Integraasi • Dari pengertian-pengertian tersebut diatas pada hakekatnya integrasi merupakan upaya politik/kekuasaan untuk menyatukan semua unsur masyarakat yang majemuk harus tunduk kepada aturan-aturan kebijakan politik yang dibangun dari nilai-nilai kultur yang ada dalam masyarakat majemuk tadi. .

Kurangnya pengertian dan penghargaan terhadap kebijakan pemerintah menimbulkan gerakan otonomi di daerah-daerah pada masa lalu.Faktor Penyebab Masalah Inte grasi di Papua • Yang menjadi masalah integrasi di Indonesia. Masalah integrasi politik yang dihadapi Indonesia 1. Tidak adanya suatu partai politik yang mempunyai kemampuan untuk mengintegrasikan kekuatan-kekuatan politik yang beraneka ragam . 1. dapat di uraikan dalam beberapa faktor diantaranya: 1.

.Sejarah Terbentuknya OPM • • Tekad Belanda untuk mencegah jatuhnya Irian Jaya ke Indonesia diwarnai pula oleh keinginan untuk memberikan hak untuk berpemerintahan sendiri kepada Irian jaya dalam tahun 1960-an Namun dengn jasa pemerintah Amerika Serikat. Dalam perjanjian itu disepakati bahwa Belanda akan menyerahkan Irian Jaya kepada UNTEA. pada tanggal 17 Agustus 1962. sebuah badan PBB. yang selanjutnya akan menyerahkan kekuasaan kolonial Belanda di Irian berakhir secara resmi tanggal 31 Desember 1962. Indonesia dan Belanda berhasil menandatangani perjanjian untuk menyelesaikan masalah Irian Jaya.

dan Herman Womsowor dan lain-lain. Nicolaas Jouwe. Sehingga terjadi pemberontakanpemberontakan dalam upaya untuk memisahkan diri dari Indonesia. seperti Marcus. . Setibanya di Belanda mulailah terdengar adanya gerakan yang bernama Organisasi Papua Merdeka (OPM). Termasuk dalam hal ini adalah bekas anggota dewan Nieuw Guinea.Sejarah Terbentuknya OPM • Kepergian Belanda pada tahun 1962 diikuti pula oleh unsur-unsur anti-Indonesia.

Aspek politik akibat gagalnya proses penentuan nasib sendiri karena seluruh prosesnya diserahkan kepada Indonesia setelah perjanjian New York tahun 1962. 1. . 2. terutama kelangkaan bahan pangan dan sandang serta korupsi yang dilakukan pejabat Indonesia yang menggantikan Administrator Belanda. 2. Djopari. Memburuknya kondisi perekonomian. Problema sosial. 1. pemberontakan OPM disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya: 1.Sejarah Terbentuknya OPM • Menurut Jhon RG. Apek psikologis. Adanya paham sejenis ratu adil atau curgo cult yang mendambakan zaman baru. yaitu hilangnya jabatan dari para kepala suku ketika peralihan dari Belanda ke Indonesia. yaitu cepatnya reaksi ketika janji-janji tidak ditepati.

Di luar negeri Belanda. Kegiatan politiknya berada di luar negeri. OPM memperoleh dukungan dari beberapa negara Pasifik. dan disinilah jaringan gerakan mereka di Erofa dipusatkan. seperti negara Vanuatu yang selanjutnya dijadikan basis politik OPM. karena memang tidak mungkin untuk melancarakan kegiatan-kegiatan politik di dalam negeri. Pada mulanya kegiatan politik OPM hanya terdapat di Negeri Belanda.Gerakan Separatis OPM di Indonesia • • Secara umum dapat dikatakan bahwa OPM sebagai sebuah organisasi terbagi atas dua jenis gerakan yang masing-masingnya mengkoordinasi kegiatan politk dan kegiatan militer. .

. karena disanalah sasaran militer OPM berada.Gerakan Separatis OPM di Indonesia • Kegiatan-kegiatan militer OPM yang berada di bawah panji-panji Tentara nasional Papua (TNP). para pemimpin dari tiap-tiap kegiatan itu saling mengakui eksistensi masing-masing gerakan dan mengakui juga adanya hubungan organisasi di antara mereka. Meskipun demikian. dilakukan d Irian Jaya. namun tetap saja sulit untuk diwujudkan.

Sasaran dari persaingan mereka adalah warga OPM yang ada di Negeri Belanda yang jumlahnya tidak sampai 500 orang. Hal ini berdampak pada pecahnya kekuatan OPM menjadi 3 sayap. Sehingga perpecahan terjadi di antara gerakan politik dan militer OPM. Akan tetapi taret yang paling penting bagi para pemimpin gerakan OPM ini tentu saja organisasi militer di Irian Jaya itulah terjadi perebutan pengaruh diantara tokoh-tokoh gerakan politik di luar negeri. yang bukan hanya bergerak sendirisendiri melainkan memiliki pandangan kepentingan masing-masing. .Per pecahan Inter n OPM • • Perbedaan orientasi dari para pemimpin gerakan politik OPM mengakibatkan terjadinya perebutan pengaruh diantara mereka sendiri.

. maka dari masalah integrasi tersebut yang paling dominan adalah terkait maslah integrasi horizontal (teritorial). karena adanya kesamaan tujuan mereka. Sementara itu tiadanya integrasi politik dengan rakyat Indonesia lainnya merupakan sebab utama meletusnya pemberontakanpemberontakan di Irian Jaya. Jelas bahwa adanya perpecahan dalam tubuh pemberontakan membawa pada pertanyaan pokok tentang integrasi politik di wilayah timur ini.Penyelesaian Masalah Inte grasi Di Papua • Apabila kita kaji maslah pemberontakan OPM di Irian Jaya (Papua) yang merupakan masalah integrasi nasional. Tiadanya integrasi politik diantara sesama penduduk asli telah menimbulkan aneka macam organisasi pemberontakkan yang dari luar kelihatan sebagai suatu perlawanan bersama. Dapat disimpulkan bahwa di Irian Jaya tidak ada integrasi politik baik diantara sesama penduduk asli maupun antara mereka dengan rakyat Indonesia lainnya.

. Kemelut masalah ekonomi bangsa pada tahun 1960an telah memudahkan Belanda untuk berupaya menjauhkan Irian Jaya dari Indonesia. hal ini berakibat pada tidak adanya komunikasi politik antara wilayah Irian Jaya dengan wilayah Indonesia lainnya. hal ini di sebabkan oleh beberapa faktor. Kenyataan membuat tidak mampu berkomunikasi dengan gerakan-gerakan nasionalis di luar wilayah Irian Jaya.Penyelesaian Masalah Inte grasi Di Papua • • • • • Dengan maslah integrasi yang merupakan masalah integrasi horizontal. Adanya upaya belanda ingin memalingkan orienasi politik ke arah anti-Indonesia. diantaranya: Sangat minimnya pendidikan di wilayah itu pada masa kolonial Belanda.

Sebagian besar anggotanya terhimpun dalam berbagai unit social yang saling mengawasi dalam aspek-aspek sosia yang potensial. 3. • • . Secara umum Integrasi masyarakat dalam negara dapat tercapai apabila : 1.Penyelesaian Masalah Inte grasi Di Papua Dengan demikian diperlukan upaya sistematis dalam mewujudkan penyelesaian maslaah Integrasi tersebut. Terjadinya saling ketergantungan diantara kelompokkelompok social yang terhimpun didalam pemenuhan kebutuhan ekonomi secara menyeluruh. Terciptanya kesepakatan dari sebagian besar anggotanya terhadap nilai-nilai social tertentu yang bersifat fundamental dan krusial 2.

Apabila pemerintah mampu mengembangkan nilai integratif dalam masyarakat Irian Jaya. sehingga terjadi kesepakatan bersama dalam mencapai tujuan tujuan nasional dimasa depan untuk kepentingan bersama. Ditambahnya ketidakperca terhadap pembangunan di Irian Jaya berdampak pada upaya munsulnya pemberontakan yang menjadi maslaah integrasi nasional. Akan berdampak pada meningkatnya integrasi politik di irian Jaya. .KESIMPULAN • • Pada hakekatnya integrasi merupakan upaya politik/ kekuasaan untuk menyatukan semua unsur masyarakat yang majemuk harus tunduk kepada aturan-aturan kebijakan politik yang dibangun dari nilai-nilai kultur yang ada dalam masyarakat majemuk tadi. Tiadanya integrasi antara rakyat Irian jaya dan rakyat Indonesia lainnya disebabkan oleh faktor sangat terbatasnya komunikasi politik pada masa sebelum dan sesudah pembebasan Irian Jaya.

Click to edit Master subtitle style TERIMAKASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful