Demografi merupakan studi ilmiah tentang kependudukan, utamanya yang berkaitan dengan jumlah/size penduduk, struktur serta

perkembangannya (Kamus United Nations Multilingual Demographic).Demografi adalah studi tentang interaksi tingkat perkembangan dari 3 komponen (kelahiran, kematian dan migrasi) dan studi tentang dampak dari perubahan komposisi dan perkembangan dari penduduk (Hawthorn,1970). Demografi adalah ilmu statistik dan matematika yang mempelajari ukuran, komposisi dan persebaran penduduk serta perubahannya pada suatu kurun waktu melalui proses fertilitas, mortalitas, perkawinan, migrasi serta perubahan penduduk (Boque: 1969). Menurut Donald J. Bogue, 1885, demografi adalah ilmu yg mempelajari tentang besar, komposisi, distribusi, dan perubahan penduduk. Menurut Philip M. Hauser dan Duddley Duncan, demografi adalah Ilmu yg mempelajari jumlah, sebaran teritorial, dan komposisi penduduk; serta perubahan penduduk karena fertilitas, mortalitas, migrasi, dan mobilitas sosial. Menurut Multilingual Demographic Dictionary, Demography is the scientific study of human populations in primarily with the respect to their size, their structure (composition) and their development (change). Yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia, kurang lebih artinya sebagai berikut : Demografi adalah ilmu yang mempelajari penduduk (suatu wilayah) terutama mengenai jumlah, struktur (komposisi penduduk) dan perkembangannya (perubahannya)

mobilitas dan mortalitas.Pertama.dibanding jumlah penduduk yang terus meningkat. Berbagai kajian telah dilakukan oleh banyak ahli dalam kaitan tentang hal .Dalam kaitan ini ekonomi kependudukan mengkaji tentang dampak ekonomi yang ditimbulkan dari meningkatnya jumlah.ekonomi kependudukan adalah ilmu yang mengkaji tentang bagaimana dampak ekonomi yang ditimbulkan dari dinamika penduduk.Sebagai input produksi.Dalam banyak hal analisis ekonomi ketenagakerjaan bahkan lebih maju dibanding dengan ekonomi kependudukan dalam pengertian yang luas. (b) sebagai konsumen yang menggunakan berbagai sumberdaya ekonomi.penduduk memiliki peran “menghabiskan” sumberdaya ekonomi yang tersedia.baik di tingkat mikro maupun di tingkat makro. dan.ekonomi kependudukan adalah ilmu yang menganalisis dinamika penduduk dengan menggunakan “peralatan ekonomi”. Secara umum “penduduk” ditempatkan sebagai (a) input produksi dalam konteks menyediakan tenaga kerja yang diperlukan dalam proses produksi.ekonomi kependudukan mengkaji tentang “posisi”penduduk dalam pembangunan ekonomi.Kedua. Berbagai teori ekonomi mencoba menjelaskan tentang posisi penduduk dalam pembangunan ekonomi.Padahal sumberdaya yang tersedia jumlahnya amat terbatas.struktur dan persebaran penduduk yang diakibatkan oleh variabel fertilitas.struktur dan persebaran (dinamika) penduduk.Pengertian dinamika penduduk sendiri mencakup perubahan jumlah.Itulah sebabnya ekonomi kependudukan pada dasarnya juga mencakup ekonomi ketenagakerjaan.Sebagai konsumen.posisi penduduk dalam pembangunan ekonomi diredusir dalam kaitan dengan penyedia tenaga kerja.Pada pengertian pertama.Pengertian dan Ruang Lingkup Ekonomi Kependudukan Ekonomi kependudukan pada dasarnya memiliki dua aspek pengertian.Demikian berkembangnya analisis ekonomi ketenagakerjaan sehingga muncul kesan seolah-olah ekonomi ketenagakerjaan menjadi suatu disiplin tersendiri yang terlepas dari ekonomi kependudukan.

mobilitas dan mortalitas. (b) variabelvariabel dinamika penduduk yaitu fertilitas.ekonomi lingkungan dan ekonomi pembangunan.ekonomi lingkungan dan ekonomi pembangunan sudah demikian maju maka tema-tema yang diangkat dalam ekonomi kependudukan mengambil topik yang lebih spesifiik lagi menyangkut variabel dinamika penduduk yaitu migrasi.Persoalan-persoalan seperti kemiskinan.ageing dan sebagainya.Kajian tentang dampak ekonomi dari dinamika penduduk kemudian berkembang dengan melihat karakteristik ekonomi penduduk.ekonomi kependudukan menganalisis “dinamika penduduk” (fertilitas.Dalam pengertian ini topik-topik yang dibahas dalam ekonomi kependudukan betul-betul berkaitan erat dengan variabel dinamika kependudukan seperti fertilitas.ketimpangan distribusi pendapatan dan sebagainya pada awalnya sebenarnya merupakan juga ekonomi kependudukan. Kajian ekonomi pembangunan bermula dari ketertarikan para ekonom negara maju untuk menganalisis ekonomi negara berkembang yang memiliki karakteristik penduduk berbeda dengan negara maju1.Pada pengertian kedua penduduk tidak hanya sebagai “bagian pasif ” dari analisis ekonomi melainkan sebagai “subyek yang dikaji” dengan menggunakan peralatan ekonomi. Dalam pengertiankedua ini.Topiknyapun lebih spesifik.mobilitas dan mortalitas.mortalitas dan struktur penduduk) dengan menggunakan “peralatan ekonomi”.Namun karena kajian tentang ekonomiketenagakerjaan.Dalam pengertian kedua ini ekonomi kependudukan dapat dikatakan menampilkan wajahnya sendiri.Kajian-kajian tersebut kemudian terus berkembang sampai akhirnya muncul sebuah kajian tersendiri yang dinamakan dengan ekonomi pembangunan (development economics). pengertian ekonomi kependudukan padadasarnya mencakup tema-tema yang dibahas dalam ekonomi ketenagakerjaan.Pada perkembangan selanjutnya kajian ekonomi terhadap terbatasnya sumber daya alam relatif dibanding dengan meningkatnya jumlah penduduk lebih banyak dibahas dalam ekonomi lingkungan. mobilitas.tidak hanya terbatas pada jumlah penduduk tetapi lebih tajam lagi terhadap (a) struktur dan persebaran penduduk.Dengan demikian pada aspek pertama.serta. mobilitas. .ini.

Mobilitas penduduk horizontal atau sering pula disebut dengan mobilitas penduduk geografis adalah gerak (movement) penduduk . Mobilitas penduduk dapat dibedakan antara mobilitas penduduk vertikal dan mobilitas penduduk horinzontal. 5. 3. Mobilitas dibedakan 2 yaitu mobilitas non permanen (tidak tetap) dan mobilitas tetap (tetap). Transmigrasi yaitu perpindahan perpindahan penduduk dari pulau yang padat ke pulau yang kurang padat penduduknya. 4. Apabila perpindahan bertujuan untuk menetap di daerah tujuan maka disebut migrasi. Remigrasi yaitu kembalinya penduduk ke negara asalnya. Emigrasi yaitu keluarnya penduduk suatu negara untuk masuk ke negara lain. Mobilitas penduduk vertikal sering disebut dengan perubahan status. Seseorang mula-mula bekerja dalam sektor pertanian sekarang bekerja dalam sektor non pertanian. Urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.Pengertian dan Ruang Lingkup Mobilitas Penduduk Mobilitas penduduk mempunyai pengertian pergerakan penduduk dari satu daerah ke daerah lain. Jenis-jenis mobilitas permanen : 1. Dan salah satu contohnya adalah perubahan status pekerjaan. Jadi migrasi artinya perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain untuk menetap. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat yang lain atau dari suatu daerah ke daerah lain. Migrasi yaitu masuknya penduduk dari satu Negara ke Negara lain. 2. atau perpindahan dari cara-cara hidup tradisional ke cara-cara hidup yang lebih modern. Baik untuk sementara maupun untuk jangka waktu yang lama atau menetap seperti mobilitas ulang-alik (komunitas) dan migrasi. Transmigrasi diatur oleh pemerintah.

Contoh faktor individu ini antara lain: umur. Mobilitas pra-modern. Mobilitas canggih atau super-modern. dan tingkat pendidikan. tersedia sarana pendidikan kesehatan dan hiburan. kurangnya sarana pendidikan. Dalam hal ini penduduk mulai melakukan mobilitas dengan tujuan yang lebih luas bukan hanya sekedar untuk cukuppangan.yang melintas batas wilayah menuju ke wilayah yang lain dalam periode waktu tertentu (Mantra. Faktor pendorong yang positif yaitu para migran ingin mencari atau menambah pengalaman di daerah lain. yang merupakan transisi drai mobilitas tradisional menuju mobilitas modern. tersedianya lapangan kerja. Faktor yang terletak diantara daerah asal dan daerah tujuan yang disebut penghalang yang termasuk faktor ini misalnya jarak jenis alat transport dan biaya transport jarak yang tidak jauh dan mudahnya transportasi mendorog mobilitas penduduk. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas Penduduk Faktor dari sejarah asal yang disebut faktor pendorong seperti adanya bencana alam. Faktor yang ada di daerah tujuan yang disebut faktor penarik seperti. keamanan terganggu. Penduduk mobilitas atau migrasi dengan tujuan yang lebih luas termasuk kesenangan dan kenyamanan. 1987). jenis kelamin. Komponen mobilitas tersebut dapat di pandang sebagai indikator kualitas kehidupan masyarakat. upah tinggi. Aktivitas mobilitas tradisional merupakan arus desa ke kota yang termasuk dalam pengertina urbanisasi. dimana penduduk melakukan mobilitas atas dasar untuk memenuhi kebutuhan primer terutama pangan. Bentuk-Bentuk Mobilitas Penduduk Mobilitas tradisional. Yang terdapat pada diri seseorang disebut faktor individu. panen gagal. Aktivitas dari desa ke kota sangat meningkat disertai dengan mobilitas antar kota dan juga mobilitas dari kota ke luar kota (pedesaan). Faktor pendorong dan penarik perpindahan penduduk ada yang negatif dan ada yang positif. Sedangkan faktor pendorong yang negatif yaitu fasilitas untuk memenuhi kebutuhan hidup terbatas dan lapangan pekerjaan terbatas pada pertanian. Penggunaan batas wilayah dan waktu untuk indikator mobilitas penduduk horizontal ini mengikuti paradigma ilmu geografi yang berdasarkan konsepnya atas wilayah dan waktu (space and time concept). Sehingga terjadi dengan apa yang disebut urbanisasi modern. Mobilitas modern. Faktor ini sangat mempengaruhi keinginan seseorang untuk melakukan mobilitas atau tidak. dimana mobiolitas penduduk telah mmelampaui batas-batas Negara dengan berbgai macam-macam tujuan baik kegiatan perdagangan maupun berwiraswasta. Faktor penarik yang positif yaitu . lapangan kerja terbatas. Bentuk mobilitas penduduk dapat dipahami berkaitan dengan keberhasilan dalam aktivitas ekonomi yang meliputi 2 komponen yaitu kesempatan kerja (produktifitas) dan pendapatan (atau dana). dimana mobilitas dilakukan telah melampaui pengertian berwiraswasta secara wajar yang dapat dimasukkan dalam kategori berfoya-foya dengan konsumsi yang berlebihan.

Sebab-sebab timbulnya migrasi penduduk yaitu adanya alasan ekonomis.daerah tujuan mempunyai sarana pendidikan yang memadai dan lebih lengkap. Antara transmigran dengan penduduk yang didatangi dapat hidup berdampingan. Selain itu. Migrasi internasional adalah perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara. Mobilitas Penduduk Non Permanen (Sirkuler) . Mobilitas Penduduk Permanen (Migrasi) Migrasi penduduk Migrasi penduduk terbagi menjadi 2 jenis yaitu: Migrasi internasional. adanya alasan politis. Komuter atau ngelaju yaitu pergi ketempat atau kota lain di pagi hari dan pulang di sore hari ataupun malam hari. adanya alasan wabah penyakit yang timbul disuatu daerah tertentu. Urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan maksud untuk mencari nafkah. sehingga apa saja yang diperlukan akan mudah didapat dikota. Migrasi Internasional Tenaga Kerja Indonesia Faktor yang mendorong pemerintah mengeluarkan kebijakan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. Penyelenggaraan transmigrasi dikatakan berhasil bila memenuhi syarat :   Jumlah penduduk yang transmigrasikan tiap tahun lebih banyak dari pada pertambahan penduduk dari daerah yang ditinggalkan. Faktor penarik yang negatif adalah adanya lapangan pekerjaan yang lebih bervariasi. Transmigrasi Yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduknya ke pulau yang jarang penduduknya dalam satu negara. kehidupan yang lebih mewah. Migrasi interen adalah migrasi yang terjadi dalam batas wilayah suatu negara. yaitu makin kompleksnya masalah kependudukan yang terjadi di dalam negeri dengan berbagai implikasi sosial ekonimisnya. dan adanya alasan pendidikan. terbukanya ksempatan kerja yang cukup luas di negara-negara yang relatif kaya dan baru berkembang yang dapat menyerap tenaga kerja Indonesia dalam jumlah yang cukup besar. Terdiri dari:    Migrasi sirkuler yaitu perpindahan penduduk sementara karena mendekati tempat pekerjaan.

baik permanent maupun nonpermanent (sirkuler) diduga frekuensinya akan terus meningkat dan semakin lama semakin cepat. Data mobilitas penduduk sirkuler sukar didapat. mobilitas penduduk Indonesia. suatu revolusi mobilitas tampaknya juga telah terjadi di Indonesia. dengan segala keterbatasan data. Kepuasan terhadap kehidupan di masyarakat baru tergantung pada hubungan sosial para pelaku hubungan sosial para pelaku mobilitas dengan masyarakat tersebut. Setelah menyesuaikan diri dengan kehidupan kota. Diantara ketiga sumber data mobilitas penduduk data yang didapat dari sensus penduduk dan survei penduduk yang paling lengkap. hanya kelemahannya data yang didapat dari sensus penduduk hanya meliputi mobilitas penduduk yang bersifat permanen saja. Hal ini dipengaruhi oleh tersedianya prasarana transport dan komunikasi yang mewadai dan modern. Menurut Ananta (1995). (Source : K’ Masni. para pelaku mobilitas pindah ke tempat tinggal dan memilih daerah tempat tinggal dipengaruhi oleh daerah tempat bekerja. di Indonesia (menurut batasan sensus penduduk) mobilitas penduduk sirkuler dapat didefinisikan sebagai gerak penduduk yang melintas batas propinsi menuju ke propinsi lain dalam jangka waktu kurang enam bulan. begitu juga dengan kedatangan mereka di daerah tujuan. Perilaku Mobilitas Penduduk Perilaku mobilitas penduduk oleh Ravenstain disebut dengan hukum-hukum migrasi sebagai berikut: Para migran cenderung memilih tempat terdekat sebagai daerah tujuan. semakin besat tingkat mobilitasnya. registrasi penduduk dan survei penduduk. Hal ini disebabkan para pelaku mobilitas sirkuler tidak memberitahu kepergian mereka kepada kantor desa di daerah asal. Dan hasil registrasi penduduk dan survei penduduk diperoleh data baik mobilitas permanen maupun nonpermanen. semakin tinggi frukuensi mobilitasnya. Semakin tinggi pendapatan seseorang. Sumber Data Mobilitas Penduduk dan Analisis Pada umumnya ada tiga sumber data mobilitas penduduk yaitu: sensus penduduk. Faktor paling dominan yang mempengaruhi seseorang untuk bermigran adalah situasinya memperoleh pekerjaan di daerah asal dan kemungkinan untuk memperoleh pekerjaan dan pendapatan yang lebih baik di daerah tujuan. hanya kelemahannya tidak semua mobilitas penduduk dapat dicatat. Kepuasan terhadap kehidupan di kota tergantung pada kemampuan perseorangan untuk mendapatkan pekerjaan dan adanya kesempatan bagi anak-anak untuk berkembang. Semakin tinggi pengaruh kekotaan terhadap seseorang. Luwu Utara.Mobilitas penduduk sirkuler atau mobilitas non permanen adalah gerak penduduk dari suatu wilayah menuju ke wilayah lain dengan tidak ada niatan menetap di daerah tujuan. Meskipun deminian. Penduduk yang berpendidikan tinggi biasanya lebih banyak melaksanakan mobilitas dari pada yang berpendidikan rendah. Sulsel) . Sebagai contoh. Hal ini sesuai dengan paradigma geografis yang didasarkan atas konsep ruang (space) dan waktu (time). Penduduk yang masih muda dan belum kawin lebih banyak melakukan mobilitas dari pada mereka yang berstatus kawin. Daerah tujuan mempunyai nilai kefaedahan wilayah (place utility) lebih tinggi dibanding dengan daerah asal. Mahasiswa Pasca Sarjana PKLH UNM Makassar | Guru Biologi SMAN 1 Bone-Bone Kab.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.