P. 1
Air Asam Tambang

Air Asam Tambang

|Views: 564|Likes:
Published by Vini Yulia Anhar

More info:

Published by: Vini Yulia Anhar on Mar 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/08/2013

pdf

text

original

Air asam tambang (AAT) atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai “acid mine drainage (AMD)” atau

“acid rock drainage (ARD)” terbentuk saat mineral sulphida tertentu yang ada pada batuan terpapar dengan kondisi dimana terdapat air dan oksigen (sebagai faktor utama) yang menyebabkan terjadinya proses oksidasi dan menghasilkan air dengan kondisi asam. AAT adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada air asam yang timbul akibat kegiatan penambangan, untuk membedakan dengan air asam yang timbul oleh kegiatan lain seperti: penggalian untuk pembangunan pondasi bangunan, pembuatan tambak, dan sebagainya.Di lokasi area

penambangan terbentuknya air asam tambang akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.Dan Lingkungan yang akan merasakan dampak negatif dari air asam tambang yaitu : 1. Masyarakat yang berada disekitar areal penambangan Dampak air asam tambang ini memang tidak dirasakan secara langsung oleh masyarakat tetapi beberapa tahun kemudian air yang terkontaminasi oleh asam tambang banyak mengandung logam berat seperti besi, seng, akan dirasakan. Apabila dikonsumsi oleh masyarakat secara kontinu maka maka dampak yang akan dirasakan yaitu menderita keracunan dan dapat mengakibat lumpuh. 2. Kualitas Air Permukaan Hasil oksidasi pirit membentuk air asam tambang akan menyebabkan menurunnya kualitas air permukaan. 3. Biota perairan Apabila air sungai telah terkontaminasi oleh air asam tambang maka akan berdampak pada penurunan biota di perairan atau ketidak mampuan biota perairan dalam bertahan hidup/survive. 4. Kualitas Tanah logam berat seperti besi, tembaga seng terkandung dalam tanah yang asamnya banyak, yang pada dasarnya merupakan unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman, sementara unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman seperti fosfor, magnesium, kalsium sangat kurang. Akibatnya

1 . pertambangan terbuka (open pit mining) dapat mengubah secara total baik iklim dan tanah akibat seluruh lapisan tanah di atas deposit bahan tambang disingkirkan. untuk memperoleh atau melepaskan biji tambang dari batu-batuan atau pasir seperti dalam pertambangan emas. Sumber: http://blogbelajarpintar.html#ixzz1iTrkfws9 \ Air Asam Tambang BAB I Pendahuluan Aktifitas pertambangan dianggap seperti uang logam yang memiliki dua sisi yang saling berlawanan.com/2012/01/dampak-yang-ditimbulkan-airasam. sektor ini menyokong pendapatan negara selama bertahun-tahun. air atau sungai dan lingkungan. Air asam tambang yang mengalir di permukaan maupun yang terserap masuk ke tanah dapat mencemari lingkungan dan air permukaan yang biasa di gunakan oleh makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Selain itu. Air yang mengandung kadar asam yang tinggi dan tercemar logam berat tersebut sangat membahayakan bagi kehidupan makhluk hidup di dunia ini tidak terkecuali manusia sendiri. Sebagai sumber kemakmuran. Salah satu kerusakan lingkungan yang di sebabkan oleh proses penambangan adalah keluarnya logam-logam berbahaya bagi makhluk hidup yang teroksidasi oleh udara bebas yang kemudian membentuk asam sulfide dan larut bersama air dan menyebabkan air pelarutnya menjadi asam yang disebut Air Asam Tambang.blogspot. para penambang pada umumnya menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari tanah. Untuk itulah masalah ini saya angkatkan agar kita ias bersama mencari solusi terbaik dari masalah ini. Sebagai perusak lingkungan.keracunan pada tanaman karena kelebihan unsur hara mikro. karena air merupakan sumber bagi kehidupan di muka bumi. ini ditandai denagan membusuknya akar tanaman sehingga tanaman menjadi layu. yaitu sebagai sumber kemakmuran sekaligus perusak lingkungan yang sangat potensial.

2010). Dampak Pencemaran Air Asam Tambang (AAT/AMD) Terhadap Lingkungan Reaksi air asam tambang (Acid Mine Drainage/AMD) berdampak secara langsung terhadap kualitas tanah dan air karena pH menurun sangat tajam.0 yang membuat air hujan tersebut menjadi sangat asam. IV.5. dan Mangan (Mn). AAT yang timbul akibat dari kegiatan pertambangan sangat berpengaruh negatif terhadap penurunan kualitas lingkungan. Pengaruh Mineral Terhadap pH dan Logam Terhadap Air Data berikut menunjukkan penurunan ph yang terjadi terhadap air hujan yang PH awalnya berkisar antara 5. Menurut Hards and Higgins (2004) dalam Widyati (2010) turunnya pH secara drastis akan meningkatkan kelarutan logam-logam berat pada lingkungan tersebut.8. II. 2 Pada data di atas logam yang di guakan adalah Pirit (FeS2 ) dan Kaolin. Dalam air asam tambang (Acid Mine Drainage / Acid Rock Drainage) tersebut selain terkandung H2SO4 juga terkandung logam-logam berat yang sangat membahayakan bagi makhluk hidup yaitu logam Tembaga (Cu). seperti air hujan. Timbal (Pb).0-5. maka akan dihasilkan air dengan PH yang berkisar antara 2. Hasil penelitian Widyati (2006) dalam Widyati (2010) pada lahan bekas tambang batubara PT. . Bila terkena udara luar maka senyawa sulfida ini akan teroksidasi dan menghasilkan senyawa asam sulfat. III.5 dan kaya akan logam tembaga. Pengertian Air Asam Tambang Air Asam Tambang (AAT) adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebutkan lindian.5-3. Penyebab Air Asam Tambang dan Kandungan Air Asam Tambang Air Asam Tambang (AAT) berasal dari zat kimia yang tekandung dalam batuan limbah yang berfungsi dalam pemurnian bijih yang berasal dari Grasberg. Alumunium (Al). menunjukkan pH tanah mencapai 3. Grasberg tersebut mengandung Pirit (Senyawa sulfidan / FeS2 ) dan tembaga sulfida. Bukit Asam Tbk. Besi (Fe). air bawah tanah serta tanah di sekitarnya. rembesan atau aliran yang telah dipengaruhi oleh oksidasi alamiah mineral sulfida yang terkandung dalam batuan yang terpapar selama penambangan. pH tanah akan mengganggu keseimbangan unsur hara pada lahan tersebut. 1993 dalam Widyati. Terlihat pada hari ke 37 PH air hujan yang telah terkontaminasi Pirit turun drastis dari 5.0 menjadi 2. Dengan adanya rembesan air. Menurunnya. terutama bila sudah masuk ke dalam system air permukaan. unsur hara makro menjadi tidak tersedia karena terikat oleh logam sedangkan unsur hara mikro kelarutannya meningkat (Tan.BAB II Pembahasan I.2 dan pH air berada pada kisaran 2.

dan Passive Treatment menggunakan sistem permeable reactive barrier (PRB). Diagram alir pengolahan air tambang sebelum ke perairan umum dapat dilihat pada Gambar 1. Sistem passive treatment yang sangat efektif dalam menurunkan asiditas AMD adalah OLCs dan ALDs. Di dalam tubuh manusia. ekonomis dan efisien yang dapat diaplikasikan untuk peningkatan kualitas AMD. Penanganan dan Pengolahan Air Asam Tambang Seperti diketahui bahwa banyak teknologi yang dapat digunakan untuk perbaikan kualitas AMD. Metode untuk menetralisasikan AMD adalah dengan menggunakan limestone.Dampak yang dirasakan akibat AMD tersebut bagi perusahaan adalah alat-alat yang terbuat dari besi atau baja menjadi sangat cepat terkorosi sehingga menyebabkan inefisiensi baik pada kegiatan pengadaan maupun pemeliharaan alatalat berat. mempengaruhi fungsi hati dan ginjal serta menimbulkan gangguan pada pembuluh darah. seperti tembaga dan aluminium bersifat sangat toksik (beracun) bagi mahluk hidup. tembaga (Cu) dapat mengakibatkan depresi. AMD dapat mengganggu kehidupan flora dan fauna pada lahan bekas tambang maupun hidupan yang berada di sepanjang aliran sungai yang terkena dampak dari aktivitas pertambangan. Terhadap manusia AAT/AMD mempunyai dampak yang cukup berbahaya Logam berat yang terkandung dalam AAT. yaitu: In Situ Treatment dengan menambahkan batu kapur (limestone) langsung ke AMD. Perbaikan AMD biasanya menggunakan treatment bertingkat dari beberapa sistem yang disebutkan di atas untuk perbaikan kualitas airnya. Dampak Air Asam Tambang (Acid Mine Drainage/AMD) Bagi Makhluk Hidup 3 Terhadap makhluk hidup. V. yang mana sistem ini sudah dikembangkan secara komersial di Canada dan USA. Pemisahan sistem limestone dengan wetland lebih efektif dan lebih terkontrol dibandingkan dengan sistem yang disatukan dalam wetland. VI. 4 . open limestone channels (OLCs). Hal ini menyebabkan kegiatan revegetasi lahan bekas tambang menjadi sangat mahal dengan hasil yang kurang memuaskan. Jika masuk ke dalam tubuh. Namun ada dua teknologi yang cukup sederhana. logam-logam berat akan mengalami bioakumulasi atau tinggal di dalam jaringan hidup dan dapat berpindah-pindah melalui rantai makanan. anoxic limestone drains (ALDs) dan constructed wetland (rawa buatan) untuk aliran AMD.

Steed et al. Lahan basah dapat memiliki masa terendam air namun juga dapat praktis kering. Sistem wetland atau lahan basah secara alamiah adalah daerah transisi (ekoton) antara ekosistem perairan dimana memiliki kondisi basah dan tergenang dengan ekosistem darat yang kering. daunan. tembaga dan seng masing-masing hingga 99%. Rawa buatan adalah satu-satunya ekosistem yang didalamnya terjadi prosesproses oksidasi dan reduksi. Gersberg et al. Penyerapan logam dalam air. kimia dan fisika. 1997. akan tetapi untuk efektifitas treatment sistem wetland tidak bisa langsung digunakan untuk treatment AMD kecuali sistem di lengkapi dengan media kapur. terutama Fe dan Mn. 99% dan 97%. Pretreatment AMD dengan pengapuran atau menggunakan sistem anaerobik harus dilakukan sebelum ditreatment menggunakan wetland aerobik. Secara alamiah. Ciri-ciri lahan basah adalah adanya tumbuhan yang bersifat hidrofit yang dapat beradaptasi dengan kondisi kering maupun basah. komposisi reaktif material yang digunakan seperti kompos. (1984) melaporkan bahwa lahan basah buatan mampu menurunkan kandungan konsentrasi logam cadmium. serbuk gergaji di tambahkan lumpur aktif dari sistem sewage juga menstimulasi pertumbuhan bakteri pereduksi sulfat untuk menaikan alkalinitas dan menyisihkan logam dalam bentuk endapan sulfida (Benner et al. Proses biologi lainnya yang terjadi pada lahan basah adalah proses pelepasan material organik dari tumbuhan ke lingkungan sekitarnya.Sistem constructed wetland atau lahan basah/rawa buatan juga merupakan passive treatment yang cukup efektif untuk pengontrolan AMD. 2002). Namun demikian tumbuhan dalam rawa buatan hanya menyerap logam dalam konsentrasi yang sangat rendah yaitu kurang dari 1% . Tumbuhan merupakan elemen yang sangat penting bagi pertumbuhan komunitas mikroba. Waybrant et al. akan berlangsung efektif apabila terdapat intreraksi secara biologis yang menjembatani oksidasi dan reduksi. Sistem gabungan secara kimia dan biologi terbukti dapat . 2000. Keberadaan tumbuhan dengan sistem perakarannya mampu menyokong pertumbuhan mikroba dalam sistem yang juga akan mendegradasi senyawa-senyawa logam berat pada sistem. 5 Tidak hanya limbah rumah tangga yang tinggi akan nutrien tatapi juga limbah tambang yang memiliki kandungan logam tinggi dan kadang ber-pH sangat rendah. Pada sistem wetland anaerobik. Perombakan material secara langsung menjadi materi yang sangat sederhana dapat dilakukan oleh komunitas mikroba. Rawa buatan diyakini dan telah teruji kemampuannya dalam menurunkan beban pencemar yang terdapat dalam air. Proses biologi terjadi pada interaksi antara tumbuhan penyusun lahan basah dengan lingkungan lahan basah tersebut. pada lahan basah terjadi proses-proses biologi. Penyerapan (up taking) unsur-unsur yang dibutuhkan untuk pertumbuhan diserap melalui akar atau organ yang berfungsi seperti akar pada air dan substrat tumbuh tumbuhan tersebut.

5 dan mengan dung logam berbahaya seperti besi (Fe). Sehingga di PT. 7 BAB III Penutup Kesimpulan dan Saran 1. Sebagai contoh PT. 3. Bukit Asam Tbk menghambat kontak mineral-oksigen dengan melapisi lahan bekas tambang dengan blue clay setebal 1-2 m sehingga biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan ini per hektar sungguh fantastis. Alumunium (Al). Pencegahan Air Asam Tambang agar tidak mencemari lingkungan dapat dilakukan dengan dua cara: In Situ Treatment dengan menambahkan batu kapur (limestone) langsung ke AMD. dan Passive Treatment menggunakan sistem permeable reactive barrier (PRB). 2004). Air Asam Tambang merupakan limbah dari proses pertambangan yang terjadi karena reaksi Pirit(FeS2) dengan udara bebas (O2) yang kemudian dilarutkan oleh air(H2O) menghasilkan asam sulfat(H2SO4) 2. . 6 Berikut adalah reaksi peningkatan alkalinitas dengan bakteri pereduksi sulfat dan penyisihan logamnya dalam bentuk metal sulfida: Namun demikian. anoxic limestone drains (ALDs) dan constructed wetland (rawa buatan) untuk aliran AMD. Bagi makhluk hidup khususnya manusia air asam tambang yang mengandung logam mengkonsumsinya 5.meningkat peroduktivitas dari kolong AMD (mining pit lake) (Simon et al. Tetapi proses AMD secara geokimia jauh lebih lambat dibandingkan dengan proses yang dikatalis oleh BOS. sehingga dapat di manfaatkan untuk budidaya perikanan. Hal yang sangat penting sesungguhnya adalah upaya pencegahan terbentuknya AMD. penelitian-penelitian tersebut dilakukan pada air sedangkan sumber-sumber yang menjadi pangkal terjadinya AMD belum tersentuh.5-3. Tembaga (Cu). Bukit Asam masih terjadi AMD. Air Asam Tambang (Acid Mine Drainage/AMD) memiliki pH berkisar antara 2.dan Mangan(Mn). open limestone channels (OLCs). Air asam tambang berdampak pada pH tanah yang menurun yang menyebabkan unsurunsur hara dalam tanah menjadi berkurang atau bahkan mungkin habis yang menyebabkan kesuburan tanah menurun dan tak ada lagi vegetasi yang dapat tumbuh di atasnya 4. timbal (Pb). Bagaimana mencegah kontak mineral sulfide dengan oksigen dan menghambat pertumbuhan bakteri pengoksidasi sulfur (BOS) adalah hal yang paling menentukan dalam menangani AMD.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->