RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu : MA Darul Ulum

: Biologi : XI/I : 2010/2011 : 4X45 menit (2 kali pertemuan)

================================================================== Standar Kompetensi: 2. Memahami keterkaitan antara struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan hewan, serta penerapannya dalam konteks salingtemas.

Kompetensi Dasar 2.1 Mengidentifikasi struktur jaringan tumbuhan dan mengkaitkannya dengan fungsinya, menjelaskan sifat totipotensi sebagai dasar kultur jaringan 2.2 Mendeskripsikan struktur jaringan hewan vertebrata dan mengkaitkannya dengan fungsinya.

Indikator Proses
    

Menunjukkan berbagai struktur jaringan hewan dari hasil pengamatan. Menunjukan letak/lokasi jaringan pada tubuh hewan vertebrata/manusia Menjelaskan fungsi masing-masing jaringan hewan. Menjelaskan faktor pencetus terjadinya tumor/kanker Siswa dapat menunjukkan berbagai macam struktur jaringan pada tumbuhan dari hasil pengamatan.

Comment [u1]: Tidak sesuai dengan KD struk jaringan tumbuhan.

  

Siswa dapat membedakan struktur jaringan tumbuhan menggunakan gambar. Siswa dapat menjelaskan fungsi berbagai macam struktur jaringan tumbuhan. Siswa dapat mengkaitkan sifat totipotensi jaringan dengan teknik kultur jaringan.

Produk

Siswa membuat laporan kajian cara membuat kultur jaringan pada satu jenis tumbuhan.

Psikomotorik

Siswa dapat mengamati berbagai macam strukstur jaringan tumbuhan melalui eksperiment.

Materi Pembelajaran  Jaringan tumbuhan a. (Materi pembelajaran lebih lengkap terlampir). Mengkaji literatur dari berbagai sumber tentang jaringan tumbuhan dan hewan b. dan peduli lingkungan. teliti. floem)    Organ tumbuhan Totipotensi : sifat sel yang mampu menjadi individu baru yang utuh jika berada pada lingkungan yang sesuai. lebih baik diletakkan di RPP bagian atas Alokasi Waktu: 16 x 45 menit A. Tujuan Pebelajaran Setelah proses pembelajaran siswa diharapkan mampu:      Menunjukkan berbagai struktur jaringan hewan dari hasil pengamatan. Jaringan dewasa (parenkim. . praktikum. sklerenkim. Comment [u2]: Tidak sesuai dengan silabus yaitu 8X45 menit. C. Siswa dengan banruan guru mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan hewan dari literatur. xilem. Menunjukan letak/lokasi jaringan pada tubuh hewan vertebrata/manusia Menjelaskan fungsi masing-masing jaringan hewan. Jaringan muda (jaringan meristem) b. toleransi. kolenkim.Afektif  Berani. Inti a. Comment [u3]: Tidak sesuai KD. Menjelaskan faktor pencetus terjadinya tumor/kanker Siswa dapat mengidentifikasi struktur jaringan tumbuhan dan mengkaitkannya dengan fungsinya. Pendahuluan Guru memberikan pengantar tentang materi yang akan dibahas II. menjelaskan sifat totipotensi sebagai dasar kultur jaringan. bertanggung jawab. jujur. B. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran I. sebaiknya setara dengan KD. Metode Pembelajaran Ceramah. diskusi informatif D.

jaringan dan berapa macam jaringan pada tumbuhan yang kalian ketahui?”  Guru mengajak siswa untuk latihan bekerja di sebuah perusahaan dan meminta 6 siswa untuk berdiri di depan kelas dan mengambil bola yang sudah tertulis angka 1-6 serta sebuah kertas yang bertuliskan mater jaringan  Siswa yang berdiri melempar bola kepada siswa yang duduk dan siswa yang duduk .c.  yang masih diingat oleh siswa mengenai sel.  Siswa secara klasikal mengemukakan hal apa saja yang masih diingat mengenai sel. Penutup Guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dibahas Comment [u4]: Terlalu umum dan belum jelas kegiatannya mau berjalan seperti apa. misal tidak boleh diam. Melakukan diskusi kelompok tentang organ-organ pada tubuhan dan hewan d. harus aktif. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama (90 menit) Guru 1. Inti (75 menit)  Guru bertanya kembali tentang apa saja Siswa  Siswa menjawab salam dari guru  Siswa mencatat SK dan KD yang diberikan guru  Siswa menyepakati perjanjian yang telah dibuat. yang sudah kalian ketahui itu bergabung menjadi satu. 2.  Siswa memberanikan diri maju didepan kelas dan mengambil bola.  Guru bertanya pada siswa “ jika sel-sel Siswa menjawab pertanyaan guru sesuai dengan kemampuan awal yang dimilikinya. Pendahuluan (10menit)  Guru membuka pelajaran dengan salam  Guru menyampiakan menyampaikan SK dan KD yang harus dikuasai oleh siswa  Guru meminta kesepakatan bersama yang harus ditaati siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. maka akan menjadi apa?”  Guru bertanya pada siswa “ apa arti  Siswa menjawab pertanyaan guru sesuai dengan kemampuan awal yang dimilikinya. dll. belum ada alokasi waktu. Studi literatur tentang totipotensi pada tumbuhan III.

Siswa menarik kesimpulan dari apa yang telah mereka peroleh selama kegiatan pembelajaran.  apa yang dapat mereka peroleh dari kegiatan pembelajaran kali ini.  Guru memberikan umpan balik pada siswa dan membenahi konsep yang masih salah.  Siswa menuju perusahaan lain dan saling bertukar informasi.dijelaskan kembali mengenai pengertian perusahaan. masing-masing anggota dari perusahaan pergi ke perusahaan lain untuk mendapatkan informasi yang akurat. siswa yang memegang bola untuk melemparkan bola kepada teman yang mereka pilih.tumbuhan.  Siswa mencatat tugas yang diberikan guru. 3. Penutup (5 menit)  Guru meminta siswa untuk mempelajari Siswa menjawab salam dari guru.  Guru meminta pada masing-masing menangkap bola yang dilemparkan oleh temannya kemudian mencatat nomornya.  Guru memberikan analogi pada siswa bahwa siswa yang mendapat nomor yang sama akan bekerja bersama menyelesaikan sebuah proyek di perusahaan tersebut dan proyek yang akan diselesaikan sudah dipegang oleh direkturnya.  Siswa kembali ke perusahaannya dan menjelaskan pada rekan satu perusahaan mengenai informasi yang telah mereka peroleh dari perusahaan lain. mengapa tiba-tiba ada kata proyek dan perusahaan di dalam RPP  Guru meminta pada siswa bahwa antar perusahaan harus saling bertukar informasi tentang proyek yang telah dijalankan.  Siswa mendapatkan informasi yang benar dari guru.  Siswa mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.  Guru meminta masing-masing perusahaan untuk mempresentasikan proyek yang mereka kerjakan.  Guru bertanya pada siswa. . kesimpulan   Siswa yang mendapat nomor yng sama berkumpul jadi satu dan mendiskusikan proyek yang harus mereka selesaikan.

sifat totipotensi pada tumbuhan dan kultur jaringan.Departemen Pendidikan Nasional. Yogyakarta: Kanisius. Praktis Belajar Biologi 2 untuk SMA/MA kelas XI. Jepara. Departemen Pendidikan Nasional.  Guru menutup pelajaran dengan mengucap salam. 3. Aspek Afektif. Halm 19-38. Sumber Belajar       Buku Kerja Biologi XI Referensi lain yang relevan Ariebowo. Bentuk instrument  Lembar Observasi Psikomotorik siswa. E. Jakarta: Pusat Perbukuan. Penilaian Hasil Belajar  Uji kompetensi tertulis : Pilihan ganda. Aspek Kognitif  Lembar Diskusi Siswa ( digunakan untuk mengukur pemahaman konsep siswa terhadap strutur jaringan tumbuhan) 2. 2002. Isian. dan uraian 1. 2 Januari 2010 . Jakarta: Pusat Perbukuan. Comment [u5]: Belum jelas buku apa yang ak digunakan. Halm 17-34. Sikap siswa pada saat berdiskusi. LDS. Suwarno. Mengetahui. Aspek Psikomotorik. Halm 83-184.  Lembar Diskusi Siswa. Anatomi Tumbuhan. Panduan Pembelajaran Biologi Kelas XI. 2009. 2006. Mukti. Contoh instrument (terlampir). Mulyani S.  Kinerja siswa pada saat berdiskusi dengan kelompok dan berbagi informasi dengan kelompok lain. F.

LAMPIRAN Nor Farida. Apa saja fungsi dari jaringan parenkim. jaringan meristem dibedakan menjadi tiga. Diskusikan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan teman! A. Apa saja fungsi dari jaringan kolenkim. ada berapa macam jaringan parenkim? Sebut dan jelaskan! C. Jelaskan! D. jaringan tumbuhan dibedakan menjadi berapa? Sebut dan jelaskan ! 2. Sebutkan ciri-ciri dari jaringan kolenkim! 3. Sebutkan ciri-ciri dari jaringan parenkim! 2. Jaringan Parenkim. Jaringan meristem. Apa yang dimaksud dengan jaringan meristem? 3. Jaringan Sklerenkim.Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. Mengapa tumbuhan monokotil batanganya tidak dapat mengalami pembesaran? Jelaskan! B. Secara garis besar. 1. 1. berdasarkan proses perkembangannya.Pd NIP. Berdasarkan fungsinya. Menurut tempatnya. Jaringan Kolenkim. 1. Apa yang dimaksud dengan jaringan kolenkim? 2. Apa yang dimaksud dengan jaringan sklerenkim dan apa saja ciri-cirinya? 2. S. Mulhadi NIP. Apa fungsi dari jaringan sklerenkim? . sebut dan jelaskan! 4. 1. Lembar Diskusi Siswa Kelompok Nama Anggota : : Tujuan : Untuk mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan meristem. Jelaskan! 3.

Jaringan Xilem. Jelaskan fungsi dari jaringan xilem! 3. Jaringan Floem. 1. 1. Sebutkan macam-macam tipe berkas pengangkut! F. jelaskan! 4. Sebutkan macam-macam tipe berkas pengangkut! . Sel-sel apa saja yang terdapat dalam jaringan floem. jaringan sklerenkim dibedakan menjadi dua. Apa itu jaringan floem? 2. jelaskan! 4. sebut dan jelaskan! E. Sel-sel apa saja yang terdapat dalam jaringan xilem.3. Jelaskan fungsi dari jaringan floem! 3. Berdasarakan ukuran selnya. Apa itu jaringan xilem? 2.

Lembar Observasi Psikomotorik Siswa Nama/ No. Absen Kelompok Kelas No. 1 2 3 4 5 6 : : : Aspek yang diamati Membawa bahan praktikum Prosedur kerja benar Ketepatan cara mengooperasikan alat Hasil pengamatan Ketapatan menyusun lapaoran Bekerja aktif Skor 1 2 3 4 Keterangan : Skor terendah Skor tertinggi Range Rentang =6 = 24 =24 – 18 = 20 = 18/4 = 5 Penentuan kriteria : Skor 6-10 11-15 16-20 21-24 Kriteria Sikap kurang baik Sikap cukup baik Sikap baik Sikap sangat baik .

serta pembentukan organ reproduksi (bunga). Jaringan meristem Merupakan kumpulan sel yang selalu aktif membelah. 1. Tumbuhan monokotil tidak memiliki kambium pembuluh sehingga tidak terjadi pelebaran diameter batang. . yaitu jaringan muda dan jaringan dewasa. jaringan tumbuhan dibedakan menjadi dua. Aktivitas meristem lateral ini akan menyebabkan batang dan akar bertambah diameternya. Meristem ujung ini disebut juga meristem primer. sedangkan jaringan dewasa adalah jaringan yang sel-selnya sudah memiliki fungsi serta struktur yang khusus. Meristem ini disebut lateral meristem (meristem lateral) dan merupakan meristem sekunder. Hal ini disebut pertumbuhan sekunder. Meristem pada ujung akar disebut meristem ujung akar. dan floem. Jaringan tersebut disebut juga apical meristem (meristem ujung). sedangkan di ujung batang disebut meristem pucuk. Jaringan muda merupakan jaringan yang sel-selnya belum terspesialisasi dan belum dapat dibedakan fungsinya. Aktivitas meristem ujung akan menyebabkan pemanjangan pada akar dan batang. contohnya adalah jaringan meristem. Lapisan jaringan meristem juga dapat ditemukan pada batang. Sel meristem membelah secara mitosis untuk menghasilkan sel baru bagi pertumbuhan dan perkembangan. xilem. Kambium merupakan lapisan sel bersifat meristematis (terus membelah) yang berperan memperbesar batang. seperti pohon jati. Sel meristem memiliki dinding sel yang tipis dan sitoplasma yang besar. terkadang disebut juga vascular cambium (kambium pembuluh). mangga. Semua pertumbuhan yang berasal dari meristem ujung disebut pertumbuhan primer. Meristem lateral umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. sklerenkim. dan rambutan. pembentukan cabang batang dan akar. Karena jaringan meristem lateral ini merupakan sel kambium yang membentuk pembuluh batang. kolenkim. Jaringan meristem dapat ditemukan pada ujung (apex) akar atau batang. Hal tersebut meliputi sel dan jaringan yang dibentuknya. Beberapa contoh yang termasuk kedalam golongan jaringan dewasa antara lain adalah parenkim.MATERI PEMBELAJARAN Berdasarkan proses perkembangannya.

Ketika organ terluka. Sel-sel parenkim yang ada di daun memiliki kloroplas sehingga dapat melakukan fotosintesis. sel-sel parenkim yang berada di akar dan batang memiliki plastida yang berfungsi sebagai cadangan makanan berupa pati (amilum) dan disebut amiloplas. . sel parenkim berfungsi dalam fotosintesis. Secara umum. serta penyimpanan makanan cadangan dan air. jaringan parenkim menyembuhkan dan membentuk jaringan penggantinya. Dengan demikian. Sel-sel parenkim memiliki organel sel yang lengkap.2. sekresi. Pada beberapa jenis tumbuhan. Beberapa jenis tumbuhan. memiliki sel parenkim dengan vakuola yang cukup besar untuk menyimpan damar atau getah. respirasi. sel-sel jaringan parenkim ini masih dapat berkembang karena masih bersifat meristematik. Jaringan Parenkim Jaringan parenkim merupakan jaringan yang banyak terdapat ruang antarsel sehingga sel-selnya tersusun longgar.

perlahan digantikan perannya oleh jaringan sklerenkim yang jauh lebih kuat.4b). Sklereid Bentuknya pendek dan tidak beraturan (Gambar 2. Biasanya ditemukan di kulit yang melindungi kacang atau biji.3. Karena tidak memiliki dinding sel sekunder dan hanya memiliki dinding sel primer yang tidak berlignin. Sel-sel pada jaringan kolenkim pada umumnya tidak memiliki protoplas dan dinding sel sekunder. memiliki dinding primer yang lebih tebal dibandingkan dengan dinding sel parenkim. 4. Jaringan sklerenkim merupakan jaringan sel yang mengalami penebalan di seluruh bagian dinding selnya. Karena kekuatannya. dan seperti pita. yaitu sebagai berikut. Akan tetapi. Jaringan Sklerenkim Pada penjelasan sebelumnya jaringan kolenkim berfungsi menunjang organ-organ muda. serat dapat digunakan untuk rami atau jenis tali lainnya. jaringan kolenkim dapat menunjang organ-organ muda tanpa menghambat pertumbuhannya. Jaringan Kolenkim Jaringan kolenkim terdiri atas sel-sel yang mengalami penebalan selulosa di bagian sudut dinding selnya. Jadi. jaringan kolenkim yang dominan. sel sklerenkim dikelompokkan menjadi dua jenis. Sering disebut juga sebagai serat (Gambar 2. Berdasarkan ukuran selnya. ramping. b. Fiber Bentuknya panjang. fungsi utama jaringan kolenkim adalah sebagai penopang organ-organ muda. . a.4a). Hal tersebut dikarenakan sel sklerenkim memiliki lignin. Dinding selnya lebih kuat dibandingkan dinding sel jaringan kolenkim. Ketika pertumbuhan pada organ sudah mulai berkurang. Adapun jaringan sklerenkim memiliki peran sebagai penyokong organ-organ tua.

terdapat beberapa jenis sel. b. terdapat dua jenis xilem. Parenkim .5. Lubang-lubang tersebut disebut noktah. Sel-sel yang terdapat di dalam sistem trakea. Pada tumbuhan. a. terdapat sel yang lebih pendek dan runcing di ujungujungnya yang disebut sel trakeid. Dinding sel di bagian ujung tersebut hilang sehingga keseluruhan sel berbentuk seperti tong (Gambar 2. xilem sekunder terbentuk dari hasil pertumbuhan kambium (meristem sekunder). Sel-sel pada sistem trakea berbentuk tabung yang disebut sel trakea. Dinding sel trakeid berlubang-lubang. Dinding dalam sel-sel sistem trakea memiliki lignin atau zat kayu sehingga strukturnya kokoh. di antaranya sebagai berikut.5). Sementara itu. Satu sel tabung dengan sel tabung berikutnya terhubung di bagian ujungnya. yaitu xilem primer dan xilem sekunder. Xilem primer dibentuk pada pertumbuhan awal oleh jaringan meristem primer (prokambium). Jaringan Xilem Jaringan xilem adalah jaringan pembuluh yang mengangkut mineral dan air dari dalam tanah ke daun untuk diolah menjadi bahan makanan melalui proses fotosintesis. Serabut xilem Serabut xilem merupakan sel-sel panjang dengan ujung yang runcing. c. Dinding sel serabut xilem juga mengandung lignin dan noktah-noktah yang lebih sempit dibandingkan dengan trakeid. Selain sel trakea. Dalam jaringan xilem.

tanin. Bentuknya yang menyerupai saluran panjang dengan lubang-lubang tersebutlah yang membuat sel-sel ini disebut buluh tapis. Dalam jaringan floem. Sel buluh tapis hidup tanpa inti sel. a. terdapat lubanglubang. terdapat beberapa jenis sel. Jaringan Floem Jaringan floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis berupa karbohidrat ke seluruh bagian tumbuhan. serabut floem juga berfungsi menopang floem. Sel pengiring dan sel buluh tapis membentuk satu kesatuan fisiologis sehingga jika sel buluh tapis tidak berfungsi. Sel pengiring Sel pengiring merupakan sel hidup berbentuk silinder yang berada di dekat buluh tapis. b. c. Sel tersebut memiliki protoplas yang pekat. di antaranya sebagai berikut. Serabut floem memiliki dinding sel yang menebal. sel pengiringnya pun akan mati. Serabut floem Seperti pada serabut xilem. . Sel buluh tapis Sel buluh tipis merupakan adalah sel-sel yang berbentuk tabung dengan bagian ujungujung yang bertemu sehingga membentuk sebuah saluran (Gambar 2. dan kristal. 6. Pada bagian ujung yang bertemu tersebut. Sel buluh tapis adalah sel hidup yang sudah berdiferensiasi sehingga berspesialisasi menjadi sel pembuluh.Sel-sel parenkim yang berada di xilem memiliki vakuola yang besar dan berisi makanan cadangan. Seperti halnya jaringan xilem. getah. terdapat dua jenis floem berdasarkan asal pertumbuhannya yaitu floem primer dan floem sekunder.6). Serabut floem terdiri atas sel-sel yang memanjang dan tersusun rapat.

sel tersebut dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Teori ini berdasarkan teori sel yang dikemukakan pertama kali oleh Jakob Schleiden dan Theodor Schwann (1838-1839). . seperti protoplasma.d. jika sebuah sel berada dalam kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan. 1994: 29). sel. Berbagai teknik kultur jaringan tersebut di antaranya sebagai berikut (Hendaryono dan Wijayani. 1. Parenkim Parenkim merupakan sel-sel hidup dengan vakuola yang melebar berisi makanan cadangan atau bahan-bahan sekresi. Berdasarkan teori tersebut. Selain itu. serta menumbuhkannya dalam kondisi aseptik (bebas hama dan penyakit). Sifat tanaman hasil kultur jaringan akan sama seperti induknya. sekelompok sel. Sifat totipotensi sel ini merupakan sifat sel yang mampu menjadi individu baru yang utuh jika berada pada lingkungan yang sesuai. jenis eksplan (sel atau jaringan asal) yang digunakan juga berbeda. KULTUR JARINGAN TUMBUHAN Sel tumbuhan memiliki sifat dasar yang disebut totipotensi sel. Teknik kultur jaringan ini dalam pelaksanaannya merupakan suatu metode untuk mengisolasi (mengambil) bagian tumbuhan. Berdasarkan teori totipotensi sel maka lahirlah suatu teknik reproduksi vegetatif baru yang disebut teknik kultur jaringan. jaringan. Jenis Teknik Kultur Jaringan Perkembangan teknik jaringan telah menghasilkan teknik kutur jaringan baru dengan tujuan yang berbeda-beda. dan organ.

Eksplan ini menjadi bahan dasar bagi pembentukan kalus (bentuk awal calon tunas yang kemudian mengalami proses pelengkapan bagian tanaman. tidak terinfeksi penyakit. dan pengaturan udara yang baik. antara lain sebagai berkut. Hal ini guna menghindari kontaminasi oleh jamur maupun bakteri. Semua tahapan yang dilakukan dalam kultur jaringan harus dilakukan secara aseptik. Syarat Kultur Jaringan Agar berhasil dengan baik ketika akan melakukan kultur jaringan. Pemilihan eksplan Eksplan adalah bagian dari tanaman yang digunakan dalam kulturisasi. Somatic cross atau silangan protoplasma. Sebagian eksplan sebaiknya dipilih pucuk muda tanaman dewasa yang diketahui asal-usul dan varietasnya. sterilisasi eksplan ke dalam medium dilakukan di dalam laminar air flow cabinet untuk mencegah kontaminasi. kemudian dibudidayakan hingga menjadi tanaman yang mempunyai sifat baru. Oleh karena itu. yaitu teknik kultur jaringan dengan menggunakan eksplan dari protoplasma (sel hidup yang telah dihilangkan dinding selnya). yaitu teknik kultur jaringan dengan menggunakan eksplan dari serbuk sari atau benang sari. Meristem culture. yaitu penyilangan dua macam protoplasma menjadi satu. Keadaan yang aseptik dan pengaturan udara yang baik. e. Oleh karena itu. di dalam media kultur jaringan ditambahkan berbagai macam mineral. c. dan jenisnya unggul. dan akar). Pollen atau anther culture. terdapat beberapa syarat yang harus diperhatikan. a. Chloroplast culture. 2. . yaitu teknik kultur jaringan dengan menggunakan eksplan kloroplas untuk keperluan memperbaiki sifat tanaman dengan membuat varietas baru. Penggunaan media yang cocok Media yang cocok memengaruhi pertumbuhan eksplan yang telah ditanam untuk menjadi plantlet (tanaman kecil). dan zat pengatur tumbuh (hormon) c. b. batang.a. b. Protoplast culture. yaitu teknik kultur jaringan dengan menggunakan eksplan (bagian tanaman) dari jaringan muda atau meristem. Media yang baik. seperti daun. vitamin. d. Penyimpanan kultur juga harus di dalam ruangan dengan suhu. sumber karbohidrat. harus memenuhi syarat nutrisi yang diperlukan eksplan untuk tumbuh dan berkembang. pencahayaan.

dapat dilakukan perbanyakan tanaman anggrek secara cepat. Kultur jaringan dapat membantu menyediakan bibit pertanian dengan cepat. untuk membiakkan anggrek petani tidak perlu lagi menunggu muncul tunas untuk memperbanyak tanaman. Petani anggrek di Indonesia misalnya. dapat dibudidayakan tanaman yang memiliki sifat sama dengan induknya. Melalui kultur jaringan ini. sangat terbantu dengan adanya kultur jaringan. Para petani menginginkan wortel yang berukuran besar dan berwarna menarik. Kultur jaringan sangat membantu perkembangan pertanian di Indonesia. . contohnya saja pada wortel. Tentu saja sifat yang diinginkan ini sifat yang unggul. Syaratnya tentu saja mengambil eksplan dari induk yang memiliki sifat unggul tersebut. dapat diperoleh tanaman seperti itu.3. Melalui teknik kultur jaringan. Manfaat dari Kultur Jaringan Kultur jaringan memiliki manfaat yang besar bagi manusia sesuai fungsinya. Dengan pengetahuan tentang totipotensi tanaman yang dimanfaatkan melalui kultur jaringan. Kini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful