P. 1
GeoGraFi pertanian

GeoGraFi pertanian

|Views: 74|Likes:

More info:

Published by: Anna Maryani Eustoma on Mar 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2013

pdf

text

original

GeoGraFi PerTanian

25 Jun 2010 Tinggalkan sebuah Komentar by centraurus in kuliahQ BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori Menurut Sutanto ( April 2000 : 36 ) yang didasarkan pada pendapat Haggett, bahwa Geografi mengkaji terpolanya fenomena geosfer di dalam ruang pada saat tertentu. Pola tersebut terbentuk berdasarkan struktur spasial dan proses spasial. Pola tersebut terbentuk berdasarkan struktur spasial dan proses spasial1. Sedangkan ruang (space) adalah luasan atau daerah di permukaan bumi. Salah satu kajian dalam geografi adalah geografi pertanian. Pengertian geografi pertanian di jelaskan oleh Singh dan Dhilon ( 1984 : 3 ), yaitu bahwa geografi pertanian merupakan deskripsi tentang seni mengolah tanah dalam skala luas dengan memperhatikan kondisi lingkungan alam dan manusia. Sedangkan Ibery (1985) mengungkapkan bahwa geografi pertanian merupakan usaha untuk menjelaskan mengenai variasi aktivitas pertanian secara spasial pada suatu wilayah di permukaan bumi. Pertanian sebagai suatu sistem keruangan merupakan perpaduan hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan antara manusia dikelompokkan menjadi tiga yaitu (i) hubungan antara lingkungan fisik dan pelaksanaan pertanian atau perlengkapan pertanian; (ii) hubungan antara penyrbaran, kepadatan atau karakteristik penduduk dan wilayah pertanian yang tersedia atau aktivitasnya; dan (iii) hubungan antara sosio-ekonomi atau kultural ekologi dan penggunaan lahan pertanian dan pola produktivitas. Adapun objek atau tujuan geografi pertanian menurut Singh dan Dhilon ( 1984 : 7 ) yaitu : 1. Perbedaan macam-macam pertanian yang tersebar di muka bumi dan fungsinya dalam spasial 2. Tipe-tipe pertanian yang dikembangkan di daerah tertentu, persamaan dan perbedaan dengan daerah lain. 3. Menganalisa pelaksanaan sistem pertanian dan proses perubahannya 4. Arah dan isi perubahan dalam pertanian. 5. Batas wilayah-wilayah produksi hasil panen dan kombinasi hasil panen atau perusahaan pertanian 6. Menghitung dan menguji tingkat perbedaan antara wilayah 7. Identifikasi wilayah yang produktivitas pertaniannya lemah; dan 8. Mengungkap wilayah pertanian yang stagnasi, transisi, dan dinamis.

definitions and practices Responsive irrigation Gambar I. Yang memuat tentang Pengembangan Pertanian dan Pedesaan Berkelanjutan. Revolusi Hijau dan Dampaknya Secara umum Revolusi Hijau merupakan peralihan dari metode pertanian tradisional menjadi teknologi pertanian modern. Perkembangan Sistem Pertanian di Indonesia Pertanian merupakan aktivitas ekonomi yang utama dan terbesar di Indonesia. Penerapan sistem pertanian pada masa orde baru dilakukan dengan pencanangan Revolusi Hijau. Peralihan tersebut terutama dalam penggunaan dalam fertilizer . .K. Agricultural development : A historical prespective ( sumber : Singlachar. 1996 dalam Veeresh. Salah satu konsep pembangunan berkelanjutan dalam bidang pertanian yaitu adanya „Agenda 21 Indonesia’. Adanya dampak negatif dari penerapan revolusi Hijau tersebut. G. Variasi aktivitas pertanian di suatu wilayah tertentu. maka dapat disimpulkan bahwa geografi pertanian mempelajari variasi aktivitas pertanian dengan memperhatikan keadaan manusia dan lingkungan alam. 1996 : 180) 2. Sehingga kemudian berkembang sistem pertanian organik yang dikembangkan oleh sebagian petani ( lihat bagan ) Bagan perubahan sistem Pertanian di Indonesia Green ManureLate 1950s Local varieties Non-Chemical Inputs Low Yield potential Dramatic Yield Increases Organic Farming Green Revolution Tecnology Late 1950s High yielding Varieties Feertilizers Yield Penalty ( Ω 50 % ) Conundrum of consepts. Hal ini ditandai dengan adanya konsep pembangunan berkelanjutan.Dari konsep dalam geografi pertanian di atas. maka para ahli/pakar mulai memikirkan solusi lain untuk mengganti Sistem Pertanian Revolusi Hijau tersebut. 1.

Adanya penurunan hasil produksi pertanian yang pada akhirnya menyebabkan tidak tercukupinya kebutuhan hidup para petani karena ketidakseimbangan antara jumlah jiwa. Kerawanan ekologis merupakan keadaan fisik tertentu yang menyebabkan penduduknya harus mengalami . b. di tengah-tengah keberhasilan Revolusi Hijau muncul keprihatinan.44 juta ton beras dengan tingkat produktivitas rata-rata 2. Dampak Negatif Terhadap Kondisi Sosial-Ekonomi    Kehidupan petani menjadi terombang-ambing dan tidak berdaya karena fluktuasifluktuasi harga pasar. terutama di negara-negara berkembang yang dimulai tahun 60-an. Hal tersebut disebabkan dominasi tengkulak dalam membeli hasil panen dengan harga di bawah standar pemerintah dan harga bibit unggul. Sektor pertanian yang padat teknologi kimiawi pada jangka waktu tertentu akan merugikan petani. terutama harga hasil panen dan saprodi. pupuk obat-obatan kimia secara over dosis akan menyebabkan adanya dampak negatif terhadap kondisi ekologis atau terjadinya kerawanan ekologis. yaitu isu yang berkaitan dengan kerusakan ekologi dan isu yang berkaitan dengan adanya kesenjangan antara petani kaya dan petani miskin dalam penguasaan teknologi. luas lahan sawah dan jumlah produksi Kehidupan politik petani menjadi semakin dipersempit dan tergantung dengan teknologi pertanian menyebabkan pengetahuan petani tentang pertanian semakin rendah. terutama dalam pemanfaatan teknologi kimiawi. karena mereka tidak pernah melakukan pengamatan sendiri terhadap pertaniannya.irigasi dan perbaikan bibit secara genetical. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan hasil pertanian di daerah yang penghasil pangannya masih rendah. Berdasarkan uraian Rigg (62-63) terdapat dua isu kritik terhadap pelaksanaan Revolusi Hijau. Upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi pada perkembangan selanjutnya mengalami gejala pelandaian (leveling of) yang merupakan ancaman bagi kelestarian swasembada beras. Pada akhirnya Revolusi Hijau menghantarkan Indonesia sebagai negara swasembada beras dan tidak lagi sebagai negara pengimpor beras terbesar dengan pangsa produksi yaitu sebesar 38. maka dampak negatif Revolusi Hijau dapat dikelompokkan menjadi 2. pupuk dan obtat-obatan kimia yang semakin mahal.66 ton/ha. Loekman Soetrisno (1995:197) mengungkapkan bahwa.138 juta ton GKG (Gabah Kering Giling)/23. Faktor yang menyebabkan sulit untuk mempertahankan swasembada beras antara lain usahatani padi sawah cenderung sudah mengalami kejenuhan (baik dari penggunaan pupuk maupun insektisida dan pestisida) dan dewasa ini sulit diharapkan suatu terobosan baru teknologi berupa Revolusi Hijau tahap kedua. Dampak Terhadap Kondisi Ekologis Penggunaan bibit unggul. termasuk hasil produksi dan pendapatannya. yaitu sebagai berikut : a. Berdasarkan pada pendapat Rigg tersebut.

siklus biologi dan aktivitas biologi tanah. karena berdasarkan hasil penelitian. Menurut Ishak dan Shodiq (1997 . Keadaan fisik yang ditimbulkan akibat revolusi hijau tersebut antara lain hama dan penyakit. makanan yang bersal dari tanaman yang dikelola secara alami ternyata lebih banyak mengandung nutrisi. . 2.(2) varietas produk Bioteknolgi selain dirancang untuk menciptakan ketergantungan pada teknologi kimiawi. 1. bibit unggul dan lainnya). Pertanian Organik Pertanian organic merupakan alternative kerena dianggap ekonomis . Untuk membangun kesehatan tanah dan tanaman. Kerawanan ekologis tersebut juga disebabkan adanya peningkatan jumlah penduduk yang tinggi di perdesaan sehingga menekan sumbersumber daya tanah yang terbatas. dan ekonomi. bahwa praktek monokaltur mempunyai kecenderungan adanya : (1) keseragaman varietas yang menghadirkan kondisi yang kondusif bagi perkembangan populasi hama dan penyakit tertentu. ekologi. Tiga tujuan utama dalam pelaksanaan pertanian organic yaitu . juga sebagai produk persilangan yang mengakumulasikan karakter-karakter dominan akibat adanya transformasi gen. Pertanian organic juga lebih banyak mengandung nutrisi. ekologis. Tercapainya keseimbangan ekosistem secara social.fluktuasi-fluktuasi dalam panennya. Penggunaan teknologi kimiawi justru memunculkan hama-hama yang resisten terhadap pestisida. dan masalah pencemaran lingkungan. Pertanian organic lebih menjaga ekologis karena tidak terdapat limbah unsure-unsur kimia yamg mencemari lingkungan. Sebagai suatu system pertanian organic adalah suatu system menagemen “ holistic” produksi yang mengembangkan dan memperkaya kesehatan argoekosistem yang mencakup biodiversity. terjadinya resurjensi dari hama sasaran. Pengertian Dan Prinsip Dasar Pertanian Organic Pengertian pertanian organic oleh CAC (Codex Alimentarius Commission) (juli 2000 . akan tetapi di sisi komoditas alternatif yang sekitarnya dapat diproduksi menjadi nihil. Pada sistem pertanian modern juga cenderung mempraktekkan pola monokultur. Peningkatan produksi tanaman. dan lebih banyak memberikan nutrisi. 30 ). Lebih ekonomis karena semakinj mahalnya sarana dan prasarana pertanian konvensional (seperti harga pupuk kimia. ekologi.dan 3. 3. bertujuan untuk mencapai optimalisasi ekosistem yang berkesinambungan secara social. Di satu sisi praktek tersebut meningkatkan produksi komoditas tertentu. masalah residu yang tertinggal pada bahan yang di panen. kerusakan tanah damn penurunan produktivitas lahan.1) yaitu bahwa pertanian organic merupakan suatu metodologi pertanian spesifik dengan standar produksi yang tepat. dan ekonomi.

karena tujuan pengolahan Tanah yaitu :     Membentuk media tumbuh yang gembur dan mantap Menyiapkan tempat pertyumbuhan yang serasi dan baik Menghindarkan saingan terhadap tumbuhan pengganggu. b. 12-13). Rotasi Tanaman ( Crop Rotation ) . yaitu :    Pendauran di dalam usaha tani dengan sumber-sumber yang berasal dari luar usaha tani. Pola Tanam ( Cropping Pattern ) Pertanian Organik Pola tanam dalam pertanian organic merupakan pola tanam yang beragam (multikultur) dalam satu hamparan dan pola tanam yang bergilir atau rotasi tanaman (crop rotation) dalam satu lahan dalam pola tanam tumpang sari (multiple cropping). dan Penggunaan factor produksi pertanian organik a. 3. biasanya melibatkan tanaman legume yang dapat di taman secara bergilir. Pengolahan Tanah Sistem peretanian organik sangat memperhatikan tentang pengolahan tanah yang tepat.Dalam pelaksanaan system pertanian organic ada tiga peluang yang dapat dipilih oleh petani yaitu : jenis pertanian organik murni. Cara ini tidak menambah hara. Pemilihan tersebut harus berdasarkan kondisi lingkungan yang ada. 2. bahwa ada tiga cara pendauran hara dan bahan organik. Pengolahan tanah Pola tanam Pengendalian hama penyakit dan gulma . Pendauran langsung di dalam petak pertanaman. 1. sampah pemukiman/kota dan limbah industry agroindustri Pendauran di dalam usaha tani dengan sumber-sumber yang berasal dari usaha tani sendiri dalam bentuk limbah/sisa pertanamancara ini bisa dilewatkan ternak atau melalui proses pengomposan. seperti limbah rumah tangga. tetapi hannya mengembalikan hara yang tersangkut keluar bersama hasil panen. jenis usahatani Revolusi Hijau terpadu atau jenis system usahatani terpadu. Ada beberapa hal yang berkaitan dengan konsep system pertanian organic antara lain : 1. 4. Menurut Racman Sutanto (1998 .dan Memperbaiki sifat-sifat fisis dan kimia serta biologi tanah Usaha yang dilakukan dalam sistem pertanian organik untuk menjaga keserhatan tanah diantaranya mendaur ulang unsur hara tanah dan penggunaan pupuk organic atau mengurangi penggunaan pupuk kimia. secara tumpangsari dengan tanamn pokok di petak yang sama atau secara pertanaman lorong.

yaitu :   Tumpang sari sama umur ( inter cropping) Tumpang sari berbeda umur ( inter planting) 1. kompos. burung. Tumpang Sari ( Multiple Cropping ) Tumpang sari adalah usaha penanaman dengan menggunakan dua macam tanaman atau lebih dalam waktu yang bersamaan. d. dan biological yang didasarkan pada amandemen tanah Menjaga kesehatan tanaman. yaitu antara lain : 1) Penggunaan bibit Kelemahan dan keuntungan antara jenis bibit padi hibrida dengan jenis bibit padi local antara lain : . yaitu antara lain :       Kesuburan tanah semakin baik dan kebutuhan pupuk tetap rendah Gangguan gulma berkurang dan pengendaliannya menjadi lebih mudah Kerugian sebagai akibat penyakit tanaman dan hama. serangga dan organisme yang lain untuk mengatasi masalah hama Cara yang terakhir dilakukan yaitu menggunakan botanical atau pestisida yang tidak mengandung racun. Ada 2 jenis tumpang sari jika ditinjau dari umur tanaman. Pengendalian Hama. akan berkurang Kebutuhan akan herbisida dan bahan bahan untuk melindungi tanaman berkurang Kebutuhan akan air secara keseluruhan berkurang Penghasilan petani lebih tinggi dan lebih terjamin. mulsa. Sedangkan rumput liat dikontrol terus ditingkatkan pengolahannya seperti cover crops. dampak positif rotasi tanaman. khususnya tikus.Rotasi tanaman adalah suatu urutan tanaman yang sedikit atau banyak teratur selama waktu tertentu dalam lahan yang sama. Penggunaan Faktor Produksi Pertanian Organik Penggunaan factor produksi pertanian organic yang diterapkan dalam system pertanian organic. karena akan dapat melawan penyakit dan serangga tanaman Mengandalkan kenekaragaman populasi organism tanah. c. Menurut Hohnholz (1986 : 159 ). penyiangan. Penyakit dan Gulma Upaya yang dilakukan untuk mengontrol hama dan penyakit antara lain dengan:      Membangun kesuburan tanah dengan pemupukan dan membuat bahan organik yang dibutuhkan tanah dengan menggunakan cover crops. rotasi tanaman dan metode manajemen serupa 1.

yaitu : . Padi jenis local meski berumur 10-15 hari lebih lama dari varietas hibrida tapi lebih enak. tetap kelemahannya : persentase butir rusak saat digiling 55-70%. Agroekosistem Aktivitas pertanian merupakan interaksi antara manusia dengan lingkungan alam yang memberikan arti bagi ekologi pertanian. Empat keutamaan Agroekosistem yang sesuai untuk memahami ekosistem lain. terutama bahan makanan. Agroekosistem memiliki kaidah-kaidah ekologi umum yang memiliki khas tersendiri seperti yang terlihat pada ekosistem sawah dengan ekosistem lainnya. rakus unsur nitrogen. persentase butir rusak saat digiling lebih kecil 40 %.  Pada varietas hibrida berumur pendek. tidak memerlukan banyak air dan tidak rakus unsure nitrogen serta biaya produksi lebih murah. Adapun jenis pestisisda yang digunakan dfalam Sistem Pertanian Organik adalah pestisida nabati atau pestisisda yang bahan dasarnya dari tumbuhan. 2) Penggunaan pupuk dan pestisida Konsepsi penggunaan pupuk dalam system pertanian organic yaitu dengan mengganti penggunaan pupuk kimia dengan pupuk organic. membutuhkan banyak air. Untuk menjaga kesuburan tanah pertanian memerlukan pemberian bahan organic yang dilakukan berulang-ulang untuk mengganti bahan organik yang telah berkurang akibat dari dekomposisi. 4. pengolahan pupuk dsb 4) Ternak Berbagai manfaat dari ternak dalam system pertanian organic yaitu dapat digunakan untuk membajak tanah. dan merupakan pendapatan (income) yang lain. sehingga produksi relative tinggi. Pestisida ini bersifat mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan dan relative aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang. biaya produksi tinggi dan tidak ramah lingkungan. Khususnya persoalan yang muncul sejak Revolusi Hijau. kotorannya untuk pupuk. 3) Tenaga Kerja Sistem pertanian organik membuka lapangan pekerjaan baru bagi buruh atau petani yang tidak punya lahan misalnya untuk mengolah tanah. Menurut pengertian agroekosistem adalah system ekologi yang dimodifikasi manusia dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Analisis agroekosistem merupakan hal baru yang dikembangkan untuk memperbaiki kapasitas kita dalam melihat persoalan-persoalan yang muncul dari penerapan berbagai teknologi di bidang pertanian.

    Produktivitas. yaitu engan pemenfaatan sumber daya (resources endowmen) yang meliputi teknologi pertanian dan sumber daya alam yang ada di sekitar lahan pertanian dengan tanpa merusak agroekosistem. potein. Pemerataan. sampai ke yang kurang biasa dan lebih besar seperti banjkir. Sehingga dapat dikatakan bahwa petani membandingkan antara hasil yang diharapkan akan diterima pada waktu panen (penerimaan. 1993 : 30). Produktifitas juga dapat diukur dalam kilogram butiran. Produktifitas menerus yang tidak terganggu oleh perubahan kecil dari lingkungan sekitarnya. 67-68) bahwa petani akan melakukan perhitungan-perhitungan ekonomi dan keuangan walaupun tidak secara tertulis. dan biaya yang dikeluarkan disebut biaya produksi. pendapatan. . dan koservasi sumber daya pertanian. Fluktuasi ini mungkin disebabkan karena perubahan ilkim atau susmbr air yang tersedia. Adapun pendapatan akan diketahui setelah hasil produksi (output) dikurangi biaya-biaya yang dikeluarkan dari faktor produksi(input0 yang masing-masing diukur dalam bentuk uang. atau total produksi barang dan jasa per rumah tangga atau negara. atau kebutuhan pasar akan bahan makanan. ikan atau daging. kekeringan atau hama baru. revenue) dengan biaya ( pengorbanan. maka keseimbangan agroekosistem terjadi bila dalam agroekosistem tercapai tingkat produktifitas. stabilitas. Kapasitas agroekosistem untuk memelihara produktifitas ketika ada gangguan besar. atau juga dapat dikonversikan dalam kalori. Input sumberdaya dasar adalah tanah.dan modal Stabilitas. a. Adapun tujuan duilakukannnya penelitian agroekosistem. Efisien fisik mengukur banyaknya hasil produksi (output) yang dapat diperoleh dari suatu kesatuan input. vitamin atau unit-unit uang. Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam menjaga agroekosistem menurut Soekarti ( 1996 : 80). Hasil akhir panen atau pendapatan bersih. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa agroekosistem juga dapat mengalalami ketidakseimbangan atau tidak statis. Kalu petani menghadapi pilihan terkait apa yang akan mereka tanam maka ia akan memperhitungkan untung ruginya. Gangguan utama ini berkisar dari gangguan biasa seperti salinasi tanah. Produktifitas selalu diukur dalam pendapatan per hektar. Produktifitas Dan Pendapatan Petani Menurut Muryanto (1995 . antara lain diungkapakan oleh Gauthier (1998:IV-10) yaitu untuk mengetahui tingkat produktifitas lahan. Pemerataan bioasanya diukur melalui distribusi keuntungan dan kerugian yang terkait dengan produksi barang dan jasa dari agroekosistem. Ketidakstatisan atau perubahan tersebut dapat terjadi secara alamiah dan juga karena adanya campur tangan manusia (Hidayat notowigueno. Pengertian produktivitas merupakan penggabungan antara konsep efisien usaha (fisik) dengan kapasitas tanah. Hasil yang diperoleh petani pada saat panen disebut produksi. Berdasarkan uraian Con way tersebut. cost) yang harus dikeluarkan. nilai produksi dibandingkan masukan sumber. Keberlanjutan. keberlanjutan. dan pemeratan yang tinggi. tenaga kerja.

Sungguh ironis memang karena bila dilihat dari awal mulai proses pembibitan hingga panen petani telah mengeluarkan biaya banyak serta waktu yang tak terhitung jumlahnya. pupuk kimia. sewa alat pertanian dan sewa hewaan. sedangkan keanekaragaman hayati yaitu usaha petani dalam mengambangkan berbagai jenis atau bibit yang dalam hal ini adalah jenis bibit lokal. Hal tersebut tidak sebanding dengan harga jual . konservasi lahan yaitu usaha petani dalam penempatan setipa bidang lahan pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan lahan dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar lahan tersebut tiudak cepat rusak. keanekaragaman hayati. pestisisda. pupuk. Pengetahuan tersebut dapat diperoleh dari pengamatan-pengamatan petani sendiri yang sering disebut dengan ‘kearifan lokal/tradisional’. dan kearifan lokal. pemerintah telah mencanangkan progam Revolusi Hijau yang disebut “ Agenda 21 Indonesia “ yang memuat tentang Pengembangan Pertanian Dan Perdesaan Berkelanjutan. Biaya tersebut guna memenuhi apa yang diminta pemeritah untuk membeli dan mengunakan bibit unggul. Seperti yang disebut pada tuliasan di atas akhirnya progam tersebut telah mengantar Indonesia sebagai negara swasembada beras. dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan agar sumber daya alam tersebut tidak cepat rusak ( berkelanjutan). Seharusnya yang mendapat keuntungan terbanyak dengan swasembada beras adalah petani tapi malah sebaliknya petani menjadi pihak yang sangat dirugikan. Pada masa orde baru demi meningkatkan produksi pangan terutama beras. Konservasi sumber daya alam. KOMENTAR Indonesia merupakan negara agararis yang sebagian besar penduduknya bermata pencahariaan sebagai petani.sedangkan yang dimaksud biaya pengeluaran adalah biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk ongkos produksi. Namun saya merasa itu patut dipertanyakan mengingat apa yang berlangsung sesudahnya. Faktor terpenting dalam konservasi ini adalah pengetahuan petani tentang cara-cara konservasi. Konservasi sumberdaya alam adalah penempatan setiap sumber daya lam pada cara penggunaan yang sesui dengan kemampuan sumbetr daya alam tersebut. Pada kenyataannya yang terlihat petanilah yang menjadi korban progam tersebut. Swasembada beras untuk siapakah itu? untuk petani sebagai masyarakat yang termaginalkan atau untuk pemerintah agar terlihat berhasil dimata Dunia sebagai negara yang telah mampu memproduksi bahan pangan sendiri. Kearifan lokal dalam pertanian merupakan suatu pengetahuan ang utuh berkemban dealam budaya atau kelompok etnik tertentu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara subsisten sesuai kondisi lingkungan yang ada. seperti pembelian bibit. Konservasi sumber daya alam dalam hal ini merupakan konservasi sumber daya alam pertanian yang meliputi konservasi lahan. obat-obatan pembasmi hama /pestisida yang sangat mahal harganya. b.

Saat ini sistem pertanian organik muncul sebagai solusi yang baik untuk mengganti Revolusi Hijau. Berbeda dengan Revolsi Hijau yang mengedepankan teknologi pertanian yang tidak ramah lingkungan. Dalam cara mengolah tanahpun tetap menjaga kesehatan dan kesubutran tanah. karena petani makmur masyarakatnya sehat negarapun dapat maju ke arah yang lebih baik.com/2010/06/25/kuliahq/ . Masalahmasalah tersebut sampai sekarang masih ada sebagai warisan yang buruk dari rezim orde baru. merekapun tidak akan dirugikan. Sistem ini pada dasarnya adalah kembali ke alam karena dari pupuk sampai pestidanya ramah lingkungan. Walaupun imbasnya pada konsumen adalah produk yang dijual lebih mahal dari sebelumnya. Kerugian lain dari pencanangan Revolusi Hijau rusaknya lingkungan yang meliputi kerusakan tanah. Sehingga akan menkan biaya produksi bagi petani. Pemerintah dalam hal ini tidak mampu mengontrol harga untuk kepentingan petani. sebaliknya sistem pertanian organik selalu mengedapankan hasil produk pertanian yang sehat tanpa harus merusak keseimbangan ekologi. http://beutuful. Sehingga saya sangat mendukung pertanian dengan cara organik ini karena selain menguntungkan petani dari segi ekonomi pertanian ini juga ramah Lingkungan. Bagaimanapun hal ini sangat positif dan pemerintah perlu mendukungnya. munculnya hama dan penyakit tanaman. Apalagi produk pertanian yang dihasilkan juga sehat dan aman untuk dikonsusmsi karena tidak mengandung bahan-bahan kimia. Akan tetapi saya melihat trend masyarakat nntuk mengkonsumsi makanan sehat dari waktu kewaktu cenderung meningkat.wordpress. Walaupun begitu harapan dan pemikiran baru selalu muncul untuk memperbaiki hal tersebut seperti kata pepatah lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. dan penurunan produktifitas lahan.yang turun dratis ketika masa masa panen datang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->